Anda di halaman 1dari 17

A. Pendahuluan I.

Standar Kompetensi Dokter Bab IV

1. Area Kompetensi Komunikasi Efektif 1.1. Kompetensi Inti Mampu menggali dan bertukar informasi secara verbal dan non verbal dengan pasien pada semua usia, anggota keluarga, masyarakat, kolega, dan profesi lain. 1.2. Lulusan Dokter Mampu 1. Berkomunikasi dengan pasien serta anggota keluarganya 1.1. Bersambung rasa dengan pasien dan keluarganya     Memberikan salam Memberikan situasi yang nyaman bagi pasien Menunjukkan sikap empati dan dapat dipercaya Mendengarkan dengan aktif (penuh perhatian dan memberi waktu yang cukup pada pasien untuk menyampaikan keluhannya dan menggali permasalahan pasien)    Menyimpulkan kembali masalah pasien, kekhawatiran,

maupun harapannya Memelihara dan menjaga harga diri pasien, hal-hal yang bersifat pribadi, dan kerahasiaan pasien sepanjang waktu Memperlakukan pasien sebagai mitra sejajar dan meminta persetujuannya dalam memutuskan suatu terapi dan tindakan 1.2. Mengumpulkan Informasi  Mampu menggunakan open-ended maupun closed question dalam menggali informasi (move from open to closed question properly)  Meminta penjelasan pada pasien pada pernyataan yang kurang di mengerti

1

gangguan psikis)   Mampu merespon verbal maupun bahasa non-verbal dari pasien secara professional Memperhatikan factor biopsikososiobudaya dan normanorma setempat untuk menetapkan dan mempertahankan terapi  paripurna dan hubungan dokter-pasien yang professional Menggunakan bahasa yang santun dan dapat dimengerti oleh pasien (termasuk bahasa daerah setempat) sesuai dengan umur. bingung. tingkat pendidikan ketika menyampaikan pertanyaan. Memahami Prespektif Pasien    Menghargai kepercayaan pasien terhadap segala sesuatu yang menyangkut penyakitnya Melakukan eksplorasi terhadap kepentingan pasien. menjelaskan hasil diagnosis.3. riwayat keluarga. takut. kekhawatirannya. Memberi Penjelasan dan Informasi  Mempersiapkan perasaan pasien untuk menghindari rasa takut dan stress sebelum melakukan pemeriksaan fisik 2 . sedih. pilihan penanganan serta prognosis 1. maupun pasien dengan hambatan komunikasi misalnya bisutuli.4. meringkas informasi. malu. atau riwayat kesehatan masa lalu   Melakukan penggalian data secara runtut dan efisien Tidak memberikan nasehat maupun penjelasan yang premature saat masih mengumpulkan data 1. eforia. Menggunakan penalaran klinik dalam penggalian riwayat penyakit pasien sekarang. dan harapannya Melakukan fasilitasi secara professional terhadap ungkapan emosi pasien (marah.

keperluan. operasi. memberi konsultasi. demi kepentingan pasien maupun ilmu kedokteran 3. dan jujur tentang tujuan . lengkap. Berkomunikasi dengan Sejawat  Memberi informasi yang tepat kepada sejawat tentang kondisi pasien baik secara lisan. tertulis atau elektronik pada saat yang diperlukan demi kepentingan pasien maupun ilmu kedokteran   Menulis surat rujukan dan laporan penanganan pasien dengan benar. prognosis.  Memberi tahu adanya sakit atau tidak nyaman yang mungkin timbul selama pemeriksaan fisik atau tindakannya Memberi penjelasan dengan benar. jelas. atau menganjurkan rujukan untuk permasalahan yang sulit    Memberikan edukasi dan promosi kesehatan kepada pasien maupun keluarganya Memastikan mengkonfirmasikan bahwa informasi dan pilihanpilihan tindakan telah dipahami oleh pasien Memberikan waktu yang cukup kepada pasien untuk merenungkan kembali serta berkonsultasi sebelum membuat persetujuan   Menyampaikan berita buruk secara professional dengan menjunjung tinggi etika kedokteran Memastikan kesinambungan pelayanan yang telah dibuat dan disepakati 2. Berkomunikasi dengan Masyarakat 3 . risiko prosedur diagnostic dan tindakan medis (terapi. demi kepentingan pasien maupun ilmu kedokteran Melakukan presentasi laporan kasus secara efektif dan jelas. manfaat. rujukan) sebelum dikerjakan  Menjawab pertanyaan dengan jujur.

social serta riwayat lain yang relevan 4 . Kompetensi Inti Melakukan prosedur klinis sesuai masalah. kebutuhan pasien dan sesuai kewenangannya 2.     Menggunakan bahasa yang di pahami oleh masyarakat Menggali masalah kesehatan menurut presepsi masyarakat Menggunakan teknik komunikasi langsung yang efektif agar masyarakat memahami kesehatan sebagai kebutuhan Memanfaatkan media dan kegiatan kemasyarakatan secara efektif ketika melakukan promosi kesehatan Melibatkan tokoh masyarakat dalam mempromosikan kesehatan secara professional 4. riwayat penyakit saat ini.2. Berkomunikasi dengan Profesi Lain   Mendengarkan dengan penuh perhatian dan memberi waktu cukup kepada profesi lain untuk menyampaikan pendapatnya Memberi informasi yang tepat waktu dan sesuai kondisi yang sebenarnya ke perusahaan jasa asuransi kesehatan untuk pemrosesan klaim   Memberikan informasi yang relevan kepada penegak hukum atau sebagai saksi ahli di pengadilan (jika diperlukan) Melakukan negosiasi dengan pihak terkait dalam rangka pemecahan masalah kesehatan masyarakat 2. medis. Area Keterampilan Klinis 2. Memperoleh dan mencatat informasi yang akurat serta penting tentang pasien dan keluarganya Menggali dan merekam dengan jelas keluhan-keluhan yang disampaikan (bila perlu disertai gambar).1. Lulusan Dokter Mampu 1. keluarga.

yakni untuk tujuan kesenangan. komunikasi mempunyai dua fungsi. opini. Pikiran bisa berupa gagasan. fungsi pengambilan keputusan. Agar komunikasi secara tepat mengena pada sasaran yang hendak dicapainya. maka suatu komunikasi harus dilakukan secara efektif. membangun dan memelihara hubungan.   Memilih prosedur klinis dan laboratorium sesuai dengan masalah pasien Melakukan prosedur klinis dan laboratorium sesuai kebutuhan pasien dan kewenangannya Melakukan pemeriksaan fisik dengan cara yang seminimal mungkin menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan pada pasien      Melakukan pemeriksaan fisik yang sesuai dengan masalah pasien Menemukan tanda-tanda fisik dan membuat rekam medis dengan jelas dan benar Mengidentifikasi. yang pertama fungsi sosial. Sedangkan menurut Rudolph F. dan lain-lain yang muncul dari benaknya. Kedua. Pentingnya Keterampilan Komunikasi Proses komunikasi pada hakikatnya adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seorang komunikator kepada orang lain (komunikan). yakni memutuskan untuk melakukan atau tidak 5 . informasi. komunikasi mempunyai fungsi isi. Menurut Gordon I. yang melibatkan pertukaran informasi yang kita perlukan untuk menyelesaikan tugas. dan fungsi hubungan yang melibatkan pertukaran informasi mengenai bagaiman hubungan kita dengan orang lain. Zimmerman. memilih dan menentukan pemeriksaan laboratorium yang sesuai Melakukan pemeriksaan laboratorium dasar Membuat permintaan pemeriksaan II. untuk menunjukkan ikatan dengan orang lain. Verderber.

Dalam berkomunikasi kita sering mengalami kendala-kandala sehingga informasi yang kita sampaikan atau terima tidak jelas atau informasi yang sering berubah arti.melakukan sesuatu pada suatu saat tertentu. 6 . Keterampilan komunikasi sangat diperlukan agar tidak terjadi salah pengertian dalam mengartikan informasi.

Denyut nadi dapat berfluktuasi dan meningkat dengan olahraga.5-0. Suhu tubuh normal dapat berkisar dari 97. Nadi normal untuk orang dewasa yang sehat berkisar antara 60 sampai 100 denyut per menit. yang mencerminkan suhu inti tubuh (suhu dari organ internal). 7 : : .B.5 ° C.3 dan 0. pada wanita. Suhu tubuh seseorang dapat diambil dalam salah satu cara berikut Melalui Mulut Suhu dapat diambil melalui mulut menggunakan thermometer kaca klasik atau thermometer digital yang lebih modern untuk mengukur suhu tubuh. tahap siklus menstruasi.2 ° C) untuk orang dewasa yang sehat. dan. setara dengan 36.8 ° F (atau Fahrenheit. Suhu yang diambil oleh rute ini cenderung 0. atau Celsius) sampai 99 ° F (37. aktifitas terbaru. meliputi empat tanda vital utama yaitu a. Melalui Ketiak Suhu dapat diambil di bawah lengan dengan menggunakan gelas atau termometer digital. Melalui Kulit Sebuah termometer khusus dengan cepat dapat mengukur suhu kulit di dahi b. Melalui Rektal Suhu diukur pada dubur (menggunakan thermometer kaca atau digital) cenderung 0. DASAR TEORI VITAL SIGN Tanda-tanda vital adalah pengukuran fungsi tubuh yang paling dasar. waktu hari. Melalui Telinga Sebuah termometer khusus dengan cepat dapat mengukur suhu gendang telinga. makanan dan konsumsi cairan. Denyut nadi Denyut nadi adalah pengukuran denyut jantung atau berapa kali denyut jantung per menit. Temperatur tubuh Suhu tubuh normal seseorang bervariasi tergantung pada jenis kelamin.7o F lebih tinggi daripada ketika di ambil melalui mulut.4 ° F lebih rendah daripada suhu yang diambil oleh mulut.

cedera. mengacu pada tekanan di dalam arteri ketika jantung berkontraksi dan memompa darah ke seluruh tubuh. Setiap kali jantung berdetak. mengacu pada tekanan di dalam arteri ketika jantung beristirahat dan mengisi dengan darah. Wanita pada umumnya. jenis kelamin. Laju pernafasan dapat meningkat jika seseorang mengalami demam. frekuensi pernafasan lebih kecil daripada frekuensi pernafasan wanita. Jumlah yang lebih tinggi. Cepat lambatnya pernafasan manusia dipengaruhi oleh usia. Pada pria. diukur dengan manset tekanan darah dan stetoskop oleh perawat atau penyedia layanan kesehatan lainnya.org 8 . posisi tubuh maupun aktivitas tubuh. dan emosi. Jumlah yang lebih rendah. Respirasi normal pada orang dewasa di kisaran 15-20 kali (ekspirasi-inspirasi) per menit. Laju pernafasan Laju pernafasan adalah jumlah pengambilan nafas seseorang per menit. suhu tubuh. Pedoman NHLBI sekarang mendefinisikan tekanan darah normal sebagai berikut : Kurang dari 120 mmHg tekanan sistolik Kurang dari 80 mmHg tekanan diastolic (http://www.edu) http://www. cenderung memiliki detak jantung lebih cepat daripada laki-laki c. Laju pernafasan biasanya di ukur ketika seseorang beristirahat dan hanya menghitung selama satu menit. atau tekanan diastolik. d.bloodpressureuk.medicalcenter. sakit dan kondisi medis lainnya. jantung memompa darah ke dalam arteri dan menghasilkan tekanan darah tertinggi karena jantung berkontraksi. Baik sistolik dan diastolik tekanan dicatat sebagai "mm Hg" (milimeter air raksa).osu.penyakit. Tekanan Darah Tekanan darah adalah kekuatan darah mendorong terhadap dinding arteri. atau tekanan sistolik. Dua nomor dicatat ketika mengukur tekanan darah.

Pasien percaya bahwa dokter tersebut dapat membantu menyelesaikan masalah kesehatannya. KETERAMPILAN KOMUNIKASI DOKTER-PASIEN Komunikasi efektif diharapkan dapat mengatasi kendala yang ditimbulkan oleh kedua pihak. (Van Thiel. di rumah. Meningkatkan kepuasan pasien dalam menerima pelayanan medis dari dokter atau institusi pelayanan medis. 3. banyak hal-hal negatif dapat dihindari. atau di tempat lain. di lokasi darurat medis. pasien dan dokter. 4. Sebenarnya bila dokter dapat membangun hubungan komunikasi yang efektif dengan pasiennya. Dokter dapat mengetahui dengan baik kondisi pasien dan keluarganya dan pasien pun percaya sepenuhnya kepada dokter.Tanda-tanda vital berguna dalam mendeteksi atau pemantauan masalah medis. 2006) 9 . 2. Selain itu. Pasien merasa tenang dan aman ditangani oleh dokter sehingga akan patuh menjalankan petunjuk dan nasihat dokter karena yakin bahwa semua yang dilakukan adalah untuk kepentingan dirinya. (Konsil Kedokteran Indonesia. 2000) Manfaat komunikasi efektif dokter-pasien di antaranya: 1. Kondisi ini amat berpengaruh pada proses penyembuhan pasien selanjutnya. Meningkatkan kepercayaan pasien kepada dokter yang merupakan dasar hubungan dokter-pasien yang baik. Tandatanda vital dapat diukur dalam pengaturan medis. Meningkatkan keberhasilan diagnosis terapi dan tindakan medis. komunikasi yang baik memudahkan dokter untuk menggali informasi dan menyampaikan hasil pemeriksaannya kepada pasien. Meningkatkan kepercayaan diri dan ketegaran pada pasien fase terminal dalam menghadapi penyakitnya.

Sedangkan di Gedung Gnosis terdapat bank yaitu Bank Negara Indonesia (BNI). Gedung Agape. Gedung Iama dan Gedung Koinonia. terdapat toko buku. Jalan Diponegoro Salatiga. dan kafetaria. Gedung Didaktos. Sehingga banyak sekali orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat. Kampus Universitas Kristen Duta Wacana.C. sentra penjualan berbagai barang dan gereja-gereja di sepanjang jalan ini. Jawa Tengah Lokasi ini adalah nadi kota Salatiga dimana banyak terdapat rumah makan. Karakterisik Probandus 1. 3. Gedung F. II. Sdri. Gedung H. Gedung Biblos. Gadis berambut panjang dan memiliki tinggi sekitar 150 cm ini ramah dan terlihat pemalu. Deskripsi Lokasi Lokasi yang di tentukan untuk melakukan pemeriksaan vital signs : 1. Lokasi ini banyak di temukan orang-orang dengan berbagai macam pekerjaan. Gedung C. Gedung E. Heri Sambudi (32 tahun) Tubuh besar dan kekar menjadi salah satu ciri khas satpam yang bertugas di kampus UKDW ini. Pak Heri memiliki pribadi yang humoris dan tidak sungkan untuk selalu bertanya. HASIL I. Evi (17 tahun) Pekerjaan Evi sehari-hari membantu Ibunya berjualan minuman di kafetaria UKDW. Al Henri Indriyanto (42 tahun) 10 . Di Gedung Agape misalnya. diantaranya . Jalan Dr. 2. Kami banyak melakukan pemeriksaan vital sign di Gedung Agape dan Gedung Gnosis. Wahidin Sudirohusodo 525 Yogyakarta 55224 Di kampus UKDW terdapat beberapa gedung. 2. Gedung Gnosis. kantor dosen.

5. besar dan berkulit putih. good looking. Tak heran sewaktu kami meminta beliau untuk menjadi probandus kami. Beliau senang berkebun dan jalan-jalan. Devi (21 tahun) Seorang mahasiswi universitas swasta semester 7 yang memiliki tinggi 158 cm dan memiliki gaya bicara yang medok khas Jawa Timur. Nyoman Suwitri (67 tahun) Wanita lanjut usia ini masih aktif di masa tuanya. Dian (23 tahun) Muda. 9. beliau tak segan mempromosikan pegawainya untuk sekalian ikut menjadi probandus kami.Pimpinan di salah satu cabang bank BNI ini adalah pribadi yang santai dan ramah pada pegawai-pegawainya. Walaupun sudah di usia lanjut. Tidak heran jika hasil pemeriksaannya masih baik dan tidak memiliki masalah kesehatan yang lain. berkulit putih dan memiliki senyum menawan. Yusak Budi (45 tahun) Seorang dosen fakutas Theologia ini berperawakan tinggi. beliau juga ramah dan murah senyum. 7. 4. 8. Wiwied (36 tahun) 11 . namun Bu Mar tak sedikitpun terlihat rambut putih dan tubuhnya masih tegap. Jumarni (57 tahun) Bu Mar (begitu beliau disapa) adalah nenek dari dua orang cucu yang masih terlihat bersemangat di masa tuanya. Dwikorina Dewanti (47 tahun) Beliau merupakan seorang dokter yang bekerja di Poliklinik sebuah universitas swasta di Salatiga. 10. Ramah dan berkarakter sejuk adalah gambaran untuk wanita ini. Hal itu adalah yang umum di pikirkan saat bertemu dengan salah satu pegawai bank BNI ini. Selain menarik. Beliau orang yang humoris dan menyenangkan. 6.

24/menit 100/70.6. 5. 54/menit.8. 18/menit Data Vital Signs(TD.55. 58/menit. Beliau adalah vegetarian.7. 36. 3 Nama/Umur/Pekerjaan Evi/17/Penjual minuman Heri Sambudi/32/Satpam Al bank 4. setiap probandus memiliki angka yang berbeda. 36. 36. 60/menit. 52/menit. 20/menit 120/70. 64/menit. Jumarni/57/Ibu tangga 7. Ibu Wiwied adalah wanita karir . 22/menit rumah 140/100.65. nadi. pada 12 . 71/menit. 36. 56/menit. 52/menit. 36. 20/menit 110/70. 18/menit 110/70. rata-rata probandus memiliki nilai yang berkisar antara 36-37o C. jenis kelamin maupun usia. 24/menit rumah tangga 6. suhu. III. 36. Dwikorina/47/Pegawai swasta 8.5. nafas) 120/80. posisi tubuh. Pemeriksaan denyut nadi pada setiap probandus di kisaran 50-60an kali per menit. misalnya aktivitas atau kegiatan tubuh. Dian/23/Pegawai bank Nyoman 100/70. 9 10. 60/menit. 20/menit Dari hasil pemeriksaan vital signs meliputi suhu tubuh. 24/menit Henri/42/Pimpinan 140/90. walaupun sibuk namun terlihat betul bahwa beliau tetap menjaga kesehatannya.5. Analisis Hasil No 1. 20/menit Suwitri/67/Ibu 110/80. frekuensi pernafasan dan tekanan darah. 36. 36.75.Wanita asli Jepara ini sudah menikah dan memiliki dua orang anak. Pada pemeriksaan suhu tubuh. kondisi kesehatan. Berbagai factor berikut ikut berperan juga sebagai penentu data tersebut. denyut nadi. 35. 36.9. Yusak/45/Pegawai swasta Devi/21/Mahasiswa Wiwied/36/Pegawai swasta 110/80. keadaan lingkungan sekitar.2. 2. 62/menit.

nama saya Jovial.probandus wanita justru lebih tinggi di bandingkan probandus pria. Evi : Iya Mbak. Untuk mengukur tekanan darahnya saya pasang alatnya di lengan kanannya ya Mbak. saya pasang pengukur suhunya ya Mbak. Jovial : Oke Mbak Evi. maaf di ketiak bagian tengah ya Mbak. Evi : Oh begitu. Nanti saya pompa dan akan agak sedikit menekan tidak apa-apa ya Mbak. Saya dari Fakuktas Kedokteran UKDW. aktivitas tubuh dan kondisi kesehatan nampaknya sangat berpengaruh pada tekanan darah. maaf Mbak. Mbak. Wah kebetulan enggak nih. Mbak. IV. frekuensi pernafasan dan denyut nadi. 120/80 Evi to? 13 : Oh berarti engga ada apa-apa ya Mbak? Saya nggak usah minum obat . saya manut Mbaknya saja hehe Jovial : Tekanan darahnya normal Mbak. apa sebelumnya Mbak pernah di periksa tekanan darahnya? Evi : Wah belum e Mbak hehehe Jovial : Baiklah Mbak. Ada apa ya. Saya mendapatkan tugas untuk melakukan pemeriksaan vital signs pada sepuluh orang. suhu. apakah Mbak bersedia menjadi salah satunya? Evi : Wah vital sign itu apa ya Mbak? Jovial : Pemeriksaan yang meliputi pemeriksaan vital seperti tekanan darah. sebelumnya nama Mbak siapa? Evi : Evi Mbak. Mbak? Jovial : Oh begitu. Selagi saya periksa tekanan darahnya. mumpung belum pernah. sekalian biar tau ya Mbak hehe. Ya Mbak saya mau mau saja. Pada pemeriksaan frekuensi pernafasan di kisaran 18-24 kali per menit. Percakapan yang Baik Jovial : Selamat pagi Mbak. hehe Jovial : Oh iya Mbak. Mbak. Pemeriksaan yang paling beragam adalah pemeriksaan tekanan darah. apakah Mbak sedang sibuk? Evi : Pagi juga.

terimakasih lho sudah di periksa. Heri : Kalau suhunya saya panas banget ya Mbak? Jovial : Oh ngga terlalu kok Pak. Evi : Oke Mbak. suhu.Jovial : Wah ya tidak usah Mbak hehe. Suhu Mbak Evi 36. Jovial : Lengannya di singsingkan ya Pak. Bapak mau atau tidak? Heri : Ya boleh-boleh saja. 14 . Sudah baik kok. Evi : Oh ya saya malah senang Mbak. frekuensi nadi dan frekuensi pernafasan Bapak. Evi : Iya Mbak. 56 kali per menit. Jovial : Oh baik Pak. Coba saya lihat pengukur suhunya ya Mbak. Heri : Silakan Mbak.7o C Mbak. Selagi menunggu pengukur suhu. Mbak Evi masih dalam rentang suhu normal kok. Heri : Ya. saya juga mengucapkan terimakasih lho Mbak sudah bersedia saya periksa. 52 kali per menit. Baik Pak terimakasih untuk ketersediannya ya Pak. saya periksa nadinya ya Mbak. Heri : Normal apa tidak Mbak? Jovial : Iya Bapak. Percakapan yang Buruk Jovial : Pemisi Pak saya akan memeriksa tekanan darah. Jovial : Frekuensi nadi Mbak juga baik kok Mbak. boleh. Saya hitung frekuensi nadi ya Pak. V. Heri : Sama-sama Mbak. Sekalian thermometer ini di letakkan di ketiak bapak.75. Jovial : Tekanan darah bapak 120/70. Gratis lagi hehehe Jovial : Sama-sama Mbak. Evi : Normalnya berapa Mbak suhunya? Jovial : Suhu normal berkisar kurang lebih 37 o C Mbak. Suhunya 36.

Melakukan penggalian data yang runtut dan efisien Untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam pengambilan data.D. Kesimpulan dan Pembelajaran Kesimpulan dari pembelajaran yang saya dapatkan adalah : 1. Selain itu komunikasi yang baik adalah terapi pertama dalam proses pemulihan karena membangun kepercayaan pasien kepada dokter atau tenaga kesehatan yang lain dalam penanganan tindakan pemulihan. 2. Memberikan situasi yang nyaman Keterampilan ini sangat dibutuhkan agar pasien merasa aman dan mempercayakan tenaga medis untuk membantu memeriksa maupun melakukan tindakan medis. 2. Mengkomunikasikan tujuan pemeriksaan vital sign Ada beberapa probandus yang belum paham mengapa di adakan pemeriksaan vital signs dan apa itu pemeriksaan vital sign. Mencari probandus yang bersedia di periksa Beberapa orang yang ditemui menolak untuk diperiksa karena mungkin belum paham apa itu pemeriksaan vital signs dan belum mau mengetahui tentang vital signs. 3. E. Hambatan dalam Pelaksanaan Hambatan yang saya alami selama proses pemeriksaan vital signs adalah : 1. maka tenaga medis harus melakukan penggalian data secara runtut dan efisien. maka pengambilan data 15 . Contohnya pada pengambilan suhu dengan thermometer tubuh yang memerlukan waktu kurang lebih lima menit. Pentingnya keterampilan komunikasi yang efektif Keterampilan komunikasi yang efektif sangat dibutuhkan oleh semua tenaga kesehatan untuk mengkomunikasikan tujuan tindakan secara efektif dan mudah dimengerti oleh pasien.

Keterbukaan ini juga menjadi salah satu factor terciptanya konsultasi yang harmonis antara dokter dan pasien. Memberikan informasi secara terbuka menyangkut hasil pemeriksaan Pentingnya melaporkan hasil pemeriksaan secara terbuka membuat pasien merasa di hargai dan memiliki hak untuk mengetahui kondisi tubuhnya. 16 .sebaiknya dilakukan di awal penggalian atau bisa di sertakan saat mengambil data yang lain agar diperoleh hasil yang tepat. 4.

bloodpressureuk. 2006. Standar Kompetensi Dokter.org Konsil Kedokteran Indonesia. Penerbit : Jakarta 17 .osu.Daftar Pustaka http://www.edu http://www.medicalcenter.