Anda di halaman 1dari 1

Pada akhir tahun 1989 ketika rezim Komunis mengalami disintegrasi di seluruh Eropa Timur, General Electric Company

(GE) meluncurkan ekspansi besar di Hungaria dengan akusisi $ 150 juta dengan perolehan saham 51 persen di Tungsram,Sebuah produsen produk bola lampu, Tungsram secara luas dianggap sebagai salah satu permata industri Hungaria. GE tertarik pada Tungsram karena tingkat upah di Hungaria yang rendah dan oleh kemungkinan menggunakan perusahaan tersebut untuk mengekspor produk bola lampu tersebut ke Eropa Barat. Seperti banyak perusahaan Barat lainnya,GE percaya bahwa pergeseran Hungaria dari negara komunis totaliter dengan sistem ekonomi milik negara dan menuju ke negara politik demokratis dengan sistem ekonomi pasar bebas akan menciptakan peluang bisnis jangka panjang Pada saat itu, banyak pengamat percaya bahwa General Electric akan menunjukkan ke perusahaan Barat lainnya bagaimana mengubah perusahaan yang pernah dijalankan oleh Partai Komunis berubah menuju ke arah kapitalis. GE segera memberikan beberapa manajer yang terbaik untuk Tungsram dan menunggu keajaiban terjadi. Sayangnya,Mukjizat itu lambat datang. Seba kerugian malah dialami General Electric,inilah yang terjadi ketika harapan besar berbenturan dengan realitas budaya yang suram, inefisiensi, dan ketidakpedulian tentang pelanggan dan kualitas. Para manajer Amerika mengeluh bahwa orang Hungaria kurang mempunyai semangat, sedangkan orang Hungaria berpikir kalau orang Amerika terlalu memaksa. Sistem manajemen GE yang agresif bergantung pada komunikasi antara pekerja dan manajer,sayangnya sistem Komunis telah lama melarang hal seperti ini, sehingga proses untuk merubah sikap pekerja di Tungsram terbukti sulit. Orang-orang Amerika yang menginginkan penjualan kuat dan pemasaran yang akan memanjakan pelanggan, terbiasa dengan kehidupan dalam ekonomi terpusat yang terencana, sedangkan orang Hungaria percaya bahwa segala hal akan terbentuk dengan sendirinya tanpa harus direncanakan. Hungaria mengharapkan GE untuk memberikan upah yang tinggi seperti negara barat lainnya , namun GE datang ke Hungaria justru untuk mengambil keuntungan dari upah tenaga kerja yang rendah di negara itu. Pada akhirnya, manajer GE mengakui bahwa mereka meremehkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengubah lingkungan kerja di Tungsram - dan berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan. Seperti dikatakan Charles pipper, manajer general Tungsram Amerika, "merekayasa manusia jauh lebih sulit daripada merekayasa produk ." GE berkeyakinan telah membuat keputusan yang benar. Namun, ini berarti merumahkan setengah dari 20.000 karyawan Tungsram, termasuk dua dari setiap tiga manajer. Ini juga berarti tambahan investasi $ 440.000.000 untuk pabrik baru dan peralatan dan pelatihan kembali para karyawan dan manajer yang tersisa. Pada tahun 1997 keputusan ini akhirnya membuahkan hasil. Meskipun tenaga kerja dipotong hingga 50%, tetapi volume produksi naik dua kali lipat pada periode 1989.