Anda di halaman 1dari 2

Albert Yulius Mandeno / 16674 I Gede Komang Weda / 17062 Cina pesisir yang merupakan tanah air bagi

400 juta penduduk yang mempunyai budaya dagang dan perkotaan,telah menjadi lingkungan ekonomi yang paling pesat pertumbuhannya di dunia selama dasawarsa yang lalu.Namun kini wilayah itu,dan seluruh penjuru negeri,menghadapi masalah-masalah yang berat. Masalah intern yang dihadapi cina: 1.ribuan perusahaan negara yang tidak produktif dan tidak mendatangkan laba,yang memperkerjakan jutaan pekerja dan merupakan basis kekuatan utama bagi partai komuni,justru dibubarkan 2.para petani membanjiri kota-kota yang terlalu padat penduduknya,tidak ada fasilitas perumahan,tidak ada perawatan kesahatan,dan terlalu sedikit lapangan kerja. 3.Perebutan kekuasaan di seluruh pelosok negeri telah terjadi sebagai antisipasi atas berlalunya kepemimpinan yang sudah usang. Namun pada saat pengaruh-pengaruh internal dari pertumbuhan memberikan ketidakpastian,pengaruh eksternalnya berpotensi merusak kestabilan,seperti cina yang tidak mempunyai musuh asing untuk dihadapi secara langsung-membeli banyak senjata-senjata berteknologi tinggi yang ditawarkan oleh rusia serta sistem perdagangan cina yang mengekspor sebagai kapitalis dan mengimpor sebagai komunis. Cina juga dikatakan sebagai negara pertama yang neraca pembayarannya,bukan neraca perdagangannya,menjadi kunci bagi hubungan-hubungan ekonomi. Untuk memastikan hal itu,pasar cina harus terbuka bagi perdagangan asing.namun sekalipun pintu cina terbuka sepenuhnya,masih diragukan apakah negara ini akan menjadi pasar utama bagi barang-barang asing,sebab walaupun pasar yang ada sangat besar,cina tidak akan mngimpor coca cola dan levis,sebab produk-produk semacam itu akan dibuat di cina dengan usaha bersama,dengan cara franchise seperti perusahaan pembotolan minuman ringan,dengan lisensi dan dengan aliansi dalam segala bentuk. Alasan dilakukan langkah ini adalah kebutuhan sosial yang mendesak:manufaktur akan menjadi sarana utama untuk mengakomodasi transisi petani cina dari daerah pedesaan feodal menuju era modern. Upaya yang harus dilakukan unutk menghancurkan penghalang kegiatan impor di cina harus dijalankan,dan ini sulit.tapi yang lebih penting adalah menciptakan kerangka kerja administratif yang legal untuk memungkinkan orang asing menjalankan bisnis di cina sebagai mitra.

Semua hal diatas menunjukan bahwa peluang-peluang pemasaran asing yang terbesar di cina yang sedang berkembang pesat,bukan di bidang manufaktur,tetapi bidang jasa. Seperti : 1. Pendidikan Walaupun angka penduduk di Cina yang melek huruf besarnya 73%, sistem pendidikan di cina merupakan salah satu system yang paling tertinggal di dunia. Hanya terdapat 1,5 juta mahasiswa di cina. Namun masalah pendidikan di cina tidak akan berkurang akibatnya dengan mengirimkan empat puluh ribu mahasiswa setiap tahunnya keluar negri , sebagaimana yang sekarang dilakukan . Yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan yang meluas dan langsung terhadap system pendidikan Negara ini, sebuah tugas yang hanya bias dikerjakan oleh kontraktor jasa berskala besar dari luar yang mendesain, merencanakan, dan mempersiapkan lembaga-lembaga pendidikan yang diperlukan. 2. Perawatan Kesehatan Merupakan peluang jasa yang sama. Pada masa Mao Tse Tung yang memiliki visi tentang cina yang dirawat oleh para dokter berkaki telanjang merupakan suatu kekonyolan untuk saat sekarang. Yang diperlukan adalah kontraktor berpengalaman (dan itu berarti dari luar negeri) yang merencanakan, mendesain dan mengelolah fasilitasfasilitas perawatan kesehatan, dan memberi pelatihan kepada para staf medis. 3. Layanan telekomunikasi dan informasi Kebutuhan akan hal ini sangat besar dan cina begitu jauh tertinggal sehingga perlu memintas satu abad teknologi barat dan langsung meloncat ke bentuk telekomunikasi tanpa kabel yaitu transmisi telepon pendek yang dipancarkan langsung kerumah-rumah diperkotaan, gelombang mikro, dan transmisi satelit agar bias merentang pada jarak yang sangat jauh didaerah pedesaan. 4. Transportasi Cina diberkati pelabuhan-pelabuhan alami yang sempurna. Namun hanya sedikit yang dikembangkan dengan cukup baik untuk bisa menangani lalu lintas yang ramai dan kargo. Beberapa diantara kekurangan jalan dan Rel kereta untuk memindahkan barangbarang kedaerah pedalaman. Ukuran sukses dalam hubungan perdagangan dengan cina adalah sukses dalam menjual jasa, bukan menjual barang. Sebuah kebijakan perdagangan dengan Cina yang berfokus pada jasa akan mendapatkan kritik, terutama dari tokoh-tokoh serikat pekerja, karena tidak menciptakan lapangan kerja. Pokok perhatiannya adalah bahwa bidang-bidang jasa merupakan peluang yang diciptakan oleh kemunculan cina sebagai suatu kekuatan ekonomi besar. Disanalah pasar-pasar tersebut berada.