Anda di halaman 1dari 6

TOR

PENYUSUNAN DATA BASE PETERNAKAN SUMATERA BARAT

Oleh: DR.Ir. Sarbaini Anwar, MSc Dr. Ir. Adrizal, MS Ir.Yurnalis, MSc

DINAS PETERNAKAN SUMATERA BARAT 2009

904 (Sumatera Barat dalam angka 2007/2008). pada semua kecamatan di kabupaten/kota. sedang dan kurang. Pada masing-masing strata dipilih satu kecamatan dan pada masingmasing kecamatan dipilih dua nagari/kelurahan secara acak. Untuk mendapatkan populasi data ternak yang mendekati data sebenarnya langkah yang paling tepat adalah melakukan sensus pada semua kabupaten dan kota.121. dibagi atas 3 strata yaitu padat. Pada masing kampung terpilih diambil sampel 50% dari keluarga yang ada. Oleh sebab itu ketersedian data yang valid dan akurat sudah merupakan suatu keharusan untuk dapat mengembangkan peternakan di Sumatera Barat sehingga target yang diharapkan bisa dicapai. pada masing-masing strata diambil lagi suatu nagari. jadi bukan merupakan data real di lapangan. dibagi atas dua strata yaitu populasi padat dan tidak padat. Pada setiap strata diambil sampel satu kecamatan dan pada tiap kecamatan terpilih nagari yang ada dibagi lagi atas 3 strata. Jika dana yang tersedia tidak terlalu besar maka bisa dilakukan dengan membagi kecamatan atas 3 strata berdasarkan kepadatan ternaknya.000 ekor. Teknik Pengambilan Sampel Pelaksanaan survey database ini dilakukan dengan Stratified Random Sampling. Seperti diketahui data yang akurat dan terpecaya sangat diperlukan untuk perencanaan. Jika jumlah kecamatannya > 10. Dalam hal ini.Pendahuluan Data populasi ternak yang ada pada Sumatera Barat dalam angka 2007/2008 adalah data yang berdasarkan proyeksi perkembangan peternakan. kecamatan dikelompokkan atas strata berdasarkan kepadatan populasi ternak (sapi potong). Kemudian pada 2 . tapi cara ini juga masih membutuhkan biaya yang relative cukup besar karena membutuhkan tenaga pencacah minimal 800 orang. Langkah yang cukup realistis adalah adalah dengan mengambil sample pada semua nagari. Sumatera barat terdiri atas 12 Kabupaten dan 7 Kotamadya dan jumlah kecamatan 166 dan nagari/kelurahan sebanyak 798 dan jumlah keluarga 1. Jika jumlah kecamatan < 10. akan tetapi ini tentunya akan membutuhkan biaya yang sangat besar sehingga tidak layak dilakukan. dan pada setiap nagari terpilih diambil dua kampung/RW satu yang ternaknya padat dan satu lagi yang kurang. Populasi Ternak tersebar di semua Kabupaten dan Kota dengan jumlah populasi ternak sapi diperkirakan 400.

3 . Sampel Nagari 1.masing nagari/kelurahan dipilih 1 jorong/Kampung/RW secara acak. Jika jumlah sampel KK per nagari ditetapkan sebanyak 80 orang.100 KK atau semua KK. I Kab. dan rumah tangga diperoleh sebaran sampel sebagai berikut. No. maka akan dibutuhkan sebanyak 90 orang tenaga pencacah. 15 16 17 18 19 Pesisir Selatan Solok Sijunjung Tanah Datar Padang Pariaman Agam Limapuluh Kota Pasaman Mentawai Solok Selatan Pasaman Barat Dharmasraya Kota Padang Solok Sawahlunto Padang Panjang Bukittinggi Payakumbuh Pariaman Jumlah 12 14 8 14 17 16 13 12 10 7 11 4 11 2 4 2 3 3 3 166 37 74 47 75 46 82 76 32 32 19 21 Kelurahan 100480 83472 46704 84864 86720 101248 83232 57680 16192 32640 42048 76960 205856 13440 13120 11904 24960 25440 14944 1121904 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 2 2 2 2 2 45 6 6 4 6 6 6 6 6 4 6 4 6 4 4 4 4 4 4 90 104 13 10 16 24 73 17 798 Tenaga Pencacah dan jumlah sampel Jika masing-masing nagari dibutuhkan satu orang tenaga pencacah. 14. Berdasarkan pada jumlah kabupaten. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 II 13. Jika jumlah KK di satu jorong lebih dari 100 maka pemilihan rumah tangga sample dilakukan secara acak dengan cara selang-seling pada ke dua sisi jalan sepanjang jorong/kampung. Supervisor Kabupaten/Kota Supervisor Kabupaten/kota adalah petugas Dinas terkait di Kabupaten/kota yang ditunjuk oleh Kepala Dinas Kabupaten/Kota terkait./Kota Kabupaten Kecamatan Nagari RT Sampel Kec. maka total sampel pada survey ini berjumlah 7200 KK. kecamatan. dari masing-masing jorong/kampung/RW terpilih diambil keluarga sebagai unit sampel sebanyak 80 .

v v v 8. v v v v v V v v v 6. 5. v v 4 . Rencana jadwal pelaksanaan No 1. Kegiatan 1 Administrasi V Coaching dan penyerahan kuisioner kepada supervisor kabupaten. Supervisor ini bertugas mengkoordinir tenaga pencacah di masing-masing kecamatan dan bertanggung jawab atas kelancaran survey dan mengumpulkan kuisioner dari pencacah untuk diserahkan ke supervisor kabupaten. 4. v v v 7. 9. kecamatan dan pencacah Pencacahan Monitoring pencacahan Pengumpulan kuisioner dari pencacah oleh supervisor kecamatan Pengumpulan kuisioner dari supervisor kecamatan oleh supervisor kabupaten Pengumpulan kuisioner dari supervisor kabupaten oleh tim pakar Tabulasi dan analisis data Penulisan dan penyerahan laporan Agustus 2 3 V v 4 1 Bulan/minggu ke September 2 3 4 1 Oktober 2 3 4 3. Supervisor Kecamatan Supervisor Kecamatan adalah petugas Dinas terkait yang bertugas di Kecamatan atau yang ditunjuk oleh Kepala Dinas Kabupaten/kota terkait untuk setiap kecamatan sampel. 2.Supervisor ini bertugas mengkoordinir pelaksanaan tugas beberapa orang supervisor Kecamatan dan bertanggung jawab atas kelancaran survey dan mengumpulkan kuisioner hasil pencacahan dari supervisor Kecamatan.

MSc Kab.30 wib 09.00 wib Pasaman Barat (Simpang IV) Pasaman (Lb.30 wib Padang 09.00 wib 10. Basung) Hari/Tanggal Selasa. 14 Agustus 2009 Selasa. Nama tim pakar Dr. 12 Agustus 2009 Jumat.00 wib 09. Ir.00 & 14. 18 Agustus 2009 Selasa.00 & 11.00 wib 10.00 & 13.00 & 10. 25 Agustus 2009 Selasa. 1 September 2009 Selasa. Yurnalis. Dr. 11 Agustus 2009 Rabu. Sikaping) 09.00 wib 10. 13 Agustus 2009 Rabu. Adrizal.00 wib 10. Sangkar) Pesisir Selatan (Painan) Rabu. 18 Agustus 2009 Selasa.00 wib 09. Sijunjung Darmasraya Solok Selatan 3. Ir.00 wib 5 . `13 Agustus 2009 Jumat. Solok dan Kota Solok Sawah Lunto dan Kab. Sarbaini Anwar Kabupaten/kota Pdg Pariaman dan Pariaman Agam (Lb.Rencana jadwal coaching No 1.00 & 12.00 wib 10. 14 Agustus 2009 Kamis.30 wib 2. 12 Agustus 2009 Kamis. MS Padang Panjang & Bukittinggi 50 Kota dan Payakumbuh Tanah Datar (Bt.00 wib 10. 19 Agustus 2009 Jam 09. 8 September 2009 09. Ir.

6 .