Anda di halaman 1dari 36

30

B A B III METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian bersifat deskriptif dengan menggunakan metode penerapan analisis faktor eksploratori yang mempengaruhi pelecehan seksual terhadap pekerja anak. 3.2.Lokasi Dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Kota Kisaran Timur Kabupaten Asahan. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2009 s/d Februari 2010. 3.3.Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pekerja anak wanita yang berusia < 18 tahun yang berada di wilayah Kecamatan Kota Kisaran Timur Kabupaten Asahan, yang berjumlah 85 orang (BPS, 2008) dan terdapat jumlah sampel adalah 45 orang dengan cara sampling Accidential. Sampling Accidential adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. (Sugiyono, 2008). 3.4. Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan adalah data primer diperoleh dengan cara wawancara langsung dengan responden yang berpedoman pada kuesioner penelitian yang telah dipersiapkan.

30

31

3.5.Defenisi Operasional 1. Umur anak adalah usia anak pada saat survey dilakukan dan dihitung dalam tahun menurut ulang tahunnya yang terakhir . a. 8-10 b. 11-13 c. 14-16 2. Pendidikan anak adalah jenjang pendidikan formal tertinggi yang pernah ditamatkan dan memiliki surat tanda tamat belajar ( Ijazah). a. Tidak pernah sekolah/tidak tamat SD b. Tamat SD c. Tamat SLTP d. Tamat SLTA 3. Pekerjaan adalah kegiatan yang dilakukan oleh anak secara rutin dan terusmenerus di luar rumah dan menghasilkan uang yang berada di Kabupaten Asahan. 4. Hubungan sosial dengan lingkungan adalah suatu hubungan pekerja dengan atasan dan teman. 5. Waktu bekerja adalah waktu kegiatan yang akan dilakukan di perusahaan/ tempat kita bekerja dalam sehari. Adapun waktunya yaitu : pagi, siang, sore malam. 6. Fasilitas Pekerja adalah suatu mendapatkan apa yang didapatkan oleh pekerja pada tingkatan yang sama. Jika merasakan sakit di tempat kerja, mereka akan dibawa berobat dan pekerja anak juga memdapatkan

32

tunjungan, baik secara terbuka dan tutup, salah satu contoh tunjuangan hari raya. 7. Pengetahuan anak adalah semua pemahaman anak yang menyangkut tentang pelecehan seksual dalam berkerja. 8. Pendapatan adalah suatu upah hasil selama bekerja dalam satu bulan penuh. Adapun dikatagorikan antara lain : a. < Rp 500.000 b. > Rp 500.000 9. Pakaian adalah suatu alat penutup tubuh manusia atau seorang pekerja. Pakaian juga merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya pelecehan seksual. Adapun pakaian yang dipakai oleh pekerja seperti baju ketat, celana/rok pendek bahkan cuma memakai tank top. 10. Teknologi Teknologi merupakan pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material, dan proses yang menolong manusia menyampaikan masalahnya. Teknologi juga dapat merusak manusia, contohnya, penyalagunaan teknologi dengan mengakses informasi yang dapat membuat masyarakat menjadi jahat. Contohnya mengakses adegan pornografi dan pornoaksi. 11. Keluarga Keluarga merupakan suatu motivasi atau arahan kepada si pekerja anak dalam menjalani kehidupan.

sering terjadi tekanan yang tidak diinginkannya yang hingga timbulnya amarah. aktivitas. atau netral) seseorang pada sesuatu. 13. Contohnya postur tubuh yang seksi. 14. Kejiwaan Kejiwaan adalah sebuah gejala normal dimana seseorang yang mendapatkan preasure atau tekanan yang memungkinkan orang tersebut tidak mampu menahannya. Perasaan ini menjadi konsep yang merepresentasikan suka atau tidak sukanya (positif. Sikap Sikap adalah perasaan seseorang tentang obyek. Adapun cara untuk memperoleh imbalan tinggi dengan melakukan permintan. Adapun imbalan yang diperoleh pekerja anak tersebut tidak sesuai.33 12. Postur tubuh merupakan salah satu faktornya. Salah satu kejiwaan yang dialami korban. sebab postur tubuh yang ideal akan lebih mudah terjadinya pelecehan seksual terhadap pekerja anak wanita. negatif. Imbalan Imbalan merupakan upah yang wajib terima atau berhak memperoleh bayaran karena telah melakukan pekerjaan yang sesuai. baik permintaan dengan cara paksaan atau kemauan sendiri. 15. . peristiwa dan orang lain. Postur Tubuh Postur tubuh adalah bentuk lekukan tubuh mulai dari atas kepala sampai ujung kaki.

Apabila si pekerja anak tidak melakukan permintaan. . Salah satu kebiasaan pimpinan adalah egois atau mau menang sendiri. Ancaman Ancaman merupakan suatu faktor terjadinya pelecehan seksual. Kebudayaan Kebudayaan merupakn awal bentuk yang berkaitan dengan budi dan akal penelitian. dimana si pekerja anak tidak merasa takut atau bimbangan. apabila tidak si pekerja anak wanita tersebut akan mendapat saksi. 18. Berdasarkan hasil wawancara. Kebiasaan Pimpinan Kebiasaan pimpinan merupakan salah satu faktor terjadiya pelecehan seksual. 20. Perlindungan Keluarga Perlinungan keluarga sangat dibutuhkan. akan diancam dengan dikeluarkan dari pekerjaan.34 16. apabila si pekrja melakukan hal yang tidak wajar. 19. Dimana kebiasaan pimpinan harus dilakukan. 17. Agama Agama adalah pedoman hidup atau penuntun hidup. pekerja anak wanita yang banyak terkena pada agama muslim.

35 3.Aspek Pengukuran Pada penelitian yang menggunakan analisis faktor. Untuk itu. skala pengukuran dari masing-masing variabel haruslah berupa skala interval atau rasio. Skala yang digunakan adalah skala penilaian grafik (graphic rating scale) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju Sangat tidak setuju . setiap variabel (atribut) yang ditanya diberi nilai 0 (sangat tidak setuju) sampai 10 (sangat setuju) agar variabelnya dapat diukur dan diuji.6.

Pengolahan dan analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis faktor. Alat seperti MSA atau Barlett’s Test dapat digunakan untuk keperluan ini. Adapun langkah dalam analisis faktor yaitu : 1. Jika sebuah variabel atau lebih berkorelasi lemah dengan variabel lainnya. Teknik Analisa Data Data yang telah terkumpul selanjutnya diolah dengan menggunakan komputer dengan program SPSS. sehingga akan terjadi pengelompokkan.7. . Analisis faktor berupaya mengelompokkan sejumlah variabel. Memilih variabel yang layak dimasukkan dalam analisis faktor.36 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Variabel Umur anak Pendidikan anak Pekerjaan Pakaian Pendapatan Hubungan sosial dengan lingkungannya Pengetahuan Waktu kerja Fasilitas pekerjaan Teknologi Keluarga Kejiwaan Sikap Postur tubuh Imbalan Ancaman Perlindungan keluarga Kebudayaan Agama Kebiasaan pimpinan Skala Pengukuran Rasio Rasio Interval Interval Interval Interval Interval Interval Interval Interval Interval Interval Interval Interval Interval Interval Interval Interval Interval Interval 3. maka variabel tersebut akan dikeluarkan dari analisis faktor. maka ada korelasi yang cukup kuat diantara variabel.

Lakukan interpretasi terhadap faktor yang terbentuk. Setelah sejumlah variabel terpilih. . maka dilakukan ”ekstraksi” variabel tersebut hingga menjadi satu atau beberapa faktor. 4. dapat menggambarkan perbedaan diantara faktorfaktor yanga ada.37 2. Metode pencarian faktor yang digunakan adalah principal component analysis. Faktor yang terbentuk. 3.

1. Sebelah Selatan 3.485 jiwa.1.1. Gambaran Kota Kisaran Timur Kota Kisaran merupakan ibukota Kabupaten (IKAB) dari Kecamatan Kisaran dan merupakan bagian dari kabupaten Asahan propinsi Sumatera Utara.2. Batas-batas administrasi Kota Kisaran Timur adalah : 1.7%) dan yang paling sedikit berumur 14-16 tahun yaitu 9 orang (20. Sebelah Timur 4.3 46. Tabel 4. Sebelah Utara 2.0%). Umur Anak Frekuensi Persen (%) 8.10 tahun 11-13 tahun 14-16 tahun Jumlah 15 21 9 45 33.1. Gambaran Responden Gambaran responden diperoleh berdasarkan karakteristik responden yaitu umur. 38 . pendidikan. umur responden terbanyak adalah 11-13 tahun yaitu 21 orang (46.00 Dari tabel 4.0 100. Sebelah Barat : Kecamatan Airjoman : Kecamatan Airbatu : Kecamatan Simpang empat : Kabupaten Simalungun Jumlah penduduk Kota Kisaran pada tahun 2008 tercatat sebesar 67. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Anak di Kecamatan Kota Kisaran Timur Kabupaten Asahan Tahun 2009.38 BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1.7 20. Gambaran Umum 4. 4.

KMO adalah mengukur kecukupan sampling dan membandingkan besarnya koefisien korelasi terobservasi dengan besarnya koefisien korelasi antar pasangan variabel.39 Tabel 4. imbalan. berarti hipotesis nol harus ditolak.7 2. waktu kerja.9 62. pakian. kejiwaan. teknologi. perlindungan keluarga.2%). dan yang paling sedikit adalah tamat SMA ada 1 orang (2. kebudayaan. pendapatan. di atas dapat dilihat bahwa pendidikan responden terbanyak adalah tamat SD yaitu 28 orang (62. Uji Kelayakan Faktor Dalam penelitian ini. sikap postur tubuh. ancaman. Sedangkan Barlett’s Test digunakan untuk menguji hipotesis bahwa variabel tak berkorelasi di dalam populasi. 4. faktor pelecehan seksual terhadap pekerja anak wanita di kecamatan kota kisaran timur dipengaruhi oleh 18 variabel yaitu pekerjaan. hubungan sosial dengan lingkungannya.3.2%).00 di Dari tabel 4. Untuk itu perlu dilakukan uji kelayakan faktor dengan melihat nilai KMO (Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy) and Barlett’s Test. fasilitas.2. Dengan melihat . keluarga. agama dan kebiasaan pimpinan. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Anak Kecamatan Kota Kisaran Timur Kabupaten Asahan Tahun 2009 Pendidikan Anak Frekuensi Persen (%) Tidak tamat SD SD SMP SMA Jumlah 13 28 3 1 45 28.2 100.2 6. pengetahuan.2. Nilai yang besar untuk uji statistic.

uji kelayakan faktor dilakukan sebanyak 6 (enam kali) karena pada uji kelayakan yang kedelapan sudah tidak ada nilai KMO yang di bawah 0. 5. variabel fasilitas memiliki nilai KMO terkecil di bawah 0. maka variabel keluarga dikeluarkan dari 16 variabel. Uji kelayakan IV. maka variabel kejiwaan dikeluarkan dari 17 variabel. maka variabel imbalan dikeluarkan dari 18 variabel. Uji kelayakan II.464.371.5 yaitu 0. maka variabel fasilitas dikeluarkan dari 14 variabel.254. 4. variabel kejiwaan memiliki nilai KMO terkecil di bawah 0. Dan variabel berkurang 1 (satu) menjadi 13 variabel 6. variabel keluarga memiliki nilai KMO terkecil di bawah 0. Uji kelayakan V.5 yaitu 0. Dan variabel berkurang 1 (satu) menjadi 15 variabel.5 yaitu 0. Dan variabel berkurang 1 (satu) menjadi 17 variabel.5. maka dapat diperoleh variable mana yang dapat dianalisis lebih lanjut atau tidak.40 nilai KMO and Barlett’s Test di bawah 0. Dan variabel berkurang 1 (satu) menjadi 16 variabel.5 yaitu 0.5 yaitu 0. maka 13 variabel tersebut dapat dilakukan proses analisis faktor lebih lanjut yaitu factoring. ternyata tidak ada variabel yang memiliki nilai KMO di bawah 0. 3. Dan variabel berkurang 1 (satu) menjadi 14 variabel.5. variabel waktu memiliki nilai KMO terkecil di bawah 0.414.5. variabel imbalan meiliki nilai KMO terkecil di bawah 0.460. ekstraksi dan rotasi. 1. maka variabel waktu dikeluarkan dari 15 variabel. Uji kelayakan IV. Pada penelitian ini. Uji kelayakan I. . Uji kelayakan III. 2.

Variable yang mempunyai nilai KMO terkecil adalah imbalan (0.tu buh imba lan Anc ama n P. maka variabel yang memiliki nilai KMO terkecil akan dikeluarkan dari pemilihan variable.719 . .3. pakaian.529 .529 .3 terlihat sejumlah angka yang menbentuk diagonal (dari kiri atas ke kanan bawah) yang menandakan besaran KMO sebuah variabel.355 .427 .05.458 .378 .41 4.pi mpin an Pekerjaan Pendapatan Pakaian h. Maka variabel imbalan dikeluarkan sehingga variabel berkurang menjadi 17 variabel dan dilakukan proses pengujian ulang.423 .sosial dgn lgkngan Pengetahuan Waktu Fasilitas Teknologi Keluarga Kejiwaan Sikap Postur tubuh Imbalan Ancaman Perlindungan keluarga Kebudayaan Agama Kebiasaan pimpinan Pada tabel 4.684 .465 .547 pend apat an paka ian h.5 dan angka sig<0.254).ke luar ga kebu daya an aga ma K. Ada 9 variabel yang mempinyai KMO di bawah 0. pengetahuan.000. waktu.1. pendapatan.504 dengan signifikan 0.5.3.672 . teknologi. Tabel 4. fasilitas. hubungan sosial dengan lingkungan. Dimana variabel yang tinggal dan diproses adalah pekerjaan. Nilai Anti Image Matrices I variabel Peke rjaan .617 .254 .363 .597 .539 . maka variabel dan sample yang ada dapat dianalisis lebih lanjut karena meiliki angka KMO di atsa 0.so sling peng etah uan wak tu Fasil itas tekn olog i kelu arga keji waan sika p P. Uji Kelayakan I Pada uji kelayakan I angaka KMO and Barlett’s Test adalah 0.488 .

tu buh anca man P.504 . maka variabel yang memiliki nilai KMO terkecil akan dikeluarkan dari pemilihan variable. agama dan kebiasaan pimpinan. maka variabel dan sample yang ada dapat dianalisis lebih lanjut karena meiliki angka KMO di atsa 0. Variable yang mempunyai nilai KMO terkecil adalah kejiwaan (0. postur tubuh.05.42 keluarga.578 .371 .000. 4.sosial dgn lgkngan Pengetahuan Waktu Fasilitas Teknologi Keluarga Kejiwaan Sikap Postur tubuh Ancaman Perlindungan keluarga Kebudayaan Agama Kebiasaan pimpinan Pada tabel 4.590 .pi mpin an Pekerjaan Pendapatan Pakaian h.475 . . kejiwaan. Nilai Anti Image Matrices II Variabel peke rjaan . perlindungan keluarga.400 .371).605 . kebudayaan.654 .656 . Pada uji kelayakan II ada 6 variabel yang mempinyai KMO di bawah 0.714 .426 . sikap.5 dan angka sig<0.ke luar ga kebu daya an aga ma K.554 dengan signifikan 0. Uji Kelayakan II Pada uji kelayakan II angaka KMO and Barlett’s Test adalah 0. Maka variabel kejiwaan dikeluarkan sehingga variabel berkurang menjadi 16 variabel dan dilakukan proses pengujian ulang.2.690 . Dimana variabel yang tinggal dan diproses adalah pekerjaan.so sling peng etah uan wakt u fasil itas Tek nolo gi kelu arga keji waa n Sika p P.391 .548 .4.3.473 .701 .4 terlihat sejumlah angka yang menbentuk diagonal (dari kiri atas ke kanan bawah) yang menandakan besaran KMO sebuah variabel.540 pend apat an paka ian h. ancaman. Table 4.5.

5 dan angka sig<0.ke luar ga kebu daya an Aga ma K.618 dengan signifikan 0.5. maka variabel dan sample yang ada dapat dianalisis lebih lanjut karena meiliki angka KMO di atsa 0. Variable yang mempunyai nilai KMO terkecil adalah keluarga (0.755 .43 pendapatan. Maka variabel keluarga dikeluarkan sehingga variabel berkurang menjadi 15 variabel dan dilakukan proses .644 .3.371). fasilitas.5. waktu.tu buh Anc ama n P.3. keluarga.652 .595 . ancaman. Table 4.05.sosial dgn lgkngan Pengetahuan Waktu Fasilitas Teknologi Keluarga Sikap Postur tubuh Ancaman Perlindungan keluarga Kebudayaan Agama Kebiasaan pimpinan Pada tabel 4.760 . sikap.441 . Nilai Anti Image Matrices III Variabel peke rjaan .528 .755 . pakaian. hubungan sosial dengan lingkungan.5 terlihat sejumlah angka yang membentuk diagonal (dari kiri atas ke kanan bawah) yang menandakan besaran KMO sebuah variabel.414 . maka variabel yang memiliki nilai KMO terkecil akan dikeluarkan dari pemilihan variable. Pada uji kelayakan III ada 2 variabel yang mempinyai KMO di bawah 0. pengetahuan.428 . postur tubuh. perlindungan keluarga. 4.000. kebudayaan. Uji Kelayakan III Pada uji kelayakan III angaka KMO and Barlett’s Test adalah 0.608 . teknologi.522 .570 pend apat an paka ian h.622 .pi mpin an Pekerjaan Pendapatan Pakaian h.so sling peng etah uan wak tu Fasil itas tekn olog i kelu arga sika p P.738 . agama dan kebiasaan pimpinan.574 .

780 . pengetahuan. 4.5. Dimana yang variabel tinggal dan diproses adalah pekerjaan. Variable yang mempunyai nilai KMO terkecil adalah waktu (0. waktu. sikap. pendapatan. postur tubuh. Pada uji kelayakan IV ada 2 variabel yang mempinyai KMO di bawah 0.572 .595 .4. ancaman.782 . Maka variabel keluarga . agama dan kebiasaan pimpinan. Nilai Anti Image Matrices IV Variabel peke rjaan .6 terlihat sejumlah angka yang membentuk diagonal (dari kiri atas ke kanan bawah) yang menandakan besaran KMO sebuah variabel.465 .465).05. teknologi.742 .6.644 dengan signifikan 0.000. pakaian. Table 4. perlindungan kebudayaan.643 . maka variabel yang memiliki nilai KMO terkecil akan dikeluarkan dari pemilihan variable.tu buh Anc ama n P.579 .651 .752 Pend apat an paka ian h. maka variabel dan sample yang ada dapat dianalisis lebih lanjut karena meiliki angka KMO di atsa 0. Uji Kelayakan IV Pada uji kelayakan IV angaka KMO and Barlett’s Test adalah 0.sosial dgn lgkngan Pengetahuan Waktu Fasilitas Teknologi Sikap Postur tubuh Ancaman Perlindungan keluarga Kebudayaan Agama Kebiasaan pimpinan Pada tabel 4.ke luar ga kebu daya an Aga ma K.44 pengujian ulang.3.pi mpin an keluarga.634 .558 .474 . Pekerjaan Pendapatan Pakaian h.524 .so sling peng etah uan wak tu Fasil itas Tek nolo gi sika p P.5 dan angka sig<0. fasilitas.730 . hubungan sosial dengan lingkungan.

577 . perlindungan keluarga.741 pend apat an paka ian h. postur tubuh.45 dikeluarkan sehingga variabel berkurang menjadi 14 variabel dan dilakukan proses pengujian ulang. pendapatan.776 . kebudayaan.460).5.ke luar ga kebu daya an Aga ma K.736 .sosial dgn lgkngan Pengetahuan Fasilitas Teknologi Sikap Postur tubuh Ancaman Perlindungan keluarga Kebudayaan Agama Kebiasaan pimpinan Pada tabel 4. Uji Kelayakan V Pada uji kelayakan V angaka KMO and Barlett’s Test adalah 0. pengetahuan. Dimana variabel yang tinggal dan diproses adalah pekerjaan.pi mpin an Pekerjaan Pendapatan Pakaian h.5 dan angka sig<0.3. fasilitas.727 .05.728 . maka variabel dan sample yang ada dapat dianalisis lebih lanjut karena meiliki angka KMO di atsa 0. maka variabel yang memiliki nilai KMO terkecil akan dikeluarkan dari pemilihan variable. Nilai Anti Image Matrices V Variabel peke rjaan .000. Table 4.460 .so sling peng etah uan Fasil itas tekn olog i sika p P.711 .598 .7 terlihat sejumlah angka yang membentuk diagonal (dari kiri atas ke kanan bawah) yang menandakan besaran KMO sebuah variabel. sikap.757 . hubungan sosial dengan lingkungan.tu buh Anc ama n P. Pada uji kelayakan V ada 2 variabel yang mempinyai KMO di bawah 0.511 . 4. Maka variabel keluarga . pakaian.779 .588 . agama dan kebiasaan pimpinan. teknologi.3.662 . ancaman.679 dengan signifikan 0.7. Variable yang mempunyai nilai KMO terkecil adalah fasilitas (0.

768 .764 .tu buh Anc ama n P. pengetahuan. pendapatan. postur tubuh. pakaian.000.798 . kebudayaan. Table 4.5. sikap.580 . tidak ada variable yang mempunyai nilai KMO di bawah 0. hubungan sosial dengan lingkungan.723 .689 dengan signifikan 0.748 pend apat an paka ian h.551 . perlindungan keluarga.ke luar ga kebu daya an Aga ma K.pi mpin an Pekerjaan Pendapatan Pakaian h.8 terlihat sejumlah angka yang menbentuk diagonal (dari kiri atas ke kanan bawah) yang menandakan besaran KMO sebuah variabel. pendapatan. ancaman. Pada uji kelayakan VI.656 . teknologi. Dimana variabel yang tinggal dan diproses adalah pekerjaan. hubungan sosial dengan lingkungan.8. pengetahuan. agama dan kebiasaan pimpinan.sosial dgn lgkngan Pengetahuan Teknologi Sikap Postur tubuh Ancaman Perlindungan keluarga Kebudayaan Agama Kebiasaan pimpinan Pada tabel 4.750 . 4.521 .5 dan angka sig<0.4.05.596 .2. pakaian. Uji Kelayakan VI Pada uji kelayakan IV angka KMO and Barlett’s Test adalah 0.739 .so sling peng etah uan Tek nolo gi Sika p P. Nilai Anti Image Matrices VI Variabel Peke rjaan .46 dikeluarkan sehingga variabel berkurang menjadi 15 variabel dan dilakukan proses pengujian ulang. sehingga semua variable (13 variabel) dapat dilakukan analisis faktor selanjutnya yaitu adalah pekerjaan.709 . . maka variabel dan sample yang ada dapat dianalisis lebih lanjut karena meiliki angka KMO di atsa 0.

sehingga variabel-variabel yang memenuhi syarat untuk dianalisis.865 0. Ekstraksi dan rotasi) Sebelumnya telah dilakukan tahapan awal analisis faktor. sikap.4.673 .591 0. Communalities Communalities pada dasarnya adalah jumlah varians (bisa dari persentase) dari suatu variabel mula-mula yang bisa dijelaskan oleh faktor yang ada. ancaman. Analisis Faktor ( Faktoring. 4.736 0.688 0. Tabel Communalities Variable Pekerjaan Pendapatan Pakaian Sos.680 0.711 0.linkungan Pengetahuan Teknologi Sikap Postur tubuh Ancaman Perlindungan Keluarga Kebudayaan Agama Kebiasaan pimpinan Ekstraksi 0. postur tubuh.654 0. Tabel 4. berarti semakin erat hubungannya dengan faktor yang terbentuk dan sebaliknya.4.723 0.47 teknologi.842 0.645 0.9.756 0. yaitu penyaringan terhadap sejumlah variable. Selanjutnya dilakukan proses analisis faktor yaitu melakukan ekstraksi terhadap sekumpulan variable yang ada. agama dan kebiasaan pimpinan. sehingga terbentuk satu atau lebih faktor. 4. kebudayaan.1.910 0. perlindungan keluarga. Metode yang digunakan untuk melakukan ekstraksi pada penelitian ini adalah metode Principal Component Analysis dengan ketentuan bahwa semakin besar communilities sebuah variabel.

501 0.345 0.343 9.490 4.244 51.995 1.926 78.00 .369 88.10.4. maka total varians adalah 13 x 1 = 13.097 0.235 97.2. Jumlah angka eigenvalues adalah sama dengan jumlah varians ketigabelas variabel.367 1.898 0.279 1. Tabel 4.275 Angka eigenvalues % Varians Kumulatif 25.347 2.490 5. Tabel Total Variance Explained Komponen Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 3. maka hanya 6 faktor yang terbentuk yang dapat dilihat karena berdasarkan kumulatif di faktor ke 6 sudah cukup yaitu sebesar 72.714 0.038 91.436 72.416 83.910 6.889 100.669 3.902 15.644 0. dengan masing-masing variabel mempunyai varians 1.840 8.654 2.440 6.111 25.435 0.952 4.844 0.084 59.607 0. Total Variance Explained Menunjukkan bahwa dari 13 variabel yang dimasukkan dalam analisis fakor.526 66.48 4.851 3.926% dari semua variabelnya.888 95.902 41.

faktor 4.0 3.5 3.0 . Scree Plot Jika tabel 4. Sedangkan angka-angka yang ada pada tabel tersebut adalah factor loadings.4.5 0.926% yang menjadi faktor. . Teorinya terletak pada bentuk matriks korelasi di halaman 21.9 menjelaskan dasar jumlah faktor yang didapat dengan perhitungan angka. Component Matrix Tabel 4. Dapat dilihat pada gambar 4. faktor 3.0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Component Number 4.5 1. maka Scree Plot menunjukkan dengan grafik bahwa pada sumbu x (component number) faktor 6 sudah cukup sekitar 72. faktor 5 tau faktor 6.4.1 di bawah ini : Scree Plot 4. Proses penentuan variabel mana akan masuk ke factor yang mana dilakukan dengan melakukan perbandingan besar korelasi pada setiap baris. factor 2.3. Hal ini menunjukkan bahwa enam faktor adalah paling bagus untuk meringkas kesepuluh variabel.0 Eigenvalue 1.5 2.4.0 2.49 4.15 menunjukkan distribusi kesepuluh variabel pada 6 faktor yang terbentuk. yang menunjukkan besar korelasi antara suatu variabel dengan faktor 1.

509 -.394 .565 .177 -.371 Factor 4 -.408 3 -.352 .027 .4.147 -.5.421 -. Terlihat bahwa nilai faktor (faktor loading) semakin tinggi sebelum di rotasi dan semakin rendah setelah di rotasi.448 .114 .188 .11.221 .030 -.559 .443 .200 .405 .185 .553 . .097 .004 .435 -.491 .558 .045 -.413 5 -.488 .390 .126 4.150 -.153 -.448 .670 -.439 2 .080 .072 .394 .570 .114 .130 . Rotated Component Matrix Berdasarkan Rotated Component Matrix yang memperlihatkan distribusi variabel yang lebih jelas dan nyata dari keenam komponen.528 -.258 .732 -.341 .225 -.359 -. Component Matrix VARIABLE 1 postur tubuh pendapatan kebudayaan pekerjaan pakaian teknologi kebiasaan pimpinan perlindungan keluarga agama sosial dan lingkungan sikap pengetahuan ancaman .159 .103 .205 .318 -.209 .276 -.037 .303 -.50 Tabel 4.148 .573 .156 .180 .040 -.258 -.158 .109 .057 .032 .201 -.072 6 -.779 .541 -.728 .472 -.155 -.228 .220 .187 .064 .226 .

255 -.293 .086 .486 .073 -.350 .282 .004 .091 .078 .118 -.369 5 -.171 3 .155 -.553 -.009 -.227 .148 -.460 .255 .029 .010 -.162 .507 .283 -.256 .372 -.104 -.208 .51 Tabel.232 .117 .758 -.029 -.104 .582 .312 Component 4 -.082 -.880 -.603 -.389 -.102 .193 .078 .204 .027 .127 .334 .157 .229 .015 .140 -.777 -.073 .127 .009 .056 .150 .504 2 .049 .019 .12.011 .156 .Rotated Component Matrix VARIABEL 1 perlindungan keluarga Agama Pengetahuan Pakaian Ancaman sosial dan lingkungan kebiasaan pimpinan Sikap Teknologi Kebudayaan Pendapatan postur tubuh Pekerjaan -.202 -.008 .348 .100 -.799 .235 -.416 .081 .927 .245 . 4.691 -.904 -.032 -.689 .094 6 -.020 .

363).465). 52 . fasilitas (0.378).3 Anti Image Matrices I terlihat sejumlah angka yang membentuk diagonal (dari kiri atas ke kanan bawah) yang menandakan besaran KMO variabel. b. keluarga (0. Pada tabel 4.5. variabel yang mempunyai KMO MSA terkecil adalah variabel imbalan (0.488) dan agama (0.1.1. Analisis Uji Kelayakan 5.355). kejiwaan (0. ancaman (0. menunjukkan kecukupan sampling telah memadai maka kumpulan variabel dapat diproses lebih lanjut.458). kebudayaan (0.5 yaitu waktu (0.427). 5.254). imbalan (0. Ada 9 variabel yang mempunyai nilai KMO MSA di bawah 0. maka variabel imbalan dikeluarkan dari pemilihan variabel dan variabel yang tersisa menjadi 17 variabel.423).1.504.Dari ke 9 variabel tersebut. Analisis Uji Kelayakan I a. perlindungan keluarga (0. Pada uji kelayakan I angka KMO (Kaiser-Meyer-Olkin) Measure of Sampling adequacy (MSA) adalah 0.52 BAB V PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan analisis faktor diketahui bahwa dari 20 faktor yang mempengaruhi pelecehan seksual terhadap pekerja anak wanita di Kecamatan Kota Kisaran Timur menjadi 6 faktor yang mempengaruhi pelecehan seksual terhadap pekerja anak wanita. oleh karena angka KMO di atas 0.254).

Analisis Uji Kelayakan III a.1. oleh karena angka KMO di atas 0. Pada tabel 4.371). a. Dari ke 3 variabel tersebut.371). Analisis Uji Kelayakan II a.554. keluarga (0. fasilitas (0. kejiwaan (0. menunjukkan kecukupan sampling telah memadai maka kumpulan variabel dapat diproses lebih lanjut.473).427) dan agama (0. Ada 6 variabel yang mempunyai nilai KMO MSA di bawah 0.4 Anti Image Matrices II terlihat sejumlah angka yang membentuk diagonal (dari kiri atas ke kanan bawah) yang menandakan besaran KMO variabel.400).2.1. b.475).441) dan keluarga (0.Dari ke 6 variabel tersebut. fasilitas (0.3.391). variabel yang mempunyai KMO MSA terkecil . Maka variabel kejiwaan dikeluarkan dari pemilihan variabel dan variabel yang tersisa menjadi 16 variabel. 5. Pada tabel 4. Ada 3 variabel yang mempunyai nilai KMO MSA di bawah 0.5 yaitu waktu (0.414).5. perlindungan keluarga (0. variabel yang mempunyai KMO MSA terkecil adalah variabel kejiwaan (0.428). Pada uji kelayakan III angka KMO (Kaiser-Meyer-Olkin) Measure of Sampling adequacy (MSA) adalah 0.618. oleh karena angka KMO di atas 0.53 5.5.5 yaitu waktu (0. Pada uji kelayakan II angka KMO (Kaiser-Meyer-Olkin) Measure of Sampling adequacy (MSA) adalah 0.5 Anti Image Matrices III terlihat sejumlah angka yang membentuk diagonal (dari kiri atas ke kanan bawah) yang menandakan besaran KMO variabel. menunjukkan kecukupan sampling telah memadai maka kumpulan variabel dapat diproses lebih lanjut.

oleh karena angka KMO di atas 0. Ada 2 variabel yang mempunyai nilai KMO MSA di bawah 0. variabel yang mempunyai KMO MSA terkecil adalah variabel waktu (0.7 Anti Image Matrices V terlihat sejumlah angka yang membentuk diagonal (dari kiri atas ke kanan bawah) yang menandakan besaran KMO variabel. Dari ke 2 variabel tersebut. c.474). 5.1. oleh karena angka KMO di atas 0. Pada tabel 4. Ada 1 variabel yang mempunyai nilai KMO MSA di bawah 0. Maka variabel keluarga dikeluarkan dari pemilihan variabel dan variabel yang tersisa menjadi 15 variabel.465) dan fasilitas (0.644. Pada uji kelayakan IV angka KMO (Kaiser-Meyer-Olkin) Measure of Sampling adequacy (MSA) adalah 0.414). Analisis Uji Kelayakan IV b. Pada uji kelayakan V angka KMO (Kaiser-Meyer-Olkin) Measure of Sampling adequacy (MSA) adalah 0.5 yaitu fasilitas (0.4.5 yaitu waktu (0. Maka variabel waktu dikeluarkan dari pemilihan variabel dan variabel yang tersisa menjadi 14 variabel.54 adalah variabel keluarga (0. menunjukkan kecukupan sampling telah memadai maka kumpulan variabel dapat diproses lebih lanjut.465).1.460). Dari variabel tersebut yang .6 Anti Image Matrices IV terlihat sejumlah angka yang membentuk diagonal (dari kiri atas ke kanan bawah) yang menandakan besaran KMO variabel.679. Analisis Uji Kelayakan V c.5.5. menunjukkan kecukupan sampling telah memadai maka kumpulan variabel dapat diproses lebih lanjut. 5. b. Pada tabel 4.5.

angkanya 0. oleh karena angka KMO di atas 0. 5. Pada tabel 4.756.2. angkanya 0.591. Variabel pekerjaan. Analisis Uji Kelayakan VI a. dan tidak ada variabel yang mempunyai nilai KMO MSA di bawah 0.689. Hal ini berarti sekitar 59.6. b.9 adalah sebagai berikut: a.460). Ekstraksi dan Rotasi) Analisis : 1. Maka ketigabelas variabel dapat dilakukan analisis faktor.8 Anti Image Matrices VI terlihat sejumlah angka yang membentuk diagonal (dari kiri atas ke kanan bawah) yang menandakan besaran KMO variabel.5. b. .5. Maka variabel fasilitas dikeluarkan dari pemilihan variabel dan variabel yang tersisa menjadi 13 variabel. Communalities Communalities pada dasarnya adalah jumlah varians (bias dalam persentase) dari suatu variabel mula-mula yang bias dijelaskan oleh faktor yang ada.1% varians dari variabel pekerjaan dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk.1. Pada uji kelayakan VI angka KMO (Kaiser-Meyer-Olkin) Measure of Sampling Adequacy (MSA) adalah 0. lihat pada tabel 4. menunjukkan kecukupan sampling telah memadai maka kumpulan variabel dapat diproses lebih lanjut. Hal ini berarti sekitar 75. Variabel pendapatan.55 mempunyai KMO MSA terkecil adalah variabel fasilitas (0.6% varians dari variabel pendapatan dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Analisis Faktor (Faktoring. 5.

angkanya 0. Hal ini berarti sekitar 73. angkanya 0. Hal ini berarti sekitar 68.842.8% varians dari variabel ancaman dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Hal ini berarti sekitar 91.2% varians dari variabel pengetahuan dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk.688.3% varians dari variabel kebudayaan dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk.711. Variabel agama.56 c.910. .736. Hal ini berarti sekitar 68. Variabel postur tubuh.5% varians dari variabel pakaian dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. angkanya 0. k. angkanya 0.6% varians dari variabel pakaian dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk.0% varians dari variabel postur tubuh dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. e. f. j.723. Variabel ancaman. i. Hal ini berarti sekitar 64. angkanya 0. g.654. Variabel perlindungan keluarga. Variabel sikap. l. angkanya 0.680. Hal ini berarti sekitar 71. h. Hal ini berarti sekitar 65. angkanya 0. Variabel pakaian.4% varians dari variabel hubungan sosial dengan lingkungannya dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Variabel pengetahuan.5% varians dari variabel sikap dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk.1% varians dari variabel teknologi dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Variabel teknologi. Hal ini berarti sekitar 84. angkanya 0. Hal ini berarti sekitar 86. d. angkanya 0. Hal ini berarti sekitar 72. angkanya 0. Variabel kebudayaan.645.865. Variabel hubungan sosial dengan lingkungannya.0% varians dari variabel perlindungan keluarga dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk.

0. agama dan kebiasaan pimpinan.345 dan 0. Kemudian dari angka 2 ke 3. . kebudayaan.435. Hal ini menunjukkan bahwa lima faktor adalah paling bagus untuk meringkas kelima belas variabel tersebut. perlindungan keluarga. 0. Demikian pula dari angka 3 ke 4. Enam faktor yang pertama bersama-sama mewakili 72.275 masing-masing) dan mereka dapat dihilangkan sebagai penting. Scree Plot Jika tabel Total Variance menjelaskan dasar jumlah faktor yang didapat dengan perhitungan angka. Total Varians Explained Ada 13 variabel yang dimasukkan dalam analisis faktor. sosial dengan lingkungannya. sikap. 2. 0. ancaman. Juga perhatikan faktor 7 sudah di bawah angka 1 dari sumbu Y (eigenvalues). angkanya 0.644.57 m.926%. 0. pengetahuan. Variabel kebiasaan pimpinan. 4 ke 5 dan 5 ke 6 garis juga masih menurun namun kini dengan slope yang lebih kecil.3% varians dari variabel kebiasaan pimpinan dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Enam faktor ini menggambarkan data dengan tujuan adalah untuk mengurangi jumlah faktor yang diperlukan untuk menjelaskan variasi dalam data. arah garis menurun dengan cukup tajam. Hal ini berarti sekitar 67. Proporsi variabilitas dijelaskan oleh tujuh faktor akhir adalah (0. yaitu pekerjaan. Terlihat bahwa dari satu kedua faktor (garis dari sumbu Component Number =1 ke 2).607.1) menunjukkan dengan grafik. Memeriksa hasil jendela sesi baris dari % Varians atau eigenvalues plot. teknologi.501. garis masih menurun.673. maka Scree Plot (gambar 4. pakaian. 0. pendapatan.719. 3. waktu. postur tubuh.

5).488 (lemah karena di bawah 0.394 (lemah karena di bawah 0. Proses penentuan variabel mana akan masuk ke faktor yang mana dilakukan dengan melakukan perbandingan besar korelasi pada setiap baris.225 (lemah karena di bawah 0.5) Oleh karena angka faktor loading terbesar ada pada Component nomor 2. Nilai faktor loading antara variabel pengetahuan dengan faktor 3 adalah +0.037 (lemah karena di bawah 0. Nilai faktor loading antara variabel pengetahuan dengan faktor 5 adalah 0. Nilai faktor loading antara variabel pengetahuan dengan faktor 6 adalah 0.5). Sedangkan angka-angka yang ada pada tabel adalah faktor loading.443 (lemah karena di bawah 0. Nilai faktor loading antara variabel pengetahuan dengan faktor 4 adalah 0. yang menunjukkan korelasi antara suatu variabel dengan faktor 1.11) menunjukkan distribusi ketiga belas variabel pada enam faktor yang terbentuk.58 4.448 (lemah karena di bawah 0. maka variabel pengetahuan bias dimasukkan sebagai komponen faktor 2. Component Matrix Tabel Component Matrix (Tabel 4. faktor 4. faktor 5 dan faktor 6. Nilai faktor loading antara variabel pengetahuan 0. Pada variabel pengetahuan: Nilai faktor loading antara variabel pengetahuan dengan faktor 1 adalah +0.5).5). dengan faktor 2 adalah . faktor 2 faktor 3.5).

5. 1. Oleh karena angka bergerak dari negatif (angka 1 untuk sangat tidak setuju) ke positif (angka 10 untuk sangat setuju). pakaian dan teknologi. semakin rendahnya pekerjaan. pakaian. teknologi adalah positif. Rotated Component Matrix Pada tabel 4. Dimana faktor tertinggi pada perlindungan keluarga dan terendah pekerjanan. Sebaliknya. Faktor 1 : terdiri dari variabel pekerjaan. Interpretasi Variabel • Oleh karena korelasi pekerjaan. yakni dari skala 1 sampai 10. semakin responden berpresepsi tidak setuju. semakin responden berpresepsi setuju terhadap variabel tertentu. secara logika semakin angka output mendekati 10. Interpretasi Interpretasi didasarkan pada skala angka yang sebelumnya diberikan ke responden. .59 5. semakin kecil angka output.12 Component Matrix hasil dari proses rotasi (Rotation Component Matrix) memperlihatkan distribusi variabel yang lebih jelas dan nyata dimana faktor loading yang dulunya kecil semakin diperkecil dan faktor loading yang besar semakin diperbesar. Hal ini berarti ada sekelompok pekerja anak wanita yang memberikan daya tarik untuk terjadinya pelecehan seksual ditempat kerja yang dikarenakan yaitu pakaian yang seksi pada pekerja anak wanita.3. semakin seksinya pakaian dan semakin tingginya teknologi maka semakin mudah terjadinya pelecehan seksual terhadap pekerja anak wanita.

- Teknologi yang didapat oleh pekerja anak wanita di arahkan ke arah positif. 2. Interpretasi Variabel • Oleh karena variabel kejiwaan dan sikap mempunyai korelasi positif. semakin kurangnya kejiwaan pekerja anak wanita serta sikap semakin tidak sopan terhadap majikan yang menyebabkan terjadinya pelecehan seksual. karena kejiwaan terganggu yang didapatkan oleh pekerja anak wanita. Dimana teknologi mempunyai akses untuk terjadinya pelecehan seksual terhadap pekerja anak wanita dan lainnya. Pendapatan terhadap pelecehan seksual cukup fatal. Sikap yang diberikan harus diperhatikan karena dapat mengundang terjadinya pelecehan seksual dalam bekerja. . - Pakaian yang dipakai oleh pekerja anak wanita harus diperhatikan karena dapat memicu untuk terjadinya pelecehan seksual. Faktor 2 : terdiri atas pendapatan.60 - Pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja anak wanita harus diperhatikan mulai dari majikannya sampai pekerjaan yang akan dilakukannya. Hal ini berarti ada sekelompok pekerja anak wanita dalam terjadi pelecehan seksual karena pendapatan yang rendah serta sikap yang tidak disenangi oleh majikan yang mempermudah untuk terjadinya pelecehan seksual terhadap pekerja anak wanita. sosial dengan lingkungannya dan sikap..

semakin berat ancaman terhadap pekerja anak wanita terhadap pekerja anak wanita dalam terjadinya pelecehan seksual. Interpretasi Variabel • Oleh karena variabel ancaman dan kebiasaan pimpinan mempunyai korelasi positif. Faktor 3 : terdiri atas ancaman dan kebiasaan pimpinan. agar tidak mudahnya terjadi pelecehan seksual dalam bekerja. 4. Hal ini berarti ada sekelompok pekerja anak wanita dalam terjadinya pelecehan seksual karena ancaman yang berat diberi oleh atasan ditempat kerja. . Kebiasaan pimpinan harus diperhatikan terhadap pekerja anak wanita. Faktor 4 : terdiri atas kebudayaan dan agama. kebudayaan semakin sering untuk pelecehan seksual terhadap pekerja anak wanita dan semakin tidak kuatnya agama bagi pekerja anak wanita yang terkena pelecehan seksual . Hal ini berarti ada sekelompok pekerja anak wanita dalam terjadinya pelecehan seksual karena kebudayaan dan agama Interpretasi Variabel • Oleh karena variabel kebudayaan dan agama mempunyai korelasi positif. karena dalam ancaman yang diberikan kepada pekerja anak wanita tersebut dapat memputuskan untuk tidak bekerja lagi.Ancaman terhadap pelecehan seksual cukup fatal.61 3.

semakin tidak adanya kelurga dan semakin seringnya kebiasaan pimpinan terhadap pekerja anak wanita dalam terjadinya pelecehan seksual. Faktor 5 :terdiri dari postur tubuh dan perlindungan keluarga. . Postur tubuh pekerja anak wanita sangat mempengaruhi terjadinya pelecehan seksual. Hal ini berarti ada sekelompok pekerja anak wanita dalam terjadinya pelecehan seksual karena keluarga dan kebiasaan pimpinan diberi oleh atasan ditempat kerja. 5. - Agama yang perlu diperhatikan karena dapat memepermudah terjadinya pelecehan seksual terhadap pekerja anak wanita.62 - Kebudayaan pelecehan seksual terhadap pekerja anak wanita harus diperhatikan karena kebudayaan bisa menjadi unsur utama terjadi pelecehan seksual didaerah kerja. sehingga postur tubuh itu tidak perlu dipermanpakan/dipertunjukkan Perlindungan keluarga harus diperhatikan karena tidak adanya perlindungan kepada pekerja anak wanita dari keluarga maka mempermudah untuk terjadinya pelecehan seksual yang dilakukan oleh atasan/majikan. Interpretasi Variabel • Oleh karena variabel keluarga dan kebiasaan pimpinan mempunyai korelasi positif.

semakin rendah pengetahuan maka semakin mudahnya terjadinya pelcehan seksual Pengetahuan harus ditingkatkan didalam kerja. Interpretasi Variabel • Oleh karena variabel pengetahuan mempunyai korelasi positif. agar tidak mudah untuk dibodohi oleh atasan atau siapapun.63 6. . Faktor ini dinamakan faktor pengetahuan Hal ini berarti ada sekelompok pekerja anak wanita dalam terjadinya pelecehan seksual karena pengetahuan pekerja anak wanita ditempat kerja.

Dari 13 variabel yang terpilih.1. Faktor 2 terdiri atas pendapatan. setelah dilakukan uji kelayakan faktor hanya 13 variabel yang layak dimasukkan dalam analisis faktor. Faktor 3 terdiri atas ancaman. dan kebiasaan pimpinan. 6. faktor 3 dinamakan faktor tantangan. 3. terbentuk 6 faktor yang mempengaruhi pelecehan seksual terhadap pekerja anak wanita yaitu faktor 1 dinamakan faktor daya tarik.64 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6. 4. faktor 4 dinamakan faktor adat-istiadat. 64 . faktor 2 dinamakan faktor tingkah laku. Dari 18 variabel yang mempengaruhi pelecehan seksual terhadap pekerja anak wanita. 2. faktor 5 dinamakan faktor pendorong dan faktor 6 dinamakan faktor pengetahuan. Kesimpulan Dari hasil analisis faktor terhadap faktor yang mempengaruhi pelecehan seksual terhadap pekerja anak wanita di Kecamatan Kota Kisaran Timur Kabupaten Asahan 2009 maka dapat diambil kesimpulan yaitu : 1. teknologi. sosial dengan lingkungannya dan sikap. pakaian. Faktor 6 yaitu faktor pengetahuan terdiri atas pengetahuan. 8. Faktor 4 terdiri atas kebudayaan dan agama 7. Faktor 5 terdiri atas postur tubuh dan perlindungan keluarga. Faktor 1 terdiri atas pekerjaan. 5.

Pekerjaan merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi pelecehan seksual terhadap pekerja anak wanita. .2. Saran 1. Faktor daya tarik merupakan salah satu faktor yang mempengerahui pelecehan seksual terhadap pekerja anak wanita. diharapkan kepada Dinas Tenaga Kerja dapat memberikan tindakan prioritas terhadap pekerja anak wanita dibawa umur < 18 tahun di Kecamatan Kota Kisaran Timur Kabupaten Asahan. maka pakaian dan postur tubuh oleh pekerja anak wanita di Kecamatan Kota Kisaran Timur dapat disesuaikan khususnya masalah pelecehan seksual terhadap pekerja anak wanita. Dengan mengetahui faktor yang mempengaruhi pelecehan seksual terhadap pekerja anak wanita. Maka diharapkan Dinas Tenaga Kerja sering memantau kelapangan baik pekerja formal maupun pekerja informal dalam terjadinya pelecehan seksual terhadap pekerja anak wanita. 3. 2.65 6.