Anda di halaman 1dari 5

10 seconds | Aplikasi Nuklir di Bidang Kesehatan

Copyright rosiarly rosiarly@webmail.umm.ac.id http://rosiarly.student.umm.ac.id/2011/07/07/aplikasi-nuklir-di-bidang-kesehatan/

Aplikasi Nuklir di Bidang Kesehatan

Asal-mula fisika nuklir terikat pada fisika atom, teori relativitas, dan teori kuantum dalam permulaan abad kedua-puluh. Kemajuan awal utama meliputi penemuan radioaktivitas (1898), penemuan inti atom dengan menginterpretasikan hasil hamburan partikel alfa (1911), identifikasi isotop dan isobar (1911), pemantapan hukum-hukum pergeseran yang mengendalikan perubahan-perubahan dalam nomor atom yang menyertai peluruhan radioaktivitas (1913), produksi transmutasi nuklir karena penembakan dengan partikel alfa (1919) dan oleh partikel-partikel yang dipercepat secara artifisial (1932), formulasi teori peluruhan beta (1933), produksi inti-inti radioaktif  oleh partikel-partikel yang dipercepat (1934), dan penemuan fissi nuklir (1938). Fisika nuklir ialah unik pada tingkat dimana ia menghadirkan banyak topik terapan dan paling fundamental. Instrumentasi-intrumentasinya telah memiliki kegunaan yang banyak di seluruh sains, teknologi, dan kedokteran; rekayasa nuklir dan kedokteran nuklir adalah dua bidang spesialisasi terapan yang sangat penting. Aplikasi teknik nuklir, baik aplikasi radiasi maupun radioisotop, sangat dirasakan manfaatnya sejak program penggunaan tenaga atom untuk maksud damai dilancarkan pada tahun 1953. Dewasa ini penggunaannya di bidang kedokteran sangat luas, sejalan dengan pesatnya perkembangan bioteknologi, serta didukung pula oleh perkembangan instrumentasi nuklir dan produksi radioisotop umur pendek yang lebih menguntungkan ditinjau dari segi medik. Energi radiasi yang dipancarkan oleh suatu sumber radiasi, dapat menyebabkan peruba.hari fisis, kimia dan biologi pada materi yang dilaluinya. Perubahan yang terjadi dapat dikendalikan dengan jalan memilih jenis radiasi (α, β, γ atau neutron) serta mengatur dosis terserap, sesuai dengan efek yang ingin dicapai. Berdasarkan sifat tersebut, radiasi dapat digunakan untuk penyinaran langsung seperti antara lain pada radioterapi, dan sterilisasi. Selain itu, radiasi yang dipancarkan oleh suatu radioisotop, lokasi dan distribusinya dapat dideteksi dari luar tubuh secara tepat, serta aktivitasnya dapat diukur secara akurat; sehingga penggunaan radioisotop sebagai tracer atau perunut, sangat bermanfaat dalam studi metabolisme, serta teknik pelacakan dan penatahan berbagai organ tubuh, tanpa harus melakukan pembedahan. 2.    Kedokteran Nuklir Ilmu Kedokteran Nuklir adalah cabang ilmu kedokteran yang menggunakan sumber radiasi terbuka berasal dari disintegrasi inti radionuklida buatan, untuk mempelajari perubahan fisiologi, anatomi dan biokimia, sehingga dapat digunakan untuk tujuan diagnostik, terapi dan penelitian kedokteran. Pada kedokteran Nuklir, radioisotop dapat dimasukkan ke dalam tubuh pasien (studi invivo) maupun hanya direaksikan saja dengan bahan biologis antara lain darah, cairan lambung, urine da

page 1 / 5

maka dalam terapi radioisotop sengaja diberikan dalam dosis yang besar terutama dalam pengobatan terhadap jaringan kanker dengan tujuan untuk melenyapkan sel-sel yang menyusun jaringan kanker itu. yaitu setelah reaktor atom Indonesia yang pertama mulai dioperasikan di Bandung. Beberapa tenaga ahli Indonesia dibantu oleh tenaga ahli dari luar negeri merintis pendirian suatu unit kedokteran nuklir di Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknik Nuklir di Bandung.ac. yang diambil dari tubuh pasien yang lebih dikenal sebagai studi in-vitro (dalam gelas percobaan). Pemeriksaan kedokteran nuklir banyak membantu dalam menunjang diagnosis berbagai penyakitseperti penyakit jantung koroner. Di Indonesia. Meskipun pada dekade belakangan ini jumlah pesawat teleterapi Co-60 mulai menurun digantikan page 2 / 5 . gangguan fungsi ginjal.umm. Menyusul kemudian unit-unit berikutnya di Jakarta (RSCM. Meskipun kemudian banyak ditemukan radiosiotop yang lebih menjanjikan untuk brakiterapi. Pada tahun 1980-an didirikan unit-unit kedokteran nuklir berikutnya di RS sardjito (Yogyakarta) RS Kariadi (Semarang). Unit ini merupakan cikal bakal Unit Kedokteran Nuklir RSU Hasan Sadikin.id/2011/07/07/aplikasi-nuklir-di-bidang-kesehatan/ sebagainya.umm. Kalau Wilhelm Rontgen. radioisotop diberikan dalam dosis yang sangat kecil. Disamping membantu penetapan diagnosis. radisotop Cs-137 dan Co-60 juga dimanfaatkan untuk Teleterapi.student. Tentunya ini sebuah jumlah yang cukup besar untuk kondisi saat itu.ac. Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. penyakit kelenjar gondok. sehingga Radium sudah tidak direkomendasikan lagi Selain untuk Brakiterapi. Masyarakat kedokteran menggunakan radioisotop Radium ini untuk pengobatan kanker. Bila untuk keperluan diagnosis. Maka Marie Currie mendapatkan hadiah Nobel atas penemuannya Radium dan Polonium dan dengan itu pulalah sampai dengan 1960-an Radium telah digunakan untuk kesehatan hampir mencapai 1000 Ci. meskipun belakangan ini teleterapi dengan menggunakan radioisotop Cs-137 sudah tidak direkomendasikan lagi untuk digunakan.id http://rosiarly. Dewasa ini di Indonesia terdapat 15 rumah sakit yang melakukan pelayanan kedokteran nuklir dengan menggunakan kamera gamma. RS Jantung harapan Kita (Jakarta) dan RS Fatmawati (Jakarta). kedokteran nuklir diperkenalkan pada akhir tahun 1960an. RS Gatot Subroto) dan di Surabaya (RS Sutomo). di samping masih terdapat 2 buah rumah sakit lagi yang hanya mengoperasikan alat penatah ginjal yang lebih dikenal dengan nama Renograf. serta masih banyak lagi yang dapat diperoleh dari diagnosis dengan penerapan teknologi nuklir yang pada saat ini berkembang pesat. dan dikenal dengan Brakiterapi.10 seconds | Aplikasi Nuklir di Bidang Kesehatan Copyright rosiarly rosiarly@webmail. keganasan sel darah merah. mendeteksi pendarahan pada saluran pencernaan makanan dan menentukan lokasinya. menentukan tahapan penyakit kanker dengan mendeteksi penyebarannya pada tulang. hiperfungsi kelenjar gondok yang membandel terhadap pemberian obat-obatan non radiasi. inflamasi (peradangan)sendi yang sulit dikendalikan dengan menggunakan terapi obat-obatan biasa. Radioisotop dan Teleterapi Henry Bacquerel penemu radioaktivitas telah membuka cakrawala nuklir untuk kesehatan. misalnya kanker kelenjar gondok. RSPP. menemukan sinar-x ketika gambar jari dan cincin istrinya ada pada film. kedokteran nuklir juga berperanan dalam terapi-terapi penyakit tertentu.

pengembangan dan pemanfaatan generator Mo-99/Tc-99m merupakan dampak positif dalam aplikasi nuklir untuk kesehatan dan farmasi. I-128 diproduksi pertama kalinya dengan menggunakan Siklotron. Produksi. sehingga J Lawrence dapat menggunakan Siklotron Berkeley dapat memproduksi P-32. baik untuk diagnosa maupun terapi. saat ini juga telah banyak digunakan untuk keperluan Gamma Knife. Radioisotop selain diproduksi dengan pemercepat. Sedangkan aplikasi untuk terapi sumber radioisotop terbuka ini seringkali para pakar menyebutnya sebagai Endoradioterapi. Prinsip yang ditemukan Havesy inilah yang kemudian dimanfaatkan dalam Kedokteran Nuklir. Rutherford dan Teknologi Pemercepat Radioisotop Penemuan Rutherford memberikan jalan pada munculnya teknologi pemercepat radioisotop. Kerusakan terjadi karena proses eksitasi dan ionisasi atom atau molekul. yang disebut dosis letal. yang merupakan radioisotop artifisial pertama yang digunakan untuk pengobatan leukimia. Masalah dosimetri ini ditangani secara sangat ketat di bawah pengawasan Badan Internasional WHO dan IAEA bekerjasama dengan laboratorium-laboratorium standar nasional.id http://rosiarly.umm. Sumber ini banyak digunakan dalam pengobatan kanker/tumor. Meskipun saat ini banyak juga berkembang BNCT dengan metode akselerator. dengan jalan penyinaran tumor secara langsung dengan dosis yang dapat mematikan sel tumor. Majalah Science telah mengumumkan bahwa reaktor nuklir penghasil radioisotop pada 1946. Sekitar 1939. Havesy menerima hadiah Nobel Kimia 1943. maka I-131 dengan waktu paro 8 hari diproduksi. Radioisotop tersebut selain digunakan untuk brakiterapi dan teleterapi.10 seconds | Aplikasi Nuklir di Bidang Kesehatan Copyright rosiarly rosiarly@webmail. Radioisotop untuk diagnosa penyakit memanfaatkan instrumen yang disebut dengan Pesawat Gamma Kamera atau SPECT (Single Photon Emission Computed Thomography). dan menurut Baker  sampai sekitar 1966 ada 11 reaktor nuklir di Amerika Serikat memproduksi radiosisotop untuk melayani kesehatan.student. Perkembangan teknologi reaktor juga saat ini dimanfaatkan untuk produksi secara in-situ aktivasi Boron untuk pengobatan penyakit maligna dan biasanya dikenal dengan BNCT (Boron Netron Capture Therapy ). juga dapat diproduksi dengan reaktor nuklir. Sumber radiasi pemancar gamma seperti Co-60 pemakaiannya cukup luas. waktu. karena tidak memerlukan pengamatan yang rumit dan hampir merupakan pemancar gamma yang ideal.ac. Dengan generator ini masalah-masalah faktor produksi ulang. Perkembangan teknologi Siklotron untuk kesehatan menjadi penting setelah beberapa produksi radioisotop dengan waktu paro pendek mulai dimanfaatkan dan sebagai dasar utama PET (Positron Emission Tomography). Pada teleterapi. Orang pertama yang menggunakan radioisotop nuklir sebagai tracer (perunut) pada 1913-an adalah GC Havesy.id/2011/07/07/aplikasi-nuklir-di-bidang-kesehatan/ dengan akselerator medik . terutama kedokteran nuklir. dan dengan tulisannya dalam Journal of Nuclear Medicine. penetapan dosis radiasi sangat penting. dapat berarti antara hidup dan mati.umm. sebagai suatu cara lain pengobatan kanker yang berlokasi di kepala. namun dengan keterbatasan pendeknya waktu paro. dan jarak terhadap tempat yang page 3 / 5 .ac. Teleterapi adalah perlakuan radiasi dengan sumber radiasi tidak secara langsung berhubungan dengan tumor. Generator radioisotop-pun saat ini juga berperan besar dalam memproduksi radioisotop untuk kesehatan.

10 seconds | Aplikasi Nuklir di Bidang Kesehatan Copyright rosiarly rosiarly@webmail. Sterilisasi dengan cara tersebut sangat efektif.Se. Perhitungan dilakukan oleh komputer yang dipasang pada alat bone densitometer tersebut.id http://rosiarly. Dengan menggunakan pesawat pemercepat partikel generasi terakhir telah dimungkinkan untuk melakukan radioterapi kanker dengan sangat presisi dan tingkat keselamatan yang tinggi melalui kemampuannya yang sangat selektif untuk membatasi bentuk jaringan tumor yang akan dikenai radiasi.umm.    Teknik Pengaktivan Neutron Teknik nuklir ini dapat digunakan untuk menentukan kandungan mineral tubuh terutama untuk unsur-unsur yang terdapat dalam tubuh dengan jumlah yang sangat kecil (Co. Demikian pula sterilisasi dengan gas etilen oksida atau bahan kimia lain dapat menimbulkan residu yang membahayakan kesehatan.Fe.    Penentuan Kerapatan Tulang Dengan Bone Densitometer Pengukuran kerapatan tulang dilakukan dengan cara menyinari tulang dengan radiasi gamma atau sinar-x. selain juga mengurangi dosis yang diterima oleh pasien. Banyak masalah yang sebelumnya dengan metode konvensional tidak terpecahkan. 3.ac. Perkembangan teknik elektronika maju dan peralatan komputer canggih dalam dua dekade ini telah membawa perkembangan pesat dalam teknologi radioterapi. Dengan teknik ini kasus-kasus tumor ganas yang sulit dijangkau dengan pisau bedah konvensional menjadi dapat diatasi dengan baik oleh pisau gamma ini.F.Zn dsb) sehingga sulit ditentukan dengan metoda konvensional. Di sini contoh bahan biologik yang akan idperiksa ditembaki dengan neutron. Berdasarkan banyaknya radiasi gamma atau sinar-x yang diserap oleh tulang yang diperiksa maka dapat ditentukan konsentrasi mineral kalsium dalam tulang. serta amnion chorion untuk luka bakar.id/2011/07/07/aplikasi-nuklir-di-bidang-kesehatan/ memproduksi radioisotop. Teknik ini bermanfaat untuk membantu mendiagnosiskekeroposan tulang (osteoporosis) yang sering menyerang wanita pada usia menopause (matihaid) sehingga menyebabkan tulang muda patah. juga disterilkan dengan radiasi. bersih dan praktis.    Sterilisasi Alat Kedokteran Alat/bahan yang digunakan di bidang kedokteran pada umumnya harus steril.Cr. serta biayanya sangat murah. 6.    Three Dimensional Conformal Radiotheraphy (3d-Crt) Terapi Radiasi dengan menggunakan sumber radiasi tertutup atau pesawat pembangkit radiasi telah lama dikenal untuk pengobatan penyakit kanker. dengan sinar gamma dan Co-60 yang dapat memberikan hasil yang memuaskan.umm.student. sehingga tidak bisa disterilkan dengan uap air panas atau dipanaskan. Untuk transpiantasi jaringan biologi seperti tulang dan urat. page 4 / 5 .    Penutup Dapat dikemukakan bahwa teknik nuklir sangat berperan dalam penanggulangan berbagai masalah kesehatan manusia.ac. Kelebihan teknik ini terletak pada sifatnya yang tidak merusak dan kepekaannya sangat tinggi. bahkan tanpa perlu membuka kulit pasien dan yang terpenting tanpa merusak jaringan di luar target. Dengan memanfaatkan teknologi 3D-CRT ini sejak tahun 1985 telah berkembang metoda pembedahan dengan menggunakan radiasi pengion sebagai pisau bedahnya (gamma knife). Banyak di antaranya yang tidak tahan terhadap panas.Mn.Si. 7. Satu-satunya jalan adalah sterilisasi dengan radiasi.V. 5. 4. memformulasikan serta memberikan paparan radiasi dengan dosis yang tepat pada target. dengan teknik nuklirdapatterpecahkan.

kesembuhan dan kenyamanan pasien. kemudahan.ac. Dengan kemajuan iptek di bidang instrumentasi nuklir.10 seconds | Aplikasi Nuklir di Bidang Kesehatan Copyright rosiarly rosiarly@webmail.umm.ac.id/2011/07/07/aplikasi-nuklir-di-bidang-kesehatan/ Yang terpenting adalah kemajuan-kemajuan baik di bidang diagnosis maupun terapi haruslah ditujukan untuk keselamatan.umm. diharapkan bahwa harapan hidup yang lebih nyaman dan panjang bagi mereka yang terkena penyakit dapat tercapai. bioteknologi dan produksi isotop umur pendek yang menguntungkan ditinjau dan segi medik dan pendeteksian/pengukuran. page 5 / 5 .id http://rosiarly.student.