Anda di halaman 1dari 37

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Masalah postur tubuh pendek masih menjadi permasalah yang merata dikalangan umat manusia. Sehingga penerimaan kerja atau pendaftaran lamaran kerja terkadang harus memiliki tinggi badan yang ideal yang dianjurkan menurut persyaratan mereka. Dan hal ini banyak menimbulkan keluhan bagi para pelamar yang tidak dapat memenuhi persyaratan tersebut. Sebab itu banyak orang menempuh berbagai macam cara untuk meningkatkan tinggi badan yang di inginkan, dan kemungkinan akan menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi tubuh mereka dikemudian hari. Hal-hal tersebut membuat penulis tertarik untuk memilih masalah ini dengan tema rancang bangu alat peninggi badan yang membahas tentang analisa perhitungan beberapa elemen alat peninggi badan tersebut.

B. Manfaat

1. Dapat mengembangkan ilmu yang didapat baik teori maupun praktek. 2. Menjadikan bahan perbandingan dan masukan. 3. Dapat mengetaahui tentang sistem kerja alat peninggi badan ini.

C. Topik Bahasan
1. Prinsip alat kerja 2. Perhitungan Daya, Poros berulir, baut, beam,bantalan, dan penpenahan 1

3. Gambarasembling 4. Perawatan dan perbaikan

BAB II

TEORI DASAR

A. Konstruksi alat yang direncanakan


5 6 4

1 3

Gambar 1 Rancangan konstruksi Keterangan gambar : 1. Rumah poros 2. Pedal pemutar 3. Kaki belakang 4. Batang penahan kaki 5. Jok 6. Bantalan kepala 2

7. Kaki depan

B. Prinsip kerja alat peninggi badan


Pengguna dapat berbaring diatas jok posisi tidur, dan posisi kaki yang isesuaikan. Pasang sabuk pengaman penahan badan dan penahan dagu dan sesuaikan dengan ukuran tubuh pengguna agar ketika proses penarikan dapat tertahan Kemudian pengguna memutar pedal yang berada diposisi kanan tubuh, putar seatrah jarum jam. Hal demikian akan membuat mur penggerak bergerak dan mendorong batang penahan kaki yang dihubungkan oleh plat penghubung, kemudian menyebabkan kaki tertarik secara perlahan-lahan hinga batas maksimal mur penggerak, diamkan selama 15 menit , kemudian putar kembali pedal arah berlawanan jarum jam untuk mengembalikan posisi semula setalah itu lepaskan kaki dari penahan kaki dan sabuk pengaman.

C. Proses penambahan tinggi badan


Sel-sel tulang sangat mempengaruhi terhadap pertumbuhan tingibadan, dan masa pertumbuhan pun mempunyai batasan, pada wanita masa pertumbuhan terhenti pada usia 19 tahun, sedangkan prai 22 tahun. Selain faktor keturunan, faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi tinggi badan, faktor lingkungan biasanya diperoleh melalui kegiatan berolah raga, seperti bola basket, bola volly, dan yang lainnya. Untuk itu timbullah ide untuk menciptakan sebuah konstruksi alat peninggi badan yang murah dan mudah untuk digunakan tanpa pengeluaran tenaga dan juga keringat dengan susah payah yaitu dengan cara sistem penarikan pada bagian kaki.ini pun dilakukan secara manual oleh si pengguna sendiri atau dibantu dengan orang lain.

D. Komponen-komponen utama pada alat peninggi badan

1. Rangka alat
Terbuat dari profil persegi 50 mm x 28 mm dan 65 mm x 40 mm yang berfungsi sebagai penegak konstruksi alat secara kokoh.

Gambar 2 Rangka alat

2. Poros berulir
Poros ini terdiri dari dua ulir, yaitu ulir kanan dan ulir kiri yang berfungsi alur mur penggerak agar dapat bergarak maju mundur.

Gambar 3 Poros berulir

3. Pedal pemutar
Pedal pemutar merupakan pentransper daya langsung dari pengguna untuk mengoprasikan kerja alat.

Gambar 4 pedal pemutar

4. Sarung batang penahan kaki


Komponenini berfungsi sebagai sarung dan sekaligus pentransper daya kebatang penahan kaki.

Gambar 5 Sarung batang penahan kaki

5. Mur penggerak
Terdiri dari dua pes mur, yaitu mur ulir kanan dan mur ulir kiri.

Gambar 6 Mur penggerak

6. Plat penghubung
Berfungsi untuk menghubungkan mur penggerak dengan sarung batang penahan kaki. Diujung plat penahan ini dipasang bantalan yang berfungsi sebagai engsel.

Gambar 7 Plat penghubung

7. Jok
Agar lebih nyaman jok terbuat dari busa yang terdiri dari 2 bagian, jok bagian atas dan bagian bawah.pada bagian atas jok dilengkapi dengan bantalan kepala yang dapat diatur posisinya sesuai dengan ukuran kepala sipengguna. Jok ini didesign sesuai dengan ukuran tubuh manusia.

Gambar 8 Jok

8. Pen penahan
Digunakan sebagai penahan pada pengaturan pada batang penahan kaki. Terbuat dari baja ST 37.

Gambar 9 Pen penahan

9. Batang penahan kaki


Alat ini dilengkapi dengan lubang lubang pengaturan yang dapat menyesuaikan tinggi badan penguna. Bagian penahan kaki dilengkapi dengan busa agar lebih lembut saat penahan kaki dalam proses penariakan nantinya.

Gambar 10 Batang penahan kaki

10.

Bantalan

Bantalan yang dipakai terdiri dari dua buah bantalan yaitu bantalan berdiameter dalam 15 mm (sebagai bantalan poros) dan 8 mm (sebagai landasan sarung batang penggerak).

11.

Sabuk penahan

Sabuk penahan terdiri dari dua jenis, yaitu sabuk penahan dagu dan sabuk penahan pinggang. Pada sabuk penahan dagu dilengkapi dengan busa agar terasa lebih lembut pada saat menahan dagu.

BAB III PEMBAHASAN

A. Daya pada pedal pemutar Untuk menentukan daya kita misalkan beban

90 Kg seperti pada gambar.

Gambaran beban pada plat penghubung. Beban 90 Kg tersebut terbagi masing masing plat penghubung I dan II, 45 Kg dan nilai = 150 Maka Vektor yang terjadi

Vektor gaya 9

F1 = F2 = F1 = F2 = 173,87 Kg Gaya gesek maximum terjadi pada saat awal gerakan yaitu pengaruh besarnya nila cos , dimana : Ft2 = Ft1 = F1 . Cos = 173,87 Kg * Cos 150 = 167,95 Kg Maka beban gesek maximum : W = Ft1 + Ft2 =167,95 Kg + 167,95 Kg = 335,9 kg Torsi gesek yang terjadi pada mur : Tg = W. Tg ( + ) rp = W. Tg ( + ) Diketahui :

10

Gambar Ulir

dp = dimana : p = pitch : d mayor -1,082532 . p .........(Sularso, 1997,hal.284) : 20 - (1,082532) . 1,72 : 20 - 1,86 : 18,14 mm Maka : Dp =

d minor

19,07

= sudut helix

Gambar bidang miring ulir

11

Tg =

= arc tg

= arc tg = 1,6450 tg s tg = sudut gesek = s .............. (Ferdinand F Bear, 1996, hal.289)

= logam - logam = 0,15 = 0,15 = 8,53

Maka : Tg = W . tg ( + ) = 335,9 Kg . tg (1,645 + 8,53) . = 574,83 Kg mm

Torsi pedal Tp = Ftg x L

Dimana : Tp Ftg = Torsi pedal = Gaya tangan {Kg mm} {Kg} 12

= Panjang lengan pedal {mm} = {100 mm}

Karena poros ber ulir berhubungan langsung dengan pedal pemutar maka : Tg Tg : Tp : Ftg . L

Sehingga : Ftg = = = 5,7483 Kg

Tp

= Tg = 574,83 Kg mm = 0,57483 Kg m

Maka daya yang dibutuhkan sebesar : P = Tp . W = Tp . Dimana : n = putaran pedal pemutar dengan nilai n diambil 30 rpm

Maka Daya :

= 0,57483 Kg m x = 1,8 Hp 13 note :( 1Hp = 750w)

= 1,35 Kw B. Poros Bahan poros yang digunakan yaitu SNC21 degan kekuatan tarik B = 80 Kg/mm2 .........(sularso, 1997, Element mesin, Hal 3) Tegangan geser izin bahan poros a = Dimana: a B Sf1 = tegangan geser izin = tegangan tari bahan (Kg/mm2) (Kg/mm2) .........(sularso, 1997, Element mesin, Hal 8)

= Faktor pengaruh fasa dan paduan = 6

Sf2 = Faktor pengaruh konsentrasi tegangan dan kekerasan permukaan = 1,3 3,0 Maka : a = 1. Gaya vertkal a. Massa poros
a.

= 10,25

Massa jenis baja

= {7,85 gr/cm3} .....(Khurmi R.S.,1982 hal 25) = {0,00785 Kg/cm3}

b.

Diameter poros

= {2 cm} = {40 cm}

c. Panjang poros Luas penampang Poros

14

d2

(2)2

= 3,14 cm2
Volume poros V =A.L

= 3,14 cm2 . 40 cm = 94,2 cm3 Maka massa poros = . V = 0,00785 Kg/cm3 . 94,2 cm3 = 0,985 b. Massa pedal

Massa pedal diambil berdasarkan timbangan yaitu sebesar 0,2 Kg FBD Vertikal

Gambar FBD Vertikal Dengan : MF = massa poros = 0,985 Kg 15

ME = massa pedal = 0,2 Kg Maka : MAv 0 RBv =0 = MFv . 80 RBv .360 + Mev . 380 = = 0,7036 Kg MBv
0

=0 = -RAv +MFv RBv + Mev = 0,7036 Kg + 0,985 Kg +0,2 Kg = 0,4814

RAv

Sehingga momen pada setiap titik : MAv = 0 MBv = Me.20 = 0,2 Kg . 20 = 4 Kgmm MFv = RAv . 180 = 0,4814 Kg . 180 = 86,652 Kgmm MEv = 0 2. Gaya Horizontal 16

Gambar gaya horizontal yang terjadi pada poros Maka FBD Horizontal adalah :

Gambar FBD Horizontal Sehingga MAH


0

= 0 = FC.16,2 + FD.197,5 + RBH.360 + Fe.380 = = 33,4575 Kg

RBH

FAH

= 0 17

= -RAH + FCH + FDH - RBH + FEH = 45 Kg + 45 Kg - 33,4575 Kg + 6,39 Kg = 62,9 Kg

RAH

MCH

= RAH . 162,5 = 62,9 . 162,5 = 10221,3 Kgmm

MDH

= (RBH . 162,5 mm) + (FEH . 182,5 mm) = (33,4575Kg . 162,5mm) + (6,39Kg .182,5mm) = 6603

MEH

= 0

Maka didapat Resultan Momen : MA MB =0 = = = 4 Kgmm MC MD ME MF = MCH = 10221,3 Kgmm = MDH = 6603 Kgmm = 0 = MFv 18

= 86,652 Kgmm Nilai untuk perhitungan yang diambil yaitu nilai momen yang maksimum yaitu di titik D = 6603 Kgmm Te = Dimana : Fv = MFv + MEv = 0,985 Kg + 0,2 Kg = 1,185 Kg FH = FC + FD + FCv = 45 Kg + 45 Kg + 6,39 Kg = 96,39 Kg F = = 96,4 Kg T = F . Rporos = 96,4 Kg . 10 mm = 964 Kgmm Sehingga : T = =

.....(Khurmi R.S.,1982 hal 431)

= 9951,3 Kgmm Maka diameter poros


19

Ds =

[ ].[

]1/3

....(sularso,

1997, hal 18)

Karena poros yang digunakan yaitu diameter 20 mm 10,7 Maka poros yang digunakan dianggap aman.

mm.

C.

Kekuatan las

Setiap titik atau daerah yang dilas menggunakan las bernomor E6013 dengan diameter 3,2 dan ijin bahan las 62 Kpsi .............. (shinley, 1986 hal 444)

ijin bahan las

[Kg/mm2]

= 43,59 Kg/mm2 ijn las = ijin bahan las = x 43,59 Kg/mm2 = 21,795 Kg/mm2 1. Kekuatan las pada batang penahan kaki

20

Gambar las pada batang penahan kaki Maka :

FBD tegangan gesernya adalah :

21

Gambar FBDtegangan geser

FBD tegangan lentur

22

Gambar FBD tegangan lentur Dimana : P = Gaya tarik pada batang penahan kaki = 100 Kg L = Jarak gaya dengan sumbu putar = 50 mm h = Tebal las = 3 mm d = Panjang pengelasan = 50 mm b = Panjang pengelasan = 28 mm = Sudut 450 [mm] [mm] [mm] [mm] [Kg]

Dari gambar ilustrasi diatas maka diambil kesimpulan daerah lasan mengalami tegangan tarik langsuang dan mengalami momen bengkok (tegangan lentur). 23

Luas area lasan untuk bentuk persegi pajang : A = 1,414 h (b+b) ....... (Shigley .E. Joseph, 1986, hal 443) Dimana : A h b d Maka : A = 1,414 (3) . (28 + 50) = 330,876 mm2 = luasan daerah lasan = Panjang leher lasan = panjang lasan 1 = Panjang lasan 2 [mm2] [mm] [mm] [mm]

Tegangan geser :

g = P/A
= = 0,272 Kg/mm2

Tegangan lentur

b =
442) Dimana :

....... (Shigley .E. Joseph, 1986, hal

= Tegangan lentur bengkok 24

[Kg/mm2]

= Momen yang terjadi

[Kgmm]

M =P.L = 90 Kg x 50 mm = 4500 Kgmm Maka :

b =
= 1,515 Kg/mm2

Sehingga tegangan maksimum yang terjadi :

max = g + b
= 0,272 Kg/mm2 + 1,515 Kg/mm2 = 1,787 Kg/mm2

Karena

max las tarik ijin maka daerah lasan

dianggap aman.

25

D. Pembebanan batang rangka

Batang rangka dianggap sebagai beam dengan bentuka yang sama berat. Dimana tubuh sebagai beban yang merata pada beam. Diambil berat 90 Kg untuk berat rata rat maksimum bahan beam yaitu ST 37 dengan tegangan tarik 37 Kg/mm2.

Gambar pembebanan pada batang rangka

= F/L

Dimana : 26

q = Beban / satuan panjang F = Beban total L = Panjang beam Maka :

= = 0,06 Kg/mm

Momen maksimum yang terjadi :

Gambar momen maksimum X M = 1170 mm = w . x/2 = q . x . x/2 = q . x2/2 27 w = q.x

= L

Maka : M Fb = q . L2/2 = M/I . Y ........(sularso,1997, hal 112)

Dimana : Fb M I Y = Momen bengkok = Momen maksimum beam = Momen inersia beam = Jarak terjauh dari sumbu simetri

Gambar penampang beam

h b

= Lebar = Panjang 28

[mm] [mm]

h1 b1

= Lebar bagian dalam

[mm]

= Panjang bagian dalam [mm]

maka : I = = b h3 b1 h13 (44 . 223)

(50 . 283) -

= 52424 mm4

h =

(28) = 14

Fb

.Y
. (14) . 14

= = 10,98 Kg/mm2 Sehingga

a ijin > Fb
Maka beam dianggapa aman. 29

E. Baut Baut yang dihitung terletak pada batang penghubung dan mur penggerak. Baut dengan nomor M8 dengan tegangan tarik ijin 80 Kg/mm2.

a Dimana :

....(Westerman Tables,1961,hal 84)

W = beban maksimum = F1 = 193,18 pjk,o... Kg D = diameter luar baut = 20 mm J P = Faktor efektif = Jarak bagi = 0,75 .....(sularso,1997,hal 297) = 1,25 mm ...(westermenTable,1961,

hal 85). Z = jumlah ulir. ......(Sularso, 1997, hal 297)

H =z.p Z = H/P

= 0,8 (20) / 1,25 =12,8 [buah] = 13 [buah] Maka :

30

a = = 0,25 Kg/mm2 Karena a ijin baut maka baut yang digunakan dianggap aman.

F. Pen Penahan Pada pen penahan terjadi tegangan geser yang diakibatkan adanya gaya tarik pada batang penahan kaki. Pen yang dirancang berdiameter 10 mmdan bahan yang digunakan adalah ST 37. Maka didapat tegangan geser ijin pen : a = Dimana : a = Tegangan geser ijin b = tegangan tarik bahan [Kg/mm2] [Kg/mm2] =6 ......(Sularso, 1997, Elemen Mesin, Hal 8)

Sf1 = faktor pengaruh massa dan baja paduan

Sf2 = faktor pengaruh konsentrasi tegangan dan kekerasan permukaan = 1,3 3,0 31

Maka : a = = 4,74 Kg/mm2

Gambar gaya geser yang terjadi pada pen Keteranagn : d = Diameter pen = 10 mm A = Luas penampang tegangan geser [mm2] [mm]

32

Dimana : A = /4 . d2 = 3,14/4 . 102 = 78,5 mm2 Sehingga tegangan geser yang terjadi : Tg = F / A Dimana : Tg = Tegangan geser F = Gaya geser [Kg/mm2] [Kg] [mm2]

A = Luas penampang bidang geser Maka : Tg = 90 Kg / 78,5 mm2 = 1,146 Kg/mm2

Karena geser ijin ijin pen maka pen yang digunakan dianggap aman.

33

BAB IV PERAWATAN DAN PERBAIKAN A. Perawatan alat Perawatan alat merupakan suatu kegiatan untukmemelihara dan menjaga setiap fasilitas dan komponen-komponen agar dapat bertahan lebih lama. Prinsip kerja dari pada alat peninggi badan ini harus dikuasai, agar dapat memelihara dengan baik dan benar. Tujuan utama untuk memelihara alat peninggi badan ini adalah untuk: 1. Menjaga seluruh komponen selalu dalam keadaan baik dan siap pakai; 2. Menghindari terjadinya kerusakan; 3. Alt dapat beroprasi dengan baik, sehingga mendapatkan hasil yang dicapai. Dalam prekteknya kegiatan perawatan pada peralatan dapat dilakukan dengan dua cara: 1. Perawatan rutin Yaitu perawatan yang dilakukan secara terus menerus, misalnya setiap hari atau setelah selesai pemakaian. Pada alat peninggi badan ini dapat kita lakukan kegiatan rutin yaitu pemberian oli pada poros agar melindungi poros dari kontak langsungdengan udara, dan mencegah keausan. 2. Perawatan secara Priodik

34

Yaitu kegiatan perawatan yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu, missalnya, setiap minggu, setiap bulan, dan seterusnya. Pada alat peninggi badan ini contohnya pada bantalan, dan baut-baut yang kendor, serta pemberian gemuk pada bantalan.

B. Perbaikan Alat Adapun perbaikan yang dilakukan hanya sebatas penggantian dari komponen-komponen yang mengalami kerusakan kerusakan saja, sehingga harus diganti dengan yang baru untuk menghindari kerusakan kerusakan pada bagian bagian lain yang saling berhubungan.

35

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan Berdasarkan perhitungan yang diperoleh maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. 2.

Alat ini dapat digunakan dengan beban maksimum 90 Kg. Gaya tangan yang dibutuhkan sebesar 5,7483 Kg untuk beban 90 Kg.

3. Agar lebih aman poros yang digunakan berdiameter 20 mm. 4. Kawat las yang digunakan dengan nomor E6013 5. Baut yang digunakan M8.

B. Saran 1. Dilakukan pelumasan pada komponen yang mengalami gesekan agr adat dapat bekerja dengan baik dan terawat. 2. Dilakukan perawatan berkala untuk menjaga umur alat. 3. Priksa alat komponen ketika akan digunakan 4. Gunakan alat dengan benar sesuai dengan fungsinya.

36

DAFTAR PUSTAKA

Khurmi, R.S., Gupta J.K. 1982. A Text Book Of Machine Design. Eurasia Publishing House LTD. New Delhi.

Beer, Ferdinand P,dkk. 1996. Mekanika Untuk Insinyur : Statika. Erlangga. Jakarta.

Sularso dan Suga, Kiyokatsu. 1997. Dasar perencanaan dan pemilihan elemen Mesin. Pradnya Paramita. Jakarta.

Shigley, Joseph E, 1986. Perencanaan Teknik Mesin : PT Pradnya Paramita. Jakarta.

37