Anda di halaman 1dari 17

BAB I PENDAHULUAN

1.1 TUJUAN PRAKTIKUM Mengetahui cara pengoprasian mesin CNC TU-3A. Mengetahui jenis-jenis pengerjaan yang dilakukan pada mesin CNC TU-3A. Mengetahui program CNC-TU-3A dengan benar. Mengetahui bagian bagian serta fungsi dari mesin CNC TU-3A. Mengetahui fungsi-fungsi perintah dalam program tersebut. Dapat merancang benda kerja sendiri dengan hasil produk yang efesien terhadap waktu. 7. Dapat menentukan titik referensi dengan benar. 8. Dapat menjalankan mesin CNC TU-3A. 9. Dapat membuat program baik absolute maupun incremental dengan baik dan benar. 10. Dapat mengetahui alat dan peralatan yang dipergunakan dalam mesin CNC TU-3A. 11. Dapat digunakan untuk membuat ukuran ukuran pada aluminium datar secara massal dan bervariasi. 12. Dapat digunakan sebagai salah satu sablon atau stempel secara bervariasi. 13. Dapat membuat pipa dari aluminium . 14. Dapat meningkatkan produksi dalam industri. 15. Penggunaan waktu yang lebih efesien.
1. 2. 3. 4. 5. 6.

1.2 PROSEDUR PRAKTIKUM 1. 2. 3. 4. Merancang dan menentukan benda kerja yang diinginkan Membuat program sesuai dengan bentuk program yang diinginkan Memasang pahat yang diinginkan Benda kerja diletakkan pada pencekam yang terdapat pada meja hantaran, dicekam dengan keras dan benar. 5. Mengaktifkan mesin dengan memutar kunci saklar utama searah jarum jam ke posisi ON 6. Mengatur kecepatan spindle yang diinginkan 7. Menset titik referensi dari benda kerja ke arah sumbu X,Y,Z dengan langkah: o Sumbu X : Geser pahat sampai menyentuh permukaan benda pada sumbu X kemudian tekan DEL. o Sumbu Y : Geser pahat sampai menyentuh permukaan benda pada sumbu Y kemudian tekan DEL. o Sumbu Z : Geser pahat sampai menyentuh permukaan benda pada sumbu Z kemudian tekan DEL. 8. Ketik program kedalam computer dengan tepat dan benar 9. Saklar distel kearah CNC untuk program otomatris. 10. Setelah pengetikan selesai, kemudian program yang telah diketik tersebut di cek dengan tombol M, selanjutnya jika terjadi kesalahan dapat segera diperbaiki. 11. Setelah dicek dan ternyata tidak ada kesalahan, barulah ditekan tombol START untuk memulai pengerjaan secara CNC . 1

12. Pada waktu pengerjaan, tombol darurat harus senantiasa siap untuk ditekan, jika sewaktuwaktu terjadi kesalahan yang tidak diinginkan 13. Setelah pengerjaan selesai, pahat digeser menjauhi benda kerja supaya aman kemudian mesin dimatikan dengan memutar saklar utama, ke posisi OFF. 14. Benda kerja dilepaskan dari pencekam 15. Membersihkan mesin dari geram- geram yang terbuang setelah pemotongan selesai.

1.3 SEJARAH MESIN CNC Kendali numeris bukanlah hal yang baru. Pada awal 1808 mesin tenun telah menggunakan kartu merah dengan lubang yang mengontrol kain yang diproduksi. Setip jarum pada mesin dikendalikan oleh ada tidaknya lubang pada kartu kartu tersebut diprogramkan untuk mesin. Jika lubang ditukar maka bentuknya juga akan berubah. Perkembangan komputer merupakan hal yang penting dalam kemdali numeric pada tahun 1943, komputer pertama diciptakan yang bernama ENVAC yang berukuran sangat besar. Pada tahun 1948 ditemukan transistor sebagai tabung udara. Di Trevorche Michigan, Jhon Person bekerja dengan metode pemeriksaan tempelate yang kemudian mendapatkan kontrak dengan angkatan udara Amerika Serikat untuk memproduksi system control otomatis. Pada awal tahun 111960-an, mesin numeric menjadi hal yang umum pada industri. Hingga sekitar tahun 1976, mesin CNC diproduksi dengan kontrol oleh microporeson untuk meningkatkan kemampuannya. Juga ditambah dengan memori pengembangan pada teknologi akhir tahun 1970-an dan 1980-an membuat biaya mesin kendali numeric lebih rendah dimana seluruh industri tidak dapat berproduksi tampaknya. Karena mesin CNC merupakan yang memakai system kendali numeric yang canggih, maka diperlukan operator yang memiliki pengetahuan yang baik tentang pengrtahuan dan pengoprasian mesin tersebut. Hal penentu sebenarnya dalam teknologi komputer adalah ditemukannya transistor pada tahun 1948. Transistor ini merupakan penganti lubang kerja yang memiliki tingkat teknologi yang lebih tinggi. Bentuk transistor ini sangat kecil, murah, menggunakan sedikit tenaga dan menghasilkan sedikit panas. Hal ini merupakan sifat dari pengganti sempurna bagi pipa kosong. CNC juga dilengkapi dengan memori. Tipe pembelian mesin CNC yaitu dengan langkah program sederhana (blok) pada waktu mengeksekusinya. Jadi mesin dapat dijalankan dengan program. 1.4 LATAR BELAKANG Perkembangan teknologi dalam era globalisasi dan era milinium baru menuntut sumber daya manusia yang benar-benar telah siap menghadapi era milinium baru, terutama di Negara yang menguasai bagian dari kecanggihan dan yang mengglobal. Hal ini menimbulkan polemic bagi sumber daya manusia itu sendiri. Sebab timbul suatu perubahan sosial. Komputerisasi yang merupakan media dan ilmu pengetahuan dan teknologi bukan sekedar media dam alat peneliti, melainkan telah berkembang pesat sebagai sarana informasi. Bahkan menjadi pengendali bagi industri. Dapat juga digunakan untuk keperluan teknik misalnya konstruksi mesin. CNC merupakan salah satu control /istem pengendali bagi analisa numeric pemasukan kata 2

demi kata (program) ke dalam komputer mesin berupa angka atau nomor tertentu yang dapat di transfer kedalam bahasa program sebagai bahasa mesin Sebagai mahasiswa mesin, kita dituntuk untuk mengerti dan memahami cara menjalankan mesin dan mengerjakan program yang akan dimasukkan sebagai data dan diolah serta dikaluarkan dalam bentuk perintah. Sehingga praktikan CNC diberikan latihan dan cara untuk mengoprasikan mesin, membuat program dengan benda kerja yang dihasilkan, khususnya pengetahuan mengenai mesin pengendali numeric sangat dianggap perlu bagi kebutuhan akan personal operator mesin kendali numeric yang terdidik akan meningkat tajam dimasa yang akan dating. Hampir semua bidang pengerjaan seperti manajer baik kontraktor, pekerja terampil dan lain-lain, akan dihadapkan dengan teknologi ini. Dalam penelitian ini diberikan latihan dan cara untuk mengoperasikan mesin, membuat program yang sesuai dengan benda kerja yang dihasilkan.

BAB II TEORI DASAR


2.1 URAIAN MESIN CNC TU-3A 1. Definisi Mesin CNC TU-3A adalah salah satu mesin CNC yang memungkinkan pemotongan benda kerja dilakukan dengan tiga dimensi (x,y,z). Laju pergerakan pahat terhitung dalam skala 1:0,01 mm yang merupakan skala terkecil untuk mendapatkan dimensi benda kerja yang baik dan tepat. Pergerakan pahat dapat dlakukan secara linier (lurus), radius (melingkar). Meja hantaran spindel bergerak secara tiga dimensi sesuai program yang akan di input. Kecepatan gerakan dan asutan dapat diatur sesuai kehendak operator. Demikian pula dengan kecepatan spindelsehingga memungkinkan pengerjaan benda kerja dalam radius waktu relatif singkat. Mesin CNC TU-3A merupakan mesin menggunakan numeric komp secara terkontrol dan otomatis, yang pada bagiannya hampir sama dengan mesin fris tegak. Pahat-pahat CNC TU3A tersedia dalam bentuk yang bervariasi, yang memungkinkan banyak pengerjaan yang dapat dilakukan. Perlengkapan lain adalah sistem alarm otomatis dan tombol darurat yang menyebabkan mesin sensitif terhadap keadaan darurat. 2. Sistem persumbuan Pada mesin CNC TU-3A terdapat pergerakan 3 dimensi. Kode persumbuan yang digunakan untuk mesin CNC TU-3A adalah x,y,z. Ada dua sistem persumbuan pada mesin ini, tergangtng pada letak posisi mata pahat, yaitu vertikal dan horisontal. Sistem persumbuan tergantung pada letak mata pahat potong, dilihat dari garis sumbu z. Ketiga sumbu x,y,z dapat mempunyai nilai positif maupun negatif. Nilai tersebut akan menentukan arah gerakan potong. Untuk sistem persumbuan horisontal, dan nilai x,y,z positif maka gerakan yang dilakukan adalah memanjang kekanan, vartikal keatas, melntang kebelakang, dan jika nilai x,y,z negaif arah pergerakannya adalah kebalikannya. 3. Sistem perpahatan Pahat CNC TU-3A tersedia dalam bentuk berfariasi yang memungkinkan banyak pengerjaan. Pergerakan pahat dapat dilakukan secara linier (lurus), radius (melingkar) dan vertikal. Dalam jangka waktu tertentu, perkakas potong dapat mengalami kerusakan, hal ini disebabkan oleh: a. Tidak sesuainya bahan pahat dan bahan benda kerja. b. Tidak sesuainya antara kecepatan potong yang diberikan karena kecepatan potong yang tinggi menentukan umur pahat potong. c. Kedalaman pemotongan yang sangat besar menyebabkan tekanan pahat potong dengan benda kerja makin tinggi. d. Kurangnya media pendingin yang mengenai pahat potong. 4

Kriteria menentukan umur pahat : a. Jenis bahan pahat potong b. Bahan dari benda kerja c. Jenis pengerjaan yang dilakukan d. Kecepatan potong dan dalamnya pemakanan. Pemeliharaan umur pahat. Untuk melakukan pemeliharaan pahat potong ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain : a. temperatur : apabila penggunaan pahat potong dilakukan secara terusmenerus,maka akan mengalami kerusakan/ausnya mata pahat. b. Korosi : setiap material besi bisa saja terkena korosi, termasuk pahat potong. Oleh karen itu perlu adanya pembersian mata pahat setelah pemakaian. c. Konsentrasi tegangan : pada saat pengerjaan benda kerja, pahat potong mengalami konesntrasi yang terjadi beberapa kali, sehingga kerusakan sulit untuk bisa dihindari untuk itu diperlukan fluida pendingin. 4. Media pendingin Perbaikan aksi pemotonganmungkin dilakukan dengan menggunakan benda pahat, cairan emlsi/gas dalam proses pemotongan, maka akan terjadi panasyang tinggi sebagai akibat dari gesekan, dan jika suhu dapat dikendalikan maka permukaan logam akan cenderung untuk melekat satu sama lain. Sehingga perlu dipergunakan media pendingin untuk: a. Mengurangi gesekan antara serpihan pahat dengan benda kerja. b. Suhu pahat dan benda kerja. c. Mencuci bersih dari serpihan. d. Memperbaiki penyelesaian permukaan. e. Menjaga umur pahat. f. Menurunkan daya yang diperlukan. g. Mengurangi kemungkinan korosi pada benda kerja. h. Membantu terjadinya pengelasan serpih kepada pahat. Suatu media pendingin tidak boleh menimbulkan penolakan secara psikologis kepada operator, tidak merusak mesin, dan stabil. Harus juga memiliki karakteristik perpindahan panas tidak menguap, tidak berbuih dan melumasi serta mempunyai suhu nyala tinggi. 5. Jenis-jenis mata pahat potong a. Pahat biasa Bentuk piringan yang hanya memiliki sisa pada sekeliling. b. Pemotong fris samping Mirip dengan pemotong fris dalam, kecali letaknya disamping. c. Pemotong gergaji pembelah logam Mirip pemotong fris datar/samping kecuali pembuatannya sangat tipis. d. Pemotong fris bentuk Sisa pemotongannya diberi sudut bentuk khusus. 5

e. Pemotong fris sudut Dibuat untuk pemotong sudut tunggal maupun sudut ganda. f. Pemotong celah. Mempunyai pemotong dasar kecil. 6. Jenis-jenis pencekan -Pencekam alat-alat potong a. pencekam dengan cekam kolet. Pencekam model ini kapasitasnya dalam inchi dan metrik yang tertera pada kolet. Tidak dapat mencekam alat potong yang lebih kecil atau lebih besar dari yng tetera. b. Pencekam dengan arbor pisau jari kerang. Arbor ini dapat mencekam alat potong dengan lubang sampai 16mm. Empat buah kolarnya memngkinkan penyetelan pisau fris yang berbeda. -Pencekam benda kerja. a. Batang-batang pencekam. Batang-batang pencekam ini dipasang pada meja besi, tergantung pad benda kerjanya. b. Ragum mesin dengan pembatas. Lebar mulut 60mm. c. Blok cekam bertingkat. Tinggi=60mm. Untuk mencekam benda kerja diperlukan sekurang-kurangnya dua blok. 2.2 TYPE-TYPE MESIN CNC a. Mesin CNC plasma. Mesin pemotong CNC plasma menggunakan NC untuk mengatur senteran potong plasma. Plasma ini dihasilkan dengan melewatkan gas melalui busur listrik. Gas ini diionkan dengan busur dan pada temperatur yang tinggi. Busur ini dihasilkan, yang mana diperbolehkan logam besi dan logam non besi. b. Mesin pembentuk pegas CNC Mesin CNC pembentuk pegas membuat pegas dengan menggulungkan rata atau pegas melingkar baru ke dalam bentuk yang melalui penggunaan dan cetakan. Cetakan ini diposisikan oleh NC dan dapat menghasilkan ribuan dalam tiap jamnya. c. Mesin pemotong laser CNC Mesin ini mirip dengan mesin plasma dengan lampu koheren sebagai alat dan dapat memotong bahan plat ke dalam bentuk berseluk ladum. d. Mesin pusat vertikal Menggunakan pengaturan kontrol numeric dan merubah alat automatic dengan bermacam ciri untuk meningkatkan kemampuan dan keunggulan produksi. e. Mesin pusat permesinan horisontal. Merupakan mesin fris horisontalyang dikontrol secara numeris. Mesin ini mempunyai kemampuan yang mirip dengan mesin CNC pusat permesinan vertikal. f. Mesin pusat vertikal akses (variax) Dioperasikan dalam penunjuk serempak yang berbeda-beda. Variax ini mungkin adalah mesin multi akses yang akan datang. Kemampuan vertikal akses memperbolehkan variax 6

untuk bergerak dan mengatur pahat potong dalam banyak arah. 2.3 DATA TEKNOLOGI 1. Kecepatan potong (Vs) Vs = Vs = keceptan potong d = diameter benda kerja s = jumlah putaran sumbu utama Kecepatan potong maksimal yang diizinkan tergantung pada: - Bahan benda kerja Makin tinggi kekuatan bahan, makin rendah kecepatan potong. - Bahan pahat Pahat karbida memungkinkan kecepatan potong yang lebih tinggi dari pahat IISS. - Besaran asutan Makin besar asutan makin kecil kecepatan potong. - Dalamnya pemotongan Makin besar dalamnya pemotongan, makin kecil kecepatan potong. 2. Jumlah putaran (S) Dari kecepatan potong dan diameter benda kerja, anda hitung jumlah putaran sumbu utama. S=

3. Perhitungan asutan Makin tinggi tahanan bahannya maka makin besar asutan dan dalamnya pemotongan (pembatasan dengan geometri mesin fris). Makin besat t makin besar F dan demikian sebaliknya. Pada CNC TU-3A memprogram asutan dalam mm/menit.

BAB III DATA MESIN DAN ALAT YANG DIGUNAKAN


3.1 DATA MESIN CNC TU-3A 1. Kecepatan potong (Vs) Dimana : Vs=kecepatan ; d=diameter; s=jumlah putaran sumbu utama. Kecepatan potong tergantung pada: - Bahan dari benda kerja, makin rendah kecepatan potongnya makin tinggi tahanan dari benda kerja. - Bahan alat potong: alat-alat potong dari karbid memungkinkan kecepatan potong yang lebih tinggi dari pada alat potongn dari HSS. - Besarnya asutan: makin besar asutan semakin kecil kecepatan potong . - Dalamnya pemotongan : makin dalam pemotongan makin kecil kecepatan potong. 2. Kecepatan sumbu utama Perhitungan kecepatan sumbu utama mesin fris dari kecepatan potong dan diameter pisau frisnya. 3. Perhitungan asutan Pada TU-3A program asutan dalam mm/menit dimana F=S x F (mm/put). 4. Pemilihan jumlah putaran pada TU-3A Tenaga motor tergantung pada jumlah putarannya oleh karena itu pilihan tingkat transmisi dari penggerak pulley, sehingga jumlah putaran motor berada pada jenjang daya optimal contoh: - jumlah putaran potong kasar 600 put/menit - jumlah putaran potong halus 800 put/menit. 3.2. ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN 3.2.1 Alat yang digunakan 1. Mesin CNC TU-3A 2. Kunci penguat, berfungsi untuk menggerakkan catok benda kerja. 3. Kertas grafik 4. Mistar untuk mengukur benda kerja 5. Pengganjal sebagai pengalas benda kerja agar tidak goyang. 6. Kuas untuk membersihkan geram-geram. 7. Kain lap untuk membersihkan mesin. 8. Pisau End Mill Cuter 10 3.2.2 Bahan yang digunakan Batang logam aluminium dengan dimensi : o Panjang : 150 mm o Lebar : 150 mm o Tebal : 150 mm

BAB IV ANALISA PROGRAM DAN PEMBAHASAN MESIN CNC TU-3A


4.1. ANALISA PROGRAM ABSOLUT 4.1.1 LEMBAR PROGRAM ABSOLUT NO 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 G 90 92 M03 00 00 00 01 00 01 00 01 00 01 00 01 00 00 01 00 01 00 01 00 01 00 01 00 00 00 01 02 02 02 02 01 02 X -3000 -1000 -1000 -1000 6000 6000 -1000 -1000 6000 6000 -1000 -1000 6000 6000 -1000 6000 6000 -1000 -1000 6000 6000 -1000 -1000 6000 6000 6000 5000 5000 2500 00 2500 5000 5000 2500 Y 00 00 00 -1000 6000 6000 -1000 -1000 6000 6000 -1000 -1000 6000 6000 6000 -1000 -1000 6000 6000 -1000 -1000 6000 6000 -1000 -1000 2500 2500 2500 00 2500 5000 2500 2500 00 9 Z 3000 3000 -100 -100 -100 -200 -200 300 -300 -400 -400 -500 -500 -100 -100 -100 -200 -200 -300 -300 -400 -400 -500 -500 200 200 200 -100 -100 -100 -100 -100 -200 -200 F Keterangan

30 30 30 30 30 30 30 30 30 30

30 30 30 30 30 30 30

36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83

02 02 02 01 02 02 02 02 01 02 02 02 02 01 02 02 02 02 00 01 01 01 01 01 01 01 01 01 01 01 01 01 01 01 01 01 01 01 01 01 01 01 01 01 01 01 01 01

00 2500 5000 5000 2500 00 2500 5000 5000 2500 00 2500 5000 5000 2500 00 2500 5000 5387 5387 3944 1056 -387 1056 3944 5387 5387 3944 1056 -387 1056 3944 5387 5387 3944 1056 -387 1056 3944 5387 5387 3944 1056 -387 1056 3944 5387 5387

2500 5000 2500 2500 00 2500 5000 2500 2500 00 2500 5000 2500 2500 00 2500 5000 2500 2500 2500 00 00 2500 5000 5000 2500 2500 00 00 2500 5000 5000 2500 2500 00 00 2500 5000 5000 2500 2500 00 00 2500 5000 5000 2500 2500 10

-200 -200 -200 -300 -300 -300 -300 -300 -400 -400 -400 -400 -400 -500 -500 -500 -500 -500 -500 -600 -600 -600 -600 -600 -600 -600 -700 -700 -700 -700 -700 -700 -700 -800 -800 -800 -800 -800 -800 -800 -900 -900 -900 -900 -900 -900 -900 -1000

30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30

84 85 86 87 88 89 90 91 92 93

01 01 01 01 01 01 00 00 M05 M30

3944 1056 -387 1056 3944 5387 5387 -3000

00 00 2500 5000 5000 2500 2500 00

-1000 -1000 -1000 -1000 -1000 -1000 3000 3000

30 30 30 30 30 30

4.1.2 PENJELASAN LANGKAH PROGRAM ABSOLUT N00/ 92 N01/ 90 N02/ M03 N03/ 00 N03/ 00 N03/ 00 N04/ 01 N03/ 00 N05/01 N03/ 00 N06/ 01 N03/ 00 N07/ 01 N03/ 00 N08/ 01 N03/ 00 N09/ 00 N10/ 01 N09/ 00 N11/ 01 N09/ 00 N12/ 01 N09/ 00 N13/ 01 N09/ 00 N14/ 01 N09/ 00 N15/00 N16/00 N17/ 01 N18/ 02 N19/ 02 : pergeseran titik referensi pada x=-3000, y=00, z=3000. : pemrograman nilai absolut : spindel frais hidup searah jarum jam PROSES 1 : gerakan cepat tanpa pemakanan pada x=-1000, y=00, z=3000 : gerakan cepat tanpa pemakanan pada x=-1000, y=00, z=-100 : gerakan cepat tanpa pemakanan pada x=-1000, y=-1000, z=-100 : Interpolasi lurus dengan pemakanan pada x=6000, y=6000, z=-100, F=30. : gerakan cepat tanpa pemakanan pada x=6000, y=6000, z=-200 : Interpolasi lurus dengan pemakanan pada x=-1000, y=-1000, z=-200, F=30. : gerakan cepat tanpa pemakanan pada x=-1000, y=-1000, z=-300 : lurus dengan pemakanan pada x=6000, y=6000, z=-300, F=30. : gerakan cepat tanpa pemakanan pada x=6000, y=6000, z=-400 : Interpolasi lurus dengan pemakanan pada x=-1000, y=-1000, z=-400, F=30. : gerakan cepat tanpa pemakanan pada x=-1000, y=-1000, z=-500 : lurus dengan pemakanan pada x=6000, y=6000, z=-500, F=30 : gerakan cepat tanpa pemakanan pada x=6000, y=6000, z=-100. : gerakan cepat tanpa pemakanan pada x=-1000, y=6000, z=-100. : Interpolasi lurus dengan pemakanan pada x=6000, y=-1000, z=-100, F=30. : gerakan cepat tanpa pemakanan pada x=6000, y=-1000, z=-200. : Interpolasi lurus dengan pemakanan pada x=-1000, y=6000, z=-200, F=30. : gerakan cepat tanpa pemakanan pada x=-1000, y=6000, z=-300. : Interpolasi lurus dengan pemakanan pada x=6000, y=-1000, z=-300, F=30. : gerakan cepat tanpa pemakanan pada x=6000, y=-1000, z=-400. : Interpolasi lurus dengan pemakanan pada x=-1000, y=6000, z=-400, F=30 : gerakan cepat tanpa pemakanan pada x=-1000, y=6000, z=-500. : Interpolasi lurus dengan pemakanan pada x=6000, y=-1000, z=-500, F=30. PROSES 2 : gerakan cepat tanpa pemakanan pada x=6000, y=-1000, z=200. : gerakan cepat tanpa pemakanan pada x=6000, y=2500, z=200 : gerakan cepat tanpa pemakanan pada x=5000, y=2500, z=200 : Interpolasi lurus dengan pemakanan pada x=5000, y=2500, z=-100, F=30. : Interpolasi melingkar searah jarum jam dengan pemakanan pada x=2500, y=00, z=-100, dan F=30. : Interpolasi melingkar searah jarum jam dengan pemakanan pada x=00, y=2500, z=-100, dan F=30. 11

N20/ 02 N21/ 02 N22/ 01 N23/ 02 N24/ 02 N25/ 02 N26/ 02 N27/ 01 N28/ 02 N29/ 02 N30/ 02 N31/ 02 N32/ 01 N33/ 02 N34/ 02 N35/ 02 N36/ 02 N37/ 01 N38/ 02 N39/ 02 N40/ 02 N41/ 02 N42/ 00 N43/ 01 N44/ 01 N45/ 01 N46/ 01 N47/ 01 N48/ 01 N49/ 01 N50/ 01

: Interpolasi melingkar searah jarum jam dengan pemakanan pada x=2500, y=5000, z=-100, dan F=30. : Interpolasi melingkar searah jarum jam dengan pemakanan pada x=5000, y=2500, z=-100, dan F=30. : Interpolasi lurus dengan pemakanan pada x=5000, y=2500, z=-200, F=30. : Interpolasi melingkar searah jarum jam dengan pemakanan pada x=2500, y=00, z=-200, dan F=30. : Interpolasi melingkar searah jarum jam dengan pemakanan pada x=00, y=2500, z=-200, dan F=30. : Interpolasi melingkar searah jarum jam dengan pemakanan pada x=2500, y=5000, z=-200, dan F=30. : Interpolasi melingkar searah jarum jam dengan pemakanan pada x=5000, y=2500, z=-200, dan F=30. : Interpolasi lurus dengan pemakanan pada x=5000, y=2500, z=-300, F=30. : Interpolasi melingkar searah jarum jam dengan pemakanan pada x=2500, y=00, z=-300, dan F=30. : Interpolasi melingkar searah jarum jam dengan pemakanan pada x=00, y=2500, z=-300, dan F=30. : Interpolasi melingkar searah jarum jam dengan pemakanan pada x=2500, y=5000, z=-300, dan F=30. : Interpolasi melingkar searah jarum jam dengan pemakanan pada x=5000, y=2500, z=-300, dan F=30. : Interpolasi lurus dengan pemakanan pada x=5000, y=2500, z=-400, F=30. : Interpolasi melingkar searah jarum jam dengan pemakanan pada x=2500, y=00, z=-400, dan F=30. : Interpolasi melingkar searah jarum jam dengan pemakanan pada x=00, y=2500, z=-400, dan F=30. : Interpolasi melingkar searah jarum jam dengan pemakanan pada x=2500, y=5000, z=-400, dan F=30. : Interpolasi melingkar searah jarum jam dengan pemakanan pada x=5000, y=2500, z=-400, dan F=30. : Interpolasi lurus dengan pemakanan pada x=5000, y=2500, z=-500, F=30. : Interpolasi melingkar searah jarum jam dengan pemakanan pada x=2500, y=00, z=-500, dan F=30. : Interpolasi melingkar searah jarum jam dengan pemakanan pada x=00, y=2500, z=-500, dan F=30. : Interpolasi melingkar searah jarum jam dengan pemakanan pada x=2500, y=5000, z=-500, dan F=30. : Interpolasi melingkar searah jarum jam dengan pemakanan pada x=5000, y=2500, z=-500, dan F=30. PROSES 3 : gerakan cepat tanpa pemakanan pada x=5387, y=2500, z=-500 : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=5387, y=2500, z=-600, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=3944, y=00, z=-600, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=1056, y=00, z=-600, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=-387, y=2500, z=-600, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=1056, y=5000, z=-600, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=3944, y=5000, z=-600, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=5387, y=2500, z=-600, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=5387, y=2500, z=-700, F=30. 12

N51/ 01 N52/ 01 N53/ 01 N54/ 01 N55/ 01 N56/ 01 N57/ 01 N58/ 01 N59/ 01 N60/ 01 N61/ 01 N62/ 01 N63/ 01 N64/ 01 N65/ 01 N66/ 01 N67/ 01 N78/ 01 N69/ 01 N70/ 01 N71/ 01 N72/ 01 N73/ 01 N74/ 01 N75/ 01 N76/ 01 N77/ 01 N78/00 N79/00 N77/ M05 N78/ M30

: gerakan lurus dengan pemakanan pada x=3944, y=00, z=-700, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=1056, y=00, z=-700, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=-387, y=2500, z=-700, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=1056, y=5000, z=-700, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=3944, y=5000, z=-700, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=5387, y=2500, z=-700, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=5387, y=2500, z=-800, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=3944, y=00, z=-800, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=1056, y=00, z=-800, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=-387, y=2500, z=-800, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=1056, y=5000, z=-800, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=3944, y=5000, z=-800, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=5387, y=2500, z=-800, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=5387, y=2500, z=-900, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=3944, y=00, z=-900, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=1056, y=00, z=-900, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=-387, y=2500, z=-900, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=1056, y=5000, z=-900, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=3944, y=5000, z=-900, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=5387, y=2500, z=-900, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=5387, y=2500, z=-1000, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=3944, y=00, z=-1000, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=1056, y=00, z=-1000, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=-387, y=2500, z=-1000, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=1056, y=5000, z=-1000, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=3944, y=5000, z=-1000, F=30. : gerakan lurus dengan pemakanan pada x=5387, y=2500, z=-1000, F=30. : gerakan cepat tanpa pemakanan pada x=5387, y=2500, z=3000. : gerakan cepat tanpa pemakanan pada x=-3000, y=00, z=3000. (mengembalikan posisi pisau keawal) : Spindel fris mati : Program selesai

4.1.3 GAMBAR PROSES KERJA PROGRAM

Gambar 1 : Bentuk Awal

13

Gambar 2 : Proses 1

BAB V PEMBAHASAN
13

Gambar 3 : Proses 2

5.1 PEMBAHASAN UMUM

Gambar 4 : Proses 3 Bentuk Akhir

-Faktor-Faktor Penentu Kualitas Dari Benda Kerja Dalam melakukan suatu pekerjaan, kehalusan dan kualitas produk yang dihasilkan oleh pekerjaan tersebut tertentu menjadi ukuran keberhasilan pekerjaan itu sendiri. Termasuk dalam pekerjaan dengan menggunakan mesin CNC TU-3A dimana terdapat hal-hal yang bisa mempengaruhi ketepatan benda kerja antara lain : - Program Program yang dibuat harus benar dan program tersebut harus diinput dengan benar pula untuk mendapatkan hasil benda kerja sesuai yang diinginkan. -Benda kerja Pemasangan benda kerja yang tidak seimbang atau tidak lurus dan tepat pada posisi pencekam, sehingga benda kerja cenderung oleng sewaktu bergesekan dengan pahat. Oleh karena itu, sangat diperhatikan dalam hal pemasangan benda kerja yang dipasang dengan baik dan benar. - Pahat Pahat yang digunakan harus sesuai dengan kekuatan benda kerja, dalam haal ini pahat harus tajam agar pemakanan lebih cepat dan lebih halus sehingga ketetpatan dan kualitas benda kerja yang dihasilkan bisa semaksimal mungkin. - Kecepatan potong Kecepatan potong yang digunakan harus disesuaikan dengan kekuatan bahan. Makin tinggi kekuatan bahan maka kecepatan potong harus lebih rendah. Untuk menghindari alat potong agar tidak cepat kalah atau aus yang bisa menyebabkan kualitas benda kerja menjadi berkurang. - Putaran spindel Putaran spindel harus disesuaikan dengan jenis pemotong yang akan dilakukan. Untuk pemotongan kasar digunakan putaran spindel 600 putaran per menit dan untuk pemotongan halus digunakan putaran spindel 800 putaran per menit. Kesalahan dalam memilih putaran spindel bisa mempengaruhi kualitas hasil benda kerja. - Penentuan titik referensi (titik acuan) Hal ini dapat menyebabkan langkah pemakanan dan ukuran kedalaman pemakanan dapat mengalami kesalahan, sehingga proses pengerjaan tidak sesuai yang diinginkan. 5.2 PEMBAHASAN KHUSUS - Jenis benda kerja Vs F F= asutan (mm/men) Jenis benda kerja adalah keras, lunak (tahanannya). Hubungan antara jenis benda kerja dengan kecepatan asutan (F) adalah semakin tinggi tahanan benda kerja maka kecepatan asutan akan semakin kecil. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah ketahanan pengerjaan maka akan semakin besar kecepatan asutan. - Jenis benda kerja Vs Vc Vc = kecepatan potong (m/men) Jenis benda kerja adalah ketahanannya. Hubungan antara jenis benda kerja dengan kecepatan potong adalah semakin tinggi tahanan 14

dari benda kerja maka makin rendah kecepatan potongnya. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah tahanan dari benda kerja maka semakin tinggi kecepatan potongnya. - Jenis benda kerja Vs T T = waktu pengerjaan Jenis benda kerja adalah ketahanannya. Hubungan antara jenis benda kerja dengan waktu pengerjaan adalah semakin tinggi ketahanan benda kerja maka waktu yang dibutuhkan untuk pengerjaan akan semakin besar. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah ketahanan benda kerja maka waktu yang dibutuhkan akan semakin kecil. - Jenis benda kerja Vs t t = dalamnya pemotongan Jenis benda kerja adalah ketahanannya. Hubungan antara jenis benda kerja dengan kedalaman pemotongan adalah semakin tinggi ketahanan dari benda kerja maka kedalaman pemotongan akan semakin kecil. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah ketahanan dari benda kerja maka kedalaman pemotongan akan semakin besar (bisa diperbesar) karena apabila jenis benda kerja dan kedalaman tidak sesuai maka pahat bisa patah.

15

BAB VI PENUTUP
6.1 KESIMPULAN 1. Mesin CNC dioperasikan dengan membuat program yang kemudian diinput kedalam computer dengan seluruh proses pengerjaan hingga menghasilkan benda kerja dilakukan dengan cara komputerisasi 2. Kebutuhan dunia industri akan mesin CNC kedepan akan semakin banyak melihat ketelitian, efisien, tingginya permukaan, waktu dan biaya yang dimiliki oleh mesin ini serta dapat melakukan pengerjaan secara massal dengan skala besar. Bagian-bagian mesin CNC TU-3A, serta fungsinya : a. Saklar utama, untuk meghidupkan dan mematikan mesin serta unit pengendali b. Lampu kontrol, menunjukkan suplay tenaga pada mesin c. Tombol darurat, untuk mencegah terjadinya kesalahan d. Saklar pemilih untuk sistem persumbuan dan pelayanan. e. Tombol putar untuk mengatur kecepatan sumbu utama. f. Ammeter untuk menunjukkan pemakaian tenaga dari motor sumbu utama. Tenaga tidak boleh melebihi 2A untuk 220-240 Volt atau 4A untuk 100-110 Volt. g. Tombol asutan untuk eretan memanjang, melintang dan tegak h. Tombol gerakan cepat untuk asutan bergerak cepat. i. Tombol Inchi/metric dan saklar untuk mengubah persumbuan. j. Digital untuk membaca gerakan eretan. k. Saklar H/C untuk menampilakn layar program. l. Tombol DEL untuk menyetel kembali ke titik nol m. Tombol untuk memindahkan x ke y ke z tanpa eretan bergerak. n. Tombol INP untuk memasukkan nilai-nilai program. o. Tombol M untuk melaksanakan hubungan keluar. 3. Terdapat dua sistem pemograman pada mesin CNC, yaitu pemrograman absolut dan inkramental. 2. Secara garis besar.jenis-jenis perintah pada mesin CNC meliputi: a. Perintah jalan, yang dinyatakan dengan symbol G yang diikuti dengan nilai tertentu yang setiap nilai memiliki nilai tertentu. b. Perintah tambahan yang dinyatakan dengan symbol M yang diikuti dengan nilai tertentu yang setiap nilainya memiliki fungsi tertentu. 3. Pada mesin CNC TU-3A terdapat 2 macam program yaitu: a. Absolut. b. Inkramental
3.

6.2 SARAN-SARAN Kalau bisa untuk mengefisienkan waktu pada saat di lab sebaiknya kepada semua praktikan diberikan waktu khusus untuk mengecek program sebelum masuk lab ke2, sehingga sedikit banyak kesalahan pada program dapat segera diketahui sehingga pada saat di lab praktikan tidak kelabakan. Sebaiknya mesin-mesin CNC yang ada dilaboratorium dapat digunakan semua pada saat praktikum, agar praktikan lebih mengerti dan memahami cara-cara penggunaan mesin tersebut tanpa harus menunggu praktikan lain selesai. Sebaiknya mesin yang rusak dirperbaiki ,agar memperlancar praktikum. 16

Diharuskan mematuhi aturan-aturan keselamatan kerja di lab ketika praktikum.

DAFTAR PUSTAKA
- EMCO Student Hand book - EMCO TU 3A R 10010 - Contoh Laporan Praktikum Proses Produksi II - Prambodo, Bambang dkk .1996.Teknologi Mekanik II.Jakarta : Erlangga

17