Anda di halaman 1dari 15

Kelompok 6 : Karimah ( 04111004060 ) Amalia Virgita (04111004061 ) Atika Samy Kencana ( 04111004062 ) Khairunnisa (04111004063) Eka Wahyuni (04111004065)

Putri Ajri Mawaddara (04111004066) Essya Novarelensia Rizki (04111004067) Atieka Ulli Sandra (04111004068) Maria Sandika Putri (04111004069)

Foto

Anteroposterior merupakan metode radiografi ekstra oral dengan proyeksi frontal dimana proyeksi sinar-x ditampilkan memasuki bagian depan (anterior) permukaan tubuh dan keluar dari belakang (posterior).

Foto antero posterior (AP) merupakan teknik foto yang digunakan untuk melihat kelainan pada bagian depan maksila dan mandibula, gambaran sinus Foto Rontgen ini digunakan untuk melihat keadaan penyakit, trauma, atau kelainan pertumbuhan dan perkembangan tengkorak. frontalis, sinus ethmoidalis, serta tulang hidung. Untuk melihat kelainan pada tulang oksipital, foramen magnum, leher condyle dan arkus zigomatikus Untuk melihat keadaan frontal dan dinding-dinding pada cranium, frontal sinus, crista galli, sinus ethmoid dan ridge petrous dari tulang temporal. Dapat melihat secara jelas dari medial dan lateral orbital rim termasuk sutura zigomaticafrontal, superior orbital rim dan fisura, sayap sphenoid besar dan sayap sphenoid kecil, nasion dan planum sphenoidale

AP skull projection with zero degree central ray angulation ( Petrous pyramids filling orbits view) Posisi: Tempatkan pasien dalam posisi berdiri atau supinasi, dalam proyeksi anteroposterior. Bidang sagital dan OML (orbito meatal line) tegak lurus terhadap kaset Central ray arahkan sinar tegak lurus dengan nasion (nasofrontal suture line)
1.

2. AP skull projection with central ray angulation of 25 degrees cephalad


Posisi:

Tempatkan pasien dalam posisi supinasi. Sesuaikan kepala dalam proyeksi anteroposterior dengan disokong oksipital. Central ray: vertikal diarahkan ke nasion pada sudut 25 derajat terhadap cephal (terhadap OML)

3. Axial AP skull: Metode Townes. Metode ini adalah metode yang paling sering digunakan dalam kedokteran gigi. Posisi: Tempatkan pasien baik pada posisi terlentang, duduk atau berdiri dalam proyeksi anteroposterior Sesuaikan kepala pasien sehingga bidang midsagittal dan OML tegak lurus terhadap bidang kaset. Central ray: Sinar masuk sekitar 6 cm di atas glabella dan melewati mid area dari EAM (external acoustic meatus) menuju foramen magnum pada sudut dari 25 - 30 derajat ke OML

Kriteria Umum

Gambaran mempunyai detail yang baik. Tampak marker. Bayangan yang kontras. Foto harus simetris agar tidak terjadi kesalahan dalam pembacaan serta tidak terdapatnya bagian yang tertutupi. Tidak ada artefak, berupa kalung, rambut, anting, kancing, uang, dan sebagainya karena bisa menutupi lapangan pandang foto. Misalnya, rambut, mengandung epitel-epitel sehingga bisa menimbulkan salah persepsi sebab terlihat seperti infiltrate. Bagian depan maksila dan mandibula, gambaran sinus frontalis, sinus ethmoidalis, serta tulang hidung jelas terlihat.

Kriteria Khusus : Metode Townes Foto yang baik dari metode ini adalah didapatkannya jarak yang sama dari foramen magnum sampai garis lateral pada kepala (tempurung) pada setiap sisi, dorsum sella dan klinoid posterior diproyeksikan ke dalam foramen magnum, daerah petrous simetris dan dari superior sampai mastoid juga daerah petrous pararel sampai tepi film.

Metode Petrous Foto yang ideal pada metode ini adalah didapatkan jarak sama dari batas lateral orbit, daerah simetris petrous pararel sampai tepi film, juga tertempati sampai batas 1/3 dari bawah orbit.