KATA PENGANTAR

B

egitu

banyaknya

permintaan,

buku

tentang

pelaksanaan

Sembahyang dan mantram-mantram ringan yang bisa dipelajari untuk diri sendiri serta mengisi hari tua, yang dapat dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari dalam keluarga. Kenyataan inilah yang mendorong penulis untuk mengumpulkan beberapa buku yang dipakai sebagai dasar untuk merealisasikan maksud tersebut, sehingga penulis sebut dengan Mantra dan Belajar Memantra ini. Setelah dilakukan koreksi oleh Editor, maka judul tulisan tersebut berubah menjadi MANTRA DAN BELAJAR ANEKA MANTRA (Kumpulan Berjenisjenis Mantra). Karena Mantra pada dasarnya terdiri dari tiga konsep yaitu Mantra, Tantra dan Yantra. Mardiwasito menulis (1985:339,582,711) bahwa yang dimaksud dengan Mantra dari sudut kata berasal dari sanskerta dan berubah kedalam bahasa Indonesia menjadi Mantera yang artinya jampi (penahan/japa), doa atau mantrakratu pembaca mantera (hanya berwujud kata-kata), Tantra yang juga artinya mantra tetapi lebih menekankan ilmu sihir (gaib, mistik) dan yang dimaksud dengan Yantra adalah alat untuk merenungkan Dewa. Secara mudahnya dapat dipahami mantra adalah ucapan mengandung nilai-nilai magis, Yantra adalah upakara sebagai alat untuk memusatkan konsentrasi dan Tantra adalah gerakan tangan yang bersifat magis yang juga disebut dengan Mudra. Dalam tahap pembelajaran ini, aksara tidak diisi secara lengkap seperti, contoh: Mahì dyauá prthivì ca na ima÷ yajñammikûatàm; Piprtàm no bhaåìmabhiá. Tetapi akan ditulis “Mahi dyauh prthiwi ca na imam yajnamimiksatam; Piprtam no bharimabhih”. Maksudnya buku ini untuk, memudahkan belajar membaca dan mendengarkan suara sendiri. Sebab menurut pandangan penulis, kalau diisi lengkap, keinginan untuk membaca akan berkurang, karena harus belajar tanda baca terlebih dahulu. Karena dalam hal ini, sekali lagi masih taraf belajar. Nanti kalau sudah lancar membaca, maka akan ditingkatkan sesuai dengan tanda bacanya.

Mempelajari Weda (dan atau mantra) mencakup kegiatan yang amat luas. Kita mulai dari belajar membaca, mendengar ucapan-ucapan yang benar, menterjemahkannya, mengertikan arti kata, menginterpretasikan, merenungkannya kembali, merumuskan hasil-hasil pemikiran yang terkandung dalam Weda, menjelaskan dengan melihat relevansinya dengan gejala-gejala alam, kesemuanya itu merupakan satu paket proses belajar weda. Mengajar dan belajar mantra Weda tidaklah sama dengan membaca biasa. Sangat idealnya usaha belajar dimulai sejak usia masih muda. Ketentuan umur dalam sistem catur Asrama dapat dijadikan patokan pegangan kapan kita bisa mulai belajar Weda. Umur termuda empat tahun dan paling terlambat kalau telah mencapai umur 22 tahun. Salah satu faktor terpenting dalam belajar membaca dan mengajarkannya adalah pengenalan huruf dengan suaranya (ini yang ideal, tapi kalau baru belajar, silahkan bacabaca dan dengar-dengar suara sendiri dulu). Disamping itu masalah intonasi atau tekanan suara yang tepat akan ikut pula menentukan. Karena itu yang pertama-tama adalah menguasai huruf (secara umum dulu/latin nanti kalau sudah meningkat baru menginjak ke dewanegari) dengan baik sehingga seorang anak dapat dapat memodulisasi suara dengan baik dan dapat pula mendengar dengan jelas perbedaan suara yang dibaca orang lain. Adapun pengucapan huruf-huruf yang dimaksud itu adalah huruf-huruf (aksara) dewanegari yang dipakai dalam bahasa Sanskerta atau mantra-mantra baik ditulis dalam huruf Dewanegari maupun tulisan Latin. Secara umum huruf itu dapat dibagi menjadi dua yaitu huruf hidup dan huruf mati. Huruf hidup adalah: a, a, i, i, u, u, e, ai, o, au, r, rr, lr, llrr, dan huruf mati: k, kh, g, gh ng (n), c, ch, j, jh, n, t, th, d, dh, n, t, th, d, dá, n, p, ph, b, dh, m s, û (sn), ú (c), á. Ks (ksh), tra, jn. (Puja, 1985:112-113) Pada hakekatnya belajar merupakan proses dinamika yang seyogyanya dilakukan seumur hidup. Tetapi sebelum memantra, lakukanlah pembersihan diri dengan Mantra, seperti: Mantram sebelum Belajar Memantra (Sang Hyang Aji Panusangan). Sama nilainya kita telah mewinten tiga kali. Idepaku anganggo Aji kotamah, Amangsa-amangsung aku tan pabersihan, aku pawaking setra suka kang akasa,

suka kang peretiwi, tan ana aku keneng sebelan, apan aku teke abersihin awak sariranku, teka bersih bersih-bersih-bersih. (Gambar, 1986:51-52) Mempelajari Weda dengan setulus hatimu. Samudre te hrdayamapswantah sam twà wìantwoûadhìrutàpah; Yajñasya twà yajñapate suktoktau namo wàke widhema yat swàhà. O yang berumah tangga, hendaknya engkau mempelajari weda dengan setulus hatimu, yang penuh dengan sabda-sabda bimbingan mulia, dikendalikan oleh prana, berbuat dalam perbuatan mulia. Semoga engkau menikmati makanan, buah-buahan dan air, Dalam bimbingan kasih sayang, kami menuntun engkau melakukan kewajiban hidup dalam perkawinan dengan penuh keyakinan. Yadnya mantra harus dilakukan oleh setiap kepala rumah tangga. Mahì dyauá prthivì ca na ima÷ yajñammikûatàm; Piprtàm no bhaåìmabhiá. O suami yang patut dipuji dan yang sehat dan istri yang bersabar hati, berkehendak untuk memenuhi kesenangan dan melakukan yadnya dalam rumah tangga. Semoga engkau berdua menyediakan kami makanan dan pakaian.* Weda dan atau Mantra dapat dipelajari sendiri. Ara iwa rathanabhau prane sarwan pratistham, rco yajudwamsi yajnah ksatram brahmaca. Ibarat jeruji dipasang pada porosnya roda sebuah kereta demikian pula halnya segala sesuatu ditetapkan dan digantungkan pada prana. Melalui prana dan pengendaliannya itu orang dapat belajar Weda sendiri, mis Rg.Weda, Yayur Weda, Sama Weda (dan Atharwa Weda) dan dari itu orang dapat melakukan maha yadnya atau orang-orang bijaksana dan terpelajar. Dapat memperlihatkan kebijaksanaannya yang benar atau seseorang tentara dapat memperlihatkan keberaniannya yang mengagumkan. Prasana Upanisad (Puja, 1985/86:21-22). Yang masih mengumbar hawa-nafsu, sebaiknya jangan mempelajari Weda. Wedante paramam guhyam purakalpe pracoditam naprasantaya datawyam naputrayasisyaya wa punah. Misteri yang paling dalam dan paling agung dari Ajaran Wedanta, yang telah diberikan oleh Brahman kepada kita di zaman dahulu kala, hendaknya jangan diberikan kepada orang-orang yang masih belum mampu menguasai hawa nafsu - hawa nafsunya, walaupun dia anak laki-laki kita atau siswa kita yang kita cintai. Yasya dewa para bhaktir yatha dewe tatha gurau, tasyaite kathita hy arthah, prakasante mahatmanah, prakasante mahatmanah.

..........1. Belajar Mantram......................... Sikap Sembahyang dan Kramaning Sembah ...... Mantram dalam Yadnya.............. 2........ 4.........2.....Kepada orang-orang yang berjiwa luhur...... Mantram Umum.........2................ 10 Juni 2006 Penulis DAFTAR ISI Judul. 4........ 3..............2............. Sembah Kuta Mantra................ (Sweta Swatara Upanisad.......... Metabuh arak/ berem ................ Ngutpeti Toya Ring Sangku ..... 4..........1...2........................ 1........ 3............. Mantram Tri Sandya .................. yang mempercayai sepenuhnya kepada Brahman......2.2..1...................... 4.................. Sebelum Mantram Tri Sandya ... Adyaya ke VI:22............. Daftar Isi.... negara dan bangsa......... hendaknya kita berikan rahasia Ajaran Kitab Suci Upanisad ini...................3.... Dewa Pratista ....... Utpeti Kang Toya ................................ dalam konteks ini pembelajaran dilakukan untuk orang dewasa......................2.. Padmasana Ring Toya .......... 3.............................. 3......................... Menghaturkan Dupa ............................ sehingga hasil pembelajarannya dapat berguna paling tidak bagi dirinya sendiri.......................2..........3.....2........ 4.... Pendahuluan..... akan berwajah yang berseri-seri.......................23).......... 4... Pengertian Mantram......... Kata Pengantar....7................................ dengan harapan bahwa orang dewasa secara Pisik dan Psikologi (jiwa dan ilmu pengetahuan) sudah matang..........2..... 4....... untuk menciptakan kedamaian Denpasar.......................................... Dan tidak tertutup kemungkinan untuk keluarga....................................6..................... agar mereka dapat mengetahui dan dapat mengamalkan Ajaran Kitab Suci Upanisad ini..............2.......... 4....... Namun demikian.... yang dengan tulus memuja Brahman dan menghormati Guru.................................. 4............................8.. Mersihin eteh-eteh upakara .... 4..........5.. 3............................ 4................ Mantram Widhi Yadnya.. Panca Sembah ..4.. i v xi 1 5 9 10 10 10 12 12 15 15 17 17 18 18 18 18 18 18 18 ......... Dewa Yadnya...4.........................

..... 22 4.. 22 4.....4. Wiku Pangkon ..........3......4.................13...4.... Sembah Siwa Amerta ........ Wiku Sanyasi .2..... 33 4....2......2...5.....3.....2.. Sembah Hyang di Pura Desa Mwang Bale Agung.....................21.........................9.. 29 4.... 19 4..................................2..................3...................... 24 4............5...... 23 4.......... 26 4.... 18 4.. Pitra Yadnya ....4............... Aturi Kang Toya Puspa...11..17...... 24 4...2..10.... 33 4....... 26 4..............3..4.....3.2.................4............... 19 4..18..........................3..........3.2............ Menekan Tangan ......3......3..... Sembah Hyang di Pura Puseh ..4....................... Sembah Hyang di Kawitan Ratu Pasek .......3.11........................4... 29 4.. 21 4.................14................ 34 4........................24......... 33 4................5. Nyiratin Tirta Sawa ... Ngarga Tirta ... Wiku Grahasti .......3...... Tata Cara Persembahyangan dalam Piodalan 4..8...... 33 4........4............4.......... Wiku Saba Ukir ...................... 32 4..1...4. Wiku Sangara ...... Wiku Wanaprasthi .....2.3 AUM Upacara Resi Yadnya ...... Dwijendra Astawa.9............12.........2... Akena bija ........ 32 4....... 32 4......... 20 4............ Sembah Hyang di Purnama /Tilem .. 28 4..10........19............. 33 4.......... Rsi Yadnya ......................12............... Sembah Hyang di Pura Dalem ................ 23 4............. Manusa Yadnya ..16.. Gandaksata....6...2....3....3...... 32 4................2.........4. 30 4.....2.....15.... Sembah Hyang di Pura Prajapati .. 33 4................... 34 4.......... Wiku Cendana ... Wiku Palang Pasir ..3.........1. Wiku Panjer .....................4. Wiku Grohita .4...4............. 28 4......20............7...... 21 4.............. Tumuwut sang pitre adi nyasa ring catur desa (Ngentas) ...... 20 4.........2... Sembah Hyang di Merajan Kemimitan/Paibon 4.... Kramaning Pamuspaning Pitra ............................4...........................2..........................3..... Guru Pada Namas Karo ....... 28 4..........22...3......2...4.... Wiku Ambeng ....... Mantra Pengulapan ............23...... Tirta Puwa Pangentas Wong Preteka ........................ 28 4........................................4..........................................3..4...................1.................3.... Ngaskara Bajra ...........3............ Sembah Hyang di Ring Merajan Sanggah Kemulan .......... 27 4.2...........3.............. Wija 18 4.. Wiku Bramacari .... Anglukat Banten ..2........................ 35 21 24 ...2....

. Ngaturin Betara Kukusarum.................8.........3..... Bhuta Yadnya ....................................... Penghormatan di Gunung di Gung Kawi.....7. 50 4........................8....1......................5.......................... 51 4..1.....6..................15...17..............4...........6......... Astawan Banten Malinggih ring Paruman................ 57 4...................... 53 4.... 42 4........... 57 4.........6..... 57 4..2........4................. Yadnya Sesa......2.....7...................6.. Ngayab Banten.. Smara Ratih (Menek Bajang) ........... 52 4. Ngelebar Segeh.........4.. 55 4.... 55 4........................... Bebanten Suci........ Penghormatan di Gunung Beratan/Dhanu Bratan 4....... Penghormatan di Gunung Watukaru... metatah . Sucikan Tangan....7...5........ Pengelebaran caru-caru......1......7.........5.7.......7.... 53 4.....7................7........... Ngastawa Sang Hyang Kumara ..... Mabiye kawon .....6....... 54 4.......7.............. 35 4.............. 55 4.... Ngaturan Tirta..........8.......... Ngastiti Tetebusan....... 58 4....... 41 4........ ........14.6...... 42 4..2..... Ngastawa Lis.................... 52 4....7.... Dewa yang Berstana di GunungGunung. Menyalakan Dupa.8..... Ngaturang Prayascita......7...7. Potong rambut...2.......... Panyubyokaunan dan Prayascita..5...............................16...........7... Penghormatan di Gunung Batur....7...7.. Amusti Karana.1 Pelaksanaan Upacara..............18........5... 40 4.............. 58 4..........7.. 57 4.....4... 54 4.7................ 35 4..4...............6................5..7..................... molongin karna....................... 51 4......7.... 56 4.. Belajar Mantram Genta atau Bajra...... Pengormatan di Gunung Mangu.............. 50 4. 41 4............... Susunan Bhuta Yadnya .........9. 53 4........... 39 4.................. 52 4............ 40 4........ 52 4.................. Mawinten .......6. Penghormatan di Penataran Beskih/Gunung Agung 58 58 .............11........8... 36 4.7.................8.......6. Pakeling saha Seha ..5.13...........6...... 43 4.. 52 4............. Nyucikan Badan............ 36 4...5............................... Ngaturan Prayascita..............................5. Menjalankan Pabyakaunan........... ............. Penghormatan......... Penghormatan di Gunung Andakasa.............. 58 4......8........8....................3..7.........3.............6........ Panca Mahabhuta............... 57 4...5....3...... Kelahiran Bayi ..........12... Mekala Hyang...............8........... 52 4............10.5.....7..... Pasang Tri tatwa. Mantram Caru dewasa ala.......

4.8.8. Penghormatan di Gunung Agung................. 58 4.8.9. Nunas Tirta ke Gunung Agung..................... 58 4.8.10. Maturan Canang Prascita (Tebasan Durmanggala) 4.8.11. Ngadegang Betara Nyatur ring Banten...... 59 4.8.12. Ngastawa Betara dan Pengiringe maka sami 4.8.13. Nedunang Betara ke Pengubengan........... 60 4.8.14. Nedungan Betara sami (dari Jawadwipa, dan Selam/Allah/Islam).................................... 60 4.8.15. Pengadegang ring suci.............................. 62 4.8.16. Ngabijiang (tempat mata air) Ida Betara sami 4.8.17. Tirta Pemarisudha...................................... 63 4.8.18. Nganteban Guling Bebangkit..................... 63 5 Upakara Ngawit Mekarya Wewangunan................ 63 5.1. Upakara.......................................................... 63 5.1.1. Dasar Bambang........................................... 63 5.1.2. Canang Pependem....................................... 63 5.1.3. Caru Pengeruak dan Mantra........................ 64 5.1.4. Banten Pengeruak dan Mantra.................... 64 5.1.5. Sarana dan Mantra...................................... 65 5.1.6. Upakara dan Mantra Mengukur (nyikut) Karang 5.1.7. Piteges Sesajen............................................ 66

59 59

62

65

6. Nganteb Piodalan Alit............................................ 67 6.1. Persiapan Muput Piodalan Alit......................... 67 6.1.1. Muput Tirta Gede (Sapta Gangga)............... 67 6.1.2. Setelah selesai muput tirta Gede, kemudian dipercikan................................................... 68 6.1.3. Ngawit Nanggen Genta................................ 68 6.1.4. Ngastawa Tirta............................................. 69 6.1.5. Pengurip Tirta.............................................. 69 6.1.6. Jaya-Jaya Tirtha............................................ 69 6.2. Muput Piodalan Alit di Merajan/Sanggah......... 70 6.2.1. Byakaonan................................................... 70 6.2.2. Durmanggala (Pangastawa)......................... 70 6.2.3. Pengulapan (Pangastawa)........................... 70 6.2.4. Prayascita (Pangastawa).............................. 71 6.2.5. Lis (Pangastawa).......................................... 71 6.2.6. Ngosokan Lis (Pengastawa)......................... 71 6.2.7. Ngastawa linggihang dewa di Palinggih/Sanggah 6.2.8. Mendak Kepanggung di jaba (Baruna Astra) 72 6.2.9. Ngayat segehan ring Natah Umah............... 72 6.2.10. Medatengan ring Sanggah......................... 72

71

6.2.11. 6.2.12. 6.2.13. 6.2.14. 6.2.15. 6.2.16. 6.2.17. 6.2.18. 6.2.19. 6.2.20. 6.2.21. 7

Mapiuning Indik Piodalan........................... 73 Nganteb banten di pelinggih sami............. 73 Ngayab Banten Piodalan............................ 74 Ngayab Banten Pangemped lan Soda aturan Ngayab Penagi/Sesangi............................. 74 Ngayab banten Sambutan durung ketus Gigi Tri Sandya.................................................. 75 Muspa (Ngaggem Panca Sembah)............. 77 Margiang Benang Tebus............................ 78 Pengaksama ring Dewa Betara.................. 78 Nyimpen Bajra........................................... 79

74 75

Dewata Pawamana Soma...................................... 79 7.1. Resi Kasyapa, asita Atau Dewala.................. 79 7.1.1. Canda Gayatri (Sukta 13).......................... 79 7.1.2. Canda Gayatri (Sukta 14).......................... 80 7.1.3. Canda Gayatri (Sukta 15)............................ 81 7.1.4. Canda Gayatri (Sukta 16)............................ 82 7.2. Upacara Bajang Colong................................... 82 7.2.1. Banten Pasuwungan.................................... 82 7.2.2. Banten Pengelukatan di Dapur.................... 82 7.2.3. Banten Ring Sumur...................................... 83 7.2.4. Banten Ring Sanggah Kemulan.................... 84 7.2.5. Banten Bajng Colong................................... 87 7.2.6. Upacara Natab Sambutan............................ 89 7.2.7. Panglukatan Mala........................................ 99 7.2.8. Lindu Gemana.............................................. 100 7.2.9. Penglukatan Panca Geni (Orang Tilas)......... 101 7.2.10. Pecaru Gering Tempur............................... 102 7.2.11. Penglukatan Siwa Geni.............................. 103 7.2.12. Caru Manca Rupa (dagingnya bisa diganti) 7.2.13. Salwiring Pemanes Karang........................ 104 7.2.14. Pengasih Buta Muang Dewa...................... 108 7.2.15. Dwijendra Astawa...................................... 108 7.2.16. Surya Sewana (Bila sakit tidak ada obatnya) 7.2.17. Mantram Sebelum belajar Memantra......... 110 7.2.18. Pawisik Dewi Maya Asih............................. 111 7.2.19. Melapas Wewangunan Utama, Madya dan Nista 7.2.20. Pesimpenan............................................... 115 7.2.21. Mantram Arca Muang Mapendem Pedagingan Meru......................................................... 115 7.2.22. Katiban Durmanggala................................ 116 7.2.23. Puja Mawinten............................................ 116

103

109

113

7.2.24. Ananggap Dana......................................... 117 7.2.25. Penenang Jiwa yang Menderita.................. 117 7.2.26. Ilmuwan Mengerjan Ilmu Untuk Kebaikan Manusia.................................................... 118 7.2.27. Persembahan Weda Mantra....................... 118 7.2.28. Arti Penting Penguncaran Mantra.............. 119 7.2.29. Makanan disucikandengan Yadnya............ 120 7.2.30. Yadnya Menseimbangkan Dunia................ 120 7.2.31. Keturunan yang Melakukan Yadnya (bertambah) Baik....................................... 121 7.2.32. Tuhan Pencipta Tata Surya........................ 121 7.2.33. Menyebarkan Sistem Pendidikan dalam Weda 7.2.34. Yadnya dengan Mantra Weda dalam Gayatri 7.2.35. Yang Jahat Harus Disingkirkan................... 123 7.2.36. Mengenal Tuhan Melalui Penglihtan Spiritual 7.2.37. Mensucikan Hati dan Jiwa.......................... 124 7.2.38. Membersihkan Air Sumur dalam Weda...... 125 7.2.39. Yadnya Sejak Jaman Dulu Menurut Weda. . 125 7.2.40. Semoga saya tida pernah melanggar-Nya. 125 7.2.41. Jagalah Kami dengan Sinar Pengetahuan Spiritual.................................................... 126 7.2.42. Negara yang Sejahtera.............................. 127 7.2.43. Susunan Pencernaan (Analisa) Ilmu........... 127 7.2.44. Sebelum Beryadnya Manusia Lebih Dulu dilindungi Tuhan........................................ 128 7.2.45. Aktif dalam Ilmu Pengetahuan adalah Yadnya 7.2.46. Semoga Kami melenyapkan dosa-dosa Musuh 7.2.47. Mengucapkan Mantra Gayatri tiap Hari, menurut Weda......................................................... 129 7.2.48. Mencapai kebesaran melalui Tulisan......... 130 7.2.49. Berilah kami tinggal dirumah yang menyenangkan 7.2.50. Engkau Ajarkan (Weda) kepada Rakyat..... 130 7.2.51. Yang meninggalkan Yadnya ditinggalkan oleh Tuhan 7.2.52. Karmaphala dalam Weda........................... 131 7.2.53. Persembahan dalam Pitara dalam Weda. . . 132 7.2.54. Dengan pengetahuan untuk mencapai Kedewasan 7.2.55. Korban Api sebagai Yadnya....................... 133 7.2.56. Api pemusnah segala macam Penyakit..... 133 7.2.57. Sinarnya api Naik Turun............................. 134 7.2.58. Weda diucapkan untuk memperoleh Pengetahuan Spiritual ................................................... 134 7.2.59. Pengetahuan Petir melalui Weda............... 134

121 123 124

128 128

130 131

132

.......87... 140 Orang terpelajar yang berpikiran Mulia..2....62.70.2.2............. 148 Penciptaan dan Penguasa. 7....2.2..63.................... 146 Makna dan Fungsi Gayatri dalam Weda..... Tiga.........78................... 7......... 136 Perkawinan Muda berpegangganglah kepada Kebenaran............................2....2.... Sayair: Gayatri...60..............2. Yadnya Mantra harus di laksnakan oleh Rumah Tangga...............69....... 137 Suami tersayang dan Pemberani.........72. 7........... 154 Pemujaan Sawitri.73...... 7.. 7.........94.................... 7.......... 7....2............ 145 Weda mengajarkan Azas Demokrasi....67........ 137 kebahagiaan hari nin.......80......2..... Empat dan Delapan............91. Dewata: Saraswan.............. 7...2............2. 7... 7........ 7......2......2........... 7...76......2...................2............68... 148 Tiga puluh empat penyangga Yadnya...82.... 7.....75......... 136 Memberi Kesengan kepada Pengantin.......................... 145 Untuk memperoleh sifat Mulia. 145 Ceritera Ketuhanan dari Weda.....2. 7..... 148 Prasana Upanisad........................7............92... 138 Dosa yang sadar dan Dosa yang Tidak Sadar Guru Pemberi Rakhmat.......... 8 Brahmacari selama 48 Tahun..64. 206 137 138 142 143 Weda dan Mantra..2............ 7......... 7......95..... 7..2.....2..2.........88..... 7.....71... 144 Enam Belas Kala........2..2....83..2.. 7................. 7.. 143 Jinakan Pikiranmu dengan ucapan Weda Mantra Enam belas sifat dalam Berumah Tangga...................... 191 Samkya Darsana...... 7. 181 Sama Weda..... 139 Memberi Pengetahuan Siang dan Malam..2........2........... 7.............2..93.......... 140 Siapa Yajamana itu?.. 146 Suami yang tidak Beragama....61..................... 7......65......... esok dan setiap hari Lindungilah Perkawinanmu..66...... memberi makan dan memelihara Tubuh.... 7..........86..2. 7........ 149 Resi wasistha..... 135 Engkau Bercahaya laksana Matahari.................85..... 7........... 216 ... 163 Atharwa Weda.........90.2.. 7.. 7......... 147 Dhananjaya......... 7...... 135 Suami yang bercahaya......81........2...89........ 7...........2..2....... 139 Ajarkan dengan kata-kata yang manis.....2.....79.... 7.....84. 141 Kerjakan Yadnya Rumah Tangga dengan Weda Mantra........... 142 Mempelajari Weda dengan setulus hatimu 142 Weda Berkai satu.... Dua........77.... 7. 7..2....................74. 7.. 7..2. 141 Selenggrakan Yadnya dengan Benar.2....

................... Sastra sebagai alat komunikasi.. 229 9......................1......4...8......... 233 PENDAHULUAN D ilarang belajar mantra............. Dari mana sesungguhnya kalimat tersebut muncul...................... perilaku yang sembarangan itu sangat tidak baik manfaatnya..... Maka kita tidak cukup menerima begitu saja. sering mendengar sebuah kalimat... 8..................... banyak orang takut belajar mantrà..... “Aywà Wérà tan sidhi phalanià”.........................2.2...................... nanti bisa gila............ Dà melajahin aksarà modré/aksarà suci nyanan buduh nasé...... Orang dewasa memiliki banyak pengalaman........... 227 9....................... Pungsi Mantram. Putru....... 8.3...............................1.........4...... orang tua dan orang yang disucikan.. Majijiwan.............. Pembelajaran Orang Dewasa........ Orang dewasa mempunyai kesediaan belajar hal-hal relewan. Mantra.4......................... Orang dewasa dihargai kemandiriannya...1. Kemudian lebih lanjut tutur-dituturkan oleh tetua kita di Bali...................4.... kalimat ini harus ditelusuri lebih mendalam............ tutur tetua kita dan kalimat “Aywà Wérà tan sidhi phalanià”..... Nilai Magis Mantram.............3...... 8........... Weda........... ........... dan Dà melajahin aksarà modré/aksarà suci nyanan buduh nasé.... dan dari buku mana dan apa tujuannya......... 8... 8...3.... Jangan mempelajari aksarà Modré/aksarà suci...... Kidung...............2.............4..........4.................... jangan disembarangkan................3...... 216 218 219 220 220 221 221 222 223 223 9.......... 8...... Pemujaan setiap hari............... 8.....3..................5.. Proses Belajar..................... 227 9.. 8. Puja......................... Mantra Upasana dan Mantra Upadesa.4........ karena belum mengerti apa itu sesungguhnya mantrà disamping itu........ 227 9..... Dua pernyataan seperti ini sudah cukup menakutkan bagi orang Bali yang lugu dan hormat kepada tutur.................. 232 Bacaan Bacaan.................... 8....1........ 223 9..................2............................

berdosalah orang yang seperti itu. Kalau diperhatikan kalimat tersebut inti pokoknya terletak pada. pengetahuan praktis. papinehnya bawak. Bibijat wwang ika ngaranya. kalau orang berkeinginan dengan sungguh-sungguh. asalnya disampaikan atau di buatkan upacara kecil (Canang sari) dihadap para Dewa. yac ca-anyad upadesyam. amreyogakena Sang Hyang ri daleming sarira. dan jika melanggar akan memperoleh hukuman. amangguhaken kesengsaran. ring arep anembah Dewa. Arti bebasnya. Dibenarkan belajar Mantra. Arti bebasnya. yan benjangan padem wwang mangkana. . Rgweda. Karena perjalanannya tidak menentu. dan bagaimana rengreng mantra harus disuarakan agar mampu menyentuh sapta petala. roh-nya akan mengendap didasar neraka Candra Ghomuka.8. tidak memiliki guru. tanpa guru. Jika ada orang yang ingin mempelajari Sang Hyang Aji Aksara Sastra Suci. (Ringga Natha. yan manresti malih matemahan triyak yoni. dihukumlah oleh pengikutnya Kingkara bala. bagaimana tulisan mantra yang benar. kananda de para Kingkara Bala. papa ikang wwang yan mangkana. Samaweda dan Yajurweda. yang menyatakan: Yan han wwang kengin weruhing Sang Hyang Aji Aksara. Widyas ca wa awidyas ca. kalau dia lahir kembali. dan setiap pengetahuan yang harus diajarkan.23). jika mempelajari Aksara Suci atau Modre harus: diupacarai. Tidak memiliki Bapak dan Ibu orang yang seperti itu. apan embas/lekad tanpa guru. diperkenankan juga kepada orang yang belum Adiksa Dwijati (dinobatkan sebagai pemangku atau sulinggih). tan pangupadyaya/maupacara mwah tan ketapak. hanya dengan mempelajari Sastra buku-buku tidak dilakukan upacara. atmanya menados entipning kawah Candra Ghomuka. 2003:3). Apan lampahnya numpang laku. tidak anugrahi ketapak melalui nyanjan. karena kelahirannya tidak memiliki guru. mewastu mijil saking aksara. kweh prabedanya. (Athwaweda XI. Tuhan yang Maha Esa Yang Maha Agung (Makhluk Teragung). Sariram brahma prawisad rcah sama-atho-yajuh. sebagai bukti ketulusan hati yang paling dalam untuk memahami dan mendalami apa yang disebut dengan Mantra. sapta cakra dan sapta Loka. memiliki guru. kalimat yang menyatakan boleh belajar mantra menyatakan sebagai berikut: Kewala ikang amusti juga kawenangan wehania ri wwang durung Adiksa Dwijati. Segala macam zat memasuki tubuh manusia seperti misalnya kebijaksanaan. dia akan menjadi kotoran air yang mendidih dan akan menemukan kesengsaraan.Kalimat tersebut muncul dari Purwa Adhi Gama Sesana.

Astangga Yoga memberi perincian luas dan mendalam tentang delapan tingkatan yoga: yama (pengendalian diri). Dyana (pemusatan pikiran). jadi dengan upakara yang kecil (cukup) Canang Sari satu tanding disertai kesucian hati. Brata (mengendalikan panca indria). tetap menjadi landasan pengertian tapa. Tattwajnana atau kesejatian adalah hadiah yang paling berharga dari semua bentuk laku shadnan yoga.Konsep upacara ada tiga. dan yoga merupakan bagian dari enam aliran filsafat Hindu (niaya. yang disebut guru adalah: Guru Rupaka. maka dari itu seseorang belajar mantra akan terhindar dari segala kutuk dan hukum. Pratyahara (pengendalian pengindraan). Upastanigraha (mengendalikan sex). yang sebenarnya telah ada walaupun tidak disadari. Nyama (penyucian lahir-bhatin). yang ditengah sebagai simbolis Tuhan dalam Rumah Tangga yang sering disebut dengan Siwa Pramesti Guru. Dengan menghaturkan satu sesaji canang sari kehadapan Tuhan Yang Maha Esa. Guru Pengajian. Asana (sikap duduk/tubuh). brata sebagaimana disebutkan di atas. Ijya (sembahyang). Belajar Mantra berarti sebuah yoga. Meskipun sejarah telah banyak memberi warnanya tetapi konsep astangga Yoga. Guru Wisesa dan Guru Swadhiyaya. Swadyaya (mempelajari weda-weda/mantra). dan inti dari yadnya adalah ketulusan hati. Yoga mempersatukan Jiwa (atma) dengan Tuhan (Paramatma). Samadhi (menyatunya subyek-subyek). Secara khusus dan teknis yoga adalah pengaktualisasikan identitas. Upanasa (berpuasa). Keadaan inilah yang dijadikan landasan bersama dan pertama. sehingga dapat dikatakan bahwa untuk belajar mantra cukup dengan matur piuning di Sanggah Kemulan. Tidak ada pengikat yang lebih kuat dari maya. . waisasika. Snana (membersihkan badan). Swadhiyaya maka konsep guru telah kita lalui. yaitu: Dana (sedekah). maka konsep upakara dapat diatasi. sehingga menjadi sembilan konsep yang dapat dipakai sebagai pedoman Nistaning Nista. sangkia. Tapa (semadi). pranayama (pengaturan nafas). Dharana (perhatian memusat). yoga. Harus memiliki guru. Mona (mengendalikan kata-kata). mimansa. Secara alamiah yoga dialami sewajarnya oleh semua mahluk. karena sebenarnya sekali hanya dengan persatuan itulah semua yang ada itu ada. Tantra sangat meyakinkan kita akan kekuatan yoga sebagai bentuk sadhana “kubci” pengendalian zaman ini. weddanta). Pada tingkatan nyama terdapat sepuluh mental yang harus dipenuhi. Dyana (pemusatan pikiran). dan tidak ada kekuatan yang lain yang mampu menghancurkan ikatan itu selain Yoga. namun keadaan sedemikian ini dalam praktek kehidupan sehari-hari sering dilupakan. diantara tiga masing-masing dapat dibagi menjadi tiga.

otonan istri dan upacara odalan kecil di sanggah kemulan milik sendiri. Kedua untuk keluarga. Menurut hukum suci. akan mengalami kekeliruan atau terkena bencana permusuhan oleh orang yang lain. orang yang jujur dan keluarga (mereka) dapat dipejalari Weda atau mantra. yang sepenuh hatinya mentaati UU. Dari uraian di atas menunjukkan suatu larangan yang bersifat positif. yaitu pengetahuan praktis yang langsung harus dipelajari dalam praktek. Kitab tersebut menuntut pemahaman hakekat yoga shadhana ritual. kesepuluh orang-orang berikutnya adalah putra guru (yaitu) ia yang berniat melakukan pengabdiannya. Paling tidak mantram itu dipergunakan pertama untuk diri sendiri seperti mantram. agar dipergunakan sebagai jalan mensejahterakan kehidupan masyarakat untuk mencapai kedamaian bersama. seorang tidak boleh menceriterakan apapun kepada orang lain kecuali kalau ditanyai. Pembersihan Tangan. . orang yang berhubungan karena perkawinan atau persaudaraan. aptah caktorthadah sadhu swodhyapya daca dharmatah. seperti: Otonan anak. linggih berarti tempat. Bali sudah memahami mantra. telah memiliki sifat-sifat baik) dengan berkata: Aku adalah kekayaan anda. hendaknya orang-orang supaya bertingkah laku bijaksana diantara orang-orang yang memiliki pengetahuan yang sederhana. Selanjutnya dinyatakan. yang menjelaskan sesuatu yang tidak wewenangnya dan yang menyatakan pertanyaan yang bukan wewenangnya salah satu dan keduanya. demikian juga pengetahuan yang suci tidak seharusnya disebarkan kepada keluarga-keluarga dimana kemasyurannya dan kekayaannya yang tidak didapat dengan kesucian atau tanpa penghormatan kepada yang suci. 2000:15). Diantara kedua jenis orang itu. (Granoka. ia memberikan pengetahuan. agar didalam mempelajari Mantra mengikuti sistimatika dan etika bermantra. Pembersihan Bunga dan Mantram Tri sandya. demikian seseorang hendaknya tidak menjawab pertanyaan yang tidak wajar untuk dinyatakan. Pembersihan Dupa. Etika yang harus dipegang oleh orang yang mempelajari mendalami spiritual adalah: Kitrcah cisyo’dhyapya ityaha: Acarya putrah cusrusur njadado dharmikah cucuh. maksudnya orang yang dipercaya dimasyarakat.Zaman kali telah menurunkan kitab suci tantra. Pemahaman intensif memerlukan tingkat evolusi berpikir melalui praktek-prakteknya. Pengetahuan suci mendekati seorang Sulinggih (su-berarti baik. artinya hanya sebatas dikalangan rumah sendiri dan dilakukan upakara secara kecil-kecilan. orang yang menghadiahkan uang. orang yang suci. orang memiliki kemampuan rohani. Sebagai bibit yang baik tidak boleh ditaburkan pada tanah yang gersang.

dan kata Bahasa Inggris “mind” dan “metal”. “mens”. Silahkan. Dimana yang satu tidak akan bisa berfungsi tanpa yang lainnya. kemahakuasaan dan keagungan Tuhan yang Maha Esa. yang bisa mengendalikan panca indranya. Ia memiliki pikiran yang ia meditasikan. “metal”. Bahasa filsafat India. yang diambil dari kata latin “ments” (mind). dari seseorang telah menyatu dengan Tuhan. Ia berkonsentrasi pada kata sebuah “mantra” untuk “meditasi”. manfaatkanlah sesuai dengan tata dan etika dimana harus diucapkan. dengan demikian aku menjadi amat kuat.peliharalah aku. Kata “mantra” berhubungan dengan kata Bahasa Inggris “man”. Semua pengetahuan tersedia bagi orang yang spiritual untuk dipakai dan diketahui. menyebutkan sabda Brahman. (Weda Smerti. dan dimana harus dipujakan. 1. Dari sini kesadaran muncul dan menyentuh permukaan interior pikiran yang berhadapan dengan sang diri bukan merupakan indra-indra dan bagian dari dunia. Saat . semua itu hanyalah manifestasi fisikal. Mantram juga biasanya juga berisi permohonan dan atau puji-pujian atas kebesaran. Pengertian Mantram Mantram atau “mantra” yang biasa juga disebut Pùjà. pemikiran yang intuitif. Dan pada momen mikro. Pikiran bercampur dengan kesadaran yang bagaikan cahaya kilat. terutama dalam ruang spiritual. Mantra adalah suara yang berisikan perpaduan suku kata dari sebuah kata. Disini sinar kesadaran mengalir dan dari spiritual menghasilkan getaran mental. “Menos”. berupa kata atau rangkaian kata-kata yang bersifat magis religius yang ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. 1977/1978:109-115). berbudi baik dan tekun. yang ada dimana-mana. yang merupakan sumber dari semua pengetahuan dan kata. Uni suara yang disebut dengan mantra bukanlah mantra yang didengar dari telinga. yaitu dua sinar yaitu suara dan cahaya. yang berarti “untuk bermeditasi”. yang sangat halus seperti keseluruhan buku weda atau semua ke 330 juta mantra mungkin akan muncul. yang berasal dari kata Yunani “menos” (mind). Permukaan interior ini disebut dengan antah karana. “mind”. Jagat raya ini tersusun dari satu energi yang berasal dari dua hal. dan kata mantra diambil dari akar kata kerja Sanskerta “man”. belajarlah Mantra dan Memantra berdasarkan kesucian hati. diperkenankan juga memantra kepada orang yang belum Adiksa Dwijati. merupakan suatu doa. Tetapi serahkan saya kepada seorang Sulinggih yang anda ketahui pasti ia yang sudah suci. jangan aku diserahkan kepada mereka yang tak percaya. dan ketika telah memilikinya. Kalau orang berkeinginan dengan sungguh-sungguh. Dalam keberadaan meditasi yang tertinggi. Sumber mantra. kata-kata Tuhan.

2005:22-23) Ada bermacam-macam jenis mantra. Umat Hindu disarankan memahami dan mampu paling tidak mengucapkan Mantram atau Puja Trisandya dan Kramaning Sembah. pikiran rasional menjadi pemikiran verbal. Ini hanyalah tahap pertama dari vaikhari. dan mantra yang diucapkan guna kemakmuran duniawi serta anak cucu.pengetahuan muncul dari kedalaman buddhi kepermukaan luar. Sehingga apa yang disebut dengan pemunculan kata sebenarnya adalah kata-kata terselubung pada frekwensi Kata yang paling rendah. yang berupa sebuah daya pemikiran yang diberikan dalam bentuk beberapa suku kata atau kata. Dengan mantram. yang secara garis besarnya dapat dipisahkan menjadi Vedik Mantra. mereka dapat bersembahyang dengan bahasa yang paling dipahami. sebuah kata berbeda. kasih sayang Tuhan tertinggi. yang dapat dibagi lagi menjadi. sinar. Lalu setiap bagian ini selanjutnya dibagi mejadi sattwika. Oleh karena itu setiap bersembahyang umat Hindu sebaiknya mengucapkan matram yang disesuaikan dengan tempat dan waktunya. Kata-kata itu hanyalah proses manifestasi. dari seorang guru. getaran dari frekwensi yang lebih rendah dari pada yang terlebih dahulu ada. (Bharati. merupakan rajasika mantra. Para ahli agama bahkan menyatakan bahwa mantram dapat menghalau berbagai macam bencana. yang penuh dosa dan perbuatan demikian yang mendalam disebut warna-marga atau ilmu hitam. Mantram juga dikatakan sebagai ladang energi atau energi illahi (Tuhan) yang sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidup umat manusia. bersifat umum dan (b). 2). doa pada dewata. cinta kasih dan perwujudan Tuhan.29. adalah sattwika mantra. Pikiran verbal ini dalam pikiran. dua jenis mantram yang amat diperlukan pada waktu bersembahyang (Suhardana. Selanjutnya mantra juga dapat dibagi lagi menjadi tiga bagian yaitu: 1). Keterbukaan yang sebenarnya terdapat dalam meditasi yang paling tinggi yang merupakan dialog tanpa kata-kata atau pertukaran dengan Tuhan dan Jiwa. Mantra. 2004: 3. guna keperluan meditasi. disebut sebagai vaikhari oleh ahli tata bahasa dan ahli filsafat. maka akan dihasilkan getaran energi Tuhan sesuai dengan matram yang diucapkan. rintangan maupun penyakit dan merupakan cara yang terbaik untuk mencapai tujuan. rajasika dan tamasika mantra. Mantra yang diucapkan guna pencerahan. sedangkan mantra yang diucapkan guna mendamaikan roh-roh jahat atau menyerang orang lain ataupun perbuatan-perbuatan kejam lainnya adalah tamasika mantra. bersifat khusus. kebijaksanaan. Stotra. Stotra umum guna kebaikan umum yang harus datang dari Tuhan sesuai dengan . Namun jika tidak memahami mantram yang dimaksudkan. Tantrika Mantra dan Puranik Mantra. (a).30). Ini diselubungi oleh lapisan pikiran yang individual.

2004:7-8). konsentrasi penuh. bagaimana dan mantram apa yang harus diucapkan. 1997:92) Jadi dari uraian di atas menunjukkan bahwa Mantram. Likhita Japa. yaitu melaksanakan japa dalam hati secara teratur. hal seperti itu tidak baik.4. yang akan dibahas melalui tahap-demi tahap. merupakan suatu kata-kata yang diucapkan bersifat magis religius yang ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan segala manifestasinya. berulangulang dan khusuk (Titib. sedangkan do’a khusus adalah do’a-do’a dari seorang pribadi kepada Tuhan untuk memenuhi beberapa keinginan khususnya. mulut bergerak. sidhi phalanià. mulut tertutup rapat. maka .3. (3). 1. Kemudian dalam pengucapan mantram tersebut dijelaskan. teratur.1. yaitu melaksanakan japa dalam hati. yaitu melaksanakan japa dengan menulis berulang-ulang mantra japa di atas kertas atau kitab tulis. dan utama manfaatnya. maka pernyataan tersebut perlahan-lahan berubah menjadi Ayu Wérà. berulang-ulang. 1. semakin keras kita mengucapkan mantram maka nilainya semakin kecil dan sebaliknya semakin kecil kita mengucapkan mantram maka nilainya semakin besar. teratur dan ucapan mantram itu terdengar oleh orang lain. sangat baik untuk dibicarakan. Yang berisi puji-pujian dan permohonan sesuatu. maka dalam pengucapan mantram japa dibedakan atas empat macam sikap atau cara yakni: 1.kehendakNya. apabila suatu hal dilaksanakan dengan tujuan baik. berulang-ulang. tidak mengeluarkan suara sama sekali. nanti kemujizatannya akan hilang. Tetapi jaman semakin berkembang. Kawaca. juga disebut Puja. atau mantra yang dipergunakan sebagai benteng perlindungan. jangan disembarangkan/dibicarakan. dengan istilah Aywa Wérà. Belajar Mantram Secara umum mantram dari jaman dahulu sangat dilarang oleh tetua kita di Bali. Manasika Japa. namun tidak terdengar oleh orang lain.2. dan juga disebut Japa. sembahyang atau berdoa. secara teratur. (Maswinara. 2. Waikaram Japa. Upamasu Japa. sesuai dengan keinginan. maka dari itu karya tulis buku “Mantra dan Belajar Memantra” ini adalah sebagai Lakhita Japa. Hal ini disesuaikan dengan situasi dan tempat dimana. Dan para penulispun juga dikatakan melaksanakan japa. 1. yaitu melaksanakan japa dengan mengucapkan mantram japa berulang-ulang. Dari kedua pernyataan tersebut menunjukkan. tan sidha phalanià. Seperti halnya mengucapkan mantram dalam melaksanakan Tri Sandya.

1. Tetapi kalau pembicaraan untuk ke hal-hal yang negative. mewastu mijil saking aksara. tidak dianugrahi (ketapak) berdosalah orang seperti itu. tan pangupadyaya/maupacara muang tan ketapak.2.segala sesuatunya dapat dibicarakan atau di analisa. Kemudian secara teori. Maka dari itu marilah kita memantra dan Belajar memantra dengan. memang ada unsur larangan untuk mengucapkan Mantram. yang bertujuan untuk memuja manifestasi Tuhan. papa ikang wwang yang mangkana. walaupun belum memenuhi persyaratan tersebut di atas. sredaning manah. tetapi ada juga unsur yang memberikan kesempatan untuk belajar mengucapkan mantram kalau hal itu dilakukan dengan tujuan baik. amreyogakena Sang Hyang ri daleming sarira. Sebelum Mantam Tri Sandya Sebelum Tri Sandya di mulai bersihkan: Tangan kanan dengan Mantram: Om Suddhamam Swaha Om bersihkanlah hamba Tangan kiri dengan Mantram: Om ati Suddha mam Swaha Om bersihkanlah hamba 3. dengan hati yang tulus ihklas untuk mengabdi tanpa pamrih. tanpa guru. untuk mencapai kesempurnaan. Mantram Umum 3. Apabila ada orang yang ingin belajar Sastra. sebaiknya jangan dibicarakan karena akan mendatangkan malapetaka. 3. Tetapi kalau dilakukan dengan cara yang baik (sesuai situasi dan hati nurani yang belajar Mantra). Larangan yang dimaksud untuk mengucapkan Mantram adalah: Yan hana wwang kengin weruhing Sang Hyang Aji Aksara. hal tersebut diperbolehkan. Mantram Tri Sandya Om bhur bhuwah swah tat sawitur waremnyam bhargo dewasya dhimahi dhiyo yo nah pracodayat Om Narayana ewedam sarwam yad bhutam yac ca bhawyam niskalanko niranjano nirwikalpo nirakyatah suddho dewa eko narayana na dwityo asti kascit . Kewala ikang amusti juga kawenangan. dengan tidak memiliki guru.

Om Narayana adalah semua ini apa yang telah ada dan apa yang akan ada. . 2000:42-44) 3.3. lindungilah oh Sang Hyang widhi Om Ampunilah dosa anggota badan hamba. lindungilah hamba. sucilah dewa Narayana. dan Purusa. Sikap Sembahyang dan Kramaning Sembah 3. Brahma. cakupan tangan diletakkan di atas dahi hingga ujung jari ada di atas ubun-ubun. bebaskanlah hamba dari segala dosa. semoga Ia memberikan semangat pikiran kita. diantara kening. Kehadapan Sang Hyang Widhi. Santih Om Artinya: Om adalah bhur bhuwah swah Kita memusatkan pikiran pada kecemerlangan dan kemuliaan sang Hyang Widhi. diri hamba papa. Rudra. Iswara. (Propinsi Bali. ampunilah hamba dari kelalaian hamba. 3.1. perbuatan hamba papa. Kehadapan para dewa (dewata). Parameswara. ampunilah dosa pikiran hamba.3. Ia hanya satu tidak ada yang kedua. Om Engkau dipanggil Siwa.2. bebas dari perubahan tak dapat digambarkan. Om Ampunilah hamba Sang Hyang widhi.3. Mahadewa. Wisnu. kelahiran hamba papa. ujung jari-jari tangan di atas. yang memberikan keselamatan kepada semua mahluk. Santih. Om Hamba ini papa. bebas dari noda.Om Twam siwah twam mahadewah Iswarah parameswarah Brahma wisnusca rudrasca Purusah parikertitah Om Papa ham papakarmaham papatma papasambhawah trahiman pundarikkaksa sabahyabyantarah sucih Om Ksamaswa mam mahadewa sarwaprani hitangkara mam moca sarwa papebhyah palayaswa sada siwa Om Ksantawyah kayiko dosah ksantawyo wacika mama ksantawyo manaso dosah tat pramadat ksmaswa mam Om Santih. bebas dari kotoran. ampunilah dosa perkataan hamba.

Kepada para Bhuta. 3.4.3. kami memuja-Mu. Menyembah sang Hyang Widhi sebagai Sang Hyang Raditya (Sarana Bunga) Om adityasya param jyoti. Kepada sesama manusia. hamba menghormat. sinar Sang Hyang Surya yang maha hebat.3. (Sarana Kawangen) Om nama dewa adhisthanaya. ujung jari-jari tangan berada di ujung hidung.2.4. 1997:92). dengan ujung jarijari tangan mengarah ke atas.5. kepada Siwa yang sesungguhnyalah berada di mana-mana. kepada Ardhanareswari. sarwa wyapi wai Siwaya.3. tangan di hulu hati. Om kepada Dewa yang bersemayam pada tempat yang tinggi. Kepada Pitara (roh) Leluhur. tangan dihulu hati.3. 3. ardhanareswaryiya namo namah. Om. . arcanam sarwa pujanam nama sarwa nugrahaka. hormat kepada-Mu pembuat sinar. kepada Dewa yang bersemayam pada tempat duduk bunga teratai sebagai satu tempat. 3. Engkau bersinar merah. Menyembah Tuhan sebagai Ista Dewata. Om Anugraha manohara. bersihkanlah hamba 3.3.4. bhaskaraya namo stute. tetapi ujung jari-jari tangan mengarah kebawah. (Titib. Engkau yang berstana ditengah-tengah teratai putih.3.4. sweta pangkaja madhyastha.4. Sembah Puyung (cakupan tangan kosong) Om atma tattwatma suddha mam swaha Om atma. padmasana ekapratisthaya. dewatdatanugrahaka. (Sarana Kawangen). Tuhan Yang Maha Esa.4. rakta teja namostute.1.4. Menyembah Tuhan Sebagai Pemberi Anugrah. 3. Yajnanga nirmalatmaka. Dewata yang di puja adalah Sang Hyang Siwa yang berada dimana-mana. Dewa dewi mahasiddhi. atmanya kenyataan ini. seperti persembahyangan Purnama Tilem. 3. Panca Sembah 3.

Ong Ang Ah Siwa sunya ya namah. bebas dari rintangan. Genta) Ong ksama swamem jagadnatha Sarwa papa wiratarem Sarwa karya sidham dehi Prenamya sure swarem Ong twam surya twam siwa karen Twam rudra bahni laksanem Twahi sarwa gatokarah Mamo karyaprayojanm Ong ksama swamem maha saktyem Hyati ksma srayem gunatmakem Mascayet stata papa Sarwa loka darpanem Ong Ang Ksama sarwa purnem ya namah swaha. (Bangli. kesempurnaan. hormat pada-Mu memberi semua anugrah. Mantram dalam Yadnya . Ngaksama Jagadnatha (Sarana.5. Ong Pat Windhu dewa ya namah. shanti Om. kebahagiaan. Om Engkau menarik hati. 2005:91) 4. (Prop Bali. berwujud yadnya. Sekar. shanti. Kemahasidian Dewa dan Dewi. anugrah pemberian dewa. Om shanti. panjang umur.6. 2005:88) 3.4. pemberi anugrah. 200:56-59).4. Ngewaliang Ida Bhetara (sarana Sekar. 3. Ong Pramasiwa ya namah. Genta) Ong Ong Prama Siwa sunyatmane ya namah Ong Ong sudha Siwa niskalatmane ya namah Ong Ong sudha Rudra atyatmane ya namah Ong Ong Mahadewa niratmane ya namah Ong Mang Iswara paratmana yan namah Ong Ung Wisnu antaratmane ya namah Ong Ang Brahmatmane yan namah Ong Siwa ya namah.7. Sembah Puyung (Jari-jari dicakupkan tanpa bunga) Om dewa suksma paramacintyaya nama swaha Om hormat pada Dewa yang tak terpikirkan yang maha tinggi dan gaib. pribadi suci.Laksmi siddhisca dirgayuh. 3.4. pujaan semua pujaan. kegembiraan dan kemajuan. Nirwighna sukha wrddhicsa. Ong Sadhasiwa ya namah. (Bangli.

maka terlebih dahulu perlu kita ketahui. yang berarti Sinar. b). seperti sikap tangan yang dinyatakan sebagai berikut: a). (Suhardana. sedangkan Dewa adalah Div. d). dengan sebutan yang berbeda. sehingga dalam memujanyapun juga berbeda. dengan kedua ujung ibu jari tangan menyentuh hidung. Sang Hyang Widhi itu adalah Tunggal dan Div atau Dewa itu adalah banyak. cakupan tangan diletakkan di hulu hati. c). Secara umum dijelaskan bahwa dalam agama Hindu terdapat lima Yadnya yang disebut dengan Panca Yadnya. Mantram Widhi Yadnya Sebelum kita mulai menyebutkan mantram Sang Hyang Widhi Yadnya. Tetapi dalam prakteknya.4.Bersembahyang kehadapan para Dewa (Dewata) cakupan jari tangan ditempatkan ditengah-tengah dahi dengan ujung kedua Ibu Jari tangan berada di antara kedua kening. Ya Tuhan hamba memuja-Mu. Jadi sembahyang kehadapan Sang Hyang Widhi. macam yadnya. dan secara logika antara Sang Hyang Widhi dan Dewa tidak sama. Sembahyang kehadapan Tuhan Yang Maha Esa (Sang Hyang Widhi).1. 2005:10). sebagai Batara Siwa (Tuhan Yang Maha Agung) dan merasuk kesegenap mahluk. Ya Tuhan sucikanlah diri hamba Om Puspa Danta Ya Namah Ya Tuhan sucikanlah bunga ini Om Nama Dewa Adhi Sthana Ya Sarwa Wyapi Wai Siwa Ya Padmasana Eka Pratista Ya Ardhanaresawaryai Namo Namah. dengan ujung jari menghadap kebawah.Bersembahyang kehadapan Bhuta. Bersembahyang kehadapan Pitara. yang terdapat dalam Sembah Puyung: Om Atma Tattwatma Suddha Mam Swaha. Ya Tuhan hamba memuja-Mu sebagai Yang Maha Tunggal. kedua tangan dicakupkan di atas dahi. sehingga ujung jari tangan berada di atas ubun-ubun. Karena Sang Hyang Widhi Yadnya diidentikkan dengan Dewa Yadnya. merupakan sinar suci dari Tuhan. adalah sembahyang kehadapan Tuhan dalam wujud Tunggal yang sifat-sifatnya dipuja oleh semua umat agama di dunia. cakupan jari tangan ditempelkan diujung hidung. Sang Hyang Widhi adalah simbolis Tuhan Yang Maha Esa. Om Ayur Wrddhir Yaso Wrddhih Wrddhih Prajna Sukha Sriyam .

18). Santih. Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba baik. Wage Dunggulan. Ya Tuhan semoga memberi panjang umur (nutuggang tuwuh) dan keselamatan dan tiada rintangan. 27). 28). Budha Klion Paang. Banyu Pinaruh. Tumpek Landep. Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba sempurna. Santih. 1984). Tilem. Anggara Klion Julung wangi. Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba selalu bahagia. 9). Sukra Manis Kelawu. 24). Om Ya Tuhan. Sabuh Mas. Redite Wage Kuningan. 29). Buda Wage Kelawu. 3). 16). Semua itu ciptaan dan kebesaran Tuhan juga. Tumpek Bubuh. Soma Klion Kuningan. kebijaksanaan dan kebahagiaan yang diberikan kepada hamba. menjadi suluh batin hamba. 11). 19). 7). Klion. semoga damai di hati. 26). Mudah-mudahan hamba saling mengasihi sesamanya dan semoga semua kegelapan pikiran menjadi sirna. 21). 15). 20). Kuningan. Wrespati Wage Sungsang. 10). Setelah selesai melaksanakan puja matram di atas. Anggara Klion Kulantir. Saniscara Umanis Watugung. Purnama. Sukra Paing Dunggulan. Soma Ribek. 8). Wrespati Manis Dunggulan. 22). terima kasih atas karuniamu. 25).2. Om dewa Suksma Pramacintya Ya Namah Swaha.Wrespati Umanis Dunggulan. Sukra Wage Kuningan. Galungan. Wage Dunggulan. (Pramadaksa. 6). Om Santih. Dewa Yadnya Yang termasuk dewa yadnya adalah setiap: 1). Pager Wesi. 4). 5). diangkasa sebagai matahari dan bulan. maka dilanjutkan dengan mantram-mantram sebagai berikut: . hamba ibaratkan keluhuran-Mu didunia sebagai sungai Gangga. 23). Ya Tuhan semoga semua karunia berupa kebahagiaan. ketentraman. 17). Ya Tuhan hamba ibaratkan kebesaran-Mu sebagai Gunung Mahameru. 2005:40-49) 4. 12). damai di dunia dan damai selalu. Sukra Wage Wayang. 14). 2). (Suhardana.Dharma Santana Wrddhih Ca Santuet Sapta Wrddayah Om Yawan Merau Sthito Dewah Yawad Gangga Mahitale Candrakau Gagane Yawat Tawad wa wijayi Bha wet Om Dirgahyur Astu Tathastu Om Awignam Astu Tathastu Om Subam Astu Tathastu Om Sukam Bhawantu Om Purnam Bhawantu Om Sreyo Bhawatu Sapta Wrddhir Astu. Paing Dunggulan. Redite Umanis Ukir. 13). Ya Tuhan semoga semuanya sejahtera.

Ongkara aksara jiwatman. Ngarga Tirta. Om Na Ma Si Wa Ya. Om I Ba Sa Ta I. Om puspa danta yan namah (sekar) Om Sri Gandheswarya ya namah (miyik-miyikan) Om Kung Kumara Wija yan namah (bija beras) Om Ang Dhupa dipastra ya namah (dupa) 4.9.2. Om Ya Wa Si Ma Na Om Mang Ung 4. Tadd-amrta manoharam .1.3. Sembah Kuta Mantra.2. Gangga dewi namu namah. Om Hrang Hring Sah Paramasiwa-amerta ya namah 4. Padmasana Ring Toya. sarwa kala Bhuta bholta ya namah 4. Om Hrang Hring sah paramasiwa Aditya ya namah 4.4. Om Gangga Dewi naha punyam Gangga salaca medina. Utpeti Kang Toya. Om Sa Ba Ta A I.2.2. Om Ang Kang Khasolkaya swasti-swasti.2. Anuksma-amrta jiwani. Om Sri Gangga Mahadewi.2.2.6. Dewa Pratista. Metabuh arak/ berem.8. Wija. Mersihin eteh-eteh upakara (mesarana sekar lan Bija): Om Grim Wausat ksama sampurna ya namah 4. Ngutpeti Toya Ring Sangku. Gandaksata. Om Ang Brahma-amerta dipa ya namah Om Ung Wisnu-amerta dipa ya namah Om mang Iswara-amerta dipa ya namah 4.11. Om Om Padmasana ya namah Om Om Anantasana ya namah 4.2.4.10. Om Ang Ung Mang 4. Menghaturkan dupa. Aturi Kang Toya Puspa.5.2.2.2. Gangga terangga samyuktam.2.7. Sembah Siwa Amerta. Om Om Dewi-Dewi pratista ya namah 4.

Candra nadha bhandu drestham. sarwa papa winasana ya. Ngaskara Bajra.2. Om Ghantayur pujyate dewah. Mantra bija. sarwa rogha winasana ya namah. Wara Siddhi nih samsayam.Om Utpeti ka suram ca. Ngremeki bija (mengaduk. Apasang bija. Spulingga Siwa twam ca. Abhiwada wadanyam. ring ring ring ring ring sirah : Om Ing Isana ya namah lelata : Om Tang tatpurusa ya namah tangkah : Om Ang Aghora ya namah bahu kanan: Om bang bamadewa ya nama bahu kiri : Om Sang Sadya ya namah 4. Akena bija. . Abhawa-bawa karmesu Warada bIabdha sandenam. Om Idham bhasman param guhyam. di atas tangan) Om bang Bamadwa guhya ya namah Om Bhur Buwah Swah amrta ya namah.13. Ongkara parikirtitah. Utpeti sri wahinan ya namah swaha. Om Kara Sadasiwa Stham. Ghanta sabda prakasyate. saha uleng ning kayun: Om Bhur Bhuwah Swah swaha Mahaganggayai tirtha pawitrani ya namah swaha.12. Raris ider kang toya ping tiga. Om Ghanta sabda mahasrestah. Utpeti ka tawa goras ca. Jagat Nata hitangkarah. Tumuli masirat ring raga: Om Ang Brahma-amrta ya namah Om Ung Wisnu-amrta ya namah Om Mang Iswara-ammrta ya namah 4.2. sarwa kalusa winasa ya. Utpeti sarwa hitan ca.

Sembah Hyang di Ring Merajan Sanggah Kemulan. Sang Hyang Trinadipancakosika.2. Mantra Pengulapan.16.2. 4. di Merajan . guru pantarem dewam. Jiwatman trilokanam. yang ana kalangkahing dening sona. (Natha. Om Pakulun Hyang ning prana-prani. kaiberan dening ayam. sudha klesa winasanem. jiwatmanem tri lokanem. urip waras dirguyua sang inambean mwah sang unulapan.17. pakulun manusa nira handa sih waranugrahanira.15. mekadi sang Hyang Lewihing bebanten. Ong guru dewa guru rupem. guru madya guru purwem. Sang Hyang Sapta dewata. 4. nanda tirta panglukatan. sarwa jagat jiwatma takem.2003:12-24). Anglukat Banten.2. tri purusah sudatmakem. kaporod dening wek. Om Guru paduka dipata ya nama swaha. Om Brahma Wisnu Iswara dewan. kacekel dening wong camah. ledang paduka bhatara anglukat angebur dasa malaning bebanten kabeh.Maklener apisan (Ngaskara) : Om Om Om Maklener ping kalih : Om Ang Ung Mang Maklener ngelantur : Om Ang Kang Iswara ya namah 4.2. Sang Hyang Wesrawana. Sang Hyang Premana. Om Siddhirastu ya namah swaha. Ong dewa-dewa tri dewanam. guru dewa sudha nityem.14. Sawrwa jata pratistanam. Suddha klesa winasanam. wastu suddha paripurna. Sembah Hyang Kemimitan/Paibon/Dadya/Pedharman Om Brahma Wisnu Iswara dewam. Hyang ning sarwa tamuwuh. nandha raksanan den rahayu. sarwa jagat pratistanem. Ong Ong guru paduka byonamah swaha 4. ya ta kaprayascitta denira Sang Hyang Sucinirma. Om Siddhirastu ya namah swaha. tri murti tri lingganam. Om Pakulun Sang Hyang Sapta petala. mekadi Sang Hyang Urip Sira amanggihaken ri stanan nira sowing-sowang pakenaniing hulun hangeweruhi ri sira.

Sembah Hyang di Purnama /Tilem. Ong siddhi ragem namastute. Panca rsi panca tirtham. wicak satya arawiyem. sweta manca kala runem. Lingga rsi mah lingam. (Bangli. IB. namo candra namo namah.20. Om Ung Manik Jayas ca.19. candra yanti prenamyakem. Om Ang Gong Gnijya namah swaha.2. Om Isana sarwa widnyana. semoga hamba terbebas dari segala bencana. yang berkenan turun menjiwai isi tri loka. Brahmano dhipati Brahman. Tt:17). Ong candra mandala sampurnam. sarwa brana busitah.Ya Tuhan selaku Brahma. Wisnu Iswara. Stuti Stava 157. nama candra namo namah. 4. dewa tri purusa maha suci. Tri dewa adalah Tri Murti.1 dikutip oleh (Kanca. Tri Purusa suddhatmakam. Om Siwa Rsi maha Tirtham. semoga seluruh jagat tersucikan.2005:35) 4. Ong Ong candra dipate ya namah. Om Siwa dipata ya namah. Sembah Hyang di Pura Desa Mwang Bale Agung. sumerus ca. Om Ang Gnijaya jagat patya namah. candra dipa parem jotir. Sembah Hyang di Kawitan Ratu Pasek. Om Om Panca Rsi Sapta rsi paduka Guru byo namah swaha. Om Hyang Widhi dalam wujud-Mu sebagai Brahma.2. bersih serta segala noda terhapuskan oleh-Mu. (Kaler. Wisnu Iswara. Ya tuhan selaku Bapak alam hamba memuja-Mu. Sa ghanasca De Kuturan Bharadah ca ya namu namah swaha. dhara gopati madanem. Siwastu Sada Siwaya. Sapta Rsi Catur Yogam. Tri-dewa tri-murti lokam.2. Iswara bhutanam. 1983:21) Ong Brahma Wisnu Iswara dewam. nama candra namo namah. Ong karma dhaksa jagat caksu. . 2003:27-28) 4.18. (Ringga.

1983:21-22) Om Pranamya Bhaskara Dewam Sarwa klesa Winasanam Pranamya Ditya Siwartam Bukti mukti wara pradam Om Rang Ring Sah Prama Siwa Ditya Ya nama nama Swaha. 1983:21-22) 4. (Suhardana 2005:62). selaku Yang Maha Kuasa menguasai seluruh mahluk. selaku Siwa dan sada Siwa. Ya Tuhan selaku giripati yang Maha Agung. Sembah Hyang di Pura Prajapati.2. Mahaguru. Mahapratista.22. (Suhardana 2005:68-69). Ya Hyang Siwa hamba menyembah pada-Mu (Kaler. 4. Om Catur Dibya Maha Sakti Catur asrame Bhatari Siwa Jafatpati Dewi Durga masarira Dewi.2. (Kaler. Om Nam Dewa Adhistana Ya Sarwa wyapi wai Siwa Ya Padmasna Eka Pratistha Ya Ardhanaresswaryia nama namah. Om Giripati maha wiryam. Dewa dari semua Dewa. Hyang Tunggal yang maha sadar. Maha Suci. (Suhardana 2005:68-69). linggam Sarwa Dewa Pranayam. hamba memuja-Mu sebagai Dewa Durga/Dewa Siwa.21. maha mulia. semua Dewa tunduk pada-Mu Om Giripati hamba memuja-Mu. selaku Brahma raja dari pada semua Brahmana. pencipta semua mahluk. Sarwa jagat pratistanam. Sembah Hyang di Pura Dalem.Ya Tuhan. Om Brahma Prajapatih Sresthah Swayambhur warado ruruh Padmayonis catur waktro Brahma salam ucyate (Stuti & Stawa 483. .4) Om Hyang Widhi dalam wujud-Mu sebagai Brahma Prajapati. pemberi anugrah. 4. Om Giripati dipata ya namah.23. lahir dari bunga teratai. Maha Kuasa. Maha Dewa dengan lingga yang mantap. Sembah Hyang di Pura Puseh. Ya Tuhan dalam wujud sebagai catur maha Dewi. yang menjadikan dirinya sendiri.2.

Nang Mang Cing Wang Yang. Jayatte-jaya mapungat ya carthi. Maheswaram. Newidyam Brahma Wisnu’ca baksamdewa sarwadya inala bhoti. twam Mahadewa. Ciwa tattwa prajanah. siddhi sekala mapuyat parama Siwaya labhate.24. stutte. pujian terhadap Sang Hyang Widhi Om Twam Ciwa. canddhi kesayanamo stute. sagenah sapari warah. Astra Mantra dan Sthuti Om Ung Rah Phat Astraya namah Om Atma Tatwatma Sudhamam swaha Om Om Ksama sampurnaya namah swaha Om Sri Pasupataye Ung Phat Om sriyem bhawantu. (Titib. Ang Ung Mang namah. Bhatara Wisnu’sca purusa pari kirtitah. Om Grim Ksama heranya. Tata Cara Persembahyangan dalam Piodalan Om Ciwa sutram pawi-yapnya pawitram prajjapatti yo ayuswam bhala maste tejo.memiliki empat wajah dalam satu badan maha sempurna. Setelah pangelebaran Caru.ca siddhinti. jaca mapomesi. sarwa karya. Siwasya pranoto nityam.1997: 59) 4. Om Grim trepti laksanem. . sukham bhawantu. (Tri Bhuana Meru tumpang tiga) Om pranama Siwa Tang Ghayam. penuh rahasia. dyoyo nah pracodayat.2. Om Ariwam surya koti pratam-candra koti redayem. Hyang Brahma maha agung. Triloka sawangga sada-sidasah. Sang Hyang Widhi Om sarwa Dewa. Iswara-Parama swara. purnam bhawantu namah Sthiti Mantram Om Sang Bang Tang Ang Ing. Om bhur bhuwah swah tat sawitur warenyam bhargo dewasya pranato dimahi. parama gohyanam tri gunam-tri gunatma kem.

Ye toyamciwon ce yah. sarwa klesa winasanem. Pitra Yadnya 4. Om Siwa tattwatwaya namah. sarwa tirthem siyemsawem. Siwa Murti suka wahem. Dewa-data anugrahaken yarcanam. namah karya prajayate. Asta swarya gunatmakem. nasayet statem papem.3. Om Gangga mrtiya namah Om Candra mrtiya namah Om Siwa suddhamam swaha Om Atma tattwatmaya nam. tat to sima murti dewam. sarwa pujanem namah. Anugraha hano haram. ye toyem prameng srayem. Penuntun Metirtha Ong Rah Phat Astraya namah. pawitram mangghalam. brahma. Om Widya tattwaya namah. Tirta Puwa Pangentas Wong Preteka. jale dewam rsi sangke. Maheswaram. ksama swman sakti. sarwa halaka terpana ya namah.Ksama swamam jagat natha sarwa papani rantaram sarwa karya kidandiki. twe meweh sapwe mi yadi ye na sakti bhawisiyate. .1. Twam Ing Swara Gata karah. Om Sri Samara wan amah. Ong idam toyam wimalan dewam sarwa kali kalusa prasame namah swaha. Twam Suriya. wisnu.(Atmanadhi. Sarwa roga pramanem. nugrahanem bagawan dewi maye datem. Sarwa nugrahakem Dewa-Dewi maha idem. Twam Ing Rudra bhanilaksana. 1972:82-86) 4. swaroma yem. sarwa papa winasanam. Antaranta maye cubhem. Ciwa angga Siwa samahen.3. Me Basme Ong Idam basma param guhyam. tirtha jatah pawitrakah. dwam sarwa manggalanne sanem. twam Siwa karah. laksmi sidhi’sca dhirga yur nirwighnam sukha kretam.

punika pisan sane ngawanang. 4. satunggil diangken I Para Jana mangda mapunya ring Sang Sadaka sane pageh ngamong berate lan . dewanemlila nasanem.5. Resi Yadnya Yang dimaksud dengan Rsi Yadnya. Brahmangga. mawit sakeng pelaksanaan swadharmaning Sang Sadaka ring para janane sami. 4.3.3. I para jadmane wenten utang mabudi ring Sang Sadaka. Hung hur suma gangga idem toyem.2. deweye nameste ye namo namah. Om Sri Pasupatiye namah. maha nadhi tre priyem tatha sarwa dewati. Ring tepengan punika waluya kapatutang/dharmaning bhakti. kebawos Rsi Renam. ste bhagawan Gangga nama ‘stuti nala muwapuh.3. 72:81-82) 4. pamulihan sanghyang Atma (Ngentas) : Om Ang sarwa dewa bhiyo namah swaha (purwa/angga bajra mudra) Om Ang Sapta Rsi bhiyo namah swaha (daksine/mukha dada mudra) Om Ang Pitre bhiyo namah swaha (Utara hradaya/cakra mudra) Om Ang Saraswatiye bhiyo namah swaha (pascima/jihwa/nagapasa mudra) 4. Sthiti. Nyiratin Tirta Sawa Om jala siddhi maha sakti sarwa siddhi sarwa tirthem. Om Ang Sapta Rsi bhiyo namah. Siwangga: Triaksara. Siwa mrtha manggala ye Sri Dewi sawa mutate. 4.3. Gangga tirtha ye maha bhuta. Kramaning Pamuspaning Pitra. (Atmanadhi. Pralina. Tumuwut sang pitre adi nyasa ring catur desa. Om Ksama sampurnaya namah.Om ganerem maha tirthem. Om Atma tattwatna sudhamam swaha. Nama windu awaye swarem prabhu ibhuh samma kerttem maka patakwa sanem.4. Utpatti.4. sami iti weta-wetanya. (tangan kanan tiga kali) Om Ang Sapta Pitra bhiyo namah (tangan kiri tiga kali) Om Ang Sarwa Dewa bhiyo namah (tangan kanan lagi sekali). sarwa papa winasanem nama. Salilem winalem toyem-toyem tirtha swibbhawa wanem subiksa ye sama toye. nama siwa ya namah.3. Menekan Tangan.

Brahma Wisnu Mahe Suarem. nama namah swaha. (Pramadaksa. Baskarem siwangga layem. Selanjutnya mengenai peraturan Sulingih telah diatur pada Himpunan Kesatuan Tafsir Terhadap. Sarwa roga wisnu cartem. Brahmo siwa murti wiryem. terhadap masyarakat pada umumnya. Waham wata . Guru Pada Namas Karo Om Guru-pada namas karaan. Ong brahmanem brahma murtinem. Sarwa jagat pratistanem. Aspek-Agama Hindu I-IX (1982-1982:14). Dwijendra purwa siwem. Tatwad nyanem siwem. karya siddhis ca jayate. yang secara terus menerus menjalani hidup sebagai Sulinggih.swadharmaning kasulinggihan. Brahmanem purwanem siwem. Santi-pusti-wasat-karma. Siwa sada siwa sirwatem. . 4. untuk berkorban dengan tulus ihklas ring Sang Sulinggih. Siwa puja yoga meretem. Dewa mantarem sidhi wakyem dewa sandi sang yogatem. Pada kesempatan ini sepertinya telah dibenarkan sebagai wujud bhakti. (arti bebasnya: berawal dari pelaksanaan kewajiban Sang Sadaka (Sulinggih).4. Bramana purwa tististanem. Om Guru-paduka-byo namah. demikian juga sebaliknya Beliau sang Sulinggih terhadap masyarakat). dewa-dewa stiti guruh. sapunika taler panungkalikanya Ida Sang Hyang Sedaka ring Ida Para Jana. Dwijendra Astawa.4. Brahma peraja dipem lokem. Menyatakan bahwa: Tentang Kawikon/Sulinggih/Pendeta selaku Dwijati adalah suatu kedudukan khusus yang hanya bisa didapatkan dengan memenuhi syarat dan upacara menurut sesana serta sesuai dengan ketentuan-ketentuan Parisada. 4. (Pramadaksa. 1984). Siwa loka pratistanem.2. disebut dengan Rsi Rnam. Sarwa wigene winasanem. Yoga sidyem murtinem. Dwijendra baskara meretem. 1984). itu yang menyebabkan. Sarwa dewa masarirem.1.desyami Guru-pada dasyat sada.

Ong ganda pujiem Iswara nityem. Sang Hyang Astaka Widhi. (Gambar. astawem dewa paragiyem. Sang Hyang Yama. Sang hyang Indra. Ong Guru dewem. ya sarwa wigena wina sanem.3. . brahma siwa murti wiryem. 1986:47-8). Om Sriam bawantu swaha.tiga macam syarat untuk mengalahkan musuhnya yaitu: Sang Hyang Astaka Widhi. Kemudian datanglah seorang Raja yang bernama Bhanoraja. Brahma wangsabca. Lontar yang disalin oleh Sri Rhesi Anandakusuma. AUM Upacara Resi Yadnya Selain pernyataan di atas. membakar musuh yang ada dalam diri manusia. yaitu Resi yang dipercaya oleh Raja untuk menciptakan kesejahteraan dalam Suatu Negara. s Sarwa dewa pratistanem. 4. memberikan kemakmuran agar rakyat cinta kepada pemerintah. Sadasiwa maha wirye. Brahma putra pratistanem. Nada grutyem dewa mantrem. Sang Hyang Samirana.4. siwa loka pratistanem. Beliau seorang wiku yang telah melaksanakan segala dharma dari sejak masih kanak-kanak. dengan isinya sebagai berikut: Di Gunung Agrapati ada seorang Maha Reshi yang bernama Purbhasomya. Ong Brahmanem brahma murtiem. siwa sada siwa meretem. Ongkara mantra pujitem oma winayem maha wiryem. dan tidak terluka oleh segala macam senjata. Sarwawa dewamca. dan penulis ringkas. yang biasanya dipegang oleh “Bhagawanta”. yang disebut dengan Resi Yadnya adalah penghormatan kepada nilai-nilai kebenaran yang sejati. harus mengetahui gerak-gerik rakyat yang bermaksud buruk atau baik. Reshi Purbhasomya memberi petunjuk kepada baginda Raja agar melaksanakan.Surya merta pawiranem Yogi-yogi sarwa dewa. adalah seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat utama yaitu: Sang Hyang Agni. memberikan penyuluhan dengan baik dan teratur. Sang Hyang Surya. Sang Hyang Purana Yadnya dan Sang Hyang raja Kerta. untuk memohon petunjuk agar mampu mengalahkan musuhnya yang memiliki kesaktian yang tidak terkalahkan.

banyak mempunyai sisia.3. kalau ia membunuh maka dia harus dibunuh.3. . Pesan terakhir dari Reshi Purbhasomya. Setelah mendapat petunjuk.menegakkan hukum tanpa pilih kasih.4. Pikirannya hanya berguru kepada Sang Hyang Widhi Wasa. hingga memiliki ilmu yang tinggi.3. memperlihatkan Candi Prasada. Sang Hyang Pertiwi. untuk mengangkat Reshi sebagai “Bhagawanta” dengan dua belas kreteria sebagai berikut: 4. 4. Dengan cara demikian agar dapat guru yaga. dengan maksud berguru kepada Dewa Parameswara dan berhasil memiliki ilmu yang utama.4.4. kalau dia menggelapkan uang harus dikembalikan berupa uang. Sang Hyang Wesrama. dari Reshi Purbhasomya maka Baginda Raja melaksanakan petunjuk itu dengan baik. Wiku Ambeng. demi kemakmuran.4.5. Sang Hyang Baruna. memberikan penghargaan bagi rakyat yang berjasa. Demikian saja pekerjaan-nya. 4. 4.3. Sang Hyang Raja Kerte. memiliki pikiran yang cerdik dan menghukum penjahat negara. menjual ilmu pengetahuannya. 4. banyak bekerja sehingga mempunyai istri lebih dari seorang. dengan tekun melakukan kewajiban siang maupun malam untuk mendapat dana punia (guru yaga). Akhirnya musuh-musuh baginda Raja dengan mudah dapat dikalahkan. Hukumlah mereka yang bersalah dengan hukuman yang masih berlaku sesuai dengan Undang-Undang.4. Wiku Pangkon. bersama-sama belajar keluar negeri bersama pedagang.3. jangan sampai menghukum orang atas keinginan sendiri. wiku yang tidak bersaksi.2.3. wiku yang senantiasa berpegangan kepada sastra. memberikan hukuman sesuai dengan kesalahannya. wiku yang mengajarkan ilmu kepada orang lain dengan memikat hati masyarakat (amancing updesa). Wiku Cendana.4. memberikan ajaran yang dimiliki. Wiku Panjer.1. Wiku Palang Pasir. Sang Hyang Purana Yadnya.

beristri dan berputra tinggal didesa atau dikota hidup dalam masyarakat.8. memuja homa.10.3. ahli dalam segala macam filsafat.6. Pikirannya terasa terbang. Wiku mengawini wanita walaka. Wiku Bramacari.4. 4. Wiku Wanaprasthi.4.9. 4. selalu berbuat kebajikan. Wiku Grohita. Wiku senantiasa memperdalami kesusastraan. 4. menyelesaikan (muput) upacara yadnya agar menerima guru yaga.4. hidup sederhana. 4. siang dan malam pandangannya sama.3. teguh melakukan yoga semadhi.3.4. wiku yang membuat kebaikan dengan memberi petunjuk jalan (ngentas) kepada rohnya orang yang meninggal dunia. melakukan yoga semadhi. tidak mempunyai keinginan mengumpulkan kekayaan. Wiku yang mempunyai Nabe lebih dari satu orang.4. tidak beristri.11. 4.4.3. mengembara di dunia. meningkat-kan filsafat kebatinan (ambek niskala). Wiku Sanyasi. wiku yang disebut dari angka 1 sampai . mempunyai pengetahuan yang baik dan tidak beristri dari sejak kecil hingga lanjut usia. Begitulah ia laksanakan untuk mendapat guru yaga.12. mengajar ilmu pengetahuannya kepada siapa yang memohonnya. Wiku Grahasti. berbakti kepada Dewa di kahyangan. Beliau tidak beristri.4. Wiku Saba Ukir. Itulah agar Sri Aji (Baginda Raja) memaklumi ada 12 macam wiku.3. karena ia memerlukan mendapat mas perak. Tidak mementingkan harta benda.3. Wiku Sangara.4. Wiku tinggal menetap ditengahtengah hutan. bebas dari suka duhka dalam pergaulan di masyarakat. berbakti kepada Dewa. kepada Sang Hyang Widhi Wasa.7. rajin menghadiahkan buku (mendana pustaka). dunia ini dipandang rumahnya. telah sempurna tentang Tri Dharma (Dharma Tiga). 4. menerima tamu.3. dengan senang hati menolong orang yang menderita kesusahan. tidak tetap tinggal di masyarakat (ndatan ring negara krama). wiku hidup berkeluarga.

5.Ragamaya. manusia yadnya terdiri dari dua belas tahapan yaitu: 1). Manusa Yadnya Yang dimaksud dengan. . Bulan pitung dina. tidak boleh tidak negeri ini akan goncang dan menderita. 3). 9). yang memberi kehidupan pada alam. dukun yang mengeluarkan kata-kata yang beraneka macam. 2. 3. (Titib. Tigang sasih. Wawu hembas rare. maka pemerintahan (keprabon) bisa menjadi goyah. Dari sebab itu patutlah dipakai Sri Aji memperhatikan benar-benar keadaan Wiku yang akan dipakai pendeta untuk istana dan negeri. Kelahiran Bayi. 11). 1997:78) 4. Ngastawa Sang Hyang Kumara. Nempugin. (Anandhakusuma. dukun yang percaya kepada mimpian. 6).6 (Ya Tuhan Yang Maha Pengasih. Ada tiga lagi yang patut mendapat perhatian agar pemerintah tetap stabil.Pradhanamaya. 5). yaitu: 1. dukun menurut kehendaknya sendiri. 10).53.Suptamaya. Pawotanan. Pawiwahan. 8). tidak bersandar Sastra. Kepus udel.2. Om namah Kumara sad-anama ya. Wiku yang disebut dari angka 9 sampai 12 dinamai Wiku catur Asrama. 7). Metatah. 12). dan menegakkannya. dipandang wiku yang ada cacatnya (wiku ceda). suci dan melakukan dharmanya wiku (dharmaning kawikon). Pagedong-gedongan. semoga ia Sawitar memberi rahmat-Nya kepada kami untuk ketentraman hidup. dengan kemampuan untuk menghindari kekuatan jahat). 1994: 3-33) 4. 4.5. (Keselamatan Bayi dan Ibunya) Om Brhatstsumnah prasawita newisiano Jagatah sthaturubhayasya yo wasu.dengan angka 8 itu. dan dipercaya oleh pendukungnya/masyarakat). Ngraja Singa. Kalau wiku tersebut dipakai pendeta raja dan negeri. tidak bercacat. Kalau ketiga ucapan dukun itu Sri Jaya percaya saja. Roras rahina. Sa no dewah sawita sarna yacchatwasme Ksayaya triwartitamamhasah Rg. 4).5. Mapodgala atau Mawinten/Madwijati (sesuai dengan tingkat kemampuan seseorang. Ia yang mengatur baik yang bergerak dan yang tidak bergerak. Siki dwa jaya prati mayaloke Sad-kreti kanandakara ya nityam. Weda IW.1.

Brahmanya dewaya sikidwaja ya Senapratewa dahita ya nityam dewayam Namo’stu koncadala darana ya. Ong bang bane dewa ya namah. metatah. Om Rudra-atma kaya prati mayoloke. Ong seriya namu namah swaha.4. molongin karna. Sasti-praya yam ala santriyate. Kalisakane lara roga. Mala papa petakane sianu kabeh. Om ya namo. stu hanganila ya nityam.3.sti kajrambha kayajaya nityam. Namo’stu widya warada ya loke Namo’stu rohika wapiya. Namo. Potong rambut.stu tasme dwajawara pujitram. Huwah prakase warado namo’ stute (Ringga Natha. Om sang Sadaya namah (ring arep) Om Bang Bamadewaya namah (ring tengen) Om Tang Tat Purusaya namah (ring kalong) Om Ang Aghoraya namah (ring kiwa) Om Ing Isanaya namah (ring tengah).5. 2003: 64-65) 4. Mabiye kawon (Usapin taluh ayam Brumbun). Mesesarik.Namao. lare wigene papae klesane si anu. Ong sah osat namah. sidhi pari purnya namah (netra kalih) . Ong bhatare Bayu angiberaken lare roga. Namah sadakurtkuta namo hana ya. (Gambar. Sagilingan pagilingan male.5. Om Antiganing sawung pangawak Sang Hyang gale acndu. 1987:18) 4. Om Sang Sadyaya namah (alis) Om bang Bamadewaya namah (bahu tengen) Om Tang Tat Purusaya namah (tungir) Om Ang Aghoraya namah (bau kiwa) Om Ing Isanaya namah (hredaya) Om Rang Kaje sarase namah (bahu kiwa tengen) Om bhur Bhuwah swah Jwalon namah (Ratna kencana = pada kalih) Om Hring Kawacaya namah (sarwa angga) Om Bang netra ya namah Om Bang netraya namah. Om Namah sada-agni ya wiyaka ya.

Purnahayi. Pengisep Peras/daksina . Penganteban Peras. Om sdudha mala mari sidhi sasas dangku dirghayusa Om Ung Sapa panaya namah swaha Om Ang Pranama Siwaya namah Tetebusan Om Ang Maha Sidhiyam ya namah Kumur-Kumur Om Wakra sodhaya mam swaha Meraup Om gemana muktiya namah Mesesarik benang Om Purnatma. sarwa karmagate piwat. Om Ung Sarwa Dewa mrtaya namah. Pabersihan: Om Ang Bubu tirta harum Lis Om Nama Dewaya namah.saraswati mrtaya namah Sudha siddhiyem prayojenem. Brahma Bayu lara roga Bhawantu sang malis-lis. Sudhaman swaha. Ah Ah Ah. Om Ang Yang Om Ang Ung Mang. purnajiwa. Peras. sebaya wiyanta suci.Tepung Tawar. Pengambiyan. sampurna ya surya Candra madya pada Om Ung Sri-sriya wenasah. cintyyayet Dewa Wisraman. Om Siddhi rastunya namah swaha Suci Om Suci rwa-suci rwapi.

Om Ung Mang Mahadewa Sudhaya namah Pangisep salwiring Banten Om Hyang maha mrta Srayu Dewata , Ang-Ah. Penganteb Sesantun/Daksina Om Ang Yang Sukham amrta Sang Jiwanya namah Pebangkit/Gelar sanga Om Durgha bhucari namah swah. Om Khala bhucari namah swaha. Sang Bang Tang Ing Nang Mang Sang Wang Yang Ang Ung Mang namah. Pengaksama. Om Ksama swamam Mahadewa, sarwa prani hitang karah maoca sarwa papebyah, phalayaswa sama namah swaha. Om Samastha ta Mahadewi bharawi prete baksini Bhagawate twasya Durgha dewa bwatasya sakhalam, niskalam twam Rudra tam somya daryatesya wa Twaya Dhurgabhuta watyeya namo namah. Pabuktian Bebangkit/Gelar sanga Om Buktiantu durgha kentara. Bhuktiantu khala kewaca. Buktiantu nhuta nem. Bhuktiantu pisaca sagyem. Om Sendat-sendat robyo namah Om rich kecarik caru kero bhiyo namah swaha. (Atmanadhi, 1972: 88-90). 4.5.5. Smara Ratih (Menek Bajang) Om Pradana purusa sayoga ya, Windu dwa bhoktra ya namah. Dewa-dewi sayoga ya, paramasiwa ya namah swaha. Om Ananggah Kamani patni, Puspeso mandhani thata. Kamo Dhanawati patni, Mandani mandana tahta. Om manobhawa shobani ca, Sri mati makara dhwjah.

Kandarpa Somawatis ca, Sri Jayani ca manmatah. Om Kama Dewa Ratih Patri, Swetari smara ewa ca, Anatur nandini patni, Manasi jas ca tarini. Om kamadewa ca tarini Om Om Kamadewa ca Ratiye namah swaha. 4.5.6. Pakeling saha Seha. Om Pakulun Sang Hyang Pradana Purusa, Makad sira Sang Hyang kamajaya kamarath, mansan nra handa sih wranugraha ri sira, Amembah angadekaken yadnya pekalan-kalam nira sang bipraya wiwaha, ledang paduka Bhatara pada tumedun pada malinggih ring rwaning kukus arum Om Pranamya bkaskara dewam, Arswa klesa winasanam. Pranamya aditya siwartham, bhuktu mukti wara prdam. Om Hrang Hring Sah paramasiwa dewa lingga ya namah. Ringga Natha (2003:39-40) 4.5.7. Mawinten Sang jagi ngemargiyang indik upacara-upakara Pawintenan alit kawastanin Pawintenan Bunga/Saraswati. Orang yang bermaksud melaksanakan tatacara upacara-upakara Pawintenan kecil disebut Pawintenan Bunga/Saraswati. Om, Saraswati Namastubyah; Warada Ama Rupini, Sidhi-rastu Karaksami; Sidhi Bhawantu Me Shadam. Om Pranamya sarwa Dewa-Aksara; Paratma Atma Ewangga; Rupa Sidhi Karoksabet; Saraswati Namnyam. Mano

Om, Padma Patra Nama Laksmi; Padma aksara Warni Nityam; Pahalabaye Dewi Tubiyam. Selanjutnya diteruskan dengan Mangajapa Duh Sira sang Mawinten, Wus pwa sira binersihan, Mawintengama, Manke sira wuswruha ring kasucian, Aywa tan mituhu pawarah, Aji, tumuta kita susilan ira Sang Hyang Ayu, gelarana yoha lah, Semandinta, aywa tan rastiti ring agama, Yati-ka dalan Kita, Bhakti ring Bhatara Den langgeng pwa juga sira,

omastitikna, Maning sariranta, Kunag yan Sira umalaku, tan weang panganna angulahakna Sang Agma, Aggengakena Dharmanya, Anulis Sarwa Sastra, suksma tutur utama, muang gelarana puja mantra, Yan wus samangkana polah niya, weang ngungguhakena banten ring prahyangan, yan tan samangkana, Karya letuh ngaraniya, apan urung wruha ring kasucian agama, apan kasupatut den Panca Maha Bhuta Mala sariranta, wenang Winiten de Sang Sada Yogiswara, Yan tan samangkana tan sida hilang panca malanta mangkana, pratiyaksakna pawarahing sang hyang Aji Suksma, sih nirmala. (Pramadaksa, 1984). 4.6. Bhuta Yadnya 4.6.1. Susunan Bhuta Yadnya Pertama: 1). Segehan Alit & Agung, 2). Panca sata, 3). Panca sanak, 4). Manca kelud 5). Rsi gana, 6). Walik Sumpah, 7). Lebuh Gentuh, 8). Tawur Agung, 9). Panca wali Krama, dan 10). Eka Dasa Rudra. Mantram caru termasuk yadnya sesa, adalah sebagai berikut: 4.6.2. Yadnya Sesa. Om Ang Kang Kasolkaya kanaya osak namah swaha swasti-swasti sarwa butha sukha pradanya namah. 4.6.3. Pengelebaran caru-caru. Om Tang Ang Ing Sang Bang Ung Ca Tat Om Gunung Gangga dipataye. Om Hreng Rajastraya namah. Om Phat-phat, Om Ang-Sura bhalaya namh. Om Ung Cakra bhala ya namah. Om Sang Bang Tang Ang Ing Panca Maha bhuta bhiyo namah. Asep-Asep Om Ang Dipastra ya namah Cecepan Air Om Angga sukha mrtaya namah Penastan/Cuci tangan O namo namah swaha Pakakurah Om Ung Mang kama ya namh

Candra dewi Sunya Siwata pujinem. Pasupati Om sarwa wighna winasayantu Sarwa klesa-klesa winasayantu Sarwa duka winasaya Sarwa papa winacaya Sarwa papa winasaya namo namah swaha. Utara Wisnu Cakrastra Ersanya Sambhu Trisula Madya pada Ciwa Padma.Nerityem Rudra Moksalam. Panca Mahabhuta (serana: Genta dan Sekar) Akasa Ong akasa nirmala sunyem Rudra dewa byomantarem Siwa nirbhanem wiryanem Teja Ong tejo murthi nawa rupem Surya candra masarirem Sarwa teja diptadnyanem Arcanem sarwa dewanem. Pascima Mahadewa Pasca. .6. Biyahyem Angkus Sangkara. Ludra ni Santani dewi. (Atmanadhi. Dupa Gniya Mahesora. Adah sabda Ciwa Cakra Undah Prama Siwa Dwaja. wisnu Bhatari Sridewi. Siwaditya. Daksine Brahma Dandastra. Bayu Ong akasa bayu murthinem Sarwa marana wicitem Mertyu kslsmtsks rodrem Jagatem pretista lenggem Apah Ong Ung Wisnu trinayem. Om Iswara Bajrasta. Akasa Guru Trisulam Danendra ya namo namah swaha.Panglukatan Om Iswara Umadewi’ca Mahesora Laksmi Brahma Saraswati dewi.4. 1972:7880) 4. Mahadewi. Arda Nareswari linggam arcane ya namo namah.

Sri pancamaha bhuta byomanah swaha. Ong sekala niskalatmatwam Rodranta somya darayet Tasye durgha dewiywm tasye Durgha dewi namonamah Ong Ong sri durgha dewi dipate ya namah swaha Kala Stawa Ong byakta raksasa rupanca Webaksya twam capunah Somya rupa mawopnoti Twam wande waradham aum.Catur dewa maha sidhyem Wighna klesa winasanem Raga dosa winurcitem Pertiwi Ong pretiwi sarirem Catur dewa Maha dewi Catur asrama bhetari Siwa bhumi maha sidhyem Ong Ong Rang Ring sah wosat. Ong krura raksasa rupanca Wyakta ya rakta locanem Prape noti santo rupatwam Twam wande tri purantarem Ong Ong kala bhucaibyo namah swaha Butha Raja Stawa Ong bhuta raja maha krurem Saharsa kirana pradham Sadwaktrem sayutascewam Sakala swahitang karem Ong maha raksasa dasa bhujah Hiranyem garbhode sembawah . Durgha Stawa Ong sema kasta maha dewi Bherawi pretha baksini Baghawati durgha tasye Durgha dewi namonamah.

2005:76-78) Ngayab Upakara ke Bhuta (Caru Panca Sata) Ong sang bhuta baruna. wisnu dewatania. mantuk sira maring kayangan nira sowang-sowang. wusra manganannginum. (Bangli. pahing pancawarnania. purwa desanira. ajaken wadwa kalanira limang atus limang puluh lima. wusira anadah ta sira. Iti tadah sajinira penek kuning ayam buwik rinancana nangun urip. Ong Ang Namah Om pakulun sira sang bhuta tiga sakti. mantuk pwa sira ring kayangan nira sowang-sowang. Ong Ung rahpattastra ya namah Ong atma tatwatma sudhamam swaha . mantuk pwa sira ring kaynagn nira sowang-sowang. ajaken wadwanira sangangatus sangang puluh sanga. ajaken wadwa wadwa kala nira petangatus petang puluh pat. brahma dewatania. Iti tadah sajinira penek bang. ajaken wadwa kala nira pitung ngatus pitung puluh pat. kliwon panca warnania. rinancana winangun urip. wusira anadah amangananginum satetanjan. Ong Tang Namah. Ong sang bhuta aruna. Ong Bang Namah. ayam wiring winangurip. mantuk pwa sira ring kaynagn nira sowang-sowang. mantuk pwa sira ring kaynagn nira sowang-sowang. anadah ta sira wisira amangananginum satetanjan. Iti tadah sajinira penek amanca warna. bhetara siwa dewatanira. daksina desanir. Iti tadah sajinira penek puti ayam puti. Ong Ing Namah. umanis panca warnania. anadah ta sira. Siratin Caru (Sarana Tirta). pon pancanira. ajakaken kala wadwanira wulungatus wulung puluh wolu. Ong bhuta lembu kanya. Ong bhuta jangitan. anadah ta sira. Ong Sang Namah. anadah ta sira wisira amangananginum satetanjan. atatanjan. wusira anadah amangananginum satetanjan. Iti tadah sajina penek ireng ayam ireng rinacana winangun urip. rinacaca winangun urip. madya desanira.Bhuta preta simang rudhah Naga yadnya musubitah Ong Ong bhuta raja dipate ya namah. iwak ayam isa. utara desanira. pascima desanira. mahadewa dewatania.

Ong bhuktyantu dgurga katarah Byaktyantu kala mawaca Bhuktyantu sarwa bhutanem Bhuktyantu pisaca sangyem Matabuh Arak Berem Ong durgha baktya loka bhoktra ya namah Ong bhuta loka bhoktra ya namah Ong kala loka bhoktra ya namah Ong piasca loka bhoktra ya namah Pengerarem Bhuta (Serana: Genta.Ong sri pasupati ung pat Ong Sang Bang Tang Ang Ing. waras. amukti sira sarwa enak. lugraha sangadruwe caru kadhirghayusan. Nang Mang Sang Wang Yang. ra kaki bhetari gana. ra kaki bhetari gana. sama lolya. Aywa sira anyangkala swakarya punanu. apan sampun angaturaken caru kabaya kala. sama suka. amukti sira sarwa enak. Aywa sira anyangkala swakarya punanu. Ong sidhi rastu tatastu swaha. Ngayab Caru (Sarana Genta) Om pakulun kaki bhetara kala. teka waras. sama lolya. kasadya rahayuan mwang kaubagan. sekar) Ong mrana bhuta mararem . Ang Ung Mang. waras. sama suka. apan sampun angaturaken caru kabaya kala. Ong Ung rahpattastra ya namah Ong atma tatwatma sudhamam swaha Ong sri pasupati ung pat Ong Sang Bang Tang Ang Ing. lugraha sangadruwe caru kadhirghayusan. waras. kasadya rahayuan mwang kaubagan. teka waras. paduka bhetari durgha. Ong sidhi rastu tatastu swaha. sannhyang panca muka. paduka bhetari durgha. Ang Ung Mang. waras. Ngayab Caru (Sarana Genta) Om pakulun kaki bhetara kala. Nang Mang Sang Wang Yang. sannhyang panca muka.

sumurup maring hati. teka kita saking purwa dea. teka kita sakeng daksina desa. menadi sang bhetara Wisnu. sumurup maring amprui. sumurup ring bhuta kalika. Ong Bang Bamadewa ya namah Mahadewa.Sri damba dara yanganem Sri mantra trigata swara Sri daradhi maha mantrem Ong agni madya rawicewa Rawi madya candrma Candra madya sukla bhawet Sukla madya stiwa-tiwa. Ong Tang tatpurusa ya namah Ong sang bhuta ireng. teke kita saking madya desa. teka kita sakeng utara desa. Ong sidhi rastu tatatstu swaha Ong ksma sampura ya namah swaha Ong Ong swasti swastisarwa bhuta suka pradhana ya namah swaha. menadi bhatara siwa guru. menadi sang hyang Brahma. Ong Sang Sadya janten ya namah swaha Ong sang bhuta bang. Ong Ang Ahora ya namah. mur sah pwa kita kabeh dadi dewa dewi. sumurup maring papusuhan mrnadi sang hyang Iswara. teka kita sakeng pascima desa. Ong indah kita sang bhuta manca warna. pada alukat apupug denira bhatara siwa guru. Tirta penglukatan) Ong lukatira bhuta dengen. Ong sdhi rastu tatastu swaha . sumurup masing sarandhuning sarira kabeh. menadi sang hyang brahma. Ong Bang Bamadewa ya namah swaha. Lukatira bhuta kalika sumurup ring bhatari dhurga Lukatira bhetari dhurga sumurup ring bhatari uma Lukatira bhetari uma sumurup ring bhatara guru Lukatira bhetara guru sumurup ring sang hyang tunggal Lukatira sang hyang tunggal sumurup ring hyang tan paran Sira juga sangkan paran prasida kalukat mala petaka kabeh. Penglukatan Butha (Sarana: Genta. Ong sang bhuta pita. Parurupan Bhuta (Sarana: Genta Sekar) Ong sang bhuta sweta. sumurup maring ungsilini. Irika ta anglukat sakwehing bhuta kala kabeh.

Sang Kala Bhuta We-Uku. sira guruning bhuta kabeh. Sang Kala Bhuta Nganten. sang Kala Biantara. Bija genahing ring sanggah cucuk) Ong sang buta purusangkara. Ong Ung Rah Pattsastra ya namah swaha Pengaksama Genta atau bajra . prama siwa Panca maha bhuta byonamah swaha. Pralinan Bhuta (Sarana: sekar. Kang Kininda. Sang Kala Rumpuh. Waya. rung rung. Kasukanira Om dirga ayu rastu tadastu astu swaha. Sang Kala Bhuta Mrtyu. Dora. Sang kala Dharma. Sangkala Gni Bwaka. Belajar Mantram Genta atau Bajra. Iki iki tadah sajin iri sedaya. Sang Kala Kudang Kastu.6. Ong a ta sa ba I. Mengambil Genta atau Bajra. Sankala Astawara. Ong bhuta sahira ya namah. si wan a ma ya. Kepanca Maha Bhutan Ong pretiwi dewa sampurnem Apah teja jiwatmanem Bayu akasa premanem Durgha yusa jagatrayem Ong Rang Ring sah wasat. Sang Kala Pancawara. mantuke sira ring kahyangan nira sowang-sowang.5. Sang Kala Nawa Wara. Sama kabeh ring Sang adruwe caru. Sang Kala Sri jaya Mandala. Ang Ung Ing Ing namah swaha. Sang Kala Dwimba Pepet. Ong Mang Ang Ung ya nama swaha Ong Ung Ung bhuana sudha suksma ya namah swaha Ong Ong suksma ya namah. 4. Sang kala Sadwara. Sang Kala. Ong dukduk.Saluhuring Sang Kala Raja Merana. Sang Kala Sapta Wara. 4.6. dung dudung. 1976). Sang Kala Dumrana.6. Mantram Caru dewasa ala Pakulun Bhuta wetala wisaya.Ong Ang ksama sampurna ya namah swaha Ong guru padeke byonamah swaha.Sang kala Dasasengker. wangsulake bhuta nira riwusira mangananginum. (Pramadaksa.

Menyalakan dupa/Ambil Dupa nyalakan. Amusti Karana. (uniaken panjang/bunyikan panjang) (Swastika. Waradham labda sandeyah.3. 2006:66) Nyipen Genta Ong Ang namah. membersihkan sarana upakara dan mengistanakan para dewa pada upakara tersebut. Genta sabda prakasyatah. Ong Ang Kang kosal kaya swari ya namah swaha. Spu lingga siwa tattwanca. Sukham Bhawantu. (Swastika.7.Ong Ongkara sadha siwa stah. 2005:91) Ong Ang Kosal Kaya Ya Namah Swaha Ong Sriyam Bhawantu. Om Santih Santih Santih Om. ganti setiap habis Om Ang Brahma dipastra ya namah Om dupa amertha ya namah Om lingga purusa ya namah sawaha. Ongkara prakerthitem.7. Ong Ung namah. Pelaksanaan Upacara Sikap duduk tegak. 2006) 4. 4. (Bangli. tangan cakupkan pada dada atur nafas masuk lewat hidung Om Ang namah Om Ung namah . Candrada windhu nadhantem. tangan ditengadahkan diletakkan pada kedua belah lutut Omprasada stiti siwa nirmala ya namah Om padmasana ya namah Om lingga purusa ya namah swaha. Ngayab Bebanten Sebelum upakara dan upacara tersebut dimulai kita harus membersihkan diri.7.7. 4. Jagatnatha hitangkaram Abiwada wadanyah. Purnam Bhawantu. Abhawa-bhawa kamesu. seperti pada upakara /bebanten: 4. Ong gentayur pujitem dewa. Ong Mang namha (raris unyaken panjang) .2.1.

7. 4. Om Sidhir astu nama siwa ya. 4.5. prayascita yan namah Om a ta sa ba ha I na ma ya. dengan sarana bunga. Om Sang Hyang taya tanpa netra. (lalu cemplungkan bunga ke tirta) Om pakulun Bhatara Siwa Gni. Om a ta sa ba ha I wa sin a ma ya. (lalu siratkan kepada yang akan dibersihkan/dilukat). tanpa cangkem. Om bumi ginawe. Om pakulun pangadegning janur kuning.Om Ang namah 4. apan sampun jangkep tengerin tri buana. sarwa klesa dasa maha geleh pate leteh prayascita ya namah swaha. Om Mang Iswara ya namah swaha.4. tanpa karna. Sang hynag taya jati sukla nirmala. Om Puspadhanta ya namah Om Ang Ung Mang Siwa Sadha Parama siwa sabda bayu Idep sidhanta nirwighna ya namah Om Sidhi swaha ya namah Om Shah wosat prayoga ya namah swaha. Ngaturang Pabyokaunan dan Payascita.7. sesuai dengan kegunaannya Om tirtayam tirta pawitram.7. tanpa hirung. Ambil Lis lalu disucikan. sudha Brahman sudha sudha astu tad astu ya namah Om sa bat a ha i.6. lakukan disekitar pelaksanan upacara.9. Ngastawa Lis. siwa rininggiting guru utusang sang hyang bhatara dewa kalabetaning sarwa dewa mangilangaken mala papa petaka geleh sarira. sudha bumi sudha giri.7. Sucikan Tangan Om Sudhamam swaha Om Ati sudamam swaha 4. Om Ang Brahma ya namah.7. mangkin ngadeg ring lis pabbiakaon muah lis padma 4. Om Ung Wisnu amerta gangga ya namah. Om Gangga pawitrani ya namah swaha.8. sira angisuh .7. Menjalankan Pabyakaunan. Ngastawa Tirta. 4.7. Sucikan Badan.

kala dengen ring pada bhatara kabeh. caturtya sudha. Om am mam nama ya namah. Kala Sepeten. Ong Ang sarwa klesa kesama swamam ya namah swaha. Manawi kirang ta aturan nira durus tuku ring pasar agung. sarwa satru winasa ya.7. Kala Anggapati Kala Karogan Rogan. pilih kabela nira kabeh. Pakulun Bhatara hyang kala.10. tad astu nama swaha. Ngaturang Prayascita. sedahan Kala kanibehan.7. Om sarwa wighna winasa ya. nyah ta kita ring janur jipang sabrang melayu. pomo pomo pomo. kala ring sarwa ta kabeh. (lalu natab ke bawah dan lanjutkan ke Badan) . Kala Sakti Kala Petak. Aywa ta kita pati ulik Sali gawe. sudha sudha wari astu.11. Om Sidhi guru srom shah wosat. Om ksama sampurna ya namah. aywa ta sira pati reroganing. tritya sudha. Kali. sarwa dusta winasa ya. Kala Ireng.ishin sarwa dewa. sang bhuta preta. Puniki ta bukti denira kabeh. Aywa kita amgoda manusan lan apasanakanku. Mekala Hyang. aywa ta sira masenetan ring manussa kabe. Om Hrim sram man swam yam sarwa roga wighna astu winasa ya rah ong phat. reh ingsun sampun angugrahaken tadah saji ring bhatara Kala. akala sakti. Ngelebar Segeh. dilaksanakan saat pabiyakaonan Pakulun sira sang kala purwa. Kala Jenar Kala Manca Warna. sang kala peraja muka. Om Kala Kali byobakto ya namah. 4. indur doh kita sarwa bhuta. Om Hrim srim am tang sam bam im swarwa danda mala papa klesa wiansa ya namah um pahat. pancami sudha. Om Hrim rim srim am tang sam bam im sarwa danda mala papa klese wanasa ya rah um phat. sang kala ngeluleng. angilangaken sarwa bhuta dengen.7. (sama seperti di atas) Om Pratama sudha. dwitya sudha. Kala Bang. 4. 4.12. sarwa rogha winasa ya. sarwa papa winasa ya. ojo sira nyengkala nyengkali manusan nira nagstiti dewa ring kahyangan sakti. Iti tadah sajinira penek lan terasi bang. sarwa klesa winasa ya. wus mangkana durus sira awali ring genag sowang-sowang.

sarwe male parayascite ye namah. (Gambar. Ong nama Siweya. ring pilinggih sami. he. elemen Siwa Om. sujud kepada Om. sa. penek lan terasi bang. I. mogalupute ring lare roge. (raris eteh-etehang. indah nira lunga kirangan kabeh amarah desa. wa. rowangire. kala sakti. ajaken sanaknira.7. 1976:251). be. Ngaturang Parayascita.Om ang ung mang siwa sadha siwa parama siwa sabda bayu idep sudhanta nirwignhna ya namah. Ong I. sang kala paraje muka. ye. tuku sang sira ring pasar agung. sang bute perete. Astawan Banten malinggih ring paruman Ong perenamie dewa sang linggan.7. anak rabinira. aje sire pati reroganing aje sire ulik sili gawe iki tadah saji nira. pilih saka balanire. Om.7. Om sidhi swasha ya namah. ba. iki jinah satak likur. 4. sarwe pape petake lara roge wigene parayascita ye namah.15.( 2006:4046). Ong A.14. ulun amuja ri paduka betare pakulun. ta. Swastika. menawi kirang tadahan sire. 4. Om shah wosat prayoga ya namah swaha. aje sire kari ring kene. Bebanten Suci. elemen Atman. elemen Pengetahuan. sang kala nguleleng. suang wigene hulun aminta sih lare toge. ha. 4. me.13. anak putunira. si. . sujud kepada Om. te. tan kelabetang tulah kelawan carik muang pamidi. pangeresik tepung tawarin lis).7. Ong se ba. sang kala byobakte ya namah suaha.16. ta.lawe satukel. Pukulun sire sangkale purwe. 1987:24) 4. sih kerta nugrahe betare. na. (Puja. sujud kepada Om. Pasang Tri Tattwa Om Om Siwa Tattwaya namah Om Om Widya-tattwaya namah Om Om Atma-tattwaya namah Om. se. sarwe kelese dase male Genah pate leteh parayascite ye namu namah suahe. i. den pade kadep sidi rastu pangastu dangguru isuare nire.

(Siratan tirta) Ong sidrastu ya namah swaha. (selanjutnya ngaturan pasucian). 1994:16-20) 4. anglebur ujar ala ipun ala mala petaka tuju teluh terenggana.Sarwe kale bute sirnam. maduluran wastre seperadeg maketigasan betare sinamian miwah toye pawitre pemasuhan tangan suku. desti tiwang prakasa prasama kalebur denira Siwatirta-Murti sakti.7. Penghormatan. lenge wangi. susur keramas. purna bayu den kadi langgenging surya candra. sari pasucian sesarik.7. Ong pakulun sredah Betara Siwa. winahan kundi manik makasudaning bwana kabeh maka uriping bwana agung bwana alit. sebatahei. Ong sah odat ya namah swaha. anangguhana ratna kencana. pengeraratan ring pada betare pakulun. Ong pakulun. namasiweye. 4. Sire asung anugrahe ring pule pale mangilen-ilen padanira Sang Hyang samangkane puangulun inanugrahe denire Sang Hyang pasupati ide malinggih ring puncaking Gunung mahe meru ring jambu duwipe. 1987:8 . seganti-ati sabda rahayu.14). Ong Ang Ang namah suahe. perenamian siwe Siwar tan sarwe jagat paramoditam. Sang Hyang Ayu Asihe pinakang ulun. ulun aminte sih nugraha ring paduka betare sakti. (Gambar. Dewa yang Berstana di Gunung-Gunung . 4. Amuncar amukti sakti anibekaken tirta kamandalu. (selanjutnya Ngastawa betare sami). Ong to ye gangge pawitre ye namah suahe. Mangkana tetep pageha ring bayu pramanira si Anu ring raga walunanira anangaken pala boga.8. (Anom. (selanjutnya ngaturang tirta pakuluh).18. Ong Hyang Hyang Hyang.17. manusan betare angaturaken sari pemendak. Ngaturin Betara Kukusarum Om Hyang Hyang sukla parisudha ya namah swaha. Ngastiti Tetebusan Ong purna candra.

4.8.1. Penghormatan di Gunung Andakasa Ong Ing Indra taya namah swaha 4.8.2. Penghormatan di Gunung Mangu Om Ang Kling Cling Adhikalayang de bhawa 4.8.3. Penghormatan di Gunung Watukaru Om Tang Jayanatri namo namah swaha Puncak Gunung Watukaru Om Ung Hyang watukaru dewa Saktiya namah 4.8.4. Penghormatan di Gunung Kawi Om Ung Manik wisesa Sakti Dewa Purusa ya namah swaha 4.8.5. Penghormatan di Gunung Batur Om Ang Sri Dewi Danhu Jiwa mrta sabumi swaha ya namah 4.8.6. Penghormatan di Gunung Beratan/Dhanu Bratan Om Ung Wesphawa Hyang Manikya namah swaha 4.8.7. Penghormatan di Penataran Besakih/Gunung Agung Om Tang Maha Dewa Sarwa Dewa Sruti Basukihan nama swaha 4.8.8. Penghormatan di Gunung Agung Om Hrang Hring Sah Bhatari Giri Putri Siwa Bumi Maha Sakti ya namah. (Atmanadhi, 1972:45-49) 4.8.9. Nunas Tirta ke Gunung Agung. Ong asung seredah Betara Sakti, Pakulun Hyang ring Gunung Agung, Hyang ring gunung lebah, Paduka betara amijilaken tirte trebesan, Telaga waja, panglukatan mijil saking gunung Manik tegal siku, ring saganing, Paduka Betara anglukat anglebur Malaning aturan ikang manusanira samadaya, Kene kerarahan, kara ramian ring kahyangan sakti, Teke moksah ikang mampeh maring wetan, maring kidul, maring kulon, Maring lor maring madia, tumiba ring tengahing segara, mabayolan wastu sidi rastu ya namah swaha (ucapkan tiga kali) 4.8.10. Maturan Canang Prascita (Tebasan Durmanggala) Ong pakulun Sang Hynag Kala Lunggleng, Aja sire pati papanyi Iki tadah sajinira penek kelawan terasibang, iwak antiga, jinah satak lima likur, lawe satukel.

Manawa ta kirang tadahira aywa sira usil silih gawe, tukunenta ring pasar Agung, lawe satukel, weh sanak rabinira, muang putunira. Ndah ta sira lunga amarah desa, aja sira maring engkene den pada sidi rastu. Ong kala bie bekta ya namah swaha. (Anom, 1994:10) 4.8.11. Ngadegang Betara Nyatur ring Banten Ong ang Brahma rakta warna, saraswati dewi bionama swaha. Ong ung Wisnu Kresnawarna Sridewi bio namah swaha. Ong mang Iswara swetawarna Umadewi bio namah swaha. Ong tang Ludra Durga dewi bio namah swaha. Ong Ong Sri Guru Jagatpurusa bio namah swaha. (raris ngingkupan betara sami) Ong gang ung mang, Ong Siwa Mata warna, giri putrid dipatio namah swaha. 4.8.12. Ngastawa Betara dan Pengiringe maka sami Ong Iswara purwantudewa, Heneyanta mahesora Brahma Daksina Dewata, neretian Rudra Dewata, pacimanca Mahadewa, wayabian sangkara statan, wisnu Utara Dewatam, Aiswarya Sambu Dewata, Madia Sadaswa, Sarwa dewa muciate. Ong Hyang sri Dewa Dewi amreta pasupatiye nama namah swaha. (Anom, 1994:12) 4.8.13. Nedunang Betara ke Pengubengan Ong Iswara Umadewi ca, Mahesora Laksmedewi, Brahma Saraswatidewi, Ludra Nisantanidwi, Mahadewa Umadewi, Siwadetia, Cadra Dewi, Guru Giriputridewi, sunya siwa ta pujanem, Ardhanareswari lingam, daksina Brahma danfastra; Nairiti Rudra moksalam, Pascima mahadewa pas, wayabyan angkus sangkaran, Utara Wisnu Cakrastara, arisanya Sambhu Trisula, Madia Sadasiwa padma, andah siwas ca Calirastra, urdah Pramasiwa dwajan, Guru Trisula dranam. (Anom, 1994:14) 4.8.14. Nedungan Betara sami (dari Jawadwipa, dan Selam/Allah/Islam)

Iki sehene rawuh ke jaba (pejati). Pakulun Paduka Batara Hyang Baruna, Manusanira anguntap anuhur Padanira batara samodaya, Sredah tumurun mara maring mrecapada. Manusanira angaturaken pejati, banten suci maduluran banten jotan dampulan. Sredah paduka batara malingga ring kayangan Agung, Maka panguluning jana pada, Katuran puja wali, peparenga samojaya, Ong sidhi rastu ya namah swaha. Sira masehe, saha kleneng angonteng. Pakulun batara sinuhun Agung, malingga ring punaking giri jambudwipa, sira tumurun mara maring Bali, malingga ring gunung Agung, kalih ring gunung Batur, sredah paduka batara asung lugraha agung rene pengampura, manusanira Batara angaturaken sarinan canang muang sarining tahun, sredah paduka batara anodyani. Aturan manusanira Batara ring marcapada, mangke manusan Batara andaha tirta pawitra, mijil sakeng predana purusa batara, maka uriping buana kabeh, kalukat kabeh, dening paduka batara, Ong sidirastu ya namah Swaha ya. Ngaturan Pedatengan Batara sami Selam Kapir pada mabale, muang bebangkit asoroh, magenah ring jaba. Ong indah ta kita sang Asedahan Panyarikan, Ajeg-ajeg jejeneng, Anglurah Agung Alit, tekaning sawadwa kala balanira Hyang Sinuhun, daweg sananggraha, sira pada katuran pesaji, pangaci-aci, iki tadah buktinira padatengan soga linggih iwak kawisan kang ngaran Selam Kapir, katekaning tadah bebangkit, aedan pada enaka mangan anginuma, pada elingana tadahan ira soang-soang, den sama suka sama loba sira makabehan, amukta sari sira. 4.8.15. Pengadegang ring suci Ong nama siwa ya,

apan sira maka kundi manik kencana sang kasuhunan. ulame Batara Sedana Baruna. saerasa maka imbuhan. Ong Betara Guru anepung tawarin sarwa dewata. jangan Batara Kersika. sarining Batara Surya Nirmala. Umilangaken mala wigna namah swaha. Ong Durga Jingu. Nguniweh jagat wisesa.8. aus-aus Batara Mahadewa. susuruha Batara Wisnu. Ong. pisang Sang Hyang Kumara. katulah carik. Pakundan Gana Sakti. Pramasiwa tirta ya namah (Anom. Ong kusi anaka pulaket. astu dening sang Hyang Saloka kapurna ya namah swaha. tasik Betara Sakti Gana. Sang Tunggal lawan puja. Sang Hyang pramana sarining jagat. Nganteban Guling Bebangkit. prajala-jala maha padma.Ong tan kalibeteng tulah pamidi. Sarwa karya prestisanem. 1994:16) 4. apuha Betara Brahma. Sanghyang ring para caru. maka pasucen Betara soang-soang. . sdajenge Besawarna. 1994:18-20). lalawuh Batara Mahesora. Ong Buta Bucari ya namah swaha. sadana manika arta. semaya sira siniwi pangungguhing janapada. Hyang Dewa mahapuspa.8. Gangga ranu toja ganam. akasa lawan pratiwi. ulacek padanira Hyang. puja Batara Dharma. batara Sucinirmala. ulun angaturaken pangresikan. banten sang Hyang suklapaksa. angiceni maka sari. Durga Bucari ya namah. awala Betara Siwa. sang Hyang wisesa sarwa resi.17. (Anom. Pakulun paduka Betara. langganira padanira Hyang. maka pulacek. sang Sambhu ring burat. Raditia lawan ulan. 4. Ngabijiang (tempat mata air) Ida Betara sami Ong Ang Tabeya nama Siwa ya. Ong. Duk Batara Kala Sakti. (Anom. 1994:15) 4. Suka Dewa masarirem.18. Luputing lara wigna. aminta sih kretenugraha Ri padanira batara Pukulun. Tirta Pemarisudha Ong tirtajam tirtapawitram.8.16.

sampian tangge. Upakara Ngawit mekarya Wewangunan 5. luwire: putih. katur ring Sang Buta buana.1. kuangen misi padang lepas merurub kase.1. Tumpeng duang bungkul. misi pipis solas (11) keteng. Dasar Bambang.1. mabe bawang jae. mewadah bungkak nyuh gading sane matulis antuk ongkara. rarsi kaput antuk kasa. Caru Pengeruak dan Mantra Ngaturang banten durmanggala. kuangene merajah ongkara merta.2. satmaka manggen nyiluran jiwan sang nyapuh ring pretiwi. mareruntutan jaje raka-raka magenepan. muah nasi kojongan abesik. Ong sampurna ya namah swahe. bene siap biying mapanggang.4. daksina abesik. mekadi sire rah nini betari durge. . 5. pasucian suang-suang atanding Kuangi. sang kala taun. maruntutan tetebasan jage satru abesik. 1994:23) 5. dagingin kwangen. Upakara 5. canang pagerawos. barak.1. selem. Sampian banten pendemane. Mantuk ring dang Kahyangannira sowang-sowang I namah swaha. Pakulun sang kale amangkurat. keraras. Sang kala Kalung amanga sira ring pasar amukti ya sari-sari Wisura amuktya sari apupula sira kabeh.3. den suke anadah. caru aturanne sami. Canang burat wangi. Dipuncakne. (Anom. Sang Kala Ngadang amangana sira ring dalan Agung. segeh agung abesik. Banten Pengeruak dan Mantra Canang wangi. Canang Pendeman.1. katur ring pemali agung.1. Segeh agung ring Sang Buta dengen. mali penek abesik. canang tubungan. banten parascita. 5. sang kala bedawang jenar sang kala dumerane. misi pipis telung dasa telu (33) keteng. kuning. sang kala wisese. tegul antuk benar catur warna. banten punika maaled kulit peras. tatebasan sapuhan abesik. 5.Sang Drema moha amangana sira ring pajuden.

manusanire angadegaken. katipat kelanan. sang kala desa muka.1. ditundune medaging tulisan Angkare. merajah padme. Ong Sang Bang Tang Ang Ing Nang Mang sang Wang Yang. Sang kala agung. sodayan. maka pangulaning jane pade. canang tubungan marerep. 5. Kita sang kala bumi. Gane teke parayo janem. makadi Sang Hyang akasa.6. Sang Hyang candra. pangi HyangHyang ire Sang Hyang tari sandie. 5. Ang Ang sidi bane ya namah suahe. Ong Ah rah patastreye yanamah. tule manuk tiga kali ucap (3x) Nyikut. tri aksara. Rungenen. medaging tulisan dasaksare. wewangunan. dagingin tulisan merajah. se be te a i na ma si we ye. ring padanira pakulun. asep menyan. Ong Ang Ung mang Brahme Wisnu perame saktiem raja pale loke nate murti saktiem. Sang Hyang gune. Bate megambar Bedawang nale. Ong ye na ma si we. Upakara dan Mantra Mengukur (nyikut) Karang Daksina. arca meru arcane. ulun akerta nugraha. Mang. karang. Batu bulitan hitam. Ang Ah Ah. Raditie. Mantram pengurup pasupati.Ong Sang Hyang pertiwi jati. tegal. Ang Ung.5. Mang Ang Ung namah. wicet suahe. Karunganire Hyang Perama wisesa. lintang trenggana mekadi sang Hyang dewata. kewasa sire mangane ringulun. Yan tan wenten bate paras wenang (sesuaikan dengan situasi dan kondisi). Sarana dan mantra saranane dasare sane medaging bate. Pangimpas Buta Ong Ang bute siksa ayu werdi sarwe mingmang gune wisic wine siniem Nunas Tirta Suci. peras penyeneng. Ong i be sat a he. umah duk nyumunin Ong Ang Ung Mang dewa sikse. . segaan takep api. Ong padme sane ya namah. pemastun ningulun.1.

gangge sahe serame dini. Muput Tirta Gede (Sapta Gangga) Ambil sekar. O mom rahphat astray an namah Om mang iswara ya namah . Ong gangga dewe maha punie. Ong sa bat a he i.1. Ong name siwe ye.Ong Aum dewe paretiste ya namah. Ong gangge saressuati sindu. 1987:41-48) 6. gangge dewi. Ongkaresare buana pada mertha manahare. Om ang dupa astra ya namah Ambil sekar. Om om wisnu alungguh haneng sesantun bhatara guru anugraha Ingsun sakeluwiring tinuja den insun tan amiruda ring sira (dupane celekang ring daksina) Ambil sekar. Banten janganan mapiteges = pasuguh nyama catur. Samune mahe saresta sarayu ca maha Nadi. Nganteb Piodalan Alit. Om bayu sabda idep sudhanta nirwiggnam ya namah Om sidhi ya namah (pentil sekere kepedewekan) Ambil dupa. utpetiwe sari wahinan. wipase kausiki nadi. 5. Piteges Sesajen Banten pengambean mapiteges = pemanggilan atas atma (urip) Banten sambutan mapiteges = mapekukuh sang hyang atma. Om om rahpaht astra ya namah (sekare pentil kearep) Ambil dupa. (Gambar. Ang Ung Mang namah. 6. Gangge terangge same yukti. utpeti sarwe itance.1. 6. tadu name merthamjiwani. Persiapan Muput Piodalan Alit.7. Ong utpatike sure sance utpetiwe garasce.1.1.

1....1. Om Ang Kang kasulkaya ya namah swaha (pentil kearep) 6....3...Om puspadanta ya amerta Sampalaya ya namah (sekere pulang ke rerean/sangku) Ambil dupa Om rum kewaca ya namah (sekere pentil kearep) Ambil sekar (pangastawa Sapta Gangga) Om sang Gangga ya namah Om sang Sindhu ya namah Om sang Saraswati ya namah Om sang Erawati ya namah Om sang Garoda ya namah Om sang Sandisuta ya namah Om sang Narmada ya namah (setiap mantra bait mantra mengambil sekar. arbawa bawa karmasu waradah labda sandeyah warasidhi nir.1. om mang namah Om ing namah Om rang ring sah prama siwa amerta sampalawya ya namah swaha Om rahpat astray a namah angilangaken sarwe mala petaka ya namah Om basme idam purnam gohya angilangaken sarwe mala petaka ya namah Om puspa danta ya namah 6. dan masukkan ke keren/sangku) 6.. genta sabda prakasyate. om ung namah. Omkara parikirtitah candranadha Bindu nedatam. Setelah selesai muput tirta Gede. kemudian dipercikan: Om jum siwa sampurna ya namah Om ang namah. Genta sabda mahesratah...Om Om namah (..4...sancayam Om Mang Om Ang......Suara genta) Ambil cendana bija..2. Ngastawa Tirta. Ngawit Nanggen Genta Om omkara sadaciwa stah.. Om Ang Om Mang... jagatnata hitangkarah abiwada wadanyah.... spulingga Siwatatwatca Om gentayur pujiate deah... .........

Wisnu. Pengurip Tirta. Iswara Dewan Dewa putra Narmadha sarwada suda klesa suda petaka.2. utpeti wiserti warinem. sakti karanam mertyu jaya sarwata roga diksnam. Om mertyu jaya dewasya. Om awignam astu tatastu ya namah swaha Om Sudantu satu tatastu astu ya namah swaha Om purnamtu astu tatastu astu ya namah swaha Om sukantu astu tatastu astu ya namah swaha Om sriyantu astu tatastu astu ya namah swaha Om rang ringsah paramasiwa aditya ya namah swaha.Om Gangga Sindhu sarswati suyamuna gondawari. Om sri gundi suci nirmala ya namah Om kung kumara bija ya namah Om puspa danta ya namah Om agni ragenir jotir jotir Dupa dipastra ya samara tayem ya namah swaha. mahendra tenaya candrawati wemuka.5. 6. kusta derestam kalasem parabha candra bhaswaram.6. Badra netrawati maha suranadhi kasya tascaya. Om Sarwa pertiwi Brahma. punyaih purna jalih samudra saitaih.1. sarwa bawa bawet bawat. Om Om Om Om Om ekasudha. kurwantu mamanggalam. narmada kaweri serayu. 6. yanamami karnu kartayet dirgayusan suwe peptu. sudha sudha wariwastu tatastu astu ya namah awignem astu tatastu astu ya namah sriyam bawantu tatastu astu yan namah suciantu ya namah. Om dirgayu ayu werdi. sabrama wijaya bawet. saptawisudha. Jaya-Jaya Tirtha. utpeti nawa gorasca. Om iyate menggalam mertyu stala satru winesanem kawi wesya rakta tiyem.1. Om utpeti surasca. 6. Muput Piodalan Alit di Merajan/Sanggah .

Om kala byonamah swaha.2. cuntaka prayascita ya namah Om sidhi guru srongsat osat sarwa wigna winesanem. Byakaonan Om sadnya astra Mpu sarining wisesa tepung tawar amunahaken segau anglusuraken mala petaka cuntake kabeh. Ung Ang. 6. 6.2. ayuwe kita siligawe iki tadah sajinira penek lawan terasi bang iwak: (bawang jahe/antiga Bekasem /Ayam Ireng) yan manawi kirang tetadahan nira iki amet sarining daksina tukuken ring pasar agung kuwehan anak putun roang sira kinabehan aja sira kari ring kene den kedepsidhirastu Dang Guru Iswara. Prayascita (Pangastawa) Om I Ba Sa Ta A sarwa mala prayascita ya namah Om Sa Ba Ta A I sarwa pape petaka.2. Om Bhuta byo namah swaha Om Durga byo namah swha.6. Durmanggala (Pangastawa) Om indahta kita sang Kala Purwa. lara roga wigna prayascita ya namah Om A Ta Sa Ba I sarwa klesa dasamala geleh pateleteh.6.5.2. papa petaka Geleh sarira Om sidhirastu nama ciwaya. Sang Kala Preta. Ah Ah Om aksaram kertha buwana yadnya dirgayur Trigunaatmakm Dewa dewi bakti dewam Jagatnatha ya namah swaha 6. Pengulapan (Pangastawa) Om Mang.2. om Pisaca byo namah swaha.1. Lis (Pangastawa) Om pangadenganing janur kuning. Om Ang Ung Mang.4. Sang Kala Ngulaleng. 6. Ngosokan Lis (Pengastawa) Om mangadeg sira janur kuning Tumurun Dewa Siwa angadaken lis Busung mereka meringgit Winastu denira dea siwa . Sang Kala Prajamuka. Siwa ringgiting guru Tumurun utusan yang dewa Betara Kalebataning sarwa dewata Angilangaken sarwa mala. 6.2. Sang Kala Karogan-Rogan ayua kita pati rorogani. Sang Kala Sakti.3.2.

Ngayat segehan ring Natah Umah Ih iki sang kala Bucari. pranamya Siwa sirwatam.2.2. Manusanira anguntap anuwur paduka betara Kapendak dening canang kawisan Maduluran segehan panca warna wigraha paduka Betara pada nodya serdah paduka Betara melinggih ring parhyangan sinarengan katurang pujawali ring Betara kinabehan 6. ayuwe ta kita ngarubede. Yate enggonan hulun angilangaken leteh letuh Kasude denira Dewa Siwa Waspu paripurna ya namah swaha 6. 6. Om Dewa nama maha Dewa mahat manem Guna suwarem sarwe lingga ranityam Tas malingga yainamah Om Brahma lingga ya namah Om Wisnu lingga ya namah Om Iswara linga ya namah Om nahadewa lingga ya namah Om sada Ludra lingga ya namah Om parama Siwa lingga ya namah Om Sarwa Dewa parastista ya namah Om sarwa dewa lingga sampurna ya namah. 6. Ngastawa linggihang dewa di Palinggih/Sanggah Om pranamya Dewa sang lingam Sarwa dewata dewati dewanam Tas malingga ya winamah.9.8. Mendak Kepanggung di jaba (Baruna Astra) Om paduka batara Baruna.2.10. .7.Maeron sarwaning laluwes Maweh ratna kumala intan. Om sidhirastu ya namah.2. iki atadah sehegan nira ring natas soang soang. miwah bala amangan Betara. sarwa buha kala sirnam. mawat emas tanpetune. Medatengan ring Sanggah Om pranamya Dewa Sang lingam.

malih paduka batara keatur Pejati pada prapta. sesarik. anginum.. Ngayab Banten Piodalan. miwah betara sami. suwarga sida sidhica. sodan.. susur.11.. Kaatur ring paduka Betara kinabehan. amukti sari kita asungane manusanira dirghyusa paripurna Om Ang Ah amerta ya namah Ang Ung Mang Siwa amerta ya namah swaha.. Nganteb banten di pelinggih sami. manusanira angutaraken sarining pamendak. lengewangi.. 6. guru iringan miwah saruntutannya. katur ring padanira Batara kabeh. wigraha paduka betara.... miwah bala waduan Betara kinabehan ajeg ajegta sira ajengan anglurah Agung Alit. daksina..12. Om hyang sari hyang Ratu.sarwa jagat pramaditam. pasucian...2. Ngayab kawas pedatengan (angkat) Om indahta kita sedan penyarikan. pada nodya miwah angayap sari amukti sari. pada ena kita ngelingan unggahanta soang-soang pada anadah. Om peramista peramisti paramarta namo namah Adi Dewa isanaya nakarya namah swha Om buktyantu sarwantu Dewa Butyantu sri lokanatha Segenah separa warha..ngaturan piodalan dening peras. maduluran tingasan sapradeg. Om kara dyanta sang rudram Guryam sakti pradipanam Tarpana sarwa pujanam .. sinarengan keaturan segehe linggih..2. Om paduka Betara Hyang Sari.2. suku pangratan. toya pawitra pewasuhan tangan..... iwak kawisan.. Hyang Guru miwah paduka Betara kinabehan iki manusa nira I. 6. Mapiuning Indik Piodalan. Hyang Ratu.13. 6. pajrempenan udel kurenan.. keramas.

punagi ipun katawur mangkin marupa . 6.2. sad wisudha. Panca wisudha. tritya sudha.17. Om iyate manggalam mertyu setala satru winasanem. 6. iki manusa nira I. dwitya sudha.. dirgayusean suwe peptu.. miwah Betara kabeh.Prasidyantu astu sidhinam Sakaram nyan maha amerta Omkara candra nyante namah Namah nadha omkara amertha Boktayet Dewa Sampurna Om Hyang amuktiaken sari Om Hynag pretama Hyang Sama Hyang antinggala sari amerta Hyang Miwah sang butha Raksa Lan Nyoman Sakti Pengadangan Om Sidhi Hyang astu ya namah swaha.2. praba candra baswaram Om mertyum jaya dewesya. 6. Hyang Ratu . sarwa bawa bawat bawet.14. Ngayab banten Sambutan durung ketus Gigi Om kaki prajapati nini prajapati kemuandaningulun angilangaken mala petakaning wong rare sane durung kepus untu mangde tan nagletehin ring rat kabeh. Om sidirastu sampurna ya namah. Om suda suda wariwastu tatastu astu ya namah. Ngayab Penagi/Sesangi Om paduka Hyang Sari.. yanamami karnu kertiyet. catur tya suda..16.. Om eka sudha.2. sapta wisudha. Om dirga ayu werdi sakti karanam mertyu jaya sarwata roga diksenem.15.. Tri Sandya . sambrama wijaya bawet. kusta derestem kalesem. Ngayab Banten Pangemped lan Soda aturan Om pranamya baskara dewam Sarwa klesa winasanem Prenamya ditya sarwatem Bukit mukti sarwa paranem Om sarwa baktem sampurna ya namah Om ksma sampurna ya namah Om treptyem ya namah Om rang ringsah parama siwa aditya ya namah 6.2. Kawiwesya rakte tayem.

Sembah puyung . Santih.Sebelum Tri Sandya di mulai bersihkan: Tangan kanan dengan Mantram: Om Suddhamam Swaha (Om bersihkanlah hamba) Tangan kiri dengan Mantram: Om ati Suddha mam Swaha (Om bersihkanlah hamba) Mantram Tri Sandya.18. ngawit: Om bhur bhuwah swah tat sawitur waremnyam bhargo dewasya dhimahi dhiyo yo nah pracodayat Om Narayana ewedam sawam yad bhutam yac ca bhawyam niskalanko niranjano nirwikalpo nirakyatah suddho dewa eko narayana na dwityo asti kascit Om Twam siwah twam mahadewah Iswarah parameswaarah Brahma wisnusca rudrasca Purusah parikertitah Om Papa ham papakarmaham papatma papasambhawah trahiman pundarikkaksa sabahyabyantarah sucih Om Ksamaswa mam mahadewa sarwaprani hitangkara mam moca sarwa papebhayh palayaswa sada siwa Om Ksantawyah kayiko dosah ksantawyo wacika mama ksantawyo manaso dosah tat pramadat ksmaswa mam Om Santih. Santih Om 6.2. Muspa (Ngaggem Panca Sembah).

Om Idham bhasman param guhyam. sarwa papa winasana ya. di atas tangan) . Om. Mantra bija. Ngremeki bija (mengaduk. Santih. sarwa rogha winasana ya namah.Om atma tattwatma suddha mam swaha Pesaksi ring Surya Om Adityasya param jyotir Rakto tejo namo’stute Sweta pankaja madhyastha Bhaskaraya nano’stute Sembah Ketuju ring Istedewata Om namo nama dewa adhisthanmaya Sarwa wyapi wai siwaya Padmasana eka pratistaya Ardhanareswariya namo namah Sembah Nunas panugrahan Om anugraha manaoharam Dewa datta nugrahakam Arcanam sarwa pujanam Namo sarwa nugrahakam Dewa dewi mahasidhi Laksmi siddhisca dirghayuh Nirwighna sukha wrddisca Muspa ring Sanggar Tawang/Padmasana Om aksam nirmalam sunyam Guru dewa byomantaram Siwa nirmalawiryanam Rekto omnkara wijayam Sembah Puyung Om Dewa suksma parama cintyaya nama swaha Om Santih. sarwa kalusa winasa ya. Tumuli masirat ring raga: Om Ang Brahma-amrta ya namah Om Ung Wisnu-amrta ya namah Om Mang Iswara-ammrta ya namah Akena bija. Santih.

2. yat pujinam mahadewa. Mantrahinam kryahinam. Nyimpen Bajra. hinamantram tatwaca. Apasang bija. Ksantawya kayika dosah. 6.20. Om Ang Ung mang. 6.21. Den kadi langgengning surya candra Teteping pageh bayu premanannya Sang trimaggalaning yadnya Anganti-nganti sabad rahayu Ametuaken ratna kencana Om sah osat ya namah swaha.Om bang Bamadwa guhya ya namah Om Bhur Buwah Swah amrta ya namah. baktihinam maheswara. kanacin mama raksatu. ring sirah : ring lelata : ring tangkah : ring bahu kanan ring bahu kiri : Om Ing Isana ya namah Om Tang tatpurusa ya namah Om Ang Aghora ya namah : Om bang bamadewa ya nama Om Sang Sadya ya namah 6. Trahiman sarwa papebyah.2. Ksantawya manasa dosa. paripurnem tadastume. .2.19. sada siwo namo stute. Margiang Benang Tebus Om purna candra purna bayu. Pengaksama ring Dewa Betara Om ksama swmam mahadewa Sarwa prani hitangkarah Mam moca sarwa papebyah Palayaswa sadasiwa Papoham papa karmham Papatma papa sembawah. Tatpramadat ksama swamam. hina baktim hina werdhin. Ksantaowyo wacika mama. Hinaksaram hinapadam.

1. Usirlah musuh-musuh kami. ia melewati jalan berliku-liku. O Pawamana. Tetes-tetes soma yang suci dicurahkan. Diiringi kidung untuk menjamu Dewa-dewa. dan menginginkan susu. Ya.1. Resi Kasyapa. giat melakukan kewajiban. engkau yang memohon pertolongan. Melalui jari jari halus. Membuat susu seakan menjadi bajunya. Om apah teja bayu mulih sira ring bayu sabda idep. Yang bijaksana mengalir membawakan lagu yang sangat dicintai.1. kepada pawamana. Asita atau Dewala 7. 7. Laksana kuda yang dipacu oleh kusirnya air dituang demi kejayaan mengalir melalui kain saringan. bawalah kekuatan yang megah Semoga air yang mengalir memberi kami kekayaan melimpah. dihias oleh putra-putri pendeta. sambil mengalir bawalah sejumlah makanan agat kami Dapat menengankan harta: Indu. . mengusir mereka yang tak beriman. Ketika lima bangsa itu. 7. Dewata Pawamana Soma. (Wesesa. Ia seperti pemuda yang tampan. Dan bertemu dengan kawannya sendiri. kepada Pendeta yang dituang untuk menjamu Dewa-dewa. Memandang cahaya. Dengan bebas ia mengalir. meninggalkan tempatnya. membuatnya yang Perkasa. dan mengeluarkan suara yang dimiliki.1.Om Om namah. Persembahkanlah nyanyian. Ragane ketisin/siratan tirta x3 lan inem. Tetes soma turun dengan suara gemuruh lakbana sapi perah Memanggil anaknya: Ia mengalir dari tangan Sebagai pemberi kebahagiaan yang dicintai Indra. duduk dalam mibar upacara. Canda Gayatri (Sukta 14) Kesungai tempat peristirahatannya. Canda Gayatri (Sukta 13) Melalui kain saringan Soma yang suci mengalir Ketempat khusus untuk Indra dan Wayu. 2001:6-13) 7. bila telah bercampur susu. Lalu semua dea menikmati dengan gembira minuman yang memberikan kekuatan besar. Dengan nyanyian.2. O Pawamana Dengan suara gemuruh. Tetes Soma yang memberi kekuatan besar agar jaya. Dan kekuatan pahlawan.

Dengan kekuatan kami alirkan air melalui saringan Dia yang memberi kekuatan dan sapi. Upacara Bajang Colong 7.2. Pergi menuju tempat indra. dihias oleh sepuluh jari dan tujuh lagu. terdiri dari: peras. telur siput. ia yang patut dihias. dihias dengan sinar-sinar emas yang indah berkilauan.2. Yang menguasai air. kuda yang berani mengeluarkan kekuatannya. Canda Gayatri (Sukta 16) Pemeras yang memeras Soma Mempersembahkan airmu yang memberi semangat dan kebahagiaan: getahmu mengalir laksana banjir. Pahlawan ini datang dengan kereta yang kencang.1. nasi enem ceper masing-masing dengan ikan/daging yang berbeda. Laksana kuda yang baik ia dikendalikan. Manusia menghiasnya dalam tong. 7. suci sorohan alit.1. Dia. dan mengasahnya. Canda Gayatri (Sukta 15) Melalui jari jari halus dengan nyanyian.4. Dengan pikiran yang suci ia tekun memuja Dewa-dewa.1. Ia bergerak. pengelukatan. adalah. 7. Ia. Banten Pasuwungan. itik. daging babi dan kacang-kacangan.3. Mereka memegang punggung Kuda yang aktif. Ia yang memberikan makanan berlimpah. Airnya bercampur dengan susu. kuda yang kuat. memberikan harta kekayaannya Memasuki waduk-waduk. Bersenjata lengkap. Datanglah Soma. melalui jalan yang kasar. yang sangat membahagiakan. tempat yang abadi berada. (Sadia dan Gede Pudja. Banten ini berfungsi sebagai pembersihan terhadap jasmani anak. kemudian keduanya dialasi . Ia mengacungkan tanduknya tinggi-tinggi. pengambeyan. kawasan sapi melakukan pekerjaan sebagai pahlawan. 7. penyeneng. 1984:14-17). daging ayam.Jari-jari yang cekatan mendekat. sebagai sahabat yang setia. menghias dewa kekuatan. banteng yang mengembalakan. daksina. melalui jalan yang bersinar. Engkau merupakan seluruh harta yang ada dilangit dan dibumi. Kemudian dilengkapi dengan dua buah “kuakang” (sejenis jejahitan) yang berisi nasi lauk pauk dengan sesate. ajuman.

2. dan sorohan alit masing-masing sebuah serta sebuah periuk yang berisi air dan bunga harum untuk mohon penglukatan. Puja Wisnu ring Sumur. Om Angre genir ujar alania ya namah. Om Sidirastu tat astu ya namah swaha. Mala papa petaka ning ipun Sang rare. pengambeyan. ikannya ayam hitam dipanggang. Angeseng lara rogha Wigna. Om indah ta kita sang Utasana. Om Gangga sapta jiwa ya namah Om Gangga mili ya namah . Sarwa satru winasanam. Puja Brahma Ring Pawon Om Brahma namas catur Muka. pengulapan.3. Atma raksa nabi stana. Mekadi Hyang Brahma. Brahma Angi rakta warnaca. Sira maserira sarwa baksa. Ingsun minta pemunah papa Mala petka lara rogha paripurna.2.dengan bokor yang berisi beras. daksina. sirih tempel. penyeneng. Banten Pengelukatan di Dapur Peras dengan tumpeng berwarna merah.2. Iki manusanira sang rare. Spatika warna Dewata Sarwa busana raktakham. Selanjutnya mohon penglukatan ke Batara Wisnu. Om Gangga meneng mijil saking pretiwi. telur ayam mentah dan uang 25 kepeng. Wastu geseng dadi awu. dilengkapi dengan ajuman. ikannya ayam biying dipanggang. pengambeyan. Om Danda astra mahatika. penyeneng. Anedha anugraha Sang Hyang widhi. dilengkapi dengan ajuman. dan sorohan air masing-masing sebuah serta sebuah periuk berisi air dan bunga harum untuk mohon pengelukatan. pengulapan. 7. Puja Pengelukatan Brahma. daksina. Adya Agni surya spatika. benang. 7. Banten Ring Sumur Peras dengan tumpeng berwarna hitam.

Suksma Sang Hyang Brahma. daksina. Banten di sanggah Kemulan. pengulapan. Wisnu Iswara Mekadi Sang Hyang Surya lintang trenggana Hulun andha nugraha Sang Hyang Tri Purusa Anglikat Dasamala lara rogha Wighna Danda Upadrawa Sang rare Om Sidhitastu tat astu nama swaha. Peras dengan tumpeng berwarna putih. dilengkapi dengan ajuman. Om Dewa Dewi Tri Dewanam Tri Murti Tri Lingganam Tri Purusa Sudhatmakam Sarwa Jagat Pratistanam. Om Guru Dewa Guru Rupham Guru Madyam Guru Purwam Guru Phataram Guru Dewa Sudha Nityam Om Brahma Wisnu Iswara Dewam Jiwatmanam Tri Lokanam Sarwa jagat pratistanam Sudha klesa winasanem . ikannya ayam putih dipanggang. Selanjutnya ke Leluhur. dan sorohan alit masing-masing sebuah periuk berisi air dan bunga harum untuk memohon pengelukatan. Om Sryham Bhawantu purham bhawantu Sukham bhawantu Om Sidhirastu tat astu nama swaha. penyeneneng. Pengelukan ring Kamulan.4. pengambeyan.Pakulun Sang Hyang Widhiwas Mekadi Sang HyanWisnu Hulun aminta sih kertha wara nugraha Sang rare menawi aktepuk kategek olih Sarwa Bhuta Menawi kari ring Sumur Agung Naweg angantuk akena bayu premanan Ipun ring ragha sira Hyang BhatariGanggapati.2. Om pakulun Sang Hyang Guru Reka Sang Hyang Kawiswara Sang Hyang Aji Saraswati. 7.

Om pratama sudha dwitya sudha tritya sudha caturtya sudha pancami sudha sudha sudha sudha wariastu ya namah swaha. Om kresna ratna wisnu Dewa Kresna tirtha Maha Punyhyam Sarwa durga Winasanam Sarwa Bhuta Wimoksanam. Om Nawa Ratna Rupha Dewam Surya Koti Pre Prabha Swaram Siwatma Siwa Murthanam Swara Wighna Winasanam. Penglukatan Matakep Guungan Om Brahma Wisnu Iswara Dewam Tri Purusa Sudhatmakham Tri dewanam Tri Murti Tri Lokanam Sarwa Wighna Winasanam Om Pitha warna maha dewam Mretha pita purna jiwam Wighnam Klesa winasanam Sarwa rogha wimoksanam.Wighna Dosa Winasanem Om Guru paduka dipata ya namah swaha Om dirgayur amrta ning ragha langgeng Angapus aken lara jwitane kang tinebas tebas Sira Sang Hang Hyang Pramana Amuwuh tuwuh Tunggunen Om dirgayur amrtha urip sidharastu tat astu nama swaha. Om Ratna Birna Rupham Sambu Dewam Ngarcanam Mretha Sudha Mala Purnham Sarwa pataka nasanam. Om Siana rupham ratna pranam Sangkara Dewam Salnglinggam Gangga marupa pawitram Sarwa Dusta Winasanam. Om Sarwa papa sarwa kyasha Sarwa satru sarwa boyo winasanam Om prtatama sudha dwitya sudha tritya sudha .

2. Banten Bajang Colong.Catur sudha pancami sudha sudha sudha Sudha astu tat astu nama swaha. sesayut. buah-buahan. Selebihnya dihiasi juga dengan penjor dari pelapah daun enau. tulung. ceper ketiga berisi guling balang. Sebuah buki/periuk tanah yang bagian bawahnya bolong/pecah diberi kalung tapis. Iki tadah sajin nira Aja sira anyengkalen Sang rare Apan sampun kajenenganne den kaki Citra gotra nini citra gotri. Sedangkan ikannya adalah. canang burat wangi. kemudian didalamnya dimasukkan sebuah pusuh biyu (jantung pisang serta dilengkapi juga dengan pelapah daun kelapa yang bolong. Om pretiwi apah bayu teja akasa pretiwi Sangkaning ganda mulih sangkaning pretiwi Apah rasa Apah Bayu ambek Bayu Teja rupa Teja Akasa Sabda Akasa Jangkep ikang panca tan matra Sidhi panglukatan pangleburan sarwa Mala ring rat bhuana kabeh. Om Pakulun kaki semaya nini semaya Hulun aminta angliwat aken semayan ipun sang rare Luput akenan sakeng danda upadrawa lara rogha. Puja Penebusan rare. Pusuh pisang tersebut disisipi uang tiga kepeng sedangkan papah bolong yang dihias yang diberi selimut popol bayi digantungi ketipat.5. 7. Setelah selesai upacara. . Semua itu diberi hiasan dari kapur yang berupa tapak dara serta gambar muka manusia. ceper pertama berisi guling katak. dilengkapi dengan jajan. sampyan tangga kecil. Puja Ngayab Banten Bajang Colong. ceper keempat berisi guling ayam semulung (ayam kecil). Selanjutnya banten Bajang Colong adalah: peras. Adapun bantennya adalah sebagai berikut: dua buah penek dihiasi dengan ceper. pada lidinya diberi bunga pucuk merah seperlunya. Kemudian dilengkapi juga dengan tegen-tegenan. semua banten ini diletakkan diperempatan jalan. belayak yang tidak ada isinya dan gantung-gantungan dari janur. ceper kedua berisi guling capung. buah-buahan dan canang burat wangi.

I malipi. amukti sari sira. enak amangan anginum. Menawi wenten kirangan ipun. Nyama bajang satus dwangdasa kutus Iki tadah sajinira. sahut bagia ring sang kala ipun. sang Metri Sag Kurusya. Bapa Semer. Asing kirang asing luput sampun ta geng sinampura. Om namanya samodaya Sama angadegana Angruata. Bapa Toya. Sang garga. Om Syah syah syah poma poma poma. Asunggana rare ring ulun.Om Sang Hyang Korsika. Apan ira ngawe ala ayu. Mangke ulun minta sih nigraha. Mwah Sawehning Maharan Siea Sarwa Bajang Susila. Sarwa sahananing bajang-bajang. Sang bajang bolong. Om sang papah bajang. Om sakwehning aran ira babu bajang kabeh. aminta sira sari lan babekelan nira kabeh. Natab Bajang Colong Om dirgayusa awetning angapus aken balung pila pilu Angapusaken letuhing atmane sang rare Tungunwn ring Ira Sang Hyang bayu premana Amangguhaken tuwuh ipun dirgayusa awet ning urip. bapa Dodot. Iki jinah satak selawe lan lawe satukel. Kukuken ring pasar agung. I Malipa. turunen atamne Sang rare ring walunaya manih. Bapa Lengis. ala traja kang tinebas tebas Kaprayascita sakwehing lara rogha wighna . denabecik. Aturu ameng-ameng lupute ring lara roga. sang pretanjala. Seger waras emban sira sang rare Serahina utawi wengi. Mekadi Bapa Bajang Babu Bajang. Aja sira anyumet anyedot. Bapa Papah. Wastu pakulun sidha rahayu diegayusa. Riwusta amukti sari. Jangan satungkeban. bapa Colong. Pamuliha sira ring desanta sowang-sowang.

Puja Ngelinderin Lesung. Iki aturan ipun sare hasta. Sarwa kencana sri sedana. Maring ragha walunanya Sang cabang bayi. Puja rare Tuwun (turun) Tanah. Mulih aken pranamya maka kutus dwangdasa kutus. Upacara Natab sambutan.6. hulun aminta nugraha. bhatari kadep. (tempat menumbuk padi) Om sang wawu pada Anak sira si Tunggul ametung. Akulit tembaga. mengelilingi lesung dan taman serta memakai seperangkat perhiasan. asungane urip teguh timbul abujangga kulit. Om Sang Bang tang Ang Ing.Papa klesa ring sang rare. Katur ring bhatari amamngkurat. Autot kawat.2. Diawali dengan proses upacara si anak turun tanah. nurun aken sang rare ring lemah turun ayam ameng-ameng. Bhatari wastu. Nang Man Sang Wang yang Om Sri pasupat um phat. 7. anganti atungked bumbungan. Om pakulun kaki citra gotra Nini citra gotra. (Sebagai upacara terakhir dimerajan adalah sembahyang bersama. awalung wesi. Dan dilanjutkan dengan natab banten tigang sasih di bale). Awates awatu makocok. Amerta urip waras dirgayusa. Putun ira si karang jaran Sira anak anaking beligo Ingsun anak-anakan pusuh Ingsun anak-anakan batu Ingsun anak-anakan antiga Insun anak-anakan manusa Angantosaken lesung mesean Watu Kumalase Bentar piaruh pitu . tan keneng geget wewidinan. terutama bagi sang anak. yang didapatkannya.

. Sambut ulihana atma bayu premanan si cabang bayi maka satus duang dasa kutus mapeki ring ragha sariran ipun. Om Padmasana yan namah Mang Ung Ang Om Dewa Prastista Ang Ung Mang Om Pratama Sudha Dwitya Sudha Tritya Sudha Caturya Sudha Pancami Sudha Sudha Sudha Sudha Astu Tat astu ya namah swaha Gelang Tangan.. Om sidhirastu tat asttu nama swaha. Yang lunga mangetan. Mangalor Lan mangulon mwang maring madya. Iki tadah sajin nira kajengana den ira kaki citra gotra nini gotri. Mogha luput ring danda lupat lara rogha wighna sadamala.Mangkana tuwh Sang sinambutan.. Puja Penyambutan.. Om Karasana ya namah Mag Uang Ang Om dewa Pratista Ang Ung Mang Om pratama sudha Dwitya sudha tritya Sudha Caturya sudha Pancami Sudha Sudha Sudha Sudha Astu Tat Astu ya namah swaha. Mangidul. Om Pakulun kaki sambut.. Pinangeran wesi. Om pakulun kaki semaya. hulun aminta ngeliwat aken semaya Ne si rare . . Puja ngemolihan Gelang Kaki. tan edanan sambut alit. (selanjutnya adalah ritual natab). Om Pakulun Prajapati. Nini semaya. Nini Sambut. Niki si cabang bayi tinuntun dening prewatek Dewata. Pinayungan kala cakra. Puja Ngelinderin (mengelilingi) Taman.

Om Guru Dewa Guru Rupham Guru Madyam Guru Purwam Guru Pantaram Dewam Guru dewa Sudha Nityam Om Brahma Wisnu Iswara Dewam Jiwatmanam Tri Lokanam Sarwa jagat Pratsinam . Hulun anedahe sih negraha ring kita. Santume sapta wredhi. Kawitan Stawa Puja. Om Dewa Dewi Tri Dewanam Tri Murti Tri Lingganam Tri Purusa Sudhatmakam Sarwa jagat pratisnamam. Kumara Stawa Puja. Surya Stawa Puja. Daweg sambut ukapi atmane si Cabang Bayi.Sang Citra Gotra. Om aditya syo paran jyotir Rekto teja nama stute Swetha pangkaja masyaste Bhaskare ya namo stute. Wredhi pradnyan sukha wredhisca. Om ayu wredhi yasa wredhi. Om Surya jagatpathi Dewam Surya netram tri bhuh lokham Dewa Dewam Maha Saktyam Brahma Surya Jagatpati. Om Hrang Hring Syah Parama Siwa ditya ya namah swaha. Dharma sentana Wredhica. Om kama Dewa Pita Warna Guru Dwayam Stita Nastham Singaraja maha Tanam Sarwa papa harat sidhi Dewa Kumara Rasasca Sarwa rogha praharanam Sarwa satru winasanam.

Om Toya gadem sathem samara payami Om toya gangga pawitrani ya namah Om Pang pradyarga Ca naman ya namah Om Cang Camanan sudha ya namah Om jang jihwa sudha ya namah Om Om pawitra ya namah Om Ang Ung Mang parama gangga ya namah Om sampurna ya namah swaha Puja Pamarisudha Banten. Om Pretiwi Nama stute Basuki Candra Ditya Gana Kuwriya stawa Saraswati mahe Swaram Yama Indra Masangga ya Rawe Srewana Sangga Moha Dewa Bhakti ya nama swaha. Puja pengaturan Toya pasucian. Om guru Paduka Dipata Ya namah swaha. Samdaya Stawa Puja. Om Smadaya nama Siwa ya Daryastha Samyo Ganam Nmaste Bayu Akasa Sarwa Dewa Nugrahakam Sarwa Sarwam ya namah.Sudha Klesa winasanam. Om Purwa Thitam ya namah Patni rudra Tapa sidhi Dewa jatham sudha swamam Sentana nugrahakham karanam Om gori uma natha swamam Rudra Deha tapa sidhi Yasa Swatham guna pati Bhakti nugrahakham karanam Om Hrang Hring Syah Uma Dewi ya Namah swaha Puja Ngayab banten Sambutan Om Kradyanta Sang Rudram Ghuyam sakti pradi pranam . Om Hrang Hring Syah parama siwa ya namah swaha.

Tarpanam sarwa pujanam Prasidyantu astu sidhanam Saka ramyam maha amretha. Manusanira Si cabang Bayi anglepas Awon Ipun ring Bhatari Tiga. Puja Natab Linting Om agni murub angabar abar Saking madya sakalangan Urubira gni ira bhatara Siwa Anglukat Anglebur sakwehing sungsung bayu pati sang rare. . Puja Panglepas Awon.autama Sekadi tinuduh Sang Hyang Tri Purusa. Om Pakulun bhatara brahma Wisnu Iswara. Om widya dana ya namah Matanggana taya mahardya aran ira Duk hana ring pretiwi Akasa apah semara. Om Hyang Amuktyam sari Om Hynag pratama hyang sama Hyang Asntinggala sari amrtha Hyang Om Sidhirastu tat astu ya nama swaha Om bhuktyantu sarwa dewa Bhuktyantu Sri lakananta Saganah sapariwarah Swargah sada siwasca Om Dewa Bhoktra laksana ya namah swaha Om dewa Trepti bhoktra laksana ya namah swaha. pakulun anyuda leyuh ipun teka sudha lepas malan ipun. Om kara candra nyamta Namah nama nada. Om kara amrtha boktayed dewa sampurna. Hyang tryo taya. Aran ira tinitisang tirtha khamandalu Siniratan maring swarga lokha Denya sang hyang jati nirmala Tumuwuh ta sira maring marcepada Manadi ta manusa lwih Tata rinambut sinambut ayu Sukertha ginawe. Saguna kayanta .

Om eka wara dwi wara tri wara catur wara Panca wara Mhoktayed peras sidharastu Astu nya namah swaha.Puja Sesayut Pageh Urip. Om Dirgayur jagat amretha Sarwa merana wimur citram Om sudha sudha sudha Om Ang Ah amretha sanjiwani ya namah swaha. . Puja Matebasan Om Nadaya Samadaya Sama anggadegana sama lakwa Lulur aditya angeruwata dasa mala Mal trian ipun Sang binersihin Matebasan taman sudhamala Sakalwirin dasamala Lara rogha papa klesa petakan ipun sang tinebas tebas Sudhamala la laha ring sang Hyang Biksantri. Om Om Om Om Om Om Atma Paripurna ya namah jwita pari purna ya namah sarira pari purna sukha bagya pari purna ya namah Siwa amretha ya namah pranama Siwa amretha ya namah. Om Dewa Byotayed peras Sidhirastu tat astu ya namah. Ingsun aneda nugraha Sang Hyang Widhi. Puja Natab Kerai. Om Sang Hyang malinglang Angeruwata mala Om Sang Bang Tang Ang Ing. Om Sang Hyang pramana mekadi Sang Hyang Urip. Om Panca wara bawet Brhama Wisna Sapta Waranca Sad awara Iswara Dewanca Asta wara Siwa jneyah. Urip waras dirgayusa Om apah bayu teja akasa pretiwi jiwatmanam pramanam. Puja Natab Peras.

manik. Om Dewa rupha Mahadewa Mahatmanam dane Swara Lingga rupha wara nityam Tasmai lingga ya nama namah. sarwa dewa pranamaykem. Puja Nyeneb. Om sudha sudha sudha ya namah sawha. 2006:99-134). Om nama stute lingga rupaya stiti lingga ya namah lingga rupha wara nityam Tasmai lingga ya nama namah Om Siwa lingam Om Om Sadha siwa lingam Om Om parama siwa lingam ya namah Om hrang hring syah lingga Ya namah swaha. Om Ang Ah amretha sanjiwani ya namah swaha. Wigena kelesa wina sanem. Sarwa buta winucatem. Sarwa wiyadi niratarem. Surya sweta warnen. surya Koti praba jualem. santa juanem sudhem nityem. Iswara dea salinggem. . Busanem ratna swetanem. Mantra watek dewata maider (Iswara astawa purwa sentanania) Ong giri murti sweta wrnan. (Swastika. Purusa sweta pawitrem. Om pranamya sira de sang lingam Dewa lingam maheswarah Sarwa dewata Dewati dewanam tasmai Lingga ya namah. sarwa sweta sudha niytem. Iswara dewa murtinem.Nang Mang sang Wang Yang Om Suksma hrah phat astray a namah Om Sang Hyang Guru reka tenaya Manusan ning sira angaturaken sarwa sesayut pageh urip Katur ring paduka bhatara Samadaya. Purwa Iswara arcanem. Meru rajata baswarem purwa desa pretistanem.

Sarwa kriyem basmi citem. Swakiyem wigrhakem. Sarwa pradnya sadasem. Buh loka sarwa anayem. Jagat wigena wanasanem. Jaya wiya sakti sriyem. Iswara linggem. maha wiryem. Brahmanem waksidyem mantrem. catur buyem murti swarem. Pancawikrama deahem. Pradnya widyem sara swatem. Mukti bukti wiya palem. Moksanem sarwa roganem. Bajrakasara murti diyanem. Macute wigena keranem. Suksma diyanem. Sarwa karya prawitranem. Satrunatwana sama saran. . Wigena kelesa wina sanem. Biksukem satri labatem. Sarwa dusta wemoksanem. Murdanem. Suksma tatwem parajnyanem. Yadnya dewem krayem. Nugrahem sarwa lanem. Sarwa dewa pita narem.Sweta warananta Iswara dewaem. Sarwa karya prawitranem. Labate sude sudanem. nana garagoyem swarem. tatwa salinggem. Sarwa kriyo dusta citem. Iswara dewa mutinem. Satriya wibuh mukti buanem. Sarwa praja pradi panem. Sarwa jagat pretistanem. Suda papa wigena sawatem. Sandi katuwem wigrahakeem Tatwa guyaksarem matem. Praba sweta trinayem.

Tilem (Wetania). mewasta sesayut durga yusa. Wirya pala jiwatmakem. winadahan kundi manik.7. Sang Hyang Guru Wisesa. Sira sang hyang tirtha meretha. resigana. Dapat disembuhkan) Banten. (gering lara. Panglukatan Mala. Sarwa buh bawinasanem. Sahe seyayut. Boga weredya pala buktem srinan sedana. Kinepungi nawaratna inaranan Sang Hynh amerta Kamandalu. Iswara dewa salinggem.2. Ong gangga suci nirmala. maha sumber sang Hyang amerta.Sarwa durganem wikarem. 7. 1986:23). Swarasirem praja binem. Ong saha sidhi proadnyanaya nama swala. (Made Gambar. Apancuran selaka. . Ong Ung Iswara dewa ya namah swaha. Sira ta amburaknean sakwehing papa kelesa. Akarikil nawa ratna. Purnama. Ong Mang Iswara dewarcanem. muah panglukatania. Mijil sakeng papusuhan ira Sanga Hyang Prama Siwa Sira anirnakena lara roga wigena papa. ong kara mantra. Om antinira Sang hyang Brahma. Angenjutakna. Om gunung mas pucak manik. Mijil saking Brahma duaranira. nawa ratna. Pape klesanaingrat kabeh. Sarwa jagat sudha niyem. tuju angin. danda upoadrwa ikang rat kabeh. amerta Sanjiwa muah rikala nuju dina: budha Keliwon. muang gering tuju bayu. Uma tirtha. papa klesening rat kabeh. sakotamania. Ong Sang Hyang gangga suci. Penglukatan Uma Tirta. ila. Anggara Kliwon. Wenang sangkepi sesayut. umertraya. Klesaning rat kabe. Sire ageseng lara wiggena. Mijil sakeng amprunira Sang Hyang Sadesiwa. ong nada windu ardha candra ya namah swaha.

Gemanem pertiwi dewi. 7. ipenala ilang kang dosa mala. Iswara dewa prestitem.Maka uripning pawatek dewata nawa sanga maka partitanin Pandita ratu. sakwehing lara wigena mala petaka upadrawaning bapa ibu kaki nini. siwa sadha siwa. sarwa wigera winasanem.2. Magendra suksmam adnyanem. 7. . Sarwa keli kalu sanca. Bhatari preiwi molah naga raja. Brahma prastitem sari rarem. Ageni sweta murti dewem. Ageni rakta murti dewem. lupa lesu lelep arip. Brahma kunda geni murtyem. Brahma murti sari rane.8. Suka amaya namah. Sarwa papa aro-aro. Om Awigne mastu lara sindihang. ujar ala. asah molah tri lokanem. Sarwa wigene sanem. Sarwa drwimoksanem. Wisnu dewa masarirem Bayu nirmala tuju teluh tranjana. sarwa lara winasayem.2. Ageni pita murti dewem. Om Basudarem mahadewem. yuyut.9.. mertha gemanem pawitrem. sarwa jagat dukartarem. mutyem. Sarwa satru winasanem. Brahmanem loka seranem. sarwa durna winasenem. Ong Yang Ung. Lindu Gemana. muang manusa ring maya pada. premanem sidhem ya namah swaha. Ageni kresna murti dewem. Penglukatan Panca Geni (untuk orang tilas) (Iki wenang anggen ngelukat wong telas/tilas) Om Brahma kunda jagat patyem. Madewa sudha salinggem. wenang ngawasakna ring ngagering.

kaduluran gering kecacar. Pecaru Gering Tempur. gana bute banas patyem. . gerubug. 7. Tan pegat kageringan. asing pinangan dadi wisya.2. Jaga satru durga scityem. soring sanggar tutuan. saha bute saha pranem. Sarwa jagat sudhatmakem. Durga dewi namo-namah. buta raksasa sa pisacan. kapati-pati. maka penyambleh malih jadma kabeh ngaturang daksina muang canang. toyo mawisa. Brahma dewak sidhiogem. Ong sidhi rastu ya namah swaha (Gambar. Sattrya winoyo labatem. Paduka Bhatara maka lingganing timangke. pageneyan. maawanan pati (mati). denagenep.Lebur awu jati amukri nirmala. Ung Sudha mala maring papa jati ening. munggah suci laksana. ngelempuyeng. Sri dewi sarira dewi. Durga pati budha rupem. Gangga gori perawak syanem. maha bara ikang baya. wenang ngadegaken sanggah tutuan ring Dalem. gering merana makuweh mati meweh ikang wang). Yan arep rahayu ikang rat. Uma dewi Saraswatyem. kaken pati. (sasab merana wang akweh gering ngebus. saha gelar sanga. prabhu wibuh suka wredyam. Sarwa wegena wina sanem. maduluran segean agung bawi butuan. kala tri bute tri dweyem. sarwa praja wesar janem. duang soroh. Om Budha murti webaksyanem. Pakulun Sang Hyang Budha loka-loka. guling pebangkit. ring desa tepening samudra wisyan Betara Baruna miraga muah kalan betara Segara ngawisyanin.10. Budha rupe kaliyugem. Dirgayusan jagatriyem.1986:14). Santa rupem wibaksyanem.

sami ngajak suci. Pemadem bawi butuan. Ong Ang Ah Siwageni. Pemadem kambing. Siwa geni sudha ya namah Ah Ah. sata kanguru. asu kelod kauh genahnia. manusa paduka betara. ingolah ketengan (11). Sira sangadruwe sajen nira. (Agar diperhatikan dengan baik dan dikaji secara mendalam untuk kepentingan dengan tujuan kebaikan). Prod bute ya namah. wenang kukur anggen pateh ring banteng Yan tan wenang mademang ciciri (kuluk). Wenang bebek belang kalung angge. bebek bulu sikep. Pemadem angsa sata buik bulu gadang wenang Yan tan wenang mademan banteng. Iki peretiyaksa kena/pedasang mekayun. dadi akarang. geng rena sinampuranem. Caru manca rupa. sami ngeed.2. 1986:22-24). Asing luput. Agneni jualem masarirem. asing kirang. Sate siap selem kaja genahnia. ingolah ketengan (4) dadi akarang. dadai akarang. Sarwa lara winasanem. Penglukatan Siwa Geni. Pemadem kidang bebek putih jambul wenang. Sarwa wigene winasanem. pateh ring asu. 7. ingulah ketengan (66). pateh ring kambing . (dagingnya bisa diganti) (Asubang bungkem. ingolah ketengan (7) dadi akarang. Roga dosa wimur citem. Sarwa roga basmi sitem. paksi kokokan wenang.11. muang siap putih siungan. Sarwa papa winesanem Klesa roga wimoksanem. Yan caru panca sanak tan milu kambing. kambing kaja kauh genahnia. Sarwa petaka sampurnam. wenang siap kelawu gerungsang angge. siyung wenang. angsa pada wenang.12. Yan tan mademang kambing. 7. bebek selem (wenang).Ndah wriping jagatraya. Om Siwa Rudrem brahma takem. (Gambar. kauh genahnia.2. Pemadem kebo. Ngaturaken tadah sajinira.

muah yan ana kayu rempak. Yan ana karang tumbak. anadi kala deset. maung menadi nur. tugel gulune. Yan ring lumbung sanggah kemulan ayu ika. muah marga tiga. tunggal panese. Muah yan ana asu (kuluk) muah bangkung amanak tunggal. muang manusa salah pati ring pekarangan. panes ika: wenang rarung kesegara. Sang Hyang Kala Durga agawe lara. Muah yaning tabuan kulit. ngaran panes karang ika. namping pura. katumbak pangkung. biyu mecarang. ring salu (bale) ring pakubuan. jaka mecarang. kadi ageni baya ngaran. Ngaran kewala pinika cacad. Muah yan ana ingon-ingon patik wenang-wenang (ubuan-ubuan) salah rupa. talining budur. panes karang ika. katumbak jalan. Yanana sanggah pungkat muang paon. Muah yan ana karang namping pempatan. pungkat muang punggel. muah yan ana wong mentik ring bataran salu.(Gambar. panes karang ika. tunggal panese. Kapanjingan gelap. muang . katumbak labak. apan sampunang lakung ring petang dasa dina mangde puput mecaru. wenang ngadegang pelinggihpelinggih padma. 7. patuh panese. 1986:26-28). patuh panese karang ika. Yan ana pakubuan. yan tan magawe pungkate. ikang ageng nagih caru. panes yan ana samangkana. namping bale banjar. dados caru ika alitan. palinggih Ida Sang Hyang Kala Maya. muah wetunia kembar. wong baya ngaran. wenang gentosin lakarnya. muang puun. panes karang ika. katumbak jelinjingan. kewandania tambek antuk duin blatung. wetune. apan manusane menyama ring taru muah mamuatan idihang nasi. Muang ya ana taru salah pati. sebarang kuburan. muah katiban amuk kepanca baya. tan wenang malih angge. rurung. tan pegat amilara. buangan ring paro nidi (ring segara ) raris gelarana panca tawur. malih jineng pungkat tanpa kerana. samian.2. patuh panese. keni ketampig antuk aturupungkat punggel karipu baya ngaran. wenang ngadekaken padma alit palinggih Ida Sang Hyang Durga Maya. andap.13. Salwiring Pamanes Karang. muah yan ana Nyuh mecarang. muah nyawan ring umah. yan langkung ring petang dase dina.

baktini. Ba. umah sane ngenahan tan maren miyegan wenang acinin karang ika. yan tan caruning ngimuh ikang kala buta kabeh. kasiratang rah. Ta. dadi limang tanding. saluwiring cuntaka kala baya. Sa. rahina wengi ketadah antuk kalan betari Durga. tekening kandang. Ni pemali ingsun angundurang pemali agung. A. Yan sampun tawurin enak sang kala bute kabeh matemahan ayu sang ngadruwe umah. muang lumbung pebrahman. wanguduwe umah. kapurna denira sang bute jira mangsa. sane atanding mesate lembat asem. ika teka wenang gingsirang. eka dasa ruang ira. pada petang katih suwang. kita agawa\e apanjingan yang lalah. yadin anggen banten. I. Ma. Luwir carune (tawurnya). kita ratuning bute kala dengen. Wa. kalebok amuk. Puja Pemali Pakulun kaki pemali. Perbekel ipemali ngaran : I Tunjakati Sedaan ipemali ngaran : I Sanriati. mangaran I Guyangati. sembarang linggih widhi. Ya Ong Ang Ong Mang. tumpengnia pada medanan mecaru bilang bucuning karang. Malih caru karang kageringan. Iki Mantra: Ih kita buta jigra (jigra maya) marupa amanca warna. Na. sami taru ika ajak urip katekaning pati Muang yan ngingsirang padengenan. wakulange winangun urip. kesandering gelap. . mati megantung. Semuanya itu harus di buatkan tawur. tan mangga ya sania. karang angker. Paramantrining pemali. meanak i pemali pulung raksa. Penyarikan ipemal ngaran : I Tumbak api. muang temahan dasania sanguduwe umah. ika ngadekaken gering tan paingan. Si. I nyundar andir. Ayam putih meolah. aktiban amuk. Ong kesma sampurnaya namah. Mapesengan I Gular Bumi.

7. Apan aku umawak sang Hyang Brahma Jati. Pengasih Buta Muang Dewa. asanak ring punanu. nini pemali paingkup agung. amukti ta sari ring kahyangan sira suang-suang. trinadi sama baktya. jengat. sawah.Kasinoman ipemali ngaran : I Tuwek wesi. Panjak pemali ngaran: Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali bantang. Juru candek ipemali ngaran : I pular-Palir Dewaning pemalai ngaran : Sang ratu Mejaya. sampun sira malih anggeringin. Ingsun angadepana sang Hyang Tunggal. seme. Satus kutus ananing pemali. dirgayusa tekaning anak putu nira kabeh. Bujangganing ipemali ngaran: I Muyang-Maying. buta wigraha masya. tunggak. brahma. moro. tukad. asung anugraha. wisnu. amukta ya sari lawan sama kira kabeh. suket. tunggek. sangadruwe caru punika ana ganjaran nira katur ring kaki pemali. desti teluh. dewa mantaramasya. wehana wado cara samodaya. Ong sarwa pemala-pemali byoswaha. teke kita kabeh pada patuh lingkup. amgin. . pulung.2. mausya sidya masya. Rumasuk ring sariraning ingsun. paek. jalinjing. jadma manusa punanu wehana urip waras.14.

Brahma putra pratistanem. Sarwa jagat pratistanem.apan aku Sang Hyang Tunggal. Siwa sada siwa sirwatem. (Gambar. astawem dewa paragiyem. Ongkara mantra pujitem oma winayem maha wiryem. Siwa puja yoga meretem. brahma siwa murti wiryem. Bramana purwa tististanem. 1986:38). Sarwa wigene winasanem. Brahma Wisnu Mahe Suarem. sing teke patuh ikup ingkup ingkup ingkup. Dwijendra baskara meretem. Brahma wangsabca. Dwijendra purwa siwem. Dewa mantarem sidhi wakyem dewa sandi sang yogatem. Sarwa dewa masarirem. 7. Sarwa roga wisnu cartem. Surya merta pawiranem Yogi-yogi sarwa dewa. Om Sriam bawantu swaha. siwa loka pratistanem. . Ong brahmanem brahma murtinem. Ong ganda pujiem Iswara nityem. Sarwawa dewamca. Dwijendra Astawa. (Gambar. Siwa loka pratistanem. siwa sada siwa meretem. Brahma peraja dipem lokem.15. Baskarem siwangga layem. Tatwad nyanem siwem. Ong Guru dewem. amatuha tri nadi.2. Brahmo siwa murti wiryem. s Sarwa dewa pratistanem. 1986:47-8). ya sarwa wigena wina sanem. Brahmanem purwanem siwem. Sadasiwa maha wirye. Ong Brahmanem brahma murtiem. Nada grutyem dewa mantrem. Yoga sidyem murtinem.

Ong amertha dewi maha niti. tan keni sebelen saluwuing magelah ring prajamandala. teka bersih bersih-bersih-bersih. Ratna pratista susuarsa. 1. suka kang peretiwi. Ong bajra patni niti dewem. apan aku teke abersihin awak sariranku.17. Sri danta beraraba matanem. Basuhlah diri anda dengan jeruk. pusatkan pikiran kepada dewa Surya dan Sang Hyang Candra. Puspa seri suara. saksat mawinten ping telu. wenang sekama-kama apan Sang Hyang Mantra luwih utama. dan setelah itu mandi seperti biasa. Predanta puspa seranem. Astawem maha seranem. Setelah itu lanjutkan Masurya Sewana. Amangsa-amangsung aku tan pabersihan. Rupa kadi purnama katon. Sabda iki Sang Hyang Cumerini.7. matirtha. Ong gangga dewa nugrahakem. dan segala macam daging binatang dan burung.2. Jaya-jaya nama mertha.16. (Gambar. Ong Yang Srise Yang Prastawa. Pangleburan letuhan sarira. puspadem sarwa nisithem. 1986:51-52) . Pusatkan pikiran pada Sang Hyang Candra. yan tasak ngerangsukin mantra iki.2. Merik siksa sarwa predana. Surya Sewana (Bila sakit tidak ada obatnya). Surya candra nugrahakem. aku pawaking setra suka kang akasa.) Jayem suarem maha merethem. Ong Ang Sang Hyang Candra ring netra kiwa. Mantram sebelum Belajar Memantra (Sang Hyang Aji Panusangan). papa klese maha datem. tan ana aku keneng sebelan. gelarana siang ratri Idepaku anganggo Aji kotamah. (Bila sakit tidak bisa disembuhkan dengan obat: Tidak boleh makan garam. mala petaka wisudha.

Yan sekepancina duara kayunta. Sekari prebawa Sang Hyang Mantra. Pawisik Dewi Maya Asih. Undiakenang mantra Ong bang tat purusa ya namah swaha. Sarwa sadia ya namah swaha. tanembah ring betara Dharma.I. na-ma-si-wa-ya. Undiakenang mantra. wa-si-ma-na-ya . pat lawangnia. Kepanggung de sang Hyang maha Meru. ya-na-ma-si-wa. apan acintya swabawanira. Sekari perebawa Sang Hyang mantra. Yatika ngilangakena papa tiga luirnya: Ong Ong Ong Ong I-ta-sa-ba. Kakemit dening dewata. Sekari perebawa Sang Hyang mantra menge ikang babaan denika. Yan saka wetan duara kayunta.7. nda tan kapangging betara Dharma sire. Sekatri perebawa Sang Hyang Mantra.2. Iki pilih ikang babaan sekayunta. Ong tat purusa ya namah. i telas mangkana. Undiakena ikang Mantra Ong Ang Aggora ya namah swaha. ijero sada. Menge ikang baban denika. menge babaan denika tumata kita ijero. Catur duara. Asta dasa walu welas saginira. Kehanan Bhatare peremana. Peresada mas manik. perelina ika. (Pinuja kene desang Sedaka ndiata). menge ikang babban denika. uniakenang mantra Ong Ing I senaya namah swaha. Menge iki kabaan denika manjing te kita. Yan sake lor duara kayunta. Upeti Stiti Prelina. Utpeti Stiti Pralina. unia kenaMantra Ong Ang Agora ya namah swaha. Sekari prabwa sang Hyang mantra. Sekari perebawa Sang Hyang Mantra.18. Yan sekidul duara keayanta.

pengulapan. tepung tawar. sbuh pekek. rerakih tebusan. secarik tetebusan. daksina gede mesatun genep. solasan dualikur. sibuh peepek. Masuci abesik. 1986: 60-62). peras lis. sesayut pengambeyan. Maguling pebebangkit. isuh-isuh bun. muah dulurana tumpeng putih kuning dena ageng. daksina gede. pangulapan. Ong teluh adhi senduh Hyang nini dewata kabeh. tepung capak. Ong Ung Ang mang. iwaknia ayam putih kuning luh muani . kurenan. isuh-isuh bun rerakih muang tetebus. sibuh pepek. Melapas Wewangunan Utama. taekp api mangkana yan madya. muang tempeng putih kuning. kukusan anyar. muah maduluran tumpeng putih kuning. segehan manca rupa metabuh luak. Ong Ang Ung Mang.19. peras. maekar taman. kukus anyar.2. rantasan pasucian muang selanlanin panglukatan. tumpeng guru miawak bebek putih maguling. Madya dan Nista. muang sepakramaning panglukatan. lis. Pangredana Para dewa semua Ong peletak. pengulapan solasan dua likur. ika pinaka labaan banas patining taru mangkana kramania. raka-raka sekeweang. (1) prascita luwih. Masuci (2) kewala mapula gembal. Madya. dena sangkep. gereng sesantun den agenep. Mangerenga suara arum abangkit. Ong teka pira menangis. gerang. kukus anyar. sesantunia genep. sopekarania penglukatan. tepung tawar isuh-isuh. rantasan pasucian peras lis. Utama. tetabuh tuak. iwaknia ayam putih kuning luh muani sapelaken pinanggang raka sate weang. Sang Hyang Meraja Hyang Betari Kunti ih wih ih nah jeng. peletik. arta (1700). . gelar sanga segaan manca warna. iwak ayam putih kuning (luh muani) pinanggang spelakan. (Gambar. arak berem. prayascita luwih. Nista. genep sekramaning bebagkit.Ong Mang Ung Ang. arak berem. 7. sesayut pengambean. srantasan muah pasucia. tatimpug. suci (2).

Sudha bumi. nasin siku-siku mabe kelentong kelor. Pesimpenan. 7. Nasin kandik mebe ancruk. wiyabya. Ong bumi ginawe bumi. Yudha nirmala. matemahan sang Hyang Ayu narawati asri apasang amereta. anguripana sarwa tumuwuh. aywa papeka. ersania. Ibu paduka betari kapendem. nasin pengutik mebe kecai. anguripana buana kabeh. pancima. Pemelaspas nasin Peralatan.spelekan pinanggang. Peresidha namah swaha. nasin undagi-undagi. amurug. angadakaen bayu sabda idep. genian daksina. mamupul dadi sawiji. jeng. nasi liamng pujung mebe kawisan. pewangunira Begawan Wiswakarma. anguripaken saluwiring sarwa ginawe. Ong Ang Mang Brahma Wisnu Iswara. Nasin pengotok mabe paya. raka-raka sakewenang. Cobenem sudha mala. Nista puniki dulurana. Neher sarira tuuh. . Pemelaspan Utama. Madya. Ah Ah Ah. dewa metu ilang. neruti. Saluwiring ginawe rerajahan. sahe tuak arak berem. Pengurip Bangunan. Ong Yang perama Wisesa. Siwa-Sadasiwa Peramawisesa. Nasin paet mabe sibatah. Ong sarwa karya.20. ika pinaka tadahan banaspatining sarwa taru. dumanis cayane sarwa wijaya. pada kaurip denira Sang Hyang Perama Wisesa. Ih sang Hyang Indra angreka.2. sor luwe. purwa. bumiwana urip. nasin sepat mebe pelas. nasin penyerutan mebe pakis (pangi). sudha ayu. masya. Siwa sada siwa Perama siwa. nasin timpas muang belakas mebe balang. Ong seri bagia namah swaha. utara.

Ong sang Hyang Ibu pertiwi jati Mekadi Sang Syang Akasa. Paduka Betari Durga. satenia kutus ping lima (40). Iki pecarun karang katiben durmanggala. Sang Hyang aditya Candra lintang trenggana. Sang Hyang Panca muka. wusano denira kesingan kawuyuhan. purwa (5). Mauluning jana pada. Daweg nyeneng pakulun awewedaka. itik putih kalungabesik muah asu bang bungkem abesik.22. Amuktyasari atinggal sari. Ah-Ih. Ong-Sang-Bang-Tang-Ang-Ing-Nang-Mang-Sing-Wang-Yang. Mantram Arca muang mapendem Pedagingan Meru. Lawan kumereb. Nora ana karya sira. muang panca sata.2.Wusamono denira kelangkahan kedekan. Ulun aneda kerta nugraha. saba sanga genep caru madurga ngaran. Nugraha ripadanira pakulun. Katiban Durmanggala. Wusano denira keenden kariyanan. utara (4).2. nanceb sanggah tutuan. Angewruhakena iringsun. Wusano demira kelambukan.21. Apan sampun ngaturana caru kebeya kalan. Pakulun kaki betara Kala. asubang bungkem. ater dening dewa laya. Angaturan alinggih maring padmasana. Uduh bapa anak ingsun. sami winangun urip sami anut ring sesatenia. Pangiyang-ngiyangan nira Sang Huyang Trisandia. muang suci abesik. Rah kaki betara Gama. 7. Mangke ibu pakulun. satenia lima ping siya (45) kelod kauh genahnia. 7. asinjang akampuh. Manusanira angadekakenne wewangunan. Arca meru arrcana. Alenge wangi. madya (8) muang itik kalung ring madya genahnia. jangkep saisin suci. pebangkit asoroh jangpet abesik. Anak paduka betari. . Ayo sira nyangkala-nyangkali pekarangan punnanu. pascima (7). daksina (9).

untuk memberi kebahagiaan kepada yang pandai dan mensucikannya.23. Manusa Sang Hyang amit. Sama suka risanga deruwe caru kebaya kalan. Adnyane sepalem juyanem. Amanca. sami sira anjenengana. Tan ketamana upadrawa de betara yang mami. Hawiskrdehi hawiskrdehi. Engkau adalah awan yang maha besar pemelihara atas tumbuh-tumbuhan obat. Engkau diselenggarakan dengan menguncarkan Weda Mantra. Nirmala ya namah.2. (dan) saya menyelenggarakannya untuk mendapatkan sifat-sifat mulia. undagi.2. muah dirga yusa. sama suka ringsanga deruwe caru. Angaturana pawintenanne punanu. Teka-waras-teke-waras-teke-waras jurang luah wenang. Katureng pada betara-betari.24. Adya mesa palem tapem. Kelawan sang mawitenang kejenenganga De Sang Hyang triya dasa sakti. engkau adalah badannya api. Amuktya te sira. amunis. Muah Kaki Begawan penyarikan. jata bota setatan. Drwyamet siwatmakem. penenang jiwa menderita. Puja Mawinten Ong Siwa nugraha. Sakawisayan ipun. Mereka yang membaca dan mengajarkan . Amangku widi.Amuktya te sira. Sucikanlah sesaji kami. Ong Ang kesama sampurna ya namah. 7. Ananggap Dana Ong Siwa data siwa bokta. 7.25. Dulura ayu werdi. Penenang Jiwa yang Menderita Agnestanurasi waco wisarja namdewawittaye twa grhnami wrhadgrawa’si wanasratyah sa idam dewebhyohawih samiwa susami samiswa.2. Ubaya siwa dam buyat. Adyo mesa palem butem. Oh Yajna. 7. Sang Citra Gopta. Adnyana sepalem juyanem.

penolong orang-orang terpelajar. Pemimpin Politik/Negara dan pembimbing pada jalan kewajiban sebagai macam golongan yang berbeda-beda. menjadi mengetahui ceritera-ceritera dalam weda.2. kami menghayati Mu dalam hati sebagai penolong orang- . demikianlah juga Tuhan dan para ilmuwan mengajarkan ilmu untuk kebaikan kemanusiaan. 7. O Tuhan. memberi inspirasi kepada kami untuk melakukan yadnya. Semoga kami dengan bantuan pahlawan orang-orang pemberani menang perang berulang kali. menunjang dan memaniskan ucapan. terimalah pujian kami dipersembahkan melalui weda mantra dan kembangkanlah pengetahuan rokhani kami yang tidak habishabisnya.2. Agne brahma grbhniswa dharunamasyantariksam drduam ha brahmawani twa ksatrawani sajata wanyu padhami bhratwyasya wadhaya. Untuk menghancurkan musuh-musuh dalam diri. Yadnya adalah alat untuk menghasilkan hujan. Wiswabhyastwawasbhya upadhamicita sthordhwacito bhrgunamangirasam tapasa tapyadhwam.26. Engkau penyangga alam semesta. Persembahan Weda Mantra. Kami harus berusaha menghapuskan perampok dan pemakai pikiranpikiran yang tidak suci. Yadnya menjauhkan pencuri. kami berdoa kepadaMu untuk menambah pengetahuan kami. (yajna) adalah berpahala untuk menghasilkan bahan makanan dan pemberi pengetahuan dan kekuatan. seperti udara dengan gerakan tangannya tertentu yang kuat pulang pergi yang menerima persembahan dan seperti halnya matahari yang cemerlang memancarkan cahayanya mengerahkan atom-atom menjadi api. 7. Kukuto’si madujihwa isamurjamawada twaya wayaduamsamghataduam saghatam jesma warsa wrddhamasi prati twa warsawrddham wettuparaputtraduam aratayo pahatadduamrakso wayurwo wiwinaktu dewo wah sawita hiranyapanih pratigrbhnatwacchiddrena panina. Semoga pelaksanaan yang seperti itu ditanamkan. dhartramasi diwam drduam ha brahmawani twa ksatrawani sajata wanyupadhami bharatrwyasya wadhaya. Untuk menghancur-kan musuh-musuh yang ada dalam diri.Weda. Ilmuwan Mengajarkan Ilmu untuk Kebaikan Manusia. Engkau adalah penyangga alam semesta. saya menyadari bahwa engkaulah yang ada dalam hati.27. semoga kami mengetahui engkau sebagai pengasil hujan.

menjauhkan yang egois dan sifat-sifat kikir dan melindungi daerah tempat seperti kulit melindungi tubuh. ditastwag wettu diwaskambhanirasi dhisana. wadhuta aratayo ‘ditwastwagasi twa ‘ditirwettu. Semoga kami menyadari yadnya sebagai pembawa hujan dan pemberi pengetahuan spiritual. Yadnya adalah pengangga matahari yang cemerlang. untuk vitalitas. O Engkau manusia. Semoga kami bertirah pada yadnya untuk kesehatan yang baik.2. Bahan makanan dan air disucikan dengan melaksanakan yadnya memperkuat tubuh dan indra perasa. Yadnya Menseimbangkan dunia Dewasya twa sawituh prasawe. 7. rahmatilah kami dengan pengetahuan yang luhur. Yadnya adalah pemberi kebahagiaan. Dirgghamanu prasitimayuse dham dewo wah sawita hiranyapanih pratigr bhnattwacchidrena panina caksuse twa mahinam payo’si.2. Pemberi kebahagiaan dari segala yang ada. tuntunlah kejalan kehidupan tapa dengan mengendalikan nafsumu dan menuruti orang-orang yang bijak. Pencipta yang Agung dan pembebas alam semesta.swinor bahubhyam pusno hastabhyam. Dhisana ‘si parwati prati twa. Penguncaran Weda Mantra yang benar-benar merupakan yadnya sendiri.30. 7. untuk umur panjang penuh kebahagiaan dan kesejahteraan. Yadnya yang dilakukan pada hari tertentu juga memberi perlindungan seperti kulit melindungi tubuh. 7. Arti penting Penguncaran Mantra.28.orang yang terjujur pemimpin Negara dan pembimbing atas kewajiban bagi golongan yang berbeda. ilmuwan dan yang terpelajar. Kami memuja Engkau didalam hati.2. Sarmasyawadhutaduam rakso. . melalui Kemahaadaannya.si parwateyi prati twa parwati wettu. Sam wapami samapa osadhibhih samosadhayo rasena Saduam rewatirjagatibhih prcyantaduam sam madhumafirmadhu matibhih prcyantam. Semoga yang melakukan yadnya menyadari arti pentingnya. untuk aktivitas. perwujudan dari ceritera Weda. Yang Maha meliputi.29. Makanan disucikan dengan Yadnya Dhanyamasi deam pranaya two danaya twa wyanaya twa.

setia dan bebas dari kelemahan. 7. Ma bherma samwiktha atamerur yajno ‘timeruryajamanasya prajabhuyat tritaya twa dwitya twaikataya twa.2. seperti halnya dengan Aku. O Tuhan.31. Menyebarkan sistem pendidikan dalam Weda Apararum prthiwiwyai dewayajana dwadhyasam wrajam gaccha gosthanam warsatu te dyaurbadhana dewa sawitah paramasyam prthiwyaduam satena pasairyo smandwesti yam ca wayam dwismastedyam maskan wrajam gaccha gosthanam warastu te dyaurbadhana dewa sawitah paramsyamprthiwyaduam setena parisaryo smandwesti yam ca wayam dwismastamato ma mauk O Tuhan yang Maha esa mengetahui. Yang maha Kuasa. 7. menseimbangkan dunia. bapa dan guru. mencampur berbagai macam obat-obatan dengan air dan dengan sari buah dan mencairkan yang sama dengan air suci. Kami terirah sepenuh hati pada yadnya untuk mengenal Tuhan yang maha Esa.2. kami memohon kepadaMu melalui rakhmatMu.32. Tuhan Pencipta Tata Surya Prtwi dewayajanyosadhayaste mulam ma hiduam sisam brajam gaccha gosthanam warsatu te dyaurbadhana dewa sawitah paramasyam prthiwyaduam satena pasairyo’smandwesti yam ca wayam dwismastamato ma mauk.O Manusa. Jangan takut dan jangan ragu untuk melaksanakan yadnya. 7. demikian juga engkau. Keturunan yang melakukan Yadnya (bertambah) baik. O para pahlawan terikat oleh berbagai macam ikatan dari orang-orang yang jahat didunia ini yang bertentangan kepada kami dan yang ditentang oleh kami dan jangan lepaskan. menyebarkan pengetahuan yadnya ini didunia yang diciptakan oleh Aku dan melakukannya melalui matahari yang cemerlang.33. semoga kami tidak menghancurkan tanam-tanamnan obat-obatan dibumi. untuk pensucian air dan udara dan untuk memperoleh rakhmat itu dari ibu. Semoga keturunan orang yang melakukan yadnya itu baik. dengan nama para ilmuwan melakukan yadnya itu. Semoga engkau bersiap untuk keuntunganmu. Semoga matahari mencurahkan hujan di bumi melalui sinarnya. pemberi kebahagiaan semoga kami menundukkan orang-orang jahat di bumi ini . Pencipta tata surya dan wilayah yang cemerlang.2. menghidupkan air dan bebagai macam nafas pada organisme manusia.

Yang jahat harus disingkirkan. Pratyustaduam raksah pratyusta aratayo nistaptaduam rakso nistapta aratayah. Orang orang berdosa bergerak didalam kegelapan yang bertentangan dengan orang-orang terpelajar. Semoga kami bergaul dengan orang-orang terpelajar dan dengan demikian menyebar luaskan sistem pendidikan dengan bebas sebagaimana dijelaskan dalam mantra Weda seperti halnya Sinar pengetahuan saya dihargai oleh semua. Yadnya dengan Mantra Weda dalam Gayatri.34. mereka yang patut dibelenggu harus disisihkan dan . 7. Anisita’si sapatna ksidwa jinim twa wajedhyayai sammarjmi. tempat yang cocok untuk berdiam dengan senang. sumber kesejahteraan dan kebahagiaan. dan yang tidak disetujui oleh orang-orang pandai karena bertentangan mereka kepada pengetahuan. Anisito’si sapatna ksidwajinam twa wajedhayayai sammarjmi.35. Semoga orang-orang yang jahat tidak dirahmati dengan kesejahteraan dan kesenangan pada ilmu. air manis dan buah-buahan.2. supaya sekali-kali dibiarkan berkeliaran sampai mereka tertawa pada kesadaran mereka. Yang kejam yang bertentangan pada keadilan dan bertentangan kepada cinta damai. demikian pula hendaknya milikku. penuh dengan jagung. Tristiubh dan Chanda jagati. susu. Prastyustastaduam raksah pratyusta aratayo nistaptaduam rakso nistapta aratayah.1 O Bumi engkau adalah indah. Saya melaksanakan yadnya dengan penguncaran mantra Weda dalam Gayatri. O Engkau yang patuh pada kewajiban semoga engkau mengikuti jalan kebajikan.dimana para Rsi melakukan yadnya. musuh kebenaran harus dihukum. 7. Matahari menguasai bumi dengan kekuatan gravitasinya pada tempat yang tepat. demikianlah Tuhan memenuhi keinginan kami. Ibarat sinar matahari menerangi daerah tengah/antariksa. Suma casi siwa casi syona casi susuda casyurjaswati casi payaswati ca. yang harus dibawa diantara jalan kebajikan melalui beratus-ratus jalan yang ada hendaknya batasan-batasan pada mereka tidak dihilangkan sampai mereka mencapai penerangan.2. Gayatrena twa chandasa parigrhnami traistubhena twachandasa parigrhnami jagatena twa chandasa parigrhnami. Yang jahat harus disingkirkan.

Saya sucikan yadnya. melalui penguncaran weda mantra. Semoga kami mengenal Engkau melalui penglihatan spiritual yang damai. tumpuan akhir bagi alam semesta. sya membangun engkau dan mensucikan dengan ghee. Didunia ini. penganut yang tidak mengenal takut.2. untuk kemajuan kami.2. engkau tidak.2. meresapi semuanya. yang dicipta oleh Tuhan Yang Agung. suci. Tak terkalahkan dan dipuja oleh para Resi. 7. O Yadnya. Mengenal Tuhan Melalui penglihatan Spiritual Adityai rasnasi wisnorwesposyurje twa’dabdhena twa caksusawapasyami. Engkau adalah maha ada. O Tuhan. Mensucikan Hati dan Jiwa Sawistustwa prasawa utpunamyacchidrena pawitrena suryasya rasmibhih. engkau dimurnikan oleh api dan diserap oleh udara. Mereka yang tidak mentolerir kebaikan orang lain harus dihukum. Engkau adalah sumber segala cahya.yang mereka yang menentang pengetahuan harus menderita sedih. 7. dicintai oleh yang jujur.36. Mereka yang menyebabkan rugi pada orang lain harus dihina. saya sucikan hati-hati dan jiwa-jiwa manusia dengan pengetahuan suci dan yang bercahaya. Demi Untuk Hawan. Engkau adalah altar. dan salahkan secara terbuka. Pemberi kebahagiaan orang yang bebas. Engkau adalah penta cairan manis ditanah. sawiturwahprasawa utpunamyacchidrena pawitrena suryasya rasmibhih. Sebagaimana air diangkasa . Oleh pembasmi musuh. O Tuhan. Krsno’syakharestho’gnyetwa justam proksami barhirasi wedirsi barbhise twa justam prosami srugbhyastwa justam proksami. laksana nyala api. Saya memerintah pasukan pada waktunya menjadi kuat untuk melemahkan lawan dan melakukan perang. walaupun engkau dilakukan disumur yang digali. demi untuk membawa persembahan tinggi keangkasa. Engkau tidak termusnahkan. Membersihkan Air Sumur dalam Weda. jalan untuknya. 7. Tejo’si sukramasyamrtamasi dhama namasipriyam dewanamanadhr stam dewayajamasi.38.2 saya mensucikan persembahan yang dapat diterima oleh ghee.37. sinar sucinya matahari. yang menyucikan semua obyek dengan baik dengan yang tidak mengalir. layak untuk dipuja oleh para pelajar. Agnerjihwai suhurdeebhyo dhamne me bhawa yajuse yajuse. Engkau patut dipuja oleh para Resi disemua tempat.

melengkapi ruang. Ibarat seperti wasu. memberi perlidungan kepada matahari dan bumi. Engkau dipancarkan melalui kekuatan dan potensi yang surya. Samidasi suryastwa purastat patu kasyascida bhisastyai. Semoga. demikian juga saya bersihkan persembahan itu dengan hati-hati untuk diletakkan disendok api. Ibarat api yang memerlukan yadnya dan bertindak sebagai utusan. pembuat perbuatanperbuatan mulia bagi yang akhli.menambah kesucian semua benda materiil. 7. melindungi surga dan bumi. O Tuhan. semoga saya mendapatkan perlindungan dari Mu. Yadnya sejak jaman dulu menurut Weda. 7. Dengan ini.2. Jagalah kami dengan Sinar Pengetahuan Sipitual.2. Sawiturbahu stha urnammra dasamtwa strnamiswasatham dewebhya a twa wasaso rudra adityah sadantu. Rudra dan Aditya yang memajukan yadnya.3 . O Tuhan. hari ini saya memperoleh kemudahan mendapatkannya melalui yadnya mentega dan benda-benda lain yang memberi kebahagiaan. Agne werhotram werdutyamawatantwam dyawaprthiwi awa twam dyawaprthiwi swiatakrddehebya indra ajyena hawisa bhutswaha sam jyotisa jyotih. Semoga saya tidak pernah Melanggar-Nya Askannamadya dewebya ajyamduam sambh bhhriyasamangghrana wisno ma twawaktramisam wasumatimagne techayamupasthesam wisno sthanamasita indro wiryamakrnodurhwara asthat.41. Api ini adalah tempat yadnya. Inilah demikian ditetapkan dalam Weda. Sang surya melindungimu sejak jaman dahulu.39. semoga saya tidak pernah akan melanggarnya (yadnya). melakukan yadnya itu. Yadnya ini berada di angkasa dan diapi. Laksana seperti matahari menggabungkan sinar dengan sinar melalui persembahan diletakkan di dalam api. demikian juga saya untuk memperoleh sifat utama. pemberi kebahagiaan.2. demikian lindungilah kami. demikian pula O Tuhan. O Tuhan. jagalah kami dengan sinar penerangan ilmu pengetahuan spiritual. 7. O Tuhan. lindungi matahari dan bumi yang melindungi yadnya. O Yadnya. pembuka segala bunda. banyak kekayaan dalam gudang. Melalui (yadnya) matahari dan udara memperoleh kekuatan/tenaga. Engkau adalah indah laksana musim.40.

7.1.42. Negara yang sejahtera, karena memanfaatkan Bumi dengan Baik. Mayidamidra indriyam dadhatwasman rayo maghawanah sacatam; Asmakaduam santwasisah satya nah santwasisa upahuta prthiwi matopa mam prthiwi mata hwayatamagniragnidhratswaha. Semoga Tuhan memberi kami kekuatan spiritual. Semoga kami memperoleh harta penuh dengan bermacam-macam jenis yang cemerlang dan kekuasaan dunia. Semoga keinginan kami terpenuhi, semoga mereka memperoleh pahala, manusiamanusia memakai bumi ini dan pengetahuan (dengan nama kebebasan itu tercapai) untuk kebahagiaan negara. Semoga bumi dan pengetahuan ini menasehati saya. Semoga Tuhan, sebagai pelindung kami yang terakhir dan tetirah memberi perintah kepada saya. Ini adalah demikian dinyatakan didalam Weda. 7.1.43. Susunan Pencernaan (Analisa) Ilmu Upahuto dyauspitopa mam dyauspita hwayatamagnir agnidhratswaha; Dewasya twa sawituh prasawe ‘swinorbahubhyam pusno hastabhyam; Pratigrhnamyanestwasyena prasnami. Saya telah berdoa kepada Yang Maha Cemerlang, Tuhan, penyangga semua, semoga Tuhan, Bapa menerima saya. Susunan pencernaan ilmu kami mencerna melalui getah perut makanan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah, saya mengambil itu melalui waktu penyerapan dan pemahaman, dengan menarik dan mengeluarkan nafas; dan kekuatan pensucian dan penyerapan udara yang bergerak melalui tubuh, menanak makanan saya melalui nyala api, saya memakannya dengan mulut. 7.1.44. Sebelum beryadnya, manusia lebih dulu dilindungi oleh Tuhan. Etam te dewa sawitaryajnam prahurbrhaspataye bramane; Tena yajnanawa tena yajna patim tena mamawa. O tuhan, Pencipta alam semesta, Weda dan orang terpelajar menyatakan sebelum yadnya untuk brhaspati dan brahma. Melalui Maha Yajna itu melindungi yadnya saya, melindungi yang melakukan yadnya, Engkau melindungi saya. 7.1.45. Aktif dalam Pengetahuan adalah Yadnya.

Mano jutirjusatamajyassya brhaspatir yajnamimam tanotwar ristam yajnaduam saminam dadhatu. Wiswe deasa iha madayantamo (3) mpratistha. Semoga pikiran aktif saya mengirim pahala yadnya-yadnya itu. Semoga Tuhan mengembang luaskan dan memelihara penuntun pengetahuan yang tidak dapat ditinggalkan ini merupakan seperti yadnya. Semoga semua orang terpelajar didunia ini bersenang. Semoga Om bersemayam di hati kami. 7.1.46. Semoga kami melenyapkan dosa-dosa Musuh (api dan Bulan) Anisoma yorujjitimanujjesam wajasya ma prasamwena prohami; agnisomau tamapanudatam yo’mandwesti yam ca wayam dwismo wajasyainam prasawenapohami; Indragnyyorrujjitimanujjesam wajasya ma prasawena prohami; Indragni tamapanudatam yo’samadresti yam ca wayam dwismo wajasyam prasawenapohami. Semoga saya memperoleh kemenangan seperti kemenangan Api dan Bulan. Semoga kami melenyap cepat dengan materi perang. Semoga api dan bulan mengusir mereka yang membenci kami, mengusir orang yang kami uji. Semoga kami melenyapkan dosa-dosa musuh dengan perang seperti itu, kepandaian meliter dan peralatan. Semoga saya mencapai kemenangan seperti menangnya Udara dan Petir. Semoga saya memperoleh kebahagiaan melalui dorongan pengetahuan, dipergunakan untuk memperoleh keunggulan. Semoga Udara dan Petir dipergunakan dengan tepat, mengusir jauh orang yang membenci kami, mengusir, orang yang tidak kami sukai, saya sucikan orang-orang yang bodoh dengan sinar pengetahuan. 7.1.47. Mengucapkan mantra gayatri tiap Hari, menurut Weda. Wasubhyastawa rudrebhyastawa, ’ditye bhyastawa samja natham dyawaprthiwi mitra waruna twawrstyawatam; Wyantu wayoktaduam rahina marutam prsatirgaccha wasa prsnirbhutwa diwam gaccha tato no wrsti nawaha; caksupa agne’si caksurme pahi. Kami menyelenggarakan yadnya untuk Wasu, Rudra, dan Aditya. Cahaya matahari dan bumi membawa engkau (yadnya) kepada sinar. Prana dan Udana, melindungi bersarang mereka demikian pula hendaknya kami setiap hari beryadnya mengucapkan mantra Gayatri Yadnya yang diinginkan (Ahuti)

mencapai angkasa, datang bersenyawa dengan udara dan sinar matahari. Dari itu membawa hujan turun ke bumi yang mengisi sungai batang tumbuh-tumbuhan dan bunga-bungaan. O Api, engkau melindungi mata dari kegelapan, semoga engkau melindungi mata jasmani dan rokhani. 7.1.48. Mencapai kebesaran melalui Tulisan Yam paridhim paryadhatta agne dewa panibhirguhya manah; Tam ta etamanu josam bharamyesa nettwada pacetayata agneh priyam patho’pitam Oh Tuhan Yang Maha Ada, dipuji melalui pujian orang terpelajar, Engkau mencapai kebesaranmu melalui tulisan penuh pujianpujian yang indah itu. Saya mengenal kebesaran Engkau itu dalam hati saya. Semoga saya tidak pernah membantahMu. Semoga makanan yang menyegarkan saya telah peroleh didalam ciptaanmu. 7.2.49. Biarlah kami tinggal di rumah yang Menyenangkan. Agne’dabhayo’sitamapahi ma didyoh pahi prasityai pahi duristyai pahi duradmanya awisam nah pituh krnu susada yonau swaha wadagnaye samwesapataye swaha saraswatyai yasobhaginyai swaha. O yang Abadi, Tuhan Yang Maha Ada, melindungi kami dari kesaktian yang amat sangat, melindungi kami dari ikatan dosa dan kebodohan, melindungi saya dari sahabat orang-orang yang berpikiran jahat, melindungi kami dari makanan-makanan yang melalui kesehatan. Jadilah Engkau, makan kami yang bebas dari racun. Biarlah kami tinggal dirumah yang menyenangkan, berdoa kepada engkau dan melakukan keperluan-keperluan mulai. Inilah doa kami kepada Tuhan atau alam semesta, semoga kami memperoleh pengetahuan suci melalui Wedda, pemberi kejayaan dan kesejahteraan. 7.2.50. Engkau ajarkan (Weda) kepada rakyat. Wedo’si yena twam dewa weda dewebhyo wedo’ bhawastena mahyam wedo bhuyah; dewa gatuwido gatum witta gatumita; Manasaspata imam dewa yajna duam swaha wate dhah. O tuhan, Engkau mengetahui ciptaan yang berjiwa dan tidak berjiwa. Engkau mengetahui segala-galanya di alam semesta. Sebagaimana Engkau mengajar pengetahuan yang terpelajar, demikain juga Engkau menjelaskan pengetahuan kepada saya. Engkau ajarkan pada rakyat, mereka yang tahu bagaimana

Sembah (kami) kepadaMu. untuk menyudahi berbagai macam bencana. harus menguasai pengetahuan. Penguasa pengetahuan. mengetahui Weda yang memberi petun juk jalan yang benar. dengan tepatnya menetapkan yajna ini seperti dunia di udara. Agne wratapate wratamacarisam ‘radhidamaham ya ya ewasmi so’smi. untuk kekuasaan dan memperlihatkan keadilan. O Pitara untuk kemarahan yang pada tempatnya. Pitara-pitara datang setiap hari kerumah kami dan memberikan kami perintah- . Pitara-pitara. Sembah (kami) kepadaMu.menyanyi memuji Tuhan. O Pitara. Karmaphala dalam Weda. 7. 7. kesehatan dan kebahagiaan. O Pitara. Pitara-pitara mengetahui penghormatan kami kepada Engkau untuk kehormatan Mu. untuk melenyapkan kemiskinan dan musuh. Yang meninggalkan yadnya ditinggalkan oleh Tuhan. segala puji kepadaMu.2.4 tadasakam tanme Oh Tuhan. Untuk tujuan apa pemuja melakukan persembahan pada api? Ia melakukannya untuk kebahagiaan semua. sembah (kami) kepadaMu. ditinggalkan oleh Tuhan. Apakah setiap orang meninggalkan yadnya? Ia yang meninggalkannya.51. O Pitara. untuk mendapat umur panjang.2. Ia melakukannya untuk mendapatkan kekuatan. Kastwa wiuncati kasmai twa winuncati tasmai twa wimuncati.2.53. O Pitara. rakhmatilah saya keberhasilan dalam melakukan tapa brata yang saya telah lakukan dan saya dapatkan diri saya yakin untuk melaksanakan. O Pitara. Bendabenda rendahan tidak dipakai dalam yadnya adalah diperuntukkan bagi raksasa/setan. Saya memetiknya sebagaimana saya tanam. Sembah (kami) kepadaMu. 7.52. Namo wah pitaro rasaya namo wah pitarah sosaya namo wah pitaro jiwaya namo wah pitarah swadhayai namo wah pitaro ghoraye namo wah pitaro manyawe nmo wah pitarah pitaro namo wo grhannah pitaro datta sato wah pitaro desmaitadwah pitaro wasa adhatta. Sembah (kami) kepadaMu. mengetahui keinginan kami untuk memperoleh pengetahuan. Penguasa atau tapa brata. Posaya raksanam bhagosi. Persembahan kepada Pitara dalam Weda. untuk memperoleh kebahagiaan dan pengetahuan. Oh Tuhan.

5 7.54. Prati wastoraha dyubhih.perintah. Agneye Letakkan persembahan mentega (ghee) yang melenyapkan kelemahan jasmani. Api yang agung itu itu memperlihatkan matahari.2.57.58. Dengan pengetahuan untuk mencapai kedewasaan. Samidha gnim duwasyata ghrtair bodhyatatitthim: Asmin hawya juhotana.55. Yatheha puruso’sat. mohon terima kasih itu. ingin akan pengetahuan sehingga dengan demikian ia dapat mencapai kedewasaan yang penuh. Api Pemusnah Segala macam Penyakit. api pemusnah segala penyakit ini ada dalam segala benda. Triduam saddhama wirajati wak patanggaya dhiyate. Weda diucapkan untuk memperoleh pengetahuan sipitual. Weda diucapkan untuk memperoleh pengetahuan Spiritual.8 7. mencuat keatas dan turun kebawah diangkasa laksana keluar masuknya nafas dalam badan. Kami harus bertepatan mengucapkan dan memahami Weda setiap hari bersama dengan ajarannya yang memberi penerangan. Susamiddhaya socise ghrtam tiwram juhotana: jatawedase. Pitara. pemuda. Ditempat api itu engkau letakkan yadnya itu. Adhatta pitaro garbha kumaram puskarasrajam. diwam. kedalam nyala api yang baik ini.7 7.6 7. kami selalu memberikan kepadamu apa saja yang kami punya. . Menerima Engkau (sebagai) guru. Sinarnya api naik turun. Wahai engkau orang-orang yang terpelajar nyalakanlah api dengan batang kayu dengan mentega. Wyakhyan mahiso Sinarnya api itu. Korban api sebagai yadnya.2. Antascarati rocanosya pranadapanati. korbankan api itu yang patut dihormati sebagaimana seorang Sjamsajin.2. Kami memberi pakaian.56. dengan kepal bunga ditangan.2. 7. Sabda Dewata peraturan tertinggi diseluruh dunia. dalam garbha perlajaranmu.2.

Agnirjyotiryotiragnih swaha suryo jyotirjyotih suryah swaha. ia yang telah mengendalikan membujang selama 48 tahun. Inilah penjelasan kebesarannya. Engkau mengetahui segala sesuatu tentang cerita-cerita dalam agama.2.59.61. Upopennu madhawan bhuya innu te danam dewasya prcyata adityebhyastwa. engkau tidak pernah merahasiakan segala sesuatu dari saya. api dan petir melalui Weda. engkau memiliki sifat-sifat istimewa.2. 7. O Brahmacari. Saya memilih engkau sebagai suami saya karena engkau selalu merupakan kemudahan bagi saya. Matahari menyinari semua benda. O suami yang patut dihormati engkau adalah terpelajar.7.2. 7. akan memilih engkau sebagai suami saya. Sebagaimana memperlihatkan kepada semua kemanusiaan juga api itu dalam bentuk petir diangkasa dan menjadi sumber hujan dan pengetahuan. Kehidupan berumah tangga ini memberi kesejahteraan kepadamu. Sebagaimana halnya Tuhan mengajarkan pengetahuan kepada semua jiwa. Puja (1985:238). Wisna urugayaisa te somastaduam raksaswa ma twa dabhan. Tuhan memancarkan sinarnya sendiri. saya yang telah membujang selama 24 tahun. Agniwarco jyotirwarcah swaha suryo jyotirwarcah swaha Jyotih suryojyotih swaha. demikian pula matahari membawa penerangan pada semua obyek benda-benda itu. Semoga rakhmat pengetahuanmu harta kekayaan sampai kepada saya. Lindungilah kami. Sebagaimana Tuhan memberi sinar kebenaran pada kota-kota yang benar kepada semua mahluk demikian pula api jasmani memberi sinar menerangi semua benda. Turiyaditya sawanam ta indriyamatasthawamrtam diwyadityebhastwa. Semoga panah asmara tidak menyebabkan engkau menderita. Brahmacari selama 48 tahun Upayamagrhito ’syadityebhyastwa. Sebagaimana Tuhan memperlihatkan semua pengetahuan. Suami yang berjaya Kada cana starirasi mendra sascasi dasuse. 7. .60. yang orang itu harus kata-kata apa yang ia rasakan dihatinya. engkau bersahabat kepada orang-orang yang bersifat dermawan.2. Engkau bercahaya laksana matahari Kada cana pra yucchasyubhe ni pasi jasmani. Pengetahuan Petir melalui Weda. O suami yang berjaya. demikian pula halnya Matahari menumbuhkan kekuatan jasmani dan rokhani kita.62.

semoga hidup perkawinan ini dimana engkau minum memberi kebahagiaan kepadamu.O suami. dilahirkan seorang putra. hormati sumpah yang engkau ambil pada waktu perkawinan. sumber dari kebahagiaan.adya sawitarwamamu swo diwe wamamasmabyaduam sawih. dimana suami dan istri memenuhi kewajiban hidup dalam perkawinan dengan jujur. saya memilih engkau sebagai suami saya untuk kebahagiaan yang terus-menerus.66. Kebahagiaan hari ini esok dan setiap hari Wama.2.2. Engkau penyembah Tuhan Yang Maha Esa. O orang yang mulia. 7.65. O suami. giat yang mau berusaha. bepeganglah pada kebenaran. Sradasmai naro wacase dadhatana yadasirda dampati wamamasnuta. Semoga engkau memberi kesenangan kepada pengantin yang baru kawin melalui pengetahuan pengajaran yang engkau terima dari orang terpelajar. Wiwaswannandityaisa te somapithastasmin matswa.2. Dirumah. hari ini. yang memenuhi keinginanmu. Wamasya hi ksayasya dewa bhureraya dhiya wamabhajah syama. esok hari dan setiap hari yang dilewati. 7. 7.2. penuh keindahan dan aspirasi yang berlipat ganda. Engkau penguasa atas makanan- . Perkawinan antara dua orang terpelahar merupakan sumber kebahagiaan. engkau tidak pernah melupakan. memperoleh kekayaan dan kesejahteraan. kami dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan mulai didalam kehidupan perkawinan kami. engkau telah disatukan dengan saya melalui ikatan perkawinan. O suami. O yang telah menyelesaikan asrama yang keempat. 7. O Tuhan. Engkau bercahaya laksana matahari dalam pengetahuan apa bila engkau mengendalikan organ pengadaan (yang) akan mengusir kebahagiaan yang abadi dalam affairmu. Puman putro jayate windate waswadha wiswaharapa edhate grhe. guru dari berbagai macam ilmu pengetahuan. semoga intelekmu yang baik yang mengerti tentang makna hidup dalam perkawinan membuatmu akhli dalam pengetahuan setelah menyelesaikan hidup berguru.63. A wo’rrwaci sumatirwawrtyadduam hoscidya wariwowittarasada dityebhyastwa. dan mengajarkanmu bagaimana cara mengerjakan sesuatu dengan benar dan menempuh pada jalan kebajikan. Perkawinan Muda berpeganglah pada Kebenaran. engkau menjaga dalam hidup sekarang ini dan kehidupan yang akan datang. Engkau bercahaya laksana matahari Yajno dewanam pratyeti sumnamadityaso bhawata mrdayantah. O yang memasuki kehidupan perkawinan. Lindungilah perkawinanmu.64. Upayamaghrhito’si sawito’si canodhascanodha asi cano mayi dhehi. adalah tidak berdosa. Jinwa yajnapatim bhagaya twa sawite.

pola keindahan dan. Guru pemberi rakhmat. air dan makanan. Yaccaharmenio widwammscarkara yaccawidwamstasya sarwasyainaso’wayajanamasi.2. Engkau hilangkan dosa-dosa yang dilakukan oleh orang tua.2. Saya menerima engkau sebagai pemelihara yajna dalam kehidupan rumah tangga kita. Saya diundang olehmu makan-makanan yang sedang disiapkan olehmu.67. keluhuran dari keturunan. Yaste aswasanirbhaksa yo gosanistasya stutastomasya sastokthasyo-pahutasyopahuto bhaksayami. engkau adalah pemberi ilmu pengetahuan. dengan niat yang mulia. Ajarkan dengan kata-kata yang manis. berilah semua itu kepada saya. engkau lenyapkan dosa-dosa para penyumbang.70. karena engkau menuntun kami dijalan yang benar dengan pikiran yang mulia. perbuatan yang mulia yang dilakukan oleh .68.69. Sam brahmana dewakrtam yadasti sam dewanaduam samatau yajniyanaduam swaha. memberi pengetahuan kepada kami melalui yang terpelajar dan ajaran-ajaran Weda. 7. dari semua dosa itu. Engkau sesungguhnya ahli dalam Yayur Weda. Engkau hilangkan dosa manusia-manusia biasa. Dosa yang sadar dan Dosa yang tidak sadar Dewaktrasyaimaso’wayajananmasi manusyakrtasyainaso wayajanamasi pitrktasyainaso ’wayajanamasyatmakrtasyainaso wayajanama-syenasaenaso wayajanajamasi.2. Engkau hilangkan dosadosa yang dilakukan sendiri.makanan. Semoga kami memperkuat badan kami dengan brata brahmacari. Sama Weda.11 7. Engkau diundang dan dihormati oleh orang-orang terpelajar. penguasa atas kekayaan. ajarkanlah kami usaha itu dengan kata-kata mu yang manis dan menyenangkan. budi bahasa yang halus. Lindungilah perkawinanmu.9 7. engkau lenyapkan kekurangan fisik kami dan memberi kami harta kekayaan. ta istayajujusa O suami yang tersayang lagi pemberani. O guru yang terhormat dan terpelajar dan pengkhotbah. Engkau lenyapkan segala macam dosa yang saya lakukan tanpa sadar. Suami tersayang dan pemberani. dan Reg Weda.10 7. tunjukkan dihadapan kami contoh. Samindra no manasa nesi gobhih saduam suribhirmaghawantsaduam swastya.numarstu tanwo yadwilistam O guru pemberi rakhmat. Twasta sudatro wi wadhatu rayo. engkaulah pelenyap.2. Sam warcasa payasa sam tanubhiraganmahi manasa saduam siwena. pembimbing dari segala macam perbuatan. lahan dan bimbingan yang baik. O suami yang cinta sesama manusia.

Jaksiwaduamsah papiwaduamsasca wisswe’sum gharmaduamswaraswaratisthatanu swaha. O Grihastin. bujuklah mereka melalui orang yang berpikir agamis. 7. dan memberikan bergudang-gudang kekayaan kepada yajamana. bimbinglah engkau semua hidup kebahagiaan.12 7. Semoga engkau merakhmati dengan harta kekayaan yang banyak.74. Memberi pengetahuan siang dan malam. mengambil makanan bergizi. Kami mempersiapkan rumah ini untuk memudahkan engkau dan harta yang banyak-banyak untuk penggunaan bersama. Suga wo dewah sadana akarma ya ajagmedaduam sawanam jusanah. memenuhi tugas kewajiban hidup dalam perkawinan dengan benar. engkau adalah sumber kebahagiaan bagi semua.2. pemusnah atas kegelapan dari kebodohan. berbuat menurut pendapatmu.71.2. yang menurunkan kesejahteraan. Twasta sudatro wi dadhatum rayo. yang melindungi segala sifat kedermawanan yang diperlihatkan kepada anak keturunanmu. ia yang memberi kami pengetahuan yang baik.para Resi melalui kebijaksanaan dan kata-kata yang benar. Selenggarakan Yadnya dengan Benar.2.numastum tanwo yadwilistam. selenggarakan yadnya dengan benar dan pertajam pikiranmu. semoga kami mendekati diantaramu. mempertahankan dengan usaha sendiri dan memeliharanya melalui bantuan orang lain. minum air bersih. yang memperbesar kesenangan. Yam yam a’waha usato dewa dewamstan preraya swe agne sadhaste. karena engkau patut mendapat penghormatan kami. memberikan pengetahuan kepada kami siang dan malam dari gudangnya yang amat luas dan menghilangkan penyakit dari tubuh kami 7. . yang membesarkan anak-anak. O orang-orang yang terpelajar. 7. O orang terpelajar yang berpikiran mulia. Sam warcasa payasa tanubhiraganmahi manasa saduam siwena. Brahmana wahmana hawiduamsyasme dhata wasawo wasuni swaha. pengendali kejahatan.73. yang telah mengumpulkan pengetahuan dari engkau. kami telah memperoleh harta kekayaaan ini dengan tulus. penjaga atas harta ilmu pengetahuan. O orang-orang yang kawin. O guru yang berperilaku baik. menghilangkan penyakit kebodohan. Siapa yajamana itu? Dhata ratih sawitedam jusantam prajapatimidhipa dewo agnih. Orang terpelajar yang berpikiran mulia. Twasta wisnuh prajaya saduam rarana yajamanaya drawinam dadhata swaha.2.72.

O yajamana. yang berkaki tiga.78.2. Upayamgrhito’ sindraya twa sodasina esa te yonidraya twa sodasine. tampan dalam penampilan.76.2.77. kerjakan kewajiban hidup dalam perkawinan dengan baik.75.79. Semoga engkau menikmati makanan.2. Weda berkaki satu. penuh keagungan dan kuat dalam pikiran harus berharap untuk keberhasilan mengandung dalam hidup ini.13 7. 7. Piprtam no bharimabhih. yang penuh dengan sabda-sabda bimbingan mulia. berkehendak untuk memenuhi kesenangan dan melakukan yadnya dalam rumah tangga. penuh dengan weda mantra.14 7. O yang berumah tangga. Layani rajamu. O suami yang patut dipuji dan yang sehat dan istri yang bersabar hati. kami mendesak engkau melakukan kewajiban hidup dalam perkawinan dengan penuh keyakinan 7. Kerjakan Yadnya berumah tangga penuh dengan Weda Mantra Yajna yajnam gaccha yajnapatim gaccha swam yonim gaccha xwaha. O suami pengusir penderitaan. dikendalikan oleh prana. Ia harus mengajarkan kepada umat manusia tentang pengetahuan weda yang berkaki satu. Dalam tekenan kasih sayang. Yajnasya twa yajnapate suktoktau namo wake widhema yat swaha. Esa te yajno yajnapate sahasuktawakah sarwawitrastam jusaswa swaha. Mahi dyauh prthiwi ca na imam yajnammiksatam. Semoga engkau berdua menyediakan kami makanan dan pakaian. kerjakan yadnya berumah tangga ini dengan benar dan adil. hendaknya engkau mempelajari weda dengan setulus hatimu. berbuat dalam perbuatan mulia. Jinakkan pikiranmu yang murung dengan ucapan weda mantra. Yadnya mantra harus dilakukan oleh setiap kepala rumah tangga. dua. buah-buahan dan air. empat dan delapan Purudasmo wisurupa indurantar mahi-manamananja dhirah: Ekapadim dwipadim tripadim catuspadimastapadim bhuwananu prathantaduam swaha. tiga. Arwacinaduam su te mano grawa krnotu wagnuna. A tistha wrtrahantratham yukta te brahmana hari. pahami dengan sepenuh nalurimu. yang berkaki dua. .2.2. Mempelajari Weda dengan setulus hatimu. Samudre te hrdayamapswantah sam twa wisantwosadhirutapah.7. Orang berumah tangga yang mulia. yang berkaki empat dan berkaki delapan. dan pemberi kesegaran dan kemajuan spiritual keturunan.

Kalau demikian.Orang yang telah kawin. Jinakan pikiranmu yang murung dengan ucapan weda mantra. Ceritera Ketuhanan dari Weda Idrasca samrada warunasca raja tau te bhasksm cakraturagra etam. engkau adalah pengusir musuh dan yang memercikan kebahagiaan laksana mengusir awan.2. Lakukan tapa brata untuk menjalankan hidup berumah tangga. Tayorahamanu bhaksam bhaksayami wagadewi jusana somsya trpyatu saha pranena swaha.80. Wahai manusia. mengendalikan dan menaik.2. semoga kami dipuaskan dengan kekuatan.18 . memelihara tiga sinar cahaya yang cemerlang disemua ketiga zat-zat itu. panjang umur. kepada siapa tiada lain dilahirkan yang lebih kuasa. adalah merupakan dua kuda yang dipelanai/dipasang plangka (diikat menjadi satu). Ini adalah rumahmu. Engkau lengkapi dengan syarat-syarat yang diperlukan untuk hidup perkawinan.82. Upayamagrhito ‘sindraya twa sodasina esa te yonirindraya twa sodaine O pelindung harta kekayaan dan pengusir musuh. yang telah memenuhi semua tempat. ucapan yang benar dan ceritera ketuhanan dari weda. Dalam kereta kehidupanmu berumah tangga ini. Prajapatih prajaya saduamrararanastrini jyotidumasi sacate sa sodasi. pusat penguasa yang kuat dan memberi perlindungan kepada engkau yang mulia. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup berumah tangga penuh sejahtera dan enam belas sifat-sifat itu.16 7. melayani memberi dan kemajuan. Engkau sesungguhnya dilengkapi dengan sifat-sifat yang diperlukan untuk hidup berumah tangga.2. hiasilah kereta itu dengan kedua kuda pembiak itu. Enam belas sifat dalam berumah tangga Yuswa hi kesina hari wrsna kaksyapra. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup berumah tangga penuh kesejateraan dan enam belas ciriciri. Ketahuilah permintaan kami disampaikan untuk permintaan kami. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup perkawinan penuh kesejahteraan dan enam belas ciri-ciri.81.15 7. Ia pemberi ke enam belas sifat-sifat itu. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup berumah tangga penuh sejahtera dan enam belas sifat-sifat itu. Atha na indra somapa giramupasrutim cara. Sesungguhnya Tuhan. Ini adalah rumahmu.17 7. mempunyai air dan kekayaan. kekar badannya dan cepat untuk membimbing engkau ketujuan. Enam belas kala Yasmana jatah paro anyo asti ya awiweasa bhuwanani wiswa. pemberi rakhmat kepada seluruh dunia.

Kami menerima engkau dilengkapi dengan kekuatan untuk memberi kebahagiaan dan mengusir musuh kami. saya menjauhkan engkau dari mendekati istri-istri orang lain yang dermawan. O suami .21 7.7. Bhandanamtwa twa patmanna dhumoni. terkenal karena berbuat baik. O suami yang berpikir jahat. Yo asmam (2) abhidasatyadharam gamaya tamah. Tindakan engkau ini adalah aturan permainan rahasiamu. Saya menerima engkau. Kukunananan twa patmanna dhunomi. madintamanam twa patmanna dhumoni. demikianlah jatuhkan (musuh) kemartabat yang rendah.2. menggairahkan.2.86. terpuji. Kami telah menerima engkau untuk semua sifat-sifatmu itu. ucapan engkau yang patut dipuji melenyapkan kebodohan kami. Kami mendesak engkau untuk memberi kami kebahagiaan dan melenyapkan musuh-musuh kami. Untuk memperoleh sifat Mulia. tundukanlah musuh kami jauh-jauh. O jenderal. dapat dikasihi. O suami yang berniat buruk.83. Ini semua adalah nama-namamu. Ajarkanlah saya pelajaran yang baik untuk memperoleh sifat-sifat mulia.85. saya menghentikan engkau dari istri-istri orang lain yang lemah. Suami yang Tidak Beragama.syagnaye twa gayatrachandasam grhnamindraya tristupshandasam grhnami Wiswebhyastwa dewebhyo jagacchandasam twa O raja mulia. O suami yang tidak beragama. o istri. Upayamagrhito sindraya twa wimdha esa te yonindraya twa wimrdhe. Sukram twa sukra a dhunobyayahnane rupe suryasya rasmisu.2. tindakan-tindakan dan atribut-atribut. penuh pengetahuan. O suami yang tidak tetap pendirian. Weda Mengajarkan azas demokrasi Wi na indra mrdho jahi nica yaccha prtanyatah. tidak dapat dilanggar. untuk mengetahui sifat-sifat hakekat api dan pelistrikan. yang menjelaskan chanda Jagati. dapat disanjung. Eta te adhnye namani dewebhyo ma sukrtam brutat. Bresinam twa patmanna dhunomo. Sebagaimana matahari melenyapkan kegelapan. yang mengetahui chanda Gayatri. Patut dipuji. saya memperingatkan engkau terhadap senggama dengan istri mulia orang lain. Madhutamanam twa patmanna dhumoni. ia mencari-cari untuk melukai kami.2. Chanda Anustup adalah gurumu. Saya menerima engkau. rendahkan orang yang menantang kami. patut untuk mendapat penghormatan.19 7.84. pemberi kesenangan. Makna dan Fungsi Gayatri dalam Weda Upayamagrhito. Ide rante hawye kamye candre jyote’dite saraswati. untuk mendapatkan segala sifat-sifat baik.20 7. saya menyalahkan engkau berkali-kali untuk mengejek istri orang lain yang sangat bersenang. yang mengetahui Weda.

Prasana Upanisad.25 7. Tiga puluh empat dalam yadnya didunia ini.88. Semoga yadnya ini dikendalikan oleh yang terpelajar. 2). Yayur Weda samhita memiliki 51 kitab Upanisad. yang penuh kejantanan. . keenam (putra dari enam Rsi) semuanya tan patuh penganut Tuhan (Yang Maha Esa). bersahabat dan melingkupi semua benda-benda.2. Mereka menyangganya dengan memberi makanan. Ketahuilah Tuhan olehmu. putra Bharadwaja. memberi makan dan memelihara Tubuh. Bhargawa dari daerah Waidharbhi Kabandhi.2. membawa kayu api untuk yadnya ditangan mereka. Catustriduamsattantawo ye wiatnire ye iman yajnaduam swadhaya dadante. Seluruh kitab upanisad dan Aranyaka.22 7. Atharwa Weda samhita memiliki 31 kitab upanisad. ada dalam jiwa kita. angin dan awan.24 7. berjumlah 108 buah yang dibagi atas empat kelompok besar menurut jenis Sruti: 1). memuat enam macam pertanyaan yang isinya sebagai berikut: Sukses ca bharadwajah. Indrasca maturrasca krayayopotthito’surah panyamano mitrah krito wisnah sipiwista urawasanno wisnurnarandhisah. bramanistha param brahmanwesamana esa ha wai tatsarwam waksyatiti te ha samitpanayo bhagawantam pipaladam upasannah. Saya mempersatukannya dengan cekatan fungsi-fungsi dan kewajiban mereka yang berbeda. sukesa ca gargyah kasusalyascaswalayane bhargawe waidarbhih kalbandhi katyayanas te haite brahmapara. 3). Rg weda samhita memiliki 10 kitab upanisad. selalu bersinar cemerlang dihadapan kita dan mahir dalam fungsi tugas-Nya. O orang-orang yang terpelajar memahami. untuk keberhasilan dalam transaksitransaksi dalam penggunaan listrik. Sekesa.yang berhati batu.2. saibyas ca satyakamah. Penciptaan dan Penguasa. Tesan chinaduam samwetaddahmi swaha dharmo apyetu dewan. saya melarang engkau melakukan senggama pada waktu subuh dan waktu matahari memancarkan sinarnya.90. Satyakarma. Gargi. cucu Surya. putra Sibi. 4).2.23 7. putra Katya. Kausalya putra Aswala. Ketahui ia. pergi bersama kepada Resi Pilpalada. Wayu Dananjaya yang patut dipuji. Tiga puluh empat Penyangga Yadnya.89. bermaksud hendak mencari ilmu Ketuhanan yaitu dengan cara menanyakannya kepada Resi Pilpalada pertanyaan tentang hal itu berharap bahwa beliau akan menjelaskannya.87. Dhananjaya. saya memisahkan engkau dari istri-istri orang lain yang berbicara manis. Sama Weda samhita memiliki 16 kitab upanisad. O suami yang bodoh. Prasana Upanisad adalah Upanisad dalam kelompok Atharwa Weda.

Tuhan. sa tapastatwa sa mithunamutpadayate Rayilmca pranam ca. yaitu zat baik yang tampak dan yang tidak tampak. buah. bebas dari rasa takut dan sebagai rakhmatnya yang tertinggi. parayanam etasmanna punarawarttanta ityesa nirodhastadesa slokah. rayiwa atat sarwam yan murtacancamurttan ca Tasman murtirewe rayih. lebih jauh dengan menjadikan kekuatannya dan melakukan karma yang benar dan dari padanya telah diciptakan dua pasangan badan yang berbeda. Namun ada pula orang bijak yang lain mengatakan ia yang duduk diantara tujuh kereta yang mulia (karena ada tujuh macam sinar) yang ditopang oleh enam jerujinya (karena penyebab timbulnya enam macam musim). mengenal dirinya dengan cara pengetahuan yang benar pergi melalui utara yana. Penguasa atas segala makhluk yang ada. panas. Rayi sesungguhnya aspek matahari yang tampak. berkeinginan lahir anak-anaknya. hujan. Ini adalah nirodha atau tujuan dan sebagai petunjuk tentang ini ada sloka sebagai berikut: Pancapadam pitaramdwadaksaktrimdiwa ahuh pare arddhe purisinam. Sesungguhnya matahari disebut Pitara karena memelihara semua mahluk yang ada termasuk pohon-pohon. Sesungguhnya matahari adalah sumber dari semua hidup (prana) dan bulan sesungguhnya adalah rayi. dimana Jiwa tidak akan kembali lagi melainkan mencapai moksa. termasuk badan jasmani dan semua mahluk. rerumputan dan seterusnya) dan disebut Pancapadam (berkaki lima) sebagai penyebab adanya empat musim dan disebut Dwadaksatri karena penyebab adanya dua belas bulan dan adanya bahkan jauh disebelah bulan dan bintang-bintang. dan dingin. dimana jiwa bebas dari ikatan akhir dan mati.Tasmai sa Howaca prajakamo wai prajapatih sa tapo’tapyata. kekal abadi. mereka yang sesungguhnya akan mencapai Suryaloka yaitu tempatnya sang cahaya atau Adityaloka yang berada di atas prana (kehidupan). iman (dalam kebesaran dan kepada Tuhan). ity etan me bahudha prajah karisyata iti. Athottarena tapasa brahmacary ena sraddhaya widyayatmanam awisyadityamabhijsysnte. Aditya hawai prano rayirewa candramah. suklah pranas tasmadete rsyah sukla istam kurwanti itara itarasmin. . dengan memberi hidup kepada mereka sehingga mungkin kemudian mengembangkan dan memberi kelahiran pada makhluk-makhluk selanjutnya dari berbagai macam menurut jenisnya. Ia (Pipalada) menjawab kepada penanya Kabadhi sesungguhnya. Maso wei prajapatistaya krisna paksa ewa rayih. Etadwai pranamayatanametad amrta-mabhyametat. Atheme anye u pare wicaksanam sapata cakre sadara ahurapitamiti. Musim semi. sayur-sayuran. bramacari. Mereka yang mencari Tuhan dengan cara tapa.

Jiwa menetap dihati dimana didalamnya terdapat seratus syaraf. prana tampak bangkit dengan nagga (karena dipersilahkan) seakanakan pergi meninggalkan badan itu. Yathaisa puruse chayaitasminnetadtatam Prana ini dilahirkan (karean alasan) dari atma (jiwa). pikiran dan sebagainya) tidak dipercaya kepada prana. dan Wayana.Bulan disebut juga prajapati. sedangkan yang lain-lainnya melakukannya pada waktu kresna paksa. . Pada saat itu sang lidah. itu adalah Prana bergerak melalui kesemua itu. Te’sraddadhana babhuwuh so’bhimanadurdhwamutkramata iwa tasmannukamatyathetare sarwa ewotktramate tasmanisca pratisthamane sarwa ewa pratisthante yadyattha maksika madhukarara janam utkramatam sarwa ewotkramante tasimin pratsithamane sarwa ewa pratisthanta ewam wad manascaksuh srotranca te pritah pranam sturwanti. Hady hyesa atma. Atmana esa prano jayate. tetapi ketika prana beristirahat. Ara iwa rathanabhau prane sarwan ksatram brahmaca pratistham. dengan mana yang terakhir. masing-masing lagi dibagi memiliki dua ribu sub cabang yang lebih kecil. yayur Weda. demikian prana terikat pada atman. dalam hal ini. Ia memasuki tubuh ini sesuai dengan pikirannya baik atau buruk perbuatan. atraitadekasatam nadinam tasam satam satamaikasyam dwasaptatirdwasaptatih prati sakhanadisahasrani bawanyasu wynas’carati. mis lidah. telinga. Yang dikatakan Dewa-dewa (dalam badan. Dapat memperlihatkan kebijaksanaannya yang bear atau sesorang tentara dapat memperlihatkan keberaniannya yang mengagumkan. yang lain juga beristirahat. Melalui prana dan pengendaliannya itu orang dapat belajar Weda sendiri.Weada. manokrtena yatyasmin sarire. demikian semua dewa-dewa yang disebut dalam badan itu tergantung dan mengikuti prana ini. Sama Weda (dan Atharwa Weda) dan dari itu orang dapat melkukan maha yadnya atauy orang-orang bijaksana dan terpelajar. Persis seperti semua kembang mengikuti permainannya dan berhenti dimana dia berhenti atau duduk. telinga dan pikiran semua senang dan mulai memuji prana (sebagai pemimpin dan menyangga yang sebenarnya dan pemulihan tubuh). ibarat bayang-bayang mengiktui badan. Karena itu para resi melakukan ista yadnya pada masa sukla paksa. mata. melihat itu (prana) bergerak keluar. karena dari lima belas hari raya (memberi hidup kapada materi) sedangkan lima belas dari yang terang adalah prana. mata. rco yajudwamsi yajnah Ibarat jeruji dipasang pada porosnya roda sebuah kereta demikian pula halnya segala sesuatu ditetapkan dan digantungakan pada prana. mis Rg.

26 Prana Alam semesta: Aditya ha wai bebyah wai bahyan prana odayatha hyenam caksusam pranamanugrhnanan. memberi hidup kesemua mahluk. Saraswati telah memperoleh pujian kami.2.91. Brhntam garttamacate. surga. . Dengan langit yang menhujani dan banjir yang melanda. Rocanre rocana diwi. yaitu penglihtan. dengan mana mata dapat hidup. lokam nayati. Dhiyo yo nah pracodayat. saraswatam hawamahe. Sebagai orang-orang yang maha pemurah menginginkan putra. Sesungguhnya ia tersayang ditengah-tengah alirannya air yang tersayang. neraka atau kedunia manusia masing-masing menurut perbuatan mereka. Semoga ia mengilhami doa kami. Uta nah priya priayu saptaswasa sujusta. Sangat luaslah kekuasaanmu diantara Dewa-Dewa itu. Rtamrtena sapantesiram daksama cate. Saraswati stomyabhut. Penguasa atas banjir itu turun dalam embun. demikian mereka mencapai kekuasaan itu. Resi Wasistha. Kedua Dewi. Matahari sesungguhnya terbit dalam bentuk prana luar. Papena Keluar dari banyak macam urat syaraf itu.Athaikayordhwa udanah punyaina punyam papanubhabhabhyamewa mnusyalokom. Mahi wa ksatratam dewesu. Yunjnti bradhnamarusam caratam pari tasthusah. Prthiwiwyam ya dewata saita purusasya-panamawas. Dengan hati-hati menundukkan hukum dengan hukum. tidak penipu. Tatsawiturwarenyam bhargo dewasya dhimahi. bertambah kuat. satu disebut sumsumna melalui mana jiwa digerakkan keatas Udana dan dari situ keluar dari badan berbagai tempat yang berbeda. Syair : Gayatri Janiyanto nwagrawah putriyantah sudanawah. Tsbysntsrs yadakasah sa samano wayurwyanah. Wrstidyawa rityapesaspati danumatyah. Kedudukan tertinggi telah mereka capai. Kami menjumpai Saraswan sebagai laki-laki yang tak beristri mengingini istri. Kemudian bumi menarik dan menambah apana seseorang. Ta nah caktam parthiwasya moharayo diwasya. Karena itu tolonglah kami mencapai kerjayan itu kekayaan rakhani dan jasmani. sedangkan Wayu menarik dan menambah nyawa seseorang. tujuh saudara perempuan rindu akan cinta mendalam. Adruha dewau warddhete. Semoga kami memperoleh kejayaan yang luar biasa dari sewa Sawitar.27 7. Dewata: Saraswan.

dengan kekuatannya yang ajaib ia menuntun kejalan itu. pendeta Hotar. Waji wajesu dhiyatedhwaresu pra niyate. Gayatri. Dengan demikian. Ia dipimpin selanjutnya dalam upacara suci. Hota dewo amatyah purastadeti mayaya. Benih ciptaan yang ada telah saya peroleh. Oleh para DewaDewa diantara suku-suku manusia. Gayatri Twamagne yajnanam hota wicwesam hitah. Mendorong para umatnya maju. Agni Dewata. Luar biasa. Ia dibuat oleh pikiran. Ketum krnwannaketawe peco marya apecase Samusadbhirajayathah. dewata Agni-indra. Yunjantyasya kamya hari wipakasana rathe. Te janata swamokyam sam watsase na matrbhih. . engkau telah dijadikan Hotar itu pada setiap yadnya. sebagai pengatur. Agne yajnesu sukrato. Dhiya cakre warenyo bhutanam garbhama dadhe. membawa para Dewa dan memujinya. dan Dewata. Kekal abadi. O agni. Sesungguhnya. O manusia diciptakan bersama dengan pajar.Mereka yang berdiri disekeliling Dia. Tuangkan cairan itu. Pada dua sisi kreta mereka pasang dua ekor kuda coklat yang ia sayangi. sangat bijaksana dalam yadnya. upacara yadnya yang mulia. Engkau buat sinar itu dimana cahya itu tiada dan membentuk wujud dimana wujud itu sendiri tidak ada. berani yang membawa Pahlawan seterusnya. Karena. Rasa dadhita wrsabham. ia jalankan perbuatan yang sakti. Mitho nasanta jamibhih. Resi. dengan suara merdu dilagukan untuk kami. kuda yang kecoklat-coklatan dengan menggarakkan abah-abahnya yang kemilau. Wipro yajnasya sadhanah. Daksasya pitaram tana. A dewanwaksi yaksi ca. Persembahkan cairan itu kepada banteng itu. Kuat. Wettha hi wedho adhwanah pathacca dewanjasa. Resi Haryata Pragatha. Rasa dadhita criyam rodasyorabhi criyam. susu yang dipanaskan yang mempercepat menuju kepada surga dan umi. engkau menegtahui langsung jalan-jalan itu dan cara-caranya. Barhaspatyo Bharadwaja. A sute sincata criyam rodasyorabhi criyam. Dewata Agni-Dewa. Sa no mandrabhiradhwere jihwabhiryaja mahah. Coklat. Widathani pracedayan. Cona dhrsnu nrwahasa. Dewebhirmanuse jane. Ia yang Maha Tinggi adalah kekauatan yang aktif. Pendeta yang menyempurnakan upacara.

seakan-akan gelombangnya sindhu Engkau mengalir cepat menuju pemuja. Aha middi pituspari medhamtasya jagraha. sapi-sapi pada mengeluarkan susu bercampur madhu. yang merah ada pada rumput suci. Ano bhaja parameswa wajesu madyamesu. janmana girahcumbhami kanwawat. Aham pratena cusmamiddadhe. Dewata Surya-Indra. Terpuji. laksana anak lembu disisi induknya. Indra. bagian harta yang sangat dekat kepada kami. Ye twamidra na tustuwur rsayo ye ca tustuwuh.Ini yang mengetahui tempat tinggal mereka. Agni. penjaga sapi. Wibhaktasi citrabhano sindherurma apaka a. Mereka datang bersama keluarga mereka. Sunum satyasya satparim. Untuk Indra. Putra kebenaran. Yatrabhi samnawamahe. Abhi pra pra gopatim girendramarca yatha wide. Indaya gawa aciram duduhse warjrine madhu. Melalapnya dengan taring-taringnya yang serakah. Cunahcepa Ajigarti. mereka buat makanan pengganggu di surga. dewata indra. Imamu su twa. sanim gayatram nawyamsam. Resi Priyamedha Anggirasa. Ahamusya iwajani. Berilah kami bagian harta kekayaan yang sangat tinggi. Dan ini lagu kidung kami yang baru. O Agni. Ciksa waswo antamasya.ala. cahaya. hormat. saya memperindah nyanyian-nyanyian saya sebagai Kanwa. Dari Bapak saya memperoleh pengetahuan yang dalam mengenai hukum yang abadi. Raja orang-orang pembrani. dengan lagu. Mamedwardhaswa sustutah. begitu ia dikenal. Agne dewessu pra wecah. Kuda-kuda yang coklat telah dikirim kemari. Dewata Agni. Yatsimupahware widat. gayatri. Upa srakwesu bapsatah krnwate dharunam diwi. Gayatri. kerahim Engkau mengatakan keberuntungan kami yang baik kepada Dewa-dewa. .as. Bila mereka didapatkan ada dalam ruang bawah tanah? Resi. Resi Watsa keluarga Kanwa. Engkau mengatur pahala-pahala itu. Diama kami nyanyi bersama nyanyian-nyanyian kami. Yenedrah Dengan mengikuti kebiasan dahulu. Untuk Indra . Sadyo dascusa ksarasi. A harayah sasrjrirerusiradhi barhisi. Indre agna namah swah. Gayatri. Dan Indra sendiri mendapatkan kekuasaannya dari padanya. dekat. Bagian harta yang ada diantara (kami). Saya dilahirkan seperti Matahari itu. yang maha mulia. yang bersenjatakan guntur.

kami telah menghidupkan engkau. A dewan waksi yaksi ca. penerima pesta atas persembahan.Agni. Resi Ketu Keluarga Agni. kekayaan. O Agni berilah kami harta yang pasti. Minyaki lubang itu olehmu. Yaya ga akaramahai senayagne tawotya. O Agni. Dan kami akan menang tiap hadiah melalui dia. Gayatri. Resi Gotama keluarga Rahugana. Kirimkan itu kepada kami untuk mendapatkan harta. Kami mengharapkan engkau mandi dalam mentega. Gayatri. Bila kidung dinyanyikan seterusnya! Ano agne rayim bhara sastrasaham wareyam. Mardikam dhehi jiwase. Agni. Wicwasu dhisu wandya. Wicwasu prtsu dustaram. Gayatri Agnim hinwantu no dhiyah sapti macumiwajisu. Awa no agna utibhirgayarasyaprabrahmani. Semoga nyanyi-nyanyian kami mempercepat Agni maju laksana armada melaju dalam perlombaan. Tam twa ghrtasnawimahe citrabhano Dewam a witaye waha. dipuji dalam semua doa kami. Resi. harta yang banyak dalam bentuk kuda dan sapi. Dewata-Agni. Tak pernah terkalahkan dalam setiap pertarungan kami. putarkan roda itu. Dewa-Agni. Angdhi kham wartaya pawim. O sinar yang cemerlang. Rakhmatmu menyebakan kami dapat hidup. pasukan yang banyak dimana kami akan mendapat Sapi untuk diri kami melalui pertolongan Engkau. Agni. Agung dalam yadnya. harta untuk menujang kami seterusnya.Adapun juga yang Maha Resi tidak pujikan. A no agne sucetuna rayim wiswayu pasacam. Agne sthuram rayim bhara prthum gomantamacwinam. Agne brhantama-dhwere. Indra. suci dan kudus. dengan sinar cahyamu dan indahmu yang menyedapkan. Agni. Tena jesma dhanamdhanam. Witihotram twa kanwa dyumantamsmami-dhimahi. O. Tam no hinwa maghattaye. Resi Atreya. Bawalah olehmu Dewa-dewa dan memuji mereka. . siapakah yang mengawasi matahari? Bawalah dewa-dewa itu pada upacara ini. rakhmati kami dengan bantuan Engkau. Dewa. atau telah memuji Engkau bertambah pula kekuasaan itu oleh pujian saya. yang cemerlang. Agni yang patut jadi pilihan kami. Agne pawaka rocisa mandraya dewa jihwaya. Limpahkan rajmat melalui kebajikanmu. Bawakan kami harta yang dikuasai terus.Agni.

O Agni. Keluargamu. Ia juga adalah penguasa dunia. Resi Warupa Anggirasa. Sahabat yang engkau paling sayangi. Bodha stotre wayo dadhat. bahkan laksana kuda yang membawa para Dewa. suci dan agung. Gayatri. Bawalah mitra. Engkau telah membuat matahari. Resi wiswamitra Gathina. pijar ditempat tinggi. Gayatri. Angi kuat dinyalakan baik. Dadhajjyotirjanebbah. Agnirmyddha diwah kakutpatihprthiwya ayam. Ircise waryasya hi datrasyagne swah patih. Agne didyatam brhat. Samagniridhyate wrsa. Agneketurwisamasi presthah crestha upasthasat. bintang yang nanjak kelangit. tersayang.ajarama suryam rohayo diwi. Udagne cucayastawa cukra bhra janta irrate. Menanjak keatas. Agni. Sesungguhnya Agni dewa cahaya. memberikan dai hidup. pada manusia Agni. Apam retamsi jinwati. bawalah Dewa-dewa itu. Agni. Waruna. Ko ha kasminnasi critah. Wrsnam twa wayam wirsan wirsanah samidhimahi. indah dan mulai. Jumpai untuk dihormati dan dimohon. Resi Gotama keluarga Rahugana. . terbaik.Agne naksatra. Dewata-agni. Yaja no mitrawaruna yaja dewam rtam brhat. pada rumah engkau. Tawajyatimsyarcayah. dinyatakan dengan baik. Manusia dengan persembahannya berharap kepadanya. Memberi rakhmat sinar kepada manusia. Sinar cahayamu. Wrso agnih samidyate acwa na dewa wahanah. O Agni. penyanyimu. Dewata Agni. pada upacara yadnya yang besar. Agni? Siapa yang menghormati dengan yadnya? Kepada siapa tanggungjawabnya? Siapa Engkau itu? Twam jamijananmagne mitro asi priyah. mendapatkan perlindungan dari pada engkau. menguasai hadiah-hadiah terpilih. Twam hawismanta idato. Stota ayam tawa carmani. Bawalah mereka. Kemari. Semoga saya. Kaste jamirjananamagne ke dacwadhwarah. Agni adalah kepala dan tinggi disurga. Siapakah keluargaan pada manusia. Ia percepat benih-benih air itu. Idenyo namasyastirasmamsi darcatah. Agne yaksi swam damam. gayatri. dewata Agni. memperlihatkan dalam indahan melalui kesusraman. Sahabat yang sahabat dapat diharapkan. bersemayam ditempatmu. yang kuat. Sakha sakhibhya Idah. tingkatkan sinarmu. Melihat penyanyi. Engkau adalah sinar cahaya bagiu manusia. Agni.

Agnir yatrabhimathyate wayur yatradhirudhyate semo yatratiricyate tatra samjayate manah. kepada Brahman. Yuklwaya manasa dewan suwaryato dhiya diwam brhaj jyotih karisyatas sawita prasuwati tan. pikiran. dapat memperoleh kekuatan untuk mencapai surga. dimana Api. yang bersinar-sinarnya tidak terbatas yang meliputi segala sesuatu. untuk memperoleh kesunyataan. Dengan pelaksanaan Yadnya. Yuje wam brahma purwyam nabhir wisloka etu pathyewa sureh srnwantu wiswe amrtasya putra a ye dhamani diwyani tastuh. dan Air Soma dituangkan dengan tepat pada Piala Ritualnya.setelah melihat Dewa Agni. seperti yang telah diucapkan oleh orng-orang suci yang bijaksana.Sang Surya yang sedang muncul dicakrawala itu. semoga Dewi Sawitri. Yunjate mana uta yunjate dhiyo wipra wiprasya brhato wipasitah. kami pahlawan. Oleh Prajapati.1979:37. Yuktena manasa wayam deasya sawituh sawe suwargeyaya saktya. Engkau Agni. . yang menempati sorga sebagai tempat tinggalnya.Kami akan menyalakan Engka. serta oleh Putera-Putera dari Yang maha Abadi. dapat didengar oleh Brahma. dinyalakan dengan lembut.. Dengan mengkonsenkan indra-indra.406) 7.2. yang berjalan dijalan yang benar. semoga Jiwa kami menjadi sempurna. . dimana Angin yang kencang diredakan. . pikiran dan intleknya. yang kuat. Pemujaan Sawitri Yunjanah prathamam manas tattwaya sawita dhiyah agner iyotir nicayya prthiwya adhyabhacat. Wi hotra dadhe wayunawid eka in mahi dewasya sawituh paristutih. dan intlek. Puja dan puji kami persembahkan kepada Dewi Sawitri yang maha bijaksana. (Puja. Dengan mengkonsentrasikan indra-indra pikiran dan intlek. Puja dan puji kami persembahkan kepada Brahma yang paling kami muliakan. yang hanya secara sebdirian saja mampu mengatur yadnya yang diselenggarakan oleh para Brahmana (weda) yang telah mengkonsentrasikan indra-indra..Sang Api yang bersinar. semoga Dewi Sawitri berkenan memanifestasikan cahaya universal yang tidak terbatas itu untuk kesempurnaan kita. yang memperkuat kami.berkenan memberikan sinar terangnya kepada bumi. bercahaya sangat agungnnya. Dengan berkah dari Dewi Sawitri yang bersifatuniwersal. Semoga doa dan puji kami. yang mengetahui gerak-gerik semua mahluk yang untelligen. semiga kita dengan melakukan konsentrasi pikiran.92.

Orang yang telah melaksanakan ajaran-ajaran Yoga. marilah kita laksanakan Upacara Persembahyangan Brahman. Namo’nukule na tu cakcu pidane guhe niwatasrayane prayojayet. yaitu ketiga tubuh bagian atas. Same sucau sarkawa sakara wahni waluka wiwarjite sabda jalasraya dibhih.Sawitra prasawena juseta brahma purwyam tatra yonim krnawase na hi te purtam aksipat. yang mula-mula tampak dengan mata batinnya adalah munculnya Brahman. bebas dari batu-btu krikil. dan kita dijauhkan dari terkena penderitaan. dan kepala. dapat mengarungi samudra kehidupan yang dahsyat. Dustawa-yuktam iwa waham enam widwam mano dharayeta pramatah. maka Jalan Kehidupan kita akan terbebas dari ikatan hasil Karma yang pernah kita lakukan. hendaklah telah diubah dan tepat untuk bertapa brata. Tritunnatam sthapya samam sariram hrdindriyani manasa samniwesya. berkeadaan tegak lurus. Pranan prapidyeha samyukta cestah ksine prane nasikayo’ cchwasita. dan dengan mengatur pernafasannya. yang dekat dengan air. Dengan kemampuan menguasai indra-indranya. yang bebas dari pandangan yang menyakitkan mata. orang-orang yang bijaksana mampu mengendalikan pikiranya seperti seorang kusir kereta yang mahir mengendalikan kreta-kreta kudanya yang liar. Apabila tingkah laku kita sehari-hari didasari dengan prinsip-prinsip persembahyangan tersebut. Dengan persyaratan meditasi yang demikian itu. sesuai dengan ketentuan Ajaran Yoga. dengan indra-indra dan pikiran dikalahkan oleh Hati yang murni. dan suara-suara yang terdengar hanya yang menyenangkan pikran. yang telah dilakukan sebagai tradisi sejak jaman dahulu kala. yang terlindung dari angin yang keras. Dengan berkah dari Dewi Sawitri. apa bila telah berhasil. hendaklah dipilih tempat yag suasananya murni. serta kedudukannya tepat dengan bagian-bagian tubuh lainnya. yang ciri utamanya Latihan Konsentrasi Pikiran. bebas dari api. Etani rupani purussarani brahmany abhiwyaktikarani yoge. leher. jika dilakuakn dalam gua. orang-orang yang bijaksana dengan ber-Perahu-kan Brahman. . orang-orang bijaksana dapat mencapai yang menjadi tujuan dengan hasil baik. Dengan membiasakan diri bersikap meditasi yang baik. mengalahkan keinginan rendahnya. Dalam melakukan meditasi untuk dapat dengan Tuhan Yang Maha Esa. dada. bebas dari debu. Brahmodupena pratareta widwam srotamsi sarwani bhayawahani. Nihara dhumarkanilanam khadyota-widyut-sphatika-saninam. yang gelombang-gelombangnya menakutkan itu. yang teduh dengan pohon-pohon yang rindang.

Hasil pertama dari meditasi. Keaktian-kesakstian tersebut dicapai. pikiran tidak ternodai dengan keinginan-keinginan rendah. yang dari tertutup tanah. masa tua. setelah dibersihkan menjadi mengkilat dan mengeluarkan sinar yang berkilaua-kilauan. dengan jalan memusatkan pikiran pada pangkal lidah. berkepribadian yang mantap. dan jarang buang air besar maupun air kecil. dalam orang mempraktekkan yoga. adalah berupa dicapainya keadaan-keadaan. air. Na tasya rogo na jara na mrtyuh praptasya yogagnimayam sariram. badan menjadi ringat. Yadatma tatwena tu brahm-tattwam dipopamene’ha yktah prapasyet ajam dhruwam sarwa tattwair wisuddham jnatwa dewam mucyate sarwa pasaih. menjadi halus tutur bahasanya. kristal dan bulan. halilintar. angin. udara dan ether. yaitu keberadaan sifat-sifat Brahman yang tidak terlahirkan. pengecapan surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada ujung lidah. perabaan surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada bagian tengah lidah. mampu mencium bau-bau harum. maka orangnya tidak lagi terkena sesuatu penyakit. Tad watmatattwam prasamiksya dehi ekah krtartho bhawate wita-sokah. kunang-kunang. yang sifatnya abadi yang bebas dari ketidaktahuan. Yathaiwa bimbam mrdayo’paliptam tejomayam bhrarajate tat sudhantam. Apabila kesaktian Yogaguna dalam tubuh seorang Yogi. bebas dari penyakitpenyakit. Lagutwam arogyam alolupatwam warna –prasadam swara-sau-sthawam ca. dan pendengaran surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada langit-langit di atas lidah. yang penuh warna aneka ragam yang sangat indah. apabila orang telah dapat membakar badannya dengan api meditasi. sehat. memiliki wajah yang simpatik dan berwibawa. rasa sakit dan kematian. telah membangunkan kesaktian-kesaktian Yogaprawtti penciuman surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada ujung hidung. berkat latihan-latihan meditasi. penglihatan surgawi. Seperti segumpal emas atau segumpal perak. lalu dia dapat manunggal dengan Tuhan Yang Maha Esa (Brahman) serta bebas dari terkena penderitaan. tetai yang manifest sebagai sebuah Cahaya yang amat terang benderang.yang berwujud sebagai kabut. yang semula ditutupi oleh awan ketidaktahuan yang gelap. yaitu yang berhubungan dengan unsur: tanah. Gandhas subho mutrg-purisam alpam yoga prawrttim prathamam wadanti. cahaya. matahari. Setelah orang dalam melakukan meditasi telah mencapai titik dimana dia telah dapat menyadari dan menghayati tentang sifat Dirinya Ynag Sejati. diprolehnya kemampuan dapat melihat berbagai warna yang indah dan bersinar-sinar. Prthwyapryatejo’nilakhe samutthite pancmake yo-gune prawrtte. setelah orangnya menyadari dan menghayati sifat Dirinya Yang Sejati. api. . maka dia terbebas dari semua ikatan-ikatan.

Esa ha dewah pradiso’nu sarwah purwo hi jatah sa u garbe antah. widya/sidye nihite yatra gudhe ksaram tw awidya hy amrtam itu widya. yang ada didalam Tanaman Obat-Obatan yang tumbuh setiap tahun. kepada Maha Yogi ini. serta berlaku sebagai Saksi atas keduanya. sampaikanlah penghormatanmu! Pujalah Dia!. serta mampu melihat ke segala penjuru. G Pudja. Pengetahuan Suci bersifat Abadi. Dia terlahirkan yang pertama kalinya didalam rahim Hiranya Garbha. Sesungguhnya Dia. yang ada didaerahdaerah Hutan. ya oshadisu yo wanaspatisu tasmat dewaya namo namah. karena Dia mampu mengambil wujud yang beraneka jenis. terdapat Pengetahuan Suci dan Ketidak-Tahuan. Yo dewa’gnau yo’psu wiswam bhuwanam awiwesa. ada didalam Air. Sa ewa jatah sa janisyamanah pratyam janamis tisthati sarwato-mukhah. Di arena Maya. lalu setelah tiba saatnya menarik kembali Jala-Nya. yang Kesempurnaannya meliputi semua Alam. 1992:20-27) Dwe aksare brahma pare tw nante. yang belum manifest. Ekaikam jalam bahudha wikurman. dan Brahman berperanan kembali sebagai Yang dipertuan Yang Maha Agung atas alam semesta. Sarwa disah udhwan ewam sa dewo bhagawan warenyo yoni-swabhawan adhitisthaty ekah. asmin ksatre samharaty esa dewah bhuyah srstwa patayas tathesas sarwadhipatyam kurute mahatma. diciptakan kembai alam semesta dengan semua isinya. mencapai Pengetahuan Suci dan melenyapkan ketidaktahuan. Dia telah dilahirkan. Kepada seorang Maha Yogi yang seperti seorang Maha Dewa. dan akan terlahirkan kembali. Yo yonim adhitisthaty eko wiswami rupani. yang ada didalam Api. yang menjadi Sang Maha Pengatur atas benih dan semua bentuk yang ada dialam semesta ini. widyawidye isate yas tu so’nyah. yang telah memasuki Alam Semesta. Beliaulah yang seakan-akan seorang Ibu. Dia mampu berada didalam diri semua mahluk. mampu melihat makhluk di mana pun dia berada. yang ada didalam pohon-pohonan. Pada Brahman Yang Maha Esa Abadi dan tidak terbatas itu. itu seperti seorang Maha Dewa. yonis ca sarwah rsim prasutam kapilam yas tam arge jnair bibharti jayamanam ca pasyet. dan mengawasi kelahiran itu. Brahman setelah dengan berbagai cara melemparkan Jala Beliau. (Sudiarto. seorang Maha Yogi yang telah mencapai Kesempurnaan. hendaklah orang-orang mengontrol keduanya. yang dari dalam pikiranNya melahirkan Putera yang bijaksana. . Kemudian setelah datang saat penciptaan berikutnya. Hanya dia yang merupakan satu-satunya nyata. Dia diberi dibelakang semua mahluk. Untuk mencapai kesempurnaan. sedang Ketidak-Tahuan bersifat tidak abadi.

Atman itu yang dapat kita bayangkan sebagai sebesar ibu jari. Brahman secara sendirian memerintah Alam Semesta dengan semua isinya. Sang Purusa yang diakruniai sifat-sifat tertentu. . Tad weda-guhyopanisatu gudham.Seperti Matahari yang memberikan sinar-sinarnya disudut-sudut alam. Dengan ditempuhnya Ketiga Jalan. sekecil dari tongkat pemacu hewan. Dan Jalan Pengetahuan Suci. Ya ca swabhawam pacati wiswayonih. tad brahma wedate brahma-yonim ye purwam dewa rsyas ca tad widuh te tanmaya amrta wai babhuwuh. kebesaran diri dan memiliki kemampuan dapat memutuskan sesuatu. Walaupun demikian. Pengetahuan Suci tentang sifat-sifat Brahman itu disimpan secara rahasia didalam kitab-kitab suci Weda dan Kitab-Kitab Suci Upanishad. memerintah seluruh isi alam semesta dan menghidupkan benih-benih kehidupan. Naiwa stri na puman esa na caiwayam napumsakah yad yac chariram adate tena sa raksyate. yaitu Jalan yang terwarnai Kejahatan. yang suci. Sang Purusha menghayati kehidupannya secara berulang-ulang. Para Dewa dan para Resi yang hidup di zaman dahulu telah dapat menyadari dan menghayati keberadaan Beliau didalam dirinya. serta menentukan sifat-sifat tertentu yang diperuntukkan bagi setiap jenis makhluk. diatas. demikian juaga Brahman yang menjdiYang DipertuanYang Maha Agung atau atas alam semesta. Atman itu berkeadaan sebesar seperseratus ujung rambut dibagi seratus. begitu pula dilengkapi dengan sifat-sifat atau kemampuankemampuan kejasmanian. jika kita bandingkan dengan Brahman tmpak sangat kecil. melakukan suatu kerja dengan mengharapan hasilnya. Jalan Kebajikan. serta dilengkapi dengan sifat-sifat kejiwaan lainnya. tetapi memiliki kemampuan yang tidak terbatas. dan dibawah. Walagra-sata-bhagasya satadha kalpitasya ca bhago jiwas sa wijne yas sa canantyaya kalpate. Agustha-matro rawi-tulya-rupas samkala-hamkara-samanwito yah buddher gunenatma-gunena caiwa aragra-matro hy aparo ’pidrstah. yang masing-masing memiliki kemiripan dengan Sang Maha Penciptanya. yang wajib kita puja itu. serta diruang-ruang antara keduanya. Dan Beliau memasakkan benih-benih kehidupan yang ada di Alam Semesta ini. Gunanwayo yah phala-karma-karta krtasya tasyai wa sa copabhokta sa wiswarupas trigunas tri-wartma pranadhipas samcarati swa-karmabhih. dapat menegluarkan sinar yang berkilau-kilauan. sehingga mereka itu dapat memperoleh keabadian. pacyam ca sarwam parinamayed yah sarwam etad wiswam adhisthaty eko gunan ca sarwam winiyojayed yah.

. dan dengan menhayati hawa-nafsu hawa nafsu. yang menjadi penyebab munculnya exsistensi dan non exsistensi. Siapa yang telah dapat menyadari dan mengahayati kesunyataan Siwa yang berbahagia. yang wujud-wujudnya tak terhingga itu. tidak bersifat pria juga tidak bersifat banci. maka dia dapat bebas dari semua ikatan. kalam tathanye parimuhyamanah. Dia menjadi tampak keberadaan berbeda dari satu inkarnasi ke inkarnasi berikutnya. Yenawrtam nityam idam hi sarwam. Dewassyaisa mahima tu loke yedenam bhramyate brahma-cakram. pikiran. perabaan. maka dia akan dapat terbebas dari semua ikatan. serta yang meliputi dan meresapi seluruh alam semesta. yang tidak bersifat material. Wiswasyaikam pariwestitaram jnatwa dewam macyate sarwa-pasaih. sama seperti bahwa tubuh itu dapat mengalami pertumbuhan. yang menjadi sumber yang berjari-jarikan Enam Belas. dengan mengambil berbagai tubuh. Swabhawam eke kawayo wadanti. jnah kalakaro guni sarwawid yah tenestitam karma wiwartate ha. ye widus te jahus tanum. prthwapya-tejo. menganggap yang menjadi penyebab munculnya segala sesuatu yang ada itu adalah Alam atau waktu. Atman dpat mengambil suatu wujud makhluk yang bagaiamana pun tubuhnya. sesuai dengan hasil karmanya. Tetapi apabial dia sudah terbebas dari Maya dan sudah mencapai kesunyataan. rupani dehi swa-gunair wrnoti krya-gunair atmagunais ca tesamyoga hetur aparo ’pidrstah. penglihatan.nila-khani cintyam. Sthulalani suksmani caiwa. yang masih diliputi oleh Maya. Anady anantam kalilasya madhye wuswasya srastaram aneka-rupam. Atman berinkarnasi secara berulang-ulang di dibeberapa tempat. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan bahwa Brahman itu tidak berpermulaan dan tidak berakhir. memilih sebagai tubuh wujud yang kasar atau halus.Atman itu tidak bersifat wanita. dan mengalami kedewasaannya. yang telah mencipta alam semesta dengan seluruh isinya. bhawabhawa-karam siwam kala-srga-karam dewam. karean orangnya memakan makanan dan meminum minuman. maka dia akan mengetahui bahwa Brahman-lah yang menggerakkan Roda Alam Semesta itu. Samkalpana-sparsana-drsti-mohair grasambhu-wrsty-atma wiwrddhi-janma karmanugany anukramena dehi sthanesu rupany abhi samprapadyate. Bhawa-grahyam anidakhyam. Atman yang berinkarnasi sesuai dengan sifat dan karmanya. Dengan menggunakan kemampua. Beberapa orang bijaksana.

kegiatan penciptaan yang kedua. Tetapi Beliau juga dapat manifest diluar waktu. yang menjadi Yang dipertuan atas waktu itu. Brahman itu berada diatas tiga bagian dari waktu: masa yang telah lalu. dan juga bahwa Brahman itu adalah Pencipta dan Pendukung Kebajikan serta Penghancur Dosa-dosa. Beliau yang bersifat abadi. ayng secara berulang-ulang mengadakan penciptaan dan penghancuran. yang keberadaanya ada dimana-mana. Arabhya karmani gunawitani. yaitu kegiatan ciptaan tunggal.Alam semesta dengan segala isinya. bhagesam jnatwatmatwatmastham amrtam wiswa-dhama. tattwasya tattwena sametya yogam ekana dwabhyam tribir asthabir wa. dan yang Maha Mengetahui. Pinciptaan Kembali. Pemeliharaan. bhawan ca sarwan winiyojayed yah team abhawe krta-karma-nasah karma-ksaye yari sa tattwato’nya.Udara dan Ether itu dicipta dan dipeerintah oleh Brahman. Denagn berhentinya aktivitas kerjanya yang demikian itu. dan seterusnya. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan bahwa Dia itu lebih besar dari pada Pohon Alam Semesta. Sa wrksa-kalakrtibhih paro’nyo yasmat prapancah pariwartate’yam. aklena caiwatmagunaisca ca suksmaih. Siapa yang memuja Brahman yang menjadi Sumber dari Alam Semesta itu. maka dia akan dapat bebas dari ikatan-ikatan. kegiatan penciptaan yang ketiga. yang terdiri dari: Tanah. Adis sa samyoga-nimitta-hetuh paras trikalad akalo pidrstah tam wiswarupam bhawa-bhutam idyam dewam swa-citta-stham upasya-purwam. Siapa yang melaksnakan kerja sesuai dengan sifat-sifatnya. Juga kegiatan penciptaan yang berhubungan dengan waktu intelek yang halus. Dia adalah sumber munculnya segala sesuatu. kemudian menggabungkan prinsip ROH dengan prinsip ZAT. dan lebih besar dari pada Sang Waktu. yang maha bijaksana. Beliau adalah Sumber dari persebaban. dan keadaannya berbeda dari keduanya itu. Brahman setelah mencipta Alam Semsesta. serta kegiatan penciptaan kedelapan. yang menjadi Yang dipertuan yang . Tata karma krtwa winiwarya bhuyah.Air. sebagai yang ada didalam Hati Sanubarinya. serta bahwa Brahman itu menjadi tumpuan dan bergerak Alam Semesta didalam mengalami Perputaran Roda: Penciptaan. maka hal itu berarti aktivitas kerjanya behenti. Dharmawaham papanudam. Masa sekarang dan Masa yang akan datang. Penghancuran. dengan meletakkan hasilnya kepada Brahman. yang meliputi dan meresapi Alam semesta. maka dia dapat manunggal dengan Brahman. itu adalah Maha Pengatur seluruh isi alam semesta dan memekarkan semua Benih kehidupan. yang memiliki semua sifat-sifat.

yang menjadi Yang dipertuan atas tingkah laku semua mahluk. Tidak ada yang menjadi Orang-Tua ataupun Raja bagi Brahman. Tidak ada diseluruh alam Semesta ini tampak menyerupai Beliau atau yang mampu melebihi Beliau. Didalam Alam Semesta ini tidak ada seorang makhluk yang menjadi ahli yang kemampuannya melebihi Brahman. tam dewatanam paramam ca daiwatam. Sumber Pengetahuan. dan Kegelapan diluar diri Beliau. Na tasya karyam ca widyate. . na karanam karanadhipadhipo na casya kasjjanita na sadhipah. na cesita naiwa ca tasya lingam. Marilah kita puja Dia Maha Raja yang Maha Agung dari semua Raja Maha yang Maha Agung dari semua Dewa. Sumber Penggerak. yang sanubarinya manusia merupakan tempat bersemayamNya. Brahman adalah menjadi penyebab munculnya segala sesuatu yang ada di alam Semesta ini. Tidak ada penguasa yang kuasanya melebihi Brahman. Brahman adalah Maha Penguasa yang menjadi Jagat-karana. Na tasya kascit patir asti loke. berkenan memberi berkah kepada saya. Tam iswaranam paramam maheswaram. yang keberadaannya di setiap diri maklhuk berlaku sebagi Sumber kekuatan. dan sudah ada sejak makhluk itu dilahirkan. yang semisal labah-labah yang dengan benangnya yang keluar dari dalam dirinya. yang merupakan inti batinya setiap mahluk. Aktivitas. na tat samas capy adhikas ca drsyate parasya saktir wiwidhaiwa sruyate swabhawiki jnana bala-kriya ca. yang keberadaannya ada pada diri setiap makhluk. dan bersifat abadi. Karmadhyaksas sarwa-bhutadhiwasas saksi ceta kewalo nirgunas ca. Semoga Brahman. Yang dipertuan yang Maha Agung dari semua penguasa. sa no dadhad brahmapyayam. yang wajib dipuja sebagai Sang Maha Penguasa atas Alam Semesta. Yas tantunabha iwa tantubhih pradanajaih swabhawatah dewa ekah swam awrnot. dan yang ketiga sifat. yang dihasilkan oleh Pradhana-Nya. widama dewam bhuwanesam idyam. Bahkan tidak ada sesuatu Lingga yang dapat menjadi Tanda Kehadiran Beliau di suatu tempat. Pada diri Brahman itu tidak terdapat sebab-akibat. maka dia dapat menunggal dengan Brahman.Maha Agung atas Alam Semesta. yang mengeluarkan cahaya yang berkilau-kilauan. Marilah kita puja Brahman yang keberadaannya ada pada setiap makhluk. yang telah mencipta Alam Semesta ini. yang paling besar dari semua yang Besar. Eko dewas sarwa-bhutesu gudhas sarwa-wyapi sarwa-bhutan-tar-atma. Patim patinam parastat. yaitu: Kebaikan. yang dalam memikir tanpa menggunakan pikiran. yang meliputi dan meresapi seluruh bagian dari Alam Semesta. sehingga saya dapat amnunggal dengan Beliau. Kesaktian Beliau menapak dengan munculnya berbagai ragam wujud.

nanyah pantha widyate yanaya. tasya bhasa sarwam idam wibhati. dan BintangBuntang untuk meneranginya. Kiranya tidak ada jalan lain untuk mencapai Kebahagiaan Sejati. selain melalui jalan yang telah ditempuh oleh Beliau yang berjalan di Jalan Suci itu. karena Beliau hanya berlaku sebaga Maha Saksi. Dia adalah Roh yang telah sempurna. Orang-orang bijaksana yang telah dapat menyadari dan menghayati kehadiran Brahman di dalam diri sanubarinya. sa ewagnis salile saniswitah tam ewa widitwatimrtyum eti. Dia adalah Maha Penguasa memerintah seluruh alam Semesta. serta adalah Penguasa atas Kesadaran yang terdapat pada diri setiap makhluk. Namun Beliau tidak perlu secara nyata-nyata aktif melakukan aktivitas Beliau itu. Beliau memahami seluk-beluk ciptanNya. Beliau adalah maha mengetahui. Di Alam-Nya Brahman tidak perlu terdapat Matahari. Na tatra suryo bhati na candra-tarakam. Beliau adalah yang dipertuan atas Pradhana. Dia telah mencipta alam Semesta dengan seluruh isinya. yang walaupun sendirian. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Rahasia Agung yang tersimpan didalam Ajaran Samkya dan Yoga. Eko hamso bhuwanasyasya madhye. Tam ewa bhatam anubhati sarwam. Beliau juga adalah Penguasa Triguna. Bulan. Dia adalah paling abadi dari yang abadi.Eko wasi niskriyanam bahunam ekam bijam bahudha yah karoti tam atmastham ye’nupasyanti dhiras tesam sukham saswatam netaresam. Nityo nityanam cestanas cetanam eko bahunam yo widadhati kaman tat karanam samkya-yogadhigamyam jnatwa dewam mucyate sarwa-pasaih. Beliau telah menciptakan semua isi Alam Semesta dari satu benih. nema widyuto bhanti kuto’yam agnih. Beliau memiliki sifatsifat yang sempurna. yang bagaikan seekor Hamsa yang berjalan di dunia ini. sedang orang-orang lain belum dapat memperolehnya. dia akan terbebas dari semua ikatan. Beliau adalah Roh dari semua makhluk dan adalah Sumber dari segala sesuatu yang makhluk dan adalah sumber dari segala sesuatu yang ada di alam ini. Beliau adalah penguasa waktu. akan memperoleh Kebahagiaan Yang Sejati. Juga disana tidak perlu Halilintar atau Api. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan ini. dapat memberikan kepuasan atas keinginankeinginan yang diinginkan semua mahluk. Karena Brahman itu berkeadaan di Alam Semesta pun menjadikan segala sesuatu di Alam Semesta ini menjadi mampu mengeluarkan sinar-sinarnya. Beliau adalah . Adalah Maha Pemikir dari para Pemikir. Sa wiswa-wid tma-yonir jnah kala-karo guni sarwawidyah pradhanaksetrajna-pati gunesah samsara-moksa-sthiti-bandha-hetuh. dapat terbebas dari kematian. Dia adalah semisal Matahari yang telah mampu membakar habis semua Ketidak-Tahuan.

bersifat Maha Meengetahui. Atyasramibhyah paramam pawitram. yaitu salah satu yang tertinggi dari kempat tingkatan Diksa. Melalui melakukan Tapa-Brata dan atas limpahan berkah dari Brahman. Kebahagiaan Yang sejati hanya dapat dicapai melalui mempelajari Ilmu Ketuhanan. tanpa memiliki kesalahan-kesalahan. yo waiwedams ca prahinoti tasmi tam ha dewam atma-buddhi-prakasam mumuksur wai saranam aham prapadye. bebas dari ikatan-ikatan dunia. telah berusaha sekuat-kuatnya. Untuk dapat memperoleh kebebasan Spiritual. Tapah-prabhawad dewa-prasadac ca. dan yang telah memberi kepadanya Kitab-Kitab Suci Weda. Sa tanmayo hy amrta isa-samstho jnas sarwago bhuwana-syasya gopta ya ise asya jagato nityam ea-nanyo hetur widyate isanaya. brahma ha swetaswataro’tha widwan. Niskalam niskriyam santam nirawadyam niranjanam. saya berlindung kepada Brahman yang menjadi Penyebab dimanifesatsikanNya yang paling permulaan adalah Dewa Brahma. tidak melakukan ssesuatu aktivitasaktivitas. maka dia akan tidak akan berhsil. Walaupunorang untuk menghentikan penderitaan-penderitannya. dn untuk mencpai kebahagiaan yang sejati. sebab tidak ada seorang makhluk pun yang mampu melakukannya. prowaca samyagrsi-samgha-justam. Sang maha Resi Swetaswatara dinyatakan sebagai yang telah dicapai tingkatan Spiritual Paramahamsa. tanpa terkena noda-noda. waktu yang selalu menjadi maha pengatur Alam semesta. bebas dari penderitaanpenderitaan. Dia yang untuk sementara menifest sebagai eksistensi. sebagai penjaga Alam Semesta selalu waspada menjaganya setiap waktu. bebas dari eksistensi. Beliau adalah maha Pemelihara. Yo brahmanam widadhati purwam. dan sangat dihormati oleh Resi. Dalam melenyapkan dosa-dosa yang ada pada diri makhluk-makhluk berkeadaan sebagai Maha Api yang membakar kayu-kayu apinya. jika tanpa mempelajari ilmu Ketuhanan. tetap bersifat abadi. Beliau merupakan jembatan Emas menuju ke Pencapaian Keabadian bagi makhluk-makhluk. . amrtasya param setum dagdhendhanam iwanalam. semisal memeras ether atau mengepres kulit. selalu menjadi Yang dipertuan atas Alam Semesta. Yada carmawad akasam westayisyanti manawah tada dewan awijnaya duhkhasyanto bhawisyati. berkeadaan tetap diam. dan maha Pelebur. Brahman itu tidak memiliki bagian-bagian.Penganugerah Penyebab untuk dapat bebas dari penderitaan-penderitaan.

hendaknya jangan diberikan kepda orang-orang yang masih belum mampu menguasai hawa-nafsu hawa-nafsunya. Sweta Swatara Upanisad. Kepada orang-orang yang berjiwa luhur. yang mempercayai sepenuhnya kepada Brahman. Tuhan Yang Maha Esa adalah Abadi (tak terhancurkan) dan dia adalah pelindung yang ulung. Brahman menempatkan eilayah tengah yang luas ini di atas dan dijarak lintas. walaupun dia anak laki-laki kita atau siswa kita yang kita cintai. hendaknya kita berikan rahasia Ajaran Kitab Suci Upanisad ini. Misteri yang paling dalam dan paling agung dari Ajaran Wedanta. Tuhan Yang Maha Esa bersamayam didalam wujud sebagai para dewa. yang ada di alam semesta. Atharwaweda. . prakasante mahatmanah. Tak seorangpun mencapai kebahagiaan tanpa mengetahui Tuhan Yang Maha Esa yang bagaikan ayah. (1982:53-63). prakasante mahatmanah. Tuhan Yang Maha Esa. Brahma jajnanam prathamam purastat Hyang Widhi Wasa adalah pertama-tama. isanam Indra tasthusah. tasyaite kathita hy arthah. 7.Wedante paramam guhyam purakalpe pracoditam naprasantaya datawyam naputrayasisyaya wa punah. yang dengan tulus memuja Brahman dan menghormati Guru.93. akan berwajah yang berseri-seri. yang telah diberikan oleh Brahman kepada kita di zaman dahulu kala. Brahmedam anyatnaksatam brahma sat ksram ucyate. Brahman Menciptakan bumi ini. aham rtun ajanayam sapta sindhun. Aku menciptakan musim-musim dan tujuh buah sungai. Brahma dewam anu ksiyati brahma daiwajanir wisah. Brahmana bhumir wihita brahma dyaur uttara hita brahma-idam urdhawam tiryak cantariksam wyaco hitam. Isanam asya jagatah swardrsam. Aham jajana prthiwim uta dyam. Brahman menempatkan langit di atasnya. agar mereka dapat mengetahui dan dapat mengamalkan Ajaran Kitab Suci Upanisad ini. Satas ca yonim asatas ca wi wah Sang Hyang Widhi Wasa memperlihatkan keaslian segalanya apakah terwujudkan ataukah tidak terwujudkan’ Ya ime dyawa jajana Sang Hyang Widhi Wasa menciptakan langit dan bumi. ’Aku (Tuhan Yang Maha Esa) menciptakan langit dan bumi. bersemayam pada media-media yang suci. Yasya dewa para bhaktir yatha dewe tatha gurau.2.

Engkau adalah Indra dan Mahendra) Sarwo wai tatra jiwati gaur aswah purusah pasuh. Na dwityo na trtiyas caturtho napi-ucyate. Orang bijaksana mengetahui Tuhan Yang Maha esa/Sang Hyang Widhi Wasa dengan sarana penebusan dosa. Waruna. yatredam brahma kriyate paridhir jiwanaya kam. Rudra dan Mahadewa. termasuk sapi betina. Dia bersinar dalam bentuk yang berbeda-beda. Surya (Matahari) dan Maha Yama (Dewa kematian) So-aryama sa warunah. hidup bahagia. . (Tuhan Yang Maha Esa adalah Agni (api). tidak yang ketiga maupun yang keempat Se esa eka ekawrd eka ewa Tuhan Yang Maha Esa adalah satu dan hanya tunggal (Esa) Sarwe asmin dewa kkrawrto bhawanti Semua para dewa menjadi satu di dalam Dia. Wenas tat pasyat paramam guha yat. Twam Indras twam mahendrah (Tuhan Yang Maha Esa. sa rudrah sa mahadewah. Tuhan Yang Maha Esa tidak dipanggil yang kedua. Setiap orang. So agnih sa u suryah sa u ewa mahayamah. Upo te badwani yadi wasi nyarbudam Semua bentuk yang tak terkira banyaknya dihubungkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung.Brahma-enad widyat tapasa wipascit. kuda-kuda. manusia. dan binatang. Se ewa mrtyuh so-amrtam Tuhan Yang Maha Esa adalah (penguasa) kematian dan Tuhan Yang Maha Esa adalah kekekalan. Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Agung disembah dengan teguh untuk kemakmuran semua. Orang Bijaksana yang suci membayangkan (memwisualisasikan) Tuhan Yang Maha esa yang berdiam dalam hati. Yad ekam jyotir bahudha wibhati Ada satu Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung yang bercahaya. Tuhan Yang Maha Esa adalah Aryaman.

yang dilarutkan.Skambho dadhara dyawaprthiwi ubhe imk skambho dadhara-uru-antariksam Brahman yang menyokong dan menggenggam langit dan bumi kedua-duanya. Alam semesta yang sempurna ini diberi makanan oleh Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Sempurna. Yasmad rco apataksan yayur yasmad apakasan. Sutram sutrasya yo widyat. Samani yasya lomaniatharwangiraso mukham. Yo bhutam ca bhawyam ca sarwam yas cadhitidthati. Sa widyat brahmanam mahat. Regweda dan Yayurweda berasal dari Dia. baik dimasa lampau. Yah sramat tapaso jatah Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Agung disadari dengan ketekunan dan penebusan dosa. Tat sambhuya bhawati-ekam ewa Brahman adalah inti (permulaan) alam semesta dan segalanya. menjadi seragam dengan dia. Dia yang mengetahui benang yang saling hubungan dari alam-semesta. Pumat purnam udacati purnam pumena sicyate Alam semesta yang sempurna berasal dari Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Sempurna. Brahman Skhamba meliputi seluruh alam-semesta. Tuhan Yang Maha Esa ada dimana-mana. swar yasya ca kewalam tasmai iwesthaya brahmane namah. ada didalam Sang Hyang Widhi Wasa. dimasa kini maupun dimasa datang. Skambha idam wiswam bhuwanam a wisesa. Samaweda adalah rambut-Nya dan Atharwaweda adalah mulut-Nya. Dia juga menggenggam atmosfir (lapisan udara yang meliputi bumi) yang luas ini. Kami menghaturkan persembahan (korban) ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung (Mahkluk Agung itu). Sampasyan yati bhuwanani wiswa . Dia berbahagia sepenuhnya. apakah ia dimanifestasikan (diwujudkan) ataukah tidak dimanifestasikan (tidak terwujudkan). Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung. Mengenal Sang Hyang Widhi Wasa Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung. Asac ca yatra sac ca-antah Segalanya.

Sang Hyang Widhi Wasa memasuki tubuh manusia dan Dia menjadi raja tubuh itu. 1996: 169-182). Yo marayati pranayat. O yang dipertuan Atas kebaikan. Yang satu (yaitu sang Mula Prakrti) adalah bahkan lebih halus dari pada rambut dan yang lain (yaitu jiwatman atau jiwa individu) adalah tidak dapat dilihat. Semoga yang dipertuan Atas Sabda-Sabda yang menguatkan hubungan dari saya dengan diri Beliau. tatah pariswajiyasi dewata sa mama priya. Tuhan yang Maha Esa Yang Maha Agung (Makhluk Teragung). Iyam kalyani-ajara martyasya amrta grhe. Tetapi dari yang paling halus dan dewata yang meliputi semuanya (yaitu Iswara atau Jiwa Agung) adalah satu-satunya obyek (tujuan) dari cinta.Sang Hyang Widhi Wasa-Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung bergerak mengamati seluruh alam smesta Sariram brahma prawis at sarire-adhi prajapatih. Kekuatan kehidupan manifes. semoga hari ini. pengetahuan praktis. Samawedda dan Yajurweda. Balad ekam aniyaskam ute-ekam naiwa drsyate. Bentangkanlah perlindunganMu kepada saya.28 O yang dipertuan Atas Sabda-Sabda. membakar. Yang dipertuan Atas Sabda-Sabda berkenan memberi tugas kepada saya. dan membekali saya dengan kekuatan-kekuatan yang berasal dari diri beliau. Widyas ca wa awidyas ca. Rgweda. semoga kekuatan-kekuatan hubungan diri saya dengan diri beliau. yac ca-anyad upadesyam. Segala macam zat memasuki tubuh manusia seperti misalnya kebijaksanaan. Dia adalah sumber penghidupan seluruh alam semesta. dan setiap pengetahuan yang harus diajarkan. menjadi semua bentukbentuk kehidupan. semoga kekuatan- . yang menjadi jumlah tak terhingga. dan dapat menyatu dengan sanubari saya. Sariram brahma prawisad rcah sama-atho-yajuh. (Titib. yasmat prananti bhuwanani wiswa Sang Hyang Widhi Wasa menghidupkan dan menghancurkan. atau tiga kali tujuh. datanglah kemari bersama-sama dengan Para Dewa. bimbinglah saya. serta semoga saya senantiasa dapat ingat akan ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari. tiga dan tujuh. Dewa yang kekal dan bertuah ini (yaitu Sang Jiwa Agung) bertempat tinggal di dalam tubuh manusia yang fana. Do’a agar ajaran-ajaran Suci yang dipelajari terpatri dalam sanubari Dengan pola Trisapta. tetap seperti ujung-ujung busur itu didekatkan dengan ditariknya tali sekuat-kuat.

saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. Yang dipertuan atas Sabda-Sabda. semoga di bumi. semoga di bumi. dengan kekuatan dari Beliau itu. yaitu bumi dengan banyak aspek-aspeknya. karena mengisap banyak air. jauhkanlah kami dari serangan panah. semoga di bumi. tariklah tali busur kehidupan kami! Kuatkanlah tarikanmu itu sekuat batu! Dengan kekuatanmu yang hebat itu. yang berkekuatan seratus kali lipat. anugrah dari Parjanya dan kami mengetahui dengan baik. Kami mengetahui gelagah SangAyah. Seperti bahwa diantara Surga dan Bumi itu terdapat pohon bambu. dengan kekuatan dari Beliau itu. O. yang berkekuatan seratus kali lipat. Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. O Penarik tali busur kehidupan yang mahir. anugrah dari Waruna. Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. semoga saya dapat dipersatukan dengan ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari. karena mengisap banyak air. semoga saya-lah yang engkau pilih sebagai tempat persinggahanmu. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. yang diatasnya mengisap banyak air. pancaranmu mengalir dengan deras. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. atau senjata-senjata lainnya. O Indra. atau tombak. demikian juga smoga batang gelagah itu menjadi penghalang penyakit dan pengaruhpengaruh jahatnya. yang menjadi Ibundanya. Semoga saya tidak ditinggalkan oleh Ajaran-Ajaran Suci itu.kekuatan itu dapat selalu berada didalam diri saya senantiasa dapat ingatkan Ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari. Do’a Penyakit Kencing menjadi Sembuh dengan rerumputan. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. Datanglah kemari. Obat dengan menggunakan batang rumput Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. singkirkanlah jauh-jauh orang-orang yang berniat jahat kepada kami serta orang-orang yang membenci kami. pancaranmu mengalir deras. Pada saat-saat Sang Lembu sedang membelai pohon-pohon. nyanyikanlah lagu penyembuhan dengan terompet gelagah yang menggetarkan irama merdu. karena mengisap banyak air. yang berkekuatan seratus kali lipat. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. anugrah dari Mitra. pancaranmu mengalir deras. anugrah dari Parjanya dengan kekuatan dari Beliau itu. .

semoga semua penghalangnya menjadi lenyap. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. pancaranmu mengalir deras. yang dapat menjadi minuman bagi sapi-sapi saya. sesuai dengan tugasnya masing-masing. anugrah dari Sang Matahari. dengan kuatnya melesat meninggalkan busurnya. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. saya menyelenggrakan persembahyangan dengan memercik-mercikan air suci yang saya ambil dari Sungai Sindu yang suci. kita harapkan dapat meneruskan Yadnya kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua saluran air kencing-Mu. seperti itu semoga aliran kencingnya si sakit menjadi deras. karena mengisap banyak air. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. semoga semua penghalangnya menjadi lenyap. semoga seperti yang kepunyaan-Mu. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. Mahkluk-mahkluk yang menghuni sebelah sananya matahari. semoga dapat menjadi tauladan mengalir air kencingnya si sakit. semoga di bumi. Saya pecahkan yang menjadi penghalang aliran air kencing si sakit. yang mengalir dengan lancar itu. semoga semua penghalang menjadi lenyap. seperti itu semoga aliran kencingnya si sakit menjadi deras. yang mengabung menjadi satu. anak-anak perempuannya menyelenggarakan upacara Yadnya. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. yang berkekuatan seratus kali lipat. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. pancaranmu mengalir deras. seperti kalau orang memecahkan bendungan air. dengan kekuatan dari Beliau itu. Saya memohon turunnya Air Surga. Semoga penghalang aliran air kencing si sakit menjadi tidak kuat lagi. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. seperti itu juga aliran kencingnya si sakit menjadi deras. semoga semua penghalang menjadi lenyap. Do’a mensucikan air. dengan mencampur susu dengan madu. anugrah dari Sang Bulan. karena mengisap banyak air.Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. untuk persembahan Para Ibu melaksanakan kewajibannya di bidang agama. dan yang menjadi sahabatnya Sang Surya. yang berkekuatan seratus kali lipat. dengan kekuatan dari Beliau itu. aliran kencingnya si sakit menjadi deras. semoga di bumi. Seperti panah yang terlepas dari busurnya. Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. . seperti air itu tidak tahan lagi dihalang-halangi dalam gerakkannya menuju ke laut.

Kami akan membuat engkau puas. semoga air suci yang bersifat ke-Tuhanan ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit kami dapat mensejahterakan kami. Berilah kami kesejahteraan. air suci ini dapat menjadikan kuda-kuda saya dan sapi-sapi saya berkeadaan senantiasa sehat. sehingga saya dapat melihat dalam banyak tahun. bahkan juga yang telah mampu menguasai manusia. dan taruhlah berkah keselamatan dari Tuhan Yang Maha esa melalui dirimu! Dari Sang Air Suci. O Sang AirYang Suci. melalui air suci ini. dan hari-hari depan yang cerah-lah yang menjadikan kami melaksanakan upacara pensucian air ini. cepatlah engkau menjadi air suci. dengan jalan meminumnya. Perasaan aman. o Sang Air yang datang dari udara. (Sugiarto. o Sang Air yang ada di rawa-rawa. karena engkau sangat baik hati. O. Dengan pertolongannya. Soma berkata kepada saya bahwa Air Suci itu dapat menjadi sarana penyembuh bagi semua penyakit. dan panjangkanlah usia saya. dengan semangat yang tinggi segairah dan sebahagia Ibu yang menimang-nimang anaknya. Atharwa Weda. Agni berkata kepada saya bahwa Api Suci itu dapat menjadi sarana penyembuh bagi semua penyakit. Air Yang Suci. saya memohon kesembuhan dari penyakit. semoga daya-daya kesembuhan dan kesehatan yang berasal dai Air Suci ini dapat memancar dan mengalir masuk kedalam diri kami. 1983:3-9). terlindungi. nyalamu menjulang tinggi. agar engkau cepat memunculkan sifat-sifat sucimu.94.2. Brhadbhano cawarsa wajamukthyam dadhasi dacusa kawe. Air Yang Murni. kuat dan terkenal Engkau. o Sang Air ada dalam periuk air. . 7. berlah kami kesejahteraan . yang telah mampu mengendalikan diri dalam penguasaan terhadap benda-benda. harta dan kebajikan terpuji. segar dan kuat. Pendeta pemberi cahaya. o Sang Air yang ada di lemah-lembah berilah kami kesejahteraan. Sama Weda Agne tawa waye mahi bhrajante arcayo wibhawase. air kehidupan didalam air suci ini terdapat daya penyembuh terhadap penyakit-penyakit. lindungilah badan saya. berilah kami kesejahteraan. O Agni. tentulah engkau mau menjadikan kami berkeadaan yang segar kembali dan tampak gembira dan bahagia. Didalam Air Suci.Didalam air suci ini terdapat Amerta. berilah kesejateraan. berilah saya kekuatan penyembuh. o. Engkau beri pemuja itu dengan kekuatanmu itu. Engkau adalah Dewe yang cemerlang. o Sang Air yang ada di dalam sumur. dan didlam Api Suci.

O yang maha pemurah. Dengan sinar yang cemerlang. Ratim Saya muliakan Pendeta itu. turun-temurun manusia mengungkapkan-nya dengan lagu-lagu pujian. memberi bantuan sebagai seorang anak. Engkau beri kekayaan yang mendatangkan keberhasilan. O Dewa yang abadi. putra perkasa. dengan kemilauan yang sempurna itu Engkau mengangkat dirimu sendiri dalam sinar. Yasya twam sakhyamawita. yang sangat terkenal. pensuci yang kemilau. tampak kepada semua orang suci. Taca drapso nilawandaca rtwuyaindhanah mahinamusamasi priyah ksapo wastusu rajasi.Putro matara wicarannupanasi prnskdi radosi ubhe. Engkau adalah teman tercinta bagi Fajar yang agung. Yang merupakan hubungan persahabatanmu adalah menurut pilihanmu. kuat. yang mengatur jalannya yadnya. agni. Orang-orang telah meletakkannya dihadapan mereka. penolong yang menakjubkan mereka itu. Sa darcatasya wapuso wi rajasi prnaksi darcatam kratum. Twe isah sam dadhurbhurriwarpama ccitrotayo wamajatah. Crutkarnah saprathastamam twagira daiwyam manusa yuga. Agni. Engkau mengunjungi kedua Ibunda. . yang mempunyai harta berlimpah dibawah pengawasannya. Padamulah mereka tumpukan berbagai macam bali. bersenanglah Engkau sendiri. keturunan mulia. engkau hubungkan rapat-rapat dunia dan surga.Pawakawarcah cukrawarca anunawarca udiyarsi bhanuna. Irajyannagne prathayaswa jantubhirasme rayo amartya. Engkau antar kami kepada kekuasaan yang maha indah. Engkau. sisnawa dade. dinyalakan pada waktunya. Rtawanam mahisam wicwadarcatamagnim sumnaya dadhire putre janah. Ia melakukan dengan bantuanMU yang membawa dia banyak putra-putra pemberani dan mengerjakan perbuatan-perbuatan besar. O Jataweda. Engkau memberi rakhmat kebaikan dan banyak makanan. dengan telinga mendengar. Engkau bercahaya dalam kemilauan di waktu malam. untuk memperoleh rakhmatnya. Pra so agne tawotibhih suwirabhista rati wajakarmabhih. wamasya subhagam mahimasam dadhasi sanasim rayim. Iskartraranadhwarsaya pracetasam ksayantam radhasomahah. ramah. semua dilakukan. Urjonapajjataweah sucastibhirmandaswa dithibhirhitah. Dewata yang suci. Twam Percikan adalah hitam dan gemercik. banyak bentuk. Agni menyebar meluas sebagai pengausa atas segala yang hidup: beri kekayaan kepada kami. dalam kidung nyanyian-nyanyian kami yang benar. Engkau bersinar dari keindahan wajahmu yang tmpak.

lagu-lagu Saman mendekatinya. kembaliah Engkau lagi. Agnirjagara tamrcah kamayantesgnirjagara tamu samani yanti. Cahaya adalah Indra. saya menyanyi apa yang Gayatra.Tamosadhirdahire farbhamrtwayam tamapo agnim janayanta matarah. Saya pergunakankalimat berkaki seratus. demikian pohon-pohon dalam hutan dan tumbuh-tumbuhan mengandungnya dalam diri mereka dan menghasilkannya terus-menerus. Ia kirimkan keturunannya laksana seorang permaisuri. O Agni. Begitu waktunya tiba. Agnirindraya pawate diwi cukrowirajati Mahisiwa wi jayate. Agni adalah penjaga dan Richas mencintainya. Yune wacam catapadim gaye sahaswawartani. Pujilah sahabat yang duduk dihadapan. Punarnah pahyamhasah. Gayatram traistubham jagadwiswa rupani sambhrta. Yo jagara tamayam soma aha tawa ham asmi sakhye nyokah. Panururja ni warttaswa punaragna isayusa. Yo jagaraga tamrcah kamayante yojjagara ramu samani yanti. Selamatkan kami dari penderitaan dan kesengsaraan. Kepada Dia yang jaga itu syair kudus ini datang. Gayatram traistubham jagat. dan syair Jagati. kembalilah lagi dengan kekuasaan. saya mengasuh dan dijadikan tempat tinggal saya sebagai persahabatannya. Agni menjadi cemerlang untuk Indra. pujilah. Cahaya adalah Agni. Saya mengasuh dan membuat tempat tinggal saya dalam persahabatanMu. kepada Dialah dikatakan Soma ini. Hymne yang kudus mencintai Ia yang bangun dan melihat. bentuk yang sempurna dan bersatu. Ia memancarkan cahaya lebih cemerlang di langit. Indra adalah Cahaya. Agnirjyotir agnirindro jyotirjyotirrindrah. Surya adalah Cahaya. Tamit samanam wannacca sirudhoantarawaticca suwate ca wicwaha. dari sebagai benih mereka yang tumbuh-tumbuhan telah terima. Agni adalah Cahaya. Agni inilah yang berinduk pada air membawa kehidupan. Tristup. Hymne Jagati. Namah sakhibyah purwasadbhyowe namah saksamnisebhyah. kepada ia yang didudukkan bersama. Yune wacam catapadim. Jadi dalam hal seperti itu. Suryo jyotirjyotih suryah. Cahaya adalah Surya. Agni adalah penjaganya. . Tristup. Agnirjagara tamayam aha tawa hamsmi sakhye nyokah. Dewa oksami cakrite. Telah menjadikan Dewa-dewa sahabat yang dikenal. Saya pergunakan kalimat yang berkaki seratus. Gayatra. Soma ini berkata kepada Dia yang bangun dan melihat. Agni mengawasinya.

Wata. Karena Engkau kami senang hati pergi kepadanya.oga kami peroleh dengan penuh kebahagiaan. engkau pembawa kesehatan dan rakhmat. penguasa tunggal atas semua gart. Suryasya bhanumrtutha wasanahpari swayam medhamrjro jayana. Karenya berilah kami kekuatan agar dapat kami hidup. Karenya tolong kami olehmu menuju kekuatan. Apo hi stha mayobhuwasta na urje dadhatana. Mhe ranaya caksase. O Agni. So no jiwatawe krdhi. Abhi waji wicwarupajanitram hiranyayam bibhradatkam suparnah. yang tempat tinggalnya mempercepat kami dengan apah. Wiswapsnya wiswataspari. Pemuja saya harus kaya dengan sapi Sikseyamasmai disteyam cacipate manisine. Wata a watu bhosajam cambhu mayobhu no hrde Pra na ayumsi tarisat. meyehatkan. Kebaikanmu adalah dalam melimpahkan banyak lembu dan sap. Uta wata pitasina uta bhratota nah sakha. Dhanusta indra sunrta yajamanaya sunwate. penyangga semua yang mengalir. Ucatiriwa matarah. Yadaham gopatih syam. Dengan dirimu sendiri. Indra. Seandainya saya ingin seperti Engkau. Stota me gosakha syat. Ya dade wata te grhe amrtam nihitam guha. O Watra.Saha rayya ni warttasuagne pinwaswa dharaya. Yo wh siwatamo rasastasya bhaja yateha nah. . Semoga Ia perpanjang hari-hari hidup kami. peercikan olehMu kepada kami dari segala penjuru. Saya akan tiada pilihan untuk memoperkuat dan memperkaya pendeta itu. kepada para pemuja yang memeras air soma. Engkau Saudara kami dan sabahat kami. Gamacwam pipyusi duhe. Berlimpah-limpah Amrita terdapat jauh disebrang sana. Sesungguhnya Apah. Apo janayatha ca nah. yang engkau miliki. Yang se. dariMu. Seadainya saya penguasa ternak sapi. O Dewata yang Maha Kuasa. Tasya no dhehi jiwase. ya. Berilah kami sebagian dari embun yang amat suci. menggerahkan hati kami. baliklah kembali membawa harta. Engkau Bapa kami. Berilah kami karenyanya agar kami dapat hidup. Tasma aram gamamawo yasya ksayaya jinwatha. Semoga wata meniupkan paramnya kepada kami. memberikan kami yang menjadi kekeuatan. Yadindraham yatha twamiciya waswa eka it. O Indra. Sebagai seorng ibu yang merindukan yang tercinta.

membuat kejayaan yang maha tinggi. laksana banteng yang mengasah tanduknya. . Acuh cacino wraabhe na bhimo ghanaghanah ksbhannaccasaninam. Gandharwa telah mendaki ke surga. sebagaimana seekor burung yang bersayar kuat yang naik menuju ke langit. menyenangkan dalam dirinya yang cerlang cemerlang. karena sebagai cahya melahirkan bentuk-bentuk menyenangkan kepada kami. Pahlawan tunggal. merah. Drapsah samudramabhi yajjati pacyan grdhrasya widharman. meumbuhkan keagungannya. melihat dengan mata ruwah. dengan mata yang tidak berkedip. Bhanuh cukrana cocisa stritrye cakre rajasi priyani Bila laksana percikan Ia datang mendekat ke samudra. (demikian) Indra mengalahkan ratusan musuhnya dengan segera. Hiranyapaksam warumasya dutam yamasya yonan cakumam bhuwanyum Mereka memandang Engkau dan lam meerindukan semangat mereka. Tegak.Pasukan berkuda memakai bermacam bentuk. menguak. menyerang dengan cepatnya. Berpakian manis dan indah dilihat. Nake suparnamupa yatpatantam hrdantam hrdawenanto abhya caksata twa. memperlihatkan kepada kami berbagai macam senjata. Barbagai macam bentuk benih Ia letakkan dalam air. ribuan penunjang surga-surga. Ayam sahasra pari yukta wasanah suryasya bhanum yajno dadhara. Diangkasa. Sangkratndanenamnimisa ekawirah catam sona ajayat sakamudrah. Engkau yang bersayap keenam. Dipakai pada saat waktunya disertai sinar Surya. Wasano atkam surabhim draca kam awarna nama janata priyani. Ia telah memakai ribuan jubah yang sesuai menurut dirinya. cemerlang yang dikumpulkan dimukan bumi dan disitu berkembang. Pemberi banyak hadiah dalam ratusan. sebagai yadnya penyangga sinar sang Surya. Anatarakse swam mahimanam mimanah kanikranti wrsmo acwasyaretah. Apsu retahcicriye wiswarupm teyah prthiwyamadhi yat samabhuta. Ia menjerit keras. Urddhwe gandharwo adhi nake asthatpratyangcitradasyayudhani. burung yang mempercepat sampai ke tempat Yama. Sahasradah catada bhuriwa dhartta diwo bhuwanasya wicaptih. telah memperoleh yadnya sendiri. burung Garuda memakai pakian keemasannya ditempat kelahirannya. Kecemer-langannya. menakutkan. Cepat. sebagaimana undang-undang pemerintahan. utusan Waruna. menggerakan manusia. benih dari pencari jalan yang giat.

Peminum Soma. pemenang sapi. Indra. teguh. pejuang terkemuka. pahlawan tak mengenal belas kasihan dengan kemarahan. saudrasaudara. pembangkit peperangan. berlengan kuat. Prabhanjantsenah pramrno yudha jayannasmawamedhyawita rathanam. yang tangannya memegang panah. Indra. sukar untuk mengalahkan. Indra yang kuat. Dengan raungnya yang keras. Ikutilah Dia. pemecah belah pasukan. dhrsna. . terbang dengan keretamu kemari. penakluk segala. bersenjatakan petir. Imam sajata anu wirayadhwamindram sakhayo anusam rabhadwam. Golok bagi kedai-kedai. usirlah musuh kami jauh-jauh. tak tergoyahkan dan tak terlawan. naiki kreta penaklukMu. pemenang pembrani. sekarang. yang menumpas satu pasukan dan dengan kekuasaannya memusnahkannya. penakluk engkau pahlawan. selalu waspada. kuat dan garang. Sam srstajit somapa bahucardhyu gradhanwa pratihitabhirasta. Jaya dalam perang. pemenang sapi. Balawijnayah sthawirah sahaswanwaji sahamana urgrah. Indra asam nota brhaspatirdaksina yajnah pura etu Dewasennanamabhibhanjatinam jayntinam maruto yantwagram. Gotraidan gawidam wajrabahum jayatamajma pramrnan prmartamojasa. Ducyawanah prtanasadayudhyo asmakam sena awatupra yutsu. pemusnah. putra penakluk. penakluk dalam pertarungan. Sa isuhastaih sa nisanggibhirawaci sam srasta sa yudha indro ganena. perlihatkan kesungguhan dan keberanianmu. Abhigotrani sahasa gahamannodayowirah caramanyurindah. memanahkan panahnya dengan baik. pemenang dalam peperangan. somah. Ia memerintah bersama Dia yang memagang senjata dan menaklukkan Indra yang bersama pasukannya membawa rombongan bersama penakluk musuh. Brihaspati. semoga Ia melindungi pasukan kami dalam peperangan. Jadilah pelindung kereta kami.Sankrtandenamisena jisnuna yuktkarena duccyawanena Tadinddadrena jayata tatsahadhwam yudho nara isuhastana wrsa. Brahaspate pari diyai rathena rakse hamityam apabadhumanah. abhisatwa sahajo jatwasahoja jaitramirdra rathama tistha gawit. Abhawiro Sang (Yang) jelas oleh kekuatanMU. berjaya. tidak terkait. dengan busur panah yang kuat. Tinggalkan dirimu sebagai pahlawan dan laksana Indra ini. pembunuh raksasa. memberi laki-laki dan pahlawan. sekarang. menembus kandang-kandang sapi dengan kekuatan yang tidak terkalahkan.

Gacchamitran pra padyaswa mamisam kam ca nocchisah. O Ogha. Sembunyikan dan benamkan mereka kedlam kegelapan yang tak ada ajalannya sehingga tidak seorang dari mereka dapat mengenal satu dengan yang lain. Pasukan Dewata yang menaklukkan dan menghancurkan. Amisam cittam pratiolobhyayti grhanangganyapjwe parehi. dan biar keriuhan kreta yang menag perang menanjak. O pembunuh Writra. senajata kami merangsat semangat pahlawan perang. Engkau menyebabkan bulu tegak. pimpinlah merekaini. raja Waruna. Abhi prehi nordaha hrsu cokairandhenamitrastamasa sacatam Membingungkan perasan musuh kami. menagkan hari itu. Indrasya wrsno warunasya rajna adityanam marutam cardha ugram. tak seorang dapat melukai dan mengenaiMu. pahala dari yadnya. Asau ya sena marutah paresamabhyeti na ajosa sparddhamana. . Asmakam wira unttare bhawantwasmam udewa awata hawesu. mendekat O Maghawan. Tam guhata tamasapawratena yataitesamanyo anyam sa janat. Seranglah mereka. Preta jayata nara indro bahawejnadhrsya yathasatha. jayalah panah pasukakkan kami. semoga Indra menjadi ahlawanMu yang pasti. Semoga orang-orang pembrani kami dalam perang memang dalam serangan. Aswasrta para pata carawye brhahnasam cite. Uddharsaya maghawannayudhanyut satwanam mamakanam Udwartahanwajinam warjinanyudrathanam yantu ghosah. demikian musuh kami menetap dalam kegelapan. bakr hati mereka dengan panah. Biar pasukan Maruta berjalan paling depan. O Maghawan. wah carmayacchatu. Pasukan musuh yang berjuang dengan seluruh kekuatannya. Marut dan Aditya.Indra. Jadilah kami sebagai Tuan rumah yang kuat bagi Indra yang Maha Kuasa. Semoga Indra menolong kami bila bendera-bendera kami telah berkumpul. Mendesak kekuatan tenaga kuda. O Pahlawan. Urga wah santu Majula. Mahamanasam bhuwanacyawanam ghoso dewanam jayatamudhasthat. Ya Dewa-Dewa. Pekik Dewa-dewa yang memang mengangkat tingitinggi. Brihaspati dan Soma. yang mendahului mereka. Dewa-Dewa yang berpikiran mulia yang menyebabkan dunia gemetar. lindungi kami dalam pekik serangan. manamsi. Kuat dan menakutkan senajatmu. Asmakamidrah samretstesu dhawahaswasmakam ya iswsta jayantu. Engkau tangkap badn mereka dan berangkat.

wastam. Marmani te warnane cchadayami soamstwa rajamrtenanu Urorowariyo warunaste krnotu jayantam twanu dewa madantu. brhanamaspatiraditih carmayacchat wicwaha carma yacchatu. Wi manyumindra Usirlah Raksasa dan musuh itu jauh-jauh. tidak ada penghilang dosa di kemudian hari untuk mereka. Wi na indra mrdho jahi nica abhidasatyadharam gamaya tamah. O Pembunuh Wrrtra. Indrasya bahu sthawirau yuwanawanadhrsyau supratikawasahyau. rendah hatilah orang yang menentang kami. Maisam macyoghaharacca mendrawayamsyenananu samyantu sarwan. O Maghawan.Lepas dari tali busur melayang naik anak panahmu. hanu ruja. semoga Aditi melindungi kami dengan baik. Biarpun disana semoga Brahmanaspati. Kirim kebawah ke daerah kegelapan ia yang mengusahakan untuk melukai kami. O Indra pembunuh Writra. melindungi kami dengan abik sepanjang hari. Tau yunjita prathamau yoga agate yabhyam jitamasuranam saho mahat. dipertajam oleh doa-doa kami. jujur tak terkalahkan. yang datang laksana pertunjukan dalam peperangan. . kalahkanlah amarah musuh yang mengancam kami. Ya biar poasukan itu menjadi mangsa burung ruwah itu. Indra. diamna Asura yang besar lagi kuat dilemparkan. kenakan mereka di rumah dan biar tidak seorang pun yang timggal hidup. yaccha prtanyatah. Tatra ne Disana di mana anak-anak panah berterbangan laksana anak kecil yang rambuntya belumm dicukur. Ubhau tamindra Pasukan musuh ini. Amitra senam maghawannasmanchatru wrtrahannagnicca dahatam prati. patahkanlah olehMu taring Writra itu berkeping-keping. Pergi menuju musuh itu. Engkau Indra dan Agni. Kangkah suparna anu yantwenam grdhranamannamasawastu sena. Kuat dan selalu muda senjata Indra. menemuainya. Yatra banah sampatanti kumarara wicikha iwa. Yang pertama ini biar ia gunakan bila peerlu harus datang kepada kami. dengan nyalamu. tak pernah ditundukakkan. kalahkanlah mush kami jauh-jauh. Wi rakso mrdho jahi wi wrtrasya wrtahannamitrasyahbhidasatah.biar burung-burung yang mengkutinya dikumpulkan. yatimabhi. Biar burung ruwah dan burung-burung yang kuat mengejar mereka. Yo asmam O indra. biar tidak satupun yang selamat.

kau tumpas musuh itu dan mengkocar-kacirkannya meerka yang membenci kami O Indra. semoga telinga kami mendengar apa yang suci. Perlindungan saya yang paling dekat adalah do’a. semoga mata kami melihat apa yang baik. Swasti na indre wrdracrawah swastinah pusa wicwawedah. semuga kami mencapai umur yang ditetapkan oleh Tuhan. Swasti nastarksyo aristanemih swasti no brhaspatirdadhatu Termasyuh jauh dan meluas. Samkhya Darsana . O Dewa-Dewa. Laksana binatang buas yang menakutkan menegmbara di hutan. Engkau telah mendekati kami datang dari tempat jauh. Siap yang akan membunuh kami. bahkan laksana ular yang tak berkepala. menjubahi Engkau dengan RajaSoma yang abadi.2. Yang Suci. Pusam merakhmati kami. apkah ia musuh ynag asingatau salah atu dari kami. Athirairanggasis-stuwamsastanubhirwyacenahi deahitam yadayuh. O musuh saya akan menjadi buta. penguasa atas semua kekayaan. Semoga Dewa-dewa membuatnya tidak tenang dai itu. Brahmanaspati memberikan rakhmatnya Pudja (1979/1980:500521) 7. Semoga Tarksya dengan windunya yang tak terlukakan merakhmati kami. Ya nah sworano yaccanisthyo jighamsati.Bagian Engkau yang terpenting telah aya tutupi dengan baju pelindungmu. Andha amitra bhawatacirsannohaya iwa. Mrgo na bhimah kucare giristhah parawata a jagantha parasyah. Mengasah wajraMu dan pisaumu yang tajam. Semoga Indra membunuh yang paling baik dan yang itu bila menyalakan Agni telah menyerang engkau.95. Tesam wp agninunnanamindo hantu waramwaram. senajata terdekat dan pertahanan terdekat. Srkam samcaya pawimindra tigmamwi catrun tadhi wi mrdhonudaswa. Brihaspati memberi kami rakhmatnya. Memujamu dengan tangan dan badan yang kuat. Waruna memberi Engkau apa yang telah banyak dan dalam kemenanganMu biar para Dewa-dewa bersenang. Dewastam sarwe dhuwantu brahma warma mamantaram carma warna mamataram. semoga Indra merakhmati kami. Bhadram karnebhih crnuyamadewa bhadram pasyemaksa bhisyayatrah.

sehingga nama Samkhya tersebut sangatlah tepat. karena ia merupakan sistem filsafat yang hebat. Pada sistem Samkhya tak ada penyelidikan secara analitik kedalam alam semesta. karena mengajarkan bahwa ada Purusa atau Roh yang banyak sekali. namun terdapat suatu sistem tiruan yang diawali dari satu tattwa atau prinsip mula-mula yang disebut Prakrti. tak terbatas) Ketidak beradaan (Aviveka) antara keduanya merupakan penyebab adanya kelahiran dan kematian. Samkhya menggunakan 3 sistem atau cara mencari pengetahuan kebenaran. Istilah Samkhya juga dipergunakan dalam pengertian “Vicara” atau “Perenungan filosofis”. Prakerti merupakan sumber dari alam semesta dan ia juga disebut sebagai Pradhana (pokok). yang tersusun dari atas materi dan rohani yang memiliki atau terpengaruh orah 3 guna atau sifat. yang dikatakan sebagai putra Brahma dan Avatara Visnu Kata “Samkhya” itu sendiri artinya “jumlah” dan sistem ini memberikan sejumlah prinsip-prinsip alam semesta yang sebanyak 25 buah. Seperti telah disinggung didepan. karerna secara pasti ia menekankan dualitas dan pluralitas. Anumana (penyimpulan) dan Apta Vakya (penegasan yang benar). Sistem Samkhya umumnya dipelajari setelah sistem Nyaya. Samkhya menyangkal bahwa suatu benda dapat dihasilkan dari ketiadaan. Perbedaan antara Purusa dan Prakrti memberikan Mukti (pembebasan). dimana para filsuf Barat juga sangat mengaguminya. dan “Kri” (membuat mirip dengan Maya dari Vedanta. Prakrti merupakan si pelaku dan si penikmat. Purusa bersifat Asanga (tak terikat) dan merupakan kesadaran yang meresapi segalanya dan abadi. karena semua . yaitu Sattvam. Kata “Apta” artinya “pantas” atau “benar” yang ditujukan kepada wahyu-wahyu Veda atau guru-guru yang mendapatkan wahyu. seperti keberadaan yang sesungguhnya. Baik Purusa maupun Prakti adalah Sat (nyata). yang berkembang atau mengasilkan (prokaroti) sesuatu yang lain.Pendiri dari sistem filsafat ini adalah Sri Kapila Muni. yang mendahului apa yang dibuat dan berasal dari kata “Pra” (sebelum). yaitu: Pratyaksa (pengamatan langsung). Rajas dan Tamas. yang merupakan susunan menurut topik-topik atau katagori-katagori. Prakrti dan Purusa adalah Anadi (tanpa awal) dan Ananta (tanpa akhir. Prakrti artinya “yang mula-mula”.

akibat ditemukan padanya dan ia juga merupakan sumber dari segala benda. akibat terbawa menjadi penyebab. Badan (perwakilan) merupakan milik dari ahamkara. Ia membentuk substansi Prakrti. baik dalam pengamatan maupun kegiatan. Jadi gambaran sentral dari filsafat Samkhya adalah akibat benar-benar ada sebelumnya di dalam penyebabnya. para pengikut sistem filsafat Samkhya menyatakan bahwa tak perlu adanya pencipta yang cerdas atau bahkan satu kekuatan yang mengatasinya yang secara jelas bertentangan dengan sistem filsafat Vedanta. Ketiga guna tersebut tak pernah berpisah dan saling menunjang satu sama lain. jadi hanya itu saja masalahnya. Samkhya menerima teori pengembangan dan penyusutan. yang merupakan penyebab alam semesta dan selanjutnya muncul Buddhi dan Ahamkara. Akibat dari pertemuan antara Purusa dan Prakrti timbullah ketidak seimbangan dari tri guna tersebut yang menimbulkan evolusi atau perwujudan. yang membawa perintah-perintah dari ke hendak melalui organ-organ kegiatan (Karma Indriya). Keeratan hubungan seperti nyala api. di mana 5 Udara vital dihasilkan pikiran dan organ indra. yang merupakan prinsip yang menciptakan kepribadian. minyak dan sumbu pada sebuah lampu. baik yang merupakan konsep ataupun yang merupkan (Sankalpa-Vikalpa). serta saling bercampur. Sistem filsfat Samkhya disebut sebagai Nir-Isvara Samkhya atau Samkhya tanpa Tuhan. Dalam sistem Samkhya tak ada Prana Tattwa yang terpisah. yaitu tidak mempercayai adanya Tuhan atau Isvara. Penciptaan berasal dari Prakrti yang ada dengan sendirinya dan tak ada sangkut pautnya dengan Purusa tertentu yang menjadikannya. karena dalam penghancuran. Karena itu. Dari Ahamkara muncullah Manas atau pikiran. Prakrti berkembang di bawah pengaruh Purusa awal dari evolusi Prakrti adalah Mahat atau Kecerdasan Utama. yang menirukan data-data indra kedalam pengamatan dan dalam hal ini pikiran mengambil bagian. sedangkan Purusa merupakan subyek saksi. seperti seluruh keberadaan pepohonan yang dalam keadaan terpendam atau tertidur dalam . Guna merupakan obyek-obyek. Dalam sistem ini tak ada sesuatu hal sebagai penghancuran total. dimana sebab dan akibat merupakan keadaan yang belum berkembang dan pengembangan dari satu substansi yang sama. sehingga sifatnya Atheis.

bukanlah hasil ataupun produk. karena purusa tanpa atribut. misalnya demam dan penyakit lainlainnya. (iii) Hasil (Vikrti). pikiran dan 5 unsur (bhuta). yaitu: (i) Produktif (Prakrti). diamna segi psikologinya disebut Buddhi. karena menjadi sumber dari 5 dasar halus atau tanmatra. yang merupakan benih alam semesta. Jadi keseluruhan tattwa atau prinsip itu adalah: Purusa. Manas. Samkya menguraikannya sebagai berikut: Dari pertemuan antara Purusa dan Prakrti.benih (biji). . Penyelidikan terhadap sistem filsafat ini adalah untuk menemukan cara menghapuskan 3 macam penderitaan. geledek dsb. sperti sengatan kalajengking. yang memiliki sifat-sifat kebajikan pengetahuan. yaitu 10 organ (persepsi dan gerak). disamping merupakan hasil. gigitan ular dsb. seperti: panas. dan (iv) Bukan produktif maupun hasil (Anubhayarupa). kekuatan (Ahamkara) dan 5 tanmatra (dasar halus) adalah hasil dan produktif. Buddhi. Prakrti atau Pradhana (pokok) merupakan produktif murni dan sumber dari semuanya. Buddhi merupakan produktif. Tujuh (7) prinsip berikutnya. serta penyakit akibat kelahiran. mereka yang mengetahui ke 25 prinsip tersebut. karena penghentian terakhir dari 3 macam penderitaan tersebut merupakan akhir tujuan kehidupan. yang bersifat surgawi atau diluar kekuasaan manusia (Adhidaivika). Akibat atau hasil tidak berbeda dengan materi penyusunannya. dingin. 5 unsur (bhuta). ia juga produktif. Menurut filsafat Samkhya. dan yang diluar diri manusia atau mahluk lain (Adhibhautika). Purusa atau Roh. 5 tanmatra. 10 organ persepsi dan penggerak. timbulah Mahat (yang agung). yaitu: yang didalam (Adyatmika). yaitu kecerdasan (buddhi). Prakrti. hanya merupkan hasil yang tak dapat menghasilkan substansi pokok lain yang berbeda dengan dirinya. karena kekuatan (ahamkara) berasal dari pengembangannya. banjir. akan mencapai kebesan. Ke-16 prinsip berikutnya. tetapi juga dihasilkan dari pengembangan Prakrti. demikian pula seluruh alam raya ini ada dalam keadaan tertidur dalam Prakrti yaitu Avyakta (tidak berkembang) ataupun Avyakrtta (takterbedakan). Ahamkara. Ke-4 klasifikasi ini termasuk 25 prinsip atau Tattwa. (ii) Produktif dan hasil (Prakrti-Vikrti). Ahamkara. Samkhya memberikan suatu uraian katagori-katagori yang didasarkan pada ketepatan produktif masing-masing.

Selanjutnya perkembangan kejiwaan yang ketiga disebut sebagai Karmendriya atau lima organ penggerak yaitu: adya untuk berbicara. Dari Buddhi timbulah Ahamkara. yaitu: Pada tahapan pertama berbentuk unsur halus (panca tan matra).tidak bernafsu. sedangkan segi kosmisnya merupakan subyek dan obyek yang masing-msing berdiri sendiri. Ahamkara dan Manas secara bersama sama disebut sebagai peralatan bathin atau Antahkarana. sari rasa dan sari bau. Buddhi. yang menyebabkan segala sesuatunya memiliki latar belakang sendiri-sendiri (kepribadian). daya untuk membuang kotoran dan daya untuk mengeluarkan benih. Perkembangan fisik mengasilkan asas dunia luar. dan mengaturnya sehingga menjadi petunjuk dan meneruskan kepada Ahamkara dan Buddhi. yiatu: sari suara. penciuman. . sari raba. yaitu: penglihatan. yang disebut unsur dan perkembangannya melalui 2 tahapan. yaitu zat halus dari segala proses kecakapan mental untuk mempertimbangkan serta memutuskan segala hal yang diajukan oleh peralatan yang lebih rendah. yang merupakan sas individualisasi atau keakuan. Tugas Manas adalah untuk mengkoordinir rangsanganrangsangan indra. daya untuk berjalan. yang merupakan segi jiwani ahamkara tersebut. Perkembangan kejiwaan yang kedua adalah Panca Indra persepsi (Buddhendriya atau Jnanendriya). sari warna. Kesepuluh indra ini tak dapat diamati tetapi berada di dalam alat-alatnya yang tampak dan harus dibedakan dengan alat-alat itu sendiri. yaitu sperma dan ovum. Perbedaan antara Mahat dan Buddhi adalah sebagai berikut: Mahat. daya untuk memegang. Sebaliknya Manas juga bertugas untuk meneruskan putusan kehendak Buddhi kepada peralatan indra yang lebih rendah. pendegaran. sehingga Buddhi merupakan unsur ke-jiwaan yng tertinggi atau instansi terakhir bagi segala perbuatan moril dan intlektual. merupakan asas kosmis sedangkan Buddhi merupakan asas kejiwaan. Perkembangan kejiwaan pertama setelah Ahamkara adalah Manas yang merupakan pusat indra yang bekerja sama dengan indra-indra lain mengamati kenyataan diluar badan manusia. perasa dan peraba.

Dan seluruh peralatan yang terdiri dari alat-alat bathin (Antahkarana) dengan segala alat bantunya yang bermacam (sepuluh indriya dan 5 tanmatra) itu bersifat fisik dan menjadi syarat mutlak bagi purusa untuk memperoleh pengalaman. sungai-sungai. panas) + raba + warna + rasa menimbulkan (air) apah + raba + warna + rasa + bau menimbulkan prhiwi Akhirnya dari unsur kasar ini berkembanglah alam semesta raya ini dengan segala isinya (jagat). diantaranya sebagian yang termasuk bagian badan kita. maka segala sesuatu yang didominasi Sattwam ini membantu Purusa dalam menyatakan obyek-obyek diluar manusia. dimanaa Purusa tidak berganda akan tetapi keadaan prakrti sangatlah kompleks. Semua ini bersifat khusus pada setiap orang dan menyertainya dalam seluruh kehidupan di dunai ini (Samsara). Badan kita yang tampak ini disebut sebagai badan kasar atau Sthula Sarira. Segala sesuatu yang didominasi oleh tamas kebanyakan berupa alam material. karena kodratnya yang lebih halus. ruang) + raba menimbulkan vayu (udara) + raba + warna menimbulkan agni (teja. Sekalipun demikian. Tubuh ini tidak akan terpisah setelah seseorang walaupun badan kasarnya mati dan hanya dapat dipisahkan setalah seseorang mendapat pembebasan atau Moksa.Pada tahap kedua terjadi kombinasi dari unsur-unsur halus yang menimbulkan unsur-unsur kasar yang disebut dengan panca mahabhuta. tetapi yang didomiasi oleh fisik. Didepan telah dinyatakan bahwa Purusa keadaannya berlawanan dengan Prakrti. pepohonan serta mahluk hidup lainnya. yang kesemuanya merupakan perubahan prakerti. sehingga akan selalu berubah pada setiap saat. sebab semua berasal dari Prakrti. karena Purusa bersifat pasif. Purusa bersifat statis dan Prakti bersifat dinamis. dan disebut tubuh halus (Lingga Sarira/Suksma Sarira). bukan . akan tetapi prakrti mengalami perubahan-perubahan. yang tersusun atas ke 5 unur kasar atau panca mahabhuta. Purusa tidak mengalami perubahan tempat maupun bentuk. Pada diri Purusa hanya berfungsi sebagai penonton atau saksi. bumi dengan gununggunungnya. yaitu: Unsur suara Unsur suara Unsur suara Unsur suara Unsur suara (tanah) menimbulkan akasa (ether.

bukanlah hasil ataupun produk. kekuatan (Ahamkara) dan 5 tanmatra (dasar halus) adalah hasil dan produktif. hanya merupkan hasil yang tak dapat menghasilkan substansi pokok lain yang berbeda dengan dirinya. penengah (Madyastha). Ahamkara. Pada Buana Agung Tuhan itu disebut (1) Purusa (Pencipta) dan (2). Ahamkara. sehingga disebut dengan istilah Buana Agung (Alam) dan Buana Alit (manusia). Buddhi. satu-satunya (Kailivalya). ia juga produktif. seperti seorang limpuh yang menaiki bahu seorang buta. Tujuh (7) prinsip berikutnya. pada hakekatnya Asal mula alam semesta adalah sama dengan manusia. tetapi juga dihasilkan dari pengembangan Prakrti. disamping merupakan hasil. dimana prakerti sendiri tidak dapat melihatnya. Purusa merupakan si pengamat yang menyatukan dirinya dengan Prakrti yang tanpa kecerdasan. yaitu kecerdasan (buddhi). pasif dan netral (Udasina). karena kekuatan (ahamkara) berasal dari pengembangannya. Hindup kejiwaan disebabkan hubungan dengan perkembangan rakerti yang menjadi alat-alat bathinnya. 10 organ persepsi dan penggerak. pikiran dan 5 unsur (bhuta). Prakrti disebut Alam nyata ini . Jadi keseluruhan tattwa atau prinsip itu adalah: Purusa. Yang lumpuh (Purusa) maupun yang buta (Prakrti) akan berpisah apabila mereka sampai ketempat yang dituju. Buddhi merupakan produktif. karena menjadi sumber dari 5 dasar halus atau tanmatra. menunjukkan bawa: Prakrti atau Pradhana (pokok) merupakan produktif murni dan sumber dari semuanya. 1993:120) Dari uraian di atas dapat dapat dijelaskan kembali bahwa. 5 tanmatra. untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam skhema sebagai berikut: (Tim Penyusun. agar dapat memandang gejala penciptaan.sebagai si pelaku atau si penikmat. Manas. Jadi singkatnya Purusa atau Sang Diri itu merupakan saksi si Pengamat (Drsta). yaitu 10 organ (persepsi dan gerak). Prakrti. Demikian Prakrti setelah dipengaruhi pembebasan sang Diri (Purusa). berhenti berbuat dan sang Diri mencapai Kaivalya atau kebahagiaan terakhir. Maswinara (1998:41-48) Untuk lebih jelasnya mengenai ke 25 prinsip dalam samkya tersebut. Purusa atau Roh. Ke-16 prinsip berikutnya. karena purusa tanpa atribut. 5 unsur (bhuta).

Veda atau Mantra Weda sebagai kitab suci. sedangkan unsur prakrti menjadi Badan. darah. (4). kelenjar. (11-15): Tangan. Telinga. (disebut Tri Antah Karana. Panca Tanmatra. Lidah. 5). 2). Buku adalah benda atau barang cetakan. Suksma sarira terjadi dari : (3). yang dapat dikatakan mencapai jiwan mukti moksah semasih hidup. Hidung. (21-25): 1).1. Kaki. Panca Mahabhuta. Kita tidak membicarakan isinya. 4). Ahangkara fungsinya untuk merasakan dan bertindak. Manas. Gandha tanmatra-sari bau. Kerut. 3). 8. empedu. Apabila kita maksudkan kitab suci agama maka Weda adalah merupakan kitab suci atau buku. 8. lemak. Ahamkara/Ahangkara. (16-20): 1). 3). ronga mulut dan segla rongga terjadi dari sabda dan akasa. disusun rapi ada penulisnya. (5). air badan dan segala yang cair terjadi dari rasa atau apah. 2).daging dan segala yang padat sifanya terjadi dari Prtiwi. Kita hanya membicarakan wujudnya. Dasendriya terdiri dari sepuluh bagian yaitu: Panca budindriya. Rongga dada. dan menyatu setelah meninggal moksah diakhirat. Dengan memelihara dan memahmi kedua puluh lima unsur ini. Kelamin dan Anus. Panas badan. (10-16): Mata. Buku itu berisi tulisan-tulisan. Kulit. pada diri manusia unsur Purusa itu menjadi Jiwatman. otot. Sebagai kitab suci agama Hindu artinya bahwa buku itu diyakini dan dipedomani oleh umat Hindu sebagai satusatunya sumber bimbingan dan infoemasi yang diperlukan dalam kehidupan mereka sehari-hari ataupun untuk melakukanm pekerjaan . Panca Karmendriya.(hasil ciptaannya). ada pemikirnya dan ada pula isinya berupa ajaran-ajaran. dengan fungsinya: Budhi berfungsi untuk menetukan keputusan. Veda dan Mantra. tulang belulang. Napas dan Udara dalam badan terjadi dari sparsa atau wayu. sinar mata dan segala yang panas dan bercahya terjadi dari rupa atau teja. 5). Rupa tanmatra-sari warna. 4). maka kita akan sehat jasmani dan rohani. Rasa tanmatra-sari rasa. Satu-satunya pemikiran yang secara tradisional yang kita miliki adalah yang mengatakan weda adalah kitab suci agama Hindu. Tetapi tidak semua brang cetakan atau buku dapat kitanamakan Weda. Budhi. Sparsa tanmatra-sari rabaan. Weda sebagai kitam suci. Manas berfungsi untuk berpikir. Sabda tanmatra-sari suara.

yaitu: Pengetahuan Rokhani. Nyanyain itu atau hymne didalam Weda itu disebut ‘Rca’ atau Chanda yang dibedakan menurut jumlah bait dan banyaknya kata atau suku kata dalam satu syair. . Dari pengertian yang telah dikemukakan maka apa yang diartikan Weda adalah mencakup pengertian yang amat luas. Kata Weda berasal dari urat kata Wid. Kemudian lebih lanjut dalam perkembangan pengertian Weda dikembangkan bahwa baik Sruti maupun Smrti kedua-duanya adalah sama yang dimaksudkannya ialah bahwa baik sruti maupun Smrti kedua-duanya diterima sebagai Weda. Sebaliknya kata “widya’ adalah segala macam pengetahuan yang dikembangkan oleh penemuan berbagai risetnya. yang artinya mengetahui. Sruti sesungguhnya disebut Weda dan Dharmasatra itu adalah smrti. Adapun sumber utama dari pengetahuan ini adalah Dharmasatra. Adapun yang menjadi sumber nwrtti jnana ini adalah Sruti. yang akan menuntun manusia untuk mencapai kesempurnaan rokhani. Hanya beberapa saja yang kita jumpai didalam kitab Yajur Weda yang ditulis dalam bentuk prosa. maka setiap ilmu pengetahuan dapat dikatakan Weda.Dan dinyatakan sebagai kitab suci karena sifat isinya dan yang menurunkannya pun adalah Tuhan yang dianggap Maha suci. Rca ini juga dikenal dengan nama ‘mantra’ dank arena itu tidak heran hampir semua tulisan dalam kitab weda itu ditulis dalam bentuk mantra atau rca atau Chanda. Apa bila kita artikan Weda itu sebagai pengetahuan. Pengertian weda sebagai wahyu Tuhan. yaitu pengetahuan yang akan menuntun manusia pada upaya peningkatan kesejahteraan dan hidup bahagia didunia ini. Pengertian Weda sebagai wahyu Tuhan Yang Maha Esa adalah merupakan adalah pengertian yang sangat penting didalam memahami Weda itu sendiri.tertentu. Weda sebagai ilmu pengetahuan. Pengetahuan semacam ini tergolong nwrtti jnana dan jalannya sendiri disebut nwrtti marga. Weda didalam bahsa sanskerta berarti pengetahuan. Widya lebih bersifat duniawi sedangkan Weda lebih bersifat rokhani. Ilmu pengetahuan yang tergolong jenis ini adalah disebut prawrti marga. Pengetahuan duniawi. baik didunia ini maupun didunia kelak sesudah mati. Ada pula penjelasan lain yang kita jumpai mengatakan bahwa kata Weda yang huruf akhirnya ditulis dalam huruf ã (panjang) mengandung pengertian kata-kata yang diucapkan dan dinyanyikan dengan aturan-aturan tertentu. Ini tidak benar pula. Pengetahuan itu dapat dibedakan menjadi dua bidang. Weda adalah pengetahuan dan diturunkan oleh Tuhan kepada umat manusia sebagai wahyunya.

Mantra Upasana dan Mantra Upadesa. Cara untuk dapat menguasai suatu mantra. sebagai alat berkomunikasi khusus dengan Tuhan atau Dewa-Dewa yang merupakan manifestasi dari kekuasaan Beliau. Pengertian ini dapat kita angkat satu satu konsep penjelasan yang menguraikan bahwa Sruti itu sendiri atas tiga bagian. Yayurweda. yang pikirannya tidak waras lagi. Kata mantra berasal dari kata man yang berarti pikiran dan tra berarti alat. Putra (Tt: halaman 41) Mantra berarti persembahyangan. Jadi kata mantra berarti alat dari pikiran. Mantra. Upanisad dan Aranyaka atau dikenal dengan nama Jnanna kanda. Aspek pengertian keempat. Selanjutnya Mantra adalah kata-kata yang diyakini bukan buatan manusia. yang isinya khusus membahas aspek karma atau yadnya. yaitu untuk menamakan semua Janis buku yang merupakan suplemen kitab mantra. Mantra yang diucapkan sesuai dengan aturan tersebut dapat menggerakkan kekuatan yang paling dasar dalam diri manusia dan disebutkan pula dapat mengundang segala kekuatan alam yang ada. 8. Mantra pengertiannya lebih sempit dari Weda itu sendiri. sehingga dinyatakan menjadi orang siddhi mantra (mantra siddhi) adalah dengan melalui latihan dan bimbingan (Pudja: 1979).2. adalah merupakan alat dari pada pikiran. agar intonasi dan tekanan-tekanan suara dapat diucapkan dengan tepat.3. Brahmana atau Karmakanda. Mantra dapat digolongkan seni suara karena diucapkan sesuai dengan chanda. . Kata-kata adalah alat penyambung buah pikiran dari seseorang yang ditujukan pada orang lain atau obyek tertentu. yaitu Rgweda.Weda adalah Mantra. Pengucapan mantra yang tepat memerlukan latihan. yaitu untuk menamakan semua kitab suci Hindu yang tergolong Catur Weda. 1985:1-4) 8. himne Weda. (Puja. Weda adalah dikenal sebagai mantra. yaitu tinggi rendahnya intonasi secara teratur sehingga menimbulkan suara yang harmonis. yaitu: Mantra. yaitu penamaan semua macam buku Sruti yang terdiri atau 108 buah kitab Aranyaka dan Upanisad Isinya khusus membahas aspek pengetahuan yang besifat filasafti. Oleh karena kitab brahmana maupun upanisad maupun Aranyaka tidak pernah disebut sebagai kitab mantra. tetapi adalah hasil wahyu yang diterima oleh manusia. Apa yang dimaksud dengan alat dari pikiran? Sebenarnya semua kata-kata diucapkan oleh seseorang kecuali orang gila. teks suci. maka jelas pengertian mantra khusus mencakup catur weda saja. Samaweda dan Athawaweda.

15) 8. Mantra ini dapat dipakai untuk sembahyang Tri Sandhya. (seperti Tri sandya). Mantra Upasana yang digunakan sehari-hari bertujuan: untuk memuliakan/memuja Sang Hyang Widhi dan memohon kerahayuan kepadaNya. 3). mengeluarkan inti sari dari tiga weda (Rg.U.1. Nilai Magis Mantram. ada tiga kewenangan pemakaian mantra/syair pujaan.14. yaitu: 1). Sama Weda Yayur Veda) dan mantram-mantram Rg Weda yang suci bagi Sawitri (Dewi fajar). Dalam kehidupan beragama. Mantra-mantra ini dapat diucapkan tanpa dilagukan dan dapat diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah masing-masing. Pada bagian ini memuat mantramantra atau sloka-sloka yang dapat memberikan tuntunan hidup. bukan untuk melaksanakan Lokaparasraya. Mantram memiliki fungsi yang utama dalam upacara yadnya maupun dalam kehidupan sehari-hari.Pada bagian ini dimuat doa mantra sehari-hari baik yang Nityakala (rutin) mapun Namitikakala (insendental) dipergunakan oleh umat Hindu. Prajapati yang bersemayam disorga tertinggi. Fungsi Mantram. Upacara yadnya tidak akan berpahala jika tidak disertai dengan pengucapan mantram. Matram yang memiliki kekuatan magis tertinggi adalah mantram suci OM/Ongkara. Dalam mengucapkan mantramantra ini hendaknya mengambil sikap sedemikian rupa. Mantra Upadesa. Mantram suci OM adalah Brahman dan dalam Weda Smerti disebutkan bahwa Prajapati memerasnya dari tiga Weda.). Mantra-mantra yang ditetapkan ialah mantra-mantra untuk doa-doa sehari-hari. umat Hindu.2.Untuk Walaka. sehingga dapat mengucapkan mantra-mantra dengan penuh khidmat serta dilandasi dengan kesucian lahir dan batin. Sumbernya tidak saja dari Samhita (Catur Weda) dan Upanisad (tetapi juga buka lainnya. Denpasar bulan Januari 1986 yang lalu. Kekuatan magis dari mantram OM. Mantra-mantra yang dimuat dalam bagian Mantra Upasana in I Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu yang diselenggarakan di Institut Hindu Dharma. 2).M dan Wyakrti dengan suara OM disebutkan bahwa itu adalah bentuk suara suci Brahman. suara A.Titib (1986: 6.3.Mantra Upasana. sebagai pengucapan awal dari mantrammantram untuk upacara Panca Yadnya adalah dapat mengantarkan persembahan kepada yang dipuja dan tercapainya tujuan upacara tersebut. 8. Untuk Sadhaka.3. .Weda.Untuk Pemangku/Pinandita.

221). 8.4.4. Pengastawa dengan mempergunakan mantra Puja mantra dinyatakan sebagai pucak dari pada Yadnya karena itu pelaksanaan yadnya tanpa disertai puja Pangastawa adalah siasia (Pidharta. Pelajaran yang dimulai. Mereka yang berani melanggar ketentuan tersebut akan mendapat pahala yang tidak baik. Mantra-mantra tersebut sangat sakral sebab hanya orang yang sudah disucikan melalui upacara Ekajati dan Dwijati saja yang boleh mengucapkannya.pengucapan mantram Gayatri yang dikatakan sebagai tiang pengokoh Weda adalah gerbang menuju bersatunya Atman dengan Brahman. setelah meninggalnya akan mencapai Brahman. ada dijelaskan bahwa upacara yadnya yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan serta diantar . Pemujaan yang dilaksanakan setiap hari dengan mengucapkan Gayatri mantram juga dapat memberikan keselamatan ketenangan.Mengenai kekuatan magis mantram OM dalam mengamalkan ajaran agama sehari-hari adalah dapat tercapainya segala tujuan. . Menurut sumber sastra. Pernyataan tersebut dijelaskan dalam Bhagawadgita bahwa bagi orang yang selalu taat memuja Beliau dengan sujud bahti akan selalu dilindungi-Nya dan akan diberikan apa yang belum dimilikinya (Pudja. Pemujaan setiap hari. Beberapa hal yang penting harus dilaksanakan adalah. 2000).pada permulaan dan penutupan suatu pekerjaan. Puja Puja adalah pujian/pemujaan kepada Tuhan dan manifestasi-Nya yang diucapkan Sulinggih dan Pemangku dalam melaksanakan Panca Yadnya.1. pertemuan penting dan lain-lain hendaknya dimulai dengan mengucapkan OM dan setelah berkahi juga mengucapkan OM. pelajaran akan tergelincir/tidak diserap dan kalau sudah berakhir tidak disertai dengan ucapan/mantram OM maka pelajaran itu akan hilang. 1983:217. Orang yang baru melakukan penyucian tingkat Ekajati tidak dibenarkan mengucapkan mantra tertentu yang hanya boleh diucapkan oleh Dwijati. bergerak leluasa laksana udara mencapai bentuk yang kekal dan abadi. 8. kebahagiaan dan ketentraman. . tidak didahului dengan mengucapkan OM. Orang yang taat mengucapkan Gayatri Mantram setiap hari secara terus menerus selama tiga tahun. Pujian/Pemujaan tersebut dikenal dengan istilah Puja. Mantra yang dipergunakan dalam Puja Pangastawa sangat sangat banyak mencakup seluruh kekuatan alam yaitu semua manifestasi Sang Hyang Widhi.

yang disebut sebagai nyanyian suci/Kidung Suci. ada yang menata banten ada Pendeta/pemangku sebagai pemimpin upacara dan ada yang melagukan Kidung suci. pemimpin upacara dan nyanyiannyanyian pujian. Kidung dinyanyikan guna melengkapi upacara Panca Yadnya. Putru tersebut dilagukan pada waktu upacara Pitra Yadnya. saat Ida Bhatara turun Ka Peselang.3. Putru Putru adalah suatu nasehat/tutur yang mengisahkan perjalanan ke sorga.4. begitu pula dalam kitab Atharwa Weda dijelaskan bahwa Kidung Suci dilagukan untuk memohon kesempurnaan kehadapan Dewa Waruna. orang yang menata pelaksanaan yadnya. 8. Majijiwan Majijiwan dilaksnakan pada upacara yang besar. 8.dengan Puja Pangastawa yang benar dan tepat maka yadnya tersebut dapat mencapai tujuan dari pelaksananya. karena merupakan inti sari rasa dari tubuh. prasasti Dawa. Yadnya memakai persembahan berupa banten. Kitab yajur Weda menyerukan semoga para ilmuwan menyanyikan lagu pujian kepada Tuhan. Selanjutnya dijelaskan bahwa doa persem-bahyangan/Kidung suci kekuatannya ada dalam mulut yang disebut Ayasya Anggirasa. Brahad Aryanaka Upanisad menyebutkan bahwa Kidung Suci yang dilagukan dalam persembahyangan/pelaksanaan yadnya dapat menumpas kejahatan. prasasti Blantih dan lain-lainnya. menyebutkan bahwa kidung suci itu berasal dari yang Abadi. Weda menyebutkan bahwa dalam pelaksanaan yadnya harus ada persembahan.4. Isi mantra majijiwan tersebut adalah penciptaan bumi dan isinya serta suksesnya upacara. Mereka yang mengetahui rahasia itu dijauhkan dari kematian dan dapat nantinya menuju sorga. 8. Rg Weda Mandala X. Kidung Kidung adalah nyanyian pujian kehadapan Ida Sang Hyang widhi dan manifestasiNya.2. .4. Berdasarkan penjelasan dari kitab-kitab suci tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan yadnya yang kita warisi sekarang ini sudah sesuai dengan ajaran Weda. Kitab suci Rg. banyak dijumpai beberapa prasati seperti prasati Bebetin.4. Kitab Sama Veda secara keseluruhan memuat nyanyian-nyanyian pujian. Senada dengan sumber sastra tersebut.

Adapun pengucapan hruf-huruf yang dimaksud itu adalah huruf-huruf (aksara) dewanegari yang dipakai dalam bahasa Sannskerta atau mantra-mantra baik ditulis dalam huruf Dewanegari mapun tulisan Latin. n. penulis ingin mengikuti jejak yang dilaksanakannya dalam usaha memahami . Karena itu yang pertama-tama adalah menguasai huruf dengan baik sehingga seorang anak dapat dapat memodulisasi suara dengan baik dan dapat pula mendengar dengan jelas perbedaan suara yang dibaca orang lain. (Puja. dh. t. ch. dan dapat dipergunakan oleh dosen dan mahasiswa dalam proses intruksional. Paulina Pannen dan Purwanto (2001:13). Umur termuda empat tahun dan paling terlambat kalau telah mencapai umur 22 tahun. Disamping itu masalah intonasi atau tekanan suara yang tepat akan ikut pula menentukan.i. merenungkannya kembali. tetapi dosen memanfaatkan buku-buku teks yang sudah ada di pasaran untuk dikemas kembali sehingga berbentuk bahan ajar yang memenuhi karakteristik bahan ajar yang baik. dh#. th. Sangat edialnya usaha belajar dimulai sejak usia masih muda. lr. g. mengertikan arti kata.e. Bertitik tolak dari pernyataan Paulina Pannen dan Purwanto di atas. 1985:112-113) Dalam pengemasan kembali informasi. Secara umum huruf itu dapat dibagi menjadi dua yaitu hurf hidup dan huruf mati.i. p.9. t. Mempelajari Weda (dan atau mantra) mencakup kegiatan yang amat luas. jn. o. dh.u. jh. Huruf hidup adalah: q. œ (c). th. menjelaskan dengan melihat relevansinya dengan gejala-gejala alam. Mengajar dan belajar mantra Weda tidaklah sama dengan membaca biasa. gh ng (n). menginterpretasikan. j. n. Kita mulai dari belajar membaca. Ketentuan umur dalam sistem catur Asrama dapat dijadikan patokan pegangan kapan kita bisa mulai belajar Weda.ai. ph. mendengar ucapan-ucapan yang benar. d. au. h#. Pembelajaran Orang Dewasa. c. n. r. Ks (ksh). tra. Kemudian disusun kembali atau ditulis ulang dengan gaya gaya bahasa dan strategi yang sesuai untuk menjadi suatu bahan ajar (atau digubah). kesemuanya itu merupakan satu paket proses belajar weda. kh. menterjemahkannya. Informasi yang sudah ada dipasaran dikumpulkan berdasarkan kebutuhan (sesuai dengan tujuan instruksional GBPP dan kontrak perkuliahan). Salah satu faktor terpenting dalam belajar membaca dan mengajarkannya adalah pengenalan huruf dengan suaranya. m s. dan huruf mati: k.q. dosen tidak menulis bahan ajar sendiri dari awal (from nothing atau from scratch). d. merumuskan hasil-hasil pemikiran yang terkandung dalam Weda. llrr. rr.u. b. º (sn).

Selanjutnya apabila sudah merasa. Puja Tri sandya dan Kramaning Sembah (I Made Bidja). Upacara Panca Yadnya (Sri Empu Nabe Pramadaksa Gria Agung Bungkasa). Catur Yadnya (Upada Sastra).B. Weda Parikrama (G. Pedoman Sembahyang (Pemerintah propinsi Bali). Widhi Sastra. Tuntunan pengastawa (Ketut pasek Suastika). Gagelaran Pemangku (PHDI Kabupaten Karangasem).Suhardana).Pudja). Agem-Ageman Kepemangkuan (Jero Gede Pasek Ringganatha). Tuntunan Muspa Bagi Umat Hindu (I Gusti Ketut Jaker). Fungsi Genta Bagi Para Sulinggih/ Pemangku di Bali (Toko Buku Ria). Tri sandya (Kepala kantor agama Propinsi Bali). Rancangan Keputuisan pesamuhan Agung. Puja WalakaPinandhita (I. Nganteb Piodalan Alit (Ida Pandita Empu Nabe Daksa Kertha Wisesa). Diktat Pelajaran bahasa Kawi (PGA Hindu Negeri Denpasar). Doa metirta. Sang Kulputi Kesmuda Dewa (Gambar I Made). Pengantar Menuju Pedoman Sembahyang Umat Hindu (K. meminta dan meminjam diantaranya: Kusuma Dewa Utara anom). kalau memang disepakati bahkan dibutuhkan oleh keluarga. Dengan demikian dikenal dengan dua perbedaan belajar yaitu . Sipta Gama (Ida Pedanda Gede Pemaron). sebagai bahan awal untuk memahami Mantra. Untuk latihan membaca Mantra. Apabila semakin harisemakin tertarik baru dilanjutkan untuk mawinten dikalangan keluarga. Tri Sandya Bersembahyang dan Berdoa (Titib). Puja Trisandhya (I Gede Sura). Kidung panca Yadnya (Wayan Budha Gautama). Nitya Karma Puja (IGK Adia Wiratmadja). dalam kehidupan hari-hari dalam keluarga maupun masyarakat. Buku-buku tersebut penulis kumpulkan. Persembahyangan bagi Warga Hindu (Jro Nyoman Kanca). Pada hakekatnya belajar merupakan proses dinamik yang seyogyanya dilakukan seumur hidup. sering kali dibedakan hanya dalam konteks usia perkembangan yaitu antara anak-anak dan orang dewasa. Pedoman kramananing Sembah (Foto Copy dari I Nyoman Nasa). Dharma Sastra. Dasar Kepemangkuan (I Nyoman saruya Atmanadhi). Panca sembah (Kejayaan).Mantra dan Belajar Mantra. tertarik barulah dilanjutkan dengan melakukan Mawinten untuk diri sendiri. Mesekar dan Mebija (Pustaka Manikgeni). Namun demikian. Parisada Hindu Dharma Indonesia Tentang Tri sandya (PHDI). sebaiknya dilakukan setelah sembahyang barang satu jam atau dua jam. demikian seterusnya sampai menjadi Sulinggih. Penulis membeli buku. AUM Kitab Suci Kesuma Dewa (Sri Reshi Anandhakusuma). Puja Stawa Penujang Pegangan Para Pemangku dan balian (Wayan Budha Gauitama).M. dan diambil hal-hal yang mudah untuk diaplikasikan. Himpunan Keputusan Seminar Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu I-IX (Parisada Hindu Dharma Pusat).Bangli). agar dapat merafalkan mantram sesuai dengan iramanya. Rg Weda Mandala IX (Wayan sadia dan Pudja).

pendekatan paedagogy untuk anak-anak dan Anddragogy bagi orang dewasa. orang dewasa memiliki banyak pengalaman. dapat berurun sartan lagi pembelajaran orang lain. 2. . 6. Anak-Anak Ketergantungan Fasilitas Subyektifitas Ketidaktahuan Kemampuan terbatas Sedikit tanggungjawab Minat terbatas Mementingkan diri Penolakan diri Identitas diri tidak jelas Kepedulian sepintas Fokus pada hal khusus Imitasi Butuh kepastian Imfulsifness Dewasa Kemandirian Aktifitas Obyektifitas Kejernihan berpikir Banyak kemampuan Banyak tanggungjawab Minat luas Altruisme Berdamai diri Integrasi diri Kepedulian mendalam Fokus pada hal prinsipil Original Toleran kepada jelasan Rasional Berangkat dari perbedaan tersebut. Rentang kedewasaan cukup lebar. sehingga dapat menggali insight bagi dirinya. 10. sehingga dapat memutuskan bagi dirinya sendiri (otonomi) 9. 7. 15.Cendrung berorientasi pada penangan persolanan. yang dapat dilihat dalam tabel berikut: No 1. (Sutjipta dan Kendran. orang dewasa mempunyai kesediaan belajar hal-hal relevan baginya bagi kurun waktu tertentu. 9. tetapi juga dapat menghalanginya menerima hal-hal baru. 13. 3. orang dewasa dihargai kemandiriannya. Setidanya dapat dibedakan dalam: dewasa muda (18-30) tahun dewasa (30 – 55) tahun lanjut usia (> 55) tahun orang dewasa mempunyai perspektif waktu “kekinian” yang cukup kuat: . 12.1. 2006:2-6). pada hakekatnya andragogy. .2. . 11. 5. 8. asumsi dasar dalam belajar antara lain sebagai berikut: 9.Belajar adalah proses peningkatan kemampuan menanganni persoalan kehidupan.3. 9. sehingga ajakan relevansi berbeda.apa yang dipejarinya dibutuhkan untuk menanganni persoalan kesehariannya. 4. 14.

Pada tingkatan yang lebih praktis. setia kepada nilai-nilai tertentu). Ketepatan (melakukan gerak dengan benar). Pengenalan (ingin menerima. Pengalaman (menjadikan nilkai-nilai sebagai bagian dari pola hidup). sadar akan adanya sesuatu). sedangkan aksara adalah simbol (lambang) sebagai alat komunikasi. Pengorganisasian (menghubung-hubungkan nilai-nilai yang dipercayai). serta dapat diukur. *).Menurut Bloon dan Kratwohl apa yang mungkin dikuasai (dipelajari) oleh siswa (orang dewasa). *). Afektif. *). Kognitif terdiri dari enam tingkatan: *). 9. Merespon (aktif berpartisipasi) *). *). 9. yang terdiri dari lima tingkatan: *). 9. ide.4. . Peniruan (menirukan gerak). *). *).1. *).3. Evaluasi (membandingkan nilai-nilai. operasonal. Filsafat secara umum dapat diartikan bahwa usaha manusia dengan menggunakan akal. seperti yang telah kita ketahui berhasil memberi inspirasi kepada banyak pakar lain untuk mengembangkan teori-teori belajar dan pembelajaran. yang tercakup dalam tiga kawasan: 9.2. yang terdiri dari lima tingkatan: *). (Prasetsetya. Naturalisasi (melakukan gerak secara wajar). Perangkaian (melakukan gerakan sekaligus dengan benar). *). Psikimotor. untuk memperoleh pemahaman Jagat Raya dalam memenuhi suatu kepuasan dalam kebijaksanaan.3. *). Sastra sebagai alat komunikasi. *). *). *). Pemahaman (menginteprestasikan).3.t.3. poto copy: 12-13). Analsis (penjabaran suatu konsep). taksonomi ini telah banyak membantu praktisi pendidikan untuk memformulasikan tujuantujuan belajar dengan bahasa yang mudah dipahami. Taksonomi Bloon ini. T. Pengetahuan (mengingat menhafal). Penghargaan (menerima nilai-nilai. Aplikasi (menggunakan konsep untuk memecah-kan suatu masalah). Sintesis (menggabungkan bagian-bagian konsep menjadi konsep untuh). metode dan sebagainya). Penggunaan (penggunaan kosep untul melakukan gerak).

upacara dan yang berhubungan dengan dunia kegaiban. u. c.36. Dewa dari arah timur. pengeling-eling dan sejenisnya. Sang panca pandawa lunga ke alase”. Prabu Kresna sareng mayuda. agar pesan yang disampaikan bisa diterima secara reprodukdif. b. 1984:31-33). Ung. n. Ang. Contoh: “Rontal Ramayana becik pisan.(Pudja. menyebutkan. i. b). r.Weda X. Tanda deakritik dapat dipakai hanya pada permulaan belajar membaca atau dalam perkamusan. Wreastra. pipil. ny. 2002:175. k.14. Semoga ia melimpahkan rahmatNya kepada kita dengan umur panjang. l. Mang dan Ong Selanjutnya dalam Rg. yaitu: h. Dewa dari arah Utara. Dewa dari arah Selatan. do’a-do’a dan pengobatan. (Jujun. d. Kalau tulisan Balinya Rãmãyana. yaitu: 1). Ang. dalam komunikasi ilmiah sebenarnya proses komunikasi itu harus terbebas dari unsur emotif ini. 3). Lambang e taling tidak memakai corek atau tanda diakritik. yang digunakan untuk menunulis Bahasa Bali lumrah. mayudha dan Pañca Pãndawa”. p. w. Dalam buku ejaan bahasa Daerah bali yang . adalah aksara bagian kedyatmikan misalnya: Japa-mantra. perlambang (simbol) dalam keagaman.Modre. y.Vokal 6 buah. g.Komunikasi menggunakan bahasa akan mengandung unsur simbolik dan emotif. menurut Jnana Sidharta: Sing. aksara untuk menuliskan Bahasa Kawi dan lainnya lagi. Konsonan 18 buah. misalnya urak. Artinya Dewa dari arah Barat. m. gantungan. Mang. artinya identik dengan pesan yang dikirim. Bang. “Sawita Pascatat Sawita Purastat. o. sehingga untuk menggambarkan siwa sebagaimana halnya dengan Rudra dihubungkan dengan sebelas aksara sebagai bentuk lingga Atma. tedong. Sawitottarattat Saidharattat Sawita Nah Suwatu. Umpamanya jika dalam sebuah komunikasi ilmiah kita mempergunakan akal seperti “epistemology” atau “oftimal” maka kita harus menjelaskan lebih lanjut apa yang kita maksudkan dengan katakata itu. Nang.1982: iii-iv). Hal ini harus kita lakukan untuk mencegah si penerima komunikasi memberi makna lain yang berbeda dengan makna yang dimaksudkan.Swalalita. Perlu kami ingatkan bahwa dalam penulisan kalimat atau cerita bahasa Bali memakai tulisan latin jangan berpegang dengan tulisan Bali. dan gempelan). yaitu: a. Tang. ng. Pesamuan Agung Bahasa Bali tahun 1957 (dengan hasilnya) sebagai berikut: a). t.181). Prabhu Krésna. surang. Wang. s. e. 2). Sarwatatim Sawita No Rasa Tam Dirgha Ayuh”. Tentu saja kata-kata (simbol) yang sudah jelas dan kecil kemungkinannya untuk disalah artikan dan tidak lagi membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Terakhir adalah aksara suci ini adalah aksara mati karena banyak dengan busana (taleng. Untuk jelasnya penulisan kini menguraikan kejadian aksara vokal (suara) dan konsonan (wyanjana) serta menggolongkan terbagi tiga jenis. melainkan ke Bahasa Indonesia. Untuk membacanya menggunakan Krakah/Griguh (Kaler. Nama Rudra sering diartikan sama dengan Siwa. e.

aksara yang dipergunakan sehari-hari terdiri atas 18 aksara (ha. segi tiga). Untuk dapat meresapkan keamhakuasaan Sang Hyang Widhi agama Hindu memberikan Simbol pada kekuatannNya ini dalam aksara suci OM. Tri Murti: Ang Ung Mang dan dalam wujud Dasaksara adalah: Sang Bang Tang Ang Ing dan Nang Mang Sing Wang Yang. Sthiti-pralina atau lahir hidup mati. dalam aksara Bali ada yang disebut pengangge tengenan. Dilaksanakan dengan Kata Dum dibentuk dengan menambahkan Maya. diharapkan dapat mencipkan kedmaian dihati. i. kedamaian di dunia dan kedamaian di akhirat. Selain itu. Suara A. dan aksara suci. Akasara Suci terbagi atas akasara wijaksara atau bijaksana (aksara swalalita + aksara amsa. misalnya: a. maka aksara yang digunakan adalah . “Durga Puja”. U.ung. Pengulangan Lalitasahasranama dan Trisat’i. Kata Om adalah aksara suci untuk mewujudkan Sang Hyang Widhi dengan ketiga prabawanya yaitu: Brahma Hyang Widhi dalam prabawanya mahapencita disimbolkan dengan aksara A. na. (Tinggen. Ketiganya melambangkan Dewa Tri Murti-Utpatti. misalnya: ong. Aksara-aksara ini identik dengan Aksara Swalita dan Akasara Suci/Modre yang dipergunakan oleh para Pujangga atau Rohaniawan dalam Simbolis ritual. Akasara biasa terdiri atas aksara wreastra. 1993:3). ini ditunggalkan menjadi OM (Upadesa. 1978:16). dan dalam berbagai manifestanya terdapat berbagai macam. aksara wianjana (huruf konsonan. Kalau di Bali aksara tersebut dapat diidentikan dengan Tuhan disimboliskan aksara Ongkara dalam wujud Tunggal. Hal ini dimaksudkan untuk menyerap bahasa asing pada tahap permulaan sebelum beradaptasi dengan bahasa Bali. Wisnu Hyang Widhi dalam prabawanya memelihara disimbolkan dengan aksara U dan Siwa Hyang Widhi dalamp rabawanya pelebur disimbolkan dengan aksara M. Karna. bulatan) dan nadha (bindang. ca ra ka dst). dan aksara swalalita atau aksara yang dipergunakan pada kesusastraan Kawi yang terdiri atas 47 aksara. o. M. u.disenpurnakan juga dicantumkan abjad Bahasa Indonesia dari a s/d z. Dengan menggunakan media aksara/sastra keharmonisan mikrokosmos dengan makrokosmos. windhu (matahari. Aksara Bali terbagi atas aksara biasa. Bindu/Windu dan Pranawa/ongakra serta pisarga pada permulaan kata. Adri. Akasara amsa terdiri atas Arddhacandra (bulan sabit).mang) dan modre atau aksara lukisan magis. e. Terkait dalam pembelajaran mantra. ang. khususnya Trisakt. 2005 Bali Post) Kemudian padangan dari persfektif Sastra. huruf mati) yang terletak pada akhir kata yang melambangkan fonem konsonan (Ngurah Nala.

tetapi kalau dipelajari dengan suatu sistem dengan tujuan baik “Ayu Were Siddhi phalanya” boleh dibicarakan akan sangat baik manfaatnya. Yadnya adalah pemberi kebahagiaan. Semoga kami menyadari yadnya sebagai pembawa hujan dan pemberi pengetahuan spiritual. perwujudan dari ceritera Weda. Anda Kusuma Sri Rshi. 2005. Semoga yang melakukan yadnya menyadari arti pentingnya. Surabaya: Penerbit. Puja Walaka-Pinandita.5. IB.aksara biasa Wreastra tanpa dilakukan upakara. 2006:52-58) 9. dan ada keinginan untuk menjadi: Pemangku. Penguncaran Weda Mantra yang benar-benar merupakan yandnya sendiri. Seperti bunyi bait Yayur Veda.Bagian I. menjauhkan yang egois dan sifat-sifat kikir dan melindungi daerah tempat seperti kulit melindungi tubuh. Kesumadewa. Bangli. Denpasar. CV.si parwateyi prati twa parwati wettu. secara teori ilmu apapun bisa dipelajari asal dimanfaatkan secara dewasa. Cetakan Pertama: Paramita .19 Sarmasyawadhutaduam rakso. Yadnya yang dilakukan pada hari tertentu juga memberi perlindungan seperti kulit melindungi tubuh.wadhuta aratayo’ditwastwagasi twa’ditirwettu. Proses Belajar. Denpasar: Percetakan Offset & Toko Buku Ria. Dengan menggunakan aksara Modre/aksara suci. Yadnya adalah penyangga matahari yang cemerlang. artinya anak kecil atau anak muda bisa membahas Mantra apabila penerapakan dilakukan secara dewasa. Kemudian setelah ada pemaham lebih lanjut. 1972. DAFTAR BACAAN Anom. Atmanadhi. Aywa Were tan siddhi phalanya”. Sekaranglah saatnya kita tahu Mantra dan Belajar Memantra. Dhisana ’si parwati prati twa. Satrya I Nyoman. Dasar Kepemangkuan (Ke Sulinggihan). (Watra. Baik bagi diri sendiri keluarga maupun masyarakat dan negara. Dari uraian di atas. Utara 1994. 1986 “Kamus Bahasa Bali Indonesia-Indonesia Bali” Penerbit. kalau ilmu itu disembarangkan jelas dia tidak bermanfaat. Suatu “Moto” di Bali. Sulinggih baru dilanjutkan dengan upakara dan upacara Mawinten atau Madwijati. Kayumas Agung.ditastwag wettu diwaskambhanirasi dhisana.

Pedoman Sembahyang. (Buku Yang banyak Mengandung Inti-Inti Falsafah Hindu. Persembahyangan Bagi Warga Hindu. Mantra Inisiasi Meditasi & Yoga.. Swami Veda. Gambar. Jero. Denpasar: Parisada Hindu Dharma. 2001. Satu Himpunan Naskah Mantra dan Stotra teks asli bahasa Sanskerta dan Penjelasannya... Buleleng: Toko Buku Indra Jaya. Upacara Panca Yadnya. Penulisan Bahan Ajar.... Pudja.08. I Wayan 2004. . 1986.. Jakarta: Buku 2... Denpasar: Stensilan. Paramita Paulina Panennen dan Purwanto. 2000..) . Parisada Hindu Dharma Pusat. Milik Departemen agama Republik Indonesia. 1982-1983.. Kanca...1979. G. Gayatri Sadhana Maha Mantra Menurut Weda... Surabaya: Penerbit Paramita. Sang Kulputih Kusuma Dewa. Penerbit. Tuntunan Muspa Bagi Umat Hindu. 1976... Agem-Ageman Kepemangkuan. Sebagai Staff Antar Universitas Terbuka. Badung: Agung Bungkasa Abiansemal. Ringga Natha. Jakarta: Pesanan Proyek Pengadaan Kitab suci Hindu. Aplied Approach... Weda (Pengantar Agama Hindu). Jero gede Pasek 2003. Paramita. Sama Weda “Sama Weda Samhita”. Sodasiwikerama. Jakarta: Penerbit.Bharati.. Gria Prasetya... Denpasar: Milik Pemerintah Propinsi Bali. Pusat antar Universitas Untuk peningkatan dan Pengembanngan Aktivitas Intruksional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Surabaya: Cetakan Pertama. 1984. Kaler. Denpasar: Terjemahan.. 1985. I Nyoman Tt... 2002. Denpasar: Penerbit Guna Agung. 1987. Himpunan Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu I-IX. Maswinara. Irawan T. Jakarta: Cetakan ke 3 . Mengajar di Perguruan Tinggi.. Pramadaksa. . Lembaga Penyelenggara Penterjemah Kitab Suci Weda....t. I Gusti Ketut. Sri Empu Nabe. Pekerti.. I Made. 1983... Weda Parikrama.. Surabaya: Penerbit. Pusat Propinsi Bali. Jakarta: Sampai saat ini ybs...

Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Mutu Pendidikan Universitas Udayana.. Surabaya: Penerbit. R dan Gede Pudja. 2006. Nyoman dan A....1986 Weda Walaka.A. Tt. Jakarta: penerbit Hanuman sakti.. Dosen Institut Hindu Dharma. Buku Pelajaran Agama Hindu di Perguruan Tinggi. Surabaya: Penerbit. Denpasar: Gria Agung Giri Manik. Suhardana. 1993. Pembelajaran Orang Dewasa. Pengantar Menuju Pedoman Sembahyang Umat Hindu. Jakarta: Terjemahan. Titib I Made. Penerbit. Dharma Nusantara Bahagia. Kumpulan Kuliah Agama Hindu Bhatkti Marga.1985. Penerbit. Bagian I..... Ida Pandita Umpu Nabe Daksa Kertha.... Jakarta: penerbit. Milik Depatemen agama Republik Indonesia. PT. Putra. Sweta Swatara Upanisad.. Denpasar: Penerbit. Paramita Wisesa... Majalah Kebudayaan Bali Taksu... Denpasar: Edisi 159 MeiJuni/VII. Mitra Printing. Paramita Sutjipta. .... 1985 Atharwa Wedha (Weda Sruti) Terjemahan. Tri Sandya Sembahyang dan Berdoa. 1982. Sagung Kendran. Cinta Kasih dan Penyerahan Diri kepada Tuhan. Nganteb Piodalan Alit.. Tim Penyusun. Maya Sari. . Watra.. Sugiarto. Departemen Agama RI Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Hindu dan Budha. Proyek Pengadan Kitab suci Hindu.. 2001. Cudami III. Jakarta: cetakan Pertama... ……….1997. KM 2005. Yajur Weda (Weda Sruti). 2006. Jakarta: Copyright.. Kios Muria.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful