KATA PENGANTAR

B

egitu

banyaknya

permintaan,

buku

tentang

pelaksanaan

Sembahyang dan mantram-mantram ringan yang bisa dipelajari untuk diri sendiri serta mengisi hari tua, yang dapat dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari dalam keluarga. Kenyataan inilah yang mendorong penulis untuk mengumpulkan beberapa buku yang dipakai sebagai dasar untuk merealisasikan maksud tersebut, sehingga penulis sebut dengan Mantra dan Belajar Memantra ini. Setelah dilakukan koreksi oleh Editor, maka judul tulisan tersebut berubah menjadi MANTRA DAN BELAJAR ANEKA MANTRA (Kumpulan Berjenisjenis Mantra). Karena Mantra pada dasarnya terdiri dari tiga konsep yaitu Mantra, Tantra dan Yantra. Mardiwasito menulis (1985:339,582,711) bahwa yang dimaksud dengan Mantra dari sudut kata berasal dari sanskerta dan berubah kedalam bahasa Indonesia menjadi Mantera yang artinya jampi (penahan/japa), doa atau mantrakratu pembaca mantera (hanya berwujud kata-kata), Tantra yang juga artinya mantra tetapi lebih menekankan ilmu sihir (gaib, mistik) dan yang dimaksud dengan Yantra adalah alat untuk merenungkan Dewa. Secara mudahnya dapat dipahami mantra adalah ucapan mengandung nilai-nilai magis, Yantra adalah upakara sebagai alat untuk memusatkan konsentrasi dan Tantra adalah gerakan tangan yang bersifat magis yang juga disebut dengan Mudra. Dalam tahap pembelajaran ini, aksara tidak diisi secara lengkap seperti, contoh: Mahì dyauá prthivì ca na ima÷ yajñammikûatàm; Piprtàm no bhaåìmabhiá. Tetapi akan ditulis “Mahi dyauh prthiwi ca na imam yajnamimiksatam; Piprtam no bharimabhih”. Maksudnya buku ini untuk, memudahkan belajar membaca dan mendengarkan suara sendiri. Sebab menurut pandangan penulis, kalau diisi lengkap, keinginan untuk membaca akan berkurang, karena harus belajar tanda baca terlebih dahulu. Karena dalam hal ini, sekali lagi masih taraf belajar. Nanti kalau sudah lancar membaca, maka akan ditingkatkan sesuai dengan tanda bacanya.

Mempelajari Weda (dan atau mantra) mencakup kegiatan yang amat luas. Kita mulai dari belajar membaca, mendengar ucapan-ucapan yang benar, menterjemahkannya, mengertikan arti kata, menginterpretasikan, merenungkannya kembali, merumuskan hasil-hasil pemikiran yang terkandung dalam Weda, menjelaskan dengan melihat relevansinya dengan gejala-gejala alam, kesemuanya itu merupakan satu paket proses belajar weda. Mengajar dan belajar mantra Weda tidaklah sama dengan membaca biasa. Sangat idealnya usaha belajar dimulai sejak usia masih muda. Ketentuan umur dalam sistem catur Asrama dapat dijadikan patokan pegangan kapan kita bisa mulai belajar Weda. Umur termuda empat tahun dan paling terlambat kalau telah mencapai umur 22 tahun. Salah satu faktor terpenting dalam belajar membaca dan mengajarkannya adalah pengenalan huruf dengan suaranya (ini yang ideal, tapi kalau baru belajar, silahkan bacabaca dan dengar-dengar suara sendiri dulu). Disamping itu masalah intonasi atau tekanan suara yang tepat akan ikut pula menentukan. Karena itu yang pertama-tama adalah menguasai huruf (secara umum dulu/latin nanti kalau sudah meningkat baru menginjak ke dewanegari) dengan baik sehingga seorang anak dapat dapat memodulisasi suara dengan baik dan dapat pula mendengar dengan jelas perbedaan suara yang dibaca orang lain. Adapun pengucapan huruf-huruf yang dimaksud itu adalah huruf-huruf (aksara) dewanegari yang dipakai dalam bahasa Sanskerta atau mantra-mantra baik ditulis dalam huruf Dewanegari maupun tulisan Latin. Secara umum huruf itu dapat dibagi menjadi dua yaitu huruf hidup dan huruf mati. Huruf hidup adalah: a, a, i, i, u, u, e, ai, o, au, r, rr, lr, llrr, dan huruf mati: k, kh, g, gh ng (n), c, ch, j, jh, n, t, th, d, dh, n, t, th, d, dá, n, p, ph, b, dh, m s, û (sn), ú (c), á. Ks (ksh), tra, jn. (Puja, 1985:112-113) Pada hakekatnya belajar merupakan proses dinamika yang seyogyanya dilakukan seumur hidup. Tetapi sebelum memantra, lakukanlah pembersihan diri dengan Mantra, seperti: Mantram sebelum Belajar Memantra (Sang Hyang Aji Panusangan). Sama nilainya kita telah mewinten tiga kali. Idepaku anganggo Aji kotamah, Amangsa-amangsung aku tan pabersihan, aku pawaking setra suka kang akasa,

suka kang peretiwi, tan ana aku keneng sebelan, apan aku teke abersihin awak sariranku, teka bersih bersih-bersih-bersih. (Gambar, 1986:51-52) Mempelajari Weda dengan setulus hatimu. Samudre te hrdayamapswantah sam twà wìantwoûadhìrutàpah; Yajñasya twà yajñapate suktoktau namo wàke widhema yat swàhà. O yang berumah tangga, hendaknya engkau mempelajari weda dengan setulus hatimu, yang penuh dengan sabda-sabda bimbingan mulia, dikendalikan oleh prana, berbuat dalam perbuatan mulia. Semoga engkau menikmati makanan, buah-buahan dan air, Dalam bimbingan kasih sayang, kami menuntun engkau melakukan kewajiban hidup dalam perkawinan dengan penuh keyakinan. Yadnya mantra harus dilakukan oleh setiap kepala rumah tangga. Mahì dyauá prthivì ca na ima÷ yajñammikûatàm; Piprtàm no bhaåìmabhiá. O suami yang patut dipuji dan yang sehat dan istri yang bersabar hati, berkehendak untuk memenuhi kesenangan dan melakukan yadnya dalam rumah tangga. Semoga engkau berdua menyediakan kami makanan dan pakaian.* Weda dan atau Mantra dapat dipelajari sendiri. Ara iwa rathanabhau prane sarwan pratistham, rco yajudwamsi yajnah ksatram brahmaca. Ibarat jeruji dipasang pada porosnya roda sebuah kereta demikian pula halnya segala sesuatu ditetapkan dan digantungkan pada prana. Melalui prana dan pengendaliannya itu orang dapat belajar Weda sendiri, mis Rg.Weda, Yayur Weda, Sama Weda (dan Atharwa Weda) dan dari itu orang dapat melakukan maha yadnya atau orang-orang bijaksana dan terpelajar. Dapat memperlihatkan kebijaksanaannya yang benar atau seseorang tentara dapat memperlihatkan keberaniannya yang mengagumkan. Prasana Upanisad (Puja, 1985/86:21-22). Yang masih mengumbar hawa-nafsu, sebaiknya jangan mempelajari Weda. Wedante paramam guhyam purakalpe pracoditam naprasantaya datawyam naputrayasisyaya wa punah. Misteri yang paling dalam dan paling agung dari Ajaran Wedanta, yang telah diberikan oleh Brahman kepada kita di zaman dahulu kala, hendaknya jangan diberikan kepada orang-orang yang masih belum mampu menguasai hawa nafsu - hawa nafsunya, walaupun dia anak laki-laki kita atau siswa kita yang kita cintai. Yasya dewa para bhaktir yatha dewe tatha gurau, tasyaite kathita hy arthah, prakasante mahatmanah, prakasante mahatmanah.

....... Dewa Pratista ............................... Kata Pengantar....... sehingga hasil pembelajarannya dapat berguna paling tidak bagi dirinya sendiri... negara dan bangsa............... 3...6.........2...... 4... Mersihin eteh-eteh upakara ....7.................................. 3.............2.......... Mantram dalam Yadnya........3............................. Utpeti Kang Toya ...................... 1... Daftar Isi.....................2................... yang mempercayai sepenuhnya kepada Brahman.......................................... (Sweta Swatara Upanisad........ Panca Sembah ..... Belajar Mantram.......4. 4..........1..............23).......... Adyaya ke VI:22.................... Mantram Umum........................................... Mantram Widhi Yadnya... agar mereka dapat mengetahui dan dapat mengamalkan Ajaran Kitab Suci Upanisad ini....... Namun demikian..2........................................... Sebelum Mantram Tri Sandya . i v xi 1 5 9 10 10 10 12 12 15 15 17 17 18 18 18 18 18 18 18 ....2.................. Ngutpeti Toya Ring Sangku ................. dalam konteks ini pembelajaran dilakukan untuk orang dewasa......................... Dan tidak tertutup kemungkinan untuk keluarga..............2....... 4.......3. Menghaturkan Dupa .. 3.... 4..... 4....................5................2..... Pendahuluan..2.. Metabuh arak/ berem ....2............................ dengan harapan bahwa orang dewasa secara Pisik dan Psikologi (jiwa dan ilmu pengetahuan) sudah matang... Sembah Kuta Mantra.... akan berwajah yang berseri-seri......... yang dengan tulus memuja Brahman dan menghormati Guru.................Kepada orang-orang yang berjiwa luhur.................................. Pengertian Mantram...1........... 4...... 2.......................... untuk menciptakan kedamaian Denpasar..... 4......2...... hendaknya kita berikan rahasia Ajaran Kitab Suci Upanisad ini.......1.. 10 Juni 2006 Penulis DAFTAR ISI Judul..................................................... 3..... Sikap Sembahyang dan Kramaning Sembah ............ 4.......... 3.....................................8............... Dewa Yadnya....2..............4. Padmasana Ring Toya .......... 4................... Mantram Tri Sandya ..... 4... 4.............

. 23 4.4......4....2...... Sembah Hyang di Ring Merajan Sanggah Kemulan ............................... Pitra Yadnya .. 35 21 24 ....................2.......3....3.....8............. Wiku Sangara . Wija 18 4.......... 29 4. Ngarga Tirta .......11.........2........................ 21 4......14...3........9........... 32 4.....15......4... Anglukat Banten ..... Sembah Siwa Amerta ... 23 4..17. 32 4................................... Menekan Tangan ..1.................. 28 4.... Wiku Saba Ukir ..3......4. 33 4....... Wiku Ambeng .......1...........2.......22... Wiku Panjer .2.........5...4................12................... 21 4....1...3.4. Aturi Kang Toya Puspa............................2.....4..........2............ 24 4..............................19..2.... Wiku Grahasti ...12.... 30 4......4. Manusa Yadnya ..... 24 4............4....3.... 34 4.........6.......... Wiku Bramacari ...4....... Sembah Hyang di Merajan Kemimitan/Paibon 4..........3.........................3. Sembah Hyang di Pura Desa Mwang Bale Agung..... Tumuwut sang pitre adi nyasa ring catur desa (Ngentas) ...................3.............2.........3.....3......... 33 4.............3..2..10... Wiku Sanyasi ................ 26 4......2....................4..3......... Gandaksata......23...... Guru Pada Namas Karo ....................... 26 4............. 32 4........16.... 33 4............2............................. 33 4............. Sembah Hyang di Purnama /Tilem .. 20 4. Tirta Puwa Pangentas Wong Preteka ..... 27 4..... Tata Cara Persembahyangan dalam Piodalan 4.......4.......3..........................9............ 28 4. Ngaskara Bajra .... 19 4.. Sembah Hyang di Pura Prajapati ............................4.......4.........2....3...........4.....4......5... Wiku Pangkon . 33 4.......7............... Dwijendra Astawa.............. 34 4... Wiku Grohita ..... Mantra Pengulapan .11..4............. Nyiratin Tirta Sawa .....4................2...5.21.... Wiku Palang Pasir ..... 22 4.. Sembah Hyang di Pura Puseh ..10..... 28 4.........2...............18.....24... 20 4.........3..........3......................................... Sembah Hyang di Kawitan Ratu Pasek ............20....................2..............2.. Rsi Yadnya .......3...........2..3...................................................3 AUM Upacara Resi Yadnya ............ Wiku Wanaprasthi ........ Wiku Cendana .........................13. 29 4..3.. 32 4............ Kramaning Pamuspaning Pitra ... 18 4....................... 33 4. 28 4. 22 4...4.......................2..................................... Akena bija .. Sembah Hyang di Pura Dalem ..... 19 4...

.....7......7.6......7......... Potong rambut.... 52 4.......................................... 57 4......6. metatah ..........5. 42 4.11........ Ngaturan Tirta....16............... Ngelebar Segeh........ Susunan Bhuta Yadnya ..13... Mantram Caru dewasa ala.................1 Pelaksanaan Upacara................. 55 4. 52 4................12.. Sucikan Tangan..3.. Penghormatan di Gunung Beratan/Dhanu Bratan 4.....7....14.. 36 4........................7....... Ngaturang Prayascita.7. Ngayab Banten...... Penghormatan di Penataran Beskih/Gunung Agung 58 58 . 57 4... 55 4...3.5...............7..... 43 4. 52 4...2........ 41 4.............. Ngaturin Betara Kukusarum.8...........15....... 55 4........6....................................................7... Yadnya Sesa........3.........5..........6... Penghormatan di Gunung Andakasa.............9. 56 4......... 54 4............1... ................ Pengormatan di Gunung Mangu... 57 4.................................. 53 4......... Pasang Tri tatwa............. Ngaturan Prayascita.......... Astawan Banten Malinggih ring Paruman...... 52 4. Pengelebaran caru-caru............6.8....... Panca Mahabhuta............5............... Amusti Karana..... Ngastawa Sang Hyang Kumara ... 51 4........3.6...1.............7.... molongin karna..................6..2. Penghormatan di Gunung di Gung Kawi..7.............. Menjalankan Pabyakaunan.10..... 40 4..... 53 4.... Ngastawa Lis.......................8.... Kelahiran Bayi .7........... Mabiye kawon ...... 42 4..... 35 4..............7..... Pakeling saha Seha .4...............7............18.......5...... 57 4.......17....................................7.......................................5................5. 53 4.. Mawinten ........ ...... 54 4......................1................ 40 4.......................8.......8.........................5.. 57 4..... 41 4............4....5. Menyalakan Dupa.......... 39 4.......................7............... 36 4........................8.. Penghormatan di Gunung Batur.......... 51 4...7..... Smara Ratih (Menek Bajang) .8.5.... 58 4...... Bhuta Yadnya ..... Panyubyokaunan dan Prayascita...7..8......................2..7.....4.. Penghormatan....8...6...................... Nyucikan Badan......4...6............. 50 4......... 52 4......7....................... 50 4.. 58 4..7.........................................6.............7.. Mekala Hyang.....2...7... Belajar Mantram Genta atau Bajra....... Ngastiti Tetebusan......... 35 4.. 52 4. Bebanten Suci....6.. Dewa yang Berstana di GunungGunung...........4..5............................ 58 4....... Penghormatan di Gunung Watukaru.

4.8.8. Penghormatan di Gunung Agung................. 58 4.8.9. Nunas Tirta ke Gunung Agung..................... 58 4.8.10. Maturan Canang Prascita (Tebasan Durmanggala) 4.8.11. Ngadegang Betara Nyatur ring Banten...... 59 4.8.12. Ngastawa Betara dan Pengiringe maka sami 4.8.13. Nedunang Betara ke Pengubengan........... 60 4.8.14. Nedungan Betara sami (dari Jawadwipa, dan Selam/Allah/Islam).................................... 60 4.8.15. Pengadegang ring suci.............................. 62 4.8.16. Ngabijiang (tempat mata air) Ida Betara sami 4.8.17. Tirta Pemarisudha...................................... 63 4.8.18. Nganteban Guling Bebangkit..................... 63 5 Upakara Ngawit Mekarya Wewangunan................ 63 5.1. Upakara.......................................................... 63 5.1.1. Dasar Bambang........................................... 63 5.1.2. Canang Pependem....................................... 63 5.1.3. Caru Pengeruak dan Mantra........................ 64 5.1.4. Banten Pengeruak dan Mantra.................... 64 5.1.5. Sarana dan Mantra...................................... 65 5.1.6. Upakara dan Mantra Mengukur (nyikut) Karang 5.1.7. Piteges Sesajen............................................ 66

59 59

62

65

6. Nganteb Piodalan Alit............................................ 67 6.1. Persiapan Muput Piodalan Alit......................... 67 6.1.1. Muput Tirta Gede (Sapta Gangga)............... 67 6.1.2. Setelah selesai muput tirta Gede, kemudian dipercikan................................................... 68 6.1.3. Ngawit Nanggen Genta................................ 68 6.1.4. Ngastawa Tirta............................................. 69 6.1.5. Pengurip Tirta.............................................. 69 6.1.6. Jaya-Jaya Tirtha............................................ 69 6.2. Muput Piodalan Alit di Merajan/Sanggah......... 70 6.2.1. Byakaonan................................................... 70 6.2.2. Durmanggala (Pangastawa)......................... 70 6.2.3. Pengulapan (Pangastawa)........................... 70 6.2.4. Prayascita (Pangastawa).............................. 71 6.2.5. Lis (Pangastawa).......................................... 71 6.2.6. Ngosokan Lis (Pengastawa)......................... 71 6.2.7. Ngastawa linggihang dewa di Palinggih/Sanggah 6.2.8. Mendak Kepanggung di jaba (Baruna Astra) 72 6.2.9. Ngayat segehan ring Natah Umah............... 72 6.2.10. Medatengan ring Sanggah......................... 72

71

6.2.11. 6.2.12. 6.2.13. 6.2.14. 6.2.15. 6.2.16. 6.2.17. 6.2.18. 6.2.19. 6.2.20. 6.2.21. 7

Mapiuning Indik Piodalan........................... 73 Nganteb banten di pelinggih sami............. 73 Ngayab Banten Piodalan............................ 74 Ngayab Banten Pangemped lan Soda aturan Ngayab Penagi/Sesangi............................. 74 Ngayab banten Sambutan durung ketus Gigi Tri Sandya.................................................. 75 Muspa (Ngaggem Panca Sembah)............. 77 Margiang Benang Tebus............................ 78 Pengaksama ring Dewa Betara.................. 78 Nyimpen Bajra........................................... 79

74 75

Dewata Pawamana Soma...................................... 79 7.1. Resi Kasyapa, asita Atau Dewala.................. 79 7.1.1. Canda Gayatri (Sukta 13).......................... 79 7.1.2. Canda Gayatri (Sukta 14).......................... 80 7.1.3. Canda Gayatri (Sukta 15)............................ 81 7.1.4. Canda Gayatri (Sukta 16)............................ 82 7.2. Upacara Bajang Colong................................... 82 7.2.1. Banten Pasuwungan.................................... 82 7.2.2. Banten Pengelukatan di Dapur.................... 82 7.2.3. Banten Ring Sumur...................................... 83 7.2.4. Banten Ring Sanggah Kemulan.................... 84 7.2.5. Banten Bajng Colong................................... 87 7.2.6. Upacara Natab Sambutan............................ 89 7.2.7. Panglukatan Mala........................................ 99 7.2.8. Lindu Gemana.............................................. 100 7.2.9. Penglukatan Panca Geni (Orang Tilas)......... 101 7.2.10. Pecaru Gering Tempur............................... 102 7.2.11. Penglukatan Siwa Geni.............................. 103 7.2.12. Caru Manca Rupa (dagingnya bisa diganti) 7.2.13. Salwiring Pemanes Karang........................ 104 7.2.14. Pengasih Buta Muang Dewa...................... 108 7.2.15. Dwijendra Astawa...................................... 108 7.2.16. Surya Sewana (Bila sakit tidak ada obatnya) 7.2.17. Mantram Sebelum belajar Memantra......... 110 7.2.18. Pawisik Dewi Maya Asih............................. 111 7.2.19. Melapas Wewangunan Utama, Madya dan Nista 7.2.20. Pesimpenan............................................... 115 7.2.21. Mantram Arca Muang Mapendem Pedagingan Meru......................................................... 115 7.2.22. Katiban Durmanggala................................ 116 7.2.23. Puja Mawinten............................................ 116

103

109

113

7.2.24. Ananggap Dana......................................... 117 7.2.25. Penenang Jiwa yang Menderita.................. 117 7.2.26. Ilmuwan Mengerjan Ilmu Untuk Kebaikan Manusia.................................................... 118 7.2.27. Persembahan Weda Mantra....................... 118 7.2.28. Arti Penting Penguncaran Mantra.............. 119 7.2.29. Makanan disucikandengan Yadnya............ 120 7.2.30. Yadnya Menseimbangkan Dunia................ 120 7.2.31. Keturunan yang Melakukan Yadnya (bertambah) Baik....................................... 121 7.2.32. Tuhan Pencipta Tata Surya........................ 121 7.2.33. Menyebarkan Sistem Pendidikan dalam Weda 7.2.34. Yadnya dengan Mantra Weda dalam Gayatri 7.2.35. Yang Jahat Harus Disingkirkan................... 123 7.2.36. Mengenal Tuhan Melalui Penglihtan Spiritual 7.2.37. Mensucikan Hati dan Jiwa.......................... 124 7.2.38. Membersihkan Air Sumur dalam Weda...... 125 7.2.39. Yadnya Sejak Jaman Dulu Menurut Weda. . 125 7.2.40. Semoga saya tida pernah melanggar-Nya. 125 7.2.41. Jagalah Kami dengan Sinar Pengetahuan Spiritual.................................................... 126 7.2.42. Negara yang Sejahtera.............................. 127 7.2.43. Susunan Pencernaan (Analisa) Ilmu........... 127 7.2.44. Sebelum Beryadnya Manusia Lebih Dulu dilindungi Tuhan........................................ 128 7.2.45. Aktif dalam Ilmu Pengetahuan adalah Yadnya 7.2.46. Semoga Kami melenyapkan dosa-dosa Musuh 7.2.47. Mengucapkan Mantra Gayatri tiap Hari, menurut Weda......................................................... 129 7.2.48. Mencapai kebesaran melalui Tulisan......... 130 7.2.49. Berilah kami tinggal dirumah yang menyenangkan 7.2.50. Engkau Ajarkan (Weda) kepada Rakyat..... 130 7.2.51. Yang meninggalkan Yadnya ditinggalkan oleh Tuhan 7.2.52. Karmaphala dalam Weda........................... 131 7.2.53. Persembahan dalam Pitara dalam Weda. . . 132 7.2.54. Dengan pengetahuan untuk mencapai Kedewasan 7.2.55. Korban Api sebagai Yadnya....................... 133 7.2.56. Api pemusnah segala macam Penyakit..... 133 7.2.57. Sinarnya api Naik Turun............................. 134 7.2.58. Weda diucapkan untuk memperoleh Pengetahuan Spiritual ................................................... 134 7.2.59. Pengetahuan Petir melalui Weda............... 134

121 123 124

128 128

130 131

132

... 7.... 7..........2........................2..........71.. 7......... 145 Untuk memperoleh sifat Mulia......74...................... 7.......73..2.75..2......2..... 7.............. Empat dan Delapan....2.................2.2....77..2.... 145 Weda mengajarkan Azas Demokrasi..2......................2.................. 7..............88.... 191 Samkya Darsana............. memberi makan dan memelihara Tubuh.. 206 137 138 142 143 Weda dan Mantra..........2... 7...................93........2.......86...2. 145 Ceritera Ketuhanan dari Weda.92. 154 Pemujaan Sawitri...... 148 Prasana Upanisad.......................... Tiga.. Sayair: Gayatri.........2..66.... 141 Kerjakan Yadnya Rumah Tangga dengan Weda Mantra.............. 7........... 7.. 140 Orang terpelajar yang berpikiran Mulia...... 137 kebahagiaan hari nin.. 216 ..90. 181 Sama Weda...........2.... 146 Makna dan Fungsi Gayatri dalam Weda. 7. 7..........2.... 7.80..2... 7.....78............. Dua.....70..... 163 Atharwa Weda............... 146 Suami yang tidak Beragama...........2...2.....2... 7..64...... 139 Memberi Pengetahuan Siang dan Malam..........2.. 141 Selenggrakan Yadnya dengan Benar.. 7.......2....... 138 Dosa yang sadar dan Dosa yang Tidak Sadar Guru Pemberi Rakhmat.....2................ 7. 7. 7...... 7...........2....7.....2................ 148 Tiga puluh empat penyangga Yadnya.2...2..... 142 Mempelajari Weda dengan setulus hatimu 142 Weda Berkai satu.... 144 Enam Belas Kala. 143 Jinakan Pikiranmu dengan ucapan Weda Mantra Enam belas sifat dalam Berumah Tangga..........63................. 149 Resi wasistha.....2..........60....61....... 148 Penciptaan dan Penguasa....68........... 147 Dhananjaya..... 7.... 7........................ 7.... 7. 7... 7.. 135 Engkau Bercahaya laksana Matahari..... 139 Ajarkan dengan kata-kata yang manis.....2..........94............. Yadnya Mantra harus di laksnakan oleh Rumah Tangga.... 7....... esok dan setiap hari Lindungilah Perkawinanmu... 136 Perkawinan Muda berpegangganglah kepada Kebenaran........................69.....67. 135 Suami yang bercahaya............. 7......... 140 Siapa Yajamana itu?.......85...72... 7.....91.................. 7...87.......2.2....2....89... 8 Brahmacari selama 48 Tahun....76..2..81.... 137 Suami tersayang dan Pemberani.......... 7......... 7...79.........62............... 7...83...2... 7.65. Dewata: Saraswan.........................82.95....... 136 Memberi Kesengan kepada Pengantin....2....... 7..........84... 7.

. Kidung............. karena belum mengerti apa itu sesungguhnya mantrà disamping itu.. Dua pernyataan seperti ini sudah cukup menakutkan bagi orang Bali yang lugu dan hormat kepada tutur..... 227 9............... 8. 227 9...4. 8. Putru.. Dari mana sesungguhnya kalimat tersebut muncul........... orang tua dan orang yang disucikan..2....... 223 9....... Jangan mempelajari aksarà Modré/aksarà suci.. dan dari buku mana dan apa tujuannya... Proses Belajar................................. Mantra..................2................................ Maka kita tidak cukup menerima begitu saja.......5...................... 8..4............ Pungsi Mantram............ 8.. 227 9..................... sering mendengar sebuah kalimat............................ 8........... Nilai Magis Mantram..... 8................. 8...8............... 229 9............4............2.........3............................ Kemudian lebih lanjut tutur-dituturkan oleh tetua kita di Bali......4......... 8...... Orang dewasa memiliki banyak pengalaman. .... kalimat ini harus ditelusuri lebih mendalam....3.........1...... Majijiwan... nanti bisa gila.. Puja.... tutur tetua kita dan kalimat “Aywà Wérà tan sidhi phalanià”.........1.......................1.............2................ banyak orang takut belajar mantrà.... Mantra Upasana dan Mantra Upadesa...................... Pemujaan setiap hari.... “Aywà Wérà tan sidhi phalanià”........4.3............... Pembelajaran Orang Dewasa.... Sastra sebagai alat komunikasi.................3..........4.................................. 216 218 219 220 220 221 221 222 223 223 9...............................1... jangan disembarangkan.... Dà melajahin aksarà modré/aksarà suci nyanan buduh nasé......................4... 8.............. perilaku yang sembarangan itu sangat tidak baik manfaatnya............ Weda............. dan Dà melajahin aksarà modré/aksarà suci nyanan buduh nasé..... 233 PENDAHULUAN D ilarang belajar mantra. Orang dewasa dihargai kemandiriannya....... 232 Bacaan Bacaan..........3.. Orang dewasa mempunyai kesediaan belajar hal-hal relewan...........................

Sariram brahma prawisad rcah sama-atho-yajuh. Widyas ca wa awidyas ca. papinehnya bawak. Arti bebasnya. hanya dengan mempelajari Sastra buku-buku tidak dilakukan upacara. memiliki guru. sebagai bukti ketulusan hati yang paling dalam untuk memahami dan mendalami apa yang disebut dengan Mantra. Tuhan yang Maha Esa Yang Maha Agung (Makhluk Teragung). Jika ada orang yang ingin mempelajari Sang Hyang Aji Aksara Sastra Suci. dan setiap pengetahuan yang harus diajarkan. Apan lampahnya numpang laku. yan benjangan padem wwang mangkana. tan pangupadyaya/maupacara mwah tan ketapak. roh-nya akan mengendap didasar neraka Candra Ghomuka. tanpa guru. yac ca-anyad upadesyam. atmanya menados entipning kawah Candra Ghomuka. Rgweda. kalau orang berkeinginan dengan sungguh-sungguh. tidak memiliki guru. Bibijat wwang ika ngaranya. dihukumlah oleh pengikutnya Kingkara bala. apan embas/lekad tanpa guru. jika mempelajari Aksara Suci atau Modre harus: diupacarai. papa ikang wwang yan mangkana. (Athwaweda XI. kalimat yang menyatakan boleh belajar mantra menyatakan sebagai berikut: Kewala ikang amusti juga kawenangan wehania ri wwang durung Adiksa Dwijati. kananda de para Kingkara Bala. . ring arep anembah Dewa.8. kweh prabedanya. sapta cakra dan sapta Loka.23). dia akan menjadi kotoran air yang mendidih dan akan menemukan kesengsaraan. pengetahuan praktis. yan manresti malih matemahan triyak yoni. kalau dia lahir kembali. Dibenarkan belajar Mantra. Segala macam zat memasuki tubuh manusia seperti misalnya kebijaksanaan. tidak anugrahi ketapak melalui nyanjan. yang menyatakan: Yan han wwang kengin weruhing Sang Hyang Aji Aksara. diperkenankan juga kepada orang yang belum Adiksa Dwijati (dinobatkan sebagai pemangku atau sulinggih). amreyogakena Sang Hyang ri daleming sarira. Tidak memiliki Bapak dan Ibu orang yang seperti itu. amangguhaken kesengsaran. dan jika melanggar akan memperoleh hukuman. mewastu mijil saking aksara. (Ringga Natha. dan bagaimana rengreng mantra harus disuarakan agar mampu menyentuh sapta petala. bagaimana tulisan mantra yang benar. Kalau diperhatikan kalimat tersebut inti pokoknya terletak pada. karena kelahirannya tidak memiliki guru. Samaweda dan Yajurweda. Arti bebasnya. asalnya disampaikan atau di buatkan upacara kecil (Canang sari) dihadap para Dewa.Kalimat tersebut muncul dari Purwa Adhi Gama Sesana. berdosalah orang yang seperti itu. 2003:3). Karena perjalanannya tidak menentu.

weddanta). Guru Wisesa dan Guru Swadhiyaya. Pratyahara (pengendalian pengindraan). Astangga Yoga memberi perincian luas dan mendalam tentang delapan tingkatan yoga: yama (pengendalian diri). Tidak ada pengikat yang lebih kuat dari maya. dan yoga merupakan bagian dari enam aliran filsafat Hindu (niaya. brata sebagaimana disebutkan di atas. Pada tingkatan nyama terdapat sepuluh mental yang harus dipenuhi. sehingga dapat dikatakan bahwa untuk belajar mantra cukup dengan matur piuning di Sanggah Kemulan. Dyana (pemusatan pikiran). Meskipun sejarah telah banyak memberi warnanya tetapi konsep astangga Yoga. Keadaan inilah yang dijadikan landasan bersama dan pertama. Swadhiyaya maka konsep guru telah kita lalui. Tantra sangat meyakinkan kita akan kekuatan yoga sebagai bentuk sadhana “kubci” pengendalian zaman ini. Yoga mempersatukan Jiwa (atma) dengan Tuhan (Paramatma).Konsep upacara ada tiga. Mona (mengendalikan kata-kata). dan tidak ada kekuatan yang lain yang mampu menghancurkan ikatan itu selain Yoga. Brata (mengendalikan panca indria). Secara khusus dan teknis yoga adalah pengaktualisasikan identitas. Swadyaya (mempelajari weda-weda/mantra). yang sebenarnya telah ada walaupun tidak disadari. Asana (sikap duduk/tubuh). jadi dengan upakara yang kecil (cukup) Canang Sari satu tanding disertai kesucian hati. Secara alamiah yoga dialami sewajarnya oleh semua mahluk. maka konsep upakara dapat diatasi. Nyama (penyucian lahir-bhatin). sehingga menjadi sembilan konsep yang dapat dipakai sebagai pedoman Nistaning Nista. yaitu: Dana (sedekah). Upastanigraha (mengendalikan sex). . Ijya (sembahyang). Tattwajnana atau kesejatian adalah hadiah yang paling berharga dari semua bentuk laku shadnan yoga. namun keadaan sedemikian ini dalam praktek kehidupan sehari-hari sering dilupakan. waisasika. yoga. Upanasa (berpuasa). Guru Pengajian. Snana (membersihkan badan). mimansa. pranayama (pengaturan nafas). Tapa (semadi). Belajar Mantra berarti sebuah yoga. dan inti dari yadnya adalah ketulusan hati. sangkia. Dyana (pemusatan pikiran). diantara tiga masing-masing dapat dibagi menjadi tiga. yang ditengah sebagai simbolis Tuhan dalam Rumah Tangga yang sering disebut dengan Siwa Pramesti Guru. Harus memiliki guru. Dengan menghaturkan satu sesaji canang sari kehadapan Tuhan Yang Maha Esa. tetap menjadi landasan pengertian tapa. maka dari itu seseorang belajar mantra akan terhindar dari segala kutuk dan hukum. karena sebenarnya sekali hanya dengan persatuan itulah semua yang ada itu ada. Samadhi (menyatunya subyek-subyek). Dharana (perhatian memusat). yang disebut guru adalah: Guru Rupaka.

yang sepenuh hatinya mentaati UU. yaitu pengetahuan praktis yang langsung harus dipelajari dalam praktek. agar didalam mempelajari Mantra mengikuti sistimatika dan etika bermantra. Etika yang harus dipegang oleh orang yang mempelajari mendalami spiritual adalah: Kitrcah cisyo’dhyapya ityaha: Acarya putrah cusrusur njadado dharmikah cucuh. Kitab tersebut menuntut pemahaman hakekat yoga shadhana ritual. Menurut hukum suci. orang yang berhubungan karena perkawinan atau persaudaraan. Pembersihan Dupa. otonan istri dan upacara odalan kecil di sanggah kemulan milik sendiri. orang yang jujur dan keluarga (mereka) dapat dipejalari Weda atau mantra. kesepuluh orang-orang berikutnya adalah putra guru (yaitu) ia yang berniat melakukan pengabdiannya. artinya hanya sebatas dikalangan rumah sendiri dan dilakukan upakara secara kecil-kecilan. akan mengalami kekeliruan atau terkena bencana permusuhan oleh orang yang lain. demikian seseorang hendaknya tidak menjawab pertanyaan yang tidak wajar untuk dinyatakan. Kedua untuk keluarga. Sebagai bibit yang baik tidak boleh ditaburkan pada tanah yang gersang. Bali sudah memahami mantra. demikian juga pengetahuan yang suci tidak seharusnya disebarkan kepada keluarga-keluarga dimana kemasyurannya dan kekayaannya yang tidak didapat dengan kesucian atau tanpa penghormatan kepada yang suci. aptah caktorthadah sadhu swodhyapya daca dharmatah. ia memberikan pengetahuan. Dari uraian di atas menunjukkan suatu larangan yang bersifat positif. seorang tidak boleh menceriterakan apapun kepada orang lain kecuali kalau ditanyai. telah memiliki sifat-sifat baik) dengan berkata: Aku adalah kekayaan anda. Pemahaman intensif memerlukan tingkat evolusi berpikir melalui praktek-prakteknya. Selanjutnya dinyatakan. Pembersihan Tangan. yang menjelaskan sesuatu yang tidak wewenangnya dan yang menyatakan pertanyaan yang bukan wewenangnya salah satu dan keduanya. seperti: Otonan anak. orang memiliki kemampuan rohani. Paling tidak mantram itu dipergunakan pertama untuk diri sendiri seperti mantram. orang yang suci. maksudnya orang yang dipercaya dimasyarakat. hendaknya orang-orang supaya bertingkah laku bijaksana diantara orang-orang yang memiliki pengetahuan yang sederhana. . 2000:15).Zaman kali telah menurunkan kitab suci tantra. Pembersihan Bunga dan Mantram Tri sandya. orang yang menghadiahkan uang. linggih berarti tempat. Diantara kedua jenis orang itu. agar dipergunakan sebagai jalan mensejahterakan kehidupan masyarakat untuk mencapai kedamaian bersama. (Granoka. Pengetahuan suci mendekati seorang Sulinggih (su-berarti baik.

kata-kata Tuhan. “Menos”. Semua pengetahuan tersedia bagi orang yang spiritual untuk dipakai dan diketahui. Ia memiliki pikiran yang ia meditasikan. Silahkan. menyebutkan sabda Brahman. Kalau orang berkeinginan dengan sungguh-sungguh. terutama dalam ruang spiritual. dan kata Bahasa Inggris “mind” dan “metal”. manfaatkanlah sesuai dengan tata dan etika dimana harus diucapkan. dengan demikian aku menjadi amat kuat. yang ada dimana-mana. Ia berkonsentrasi pada kata sebuah “mantra” untuk “meditasi”. kemahakuasaan dan keagungan Tuhan yang Maha Esa. berupa kata atau rangkaian kata-kata yang bersifat magis religius yang ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. dan kata mantra diambil dari akar kata kerja Sanskerta “man”. “mind”. yang berasal dari kata Yunani “menos” (mind). Jagat raya ini tersusun dari satu energi yang berasal dari dua hal. Mantra adalah suara yang berisikan perpaduan suku kata dari sebuah kata. Uni suara yang disebut dengan mantra bukanlah mantra yang didengar dari telinga. Tetapi serahkan saya kepada seorang Sulinggih yang anda ketahui pasti ia yang sudah suci. Pengertian Mantram Mantram atau “mantra” yang biasa juga disebut Pùjà. Kata “mantra” berhubungan dengan kata Bahasa Inggris “man”. Dari sini kesadaran muncul dan menyentuh permukaan interior pikiran yang berhadapan dengan sang diri bukan merupakan indra-indra dan bagian dari dunia. semua itu hanyalah manifestasi fisikal. yang sangat halus seperti keseluruhan buku weda atau semua ke 330 juta mantra mungkin akan muncul. yang bisa mengendalikan panca indranya. “metal”. Pikiran bercampur dengan kesadaran yang bagaikan cahaya kilat. Bahasa filsafat India. yaitu dua sinar yaitu suara dan cahaya. Disini sinar kesadaran mengalir dan dari spiritual menghasilkan getaran mental. dan ketika telah memilikinya. Dan pada momen mikro.peliharalah aku. “mens”. diperkenankan juga memantra kepada orang yang belum Adiksa Dwijati. (Weda Smerti. dari seseorang telah menyatu dengan Tuhan. Sumber mantra. berbudi baik dan tekun. pemikiran yang intuitif. yang berarti “untuk bermeditasi”. yang diambil dari kata latin “ments” (mind). yang merupakan sumber dari semua pengetahuan dan kata. 1. Dimana yang satu tidak akan bisa berfungsi tanpa yang lainnya. belajarlah Mantra dan Memantra berdasarkan kesucian hati. Mantram juga biasanya juga berisi permohonan dan atau puji-pujian atas kebesaran. merupakan suatu doa. Permukaan interior ini disebut dengan antah karana. dan dimana harus dipujakan. jangan aku diserahkan kepada mereka yang tak percaya. Saat . 1977/1978:109-115). Dalam keberadaan meditasi yang tertinggi.

Para ahli agama bahkan menyatakan bahwa mantram dapat menghalau berbagai macam bencana. Selanjutnya mantra juga dapat dibagi lagi menjadi tiga bagian yaitu: 1). kasih sayang Tuhan tertinggi. Sehingga apa yang disebut dengan pemunculan kata sebenarnya adalah kata-kata terselubung pada frekwensi Kata yang paling rendah.pengetahuan muncul dari kedalaman buddhi kepermukaan luar. dua jenis mantram yang amat diperlukan pada waktu bersembahyang (Suhardana. yang berupa sebuah daya pemikiran yang diberikan dalam bentuk beberapa suku kata atau kata. yang secara garis besarnya dapat dipisahkan menjadi Vedik Mantra. Keterbukaan yang sebenarnya terdapat dalam meditasi yang paling tinggi yang merupakan dialog tanpa kata-kata atau pertukaran dengan Tuhan dan Jiwa. dari seorang guru. rajasika dan tamasika mantra. Kata-kata itu hanyalah proses manifestasi. mereka dapat bersembahyang dengan bahasa yang paling dipahami. 2004: 3. rintangan maupun penyakit dan merupakan cara yang terbaik untuk mencapai tujuan. Umat Hindu disarankan memahami dan mampu paling tidak mengucapkan Mantram atau Puja Trisandya dan Kramaning Sembah. (a). guna keperluan meditasi. merupakan rajasika mantra. (Bharati. yang dapat dibagi lagi menjadi. Ini diselubungi oleh lapisan pikiran yang individual. Mantram juga dikatakan sebagai ladang energi atau energi illahi (Tuhan) yang sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidup umat manusia. Tantrika Mantra dan Puranik Mantra.30). Dengan mantram. disebut sebagai vaikhari oleh ahli tata bahasa dan ahli filsafat. Lalu setiap bagian ini selanjutnya dibagi mejadi sattwika.29. Oleh karena itu setiap bersembahyang umat Hindu sebaiknya mengucapkan matram yang disesuaikan dengan tempat dan waktunya. Stotra. Ini hanyalah tahap pertama dari vaikhari. pikiran rasional menjadi pemikiran verbal. Mantra. doa pada dewata. getaran dari frekwensi yang lebih rendah dari pada yang terlebih dahulu ada. adalah sattwika mantra. 2). kebijaksanaan. sedangkan mantra yang diucapkan guna mendamaikan roh-roh jahat atau menyerang orang lain ataupun perbuatan-perbuatan kejam lainnya adalah tamasika mantra. sebuah kata berbeda. dan mantra yang diucapkan guna kemakmuran duniawi serta anak cucu. bersifat khusus. sinar. Pikiran verbal ini dalam pikiran. Mantra yang diucapkan guna pencerahan. bersifat umum dan (b). 2005:22-23) Ada bermacam-macam jenis mantra. Stotra umum guna kebaikan umum yang harus datang dari Tuhan sesuai dengan . Namun jika tidak memahami mantram yang dimaksudkan. yang penuh dosa dan perbuatan demikian yang mendalam disebut warna-marga atau ilmu hitam. cinta kasih dan perwujudan Tuhan. maka akan dihasilkan getaran energi Tuhan sesuai dengan matram yang diucapkan.

1. konsentrasi penuh. bagaimana dan mantram apa yang harus diucapkan. berulang-ulang. Dan para penulispun juga dikatakan melaksanakan japa. juga disebut Puja. yaitu melaksanakan japa dengan menulis berulang-ulang mantra japa di atas kertas atau kitab tulis. apabila suatu hal dilaksanakan dengan tujuan baik. (3). mulut tertutup rapat. teratur dan ucapan mantram itu terdengar oleh orang lain. merupakan suatu kata-kata yang diucapkan bersifat magis religius yang ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan segala manifestasinya. 2.4. hal seperti itu tidak baik. jangan disembarangkan/dibicarakan. 1997:92) Jadi dari uraian di atas menunjukkan bahwa Mantram. teratur. semakin keras kita mengucapkan mantram maka nilainya semakin kecil dan sebaliknya semakin kecil kita mengucapkan mantram maka nilainya semakin besar. sidhi phalanià. yaitu melaksanakan japa dalam hati secara teratur. Likhita Japa. berulangulang dan khusuk (Titib. atau mantra yang dipergunakan sebagai benteng perlindungan. Kemudian dalam pengucapan mantram tersebut dijelaskan. Waikaram Japa. Hal ini disesuaikan dengan situasi dan tempat dimana. Upamasu Japa. berulang-ulang. maka dari itu karya tulis buku “Mantra dan Belajar Memantra” ini adalah sebagai Lakhita Japa.2. Yang berisi puji-pujian dan permohonan sesuatu. maka dalam pengucapan mantram japa dibedakan atas empat macam sikap atau cara yakni: 1. yang akan dibahas melalui tahap-demi tahap. yaitu melaksanakan japa dengan mengucapkan mantram japa berulang-ulang. dan utama manfaatnya. yaitu melaksanakan japa dalam hati. Dari kedua pernyataan tersebut menunjukkan. nanti kemujizatannya akan hilang. namun tidak terdengar oleh orang lain. 2004:7-8). secara teratur. Tetapi jaman semakin berkembang. dan juga disebut Japa. Kawaca. sesuai dengan keinginan.1. Belajar Mantram Secara umum mantram dari jaman dahulu sangat dilarang oleh tetua kita di Bali. maka . mulut bergerak.kehendakNya. 1. (Maswinara. maka pernyataan tersebut perlahan-lahan berubah menjadi Ayu Wérà. tan sidha phalanià. tidak mengeluarkan suara sama sekali. sangat baik untuk dibicarakan. Manasika Japa. sembahyang atau berdoa. dengan istilah Aywa Wérà. 1. Seperti halnya mengucapkan mantram dalam melaksanakan Tri Sandya.3. sedangkan do’a khusus adalah do’a-do’a dari seorang pribadi kepada Tuhan untuk memenuhi beberapa keinginan khususnya.

tetapi ada juga unsur yang memberikan kesempatan untuk belajar mengucapkan mantram kalau hal itu dilakukan dengan tujuan baik. dengan hati yang tulus ihklas untuk mengabdi tanpa pamrih. tan pangupadyaya/maupacara muang tan ketapak. dengan tidak memiliki guru. Tetapi kalau dilakukan dengan cara yang baik (sesuai situasi dan hati nurani yang belajar Mantra). Tetapi kalau pembicaraan untuk ke hal-hal yang negative. untuk mencapai kesempurnaan.segala sesuatunya dapat dibicarakan atau di analisa. Sebelum Mantam Tri Sandya Sebelum Tri Sandya di mulai bersihkan: Tangan kanan dengan Mantram: Om Suddhamam Swaha Om bersihkanlah hamba Tangan kiri dengan Mantram: Om ati Suddha mam Swaha Om bersihkanlah hamba 3. amreyogakena Sang Hyang ri daleming sarira. yang bertujuan untuk memuja manifestasi Tuhan. Maka dari itu marilah kita memantra dan Belajar memantra dengan. mewastu mijil saking aksara. sredaning manah. Kewala ikang amusti juga kawenangan. tanpa guru. papa ikang wwang yang mangkana. Mantram Umum 3.1. 3. hal tersebut diperbolehkan. Larangan yang dimaksud untuk mengucapkan Mantram adalah: Yan hana wwang kengin weruhing Sang Hyang Aji Aksara. tidak dianugrahi (ketapak) berdosalah orang seperti itu. walaupun belum memenuhi persyaratan tersebut di atas. Apabila ada orang yang ingin belajar Sastra. Mantram Tri Sandya Om bhur bhuwah swah tat sawitur waremnyam bhargo dewasya dhimahi dhiyo yo nah pracodayat Om Narayana ewedam sarwam yad bhutam yac ca bhawyam niskalanko niranjano nirwikalpo nirakyatah suddho dewa eko narayana na dwityo asti kascit . sebaiknya jangan dibicarakan karena akan mendatangkan malapetaka. Kemudian secara teori.2. memang ada unsur larangan untuk mengucapkan Mantram.

diri hamba papa. ampunilah dosa perkataan hamba. (Propinsi Bali. Parameswara. 2000:42-44) 3. lindungilah oh Sang Hyang widhi Om Ampunilah dosa anggota badan hamba. Wisnu.3. 3. diantara kening. lindungilah hamba. perbuatan hamba papa. Iswara. Rudra. ampunilah dosa pikiran hamba.3. Brahma.Om Twam siwah twam mahadewah Iswarah parameswarah Brahma wisnusca rudrasca Purusah parikertitah Om Papa ham papakarmaham papatma papasambhawah trahiman pundarikkaksa sabahyabyantarah sucih Om Ksamaswa mam mahadewa sarwaprani hitangkara mam moca sarwa papebhyah palayaswa sada siwa Om Ksantawyah kayiko dosah ksantawyo wacika mama ksantawyo manaso dosah tat pramadat ksmaswa mam Om Santih. bebaskanlah hamba dari segala dosa. . Santih. bebas dari noda. Kehadapan para dewa (dewata). ujung jari-jari tangan di atas.3. bebas dari perubahan tak dapat digambarkan. Mahadewa. Sikap Sembahyang dan Kramaning Sembah 3.1. cakupan tangan diletakkan di atas dahi hingga ujung jari ada di atas ubun-ubun. Om Engkau dipanggil Siwa. semoga Ia memberikan semangat pikiran kita. Om Ampunilah hamba Sang Hyang widhi. Santih Om Artinya: Om adalah bhur bhuwah swah Kita memusatkan pikiran pada kecemerlangan dan kemuliaan sang Hyang Widhi. Kehadapan Sang Hyang Widhi. ampunilah hamba dari kelalaian hamba. dan Purusa. Om Narayana adalah semua ini apa yang telah ada dan apa yang akan ada. Ia hanya satu tidak ada yang kedua. Om Hamba ini papa.2. bebas dari kotoran. kelahiran hamba papa. sucilah dewa Narayana. yang memberikan keselamatan kepada semua mahluk.

3. kepada Dewa yang bersemayam pada tempat duduk bunga teratai sebagai satu tempat. Panca Sembah 3. kami memuja-Mu. dewatdatanugrahaka. 3. Tuhan Yang Maha Esa.4.5. bersihkanlah hamba 3. Kepada sesama manusia. arcanam sarwa pujanam nama sarwa nugrahaka. padmasana ekapratisthaya. 3. sweta pangkaja madhyastha.4. dengan ujung jarijari tangan mengarah ke atas. bhaskaraya namo stute. kepada Siwa yang sesungguhnyalah berada di mana-mana.4. hamba menghormat. Om Anugraha manohara. Om. 3. sarwa wyapi wai Siwaya. 3. atmanya kenyataan ini. Engkau bersinar merah. Menyembah sang Hyang Widhi sebagai Sang Hyang Raditya (Sarana Bunga) Om adityasya param jyoti. tetapi ujung jari-jari tangan mengarah kebawah.1. tangan di hulu hati.3. Yajnanga nirmalatmaka. Engkau yang berstana ditengah-tengah teratai putih. . (Sarana Kawangen). Kepada Pitara (roh) Leluhur. (Sarana Kawangen) Om nama dewa adhisthanaya. kepada Ardhanareswari.4. Menyembah Tuhan Sebagai Pemberi Anugrah. ujung jari-jari tangan berada di ujung hidung. 3. 1997:92).4.4. Sembah Puyung (cakupan tangan kosong) Om atma tattwatma suddha mam swaha Om atma. sinar Sang Hyang Surya yang maha hebat. hormat kepada-Mu pembuat sinar. Dewa dewi mahasiddhi. seperti persembahyangan Purnama Tilem.3.2.3.3. Kepada para Bhuta. (Titib.3.4. rakta teja namostute. Menyembah Tuhan sebagai Ista Dewata. Om kepada Dewa yang bersemayam pada tempat yang tinggi. tangan dihulu hati. Dewata yang di puja adalah Sang Hyang Siwa yang berada dimana-mana. ardhanareswaryiya namo namah.

Om shanti.Laksmi siddhisca dirgayuh. Genta) Ong ksama swamem jagadnatha Sarwa papa wiratarem Sarwa karya sidham dehi Prenamya sure swarem Ong twam surya twam siwa karen Twam rudra bahni laksanem Twahi sarwa gatokarah Mamo karyaprayojanm Ong ksama swamem maha saktyem Hyati ksma srayem gunatmakem Mascayet stata papa Sarwa loka darpanem Ong Ang Ksama sarwa purnem ya namah swaha. Kemahasidian Dewa dan Dewi. panjang umur. pribadi suci. (Bangli. pemberi anugrah. Genta) Ong Ong Prama Siwa sunyatmane ya namah Ong Ong sudha Siwa niskalatmane ya namah Ong Ong sudha Rudra atyatmane ya namah Ong Ong Mahadewa niratmane ya namah Ong Mang Iswara paratmana yan namah Ong Ung Wisnu antaratmane ya namah Ong Ang Brahmatmane yan namah Ong Siwa ya namah. shanti Om. anugrah pemberian dewa.7. kebahagiaan. Sembah Puyung (Jari-jari dicakupkan tanpa bunga) Om dewa suksma paramacintyaya nama swaha Om hormat pada Dewa yang tak terpikirkan yang maha tinggi dan gaib.4.4. 2005:91) 4. pujaan semua pujaan. Nirwighna sukha wrddhicsa. Om Engkau menarik hati. 2005:88) 3. 3. (Prop Bali. Ong Pramasiwa ya namah. bebas dari rintangan. hormat pada-Mu memberi semua anugrah.5. Ong Sadhasiwa ya namah. Mantram dalam Yadnya . Ong Ang Ah Siwa sunya ya namah. shanti. Sekar. Ong Pat Windhu dewa ya namah. 3. Ngewaliang Ida Bhetara (sarana Sekar. berwujud yadnya.6. Ngaksama Jagadnatha (Sarana. kesempurnaan. (Bangli. kegembiraan dan kemajuan. 200:56-59).4.

merupakan sinar suci dari Tuhan. sebagai Batara Siwa (Tuhan Yang Maha Agung) dan merasuk kesegenap mahluk. Jadi sembahyang kehadapan Sang Hyang Widhi. c). yang terdapat dalam Sembah Puyung: Om Atma Tattwatma Suddha Mam Swaha. sehingga ujung jari tangan berada di atas ubun-ubun. adalah sembahyang kehadapan Tuhan dalam wujud Tunggal yang sifat-sifatnya dipuja oleh semua umat agama di dunia. Sang Hyang Widhi adalah simbolis Tuhan Yang Maha Esa. dengan kedua ujung ibu jari tangan menyentuh hidung. yang berarti Sinar. macam yadnya. dengan ujung jari menghadap kebawah. Tetapi dalam prakteknya. Bersembahyang kehadapan Pitara.Bersembahyang kehadapan Bhuta. (Suhardana. Secara umum dijelaskan bahwa dalam agama Hindu terdapat lima Yadnya yang disebut dengan Panca Yadnya. dengan sebutan yang berbeda. kedua tangan dicakupkan di atas dahi. d). Mantram Widhi Yadnya Sebelum kita mulai menyebutkan mantram Sang Hyang Widhi Yadnya. cakupan jari tangan ditempelkan diujung hidung. maka terlebih dahulu perlu kita ketahui.Bersembahyang kehadapan para Dewa (Dewata) cakupan jari tangan ditempatkan ditengah-tengah dahi dengan ujung kedua Ibu Jari tangan berada di antara kedua kening. Karena Sang Hyang Widhi Yadnya diidentikkan dengan Dewa Yadnya. Ya Tuhan hamba memuja-Mu sebagai Yang Maha Tunggal.1.4. Sang Hyang Widhi itu adalah Tunggal dan Div atau Dewa itu adalah banyak. cakupan tangan diletakkan di hulu hati. 2005:10). Om Ayur Wrddhir Yaso Wrddhih Wrddhih Prajna Sukha Sriyam . sedangkan Dewa adalah Div. sehingga dalam memujanyapun juga berbeda. seperti sikap tangan yang dinyatakan sebagai berikut: a). dan secara logika antara Sang Hyang Widhi dan Dewa tidak sama. Sembahyang kehadapan Tuhan Yang Maha Esa (Sang Hyang Widhi). Ya Tuhan sucikanlah diri hamba Om Puspa Danta Ya Namah Ya Tuhan sucikanlah bunga ini Om Nama Dewa Adhi Sthana Ya Sarwa Wyapi Wai Siwa Ya Padmasana Eka Pratista Ya Ardhanaresawaryai Namo Namah. b). Ya Tuhan hamba memuja-Mu.

Klion. 16). 23). 13). menjadi suluh batin hamba. Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba selalu bahagia. 5). Tumpek Bubuh. Wage Dunggulan. 28). Om Ya Tuhan. Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba baik. 10). Anggara Klion Kulantir. Santih. Sabuh Mas. Sukra Wage Kuningan. 12). 14). 6). Ya Tuhan semoga memberi panjang umur (nutuggang tuwuh) dan keselamatan dan tiada rintangan. Ya Tuhan semoga semua karunia berupa kebahagiaan. Galungan. 8). Buda Wage Kelawu. Kuningan. Banyu Pinaruh. 1984). Saniscara Umanis Watugung. Purnama. 26). 11). 21). maka dilanjutkan dengan mantram-mantram sebagai berikut: . 3). Om dewa Suksma Pramacintya Ya Namah Swaha.Dharma Santana Wrddhih Ca Santuet Sapta Wrddayah Om Yawan Merau Sthito Dewah Yawad Gangga Mahitale Candrakau Gagane Yawat Tawad wa wijayi Bha wet Om Dirgahyur Astu Tathastu Om Awignam Astu Tathastu Om Subam Astu Tathastu Om Sukam Bhawantu Om Purnam Bhawantu Om Sreyo Bhawatu Sapta Wrddhir Astu. Wrespati Manis Dunggulan. semoga damai di hati. hamba ibaratkan keluhuran-Mu didunia sebagai sungai Gangga. Tumpek Landep. Ya Tuhan hamba ibaratkan kebesaran-Mu sebagai Gunung Mahameru. 27). terima kasih atas karuniamu.2. 15). (Suhardana. 29). Sukra Paing Dunggulan. Dewa Yadnya Yang termasuk dewa yadnya adalah setiap: 1). Anggara Klion Julung wangi. Wrespati Wage Sungsang. Redite Wage Kuningan. 25). Sukra Wage Wayang. Budha Klion Paang. 19). Redite Umanis Ukir. Wage Dunggulan. damai di dunia dan damai selalu. 2005:40-49) 4. Santih. Ya Tuhan semoga semuanya sejahtera. 7). 20). ketentraman. 4). 18). Mudah-mudahan hamba saling mengasihi sesamanya dan semoga semua kegelapan pikiran menjadi sirna. Pager Wesi. (Pramadaksa. 17). Semua itu ciptaan dan kebesaran Tuhan juga. 24). kebijaksanaan dan kebahagiaan yang diberikan kepada hamba. 9). 22). Soma Klion Kuningan. Soma Ribek. Paing Dunggulan. 2). Tilem. diangkasa sebagai matahari dan bulan.Wrespati Umanis Dunggulan. Setelah selesai melaksanakan puja matram di atas. Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba sempurna. Om Santih. Sukra Manis Kelawu.

Ongkara aksara jiwatman. Anuksma-amrta jiwani.2. Om I Ba Sa Ta I. Padmasana Ring Toya.3. Gandaksata. Aturi Kang Toya Puspa.9.1. Om Hrang Hring Sah Paramasiwa-amerta ya namah 4. Dewa Pratista. Sembah Siwa Amerta. Ngarga Tirta. Menghaturkan dupa.2.2.4.2. Gangga dewi namu namah. Gangga terangga samyuktam. Om Ang Brahma-amerta dipa ya namah Om Ung Wisnu-amerta dipa ya namah Om mang Iswara-amerta dipa ya namah 4.2.4. Om Ang Kang Khasolkaya swasti-swasti.6. Tadd-amrta manoharam .11. Om puspa danta yan namah (sekar) Om Sri Gandheswarya ya namah (miyik-miyikan) Om Kung Kumara Wija yan namah (bija beras) Om Ang Dhupa dipastra ya namah (dupa) 4.2. Om Gangga Dewi naha punyam Gangga salaca medina. Om Om Padmasana ya namah Om Om Anantasana ya namah 4. Ngutpeti Toya Ring Sangku. Om Ang Ung Mang 4.2. Mersihin eteh-eteh upakara (mesarana sekar lan Bija): Om Grim Wausat ksama sampurna ya namah 4. Metabuh arak/ berem. Wija. Om Sa Ba Ta A I. Om Sri Gangga Mahadewi.2.2. Om Hrang Hring sah paramasiwa Aditya ya namah 4. Utpeti Kang Toya. Om Na Ma Si Wa Ya. sarwa kala Bhuta bholta ya namah 4.2.2.10.2. Sembah Kuta Mantra.7.8.5. Om Om Dewi-Dewi pratista ya namah 4. Om Ya Wa Si Ma Na Om Mang Ung 4.

Ngremeki bija (mengaduk.13.12.2. Ngaskara Bajra. Raris ider kang toya ping tiga. Mantra bija. Om Kara Sadasiwa Stham. Ghanta sabda prakasyate. Utpeti sarwa hitan ca. sarwa rogha winasana ya namah. Ongkara parikirtitah. Akena bija. Abhiwada wadanyam. Om Idham bhasman param guhyam. di atas tangan) Om bang Bamadwa guhya ya namah Om Bhur Buwah Swah amrta ya namah. Wara Siddhi nih samsayam.Om Utpeti ka suram ca.2. Utpeti ka tawa goras ca. Jagat Nata hitangkarah. Candra nadha bhandu drestham. ring ring ring ring ring sirah : Om Ing Isana ya namah lelata : Om Tang tatpurusa ya namah tangkah : Om Ang Aghora ya namah bahu kanan: Om bang bamadewa ya nama bahu kiri : Om Sang Sadya ya namah 4. Apasang bija. Utpeti sri wahinan ya namah swaha. . Spulingga Siwa twam ca. Tumuli masirat ring raga: Om Ang Brahma-amrta ya namah Om Ung Wisnu-amrta ya namah Om Mang Iswara-ammrta ya namah 4. Om Ghantayur pujyate dewah. sarwa kalusa winasa ya. Abhawa-bawa karmesu Warada bIabdha sandenam. Om Ghanta sabda mahasrestah. saha uleng ning kayun: Om Bhur Bhuwah Swah swaha Mahaganggayai tirtha pawitrani ya namah swaha. sarwa papa winasana ya.

Ong dewa-dewa tri dewanam. Mantra Pengulapan. Anglukat Banten. guru dewa sudha nityem. (Natha. pakulun manusa nira handa sih waranugrahanira. nandha raksanan den rahayu. yang ana kalangkahing dening sona.2.15.Maklener apisan (Ngaskara) : Om Om Om Maklener ping kalih : Om Ang Ung Mang Maklener ngelantur : Om Ang Kang Iswara ya namah 4. Sembah Hyang di Ring Merajan Sanggah Kemulan.2.16. Sawrwa jata pratistanam. sarwa jagat jiwatma takem.17. kaiberan dening ayam. urip waras dirguyua sang inambean mwah sang unulapan. mekadi Sang Hyang Urip Sira amanggihaken ri stanan nira sowing-sowang pakenaniing hulun hangeweruhi ri sira. Sang Hyang Trinadipancakosika. Sang Hyang Wesrawana.2. Sang Hyang Sapta dewata.2003:12-24). Ong guru dewa guru rupem. Jiwatman trilokanam. tri murti tri lingganam. Om Brahma Wisnu Iswara dewan. 4. Om Guru paduka dipata ya nama swaha. Om Siddhirastu ya namah swaha. ya ta kaprayascitta denira Sang Hyang Sucinirma. guru pantarem dewam. 4. mekadi sang Hyang Lewihing bebanten. sudha klesa winasanem.14. Ong Ong guru paduka byonamah swaha 4. Om Pakulun Hyang ning prana-prani.2. Sang Hyang Premana. di Merajan . nanda tirta panglukatan. wastu suddha paripurna. Om Siddhirastu ya namah swaha. jiwatmanem tri lokanem. tri purusah sudatmakem. Suddha klesa winasanam. Hyang ning sarwa tamuwuh. guru madya guru purwem. kaporod dening wek. Om Pakulun Sang Hyang Sapta petala. sarwa jagat pratistanem. ledang paduka bhatara anglukat angebur dasa malaning bebanten kabeh. kacekel dening wong camah. Sembah Hyang Kemimitan/Paibon/Dadya/Pedharman Om Brahma Wisnu Iswara dewam.

Sembah Hyang di Kawitan Ratu Pasek. Ong siddhi ragem namastute. Lingga rsi mah lingam. sumerus ca. yang berkenan turun menjiwai isi tri loka. Ong candra mandala sampurnam. Iswara bhutanam. nama candra namo namah. Om Ang Gnijaya jagat patya namah. 2003:27-28) 4.2. Ong Ong candra dipate ya namah. Sembah Hyang di Pura Desa Mwang Bale Agung. Brahmano dhipati Brahman.18. Stuti Stava 157. candra yanti prenamyakem. Ya tuhan selaku Bapak alam hamba memuja-Mu.19. semoga seluruh jagat tersucikan. Om Siwa dipata ya namah. Sapta Rsi Catur Yogam.Ya Tuhan selaku Brahma. Tt:17). (Ringga. namo candra namo namah. Om Hyang Widhi dalam wujud-Mu sebagai Brahma. sweta manca kala runem. 1983:21) Ong Brahma Wisnu Iswara dewam. semoga hamba terbebas dari segala bencana. Wisnu Iswara. Om Ang Gong Gnijya namah swaha. Tri Purusa suddhatmakam. Wisnu Iswara. nama candra namo namah. candra dipa parem jotir. dewa tri purusa maha suci. Ong karma dhaksa jagat caksu. Om Om Panca Rsi Sapta rsi paduka Guru byo namah swaha. Om Siwa Rsi maha Tirtham. wicak satya arawiyem.2. Om Ung Manik Jayas ca.20. Siwastu Sada Siwaya. Panca rsi panca tirtham.1 dikutip oleh (Kanca. dhara gopati madanem.2. (Bangli. Tri-dewa tri-murti lokam. sarwa brana busitah. Sa ghanasca De Kuturan Bharadah ca ya namu namah swaha.2005:35) 4. . Sembah Hyang di Purnama /Tilem. Tri dewa adalah Tri Murti. IB. 4. (Kaler. Om Isana sarwa widnyana. bersih serta segala noda terhapuskan oleh-Mu.

Om Nam Dewa Adhistana Ya Sarwa wyapi wai Siwa Ya Padmasna Eka Pratistha Ya Ardhanaresswaryia nama namah. pencipta semua mahluk. Ya Tuhan dalam wujud sebagai catur maha Dewi. Ya Tuhan selaku giripati yang Maha Agung.4) Om Hyang Widhi dalam wujud-Mu sebagai Brahma Prajapati.22. (Suhardana 2005:62). semua Dewa tunduk pada-Mu Om Giripati hamba memuja-Mu.2. yang menjadikan dirinya sendiri. Maha Kuasa. selaku Yang Maha Kuasa menguasai seluruh mahluk. 4. (Kaler.Ya Tuhan. Sarwa jagat pratistanam. Maha Dewa dengan lingga yang mantap. selaku Siwa dan sada Siwa. Om Brahma Prajapatih Sresthah Swayambhur warado ruruh Padmayonis catur waktro Brahma salam ucyate (Stuti & Stawa 483. maha mulia. Dewa dari semua Dewa. Om Giripati maha wiryam. Mahaguru.2. Om Catur Dibya Maha Sakti Catur asrame Bhatari Siwa Jafatpati Dewi Durga masarira Dewi. Sembah Hyang di Pura Puseh. . Hyang Tunggal yang maha sadar. Om Giripati dipata ya namah. Ya Hyang Siwa hamba menyembah pada-Mu (Kaler. hamba memuja-Mu sebagai Dewa Durga/Dewa Siwa. selaku Brahma raja dari pada semua Brahmana. Sembah Hyang di Pura Prajapati.23. 1983:21-22) Om Pranamya Bhaskara Dewam Sarwa klesa Winasanam Pranamya Ditya Siwartam Bukti mukti wara pradam Om Rang Ring Sah Prama Siwa Ditya Ya nama nama Swaha. linggam Sarwa Dewa Pranayam.2. Mahapratista. Maha Suci. 4. 1983:21-22) 4. pemberi anugrah. (Suhardana 2005:68-69). Sembah Hyang di Pura Dalem. lahir dari bunga teratai. (Suhardana 2005:68-69).21.

Jayatte-jaya mapungat ya carthi.ca siddhinti. Om Grim trepti laksanem. parama gohyanam tri gunam-tri gunatma kem. Maheswaram. twam Mahadewa. Bhatara Wisnu’sca purusa pari kirtitah. (Tri Bhuana Meru tumpang tiga) Om pranama Siwa Tang Ghayam. Hyang Brahma maha agung. (Titib.1997: 59) 4. Tata Cara Persembahyangan dalam Piodalan Om Ciwa sutram pawi-yapnya pawitram prajjapatti yo ayuswam bhala maste tejo. Newidyam Brahma Wisnu’ca baksamdewa sarwadya inala bhoti. sagenah sapari warah. purnam bhawantu namah Sthiti Mantram Om Sang Bang Tang Ang Ing. sarwa karya. stutte.memiliki empat wajah dalam satu badan maha sempurna.24. Siwasya pranoto nityam. Nang Mang Cing Wang Yang. dyoyo nah pracodayat. siddhi sekala mapuyat parama Siwaya labhate. Astra Mantra dan Sthuti Om Ung Rah Phat Astraya namah Om Atma Tatwatma Sudhamam swaha Om Om Ksama sampurnaya namah swaha Om Sri Pasupataye Ung Phat Om sriyem bhawantu. Om Ariwam surya koti pratam-candra koti redayem.2. Sang Hyang Widhi Om sarwa Dewa. Triloka sawangga sada-sidasah. Om Grim Ksama heranya. canddhi kesayanamo stute. Iswara-Parama swara. sukham bhawantu. Om bhur bhuwah swah tat sawitur warenyam bhargo dewasya pranato dimahi. Ang Ung Mang namah. pujian terhadap Sang Hyang Widhi Om Twam Ciwa. . Setelah pangelebaran Caru. Ciwa tattwa prajanah. jaca mapomesi. penuh rahasia.

dwam sarwa manggalanne sanem. Sarwa nugrahakem Dewa-Dewi maha idem. Asta swarya gunatmakem.1. Om Gangga mrtiya namah Om Candra mrtiya namah Om Siwa suddhamam swaha Om Atma tattwatmaya nam. Om Sri Samara wan amah. Sarwa roga pramanem. Dewa-data anugrahaken yarcanam. Ong idam toyam wimalan dewam sarwa kali kalusa prasame namah swaha. Maheswaram.(Atmanadhi. sarwa halaka terpana ya namah. Ciwa angga Siwa samahen. tirtha jatah pawitrakah. Om Widya tattwaya namah. brahma.Ksama swamam jagat natha sarwa papani rantaram sarwa karya kidandiki. Me Basme Ong Idam basma param guhyam. swaroma yem. Twam Ing Rudra bhanilaksana. nasayet statem papem. Ye toyamciwon ce yah.3. 1972:82-86) 4. Antaranta maye cubhem. tat to sima murti dewam. Twam Ing Swara Gata karah. laksmi sidhi’sca dhirga yur nirwighnam sukha kretam. Siwa Murti suka wahem. sarwa klesa winasanem. twam Siwa karah. jale dewam rsi sangke. namah karya prajayate. wisnu. sarwa tirthem siyemsawem. ksama swman sakti. Anugraha hano haram. twe meweh sapwe mi yadi ye na sakti bhawisiyate. Om Siwa tattwatwaya namah. . sarwa papa winasanam. Twam Suriya. ye toyem prameng srayem. Pitra Yadnya 4. Tirta Puwa Pangentas Wong Preteka. sarwa pujanem namah. nugrahanem bagawan dewi maye datem. Penuntun Metirtha Ong Rah Phat Astraya namah. pawitram mangghalam.3.

4. Om Sri Pasupatiye namah. 4.4. 4. I para jadmane wenten utang mabudi ring Sang Sadaka. Nama windu awaye swarem prabhu ibhuh samma kerttem maka patakwa sanem. pamulihan sanghyang Atma (Ngentas) : Om Ang sarwa dewa bhiyo namah swaha (purwa/angga bajra mudra) Om Ang Sapta Rsi bhiyo namah swaha (daksine/mukha dada mudra) Om Ang Pitre bhiyo namah swaha (Utara hradaya/cakra mudra) Om Ang Saraswatiye bhiyo namah swaha (pascima/jihwa/nagapasa mudra) 4. Utpatti.Om ganerem maha tirthem. Brahmangga.3. Salilem winalem toyem-toyem tirtha swibbhawa wanem subiksa ye sama toye. deweye nameste ye namo namah. maha nadhi tre priyem tatha sarwa dewati. 4. sarwa papa winasanem nama. satunggil diangken I Para Jana mangda mapunya ring Sang Sadaka sane pageh ngamong berate lan .5. sami iti weta-wetanya. mawit sakeng pelaksanaan swadharmaning Sang Sadaka ring para janane sami. Hung hur suma gangga idem toyem.3. Nyiratin Tirta Sawa Om jala siddhi maha sakti sarwa siddhi sarwa tirthem. Sthiti. Om Ksama sampurnaya namah. ste bhagawan Gangga nama ‘stuti nala muwapuh.2. Tumuwut sang pitre adi nyasa ring catur desa.3. dewanemlila nasanem.3. Siwa mrtha manggala ye Sri Dewi sawa mutate. nama siwa ya namah. Om Atma tattwatna sudhamam swaha. Siwangga: Triaksara. punika pisan sane ngawanang. (tangan kanan tiga kali) Om Ang Sapta Pitra bhiyo namah (tangan kiri tiga kali) Om Ang Sarwa Dewa bhiyo namah (tangan kanan lagi sekali). Kramaning Pamuspaning Pitra. Om Ang Sapta Rsi bhiyo namah. Gangga tirtha ye maha bhuta. kebawos Rsi Renam. 72:81-82) 4. Resi Yadnya Yang dimaksud dengan Rsi Yadnya. Pralina. Menekan Tangan. Ring tepengan punika waluya kapatutang/dharmaning bhakti. (Atmanadhi.3.

(Pramadaksa. 1984). Sarwa jagat pratistanem. Tatwad nyanem siwem. sapunika taler panungkalikanya Ida Sang Hyang Sedaka ring Ida Para Jana. terhadap masyarakat pada umumnya. karya siddhis ca jayate. demikian juga sebaliknya Beliau sang Sulinggih terhadap masyarakat). Ong brahmanem brahma murtinem. Om Guru-paduka-byo namah. Dwijendra Astawa.1. (arti bebasnya: berawal dari pelaksanaan kewajiban Sang Sadaka (Sulinggih). Sarwa roga wisnu cartem. dewa-dewa stiti guruh. Bramana purwa tististanem. . Baskarem siwangga layem. Brahma Wisnu Mahe Suarem. Selanjutnya mengenai peraturan Sulingih telah diatur pada Himpunan Kesatuan Tafsir Terhadap. Pada kesempatan ini sepertinya telah dibenarkan sebagai wujud bhakti. Siwa loka pratistanem.4. Dwijendra baskara meretem.4. 1984). Siwa puja yoga meretem. untuk berkorban dengan tulus ihklas ring Sang Sulinggih. Brahma peraja dipem lokem. Waham wata . Menyatakan bahwa: Tentang Kawikon/Sulinggih/Pendeta selaku Dwijati adalah suatu kedudukan khusus yang hanya bisa didapatkan dengan memenuhi syarat dan upacara menurut sesana serta sesuai dengan ketentuan-ketentuan Parisada.2. Brahmanem purwanem siwem. Santi-pusti-wasat-karma. Siwa sada siwa sirwatem. Guru Pada Namas Karo Om Guru-pada namas karaan. Brahmo siwa murti wiryem. 4. Sarwa dewa masarirem. (Pramadaksa.swadharmaning kasulinggihan. nama namah swaha. Dewa mantarem sidhi wakyem dewa sandi sang yogatem. itu yang menyebabkan. Sarwa wigene winasanem. disebut dengan Rsi Rnam.desyami Guru-pada dasyat sada. 4. yang secara terus menerus menjalani hidup sebagai Sulinggih. Dwijendra purwa siwem. Yoga sidyem murtinem. Aspek-Agama Hindu I-IX (1982-1982:14).

Ong Brahmanem brahma murtiem. Reshi Purbhasomya memberi petunjuk kepada baginda Raja agar melaksanakan. siwa loka pratistanem. astawem dewa paragiyem. Sang Hyang Samirana. Brahma wangsabca. harus mengetahui gerak-gerik rakyat yang bermaksud buruk atau baik.Surya merta pawiranem Yogi-yogi sarwa dewa. Sang Hyang Astaka Widhi. Sang Hyang Yama. Ongkara mantra pujitem oma winayem maha wiryem. Sarwawa dewamca. memberikan penyuluhan dengan baik dan teratur. . brahma siwa murti wiryem. Brahma putra pratistanem. dan penulis ringkas. Kemudian datanglah seorang Raja yang bernama Bhanoraja.4. yaitu Resi yang dipercaya oleh Raja untuk menciptakan kesejahteraan dalam Suatu Negara. memberikan kemakmuran agar rakyat cinta kepada pemerintah. Nada grutyem dewa mantrem. Beliau seorang wiku yang telah melaksanakan segala dharma dari sejak masih kanak-kanak. 1986:47-8). Sang hyang Indra. Sadasiwa maha wirye.3. Ong ganda pujiem Iswara nityem. (Gambar. dengan isinya sebagai berikut: Di Gunung Agrapati ada seorang Maha Reshi yang bernama Purbhasomya. yang biasanya dipegang oleh “Bhagawanta”. adalah seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat utama yaitu: Sang Hyang Agni. dan tidak terluka oleh segala macam senjata. ya sarwa wigena wina sanem. Sang Hyang Surya.tiga macam syarat untuk mengalahkan musuhnya yaitu: Sang Hyang Astaka Widhi. membakar musuh yang ada dalam diri manusia. yang disebut dengan Resi Yadnya adalah penghormatan kepada nilai-nilai kebenaran yang sejati. 4. Sang Hyang Purana Yadnya dan Sang Hyang raja Kerta. untuk memohon petunjuk agar mampu mengalahkan musuhnya yang memiliki kesaktian yang tidak terkalahkan. Lontar yang disalin oleh Sri Rhesi Anandakusuma. Om Sriam bawantu swaha. Ong Guru dewem. s Sarwa dewa pratistanem. siwa sada siwa meretem. AUM Upacara Resi Yadnya Selain pernyataan di atas.

wiku yang senantiasa berpegangan kepada sastra. Pesan terakhir dari Reshi Purbhasomya. untuk mengangkat Reshi sebagai “Bhagawanta” dengan dua belas kreteria sebagai berikut: 4. memberikan hukuman sesuai dengan kesalahannya. memiliki pikiran yang cerdik dan menghukum penjahat negara. memperlihatkan Candi Prasada.5. dengan tekun melakukan kewajiban siang maupun malam untuk mendapat dana punia (guru yaga).4. Wiku Palang Pasir. menjual ilmu pengetahuannya.3. 4.menegakkan hukum tanpa pilih kasih. hingga memiliki ilmu yang tinggi. Sang Hyang Purana Yadnya. Pikirannya hanya berguru kepada Sang Hyang Widhi Wasa.4. Wiku Pangkon. dari Reshi Purbhasomya maka Baginda Raja melaksanakan petunjuk itu dengan baik. Wiku Ambeng.3. banyak bekerja sehingga mempunyai istri lebih dari seorang.3. Akhirnya musuh-musuh baginda Raja dengan mudah dapat dikalahkan.3.4. 4. Sang Hyang Baruna. 4. kalau dia menggelapkan uang harus dikembalikan berupa uang. jangan sampai menghukum orang atas keinginan sendiri. Dengan cara demikian agar dapat guru yaga. Setelah mendapat petunjuk.3. 4. banyak mempunyai sisia.4. demi kemakmuran.1.2. Sang Hyang Pertiwi. wiku yang mengajarkan ilmu kepada orang lain dengan memikat hati masyarakat (amancing updesa). . kalau ia membunuh maka dia harus dibunuh.4. Wiku Panjer. Sang Hyang Raja Kerte. Demikian saja pekerjaan-nya. memberikan penghargaan bagi rakyat yang berjasa. memberikan ajaran yang dimiliki.3. Sang Hyang Wesrama. wiku yang tidak bersaksi. Wiku Cendana. dengan maksud berguru kepada Dewa Parameswara dan berhasil memiliki ilmu yang utama. bersama-sama belajar keluar negeri bersama pedagang. Hukumlah mereka yang bersalah dengan hukuman yang masih berlaku sesuai dengan Undang-Undang.4.

3.4.4. Wiku Bramacari. menyelesaikan (muput) upacara yadnya agar menerima guru yaga. tidak tetap tinggal di masyarakat (ndatan ring negara krama). wiku hidup berkeluarga.8. dunia ini dipandang rumahnya. bebas dari suka duhka dalam pergaulan di masyarakat. meningkat-kan filsafat kebatinan (ambek niskala). Wiku mengawini wanita walaka. tidak mempunyai keinginan mengumpulkan kekayaan. Wiku Sangara.10. 4. kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Begitulah ia laksanakan untuk mendapat guru yaga. Wiku Wanaprasthi.9. selalu berbuat kebajikan. teguh melakukan yoga semadhi. Pikirannya terasa terbang. Wiku Saba Ukir.4. melakukan yoga semadhi. wiku yang disebut dari angka 1 sampai . berbakti kepada Dewa. mempunyai pengetahuan yang baik dan tidak beristri dari sejak kecil hingga lanjut usia. 4. rajin menghadiahkan buku (mendana pustaka). Wiku Grahasti.11.3.3.3. Wiku Sanyasi. memuja homa.6. siang dan malam pandangannya sama. Wiku Grohita. mengajar ilmu pengetahuannya kepada siapa yang memohonnya.4.3. Wiku yang mempunyai Nabe lebih dari satu orang. Beliau tidak beristri.4. wiku yang membuat kebaikan dengan memberi petunjuk jalan (ngentas) kepada rohnya orang yang meninggal dunia. 4.4.7.4. telah sempurna tentang Tri Dharma (Dharma Tiga). dengan senang hati menolong orang yang menderita kesusahan. Itulah agar Sri Aji (Baginda Raja) memaklumi ada 12 macam wiku.12. Tidak mementingkan harta benda.4. 4. Wiku senantiasa memperdalami kesusastraan. karena ia memerlukan mendapat mas perak. ahli dalam segala macam filsafat. berbakti kepada Dewa di kahyangan. 4. tidak beristri.3. Wiku tinggal menetap ditengahtengah hutan. beristri dan berputra tinggal didesa atau dikota hidup dalam masyarakat. hidup sederhana. mengembara di dunia.3. menerima tamu. 4.

Ia yang mengatur baik yang bergerak dan yang tidak bergerak.Suptamaya. dukun yang mengeluarkan kata-kata yang beraneka macam. 3. 9). . Manusa Yadnya Yang dimaksud dengan.5. manusia yadnya terdiri dari dua belas tahapan yaitu: 1). Ngastawa Sang Hyang Kumara.53. Dari sebab itu patutlah dipakai Sri Aji memperhatikan benar-benar keadaan Wiku yang akan dipakai pendeta untuk istana dan negeri. (Keselamatan Bayi dan Ibunya) Om Brhatstsumnah prasawita newisiano Jagatah sthaturubhayasya yo wasu. dukun menurut kehendaknya sendiri.5.5. 10). 8). Pawiwahan. yaitu: 1. tidak bersandar Sastra. Kelahiran Bayi. dengan kemampuan untuk menghindari kekuatan jahat). 3). Weda IW. maka pemerintahan (keprabon) bisa menjadi goyah. Kalau wiku tersebut dipakai pendeta raja dan negeri. Mapodgala atau Mawinten/Madwijati (sesuai dengan tingkat kemampuan seseorang. Pagedong-gedongan. Kalau ketiga ucapan dukun itu Sri Jaya percaya saja. Roras rahina. yang memberi kehidupan pada alam. dan menegakkannya. 12). tidak boleh tidak negeri ini akan goncang dan menderita. 11). 4).2. 6).Pradhanamaya. 1994: 3-33) 4. Tigang sasih.dengan angka 8 itu. 7). Metatah. Wiku yang disebut dari angka 9 sampai 12 dinamai Wiku catur Asrama. Siki dwa jaya prati mayaloke Sad-kreti kanandakara ya nityam. dan dipercaya oleh pendukungnya/masyarakat). Ada tiga lagi yang patut mendapat perhatian agar pemerintah tetap stabil. 4. (Anandhakusuma. Nempugin. 2. 5). 1997:78) 4. Wawu hembas rare. Bulan pitung dina. Sa no dewah sawita sarna yacchatwasme Ksayaya triwartitamamhasah Rg.Ragamaya. semoga ia Sawitar memberi rahmat-Nya kepada kami untuk ketentraman hidup. Om namah Kumara sad-anama ya.6 (Ya Tuhan Yang Maha Pengasih. dipandang wiku yang ada cacatnya (wiku ceda).1. dukun yang percaya kepada mimpian. Kepus udel. Pawotanan. tidak bercacat. suci dan melakukan dharmanya wiku (dharmaning kawikon). (Titib. Ngraja Singa.

Om ya namo. Namo. 2003: 64-65) 4. sidhi pari purnya namah (netra kalih) .4. Om Namah sada-agni ya wiyaka ya. 1987:18) 4. Ong bang bane dewa ya namah. Ong sah osat namah. Mabiye kawon (Usapin taluh ayam Brumbun). Sagilingan pagilingan male. Sasti-praya yam ala santriyate. molongin karna. Mala papa petakane sianu kabeh. Potong rambut. Namah sadakurtkuta namo hana ya. Om Antiganing sawung pangawak Sang Hyang gale acndu. Namo’stu widya warada ya loke Namo’stu rohika wapiya.sti kajrambha kayajaya nityam. stu hanganila ya nityam. Om sang Sadaya namah (ring arep) Om Bang Bamadewaya namah (ring tengen) Om Tang Tat Purusaya namah (ring kalong) Om Ang Aghoraya namah (ring kiwa) Om Ing Isanaya namah (ring tengah).5. (Gambar.3. lare wigene papae klesane si anu. Mesesarik.stu tasme dwajawara pujitram. metatah. Om Rudra-atma kaya prati mayoloke.Namao. Ong bhatare Bayu angiberaken lare roga. Kalisakane lara roga. Brahmanya dewaya sikidwaja ya Senapratewa dahita ya nityam dewayam Namo’stu koncadala darana ya. Huwah prakase warado namo’ stute (Ringga Natha.5. Ong seriya namu namah swaha. Om Sang Sadyaya namah (alis) Om bang Bamadewaya namah (bahu tengen) Om Tang Tat Purusaya namah (tungir) Om Ang Aghoraya namah (bau kiwa) Om Ing Isanaya namah (hredaya) Om Rang Kaje sarase namah (bahu kiwa tengen) Om bhur Bhuwah swah Jwalon namah (Ratna kencana = pada kalih) Om Hring Kawacaya namah (sarwa angga) Om Bang netra ya namah Om Bang netraya namah.

saraswati mrtaya namah Sudha siddhiyem prayojenem. Ah Ah Ah. Pabersihan: Om Ang Bubu tirta harum Lis Om Nama Dewaya namah.Tepung Tawar. Penganteban Peras. sebaya wiyanta suci. Om Siddhi rastunya namah swaha Suci Om Suci rwa-suci rwapi. Sudhaman swaha. Om Ang Yang Om Ang Ung Mang. purnajiwa. Brahma Bayu lara roga Bhawantu sang malis-lis. Pengisep Peras/daksina . cintyyayet Dewa Wisraman. Peras. Purnahayi. sampurna ya surya Candra madya pada Om Ung Sri-sriya wenasah. Pengambiyan. Om sdudha mala mari sidhi sasas dangku dirghayusa Om Ung Sapa panaya namah swaha Om Ang Pranama Siwaya namah Tetebusan Om Ang Maha Sidhiyam ya namah Kumur-Kumur Om Wakra sodhaya mam swaha Meraup Om gemana muktiya namah Mesesarik benang Om Purnatma. Om Ung Sarwa Dewa mrtaya namah. sarwa karmagate piwat.

Om Ung Mang Mahadewa Sudhaya namah Pangisep salwiring Banten Om Hyang maha mrta Srayu Dewata , Ang-Ah. Penganteb Sesantun/Daksina Om Ang Yang Sukham amrta Sang Jiwanya namah Pebangkit/Gelar sanga Om Durgha bhucari namah swah. Om Khala bhucari namah swaha. Sang Bang Tang Ing Nang Mang Sang Wang Yang Ang Ung Mang namah. Pengaksama. Om Ksama swamam Mahadewa, sarwa prani hitang karah maoca sarwa papebyah, phalayaswa sama namah swaha. Om Samastha ta Mahadewi bharawi prete baksini Bhagawate twasya Durgha dewa bwatasya sakhalam, niskalam twam Rudra tam somya daryatesya wa Twaya Dhurgabhuta watyeya namo namah. Pabuktian Bebangkit/Gelar sanga Om Buktiantu durgha kentara. Bhuktiantu khala kewaca. Buktiantu nhuta nem. Bhuktiantu pisaca sagyem. Om Sendat-sendat robyo namah Om rich kecarik caru kero bhiyo namah swaha. (Atmanadhi, 1972: 88-90). 4.5.5. Smara Ratih (Menek Bajang) Om Pradana purusa sayoga ya, Windu dwa bhoktra ya namah. Dewa-dewi sayoga ya, paramasiwa ya namah swaha. Om Ananggah Kamani patni, Puspeso mandhani thata. Kamo Dhanawati patni, Mandani mandana tahta. Om manobhawa shobani ca, Sri mati makara dhwjah.

Kandarpa Somawatis ca, Sri Jayani ca manmatah. Om Kama Dewa Ratih Patri, Swetari smara ewa ca, Anatur nandini patni, Manasi jas ca tarini. Om kamadewa ca tarini Om Om Kamadewa ca Ratiye namah swaha. 4.5.6. Pakeling saha Seha. Om Pakulun Sang Hyang Pradana Purusa, Makad sira Sang Hyang kamajaya kamarath, mansan nra handa sih wranugraha ri sira, Amembah angadekaken yadnya pekalan-kalam nira sang bipraya wiwaha, ledang paduka Bhatara pada tumedun pada malinggih ring rwaning kukus arum Om Pranamya bkaskara dewam, Arswa klesa winasanam. Pranamya aditya siwartham, bhuktu mukti wara prdam. Om Hrang Hring Sah paramasiwa dewa lingga ya namah. Ringga Natha (2003:39-40) 4.5.7. Mawinten Sang jagi ngemargiyang indik upacara-upakara Pawintenan alit kawastanin Pawintenan Bunga/Saraswati. Orang yang bermaksud melaksanakan tatacara upacara-upakara Pawintenan kecil disebut Pawintenan Bunga/Saraswati. Om, Saraswati Namastubyah; Warada Ama Rupini, Sidhi-rastu Karaksami; Sidhi Bhawantu Me Shadam. Om Pranamya sarwa Dewa-Aksara; Paratma Atma Ewangga; Rupa Sidhi Karoksabet; Saraswati Namnyam. Mano

Om, Padma Patra Nama Laksmi; Padma aksara Warni Nityam; Pahalabaye Dewi Tubiyam. Selanjutnya diteruskan dengan Mangajapa Duh Sira sang Mawinten, Wus pwa sira binersihan, Mawintengama, Manke sira wuswruha ring kasucian, Aywa tan mituhu pawarah, Aji, tumuta kita susilan ira Sang Hyang Ayu, gelarana yoha lah, Semandinta, aywa tan rastiti ring agama, Yati-ka dalan Kita, Bhakti ring Bhatara Den langgeng pwa juga sira,

omastitikna, Maning sariranta, Kunag yan Sira umalaku, tan weang panganna angulahakna Sang Agma, Aggengakena Dharmanya, Anulis Sarwa Sastra, suksma tutur utama, muang gelarana puja mantra, Yan wus samangkana polah niya, weang ngungguhakena banten ring prahyangan, yan tan samangkana, Karya letuh ngaraniya, apan urung wruha ring kasucian agama, apan kasupatut den Panca Maha Bhuta Mala sariranta, wenang Winiten de Sang Sada Yogiswara, Yan tan samangkana tan sida hilang panca malanta mangkana, pratiyaksakna pawarahing sang hyang Aji Suksma, sih nirmala. (Pramadaksa, 1984). 4.6. Bhuta Yadnya 4.6.1. Susunan Bhuta Yadnya Pertama: 1). Segehan Alit & Agung, 2). Panca sata, 3). Panca sanak, 4). Manca kelud 5). Rsi gana, 6). Walik Sumpah, 7). Lebuh Gentuh, 8). Tawur Agung, 9). Panca wali Krama, dan 10). Eka Dasa Rudra. Mantram caru termasuk yadnya sesa, adalah sebagai berikut: 4.6.2. Yadnya Sesa. Om Ang Kang Kasolkaya kanaya osak namah swaha swasti-swasti sarwa butha sukha pradanya namah. 4.6.3. Pengelebaran caru-caru. Om Tang Ang Ing Sang Bang Ung Ca Tat Om Gunung Gangga dipataye. Om Hreng Rajastraya namah. Om Phat-phat, Om Ang-Sura bhalaya namh. Om Ung Cakra bhala ya namah. Om Sang Bang Tang Ang Ing Panca Maha bhuta bhiyo namah. Asep-Asep Om Ang Dipastra ya namah Cecepan Air Om Angga sukha mrtaya namah Penastan/Cuci tangan O namo namah swaha Pakakurah Om Ung Mang kama ya namh

Daksine Brahma Dandastra. Mahadewi.6.Candra dewi Sunya Siwata pujinem.Panglukatan Om Iswara Umadewi’ca Mahesora Laksmi Brahma Saraswati dewi. Siwaditya. wisnu Bhatari Sridewi. Adah sabda Ciwa Cakra Undah Prama Siwa Dwaja. Biyahyem Angkus Sangkara. Akasa Guru Trisulam Danendra ya namo namah swaha. Pascima Mahadewa Pasca. 1972:7880) 4. Pasupati Om sarwa wighna winasayantu Sarwa klesa-klesa winasayantu Sarwa duka winasaya Sarwa papa winacaya Sarwa papa winasaya namo namah swaha.Nerityem Rudra Moksalam. . Om Iswara Bajrasta. Arda Nareswari linggam arcane ya namo namah. Ludra ni Santani dewi. (Atmanadhi. Dupa Gniya Mahesora. Bayu Ong akasa bayu murthinem Sarwa marana wicitem Mertyu kslsmtsks rodrem Jagatem pretista lenggem Apah Ong Ung Wisnu trinayem. Utara Wisnu Cakrastra Ersanya Sambhu Trisula Madya pada Ciwa Padma. Panca Mahabhuta (serana: Genta dan Sekar) Akasa Ong akasa nirmala sunyem Rudra dewa byomantarem Siwa nirbhanem wiryanem Teja Ong tejo murthi nawa rupem Surya candra masarirem Sarwa teja diptadnyanem Arcanem sarwa dewanem.4.

Durgha Stawa Ong sema kasta maha dewi Bherawi pretha baksini Baghawati durgha tasye Durgha dewi namonamah.Catur dewa maha sidhyem Wighna klesa winasanem Raga dosa winurcitem Pertiwi Ong pretiwi sarirem Catur dewa Maha dewi Catur asrama bhetari Siwa bhumi maha sidhyem Ong Ong Rang Ring sah wosat. Ong krura raksasa rupanca Wyakta ya rakta locanem Prape noti santo rupatwam Twam wande tri purantarem Ong Ong kala bhucaibyo namah swaha Butha Raja Stawa Ong bhuta raja maha krurem Saharsa kirana pradham Sadwaktrem sayutascewam Sakala swahitang karem Ong maha raksasa dasa bhujah Hiranyem garbhode sembawah . Sri pancamaha bhuta byomanah swaha. Ong sekala niskalatmatwam Rodranta somya darayet Tasye durgha dewiywm tasye Durgha dewi namonamah Ong Ong sri durgha dewi dipate ya namah swaha Kala Stawa Ong byakta raksasa rupanca Webaksya twam capunah Somya rupa mawopnoti Twam wande waradham aum.

pon pancanira. Ong Ing Namah. ajaken wadwa kala nira pitung ngatus pitung puluh pat. Ong bhuta lembu kanya. rinacaca winangun urip. Ong Bang Namah. utara desanira. Ong Ung rahpattastra ya namah Ong atma tatwatma sudhamam swaha . Iti tadah sajinira penek puti ayam puti. anadah ta sira wisira amangananginum satetanjan. Iti tadah sajinira penek kuning ayam buwik rinancana nangun urip. Ong Sang Namah. Ong sang bhuta aruna. Ong Tang Namah. ajaken wadwa wadwa kala nira petangatus petang puluh pat. purwa desanira. bhetara siwa dewatanira. Siratin Caru (Sarana Tirta). wusira anadah amangananginum satetanjan. mantuk sira maring kayangan nira sowang-sowang. brahma dewatania. rinancana winangun urip. atatanjan. wisnu dewatania. mantuk pwa sira ring kaynagn nira sowang-sowang. umanis panca warnania. (Bangli.Bhuta preta simang rudhah Naga yadnya musubitah Ong Ong bhuta raja dipate ya namah. mantuk pwa sira ring kaynagn nira sowang-sowang. wusira anadah amangananginum satetanjan. Iti tadah sajinira penek amanca warna. kliwon panca warnania. madya desanira. Iti tadah sajinira penek bang. wusira anadah ta sira. mantuk pwa sira ring kaynagn nira sowang-sowang. mantuk pwa sira ring kayangan nira sowang-sowang. Ong Ang Namah Om pakulun sira sang bhuta tiga sakti. wusra manganannginum. ayam wiring winangurip. anadah ta sira. pahing pancawarnania. ajaken wadwanira sangangatus sangang puluh sanga. daksina desanir. anadah ta sira wisira amangananginum satetanjan. anadah ta sira. 2005:76-78) Ngayab Upakara ke Bhuta (Caru Panca Sata) Ong sang bhuta baruna. Ong bhuta jangitan. ajakaken kala wadwanira wulungatus wulung puluh wolu. Iti tadah sajina penek ireng ayam ireng rinacana winangun urip. ajaken wadwa kalanira limang atus limang puluh lima. pascima desanira. mahadewa dewatania. iwak ayam isa.

apan sampun angaturaken caru kabaya kala. Ang Ung Mang. waras. apan sampun angaturaken caru kabaya kala.Ong sri pasupati ung pat Ong Sang Bang Tang Ang Ing. amukti sira sarwa enak. sannhyang panca muka. teka waras. teka waras. lugraha sangadruwe caru kadhirghayusan. waras. Ong sidhi rastu tatastu swaha. sama lolya. sama suka. paduka bhetari durgha. Nang Mang Sang Wang Yang. sama lolya. Ngayab Caru (Sarana Genta) Om pakulun kaki bhetara kala. ra kaki bhetari gana. Aywa sira anyangkala swakarya punanu. sekar) Ong mrana bhuta mararem . kasadya rahayuan mwang kaubagan. ra kaki bhetari gana. paduka bhetari durgha. Ong Ung rahpattastra ya namah Ong atma tatwatma sudhamam swaha Ong sri pasupati ung pat Ong Sang Bang Tang Ang Ing. Ang Ung Mang. amukti sira sarwa enak. Nang Mang Sang Wang Yang. Aywa sira anyangkala swakarya punanu. sannhyang panca muka. sama suka. Ong sidhi rastu tatastu swaha. Ong bhuktyantu dgurga katarah Byaktyantu kala mawaca Bhuktyantu sarwa bhutanem Bhuktyantu pisaca sangyem Matabuh Arak Berem Ong durgha baktya loka bhoktra ya namah Ong bhuta loka bhoktra ya namah Ong kala loka bhoktra ya namah Ong piasca loka bhoktra ya namah Pengerarem Bhuta (Serana: Genta. waras. lugraha sangadruwe caru kadhirghayusan. Ngayab Caru (Sarana Genta) Om pakulun kaki bhetara kala. waras. kasadya rahayuan mwang kaubagan.

menadi sang hyang Brahma. sumurup maring hati. teka kita sakeng utara desa. Ong Tang tatpurusa ya namah Ong sang bhuta ireng. Ong Ang Ahora ya namah. Ong Bang Bamadewa ya namah swaha.Sri damba dara yanganem Sri mantra trigata swara Sri daradhi maha mantrem Ong agni madya rawicewa Rawi madya candrma Candra madya sukla bhawet Sukla madya stiwa-tiwa. pada alukat apupug denira bhatara siwa guru. sumurup maring amprui. Penglukatan Butha (Sarana: Genta. sumurup maring ungsilini. mur sah pwa kita kabeh dadi dewa dewi. teka kita sakeng daksina desa. sumurup ring bhuta kalika. Ong sang bhuta pita. menadi sang bhetara Wisnu. Ong sdhi rastu tatastu swaha . sumurup maring papusuhan mrnadi sang hyang Iswara. Lukatira bhuta kalika sumurup ring bhatari dhurga Lukatira bhetari dhurga sumurup ring bhatari uma Lukatira bhetari uma sumurup ring bhatara guru Lukatira bhetara guru sumurup ring sang hyang tunggal Lukatira sang hyang tunggal sumurup ring hyang tan paran Sira juga sangkan paran prasida kalukat mala petaka kabeh. menadi bhatara siwa guru. Ong sidhi rastu tatatstu swaha Ong ksma sampura ya namah swaha Ong Ong swasti swastisarwa bhuta suka pradhana ya namah swaha. sumurup masing sarandhuning sarira kabeh. Ong indah kita sang bhuta manca warna. teke kita saking madya desa. teka kita saking purwa dea. teka kita sakeng pascima desa. menadi sang hyang brahma. Ong Sang Sadya janten ya namah swaha Ong sang bhuta bang. Tirta penglukatan) Ong lukatira bhuta dengen. Irika ta anglukat sakwehing bhuta kala kabeh. Parurupan Bhuta (Sarana: Genta Sekar) Ong sang bhuta sweta. Ong Bang Bamadewa ya namah Mahadewa.

Sang Kala Bhuta Nganten. Kasukanira Om dirga ayu rastu tadastu astu swaha. 4. sang Kala Biantara.6. Kang Kininda. Pralinan Bhuta (Sarana: sekar. Ong Mang Ang Ung ya nama swaha Ong Ung Ung bhuana sudha suksma ya namah swaha Ong Ong suksma ya namah. Sang Kala.6.Sang kala Dasasengker. Sankala Astawara.6. Sang Kala Sapta Wara. Ang Ung Ing Ing namah swaha. wangsulake bhuta nira riwusira mangananginum. Sama kabeh ring Sang adruwe caru. prama siwa Panca maha bhuta byonamah swaha.Saluhuring Sang Kala Raja Merana. dung dudung. Sang Kala Dwimba Pepet. Ong a ta sa ba I. Ong dukduk. Iki iki tadah sajin iri sedaya. Mantram Caru dewasa ala Pakulun Bhuta wetala wisaya.5. 4. Mengambil Genta atau Bajra. si wan a ma ya.Ong Ang ksama sampurna ya namah swaha Ong guru padeke byonamah swaha. sira guruning bhuta kabeh. Sangkala Gni Bwaka. Belajar Mantram Genta atau Bajra. Ong Ung Rah Pattsastra ya namah swaha Pengaksama Genta atau bajra . Sang Kala Rumpuh. Sang Kala Sri jaya Mandala. Bija genahing ring sanggah cucuk) Ong sang buta purusangkara. Sang Kala Nawa Wara. Sang Kala Kudang Kastu. rung rung. mantuke sira ring kahyangan nira sowang-sowang. Dora. Sang kala Sadwara. Sang Kala Dumrana. (Pramadaksa. Waya. Sang kala Dharma. Ong bhuta sahira ya namah. Sang Kala Bhuta We-Uku. Sang Kala Pancawara. 1976). Sang Kala Bhuta Mrtyu. Kepanca Maha Bhutan Ong pretiwi dewa sampurnem Apah teja jiwatmanem Bayu akasa premanem Durgha yusa jagatrayem Ong Rang Ring sah wasat.

Ong Ang Kang kosal kaya swari ya namah swaha. Ong gentayur pujitem dewa.7. Ong Ung namah. Spu lingga siwa tattwanca. Menyalakan dupa/Ambil Dupa nyalakan. (uniaken panjang/bunyikan panjang) (Swastika. 2006:66) Nyipen Genta Ong Ang namah. membersihkan sarana upakara dan mengistanakan para dewa pada upakara tersebut. Purnam Bhawantu. Om Santih Santih Santih Om. Ngayab Bebanten Sebelum upakara dan upacara tersebut dimulai kita harus membersihkan diri. Sukham Bhawantu. Jagatnatha hitangkaram Abiwada wadanyah. ganti setiap habis Om Ang Brahma dipastra ya namah Om dupa amertha ya namah Om lingga purusa ya namah sawaha. 4. tangan cakupkan pada dada atur nafas masuk lewat hidung Om Ang namah Om Ung namah . Amusti Karana. Ongkara prakerthitem. 2005:91) Ong Ang Kosal Kaya Ya Namah Swaha Ong Sriyam Bhawantu. Genta sabda prakasyatah. (Bangli. 4. 2006) 4.7. Ong Mang namha (raris unyaken panjang) . Waradham labda sandeyah.7. (Swastika. tangan ditengadahkan diletakkan pada kedua belah lutut Omprasada stiti siwa nirmala ya namah Om padmasana ya namah Om lingga purusa ya namah swaha.1. Pelaksanaan Upacara Sikap duduk tegak. Candrada windhu nadhantem. seperti pada upakara /bebanten: 4. Abhawa-bhawa kamesu.2.7.Ong Ongkara sadha siwa stah.3.

6. siwa rininggiting guru utusang sang hyang bhatara dewa kalabetaning sarwa dewa mangilangaken mala papa petaka geleh sarira. Sucikan Tangan Om Sudhamam swaha Om Ati sudamam swaha 4. sesuai dengan kegunaannya Om tirtayam tirta pawitram.7. prayascita yan namah Om a ta sa ba ha I na ma ya. Menjalankan Pabyakaunan. tanpa karna. sudha Brahman sudha sudha astu tad astu ya namah Om sa bat a ha i. Om pakulun pangadegning janur kuning. sira angisuh .4. Om Ang Brahma ya namah. sarwa klesa dasa maha geleh pate leteh prayascita ya namah swaha. Om Sidhir astu nama siwa ya.Om Ang namah 4.9.7. Sucikan Badan. dengan sarana bunga. (lalu cemplungkan bunga ke tirta) Om pakulun Bhatara Siwa Gni. Om bumi ginawe.7. 4. Om Ung Wisnu amerta gangga ya namah.7.7. mangkin ngadeg ring lis pabbiakaon muah lis padma 4. tanpa cangkem. 4.8. apan sampun jangkep tengerin tri buana. Ngastawa Lis. Om Puspadhanta ya namah Om Ang Ung Mang Siwa Sadha Parama siwa sabda bayu Idep sidhanta nirwighna ya namah Om Sidhi swaha ya namah Om Shah wosat prayoga ya namah swaha. Om Sang Hyang taya tanpa netra. sudha bumi sudha giri.7.7. tanpa hirung. Om a ta sa ba ha I wa sin a ma ya. (lalu siratkan kepada yang akan dibersihkan/dilukat). Ngaturang Pabyokaunan dan Payascita.5. lakukan disekitar pelaksanan upacara. Sang hynag taya jati sukla nirmala. Ngastawa Tirta. Ambil Lis lalu disucikan. 4. Om Gangga pawitrani ya namah swaha. Om Mang Iswara ya namah swaha.

Om sarwa wighna winasa ya. pancami sudha. sang bhuta preta. (lalu natab ke bawah dan lanjutkan ke Badan) . sarwa dusta winasa ya. Ong Ang sarwa klesa kesama swamam ya namah swaha. Om Hrim sram man swam yam sarwa roga wighna astu winasa ya rah ong phat. Kala Sepeten.7. sarwa rogha winasa ya. aywa ta sira masenetan ring manussa kabe. sarwa klesa winasa ya. Kala Sakti Kala Petak. Aywa ta kita pati ulik Sali gawe. Om Hrim rim srim am tang sam bam im sarwa danda mala papa klese wanasa ya rah um phat. pilih kabela nira kabeh. dwitya sudha. ojo sira nyengkala nyengkali manusan nira nagstiti dewa ring kahyangan sakti.10. sang kala peraja muka. kala ring sarwa ta kabeh. akala sakti. Ngelebar Segeh. tritya sudha. Kali. 4. 4. tad astu nama swaha. aywa ta sira pati reroganing. nyah ta kita ring janur jipang sabrang melayu. Om Hrim srim am tang sam bam im swarwa danda mala papa klesa wiansa ya namah um pahat.7. Om Sidhi guru srom shah wosat.7. reh ingsun sampun angugrahaken tadah saji ring bhatara Kala. dilaksanakan saat pabiyakaonan Pakulun sira sang kala purwa. Kala Anggapati Kala Karogan Rogan. angilangaken sarwa bhuta dengen.ishin sarwa dewa. sarwa papa winasa ya. Kala Ireng. Puniki ta bukti denira kabeh. indur doh kita sarwa bhuta. Pakulun Bhatara hyang kala. Om ksama sampurna ya namah. kala dengen ring pada bhatara kabeh. Kala Jenar Kala Manca Warna. Om am mam nama ya namah. (sama seperti di atas) Om Pratama sudha. pomo pomo pomo. Ngaturang Prayascita. wus mangkana durus sira awali ring genag sowang-sowang. Kala Bang. caturtya sudha. Iti tadah sajinira penek lan terasi bang.12. sudha sudha wari astu. Aywa kita amgoda manusan lan apasanakanku.11. sang kala ngeluleng. Manawi kirang ta aturan nira durus tuku ring pasar agung. sarwa satru winasa ya. sedahan Kala kanibehan. Om Kala Kali byobakto ya namah. Mekala Hyang. 4.

7. ulun amuja ri paduka betare pakulun. pilih saka balanire.13. rowangire. I. 1987:24) 4.16.7. (Puja. Pukulun sire sangkale purwe. Ong se ba. elemen Pengetahuan. mogalupute ring lare roge. elemen Atman. (raris eteh-etehang. Ngaturang Parayascita. anak putunira. sang kala paraje muka.lawe satukel.( 2006:4046). (Gambar. wa. aje sire pati reroganing aje sire ulik sili gawe iki tadah saji nira. elemen Siwa Om. si. Ong nama Siweya. sarwe male parayascite ye namah.7. ajaken sanaknira. sang bute perete. menawi kirang tadahan sire. me. 4. Om sidhi swasha ya namah. Om shah wosat prayoga ya namah swaha. be. ha. Om. iki jinah satak likur. sa.7. aje sire kari ring kene. ta. he. sih kerta nugrahe betare. pangeresik tepung tawarin lis). 1976:251). suang wigene hulun aminta sih lare toge. sarwe kelese dase male Genah pate leteh parayascite ye namu namah suahe. Ong A. penek lan terasi bang. den pade kadep sidi rastu pangastu dangguru isuare nire. i. Pasang Tri Tattwa Om Om Siwa Tattwaya namah Om Om Widya-tattwaya namah Om Om Atma-tattwaya namah Om. 4. sujud kepada Om.Om ang ung mang siwa sadha siwa parama siwa sabda bayu idep sudhanta nirwignhna ya namah. Ong I. sujud kepada Om. ring pilinggih sami.14. 4. ye. Swastika. te. sang kala byobakte ya namah suaha. sarwe pape petake lara roge wigene parayascita ye namah. se. ta. sang kala nguleleng. tuku sang sira ring pasar agung. . kala sakti. ba. Bebanten Suci. Astawan Banten malinggih ring paruman Ong perenamie dewa sang linggan. tan kelabetang tulah kelawan carik muang pamidi. anak rabinira. na.15. sujud kepada Om. indah nira lunga kirangan kabeh amarah desa.

susur keramas. Amuncar amukti sakti anibekaken tirta kamandalu. purna bayu den kadi langgenging surya candra. sari pasucian sesarik. seganti-ati sabda rahayu. (selanjutnya ngaturang tirta pakuluh). pengeraratan ring pada betare pakulun. 1994:16-20) 4.7. Ong pakulun. (selanjutnya Ngastawa betare sami). (selanjutnya ngaturan pasucian). anglebur ujar ala ipun ala mala petaka tuju teluh terenggana. 4. Ong to ye gangge pawitre ye namah suahe.Sarwe kale bute sirnam.17. ulun aminte sih nugraha ring paduka betare sakti. Ong sah odat ya namah swaha. Penghormatan. Mangkana tetep pageha ring bayu pramanira si Anu ring raga walunanira anangaken pala boga. Ngastiti Tetebusan Ong purna candra. Dewa yang Berstana di Gunung-Gunung . perenamian siwe Siwar tan sarwe jagat paramoditam. manusan betare angaturaken sari pemendak. Sire asung anugrahe ring pule pale mangilen-ilen padanira Sang Hyang samangkane puangulun inanugrahe denire Sang Hyang pasupati ide malinggih ring puncaking Gunung mahe meru ring jambu duwipe. 4.18. winahan kundi manik makasudaning bwana kabeh maka uriping bwana agung bwana alit.7. Ong Ang Ang namah suahe. 1987:8 . desti tiwang prakasa prasama kalebur denira Siwatirta-Murti sakti. Ngaturin Betara Kukusarum Om Hyang Hyang sukla parisudha ya namah swaha. namasiweye. Ong pakulun sredah Betara Siwa. (Gambar. maduluran wastre seperadeg maketigasan betare sinamian miwah toye pawitre pemasuhan tangan suku. sebatahei.14). lenge wangi. (Anom. anangguhana ratna kencana.8. Ong Hyang Hyang Hyang. Sang Hyang Ayu Asihe pinakang ulun. (Siratan tirta) Ong sidrastu ya namah swaha.

4.8.1. Penghormatan di Gunung Andakasa Ong Ing Indra taya namah swaha 4.8.2. Penghormatan di Gunung Mangu Om Ang Kling Cling Adhikalayang de bhawa 4.8.3. Penghormatan di Gunung Watukaru Om Tang Jayanatri namo namah swaha Puncak Gunung Watukaru Om Ung Hyang watukaru dewa Saktiya namah 4.8.4. Penghormatan di Gunung Kawi Om Ung Manik wisesa Sakti Dewa Purusa ya namah swaha 4.8.5. Penghormatan di Gunung Batur Om Ang Sri Dewi Danhu Jiwa mrta sabumi swaha ya namah 4.8.6. Penghormatan di Gunung Beratan/Dhanu Bratan Om Ung Wesphawa Hyang Manikya namah swaha 4.8.7. Penghormatan di Penataran Besakih/Gunung Agung Om Tang Maha Dewa Sarwa Dewa Sruti Basukihan nama swaha 4.8.8. Penghormatan di Gunung Agung Om Hrang Hring Sah Bhatari Giri Putri Siwa Bumi Maha Sakti ya namah. (Atmanadhi, 1972:45-49) 4.8.9. Nunas Tirta ke Gunung Agung. Ong asung seredah Betara Sakti, Pakulun Hyang ring Gunung Agung, Hyang ring gunung lebah, Paduka betara amijilaken tirte trebesan, Telaga waja, panglukatan mijil saking gunung Manik tegal siku, ring saganing, Paduka Betara anglukat anglebur Malaning aturan ikang manusanira samadaya, Kene kerarahan, kara ramian ring kahyangan sakti, Teke moksah ikang mampeh maring wetan, maring kidul, maring kulon, Maring lor maring madia, tumiba ring tengahing segara, mabayolan wastu sidi rastu ya namah swaha (ucapkan tiga kali) 4.8.10. Maturan Canang Prascita (Tebasan Durmanggala) Ong pakulun Sang Hynag Kala Lunggleng, Aja sire pati papanyi Iki tadah sajinira penek kelawan terasibang, iwak antiga, jinah satak lima likur, lawe satukel.

Manawa ta kirang tadahira aywa sira usil silih gawe, tukunenta ring pasar Agung, lawe satukel, weh sanak rabinira, muang putunira. Ndah ta sira lunga amarah desa, aja sira maring engkene den pada sidi rastu. Ong kala bie bekta ya namah swaha. (Anom, 1994:10) 4.8.11. Ngadegang Betara Nyatur ring Banten Ong ang Brahma rakta warna, saraswati dewi bionama swaha. Ong ung Wisnu Kresnawarna Sridewi bio namah swaha. Ong mang Iswara swetawarna Umadewi bio namah swaha. Ong tang Ludra Durga dewi bio namah swaha. Ong Ong Sri Guru Jagatpurusa bio namah swaha. (raris ngingkupan betara sami) Ong gang ung mang, Ong Siwa Mata warna, giri putrid dipatio namah swaha. 4.8.12. Ngastawa Betara dan Pengiringe maka sami Ong Iswara purwantudewa, Heneyanta mahesora Brahma Daksina Dewata, neretian Rudra Dewata, pacimanca Mahadewa, wayabian sangkara statan, wisnu Utara Dewatam, Aiswarya Sambu Dewata, Madia Sadaswa, Sarwa dewa muciate. Ong Hyang sri Dewa Dewi amreta pasupatiye nama namah swaha. (Anom, 1994:12) 4.8.13. Nedunang Betara ke Pengubengan Ong Iswara Umadewi ca, Mahesora Laksmedewi, Brahma Saraswatidewi, Ludra Nisantanidwi, Mahadewa Umadewi, Siwadetia, Cadra Dewi, Guru Giriputridewi, sunya siwa ta pujanem, Ardhanareswari lingam, daksina Brahma danfastra; Nairiti Rudra moksalam, Pascima mahadewa pas, wayabyan angkus sangkaran, Utara Wisnu Cakrastara, arisanya Sambhu Trisula, Madia Sadasiwa padma, andah siwas ca Calirastra, urdah Pramasiwa dwajan, Guru Trisula dranam. (Anom, 1994:14) 4.8.14. Nedungan Betara sami (dari Jawadwipa, dan Selam/Allah/Islam)

Iki sehene rawuh ke jaba (pejati). Pakulun Paduka Batara Hyang Baruna, Manusanira anguntap anuhur Padanira batara samodaya, Sredah tumurun mara maring mrecapada. Manusanira angaturaken pejati, banten suci maduluran banten jotan dampulan. Sredah paduka batara malingga ring kayangan Agung, Maka panguluning jana pada, Katuran puja wali, peparenga samojaya, Ong sidhi rastu ya namah swaha. Sira masehe, saha kleneng angonteng. Pakulun batara sinuhun Agung, malingga ring punaking giri jambudwipa, sira tumurun mara maring Bali, malingga ring gunung Agung, kalih ring gunung Batur, sredah paduka batara asung lugraha agung rene pengampura, manusanira Batara angaturaken sarinan canang muang sarining tahun, sredah paduka batara anodyani. Aturan manusanira Batara ring marcapada, mangke manusan Batara andaha tirta pawitra, mijil sakeng predana purusa batara, maka uriping buana kabeh, kalukat kabeh, dening paduka batara, Ong sidirastu ya namah Swaha ya. Ngaturan Pedatengan Batara sami Selam Kapir pada mabale, muang bebangkit asoroh, magenah ring jaba. Ong indah ta kita sang Asedahan Panyarikan, Ajeg-ajeg jejeneng, Anglurah Agung Alit, tekaning sawadwa kala balanira Hyang Sinuhun, daweg sananggraha, sira pada katuran pesaji, pangaci-aci, iki tadah buktinira padatengan soga linggih iwak kawisan kang ngaran Selam Kapir, katekaning tadah bebangkit, aedan pada enaka mangan anginuma, pada elingana tadahan ira soang-soang, den sama suka sama loba sira makabehan, amukta sari sira. 4.8.15. Pengadegang ring suci Ong nama siwa ya,

18. Pramasiwa tirta ya namah (Anom. batara Sucinirmala.17. angiceni maka sari. prajala-jala maha padma.8. 1994:15) 4. 4. Ong Durga Jingu. Luputing lara wigna. Sarwa karya prestisanem. saerasa maka imbuhan. sadana manika arta. 1994:16) 4. jangan Batara Kersika.Ong tan kalibeteng tulah pamidi. Gangga ranu toja ganam. lalawuh Batara Mahesora. tasik Betara Sakti Gana.16. Ong. banten sang Hyang suklapaksa. Sang Tunggal lawan puja. aminta sih kretenugraha Ri padanira batara Pukulun. Ngabijiang (tempat mata air) Ida Betara sami Ong Ang Tabeya nama Siwa ya. katulah carik. sarining Batara Surya Nirmala. susuruha Batara Wisnu. Ong kusi anaka pulaket. ulacek padanira Hyang.8. Sanghyang ring para caru. astu dening sang Hyang Saloka kapurna ya namah swaha. langganira padanira Hyang. puja Batara Dharma. Ong Buta Bucari ya namah swaha. akasa lawan pratiwi. Hyang Dewa mahapuspa. apan sira maka kundi manik kencana sang kasuhunan. Tirta Pemarisudha Ong tirtajam tirtapawitram. maka pasucen Betara soang-soang. Suka Dewa masarirem. (Anom. semaya sira siniwi pangungguhing janapada. apuha Betara Brahma.8. 1994:18-20). Nganteban Guling Bebangkit. ulun angaturaken pangresikan. aus-aus Batara Mahadewa. sang Hyang wisesa sarwa resi. Umilangaken mala wigna namah swaha. Duk Batara Kala Sakti. (Anom. Pakulun paduka Betara. Nguniweh jagat wisesa. . Raditia lawan ulan. pisang Sang Hyang Kumara. awala Betara Siwa. maka pulacek. sdajenge Besawarna. Pakundan Gana Sakti. Ong. sang Sambhu ring burat. Ong Betara Guru anepung tawarin sarwa dewata. Durga Bucari ya namah. Sang Hyang pramana sarining jagat. ulame Batara Sedana Baruna.

4. kuangen misi padang lepas merurub kase. segeh agung abesik. katur ring pemali agung. tatebasan sapuhan abesik. sang kala taun. bene siap biying mapanggang. kuning. Canang Pendeman. Ong sampurna ya namah swahe. Sang Kala Ngadang amangana sira ring dalan Agung. luwire: putih. sang kala wisese. canang tubungan. Dasar Bambang.3. misi pipis solas (11) keteng. Tumpeng duang bungkul. (Anom. katur ring Sang Buta buana.1. 1994:23) 5. Dipuncakne. 5. mabe bawang jae. Sampian banten pendemane. Upakara 5.1. keraras. maruntutan tetebasan jage satru abesik. barak. pasucian suang-suang atanding Kuangi.1. Banten Pengeruak dan Mantra Canang wangi. Sang kala Kalung amanga sira ring pasar amukti ya sari-sari Wisura amuktya sari apupula sira kabeh. Pakulun sang kale amangkurat. banten parascita.1.1. Canang burat wangi. muah nasi kojongan abesik. banten punika maaled kulit peras. den suke anadah. mekadi sire rah nini betari durge. rarsi kaput antuk kasa. mareruntutan jaje raka-raka magenepan. caru aturanne sami. mali penek abesik. 5. Segeh agung ring Sang Buta dengen. . sampian tangge. tegul antuk benar catur warna. dagingin kwangen. selem. sang kala bedawang jenar sang kala dumerane.2. satmaka manggen nyiluran jiwan sang nyapuh ring pretiwi. kuangene merajah ongkara merta.1. Mantuk ring dang Kahyangannira sowang-sowang I namah swaha. canang pagerawos. Upakara Ngawit mekarya Wewangunan 5. misi pipis telung dasa telu (33) keteng. daksina abesik.Sang Drema moha amangana sira ring pajuden. 5. Caru Pengeruak dan Mantra Ngaturang banten durmanggala. mewadah bungkak nyuh gading sane matulis antuk ongkara.

Mang Ang Ung namah. Karunganire Hyang Perama wisesa. ditundune medaging tulisan Angkare. asep menyan. canang tubungan marerep. Mang. manusanire angadegaken.Ong Sang Hyang pertiwi jati. Rungenen. tule manuk tiga kali ucap (3x) Nyikut. 5. Upakara dan Mantra Mengukur (nyikut) Karang Daksina. Ong padme sane ya namah. 5. Sang Hyang gune. Pangimpas Buta Ong Ang bute siksa ayu werdi sarwe mingmang gune wisic wine siniem Nunas Tirta Suci. wicet suahe. Sarana dan mantra saranane dasare sane medaging bate. Sang Hyang candra. . Ang Ung. lintang trenggana mekadi sang Hyang dewata. segaan takep api. kewasa sire mangane ringulun.1. Ong Ah rah patastreye yanamah. Yan tan wenten bate paras wenang (sesuaikan dengan situasi dan kondisi). pangi HyangHyang ire Sang Hyang tari sandie. Ang Ang sidi bane ya namah suahe. maka pangulaning jane pade. ring padanira pakulun. Bate megambar Bedawang nale. peras penyeneng. se be te a i na ma si we ye. pemastun ningulun. Ang Ah Ah. Ong Sang Bang Tang Ang Ing Nang Mang sang Wang Yang. Gane teke parayo janem.1. tegal.5. dagingin tulisan merajah.6. katipat kelanan. karang. Sang kala agung. umah duk nyumunin Ong Ang Ung Mang dewa sikse. sodayan. Raditie. Ong i be sat a he. Kita sang kala bumi. Mantram pengurup pasupati. medaging tulisan dasaksare. arca meru arcane. Ong Ang Ung mang Brahme Wisnu perame saktiem raja pale loke nate murti saktiem. merajah padme. Batu bulitan hitam. sang kala desa muka. wewangunan. makadi Sang Hyang akasa. tri aksara. Ong ye na ma si we. ulun akerta nugraha.

6. O mom rahphat astray an namah Om mang iswara ya namah .1. Om bayu sabda idep sudhanta nirwiggnam ya namah Om sidhi ya namah (pentil sekere kepedewekan) Ambil dupa.Ong Aum dewe paretiste ya namah. gangge dewi. Ong gangga dewe maha punie.7. tadu name merthamjiwani. utpeti sarwe itance. Piteges Sesajen Banten pengambean mapiteges = pemanggilan atas atma (urip) Banten sambutan mapiteges = mapekukuh sang hyang atma. Ang Ung Mang namah. Om om rahpaht astra ya namah (sekare pentil kearep) Ambil dupa. Gangge terangge same yukti.1. Ong gangge saressuati sindu. Om ang dupa astra ya namah Ambil sekar. Ongkaresare buana pada mertha manahare. wipase kausiki nadi. utpetiwe sari wahinan. Samune mahe saresta sarayu ca maha Nadi. Ong sa bat a he i. Persiapan Muput Piodalan Alit. Muput Tirta Gede (Sapta Gangga) Ambil sekar. Nganteb Piodalan Alit. Ong name siwe ye. 1987:41-48) 6. Ong utpatike sure sance utpetiwe garasce. 6. gangge sahe serame dini. 5.1. (Gambar. Banten janganan mapiteges = pasuguh nyama catur. Om om wisnu alungguh haneng sesantun bhatara guru anugraha Ingsun sakeluwiring tinuja den insun tan amiruda ring sira (dupane celekang ring daksina) Ambil sekar.1.

Om Ang Kang kasulkaya ya namah swaha (pentil kearep) 6....1..3.. Setelah selesai muput tirta Gede.Om Om namah (... kemudian dipercikan: Om jum siwa sampurna ya namah Om ang namah. om mang namah Om ing namah Om rang ring sah prama siwa amerta sampalawya ya namah swaha Om rahpat astray a namah angilangaken sarwe mala petaka ya namah Om basme idam purnam gohya angilangaken sarwe mala petaka ya namah Om puspa danta ya namah 6.... Ngawit Nanggen Genta Om omkara sadaciwa stah. Ngastawa Tirta.Suara genta) Ambil cendana bija..sancayam Om Mang Om Ang. .Om puspadanta ya amerta Sampalaya ya namah (sekere pulang ke rerean/sangku) Ambil dupa Om rum kewaca ya namah (sekere pentil kearep) Ambil sekar (pangastawa Sapta Gangga) Om sang Gangga ya namah Om sang Sindhu ya namah Om sang Saraswati ya namah Om sang Erawati ya namah Om sang Garoda ya namah Om sang Sandisuta ya namah Om sang Narmada ya namah (setiap mantra bait mantra mengambil sekar. arbawa bawa karmasu waradah labda sandeyah warasidhi nir. dan masukkan ke keren/sangku) 6..4......2. Omkara parikirtitah candranadha Bindu nedatam.. genta sabda prakasyate..1..... Genta sabda mahesratah.. spulingga Siwatatwatca Om gentayur pujiate deah. jagatnata hitangkarah abiwada wadanyah.....1... om ung namah... Om Ang Om Mang.....

utpeti wiserti warinem. Pengurip Tirta. Om utpeti surasca. Om dirgayu ayu werdi.6. punyaih purna jalih samudra saitaih.5. Wisnu. Om iyate menggalam mertyu stala satru winesanem kawi wesya rakta tiyem.2. Om awignam astu tatastu ya namah swaha Om Sudantu satu tatastu astu ya namah swaha Om purnamtu astu tatastu astu ya namah swaha Om sukantu astu tatastu astu ya namah swaha Om sriyantu astu tatastu astu ya namah swaha Om rang ringsah paramasiwa aditya ya namah swaha. sarwa bawa bawet bawat.1. Muput Piodalan Alit di Merajan/Sanggah . utpeti nawa gorasca. narmada kaweri serayu. 6. sakti karanam mertyu jaya sarwata roga diksnam. kusta derestam kalasem parabha candra bhaswaram. sabrama wijaya bawet.1. Badra netrawati maha suranadhi kasya tascaya. Om mertyu jaya dewasya. 6. mahendra tenaya candrawati wemuka. 6. saptawisudha. sudha sudha wariwastu tatastu astu ya namah awignem astu tatastu astu ya namah sriyam bawantu tatastu astu yan namah suciantu ya namah. Om Sarwa pertiwi Brahma. kurwantu mamanggalam. yanamami karnu kartayet dirgayusan suwe peptu. Iswara Dewan Dewa putra Narmadha sarwada suda klesa suda petaka. Om Om Om Om Om ekasudha. Om sri gundi suci nirmala ya namah Om kung kumara bija ya namah Om puspa danta ya namah Om agni ragenir jotir jotir Dupa dipastra ya samara tayem ya namah swaha. Jaya-Jaya Tirtha.Om Gangga Sindhu sarswati suyamuna gondawari.

Sang Kala Karogan-Rogan ayua kita pati rorogani. Sang Kala Ngulaleng.2. Om Ang Ung Mang. 6. Durmanggala (Pangastawa) Om indahta kita sang Kala Purwa.5.2. Sang Kala Preta. om Pisaca byo namah swaha. Ung Ang.2. Ah Ah Om aksaram kertha buwana yadnya dirgayur Trigunaatmakm Dewa dewi bakti dewam Jagatnatha ya namah swaha 6. Sang Kala Sakti. ayuwe kita siligawe iki tadah sajinira penek lawan terasi bang iwak: (bawang jahe/antiga Bekasem /Ayam Ireng) yan manawi kirang tetadahan nira iki amet sarining daksina tukuken ring pasar agung kuwehan anak putun roang sira kinabehan aja sira kari ring kene den kedepsidhirastu Dang Guru Iswara.3. Om Bhuta byo namah swaha Om Durga byo namah swha. Prayascita (Pangastawa) Om I Ba Sa Ta A sarwa mala prayascita ya namah Om Sa Ba Ta A I sarwa pape petaka.2. 6. 6. lara roga wigna prayascita ya namah Om A Ta Sa Ba I sarwa klesa dasamala geleh pateleteh.2.2.1.2. cuntaka prayascita ya namah Om sidhi guru srongsat osat sarwa wigna winesanem. Om kala byonamah swaha.6. Sang Kala Prajamuka. Pengulapan (Pangastawa) Om Mang.6. papa petaka Geleh sarira Om sidhirastu nama ciwaya. Byakaonan Om sadnya astra Mpu sarining wisesa tepung tawar amunahaken segau anglusuraken mala petaka cuntake kabeh. Lis (Pangastawa) Om pangadenganing janur kuning. 6. Ngosokan Lis (Pengastawa) Om mangadeg sira janur kuning Tumurun Dewa Siwa angadaken lis Busung mereka meringgit Winastu denira dea siwa . Siwa ringgiting guru Tumurun utusan yang dewa Betara Kalebataning sarwa dewata Angilangaken sarwa mala.4.

Om sidhirastu ya namah. Mendak Kepanggung di jaba (Baruna Astra) Om paduka batara Baruna. .2. Yate enggonan hulun angilangaken leteh letuh Kasude denira Dewa Siwa Waspu paripurna ya namah swaha 6. miwah bala amangan Betara. iki atadah sehegan nira ring natas soang soang. sarwa buha kala sirnam.Maeron sarwaning laluwes Maweh ratna kumala intan.2.7. mawat emas tanpetune. Om Dewa nama maha Dewa mahat manem Guna suwarem sarwe lingga ranityam Tas malingga yainamah Om Brahma lingga ya namah Om Wisnu lingga ya namah Om Iswara linga ya namah Om nahadewa lingga ya namah Om sada Ludra lingga ya namah Om parama Siwa lingga ya namah Om Sarwa Dewa parastista ya namah Om sarwa dewa lingga sampurna ya namah. 6. Ngastawa linggihang dewa di Palinggih/Sanggah Om pranamya Dewa sang lingam Sarwa dewata dewati dewanam Tas malingga ya winamah. ayuwe ta kita ngarubede.2.8. 6.2. Ngayat segehan ring Natah Umah Ih iki sang kala Bucari.10. Medatengan ring Sanggah Om pranamya Dewa Sang lingam. pranamya Siwa sirwatam. Manusanira anguntap anuwur paduka betara Kapendak dening canang kawisan Maduluran segehan panca warna wigraha paduka Betara pada nodya serdah paduka Betara melinggih ring parhyangan sinarengan katurang pujawali ring Betara kinabehan 6.9.

pada nodya miwah angayap sari amukti sari. Nganteb banten di pelinggih sami.. Om peramista peramisti paramarta namo namah Adi Dewa isanaya nakarya namah swha Om buktyantu sarwantu Dewa Butyantu sri lokanatha Segenah separa warha.. sinarengan keaturan segehe linggih. pasucian.13. daksina.. wigraha paduka betara.12... 6. pada ena kita ngelingan unggahanta soang-soang pada anadah. susur.. lengewangi..... sodan. anginum.ngaturan piodalan dening peras.sarwa jagat pramaditam. Om paduka Betara Hyang Sari. Om hyang sari hyang Ratu. Mapiuning Indik Piodalan. miwah bala waduan Betara kinabehan ajeg ajegta sira ajengan anglurah Agung Alit. 6. Hyang Ratu. miwah betara sami. Ngayab Banten Piodalan.. toya pawitra pewasuhan tangan. pajrempenan udel kurenan.. suku pangratan.. katur ring padanira Batara kabeh. 6.2.. amukti sari kita asungane manusanira dirghyusa paripurna Om Ang Ah amerta ya namah Ang Ung Mang Siwa amerta ya namah swaha. sesarik.... guru iringan miwah saruntutannya. Om kara dyanta sang rudram Guryam sakti pradipanam Tarpana sarwa pujanam . iwak kawisan.2.11. maduluran tingasan sapradeg. malih paduka batara keatur Pejati pada prapta.. keramas.. Hyang Guru miwah paduka Betara kinabehan iki manusa nira I. suwarga sida sidhica.. Ngayab kawas pedatengan (angkat) Om indahta kita sedan penyarikan. manusanira angutaraken sarining pamendak.2. Kaatur ring paduka Betara kinabehan.

sad wisudha. 6. yanamami karnu kertiyet. dwitya sudha. sapta wisudha. Kawiwesya rakte tayem. Om sidirastu sampurna ya namah. Tri Sandya . Ngayab Banten Pangemped lan Soda aturan Om pranamya baskara dewam Sarwa klesa winasanem Prenamya ditya sarwatem Bukit mukti sarwa paranem Om sarwa baktem sampurna ya namah Om ksma sampurna ya namah Om treptyem ya namah Om rang ringsah parama siwa aditya ya namah 6.17. praba candra baswaram Om mertyum jaya dewesya. 6. Hyang Ratu ..2. Ngayab Penagi/Sesangi Om paduka Hyang Sari.. Om eka sudha. Ngayab banten Sambutan durung ketus Gigi Om kaki prajapati nini prajapati kemuandaningulun angilangaken mala petakaning wong rare sane durung kepus untu mangde tan nagletehin ring rat kabeh. punagi ipun katawur mangkin marupa . Om iyate manggalam mertyu setala satru winasanem.... miwah Betara kabeh.2. tritya sudha. Om dirga ayu werdi sakti karanam mertyu jaya sarwata roga diksenem. sambrama wijaya bawet.2. Panca wisudha.16. kusta derestem kalesem. catur tya suda. dirgayusean suwe peptu..2. sarwa bawa bawat bawet.14. Om suda suda wariwastu tatastu astu ya namah. iki manusa nira I.15. 6.Prasidyantu astu sidhinam Sakaram nyan maha amerta Omkara candra nyante namah Namah nadha omkara amertha Boktayet Dewa Sampurna Om Hyang amuktiaken sari Om Hynag pretama Hyang Sama Hyang antinggala sari amerta Hyang Miwah sang butha Raksa Lan Nyoman Sakti Pengadangan Om Sidhi Hyang astu ya namah swaha.

Muspa (Ngaggem Panca Sembah).2.18. ngawit: Om bhur bhuwah swah tat sawitur waremnyam bhargo dewasya dhimahi dhiyo yo nah pracodayat Om Narayana ewedam sawam yad bhutam yac ca bhawyam niskalanko niranjano nirwikalpo nirakyatah suddho dewa eko narayana na dwityo asti kascit Om Twam siwah twam mahadewah Iswarah parameswaarah Brahma wisnusca rudrasca Purusah parikertitah Om Papa ham papakarmaham papatma papasambhawah trahiman pundarikkaksa sabahyabyantarah sucih Om Ksamaswa mam mahadewa sarwaprani hitangkara mam moca sarwa papebhayh palayaswa sada siwa Om Ksantawyah kayiko dosah ksantawyo wacika mama ksantawyo manaso dosah tat pramadat ksmaswa mam Om Santih. Sembah puyung .Sebelum Tri Sandya di mulai bersihkan: Tangan kanan dengan Mantram: Om Suddhamam Swaha (Om bersihkanlah hamba) Tangan kiri dengan Mantram: Om ati Suddha mam Swaha (Om bersihkanlah hamba) Mantram Tri Sandya. Santih. Santih Om 6.

Om atma tattwatma suddha mam swaha Pesaksi ring Surya Om Adityasya param jyotir Rakto tejo namo’stute Sweta pankaja madhyastha Bhaskaraya nano’stute Sembah Ketuju ring Istedewata Om namo nama dewa adhisthanmaya Sarwa wyapi wai siwaya Padmasana eka pratistaya Ardhanareswariya namo namah Sembah Nunas panugrahan Om anugraha manaoharam Dewa datta nugrahakam Arcanam sarwa pujanam Namo sarwa nugrahakam Dewa dewi mahasidhi Laksmi siddhisca dirghayuh Nirwighna sukha wrddisca Muspa ring Sanggar Tawang/Padmasana Om aksam nirmalam sunyam Guru dewa byomantaram Siwa nirmalawiryanam Rekto omnkara wijayam Sembah Puyung Om Dewa suksma parama cintyaya nama swaha Om Santih. di atas tangan) . Mantra bija. Om. sarwa rogha winasana ya namah. Om Idham bhasman param guhyam. Ngremeki bija (mengaduk. sarwa papa winasana ya. Santih. sarwa kalusa winasa ya. Tumuli masirat ring raga: Om Ang Brahma-amrta ya namah Om Ung Wisnu-amrta ya namah Om Mang Iswara-ammrta ya namah Akena bija. Santih.

Ksantaowyo wacika mama.2. yat pujinam mahadewa. hinamantram tatwaca. 6. Trahiman sarwa papebyah. Ksantawya kayika dosah.Om bang Bamadwa guhya ya namah Om Bhur Buwah Swah amrta ya namah. ring sirah : ring lelata : ring tangkah : ring bahu kanan ring bahu kiri : Om Ing Isana ya namah Om Tang tatpurusa ya namah Om Ang Aghora ya namah : Om bang bamadewa ya nama Om Sang Sadya ya namah 6. hina baktim hina werdhin. Margiang Benang Tebus Om purna candra purna bayu. Hinaksaram hinapadam. Ksantawya manasa dosa. Pengaksama ring Dewa Betara Om ksama swmam mahadewa Sarwa prani hitangkarah Mam moca sarwa papebyah Palayaswa sadasiwa Papoham papa karmham Papatma papa sembawah.19. Nyimpen Bajra.2. Den kadi langgengning surya candra Teteping pageh bayu premanannya Sang trimaggalaning yadnya Anganti-nganti sabad rahayu Ametuaken ratna kencana Om sah osat ya namah swaha.2. . baktihinam maheswara. 6.20.21. Tatpramadat ksama swamam. Apasang bija. sada siwo namo stute. kanacin mama raksatu. Mantrahinam kryahinam. paripurnem tadastume. Om Ang Ung mang.

membuatnya yang Perkasa.2. bila telah bercampur susu. duduk dalam mibar upacara.1. Ragane ketisin/siratan tirta x3 lan inem. Dengan nyanyian. Diiringi kidung untuk menjamu Dewa-dewa. 7. Lalu semua dea menikmati dengan gembira minuman yang memberikan kekuatan besar. Membuat susu seakan menjadi bajunya. dan menginginkan susu. Dan kekuatan pahlawan. Tetes-tetes soma yang suci dicurahkan. giat melakukan kewajiban. sambil mengalir bawalah sejumlah makanan agat kami Dapat menengankan harta: Indu. Memandang cahaya.Om Om namah. kepada pawamana. dihias oleh putra-putri pendeta. Om apah teja bayu mulih sira ring bayu sabda idep. 7. 2001:6-13) 7. Resi Kasyapa. Dan bertemu dengan kawannya sendiri. Yang bijaksana mengalir membawakan lagu yang sangat dicintai.1. Laksana kuda yang dipacu oleh kusirnya air dituang demi kejayaan mengalir melalui kain saringan. dan mengeluarkan suara yang dimiliki. bawalah kekuatan yang megah Semoga air yang mengalir memberi kami kekayaan melimpah. Tetes soma turun dengan suara gemuruh lakbana sapi perah Memanggil anaknya: Ia mengalir dari tangan Sebagai pemberi kebahagiaan yang dicintai Indra. Canda Gayatri (Sukta 13) Melalui kain saringan Soma yang suci mengalir Ketempat khusus untuk Indra dan Wayu. O Pawamana Dengan suara gemuruh. Dengan bebas ia mengalir. Asita atau Dewala 7. . Tetes Soma yang memberi kekuatan besar agar jaya. mengusir mereka yang tak beriman. (Wesesa. Ya. Melalui jari jari halus. Canda Gayatri (Sukta 14) Kesungai tempat peristirahatannya.1. Ketika lima bangsa itu. Dewata Pawamana Soma. Persembahkanlah nyanyian.1. meninggalkan tempatnya. engkau yang memohon pertolongan. kepada Pendeta yang dituang untuk menjamu Dewa-dewa. Usirlah musuh-musuh kami. Ia seperti pemuda yang tampan. O Pawamana. ia melewati jalan berliku-liku.

sebagai sahabat yang setia. kemudian keduanya dialasi . kuda yang kuat. kawasan sapi melakukan pekerjaan sebagai pahlawan. kuda yang berani mengeluarkan kekuatannya. suci sorohan alit. Banten ini berfungsi sebagai pembersihan terhadap jasmani anak. daging ayam. Laksana kuda yang baik ia dikendalikan.4. Yang menguasai air. Upacara Bajang Colong 7. tempat yang abadi berada. Banten Pasuwungan. penyeneng. yang sangat membahagiakan. ajuman. 7. daksina. melalui jalan yang bersinar. (Sadia dan Gede Pudja. Dengan kekuatan kami alirkan air melalui saringan Dia yang memberi kekuatan dan sapi. 7. itik. Canda Gayatri (Sukta 16) Pemeras yang memeras Soma Mempersembahkan airmu yang memberi semangat dan kebahagiaan: getahmu mengalir laksana banjir. telur siput. menghias dewa kekuatan. terdiri dari: peras. Kemudian dilengkapi dengan dua buah “kuakang” (sejenis jejahitan) yang berisi nasi lauk pauk dengan sesate. daging babi dan kacang-kacangan. dan mengasahnya. dihias dengan sinar-sinar emas yang indah berkilauan. Manusia menghiasnya dalam tong. banteng yang mengembalakan. Mereka memegang punggung Kuda yang aktif. pengelukatan. Dia. ia yang patut dihias. Airnya bercampur dengan susu. dihias oleh sepuluh jari dan tujuh lagu. memberikan harta kekayaannya Memasuki waduk-waduk.3. adalah.2. Canda Gayatri (Sukta 15) Melalui jari jari halus dengan nyanyian. 7.2. 1984:14-17). Engkau merupakan seluruh harta yang ada dilangit dan dibumi. Ia yang memberikan makanan berlimpah. pengambeyan.1. Pahlawan ini datang dengan kereta yang kencang. Dengan pikiran yang suci ia tekun memuja Dewa-dewa.Jari-jari yang cekatan mendekat. Ia mengacungkan tanduknya tinggi-tinggi.1. Ia. Ia bergerak. Pergi menuju tempat indra. melalui jalan yang kasar. Bersenjata lengkap. nasi enem ceper masing-masing dengan ikan/daging yang berbeda.1. Datanglah Soma.

Sira maserira sarwa baksa. Om Gangga meneng mijil saking pretiwi. benang. Selanjutnya mohon penglukatan ke Batara Wisnu.2. Om Sidirastu tat astu ya namah swaha. pengulapan. penyeneng. dan sorohan air masing-masing sebuah serta sebuah periuk berisi air dan bunga harum untuk mohon pengelukatan. pengambeyan. Om indah ta kita sang Utasana. Om Danda astra mahatika. Angeseng lara rogha Wigna. Om Gangga sapta jiwa ya namah Om Gangga mili ya namah . pengulapan. Anedha anugraha Sang Hyang widhi. penyeneng. Spatika warna Dewata Sarwa busana raktakham. ikannya ayam hitam dipanggang. dilengkapi dengan ajuman. Wastu geseng dadi awu. Banten Pengelukatan di Dapur Peras dengan tumpeng berwarna merah. Iki manusanira sang rare. Puja Pengelukatan Brahma.3. 7. Puja Brahma Ring Pawon Om Brahma namas catur Muka. Adya Agni surya spatika.2. Brahma Angi rakta warnaca. Sarwa satru winasanam. telur ayam mentah dan uang 25 kepeng. daksina. dan sorohan alit masing-masing sebuah serta sebuah periuk yang berisi air dan bunga harum untuk mohon penglukatan. Puja Wisnu ring Sumur. daksina. sirih tempel. Ingsun minta pemunah papa Mala petka lara rogha paripurna. 7. Banten Ring Sumur Peras dengan tumpeng berwarna hitam. Mekadi Hyang Brahma. dilengkapi dengan ajuman.2.dengan bokor yang berisi beras. Om Angre genir ujar alania ya namah. Mala papa petaka ning ipun Sang rare. ikannya ayam biying dipanggang. Atma raksa nabi stana. pengambeyan.

Om Dewa Dewi Tri Dewanam Tri Murti Tri Lingganam Tri Purusa Sudhatmakam Sarwa Jagat Pratistanam. Pengelukan ring Kamulan. 7. penyeneneng. Om pakulun Sang Hyang Guru Reka Sang Hyang Kawiswara Sang Hyang Aji Saraswati. Om Guru Dewa Guru Rupham Guru Madyam Guru Purwam Guru Phataram Guru Dewa Sudha Nityam Om Brahma Wisnu Iswara Dewam Jiwatmanam Tri Lokanam Sarwa jagat pratistanam Sudha klesa winasanem . Wisnu Iswara Mekadi Sang Hyang Surya lintang trenggana Hulun andha nugraha Sang Hyang Tri Purusa Anglikat Dasamala lara rogha Wighna Danda Upadrawa Sang rare Om Sidhitastu tat astu nama swaha.4. daksina.2.Pakulun Sang Hyang Widhiwas Mekadi Sang HyanWisnu Hulun aminta sih kertha wara nugraha Sang rare menawi aktepuk kategek olih Sarwa Bhuta Menawi kari ring Sumur Agung Naweg angantuk akena bayu premanan Ipun ring ragha sira Hyang BhatariGanggapati. Peras dengan tumpeng berwarna putih. pengambeyan. ikannya ayam putih dipanggang. Selanjutnya ke Leluhur. pengulapan. dan sorohan alit masing-masing sebuah periuk berisi air dan bunga harum untuk memohon pengelukatan. Banten di sanggah Kemulan. Om Sryham Bhawantu purham bhawantu Sukham bhawantu Om Sidhirastu tat astu nama swaha. dilengkapi dengan ajuman. Suksma Sang Hyang Brahma.

Penglukatan Matakep Guungan Om Brahma Wisnu Iswara Dewam Tri Purusa Sudhatmakham Tri dewanam Tri Murti Tri Lokanam Sarwa Wighna Winasanam Om Pitha warna maha dewam Mretha pita purna jiwam Wighnam Klesa winasanam Sarwa rogha wimoksanam. Om Sarwa papa sarwa kyasha Sarwa satru sarwa boyo winasanam Om prtatama sudha dwitya sudha tritya sudha .Wighna Dosa Winasanem Om Guru paduka dipata ya namah swaha Om dirgayur amrta ning ragha langgeng Angapus aken lara jwitane kang tinebas tebas Sira Sang Hang Hyang Pramana Amuwuh tuwuh Tunggunen Om dirgayur amrtha urip sidharastu tat astu nama swaha. Om Siana rupham ratna pranam Sangkara Dewam Salnglinggam Gangga marupa pawitram Sarwa Dusta Winasanam. Om pratama sudha dwitya sudha tritya sudha caturtya sudha pancami sudha sudha sudha sudha wariastu ya namah swaha. Om kresna ratna wisnu Dewa Kresna tirtha Maha Punyhyam Sarwa durga Winasanam Sarwa Bhuta Wimoksanam. Om Ratna Birna Rupham Sambu Dewam Ngarcanam Mretha Sudha Mala Purnham Sarwa pataka nasanam. Om Nawa Ratna Rupha Dewam Surya Koti Pre Prabha Swaram Siwatma Siwa Murthanam Swara Wighna Winasanam.

sampyan tangga kecil. Puja Ngayab Banten Bajang Colong. canang burat wangi. Pusuh pisang tersebut disisipi uang tiga kepeng sedangkan papah bolong yang dihias yang diberi selimut popol bayi digantungi ketipat. Selanjutnya banten Bajang Colong adalah: peras. Setelah selesai upacara. tulung. ceper pertama berisi guling katak. Iki tadah sajin nira Aja sira anyengkalen Sang rare Apan sampun kajenenganne den kaki Citra gotra nini citra gotri. Sedangkan ikannya adalah. semua banten ini diletakkan diperempatan jalan. buah-buahan. sesayut. Semua itu diberi hiasan dari kapur yang berupa tapak dara serta gambar muka manusia. Sebuah buki/periuk tanah yang bagian bawahnya bolong/pecah diberi kalung tapis.Catur sudha pancami sudha sudha sudha Sudha astu tat astu nama swaha.2. Puja Penebusan rare. ceper ketiga berisi guling balang. Kemudian dilengkapi juga dengan tegen-tegenan. Banten Bajang Colong. buah-buahan dan canang burat wangi. Adapun bantennya adalah sebagai berikut: dua buah penek dihiasi dengan ceper. dilengkapi dengan jajan. ceper kedua berisi guling capung. Selebihnya dihiasi juga dengan penjor dari pelapah daun enau. Om pretiwi apah bayu teja akasa pretiwi Sangkaning ganda mulih sangkaning pretiwi Apah rasa Apah Bayu ambek Bayu Teja rupa Teja Akasa Sabda Akasa Jangkep ikang panca tan matra Sidhi panglukatan pangleburan sarwa Mala ring rat bhuana kabeh. . Om Pakulun kaki semaya nini semaya Hulun aminta angliwat aken semayan ipun sang rare Luput akenan sakeng danda upadrawa lara rogha. 7. kemudian didalamnya dimasukkan sebuah pusuh biyu (jantung pisang serta dilengkapi juga dengan pelapah daun kelapa yang bolong. pada lidinya diberi bunga pucuk merah seperlunya. ceper keempat berisi guling ayam semulung (ayam kecil). belayak yang tidak ada isinya dan gantung-gantungan dari janur.5.

Nyama bajang satus dwangdasa kutus Iki tadah sajinira. aminta sira sari lan babekelan nira kabeh. turunen atamne Sang rare ring walunaya manih. Asunggana rare ring ulun. Mwah Sawehning Maharan Siea Sarwa Bajang Susila. bapa Colong. Om sakwehning aran ira babu bajang kabeh. Bapa Semer.Om Sang Hyang Korsika. Seger waras emban sira sang rare Serahina utawi wengi. Iki jinah satak selawe lan lawe satukel. I malipi. I Malipa. Sang bajang bolong. Wastu pakulun sidha rahayu diegayusa. Asing kirang asing luput sampun ta geng sinampura. Bapa Lengis. Aja sira anyumet anyedot. denabecik. Sarwa sahananing bajang-bajang. Natab Bajang Colong Om dirgayusa awetning angapus aken balung pila pilu Angapusaken letuhing atmane sang rare Tungunwn ring Ira Sang Hyang bayu premana Amangguhaken tuwuh ipun dirgayusa awet ning urip. amukti sari sira. bapa Dodot. Riwusta amukti sari. enak amangan anginum. ala traja kang tinebas tebas Kaprayascita sakwehing lara rogha wighna . Apan ira ngawe ala ayu. Jangan satungkeban. Sang garga. sahut bagia ring sang kala ipun. Kukuken ring pasar agung. Aturu ameng-ameng lupute ring lara roga. sang pretanjala. Menawi wenten kirangan ipun. Om namanya samodaya Sama angadegana Angruata. Bapa Papah. Om sang papah bajang. Mangke ulun minta sih nigraha. Bapa Toya. sang Metri Sag Kurusya. Om Syah syah syah poma poma poma. Pamuliha sira ring desanta sowang-sowang. Mekadi Bapa Bajang Babu Bajang.

Nang Man Sang Wang yang Om Sri pasupat um phat. Bhatari wastu. (tempat menumbuk padi) Om sang wawu pada Anak sira si Tunggul ametung. (Sebagai upacara terakhir dimerajan adalah sembahyang bersama. hulun aminta nugraha.2. Diawali dengan proses upacara si anak turun tanah. Upacara Natab sambutan. Akulit tembaga. Sarwa kencana sri sedana. tan keneng geget wewidinan. Puja Ngelinderin Lesung. mengelilingi lesung dan taman serta memakai seperangkat perhiasan. awalung wesi. yang didapatkannya. Mulih aken pranamya maka kutus dwangdasa kutus.6. Maring ragha walunanya Sang cabang bayi. nurun aken sang rare ring lemah turun ayam ameng-ameng. 7. Om Sang Bang tang Ang Ing. Puja rare Tuwun (turun) Tanah. Amerta urip waras dirgayusa. Autot kawat. bhatari kadep. Om pakulun kaki citra gotra Nini citra gotra. terutama bagi sang anak. anganti atungked bumbungan. Katur ring bhatari amamngkurat.Papa klesa ring sang rare. Putun ira si karang jaran Sira anak anaking beligo Ingsun anak-anakan pusuh Ingsun anak-anakan batu Ingsun anak-anakan antiga Insun anak-anakan manusa Angantosaken lesung mesean Watu Kumalase Bentar piaruh pitu . Iki aturan ipun sare hasta. Awates awatu makocok. asungane urip teguh timbul abujangga kulit. Dan dilanjutkan dengan natab banten tigang sasih di bale).

Mangkana tuwh Sang sinambutan. Yang lunga mangetan. Mangalor Lan mangulon mwang maring madya. Puja Ngelinderin (mengelilingi) Taman.. (selanjutnya adalah ritual natab). Iki tadah sajin nira kajengana den ira kaki citra gotra nini gotri. Mangidul. Mogha luput ring danda lupat lara rogha wighna sadamala. Niki si cabang bayi tinuntun dening prewatek Dewata. tan edanan sambut alit. . Puja Penyambutan. Pinayungan kala cakra. Om Karasana ya namah Mag Uang Ang Om dewa Pratista Ang Ung Mang Om pratama sudha Dwitya sudha tritya Sudha Caturya sudha Pancami Sudha Sudha Sudha Sudha Astu Tat Astu ya namah swaha. Om Pakulun kaki sambut. Pinangeran wesi.. Puja ngemolihan Gelang Kaki. Om Padmasana yan namah Mang Ung Ang Om Dewa Prastista Ang Ung Mang Om Pratama Sudha Dwitya Sudha Tritya Sudha Caturya Sudha Pancami Sudha Sudha Sudha Sudha Astu Tat astu ya namah swaha Gelang Tangan. Om sidhirastu tat asttu nama swaha... Om Pakulun Prajapati. hulun aminta ngeliwat aken semaya Ne si rare . Nini semaya. Nini Sambut. Om pakulun kaki semaya. Sambut ulihana atma bayu premanan si cabang bayi maka satus duang dasa kutus mapeki ring ragha sariran ipun..

Om ayu wredhi yasa wredhi. Wredhi pradnyan sukha wredhisca. Om Guru Dewa Guru Rupham Guru Madyam Guru Purwam Guru Pantaram Dewam Guru dewa Sudha Nityam Om Brahma Wisnu Iswara Dewam Jiwatmanam Tri Lokanam Sarwa jagat Pratsinam . Dharma sentana Wredhica.Sang Citra Gotra. Hulun anedahe sih negraha ring kita. Daweg sambut ukapi atmane si Cabang Bayi. Santume sapta wredhi. Om kama Dewa Pita Warna Guru Dwayam Stita Nastham Singaraja maha Tanam Sarwa papa harat sidhi Dewa Kumara Rasasca Sarwa rogha praharanam Sarwa satru winasanam. Kumara Stawa Puja. Om Surya jagatpathi Dewam Surya netram tri bhuh lokham Dewa Dewam Maha Saktyam Brahma Surya Jagatpati. Om Hrang Hring Syah Parama Siwa ditya ya namah swaha. Surya Stawa Puja. Om aditya syo paran jyotir Rekto teja nama stute Swetha pangkaja masyaste Bhaskare ya namo stute. Kawitan Stawa Puja. Om Dewa Dewi Tri Dewanam Tri Murti Tri Lingganam Tri Purusa Sudhatmakam Sarwa jagat pratisnamam.

Samdaya Stawa Puja. Om Hrang Hring Syah parama siwa ya namah swaha. Puja pengaturan Toya pasucian. Om Smadaya nama Siwa ya Daryastha Samyo Ganam Nmaste Bayu Akasa Sarwa Dewa Nugrahakam Sarwa Sarwam ya namah. Om guru Paduka Dipata Ya namah swaha. Om Toya gadem sathem samara payami Om toya gangga pawitrani ya namah Om Pang pradyarga Ca naman ya namah Om Cang Camanan sudha ya namah Om jang jihwa sudha ya namah Om Om pawitra ya namah Om Ang Ung Mang parama gangga ya namah Om sampurna ya namah swaha Puja Pamarisudha Banten. Om Pretiwi Nama stute Basuki Candra Ditya Gana Kuwriya stawa Saraswati mahe Swaram Yama Indra Masangga ya Rawe Srewana Sangga Moha Dewa Bhakti ya nama swaha.Sudha Klesa winasanam. Om Purwa Thitam ya namah Patni rudra Tapa sidhi Dewa jatham sudha swamam Sentana nugrahakham karanam Om gori uma natha swamam Rudra Deha tapa sidhi Yasa Swatham guna pati Bhakti nugrahakham karanam Om Hrang Hring Syah Uma Dewi ya Namah swaha Puja Ngayab banten Sambutan Om Kradyanta Sang Rudram Ghuyam sakti pradi pranam .

Tarpanam sarwa pujanam Prasidyantu astu sidhanam Saka ramyam maha amretha.autama Sekadi tinuduh Sang Hyang Tri Purusa. Manusanira Si cabang Bayi anglepas Awon Ipun ring Bhatari Tiga. Puja Panglepas Awon. Om widya dana ya namah Matanggana taya mahardya aran ira Duk hana ring pretiwi Akasa apah semara. Saguna kayanta . pakulun anyuda leyuh ipun teka sudha lepas malan ipun. . Aran ira tinitisang tirtha khamandalu Siniratan maring swarga lokha Denya sang hyang jati nirmala Tumuwuh ta sira maring marcepada Manadi ta manusa lwih Tata rinambut sinambut ayu Sukertha ginawe. Om kara candra nyamta Namah nama nada. Om kara amrtha boktayed dewa sampurna. Hyang tryo taya. Om Hyang Amuktyam sari Om Hynag pratama hyang sama Hyang Asntinggala sari amrtha Hyang Om Sidhirastu tat astu ya nama swaha Om bhuktyantu sarwa dewa Bhuktyantu Sri lakananta Saganah sapariwarah Swargah sada siwasca Om Dewa Bhoktra laksana ya namah swaha Om dewa Trepti bhoktra laksana ya namah swaha. Puja Natab Linting Om agni murub angabar abar Saking madya sakalangan Urubira gni ira bhatara Siwa Anglukat Anglebur sakwehing sungsung bayu pati sang rare. Om Pakulun bhatara brahma Wisnu Iswara.

Om eka wara dwi wara tri wara catur wara Panca wara Mhoktayed peras sidharastu Astu nya namah swaha.Puja Sesayut Pageh Urip. Om Panca wara bawet Brhama Wisna Sapta Waranca Sad awara Iswara Dewanca Asta wara Siwa jneyah. Ingsun aneda nugraha Sang Hyang Widhi. Puja Matebasan Om Nadaya Samadaya Sama anggadegana sama lakwa Lulur aditya angeruwata dasa mala Mal trian ipun Sang binersihin Matebasan taman sudhamala Sakalwirin dasamala Lara rogha papa klesa petakan ipun sang tinebas tebas Sudhamala la laha ring sang Hyang Biksantri. Puja Natab Peras. . Om Om Om Om Om Om Atma Paripurna ya namah jwita pari purna ya namah sarira pari purna sukha bagya pari purna ya namah Siwa amretha ya namah pranama Siwa amretha ya namah. Om Sang Hyang pramana mekadi Sang Hyang Urip. Puja Natab Kerai. Urip waras dirgayusa Om apah bayu teja akasa pretiwi jiwatmanam pramanam. Om Dirgayur jagat amretha Sarwa merana wimur citram Om sudha sudha sudha Om Ang Ah amretha sanjiwani ya namah swaha. Om Dewa Byotayed peras Sidhirastu tat astu ya namah. Om Sang Hyang malinglang Angeruwata mala Om Sang Bang Tang Ang Ing.

surya Koti praba jualem. Busanem ratna swetanem. Iswara dewa murtinem. . Om Ang Ah amretha sanjiwani ya namah swaha. Iswara dea salinggem. santa juanem sudhem nityem. Purwa Iswara arcanem. Sarwa buta winucatem. (Swastika. 2006:99-134). Puja Nyeneb. Om sudha sudha sudha ya namah sawha. Om pranamya sira de sang lingam Dewa lingam maheswarah Sarwa dewata Dewati dewanam tasmai Lingga ya namah. Om nama stute lingga rupaya stiti lingga ya namah lingga rupha wara nityam Tasmai lingga ya nama namah Om Siwa lingam Om Om Sadha siwa lingam Om Om parama siwa lingam ya namah Om hrang hring syah lingga Ya namah swaha. Meru rajata baswarem purwa desa pretistanem. Sarwa wiyadi niratarem. Surya sweta warnen. Purusa sweta pawitrem. Om Dewa rupha Mahadewa Mahatmanam dane Swara Lingga rupha wara nityam Tasmai lingga ya nama namah. Mantra watek dewata maider (Iswara astawa purwa sentanania) Ong giri murti sweta wrnan.Nang Mang sang Wang Yang Om Suksma hrah phat astray a namah Om Sang Hyang Guru reka tenaya Manusan ning sira angaturaken sarwa sesayut pageh urip Katur ring paduka bhatara Samadaya. manik. sarwa dewa pranamaykem. Wigena kelesa wina sanem. sarwa sweta sudha niytem.

Satrunatwana sama saran. Sarwa kriyem basmi citem. Nugrahem sarwa lanem. Jaya wiya sakti sriyem. Sarwa karya prawitranem. Murdanem. Sarwa dusta wemoksanem. Sarwa jagat pretistanem. Suda papa wigena sawatem. Pancawikrama deahem. Praba sweta trinayem. Mukti bukti wiya palem. Brahmanem waksidyem mantrem. Wigena kelesa wina sanem. Labate sude sudanem. Jagat wigena wanasanem. Sarwa pradnya sadasem. Suksma tatwem parajnyanem.Sweta warananta Iswara dewaem. Moksanem sarwa roganem. Swakiyem wigrhakem. Sarwa karya prawitranem. Sarwa praja pradi panem. Sarwa dewa pita narem. Iswara dewa mutinem. tatwa salinggem. Buh loka sarwa anayem. Suksma diyanem. Biksukem satri labatem. Macute wigena keranem. catur buyem murti swarem. Yadnya dewem krayem. Iswara linggem. Sarwa kriyo dusta citem. Sandi katuwem wigrahakeem Tatwa guyaksarem matem. Satriya wibuh mukti buanem. nana garagoyem swarem. maha wiryem. . Bajrakasara murti diyanem. Pradnya widyem sara swatem.

Tilem (Wetania). Pape klesanaingrat kabeh. Mijil sakeng amprunira Sang Hyang Sadesiwa.Sarwa durganem wikarem. Uma tirtha. Sire ageseng lara wiggena. Iswara dewa salinggem. (Made Gambar. Sarwa buh bawinasanem. Sira ta amburaknean sakwehing papa kelesa. Swarasirem praja binem. Wenang sangkepi sesayut. muah panglukatania. Sahe seyayut. Sira sang hyang tirtha meretha. Ong Sang Hyang gangga suci. ong kara mantra. winadahan kundi manik. Sarwa jagat sudha niyem. Om antinira Sang hyang Brahma. Klesaning rat kabe. nawa ratna. tuju angin. Wirya pala jiwatmakem. 7. Akarikil nawa ratna. Purnama. muang gering tuju bayu. Boga weredya pala buktem srinan sedana. Kinepungi nawaratna inaranan Sang Hynh amerta Kamandalu. Ong Mang Iswara dewarcanem. . umertraya. ong nada windu ardha candra ya namah swaha. Panglukatan Mala. Penglukatan Uma Tirta. Om gunung mas pucak manik. Dapat disembuhkan) Banten. mewasta sesayut durga yusa. Mijil saking Brahma duaranira. (gering lara. Ong Ung Iswara dewa ya namah swaha.2. resigana. Anggara Kliwon. danda upoadrwa ikang rat kabeh. Mijil sakeng papusuhan ira Sanga Hyang Prama Siwa Sira anirnakena lara roga wigena papa. Sang Hyang Guru Wisesa. papa klesening rat kabeh. sakotamania.7. amerta Sanjiwa muah rikala nuju dina: budha Keliwon. maha sumber sang Hyang amerta. Ong saha sidhi proadnyanaya nama swala. ila. Apancuran selaka. Angenjutakna. 1986:23). Ong gangga suci nirmala.

Maka uripning pawatek dewata nawa sanga maka partitanin Pandita ratu. Penglukatan Panca Geni (untuk orang tilas) (Iki wenang anggen ngelukat wong telas/tilas) Om Brahma kunda jagat patyem. sarwa jagat dukartarem. sakwehing lara wigena mala petaka upadrawaning bapa ibu kaki nini. Madewa sudha salinggem. Brahma prastitem sari rarem. Sarwa satru winasanem. Sarwa keli kalu sanca. Wisnu dewa masarirem Bayu nirmala tuju teluh tranjana. Ageni rakta murti dewem. Om Basudarem mahadewem. mutyem. Brahmanem loka seranem. Brahma murti sari rane. Brahma kunda geni murtyem. Gemanem pertiwi dewi. wenang ngawasakna ring ngagering. sarwa wigera winasanem.8. yuyut. ipenala ilang kang dosa mala. muang manusa ring maya pada.9. Ageni sweta murti dewem. Om Awigne mastu lara sindihang. sarwa lara winasayem. Iswara dewa prestitem. asah molah tri lokanem. Magendra suksmam adnyanem. Sarwa papa aro-aro. siwa sadha siwa. Suka amaya namah. ujar ala. . Ageni kresna murti dewem. Sarwa drwimoksanem. Lindu Gemana. 7. premanem sidhem ya namah swaha.2. sarwa durna winasenem. mertha gemanem pawitrem. Sarwa wigene sanem. Ageni pita murti dewem. Bhatari preiwi molah naga raja.2. Ong Yang Ung. lupa lesu lelep arip.. 7.

Sarwa jagat sudhatmakem. Om Budha murti webaksyanem. wenang ngadegaken sanggah tutuan ring Dalem. guling pebangkit. maawanan pati (mati).10.2. Sri dewi sarira dewi. Jaga satru durga scityem. saha bute saha pranem. maduluran segean agung bawi butuan. Ung Sudha mala maring papa jati ening. Paduka Bhatara maka lingganing timangke. Dirgayusan jagatriyem. Durga dewi namo-namah. ngelempuyeng. Sarwa wegena wina sanem. (sasab merana wang akweh gering ngebus. maka penyambleh malih jadma kabeh ngaturang daksina muang canang. prabhu wibuh suka wredyam. toyo mawisa. maha bara ikang baya. kaduluran gering kecacar. kapati-pati. Sattrya winoyo labatem. Brahma dewak sidhiogem. munggah suci laksana. ring desa tepening samudra wisyan Betara Baruna miraga muah kalan betara Segara ngawisyanin. Gangga gori perawak syanem. saha gelar sanga. denagenep.1986:14). Budha rupe kaliyugem. gering merana makuweh mati meweh ikang wang). Uma dewi Saraswatyem. Ong sidhi rastu ya namah swaha (Gambar. Tan pegat kageringan. Santa rupem wibaksyanem. asing pinangan dadi wisya. Yan arep rahayu ikang rat. kaken pati. gerubug. soring sanggar tutuan. Durga pati budha rupem. gana bute banas patyem. buta raksasa sa pisacan. Pakulun Sang Hyang Budha loka-loka. . Pecaru Gering Tempur. pageneyan.Lebur awu jati amukri nirmala. kala tri bute tri dweyem. 7. sarwa praja wesar janem. duang soroh.

Om Siwa Rudrem brahma takem. Iki peretiyaksa kena/pedasang mekayun. Caru manca rupa. Sira sangadruwe sajen nira. Pemadem bawi butuan. ingolah ketengan (7) dadi akarang. Sarwa wigene winasanem. dadi akarang. 7. Agneni jualem masarirem. Wenang bebek belang kalung angge. Pemadem angsa sata buik bulu gadang wenang Yan tan wenang mademan banteng. kauh genahnia. wenang kukur anggen pateh ring banteng Yan tan wenang mademang ciciri (kuluk). sami ngajak suci. Sate siap selem kaja genahnia. sata kanguru. Yan caru panca sanak tan milu kambing. (Agar diperhatikan dengan baik dan dikaji secara mendalam untuk kepentingan dengan tujuan kebaikan). Ong Ang Ah Siwageni. bebek selem (wenang). geng rena sinampuranem. manusa paduka betara. bebek bulu sikep. asing kirang.11. paksi kokokan wenang. Asing luput. (dagingnya bisa diganti) (Asubang bungkem. Siwa geni sudha ya namah Ah Ah. wenang siap kelawu gerungsang angge. Pemadem kambing. pateh ring asu. muang siap putih siungan. Yan tan mademang kambing.2. Prod bute ya namah. asu kelod kauh genahnia. dadai akarang. kambing kaja kauh genahnia. pateh ring kambing . ingolah ketengan (11).Ndah wriping jagatraya. ingulah ketengan (66). Pemadem kidang bebek putih jambul wenang. Pemadem kebo. 7. sami ngeed. Sarwa roga basmi sitem. Sarwa petaka sampurnam. Sarwa lara winasanem. Roga dosa wimur citem. siyung wenang.2. angsa pada wenang. 1986:22-24). Ngaturaken tadah sajinira. Sarwa papa winesanem Klesa roga wimoksanem.12. Penglukatan Siwa Geni. ingolah ketengan (4) dadi akarang. (Gambar.

tan wenang malih angge. sebarang kuburan. patuh panese. muang . wenang gentosin lakarnya. muang manusa salah pati ring pekarangan.(Gambar. apan manusane menyama ring taru muah mamuatan idihang nasi. Muah yaning tabuan kulit. patuh panese. anadi kala deset. yan tan magawe pungkate. panes yan ana samangkana. apan sampunang lakung ring petang dasa dina mangde puput mecaru. tugel gulune. andap. kadi ageni baya ngaran. Muang ya ana taru salah pati. muah yan ana kayu rempak. Muah yan ana ingon-ingon patik wenang-wenang (ubuan-ubuan) salah rupa.2. panes karang ika. katumbak jelinjingan. keni ketampig antuk aturupungkat punggel karipu baya ngaran. wetune. 1986:26-28). panes ika: wenang rarung kesegara. maung menadi nur. muang puun. Yan ana pakubuan. Ngaran kewala pinika cacad. muah yan ana Nyuh mecarang. patuh panese karang ika. palinggih Ida Sang Hyang Kala Maya. biyu mecarang. kewandania tambek antuk duin blatung. namping pura. wenang ngadekaken padma alit palinggih Ida Sang Hyang Durga Maya. malih jineng pungkat tanpa kerana. rurung. Sang Hyang Kala Durga agawe lara. wenang ngadegang pelinggihpelinggih padma. yan langkung ring petang dase dina. Muah yan ana asu (kuluk) muah bangkung amanak tunggal. muah yan ana wong mentik ring bataran salu. namping bale banjar. tunggal panese. panes karang ika. ikang ageng nagih caru. Kapanjingan gelap. muah nyawan ring umah. tan pegat amilara. Muah yan ana karang namping pempatan. muah katiban amuk kepanca baya. katumbak jalan. panes karang ika. katumbak pangkung. dados caru ika alitan. pungkat muang punggel. buangan ring paro nidi (ring segara ) raris gelarana panca tawur. tunggal panese. Salwiring Pamanes Karang. ring salu (bale) ring pakubuan. Yanana sanggah pungkat muang paon. muah marga tiga. jaka mecarang.13. muah wetunia kembar. ngaran panes karang ika. Yan ana karang tumbak. samian. 7. katumbak labak. talining budur. wong baya ngaran. Yan ring lumbung sanggah kemulan ayu ika.

Ayam putih meolah. yan tan caruning ngimuh ikang kala buta kabeh. I nyundar andir. pada petang katih suwang. umah sane ngenahan tan maren miyegan wenang acinin karang ika. mangaran I Guyangati. . rahina wengi ketadah antuk kalan betari Durga. eka dasa ruang ira. Wa. ika teka wenang gingsirang. kasiratang rah. aktiban amuk. muang temahan dasania sanguduwe umah. I. muang lumbung pebrahman. dadi limang tanding. Sa.baktini. Mapesengan I Gular Bumi. kita ratuning bute kala dengen. kapurna denira sang bute jira mangsa. karang angker. Puja Pemali Pakulun kaki pemali. kalebok amuk. sane atanding mesate lembat asem. A. Paramantrining pemali. meanak i pemali pulung raksa. wakulange winangun urip. Ni pemali ingsun angundurang pemali agung. Luwir carune (tawurnya). kesandering gelap. Perbekel ipemali ngaran : I Tunjakati Sedaan ipemali ngaran : I Sanriati. tumpengnia pada medanan mecaru bilang bucuning karang. Yan sampun tawurin enak sang kala bute kabeh matemahan ayu sang ngadruwe umah. kita agawa\e apanjingan yang lalah. Semuanya itu harus di buatkan tawur. Ya Ong Ang Ong Mang. mati megantung. sembarang linggih widhi. Ma. saluwiring cuntaka kala baya. Ba. yadin anggen banten. Ta. wanguduwe umah. Si. ika ngadekaken gering tan paingan. Malih caru karang kageringan. Ong kesma sampurnaya namah. Iki Mantra: Ih kita buta jigra (jigra maya) marupa amanca warna. tekening kandang. sami taru ika ajak urip katekaning pati Muang yan ngingsirang padengenan. Na. tan mangga ya sania. Penyarikan ipemal ngaran : I Tumbak api.

tunggek. amgin. dirgayusa tekaning anak putu nira kabeh. Rumasuk ring sariraning ingsun. Ong sarwa pemala-pemali byoswaha. 7. nini pemali paingkup agung. tunggak. jalinjing. amukti ta sari ring kahyangan sira suang-suang. asung anugraha. Bujangganing ipemali ngaran: I Muyang-Maying. sampun sira malih anggeringin. wisnu.14. asanak ring punanu. desti teluh. sawah. dewa mantaramasya. . sangadruwe caru punika ana ganjaran nira katur ring kaki pemali. jadma manusa punanu wehana urip waras. seme.2. moro. pulung. teke kita kabeh pada patuh lingkup. jengat. mausya sidya masya. Satus kutus ananing pemali. amukta ya sari lawan sama kira kabeh. buta wigraha masya. Juru candek ipemali ngaran : I pular-Palir Dewaning pemalai ngaran : Sang ratu Mejaya. Apan aku umawak sang Hyang Brahma Jati. brahma. paek. trinadi sama baktya. wehana wado cara samodaya.Kasinoman ipemali ngaran : I Tuwek wesi. tukad. suket. Panjak pemali ngaran: Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali bantang. Pengasih Buta Muang Dewa. Ingsun angadepana sang Hyang Tunggal.

Dwijendra Astawa. Dewa mantarem sidhi wakyem dewa sandi sang yogatem. (Gambar. Brahma putra pratistanem. Sarwa roga wisnu cartem. 1986:47-8). Sadasiwa maha wirye. Sarwa dewa masarirem. Yoga sidyem murtinem. astawem dewa paragiyem. Siwa loka pratistanem. 1986:38).15. Brahmanem purwanem siwem. Ong brahmanem brahma murtinem. Brahma wangsabca. Ong Brahmanem brahma murtiem. Ong ganda pujiem Iswara nityem. Dwijendra purwa siwem. Tatwad nyanem siwem. Ong Guru dewem. Surya merta pawiranem Yogi-yogi sarwa dewa. siwa sada siwa meretem. .2.apan aku Sang Hyang Tunggal. Siwa sada siwa sirwatem. Baskarem siwangga layem. 7. Bramana purwa tististanem. Brahma Wisnu Mahe Suarem. Brahmo siwa murti wiryem. Sarwawa dewamca. Sarwa jagat pratistanem. Nada grutyem dewa mantrem. Siwa puja yoga meretem. s Sarwa dewa pratistanem. sing teke patuh ikup ingkup ingkup ingkup. Om Sriam bawantu swaha. Ongkara mantra pujitem oma winayem maha wiryem. brahma siwa murti wiryem. (Gambar. Dwijendra baskara meretem. ya sarwa wigena wina sanem. Brahma peraja dipem lokem. siwa loka pratistanem. amatuha tri nadi. Sarwa wigene winasanem.

yan tasak ngerangsukin mantra iki. gelarana siang ratri Idepaku anganggo Aji kotamah. (Gambar. Basuhlah diri anda dengan jeruk. pusatkan pikiran kepada dewa Surya dan Sang Hyang Candra.17. teka bersih bersih-bersih-bersih. (Bila sakit tidak bisa disembuhkan dengan obat: Tidak boleh makan garam. dan setelah itu mandi seperti biasa. Puspa seri suara.2. 1.) Jayem suarem maha merethem. Predanta puspa seranem. suka kang peretiwi.2. tan ana aku keneng sebelan. aku pawaking setra suka kang akasa. Ong gangga dewa nugrahakem. Ong Ang Sang Hyang Candra ring netra kiwa. Amangsa-amangsung aku tan pabersihan. Merik siksa sarwa predana. matirtha.16. dan segala macam daging binatang dan burung. Surya Sewana (Bila sakit tidak ada obatnya). tan keni sebelen saluwuing magelah ring prajamandala. mala petaka wisudha. 1986:51-52) . apan aku teke abersihin awak sariranku. Ong amertha dewi maha niti. Sri danta beraraba matanem. Ong Yang Srise Yang Prastawa. Pusatkan pikiran pada Sang Hyang Candra. Surya candra nugrahakem. Rupa kadi purnama katon. wenang sekama-kama apan Sang Hyang Mantra luwih utama. Pangleburan letuhan sarira. Jaya-jaya nama mertha.7. Ong bajra patni niti dewem. Astawem maha seranem. Ratna pratista susuarsa. saksat mawinten ping telu. papa klese maha datem. puspadem sarwa nisithem. Mantram sebelum Belajar Memantra (Sang Hyang Aji Panusangan). Setelah itu lanjutkan Masurya Sewana. Sabda iki Sang Hyang Cumerini.

Kehanan Bhatare peremana. pat lawangnia. Sekari perebawa Sang Hyang Mantra. perelina ika. Pawisik Dewi Maya Asih. apan acintya swabawanira. Menge ikang baban denika. Sekari prebawa Sang Hyang Mantra. Ong tat purusa ya namah.18. Yan sekidul duara keayanta. ya-na-ma-si-wa. ijero sada. uniakenang mantra Ong Ing I senaya namah swaha. wa-si-ma-na-ya . nda tan kapangging betara Dharma sire. Sarwa sadia ya namah swaha. menge ikang babban denika. Sekari prabwa sang Hyang mantra. Yan sake lor duara kayunta. Asta dasa walu welas saginira. Sekari perebawa Sang Hyang mantra. (Pinuja kene desang Sedaka ndiata). na-ma-si-wa-ya. Yatika ngilangakena papa tiga luirnya: Ong Ong Ong Ong I-ta-sa-ba. Sekatri perebawa Sang Hyang Mantra. Menge iki kabaan denika manjing te kita. Peresada mas manik. Iki pilih ikang babaan sekayunta. i telas mangkana.7. Kakemit dening dewata. tanembah ring betara Dharma.I. Catur duara. Sekari perebawa Sang Hyang mantra menge ikang babaan denika. Yan saka wetan duara kayunta. Kepanggung de sang Hyang maha Meru. Utpeti Stiti Pralina. Yan sekepancina duara kayunta. menge babaan denika tumata kita ijero. Upeti Stiti Prelina.2. Undiakenang mantra. Undiakena ikang Mantra Ong Ang Aggora ya namah swaha. Undiakenang mantra Ong bang tat purusa ya namah swaha. unia kenaMantra Ong Ang Agora ya namah swaha.

secarik tetebusan. sesantunia genep. Maguling pebebangkit. rerakih tebusan. arta (1700). Utama. tepung tawar isuh-isuh. pangulapan. muah maduluran tumpeng putih kuning. Ong teka pira menangis. Mangerenga suara arum abangkit. Nista. isuh-isuh bun. maekar taman. sopekarania penglukatan. srantasan muah pasucia. arak berem. kurenan. 1986: 60-62). tepung capak. pengulapan. pengulapan solasan dua likur. raka-raka sekeweang. Masuci (2) kewala mapula gembal. 7. gereng sesantun den agenep.19. lis. Ong Ung Ang mang. Masuci abesik. Madya. Sang Hyang Meraja Hyang Betari Kunti ih wih ih nah jeng. kukus anyar. tatimpug. sibuh pepek. segehan manca rupa metabuh luak. (1) prascita luwih. sbuh pekek. kukus anyar. gelar sanga segaan manca warna. dena sangkep. Madya dan Nista. Ong Ang Ung Mang. iwaknia ayam putih kuning luh muani sapelaken pinanggang raka sate weang. taekp api mangkana yan madya. Pangredana Para dewa semua Ong peletak. Ong teluh adhi senduh Hyang nini dewata kabeh. tumpeng guru miawak bebek putih maguling. genep sekramaning bebagkit.2. rantasan pasucian muang selanlanin panglukatan. daksina gede. arak berem. isuh-isuh bun rerakih muang tetebus. gerang. ika pinaka labaan banas patining taru mangkana kramania. . peletik. rantasan pasucian peras lis. muang sepakramaning panglukatan. iwaknia ayam putih kuning luh muani . muang tempeng putih kuning. sibuh peepek. peras lis. prayascita luwih. kukusan anyar. sesayut pengambeyan. tetabuh tuak. sesayut pengambean. tepung tawar. daksina gede mesatun genep.Ong Mang Ung Ang. (Gambar. suci (2). muah dulurana tumpeng putih kuning dena ageng. peras. solasan dualikur. Melapas Wewangunan Utama. iwak ayam putih kuning (luh muani) pinanggang spelakan.

Ih sang Hyang Indra angreka. Saluwiring ginawe rerajahan. purwa. nasin timpas muang belakas mebe balang. utara. nasin undagi-undagi. matemahan sang Hyang Ayu narawati asri apasang amereta.2. Ah Ah Ah. nasin siku-siku mabe kelentong kelor. Ong Ang Mang Brahma Wisnu Iswara. Yudha nirmala. masya. anguripaken saluwiring sarwa ginawe. angadakaen bayu sabda idep. Nasin paet mabe sibatah. ersania. Sudha bumi. sahe tuak arak berem. raka-raka sakewenang. Peresidha namah swaha.20. pewangunira Begawan Wiswakarma. wiyabya. Cobenem sudha mala. sudha ayu. aywa papeka. amurug. dewa metu ilang. Nista puniki dulurana. jeng. Ibu paduka betari kapendem. Siwa sada siwa Perama siwa. Pemelaspan Utama. Nasin pengotok mabe paya. 7. mamupul dadi sawiji. Pemelaspas nasin Peralatan. dumanis cayane sarwa wijaya. neruti. Pesimpenan. Pengurip Bangunan. pada kaurip denira Sang Hyang Perama Wisesa. Siwa-Sadasiwa Peramawisesa. nasin sepat mebe pelas. anguripana buana kabeh. anguripana sarwa tumuwuh. Ong sarwa karya. Neher sarira tuuh. pancima. bumiwana urip. Ong Yang perama Wisesa. nasin penyerutan mebe pakis (pangi). nasi liamng pujung mebe kawisan. . Madya.spelekan pinanggang. sor luwe. Nasin kandik mebe ancruk. ika pinaka tadahan banaspatining sarwa taru. Ong bumi ginawe bumi. genian daksina. Ong seri bagia namah swaha. nasin pengutik mebe kecai.

Mangke ibu pakulun. Paduka Betari Durga. Mauluning jana pada. nanceb sanggah tutuan. satenia lima ping siya (45) kelod kauh genahnia. pebangkit asoroh jangpet abesik. Anak paduka betari. ater dening dewa laya. Manusanira angadekakenne wewangunan. utara (4). Apan sampun ngaturana caru kebeya kalan. Pangiyang-ngiyangan nira Sang Huyang Trisandia. Wusano demira kelambukan. muang panca sata. pascima (7). Ah-Ih. Daweg nyeneng pakulun awewedaka. Ulun aneda kerta nugraha. Angewruhakena iringsun. Katiban Durmanggala. wusano denira kesingan kawuyuhan. Angaturan alinggih maring padmasana. saba sanga genep caru madurga ngaran.Wusamono denira kelangkahan kedekan.2. Nugraha ripadanira pakulun. Wusano denira keenden kariyanan. Sang Hyang aditya Candra lintang trenggana. Ong-Sang-Bang-Tang-Ang-Ing-Nang-Mang-Sing-Wang-Yang. Amuktyasari atinggal sari. Alenge wangi. satenia kutus ping lima (40). asubang bungkem. madya (8) muang itik kalung ring madya genahnia. daksina (9). Rah kaki betara Gama. Mantram Arca muang mapendem Pedagingan Meru. 7. Sang Hyang Panca muka. Iki pecarun karang katiben durmanggala. sami winangun urip sami anut ring sesatenia. muang suci abesik.21.22. 7. asinjang akampuh. jangkep saisin suci. Uduh bapa anak ingsun. Ong sang Hyang Ibu pertiwi jati Mekadi Sang Syang Akasa. Ayo sira nyangkala-nyangkali pekarangan punnanu. Pakulun kaki betara Kala. Lawan kumereb. purwa (5). itik putih kalungabesik muah asu bang bungkem abesik.2. . Nora ana karya sira. Arca meru arrcana.

Engkau diselenggarakan dengan menguncarkan Weda Mantra. Angaturana pawintenanne punanu.23. Teka-waras-teke-waras-teke-waras jurang luah wenang. Amangku widi. Adya mesa palem tapem. jata bota setatan. 7. Mereka yang membaca dan mengajarkan . undagi. Puja Mawinten Ong Siwa nugraha. sama suka ringsanga deruwe caru. Sucikanlah sesaji kami.2. Ong Ang kesama sampurna ya namah. Oh Yajna. Muah Kaki Begawan penyarikan. Katureng pada betara-betari. Sang Citra Gopta. engkau adalah badannya api.25. untuk memberi kebahagiaan kepada yang pandai dan mensucikannya. sami sira anjenengana. Manusa Sang Hyang amit. amunis. Adyo mesa palem butem.2. 7.2. Sakawisayan ipun. Kelawan sang mawitenang kejenenganga De Sang Hyang triya dasa sakti. Adnyana sepalem juyanem. Penenang Jiwa yang Menderita Agnestanurasi waco wisarja namdewawittaye twa grhnami wrhadgrawa’si wanasratyah sa idam dewebhyohawih samiwa susami samiswa. penenang jiwa menderita. muah dirga yusa. Engkau adalah awan yang maha besar pemelihara atas tumbuh-tumbuhan obat. Tan ketamana upadrawa de betara yang mami. Dulura ayu werdi. Ananggap Dana Ong Siwa data siwa bokta. Amuktya te sira. Ubaya siwa dam buyat.24. (dan) saya menyelenggarakannya untuk mendapatkan sifat-sifat mulia.Amuktya te sira. Hawiskrdehi hawiskrdehi. Nirmala ya namah. Sama suka risanga deruwe caru kebaya kalan. Amanca. 7. Drwyamet siwatmakem. Adnyane sepalem juyanem.

menunjang dan memaniskan ucapan.26. (yajna) adalah berpahala untuk menghasilkan bahan makanan dan pemberi pengetahuan dan kekuatan. dhartramasi diwam drduam ha brahmawani twa ksatrawani sajata wanyupadhami bharatrwyasya wadhaya. seperti udara dengan gerakan tangannya tertentu yang kuat pulang pergi yang menerima persembahan dan seperti halnya matahari yang cemerlang memancarkan cahayanya mengerahkan atom-atom menjadi api. kami berdoa kepadaMu untuk menambah pengetahuan kami.2. Kami harus berusaha menghapuskan perampok dan pemakai pikiranpikiran yang tidak suci. Engkau penyangga alam semesta. Untuk menghancur-kan musuh-musuh yang ada dalam diri.2. kami menghayati Mu dalam hati sebagai penolong orang- . O Tuhan. demikianlah juga Tuhan dan para ilmuwan mengajarkan ilmu untuk kebaikan kemanusiaan. Untuk menghancurkan musuh-musuh dalam diri. Ilmuwan Mengajarkan Ilmu untuk Kebaikan Manusia. menjadi mengetahui ceritera-ceritera dalam weda. Semoga pelaksanaan yang seperti itu ditanamkan. 7. Agne brahma grbhniswa dharunamasyantariksam drduam ha brahmawani twa ksatrawani sajata wanyu padhami bhratwyasya wadhaya.Weda. Engkau adalah penyangga alam semesta. Pemimpin Politik/Negara dan pembimbing pada jalan kewajiban sebagai macam golongan yang berbeda-beda. Wiswabhyastwawasbhya upadhamicita sthordhwacito bhrgunamangirasam tapasa tapyadhwam. Semoga kami dengan bantuan pahlawan orang-orang pemberani menang perang berulang kali. memberi inspirasi kepada kami untuk melakukan yadnya. semoga kami mengetahui engkau sebagai pengasil hujan. penolong orang-orang terpelajar. 7.27. saya menyadari bahwa engkaulah yang ada dalam hati. Yadnya adalah alat untuk menghasilkan hujan. Persembahan Weda Mantra. Kukuto’si madujihwa isamurjamawada twaya wayaduamsamghataduam saghatam jesma warsa wrddhamasi prati twa warsawrddham wettuparaputtraduam aratayo pahatadduamrakso wayurwo wiwinaktu dewo wah sawita hiranyapanih pratigrbhnatwacchiddrena panina. terimalah pujian kami dipersembahkan melalui weda mantra dan kembangkanlah pengetahuan rokhani kami yang tidak habishabisnya. Yadnya menjauhkan pencuri.

Penguncaran Weda Mantra yang benar-benar merupakan yadnya sendiri. ditastwag wettu diwaskambhanirasi dhisana. 7. Semoga kami menyadari yadnya sebagai pembawa hujan dan pemberi pengetahuan spiritual.swinor bahubhyam pusno hastabhyam.2.28. Yadnya yang dilakukan pada hari tertentu juga memberi perlindungan seperti kulit melindungi tubuh. O Engkau manusia. Bahan makanan dan air disucikan dengan melaksanakan yadnya memperkuat tubuh dan indra perasa. 7.orang yang terjujur pemimpin Negara dan pembimbing atas kewajiban bagi golongan yang berbeda.si parwateyi prati twa parwati wettu. Semoga yang melakukan yadnya menyadari arti pentingnya.2. Makanan disucikan dengan Yadnya Dhanyamasi deam pranaya two danaya twa wyanaya twa. Kami memuja Engkau didalam hati. 7. Dhisana ‘si parwati prati twa. Pemberi kebahagiaan dari segala yang ada. Sarmasyawadhutaduam rakso. Dirgghamanu prasitimayuse dham dewo wah sawita hiranyapanih pratigr bhnattwacchidrena panina caksuse twa mahinam payo’si. Pencipta yang Agung dan pembebas alam semesta. rahmatilah kami dengan pengetahuan yang luhur.30. menjauhkan yang egois dan sifat-sifat kikir dan melindungi daerah tempat seperti kulit melindungi tubuh. Semoga kami bertirah pada yadnya untuk kesehatan yang baik. Sam wapami samapa osadhibhih samosadhayo rasena Saduam rewatirjagatibhih prcyantaduam sam madhumafirmadhu matibhih prcyantam. untuk vitalitas. tuntunlah kejalan kehidupan tapa dengan mengendalikan nafsumu dan menuruti orang-orang yang bijak. Yadnya adalah pengangga matahari yang cemerlang.2. melalui Kemahaadaannya. perwujudan dari ceritera Weda. untuk aktivitas. .29. Arti penting Penguncaran Mantra. wadhuta aratayo ‘ditwastwagasi twa ‘ditirwettu. Yadnya adalah pemberi kebahagiaan. Yang Maha meliputi. ilmuwan dan yang terpelajar. Yadnya Menseimbangkan dunia Dewasya twa sawituh prasawe. untuk umur panjang penuh kebahagiaan dan kesejahteraan.

7. Tuhan Pencipta Tata Surya Prtwi dewayajanyosadhayaste mulam ma hiduam sisam brajam gaccha gosthanam warsatu te dyaurbadhana dewa sawitah paramasyam prthiwyaduam satena pasairyo’smandwesti yam ca wayam dwismastamato ma mauk.2. kami memohon kepadaMu melalui rakhmatMu. Yang maha Kuasa. setia dan bebas dari kelemahan. menyebarkan pengetahuan yadnya ini didunia yang diciptakan oleh Aku dan melakukannya melalui matahari yang cemerlang. untuk pensucian air dan udara dan untuk memperoleh rakhmat itu dari ibu.2. Pencipta tata surya dan wilayah yang cemerlang.32. mencampur berbagai macam obat-obatan dengan air dan dengan sari buah dan mencairkan yang sama dengan air suci. O para pahlawan terikat oleh berbagai macam ikatan dari orang-orang yang jahat didunia ini yang bertentangan kepada kami dan yang ditentang oleh kami dan jangan lepaskan. Semoga keturunan orang yang melakukan yadnya itu baik. menseimbangkan dunia.31. 7.O Manusa. O Tuhan. menghidupkan air dan bebagai macam nafas pada organisme manusia. Jangan takut dan jangan ragu untuk melaksanakan yadnya. semoga kami tidak menghancurkan tanam-tanamnan obat-obatan dibumi. Keturunan yang melakukan Yadnya (bertambah) baik. demikian juga engkau. Semoga matahari mencurahkan hujan di bumi melalui sinarnya.33. bapa dan guru. Semoga engkau bersiap untuk keuntunganmu. Menyebarkan sistem pendidikan dalam Weda Apararum prthiwiwyai dewayajana dwadhyasam wrajam gaccha gosthanam warsatu te dyaurbadhana dewa sawitah paramasyam prthiwyaduam satena pasairyo smandwesti yam ca wayam dwismastedyam maskan wrajam gaccha gosthanam warastu te dyaurbadhana dewa sawitah paramsyamprthiwyaduam setena parisaryo smandwesti yam ca wayam dwismastamato ma mauk O Tuhan yang Maha esa mengetahui. Kami terirah sepenuh hati pada yadnya untuk mengenal Tuhan yang maha Esa. 7. pemberi kebahagiaan semoga kami menundukkan orang-orang jahat di bumi ini . dengan nama para ilmuwan melakukan yadnya itu.2. seperti halnya dengan Aku. Ma bherma samwiktha atamerur yajno ‘timeruryajamanasya prajabhuyat tritaya twa dwitya twaikataya twa.

34. Semoga orang-orang yang jahat tidak dirahmati dengan kesejahteraan dan kesenangan pada ilmu.2. susu. Semoga kami bergaul dengan orang-orang terpelajar dan dengan demikian menyebar luaskan sistem pendidikan dengan bebas sebagaimana dijelaskan dalam mantra Weda seperti halnya Sinar pengetahuan saya dihargai oleh semua. Pratyustaduam raksah pratyusta aratayo nistaptaduam rakso nistapta aratayah.35. Yang kejam yang bertentangan pada keadilan dan bertentangan kepada cinta damai. Yadnya dengan Mantra Weda dalam Gayatri. Gayatrena twa chandasa parigrhnami traistubhena twachandasa parigrhnami jagatena twa chandasa parigrhnami. sumber kesejahteraan dan kebahagiaan. Prastyustastaduam raksah pratyusta aratayo nistaptaduam rakso nistapta aratayah. Suma casi siwa casi syona casi susuda casyurjaswati casi payaswati ca. 7. Orang orang berdosa bergerak didalam kegelapan yang bertentangan dengan orang-orang terpelajar. demikianlah Tuhan memenuhi keinginan kami. supaya sekali-kali dibiarkan berkeliaran sampai mereka tertawa pada kesadaran mereka.2.dimana para Rsi melakukan yadnya. Anisita’si sapatna ksidwa jinim twa wajedhyayai sammarjmi. tempat yang cocok untuk berdiam dengan senang. air manis dan buah-buahan. dan yang tidak disetujui oleh orang-orang pandai karena bertentangan mereka kepada pengetahuan. Tristiubh dan Chanda jagati. musuh kebenaran harus dihukum. Yang jahat harus disingkirkan. O Engkau yang patuh pada kewajiban semoga engkau mengikuti jalan kebajikan. yang harus dibawa diantara jalan kebajikan melalui beratus-ratus jalan yang ada hendaknya batasan-batasan pada mereka tidak dihilangkan sampai mereka mencapai penerangan. Matahari menguasai bumi dengan kekuatan gravitasinya pada tempat yang tepat.1 O Bumi engkau adalah indah. Yang jahat harus disingkirkan. Saya melaksanakan yadnya dengan penguncaran mantra Weda dalam Gayatri. Ibarat sinar matahari menerangi daerah tengah/antariksa. Anisito’si sapatna ksidwajinam twa wajedhayayai sammarjmi. 7. demikian pula hendaknya milikku. mereka yang patut dibelenggu harus disisihkan dan . penuh dengan jagung.

suci.yang mereka yang menentang pengetahuan harus menderita sedih. tumpuan akhir bagi alam semesta. layak untuk dipuja oleh para pelajar. 7. Didunia ini. Sebagaimana air diangkasa . Tak terkalahkan dan dipuja oleh para Resi. Mensucikan Hati dan Jiwa Sawistustwa prasawa utpunamyacchidrena pawitrena suryasya rasmibhih. Agnerjihwai suhurdeebhyo dhamne me bhawa yajuse yajuse. melalui penguncaran weda mantra. jalan untuknya. penganut yang tidak mengenal takut. saya sucikan hati-hati dan jiwa-jiwa manusia dengan pengetahuan suci dan yang bercahaya. Engkau adalah penta cairan manis ditanah.2 saya mensucikan persembahan yang dapat diterima oleh ghee. Engkau adalah altar. yang menyucikan semua obyek dengan baik dengan yang tidak mengalir. 7. sya membangun engkau dan mensucikan dengan ghee. laksana nyala api. 7.2. Oleh pembasmi musuh. sinar sucinya matahari. Engkau adalah sumber segala cahya. Engkau patut dipuja oleh para Resi disemua tempat.37. dicintai oleh yang jujur. Demi Untuk Hawan. Saya sucikan yadnya. engkau tidak. walaupun engkau dilakukan disumur yang digali. sawiturwahprasawa utpunamyacchidrena pawitrena suryasya rasmibhih.36. meresapi semuanya. Mereka yang menyebabkan rugi pada orang lain harus dihina. Semoga kami mengenal Engkau melalui penglihatan spiritual yang damai. demi untuk membawa persembahan tinggi keangkasa.2. dan salahkan secara terbuka.2. Pemberi kebahagiaan orang yang bebas. Mereka yang tidak mentolerir kebaikan orang lain harus dihukum. engkau dimurnikan oleh api dan diserap oleh udara. yang dicipta oleh Tuhan Yang Agung. Krsno’syakharestho’gnyetwa justam proksami barhirasi wedirsi barbhise twa justam prosami srugbhyastwa justam proksami. Membersihkan Air Sumur dalam Weda. Tejo’si sukramasyamrtamasi dhama namasipriyam dewanamanadhr stam dewayajamasi. Engkau tidak termusnahkan. O Tuhan. Saya memerintah pasukan pada waktunya menjadi kuat untuk melemahkan lawan dan melakukan perang. untuk kemajuan kami. Engkau adalah maha ada. O Tuhan. O Yadnya. Mengenal Tuhan Melalui penglihatan Spiritual Adityai rasnasi wisnorwesposyurje twa’dabdhena twa caksusawapasyami.38.

demikian juga saya untuk memperoleh sifat utama. Samidasi suryastwa purastat patu kasyascida bhisastyai. Inilah demikian ditetapkan dalam Weda. semoga saya tidak pernah akan melanggarnya (yadnya). pembuka segala bunda.40.39. O Tuhan. Yadnya sejak jaman dulu menurut Weda. melengkapi ruang. Agne werhotram werdutyamawatantwam dyawaprthiwi awa twam dyawaprthiwi swiatakrddehebya indra ajyena hawisa bhutswaha sam jyotisa jyotih.3 . O Tuhan. lindungi matahari dan bumi yang melindungi yadnya. Sawiturbahu stha urnammra dasamtwa strnamiswasatham dewebhya a twa wasaso rudra adityah sadantu. demikian pula O Tuhan. Ibarat seperti wasu. hari ini saya memperoleh kemudahan mendapatkannya melalui yadnya mentega dan benda-benda lain yang memberi kebahagiaan.menambah kesucian semua benda materiil. Yadnya ini berada di angkasa dan diapi. O Tuhan. Dengan ini. 7. Sang surya melindungimu sejak jaman dahulu. pembuat perbuatanperbuatan mulia bagi yang akhli. banyak kekayaan dalam gudang. O Tuhan. O Yadnya. Laksana seperti matahari menggabungkan sinar dengan sinar melalui persembahan diletakkan di dalam api. demikian lindungilah kami. semoga saya mendapatkan perlindungan dari Mu. Melalui (yadnya) matahari dan udara memperoleh kekuatan/tenaga. melakukan yadnya itu. Semoga.2.41. 7. jagalah kami dengan sinar penerangan ilmu pengetahuan spiritual. pemberi kebahagiaan. Semoga saya tidak pernah Melanggar-Nya Askannamadya dewebya ajyamduam sambh bhhriyasamangghrana wisno ma twawaktramisam wasumatimagne techayamupasthesam wisno sthanamasita indro wiryamakrnodurhwara asthat. Ibarat api yang memerlukan yadnya dan bertindak sebagai utusan. Jagalah kami dengan Sinar Pengetahuan Sipitual. memberi perlidungan kepada matahari dan bumi. Api ini adalah tempat yadnya. melindungi surga dan bumi.2. Engkau dipancarkan melalui kekuatan dan potensi yang surya. Rudra dan Aditya yang memajukan yadnya. 7.2. Engkau adalah indah laksana musim. demikian juga saya bersihkan persembahan itu dengan hati-hati untuk diletakkan disendok api.

7.1.42. Negara yang sejahtera, karena memanfaatkan Bumi dengan Baik. Mayidamidra indriyam dadhatwasman rayo maghawanah sacatam; Asmakaduam santwasisah satya nah santwasisa upahuta prthiwi matopa mam prthiwi mata hwayatamagniragnidhratswaha. Semoga Tuhan memberi kami kekuatan spiritual. Semoga kami memperoleh harta penuh dengan bermacam-macam jenis yang cemerlang dan kekuasaan dunia. Semoga keinginan kami terpenuhi, semoga mereka memperoleh pahala, manusiamanusia memakai bumi ini dan pengetahuan (dengan nama kebebasan itu tercapai) untuk kebahagiaan negara. Semoga bumi dan pengetahuan ini menasehati saya. Semoga Tuhan, sebagai pelindung kami yang terakhir dan tetirah memberi perintah kepada saya. Ini adalah demikian dinyatakan didalam Weda. 7.1.43. Susunan Pencernaan (Analisa) Ilmu Upahuto dyauspitopa mam dyauspita hwayatamagnir agnidhratswaha; Dewasya twa sawituh prasawe ‘swinorbahubhyam pusno hastabhyam; Pratigrhnamyanestwasyena prasnami. Saya telah berdoa kepada Yang Maha Cemerlang, Tuhan, penyangga semua, semoga Tuhan, Bapa menerima saya. Susunan pencernaan ilmu kami mencerna melalui getah perut makanan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah, saya mengambil itu melalui waktu penyerapan dan pemahaman, dengan menarik dan mengeluarkan nafas; dan kekuatan pensucian dan penyerapan udara yang bergerak melalui tubuh, menanak makanan saya melalui nyala api, saya memakannya dengan mulut. 7.1.44. Sebelum beryadnya, manusia lebih dulu dilindungi oleh Tuhan. Etam te dewa sawitaryajnam prahurbrhaspataye bramane; Tena yajnanawa tena yajna patim tena mamawa. O tuhan, Pencipta alam semesta, Weda dan orang terpelajar menyatakan sebelum yadnya untuk brhaspati dan brahma. Melalui Maha Yajna itu melindungi yadnya saya, melindungi yang melakukan yadnya, Engkau melindungi saya. 7.1.45. Aktif dalam Pengetahuan adalah Yadnya.

Mano jutirjusatamajyassya brhaspatir yajnamimam tanotwar ristam yajnaduam saminam dadhatu. Wiswe deasa iha madayantamo (3) mpratistha. Semoga pikiran aktif saya mengirim pahala yadnya-yadnya itu. Semoga Tuhan mengembang luaskan dan memelihara penuntun pengetahuan yang tidak dapat ditinggalkan ini merupakan seperti yadnya. Semoga semua orang terpelajar didunia ini bersenang. Semoga Om bersemayam di hati kami. 7.1.46. Semoga kami melenyapkan dosa-dosa Musuh (api dan Bulan) Anisoma yorujjitimanujjesam wajasya ma prasamwena prohami; agnisomau tamapanudatam yo’mandwesti yam ca wayam dwismo wajasyainam prasawenapohami; Indragnyyorrujjitimanujjesam wajasya ma prasawena prohami; Indragni tamapanudatam yo’samadresti yam ca wayam dwismo wajasyam prasawenapohami. Semoga saya memperoleh kemenangan seperti kemenangan Api dan Bulan. Semoga kami melenyap cepat dengan materi perang. Semoga api dan bulan mengusir mereka yang membenci kami, mengusir orang yang kami uji. Semoga kami melenyapkan dosa-dosa musuh dengan perang seperti itu, kepandaian meliter dan peralatan. Semoga saya mencapai kemenangan seperti menangnya Udara dan Petir. Semoga saya memperoleh kebahagiaan melalui dorongan pengetahuan, dipergunakan untuk memperoleh keunggulan. Semoga Udara dan Petir dipergunakan dengan tepat, mengusir jauh orang yang membenci kami, mengusir, orang yang tidak kami sukai, saya sucikan orang-orang yang bodoh dengan sinar pengetahuan. 7.1.47. Mengucapkan mantra gayatri tiap Hari, menurut Weda. Wasubhyastawa rudrebhyastawa, ’ditye bhyastawa samja natham dyawaprthiwi mitra waruna twawrstyawatam; Wyantu wayoktaduam rahina marutam prsatirgaccha wasa prsnirbhutwa diwam gaccha tato no wrsti nawaha; caksupa agne’si caksurme pahi. Kami menyelenggarakan yadnya untuk Wasu, Rudra, dan Aditya. Cahaya matahari dan bumi membawa engkau (yadnya) kepada sinar. Prana dan Udana, melindungi bersarang mereka demikian pula hendaknya kami setiap hari beryadnya mengucapkan mantra Gayatri Yadnya yang diinginkan (Ahuti)

mencapai angkasa, datang bersenyawa dengan udara dan sinar matahari. Dari itu membawa hujan turun ke bumi yang mengisi sungai batang tumbuh-tumbuhan dan bunga-bungaan. O Api, engkau melindungi mata dari kegelapan, semoga engkau melindungi mata jasmani dan rokhani. 7.1.48. Mencapai kebesaran melalui Tulisan Yam paridhim paryadhatta agne dewa panibhirguhya manah; Tam ta etamanu josam bharamyesa nettwada pacetayata agneh priyam patho’pitam Oh Tuhan Yang Maha Ada, dipuji melalui pujian orang terpelajar, Engkau mencapai kebesaranmu melalui tulisan penuh pujianpujian yang indah itu. Saya mengenal kebesaran Engkau itu dalam hati saya. Semoga saya tidak pernah membantahMu. Semoga makanan yang menyegarkan saya telah peroleh didalam ciptaanmu. 7.2.49. Biarlah kami tinggal di rumah yang Menyenangkan. Agne’dabhayo’sitamapahi ma didyoh pahi prasityai pahi duristyai pahi duradmanya awisam nah pituh krnu susada yonau swaha wadagnaye samwesapataye swaha saraswatyai yasobhaginyai swaha. O yang Abadi, Tuhan Yang Maha Ada, melindungi kami dari kesaktian yang amat sangat, melindungi kami dari ikatan dosa dan kebodohan, melindungi saya dari sahabat orang-orang yang berpikiran jahat, melindungi kami dari makanan-makanan yang melalui kesehatan. Jadilah Engkau, makan kami yang bebas dari racun. Biarlah kami tinggal dirumah yang menyenangkan, berdoa kepada engkau dan melakukan keperluan-keperluan mulai. Inilah doa kami kepada Tuhan atau alam semesta, semoga kami memperoleh pengetahuan suci melalui Wedda, pemberi kejayaan dan kesejahteraan. 7.2.50. Engkau ajarkan (Weda) kepada rakyat. Wedo’si yena twam dewa weda dewebhyo wedo’ bhawastena mahyam wedo bhuyah; dewa gatuwido gatum witta gatumita; Manasaspata imam dewa yajna duam swaha wate dhah. O tuhan, Engkau mengetahui ciptaan yang berjiwa dan tidak berjiwa. Engkau mengetahui segala-galanya di alam semesta. Sebagaimana Engkau mengajar pengetahuan yang terpelajar, demikain juga Engkau menjelaskan pengetahuan kepada saya. Engkau ajarkan pada rakyat, mereka yang tahu bagaimana

2. mengetahui Weda yang memberi petun juk jalan yang benar. Penguasa atau tapa brata. ditinggalkan oleh Tuhan. rakhmatilah saya keberhasilan dalam melakukan tapa brata yang saya telah lakukan dan saya dapatkan diri saya yakin untuk melaksanakan.53. O Pitara. harus menguasai pengetahuan. Posaya raksanam bhagosi.51. 7. untuk melenyapkan kemiskinan dan musuh. Pitara-pitara. O Pitara. Untuk tujuan apa pemuja melakukan persembahan pada api? Ia melakukannya untuk kebahagiaan semua.52. O Pitara. untuk kekuasaan dan memperlihatkan keadilan. O Pitara. Penguasa pengetahuan. segala puji kepadaMu. Apakah setiap orang meninggalkan yadnya? Ia yang meninggalkannya. Persembahan kepada Pitara dalam Weda. 7.4 tadasakam tanme Oh Tuhan. Sembah (kami) kepadaMu. Pitara-pitara mengetahui penghormatan kami kepada Engkau untuk kehormatan Mu. Namo wah pitaro rasaya namo wah pitarah sosaya namo wah pitaro jiwaya namo wah pitarah swadhayai namo wah pitaro ghoraye namo wah pitaro manyawe nmo wah pitarah pitaro namo wo grhannah pitaro datta sato wah pitaro desmaitadwah pitaro wasa adhatta. O Pitara. dengan tepatnya menetapkan yajna ini seperti dunia di udara. untuk mendapat umur panjang. Agne wratapate wratamacarisam ‘radhidamaham ya ya ewasmi so’smi. sembah (kami) kepadaMu. Karmaphala dalam Weda. Sembah (kami) kepadaMu. Sembah (kami) kepadaMu. O Pitara untuk kemarahan yang pada tempatnya. untuk memperoleh kebahagiaan dan pengetahuan. untuk menyudahi berbagai macam bencana. Saya memetiknya sebagaimana saya tanam. Kastwa wiuncati kasmai twa winuncati tasmai twa wimuncati. kesehatan dan kebahagiaan.2. Pitara-pitara datang setiap hari kerumah kami dan memberikan kami perintah- . Bendabenda rendahan tidak dipakai dalam yadnya adalah diperuntukkan bagi raksasa/setan. Ia melakukannya untuk mendapatkan kekuatan. 7. Oh Tuhan.2. mengetahui keinginan kami untuk memperoleh pengetahuan.menyanyi memuji Tuhan. Yang meninggalkan yadnya ditinggalkan oleh Tuhan. Sembah (kami) kepadaMu.

7 7.58.8 7. api pemusnah segala penyakit ini ada dalam segala benda. korbankan api itu yang patut dihormati sebagaimana seorang Sjamsajin. Kami harus bertepatan mengucapkan dan memahami Weda setiap hari bersama dengan ajarannya yang memberi penerangan. Korban api sebagai yadnya. kedalam nyala api yang baik ini.56. dalam garbha perlajaranmu. Pitara. 7.2.perintah. mohon terima kasih itu. Dengan pengetahuan untuk mencapai kedewasaan. Antascarati rocanosya pranadapanati. Sinarnya api naik turun. Susamiddhaya socise ghrtam tiwram juhotana: jatawedase.54. Wyakhyan mahiso Sinarnya api itu. Kami memberi pakaian. Api yang agung itu itu memperlihatkan matahari. ingin akan pengetahuan sehingga dengan demikian ia dapat mencapai kedewasaan yang penuh. Wahai engkau orang-orang yang terpelajar nyalakanlah api dengan batang kayu dengan mentega.5 7. Prati wastoraha dyubhih. diwam.55. Menerima Engkau (sebagai) guru.57. .2. kami selalu memberikan kepadamu apa saja yang kami punya. Sabda Dewata peraturan tertinggi diseluruh dunia. Agneye Letakkan persembahan mentega (ghee) yang melenyapkan kelemahan jasmani.2. mencuat keatas dan turun kebawah diangkasa laksana keluar masuknya nafas dalam badan. Api Pemusnah Segala macam Penyakit. Weda diucapkan untuk memperoleh pengetahuan Spiritual. dengan kepal bunga ditangan.6 7.2. Ditempat api itu engkau letakkan yadnya itu. Samidha gnim duwasyata ghrtair bodhyatatitthim: Asmin hawya juhotana. Yatheha puruso’sat. pemuda. Adhatta pitaro garbha kumaram puskarasrajam. Triduam saddhama wirajati wak patanggaya dhiyate. Weda diucapkan untuk memperoleh pengetahuan sipitual.2.

yang orang itu harus kata-kata apa yang ia rasakan dihatinya. Engkau mengetahui segala sesuatu tentang cerita-cerita dalam agama. Sebagaimana Tuhan memberi sinar kebenaran pada kota-kota yang benar kepada semua mahluk demikian pula api jasmani memberi sinar menerangi semua benda.2. . Tuhan memancarkan sinarnya sendiri.2. Suami yang berjaya Kada cana starirasi mendra sascasi dasuse. Semoga panah asmara tidak menyebabkan engkau menderita. O Brahmacari.7.60. Sebagaimana halnya Tuhan mengajarkan pengetahuan kepada semua jiwa. Semoga rakhmat pengetahuanmu harta kekayaan sampai kepada saya. Turiyaditya sawanam ta indriyamatasthawamrtam diwyadityebhastwa. engkau tidak pernah merahasiakan segala sesuatu dari saya. Matahari menyinari semua benda. Agnirjyotiryotiragnih swaha suryo jyotirjyotih suryah swaha. Engkau bercahaya laksana matahari Kada cana pra yucchasyubhe ni pasi jasmani. demikian pula halnya Matahari menumbuhkan kekuatan jasmani dan rokhani kita. demikian pula matahari membawa penerangan pada semua obyek benda-benda itu. engkau memiliki sifat-sifat istimewa. Sebagaimana Tuhan memperlihatkan semua pengetahuan. akan memilih engkau sebagai suami saya.2. Wisna urugayaisa te somastaduam raksaswa ma twa dabhan. ia yang telah mengendalikan membujang selama 48 tahun. 7. O suami yang patut dihormati engkau adalah terpelajar. Upopennu madhawan bhuya innu te danam dewasya prcyata adityebhyastwa. Kehidupan berumah tangga ini memberi kesejahteraan kepadamu. 7.61. saya yang telah membujang selama 24 tahun. engkau bersahabat kepada orang-orang yang bersifat dermawan. Agniwarco jyotirwarcah swaha suryo jyotirwarcah swaha Jyotih suryojyotih swaha. Saya memilih engkau sebagai suami saya karena engkau selalu merupakan kemudahan bagi saya. Inilah penjelasan kebesarannya. Pengetahuan Petir melalui Weda.59. Brahmacari selama 48 tahun Upayamagrhito ’syadityebhyastwa. api dan petir melalui Weda. Sebagaimana memperlihatkan kepada semua kemanusiaan juga api itu dalam bentuk petir diangkasa dan menjadi sumber hujan dan pengetahuan.2. O suami yang berjaya. 7. Puja (1985:238).62. Lindungilah kami.

engkau telah disatukan dengan saya melalui ikatan perkawinan. Engkau penguasa atas makanan- . dimana suami dan istri memenuhi kewajiban hidup dalam perkawinan dengan jujur. O suami. Engkau bercahaya laksana matahari Yajno dewanam pratyeti sumnamadityaso bhawata mrdayantah. yang memenuhi keinginanmu. dan mengajarkanmu bagaimana cara mengerjakan sesuatu dengan benar dan menempuh pada jalan kebajikan. O yang telah menyelesaikan asrama yang keempat.2. bepeganglah pada kebenaran. saya memilih engkau sebagai suami saya untuk kebahagiaan yang terus-menerus.65. engkau menjaga dalam hidup sekarang ini dan kehidupan yang akan datang. 7. Lindungilah perkawinanmu. O yang memasuki kehidupan perkawinan.adya sawitarwamamu swo diwe wamamasmabyaduam sawih.O suami. 7.64. semoga intelekmu yang baik yang mengerti tentang makna hidup dalam perkawinan membuatmu akhli dalam pengetahuan setelah menyelesaikan hidup berguru. giat yang mau berusaha. Puman putro jayate windate waswadha wiswaharapa edhate grhe. Sradasmai naro wacase dadhatana yadasirda dampati wamamasnuta. Kebahagiaan hari ini esok dan setiap hari Wama. dilahirkan seorang putra. Wiwaswannandityaisa te somapithastasmin matswa.2.63. guru dari berbagai macam ilmu pengetahuan. memperoleh kekayaan dan kesejahteraan. Jinwa yajnapatim bhagaya twa sawite.66. hormati sumpah yang engkau ambil pada waktu perkawinan. Engkau bercahaya laksana matahari dalam pengetahuan apa bila engkau mengendalikan organ pengadaan (yang) akan mengusir kebahagiaan yang abadi dalam affairmu.2. O suami. A wo’rrwaci sumatirwawrtyadduam hoscidya wariwowittarasada dityebhyastwa. Semoga engkau memberi kesenangan kepada pengantin yang baru kawin melalui pengetahuan pengajaran yang engkau terima dari orang terpelajar. kami dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan mulai didalam kehidupan perkawinan kami.2. Perkawinan Muda berpeganglah pada Kebenaran. Perkawinan antara dua orang terpelahar merupakan sumber kebahagiaan. sumber dari kebahagiaan. O orang yang mulia. 7. O Tuhan. adalah tidak berdosa. engkau tidak pernah melupakan. 7. hari ini. Upayamaghrhito’si sawito’si canodhascanodha asi cano mayi dhehi. esok hari dan setiap hari yang dilewati. Engkau penyembah Tuhan Yang Maha Esa. semoga hidup perkawinan ini dimana engkau minum memberi kebahagiaan kepadamu. penuh keindahan dan aspirasi yang berlipat ganda. Dirumah. Wamasya hi ksayasya dewa bhureraya dhiya wamabhajah syama.

berilah semua itu kepada saya. Engkau sesungguhnya ahli dalam Yayur Weda. lahan dan bimbingan yang baik. dari semua dosa itu. Engkau hilangkan dosa manusia-manusia biasa. Guru pemberi rakhmat. O guru yang terhormat dan terpelajar dan pengkhotbah. engkaulah pelenyap. Saya menerima engkau sebagai pemelihara yajna dalam kehidupan rumah tangga kita. budi bahasa yang halus. tunjukkan dihadapan kami contoh. Semoga kami memperkuat badan kami dengan brata brahmacari.11 7.makanan. Engkau hilangkan dosa-dosa yang dilakukan oleh orang tua.69. Sama Weda. engkau adalah pemberi ilmu pengetahuan. Lindungilah perkawinanmu. Ajarkan dengan kata-kata yang manis. Suami tersayang dan pemberani. perbuatan yang mulia yang dilakukan oleh . 7. Yaccaharmenio widwammscarkara yaccawidwamstasya sarwasyainaso’wayajanamasi. dengan niat yang mulia. air dan makanan. dan Reg Weda.68. Sam warcasa payasa sam tanubhiraganmahi manasa saduam siwena.70. engkau lenyapkan kekurangan fisik kami dan memberi kami harta kekayaan.2.10 7. ta istayajujusa O suami yang tersayang lagi pemberani.2. Twasta sudatro wi wadhatu rayo. engkau lenyapkan dosa-dosa para penyumbang.numarstu tanwo yadwilistam O guru pemberi rakhmat. penguasa atas kekayaan. Sam brahmana dewakrtam yadasti sam dewanaduam samatau yajniyanaduam swaha. keluhuran dari keturunan. ajarkanlah kami usaha itu dengan kata-kata mu yang manis dan menyenangkan. Samindra no manasa nesi gobhih saduam suribhirmaghawantsaduam swastya.67. pola keindahan dan. Yaste aswasanirbhaksa yo gosanistasya stutastomasya sastokthasyo-pahutasyopahuto bhaksayami. Engkau hilangkan dosadosa yang dilakukan sendiri.2. pembimbing dari segala macam perbuatan. karena engkau menuntun kami dijalan yang benar dengan pikiran yang mulia.9 7. Saya diundang olehmu makan-makanan yang sedang disiapkan olehmu. Dosa yang sadar dan Dosa yang tidak sadar Dewaktrasyaimaso’wayajananmasi manusyakrtasyainaso wayajanamasi pitrktasyainaso ’wayajanamasyatmakrtasyainaso wayajanama-syenasaenaso wayajanajamasi. O suami yang cinta sesama manusia. Engkau lenyapkan segala macam dosa yang saya lakukan tanpa sadar. Engkau diundang dan dihormati oleh orang-orang terpelajar.2. memberi pengetahuan kepada kami melalui yang terpelajar dan ajaran-ajaran Weda.

Suga wo dewah sadana akarma ya ajagmedaduam sawanam jusanah. memberikan pengetahuan kepada kami siang dan malam dari gudangnya yang amat luas dan menghilangkan penyakit dari tubuh kami 7. Siapa yajamana itu? Dhata ratih sawitedam jusantam prajapatimidhipa dewo agnih. Yam yam a’waha usato dewa dewamstan preraya swe agne sadhaste. dan memberikan bergudang-gudang kekayaan kepada yajamana. pemusnah atas kegelapan dari kebodohan. selenggarakan yadnya dengan benar dan pertajam pikiranmu. bujuklah mereka melalui orang yang berpikir agamis. menghilangkan penyakit kebodohan. Twasta sudatro wi dadhatum rayo. yang menurunkan kesejahteraan. O orang terpelajar yang berpikiran mulia. ia yang memberi kami pengetahuan yang baik. bimbinglah engkau semua hidup kebahagiaan.para Resi melalui kebijaksanaan dan kata-kata yang benar.74. semoga kami mendekati diantaramu. yang membesarkan anak-anak. memenuhi tugas kewajiban hidup dalam perkawinan dengan benar. Semoga engkau merakhmati dengan harta kekayaan yang banyak.2.2. kami telah memperoleh harta kekayaaan ini dengan tulus. engkau adalah sumber kebahagiaan bagi semua. Selenggarakan Yadnya dengan Benar. O orang-orang yang terpelajar. minum air bersih. Twasta wisnuh prajaya saduam rarana yajamanaya drawinam dadhata swaha.12 7. pengendali kejahatan. mempertahankan dengan usaha sendiri dan memeliharanya melalui bantuan orang lain. yang memperbesar kesenangan.71. Memberi pengetahuan siang dan malam. Jaksiwaduamsah papiwaduamsasca wisswe’sum gharmaduamswaraswaratisthatanu swaha. Orang terpelajar yang berpikiran mulia.numastum tanwo yadwilistam. O Grihastin. penjaga atas harta ilmu pengetahuan. yang telah mengumpulkan pengetahuan dari engkau. berbuat menurut pendapatmu. Kami mempersiapkan rumah ini untuk memudahkan engkau dan harta yang banyak-banyak untuk penggunaan bersama. yang melindungi segala sifat kedermawanan yang diperlihatkan kepada anak keturunanmu.73. 7. Sam warcasa payasa tanubhiraganmahi manasa saduam siwena. O guru yang berperilaku baik. O orang-orang yang kawin. .2. mengambil makanan bergizi. Brahmana wahmana hawiduamsyasme dhata wasawo wasuni swaha.2. karena engkau patut mendapat penghormatan kami.72. 7.

kerjakan yadnya berumah tangga ini dengan benar dan adil. Orang berumah tangga yang mulia. Esa te yajno yajnapate sahasuktawakah sarwawitrastam jusaswa swaha. A tistha wrtrahantratham yukta te brahmana hari. Ia harus mengajarkan kepada umat manusia tentang pengetahuan weda yang berkaki satu. empat dan delapan Purudasmo wisurupa indurantar mahi-manamananja dhirah: Ekapadim dwipadim tripadim catuspadimastapadim bhuwananu prathantaduam swaha. Arwacinaduam su te mano grawa krnotu wagnuna. Kerjakan Yadnya berumah tangga penuh dengan Weda Mantra Yajna yajnam gaccha yajnapatim gaccha swam yonim gaccha xwaha. O yang berumah tangga. tampan dalam penampilan. O yajamana. dua.13 7. Semoga engkau berdua menyediakan kami makanan dan pakaian.75. pahami dengan sepenuh nalurimu. Mahi dyauh prthiwi ca na imam yajnammiksatam. penuh keagungan dan kuat dalam pikiran harus berharap untuk keberhasilan mengandung dalam hidup ini. Upayamgrhito’ sindraya twa sodasina esa te yonidraya twa sodasine. Yadnya mantra harus dilakukan oleh setiap kepala rumah tangga.2. hendaknya engkau mempelajari weda dengan setulus hatimu. . Jinakkan pikiranmu yang murung dengan ucapan weda mantra.2. Mempelajari Weda dengan setulus hatimu.2. Piprtam no bharimabhih. dan pemberi kesegaran dan kemajuan spiritual keturunan.79. kami mendesak engkau melakukan kewajiban hidup dalam perkawinan dengan penuh keyakinan 7. yang berkaki dua. berbuat dalam perbuatan mulia. buah-buahan dan air. berkehendak untuk memenuhi kesenangan dan melakukan yadnya dalam rumah tangga.14 7. O suami yang patut dipuji dan yang sehat dan istri yang bersabar hati. Yajnasya twa yajnapate suktoktau namo wake widhema yat swaha. tiga. O suami pengusir penderitaan. Weda berkaki satu. penuh dengan weda mantra. Samudre te hrdayamapswantah sam twa wisantwosadhirutapah. 7. Semoga engkau menikmati makanan.7.2. yang penuh dengan sabda-sabda bimbingan mulia.76.77. Layani rajamu. Dalam tekenan kasih sayang. dikendalikan oleh prana. yang berkaki empat dan berkaki delapan.2. kerjakan kewajiban hidup dalam perkawinan dengan baik. yang berkaki tiga.78.

ucapan yang benar dan ceritera ketuhanan dari weda. panjang umur. pemberi rakhmat kepada seluruh dunia. Atha na indra somapa giramupasrutim cara. Ia pemberi ke enam belas sifat-sifat itu. Kalau demikian. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup perkawinan penuh kesejahteraan dan enam belas ciri-ciri.15 7. Prajapatih prajaya saduamrararanastrini jyotidumasi sacate sa sodasi.81. Lakukan tapa brata untuk menjalankan hidup berumah tangga.2. Jinakan pikiranmu yang murung dengan ucapan weda mantra.Orang yang telah kawin. engkau adalah pengusir musuh dan yang memercikan kebahagiaan laksana mengusir awan. Ini adalah rumahmu.16 7.80. mengendalikan dan menaik. Ketahuilah permintaan kami disampaikan untuk permintaan kami. Wahai manusia. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup berumah tangga penuh kesejateraan dan enam belas ciriciri. pusat penguasa yang kuat dan memberi perlindungan kepada engkau yang mulia. semoga kami dipuaskan dengan kekuatan.2.18 . adalah merupakan dua kuda yang dipelanai/dipasang plangka (diikat menjadi satu). Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup berumah tangga penuh sejahtera dan enam belas sifat-sifat itu. Ceritera Ketuhanan dari Weda Idrasca samrada warunasca raja tau te bhasksm cakraturagra etam. hiasilah kereta itu dengan kedua kuda pembiak itu. Engkau sesungguhnya dilengkapi dengan sifat-sifat yang diperlukan untuk hidup berumah tangga.2. Upayamagrhito ‘sindraya twa sodasina esa te yonirindraya twa sodaine O pelindung harta kekayaan dan pengusir musuh. Engkau lengkapi dengan syarat-syarat yang diperlukan untuk hidup perkawinan. Sesungguhnya Tuhan. kepada siapa tiada lain dilahirkan yang lebih kuasa. Enam belas kala Yasmana jatah paro anyo asti ya awiweasa bhuwanani wiswa. Tayorahamanu bhaksam bhaksayami wagadewi jusana somsya trpyatu saha pranena swaha. memelihara tiga sinar cahaya yang cemerlang disemua ketiga zat-zat itu.82. yang telah memenuhi semua tempat. melayani memberi dan kemajuan. Enam belas sifat dalam berumah tangga Yuswa hi kesina hari wrsna kaksyapra. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup berumah tangga penuh sejahtera dan enam belas sifat-sifat itu.17 7. Ini adalah rumahmu. mempunyai air dan kekayaan. Dalam kereta kehidupanmu berumah tangga ini. kekar badannya dan cepat untuk membimbing engkau ketujuan.

Kami menerima engkau dilengkapi dengan kekuatan untuk memberi kebahagiaan dan mengusir musuh kami. O jenderal. Saya menerima engkau. Bhandanamtwa twa patmanna dhumoni. dapat disanjung. saya menghentikan engkau dari istri-istri orang lain yang lemah. ucapan engkau yang patut dipuji melenyapkan kebodohan kami.2. Eta te adhnye namani dewebhyo ma sukrtam brutat. Kukunananan twa patmanna dhunomi. yang menjelaskan chanda Jagati. Ide rante hawye kamye candre jyote’dite saraswati.2.19 7. Saya menerima engkau. terpuji. O suami yang tidak tetap pendirian. untuk mendapatkan segala sifat-sifat baik. Yo asmam (2) abhidasatyadharam gamaya tamah.86. O suami yang tidak beragama. penuh pengetahuan.syagnaye twa gayatrachandasam grhnamindraya tristupshandasam grhnami Wiswebhyastwa dewebhyo jagacchandasam twa O raja mulia. ia mencari-cari untuk melukai kami. untuk mengetahui sifat-sifat hakekat api dan pelistrikan. o istri. pemberi kesenangan. O suami yang berpikir jahat. Kami telah menerima engkau untuk semua sifat-sifatmu itu.83. O suami .7. tindakan-tindakan dan atribut-atribut. saya menyalahkan engkau berkali-kali untuk mengejek istri orang lain yang sangat bersenang. Patut dipuji.85. saya memperingatkan engkau terhadap senggama dengan istri mulia orang lain.2. Tindakan engkau ini adalah aturan permainan rahasiamu. Madhutamanam twa patmanna dhumoni. yang mengetahui Weda. yang mengetahui chanda Gayatri. Upayamagrhito sindraya twa wimdha esa te yonindraya twa wimrdhe. Suami yang Tidak Beragama. Sukram twa sukra a dhunobyayahnane rupe suryasya rasmisu. Makna dan Fungsi Gayatri dalam Weda Upayamagrhito. menggairahkan. rendahkan orang yang menantang kami. Bresinam twa patmanna dhunomo.21 7. Sebagaimana matahari melenyapkan kegelapan. dapat dikasihi. Ini semua adalah nama-namamu.20 7.84. demikianlah jatuhkan (musuh) kemartabat yang rendah.2. Ajarkanlah saya pelajaran yang baik untuk memperoleh sifat-sifat mulia. tidak dapat dilanggar. Kami mendesak engkau untuk memberi kami kebahagiaan dan melenyapkan musuh-musuh kami. O suami yang berniat buruk. madintamanam twa patmanna dhumoni. patut untuk mendapat penghormatan. Chanda Anustup adalah gurumu. saya menjauhkan engkau dari mendekati istri-istri orang lain yang dermawan. Weda Mengajarkan azas demokrasi Wi na indra mrdho jahi nica yaccha prtanyatah. Untuk memperoleh sifat Mulia. terkenal karena berbuat baik. tundukanlah musuh kami jauh-jauh.

2. Prasana Upanisad.2. Penciptaan dan Penguasa. Catustriduamsattantawo ye wiatnire ye iman yajnaduam swadhaya dadante. Dhananjaya. 3). Kausalya putra Aswala. Seluruh kitab upanisad dan Aranyaka. Tesan chinaduam samwetaddahmi swaha dharmo apyetu dewan.22 7. Saya mempersatukannya dengan cekatan fungsi-fungsi dan kewajiban mereka yang berbeda. O orang-orang yang terpelajar memahami. Semoga yadnya ini dikendalikan oleh yang terpelajar. . memberi makan dan memelihara Tubuh. Rg weda samhita memiliki 10 kitab upanisad. Wayu Dananjaya yang patut dipuji. Bhargawa dari daerah Waidharbhi Kabandhi. keenam (putra dari enam Rsi) semuanya tan patuh penganut Tuhan (Yang Maha Esa). selalu bersinar cemerlang dihadapan kita dan mahir dalam fungsi tugas-Nya. putra Katya. ada dalam jiwa kita. Tiga puluh empat dalam yadnya didunia ini. Ketahuilah Tuhan olehmu. Prasana Upanisad adalah Upanisad dalam kelompok Atharwa Weda. berjumlah 108 buah yang dibagi atas empat kelompok besar menurut jenis Sruti: 1).yang berhati batu. bersahabat dan melingkupi semua benda-benda. yang penuh kejantanan. cucu Surya.88. pergi bersama kepada Resi Pilpalada. Tiga puluh empat Penyangga Yadnya. saya melarang engkau melakukan senggama pada waktu subuh dan waktu matahari memancarkan sinarnya. Ketahui ia.89. Atharwa Weda samhita memiliki 31 kitab upanisad.2.2. 4).23 7. sukesa ca gargyah kasusalyascaswalayane bhargawe waidarbhih kalbandhi katyayanas te haite brahmapara. Indrasca maturrasca krayayopotthito’surah panyamano mitrah krito wisnah sipiwista urawasanno wisnurnarandhisah. Yayur Weda samhita memiliki 51 kitab Upanisad. Satyakarma. untuk keberhasilan dalam transaksitransaksi dalam penggunaan listrik. Sama Weda samhita memiliki 16 kitab upanisad. O suami yang bodoh. saibyas ca satyakamah.87. putra Sibi. angin dan awan. bramanistha param brahmanwesamana esa ha wai tatsarwam waksyatiti te ha samitpanayo bhagawantam pipaladam upasannah. putra Bharadwaja. bermaksud hendak mencari ilmu Ketuhanan yaitu dengan cara menanyakannya kepada Resi Pilpalada pertanyaan tentang hal itu berharap bahwa beliau akan menjelaskannya. membawa kayu api untuk yadnya ditangan mereka. saya memisahkan engkau dari istri-istri orang lain yang berbicara manis. memuat enam macam pertanyaan yang isinya sebagai berikut: Sukses ca bharadwajah. Sekesa. Gargi.90.25 7. 2). Mereka menyangganya dengan memberi makanan.24 7.

Sesungguhnya matahari disebut Pitara karena memelihara semua mahluk yang ada termasuk pohon-pohon. yaitu zat baik yang tampak dan yang tidak tampak.Tasmai sa Howaca prajakamo wai prajapatih sa tapo’tapyata. termasuk badan jasmani dan semua mahluk. buah. dimana Jiwa tidak akan kembali lagi melainkan mencapai moksa. lebih jauh dengan menjadikan kekuatannya dan melakukan karma yang benar dan dari padanya telah diciptakan dua pasangan badan yang berbeda. Athottarena tapasa brahmacary ena sraddhaya widyayatmanam awisyadityamabhijsysnte. suklah pranas tasmadete rsyah sukla istam kurwanti itara itarasmin. bebas dari rasa takut dan sebagai rakhmatnya yang tertinggi. parayanam etasmanna punarawarttanta ityesa nirodhastadesa slokah. Sesungguhnya matahari adalah sumber dari semua hidup (prana) dan bulan sesungguhnya adalah rayi. rerumputan dan seterusnya) dan disebut Pancapadam (berkaki lima) sebagai penyebab adanya empat musim dan disebut Dwadaksatri karena penyebab adanya dua belas bulan dan adanya bahkan jauh disebelah bulan dan bintang-bintang. Musim semi. dimana jiwa bebas dari ikatan akhir dan mati. Ini adalah nirodha atau tujuan dan sebagai petunjuk tentang ini ada sloka sebagai berikut: Pancapadam pitaramdwadaksaktrimdiwa ahuh pare arddhe purisinam. mengenal dirinya dengan cara pengetahuan yang benar pergi melalui utara yana. Penguasa atas segala makhluk yang ada. . rayiwa atat sarwam yan murtacancamurttan ca Tasman murtirewe rayih. Etadwai pranamayatanametad amrta-mabhyametat. sayur-sayuran. Mereka yang mencari Tuhan dengan cara tapa. Maso wei prajapatistaya krisna paksa ewa rayih. kekal abadi. berkeinginan lahir anak-anaknya. ity etan me bahudha prajah karisyata iti. panas. hujan. Namun ada pula orang bijak yang lain mengatakan ia yang duduk diantara tujuh kereta yang mulia (karena ada tujuh macam sinar) yang ditopang oleh enam jerujinya (karena penyebab timbulnya enam macam musim). Rayi sesungguhnya aspek matahari yang tampak. Atheme anye u pare wicaksanam sapata cakre sadara ahurapitamiti. Tuhan. Ia (Pipalada) menjawab kepada penanya Kabadhi sesungguhnya. dan dingin. sa tapastatwa sa mithunamutpadayate Rayilmca pranam ca. dengan memberi hidup kepada mereka sehingga mungkin kemudian mengembangkan dan memberi kelahiran pada makhluk-makhluk selanjutnya dari berbagai macam menurut jenisnya. bramacari. iman (dalam kebesaran dan kepada Tuhan). mereka yang sesungguhnya akan mencapai Suryaloka yaitu tempatnya sang cahaya atau Adityaloka yang berada di atas prana (kehidupan). Aditya hawai prano rayirewa candramah.

prana tampak bangkit dengan nagga (karena dipersilahkan) seakanakan pergi meninggalkan badan itu. mata. melihat itu (prana) bergerak keluar. rco yajudwamsi yajnah Ibarat jeruji dipasang pada porosnya roda sebuah kereta demikian pula halnya segala sesuatu ditetapkan dan digantungakan pada prana. tetapi ketika prana beristirahat. Yathaisa puruse chayaitasminnetadtatam Prana ini dilahirkan (karean alasan) dari atma (jiwa). Pada saat itu sang lidah. Sama Weda (dan Atharwa Weda) dan dari itu orang dapat melkukan maha yadnya atauy orang-orang bijaksana dan terpelajar. demikian prana terikat pada atman. dalam hal ini. Karena itu para resi melakukan ista yadnya pada masa sukla paksa. yayur Weda. Ia memasuki tubuh ini sesuai dengan pikirannya baik atau buruk perbuatan.Weada. Jiwa menetap dihati dimana didalamnya terdapat seratus syaraf. pikiran dan sebagainya) tidak dipercaya kepada prana. manokrtena yatyasmin sarire. Melalui prana dan pengendaliannya itu orang dapat belajar Weda sendiri. dengan mana yang terakhir. Atmana esa prano jayate. dan Wayana. mata. Persis seperti semua kembang mengikuti permainannya dan berhenti dimana dia berhenti atau duduk. masing-masing lagi dibagi memiliki dua ribu sub cabang yang lebih kecil.Bulan disebut juga prajapati. itu adalah Prana bergerak melalui kesemua itu. demikian semua dewa-dewa yang disebut dalam badan itu tergantung dan mengikuti prana ini. ibarat bayang-bayang mengiktui badan. Hady hyesa atma. sedangkan yang lain-lainnya melakukannya pada waktu kresna paksa. Yang dikatakan Dewa-dewa (dalam badan. mis lidah. telinga. mis Rg. telinga dan pikiran semua senang dan mulai memuji prana (sebagai pemimpin dan menyangga yang sebenarnya dan pemulihan tubuh). Dapat memperlihatkan kebijaksanaannya yang bear atau sesorang tentara dapat memperlihatkan keberaniannya yang mengagumkan. karena dari lima belas hari raya (memberi hidup kapada materi) sedangkan lima belas dari yang terang adalah prana. Ara iwa rathanabhau prane sarwan ksatram brahmaca pratistham. . atraitadekasatam nadinam tasam satam satamaikasyam dwasaptatirdwasaptatih prati sakhanadisahasrani bawanyasu wynas’carati. Te’sraddadhana babhuwuh so’bhimanadurdhwamutkramata iwa tasmannukamatyathetare sarwa ewotktramate tasmanisca pratisthamane sarwa ewa pratisthante yadyattha maksika madhukarara janam utkramatam sarwa ewotkramante tasimin pratsithamane sarwa ewa pratisthanta ewam wad manascaksuh srotranca te pritah pranam sturwanti. yang lain juga beristirahat.

surga. Kedua Dewi. sedangkan Wayu menarik dan menambah nyawa seseorang. Sebagai orang-orang yang maha pemurah menginginkan putra. Kedudukan tertinggi telah mereka capai. Sangat luaslah kekuasaanmu diantara Dewa-Dewa itu. memberi hidup kesemua mahluk. Syair : Gayatri Janiyanto nwagrawah putriyantah sudanawah. Kemudian bumi menarik dan menambah apana seseorang. Papena Keluar dari banyak macam urat syaraf itu. yaitu penglihtan. Resi Wasistha. Semoga kami memperoleh kejayaan yang luar biasa dari sewa Sawitar. Dengan hati-hati menundukkan hukum dengan hukum. saraswatam hawamahe. Dhiyo yo nah pracodayat. Yunjnti bradhnamarusam caratam pari tasthusah.2. Tatsawiturwarenyam bhargo dewasya dhimahi. demikian mereka mencapai kekuasaan itu. Karena itu tolonglah kami mencapai kerjayan itu kekayaan rakhani dan jasmani.27 7. Sesungguhnya ia tersayang ditengah-tengah alirannya air yang tersayang. dengan mana mata dapat hidup. satu disebut sumsumna melalui mana jiwa digerakkan keatas Udana dan dari situ keluar dari badan berbagai tempat yang berbeda. Penguasa atas banjir itu turun dalam embun. Dengan langit yang menhujani dan banjir yang melanda.91. tujuh saudara perempuan rindu akan cinta mendalam. Adruha dewau warddhete. Uta nah priya priayu saptaswasa sujusta. Semoga ia mengilhami doa kami. neraka atau kedunia manusia masing-masing menurut perbuatan mereka.26 Prana Alam semesta: Aditya ha wai bebyah wai bahyan prana odayatha hyenam caksusam pranamanugrhnanan. bertambah kuat.Athaikayordhwa udanah punyaina punyam papanubhabhabhyamewa mnusyalokom. tidak penipu. Prthiwiwyam ya dewata saita purusasya-panamawas. Dewata: Saraswan. Rocanre rocana diwi. Rtamrtena sapantesiram daksama cate. Tsbysntsrs yadakasah sa samano wayurwyanah. Matahari sesungguhnya terbit dalam bentuk prana luar. lokam nayati. Kami menjumpai Saraswan sebagai laki-laki yang tak beristri mengingini istri. Saraswati telah memperoleh pujian kami. Ta nah caktam parthiwasya moharayo diwasya. Saraswati stomyabhut. . Brhntam garttamacate. Wrstidyawa rityapesaspati danumatyah. Mahi wa ksatratam dewesu.

dan Dewata. dewata Agni-indra. Dhiya cakre warenyo bhutanam garbhama dadhe. Oleh para DewaDewa diantara suku-suku manusia. Te janata swamokyam sam watsase na matrbhih. Agni Dewata. Resi. Tuangkan cairan itu. O agni. . Engkau buat sinar itu dimana cahya itu tiada dan membentuk wujud dimana wujud itu sendiri tidak ada.Mereka yang berdiri disekeliling Dia. Pada dua sisi kreta mereka pasang dua ekor kuda coklat yang ia sayangi. Benih ciptaan yang ada telah saya peroleh. Gayatri. Luar biasa. Gayatri Twamagne yajnanam hota wicwesam hitah. Daksasya pitaram tana. ia jalankan perbuatan yang sakti. Wettha hi wedho adhwanah pathacca dewanjasa. Widathani pracedayan. Waji wajesu dhiyatedhwaresu pra niyate. berani yang membawa Pahlawan seterusnya. susu yang dipanaskan yang mempercepat menuju kepada surga dan umi. membawa para Dewa dan memujinya. engkau telah dijadikan Hotar itu pada setiap yadnya. Resi Haryata Pragatha. Yunjantyasya kamya hari wipakasana rathe. A sute sincata criyam rodasyorabhi criyam. dengan suara merdu dilagukan untuk kami. Coklat. sangat bijaksana dalam yadnya. Wipro yajnasya sadhanah. upacara yadnya yang mulia. Dewata Agni-Dewa. Rasa dadhita criyam rodasyorabhi criyam. Ketum krnwannaketawe peco marya apecase Samusadbhirajayathah. Dewebhirmanuse jane. pendeta Hotar. A dewanwaksi yaksi ca. Pendeta yang menyempurnakan upacara. Kuat. Kekal abadi. Karena. Agne yajnesu sukrato. Cona dhrsnu nrwahasa. O manusia diciptakan bersama dengan pajar. sebagai pengatur. Persembahkan cairan itu kepada banteng itu. engkau menegtahui langsung jalan-jalan itu dan cara-caranya. Mendorong para umatnya maju. Sesungguhnya. Dengan demikian. Ia dipimpin selanjutnya dalam upacara suci. Ia dibuat oleh pikiran. Sa no mandrabhiradhwere jihwabhiryaja mahah. Ia yang Maha Tinggi adalah kekauatan yang aktif. Hota dewo amatyah purastadeti mayaya. Barhaspatyo Bharadwaja. Rasa dadhita wrsabham. dengan kekuatannya yang ajaib ia menuntun kejalan itu. Mitho nasanta jamibhih. kuda yang kecoklat-coklatan dengan menggarakkan abah-abahnya yang kemilau.

Gayatri. dewata indra. cahaya. Aham pratena cusmamiddadhe. Mamedwardhaswa sustutah. sapi-sapi pada mengeluarkan susu bercampur madhu. dengan lagu. Berilah kami bagian harta kekayaan yang sangat tinggi. A harayah sasrjrirerusiradhi barhisi. seakan-akan gelombangnya sindhu Engkau mengalir cepat menuju pemuja. kerahim Engkau mengatakan keberuntungan kami yang baik kepada Dewa-dewa. Bila mereka didapatkan ada dalam ruang bawah tanah? Resi. yang merah ada pada rumput suci. Yatrabhi samnawamahe. Indra. penjaga sapi. Ahamusya iwajani. Terpuji. sanim gayatram nawyamsam. Imamu su twa. Melalapnya dengan taring-taringnya yang serakah. janmana girahcumbhami kanwawat. Cunahcepa Ajigarti. Resi Watsa keluarga Kanwa. Sadyo dascusa ksarasi. Wibhaktasi citrabhano sindherurma apaka a. dekat. hormat. Ciksa waswo antamasya. saya memperindah nyanyian-nyanyian saya sebagai Kanwa. Sunum satyasya satparim. yang maha mulia. yang bersenjatakan guntur. Resi Priyamedha Anggirasa. Agni. O Agni. Dan Indra sendiri mendapatkan kekuasaannya dari padanya. Indre agna namah swah. begitu ia dikenal.as. bagian harta yang sangat dekat kepada kami. Engkau mengatur pahala-pahala itu. mereka buat makanan pengganggu di surga. Upa srakwesu bapsatah krnwate dharunam diwi. Dari Bapak saya memperoleh pengetahuan yang dalam mengenai hukum yang abadi. Indaya gawa aciram duduhse warjrine madhu. Raja orang-orang pembrani. gayatri. laksana anak lembu disisi induknya. Dewata Surya-Indra. . Putra kebenaran. Ano bhaja parameswa wajesu madyamesu. Yenedrah Dengan mengikuti kebiasan dahulu. Agne dewessu pra wecah. Saya dilahirkan seperti Matahari itu. Aha middi pituspari medhamtasya jagraha. Mereka datang bersama keluarga mereka. Dan ini lagu kidung kami yang baru. Kuda-kuda yang coklat telah dikirim kemari.Ini yang mengetahui tempat tinggal mereka. Gayatri. Yatsimupahware widat. Diama kami nyanyi bersama nyanyian-nyanyian kami.ala. Untuk Indra . Dewata Agni. Abhi pra pra gopatim girendramarca yatha wide. Untuk Indra. Bagian harta yang ada diantara (kami). Ye twamidra na tustuwur rsayo ye ca tustuwuh.

Gayatri Agnim hinwantu no dhiyah sapti macumiwajisu. Yaya ga akaramahai senayagne tawotya. Awa no agna utibhirgayarasyaprabrahmani. Resi. Wicwasu dhisu wandya. kekayaan. O Agni berilah kami harta yang pasti. Resi Gotama keluarga Rahugana. Agung dalam yadnya. atau telah memuji Engkau bertambah pula kekuasaan itu oleh pujian saya. Bawakan kami harta yang dikuasai terus. Dan kami akan menang tiap hadiah melalui dia. Agne brhantama-dhwere. O Agni.Agni. harta yang banyak dalam bentuk kuda dan sapi. O. Agne pawaka rocisa mandraya dewa jihwaya. Agni yang patut jadi pilihan kami. Resi Atreya. Indra. Agni. dipuji dalam semua doa kami. A no agne sucetuna rayim wiswayu pasacam. Kirimkan itu kepada kami untuk mendapatkan harta. Gayatri.Agni. yang cemerlang. pasukan yang banyak dimana kami akan mendapat Sapi untuk diri kami melalui pertolongan Engkau. Minyaki lubang itu olehmu. Witihotram twa kanwa dyumantamsmami-dhimahi. suci dan kudus. Tena jesma dhanamdhanam. putarkan roda itu. Dewata-Agni. Angdhi kham wartaya pawim. A dewan waksi yaksi ca.Adapun juga yang Maha Resi tidak pujikan. Resi Ketu Keluarga Agni. Limpahkan rajmat melalui kebajikanmu. Tak pernah terkalahkan dalam setiap pertarungan kami. Dewa. harta untuk menujang kami seterusnya. O sinar yang cemerlang. Dewa-Agni. Agni. siapakah yang mengawasi matahari? Bawalah dewa-dewa itu pada upacara ini. . Bawalah olehmu Dewa-dewa dan memuji mereka. Bila kidung dinyanyikan seterusnya! Ano agne rayim bhara sastrasaham wareyam. Tam no hinwa maghattaye. Semoga nyanyi-nyanyian kami mempercepat Agni maju laksana armada melaju dalam perlombaan. Agni. dengan sinar cahyamu dan indahmu yang menyedapkan. Wicwasu prtsu dustaram. Gayatri. penerima pesta atas persembahan. Rakhmatmu menyebakan kami dapat hidup. rakhmati kami dengan bantuan Engkau. kami telah menghidupkan engkau. Tam twa ghrtasnawimahe citrabhano Dewam a witaye waha. Mardikam dhehi jiwase. Agne sthuram rayim bhara prthum gomantamacwinam. Kami mengharapkan engkau mandi dalam mentega.

Twam hawismanta idato. . Keluargamu. Ia percepat benih-benih air itu. indah dan mulai. Agni. Agni? Siapa yang menghormati dengan yadnya? Kepada siapa tanggungjawabnya? Siapa Engkau itu? Twam jamijananmagne mitro asi priyah. Agni. pada manusia Agni. Kemari. pada upacara yadnya yang besar. pijar ditempat tinggi. tersayang. Dewata Agni.ajarama suryam rohayo diwi. Manusia dengan persembahannya berharap kepadanya. Gayatri. Resi Gotama keluarga Rahugana. Apam retamsi jinwati. Agne didyatam brhat. Wrso agnih samidyate acwa na dewa wahanah. bersemayam ditempatmu. Siapakah keluargaan pada manusia. gayatri. Agne yaksi swam damam. penyanyimu. Sahabat yang engkau paling sayangi. terbaik. Udagne cucayastawa cukra bhra janta irrate. Stota ayam tawa carmani. O Agni. Waruna. Melihat penyanyi. yang kuat. Gayatri. Ia juga adalah penguasa dunia.Agne naksatra. Resi Warupa Anggirasa. Agni adalah kepala dan tinggi disurga. Idenyo namasyastirasmamsi darcatah. Angi kuat dinyalakan baik. Engkau adalah sinar cahaya bagiu manusia. Sakha sakhibhya Idah. bahkan laksana kuda yang membawa para Dewa. Memberi rakhmat sinar kepada manusia. Jumpai untuk dihormati dan dimohon. mendapatkan perlindungan dari pada engkau. pada rumah engkau. Dadhajjyotirjanebbah. Yaja no mitrawaruna yaja dewam rtam brhat. Agneketurwisamasi presthah crestha upasthasat. Tawajyatimsyarcayah. menguasai hadiah-hadiah terpilih. Sinar cahayamu. Samagniridhyate wrsa. memberikan dai hidup. memperlihatkan dalam indahan melalui kesusraman. Sesungguhnya Agni dewa cahaya. dewata Agni. dinyatakan dengan baik. O Agni. Menanjak keatas. bawalah Dewa-dewa itu. Wrsnam twa wayam wirsan wirsanah samidhimahi. Ko ha kasminnasi critah. Resi wiswamitra Gathina. Engkau telah membuat matahari. Bodha stotre wayo dadhat. tingkatkan sinarmu. Sahabat yang sahabat dapat diharapkan. bintang yang nanjak kelangit. Semoga saya. Bawalah mereka. Kaste jamirjananamagne ke dacwadhwarah. suci dan agung. Agnirmyddha diwah kakutpatihprthiwya ayam. Dewata-agni. Agni. Bawalah mitra. Ircise waryasya hi datrasyagne swah patih.

yang bersinar-sinarnya tidak terbatas yang meliputi segala sesuatu. dan Air Soma dituangkan dengan tepat pada Piala Ritualnya. kami pahlawan. dapat didengar oleh Brahma. seperti yang telah diucapkan oleh orng-orang suci yang bijaksana. dimana Angin yang kencang diredakan.2. Agnir yatrabhimathyate wayur yatradhirudhyate semo yatratiricyate tatra samjayate manah. Dengan mengkonsenkan indra-indra. Yunjate mana uta yunjate dhiyo wipra wiprasya brhato wipasitah. Dengan pelaksanaan Yadnya. .berkenan memberikan sinar terangnya kepada bumi. Wi hotra dadhe wayunawid eka in mahi dewasya sawituh paristutih. dan intlek.Kami akan menyalakan Engka. Yuktena manasa wayam deasya sawituh sawe suwargeyaya saktya. Yuje wam brahma purwyam nabhir wisloka etu pathyewa sureh srnwantu wiswe amrtasya putra a ye dhamani diwyani tastuh. Oleh Prajapati. bercahaya sangat agungnnya.406) 7. (Puja. Yuklwaya manasa dewan suwaryato dhiya diwam brhaj jyotih karisyatas sawita prasuwati tan.Sang Api yang bersinar. dimana Api.Sang Surya yang sedang muncul dicakrawala itu.. Engkau Agni. Semoga doa dan puji kami. yang memperkuat kami. dinyalakan dengan lembut. Dengan mengkonsentrasikan indra-indra pikiran dan intlek. semiga kita dengan melakukan konsentrasi pikiran. . yang kuat. yang hanya secara sebdirian saja mampu mengatur yadnya yang diselenggarakan oleh para Brahmana (weda) yang telah mengkonsentrasikan indra-indra. Puja dan puji kami persembahkan kepada Dewi Sawitri yang maha bijaksana. .92. Dengan berkah dari Dewi Sawitri yang bersifatuniwersal. pikiran. yang menempati sorga sebagai tempat tinggalnya. semoga Dewi Sawitri berkenan memanifestasikan cahaya universal yang tidak terbatas itu untuk kesempurnaan kita. serta oleh Putera-Putera dari Yang maha Abadi. yang berjalan dijalan yang benar. semoga Dewi Sawitri.1979:37. Pemujaan Sawitri Yunjanah prathamam manas tattwaya sawita dhiyah agner iyotir nicayya prthiwya adhyabhacat. dapat memperoleh kekuatan untuk mencapai surga. untuk memperoleh kesunyataan. Puja dan puji kami persembahkan kepada Brahma yang paling kami muliakan. yang mengetahui gerak-gerik semua mahluk yang untelligen.. semoga Jiwa kami menjadi sempurna. kepada Brahman. pikiran dan intleknya.setelah melihat Dewa Agni.

Dengan persyaratan meditasi yang demikian itu. Nihara dhumarkanilanam khadyota-widyut-sphatika-saninam. dan dengan mengatur pernafasannya. mengalahkan keinginan rendahnya. sesuai dengan ketentuan Ajaran Yoga. yang ciri utamanya Latihan Konsentrasi Pikiran. apa bila telah berhasil. Dengan kemampuan menguasai indra-indranya. Apabila tingkah laku kita sehari-hari didasari dengan prinsip-prinsip persembahyangan tersebut. Same sucau sarkawa sakara wahni waluka wiwarjite sabda jalasraya dibhih. Orang yang telah melaksanakan ajaran-ajaran Yoga. yaitu ketiga tubuh bagian atas. Brahmodupena pratareta widwam srotamsi sarwani bhayawahani. yang bebas dari pandangan yang menyakitkan mata. maka Jalan Kehidupan kita akan terbebas dari ikatan hasil Karma yang pernah kita lakukan.Sawitra prasawena juseta brahma purwyam tatra yonim krnawase na hi te purtam aksipat. leher. orang-orang yang bijaksana mampu mengendalikan pikiranya seperti seorang kusir kereta yang mahir mengendalikan kreta-kreta kudanya yang liar. hendaklah dipilih tempat yag suasananya murni. yang gelombang-gelombangnya menakutkan itu. serta kedudukannya tepat dengan bagian-bagian tubuh lainnya. bebas dari debu. Etani rupani purussarani brahmany abhiwyaktikarani yoge. Pranan prapidyeha samyukta cestah ksine prane nasikayo’ cchwasita. yang telah dilakukan sebagai tradisi sejak jaman dahulu kala. bebas dari batu-btu krikil. jika dilakuakn dalam gua. marilah kita laksanakan Upacara Persembahyangan Brahman. yang mula-mula tampak dengan mata batinnya adalah munculnya Brahman. bebas dari api. Tritunnatam sthapya samam sariram hrdindriyani manasa samniwesya. orang-orang yang bijaksana dengan ber-Perahu-kan Brahman. Namo’nukule na tu cakcu pidane guhe niwatasrayane prayojayet. dengan indra-indra dan pikiran dikalahkan oleh Hati yang murni. berkeadaan tegak lurus. yang teduh dengan pohon-pohon yang rindang. dada. dapat mengarungi samudra kehidupan yang dahsyat. dan kepala. dan kita dijauhkan dari terkena penderitaan. Dengan berkah dari Dewi Sawitri. hendaklah telah diubah dan tepat untuk bertapa brata. orang-orang bijaksana dapat mencapai yang menjadi tujuan dengan hasil baik. . Dengan membiasakan diri bersikap meditasi yang baik. Dustawa-yuktam iwa waham enam widwam mano dharayeta pramatah. Dalam melakukan meditasi untuk dapat dengan Tuhan Yang Maha Esa. yang terlindung dari angin yang keras. dan suara-suara yang terdengar hanya yang menyenangkan pikran. yang dekat dengan air.

maka orangnya tidak lagi terkena sesuatu penyakit. berkepribadian yang mantap. setelah orangnya menyadari dan menghayati sifat Dirinya Yang Sejati. memiliki wajah yang simpatik dan berwibawa. yang dari tertutup tanah. yaitu keberadaan sifat-sifat Brahman yang tidak terlahirkan. yang sifatnya abadi yang bebas dari ketidaktahuan. Yadatma tatwena tu brahm-tattwam dipopamene’ha yktah prapasyet ajam dhruwam sarwa tattwair wisuddham jnatwa dewam mucyate sarwa pasaih. lalu dia dapat manunggal dengan Tuhan Yang Maha Esa (Brahman) serta bebas dari terkena penderitaan. setelah dibersihkan menjadi mengkilat dan mengeluarkan sinar yang berkilaua-kilauan. Keaktian-kesakstian tersebut dicapai. Na tasya rogo na jara na mrtyuh praptasya yogagnimayam sariram. rasa sakit dan kematian. Yathaiwa bimbam mrdayo’paliptam tejomayam bhrarajate tat sudhantam. yang penuh warna aneka ragam yang sangat indah.yang berwujud sebagai kabut. Lagutwam arogyam alolupatwam warna –prasadam swara-sau-sthawam ca. maka dia terbebas dari semua ikatan-ikatan. mampu mencium bau-bau harum. api. tetai yang manifest sebagai sebuah Cahaya yang amat terang benderang. penglihatan surgawi. telah membangunkan kesaktian-kesaktian Yogaprawtti penciuman surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada ujung hidung. perabaan surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada bagian tengah lidah. air. berkat latihan-latihan meditasi. udara dan ether. Apabila kesaktian Yogaguna dalam tubuh seorang Yogi. dalam orang mempraktekkan yoga. Seperti segumpal emas atau segumpal perak. menjadi halus tutur bahasanya. Hasil pertama dari meditasi. badan menjadi ringat. pikiran tidak ternodai dengan keinginan-keinginan rendah. matahari. kunang-kunang. Setelah orang dalam melakukan meditasi telah mencapai titik dimana dia telah dapat menyadari dan menghayati tentang sifat Dirinya Ynag Sejati. dan pendengaran surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada langit-langit di atas lidah. Gandhas subho mutrg-purisam alpam yoga prawrttim prathamam wadanti. diprolehnya kemampuan dapat melihat berbagai warna yang indah dan bersinar-sinar. pengecapan surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada ujung lidah. masa tua. dengan jalan memusatkan pikiran pada pangkal lidah. dan jarang buang air besar maupun air kecil. kristal dan bulan. cahaya. . Prthwyapryatejo’nilakhe samutthite pancmake yo-gune prawrtte. yaitu yang berhubungan dengan unsur: tanah. apabila orang telah dapat membakar badannya dengan api meditasi. sehat. yang semula ditutupi oleh awan ketidaktahuan yang gelap. bebas dari penyakitpenyakit. halilintar. Tad watmatattwam prasamiksya dehi ekah krtartho bhawate wita-sokah. angin. adalah berupa dicapainya keadaan-keadaan.

serta berlaku sebagai Saksi atas keduanya. serta mampu melihat ke segala penjuru. diciptakan kembai alam semesta dengan semua isinya. Hanya dia yang merupakan satu-satunya nyata. mampu melihat makhluk di mana pun dia berada. kepada Maha Yogi ini. Kemudian setelah datang saat penciptaan berikutnya.Esa ha dewah pradiso’nu sarwah purwo hi jatah sa u garbe antah. yang ada didalam Api. Ekaikam jalam bahudha wikurman. sampaikanlah penghormatanmu! Pujalah Dia!. ada didalam Air. dan mengawasi kelahiran itu. Pada Brahman Yang Maha Esa Abadi dan tidak terbatas itu. Yo yonim adhitisthaty eko wiswami rupani. Dia terlahirkan yang pertama kalinya didalam rahim Hiranya Garbha. Sa ewa jatah sa janisyamanah pratyam janamis tisthati sarwato-mukhah. yang belum manifest. yang ada didalam Tanaman Obat-Obatan yang tumbuh setiap tahun. hendaklah orang-orang mengontrol keduanya. yang dari dalam pikiranNya melahirkan Putera yang bijaksana. 1992:20-27) Dwe aksare brahma pare tw nante. terdapat Pengetahuan Suci dan Ketidak-Tahuan. yang menjadi Sang Maha Pengatur atas benih dan semua bentuk yang ada dialam semesta ini. yang Kesempurnaannya meliputi semua Alam. dan akan terlahirkan kembali. widya/sidye nihite yatra gudhe ksaram tw awidya hy amrtam itu widya. (Sudiarto. yang ada didaerahdaerah Hutan. Pengetahuan Suci bersifat Abadi. yonis ca sarwah rsim prasutam kapilam yas tam arge jnair bibharti jayamanam ca pasyet. Dia mampu berada didalam diri semua mahluk. G Pudja. Dia telah dilahirkan. ya oshadisu yo wanaspatisu tasmat dewaya namo namah. Sarwa disah udhwan ewam sa dewo bhagawan warenyo yoni-swabhawan adhitisthaty ekah. Dia diberi dibelakang semua mahluk. Brahman setelah dengan berbagai cara melemparkan Jala Beliau. itu seperti seorang Maha Dewa. asmin ksatre samharaty esa dewah bhuyah srstwa patayas tathesas sarwadhipatyam kurute mahatma. Yo dewa’gnau yo’psu wiswam bhuwanam awiwesa. widyawidye isate yas tu so’nyah. Sesungguhnya Dia. dan Brahman berperanan kembali sebagai Yang dipertuan Yang Maha Agung atas alam semesta. yang ada didalam pohon-pohonan. seorang Maha Yogi yang telah mencapai Kesempurnaan. sedang Ketidak-Tahuan bersifat tidak abadi. karena Dia mampu mengambil wujud yang beraneka jenis. Kepada seorang Maha Yogi yang seperti seorang Maha Dewa. Untuk mencapai kesempurnaan. yang telah memasuki Alam Semesta. mencapai Pengetahuan Suci dan melenyapkan ketidaktahuan. Di arena Maya. . lalu setelah tiba saatnya menarik kembali Jala-Nya. Beliaulah yang seakan-akan seorang Ibu.

Walaupun demikian. Dan Beliau memasakkan benih-benih kehidupan yang ada di Alam Semesta ini. diatas. yang wajib kita puja itu. dapat menegluarkan sinar yang berkilau-kilauan. Atman itu yang dapat kita bayangkan sebagai sebesar ibu jari. sehingga mereka itu dapat memperoleh keabadian. tetapi memiliki kemampuan yang tidak terbatas. Dengan ditempuhnya Ketiga Jalan. serta menentukan sifat-sifat tertentu yang diperuntukkan bagi setiap jenis makhluk. begitu pula dilengkapi dengan sifat-sifat atau kemampuankemampuan kejasmanian. Dan Jalan Pengetahuan Suci. Sang Purusa yang diakruniai sifat-sifat tertentu. Jalan Kebajikan. tad brahma wedate brahma-yonim ye purwam dewa rsyas ca tad widuh te tanmaya amrta wai babhuwuh. yang masing-masing memiliki kemiripan dengan Sang Maha Penciptanya. melakukan suatu kerja dengan mengharapan hasilnya. jika kita bandingkan dengan Brahman tmpak sangat kecil. . Ya ca swabhawam pacati wiswayonih. Tad weda-guhyopanisatu gudham. memerintah seluruh isi alam semesta dan menghidupkan benih-benih kehidupan. Sang Purusha menghayati kehidupannya secara berulang-ulang. sekecil dari tongkat pemacu hewan. serta diruang-ruang antara keduanya. Pengetahuan Suci tentang sifat-sifat Brahman itu disimpan secara rahasia didalam kitab-kitab suci Weda dan Kitab-Kitab Suci Upanishad. Naiwa stri na puman esa na caiwayam napumsakah yad yac chariram adate tena sa raksyate. Gunanwayo yah phala-karma-karta krtasya tasyai wa sa copabhokta sa wiswarupas trigunas tri-wartma pranadhipas samcarati swa-karmabhih. Agustha-matro rawi-tulya-rupas samkala-hamkara-samanwito yah buddher gunenatma-gunena caiwa aragra-matro hy aparo ’pidrstah. yang suci. Para Dewa dan para Resi yang hidup di zaman dahulu telah dapat menyadari dan menghayati keberadaan Beliau didalam dirinya. demikian juaga Brahman yang menjdiYang DipertuanYang Maha Agung atau atas alam semesta. dan dibawah. Brahman secara sendirian memerintah Alam Semesta dengan semua isinya. Walagra-sata-bhagasya satadha kalpitasya ca bhago jiwas sa wijne yas sa canantyaya kalpate.Seperti Matahari yang memberikan sinar-sinarnya disudut-sudut alam. Atman itu berkeadaan sebesar seperseratus ujung rambut dibagi seratus. serta dilengkapi dengan sifat-sifat kejiwaan lainnya. kebesaran diri dan memiliki kemampuan dapat memutuskan sesuatu. yaitu Jalan yang terwarnai Kejahatan. pacyam ca sarwam parinamayed yah sarwam etad wiswam adhisthaty eko gunan ca sarwam winiyojayed yah.

pikiran.nila-khani cintyam. Atman yang berinkarnasi sesuai dengan sifat dan karmanya. maka dia akan mengetahui bahwa Brahman-lah yang menggerakkan Roda Alam Semesta itu. penglihatan. maka dia dapat bebas dari semua ikatan. kalam tathanye parimuhyamanah. sesuai dengan hasil karmanya. Samkalpana-sparsana-drsti-mohair grasambhu-wrsty-atma wiwrddhi-janma karmanugany anukramena dehi sthanesu rupany abhi samprapadyate. . tidak bersifat pria juga tidak bersifat banci. yang telah mencipta alam semesta dengan seluruh isinya. ye widus te jahus tanum.Atman itu tidak bersifat wanita. prthwapya-tejo. serta yang meliputi dan meresapi seluruh alam semesta. Dia menjadi tampak keberadaan berbeda dari satu inkarnasi ke inkarnasi berikutnya. perabaan. Tetapi apabial dia sudah terbebas dari Maya dan sudah mencapai kesunyataan. yang tidak bersifat material. karean orangnya memakan makanan dan meminum minuman. dengan mengambil berbagai tubuh. Beberapa orang bijaksana. Yenawrtam nityam idam hi sarwam. Atman dpat mengambil suatu wujud makhluk yang bagaiamana pun tubuhnya. Wiswasyaikam pariwestitaram jnatwa dewam macyate sarwa-pasaih. yang masih diliputi oleh Maya. sama seperti bahwa tubuh itu dapat mengalami pertumbuhan. Anady anantam kalilasya madhye wuswasya srastaram aneka-rupam. Swabhawam eke kawayo wadanti. maka dia akan dapat terbebas dari semua ikatan. Sthulalani suksmani caiwa. Dewassyaisa mahima tu loke yedenam bhramyate brahma-cakram. Bhawa-grahyam anidakhyam. memilih sebagai tubuh wujud yang kasar atau halus. bhawabhawa-karam siwam kala-srga-karam dewam. Siapa yang telah dapat menyadari dan mengahayati kesunyataan Siwa yang berbahagia. Atman berinkarnasi secara berulang-ulang di dibeberapa tempat. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan bahwa Brahman itu tidak berpermulaan dan tidak berakhir. dan dengan menhayati hawa-nafsu hawa nafsu. yang wujud-wujudnya tak terhingga itu. yang menjadi penyebab munculnya exsistensi dan non exsistensi. dan mengalami kedewasaannya. yang menjadi sumber yang berjari-jarikan Enam Belas. rupani dehi swa-gunair wrnoti krya-gunair atmagunais ca tesamyoga hetur aparo ’pidrstah. jnah kalakaro guni sarwawid yah tenestitam karma wiwartate ha. Dengan menggunakan kemampua. menganggap yang menjadi penyebab munculnya segala sesuatu yang ada itu adalah Alam atau waktu.

Denagn berhentinya aktivitas kerjanya yang demikian itu. Siapa yang melaksnakan kerja sesuai dengan sifat-sifatnya. dan lebih besar dari pada Sang Waktu. kegiatan penciptaan yang ketiga. yang terdiri dari: Tanah. itu adalah Maha Pengatur seluruh isi alam semesta dan memekarkan semua Benih kehidupan. Juga kegiatan penciptaan yang berhubungan dengan waktu intelek yang halus. dengan meletakkan hasilnya kepada Brahman.Alam semesta dengan segala isinya.Udara dan Ether itu dicipta dan dipeerintah oleh Brahman. serta kegiatan penciptaan kedelapan. ayng secara berulang-ulang mengadakan penciptaan dan penghancuran. yang meliputi dan meresapi Alam semesta. Tata karma krtwa winiwarya bhuyah. serta bahwa Brahman itu menjadi tumpuan dan bergerak Alam Semesta didalam mengalami Perputaran Roda: Penciptaan. yang menjadi Yang dipertuan yang . dan yang Maha Mengetahui. maka hal itu berarti aktivitas kerjanya behenti. dan keadaannya berbeda dari keduanya itu. yang menjadi Yang dipertuan atas waktu itu. aklena caiwatmagunaisca ca suksmaih. Pinciptaan Kembali. maka dia akan dapat bebas dari ikatan-ikatan. Tetapi Beliau juga dapat manifest diluar waktu. Brahman itu berada diatas tiga bagian dari waktu: masa yang telah lalu. dan juga bahwa Brahman itu adalah Pencipta dan Pendukung Kebajikan serta Penghancur Dosa-dosa. Pemeliharaan. Adis sa samyoga-nimitta-hetuh paras trikalad akalo pidrstah tam wiswarupam bhawa-bhutam idyam dewam swa-citta-stham upasya-purwam. bhagesam jnatwatmatwatmastham amrtam wiswa-dhama. Masa sekarang dan Masa yang akan datang. Siapa yang memuja Brahman yang menjadi Sumber dari Alam Semesta itu. tattwasya tattwena sametya yogam ekana dwabhyam tribir asthabir wa. kemudian menggabungkan prinsip ROH dengan prinsip ZAT. bhawan ca sarwan winiyojayed yah team abhawe krta-karma-nasah karma-ksaye yari sa tattwato’nya. sebagai yang ada didalam Hati Sanubarinya. yang keberadaanya ada dimana-mana. yang memiliki semua sifat-sifat. dan seterusnya. Sa wrksa-kalakrtibhih paro’nyo yasmat prapancah pariwartate’yam. Beliau yang bersifat abadi. Arabhya karmani gunawitani. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan bahwa Dia itu lebih besar dari pada Pohon Alam Semesta. Penghancuran. yaitu kegiatan ciptaan tunggal. kegiatan penciptaan yang kedua. Dia adalah sumber munculnya segala sesuatu.Air. yang maha bijaksana. Brahman setelah mencipta Alam Semsesta. Dharmawaham papanudam. Beliau adalah Sumber dari persebaban. maka dia dapat manunggal dengan Brahman.

yang menjadi Yang dipertuan atas tingkah laku semua mahluk. Na tasya karyam ca widyate. Marilah kita puja Dia Maha Raja yang Maha Agung dari semua Raja Maha yang Maha Agung dari semua Dewa. Bahkan tidak ada sesuatu Lingga yang dapat menjadi Tanda Kehadiran Beliau di suatu tempat. Marilah kita puja Brahman yang keberadaannya ada pada setiap makhluk. Semoga Brahman. yang dihasilkan oleh Pradhana-Nya. na karanam karanadhipadhipo na casya kasjjanita na sadhipah. maka dia dapat menunggal dengan Brahman. yang telah mencipta Alam Semesta ini. dan sudah ada sejak makhluk itu dilahirkan. dan Kegelapan diluar diri Beliau. yang semisal labah-labah yang dengan benangnya yang keluar dari dalam dirinya. widama dewam bhuwanesam idyam. Sumber Pengetahuan. Yas tantunabha iwa tantubhih pradanajaih swabhawatah dewa ekah swam awrnot. Eko dewas sarwa-bhutesu gudhas sarwa-wyapi sarwa-bhutan-tar-atma. Kesaktian Beliau menapak dengan munculnya berbagai ragam wujud. na cesita naiwa ca tasya lingam. Karmadhyaksas sarwa-bhutadhiwasas saksi ceta kewalo nirgunas ca. yaitu: Kebaikan. sa no dadhad brahmapyayam. Na tasya kascit patir asti loke. dan bersifat abadi. Brahman adalah menjadi penyebab munculnya segala sesuatu yang ada di alam Semesta ini. Tidak ada yang menjadi Orang-Tua ataupun Raja bagi Brahman. yang meliputi dan meresapi seluruh bagian dari Alam Semesta.Maha Agung atas Alam Semesta. Patim patinam parastat. Brahman adalah Maha Penguasa yang menjadi Jagat-karana. sehingga saya dapat amnunggal dengan Beliau. Aktivitas. . yang paling besar dari semua yang Besar. yang dalam memikir tanpa menggunakan pikiran. yang merupakan inti batinya setiap mahluk. Sumber Penggerak. Tidak ada diseluruh alam Semesta ini tampak menyerupai Beliau atau yang mampu melebihi Beliau. Pada diri Brahman itu tidak terdapat sebab-akibat. Yang dipertuan yang Maha Agung dari semua penguasa. na tat samas capy adhikas ca drsyate parasya saktir wiwidhaiwa sruyate swabhawiki jnana bala-kriya ca. yang mengeluarkan cahaya yang berkilau-kilauan. tam dewatanam paramam ca daiwatam. yang keberadaannya ada pada diri setiap makhluk. yang wajib dipuja sebagai Sang Maha Penguasa atas Alam Semesta. Didalam Alam Semesta ini tidak ada seorang makhluk yang menjadi ahli yang kemampuannya melebihi Brahman. berkenan memberi berkah kepada saya. Tidak ada penguasa yang kuasanya melebihi Brahman. Tam iswaranam paramam maheswaram. dan yang ketiga sifat. yang sanubarinya manusia merupakan tempat bersemayamNya. yang keberadaannya di setiap diri maklhuk berlaku sebagi Sumber kekuatan.

Beliau adalah maha mengetahui. Sa wiswa-wid tma-yonir jnah kala-karo guni sarwawidyah pradhanaksetrajna-pati gunesah samsara-moksa-sthiti-bandha-hetuh. dan BintangBuntang untuk meneranginya. dapat memberikan kepuasan atas keinginankeinginan yang diinginkan semua mahluk. yang bagaikan seekor Hamsa yang berjalan di dunia ini. yang walaupun sendirian. Beliau telah menciptakan semua isi Alam Semesta dari satu benih. Eko hamso bhuwanasyasya madhye. akan memperoleh Kebahagiaan Yang Sejati. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Rahasia Agung yang tersimpan didalam Ajaran Samkya dan Yoga. selain melalui jalan yang telah ditempuh oleh Beliau yang berjalan di Jalan Suci itu. Dia adalah semisal Matahari yang telah mampu membakar habis semua Ketidak-Tahuan. Adalah Maha Pemikir dari para Pemikir. dia akan terbebas dari semua ikatan. Tam ewa bhatam anubhati sarwam. Beliau memiliki sifatsifat yang sempurna. Orang-orang bijaksana yang telah dapat menyadari dan menghayati kehadiran Brahman di dalam diri sanubarinya. tasya bhasa sarwam idam wibhati. sa ewagnis salile saniswitah tam ewa widitwatimrtyum eti. Beliau adalah penguasa waktu. Bulan. Beliau adalah . Karena Brahman itu berkeadaan di Alam Semesta pun menjadikan segala sesuatu di Alam Semesta ini menjadi mampu mengeluarkan sinar-sinarnya. Kiranya tidak ada jalan lain untuk mencapai Kebahagiaan Sejati. Na tatra suryo bhati na candra-tarakam. Beliau adalah yang dipertuan atas Pradhana. dapat terbebas dari kematian. Dia telah mencipta alam Semesta dengan seluruh isinya. nema widyuto bhanti kuto’yam agnih. Beliau juga adalah Penguasa Triguna. Dia adalah Roh yang telah sempurna. serta adalah Penguasa atas Kesadaran yang terdapat pada diri setiap makhluk. karena Beliau hanya berlaku sebaga Maha Saksi. Nityo nityanam cestanas cetanam eko bahunam yo widadhati kaman tat karanam samkya-yogadhigamyam jnatwa dewam mucyate sarwa-pasaih. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan ini. Juga disana tidak perlu Halilintar atau Api. nanyah pantha widyate yanaya. Dia adalah paling abadi dari yang abadi. Beliau adalah Roh dari semua makhluk dan adalah Sumber dari segala sesuatu yang makhluk dan adalah sumber dari segala sesuatu yang ada di alam ini. sedang orang-orang lain belum dapat memperolehnya.Eko wasi niskriyanam bahunam ekam bijam bahudha yah karoti tam atmastham ye’nupasyanti dhiras tesam sukham saswatam netaresam. Di Alam-Nya Brahman tidak perlu terdapat Matahari. Namun Beliau tidak perlu secara nyata-nyata aktif melakukan aktivitas Beliau itu. Dia adalah Maha Penguasa memerintah seluruh alam Semesta. Beliau memahami seluk-beluk ciptanNya.

jika tanpa mempelajari ilmu Ketuhanan. saya berlindung kepada Brahman yang menjadi Penyebab dimanifesatsikanNya yang paling permulaan adalah Dewa Brahma. dan yang telah memberi kepadanya Kitab-Kitab Suci Weda. bebas dari penderitaanpenderitaan. maka dia akan tidak akan berhsil. Melalui melakukan Tapa-Brata dan atas limpahan berkah dari Brahman. amrtasya param setum dagdhendhanam iwanalam. Kebahagiaan Yang sejati hanya dapat dicapai melalui mempelajari Ilmu Ketuhanan. Brahman itu tidak memiliki bagian-bagian. Yo brahmanam widadhati purwam. bebas dari eksistensi. prowaca samyagrsi-samgha-justam. selalu menjadi Yang dipertuan atas Alam Semesta. Yada carmawad akasam westayisyanti manawah tada dewan awijnaya duhkhasyanto bhawisyati. dan maha Pelebur. tetap bersifat abadi. Dia yang untuk sementara menifest sebagai eksistensi. berkeadaan tetap diam.Penganugerah Penyebab untuk dapat bebas dari penderitaan-penderitaan. tanpa terkena noda-noda. Tapah-prabhawad dewa-prasadac ca. tidak melakukan ssesuatu aktivitasaktivitas. waktu yang selalu menjadi maha pengatur Alam semesta. sebagai penjaga Alam Semesta selalu waspada menjaganya setiap waktu. bersifat Maha Meengetahui. yo waiwedams ca prahinoti tasmi tam ha dewam atma-buddhi-prakasam mumuksur wai saranam aham prapadye. Sang maha Resi Swetaswatara dinyatakan sebagai yang telah dicapai tingkatan Spiritual Paramahamsa. sebab tidak ada seorang makhluk pun yang mampu melakukannya. semisal memeras ether atau mengepres kulit. Atyasramibhyah paramam pawitram. Beliau merupakan jembatan Emas menuju ke Pencapaian Keabadian bagi makhluk-makhluk. Untuk dapat memperoleh kebebasan Spiritual. Sa tanmayo hy amrta isa-samstho jnas sarwago bhuwana-syasya gopta ya ise asya jagato nityam ea-nanyo hetur widyate isanaya. bebas dari ikatan-ikatan dunia. Beliau adalah maha Pemelihara. tanpa memiliki kesalahan-kesalahan. yaitu salah satu yang tertinggi dari kempat tingkatan Diksa. telah berusaha sekuat-kuatnya. Niskalam niskriyam santam nirawadyam niranjanam. Walaupunorang untuk menghentikan penderitaan-penderitannya. dan sangat dihormati oleh Resi. Dalam melenyapkan dosa-dosa yang ada pada diri makhluk-makhluk berkeadaan sebagai Maha Api yang membakar kayu-kayu apinya. . brahma ha swetaswataro’tha widwan. dn untuk mencpai kebahagiaan yang sejati.

akan berwajah yang berseri-seri. Atharwaweda. Brahman menempatkan langit di atasnya. Tak seorangpun mencapai kebahagiaan tanpa mengetahui Tuhan Yang Maha Esa yang bagaikan ayah.2. Brahmana bhumir wihita brahma dyaur uttara hita brahma-idam urdhawam tiryak cantariksam wyaco hitam. prakasante mahatmanah. yang telah diberikan oleh Brahman kepada kita di zaman dahulu kala. Aham jajana prthiwim uta dyam. prakasante mahatmanah. Brahmedam anyatnaksatam brahma sat ksram ucyate. yang ada di alam semesta. Tuhan Yang Maha Esa adalah Abadi (tak terhancurkan) dan dia adalah pelindung yang ulung. tasyaite kathita hy arthah. Aku menciptakan musim-musim dan tujuh buah sungai. Isanam asya jagatah swardrsam. isanam Indra tasthusah. . 7. hendaknya kita berikan rahasia Ajaran Kitab Suci Upanisad ini. Brahma jajnanam prathamam purastat Hyang Widhi Wasa adalah pertama-tama. Brahman menempatkan eilayah tengah yang luas ini di atas dan dijarak lintas. Misteri yang paling dalam dan paling agung dari Ajaran Wedanta. agar mereka dapat mengetahui dan dapat mengamalkan Ajaran Kitab Suci Upanisad ini. ’Aku (Tuhan Yang Maha Esa) menciptakan langit dan bumi. Kepada orang-orang yang berjiwa luhur. Brahman Menciptakan bumi ini.Wedante paramam guhyam purakalpe pracoditam naprasantaya datawyam naputrayasisyaya wa punah. Sweta Swatara Upanisad. Tuhan Yang Maha Esa. yang dengan tulus memuja Brahman dan menghormati Guru. (1982:53-63). walaupun dia anak laki-laki kita atau siswa kita yang kita cintai. Satas ca yonim asatas ca wi wah Sang Hyang Widhi Wasa memperlihatkan keaslian segalanya apakah terwujudkan ataukah tidak terwujudkan’ Ya ime dyawa jajana Sang Hyang Widhi Wasa menciptakan langit dan bumi. Brahma dewam anu ksiyati brahma daiwajanir wisah. Yasya dewa para bhaktir yatha dewe tatha gurau. Tuhan Yang Maha Esa bersamayam didalam wujud sebagai para dewa. hendaknya jangan diberikan kepda orang-orang yang masih belum mampu menguasai hawa-nafsu hawa-nafsunya. bersemayam pada media-media yang suci. yang mempercayai sepenuhnya kepada Brahman.93. aham rtun ajanayam sapta sindhun.

yatredam brahma kriyate paridhir jiwanaya kam. Dia bersinar dalam bentuk yang berbeda-beda. Na dwityo na trtiyas caturtho napi-ucyate. Se ewa mrtyuh so-amrtam Tuhan Yang Maha Esa adalah (penguasa) kematian dan Tuhan Yang Maha Esa adalah kekekalan. (Tuhan Yang Maha Esa adalah Agni (api). . Twam Indras twam mahendrah (Tuhan Yang Maha Esa. Wenas tat pasyat paramam guha yat. Orang Bijaksana yang suci membayangkan (memwisualisasikan) Tuhan Yang Maha esa yang berdiam dalam hati. So agnih sa u suryah sa u ewa mahayamah. hidup bahagia. Orang bijaksana mengetahui Tuhan Yang Maha esa/Sang Hyang Widhi Wasa dengan sarana penebusan dosa. Engkau adalah Indra dan Mahendra) Sarwo wai tatra jiwati gaur aswah purusah pasuh. dan binatang. manusia. Waruna. Upo te badwani yadi wasi nyarbudam Semua bentuk yang tak terkira banyaknya dihubungkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung. Setiap orang. Tuhan Yang Maha Esa adalah Aryaman.Brahma-enad widyat tapasa wipascit. termasuk sapi betina. Yad ekam jyotir bahudha wibhati Ada satu Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung yang bercahaya. Tuhan Yang Maha Esa tidak dipanggil yang kedua. Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Agung disembah dengan teguh untuk kemakmuran semua. Surya (Matahari) dan Maha Yama (Dewa kematian) So-aryama sa warunah. Rudra dan Mahadewa. kuda-kuda. tidak yang ketiga maupun yang keempat Se esa eka ekawrd eka ewa Tuhan Yang Maha Esa adalah satu dan hanya tunggal (Esa) Sarwe asmin dewa kkrawrto bhawanti Semua para dewa menjadi satu di dalam Dia. sa rudrah sa mahadewah.

Dia berbahagia sepenuhnya. Regweda dan Yayurweda berasal dari Dia. Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung. swar yasya ca kewalam tasmai iwesthaya brahmane namah. Mengenal Sang Hyang Widhi Wasa Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung. Pumat purnam udacati purnam pumena sicyate Alam semesta yang sempurna berasal dari Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Sempurna. apakah ia dimanifestasikan (diwujudkan) ataukah tidak dimanifestasikan (tidak terwujudkan). Samani yasya lomaniatharwangiraso mukham. menjadi seragam dengan dia. Alam semesta yang sempurna ini diberi makanan oleh Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Sempurna. Skambha idam wiswam bhuwanam a wisesa. Dia juga menggenggam atmosfir (lapisan udara yang meliputi bumi) yang luas ini. baik dimasa lampau. Yo bhutam ca bhawyam ca sarwam yas cadhitidthati. Brahman Skhamba meliputi seluruh alam-semesta. Tat sambhuya bhawati-ekam ewa Brahman adalah inti (permulaan) alam semesta dan segalanya. Tuhan Yang Maha Esa ada dimana-mana. ada didalam Sang Hyang Widhi Wasa. Kami menghaturkan persembahan (korban) ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung (Mahkluk Agung itu). dimasa kini maupun dimasa datang. Sutram sutrasya yo widyat. Samaweda adalah rambut-Nya dan Atharwaweda adalah mulut-Nya. yang dilarutkan. Dia yang mengetahui benang yang saling hubungan dari alam-semesta. Yasmad rco apataksan yayur yasmad apakasan. Sa widyat brahmanam mahat. Yah sramat tapaso jatah Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Agung disadari dengan ketekunan dan penebusan dosa. Sampasyan yati bhuwanani wiswa .Skambho dadhara dyawaprthiwi ubhe imk skambho dadhara-uru-antariksam Brahman yang menyokong dan menggenggam langit dan bumi kedua-duanya. Asac ca yatra sac ca-antah Segalanya.

atau tiga kali tujuh. semoga kekuatan- . (Titib. Widyas ca wa awidyas ca. 1996: 169-182). Dewa yang kekal dan bertuah ini (yaitu Sang Jiwa Agung) bertempat tinggal di dalam tubuh manusia yang fana. Sariram brahma prawisad rcah sama-atho-yajuh. O yang dipertuan Atas kebaikan. Yang satu (yaitu sang Mula Prakrti) adalah bahkan lebih halus dari pada rambut dan yang lain (yaitu jiwatman atau jiwa individu) adalah tidak dapat dilihat. semoga kekuatan-kekuatan hubungan diri saya dengan diri beliau. tiga dan tujuh. Semoga yang dipertuan Atas Sabda-Sabda yang menguatkan hubungan dari saya dengan diri Beliau. menjadi semua bentukbentuk kehidupan. tetap seperti ujung-ujung busur itu didekatkan dengan ditariknya tali sekuat-kuat. semoga hari ini. Bentangkanlah perlindunganMu kepada saya. bimbinglah saya. Sang Hyang Widhi Wasa memasuki tubuh manusia dan Dia menjadi raja tubuh itu.Sang Hyang Widhi Wasa-Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung bergerak mengamati seluruh alam smesta Sariram brahma prawis at sarire-adhi prajapatih. dan membekali saya dengan kekuatan-kekuatan yang berasal dari diri beliau. Samawedda dan Yajurweda. yasmat prananti bhuwanani wiswa Sang Hyang Widhi Wasa menghidupkan dan menghancurkan. Balad ekam aniyaskam ute-ekam naiwa drsyate. yac ca-anyad upadesyam. Rgweda. Kekuatan kehidupan manifes. tatah pariswajiyasi dewata sa mama priya. membakar. Tetapi dari yang paling halus dan dewata yang meliputi semuanya (yaitu Iswara atau Jiwa Agung) adalah satu-satunya obyek (tujuan) dari cinta.28 O yang dipertuan Atas Sabda-Sabda. datanglah kemari bersama-sama dengan Para Dewa. Tuhan yang Maha Esa Yang Maha Agung (Makhluk Teragung). dan setiap pengetahuan yang harus diajarkan. Iyam kalyani-ajara martyasya amrta grhe. Dia adalah sumber penghidupan seluruh alam semesta. Do’a agar ajaran-ajaran Suci yang dipelajari terpatri dalam sanubari Dengan pola Trisapta. Yo marayati pranayat. yang menjadi jumlah tak terhingga. pengetahuan praktis. serta semoga saya senantiasa dapat ingat akan ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari. Yang dipertuan Atas Sabda-Sabda berkenan memberi tugas kepada saya. Segala macam zat memasuki tubuh manusia seperti misalnya kebijaksanaan. dan dapat menyatu dengan sanubari saya.

Do’a Penyakit Kencing menjadi Sembuh dengan rerumputan. semoga di bumi. yang berkekuatan seratus kali lipat. yang menjadi Ibundanya. . saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. pancaranmu mengalir deras. dengan kekuatan dari Beliau itu. Semoga saya tidak ditinggalkan oleh Ajaran-Ajaran Suci itu. pancaranmu mengalir dengan deras. yang berkekuatan seratus kali lipat. nyanyikanlah lagu penyembuhan dengan terompet gelagah yang menggetarkan irama merdu. semoga saya dapat dipersatukan dengan ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari. Yang dipertuan atas Sabda-Sabda. O. Obat dengan menggunakan batang rumput Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. singkirkanlah jauh-jauh orang-orang yang berniat jahat kepada kami serta orang-orang yang membenci kami. O Penarik tali busur kehidupan yang mahir. Pada saat-saat Sang Lembu sedang membelai pohon-pohon. atau senjata-senjata lainnya. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. karena mengisap banyak air. semoga saya-lah yang engkau pilih sebagai tempat persinggahanmu. semoga di bumi. karena mengisap banyak air.kekuatan itu dapat selalu berada didalam diri saya senantiasa dapat ingatkan Ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari. Kami mengetahui gelagah SangAyah. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. anugrah dari Parjanya dan kami mengetahui dengan baik. anugrah dari Parjanya dengan kekuatan dari Beliau itu. Seperti bahwa diantara Surga dan Bumi itu terdapat pohon bambu. tariklah tali busur kehidupan kami! Kuatkanlah tarikanmu itu sekuat batu! Dengan kekuatanmu yang hebat itu. anugrah dari Waruna. Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. Datanglah kemari. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. jauhkanlah kami dari serangan panah. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. yaitu bumi dengan banyak aspek-aspeknya. karena mengisap banyak air. yang berkekuatan seratus kali lipat. yang diatasnya mengisap banyak air. atau tombak. dengan kekuatan dari Beliau itu. pancaranmu mengalir deras. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. demikian juga smoga batang gelagah itu menjadi penghalang penyakit dan pengaruhpengaruh jahatnya. O Indra. semoga di bumi. anugrah dari Mitra.

Kedua saluran air kencing-Mu. . dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. seperti itu semoga aliran kencingnya si sakit menjadi deras. Mahkluk-mahkluk yang menghuni sebelah sananya matahari. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. semoga semua penghalang menjadi lenyap. anugrah dari Sang Bulan. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. yang mengalir dengan lancar itu. sesuai dengan tugasnya masing-masing. seperti itu juga aliran kencingnya si sakit menjadi deras. semoga di bumi. aliran kencingnya si sakit menjadi deras. anugrah dari Sang Matahari. dengan mencampur susu dengan madu. Semoga penghalang aliran air kencing si sakit menjadi tidak kuat lagi. untuk persembahan Para Ibu melaksanakan kewajibannya di bidang agama. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. seperti kalau orang memecahkan bendungan air. semoga semua penghalangnya menjadi lenyap. karena mengisap banyak air. yang mengabung menjadi satu. Seperti panah yang terlepas dari busurnya. semoga di bumi. semoga semua penghalang menjadi lenyap. semoga dapat menjadi tauladan mengalir air kencingnya si sakit. semoga semua penghalangnya menjadi lenyap. seperti itu semoga aliran kencingnya si sakit menjadi deras. dengan kekuatan dari Beliau itu. Saya memohon turunnya Air Surga. dengan kuatnya melesat meninggalkan busurnya. pancaranmu mengalir deras. yang berkekuatan seratus kali lipat. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya.Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. dengan kekuatan dari Beliau itu. saya menyelenggrakan persembahyangan dengan memercik-mercikan air suci yang saya ambil dari Sungai Sindu yang suci. Saya pecahkan yang menjadi penghalang aliran air kencing si sakit. anak-anak perempuannya menyelenggarakan upacara Yadnya. dan yang menjadi sahabatnya Sang Surya. pancaranmu mengalir deras. yang dapat menjadi minuman bagi sapi-sapi saya. yang berkekuatan seratus kali lipat. Do’a mensucikan air. kita harapkan dapat meneruskan Yadnya kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. seperti air itu tidak tahan lagi dihalang-halangi dalam gerakkannya menuju ke laut. semoga seperti yang kepunyaan-Mu. karena mengisap banyak air.

Pendeta pemberi cahaya.94. 1983:3-9). Sama Weda Agne tawa waye mahi bhrajante arcayo wibhawase. nyalamu menjulang tinggi. Didalam Air Suci. dengan semangat yang tinggi segairah dan sebahagia Ibu yang menimang-nimang anaknya. berilah saya kekuatan penyembuh. terlindungi.Didalam air suci ini terdapat Amerta. o Sang Air ada dalam periuk air. . Kami akan membuat engkau puas. bahkan juga yang telah mampu menguasai manusia. dan didlam Api Suci. sehingga saya dapat melihat dalam banyak tahun. Dengan pertolongannya. 7. berilah kesejateraan. agar engkau cepat memunculkan sifat-sifat sucimu. Air Yang Murni. air kehidupan didalam air suci ini terdapat daya penyembuh terhadap penyakit-penyakit. o Sang Air yang datang dari udara. melalui air suci ini. berlah kami kesejahteraan . O. berilah kami kesejahteraan. semoga air suci yang bersifat ke-Tuhanan ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit kami dapat mensejahterakan kami. air suci ini dapat menjadikan kuda-kuda saya dan sapi-sapi saya berkeadaan senantiasa sehat. O Sang AirYang Suci. kuat dan terkenal Engkau. cepatlah engkau menjadi air suci. Agni berkata kepada saya bahwa Api Suci itu dapat menjadi sarana penyembuh bagi semua penyakit. (Sugiarto. semoga daya-daya kesembuhan dan kesehatan yang berasal dai Air Suci ini dapat memancar dan mengalir masuk kedalam diri kami. Berilah kami kesejahteraan. dan hari-hari depan yang cerah-lah yang menjadikan kami melaksanakan upacara pensucian air ini. Brhadbhano cawarsa wajamukthyam dadhasi dacusa kawe. o Sang Air yang ada di lemah-lembah berilah kami kesejahteraan. Atharwa Weda. O Agni. dan panjangkanlah usia saya. tentulah engkau mau menjadikan kami berkeadaan yang segar kembali dan tampak gembira dan bahagia. lindungilah badan saya. Perasaan aman. Engkau adalah Dewe yang cemerlang. yang telah mampu mengendalikan diri dalam penguasaan terhadap benda-benda. o Sang Air yang ada di rawa-rawa. Engkau beri pemuja itu dengan kekuatanmu itu.2. dengan jalan meminumnya. o Sang Air yang ada di dalam sumur. segar dan kuat. dan taruhlah berkah keselamatan dari Tuhan Yang Maha esa melalui dirimu! Dari Sang Air Suci. o. Air Yang Suci. karena engkau sangat baik hati. Soma berkata kepada saya bahwa Air Suci itu dapat menjadi sarana penyembuh bagi semua penyakit. harta dan kebajikan terpuji. saya memohon kesembuhan dari penyakit.

Putro matara wicarannupanasi prnskdi radosi ubhe. Agni. Twam Percikan adalah hitam dan gemercik. semua dilakukan. dengan kemilauan yang sempurna itu Engkau mengangkat dirimu sendiri dalam sinar. Rtawanam mahisam wicwadarcatamagnim sumnaya dadhire putre janah. O Dewa yang abadi. pensuci yang kemilau. Irajyannagne prathayaswa jantubhirasme rayo amartya. Agni menyebar meluas sebagai pengausa atas segala yang hidup: beri kekayaan kepada kami. wamasya subhagam mahimasam dadhasi sanasim rayim. Ratim Saya muliakan Pendeta itu. Iskartraranadhwarsaya pracetasam ksayantam radhasomahah. Engkau bercahaya dalam kemilauan di waktu malam. Twe isah sam dadhurbhurriwarpama ccitrotayo wamajatah. kuat. dalam kidung nyanyian-nyanyian kami yang benar. Engkau. Engkau antar kami kepada kekuasaan yang maha indah. keturunan mulia. Taca drapso nilawandaca rtwuyaindhanah mahinamusamasi priyah ksapo wastusu rajasi. untuk memperoleh rakhmatnya. memberi bantuan sebagai seorang anak. Sa darcatasya wapuso wi rajasi prnaksi darcatam kratum. Engkau memberi rakhmat kebaikan dan banyak makanan. Dewata yang suci. sisnawa dade.Pawakawarcah cukrawarca anunawarca udiyarsi bhanuna. Yang merupakan hubungan persahabatanmu adalah menurut pilihanmu. agni. Crutkarnah saprathastamam twagira daiwyam manusa yuga. Yasya twam sakhyamawita. O yang maha pemurah. dinyalakan pada waktunya. Engkau bersinar dari keindahan wajahmu yang tmpak. Pra so agne tawotibhih suwirabhista rati wajakarmabhih. penolong yang menakjubkan mereka itu. ramah. turun-temurun manusia mengungkapkan-nya dengan lagu-lagu pujian. Ia melakukan dengan bantuanMU yang membawa dia banyak putra-putra pemberani dan mengerjakan perbuatan-perbuatan besar. Padamulah mereka tumpukan berbagai macam bali. bersenanglah Engkau sendiri. yang sangat terkenal. O Jataweda. yang mempunyai harta berlimpah dibawah pengawasannya. putra perkasa. Engkau adalah teman tercinta bagi Fajar yang agung. Dengan sinar yang cemerlang. Engkau mengunjungi kedua Ibunda. . dengan telinga mendengar. Orang-orang telah meletakkannya dihadapan mereka. engkau hubungkan rapat-rapat dunia dan surga. banyak bentuk. Engkau beri kekayaan yang mendatangkan keberhasilan. yang mengatur jalannya yadnya. Urjonapajjataweah sucastibhirmandaswa dithibhirhitah. tampak kepada semua orang suci.

kepada ia yang didudukkan bersama. Cahaya adalah Surya. Yo jagara tamayam soma aha tawa ham asmi sakhye nyokah. Selamatkan kami dari penderitaan dan kesengsaraan. Tamit samanam wannacca sirudhoantarawaticca suwate ca wicwaha. kembalilah lagi dengan kekuasaan. Hymne yang kudus mencintai Ia yang bangun dan melihat. Saya pergunakan kalimat yang berkaki seratus. Agni menjadi cemerlang untuk Indra. Suryo jyotirjyotih suryah. Panururja ni warttaswa punaragna isayusa. Begitu waktunya tiba. Dewa oksami cakrite. kepada Dialah dikatakan Soma ini. Punarnah pahyamhasah. Agni adalah Cahaya. Gayatra. saya mengasuh dan dijadikan tempat tinggal saya sebagai persahabatannya. Saya mengasuh dan membuat tempat tinggal saya dalam persahabatanMu. Agnirjagara tamrcah kamayantesgnirjagara tamu samani yanti. Gayatram traistubham jagadwiswa rupani sambhrta. saya menyanyi apa yang Gayatra. Kepada Dia yang jaga itu syair kudus ini datang.Tamosadhirdahire farbhamrtwayam tamapo agnim janayanta matarah. O Agni. . Namah sakhibyah purwasadbhyowe namah saksamnisebhyah. Yo jagaraga tamrcah kamayante yojjagara ramu samani yanti. Yune wacam catapadim. lagu-lagu Saman mendekatinya. Agni adalah penjaganya. Gayatram traistubham jagat. Yune wacam catapadim gaye sahaswawartani. Agnirindraya pawate diwi cukrowirajati Mahisiwa wi jayate. Agnirjagara tamayam aha tawa hamsmi sakhye nyokah. Jadi dalam hal seperti itu. Pujilah sahabat yang duduk dihadapan. demikian pohon-pohon dalam hutan dan tumbuh-tumbuhan mengandungnya dalam diri mereka dan menghasilkannya terus-menerus. kembaliah Engkau lagi. Cahaya adalah Agni. Agni inilah yang berinduk pada air membawa kehidupan. Agni mengawasinya. Ia kirimkan keturunannya laksana seorang permaisuri. Hymne Jagati. Cahaya adalah Indra. dan syair Jagati. Agnirjyotir agnirindro jyotirjyotirrindrah. Tristup. bentuk yang sempurna dan bersatu. Surya adalah Cahaya. Tristup. dari sebagai benih mereka yang tumbuh-tumbuhan telah terima. Indra adalah Cahaya. Telah menjadikan Dewa-dewa sahabat yang dikenal. Ia memancarkan cahaya lebih cemerlang di langit. Saya pergunakankalimat berkaki seratus. Soma ini berkata kepada Dia yang bangun dan melihat. pujilah. Agni adalah penjaga dan Richas mencintainya.

O Dewata yang Maha Kuasa. yang tempat tinggalnya mempercepat kami dengan apah. Seandainya saya ingin seperti Engkau. Berlimpah-limpah Amrita terdapat jauh disebrang sana. Berilah kami karenyanya agar kami dapat hidup.oga kami peroleh dengan penuh kebahagiaan. Abhi waji wicwarupajanitram hiranyayam bibhradatkam suparnah. O Agni. Yang se. Stota me gosakha syat. Dengan dirimu sendiri. penyangga semua yang mengalir. Tasma aram gamamawo yasya ksayaya jinwatha. menggerahkan hati kami. penguasa tunggal atas semua gart. Suryasya bhanumrtutha wasanahpari swayam medhamrjro jayana. Wiswapsnya wiswataspari. Yo wh siwatamo rasastasya bhaja yateha nah. yang engkau miliki. Wata a watu bhosajam cambhu mayobhu no hrde Pra na ayumsi tarisat. Apo janayatha ca nah. O Indra. memberikan kami yang menjadi kekeuatan. Sesungguhnya Apah. Karenya berilah kami kekuatan agar dapat kami hidup. Uta wata pitasina uta bhratota nah sakha. Yadindraham yatha twamiciya waswa eka it. peercikan olehMu kepada kami dari segala penjuru.Saha rayya ni warttasuagne pinwaswa dharaya. kepada para pemuja yang memeras air soma. Engkau Saudara kami dan sabahat kami. Saya akan tiada pilihan untuk memoperkuat dan memperkaya pendeta itu. Gamacwam pipyusi duhe. Ucatiriwa matarah. Indra. Apo hi stha mayobhuwasta na urje dadhatana. ya. Seadainya saya penguasa ternak sapi. Engkau Bapa kami. Yadaham gopatih syam. Ya dade wata te grhe amrtam nihitam guha. Semoga Ia perpanjang hari-hari hidup kami. Dhanusta indra sunrta yajamanaya sunwate. O Watra. Sebagai seorng ibu yang merindukan yang tercinta. Wata. Mhe ranaya caksase. Tasya no dhehi jiwase. Karena Engkau kami senang hati pergi kepadanya. Berilah kami sebagian dari embun yang amat suci. Semoga wata meniupkan paramnya kepada kami. . dariMu. Karenya tolong kami olehmu menuju kekuatan. Pemuja saya harus kaya dengan sapi Sikseyamasmai disteyam cacipate manisine. baliklah kembali membawa harta. Kebaikanmu adalah dalam melimpahkan banyak lembu dan sap. So no jiwatawe krdhi. engkau pembawa kesehatan dan rakhmat. meyehatkan.

Barbagai macam bentuk benih Ia letakkan dalam air. Engkau yang bersayap keenam. utusan Waruna. burung Garuda memakai pakian keemasannya ditempat kelahirannya. Wasano atkam surabhim draca kam awarna nama janata priyani. Dipakai pada saat waktunya disertai sinar Surya. menggerakan manusia. Anatarakse swam mahimanam mimanah kanikranti wrsmo acwasyaretah. . telah memperoleh yadnya sendiri. memperlihatkan kepada kami berbagai macam senjata. Urddhwe gandharwo adhi nake asthatpratyangcitradasyayudhani. Pemberi banyak hadiah dalam ratusan. Tegak. (demikian) Indra mengalahkan ratusan musuhnya dengan segera. menakutkan. Pahlawan tunggal. Apsu retahcicriye wiswarupm teyah prthiwyamadhi yat samabhuta. Hiranyapaksam warumasya dutam yamasya yonan cakumam bhuwanyum Mereka memandang Engkau dan lam meerindukan semangat mereka. sebagaimana undang-undang pemerintahan. Kecemer-langannya. burung yang mempercepat sampai ke tempat Yama. dengan mata yang tidak berkedip. menyenangkan dalam dirinya yang cerlang cemerlang. karena sebagai cahya melahirkan bentuk-bentuk menyenangkan kepada kami. Nake suparnamupa yatpatantam hrdantam hrdawenanto abhya caksata twa. Cepat. menguak. Ayam sahasra pari yukta wasanah suryasya bhanum yajno dadhara. merah. Berpakian manis dan indah dilihat. Sangkratndanenamnimisa ekawirah catam sona ajayat sakamudrah. Ia telah memakai ribuan jubah yang sesuai menurut dirinya. cemerlang yang dikumpulkan dimukan bumi dan disitu berkembang. Sahasradah catada bhuriwa dhartta diwo bhuwanasya wicaptih. Drapsah samudramabhi yajjati pacyan grdhrasya widharman. Diangkasa. Ia menjerit keras. ribuan penunjang surga-surga. Bhanuh cukrana cocisa stritrye cakre rajasi priyani Bila laksana percikan Ia datang mendekat ke samudra. menyerang dengan cepatnya. meumbuhkan keagungannya. sebagai yadnya penyangga sinar sang Surya. benih dari pencari jalan yang giat.Pasukan berkuda memakai bermacam bentuk. laksana banteng yang mengasah tanduknya. Gandharwa telah mendaki ke surga. melihat dengan mata ruwah. Acuh cacino wraabhe na bhimo ghanaghanah ksbhannaccasaninam. membuat kejayaan yang maha tinggi. sebagaimana seekor burung yang bersayar kuat yang naik menuju ke langit.

Indra asam nota brhaspatirdaksina yajnah pura etu Dewasennanamabhibhanjatinam jayntinam maruto yantwagram. Ikutilah Dia. yang tangannya memegang panah. . somah. tak tergoyahkan dan tak terlawan. pemenang pembrani. Abhawiro Sang (Yang) jelas oleh kekuatanMU. abhisatwa sahajo jatwasahoja jaitramirdra rathama tistha gawit. Sa isuhastaih sa nisanggibhirawaci sam srasta sa yudha indro ganena. penakluk engkau pahlawan. sekarang. Jadilah pelindung kereta kami. Indra. memberi laki-laki dan pahlawan.Sankrtandenamisena jisnuna yuktkarena duccyawanena Tadinddadrena jayata tatsahadhwam yudho nara isuhastana wrsa. Brihaspati. Ia memerintah bersama Dia yang memagang senjata dan menaklukkan Indra yang bersama pasukannya membawa rombongan bersama penakluk musuh. sekarang. pejuang terkemuka. terbang dengan keretamu kemari. pahlawan tak mengenal belas kasihan dengan kemarahan. berlengan kuat. Gotraidan gawidam wajrabahum jayatamajma pramrnan prmartamojasa. semoga Ia melindungi pasukan kami dalam peperangan. Abhigotrani sahasa gahamannodayowirah caramanyurindah. Ducyawanah prtanasadayudhyo asmakam sena awatupra yutsu. bersenjatakan petir. Balawijnayah sthawirah sahaswanwaji sahamana urgrah. dengan busur panah yang kuat. Tinggalkan dirimu sebagai pahlawan dan laksana Indra ini. Peminum Soma. Sam srstajit somapa bahucardhyu gradhanwa pratihitabhirasta. Dengan raungnya yang keras. pemenang dalam peperangan. dhrsna. Indra yang kuat. penakluk dalam pertarungan. Indra. pembunuh raksasa. berjaya. Imam sajata anu wirayadhwamindram sakhayo anusam rabhadwam. pembangkit peperangan. perlihatkan kesungguhan dan keberanianmu. pemenang sapi. Brahaspate pari diyai rathena rakse hamityam apabadhumanah. memanahkan panahnya dengan baik. saudrasaudara. usirlah musuh kami jauh-jauh. pemenang sapi. teguh. naiki kreta penaklukMu. putra penakluk. Prabhanjantsenah pramrno yudha jayannasmawamedhyawita rathanam. Golok bagi kedai-kedai. kuat dan garang. menembus kandang-kandang sapi dengan kekuatan yang tidak terkalahkan. pemecah belah pasukan. tidak terkait. yang menumpas satu pasukan dan dengan kekuasaannya memusnahkannya. pemusnah. selalu waspada. sukar untuk mengalahkan. penakluk segala. Jaya dalam perang.

raja Waruna. lindungi kami dalam pekik serangan. O Pahlawan. Indrasya wrsno warunasya rajna adityanam marutam cardha ugram. Semoga Indra menolong kami bila bendera-bendera kami telah berkumpul. Urga wah santu Majula. bakr hati mereka dengan panah. O pembunuh Writra. Brihaspati dan Soma. manamsi. Engkau menyebabkan bulu tegak. Asau ya sena marutah paresamabhyeti na ajosa sparddhamana. Mahamanasam bhuwanacyawanam ghoso dewanam jayatamudhasthat. jayalah panah pasukakkan kami. Engkau tangkap badn mereka dan berangkat. Pasukan musuh yang berjuang dengan seluruh kekuatannya. Biar pasukan Maruta berjalan paling depan. wah carmayacchatu. O Ogha. dan biar keriuhan kreta yang menag perang menanjak. Semoga orang-orang pembrani kami dalam perang memang dalam serangan.Indra. Ya Dewa-Dewa. senajata kami merangsat semangat pahlawan perang. demikian musuh kami menetap dalam kegelapan. Pekik Dewa-dewa yang memang mengangkat tingitinggi. Seranglah mereka. Sembunyikan dan benamkan mereka kedlam kegelapan yang tak ada ajalannya sehingga tidak seorang dari mereka dapat mengenal satu dengan yang lain. Abhi prehi nordaha hrsu cokairandhenamitrastamasa sacatam Membingungkan perasan musuh kami. Kuat dan menakutkan senajatmu. pahala dari yadnya. semoga Indra menjadi ahlawanMu yang pasti. tak seorang dapat melukai dan mengenaiMu. Tam guhata tamasapawratena yataitesamanyo anyam sa janat. menagkan hari itu. . Asmakam wira unttare bhawantwasmam udewa awata hawesu. Pasukan Dewata yang menaklukkan dan menghancurkan. O Maghawan. Dewa-Dewa yang berpikiran mulia yang menyebabkan dunia gemetar. Amisam cittam pratiolobhyayti grhanangganyapjwe parehi. yang mendahului mereka. Mendesak kekuatan tenaga kuda. pimpinlah merekaini. Gacchamitran pra padyaswa mamisam kam ca nocchisah. mendekat O Maghawan. Uddharsaya maghawannayudhanyut satwanam mamakanam Udwartahanwajinam warjinanyudrathanam yantu ghosah. Preta jayata nara indro bahawejnadhrsya yathasatha. Aswasrta para pata carawye brhahnasam cite. Marut dan Aditya. Jadilah kami sebagai Tuan rumah yang kuat bagi Indra yang Maha Kuasa. Asmakamidrah samretstesu dhawahaswasmakam ya iswsta jayantu.

Maisam macyoghaharacca mendrawayamsyenananu samyantu sarwan. Wi rakso mrdho jahi wi wrtrasya wrtahannamitrasyahbhidasatah. Yatra banah sampatanti kumarara wicikha iwa. Wi manyumindra Usirlah Raksasa dan musuh itu jauh-jauh. Yang pertama ini biar ia gunakan bila peerlu harus datang kepada kami. kenakan mereka di rumah dan biar tidak seorang pun yang timggal hidup. Engkau Indra dan Agni. Marmani te warnane cchadayami soamstwa rajamrtenanu Urorowariyo warunaste krnotu jayantam twanu dewa madantu. menemuainya.Lepas dari tali busur melayang naik anak panahmu. brhanamaspatiraditih carmayacchat wicwaha carma yacchatu. tidak ada penghilang dosa di kemudian hari untuk mereka. Kirim kebawah ke daerah kegelapan ia yang mengusahakan untuk melukai kami. Tau yunjita prathamau yoga agate yabhyam jitamasuranam saho mahat. yang datang laksana pertunjukan dalam peperangan. O Maghawan. kalahkanlah mush kami jauh-jauh. tak pernah ditundukakkan. hanu ruja. Amitra senam maghawannasmanchatru wrtrahannagnicca dahatam prati. Indrasya bahu sthawirau yuwanawanadhrsyau supratikawasahyau. rendah hatilah orang yang menentang kami. Ubhau tamindra Pasukan musuh ini. yatimabhi. Biarpun disana semoga Brahmanaspati. wastam. semoga Aditi melindungi kami dengan baik. Wi na indra mrdho jahi nica abhidasatyadharam gamaya tamah. Kangkah suparna anu yantwenam grdhranamannamasawastu sena. Yo asmam O indra. O Indra pembunuh Writra. diamna Asura yang besar lagi kuat dilemparkan.biar burung-burung yang mengkutinya dikumpulkan. kalahkanlah amarah musuh yang mengancam kami. Indra. dipertajam oleh doa-doa kami. melindungi kami dengan abik sepanjang hari. Kuat dan selalu muda senjata Indra. Tatra ne Disana di mana anak-anak panah berterbangan laksana anak kecil yang rambuntya belumm dicukur. biar tidak satupun yang selamat. Pergi menuju musuh itu. Ya biar poasukan itu menjadi mangsa burung ruwah itu. O Pembunuh Wrrtra. patahkanlah olehMu taring Writra itu berkeping-keping. yaccha prtanyatah. Biar burung ruwah dan burung-burung yang kuat mengejar mereka. . jujur tak terkalahkan. dengan nyalamu.

Yang Suci. bahkan laksana ular yang tak berkepala.2. Athirairanggasis-stuwamsastanubhirwyacenahi deahitam yadayuh. semoga Indra merakhmati kami. Brihaspati memberi kami rakhmatnya.Bagian Engkau yang terpenting telah aya tutupi dengan baju pelindungmu. Semoga Tarksya dengan windunya yang tak terlukakan merakhmati kami. Memujamu dengan tangan dan badan yang kuat. apkah ia musuh ynag asingatau salah atu dari kami. Perlindungan saya yang paling dekat adalah do’a. Samkhya Darsana . menjubahi Engkau dengan RajaSoma yang abadi. Tesam wp agninunnanamindo hantu waramwaram. Ya nah sworano yaccanisthyo jighamsati. Pusam merakhmati kami. Bhadram karnebhih crnuyamadewa bhadram pasyemaksa bhisyayatrah. Brahmanaspati memberikan rakhmatnya Pudja (1979/1980:500521) 7. Srkam samcaya pawimindra tigmamwi catrun tadhi wi mrdhonudaswa. Siap yang akan membunuh kami. Laksana binatang buas yang menakutkan menegmbara di hutan. Waruna memberi Engkau apa yang telah banyak dan dalam kemenanganMu biar para Dewa-dewa bersenang. semoga telinga kami mendengar apa yang suci. penguasa atas semua kekayaan. Swasti nastarksyo aristanemih swasti no brhaspatirdadhatu Termasyuh jauh dan meluas. Dewastam sarwe dhuwantu brahma warma mamantaram carma warna mamataram. Andha amitra bhawatacirsannohaya iwa. Engkau telah mendekati kami datang dari tempat jauh. Mrgo na bhimah kucare giristhah parawata a jagantha parasyah. semuga kami mencapai umur yang ditetapkan oleh Tuhan. Swasti na indre wrdracrawah swastinah pusa wicwawedah.95. O musuh saya akan menjadi buta. Semoga Dewa-dewa membuatnya tidak tenang dai itu. O Dewa-Dewa. semoga mata kami melihat apa yang baik. Mengasah wajraMu dan pisaumu yang tajam. kau tumpas musuh itu dan mengkocar-kacirkannya meerka yang membenci kami O Indra. senajata terdekat dan pertahanan terdekat. Semoga Indra membunuh yang paling baik dan yang itu bila menyalakan Agni telah menyerang engkau.

karena semua . Prakrti artinya “yang mula-mula”. yaitu: Pratyaksa (pengamatan langsung). Purusa bersifat Asanga (tak terikat) dan merupakan kesadaran yang meresapi segalanya dan abadi. dan “Kri” (membuat mirip dengan Maya dari Vedanta. Rajas dan Tamas. tak terbatas) Ketidak beradaan (Aviveka) antara keduanya merupakan penyebab adanya kelahiran dan kematian. karerna secara pasti ia menekankan dualitas dan pluralitas. Prakrti dan Purusa adalah Anadi (tanpa awal) dan Ananta (tanpa akhir. Kata “Apta” artinya “pantas” atau “benar” yang ditujukan kepada wahyu-wahyu Veda atau guru-guru yang mendapatkan wahyu. Pada sistem Samkhya tak ada penyelidikan secara analitik kedalam alam semesta.Pendiri dari sistem filsafat ini adalah Sri Kapila Muni. yang tersusun dari atas materi dan rohani yang memiliki atau terpengaruh orah 3 guna atau sifat. Baik Purusa maupun Prakti adalah Sat (nyata). karena mengajarkan bahwa ada Purusa atau Roh yang banyak sekali. yang merupakan susunan menurut topik-topik atau katagori-katagori. Samkhya menyangkal bahwa suatu benda dapat dihasilkan dari ketiadaan. Seperti telah disinggung didepan. Prakerti merupakan sumber dari alam semesta dan ia juga disebut sebagai Pradhana (pokok). dimana para filsuf Barat juga sangat mengaguminya. Istilah Samkhya juga dipergunakan dalam pengertian “Vicara” atau “Perenungan filosofis”. yang dikatakan sebagai putra Brahma dan Avatara Visnu Kata “Samkhya” itu sendiri artinya “jumlah” dan sistem ini memberikan sejumlah prinsip-prinsip alam semesta yang sebanyak 25 buah. yaitu Sattvam. yang mendahului apa yang dibuat dan berasal dari kata “Pra” (sebelum). Prakrti merupakan si pelaku dan si penikmat. seperti keberadaan yang sesungguhnya. yang berkembang atau mengasilkan (prokaroti) sesuatu yang lain. Sistem Samkhya umumnya dipelajari setelah sistem Nyaya. Perbedaan antara Purusa dan Prakrti memberikan Mukti (pembebasan). Samkhya menggunakan 3 sistem atau cara mencari pengetahuan kebenaran. Anumana (penyimpulan) dan Apta Vakya (penegasan yang benar). sehingga nama Samkhya tersebut sangatlah tepat. namun terdapat suatu sistem tiruan yang diawali dari satu tattwa atau prinsip mula-mula yang disebut Prakrti. karena ia merupakan sistem filsafat yang hebat.

Karena itu. baik yang merupakan konsep ataupun yang merupkan (Sankalpa-Vikalpa). Guna merupakan obyek-obyek. Prakrti berkembang di bawah pengaruh Purusa awal dari evolusi Prakrti adalah Mahat atau Kecerdasan Utama. karena dalam penghancuran.akibat ditemukan padanya dan ia juga merupakan sumber dari segala benda. seperti seluruh keberadaan pepohonan yang dalam keadaan terpendam atau tertidur dalam . baik dalam pengamatan maupun kegiatan. Badan (perwakilan) merupakan milik dari ahamkara. di mana 5 Udara vital dihasilkan pikiran dan organ indra. Samkhya menerima teori pengembangan dan penyusutan. Dari Ahamkara muncullah Manas atau pikiran. yang menirukan data-data indra kedalam pengamatan dan dalam hal ini pikiran mengambil bagian. Keeratan hubungan seperti nyala api. yaitu tidak mempercayai adanya Tuhan atau Isvara. Akibat dari pertemuan antara Purusa dan Prakrti timbullah ketidak seimbangan dari tri guna tersebut yang menimbulkan evolusi atau perwujudan. sehingga sifatnya Atheis. yang merupakan penyebab alam semesta dan selanjutnya muncul Buddhi dan Ahamkara. sedangkan Purusa merupakan subyek saksi. Dalam sistem Samkhya tak ada Prana Tattwa yang terpisah. Dalam sistem ini tak ada sesuatu hal sebagai penghancuran total. Jadi gambaran sentral dari filsafat Samkhya adalah akibat benar-benar ada sebelumnya di dalam penyebabnya. Penciptaan berasal dari Prakrti yang ada dengan sendirinya dan tak ada sangkut pautnya dengan Purusa tertentu yang menjadikannya. Sistem filsfat Samkhya disebut sebagai Nir-Isvara Samkhya atau Samkhya tanpa Tuhan. jadi hanya itu saja masalahnya. para pengikut sistem filsafat Samkhya menyatakan bahwa tak perlu adanya pencipta yang cerdas atau bahkan satu kekuatan yang mengatasinya yang secara jelas bertentangan dengan sistem filsafat Vedanta. serta saling bercampur. Ketiga guna tersebut tak pernah berpisah dan saling menunjang satu sama lain. yang merupakan prinsip yang menciptakan kepribadian. dimana sebab dan akibat merupakan keadaan yang belum berkembang dan pengembangan dari satu substansi yang sama. Ia membentuk substansi Prakrti. yang membawa perintah-perintah dari ke hendak melalui organ-organ kegiatan (Karma Indriya). minyak dan sumbu pada sebuah lampu. akibat terbawa menjadi penyebab.

disamping merupakan hasil. Ahamkara. diamna segi psikologinya disebut Buddhi. Akibat atau hasil tidak berbeda dengan materi penyusunannya. yaitu: (i) Produktif (Prakrti). (iii) Hasil (Vikrti). Tujuh (7) prinsip berikutnya.benih (biji). Penyelidikan terhadap sistem filsafat ini adalah untuk menemukan cara menghapuskan 3 macam penderitaan. bukanlah hasil ataupun produk. Ke-4 klasifikasi ini termasuk 25 prinsip atau Tattwa. 10 organ persepsi dan penggerak. Prakrti atau Pradhana (pokok) merupakan produktif murni dan sumber dari semuanya. seperti: panas. Ke-16 prinsip berikutnya. Purusa atau Roh. karena kekuatan (ahamkara) berasal dari pengembangannya. ia juga produktif. Buddhi merupakan produktif. Ahamkara. Manas. dan yang diluar diri manusia atau mahluk lain (Adhibhautika). yaitu 10 organ (persepsi dan gerak). geledek dsb. Prakrti. yaitu: yang didalam (Adyatmika). mereka yang mengetahui ke 25 prinsip tersebut. Samkya menguraikannya sebagai berikut: Dari pertemuan antara Purusa dan Prakrti. serta penyakit akibat kelahiran. gigitan ular dsb. . 5 tanmatra. kekuatan (Ahamkara) dan 5 tanmatra (dasar halus) adalah hasil dan produktif. yang merupakan benih alam semesta. pikiran dan 5 unsur (bhuta). Samkhya memberikan suatu uraian katagori-katagori yang didasarkan pada ketepatan produktif masing-masing. Buddhi. karena purusa tanpa atribut. timbulah Mahat (yang agung). yang bersifat surgawi atau diluar kekuasaan manusia (Adhidaivika). demikian pula seluruh alam raya ini ada dalam keadaan tertidur dalam Prakrti yaitu Avyakta (tidak berkembang) ataupun Avyakrtta (takterbedakan). yang memiliki sifat-sifat kebajikan pengetahuan. Menurut filsafat Samkhya. 5 unsur (bhuta). yaitu kecerdasan (buddhi). (ii) Produktif dan hasil (Prakrti-Vikrti). akan mencapai kebesan. karena menjadi sumber dari 5 dasar halus atau tanmatra. misalnya demam dan penyakit lainlainnya. sperti sengatan kalajengking. Jadi keseluruhan tattwa atau prinsip itu adalah: Purusa. banjir. dingin. tetapi juga dihasilkan dari pengembangan Prakrti. dan (iv) Bukan produktif maupun hasil (Anubhayarupa). karena penghentian terakhir dari 3 macam penderitaan tersebut merupakan akhir tujuan kehidupan. hanya merupkan hasil yang tak dapat menghasilkan substansi pokok lain yang berbeda dengan dirinya.

daya untuk berjalan. Dari Buddhi timbulah Ahamkara. merupakan asas kosmis sedangkan Buddhi merupakan asas kejiwaan. Selanjutnya perkembangan kejiwaan yang ketiga disebut sebagai Karmendriya atau lima organ penggerak yaitu: adya untuk berbicara. Buddhi. Kesepuluh indra ini tak dapat diamati tetapi berada di dalam alat-alatnya yang tampak dan harus dibedakan dengan alat-alat itu sendiri. yaitu: Pada tahapan pertama berbentuk unsur halus (panca tan matra). yaitu sperma dan ovum. dan mengaturnya sehingga menjadi petunjuk dan meneruskan kepada Ahamkara dan Buddhi. .tidak bernafsu. yang menyebabkan segala sesuatunya memiliki latar belakang sendiri-sendiri (kepribadian). sedangkan segi kosmisnya merupakan subyek dan obyek yang masing-msing berdiri sendiri. Ahamkara dan Manas secara bersama sama disebut sebagai peralatan bathin atau Antahkarana. sari rasa dan sari bau. penciuman. sari warna. daya untuk memegang. sehingga Buddhi merupakan unsur ke-jiwaan yng tertinggi atau instansi terakhir bagi segala perbuatan moril dan intlektual. yaitu zat halus dari segala proses kecakapan mental untuk mempertimbangkan serta memutuskan segala hal yang diajukan oleh peralatan yang lebih rendah. yang merupakan segi jiwani ahamkara tersebut. sari raba. Sebaliknya Manas juga bertugas untuk meneruskan putusan kehendak Buddhi kepada peralatan indra yang lebih rendah. perasa dan peraba. pendegaran. Perkembangan fisik mengasilkan asas dunia luar. yaitu: penglihatan. Perkembangan kejiwaan pertama setelah Ahamkara adalah Manas yang merupakan pusat indra yang bekerja sama dengan indra-indra lain mengamati kenyataan diluar badan manusia. daya untuk membuang kotoran dan daya untuk mengeluarkan benih. Perkembangan kejiwaan yang kedua adalah Panca Indra persepsi (Buddhendriya atau Jnanendriya). yang merupakan sas individualisasi atau keakuan. Perbedaan antara Mahat dan Buddhi adalah sebagai berikut: Mahat. yang disebut unsur dan perkembangannya melalui 2 tahapan. yiatu: sari suara. Tugas Manas adalah untuk mengkoordinir rangsanganrangsangan indra.

diantaranya sebagian yang termasuk bagian badan kita. sebab semua berasal dari Prakrti. karena kodratnya yang lebih halus. sehingga akan selalu berubah pada setiap saat. Pada diri Purusa hanya berfungsi sebagai penonton atau saksi. yaitu: Unsur suara Unsur suara Unsur suara Unsur suara Unsur suara (tanah) menimbulkan akasa (ether. Semua ini bersifat khusus pada setiap orang dan menyertainya dalam seluruh kehidupan di dunai ini (Samsara). panas) + raba + warna + rasa menimbulkan (air) apah + raba + warna + rasa + bau menimbulkan prhiwi Akhirnya dari unsur kasar ini berkembanglah alam semesta raya ini dengan segala isinya (jagat). karena Purusa bersifat pasif. yang tersusun atas ke 5 unur kasar atau panca mahabhuta. dimanaa Purusa tidak berganda akan tetapi keadaan prakrti sangatlah kompleks. tetapi yang didomiasi oleh fisik. dan disebut tubuh halus (Lingga Sarira/Suksma Sarira). bukan . Dan seluruh peralatan yang terdiri dari alat-alat bathin (Antahkarana) dengan segala alat bantunya yang bermacam (sepuluh indriya dan 5 tanmatra) itu bersifat fisik dan menjadi syarat mutlak bagi purusa untuk memperoleh pengalaman. Segala sesuatu yang didominasi oleh tamas kebanyakan berupa alam material. sungai-sungai. bumi dengan gununggunungnya. Badan kita yang tampak ini disebut sebagai badan kasar atau Sthula Sarira. pepohonan serta mahluk hidup lainnya. Tubuh ini tidak akan terpisah setelah seseorang walaupun badan kasarnya mati dan hanya dapat dipisahkan setalah seseorang mendapat pembebasan atau Moksa. Purusa tidak mengalami perubahan tempat maupun bentuk. yang kesemuanya merupakan perubahan prakerti.Pada tahap kedua terjadi kombinasi dari unsur-unsur halus yang menimbulkan unsur-unsur kasar yang disebut dengan panca mahabhuta. Didepan telah dinyatakan bahwa Purusa keadaannya berlawanan dengan Prakrti. ruang) + raba menimbulkan vayu (udara) + raba + warna menimbulkan agni (teja. akan tetapi prakrti mengalami perubahan-perubahan. maka segala sesuatu yang didominasi Sattwam ini membantu Purusa dalam menyatakan obyek-obyek diluar manusia. Sekalipun demikian. Purusa bersifat statis dan Prakti bersifat dinamis.

karena kekuatan (ahamkara) berasal dari pengembangannya. bukanlah hasil ataupun produk. 10 organ persepsi dan penggerak. Manas. Purusa merupakan si pengamat yang menyatukan dirinya dengan Prakrti yang tanpa kecerdasan.sebagai si pelaku atau si penikmat. Demikian Prakrti setelah dipengaruhi pembebasan sang Diri (Purusa). yaitu kecerdasan (buddhi). Ke-16 prinsip berikutnya. Jadi singkatnya Purusa atau Sang Diri itu merupakan saksi si Pengamat (Drsta). Tujuh (7) prinsip berikutnya. ia juga produktif. pasif dan netral (Udasina). penengah (Madyastha). kekuatan (Ahamkara) dan 5 tanmatra (dasar halus) adalah hasil dan produktif. yaitu 10 organ (persepsi dan gerak). berhenti berbuat dan sang Diri mencapai Kaivalya atau kebahagiaan terakhir. Prakrti disebut Alam nyata ini . sehingga disebut dengan istilah Buana Agung (Alam) dan Buana Alit (manusia). Yang lumpuh (Purusa) maupun yang buta (Prakrti) akan berpisah apabila mereka sampai ketempat yang dituju. dimana prakerti sendiri tidak dapat melihatnya. Buddhi. Buddhi merupakan produktif. Ahamkara. Hindup kejiwaan disebabkan hubungan dengan perkembangan rakerti yang menjadi alat-alat bathinnya. hanya merupkan hasil yang tak dapat menghasilkan substansi pokok lain yang berbeda dengan dirinya. Jadi keseluruhan tattwa atau prinsip itu adalah: Purusa. agar dapat memandang gejala penciptaan. untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam skhema sebagai berikut: (Tim Penyusun. pikiran dan 5 unsur (bhuta). disamping merupakan hasil. seperti seorang limpuh yang menaiki bahu seorang buta. Maswinara (1998:41-48) Untuk lebih jelasnya mengenai ke 25 prinsip dalam samkya tersebut. pada hakekatnya Asal mula alam semesta adalah sama dengan manusia. satu-satunya (Kailivalya). 1993:120) Dari uraian di atas dapat dapat dijelaskan kembali bahwa. Pada Buana Agung Tuhan itu disebut (1) Purusa (Pencipta) dan (2). 5 unsur (bhuta). Purusa atau Roh. karena menjadi sumber dari 5 dasar halus atau tanmatra. 5 tanmatra. tetapi juga dihasilkan dari pengembangan Prakrti. karena purusa tanpa atribut. menunjukkan bawa: Prakrti atau Pradhana (pokok) merupakan produktif murni dan sumber dari semuanya. Prakrti. Ahamkara.

Dasendriya terdiri dari sepuluh bagian yaitu: Panca budindriya.(hasil ciptaannya). 2). darah. 3). Buku adalah benda atau barang cetakan. 4). Telinga. Kita hanya membicarakan wujudnya.1. ada pemikirnya dan ada pula isinya berupa ajaran-ajaran. lemak. Manas. 5). tulang belulang. Veda atau Mantra Weda sebagai kitab suci. Suksma sarira terjadi dari : (3). Apabila kita maksudkan kitab suci agama maka Weda adalah merupakan kitab suci atau buku. Panca Karmendriya. (10-16): Mata. (5). Veda dan Mantra. 2). 8. Napas dan Udara dalam badan terjadi dari sparsa atau wayu. Panas badan. Panca Mahabhuta. 4). dengan fungsinya: Budhi berfungsi untuk menetukan keputusan. Kita tidak membicarakan isinya.daging dan segala yang padat sifanya terjadi dari Prtiwi. pada diri manusia unsur Purusa itu menjadi Jiwatman. Gandha tanmatra-sari bau. Kelamin dan Anus. otot. Manas berfungsi untuk berpikir. sinar mata dan segala yang panas dan bercahya terjadi dari rupa atau teja. disusun rapi ada penulisnya. yang dapat dikatakan mencapai jiwan mukti moksah semasih hidup. Rupa tanmatra-sari warna. (21-25): 1). 3). (disebut Tri Antah Karana. Rongga dada. Kulit. Hidung. Sabda tanmatra-sari suara. Sebagai kitab suci agama Hindu artinya bahwa buku itu diyakini dan dipedomani oleh umat Hindu sebagai satusatunya sumber bimbingan dan infoemasi yang diperlukan dalam kehidupan mereka sehari-hari ataupun untuk melakukanm pekerjaan . Ahangkara fungsinya untuk merasakan dan bertindak. Buku itu berisi tulisan-tulisan. Ahamkara/Ahangkara. Budhi. Lidah. Weda sebagai kitam suci. ronga mulut dan segla rongga terjadi dari sabda dan akasa. 5). (11-15): Tangan. Dengan memelihara dan memahmi kedua puluh lima unsur ini. 8. air badan dan segala yang cair terjadi dari rasa atau apah. Panca Tanmatra. Rasa tanmatra-sari rasa. Sparsa tanmatra-sari rabaan. (16-20): 1). Tetapi tidak semua brang cetakan atau buku dapat kitanamakan Weda. sedangkan unsur prakrti menjadi Badan. empedu. Kerut. maka kita akan sehat jasmani dan rohani. dan menyatu setelah meninggal moksah diakhirat. (4). Satu-satunya pemikiran yang secara tradisional yang kita miliki adalah yang mengatakan weda adalah kitab suci agama Hindu. Kaki. kelenjar.

Hanya beberapa saja yang kita jumpai didalam kitab Yajur Weda yang ditulis dalam bentuk prosa. yaitu pengetahuan yang akan menuntun manusia pada upaya peningkatan kesejahteraan dan hidup bahagia didunia ini. Pengertian weda sebagai wahyu Tuhan. Pengetahuan semacam ini tergolong nwrtti jnana dan jalannya sendiri disebut nwrtti marga. Rca ini juga dikenal dengan nama ‘mantra’ dank arena itu tidak heran hampir semua tulisan dalam kitab weda itu ditulis dalam bentuk mantra atau rca atau Chanda. Ini tidak benar pula. Sruti sesungguhnya disebut Weda dan Dharmasatra itu adalah smrti. Nyanyain itu atau hymne didalam Weda itu disebut ‘Rca’ atau Chanda yang dibedakan menurut jumlah bait dan banyaknya kata atau suku kata dalam satu syair.Dan dinyatakan sebagai kitab suci karena sifat isinya dan yang menurunkannya pun adalah Tuhan yang dianggap Maha suci. Apa bila kita artikan Weda itu sebagai pengetahuan. yang artinya mengetahui. Ilmu pengetahuan yang tergolong jenis ini adalah disebut prawrti marga. baik didunia ini maupun didunia kelak sesudah mati. Widya lebih bersifat duniawi sedangkan Weda lebih bersifat rokhani. Kemudian lebih lanjut dalam perkembangan pengertian Weda dikembangkan bahwa baik Sruti maupun Smrti kedua-duanya adalah sama yang dimaksudkannya ialah bahwa baik sruti maupun Smrti kedua-duanya diterima sebagai Weda. Adapun sumber utama dari pengetahuan ini adalah Dharmasatra. Sebaliknya kata “widya’ adalah segala macam pengetahuan yang dikembangkan oleh penemuan berbagai risetnya. Ada pula penjelasan lain yang kita jumpai mengatakan bahwa kata Weda yang huruf akhirnya ditulis dalam huruf ã (panjang) mengandung pengertian kata-kata yang diucapkan dan dinyanyikan dengan aturan-aturan tertentu. Dari pengertian yang telah dikemukakan maka apa yang diartikan Weda adalah mencakup pengertian yang amat luas. Pengetahuan itu dapat dibedakan menjadi dua bidang. yang akan menuntun manusia untuk mencapai kesempurnaan rokhani. Pengetahuan duniawi. Adapun yang menjadi sumber nwrtti jnana ini adalah Sruti. yaitu: Pengetahuan Rokhani. Kata Weda berasal dari urat kata Wid. Weda didalam bahsa sanskerta berarti pengetahuan. maka setiap ilmu pengetahuan dapat dikatakan Weda. Weda sebagai ilmu pengetahuan. .tertentu. Pengertian Weda sebagai wahyu Tuhan Yang Maha Esa adalah merupakan adalah pengertian yang sangat penting didalam memahami Weda itu sendiri. Weda adalah pengetahuan dan diturunkan oleh Tuhan kepada umat manusia sebagai wahyunya.

yaitu Rgweda. agar intonasi dan tekanan-tekanan suara dapat diucapkan dengan tepat. maka jelas pengertian mantra khusus mencakup catur weda saja. sehingga dinyatakan menjadi orang siddhi mantra (mantra siddhi) adalah dengan melalui latihan dan bimbingan (Pudja: 1979). himne Weda. Apa yang dimaksud dengan alat dari pikiran? Sebenarnya semua kata-kata diucapkan oleh seseorang kecuali orang gila. Pengertian ini dapat kita angkat satu satu konsep penjelasan yang menguraikan bahwa Sruti itu sendiri atas tiga bagian. Selanjutnya Mantra adalah kata-kata yang diyakini bukan buatan manusia. (Puja. yang pikirannya tidak waras lagi. Jadi kata mantra berarti alat dari pikiran. 1985:1-4) 8. Aspek pengertian keempat. sebagai alat berkomunikasi khusus dengan Tuhan atau Dewa-Dewa yang merupakan manifestasi dari kekuasaan Beliau. Kata-kata adalah alat penyambung buah pikiran dari seseorang yang ditujukan pada orang lain atau obyek tertentu. Pengucapan mantra yang tepat memerlukan latihan. yaitu: Mantra. Weda adalah dikenal sebagai mantra. Mantra pengertiannya lebih sempit dari Weda itu sendiri. Oleh karena kitab brahmana maupun upanisad maupun Aranyaka tidak pernah disebut sebagai kitab mantra. Kata mantra berasal dari kata man yang berarti pikiran dan tra berarti alat. Putra (Tt: halaman 41) Mantra berarti persembahyangan. yaitu untuk menamakan semua Janis buku yang merupakan suplemen kitab mantra.2. yaitu tinggi rendahnya intonasi secara teratur sehingga menimbulkan suara yang harmonis. 8. yaitu untuk menamakan semua kitab suci Hindu yang tergolong Catur Weda. Samaweda dan Athawaweda. tetapi adalah hasil wahyu yang diterima oleh manusia. Mantra yang diucapkan sesuai dengan aturan tersebut dapat menggerakkan kekuatan yang paling dasar dalam diri manusia dan disebutkan pula dapat mengundang segala kekuatan alam yang ada. . Upanisad dan Aranyaka atau dikenal dengan nama Jnanna kanda. adalah merupakan alat dari pada pikiran. yang isinya khusus membahas aspek karma atau yadnya. yaitu penamaan semua macam buku Sruti yang terdiri atau 108 buah kitab Aranyaka dan Upanisad Isinya khusus membahas aspek pengetahuan yang besifat filasafti.Weda adalah Mantra. Yayurweda. Brahmana atau Karmakanda. teks suci. Mantra dapat digolongkan seni suara karena diucapkan sesuai dengan chanda. Cara untuk dapat menguasai suatu mantra. Mantra Upasana dan Mantra Upadesa. Mantra.3.

Mantra-mantra ini dapat diucapkan tanpa dilagukan dan dapat diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah masing-masing.M dan Wyakrti dengan suara OM disebutkan bahwa itu adalah bentuk suara suci Brahman. (seperti Tri sandya). suara A. Sama Weda Yayur Veda) dan mantram-mantram Rg Weda yang suci bagi Sawitri (Dewi fajar).Titib (1986: 6. Matram yang memiliki kekuatan magis tertinggi adalah mantram suci OM/Ongkara. 3). 8. bukan untuk melaksanakan Lokaparasraya. yaitu: 1). 2). Mantra Upadesa.1. Fungsi Mantram. Mantra-mantra yang ditetapkan ialah mantra-mantra untuk doa-doa sehari-hari. Nilai Magis Mantram. Mantra Upasana yang digunakan sehari-hari bertujuan: untuk memuliakan/memuja Sang Hyang Widhi dan memohon kerahayuan kepadaNya.3. sehingga dapat mengucapkan mantra-mantra dengan penuh khidmat serta dilandasi dengan kesucian lahir dan batin. Untuk Sadhaka. .15) 8. Mantra-mantra yang dimuat dalam bagian Mantra Upasana in I Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu yang diselenggarakan di Institut Hindu Dharma. Mantra ini dapat dipakai untuk sembahyang Tri Sandhya. Dalam mengucapkan mantramantra ini hendaknya mengambil sikap sedemikian rupa.Untuk Pemangku/Pinandita. Mantram suci OM adalah Brahman dan dalam Weda Smerti disebutkan bahwa Prajapati memerasnya dari tiga Weda. Pada bagian ini memuat mantramantra atau sloka-sloka yang dapat memberikan tuntunan hidup.Untuk Walaka.Pada bagian ini dimuat doa mantra sehari-hari baik yang Nityakala (rutin) mapun Namitikakala (insendental) dipergunakan oleh umat Hindu.14.Mantra Upasana. Sumbernya tidak saja dari Samhita (Catur Weda) dan Upanisad (tetapi juga buka lainnya.).2. Kekuatan magis dari mantram OM. mengeluarkan inti sari dari tiga weda (Rg. Prajapati yang bersemayam disorga tertinggi. Dalam kehidupan beragama. Mantram memiliki fungsi yang utama dalam upacara yadnya maupun dalam kehidupan sehari-hari. sebagai pengucapan awal dari mantrammantram untuk upacara Panca Yadnya adalah dapat mengantarkan persembahan kepada yang dipuja dan tercapainya tujuan upacara tersebut.U.3. Denpasar bulan Januari 1986 yang lalu.Weda. Upacara yadnya tidak akan berpahala jika tidak disertai dengan pengucapan mantram. umat Hindu. ada tiga kewenangan pemakaian mantra/syair pujaan.

Orang yang taat mengucapkan Gayatri Mantram setiap hari secara terus menerus selama tiga tahun.Mengenai kekuatan magis mantram OM dalam mengamalkan ajaran agama sehari-hari adalah dapat tercapainya segala tujuan.pada permulaan dan penutupan suatu pekerjaan. Menurut sumber sastra. 8. Pengastawa dengan mempergunakan mantra Puja mantra dinyatakan sebagai pucak dari pada Yadnya karena itu pelaksanaan yadnya tanpa disertai puja Pangastawa adalah siasia (Pidharta. 221). Pernyataan tersebut dijelaskan dalam Bhagawadgita bahwa bagi orang yang selalu taat memuja Beliau dengan sujud bahti akan selalu dilindungi-Nya dan akan diberikan apa yang belum dimilikinya (Pudja. tidak didahului dengan mengucapkan OM. Mantra-mantra tersebut sangat sakral sebab hanya orang yang sudah disucikan melalui upacara Ekajati dan Dwijati saja yang boleh mengucapkannya. .4. Pujian/Pemujaan tersebut dikenal dengan istilah Puja. ada dijelaskan bahwa upacara yadnya yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan serta diantar . Mantra yang dipergunakan dalam Puja Pangastawa sangat sangat banyak mencakup seluruh kekuatan alam yaitu semua manifestasi Sang Hyang Widhi. setelah meninggalnya akan mencapai Brahman.1. Beberapa hal yang penting harus dilaksanakan adalah.pengucapan mantram Gayatri yang dikatakan sebagai tiang pengokoh Weda adalah gerbang menuju bersatunya Atman dengan Brahman. pelajaran akan tergelincir/tidak diserap dan kalau sudah berakhir tidak disertai dengan ucapan/mantram OM maka pelajaran itu akan hilang. kebahagiaan dan ketentraman. Pemujaan yang dilaksanakan setiap hari dengan mengucapkan Gayatri mantram juga dapat memberikan keselamatan ketenangan. 8. 1983:217. Mereka yang berani melanggar ketentuan tersebut akan mendapat pahala yang tidak baik.4. Puja Puja adalah pujian/pemujaan kepada Tuhan dan manifestasi-Nya yang diucapkan Sulinggih dan Pemangku dalam melaksanakan Panca Yadnya. 2000). pertemuan penting dan lain-lain hendaknya dimulai dengan mengucapkan OM dan setelah berkahi juga mengucapkan OM. . Pemujaan setiap hari. bergerak leluasa laksana udara mencapai bentuk yang kekal dan abadi. Orang yang baru melakukan penyucian tingkat Ekajati tidak dibenarkan mengucapkan mantra tertentu yang hanya boleh diucapkan oleh Dwijati. Pelajaran yang dimulai.

Brahad Aryanaka Upanisad menyebutkan bahwa Kidung Suci yang dilagukan dalam persembahyangan/pelaksanaan yadnya dapat menumpas kejahatan. Selanjutnya dijelaskan bahwa doa persem-bahyangan/Kidung suci kekuatannya ada dalam mulut yang disebut Ayasya Anggirasa. Kitab yajur Weda menyerukan semoga para ilmuwan menyanyikan lagu pujian kepada Tuhan. Kitab Sama Veda secara keseluruhan memuat nyanyian-nyanyian pujian.4. Kidung Kidung adalah nyanyian pujian kehadapan Ida Sang Hyang widhi dan manifestasiNya. Weda menyebutkan bahwa dalam pelaksanaan yadnya harus ada persembahan. Kitab suci Rg. Putru Putru adalah suatu nasehat/tutur yang mengisahkan perjalanan ke sorga. .4. Kidung dinyanyikan guna melengkapi upacara Panca Yadnya. Rg Weda Mandala X.2.3. Berdasarkan penjelasan dari kitab-kitab suci tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan yadnya yang kita warisi sekarang ini sudah sesuai dengan ajaran Weda. Putru tersebut dilagukan pada waktu upacara Pitra Yadnya. 8. menyebutkan bahwa kidung suci itu berasal dari yang Abadi. yang disebut sebagai nyanyian suci/Kidung Suci. 8. ada yang menata banten ada Pendeta/pemangku sebagai pemimpin upacara dan ada yang melagukan Kidung suci. karena merupakan inti sari rasa dari tubuh. Senada dengan sumber sastra tersebut. saat Ida Bhatara turun Ka Peselang. Isi mantra majijiwan tersebut adalah penciptaan bumi dan isinya serta suksesnya upacara. Yadnya memakai persembahan berupa banten.4. prasasti Blantih dan lain-lainnya. Mereka yang mengetahui rahasia itu dijauhkan dari kematian dan dapat nantinya menuju sorga. banyak dijumpai beberapa prasati seperti prasati Bebetin. 8.4. begitu pula dalam kitab Atharwa Weda dijelaskan bahwa Kidung Suci dilagukan untuk memohon kesempurnaan kehadapan Dewa Waruna. orang yang menata pelaksanaan yadnya. pemimpin upacara dan nyanyiannyanyian pujian. prasasti Dawa. Majijiwan Majijiwan dilaksnakan pada upacara yang besar.dengan Puja Pangastawa yang benar dan tepat maka yadnya tersebut dapat mencapai tujuan dari pelaksananya.

kh.i. lr. b. t. Umur termuda empat tahun dan paling terlambat kalau telah mencapai umur 22 tahun. n. Karena itu yang pertama-tama adalah menguasai huruf dengan baik sehingga seorang anak dapat dapat memodulisasi suara dengan baik dan dapat pula mendengar dengan jelas perbedaan suara yang dibaca orang lain. menginterpretasikan. Secara umum huruf itu dapat dibagi menjadi dua yaitu hurf hidup dan huruf mati. r. dan huruf mati: k. ph. m s. c. j. t.ai.q. dan dapat dipergunakan oleh dosen dan mahasiswa dalam proses intruksional. d. 1985:112-113) Dalam pengemasan kembali informasi. kesemuanya itu merupakan satu paket proses belajar weda.u. menjelaskan dengan melihat relevansinya dengan gejala-gejala alam. dosen tidak menulis bahan ajar sendiri dari awal (from nothing atau from scratch). Paulina Pannen dan Purwanto (2001:13). mendengar ucapan-ucapan yang benar. th. merumuskan hasil-hasil pemikiran yang terkandung dalam Weda. g. tra. Ketentuan umur dalam sistem catur Asrama dapat dijadikan patokan pegangan kapan kita bisa mulai belajar Weda. dh#. Mengajar dan belajar mantra Weda tidaklah sama dengan membaca biasa. tetapi dosen memanfaatkan buku-buku teks yang sudah ada di pasaran untuk dikemas kembali sehingga berbentuk bahan ajar yang memenuhi karakteristik bahan ajar yang baik. Salah satu faktor terpenting dalam belajar membaca dan mengajarkannya adalah pengenalan huruf dengan suaranya. n. th.i. dh. penulis ingin mengikuti jejak yang dilaksanakannya dalam usaha memahami . Bertitik tolak dari pernyataan Paulina Pannen dan Purwanto di atas. menterjemahkannya. dh. merenungkannya kembali.e. o. rr. Informasi yang sudah ada dipasaran dikumpulkan berdasarkan kebutuhan (sesuai dengan tujuan instruksional GBPP dan kontrak perkuliahan). n. Ks (ksh). Kita mulai dari belajar membaca. Disamping itu masalah intonasi atau tekanan suara yang tepat akan ikut pula menentukan. œ (c). Pembelajaran Orang Dewasa. mengertikan arti kata. p. Mempelajari Weda (dan atau mantra) mencakup kegiatan yang amat luas. llrr. (Puja.u. Adapun pengucapan hruf-huruf yang dimaksud itu adalah huruf-huruf (aksara) dewanegari yang dipakai dalam bahasa Sannskerta atau mantra-mantra baik ditulis dalam huruf Dewanegari mapun tulisan Latin. Kemudian disusun kembali atau ditulis ulang dengan gaya gaya bahasa dan strategi yang sesuai untuk menjadi suatu bahan ajar (atau digubah). jn. jh. d. º (sn). au. Sangat edialnya usaha belajar dimulai sejak usia masih muda.9. ch. gh ng (n). h#. Huruf hidup adalah: q.

Sang Kulputi Kesmuda Dewa (Gambar I Made). Nganteb Piodalan Alit (Ida Pandita Empu Nabe Daksa Kertha Wisesa). Mesekar dan Mebija (Pustaka Manikgeni). Tuntunan Muspa Bagi Umat Hindu (I Gusti Ketut Jaker). Weda Parikrama (G. Catur Yadnya (Upada Sastra). agar dapat merafalkan mantram sesuai dengan iramanya. Selanjutnya apabila sudah merasa. Diktat Pelajaran bahasa Kawi (PGA Hindu Negeri Denpasar). Agem-Ageman Kepemangkuan (Jero Gede Pasek Ringganatha). sebaiknya dilakukan setelah sembahyang barang satu jam atau dua jam. Tri Sandya Bersembahyang dan Berdoa (Titib). Dengan demikian dikenal dengan dua perbedaan belajar yaitu .B. dan diambil hal-hal yang mudah untuk diaplikasikan.Pudja). Gagelaran Pemangku (PHDI Kabupaten Karangasem). Puja Tri sandya dan Kramaning Sembah (I Made Bidja). tertarik barulah dilanjutkan dengan melakukan Mawinten untuk diri sendiri. Tuntunan pengastawa (Ketut pasek Suastika). Persembahyangan bagi Warga Hindu (Jro Nyoman Kanca). Kidung panca Yadnya (Wayan Budha Gautama).M. meminta dan meminjam diantaranya: Kusuma Dewa Utara anom). Himpunan Keputusan Seminar Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu I-IX (Parisada Hindu Dharma Pusat). Buku-buku tersebut penulis kumpulkan. Untuk latihan membaca Mantra. Pengantar Menuju Pedoman Sembahyang Umat Hindu (K. Panca sembah (Kejayaan). Tri sandya (Kepala kantor agama Propinsi Bali). Upacara Panca Yadnya (Sri Empu Nabe Pramadaksa Gria Agung Bungkasa). sering kali dibedakan hanya dalam konteks usia perkembangan yaitu antara anak-anak dan orang dewasa. Namun demikian. Pada hakekatnya belajar merupakan proses dinamik yang seyogyanya dilakukan seumur hidup. dalam kehidupan hari-hari dalam keluarga maupun masyarakat. Parisada Hindu Dharma Indonesia Tentang Tri sandya (PHDI). sebagai bahan awal untuk memahami Mantra. Pedoman Sembahyang (Pemerintah propinsi Bali).Mantra dan Belajar Mantra. kalau memang disepakati bahkan dibutuhkan oleh keluarga. AUM Kitab Suci Kesuma Dewa (Sri Reshi Anandhakusuma). Widhi Sastra. Apabila semakin harisemakin tertarik baru dilanjutkan untuk mawinten dikalangan keluarga. Puja WalakaPinandhita (I. Doa metirta. Dasar Kepemangkuan (I Nyoman saruya Atmanadhi).Bangli). Rancangan Keputuisan pesamuhan Agung. Sipta Gama (Ida Pedanda Gede Pemaron). Nitya Karma Puja (IGK Adia Wiratmadja). Penulis membeli buku. Puja Stawa Penujang Pegangan Para Pemangku dan balian (Wayan Budha Gauitama).Suhardana). Dharma Sastra. Pedoman kramananing Sembah (Foto Copy dari I Nyoman Nasa). Puja Trisandhya (I Gede Sura). Rg Weda Mandala IX (Wayan sadia dan Pudja). Fungsi Genta Bagi Para Sulinggih/ Pemangku di Bali (Toko Buku Ria). demikian seterusnya sampai menjadi Sulinggih.

.1. 14. 2. 10. 6. (Sutjipta dan Kendran. asumsi dasar dalam belajar antara lain sebagai berikut: 9. orang dewasa memiliki banyak pengalaman. 9. sehingga dapat menggali insight bagi dirinya.3.Cendrung berorientasi pada penangan persolanan. 11. 8.apa yang dipejarinya dibutuhkan untuk menanganni persoalan kesehariannya. 15. dapat berurun sartan lagi pembelajaran orang lain. . Setidanya dapat dibedakan dalam: dewasa muda (18-30) tahun dewasa (30 – 55) tahun lanjut usia (> 55) tahun orang dewasa mempunyai perspektif waktu “kekinian” yang cukup kuat: . . orang dewasa mempunyai kesediaan belajar hal-hal relevan baginya bagi kurun waktu tertentu. Anak-Anak Ketergantungan Fasilitas Subyektifitas Ketidaktahuan Kemampuan terbatas Sedikit tanggungjawab Minat terbatas Mementingkan diri Penolakan diri Identitas diri tidak jelas Kepedulian sepintas Fokus pada hal khusus Imitasi Butuh kepastian Imfulsifness Dewasa Kemandirian Aktifitas Obyektifitas Kejernihan berpikir Banyak kemampuan Banyak tanggungjawab Minat luas Altruisme Berdamai diri Integrasi diri Kepedulian mendalam Fokus pada hal prinsipil Original Toleran kepada jelasan Rasional Berangkat dari perbedaan tersebut.2.Belajar adalah proses peningkatan kemampuan menanganni persoalan kehidupan. 4. 5. tetapi juga dapat menghalanginya menerima hal-hal baru. orang dewasa dihargai kemandiriannya. pada hakekatnya andragogy. 7. Rentang kedewasaan cukup lebar. sehingga ajakan relevansi berbeda. 13. 2006:2-6).pendekatan paedagogy untuk anak-anak dan Anddragogy bagi orang dewasa. yang dapat dilihat dalam tabel berikut: No 1. 12. sehingga dapat memutuskan bagi dirinya sendiri (otonomi) 9. 9. 3.

Sastra sebagai alat komunikasi. taksonomi ini telah banyak membantu praktisi pendidikan untuk memformulasikan tujuantujuan belajar dengan bahasa yang mudah dipahami. untuk memperoleh pemahaman Jagat Raya dalam memenuhi suatu kepuasan dalam kebijaksanaan.4. *). Pemahaman (menginteprestasikan). Filsafat secara umum dapat diartikan bahwa usaha manusia dengan menggunakan akal.3. yang terdiri dari lima tingkatan: *). Pada tingkatan yang lebih praktis. Kognitif terdiri dari enam tingkatan: *). Pengorganisasian (menghubung-hubungkan nilai-nilai yang dipercayai). sadar akan adanya sesuatu). *). *). Taksonomi Bloon ini. Penggunaan (penggunaan kosep untul melakukan gerak). serta dapat diukur. T. seperti yang telah kita ketahui berhasil memberi inspirasi kepada banyak pakar lain untuk mengembangkan teori-teori belajar dan pembelajaran. *).1. *).3. ide. Pengenalan (ingin menerima. Perangkaian (melakukan gerakan sekaligus dengan benar). 9. 9.Menurut Bloon dan Kratwohl apa yang mungkin dikuasai (dipelajari) oleh siswa (orang dewasa). *). Naturalisasi (melakukan gerak secara wajar). Pengalaman (menjadikan nilkai-nilai sebagai bagian dari pola hidup). *). Penghargaan (menerima nilai-nilai. metode dan sebagainya). Ketepatan (melakukan gerak dengan benar). Merespon (aktif berpartisipasi) *). *). Analsis (penjabaran suatu konsep).t. setia kepada nilai-nilai tertentu). 9. (Prasetsetya. Pengetahuan (mengingat menhafal). *).3. operasonal. Aplikasi (menggunakan konsep untuk memecah-kan suatu masalah). yang terdiri dari lima tingkatan: *). Evaluasi (membandingkan nilai-nilai. Peniruan (menirukan gerak).2.3. sedangkan aksara adalah simbol (lambang) sebagai alat komunikasi. yang tercakup dalam tiga kawasan: 9. Psikimotor. *). poto copy: 12-13). *). Afektif. Sintesis (menggabungkan bagian-bagian konsep menjadi konsep untuh). . *).

(Pudja. Nama Rudra sering diartikan sama dengan Siwa. i. agar pesan yang disampaikan bisa diterima secara reprodukdif. Konsonan 18 buah.Modre.Vokal 6 buah. w. surang. Dewa dari arah Selatan. misalnya urak. mayudha dan Pañca Pãndawa”. yang digunakan untuk menunulis Bahasa Bali lumrah. Mang. c. Prabhu Krésna. Hal ini harus kita lakukan untuk mencegah si penerima komunikasi memberi makna lain yang berbeda dengan makna yang dimaksudkan.Weda X. Ang. Tang. e. Mang dan Ong Selanjutnya dalam Rg.Swalalita. gantungan. yaitu: a. pengeling-eling dan sejenisnya. o. Sawitottarattat Saidharattat Sawita Nah Suwatu. t. Dewa dari arah Utara. Dewa dari arah timur. e. 2002:175. Sarwatatim Sawita No Rasa Tam Dirgha Ayuh”. yaitu: h. aksara untuk menuliskan Bahasa Kawi dan lainnya lagi. menyebutkan. l. yaitu: 1). n.36. adalah aksara bagian kedyatmikan misalnya: Japa-mantra. u. p. s. Sang panca pandawa lunga ke alase”. Untuk membacanya menggunakan Krakah/Griguh (Kaler. 3). 1984:31-33). Ung. Wang. Semoga ia melimpahkan rahmatNya kepada kita dengan umur panjang. Ang.1982: iii-iv). Bang. melainkan ke Bahasa Indonesia. do’a-do’a dan pengobatan. Wreastra. ng. y. upacara dan yang berhubungan dengan dunia kegaiban. artinya identik dengan pesan yang dikirim. menurut Jnana Sidharta: Sing. g. m. pipil. Prabu Kresna sareng mayuda. Dalam buku ejaan bahasa Daerah bali yang .Komunikasi menggunakan bahasa akan mengandung unsur simbolik dan emotif. Contoh: “Rontal Ramayana becik pisan. Lambang e taling tidak memakai corek atau tanda diakritik. b. Nang. (Jujun. Perlu kami ingatkan bahwa dalam penulisan kalimat atau cerita bahasa Bali memakai tulisan latin jangan berpegang dengan tulisan Bali. Tentu saja kata-kata (simbol) yang sudah jelas dan kecil kemungkinannya untuk disalah artikan dan tidak lagi membutuhkan penjelasan lebih lanjut. dan gempelan). dalam komunikasi ilmiah sebenarnya proses komunikasi itu harus terbebas dari unsur emotif ini. Pesamuan Agung Bahasa Bali tahun 1957 (dengan hasilnya) sebagai berikut: a). sehingga untuk menggambarkan siwa sebagaimana halnya dengan Rudra dihubungkan dengan sebelas aksara sebagai bentuk lingga Atma. b). Artinya Dewa dari arah Barat. perlambang (simbol) dalam keagaman.14. Tanda deakritik dapat dipakai hanya pada permulaan belajar membaca atau dalam perkamusan. tedong. ny. d. r.181). Kalau tulisan Balinya Rãmãyana. k. “Sawita Pascatat Sawita Purastat. Umpamanya jika dalam sebuah komunikasi ilmiah kita mempergunakan akal seperti “epistemology” atau “oftimal” maka kita harus menjelaskan lebih lanjut apa yang kita maksudkan dengan katakata itu. Untuk jelasnya penulisan kini menguraikan kejadian aksara vokal (suara) dan konsonan (wyanjana) serta menggolongkan terbagi tiga jenis. 2). Terakhir adalah aksara suci ini adalah aksara mati karena banyak dengan busana (taleng.

dan dalam berbagai manifestanya terdapat berbagai macam. Suara A. windhu (matahari. Akasara Suci terbagi atas akasara wijaksara atau bijaksana (aksara swalalita + aksara amsa. Dengan menggunakan media aksara/sastra keharmonisan mikrokosmos dengan makrokosmos. Akasara biasa terdiri atas aksara wreastra. Selain itu. Karna. 1993:3). U. M. aksara wianjana (huruf konsonan. u. Sthiti-pralina atau lahir hidup mati. dalam aksara Bali ada yang disebut pengangge tengenan. segi tiga). e. “Durga Puja”. Kata Om adalah aksara suci untuk mewujudkan Sang Hyang Widhi dengan ketiga prabawanya yaitu: Brahma Hyang Widhi dalam prabawanya mahapencita disimbolkan dengan aksara A. o. Aksara Bali terbagi atas aksara biasa. misalnya: ong. Bindu/Windu dan Pranawa/ongakra serta pisarga pada permulaan kata. kedamaian di dunia dan kedamaian di akhirat. ini ditunggalkan menjadi OM (Upadesa. (Tinggen. Dilaksanakan dengan Kata Dum dibentuk dengan menambahkan Maya. Terkait dalam pembelajaran mantra.mang) dan modre atau aksara lukisan magis. Aksara-aksara ini identik dengan Aksara Swalita dan Akasara Suci/Modre yang dipergunakan oleh para Pujangga atau Rohaniawan dalam Simbolis ritual. diharapkan dapat mencipkan kedmaian dihati.disenpurnakan juga dicantumkan abjad Bahasa Indonesia dari a s/d z. Ketiganya melambangkan Dewa Tri Murti-Utpatti. bulatan) dan nadha (bindang. Kalau di Bali aksara tersebut dapat diidentikan dengan Tuhan disimboliskan aksara Ongkara dalam wujud Tunggal. na. misalnya: a. ca ra ka dst). aksara yang dipergunakan sehari-hari terdiri atas 18 aksara (ha. 1978:16). Wisnu Hyang Widhi dalam prabawanya memelihara disimbolkan dengan aksara U dan Siwa Hyang Widhi dalamp rabawanya pelebur disimbolkan dengan aksara M. khususnya Trisakt. i. Akasara amsa terdiri atas Arddhacandra (bulan sabit). Hal ini dimaksudkan untuk menyerap bahasa asing pada tahap permulaan sebelum beradaptasi dengan bahasa Bali. Tri Murti: Ang Ung Mang dan dalam wujud Dasaksara adalah: Sang Bang Tang Ang Ing dan Nang Mang Sing Wang Yang. huruf mati) yang terletak pada akhir kata yang melambangkan fonem konsonan (Ngurah Nala. dan aksara swalalita atau aksara yang dipergunakan pada kesusastraan Kawi yang terdiri atas 47 aksara. Untuk dapat meresapkan keamhakuasaan Sang Hyang Widhi agama Hindu memberikan Simbol pada kekuatannNya ini dalam aksara suci OM. Pengulangan Lalitasahasranama dan Trisat’i. dan aksara suci. Adri. maka aksara yang digunakan adalah .ung. 2005 Bali Post) Kemudian padangan dari persfektif Sastra. ang.

Kemudian setelah ada pemaham lebih lanjut. artinya anak kecil atau anak muda bisa membahas Mantra apabila penerapakan dilakukan secara dewasa. 2006:52-58) 9. 1972.19 Sarmasyawadhutaduam rakso. perwujudan dari ceritera Weda. Aywa Were tan siddhi phalanya”. 2005. 1986 “Kamus Bahasa Bali Indonesia-Indonesia Bali” Penerbit. Puja Walaka-Pinandita. Dengan menggunakan aksara Modre/aksara suci.si parwateyi prati twa parwati wettu.aksara biasa Wreastra tanpa dilakukan upakara. IB. Anda Kusuma Sri Rshi. Dasar Kepemangkuan (Ke Sulinggihan). Yadnya adalah pemberi kebahagiaan. kalau ilmu itu disembarangkan jelas dia tidak bermanfaat. Sekaranglah saatnya kita tahu Mantra dan Belajar Memantra. Seperti bunyi bait Yayur Veda. Surabaya: Penerbit. Proses Belajar. Satrya I Nyoman.ditastwag wettu diwaskambhanirasi dhisana.5. Kayumas Agung. Kesumadewa. tetapi kalau dipelajari dengan suatu sistem dengan tujuan baik “Ayu Were Siddhi phalanya” boleh dibicarakan akan sangat baik manfaatnya. Atmanadhi. secara teori ilmu apapun bisa dipelajari asal dimanfaatkan secara dewasa.Bagian I. DAFTAR BACAAN Anom. dan ada keinginan untuk menjadi: Pemangku. Bangli. Sulinggih baru dilanjutkan dengan upakara dan upacara Mawinten atau Madwijati. Semoga kami menyadari yadnya sebagai pembawa hujan dan pemberi pengetahuan spiritual. Dhisana ’si parwati prati twa. Penguncaran Weda Mantra yang benar-benar merupakan yandnya sendiri. Dari uraian di atas. Utara 1994.wadhuta aratayo’ditwastwagasi twa’ditirwettu. (Watra. Baik bagi diri sendiri keluarga maupun masyarakat dan negara. Denpasar: Percetakan Offset & Toko Buku Ria. Cetakan Pertama: Paramita . Yadnya adalah penyangga matahari yang cemerlang. menjauhkan yang egois dan sifat-sifat kikir dan melindungi daerah tempat seperti kulit melindungi tubuh. Yadnya yang dilakukan pada hari tertentu juga memberi perlindungan seperti kulit melindungi tubuh. Denpasar. Suatu “Moto” di Bali. CV. Semoga yang melakukan yadnya menyadari arti pentingnya.

. Surabaya: Penerbit Paramita. Jero. Swami Veda. 1985. 1987.. Weda Parikrama... 2000. Parisada Hindu Dharma Pusat. Aplied Approach. .1979. Lembaga Penyelenggara Penterjemah Kitab Suci Weda. Jakarta: Buku 2. 1984. Kaler. Gambar. Mantra Inisiasi Meditasi & Yoga. Pusat Propinsi Bali. 2002.. Mengajar di Perguruan Tinggi. Gayatri Sadhana Maha Mantra Menurut Weda. 1982-1983. . Jakarta: Sampai saat ini ybs. Upacara Panca Yadnya.... Kanca. Agem-Ageman Kepemangkuan... Jero gede Pasek 2003.. Himpunan Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu I-IX. Sebagai Staff Antar Universitas Terbuka. Pekerti. Pusat antar Universitas Untuk peningkatan dan Pengembanngan Aktivitas Intruksional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Weda (Pengantar Agama Hindu).. Gria Prasetya. Penerbit.. Surabaya: Cetakan Pertama.. Paramita. 1986.. 2001. Denpasar: Penerbit Guna Agung. Pedoman Sembahyang. (Buku Yang banyak Mengandung Inti-Inti Falsafah Hindu. Maswinara.. Denpasar: Parisada Hindu Dharma... Denpasar: Stensilan. I Nyoman Tt. G.t. 1983... Jakarta: Penerbit. I Made... Satu Himpunan Naskah Mantra dan Stotra teks asli bahasa Sanskerta dan Penjelasannya. Paramita Paulina Panennen dan Purwanto. Penulisan Bahan Ajar.) .. Pudja.. Pramadaksa. Surabaya: Penerbit.. Tuntunan Muspa Bagi Umat Hindu. Sri Empu Nabe. Sang Kulputih Kusuma Dewa... Persembahyangan Bagi Warga Hindu. Ringga Natha. 1976. Jakarta: Pesanan Proyek Pengadaan Kitab suci Hindu.. Denpasar: Terjemahan. Buleleng: Toko Buku Indra Jaya.. Milik Departemen agama Republik Indonesia. Sodasiwikerama. I Wayan 2004.Bharati. Jakarta: Cetakan ke 3 .08. Denpasar: Milik Pemerintah Propinsi Bali. Sama Weda “Sama Weda Samhita”... Badung: Agung Bungkasa Abiansemal. I Gusti Ketut..... Irawan T.

. 1993.. PT. Jakarta: Copyright. Cinta Kasih dan Penyerahan Diri kepada Tuhan. Denpasar: Edisi 159 MeiJuni/VII. Tri Sandya Sembahyang dan Berdoa. Denpasar: Gria Agung Giri Manik. Departemen Agama RI Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Hindu dan Budha... 1985 Atharwa Wedha (Weda Sruti) Terjemahan.. KM 2005. Surabaya: Penerbit. Penerbit. Watra. Paramita Wisesa. Sweta Swatara Upanisad. Majalah Kebudayaan Bali Taksu... . Denpasar: Penerbit. Jakarta: cetakan Pertama... Putra. 2001.A. Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Mutu Pendidikan Universitas Udayana. Jakarta: penerbit Hanuman sakti. Kios Muria. Titib I Made. Proyek Pengadan Kitab suci Hindu.. Nganteb Piodalan Alit... Surabaya: Penerbit. Tim Penyusun. 2006... Bagian I. Nyoman dan A. Jakarta: Terjemahan. Maya Sari. Dharma Nusantara Bahagia. Sagung Kendran. 1982. Yajur Weda (Weda Sruti)... Pembelajaran Orang Dewasa.. Sugiarto. Ida Pandita Umpu Nabe Daksa Kertha.. Kumpulan Kuliah Agama Hindu Bhatkti Marga.. 2006. Milik Depatemen agama Republik Indonesia. ……….. Cudami III. Suhardana. Mitra Printing.1985. R dan Gede Pudja.. Jakarta: penerbit.1986 Weda Walaka... Tt. Paramita Sutjipta... Dosen Institut Hindu Dharma. Pengantar Menuju Pedoman Sembahyang Umat Hindu.. Buku Pelajaran Agama Hindu di Perguruan Tinggi. Penerbit.1997. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful