KATA PENGANTAR

B

egitu

banyaknya

permintaan,

buku

tentang

pelaksanaan

Sembahyang dan mantram-mantram ringan yang bisa dipelajari untuk diri sendiri serta mengisi hari tua, yang dapat dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari dalam keluarga. Kenyataan inilah yang mendorong penulis untuk mengumpulkan beberapa buku yang dipakai sebagai dasar untuk merealisasikan maksud tersebut, sehingga penulis sebut dengan Mantra dan Belajar Memantra ini. Setelah dilakukan koreksi oleh Editor, maka judul tulisan tersebut berubah menjadi MANTRA DAN BELAJAR ANEKA MANTRA (Kumpulan Berjenisjenis Mantra). Karena Mantra pada dasarnya terdiri dari tiga konsep yaitu Mantra, Tantra dan Yantra. Mardiwasito menulis (1985:339,582,711) bahwa yang dimaksud dengan Mantra dari sudut kata berasal dari sanskerta dan berubah kedalam bahasa Indonesia menjadi Mantera yang artinya jampi (penahan/japa), doa atau mantrakratu pembaca mantera (hanya berwujud kata-kata), Tantra yang juga artinya mantra tetapi lebih menekankan ilmu sihir (gaib, mistik) dan yang dimaksud dengan Yantra adalah alat untuk merenungkan Dewa. Secara mudahnya dapat dipahami mantra adalah ucapan mengandung nilai-nilai magis, Yantra adalah upakara sebagai alat untuk memusatkan konsentrasi dan Tantra adalah gerakan tangan yang bersifat magis yang juga disebut dengan Mudra. Dalam tahap pembelajaran ini, aksara tidak diisi secara lengkap seperti, contoh: Mahì dyauá prthivì ca na ima÷ yajñammikûatàm; Piprtàm no bhaåìmabhiá. Tetapi akan ditulis “Mahi dyauh prthiwi ca na imam yajnamimiksatam; Piprtam no bharimabhih”. Maksudnya buku ini untuk, memudahkan belajar membaca dan mendengarkan suara sendiri. Sebab menurut pandangan penulis, kalau diisi lengkap, keinginan untuk membaca akan berkurang, karena harus belajar tanda baca terlebih dahulu. Karena dalam hal ini, sekali lagi masih taraf belajar. Nanti kalau sudah lancar membaca, maka akan ditingkatkan sesuai dengan tanda bacanya.

Mempelajari Weda (dan atau mantra) mencakup kegiatan yang amat luas. Kita mulai dari belajar membaca, mendengar ucapan-ucapan yang benar, menterjemahkannya, mengertikan arti kata, menginterpretasikan, merenungkannya kembali, merumuskan hasil-hasil pemikiran yang terkandung dalam Weda, menjelaskan dengan melihat relevansinya dengan gejala-gejala alam, kesemuanya itu merupakan satu paket proses belajar weda. Mengajar dan belajar mantra Weda tidaklah sama dengan membaca biasa. Sangat idealnya usaha belajar dimulai sejak usia masih muda. Ketentuan umur dalam sistem catur Asrama dapat dijadikan patokan pegangan kapan kita bisa mulai belajar Weda. Umur termuda empat tahun dan paling terlambat kalau telah mencapai umur 22 tahun. Salah satu faktor terpenting dalam belajar membaca dan mengajarkannya adalah pengenalan huruf dengan suaranya (ini yang ideal, tapi kalau baru belajar, silahkan bacabaca dan dengar-dengar suara sendiri dulu). Disamping itu masalah intonasi atau tekanan suara yang tepat akan ikut pula menentukan. Karena itu yang pertama-tama adalah menguasai huruf (secara umum dulu/latin nanti kalau sudah meningkat baru menginjak ke dewanegari) dengan baik sehingga seorang anak dapat dapat memodulisasi suara dengan baik dan dapat pula mendengar dengan jelas perbedaan suara yang dibaca orang lain. Adapun pengucapan huruf-huruf yang dimaksud itu adalah huruf-huruf (aksara) dewanegari yang dipakai dalam bahasa Sanskerta atau mantra-mantra baik ditulis dalam huruf Dewanegari maupun tulisan Latin. Secara umum huruf itu dapat dibagi menjadi dua yaitu huruf hidup dan huruf mati. Huruf hidup adalah: a, a, i, i, u, u, e, ai, o, au, r, rr, lr, llrr, dan huruf mati: k, kh, g, gh ng (n), c, ch, j, jh, n, t, th, d, dh, n, t, th, d, dá, n, p, ph, b, dh, m s, û (sn), ú (c), á. Ks (ksh), tra, jn. (Puja, 1985:112-113) Pada hakekatnya belajar merupakan proses dinamika yang seyogyanya dilakukan seumur hidup. Tetapi sebelum memantra, lakukanlah pembersihan diri dengan Mantra, seperti: Mantram sebelum Belajar Memantra (Sang Hyang Aji Panusangan). Sama nilainya kita telah mewinten tiga kali. Idepaku anganggo Aji kotamah, Amangsa-amangsung aku tan pabersihan, aku pawaking setra suka kang akasa,

suka kang peretiwi, tan ana aku keneng sebelan, apan aku teke abersihin awak sariranku, teka bersih bersih-bersih-bersih. (Gambar, 1986:51-52) Mempelajari Weda dengan setulus hatimu. Samudre te hrdayamapswantah sam twà wìantwoûadhìrutàpah; Yajñasya twà yajñapate suktoktau namo wàke widhema yat swàhà. O yang berumah tangga, hendaknya engkau mempelajari weda dengan setulus hatimu, yang penuh dengan sabda-sabda bimbingan mulia, dikendalikan oleh prana, berbuat dalam perbuatan mulia. Semoga engkau menikmati makanan, buah-buahan dan air, Dalam bimbingan kasih sayang, kami menuntun engkau melakukan kewajiban hidup dalam perkawinan dengan penuh keyakinan. Yadnya mantra harus dilakukan oleh setiap kepala rumah tangga. Mahì dyauá prthivì ca na ima÷ yajñammikûatàm; Piprtàm no bhaåìmabhiá. O suami yang patut dipuji dan yang sehat dan istri yang bersabar hati, berkehendak untuk memenuhi kesenangan dan melakukan yadnya dalam rumah tangga. Semoga engkau berdua menyediakan kami makanan dan pakaian.* Weda dan atau Mantra dapat dipelajari sendiri. Ara iwa rathanabhau prane sarwan pratistham, rco yajudwamsi yajnah ksatram brahmaca. Ibarat jeruji dipasang pada porosnya roda sebuah kereta demikian pula halnya segala sesuatu ditetapkan dan digantungkan pada prana. Melalui prana dan pengendaliannya itu orang dapat belajar Weda sendiri, mis Rg.Weda, Yayur Weda, Sama Weda (dan Atharwa Weda) dan dari itu orang dapat melakukan maha yadnya atau orang-orang bijaksana dan terpelajar. Dapat memperlihatkan kebijaksanaannya yang benar atau seseorang tentara dapat memperlihatkan keberaniannya yang mengagumkan. Prasana Upanisad (Puja, 1985/86:21-22). Yang masih mengumbar hawa-nafsu, sebaiknya jangan mempelajari Weda. Wedante paramam guhyam purakalpe pracoditam naprasantaya datawyam naputrayasisyaya wa punah. Misteri yang paling dalam dan paling agung dari Ajaran Wedanta, yang telah diberikan oleh Brahman kepada kita di zaman dahulu kala, hendaknya jangan diberikan kepada orang-orang yang masih belum mampu menguasai hawa nafsu - hawa nafsunya, walaupun dia anak laki-laki kita atau siswa kita yang kita cintai. Yasya dewa para bhaktir yatha dewe tatha gurau, tasyaite kathita hy arthah, prakasante mahatmanah, prakasante mahatmanah.

.......23).....2..................3............. 4.............. 4......... Pendahuluan.......2......... negara dan bangsa............. dengan harapan bahwa orang dewasa secara Pisik dan Psikologi (jiwa dan ilmu pengetahuan) sudah matang... (Sweta Swatara Upanisad.......... Sembah Kuta Mantra................ Daftar Isi.. Kata Pengantar..................................4...... untuk menciptakan kedamaian Denpasar............................2...........................3........... 4............ 4............2................. 4..................... Mantram Tri Sandya .......1.........2.. dalam konteks ini pembelajaran dilakukan untuk orang dewasa.... 3....... 3....... Sebelum Mantram Tri Sandya ........6............. Belajar Mantram....... Padmasana Ring Toya ......... 3.. yang dengan tulus memuja Brahman dan menghormati Guru........ Mantram Umum............................ 4................... Menghaturkan Dupa .... 10 Juni 2006 Penulis DAFTAR ISI Judul........... 2......... yang mempercayai sepenuhnya kepada Brahman............................... 4.....5........................................ Namun demikian. Dan tidak tertutup kemungkinan untuk keluarga...... Metabuh arak/ berem .................................. 3....4....... 4................2.....2. 4..1.7...................... 4......... sehingga hasil pembelajarannya dapat berguna paling tidak bagi dirinya sendiri.....2....................... akan berwajah yang berseri-seri.... Adyaya ke VI:22.2......... Dewa Yadnya................................2.... Utpeti Kang Toya ....................................................... Pengertian Mantram................... Mantram dalam Yadnya.......... 1........................... Dewa Pratista ... hendaknya kita berikan rahasia Ajaran Kitab Suci Upanisad ini....... 4........1........2................. Sikap Sembahyang dan Kramaning Sembah .............. i v xi 1 5 9 10 10 10 12 12 15 15 17 17 18 18 18 18 18 18 18 ..............8..... Mersihin eteh-eteh upakara .......................... Ngutpeti Toya Ring Sangku .. Panca Sembah . agar mereka dapat mengetahui dan dapat mengamalkan Ajaran Kitab Suci Upanisad ini............Kepada orang-orang yang berjiwa luhur............. Mantram Widhi Yadnya......... 3........................

.4..3.......... Menekan Tangan ....3..... 20 4.....11...... 19 4..........4.3. 21 4. Wiku Cendana .... Aturi Kang Toya Puspa.......19...4.4..............15......... Wiku Ambeng .......1....... Manusa Yadnya ..........3.. Wiku Sangara ............4.....2.. Dwijendra Astawa. Wiku Bramacari .. Tirta Puwa Pangentas Wong Preteka .................................... 35 21 24 ........... 24 4....4....... 24 4.....10.......11.......3 AUM Upacara Resi Yadnya ............. 34 4......... 27 4..... 20 4....3.....3.2...... Sembah Hyang di Ring Merajan Sanggah Kemulan ............................ Mantra Pengulapan .... Wiku Grahasti ..............20... 28 4.. Tata Cara Persembahyangan dalam Piodalan 4.............. Wija 18 4...12......2......................... Sembah Hyang di Pura Desa Mwang Bale Agung.................. Rsi Yadnya ... Gandaksata....... 34 4...... 28 4.....3.. Nyiratin Tirta Sawa ..4.........4..............3....................8...2.... 22 4........ Sembah Hyang di Merajan Kemimitan/Paibon 4......................................... Ngarga Tirta .................21.......... Ngaskara Bajra ............................. 21 4....2.1......13.. 28 4............................. Pitra Yadnya ...... 23 4.............14.6............. 32 4......4..........3..3................2..... 23 4............ 29 4...... Sembah Hyang di Pura Prajapati .2..........................4..3........... Wiku Grohita ..16..2.............................. 33 4..24..... 33 4...7...3........ Kramaning Pamuspaning Pitra . 32 4...................................... Tumuwut sang pitre adi nyasa ring catur desa (Ngentas) .................. Wiku Sanyasi .... 19 4......3.......2............ 18 4..............23..................... Sembah Hyang di Pura Dalem .........10...........................17.3....... Sembah Hyang di Pura Puseh ...........3... 22 4................9...2.......... Akena bija .......4... 29 4...........2........3.......... 32 4.. Sembah Hyang di Purnama /Tilem .4....................... Anglukat Banten .........2....... Wiku Wanaprasthi ..5......4....... Wiku Pangkon ....2........... 28 4.....3........ 33 4..................18..................3......4........ Wiku Saba Ukir .. 32 4......9...5......2..4.........12... Sembah Siwa Amerta ..... 33 4...2... Guru Pada Namas Karo .......... Wiku Palang Pasir ...22............2. 30 4. 26 4.........1............. Wiku Panjer .....4.....2.......4.........................5................2... 33 4..........................3........ Sembah Hyang di Kawitan Ratu Pasek ........................... 26 4..........................4.........4............... 33 4...3..2....

....................... Kelahiran Bayi .. Mekala Hyang..... Panca Mahabhuta....... 58 4..........5..5............ 54 4.....11......7....... 54 4.. 53 4.6.......... 36 4.....7....................................8............. ..................... 56 4. Yadnya Sesa................6... 55 4..6..5....... 58 4.. Penghormatan di Penataran Beskih/Gunung Agung 58 58 ..........7..........7.. Penghormatan di Gunung Batur.... 52 4............. 50 4..8....7....... Ngaturan Prayascita..... Mawinten ..6..8..... Bhuta Yadnya ... 57 4.................... Mantram Caru dewasa ala... Penghormatan di Gunung Andakasa...... Ngaturang Prayascita.................. Ngelebar Segeh. Mabiye kawon ..7..................4......7.................. 42 4..2..5...................18.....3.1...7..4..... 36 4.... Ngastawa Lis. Menjalankan Pabyakaunan.. 52 4.....7..3.......... 53 4......7.....................7.............6.... 39 4.......... Ngastiti Tetebusan... Smara Ratih (Menek Bajang) ... Penghormatan di Gunung Beratan/Dhanu Bratan 4..................................5..........................7.. Sucikan Tangan.16....... 57 4..... 41 4...7... 53 4... 52 4.... Dewa yang Berstana di GunungGunung.... 55 4............. Penghormatan..... Ngastawa Sang Hyang Kumara ............1......... 40 4.5....7......................... 52 4....... Penghormatan di Gunung di Gung Kawi.......3...... Pengelebaran caru-caru................................... 55 4.5.. 51 4. Panyubyokaunan dan Prayascita.17..4....... Susunan Bhuta Yadnya ........................... Ngayab Banten...2.... 42 4..................1 Pelaksanaan Upacara...5.............4.........3..............7..........6............... molongin karna........... Nyucikan Badan.......... Potong rambut......4...2......... Pakeling saha Seha ...........9......... 40 4....7........ Bebanten Suci.... 57 4..........6.. 41 4. 57 4...... 52 4.........7........8............5.......... Amusti Karana.5... 35 4......13.7.. Penghormatan di Gunung Watukaru.. Ngaturin Betara Kukusarum.5......8................................. 51 4...........8...7......................8....6..14.................. metatah ..8.........12... 50 4.......................6.........7.............................6............ 52 4...2.. 57 4..8......... Astawan Banten Malinggih ring Paruman.............................15..6.......... Pengormatan di Gunung Mangu....7........... 58 4..............................10........ ....7...... Menyalakan Dupa................... 35 4......................... Belajar Mantram Genta atau Bajra. 43 4.......................1.......................... Ngaturan Tirta.......... Pasang Tri tatwa...

4.8.8. Penghormatan di Gunung Agung................. 58 4.8.9. Nunas Tirta ke Gunung Agung..................... 58 4.8.10. Maturan Canang Prascita (Tebasan Durmanggala) 4.8.11. Ngadegang Betara Nyatur ring Banten...... 59 4.8.12. Ngastawa Betara dan Pengiringe maka sami 4.8.13. Nedunang Betara ke Pengubengan........... 60 4.8.14. Nedungan Betara sami (dari Jawadwipa, dan Selam/Allah/Islam).................................... 60 4.8.15. Pengadegang ring suci.............................. 62 4.8.16. Ngabijiang (tempat mata air) Ida Betara sami 4.8.17. Tirta Pemarisudha...................................... 63 4.8.18. Nganteban Guling Bebangkit..................... 63 5 Upakara Ngawit Mekarya Wewangunan................ 63 5.1. Upakara.......................................................... 63 5.1.1. Dasar Bambang........................................... 63 5.1.2. Canang Pependem....................................... 63 5.1.3. Caru Pengeruak dan Mantra........................ 64 5.1.4. Banten Pengeruak dan Mantra.................... 64 5.1.5. Sarana dan Mantra...................................... 65 5.1.6. Upakara dan Mantra Mengukur (nyikut) Karang 5.1.7. Piteges Sesajen............................................ 66

59 59

62

65

6. Nganteb Piodalan Alit............................................ 67 6.1. Persiapan Muput Piodalan Alit......................... 67 6.1.1. Muput Tirta Gede (Sapta Gangga)............... 67 6.1.2. Setelah selesai muput tirta Gede, kemudian dipercikan................................................... 68 6.1.3. Ngawit Nanggen Genta................................ 68 6.1.4. Ngastawa Tirta............................................. 69 6.1.5. Pengurip Tirta.............................................. 69 6.1.6. Jaya-Jaya Tirtha............................................ 69 6.2. Muput Piodalan Alit di Merajan/Sanggah......... 70 6.2.1. Byakaonan................................................... 70 6.2.2. Durmanggala (Pangastawa)......................... 70 6.2.3. Pengulapan (Pangastawa)........................... 70 6.2.4. Prayascita (Pangastawa).............................. 71 6.2.5. Lis (Pangastawa).......................................... 71 6.2.6. Ngosokan Lis (Pengastawa)......................... 71 6.2.7. Ngastawa linggihang dewa di Palinggih/Sanggah 6.2.8. Mendak Kepanggung di jaba (Baruna Astra) 72 6.2.9. Ngayat segehan ring Natah Umah............... 72 6.2.10. Medatengan ring Sanggah......................... 72

71

6.2.11. 6.2.12. 6.2.13. 6.2.14. 6.2.15. 6.2.16. 6.2.17. 6.2.18. 6.2.19. 6.2.20. 6.2.21. 7

Mapiuning Indik Piodalan........................... 73 Nganteb banten di pelinggih sami............. 73 Ngayab Banten Piodalan............................ 74 Ngayab Banten Pangemped lan Soda aturan Ngayab Penagi/Sesangi............................. 74 Ngayab banten Sambutan durung ketus Gigi Tri Sandya.................................................. 75 Muspa (Ngaggem Panca Sembah)............. 77 Margiang Benang Tebus............................ 78 Pengaksama ring Dewa Betara.................. 78 Nyimpen Bajra........................................... 79

74 75

Dewata Pawamana Soma...................................... 79 7.1. Resi Kasyapa, asita Atau Dewala.................. 79 7.1.1. Canda Gayatri (Sukta 13).......................... 79 7.1.2. Canda Gayatri (Sukta 14).......................... 80 7.1.3. Canda Gayatri (Sukta 15)............................ 81 7.1.4. Canda Gayatri (Sukta 16)............................ 82 7.2. Upacara Bajang Colong................................... 82 7.2.1. Banten Pasuwungan.................................... 82 7.2.2. Banten Pengelukatan di Dapur.................... 82 7.2.3. Banten Ring Sumur...................................... 83 7.2.4. Banten Ring Sanggah Kemulan.................... 84 7.2.5. Banten Bajng Colong................................... 87 7.2.6. Upacara Natab Sambutan............................ 89 7.2.7. Panglukatan Mala........................................ 99 7.2.8. Lindu Gemana.............................................. 100 7.2.9. Penglukatan Panca Geni (Orang Tilas)......... 101 7.2.10. Pecaru Gering Tempur............................... 102 7.2.11. Penglukatan Siwa Geni.............................. 103 7.2.12. Caru Manca Rupa (dagingnya bisa diganti) 7.2.13. Salwiring Pemanes Karang........................ 104 7.2.14. Pengasih Buta Muang Dewa...................... 108 7.2.15. Dwijendra Astawa...................................... 108 7.2.16. Surya Sewana (Bila sakit tidak ada obatnya) 7.2.17. Mantram Sebelum belajar Memantra......... 110 7.2.18. Pawisik Dewi Maya Asih............................. 111 7.2.19. Melapas Wewangunan Utama, Madya dan Nista 7.2.20. Pesimpenan............................................... 115 7.2.21. Mantram Arca Muang Mapendem Pedagingan Meru......................................................... 115 7.2.22. Katiban Durmanggala................................ 116 7.2.23. Puja Mawinten............................................ 116

103

109

113

7.2.24. Ananggap Dana......................................... 117 7.2.25. Penenang Jiwa yang Menderita.................. 117 7.2.26. Ilmuwan Mengerjan Ilmu Untuk Kebaikan Manusia.................................................... 118 7.2.27. Persembahan Weda Mantra....................... 118 7.2.28. Arti Penting Penguncaran Mantra.............. 119 7.2.29. Makanan disucikandengan Yadnya............ 120 7.2.30. Yadnya Menseimbangkan Dunia................ 120 7.2.31. Keturunan yang Melakukan Yadnya (bertambah) Baik....................................... 121 7.2.32. Tuhan Pencipta Tata Surya........................ 121 7.2.33. Menyebarkan Sistem Pendidikan dalam Weda 7.2.34. Yadnya dengan Mantra Weda dalam Gayatri 7.2.35. Yang Jahat Harus Disingkirkan................... 123 7.2.36. Mengenal Tuhan Melalui Penglihtan Spiritual 7.2.37. Mensucikan Hati dan Jiwa.......................... 124 7.2.38. Membersihkan Air Sumur dalam Weda...... 125 7.2.39. Yadnya Sejak Jaman Dulu Menurut Weda. . 125 7.2.40. Semoga saya tida pernah melanggar-Nya. 125 7.2.41. Jagalah Kami dengan Sinar Pengetahuan Spiritual.................................................... 126 7.2.42. Negara yang Sejahtera.............................. 127 7.2.43. Susunan Pencernaan (Analisa) Ilmu........... 127 7.2.44. Sebelum Beryadnya Manusia Lebih Dulu dilindungi Tuhan........................................ 128 7.2.45. Aktif dalam Ilmu Pengetahuan adalah Yadnya 7.2.46. Semoga Kami melenyapkan dosa-dosa Musuh 7.2.47. Mengucapkan Mantra Gayatri tiap Hari, menurut Weda......................................................... 129 7.2.48. Mencapai kebesaran melalui Tulisan......... 130 7.2.49. Berilah kami tinggal dirumah yang menyenangkan 7.2.50. Engkau Ajarkan (Weda) kepada Rakyat..... 130 7.2.51. Yang meninggalkan Yadnya ditinggalkan oleh Tuhan 7.2.52. Karmaphala dalam Weda........................... 131 7.2.53. Persembahan dalam Pitara dalam Weda. . . 132 7.2.54. Dengan pengetahuan untuk mencapai Kedewasan 7.2.55. Korban Api sebagai Yadnya....................... 133 7.2.56. Api pemusnah segala macam Penyakit..... 133 7.2.57. Sinarnya api Naik Turun............................. 134 7.2.58. Weda diucapkan untuk memperoleh Pengetahuan Spiritual ................................................... 134 7.2.59. Pengetahuan Petir melalui Weda............... 134

121 123 124

128 128

130 131

132

.................. 7. 7...... 7....2.2... Yadnya Mantra harus di laksnakan oleh Rumah Tangga............ 7.84..........................90.......... memberi makan dan memelihara Tubuh.... 7............................ 7..75...................60.93.......7................ 146 Suami yang tidak Beragama. esok dan setiap hari Lindungilah Perkawinanmu.... 135 Suami yang bercahaya....... 7.............2..83. 7..85... 181 Sama Weda.......2.2...87...2..............68..2.2. 147 Dhananjaya..70.... 7....2. 145 Weda mengajarkan Azas Demokrasi..72.............2..... 137 Suami tersayang dan Pemberani..... 7...... 136 Perkawinan Muda berpegangganglah kepada Kebenaran...94...... 149 Resi wasistha.. 7..2..81.......71.95.........73.... 145 Ceritera Ketuhanan dari Weda...63.. 141 Kerjakan Yadnya Rumah Tangga dengan Weda Mantra.....61......2..................... 7.......2.. 140 Siapa Yajamana itu?. 148 Tiga puluh empat penyangga Yadnya......... 7....2..86..... 7... 135 Engkau Bercahaya laksana Matahari.2............80........ 7......88..2.....2................. 154 Pemujaan Sawitri.......2...... 138 Dosa yang sadar dan Dosa yang Tidak Sadar Guru Pemberi Rakhmat.2...2................. 137 kebahagiaan hari nin......... 7....2.... 7..69...... 7..........2.......62..... Tiga..92.....91........... 7...... 7..........65....... 136 Memberi Kesengan kepada Pengantin. 163 Atharwa Weda............. 7.... 139 Memberi Pengetahuan Siang dan Malam.................... Empat dan Delapan............ 7.......... 7........ 8 Brahmacari selama 48 Tahun.................... 7.... 7.........2....67.........2.....2..66........ 7..... 140 Orang terpelajar yang berpikiran Mulia................... 191 Samkya Darsana........ Dewata: Saraswan..... 141 Selenggrakan Yadnya dengan Benar......... 144 Enam Belas Kala.76... 7.....2....77... 148 Prasana Upanisad. 7............... Sayair: Gayatri.2.....2.... 7.....2...........2........................64.. 146 Makna dan Fungsi Gayatri dalam Weda...74..... 145 Untuk memperoleh sifat Mulia........... 7.. 206 137 138 142 143 Weda dan Mantra. 7... Dua..2... 7....... 142 Mempelajari Weda dengan setulus hatimu 142 Weda Berkai satu.2.............2..2...79. 7. 143 Jinakan Pikiranmu dengan ucapan Weda Mantra Enam belas sifat dalam Berumah Tangga...... 7..... 148 Penciptaan dan Penguasa................... 7............ 139 Ajarkan dengan kata-kata yang manis.............78..............................82..89.......2...................... 216 .2.......

.....1...................... “Aywà Wérà tan sidhi phalanià”............. Kemudian lebih lanjut tutur-dituturkan oleh tetua kita di Bali.........4........................................... Mantra................... Putru.4..... Puja..2................................3......... sering mendengar sebuah kalimat.............. 227 9....... karena belum mengerti apa itu sesungguhnya mantrà disamping itu.. 216 218 219 220 220 221 221 222 223 223 9....... 8... nanti bisa gila. 8... 233 PENDAHULUAN D ilarang belajar mantra.....3.. Mantra Upasana dan Mantra Upadesa.........4...3..2..............2.... dan dari buku mana dan apa tujuannya..........3..................... Jangan mempelajari aksarà Modré/aksarà suci.... orang tua dan orang yang disucikan. 8. 8......... .1.. Orang dewasa memiliki banyak pengalaman.................4.............. 229 9...... Sastra sebagai alat komunikasi.. 8. Majijiwan.. 227 9............ Maka kita tidak cukup menerima begitu saja. Pembelajaran Orang Dewasa..... Dua pernyataan seperti ini sudah cukup menakutkan bagi orang Bali yang lugu dan hormat kepada tutur....8......... 8...5........................................................................ tutur tetua kita dan kalimat “Aywà Wérà tan sidhi phalanià”... dan Dà melajahin aksarà modré/aksarà suci nyanan buduh nasé. banyak orang takut belajar mantrà...... 8......... Orang dewasa dihargai kemandiriannya...............................3.............. Pemujaan setiap hari.....................2............. jangan disembarangkan.............................1.... Dari mana sesungguhnya kalimat tersebut muncul.......1...4..................4. Weda............... 8...... Nilai Magis Mantram................................ 8..... 232 Bacaan Bacaan... Pungsi Mantram....4............... Kidung.................. Orang dewasa mempunyai kesediaan belajar hal-hal relewan............ Dà melajahin aksarà modré/aksarà suci nyanan buduh nasé........... 223 9.......... perilaku yang sembarangan itu sangat tidak baik manfaatnya...... kalimat ini harus ditelusuri lebih mendalam.. 227 9............................... Proses Belajar..

Bibijat wwang ika ngaranya. karena kelahirannya tidak memiliki guru. asalnya disampaikan atau di buatkan upacara kecil (Canang sari) dihadap para Dewa. Apan lampahnya numpang laku. atmanya menados entipning kawah Candra Ghomuka. dan setiap pengetahuan yang harus diajarkan. sebagai bukti ketulusan hati yang paling dalam untuk memahami dan mendalami apa yang disebut dengan Mantra. Tidak memiliki Bapak dan Ibu orang yang seperti itu. Samaweda dan Yajurweda. pengetahuan praktis. tan pangupadyaya/maupacara mwah tan ketapak. dan jika melanggar akan memperoleh hukuman. mewastu mijil saking aksara. roh-nya akan mengendap didasar neraka Candra Ghomuka. Segala macam zat memasuki tubuh manusia seperti misalnya kebijaksanaan. (Ringga Natha. apan embas/lekad tanpa guru. yan benjangan padem wwang mangkana. dia akan menjadi kotoran air yang mendidih dan akan menemukan kesengsaraan. diperkenankan juga kepada orang yang belum Adiksa Dwijati (dinobatkan sebagai pemangku atau sulinggih). Arti bebasnya. Sariram brahma prawisad rcah sama-atho-yajuh. Widyas ca wa awidyas ca. Arti bebasnya. hanya dengan mempelajari Sastra buku-buku tidak dilakukan upacara. amreyogakena Sang Hyang ri daleming sarira.23). memiliki guru. amangguhaken kesengsaran. Tuhan yang Maha Esa Yang Maha Agung (Makhluk Teragung). tidak anugrahi ketapak melalui nyanjan. (Athwaweda XI. berdosalah orang yang seperti itu. sapta cakra dan sapta Loka. kananda de para Kingkara Bala. yang menyatakan: Yan han wwang kengin weruhing Sang Hyang Aji Aksara. kalimat yang menyatakan boleh belajar mantra menyatakan sebagai berikut: Kewala ikang amusti juga kawenangan wehania ri wwang durung Adiksa Dwijati. yan manresti malih matemahan triyak yoni.8. papa ikang wwang yan mangkana. dan bagaimana rengreng mantra harus disuarakan agar mampu menyentuh sapta petala. 2003:3). Jika ada orang yang ingin mempelajari Sang Hyang Aji Aksara Sastra Suci. dihukumlah oleh pengikutnya Kingkara bala. tanpa guru. ring arep anembah Dewa. . kweh prabedanya. jika mempelajari Aksara Suci atau Modre harus: diupacarai. Dibenarkan belajar Mantra. kalau dia lahir kembali. tidak memiliki guru. kalau orang berkeinginan dengan sungguh-sungguh. Karena perjalanannya tidak menentu. Rgweda. yac ca-anyad upadesyam. papinehnya bawak. Kalau diperhatikan kalimat tersebut inti pokoknya terletak pada.Kalimat tersebut muncul dari Purwa Adhi Gama Sesana. bagaimana tulisan mantra yang benar.

sehingga menjadi sembilan konsep yang dapat dipakai sebagai pedoman Nistaning Nista. Dyana (pemusatan pikiran). Tidak ada pengikat yang lebih kuat dari maya. yaitu: Dana (sedekah). Samadhi (menyatunya subyek-subyek). Secara alamiah yoga dialami sewajarnya oleh semua mahluk. pranayama (pengaturan nafas). namun keadaan sedemikian ini dalam praktek kehidupan sehari-hari sering dilupakan. Mona (mengendalikan kata-kata). Swadhiyaya maka konsep guru telah kita lalui. Guru Pengajian. sehingga dapat dikatakan bahwa untuk belajar mantra cukup dengan matur piuning di Sanggah Kemulan. yang ditengah sebagai simbolis Tuhan dalam Rumah Tangga yang sering disebut dengan Siwa Pramesti Guru. tetap menjadi landasan pengertian tapa. diantara tiga masing-masing dapat dibagi menjadi tiga. Dyana (pemusatan pikiran). jadi dengan upakara yang kecil (cukup) Canang Sari satu tanding disertai kesucian hati. Brata (mengendalikan panca indria). dan tidak ada kekuatan yang lain yang mampu menghancurkan ikatan itu selain Yoga. Belajar Mantra berarti sebuah yoga. Upastanigraha (mengendalikan sex). Swadyaya (mempelajari weda-weda/mantra). Meskipun sejarah telah banyak memberi warnanya tetapi konsep astangga Yoga. Tattwajnana atau kesejatian adalah hadiah yang paling berharga dari semua bentuk laku shadnan yoga. waisasika. Snana (membersihkan badan). Dharana (perhatian memusat). . yang disebut guru adalah: Guru Rupaka. Astangga Yoga memberi perincian luas dan mendalam tentang delapan tingkatan yoga: yama (pengendalian diri). Harus memiliki guru. yoga. Asana (sikap duduk/tubuh). Yoga mempersatukan Jiwa (atma) dengan Tuhan (Paramatma). weddanta). maka dari itu seseorang belajar mantra akan terhindar dari segala kutuk dan hukum. Secara khusus dan teknis yoga adalah pengaktualisasikan identitas. yang sebenarnya telah ada walaupun tidak disadari. sangkia. mimansa. karena sebenarnya sekali hanya dengan persatuan itulah semua yang ada itu ada. dan inti dari yadnya adalah ketulusan hati. Tantra sangat meyakinkan kita akan kekuatan yoga sebagai bentuk sadhana “kubci” pengendalian zaman ini. brata sebagaimana disebutkan di atas. Keadaan inilah yang dijadikan landasan bersama dan pertama. Dengan menghaturkan satu sesaji canang sari kehadapan Tuhan Yang Maha Esa. Ijya (sembahyang). Nyama (penyucian lahir-bhatin). maka konsep upakara dapat diatasi. dan yoga merupakan bagian dari enam aliran filsafat Hindu (niaya. Tapa (semadi). Pratyahara (pengendalian pengindraan).Konsep upacara ada tiga. Guru Wisesa dan Guru Swadhiyaya. Pada tingkatan nyama terdapat sepuluh mental yang harus dipenuhi. Upanasa (berpuasa).

Kitab tersebut menuntut pemahaman hakekat yoga shadhana ritual. Pembersihan Tangan. Paling tidak mantram itu dipergunakan pertama untuk diri sendiri seperti mantram. demikian juga pengetahuan yang suci tidak seharusnya disebarkan kepada keluarga-keluarga dimana kemasyurannya dan kekayaannya yang tidak didapat dengan kesucian atau tanpa penghormatan kepada yang suci. Kedua untuk keluarga. seperti: Otonan anak. Pemahaman intensif memerlukan tingkat evolusi berpikir melalui praktek-prakteknya. hendaknya orang-orang supaya bertingkah laku bijaksana diantara orang-orang yang memiliki pengetahuan yang sederhana. orang yang jujur dan keluarga (mereka) dapat dipejalari Weda atau mantra. yaitu pengetahuan praktis yang langsung harus dipelajari dalam praktek. agar dipergunakan sebagai jalan mensejahterakan kehidupan masyarakat untuk mencapai kedamaian bersama. orang yang berhubungan karena perkawinan atau persaudaraan. seorang tidak boleh menceriterakan apapun kepada orang lain kecuali kalau ditanyai. Sebagai bibit yang baik tidak boleh ditaburkan pada tanah yang gersang. yang menjelaskan sesuatu yang tidak wewenangnya dan yang menyatakan pertanyaan yang bukan wewenangnya salah satu dan keduanya. maksudnya orang yang dipercaya dimasyarakat. orang yang menghadiahkan uang. 2000:15). Menurut hukum suci. (Granoka. Diantara kedua jenis orang itu. Selanjutnya dinyatakan. Pembersihan Dupa. demikian seseorang hendaknya tidak menjawab pertanyaan yang tidak wajar untuk dinyatakan. . agar didalam mempelajari Mantra mengikuti sistimatika dan etika bermantra. orang yang suci. aptah caktorthadah sadhu swodhyapya daca dharmatah. Pembersihan Bunga dan Mantram Tri sandya. kesepuluh orang-orang berikutnya adalah putra guru (yaitu) ia yang berniat melakukan pengabdiannya. telah memiliki sifat-sifat baik) dengan berkata: Aku adalah kekayaan anda. Dari uraian di atas menunjukkan suatu larangan yang bersifat positif. akan mengalami kekeliruan atau terkena bencana permusuhan oleh orang yang lain. ia memberikan pengetahuan. Bali sudah memahami mantra. artinya hanya sebatas dikalangan rumah sendiri dan dilakukan upakara secara kecil-kecilan. otonan istri dan upacara odalan kecil di sanggah kemulan milik sendiri. yang sepenuh hatinya mentaati UU. Pengetahuan suci mendekati seorang Sulinggih (su-berarti baik. orang memiliki kemampuan rohani.Zaman kali telah menurunkan kitab suci tantra. Etika yang harus dipegang oleh orang yang mempelajari mendalami spiritual adalah: Kitrcah cisyo’dhyapya ityaha: Acarya putrah cusrusur njadado dharmikah cucuh. linggih berarti tempat.

“metal”. dan kata Bahasa Inggris “mind” dan “metal”.peliharalah aku. dari seseorang telah menyatu dengan Tuhan. semua itu hanyalah manifestasi fisikal. Ia memiliki pikiran yang ia meditasikan. kata-kata Tuhan. 1977/1978:109-115). Uni suara yang disebut dengan mantra bukanlah mantra yang didengar dari telinga. Tetapi serahkan saya kepada seorang Sulinggih yang anda ketahui pasti ia yang sudah suci. yang berarti “untuk bermeditasi”. Bahasa filsafat India. “Menos”. Dimana yang satu tidak akan bisa berfungsi tanpa yang lainnya. Kata “mantra” berhubungan dengan kata Bahasa Inggris “man”. Dari sini kesadaran muncul dan menyentuh permukaan interior pikiran yang berhadapan dengan sang diri bukan merupakan indra-indra dan bagian dari dunia. Dalam keberadaan meditasi yang tertinggi. “mens”. yang diambil dari kata latin “ments” (mind). dengan demikian aku menjadi amat kuat. menyebutkan sabda Brahman. Permukaan interior ini disebut dengan antah karana. Saat . Dan pada momen mikro. yang ada dimana-mana. yaitu dua sinar yaitu suara dan cahaya. Kalau orang berkeinginan dengan sungguh-sungguh. kemahakuasaan dan keagungan Tuhan yang Maha Esa. terutama dalam ruang spiritual. Disini sinar kesadaran mengalir dan dari spiritual menghasilkan getaran mental. berbudi baik dan tekun. Semua pengetahuan tersedia bagi orang yang spiritual untuk dipakai dan diketahui. berupa kata atau rangkaian kata-kata yang bersifat magis religius yang ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. Pengertian Mantram Mantram atau “mantra” yang biasa juga disebut Pùjà. manfaatkanlah sesuai dengan tata dan etika dimana harus diucapkan. belajarlah Mantra dan Memantra berdasarkan kesucian hati. yang sangat halus seperti keseluruhan buku weda atau semua ke 330 juta mantra mungkin akan muncul. jangan aku diserahkan kepada mereka yang tak percaya. dan kata mantra diambil dari akar kata kerja Sanskerta “man”. dan ketika telah memilikinya. Sumber mantra. 1. merupakan suatu doa. diperkenankan juga memantra kepada orang yang belum Adiksa Dwijati. Ia berkonsentrasi pada kata sebuah “mantra” untuk “meditasi”. Silahkan. yang merupakan sumber dari semua pengetahuan dan kata. Mantram juga biasanya juga berisi permohonan dan atau puji-pujian atas kebesaran. (Weda Smerti. Pikiran bercampur dengan kesadaran yang bagaikan cahaya kilat. Mantra adalah suara yang berisikan perpaduan suku kata dari sebuah kata. yang berasal dari kata Yunani “menos” (mind). “mind”. Jagat raya ini tersusun dari satu energi yang berasal dari dua hal. pemikiran yang intuitif. yang bisa mengendalikan panca indranya. dan dimana harus dipujakan.

bersifat khusus. (a). cinta kasih dan perwujudan Tuhan. kebijaksanaan. disebut sebagai vaikhari oleh ahli tata bahasa dan ahli filsafat. dan mantra yang diucapkan guna kemakmuran duniawi serta anak cucu. Dengan mantram. Umat Hindu disarankan memahami dan mampu paling tidak mengucapkan Mantram atau Puja Trisandya dan Kramaning Sembah. maka akan dihasilkan getaran energi Tuhan sesuai dengan matram yang diucapkan. Stotra umum guna kebaikan umum yang harus datang dari Tuhan sesuai dengan . doa pada dewata. Mantra yang diucapkan guna pencerahan. sinar. Tantrika Mantra dan Puranik Mantra. 2). Ini hanyalah tahap pertama dari vaikhari. Oleh karena itu setiap bersembahyang umat Hindu sebaiknya mengucapkan matram yang disesuaikan dengan tempat dan waktunya. Mantram juga dikatakan sebagai ladang energi atau energi illahi (Tuhan) yang sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidup umat manusia. yang dapat dibagi lagi menjadi. kasih sayang Tuhan tertinggi. Mantra.30). yang berupa sebuah daya pemikiran yang diberikan dalam bentuk beberapa suku kata atau kata. sedangkan mantra yang diucapkan guna mendamaikan roh-roh jahat atau menyerang orang lain ataupun perbuatan-perbuatan kejam lainnya adalah tamasika mantra. Kata-kata itu hanyalah proses manifestasi. mereka dapat bersembahyang dengan bahasa yang paling dipahami. Pikiran verbal ini dalam pikiran. dari seorang guru. Stotra. 2005:22-23) Ada bermacam-macam jenis mantra. rajasika dan tamasika mantra. Namun jika tidak memahami mantram yang dimaksudkan. dua jenis mantram yang amat diperlukan pada waktu bersembahyang (Suhardana. merupakan rajasika mantra. Lalu setiap bagian ini selanjutnya dibagi mejadi sattwika. Selanjutnya mantra juga dapat dibagi lagi menjadi tiga bagian yaitu: 1). Sehingga apa yang disebut dengan pemunculan kata sebenarnya adalah kata-kata terselubung pada frekwensi Kata yang paling rendah. yang penuh dosa dan perbuatan demikian yang mendalam disebut warna-marga atau ilmu hitam.29. Ini diselubungi oleh lapisan pikiran yang individual. Para ahli agama bahkan menyatakan bahwa mantram dapat menghalau berbagai macam bencana. (Bharati. adalah sattwika mantra. rintangan maupun penyakit dan merupakan cara yang terbaik untuk mencapai tujuan. bersifat umum dan (b). sebuah kata berbeda.pengetahuan muncul dari kedalaman buddhi kepermukaan luar. Keterbukaan yang sebenarnya terdapat dalam meditasi yang paling tinggi yang merupakan dialog tanpa kata-kata atau pertukaran dengan Tuhan dan Jiwa. pikiran rasional menjadi pemikiran verbal. 2004: 3. getaran dari frekwensi yang lebih rendah dari pada yang terlebih dahulu ada. guna keperluan meditasi. yang secara garis besarnya dapat dipisahkan menjadi Vedik Mantra.

yang akan dibahas melalui tahap-demi tahap. Kawaca. jangan disembarangkan/dibicarakan. berulangulang dan khusuk (Titib. Dan para penulispun juga dikatakan melaksanakan japa. sidhi phalanià. sedangkan do’a khusus adalah do’a-do’a dari seorang pribadi kepada Tuhan untuk memenuhi beberapa keinginan khususnya. merupakan suatu kata-kata yang diucapkan bersifat magis religius yang ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan segala manifestasinya. apabila suatu hal dilaksanakan dengan tujuan baik. maka pernyataan tersebut perlahan-lahan berubah menjadi Ayu Wérà.3. 1. atau mantra yang dipergunakan sebagai benteng perlindungan. tidak mengeluarkan suara sama sekali. Yang berisi puji-pujian dan permohonan sesuatu. Tetapi jaman semakin berkembang. teratur dan ucapan mantram itu terdengar oleh orang lain. (3). dengan istilah Aywa Wérà. Belajar Mantram Secara umum mantram dari jaman dahulu sangat dilarang oleh tetua kita di Bali. berulang-ulang. Upamasu Japa. 1997:92) Jadi dari uraian di atas menunjukkan bahwa Mantram. 1. sesuai dengan keinginan. 2004:7-8). mulut bergerak. namun tidak terdengar oleh orang lain. juga disebut Puja. sembahyang atau berdoa. Dari kedua pernyataan tersebut menunjukkan. yaitu melaksanakan japa dengan mengucapkan mantram japa berulang-ulang. nanti kemujizatannya akan hilang. berulang-ulang. dan juga disebut Japa. (Maswinara.kehendakNya. bagaimana dan mantram apa yang harus diucapkan. konsentrasi penuh. hal seperti itu tidak baik.2. semakin keras kita mengucapkan mantram maka nilainya semakin kecil dan sebaliknya semakin kecil kita mengucapkan mantram maka nilainya semakin besar. Hal ini disesuaikan dengan situasi dan tempat dimana. 1. maka dalam pengucapan mantram japa dibedakan atas empat macam sikap atau cara yakni: 1. Likhita Japa. dan utama manfaatnya.1.4. yaitu melaksanakan japa dalam hati. yaitu melaksanakan japa dalam hati secara teratur. secara teratur. yaitu melaksanakan japa dengan menulis berulang-ulang mantra japa di atas kertas atau kitab tulis. mulut tertutup rapat. Manasika Japa. sangat baik untuk dibicarakan. tan sidha phalanià. 2. Kemudian dalam pengucapan mantram tersebut dijelaskan. maka dari itu karya tulis buku “Mantra dan Belajar Memantra” ini adalah sebagai Lakhita Japa. maka . Waikaram Japa. Seperti halnya mengucapkan mantram dalam melaksanakan Tri Sandya. teratur.

3. Mantram Umum 3. Maka dari itu marilah kita memantra dan Belajar memantra dengan.1. mewastu mijil saking aksara. sebaiknya jangan dibicarakan karena akan mendatangkan malapetaka. Sebelum Mantam Tri Sandya Sebelum Tri Sandya di mulai bersihkan: Tangan kanan dengan Mantram: Om Suddhamam Swaha Om bersihkanlah hamba Tangan kiri dengan Mantram: Om ati Suddha mam Swaha Om bersihkanlah hamba 3. tan pangupadyaya/maupacara muang tan ketapak. memang ada unsur larangan untuk mengucapkan Mantram. walaupun belum memenuhi persyaratan tersebut di atas. sredaning manah. Kemudian secara teori. Tetapi kalau dilakukan dengan cara yang baik (sesuai situasi dan hati nurani yang belajar Mantra). untuk mencapai kesempurnaan. papa ikang wwang yang mangkana. amreyogakena Sang Hyang ri daleming sarira. tetapi ada juga unsur yang memberikan kesempatan untuk belajar mengucapkan mantram kalau hal itu dilakukan dengan tujuan baik. tanpa guru. Apabila ada orang yang ingin belajar Sastra. tidak dianugrahi (ketapak) berdosalah orang seperti itu.2. Larangan yang dimaksud untuk mengucapkan Mantram adalah: Yan hana wwang kengin weruhing Sang Hyang Aji Aksara. hal tersebut diperbolehkan.segala sesuatunya dapat dibicarakan atau di analisa. Kewala ikang amusti juga kawenangan. Tetapi kalau pembicaraan untuk ke hal-hal yang negative. dengan hati yang tulus ihklas untuk mengabdi tanpa pamrih. yang bertujuan untuk memuja manifestasi Tuhan. Mantram Tri Sandya Om bhur bhuwah swah tat sawitur waremnyam bhargo dewasya dhimahi dhiyo yo nah pracodayat Om Narayana ewedam sarwam yad bhutam yac ca bhawyam niskalanko niranjano nirwikalpo nirakyatah suddho dewa eko narayana na dwityo asti kascit . dengan tidak memiliki guru.

3. Om Narayana adalah semua ini apa yang telah ada dan apa yang akan ada. sucilah dewa Narayana. semoga Ia memberikan semangat pikiran kita.2. Iswara. perbuatan hamba papa.3. Wisnu.3. ampunilah hamba dari kelalaian hamba. yang memberikan keselamatan kepada semua mahluk. Brahma. bebaskanlah hamba dari segala dosa. Parameswara. 3. Ia hanya satu tidak ada yang kedua. Om Engkau dipanggil Siwa. Om Ampunilah hamba Sang Hyang widhi. . Sikap Sembahyang dan Kramaning Sembah 3. diri hamba papa. cakupan tangan diletakkan di atas dahi hingga ujung jari ada di atas ubun-ubun. bebas dari noda. lindungilah hamba. Om Hamba ini papa.Om Twam siwah twam mahadewah Iswarah parameswarah Brahma wisnusca rudrasca Purusah parikertitah Om Papa ham papakarmaham papatma papasambhawah trahiman pundarikkaksa sabahyabyantarah sucih Om Ksamaswa mam mahadewa sarwaprani hitangkara mam moca sarwa papebhyah palayaswa sada siwa Om Ksantawyah kayiko dosah ksantawyo wacika mama ksantawyo manaso dosah tat pramadat ksmaswa mam Om Santih. lindungilah oh Sang Hyang widhi Om Ampunilah dosa anggota badan hamba. diantara kening. Mahadewa. (Propinsi Bali. ampunilah dosa pikiran hamba. Santih. ampunilah dosa perkataan hamba.1. 2000:42-44) 3. kelahiran hamba papa. Rudra. bebas dari perubahan tak dapat digambarkan. ujung jari-jari tangan di atas. Santih Om Artinya: Om adalah bhur bhuwah swah Kita memusatkan pikiran pada kecemerlangan dan kemuliaan sang Hyang Widhi. Kehadapan para dewa (dewata). bebas dari kotoran. dan Purusa. Kehadapan Sang Hyang Widhi.

3. kepada Dewa yang bersemayam pada tempat duduk bunga teratai sebagai satu tempat. ardhanareswaryiya namo namah. Om.3.4. sweta pangkaja madhyastha. 1997:92).4. arcanam sarwa pujanam nama sarwa nugrahaka. 3. Kepada Pitara (roh) Leluhur. 3.5. kepada Siwa yang sesungguhnyalah berada di mana-mana. (Sarana Kawangen). dewatdatanugrahaka. 3.3. bersihkanlah hamba 3.3.3. hormat kepada-Mu pembuat sinar. bhaskaraya namo stute. Engkau bersinar merah. 3. tangan di hulu hati. sarwa wyapi wai Siwaya. Panca Sembah 3. padmasana ekapratisthaya.4.4. . Menyembah Tuhan sebagai Ista Dewata.3. Om Anugraha manohara. Om kepada Dewa yang bersemayam pada tempat yang tinggi. kepada Ardhanareswari. Engkau yang berstana ditengah-tengah teratai putih. Dewa dewi mahasiddhi. sinar Sang Hyang Surya yang maha hebat. hamba menghormat. tetapi ujung jari-jari tangan mengarah kebawah. Kepada para Bhuta. ujung jari-jari tangan berada di ujung hidung.1. kami memuja-Mu. seperti persembahyangan Purnama Tilem.4. dengan ujung jarijari tangan mengarah ke atas. Kepada sesama manusia. rakta teja namostute.4. atmanya kenyataan ini. Menyembah sang Hyang Widhi sebagai Sang Hyang Raditya (Sarana Bunga) Om adityasya param jyoti. tangan dihulu hati.4. Yajnanga nirmalatmaka. (Titib. Tuhan Yang Maha Esa.2. Menyembah Tuhan Sebagai Pemberi Anugrah. Dewata yang di puja adalah Sang Hyang Siwa yang berada dimana-mana. Sembah Puyung (cakupan tangan kosong) Om atma tattwatma suddha mam swaha Om atma. (Sarana Kawangen) Om nama dewa adhisthanaya. 3.

3. Ong Sadhasiwa ya namah. Genta) Ong Ong Prama Siwa sunyatmane ya namah Ong Ong sudha Siwa niskalatmane ya namah Ong Ong sudha Rudra atyatmane ya namah Ong Ong Mahadewa niratmane ya namah Ong Mang Iswara paratmana yan namah Ong Ung Wisnu antaratmane ya namah Ong Ang Brahmatmane yan namah Ong Siwa ya namah. kesempurnaan. Nirwighna sukha wrddhicsa.5. pribadi suci. bebas dari rintangan. 200:56-59).6. Ngaksama Jagadnatha (Sarana. panjang umur. Ong Ang Ah Siwa sunya ya namah. shanti Om. shanti. (Bangli. berwujud yadnya. Ong Pat Windhu dewa ya namah.7. 3. kebahagiaan. Mantram dalam Yadnya . anugrah pemberian dewa.4. hormat pada-Mu memberi semua anugrah. kegembiraan dan kemajuan.Laksmi siddhisca dirgayuh. Genta) Ong ksama swamem jagadnatha Sarwa papa wiratarem Sarwa karya sidham dehi Prenamya sure swarem Ong twam surya twam siwa karen Twam rudra bahni laksanem Twahi sarwa gatokarah Mamo karyaprayojanm Ong ksama swamem maha saktyem Hyati ksma srayem gunatmakem Mascayet stata papa Sarwa loka darpanem Ong Ang Ksama sarwa purnem ya namah swaha. Ong Pramasiwa ya namah.4.4. Sembah Puyung (Jari-jari dicakupkan tanpa bunga) Om dewa suksma paramacintyaya nama swaha Om hormat pada Dewa yang tak terpikirkan yang maha tinggi dan gaib. 2005:91) 4. pujaan semua pujaan. Om Engkau menarik hati. 2005:88) 3. (Bangli. Sekar. Om shanti. Kemahasidian Dewa dan Dewi. (Prop Bali. pemberi anugrah. Ngewaliang Ida Bhetara (sarana Sekar.

Sembahyang kehadapan Tuhan Yang Maha Esa (Sang Hyang Widhi). sebagai Batara Siwa (Tuhan Yang Maha Agung) dan merasuk kesegenap mahluk. Ya Tuhan sucikanlah diri hamba Om Puspa Danta Ya Namah Ya Tuhan sucikanlah bunga ini Om Nama Dewa Adhi Sthana Ya Sarwa Wyapi Wai Siwa Ya Padmasana Eka Pratista Ya Ardhanaresawaryai Namo Namah. yang berarti Sinar. Bersembahyang kehadapan Pitara. Sang Hyang Widhi itu adalah Tunggal dan Div atau Dewa itu adalah banyak. yang terdapat dalam Sembah Puyung: Om Atma Tattwatma Suddha Mam Swaha. Jadi sembahyang kehadapan Sang Hyang Widhi. merupakan sinar suci dari Tuhan.Bersembahyang kehadapan para Dewa (Dewata) cakupan jari tangan ditempatkan ditengah-tengah dahi dengan ujung kedua Ibu Jari tangan berada di antara kedua kening. sehingga ujung jari tangan berada di atas ubun-ubun. Ya Tuhan hamba memuja-Mu sebagai Yang Maha Tunggal. Sang Hyang Widhi adalah simbolis Tuhan Yang Maha Esa. dengan ujung jari menghadap kebawah. Om Ayur Wrddhir Yaso Wrddhih Wrddhih Prajna Sukha Sriyam . Karena Sang Hyang Widhi Yadnya diidentikkan dengan Dewa Yadnya. (Suhardana. c). seperti sikap tangan yang dinyatakan sebagai berikut: a). maka terlebih dahulu perlu kita ketahui. Mantram Widhi Yadnya Sebelum kita mulai menyebutkan mantram Sang Hyang Widhi Yadnya. cakupan tangan diletakkan di hulu hati. sehingga dalam memujanyapun juga berbeda.1. Secara umum dijelaskan bahwa dalam agama Hindu terdapat lima Yadnya yang disebut dengan Panca Yadnya. macam yadnya. adalah sembahyang kehadapan Tuhan dalam wujud Tunggal yang sifat-sifatnya dipuja oleh semua umat agama di dunia. dengan sebutan yang berbeda. sedangkan Dewa adalah Div. b). kedua tangan dicakupkan di atas dahi.Bersembahyang kehadapan Bhuta. 2005:10). dan secara logika antara Sang Hyang Widhi dan Dewa tidak sama. Tetapi dalam prakteknya. d).4. Ya Tuhan hamba memuja-Mu. cakupan jari tangan ditempelkan diujung hidung. dengan kedua ujung ibu jari tangan menyentuh hidung.

Tumpek Bubuh. 17). 12). Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba sempurna. 5). 27). 8).2. Soma Ribek. diangkasa sebagai matahari dan bulan. 3). 29). Sabuh Mas. hamba ibaratkan keluhuran-Mu didunia sebagai sungai Gangga. Anggara Klion Julung wangi. 6). 4). 13). 22). Santih. Wrespati Wage Sungsang. Banyu Pinaruh. ketentraman. Ya Tuhan hamba ibaratkan kebesaran-Mu sebagai Gunung Mahameru. 23). 10). 26). Sukra Manis Kelawu. Budha Klion Paang. Saniscara Umanis Watugung.Dharma Santana Wrddhih Ca Santuet Sapta Wrddayah Om Yawan Merau Sthito Dewah Yawad Gangga Mahitale Candrakau Gagane Yawat Tawad wa wijayi Bha wet Om Dirgahyur Astu Tathastu Om Awignam Astu Tathastu Om Subam Astu Tathastu Om Sukam Bhawantu Om Purnam Bhawantu Om Sreyo Bhawatu Sapta Wrddhir Astu. 20). Tilem. semoga damai di hati. Tumpek Landep. Santih. Ya Tuhan semoga semuanya sejahtera. Sukra Paing Dunggulan. Wage Dunggulan. Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba selalu bahagia. Om Santih. (Suhardana. Om Ya Tuhan. Dewa Yadnya Yang termasuk dewa yadnya adalah setiap: 1). 14). Pager Wesi. maka dilanjutkan dengan mantram-mantram sebagai berikut: . Setelah selesai melaksanakan puja matram di atas. 19). Wage Dunggulan. Redite Wage Kuningan. 1984). Anggara Klion Kulantir. 7). Redite Umanis Ukir. 25). Ya Tuhan semoga memberi panjang umur (nutuggang tuwuh) dan keselamatan dan tiada rintangan. 28). Sukra Wage Wayang. Sukra Wage Kuningan. Semua itu ciptaan dan kebesaran Tuhan juga. Soma Klion Kuningan. Buda Wage Kelawu. Purnama. 21). Galungan. 15). Wrespati Manis Dunggulan. 2). 11). (Pramadaksa. Klion. 18). 16). menjadi suluh batin hamba. 24). Ya Tuhan semoga semua karunia berupa kebahagiaan. damai di dunia dan damai selalu. 2005:40-49) 4. Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba baik. Paing Dunggulan.Wrespati Umanis Dunggulan. Om dewa Suksma Pramacintya Ya Namah Swaha. kebijaksanaan dan kebahagiaan yang diberikan kepada hamba. 9). Mudah-mudahan hamba saling mengasihi sesamanya dan semoga semua kegelapan pikiran menjadi sirna. terima kasih atas karuniamu. Kuningan.

Om Hrang Hring sah paramasiwa Aditya ya namah 4.11. sarwa kala Bhuta bholta ya namah 4.4. Om Ang Ung Mang 4. Om Gangga Dewi naha punyam Gangga salaca medina. Ongkara aksara jiwatman.1.8. Wija.3.5. Om Na Ma Si Wa Ya. Gandaksata.2. Ngutpeti Toya Ring Sangku. Sembah Siwa Amerta. Utpeti Kang Toya.2. Padmasana Ring Toya. Mersihin eteh-eteh upakara (mesarana sekar lan Bija): Om Grim Wausat ksama sampurna ya namah 4.9. Dewa Pratista. Om Ang Brahma-amerta dipa ya namah Om Ung Wisnu-amerta dipa ya namah Om mang Iswara-amerta dipa ya namah 4.2. Om Ang Kang Khasolkaya swasti-swasti. Om Hrang Hring Sah Paramasiwa-amerta ya namah 4. Om Sa Ba Ta A I.2. Gangga dewi namu namah. Om puspa danta yan namah (sekar) Om Sri Gandheswarya ya namah (miyik-miyikan) Om Kung Kumara Wija yan namah (bija beras) Om Ang Dhupa dipastra ya namah (dupa) 4. Anuksma-amrta jiwani.2. Gangga terangga samyuktam.2. Metabuh arak/ berem. Sembah Kuta Mantra.2. Om Ya Wa Si Ma Na Om Mang Ung 4.2.7. Ngarga Tirta.6. Tadd-amrta manoharam .10. Menghaturkan dupa. Om Om Padmasana ya namah Om Om Anantasana ya namah 4.2. Aturi Kang Toya Puspa. Om Om Dewi-Dewi pratista ya namah 4. Om Sri Gangga Mahadewi.4.2.2. Om I Ba Sa Ta I.2.

Raris ider kang toya ping tiga. Apasang bija. Ongkara parikirtitah. Ngremeki bija (mengaduk. Candra nadha bhandu drestham. di atas tangan) Om bang Bamadwa guhya ya namah Om Bhur Buwah Swah amrta ya namah. Spulingga Siwa twam ca. sarwa papa winasana ya. sarwa kalusa winasa ya. Ngaskara Bajra. Abhawa-bawa karmesu Warada bIabdha sandenam. Utpeti ka tawa goras ca.12. Om Ghantayur pujyate dewah.Om Utpeti ka suram ca. Om Idham bhasman param guhyam. Akena bija. .13. Om Kara Sadasiwa Stham. saha uleng ning kayun: Om Bhur Bhuwah Swah swaha Mahaganggayai tirtha pawitrani ya namah swaha. Tumuli masirat ring raga: Om Ang Brahma-amrta ya namah Om Ung Wisnu-amrta ya namah Om Mang Iswara-ammrta ya namah 4. ring ring ring ring ring sirah : Om Ing Isana ya namah lelata : Om Tang tatpurusa ya namah tangkah : Om Ang Aghora ya namah bahu kanan: Om bang bamadewa ya nama bahu kiri : Om Sang Sadya ya namah 4. sarwa rogha winasana ya namah. Om Ghanta sabda mahasrestah. Utpeti sri wahinan ya namah swaha. Mantra bija. Ghanta sabda prakasyate.2. Abhiwada wadanyam. Utpeti sarwa hitan ca. Wara Siddhi nih samsayam.2. Jagat Nata hitangkarah.

di Merajan . guru madya guru purwem.2003:12-24). tri murti tri lingganam. guru dewa sudha nityem. wastu suddha paripurna. sarwa jagat pratistanem. Sawrwa jata pratistanam.2. (Natha. Om Pakulun Hyang ning prana-prani.16. yang ana kalangkahing dening sona. 4. kaporod dening wek. Ong guru dewa guru rupem.17. Jiwatman trilokanam. jiwatmanem tri lokanem.2. Sang Hyang Premana. 4. Mantra Pengulapan. urip waras dirguyua sang inambean mwah sang unulapan. Sembah Hyang di Ring Merajan Sanggah Kemulan.2. ya ta kaprayascitta denira Sang Hyang Sucinirma. Sang Hyang Trinadipancakosika. Om Siddhirastu ya namah swaha. Om Siddhirastu ya namah swaha. tri purusah sudatmakem. Om Brahma Wisnu Iswara dewan.15. Anglukat Banten. Sang Hyang Wesrawana. Sang Hyang Sapta dewata. nanda tirta panglukatan. Hyang ning sarwa tamuwuh.Maklener apisan (Ngaskara) : Om Om Om Maklener ping kalih : Om Ang Ung Mang Maklener ngelantur : Om Ang Kang Iswara ya namah 4. sarwa jagat jiwatma takem. mekadi sang Hyang Lewihing bebanten. nandha raksanan den rahayu. pakulun manusa nira handa sih waranugrahanira. Om Guru paduka dipata ya nama swaha.14. guru pantarem dewam. mekadi Sang Hyang Urip Sira amanggihaken ri stanan nira sowing-sowang pakenaniing hulun hangeweruhi ri sira. kaiberan dening ayam. ledang paduka bhatara anglukat angebur dasa malaning bebanten kabeh. sudha klesa winasanem. Ong dewa-dewa tri dewanam. Ong Ong guru paduka byonamah swaha 4. kacekel dening wong camah. Sembah Hyang Kemimitan/Paibon/Dadya/Pedharman Om Brahma Wisnu Iswara dewam. Suddha klesa winasanam. Om Pakulun Sang Hyang Sapta petala.2.

Siwastu Sada Siwaya. dewa tri purusa maha suci. 2003:27-28) 4. Wisnu Iswara. candra dipa parem jotir. Panca rsi panca tirtham. nama candra namo namah.20. Tt:17).18. 1983:21) Ong Brahma Wisnu Iswara dewam. Ong karma dhaksa jagat caksu. (Bangli. 4. semoga seluruh jagat tersucikan. Ong candra mandala sampurnam. nama candra namo namah.19. wicak satya arawiyem. (Ringga. Wisnu Iswara. namo candra namo namah. Om Ang Gong Gnijya namah swaha.2.Ya Tuhan selaku Brahma. Sapta Rsi Catur Yogam. sarwa brana busitah. Om Om Panca Rsi Sapta rsi paduka Guru byo namah swaha. Tri-dewa tri-murti lokam. sweta manca kala runem.2. Brahmano dhipati Brahman. yang berkenan turun menjiwai isi tri loka.2. Lingga rsi mah lingam. . Ong Ong candra dipate ya namah. bersih serta segala noda terhapuskan oleh-Mu. Sembah Hyang di Pura Desa Mwang Bale Agung. IB. dhara gopati madanem. candra yanti prenamyakem. Ya tuhan selaku Bapak alam hamba memuja-Mu. Tri dewa adalah Tri Murti. (Kaler.1 dikutip oleh (Kanca. Om Siwa Rsi maha Tirtham. Om Ung Manik Jayas ca. Sembah Hyang di Kawitan Ratu Pasek. Om Hyang Widhi dalam wujud-Mu sebagai Brahma. Om Siwa dipata ya namah. Iswara bhutanam. Om Isana sarwa widnyana. Stuti Stava 157. semoga hamba terbebas dari segala bencana.2005:35) 4. Ong siddhi ragem namastute. Tri Purusa suddhatmakam. sumerus ca. Sembah Hyang di Purnama /Tilem. Sa ghanasca De Kuturan Bharadah ca ya namu namah swaha. Om Ang Gnijaya jagat patya namah.

4. pencipta semua mahluk. Om Giripati maha wiryam. (Kaler. pemberi anugrah.2.23. linggam Sarwa Dewa Pranayam.21. yang menjadikan dirinya sendiri. Sarwa jagat pratistanam. Dewa dari semua Dewa. selaku Siwa dan sada Siwa. maha mulia. Om Brahma Prajapatih Sresthah Swayambhur warado ruruh Padmayonis catur waktro Brahma salam ucyate (Stuti & Stawa 483. Ya Tuhan selaku giripati yang Maha Agung. (Suhardana 2005:62). hamba memuja-Mu sebagai Dewa Durga/Dewa Siwa. selaku Yang Maha Kuasa menguasai seluruh mahluk.22. Sembah Hyang di Pura Prajapati.4) Om Hyang Widhi dalam wujud-Mu sebagai Brahma Prajapati. (Suhardana 2005:68-69). . selaku Brahma raja dari pada semua Brahmana. semua Dewa tunduk pada-Mu Om Giripati hamba memuja-Mu. Hyang Tunggal yang maha sadar. Om Giripati dipata ya namah. Ya Tuhan dalam wujud sebagai catur maha Dewi. Mahapratista. Om Nam Dewa Adhistana Ya Sarwa wyapi wai Siwa Ya Padmasna Eka Pratistha Ya Ardhanaresswaryia nama namah. Ya Hyang Siwa hamba menyembah pada-Mu (Kaler. 4. Maha Kuasa. Sembah Hyang di Pura Dalem. Om Catur Dibya Maha Sakti Catur asrame Bhatari Siwa Jafatpati Dewi Durga masarira Dewi.2.Ya Tuhan. Maha Suci. Maha Dewa dengan lingga yang mantap. Mahaguru. Sembah Hyang di Pura Puseh. 1983:21-22) Om Pranamya Bhaskara Dewam Sarwa klesa Winasanam Pranamya Ditya Siwartam Bukti mukti wara pradam Om Rang Ring Sah Prama Siwa Ditya Ya nama nama Swaha. 1983:21-22) 4. lahir dari bunga teratai. (Suhardana 2005:68-69).2.

purnam bhawantu namah Sthiti Mantram Om Sang Bang Tang Ang Ing.24. canddhi kesayanamo stute. sagenah sapari warah. Om bhur bhuwah swah tat sawitur warenyam bhargo dewasya pranato dimahi. Astra Mantra dan Sthuti Om Ung Rah Phat Astraya namah Om Atma Tatwatma Sudhamam swaha Om Om Ksama sampurnaya namah swaha Om Sri Pasupataye Ung Phat Om sriyem bhawantu. Tata Cara Persembahyangan dalam Piodalan Om Ciwa sutram pawi-yapnya pawitram prajjapatti yo ayuswam bhala maste tejo. Ang Ung Mang namah.ca siddhinti.memiliki empat wajah dalam satu badan maha sempurna. parama gohyanam tri gunam-tri gunatma kem. Bhatara Wisnu’sca purusa pari kirtitah. Iswara-Parama swara. Newidyam Brahma Wisnu’ca baksamdewa sarwadya inala bhoti. Sang Hyang Widhi Om sarwa Dewa.2.1997: 59) 4. Setelah pangelebaran Caru. Maheswaram. Om Grim trepti laksanem. jaca mapomesi. . sukham bhawantu. Hyang Brahma maha agung. pujian terhadap Sang Hyang Widhi Om Twam Ciwa. Om Grim Ksama heranya. twam Mahadewa. siddhi sekala mapuyat parama Siwaya labhate. Triloka sawangga sada-sidasah. Nang Mang Cing Wang Yang. Jayatte-jaya mapungat ya carthi. (Tri Bhuana Meru tumpang tiga) Om pranama Siwa Tang Ghayam. sarwa karya. Om Ariwam surya koti pratam-candra koti redayem. dyoyo nah pracodayat. penuh rahasia. (Titib. Siwasya pranoto nityam. Ciwa tattwa prajanah. stutte.

3. Anugraha hano haram. dwam sarwa manggalanne sanem.(Atmanadhi. twe meweh sapwe mi yadi ye na sakti bhawisiyate. namah karya prajayate. Om Gangga mrtiya namah Om Candra mrtiya namah Om Siwa suddhamam swaha Om Atma tattwatmaya nam. swaroma yem. Dewa-data anugrahaken yarcanam.Ksama swamam jagat natha sarwa papani rantaram sarwa karya kidandiki. nugrahanem bagawan dewi maye datem. tirtha jatah pawitrakah. ksama swman sakti. Penuntun Metirtha Ong Rah Phat Astraya namah. . 1972:82-86) 4. sarwa klesa winasanem. nasayet statem papem. wisnu. Siwa Murti suka wahem. Asta swarya gunatmakem. pawitram mangghalam. Pitra Yadnya 4. ye toyem prameng srayem. Om Sri Samara wan amah. sarwa tirthem siyemsawem. laksmi sidhi’sca dhirga yur nirwighnam sukha kretam. Ye toyamciwon ce yah.1. sarwa pujanem namah. brahma. Om Siwa tattwatwaya namah. Antaranta maye cubhem. Me Basme Ong Idam basma param guhyam. sarwa halaka terpana ya namah. Ciwa angga Siwa samahen. Maheswaram. twam Siwa karah. Tirta Puwa Pangentas Wong Preteka. Om Widya tattwaya namah. jale dewam rsi sangke. Twam Ing Swara Gata karah. Sarwa nugrahakem Dewa-Dewi maha idem. Twam Suriya. sarwa papa winasanam.3. Sarwa roga pramanem. Ong idam toyam wimalan dewam sarwa kali kalusa prasame namah swaha. Twam Ing Rudra bhanilaksana. tat to sima murti dewam.

ste bhagawan Gangga nama ‘stuti nala muwapuh. sami iti weta-wetanya. dewanemlila nasanem. deweye nameste ye namo namah. Nama windu awaye swarem prabhu ibhuh samma kerttem maka patakwa sanem.3. pamulihan sanghyang Atma (Ngentas) : Om Ang sarwa dewa bhiyo namah swaha (purwa/angga bajra mudra) Om Ang Sapta Rsi bhiyo namah swaha (daksine/mukha dada mudra) Om Ang Pitre bhiyo namah swaha (Utara hradaya/cakra mudra) Om Ang Saraswatiye bhiyo namah swaha (pascima/jihwa/nagapasa mudra) 4. Om Ang Sapta Rsi bhiyo namah.Om ganerem maha tirthem. 4. maha nadhi tre priyem tatha sarwa dewati. 4.3. mawit sakeng pelaksanaan swadharmaning Sang Sadaka ring para janane sami. (tangan kanan tiga kali) Om Ang Sapta Pitra bhiyo namah (tangan kiri tiga kali) Om Ang Sarwa Dewa bhiyo namah (tangan kanan lagi sekali). Siwangga: Triaksara. nama siwa ya namah. Kramaning Pamuspaning Pitra.3. Om Ksama sampurnaya namah. Hung hur suma gangga idem toyem. Nyiratin Tirta Sawa Om jala siddhi maha sakti sarwa siddhi sarwa tirthem. punika pisan sane ngawanang. Resi Yadnya Yang dimaksud dengan Rsi Yadnya. Tumuwut sang pitre adi nyasa ring catur desa.3. 4.4. Brahmangga. Sthiti. satunggil diangken I Para Jana mangda mapunya ring Sang Sadaka sane pageh ngamong berate lan .4. I para jadmane wenten utang mabudi ring Sang Sadaka. kebawos Rsi Renam. 72:81-82) 4. Gangga tirtha ye maha bhuta. Ring tepengan punika waluya kapatutang/dharmaning bhakti. Salilem winalem toyem-toyem tirtha swibbhawa wanem subiksa ye sama toye.3.2. Om Atma tattwatna sudhamam swaha. Utpatti. sarwa papa winasanem nama. (Atmanadhi.5. Siwa mrtha manggala ye Sri Dewi sawa mutate. Om Sri Pasupatiye namah. Pralina. Menekan Tangan.

1984). Sarwa roga wisnu cartem. Dwijendra baskara meretem.desyami Guru-pada dasyat sada. nama namah swaha. Sarwa wigene winasanem. yang secara terus menerus menjalani hidup sebagai Sulinggih. Dewa mantarem sidhi wakyem dewa sandi sang yogatem. karya siddhis ca jayate. Bramana purwa tististanem.1. Sarwa jagat pratistanem. . itu yang menyebabkan.4.2. dewa-dewa stiti guruh. Baskarem siwangga layem. Brahma Wisnu Mahe Suarem. Om Guru-paduka-byo namah. Santi-pusti-wasat-karma. Selanjutnya mengenai peraturan Sulingih telah diatur pada Himpunan Kesatuan Tafsir Terhadap. Brahma peraja dipem lokem. Yoga sidyem murtinem. demikian juga sebaliknya Beliau sang Sulinggih terhadap masyarakat). Siwa puja yoga meretem. (arti bebasnya: berawal dari pelaksanaan kewajiban Sang Sadaka (Sulinggih). Dwijendra purwa siwem. Brahmanem purwanem siwem. Brahmo siwa murti wiryem. Siwa loka pratistanem. Tatwad nyanem siwem. (Pramadaksa. terhadap masyarakat pada umumnya. untuk berkorban dengan tulus ihklas ring Sang Sulinggih. sapunika taler panungkalikanya Ida Sang Hyang Sedaka ring Ida Para Jana.swadharmaning kasulinggihan. 1984). Guru Pada Namas Karo Om Guru-pada namas karaan. (Pramadaksa. Menyatakan bahwa: Tentang Kawikon/Sulinggih/Pendeta selaku Dwijati adalah suatu kedudukan khusus yang hanya bisa didapatkan dengan memenuhi syarat dan upacara menurut sesana serta sesuai dengan ketentuan-ketentuan Parisada.4. Ong brahmanem brahma murtinem. Dwijendra Astawa. Aspek-Agama Hindu I-IX (1982-1982:14). Sarwa dewa masarirem. Siwa sada siwa sirwatem. Waham wata . 4. Pada kesempatan ini sepertinya telah dibenarkan sebagai wujud bhakti. 4. disebut dengan Rsi Rnam.

siwa loka pratistanem. memberikan kemakmuran agar rakyat cinta kepada pemerintah. 4. Kemudian datanglah seorang Raja yang bernama Bhanoraja. harus mengetahui gerak-gerik rakyat yang bermaksud buruk atau baik. 1986:47-8). Sarwawa dewamca. ya sarwa wigena wina sanem. s Sarwa dewa pratistanem. Sang Hyang Purana Yadnya dan Sang Hyang raja Kerta. Sang Hyang Astaka Widhi. brahma siwa murti wiryem.Surya merta pawiranem Yogi-yogi sarwa dewa. Ong Guru dewem. Nada grutyem dewa mantrem. dengan isinya sebagai berikut: Di Gunung Agrapati ada seorang Maha Reshi yang bernama Purbhasomya. dan tidak terluka oleh segala macam senjata. dan penulis ringkas. adalah seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat utama yaitu: Sang Hyang Agni.4. Ong Brahmanem brahma murtiem. Reshi Purbhasomya memberi petunjuk kepada baginda Raja agar melaksanakan. Brahma wangsabca. . siwa sada siwa meretem. yang biasanya dipegang oleh “Bhagawanta”. astawem dewa paragiyem. Sang Hyang Samirana. Sang hyang Indra.tiga macam syarat untuk mengalahkan musuhnya yaitu: Sang Hyang Astaka Widhi. Sang Hyang Surya. Ong ganda pujiem Iswara nityem. yang disebut dengan Resi Yadnya adalah penghormatan kepada nilai-nilai kebenaran yang sejati. Brahma putra pratistanem. Ongkara mantra pujitem oma winayem maha wiryem. Lontar yang disalin oleh Sri Rhesi Anandakusuma. membakar musuh yang ada dalam diri manusia. Beliau seorang wiku yang telah melaksanakan segala dharma dari sejak masih kanak-kanak. (Gambar. Sadasiwa maha wirye. yaitu Resi yang dipercaya oleh Raja untuk menciptakan kesejahteraan dalam Suatu Negara. Sang Hyang Yama.3. untuk memohon petunjuk agar mampu mengalahkan musuhnya yang memiliki kesaktian yang tidak terkalahkan. Om Sriam bawantu swaha. memberikan penyuluhan dengan baik dan teratur. AUM Upacara Resi Yadnya Selain pernyataan di atas.

Wiku Ambeng.4.4. dari Reshi Purbhasomya maka Baginda Raja melaksanakan petunjuk itu dengan baik. Sang Hyang Pertiwi. Wiku Pangkon.2. Pesan terakhir dari Reshi Purbhasomya. banyak mempunyai sisia. Sang Hyang Wesrama. Wiku Palang Pasir.4.1. bersama-sama belajar keluar negeri bersama pedagang. untuk mengangkat Reshi sebagai “Bhagawanta” dengan dua belas kreteria sebagai berikut: 4. memberikan ajaran yang dimiliki. wiku yang mengajarkan ilmu kepada orang lain dengan memikat hati masyarakat (amancing updesa). wiku yang senantiasa berpegangan kepada sastra.3.menegakkan hukum tanpa pilih kasih. memberikan hukuman sesuai dengan kesalahannya. wiku yang tidak bersaksi. kalau ia membunuh maka dia harus dibunuh. memiliki pikiran yang cerdik dan menghukum penjahat negara.4.3. . menjual ilmu pengetahuannya. jangan sampai menghukum orang atas keinginan sendiri. kalau dia menggelapkan uang harus dikembalikan berupa uang. dengan tekun melakukan kewajiban siang maupun malam untuk mendapat dana punia (guru yaga).4. Pikirannya hanya berguru kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Setelah mendapat petunjuk. hingga memiliki ilmu yang tinggi.3. memberikan penghargaan bagi rakyat yang berjasa. 4. banyak bekerja sehingga mempunyai istri lebih dari seorang.4. Sang Hyang Purana Yadnya. dengan maksud berguru kepada Dewa Parameswara dan berhasil memiliki ilmu yang utama.5.3. 4. Hukumlah mereka yang bersalah dengan hukuman yang masih berlaku sesuai dengan Undang-Undang. Wiku Cendana. memperlihatkan Candi Prasada. 4. Akhirnya musuh-musuh baginda Raja dengan mudah dapat dikalahkan.3. demi kemakmuran. Sang Hyang Raja Kerte.3. Demikian saja pekerjaan-nya. Sang Hyang Baruna. Wiku Panjer. Dengan cara demikian agar dapat guru yaga. 4.

mengembara di dunia. Itulah agar Sri Aji (Baginda Raja) memaklumi ada 12 macam wiku. beristri dan berputra tinggal didesa atau dikota hidup dalam masyarakat.4.3.4. siang dan malam pandangannya sama. Tidak mementingkan harta benda.4.3. menerima tamu.9. wiku yang membuat kebaikan dengan memberi petunjuk jalan (ngentas) kepada rohnya orang yang meninggal dunia.11. mengajar ilmu pengetahuannya kepada siapa yang memohonnya. memuja homa. menyelesaikan (muput) upacara yadnya agar menerima guru yaga. 4. ahli dalam segala macam filsafat. Begitulah ia laksanakan untuk mendapat guru yaga. hidup sederhana.7.3.8. Wiku Saba Ukir.3. tidak tetap tinggal di masyarakat (ndatan ring negara krama). telah sempurna tentang Tri Dharma (Dharma Tiga).4. Wiku Sanyasi. teguh melakukan yoga semadhi. Wiku Grahasti.3. Wiku Grohita. Wiku tinggal menetap ditengahtengah hutan. Pikirannya terasa terbang.4. Wiku Bramacari.12. meningkat-kan filsafat kebatinan (ambek niskala).3.6. karena ia memerlukan mendapat mas perak. tidak beristri. 4. tidak mempunyai keinginan mengumpulkan kekayaan. rajin menghadiahkan buku (mendana pustaka). Wiku Wanaprasthi. kepada Sang Hyang Widhi Wasa. berbakti kepada Dewa di kahyangan. Wiku yang mempunyai Nabe lebih dari satu orang. berbakti kepada Dewa. dunia ini dipandang rumahnya.4. 4.4. wiku hidup berkeluarga. Beliau tidak beristri. bebas dari suka duhka dalam pergaulan di masyarakat. Wiku senantiasa memperdalami kesusastraan. mempunyai pengetahuan yang baik dan tidak beristri dari sejak kecil hingga lanjut usia. Wiku mengawini wanita walaka.3. 4.4.10. melakukan yoga semadhi. selalu berbuat kebajikan. wiku yang disebut dari angka 1 sampai . 4. 4. dengan senang hati menolong orang yang menderita kesusahan. Wiku Sangara.

Suptamaya.5.5. (Titib.2. dukun yang mengeluarkan kata-kata yang beraneka macam. . (Anandhakusuma. 8). dipandang wiku yang ada cacatnya (wiku ceda). 3. 9).1. maka pemerintahan (keprabon) bisa menjadi goyah. dan menegakkannya. tidak bercacat. Kalau ketiga ucapan dukun itu Sri Jaya percaya saja. 4). Om namah Kumara sad-anama ya. Ngastawa Sang Hyang Kumara. Ngraja Singa. 3). yang memberi kehidupan pada alam. 1997:78) 4. yaitu: 1. 4. Pagedong-gedongan. Sa no dewah sawita sarna yacchatwasme Ksayaya triwartitamamhasah Rg.6 (Ya Tuhan Yang Maha Pengasih. tidak bersandar Sastra. 12). manusia yadnya terdiri dari dua belas tahapan yaitu: 1). 2. semoga ia Sawitar memberi rahmat-Nya kepada kami untuk ketentraman hidup. dan dipercaya oleh pendukungnya/masyarakat). Ia yang mengatur baik yang bergerak dan yang tidak bergerak. dengan kemampuan untuk menghindari kekuatan jahat). 10).53.dengan angka 8 itu. suci dan melakukan dharmanya wiku (dharmaning kawikon). Roras rahina. (Keselamatan Bayi dan Ibunya) Om Brhatstsumnah prasawita newisiano Jagatah sthaturubhayasya yo wasu. Kalau wiku tersebut dipakai pendeta raja dan negeri. Siki dwa jaya prati mayaloke Sad-kreti kanandakara ya nityam. 1994: 3-33) 4. 11).5. 5). Tigang sasih. Pawiwahan. Mapodgala atau Mawinten/Madwijati (sesuai dengan tingkat kemampuan seseorang. dukun menurut kehendaknya sendiri.Pradhanamaya. Wawu hembas rare. Pawotanan.Ragamaya. Manusa Yadnya Yang dimaksud dengan. 7). Kelahiran Bayi. Kepus udel. Weda IW. dukun yang percaya kepada mimpian. Nempugin. Bulan pitung dina. Ada tiga lagi yang patut mendapat perhatian agar pemerintah tetap stabil. Metatah. Dari sebab itu patutlah dipakai Sri Aji memperhatikan benar-benar keadaan Wiku yang akan dipakai pendeta untuk istana dan negeri. Wiku yang disebut dari angka 9 sampai 12 dinamai Wiku catur Asrama. 6). tidak boleh tidak negeri ini akan goncang dan menderita.

Sagilingan pagilingan male.3. 2003: 64-65) 4. (Gambar.stu tasme dwajawara pujitram. Mala papa petakane sianu kabeh. Sasti-praya yam ala santriyate.5. Om Sang Sadyaya namah (alis) Om bang Bamadewaya namah (bahu tengen) Om Tang Tat Purusaya namah (tungir) Om Ang Aghoraya namah (bau kiwa) Om Ing Isanaya namah (hredaya) Om Rang Kaje sarase namah (bahu kiwa tengen) Om bhur Bhuwah swah Jwalon namah (Ratna kencana = pada kalih) Om Hring Kawacaya namah (sarwa angga) Om Bang netra ya namah Om Bang netraya namah. Namo. stu hanganila ya nityam. Namah sadakurtkuta namo hana ya. Ong sah osat namah. Ong seriya namu namah swaha. Potong rambut. Brahmanya dewaya sikidwaja ya Senapratewa dahita ya nityam dewayam Namo’stu koncadala darana ya. Om Antiganing sawung pangawak Sang Hyang gale acndu. Kalisakane lara roga.4. Om sang Sadaya namah (ring arep) Om Bang Bamadewaya namah (ring tengen) Om Tang Tat Purusaya namah (ring kalong) Om Ang Aghoraya namah (ring kiwa) Om Ing Isanaya namah (ring tengah). Mesesarik. lare wigene papae klesane si anu. Om ya namo. 1987:18) 4. Mabiye kawon (Usapin taluh ayam Brumbun).5.Namao. Namo’stu widya warada ya loke Namo’stu rohika wapiya. Ong bhatare Bayu angiberaken lare roga. metatah. Om Namah sada-agni ya wiyaka ya. Ong bang bane dewa ya namah. molongin karna. sidhi pari purnya namah (netra kalih) . Om Rudra-atma kaya prati mayoloke.sti kajrambha kayajaya nityam. Huwah prakase warado namo’ stute (Ringga Natha.

Om sdudha mala mari sidhi sasas dangku dirghayusa Om Ung Sapa panaya namah swaha Om Ang Pranama Siwaya namah Tetebusan Om Ang Maha Sidhiyam ya namah Kumur-Kumur Om Wakra sodhaya mam swaha Meraup Om gemana muktiya namah Mesesarik benang Om Purnatma. purnajiwa. Brahma Bayu lara roga Bhawantu sang malis-lis. cintyyayet Dewa Wisraman. Om Ang Yang Om Ang Ung Mang. sarwa karmagate piwat. sampurna ya surya Candra madya pada Om Ung Sri-sriya wenasah. Sudhaman swaha. Pengambiyan. Ah Ah Ah.saraswati mrtaya namah Sudha siddhiyem prayojenem. Om Ung Sarwa Dewa mrtaya namah.Tepung Tawar. Pengisep Peras/daksina . Peras. Purnahayi. sebaya wiyanta suci. Penganteban Peras. Pabersihan: Om Ang Bubu tirta harum Lis Om Nama Dewaya namah. Om Siddhi rastunya namah swaha Suci Om Suci rwa-suci rwapi.

Om Ung Mang Mahadewa Sudhaya namah Pangisep salwiring Banten Om Hyang maha mrta Srayu Dewata , Ang-Ah. Penganteb Sesantun/Daksina Om Ang Yang Sukham amrta Sang Jiwanya namah Pebangkit/Gelar sanga Om Durgha bhucari namah swah. Om Khala bhucari namah swaha. Sang Bang Tang Ing Nang Mang Sang Wang Yang Ang Ung Mang namah. Pengaksama. Om Ksama swamam Mahadewa, sarwa prani hitang karah maoca sarwa papebyah, phalayaswa sama namah swaha. Om Samastha ta Mahadewi bharawi prete baksini Bhagawate twasya Durgha dewa bwatasya sakhalam, niskalam twam Rudra tam somya daryatesya wa Twaya Dhurgabhuta watyeya namo namah. Pabuktian Bebangkit/Gelar sanga Om Buktiantu durgha kentara. Bhuktiantu khala kewaca. Buktiantu nhuta nem. Bhuktiantu pisaca sagyem. Om Sendat-sendat robyo namah Om rich kecarik caru kero bhiyo namah swaha. (Atmanadhi, 1972: 88-90). 4.5.5. Smara Ratih (Menek Bajang) Om Pradana purusa sayoga ya, Windu dwa bhoktra ya namah. Dewa-dewi sayoga ya, paramasiwa ya namah swaha. Om Ananggah Kamani patni, Puspeso mandhani thata. Kamo Dhanawati patni, Mandani mandana tahta. Om manobhawa shobani ca, Sri mati makara dhwjah.

Kandarpa Somawatis ca, Sri Jayani ca manmatah. Om Kama Dewa Ratih Patri, Swetari smara ewa ca, Anatur nandini patni, Manasi jas ca tarini. Om kamadewa ca tarini Om Om Kamadewa ca Ratiye namah swaha. 4.5.6. Pakeling saha Seha. Om Pakulun Sang Hyang Pradana Purusa, Makad sira Sang Hyang kamajaya kamarath, mansan nra handa sih wranugraha ri sira, Amembah angadekaken yadnya pekalan-kalam nira sang bipraya wiwaha, ledang paduka Bhatara pada tumedun pada malinggih ring rwaning kukus arum Om Pranamya bkaskara dewam, Arswa klesa winasanam. Pranamya aditya siwartham, bhuktu mukti wara prdam. Om Hrang Hring Sah paramasiwa dewa lingga ya namah. Ringga Natha (2003:39-40) 4.5.7. Mawinten Sang jagi ngemargiyang indik upacara-upakara Pawintenan alit kawastanin Pawintenan Bunga/Saraswati. Orang yang bermaksud melaksanakan tatacara upacara-upakara Pawintenan kecil disebut Pawintenan Bunga/Saraswati. Om, Saraswati Namastubyah; Warada Ama Rupini, Sidhi-rastu Karaksami; Sidhi Bhawantu Me Shadam. Om Pranamya sarwa Dewa-Aksara; Paratma Atma Ewangga; Rupa Sidhi Karoksabet; Saraswati Namnyam. Mano

Om, Padma Patra Nama Laksmi; Padma aksara Warni Nityam; Pahalabaye Dewi Tubiyam. Selanjutnya diteruskan dengan Mangajapa Duh Sira sang Mawinten, Wus pwa sira binersihan, Mawintengama, Manke sira wuswruha ring kasucian, Aywa tan mituhu pawarah, Aji, tumuta kita susilan ira Sang Hyang Ayu, gelarana yoha lah, Semandinta, aywa tan rastiti ring agama, Yati-ka dalan Kita, Bhakti ring Bhatara Den langgeng pwa juga sira,

omastitikna, Maning sariranta, Kunag yan Sira umalaku, tan weang panganna angulahakna Sang Agma, Aggengakena Dharmanya, Anulis Sarwa Sastra, suksma tutur utama, muang gelarana puja mantra, Yan wus samangkana polah niya, weang ngungguhakena banten ring prahyangan, yan tan samangkana, Karya letuh ngaraniya, apan urung wruha ring kasucian agama, apan kasupatut den Panca Maha Bhuta Mala sariranta, wenang Winiten de Sang Sada Yogiswara, Yan tan samangkana tan sida hilang panca malanta mangkana, pratiyaksakna pawarahing sang hyang Aji Suksma, sih nirmala. (Pramadaksa, 1984). 4.6. Bhuta Yadnya 4.6.1. Susunan Bhuta Yadnya Pertama: 1). Segehan Alit & Agung, 2). Panca sata, 3). Panca sanak, 4). Manca kelud 5). Rsi gana, 6). Walik Sumpah, 7). Lebuh Gentuh, 8). Tawur Agung, 9). Panca wali Krama, dan 10). Eka Dasa Rudra. Mantram caru termasuk yadnya sesa, adalah sebagai berikut: 4.6.2. Yadnya Sesa. Om Ang Kang Kasolkaya kanaya osak namah swaha swasti-swasti sarwa butha sukha pradanya namah. 4.6.3. Pengelebaran caru-caru. Om Tang Ang Ing Sang Bang Ung Ca Tat Om Gunung Gangga dipataye. Om Hreng Rajastraya namah. Om Phat-phat, Om Ang-Sura bhalaya namh. Om Ung Cakra bhala ya namah. Om Sang Bang Tang Ang Ing Panca Maha bhuta bhiyo namah. Asep-Asep Om Ang Dipastra ya namah Cecepan Air Om Angga sukha mrtaya namah Penastan/Cuci tangan O namo namah swaha Pakakurah Om Ung Mang kama ya namh

Akasa Guru Trisulam Danendra ya namo namah swaha. Ludra ni Santani dewi. Mahadewi.Panglukatan Om Iswara Umadewi’ca Mahesora Laksmi Brahma Saraswati dewi. Biyahyem Angkus Sangkara. Pascima Mahadewa Pasca. Arda Nareswari linggam arcane ya namo namah. Om Iswara Bajrasta. Panca Mahabhuta (serana: Genta dan Sekar) Akasa Ong akasa nirmala sunyem Rudra dewa byomantarem Siwa nirbhanem wiryanem Teja Ong tejo murthi nawa rupem Surya candra masarirem Sarwa teja diptadnyanem Arcanem sarwa dewanem.Nerityem Rudra Moksalam. Adah sabda Ciwa Cakra Undah Prama Siwa Dwaja. Pasupati Om sarwa wighna winasayantu Sarwa klesa-klesa winasayantu Sarwa duka winasaya Sarwa papa winacaya Sarwa papa winasaya namo namah swaha. Daksine Brahma Dandastra. Utara Wisnu Cakrastra Ersanya Sambhu Trisula Madya pada Ciwa Padma. . 1972:7880) 4. Dupa Gniya Mahesora. (Atmanadhi. Siwaditya. Bayu Ong akasa bayu murthinem Sarwa marana wicitem Mertyu kslsmtsks rodrem Jagatem pretista lenggem Apah Ong Ung Wisnu trinayem.6.4.Candra dewi Sunya Siwata pujinem. wisnu Bhatari Sridewi.

Ong sekala niskalatmatwam Rodranta somya darayet Tasye durgha dewiywm tasye Durgha dewi namonamah Ong Ong sri durgha dewi dipate ya namah swaha Kala Stawa Ong byakta raksasa rupanca Webaksya twam capunah Somya rupa mawopnoti Twam wande waradham aum. Ong krura raksasa rupanca Wyakta ya rakta locanem Prape noti santo rupatwam Twam wande tri purantarem Ong Ong kala bhucaibyo namah swaha Butha Raja Stawa Ong bhuta raja maha krurem Saharsa kirana pradham Sadwaktrem sayutascewam Sakala swahitang karem Ong maha raksasa dasa bhujah Hiranyem garbhode sembawah . Sri pancamaha bhuta byomanah swaha. Durgha Stawa Ong sema kasta maha dewi Bherawi pretha baksini Baghawati durgha tasye Durgha dewi namonamah.Catur dewa maha sidhyem Wighna klesa winasanem Raga dosa winurcitem Pertiwi Ong pretiwi sarirem Catur dewa Maha dewi Catur asrama bhetari Siwa bhumi maha sidhyem Ong Ong Rang Ring sah wosat.

Ong Tang Namah. daksina desanir. ajakaken kala wadwanira wulungatus wulung puluh wolu. wusira anadah ta sira. Ong Ung rahpattastra ya namah Ong atma tatwatma sudhamam swaha . pahing pancawarnania. pascima desanira. Ong Bang Namah. Ong bhuta jangitan. Siratin Caru (Sarana Tirta). pon pancanira. rinancana winangun urip. kliwon panca warnania. Iti tadah sajinira penek amanca warna. ayam wiring winangurip. anadah ta sira. anadah ta sira wisira amangananginum satetanjan. wusra manganannginum. mantuk pwa sira ring kaynagn nira sowang-sowang. ajaken wadwa kalanira limang atus limang puluh lima. iwak ayam isa. ajaken wadwa wadwa kala nira petangatus petang puluh pat. (Bangli. mantuk pwa sira ring kaynagn nira sowang-sowang. Ong Ang Namah Om pakulun sira sang bhuta tiga sakti. Iti tadah sajinira penek puti ayam puti. wusira anadah amangananginum satetanjan. Iti tadah sajinira penek bang. brahma dewatania. madya desanira. wisnu dewatania. mahadewa dewatania. 2005:76-78) Ngayab Upakara ke Bhuta (Caru Panca Sata) Ong sang bhuta baruna. ajaken wadwa kala nira pitung ngatus pitung puluh pat. Ong bhuta lembu kanya. ajaken wadwanira sangangatus sangang puluh sanga. Ong Ing Namah. atatanjan. Iti tadah sajinira penek kuning ayam buwik rinancana nangun urip. bhetara siwa dewatanira. umanis panca warnania. rinacaca winangun urip.Bhuta preta simang rudhah Naga yadnya musubitah Ong Ong bhuta raja dipate ya namah. mantuk pwa sira ring kaynagn nira sowang-sowang. mantuk pwa sira ring kayangan nira sowang-sowang. wusira anadah amangananginum satetanjan. Iti tadah sajina penek ireng ayam ireng rinacana winangun urip. mantuk sira maring kayangan nira sowang-sowang. anadah ta sira. Ong sang bhuta aruna. anadah ta sira wisira amangananginum satetanjan. purwa desanira. utara desanira. Ong Sang Namah.

sama suka. Ngayab Caru (Sarana Genta) Om pakulun kaki bhetara kala. kasadya rahayuan mwang kaubagan. waras. ra kaki bhetari gana. lugraha sangadruwe caru kadhirghayusan. Aywa sira anyangkala swakarya punanu. ra kaki bhetari gana. paduka bhetari durgha. kasadya rahayuan mwang kaubagan. lugraha sangadruwe caru kadhirghayusan. amukti sira sarwa enak. sama lolya. apan sampun angaturaken caru kabaya kala. Nang Mang Sang Wang Yang. Ong bhuktyantu dgurga katarah Byaktyantu kala mawaca Bhuktyantu sarwa bhutanem Bhuktyantu pisaca sangyem Matabuh Arak Berem Ong durgha baktya loka bhoktra ya namah Ong bhuta loka bhoktra ya namah Ong kala loka bhoktra ya namah Ong piasca loka bhoktra ya namah Pengerarem Bhuta (Serana: Genta. sama lolya. Ang Ung Mang. waras. Ngayab Caru (Sarana Genta) Om pakulun kaki bhetara kala. waras. Ong Ung rahpattastra ya namah Ong atma tatwatma sudhamam swaha Ong sri pasupati ung pat Ong Sang Bang Tang Ang Ing. Aywa sira anyangkala swakarya punanu. sannhyang panca muka. apan sampun angaturaken caru kabaya kala.Ong sri pasupati ung pat Ong Sang Bang Tang Ang Ing. sannhyang panca muka. teka waras. sekar) Ong mrana bhuta mararem . waras. Ang Ung Mang. amukti sira sarwa enak. teka waras. Ong sidhi rastu tatastu swaha. sama suka. Nang Mang Sang Wang Yang. Ong sidhi rastu tatastu swaha. paduka bhetari durgha.

teka kita sakeng pascima desa. sumurup ring bhuta kalika. sumurup maring papusuhan mrnadi sang hyang Iswara. sumurup masing sarandhuning sarira kabeh. Ong sdhi rastu tatastu swaha . Ong Ang Ahora ya namah. teka kita saking purwa dea.Sri damba dara yanganem Sri mantra trigata swara Sri daradhi maha mantrem Ong agni madya rawicewa Rawi madya candrma Candra madya sukla bhawet Sukla madya stiwa-tiwa. Tirta penglukatan) Ong lukatira bhuta dengen. sumurup maring hati. Lukatira bhuta kalika sumurup ring bhatari dhurga Lukatira bhetari dhurga sumurup ring bhatari uma Lukatira bhetari uma sumurup ring bhatara guru Lukatira bhetara guru sumurup ring sang hyang tunggal Lukatira sang hyang tunggal sumurup ring hyang tan paran Sira juga sangkan paran prasida kalukat mala petaka kabeh. mur sah pwa kita kabeh dadi dewa dewi. teke kita saking madya desa. Penglukatan Butha (Sarana: Genta. pada alukat apupug denira bhatara siwa guru. teka kita sakeng daksina desa. Ong Tang tatpurusa ya namah Ong sang bhuta ireng. menadi sang bhetara Wisnu. Ong sidhi rastu tatatstu swaha Ong ksma sampura ya namah swaha Ong Ong swasti swastisarwa bhuta suka pradhana ya namah swaha. teka kita sakeng utara desa. Ong Bang Bamadewa ya namah swaha. Parurupan Bhuta (Sarana: Genta Sekar) Ong sang bhuta sweta. Ong Bang Bamadewa ya namah Mahadewa. menadi sang hyang brahma. sumurup maring amprui. Ong indah kita sang bhuta manca warna. menadi bhatara siwa guru. sumurup maring ungsilini. Ong sang bhuta pita. menadi sang hyang Brahma. Ong Sang Sadya janten ya namah swaha Ong sang bhuta bang. Irika ta anglukat sakwehing bhuta kala kabeh.

Ong dukduk. Sang Kala Kudang Kastu. mantuke sira ring kahyangan nira sowang-sowang. rung rung.6.6. Mengambil Genta atau Bajra. Sang Kala Sri jaya Mandala.Ong Ang ksama sampurna ya namah swaha Ong guru padeke byonamah swaha. Kepanca Maha Bhutan Ong pretiwi dewa sampurnem Apah teja jiwatmanem Bayu akasa premanem Durgha yusa jagatrayem Ong Rang Ring sah wasat. 1976).5. Ong a ta sa ba I. Sang Kala Bhuta We-Uku. Ong Ung Rah Pattsastra ya namah swaha Pengaksama Genta atau bajra .6. Ang Ung Ing Ing namah swaha. Dora. Waya. Sangkala Gni Bwaka. prama siwa Panca maha bhuta byonamah swaha. Sang kala Dharma. sang Kala Biantara. si wan a ma ya. Sama kabeh ring Sang adruwe caru. Belajar Mantram Genta atau Bajra. Sankala Astawara. Sang Kala Dwimba Pepet. Kasukanira Om dirga ayu rastu tadastu astu swaha. Ong bhuta sahira ya namah.Sang kala Dasasengker. Sang Kala. Sang Kala Dumrana. Sang Kala Pancawara. Sang Kala Rumpuh. 4. Kang Kininda. 4. Bija genahing ring sanggah cucuk) Ong sang buta purusangkara. Mantram Caru dewasa ala Pakulun Bhuta wetala wisaya. Sang Kala Bhuta Nganten. dung dudung. Sang Kala Bhuta Mrtyu. Sang Kala Sapta Wara. sira guruning bhuta kabeh.Saluhuring Sang Kala Raja Merana. (Pramadaksa. Sang kala Sadwara. wangsulake bhuta nira riwusira mangananginum. Pralinan Bhuta (Sarana: sekar. Ong Mang Ang Ung ya nama swaha Ong Ung Ung bhuana sudha suksma ya namah swaha Ong Ong suksma ya namah. Sang Kala Nawa Wara. Iki iki tadah sajin iri sedaya.

membersihkan sarana upakara dan mengistanakan para dewa pada upakara tersebut. (Swastika. seperti pada upakara /bebanten: 4. Ong gentayur pujitem dewa. Amusti Karana. Sukham Bhawantu. (uniaken panjang/bunyikan panjang) (Swastika. Ong Ung namah. Ong Mang namha (raris unyaken panjang) . Jagatnatha hitangkaram Abiwada wadanyah. tangan ditengadahkan diletakkan pada kedua belah lutut Omprasada stiti siwa nirmala ya namah Om padmasana ya namah Om lingga purusa ya namah swaha.7. Menyalakan dupa/Ambil Dupa nyalakan. 2005:91) Ong Ang Kosal Kaya Ya Namah Swaha Ong Sriyam Bhawantu. 4. Abhawa-bhawa kamesu. Waradham labda sandeyah.1. Candrada windhu nadhantem. Ong Ang Kang kosal kaya swari ya namah swaha. ganti setiap habis Om Ang Brahma dipastra ya namah Om dupa amertha ya namah Om lingga purusa ya namah sawaha.7. Ongkara prakerthitem. tangan cakupkan pada dada atur nafas masuk lewat hidung Om Ang namah Om Ung namah . Ngayab Bebanten Sebelum upakara dan upacara tersebut dimulai kita harus membersihkan diri. Pelaksanaan Upacara Sikap duduk tegak. 2006) 4. Spu lingga siwa tattwanca. 2006:66) Nyipen Genta Ong Ang namah.7.3. Genta sabda prakasyatah. Purnam Bhawantu.Ong Ongkara sadha siwa stah.7. (Bangli.2. Om Santih Santih Santih Om. 4.

Om Ang namah 4. sesuai dengan kegunaannya Om tirtayam tirta pawitram. Om Mang Iswara ya namah swaha. dengan sarana bunga.7. 4.4. siwa rininggiting guru utusang sang hyang bhatara dewa kalabetaning sarwa dewa mangilangaken mala papa petaka geleh sarira. Om Gangga pawitrani ya namah swaha. lakukan disekitar pelaksanan upacara. Sucikan Tangan Om Sudhamam swaha Om Ati sudamam swaha 4.5. Ambil Lis lalu disucikan.7. Sucikan Badan.6. sudha Brahman sudha sudha astu tad astu ya namah Om sa bat a ha i.7.7. sudha bumi sudha giri. 4. tanpa cangkem. apan sampun jangkep tengerin tri buana. Ngastawa Lis. Om Sidhir astu nama siwa ya. Om Puspadhanta ya namah Om Ang Ung Mang Siwa Sadha Parama siwa sabda bayu Idep sidhanta nirwighna ya namah Om Sidhi swaha ya namah Om Shah wosat prayoga ya namah swaha. Om pakulun pangadegning janur kuning. Om a ta sa ba ha I wa sin a ma ya. tanpa hirung. (lalu cemplungkan bunga ke tirta) Om pakulun Bhatara Siwa Gni. sira angisuh . Om Ang Brahma ya namah. tanpa karna. Ngaturang Pabyokaunan dan Payascita.7.7. 4. mangkin ngadeg ring lis pabbiakaon muah lis padma 4. Om Ung Wisnu amerta gangga ya namah.8.9. (lalu siratkan kepada yang akan dibersihkan/dilukat). Sang hynag taya jati sukla nirmala. Om bumi ginawe. sarwa klesa dasa maha geleh pate leteh prayascita ya namah swaha. prayascita yan namah Om a ta sa ba ha I na ma ya. Ngastawa Tirta.7. Om Sang Hyang taya tanpa netra. Menjalankan Pabyakaunan.

Ngaturang Prayascita. aywa ta sira masenetan ring manussa kabe. (sama seperti di atas) Om Pratama sudha. pomo pomo pomo. sang kala peraja muka. indur doh kita sarwa bhuta. reh ingsun sampun angugrahaken tadah saji ring bhatara Kala. Kala Jenar Kala Manca Warna. Kala Sepeten. pancami sudha. Om Sidhi guru srom shah wosat. akala sakti.10. Om Hrim srim am tang sam bam im swarwa danda mala papa klesa wiansa ya namah um pahat. Aywa kita amgoda manusan lan apasanakanku. caturtya sudha. Om am mam nama ya namah. Kala Sakti Kala Petak. Kala Bang. sarwa rogha winasa ya. kala ring sarwa ta kabeh. Kala Ireng. Om Hrim rim srim am tang sam bam im sarwa danda mala papa klese wanasa ya rah um phat. Kala Anggapati Kala Karogan Rogan. Ngelebar Segeh. 4. ojo sira nyengkala nyengkali manusan nira nagstiti dewa ring kahyangan sakti.7.11. Kali. 4.7.ishin sarwa dewa. Om sarwa wighna winasa ya. kala dengen ring pada bhatara kabeh. sang bhuta preta. tritya sudha. sudha sudha wari astu. Puniki ta bukti denira kabeh. angilangaken sarwa bhuta dengen. sedahan Kala kanibehan. pilih kabela nira kabeh. sarwa satru winasa ya. Iti tadah sajinira penek lan terasi bang.12. Ong Ang sarwa klesa kesama swamam ya namah swaha. Aywa ta kita pati ulik Sali gawe. Mekala Hyang. aywa ta sira pati reroganing. dwitya sudha. (lalu natab ke bawah dan lanjutkan ke Badan) .7. dilaksanakan saat pabiyakaonan Pakulun sira sang kala purwa. Pakulun Bhatara hyang kala. sang kala ngeluleng. sarwa papa winasa ya. Om ksama sampurna ya namah. sarwa klesa winasa ya. sarwa dusta winasa ya. Manawi kirang ta aturan nira durus tuku ring pasar agung. nyah ta kita ring janur jipang sabrang melayu. Om Kala Kali byobakto ya namah. Om Hrim sram man swam yam sarwa roga wighna astu winasa ya rah ong phat. wus mangkana durus sira awali ring genag sowang-sowang. tad astu nama swaha. 4.

ajaken sanaknira. sang bute perete. Pukulun sire sangkale purwe. den pade kadep sidi rastu pangastu dangguru isuare nire. kala sakti. 4. 1976:251). Ong nama Siweya. ring pilinggih sami. be. na. i. te. Bebanten Suci. anak putunira. wa. pilih saka balanire.Om ang ung mang siwa sadha siwa parama siwa sabda bayu idep sudhanta nirwignhna ya namah. tan kelabetang tulah kelawan carik muang pamidi. ta.7. he. Astawan Banten malinggih ring paruman Ong perenamie dewa sang linggan. ulun amuja ri paduka betare pakulun. (Puja. I. Om. se. 1987:24) 4.16. elemen Siwa Om. anak rabinira. elemen Atman. elemen Pengetahuan. sujud kepada Om. sang kala byobakte ya namah suaha. pangeresik tepung tawarin lis). aje sire pati reroganing aje sire ulik sili gawe iki tadah saji nira. . 4. Ong se ba. suang wigene hulun aminta sih lare toge. Om shah wosat prayoga ya namah swaha. sa. Ong I. ta. sujud kepada Om. sang kala paraje muka. sang kala nguleleng. sih kerta nugrahe betare. ha. sarwe pape petake lara roge wigene parayascita ye namah. ye. (raris eteh-etehang. indah nira lunga kirangan kabeh amarah desa. menawi kirang tadahan sire. Pasang Tri Tattwa Om Om Siwa Tattwaya namah Om Om Widya-tattwaya namah Om Om Atma-tattwaya namah Om. aje sire kari ring kene. rowangire. si.7. penek lan terasi bang.13. Om sidhi swasha ya namah. 4. Ong A.14. me. tuku sang sira ring pasar agung.7. iki jinah satak likur. (Gambar.lawe satukel.7. mogalupute ring lare roge.( 2006:4046). sarwe kelese dase male Genah pate leteh parayascite ye namu namah suahe. sarwe male parayascite ye namah. sujud kepada Om.15. Ngaturang Parayascita. Swastika. ba.

purna bayu den kadi langgenging surya candra. maduluran wastre seperadeg maketigasan betare sinamian miwah toye pawitre pemasuhan tangan suku.7. perenamian siwe Siwar tan sarwe jagat paramoditam. Ngastiti Tetebusan Ong purna candra. 4. namasiweye. susur keramas. (selanjutnya ngaturang tirta pakuluh). 1987:8 . Ong Ang Ang namah suahe. (selanjutnya ngaturan pasucian).7. (Anom. sari pasucian sesarik.14). 4. ulun aminte sih nugraha ring paduka betare sakti. Ong to ye gangge pawitre ye namah suahe. manusan betare angaturaken sari pemendak.8. seganti-ati sabda rahayu.18. desti tiwang prakasa prasama kalebur denira Siwatirta-Murti sakti.Sarwe kale bute sirnam. Amuncar amukti sakti anibekaken tirta kamandalu. 1994:16-20) 4. (selanjutnya Ngastawa betare sami). Penghormatan. Sang Hyang Ayu Asihe pinakang ulun. Ong sah odat ya namah swaha. lenge wangi. Ngaturin Betara Kukusarum Om Hyang Hyang sukla parisudha ya namah swaha.17. Ong pakulun. Sire asung anugrahe ring pule pale mangilen-ilen padanira Sang Hyang samangkane puangulun inanugrahe denire Sang Hyang pasupati ide malinggih ring puncaking Gunung mahe meru ring jambu duwipe. sebatahei. anangguhana ratna kencana. anglebur ujar ala ipun ala mala petaka tuju teluh terenggana. (Gambar. (Siratan tirta) Ong sidrastu ya namah swaha. pengeraratan ring pada betare pakulun. Mangkana tetep pageha ring bayu pramanira si Anu ring raga walunanira anangaken pala boga. Ong pakulun sredah Betara Siwa. winahan kundi manik makasudaning bwana kabeh maka uriping bwana agung bwana alit. Ong Hyang Hyang Hyang. Dewa yang Berstana di Gunung-Gunung .

4.8.1. Penghormatan di Gunung Andakasa Ong Ing Indra taya namah swaha 4.8.2. Penghormatan di Gunung Mangu Om Ang Kling Cling Adhikalayang de bhawa 4.8.3. Penghormatan di Gunung Watukaru Om Tang Jayanatri namo namah swaha Puncak Gunung Watukaru Om Ung Hyang watukaru dewa Saktiya namah 4.8.4. Penghormatan di Gunung Kawi Om Ung Manik wisesa Sakti Dewa Purusa ya namah swaha 4.8.5. Penghormatan di Gunung Batur Om Ang Sri Dewi Danhu Jiwa mrta sabumi swaha ya namah 4.8.6. Penghormatan di Gunung Beratan/Dhanu Bratan Om Ung Wesphawa Hyang Manikya namah swaha 4.8.7. Penghormatan di Penataran Besakih/Gunung Agung Om Tang Maha Dewa Sarwa Dewa Sruti Basukihan nama swaha 4.8.8. Penghormatan di Gunung Agung Om Hrang Hring Sah Bhatari Giri Putri Siwa Bumi Maha Sakti ya namah. (Atmanadhi, 1972:45-49) 4.8.9. Nunas Tirta ke Gunung Agung. Ong asung seredah Betara Sakti, Pakulun Hyang ring Gunung Agung, Hyang ring gunung lebah, Paduka betara amijilaken tirte trebesan, Telaga waja, panglukatan mijil saking gunung Manik tegal siku, ring saganing, Paduka Betara anglukat anglebur Malaning aturan ikang manusanira samadaya, Kene kerarahan, kara ramian ring kahyangan sakti, Teke moksah ikang mampeh maring wetan, maring kidul, maring kulon, Maring lor maring madia, tumiba ring tengahing segara, mabayolan wastu sidi rastu ya namah swaha (ucapkan tiga kali) 4.8.10. Maturan Canang Prascita (Tebasan Durmanggala) Ong pakulun Sang Hynag Kala Lunggleng, Aja sire pati papanyi Iki tadah sajinira penek kelawan terasibang, iwak antiga, jinah satak lima likur, lawe satukel.

Manawa ta kirang tadahira aywa sira usil silih gawe, tukunenta ring pasar Agung, lawe satukel, weh sanak rabinira, muang putunira. Ndah ta sira lunga amarah desa, aja sira maring engkene den pada sidi rastu. Ong kala bie bekta ya namah swaha. (Anom, 1994:10) 4.8.11. Ngadegang Betara Nyatur ring Banten Ong ang Brahma rakta warna, saraswati dewi bionama swaha. Ong ung Wisnu Kresnawarna Sridewi bio namah swaha. Ong mang Iswara swetawarna Umadewi bio namah swaha. Ong tang Ludra Durga dewi bio namah swaha. Ong Ong Sri Guru Jagatpurusa bio namah swaha. (raris ngingkupan betara sami) Ong gang ung mang, Ong Siwa Mata warna, giri putrid dipatio namah swaha. 4.8.12. Ngastawa Betara dan Pengiringe maka sami Ong Iswara purwantudewa, Heneyanta mahesora Brahma Daksina Dewata, neretian Rudra Dewata, pacimanca Mahadewa, wayabian sangkara statan, wisnu Utara Dewatam, Aiswarya Sambu Dewata, Madia Sadaswa, Sarwa dewa muciate. Ong Hyang sri Dewa Dewi amreta pasupatiye nama namah swaha. (Anom, 1994:12) 4.8.13. Nedunang Betara ke Pengubengan Ong Iswara Umadewi ca, Mahesora Laksmedewi, Brahma Saraswatidewi, Ludra Nisantanidwi, Mahadewa Umadewi, Siwadetia, Cadra Dewi, Guru Giriputridewi, sunya siwa ta pujanem, Ardhanareswari lingam, daksina Brahma danfastra; Nairiti Rudra moksalam, Pascima mahadewa pas, wayabyan angkus sangkaran, Utara Wisnu Cakrastara, arisanya Sambhu Trisula, Madia Sadasiwa padma, andah siwas ca Calirastra, urdah Pramasiwa dwajan, Guru Trisula dranam. (Anom, 1994:14) 4.8.14. Nedungan Betara sami (dari Jawadwipa, dan Selam/Allah/Islam)

Iki sehene rawuh ke jaba (pejati). Pakulun Paduka Batara Hyang Baruna, Manusanira anguntap anuhur Padanira batara samodaya, Sredah tumurun mara maring mrecapada. Manusanira angaturaken pejati, banten suci maduluran banten jotan dampulan. Sredah paduka batara malingga ring kayangan Agung, Maka panguluning jana pada, Katuran puja wali, peparenga samojaya, Ong sidhi rastu ya namah swaha. Sira masehe, saha kleneng angonteng. Pakulun batara sinuhun Agung, malingga ring punaking giri jambudwipa, sira tumurun mara maring Bali, malingga ring gunung Agung, kalih ring gunung Batur, sredah paduka batara asung lugraha agung rene pengampura, manusanira Batara angaturaken sarinan canang muang sarining tahun, sredah paduka batara anodyani. Aturan manusanira Batara ring marcapada, mangke manusan Batara andaha tirta pawitra, mijil sakeng predana purusa batara, maka uriping buana kabeh, kalukat kabeh, dening paduka batara, Ong sidirastu ya namah Swaha ya. Ngaturan Pedatengan Batara sami Selam Kapir pada mabale, muang bebangkit asoroh, magenah ring jaba. Ong indah ta kita sang Asedahan Panyarikan, Ajeg-ajeg jejeneng, Anglurah Agung Alit, tekaning sawadwa kala balanira Hyang Sinuhun, daweg sananggraha, sira pada katuran pesaji, pangaci-aci, iki tadah buktinira padatengan soga linggih iwak kawisan kang ngaran Selam Kapir, katekaning tadah bebangkit, aedan pada enaka mangan anginuma, pada elingana tadahan ira soang-soang, den sama suka sama loba sira makabehan, amukta sari sira. 4.8.15. Pengadegang ring suci Ong nama siwa ya,

Ong. apuha Betara Brahma. puja Batara Dharma. 1994:18-20). susuruha Batara Wisnu. aminta sih kretenugraha Ri padanira batara Pukulun.Ong tan kalibeteng tulah pamidi. Pakulun paduka Betara. Duk Batara Kala Sakti. Ngabijiang (tempat mata air) Ida Betara sami Ong Ang Tabeya nama Siwa ya.8. ulame Batara Sedana Baruna. sdajenge Besawarna. Ong Betara Guru anepung tawarin sarwa dewata. maka pasucen Betara soang-soang. saerasa maka imbuhan. Sang Hyang pramana sarining jagat. Ong Buta Bucari ya namah swaha. apan sira maka kundi manik kencana sang kasuhunan. 1994:16) 4. Ong. awala Betara Siwa. langganira padanira Hyang.17. Ong Durga Jingu. lalawuh Batara Mahesora. maka pulacek. Hyang Dewa mahapuspa. akasa lawan pratiwi. banten sang Hyang suklapaksa. ulun angaturaken pangresikan. pisang Sang Hyang Kumara. semaya sira siniwi pangungguhing janapada. jangan Batara Kersika. (Anom. prajala-jala maha padma. Gangga ranu toja ganam. batara Sucinirmala. astu dening sang Hyang Saloka kapurna ya namah swaha. tasik Betara Sakti Gana. Ong kusi anaka pulaket. Umilangaken mala wigna namah swaha.8. Durga Bucari ya namah.8. Nguniweh jagat wisesa. angiceni maka sari. Luputing lara wigna. Nganteban Guling Bebangkit.18. Tirta Pemarisudha Ong tirtajam tirtapawitram.16. katulah carik. 1994:15) 4. aus-aus Batara Mahadewa. Sanghyang ring para caru. (Anom. Raditia lawan ulan. . ulacek padanira Hyang. sang Sambhu ring burat. Pramasiwa tirta ya namah (Anom. Sang Tunggal lawan puja. sang Hyang wisesa sarwa resi. Sarwa karya prestisanem. Pakundan Gana Sakti. Suka Dewa masarirem. sarining Batara Surya Nirmala. sadana manika arta. 4.

katur ring pemali agung. bene siap biying mapanggang. tatebasan sapuhan abesik. pasucian suang-suang atanding Kuangi. mareruntutan jaje raka-raka magenepan. misi pipis solas (11) keteng. Tumpeng duang bungkul.2.4. Caru Pengeruak dan Mantra Ngaturang banten durmanggala. Sampian banten pendemane. 5. misi pipis telung dasa telu (33) keteng. sang kala wisese.Sang Drema moha amangana sira ring pajuden. canang tubungan.3. satmaka manggen nyiluran jiwan sang nyapuh ring pretiwi. maruntutan tetebasan jage satru abesik. Canang burat wangi. kuning.1. tegul antuk benar catur warna. 1994:23) 5. Sang Kala Ngadang amangana sira ring dalan Agung. muah nasi kojongan abesik. kuangen misi padang lepas merurub kase. Upakara Ngawit mekarya Wewangunan 5. Banten Pengeruak dan Mantra Canang wangi. Sang kala Kalung amanga sira ring pasar amukti ya sari-sari Wisura amuktya sari apupula sira kabeh. Dipuncakne. Segeh agung ring Sang Buta dengen.1. kuangene merajah ongkara merta. barak. dagingin kwangen. . mewadah bungkak nyuh gading sane matulis antuk ongkara. sang kala taun. mali penek abesik. segeh agung abesik. banten parascita. daksina abesik. banten punika maaled kulit peras. keraras. Mantuk ring dang Kahyangannira sowang-sowang I namah swaha. rarsi kaput antuk kasa. den suke anadah. (Anom. sampian tangge. Canang Pendeman. 5.1.1. selem. luwire: putih. canang pagerawos. Pakulun sang kale amangkurat. Upakara 5. mabe bawang jae. 5. Dasar Bambang. Ong sampurna ya namah swahe. sang kala bedawang jenar sang kala dumerane. mekadi sire rah nini betari durge. katur ring Sang Buta buana.1. caru aturanne sami.1.

Mang. Bate megambar Bedawang nale. Ong padme sane ya namah. peras penyeneng. se be te a i na ma si we ye. maka pangulaning jane pade. ring padanira pakulun. Ong Sang Bang Tang Ang Ing Nang Mang sang Wang Yang. Ang Ah Ah. Ong i be sat a he. tegal. Batu bulitan hitam.1. tule manuk tiga kali ucap (3x) Nyikut. Sang Hyang gune. Sang Hyang candra. arca meru arcane.1. medaging tulisan dasaksare. wicet suahe. Ang Ung. 5. tri aksara. Raditie. lintang trenggana mekadi sang Hyang dewata. Sang kala agung. karang. Ang Ang sidi bane ya namah suahe.Ong Sang Hyang pertiwi jati. dagingin tulisan merajah. wewangunan. pemastun ningulun. sang kala desa muka. katipat kelanan. Ong ye na ma si we. pangi HyangHyang ire Sang Hyang tari sandie. Mantram pengurup pasupati. Ong Ang Ung mang Brahme Wisnu perame saktiem raja pale loke nate murti saktiem. manusanire angadegaken. merajah padme. Yan tan wenten bate paras wenang (sesuaikan dengan situasi dan kondisi). Sarana dan mantra saranane dasare sane medaging bate. ditundune medaging tulisan Angkare. Karunganire Hyang Perama wisesa. Pangimpas Buta Ong Ang bute siksa ayu werdi sarwe mingmang gune wisic wine siniem Nunas Tirta Suci. Gane teke parayo janem. ulun akerta nugraha.5. Upakara dan Mantra Mengukur (nyikut) Karang Daksina. Rungenen.6. asep menyan. umah duk nyumunin Ong Ang Ung Mang dewa sikse. Ong Ah rah patastreye yanamah. 5. sodayan. Kita sang kala bumi. makadi Sang Hyang akasa. Mang Ang Ung namah. canang tubungan marerep. segaan takep api. kewasa sire mangane ringulun. .

Nganteb Piodalan Alit. Persiapan Muput Piodalan Alit.7.Ong Aum dewe paretiste ya namah. Ong name siwe ye. 5. Gangge terangge same yukti. gangge dewi. Ang Ung Mang namah.1. 6. 1987:41-48) 6. Ong utpatike sure sance utpetiwe garasce. Om bayu sabda idep sudhanta nirwiggnam ya namah Om sidhi ya namah (pentil sekere kepedewekan) Ambil dupa. wipase kausiki nadi. Muput Tirta Gede (Sapta Gangga) Ambil sekar. Samune mahe saresta sarayu ca maha Nadi.1. gangge sahe serame dini. Ong sa bat a he i. Ong gangge saressuati sindu. utpetiwe sari wahinan. (Gambar.1. 6. Om om rahpaht astra ya namah (sekare pentil kearep) Ambil dupa. Om om wisnu alungguh haneng sesantun bhatara guru anugraha Ingsun sakeluwiring tinuja den insun tan amiruda ring sira (dupane celekang ring daksina) Ambil sekar. tadu name merthamjiwani.1. Ongkaresare buana pada mertha manahare. O mom rahphat astray an namah Om mang iswara ya namah . Banten janganan mapiteges = pasuguh nyama catur. utpeti sarwe itance. Ong gangga dewe maha punie. Piteges Sesajen Banten pengambean mapiteges = pemanggilan atas atma (urip) Banten sambutan mapiteges = mapekukuh sang hyang atma. Om ang dupa astra ya namah Ambil sekar.

. spulingga Siwatatwatca Om gentayur pujiate deah..2.. Om Ang Om Mang.Om Om namah (. om ung namah. genta sabda prakasyate. arbawa bawa karmasu waradah labda sandeyah warasidhi nir..... Setelah selesai muput tirta Gede... Omkara parikirtitah candranadha Bindu nedatam.3.. ... Ngawit Nanggen Genta Om omkara sadaciwa stah.1...1......Om puspadanta ya amerta Sampalaya ya namah (sekere pulang ke rerean/sangku) Ambil dupa Om rum kewaca ya namah (sekere pentil kearep) Ambil sekar (pangastawa Sapta Gangga) Om sang Gangga ya namah Om sang Sindhu ya namah Om sang Saraswati ya namah Om sang Erawati ya namah Om sang Garoda ya namah Om sang Sandisuta ya namah Om sang Narmada ya namah (setiap mantra bait mantra mengambil sekar..1... Ngastawa Tirta.4. om mang namah Om ing namah Om rang ring sah prama siwa amerta sampalawya ya namah swaha Om rahpat astray a namah angilangaken sarwe mala petaka ya namah Om basme idam purnam gohya angilangaken sarwe mala petaka ya namah Om puspa danta ya namah 6. dan masukkan ke keren/sangku) 6.....sancayam Om Mang Om Ang.... Om Ang Kang kasulkaya ya namah swaha (pentil kearep) 6.Suara genta) Ambil cendana bija.... Genta sabda mahesratah.... kemudian dipercikan: Om jum siwa sampurna ya namah Om ang namah. jagatnata hitangkarah abiwada wadanyah..

Om mertyu jaya dewasya. Pengurip Tirta. 6. mahendra tenaya candrawati wemuka. Om Sarwa pertiwi Brahma. yanamami karnu kartayet dirgayusan suwe peptu. saptawisudha. Om Om Om Om Om ekasudha.1. sakti karanam mertyu jaya sarwata roga diksnam. utpeti nawa gorasca. Om utpeti surasca.Om Gangga Sindhu sarswati suyamuna gondawari. Om sri gundi suci nirmala ya namah Om kung kumara bija ya namah Om puspa danta ya namah Om agni ragenir jotir jotir Dupa dipastra ya samara tayem ya namah swaha. Om iyate menggalam mertyu stala satru winesanem kawi wesya rakta tiyem. Om dirgayu ayu werdi. Iswara Dewan Dewa putra Narmadha sarwada suda klesa suda petaka. sarwa bawa bawet bawat. sudha sudha wariwastu tatastu astu ya namah awignem astu tatastu astu ya namah sriyam bawantu tatastu astu yan namah suciantu ya namah. sabrama wijaya bawet. 6. narmada kaweri serayu.5. 6. Badra netrawati maha suranadhi kasya tascaya. kusta derestam kalasem parabha candra bhaswaram. Muput Piodalan Alit di Merajan/Sanggah . Om awignam astu tatastu ya namah swaha Om Sudantu satu tatastu astu ya namah swaha Om purnamtu astu tatastu astu ya namah swaha Om sukantu astu tatastu astu ya namah swaha Om sriyantu astu tatastu astu ya namah swaha Om rang ringsah paramasiwa aditya ya namah swaha. kurwantu mamanggalam. Jaya-Jaya Tirtha. punyaih purna jalih samudra saitaih.6. utpeti wiserti warinem. Wisnu.2.1.

Ah Ah Om aksaram kertha buwana yadnya dirgayur Trigunaatmakm Dewa dewi bakti dewam Jagatnatha ya namah swaha 6.3. Durmanggala (Pangastawa) Om indahta kita sang Kala Purwa. Ung Ang.6.1. ayuwe kita siligawe iki tadah sajinira penek lawan terasi bang iwak: (bawang jahe/antiga Bekasem /Ayam Ireng) yan manawi kirang tetadahan nira iki amet sarining daksina tukuken ring pasar agung kuwehan anak putun roang sira kinabehan aja sira kari ring kene den kedepsidhirastu Dang Guru Iswara. Om Ang Ung Mang. Om Bhuta byo namah swaha Om Durga byo namah swha. Sang Kala Ngulaleng. Sang Kala Preta. papa petaka Geleh sarira Om sidhirastu nama ciwaya.2.2. Ngosokan Lis (Pengastawa) Om mangadeg sira janur kuning Tumurun Dewa Siwa angadaken lis Busung mereka meringgit Winastu denira dea siwa . 6.2. lara roga wigna prayascita ya namah Om A Ta Sa Ba I sarwa klesa dasamala geleh pateleteh. Prayascita (Pangastawa) Om I Ba Sa Ta A sarwa mala prayascita ya namah Om Sa Ba Ta A I sarwa pape petaka. Byakaonan Om sadnya astra Mpu sarining wisesa tepung tawar amunahaken segau anglusuraken mala petaka cuntake kabeh. Sang Kala Prajamuka. Sang Kala Sakti. om Pisaca byo namah swaha. Lis (Pangastawa) Om pangadenganing janur kuning.6.2. Pengulapan (Pangastawa) Om Mang.2.2.2. 6. 6.4. Om kala byonamah swaha.5. Siwa ringgiting guru Tumurun utusan yang dewa Betara Kalebataning sarwa dewata Angilangaken sarwa mala. cuntaka prayascita ya namah Om sidhi guru srongsat osat sarwa wigna winesanem. Sang Kala Karogan-Rogan ayua kita pati rorogani. 6.

9. ayuwe ta kita ngarubede. pranamya Siwa sirwatam. 6. Medatengan ring Sanggah Om pranamya Dewa Sang lingam. Manusanira anguntap anuwur paduka betara Kapendak dening canang kawisan Maduluran segehan panca warna wigraha paduka Betara pada nodya serdah paduka Betara melinggih ring parhyangan sinarengan katurang pujawali ring Betara kinabehan 6.2. mawat emas tanpetune.8. Ngayat segehan ring Natah Umah Ih iki sang kala Bucari. Om Dewa nama maha Dewa mahat manem Guna suwarem sarwe lingga ranityam Tas malingga yainamah Om Brahma lingga ya namah Om Wisnu lingga ya namah Om Iswara linga ya namah Om nahadewa lingga ya namah Om sada Ludra lingga ya namah Om parama Siwa lingga ya namah Om Sarwa Dewa parastista ya namah Om sarwa dewa lingga sampurna ya namah. . Ngastawa linggihang dewa di Palinggih/Sanggah Om pranamya Dewa sang lingam Sarwa dewata dewati dewanam Tas malingga ya winamah.7.2.10.2. Yate enggonan hulun angilangaken leteh letuh Kasude denira Dewa Siwa Waspu paripurna ya namah swaha 6. Mendak Kepanggung di jaba (Baruna Astra) Om paduka batara Baruna. iki atadah sehegan nira ring natas soang soang.Maeron sarwaning laluwes Maweh ratna kumala intan. Om sidhirastu ya namah. 6.2. sarwa buha kala sirnam. miwah bala amangan Betara.

12... anginum. suwarga sida sidhica. katur ring padanira Batara kabeh. 6.2..sarwa jagat pramaditam. sodan. pajrempenan udel kurenan.ngaturan piodalan dening peras. wigraha paduka betara. Hyang Ratu... maduluran tingasan sapradeg. toya pawitra pewasuhan tangan. Nganteb banten di pelinggih sami. 6.11. Mapiuning Indik Piodalan. pada ena kita ngelingan unggahanta soang-soang pada anadah.. Ngayab kawas pedatengan (angkat) Om indahta kita sedan penyarikan...2. pada nodya miwah angayap sari amukti sari. Ngayab Banten Piodalan.... Kaatur ring paduka Betara kinabehan.13. Om kara dyanta sang rudram Guryam sakti pradipanam Tarpana sarwa pujanam . iwak kawisan.. Om hyang sari hyang Ratu. Om paduka Betara Hyang Sari. suku pangratan. malih paduka batara keatur Pejati pada prapta. manusanira angutaraken sarining pamendak.... Hyang Guru miwah paduka Betara kinabehan iki manusa nira I. amukti sari kita asungane manusanira dirghyusa paripurna Om Ang Ah amerta ya namah Ang Ung Mang Siwa amerta ya namah swaha.... daksina. pasucian. 6. sesarik. miwah bala waduan Betara kinabehan ajeg ajegta sira ajengan anglurah Agung Alit.2. lengewangi.. sinarengan keaturan segehe linggih. Om peramista peramisti paramarta namo namah Adi Dewa isanaya nakarya namah swha Om buktyantu sarwantu Dewa Butyantu sri lokanatha Segenah separa warha.. susur. keramas. guru iringan miwah saruntutannya. miwah betara sami.

17.. Hyang Ratu .16.2. Panca wisudha. yanamami karnu kertiyet. tritya sudha. praba candra baswaram Om mertyum jaya dewesya.Prasidyantu astu sidhinam Sakaram nyan maha amerta Omkara candra nyante namah Namah nadha omkara amertha Boktayet Dewa Sampurna Om Hyang amuktiaken sari Om Hynag pretama Hyang Sama Hyang antinggala sari amerta Hyang Miwah sang butha Raksa Lan Nyoman Sakti Pengadangan Om Sidhi Hyang astu ya namah swaha. Om dirga ayu werdi sakti karanam mertyu jaya sarwata roga diksenem. dwitya sudha. Om eka sudha. 6. miwah Betara kabeh. sarwa bawa bawat bawet.2.2. Om suda suda wariwastu tatastu astu ya namah. kusta derestem kalesem. Om sidirastu sampurna ya namah.. dirgayusean suwe peptu. Kawiwesya rakte tayem.. Ngayab banten Sambutan durung ketus Gigi Om kaki prajapati nini prajapati kemuandaningulun angilangaken mala petakaning wong rare sane durung kepus untu mangde tan nagletehin ring rat kabeh. Om iyate manggalam mertyu setala satru winasanem. catur tya suda. sapta wisudha.. 6..2. punagi ipun katawur mangkin marupa . iki manusa nira I. Tri Sandya . Ngayab Banten Pangemped lan Soda aturan Om pranamya baskara dewam Sarwa klesa winasanem Prenamya ditya sarwatem Bukit mukti sarwa paranem Om sarwa baktem sampurna ya namah Om ksma sampurna ya namah Om treptyem ya namah Om rang ringsah parama siwa aditya ya namah 6. 6..14. sambrama wijaya bawet. sad wisudha.15. Ngayab Penagi/Sesangi Om paduka Hyang Sari.

Sembah puyung . Muspa (Ngaggem Panca Sembah). ngawit: Om bhur bhuwah swah tat sawitur waremnyam bhargo dewasya dhimahi dhiyo yo nah pracodayat Om Narayana ewedam sawam yad bhutam yac ca bhawyam niskalanko niranjano nirwikalpo nirakyatah suddho dewa eko narayana na dwityo asti kascit Om Twam siwah twam mahadewah Iswarah parameswaarah Brahma wisnusca rudrasca Purusah parikertitah Om Papa ham papakarmaham papatma papasambhawah trahiman pundarikkaksa sabahyabyantarah sucih Om Ksamaswa mam mahadewa sarwaprani hitangkara mam moca sarwa papebhayh palayaswa sada siwa Om Ksantawyah kayiko dosah ksantawyo wacika mama ksantawyo manaso dosah tat pramadat ksmaswa mam Om Santih.2.18. Santih Om 6. Santih.Sebelum Tri Sandya di mulai bersihkan: Tangan kanan dengan Mantram: Om Suddhamam Swaha (Om bersihkanlah hamba) Tangan kiri dengan Mantram: Om ati Suddha mam Swaha (Om bersihkanlah hamba) Mantram Tri Sandya.

Om Idham bhasman param guhyam.Om atma tattwatma suddha mam swaha Pesaksi ring Surya Om Adityasya param jyotir Rakto tejo namo’stute Sweta pankaja madhyastha Bhaskaraya nano’stute Sembah Ketuju ring Istedewata Om namo nama dewa adhisthanmaya Sarwa wyapi wai siwaya Padmasana eka pratistaya Ardhanareswariya namo namah Sembah Nunas panugrahan Om anugraha manaoharam Dewa datta nugrahakam Arcanam sarwa pujanam Namo sarwa nugrahakam Dewa dewi mahasidhi Laksmi siddhisca dirghayuh Nirwighna sukha wrddisca Muspa ring Sanggar Tawang/Padmasana Om aksam nirmalam sunyam Guru dewa byomantaram Siwa nirmalawiryanam Rekto omnkara wijayam Sembah Puyung Om Dewa suksma parama cintyaya nama swaha Om Santih. sarwa rogha winasana ya namah. Mantra bija. Ngremeki bija (mengaduk. di atas tangan) . Tumuli masirat ring raga: Om Ang Brahma-amrta ya namah Om Ung Wisnu-amrta ya namah Om Mang Iswara-ammrta ya namah Akena bija. sarwa papa winasana ya. Om. Santih. sarwa kalusa winasa ya. Santih.

21. Hinaksaram hinapadam. . Trahiman sarwa papebyah. Om Ang Ung mang. Ksantawya manasa dosa. Margiang Benang Tebus Om purna candra purna bayu.2.2. hina baktim hina werdhin. Ksantaowyo wacika mama. ring sirah : ring lelata : ring tangkah : ring bahu kanan ring bahu kiri : Om Ing Isana ya namah Om Tang tatpurusa ya namah Om Ang Aghora ya namah : Om bang bamadewa ya nama Om Sang Sadya ya namah 6. Pengaksama ring Dewa Betara Om ksama swmam mahadewa Sarwa prani hitangkarah Mam moca sarwa papebyah Palayaswa sadasiwa Papoham papa karmham Papatma papa sembawah. baktihinam maheswara.2. Ksantawya kayika dosah. 6. 6.Om bang Bamadwa guhya ya namah Om Bhur Buwah Swah amrta ya namah. kanacin mama raksatu.20. Mantrahinam kryahinam. Den kadi langgengning surya candra Teteping pageh bayu premanannya Sang trimaggalaning yadnya Anganti-nganti sabad rahayu Ametuaken ratna kencana Om sah osat ya namah swaha.19. Nyimpen Bajra. hinamantram tatwaca. yat pujinam mahadewa. sada siwo namo stute. Apasang bija. paripurnem tadastume. Tatpramadat ksama swamam.

Dengan nyanyian. membuatnya yang Perkasa. Lalu semua dea menikmati dengan gembira minuman yang memberikan kekuatan besar. ia melewati jalan berliku-liku. duduk dalam mibar upacara. Membuat susu seakan menjadi bajunya.1. Dan bertemu dengan kawannya sendiri. meninggalkan tempatnya.1.Om Om namah. bawalah kekuatan yang megah Semoga air yang mengalir memberi kami kekayaan melimpah.2. Ya. Usirlah musuh-musuh kami. dan menginginkan susu. Diiringi kidung untuk menjamu Dewa-dewa. (Wesesa. giat melakukan kewajiban. . 2001:6-13) 7. Dan kekuatan pahlawan. Canda Gayatri (Sukta 14) Kesungai tempat peristirahatannya. Resi Kasyapa. kepada Pendeta yang dituang untuk menjamu Dewa-dewa. 7. mengusir mereka yang tak beriman. Memandang cahaya. Ragane ketisin/siratan tirta x3 lan inem. Yang bijaksana mengalir membawakan lagu yang sangat dicintai. Dengan bebas ia mengalir. Asita atau Dewala 7.1. O Pawamana Dengan suara gemuruh. Ketika lima bangsa itu. Tetes Soma yang memberi kekuatan besar agar jaya. Melalui jari jari halus. dihias oleh putra-putri pendeta. kepada pawamana. bila telah bercampur susu. Tetes-tetes soma yang suci dicurahkan. Canda Gayatri (Sukta 13) Melalui kain saringan Soma yang suci mengalir Ketempat khusus untuk Indra dan Wayu.1. Ia seperti pemuda yang tampan. Om apah teja bayu mulih sira ring bayu sabda idep. engkau yang memohon pertolongan. 7. Laksana kuda yang dipacu oleh kusirnya air dituang demi kejayaan mengalir melalui kain saringan. O Pawamana. sambil mengalir bawalah sejumlah makanan agat kami Dapat menengankan harta: Indu. Tetes soma turun dengan suara gemuruh lakbana sapi perah Memanggil anaknya: Ia mengalir dari tangan Sebagai pemberi kebahagiaan yang dicintai Indra. dan mengeluarkan suara yang dimiliki. Dewata Pawamana Soma. Persembahkanlah nyanyian.

pengambeyan. Ia. tempat yang abadi berada.1. dihias dengan sinar-sinar emas yang indah berkilauan. Banten Pasuwungan.3. Canda Gayatri (Sukta 16) Pemeras yang memeras Soma Mempersembahkan airmu yang memberi semangat dan kebahagiaan: getahmu mengalir laksana banjir. nasi enem ceper masing-masing dengan ikan/daging yang berbeda. kuda yang berani mengeluarkan kekuatannya. kawasan sapi melakukan pekerjaan sebagai pahlawan. Yang menguasai air. dihias oleh sepuluh jari dan tujuh lagu.2. daksina. penyeneng. melalui jalan yang bersinar. Upacara Bajang Colong 7. 7. Dengan pikiran yang suci ia tekun memuja Dewa-dewa. (Sadia dan Gede Pudja. Banten ini berfungsi sebagai pembersihan terhadap jasmani anak. Dia. Ia mengacungkan tanduknya tinggi-tinggi. daging babi dan kacang-kacangan. banteng yang mengembalakan. pengelukatan. Manusia menghiasnya dalam tong. Airnya bercampur dengan susu. Engkau merupakan seluruh harta yang ada dilangit dan dibumi. melalui jalan yang kasar. kuda yang kuat. Dengan kekuatan kami alirkan air melalui saringan Dia yang memberi kekuatan dan sapi.2. itik. daging ayam. Canda Gayatri (Sukta 15) Melalui jari jari halus dengan nyanyian. ajuman. kemudian keduanya dialasi . Pahlawan ini datang dengan kereta yang kencang. Bersenjata lengkap.Jari-jari yang cekatan mendekat. Kemudian dilengkapi dengan dua buah “kuakang” (sejenis jejahitan) yang berisi nasi lauk pauk dengan sesate. ia yang patut dihias. sebagai sahabat yang setia. 7. Pergi menuju tempat indra. adalah. memberikan harta kekayaannya Memasuki waduk-waduk.1. terdiri dari: peras.1.4. suci sorohan alit. menghias dewa kekuatan. Datanglah Soma. 1984:14-17). dan mengasahnya. 7. telur siput. Ia bergerak. yang sangat membahagiakan. Mereka memegang punggung Kuda yang aktif. Ia yang memberikan makanan berlimpah. Laksana kuda yang baik ia dikendalikan.

Angeseng lara rogha Wigna. ikannya ayam hitam dipanggang.3. Mekadi Hyang Brahma. penyeneng.2. Banten Ring Sumur Peras dengan tumpeng berwarna hitam. Om Sidirastu tat astu ya namah swaha. penyeneng.2.dengan bokor yang berisi beras. dilengkapi dengan ajuman. telur ayam mentah dan uang 25 kepeng. Sira maserira sarwa baksa. sirih tempel. Atma raksa nabi stana. Wastu geseng dadi awu. daksina. pengulapan. 7. Om indah ta kita sang Utasana. Om Gangga meneng mijil saking pretiwi. pengambeyan. dan sorohan alit masing-masing sebuah serta sebuah periuk yang berisi air dan bunga harum untuk mohon penglukatan. ikannya ayam biying dipanggang. dan sorohan air masing-masing sebuah serta sebuah periuk berisi air dan bunga harum untuk mohon pengelukatan. benang. Om Danda astra mahatika. Om Angre genir ujar alania ya namah. Puja Brahma Ring Pawon Om Brahma namas catur Muka. Iki manusanira sang rare. Banten Pengelukatan di Dapur Peras dengan tumpeng berwarna merah. Selanjutnya mohon penglukatan ke Batara Wisnu. pengulapan. Spatika warna Dewata Sarwa busana raktakham. daksina. Brahma Angi rakta warnaca. Ingsun minta pemunah papa Mala petka lara rogha paripurna. Om Gangga sapta jiwa ya namah Om Gangga mili ya namah . Anedha anugraha Sang Hyang widhi. Puja Pengelukatan Brahma. Puja Wisnu ring Sumur. Mala papa petaka ning ipun Sang rare. dilengkapi dengan ajuman. pengambeyan. 7.2. Sarwa satru winasanam. Adya Agni surya spatika.

Banten di sanggah Kemulan. penyeneneng. Om pakulun Sang Hyang Guru Reka Sang Hyang Kawiswara Sang Hyang Aji Saraswati.2. 7. dan sorohan alit masing-masing sebuah periuk berisi air dan bunga harum untuk memohon pengelukatan. Suksma Sang Hyang Brahma. Om Sryham Bhawantu purham bhawantu Sukham bhawantu Om Sidhirastu tat astu nama swaha. Pengelukan ring Kamulan. daksina. Selanjutnya ke Leluhur.Pakulun Sang Hyang Widhiwas Mekadi Sang HyanWisnu Hulun aminta sih kertha wara nugraha Sang rare menawi aktepuk kategek olih Sarwa Bhuta Menawi kari ring Sumur Agung Naweg angantuk akena bayu premanan Ipun ring ragha sira Hyang BhatariGanggapati. pengulapan. dilengkapi dengan ajuman. Om Dewa Dewi Tri Dewanam Tri Murti Tri Lingganam Tri Purusa Sudhatmakam Sarwa Jagat Pratistanam. ikannya ayam putih dipanggang. Wisnu Iswara Mekadi Sang Hyang Surya lintang trenggana Hulun andha nugraha Sang Hyang Tri Purusa Anglikat Dasamala lara rogha Wighna Danda Upadrawa Sang rare Om Sidhitastu tat astu nama swaha. Om Guru Dewa Guru Rupham Guru Madyam Guru Purwam Guru Phataram Guru Dewa Sudha Nityam Om Brahma Wisnu Iswara Dewam Jiwatmanam Tri Lokanam Sarwa jagat pratistanam Sudha klesa winasanem .4. Peras dengan tumpeng berwarna putih. pengambeyan.

Wighna Dosa Winasanem Om Guru paduka dipata ya namah swaha Om dirgayur amrta ning ragha langgeng Angapus aken lara jwitane kang tinebas tebas Sira Sang Hang Hyang Pramana Amuwuh tuwuh Tunggunen Om dirgayur amrtha urip sidharastu tat astu nama swaha. Om Siana rupham ratna pranam Sangkara Dewam Salnglinggam Gangga marupa pawitram Sarwa Dusta Winasanam. Penglukatan Matakep Guungan Om Brahma Wisnu Iswara Dewam Tri Purusa Sudhatmakham Tri dewanam Tri Murti Tri Lokanam Sarwa Wighna Winasanam Om Pitha warna maha dewam Mretha pita purna jiwam Wighnam Klesa winasanam Sarwa rogha wimoksanam. Om kresna ratna wisnu Dewa Kresna tirtha Maha Punyhyam Sarwa durga Winasanam Sarwa Bhuta Wimoksanam. Om Nawa Ratna Rupha Dewam Surya Koti Pre Prabha Swaram Siwatma Siwa Murthanam Swara Wighna Winasanam. Om Sarwa papa sarwa kyasha Sarwa satru sarwa boyo winasanam Om prtatama sudha dwitya sudha tritya sudha . Om pratama sudha dwitya sudha tritya sudha caturtya sudha pancami sudha sudha sudha sudha wariastu ya namah swaha. Om Ratna Birna Rupham Sambu Dewam Ngarcanam Mretha Sudha Mala Purnham Sarwa pataka nasanam.

Pusuh pisang tersebut disisipi uang tiga kepeng sedangkan papah bolong yang dihias yang diberi selimut popol bayi digantungi ketipat. ceper pertama berisi guling katak. Om pretiwi apah bayu teja akasa pretiwi Sangkaning ganda mulih sangkaning pretiwi Apah rasa Apah Bayu ambek Bayu Teja rupa Teja Akasa Sabda Akasa Jangkep ikang panca tan matra Sidhi panglukatan pangleburan sarwa Mala ring rat bhuana kabeh. ceper kedua berisi guling capung. Semua itu diberi hiasan dari kapur yang berupa tapak dara serta gambar muka manusia. ceper ketiga berisi guling balang. sampyan tangga kecil. 7.Catur sudha pancami sudha sudha sudha Sudha astu tat astu nama swaha. Puja Ngayab Banten Bajang Colong. Banten Bajang Colong. pada lidinya diberi bunga pucuk merah seperlunya. kemudian didalamnya dimasukkan sebuah pusuh biyu (jantung pisang serta dilengkapi juga dengan pelapah daun kelapa yang bolong. canang burat wangi. Om Pakulun kaki semaya nini semaya Hulun aminta angliwat aken semayan ipun sang rare Luput akenan sakeng danda upadrawa lara rogha. belayak yang tidak ada isinya dan gantung-gantungan dari janur. Setelah selesai upacara. tulung. sesayut. Kemudian dilengkapi juga dengan tegen-tegenan. Sebuah buki/periuk tanah yang bagian bawahnya bolong/pecah diberi kalung tapis. Puja Penebusan rare. Sedangkan ikannya adalah. dilengkapi dengan jajan. semua banten ini diletakkan diperempatan jalan. Selanjutnya banten Bajang Colong adalah: peras. Selebihnya dihiasi juga dengan penjor dari pelapah daun enau. ceper keempat berisi guling ayam semulung (ayam kecil). Iki tadah sajin nira Aja sira anyengkalen Sang rare Apan sampun kajenenganne den kaki Citra gotra nini citra gotri. buah-buahan dan canang burat wangi. Adapun bantennya adalah sebagai berikut: dua buah penek dihiasi dengan ceper.2. buah-buahan.5. .

denabecik. Asunggana rare ring ulun. Iki jinah satak selawe lan lawe satukel. sahut bagia ring sang kala ipun. I Malipa. Bapa Semer. Bapa Toya. Om namanya samodaya Sama angadegana Angruata. Jangan satungkeban. Asing kirang asing luput sampun ta geng sinampura. Pamuliha sira ring desanta sowang-sowang. aminta sira sari lan babekelan nira kabeh. Mangke ulun minta sih nigraha. Riwusta amukti sari. Seger waras emban sira sang rare Serahina utawi wengi. Mwah Sawehning Maharan Siea Sarwa Bajang Susila. Kukuken ring pasar agung. amukti sari sira. Natab Bajang Colong Om dirgayusa awetning angapus aken balung pila pilu Angapusaken letuhing atmane sang rare Tungunwn ring Ira Sang Hyang bayu premana Amangguhaken tuwuh ipun dirgayusa awet ning urip. bapa Colong. Menawi wenten kirangan ipun. Om Syah syah syah poma poma poma. Aturu ameng-ameng lupute ring lara roga. sang pretanjala. Sang bajang bolong. I malipi. Sarwa sahananing bajang-bajang. turunen atamne Sang rare ring walunaya manih. Apan ira ngawe ala ayu. enak amangan anginum. Sang garga. sang Metri Sag Kurusya.Om Sang Hyang Korsika. Om sang papah bajang. Bapa Lengis. Mekadi Bapa Bajang Babu Bajang. bapa Dodot. Bapa Papah. Om sakwehning aran ira babu bajang kabeh. Aja sira anyumet anyedot. Nyama bajang satus dwangdasa kutus Iki tadah sajinira. Wastu pakulun sidha rahayu diegayusa. ala traja kang tinebas tebas Kaprayascita sakwehing lara rogha wighna .

Iki aturan ipun sare hasta. Bhatari wastu. (tempat menumbuk padi) Om sang wawu pada Anak sira si Tunggul ametung. terutama bagi sang anak. Upacara Natab sambutan. 7. Katur ring bhatari amamngkurat. asungane urip teguh timbul abujangga kulit. awalung wesi. anganti atungked bumbungan. Autot kawat. bhatari kadep. Mulih aken pranamya maka kutus dwangdasa kutus. (Sebagai upacara terakhir dimerajan adalah sembahyang bersama. Putun ira si karang jaran Sira anak anaking beligo Ingsun anak-anakan pusuh Ingsun anak-anakan batu Ingsun anak-anakan antiga Insun anak-anakan manusa Angantosaken lesung mesean Watu Kumalase Bentar piaruh pitu . Puja rare Tuwun (turun) Tanah. Maring ragha walunanya Sang cabang bayi.2. Sarwa kencana sri sedana. tan keneng geget wewidinan.Papa klesa ring sang rare. Amerta urip waras dirgayusa. Nang Man Sang Wang yang Om Sri pasupat um phat.6. yang didapatkannya. hulun aminta nugraha. Om Sang Bang tang Ang Ing. Puja Ngelinderin Lesung. Awates awatu makocok. Diawali dengan proses upacara si anak turun tanah. Dan dilanjutkan dengan natab banten tigang sasih di bale). nurun aken sang rare ring lemah turun ayam ameng-ameng. Om pakulun kaki citra gotra Nini citra gotra. mengelilingi lesung dan taman serta memakai seperangkat perhiasan. Akulit tembaga.

Yang lunga mangetan. Mogha luput ring danda lupat lara rogha wighna sadamala. Pinangeran wesi. hulun aminta ngeliwat aken semaya Ne si rare . Pinayungan kala cakra. Om Pakulun kaki sambut. Om Pakulun Prajapati. Om Karasana ya namah Mag Uang Ang Om dewa Pratista Ang Ung Mang Om pratama sudha Dwitya sudha tritya Sudha Caturya sudha Pancami Sudha Sudha Sudha Sudha Astu Tat Astu ya namah swaha.. Puja Penyambutan. Nini semaya. Nini Sambut. (selanjutnya adalah ritual natab). Puja ngemolihan Gelang Kaki. Om Padmasana yan namah Mang Ung Ang Om Dewa Prastista Ang Ung Mang Om Pratama Sudha Dwitya Sudha Tritya Sudha Caturya Sudha Pancami Sudha Sudha Sudha Sudha Astu Tat astu ya namah swaha Gelang Tangan. Mangidul.. Om pakulun kaki semaya. Niki si cabang bayi tinuntun dening prewatek Dewata.Mangkana tuwh Sang sinambutan. Om sidhirastu tat asttu nama swaha. Puja Ngelinderin (mengelilingi) Taman.. Mangalor Lan mangulon mwang maring madya.. . Iki tadah sajin nira kajengana den ira kaki citra gotra nini gotri. Sambut ulihana atma bayu premanan si cabang bayi maka satus duang dasa kutus mapeki ring ragha sariran ipun. tan edanan sambut alit..

Om aditya syo paran jyotir Rekto teja nama stute Swetha pangkaja masyaste Bhaskare ya namo stute. Hulun anedahe sih negraha ring kita. Om ayu wredhi yasa wredhi.Sang Citra Gotra. Om Dewa Dewi Tri Dewanam Tri Murti Tri Lingganam Tri Purusa Sudhatmakam Sarwa jagat pratisnamam. Om Hrang Hring Syah Parama Siwa ditya ya namah swaha. Santume sapta wredhi. Dharma sentana Wredhica. Om kama Dewa Pita Warna Guru Dwayam Stita Nastham Singaraja maha Tanam Sarwa papa harat sidhi Dewa Kumara Rasasca Sarwa rogha praharanam Sarwa satru winasanam. Surya Stawa Puja. Wredhi pradnyan sukha wredhisca. Om Surya jagatpathi Dewam Surya netram tri bhuh lokham Dewa Dewam Maha Saktyam Brahma Surya Jagatpati. Om Guru Dewa Guru Rupham Guru Madyam Guru Purwam Guru Pantaram Dewam Guru dewa Sudha Nityam Om Brahma Wisnu Iswara Dewam Jiwatmanam Tri Lokanam Sarwa jagat Pratsinam . Daweg sambut ukapi atmane si Cabang Bayi. Kumara Stawa Puja. Kawitan Stawa Puja.

Om Pretiwi Nama stute Basuki Candra Ditya Gana Kuwriya stawa Saraswati mahe Swaram Yama Indra Masangga ya Rawe Srewana Sangga Moha Dewa Bhakti ya nama swaha. Om Toya gadem sathem samara payami Om toya gangga pawitrani ya namah Om Pang pradyarga Ca naman ya namah Om Cang Camanan sudha ya namah Om jang jihwa sudha ya namah Om Om pawitra ya namah Om Ang Ung Mang parama gangga ya namah Om sampurna ya namah swaha Puja Pamarisudha Banten. Samdaya Stawa Puja. Om Purwa Thitam ya namah Patni rudra Tapa sidhi Dewa jatham sudha swamam Sentana nugrahakham karanam Om gori uma natha swamam Rudra Deha tapa sidhi Yasa Swatham guna pati Bhakti nugrahakham karanam Om Hrang Hring Syah Uma Dewi ya Namah swaha Puja Ngayab banten Sambutan Om Kradyanta Sang Rudram Ghuyam sakti pradi pranam . Om Hrang Hring Syah parama siwa ya namah swaha. Om Smadaya nama Siwa ya Daryastha Samyo Ganam Nmaste Bayu Akasa Sarwa Dewa Nugrahakam Sarwa Sarwam ya namah.Sudha Klesa winasanam. Om guru Paduka Dipata Ya namah swaha. Puja pengaturan Toya pasucian.

Aran ira tinitisang tirtha khamandalu Siniratan maring swarga lokha Denya sang hyang jati nirmala Tumuwuh ta sira maring marcepada Manadi ta manusa lwih Tata rinambut sinambut ayu Sukertha ginawe. Saguna kayanta . Puja Natab Linting Om agni murub angabar abar Saking madya sakalangan Urubira gni ira bhatara Siwa Anglukat Anglebur sakwehing sungsung bayu pati sang rare. Om Hyang Amuktyam sari Om Hynag pratama hyang sama Hyang Asntinggala sari amrtha Hyang Om Sidhirastu tat astu ya nama swaha Om bhuktyantu sarwa dewa Bhuktyantu Sri lakananta Saganah sapariwarah Swargah sada siwasca Om Dewa Bhoktra laksana ya namah swaha Om dewa Trepti bhoktra laksana ya namah swaha. Manusanira Si cabang Bayi anglepas Awon Ipun ring Bhatari Tiga. Puja Panglepas Awon. pakulun anyuda leyuh ipun teka sudha lepas malan ipun. . Om Pakulun bhatara brahma Wisnu Iswara. Om kara candra nyamta Namah nama nada. Om widya dana ya namah Matanggana taya mahardya aran ira Duk hana ring pretiwi Akasa apah semara.Tarpanam sarwa pujanam Prasidyantu astu sidhanam Saka ramyam maha amretha. Hyang tryo taya.autama Sekadi tinuduh Sang Hyang Tri Purusa. Om kara amrtha boktayed dewa sampurna.

Puja Natab Peras. Puja Natab Kerai. Om Sang Hyang pramana mekadi Sang Hyang Urip. Ingsun aneda nugraha Sang Hyang Widhi. Om Panca wara bawet Brhama Wisna Sapta Waranca Sad awara Iswara Dewanca Asta wara Siwa jneyah. Puja Matebasan Om Nadaya Samadaya Sama anggadegana sama lakwa Lulur aditya angeruwata dasa mala Mal trian ipun Sang binersihin Matebasan taman sudhamala Sakalwirin dasamala Lara rogha papa klesa petakan ipun sang tinebas tebas Sudhamala la laha ring sang Hyang Biksantri.Puja Sesayut Pageh Urip. Urip waras dirgayusa Om apah bayu teja akasa pretiwi jiwatmanam pramanam. Om Om Om Om Om Om Atma Paripurna ya namah jwita pari purna ya namah sarira pari purna sukha bagya pari purna ya namah Siwa amretha ya namah pranama Siwa amretha ya namah. Om eka wara dwi wara tri wara catur wara Panca wara Mhoktayed peras sidharastu Astu nya namah swaha. . Om Dewa Byotayed peras Sidhirastu tat astu ya namah. Om Dirgayur jagat amretha Sarwa merana wimur citram Om sudha sudha sudha Om Ang Ah amretha sanjiwani ya namah swaha. Om Sang Hyang malinglang Angeruwata mala Om Sang Bang Tang Ang Ing.

. 2006:99-134). santa juanem sudhem nityem. sarwa dewa pranamaykem. sarwa sweta sudha niytem. Om Ang Ah amretha sanjiwani ya namah swaha. Wigena kelesa wina sanem.Nang Mang sang Wang Yang Om Suksma hrah phat astray a namah Om Sang Hyang Guru reka tenaya Manusan ning sira angaturaken sarwa sesayut pageh urip Katur ring paduka bhatara Samadaya. Sarwa wiyadi niratarem. Puja Nyeneb. Iswara dea salinggem. Surya sweta warnen. Purusa sweta pawitrem. Mantra watek dewata maider (Iswara astawa purwa sentanania) Ong giri murti sweta wrnan. Purwa Iswara arcanem. Meru rajata baswarem purwa desa pretistanem. Om sudha sudha sudha ya namah sawha. Om pranamya sira de sang lingam Dewa lingam maheswarah Sarwa dewata Dewati dewanam tasmai Lingga ya namah. Sarwa buta winucatem. Busanem ratna swetanem. Om nama stute lingga rupaya stiti lingga ya namah lingga rupha wara nityam Tasmai lingga ya nama namah Om Siwa lingam Om Om Sadha siwa lingam Om Om parama siwa lingam ya namah Om hrang hring syah lingga Ya namah swaha. surya Koti praba jualem. Om Dewa rupha Mahadewa Mahatmanam dane Swara Lingga rupha wara nityam Tasmai lingga ya nama namah. Iswara dewa murtinem. (Swastika. manik.

Satriya wibuh mukti buanem.Sweta warananta Iswara dewaem. Labate sude sudanem. Sarwa jagat pretistanem. Jagat wigena wanasanem. Jaya wiya sakti sriyem. Suda papa wigena sawatem. Buh loka sarwa anayem. Iswara dewa mutinem. Praba sweta trinayem. Suksma diyanem. catur buyem murti swarem. Biksukem satri labatem. Sarwa dewa pita narem. Pradnya widyem sara swatem. nana garagoyem swarem. Murdanem. Sarwa karya prawitranem. Sarwa praja pradi panem. Moksanem sarwa roganem. Suksma tatwem parajnyanem. Mukti bukti wiya palem. Yadnya dewem krayem. tatwa salinggem. Sarwa karya prawitranem. Sarwa kriyem basmi citem. Iswara linggem. . Macute wigena keranem. Pancawikrama deahem. Brahmanem waksidyem mantrem. Bajrakasara murti diyanem. Sandi katuwem wigrahakeem Tatwa guyaksarem matem. Sarwa dusta wemoksanem. Sarwa pradnya sadasem. Sarwa kriyo dusta citem. Wigena kelesa wina sanem. Nugrahem sarwa lanem. Swakiyem wigrhakem. maha wiryem. Satrunatwana sama saran.

muah panglukatania. ila. Ong saha sidhi proadnyanaya nama swala. (Made Gambar. Om antinira Sang hyang Brahma. Mijil saking Brahma duaranira. Uma tirtha. Sang Hyang Guru Wisesa. Sira sang hyang tirtha meretha. Dapat disembuhkan) Banten.Sarwa durganem wikarem. Apancuran selaka. amerta Sanjiwa muah rikala nuju dina: budha Keliwon. mewasta sesayut durga yusa. nawa ratna. Akarikil nawa ratna. papa klesening rat kabeh. . Ong gangga suci nirmala. Swarasirem praja binem. Wirya pala jiwatmakem. 7. Klesaning rat kabe. Sahe seyayut. Anggara Kliwon. Pape klesanaingrat kabeh. Ong Ung Iswara dewa ya namah swaha. Penglukatan Uma Tirta. Purnama. Iswara dewa salinggem. Boga weredya pala buktem srinan sedana. umertraya.2. winadahan kundi manik. Sarwa buh bawinasanem. Ong Sang Hyang gangga suci. maha sumber sang Hyang amerta. sakotamania. (gering lara. Sarwa jagat sudha niyem. Tilem (Wetania). 1986:23). Om gunung mas pucak manik. tuju angin. ong nada windu ardha candra ya namah swaha.7. Angenjutakna. resigana. Ong Mang Iswara dewarcanem. Panglukatan Mala. Kinepungi nawaratna inaranan Sang Hynh amerta Kamandalu. ong kara mantra. Sire ageseng lara wiggena. Mijil sakeng amprunira Sang Hyang Sadesiwa. Mijil sakeng papusuhan ira Sanga Hyang Prama Siwa Sira anirnakena lara roga wigena papa. danda upoadrwa ikang rat kabeh. Sira ta amburaknean sakwehing papa kelesa. muang gering tuju bayu. Wenang sangkepi sesayut.

Penglukatan Panca Geni (untuk orang tilas) (Iki wenang anggen ngelukat wong telas/tilas) Om Brahma kunda jagat patyem. Brahmanem loka seranem. Magendra suksmam adnyanem. Brahma kunda geni murtyem. Iswara dewa prestitem. . ujar ala. mutyem. yuyut. Ageni rakta murti dewem. premanem sidhem ya namah swaha.2. Ageni kresna murti dewem. asah molah tri lokanem. ipenala ilang kang dosa mala.9. Lindu Gemana. sarwa lara winasayem.. mertha gemanem pawitrem. Om Awigne mastu lara sindihang. sarwa durna winasenem. muang manusa ring maya pada.Maka uripning pawatek dewata nawa sanga maka partitanin Pandita ratu. Brahma murti sari rane.8. Gemanem pertiwi dewi. Sarwa keli kalu sanca. Sarwa wigene sanem. Suka amaya namah. siwa sadha siwa. Sarwa papa aro-aro. Ageni pita murti dewem. Bhatari preiwi molah naga raja. Madewa sudha salinggem.2. 7. sarwa jagat dukartarem. Wisnu dewa masarirem Bayu nirmala tuju teluh tranjana. Sarwa drwimoksanem. lupa lesu lelep arip. sakwehing lara wigena mala petaka upadrawaning bapa ibu kaki nini. Sarwa satru winasanem. Brahma prastitem sari rarem. 7. Om Basudarem mahadewem. sarwa wigera winasanem. Ong Yang Ung. wenang ngawasakna ring ngagering. Ageni sweta murti dewem.

denagenep. kaduluran gering kecacar. sarwa praja wesar janem. Sattrya winoyo labatem. munggah suci laksana. guling pebangkit. Paduka Bhatara maka lingganing timangke. Gangga gori perawak syanem. toyo mawisa. Durga dewi namo-namah. Pakulun Sang Hyang Budha loka-loka. maka penyambleh malih jadma kabeh ngaturang daksina muang canang. Uma dewi Saraswatyem. asing pinangan dadi wisya.2. gana bute banas patyem. Om Budha murti webaksyanem. maha bara ikang baya. Durga pati budha rupem. Brahma dewak sidhiogem. Dirgayusan jagatriyem. (sasab merana wang akweh gering ngebus.10. Budha rupe kaliyugem. 7. ring desa tepening samudra wisyan Betara Baruna miraga muah kalan betara Segara ngawisyanin. kapati-pati. Jaga satru durga scityem. saha bute saha pranem. prabhu wibuh suka wredyam. maduluran segean agung bawi butuan. gerubug. gering merana makuweh mati meweh ikang wang). Santa rupem wibaksyanem. saha gelar sanga. Sarwa jagat sudhatmakem. Sarwa wegena wina sanem. kala tri bute tri dweyem. Sri dewi sarira dewi. Ung Sudha mala maring papa jati ening. pageneyan. . Ong sidhi rastu ya namah swaha (Gambar. ngelempuyeng. maawanan pati (mati). Yan arep rahayu ikang rat. buta raksasa sa pisacan. wenang ngadegaken sanggah tutuan ring Dalem. duang soroh. Pecaru Gering Tempur.Lebur awu jati amukri nirmala.1986:14). Tan pegat kageringan. soring sanggar tutuan. kaken pati.

siyung wenang.Ndah wriping jagatraya. Yan tan mademang kambing. Pemadem kidang bebek putih jambul wenang. sami ngajak suci. Wenang bebek belang kalung angge. Siwa geni sudha ya namah Ah Ah. asing kirang. dadai akarang. ingolah ketengan (4) dadi akarang. Iki peretiyaksa kena/pedasang mekayun. Pemadem kambing. kauh genahnia. (dagingnya bisa diganti) (Asubang bungkem. Agneni jualem masarirem. Asing luput. Sarwa wigene winasanem.12. Pemadem kebo. Roga dosa wimur citem. 1986:22-24). paksi kokokan wenang. Sarwa papa winesanem Klesa roga wimoksanem. Pemadem angsa sata buik bulu gadang wenang Yan tan wenang mademan banteng. ingulah ketengan (66). (Agar diperhatikan dengan baik dan dikaji secara mendalam untuk kepentingan dengan tujuan kebaikan). Ngaturaken tadah sajinira. Sarwa roga basmi sitem. bebek bulu sikep. geng rena sinampuranem. manusa paduka betara. Sate siap selem kaja genahnia. pateh ring kambing . ingolah ketengan (7) dadi akarang. muang siap putih siungan.11. asu kelod kauh genahnia. kambing kaja kauh genahnia. pateh ring asu. Ong Ang Ah Siwageni. Sarwa lara winasanem. wenang kukur anggen pateh ring banteng Yan tan wenang mademang ciciri (kuluk). (Gambar.2. 7. Sira sangadruwe sajen nira.2. Penglukatan Siwa Geni. dadi akarang. Sarwa petaka sampurnam. angsa pada wenang. Yan caru panca sanak tan milu kambing. 7. bebek selem (wenang). Prod bute ya namah. Caru manca rupa. wenang siap kelawu gerungsang angge. Pemadem bawi butuan. sata kanguru. sami ngeed. Om Siwa Rudrem brahma takem. ingolah ketengan (11).

Kapanjingan gelap. tan pegat amilara. pungkat muang punggel. muah wetunia kembar. Yan ana pakubuan. kewandania tambek antuk duin blatung. andap. muah katiban amuk kepanca baya. wong baya ngaran. Muah yan ana karang namping pempatan. Yanana sanggah pungkat muang paon. namping bale banjar. katumbak jelinjingan. sebarang kuburan. Muah yaning tabuan kulit. katumbak labak. biyu mecarang. panes karang ika. 1986:26-28). wenang ngadegang pelinggihpelinggih padma. apan sampunang lakung ring petang dasa dina mangde puput mecaru. muah yan ana Nyuh mecarang. talining budur. maung menadi nur. muah marga tiga. Yan ring lumbung sanggah kemulan ayu ika. Muah yan ana asu (kuluk) muah bangkung amanak tunggal. Salwiring Pamanes Karang. jaka mecarang. panes karang ika. muang . wenang gentosin lakarnya. ring salu (bale) ring pakubuan. panes yan ana samangkana. dados caru ika alitan. katumbak pangkung. samian. Muah yan ana ingon-ingon patik wenang-wenang (ubuan-ubuan) salah rupa. wenang ngadekaken padma alit palinggih Ida Sang Hyang Durga Maya. ngaran panes karang ika.2. tunggal panese. kadi ageni baya ngaran. panes ika: wenang rarung kesegara. patuh panese karang ika. panes karang ika. namping pura.13. malih jineng pungkat tanpa kerana. rurung. 7. muah nyawan ring umah. palinggih Ida Sang Hyang Kala Maya. Ngaran kewala pinika cacad. muah yan ana kayu rempak. yan langkung ring petang dase dina. patuh panese. Yan ana karang tumbak. Sang Hyang Kala Durga agawe lara. muah yan ana wong mentik ring bataran salu. Muang ya ana taru salah pati. wetune. muang manusa salah pati ring pekarangan. keni ketampig antuk aturupungkat punggel karipu baya ngaran. yan tan magawe pungkate. buangan ring paro nidi (ring segara ) raris gelarana panca tawur. tunggal panese. ikang ageng nagih caru. katumbak jalan. anadi kala deset. muang puun. tan wenang malih angge.(Gambar. tugel gulune. apan manusane menyama ring taru muah mamuatan idihang nasi. patuh panese.

baktini. Ta. Puja Pemali Pakulun kaki pemali. Iki Mantra: Ih kita buta jigra (jigra maya) marupa amanca warna. tan mangga ya sania. Ayam putih meolah. kalebok amuk. muang lumbung pebrahman. sembarang linggih widhi. eka dasa ruang ira. Si. tumpengnia pada medanan mecaru bilang bucuning karang. dadi limang tanding. yan tan caruning ngimuh ikang kala buta kabeh. karang angker. . kita ratuning bute kala dengen. Semuanya itu harus di buatkan tawur. Malih caru karang kageringan. muang temahan dasania sanguduwe umah. kesandering gelap. Paramantrining pemali. I. Ong kesma sampurnaya namah. pada petang katih suwang. yadin anggen banten. Mapesengan I Gular Bumi. Ya Ong Ang Ong Mang. Luwir carune (tawurnya). tekening kandang. ika teka wenang gingsirang. umah sane ngenahan tan maren miyegan wenang acinin karang ika. Ma. sami taru ika ajak urip katekaning pati Muang yan ngingsirang padengenan. Na. saluwiring cuntaka kala baya. ika ngadekaken gering tan paingan. Ni pemali ingsun angundurang pemali agung. Wa. Perbekel ipemali ngaran : I Tunjakati Sedaan ipemali ngaran : I Sanriati. Yan sampun tawurin enak sang kala bute kabeh matemahan ayu sang ngadruwe umah. sane atanding mesate lembat asem. mati megantung. kasiratang rah. kapurna denira sang bute jira mangsa. kita agawa\e apanjingan yang lalah. mangaran I Guyangati. A. I nyundar andir. Sa. meanak i pemali pulung raksa. wanguduwe umah. wakulange winangun urip. Penyarikan ipemal ngaran : I Tumbak api. aktiban amuk. rahina wengi ketadah antuk kalan betari Durga. Ba.

7. Apan aku umawak sang Hyang Brahma Jati. tunggek. amgin. suket. asanak ring punanu. tunggak. sawah. asung anugraha. dirgayusa tekaning anak putu nira kabeh. paek. buta wigraha masya. jadma manusa punanu wehana urip waras. Satus kutus ananing pemali. wisnu. mausya sidya masya. Ingsun angadepana sang Hyang Tunggal.14. amukti ta sari ring kahyangan sira suang-suang. Bujangganing ipemali ngaran: I Muyang-Maying. desti teluh. sampun sira malih anggeringin. Juru candek ipemali ngaran : I pular-Palir Dewaning pemalai ngaran : Sang ratu Mejaya. wehana wado cara samodaya. nini pemali paingkup agung. seme. jengat. .2. teke kita kabeh pada patuh lingkup. sangadruwe caru punika ana ganjaran nira katur ring kaki pemali. trinadi sama baktya. Rumasuk ring sariraning ingsun. dewa mantaramasya. amukta ya sari lawan sama kira kabeh. Ong sarwa pemala-pemali byoswaha. brahma. Pengasih Buta Muang Dewa. tukad. pulung. jalinjing. moro.Kasinoman ipemali ngaran : I Tuwek wesi. Panjak pemali ngaran: Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali bantang.

sing teke patuh ikup ingkup ingkup ingkup. siwa loka pratistanem. Dwijendra Astawa. (Gambar. Brahma peraja dipem lokem. Sarwa dewa masarirem. Ong ganda pujiem Iswara nityem. Brahmanem purwanem siwem.2. Siwa puja yoga meretem. Sarwawa dewamca. Sarwa roga wisnu cartem. Siwa loka pratistanem. Tatwad nyanem siwem. . Baskarem siwangga layem. siwa sada siwa meretem. 1986:38). Brahmo siwa murti wiryem.apan aku Sang Hyang Tunggal. Om Sriam bawantu swaha. 1986:47-8). Nada grutyem dewa mantrem. Ong brahmanem brahma murtinem. s Sarwa dewa pratistanem. Yoga sidyem murtinem. amatuha tri nadi.15. Surya merta pawiranem Yogi-yogi sarwa dewa. Brahma putra pratistanem. Sadasiwa maha wirye. Brahma wangsabca. Dwijendra baskara meretem. astawem dewa paragiyem. Sarwa jagat pratistanem. Ong Brahmanem brahma murtiem. ya sarwa wigena wina sanem. Ongkara mantra pujitem oma winayem maha wiryem. Siwa sada siwa sirwatem. Ong Guru dewem. Dewa mantarem sidhi wakyem dewa sandi sang yogatem. Bramana purwa tististanem. (Gambar. Sarwa wigene winasanem. 7. Brahma Wisnu Mahe Suarem. Dwijendra purwa siwem. brahma siwa murti wiryem.

16. (Bila sakit tidak bisa disembuhkan dengan obat: Tidak boleh makan garam. Pusatkan pikiran pada Sang Hyang Candra. matirtha. 1. Sri danta beraraba matanem. teka bersih bersih-bersih-bersih.2. suka kang peretiwi. Ong amertha dewi maha niti.2. Ratna pratista susuarsa. Mantram sebelum Belajar Memantra (Sang Hyang Aji Panusangan). yan tasak ngerangsukin mantra iki. dan setelah itu mandi seperti biasa. 1986:51-52) . mala petaka wisudha. Ong bajra patni niti dewem. Sabda iki Sang Hyang Cumerini. Ong Ang Sang Hyang Candra ring netra kiwa. Rupa kadi purnama katon. Puspa seri suara. Predanta puspa seranem. Astawem maha seranem. Pangleburan letuhan sarira. Setelah itu lanjutkan Masurya Sewana. puspadem sarwa nisithem. Merik siksa sarwa predana. apan aku teke abersihin awak sariranku. Ong Yang Srise Yang Prastawa. (Gambar. pusatkan pikiran kepada dewa Surya dan Sang Hyang Candra. gelarana siang ratri Idepaku anganggo Aji kotamah. Basuhlah diri anda dengan jeruk.) Jayem suarem maha merethem.7. wenang sekama-kama apan Sang Hyang Mantra luwih utama. Surya candra nugrahakem. Amangsa-amangsung aku tan pabersihan. dan segala macam daging binatang dan burung. saksat mawinten ping telu.17. tan keni sebelen saluwuing magelah ring prajamandala. tan ana aku keneng sebelan. Surya Sewana (Bila sakit tidak ada obatnya). papa klese maha datem. Jaya-jaya nama mertha. Ong gangga dewa nugrahakem. aku pawaking setra suka kang akasa.

na-ma-si-wa-ya. unia kenaMantra Ong Ang Agora ya namah swaha. pat lawangnia. Sekari prebawa Sang Hyang Mantra.7. Undiakena ikang Mantra Ong Ang Aggora ya namah swaha. nda tan kapangging betara Dharma sire. Yan sekidul duara keayanta.I. Yatika ngilangakena papa tiga luirnya: Ong Ong Ong Ong I-ta-sa-ba. menge babaan denika tumata kita ijero. perelina ika. ijero sada. Peresada mas manik. Upeti Stiti Prelina.18. Sekari prabwa sang Hyang mantra. Menge ikang baban denika.2. Utpeti Stiti Pralina. Yan sekepancina duara kayunta. menge ikang babban denika. Kakemit dening dewata. Menge iki kabaan denika manjing te kita. Sekatri perebawa Sang Hyang Mantra. Undiakenang mantra. Kehanan Bhatare peremana. Kepanggung de sang Hyang maha Meru. uniakenang mantra Ong Ing I senaya namah swaha. Pawisik Dewi Maya Asih. Ong tat purusa ya namah. Asta dasa walu welas saginira. Sekari perebawa Sang Hyang Mantra. Sarwa sadia ya namah swaha. (Pinuja kene desang Sedaka ndiata). Catur duara. ya-na-ma-si-wa. i telas mangkana. Sekari perebawa Sang Hyang mantra. Yan sake lor duara kayunta. Iki pilih ikang babaan sekayunta. apan acintya swabawanira. wa-si-ma-na-ya . Yan saka wetan duara kayunta. Undiakenang mantra Ong bang tat purusa ya namah swaha. Sekari perebawa Sang Hyang mantra menge ikang babaan denika. tanembah ring betara Dharma.

tatimpug. sibuh pepek. peras. Ong Ung Ang mang. gerang. rantasan pasucian muang selanlanin panglukatan. sbuh pekek. iwaknia ayam putih kuning luh muani . arta (1700). arak berem. sibuh peepek. lis. Ong teka pira menangis. sopekarania penglukatan. Madya. . Masuci abesik. arak berem. muah dulurana tumpeng putih kuning dena ageng. maekar taman. Madya dan Nista.19. (1) prascita luwih. Masuci (2) kewala mapula gembal. secarik tetebusan. isuh-isuh bun. muang tempeng putih kuning. taekp api mangkana yan madya. (Gambar. tepung tawar. suci (2). kukusan anyar. prayascita luwih. Mangerenga suara arum abangkit. gelar sanga segaan manca warna. Utama. daksina gede. iwak ayam putih kuning (luh muani) pinanggang spelakan. daksina gede mesatun genep. kukus anyar. peletik. 7. Ong Ang Ung Mang. Melapas Wewangunan Utama. kukus anyar. sesayut pengambean. muang sepakramaning panglukatan. iwaknia ayam putih kuning luh muani sapelaken pinanggang raka sate weang. pengulapan solasan dua likur.Ong Mang Ung Ang. tepung capak. raka-raka sekeweang. Nista. sesayut pengambeyan. pengulapan.2. tepung tawar isuh-isuh. peras lis. dena sangkep. Sang Hyang Meraja Hyang Betari Kunti ih wih ih nah jeng. solasan dualikur. gereng sesantun den agenep. tumpeng guru miawak bebek putih maguling. Maguling pebebangkit. genep sekramaning bebagkit. rantasan pasucian peras lis. Pangredana Para dewa semua Ong peletak. muah maduluran tumpeng putih kuning. pangulapan. segehan manca rupa metabuh luak. ika pinaka labaan banas patining taru mangkana kramania. tetabuh tuak. rerakih tebusan. srantasan muah pasucia. Ong teluh adhi senduh Hyang nini dewata kabeh. isuh-isuh bun rerakih muang tetebus. kurenan. sesantunia genep. 1986: 60-62).

nasin timpas muang belakas mebe balang. Ibu paduka betari kapendem. masya. mamupul dadi sawiji.spelekan pinanggang. Nasin paet mabe sibatah. matemahan sang Hyang Ayu narawati asri apasang amereta. Ong Ang Mang Brahma Wisnu Iswara. Neher sarira tuuh. Pengurip Bangunan. nasin penyerutan mebe pakis (pangi). Nasin pengotok mabe paya. pada kaurip denira Sang Hyang Perama Wisesa. Pemelaspas nasin Peralatan. nasin sepat mebe pelas. nasin siku-siku mabe kelentong kelor. utara. ika pinaka tadahan banaspatining sarwa taru. Ong Yang perama Wisesa. Ah Ah Ah. neruti. sudha ayu.2. 7. nasi liamng pujung mebe kawisan. pewangunira Begawan Wiswakarma. Sudha bumi. Ong bumi ginawe bumi. Cobenem sudha mala. anguripana buana kabeh. sor luwe. Pesimpenan. Saluwiring ginawe rerajahan. anguripana sarwa tumuwuh. purwa. Ih sang Hyang Indra angreka. ersania. Peresidha namah swaha. Ong sarwa karya. nasin pengutik mebe kecai. Yudha nirmala. . raka-raka sakewenang. Madya. angadakaen bayu sabda idep. nasin undagi-undagi. dumanis cayane sarwa wijaya. wiyabya. bumiwana urip. Siwa sada siwa Perama siwa. dewa metu ilang. Siwa-Sadasiwa Peramawisesa.20. Ong seri bagia namah swaha. pancima. amurug. Pemelaspan Utama. anguripaken saluwiring sarwa ginawe. aywa papeka. genian daksina. Nasin kandik mebe ancruk. Nista puniki dulurana. jeng. sahe tuak arak berem.

pebangkit asoroh jangpet abesik. . itik putih kalungabesik muah asu bang bungkem abesik. Paduka Betari Durga.Wusamono denira kelangkahan kedekan. daksina (9).2. asinjang akampuh. Ong sang Hyang Ibu pertiwi jati Mekadi Sang Syang Akasa. ater dening dewa laya. Wusano denira keenden kariyanan. Amuktyasari atinggal sari. Manusanira angadekakenne wewangunan. Sang Hyang aditya Candra lintang trenggana. Ong-Sang-Bang-Tang-Ang-Ing-Nang-Mang-Sing-Wang-Yang. utara (4). Anak paduka betari. satenia lima ping siya (45) kelod kauh genahnia. 7. Wusano demira kelambukan. Mauluning jana pada. Ah-Ih. Ayo sira nyangkala-nyangkali pekarangan punnanu.2. Sang Hyang Panca muka. Arca meru arrcana. muang panca sata.22. 7. Rah kaki betara Gama. Iki pecarun karang katiben durmanggala. wusano denira kesingan kawuyuhan. Katiban Durmanggala.21. muang suci abesik. Alenge wangi. nanceb sanggah tutuan. Angaturan alinggih maring padmasana. Ulun aneda kerta nugraha. madya (8) muang itik kalung ring madya genahnia. sami winangun urip sami anut ring sesatenia. saba sanga genep caru madurga ngaran. asubang bungkem. purwa (5). satenia kutus ping lima (40). Daweg nyeneng pakulun awewedaka. Lawan kumereb. Pakulun kaki betara Kala. Nugraha ripadanira pakulun. Pangiyang-ngiyangan nira Sang Huyang Trisandia. Nora ana karya sira. Mantram Arca muang mapendem Pedagingan Meru. Uduh bapa anak ingsun. Apan sampun ngaturana caru kebeya kalan. Angewruhakena iringsun. jangkep saisin suci. pascima (7). Mangke ibu pakulun.

Teka-waras-teke-waras-teke-waras jurang luah wenang. 7. Adnyana sepalem juyanem. (dan) saya menyelenggarakannya untuk mendapatkan sifat-sifat mulia. Amuktya te sira. Nirmala ya namah. penenang jiwa menderita. sama suka ringsanga deruwe caru. Katureng pada betara-betari. Sakawisayan ipun. amunis. undagi. Tan ketamana upadrawa de betara yang mami.23. jata bota setatan. Penenang Jiwa yang Menderita Agnestanurasi waco wisarja namdewawittaye twa grhnami wrhadgrawa’si wanasratyah sa idam dewebhyohawih samiwa susami samiswa. Kelawan sang mawitenang kejenenganga De Sang Hyang triya dasa sakti. 7. sami sira anjenengana. Ubaya siwa dam buyat. Dulura ayu werdi. Ong Ang kesama sampurna ya namah. 7.2. Oh Yajna. Adnyane sepalem juyanem. Ananggap Dana Ong Siwa data siwa bokta. Sucikanlah sesaji kami. Angaturana pawintenanne punanu. Puja Mawinten Ong Siwa nugraha. Mereka yang membaca dan mengajarkan .2. Manusa Sang Hyang amit. Drwyamet siwatmakem. Sama suka risanga deruwe caru kebaya kalan. Adyo mesa palem butem. Sang Citra Gopta.24. Muah Kaki Begawan penyarikan. Adya mesa palem tapem. Engkau diselenggarakan dengan menguncarkan Weda Mantra. muah dirga yusa. Engkau adalah awan yang maha besar pemelihara atas tumbuh-tumbuhan obat. Amangku widi. untuk memberi kebahagiaan kepada yang pandai dan mensucikannya.25.Amuktya te sira. Hawiskrdehi hawiskrdehi. engkau adalah badannya api. Amanca.2.

Semoga pelaksanaan yang seperti itu ditanamkan. penolong orang-orang terpelajar. terimalah pujian kami dipersembahkan melalui weda mantra dan kembangkanlah pengetahuan rokhani kami yang tidak habishabisnya.Weda. demikianlah juga Tuhan dan para ilmuwan mengajarkan ilmu untuk kebaikan kemanusiaan. 7. dhartramasi diwam drduam ha brahmawani twa ksatrawani sajata wanyupadhami bharatrwyasya wadhaya. kami berdoa kepadaMu untuk menambah pengetahuan kami.26.2. seperti udara dengan gerakan tangannya tertentu yang kuat pulang pergi yang menerima persembahan dan seperti halnya matahari yang cemerlang memancarkan cahayanya mengerahkan atom-atom menjadi api. semoga kami mengetahui engkau sebagai pengasil hujan. Yadnya menjauhkan pencuri. memberi inspirasi kepada kami untuk melakukan yadnya. menunjang dan memaniskan ucapan. Untuk menghancur-kan musuh-musuh yang ada dalam diri. Ilmuwan Mengajarkan Ilmu untuk Kebaikan Manusia. Kukuto’si madujihwa isamurjamawada twaya wayaduamsamghataduam saghatam jesma warsa wrddhamasi prati twa warsawrddham wettuparaputtraduam aratayo pahatadduamrakso wayurwo wiwinaktu dewo wah sawita hiranyapanih pratigrbhnatwacchiddrena panina. Semoga kami dengan bantuan pahlawan orang-orang pemberani menang perang berulang kali.27. Kami harus berusaha menghapuskan perampok dan pemakai pikiranpikiran yang tidak suci. Agne brahma grbhniswa dharunamasyantariksam drduam ha brahmawani twa ksatrawani sajata wanyu padhami bhratwyasya wadhaya. Untuk menghancurkan musuh-musuh dalam diri. saya menyadari bahwa engkaulah yang ada dalam hati. O Tuhan. Yadnya adalah alat untuk menghasilkan hujan.2. kami menghayati Mu dalam hati sebagai penolong orang- . Engkau penyangga alam semesta. Pemimpin Politik/Negara dan pembimbing pada jalan kewajiban sebagai macam golongan yang berbeda-beda. Persembahan Weda Mantra. 7. Engkau adalah penyangga alam semesta. (yajna) adalah berpahala untuk menghasilkan bahan makanan dan pemberi pengetahuan dan kekuatan. Wiswabhyastwawasbhya upadhamicita sthordhwacito bhrgunamangirasam tapasa tapyadhwam. menjadi mengetahui ceritera-ceritera dalam weda.

Yadnya adalah pemberi kebahagiaan.si parwateyi prati twa parwati wettu. Arti penting Penguncaran Mantra. Semoga kami menyadari yadnya sebagai pembawa hujan dan pemberi pengetahuan spiritual. Bahan makanan dan air disucikan dengan melaksanakan yadnya memperkuat tubuh dan indra perasa. 7. Semoga kami bertirah pada yadnya untuk kesehatan yang baik.30. . Pencipta yang Agung dan pembebas alam semesta. untuk aktivitas.swinor bahubhyam pusno hastabhyam. ditastwag wettu diwaskambhanirasi dhisana. Kami memuja Engkau didalam hati. Penguncaran Weda Mantra yang benar-benar merupakan yadnya sendiri. Pemberi kebahagiaan dari segala yang ada.29. untuk vitalitas. melalui Kemahaadaannya. Yadnya Menseimbangkan dunia Dewasya twa sawituh prasawe. rahmatilah kami dengan pengetahuan yang luhur. perwujudan dari ceritera Weda.2.2. Dhisana ‘si parwati prati twa. tuntunlah kejalan kehidupan tapa dengan mengendalikan nafsumu dan menuruti orang-orang yang bijak. 7.2.orang yang terjujur pemimpin Negara dan pembimbing atas kewajiban bagi golongan yang berbeda. ilmuwan dan yang terpelajar. Sam wapami samapa osadhibhih samosadhayo rasena Saduam rewatirjagatibhih prcyantaduam sam madhumafirmadhu matibhih prcyantam. Semoga yang melakukan yadnya menyadari arti pentingnya. wadhuta aratayo ‘ditwastwagasi twa ‘ditirwettu. menjauhkan yang egois dan sifat-sifat kikir dan melindungi daerah tempat seperti kulit melindungi tubuh. Dirgghamanu prasitimayuse dham dewo wah sawita hiranyapanih pratigr bhnattwacchidrena panina caksuse twa mahinam payo’si. O Engkau manusia.28. Makanan disucikan dengan Yadnya Dhanyamasi deam pranaya two danaya twa wyanaya twa. Yang Maha meliputi. Sarmasyawadhutaduam rakso. Yadnya adalah pengangga matahari yang cemerlang. 7. Yadnya yang dilakukan pada hari tertentu juga memberi perlindungan seperti kulit melindungi tubuh. untuk umur panjang penuh kebahagiaan dan kesejahteraan.

mencampur berbagai macam obat-obatan dengan air dan dengan sari buah dan mencairkan yang sama dengan air suci. Ma bherma samwiktha atamerur yajno ‘timeruryajamanasya prajabhuyat tritaya twa dwitya twaikataya twa. Semoga matahari mencurahkan hujan di bumi melalui sinarnya. seperti halnya dengan Aku. Tuhan Pencipta Tata Surya Prtwi dewayajanyosadhayaste mulam ma hiduam sisam brajam gaccha gosthanam warsatu te dyaurbadhana dewa sawitah paramasyam prthiwyaduam satena pasairyo’smandwesti yam ca wayam dwismastamato ma mauk. Pencipta tata surya dan wilayah yang cemerlang. O para pahlawan terikat oleh berbagai macam ikatan dari orang-orang yang jahat didunia ini yang bertentangan kepada kami dan yang ditentang oleh kami dan jangan lepaskan. untuk pensucian air dan udara dan untuk memperoleh rakhmat itu dari ibu. Semoga keturunan orang yang melakukan yadnya itu baik. kami memohon kepadaMu melalui rakhmatMu. 7. Jangan takut dan jangan ragu untuk melaksanakan yadnya. 7. Yang maha Kuasa. Semoga engkau bersiap untuk keuntunganmu. Keturunan yang melakukan Yadnya (bertambah) baik.2. menyebarkan pengetahuan yadnya ini didunia yang diciptakan oleh Aku dan melakukannya melalui matahari yang cemerlang. dengan nama para ilmuwan melakukan yadnya itu.31. menghidupkan air dan bebagai macam nafas pada organisme manusia. pemberi kebahagiaan semoga kami menundukkan orang-orang jahat di bumi ini . semoga kami tidak menghancurkan tanam-tanamnan obat-obatan dibumi.2. O Tuhan.32. 7.2.33. bapa dan guru.O Manusa. Kami terirah sepenuh hati pada yadnya untuk mengenal Tuhan yang maha Esa. demikian juga engkau. setia dan bebas dari kelemahan. Menyebarkan sistem pendidikan dalam Weda Apararum prthiwiwyai dewayajana dwadhyasam wrajam gaccha gosthanam warsatu te dyaurbadhana dewa sawitah paramasyam prthiwyaduam satena pasairyo smandwesti yam ca wayam dwismastedyam maskan wrajam gaccha gosthanam warastu te dyaurbadhana dewa sawitah paramsyamprthiwyaduam setena parisaryo smandwesti yam ca wayam dwismastamato ma mauk O Tuhan yang Maha esa mengetahui. menseimbangkan dunia.

susu. tempat yang cocok untuk berdiam dengan senang. demikian pula hendaknya milikku. Anisita’si sapatna ksidwa jinim twa wajedhyayai sammarjmi. Ibarat sinar matahari menerangi daerah tengah/antariksa.34. Saya melaksanakan yadnya dengan penguncaran mantra Weda dalam Gayatri. 7. O Engkau yang patuh pada kewajiban semoga engkau mengikuti jalan kebajikan. penuh dengan jagung. Matahari menguasai bumi dengan kekuatan gravitasinya pada tempat yang tepat. sumber kesejahteraan dan kebahagiaan. demikianlah Tuhan memenuhi keinginan kami.2.2. mereka yang patut dibelenggu harus disisihkan dan .1 O Bumi engkau adalah indah. supaya sekali-kali dibiarkan berkeliaran sampai mereka tertawa pada kesadaran mereka. Semoga kami bergaul dengan orang-orang terpelajar dan dengan demikian menyebar luaskan sistem pendidikan dengan bebas sebagaimana dijelaskan dalam mantra Weda seperti halnya Sinar pengetahuan saya dihargai oleh semua. 7. Pratyustaduam raksah pratyusta aratayo nistaptaduam rakso nistapta aratayah. dan yang tidak disetujui oleh orang-orang pandai karena bertentangan mereka kepada pengetahuan. Prastyustastaduam raksah pratyusta aratayo nistaptaduam rakso nistapta aratayah. Suma casi siwa casi syona casi susuda casyurjaswati casi payaswati ca. Yadnya dengan Mantra Weda dalam Gayatri. Yang jahat harus disingkirkan. yang harus dibawa diantara jalan kebajikan melalui beratus-ratus jalan yang ada hendaknya batasan-batasan pada mereka tidak dihilangkan sampai mereka mencapai penerangan. Yang jahat harus disingkirkan. Orang orang berdosa bergerak didalam kegelapan yang bertentangan dengan orang-orang terpelajar. musuh kebenaran harus dihukum. air manis dan buah-buahan.dimana para Rsi melakukan yadnya. Semoga orang-orang yang jahat tidak dirahmati dengan kesejahteraan dan kesenangan pada ilmu. Yang kejam yang bertentangan pada keadilan dan bertentangan kepada cinta damai. Gayatrena twa chandasa parigrhnami traistubhena twachandasa parigrhnami jagatena twa chandasa parigrhnami. Tristiubh dan Chanda jagati.35. Anisito’si sapatna ksidwajinam twa wajedhayayai sammarjmi.

O Yadnya. Engkau patut dipuja oleh para Resi disemua tempat. engkau dimurnikan oleh api dan diserap oleh udara. untuk kemajuan kami.2. 7. sinar sucinya matahari. Engkau tidak termusnahkan. Mereka yang menyebabkan rugi pada orang lain harus dihina. Pemberi kebahagiaan orang yang bebas. 7.38.yang mereka yang menentang pengetahuan harus menderita sedih. Engkau adalah penta cairan manis ditanah. Tak terkalahkan dan dipuja oleh para Resi. penganut yang tidak mengenal takut. Krsno’syakharestho’gnyetwa justam proksami barhirasi wedirsi barbhise twa justam prosami srugbhyastwa justam proksami. Engkau adalah sumber segala cahya. Agnerjihwai suhurdeebhyo dhamne me bhawa yajuse yajuse. Mensucikan Hati dan Jiwa Sawistustwa prasawa utpunamyacchidrena pawitrena suryasya rasmibhih. yang dicipta oleh Tuhan Yang Agung.36. Sebagaimana air diangkasa . suci. 7. layak untuk dipuja oleh para pelajar. Didunia ini. meresapi semuanya. dan salahkan secara terbuka. Semoga kami mengenal Engkau melalui penglihatan spiritual yang damai. engkau tidak. O Tuhan. Saya memerintah pasukan pada waktunya menjadi kuat untuk melemahkan lawan dan melakukan perang. Mereka yang tidak mentolerir kebaikan orang lain harus dihukum. saya sucikan hati-hati dan jiwa-jiwa manusia dengan pengetahuan suci dan yang bercahaya. jalan untuknya. tumpuan akhir bagi alam semesta. laksana nyala api.37. Engkau adalah maha ada. Saya sucikan yadnya.2. Engkau adalah altar. Tejo’si sukramasyamrtamasi dhama namasipriyam dewanamanadhr stam dewayajamasi. melalui penguncaran weda mantra. O Tuhan.2 saya mensucikan persembahan yang dapat diterima oleh ghee. Mengenal Tuhan Melalui penglihatan Spiritual Adityai rasnasi wisnorwesposyurje twa’dabdhena twa caksusawapasyami.2. dicintai oleh yang jujur. sya membangun engkau dan mensucikan dengan ghee. sawiturwahprasawa utpunamyacchidrena pawitrena suryasya rasmibhih. Membersihkan Air Sumur dalam Weda. demi untuk membawa persembahan tinggi keangkasa. Oleh pembasmi musuh. Demi Untuk Hawan. walaupun engkau dilakukan disumur yang digali. yang menyucikan semua obyek dengan baik dengan yang tidak mengalir.

Rudra dan Aditya yang memajukan yadnya. memberi perlidungan kepada matahari dan bumi. melakukan yadnya itu. Ibarat api yang memerlukan yadnya dan bertindak sebagai utusan. O Tuhan. Melalui (yadnya) matahari dan udara memperoleh kekuatan/tenaga. lindungi matahari dan bumi yang melindungi yadnya. Sang surya melindungimu sejak jaman dahulu. O Tuhan. 7. Sawiturbahu stha urnammra dasamtwa strnamiswasatham dewebhya a twa wasaso rudra adityah sadantu. banyak kekayaan dalam gudang. O Tuhan. Agne werhotram werdutyamawatantwam dyawaprthiwi awa twam dyawaprthiwi swiatakrddehebya indra ajyena hawisa bhutswaha sam jyotisa jyotih. Inilah demikian ditetapkan dalam Weda. 7. Semoga. semoga saya mendapatkan perlindungan dari Mu. O Yadnya. Api ini adalah tempat yadnya.menambah kesucian semua benda materiil. melengkapi ruang.2. Engkau adalah indah laksana musim. demikian juga saya untuk memperoleh sifat utama. demikian juga saya bersihkan persembahan itu dengan hati-hati untuk diletakkan disendok api.39. Laksana seperti matahari menggabungkan sinar dengan sinar melalui persembahan diletakkan di dalam api. pembuat perbuatanperbuatan mulia bagi yang akhli. Dengan ini.3 . pemberi kebahagiaan. demikian lindungilah kami. melindungi surga dan bumi. Yadnya ini berada di angkasa dan diapi. jagalah kami dengan sinar penerangan ilmu pengetahuan spiritual. semoga saya tidak pernah akan melanggarnya (yadnya). Semoga saya tidak pernah Melanggar-Nya Askannamadya dewebya ajyamduam sambh bhhriyasamangghrana wisno ma twawaktramisam wasumatimagne techayamupasthesam wisno sthanamasita indro wiryamakrnodurhwara asthat. pembuka segala bunda. Engkau dipancarkan melalui kekuatan dan potensi yang surya. Jagalah kami dengan Sinar Pengetahuan Sipitual. 7.40. Yadnya sejak jaman dulu menurut Weda.41. demikian pula O Tuhan.2. hari ini saya memperoleh kemudahan mendapatkannya melalui yadnya mentega dan benda-benda lain yang memberi kebahagiaan. Samidasi suryastwa purastat patu kasyascida bhisastyai. Ibarat seperti wasu. O Tuhan.2.

7.1.42. Negara yang sejahtera, karena memanfaatkan Bumi dengan Baik. Mayidamidra indriyam dadhatwasman rayo maghawanah sacatam; Asmakaduam santwasisah satya nah santwasisa upahuta prthiwi matopa mam prthiwi mata hwayatamagniragnidhratswaha. Semoga Tuhan memberi kami kekuatan spiritual. Semoga kami memperoleh harta penuh dengan bermacam-macam jenis yang cemerlang dan kekuasaan dunia. Semoga keinginan kami terpenuhi, semoga mereka memperoleh pahala, manusiamanusia memakai bumi ini dan pengetahuan (dengan nama kebebasan itu tercapai) untuk kebahagiaan negara. Semoga bumi dan pengetahuan ini menasehati saya. Semoga Tuhan, sebagai pelindung kami yang terakhir dan tetirah memberi perintah kepada saya. Ini adalah demikian dinyatakan didalam Weda. 7.1.43. Susunan Pencernaan (Analisa) Ilmu Upahuto dyauspitopa mam dyauspita hwayatamagnir agnidhratswaha; Dewasya twa sawituh prasawe ‘swinorbahubhyam pusno hastabhyam; Pratigrhnamyanestwasyena prasnami. Saya telah berdoa kepada Yang Maha Cemerlang, Tuhan, penyangga semua, semoga Tuhan, Bapa menerima saya. Susunan pencernaan ilmu kami mencerna melalui getah perut makanan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah, saya mengambil itu melalui waktu penyerapan dan pemahaman, dengan menarik dan mengeluarkan nafas; dan kekuatan pensucian dan penyerapan udara yang bergerak melalui tubuh, menanak makanan saya melalui nyala api, saya memakannya dengan mulut. 7.1.44. Sebelum beryadnya, manusia lebih dulu dilindungi oleh Tuhan. Etam te dewa sawitaryajnam prahurbrhaspataye bramane; Tena yajnanawa tena yajna patim tena mamawa. O tuhan, Pencipta alam semesta, Weda dan orang terpelajar menyatakan sebelum yadnya untuk brhaspati dan brahma. Melalui Maha Yajna itu melindungi yadnya saya, melindungi yang melakukan yadnya, Engkau melindungi saya. 7.1.45. Aktif dalam Pengetahuan adalah Yadnya.

Mano jutirjusatamajyassya brhaspatir yajnamimam tanotwar ristam yajnaduam saminam dadhatu. Wiswe deasa iha madayantamo (3) mpratistha. Semoga pikiran aktif saya mengirim pahala yadnya-yadnya itu. Semoga Tuhan mengembang luaskan dan memelihara penuntun pengetahuan yang tidak dapat ditinggalkan ini merupakan seperti yadnya. Semoga semua orang terpelajar didunia ini bersenang. Semoga Om bersemayam di hati kami. 7.1.46. Semoga kami melenyapkan dosa-dosa Musuh (api dan Bulan) Anisoma yorujjitimanujjesam wajasya ma prasamwena prohami; agnisomau tamapanudatam yo’mandwesti yam ca wayam dwismo wajasyainam prasawenapohami; Indragnyyorrujjitimanujjesam wajasya ma prasawena prohami; Indragni tamapanudatam yo’samadresti yam ca wayam dwismo wajasyam prasawenapohami. Semoga saya memperoleh kemenangan seperti kemenangan Api dan Bulan. Semoga kami melenyap cepat dengan materi perang. Semoga api dan bulan mengusir mereka yang membenci kami, mengusir orang yang kami uji. Semoga kami melenyapkan dosa-dosa musuh dengan perang seperti itu, kepandaian meliter dan peralatan. Semoga saya mencapai kemenangan seperti menangnya Udara dan Petir. Semoga saya memperoleh kebahagiaan melalui dorongan pengetahuan, dipergunakan untuk memperoleh keunggulan. Semoga Udara dan Petir dipergunakan dengan tepat, mengusir jauh orang yang membenci kami, mengusir, orang yang tidak kami sukai, saya sucikan orang-orang yang bodoh dengan sinar pengetahuan. 7.1.47. Mengucapkan mantra gayatri tiap Hari, menurut Weda. Wasubhyastawa rudrebhyastawa, ’ditye bhyastawa samja natham dyawaprthiwi mitra waruna twawrstyawatam; Wyantu wayoktaduam rahina marutam prsatirgaccha wasa prsnirbhutwa diwam gaccha tato no wrsti nawaha; caksupa agne’si caksurme pahi. Kami menyelenggarakan yadnya untuk Wasu, Rudra, dan Aditya. Cahaya matahari dan bumi membawa engkau (yadnya) kepada sinar. Prana dan Udana, melindungi bersarang mereka demikian pula hendaknya kami setiap hari beryadnya mengucapkan mantra Gayatri Yadnya yang diinginkan (Ahuti)

mencapai angkasa, datang bersenyawa dengan udara dan sinar matahari. Dari itu membawa hujan turun ke bumi yang mengisi sungai batang tumbuh-tumbuhan dan bunga-bungaan. O Api, engkau melindungi mata dari kegelapan, semoga engkau melindungi mata jasmani dan rokhani. 7.1.48. Mencapai kebesaran melalui Tulisan Yam paridhim paryadhatta agne dewa panibhirguhya manah; Tam ta etamanu josam bharamyesa nettwada pacetayata agneh priyam patho’pitam Oh Tuhan Yang Maha Ada, dipuji melalui pujian orang terpelajar, Engkau mencapai kebesaranmu melalui tulisan penuh pujianpujian yang indah itu. Saya mengenal kebesaran Engkau itu dalam hati saya. Semoga saya tidak pernah membantahMu. Semoga makanan yang menyegarkan saya telah peroleh didalam ciptaanmu. 7.2.49. Biarlah kami tinggal di rumah yang Menyenangkan. Agne’dabhayo’sitamapahi ma didyoh pahi prasityai pahi duristyai pahi duradmanya awisam nah pituh krnu susada yonau swaha wadagnaye samwesapataye swaha saraswatyai yasobhaginyai swaha. O yang Abadi, Tuhan Yang Maha Ada, melindungi kami dari kesaktian yang amat sangat, melindungi kami dari ikatan dosa dan kebodohan, melindungi saya dari sahabat orang-orang yang berpikiran jahat, melindungi kami dari makanan-makanan yang melalui kesehatan. Jadilah Engkau, makan kami yang bebas dari racun. Biarlah kami tinggal dirumah yang menyenangkan, berdoa kepada engkau dan melakukan keperluan-keperluan mulai. Inilah doa kami kepada Tuhan atau alam semesta, semoga kami memperoleh pengetahuan suci melalui Wedda, pemberi kejayaan dan kesejahteraan. 7.2.50. Engkau ajarkan (Weda) kepada rakyat. Wedo’si yena twam dewa weda dewebhyo wedo’ bhawastena mahyam wedo bhuyah; dewa gatuwido gatum witta gatumita; Manasaspata imam dewa yajna duam swaha wate dhah. O tuhan, Engkau mengetahui ciptaan yang berjiwa dan tidak berjiwa. Engkau mengetahui segala-galanya di alam semesta. Sebagaimana Engkau mengajar pengetahuan yang terpelajar, demikain juga Engkau menjelaskan pengetahuan kepada saya. Engkau ajarkan pada rakyat, mereka yang tahu bagaimana

2. untuk mendapat umur panjang.2. segala puji kepadaMu. Persembahan kepada Pitara dalam Weda.menyanyi memuji Tuhan. Penguasa pengetahuan. O Pitara. sembah (kami) kepadaMu.52. O Pitara. Yang meninggalkan yadnya ditinggalkan oleh Tuhan. untuk kekuasaan dan memperlihatkan keadilan.51. Pitara-pitara. kesehatan dan kebahagiaan. Oh Tuhan. Namo wah pitaro rasaya namo wah pitarah sosaya namo wah pitaro jiwaya namo wah pitarah swadhayai namo wah pitaro ghoraye namo wah pitaro manyawe nmo wah pitarah pitaro namo wo grhannah pitaro datta sato wah pitaro desmaitadwah pitaro wasa adhatta. 7.53. Ia melakukannya untuk mendapatkan kekuatan.2.4 tadasakam tanme Oh Tuhan. Pitara-pitara datang setiap hari kerumah kami dan memberikan kami perintah- . untuk memperoleh kebahagiaan dan pengetahuan. 7. Sembah (kami) kepadaMu. Untuk tujuan apa pemuja melakukan persembahan pada api? Ia melakukannya untuk kebahagiaan semua. Sembah (kami) kepadaMu. mengetahui keinginan kami untuk memperoleh pengetahuan. O Pitara. Bendabenda rendahan tidak dipakai dalam yadnya adalah diperuntukkan bagi raksasa/setan. Apakah setiap orang meninggalkan yadnya? Ia yang meninggalkannya. untuk melenyapkan kemiskinan dan musuh. untuk menyudahi berbagai macam bencana. Penguasa atau tapa brata. Pitara-pitara mengetahui penghormatan kami kepada Engkau untuk kehormatan Mu. Kastwa wiuncati kasmai twa winuncati tasmai twa wimuncati. O Pitara untuk kemarahan yang pada tempatnya. O Pitara. Posaya raksanam bhagosi. mengetahui Weda yang memberi petun juk jalan yang benar. Karmaphala dalam Weda. rakhmatilah saya keberhasilan dalam melakukan tapa brata yang saya telah lakukan dan saya dapatkan diri saya yakin untuk melaksanakan. ditinggalkan oleh Tuhan. dengan tepatnya menetapkan yajna ini seperti dunia di udara. 7. harus menguasai pengetahuan. Agne wratapate wratamacarisam ‘radhidamaham ya ya ewasmi so’smi. Saya memetiknya sebagaimana saya tanam. O Pitara. Sembah (kami) kepadaMu. Sembah (kami) kepadaMu.

dalam garbha perlajaranmu. Api Pemusnah Segala macam Penyakit. korbankan api itu yang patut dihormati sebagaimana seorang Sjamsajin.54. Prati wastoraha dyubhih. Sinarnya api naik turun. diwam. ingin akan pengetahuan sehingga dengan demikian ia dapat mencapai kedewasaan yang penuh.2. Kami harus bertepatan mengucapkan dan memahami Weda setiap hari bersama dengan ajarannya yang memberi penerangan. Wyakhyan mahiso Sinarnya api itu.2.58.7 7. Yatheha puruso’sat. Triduam saddhama wirajati wak patanggaya dhiyate. Agneye Letakkan persembahan mentega (ghee) yang melenyapkan kelemahan jasmani. kami selalu memberikan kepadamu apa saja yang kami punya. Api yang agung itu itu memperlihatkan matahari. Adhatta pitaro garbha kumaram puskarasrajam. mencuat keatas dan turun kebawah diangkasa laksana keluar masuknya nafas dalam badan. mohon terima kasih itu. Dengan pengetahuan untuk mencapai kedewasaan.6 7.55. Ditempat api itu engkau letakkan yadnya itu. pemuda. Sabda Dewata peraturan tertinggi diseluruh dunia.8 7. 7. Samidha gnim duwasyata ghrtair bodhyatatitthim: Asmin hawya juhotana.2. Pitara. Susamiddhaya socise ghrtam tiwram juhotana: jatawedase.2. .56. Antascarati rocanosya pranadapanati. Weda diucapkan untuk memperoleh pengetahuan Spiritual. Korban api sebagai yadnya. Kami memberi pakaian. Wahai engkau orang-orang yang terpelajar nyalakanlah api dengan batang kayu dengan mentega. Weda diucapkan untuk memperoleh pengetahuan sipitual. api pemusnah segala penyakit ini ada dalam segala benda. kedalam nyala api yang baik ini. dengan kepal bunga ditangan.perintah.57. Menerima Engkau (sebagai) guru.2.5 7.

2. Engkau mengetahui segala sesuatu tentang cerita-cerita dalam agama. api dan petir melalui Weda. O suami yang berjaya. Upopennu madhawan bhuya innu te danam dewasya prcyata adityebhyastwa. Semoga panah asmara tidak menyebabkan engkau menderita. yang orang itu harus kata-kata apa yang ia rasakan dihatinya.62. Sebagaimana memperlihatkan kepada semua kemanusiaan juga api itu dalam bentuk petir diangkasa dan menjadi sumber hujan dan pengetahuan. Puja (1985:238).2. Sebagaimana Tuhan memperlihatkan semua pengetahuan. engkau memiliki sifat-sifat istimewa.2. ia yang telah mengendalikan membujang selama 48 tahun. Brahmacari selama 48 tahun Upayamagrhito ’syadityebhyastwa. Wisna urugayaisa te somastaduam raksaswa ma twa dabhan. O suami yang patut dihormati engkau adalah terpelajar.7. Saya memilih engkau sebagai suami saya karena engkau selalu merupakan kemudahan bagi saya.2. Lindungilah kami. Sebagaimana Tuhan memberi sinar kebenaran pada kota-kota yang benar kepada semua mahluk demikian pula api jasmani memberi sinar menerangi semua benda. Tuhan memancarkan sinarnya sendiri. engkau bersahabat kepada orang-orang yang bersifat dermawan. akan memilih engkau sebagai suami saya. Kehidupan berumah tangga ini memberi kesejahteraan kepadamu. Inilah penjelasan kebesarannya. Matahari menyinari semua benda.60. Pengetahuan Petir melalui Weda. Turiyaditya sawanam ta indriyamatasthawamrtam diwyadityebhastwa. . Semoga rakhmat pengetahuanmu harta kekayaan sampai kepada saya. 7.61. demikian pula matahari membawa penerangan pada semua obyek benda-benda itu. Agniwarco jyotirwarcah swaha suryo jyotirwarcah swaha Jyotih suryojyotih swaha. Sebagaimana halnya Tuhan mengajarkan pengetahuan kepada semua jiwa. Engkau bercahaya laksana matahari Kada cana pra yucchasyubhe ni pasi jasmani. 7. saya yang telah membujang selama 24 tahun. 7. demikian pula halnya Matahari menumbuhkan kekuatan jasmani dan rokhani kita. Agnirjyotiryotiragnih swaha suryo jyotirjyotih suryah swaha.59. Suami yang berjaya Kada cana starirasi mendra sascasi dasuse. engkau tidak pernah merahasiakan segala sesuatu dari saya. O Brahmacari.

2. kami dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan mulai didalam kehidupan perkawinan kami. 7. Engkau bercahaya laksana matahari Yajno dewanam pratyeti sumnamadityaso bhawata mrdayantah. yang memenuhi keinginanmu. hari ini.2.2. Upayamaghrhito’si sawito’si canodhascanodha asi cano mayi dhehi. Semoga engkau memberi kesenangan kepada pengantin yang baru kawin melalui pengetahuan pengajaran yang engkau terima dari orang terpelajar. Engkau penyembah Tuhan Yang Maha Esa. dilahirkan seorang putra. penuh keindahan dan aspirasi yang berlipat ganda.63. dimana suami dan istri memenuhi kewajiban hidup dalam perkawinan dengan jujur. O orang yang mulia. esok hari dan setiap hari yang dilewati. Perkawinan antara dua orang terpelahar merupakan sumber kebahagiaan. dan mengajarkanmu bagaimana cara mengerjakan sesuatu dengan benar dan menempuh pada jalan kebajikan. O Tuhan. 7. engkau telah disatukan dengan saya melalui ikatan perkawinan. semoga hidup perkawinan ini dimana engkau minum memberi kebahagiaan kepadamu. Wiwaswannandityaisa te somapithastasmin matswa. O yang memasuki kehidupan perkawinan. Wamasya hi ksayasya dewa bhureraya dhiya wamabhajah syama.O suami. Dirumah. Jinwa yajnapatim bhagaya twa sawite. 7. saya memilih engkau sebagai suami saya untuk kebahagiaan yang terus-menerus. semoga intelekmu yang baik yang mengerti tentang makna hidup dalam perkawinan membuatmu akhli dalam pengetahuan setelah menyelesaikan hidup berguru. engkau tidak pernah melupakan. Engkau penguasa atas makanan- . O yang telah menyelesaikan asrama yang keempat.65.66. Kebahagiaan hari ini esok dan setiap hari Wama. O suami. hormati sumpah yang engkau ambil pada waktu perkawinan. 7.64. guru dari berbagai macam ilmu pengetahuan.adya sawitarwamamu swo diwe wamamasmabyaduam sawih. giat yang mau berusaha. Perkawinan Muda berpeganglah pada Kebenaran. memperoleh kekayaan dan kesejahteraan.2. Engkau bercahaya laksana matahari dalam pengetahuan apa bila engkau mengendalikan organ pengadaan (yang) akan mengusir kebahagiaan yang abadi dalam affairmu. O suami. adalah tidak berdosa. Sradasmai naro wacase dadhatana yadasirda dampati wamamasnuta. Puman putro jayate windate waswadha wiswaharapa edhate grhe. A wo’rrwaci sumatirwawrtyadduam hoscidya wariwowittarasada dityebhyastwa. Lindungilah perkawinanmu. engkau menjaga dalam hidup sekarang ini dan kehidupan yang akan datang. sumber dari kebahagiaan. bepeganglah pada kebenaran.

O guru yang terhormat dan terpelajar dan pengkhotbah. tunjukkan dihadapan kami contoh.9 7. Engkau hilangkan dosa-dosa yang dilakukan oleh orang tua. Dosa yang sadar dan Dosa yang tidak sadar Dewaktrasyaimaso’wayajananmasi manusyakrtasyainaso wayajanamasi pitrktasyainaso ’wayajanamasyatmakrtasyainaso wayajanama-syenasaenaso wayajanajamasi. keluhuran dari keturunan. Yaccaharmenio widwammscarkara yaccawidwamstasya sarwasyainaso’wayajanamasi.numarstu tanwo yadwilistam O guru pemberi rakhmat. ta istayajujusa O suami yang tersayang lagi pemberani. penguasa atas kekayaan. Engkau diundang dan dihormati oleh orang-orang terpelajar. pola keindahan dan.68. ajarkanlah kami usaha itu dengan kata-kata mu yang manis dan menyenangkan. Twasta sudatro wi wadhatu rayo. Sam warcasa payasa sam tanubhiraganmahi manasa saduam siwena. lahan dan bimbingan yang baik. engkau lenyapkan kekurangan fisik kami dan memberi kami harta kekayaan. Ajarkan dengan kata-kata yang manis. karena engkau menuntun kami dijalan yang benar dengan pikiran yang mulia. Lindungilah perkawinanmu. Engkau hilangkan dosadosa yang dilakukan sendiri. Sama Weda.makanan. dan Reg Weda. Samindra no manasa nesi gobhih saduam suribhirmaghawantsaduam swastya.2. Saya menerima engkau sebagai pemelihara yajna dalam kehidupan rumah tangga kita. O suami yang cinta sesama manusia. engkaulah pelenyap. engkau adalah pemberi ilmu pengetahuan. berilah semua itu kepada saya. air dan makanan. dari semua dosa itu.2. Engkau hilangkan dosa manusia-manusia biasa.2. Saya diundang olehmu makan-makanan yang sedang disiapkan olehmu.2. Suami tersayang dan pemberani. Sam brahmana dewakrtam yadasti sam dewanaduam samatau yajniyanaduam swaha. 7. Guru pemberi rakhmat. budi bahasa yang halus. Engkau lenyapkan segala macam dosa yang saya lakukan tanpa sadar.69. dengan niat yang mulia. perbuatan yang mulia yang dilakukan oleh .11 7. pembimbing dari segala macam perbuatan. Semoga kami memperkuat badan kami dengan brata brahmacari. memberi pengetahuan kepada kami melalui yang terpelajar dan ajaran-ajaran Weda.10 7.67. Yaste aswasanirbhaksa yo gosanistasya stutastomasya sastokthasyo-pahutasyopahuto bhaksayami.70. engkau lenyapkan dosa-dosa para penyumbang. Engkau sesungguhnya ahli dalam Yayur Weda.

2. mengambil makanan bergizi.2. Sam warcasa payasa tanubhiraganmahi manasa saduam siwena.2. Twasta wisnuh prajaya saduam rarana yajamanaya drawinam dadhata swaha. Jaksiwaduamsah papiwaduamsasca wisswe’sum gharmaduamswaraswaratisthatanu swaha.74. selenggarakan yadnya dengan benar dan pertajam pikiranmu. Kami mempersiapkan rumah ini untuk memudahkan engkau dan harta yang banyak-banyak untuk penggunaan bersama. ia yang memberi kami pengetahuan yang baik. yang telah mengumpulkan pengetahuan dari engkau. Selenggarakan Yadnya dengan Benar. penjaga atas harta ilmu pengetahuan.12 7. bujuklah mereka melalui orang yang berpikir agamis. pemusnah atas kegelapan dari kebodohan. menghilangkan penyakit kebodohan. O guru yang berperilaku baik. Memberi pengetahuan siang dan malam. Orang terpelajar yang berpikiran mulia. yang memperbesar kesenangan. O orang-orang yang kawin. O orang terpelajar yang berpikiran mulia. memberikan pengetahuan kepada kami siang dan malam dari gudangnya yang amat luas dan menghilangkan penyakit dari tubuh kami 7. engkau adalah sumber kebahagiaan bagi semua. Semoga engkau merakhmati dengan harta kekayaan yang banyak. Brahmana wahmana hawiduamsyasme dhata wasawo wasuni swaha. O orang-orang yang terpelajar. Twasta sudatro wi dadhatum rayo.numastum tanwo yadwilistam.2.71. O Grihastin. berbuat menurut pendapatmu. yang membesarkan anak-anak. .73. Siapa yajamana itu? Dhata ratih sawitedam jusantam prajapatimidhipa dewo agnih. yang menurunkan kesejahteraan. dan memberikan bergudang-gudang kekayaan kepada yajamana.para Resi melalui kebijaksanaan dan kata-kata yang benar. bimbinglah engkau semua hidup kebahagiaan.72. 7. kami telah memperoleh harta kekayaaan ini dengan tulus. 7. yang melindungi segala sifat kedermawanan yang diperlihatkan kepada anak keturunanmu. Yam yam a’waha usato dewa dewamstan preraya swe agne sadhaste. pengendali kejahatan. memenuhi tugas kewajiban hidup dalam perkawinan dengan benar. semoga kami mendekati diantaramu. mempertahankan dengan usaha sendiri dan memeliharanya melalui bantuan orang lain. minum air bersih. Suga wo dewah sadana akarma ya ajagmedaduam sawanam jusanah. karena engkau patut mendapat penghormatan kami.

O yang berumah tangga.14 7. Samudre te hrdayamapswantah sam twa wisantwosadhirutapah. buah-buahan dan air.2. yang penuh dengan sabda-sabda bimbingan mulia. yang berkaki tiga.2. Semoga engkau menikmati makanan. Mahi dyauh prthiwi ca na imam yajnammiksatam. berkehendak untuk memenuhi kesenangan dan melakukan yadnya dalam rumah tangga. Esa te yajno yajnapate sahasuktawakah sarwawitrastam jusaswa swaha. Weda berkaki satu. tampan dalam penampilan. yang berkaki dua.79. Piprtam no bharimabhih. kami mendesak engkau melakukan kewajiban hidup dalam perkawinan dengan penuh keyakinan 7. O suami yang patut dipuji dan yang sehat dan istri yang bersabar hati.77. kerjakan kewajiban hidup dalam perkawinan dengan baik. Dalam tekenan kasih sayang. Mempelajari Weda dengan setulus hatimu.76. penuh dengan weda mantra. Yajnasya twa yajnapate suktoktau namo wake widhema yat swaha. Layani rajamu. hendaknya engkau mempelajari weda dengan setulus hatimu.78. Ia harus mengajarkan kepada umat manusia tentang pengetahuan weda yang berkaki satu. Upayamgrhito’ sindraya twa sodasina esa te yonidraya twa sodasine. O yajamana. 7. Jinakkan pikiranmu yang murung dengan ucapan weda mantra. berbuat dalam perbuatan mulia. O suami pengusir penderitaan.2. Arwacinaduam su te mano grawa krnotu wagnuna.2. penuh keagungan dan kuat dalam pikiran harus berharap untuk keberhasilan mengandung dalam hidup ini. Yadnya mantra harus dilakukan oleh setiap kepala rumah tangga. kerjakan yadnya berumah tangga ini dengan benar dan adil. empat dan delapan Purudasmo wisurupa indurantar mahi-manamananja dhirah: Ekapadim dwipadim tripadim catuspadimastapadim bhuwananu prathantaduam swaha. pahami dengan sepenuh nalurimu. Kerjakan Yadnya berumah tangga penuh dengan Weda Mantra Yajna yajnam gaccha yajnapatim gaccha swam yonim gaccha xwaha. yang berkaki empat dan berkaki delapan. dikendalikan oleh prana. .13 7.7. Orang berumah tangga yang mulia.2. Semoga engkau berdua menyediakan kami makanan dan pakaian. tiga.75. dua. dan pemberi kesegaran dan kemajuan spiritual keturunan. A tistha wrtrahantratham yukta te brahmana hari.

Engkau sesungguhnya dilengkapi dengan sifat-sifat yang diperlukan untuk hidup berumah tangga. Ia pemberi ke enam belas sifat-sifat itu. Dalam kereta kehidupanmu berumah tangga ini. Ini adalah rumahmu.2.17 7.2. Lakukan tapa brata untuk menjalankan hidup berumah tangga. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup berumah tangga penuh sejahtera dan enam belas sifat-sifat itu. Ketahuilah permintaan kami disampaikan untuk permintaan kami. yang telah memenuhi semua tempat. Jinakan pikiranmu yang murung dengan ucapan weda mantra. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup berumah tangga penuh sejahtera dan enam belas sifat-sifat itu.18 . panjang umur.Orang yang telah kawin. mempunyai air dan kekayaan.16 7. Enam belas kala Yasmana jatah paro anyo asti ya awiweasa bhuwanani wiswa. Enam belas sifat dalam berumah tangga Yuswa hi kesina hari wrsna kaksyapra. Tayorahamanu bhaksam bhaksayami wagadewi jusana somsya trpyatu saha pranena swaha. Sesungguhnya Tuhan. melayani memberi dan kemajuan.81. memelihara tiga sinar cahaya yang cemerlang disemua ketiga zat-zat itu. Kalau demikian. pemberi rakhmat kepada seluruh dunia. Atha na indra somapa giramupasrutim cara. Wahai manusia.80. mengendalikan dan menaik. Ceritera Ketuhanan dari Weda Idrasca samrada warunasca raja tau te bhasksm cakraturagra etam. semoga kami dipuaskan dengan kekuatan. hiasilah kereta itu dengan kedua kuda pembiak itu. Upayamagrhito ‘sindraya twa sodasina esa te yonirindraya twa sodaine O pelindung harta kekayaan dan pengusir musuh. pusat penguasa yang kuat dan memberi perlindungan kepada engkau yang mulia. Engkau lengkapi dengan syarat-syarat yang diperlukan untuk hidup perkawinan. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup perkawinan penuh kesejahteraan dan enam belas ciri-ciri. kekar badannya dan cepat untuk membimbing engkau ketujuan. ucapan yang benar dan ceritera ketuhanan dari weda. engkau adalah pengusir musuh dan yang memercikan kebahagiaan laksana mengusir awan. adalah merupakan dua kuda yang dipelanai/dipasang plangka (diikat menjadi satu). Prajapatih prajaya saduamrararanastrini jyotidumasi sacate sa sodasi. kepada siapa tiada lain dilahirkan yang lebih kuasa.82.15 7.2. Ini adalah rumahmu. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup berumah tangga penuh kesejateraan dan enam belas ciriciri.

patut untuk mendapat penghormatan.2.20 7. Patut dipuji. saya memperingatkan engkau terhadap senggama dengan istri mulia orang lain. untuk mengetahui sifat-sifat hakekat api dan pelistrikan. Suami yang Tidak Beragama.83. Sukram twa sukra a dhunobyayahnane rupe suryasya rasmisu.syagnaye twa gayatrachandasam grhnamindraya tristupshandasam grhnami Wiswebhyastwa dewebhyo jagacchandasam twa O raja mulia. Upayamagrhito sindraya twa wimdha esa te yonindraya twa wimrdhe. rendahkan orang yang menantang kami. untuk mendapatkan segala sifat-sifat baik.2. tidak dapat dilanggar. saya menjauhkan engkau dari mendekati istri-istri orang lain yang dermawan. tindakan-tindakan dan atribut-atribut. Bresinam twa patmanna dhunomo. O suami yang berniat buruk. ia mencari-cari untuk melukai kami. tundukanlah musuh kami jauh-jauh.7. penuh pengetahuan.86. Madhutamanam twa patmanna dhumoni. dapat disanjung.21 7. O suami yang tidak tetap pendirian. ucapan engkau yang patut dipuji melenyapkan kebodohan kami. Eta te adhnye namani dewebhyo ma sukrtam brutat. o istri. menggairahkan. Ide rante hawye kamye candre jyote’dite saraswati. Makna dan Fungsi Gayatri dalam Weda Upayamagrhito. saya menyalahkan engkau berkali-kali untuk mengejek istri orang lain yang sangat bersenang. Saya menerima engkau. O suami . Ajarkanlah saya pelajaran yang baik untuk memperoleh sifat-sifat mulia. yang mengetahui chanda Gayatri. terkenal karena berbuat baik. O suami yang berpikir jahat. demikianlah jatuhkan (musuh) kemartabat yang rendah. saya menghentikan engkau dari istri-istri orang lain yang lemah. Kami telah menerima engkau untuk semua sifat-sifatmu itu.84.19 7.2. Untuk memperoleh sifat Mulia. dapat dikasihi.2. Kami mendesak engkau untuk memberi kami kebahagiaan dan melenyapkan musuh-musuh kami. Kukunananan twa patmanna dhunomi. O suami yang tidak beragama. pemberi kesenangan. yang menjelaskan chanda Jagati. Ini semua adalah nama-namamu. O jenderal. yang mengetahui Weda. Yo asmam (2) abhidasatyadharam gamaya tamah. Weda Mengajarkan azas demokrasi Wi na indra mrdho jahi nica yaccha prtanyatah. terpuji. Sebagaimana matahari melenyapkan kegelapan. Bhandanamtwa twa patmanna dhumoni. Tindakan engkau ini adalah aturan permainan rahasiamu. Chanda Anustup adalah gurumu.85. Kami menerima engkau dilengkapi dengan kekuatan untuk memberi kebahagiaan dan mengusir musuh kami. Saya menerima engkau. madintamanam twa patmanna dhumoni.

23 7. O suami yang bodoh. Sama Weda samhita memiliki 16 kitab upanisad. saya melarang engkau melakukan senggama pada waktu subuh dan waktu matahari memancarkan sinarnya. bramanistha param brahmanwesamana esa ha wai tatsarwam waksyatiti te ha samitpanayo bhagawantam pipaladam upasannah. berjumlah 108 buah yang dibagi atas empat kelompok besar menurut jenis Sruti: 1). Catustriduamsattantawo ye wiatnire ye iman yajnaduam swadhaya dadante. memberi makan dan memelihara Tubuh. Saya mempersatukannya dengan cekatan fungsi-fungsi dan kewajiban mereka yang berbeda.2. putra Bharadwaja. putra Katya. Indrasca maturrasca krayayopotthito’surah panyamano mitrah krito wisnah sipiwista urawasanno wisnurnarandhisah.yang berhati batu. saya memisahkan engkau dari istri-istri orang lain yang berbicara manis. membawa kayu api untuk yadnya ditangan mereka. Prasana Upanisad adalah Upanisad dalam kelompok Atharwa Weda. Atharwa Weda samhita memiliki 31 kitab upanisad. Seluruh kitab upanisad dan Aranyaka. Mereka menyangganya dengan memberi makanan. keenam (putra dari enam Rsi) semuanya tan patuh penganut Tuhan (Yang Maha Esa). Tiga puluh empat dalam yadnya didunia ini. bersahabat dan melingkupi semua benda-benda. sukesa ca gargyah kasusalyascaswalayane bhargawe waidarbhih kalbandhi katyayanas te haite brahmapara. Ketahuilah Tuhan olehmu. Dhananjaya.87. . pergi bersama kepada Resi Pilpalada.25 7. saibyas ca satyakamah. Tesan chinaduam samwetaddahmi swaha dharmo apyetu dewan. 2). angin dan awan. Kausalya putra Aswala. Rg weda samhita memiliki 10 kitab upanisad. cucu Surya. putra Sibi. Yayur Weda samhita memiliki 51 kitab Upanisad. Ketahui ia.88. Prasana Upanisad. bermaksud hendak mencari ilmu Ketuhanan yaitu dengan cara menanyakannya kepada Resi Pilpalada pertanyaan tentang hal itu berharap bahwa beliau akan menjelaskannya.2. selalu bersinar cemerlang dihadapan kita dan mahir dalam fungsi tugas-Nya.89. 4). Satyakarma. Wayu Dananjaya yang patut dipuji.2. Penciptaan dan Penguasa.22 7. Gargi. O orang-orang yang terpelajar memahami. ada dalam jiwa kita.2. yang penuh kejantanan.24 7. Tiga puluh empat Penyangga Yadnya. memuat enam macam pertanyaan yang isinya sebagai berikut: Sukses ca bharadwajah. Sekesa.90. Semoga yadnya ini dikendalikan oleh yang terpelajar. untuk keberhasilan dalam transaksitransaksi dalam penggunaan listrik. 3). Bhargawa dari daerah Waidharbhi Kabandhi.

berkeinginan lahir anak-anaknya. Atheme anye u pare wicaksanam sapata cakre sadara ahurapitamiti. dimana Jiwa tidak akan kembali lagi melainkan mencapai moksa.Tasmai sa Howaca prajakamo wai prajapatih sa tapo’tapyata. Maso wei prajapatistaya krisna paksa ewa rayih. mereka yang sesungguhnya akan mencapai Suryaloka yaitu tempatnya sang cahaya atau Adityaloka yang berada di atas prana (kehidupan). sayur-sayuran. rayiwa atat sarwam yan murtacancamurttan ca Tasman murtirewe rayih. hujan. Tuhan. termasuk badan jasmani dan semua mahluk. Ini adalah nirodha atau tujuan dan sebagai petunjuk tentang ini ada sloka sebagai berikut: Pancapadam pitaramdwadaksaktrimdiwa ahuh pare arddhe purisinam. Rayi sesungguhnya aspek matahari yang tampak. panas. rerumputan dan seterusnya) dan disebut Pancapadam (berkaki lima) sebagai penyebab adanya empat musim dan disebut Dwadaksatri karena penyebab adanya dua belas bulan dan adanya bahkan jauh disebelah bulan dan bintang-bintang. bebas dari rasa takut dan sebagai rakhmatnya yang tertinggi. Penguasa atas segala makhluk yang ada. suklah pranas tasmadete rsyah sukla istam kurwanti itara itarasmin. yaitu zat baik yang tampak dan yang tidak tampak. lebih jauh dengan menjadikan kekuatannya dan melakukan karma yang benar dan dari padanya telah diciptakan dua pasangan badan yang berbeda. Sesungguhnya matahari adalah sumber dari semua hidup (prana) dan bulan sesungguhnya adalah rayi. buah. Namun ada pula orang bijak yang lain mengatakan ia yang duduk diantara tujuh kereta yang mulia (karena ada tujuh macam sinar) yang ditopang oleh enam jerujinya (karena penyebab timbulnya enam macam musim). bramacari. mengenal dirinya dengan cara pengetahuan yang benar pergi melalui utara yana. ity etan me bahudha prajah karisyata iti. parayanam etasmanna punarawarttanta ityesa nirodhastadesa slokah. Musim semi. dimana jiwa bebas dari ikatan akhir dan mati. Sesungguhnya matahari disebut Pitara karena memelihara semua mahluk yang ada termasuk pohon-pohon. iman (dalam kebesaran dan kepada Tuhan). . Aditya hawai prano rayirewa candramah. dan dingin. sa tapastatwa sa mithunamutpadayate Rayilmca pranam ca. dengan memberi hidup kepada mereka sehingga mungkin kemudian mengembangkan dan memberi kelahiran pada makhluk-makhluk selanjutnya dari berbagai macam menurut jenisnya. Mereka yang mencari Tuhan dengan cara tapa. Etadwai pranamayatanametad amrta-mabhyametat. Athottarena tapasa brahmacary ena sraddhaya widyayatmanam awisyadityamabhijsysnte. Ia (Pipalada) menjawab kepada penanya Kabadhi sesungguhnya. kekal abadi.

manokrtena yatyasmin sarire. pikiran dan sebagainya) tidak dipercaya kepada prana. yayur Weda. Te’sraddadhana babhuwuh so’bhimanadurdhwamutkramata iwa tasmannukamatyathetare sarwa ewotktramate tasmanisca pratisthamane sarwa ewa pratisthante yadyattha maksika madhukarara janam utkramatam sarwa ewotkramante tasimin pratsithamane sarwa ewa pratisthanta ewam wad manascaksuh srotranca te pritah pranam sturwanti. Ara iwa rathanabhau prane sarwan ksatram brahmaca pratistham. atraitadekasatam nadinam tasam satam satamaikasyam dwasaptatirdwasaptatih prati sakhanadisahasrani bawanyasu wynas’carati. dalam hal ini. Sama Weda (dan Atharwa Weda) dan dari itu orang dapat melkukan maha yadnya atauy orang-orang bijaksana dan terpelajar. melihat itu (prana) bergerak keluar. Karena itu para resi melakukan ista yadnya pada masa sukla paksa. telinga. Persis seperti semua kembang mengikuti permainannya dan berhenti dimana dia berhenti atau duduk. . Melalui prana dan pengendaliannya itu orang dapat belajar Weda sendiri. prana tampak bangkit dengan nagga (karena dipersilahkan) seakanakan pergi meninggalkan badan itu. Jiwa menetap dihati dimana didalamnya terdapat seratus syaraf. mata. dengan mana yang terakhir. ibarat bayang-bayang mengiktui badan. mis Rg. rco yajudwamsi yajnah Ibarat jeruji dipasang pada porosnya roda sebuah kereta demikian pula halnya segala sesuatu ditetapkan dan digantungakan pada prana. telinga dan pikiran semua senang dan mulai memuji prana (sebagai pemimpin dan menyangga yang sebenarnya dan pemulihan tubuh). Ia memasuki tubuh ini sesuai dengan pikirannya baik atau buruk perbuatan. karena dari lima belas hari raya (memberi hidup kapada materi) sedangkan lima belas dari yang terang adalah prana. tetapi ketika prana beristirahat. Dapat memperlihatkan kebijaksanaannya yang bear atau sesorang tentara dapat memperlihatkan keberaniannya yang mengagumkan.Bulan disebut juga prajapati. Yang dikatakan Dewa-dewa (dalam badan. Atmana esa prano jayate. Yathaisa puruse chayaitasminnetadtatam Prana ini dilahirkan (karean alasan) dari atma (jiwa). mata. Hady hyesa atma. yang lain juga beristirahat. demikian prana terikat pada atman. sedangkan yang lain-lainnya melakukannya pada waktu kresna paksa. itu adalah Prana bergerak melalui kesemua itu.Weada. demikian semua dewa-dewa yang disebut dalam badan itu tergantung dan mengikuti prana ini. dan Wayana. Pada saat itu sang lidah. mis lidah. masing-masing lagi dibagi memiliki dua ribu sub cabang yang lebih kecil.

Dhiyo yo nah pracodayat. Kami menjumpai Saraswan sebagai laki-laki yang tak beristri mengingini istri. Adruha dewau warddhete. Semoga ia mengilhami doa kami. Yunjnti bradhnamarusam caratam pari tasthusah. bertambah kuat. Tsbysntsrs yadakasah sa samano wayurwyanah. Kedua Dewi. Syair : Gayatri Janiyanto nwagrawah putriyantah sudanawah. satu disebut sumsumna melalui mana jiwa digerakkan keatas Udana dan dari situ keluar dari badan berbagai tempat yang berbeda. sedangkan Wayu menarik dan menambah nyawa seseorang.Athaikayordhwa udanah punyaina punyam papanubhabhabhyamewa mnusyalokom. Kemudian bumi menarik dan menambah apana seseorang.2. surga. . Semoga kami memperoleh kejayaan yang luar biasa dari sewa Sawitar. Dengan langit yang menhujani dan banjir yang melanda. Penguasa atas banjir itu turun dalam embun.27 7. neraka atau kedunia manusia masing-masing menurut perbuatan mereka. yaitu penglihtan. demikian mereka mencapai kekuasaan itu. Matahari sesungguhnya terbit dalam bentuk prana luar. Mahi wa ksatratam dewesu. Saraswati telah memperoleh pujian kami. Sangat luaslah kekuasaanmu diantara Dewa-Dewa itu. memberi hidup kesemua mahluk. Resi Wasistha. Sesungguhnya ia tersayang ditengah-tengah alirannya air yang tersayang. Kedudukan tertinggi telah mereka capai. Rocanre rocana diwi. Saraswati stomyabhut.26 Prana Alam semesta: Aditya ha wai bebyah wai bahyan prana odayatha hyenam caksusam pranamanugrhnanan. Tatsawiturwarenyam bhargo dewasya dhimahi. dengan mana mata dapat hidup. Dengan hati-hati menundukkan hukum dengan hukum.91. Sebagai orang-orang yang maha pemurah menginginkan putra. Karena itu tolonglah kami mencapai kerjayan itu kekayaan rakhani dan jasmani. tidak penipu. Rtamrtena sapantesiram daksama cate. Wrstidyawa rityapesaspati danumatyah. Dewata: Saraswan. Brhntam garttamacate. tujuh saudara perempuan rindu akan cinta mendalam. saraswatam hawamahe. Prthiwiwyam ya dewata saita purusasya-panamawas. Ta nah caktam parthiwasya moharayo diwasya. lokam nayati. Papena Keluar dari banyak macam urat syaraf itu. Uta nah priya priayu saptaswasa sujusta.

sangat bijaksana dalam yadnya. Dhiya cakre warenyo bhutanam garbhama dadhe. O manusia diciptakan bersama dengan pajar. Gayatri Twamagne yajnanam hota wicwesam hitah. Gayatri. Ia dibuat oleh pikiran. Hota dewo amatyah purastadeti mayaya. Mendorong para umatnya maju. Karena. dengan suara merdu dilagukan untuk kami.Mereka yang berdiri disekeliling Dia. Luar biasa. Tuangkan cairan itu. Coklat. engkau menegtahui langsung jalan-jalan itu dan cara-caranya. Persembahkan cairan itu kepada banteng itu. Dewebhirmanuse jane. A dewanwaksi yaksi ca. pendeta Hotar. Te janata swamokyam sam watsase na matrbhih. Ketum krnwannaketawe peco marya apecase Samusadbhirajayathah. Wipro yajnasya sadhanah. Cona dhrsnu nrwahasa. Dengan demikian. Rasa dadhita criyam rodasyorabhi criyam. Barhaspatyo Bharadwaja. ia jalankan perbuatan yang sakti. Daksasya pitaram tana. Wettha hi wedho adhwanah pathacca dewanjasa. Mitho nasanta jamibhih. berani yang membawa Pahlawan seterusnya. Agni Dewata. Kuat. Sesungguhnya. Waji wajesu dhiyatedhwaresu pra niyate. Resi Haryata Pragatha. Pendeta yang menyempurnakan upacara. dan Dewata. upacara yadnya yang mulia. susu yang dipanaskan yang mempercepat menuju kepada surga dan umi. Ia dipimpin selanjutnya dalam upacara suci. dengan kekuatannya yang ajaib ia menuntun kejalan itu. Sa no mandrabhiradhwere jihwabhiryaja mahah. . Agne yajnesu sukrato. sebagai pengatur. Resi. Dewata Agni-Dewa. Yunjantyasya kamya hari wipakasana rathe. kuda yang kecoklat-coklatan dengan menggarakkan abah-abahnya yang kemilau. Pada dua sisi kreta mereka pasang dua ekor kuda coklat yang ia sayangi. Kekal abadi. Oleh para DewaDewa diantara suku-suku manusia. Widathani pracedayan. Ia yang Maha Tinggi adalah kekauatan yang aktif. Engkau buat sinar itu dimana cahya itu tiada dan membentuk wujud dimana wujud itu sendiri tidak ada. engkau telah dijadikan Hotar itu pada setiap yadnya. dewata Agni-indra. A sute sincata criyam rodasyorabhi criyam. Rasa dadhita wrsabham. Benih ciptaan yang ada telah saya peroleh. O agni. membawa para Dewa dan memujinya.

Saya dilahirkan seperti Matahari itu. Gayatri. O Agni. Aham pratena cusmamiddadhe. Indra. Yatrabhi samnawamahe. hormat. sanim gayatram nawyamsam. Agni. Agne dewessu pra wecah. Dan ini lagu kidung kami yang baru.Ini yang mengetahui tempat tinggal mereka. Ciksa waswo antamasya. Mereka datang bersama keluarga mereka. Yenedrah Dengan mengikuti kebiasan dahulu. Bagian harta yang ada diantara (kami). dengan lagu. yang bersenjatakan guntur. laksana anak lembu disisi induknya. . begitu ia dikenal. Dari Bapak saya memperoleh pengetahuan yang dalam mengenai hukum yang abadi. Raja orang-orang pembrani. yang merah ada pada rumput suci. Sunum satyasya satparim. Cunahcepa Ajigarti. Upa srakwesu bapsatah krnwate dharunam diwi. Resi Priyamedha Anggirasa. kerahim Engkau mengatakan keberuntungan kami yang baik kepada Dewa-dewa. mereka buat makanan pengganggu di surga. Dan Indra sendiri mendapatkan kekuasaannya dari padanya. gayatri. Gayatri. Imamu su twa. sapi-sapi pada mengeluarkan susu bercampur madhu. Ahamusya iwajani. saya memperindah nyanyian-nyanyian saya sebagai Kanwa. Ye twamidra na tustuwur rsayo ye ca tustuwuh. dewata indra. Indaya gawa aciram duduhse warjrine madhu. Mamedwardhaswa sustutah. Aha middi pituspari medhamtasya jagraha.ala. Wibhaktasi citrabhano sindherurma apaka a. Putra kebenaran. Yatsimupahware widat. Sadyo dascusa ksarasi.as. Dewata Surya-Indra. yang maha mulia. Terpuji. Abhi pra pra gopatim girendramarca yatha wide. janmana girahcumbhami kanwawat. dekat. Dewata Agni. bagian harta yang sangat dekat kepada kami. Melalapnya dengan taring-taringnya yang serakah. Engkau mengatur pahala-pahala itu. Indre agna namah swah. Resi Watsa keluarga Kanwa. Bila mereka didapatkan ada dalam ruang bawah tanah? Resi. Untuk Indra. Berilah kami bagian harta kekayaan yang sangat tinggi. Kuda-kuda yang coklat telah dikirim kemari. Untuk Indra . A harayah sasrjrirerusiradhi barhisi. Ano bhaja parameswa wajesu madyamesu. penjaga sapi. seakan-akan gelombangnya sindhu Engkau mengalir cepat menuju pemuja. Diama kami nyanyi bersama nyanyian-nyanyian kami. cahaya.

suci dan kudus. Wicwasu prtsu dustaram. Tam no hinwa maghattaye. Dewata-Agni. Dewa-Agni.Adapun juga yang Maha Resi tidak pujikan. Awa no agna utibhirgayarasyaprabrahmani. O sinar yang cemerlang. Agung dalam yadnya. Resi Gotama keluarga Rahugana. yang cemerlang. rakhmati kami dengan bantuan Engkau. Kami mengharapkan engkau mandi dalam mentega. Minyaki lubang itu olehmu. putarkan roda itu. Agni. Dewa.Agni. Resi. O. harta untuk menujang kami seterusnya. Tam twa ghrtasnawimahe citrabhano Dewam a witaye waha. Bawakan kami harta yang dikuasai terus. dipuji dalam semua doa kami. O Agni berilah kami harta yang pasti. kami telah menghidupkan engkau. dengan sinar cahyamu dan indahmu yang menyedapkan. O Agni. Gayatri. Bawalah olehmu Dewa-dewa dan memuji mereka. Angdhi kham wartaya pawim. Tak pernah terkalahkan dalam setiap pertarungan kami. Agni. siapakah yang mengawasi matahari? Bawalah dewa-dewa itu pada upacara ini. Semoga nyanyi-nyanyian kami mempercepat Agni maju laksana armada melaju dalam perlombaan. penerima pesta atas persembahan. Bila kidung dinyanyikan seterusnya! Ano agne rayim bhara sastrasaham wareyam.Agni. Dan kami akan menang tiap hadiah melalui dia. Yaya ga akaramahai senayagne tawotya. Agne brhantama-dhwere. Rakhmatmu menyebakan kami dapat hidup. Tena jesma dhanamdhanam. Indra. atau telah memuji Engkau bertambah pula kekuasaan itu oleh pujian saya. Gayatri. . Resi Atreya. Limpahkan rajmat melalui kebajikanmu. pasukan yang banyak dimana kami akan mendapat Sapi untuk diri kami melalui pertolongan Engkau. Mardikam dhehi jiwase. Agne sthuram rayim bhara prthum gomantamacwinam. Agne pawaka rocisa mandraya dewa jihwaya. harta yang banyak dalam bentuk kuda dan sapi. Agni. Gayatri Agnim hinwantu no dhiyah sapti macumiwajisu. kekayaan. Resi Ketu Keluarga Agni. A no agne sucetuna rayim wiswayu pasacam. Agni yang patut jadi pilihan kami. A dewan waksi yaksi ca. Witihotram twa kanwa dyumantamsmami-dhimahi. Kirimkan itu kepada kami untuk mendapatkan harta. Wicwasu dhisu wandya.

Agne didyatam brhat. Waruna. Twam hawismanta idato. Apam retamsi jinwati. Resi wiswamitra Gathina. Agneketurwisamasi presthah crestha upasthasat. bahkan laksana kuda yang membawa para Dewa. Keluargamu.ajarama suryam rohayo diwi. dewata Agni. Sahabat yang engkau paling sayangi. Bodha stotre wayo dadhat. Ko ha kasminnasi critah. pada upacara yadnya yang besar. Bawalah mitra. tersayang. tingkatkan sinarmu. yang kuat. Ircise waryasya hi datrasyagne swah patih. Agne yaksi swam damam. Manusia dengan persembahannya berharap kepadanya. . Agni. bintang yang nanjak kelangit. Sakha sakhibhya Idah. mendapatkan perlindungan dari pada engkau. Agni. Agnirmyddha diwah kakutpatihprthiwya ayam. Kemari. Dadhajjyotirjanebbah. bersemayam ditempatmu. O Agni. pada rumah engkau. Agni adalah kepala dan tinggi disurga. Agni? Siapa yang menghormati dengan yadnya? Kepada siapa tanggungjawabnya? Siapa Engkau itu? Twam jamijananmagne mitro asi priyah. Yaja no mitrawaruna yaja dewam rtam brhat. Gayatri. indah dan mulai. Resi Warupa Anggirasa. Agni. suci dan agung. pada manusia Agni. Stota ayam tawa carmani. menguasai hadiah-hadiah terpilih. Menanjak keatas. Samagniridhyate wrsa. Sinar cahayamu. dinyatakan dengan baik. Idenyo namasyastirasmamsi darcatah. Engkau telah membuat matahari. Udagne cucayastawa cukra bhra janta irrate. penyanyimu. Tawajyatimsyarcayah. bawalah Dewa-dewa itu. Resi Gotama keluarga Rahugana. Bawalah mereka. Jumpai untuk dihormati dan dimohon. Memberi rakhmat sinar kepada manusia. pijar ditempat tinggi. Engkau adalah sinar cahaya bagiu manusia. Melihat penyanyi.Agne naksatra. Sahabat yang sahabat dapat diharapkan. Wrsnam twa wayam wirsan wirsanah samidhimahi. Kaste jamirjananamagne ke dacwadhwarah. Ia percepat benih-benih air itu. O Agni. memperlihatkan dalam indahan melalui kesusraman. Wrso agnih samidyate acwa na dewa wahanah. Gayatri. memberikan dai hidup. Semoga saya. Sesungguhnya Agni dewa cahaya. Dewata-agni. Siapakah keluargaan pada manusia. terbaik. Ia juga adalah penguasa dunia. Dewata Agni. Angi kuat dinyalakan baik. gayatri.

Agnir yatrabhimathyate wayur yatradhirudhyate semo yatratiricyate tatra samjayate manah. semoga Dewi Sawitri berkenan memanifestasikan cahaya universal yang tidak terbatas itu untuk kesempurnaan kita.Kami akan menyalakan Engka.. Yuktena manasa wayam deasya sawituh sawe suwargeyaya saktya. pikiran dan intleknya. bercahaya sangat agungnnya.2. dan Air Soma dituangkan dengan tepat pada Piala Ritualnya. Yuje wam brahma purwyam nabhir wisloka etu pathyewa sureh srnwantu wiswe amrtasya putra a ye dhamani diwyani tastuh. .setelah melihat Dewa Agni.berkenan memberikan sinar terangnya kepada bumi. Yuklwaya manasa dewan suwaryato dhiya diwam brhaj jyotih karisyatas sawita prasuwati tan. Puja dan puji kami persembahkan kepada Dewi Sawitri yang maha bijaksana. seperti yang telah diucapkan oleh orng-orang suci yang bijaksana. yang menempati sorga sebagai tempat tinggalnya. Pemujaan Sawitri Yunjanah prathamam manas tattwaya sawita dhiyah agner iyotir nicayya prthiwya adhyabhacat. Yunjate mana uta yunjate dhiyo wipra wiprasya brhato wipasitah. dan intlek. yang kuat. Dengan berkah dari Dewi Sawitri yang bersifatuniwersal. Puja dan puji kami persembahkan kepada Brahma yang paling kami muliakan. dimana Api. yang mengetahui gerak-gerik semua mahluk yang untelligen. yang memperkuat kami. Engkau Agni. untuk memperoleh kesunyataan. Wi hotra dadhe wayunawid eka in mahi dewasya sawituh paristutih..406) 7. dinyalakan dengan lembut. kepada Brahman.92.Sang Api yang bersinar. . Semoga doa dan puji kami. semoga Dewi Sawitri. yang berjalan dijalan yang benar. dapat memperoleh kekuatan untuk mencapai surga. semoga Jiwa kami menjadi sempurna. dapat didengar oleh Brahma.1979:37. kami pahlawan. yang hanya secara sebdirian saja mampu mengatur yadnya yang diselenggarakan oleh para Brahmana (weda) yang telah mengkonsentrasikan indra-indra.Sang Surya yang sedang muncul dicakrawala itu. (Puja. semiga kita dengan melakukan konsentrasi pikiran. dimana Angin yang kencang diredakan. Oleh Prajapati. . Dengan pelaksanaan Yadnya. yang bersinar-sinarnya tidak terbatas yang meliputi segala sesuatu. pikiran. Dengan mengkonsenkan indra-indra. Dengan mengkonsentrasikan indra-indra pikiran dan intlek. serta oleh Putera-Putera dari Yang maha Abadi.

orang-orang bijaksana dapat mencapai yang menjadi tujuan dengan hasil baik. Dengan berkah dari Dewi Sawitri. yang telah dilakukan sebagai tradisi sejak jaman dahulu kala. dengan indra-indra dan pikiran dikalahkan oleh Hati yang murni. leher. mengalahkan keinginan rendahnya. Dustawa-yuktam iwa waham enam widwam mano dharayeta pramatah. marilah kita laksanakan Upacara Persembahyangan Brahman. yang teduh dengan pohon-pohon yang rindang. Apabila tingkah laku kita sehari-hari didasari dengan prinsip-prinsip persembahyangan tersebut. Orang yang telah melaksanakan ajaran-ajaran Yoga. Tritunnatam sthapya samam sariram hrdindriyani manasa samniwesya. dan suara-suara yang terdengar hanya yang menyenangkan pikran. bebas dari batu-btu krikil. yang ciri utamanya Latihan Konsentrasi Pikiran. dapat mengarungi samudra kehidupan yang dahsyat. dan kepala. maka Jalan Kehidupan kita akan terbebas dari ikatan hasil Karma yang pernah kita lakukan. berkeadaan tegak lurus. sesuai dengan ketentuan Ajaran Yoga. dan kita dijauhkan dari terkena penderitaan. Dengan persyaratan meditasi yang demikian itu. Dalam melakukan meditasi untuk dapat dengan Tuhan Yang Maha Esa. apa bila telah berhasil. Same sucau sarkawa sakara wahni waluka wiwarjite sabda jalasraya dibhih. yang gelombang-gelombangnya menakutkan itu. Pranan prapidyeha samyukta cestah ksine prane nasikayo’ cchwasita. yang dekat dengan air. . hendaklah dipilih tempat yag suasananya murni. Brahmodupena pratareta widwam srotamsi sarwani bhayawahani. yang mula-mula tampak dengan mata batinnya adalah munculnya Brahman. Dengan membiasakan diri bersikap meditasi yang baik. yang bebas dari pandangan yang menyakitkan mata. Namo’nukule na tu cakcu pidane guhe niwatasrayane prayojayet. jika dilakuakn dalam gua. bebas dari api. orang-orang yang bijaksana dengan ber-Perahu-kan Brahman. Etani rupani purussarani brahmany abhiwyaktikarani yoge.Sawitra prasawena juseta brahma purwyam tatra yonim krnawase na hi te purtam aksipat. bebas dari debu. hendaklah telah diubah dan tepat untuk bertapa brata. Dengan kemampuan menguasai indra-indranya. dan dengan mengatur pernafasannya. Nihara dhumarkanilanam khadyota-widyut-sphatika-saninam. dada. orang-orang yang bijaksana mampu mengendalikan pikiranya seperti seorang kusir kereta yang mahir mengendalikan kreta-kreta kudanya yang liar. yaitu ketiga tubuh bagian atas. serta kedudukannya tepat dengan bagian-bagian tubuh lainnya. yang terlindung dari angin yang keras.

yang dari tertutup tanah. Lagutwam arogyam alolupatwam warna –prasadam swara-sau-sthawam ca. penglihatan surgawi. yang penuh warna aneka ragam yang sangat indah. masa tua. dan jarang buang air besar maupun air kecil. halilintar. Yathaiwa bimbam mrdayo’paliptam tejomayam bhrarajate tat sudhantam. rasa sakit dan kematian. memiliki wajah yang simpatik dan berwibawa. kristal dan bulan. mampu mencium bau-bau harum. pengecapan surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada ujung lidah. yang semula ditutupi oleh awan ketidaktahuan yang gelap. lalu dia dapat manunggal dengan Tuhan Yang Maha Esa (Brahman) serta bebas dari terkena penderitaan. berkepribadian yang mantap. apabila orang telah dapat membakar badannya dengan api meditasi. sehat. dan pendengaran surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada langit-langit di atas lidah. pikiran tidak ternodai dengan keinginan-keinginan rendah. telah membangunkan kesaktian-kesaktian Yogaprawtti penciuman surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada ujung hidung. matahari. perabaan surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada bagian tengah lidah. Setelah orang dalam melakukan meditasi telah mencapai titik dimana dia telah dapat menyadari dan menghayati tentang sifat Dirinya Ynag Sejati. udara dan ether. Apabila kesaktian Yogaguna dalam tubuh seorang Yogi. Yadatma tatwena tu brahm-tattwam dipopamene’ha yktah prapasyet ajam dhruwam sarwa tattwair wisuddham jnatwa dewam mucyate sarwa pasaih. menjadi halus tutur bahasanya. Hasil pertama dari meditasi. badan menjadi ringat. . dengan jalan memusatkan pikiran pada pangkal lidah. setelah orangnya menyadari dan menghayati sifat Dirinya Yang Sejati. Prthwyapryatejo’nilakhe samutthite pancmake yo-gune prawrtte. dalam orang mempraktekkan yoga. Na tasya rogo na jara na mrtyuh praptasya yogagnimayam sariram. Gandhas subho mutrg-purisam alpam yoga prawrttim prathamam wadanti. Tad watmatattwam prasamiksya dehi ekah krtartho bhawate wita-sokah. berkat latihan-latihan meditasi. yaitu keberadaan sifat-sifat Brahman yang tidak terlahirkan. api. bebas dari penyakitpenyakit. diprolehnya kemampuan dapat melihat berbagai warna yang indah dan bersinar-sinar. maka dia terbebas dari semua ikatan-ikatan. yaitu yang berhubungan dengan unsur: tanah. maka orangnya tidak lagi terkena sesuatu penyakit. setelah dibersihkan menjadi mengkilat dan mengeluarkan sinar yang berkilaua-kilauan. adalah berupa dicapainya keadaan-keadaan. angin. Seperti segumpal emas atau segumpal perak. air. cahaya.yang berwujud sebagai kabut. tetai yang manifest sebagai sebuah Cahaya yang amat terang benderang. yang sifatnya abadi yang bebas dari ketidaktahuan. Keaktian-kesakstian tersebut dicapai. kunang-kunang.

dan akan terlahirkan kembali. Dia telah dilahirkan. widya/sidye nihite yatra gudhe ksaram tw awidya hy amrtam itu widya. (Sudiarto. dan mengawasi kelahiran itu. itu seperti seorang Maha Dewa. widyawidye isate yas tu so’nyah. Dia diberi dibelakang semua mahluk. Kemudian setelah datang saat penciptaan berikutnya. diciptakan kembai alam semesta dengan semua isinya. yang belum manifest. mencapai Pengetahuan Suci dan melenyapkan ketidaktahuan. Ekaikam jalam bahudha wikurman. yang telah memasuki Alam Semesta. seorang Maha Yogi yang telah mencapai Kesempurnaan. lalu setelah tiba saatnya menarik kembali Jala-Nya. hendaklah orang-orang mengontrol keduanya. yang ada didalam pohon-pohonan. karena Dia mampu mengambil wujud yang beraneka jenis. serta berlaku sebagai Saksi atas keduanya. yang menjadi Sang Maha Pengatur atas benih dan semua bentuk yang ada dialam semesta ini. G Pudja.Esa ha dewah pradiso’nu sarwah purwo hi jatah sa u garbe antah. mampu melihat makhluk di mana pun dia berada. Pengetahuan Suci bersifat Abadi. asmin ksatre samharaty esa dewah bhuyah srstwa patayas tathesas sarwadhipatyam kurute mahatma. sampaikanlah penghormatanmu! Pujalah Dia!. Yo yonim adhitisthaty eko wiswami rupani. yang ada didalam Api. Sa ewa jatah sa janisyamanah pratyam janamis tisthati sarwato-mukhah. yonis ca sarwah rsim prasutam kapilam yas tam arge jnair bibharti jayamanam ca pasyet. . terdapat Pengetahuan Suci dan Ketidak-Tahuan. Yo dewa’gnau yo’psu wiswam bhuwanam awiwesa. Dia terlahirkan yang pertama kalinya didalam rahim Hiranya Garbha. Dia mampu berada didalam diri semua mahluk. Pada Brahman Yang Maha Esa Abadi dan tidak terbatas itu. yang ada didalam Tanaman Obat-Obatan yang tumbuh setiap tahun. Untuk mencapai kesempurnaan. dan Brahman berperanan kembali sebagai Yang dipertuan Yang Maha Agung atas alam semesta. Sarwa disah udhwan ewam sa dewo bhagawan warenyo yoni-swabhawan adhitisthaty ekah. Kepada seorang Maha Yogi yang seperti seorang Maha Dewa. Hanya dia yang merupakan satu-satunya nyata. Di arena Maya. yang Kesempurnaannya meliputi semua Alam. serta mampu melihat ke segala penjuru. Beliaulah yang seakan-akan seorang Ibu. ya oshadisu yo wanaspatisu tasmat dewaya namo namah. kepada Maha Yogi ini. Sesungguhnya Dia. yang dari dalam pikiranNya melahirkan Putera yang bijaksana. 1992:20-27) Dwe aksare brahma pare tw nante. sedang Ketidak-Tahuan bersifat tidak abadi. Brahman setelah dengan berbagai cara melemparkan Jala Beliau. ada didalam Air. yang ada didaerahdaerah Hutan.

Pengetahuan Suci tentang sifat-sifat Brahman itu disimpan secara rahasia didalam kitab-kitab suci Weda dan Kitab-Kitab Suci Upanishad. Sang Purusha menghayati kehidupannya secara berulang-ulang. Atman itu yang dapat kita bayangkan sebagai sebesar ibu jari. diatas. Walaupun demikian. Atman itu berkeadaan sebesar seperseratus ujung rambut dibagi seratus. demikian juaga Brahman yang menjdiYang DipertuanYang Maha Agung atau atas alam semesta. Dengan ditempuhnya Ketiga Jalan.Seperti Matahari yang memberikan sinar-sinarnya disudut-sudut alam. memerintah seluruh isi alam semesta dan menghidupkan benih-benih kehidupan. serta dilengkapi dengan sifat-sifat kejiwaan lainnya. yang wajib kita puja itu. Dan Beliau memasakkan benih-benih kehidupan yang ada di Alam Semesta ini. tetapi memiliki kemampuan yang tidak terbatas. Ya ca swabhawam pacati wiswayonih. Brahman secara sendirian memerintah Alam Semesta dengan semua isinya. pacyam ca sarwam parinamayed yah sarwam etad wiswam adhisthaty eko gunan ca sarwam winiyojayed yah. melakukan suatu kerja dengan mengharapan hasilnya. Walagra-sata-bhagasya satadha kalpitasya ca bhago jiwas sa wijne yas sa canantyaya kalpate. yang suci. begitu pula dilengkapi dengan sifat-sifat atau kemampuankemampuan kejasmanian. Tad weda-guhyopanisatu gudham. Agustha-matro rawi-tulya-rupas samkala-hamkara-samanwito yah buddher gunenatma-gunena caiwa aragra-matro hy aparo ’pidrstah. yang masing-masing memiliki kemiripan dengan Sang Maha Penciptanya. sekecil dari tongkat pemacu hewan. Jalan Kebajikan. Naiwa stri na puman esa na caiwayam napumsakah yad yac chariram adate tena sa raksyate. Dan Jalan Pengetahuan Suci. tad brahma wedate brahma-yonim ye purwam dewa rsyas ca tad widuh te tanmaya amrta wai babhuwuh. yaitu Jalan yang terwarnai Kejahatan. kebesaran diri dan memiliki kemampuan dapat memutuskan sesuatu. dan dibawah. Sang Purusa yang diakruniai sifat-sifat tertentu. . Para Dewa dan para Resi yang hidup di zaman dahulu telah dapat menyadari dan menghayati keberadaan Beliau didalam dirinya. serta diruang-ruang antara keduanya. dapat menegluarkan sinar yang berkilau-kilauan. sehingga mereka itu dapat memperoleh keabadian. Gunanwayo yah phala-karma-karta krtasya tasyai wa sa copabhokta sa wiswarupas trigunas tri-wartma pranadhipas samcarati swa-karmabhih. jika kita bandingkan dengan Brahman tmpak sangat kecil. serta menentukan sifat-sifat tertentu yang diperuntukkan bagi setiap jenis makhluk.

yang wujud-wujudnya tak terhingga itu. kalam tathanye parimuhyamanah. perabaan. Tetapi apabial dia sudah terbebas dari Maya dan sudah mencapai kesunyataan. yang telah mencipta alam semesta dengan seluruh isinya. maka dia dapat bebas dari semua ikatan. yang tidak bersifat material. yang masih diliputi oleh Maya. dan mengalami kedewasaannya. Atman yang berinkarnasi sesuai dengan sifat dan karmanya. Dia menjadi tampak keberadaan berbeda dari satu inkarnasi ke inkarnasi berikutnya. Siapa yang telah dapat menyadari dan mengahayati kesunyataan Siwa yang berbahagia.Atman itu tidak bersifat wanita. Dengan menggunakan kemampua. prthwapya-tejo. dengan mengambil berbagai tubuh. rupani dehi swa-gunair wrnoti krya-gunair atmagunais ca tesamyoga hetur aparo ’pidrstah. Sthulalani suksmani caiwa. pikiran. dan dengan menhayati hawa-nafsu hawa nafsu. menganggap yang menjadi penyebab munculnya segala sesuatu yang ada itu adalah Alam atau waktu. Bhawa-grahyam anidakhyam. tidak bersifat pria juga tidak bersifat banci. ye widus te jahus tanum. karean orangnya memakan makanan dan meminum minuman. maka dia akan dapat terbebas dari semua ikatan. sama seperti bahwa tubuh itu dapat mengalami pertumbuhan. yang menjadi sumber yang berjari-jarikan Enam Belas. Beberapa orang bijaksana. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan bahwa Brahman itu tidak berpermulaan dan tidak berakhir. Atman berinkarnasi secara berulang-ulang di dibeberapa tempat. Dewassyaisa mahima tu loke yedenam bhramyate brahma-cakram. serta yang meliputi dan meresapi seluruh alam semesta. sesuai dengan hasil karmanya. Anady anantam kalilasya madhye wuswasya srastaram aneka-rupam. Samkalpana-sparsana-drsti-mohair grasambhu-wrsty-atma wiwrddhi-janma karmanugany anukramena dehi sthanesu rupany abhi samprapadyate. yang menjadi penyebab munculnya exsistensi dan non exsistensi. memilih sebagai tubuh wujud yang kasar atau halus. Yenawrtam nityam idam hi sarwam. .nila-khani cintyam. jnah kalakaro guni sarwawid yah tenestitam karma wiwartate ha. penglihatan. maka dia akan mengetahui bahwa Brahman-lah yang menggerakkan Roda Alam Semesta itu. Swabhawam eke kawayo wadanti. bhawabhawa-karam siwam kala-srga-karam dewam. Wiswasyaikam pariwestitaram jnatwa dewam macyate sarwa-pasaih. Atman dpat mengambil suatu wujud makhluk yang bagaiamana pun tubuhnya.

ayng secara berulang-ulang mengadakan penciptaan dan penghancuran. Tetapi Beliau juga dapat manifest diluar waktu. Beliau yang bersifat abadi. Brahman itu berada diatas tiga bagian dari waktu: masa yang telah lalu. Denagn berhentinya aktivitas kerjanya yang demikian itu. Brahman setelah mencipta Alam Semsesta. yang meliputi dan meresapi Alam semesta. dan seterusnya. yaitu kegiatan ciptaan tunggal. dan yang Maha Mengetahui. tattwasya tattwena sametya yogam ekana dwabhyam tribir asthabir wa. Dia adalah sumber munculnya segala sesuatu. Pinciptaan Kembali. maka dia dapat manunggal dengan Brahman. bhagesam jnatwatmatwatmastham amrtam wiswa-dhama. dengan meletakkan hasilnya kepada Brahman. aklena caiwatmagunaisca ca suksmaih.Air. Masa sekarang dan Masa yang akan datang.Alam semesta dengan segala isinya. yang maha bijaksana. kegiatan penciptaan yang ketiga. dan keadaannya berbeda dari keduanya itu. yang keberadaanya ada dimana-mana. Juga kegiatan penciptaan yang berhubungan dengan waktu intelek yang halus. sebagai yang ada didalam Hati Sanubarinya. Tata karma krtwa winiwarya bhuyah. Pemeliharaan. kegiatan penciptaan yang kedua. yang memiliki semua sifat-sifat. itu adalah Maha Pengatur seluruh isi alam semesta dan memekarkan semua Benih kehidupan.Udara dan Ether itu dicipta dan dipeerintah oleh Brahman. bhawan ca sarwan winiyojayed yah team abhawe krta-karma-nasah karma-ksaye yari sa tattwato’nya. maka hal itu berarti aktivitas kerjanya behenti. kemudian menggabungkan prinsip ROH dengan prinsip ZAT. Siapa yang melaksnakan kerja sesuai dengan sifat-sifatnya. dan lebih besar dari pada Sang Waktu. Beliau adalah Sumber dari persebaban. Penghancuran. Dharmawaham papanudam. maka dia akan dapat bebas dari ikatan-ikatan. Adis sa samyoga-nimitta-hetuh paras trikalad akalo pidrstah tam wiswarupam bhawa-bhutam idyam dewam swa-citta-stham upasya-purwam. yang menjadi Yang dipertuan atas waktu itu. serta kegiatan penciptaan kedelapan. dan juga bahwa Brahman itu adalah Pencipta dan Pendukung Kebajikan serta Penghancur Dosa-dosa. serta bahwa Brahman itu menjadi tumpuan dan bergerak Alam Semesta didalam mengalami Perputaran Roda: Penciptaan. Arabhya karmani gunawitani. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan bahwa Dia itu lebih besar dari pada Pohon Alam Semesta. yang menjadi Yang dipertuan yang . Sa wrksa-kalakrtibhih paro’nyo yasmat prapancah pariwartate’yam. yang terdiri dari: Tanah. Siapa yang memuja Brahman yang menjadi Sumber dari Alam Semesta itu.

yang semisal labah-labah yang dengan benangnya yang keluar dari dalam dirinya. yang dihasilkan oleh Pradhana-Nya. yang meliputi dan meresapi seluruh bagian dari Alam Semesta. Tidak ada yang menjadi Orang-Tua ataupun Raja bagi Brahman. Sumber Pengetahuan. Brahman adalah menjadi penyebab munculnya segala sesuatu yang ada di alam Semesta ini. na tat samas capy adhikas ca drsyate parasya saktir wiwidhaiwa sruyate swabhawiki jnana bala-kriya ca. dan Kegelapan diluar diri Beliau. Kesaktian Beliau menapak dengan munculnya berbagai ragam wujud. Yang dipertuan yang Maha Agung dari semua penguasa. dan sudah ada sejak makhluk itu dilahirkan. yang mengeluarkan cahaya yang berkilau-kilauan. sa no dadhad brahmapyayam. yaitu: Kebaikan. yang paling besar dari semua yang Besar. Aktivitas. maka dia dapat menunggal dengan Brahman. yang wajib dipuja sebagai Sang Maha Penguasa atas Alam Semesta.Maha Agung atas Alam Semesta. Bahkan tidak ada sesuatu Lingga yang dapat menjadi Tanda Kehadiran Beliau di suatu tempat. yang sanubarinya manusia merupakan tempat bersemayamNya. yang merupakan inti batinya setiap mahluk. dan bersifat abadi. Eko dewas sarwa-bhutesu gudhas sarwa-wyapi sarwa-bhutan-tar-atma. . Marilah kita puja Dia Maha Raja yang Maha Agung dari semua Raja Maha yang Maha Agung dari semua Dewa. Na tasya karyam ca widyate. sehingga saya dapat amnunggal dengan Beliau. Patim patinam parastat. Brahman adalah Maha Penguasa yang menjadi Jagat-karana. widama dewam bhuwanesam idyam. yang menjadi Yang dipertuan atas tingkah laku semua mahluk. yang keberadaannya di setiap diri maklhuk berlaku sebagi Sumber kekuatan. yang keberadaannya ada pada diri setiap makhluk. na karanam karanadhipadhipo na casya kasjjanita na sadhipah. Na tasya kascit patir asti loke. Karmadhyaksas sarwa-bhutadhiwasas saksi ceta kewalo nirgunas ca. yang telah mencipta Alam Semesta ini. Tidak ada penguasa yang kuasanya melebihi Brahman. Tidak ada diseluruh alam Semesta ini tampak menyerupai Beliau atau yang mampu melebihi Beliau. na cesita naiwa ca tasya lingam. Marilah kita puja Brahman yang keberadaannya ada pada setiap makhluk. Tam iswaranam paramam maheswaram. tam dewatanam paramam ca daiwatam. Semoga Brahman. Sumber Penggerak. yang dalam memikir tanpa menggunakan pikiran. Pada diri Brahman itu tidak terdapat sebab-akibat. Didalam Alam Semesta ini tidak ada seorang makhluk yang menjadi ahli yang kemampuannya melebihi Brahman. Yas tantunabha iwa tantubhih pradanajaih swabhawatah dewa ekah swam awrnot. berkenan memberi berkah kepada saya. dan yang ketiga sifat.

sa ewagnis salile saniswitah tam ewa widitwatimrtyum eti. Namun Beliau tidak perlu secara nyata-nyata aktif melakukan aktivitas Beliau itu.Eko wasi niskriyanam bahunam ekam bijam bahudha yah karoti tam atmastham ye’nupasyanti dhiras tesam sukham saswatam netaresam. Dia adalah Maha Penguasa memerintah seluruh alam Semesta. Kiranya tidak ada jalan lain untuk mencapai Kebahagiaan Sejati. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan ini. serta adalah Penguasa atas Kesadaran yang terdapat pada diri setiap makhluk. Beliau juga adalah Penguasa Triguna. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Rahasia Agung yang tersimpan didalam Ajaran Samkya dan Yoga. Dia telah mencipta alam Semesta dengan seluruh isinya. Beliau adalah maha mengetahui. Bulan. Beliau adalah . Beliau telah menciptakan semua isi Alam Semesta dari satu benih. Di Alam-Nya Brahman tidak perlu terdapat Matahari. Beliau memiliki sifatsifat yang sempurna. Orang-orang bijaksana yang telah dapat menyadari dan menghayati kehadiran Brahman di dalam diri sanubarinya. Beliau memahami seluk-beluk ciptanNya. Beliau adalah yang dipertuan atas Pradhana. Eko hamso bhuwanasyasya madhye. Dia adalah Roh yang telah sempurna. dapat memberikan kepuasan atas keinginankeinginan yang diinginkan semua mahluk. Dia adalah paling abadi dari yang abadi. yang walaupun sendirian. Juga disana tidak perlu Halilintar atau Api. akan memperoleh Kebahagiaan Yang Sejati. dan BintangBuntang untuk meneranginya. selain melalui jalan yang telah ditempuh oleh Beliau yang berjalan di Jalan Suci itu. Karena Brahman itu berkeadaan di Alam Semesta pun menjadikan segala sesuatu di Alam Semesta ini menjadi mampu mengeluarkan sinar-sinarnya. Na tatra suryo bhati na candra-tarakam. karena Beliau hanya berlaku sebaga Maha Saksi. Nityo nityanam cestanas cetanam eko bahunam yo widadhati kaman tat karanam samkya-yogadhigamyam jnatwa dewam mucyate sarwa-pasaih. tasya bhasa sarwam idam wibhati. Tam ewa bhatam anubhati sarwam. sedang orang-orang lain belum dapat memperolehnya. Beliau adalah Roh dari semua makhluk dan adalah Sumber dari segala sesuatu yang makhluk dan adalah sumber dari segala sesuatu yang ada di alam ini. nema widyuto bhanti kuto’yam agnih. Beliau adalah penguasa waktu. Adalah Maha Pemikir dari para Pemikir. nanyah pantha widyate yanaya. dia akan terbebas dari semua ikatan. dapat terbebas dari kematian. Sa wiswa-wid tma-yonir jnah kala-karo guni sarwawidyah pradhanaksetrajna-pati gunesah samsara-moksa-sthiti-bandha-hetuh. yang bagaikan seekor Hamsa yang berjalan di dunia ini. Dia adalah semisal Matahari yang telah mampu membakar habis semua Ketidak-Tahuan.

Brahman itu tidak memiliki bagian-bagian. Walaupunorang untuk menghentikan penderitaan-penderitannya. yaitu salah satu yang tertinggi dari kempat tingkatan Diksa. bebas dari eksistensi. Sang maha Resi Swetaswatara dinyatakan sebagai yang telah dicapai tingkatan Spiritual Paramahamsa. Yo brahmanam widadhati purwam. Beliau merupakan jembatan Emas menuju ke Pencapaian Keabadian bagi makhluk-makhluk. amrtasya param setum dagdhendhanam iwanalam. Dalam melenyapkan dosa-dosa yang ada pada diri makhluk-makhluk berkeadaan sebagai Maha Api yang membakar kayu-kayu apinya. selalu menjadi Yang dipertuan atas Alam Semesta. dan yang telah memberi kepadanya Kitab-Kitab Suci Weda. Tapah-prabhawad dewa-prasadac ca. semisal memeras ether atau mengepres kulit. Beliau adalah maha Pemelihara. berkeadaan tetap diam. tidak melakukan ssesuatu aktivitasaktivitas. Melalui melakukan Tapa-Brata dan atas limpahan berkah dari Brahman. Dia yang untuk sementara menifest sebagai eksistensi. maka dia akan tidak akan berhsil. tanpa memiliki kesalahan-kesalahan. yo waiwedams ca prahinoti tasmi tam ha dewam atma-buddhi-prakasam mumuksur wai saranam aham prapadye. . sebab tidak ada seorang makhluk pun yang mampu melakukannya. Sa tanmayo hy amrta isa-samstho jnas sarwago bhuwana-syasya gopta ya ise asya jagato nityam ea-nanyo hetur widyate isanaya. jika tanpa mempelajari ilmu Ketuhanan. telah berusaha sekuat-kuatnya. Niskalam niskriyam santam nirawadyam niranjanam. saya berlindung kepada Brahman yang menjadi Penyebab dimanifesatsikanNya yang paling permulaan adalah Dewa Brahma. Untuk dapat memperoleh kebebasan Spiritual. sebagai penjaga Alam Semesta selalu waspada menjaganya setiap waktu. bersifat Maha Meengetahui. dn untuk mencpai kebahagiaan yang sejati. dan sangat dihormati oleh Resi. Yada carmawad akasam westayisyanti manawah tada dewan awijnaya duhkhasyanto bhawisyati. Atyasramibhyah paramam pawitram. prowaca samyagrsi-samgha-justam. Kebahagiaan Yang sejati hanya dapat dicapai melalui mempelajari Ilmu Ketuhanan. brahma ha swetaswataro’tha widwan. bebas dari ikatan-ikatan dunia. tetap bersifat abadi. dan maha Pelebur. waktu yang selalu menjadi maha pengatur Alam semesta. tanpa terkena noda-noda. bebas dari penderitaanpenderitaan.Penganugerah Penyebab untuk dapat bebas dari penderitaan-penderitaan.

Sweta Swatara Upanisad. hendaknya jangan diberikan kepda orang-orang yang masih belum mampu menguasai hawa-nafsu hawa-nafsunya. Brahman menempatkan langit di atasnya. ’Aku (Tuhan Yang Maha Esa) menciptakan langit dan bumi. Brahmedam anyatnaksatam brahma sat ksram ucyate. Brahman Menciptakan bumi ini. agar mereka dapat mengetahui dan dapat mengamalkan Ajaran Kitab Suci Upanisad ini. tasyaite kathita hy arthah. Brahmana bhumir wihita brahma dyaur uttara hita brahma-idam urdhawam tiryak cantariksam wyaco hitam. Isanam asya jagatah swardrsam. bersemayam pada media-media yang suci. 7. akan berwajah yang berseri-seri. Brahma jajnanam prathamam purastat Hyang Widhi Wasa adalah pertama-tama. aham rtun ajanayam sapta sindhun. Misteri yang paling dalam dan paling agung dari Ajaran Wedanta. Brahman menempatkan eilayah tengah yang luas ini di atas dan dijarak lintas. Aku menciptakan musim-musim dan tujuh buah sungai. prakasante mahatmanah. prakasante mahatmanah. Satas ca yonim asatas ca wi wah Sang Hyang Widhi Wasa memperlihatkan keaslian segalanya apakah terwujudkan ataukah tidak terwujudkan’ Ya ime dyawa jajana Sang Hyang Widhi Wasa menciptakan langit dan bumi. walaupun dia anak laki-laki kita atau siswa kita yang kita cintai. Brahma dewam anu ksiyati brahma daiwajanir wisah.2. yang ada di alam semesta. yang dengan tulus memuja Brahman dan menghormati Guru. Tuhan Yang Maha Esa bersamayam didalam wujud sebagai para dewa. isanam Indra tasthusah. Atharwaweda. Aham jajana prthiwim uta dyam. yang telah diberikan oleh Brahman kepada kita di zaman dahulu kala. (1982:53-63). Tak seorangpun mencapai kebahagiaan tanpa mengetahui Tuhan Yang Maha Esa yang bagaikan ayah. Tuhan Yang Maha Esa adalah Abadi (tak terhancurkan) dan dia adalah pelindung yang ulung.Wedante paramam guhyam purakalpe pracoditam naprasantaya datawyam naputrayasisyaya wa punah. Yasya dewa para bhaktir yatha dewe tatha gurau. . hendaknya kita berikan rahasia Ajaran Kitab Suci Upanisad ini.93. Tuhan Yang Maha Esa. Kepada orang-orang yang berjiwa luhur. yang mempercayai sepenuhnya kepada Brahman.

Orang bijaksana mengetahui Tuhan Yang Maha esa/Sang Hyang Widhi Wasa dengan sarana penebusan dosa. (Tuhan Yang Maha Esa adalah Agni (api). Engkau adalah Indra dan Mahendra) Sarwo wai tatra jiwati gaur aswah purusah pasuh. termasuk sapi betina. Surya (Matahari) dan Maha Yama (Dewa kematian) So-aryama sa warunah. So agnih sa u suryah sa u ewa mahayamah. Se ewa mrtyuh so-amrtam Tuhan Yang Maha Esa adalah (penguasa) kematian dan Tuhan Yang Maha Esa adalah kekekalan. kuda-kuda. Upo te badwani yadi wasi nyarbudam Semua bentuk yang tak terkira banyaknya dihubungkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung. Waruna. manusia. Tuhan Yang Maha Esa adalah Aryaman. . hidup bahagia. dan binatang. Yad ekam jyotir bahudha wibhati Ada satu Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung yang bercahaya. Rudra dan Mahadewa. sa rudrah sa mahadewah. Wenas tat pasyat paramam guha yat. Tuhan Yang Maha Esa tidak dipanggil yang kedua. Dia bersinar dalam bentuk yang berbeda-beda.Brahma-enad widyat tapasa wipascit. Orang Bijaksana yang suci membayangkan (memwisualisasikan) Tuhan Yang Maha esa yang berdiam dalam hati. Setiap orang. tidak yang ketiga maupun yang keempat Se esa eka ekawrd eka ewa Tuhan Yang Maha Esa adalah satu dan hanya tunggal (Esa) Sarwe asmin dewa kkrawrto bhawanti Semua para dewa menjadi satu di dalam Dia. Na dwityo na trtiyas caturtho napi-ucyate. Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Agung disembah dengan teguh untuk kemakmuran semua. Twam Indras twam mahendrah (Tuhan Yang Maha Esa. yatredam brahma kriyate paridhir jiwanaya kam.

Dia juga menggenggam atmosfir (lapisan udara yang meliputi bumi) yang luas ini. Samani yasya lomaniatharwangiraso mukham. ada didalam Sang Hyang Widhi Wasa. Dia berbahagia sepenuhnya. Kami menghaturkan persembahan (korban) ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung (Mahkluk Agung itu). yang dilarutkan. Yo bhutam ca bhawyam ca sarwam yas cadhitidthati. apakah ia dimanifestasikan (diwujudkan) ataukah tidak dimanifestasikan (tidak terwujudkan). Dia yang mengetahui benang yang saling hubungan dari alam-semesta. Regweda dan Yayurweda berasal dari Dia. baik dimasa lampau. dimasa kini maupun dimasa datang. Sa widyat brahmanam mahat. swar yasya ca kewalam tasmai iwesthaya brahmane namah. Mengenal Sang Hyang Widhi Wasa Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung. Yasmad rco apataksan yayur yasmad apakasan. Pumat purnam udacati purnam pumena sicyate Alam semesta yang sempurna berasal dari Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Sempurna. Alam semesta yang sempurna ini diberi makanan oleh Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Sempurna. Skambha idam wiswam bhuwanam a wisesa. Samaweda adalah rambut-Nya dan Atharwaweda adalah mulut-Nya. menjadi seragam dengan dia.Skambho dadhara dyawaprthiwi ubhe imk skambho dadhara-uru-antariksam Brahman yang menyokong dan menggenggam langit dan bumi kedua-duanya. Tat sambhuya bhawati-ekam ewa Brahman adalah inti (permulaan) alam semesta dan segalanya. Yah sramat tapaso jatah Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Agung disadari dengan ketekunan dan penebusan dosa. Brahman Skhamba meliputi seluruh alam-semesta. Sampasyan yati bhuwanani wiswa . Tuhan Yang Maha Esa ada dimana-mana. Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung. Asac ca yatra sac ca-antah Segalanya. Sutram sutrasya yo widyat.

dan setiap pengetahuan yang harus diajarkan. yac ca-anyad upadesyam. Tetapi dari yang paling halus dan dewata yang meliputi semuanya (yaitu Iswara atau Jiwa Agung) adalah satu-satunya obyek (tujuan) dari cinta. atau tiga kali tujuh. Bentangkanlah perlindunganMu kepada saya. bimbinglah saya. membakar. Kekuatan kehidupan manifes. tatah pariswajiyasi dewata sa mama priya. Balad ekam aniyaskam ute-ekam naiwa drsyate. Sariram brahma prawisad rcah sama-atho-yajuh. Sang Hyang Widhi Wasa memasuki tubuh manusia dan Dia menjadi raja tubuh itu.28 O yang dipertuan Atas Sabda-Sabda. semoga kekuatan- . Tuhan yang Maha Esa Yang Maha Agung (Makhluk Teragung). Semoga yang dipertuan Atas Sabda-Sabda yang menguatkan hubungan dari saya dengan diri Beliau. serta semoga saya senantiasa dapat ingat akan ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari. yang menjadi jumlah tak terhingga. yasmat prananti bhuwanani wiswa Sang Hyang Widhi Wasa menghidupkan dan menghancurkan. Segala macam zat memasuki tubuh manusia seperti misalnya kebijaksanaan. (Titib. Yo marayati pranayat. Rgweda. O yang dipertuan Atas kebaikan. semoga hari ini. datanglah kemari bersama-sama dengan Para Dewa. Samawedda dan Yajurweda. tiga dan tujuh. tetap seperti ujung-ujung busur itu didekatkan dengan ditariknya tali sekuat-kuat. pengetahuan praktis. Widyas ca wa awidyas ca. Dia adalah sumber penghidupan seluruh alam semesta. Iyam kalyani-ajara martyasya amrta grhe. Do’a agar ajaran-ajaran Suci yang dipelajari terpatri dalam sanubari Dengan pola Trisapta. semoga kekuatan-kekuatan hubungan diri saya dengan diri beliau. 1996: 169-182). menjadi semua bentukbentuk kehidupan. Yang dipertuan Atas Sabda-Sabda berkenan memberi tugas kepada saya. dan dapat menyatu dengan sanubari saya. Dewa yang kekal dan bertuah ini (yaitu Sang Jiwa Agung) bertempat tinggal di dalam tubuh manusia yang fana.Sang Hyang Widhi Wasa-Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung bergerak mengamati seluruh alam smesta Sariram brahma prawis at sarire-adhi prajapatih. Yang satu (yaitu sang Mula Prakrti) adalah bahkan lebih halus dari pada rambut dan yang lain (yaitu jiwatman atau jiwa individu) adalah tidak dapat dilihat. dan membekali saya dengan kekuatan-kekuatan yang berasal dari diri beliau.

semoga di bumi. pancaranmu mengalir deras. atau senjata-senjata lainnya. karena mengisap banyak air. karena mengisap banyak air. Yang dipertuan atas Sabda-Sabda. jauhkanlah kami dari serangan panah. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. nyanyikanlah lagu penyembuhan dengan terompet gelagah yang menggetarkan irama merdu. pancaranmu mengalir deras. anugrah dari Parjanya dan kami mengetahui dengan baik. demikian juga smoga batang gelagah itu menjadi penghalang penyakit dan pengaruhpengaruh jahatnya. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. atau tombak. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. dengan kekuatan dari Beliau itu. . yaitu bumi dengan banyak aspek-aspeknya. O Penarik tali busur kehidupan yang mahir. Kami mengetahui gelagah SangAyah. Pada saat-saat Sang Lembu sedang membelai pohon-pohon. anugrah dari Mitra. anugrah dari Waruna. O Indra. semoga di bumi. pancaranmu mengalir dengan deras.kekuatan itu dapat selalu berada didalam diri saya senantiasa dapat ingatkan Ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari. Seperti bahwa diantara Surga dan Bumi itu terdapat pohon bambu. singkirkanlah jauh-jauh orang-orang yang berniat jahat kepada kami serta orang-orang yang membenci kami. yang menjadi Ibundanya. Semoga saya tidak ditinggalkan oleh Ajaran-Ajaran Suci itu. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. semoga di bumi. yang berkekuatan seratus kali lipat. karena mengisap banyak air. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. yang diatasnya mengisap banyak air. Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. Datanglah kemari. semoga saya dapat dipersatukan dengan ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari. semoga saya-lah yang engkau pilih sebagai tempat persinggahanmu. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. Do’a Penyakit Kencing menjadi Sembuh dengan rerumputan. Obat dengan menggunakan batang rumput Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. yang berkekuatan seratus kali lipat. O. dengan kekuatan dari Beliau itu. tariklah tali busur kehidupan kami! Kuatkanlah tarikanmu itu sekuat batu! Dengan kekuatanmu yang hebat itu. anugrah dari Parjanya dengan kekuatan dari Beliau itu. yang berkekuatan seratus kali lipat.

semoga dapat menjadi tauladan mengalir air kencingnya si sakit. yang mengalir dengan lancar itu. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. Kedua saluran air kencing-Mu. seperti itu juga aliran kencingnya si sakit menjadi deras. pancaranmu mengalir deras. untuk persembahan Para Ibu melaksanakan kewajibannya di bidang agama. dengan kekuatan dari Beliau itu. seperti kalau orang memecahkan bendungan air. seperti air itu tidak tahan lagi dihalang-halangi dalam gerakkannya menuju ke laut. saya menyelenggrakan persembahyangan dengan memercik-mercikan air suci yang saya ambil dari Sungai Sindu yang suci. yang dapat menjadi minuman bagi sapi-sapi saya. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. Semoga penghalang aliran air kencing si sakit menjadi tidak kuat lagi. anak-anak perempuannya menyelenggarakan upacara Yadnya. aliran kencingnya si sakit menjadi deras. karena mengisap banyak air. yang mengabung menjadi satu. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. anugrah dari Sang Matahari. semoga semua penghalangnya menjadi lenyap. seperti itu semoga aliran kencingnya si sakit menjadi deras. semoga semua penghalangnya menjadi lenyap. dan yang menjadi sahabatnya Sang Surya. Mahkluk-mahkluk yang menghuni sebelah sananya matahari. seperti itu semoga aliran kencingnya si sakit menjadi deras. kita harapkan dapat meneruskan Yadnya kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Do’a mensucikan air. yang berkekuatan seratus kali lipat. semoga seperti yang kepunyaan-Mu.Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. karena mengisap banyak air. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. Seperti panah yang terlepas dari busurnya. . semoga semua penghalang menjadi lenyap. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. anugrah dari Sang Bulan. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. semoga di bumi. semoga semua penghalang menjadi lenyap. sesuai dengan tugasnya masing-masing. dengan kuatnya melesat meninggalkan busurnya. semoga di bumi. Saya memohon turunnya Air Surga. dengan kekuatan dari Beliau itu. pancaranmu mengalir deras. yang berkekuatan seratus kali lipat. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. dengan mencampur susu dengan madu. Saya pecahkan yang menjadi penghalang aliran air kencing si sakit.

dengan jalan meminumnya. dan taruhlah berkah keselamatan dari Tuhan Yang Maha esa melalui dirimu! Dari Sang Air Suci. Engkau adalah Dewe yang cemerlang. o Sang Air yang ada di lemah-lembah berilah kami kesejahteraan. Berilah kami kesejahteraan. yang telah mampu mengendalikan diri dalam penguasaan terhadap benda-benda. bahkan juga yang telah mampu menguasai manusia. Kami akan membuat engkau puas. Air Yang Suci. nyalamu menjulang tinggi. dan hari-hari depan yang cerah-lah yang menjadikan kami melaksanakan upacara pensucian air ini.Didalam air suci ini terdapat Amerta. Pendeta pemberi cahaya. dengan semangat yang tinggi segairah dan sebahagia Ibu yang menimang-nimang anaknya. Soma berkata kepada saya bahwa Air Suci itu dapat menjadi sarana penyembuh bagi semua penyakit. 7. cepatlah engkau menjadi air suci. air kehidupan didalam air suci ini terdapat daya penyembuh terhadap penyakit-penyakit. semoga daya-daya kesembuhan dan kesehatan yang berasal dai Air Suci ini dapat memancar dan mengalir masuk kedalam diri kami. air suci ini dapat menjadikan kuda-kuda saya dan sapi-sapi saya berkeadaan senantiasa sehat. semoga air suci yang bersifat ke-Tuhanan ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit kami dapat mensejahterakan kami. melalui air suci ini. sehingga saya dapat melihat dalam banyak tahun. tentulah engkau mau menjadikan kami berkeadaan yang segar kembali dan tampak gembira dan bahagia. dan didlam Api Suci. o Sang Air yang ada di rawa-rawa. O Agni. berilah kesejateraan. berlah kami kesejahteraan . O Sang AirYang Suci. (Sugiarto. berilah saya kekuatan penyembuh. o Sang Air ada dalam periuk air. terlindungi. Engkau beri pemuja itu dengan kekuatanmu itu. dan panjangkanlah usia saya. agar engkau cepat memunculkan sifat-sifat sucimu. Perasaan aman. Agni berkata kepada saya bahwa Api Suci itu dapat menjadi sarana penyembuh bagi semua penyakit. Atharwa Weda.94. Sama Weda Agne tawa waye mahi bhrajante arcayo wibhawase. saya memohon kesembuhan dari penyakit. segar dan kuat. Didalam Air Suci. karena engkau sangat baik hati. harta dan kebajikan terpuji. O. o. o Sang Air yang datang dari udara. lindungilah badan saya. kuat dan terkenal Engkau. Air Yang Murni. 1983:3-9). Brhadbhano cawarsa wajamukthyam dadhasi dacusa kawe.2. o Sang Air yang ada di dalam sumur. . Dengan pertolongannya. berilah kami kesejahteraan.

Pra so agne tawotibhih suwirabhista rati wajakarmabhih. Engkau beri kekayaan yang mendatangkan keberhasilan. Taca drapso nilawandaca rtwuyaindhanah mahinamusamasi priyah ksapo wastusu rajasi. yang mengatur jalannya yadnya. yang mempunyai harta berlimpah dibawah pengawasannya. Ratim Saya muliakan Pendeta itu. Irajyannagne prathayaswa jantubhirasme rayo amartya. Yasya twam sakhyamawita. Yang merupakan hubungan persahabatanmu adalah menurut pilihanmu. Twe isah sam dadhurbhurriwarpama ccitrotayo wamajatah. putra perkasa. Engkau adalah teman tercinta bagi Fajar yang agung. wamasya subhagam mahimasam dadhasi sanasim rayim. Engkau antar kami kepada kekuasaan yang maha indah. agni. dalam kidung nyanyian-nyanyian kami yang benar. keturunan mulia. banyak bentuk. tampak kepada semua orang suci. Engkau bersinar dari keindahan wajahmu yang tmpak. Rtawanam mahisam wicwadarcatamagnim sumnaya dadhire putre janah. Agni. penolong yang menakjubkan mereka itu. turun-temurun manusia mengungkapkan-nya dengan lagu-lagu pujian. Ia melakukan dengan bantuanMU yang membawa dia banyak putra-putra pemberani dan mengerjakan perbuatan-perbuatan besar. Engkau mengunjungi kedua Ibunda. Engkau memberi rakhmat kebaikan dan banyak makanan. O Dewa yang abadi. kuat. Padamulah mereka tumpukan berbagai macam bali. O yang maha pemurah. Twam Percikan adalah hitam dan gemercik. semua dilakukan.Putro matara wicarannupanasi prnskdi radosi ubhe. O Jataweda. sisnawa dade. Sa darcatasya wapuso wi rajasi prnaksi darcatam kratum. pensuci yang kemilau. dinyalakan pada waktunya. Urjonapajjataweah sucastibhirmandaswa dithibhirhitah. ramah. Orang-orang telah meletakkannya dihadapan mereka. untuk memperoleh rakhmatnya. Engkau. Dengan sinar yang cemerlang.Pawakawarcah cukrawarca anunawarca udiyarsi bhanuna. dengan telinga mendengar. engkau hubungkan rapat-rapat dunia dan surga. bersenanglah Engkau sendiri. Dewata yang suci. memberi bantuan sebagai seorang anak. yang sangat terkenal. Crutkarnah saprathastamam twagira daiwyam manusa yuga. . Agni menyebar meluas sebagai pengausa atas segala yang hidup: beri kekayaan kepada kami. Iskartraranadhwarsaya pracetasam ksayantam radhasomahah. dengan kemilauan yang sempurna itu Engkau mengangkat dirimu sendiri dalam sinar. Engkau bercahaya dalam kemilauan di waktu malam.

Saya pergunakan kalimat yang berkaki seratus. Suryo jyotirjyotih suryah. dari sebagai benih mereka yang tumbuh-tumbuhan telah terima. Tristup. bentuk yang sempurna dan bersatu. Hymne yang kudus mencintai Ia yang bangun dan melihat. Agnirjagara tamrcah kamayantesgnirjagara tamu samani yanti. Dewa oksami cakrite. demikian pohon-pohon dalam hutan dan tumbuh-tumbuhan mengandungnya dalam diri mereka dan menghasilkannya terus-menerus. Gayatram traistubham jagat. pujilah. saya mengasuh dan dijadikan tempat tinggal saya sebagai persahabatannya. Agni adalah penjaga dan Richas mencintainya. Cahaya adalah Surya. Kepada Dia yang jaga itu syair kudus ini datang. Hymne Jagati. Cahaya adalah Indra. Agnirjyotir agnirindro jyotirjyotirrindrah. Selamatkan kami dari penderitaan dan kesengsaraan. Tamit samanam wannacca sirudhoantarawaticca suwate ca wicwaha. Gayatram traistubham jagadwiswa rupani sambhrta. Yune wacam catapadim gaye sahaswawartani. Begitu waktunya tiba. Saya mengasuh dan membuat tempat tinggal saya dalam persahabatanMu. O Agni. kembaliah Engkau lagi.Tamosadhirdahire farbhamrtwayam tamapo agnim janayanta matarah. Jadi dalam hal seperti itu. Agni menjadi cemerlang untuk Indra. kepada Dialah dikatakan Soma ini. Agni mengawasinya. dan syair Jagati. Yune wacam catapadim. Ia kirimkan keturunannya laksana seorang permaisuri. kembalilah lagi dengan kekuasaan. Indra adalah Cahaya. Agnirjagara tamayam aha tawa hamsmi sakhye nyokah. Agni adalah Cahaya. Soma ini berkata kepada Dia yang bangun dan melihat. Ia memancarkan cahaya lebih cemerlang di langit. kepada ia yang didudukkan bersama. Agnirindraya pawate diwi cukrowirajati Mahisiwa wi jayate. Panururja ni warttaswa punaragna isayusa. Cahaya adalah Agni. . Punarnah pahyamhasah. Telah menjadikan Dewa-dewa sahabat yang dikenal. lagu-lagu Saman mendekatinya. Tristup. Pujilah sahabat yang duduk dihadapan. Agni inilah yang berinduk pada air membawa kehidupan. Namah sakhibyah purwasadbhyowe namah saksamnisebhyah. saya menyanyi apa yang Gayatra. Saya pergunakankalimat berkaki seratus. Surya adalah Cahaya. Gayatra. Agni adalah penjaganya. Yo jagaraga tamrcah kamayante yojjagara ramu samani yanti. Yo jagara tamayam soma aha tawa ham asmi sakhye nyokah.

Berilah kami sebagian dari embun yang amat suci. Wata a watu bhosajam cambhu mayobhu no hrde Pra na ayumsi tarisat. Tasya no dhehi jiwase. ya. O Indra. Suryasya bhanumrtutha wasanahpari swayam medhamrjro jayana. Yo wh siwatamo rasastasya bhaja yateha nah. Seadainya saya penguasa ternak sapi. Berilah kami karenyanya agar kami dapat hidup. Engkau Saudara kami dan sabahat kami. Stota me gosakha syat. Wiswapsnya wiswataspari. Yadaham gopatih syam. engkau pembawa kesehatan dan rakhmat. memberikan kami yang menjadi kekeuatan. kepada para pemuja yang memeras air soma. peercikan olehMu kepada kami dari segala penjuru. Yadindraham yatha twamiciya waswa eka it. Wata. Karenya berilah kami kekuatan agar dapat kami hidup. dariMu. Abhi waji wicwarupajanitram hiranyayam bibhradatkam suparnah. . penyangga semua yang mengalir. yang tempat tinggalnya mempercepat kami dengan apah. Saya akan tiada pilihan untuk memoperkuat dan memperkaya pendeta itu. So no jiwatawe krdhi. Gamacwam pipyusi duhe. meyehatkan. Pemuja saya harus kaya dengan sapi Sikseyamasmai disteyam cacipate manisine. yang engkau miliki. Uta wata pitasina uta bhratota nah sakha. O Agni. Ya dade wata te grhe amrtam nihitam guha. Sebagai seorng ibu yang merindukan yang tercinta. Apo hi stha mayobhuwasta na urje dadhatana. menggerahkan hati kami.oga kami peroleh dengan penuh kebahagiaan. Kebaikanmu adalah dalam melimpahkan banyak lembu dan sap. Mhe ranaya caksase. Semoga wata meniupkan paramnya kepada kami. Yang se. Semoga Ia perpanjang hari-hari hidup kami. Tasma aram gamamawo yasya ksayaya jinwatha. Karena Engkau kami senang hati pergi kepadanya. Dhanusta indra sunrta yajamanaya sunwate. penguasa tunggal atas semua gart. Karenya tolong kami olehmu menuju kekuatan. Seandainya saya ingin seperti Engkau. Ucatiriwa matarah.Saha rayya ni warttasuagne pinwaswa dharaya. Indra. Apo janayatha ca nah. O Watra. Dengan dirimu sendiri. Berlimpah-limpah Amrita terdapat jauh disebrang sana. baliklah kembali membawa harta. Engkau Bapa kami. O Dewata yang Maha Kuasa. Sesungguhnya Apah.

merah. Nake suparnamupa yatpatantam hrdantam hrdawenanto abhya caksata twa. Pemberi banyak hadiah dalam ratusan. Anatarakse swam mahimanam mimanah kanikranti wrsmo acwasyaretah. menggerakan manusia. Drapsah samudramabhi yajjati pacyan grdhrasya widharman. Gandharwa telah mendaki ke surga. sebagai yadnya penyangga sinar sang Surya. membuat kejayaan yang maha tinggi. Sangkratndanenamnimisa ekawirah catam sona ajayat sakamudrah. menyerang dengan cepatnya. sebagaimana undang-undang pemerintahan. Sahasradah catada bhuriwa dhartta diwo bhuwanasya wicaptih. . burung Garuda memakai pakian keemasannya ditempat kelahirannya. Acuh cacino wraabhe na bhimo ghanaghanah ksbhannaccasaninam. Pahlawan tunggal. memperlihatkan kepada kami berbagai macam senjata. menyenangkan dalam dirinya yang cerlang cemerlang. laksana banteng yang mengasah tanduknya. meumbuhkan keagungannya. melihat dengan mata ruwah. cemerlang yang dikumpulkan dimukan bumi dan disitu berkembang. burung yang mempercepat sampai ke tempat Yama. utusan Waruna. Dipakai pada saat waktunya disertai sinar Surya. Hiranyapaksam warumasya dutam yamasya yonan cakumam bhuwanyum Mereka memandang Engkau dan lam meerindukan semangat mereka. Ia menjerit keras. Engkau yang bersayap keenam. Tegak. (demikian) Indra mengalahkan ratusan musuhnya dengan segera. Diangkasa. Wasano atkam surabhim draca kam awarna nama janata priyani. benih dari pencari jalan yang giat. Barbagai macam bentuk benih Ia letakkan dalam air. Cepat. karena sebagai cahya melahirkan bentuk-bentuk menyenangkan kepada kami. Bhanuh cukrana cocisa stritrye cakre rajasi priyani Bila laksana percikan Ia datang mendekat ke samudra. dengan mata yang tidak berkedip. sebagaimana seekor burung yang bersayar kuat yang naik menuju ke langit. Ayam sahasra pari yukta wasanah suryasya bhanum yajno dadhara. menguak.Pasukan berkuda memakai bermacam bentuk. Kecemer-langannya. Berpakian manis dan indah dilihat. Apsu retahcicriye wiswarupm teyah prthiwyamadhi yat samabhuta. Urddhwe gandharwo adhi nake asthatpratyangcitradasyayudhani. telah memperoleh yadnya sendiri. Ia telah memakai ribuan jubah yang sesuai menurut dirinya. ribuan penunjang surga-surga. menakutkan.

Indra yang kuat. . pejuang terkemuka. dhrsna. penakluk segala.Sankrtandenamisena jisnuna yuktkarena duccyawanena Tadinddadrena jayata tatsahadhwam yudho nara isuhastana wrsa. Dengan raungnya yang keras. Indra. Jaya dalam perang. pembunuh raksasa. Prabhanjantsenah pramrno yudha jayannasmawamedhyawita rathanam. pemenang dalam peperangan. terbang dengan keretamu kemari. Indra asam nota brhaspatirdaksina yajnah pura etu Dewasennanamabhibhanjatinam jayntinam maruto yantwagram. putra penakluk. sekarang. Ia memerintah bersama Dia yang memagang senjata dan menaklukkan Indra yang bersama pasukannya membawa rombongan bersama penakluk musuh. Sam srstajit somapa bahucardhyu gradhanwa pratihitabhirasta. penakluk dalam pertarungan. Abhawiro Sang (Yang) jelas oleh kekuatanMU. Tinggalkan dirimu sebagai pahlawan dan laksana Indra ini. Brahaspate pari diyai rathena rakse hamityam apabadhumanah. Ikutilah Dia. perlihatkan kesungguhan dan keberanianmu. kuat dan garang. berlengan kuat. selalu waspada. Golok bagi kedai-kedai. abhisatwa sahajo jatwasahoja jaitramirdra rathama tistha gawit. memberi laki-laki dan pahlawan. Brihaspati. saudrasaudara. teguh. pemenang sapi. Indra. berjaya. Sa isuhastaih sa nisanggibhirawaci sam srasta sa yudha indro ganena. somah. pahlawan tak mengenal belas kasihan dengan kemarahan. bersenjatakan petir. pemenang sapi. pemenang pembrani. Balawijnayah sthawirah sahaswanwaji sahamana urgrah. pemecah belah pasukan. dengan busur panah yang kuat. penakluk engkau pahlawan. yang tangannya memegang panah. Imam sajata anu wirayadhwamindram sakhayo anusam rabhadwam. Jadilah pelindung kereta kami. Gotraidan gawidam wajrabahum jayatamajma pramrnan prmartamojasa. Ducyawanah prtanasadayudhyo asmakam sena awatupra yutsu. Abhigotrani sahasa gahamannodayowirah caramanyurindah. sukar untuk mengalahkan. yang menumpas satu pasukan dan dengan kekuasaannya memusnahkannya. Peminum Soma. sekarang. usirlah musuh kami jauh-jauh. pembangkit peperangan. tidak terkait. pemusnah. memanahkan panahnya dengan baik. naiki kreta penaklukMu. tak tergoyahkan dan tak terlawan. menembus kandang-kandang sapi dengan kekuatan yang tidak terkalahkan. semoga Ia melindungi pasukan kami dalam peperangan.

Tam guhata tamasapawratena yataitesamanyo anyam sa janat. jayalah panah pasukakkan kami. Brihaspati dan Soma. wah carmayacchatu. Urga wah santu Majula. tak seorang dapat melukai dan mengenaiMu. Dewa-Dewa yang berpikiran mulia yang menyebabkan dunia gemetar. O Ogha. Jadilah kami sebagai Tuan rumah yang kuat bagi Indra yang Maha Kuasa. O Maghawan. Preta jayata nara indro bahawejnadhrsya yathasatha. Asmakamidrah samretstesu dhawahaswasmakam ya iswsta jayantu. Mendesak kekuatan tenaga kuda. Asau ya sena marutah paresamabhyeti na ajosa sparddhamana. demikian musuh kami menetap dalam kegelapan. manamsi. . Abhi prehi nordaha hrsu cokairandhenamitrastamasa sacatam Membingungkan perasan musuh kami. O Pahlawan. mendekat O Maghawan. senajata kami merangsat semangat pahlawan perang. Biar pasukan Maruta berjalan paling depan. Engkau tangkap badn mereka dan berangkat. Aswasrta para pata carawye brhahnasam cite. Gacchamitran pra padyaswa mamisam kam ca nocchisah. Seranglah mereka. lindungi kami dalam pekik serangan. Semoga Indra menolong kami bila bendera-bendera kami telah berkumpul. Pekik Dewa-dewa yang memang mengangkat tingitinggi. Ya Dewa-Dewa. Semoga orang-orang pembrani kami dalam perang memang dalam serangan. Pasukan Dewata yang menaklukkan dan menghancurkan.Indra. semoga Indra menjadi ahlawanMu yang pasti. O pembunuh Writra. bakr hati mereka dengan panah. Indrasya wrsno warunasya rajna adityanam marutam cardha ugram. Engkau menyebabkan bulu tegak. pahala dari yadnya. Amisam cittam pratiolobhyayti grhanangganyapjwe parehi. menagkan hari itu. Marut dan Aditya. yang mendahului mereka. Uddharsaya maghawannayudhanyut satwanam mamakanam Udwartahanwajinam warjinanyudrathanam yantu ghosah. Kuat dan menakutkan senajatmu. Asmakam wira unttare bhawantwasmam udewa awata hawesu. Pasukan musuh yang berjuang dengan seluruh kekuatannya. Mahamanasam bhuwanacyawanam ghoso dewanam jayatamudhasthat. raja Waruna. Sembunyikan dan benamkan mereka kedlam kegelapan yang tak ada ajalannya sehingga tidak seorang dari mereka dapat mengenal satu dengan yang lain. pimpinlah merekaini. dan biar keriuhan kreta yang menag perang menanjak.

wastam. Indrasya bahu sthawirau yuwanawanadhrsyau supratikawasahyau. tak pernah ditundukakkan. Biarpun disana semoga Brahmanaspati. Kuat dan selalu muda senjata Indra. tidak ada penghilang dosa di kemudian hari untuk mereka. Yatra banah sampatanti kumarara wicikha iwa. hanu ruja. rendah hatilah orang yang menentang kami. Wi na indra mrdho jahi nica abhidasatyadharam gamaya tamah. dipertajam oleh doa-doa kami. Wi rakso mrdho jahi wi wrtrasya wrtahannamitrasyahbhidasatah.biar burung-burung yang mengkutinya dikumpulkan. Yang pertama ini biar ia gunakan bila peerlu harus datang kepada kami. Kangkah suparna anu yantwenam grdhranamannamasawastu sena. biar tidak satupun yang selamat. patahkanlah olehMu taring Writra itu berkeping-keping. Biar burung ruwah dan burung-burung yang kuat mengejar mereka. melindungi kami dengan abik sepanjang hari.Lepas dari tali busur melayang naik anak panahmu. O Indra pembunuh Writra. kalahkanlah amarah musuh yang mengancam kami. . semoga Aditi melindungi kami dengan baik. yatimabhi. menemuainya. dengan nyalamu. yang datang laksana pertunjukan dalam peperangan. yaccha prtanyatah. Ubhau tamindra Pasukan musuh ini. O Maghawan. Tau yunjita prathamau yoga agate yabhyam jitamasuranam saho mahat. kenakan mereka di rumah dan biar tidak seorang pun yang timggal hidup. Kirim kebawah ke daerah kegelapan ia yang mengusahakan untuk melukai kami. Wi manyumindra Usirlah Raksasa dan musuh itu jauh-jauh. jujur tak terkalahkan. Indra. Yo asmam O indra. Amitra senam maghawannasmanchatru wrtrahannagnicca dahatam prati. Engkau Indra dan Agni. diamna Asura yang besar lagi kuat dilemparkan. Marmani te warnane cchadayami soamstwa rajamrtenanu Urorowariyo warunaste krnotu jayantam twanu dewa madantu. kalahkanlah mush kami jauh-jauh. Maisam macyoghaharacca mendrawayamsyenananu samyantu sarwan. brhanamaspatiraditih carmayacchat wicwaha carma yacchatu. Pergi menuju musuh itu. Tatra ne Disana di mana anak-anak panah berterbangan laksana anak kecil yang rambuntya belumm dicukur. Ya biar poasukan itu menjadi mangsa burung ruwah itu. O Pembunuh Wrrtra.

Swasti nastarksyo aristanemih swasti no brhaspatirdadhatu Termasyuh jauh dan meluas. Bhadram karnebhih crnuyamadewa bhadram pasyemaksa bhisyayatrah. Dewastam sarwe dhuwantu brahma warma mamantaram carma warna mamataram. penguasa atas semua kekayaan. semoga Indra merakhmati kami. Laksana binatang buas yang menakutkan menegmbara di hutan. Pusam merakhmati kami. Semoga Indra membunuh yang paling baik dan yang itu bila menyalakan Agni telah menyerang engkau. Andha amitra bhawatacirsannohaya iwa. Brihaspati memberi kami rakhmatnya. Semoga Dewa-dewa membuatnya tidak tenang dai itu. Srkam samcaya pawimindra tigmamwi catrun tadhi wi mrdhonudaswa. Yang Suci. Tesam wp agninunnanamindo hantu waramwaram. semuga kami mencapai umur yang ditetapkan oleh Tuhan. O Dewa-Dewa. bahkan laksana ular yang tak berkepala. senajata terdekat dan pertahanan terdekat. Swasti na indre wrdracrawah swastinah pusa wicwawedah. Ya nah sworano yaccanisthyo jighamsati. apkah ia musuh ynag asingatau salah atu dari kami.2. Mengasah wajraMu dan pisaumu yang tajam. semoga mata kami melihat apa yang baik. Brahmanaspati memberikan rakhmatnya Pudja (1979/1980:500521) 7. Perlindungan saya yang paling dekat adalah do’a. menjubahi Engkau dengan RajaSoma yang abadi. Semoga Tarksya dengan windunya yang tak terlukakan merakhmati kami.Bagian Engkau yang terpenting telah aya tutupi dengan baju pelindungmu. kau tumpas musuh itu dan mengkocar-kacirkannya meerka yang membenci kami O Indra. Engkau telah mendekati kami datang dari tempat jauh.95. Athirairanggasis-stuwamsastanubhirwyacenahi deahitam yadayuh. Siap yang akan membunuh kami. Samkhya Darsana . O musuh saya akan menjadi buta. semoga telinga kami mendengar apa yang suci. Memujamu dengan tangan dan badan yang kuat. Waruna memberi Engkau apa yang telah banyak dan dalam kemenanganMu biar para Dewa-dewa bersenang. Mrgo na bhimah kucare giristhah parawata a jagantha parasyah.

dimana para filsuf Barat juga sangat mengaguminya. Prakrti artinya “yang mula-mula”. Prakrti merupakan si pelaku dan si penikmat. yaitu: Pratyaksa (pengamatan langsung). yang tersusun dari atas materi dan rohani yang memiliki atau terpengaruh orah 3 guna atau sifat. Perbedaan antara Purusa dan Prakrti memberikan Mukti (pembebasan). karena mengajarkan bahwa ada Purusa atau Roh yang banyak sekali. Sistem Samkhya umumnya dipelajari setelah sistem Nyaya. karena semua . yang dikatakan sebagai putra Brahma dan Avatara Visnu Kata “Samkhya” itu sendiri artinya “jumlah” dan sistem ini memberikan sejumlah prinsip-prinsip alam semesta yang sebanyak 25 buah. karerna secara pasti ia menekankan dualitas dan pluralitas. Anumana (penyimpulan) dan Apta Vakya (penegasan yang benar). Rajas dan Tamas. seperti keberadaan yang sesungguhnya. yang merupakan susunan menurut topik-topik atau katagori-katagori. Istilah Samkhya juga dipergunakan dalam pengertian “Vicara” atau “Perenungan filosofis”. yaitu Sattvam. Baik Purusa maupun Prakti adalah Sat (nyata). Prakrti dan Purusa adalah Anadi (tanpa awal) dan Ananta (tanpa akhir. yang mendahului apa yang dibuat dan berasal dari kata “Pra” (sebelum). sehingga nama Samkhya tersebut sangatlah tepat. karena ia merupakan sistem filsafat yang hebat. Seperti telah disinggung didepan. namun terdapat suatu sistem tiruan yang diawali dari satu tattwa atau prinsip mula-mula yang disebut Prakrti. Prakerti merupakan sumber dari alam semesta dan ia juga disebut sebagai Pradhana (pokok). Kata “Apta” artinya “pantas” atau “benar” yang ditujukan kepada wahyu-wahyu Veda atau guru-guru yang mendapatkan wahyu. Purusa bersifat Asanga (tak terikat) dan merupakan kesadaran yang meresapi segalanya dan abadi. tak terbatas) Ketidak beradaan (Aviveka) antara keduanya merupakan penyebab adanya kelahiran dan kematian. yang berkembang atau mengasilkan (prokaroti) sesuatu yang lain. Samkhya menggunakan 3 sistem atau cara mencari pengetahuan kebenaran. Samkhya menyangkal bahwa suatu benda dapat dihasilkan dari ketiadaan. Pada sistem Samkhya tak ada penyelidikan secara analitik kedalam alam semesta. dan “Kri” (membuat mirip dengan Maya dari Vedanta.Pendiri dari sistem filsafat ini adalah Sri Kapila Muni.

Guna merupakan obyek-obyek. Ketiga guna tersebut tak pernah berpisah dan saling menunjang satu sama lain. Samkhya menerima teori pengembangan dan penyusutan. yang merupakan prinsip yang menciptakan kepribadian. yang menirukan data-data indra kedalam pengamatan dan dalam hal ini pikiran mengambil bagian. baik yang merupakan konsep ataupun yang merupkan (Sankalpa-Vikalpa). akibat terbawa menjadi penyebab. Penciptaan berasal dari Prakrti yang ada dengan sendirinya dan tak ada sangkut pautnya dengan Purusa tertentu yang menjadikannya. Dalam sistem ini tak ada sesuatu hal sebagai penghancuran total. Jadi gambaran sentral dari filsafat Samkhya adalah akibat benar-benar ada sebelumnya di dalam penyebabnya. baik dalam pengamatan maupun kegiatan. Ia membentuk substansi Prakrti. jadi hanya itu saja masalahnya. serta saling bercampur. yang membawa perintah-perintah dari ke hendak melalui organ-organ kegiatan (Karma Indriya). Sistem filsfat Samkhya disebut sebagai Nir-Isvara Samkhya atau Samkhya tanpa Tuhan. para pengikut sistem filsafat Samkhya menyatakan bahwa tak perlu adanya pencipta yang cerdas atau bahkan satu kekuatan yang mengatasinya yang secara jelas bertentangan dengan sistem filsafat Vedanta. sehingga sifatnya Atheis. sedangkan Purusa merupakan subyek saksi. Prakrti berkembang di bawah pengaruh Purusa awal dari evolusi Prakrti adalah Mahat atau Kecerdasan Utama. yang merupakan penyebab alam semesta dan selanjutnya muncul Buddhi dan Ahamkara. Akibat dari pertemuan antara Purusa dan Prakrti timbullah ketidak seimbangan dari tri guna tersebut yang menimbulkan evolusi atau perwujudan. yaitu tidak mempercayai adanya Tuhan atau Isvara. Dari Ahamkara muncullah Manas atau pikiran. Keeratan hubungan seperti nyala api. Dalam sistem Samkhya tak ada Prana Tattwa yang terpisah. seperti seluruh keberadaan pepohonan yang dalam keadaan terpendam atau tertidur dalam . dimana sebab dan akibat merupakan keadaan yang belum berkembang dan pengembangan dari satu substansi yang sama. karena dalam penghancuran. minyak dan sumbu pada sebuah lampu. Badan (perwakilan) merupakan milik dari ahamkara. Karena itu.akibat ditemukan padanya dan ia juga merupakan sumber dari segala benda. di mana 5 Udara vital dihasilkan pikiran dan organ indra.

. karena menjadi sumber dari 5 dasar halus atau tanmatra. karena purusa tanpa atribut. akan mencapai kebesan. Tujuh (7) prinsip berikutnya. gigitan ular dsb. karena kekuatan (ahamkara) berasal dari pengembangannya. Jadi keseluruhan tattwa atau prinsip itu adalah: Purusa. ia juga produktif. geledek dsb. dan yang diluar diri manusia atau mahluk lain (Adhibhautika). timbulah Mahat (yang agung). Ahamkara. (iii) Hasil (Vikrti). Menurut filsafat Samkhya. Manas. seperti: panas. hanya merupkan hasil yang tak dapat menghasilkan substansi pokok lain yang berbeda dengan dirinya. yang merupakan benih alam semesta. Buddhi. 5 tanmatra. yang memiliki sifat-sifat kebajikan pengetahuan. kekuatan (Ahamkara) dan 5 tanmatra (dasar halus) adalah hasil dan produktif. Purusa atau Roh. sperti sengatan kalajengking.benih (biji). yaitu kecerdasan (buddhi). yaitu 10 organ (persepsi dan gerak). 5 unsur (bhuta). misalnya demam dan penyakit lainlainnya. pikiran dan 5 unsur (bhuta). disamping merupakan hasil. yaitu: (i) Produktif (Prakrti). Ke-16 prinsip berikutnya. serta penyakit akibat kelahiran. Penyelidikan terhadap sistem filsafat ini adalah untuk menemukan cara menghapuskan 3 macam penderitaan. Prakrti atau Pradhana (pokok) merupakan produktif murni dan sumber dari semuanya. demikian pula seluruh alam raya ini ada dalam keadaan tertidur dalam Prakrti yaitu Avyakta (tidak berkembang) ataupun Avyakrtta (takterbedakan). (ii) Produktif dan hasil (Prakrti-Vikrti). Ke-4 klasifikasi ini termasuk 25 prinsip atau Tattwa. mereka yang mengetahui ke 25 prinsip tersebut. yang bersifat surgawi atau diluar kekuasaan manusia (Adhidaivika). karena penghentian terakhir dari 3 macam penderitaan tersebut merupakan akhir tujuan kehidupan. banjir. Samkya menguraikannya sebagai berikut: Dari pertemuan antara Purusa dan Prakrti. Ahamkara. Prakrti. 10 organ persepsi dan penggerak. dan (iv) Bukan produktif maupun hasil (Anubhayarupa). Samkhya memberikan suatu uraian katagori-katagori yang didasarkan pada ketepatan produktif masing-masing. yaitu: yang didalam (Adyatmika). bukanlah hasil ataupun produk. Akibat atau hasil tidak berbeda dengan materi penyusunannya. Buddhi merupakan produktif. diamna segi psikologinya disebut Buddhi. dingin. tetapi juga dihasilkan dari pengembangan Prakrti.

yaitu zat halus dari segala proses kecakapan mental untuk mempertimbangkan serta memutuskan segala hal yang diajukan oleh peralatan yang lebih rendah. yaitu sperma dan ovum. yaitu: Pada tahapan pertama berbentuk unsur halus (panca tan matra). Perkembangan fisik mengasilkan asas dunia luar. yang disebut unsur dan perkembangannya melalui 2 tahapan. sari warna. sari rasa dan sari bau.tidak bernafsu. daya untuk membuang kotoran dan daya untuk mengeluarkan benih. Selanjutnya perkembangan kejiwaan yang ketiga disebut sebagai Karmendriya atau lima organ penggerak yaitu: adya untuk berbicara. penciuman. daya untuk memegang. Ahamkara dan Manas secara bersama sama disebut sebagai peralatan bathin atau Antahkarana. Buddhi. Perkembangan kejiwaan yang kedua adalah Panca Indra persepsi (Buddhendriya atau Jnanendriya). daya untuk berjalan. yaitu: penglihatan. yang menyebabkan segala sesuatunya memiliki latar belakang sendiri-sendiri (kepribadian). dan mengaturnya sehingga menjadi petunjuk dan meneruskan kepada Ahamkara dan Buddhi. Sebaliknya Manas juga bertugas untuk meneruskan putusan kehendak Buddhi kepada peralatan indra yang lebih rendah. merupakan asas kosmis sedangkan Buddhi merupakan asas kejiwaan. sedangkan segi kosmisnya merupakan subyek dan obyek yang masing-msing berdiri sendiri. yang merupakan segi jiwani ahamkara tersebut. . Kesepuluh indra ini tak dapat diamati tetapi berada di dalam alat-alatnya yang tampak dan harus dibedakan dengan alat-alat itu sendiri. pendegaran. yiatu: sari suara. Perbedaan antara Mahat dan Buddhi adalah sebagai berikut: Mahat. perasa dan peraba. Perkembangan kejiwaan pertama setelah Ahamkara adalah Manas yang merupakan pusat indra yang bekerja sama dengan indra-indra lain mengamati kenyataan diluar badan manusia. yang merupakan sas individualisasi atau keakuan. sari raba. Dari Buddhi timbulah Ahamkara. Tugas Manas adalah untuk mengkoordinir rangsanganrangsangan indra. sehingga Buddhi merupakan unsur ke-jiwaan yng tertinggi atau instansi terakhir bagi segala perbuatan moril dan intlektual.

Semua ini bersifat khusus pada setiap orang dan menyertainya dalam seluruh kehidupan di dunai ini (Samsara). yang kesemuanya merupakan perubahan prakerti. dimanaa Purusa tidak berganda akan tetapi keadaan prakrti sangatlah kompleks. Segala sesuatu yang didominasi oleh tamas kebanyakan berupa alam material. Purusa bersifat statis dan Prakti bersifat dinamis. karena Purusa bersifat pasif. dan disebut tubuh halus (Lingga Sarira/Suksma Sarira). karena kodratnya yang lebih halus. yaitu: Unsur suara Unsur suara Unsur suara Unsur suara Unsur suara (tanah) menimbulkan akasa (ether. Purusa tidak mengalami perubahan tempat maupun bentuk. maka segala sesuatu yang didominasi Sattwam ini membantu Purusa dalam menyatakan obyek-obyek diluar manusia. ruang) + raba menimbulkan vayu (udara) + raba + warna menimbulkan agni (teja. pepohonan serta mahluk hidup lainnya. yang tersusun atas ke 5 unur kasar atau panca mahabhuta. Pada diri Purusa hanya berfungsi sebagai penonton atau saksi. panas) + raba + warna + rasa menimbulkan (air) apah + raba + warna + rasa + bau menimbulkan prhiwi Akhirnya dari unsur kasar ini berkembanglah alam semesta raya ini dengan segala isinya (jagat). diantaranya sebagian yang termasuk bagian badan kita. Didepan telah dinyatakan bahwa Purusa keadaannya berlawanan dengan Prakrti. Tubuh ini tidak akan terpisah setelah seseorang walaupun badan kasarnya mati dan hanya dapat dipisahkan setalah seseorang mendapat pembebasan atau Moksa.Pada tahap kedua terjadi kombinasi dari unsur-unsur halus yang menimbulkan unsur-unsur kasar yang disebut dengan panca mahabhuta. sebab semua berasal dari Prakrti. sungai-sungai. Badan kita yang tampak ini disebut sebagai badan kasar atau Sthula Sarira. bumi dengan gununggunungnya. bukan . tetapi yang didomiasi oleh fisik. Sekalipun demikian. akan tetapi prakrti mengalami perubahan-perubahan. Dan seluruh peralatan yang terdiri dari alat-alat bathin (Antahkarana) dengan segala alat bantunya yang bermacam (sepuluh indriya dan 5 tanmatra) itu bersifat fisik dan menjadi syarat mutlak bagi purusa untuk memperoleh pengalaman. sehingga akan selalu berubah pada setiap saat.

Manas. satu-satunya (Kailivalya). Maswinara (1998:41-48) Untuk lebih jelasnya mengenai ke 25 prinsip dalam samkya tersebut. disamping merupakan hasil. Purusa merupakan si pengamat yang menyatukan dirinya dengan Prakrti yang tanpa kecerdasan. untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam skhema sebagai berikut: (Tim Penyusun. sehingga disebut dengan istilah Buana Agung (Alam) dan Buana Alit (manusia). Ke-16 prinsip berikutnya. yaitu kecerdasan (buddhi). penengah (Madyastha). Ahamkara. 10 organ persepsi dan penggerak. berhenti berbuat dan sang Diri mencapai Kaivalya atau kebahagiaan terakhir. Buddhi. Purusa atau Roh.sebagai si pelaku atau si penikmat. karena purusa tanpa atribut. yaitu 10 organ (persepsi dan gerak). karena menjadi sumber dari 5 dasar halus atau tanmatra. Jadi singkatnya Purusa atau Sang Diri itu merupakan saksi si Pengamat (Drsta). ia juga produktif. agar dapat memandang gejala penciptaan. pikiran dan 5 unsur (bhuta). bukanlah hasil ataupun produk. Buddhi merupakan produktif. kekuatan (Ahamkara) dan 5 tanmatra (dasar halus) adalah hasil dan produktif. Jadi keseluruhan tattwa atau prinsip itu adalah: Purusa. Ahamkara. Demikian Prakrti setelah dipengaruhi pembebasan sang Diri (Purusa). pasif dan netral (Udasina). Prakrti disebut Alam nyata ini . tetapi juga dihasilkan dari pengembangan Prakrti. Prakrti. menunjukkan bawa: Prakrti atau Pradhana (pokok) merupakan produktif murni dan sumber dari semuanya. 5 unsur (bhuta). Yang lumpuh (Purusa) maupun yang buta (Prakrti) akan berpisah apabila mereka sampai ketempat yang dituju. seperti seorang limpuh yang menaiki bahu seorang buta. Hindup kejiwaan disebabkan hubungan dengan perkembangan rakerti yang menjadi alat-alat bathinnya. hanya merupkan hasil yang tak dapat menghasilkan substansi pokok lain yang berbeda dengan dirinya. 1993:120) Dari uraian di atas dapat dapat dijelaskan kembali bahwa. 5 tanmatra. Tujuh (7) prinsip berikutnya. Pada Buana Agung Tuhan itu disebut (1) Purusa (Pencipta) dan (2). dimana prakerti sendiri tidak dapat melihatnya. pada hakekatnya Asal mula alam semesta adalah sama dengan manusia. karena kekuatan (ahamkara) berasal dari pengembangannya.

2). Kelamin dan Anus. 4). Panca Mahabhuta. 8. 5). 3). (16-20): 1). Kita hanya membicarakan wujudnya. Veda atau Mantra Weda sebagai kitab suci. (10-16): Mata. lemak. Suksma sarira terjadi dari : (3). dan menyatu setelah meninggal moksah diakhirat. Tetapi tidak semua brang cetakan atau buku dapat kitanamakan Weda. sedangkan unsur prakrti menjadi Badan. Panca Tanmatra. Napas dan Udara dalam badan terjadi dari sparsa atau wayu. otot. Kulit. sinar mata dan segala yang panas dan bercahya terjadi dari rupa atau teja. (5). Sparsa tanmatra-sari rabaan. Panas badan.1. Rongga dada.daging dan segala yang padat sifanya terjadi dari Prtiwi. Buku adalah benda atau barang cetakan. tulang belulang. Weda sebagai kitam suci. Sabda tanmatra-sari suara. Kerut. Buku itu berisi tulisan-tulisan. Rasa tanmatra-sari rasa. Hidung. Manas. Kita tidak membicarakan isinya. (disebut Tri Antah Karana. Budhi. dengan fungsinya: Budhi berfungsi untuk menetukan keputusan. 4). Dasendriya terdiri dari sepuluh bagian yaitu: Panca budindriya. (4). 5). Manas berfungsi untuk berpikir. yang dapat dikatakan mencapai jiwan mukti moksah semasih hidup. Dengan memelihara dan memahmi kedua puluh lima unsur ini. Panca Karmendriya. maka kita akan sehat jasmani dan rohani. ada pemikirnya dan ada pula isinya berupa ajaran-ajaran.(hasil ciptaannya). Veda dan Mantra. pada diri manusia unsur Purusa itu menjadi Jiwatman. Telinga. ronga mulut dan segla rongga terjadi dari sabda dan akasa. Satu-satunya pemikiran yang secara tradisional yang kita miliki adalah yang mengatakan weda adalah kitab suci agama Hindu. Kaki. 3). disusun rapi ada penulisnya. Ahamkara/Ahangkara. Apabila kita maksudkan kitab suci agama maka Weda adalah merupakan kitab suci atau buku. empedu. 8. Ahangkara fungsinya untuk merasakan dan bertindak. (21-25): 1). Lidah. air badan dan segala yang cair terjadi dari rasa atau apah. kelenjar. Gandha tanmatra-sari bau. darah. (11-15): Tangan. 2). Rupa tanmatra-sari warna. Sebagai kitab suci agama Hindu artinya bahwa buku itu diyakini dan dipedomani oleh umat Hindu sebagai satusatunya sumber bimbingan dan infoemasi yang diperlukan dalam kehidupan mereka sehari-hari ataupun untuk melakukanm pekerjaan .

Adapun yang menjadi sumber nwrtti jnana ini adalah Sruti. Pengetahuan duniawi. yaitu pengetahuan yang akan menuntun manusia pada upaya peningkatan kesejahteraan dan hidup bahagia didunia ini. Pengetahuan itu dapat dibedakan menjadi dua bidang. yang artinya mengetahui. Sruti sesungguhnya disebut Weda dan Dharmasatra itu adalah smrti. Adapun sumber utama dari pengetahuan ini adalah Dharmasatra. Ada pula penjelasan lain yang kita jumpai mengatakan bahwa kata Weda yang huruf akhirnya ditulis dalam huruf ã (panjang) mengandung pengertian kata-kata yang diucapkan dan dinyanyikan dengan aturan-aturan tertentu. Kata Weda berasal dari urat kata Wid. Weda didalam bahsa sanskerta berarti pengetahuan. Pengetahuan semacam ini tergolong nwrtti jnana dan jalannya sendiri disebut nwrtti marga. Pengertian Weda sebagai wahyu Tuhan Yang Maha Esa adalah merupakan adalah pengertian yang sangat penting didalam memahami Weda itu sendiri. Ilmu pengetahuan yang tergolong jenis ini adalah disebut prawrti marga. Kemudian lebih lanjut dalam perkembangan pengertian Weda dikembangkan bahwa baik Sruti maupun Smrti kedua-duanya adalah sama yang dimaksudkannya ialah bahwa baik sruti maupun Smrti kedua-duanya diterima sebagai Weda. Dari pengertian yang telah dikemukakan maka apa yang diartikan Weda adalah mencakup pengertian yang amat luas.Dan dinyatakan sebagai kitab suci karena sifat isinya dan yang menurunkannya pun adalah Tuhan yang dianggap Maha suci. . Nyanyain itu atau hymne didalam Weda itu disebut ‘Rca’ atau Chanda yang dibedakan menurut jumlah bait dan banyaknya kata atau suku kata dalam satu syair. Apa bila kita artikan Weda itu sebagai pengetahuan. Hanya beberapa saja yang kita jumpai didalam kitab Yajur Weda yang ditulis dalam bentuk prosa. Widya lebih bersifat duniawi sedangkan Weda lebih bersifat rokhani. baik didunia ini maupun didunia kelak sesudah mati. Rca ini juga dikenal dengan nama ‘mantra’ dank arena itu tidak heran hampir semua tulisan dalam kitab weda itu ditulis dalam bentuk mantra atau rca atau Chanda. maka setiap ilmu pengetahuan dapat dikatakan Weda. yaitu: Pengetahuan Rokhani. Ini tidak benar pula. yang akan menuntun manusia untuk mencapai kesempurnaan rokhani. Sebaliknya kata “widya’ adalah segala macam pengetahuan yang dikembangkan oleh penemuan berbagai risetnya. Pengertian weda sebagai wahyu Tuhan. Weda adalah pengetahuan dan diturunkan oleh Tuhan kepada umat manusia sebagai wahyunya.tertentu. Weda sebagai ilmu pengetahuan.

Selanjutnya Mantra adalah kata-kata yang diyakini bukan buatan manusia. Mantra dapat digolongkan seni suara karena diucapkan sesuai dengan chanda. teks suci. Kata mantra berasal dari kata man yang berarti pikiran dan tra berarti alat. (Puja. Apa yang dimaksud dengan alat dari pikiran? Sebenarnya semua kata-kata diucapkan oleh seseorang kecuali orang gila. Putra (Tt: halaman 41) Mantra berarti persembahyangan. Cara untuk dapat menguasai suatu mantra. yang isinya khusus membahas aspek karma atau yadnya. Upanisad dan Aranyaka atau dikenal dengan nama Jnanna kanda. himne Weda. maka jelas pengertian mantra khusus mencakup catur weda saja. yaitu tinggi rendahnya intonasi secara teratur sehingga menimbulkan suara yang harmonis. Mantra Upasana dan Mantra Upadesa.3. Oleh karena kitab brahmana maupun upanisad maupun Aranyaka tidak pernah disebut sebagai kitab mantra.Weda adalah Mantra. yaitu: Mantra. agar intonasi dan tekanan-tekanan suara dapat diucapkan dengan tepat. Samaweda dan Athawaweda. sehingga dinyatakan menjadi orang siddhi mantra (mantra siddhi) adalah dengan melalui latihan dan bimbingan (Pudja: 1979). yaitu untuk menamakan semua kitab suci Hindu yang tergolong Catur Weda. yaitu Rgweda. sebagai alat berkomunikasi khusus dengan Tuhan atau Dewa-Dewa yang merupakan manifestasi dari kekuasaan Beliau. Pengertian ini dapat kita angkat satu satu konsep penjelasan yang menguraikan bahwa Sruti itu sendiri atas tiga bagian. Weda adalah dikenal sebagai mantra. Mantra pengertiannya lebih sempit dari Weda itu sendiri. Aspek pengertian keempat. Yayurweda. yang pikirannya tidak waras lagi. Pengucapan mantra yang tepat memerlukan latihan. . tetapi adalah hasil wahyu yang diterima oleh manusia. adalah merupakan alat dari pada pikiran. 8. yaitu untuk menamakan semua Janis buku yang merupakan suplemen kitab mantra. Mantra. Brahmana atau Karmakanda. yaitu penamaan semua macam buku Sruti yang terdiri atau 108 buah kitab Aranyaka dan Upanisad Isinya khusus membahas aspek pengetahuan yang besifat filasafti. Jadi kata mantra berarti alat dari pikiran.2. Mantra yang diucapkan sesuai dengan aturan tersebut dapat menggerakkan kekuatan yang paling dasar dalam diri manusia dan disebutkan pula dapat mengundang segala kekuatan alam yang ada. Kata-kata adalah alat penyambung buah pikiran dari seseorang yang ditujukan pada orang lain atau obyek tertentu. 1985:1-4) 8.

Titib (1986: 6. 8. yaitu: 1).U.Pada bagian ini dimuat doa mantra sehari-hari baik yang Nityakala (rutin) mapun Namitikakala (insendental) dipergunakan oleh umat Hindu. Mantra-mantra yang dimuat dalam bagian Mantra Upasana in I Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu yang diselenggarakan di Institut Hindu Dharma.1.3. Mantra-mantra yang ditetapkan ialah mantra-mantra untuk doa-doa sehari-hari. bukan untuk melaksanakan Lokaparasraya. Pada bagian ini memuat mantramantra atau sloka-sloka yang dapat memberikan tuntunan hidup. (seperti Tri sandya). Denpasar bulan Januari 1986 yang lalu. 3). suara A. Kekuatan magis dari mantram OM. Sama Weda Yayur Veda) dan mantram-mantram Rg Weda yang suci bagi Sawitri (Dewi fajar).2.15) 8. ada tiga kewenangan pemakaian mantra/syair pujaan. Mantram memiliki fungsi yang utama dalam upacara yadnya maupun dalam kehidupan sehari-hari. Dalam mengucapkan mantramantra ini hendaknya mengambil sikap sedemikian rupa.Weda. umat Hindu.14. Sumbernya tidak saja dari Samhita (Catur Weda) dan Upanisad (tetapi juga buka lainnya. Untuk Sadhaka. Mantra Upadesa.3. Dalam kehidupan beragama. mengeluarkan inti sari dari tiga weda (Rg. sehingga dapat mengucapkan mantra-mantra dengan penuh khidmat serta dilandasi dengan kesucian lahir dan batin.).M dan Wyakrti dengan suara OM disebutkan bahwa itu adalah bentuk suara suci Brahman. sebagai pengucapan awal dari mantrammantram untuk upacara Panca Yadnya adalah dapat mengantarkan persembahan kepada yang dipuja dan tercapainya tujuan upacara tersebut. Prajapati yang bersemayam disorga tertinggi.Mantra Upasana.Untuk Walaka. Nilai Magis Mantram. Mantra-mantra ini dapat diucapkan tanpa dilagukan dan dapat diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah masing-masing. . 2). Matram yang memiliki kekuatan magis tertinggi adalah mantram suci OM/Ongkara.Untuk Pemangku/Pinandita. Mantra Upasana yang digunakan sehari-hari bertujuan: untuk memuliakan/memuja Sang Hyang Widhi dan memohon kerahayuan kepadaNya. Fungsi Mantram. Mantram suci OM adalah Brahman dan dalam Weda Smerti disebutkan bahwa Prajapati memerasnya dari tiga Weda. Upacara yadnya tidak akan berpahala jika tidak disertai dengan pengucapan mantram. Mantra ini dapat dipakai untuk sembahyang Tri Sandhya.

Orang yang taat mengucapkan Gayatri Mantram setiap hari secara terus menerus selama tiga tahun. . 2000). Menurut sumber sastra. Pemujaan setiap hari. setelah meninggalnya akan mencapai Brahman. Mantra yang dipergunakan dalam Puja Pangastawa sangat sangat banyak mencakup seluruh kekuatan alam yaitu semua manifestasi Sang Hyang Widhi. . 8. 1983:217. Pengastawa dengan mempergunakan mantra Puja mantra dinyatakan sebagai pucak dari pada Yadnya karena itu pelaksanaan yadnya tanpa disertai puja Pangastawa adalah siasia (Pidharta. ada dijelaskan bahwa upacara yadnya yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan serta diantar . Puja Puja adalah pujian/pemujaan kepada Tuhan dan manifestasi-Nya yang diucapkan Sulinggih dan Pemangku dalam melaksanakan Panca Yadnya. pertemuan penting dan lain-lain hendaknya dimulai dengan mengucapkan OM dan setelah berkahi juga mengucapkan OM. 8. pelajaran akan tergelincir/tidak diserap dan kalau sudah berakhir tidak disertai dengan ucapan/mantram OM maka pelajaran itu akan hilang. Beberapa hal yang penting harus dilaksanakan adalah.Mengenai kekuatan magis mantram OM dalam mengamalkan ajaran agama sehari-hari adalah dapat tercapainya segala tujuan. tidak didahului dengan mengucapkan OM. Pelajaran yang dimulai. Mantra-mantra tersebut sangat sakral sebab hanya orang yang sudah disucikan melalui upacara Ekajati dan Dwijati saja yang boleh mengucapkannya.4.1. Mereka yang berani melanggar ketentuan tersebut akan mendapat pahala yang tidak baik.4.pengucapan mantram Gayatri yang dikatakan sebagai tiang pengokoh Weda adalah gerbang menuju bersatunya Atman dengan Brahman. Pemujaan yang dilaksanakan setiap hari dengan mengucapkan Gayatri mantram juga dapat memberikan keselamatan ketenangan. 221). Pujian/Pemujaan tersebut dikenal dengan istilah Puja.pada permulaan dan penutupan suatu pekerjaan. Orang yang baru melakukan penyucian tingkat Ekajati tidak dibenarkan mengucapkan mantra tertentu yang hanya boleh diucapkan oleh Dwijati. Pernyataan tersebut dijelaskan dalam Bhagawadgita bahwa bagi orang yang selalu taat memuja Beliau dengan sujud bahti akan selalu dilindungi-Nya dan akan diberikan apa yang belum dimilikinya (Pudja. kebahagiaan dan ketentraman. bergerak leluasa laksana udara mencapai bentuk yang kekal dan abadi.

Selanjutnya dijelaskan bahwa doa persem-bahyangan/Kidung suci kekuatannya ada dalam mulut yang disebut Ayasya Anggirasa. Kitab yajur Weda menyerukan semoga para ilmuwan menyanyikan lagu pujian kepada Tuhan. 8. Kitab Sama Veda secara keseluruhan memuat nyanyian-nyanyian pujian. ada yang menata banten ada Pendeta/pemangku sebagai pemimpin upacara dan ada yang melagukan Kidung suci. Kidung dinyanyikan guna melengkapi upacara Panca Yadnya. Mereka yang mengetahui rahasia itu dijauhkan dari kematian dan dapat nantinya menuju sorga.4.dengan Puja Pangastawa yang benar dan tepat maka yadnya tersebut dapat mencapai tujuan dari pelaksananya. Yadnya memakai persembahan berupa banten. orang yang menata pelaksanaan yadnya. Putru tersebut dilagukan pada waktu upacara Pitra Yadnya. Kidung Kidung adalah nyanyian pujian kehadapan Ida Sang Hyang widhi dan manifestasiNya. karena merupakan inti sari rasa dari tubuh. saat Ida Bhatara turun Ka Peselang. Brahad Aryanaka Upanisad menyebutkan bahwa Kidung Suci yang dilagukan dalam persembahyangan/pelaksanaan yadnya dapat menumpas kejahatan.4. Putru Putru adalah suatu nasehat/tutur yang mengisahkan perjalanan ke sorga. Berdasarkan penjelasan dari kitab-kitab suci tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan yadnya yang kita warisi sekarang ini sudah sesuai dengan ajaran Weda. Kitab suci Rg. prasasti Dawa. Rg Weda Mandala X. 8.4. Senada dengan sumber sastra tersebut. 8. prasasti Blantih dan lain-lainnya. yang disebut sebagai nyanyian suci/Kidung Suci. Isi mantra majijiwan tersebut adalah penciptaan bumi dan isinya serta suksesnya upacara. begitu pula dalam kitab Atharwa Weda dijelaskan bahwa Kidung Suci dilagukan untuk memohon kesempurnaan kehadapan Dewa Waruna. banyak dijumpai beberapa prasati seperti prasati Bebetin.4. pemimpin upacara dan nyanyiannyanyian pujian.2.3. Majijiwan Majijiwan dilaksnakan pada upacara yang besar. menyebutkan bahwa kidung suci itu berasal dari yang Abadi. Weda menyebutkan bahwa dalam pelaksanaan yadnya harus ada persembahan. .

Secara umum huruf itu dapat dibagi menjadi dua yaitu hurf hidup dan huruf mati. Umur termuda empat tahun dan paling terlambat kalau telah mencapai umur 22 tahun. Mengajar dan belajar mantra Weda tidaklah sama dengan membaca biasa. llrr. dosen tidak menulis bahan ajar sendiri dari awal (from nothing atau from scratch). d. dan dapat dipergunakan oleh dosen dan mahasiswa dalam proses intruksional. p.9. dh#. t. Disamping itu masalah intonasi atau tekanan suara yang tepat akan ikut pula menentukan. n. jn. g. merenungkannya kembali. Salah satu faktor terpenting dalam belajar membaca dan mengajarkannya adalah pengenalan huruf dengan suaranya. n. c. Bertitik tolak dari pernyataan Paulina Pannen dan Purwanto di atas. Kemudian disusun kembali atau ditulis ulang dengan gaya gaya bahasa dan strategi yang sesuai untuk menjadi suatu bahan ajar (atau digubah). º (sn). Karena itu yang pertama-tama adalah menguasai huruf dengan baik sehingga seorang anak dapat dapat memodulisasi suara dengan baik dan dapat pula mendengar dengan jelas perbedaan suara yang dibaca orang lain. h#. Mempelajari Weda (dan atau mantra) mencakup kegiatan yang amat luas. mengertikan arti kata. menjelaskan dengan melihat relevansinya dengan gejala-gejala alam. œ (c). Informasi yang sudah ada dipasaran dikumpulkan berdasarkan kebutuhan (sesuai dengan tujuan instruksional GBPP dan kontrak perkuliahan). n. Sangat edialnya usaha belajar dimulai sejak usia masih muda. Pembelajaran Orang Dewasa.q. menginterpretasikan. rr. m s. jh. 1985:112-113) Dalam pengemasan kembali informasi.e. Adapun pengucapan hruf-huruf yang dimaksud itu adalah huruf-huruf (aksara) dewanegari yang dipakai dalam bahasa Sannskerta atau mantra-mantra baik ditulis dalam huruf Dewanegari mapun tulisan Latin. ch.i. d. th. Ks (ksh). tra. r. lr. (Puja.i.u. j. tetapi dosen memanfaatkan buku-buku teks yang sudah ada di pasaran untuk dikemas kembali sehingga berbentuk bahan ajar yang memenuhi karakteristik bahan ajar yang baik.ai. t. Paulina Pannen dan Purwanto (2001:13). penulis ingin mengikuti jejak yang dilaksanakannya dalam usaha memahami . Ketentuan umur dalam sistem catur Asrama dapat dijadikan patokan pegangan kapan kita bisa mulai belajar Weda. th.u. Kita mulai dari belajar membaca. kesemuanya itu merupakan satu paket proses belajar weda. mendengar ucapan-ucapan yang benar. merumuskan hasil-hasil pemikiran yang terkandung dalam Weda. kh. dh. Huruf hidup adalah: q. ph. dan huruf mati: k. gh ng (n). menterjemahkannya. o. b. au. dh.

Himpunan Keputusan Seminar Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu I-IX (Parisada Hindu Dharma Pusat). Buku-buku tersebut penulis kumpulkan. Pedoman kramananing Sembah (Foto Copy dari I Nyoman Nasa). Puja WalakaPinandhita (I. Puja Trisandhya (I Gede Sura). Selanjutnya apabila sudah merasa. Mesekar dan Mebija (Pustaka Manikgeni). Kidung panca Yadnya (Wayan Budha Gautama). sebaiknya dilakukan setelah sembahyang barang satu jam atau dua jam. Doa metirta. Fungsi Genta Bagi Para Sulinggih/ Pemangku di Bali (Toko Buku Ria). Tri Sandya Bersembahyang dan Berdoa (Titib). Puja Stawa Penujang Pegangan Para Pemangku dan balian (Wayan Budha Gauitama). Apabila semakin harisemakin tertarik baru dilanjutkan untuk mawinten dikalangan keluarga. AUM Kitab Suci Kesuma Dewa (Sri Reshi Anandhakusuma). Dengan demikian dikenal dengan dua perbedaan belajar yaitu . Pedoman Sembahyang (Pemerintah propinsi Bali). Nganteb Piodalan Alit (Ida Pandita Empu Nabe Daksa Kertha Wisesa). meminta dan meminjam diantaranya: Kusuma Dewa Utara anom). Sang Kulputi Kesmuda Dewa (Gambar I Made). Penulis membeli buku. Tuntunan Muspa Bagi Umat Hindu (I Gusti Ketut Jaker). Agem-Ageman Kepemangkuan (Jero Gede Pasek Ringganatha). Upacara Panca Yadnya (Sri Empu Nabe Pramadaksa Gria Agung Bungkasa). Rg Weda Mandala IX (Wayan sadia dan Pudja). Pengantar Menuju Pedoman Sembahyang Umat Hindu (K. Rancangan Keputuisan pesamuhan Agung. Tri sandya (Kepala kantor agama Propinsi Bali). dalam kehidupan hari-hari dalam keluarga maupun masyarakat. Namun demikian. Dharma Sastra. Gagelaran Pemangku (PHDI Kabupaten Karangasem). Diktat Pelajaran bahasa Kawi (PGA Hindu Negeri Denpasar).Pudja). tertarik barulah dilanjutkan dengan melakukan Mawinten untuk diri sendiri. Catur Yadnya (Upada Sastra). Persembahyangan bagi Warga Hindu (Jro Nyoman Kanca). Puja Tri sandya dan Kramaning Sembah (I Made Bidja). Sipta Gama (Ida Pedanda Gede Pemaron). Nitya Karma Puja (IGK Adia Wiratmadja). Untuk latihan membaca Mantra. demikian seterusnya sampai menjadi Sulinggih. kalau memang disepakati bahkan dibutuhkan oleh keluarga.Bangli). Weda Parikrama (G. Parisada Hindu Dharma Indonesia Tentang Tri sandya (PHDI). Dasar Kepemangkuan (I Nyoman saruya Atmanadhi).Suhardana). dan diambil hal-hal yang mudah untuk diaplikasikan. sering kali dibedakan hanya dalam konteks usia perkembangan yaitu antara anak-anak dan orang dewasa. Widhi Sastra. Tuntunan pengastawa (Ketut pasek Suastika).M. sebagai bahan awal untuk memahami Mantra. Pada hakekatnya belajar merupakan proses dinamik yang seyogyanya dilakukan seumur hidup.B.Mantra dan Belajar Mantra. Panca sembah (Kejayaan). agar dapat merafalkan mantram sesuai dengan iramanya.

asumsi dasar dalam belajar antara lain sebagai berikut: 9. . 4.Cendrung berorientasi pada penangan persolanan. yang dapat dilihat dalam tabel berikut: No 1. 2006:2-6). 5. 7. sehingga dapat memutuskan bagi dirinya sendiri (otonomi) 9.1. (Sutjipta dan Kendran. 12. Setidanya dapat dibedakan dalam: dewasa muda (18-30) tahun dewasa (30 – 55) tahun lanjut usia (> 55) tahun orang dewasa mempunyai perspektif waktu “kekinian” yang cukup kuat: .3. orang dewasa dihargai kemandiriannya. 13. 14. sehingga dapat menggali insight bagi dirinya. 3. 6. 8. pada hakekatnya andragogy. 9. 10. 9. orang dewasa mempunyai kesediaan belajar hal-hal relevan baginya bagi kurun waktu tertentu.pendekatan paedagogy untuk anak-anak dan Anddragogy bagi orang dewasa. tetapi juga dapat menghalanginya menerima hal-hal baru.apa yang dipejarinya dibutuhkan untuk menanganni persoalan kesehariannya. Anak-Anak Ketergantungan Fasilitas Subyektifitas Ketidaktahuan Kemampuan terbatas Sedikit tanggungjawab Minat terbatas Mementingkan diri Penolakan diri Identitas diri tidak jelas Kepedulian sepintas Fokus pada hal khusus Imitasi Butuh kepastian Imfulsifness Dewasa Kemandirian Aktifitas Obyektifitas Kejernihan berpikir Banyak kemampuan Banyak tanggungjawab Minat luas Altruisme Berdamai diri Integrasi diri Kepedulian mendalam Fokus pada hal prinsipil Original Toleran kepada jelasan Rasional Berangkat dari perbedaan tersebut. . 11. sehingga ajakan relevansi berbeda. dapat berurun sartan lagi pembelajaran orang lain. orang dewasa memiliki banyak pengalaman. 2. Rentang kedewasaan cukup lebar. 15. .Belajar adalah proses peningkatan kemampuan menanganni persoalan kehidupan.2.

*). Filsafat secara umum dapat diartikan bahwa usaha manusia dengan menggunakan akal. *). 9. Merespon (aktif berpartisipasi) *). *). serta dapat diukur.4. *). Evaluasi (membandingkan nilai-nilai. *).t. . *). metode dan sebagainya).3. taksonomi ini telah banyak membantu praktisi pendidikan untuk memformulasikan tujuantujuan belajar dengan bahasa yang mudah dipahami. Peniruan (menirukan gerak). *). sadar akan adanya sesuatu). yang terdiri dari lima tingkatan: *).2. Analsis (penjabaran suatu konsep). untuk memperoleh pemahaman Jagat Raya dalam memenuhi suatu kepuasan dalam kebijaksanaan. Pemahaman (menginteprestasikan).Menurut Bloon dan Kratwohl apa yang mungkin dikuasai (dipelajari) oleh siswa (orang dewasa). *). Taksonomi Bloon ini. 9. Perangkaian (melakukan gerakan sekaligus dengan benar). Pengalaman (menjadikan nilkai-nilai sebagai bagian dari pola hidup). T. (Prasetsetya. Naturalisasi (melakukan gerak secara wajar). Ketepatan (melakukan gerak dengan benar).3. Pengetahuan (mengingat menhafal). *). Afektif. ide. Sintesis (menggabungkan bagian-bagian konsep menjadi konsep untuh).3. Pengenalan (ingin menerima. Pada tingkatan yang lebih praktis. Penghargaan (menerima nilai-nilai. *). 9. Aplikasi (menggunakan konsep untuk memecah-kan suatu masalah).3. Pengorganisasian (menghubung-hubungkan nilai-nilai yang dipercayai). poto copy: 12-13). setia kepada nilai-nilai tertentu). yang tercakup dalam tiga kawasan: 9.1. Sastra sebagai alat komunikasi. operasonal. Kognitif terdiri dari enam tingkatan: *). *). yang terdiri dari lima tingkatan: *). seperti yang telah kita ketahui berhasil memberi inspirasi kepada banyak pakar lain untuk mengembangkan teori-teori belajar dan pembelajaran. Psikimotor. *). Penggunaan (penggunaan kosep untul melakukan gerak). sedangkan aksara adalah simbol (lambang) sebagai alat komunikasi.

pipil. do’a-do’a dan pengobatan. adalah aksara bagian kedyatmikan misalnya: Japa-mantra. mayudha dan Pañca Pãndawa”. Mang dan Ong Selanjutnya dalam Rg. 1984:31-33). l. Untuk membacanya menggunakan Krakah/Griguh (Kaler. dan gempelan). Nama Rudra sering diartikan sama dengan Siwa. Mang. yaitu: a.Weda X. e. Sarwatatim Sawita No Rasa Tam Dirgha Ayuh”. Tentu saja kata-kata (simbol) yang sudah jelas dan kecil kemungkinannya untuk disalah artikan dan tidak lagi membutuhkan penjelasan lebih lanjut. ny. Tang. Kalau tulisan Balinya Rãmãyana. Semoga ia melimpahkan rahmatNya kepada kita dengan umur panjang. Lambang e taling tidak memakai corek atau tanda diakritik.Vokal 6 buah. surang. gantungan. Ang. Umpamanya jika dalam sebuah komunikasi ilmiah kita mempergunakan akal seperti “epistemology” atau “oftimal” maka kita harus menjelaskan lebih lanjut apa yang kita maksudkan dengan katakata itu. misalnya urak. Sang panca pandawa lunga ke alase”. Hal ini harus kita lakukan untuk mencegah si penerima komunikasi memberi makna lain yang berbeda dengan makna yang dimaksudkan. t. Nang.Komunikasi menggunakan bahasa akan mengandung unsur simbolik dan emotif.1982: iii-iv). Pesamuan Agung Bahasa Bali tahun 1957 (dengan hasilnya) sebagai berikut: a). u. yang digunakan untuk menunulis Bahasa Bali lumrah. Prabu Kresna sareng mayuda. Konsonan 18 buah. Sawitottarattat Saidharattat Sawita Nah Suwatu. Ung. b. Contoh: “Rontal Ramayana becik pisan. d. Dewa dari arah timur. m. yaitu: 1). ng. melainkan ke Bahasa Indonesia. 3). Dewa dari arah Utara. aksara untuk menuliskan Bahasa Kawi dan lainnya lagi. (Jujun.Swalalita. r. 2002:175.36. Artinya Dewa dari arah Barat. Prabhu Krésna.181). sehingga untuk menggambarkan siwa sebagaimana halnya dengan Rudra dihubungkan dengan sebelas aksara sebagai bentuk lingga Atma. o.Modre. s. p. i. Dalam buku ejaan bahasa Daerah bali yang . 2). Ang. pengeling-eling dan sejenisnya. k. tedong. Bang. Dewa dari arah Selatan. Untuk jelasnya penulisan kini menguraikan kejadian aksara vokal (suara) dan konsonan (wyanjana) serta menggolongkan terbagi tiga jenis. n. perlambang (simbol) dalam keagaman. upacara dan yang berhubungan dengan dunia kegaiban. Wang.(Pudja. Tanda deakritik dapat dipakai hanya pada permulaan belajar membaca atau dalam perkamusan. dalam komunikasi ilmiah sebenarnya proses komunikasi itu harus terbebas dari unsur emotif ini. b). c.14. menurut Jnana Sidharta: Sing. Perlu kami ingatkan bahwa dalam penulisan kalimat atau cerita bahasa Bali memakai tulisan latin jangan berpegang dengan tulisan Bali. artinya identik dengan pesan yang dikirim. w. Wreastra. e. y. Terakhir adalah aksara suci ini adalah aksara mati karena banyak dengan busana (taleng. “Sawita Pascatat Sawita Purastat. g. yaitu: h. agar pesan yang disampaikan bisa diterima secara reprodukdif. menyebutkan.

Aksara Bali terbagi atas aksara biasa. Bindu/Windu dan Pranawa/ongakra serta pisarga pada permulaan kata. Untuk dapat meresapkan keamhakuasaan Sang Hyang Widhi agama Hindu memberikan Simbol pada kekuatannNya ini dalam aksara suci OM. Pengulangan Lalitasahasranama dan Trisat’i. 1993:3). segi tiga). Akasara biasa terdiri atas aksara wreastra. (Tinggen. Hal ini dimaksudkan untuk menyerap bahasa asing pada tahap permulaan sebelum beradaptasi dengan bahasa Bali. e. Terkait dalam pembelajaran mantra. ca ra ka dst). diharapkan dapat mencipkan kedmaian dihati. 2005 Bali Post) Kemudian padangan dari persfektif Sastra. khususnya Trisakt. Aksara-aksara ini identik dengan Aksara Swalita dan Akasara Suci/Modre yang dipergunakan oleh para Pujangga atau Rohaniawan dalam Simbolis ritual. dan dalam berbagai manifestanya terdapat berbagai macam. dalam aksara Bali ada yang disebut pengangge tengenan. Ketiganya melambangkan Dewa Tri Murti-Utpatti. aksara yang dipergunakan sehari-hari terdiri atas 18 aksara (ha. dan aksara suci. ini ditunggalkan menjadi OM (Upadesa. ang. U. Adri. o. Suara A. Dilaksanakan dengan Kata Dum dibentuk dengan menambahkan Maya. Akasara Suci terbagi atas akasara wijaksara atau bijaksana (aksara swalalita + aksara amsa.disenpurnakan juga dicantumkan abjad Bahasa Indonesia dari a s/d z. aksara wianjana (huruf konsonan. misalnya: a. bulatan) dan nadha (bindang. M. dan aksara swalalita atau aksara yang dipergunakan pada kesusastraan Kawi yang terdiri atas 47 aksara. Tri Murti: Ang Ung Mang dan dalam wujud Dasaksara adalah: Sang Bang Tang Ang Ing dan Nang Mang Sing Wang Yang. Selain itu. maka aksara yang digunakan adalah . na.ung. huruf mati) yang terletak pada akhir kata yang melambangkan fonem konsonan (Ngurah Nala.mang) dan modre atau aksara lukisan magis. 1978:16). misalnya: ong. kedamaian di dunia dan kedamaian di akhirat. Dengan menggunakan media aksara/sastra keharmonisan mikrokosmos dengan makrokosmos. i. Kalau di Bali aksara tersebut dapat diidentikan dengan Tuhan disimboliskan aksara Ongkara dalam wujud Tunggal. Wisnu Hyang Widhi dalam prabawanya memelihara disimbolkan dengan aksara U dan Siwa Hyang Widhi dalamp rabawanya pelebur disimbolkan dengan aksara M. Akasara amsa terdiri atas Arddhacandra (bulan sabit). Sthiti-pralina atau lahir hidup mati. Karna. u. Kata Om adalah aksara suci untuk mewujudkan Sang Hyang Widhi dengan ketiga prabawanya yaitu: Brahma Hyang Widhi dalam prabawanya mahapencita disimbolkan dengan aksara A. “Durga Puja”. windhu (matahari.

Sulinggih baru dilanjutkan dengan upakara dan upacara Mawinten atau Madwijati. Denpasar.ditastwag wettu diwaskambhanirasi dhisana. IB. Bangli. Yadnya adalah pemberi kebahagiaan. Dhisana ’si parwati prati twa. Puja Walaka-Pinandita. Kesumadewa. Baik bagi diri sendiri keluarga maupun masyarakat dan negara. Seperti bunyi bait Yayur Veda. Dengan menggunakan aksara Modre/aksara suci. DAFTAR BACAAN Anom. Dari uraian di atas. Yadnya adalah penyangga matahari yang cemerlang.5. 2006:52-58) 9.19 Sarmasyawadhutaduam rakso. kalau ilmu itu disembarangkan jelas dia tidak bermanfaat. 1972. Dasar Kepemangkuan (Ke Sulinggihan). dan ada keinginan untuk menjadi: Pemangku. Proses Belajar. secara teori ilmu apapun bisa dipelajari asal dimanfaatkan secara dewasa. Surabaya: Penerbit. Satrya I Nyoman. Yadnya yang dilakukan pada hari tertentu juga memberi perlindungan seperti kulit melindungi tubuh. Anda Kusuma Sri Rshi. Denpasar: Percetakan Offset & Toko Buku Ria. Utara 1994. menjauhkan yang egois dan sifat-sifat kikir dan melindungi daerah tempat seperti kulit melindungi tubuh. 1986 “Kamus Bahasa Bali Indonesia-Indonesia Bali” Penerbit.aksara biasa Wreastra tanpa dilakukan upakara. Semoga yang melakukan yadnya menyadari arti pentingnya. Penguncaran Weda Mantra yang benar-benar merupakan yandnya sendiri.Bagian I. perwujudan dari ceritera Weda. Kemudian setelah ada pemaham lebih lanjut. (Watra. tetapi kalau dipelajari dengan suatu sistem dengan tujuan baik “Ayu Were Siddhi phalanya” boleh dibicarakan akan sangat baik manfaatnya. Suatu “Moto” di Bali. 2005. artinya anak kecil atau anak muda bisa membahas Mantra apabila penerapakan dilakukan secara dewasa. Atmanadhi. Kayumas Agung. Sekaranglah saatnya kita tahu Mantra dan Belajar Memantra. Aywa Were tan siddhi phalanya”.si parwateyi prati twa parwati wettu. CV. Cetakan Pertama: Paramita .wadhuta aratayo’ditwastwagasi twa’ditirwettu. Semoga kami menyadari yadnya sebagai pembawa hujan dan pemberi pengetahuan spiritual.

(Buku Yang banyak Mengandung Inti-Inti Falsafah Hindu.. 1986.. Surabaya: Penerbit Paramita.. Jakarta: Cetakan ke 3 ... 1982-1983.. Satu Himpunan Naskah Mantra dan Stotra teks asli bahasa Sanskerta dan Penjelasannya... Denpasar: Penerbit Guna Agung. Pusat antar Universitas Untuk peningkatan dan Pengembanngan Aktivitas Intruksional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Tuntunan Muspa Bagi Umat Hindu. Penulisan Bahan Ajar. I Gusti Ketut. Jakarta: Buku 2. Gayatri Sadhana Maha Mantra Menurut Weda. Jakarta: Sampai saat ini ybs.. 2000. Denpasar: Parisada Hindu Dharma. 2001.. I Wayan 2004. 1976... Surabaya: Cetakan Pertama..... Sang Kulputih Kusuma Dewa. Pedoman Sembahyang. G. Persembahyangan Bagi Warga Hindu... Pudja. Jero gede Pasek 2003... 1985. Pekerti. Kaler... 1987. Aplied Approach. Weda Parikrama. Kanca.Bharati... Pramadaksa. Surabaya: Penerbit. Mengajar di Perguruan Tinggi. Ringga Natha. Upacara Panca Yadnya. Denpasar: Stensilan. I Made. Jakarta: Pesanan Proyek Pengadaan Kitab suci Hindu. Sebagai Staff Antar Universitas Terbuka.. Sodasiwikerama. Jakarta: Penerbit. Paramita..08.. Agem-Ageman Kepemangkuan. Gambar. Jero. Parisada Hindu Dharma Pusat. Denpasar: Terjemahan. Swami Veda. Weda (Pengantar Agama Hindu). ..... Lembaga Penyelenggara Penterjemah Kitab Suci Weda. Himpunan Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu I-IX.. Milik Departemen agama Republik Indonesia. Mantra Inisiasi Meditasi & Yoga... 2002. Denpasar: Milik Pemerintah Propinsi Bali. I Nyoman Tt. Irawan T. Sama Weda “Sama Weda Samhita”. Maswinara. 1984.t. Paramita Paulina Panennen dan Purwanto. Penerbit.) . Gria Prasetya. Pusat Propinsi Bali. .1979. 1983.. Buleleng: Toko Buku Indra Jaya. Sri Empu Nabe. Badung: Agung Bungkasa Abiansemal.

Jakarta: Copyright. Mitra Printing.1997. Pembelajaran Orang Dewasa. Denpasar: Edisi 159 MeiJuni/VII.. Cinta Kasih dan Penyerahan Diri kepada Tuhan. Kios Muria..1986 Weda Walaka.. Sweta Swatara Upanisad.. Watra. 2006. Bagian I.. R dan Gede Pudja. Penerbit.. Tim Penyusun. Departemen Agama RI Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Hindu dan Budha. Surabaya: Penerbit. Paramita Wisesa. Denpasar: Gria Agung Giri Manik. Sagung Kendran. Tt. Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Mutu Pendidikan Universitas Udayana. Yajur Weda (Weda Sruti). ……….... Nganteb Piodalan Alit.. 1993.A.. Nyoman dan A.. 2001. .. Suhardana. Putra.. Jakarta: penerbit... Proyek Pengadan Kitab suci Hindu. Denpasar: Penerbit. Jakarta: cetakan Pertama. Pengantar Menuju Pedoman Sembahyang Umat Hindu.. Dharma Nusantara Bahagia. 1985 Atharwa Wedha (Weda Sruti) Terjemahan.. Cudami III. Maya Sari. PT. . KM 2005. Titib I Made.. Dosen Institut Hindu Dharma.. Ida Pandita Umpu Nabe Daksa Kertha..1985... Jakarta: Terjemahan. Sugiarto. 1982. Tri Sandya Sembahyang dan Berdoa. Majalah Kebudayaan Bali Taksu.. Surabaya: Penerbit. Paramita Sutjipta. Jakarta: penerbit Hanuman sakti. Milik Depatemen agama Republik Indonesia.. Kumpulan Kuliah Agama Hindu Bhatkti Marga.. 2006. Buku Pelajaran Agama Hindu di Perguruan Tinggi. Penerbit.