KATA PENGANTAR

B

egitu

banyaknya

permintaan,

buku

tentang

pelaksanaan

Sembahyang dan mantram-mantram ringan yang bisa dipelajari untuk diri sendiri serta mengisi hari tua, yang dapat dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari dalam keluarga. Kenyataan inilah yang mendorong penulis untuk mengumpulkan beberapa buku yang dipakai sebagai dasar untuk merealisasikan maksud tersebut, sehingga penulis sebut dengan Mantra dan Belajar Memantra ini. Setelah dilakukan koreksi oleh Editor, maka judul tulisan tersebut berubah menjadi MANTRA DAN BELAJAR ANEKA MANTRA (Kumpulan Berjenisjenis Mantra). Karena Mantra pada dasarnya terdiri dari tiga konsep yaitu Mantra, Tantra dan Yantra. Mardiwasito menulis (1985:339,582,711) bahwa yang dimaksud dengan Mantra dari sudut kata berasal dari sanskerta dan berubah kedalam bahasa Indonesia menjadi Mantera yang artinya jampi (penahan/japa), doa atau mantrakratu pembaca mantera (hanya berwujud kata-kata), Tantra yang juga artinya mantra tetapi lebih menekankan ilmu sihir (gaib, mistik) dan yang dimaksud dengan Yantra adalah alat untuk merenungkan Dewa. Secara mudahnya dapat dipahami mantra adalah ucapan mengandung nilai-nilai magis, Yantra adalah upakara sebagai alat untuk memusatkan konsentrasi dan Tantra adalah gerakan tangan yang bersifat magis yang juga disebut dengan Mudra. Dalam tahap pembelajaran ini, aksara tidak diisi secara lengkap seperti, contoh: Mahì dyauá prthivì ca na ima÷ yajñammikûatàm; Piprtàm no bhaåìmabhiá. Tetapi akan ditulis “Mahi dyauh prthiwi ca na imam yajnamimiksatam; Piprtam no bharimabhih”. Maksudnya buku ini untuk, memudahkan belajar membaca dan mendengarkan suara sendiri. Sebab menurut pandangan penulis, kalau diisi lengkap, keinginan untuk membaca akan berkurang, karena harus belajar tanda baca terlebih dahulu. Karena dalam hal ini, sekali lagi masih taraf belajar. Nanti kalau sudah lancar membaca, maka akan ditingkatkan sesuai dengan tanda bacanya.

Mempelajari Weda (dan atau mantra) mencakup kegiatan yang amat luas. Kita mulai dari belajar membaca, mendengar ucapan-ucapan yang benar, menterjemahkannya, mengertikan arti kata, menginterpretasikan, merenungkannya kembali, merumuskan hasil-hasil pemikiran yang terkandung dalam Weda, menjelaskan dengan melihat relevansinya dengan gejala-gejala alam, kesemuanya itu merupakan satu paket proses belajar weda. Mengajar dan belajar mantra Weda tidaklah sama dengan membaca biasa. Sangat idealnya usaha belajar dimulai sejak usia masih muda. Ketentuan umur dalam sistem catur Asrama dapat dijadikan patokan pegangan kapan kita bisa mulai belajar Weda. Umur termuda empat tahun dan paling terlambat kalau telah mencapai umur 22 tahun. Salah satu faktor terpenting dalam belajar membaca dan mengajarkannya adalah pengenalan huruf dengan suaranya (ini yang ideal, tapi kalau baru belajar, silahkan bacabaca dan dengar-dengar suara sendiri dulu). Disamping itu masalah intonasi atau tekanan suara yang tepat akan ikut pula menentukan. Karena itu yang pertama-tama adalah menguasai huruf (secara umum dulu/latin nanti kalau sudah meningkat baru menginjak ke dewanegari) dengan baik sehingga seorang anak dapat dapat memodulisasi suara dengan baik dan dapat pula mendengar dengan jelas perbedaan suara yang dibaca orang lain. Adapun pengucapan huruf-huruf yang dimaksud itu adalah huruf-huruf (aksara) dewanegari yang dipakai dalam bahasa Sanskerta atau mantra-mantra baik ditulis dalam huruf Dewanegari maupun tulisan Latin. Secara umum huruf itu dapat dibagi menjadi dua yaitu huruf hidup dan huruf mati. Huruf hidup adalah: a, a, i, i, u, u, e, ai, o, au, r, rr, lr, llrr, dan huruf mati: k, kh, g, gh ng (n), c, ch, j, jh, n, t, th, d, dh, n, t, th, d, dá, n, p, ph, b, dh, m s, û (sn), ú (c), á. Ks (ksh), tra, jn. (Puja, 1985:112-113) Pada hakekatnya belajar merupakan proses dinamika yang seyogyanya dilakukan seumur hidup. Tetapi sebelum memantra, lakukanlah pembersihan diri dengan Mantra, seperti: Mantram sebelum Belajar Memantra (Sang Hyang Aji Panusangan). Sama nilainya kita telah mewinten tiga kali. Idepaku anganggo Aji kotamah, Amangsa-amangsung aku tan pabersihan, aku pawaking setra suka kang akasa,

suka kang peretiwi, tan ana aku keneng sebelan, apan aku teke abersihin awak sariranku, teka bersih bersih-bersih-bersih. (Gambar, 1986:51-52) Mempelajari Weda dengan setulus hatimu. Samudre te hrdayamapswantah sam twà wìantwoûadhìrutàpah; Yajñasya twà yajñapate suktoktau namo wàke widhema yat swàhà. O yang berumah tangga, hendaknya engkau mempelajari weda dengan setulus hatimu, yang penuh dengan sabda-sabda bimbingan mulia, dikendalikan oleh prana, berbuat dalam perbuatan mulia. Semoga engkau menikmati makanan, buah-buahan dan air, Dalam bimbingan kasih sayang, kami menuntun engkau melakukan kewajiban hidup dalam perkawinan dengan penuh keyakinan. Yadnya mantra harus dilakukan oleh setiap kepala rumah tangga. Mahì dyauá prthivì ca na ima÷ yajñammikûatàm; Piprtàm no bhaåìmabhiá. O suami yang patut dipuji dan yang sehat dan istri yang bersabar hati, berkehendak untuk memenuhi kesenangan dan melakukan yadnya dalam rumah tangga. Semoga engkau berdua menyediakan kami makanan dan pakaian.* Weda dan atau Mantra dapat dipelajari sendiri. Ara iwa rathanabhau prane sarwan pratistham, rco yajudwamsi yajnah ksatram brahmaca. Ibarat jeruji dipasang pada porosnya roda sebuah kereta demikian pula halnya segala sesuatu ditetapkan dan digantungkan pada prana. Melalui prana dan pengendaliannya itu orang dapat belajar Weda sendiri, mis Rg.Weda, Yayur Weda, Sama Weda (dan Atharwa Weda) dan dari itu orang dapat melakukan maha yadnya atau orang-orang bijaksana dan terpelajar. Dapat memperlihatkan kebijaksanaannya yang benar atau seseorang tentara dapat memperlihatkan keberaniannya yang mengagumkan. Prasana Upanisad (Puja, 1985/86:21-22). Yang masih mengumbar hawa-nafsu, sebaiknya jangan mempelajari Weda. Wedante paramam guhyam purakalpe pracoditam naprasantaya datawyam naputrayasisyaya wa punah. Misteri yang paling dalam dan paling agung dari Ajaran Wedanta, yang telah diberikan oleh Brahman kepada kita di zaman dahulu kala, hendaknya jangan diberikan kepada orang-orang yang masih belum mampu menguasai hawa nafsu - hawa nafsunya, walaupun dia anak laki-laki kita atau siswa kita yang kita cintai. Yasya dewa para bhaktir yatha dewe tatha gurau, tasyaite kathita hy arthah, prakasante mahatmanah, prakasante mahatmanah.

...... agar mereka dapat mengetahui dan dapat mengamalkan Ajaran Kitab Suci Upanisad ini....................5.. Mantram dalam Yadnya.............8..... 3..... Sebelum Mantram Tri Sandya ......... Dewa Pratista .............2..... Sembah Kuta Mantra..2... 10 Juni 2006 Penulis DAFTAR ISI Judul. 1........1........ Dan tidak tertutup kemungkinan untuk keluarga...... Utpeti Kang Toya ...... Daftar Isi........................................................... Dewa Yadnya...... 4... 4...................................Kepada orang-orang yang berjiwa luhur.......... Mersihin eteh-eteh upakara . 4............. Mantram Tri Sandya .4........... yang dengan tulus memuja Brahman dan menghormati Guru....... Mantram Umum........................7. sehingga hasil pembelajarannya dapat berguna paling tidak bagi dirinya sendiri... dalam konteks ini pembelajaran dilakukan untuk orang dewasa................2.... 3........... yang mempercayai sepenuhnya kepada Brahman........................ Kata Pengantar.......................................... Mantram Widhi Yadnya........................ i v xi 1 5 9 10 10 10 12 12 15 15 17 17 18 18 18 18 18 18 18 ........... negara dan bangsa.2..................... Menghaturkan Dupa ................ Padmasana Ring Toya ................................................................ Sikap Sembahyang dan Kramaning Sembah . 4..................4. akan berwajah yang berseri-seri.......... 3... 4................. 2.... (Sweta Swatara Upanisad...............1...3........1.......... Pengertian Mantram........6. 3........2.... Adyaya ke VI:22.2........................ untuk menciptakan kedamaian Denpasar.............2.. 3..................... Pendahuluan......... Namun demikian..... 4.................2...................... dengan harapan bahwa orang dewasa secara Pisik dan Psikologi (jiwa dan ilmu pengetahuan) sudah matang......... 4................... hendaknya kita berikan rahasia Ajaran Kitab Suci Upanisad ini.....................2....2..... Metabuh arak/ berem .........................................................23)... 4. Ngutpeti Toya Ring Sangku .................... 4. Panca Sembah ..... 4.... 4.......................................2.............................. Belajar Mantram.......3..............

............2.. Wiku Grohita ...2............. Wiku Bramacari ..4.....5.. Wiku Pangkon ....10... 26 4.....20.1............................ 33 4.. 18 4...... Wiku Cendana .. 33 4.21....... 29 4........4...3...... Manusa Yadnya ...9.. Akena bija ...........2..........18. Sembah Hyang di Ring Merajan Sanggah Kemulan .....5.....3.11......2....16.... Sembah Hyang di Purnama /Tilem ....... 21 4.....2... Tata Cara Persembahyangan dalam Piodalan 4.... 26 4...15............ Sembah Hyang di Pura Dalem ..........4........ 28 4.....2.2..........2.... Ngarga Tirta ....13.2......... Guru Pada Namas Karo ...... 22 4....... Wija 18 4.....1..............3..... Anglukat Banten . 24 4...4..3...................1................... Sembah Hyang di Pura Prajapati ........3 AUM Upacara Resi Yadnya ............2........3..............4....... 33 4...............4.......... 32 4.. Kramaning Pamuspaning Pitra ...................3. 34 4.......................... 28 4.. Sembah Siwa Amerta ...........4.. Tumuwut sang pitre adi nyasa ring catur desa (Ngentas) ......3........................................ 20 4...... 32 4.................. 35 21 24 ........... Menekan Tangan .... 22 4.........4...............3............3.....2..................... Wiku Saba Ukir ...3.....4...2.....5... 19 4........ 30 4.... Wiku Sanyasi ............................................................23........4.................... 24 4...3...........................3......................................22...............8....... 33 4......19..... Sembah Hyang di Kawitan Ratu Pasek ...... 32 4....... 23 4........... Sembah Hyang di Merajan Kemimitan/Paibon 4............ Sembah Hyang di Pura Puseh .....3................. 34 4.............3........ 29 4.2.................2....... Ngaskara Bajra ........................2........................... 32 4.11.3.........4.. 21 4.............3...4............. Gandaksata........... Wiku Palang Pasir ..... Wiku Sangara . 33 4. Wiku Ambeng ..2..12...2. 23 4........9............. Wiku Wanaprasthi ...........4..............3........4.......14....................3.....2..... 19 4................... Wiku Panjer .......... 27 4...................24........................ Sembah Hyang di Pura Desa Mwang Bale Agung.....17.... Nyiratin Tirta Sawa .12....2...........4. 20 4..........4........... Rsi Yadnya .................. Wiku Grahasti ................4.......10.......... 28 4.. Mantra Pengulapan ................. 28 4...3..... Aturi Kang Toya Puspa..... Pitra Yadnya ........... 33 4........................4.....................6........4...3.. Tirta Puwa Pangentas Wong Preteka ....7.. Dwijendra Astawa.

............ Ngastawa Lis........ Penghormatan di Gunung di Gung Kawi......... Pasang Tri tatwa. Ngelebar Segeh.......8.......7. 41 4..........5...7............ 52 4....7.7... 55 4... 35 4.. 41 4..... 52 4.......6.............. Panyubyokaunan dan Prayascita..... Pengelebaran caru-caru.... 35 4.. Mantram Caru dewasa ala...........2........ 52 4.........5.7................................... Mabiye kawon ...............6...............5..4...... Dewa yang Berstana di GunungGunung.... 52 4.7........... 36 4.. Menjalankan Pabyakaunan... 42 4................4....... 39 4....... Mekala Hyang..7.7............ Penghormatan di Gunung Batur..... 57 4............... Nyucikan Badan... 51 4...8...18......................... Bebanten Suci.. Penghormatan di Gunung Watukaru.......6.. Ngayab Banten......................... Ngaturin Betara Kukusarum......... 53 4..... ................9.......5......... Potong rambut..13.6.............. Ngaturan Prayascita........16.............4.....................7.......1.................. Ngaturang Prayascita............ 58 4.. Sucikan Tangan....7...... 56 4...............7.. 52 4...... 57 4........ Penghormatan..........8..........7....... 36 4.... Mawinten ...5...1 Pelaksanaan Upacara...............8...6.....8...........5..6................6..... 50 4.. Panca Mahabhuta................... molongin karna.......2...... 53 4... 40 4. Penghormatan di Gunung Andakasa.............5................2......6.......14....17......... 52 4........3............ Belajar Mantram Genta atau Bajra..6........ 51 4................ 42 4....7...............7... Ngastiti Tetebusan.....8.......2............................................ Amusti Karana............... Penghormatan di Penataran Beskih/Gunung Agung 58 58 .....15.....11..7.........8.. Kelahiran Bayi .............4...5.... 57 4......7....................... 57 4......7.......... 53 4........7...... 57 4..........3..... 50 4.. Ngaturan Tirta.................. Yadnya Sesa..10..........1....................5.... Pakeling saha Seha .5.........8..........................7........ 55 4..7...6....3..8.....1.........7.6... metatah ....................... 40 4.3....... 55 4................ 43 4...........5........ Pengormatan di Gunung Mangu............12............. Ngastawa Sang Hyang Kumara .... 54 4.... Astawan Banten Malinggih ring Paruman..... 54 4.............. Penghormatan di Gunung Beratan/Dhanu Bratan 4.... Smara Ratih (Menek Bajang) .....................4.... Susunan Bhuta Yadnya ....... 58 4............................ ..................7..... Menyalakan Dupa......... Bhuta Yadnya ......... 58 4..................................

4.8.8. Penghormatan di Gunung Agung................. 58 4.8.9. Nunas Tirta ke Gunung Agung..................... 58 4.8.10. Maturan Canang Prascita (Tebasan Durmanggala) 4.8.11. Ngadegang Betara Nyatur ring Banten...... 59 4.8.12. Ngastawa Betara dan Pengiringe maka sami 4.8.13. Nedunang Betara ke Pengubengan........... 60 4.8.14. Nedungan Betara sami (dari Jawadwipa, dan Selam/Allah/Islam).................................... 60 4.8.15. Pengadegang ring suci.............................. 62 4.8.16. Ngabijiang (tempat mata air) Ida Betara sami 4.8.17. Tirta Pemarisudha...................................... 63 4.8.18. Nganteban Guling Bebangkit..................... 63 5 Upakara Ngawit Mekarya Wewangunan................ 63 5.1. Upakara.......................................................... 63 5.1.1. Dasar Bambang........................................... 63 5.1.2. Canang Pependem....................................... 63 5.1.3. Caru Pengeruak dan Mantra........................ 64 5.1.4. Banten Pengeruak dan Mantra.................... 64 5.1.5. Sarana dan Mantra...................................... 65 5.1.6. Upakara dan Mantra Mengukur (nyikut) Karang 5.1.7. Piteges Sesajen............................................ 66

59 59

62

65

6. Nganteb Piodalan Alit............................................ 67 6.1. Persiapan Muput Piodalan Alit......................... 67 6.1.1. Muput Tirta Gede (Sapta Gangga)............... 67 6.1.2. Setelah selesai muput tirta Gede, kemudian dipercikan................................................... 68 6.1.3. Ngawit Nanggen Genta................................ 68 6.1.4. Ngastawa Tirta............................................. 69 6.1.5. Pengurip Tirta.............................................. 69 6.1.6. Jaya-Jaya Tirtha............................................ 69 6.2. Muput Piodalan Alit di Merajan/Sanggah......... 70 6.2.1. Byakaonan................................................... 70 6.2.2. Durmanggala (Pangastawa)......................... 70 6.2.3. Pengulapan (Pangastawa)........................... 70 6.2.4. Prayascita (Pangastawa).............................. 71 6.2.5. Lis (Pangastawa).......................................... 71 6.2.6. Ngosokan Lis (Pengastawa)......................... 71 6.2.7. Ngastawa linggihang dewa di Palinggih/Sanggah 6.2.8. Mendak Kepanggung di jaba (Baruna Astra) 72 6.2.9. Ngayat segehan ring Natah Umah............... 72 6.2.10. Medatengan ring Sanggah......................... 72

71

6.2.11. 6.2.12. 6.2.13. 6.2.14. 6.2.15. 6.2.16. 6.2.17. 6.2.18. 6.2.19. 6.2.20. 6.2.21. 7

Mapiuning Indik Piodalan........................... 73 Nganteb banten di pelinggih sami............. 73 Ngayab Banten Piodalan............................ 74 Ngayab Banten Pangemped lan Soda aturan Ngayab Penagi/Sesangi............................. 74 Ngayab banten Sambutan durung ketus Gigi Tri Sandya.................................................. 75 Muspa (Ngaggem Panca Sembah)............. 77 Margiang Benang Tebus............................ 78 Pengaksama ring Dewa Betara.................. 78 Nyimpen Bajra........................................... 79

74 75

Dewata Pawamana Soma...................................... 79 7.1. Resi Kasyapa, asita Atau Dewala.................. 79 7.1.1. Canda Gayatri (Sukta 13).......................... 79 7.1.2. Canda Gayatri (Sukta 14).......................... 80 7.1.3. Canda Gayatri (Sukta 15)............................ 81 7.1.4. Canda Gayatri (Sukta 16)............................ 82 7.2. Upacara Bajang Colong................................... 82 7.2.1. Banten Pasuwungan.................................... 82 7.2.2. Banten Pengelukatan di Dapur.................... 82 7.2.3. Banten Ring Sumur...................................... 83 7.2.4. Banten Ring Sanggah Kemulan.................... 84 7.2.5. Banten Bajng Colong................................... 87 7.2.6. Upacara Natab Sambutan............................ 89 7.2.7. Panglukatan Mala........................................ 99 7.2.8. Lindu Gemana.............................................. 100 7.2.9. Penglukatan Panca Geni (Orang Tilas)......... 101 7.2.10. Pecaru Gering Tempur............................... 102 7.2.11. Penglukatan Siwa Geni.............................. 103 7.2.12. Caru Manca Rupa (dagingnya bisa diganti) 7.2.13. Salwiring Pemanes Karang........................ 104 7.2.14. Pengasih Buta Muang Dewa...................... 108 7.2.15. Dwijendra Astawa...................................... 108 7.2.16. Surya Sewana (Bila sakit tidak ada obatnya) 7.2.17. Mantram Sebelum belajar Memantra......... 110 7.2.18. Pawisik Dewi Maya Asih............................. 111 7.2.19. Melapas Wewangunan Utama, Madya dan Nista 7.2.20. Pesimpenan............................................... 115 7.2.21. Mantram Arca Muang Mapendem Pedagingan Meru......................................................... 115 7.2.22. Katiban Durmanggala................................ 116 7.2.23. Puja Mawinten............................................ 116

103

109

113

7.2.24. Ananggap Dana......................................... 117 7.2.25. Penenang Jiwa yang Menderita.................. 117 7.2.26. Ilmuwan Mengerjan Ilmu Untuk Kebaikan Manusia.................................................... 118 7.2.27. Persembahan Weda Mantra....................... 118 7.2.28. Arti Penting Penguncaran Mantra.............. 119 7.2.29. Makanan disucikandengan Yadnya............ 120 7.2.30. Yadnya Menseimbangkan Dunia................ 120 7.2.31. Keturunan yang Melakukan Yadnya (bertambah) Baik....................................... 121 7.2.32. Tuhan Pencipta Tata Surya........................ 121 7.2.33. Menyebarkan Sistem Pendidikan dalam Weda 7.2.34. Yadnya dengan Mantra Weda dalam Gayatri 7.2.35. Yang Jahat Harus Disingkirkan................... 123 7.2.36. Mengenal Tuhan Melalui Penglihtan Spiritual 7.2.37. Mensucikan Hati dan Jiwa.......................... 124 7.2.38. Membersihkan Air Sumur dalam Weda...... 125 7.2.39. Yadnya Sejak Jaman Dulu Menurut Weda. . 125 7.2.40. Semoga saya tida pernah melanggar-Nya. 125 7.2.41. Jagalah Kami dengan Sinar Pengetahuan Spiritual.................................................... 126 7.2.42. Negara yang Sejahtera.............................. 127 7.2.43. Susunan Pencernaan (Analisa) Ilmu........... 127 7.2.44. Sebelum Beryadnya Manusia Lebih Dulu dilindungi Tuhan........................................ 128 7.2.45. Aktif dalam Ilmu Pengetahuan adalah Yadnya 7.2.46. Semoga Kami melenyapkan dosa-dosa Musuh 7.2.47. Mengucapkan Mantra Gayatri tiap Hari, menurut Weda......................................................... 129 7.2.48. Mencapai kebesaran melalui Tulisan......... 130 7.2.49. Berilah kami tinggal dirumah yang menyenangkan 7.2.50. Engkau Ajarkan (Weda) kepada Rakyat..... 130 7.2.51. Yang meninggalkan Yadnya ditinggalkan oleh Tuhan 7.2.52. Karmaphala dalam Weda........................... 131 7.2.53. Persembahan dalam Pitara dalam Weda. . . 132 7.2.54. Dengan pengetahuan untuk mencapai Kedewasan 7.2.55. Korban Api sebagai Yadnya....................... 133 7.2.56. Api pemusnah segala macam Penyakit..... 133 7.2.57. Sinarnya api Naik Turun............................. 134 7.2.58. Weda diucapkan untuk memperoleh Pengetahuan Spiritual ................................................... 134 7.2.59. Pengetahuan Petir melalui Weda............... 134

121 123 124

128 128

130 131

132

............ 146 Makna dan Fungsi Gayatri dalam Weda..... 141 Selenggrakan Yadnya dengan Benar..... 7............................ 7...... 148 Tiga puluh empat penyangga Yadnya. 135 Engkau Bercahaya laksana Matahari...2.78.......... esok dan setiap hari Lindungilah Perkawinanmu...2....... 7..2..... 7..... 7..2..... 145 Untuk memperoleh sifat Mulia...2.. 142 Mempelajari Weda dengan setulus hatimu 142 Weda Berkai satu......... 7..2............... 163 Atharwa Weda.....2.. 7............ Sayair: Gayatri. 141 Kerjakan Yadnya Rumah Tangga dengan Weda Mantra...................................70......2.............2........... 7. 7...........2.....80.....67.....77.86... 7.. 7... 7.65...........2......2.. Empat dan Delapan......2.........93.95.2...2..... 140 Siapa Yajamana itu?.........2.......... 7......... 7..64..74..2......2...2....94.... 135 Suami yang bercahaya... 145 Weda mengajarkan Azas Demokrasi...... Yadnya Mantra harus di laksnakan oleh Rumah Tangga...92......83.......82.. 139 Memberi Pengetahuan Siang dan Malam.......68...2... 138 Dosa yang sadar dan Dosa yang Tidak Sadar Guru Pemberi Rakhmat............60........ 143 Jinakan Pikiranmu dengan ucapan Weda Mantra Enam belas sifat dalam Berumah Tangga........2....2...... 7... 7... 145 Ceritera Ketuhanan dari Weda.91... 7.....2.........2........... 7.2..... 136 Memberi Kesengan kepada Pengantin.........61...... 148 Penciptaan dan Penguasa........76.. 181 Sama Weda...... 136 Perkawinan Muda berpegangganglah kepada Kebenaran............. 149 Resi wasistha........ 7.. Tiga.... 216 ......62.........79.................2............ Dua.... Dewata: Saraswan.75.....87...... 7.....84............................. 140 Orang terpelajar yang berpikiran Mulia. 7.... 7... 7.. 146 Suami yang tidak Beragama................................ 7.. 7............. 7........................88........................ 144 Enam Belas Kala.......89........................2. 137 Suami tersayang dan Pemberani.. 7............2...........71........2.... 139 Ajarkan dengan kata-kata yang manis.......69......2...... 8 Brahmacari selama 48 Tahun. 7..... 7....7.............. memberi makan dan memelihara Tubuh................... 191 Samkya Darsana..66.. 7.......... 7. 7...... 7.... 7...............85.. 147 Dhananjaya.. 206 137 138 142 143 Weda dan Mantra.2............. 7..2.90........2...............73.. 154 Pemujaan Sawitri.....72......63..........2......81.. 137 kebahagiaan hari nin..2......2.. 148 Prasana Upanisad......

...... Majijiwan....... 8.. karena belum mengerti apa itu sesungguhnya mantrà disamping itu.. jangan disembarangkan................................ 223 9.... 8..........8.......... Pembelajaran Orang Dewasa.............2.4.5... Mantra Upasana dan Mantra Upadesa..........3............3......... 8........... sering mendengar sebuah kalimat....... 227 9............................4............. dan Dà melajahin aksarà modré/aksarà suci nyanan buduh nasé.............. dan dari buku mana dan apa tujuannya.......1................ Nilai Magis Mantram................. Sastra sebagai alat komunikasi....4..................3...4..............2....................... nanti bisa gila......... Pungsi Mantram... Kidung......... 227 9... Dua pernyataan seperti ini sudah cukup menakutkan bagi orang Bali yang lugu dan hormat kepada tutur........ kalimat ini harus ditelusuri lebih mendalam... 232 Bacaan Bacaan.. 8....... banyak orang takut belajar mantrà........ 216 218 219 220 220 221 221 222 223 223 9.... Puja.......................... 227 9. 8. Dà melajahin aksarà modré/aksarà suci nyanan buduh nasé.................................... Proses Belajar..1.. 8.........4..............4..............2......4... Mantra.......................1....... 8...... 229 9.......... Putru. Jangan mempelajari aksarà Modré/aksarà suci.... perilaku yang sembarangan itu sangat tidak baik manfaatnya................... Orang dewasa memiliki banyak pengalaman...................... 8...... tutur tetua kita dan kalimat “Aywà Wérà tan sidhi phalanià”......... Orang dewasa mempunyai kesediaan belajar hal-hal relewan.. Weda.............................. ................ orang tua dan orang yang disucikan......3........ “Aywà Wérà tan sidhi phalanià”......3... Pemujaan setiap hari................ 233 PENDAHULUAN D ilarang belajar mantra......... Kemudian lebih lanjut tutur-dituturkan oleh tetua kita di Bali.. Dari mana sesungguhnya kalimat tersebut muncul..............2..................... 8........ Orang dewasa dihargai kemandiriannya............ Maka kita tidak cukup menerima begitu saja..........................1............

Kalau diperhatikan kalimat tersebut inti pokoknya terletak pada. amangguhaken kesengsaran. Apan lampahnya numpang laku. memiliki guru. tan pangupadyaya/maupacara mwah tan ketapak. papa ikang wwang yan mangkana. Rgweda. kananda de para Kingkara Bala. Sariram brahma prawisad rcah sama-atho-yajuh. bagaimana tulisan mantra yang benar. Dibenarkan belajar Mantra. (Athwaweda XI. papinehnya bawak. diperkenankan juga kepada orang yang belum Adiksa Dwijati (dinobatkan sebagai pemangku atau sulinggih). kalimat yang menyatakan boleh belajar mantra menyatakan sebagai berikut: Kewala ikang amusti juga kawenangan wehania ri wwang durung Adiksa Dwijati. tidak anugrahi ketapak melalui nyanjan. yan benjangan padem wwang mangkana. roh-nya akan mengendap didasar neraka Candra Ghomuka. . yac ca-anyad upadesyam. ring arep anembah Dewa. Tuhan yang Maha Esa Yang Maha Agung (Makhluk Teragung). Karena perjalanannya tidak menentu. Arti bebasnya.23). jika mempelajari Aksara Suci atau Modre harus: diupacarai.8. 2003:3). Arti bebasnya. Jika ada orang yang ingin mempelajari Sang Hyang Aji Aksara Sastra Suci. dan setiap pengetahuan yang harus diajarkan. Widyas ca wa awidyas ca.Kalimat tersebut muncul dari Purwa Adhi Gama Sesana. kalau dia lahir kembali. dia akan menjadi kotoran air yang mendidih dan akan menemukan kesengsaraan. kweh prabedanya. pengetahuan praktis. sapta cakra dan sapta Loka. (Ringga Natha. mewastu mijil saking aksara. sebagai bukti ketulusan hati yang paling dalam untuk memahami dan mendalami apa yang disebut dengan Mantra. yang menyatakan: Yan han wwang kengin weruhing Sang Hyang Aji Aksara. tidak memiliki guru. amreyogakena Sang Hyang ri daleming sarira. Segala macam zat memasuki tubuh manusia seperti misalnya kebijaksanaan. Tidak memiliki Bapak dan Ibu orang yang seperti itu. dan jika melanggar akan memperoleh hukuman. dan bagaimana rengreng mantra harus disuarakan agar mampu menyentuh sapta petala. tanpa guru. kalau orang berkeinginan dengan sungguh-sungguh. atmanya menados entipning kawah Candra Ghomuka. Bibijat wwang ika ngaranya. Samaweda dan Yajurweda. apan embas/lekad tanpa guru. berdosalah orang yang seperti itu. hanya dengan mempelajari Sastra buku-buku tidak dilakukan upacara. dihukumlah oleh pengikutnya Kingkara bala. yan manresti malih matemahan triyak yoni. asalnya disampaikan atau di buatkan upacara kecil (Canang sari) dihadap para Dewa. karena kelahirannya tidak memiliki guru.

Snana (membersihkan badan).Konsep upacara ada tiga. Ijya (sembahyang). Dyana (pemusatan pikiran). yoga. Tattwajnana atau kesejatian adalah hadiah yang paling berharga dari semua bentuk laku shadnan yoga. tetap menjadi landasan pengertian tapa. Yoga mempersatukan Jiwa (atma) dengan Tuhan (Paramatma). Brata (mengendalikan panca indria). jadi dengan upakara yang kecil (cukup) Canang Sari satu tanding disertai kesucian hati. Pratyahara (pengendalian pengindraan). pranayama (pengaturan nafas). Guru Pengajian. karena sebenarnya sekali hanya dengan persatuan itulah semua yang ada itu ada. Upanasa (berpuasa). weddanta). mimansa. brata sebagaimana disebutkan di atas. Tapa (semadi). maka dari itu seseorang belajar mantra akan terhindar dari segala kutuk dan hukum. Asana (sikap duduk/tubuh). yang disebut guru adalah: Guru Rupaka. Upastanigraha (mengendalikan sex). Guru Wisesa dan Guru Swadhiyaya. Secara alamiah yoga dialami sewajarnya oleh semua mahluk. Pada tingkatan nyama terdapat sepuluh mental yang harus dipenuhi. sehingga dapat dikatakan bahwa untuk belajar mantra cukup dengan matur piuning di Sanggah Kemulan. Samadhi (menyatunya subyek-subyek). yaitu: Dana (sedekah). . Meskipun sejarah telah banyak memberi warnanya tetapi konsep astangga Yoga. Dharana (perhatian memusat). yang sebenarnya telah ada walaupun tidak disadari. Secara khusus dan teknis yoga adalah pengaktualisasikan identitas. Harus memiliki guru. Dengan menghaturkan satu sesaji canang sari kehadapan Tuhan Yang Maha Esa. waisasika. dan tidak ada kekuatan yang lain yang mampu menghancurkan ikatan itu selain Yoga. sangkia. Tantra sangat meyakinkan kita akan kekuatan yoga sebagai bentuk sadhana “kubci” pengendalian zaman ini. Swadhiyaya maka konsep guru telah kita lalui. Astangga Yoga memberi perincian luas dan mendalam tentang delapan tingkatan yoga: yama (pengendalian diri). sehingga menjadi sembilan konsep yang dapat dipakai sebagai pedoman Nistaning Nista. dan yoga merupakan bagian dari enam aliran filsafat Hindu (niaya. dan inti dari yadnya adalah ketulusan hati. diantara tiga masing-masing dapat dibagi menjadi tiga. Swadyaya (mempelajari weda-weda/mantra). Mona (mengendalikan kata-kata). Keadaan inilah yang dijadikan landasan bersama dan pertama. Dyana (pemusatan pikiran). namun keadaan sedemikian ini dalam praktek kehidupan sehari-hari sering dilupakan. Belajar Mantra berarti sebuah yoga. yang ditengah sebagai simbolis Tuhan dalam Rumah Tangga yang sering disebut dengan Siwa Pramesti Guru. Nyama (penyucian lahir-bhatin). maka konsep upakara dapat diatasi. Tidak ada pengikat yang lebih kuat dari maya.

kesepuluh orang-orang berikutnya adalah putra guru (yaitu) ia yang berniat melakukan pengabdiannya. linggih berarti tempat. demikian juga pengetahuan yang suci tidak seharusnya disebarkan kepada keluarga-keluarga dimana kemasyurannya dan kekayaannya yang tidak didapat dengan kesucian atau tanpa penghormatan kepada yang suci. hendaknya orang-orang supaya bertingkah laku bijaksana diantara orang-orang yang memiliki pengetahuan yang sederhana. seorang tidak boleh menceriterakan apapun kepada orang lain kecuali kalau ditanyai. Pembersihan Bunga dan Mantram Tri sandya. Etika yang harus dipegang oleh orang yang mempelajari mendalami spiritual adalah: Kitrcah cisyo’dhyapya ityaha: Acarya putrah cusrusur njadado dharmikah cucuh. Menurut hukum suci. seperti: Otonan anak. Pembersihan Dupa. yang menjelaskan sesuatu yang tidak wewenangnya dan yang menyatakan pertanyaan yang bukan wewenangnya salah satu dan keduanya. otonan istri dan upacara odalan kecil di sanggah kemulan milik sendiri. orang yang suci. demikian seseorang hendaknya tidak menjawab pertanyaan yang tidak wajar untuk dinyatakan. agar dipergunakan sebagai jalan mensejahterakan kehidupan masyarakat untuk mencapai kedamaian bersama. orang yang berhubungan karena perkawinan atau persaudaraan. aptah caktorthadah sadhu swodhyapya daca dharmatah. Kedua untuk keluarga. yaitu pengetahuan praktis yang langsung harus dipelajari dalam praktek. artinya hanya sebatas dikalangan rumah sendiri dan dilakukan upakara secara kecil-kecilan. orang memiliki kemampuan rohani. (Granoka.Zaman kali telah menurunkan kitab suci tantra. orang yang jujur dan keluarga (mereka) dapat dipejalari Weda atau mantra. Pengetahuan suci mendekati seorang Sulinggih (su-berarti baik. Bali sudah memahami mantra. Diantara kedua jenis orang itu. Sebagai bibit yang baik tidak boleh ditaburkan pada tanah yang gersang. ia memberikan pengetahuan. Selanjutnya dinyatakan. akan mengalami kekeliruan atau terkena bencana permusuhan oleh orang yang lain. telah memiliki sifat-sifat baik) dengan berkata: Aku adalah kekayaan anda. Pemahaman intensif memerlukan tingkat evolusi berpikir melalui praktek-prakteknya. Paling tidak mantram itu dipergunakan pertama untuk diri sendiri seperti mantram. Kitab tersebut menuntut pemahaman hakekat yoga shadhana ritual. Pembersihan Tangan. yang sepenuh hatinya mentaati UU. Dari uraian di atas menunjukkan suatu larangan yang bersifat positif. maksudnya orang yang dipercaya dimasyarakat. agar didalam mempelajari Mantra mengikuti sistimatika dan etika bermantra. . orang yang menghadiahkan uang. 2000:15).

manfaatkanlah sesuai dengan tata dan etika dimana harus diucapkan. Tetapi serahkan saya kepada seorang Sulinggih yang anda ketahui pasti ia yang sudah suci. yang bisa mengendalikan panca indranya. belajarlah Mantra dan Memantra berdasarkan kesucian hati. kemahakuasaan dan keagungan Tuhan yang Maha Esa. yang berasal dari kata Yunani “menos” (mind). Dalam keberadaan meditasi yang tertinggi. dari seseorang telah menyatu dengan Tuhan. Jagat raya ini tersusun dari satu energi yang berasal dari dua hal. jangan aku diserahkan kepada mereka yang tak percaya. kata-kata Tuhan. yaitu dua sinar yaitu suara dan cahaya. Mantram juga biasanya juga berisi permohonan dan atau puji-pujian atas kebesaran. Sumber mantra. Semua pengetahuan tersedia bagi orang yang spiritual untuk dipakai dan diketahui. berbudi baik dan tekun. Pikiran bercampur dengan kesadaran yang bagaikan cahaya kilat. Mantra adalah suara yang berisikan perpaduan suku kata dari sebuah kata. 1977/1978:109-115). terutama dalam ruang spiritual. dan ketika telah memilikinya. yang sangat halus seperti keseluruhan buku weda atau semua ke 330 juta mantra mungkin akan muncul. 1.peliharalah aku. dan dimana harus dipujakan. berupa kata atau rangkaian kata-kata yang bersifat magis religius yang ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. pemikiran yang intuitif. Silahkan. “Menos”. yang merupakan sumber dari semua pengetahuan dan kata. yang berarti “untuk bermeditasi”. Kalau orang berkeinginan dengan sungguh-sungguh. yang ada dimana-mana. Dan pada momen mikro. Disini sinar kesadaran mengalir dan dari spiritual menghasilkan getaran mental. Ia berkonsentrasi pada kata sebuah “mantra” untuk “meditasi”. dengan demikian aku menjadi amat kuat. Ia memiliki pikiran yang ia meditasikan. “metal”. Kata “mantra” berhubungan dengan kata Bahasa Inggris “man”. Pengertian Mantram Mantram atau “mantra” yang biasa juga disebut Pùjà. yang diambil dari kata latin “ments” (mind). semua itu hanyalah manifestasi fisikal. diperkenankan juga memantra kepada orang yang belum Adiksa Dwijati. Bahasa filsafat India. dan kata Bahasa Inggris “mind” dan “metal”. Uni suara yang disebut dengan mantra bukanlah mantra yang didengar dari telinga. Dimana yang satu tidak akan bisa berfungsi tanpa yang lainnya. merupakan suatu doa. dan kata mantra diambil dari akar kata kerja Sanskerta “man”. Dari sini kesadaran muncul dan menyentuh permukaan interior pikiran yang berhadapan dengan sang diri bukan merupakan indra-indra dan bagian dari dunia. “mind”. “mens”. menyebutkan sabda Brahman. Saat . (Weda Smerti. Permukaan interior ini disebut dengan antah karana.

dari seorang guru. yang penuh dosa dan perbuatan demikian yang mendalam disebut warna-marga atau ilmu hitam. 2004: 3. Stotra. bersifat umum dan (b). maka akan dihasilkan getaran energi Tuhan sesuai dengan matram yang diucapkan. Pikiran verbal ini dalam pikiran. guna keperluan meditasi. Para ahli agama bahkan menyatakan bahwa mantram dapat menghalau berbagai macam bencana. Mantra. disebut sebagai vaikhari oleh ahli tata bahasa dan ahli filsafat. Selanjutnya mantra juga dapat dibagi lagi menjadi tiga bagian yaitu: 1). kebijaksanaan. Ini hanyalah tahap pertama dari vaikhari. dan mantra yang diucapkan guna kemakmuran duniawi serta anak cucu. dua jenis mantram yang amat diperlukan pada waktu bersembahyang (Suhardana. mereka dapat bersembahyang dengan bahasa yang paling dipahami. bersifat khusus. Oleh karena itu setiap bersembahyang umat Hindu sebaiknya mengucapkan matram yang disesuaikan dengan tempat dan waktunya. Ini diselubungi oleh lapisan pikiran yang individual. yang berupa sebuah daya pemikiran yang diberikan dalam bentuk beberapa suku kata atau kata.pengetahuan muncul dari kedalaman buddhi kepermukaan luar. Mantram juga dikatakan sebagai ladang energi atau energi illahi (Tuhan) yang sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidup umat manusia. doa pada dewata. 2005:22-23) Ada bermacam-macam jenis mantra. merupakan rajasika mantra. Kata-kata itu hanyalah proses manifestasi. (a). getaran dari frekwensi yang lebih rendah dari pada yang terlebih dahulu ada. pikiran rasional menjadi pemikiran verbal. adalah sattwika mantra. kasih sayang Tuhan tertinggi. Lalu setiap bagian ini selanjutnya dibagi mejadi sattwika. Tantrika Mantra dan Puranik Mantra. sedangkan mantra yang diucapkan guna mendamaikan roh-roh jahat atau menyerang orang lain ataupun perbuatan-perbuatan kejam lainnya adalah tamasika mantra. cinta kasih dan perwujudan Tuhan. Mantra yang diucapkan guna pencerahan. Keterbukaan yang sebenarnya terdapat dalam meditasi yang paling tinggi yang merupakan dialog tanpa kata-kata atau pertukaran dengan Tuhan dan Jiwa. (Bharati.29. rajasika dan tamasika mantra. rintangan maupun penyakit dan merupakan cara yang terbaik untuk mencapai tujuan.30). Sehingga apa yang disebut dengan pemunculan kata sebenarnya adalah kata-kata terselubung pada frekwensi Kata yang paling rendah. yang dapat dibagi lagi menjadi. Stotra umum guna kebaikan umum yang harus datang dari Tuhan sesuai dengan . sinar. 2). yang secara garis besarnya dapat dipisahkan menjadi Vedik Mantra. sebuah kata berbeda. Umat Hindu disarankan memahami dan mampu paling tidak mengucapkan Mantram atau Puja Trisandya dan Kramaning Sembah. Namun jika tidak memahami mantram yang dimaksudkan. Dengan mantram.

2. 2004:7-8). maka dari itu karya tulis buku “Mantra dan Belajar Memantra” ini adalah sebagai Lakhita Japa. jangan disembarangkan/dibicarakan. berulang-ulang. Dari kedua pernyataan tersebut menunjukkan. Kawaca.kehendakNya. dan utama manfaatnya. teratur. berulang-ulang. 1. Waikaram Japa. Belajar Mantram Secara umum mantram dari jaman dahulu sangat dilarang oleh tetua kita di Bali. yang akan dibahas melalui tahap-demi tahap. Kemudian dalam pengucapan mantram tersebut dijelaskan. 1.2. Tetapi jaman semakin berkembang. Manasika Japa. yaitu melaksanakan japa dengan mengucapkan mantram japa berulang-ulang.3. maka pernyataan tersebut perlahan-lahan berubah menjadi Ayu Wérà. mulut tertutup rapat. dengan istilah Aywa Wérà. yaitu melaksanakan japa dalam hati.4. nanti kemujizatannya akan hilang. yaitu melaksanakan japa dalam hati secara teratur. atau mantra yang dipergunakan sebagai benteng perlindungan. Seperti halnya mengucapkan mantram dalam melaksanakan Tri Sandya. Upamasu Japa. Dan para penulispun juga dikatakan melaksanakan japa. secara teratur. sedangkan do’a khusus adalah do’a-do’a dari seorang pribadi kepada Tuhan untuk memenuhi beberapa keinginan khususnya. maka dalam pengucapan mantram japa dibedakan atas empat macam sikap atau cara yakni: 1. 1997:92) Jadi dari uraian di atas menunjukkan bahwa Mantram. Likhita Japa. (Maswinara. Hal ini disesuaikan dengan situasi dan tempat dimana. sesuai dengan keinginan. yaitu melaksanakan japa dengan menulis berulang-ulang mantra japa di atas kertas atau kitab tulis. hal seperti itu tidak baik. dan juga disebut Japa. sembahyang atau berdoa. namun tidak terdengar oleh orang lain. merupakan suatu kata-kata yang diucapkan bersifat magis religius yang ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan segala manifestasinya. sangat baik untuk dibicarakan. mulut bergerak. teratur dan ucapan mantram itu terdengar oleh orang lain. berulangulang dan khusuk (Titib. semakin keras kita mengucapkan mantram maka nilainya semakin kecil dan sebaliknya semakin kecil kita mengucapkan mantram maka nilainya semakin besar. juga disebut Puja. maka . tan sidha phalanià.1. 1. tidak mengeluarkan suara sama sekali. bagaimana dan mantram apa yang harus diucapkan. Yang berisi puji-pujian dan permohonan sesuatu. sidhi phalanià. (3). apabila suatu hal dilaksanakan dengan tujuan baik. konsentrasi penuh.

Tetapi kalau pembicaraan untuk ke hal-hal yang negative. tan pangupadyaya/maupacara muang tan ketapak. yang bertujuan untuk memuja manifestasi Tuhan. untuk mencapai kesempurnaan.2.segala sesuatunya dapat dibicarakan atau di analisa. mewastu mijil saking aksara. Mantram Tri Sandya Om bhur bhuwah swah tat sawitur waremnyam bhargo dewasya dhimahi dhiyo yo nah pracodayat Om Narayana ewedam sarwam yad bhutam yac ca bhawyam niskalanko niranjano nirwikalpo nirakyatah suddho dewa eko narayana na dwityo asti kascit . Apabila ada orang yang ingin belajar Sastra. sredaning manah. Sebelum Mantam Tri Sandya Sebelum Tri Sandya di mulai bersihkan: Tangan kanan dengan Mantram: Om Suddhamam Swaha Om bersihkanlah hamba Tangan kiri dengan Mantram: Om ati Suddha mam Swaha Om bersihkanlah hamba 3. tanpa guru. walaupun belum memenuhi persyaratan tersebut di atas. Tetapi kalau dilakukan dengan cara yang baik (sesuai situasi dan hati nurani yang belajar Mantra). papa ikang wwang yang mangkana. amreyogakena Sang Hyang ri daleming sarira. tetapi ada juga unsur yang memberikan kesempatan untuk belajar mengucapkan mantram kalau hal itu dilakukan dengan tujuan baik. dengan tidak memiliki guru. Kemudian secara teori. hal tersebut diperbolehkan. Maka dari itu marilah kita memantra dan Belajar memantra dengan. Larangan yang dimaksud untuk mengucapkan Mantram adalah: Yan hana wwang kengin weruhing Sang Hyang Aji Aksara. Mantram Umum 3. dengan hati yang tulus ihklas untuk mengabdi tanpa pamrih. Kewala ikang amusti juga kawenangan.1. sebaiknya jangan dibicarakan karena akan mendatangkan malapetaka. tidak dianugrahi (ketapak) berdosalah orang seperti itu. memang ada unsur larangan untuk mengucapkan Mantram. 3.

Kehadapan Sang Hyang Widhi. ujung jari-jari tangan di atas. ampunilah dosa pikiran hamba.3. lindungilah oh Sang Hyang widhi Om Ampunilah dosa anggota badan hamba. Parameswara. Kehadapan para dewa (dewata). Om Hamba ini papa. 2000:42-44) 3. yang memberikan keselamatan kepada semua mahluk. Iswara. kelahiran hamba papa. Wisnu. Mahadewa.2. Ia hanya satu tidak ada yang kedua. bebas dari perubahan tak dapat digambarkan. bebaskanlah hamba dari segala dosa. Rudra. Sikap Sembahyang dan Kramaning Sembah 3. Brahma. cakupan tangan diletakkan di atas dahi hingga ujung jari ada di atas ubun-ubun. Om Engkau dipanggil Siwa.Om Twam siwah twam mahadewah Iswarah parameswarah Brahma wisnusca rudrasca Purusah parikertitah Om Papa ham papakarmaham papatma papasambhawah trahiman pundarikkaksa sabahyabyantarah sucih Om Ksamaswa mam mahadewa sarwaprani hitangkara mam moca sarwa papebhyah palayaswa sada siwa Om Ksantawyah kayiko dosah ksantawyo wacika mama ksantawyo manaso dosah tat pramadat ksmaswa mam Om Santih.3. ampunilah dosa perkataan hamba.1. perbuatan hamba papa. semoga Ia memberikan semangat pikiran kita. diantara kening. 3. bebas dari kotoran. lindungilah hamba. sucilah dewa Narayana. Om Narayana adalah semua ini apa yang telah ada dan apa yang akan ada. diri hamba papa. . Om Ampunilah hamba Sang Hyang widhi. ampunilah hamba dari kelalaian hamba.3. bebas dari noda. Santih Om Artinya: Om adalah bhur bhuwah swah Kita memusatkan pikiran pada kecemerlangan dan kemuliaan sang Hyang Widhi. (Propinsi Bali. Santih. dan Purusa.

. ardhanareswaryiya namo namah. Yajnanga nirmalatmaka. sarwa wyapi wai Siwaya. (Sarana Kawangen).3.4.3. sweta pangkaja madhyastha. 3. kepada Dewa yang bersemayam pada tempat duduk bunga teratai sebagai satu tempat. Engkau bersinar merah. Menyembah Tuhan sebagai Ista Dewata. hormat kepada-Mu pembuat sinar. Om Anugraha manohara. Panca Sembah 3. Menyembah Tuhan Sebagai Pemberi Anugrah. atmanya kenyataan ini. (Sarana Kawangen) Om nama dewa adhisthanaya. Menyembah sang Hyang Widhi sebagai Sang Hyang Raditya (Sarana Bunga) Om adityasya param jyoti. kepada Ardhanareswari. 3. (Titib. dewatdatanugrahaka. kami memuja-Mu. Tuhan Yang Maha Esa.4. rakta teja namostute. Dewata yang di puja adalah Sang Hyang Siwa yang berada dimana-mana. Om kepada Dewa yang bersemayam pada tempat yang tinggi.2. 3. Sembah Puyung (cakupan tangan kosong) Om atma tattwatma suddha mam swaha Om atma. 3.4. Kepada sesama manusia. Kepada Pitara (roh) Leluhur. 1997:92).4.4. padmasana ekapratisthaya. tangan dihulu hati. Kepada para Bhuta.5. tangan di hulu hati.3.1. 3.3. ujung jari-jari tangan berada di ujung hidung. arcanam sarwa pujanam nama sarwa nugrahaka.4.3. bhaskaraya namo stute. hamba menghormat. dengan ujung jarijari tangan mengarah ke atas. Dewa dewi mahasiddhi. tetapi ujung jari-jari tangan mengarah kebawah. sinar Sang Hyang Surya yang maha hebat. kepada Siwa yang sesungguhnyalah berada di mana-mana. bersihkanlah hamba 3.3. Engkau yang berstana ditengah-tengah teratai putih. Om. seperti persembahyangan Purnama Tilem.4.

Mantram dalam Yadnya . Ong Pat Windhu dewa ya namah. Om Engkau menarik hati. shanti.4.Laksmi siddhisca dirgayuh. 2005:88) 3. kebahagiaan. panjang umur. kesempurnaan. Ngaksama Jagadnatha (Sarana. kegembiraan dan kemajuan. anugrah pemberian dewa. 3. bebas dari rintangan. berwujud yadnya. Genta) Ong Ong Prama Siwa sunyatmane ya namah Ong Ong sudha Siwa niskalatmane ya namah Ong Ong sudha Rudra atyatmane ya namah Ong Ong Mahadewa niratmane ya namah Ong Mang Iswara paratmana yan namah Ong Ung Wisnu antaratmane ya namah Ong Ang Brahmatmane yan namah Ong Siwa ya namah.4. pemberi anugrah. Ngewaliang Ida Bhetara (sarana Sekar. Genta) Ong ksama swamem jagadnatha Sarwa papa wiratarem Sarwa karya sidham dehi Prenamya sure swarem Ong twam surya twam siwa karen Twam rudra bahni laksanem Twahi sarwa gatokarah Mamo karyaprayojanm Ong ksama swamem maha saktyem Hyati ksma srayem gunatmakem Mascayet stata papa Sarwa loka darpanem Ong Ang Ksama sarwa purnem ya namah swaha. 200:56-59). 3. shanti Om. Ong Pramasiwa ya namah. Ong Ang Ah Siwa sunya ya namah. Sembah Puyung (Jari-jari dicakupkan tanpa bunga) Om dewa suksma paramacintyaya nama swaha Om hormat pada Dewa yang tak terpikirkan yang maha tinggi dan gaib. pribadi suci. Om shanti. (Prop Bali. Sekar. Ong Sadhasiwa ya namah. (Bangli.6. Kemahasidian Dewa dan Dewi. pujaan semua pujaan. (Bangli.4. hormat pada-Mu memberi semua anugrah. Nirwighna sukha wrddhicsa.5.7. 2005:91) 4.

dengan sebutan yang berbeda. cakupan tangan diletakkan di hulu hati. Sembahyang kehadapan Tuhan Yang Maha Esa (Sang Hyang Widhi). Ya Tuhan hamba memuja-Mu. macam yadnya. Karena Sang Hyang Widhi Yadnya diidentikkan dengan Dewa Yadnya. Ya Tuhan sucikanlah diri hamba Om Puspa Danta Ya Namah Ya Tuhan sucikanlah bunga ini Om Nama Dewa Adhi Sthana Ya Sarwa Wyapi Wai Siwa Ya Padmasana Eka Pratista Ya Ardhanaresawaryai Namo Namah. seperti sikap tangan yang dinyatakan sebagai berikut: a). dan secara logika antara Sang Hyang Widhi dan Dewa tidak sama. yang berarti Sinar. Mantram Widhi Yadnya Sebelum kita mulai menyebutkan mantram Sang Hyang Widhi Yadnya.4. adalah sembahyang kehadapan Tuhan dalam wujud Tunggal yang sifat-sifatnya dipuja oleh semua umat agama di dunia. sehingga dalam memujanyapun juga berbeda. cakupan jari tangan ditempelkan diujung hidung. (Suhardana. dengan kedua ujung ibu jari tangan menyentuh hidung. Ya Tuhan hamba memuja-Mu sebagai Yang Maha Tunggal. maka terlebih dahulu perlu kita ketahui. merupakan sinar suci dari Tuhan. Secara umum dijelaskan bahwa dalam agama Hindu terdapat lima Yadnya yang disebut dengan Panca Yadnya. Sang Hyang Widhi adalah simbolis Tuhan Yang Maha Esa. 2005:10). kedua tangan dicakupkan di atas dahi. d). sedangkan Dewa adalah Div. Om Ayur Wrddhir Yaso Wrddhih Wrddhih Prajna Sukha Sriyam . sehingga ujung jari tangan berada di atas ubun-ubun. dengan ujung jari menghadap kebawah.Bersembahyang kehadapan Bhuta. c). Sang Hyang Widhi itu adalah Tunggal dan Div atau Dewa itu adalah banyak. Tetapi dalam prakteknya. b). Bersembahyang kehadapan Pitara. yang terdapat dalam Sembah Puyung: Om Atma Tattwatma Suddha Mam Swaha. sebagai Batara Siwa (Tuhan Yang Maha Agung) dan merasuk kesegenap mahluk.1.Bersembahyang kehadapan para Dewa (Dewata) cakupan jari tangan ditempatkan ditengah-tengah dahi dengan ujung kedua Ibu Jari tangan berada di antara kedua kening. Jadi sembahyang kehadapan Sang Hyang Widhi.

Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba sempurna. Mudah-mudahan hamba saling mengasihi sesamanya dan semoga semua kegelapan pikiran menjadi sirna. 17). Santih. Ya Tuhan semoga semua karunia berupa kebahagiaan. Ya Tuhan semoga semuanya sejahtera. Sukra Paing Dunggulan. 22). 25). Tumpek Bubuh. 7). Soma Ribek. 20). hamba ibaratkan keluhuran-Mu didunia sebagai sungai Gangga. diangkasa sebagai matahari dan bulan. Pager Wesi. Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba selalu bahagia. Sabuh Mas. 19). 23). Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba baik. 5). 1984). Sukra Wage Kuningan. damai di dunia dan damai selalu. Redite Umanis Ukir. Anggara Klion Kulantir. Santih. Soma Klion Kuningan. 26). 24). 27). Purnama. Sukra Manis Kelawu. ketentraman. Budha Klion Paang. menjadi suluh batin hamba. 18). 21). 2). 16). Anggara Klion Julung wangi. Ya Tuhan semoga memberi panjang umur (nutuggang tuwuh) dan keselamatan dan tiada rintangan. Wrespati Manis Dunggulan.Dharma Santana Wrddhih Ca Santuet Sapta Wrddayah Om Yawan Merau Sthito Dewah Yawad Gangga Mahitale Candrakau Gagane Yawat Tawad wa wijayi Bha wet Om Dirgahyur Astu Tathastu Om Awignam Astu Tathastu Om Subam Astu Tathastu Om Sukam Bhawantu Om Purnam Bhawantu Om Sreyo Bhawatu Sapta Wrddhir Astu. Wage Dunggulan. Semua itu ciptaan dan kebesaran Tuhan juga. Paing Dunggulan. Galungan. 28). Tumpek Landep. Banyu Pinaruh. Setelah selesai melaksanakan puja matram di atas. Om Ya Tuhan. 14). Sukra Wage Wayang. Wrespati Wage Sungsang. 15). 8). 10). (Pramadaksa.2. 9). 6). semoga damai di hati. 3). Saniscara Umanis Watugung.Wrespati Umanis Dunggulan. 13). Om Santih. Klion. (Suhardana. Buda Wage Kelawu. 11). Tilem. 4). 29). Ya Tuhan hamba ibaratkan kebesaran-Mu sebagai Gunung Mahameru. maka dilanjutkan dengan mantram-mantram sebagai berikut: . Kuningan. Om dewa Suksma Pramacintya Ya Namah Swaha. 12). terima kasih atas karuniamu. Wage Dunggulan. Dewa Yadnya Yang termasuk dewa yadnya adalah setiap: 1). Redite Wage Kuningan. 2005:40-49) 4. kebijaksanaan dan kebahagiaan yang diberikan kepada hamba.

Om Sa Ba Ta A I.2. Om I Ba Sa Ta I.2.3. Om Om Dewi-Dewi pratista ya namah 4. Om Ang Kang Khasolkaya swasti-swasti.2. Om Ang Ung Mang 4.2.2. sarwa kala Bhuta bholta ya namah 4. Dewa Pratista.2. Om Ya Wa Si Ma Na Om Mang Ung 4. Padmasana Ring Toya.2. Anuksma-amrta jiwani. Gangga dewi namu namah. Sembah Siwa Amerta. Om Hrang Hring Sah Paramasiwa-amerta ya namah 4. Om Sri Gangga Mahadewi.2.6. Om Na Ma Si Wa Ya. Om Ang Brahma-amerta dipa ya namah Om Ung Wisnu-amerta dipa ya namah Om mang Iswara-amerta dipa ya namah 4.4. Wija.9.10. Utpeti Kang Toya.2.4. Menghaturkan dupa.5. Gandaksata.2. Ongkara aksara jiwatman. Gangga terangga samyuktam. Ngutpeti Toya Ring Sangku. Ngarga Tirta. Om Hrang Hring sah paramasiwa Aditya ya namah 4. Mersihin eteh-eteh upakara (mesarana sekar lan Bija): Om Grim Wausat ksama sampurna ya namah 4.1.11.8. Om puspa danta yan namah (sekar) Om Sri Gandheswarya ya namah (miyik-miyikan) Om Kung Kumara Wija yan namah (bija beras) Om Ang Dhupa dipastra ya namah (dupa) 4. Sembah Kuta Mantra.7. Om Om Padmasana ya namah Om Om Anantasana ya namah 4. Aturi Kang Toya Puspa. Metabuh arak/ berem. Tadd-amrta manoharam . Om Gangga Dewi naha punyam Gangga salaca medina.2.2.

Ngremeki bija (mengaduk. . Utpeti sarwa hitan ca. ring ring ring ring ring sirah : Om Ing Isana ya namah lelata : Om Tang tatpurusa ya namah tangkah : Om Ang Aghora ya namah bahu kanan: Om bang bamadewa ya nama bahu kiri : Om Sang Sadya ya namah 4.13. saha uleng ning kayun: Om Bhur Bhuwah Swah swaha Mahaganggayai tirtha pawitrani ya namah swaha.Om Utpeti ka suram ca. Mantra bija.2. Utpeti sri wahinan ya namah swaha. Om Idham bhasman param guhyam. Om Ghantayur pujyate dewah. Utpeti ka tawa goras ca.2. Wara Siddhi nih samsayam.12. sarwa kalusa winasa ya. Ghanta sabda prakasyate. Akena bija. Candra nadha bhandu drestham. Jagat Nata hitangkarah. Spulingga Siwa twam ca. Ongkara parikirtitah. sarwa papa winasana ya. Abhawa-bawa karmesu Warada bIabdha sandenam. sarwa rogha winasana ya namah. Apasang bija. Abhiwada wadanyam. Raris ider kang toya ping tiga. Ngaskara Bajra. Om Kara Sadasiwa Stham. Om Ghanta sabda mahasrestah. Tumuli masirat ring raga: Om Ang Brahma-amrta ya namah Om Ung Wisnu-amrta ya namah Om Mang Iswara-ammrta ya namah 4. di atas tangan) Om bang Bamadwa guhya ya namah Om Bhur Buwah Swah amrta ya namah.

Om Pakulun Sang Hyang Sapta petala. nandha raksanan den rahayu. guru pantarem dewam. ledang paduka bhatara anglukat angebur dasa malaning bebanten kabeh. ya ta kaprayascitta denira Sang Hyang Sucinirma.2. guru dewa sudha nityem. sarwa jagat jiwatma takem. (Natha. jiwatmanem tri lokanem. yang ana kalangkahing dening sona. Sembah Hyang di Ring Merajan Sanggah Kemulan. sarwa jagat pratistanem. Ong dewa-dewa tri dewanam. Om Pakulun Hyang ning prana-prani. urip waras dirguyua sang inambean mwah sang unulapan.16. Sang Hyang Sapta dewata. di Merajan . pakulun manusa nira handa sih waranugrahanira. sudha klesa winasanem. Ong guru dewa guru rupem.14. Mantra Pengulapan. wastu suddha paripurna. Jiwatman trilokanam. Sang Hyang Trinadipancakosika.2. tri purusah sudatmakem. kaporod dening wek.17. Sawrwa jata pratistanam. nanda tirta panglukatan.2003:12-24). Om Brahma Wisnu Iswara dewan. 4. mekadi sang Hyang Lewihing bebanten. tri murti tri lingganam.15. Hyang ning sarwa tamuwuh. Anglukat Banten.2. Om Guru paduka dipata ya nama swaha. kacekel dening wong camah. guru madya guru purwem. Sembah Hyang Kemimitan/Paibon/Dadya/Pedharman Om Brahma Wisnu Iswara dewam. Suddha klesa winasanam. kaiberan dening ayam.2. Om Siddhirastu ya namah swaha. Om Siddhirastu ya namah swaha. 4. Sang Hyang Wesrawana.Maklener apisan (Ngaskara) : Om Om Om Maklener ping kalih : Om Ang Ung Mang Maklener ngelantur : Om Ang Kang Iswara ya namah 4. mekadi Sang Hyang Urip Sira amanggihaken ri stanan nira sowing-sowang pakenaniing hulun hangeweruhi ri sira. Sang Hyang Premana. Ong Ong guru paduka byonamah swaha 4.

2. bersih serta segala noda terhapuskan oleh-Mu. semoga hamba terbebas dari segala bencana. Tri dewa adalah Tri Murti. 4. Ong Ong candra dipate ya namah. nama candra namo namah. 1983:21) Ong Brahma Wisnu Iswara dewam. Siwastu Sada Siwaya. Panca rsi panca tirtham. sarwa brana busitah. candra yanti prenamyakem. Iswara bhutanam. nama candra namo namah. dhara gopati madanem. Tri-dewa tri-murti lokam. Om Hyang Widhi dalam wujud-Mu sebagai Brahma. Om Siwa Rsi maha Tirtham. wicak satya arawiyem. Sa ghanasca De Kuturan Bharadah ca ya namu namah swaha. Ong siddhi ragem namastute. Om Om Panca Rsi Sapta rsi paduka Guru byo namah swaha. sweta manca kala runem. (Bangli. Sapta Rsi Catur Yogam. (Kaler. Om Siwa dipata ya namah. Tri Purusa suddhatmakam. . Lingga rsi mah lingam.Ya Tuhan selaku Brahma.2005:35) 4.2. namo candra namo namah. Sembah Hyang di Pura Desa Mwang Bale Agung. semoga seluruh jagat tersucikan. (Ringga. Sembah Hyang di Purnama /Tilem. Om Ang Gnijaya jagat patya namah. yang berkenan turun menjiwai isi tri loka. Tt:17). 2003:27-28) 4. sumerus ca. Ong karma dhaksa jagat caksu. Stuti Stava 157. Ya tuhan selaku Bapak alam hamba memuja-Mu.2.18. Om Ang Gong Gnijya namah swaha.19. dewa tri purusa maha suci. Om Isana sarwa widnyana. Om Ung Manik Jayas ca. Sembah Hyang di Kawitan Ratu Pasek. IB.20.1 dikutip oleh (Kanca. Brahmano dhipati Brahman. Wisnu Iswara. candra dipa parem jotir. Wisnu Iswara. Ong candra mandala sampurnam.

Ya Tuhan dalam wujud sebagai catur maha Dewi.Ya Tuhan. selaku Brahma raja dari pada semua Brahmana.21. Om Brahma Prajapatih Sresthah Swayambhur warado ruruh Padmayonis catur waktro Brahma salam ucyate (Stuti & Stawa 483.2. selaku Yang Maha Kuasa menguasai seluruh mahluk. Hyang Tunggal yang maha sadar.22.2. pemberi anugrah. 4. maha mulia. hamba memuja-Mu sebagai Dewa Durga/Dewa Siwa. Om Nam Dewa Adhistana Ya Sarwa wyapi wai Siwa Ya Padmasna Eka Pratistha Ya Ardhanaresswaryia nama namah. Sembah Hyang di Pura Puseh. Sembah Hyang di Pura Prajapati. 1983:21-22) 4. . linggam Sarwa Dewa Pranayam. Om Giripati maha wiryam. Om Giripati dipata ya namah. 4. (Suhardana 2005:68-69). Mahaguru. Mahapratista. yang menjadikan dirinya sendiri. Dewa dari semua Dewa. Maha Kuasa. Ya Hyang Siwa hamba menyembah pada-Mu (Kaler. Sembah Hyang di Pura Dalem. 1983:21-22) Om Pranamya Bhaskara Dewam Sarwa klesa Winasanam Pranamya Ditya Siwartam Bukti mukti wara pradam Om Rang Ring Sah Prama Siwa Ditya Ya nama nama Swaha. Maha Dewa dengan lingga yang mantap. Ya Tuhan selaku giripati yang Maha Agung. semua Dewa tunduk pada-Mu Om Giripati hamba memuja-Mu.4) Om Hyang Widhi dalam wujud-Mu sebagai Brahma Prajapati. Sarwa jagat pratistanam. (Kaler. pencipta semua mahluk. Om Catur Dibya Maha Sakti Catur asrame Bhatari Siwa Jafatpati Dewi Durga masarira Dewi. selaku Siwa dan sada Siwa. lahir dari bunga teratai. Maha Suci. (Suhardana 2005:68-69).23. (Suhardana 2005:62).2.

. (Tri Bhuana Meru tumpang tiga) Om pranama Siwa Tang Ghayam.memiliki empat wajah dalam satu badan maha sempurna. Ciwa tattwa prajanah. Tata Cara Persembahyangan dalam Piodalan Om Ciwa sutram pawi-yapnya pawitram prajjapatti yo ayuswam bhala maste tejo. Triloka sawangga sada-sidasah. pujian terhadap Sang Hyang Widhi Om Twam Ciwa. sagenah sapari warah. stutte. Ang Ung Mang namah. Astra Mantra dan Sthuti Om Ung Rah Phat Astraya namah Om Atma Tatwatma Sudhamam swaha Om Om Ksama sampurnaya namah swaha Om Sri Pasupataye Ung Phat Om sriyem bhawantu. Hyang Brahma maha agung. (Titib. Om bhur bhuwah swah tat sawitur warenyam bhargo dewasya pranato dimahi. twam Mahadewa. Setelah pangelebaran Caru. canddhi kesayanamo stute. Nang Mang Cing Wang Yang. Siwasya pranoto nityam. Newidyam Brahma Wisnu’ca baksamdewa sarwadya inala bhoti. Jayatte-jaya mapungat ya carthi. dyoyo nah pracodayat.1997: 59) 4.ca siddhinti. Maheswaram. jaca mapomesi. siddhi sekala mapuyat parama Siwaya labhate. parama gohyanam tri gunam-tri gunatma kem. purnam bhawantu namah Sthiti Mantram Om Sang Bang Tang Ang Ing. Om Grim Ksama heranya. sarwa karya. penuh rahasia.24. Sang Hyang Widhi Om sarwa Dewa. Bhatara Wisnu’sca purusa pari kirtitah. Om Grim trepti laksanem. Iswara-Parama swara. sukham bhawantu. Om Ariwam surya koti pratam-candra koti redayem.2.

ksama swman sakti. Siwa Murti suka wahem. Penuntun Metirtha Ong Rah Phat Astraya namah. Sarwa roga pramanem. Me Basme Ong Idam basma param guhyam. Ye toyamciwon ce yah. laksmi sidhi’sca dhirga yur nirwighnam sukha kretam. Maheswaram. Asta swarya gunatmakem. Twam Ing Swara Gata karah. Sarwa nugrahakem Dewa-Dewi maha idem. Tirta Puwa Pangentas Wong Preteka. 1972:82-86) 4. nugrahanem bagawan dewi maye datem. Twam Suriya. twam Siwa karah. wisnu. Dewa-data anugrahaken yarcanam. Om Sri Samara wan amah.Ksama swamam jagat natha sarwa papani rantaram sarwa karya kidandiki. tirtha jatah pawitrakah. sarwa papa winasanam. Ciwa angga Siwa samahen. sarwa tirthem siyemsawem. sarwa pujanem namah.(Atmanadhi. . Twam Ing Rudra bhanilaksana. Anugraha hano haram. brahma. Om Gangga mrtiya namah Om Candra mrtiya namah Om Siwa suddhamam swaha Om Atma tattwatmaya nam. Antaranta maye cubhem. dwam sarwa manggalanne sanem. Ong idam toyam wimalan dewam sarwa kali kalusa prasame namah swaha.1. jale dewam rsi sangke. namah karya prajayate.3. swaroma yem. pawitram mangghalam. sarwa halaka terpana ya namah. nasayet statem papem. twe meweh sapwe mi yadi ye na sakti bhawisiyate. sarwa klesa winasanem. Pitra Yadnya 4. ye toyem prameng srayem.3. Om Siwa tattwatwaya namah. tat to sima murti dewam. Om Widya tattwaya namah.

Ring tepengan punika waluya kapatutang/dharmaning bhakti. pamulihan sanghyang Atma (Ngentas) : Om Ang sarwa dewa bhiyo namah swaha (purwa/angga bajra mudra) Om Ang Sapta Rsi bhiyo namah swaha (daksine/mukha dada mudra) Om Ang Pitre bhiyo namah swaha (Utara hradaya/cakra mudra) Om Ang Saraswatiye bhiyo namah swaha (pascima/jihwa/nagapasa mudra) 4. 4. nama siwa ya namah. deweye nameste ye namo namah.3.2. (tangan kanan tiga kali) Om Ang Sapta Pitra bhiyo namah (tangan kiri tiga kali) Om Ang Sarwa Dewa bhiyo namah (tangan kanan lagi sekali). Menekan Tangan. Pralina. Brahmangga.3. mawit sakeng pelaksanaan swadharmaning Sang Sadaka ring para janane sami. Gangga tirtha ye maha bhuta. Nama windu awaye swarem prabhu ibhuh samma kerttem maka patakwa sanem. ste bhagawan Gangga nama ‘stuti nala muwapuh. Hung hur suma gangga idem toyem. Tumuwut sang pitre adi nyasa ring catur desa. Salilem winalem toyem-toyem tirtha swibbhawa wanem subiksa ye sama toye.4. I para jadmane wenten utang mabudi ring Sang Sadaka. (Atmanadhi. Utpatti. 4. satunggil diangken I Para Jana mangda mapunya ring Sang Sadaka sane pageh ngamong berate lan . punika pisan sane ngawanang. sarwa papa winasanem nama.3. sami iti weta-wetanya. kebawos Rsi Renam. Resi Yadnya Yang dimaksud dengan Rsi Yadnya.3.Om ganerem maha tirthem. Om Ksama sampurnaya namah.5.4. Om Sri Pasupatiye namah. Om Atma tattwatna sudhamam swaha. maha nadhi tre priyem tatha sarwa dewati. Kramaning Pamuspaning Pitra. Sthiti. Siwa mrtha manggala ye Sri Dewi sawa mutate. 4. Om Ang Sapta Rsi bhiyo namah. Nyiratin Tirta Sawa Om jala siddhi maha sakti sarwa siddhi sarwa tirthem. 72:81-82) 4. dewanemlila nasanem.3. Siwangga: Triaksara.

Santi-pusti-wasat-karma. (Pramadaksa. Yoga sidyem murtinem. Sarwa jagat pratistanem. Dwijendra baskara meretem. nama namah swaha. Sarwa wigene winasanem.2. Brahma Wisnu Mahe Suarem.swadharmaning kasulinggihan. .desyami Guru-pada dasyat sada. 4. Guru Pada Namas Karo Om Guru-pada namas karaan. 1984). Ong brahmanem brahma murtinem. karya siddhis ca jayate. itu yang menyebabkan. Brahma peraja dipem lokem.1. terhadap masyarakat pada umumnya. 4. Brahmo siwa murti wiryem. Dwijendra purwa siwem. Aspek-Agama Hindu I-IX (1982-1982:14). Siwa puja yoga meretem. (Pramadaksa. Dewa mantarem sidhi wakyem dewa sandi sang yogatem. Sarwa roga wisnu cartem. Pada kesempatan ini sepertinya telah dibenarkan sebagai wujud bhakti. Dwijendra Astawa. untuk berkorban dengan tulus ihklas ring Sang Sulinggih. Om Guru-paduka-byo namah. yang secara terus menerus menjalani hidup sebagai Sulinggih.4. disebut dengan Rsi Rnam. sapunika taler panungkalikanya Ida Sang Hyang Sedaka ring Ida Para Jana. (arti bebasnya: berawal dari pelaksanaan kewajiban Sang Sadaka (Sulinggih). 1984). dewa-dewa stiti guruh. demikian juga sebaliknya Beliau sang Sulinggih terhadap masyarakat). Baskarem siwangga layem.4. Waham wata . Selanjutnya mengenai peraturan Sulingih telah diatur pada Himpunan Kesatuan Tafsir Terhadap. Brahmanem purwanem siwem. Siwa sada siwa sirwatem. Sarwa dewa masarirem. Siwa loka pratistanem. Tatwad nyanem siwem. Menyatakan bahwa: Tentang Kawikon/Sulinggih/Pendeta selaku Dwijati adalah suatu kedudukan khusus yang hanya bisa didapatkan dengan memenuhi syarat dan upacara menurut sesana serta sesuai dengan ketentuan-ketentuan Parisada. Bramana purwa tististanem.

yaitu Resi yang dipercaya oleh Raja untuk menciptakan kesejahteraan dalam Suatu Negara. ya sarwa wigena wina sanem. Reshi Purbhasomya memberi petunjuk kepada baginda Raja agar melaksanakan. Ong Guru dewem.3.tiga macam syarat untuk mengalahkan musuhnya yaitu: Sang Hyang Astaka Widhi.Surya merta pawiranem Yogi-yogi sarwa dewa.4. Sang hyang Indra. Ong Brahmanem brahma murtiem. Sang Hyang Samirana. Ong ganda pujiem Iswara nityem. adalah seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat utama yaitu: Sang Hyang Agni. (Gambar. Kemudian datanglah seorang Raja yang bernama Bhanoraja. dengan isinya sebagai berikut: Di Gunung Agrapati ada seorang Maha Reshi yang bernama Purbhasomya. Lontar yang disalin oleh Sri Rhesi Anandakusuma. yang disebut dengan Resi Yadnya adalah penghormatan kepada nilai-nilai kebenaran yang sejati. dan tidak terluka oleh segala macam senjata. Sang Hyang Surya. s Sarwa dewa pratistanem. 1986:47-8). siwa sada siwa meretem. siwa loka pratistanem. Beliau seorang wiku yang telah melaksanakan segala dharma dari sejak masih kanak-kanak. brahma siwa murti wiryem. Sarwawa dewamca. Brahma wangsabca. Nada grutyem dewa mantrem. Brahma putra pratistanem. Sang Hyang Purana Yadnya dan Sang Hyang raja Kerta. 4. Ongkara mantra pujitem oma winayem maha wiryem. harus mengetahui gerak-gerik rakyat yang bermaksud buruk atau baik. AUM Upacara Resi Yadnya Selain pernyataan di atas. yang biasanya dipegang oleh “Bhagawanta”. membakar musuh yang ada dalam diri manusia. dan penulis ringkas. untuk memohon petunjuk agar mampu mengalahkan musuhnya yang memiliki kesaktian yang tidak terkalahkan. memberikan kemakmuran agar rakyat cinta kepada pemerintah. Sadasiwa maha wirye. Om Sriam bawantu swaha. astawem dewa paragiyem. . Sang Hyang Yama. Sang Hyang Astaka Widhi. memberikan penyuluhan dengan baik dan teratur.

banyak mempunyai sisia.4. 4.3. wiku yang senantiasa berpegangan kepada sastra. Dengan cara demikian agar dapat guru yaga. Pikirannya hanya berguru kepada Sang Hyang Widhi Wasa.4. Sang Hyang Wesrama. 4. untuk mengangkat Reshi sebagai “Bhagawanta” dengan dua belas kreteria sebagai berikut: 4. Wiku Panjer. 4. Sang Hyang Purana Yadnya.4.3. Sang Hyang Pertiwi. jangan sampai menghukum orang atas keinginan sendiri.4. 4. memberikan ajaran yang dimiliki.5. Hukumlah mereka yang bersalah dengan hukuman yang masih berlaku sesuai dengan Undang-Undang. memiliki pikiran yang cerdik dan menghukum penjahat negara. Wiku Ambeng.3.menegakkan hukum tanpa pilih kasih. dengan maksud berguru kepada Dewa Parameswara dan berhasil memiliki ilmu yang utama. dari Reshi Purbhasomya maka Baginda Raja melaksanakan petunjuk itu dengan baik. demi kemakmuran.3. memberikan penghargaan bagi rakyat yang berjasa. bersama-sama belajar keluar negeri bersama pedagang. kalau ia membunuh maka dia harus dibunuh. . memberikan hukuman sesuai dengan kesalahannya. Demikian saja pekerjaan-nya. kalau dia menggelapkan uang harus dikembalikan berupa uang. dengan tekun melakukan kewajiban siang maupun malam untuk mendapat dana punia (guru yaga). memperlihatkan Candi Prasada. menjual ilmu pengetahuannya. Akhirnya musuh-musuh baginda Raja dengan mudah dapat dikalahkan. wiku yang tidak bersaksi. Wiku Palang Pasir. Sang Hyang Baruna.3. Sang Hyang Raja Kerte. Wiku Cendana.3.1. Pesan terakhir dari Reshi Purbhasomya. hingga memiliki ilmu yang tinggi.2. Setelah mendapat petunjuk.4. wiku yang mengajarkan ilmu kepada orang lain dengan memikat hati masyarakat (amancing updesa). Wiku Pangkon. banyak bekerja sehingga mempunyai istri lebih dari seorang.4.

Wiku Wanaprasthi.4. rajin menghadiahkan buku (mendana pustaka). Beliau tidak beristri. memuja homa. Wiku tinggal menetap ditengahtengah hutan.4.3. bebas dari suka duhka dalam pergaulan di masyarakat. Wiku Bramacari. tidak tetap tinggal di masyarakat (ndatan ring negara krama). wiku yang membuat kebaikan dengan memberi petunjuk jalan (ngentas) kepada rohnya orang yang meninggal dunia. selalu berbuat kebajikan.3. menerima tamu. mempunyai pengetahuan yang baik dan tidak beristri dari sejak kecil hingga lanjut usia.3. kepada Sang Hyang Widhi Wasa. mengajar ilmu pengetahuannya kepada siapa yang memohonnya. dengan senang hati menolong orang yang menderita kesusahan. Wiku mengawini wanita walaka.3. tidak mempunyai keinginan mengumpulkan kekayaan. menyelesaikan (muput) upacara yadnya agar menerima guru yaga. beristri dan berputra tinggal didesa atau dikota hidup dalam masyarakat. melakukan yoga semadhi.4. Wiku Sangara. Wiku Sanyasi.3. berbakti kepada Dewa di kahyangan. berbakti kepada Dewa. wiku yang disebut dari angka 1 sampai . 4.4.3. mengembara di dunia.4. 4.7. 4.4. Wiku Grohita. dunia ini dipandang rumahnya. Wiku senantiasa memperdalami kesusastraan. tidak beristri. Wiku yang mempunyai Nabe lebih dari satu orang. ahli dalam segala macam filsafat. hidup sederhana. Itulah agar Sri Aji (Baginda Raja) memaklumi ada 12 macam wiku.4. Begitulah ia laksanakan untuk mendapat guru yaga.9. Pikirannya terasa terbang. siang dan malam pandangannya sama. telah sempurna tentang Tri Dharma (Dharma Tiga). teguh melakukan yoga semadhi. 4.4. wiku hidup berkeluarga.3. Wiku Grahasti.11. karena ia memerlukan mendapat mas perak. Wiku Saba Ukir.10.6. Tidak mementingkan harta benda. 4. meningkat-kan filsafat kebatinan (ambek niskala).8. 4.12.

tidak boleh tidak negeri ini akan goncang dan menderita. (Anandhakusuma.Ragamaya. Ada tiga lagi yang patut mendapat perhatian agar pemerintah tetap stabil. 8). Kalau ketiga ucapan dukun itu Sri Jaya percaya saja. 5). dukun yang mengeluarkan kata-kata yang beraneka macam. 7). Kalau wiku tersebut dipakai pendeta raja dan negeri. 2. Pawotanan. 4). dan dipercaya oleh pendukungnya/masyarakat).5. Sa no dewah sawita sarna yacchatwasme Ksayaya triwartitamamhasah Rg.Suptamaya.dengan angka 8 itu. dukun yang percaya kepada mimpian. Ngraja Singa. dipandang wiku yang ada cacatnya (wiku ceda). Weda IW. dukun menurut kehendaknya sendiri. yang memberi kehidupan pada alam. maka pemerintahan (keprabon) bisa menjadi goyah. suci dan melakukan dharmanya wiku (dharmaning kawikon). Manusa Yadnya Yang dimaksud dengan. Om namah Kumara sad-anama ya. Roras rahina. Wiku yang disebut dari angka 9 sampai 12 dinamai Wiku catur Asrama. 12). 10). Ngastawa Sang Hyang Kumara. Pagedong-gedongan. Dari sebab itu patutlah dipakai Sri Aji memperhatikan benar-benar keadaan Wiku yang akan dipakai pendeta untuk istana dan negeri.53.Pradhanamaya.5.2. tidak bersandar Sastra. Kepus udel. dan menegakkannya. (Keselamatan Bayi dan Ibunya) Om Brhatstsumnah prasawita newisiano Jagatah sthaturubhayasya yo wasu. Tigang sasih.1. 4. manusia yadnya terdiri dari dua belas tahapan yaitu: 1). Mapodgala atau Mawinten/Madwijati (sesuai dengan tingkat kemampuan seseorang. tidak bercacat.6 (Ya Tuhan Yang Maha Pengasih. dengan kemampuan untuk menghindari kekuatan jahat). Bulan pitung dina. (Titib. Metatah. Kelahiran Bayi. Nempugin. Wawu hembas rare. Pawiwahan. 1994: 3-33) 4. yaitu: 1. 6). 3). 3.5. 9). 1997:78) 4. semoga ia Sawitar memberi rahmat-Nya kepada kami untuk ketentraman hidup. Siki dwa jaya prati mayaloke Sad-kreti kanandakara ya nityam. 11). . Ia yang mengatur baik yang bergerak dan yang tidak bergerak.

Namo’stu widya warada ya loke Namo’stu rohika wapiya. Sasti-praya yam ala santriyate. Kalisakane lara roga. Mabiye kawon (Usapin taluh ayam Brumbun). Om ya namo.stu tasme dwajawara pujitram. Mala papa petakane sianu kabeh. Ong bhatare Bayu angiberaken lare roga. (Gambar. Mesesarik. Ong seriya namu namah swaha.5. lare wigene papae klesane si anu.5. Om Rudra-atma kaya prati mayoloke. sidhi pari purnya namah (netra kalih) . Om Antiganing sawung pangawak Sang Hyang gale acndu. Om sang Sadaya namah (ring arep) Om Bang Bamadewaya namah (ring tengen) Om Tang Tat Purusaya namah (ring kalong) Om Ang Aghoraya namah (ring kiwa) Om Ing Isanaya namah (ring tengah). Sagilingan pagilingan male. Om Namah sada-agni ya wiyaka ya. Potong rambut. Ong bang bane dewa ya namah.Namao. 1987:18) 4. Namo. Om Sang Sadyaya namah (alis) Om bang Bamadewaya namah (bahu tengen) Om Tang Tat Purusaya namah (tungir) Om Ang Aghoraya namah (bau kiwa) Om Ing Isanaya namah (hredaya) Om Rang Kaje sarase namah (bahu kiwa tengen) Om bhur Bhuwah swah Jwalon namah (Ratna kencana = pada kalih) Om Hring Kawacaya namah (sarwa angga) Om Bang netra ya namah Om Bang netraya namah. metatah. stu hanganila ya nityam.4. Brahmanya dewaya sikidwaja ya Senapratewa dahita ya nityam dewayam Namo’stu koncadala darana ya. Huwah prakase warado namo’ stute (Ringga Natha. molongin karna.3. 2003: 64-65) 4.sti kajrambha kayajaya nityam. Ong sah osat namah. Namah sadakurtkuta namo hana ya.

Penganteban Peras. Om Siddhi rastunya namah swaha Suci Om Suci rwa-suci rwapi. sarwa karmagate piwat. purnajiwa. Sudhaman swaha. sebaya wiyanta suci.Tepung Tawar. Pabersihan: Om Ang Bubu tirta harum Lis Om Nama Dewaya namah. Ah Ah Ah. Om sdudha mala mari sidhi sasas dangku dirghayusa Om Ung Sapa panaya namah swaha Om Ang Pranama Siwaya namah Tetebusan Om Ang Maha Sidhiyam ya namah Kumur-Kumur Om Wakra sodhaya mam swaha Meraup Om gemana muktiya namah Mesesarik benang Om Purnatma. Om Ung Sarwa Dewa mrtaya namah. sampurna ya surya Candra madya pada Om Ung Sri-sriya wenasah. Peras. Om Ang Yang Om Ang Ung Mang. cintyyayet Dewa Wisraman.saraswati mrtaya namah Sudha siddhiyem prayojenem. Pengisep Peras/daksina . Pengambiyan. Purnahayi. Brahma Bayu lara roga Bhawantu sang malis-lis.

Om Ung Mang Mahadewa Sudhaya namah Pangisep salwiring Banten Om Hyang maha mrta Srayu Dewata , Ang-Ah. Penganteb Sesantun/Daksina Om Ang Yang Sukham amrta Sang Jiwanya namah Pebangkit/Gelar sanga Om Durgha bhucari namah swah. Om Khala bhucari namah swaha. Sang Bang Tang Ing Nang Mang Sang Wang Yang Ang Ung Mang namah. Pengaksama. Om Ksama swamam Mahadewa, sarwa prani hitang karah maoca sarwa papebyah, phalayaswa sama namah swaha. Om Samastha ta Mahadewi bharawi prete baksini Bhagawate twasya Durgha dewa bwatasya sakhalam, niskalam twam Rudra tam somya daryatesya wa Twaya Dhurgabhuta watyeya namo namah. Pabuktian Bebangkit/Gelar sanga Om Buktiantu durgha kentara. Bhuktiantu khala kewaca. Buktiantu nhuta nem. Bhuktiantu pisaca sagyem. Om Sendat-sendat robyo namah Om rich kecarik caru kero bhiyo namah swaha. (Atmanadhi, 1972: 88-90). 4.5.5. Smara Ratih (Menek Bajang) Om Pradana purusa sayoga ya, Windu dwa bhoktra ya namah. Dewa-dewi sayoga ya, paramasiwa ya namah swaha. Om Ananggah Kamani patni, Puspeso mandhani thata. Kamo Dhanawati patni, Mandani mandana tahta. Om manobhawa shobani ca, Sri mati makara dhwjah.

Kandarpa Somawatis ca, Sri Jayani ca manmatah. Om Kama Dewa Ratih Patri, Swetari smara ewa ca, Anatur nandini patni, Manasi jas ca tarini. Om kamadewa ca tarini Om Om Kamadewa ca Ratiye namah swaha. 4.5.6. Pakeling saha Seha. Om Pakulun Sang Hyang Pradana Purusa, Makad sira Sang Hyang kamajaya kamarath, mansan nra handa sih wranugraha ri sira, Amembah angadekaken yadnya pekalan-kalam nira sang bipraya wiwaha, ledang paduka Bhatara pada tumedun pada malinggih ring rwaning kukus arum Om Pranamya bkaskara dewam, Arswa klesa winasanam. Pranamya aditya siwartham, bhuktu mukti wara prdam. Om Hrang Hring Sah paramasiwa dewa lingga ya namah. Ringga Natha (2003:39-40) 4.5.7. Mawinten Sang jagi ngemargiyang indik upacara-upakara Pawintenan alit kawastanin Pawintenan Bunga/Saraswati. Orang yang bermaksud melaksanakan tatacara upacara-upakara Pawintenan kecil disebut Pawintenan Bunga/Saraswati. Om, Saraswati Namastubyah; Warada Ama Rupini, Sidhi-rastu Karaksami; Sidhi Bhawantu Me Shadam. Om Pranamya sarwa Dewa-Aksara; Paratma Atma Ewangga; Rupa Sidhi Karoksabet; Saraswati Namnyam. Mano

Om, Padma Patra Nama Laksmi; Padma aksara Warni Nityam; Pahalabaye Dewi Tubiyam. Selanjutnya diteruskan dengan Mangajapa Duh Sira sang Mawinten, Wus pwa sira binersihan, Mawintengama, Manke sira wuswruha ring kasucian, Aywa tan mituhu pawarah, Aji, tumuta kita susilan ira Sang Hyang Ayu, gelarana yoha lah, Semandinta, aywa tan rastiti ring agama, Yati-ka dalan Kita, Bhakti ring Bhatara Den langgeng pwa juga sira,

omastitikna, Maning sariranta, Kunag yan Sira umalaku, tan weang panganna angulahakna Sang Agma, Aggengakena Dharmanya, Anulis Sarwa Sastra, suksma tutur utama, muang gelarana puja mantra, Yan wus samangkana polah niya, weang ngungguhakena banten ring prahyangan, yan tan samangkana, Karya letuh ngaraniya, apan urung wruha ring kasucian agama, apan kasupatut den Panca Maha Bhuta Mala sariranta, wenang Winiten de Sang Sada Yogiswara, Yan tan samangkana tan sida hilang panca malanta mangkana, pratiyaksakna pawarahing sang hyang Aji Suksma, sih nirmala. (Pramadaksa, 1984). 4.6. Bhuta Yadnya 4.6.1. Susunan Bhuta Yadnya Pertama: 1). Segehan Alit & Agung, 2). Panca sata, 3). Panca sanak, 4). Manca kelud 5). Rsi gana, 6). Walik Sumpah, 7). Lebuh Gentuh, 8). Tawur Agung, 9). Panca wali Krama, dan 10). Eka Dasa Rudra. Mantram caru termasuk yadnya sesa, adalah sebagai berikut: 4.6.2. Yadnya Sesa. Om Ang Kang Kasolkaya kanaya osak namah swaha swasti-swasti sarwa butha sukha pradanya namah. 4.6.3. Pengelebaran caru-caru. Om Tang Ang Ing Sang Bang Ung Ca Tat Om Gunung Gangga dipataye. Om Hreng Rajastraya namah. Om Phat-phat, Om Ang-Sura bhalaya namh. Om Ung Cakra bhala ya namah. Om Sang Bang Tang Ang Ing Panca Maha bhuta bhiyo namah. Asep-Asep Om Ang Dipastra ya namah Cecepan Air Om Angga sukha mrtaya namah Penastan/Cuci tangan O namo namah swaha Pakakurah Om Ung Mang kama ya namh

wisnu Bhatari Sridewi. Daksine Brahma Dandastra. Pasupati Om sarwa wighna winasayantu Sarwa klesa-klesa winasayantu Sarwa duka winasaya Sarwa papa winacaya Sarwa papa winasaya namo namah swaha. Siwaditya. Akasa Guru Trisulam Danendra ya namo namah swaha. Dupa Gniya Mahesora.Panglukatan Om Iswara Umadewi’ca Mahesora Laksmi Brahma Saraswati dewi. Adah sabda Ciwa Cakra Undah Prama Siwa Dwaja.Nerityem Rudra Moksalam. Pascima Mahadewa Pasca. .Candra dewi Sunya Siwata pujinem.6. Om Iswara Bajrasta. 1972:7880) 4. Biyahyem Angkus Sangkara. Utara Wisnu Cakrastra Ersanya Sambhu Trisula Madya pada Ciwa Padma. Arda Nareswari linggam arcane ya namo namah.4. Ludra ni Santani dewi. Mahadewi. Bayu Ong akasa bayu murthinem Sarwa marana wicitem Mertyu kslsmtsks rodrem Jagatem pretista lenggem Apah Ong Ung Wisnu trinayem. Panca Mahabhuta (serana: Genta dan Sekar) Akasa Ong akasa nirmala sunyem Rudra dewa byomantarem Siwa nirbhanem wiryanem Teja Ong tejo murthi nawa rupem Surya candra masarirem Sarwa teja diptadnyanem Arcanem sarwa dewanem. (Atmanadhi.

Ong krura raksasa rupanca Wyakta ya rakta locanem Prape noti santo rupatwam Twam wande tri purantarem Ong Ong kala bhucaibyo namah swaha Butha Raja Stawa Ong bhuta raja maha krurem Saharsa kirana pradham Sadwaktrem sayutascewam Sakala swahitang karem Ong maha raksasa dasa bhujah Hiranyem garbhode sembawah . Ong sekala niskalatmatwam Rodranta somya darayet Tasye durgha dewiywm tasye Durgha dewi namonamah Ong Ong sri durgha dewi dipate ya namah swaha Kala Stawa Ong byakta raksasa rupanca Webaksya twam capunah Somya rupa mawopnoti Twam wande waradham aum. Durgha Stawa Ong sema kasta maha dewi Bherawi pretha baksini Baghawati durgha tasye Durgha dewi namonamah. Sri pancamaha bhuta byomanah swaha.Catur dewa maha sidhyem Wighna klesa winasanem Raga dosa winurcitem Pertiwi Ong pretiwi sarirem Catur dewa Maha dewi Catur asrama bhetari Siwa bhumi maha sidhyem Ong Ong Rang Ring sah wosat.

Ong Ing Namah. wusira anadah amangananginum satetanjan. wusira anadah amangananginum satetanjan. (Bangli. umanis panca warnania. Iti tadah sajinira penek amanca warna. Siratin Caru (Sarana Tirta). ajaken wadwa kala nira pitung ngatus pitung puluh pat. anadah ta sira. mantuk pwa sira ring kaynagn nira sowang-sowang. Ong bhuta jangitan. Ong Ang Namah Om pakulun sira sang bhuta tiga sakti. Ong bhuta lembu kanya. ajaken wadwanira sangangatus sangang puluh sanga. wisnu dewatania. Iti tadah sajinira penek puti ayam puti. anadah ta sira wisira amangananginum satetanjan. ajakaken kala wadwanira wulungatus wulung puluh wolu. Ong Bang Namah. pascima desanira. wusra manganannginum. pahing pancawarnania. 2005:76-78) Ngayab Upakara ke Bhuta (Caru Panca Sata) Ong sang bhuta baruna. purwa desanira. mantuk sira maring kayangan nira sowang-sowang. Ong Sang Namah. Ong Tang Namah. ajaken wadwa wadwa kala nira petangatus petang puluh pat. ayam wiring winangurip. Iti tadah sajinira penek kuning ayam buwik rinancana nangun urip. Ong Ung rahpattastra ya namah Ong atma tatwatma sudhamam swaha . utara desanira. rinacaca winangun urip. mantuk pwa sira ring kayangan nira sowang-sowang. Iti tadah sajina penek ireng ayam ireng rinacana winangun urip. ajaken wadwa kalanira limang atus limang puluh lima. mantuk pwa sira ring kaynagn nira sowang-sowang. iwak ayam isa. bhetara siwa dewatanira. atatanjan. rinancana winangun urip. mantuk pwa sira ring kaynagn nira sowang-sowang. kliwon panca warnania. Ong sang bhuta aruna. mahadewa dewatania. pon pancanira. Iti tadah sajinira penek bang. daksina desanir.Bhuta preta simang rudhah Naga yadnya musubitah Ong Ong bhuta raja dipate ya namah. anadah ta sira. anadah ta sira wisira amangananginum satetanjan. wusira anadah ta sira. madya desanira. brahma dewatania.

ra kaki bhetari gana. kasadya rahayuan mwang kaubagan. amukti sira sarwa enak. Nang Mang Sang Wang Yang. Ang Ung Mang. sama lolya. lugraha sangadruwe caru kadhirghayusan. paduka bhetari durgha. Ngayab Caru (Sarana Genta) Om pakulun kaki bhetara kala. waras. apan sampun angaturaken caru kabaya kala. Ong sidhi rastu tatastu swaha. sannhyang panca muka. sama lolya. Aywa sira anyangkala swakarya punanu. sama suka.Ong sri pasupati ung pat Ong Sang Bang Tang Ang Ing. Ong sidhi rastu tatastu swaha. ra kaki bhetari gana. kasadya rahayuan mwang kaubagan. waras. sama suka. Ngayab Caru (Sarana Genta) Om pakulun kaki bhetara kala. lugraha sangadruwe caru kadhirghayusan. paduka bhetari durgha. Nang Mang Sang Wang Yang. amukti sira sarwa enak. Aywa sira anyangkala swakarya punanu. sekar) Ong mrana bhuta mararem . Ong bhuktyantu dgurga katarah Byaktyantu kala mawaca Bhuktyantu sarwa bhutanem Bhuktyantu pisaca sangyem Matabuh Arak Berem Ong durgha baktya loka bhoktra ya namah Ong bhuta loka bhoktra ya namah Ong kala loka bhoktra ya namah Ong piasca loka bhoktra ya namah Pengerarem Bhuta (Serana: Genta. waras. Ang Ung Mang. sannhyang panca muka. apan sampun angaturaken caru kabaya kala. Ong Ung rahpattastra ya namah Ong atma tatwatma sudhamam swaha Ong sri pasupati ung pat Ong Sang Bang Tang Ang Ing. waras. teka waras. teka waras.

teka kita saking purwa dea. sumurup maring papusuhan mrnadi sang hyang Iswara. mur sah pwa kita kabeh dadi dewa dewi. Ong Tang tatpurusa ya namah Ong sang bhuta ireng. Ong Bang Bamadewa ya namah swaha. sumurup maring ungsilini. sumurup ring bhuta kalika. Ong sdhi rastu tatastu swaha . menadi sang bhetara Wisnu. Ong Ang Ahora ya namah. menadi bhatara siwa guru. pada alukat apupug denira bhatara siwa guru. menadi sang hyang brahma.Sri damba dara yanganem Sri mantra trigata swara Sri daradhi maha mantrem Ong agni madya rawicewa Rawi madya candrma Candra madya sukla bhawet Sukla madya stiwa-tiwa. Ong Sang Sadya janten ya namah swaha Ong sang bhuta bang. Ong indah kita sang bhuta manca warna. teka kita sakeng pascima desa. Penglukatan Butha (Sarana: Genta. Tirta penglukatan) Ong lukatira bhuta dengen. teka kita sakeng daksina desa. sumurup maring hati. teke kita saking madya desa. Ong sidhi rastu tatatstu swaha Ong ksma sampura ya namah swaha Ong Ong swasti swastisarwa bhuta suka pradhana ya namah swaha. teka kita sakeng utara desa. Lukatira bhuta kalika sumurup ring bhatari dhurga Lukatira bhetari dhurga sumurup ring bhatari uma Lukatira bhetari uma sumurup ring bhatara guru Lukatira bhetara guru sumurup ring sang hyang tunggal Lukatira sang hyang tunggal sumurup ring hyang tan paran Sira juga sangkan paran prasida kalukat mala petaka kabeh. sumurup masing sarandhuning sarira kabeh. Parurupan Bhuta (Sarana: Genta Sekar) Ong sang bhuta sweta. menadi sang hyang Brahma. sumurup maring amprui. Irika ta anglukat sakwehing bhuta kala kabeh. Ong sang bhuta pita. Ong Bang Bamadewa ya namah Mahadewa.

Sang Kala Bhuta Mrtyu. Mantram Caru dewasa ala Pakulun Bhuta wetala wisaya. Ong a ta sa ba I. 4. Sang Kala Dwimba Pepet.Sang kala Dasasengker. Sang Kala Bhuta We-Uku. Ang Ung Ing Ing namah swaha. Ong Ung Rah Pattsastra ya namah swaha Pengaksama Genta atau bajra . Kepanca Maha Bhutan Ong pretiwi dewa sampurnem Apah teja jiwatmanem Bayu akasa premanem Durgha yusa jagatrayem Ong Rang Ring sah wasat.5. Iki iki tadah sajin iri sedaya. Ong Mang Ang Ung ya nama swaha Ong Ung Ung bhuana sudha suksma ya namah swaha Ong Ong suksma ya namah. wangsulake bhuta nira riwusira mangananginum. Sankala Astawara.Ong Ang ksama sampurna ya namah swaha Ong guru padeke byonamah swaha. rung rung.6. Pralinan Bhuta (Sarana: sekar. Sama kabeh ring Sang adruwe caru. Mengambil Genta atau Bajra. Dora. Sangkala Gni Bwaka. sang Kala Biantara. Sang Kala Sapta Wara. Sang Kala Rumpuh. Ong dukduk. prama siwa Panca maha bhuta byonamah swaha. Sang Kala Kudang Kastu. Sang Kala. Waya. (Pramadaksa. Sang Kala Nawa Wara. Sang Kala Bhuta Nganten. Ong bhuta sahira ya namah. Sang kala Dharma.Saluhuring Sang Kala Raja Merana. 4. 1976). sira guruning bhuta kabeh.6. Bija genahing ring sanggah cucuk) Ong sang buta purusangkara. Sang kala Sadwara. dung dudung. si wan a ma ya. mantuke sira ring kahyangan nira sowang-sowang. Sang Kala Pancawara. Sang Kala Sri jaya Mandala. Belajar Mantram Genta atau Bajra. Sang Kala Dumrana. Kasukanira Om dirga ayu rastu tadastu astu swaha. Kang Kininda.6.

Candrada windhu nadhantem. Sukham Bhawantu. Abhawa-bhawa kamesu.1.Ong Ongkara sadha siwa stah. Genta sabda prakasyatah. Pelaksanaan Upacara Sikap duduk tegak. Ong gentayur pujitem dewa. Menyalakan dupa/Ambil Dupa nyalakan. Ong Mang namha (raris unyaken panjang) . Jagatnatha hitangkaram Abiwada wadanyah. membersihkan sarana upakara dan mengistanakan para dewa pada upakara tersebut. Waradham labda sandeyah. Spu lingga siwa tattwanca. Ongkara prakerthitem. Ong Ang Kang kosal kaya swari ya namah swaha.7. 4. 2006:66) Nyipen Genta Ong Ang namah. (Swastika. seperti pada upakara /bebanten: 4. (Bangli. Om Santih Santih Santih Om. (uniaken panjang/bunyikan panjang) (Swastika.7.3. 4. tangan ditengadahkan diletakkan pada kedua belah lutut Omprasada stiti siwa nirmala ya namah Om padmasana ya namah Om lingga purusa ya namah swaha. 2006) 4. Ong Ung namah. Purnam Bhawantu.2.7. 2005:91) Ong Ang Kosal Kaya Ya Namah Swaha Ong Sriyam Bhawantu. Amusti Karana. tangan cakupkan pada dada atur nafas masuk lewat hidung Om Ang namah Om Ung namah . ganti setiap habis Om Ang Brahma dipastra ya namah Om dupa amertha ya namah Om lingga purusa ya namah sawaha. Ngayab Bebanten Sebelum upakara dan upacara tersebut dimulai kita harus membersihkan diri.7.

Om Sidhir astu nama siwa ya. sudha Brahman sudha sudha astu tad astu ya namah Om sa bat a ha i. 4. Om pakulun pangadegning janur kuning. sarwa klesa dasa maha geleh pate leteh prayascita ya namah swaha. sira angisuh .4. mangkin ngadeg ring lis pabbiakaon muah lis padma 4.8. Om Sang Hyang taya tanpa netra. sudha bumi sudha giri. Om a ta sa ba ha I wa sin a ma ya. Sucikan Badan. Om Puspadhanta ya namah Om Ang Ung Mang Siwa Sadha Parama siwa sabda bayu Idep sidhanta nirwighna ya namah Om Sidhi swaha ya namah Om Shah wosat prayoga ya namah swaha.7.7. Sang hynag taya jati sukla nirmala. Ngastawa Lis.Om Ang namah 4. Ambil Lis lalu disucikan. Menjalankan Pabyakaunan. prayascita yan namah Om a ta sa ba ha I na ma ya.7. lakukan disekitar pelaksanan upacara. 4.7. tanpa hirung. Om Gangga pawitrani ya namah swaha. Om Mang Iswara ya namah swaha.9. Om Ang Brahma ya namah. (lalu cemplungkan bunga ke tirta) Om pakulun Bhatara Siwa Gni. Ngaturang Pabyokaunan dan Payascita.7. tanpa cangkem. tanpa karna. Om Ung Wisnu amerta gangga ya namah.7. Sucikan Tangan Om Sudhamam swaha Om Ati sudamam swaha 4.6. (lalu siratkan kepada yang akan dibersihkan/dilukat). sesuai dengan kegunaannya Om tirtayam tirta pawitram.7. Om bumi ginawe.5. siwa rininggiting guru utusang sang hyang bhatara dewa kalabetaning sarwa dewa mangilangaken mala papa petaka geleh sarira. Ngastawa Tirta. 4. dengan sarana bunga. apan sampun jangkep tengerin tri buana.

kala dengen ring pada bhatara kabeh. Kala Sepeten. Om Hrim srim am tang sam bam im swarwa danda mala papa klesa wiansa ya namah um pahat. sang bhuta preta. Om am mam nama ya namah. akala sakti. sang kala peraja muka. pilih kabela nira kabeh.7.10. Om sarwa wighna winasa ya. Ong Ang sarwa klesa kesama swamam ya namah swaha. Om Kala Kali byobakto ya namah. pomo pomo pomo.12. reh ingsun sampun angugrahaken tadah saji ring bhatara Kala. nyah ta kita ring janur jipang sabrang melayu. kala ring sarwa ta kabeh. 4. pancami sudha. Pakulun Bhatara hyang kala. caturtya sudha. sarwa dusta winasa ya. 4. Kala Ireng. aywa ta sira pati reroganing. tritya sudha. dwitya sudha. dilaksanakan saat pabiyakaonan Pakulun sira sang kala purwa. Puniki ta bukti denira kabeh. Mekala Hyang. sudha sudha wari astu. sarwa satru winasa ya. Om Hrim rim srim am tang sam bam im sarwa danda mala papa klese wanasa ya rah um phat. (lalu natab ke bawah dan lanjutkan ke Badan) .11. ojo sira nyengkala nyengkali manusan nira nagstiti dewa ring kahyangan sakti. sedahan Kala kanibehan. sang kala ngeluleng. Kala Sakti Kala Petak. Iti tadah sajinira penek lan terasi bang. Aywa ta kita pati ulik Sali gawe.7. Kali. indur doh kita sarwa bhuta. 4. (sama seperti di atas) Om Pratama sudha. sarwa rogha winasa ya. Kala Bang. sarwa papa winasa ya. wus mangkana durus sira awali ring genag sowang-sowang. Ngaturang Prayascita. Manawi kirang ta aturan nira durus tuku ring pasar agung. Kala Jenar Kala Manca Warna. aywa ta sira masenetan ring manussa kabe. tad astu nama swaha. Kala Anggapati Kala Karogan Rogan. Ngelebar Segeh. sarwa klesa winasa ya.ishin sarwa dewa. Om ksama sampurna ya namah. Om Sidhi guru srom shah wosat. angilangaken sarwa bhuta dengen. Om Hrim sram man swam yam sarwa roga wighna astu winasa ya rah ong phat.7. Aywa kita amgoda manusan lan apasanakanku.

sih kerta nugrahe betare. 4. sang kala nguleleng. Pasang Tri Tattwa Om Om Siwa Tattwaya namah Om Om Widya-tattwaya namah Om Om Atma-tattwaya namah Om. sarwe male parayascite ye namah.Om ang ung mang siwa sadha siwa parama siwa sabda bayu idep sudhanta nirwignhna ya namah. ring pilinggih sami. pangeresik tepung tawarin lis). den pade kadep sidi rastu pangastu dangguru isuare nire. sujud kepada Om. ye. ha. tan kelabetang tulah kelawan carik muang pamidi. Om shah wosat prayoga ya namah swaha. sujud kepada Om. Bebanten Suci.7. te. na. (Gambar. elemen Pengetahuan. Ong I. (Puja. he. Swastika. sarwe pape petake lara roge wigene parayascita ye namah.7. (raris eteh-etehang. 4. indah nira lunga kirangan kabeh amarah desa. tuku sang sira ring pasar agung. I. sang kala paraje muka. Ong se ba. 1976:251). aje sire kari ring kene. ba. Om sidhi swasha ya namah.13. 4.15. pilih saka balanire.( 2006:4046). Om. Ngaturang Parayascita. sang bute perete. si. sa.7. sarwe kelese dase male Genah pate leteh parayascite ye namu namah suahe. elemen Atman. me. i. anak rabinira. 1987:24) 4. Astawan Banten malinggih ring paruman Ong perenamie dewa sang linggan.16. elemen Siwa Om. aje sire pati reroganing aje sire ulik sili gawe iki tadah saji nira.lawe satukel. mogalupute ring lare roge. ta. anak putunira. penek lan terasi bang. ulun amuja ri paduka betare pakulun. se. . sang kala byobakte ya namah suaha. Pukulun sire sangkale purwe. rowangire. Ong nama Siweya. be.14. menawi kirang tadahan sire. sujud kepada Om. suang wigene hulun aminta sih lare toge. ajaken sanaknira. wa. kala sakti. Ong A. iki jinah satak likur. ta.7.

Ong Ang Ang namah suahe. Ngaturin Betara Kukusarum Om Hyang Hyang sukla parisudha ya namah swaha. Amuncar amukti sakti anibekaken tirta kamandalu. Ong Hyang Hyang Hyang. maduluran wastre seperadeg maketigasan betare sinamian miwah toye pawitre pemasuhan tangan suku. Ong pakulun.17. anangguhana ratna kencana. perenamian siwe Siwar tan sarwe jagat paramoditam.7. (selanjutnya ngaturang tirta pakuluh). (selanjutnya Ngastawa betare sami). desti tiwang prakasa prasama kalebur denira Siwatirta-Murti sakti. Ong pakulun sredah Betara Siwa.14). manusan betare angaturaken sari pemendak.18.7. Ngastiti Tetebusan Ong purna candra. Ong sah odat ya namah swaha. namasiweye. lenge wangi. sebatahei. ulun aminte sih nugraha ring paduka betare sakti. 1994:16-20) 4. Penghormatan. Dewa yang Berstana di Gunung-Gunung .Sarwe kale bute sirnam. 1987:8 . (Gambar. (Anom. anglebur ujar ala ipun ala mala petaka tuju teluh terenggana. Sire asung anugrahe ring pule pale mangilen-ilen padanira Sang Hyang samangkane puangulun inanugrahe denire Sang Hyang pasupati ide malinggih ring puncaking Gunung mahe meru ring jambu duwipe. Ong to ye gangge pawitre ye namah suahe. seganti-ati sabda rahayu. 4. (selanjutnya ngaturan pasucian).8. susur keramas. (Siratan tirta) Ong sidrastu ya namah swaha. pengeraratan ring pada betare pakulun. 4. Sang Hyang Ayu Asihe pinakang ulun. Mangkana tetep pageha ring bayu pramanira si Anu ring raga walunanira anangaken pala boga. sari pasucian sesarik. winahan kundi manik makasudaning bwana kabeh maka uriping bwana agung bwana alit. purna bayu den kadi langgenging surya candra.

4.8.1. Penghormatan di Gunung Andakasa Ong Ing Indra taya namah swaha 4.8.2. Penghormatan di Gunung Mangu Om Ang Kling Cling Adhikalayang de bhawa 4.8.3. Penghormatan di Gunung Watukaru Om Tang Jayanatri namo namah swaha Puncak Gunung Watukaru Om Ung Hyang watukaru dewa Saktiya namah 4.8.4. Penghormatan di Gunung Kawi Om Ung Manik wisesa Sakti Dewa Purusa ya namah swaha 4.8.5. Penghormatan di Gunung Batur Om Ang Sri Dewi Danhu Jiwa mrta sabumi swaha ya namah 4.8.6. Penghormatan di Gunung Beratan/Dhanu Bratan Om Ung Wesphawa Hyang Manikya namah swaha 4.8.7. Penghormatan di Penataran Besakih/Gunung Agung Om Tang Maha Dewa Sarwa Dewa Sruti Basukihan nama swaha 4.8.8. Penghormatan di Gunung Agung Om Hrang Hring Sah Bhatari Giri Putri Siwa Bumi Maha Sakti ya namah. (Atmanadhi, 1972:45-49) 4.8.9. Nunas Tirta ke Gunung Agung. Ong asung seredah Betara Sakti, Pakulun Hyang ring Gunung Agung, Hyang ring gunung lebah, Paduka betara amijilaken tirte trebesan, Telaga waja, panglukatan mijil saking gunung Manik tegal siku, ring saganing, Paduka Betara anglukat anglebur Malaning aturan ikang manusanira samadaya, Kene kerarahan, kara ramian ring kahyangan sakti, Teke moksah ikang mampeh maring wetan, maring kidul, maring kulon, Maring lor maring madia, tumiba ring tengahing segara, mabayolan wastu sidi rastu ya namah swaha (ucapkan tiga kali) 4.8.10. Maturan Canang Prascita (Tebasan Durmanggala) Ong pakulun Sang Hynag Kala Lunggleng, Aja sire pati papanyi Iki tadah sajinira penek kelawan terasibang, iwak antiga, jinah satak lima likur, lawe satukel.

Manawa ta kirang tadahira aywa sira usil silih gawe, tukunenta ring pasar Agung, lawe satukel, weh sanak rabinira, muang putunira. Ndah ta sira lunga amarah desa, aja sira maring engkene den pada sidi rastu. Ong kala bie bekta ya namah swaha. (Anom, 1994:10) 4.8.11. Ngadegang Betara Nyatur ring Banten Ong ang Brahma rakta warna, saraswati dewi bionama swaha. Ong ung Wisnu Kresnawarna Sridewi bio namah swaha. Ong mang Iswara swetawarna Umadewi bio namah swaha. Ong tang Ludra Durga dewi bio namah swaha. Ong Ong Sri Guru Jagatpurusa bio namah swaha. (raris ngingkupan betara sami) Ong gang ung mang, Ong Siwa Mata warna, giri putrid dipatio namah swaha. 4.8.12. Ngastawa Betara dan Pengiringe maka sami Ong Iswara purwantudewa, Heneyanta mahesora Brahma Daksina Dewata, neretian Rudra Dewata, pacimanca Mahadewa, wayabian sangkara statan, wisnu Utara Dewatam, Aiswarya Sambu Dewata, Madia Sadaswa, Sarwa dewa muciate. Ong Hyang sri Dewa Dewi amreta pasupatiye nama namah swaha. (Anom, 1994:12) 4.8.13. Nedunang Betara ke Pengubengan Ong Iswara Umadewi ca, Mahesora Laksmedewi, Brahma Saraswatidewi, Ludra Nisantanidwi, Mahadewa Umadewi, Siwadetia, Cadra Dewi, Guru Giriputridewi, sunya siwa ta pujanem, Ardhanareswari lingam, daksina Brahma danfastra; Nairiti Rudra moksalam, Pascima mahadewa pas, wayabyan angkus sangkaran, Utara Wisnu Cakrastara, arisanya Sambhu Trisula, Madia Sadasiwa padma, andah siwas ca Calirastra, urdah Pramasiwa dwajan, Guru Trisula dranam. (Anom, 1994:14) 4.8.14. Nedungan Betara sami (dari Jawadwipa, dan Selam/Allah/Islam)

Iki sehene rawuh ke jaba (pejati). Pakulun Paduka Batara Hyang Baruna, Manusanira anguntap anuhur Padanira batara samodaya, Sredah tumurun mara maring mrecapada. Manusanira angaturaken pejati, banten suci maduluran banten jotan dampulan. Sredah paduka batara malingga ring kayangan Agung, Maka panguluning jana pada, Katuran puja wali, peparenga samojaya, Ong sidhi rastu ya namah swaha. Sira masehe, saha kleneng angonteng. Pakulun batara sinuhun Agung, malingga ring punaking giri jambudwipa, sira tumurun mara maring Bali, malingga ring gunung Agung, kalih ring gunung Batur, sredah paduka batara asung lugraha agung rene pengampura, manusanira Batara angaturaken sarinan canang muang sarining tahun, sredah paduka batara anodyani. Aturan manusanira Batara ring marcapada, mangke manusan Batara andaha tirta pawitra, mijil sakeng predana purusa batara, maka uriping buana kabeh, kalukat kabeh, dening paduka batara, Ong sidirastu ya namah Swaha ya. Ngaturan Pedatengan Batara sami Selam Kapir pada mabale, muang bebangkit asoroh, magenah ring jaba. Ong indah ta kita sang Asedahan Panyarikan, Ajeg-ajeg jejeneng, Anglurah Agung Alit, tekaning sawadwa kala balanira Hyang Sinuhun, daweg sananggraha, sira pada katuran pesaji, pangaci-aci, iki tadah buktinira padatengan soga linggih iwak kawisan kang ngaran Selam Kapir, katekaning tadah bebangkit, aedan pada enaka mangan anginuma, pada elingana tadahan ira soang-soang, den sama suka sama loba sira makabehan, amukta sari sira. 4.8.15. Pengadegang ring suci Ong nama siwa ya,

jangan Batara Kersika.17. sang Hyang wisesa sarwa resi. Suka Dewa masarirem. Pramasiwa tirta ya namah (Anom. ulame Batara Sedana Baruna. Tirta Pemarisudha Ong tirtajam tirtapawitram. Sarwa karya prestisanem. Sang Tunggal lawan puja. Ong kusi anaka pulaket. Ong Durga Jingu. Hyang Dewa mahapuspa. Sang Hyang pramana sarining jagat. 1994:16) 4. batara Sucinirmala. apuha Betara Brahma. Sanghyang ring para caru. langganira padanira Hyang. Nganteban Guling Bebangkit. banten sang Hyang suklapaksa.16. sadana manika arta. maka pulacek. Ong. katulah carik.Ong tan kalibeteng tulah pamidi. Ngabijiang (tempat mata air) Ida Betara sami Ong Ang Tabeya nama Siwa ya. apan sira maka kundi manik kencana sang kasuhunan. susuruha Batara Wisnu. ulun angaturaken pangresikan. Ong. Duk Batara Kala Sakti. maka pasucen Betara soang-soang. Luputing lara wigna. (Anom.8. saerasa maka imbuhan. sdajenge Besawarna. 1994:18-20). sarining Batara Surya Nirmala. 1994:15) 4. astu dening sang Hyang Saloka kapurna ya namah swaha. Gangga ranu toja ganam. Ong Betara Guru anepung tawarin sarwa dewata. sang Sambhu ring burat. Durga Bucari ya namah. angiceni maka sari. Nguniweh jagat wisesa. semaya sira siniwi pangungguhing janapada.8. Ong Buta Bucari ya namah swaha. lalawuh Batara Mahesora. Pakulun paduka Betara. . Umilangaken mala wigna namah swaha. akasa lawan pratiwi. tasik Betara Sakti Gana. Pakundan Gana Sakti. aus-aus Batara Mahadewa. (Anom.18. ulacek padanira Hyang. puja Batara Dharma. awala Betara Siwa. Raditia lawan ulan. pisang Sang Hyang Kumara. aminta sih kretenugraha Ri padanira batara Pukulun. prajala-jala maha padma. 4.8.

mali penek abesik. pasucian suang-suang atanding Kuangi. den suke anadah. canang tubungan. 5. banten punika maaled kulit peras. misi pipis solas (11) keteng. mareruntutan jaje raka-raka magenepan. Banten Pengeruak dan Mantra Canang wangi. katur ring Sang Buta buana. mewadah bungkak nyuh gading sane matulis antuk ongkara. 5. selem. Upakara Ngawit mekarya Wewangunan 5. Dasar Bambang. barak. caru aturanne sami.4. 5. daksina abesik. Sampian banten pendemane. sang kala bedawang jenar sang kala dumerane. dagingin kwangen.1.Sang Drema moha amangana sira ring pajuden. banten parascita. tegul antuk benar catur warna. satmaka manggen nyiluran jiwan sang nyapuh ring pretiwi. Dipuncakne. Upakara 5. tatebasan sapuhan abesik. Sang Kala Ngadang amangana sira ring dalan Agung.1. Segeh agung ring Sang Buta dengen. segeh agung abesik. 1994:23) 5. kuning. luwire: putih. misi pipis telung dasa telu (33) keteng. mekadi sire rah nini betari durge. katur ring pemali agung. mabe bawang jae.2. kuangen misi padang lepas merurub kase. Sang kala Kalung amanga sira ring pasar amukti ya sari-sari Wisura amuktya sari apupula sira kabeh. Ong sampurna ya namah swahe. canang pagerawos. keraras. sang kala taun.3. Mantuk ring dang Kahyangannira sowang-sowang I namah swaha.1. bene siap biying mapanggang. sang kala wisese. maruntutan tetebasan jage satru abesik.1. Pakulun sang kale amangkurat. Canang Pendeman. Canang burat wangi. Caru Pengeruak dan Mantra Ngaturang banten durmanggala. muah nasi kojongan abesik. kuangene merajah ongkara merta. Tumpeng duang bungkul. (Anom. .1.1. sampian tangge. rarsi kaput antuk kasa.

peras penyeneng.1. maka pangulaning jane pade. karang.1. asep menyan. ulun akerta nugraha. ring padanira pakulun. Mang. Mang Ang Ung namah. sodayan. Raditie.5. Yan tan wenten bate paras wenang (sesuaikan dengan situasi dan kondisi). Karunganire Hyang Perama wisesa. lintang trenggana mekadi sang Hyang dewata. Pangimpas Buta Ong Ang bute siksa ayu werdi sarwe mingmang gune wisic wine siniem Nunas Tirta Suci. merajah padme. Sang Hyang gune. manusanire angadegaken. Ong Ang Ung mang Brahme Wisnu perame saktiem raja pale loke nate murti saktiem. umah duk nyumunin Ong Ang Ung Mang dewa sikse. pemastun ningulun. Bate megambar Bedawang nale. Ong ye na ma si we. segaan takep api. se be te a i na ma si we ye. arca meru arcane. tule manuk tiga kali ucap (3x) Nyikut. Sang Hyang candra. Rungenen. wewangunan. tegal. Kita sang kala bumi. Sarana dan mantra saranane dasare sane medaging bate. sang kala desa muka. kewasa sire mangane ringulun. Ang Ah Ah. wicet suahe. Ang Ung. dagingin tulisan merajah. . Mantram pengurup pasupati. Ong Sang Bang Tang Ang Ing Nang Mang sang Wang Yang. makadi Sang Hyang akasa.6. Sang kala agung. Upakara dan Mantra Mengukur (nyikut) Karang Daksina. Ang Ang sidi bane ya namah suahe. Ong Ah rah patastreye yanamah. medaging tulisan dasaksare. Ong padme sane ya namah. pangi HyangHyang ire Sang Hyang tari sandie. tri aksara. Gane teke parayo janem. 5. Ong i be sat a he. katipat kelanan.Ong Sang Hyang pertiwi jati. Batu bulitan hitam. ditundune medaging tulisan Angkare. 5. canang tubungan marerep.

Gangge terangge same yukti. Om bayu sabda idep sudhanta nirwiggnam ya namah Om sidhi ya namah (pentil sekere kepedewekan) Ambil dupa. tadu name merthamjiwani. Persiapan Muput Piodalan Alit. Ong gangge saressuati sindu. utpeti sarwe itance. Om om wisnu alungguh haneng sesantun bhatara guru anugraha Ingsun sakeluwiring tinuja den insun tan amiruda ring sira (dupane celekang ring daksina) Ambil sekar. Muput Tirta Gede (Sapta Gangga) Ambil sekar. 6. Ongkaresare buana pada mertha manahare. Ang Ung Mang namah. Banten janganan mapiteges = pasuguh nyama catur. 6.1. Om ang dupa astra ya namah Ambil sekar. Nganteb Piodalan Alit. O mom rahphat astray an namah Om mang iswara ya namah . 5. Samune mahe saresta sarayu ca maha Nadi.1. utpetiwe sari wahinan. 1987:41-48) 6. gangge dewi. (Gambar. Om om rahpaht astra ya namah (sekare pentil kearep) Ambil dupa. wipase kausiki nadi. Ong name siwe ye.Ong Aum dewe paretiste ya namah. gangge sahe serame dini.1. Ong sa bat a he i.7. Ong utpatike sure sance utpetiwe garasce.1. Ong gangga dewe maha punie. Piteges Sesajen Banten pengambean mapiteges = pemanggilan atas atma (urip) Banten sambutan mapiteges = mapekukuh sang hyang atma.

.4. Om Ang Om Mang.... spulingga Siwatatwatca Om gentayur pujiate deah...1.. dan masukkan ke keren/sangku) 6.1. Genta sabda mahesratah. arbawa bawa karmasu waradah labda sandeyah warasidhi nir. Ngawit Nanggen Genta Om omkara sadaciwa stah. . jagatnata hitangkarah abiwada wadanyah.. Om Ang Kang kasulkaya ya namah swaha (pentil kearep) 6..3.....sancayam Om Mang Om Ang.. Ngastawa Tirta..1.. genta sabda prakasyate.. om ung namah....Om puspadanta ya amerta Sampalaya ya namah (sekere pulang ke rerean/sangku) Ambil dupa Om rum kewaca ya namah (sekere pentil kearep) Ambil sekar (pangastawa Sapta Gangga) Om sang Gangga ya namah Om sang Sindhu ya namah Om sang Saraswati ya namah Om sang Erawati ya namah Om sang Garoda ya namah Om sang Sandisuta ya namah Om sang Narmada ya namah (setiap mantra bait mantra mengambil sekar..Suara genta) Ambil cendana bija... Setelah selesai muput tirta Gede... Omkara parikirtitah candranadha Bindu nedatam.Om Om namah (......2. om mang namah Om ing namah Om rang ring sah prama siwa amerta sampalawya ya namah swaha Om rahpat astray a namah angilangaken sarwe mala petaka ya namah Om basme idam purnam gohya angilangaken sarwe mala petaka ya namah Om puspa danta ya namah 6...... kemudian dipercikan: Om jum siwa sampurna ya namah Om ang namah..

Om iyate menggalam mertyu stala satru winesanem kawi wesya rakta tiyem.5. sabrama wijaya bawet. utpeti nawa gorasca.2. Om utpeti surasca.6. Iswara Dewan Dewa putra Narmadha sarwada suda klesa suda petaka. sarwa bawa bawet bawat. utpeti wiserti warinem. saptawisudha. sudha sudha wariwastu tatastu astu ya namah awignem astu tatastu astu ya namah sriyam bawantu tatastu astu yan namah suciantu ya namah.1. Om mertyu jaya dewasya. punyaih purna jalih samudra saitaih. mahendra tenaya candrawati wemuka. Om Sarwa pertiwi Brahma. kurwantu mamanggalam. Badra netrawati maha suranadhi kasya tascaya.Om Gangga Sindhu sarswati suyamuna gondawari. 6. Om dirgayu ayu werdi.1. sakti karanam mertyu jaya sarwata roga diksnam. 6. Pengurip Tirta. kusta derestam kalasem parabha candra bhaswaram. Jaya-Jaya Tirtha. narmada kaweri serayu. 6. Om Om Om Om Om ekasudha. Om sri gundi suci nirmala ya namah Om kung kumara bija ya namah Om puspa danta ya namah Om agni ragenir jotir jotir Dupa dipastra ya samara tayem ya namah swaha. yanamami karnu kartayet dirgayusan suwe peptu. Muput Piodalan Alit di Merajan/Sanggah . Om awignam astu tatastu ya namah swaha Om Sudantu satu tatastu astu ya namah swaha Om purnamtu astu tatastu astu ya namah swaha Om sukantu astu tatastu astu ya namah swaha Om sriyantu astu tatastu astu ya namah swaha Om rang ringsah paramasiwa aditya ya namah swaha. Wisnu.

Durmanggala (Pangastawa) Om indahta kita sang Kala Purwa. Sang Kala Sakti. Sang Kala Ngulaleng. Sang Kala Prajamuka. 6. 6. Om Ang Ung Mang. 6. Ung Ang. Ngosokan Lis (Pengastawa) Om mangadeg sira janur kuning Tumurun Dewa Siwa angadaken lis Busung mereka meringgit Winastu denira dea siwa . Byakaonan Om sadnya astra Mpu sarining wisesa tepung tawar amunahaken segau anglusuraken mala petaka cuntake kabeh.4.6. Pengulapan (Pangastawa) Om Mang. 6.2. cuntaka prayascita ya namah Om sidhi guru srongsat osat sarwa wigna winesanem.2.2. Siwa ringgiting guru Tumurun utusan yang dewa Betara Kalebataning sarwa dewata Angilangaken sarwa mala. Om kala byonamah swaha.1. Om Bhuta byo namah swaha Om Durga byo namah swha.5. Lis (Pangastawa) Om pangadenganing janur kuning.6. lara roga wigna prayascita ya namah Om A Ta Sa Ba I sarwa klesa dasamala geleh pateleteh. Ah Ah Om aksaram kertha buwana yadnya dirgayur Trigunaatmakm Dewa dewi bakti dewam Jagatnatha ya namah swaha 6.2.2. papa petaka Geleh sarira Om sidhirastu nama ciwaya.2.3. Sang Kala Preta. Sang Kala Karogan-Rogan ayua kita pati rorogani. Prayascita (Pangastawa) Om I Ba Sa Ta A sarwa mala prayascita ya namah Om Sa Ba Ta A I sarwa pape petaka.2. om Pisaca byo namah swaha. ayuwe kita siligawe iki tadah sajinira penek lawan terasi bang iwak: (bawang jahe/antiga Bekasem /Ayam Ireng) yan manawi kirang tetadahan nira iki amet sarining daksina tukuken ring pasar agung kuwehan anak putun roang sira kinabehan aja sira kari ring kene den kedepsidhirastu Dang Guru Iswara.

Medatengan ring Sanggah Om pranamya Dewa Sang lingam. 6. .2. Om Dewa nama maha Dewa mahat manem Guna suwarem sarwe lingga ranityam Tas malingga yainamah Om Brahma lingga ya namah Om Wisnu lingga ya namah Om Iswara linga ya namah Om nahadewa lingga ya namah Om sada Ludra lingga ya namah Om parama Siwa lingga ya namah Om Sarwa Dewa parastista ya namah Om sarwa dewa lingga sampurna ya namah. pranamya Siwa sirwatam.9. ayuwe ta kita ngarubede. Manusanira anguntap anuwur paduka betara Kapendak dening canang kawisan Maduluran segehan panca warna wigraha paduka Betara pada nodya serdah paduka Betara melinggih ring parhyangan sinarengan katurang pujawali ring Betara kinabehan 6.10.2.7. Ngastawa linggihang dewa di Palinggih/Sanggah Om pranamya Dewa sang lingam Sarwa dewata dewati dewanam Tas malingga ya winamah.2. mawat emas tanpetune. Om sidhirastu ya namah. Mendak Kepanggung di jaba (Baruna Astra) Om paduka batara Baruna.2.Maeron sarwaning laluwes Maweh ratna kumala intan. sarwa buha kala sirnam.8. iki atadah sehegan nira ring natas soang soang. Ngayat segehan ring Natah Umah Ih iki sang kala Bucari. miwah bala amangan Betara. 6. Yate enggonan hulun angilangaken leteh letuh Kasude denira Dewa Siwa Waspu paripurna ya namah swaha 6.

.. Kaatur ring paduka Betara kinabehan.. manusanira angutaraken sarining pamendak. 6... 6.sarwa jagat pramaditam... daksina.. Om kara dyanta sang rudram Guryam sakti pradipanam Tarpana sarwa pujanam . sesarik.... maduluran tingasan sapradeg. susur.12. malih paduka batara keatur Pejati pada prapta. keramas. Hyang Guru miwah paduka Betara kinabehan iki manusa nira I. pada nodya miwah angayap sari amukti sari. toya pawitra pewasuhan tangan.... pasucian. anginum. Ngayab kawas pedatengan (angkat) Om indahta kita sedan penyarikan. pada ena kita ngelingan unggahanta soang-soang pada anadah..2. lengewangi. Om paduka Betara Hyang Sari. sinarengan keaturan segehe linggih. suku pangratan. Nganteb banten di pelinggih sami. Mapiuning Indik Piodalan. pajrempenan udel kurenan. amukti sari kita asungane manusanira dirghyusa paripurna Om Ang Ah amerta ya namah Ang Ung Mang Siwa amerta ya namah swaha.2.13.2. 6. sodan.. Om hyang sari hyang Ratu. wigraha paduka betara. miwah betara sami.11. iwak kawisan.. Ngayab Banten Piodalan.. katur ring padanira Batara kabeh. miwah bala waduan Betara kinabehan ajeg ajegta sira ajengan anglurah Agung Alit.. suwarga sida sidhica..ngaturan piodalan dening peras. guru iringan miwah saruntutannya. Om peramista peramisti paramarta namo namah Adi Dewa isanaya nakarya namah swha Om buktyantu sarwantu Dewa Butyantu sri lokanatha Segenah separa warha. Hyang Ratu.

yanamami karnu kertiyet. Ngayab Penagi/Sesangi Om paduka Hyang Sari. catur tya suda. Panca wisudha.14. Om sidirastu sampurna ya namah. punagi ipun katawur mangkin marupa . Om dirga ayu werdi sakti karanam mertyu jaya sarwata roga diksenem..17. Ngayab banten Sambutan durung ketus Gigi Om kaki prajapati nini prajapati kemuandaningulun angilangaken mala petakaning wong rare sane durung kepus untu mangde tan nagletehin ring rat kabeh... praba candra baswaram Om mertyum jaya dewesya. sarwa bawa bawat bawet. 6. sapta wisudha. Kawiwesya rakte tayem. tritya sudha. kusta derestem kalesem. sambrama wijaya bawet. Hyang Ratu .15.2.Prasidyantu astu sidhinam Sakaram nyan maha amerta Omkara candra nyante namah Namah nadha omkara amertha Boktayet Dewa Sampurna Om Hyang amuktiaken sari Om Hynag pretama Hyang Sama Hyang antinggala sari amerta Hyang Miwah sang butha Raksa Lan Nyoman Sakti Pengadangan Om Sidhi Hyang astu ya namah swaha.2. 6... Om iyate manggalam mertyu setala satru winasanem. Om suda suda wariwastu tatastu astu ya namah. iki manusa nira I.. Om eka sudha.2. 6.2. dwitya sudha. sad wisudha. Tri Sandya . miwah Betara kabeh.16. dirgayusean suwe peptu. Ngayab Banten Pangemped lan Soda aturan Om pranamya baskara dewam Sarwa klesa winasanem Prenamya ditya sarwatem Bukit mukti sarwa paranem Om sarwa baktem sampurna ya namah Om ksma sampurna ya namah Om treptyem ya namah Om rang ringsah parama siwa aditya ya namah 6.

Sembah puyung .Sebelum Tri Sandya di mulai bersihkan: Tangan kanan dengan Mantram: Om Suddhamam Swaha (Om bersihkanlah hamba) Tangan kiri dengan Mantram: Om ati Suddha mam Swaha (Om bersihkanlah hamba) Mantram Tri Sandya. Santih Om 6. Santih. Muspa (Ngaggem Panca Sembah).18. ngawit: Om bhur bhuwah swah tat sawitur waremnyam bhargo dewasya dhimahi dhiyo yo nah pracodayat Om Narayana ewedam sawam yad bhutam yac ca bhawyam niskalanko niranjano nirwikalpo nirakyatah suddho dewa eko narayana na dwityo asti kascit Om Twam siwah twam mahadewah Iswarah parameswaarah Brahma wisnusca rudrasca Purusah parikertitah Om Papa ham papakarmaham papatma papasambhawah trahiman pundarikkaksa sabahyabyantarah sucih Om Ksamaswa mam mahadewa sarwaprani hitangkara mam moca sarwa papebhayh palayaswa sada siwa Om Ksantawyah kayiko dosah ksantawyo wacika mama ksantawyo manaso dosah tat pramadat ksmaswa mam Om Santih.2.

Tumuli masirat ring raga: Om Ang Brahma-amrta ya namah Om Ung Wisnu-amrta ya namah Om Mang Iswara-ammrta ya namah Akena bija. sarwa kalusa winasa ya. Om. Ngremeki bija (mengaduk. Om Idham bhasman param guhyam. Mantra bija. sarwa papa winasana ya.Om atma tattwatma suddha mam swaha Pesaksi ring Surya Om Adityasya param jyotir Rakto tejo namo’stute Sweta pankaja madhyastha Bhaskaraya nano’stute Sembah Ketuju ring Istedewata Om namo nama dewa adhisthanmaya Sarwa wyapi wai siwaya Padmasana eka pratistaya Ardhanareswariya namo namah Sembah Nunas panugrahan Om anugraha manaoharam Dewa datta nugrahakam Arcanam sarwa pujanam Namo sarwa nugrahakam Dewa dewi mahasidhi Laksmi siddhisca dirghayuh Nirwighna sukha wrddisca Muspa ring Sanggar Tawang/Padmasana Om aksam nirmalam sunyam Guru dewa byomantaram Siwa nirmalawiryanam Rekto omnkara wijayam Sembah Puyung Om Dewa suksma parama cintyaya nama swaha Om Santih. sarwa rogha winasana ya namah. di atas tangan) . Santih. Santih.

Margiang Benang Tebus Om purna candra purna bayu. Ksantaowyo wacika mama. 6. Trahiman sarwa papebyah. 6. Om Ang Ung mang.Om bang Bamadwa guhya ya namah Om Bhur Buwah Swah amrta ya namah. baktihinam maheswara.2. hinamantram tatwaca. Nyimpen Bajra.19. yat pujinam mahadewa. Ksantawya manasa dosa. ring sirah : ring lelata : ring tangkah : ring bahu kanan ring bahu kiri : Om Ing Isana ya namah Om Tang tatpurusa ya namah Om Ang Aghora ya namah : Om bang bamadewa ya nama Om Sang Sadya ya namah 6. Den kadi langgengning surya candra Teteping pageh bayu premanannya Sang trimaggalaning yadnya Anganti-nganti sabad rahayu Ametuaken ratna kencana Om sah osat ya namah swaha. hina baktim hina werdhin. paripurnem tadastume.21. Mantrahinam kryahinam. kanacin mama raksatu.2.2.20. Tatpramadat ksama swamam. Apasang bija. . sada siwo namo stute. Pengaksama ring Dewa Betara Om ksama swmam mahadewa Sarwa prani hitangkarah Mam moca sarwa papebyah Palayaswa sadasiwa Papoham papa karmham Papatma papa sembawah. Ksantawya kayika dosah. Hinaksaram hinapadam.

Tetes Soma yang memberi kekuatan besar agar jaya. Lalu semua dea menikmati dengan gembira minuman yang memberikan kekuatan besar. kepada Pendeta yang dituang untuk menjamu Dewa-dewa. Ia seperti pemuda yang tampan. Canda Gayatri (Sukta 14) Kesungai tempat peristirahatannya. dihias oleh putra-putri pendeta. mengusir mereka yang tak beriman. sambil mengalir bawalah sejumlah makanan agat kami Dapat menengankan harta: Indu. kepada pawamana. O Pawamana. duduk dalam mibar upacara. Dengan bebas ia mengalir. Usirlah musuh-musuh kami. Ya. Asita atau Dewala 7.2.1. dan menginginkan susu. Canda Gayatri (Sukta 13) Melalui kain saringan Soma yang suci mengalir Ketempat khusus untuk Indra dan Wayu. bila telah bercampur susu. Yang bijaksana mengalir membawakan lagu yang sangat dicintai. Tetes soma turun dengan suara gemuruh lakbana sapi perah Memanggil anaknya: Ia mengalir dari tangan Sebagai pemberi kebahagiaan yang dicintai Indra. Dan bertemu dengan kawannya sendiri. ia melewati jalan berliku-liku. Ragane ketisin/siratan tirta x3 lan inem. Membuat susu seakan menjadi bajunya. 7. Diiringi kidung untuk menjamu Dewa-dewa. Laksana kuda yang dipacu oleh kusirnya air dituang demi kejayaan mengalir melalui kain saringan. 2001:6-13) 7. 7. Persembahkanlah nyanyian.1.1. O Pawamana Dengan suara gemuruh. Ketika lima bangsa itu. Memandang cahaya. engkau yang memohon pertolongan. (Wesesa. membuatnya yang Perkasa. Melalui jari jari halus. . Om apah teja bayu mulih sira ring bayu sabda idep.1. bawalah kekuatan yang megah Semoga air yang mengalir memberi kami kekayaan melimpah. meninggalkan tempatnya. Tetes-tetes soma yang suci dicurahkan. dan mengeluarkan suara yang dimiliki.Om Om namah. Dengan nyanyian. Dan kekuatan pahlawan. giat melakukan kewajiban. Resi Kasyapa. Dewata Pawamana Soma.

dan mengasahnya. kuda yang kuat.3. telur siput. Datanglah Soma.Jari-jari yang cekatan mendekat. pengambeyan. Canda Gayatri (Sukta 16) Pemeras yang memeras Soma Mempersembahkan airmu yang memberi semangat dan kebahagiaan: getahmu mengalir laksana banjir. 7. Pergi menuju tempat indra. daging ayam. Ia yang memberikan makanan berlimpah. Pahlawan ini datang dengan kereta yang kencang. ajuman.2. daksina.1. sebagai sahabat yang setia. Dia. ia yang patut dihias. melalui jalan yang bersinar. Banten Pasuwungan. banteng yang mengembalakan. Manusia menghiasnya dalam tong. Banten ini berfungsi sebagai pembersihan terhadap jasmani anak. tempat yang abadi berada. melalui jalan yang kasar. kemudian keduanya dialasi . itik. Dengan pikiran yang suci ia tekun memuja Dewa-dewa. kawasan sapi melakukan pekerjaan sebagai pahlawan. memberikan harta kekayaannya Memasuki waduk-waduk. Ia bergerak. Laksana kuda yang baik ia dikendalikan.2.1. Yang menguasai air. Kemudian dilengkapi dengan dua buah “kuakang” (sejenis jejahitan) yang berisi nasi lauk pauk dengan sesate. terdiri dari: peras. Canda Gayatri (Sukta 15) Melalui jari jari halus dengan nyanyian. Upacara Bajang Colong 7. adalah. penyeneng. Dengan kekuatan kami alirkan air melalui saringan Dia yang memberi kekuatan dan sapi. yang sangat membahagiakan. Engkau merupakan seluruh harta yang ada dilangit dan dibumi. dihias dengan sinar-sinar emas yang indah berkilauan. kuda yang berani mengeluarkan kekuatannya.4. daging babi dan kacang-kacangan. 7. menghias dewa kekuatan. pengelukatan.1. dihias oleh sepuluh jari dan tujuh lagu. Ia mengacungkan tanduknya tinggi-tinggi. Mereka memegang punggung Kuda yang aktif. suci sorohan alit. Bersenjata lengkap. (Sadia dan Gede Pudja. 7. 1984:14-17). Airnya bercampur dengan susu. Ia. nasi enem ceper masing-masing dengan ikan/daging yang berbeda.

Anedha anugraha Sang Hyang widhi. Puja Wisnu ring Sumur. ikannya ayam biying dipanggang. daksina. Om indah ta kita sang Utasana. Banten Pengelukatan di Dapur Peras dengan tumpeng berwarna merah. Puja Pengelukatan Brahma. Spatika warna Dewata Sarwa busana raktakham. Sira maserira sarwa baksa. ikannya ayam hitam dipanggang. Ingsun minta pemunah papa Mala petka lara rogha paripurna. Om Gangga meneng mijil saking pretiwi. Iki manusanira sang rare. 7. Mala papa petaka ning ipun Sang rare. Mekadi Hyang Brahma. Sarwa satru winasanam. 7. pengambeyan. Puja Brahma Ring Pawon Om Brahma namas catur Muka. telur ayam mentah dan uang 25 kepeng. penyeneng. pengambeyan. Selanjutnya mohon penglukatan ke Batara Wisnu. dan sorohan alit masing-masing sebuah serta sebuah periuk yang berisi air dan bunga harum untuk mohon penglukatan. dilengkapi dengan ajuman.dengan bokor yang berisi beras.2. Wastu geseng dadi awu. Angeseng lara rogha Wigna. benang. Adya Agni surya spatika. Om Danda astra mahatika. penyeneng.3. dilengkapi dengan ajuman. pengulapan. sirih tempel. pengulapan. Om Sidirastu tat astu ya namah swaha.2. Brahma Angi rakta warnaca. Om Angre genir ujar alania ya namah. Atma raksa nabi stana. daksina. Om Gangga sapta jiwa ya namah Om Gangga mili ya namah . Banten Ring Sumur Peras dengan tumpeng berwarna hitam. dan sorohan air masing-masing sebuah serta sebuah periuk berisi air dan bunga harum untuk mohon pengelukatan.2.

Banten di sanggah Kemulan.2. Pengelukan ring Kamulan. penyeneneng. Wisnu Iswara Mekadi Sang Hyang Surya lintang trenggana Hulun andha nugraha Sang Hyang Tri Purusa Anglikat Dasamala lara rogha Wighna Danda Upadrawa Sang rare Om Sidhitastu tat astu nama swaha. Om Guru Dewa Guru Rupham Guru Madyam Guru Purwam Guru Phataram Guru Dewa Sudha Nityam Om Brahma Wisnu Iswara Dewam Jiwatmanam Tri Lokanam Sarwa jagat pratistanam Sudha klesa winasanem . 7. Peras dengan tumpeng berwarna putih. Om Dewa Dewi Tri Dewanam Tri Murti Tri Lingganam Tri Purusa Sudhatmakam Sarwa Jagat Pratistanam.4. Om pakulun Sang Hyang Guru Reka Sang Hyang Kawiswara Sang Hyang Aji Saraswati. dilengkapi dengan ajuman. Suksma Sang Hyang Brahma. dan sorohan alit masing-masing sebuah periuk berisi air dan bunga harum untuk memohon pengelukatan. Selanjutnya ke Leluhur. ikannya ayam putih dipanggang. pengulapan. Om Sryham Bhawantu purham bhawantu Sukham bhawantu Om Sidhirastu tat astu nama swaha. pengambeyan.Pakulun Sang Hyang Widhiwas Mekadi Sang HyanWisnu Hulun aminta sih kertha wara nugraha Sang rare menawi aktepuk kategek olih Sarwa Bhuta Menawi kari ring Sumur Agung Naweg angantuk akena bayu premanan Ipun ring ragha sira Hyang BhatariGanggapati. daksina.

Om Siana rupham ratna pranam Sangkara Dewam Salnglinggam Gangga marupa pawitram Sarwa Dusta Winasanam. Om Sarwa papa sarwa kyasha Sarwa satru sarwa boyo winasanam Om prtatama sudha dwitya sudha tritya sudha .Wighna Dosa Winasanem Om Guru paduka dipata ya namah swaha Om dirgayur amrta ning ragha langgeng Angapus aken lara jwitane kang tinebas tebas Sira Sang Hang Hyang Pramana Amuwuh tuwuh Tunggunen Om dirgayur amrtha urip sidharastu tat astu nama swaha. Om Ratna Birna Rupham Sambu Dewam Ngarcanam Mretha Sudha Mala Purnham Sarwa pataka nasanam. Om pratama sudha dwitya sudha tritya sudha caturtya sudha pancami sudha sudha sudha sudha wariastu ya namah swaha. Om kresna ratna wisnu Dewa Kresna tirtha Maha Punyhyam Sarwa durga Winasanam Sarwa Bhuta Wimoksanam. Om Nawa Ratna Rupha Dewam Surya Koti Pre Prabha Swaram Siwatma Siwa Murthanam Swara Wighna Winasanam. Penglukatan Matakep Guungan Om Brahma Wisnu Iswara Dewam Tri Purusa Sudhatmakham Tri dewanam Tri Murti Tri Lokanam Sarwa Wighna Winasanam Om Pitha warna maha dewam Mretha pita purna jiwam Wighnam Klesa winasanam Sarwa rogha wimoksanam.

Sebuah buki/periuk tanah yang bagian bawahnya bolong/pecah diberi kalung tapis. ceper keempat berisi guling ayam semulung (ayam kecil). ceper kedua berisi guling capung. semua banten ini diletakkan diperempatan jalan. Setelah selesai upacara. Om Pakulun kaki semaya nini semaya Hulun aminta angliwat aken semayan ipun sang rare Luput akenan sakeng danda upadrawa lara rogha. sesayut. kemudian didalamnya dimasukkan sebuah pusuh biyu (jantung pisang serta dilengkapi juga dengan pelapah daun kelapa yang bolong. . Semua itu diberi hiasan dari kapur yang berupa tapak dara serta gambar muka manusia. Om pretiwi apah bayu teja akasa pretiwi Sangkaning ganda mulih sangkaning pretiwi Apah rasa Apah Bayu ambek Bayu Teja rupa Teja Akasa Sabda Akasa Jangkep ikang panca tan matra Sidhi panglukatan pangleburan sarwa Mala ring rat bhuana kabeh. Sedangkan ikannya adalah. Banten Bajang Colong. Puja Penebusan rare. Adapun bantennya adalah sebagai berikut: dua buah penek dihiasi dengan ceper. dilengkapi dengan jajan. Selebihnya dihiasi juga dengan penjor dari pelapah daun enau. Kemudian dilengkapi juga dengan tegen-tegenan. pada lidinya diberi bunga pucuk merah seperlunya. buah-buahan. ceper pertama berisi guling katak. Iki tadah sajin nira Aja sira anyengkalen Sang rare Apan sampun kajenenganne den kaki Citra gotra nini citra gotri. sampyan tangga kecil. Puja Ngayab Banten Bajang Colong.2. Selanjutnya banten Bajang Colong adalah: peras.5. buah-buahan dan canang burat wangi. belayak yang tidak ada isinya dan gantung-gantungan dari janur. 7.Catur sudha pancami sudha sudha sudha Sudha astu tat astu nama swaha. canang burat wangi. tulung. Pusuh pisang tersebut disisipi uang tiga kepeng sedangkan papah bolong yang dihias yang diberi selimut popol bayi digantungi ketipat. ceper ketiga berisi guling balang.

Aja sira anyumet anyedot. Bapa Lengis. Riwusta amukti sari. Mekadi Bapa Bajang Babu Bajang.Om Sang Hyang Korsika. sang Metri Sag Kurusya. Menawi wenten kirangan ipun. bapa Dodot. I malipi. Om namanya samodaya Sama angadegana Angruata. Iki jinah satak selawe lan lawe satukel. Asunggana rare ring ulun. Jangan satungkeban. denabecik. Natab Bajang Colong Om dirgayusa awetning angapus aken balung pila pilu Angapusaken letuhing atmane sang rare Tungunwn ring Ira Sang Hyang bayu premana Amangguhaken tuwuh ipun dirgayusa awet ning urip. ala traja kang tinebas tebas Kaprayascita sakwehing lara rogha wighna . Bapa Semer. Om sakwehning aran ira babu bajang kabeh. sang pretanjala. Asing kirang asing luput sampun ta geng sinampura. Om Syah syah syah poma poma poma. aminta sira sari lan babekelan nira kabeh. bapa Colong. Seger waras emban sira sang rare Serahina utawi wengi. Sang garga. enak amangan anginum. Mwah Sawehning Maharan Siea Sarwa Bajang Susila. Om sang papah bajang. Mangke ulun minta sih nigraha. Bapa Papah. Aturu ameng-ameng lupute ring lara roga. amukti sari sira. Bapa Toya. Sang bajang bolong. Kukuken ring pasar agung. Apan ira ngawe ala ayu. sahut bagia ring sang kala ipun. Sarwa sahananing bajang-bajang. Wastu pakulun sidha rahayu diegayusa. Nyama bajang satus dwangdasa kutus Iki tadah sajinira. I Malipa. turunen atamne Sang rare ring walunaya manih. Pamuliha sira ring desanta sowang-sowang.

(tempat menumbuk padi) Om sang wawu pada Anak sira si Tunggul ametung. anganti atungked bumbungan. Iki aturan ipun sare hasta. hulun aminta nugraha. Puja Ngelinderin Lesung. Sarwa kencana sri sedana. Amerta urip waras dirgayusa. Upacara Natab sambutan. Autot kawat. Diawali dengan proses upacara si anak turun tanah. Dan dilanjutkan dengan natab banten tigang sasih di bale). Nang Man Sang Wang yang Om Sri pasupat um phat. Mulih aken pranamya maka kutus dwangdasa kutus. yang didapatkannya. Awates awatu makocok. Maring ragha walunanya Sang cabang bayi. asungane urip teguh timbul abujangga kulit. Bhatari wastu.Papa klesa ring sang rare. 7.6. Puja rare Tuwun (turun) Tanah. Putun ira si karang jaran Sira anak anaking beligo Ingsun anak-anakan pusuh Ingsun anak-anakan batu Ingsun anak-anakan antiga Insun anak-anakan manusa Angantosaken lesung mesean Watu Kumalase Bentar piaruh pitu . (Sebagai upacara terakhir dimerajan adalah sembahyang bersama. Katur ring bhatari amamngkurat. Akulit tembaga. mengelilingi lesung dan taman serta memakai seperangkat perhiasan. awalung wesi. tan keneng geget wewidinan. nurun aken sang rare ring lemah turun ayam ameng-ameng. bhatari kadep.2. Om Sang Bang tang Ang Ing. Om pakulun kaki citra gotra Nini citra gotra. terutama bagi sang anak.

Mangkana tuwh Sang sinambutan.. Mogha luput ring danda lupat lara rogha wighna sadamala. (selanjutnya adalah ritual natab). Yang lunga mangetan. Mangalor Lan mangulon mwang maring madya. Om Karasana ya namah Mag Uang Ang Om dewa Pratista Ang Ung Mang Om pratama sudha Dwitya sudha tritya Sudha Caturya sudha Pancami Sudha Sudha Sudha Sudha Astu Tat Astu ya namah swaha. Om Pakulun kaki sambut. Pinayungan kala cakra. Sambut ulihana atma bayu premanan si cabang bayi maka satus duang dasa kutus mapeki ring ragha sariran ipun. Om pakulun kaki semaya. Pinangeran wesi. Niki si cabang bayi tinuntun dening prewatek Dewata. Nini Sambut. Iki tadah sajin nira kajengana den ira kaki citra gotra nini gotri. Om sidhirastu tat asttu nama swaha... hulun aminta ngeliwat aken semaya Ne si rare . Om Pakulun Prajapati. tan edanan sambut alit. Nini semaya. Mangidul. Puja Ngelinderin (mengelilingi) Taman. Puja ngemolihan Gelang Kaki... Puja Penyambutan. . Om Padmasana yan namah Mang Ung Ang Om Dewa Prastista Ang Ung Mang Om Pratama Sudha Dwitya Sudha Tritya Sudha Caturya Sudha Pancami Sudha Sudha Sudha Sudha Astu Tat astu ya namah swaha Gelang Tangan.

Wredhi pradnyan sukha wredhisca. Om Hrang Hring Syah Parama Siwa ditya ya namah swaha. Dharma sentana Wredhica. Kumara Stawa Puja. Om kama Dewa Pita Warna Guru Dwayam Stita Nastham Singaraja maha Tanam Sarwa papa harat sidhi Dewa Kumara Rasasca Sarwa rogha praharanam Sarwa satru winasanam. Om Surya jagatpathi Dewam Surya netram tri bhuh lokham Dewa Dewam Maha Saktyam Brahma Surya Jagatpati. Om ayu wredhi yasa wredhi. Daweg sambut ukapi atmane si Cabang Bayi. Om Guru Dewa Guru Rupham Guru Madyam Guru Purwam Guru Pantaram Dewam Guru dewa Sudha Nityam Om Brahma Wisnu Iswara Dewam Jiwatmanam Tri Lokanam Sarwa jagat Pratsinam . Om Dewa Dewi Tri Dewanam Tri Murti Tri Lingganam Tri Purusa Sudhatmakam Sarwa jagat pratisnamam. Hulun anedahe sih negraha ring kita. Surya Stawa Puja. Kawitan Stawa Puja. Santume sapta wredhi. Om aditya syo paran jyotir Rekto teja nama stute Swetha pangkaja masyaste Bhaskare ya namo stute.Sang Citra Gotra.

Om Hrang Hring Syah parama siwa ya namah swaha. Om Smadaya nama Siwa ya Daryastha Samyo Ganam Nmaste Bayu Akasa Sarwa Dewa Nugrahakam Sarwa Sarwam ya namah.Sudha Klesa winasanam. Om guru Paduka Dipata Ya namah swaha. Om Purwa Thitam ya namah Patni rudra Tapa sidhi Dewa jatham sudha swamam Sentana nugrahakham karanam Om gori uma natha swamam Rudra Deha tapa sidhi Yasa Swatham guna pati Bhakti nugrahakham karanam Om Hrang Hring Syah Uma Dewi ya Namah swaha Puja Ngayab banten Sambutan Om Kradyanta Sang Rudram Ghuyam sakti pradi pranam . Puja pengaturan Toya pasucian. Om Toya gadem sathem samara payami Om toya gangga pawitrani ya namah Om Pang pradyarga Ca naman ya namah Om Cang Camanan sudha ya namah Om jang jihwa sudha ya namah Om Om pawitra ya namah Om Ang Ung Mang parama gangga ya namah Om sampurna ya namah swaha Puja Pamarisudha Banten. Samdaya Stawa Puja. Om Pretiwi Nama stute Basuki Candra Ditya Gana Kuwriya stawa Saraswati mahe Swaram Yama Indra Masangga ya Rawe Srewana Sangga Moha Dewa Bhakti ya nama swaha.

Om kara candra nyamta Namah nama nada. Manusanira Si cabang Bayi anglepas Awon Ipun ring Bhatari Tiga. Om Pakulun bhatara brahma Wisnu Iswara. Om Hyang Amuktyam sari Om Hynag pratama hyang sama Hyang Asntinggala sari amrtha Hyang Om Sidhirastu tat astu ya nama swaha Om bhuktyantu sarwa dewa Bhuktyantu Sri lakananta Saganah sapariwarah Swargah sada siwasca Om Dewa Bhoktra laksana ya namah swaha Om dewa Trepti bhoktra laksana ya namah swaha. Om widya dana ya namah Matanggana taya mahardya aran ira Duk hana ring pretiwi Akasa apah semara.autama Sekadi tinuduh Sang Hyang Tri Purusa. Om kara amrtha boktayed dewa sampurna.Tarpanam sarwa pujanam Prasidyantu astu sidhanam Saka ramyam maha amretha. . Hyang tryo taya. pakulun anyuda leyuh ipun teka sudha lepas malan ipun. Saguna kayanta . Puja Panglepas Awon. Puja Natab Linting Om agni murub angabar abar Saking madya sakalangan Urubira gni ira bhatara Siwa Anglukat Anglebur sakwehing sungsung bayu pati sang rare. Aran ira tinitisang tirtha khamandalu Siniratan maring swarga lokha Denya sang hyang jati nirmala Tumuwuh ta sira maring marcepada Manadi ta manusa lwih Tata rinambut sinambut ayu Sukertha ginawe.

Om Dewa Byotayed peras Sidhirastu tat astu ya namah. Om Dirgayur jagat amretha Sarwa merana wimur citram Om sudha sudha sudha Om Ang Ah amretha sanjiwani ya namah swaha. Puja Natab Peras. . Ingsun aneda nugraha Sang Hyang Widhi. Om Om Om Om Om Om Atma Paripurna ya namah jwita pari purna ya namah sarira pari purna sukha bagya pari purna ya namah Siwa amretha ya namah pranama Siwa amretha ya namah. Om Panca wara bawet Brhama Wisna Sapta Waranca Sad awara Iswara Dewanca Asta wara Siwa jneyah. Puja Matebasan Om Nadaya Samadaya Sama anggadegana sama lakwa Lulur aditya angeruwata dasa mala Mal trian ipun Sang binersihin Matebasan taman sudhamala Sakalwirin dasamala Lara rogha papa klesa petakan ipun sang tinebas tebas Sudhamala la laha ring sang Hyang Biksantri. Om Sang Hyang pramana mekadi Sang Hyang Urip. Om Sang Hyang malinglang Angeruwata mala Om Sang Bang Tang Ang Ing. Puja Natab Kerai. Urip waras dirgayusa Om apah bayu teja akasa pretiwi jiwatmanam pramanam. Om eka wara dwi wara tri wara catur wara Panca wara Mhoktayed peras sidharastu Astu nya namah swaha.Puja Sesayut Pageh Urip.

(Swastika. Om sudha sudha sudha ya namah sawha. 2006:99-134). Sarwa wiyadi niratarem. Surya sweta warnen. surya Koti praba jualem. . Iswara dea salinggem. Wigena kelesa wina sanem. Mantra watek dewata maider (Iswara astawa purwa sentanania) Ong giri murti sweta wrnan. Puja Nyeneb. Sarwa buta winucatem.Nang Mang sang Wang Yang Om Suksma hrah phat astray a namah Om Sang Hyang Guru reka tenaya Manusan ning sira angaturaken sarwa sesayut pageh urip Katur ring paduka bhatara Samadaya. Meru rajata baswarem purwa desa pretistanem. Purwa Iswara arcanem. Busanem ratna swetanem. Om pranamya sira de sang lingam Dewa lingam maheswarah Sarwa dewata Dewati dewanam tasmai Lingga ya namah. Om Ang Ah amretha sanjiwani ya namah swaha. sarwa sweta sudha niytem. Om Dewa rupha Mahadewa Mahatmanam dane Swara Lingga rupha wara nityam Tasmai lingga ya nama namah. Purusa sweta pawitrem. Om nama stute lingga rupaya stiti lingga ya namah lingga rupha wara nityam Tasmai lingga ya nama namah Om Siwa lingam Om Om Sadha siwa lingam Om Om parama siwa lingam ya namah Om hrang hring syah lingga Ya namah swaha. Iswara dewa murtinem. santa juanem sudhem nityem. manik. sarwa dewa pranamaykem.

Mukti bukti wiya palem. Suksma diyanem. Iswara dewa mutinem. Biksukem satri labatem. Sarwa dewa pita narem. maha wiryem. Swakiyem wigrhakem. Sarwa jagat pretistanem. Wigena kelesa wina sanem. Pradnya widyem sara swatem. Nugrahem sarwa lanem. Praba sweta trinayem. Buh loka sarwa anayem. Labate sude sudanem. Iswara linggem. catur buyem murti swarem. Macute wigena keranem. Murdanem. Sarwa pradnya sadasem. Sarwa kriyem basmi citem. . Moksanem sarwa roganem. Jaya wiya sakti sriyem. Sandi katuwem wigrahakeem Tatwa guyaksarem matem. Sarwa karya prawitranem. nana garagoyem swarem. Satriya wibuh mukti buanem. Sarwa praja pradi panem. Sarwa kriyo dusta citem. Pancawikrama deahem. Suksma tatwem parajnyanem. Bajrakasara murti diyanem. Sarwa karya prawitranem. Brahmanem waksidyem mantrem. Suda papa wigena sawatem. Yadnya dewem krayem.Sweta warananta Iswara dewaem. tatwa salinggem. Satrunatwana sama saran. Sarwa dusta wemoksanem. Jagat wigena wanasanem.

Ong Mang Iswara dewarcanem. Tilem (Wetania).2. 7. Wirya pala jiwatmakem. Sire ageseng lara wiggena. winadahan kundi manik. sakotamania. Akarikil nawa ratna. Boga weredya pala buktem srinan sedana. Panglukatan Mala. mewasta sesayut durga yusa. (Made Gambar. Ong saha sidhi proadnyanaya nama swala. Purnama. . muang gering tuju bayu. ong kara mantra. nawa ratna. Penglukatan Uma Tirta. Dapat disembuhkan) Banten. 1986:23).7. Mijil sakeng amprunira Sang Hyang Sadesiwa. Ong Ung Iswara dewa ya namah swaha. Uma tirtha. danda upoadrwa ikang rat kabeh. resigana. muah panglukatania. Kinepungi nawaratna inaranan Sang Hynh amerta Kamandalu. Ong gangga suci nirmala. ila. Sang Hyang Guru Wisesa. Sira sang hyang tirtha meretha. Angenjutakna. Wenang sangkepi sesayut. Apancuran selaka.Sarwa durganem wikarem. amerta Sanjiwa muah rikala nuju dina: budha Keliwon. Om antinira Sang hyang Brahma. umertraya. Sahe seyayut. Sira ta amburaknean sakwehing papa kelesa. Klesaning rat kabe. Om gunung mas pucak manik. Sarwa jagat sudha niyem. Mijil saking Brahma duaranira. tuju angin. papa klesening rat kabeh. Anggara Kliwon. Ong Sang Hyang gangga suci. ong nada windu ardha candra ya namah swaha. Swarasirem praja binem. Mijil sakeng papusuhan ira Sanga Hyang Prama Siwa Sira anirnakena lara roga wigena papa. Sarwa buh bawinasanem. maha sumber sang Hyang amerta. (gering lara. Iswara dewa salinggem. Pape klesanaingrat kabeh.

Sarwa wigene sanem. Om Awigne mastu lara sindihang. Ageni sweta murti dewem. Madewa sudha salinggem. sarwa lara winasayem. Suka amaya namah. siwa sadha siwa. Ageni pita murti dewem. Gemanem pertiwi dewi. mutyem. Brahma prastitem sari rarem.. lupa lesu lelep arip. Magendra suksmam adnyanem. ujar ala. mertha gemanem pawitrem. 7. Brahma murti sari rane. Lindu Gemana. Sarwa papa aro-aro. 7.Maka uripning pawatek dewata nawa sanga maka partitanin Pandita ratu. Iswara dewa prestitem. Ageni kresna murti dewem. sarwa jagat dukartarem. Sarwa keli kalu sanca. Brahmanem loka seranem.2. sakwehing lara wigena mala petaka upadrawaning bapa ibu kaki nini. . Sarwa satru winasanem. muang manusa ring maya pada. premanem sidhem ya namah swaha. Penglukatan Panca Geni (untuk orang tilas) (Iki wenang anggen ngelukat wong telas/tilas) Om Brahma kunda jagat patyem. yuyut. Ong Yang Ung. asah molah tri lokanem. Brahma kunda geni murtyem. sarwa durna winasenem. Bhatari preiwi molah naga raja. Sarwa drwimoksanem. sarwa wigera winasanem.9. Ageni rakta murti dewem.2. Wisnu dewa masarirem Bayu nirmala tuju teluh tranjana. wenang ngawasakna ring ngagering.8. ipenala ilang kang dosa mala. Om Basudarem mahadewem.

2. ring desa tepening samudra wisyan Betara Baruna miraga muah kalan betara Segara ngawisyanin. Tan pegat kageringan. Ung Sudha mala maring papa jati ening. Yan arep rahayu ikang rat. sarwa praja wesar janem. Santa rupem wibaksyanem. maha bara ikang baya. soring sanggar tutuan. Ong sidhi rastu ya namah swaha (Gambar.10. Budha rupe kaliyugem. Jaga satru durga scityem. guling pebangkit. Uma dewi Saraswatyem. toyo mawisa. gering merana makuweh mati meweh ikang wang). prabhu wibuh suka wredyam. Gangga gori perawak syanem. maduluran segean agung bawi butuan. duang soroh.1986:14). Dirgayusan jagatriyem. munggah suci laksana. kaduluran gering kecacar. Sarwa jagat sudhatmakem. saha gelar sanga. Durga pati budha rupem. wenang ngadegaken sanggah tutuan ring Dalem. maawanan pati (mati). saha bute saha pranem. buta raksasa sa pisacan. kapati-pati. maka penyambleh malih jadma kabeh ngaturang daksina muang canang. gana bute banas patyem. ngelempuyeng. Sarwa wegena wina sanem. Sri dewi sarira dewi.Lebur awu jati amukri nirmala. Brahma dewak sidhiogem. gerubug. Paduka Bhatara maka lingganing timangke. 7. Durga dewi namo-namah. asing pinangan dadi wisya. (sasab merana wang akweh gering ngebus. kaken pati. denagenep. . Sattrya winoyo labatem. Pakulun Sang Hyang Budha loka-loka. pageneyan. Pecaru Gering Tempur. kala tri bute tri dweyem. Om Budha murti webaksyanem.

(dagingnya bisa diganti) (Asubang bungkem. Pemadem kebo. Sarwa lara winasanem. sami ngeed. Agneni jualem masarirem. Yan tan mademang kambing. ingulah ketengan (66). Om Siwa Rudrem brahma takem. kambing kaja kauh genahnia. geng rena sinampuranem.2. wenang kukur anggen pateh ring banteng Yan tan wenang mademang ciciri (kuluk). Penglukatan Siwa Geni. siyung wenang. Ngaturaken tadah sajinira.11. dadai akarang. 1986:22-24). dadi akarang. asu kelod kauh genahnia. (Gambar. Roga dosa wimur citem. manusa paduka betara. Sarwa petaka sampurnam. Yan caru panca sanak tan milu kambing. Caru manca rupa. pateh ring kambing . asing kirang. (Agar diperhatikan dengan baik dan dikaji secara mendalam untuk kepentingan dengan tujuan kebaikan). Sarwa papa winesanem Klesa roga wimoksanem. Pemadem bawi butuan. sata kanguru. ingolah ketengan (4) dadi akarang. muang siap putih siungan. ingolah ketengan (11). Sarwa wigene winasanem.12. bebek bulu sikep. wenang siap kelawu gerungsang angge. pateh ring asu. Prod bute ya namah.2. Pemadem angsa sata buik bulu gadang wenang Yan tan wenang mademan banteng. Ong Ang Ah Siwageni. Asing luput. Pemadem kambing. sami ngajak suci. bebek selem (wenang). paksi kokokan wenang. Sarwa roga basmi sitem. angsa pada wenang. 7. kauh genahnia. Pemadem kidang bebek putih jambul wenang.Ndah wriping jagatraya. Iki peretiyaksa kena/pedasang mekayun. 7. ingolah ketengan (7) dadi akarang. Sate siap selem kaja genahnia. Siwa geni sudha ya namah Ah Ah. Sira sangadruwe sajen nira. Wenang bebek belang kalung angge.

pungkat muang punggel. Yan ring lumbung sanggah kemulan ayu ika. Kapanjingan gelap.13. yan tan magawe pungkate. muang manusa salah pati ring pekarangan. patuh panese. Muah yan ana ingon-ingon patik wenang-wenang (ubuan-ubuan) salah rupa. talining budur. Yan ana karang tumbak. samian. wetune. wenang ngadegang pelinggihpelinggih padma. muah marga tiga. biyu mecarang. 1986:26-28). patuh panese. muang puun. tunggal panese. andap. keni ketampig antuk aturupungkat punggel karipu baya ngaran. Yanana sanggah pungkat muang paon. kadi ageni baya ngaran. patuh panese karang ika. muah nyawan ring umah. palinggih Ida Sang Hyang Kala Maya. maung menadi nur. Ngaran kewala pinika cacad. buangan ring paro nidi (ring segara ) raris gelarana panca tawur. Sang Hyang Kala Durga agawe lara. apan sampunang lakung ring petang dasa dina mangde puput mecaru.(Gambar. ngaran panes karang ika. jaka mecarang. namping bale banjar. muah katiban amuk kepanca baya. Muang ya ana taru salah pati. namping pura. sebarang kuburan. katumbak labak. rurung. katumbak jalan. Salwiring Pamanes Karang. Muah yan ana karang namping pempatan.2. dados caru ika alitan. katumbak jelinjingan. wenang gentosin lakarnya. panes yan ana samangkana. muah wetunia kembar. panes karang ika. panes karang ika. muah yan ana kayu rempak. tunggal panese. Muah yaning tabuan kulit. apan manusane menyama ring taru muah mamuatan idihang nasi. wenang ngadekaken padma alit palinggih Ida Sang Hyang Durga Maya. tan pegat amilara. muang . ring salu (bale) ring pakubuan. kewandania tambek antuk duin blatung. tan wenang malih angge. malih jineng pungkat tanpa kerana. yan langkung ring petang dase dina. wong baya ngaran. muah yan ana wong mentik ring bataran salu. katumbak pangkung. 7. ikang ageng nagih caru. panes karang ika. tugel gulune. panes ika: wenang rarung kesegara. Yan ana pakubuan. muah yan ana Nyuh mecarang. anadi kala deset. Muah yan ana asu (kuluk) muah bangkung amanak tunggal.

Semuanya itu harus di buatkan tawur. karang angker. muang lumbung pebrahman. wanguduwe umah. Mapesengan I Gular Bumi.baktini. Ong kesma sampurnaya namah. Paramantrining pemali. yan tan caruning ngimuh ikang kala buta kabeh. dadi limang tanding. umah sane ngenahan tan maren miyegan wenang acinin karang ika. Iki Mantra: Ih kita buta jigra (jigra maya) marupa amanca warna. yadin anggen banten. pada petang katih suwang. Ba. sane atanding mesate lembat asem. Penyarikan ipemal ngaran : I Tumbak api. kita agawa\e apanjingan yang lalah. tan mangga ya sania. Na. Ma. Wa. Puja Pemali Pakulun kaki pemali. rahina wengi ketadah antuk kalan betari Durga. aktiban amuk. mati megantung. ika ngadekaken gering tan paingan. Malih caru karang kageringan. Si. kapurna denira sang bute jira mangsa. I. sembarang linggih widhi. Yan sampun tawurin enak sang kala bute kabeh matemahan ayu sang ngadruwe umah. tumpengnia pada medanan mecaru bilang bucuning karang. muang temahan dasania sanguduwe umah. I nyundar andir. mangaran I Guyangati. Perbekel ipemali ngaran : I Tunjakati Sedaan ipemali ngaran : I Sanriati. kalebok amuk. kasiratang rah. Ni pemali ingsun angundurang pemali agung. sami taru ika ajak urip katekaning pati Muang yan ngingsirang padengenan. kita ratuning bute kala dengen. saluwiring cuntaka kala baya. Luwir carune (tawurnya). ika teka wenang gingsirang. tekening kandang. eka dasa ruang ira. Ayam putih meolah. A. Sa. Ta. . meanak i pemali pulung raksa. kesandering gelap. Ya Ong Ang Ong Mang. wakulange winangun urip.

dewa mantaramasya.14.2. buta wigraha masya. Juru candek ipemali ngaran : I pular-Palir Dewaning pemalai ngaran : Sang ratu Mejaya. seme. mausya sidya masya. jalinjing. amgin. wisnu. suket. sangadruwe caru punika ana ganjaran nira katur ring kaki pemali. pulung. tunggek. sampun sira malih anggeringin. sawah. Ingsun angadepana sang Hyang Tunggal. tunggak. teke kita kabeh pada patuh lingkup. Pengasih Buta Muang Dewa. Satus kutus ananing pemali. wehana wado cara samodaya. Apan aku umawak sang Hyang Brahma Jati.Kasinoman ipemali ngaran : I Tuwek wesi. dirgayusa tekaning anak putu nira kabeh. jadma manusa punanu wehana urip waras. tukad. Panjak pemali ngaran: Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali bantang. Rumasuk ring sariraning ingsun. amukti ta sari ring kahyangan sira suang-suang. moro. asung anugraha. Bujangganing ipemali ngaran: I Muyang-Maying. brahma. trinadi sama baktya. 7. paek. asanak ring punanu. Ong sarwa pemala-pemali byoswaha. amukta ya sari lawan sama kira kabeh. . desti teluh. jengat. nini pemali paingkup agung.

7. Sarwa roga wisnu cartem. siwa sada siwa meretem. brahma siwa murti wiryem. Dwijendra purwa siwem. Ongkara mantra pujitem oma winayem maha wiryem. amatuha tri nadi. Sarwa wigene winasanem. Bramana purwa tististanem. (Gambar. Surya merta pawiranem Yogi-yogi sarwa dewa. Yoga sidyem murtinem. sing teke patuh ikup ingkup ingkup ingkup. Dewa mantarem sidhi wakyem dewa sandi sang yogatem. Tatwad nyanem siwem. 1986:47-8). ya sarwa wigena wina sanem. Baskarem siwangga layem.apan aku Sang Hyang Tunggal. Sadasiwa maha wirye. Ong ganda pujiem Iswara nityem. 1986:38). Ong brahmanem brahma murtinem. Sarwawa dewamca. Om Sriam bawantu swaha. (Gambar. Brahma putra pratistanem. Siwa sada siwa sirwatem. Dwijendra Astawa. Brahmo siwa murti wiryem. Siwa puja yoga meretem.15. Ong Brahmanem brahma murtiem. siwa loka pratistanem. Sarwa dewa masarirem. Siwa loka pratistanem. Brahma Wisnu Mahe Suarem. Brahmanem purwanem siwem. Dwijendra baskara meretem.2. s Sarwa dewa pratistanem. Brahma wangsabca. astawem dewa paragiyem. Nada grutyem dewa mantrem. Ong Guru dewem. Brahma peraja dipem lokem. . Sarwa jagat pratistanem.

puspadem sarwa nisithem.7. yan tasak ngerangsukin mantra iki. Ong amertha dewi maha niti. Pusatkan pikiran pada Sang Hyang Candra. Ong Yang Srise Yang Prastawa. Pangleburan letuhan sarira. tan keni sebelen saluwuing magelah ring prajamandala. aku pawaking setra suka kang akasa. Basuhlah diri anda dengan jeruk. Surya Sewana (Bila sakit tidak ada obatnya). Setelah itu lanjutkan Masurya Sewana. mala petaka wisudha. 1986:51-52) .2. Rupa kadi purnama katon.16. Ratna pratista susuarsa. Sabda iki Sang Hyang Cumerini. (Bila sakit tidak bisa disembuhkan dengan obat: Tidak boleh makan garam.) Jayem suarem maha merethem.17. saksat mawinten ping telu. Mantram sebelum Belajar Memantra (Sang Hyang Aji Panusangan). Puspa seri suara. Ong gangga dewa nugrahakem. Surya candra nugrahakem. Predanta puspa seranem. Astawem maha seranem. wenang sekama-kama apan Sang Hyang Mantra luwih utama. gelarana siang ratri Idepaku anganggo Aji kotamah. pusatkan pikiran kepada dewa Surya dan Sang Hyang Candra. Ong bajra patni niti dewem. dan setelah itu mandi seperti biasa. teka bersih bersih-bersih-bersih. (Gambar. matirtha. dan segala macam daging binatang dan burung. Sri danta beraraba matanem. apan aku teke abersihin awak sariranku. papa klese maha datem. Ong Ang Sang Hyang Candra ring netra kiwa. suka kang peretiwi. Amangsa-amangsung aku tan pabersihan. Jaya-jaya nama mertha. 1. tan ana aku keneng sebelan.2. Merik siksa sarwa predana.

Utpeti Stiti Pralina. apan acintya swabawanira. Yan sake lor duara kayunta. ijero sada. Upeti Stiti Prelina. Kakemit dening dewata.2. wa-si-ma-na-ya . Catur duara. Undiakenang mantra. pat lawangnia. uniakenang mantra Ong Ing I senaya namah swaha. na-ma-si-wa-ya. Undiakena ikang Mantra Ong Ang Aggora ya namah swaha. Sarwa sadia ya namah swaha. Ong tat purusa ya namah. Peresada mas manik. i telas mangkana. Menge iki kabaan denika manjing te kita. Yan saka wetan duara kayunta. Yan sekepancina duara kayunta. Sekari perebawa Sang Hyang Mantra. menge babaan denika tumata kita ijero. Iki pilih ikang babaan sekayunta. Kepanggung de sang Hyang maha Meru.18. perelina ika. tanembah ring betara Dharma. menge ikang babban denika. unia kenaMantra Ong Ang Agora ya namah swaha. Pawisik Dewi Maya Asih. Yan sekidul duara keayanta. Yatika ngilangakena papa tiga luirnya: Ong Ong Ong Ong I-ta-sa-ba.7. Kehanan Bhatare peremana. nda tan kapangging betara Dharma sire. Undiakenang mantra Ong bang tat purusa ya namah swaha. Sekari perebawa Sang Hyang mantra menge ikang babaan denika. Sekari prabwa sang Hyang mantra. Menge ikang baban denika. (Pinuja kene desang Sedaka ndiata). Sekatri perebawa Sang Hyang Mantra. Sekari prebawa Sang Hyang Mantra. Asta dasa walu welas saginira. Sekari perebawa Sang Hyang mantra.I. ya-na-ma-si-wa.

peras lis. Melapas Wewangunan Utama. secarik tetebusan. rantasan pasucian peras lis. tepung tawar. lis. tetabuh tuak. . pengulapan. Sang Hyang Meraja Hyang Betari Kunti ih wih ih nah jeng. (Gambar. dena sangkep. Masuci (2) kewala mapula gembal. sibuh pepek. raka-raka sekeweang. prayascita luwih. Utama. sesayut pengambean. iwaknia ayam putih kuning luh muani sapelaken pinanggang raka sate weang. muang tempeng putih kuning. Madya. gereng sesantun den agenep. kurenan. sibuh peepek. ika pinaka labaan banas patining taru mangkana kramania. sesantunia genep. tepung tawar isuh-isuh. pengulapan solasan dua likur. Mangerenga suara arum abangkit. peras. sopekarania penglukatan. arta (1700). kukus anyar. Ong Ung Ang mang. isuh-isuh bun rerakih muang tetebus. Ong teka pira menangis. kukusan anyar. Pangredana Para dewa semua Ong peletak. genep sekramaning bebagkit. sbuh pekek. daksina gede mesatun genep. Ong teluh adhi senduh Hyang nini dewata kabeh. 1986: 60-62). iwaknia ayam putih kuning luh muani . suci (2). solasan dualikur. tepung capak. tumpeng guru miawak bebek putih maguling. tatimpug. rerakih tebusan. gelar sanga segaan manca warna. rantasan pasucian muang selanlanin panglukatan. kukus anyar. sesayut pengambeyan. Masuci abesik. taekp api mangkana yan madya. maekar taman. srantasan muah pasucia. arak berem.Ong Mang Ung Ang. iwak ayam putih kuning (luh muani) pinanggang spelakan. isuh-isuh bun. Nista. muah maduluran tumpeng putih kuning. Ong Ang Ung Mang. 7. muah dulurana tumpeng putih kuning dena ageng. Maguling pebebangkit. (1) prascita luwih. gerang. daksina gede. peletik. muang sepakramaning panglukatan.2. Madya dan Nista.19. segehan manca rupa metabuh luak. arak berem. pangulapan.

nasin sepat mebe pelas. raka-raka sakewenang. jeng. sudha ayu. purwa. anguripaken saluwiring sarwa ginawe.spelekan pinanggang. pada kaurip denira Sang Hyang Perama Wisesa. Ah Ah Ah. Sudha bumi. genian daksina. Pemelaspan Utama. sahe tuak arak berem. nasi liamng pujung mebe kawisan. Neher sarira tuuh. Pengurip Bangunan. nasin timpas muang belakas mebe balang. angadakaen bayu sabda idep.2. ersania. Nista puniki dulurana. Yudha nirmala. Siwa-Sadasiwa Peramawisesa. Madya. Ong Yang perama Wisesa. Cobenem sudha mala. nasin undagi-undagi. Ong seri bagia namah swaha. neruti. Siwa sada siwa Perama siwa. anguripana buana kabeh. ika pinaka tadahan banaspatining sarwa taru. Ong Ang Mang Brahma Wisnu Iswara. anguripana sarwa tumuwuh. nasin siku-siku mabe kelentong kelor. utara. dewa metu ilang. nasin penyerutan mebe pakis (pangi). Nasin paet mabe sibatah. aywa papeka. dumanis cayane sarwa wijaya. mamupul dadi sawiji. matemahan sang Hyang Ayu narawati asri apasang amereta. Ong sarwa karya. nasin pengutik mebe kecai.20. Nasin kandik mebe ancruk. Ong bumi ginawe bumi. pewangunira Begawan Wiswakarma. wiyabya. masya. Nasin pengotok mabe paya. Ih sang Hyang Indra angreka. 7. . Peresidha namah swaha. bumiwana urip. amurug. Pesimpenan. Pemelaspas nasin Peralatan. Ibu paduka betari kapendem. Saluwiring ginawe rerajahan. pancima. sor luwe.

Nugraha ripadanira pakulun. pebangkit asoroh jangpet abesik. Arca meru arrcana. asubang bungkem. Wusano demira kelambukan. Mangke ibu pakulun. Ah-Ih. Alenge wangi. Paduka Betari Durga. itik putih kalungabesik muah asu bang bungkem abesik.2. satenia lima ping siya (45) kelod kauh genahnia. Katiban Durmanggala. Sang Hyang aditya Candra lintang trenggana. sami winangun urip sami anut ring sesatenia.21. daksina (9). Ayo sira nyangkala-nyangkali pekarangan punnanu. Mantram Arca muang mapendem Pedagingan Meru. pascima (7). Apan sampun ngaturana caru kebeya kalan. Anak paduka betari. Daweg nyeneng pakulun awewedaka. jangkep saisin suci. Mauluning jana pada. Nora ana karya sira. nanceb sanggah tutuan. satenia kutus ping lima (40). wusano denira kesingan kawuyuhan. asinjang akampuh. ater dening dewa laya.22. Angewruhakena iringsun. Amuktyasari atinggal sari. 7. Wusano denira keenden kariyanan. Lawan kumereb. Pangiyang-ngiyangan nira Sang Huyang Trisandia.2. Pakulun kaki betara Kala.Wusamono denira kelangkahan kedekan. . saba sanga genep caru madurga ngaran. Angaturan alinggih maring padmasana. Sang Hyang Panca muka. Rah kaki betara Gama. purwa (5). Uduh bapa anak ingsun. Iki pecarun karang katiben durmanggala. muang suci abesik. madya (8) muang itik kalung ring madya genahnia. Ulun aneda kerta nugraha. Manusanira angadekakenne wewangunan. utara (4). muang panca sata. Ong-Sang-Bang-Tang-Ang-Ing-Nang-Mang-Sing-Wang-Yang. Ong sang Hyang Ibu pertiwi jati Mekadi Sang Syang Akasa. 7.

2. Adnyane sepalem juyanem. 7. engkau adalah badannya api. Sucikanlah sesaji kami. Sakawisayan ipun. Kelawan sang mawitenang kejenenganga De Sang Hyang triya dasa sakti. Katureng pada betara-betari. Nirmala ya namah. Puja Mawinten Ong Siwa nugraha. 7.2.23. untuk memberi kebahagiaan kepada yang pandai dan mensucikannya. Adyo mesa palem butem. Adya mesa palem tapem. Penenang Jiwa yang Menderita Agnestanurasi waco wisarja namdewawittaye twa grhnami wrhadgrawa’si wanasratyah sa idam dewebhyohawih samiwa susami samiswa. 7. (dan) saya menyelenggarakannya untuk mendapatkan sifat-sifat mulia. Oh Yajna. Engkau adalah awan yang maha besar pemelihara atas tumbuh-tumbuhan obat. Hawiskrdehi hawiskrdehi.Amuktya te sira. Mereka yang membaca dan mengajarkan . Amuktya te sira. Manusa Sang Hyang amit. muah dirga yusa. sama suka ringsanga deruwe caru. Amanca. Sama suka risanga deruwe caru kebaya kalan. Ananggap Dana Ong Siwa data siwa bokta. Teka-waras-teke-waras-teke-waras jurang luah wenang.25. Adnyana sepalem juyanem. Dulura ayu werdi.24. sami sira anjenengana. Sang Citra Gopta. Amangku widi. Angaturana pawintenanne punanu. Ubaya siwa dam buyat.2. Muah Kaki Begawan penyarikan. Engkau diselenggarakan dengan menguncarkan Weda Mantra. penenang jiwa menderita. Tan ketamana upadrawa de betara yang mami. amunis. Drwyamet siwatmakem. Ong Ang kesama sampurna ya namah. jata bota setatan. undagi.

memberi inspirasi kepada kami untuk melakukan yadnya. menunjang dan memaniskan ucapan.Weda. (yajna) adalah berpahala untuk menghasilkan bahan makanan dan pemberi pengetahuan dan kekuatan. Semoga pelaksanaan yang seperti itu ditanamkan. Wiswabhyastwawasbhya upadhamicita sthordhwacito bhrgunamangirasam tapasa tapyadhwam.26. Ilmuwan Mengajarkan Ilmu untuk Kebaikan Manusia. Untuk menghancurkan musuh-musuh dalam diri. Agne brahma grbhniswa dharunamasyantariksam drduam ha brahmawani twa ksatrawani sajata wanyu padhami bhratwyasya wadhaya. penolong orang-orang terpelajar. demikianlah juga Tuhan dan para ilmuwan mengajarkan ilmu untuk kebaikan kemanusiaan. Yadnya adalah alat untuk menghasilkan hujan. Untuk menghancur-kan musuh-musuh yang ada dalam diri.27. dhartramasi diwam drduam ha brahmawani twa ksatrawani sajata wanyupadhami bharatrwyasya wadhaya. 7. Pemimpin Politik/Negara dan pembimbing pada jalan kewajiban sebagai macam golongan yang berbeda-beda. kami menghayati Mu dalam hati sebagai penolong orang- . semoga kami mengetahui engkau sebagai pengasil hujan. kami berdoa kepadaMu untuk menambah pengetahuan kami. O Tuhan. seperti udara dengan gerakan tangannya tertentu yang kuat pulang pergi yang menerima persembahan dan seperti halnya matahari yang cemerlang memancarkan cahayanya mengerahkan atom-atom menjadi api. 7. terimalah pujian kami dipersembahkan melalui weda mantra dan kembangkanlah pengetahuan rokhani kami yang tidak habishabisnya.2. Yadnya menjauhkan pencuri. Engkau penyangga alam semesta. Engkau adalah penyangga alam semesta. Persembahan Weda Mantra. saya menyadari bahwa engkaulah yang ada dalam hati.2. Semoga kami dengan bantuan pahlawan orang-orang pemberani menang perang berulang kali. Kami harus berusaha menghapuskan perampok dan pemakai pikiranpikiran yang tidak suci. Kukuto’si madujihwa isamurjamawada twaya wayaduamsamghataduam saghatam jesma warsa wrddhamasi prati twa warsawrddham wettuparaputtraduam aratayo pahatadduamrakso wayurwo wiwinaktu dewo wah sawita hiranyapanih pratigrbhnatwacchiddrena panina. menjadi mengetahui ceritera-ceritera dalam weda.

2. Dhisana ‘si parwati prati twa. Yadnya Menseimbangkan dunia Dewasya twa sawituh prasawe. Yang Maha meliputi.swinor bahubhyam pusno hastabhyam. 7.si parwateyi prati twa parwati wettu. perwujudan dari ceritera Weda. ditastwag wettu diwaskambhanirasi dhisana. Semoga yang melakukan yadnya menyadari arti pentingnya. melalui Kemahaadaannya. rahmatilah kami dengan pengetahuan yang luhur. wadhuta aratayo ‘ditwastwagasi twa ‘ditirwettu. Sam wapami samapa osadhibhih samosadhayo rasena Saduam rewatirjagatibhih prcyantaduam sam madhumafirmadhu matibhih prcyantam.2. Makanan disucikan dengan Yadnya Dhanyamasi deam pranaya two danaya twa wyanaya twa. . menjauhkan yang egois dan sifat-sifat kikir dan melindungi daerah tempat seperti kulit melindungi tubuh. ilmuwan dan yang terpelajar.29.30. Sarmasyawadhutaduam rakso. untuk aktivitas. Bahan makanan dan air disucikan dengan melaksanakan yadnya memperkuat tubuh dan indra perasa. untuk umur panjang penuh kebahagiaan dan kesejahteraan. Pemberi kebahagiaan dari segala yang ada.2. Yadnya adalah pemberi kebahagiaan.orang yang terjujur pemimpin Negara dan pembimbing atas kewajiban bagi golongan yang berbeda. Yadnya yang dilakukan pada hari tertentu juga memberi perlindungan seperti kulit melindungi tubuh. Pencipta yang Agung dan pembebas alam semesta. Semoga kami bertirah pada yadnya untuk kesehatan yang baik. untuk vitalitas.28. Arti penting Penguncaran Mantra. tuntunlah kejalan kehidupan tapa dengan mengendalikan nafsumu dan menuruti orang-orang yang bijak. Penguncaran Weda Mantra yang benar-benar merupakan yadnya sendiri. Dirgghamanu prasitimayuse dham dewo wah sawita hiranyapanih pratigr bhnattwacchidrena panina caksuse twa mahinam payo’si. O Engkau manusia. Semoga kami menyadari yadnya sebagai pembawa hujan dan pemberi pengetahuan spiritual. Kami memuja Engkau didalam hati. 7. Yadnya adalah pengangga matahari yang cemerlang. 7.

2. menghidupkan air dan bebagai macam nafas pada organisme manusia. semoga kami tidak menghancurkan tanam-tanamnan obat-obatan dibumi. Semoga engkau bersiap untuk keuntunganmu. dengan nama para ilmuwan melakukan yadnya itu. Tuhan Pencipta Tata Surya Prtwi dewayajanyosadhayaste mulam ma hiduam sisam brajam gaccha gosthanam warsatu te dyaurbadhana dewa sawitah paramasyam prthiwyaduam satena pasairyo’smandwesti yam ca wayam dwismastamato ma mauk.33. untuk pensucian air dan udara dan untuk memperoleh rakhmat itu dari ibu. O Tuhan. demikian juga engkau. Jangan takut dan jangan ragu untuk melaksanakan yadnya.O Manusa. Kami terirah sepenuh hati pada yadnya untuk mengenal Tuhan yang maha Esa. bapa dan guru. mencampur berbagai macam obat-obatan dengan air dan dengan sari buah dan mencairkan yang sama dengan air suci. Semoga keturunan orang yang melakukan yadnya itu baik. Semoga matahari mencurahkan hujan di bumi melalui sinarnya. Yang maha Kuasa. kami memohon kepadaMu melalui rakhmatMu. 7. setia dan bebas dari kelemahan. Pencipta tata surya dan wilayah yang cemerlang. O para pahlawan terikat oleh berbagai macam ikatan dari orang-orang yang jahat didunia ini yang bertentangan kepada kami dan yang ditentang oleh kami dan jangan lepaskan. seperti halnya dengan Aku. pemberi kebahagiaan semoga kami menundukkan orang-orang jahat di bumi ini . Ma bherma samwiktha atamerur yajno ‘timeruryajamanasya prajabhuyat tritaya twa dwitya twaikataya twa.32. menseimbangkan dunia.2.31. Keturunan yang melakukan Yadnya (bertambah) baik.2. 7. 7. menyebarkan pengetahuan yadnya ini didunia yang diciptakan oleh Aku dan melakukannya melalui matahari yang cemerlang. Menyebarkan sistem pendidikan dalam Weda Apararum prthiwiwyai dewayajana dwadhyasam wrajam gaccha gosthanam warsatu te dyaurbadhana dewa sawitah paramasyam prthiwyaduam satena pasairyo smandwesti yam ca wayam dwismastedyam maskan wrajam gaccha gosthanam warastu te dyaurbadhana dewa sawitah paramsyamprthiwyaduam setena parisaryo smandwesti yam ca wayam dwismastamato ma mauk O Tuhan yang Maha esa mengetahui.

Semoga orang-orang yang jahat tidak dirahmati dengan kesejahteraan dan kesenangan pada ilmu. Ibarat sinar matahari menerangi daerah tengah/antariksa. sumber kesejahteraan dan kebahagiaan.2. Gayatrena twa chandasa parigrhnami traistubhena twachandasa parigrhnami jagatena twa chandasa parigrhnami. Yang kejam yang bertentangan pada keadilan dan bertentangan kepada cinta damai. Suma casi siwa casi syona casi susuda casyurjaswati casi payaswati ca. Yang jahat harus disingkirkan. musuh kebenaran harus dihukum. Orang orang berdosa bergerak didalam kegelapan yang bertentangan dengan orang-orang terpelajar. Prastyustastaduam raksah pratyusta aratayo nistaptaduam rakso nistapta aratayah. air manis dan buah-buahan.35. Semoga kami bergaul dengan orang-orang terpelajar dan dengan demikian menyebar luaskan sistem pendidikan dengan bebas sebagaimana dijelaskan dalam mantra Weda seperti halnya Sinar pengetahuan saya dihargai oleh semua. susu. Yang jahat harus disingkirkan. O Engkau yang patuh pada kewajiban semoga engkau mengikuti jalan kebajikan. penuh dengan jagung. supaya sekali-kali dibiarkan berkeliaran sampai mereka tertawa pada kesadaran mereka.dimana para Rsi melakukan yadnya. dan yang tidak disetujui oleh orang-orang pandai karena bertentangan mereka kepada pengetahuan. Matahari menguasai bumi dengan kekuatan gravitasinya pada tempat yang tepat. Saya melaksanakan yadnya dengan penguncaran mantra Weda dalam Gayatri. Tristiubh dan Chanda jagati. yang harus dibawa diantara jalan kebajikan melalui beratus-ratus jalan yang ada hendaknya batasan-batasan pada mereka tidak dihilangkan sampai mereka mencapai penerangan. demikian pula hendaknya milikku. Anisito’si sapatna ksidwajinam twa wajedhayayai sammarjmi. 7. tempat yang cocok untuk berdiam dengan senang.1 O Bumi engkau adalah indah. Yadnya dengan Mantra Weda dalam Gayatri. mereka yang patut dibelenggu harus disisihkan dan . Anisita’si sapatna ksidwa jinim twa wajedhyayai sammarjmi.34. 7.2. Pratyustaduam raksah pratyusta aratayo nistaptaduam rakso nistapta aratayah. demikianlah Tuhan memenuhi keinginan kami.

penganut yang tidak mengenal takut. layak untuk dipuja oleh para pelajar. melalui penguncaran weda mantra. Saya sucikan yadnya. Engkau adalah maha ada. O Tuhan. Mereka yang tidak mentolerir kebaikan orang lain harus dihukum. Mereka yang menyebabkan rugi pada orang lain harus dihina.38. saya sucikan hati-hati dan jiwa-jiwa manusia dengan pengetahuan suci dan yang bercahaya. dicintai oleh yang jujur. Mengenal Tuhan Melalui penglihatan Spiritual Adityai rasnasi wisnorwesposyurje twa’dabdhena twa caksusawapasyami. demi untuk membawa persembahan tinggi keangkasa.2.2 saya mensucikan persembahan yang dapat diterima oleh ghee. Saya memerintah pasukan pada waktunya menjadi kuat untuk melemahkan lawan dan melakukan perang. yang menyucikan semua obyek dengan baik dengan yang tidak mengalir. sawiturwahprasawa utpunamyacchidrena pawitrena suryasya rasmibhih. Engkau tidak termusnahkan. Oleh pembasmi musuh. Engkau patut dipuja oleh para Resi disemua tempat. Membersihkan Air Sumur dalam Weda. tumpuan akhir bagi alam semesta. Sebagaimana air diangkasa . 7. yang dicipta oleh Tuhan Yang Agung. jalan untuknya.yang mereka yang menentang pengetahuan harus menderita sedih. engkau dimurnikan oleh api dan diserap oleh udara. dan salahkan secara terbuka. 7. suci. meresapi semuanya. 7.37. O Tuhan. Tejo’si sukramasyamrtamasi dhama namasipriyam dewanamanadhr stam dewayajamasi. untuk kemajuan kami. Krsno’syakharestho’gnyetwa justam proksami barhirasi wedirsi barbhise twa justam prosami srugbhyastwa justam proksami. Mensucikan Hati dan Jiwa Sawistustwa prasawa utpunamyacchidrena pawitrena suryasya rasmibhih. sya membangun engkau dan mensucikan dengan ghee. laksana nyala api. Semoga kami mengenal Engkau melalui penglihatan spiritual yang damai.2. Engkau adalah penta cairan manis ditanah. Pemberi kebahagiaan orang yang bebas. O Yadnya.2. sinar sucinya matahari. Didunia ini.36. walaupun engkau dilakukan disumur yang digali. Demi Untuk Hawan. Tak terkalahkan dan dipuja oleh para Resi. engkau tidak. Engkau adalah sumber segala cahya. Engkau adalah altar. Agnerjihwai suhurdeebhyo dhamne me bhawa yajuse yajuse.

O Yadnya. Inilah demikian ditetapkan dalam Weda. Laksana seperti matahari menggabungkan sinar dengan sinar melalui persembahan diletakkan di dalam api. lindungi matahari dan bumi yang melindungi yadnya. Semoga saya tidak pernah Melanggar-Nya Askannamadya dewebya ajyamduam sambh bhhriyasamangghrana wisno ma twawaktramisam wasumatimagne techayamupasthesam wisno sthanamasita indro wiryamakrnodurhwara asthat. hari ini saya memperoleh kemudahan mendapatkannya melalui yadnya mentega dan benda-benda lain yang memberi kebahagiaan. Api ini adalah tempat yadnya. 7. Sawiturbahu stha urnammra dasamtwa strnamiswasatham dewebhya a twa wasaso rudra adityah sadantu. Ibarat api yang memerlukan yadnya dan bertindak sebagai utusan.41. demikian lindungilah kami. O Tuhan. 7.40. Samidasi suryastwa purastat patu kasyascida bhisastyai. Semoga. Agne werhotram werdutyamawatantwam dyawaprthiwi awa twam dyawaprthiwi swiatakrddehebya indra ajyena hawisa bhutswaha sam jyotisa jyotih. semoga saya tidak pernah akan melanggarnya (yadnya). O Tuhan. Rudra dan Aditya yang memajukan yadnya. Dengan ini. pembuat perbuatanperbuatan mulia bagi yang akhli. jagalah kami dengan sinar penerangan ilmu pengetahuan spiritual. O Tuhan.3 . Ibarat seperti wasu.menambah kesucian semua benda materiil. 7. semoga saya mendapatkan perlindungan dari Mu. Engkau dipancarkan melalui kekuatan dan potensi yang surya. memberi perlidungan kepada matahari dan bumi. melindungi surga dan bumi. Yadnya sejak jaman dulu menurut Weda.39.2. melengkapi ruang. demikian juga saya bersihkan persembahan itu dengan hati-hati untuk diletakkan disendok api. banyak kekayaan dalam gudang. Jagalah kami dengan Sinar Pengetahuan Sipitual. melakukan yadnya itu. O Tuhan. demikian pula O Tuhan. pembuka segala bunda. Melalui (yadnya) matahari dan udara memperoleh kekuatan/tenaga. Sang surya melindungimu sejak jaman dahulu.2. pemberi kebahagiaan.2. demikian juga saya untuk memperoleh sifat utama. Engkau adalah indah laksana musim. Yadnya ini berada di angkasa dan diapi.

7.1.42. Negara yang sejahtera, karena memanfaatkan Bumi dengan Baik. Mayidamidra indriyam dadhatwasman rayo maghawanah sacatam; Asmakaduam santwasisah satya nah santwasisa upahuta prthiwi matopa mam prthiwi mata hwayatamagniragnidhratswaha. Semoga Tuhan memberi kami kekuatan spiritual. Semoga kami memperoleh harta penuh dengan bermacam-macam jenis yang cemerlang dan kekuasaan dunia. Semoga keinginan kami terpenuhi, semoga mereka memperoleh pahala, manusiamanusia memakai bumi ini dan pengetahuan (dengan nama kebebasan itu tercapai) untuk kebahagiaan negara. Semoga bumi dan pengetahuan ini menasehati saya. Semoga Tuhan, sebagai pelindung kami yang terakhir dan tetirah memberi perintah kepada saya. Ini adalah demikian dinyatakan didalam Weda. 7.1.43. Susunan Pencernaan (Analisa) Ilmu Upahuto dyauspitopa mam dyauspita hwayatamagnir agnidhratswaha; Dewasya twa sawituh prasawe ‘swinorbahubhyam pusno hastabhyam; Pratigrhnamyanestwasyena prasnami. Saya telah berdoa kepada Yang Maha Cemerlang, Tuhan, penyangga semua, semoga Tuhan, Bapa menerima saya. Susunan pencernaan ilmu kami mencerna melalui getah perut makanan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah, saya mengambil itu melalui waktu penyerapan dan pemahaman, dengan menarik dan mengeluarkan nafas; dan kekuatan pensucian dan penyerapan udara yang bergerak melalui tubuh, menanak makanan saya melalui nyala api, saya memakannya dengan mulut. 7.1.44. Sebelum beryadnya, manusia lebih dulu dilindungi oleh Tuhan. Etam te dewa sawitaryajnam prahurbrhaspataye bramane; Tena yajnanawa tena yajna patim tena mamawa. O tuhan, Pencipta alam semesta, Weda dan orang terpelajar menyatakan sebelum yadnya untuk brhaspati dan brahma. Melalui Maha Yajna itu melindungi yadnya saya, melindungi yang melakukan yadnya, Engkau melindungi saya. 7.1.45. Aktif dalam Pengetahuan adalah Yadnya.

Mano jutirjusatamajyassya brhaspatir yajnamimam tanotwar ristam yajnaduam saminam dadhatu. Wiswe deasa iha madayantamo (3) mpratistha. Semoga pikiran aktif saya mengirim pahala yadnya-yadnya itu. Semoga Tuhan mengembang luaskan dan memelihara penuntun pengetahuan yang tidak dapat ditinggalkan ini merupakan seperti yadnya. Semoga semua orang terpelajar didunia ini bersenang. Semoga Om bersemayam di hati kami. 7.1.46. Semoga kami melenyapkan dosa-dosa Musuh (api dan Bulan) Anisoma yorujjitimanujjesam wajasya ma prasamwena prohami; agnisomau tamapanudatam yo’mandwesti yam ca wayam dwismo wajasyainam prasawenapohami; Indragnyyorrujjitimanujjesam wajasya ma prasawena prohami; Indragni tamapanudatam yo’samadresti yam ca wayam dwismo wajasyam prasawenapohami. Semoga saya memperoleh kemenangan seperti kemenangan Api dan Bulan. Semoga kami melenyap cepat dengan materi perang. Semoga api dan bulan mengusir mereka yang membenci kami, mengusir orang yang kami uji. Semoga kami melenyapkan dosa-dosa musuh dengan perang seperti itu, kepandaian meliter dan peralatan. Semoga saya mencapai kemenangan seperti menangnya Udara dan Petir. Semoga saya memperoleh kebahagiaan melalui dorongan pengetahuan, dipergunakan untuk memperoleh keunggulan. Semoga Udara dan Petir dipergunakan dengan tepat, mengusir jauh orang yang membenci kami, mengusir, orang yang tidak kami sukai, saya sucikan orang-orang yang bodoh dengan sinar pengetahuan. 7.1.47. Mengucapkan mantra gayatri tiap Hari, menurut Weda. Wasubhyastawa rudrebhyastawa, ’ditye bhyastawa samja natham dyawaprthiwi mitra waruna twawrstyawatam; Wyantu wayoktaduam rahina marutam prsatirgaccha wasa prsnirbhutwa diwam gaccha tato no wrsti nawaha; caksupa agne’si caksurme pahi. Kami menyelenggarakan yadnya untuk Wasu, Rudra, dan Aditya. Cahaya matahari dan bumi membawa engkau (yadnya) kepada sinar. Prana dan Udana, melindungi bersarang mereka demikian pula hendaknya kami setiap hari beryadnya mengucapkan mantra Gayatri Yadnya yang diinginkan (Ahuti)

mencapai angkasa, datang bersenyawa dengan udara dan sinar matahari. Dari itu membawa hujan turun ke bumi yang mengisi sungai batang tumbuh-tumbuhan dan bunga-bungaan. O Api, engkau melindungi mata dari kegelapan, semoga engkau melindungi mata jasmani dan rokhani. 7.1.48. Mencapai kebesaran melalui Tulisan Yam paridhim paryadhatta agne dewa panibhirguhya manah; Tam ta etamanu josam bharamyesa nettwada pacetayata agneh priyam patho’pitam Oh Tuhan Yang Maha Ada, dipuji melalui pujian orang terpelajar, Engkau mencapai kebesaranmu melalui tulisan penuh pujianpujian yang indah itu. Saya mengenal kebesaran Engkau itu dalam hati saya. Semoga saya tidak pernah membantahMu. Semoga makanan yang menyegarkan saya telah peroleh didalam ciptaanmu. 7.2.49. Biarlah kami tinggal di rumah yang Menyenangkan. Agne’dabhayo’sitamapahi ma didyoh pahi prasityai pahi duristyai pahi duradmanya awisam nah pituh krnu susada yonau swaha wadagnaye samwesapataye swaha saraswatyai yasobhaginyai swaha. O yang Abadi, Tuhan Yang Maha Ada, melindungi kami dari kesaktian yang amat sangat, melindungi kami dari ikatan dosa dan kebodohan, melindungi saya dari sahabat orang-orang yang berpikiran jahat, melindungi kami dari makanan-makanan yang melalui kesehatan. Jadilah Engkau, makan kami yang bebas dari racun. Biarlah kami tinggal dirumah yang menyenangkan, berdoa kepada engkau dan melakukan keperluan-keperluan mulai. Inilah doa kami kepada Tuhan atau alam semesta, semoga kami memperoleh pengetahuan suci melalui Wedda, pemberi kejayaan dan kesejahteraan. 7.2.50. Engkau ajarkan (Weda) kepada rakyat. Wedo’si yena twam dewa weda dewebhyo wedo’ bhawastena mahyam wedo bhuyah; dewa gatuwido gatum witta gatumita; Manasaspata imam dewa yajna duam swaha wate dhah. O tuhan, Engkau mengetahui ciptaan yang berjiwa dan tidak berjiwa. Engkau mengetahui segala-galanya di alam semesta. Sebagaimana Engkau mengajar pengetahuan yang terpelajar, demikain juga Engkau menjelaskan pengetahuan kepada saya. Engkau ajarkan pada rakyat, mereka yang tahu bagaimana

Sembah (kami) kepadaMu. ditinggalkan oleh Tuhan. Yang meninggalkan yadnya ditinggalkan oleh Tuhan.53.4 tadasakam tanme Oh Tuhan. Apakah setiap orang meninggalkan yadnya? Ia yang meninggalkannya. Sembah (kami) kepadaMu. Oh Tuhan. dengan tepatnya menetapkan yajna ini seperti dunia di udara. untuk menyudahi berbagai macam bencana. untuk memperoleh kebahagiaan dan pengetahuan. Namo wah pitaro rasaya namo wah pitarah sosaya namo wah pitaro jiwaya namo wah pitarah swadhayai namo wah pitaro ghoraye namo wah pitaro manyawe nmo wah pitarah pitaro namo wo grhannah pitaro datta sato wah pitaro desmaitadwah pitaro wasa adhatta. Penguasa pengetahuan. Karmaphala dalam Weda. untuk melenyapkan kemiskinan dan musuh.2. Saya memetiknya sebagaimana saya tanam. kesehatan dan kebahagiaan. mengetahui Weda yang memberi petun juk jalan yang benar.2. 7. Pitara-pitara datang setiap hari kerumah kami dan memberikan kami perintah- . Penguasa atau tapa brata. 7. Agne wratapate wratamacarisam ‘radhidamaham ya ya ewasmi so’smi. rakhmatilah saya keberhasilan dalam melakukan tapa brata yang saya telah lakukan dan saya dapatkan diri saya yakin untuk melaksanakan. sembah (kami) kepadaMu.menyanyi memuji Tuhan.52. harus menguasai pengetahuan. 7. Sembah (kami) kepadaMu. Sembah (kami) kepadaMu. Persembahan kepada Pitara dalam Weda. Kastwa wiuncati kasmai twa winuncati tasmai twa wimuncati. Pitara-pitara mengetahui penghormatan kami kepada Engkau untuk kehormatan Mu.2. untuk mendapat umur panjang. Posaya raksanam bhagosi. untuk kekuasaan dan memperlihatkan keadilan. O Pitara. O Pitara.51. Untuk tujuan apa pemuja melakukan persembahan pada api? Ia melakukannya untuk kebahagiaan semua. Pitara-pitara. Ia melakukannya untuk mendapatkan kekuatan. O Pitara untuk kemarahan yang pada tempatnya. mengetahui keinginan kami untuk memperoleh pengetahuan. Bendabenda rendahan tidak dipakai dalam yadnya adalah diperuntukkan bagi raksasa/setan. O Pitara. O Pitara. segala puji kepadaMu. O Pitara.

Dengan pengetahuan untuk mencapai kedewasaan.57. kami selalu memberikan kepadamu apa saja yang kami punya. Weda diucapkan untuk memperoleh pengetahuan Spiritual.2.7 7. ingin akan pengetahuan sehingga dengan demikian ia dapat mencapai kedewasaan yang penuh.55. dalam garbha perlajaranmu.2.8 7. 7. Susamiddhaya socise ghrtam tiwram juhotana: jatawedase.54. Agneye Letakkan persembahan mentega (ghee) yang melenyapkan kelemahan jasmani. Adhatta pitaro garbha kumaram puskarasrajam.56. Prati wastoraha dyubhih. Menerima Engkau (sebagai) guru. Api yang agung itu itu memperlihatkan matahari. kedalam nyala api yang baik ini. Kami harus bertepatan mengucapkan dan memahami Weda setiap hari bersama dengan ajarannya yang memberi penerangan. diwam. mencuat keatas dan turun kebawah diangkasa laksana keluar masuknya nafas dalam badan.2. Ditempat api itu engkau letakkan yadnya itu. Wyakhyan mahiso Sinarnya api itu. Yatheha puruso’sat.58. Sinarnya api naik turun. Antascarati rocanosya pranadapanati. Korban api sebagai yadnya. api pemusnah segala penyakit ini ada dalam segala benda.perintah. Kami memberi pakaian. Wahai engkau orang-orang yang terpelajar nyalakanlah api dengan batang kayu dengan mentega. korbankan api itu yang patut dihormati sebagaimana seorang Sjamsajin. mohon terima kasih itu.6 7. dengan kepal bunga ditangan. pemuda. Weda diucapkan untuk memperoleh pengetahuan sipitual. Pitara. Api Pemusnah Segala macam Penyakit.2. . Samidha gnim duwasyata ghrtair bodhyatatitthim: Asmin hawya juhotana.2. Sabda Dewata peraturan tertinggi diseluruh dunia.5 7. Triduam saddhama wirajati wak patanggaya dhiyate.

Puja (1985:238). 7. Engkau mengetahui segala sesuatu tentang cerita-cerita dalam agama.62. engkau tidak pernah merahasiakan segala sesuatu dari saya. saya yang telah membujang selama 24 tahun. demikian pula halnya Matahari menumbuhkan kekuatan jasmani dan rokhani kita. O Brahmacari. Wisna urugayaisa te somastaduam raksaswa ma twa dabhan. Sebagaimana Tuhan memperlihatkan semua pengetahuan.61. O suami yang patut dihormati engkau adalah terpelajar. O suami yang berjaya. 7.60. Sebagaimana Tuhan memberi sinar kebenaran pada kota-kota yang benar kepada semua mahluk demikian pula api jasmani memberi sinar menerangi semua benda. engkau bersahabat kepada orang-orang yang bersifat dermawan. Lindungilah kami. Sebagaimana memperlihatkan kepada semua kemanusiaan juga api itu dalam bentuk petir diangkasa dan menjadi sumber hujan dan pengetahuan. demikian pula matahari membawa penerangan pada semua obyek benda-benda itu. ia yang telah mengendalikan membujang selama 48 tahun. 7. akan memilih engkau sebagai suami saya. Tuhan memancarkan sinarnya sendiri. Matahari menyinari semua benda.2. Turiyaditya sawanam ta indriyamatasthawamrtam diwyadityebhastwa. Agnirjyotiryotiragnih swaha suryo jyotirjyotih suryah swaha.2. Engkau bercahaya laksana matahari Kada cana pra yucchasyubhe ni pasi jasmani. Kehidupan berumah tangga ini memberi kesejahteraan kepadamu. engkau memiliki sifat-sifat istimewa.7. Brahmacari selama 48 tahun Upayamagrhito ’syadityebhyastwa. Semoga rakhmat pengetahuanmu harta kekayaan sampai kepada saya. Sebagaimana halnya Tuhan mengajarkan pengetahuan kepada semua jiwa. Agniwarco jyotirwarcah swaha suryo jyotirwarcah swaha Jyotih suryojyotih swaha. . Saya memilih engkau sebagai suami saya karena engkau selalu merupakan kemudahan bagi saya.2. Semoga panah asmara tidak menyebabkan engkau menderita.2. Pengetahuan Petir melalui Weda. yang orang itu harus kata-kata apa yang ia rasakan dihatinya. api dan petir melalui Weda.59. Inilah penjelasan kebesarannya. Upopennu madhawan bhuya innu te danam dewasya prcyata adityebhyastwa. Suami yang berjaya Kada cana starirasi mendra sascasi dasuse.

memperoleh kekayaan dan kesejahteraan.66. A wo’rrwaci sumatirwawrtyadduam hoscidya wariwowittarasada dityebhyastwa.63.adya sawitarwamamu swo diwe wamamasmabyaduam sawih. Engkau bercahaya laksana matahari dalam pengetahuan apa bila engkau mengendalikan organ pengadaan (yang) akan mengusir kebahagiaan yang abadi dalam affairmu. penuh keindahan dan aspirasi yang berlipat ganda. O suami. sumber dari kebahagiaan. O Tuhan. 7. saya memilih engkau sebagai suami saya untuk kebahagiaan yang terus-menerus. guru dari berbagai macam ilmu pengetahuan. Lindungilah perkawinanmu. Engkau bercahaya laksana matahari Yajno dewanam pratyeti sumnamadityaso bhawata mrdayantah. adalah tidak berdosa. O yang telah menyelesaikan asrama yang keempat. engkau telah disatukan dengan saya melalui ikatan perkawinan.2. engkau tidak pernah melupakan. dilahirkan seorang putra. Perkawinan Muda berpeganglah pada Kebenaran. giat yang mau berusaha. hari ini. Engkau penyembah Tuhan Yang Maha Esa. Perkawinan antara dua orang terpelahar merupakan sumber kebahagiaan. kami dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan mulai didalam kehidupan perkawinan kami. Dirumah. 7. Engkau penguasa atas makanan- . Wiwaswannandityaisa te somapithastasmin matswa. bepeganglah pada kebenaran. semoga hidup perkawinan ini dimana engkau minum memberi kebahagiaan kepadamu. dimana suami dan istri memenuhi kewajiban hidup dalam perkawinan dengan jujur. Semoga engkau memberi kesenangan kepada pengantin yang baru kawin melalui pengetahuan pengajaran yang engkau terima dari orang terpelajar.2. O orang yang mulia. 7. dan mengajarkanmu bagaimana cara mengerjakan sesuatu dengan benar dan menempuh pada jalan kebajikan.O suami.65.64. Puman putro jayate windate waswadha wiswaharapa edhate grhe. Upayamaghrhito’si sawito’si canodhascanodha asi cano mayi dhehi. semoga intelekmu yang baik yang mengerti tentang makna hidup dalam perkawinan membuatmu akhli dalam pengetahuan setelah menyelesaikan hidup berguru.2. O suami. Sradasmai naro wacase dadhatana yadasirda dampati wamamasnuta. hormati sumpah yang engkau ambil pada waktu perkawinan. Wamasya hi ksayasya dewa bhureraya dhiya wamabhajah syama. esok hari dan setiap hari yang dilewati. yang memenuhi keinginanmu. 7. Jinwa yajnapatim bhagaya twa sawite. O yang memasuki kehidupan perkawinan. engkau menjaga dalam hidup sekarang ini dan kehidupan yang akan datang.2. Kebahagiaan hari ini esok dan setiap hari Wama.

dengan niat yang mulia. Lindungilah perkawinanmu. O suami yang cinta sesama manusia. dari semua dosa itu. lahan dan bimbingan yang baik. engkau lenyapkan dosa-dosa para penyumbang. engkau lenyapkan kekurangan fisik kami dan memberi kami harta kekayaan. perbuatan yang mulia yang dilakukan oleh . Engkau hilangkan dosa manusia-manusia biasa. Guru pemberi rakhmat. karena engkau menuntun kami dijalan yang benar dengan pikiran yang mulia.10 7. Yaste aswasanirbhaksa yo gosanistasya stutastomasya sastokthasyo-pahutasyopahuto bhaksayami. memberi pengetahuan kepada kami melalui yang terpelajar dan ajaran-ajaran Weda.67. Engkau diundang dan dihormati oleh orang-orang terpelajar. penguasa atas kekayaan. Engkau lenyapkan segala macam dosa yang saya lakukan tanpa sadar. O guru yang terhormat dan terpelajar dan pengkhotbah. Twasta sudatro wi wadhatu rayo. ajarkanlah kami usaha itu dengan kata-kata mu yang manis dan menyenangkan. Dosa yang sadar dan Dosa yang tidak sadar Dewaktrasyaimaso’wayajananmasi manusyakrtasyainaso wayajanamasi pitrktasyainaso ’wayajanamasyatmakrtasyainaso wayajanama-syenasaenaso wayajanajamasi. 7.69. pembimbing dari segala macam perbuatan. ta istayajujusa O suami yang tersayang lagi pemberani. Engkau sesungguhnya ahli dalam Yayur Weda. Sam brahmana dewakrtam yadasti sam dewanaduam samatau yajniyanaduam swaha. Engkau hilangkan dosa-dosa yang dilakukan oleh orang tua.11 7. engkaulah pelenyap. dan Reg Weda. budi bahasa yang halus.2. berilah semua itu kepada saya.makanan. pola keindahan dan. Saya diundang olehmu makan-makanan yang sedang disiapkan olehmu. Semoga kami memperkuat badan kami dengan brata brahmacari. Engkau hilangkan dosadosa yang dilakukan sendiri. Yaccaharmenio widwammscarkara yaccawidwamstasya sarwasyainaso’wayajanamasi. Suami tersayang dan pemberani. Ajarkan dengan kata-kata yang manis. tunjukkan dihadapan kami contoh.2.2. Saya menerima engkau sebagai pemelihara yajna dalam kehidupan rumah tangga kita.70.numarstu tanwo yadwilistam O guru pemberi rakhmat.9 7. keluhuran dari keturunan. Sam warcasa payasa sam tanubhiraganmahi manasa saduam siwena. Sama Weda. Samindra no manasa nesi gobhih saduam suribhirmaghawantsaduam swastya. air dan makanan.2.68. engkau adalah pemberi ilmu pengetahuan.

yang menurunkan kesejahteraan. dan memberikan bergudang-gudang kekayaan kepada yajamana.2. O orang-orang yang terpelajar. Siapa yajamana itu? Dhata ratih sawitedam jusantam prajapatimidhipa dewo agnih. yang memperbesar kesenangan.2. Orang terpelajar yang berpikiran mulia. yang melindungi segala sifat kedermawanan yang diperlihatkan kepada anak keturunanmu. menghilangkan penyakit kebodohan. pemusnah atas kegelapan dari kebodohan. memenuhi tugas kewajiban hidup dalam perkawinan dengan benar. memberikan pengetahuan kepada kami siang dan malam dari gudangnya yang amat luas dan menghilangkan penyakit dari tubuh kami 7. O Grihastin.2. ia yang memberi kami pengetahuan yang baik.2.71. Sam warcasa payasa tanubhiraganmahi manasa saduam siwena. penjaga atas harta ilmu pengetahuan. minum air bersih. yang telah mengumpulkan pengetahuan dari engkau. Twasta wisnuh prajaya saduam rarana yajamanaya drawinam dadhata swaha. Memberi pengetahuan siang dan malam. mempertahankan dengan usaha sendiri dan memeliharanya melalui bantuan orang lain.12 7. Jaksiwaduamsah papiwaduamsasca wisswe’sum gharmaduamswaraswaratisthatanu swaha.73.para Resi melalui kebijaksanaan dan kata-kata yang benar. O orang-orang yang kawin. semoga kami mendekati diantaramu. selenggarakan yadnya dengan benar dan pertajam pikiranmu. bimbinglah engkau semua hidup kebahagiaan. kami telah memperoleh harta kekayaaan ini dengan tulus. Twasta sudatro wi dadhatum rayo. Selenggarakan Yadnya dengan Benar. engkau adalah sumber kebahagiaan bagi semua. . Yam yam a’waha usato dewa dewamstan preraya swe agne sadhaste.numastum tanwo yadwilistam. berbuat menurut pendapatmu. mengambil makanan bergizi. O orang terpelajar yang berpikiran mulia. 7. Semoga engkau merakhmati dengan harta kekayaan yang banyak. bujuklah mereka melalui orang yang berpikir agamis. O guru yang berperilaku baik.74. pengendali kejahatan. 7.72. Kami mempersiapkan rumah ini untuk memudahkan engkau dan harta yang banyak-banyak untuk penggunaan bersama. yang membesarkan anak-anak. Brahmana wahmana hawiduamsyasme dhata wasawo wasuni swaha. Suga wo dewah sadana akarma ya ajagmedaduam sawanam jusanah. karena engkau patut mendapat penghormatan kami.

Arwacinaduam su te mano grawa krnotu wagnuna. Semoga engkau menikmati makanan. Ia harus mengajarkan kepada umat manusia tentang pengetahuan weda yang berkaki satu. Kerjakan Yadnya berumah tangga penuh dengan Weda Mantra Yajna yajnam gaccha yajnapatim gaccha swam yonim gaccha xwaha. Dalam tekenan kasih sayang. Yadnya mantra harus dilakukan oleh setiap kepala rumah tangga. kerjakan yadnya berumah tangga ini dengan benar dan adil.79. berkehendak untuk memenuhi kesenangan dan melakukan yadnya dalam rumah tangga. tiga. pahami dengan sepenuh nalurimu. penuh keagungan dan kuat dalam pikiran harus berharap untuk keberhasilan mengandung dalam hidup ini. O yajamana.14 7. Piprtam no bharimabhih. berbuat dalam perbuatan mulia. yang berkaki dua. yang penuh dengan sabda-sabda bimbingan mulia. Mahi dyauh prthiwi ca na imam yajnammiksatam.2. O yang berumah tangga. Layani rajamu. buah-buahan dan air. dua.78. Semoga engkau berdua menyediakan kami makanan dan pakaian. O suami pengusir penderitaan. dan pemberi kesegaran dan kemajuan spiritual keturunan. yang berkaki tiga. Upayamgrhito’ sindraya twa sodasina esa te yonidraya twa sodasine. penuh dengan weda mantra. hendaknya engkau mempelajari weda dengan setulus hatimu. Jinakkan pikiranmu yang murung dengan ucapan weda mantra. .77.7. kami mendesak engkau melakukan kewajiban hidup dalam perkawinan dengan penuh keyakinan 7.2. empat dan delapan Purudasmo wisurupa indurantar mahi-manamananja dhirah: Ekapadim dwipadim tripadim catuspadimastapadim bhuwananu prathantaduam swaha. dikendalikan oleh prana. Samudre te hrdayamapswantah sam twa wisantwosadhirutapah. A tistha wrtrahantratham yukta te brahmana hari. yang berkaki empat dan berkaki delapan. kerjakan kewajiban hidup dalam perkawinan dengan baik.2. O suami yang patut dipuji dan yang sehat dan istri yang bersabar hati. Mempelajari Weda dengan setulus hatimu.13 7.2. Weda berkaki satu. 7.75. tampan dalam penampilan. Esa te yajno yajnapate sahasuktawakah sarwawitrastam jusaswa swaha. Yajnasya twa yajnapate suktoktau namo wake widhema yat swaha. Orang berumah tangga yang mulia.76.2.

hiasilah kereta itu dengan kedua kuda pembiak itu. panjang umur. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup berumah tangga penuh kesejateraan dan enam belas ciriciri. Atha na indra somapa giramupasrutim cara. semoga kami dipuaskan dengan kekuatan.16 7. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup berumah tangga penuh sejahtera dan enam belas sifat-sifat itu.81. Kalau demikian. Lakukan tapa brata untuk menjalankan hidup berumah tangga. ucapan yang benar dan ceritera ketuhanan dari weda. Tayorahamanu bhaksam bhaksayami wagadewi jusana somsya trpyatu saha pranena swaha. pemberi rakhmat kepada seluruh dunia.80. Ini adalah rumahmu. pusat penguasa yang kuat dan memberi perlindungan kepada engkau yang mulia. Engkau sesungguhnya dilengkapi dengan sifat-sifat yang diperlukan untuk hidup berumah tangga. Prajapatih prajaya saduamrararanastrini jyotidumasi sacate sa sodasi. mengendalikan dan menaik. Enam belas sifat dalam berumah tangga Yuswa hi kesina hari wrsna kaksyapra. memelihara tiga sinar cahaya yang cemerlang disemua ketiga zat-zat itu.2. Jinakan pikiranmu yang murung dengan ucapan weda mantra. Ia pemberi ke enam belas sifat-sifat itu. Ini adalah rumahmu. melayani memberi dan kemajuan. Enam belas kala Yasmana jatah paro anyo asti ya awiweasa bhuwanani wiswa. Upayamagrhito ‘sindraya twa sodasina esa te yonirindraya twa sodaine O pelindung harta kekayaan dan pengusir musuh. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup perkawinan penuh kesejahteraan dan enam belas ciri-ciri.18 .82. Engkau lengkapi dengan syarat-syarat yang diperlukan untuk hidup perkawinan. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup berumah tangga penuh sejahtera dan enam belas sifat-sifat itu. engkau adalah pengusir musuh dan yang memercikan kebahagiaan laksana mengusir awan. adalah merupakan dua kuda yang dipelanai/dipasang plangka (diikat menjadi satu).2. mempunyai air dan kekayaan. Ketahuilah permintaan kami disampaikan untuk permintaan kami. Dalam kereta kehidupanmu berumah tangga ini.Orang yang telah kawin. kepada siapa tiada lain dilahirkan yang lebih kuasa.15 7.2.17 7. yang telah memenuhi semua tempat. kekar badannya dan cepat untuk membimbing engkau ketujuan. Wahai manusia. Ceritera Ketuhanan dari Weda Idrasca samrada warunasca raja tau te bhasksm cakraturagra etam. Sesungguhnya Tuhan.

tidak dapat dilanggar. O suami yang berpikir jahat. Chanda Anustup adalah gurumu. pemberi kesenangan. madintamanam twa patmanna dhumoni.2.84.21 7. yang mengetahui chanda Gayatri. Upayamagrhito sindraya twa wimdha esa te yonindraya twa wimrdhe. dapat disanjung. Bhandanamtwa twa patmanna dhumoni. Saya menerima engkau. O suami yang tidak tetap pendirian. Weda Mengajarkan azas demokrasi Wi na indra mrdho jahi nica yaccha prtanyatah. Ini semua adalah nama-namamu. O suami yang tidak beragama.2. saya menghentikan engkau dari istri-istri orang lain yang lemah. Tindakan engkau ini adalah aturan permainan rahasiamu. untuk mendapatkan segala sifat-sifat baik. Saya menerima engkau. ucapan engkau yang patut dipuji melenyapkan kebodohan kami. Kami mendesak engkau untuk memberi kami kebahagiaan dan melenyapkan musuh-musuh kami. Ajarkanlah saya pelajaran yang baik untuk memperoleh sifat-sifat mulia. Sukram twa sukra a dhunobyayahnane rupe suryasya rasmisu. o istri. terkenal karena berbuat baik.7. tundukanlah musuh kami jauh-jauh. untuk mengetahui sifat-sifat hakekat api dan pelistrikan. Kami menerima engkau dilengkapi dengan kekuatan untuk memberi kebahagiaan dan mengusir musuh kami. Makna dan Fungsi Gayatri dalam Weda Upayamagrhito. saya menyalahkan engkau berkali-kali untuk mengejek istri orang lain yang sangat bersenang. Madhutamanam twa patmanna dhumoni. Yo asmam (2) abhidasatyadharam gamaya tamah.syagnaye twa gayatrachandasam grhnamindraya tristupshandasam grhnami Wiswebhyastwa dewebhyo jagacchandasam twa O raja mulia. saya memperingatkan engkau terhadap senggama dengan istri mulia orang lain. Kukunananan twa patmanna dhunomi. penuh pengetahuan. saya menjauhkan engkau dari mendekati istri-istri orang lain yang dermawan. yang mengetahui Weda.83. demikianlah jatuhkan (musuh) kemartabat yang rendah. menggairahkan.86. patut untuk mendapat penghormatan. rendahkan orang yang menantang kami. ia mencari-cari untuk melukai kami.85. Eta te adhnye namani dewebhyo ma sukrtam brutat. Sebagaimana matahari melenyapkan kegelapan. Untuk memperoleh sifat Mulia. Bresinam twa patmanna dhunomo. O suami . Patut dipuji.19 7. tindakan-tindakan dan atribut-atribut.2.2. Suami yang Tidak Beragama. Kami telah menerima engkau untuk semua sifat-sifatmu itu.20 7. Ide rante hawye kamye candre jyote’dite saraswati. O jenderal. dapat dikasihi. O suami yang berniat buruk. yang menjelaskan chanda Jagati. terpuji.

berjumlah 108 buah yang dibagi atas empat kelompok besar menurut jenis Sruti: 1). Kausalya putra Aswala. Tiga puluh empat dalam yadnya didunia ini. Wayu Dananjaya yang patut dipuji.2. ada dalam jiwa kita. Indrasca maturrasca krayayopotthito’surah panyamano mitrah krito wisnah sipiwista urawasanno wisnurnarandhisah. Tesan chinaduam samwetaddahmi swaha dharmo apyetu dewan. yang penuh kejantanan. O orang-orang yang terpelajar memahami.2. saya memisahkan engkau dari istri-istri orang lain yang berbicara manis. Atharwa Weda samhita memiliki 31 kitab upanisad. Rg weda samhita memiliki 10 kitab upanisad.88. Ketahuilah Tuhan olehmu. selalu bersinar cemerlang dihadapan kita dan mahir dalam fungsi tugas-Nya. Prasana Upanisad.yang berhati batu. Ketahui ia. Mereka menyangganya dengan memberi makanan. 3).2.90. Dhananjaya. untuk keberhasilan dalam transaksitransaksi dalam penggunaan listrik. Saya mempersatukannya dengan cekatan fungsi-fungsi dan kewajiban mereka yang berbeda.89.24 7. keenam (putra dari enam Rsi) semuanya tan patuh penganut Tuhan (Yang Maha Esa). membawa kayu api untuk yadnya ditangan mereka. sukesa ca gargyah kasusalyascaswalayane bhargawe waidarbhih kalbandhi katyayanas te haite brahmapara. Catustriduamsattantawo ye wiatnire ye iman yajnaduam swadhaya dadante. Sama Weda samhita memiliki 16 kitab upanisad. bermaksud hendak mencari ilmu Ketuhanan yaitu dengan cara menanyakannya kepada Resi Pilpalada pertanyaan tentang hal itu berharap bahwa beliau akan menjelaskannya. Penciptaan dan Penguasa.23 7.25 7. saibyas ca satyakamah. pergi bersama kepada Resi Pilpalada. 4). saya melarang engkau melakukan senggama pada waktu subuh dan waktu matahari memancarkan sinarnya. Prasana Upanisad adalah Upanisad dalam kelompok Atharwa Weda. memberi makan dan memelihara Tubuh. Bhargawa dari daerah Waidharbhi Kabandhi. putra Katya. cucu Surya. bersahabat dan melingkupi semua benda-benda. Tiga puluh empat Penyangga Yadnya. memuat enam macam pertanyaan yang isinya sebagai berikut: Sukses ca bharadwajah.22 7.2. bramanistha param brahmanwesamana esa ha wai tatsarwam waksyatiti te ha samitpanayo bhagawantam pipaladam upasannah. Satyakarma. 2). . O suami yang bodoh. Seluruh kitab upanisad dan Aranyaka. Sekesa. Gargi. Semoga yadnya ini dikendalikan oleh yang terpelajar. putra Bharadwaja. Yayur Weda samhita memiliki 51 kitab Upanisad. putra Sibi. angin dan awan.87.

Aditya hawai prano rayirewa candramah. bebas dari rasa takut dan sebagai rakhmatnya yang tertinggi. kekal abadi. Musim semi. buah. Maso wei prajapatistaya krisna paksa ewa rayih. dan dingin. sayur-sayuran. Ini adalah nirodha atau tujuan dan sebagai petunjuk tentang ini ada sloka sebagai berikut: Pancapadam pitaramdwadaksaktrimdiwa ahuh pare arddhe purisinam. yaitu zat baik yang tampak dan yang tidak tampak. bramacari. dimana jiwa bebas dari ikatan akhir dan mati. Etadwai pranamayatanametad amrta-mabhyametat. rayiwa atat sarwam yan murtacancamurttan ca Tasman murtirewe rayih. Tuhan. parayanam etasmanna punarawarttanta ityesa nirodhastadesa slokah. berkeinginan lahir anak-anaknya. . Mereka yang mencari Tuhan dengan cara tapa. suklah pranas tasmadete rsyah sukla istam kurwanti itara itarasmin. dengan memberi hidup kepada mereka sehingga mungkin kemudian mengembangkan dan memberi kelahiran pada makhluk-makhluk selanjutnya dari berbagai macam menurut jenisnya. dimana Jiwa tidak akan kembali lagi melainkan mencapai moksa. Namun ada pula orang bijak yang lain mengatakan ia yang duduk diantara tujuh kereta yang mulia (karena ada tujuh macam sinar) yang ditopang oleh enam jerujinya (karena penyebab timbulnya enam macam musim). ity etan me bahudha prajah karisyata iti.Tasmai sa Howaca prajakamo wai prajapatih sa tapo’tapyata. mereka yang sesungguhnya akan mencapai Suryaloka yaitu tempatnya sang cahaya atau Adityaloka yang berada di atas prana (kehidupan). panas. rerumputan dan seterusnya) dan disebut Pancapadam (berkaki lima) sebagai penyebab adanya empat musim dan disebut Dwadaksatri karena penyebab adanya dua belas bulan dan adanya bahkan jauh disebelah bulan dan bintang-bintang. iman (dalam kebesaran dan kepada Tuhan). lebih jauh dengan menjadikan kekuatannya dan melakukan karma yang benar dan dari padanya telah diciptakan dua pasangan badan yang berbeda. termasuk badan jasmani dan semua mahluk. Sesungguhnya matahari disebut Pitara karena memelihara semua mahluk yang ada termasuk pohon-pohon. mengenal dirinya dengan cara pengetahuan yang benar pergi melalui utara yana. Athottarena tapasa brahmacary ena sraddhaya widyayatmanam awisyadityamabhijsysnte. Atheme anye u pare wicaksanam sapata cakre sadara ahurapitamiti. Rayi sesungguhnya aspek matahari yang tampak. Penguasa atas segala makhluk yang ada. Sesungguhnya matahari adalah sumber dari semua hidup (prana) dan bulan sesungguhnya adalah rayi. Ia (Pipalada) menjawab kepada penanya Kabadhi sesungguhnya. hujan. sa tapastatwa sa mithunamutpadayate Rayilmca pranam ca.

dalam hal ini. dan Wayana. Hady hyesa atma. pikiran dan sebagainya) tidak dipercaya kepada prana. dengan mana yang terakhir. telinga dan pikiran semua senang dan mulai memuji prana (sebagai pemimpin dan menyangga yang sebenarnya dan pemulihan tubuh). demikian semua dewa-dewa yang disebut dalam badan itu tergantung dan mengikuti prana ini. Jiwa menetap dihati dimana didalamnya terdapat seratus syaraf. ibarat bayang-bayang mengiktui badan. mis Rg. Ia memasuki tubuh ini sesuai dengan pikirannya baik atau buruk perbuatan. Yang dikatakan Dewa-dewa (dalam badan. mata. Karena itu para resi melakukan ista yadnya pada masa sukla paksa. sedangkan yang lain-lainnya melakukannya pada waktu kresna paksa. karena dari lima belas hari raya (memberi hidup kapada materi) sedangkan lima belas dari yang terang adalah prana. Melalui prana dan pengendaliannya itu orang dapat belajar Weda sendiri. demikian prana terikat pada atman. masing-masing lagi dibagi memiliki dua ribu sub cabang yang lebih kecil. atraitadekasatam nadinam tasam satam satamaikasyam dwasaptatirdwasaptatih prati sakhanadisahasrani bawanyasu wynas’carati. Pada saat itu sang lidah. Ara iwa rathanabhau prane sarwan ksatram brahmaca pratistham. Te’sraddadhana babhuwuh so’bhimanadurdhwamutkramata iwa tasmannukamatyathetare sarwa ewotktramate tasmanisca pratisthamane sarwa ewa pratisthante yadyattha maksika madhukarara janam utkramatam sarwa ewotkramante tasimin pratsithamane sarwa ewa pratisthanta ewam wad manascaksuh srotranca te pritah pranam sturwanti. mata. Persis seperti semua kembang mengikuti permainannya dan berhenti dimana dia berhenti atau duduk. tetapi ketika prana beristirahat. yayur Weda. Yathaisa puruse chayaitasminnetadtatam Prana ini dilahirkan (karean alasan) dari atma (jiwa).Bulan disebut juga prajapati.Weada. Dapat memperlihatkan kebijaksanaannya yang bear atau sesorang tentara dapat memperlihatkan keberaniannya yang mengagumkan. prana tampak bangkit dengan nagga (karena dipersilahkan) seakanakan pergi meninggalkan badan itu. . manokrtena yatyasmin sarire. itu adalah Prana bergerak melalui kesemua itu. Sama Weda (dan Atharwa Weda) dan dari itu orang dapat melkukan maha yadnya atauy orang-orang bijaksana dan terpelajar. melihat itu (prana) bergerak keluar. yang lain juga beristirahat. mis lidah. rco yajudwamsi yajnah Ibarat jeruji dipasang pada porosnya roda sebuah kereta demikian pula halnya segala sesuatu ditetapkan dan digantungakan pada prana. Atmana esa prano jayate. telinga.

Penguasa atas banjir itu turun dalam embun. sedangkan Wayu menarik dan menambah nyawa seseorang. Syair : Gayatri Janiyanto nwagrawah putriyantah sudanawah. surga. lokam nayati. Kedua Dewi. Yunjnti bradhnamarusam caratam pari tasthusah. saraswatam hawamahe.27 7. Uta nah priya priayu saptaswasa sujusta. bertambah kuat. Matahari sesungguhnya terbit dalam bentuk prana luar. Mahi wa ksatratam dewesu. Rtamrtena sapantesiram daksama cate. Wrstidyawa rityapesaspati danumatyah. Sesungguhnya ia tersayang ditengah-tengah alirannya air yang tersayang. Dhiyo yo nah pracodayat.2. Sangat luaslah kekuasaanmu diantara Dewa-Dewa itu.91. tujuh saudara perempuan rindu akan cinta mendalam. Saraswati telah memperoleh pujian kami.Athaikayordhwa udanah punyaina punyam papanubhabhabhyamewa mnusyalokom. Kami menjumpai Saraswan sebagai laki-laki yang tak beristri mengingini istri. Prthiwiwyam ya dewata saita purusasya-panamawas. dengan mana mata dapat hidup. Semoga ia mengilhami doa kami. Semoga kami memperoleh kejayaan yang luar biasa dari sewa Sawitar. Sebagai orang-orang yang maha pemurah menginginkan putra. Ta nah caktam parthiwasya moharayo diwasya. demikian mereka mencapai kekuasaan itu. neraka atau kedunia manusia masing-masing menurut perbuatan mereka. Dengan hati-hati menundukkan hukum dengan hukum. Resi Wasistha. Tatsawiturwarenyam bhargo dewasya dhimahi. Karena itu tolonglah kami mencapai kerjayan itu kekayaan rakhani dan jasmani. memberi hidup kesemua mahluk. Tsbysntsrs yadakasah sa samano wayurwyanah. Adruha dewau warddhete. satu disebut sumsumna melalui mana jiwa digerakkan keatas Udana dan dari situ keluar dari badan berbagai tempat yang berbeda. Kemudian bumi menarik dan menambah apana seseorang. yaitu penglihtan. Dengan langit yang menhujani dan banjir yang melanda.26 Prana Alam semesta: Aditya ha wai bebyah wai bahyan prana odayatha hyenam caksusam pranamanugrhnanan. . Papena Keluar dari banyak macam urat syaraf itu. Brhntam garttamacate. Kedudukan tertinggi telah mereka capai. Dewata: Saraswan. Rocanre rocana diwi. Saraswati stomyabhut. tidak penipu.

O agni. sebagai pengatur. susu yang dipanaskan yang mempercepat menuju kepada surga dan umi. engkau menegtahui langsung jalan-jalan itu dan cara-caranya. Dengan demikian. Rasa dadhita criyam rodasyorabhi criyam. sangat bijaksana dalam yadnya. . Sesungguhnya. Mendorong para umatnya maju. Sa no mandrabhiradhwere jihwabhiryaja mahah. Yunjantyasya kamya hari wipakasana rathe. Agne yajnesu sukrato. Pendeta yang menyempurnakan upacara. Dhiya cakre warenyo bhutanam garbhama dadhe. kuda yang kecoklat-coklatan dengan menggarakkan abah-abahnya yang kemilau. Pada dua sisi kreta mereka pasang dua ekor kuda coklat yang ia sayangi. A dewanwaksi yaksi ca. membawa para Dewa dan memujinya. Kuat. Coklat. Widathani pracedayan. Hota dewo amatyah purastadeti mayaya. Waji wajesu dhiyatedhwaresu pra niyate. Wettha hi wedho adhwanah pathacca dewanjasa. Mitho nasanta jamibhih. Ia dibuat oleh pikiran. dengan kekuatannya yang ajaib ia menuntun kejalan itu. Resi. Tuangkan cairan itu. Wipro yajnasya sadhanah. Agni Dewata. Dewebhirmanuse jane. Karena. A sute sincata criyam rodasyorabhi criyam. engkau telah dijadikan Hotar itu pada setiap yadnya. dengan suara merdu dilagukan untuk kami. Te janata swamokyam sam watsase na matrbhih. Cona dhrsnu nrwahasa. dewata Agni-indra. Ia yang Maha Tinggi adalah kekauatan yang aktif. Gayatri Twamagne yajnanam hota wicwesam hitah. Rasa dadhita wrsabham. Dewata Agni-Dewa. Gayatri. Engkau buat sinar itu dimana cahya itu tiada dan membentuk wujud dimana wujud itu sendiri tidak ada. ia jalankan perbuatan yang sakti. Resi Haryata Pragatha. upacara yadnya yang mulia. Benih ciptaan yang ada telah saya peroleh. berani yang membawa Pahlawan seterusnya. Ia dipimpin selanjutnya dalam upacara suci. Persembahkan cairan itu kepada banteng itu. Barhaspatyo Bharadwaja. Oleh para DewaDewa diantara suku-suku manusia.Mereka yang berdiri disekeliling Dia. O manusia diciptakan bersama dengan pajar. dan Dewata. Ketum krnwannaketawe peco marya apecase Samusadbhirajayathah. Daksasya pitaram tana. pendeta Hotar. Luar biasa. Kekal abadi.

ala. Terpuji. saya memperindah nyanyian-nyanyian saya sebagai Kanwa. Bagian harta yang ada diantara (kami). Gayatri. gayatri. Agni. janmana girahcumbhami kanwawat. sanim gayatram nawyamsam. mereka buat makanan pengganggu di surga.as. Dan ini lagu kidung kami yang baru. Mereka datang bersama keluarga mereka. Dewata Agni. Engkau mengatur pahala-pahala itu. Sadyo dascusa ksarasi. O Agni. Indaya gawa aciram duduhse warjrine madhu. Cunahcepa Ajigarti. Untuk Indra. Upa srakwesu bapsatah krnwate dharunam diwi. yang maha mulia. Indre agna namah swah. Yatsimupahware widat. Diama kami nyanyi bersama nyanyian-nyanyian kami. Ciksa waswo antamasya. Bila mereka didapatkan ada dalam ruang bawah tanah? Resi. A harayah sasrjrirerusiradhi barhisi. Aha middi pituspari medhamtasya jagraha. bagian harta yang sangat dekat kepada kami. penjaga sapi. Indra. Imamu su twa. Raja orang-orang pembrani. dewata indra. dengan lagu. Ahamusya iwajani. hormat. Melalapnya dengan taring-taringnya yang serakah. cahaya. laksana anak lembu disisi induknya. kerahim Engkau mengatakan keberuntungan kami yang baik kepada Dewa-dewa. Yatrabhi samnawamahe. yang bersenjatakan guntur. Gayatri. Ye twamidra na tustuwur rsayo ye ca tustuwuh. Dewata Surya-Indra. Resi Priyamedha Anggirasa. Kuda-kuda yang coklat telah dikirim kemari. Dan Indra sendiri mendapatkan kekuasaannya dari padanya. Putra kebenaran. Yenedrah Dengan mengikuti kebiasan dahulu. sapi-sapi pada mengeluarkan susu bercampur madhu.Ini yang mengetahui tempat tinggal mereka. Abhi pra pra gopatim girendramarca yatha wide. Resi Watsa keluarga Kanwa. seakan-akan gelombangnya sindhu Engkau mengalir cepat menuju pemuja. Sunum satyasya satparim. Mamedwardhaswa sustutah. Agne dewessu pra wecah. begitu ia dikenal. Dari Bapak saya memperoleh pengetahuan yang dalam mengenai hukum yang abadi. Berilah kami bagian harta kekayaan yang sangat tinggi. Wibhaktasi citrabhano sindherurma apaka a. dekat. Saya dilahirkan seperti Matahari itu. . Untuk Indra . yang merah ada pada rumput suci. Aham pratena cusmamiddadhe. Ano bhaja parameswa wajesu madyamesu.

yang cemerlang. O. harta yang banyak dalam bentuk kuda dan sapi.Agni. Gayatri. Agni. Mardikam dhehi jiwase. Wicwasu dhisu wandya. Bila kidung dinyanyikan seterusnya! Ano agne rayim bhara sastrasaham wareyam. Dewa-Agni. O Agni berilah kami harta yang pasti. penerima pesta atas persembahan. Tam twa ghrtasnawimahe citrabhano Dewam a witaye waha. Dan kami akan menang tiap hadiah melalui dia. Agne pawaka rocisa mandraya dewa jihwaya. Semoga nyanyi-nyanyian kami mempercepat Agni maju laksana armada melaju dalam perlombaan. Tam no hinwa maghattaye. Witihotram twa kanwa dyumantamsmami-dhimahi. Gayatri Agnim hinwantu no dhiyah sapti macumiwajisu. Agni yang patut jadi pilihan kami. A dewan waksi yaksi ca. Bawakan kami harta yang dikuasai terus. Agni. A no agne sucetuna rayim wiswayu pasacam. Kirimkan itu kepada kami untuk mendapatkan harta. Agni. Agung dalam yadnya. suci dan kudus.Agni. Limpahkan rajmat melalui kebajikanmu. Bawalah olehmu Dewa-dewa dan memuji mereka. Agne brhantama-dhwere. Dewata-Agni. Agne sthuram rayim bhara prthum gomantamacwinam. Tak pernah terkalahkan dalam setiap pertarungan kami. atau telah memuji Engkau bertambah pula kekuasaan itu oleh pujian saya. Kami mengharapkan engkau mandi dalam mentega. Tena jesma dhanamdhanam. kekayaan. rakhmati kami dengan bantuan Engkau. dengan sinar cahyamu dan indahmu yang menyedapkan. siapakah yang mengawasi matahari? Bawalah dewa-dewa itu pada upacara ini. Minyaki lubang itu olehmu. harta untuk menujang kami seterusnya. Yaya ga akaramahai senayagne tawotya. Gayatri. pasukan yang banyak dimana kami akan mendapat Sapi untuk diri kami melalui pertolongan Engkau. Wicwasu prtsu dustaram. Resi Ketu Keluarga Agni. Resi Gotama keluarga Rahugana. Awa no agna utibhirgayarasyaprabrahmani. Resi. Dewa. O Agni. kami telah menghidupkan engkau. putarkan roda itu. O sinar yang cemerlang. Indra. Resi Atreya. dipuji dalam semua doa kami. . Rakhmatmu menyebakan kami dapat hidup.Adapun juga yang Maha Resi tidak pujikan. Angdhi kham wartaya pawim.

Sinar cahayamu. Kaste jamirjananamagne ke dacwadhwarah. Kemari. Dadhajjyotirjanebbah. Sakha sakhibhya Idah. Sahabat yang engkau paling sayangi. O Agni. Wrsnam twa wayam wirsan wirsanah samidhimahi. pijar ditempat tinggi. Agnirmyddha diwah kakutpatihprthiwya ayam. Dewata Agni. bahkan laksana kuda yang membawa para Dewa. Melihat penyanyi. Bawalah mitra. Bawalah mereka. Twam hawismanta idato. pada rumah engkau. tersayang. Ia juga adalah penguasa dunia. . Agne didyatam brhat. Ircise waryasya hi datrasyagne swah patih. Manusia dengan persembahannya berharap kepadanya. Jumpai untuk dihormati dan dimohon. Samagniridhyate wrsa. memperlihatkan dalam indahan melalui kesusraman. Agni? Siapa yang menghormati dengan yadnya? Kepada siapa tanggungjawabnya? Siapa Engkau itu? Twam jamijananmagne mitro asi priyah. Agni adalah kepala dan tinggi disurga. Angi kuat dinyalakan baik. menguasai hadiah-hadiah terpilih. Keluargamu. suci dan agung. memberikan dai hidup. Stota ayam tawa carmani. penyanyimu. Udagne cucayastawa cukra bhra janta irrate. Agni. bersemayam ditempatmu. mendapatkan perlindungan dari pada engkau. bawalah Dewa-dewa itu. Siapakah keluargaan pada manusia. Resi Warupa Anggirasa. yang kuat. Agne yaksi swam damam. pada upacara yadnya yang besar. indah dan mulai. terbaik. Ko ha kasminnasi critah. Gayatri. Dewata-agni. Agni. Ia percepat benih-benih air itu.ajarama suryam rohayo diwi. Apam retamsi jinwati. Agneketurwisamasi presthah crestha upasthasat. Menanjak keatas. dinyatakan dengan baik. Memberi rakhmat sinar kepada manusia. Resi wiswamitra Gathina. Yaja no mitrawaruna yaja dewam rtam brhat. tingkatkan sinarmu. Waruna. dewata Agni. Bodha stotre wayo dadhat. Semoga saya. Engkau telah membuat matahari. bintang yang nanjak kelangit. Wrso agnih samidyate acwa na dewa wahanah. Gayatri. Idenyo namasyastirasmamsi darcatah. gayatri. pada manusia Agni. Engkau adalah sinar cahaya bagiu manusia. Sesungguhnya Agni dewa cahaya. Resi Gotama keluarga Rahugana. Sahabat yang sahabat dapat diharapkan. O Agni. Tawajyatimsyarcayah. Agni.Agne naksatra.

seperti yang telah diucapkan oleh orng-orang suci yang bijaksana. Puja dan puji kami persembahkan kepada Dewi Sawitri yang maha bijaksana. yang hanya secara sebdirian saja mampu mengatur yadnya yang diselenggarakan oleh para Brahmana (weda) yang telah mengkonsentrasikan indra-indra.. dapat memperoleh kekuatan untuk mencapai surga.setelah melihat Dewa Agni. Oleh Prajapati. Pemujaan Sawitri Yunjanah prathamam manas tattwaya sawita dhiyah agner iyotir nicayya prthiwya adhyabhacat.Sang Api yang bersinar. (Puja. Agnir yatrabhimathyate wayur yatradhirudhyate semo yatratiricyate tatra samjayate manah. Engkau Agni. semoga Dewi Sawitri berkenan memanifestasikan cahaya universal yang tidak terbatas itu untuk kesempurnaan kita. dan intlek. semiga kita dengan melakukan konsentrasi pikiran. Yunjate mana uta yunjate dhiyo wipra wiprasya brhato wipasitah. yang bersinar-sinarnya tidak terbatas yang meliputi segala sesuatu. Wi hotra dadhe wayunawid eka in mahi dewasya sawituh paristutih. kami pahlawan.Kami akan menyalakan Engka. dinyalakan dengan lembut. Dengan mengkonsenkan indra-indra. Yuklwaya manasa dewan suwaryato dhiya diwam brhaj jyotih karisyatas sawita prasuwati tan. yang memperkuat kami. Puja dan puji kami persembahkan kepada Brahma yang paling kami muliakan.92.berkenan memberikan sinar terangnya kepada bumi. dan Air Soma dituangkan dengan tepat pada Piala Ritualnya. Dengan berkah dari Dewi Sawitri yang bersifatuniwersal. Dengan pelaksanaan Yadnya. dimana Api. yang mengetahui gerak-gerik semua mahluk yang untelligen..2. untuk memperoleh kesunyataan.406) 7. Yuktena manasa wayam deasya sawituh sawe suwargeyaya saktya. semoga Dewi Sawitri. . pikiran dan intleknya. Yuje wam brahma purwyam nabhir wisloka etu pathyewa sureh srnwantu wiswe amrtasya putra a ye dhamani diwyani tastuh. bercahaya sangat agungnnya. kepada Brahman. semoga Jiwa kami menjadi sempurna. yang kuat. Dengan mengkonsentrasikan indra-indra pikiran dan intlek.Sang Surya yang sedang muncul dicakrawala itu. dapat didengar oleh Brahma. yang berjalan dijalan yang benar. serta oleh Putera-Putera dari Yang maha Abadi. Semoga doa dan puji kami. dimana Angin yang kencang diredakan. yang menempati sorga sebagai tempat tinggalnya. pikiran. .1979:37. .

sesuai dengan ketentuan Ajaran Yoga. leher. . bebas dari batu-btu krikil. dan kepala. Nihara dhumarkanilanam khadyota-widyut-sphatika-saninam. yang telah dilakukan sebagai tradisi sejak jaman dahulu kala. Dengan berkah dari Dewi Sawitri. Etani rupani purussarani brahmany abhiwyaktikarani yoge. Pranan prapidyeha samyukta cestah ksine prane nasikayo’ cchwasita. serta kedudukannya tepat dengan bagian-bagian tubuh lainnya. Orang yang telah melaksanakan ajaran-ajaran Yoga. yang bebas dari pandangan yang menyakitkan mata. dan kita dijauhkan dari terkena penderitaan. yang mula-mula tampak dengan mata batinnya adalah munculnya Brahman. Dengan kemampuan menguasai indra-indranya. Tritunnatam sthapya samam sariram hrdindriyani manasa samniwesya. Dustawa-yuktam iwa waham enam widwam mano dharayeta pramatah. marilah kita laksanakan Upacara Persembahyangan Brahman. orang-orang bijaksana dapat mencapai yang menjadi tujuan dengan hasil baik. Dengan membiasakan diri bersikap meditasi yang baik. berkeadaan tegak lurus. dan dengan mengatur pernafasannya. yaitu ketiga tubuh bagian atas. apa bila telah berhasil. maka Jalan Kehidupan kita akan terbebas dari ikatan hasil Karma yang pernah kita lakukan. orang-orang yang bijaksana dengan ber-Perahu-kan Brahman. Apabila tingkah laku kita sehari-hari didasari dengan prinsip-prinsip persembahyangan tersebut. Dalam melakukan meditasi untuk dapat dengan Tuhan Yang Maha Esa. yang terlindung dari angin yang keras. dengan indra-indra dan pikiran dikalahkan oleh Hati yang murni. yang teduh dengan pohon-pohon yang rindang. hendaklah telah diubah dan tepat untuk bertapa brata. yang dekat dengan air. bebas dari api. Dengan persyaratan meditasi yang demikian itu. jika dilakuakn dalam gua. mengalahkan keinginan rendahnya. dapat mengarungi samudra kehidupan yang dahsyat. bebas dari debu. dan suara-suara yang terdengar hanya yang menyenangkan pikran. Namo’nukule na tu cakcu pidane guhe niwatasrayane prayojayet. Brahmodupena pratareta widwam srotamsi sarwani bhayawahani.Sawitra prasawena juseta brahma purwyam tatra yonim krnawase na hi te purtam aksipat. yang ciri utamanya Latihan Konsentrasi Pikiran. dada. orang-orang yang bijaksana mampu mengendalikan pikiranya seperti seorang kusir kereta yang mahir mengendalikan kreta-kreta kudanya yang liar. hendaklah dipilih tempat yag suasananya murni. yang gelombang-gelombangnya menakutkan itu. Same sucau sarkawa sakara wahni waluka wiwarjite sabda jalasraya dibhih.

yang sifatnya abadi yang bebas dari ketidaktahuan. berkat latihan-latihan meditasi. . pikiran tidak ternodai dengan keinginan-keinginan rendah. kristal dan bulan. yang penuh warna aneka ragam yang sangat indah. menjadi halus tutur bahasanya. halilintar. yang dari tertutup tanah. yaitu yang berhubungan dengan unsur: tanah. yaitu keberadaan sifat-sifat Brahman yang tidak terlahirkan. dalam orang mempraktekkan yoga. api. dan jarang buang air besar maupun air kecil. Na tasya rogo na jara na mrtyuh praptasya yogagnimayam sariram. bebas dari penyakitpenyakit. cahaya. Prthwyapryatejo’nilakhe samutthite pancmake yo-gune prawrtte. perabaan surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada bagian tengah lidah. setelah dibersihkan menjadi mengkilat dan mengeluarkan sinar yang berkilaua-kilauan. air. mampu mencium bau-bau harum. kunang-kunang. rasa sakit dan kematian. Yathaiwa bimbam mrdayo’paliptam tejomayam bhrarajate tat sudhantam. Yadatma tatwena tu brahm-tattwam dipopamene’ha yktah prapasyet ajam dhruwam sarwa tattwair wisuddham jnatwa dewam mucyate sarwa pasaih. berkepribadian yang mantap. memiliki wajah yang simpatik dan berwibawa. matahari. angin. maka dia terbebas dari semua ikatan-ikatan. penglihatan surgawi. tetai yang manifest sebagai sebuah Cahaya yang amat terang benderang. udara dan ether. badan menjadi ringat. Lagutwam arogyam alolupatwam warna –prasadam swara-sau-sthawam ca. Seperti segumpal emas atau segumpal perak. dengan jalan memusatkan pikiran pada pangkal lidah. Tad watmatattwam prasamiksya dehi ekah krtartho bhawate wita-sokah. Hasil pertama dari meditasi. apabila orang telah dapat membakar badannya dengan api meditasi. telah membangunkan kesaktian-kesaktian Yogaprawtti penciuman surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada ujung hidung. sehat.yang berwujud sebagai kabut. maka orangnya tidak lagi terkena sesuatu penyakit. Setelah orang dalam melakukan meditasi telah mencapai titik dimana dia telah dapat menyadari dan menghayati tentang sifat Dirinya Ynag Sejati. adalah berupa dicapainya keadaan-keadaan. diprolehnya kemampuan dapat melihat berbagai warna yang indah dan bersinar-sinar. Gandhas subho mutrg-purisam alpam yoga prawrttim prathamam wadanti. masa tua. dan pendengaran surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada langit-langit di atas lidah. Keaktian-kesakstian tersebut dicapai. yang semula ditutupi oleh awan ketidaktahuan yang gelap. setelah orangnya menyadari dan menghayati sifat Dirinya Yang Sejati. Apabila kesaktian Yogaguna dalam tubuh seorang Yogi. pengecapan surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada ujung lidah. lalu dia dapat manunggal dengan Tuhan Yang Maha Esa (Brahman) serta bebas dari terkena penderitaan.

seorang Maha Yogi yang telah mencapai Kesempurnaan. karena Dia mampu mengambil wujud yang beraneka jenis. sampaikanlah penghormatanmu! Pujalah Dia!. Sarwa disah udhwan ewam sa dewo bhagawan warenyo yoni-swabhawan adhitisthaty ekah. yonis ca sarwah rsim prasutam kapilam yas tam arge jnair bibharti jayamanam ca pasyet. Yo dewa’gnau yo’psu wiswam bhuwanam awiwesa. yang telah memasuki Alam Semesta. dan Brahman berperanan kembali sebagai Yang dipertuan Yang Maha Agung atas alam semesta. Untuk mencapai kesempurnaan. lalu setelah tiba saatnya menarik kembali Jala-Nya. kepada Maha Yogi ini. Kemudian setelah datang saat penciptaan berikutnya. Kepada seorang Maha Yogi yang seperti seorang Maha Dewa. serta mampu melihat ke segala penjuru. Dia terlahirkan yang pertama kalinya didalam rahim Hiranya Garbha. diciptakan kembai alam semesta dengan semua isinya. yang menjadi Sang Maha Pengatur atas benih dan semua bentuk yang ada dialam semesta ini. mencapai Pengetahuan Suci dan melenyapkan ketidaktahuan. Di arena Maya. sedang Ketidak-Tahuan bersifat tidak abadi. widyawidye isate yas tu so’nyah. Dia mampu berada didalam diri semua mahluk. yang ada didalam Tanaman Obat-Obatan yang tumbuh setiap tahun. hendaklah orang-orang mengontrol keduanya. Pengetahuan Suci bersifat Abadi. serta berlaku sebagai Saksi atas keduanya. Beliaulah yang seakan-akan seorang Ibu. (Sudiarto. yang ada didalam Api. Yo yonim adhitisthaty eko wiswami rupani. yang ada didaerahdaerah Hutan. Hanya dia yang merupakan satu-satunya nyata. Dia telah dilahirkan. terdapat Pengetahuan Suci dan Ketidak-Tahuan. dan akan terlahirkan kembali. Brahman setelah dengan berbagai cara melemparkan Jala Beliau. mampu melihat makhluk di mana pun dia berada. G Pudja. yang Kesempurnaannya meliputi semua Alam. ya oshadisu yo wanaspatisu tasmat dewaya namo namah. Sa ewa jatah sa janisyamanah pratyam janamis tisthati sarwato-mukhah. Sesungguhnya Dia. widya/sidye nihite yatra gudhe ksaram tw awidya hy amrtam itu widya. ada didalam Air. Pada Brahman Yang Maha Esa Abadi dan tidak terbatas itu. Dia diberi dibelakang semua mahluk. 1992:20-27) Dwe aksare brahma pare tw nante. yang ada didalam pohon-pohonan. itu seperti seorang Maha Dewa.Esa ha dewah pradiso’nu sarwah purwo hi jatah sa u garbe antah. yang belum manifest. asmin ksatre samharaty esa dewah bhuyah srstwa patayas tathesas sarwadhipatyam kurute mahatma. Ekaikam jalam bahudha wikurman. . yang dari dalam pikiranNya melahirkan Putera yang bijaksana. dan mengawasi kelahiran itu.

Pengetahuan Suci tentang sifat-sifat Brahman itu disimpan secara rahasia didalam kitab-kitab suci Weda dan Kitab-Kitab Suci Upanishad. serta dilengkapi dengan sifat-sifat kejiwaan lainnya. melakukan suatu kerja dengan mengharapan hasilnya. Tad weda-guhyopanisatu gudham. . dan dibawah. Sang Purusha menghayati kehidupannya secara berulang-ulang. memerintah seluruh isi alam semesta dan menghidupkan benih-benih kehidupan. Atman itu yang dapat kita bayangkan sebagai sebesar ibu jari. Naiwa stri na puman esa na caiwayam napumsakah yad yac chariram adate tena sa raksyate. begitu pula dilengkapi dengan sifat-sifat atau kemampuankemampuan kejasmanian. serta diruang-ruang antara keduanya. dapat menegluarkan sinar yang berkilau-kilauan. yang wajib kita puja itu. sehingga mereka itu dapat memperoleh keabadian. Gunanwayo yah phala-karma-karta krtasya tasyai wa sa copabhokta sa wiswarupas trigunas tri-wartma pranadhipas samcarati swa-karmabhih.Seperti Matahari yang memberikan sinar-sinarnya disudut-sudut alam. sekecil dari tongkat pemacu hewan. Dan Beliau memasakkan benih-benih kehidupan yang ada di Alam Semesta ini. Dan Jalan Pengetahuan Suci. Ya ca swabhawam pacati wiswayonih. serta menentukan sifat-sifat tertentu yang diperuntukkan bagi setiap jenis makhluk. tad brahma wedate brahma-yonim ye purwam dewa rsyas ca tad widuh te tanmaya amrta wai babhuwuh. Dengan ditempuhnya Ketiga Jalan. demikian juaga Brahman yang menjdiYang DipertuanYang Maha Agung atau atas alam semesta. Brahman secara sendirian memerintah Alam Semesta dengan semua isinya. Jalan Kebajikan. jika kita bandingkan dengan Brahman tmpak sangat kecil. yaitu Jalan yang terwarnai Kejahatan. Walaupun demikian. pacyam ca sarwam parinamayed yah sarwam etad wiswam adhisthaty eko gunan ca sarwam winiyojayed yah. Agustha-matro rawi-tulya-rupas samkala-hamkara-samanwito yah buddher gunenatma-gunena caiwa aragra-matro hy aparo ’pidrstah. Atman itu berkeadaan sebesar seperseratus ujung rambut dibagi seratus. Para Dewa dan para Resi yang hidup di zaman dahulu telah dapat menyadari dan menghayati keberadaan Beliau didalam dirinya. Sang Purusa yang diakruniai sifat-sifat tertentu. Walagra-sata-bhagasya satadha kalpitasya ca bhago jiwas sa wijne yas sa canantyaya kalpate. yang suci. yang masing-masing memiliki kemiripan dengan Sang Maha Penciptanya. tetapi memiliki kemampuan yang tidak terbatas. kebesaran diri dan memiliki kemampuan dapat memutuskan sesuatu. diatas.

Dewassyaisa mahima tu loke yedenam bhramyate brahma-cakram. Siapa yang telah dapat menyadari dan mengahayati kesunyataan Siwa yang berbahagia. dan dengan menhayati hawa-nafsu hawa nafsu.Atman itu tidak bersifat wanita. Dia menjadi tampak keberadaan berbeda dari satu inkarnasi ke inkarnasi berikutnya. prthwapya-tejo. sama seperti bahwa tubuh itu dapat mengalami pertumbuhan. bhawabhawa-karam siwam kala-srga-karam dewam. Sthulalani suksmani caiwa. yang tidak bersifat material. memilih sebagai tubuh wujud yang kasar atau halus. ye widus te jahus tanum. tidak bersifat pria juga tidak bersifat banci. yang telah mencipta alam semesta dengan seluruh isinya. yang wujud-wujudnya tak terhingga itu. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan bahwa Brahman itu tidak berpermulaan dan tidak berakhir. yang menjadi sumber yang berjari-jarikan Enam Belas. maka dia akan mengetahui bahwa Brahman-lah yang menggerakkan Roda Alam Semesta itu. maka dia dapat bebas dari semua ikatan. maka dia akan dapat terbebas dari semua ikatan. kalam tathanye parimuhyamanah. Beberapa orang bijaksana. dan mengalami kedewasaannya. penglihatan. Atman dpat mengambil suatu wujud makhluk yang bagaiamana pun tubuhnya. karean orangnya memakan makanan dan meminum minuman. Tetapi apabial dia sudah terbebas dari Maya dan sudah mencapai kesunyataan. Bhawa-grahyam anidakhyam. Yenawrtam nityam idam hi sarwam. Anady anantam kalilasya madhye wuswasya srastaram aneka-rupam.nila-khani cintyam. Wiswasyaikam pariwestitaram jnatwa dewam macyate sarwa-pasaih. menganggap yang menjadi penyebab munculnya segala sesuatu yang ada itu adalah Alam atau waktu. pikiran. Samkalpana-sparsana-drsti-mohair grasambhu-wrsty-atma wiwrddhi-janma karmanugany anukramena dehi sthanesu rupany abhi samprapadyate. perabaan. jnah kalakaro guni sarwawid yah tenestitam karma wiwartate ha. yang menjadi penyebab munculnya exsistensi dan non exsistensi. sesuai dengan hasil karmanya. Swabhawam eke kawayo wadanti. Atman berinkarnasi secara berulang-ulang di dibeberapa tempat. rupani dehi swa-gunair wrnoti krya-gunair atmagunais ca tesamyoga hetur aparo ’pidrstah. Atman yang berinkarnasi sesuai dengan sifat dan karmanya. serta yang meliputi dan meresapi seluruh alam semesta. . Dengan menggunakan kemampua. yang masih diliputi oleh Maya. dengan mengambil berbagai tubuh.

maka dia dapat manunggal dengan Brahman. Brahman setelah mencipta Alam Semsesta. Brahman itu berada diatas tiga bagian dari waktu: masa yang telah lalu. yang memiliki semua sifat-sifat. Juga kegiatan penciptaan yang berhubungan dengan waktu intelek yang halus.Udara dan Ether itu dicipta dan dipeerintah oleh Brahman. itu adalah Maha Pengatur seluruh isi alam semesta dan memekarkan semua Benih kehidupan. Dharmawaham papanudam. Denagn berhentinya aktivitas kerjanya yang demikian itu. Siapa yang melaksnakan kerja sesuai dengan sifat-sifatnya. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan bahwa Dia itu lebih besar dari pada Pohon Alam Semesta. Pinciptaan Kembali. dan juga bahwa Brahman itu adalah Pencipta dan Pendukung Kebajikan serta Penghancur Dosa-dosa. Tata karma krtwa winiwarya bhuyah. kegiatan penciptaan yang ketiga. serta bahwa Brahman itu menjadi tumpuan dan bergerak Alam Semesta didalam mengalami Perputaran Roda: Penciptaan. sebagai yang ada didalam Hati Sanubarinya. maka hal itu berarti aktivitas kerjanya behenti. dan yang Maha Mengetahui. dan keadaannya berbeda dari keduanya itu. Dia adalah sumber munculnya segala sesuatu. yang menjadi Yang dipertuan atas waktu itu. tattwasya tattwena sametya yogam ekana dwabhyam tribir asthabir wa. aklena caiwatmagunaisca ca suksmaih. bhawan ca sarwan winiyojayed yah team abhawe krta-karma-nasah karma-ksaye yari sa tattwato’nya. Penghancuran. Sa wrksa-kalakrtibhih paro’nyo yasmat prapancah pariwartate’yam. Arabhya karmani gunawitani. Pemeliharaan. kemudian menggabungkan prinsip ROH dengan prinsip ZAT. ayng secara berulang-ulang mengadakan penciptaan dan penghancuran. yang keberadaanya ada dimana-mana. maka dia akan dapat bebas dari ikatan-ikatan. dan seterusnya. Beliau adalah Sumber dari persebaban.Alam semesta dengan segala isinya. yang terdiri dari: Tanah.Air. Tetapi Beliau juga dapat manifest diluar waktu. bhagesam jnatwatmatwatmastham amrtam wiswa-dhama. Adis sa samyoga-nimitta-hetuh paras trikalad akalo pidrstah tam wiswarupam bhawa-bhutam idyam dewam swa-citta-stham upasya-purwam. yaitu kegiatan ciptaan tunggal. Siapa yang memuja Brahman yang menjadi Sumber dari Alam Semesta itu. Masa sekarang dan Masa yang akan datang. kegiatan penciptaan yang kedua. dengan meletakkan hasilnya kepada Brahman. yang meliputi dan meresapi Alam semesta. yang menjadi Yang dipertuan yang . dan lebih besar dari pada Sang Waktu. serta kegiatan penciptaan kedelapan. Beliau yang bersifat abadi. yang maha bijaksana.

tam dewatanam paramam ca daiwatam. yang mengeluarkan cahaya yang berkilau-kilauan. yang meliputi dan meresapi seluruh bagian dari Alam Semesta. Yas tantunabha iwa tantubhih pradanajaih swabhawatah dewa ekah swam awrnot. Bahkan tidak ada sesuatu Lingga yang dapat menjadi Tanda Kehadiran Beliau di suatu tempat. yang sanubarinya manusia merupakan tempat bersemayamNya. Tidak ada yang menjadi Orang-Tua ataupun Raja bagi Brahman. Tidak ada penguasa yang kuasanya melebihi Brahman. yang keberadaannya ada pada diri setiap makhluk. Na tasya karyam ca widyate. Brahman adalah Maha Penguasa yang menjadi Jagat-karana. yang dihasilkan oleh Pradhana-Nya. na tat samas capy adhikas ca drsyate parasya saktir wiwidhaiwa sruyate swabhawiki jnana bala-kriya ca. Brahman adalah menjadi penyebab munculnya segala sesuatu yang ada di alam Semesta ini. Na tasya kascit patir asti loke. Pada diri Brahman itu tidak terdapat sebab-akibat. dan sudah ada sejak makhluk itu dilahirkan. yang telah mencipta Alam Semesta ini. sa no dadhad brahmapyayam. yaitu: Kebaikan. maka dia dapat menunggal dengan Brahman. Karmadhyaksas sarwa-bhutadhiwasas saksi ceta kewalo nirgunas ca. widama dewam bhuwanesam idyam. yang menjadi Yang dipertuan atas tingkah laku semua mahluk. Sumber Penggerak. Patim patinam parastat. dan bersifat abadi. yang wajib dipuja sebagai Sang Maha Penguasa atas Alam Semesta. yang dalam memikir tanpa menggunakan pikiran. . berkenan memberi berkah kepada saya. Didalam Alam Semesta ini tidak ada seorang makhluk yang menjadi ahli yang kemampuannya melebihi Brahman. Marilah kita puja Brahman yang keberadaannya ada pada setiap makhluk. na karanam karanadhipadhipo na casya kasjjanita na sadhipah. yang semisal labah-labah yang dengan benangnya yang keluar dari dalam dirinya. Semoga Brahman.Maha Agung atas Alam Semesta. na cesita naiwa ca tasya lingam. Aktivitas. Kesaktian Beliau menapak dengan munculnya berbagai ragam wujud. Marilah kita puja Dia Maha Raja yang Maha Agung dari semua Raja Maha yang Maha Agung dari semua Dewa. Sumber Pengetahuan. Yang dipertuan yang Maha Agung dari semua penguasa. sehingga saya dapat amnunggal dengan Beliau. Tidak ada diseluruh alam Semesta ini tampak menyerupai Beliau atau yang mampu melebihi Beliau. Eko dewas sarwa-bhutesu gudhas sarwa-wyapi sarwa-bhutan-tar-atma. yang keberadaannya di setiap diri maklhuk berlaku sebagi Sumber kekuatan. yang merupakan inti batinya setiap mahluk. dan yang ketiga sifat. yang paling besar dari semua yang Besar. dan Kegelapan diluar diri Beliau. Tam iswaranam paramam maheswaram.

Dia telah mencipta alam Semesta dengan seluruh isinya. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan ini. Beliau adalah . Karena Brahman itu berkeadaan di Alam Semesta pun menjadikan segala sesuatu di Alam Semesta ini menjadi mampu mengeluarkan sinar-sinarnya. Eko hamso bhuwanasyasya madhye. Beliau telah menciptakan semua isi Alam Semesta dari satu benih. Beliau adalah Roh dari semua makhluk dan adalah Sumber dari segala sesuatu yang makhluk dan adalah sumber dari segala sesuatu yang ada di alam ini. Bulan. selain melalui jalan yang telah ditempuh oleh Beliau yang berjalan di Jalan Suci itu. Sa wiswa-wid tma-yonir jnah kala-karo guni sarwawidyah pradhanaksetrajna-pati gunesah samsara-moksa-sthiti-bandha-hetuh. yang walaupun sendirian. dapat terbebas dari kematian. dia akan terbebas dari semua ikatan. Dia adalah semisal Matahari yang telah mampu membakar habis semua Ketidak-Tahuan.Eko wasi niskriyanam bahunam ekam bijam bahudha yah karoti tam atmastham ye’nupasyanti dhiras tesam sukham saswatam netaresam. Nityo nityanam cestanas cetanam eko bahunam yo widadhati kaman tat karanam samkya-yogadhigamyam jnatwa dewam mucyate sarwa-pasaih. Beliau memahami seluk-beluk ciptanNya. nanyah pantha widyate yanaya. Beliau adalah maha mengetahui. Dia adalah Roh yang telah sempurna. Di Alam-Nya Brahman tidak perlu terdapat Matahari. Beliau memiliki sifatsifat yang sempurna. tasya bhasa sarwam idam wibhati. dan BintangBuntang untuk meneranginya. serta adalah Penguasa atas Kesadaran yang terdapat pada diri setiap makhluk. karena Beliau hanya berlaku sebaga Maha Saksi. Juga disana tidak perlu Halilintar atau Api. Beliau adalah penguasa waktu. Kiranya tidak ada jalan lain untuk mencapai Kebahagiaan Sejati. Namun Beliau tidak perlu secara nyata-nyata aktif melakukan aktivitas Beliau itu. Beliau adalah yang dipertuan atas Pradhana. yang bagaikan seekor Hamsa yang berjalan di dunia ini. Beliau juga adalah Penguasa Triguna. sa ewagnis salile saniswitah tam ewa widitwatimrtyum eti. nema widyuto bhanti kuto’yam agnih. sedang orang-orang lain belum dapat memperolehnya. Adalah Maha Pemikir dari para Pemikir. Na tatra suryo bhati na candra-tarakam. dapat memberikan kepuasan atas keinginankeinginan yang diinginkan semua mahluk. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Rahasia Agung yang tersimpan didalam Ajaran Samkya dan Yoga. Orang-orang bijaksana yang telah dapat menyadari dan menghayati kehadiran Brahman di dalam diri sanubarinya. Dia adalah paling abadi dari yang abadi. Tam ewa bhatam anubhati sarwam. Dia adalah Maha Penguasa memerintah seluruh alam Semesta. akan memperoleh Kebahagiaan Yang Sejati.

waktu yang selalu menjadi maha pengatur Alam semesta. dan maha Pelebur. bebas dari ikatan-ikatan dunia. Sa tanmayo hy amrta isa-samstho jnas sarwago bhuwana-syasya gopta ya ise asya jagato nityam ea-nanyo hetur widyate isanaya. saya berlindung kepada Brahman yang menjadi Penyebab dimanifesatsikanNya yang paling permulaan adalah Dewa Brahma. tanpa memiliki kesalahan-kesalahan. dan sangat dihormati oleh Resi. Niskalam niskriyam santam nirawadyam niranjanam. sebab tidak ada seorang makhluk pun yang mampu melakukannya. amrtasya param setum dagdhendhanam iwanalam. Walaupunorang untuk menghentikan penderitaan-penderitannya. telah berusaha sekuat-kuatnya. semisal memeras ether atau mengepres kulit. maka dia akan tidak akan berhsil. tidak melakukan ssesuatu aktivitasaktivitas. Tapah-prabhawad dewa-prasadac ca. Dalam melenyapkan dosa-dosa yang ada pada diri makhluk-makhluk berkeadaan sebagai Maha Api yang membakar kayu-kayu apinya. tanpa terkena noda-noda. brahma ha swetaswataro’tha widwan. selalu menjadi Yang dipertuan atas Alam Semesta. Brahman itu tidak memiliki bagian-bagian. tetap bersifat abadi. Melalui melakukan Tapa-Brata dan atas limpahan berkah dari Brahman. bebas dari penderitaanpenderitaan. berkeadaan tetap diam. prowaca samyagrsi-samgha-justam. Beliau adalah maha Pemelihara. bersifat Maha Meengetahui. Kebahagiaan Yang sejati hanya dapat dicapai melalui mempelajari Ilmu Ketuhanan. dan yang telah memberi kepadanya Kitab-Kitab Suci Weda.Penganugerah Penyebab untuk dapat bebas dari penderitaan-penderitaan. Dia yang untuk sementara menifest sebagai eksistensi. Yada carmawad akasam westayisyanti manawah tada dewan awijnaya duhkhasyanto bhawisyati. Beliau merupakan jembatan Emas menuju ke Pencapaian Keabadian bagi makhluk-makhluk. Untuk dapat memperoleh kebebasan Spiritual. jika tanpa mempelajari ilmu Ketuhanan. Atyasramibhyah paramam pawitram. Sang maha Resi Swetaswatara dinyatakan sebagai yang telah dicapai tingkatan Spiritual Paramahamsa. sebagai penjaga Alam Semesta selalu waspada menjaganya setiap waktu. dn untuk mencpai kebahagiaan yang sejati. . yaitu salah satu yang tertinggi dari kempat tingkatan Diksa. Yo brahmanam widadhati purwam. yo waiwedams ca prahinoti tasmi tam ha dewam atma-buddhi-prakasam mumuksur wai saranam aham prapadye. bebas dari eksistensi.

Yasya dewa para bhaktir yatha dewe tatha gurau.93.Wedante paramam guhyam purakalpe pracoditam naprasantaya datawyam naputrayasisyaya wa punah.2. yang dengan tulus memuja Brahman dan menghormati Guru. isanam Indra tasthusah. yang telah diberikan oleh Brahman kepada kita di zaman dahulu kala. Brahma dewam anu ksiyati brahma daiwajanir wisah. Tuhan Yang Maha Esa bersamayam didalam wujud sebagai para dewa. Satas ca yonim asatas ca wi wah Sang Hyang Widhi Wasa memperlihatkan keaslian segalanya apakah terwujudkan ataukah tidak terwujudkan’ Ya ime dyawa jajana Sang Hyang Widhi Wasa menciptakan langit dan bumi. Misteri yang paling dalam dan paling agung dari Ajaran Wedanta. Brahman menempatkan eilayah tengah yang luas ini di atas dan dijarak lintas. Aham jajana prthiwim uta dyam. Tuhan Yang Maha Esa adalah Abadi (tak terhancurkan) dan dia adalah pelindung yang ulung. hendaknya kita berikan rahasia Ajaran Kitab Suci Upanisad ini. Kepada orang-orang yang berjiwa luhur. Sweta Swatara Upanisad. Brahman Menciptakan bumi ini. Brahman menempatkan langit di atasnya. ’Aku (Tuhan Yang Maha Esa) menciptakan langit dan bumi. Brahma jajnanam prathamam purastat Hyang Widhi Wasa adalah pertama-tama. tasyaite kathita hy arthah. prakasante mahatmanah. Isanam asya jagatah swardrsam. Tuhan Yang Maha Esa. Aku menciptakan musim-musim dan tujuh buah sungai. yang ada di alam semesta. akan berwajah yang berseri-seri. agar mereka dapat mengetahui dan dapat mengamalkan Ajaran Kitab Suci Upanisad ini. bersemayam pada media-media yang suci. walaupun dia anak laki-laki kita atau siswa kita yang kita cintai. Atharwaweda. Brahmana bhumir wihita brahma dyaur uttara hita brahma-idam urdhawam tiryak cantariksam wyaco hitam. hendaknya jangan diberikan kepda orang-orang yang masih belum mampu menguasai hawa-nafsu hawa-nafsunya. prakasante mahatmanah. aham rtun ajanayam sapta sindhun. (1982:53-63). Tak seorangpun mencapai kebahagiaan tanpa mengetahui Tuhan Yang Maha Esa yang bagaikan ayah. . 7. Brahmedam anyatnaksatam brahma sat ksram ucyate. yang mempercayai sepenuhnya kepada Brahman.

kuda-kuda. So agnih sa u suryah sa u ewa mahayamah.Brahma-enad widyat tapasa wipascit. Surya (Matahari) dan Maha Yama (Dewa kematian) So-aryama sa warunah. tidak yang ketiga maupun yang keempat Se esa eka ekawrd eka ewa Tuhan Yang Maha Esa adalah satu dan hanya tunggal (Esa) Sarwe asmin dewa kkrawrto bhawanti Semua para dewa menjadi satu di dalam Dia. Tuhan Yang Maha Esa tidak dipanggil yang kedua. (Tuhan Yang Maha Esa adalah Agni (api). Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Agung disembah dengan teguh untuk kemakmuran semua. hidup bahagia. Se ewa mrtyuh so-amrtam Tuhan Yang Maha Esa adalah (penguasa) kematian dan Tuhan Yang Maha Esa adalah kekekalan. sa rudrah sa mahadewah. . Orang bijaksana mengetahui Tuhan Yang Maha esa/Sang Hyang Widhi Wasa dengan sarana penebusan dosa. yatredam brahma kriyate paridhir jiwanaya kam. Tuhan Yang Maha Esa adalah Aryaman. manusia. Twam Indras twam mahendrah (Tuhan Yang Maha Esa. Wenas tat pasyat paramam guha yat. Waruna. termasuk sapi betina. Orang Bijaksana yang suci membayangkan (memwisualisasikan) Tuhan Yang Maha esa yang berdiam dalam hati. Rudra dan Mahadewa. Dia bersinar dalam bentuk yang berbeda-beda. Setiap orang. Upo te badwani yadi wasi nyarbudam Semua bentuk yang tak terkira banyaknya dihubungkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung. Na dwityo na trtiyas caturtho napi-ucyate. Engkau adalah Indra dan Mahendra) Sarwo wai tatra jiwati gaur aswah purusah pasuh. Yad ekam jyotir bahudha wibhati Ada satu Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung yang bercahaya. dan binatang.

Yasmad rco apataksan yayur yasmad apakasan. Skambha idam wiswam bhuwanam a wisesa. Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung. Samaweda adalah rambut-Nya dan Atharwaweda adalah mulut-Nya. Tuhan Yang Maha Esa ada dimana-mana. Sa widyat brahmanam mahat. Sutram sutrasya yo widyat. apakah ia dimanifestasikan (diwujudkan) ataukah tidak dimanifestasikan (tidak terwujudkan). Dia yang mengetahui benang yang saling hubungan dari alam-semesta. swar yasya ca kewalam tasmai iwesthaya brahmane namah. menjadi seragam dengan dia. Regweda dan Yayurweda berasal dari Dia. dimasa kini maupun dimasa datang. Dia berbahagia sepenuhnya.Skambho dadhara dyawaprthiwi ubhe imk skambho dadhara-uru-antariksam Brahman yang menyokong dan menggenggam langit dan bumi kedua-duanya. Samani yasya lomaniatharwangiraso mukham. baik dimasa lampau. Dia juga menggenggam atmosfir (lapisan udara yang meliputi bumi) yang luas ini. Alam semesta yang sempurna ini diberi makanan oleh Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Sempurna. Asac ca yatra sac ca-antah Segalanya. Yo bhutam ca bhawyam ca sarwam yas cadhitidthati. Sampasyan yati bhuwanani wiswa . Tat sambhuya bhawati-ekam ewa Brahman adalah inti (permulaan) alam semesta dan segalanya. Pumat purnam udacati purnam pumena sicyate Alam semesta yang sempurna berasal dari Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Sempurna. Mengenal Sang Hyang Widhi Wasa Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung. Kami menghaturkan persembahan (korban) ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung (Mahkluk Agung itu). Yah sramat tapaso jatah Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Agung disadari dengan ketekunan dan penebusan dosa. Brahman Skhamba meliputi seluruh alam-semesta. yang dilarutkan. ada didalam Sang Hyang Widhi Wasa.

yasmat prananti bhuwanani wiswa Sang Hyang Widhi Wasa menghidupkan dan menghancurkan. Tuhan yang Maha Esa Yang Maha Agung (Makhluk Teragung). Balad ekam aniyaskam ute-ekam naiwa drsyate.28 O yang dipertuan Atas Sabda-Sabda. Samawedda dan Yajurweda. semoga kekuatan- . menjadi semua bentukbentuk kehidupan. membakar. Segala macam zat memasuki tubuh manusia seperti misalnya kebijaksanaan. atau tiga kali tujuh. Dewa yang kekal dan bertuah ini (yaitu Sang Jiwa Agung) bertempat tinggal di dalam tubuh manusia yang fana. Rgweda. Yang satu (yaitu sang Mula Prakrti) adalah bahkan lebih halus dari pada rambut dan yang lain (yaitu jiwatman atau jiwa individu) adalah tidak dapat dilihat. dan dapat menyatu dengan sanubari saya.Sang Hyang Widhi Wasa-Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung bergerak mengamati seluruh alam smesta Sariram brahma prawis at sarire-adhi prajapatih. datanglah kemari bersama-sama dengan Para Dewa. Dia adalah sumber penghidupan seluruh alam semesta. Do’a agar ajaran-ajaran Suci yang dipelajari terpatri dalam sanubari Dengan pola Trisapta. tatah pariswajiyasi dewata sa mama priya. bimbinglah saya. dan setiap pengetahuan yang harus diajarkan. Sariram brahma prawisad rcah sama-atho-yajuh. tiga dan tujuh. Yang dipertuan Atas Sabda-Sabda berkenan memberi tugas kepada saya. Yo marayati pranayat. pengetahuan praktis. Bentangkanlah perlindunganMu kepada saya. tetap seperti ujung-ujung busur itu didekatkan dengan ditariknya tali sekuat-kuat. (Titib. Semoga yang dipertuan Atas Sabda-Sabda yang menguatkan hubungan dari saya dengan diri Beliau. yang menjadi jumlah tak terhingga. Sang Hyang Widhi Wasa memasuki tubuh manusia dan Dia menjadi raja tubuh itu. serta semoga saya senantiasa dapat ingat akan ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari. Iyam kalyani-ajara martyasya amrta grhe. Tetapi dari yang paling halus dan dewata yang meliputi semuanya (yaitu Iswara atau Jiwa Agung) adalah satu-satunya obyek (tujuan) dari cinta. dan membekali saya dengan kekuatan-kekuatan yang berasal dari diri beliau. semoga kekuatan-kekuatan hubungan diri saya dengan diri beliau. O yang dipertuan Atas kebaikan. yac ca-anyad upadesyam. 1996: 169-182). semoga hari ini. Kekuatan kehidupan manifes. Widyas ca wa awidyas ca.

O Indra. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. Semoga saya tidak ditinggalkan oleh Ajaran-Ajaran Suci itu. yang berkekuatan seratus kali lipat. pancaranmu mengalir deras. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. atau tombak. anugrah dari Waruna. semoga saya dapat dipersatukan dengan ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari. dengan kekuatan dari Beliau itu. anugrah dari Mitra.kekuatan itu dapat selalu berada didalam diri saya senantiasa dapat ingatkan Ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari. yaitu bumi dengan banyak aspek-aspeknya. Datanglah kemari. anugrah dari Parjanya dan kami mengetahui dengan baik. Seperti bahwa diantara Surga dan Bumi itu terdapat pohon bambu. pancaranmu mengalir deras. karena mengisap banyak air. semoga saya-lah yang engkau pilih sebagai tempat persinggahanmu. semoga di bumi. anugrah dari Parjanya dengan kekuatan dari Beliau itu. demikian juga smoga batang gelagah itu menjadi penghalang penyakit dan pengaruhpengaruh jahatnya. nyanyikanlah lagu penyembuhan dengan terompet gelagah yang menggetarkan irama merdu. O Penarik tali busur kehidupan yang mahir. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. jauhkanlah kami dari serangan panah. Obat dengan menggunakan batang rumput Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. O. semoga di bumi. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. karena mengisap banyak air. yang menjadi Ibundanya. Kami mengetahui gelagah SangAyah. Do’a Penyakit Kencing menjadi Sembuh dengan rerumputan. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. semoga di bumi. yang diatasnya mengisap banyak air. karena mengisap banyak air. dengan kekuatan dari Beliau itu. atau senjata-senjata lainnya. singkirkanlah jauh-jauh orang-orang yang berniat jahat kepada kami serta orang-orang yang membenci kami. . pancaranmu mengalir dengan deras. yang berkekuatan seratus kali lipat. tariklah tali busur kehidupan kami! Kuatkanlah tarikanmu itu sekuat batu! Dengan kekuatanmu yang hebat itu. Yang dipertuan atas Sabda-Sabda. Pada saat-saat Sang Lembu sedang membelai pohon-pohon. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. yang berkekuatan seratus kali lipat.

dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. pancaranmu mengalir deras. dengan kekuatan dari Beliau itu. Saya pecahkan yang menjadi penghalang aliran air kencing si sakit. kita harapkan dapat meneruskan Yadnya kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. pancaranmu mengalir deras. yang mengabung menjadi satu. dengan mencampur susu dengan madu. semoga di bumi. sesuai dengan tugasnya masing-masing.Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. Seperti panah yang terlepas dari busurnya. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. semoga semua penghalang menjadi lenyap. Do’a mensucikan air. anak-anak perempuannya menyelenggarakan upacara Yadnya. karena mengisap banyak air. seperti itu semoga aliran kencingnya si sakit menjadi deras. seperti itu semoga aliran kencingnya si sakit menjadi deras. saya menyelenggrakan persembahyangan dengan memercik-mercikan air suci yang saya ambil dari Sungai Sindu yang suci. semoga semua penghalang menjadi lenyap. semoga dapat menjadi tauladan mengalir air kencingnya si sakit. Semoga penghalang aliran air kencing si sakit menjadi tidak kuat lagi. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. seperti kalau orang memecahkan bendungan air. dengan kuatnya melesat meninggalkan busurnya. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. yang mengalir dengan lancar itu. Mahkluk-mahkluk yang menghuni sebelah sananya matahari. semoga di bumi. Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. yang dapat menjadi minuman bagi sapi-sapi saya. aliran kencingnya si sakit menjadi deras. anugrah dari Sang Matahari. Saya memohon turunnya Air Surga. seperti itu juga aliran kencingnya si sakit menjadi deras. semoga semua penghalangnya menjadi lenyap. semoga seperti yang kepunyaan-Mu. Kedua saluran air kencing-Mu. untuk persembahan Para Ibu melaksanakan kewajibannya di bidang agama. yang berkekuatan seratus kali lipat. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. seperti air itu tidak tahan lagi dihalang-halangi dalam gerakkannya menuju ke laut. dengan kekuatan dari Beliau itu. karena mengisap banyak air. dan yang menjadi sahabatnya Sang Surya. yang berkekuatan seratus kali lipat. . semoga semua penghalangnya menjadi lenyap. anugrah dari Sang Bulan.

Didalam Air Suci. segar dan kuat. Pendeta pemberi cahaya. air suci ini dapat menjadikan kuda-kuda saya dan sapi-sapi saya berkeadaan senantiasa sehat. Berilah kami kesejahteraan.Didalam air suci ini terdapat Amerta. Air Yang Murni. 7. sehingga saya dapat melihat dalam banyak tahun. dengan semangat yang tinggi segairah dan sebahagia Ibu yang menimang-nimang anaknya. kuat dan terkenal Engkau. saya memohon kesembuhan dari penyakit. (Sugiarto. dengan jalan meminumnya. semoga air suci yang bersifat ke-Tuhanan ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit kami dapat mensejahterakan kami. Engkau beri pemuja itu dengan kekuatanmu itu. tentulah engkau mau menjadikan kami berkeadaan yang segar kembali dan tampak gembira dan bahagia. Air Yang Suci. air kehidupan didalam air suci ini terdapat daya penyembuh terhadap penyakit-penyakit. dan hari-hari depan yang cerah-lah yang menjadikan kami melaksanakan upacara pensucian air ini. Engkau adalah Dewe yang cemerlang. berilah kesejateraan. Dengan pertolongannya. Agni berkata kepada saya bahwa Api Suci itu dapat menjadi sarana penyembuh bagi semua penyakit. terlindungi. Kami akan membuat engkau puas. O Agni. berilah saya kekuatan penyembuh. o Sang Air yang datang dari udara. Soma berkata kepada saya bahwa Air Suci itu dapat menjadi sarana penyembuh bagi semua penyakit. Sama Weda Agne tawa waye mahi bhrajante arcayo wibhawase. O Sang AirYang Suci. berlah kami kesejahteraan . . o Sang Air yang ada di dalam sumur. lindungilah badan saya. Atharwa Weda. O. yang telah mampu mengendalikan diri dalam penguasaan terhadap benda-benda. dan didlam Api Suci. berilah kami kesejahteraan. Perasaan aman. o. bahkan juga yang telah mampu menguasai manusia. cepatlah engkau menjadi air suci. o Sang Air yang ada di lemah-lembah berilah kami kesejahteraan. dan panjangkanlah usia saya. o Sang Air yang ada di rawa-rawa. agar engkau cepat memunculkan sifat-sifat sucimu.2. melalui air suci ini. Brhadbhano cawarsa wajamukthyam dadhasi dacusa kawe. harta dan kebajikan terpuji. dan taruhlah berkah keselamatan dari Tuhan Yang Maha esa melalui dirimu! Dari Sang Air Suci.94. o Sang Air ada dalam periuk air. semoga daya-daya kesembuhan dan kesehatan yang berasal dai Air Suci ini dapat memancar dan mengalir masuk kedalam diri kami. karena engkau sangat baik hati. nyalamu menjulang tinggi. 1983:3-9).

penolong yang menakjubkan mereka itu. Iskartraranadhwarsaya pracetasam ksayantam radhasomahah. yang mengatur jalannya yadnya. Engkau beri kekayaan yang mendatangkan keberhasilan. O yang maha pemurah. Engkau antar kami kepada kekuasaan yang maha indah. Yang merupakan hubungan persahabatanmu adalah menurut pilihanmu. dinyalakan pada waktunya. Rtawanam mahisam wicwadarcatamagnim sumnaya dadhire putre janah. putra perkasa. banyak bentuk. turun-temurun manusia mengungkapkan-nya dengan lagu-lagu pujian. Taca drapso nilawandaca rtwuyaindhanah mahinamusamasi priyah ksapo wastusu rajasi. ramah. O Jataweda. Twe isah sam dadhurbhurriwarpama ccitrotayo wamajatah. memberi bantuan sebagai seorang anak. Urjonapajjataweah sucastibhirmandaswa dithibhirhitah. Crutkarnah saprathastamam twagira daiwyam manusa yuga. Dewata yang suci. yang mempunyai harta berlimpah dibawah pengawasannya. dengan kemilauan yang sempurna itu Engkau mengangkat dirimu sendiri dalam sinar. bersenanglah Engkau sendiri. Engkau. tampak kepada semua orang suci. Sa darcatasya wapuso wi rajasi prnaksi darcatam kratum.Putro matara wicarannupanasi prnskdi radosi ubhe. sisnawa dade. keturunan mulia. pensuci yang kemilau. agni. engkau hubungkan rapat-rapat dunia dan surga. Engkau adalah teman tercinta bagi Fajar yang agung. O Dewa yang abadi. Dengan sinar yang cemerlang. kuat. Yasya twam sakhyamawita. Engkau memberi rakhmat kebaikan dan banyak makanan. Irajyannagne prathayaswa jantubhirasme rayo amartya. dalam kidung nyanyian-nyanyian kami yang benar. yang sangat terkenal.Pawakawarcah cukrawarca anunawarca udiyarsi bhanuna. Ia melakukan dengan bantuanMU yang membawa dia banyak putra-putra pemberani dan mengerjakan perbuatan-perbuatan besar. Padamulah mereka tumpukan berbagai macam bali. Ratim Saya muliakan Pendeta itu. . Engkau bersinar dari keindahan wajahmu yang tmpak. Engkau bercahaya dalam kemilauan di waktu malam. Twam Percikan adalah hitam dan gemercik. wamasya subhagam mahimasam dadhasi sanasim rayim. Orang-orang telah meletakkannya dihadapan mereka. Agni menyebar meluas sebagai pengausa atas segala yang hidup: beri kekayaan kepada kami. untuk memperoleh rakhmatnya. Agni. Pra so agne tawotibhih suwirabhista rati wajakarmabhih. Engkau mengunjungi kedua Ibunda. dengan telinga mendengar. semua dilakukan.

Kepada Dia yang jaga itu syair kudus ini datang. bentuk yang sempurna dan bersatu. Pujilah sahabat yang duduk dihadapan. lagu-lagu Saman mendekatinya. Ia memancarkan cahaya lebih cemerlang di langit. Yune wacam catapadim gaye sahaswawartani. Telah menjadikan Dewa-dewa sahabat yang dikenal. Yo jagara tamayam soma aha tawa ham asmi sakhye nyokah. O Agni. Indra adalah Cahaya. Agnirindraya pawate diwi cukrowirajati Mahisiwa wi jayate. saya menyanyi apa yang Gayatra. Tamit samanam wannacca sirudhoantarawaticca suwate ca wicwaha. demikian pohon-pohon dalam hutan dan tumbuh-tumbuhan mengandungnya dalam diri mereka dan menghasilkannya terus-menerus. Agnirjagara tamayam aha tawa hamsmi sakhye nyokah. Gayatram traistubham jagat. kembaliah Engkau lagi. Selamatkan kami dari penderitaan dan kesengsaraan. pujilah. Agnirjagara tamrcah kamayantesgnirjagara tamu samani yanti. Agni mengawasinya. Gayatra. Agni menjadi cemerlang untuk Indra. Cahaya adalah Agni. saya mengasuh dan dijadikan tempat tinggal saya sebagai persahabatannya. Dewa oksami cakrite. Gayatram traistubham jagadwiswa rupani sambhrta. Saya pergunakan kalimat yang berkaki seratus. Tristup. Saya pergunakankalimat berkaki seratus. Ia kirimkan keturunannya laksana seorang permaisuri. Soma ini berkata kepada Dia yang bangun dan melihat. Agni adalah penjaganya. Tristup. Punarnah pahyamhasah. Yune wacam catapadim. Saya mengasuh dan membuat tempat tinggal saya dalam persahabatanMu. kepada Dialah dikatakan Soma ini. Panururja ni warttaswa punaragna isayusa. Namah sakhibyah purwasadbhyowe namah saksamnisebhyah. . Agnirjyotir agnirindro jyotirjyotirrindrah. Agni inilah yang berinduk pada air membawa kehidupan. Surya adalah Cahaya. kepada ia yang didudukkan bersama. Suryo jyotirjyotih suryah. Jadi dalam hal seperti itu. Hymne yang kudus mencintai Ia yang bangun dan melihat. Cahaya adalah Surya. dan syair Jagati. Begitu waktunya tiba.Tamosadhirdahire farbhamrtwayam tamapo agnim janayanta matarah. Agni adalah Cahaya. kembalilah lagi dengan kekuasaan. Cahaya adalah Indra. Yo jagaraga tamrcah kamayante yojjagara ramu samani yanti. Agni adalah penjaga dan Richas mencintainya. dari sebagai benih mereka yang tumbuh-tumbuhan telah terima. Hymne Jagati.

Seadainya saya penguasa ternak sapi. kepada para pemuja yang memeras air soma. Dhanusta indra sunrta yajamanaya sunwate. . Karenya berilah kami kekuatan agar dapat kami hidup. Engkau Saudara kami dan sabahat kami. Wiswapsnya wiswataspari. Engkau Bapa kami. penguasa tunggal atas semua gart. Suryasya bhanumrtutha wasanahpari swayam medhamrjro jayana. Tasya no dhehi jiwase. ya. Gamacwam pipyusi duhe. Uta wata pitasina uta bhratota nah sakha. Apo hi stha mayobhuwasta na urje dadhatana.oga kami peroleh dengan penuh kebahagiaan. O Indra. memberikan kami yang menjadi kekeuatan. Tasma aram gamamawo yasya ksayaya jinwatha. O Agni.Saha rayya ni warttasuagne pinwaswa dharaya. O Watra. baliklah kembali membawa harta. Saya akan tiada pilihan untuk memoperkuat dan memperkaya pendeta itu. meyehatkan. dariMu. O Dewata yang Maha Kuasa. Indra. Dengan dirimu sendiri. Mhe ranaya caksase. engkau pembawa kesehatan dan rakhmat. Abhi waji wicwarupajanitram hiranyayam bibhradatkam suparnah. Apo janayatha ca nah. Sesungguhnya Apah. Wata a watu bhosajam cambhu mayobhu no hrde Pra na ayumsi tarisat. Seandainya saya ingin seperti Engkau. Yadaham gopatih syam. So no jiwatawe krdhi. Kebaikanmu adalah dalam melimpahkan banyak lembu dan sap. Ya dade wata te grhe amrtam nihitam guha. Yo wh siwatamo rasastasya bhaja yateha nah. Yadindraham yatha twamiciya waswa eka it. Berlimpah-limpah Amrita terdapat jauh disebrang sana. Wata. yang tempat tinggalnya mempercepat kami dengan apah. yang engkau miliki. penyangga semua yang mengalir. Yang se. peercikan olehMu kepada kami dari segala penjuru. Berilah kami sebagian dari embun yang amat suci. Berilah kami karenyanya agar kami dapat hidup. Sebagai seorng ibu yang merindukan yang tercinta. menggerahkan hati kami. Semoga wata meniupkan paramnya kepada kami. Karenya tolong kami olehmu menuju kekuatan. Semoga Ia perpanjang hari-hari hidup kami. Stota me gosakha syat. Pemuja saya harus kaya dengan sapi Sikseyamasmai disteyam cacipate manisine. Karena Engkau kami senang hati pergi kepadanya. Ucatiriwa matarah.

melihat dengan mata ruwah. Kecemer-langannya. menguak. Sangkratndanenamnimisa ekawirah catam sona ajayat sakamudrah. Ia menjerit keras. Ia telah memakai ribuan jubah yang sesuai menurut dirinya. Tegak. sebagaimana undang-undang pemerintahan. Urddhwe gandharwo adhi nake asthatpratyangcitradasyayudhani. burung yang mempercepat sampai ke tempat Yama. laksana banteng yang mengasah tanduknya. Pemberi banyak hadiah dalam ratusan. burung Garuda memakai pakian keemasannya ditempat kelahirannya. telah memperoleh yadnya sendiri. sebagaimana seekor burung yang bersayar kuat yang naik menuju ke langit. Dipakai pada saat waktunya disertai sinar Surya. membuat kejayaan yang maha tinggi. cemerlang yang dikumpulkan dimukan bumi dan disitu berkembang. menggerakan manusia. sebagai yadnya penyangga sinar sang Surya. ribuan penunjang surga-surga. Diangkasa. meumbuhkan keagungannya. Sahasradah catada bhuriwa dhartta diwo bhuwanasya wicaptih. . Hiranyapaksam warumasya dutam yamasya yonan cakumam bhuwanyum Mereka memandang Engkau dan lam meerindukan semangat mereka. utusan Waruna. Drapsah samudramabhi yajjati pacyan grdhrasya widharman. Pahlawan tunggal. Nake suparnamupa yatpatantam hrdantam hrdawenanto abhya caksata twa. merah. Gandharwa telah mendaki ke surga. Barbagai macam bentuk benih Ia letakkan dalam air. menyerang dengan cepatnya. Bhanuh cukrana cocisa stritrye cakre rajasi priyani Bila laksana percikan Ia datang mendekat ke samudra. Engkau yang bersayap keenam. Ayam sahasra pari yukta wasanah suryasya bhanum yajno dadhara. karena sebagai cahya melahirkan bentuk-bentuk menyenangkan kepada kami.Pasukan berkuda memakai bermacam bentuk. memperlihatkan kepada kami berbagai macam senjata. Wasano atkam surabhim draca kam awarna nama janata priyani. Acuh cacino wraabhe na bhimo ghanaghanah ksbhannaccasaninam. Apsu retahcicriye wiswarupm teyah prthiwyamadhi yat samabhuta. Cepat. benih dari pencari jalan yang giat. Berpakian manis dan indah dilihat. dengan mata yang tidak berkedip. menakutkan. Anatarakse swam mahimanam mimanah kanikranti wrsmo acwasyaretah. (demikian) Indra mengalahkan ratusan musuhnya dengan segera. menyenangkan dalam dirinya yang cerlang cemerlang.

penakluk dalam pertarungan. Jaya dalam perang. saudrasaudara. Brihaspati. Abhigotrani sahasa gahamannodayowirah caramanyurindah. berlengan kuat. sekarang. Dengan raungnya yang keras. usirlah musuh kami jauh-jauh. Tinggalkan dirimu sebagai pahlawan dan laksana Indra ini. berjaya. pemecah belah pasukan. dhrsna. kuat dan garang. Indra. teguh. sekarang.Sankrtandenamisena jisnuna yuktkarena duccyawanena Tadinddadrena jayata tatsahadhwam yudho nara isuhastana wrsa. pemenang pembrani. penakluk engkau pahlawan. memanahkan panahnya dengan baik. Indra. semoga Ia melindungi pasukan kami dalam peperangan. penakluk segala. pembunuh raksasa. selalu waspada. tak tergoyahkan dan tak terlawan. Sa isuhastaih sa nisanggibhirawaci sam srasta sa yudha indro ganena. pemenang dalam peperangan. Sam srstajit somapa bahucardhyu gradhanwa pratihitabhirasta. Ikutilah Dia. pejuang terkemuka. naiki kreta penaklukMu. memberi laki-laki dan pahlawan. dengan busur panah yang kuat. Golok bagi kedai-kedai. terbang dengan keretamu kemari. Balawijnayah sthawirah sahaswanwaji sahamana urgrah. Imam sajata anu wirayadhwamindram sakhayo anusam rabhadwam. Brahaspate pari diyai rathena rakse hamityam apabadhumanah. yang tangannya memegang panah. sukar untuk mengalahkan. pemenang sapi. Peminum Soma. . menembus kandang-kandang sapi dengan kekuatan yang tidak terkalahkan. bersenjatakan petir. putra penakluk. perlihatkan kesungguhan dan keberanianmu. yang menumpas satu pasukan dan dengan kekuasaannya memusnahkannya. Indra asam nota brhaspatirdaksina yajnah pura etu Dewasennanamabhibhanjatinam jayntinam maruto yantwagram. Ia memerintah bersama Dia yang memagang senjata dan menaklukkan Indra yang bersama pasukannya membawa rombongan bersama penakluk musuh. Indra yang kuat. abhisatwa sahajo jatwasahoja jaitramirdra rathama tistha gawit. pemusnah. Abhawiro Sang (Yang) jelas oleh kekuatanMU. Gotraidan gawidam wajrabahum jayatamajma pramrnan prmartamojasa. pemenang sapi. pembangkit peperangan. somah. Jadilah pelindung kereta kami. pahlawan tak mengenal belas kasihan dengan kemarahan. tidak terkait. Prabhanjantsenah pramrno yudha jayannasmawamedhyawita rathanam. Ducyawanah prtanasadayudhyo asmakam sena awatupra yutsu.

wah carmayacchatu. mendekat O Maghawan. demikian musuh kami menetap dalam kegelapan. Pasukan Dewata yang menaklukkan dan menghancurkan. Aswasrta para pata carawye brhahnasam cite. Ya Dewa-Dewa. Urga wah santu Majula. semoga Indra menjadi ahlawanMu yang pasti. Sembunyikan dan benamkan mereka kedlam kegelapan yang tak ada ajalannya sehingga tidak seorang dari mereka dapat mengenal satu dengan yang lain. Pekik Dewa-dewa yang memang mengangkat tingitinggi. menagkan hari itu. Asau ya sena marutah paresamabhyeti na ajosa sparddhamana. dan biar keriuhan kreta yang menag perang menanjak. Asmakam wira unttare bhawantwasmam udewa awata hawesu. Preta jayata nara indro bahawejnadhrsya yathasatha. pimpinlah merekaini. Engkau tangkap badn mereka dan berangkat. O Maghawan. Abhi prehi nordaha hrsu cokairandhenamitrastamasa sacatam Membingungkan perasan musuh kami. Biar pasukan Maruta berjalan paling depan.Indra. Semoga Indra menolong kami bila bendera-bendera kami telah berkumpul. pahala dari yadnya. Uddharsaya maghawannayudhanyut satwanam mamakanam Udwartahanwajinam warjinanyudrathanam yantu ghosah. O Ogha. Tam guhata tamasapawratena yataitesamanyo anyam sa janat. senajata kami merangsat semangat pahlawan perang. yang mendahului mereka. Dewa-Dewa yang berpikiran mulia yang menyebabkan dunia gemetar. O pembunuh Writra. raja Waruna. Kuat dan menakutkan senajatmu. jayalah panah pasukakkan kami. manamsi. Marut dan Aditya. Mendesak kekuatan tenaga kuda. lindungi kami dalam pekik serangan. Engkau menyebabkan bulu tegak. Mahamanasam bhuwanacyawanam ghoso dewanam jayatamudhasthat. bakr hati mereka dengan panah. Brihaspati dan Soma. Asmakamidrah samretstesu dhawahaswasmakam ya iswsta jayantu. Seranglah mereka. tak seorang dapat melukai dan mengenaiMu. O Pahlawan. . Amisam cittam pratiolobhyayti grhanangganyapjwe parehi. Gacchamitran pra padyaswa mamisam kam ca nocchisah. Semoga orang-orang pembrani kami dalam perang memang dalam serangan. Indrasya wrsno warunasya rajna adityanam marutam cardha ugram. Jadilah kami sebagai Tuan rumah yang kuat bagi Indra yang Maha Kuasa. Pasukan musuh yang berjuang dengan seluruh kekuatannya.

menemuainya. patahkanlah olehMu taring Writra itu berkeping-keping. rendah hatilah orang yang menentang kami. tidak ada penghilang dosa di kemudian hari untuk mereka. Kirim kebawah ke daerah kegelapan ia yang mengusahakan untuk melukai kami. kalahkanlah amarah musuh yang mengancam kami. Indra. melindungi kami dengan abik sepanjang hari. semoga Aditi melindungi kami dengan baik. hanu ruja. Wi manyumindra Usirlah Raksasa dan musuh itu jauh-jauh. Yo asmam O indra. O Maghawan. tak pernah ditundukakkan. yaccha prtanyatah. dipertajam oleh doa-doa kami. brhanamaspatiraditih carmayacchat wicwaha carma yacchatu. O Indra pembunuh Writra. Ubhau tamindra Pasukan musuh ini.biar burung-burung yang mengkutinya dikumpulkan.Lepas dari tali busur melayang naik anak panahmu. Amitra senam maghawannasmanchatru wrtrahannagnicca dahatam prati. kalahkanlah mush kami jauh-jauh. Biarpun disana semoga Brahmanaspati. Yatra banah sampatanti kumarara wicikha iwa. Wi na indra mrdho jahi nica abhidasatyadharam gamaya tamah. Ya biar poasukan itu menjadi mangsa burung ruwah itu. Tau yunjita prathamau yoga agate yabhyam jitamasuranam saho mahat. Biar burung ruwah dan burung-burung yang kuat mengejar mereka. Tatra ne Disana di mana anak-anak panah berterbangan laksana anak kecil yang rambuntya belumm dicukur. dengan nyalamu. biar tidak satupun yang selamat. wastam. Maisam macyoghaharacca mendrawayamsyenananu samyantu sarwan. . kenakan mereka di rumah dan biar tidak seorang pun yang timggal hidup. Kuat dan selalu muda senjata Indra. jujur tak terkalahkan. diamna Asura yang besar lagi kuat dilemparkan. Marmani te warnane cchadayami soamstwa rajamrtenanu Urorowariyo warunaste krnotu jayantam twanu dewa madantu. Kangkah suparna anu yantwenam grdhranamannamasawastu sena. Pergi menuju musuh itu. Indrasya bahu sthawirau yuwanawanadhrsyau supratikawasahyau. Wi rakso mrdho jahi wi wrtrasya wrtahannamitrasyahbhidasatah. O Pembunuh Wrrtra. yatimabhi. Yang pertama ini biar ia gunakan bila peerlu harus datang kepada kami. yang datang laksana pertunjukan dalam peperangan. Engkau Indra dan Agni.

Semoga Indra membunuh yang paling baik dan yang itu bila menyalakan Agni telah menyerang engkau. menjubahi Engkau dengan RajaSoma yang abadi. Swasti nastarksyo aristanemih swasti no brhaspatirdadhatu Termasyuh jauh dan meluas. Ya nah sworano yaccanisthyo jighamsati. Waruna memberi Engkau apa yang telah banyak dan dalam kemenanganMu biar para Dewa-dewa bersenang. semoga Indra merakhmati kami. senajata terdekat dan pertahanan terdekat. Semoga Tarksya dengan windunya yang tak terlukakan merakhmati kami. semoga telinga kami mendengar apa yang suci. kau tumpas musuh itu dan mengkocar-kacirkannya meerka yang membenci kami O Indra. Athirairanggasis-stuwamsastanubhirwyacenahi deahitam yadayuh. Semoga Dewa-dewa membuatnya tidak tenang dai itu. Yang Suci. bahkan laksana ular yang tak berkepala. Samkhya Darsana . Tesam wp agninunnanamindo hantu waramwaram. Laksana binatang buas yang menakutkan menegmbara di hutan. Perlindungan saya yang paling dekat adalah do’a. Pusam merakhmati kami. O musuh saya akan menjadi buta. Bhadram karnebhih crnuyamadewa bhadram pasyemaksa bhisyayatrah. Andha amitra bhawatacirsannohaya iwa. semuga kami mencapai umur yang ditetapkan oleh Tuhan. penguasa atas semua kekayaan. Srkam samcaya pawimindra tigmamwi catrun tadhi wi mrdhonudaswa.Bagian Engkau yang terpenting telah aya tutupi dengan baju pelindungmu. Memujamu dengan tangan dan badan yang kuat. Siap yang akan membunuh kami. Engkau telah mendekati kami datang dari tempat jauh.95. Brihaspati memberi kami rakhmatnya.2. apkah ia musuh ynag asingatau salah atu dari kami. Mrgo na bhimah kucare giristhah parawata a jagantha parasyah. Dewastam sarwe dhuwantu brahma warma mamantaram carma warna mamataram. O Dewa-Dewa. semoga mata kami melihat apa yang baik. Mengasah wajraMu dan pisaumu yang tajam. Brahmanaspati memberikan rakhmatnya Pudja (1979/1980:500521) 7. Swasti na indre wrdracrawah swastinah pusa wicwawedah.

karena mengajarkan bahwa ada Purusa atau Roh yang banyak sekali. Prakerti merupakan sumber dari alam semesta dan ia juga disebut sebagai Pradhana (pokok). Samkhya menyangkal bahwa suatu benda dapat dihasilkan dari ketiadaan. sehingga nama Samkhya tersebut sangatlah tepat. dimana para filsuf Barat juga sangat mengaguminya. yang mendahului apa yang dibuat dan berasal dari kata “Pra” (sebelum). yang dikatakan sebagai putra Brahma dan Avatara Visnu Kata “Samkhya” itu sendiri artinya “jumlah” dan sistem ini memberikan sejumlah prinsip-prinsip alam semesta yang sebanyak 25 buah. Seperti telah disinggung didepan.Pendiri dari sistem filsafat ini adalah Sri Kapila Muni. karena ia merupakan sistem filsafat yang hebat. Sistem Samkhya umumnya dipelajari setelah sistem Nyaya. Kata “Apta” artinya “pantas” atau “benar” yang ditujukan kepada wahyu-wahyu Veda atau guru-guru yang mendapatkan wahyu. dan “Kri” (membuat mirip dengan Maya dari Vedanta. seperti keberadaan yang sesungguhnya. karena semua . Prakrti artinya “yang mula-mula”. yang merupakan susunan menurut topik-topik atau katagori-katagori. karerna secara pasti ia menekankan dualitas dan pluralitas. Prakrti merupakan si pelaku dan si penikmat. tak terbatas) Ketidak beradaan (Aviveka) antara keduanya merupakan penyebab adanya kelahiran dan kematian. Samkhya menggunakan 3 sistem atau cara mencari pengetahuan kebenaran. Pada sistem Samkhya tak ada penyelidikan secara analitik kedalam alam semesta. yaitu: Pratyaksa (pengamatan langsung). yaitu Sattvam. Prakrti dan Purusa adalah Anadi (tanpa awal) dan Ananta (tanpa akhir. namun terdapat suatu sistem tiruan yang diawali dari satu tattwa atau prinsip mula-mula yang disebut Prakrti. Rajas dan Tamas. Purusa bersifat Asanga (tak terikat) dan merupakan kesadaran yang meresapi segalanya dan abadi. yang tersusun dari atas materi dan rohani yang memiliki atau terpengaruh orah 3 guna atau sifat. yang berkembang atau mengasilkan (prokaroti) sesuatu yang lain. Perbedaan antara Purusa dan Prakrti memberikan Mukti (pembebasan). Baik Purusa maupun Prakti adalah Sat (nyata). Istilah Samkhya juga dipergunakan dalam pengertian “Vicara” atau “Perenungan filosofis”. Anumana (penyimpulan) dan Apta Vakya (penegasan yang benar).

dimana sebab dan akibat merupakan keadaan yang belum berkembang dan pengembangan dari satu substansi yang sama. baik dalam pengamatan maupun kegiatan. yang membawa perintah-perintah dari ke hendak melalui organ-organ kegiatan (Karma Indriya). sedangkan Purusa merupakan subyek saksi. Prakrti berkembang di bawah pengaruh Purusa awal dari evolusi Prakrti adalah Mahat atau Kecerdasan Utama.akibat ditemukan padanya dan ia juga merupakan sumber dari segala benda. Jadi gambaran sentral dari filsafat Samkhya adalah akibat benar-benar ada sebelumnya di dalam penyebabnya. Sistem filsfat Samkhya disebut sebagai Nir-Isvara Samkhya atau Samkhya tanpa Tuhan. Guna merupakan obyek-obyek. yaitu tidak mempercayai adanya Tuhan atau Isvara. Akibat dari pertemuan antara Purusa dan Prakrti timbullah ketidak seimbangan dari tri guna tersebut yang menimbulkan evolusi atau perwujudan. Penciptaan berasal dari Prakrti yang ada dengan sendirinya dan tak ada sangkut pautnya dengan Purusa tertentu yang menjadikannya. Ia membentuk substansi Prakrti. para pengikut sistem filsafat Samkhya menyatakan bahwa tak perlu adanya pencipta yang cerdas atau bahkan satu kekuatan yang mengatasinya yang secara jelas bertentangan dengan sistem filsafat Vedanta. yang merupakan prinsip yang menciptakan kepribadian. Keeratan hubungan seperti nyala api. Ketiga guna tersebut tak pernah berpisah dan saling menunjang satu sama lain. di mana 5 Udara vital dihasilkan pikiran dan organ indra. Dalam sistem ini tak ada sesuatu hal sebagai penghancuran total. Dalam sistem Samkhya tak ada Prana Tattwa yang terpisah. minyak dan sumbu pada sebuah lampu. karena dalam penghancuran. seperti seluruh keberadaan pepohonan yang dalam keadaan terpendam atau tertidur dalam . Karena itu. Badan (perwakilan) merupakan milik dari ahamkara. serta saling bercampur. jadi hanya itu saja masalahnya. baik yang merupakan konsep ataupun yang merupkan (Sankalpa-Vikalpa). yang menirukan data-data indra kedalam pengamatan dan dalam hal ini pikiran mengambil bagian. Dari Ahamkara muncullah Manas atau pikiran. sehingga sifatnya Atheis. Samkhya menerima teori pengembangan dan penyusutan. yang merupakan penyebab alam semesta dan selanjutnya muncul Buddhi dan Ahamkara. akibat terbawa menjadi penyebab.

Tujuh (7) prinsip berikutnya. yaitu: (i) Produktif (Prakrti). yang merupakan benih alam semesta. Buddhi merupakan produktif. . ia juga produktif. gigitan ular dsb. karena menjadi sumber dari 5 dasar halus atau tanmatra. yaitu 10 organ (persepsi dan gerak). yaitu: yang didalam (Adyatmika). (iii) Hasil (Vikrti). serta penyakit akibat kelahiran. Prakrti atau Pradhana (pokok) merupakan produktif murni dan sumber dari semuanya. mereka yang mengetahui ke 25 prinsip tersebut. misalnya demam dan penyakit lainlainnya.benih (biji). akan mencapai kebesan. karena kekuatan (ahamkara) berasal dari pengembangannya. banjir. Buddhi. Ahamkara. Manas. demikian pula seluruh alam raya ini ada dalam keadaan tertidur dalam Prakrti yaitu Avyakta (tidak berkembang) ataupun Avyakrtta (takterbedakan). pikiran dan 5 unsur (bhuta). 5 unsur (bhuta). (ii) Produktif dan hasil (Prakrti-Vikrti). seperti: panas. Akibat atau hasil tidak berbeda dengan materi penyusunannya. Ke-16 prinsip berikutnya. 10 organ persepsi dan penggerak. karena purusa tanpa atribut. bukanlah hasil ataupun produk. dan yang diluar diri manusia atau mahluk lain (Adhibhautika). dan (iv) Bukan produktif maupun hasil (Anubhayarupa). 5 tanmatra. yaitu kecerdasan (buddhi). disamping merupakan hasil. Prakrti. timbulah Mahat (yang agung). Penyelidikan terhadap sistem filsafat ini adalah untuk menemukan cara menghapuskan 3 macam penderitaan. yang bersifat surgawi atau diluar kekuasaan manusia (Adhidaivika). karena penghentian terakhir dari 3 macam penderitaan tersebut merupakan akhir tujuan kehidupan. geledek dsb. hanya merupkan hasil yang tak dapat menghasilkan substansi pokok lain yang berbeda dengan dirinya. yang memiliki sifat-sifat kebajikan pengetahuan. Ahamkara. Samkya menguraikannya sebagai berikut: Dari pertemuan antara Purusa dan Prakrti. kekuatan (Ahamkara) dan 5 tanmatra (dasar halus) adalah hasil dan produktif. Ke-4 klasifikasi ini termasuk 25 prinsip atau Tattwa. Purusa atau Roh. diamna segi psikologinya disebut Buddhi. dingin. Jadi keseluruhan tattwa atau prinsip itu adalah: Purusa. Menurut filsafat Samkhya. tetapi juga dihasilkan dari pengembangan Prakrti. Samkhya memberikan suatu uraian katagori-katagori yang didasarkan pada ketepatan produktif masing-masing. sperti sengatan kalajengking.

Tugas Manas adalah untuk mengkoordinir rangsanganrangsangan indra. sari warna. sehingga Buddhi merupakan unsur ke-jiwaan yng tertinggi atau instansi terakhir bagi segala perbuatan moril dan intlektual. penciuman. Perkembangan kejiwaan pertama setelah Ahamkara adalah Manas yang merupakan pusat indra yang bekerja sama dengan indra-indra lain mengamati kenyataan diluar badan manusia. Perbedaan antara Mahat dan Buddhi adalah sebagai berikut: Mahat. yang disebut unsur dan perkembangannya melalui 2 tahapan. yaitu: penglihatan. merupakan asas kosmis sedangkan Buddhi merupakan asas kejiwaan. . yang merupakan segi jiwani ahamkara tersebut. Selanjutnya perkembangan kejiwaan yang ketiga disebut sebagai Karmendriya atau lima organ penggerak yaitu: adya untuk berbicara. dan mengaturnya sehingga menjadi petunjuk dan meneruskan kepada Ahamkara dan Buddhi. Perkembangan fisik mengasilkan asas dunia luar. daya untuk berjalan. sari raba. Ahamkara dan Manas secara bersama sama disebut sebagai peralatan bathin atau Antahkarana. yang menyebabkan segala sesuatunya memiliki latar belakang sendiri-sendiri (kepribadian). Sebaliknya Manas juga bertugas untuk meneruskan putusan kehendak Buddhi kepada peralatan indra yang lebih rendah. daya untuk membuang kotoran dan daya untuk mengeluarkan benih. Kesepuluh indra ini tak dapat diamati tetapi berada di dalam alat-alatnya yang tampak dan harus dibedakan dengan alat-alat itu sendiri. yaitu sperma dan ovum. pendegaran. perasa dan peraba. Buddhi. yang merupakan sas individualisasi atau keakuan. Dari Buddhi timbulah Ahamkara. yaitu: Pada tahapan pertama berbentuk unsur halus (panca tan matra). sedangkan segi kosmisnya merupakan subyek dan obyek yang masing-msing berdiri sendiri. yaitu zat halus dari segala proses kecakapan mental untuk mempertimbangkan serta memutuskan segala hal yang diajukan oleh peralatan yang lebih rendah. daya untuk memegang. yiatu: sari suara.tidak bernafsu. sari rasa dan sari bau. Perkembangan kejiwaan yang kedua adalah Panca Indra persepsi (Buddhendriya atau Jnanendriya).

bumi dengan gununggunungnya. Tubuh ini tidak akan terpisah setelah seseorang walaupun badan kasarnya mati dan hanya dapat dipisahkan setalah seseorang mendapat pembebasan atau Moksa. bukan . yaitu: Unsur suara Unsur suara Unsur suara Unsur suara Unsur suara (tanah) menimbulkan akasa (ether. Pada diri Purusa hanya berfungsi sebagai penonton atau saksi. Semua ini bersifat khusus pada setiap orang dan menyertainya dalam seluruh kehidupan di dunai ini (Samsara). ruang) + raba menimbulkan vayu (udara) + raba + warna menimbulkan agni (teja. Badan kita yang tampak ini disebut sebagai badan kasar atau Sthula Sarira. Purusa bersifat statis dan Prakti bersifat dinamis. maka segala sesuatu yang didominasi Sattwam ini membantu Purusa dalam menyatakan obyek-obyek diluar manusia. sebab semua berasal dari Prakrti. karena kodratnya yang lebih halus. panas) + raba + warna + rasa menimbulkan (air) apah + raba + warna + rasa + bau menimbulkan prhiwi Akhirnya dari unsur kasar ini berkembanglah alam semesta raya ini dengan segala isinya (jagat). Sekalipun demikian. karena Purusa bersifat pasif. yang kesemuanya merupakan perubahan prakerti. Dan seluruh peralatan yang terdiri dari alat-alat bathin (Antahkarana) dengan segala alat bantunya yang bermacam (sepuluh indriya dan 5 tanmatra) itu bersifat fisik dan menjadi syarat mutlak bagi purusa untuk memperoleh pengalaman. tetapi yang didomiasi oleh fisik.Pada tahap kedua terjadi kombinasi dari unsur-unsur halus yang menimbulkan unsur-unsur kasar yang disebut dengan panca mahabhuta. dan disebut tubuh halus (Lingga Sarira/Suksma Sarira). pepohonan serta mahluk hidup lainnya. akan tetapi prakrti mengalami perubahan-perubahan. dimanaa Purusa tidak berganda akan tetapi keadaan prakrti sangatlah kompleks. Didepan telah dinyatakan bahwa Purusa keadaannya berlawanan dengan Prakrti. Segala sesuatu yang didominasi oleh tamas kebanyakan berupa alam material. sehingga akan selalu berubah pada setiap saat. sungai-sungai. diantaranya sebagian yang termasuk bagian badan kita. yang tersusun atas ke 5 unur kasar atau panca mahabhuta. Purusa tidak mengalami perubahan tempat maupun bentuk.

dimana prakerti sendiri tidak dapat melihatnya. bukanlah hasil ataupun produk. karena purusa tanpa atribut. Tujuh (7) prinsip berikutnya. agar dapat memandang gejala penciptaan. Yang lumpuh (Purusa) maupun yang buta (Prakrti) akan berpisah apabila mereka sampai ketempat yang dituju. 10 organ persepsi dan penggerak. Pada Buana Agung Tuhan itu disebut (1) Purusa (Pencipta) dan (2). pada hakekatnya Asal mula alam semesta adalah sama dengan manusia. untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam skhema sebagai berikut: (Tim Penyusun. Purusa merupakan si pengamat yang menyatukan dirinya dengan Prakrti yang tanpa kecerdasan. disamping merupakan hasil. Prakrti. Hindup kejiwaan disebabkan hubungan dengan perkembangan rakerti yang menjadi alat-alat bathinnya. pasif dan netral (Udasina). Buddhi merupakan produktif. sehingga disebut dengan istilah Buana Agung (Alam) dan Buana Alit (manusia). Jadi keseluruhan tattwa atau prinsip itu adalah: Purusa. Demikian Prakrti setelah dipengaruhi pembebasan sang Diri (Purusa). Maswinara (1998:41-48) Untuk lebih jelasnya mengenai ke 25 prinsip dalam samkya tersebut. berhenti berbuat dan sang Diri mencapai Kaivalya atau kebahagiaan terakhir. tetapi juga dihasilkan dari pengembangan Prakrti. Manas. Ahamkara. karena kekuatan (ahamkara) berasal dari pengembangannya. 1993:120) Dari uraian di atas dapat dapat dijelaskan kembali bahwa. Jadi singkatnya Purusa atau Sang Diri itu merupakan saksi si Pengamat (Drsta). menunjukkan bawa: Prakrti atau Pradhana (pokok) merupakan produktif murni dan sumber dari semuanya. pikiran dan 5 unsur (bhuta). penengah (Madyastha). Buddhi. Ahamkara. Ke-16 prinsip berikutnya.sebagai si pelaku atau si penikmat. seperti seorang limpuh yang menaiki bahu seorang buta. satu-satunya (Kailivalya). 5 tanmatra. yaitu 10 organ (persepsi dan gerak). karena menjadi sumber dari 5 dasar halus atau tanmatra. Prakrti disebut Alam nyata ini . 5 unsur (bhuta). yaitu kecerdasan (buddhi). hanya merupkan hasil yang tak dapat menghasilkan substansi pokok lain yang berbeda dengan dirinya. ia juga produktif. kekuatan (Ahamkara) dan 5 tanmatra (dasar halus) adalah hasil dan produktif. Purusa atau Roh.

5). yang dapat dikatakan mencapai jiwan mukti moksah semasih hidup. Kulit. Weda sebagai kitam suci. (10-16): Mata. Budhi. Dasendriya terdiri dari sepuluh bagian yaitu: Panca budindriya. 3). 2). sedangkan unsur prakrti menjadi Badan. (11-15): Tangan. Kita hanya membicarakan wujudnya. 8. 3). Kita tidak membicarakan isinya. Panas badan. sinar mata dan segala yang panas dan bercahya terjadi dari rupa atau teja. Buku itu berisi tulisan-tulisan. Buku adalah benda atau barang cetakan. Hidung. Napas dan Udara dalam badan terjadi dari sparsa atau wayu. dengan fungsinya: Budhi berfungsi untuk menetukan keputusan. Panca Mahabhuta. Sabda tanmatra-sari suara. empedu. Kerut. Veda dan Mantra. maka kita akan sehat jasmani dan rohani. otot. Panca Tanmatra. Sebagai kitab suci agama Hindu artinya bahwa buku itu diyakini dan dipedomani oleh umat Hindu sebagai satusatunya sumber bimbingan dan infoemasi yang diperlukan dalam kehidupan mereka sehari-hari ataupun untuk melakukanm pekerjaan . 4). Kaki. Satu-satunya pemikiran yang secara tradisional yang kita miliki adalah yang mengatakan weda adalah kitab suci agama Hindu. Manas berfungsi untuk berpikir. Rupa tanmatra-sari warna. (16-20): 1). dan menyatu setelah meninggal moksah diakhirat. disusun rapi ada penulisnya. Sparsa tanmatra-sari rabaan. Gandha tanmatra-sari bau. (disebut Tri Antah Karana. Manas. Panca Karmendriya. ronga mulut dan segla rongga terjadi dari sabda dan akasa. Suksma sarira terjadi dari : (3).(hasil ciptaannya). Lidah. Tetapi tidak semua brang cetakan atau buku dapat kitanamakan Weda. kelenjar. 5). Rasa tanmatra-sari rasa. Ahangkara fungsinya untuk merasakan dan bertindak. (5). darah. 4). tulang belulang. lemak. 8. (21-25): 1). air badan dan segala yang cair terjadi dari rasa atau apah.daging dan segala yang padat sifanya terjadi dari Prtiwi. Dengan memelihara dan memahmi kedua puluh lima unsur ini. 2). pada diri manusia unsur Purusa itu menjadi Jiwatman. Veda atau Mantra Weda sebagai kitab suci. Ahamkara/Ahangkara. Telinga. Rongga dada. Apabila kita maksudkan kitab suci agama maka Weda adalah merupakan kitab suci atau buku.1. Kelamin dan Anus. ada pemikirnya dan ada pula isinya berupa ajaran-ajaran. (4).

Dari pengertian yang telah dikemukakan maka apa yang diartikan Weda adalah mencakup pengertian yang amat luas. Nyanyain itu atau hymne didalam Weda itu disebut ‘Rca’ atau Chanda yang dibedakan menurut jumlah bait dan banyaknya kata atau suku kata dalam satu syair.tertentu. Sebaliknya kata “widya’ adalah segala macam pengetahuan yang dikembangkan oleh penemuan berbagai risetnya. Rca ini juga dikenal dengan nama ‘mantra’ dank arena itu tidak heran hampir semua tulisan dalam kitab weda itu ditulis dalam bentuk mantra atau rca atau Chanda. maka setiap ilmu pengetahuan dapat dikatakan Weda. Widya lebih bersifat duniawi sedangkan Weda lebih bersifat rokhani.Dan dinyatakan sebagai kitab suci karena sifat isinya dan yang menurunkannya pun adalah Tuhan yang dianggap Maha suci. Pengertian weda sebagai wahyu Tuhan. Ada pula penjelasan lain yang kita jumpai mengatakan bahwa kata Weda yang huruf akhirnya ditulis dalam huruf ã (panjang) mengandung pengertian kata-kata yang diucapkan dan dinyanyikan dengan aturan-aturan tertentu. yang akan menuntun manusia untuk mencapai kesempurnaan rokhani. Kemudian lebih lanjut dalam perkembangan pengertian Weda dikembangkan bahwa baik Sruti maupun Smrti kedua-duanya adalah sama yang dimaksudkannya ialah bahwa baik sruti maupun Smrti kedua-duanya diterima sebagai Weda. Ilmu pengetahuan yang tergolong jenis ini adalah disebut prawrti marga. Pengertian Weda sebagai wahyu Tuhan Yang Maha Esa adalah merupakan adalah pengertian yang sangat penting didalam memahami Weda itu sendiri. Pengetahuan itu dapat dibedakan menjadi dua bidang. Apa bila kita artikan Weda itu sebagai pengetahuan. Pengetahuan duniawi. Sruti sesungguhnya disebut Weda dan Dharmasatra itu adalah smrti. Adapun yang menjadi sumber nwrtti jnana ini adalah Sruti. yang artinya mengetahui. yaitu: Pengetahuan Rokhani. Hanya beberapa saja yang kita jumpai didalam kitab Yajur Weda yang ditulis dalam bentuk prosa. Ini tidak benar pula. Pengetahuan semacam ini tergolong nwrtti jnana dan jalannya sendiri disebut nwrtti marga. . Weda didalam bahsa sanskerta berarti pengetahuan. Adapun sumber utama dari pengetahuan ini adalah Dharmasatra. Kata Weda berasal dari urat kata Wid. Weda sebagai ilmu pengetahuan. yaitu pengetahuan yang akan menuntun manusia pada upaya peningkatan kesejahteraan dan hidup bahagia didunia ini. baik didunia ini maupun didunia kelak sesudah mati. Weda adalah pengetahuan dan diturunkan oleh Tuhan kepada umat manusia sebagai wahyunya.

Brahmana atau Karmakanda. yaitu untuk menamakan semua kitab suci Hindu yang tergolong Catur Weda. sebagai alat berkomunikasi khusus dengan Tuhan atau Dewa-Dewa yang merupakan manifestasi dari kekuasaan Beliau. tetapi adalah hasil wahyu yang diterima oleh manusia. Mantra. Aspek pengertian keempat. Pengertian ini dapat kita angkat satu satu konsep penjelasan yang menguraikan bahwa Sruti itu sendiri atas tiga bagian. yaitu penamaan semua macam buku Sruti yang terdiri atau 108 buah kitab Aranyaka dan Upanisad Isinya khusus membahas aspek pengetahuan yang besifat filasafti. Selanjutnya Mantra adalah kata-kata yang diyakini bukan buatan manusia. Mantra Upasana dan Mantra Upadesa. yang isinya khusus membahas aspek karma atau yadnya. sehingga dinyatakan menjadi orang siddhi mantra (mantra siddhi) adalah dengan melalui latihan dan bimbingan (Pudja: 1979). (Puja. yaitu untuk menamakan semua Janis buku yang merupakan suplemen kitab mantra. 8. Samaweda dan Athawaweda. Kata-kata adalah alat penyambung buah pikiran dari seseorang yang ditujukan pada orang lain atau obyek tertentu. Weda adalah dikenal sebagai mantra. maka jelas pengertian mantra khusus mencakup catur weda saja. yaitu: Mantra. Mantra pengertiannya lebih sempit dari Weda itu sendiri. yaitu tinggi rendahnya intonasi secara teratur sehingga menimbulkan suara yang harmonis. Pengucapan mantra yang tepat memerlukan latihan. Apa yang dimaksud dengan alat dari pikiran? Sebenarnya semua kata-kata diucapkan oleh seseorang kecuali orang gila. Jadi kata mantra berarti alat dari pikiran. Kata mantra berasal dari kata man yang berarti pikiran dan tra berarti alat.Weda adalah Mantra. Oleh karena kitab brahmana maupun upanisad maupun Aranyaka tidak pernah disebut sebagai kitab mantra.3. agar intonasi dan tekanan-tekanan suara dapat diucapkan dengan tepat. Mantra dapat digolongkan seni suara karena diucapkan sesuai dengan chanda. teks suci.2. 1985:1-4) 8. . Upanisad dan Aranyaka atau dikenal dengan nama Jnanna kanda. Yayurweda. himne Weda. Cara untuk dapat menguasai suatu mantra. Mantra yang diucapkan sesuai dengan aturan tersebut dapat menggerakkan kekuatan yang paling dasar dalam diri manusia dan disebutkan pula dapat mengundang segala kekuatan alam yang ada. yang pikirannya tidak waras lagi. adalah merupakan alat dari pada pikiran. Putra (Tt: halaman 41) Mantra berarti persembahyangan. yaitu Rgweda.

U.Pada bagian ini dimuat doa mantra sehari-hari baik yang Nityakala (rutin) mapun Namitikakala (insendental) dipergunakan oleh umat Hindu. Dalam mengucapkan mantramantra ini hendaknya mengambil sikap sedemikian rupa. Mantra-mantra yang ditetapkan ialah mantra-mantra untuk doa-doa sehari-hari. yaitu: 1). umat Hindu. Mantra Upasana yang digunakan sehari-hari bertujuan: untuk memuliakan/memuja Sang Hyang Widhi dan memohon kerahayuan kepadaNya. Denpasar bulan Januari 1986 yang lalu. 2). Mantra Upadesa.Titib (1986: 6.M dan Wyakrti dengan suara OM disebutkan bahwa itu adalah bentuk suara suci Brahman. Mantra ini dapat dipakai untuk sembahyang Tri Sandhya. Mantram memiliki fungsi yang utama dalam upacara yadnya maupun dalam kehidupan sehari-hari.Untuk Pemangku/Pinandita.3. Sama Weda Yayur Veda) dan mantram-mantram Rg Weda yang suci bagi Sawitri (Dewi fajar). bukan untuk melaksanakan Lokaparasraya. Kekuatan magis dari mantram OM.1. mengeluarkan inti sari dari tiga weda (Rg. Dalam kehidupan beragama. Mantra-mantra ini dapat diucapkan tanpa dilagukan dan dapat diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah masing-masing.14. Pada bagian ini memuat mantramantra atau sloka-sloka yang dapat memberikan tuntunan hidup. sehingga dapat mengucapkan mantra-mantra dengan penuh khidmat serta dilandasi dengan kesucian lahir dan batin. Mantram suci OM adalah Brahman dan dalam Weda Smerti disebutkan bahwa Prajapati memerasnya dari tiga Weda.Untuk Walaka. Nilai Magis Mantram. Mantra-mantra yang dimuat dalam bagian Mantra Upasana in I Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu yang diselenggarakan di Institut Hindu Dharma. Matram yang memiliki kekuatan magis tertinggi adalah mantram suci OM/Ongkara. Sumbernya tidak saja dari Samhita (Catur Weda) dan Upanisad (tetapi juga buka lainnya. 8. (seperti Tri sandya). Prajapati yang bersemayam disorga tertinggi. Untuk Sadhaka.2. sebagai pengucapan awal dari mantrammantram untuk upacara Panca Yadnya adalah dapat mengantarkan persembahan kepada yang dipuja dan tercapainya tujuan upacara tersebut. Upacara yadnya tidak akan berpahala jika tidak disertai dengan pengucapan mantram.3. suara A.Mantra Upasana. .15) 8. ada tiga kewenangan pemakaian mantra/syair pujaan.). Fungsi Mantram.Weda. 3).

bergerak leluasa laksana udara mencapai bentuk yang kekal dan abadi.4. 8. tidak didahului dengan mengucapkan OM. Pujian/Pemujaan tersebut dikenal dengan istilah Puja. pelajaran akan tergelincir/tidak diserap dan kalau sudah berakhir tidak disertai dengan ucapan/mantram OM maka pelajaran itu akan hilang. Pemujaan setiap hari. kebahagiaan dan ketentraman. setelah meninggalnya akan mencapai Brahman. Mereka yang berani melanggar ketentuan tersebut akan mendapat pahala yang tidak baik. Pemujaan yang dilaksanakan setiap hari dengan mengucapkan Gayatri mantram juga dapat memberikan keselamatan ketenangan. .1. 8. Beberapa hal yang penting harus dilaksanakan adalah. . pertemuan penting dan lain-lain hendaknya dimulai dengan mengucapkan OM dan setelah berkahi juga mengucapkan OM. Mantra-mantra tersebut sangat sakral sebab hanya orang yang sudah disucikan melalui upacara Ekajati dan Dwijati saja yang boleh mengucapkannya. Orang yang baru melakukan penyucian tingkat Ekajati tidak dibenarkan mengucapkan mantra tertentu yang hanya boleh diucapkan oleh Dwijati. ada dijelaskan bahwa upacara yadnya yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan serta diantar . Pelajaran yang dimulai.4. Mantra yang dipergunakan dalam Puja Pangastawa sangat sangat banyak mencakup seluruh kekuatan alam yaitu semua manifestasi Sang Hyang Widhi. Pengastawa dengan mempergunakan mantra Puja mantra dinyatakan sebagai pucak dari pada Yadnya karena itu pelaksanaan yadnya tanpa disertai puja Pangastawa adalah siasia (Pidharta. 1983:217. 2000). Orang yang taat mengucapkan Gayatri Mantram setiap hari secara terus menerus selama tiga tahun. Menurut sumber sastra.pengucapan mantram Gayatri yang dikatakan sebagai tiang pengokoh Weda adalah gerbang menuju bersatunya Atman dengan Brahman.pada permulaan dan penutupan suatu pekerjaan.Mengenai kekuatan magis mantram OM dalam mengamalkan ajaran agama sehari-hari adalah dapat tercapainya segala tujuan. Puja Puja adalah pujian/pemujaan kepada Tuhan dan manifestasi-Nya yang diucapkan Sulinggih dan Pemangku dalam melaksanakan Panca Yadnya. 221). Pernyataan tersebut dijelaskan dalam Bhagawadgita bahwa bagi orang yang selalu taat memuja Beliau dengan sujud bahti akan selalu dilindungi-Nya dan akan diberikan apa yang belum dimilikinya (Pudja.

menyebutkan bahwa kidung suci itu berasal dari yang Abadi. 8. pemimpin upacara dan nyanyiannyanyian pujian. Majijiwan Majijiwan dilaksnakan pada upacara yang besar. begitu pula dalam kitab Atharwa Weda dijelaskan bahwa Kidung Suci dilagukan untuk memohon kesempurnaan kehadapan Dewa Waruna.4.3.4. Rg Weda Mandala X. banyak dijumpai beberapa prasati seperti prasati Bebetin. .2. Putru Putru adalah suatu nasehat/tutur yang mengisahkan perjalanan ke sorga.4. Isi mantra majijiwan tersebut adalah penciptaan bumi dan isinya serta suksesnya upacara. ada yang menata banten ada Pendeta/pemangku sebagai pemimpin upacara dan ada yang melagukan Kidung suci. Putru tersebut dilagukan pada waktu upacara Pitra Yadnya. Kitab yajur Weda menyerukan semoga para ilmuwan menyanyikan lagu pujian kepada Tuhan. Senada dengan sumber sastra tersebut. Kidung Kidung adalah nyanyian pujian kehadapan Ida Sang Hyang widhi dan manifestasiNya. Selanjutnya dijelaskan bahwa doa persem-bahyangan/Kidung suci kekuatannya ada dalam mulut yang disebut Ayasya Anggirasa. saat Ida Bhatara turun Ka Peselang.dengan Puja Pangastawa yang benar dan tepat maka yadnya tersebut dapat mencapai tujuan dari pelaksananya.4. Kitab Sama Veda secara keseluruhan memuat nyanyian-nyanyian pujian. Kitab suci Rg. 8. orang yang menata pelaksanaan yadnya. Yadnya memakai persembahan berupa banten. 8. Weda menyebutkan bahwa dalam pelaksanaan yadnya harus ada persembahan. prasasti Blantih dan lain-lainnya. Brahad Aryanaka Upanisad menyebutkan bahwa Kidung Suci yang dilagukan dalam persembahyangan/pelaksanaan yadnya dapat menumpas kejahatan. Berdasarkan penjelasan dari kitab-kitab suci tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan yadnya yang kita warisi sekarang ini sudah sesuai dengan ajaran Weda. Kidung dinyanyikan guna melengkapi upacara Panca Yadnya. karena merupakan inti sari rasa dari tubuh. yang disebut sebagai nyanyian suci/Kidung Suci. prasasti Dawa. Mereka yang mengetahui rahasia itu dijauhkan dari kematian dan dapat nantinya menuju sorga.

o. dan dapat dipergunakan oleh dosen dan mahasiswa dalam proses intruksional. dosen tidak menulis bahan ajar sendiri dari awal (from nothing atau from scratch).9. Informasi yang sudah ada dipasaran dikumpulkan berdasarkan kebutuhan (sesuai dengan tujuan instruksional GBPP dan kontrak perkuliahan). dan huruf mati: k. j. c. tra. Adapun pengucapan hruf-huruf yang dimaksud itu adalah huruf-huruf (aksara) dewanegari yang dipakai dalam bahasa Sannskerta atau mantra-mantra baik ditulis dalam huruf Dewanegari mapun tulisan Latin. d. tetapi dosen memanfaatkan buku-buku teks yang sudah ada di pasaran untuk dikemas kembali sehingga berbentuk bahan ajar yang memenuhi karakteristik bahan ajar yang baik.e. 1985:112-113) Dalam pengemasan kembali informasi.u. m s. Mempelajari Weda (dan atau mantra) mencakup kegiatan yang amat luas. h#. th. merumuskan hasil-hasil pemikiran yang terkandung dalam Weda. r. th. t. p. lr. menginterpretasikan. dh. rr. Paulina Pannen dan Purwanto (2001:13). jh.ai. g. dh. gh ng (n). º (sn). Ks (ksh). merenungkannya kembali. penulis ingin mengikuti jejak yang dilaksanakannya dalam usaha memahami . Mengajar dan belajar mantra Weda tidaklah sama dengan membaca biasa.i. n. b. Salah satu faktor terpenting dalam belajar membaca dan mengajarkannya adalah pengenalan huruf dengan suaranya. Kemudian disusun kembali atau ditulis ulang dengan gaya gaya bahasa dan strategi yang sesuai untuk menjadi suatu bahan ajar (atau digubah). dh#. ch. Secara umum huruf itu dapat dibagi menjadi dua yaitu hurf hidup dan huruf mati. œ (c). menterjemahkannya. llrr. Umur termuda empat tahun dan paling terlambat kalau telah mencapai umur 22 tahun. Kita mulai dari belajar membaca. ph. (Puja. jn. n. mendengar ucapan-ucapan yang benar. kesemuanya itu merupakan satu paket proses belajar weda. au. kh. Huruf hidup adalah: q. mengertikan arti kata. d.u.q. Pembelajaran Orang Dewasa. Sangat edialnya usaha belajar dimulai sejak usia masih muda. Disamping itu masalah intonasi atau tekanan suara yang tepat akan ikut pula menentukan. Ketentuan umur dalam sistem catur Asrama dapat dijadikan patokan pegangan kapan kita bisa mulai belajar Weda. menjelaskan dengan melihat relevansinya dengan gejala-gejala alam. n. Bertitik tolak dari pernyataan Paulina Pannen dan Purwanto di atas. t.i. Karena itu yang pertama-tama adalah menguasai huruf dengan baik sehingga seorang anak dapat dapat memodulisasi suara dengan baik dan dapat pula mendengar dengan jelas perbedaan suara yang dibaca orang lain.

Widhi Sastra. kalau memang disepakati bahkan dibutuhkan oleh keluarga. Mesekar dan Mebija (Pustaka Manikgeni).B. dan diambil hal-hal yang mudah untuk diaplikasikan. meminta dan meminjam diantaranya: Kusuma Dewa Utara anom). Pengantar Menuju Pedoman Sembahyang Umat Hindu (K. sebagai bahan awal untuk memahami Mantra. Dasar Kepemangkuan (I Nyoman saruya Atmanadhi). Kidung panca Yadnya (Wayan Budha Gautama). Selanjutnya apabila sudah merasa. sering kali dibedakan hanya dalam konteks usia perkembangan yaitu antara anak-anak dan orang dewasa. Tri Sandya Bersembahyang dan Berdoa (Titib). Rg Weda Mandala IX (Wayan sadia dan Pudja). tertarik barulah dilanjutkan dengan melakukan Mawinten untuk diri sendiri. Pedoman kramananing Sembah (Foto Copy dari I Nyoman Nasa). Sipta Gama (Ida Pedanda Gede Pemaron). Tri sandya (Kepala kantor agama Propinsi Bali). Catur Yadnya (Upada Sastra). demikian seterusnya sampai menjadi Sulinggih.Pudja). Himpunan Keputusan Seminar Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu I-IX (Parisada Hindu Dharma Pusat). Tuntunan Muspa Bagi Umat Hindu (I Gusti Ketut Jaker).Suhardana).M.Mantra dan Belajar Mantra. Puja WalakaPinandhita (I. Diktat Pelajaran bahasa Kawi (PGA Hindu Negeri Denpasar). dalam kehidupan hari-hari dalam keluarga maupun masyarakat. Nganteb Piodalan Alit (Ida Pandita Empu Nabe Daksa Kertha Wisesa). AUM Kitab Suci Kesuma Dewa (Sri Reshi Anandhakusuma). Dengan demikian dikenal dengan dua perbedaan belajar yaitu . Panca sembah (Kejayaan). Parisada Hindu Dharma Indonesia Tentang Tri sandya (PHDI). Tuntunan pengastawa (Ketut pasek Suastika). Fungsi Genta Bagi Para Sulinggih/ Pemangku di Bali (Toko Buku Ria). Puja Tri sandya dan Kramaning Sembah (I Made Bidja).Bangli). Nitya Karma Puja (IGK Adia Wiratmadja). Pedoman Sembahyang (Pemerintah propinsi Bali). Puja Trisandhya (I Gede Sura). Doa metirta. Buku-buku tersebut penulis kumpulkan. Agem-Ageman Kepemangkuan (Jero Gede Pasek Ringganatha). sebaiknya dilakukan setelah sembahyang barang satu jam atau dua jam. Penulis membeli buku. Weda Parikrama (G. Sang Kulputi Kesmuda Dewa (Gambar I Made). Upacara Panca Yadnya (Sri Empu Nabe Pramadaksa Gria Agung Bungkasa). Persembahyangan bagi Warga Hindu (Jro Nyoman Kanca). Namun demikian. Pada hakekatnya belajar merupakan proses dinamik yang seyogyanya dilakukan seumur hidup. Gagelaran Pemangku (PHDI Kabupaten Karangasem). Dharma Sastra. Untuk latihan membaca Mantra. agar dapat merafalkan mantram sesuai dengan iramanya. Apabila semakin harisemakin tertarik baru dilanjutkan untuk mawinten dikalangan keluarga. Rancangan Keputuisan pesamuhan Agung. Puja Stawa Penujang Pegangan Para Pemangku dan balian (Wayan Budha Gauitama).

11. dapat berurun sartan lagi pembelajaran orang lain. Anak-Anak Ketergantungan Fasilitas Subyektifitas Ketidaktahuan Kemampuan terbatas Sedikit tanggungjawab Minat terbatas Mementingkan diri Penolakan diri Identitas diri tidak jelas Kepedulian sepintas Fokus pada hal khusus Imitasi Butuh kepastian Imfulsifness Dewasa Kemandirian Aktifitas Obyektifitas Kejernihan berpikir Banyak kemampuan Banyak tanggungjawab Minat luas Altruisme Berdamai diri Integrasi diri Kepedulian mendalam Fokus pada hal prinsipil Original Toleran kepada jelasan Rasional Berangkat dari perbedaan tersebut. orang dewasa memiliki banyak pengalaman. 13. sehingga dapat memutuskan bagi dirinya sendiri (otonomi) 9. . sehingga ajakan relevansi berbeda. 2.Cendrung berorientasi pada penangan persolanan. Setidanya dapat dibedakan dalam: dewasa muda (18-30) tahun dewasa (30 – 55) tahun lanjut usia (> 55) tahun orang dewasa mempunyai perspektif waktu “kekinian” yang cukup kuat: . . 6. sehingga dapat menggali insight bagi dirinya.apa yang dipejarinya dibutuhkan untuk menanganni persoalan kesehariannya. 2006:2-6). . 14. 5. 9. orang dewasa dihargai kemandiriannya. tetapi juga dapat menghalanginya menerima hal-hal baru. 15. 8. 9. 12.Belajar adalah proses peningkatan kemampuan menanganni persoalan kehidupan. orang dewasa mempunyai kesediaan belajar hal-hal relevan baginya bagi kurun waktu tertentu.3. pada hakekatnya andragogy.pendekatan paedagogy untuk anak-anak dan Anddragogy bagi orang dewasa. asumsi dasar dalam belajar antara lain sebagai berikut: 9.2. 10.1. 7. (Sutjipta dan Kendran. Rentang kedewasaan cukup lebar. 4. yang dapat dilihat dalam tabel berikut: No 1. 3.

taksonomi ini telah banyak membantu praktisi pendidikan untuk memformulasikan tujuantujuan belajar dengan bahasa yang mudah dipahami. *). *). Penggunaan (penggunaan kosep untul melakukan gerak). ide. T. 9. Pada tingkatan yang lebih praktis. *). Pemahaman (menginteprestasikan). (Prasetsetya. sadar akan adanya sesuatu). Pengetahuan (mengingat menhafal). *). Perangkaian (melakukan gerakan sekaligus dengan benar). serta dapat diukur. Sintesis (menggabungkan bagian-bagian konsep menjadi konsep untuh). *). Afektif. Merespon (aktif berpartisipasi) *). operasonal. Pengorganisasian (menghubung-hubungkan nilai-nilai yang dipercayai). Kognitif terdiri dari enam tingkatan: *). Naturalisasi (melakukan gerak secara wajar). . seperti yang telah kita ketahui berhasil memberi inspirasi kepada banyak pakar lain untuk mengembangkan teori-teori belajar dan pembelajaran. poto copy: 12-13). Taksonomi Bloon ini.3.3.1. yang terdiri dari lima tingkatan: *). Ketepatan (melakukan gerak dengan benar).2. *). Aplikasi (menggunakan konsep untuk memecah-kan suatu masalah). untuk memperoleh pemahaman Jagat Raya dalam memenuhi suatu kepuasan dalam kebijaksanaan. metode dan sebagainya). sedangkan aksara adalah simbol (lambang) sebagai alat komunikasi. yang tercakup dalam tiga kawasan: 9.4. Pengenalan (ingin menerima. 9. *). Sastra sebagai alat komunikasi. *).Menurut Bloon dan Kratwohl apa yang mungkin dikuasai (dipelajari) oleh siswa (orang dewasa). Psikimotor. Peniruan (menirukan gerak). 9.3. setia kepada nilai-nilai tertentu). *).t. *). Pengalaman (menjadikan nilkai-nilai sebagai bagian dari pola hidup). Evaluasi (membandingkan nilai-nilai. *). Filsafat secara umum dapat diartikan bahwa usaha manusia dengan menggunakan akal. *). Penghargaan (menerima nilai-nilai. yang terdiri dari lima tingkatan: *). Analsis (penjabaran suatu konsep).3.

Prabu Kresna sareng mayuda. Tentu saja kata-kata (simbol) yang sudah jelas dan kecil kemungkinannya untuk disalah artikan dan tidak lagi membutuhkan penjelasan lebih lanjut. pipil. Mang dan Ong Selanjutnya dalam Rg.1982: iii-iv). “Sawita Pascatat Sawita Purastat. agar pesan yang disampaikan bisa diterima secara reprodukdif. ng. 3). t. d. do’a-do’a dan pengobatan. y. 2).(Pudja. Ung. Hal ini harus kita lakukan untuk mencegah si penerima komunikasi memberi makna lain yang berbeda dengan makna yang dimaksudkan. perlambang (simbol) dalam keagaman. r. n. w. yaitu: 1). upacara dan yang berhubungan dengan dunia kegaiban. p. melainkan ke Bahasa Indonesia.14. Dewa dari arah Utara. Prabhu Krésna. b. g. Nama Rudra sering diartikan sama dengan Siwa. yaitu: h. Sang panca pandawa lunga ke alase”. Tanda deakritik dapat dipakai hanya pada permulaan belajar membaca atau dalam perkamusan. m. Wang. b). Kalau tulisan Balinya Rãmãyana. artinya identik dengan pesan yang dikirim. aksara untuk menuliskan Bahasa Kawi dan lainnya lagi. ny. menurut Jnana Sidharta: Sing. dan gempelan). o. gantungan. Sarwatatim Sawita No Rasa Tam Dirgha Ayuh”. Mang. adalah aksara bagian kedyatmikan misalnya: Japa-mantra. e.Weda X. e. u. sehingga untuk menggambarkan siwa sebagaimana halnya dengan Rudra dihubungkan dengan sebelas aksara sebagai bentuk lingga Atma. menyebutkan.Swalalita. yang digunakan untuk menunulis Bahasa Bali lumrah. Lambang e taling tidak memakai corek atau tanda diakritik. Sawitottarattat Saidharattat Sawita Nah Suwatu. Nang. Dewa dari arah timur. Dewa dari arah Selatan. pengeling-eling dan sejenisnya. Wreastra. yaitu: a. (Jujun.181). tedong. i.Komunikasi menggunakan bahasa akan mengandung unsur simbolik dan emotif. 1984:31-33). s. Konsonan 18 buah. surang. Tang. l. dalam komunikasi ilmiah sebenarnya proses komunikasi itu harus terbebas dari unsur emotif ini. Bang. c. Semoga ia melimpahkan rahmatNya kepada kita dengan umur panjang. Umpamanya jika dalam sebuah komunikasi ilmiah kita mempergunakan akal seperti “epistemology” atau “oftimal” maka kita harus menjelaskan lebih lanjut apa yang kita maksudkan dengan katakata itu. Perlu kami ingatkan bahwa dalam penulisan kalimat atau cerita bahasa Bali memakai tulisan latin jangan berpegang dengan tulisan Bali. Dalam buku ejaan bahasa Daerah bali yang . Contoh: “Rontal Ramayana becik pisan. Untuk jelasnya penulisan kini menguraikan kejadian aksara vokal (suara) dan konsonan (wyanjana) serta menggolongkan terbagi tiga jenis. Ang. Pesamuan Agung Bahasa Bali tahun 1957 (dengan hasilnya) sebagai berikut: a). Artinya Dewa dari arah Barat. k.Vokal 6 buah.Modre.36. Terakhir adalah aksara suci ini adalah aksara mati karena banyak dengan busana (taleng. misalnya urak. 2002:175. mayudha dan Pañca Pãndawa”. Ang. Untuk membacanya menggunakan Krakah/Griguh (Kaler.

dan aksara suci. Wisnu Hyang Widhi dalam prabawanya memelihara disimbolkan dengan aksara U dan Siwa Hyang Widhi dalamp rabawanya pelebur disimbolkan dengan aksara M. i.ung. Terkait dalam pembelajaran mantra. dan dalam berbagai manifestanya terdapat berbagai macam. misalnya: ong. dan aksara swalalita atau aksara yang dipergunakan pada kesusastraan Kawi yang terdiri atas 47 aksara. Pengulangan Lalitasahasranama dan Trisat’i. aksara yang dipergunakan sehari-hari terdiri atas 18 aksara (ha. 1993:3). Hal ini dimaksudkan untuk menyerap bahasa asing pada tahap permulaan sebelum beradaptasi dengan bahasa Bali. Dilaksanakan dengan Kata Dum dibentuk dengan menambahkan Maya. Sthiti-pralina atau lahir hidup mati. segi tiga). ang. o. huruf mati) yang terletak pada akhir kata yang melambangkan fonem konsonan (Ngurah Nala. Dengan menggunakan media aksara/sastra keharmonisan mikrokosmos dengan makrokosmos.disenpurnakan juga dicantumkan abjad Bahasa Indonesia dari a s/d z. kedamaian di dunia dan kedamaian di akhirat. Karna. 1978:16). ini ditunggalkan menjadi OM (Upadesa. Kalau di Bali aksara tersebut dapat diidentikan dengan Tuhan disimboliskan aksara Ongkara dalam wujud Tunggal. (Tinggen. 2005 Bali Post) Kemudian padangan dari persfektif Sastra. U. ca ra ka dst). e. aksara wianjana (huruf konsonan. Tri Murti: Ang Ung Mang dan dalam wujud Dasaksara adalah: Sang Bang Tang Ang Ing dan Nang Mang Sing Wang Yang. Selain itu. M. Adri. bulatan) dan nadha (bindang. “Durga Puja”. na. Akasara biasa terdiri atas aksara wreastra. dalam aksara Bali ada yang disebut pengangge tengenan. u. Akasara Suci terbagi atas akasara wijaksara atau bijaksana (aksara swalalita + aksara amsa. Untuk dapat meresapkan keamhakuasaan Sang Hyang Widhi agama Hindu memberikan Simbol pada kekuatannNya ini dalam aksara suci OM. Bindu/Windu dan Pranawa/ongakra serta pisarga pada permulaan kata. maka aksara yang digunakan adalah . Akasara amsa terdiri atas Arddhacandra (bulan sabit). Ketiganya melambangkan Dewa Tri Murti-Utpatti. Suara A. Aksara-aksara ini identik dengan Aksara Swalita dan Akasara Suci/Modre yang dipergunakan oleh para Pujangga atau Rohaniawan dalam Simbolis ritual. Aksara Bali terbagi atas aksara biasa. Kata Om adalah aksara suci untuk mewujudkan Sang Hyang Widhi dengan ketiga prabawanya yaitu: Brahma Hyang Widhi dalam prabawanya mahapencita disimbolkan dengan aksara A. khususnya Trisakt. diharapkan dapat mencipkan kedmaian dihati. windhu (matahari. misalnya: a.mang) dan modre atau aksara lukisan magis.

1972.ditastwag wettu diwaskambhanirasi dhisana.19 Sarmasyawadhutaduam rakso. Dengan menggunakan aksara Modre/aksara suci. perwujudan dari ceritera Weda. Dhisana ’si parwati prati twa. Cetakan Pertama: Paramita . Atmanadhi. dan ada keinginan untuk menjadi: Pemangku. CV. menjauhkan yang egois dan sifat-sifat kikir dan melindungi daerah tempat seperti kulit melindungi tubuh. Dasar Kepemangkuan (Ke Sulinggihan).wadhuta aratayo’ditwastwagasi twa’ditirwettu.aksara biasa Wreastra tanpa dilakukan upakara. Baik bagi diri sendiri keluarga maupun masyarakat dan negara. Yadnya adalah penyangga matahari yang cemerlang. Proses Belajar. Yadnya yang dilakukan pada hari tertentu juga memberi perlindungan seperti kulit melindungi tubuh. Bangli. Denpasar: Percetakan Offset & Toko Buku Ria. Dari uraian di atas. Suatu “Moto” di Bali. tetapi kalau dipelajari dengan suatu sistem dengan tujuan baik “Ayu Were Siddhi phalanya” boleh dibicarakan akan sangat baik manfaatnya.si parwateyi prati twa parwati wettu. Kayumas Agung. Satrya I Nyoman.Bagian I. IB. (Watra. Kemudian setelah ada pemaham lebih lanjut. Sulinggih baru dilanjutkan dengan upakara dan upacara Mawinten atau Madwijati. DAFTAR BACAAN Anom.5. Semoga yang melakukan yadnya menyadari arti pentingnya. Anda Kusuma Sri Rshi. Aywa Were tan siddhi phalanya”. Kesumadewa. 1986 “Kamus Bahasa Bali Indonesia-Indonesia Bali” Penerbit. Sekaranglah saatnya kita tahu Mantra dan Belajar Memantra. Puja Walaka-Pinandita. secara teori ilmu apapun bisa dipelajari asal dimanfaatkan secara dewasa. Utara 1994. Seperti bunyi bait Yayur Veda. Denpasar. Surabaya: Penerbit. Yadnya adalah pemberi kebahagiaan. 2006:52-58) 9. artinya anak kecil atau anak muda bisa membahas Mantra apabila penerapakan dilakukan secara dewasa. Semoga kami menyadari yadnya sebagai pembawa hujan dan pemberi pengetahuan spiritual. Penguncaran Weda Mantra yang benar-benar merupakan yandnya sendiri. 2005. kalau ilmu itu disembarangkan jelas dia tidak bermanfaat.

1979. 1985. Upacara Panca Yadnya. Maswinara. Sama Weda “Sama Weda Samhita”.. 1976. Parisada Hindu Dharma Pusat... Penerbit. Denpasar: Penerbit Guna Agung.. Denpasar: Milik Pemerintah Propinsi Bali. Sodasiwikerama. Kaler. Denpasar: Stensilan. I Made.. Surabaya: Penerbit Paramita.. Aplied Approach.Bharati.. Gayatri Sadhana Maha Mantra Menurut Weda... . Tuntunan Muspa Bagi Umat Hindu. Sri Empu Nabe.. Jakarta: Buku 2... Gambar. Ringga Natha. Pedoman Sembahyang.. Buleleng: Toko Buku Indra Jaya. Denpasar: Parisada Hindu Dharma. 2002...08. Jakarta: Cetakan ke 3 . Jakarta: Penerbit. Weda Parikrama... Paramita Paulina Panennen dan Purwanto.. . Paramita. Mantra Inisiasi Meditasi & Yoga.t. G.. Surabaya: Penerbit.. 1987. Penulisan Bahan Ajar. Kanca.. Persembahyangan Bagi Warga Hindu.. Jero gede Pasek 2003. 2001. 1986. 1983. Sang Kulputih Kusuma Dewa.. Gria Prasetya. Satu Himpunan Naskah Mantra dan Stotra teks asli bahasa Sanskerta dan Penjelasannya. Swami Veda. Mengajar di Perguruan Tinggi. Surabaya: Cetakan Pertama. Jakarta: Pesanan Proyek Pengadaan Kitab suci Hindu... Pudja... Jero.. 1982-1983.. I Gusti Ketut. Denpasar: Terjemahan. Badung: Agung Bungkasa Abiansemal... Lembaga Penyelenggara Penterjemah Kitab Suci Weda.... Pusat Propinsi Bali. I Nyoman Tt. 1984.) . I Wayan 2004. Sebagai Staff Antar Universitas Terbuka. Weda (Pengantar Agama Hindu). Jakarta: Sampai saat ini ybs.. 2000. Irawan T. Himpunan Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu I-IX. Pekerti. Pusat antar Universitas Untuk peningkatan dan Pengembanngan Aktivitas Intruksional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Agem-Ageman Kepemangkuan. (Buku Yang banyak Mengandung Inti-Inti Falsafah Hindu. Milik Departemen agama Republik Indonesia. Pramadaksa.

1986 Weda Walaka.. Ida Pandita Umpu Nabe Daksa Kertha. 1982.. 1985 Atharwa Wedha (Weda Sruti) Terjemahan. Penerbit. Jakarta: penerbit... 2001. Yajur Weda (Weda Sruti). R dan Gede Pudja. Surabaya: Penerbit. Nganteb Piodalan Alit. Mitra Printing.. . Putra. Sugiarto. 2006.. PT. Tt. Majalah Kebudayaan Bali Taksu... 1993. Jakarta: cetakan Pertama. Sagung Kendran..A. Jakarta: penerbit Hanuman sakti. Tri Sandya Sembahyang dan Berdoa. Denpasar: Gria Agung Giri Manik.. Buku Pelajaran Agama Hindu di Perguruan Tinggi. Milik Depatemen agama Republik Indonesia.1985. Jakarta: Copyright.. . Titib I Made. ……….. Tim Penyusun. Dharma Nusantara Bahagia. Cinta Kasih dan Penyerahan Diri kepada Tuhan.. Pembelajaran Orang Dewasa. 2006. Proyek Pengadan Kitab suci Hindu.. Nyoman dan A. Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Mutu Pendidikan Universitas Udayana... Sweta Swatara Upanisad. Maya Sari.1997. Kumpulan Kuliah Agama Hindu Bhatkti Marga. KM 2005. Surabaya: Penerbit. Denpasar: Edisi 159 MeiJuni/VII.. Watra. Denpasar: Penerbit... Departemen Agama RI Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Hindu dan Budha. Cudami III. Suhardana. Jakarta: Terjemahan. Paramita Wisesa... Paramita Sutjipta. Penerbit.. Pengantar Menuju Pedoman Sembahyang Umat Hindu. Kios Muria..... Dosen Institut Hindu Dharma. Bagian I.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful