P. 1
Mantra Belajar Memantra

Mantra Belajar Memantra

|Views: 3,886|Likes:
Dipublikasikan oleh arya ngurah

More info:

Published by: arya ngurah on Nov 11, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/05/2013

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

B

egitu

banyaknya

permintaan,

buku

tentang

pelaksanaan

Sembahyang dan mantram-mantram ringan yang bisa dipelajari untuk diri sendiri serta mengisi hari tua, yang dapat dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari dalam keluarga. Kenyataan inilah yang mendorong penulis untuk mengumpulkan beberapa buku yang dipakai sebagai dasar untuk merealisasikan maksud tersebut, sehingga penulis sebut dengan Mantra dan Belajar Memantra ini. Setelah dilakukan koreksi oleh Editor, maka judul tulisan tersebut berubah menjadi MANTRA DAN BELAJAR ANEKA MANTRA (Kumpulan Berjenisjenis Mantra). Karena Mantra pada dasarnya terdiri dari tiga konsep yaitu Mantra, Tantra dan Yantra. Mardiwasito menulis (1985:339,582,711) bahwa yang dimaksud dengan Mantra dari sudut kata berasal dari sanskerta dan berubah kedalam bahasa Indonesia menjadi Mantera yang artinya jampi (penahan/japa), doa atau mantrakratu pembaca mantera (hanya berwujud kata-kata), Tantra yang juga artinya mantra tetapi lebih menekankan ilmu sihir (gaib, mistik) dan yang dimaksud dengan Yantra adalah alat untuk merenungkan Dewa. Secara mudahnya dapat dipahami mantra adalah ucapan mengandung nilai-nilai magis, Yantra adalah upakara sebagai alat untuk memusatkan konsentrasi dan Tantra adalah gerakan tangan yang bersifat magis yang juga disebut dengan Mudra. Dalam tahap pembelajaran ini, aksara tidak diisi secara lengkap seperti, contoh: Mahì dyauá prthivì ca na ima÷ yajñammikûatàm; Piprtàm no bhaåìmabhiá. Tetapi akan ditulis “Mahi dyauh prthiwi ca na imam yajnamimiksatam; Piprtam no bharimabhih”. Maksudnya buku ini untuk, memudahkan belajar membaca dan mendengarkan suara sendiri. Sebab menurut pandangan penulis, kalau diisi lengkap, keinginan untuk membaca akan berkurang, karena harus belajar tanda baca terlebih dahulu. Karena dalam hal ini, sekali lagi masih taraf belajar. Nanti kalau sudah lancar membaca, maka akan ditingkatkan sesuai dengan tanda bacanya.

Mempelajari Weda (dan atau mantra) mencakup kegiatan yang amat luas. Kita mulai dari belajar membaca, mendengar ucapan-ucapan yang benar, menterjemahkannya, mengertikan arti kata, menginterpretasikan, merenungkannya kembali, merumuskan hasil-hasil pemikiran yang terkandung dalam Weda, menjelaskan dengan melihat relevansinya dengan gejala-gejala alam, kesemuanya itu merupakan satu paket proses belajar weda. Mengajar dan belajar mantra Weda tidaklah sama dengan membaca biasa. Sangat idealnya usaha belajar dimulai sejak usia masih muda. Ketentuan umur dalam sistem catur Asrama dapat dijadikan patokan pegangan kapan kita bisa mulai belajar Weda. Umur termuda empat tahun dan paling terlambat kalau telah mencapai umur 22 tahun. Salah satu faktor terpenting dalam belajar membaca dan mengajarkannya adalah pengenalan huruf dengan suaranya (ini yang ideal, tapi kalau baru belajar, silahkan bacabaca dan dengar-dengar suara sendiri dulu). Disamping itu masalah intonasi atau tekanan suara yang tepat akan ikut pula menentukan. Karena itu yang pertama-tama adalah menguasai huruf (secara umum dulu/latin nanti kalau sudah meningkat baru menginjak ke dewanegari) dengan baik sehingga seorang anak dapat dapat memodulisasi suara dengan baik dan dapat pula mendengar dengan jelas perbedaan suara yang dibaca orang lain. Adapun pengucapan huruf-huruf yang dimaksud itu adalah huruf-huruf (aksara) dewanegari yang dipakai dalam bahasa Sanskerta atau mantra-mantra baik ditulis dalam huruf Dewanegari maupun tulisan Latin. Secara umum huruf itu dapat dibagi menjadi dua yaitu huruf hidup dan huruf mati. Huruf hidup adalah: a, a, i, i, u, u, e, ai, o, au, r, rr, lr, llrr, dan huruf mati: k, kh, g, gh ng (n), c, ch, j, jh, n, t, th, d, dh, n, t, th, d, dá, n, p, ph, b, dh, m s, û (sn), ú (c), á. Ks (ksh), tra, jn. (Puja, 1985:112-113) Pada hakekatnya belajar merupakan proses dinamika yang seyogyanya dilakukan seumur hidup. Tetapi sebelum memantra, lakukanlah pembersihan diri dengan Mantra, seperti: Mantram sebelum Belajar Memantra (Sang Hyang Aji Panusangan). Sama nilainya kita telah mewinten tiga kali. Idepaku anganggo Aji kotamah, Amangsa-amangsung aku tan pabersihan, aku pawaking setra suka kang akasa,

suka kang peretiwi, tan ana aku keneng sebelan, apan aku teke abersihin awak sariranku, teka bersih bersih-bersih-bersih. (Gambar, 1986:51-52) Mempelajari Weda dengan setulus hatimu. Samudre te hrdayamapswantah sam twà wìantwoûadhìrutàpah; Yajñasya twà yajñapate suktoktau namo wàke widhema yat swàhà. O yang berumah tangga, hendaknya engkau mempelajari weda dengan setulus hatimu, yang penuh dengan sabda-sabda bimbingan mulia, dikendalikan oleh prana, berbuat dalam perbuatan mulia. Semoga engkau menikmati makanan, buah-buahan dan air, Dalam bimbingan kasih sayang, kami menuntun engkau melakukan kewajiban hidup dalam perkawinan dengan penuh keyakinan. Yadnya mantra harus dilakukan oleh setiap kepala rumah tangga. Mahì dyauá prthivì ca na ima÷ yajñammikûatàm; Piprtàm no bhaåìmabhiá. O suami yang patut dipuji dan yang sehat dan istri yang bersabar hati, berkehendak untuk memenuhi kesenangan dan melakukan yadnya dalam rumah tangga. Semoga engkau berdua menyediakan kami makanan dan pakaian.* Weda dan atau Mantra dapat dipelajari sendiri. Ara iwa rathanabhau prane sarwan pratistham, rco yajudwamsi yajnah ksatram brahmaca. Ibarat jeruji dipasang pada porosnya roda sebuah kereta demikian pula halnya segala sesuatu ditetapkan dan digantungkan pada prana. Melalui prana dan pengendaliannya itu orang dapat belajar Weda sendiri, mis Rg.Weda, Yayur Weda, Sama Weda (dan Atharwa Weda) dan dari itu orang dapat melakukan maha yadnya atau orang-orang bijaksana dan terpelajar. Dapat memperlihatkan kebijaksanaannya yang benar atau seseorang tentara dapat memperlihatkan keberaniannya yang mengagumkan. Prasana Upanisad (Puja, 1985/86:21-22). Yang masih mengumbar hawa-nafsu, sebaiknya jangan mempelajari Weda. Wedante paramam guhyam purakalpe pracoditam naprasantaya datawyam naputrayasisyaya wa punah. Misteri yang paling dalam dan paling agung dari Ajaran Wedanta, yang telah diberikan oleh Brahman kepada kita di zaman dahulu kala, hendaknya jangan diberikan kepada orang-orang yang masih belum mampu menguasai hawa nafsu - hawa nafsunya, walaupun dia anak laki-laki kita atau siswa kita yang kita cintai. Yasya dewa para bhaktir yatha dewe tatha gurau, tasyaite kathita hy arthah, prakasante mahatmanah, prakasante mahatmanah.

.........................2.......3................ dengan harapan bahwa orang dewasa secara Pisik dan Psikologi (jiwa dan ilmu pengetahuan) sudah matang. Adyaya ke VI:22...... Sembah Kuta Mantra.......................2.............. 4. Utpeti Kang Toya .2. 3.................. hendaknya kita berikan rahasia Ajaran Kitab Suci Upanisad ini.............. Belajar Mantram...2....... 3.................................................. 4.......................................2........2........ Mersihin eteh-eteh upakara ...... 2...... 3................ Menghaturkan Dupa ....1...................... akan berwajah yang berseri-seri............................ 4... 4............................. Ngutpeti Toya Ring Sangku ..4......................... Daftar Isi.............. Padmasana Ring Toya .................... Mantram Widhi Yadnya.......2.... 4........3..............8....6.......... Dewa Yadnya.................................... Pengertian Mantram.................... 4.......... 3..... sehingga hasil pembelajarannya dapat berguna paling tidak bagi dirinya sendiri......... 4....... 1.... Sikap Sembahyang dan Kramaning Sembah ............... Mantram Umum. Dewa Pratista ......... agar mereka dapat mengetahui dan dapat mengamalkan Ajaran Kitab Suci Upanisad ini..... yang mempercayai sepenuhnya kepada Brahman.............. Sebelum Mantram Tri Sandya .............. negara dan bangsa..... Pendahuluan.......................1.................... Panca Sembah ..2. 4................2..... 4........ Dan tidak tertutup kemungkinan untuk keluarga................7....... (Sweta Swatara Upanisad... Mantram Tri Sandya .......... yang dengan tulus memuja Brahman dan menghormati Guru.. untuk menciptakan kedamaian Denpasar.. 4.......4........................ dalam konteks ini pembelajaran dilakukan untuk orang dewasa.............................. Mantram dalam Yadnya........1......................2... 10 Juni 2006 Penulis DAFTAR ISI Judul...... Kata Pengantar.................. 3...... i v xi 1 5 9 10 10 10 12 12 15 15 17 17 18 18 18 18 18 18 18 .. 4......................Kepada orang-orang yang berjiwa luhur........................2..... Namun demikian.23)........5............ Metabuh arak/ berem .....................................................

...... 21 4.. Tirta Puwa Pangentas Wong Preteka ..... 22 4...... Sembah Hyang di Pura Prajapati .. 33 4...................... 27 4.........2..........4......... Wiku Sangara ......................11.........1.......10..................15..... Ngaskara Bajra ......2............ Guru Pada Namas Karo ... 28 4.4.3....... Dwijendra Astawa........................... Wiku Palang Pasir ..3.................3 AUM Upacara Resi Yadnya .4.. 33 4.........2.......... Sembah Hyang di Purnama /Tilem ...4.......... Wiku Pangkon ..... Sembah Hyang di Ring Merajan Sanggah Kemulan ..3.......2......... Wiku Bramacari ................ 26 4.....3............................ 20 4.....4.............. 32 4..................... Wija 18 4.......12.......................... Manusa Yadnya ... 33 4.....3................16.... Anglukat Banten ......2.......3.. Sembah Hyang di Pura Dalem ..9......4........ 22 4.......2......... 32 4. 35 21 24 ............. 19 4......... Sembah Hyang di Kawitan Ratu Pasek ........ 21 4.9...21............................................ 33 4...10.3................. 28 4. 28 4..1...............4.......... 24 4......... Sembah Siwa Amerta .............4.........2...13.....2..... Sembah Hyang di Pura Puseh . Wiku Wanaprasthi ...12.....4.............7......... Nyiratin Tirta Sawa .......23....2. 33 4..2......5..3..........3.......19................. 33 4..2................3..............3...20...5..... Kramaning Pamuspaning Pitra ...... Wiku Sanyasi ...4..................3... Ngarga Tirta ... 32 4....4. 23 4... Tumuwut sang pitre adi nyasa ring catur desa (Ngentas) ...................3....... 20 4.24..... 32 4.........2............................................. Wiku Panjer ... Wiku Cendana ........................ Pitra Yadnya ................ 18 4... 34 4................ 26 4...................3.......4.....14.5...2..18........2......11.4.. Sembah Hyang di Merajan Kemimitan/Paibon 4...... 29 4.......... 28 4........2... Tata Cara Persembahyangan dalam Piodalan 4.22........4... 30 4.........2..........2.................3.........6...............................4.. Akena bija ........ 24 4...3........ 23 4.. Sembah Hyang di Pura Desa Mwang Bale Agung......4....4.3..3......................................3.......... Wiku Grahasti ..2............... Rsi Yadnya ...2... Wiku Grohita .............17................... Gandaksata............................................. Menekan Tangan ................................. Wiku Ambeng .............. 19 4...4.................3........... 34 4...... Mantra Pengulapan .. Aturi Kang Toya Puspa.1.... 29 4..4... Wiku Saba Ukir ..................8.........

............ Menyalakan Dupa.....8.....2.. Smara Ratih (Menek Bajang) ...5.. Ngaturan Tirta..4.......... Astawan Banten Malinggih ring Paruman... 35 4...7....... 36 4..............1..8.....7........... Pengelebaran caru-caru.................7.....15...5. 52 4..6..1...... 58 4............... Pakeling saha Seha ................ Mantram Caru dewasa ala..7.7.... Potong rambut.... 53 4.....8..........7......................7.......3................. Ngaturin Betara Kukusarum............. Ngastawa Sang Hyang Kumara ....... 54 4.8......8........17. 51 4....... Penghormatan....... Bhuta Yadnya ....... 35 4. Ngastiti Tetebusan....8........ 42 4............ Panca Mahabhuta..................... 41 4.. Susunan Bhuta Yadnya .. 50 4.....1 Pelaksanaan Upacara.... 36 4...............................7.....7.......3...................................... 52 4..........2................. 52 4...................................... Menjalankan Pabyakaunan...4......... 55 4...................... 52 4.... Penghormatan di Gunung Batur......... Penghormatan di Gunung Watukaru.1.................. Penghormatan di Gunung Andakasa.....7................ 40 4...5.........7......7......................7....5...7..... 58 4. 52 4.... .........18......7. 56 4.... Kelahiran Bayi ............................8..... Amusti Karana.... metatah ................................... molongin karna..........6........4................7....6...4.... Ngaturan Prayascita......3.........3....14.......5.. Ngelebar Segeh......2....................6................... 55 4........................ Ngastawa Lis..... 39 4........................7...... 57 4..6................7....... Penghormatan di Gunung di Gung Kawi........... .5.....................6................6. 40 4.8.. 57 4.....6......6......... Mabiye kawon ....... Nyucikan Badan................................ Yadnya Sesa.......7.. 57 4.................. Panyubyokaunan dan Prayascita. 53 4..................... Mekala Hyang.........5...........10....7.... Penghormatan di Gunung Beratan/Dhanu Bratan 4.............................. Pengormatan di Gunung Mangu.... 42 4....13.12............ 54 4......... Belajar Mantram Genta atau Bajra.....6.5......16......4..... Dewa yang Berstana di GunungGunung...5.......6............ 53 4.......5......8.. Pasang Tri tatwa.............11.......... 51 4....9...... 58 4..... 43 4.. 57 4................5........ 55 4......... Mawinten ..7.............................. 50 4....2............... 41 4. Ngaturang Prayascita.. Penghormatan di Penataran Beskih/Gunung Agung 58 58 ... Bebanten Suci. 57 4..7.............. Ngayab Banten... 52 4....... Sucikan Tangan.

4.8.8. Penghormatan di Gunung Agung................. 58 4.8.9. Nunas Tirta ke Gunung Agung..................... 58 4.8.10. Maturan Canang Prascita (Tebasan Durmanggala) 4.8.11. Ngadegang Betara Nyatur ring Banten...... 59 4.8.12. Ngastawa Betara dan Pengiringe maka sami 4.8.13. Nedunang Betara ke Pengubengan........... 60 4.8.14. Nedungan Betara sami (dari Jawadwipa, dan Selam/Allah/Islam).................................... 60 4.8.15. Pengadegang ring suci.............................. 62 4.8.16. Ngabijiang (tempat mata air) Ida Betara sami 4.8.17. Tirta Pemarisudha...................................... 63 4.8.18. Nganteban Guling Bebangkit..................... 63 5 Upakara Ngawit Mekarya Wewangunan................ 63 5.1. Upakara.......................................................... 63 5.1.1. Dasar Bambang........................................... 63 5.1.2. Canang Pependem....................................... 63 5.1.3. Caru Pengeruak dan Mantra........................ 64 5.1.4. Banten Pengeruak dan Mantra.................... 64 5.1.5. Sarana dan Mantra...................................... 65 5.1.6. Upakara dan Mantra Mengukur (nyikut) Karang 5.1.7. Piteges Sesajen............................................ 66

59 59

62

65

6. Nganteb Piodalan Alit............................................ 67 6.1. Persiapan Muput Piodalan Alit......................... 67 6.1.1. Muput Tirta Gede (Sapta Gangga)............... 67 6.1.2. Setelah selesai muput tirta Gede, kemudian dipercikan................................................... 68 6.1.3. Ngawit Nanggen Genta................................ 68 6.1.4. Ngastawa Tirta............................................. 69 6.1.5. Pengurip Tirta.............................................. 69 6.1.6. Jaya-Jaya Tirtha............................................ 69 6.2. Muput Piodalan Alit di Merajan/Sanggah......... 70 6.2.1. Byakaonan................................................... 70 6.2.2. Durmanggala (Pangastawa)......................... 70 6.2.3. Pengulapan (Pangastawa)........................... 70 6.2.4. Prayascita (Pangastawa).............................. 71 6.2.5. Lis (Pangastawa).......................................... 71 6.2.6. Ngosokan Lis (Pengastawa)......................... 71 6.2.7. Ngastawa linggihang dewa di Palinggih/Sanggah 6.2.8. Mendak Kepanggung di jaba (Baruna Astra) 72 6.2.9. Ngayat segehan ring Natah Umah............... 72 6.2.10. Medatengan ring Sanggah......................... 72

71

6.2.11. 6.2.12. 6.2.13. 6.2.14. 6.2.15. 6.2.16. 6.2.17. 6.2.18. 6.2.19. 6.2.20. 6.2.21. 7

Mapiuning Indik Piodalan........................... 73 Nganteb banten di pelinggih sami............. 73 Ngayab Banten Piodalan............................ 74 Ngayab Banten Pangemped lan Soda aturan Ngayab Penagi/Sesangi............................. 74 Ngayab banten Sambutan durung ketus Gigi Tri Sandya.................................................. 75 Muspa (Ngaggem Panca Sembah)............. 77 Margiang Benang Tebus............................ 78 Pengaksama ring Dewa Betara.................. 78 Nyimpen Bajra........................................... 79

74 75

Dewata Pawamana Soma...................................... 79 7.1. Resi Kasyapa, asita Atau Dewala.................. 79 7.1.1. Canda Gayatri (Sukta 13).......................... 79 7.1.2. Canda Gayatri (Sukta 14).......................... 80 7.1.3. Canda Gayatri (Sukta 15)............................ 81 7.1.4. Canda Gayatri (Sukta 16)............................ 82 7.2. Upacara Bajang Colong................................... 82 7.2.1. Banten Pasuwungan.................................... 82 7.2.2. Banten Pengelukatan di Dapur.................... 82 7.2.3. Banten Ring Sumur...................................... 83 7.2.4. Banten Ring Sanggah Kemulan.................... 84 7.2.5. Banten Bajng Colong................................... 87 7.2.6. Upacara Natab Sambutan............................ 89 7.2.7. Panglukatan Mala........................................ 99 7.2.8. Lindu Gemana.............................................. 100 7.2.9. Penglukatan Panca Geni (Orang Tilas)......... 101 7.2.10. Pecaru Gering Tempur............................... 102 7.2.11. Penglukatan Siwa Geni.............................. 103 7.2.12. Caru Manca Rupa (dagingnya bisa diganti) 7.2.13. Salwiring Pemanes Karang........................ 104 7.2.14. Pengasih Buta Muang Dewa...................... 108 7.2.15. Dwijendra Astawa...................................... 108 7.2.16. Surya Sewana (Bila sakit tidak ada obatnya) 7.2.17. Mantram Sebelum belajar Memantra......... 110 7.2.18. Pawisik Dewi Maya Asih............................. 111 7.2.19. Melapas Wewangunan Utama, Madya dan Nista 7.2.20. Pesimpenan............................................... 115 7.2.21. Mantram Arca Muang Mapendem Pedagingan Meru......................................................... 115 7.2.22. Katiban Durmanggala................................ 116 7.2.23. Puja Mawinten............................................ 116

103

109

113

7.2.24. Ananggap Dana......................................... 117 7.2.25. Penenang Jiwa yang Menderita.................. 117 7.2.26. Ilmuwan Mengerjan Ilmu Untuk Kebaikan Manusia.................................................... 118 7.2.27. Persembahan Weda Mantra....................... 118 7.2.28. Arti Penting Penguncaran Mantra.............. 119 7.2.29. Makanan disucikandengan Yadnya............ 120 7.2.30. Yadnya Menseimbangkan Dunia................ 120 7.2.31. Keturunan yang Melakukan Yadnya (bertambah) Baik....................................... 121 7.2.32. Tuhan Pencipta Tata Surya........................ 121 7.2.33. Menyebarkan Sistem Pendidikan dalam Weda 7.2.34. Yadnya dengan Mantra Weda dalam Gayatri 7.2.35. Yang Jahat Harus Disingkirkan................... 123 7.2.36. Mengenal Tuhan Melalui Penglihtan Spiritual 7.2.37. Mensucikan Hati dan Jiwa.......................... 124 7.2.38. Membersihkan Air Sumur dalam Weda...... 125 7.2.39. Yadnya Sejak Jaman Dulu Menurut Weda. . 125 7.2.40. Semoga saya tida pernah melanggar-Nya. 125 7.2.41. Jagalah Kami dengan Sinar Pengetahuan Spiritual.................................................... 126 7.2.42. Negara yang Sejahtera.............................. 127 7.2.43. Susunan Pencernaan (Analisa) Ilmu........... 127 7.2.44. Sebelum Beryadnya Manusia Lebih Dulu dilindungi Tuhan........................................ 128 7.2.45. Aktif dalam Ilmu Pengetahuan adalah Yadnya 7.2.46. Semoga Kami melenyapkan dosa-dosa Musuh 7.2.47. Mengucapkan Mantra Gayatri tiap Hari, menurut Weda......................................................... 129 7.2.48. Mencapai kebesaran melalui Tulisan......... 130 7.2.49. Berilah kami tinggal dirumah yang menyenangkan 7.2.50. Engkau Ajarkan (Weda) kepada Rakyat..... 130 7.2.51. Yang meninggalkan Yadnya ditinggalkan oleh Tuhan 7.2.52. Karmaphala dalam Weda........................... 131 7.2.53. Persembahan dalam Pitara dalam Weda. . . 132 7.2.54. Dengan pengetahuan untuk mencapai Kedewasan 7.2.55. Korban Api sebagai Yadnya....................... 133 7.2.56. Api pemusnah segala macam Penyakit..... 133 7.2.57. Sinarnya api Naik Turun............................. 134 7.2.58. Weda diucapkan untuk memperoleh Pengetahuan Spiritual ................................................... 134 7.2.59. Pengetahuan Petir melalui Weda............... 134

121 123 124

128 128

130 131

132

.. 145 Ceritera Ketuhanan dari Weda.................... Tiga...... 7................... 7...2....61...69.... 7... 7......... 7...... 7.......................2.............. 138 Dosa yang sadar dan Dosa yang Tidak Sadar Guru Pemberi Rakhmat........ 7....................2. 142 Mempelajari Weda dengan setulus hatimu 142 Weda Berkai satu.....71..................2.. 7...........79................. 7. 148 Prasana Upanisad......... 7.................2.. Dua... 7....73... Empat dan Delapan....... 141 Kerjakan Yadnya Rumah Tangga dengan Weda Mantra.......... 191 Samkya Darsana............................ esok dan setiap hari Lindungilah Perkawinanmu..2. 135 Suami yang bercahaya...........2..77...... 7............ 7.86.....64.............................. 147 Dhananjaya.................. 216 ...2..83.............................66. 149 Resi wasistha..88................. 139 Memberi Pengetahuan Siang dan Malam...2....92...2.. 136 Perkawinan Muda berpegangganglah kepada Kebenaran.2.................... 7....2....2. 154 Pemujaan Sawitri...... Dewata: Saraswan. 7...93.2....72.....74.2........... 145 Weda mengajarkan Azas Demokrasi.. 7........2.. 144 Enam Belas Kala........87.....80.. 7......... 7...... 7.............. 137 kebahagiaan hari nin... 163 Atharwa Weda....... 7....... Sayair: Gayatri. 140 Orang terpelajar yang berpikiran Mulia................ 146 Makna dan Fungsi Gayatri dalam Weda.... 139 Ajarkan dengan kata-kata yang manis...2......85......... memberi makan dan memelihara Tubuh..... 148 Tiga puluh empat penyangga Yadnya.........2....2.90. 136 Memberi Kesengan kepada Pengantin..... 7........ 143 Jinakan Pikiranmu dengan ucapan Weda Mantra Enam belas sifat dalam Berumah Tangga. 7.....94........ 7....... 7...68..78...............2. 148 Penciptaan dan Penguasa................2...70...2...... 7.2...84......2..... 135 Engkau Bercahaya laksana Matahari.......7.....2.2.82.....81.......75......................60......89.......91.2...... 7............2. 7........ 206 137 138 142 143 Weda dan Mantra.....2........... 7............. 7.... 7...........63........65..2........... 145 Untuk memperoleh sifat Mulia..2. 7.... 137 Suami tersayang dan Pemberani.95. Yadnya Mantra harus di laksnakan oleh Rumah Tangga...2...... 8 Brahmacari selama 48 Tahun..2......2.. 7.....2...67.. 141 Selenggrakan Yadnya dengan Benar.... 7...... 146 Suami yang tidak Beragama...........62..... 140 Siapa Yajamana itu?.. 181 Sama Weda..........2...76......... 7.. 7..............

.1.......4. ..... 8..........2.. Putru..3.....1......3.......... dan Dà melajahin aksarà modré/aksarà suci nyanan buduh nasé.. “Aywà Wérà tan sidhi phalanià”.......... Majijiwan............ Sastra sebagai alat komunikasi................... banyak orang takut belajar mantrà.. 227 9................ Kidung.......4............... 232 Bacaan Bacaan................................................. Weda........2.......... tutur tetua kita dan kalimat “Aywà Wérà tan sidhi phalanià”.............................. Jangan mempelajari aksarà Modré/aksarà suci.4.................... 233 PENDAHULUAN D ilarang belajar mantra.. orang tua dan orang yang disucikan.. 223 9............ Maka kita tidak cukup menerima begitu saja.4..3..1..................... Orang dewasa dihargai kemandiriannya................................ Dà melajahin aksarà modré/aksarà suci nyanan buduh nasé......... Orang dewasa memiliki banyak pengalaman.................. Pungsi Mantram. 227 9....5................ Pemujaan setiap hari.............. Mantra Upasana dan Mantra Upadesa............2.......3....4....... sering mendengar sebuah kalimat.......... 8................ Dua pernyataan seperti ini sudah cukup menakutkan bagi orang Bali yang lugu dan hormat kepada tutur......................1....................... 8.................4..............................8........... karena belum mengerti apa itu sesungguhnya mantrà disamping itu............... Kemudian lebih lanjut tutur-dituturkan oleh tetua kita di Bali....... 8........... 8.......... jangan disembarangkan...............................3....... kalimat ini harus ditelusuri lebih mendalam... nanti bisa gila....... 8....4... 8......... 227 9.... perilaku yang sembarangan itu sangat tidak baik manfaatnya...... 229 9..2......... dan dari buku mana dan apa tujuannya.... Pembelajaran Orang Dewasa.. Proses Belajar............ Puja....... 8..... Orang dewasa mempunyai kesediaan belajar hal-hal relewan......... Nilai Magis Mantram...... 216 218 219 220 220 221 221 222 223 223 9... 8......... Dari mana sesungguhnya kalimat tersebut muncul..................... Mantra..............

23). Jika ada orang yang ingin mempelajari Sang Hyang Aji Aksara Sastra Suci. papinehnya bawak. mewastu mijil saking aksara. papa ikang wwang yan mangkana. Tuhan yang Maha Esa Yang Maha Agung (Makhluk Teragung). tan pangupadyaya/maupacara mwah tan ketapak. tidak memiliki guru. (Ringga Natha. Widyas ca wa awidyas ca. Sariram brahma prawisad rcah sama-atho-yajuh. kalimat yang menyatakan boleh belajar mantra menyatakan sebagai berikut: Kewala ikang amusti juga kawenangan wehania ri wwang durung Adiksa Dwijati. Rgweda. Karena perjalanannya tidak menentu. dan bagaimana rengreng mantra harus disuarakan agar mampu menyentuh sapta petala. roh-nya akan mengendap didasar neraka Candra Ghomuka. Kalau diperhatikan kalimat tersebut inti pokoknya terletak pada. dan jika melanggar akan memperoleh hukuman.8. yac ca-anyad upadesyam. 2003:3). dia akan menjadi kotoran air yang mendidih dan akan menemukan kesengsaraan. yan manresti malih matemahan triyak yoni. Samaweda dan Yajurweda. kalau dia lahir kembali. kweh prabedanya. ring arep anembah Dewa. amreyogakena Sang Hyang ri daleming sarira. diperkenankan juga kepada orang yang belum Adiksa Dwijati (dinobatkan sebagai pemangku atau sulinggih).Kalimat tersebut muncul dari Purwa Adhi Gama Sesana. atmanya menados entipning kawah Candra Ghomuka. jika mempelajari Aksara Suci atau Modre harus: diupacarai. Bibijat wwang ika ngaranya. tidak anugrahi ketapak melalui nyanjan. Tidak memiliki Bapak dan Ibu orang yang seperti itu. tanpa guru. (Athwaweda XI. apan embas/lekad tanpa guru. kalau orang berkeinginan dengan sungguh-sungguh. berdosalah orang yang seperti itu. amangguhaken kesengsaran. kananda de para Kingkara Bala. Arti bebasnya. dan setiap pengetahuan yang harus diajarkan. Apan lampahnya numpang laku. yan benjangan padem wwang mangkana. bagaimana tulisan mantra yang benar. sebagai bukti ketulusan hati yang paling dalam untuk memahami dan mendalami apa yang disebut dengan Mantra. dihukumlah oleh pengikutnya Kingkara bala. asalnya disampaikan atau di buatkan upacara kecil (Canang sari) dihadap para Dewa. pengetahuan praktis. Dibenarkan belajar Mantra. Arti bebasnya. Segala macam zat memasuki tubuh manusia seperti misalnya kebijaksanaan. hanya dengan mempelajari Sastra buku-buku tidak dilakukan upacara. memiliki guru. . sapta cakra dan sapta Loka. karena kelahirannya tidak memiliki guru. yang menyatakan: Yan han wwang kengin weruhing Sang Hyang Aji Aksara.

sehingga dapat dikatakan bahwa untuk belajar mantra cukup dengan matur piuning di Sanggah Kemulan. . weddanta). Secara khusus dan teknis yoga adalah pengaktualisasikan identitas. Yoga mempersatukan Jiwa (atma) dengan Tuhan (Paramatma). Mona (mengendalikan kata-kata). yang disebut guru adalah: Guru Rupaka. namun keadaan sedemikian ini dalam praktek kehidupan sehari-hari sering dilupakan. Keadaan inilah yang dijadikan landasan bersama dan pertama. Nyama (penyucian lahir-bhatin). sehingga menjadi sembilan konsep yang dapat dipakai sebagai pedoman Nistaning Nista. maka dari itu seseorang belajar mantra akan terhindar dari segala kutuk dan hukum. Swadhiyaya maka konsep guru telah kita lalui. pranayama (pengaturan nafas). Dyana (pemusatan pikiran). Pada tingkatan nyama terdapat sepuluh mental yang harus dipenuhi. yang sebenarnya telah ada walaupun tidak disadari. Ijya (sembahyang). maka konsep upakara dapat diatasi. dan inti dari yadnya adalah ketulusan hati. Samadhi (menyatunya subyek-subyek). yang ditengah sebagai simbolis Tuhan dalam Rumah Tangga yang sering disebut dengan Siwa Pramesti Guru. Tapa (semadi). Dharana (perhatian memusat). Dyana (pemusatan pikiran). Astangga Yoga memberi perincian luas dan mendalam tentang delapan tingkatan yoga: yama (pengendalian diri).Konsep upacara ada tiga. tetap menjadi landasan pengertian tapa. Guru Pengajian. Tantra sangat meyakinkan kita akan kekuatan yoga sebagai bentuk sadhana “kubci” pengendalian zaman ini. Snana (membersihkan badan). Meskipun sejarah telah banyak memberi warnanya tetapi konsep astangga Yoga. diantara tiga masing-masing dapat dibagi menjadi tiga. brata sebagaimana disebutkan di atas. Asana (sikap duduk/tubuh). Brata (mengendalikan panca indria). Dengan menghaturkan satu sesaji canang sari kehadapan Tuhan Yang Maha Esa. Upanasa (berpuasa). Pratyahara (pengendalian pengindraan). dan tidak ada kekuatan yang lain yang mampu menghancurkan ikatan itu selain Yoga. Secara alamiah yoga dialami sewajarnya oleh semua mahluk. jadi dengan upakara yang kecil (cukup) Canang Sari satu tanding disertai kesucian hati. waisasika. dan yoga merupakan bagian dari enam aliran filsafat Hindu (niaya. karena sebenarnya sekali hanya dengan persatuan itulah semua yang ada itu ada. Belajar Mantra berarti sebuah yoga. yoga. Tidak ada pengikat yang lebih kuat dari maya. Tattwajnana atau kesejatian adalah hadiah yang paling berharga dari semua bentuk laku shadnan yoga. Harus memiliki guru. Guru Wisesa dan Guru Swadhiyaya. mimansa. sangkia. yaitu: Dana (sedekah). Upastanigraha (mengendalikan sex). Swadyaya (mempelajari weda-weda/mantra).

maksudnya orang yang dipercaya dimasyarakat. demikian juga pengetahuan yang suci tidak seharusnya disebarkan kepada keluarga-keluarga dimana kemasyurannya dan kekayaannya yang tidak didapat dengan kesucian atau tanpa penghormatan kepada yang suci. . Sebagai bibit yang baik tidak boleh ditaburkan pada tanah yang gersang. Pembersihan Dupa. hendaknya orang-orang supaya bertingkah laku bijaksana diantara orang-orang yang memiliki pengetahuan yang sederhana. Diantara kedua jenis orang itu. akan mengalami kekeliruan atau terkena bencana permusuhan oleh orang yang lain. seorang tidak boleh menceriterakan apapun kepada orang lain kecuali kalau ditanyai.Zaman kali telah menurunkan kitab suci tantra. linggih berarti tempat. kesepuluh orang-orang berikutnya adalah putra guru (yaitu) ia yang berniat melakukan pengabdiannya. yaitu pengetahuan praktis yang langsung harus dipelajari dalam praktek. orang yang jujur dan keluarga (mereka) dapat dipejalari Weda atau mantra. Kitab tersebut menuntut pemahaman hakekat yoga shadhana ritual. Menurut hukum suci. Selanjutnya dinyatakan. Bali sudah memahami mantra. Dari uraian di atas menunjukkan suatu larangan yang bersifat positif. agar didalam mempelajari Mantra mengikuti sistimatika dan etika bermantra. (Granoka. orang yang suci. demikian seseorang hendaknya tidak menjawab pertanyaan yang tidak wajar untuk dinyatakan. orang memiliki kemampuan rohani. agar dipergunakan sebagai jalan mensejahterakan kehidupan masyarakat untuk mencapai kedamaian bersama. Pembersihan Tangan. otonan istri dan upacara odalan kecil di sanggah kemulan milik sendiri. artinya hanya sebatas dikalangan rumah sendiri dan dilakukan upakara secara kecil-kecilan. 2000:15). yang menjelaskan sesuatu yang tidak wewenangnya dan yang menyatakan pertanyaan yang bukan wewenangnya salah satu dan keduanya. ia memberikan pengetahuan. Pengetahuan suci mendekati seorang Sulinggih (su-berarti baik. seperti: Otonan anak. Pemahaman intensif memerlukan tingkat evolusi berpikir melalui praktek-prakteknya. Paling tidak mantram itu dipergunakan pertama untuk diri sendiri seperti mantram. Kedua untuk keluarga. Pembersihan Bunga dan Mantram Tri sandya. telah memiliki sifat-sifat baik) dengan berkata: Aku adalah kekayaan anda. yang sepenuh hatinya mentaati UU. Etika yang harus dipegang oleh orang yang mempelajari mendalami spiritual adalah: Kitrcah cisyo’dhyapya ityaha: Acarya putrah cusrusur njadado dharmikah cucuh. aptah caktorthadah sadhu swodhyapya daca dharmatah. orang yang menghadiahkan uang. orang yang berhubungan karena perkawinan atau persaudaraan.

Dalam keberadaan meditasi yang tertinggi. dan dimana harus dipujakan. Silahkan. Pikiran bercampur dengan kesadaran yang bagaikan cahaya kilat. “Menos”.peliharalah aku. yang diambil dari kata latin “ments” (mind). Kata “mantra” berhubungan dengan kata Bahasa Inggris “man”. dengan demikian aku menjadi amat kuat. dan kata mantra diambil dari akar kata kerja Sanskerta “man”. Permukaan interior ini disebut dengan antah karana. kemahakuasaan dan keagungan Tuhan yang Maha Esa. kata-kata Tuhan. pemikiran yang intuitif. merupakan suatu doa. belajarlah Mantra dan Memantra berdasarkan kesucian hati. semua itu hanyalah manifestasi fisikal. yang berarti “untuk bermeditasi”. 1977/1978:109-115). Bahasa filsafat India. Disini sinar kesadaran mengalir dan dari spiritual menghasilkan getaran mental. Kalau orang berkeinginan dengan sungguh-sungguh. jangan aku diserahkan kepada mereka yang tak percaya. Dan pada momen mikro. yang merupakan sumber dari semua pengetahuan dan kata. berbudi baik dan tekun. Tetapi serahkan saya kepada seorang Sulinggih yang anda ketahui pasti ia yang sudah suci. dari seseorang telah menyatu dengan Tuhan. “mens”. Dimana yang satu tidak akan bisa berfungsi tanpa yang lainnya. menyebutkan sabda Brahman. yaitu dua sinar yaitu suara dan cahaya. manfaatkanlah sesuai dengan tata dan etika dimana harus diucapkan. yang bisa mengendalikan panca indranya. terutama dalam ruang spiritual. dan kata Bahasa Inggris “mind” dan “metal”. yang ada dimana-mana. Uni suara yang disebut dengan mantra bukanlah mantra yang didengar dari telinga. yang berasal dari kata Yunani “menos” (mind). “mind”. Mantram juga biasanya juga berisi permohonan dan atau puji-pujian atas kebesaran. Jagat raya ini tersusun dari satu energi yang berasal dari dua hal. Dari sini kesadaran muncul dan menyentuh permukaan interior pikiran yang berhadapan dengan sang diri bukan merupakan indra-indra dan bagian dari dunia. Sumber mantra. 1. Saat . Ia berkonsentrasi pada kata sebuah “mantra” untuk “meditasi”. “metal”. dan ketika telah memilikinya. berupa kata atau rangkaian kata-kata yang bersifat magis religius yang ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. yang sangat halus seperti keseluruhan buku weda atau semua ke 330 juta mantra mungkin akan muncul. (Weda Smerti. Pengertian Mantram Mantram atau “mantra” yang biasa juga disebut Pùjà. Semua pengetahuan tersedia bagi orang yang spiritual untuk dipakai dan diketahui. Ia memiliki pikiran yang ia meditasikan. Mantra adalah suara yang berisikan perpaduan suku kata dari sebuah kata. diperkenankan juga memantra kepada orang yang belum Adiksa Dwijati.

bersifat umum dan (b). Namun jika tidak memahami mantram yang dimaksudkan. rajasika dan tamasika mantra. 2005:22-23) Ada bermacam-macam jenis mantra. getaran dari frekwensi yang lebih rendah dari pada yang terlebih dahulu ada. yang secara garis besarnya dapat dipisahkan menjadi Vedik Mantra. kebijaksanaan. kasih sayang Tuhan tertinggi. Mantra yang diucapkan guna pencerahan. yang penuh dosa dan perbuatan demikian yang mendalam disebut warna-marga atau ilmu hitam. Mantra. Dengan mantram.29. Sehingga apa yang disebut dengan pemunculan kata sebenarnya adalah kata-kata terselubung pada frekwensi Kata yang paling rendah. maka akan dihasilkan getaran energi Tuhan sesuai dengan matram yang diucapkan. (Bharati. cinta kasih dan perwujudan Tuhan. yang dapat dibagi lagi menjadi. doa pada dewata. pikiran rasional menjadi pemikiran verbal. merupakan rajasika mantra. disebut sebagai vaikhari oleh ahli tata bahasa dan ahli filsafat. bersifat khusus. Ini diselubungi oleh lapisan pikiran yang individual. Oleh karena itu setiap bersembahyang umat Hindu sebaiknya mengucapkan matram yang disesuaikan dengan tempat dan waktunya. Kata-kata itu hanyalah proses manifestasi. Ini hanyalah tahap pertama dari vaikhari. Lalu setiap bagian ini selanjutnya dibagi mejadi sattwika. dan mantra yang diucapkan guna kemakmuran duniawi serta anak cucu. Pikiran verbal ini dalam pikiran. guna keperluan meditasi. sebuah kata berbeda. Keterbukaan yang sebenarnya terdapat dalam meditasi yang paling tinggi yang merupakan dialog tanpa kata-kata atau pertukaran dengan Tuhan dan Jiwa. mereka dapat bersembahyang dengan bahasa yang paling dipahami. Para ahli agama bahkan menyatakan bahwa mantram dapat menghalau berbagai macam bencana. 2004: 3. dari seorang guru. Mantram juga dikatakan sebagai ladang energi atau energi illahi (Tuhan) yang sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidup umat manusia. Selanjutnya mantra juga dapat dibagi lagi menjadi tiga bagian yaitu: 1). Stotra umum guna kebaikan umum yang harus datang dari Tuhan sesuai dengan . yang berupa sebuah daya pemikiran yang diberikan dalam bentuk beberapa suku kata atau kata.pengetahuan muncul dari kedalaman buddhi kepermukaan luar. rintangan maupun penyakit dan merupakan cara yang terbaik untuk mencapai tujuan. Stotra. 2). adalah sattwika mantra. dua jenis mantram yang amat diperlukan pada waktu bersembahyang (Suhardana.30). sedangkan mantra yang diucapkan guna mendamaikan roh-roh jahat atau menyerang orang lain ataupun perbuatan-perbuatan kejam lainnya adalah tamasika mantra. (a). Tantrika Mantra dan Puranik Mantra. Umat Hindu disarankan memahami dan mampu paling tidak mengucapkan Mantram atau Puja Trisandya dan Kramaning Sembah. sinar.

maka pernyataan tersebut perlahan-lahan berubah menjadi Ayu Wérà. Belajar Mantram Secara umum mantram dari jaman dahulu sangat dilarang oleh tetua kita di Bali.4. 1. konsentrasi penuh. yaitu melaksanakan japa dengan mengucapkan mantram japa berulang-ulang. apabila suatu hal dilaksanakan dengan tujuan baik. dan juga disebut Japa. Yang berisi puji-pujian dan permohonan sesuatu. berulang-ulang. Hal ini disesuaikan dengan situasi dan tempat dimana. Dari kedua pernyataan tersebut menunjukkan. merupakan suatu kata-kata yang diucapkan bersifat magis religius yang ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan segala manifestasinya. 1. Kawaca.2. Tetapi jaman semakin berkembang. dan utama manfaatnya. yaitu melaksanakan japa dengan menulis berulang-ulang mantra japa di atas kertas atau kitab tulis. 2004:7-8). sidhi phalanià. 1. mulut bergerak. 2.1. yaitu melaksanakan japa dalam hati. maka dari itu karya tulis buku “Mantra dan Belajar Memantra” ini adalah sebagai Lakhita Japa. berulangulang dan khusuk (Titib. Upamasu Japa. namun tidak terdengar oleh orang lain. bagaimana dan mantram apa yang harus diucapkan. sedangkan do’a khusus adalah do’a-do’a dari seorang pribadi kepada Tuhan untuk memenuhi beberapa keinginan khususnya. Likhita Japa. 1997:92) Jadi dari uraian di atas menunjukkan bahwa Mantram. sembahyang atau berdoa. jangan disembarangkan/dibicarakan. yang akan dibahas melalui tahap-demi tahap. Manasika Japa. Kemudian dalam pengucapan mantram tersebut dijelaskan.kehendakNya. Seperti halnya mengucapkan mantram dalam melaksanakan Tri Sandya. atau mantra yang dipergunakan sebagai benteng perlindungan. dengan istilah Aywa Wérà. maka dalam pengucapan mantram japa dibedakan atas empat macam sikap atau cara yakni: 1. nanti kemujizatannya akan hilang. (Maswinara. secara teratur. tidak mengeluarkan suara sama sekali. juga disebut Puja. hal seperti itu tidak baik. sesuai dengan keinginan. berulang-ulang. mulut tertutup rapat. teratur dan ucapan mantram itu terdengar oleh orang lain. semakin keras kita mengucapkan mantram maka nilainya semakin kecil dan sebaliknya semakin kecil kita mengucapkan mantram maka nilainya semakin besar. (3). tan sidha phalanià. yaitu melaksanakan japa dalam hati secara teratur. Waikaram Japa. sangat baik untuk dibicarakan.3. maka . Dan para penulispun juga dikatakan melaksanakan japa. teratur.

tan pangupadyaya/maupacara muang tan ketapak. Sebelum Mantam Tri Sandya Sebelum Tri Sandya di mulai bersihkan: Tangan kanan dengan Mantram: Om Suddhamam Swaha Om bersihkanlah hamba Tangan kiri dengan Mantram: Om ati Suddha mam Swaha Om bersihkanlah hamba 3. hal tersebut diperbolehkan. papa ikang wwang yang mangkana.segala sesuatunya dapat dibicarakan atau di analisa. tidak dianugrahi (ketapak) berdosalah orang seperti itu. sebaiknya jangan dibicarakan karena akan mendatangkan malapetaka. tetapi ada juga unsur yang memberikan kesempatan untuk belajar mengucapkan mantram kalau hal itu dilakukan dengan tujuan baik. Larangan yang dimaksud untuk mengucapkan Mantram adalah: Yan hana wwang kengin weruhing Sang Hyang Aji Aksara. untuk mencapai kesempurnaan. 3. dengan hati yang tulus ihklas untuk mengabdi tanpa pamrih. Kewala ikang amusti juga kawenangan. Mantram Umum 3. dengan tidak memiliki guru. sredaning manah. tanpa guru. Maka dari itu marilah kita memantra dan Belajar memantra dengan. memang ada unsur larangan untuk mengucapkan Mantram. mewastu mijil saking aksara. walaupun belum memenuhi persyaratan tersebut di atas. Tetapi kalau dilakukan dengan cara yang baik (sesuai situasi dan hati nurani yang belajar Mantra). Kemudian secara teori. Apabila ada orang yang ingin belajar Sastra. Mantram Tri Sandya Om bhur bhuwah swah tat sawitur waremnyam bhargo dewasya dhimahi dhiyo yo nah pracodayat Om Narayana ewedam sarwam yad bhutam yac ca bhawyam niskalanko niranjano nirwikalpo nirakyatah suddho dewa eko narayana na dwityo asti kascit . Tetapi kalau pembicaraan untuk ke hal-hal yang negative.2. yang bertujuan untuk memuja manifestasi Tuhan. amreyogakena Sang Hyang ri daleming sarira.1.

ujung jari-jari tangan di atas. Om Engkau dipanggil Siwa. (Propinsi Bali. diri hamba papa. kelahiran hamba papa. perbuatan hamba papa. ampunilah dosa pikiran hamba. Iswara. semoga Ia memberikan semangat pikiran kita. bebas dari kotoran. Rudra. sucilah dewa Narayana. lindungilah hamba. Parameswara. ampunilah dosa perkataan hamba.3. 3. yang memberikan keselamatan kepada semua mahluk. Wisnu. Om Hamba ini papa. Ia hanya satu tidak ada yang kedua. dan Purusa.3.Om Twam siwah twam mahadewah Iswarah parameswarah Brahma wisnusca rudrasca Purusah parikertitah Om Papa ham papakarmaham papatma papasambhawah trahiman pundarikkaksa sabahyabyantarah sucih Om Ksamaswa mam mahadewa sarwaprani hitangkara mam moca sarwa papebhyah palayaswa sada siwa Om Ksantawyah kayiko dosah ksantawyo wacika mama ksantawyo manaso dosah tat pramadat ksmaswa mam Om Santih. bebas dari perubahan tak dapat digambarkan.3. Kehadapan para dewa (dewata). ampunilah hamba dari kelalaian hamba. 2000:42-44) 3. Kehadapan Sang Hyang Widhi. Brahma.1. Santih Om Artinya: Om adalah bhur bhuwah swah Kita memusatkan pikiran pada kecemerlangan dan kemuliaan sang Hyang Widhi. bebas dari noda. Om Narayana adalah semua ini apa yang telah ada dan apa yang akan ada. Sikap Sembahyang dan Kramaning Sembah 3. . bebaskanlah hamba dari segala dosa. Santih. Mahadewa. diantara kening. cakupan tangan diletakkan di atas dahi hingga ujung jari ada di atas ubun-ubun. Om Ampunilah hamba Sang Hyang widhi. lindungilah oh Sang Hyang widhi Om Ampunilah dosa anggota badan hamba.2.

Sembah Puyung (cakupan tangan kosong) Om atma tattwatma suddha mam swaha Om atma. 3. bhaskaraya namo stute. kepada Ardhanareswari. hormat kepada-Mu pembuat sinar. dengan ujung jarijari tangan mengarah ke atas.3.3. Dewa dewi mahasiddhi. sarwa wyapi wai Siwaya. padmasana ekapratisthaya.4. (Sarana Kawangen).3. Menyembah Tuhan sebagai Ista Dewata.4. sinar Sang Hyang Surya yang maha hebat. tangan dihulu hati.3. ardhanareswaryiya namo namah. Engkau yang berstana ditengah-tengah teratai putih. Kepada para Bhuta. . tetapi ujung jari-jari tangan mengarah kebawah. 3. sweta pangkaja madhyastha.4. rakta teja namostute. Dewata yang di puja adalah Sang Hyang Siwa yang berada dimana-mana. dewatdatanugrahaka. arcanam sarwa pujanam nama sarwa nugrahaka. (Titib. ujung jari-jari tangan berada di ujung hidung. 3. Engkau bersinar merah. 3.4. Panca Sembah 3.4.4. Om. seperti persembahyangan Purnama Tilem. Menyembah sang Hyang Widhi sebagai Sang Hyang Raditya (Sarana Bunga) Om adityasya param jyoti. kami memuja-Mu. (Sarana Kawangen) Om nama dewa adhisthanaya.1.5.3. Om Anugraha manohara.2. 1997:92). Kepada Pitara (roh) Leluhur.4. Tuhan Yang Maha Esa. 3. kepada Siwa yang sesungguhnyalah berada di mana-mana. bersihkanlah hamba 3.3. Om kepada Dewa yang bersemayam pada tempat yang tinggi. Kepada sesama manusia. Yajnanga nirmalatmaka. atmanya kenyataan ini. tangan di hulu hati. kepada Dewa yang bersemayam pada tempat duduk bunga teratai sebagai satu tempat. Menyembah Tuhan Sebagai Pemberi Anugrah. hamba menghormat.

kesempurnaan. Ngaksama Jagadnatha (Sarana. bebas dari rintangan. anugrah pemberian dewa.4.Laksmi siddhisca dirgayuh.5. Kemahasidian Dewa dan Dewi. Ngewaliang Ida Bhetara (sarana Sekar. berwujud yadnya. Sembah Puyung (Jari-jari dicakupkan tanpa bunga) Om dewa suksma paramacintyaya nama swaha Om hormat pada Dewa yang tak terpikirkan yang maha tinggi dan gaib. 200:56-59). pribadi suci. Ong Ang Ah Siwa sunya ya namah. Nirwighna sukha wrddhicsa. shanti Om. pujaan semua pujaan.6. Mantram dalam Yadnya . 2005:88) 3. Om shanti. (Bangli.4. kebahagiaan. panjang umur. 3. 3. kegembiraan dan kemajuan. (Prop Bali. hormat pada-Mu memberi semua anugrah. Ong Sadhasiwa ya namah. pemberi anugrah. Genta) Ong Ong Prama Siwa sunyatmane ya namah Ong Ong sudha Siwa niskalatmane ya namah Ong Ong sudha Rudra atyatmane ya namah Ong Ong Mahadewa niratmane ya namah Ong Mang Iswara paratmana yan namah Ong Ung Wisnu antaratmane ya namah Ong Ang Brahmatmane yan namah Ong Siwa ya namah. Ong Pat Windhu dewa ya namah. (Bangli. Genta) Ong ksama swamem jagadnatha Sarwa papa wiratarem Sarwa karya sidham dehi Prenamya sure swarem Ong twam surya twam siwa karen Twam rudra bahni laksanem Twahi sarwa gatokarah Mamo karyaprayojanm Ong ksama swamem maha saktyem Hyati ksma srayem gunatmakem Mascayet stata papa Sarwa loka darpanem Ong Ang Ksama sarwa purnem ya namah swaha. Sekar. 2005:91) 4. Ong Pramasiwa ya namah. shanti.7. Om Engkau menarik hati.4.

dan secara logika antara Sang Hyang Widhi dan Dewa tidak sama. sebagai Batara Siwa (Tuhan Yang Maha Agung) dan merasuk kesegenap mahluk. cakupan tangan diletakkan di hulu hati. yang berarti Sinar. dengan ujung jari menghadap kebawah. merupakan sinar suci dari Tuhan. d). Jadi sembahyang kehadapan Sang Hyang Widhi. maka terlebih dahulu perlu kita ketahui. kedua tangan dicakupkan di atas dahi.Bersembahyang kehadapan Bhuta. Ya Tuhan hamba memuja-Mu sebagai Yang Maha Tunggal. dengan kedua ujung ibu jari tangan menyentuh hidung. Karena Sang Hyang Widhi Yadnya diidentikkan dengan Dewa Yadnya. Ya Tuhan hamba memuja-Mu. macam yadnya. cakupan jari tangan ditempelkan diujung hidung. Sang Hyang Widhi itu adalah Tunggal dan Div atau Dewa itu adalah banyak. sehingga ujung jari tangan berada di atas ubun-ubun. seperti sikap tangan yang dinyatakan sebagai berikut: a). Tetapi dalam prakteknya.Bersembahyang kehadapan para Dewa (Dewata) cakupan jari tangan ditempatkan ditengah-tengah dahi dengan ujung kedua Ibu Jari tangan berada di antara kedua kening. yang terdapat dalam Sembah Puyung: Om Atma Tattwatma Suddha Mam Swaha. b). dengan sebutan yang berbeda. Mantram Widhi Yadnya Sebelum kita mulai menyebutkan mantram Sang Hyang Widhi Yadnya. (Suhardana. sehingga dalam memujanyapun juga berbeda. Sembahyang kehadapan Tuhan Yang Maha Esa (Sang Hyang Widhi). Bersembahyang kehadapan Pitara. adalah sembahyang kehadapan Tuhan dalam wujud Tunggal yang sifat-sifatnya dipuja oleh semua umat agama di dunia. Sang Hyang Widhi adalah simbolis Tuhan Yang Maha Esa.4.1. Om Ayur Wrddhir Yaso Wrddhih Wrddhih Prajna Sukha Sriyam . 2005:10). Secara umum dijelaskan bahwa dalam agama Hindu terdapat lima Yadnya yang disebut dengan Panca Yadnya. sedangkan Dewa adalah Div. c). Ya Tuhan sucikanlah diri hamba Om Puspa Danta Ya Namah Ya Tuhan sucikanlah bunga ini Om Nama Dewa Adhi Sthana Ya Sarwa Wyapi Wai Siwa Ya Padmasana Eka Pratista Ya Ardhanaresawaryai Namo Namah.

19). Mudah-mudahan hamba saling mengasihi sesamanya dan semoga semua kegelapan pikiran menjadi sirna. Soma Ribek. Kuningan. Sukra Manis Kelawu. damai di dunia dan damai selalu. 2). Dewa Yadnya Yang termasuk dewa yadnya adalah setiap: 1). Galungan. 13). 6). Redite Wage Kuningan. Ya Tuhan semoga semua karunia berupa kebahagiaan.2.Wrespati Umanis Dunggulan. Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba selalu bahagia. 17). hamba ibaratkan keluhuran-Mu didunia sebagai sungai Gangga. Tilem. Pager Wesi. Semua itu ciptaan dan kebesaran Tuhan juga. Redite Umanis Ukir. diangkasa sebagai matahari dan bulan. 16). 27). 11). maka dilanjutkan dengan mantram-mantram sebagai berikut: . 1984). Wage Dunggulan. Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba baik. 5). 18). 8). Sabuh Mas. 3). Om Santih. Saniscara Umanis Watugung. 9). Sukra Wage Wayang. Sukra Paing Dunggulan. Santih. (Pramadaksa. Wrespati Wage Sungsang.Dharma Santana Wrddhih Ca Santuet Sapta Wrddayah Om Yawan Merau Sthito Dewah Yawad Gangga Mahitale Candrakau Gagane Yawat Tawad wa wijayi Bha wet Om Dirgahyur Astu Tathastu Om Awignam Astu Tathastu Om Subam Astu Tathastu Om Sukam Bhawantu Om Purnam Bhawantu Om Sreyo Bhawatu Sapta Wrddhir Astu. Tumpek Bubuh. 20). 4). 28). Tumpek Landep. Anggara Klion Kulantir. 2005:40-49) 4. menjadi suluh batin hamba. Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba sempurna. Banyu Pinaruh. 22). 12). (Suhardana. 7). 15). terima kasih atas karuniamu. ketentraman. Budha Klion Paang. Ya Tuhan hamba ibaratkan kebesaran-Mu sebagai Gunung Mahameru. Klion. Buda Wage Kelawu. 14). Anggara Klion Julung wangi. Santih. 25). 21). kebijaksanaan dan kebahagiaan yang diberikan kepada hamba. Ya Tuhan semoga memberi panjang umur (nutuggang tuwuh) dan keselamatan dan tiada rintangan. semoga damai di hati. Setelah selesai melaksanakan puja matram di atas. Sukra Wage Kuningan. Om Ya Tuhan. 24). 29). Wage Dunggulan. Wrespati Manis Dunggulan. 23). 10). Purnama. Ya Tuhan semoga semuanya sejahtera. 26). Paing Dunggulan. Om dewa Suksma Pramacintya Ya Namah Swaha. Soma Klion Kuningan.

Om Ya Wa Si Ma Na Om Mang Ung 4. sarwa kala Bhuta bholta ya namah 4.2. Tadd-amrta manoharam . Om Ang Brahma-amerta dipa ya namah Om Ung Wisnu-amerta dipa ya namah Om mang Iswara-amerta dipa ya namah 4. Ngutpeti Toya Ring Sangku. Ngarga Tirta.7.10. Om Om Dewi-Dewi pratista ya namah 4.2.1.2.2. Padmasana Ring Toya.2. Sembah Siwa Amerta. Metabuh arak/ berem.4. Gangga dewi namu namah.2. Utpeti Kang Toya. Aturi Kang Toya Puspa. Om Om Padmasana ya namah Om Om Anantasana ya namah 4. Dewa Pratista. Om I Ba Sa Ta I. Om Sa Ba Ta A I. Anuksma-amrta jiwani.9. Om Gangga Dewi naha punyam Gangga salaca medina. Om Ang Kang Khasolkaya swasti-swasti.4. Om Sri Gangga Mahadewi. Wija. Om Hrang Hring Sah Paramasiwa-amerta ya namah 4. Om Hrang Hring sah paramasiwa Aditya ya namah 4. Menghaturkan dupa.2. Sembah Kuta Mantra.2. Mersihin eteh-eteh upakara (mesarana sekar lan Bija): Om Grim Wausat ksama sampurna ya namah 4.3. Om Ang Ung Mang 4.6.2. Gandaksata.2. Om Na Ma Si Wa Ya. Om puspa danta yan namah (sekar) Om Sri Gandheswarya ya namah (miyik-miyikan) Om Kung Kumara Wija yan namah (bija beras) Om Ang Dhupa dipastra ya namah (dupa) 4.11.2. Ongkara aksara jiwatman.2.8.5. Gangga terangga samyuktam.

Mantra bija. Abhiwada wadanyam.13. Om Idham bhasman param guhyam.2.12. Tumuli masirat ring raga: Om Ang Brahma-amrta ya namah Om Ung Wisnu-amrta ya namah Om Mang Iswara-ammrta ya namah 4. Candra nadha bhandu drestham. Apasang bija. Utpeti sarwa hitan ca. Abhawa-bawa karmesu Warada bIabdha sandenam. Ngremeki bija (mengaduk. sarwa papa winasana ya. Ngaskara Bajra. sarwa rogha winasana ya namah. sarwa kalusa winasa ya. Ghanta sabda prakasyate. Om Kara Sadasiwa Stham. .2. Ongkara parikirtitah. Utpeti sri wahinan ya namah swaha. Jagat Nata hitangkarah.Om Utpeti ka suram ca. Wara Siddhi nih samsayam. Spulingga Siwa twam ca. Om Ghanta sabda mahasrestah. di atas tangan) Om bang Bamadwa guhya ya namah Om Bhur Buwah Swah amrta ya namah. Raris ider kang toya ping tiga. Om Ghantayur pujyate dewah. Utpeti ka tawa goras ca. saha uleng ning kayun: Om Bhur Bhuwah Swah swaha Mahaganggayai tirtha pawitrani ya namah swaha. ring ring ring ring ring sirah : Om Ing Isana ya namah lelata : Om Tang tatpurusa ya namah tangkah : Om Ang Aghora ya namah bahu kanan: Om bang bamadewa ya nama bahu kiri : Om Sang Sadya ya namah 4. Akena bija.

Sembah Hyang Kemimitan/Paibon/Dadya/Pedharman Om Brahma Wisnu Iswara dewam. nandha raksanan den rahayu. di Merajan . kaiberan dening ayam. (Natha. mekadi sang Hyang Lewihing bebanten. Suddha klesa winasanam. Sang Hyang Trinadipancakosika. Om Pakulun Sang Hyang Sapta petala. Ong guru dewa guru rupem.15.16. sarwa jagat pratistanem. kacekel dening wong camah.2003:12-24). guru pantarem dewam. ya ta kaprayascitta denira Sang Hyang Sucinirma. Om Brahma Wisnu Iswara dewan. tri purusah sudatmakem. wastu suddha paripurna. Om Pakulun Hyang ning prana-prani.2. Om Guru paduka dipata ya nama swaha.2.Maklener apisan (Ngaskara) : Om Om Om Maklener ping kalih : Om Ang Ung Mang Maklener ngelantur : Om Ang Kang Iswara ya namah 4.17.2. Anglukat Banten. kaporod dening wek. Jiwatman trilokanam. sudha klesa winasanem. tri murti tri lingganam. Sang Hyang Wesrawana.2. guru madya guru purwem. yang ana kalangkahing dening sona. Sawrwa jata pratistanam. Hyang ning sarwa tamuwuh. Sembah Hyang di Ring Merajan Sanggah Kemulan. mekadi Sang Hyang Urip Sira amanggihaken ri stanan nira sowing-sowang pakenaniing hulun hangeweruhi ri sira. Om Siddhirastu ya namah swaha. guru dewa sudha nityem. Ong dewa-dewa tri dewanam. Sang Hyang Premana. 4. pakulun manusa nira handa sih waranugrahanira.14. Sang Hyang Sapta dewata. ledang paduka bhatara anglukat angebur dasa malaning bebanten kabeh. jiwatmanem tri lokanem. nanda tirta panglukatan. Mantra Pengulapan. Om Siddhirastu ya namah swaha. urip waras dirguyua sang inambean mwah sang unulapan. 4. Ong Ong guru paduka byonamah swaha 4. sarwa jagat jiwatma takem.

semoga hamba terbebas dari segala bencana. candra yanti prenamyakem.Ya Tuhan selaku Brahma. Sembah Hyang di Pura Desa Mwang Bale Agung.20. Sembah Hyang di Purnama /Tilem. nama candra namo namah. Ong candra mandala sampurnam. Tt:17). 1983:21) Ong Brahma Wisnu Iswara dewam. bersih serta segala noda terhapuskan oleh-Mu. sarwa brana busitah.2. (Ringga. Om Ang Gnijaya jagat patya namah.2. Wisnu Iswara. Tri Purusa suddhatmakam. Om Ang Gong Gnijya namah swaha. Tri dewa adalah Tri Murti. 2003:27-28) 4. nama candra namo namah. Ong karma dhaksa jagat caksu. namo candra namo namah. Siwastu Sada Siwaya. sumerus ca.19. wicak satya arawiyem. Sembah Hyang di Kawitan Ratu Pasek. Iswara bhutanam.2005:35) 4. Lingga rsi mah lingam. Brahmano dhipati Brahman. Ya tuhan selaku Bapak alam hamba memuja-Mu. sweta manca kala runem. Om Isana sarwa widnyana. Om Siwa dipata ya namah. Stuti Stava 157. Ong Ong candra dipate ya namah. yang berkenan turun menjiwai isi tri loka. Om Om Panca Rsi Sapta rsi paduka Guru byo namah swaha. IB. Tri-dewa tri-murti lokam. 4. Sa ghanasca De Kuturan Bharadah ca ya namu namah swaha.18. semoga seluruh jagat tersucikan. Ong siddhi ragem namastute. Om Ung Manik Jayas ca.1 dikutip oleh (Kanca. (Kaler. Sapta Rsi Catur Yogam. candra dipa parem jotir. Wisnu Iswara. dhara gopati madanem. Om Hyang Widhi dalam wujud-Mu sebagai Brahma. Panca rsi panca tirtham.2. . (Bangli. dewa tri purusa maha suci. Om Siwa Rsi maha Tirtham.

Sembah Hyang di Pura Prajapati. (Suhardana 2005:68-69). selaku Siwa dan sada Siwa. Om Nam Dewa Adhistana Ya Sarwa wyapi wai Siwa Ya Padmasna Eka Pratistha Ya Ardhanaresswaryia nama namah. Om Giripati dipata ya namah. Hyang Tunggal yang maha sadar. Ya Tuhan selaku giripati yang Maha Agung. Maha Suci. (Suhardana 2005:62).Ya Tuhan. Sembah Hyang di Pura Puseh. (Kaler.4) Om Hyang Widhi dalam wujud-Mu sebagai Brahma Prajapati.22. Sembah Hyang di Pura Dalem. semua Dewa tunduk pada-Mu Om Giripati hamba memuja-Mu.2.2. pemberi anugrah. Ya Hyang Siwa hamba menyembah pada-Mu (Kaler. 4.2. 1983:21-22) Om Pranamya Bhaskara Dewam Sarwa klesa Winasanam Pranamya Ditya Siwartam Bukti mukti wara pradam Om Rang Ring Sah Prama Siwa Ditya Ya nama nama Swaha. Dewa dari semua Dewa. . Ya Tuhan dalam wujud sebagai catur maha Dewi. Om Brahma Prajapatih Sresthah Swayambhur warado ruruh Padmayonis catur waktro Brahma salam ucyate (Stuti & Stawa 483. lahir dari bunga teratai. Mahaguru. Om Catur Dibya Maha Sakti Catur asrame Bhatari Siwa Jafatpati Dewi Durga masarira Dewi. 4. maha mulia. selaku Brahma raja dari pada semua Brahmana. Om Giripati maha wiryam. Sarwa jagat pratistanam. selaku Yang Maha Kuasa menguasai seluruh mahluk. Maha Kuasa. yang menjadikan dirinya sendiri.23.21. pencipta semua mahluk. 1983:21-22) 4. (Suhardana 2005:68-69). Mahapratista. hamba memuja-Mu sebagai Dewa Durga/Dewa Siwa. Maha Dewa dengan lingga yang mantap. linggam Sarwa Dewa Pranayam.

twam Mahadewa. Om bhur bhuwah swah tat sawitur warenyam bhargo dewasya pranato dimahi. .1997: 59) 4. Setelah pangelebaran Caru. (Tri Bhuana Meru tumpang tiga) Om pranama Siwa Tang Ghayam. Nang Mang Cing Wang Yang. dyoyo nah pracodayat. siddhi sekala mapuyat parama Siwaya labhate. (Titib.2. Ciwa tattwa prajanah.24. canddhi kesayanamo stute.memiliki empat wajah dalam satu badan maha sempurna. parama gohyanam tri gunam-tri gunatma kem. purnam bhawantu namah Sthiti Mantram Om Sang Bang Tang Ang Ing. Maheswaram.ca siddhinti. Om Ariwam surya koti pratam-candra koti redayem. Siwasya pranoto nityam. Tata Cara Persembahyangan dalam Piodalan Om Ciwa sutram pawi-yapnya pawitram prajjapatti yo ayuswam bhala maste tejo. penuh rahasia. stutte. Om Grim trepti laksanem. Iswara-Parama swara. Om Grim Ksama heranya. pujian terhadap Sang Hyang Widhi Om Twam Ciwa. Triloka sawangga sada-sidasah. jaca mapomesi. sukham bhawantu. sagenah sapari warah. Bhatara Wisnu’sca purusa pari kirtitah. Ang Ung Mang namah. Jayatte-jaya mapungat ya carthi. Hyang Brahma maha agung. Astra Mantra dan Sthuti Om Ung Rah Phat Astraya namah Om Atma Tatwatma Sudhamam swaha Om Om Ksama sampurnaya namah swaha Om Sri Pasupataye Ung Phat Om sriyem bhawantu. Sang Hyang Widhi Om sarwa Dewa. Newidyam Brahma Wisnu’ca baksamdewa sarwadya inala bhoti. sarwa karya.

sarwa halaka terpana ya namah. swaroma yem. Pitra Yadnya 4. ye toyem prameng srayem. Dewa-data anugrahaken yarcanam. sarwa klesa winasanem. Om Siwa tattwatwaya namah. sarwa tirthem siyemsawem. tat to sima murti dewam. Om Sri Samara wan amah. nasayet statem papem. laksmi sidhi’sca dhirga yur nirwighnam sukha kretam. Twam Ing Rudra bhanilaksana. Siwa Murti suka wahem. Sarwa roga pramanem. Ye toyamciwon ce yah. Om Gangga mrtiya namah Om Candra mrtiya namah Om Siwa suddhamam swaha Om Atma tattwatmaya nam. twe meweh sapwe mi yadi ye na sakti bhawisiyate. Twam Ing Swara Gata karah.(Atmanadhi. pawitram mangghalam.1. Ong idam toyam wimalan dewam sarwa kali kalusa prasame namah swaha.3. Om Widya tattwaya namah. .Ksama swamam jagat natha sarwa papani rantaram sarwa karya kidandiki. dwam sarwa manggalanne sanem. tirtha jatah pawitrakah. Antaranta maye cubhem. ksama swman sakti. Asta swarya gunatmakem. Twam Suriya. Tirta Puwa Pangentas Wong Preteka. Penuntun Metirtha Ong Rah Phat Astraya namah. namah karya prajayate. twam Siwa karah. jale dewam rsi sangke. Sarwa nugrahakem Dewa-Dewi maha idem. nugrahanem bagawan dewi maye datem. brahma. Maheswaram. wisnu. Ciwa angga Siwa samahen. Me Basme Ong Idam basma param guhyam. sarwa papa winasanam.3. Anugraha hano haram. sarwa pujanem namah. 1972:82-86) 4.

deweye nameste ye namo namah. Om Ksama sampurnaya namah. punika pisan sane ngawanang. maha nadhi tre priyem tatha sarwa dewati. Om Atma tattwatna sudhamam swaha. dewanemlila nasanem.3. Pralina. Siwangga: Triaksara. Nyiratin Tirta Sawa Om jala siddhi maha sakti sarwa siddhi sarwa tirthem. satunggil diangken I Para Jana mangda mapunya ring Sang Sadaka sane pageh ngamong berate lan . sami iti weta-wetanya. Om Ang Sapta Rsi bhiyo namah. Menekan Tangan. Sthiti. Salilem winalem toyem-toyem tirtha swibbhawa wanem subiksa ye sama toye. Kramaning Pamuspaning Pitra.4.3. Nama windu awaye swarem prabhu ibhuh samma kerttem maka patakwa sanem. 72:81-82) 4.5. I para jadmane wenten utang mabudi ring Sang Sadaka. kebawos Rsi Renam. (Atmanadhi. sarwa papa winasanem nama.2. 4. Hung hur suma gangga idem toyem. (tangan kanan tiga kali) Om Ang Sapta Pitra bhiyo namah (tangan kiri tiga kali) Om Ang Sarwa Dewa bhiyo namah (tangan kanan lagi sekali). Ring tepengan punika waluya kapatutang/dharmaning bhakti.4. Resi Yadnya Yang dimaksud dengan Rsi Yadnya. ste bhagawan Gangga nama ‘stuti nala muwapuh.Om ganerem maha tirthem. Gangga tirtha ye maha bhuta. Om Sri Pasupatiye namah. Brahmangga. mawit sakeng pelaksanaan swadharmaning Sang Sadaka ring para janane sami. nama siwa ya namah.3. Tumuwut sang pitre adi nyasa ring catur desa. 4.3. 4. Utpatti. Siwa mrtha manggala ye Sri Dewi sawa mutate.3. pamulihan sanghyang Atma (Ngentas) : Om Ang sarwa dewa bhiyo namah swaha (purwa/angga bajra mudra) Om Ang Sapta Rsi bhiyo namah swaha (daksine/mukha dada mudra) Om Ang Pitre bhiyo namah swaha (Utara hradaya/cakra mudra) Om Ang Saraswatiye bhiyo namah swaha (pascima/jihwa/nagapasa mudra) 4.

. Santi-pusti-wasat-karma.swadharmaning kasulinggihan. Om Guru-paduka-byo namah. Tatwad nyanem siwem. 1984). Sarwa wigene winasanem. itu yang menyebabkan. Dwijendra Astawa. Brahma peraja dipem lokem. (Pramadaksa. demikian juga sebaliknya Beliau sang Sulinggih terhadap masyarakat). Yoga sidyem murtinem. Aspek-Agama Hindu I-IX (1982-1982:14). Dewa mantarem sidhi wakyem dewa sandi sang yogatem. Baskarem siwangga layem. Brahmanem purwanem siwem. karya siddhis ca jayate. Siwa sada siwa sirwatem. dewa-dewa stiti guruh. terhadap masyarakat pada umumnya. 4. Menyatakan bahwa: Tentang Kawikon/Sulinggih/Pendeta selaku Dwijati adalah suatu kedudukan khusus yang hanya bisa didapatkan dengan memenuhi syarat dan upacara menurut sesana serta sesuai dengan ketentuan-ketentuan Parisada. Brahma Wisnu Mahe Suarem. sapunika taler panungkalikanya Ida Sang Hyang Sedaka ring Ida Para Jana. Ong brahmanem brahma murtinem. untuk berkorban dengan tulus ihklas ring Sang Sulinggih. Dwijendra purwa siwem. Brahmo siwa murti wiryem. Dwijendra baskara meretem. Pada kesempatan ini sepertinya telah dibenarkan sebagai wujud bhakti. Waham wata . Selanjutnya mengenai peraturan Sulingih telah diatur pada Himpunan Kesatuan Tafsir Terhadap. yang secara terus menerus menjalani hidup sebagai Sulinggih. Guru Pada Namas Karo Om Guru-pada namas karaan. (arti bebasnya: berawal dari pelaksanaan kewajiban Sang Sadaka (Sulinggih). nama namah swaha. Sarwa dewa masarirem. disebut dengan Rsi Rnam. 1984).2.4. 4. Siwa loka pratistanem.4. Siwa puja yoga meretem.desyami Guru-pada dasyat sada. Sarwa jagat pratistanem. Sarwa roga wisnu cartem. (Pramadaksa. Bramana purwa tististanem.1.

dengan isinya sebagai berikut: Di Gunung Agrapati ada seorang Maha Reshi yang bernama Purbhasomya. AUM Upacara Resi Yadnya Selain pernyataan di atas. Sang Hyang Astaka Widhi. 1986:47-8). Kemudian datanglah seorang Raja yang bernama Bhanoraja. Ongkara mantra pujitem oma winayem maha wiryem. Sang Hyang Purana Yadnya dan Sang Hyang raja Kerta. siwa sada siwa meretem. s Sarwa dewa pratistanem. Sang hyang Indra. (Gambar. ya sarwa wigena wina sanem. yang biasanya dipegang oleh “Bhagawanta”.tiga macam syarat untuk mengalahkan musuhnya yaitu: Sang Hyang Astaka Widhi. Beliau seorang wiku yang telah melaksanakan segala dharma dari sejak masih kanak-kanak. siwa loka pratistanem. Brahma wangsabca. Ong ganda pujiem Iswara nityem. adalah seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat utama yaitu: Sang Hyang Agni. untuk memohon petunjuk agar mampu mengalahkan musuhnya yang memiliki kesaktian yang tidak terkalahkan. 4.3. yang disebut dengan Resi Yadnya adalah penghormatan kepada nilai-nilai kebenaran yang sejati. Om Sriam bawantu swaha. Ong Guru dewem. memberikan kemakmuran agar rakyat cinta kepada pemerintah.4. Nada grutyem dewa mantrem. dan penulis ringkas. membakar musuh yang ada dalam diri manusia. harus mengetahui gerak-gerik rakyat yang bermaksud buruk atau baik. . Sadasiwa maha wirye. Sang Hyang Samirana. Sarwawa dewamca. astawem dewa paragiyem. Sang Hyang Yama. brahma siwa murti wiryem. Lontar yang disalin oleh Sri Rhesi Anandakusuma. Brahma putra pratistanem. dan tidak terluka oleh segala macam senjata. yaitu Resi yang dipercaya oleh Raja untuk menciptakan kesejahteraan dalam Suatu Negara. Sang Hyang Surya. Reshi Purbhasomya memberi petunjuk kepada baginda Raja agar melaksanakan.Surya merta pawiranem Yogi-yogi sarwa dewa. Ong Brahmanem brahma murtiem. memberikan penyuluhan dengan baik dan teratur.

4. dari Reshi Purbhasomya maka Baginda Raja melaksanakan petunjuk itu dengan baik.4. bersama-sama belajar keluar negeri bersama pedagang. Pikirannya hanya berguru kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Sang Hyang Raja Kerte. kalau dia menggelapkan uang harus dikembalikan berupa uang. Setelah mendapat petunjuk. Sang Hyang Pertiwi. Pesan terakhir dari Reshi Purbhasomya. memperlihatkan Candi Prasada. Wiku Ambeng.1.3. dengan maksud berguru kepada Dewa Parameswara dan berhasil memiliki ilmu yang utama. 4.menegakkan hukum tanpa pilih kasih.2. wiku yang tidak bersaksi. Sang Hyang Wesrama. menjual ilmu pengetahuannya. banyak mempunyai sisia. 4.4. Wiku Pangkon. Wiku Palang Pasir.4.4. .3. jangan sampai menghukum orang atas keinginan sendiri. Sang Hyang Purana Yadnya.3. banyak bekerja sehingga mempunyai istri lebih dari seorang. memberikan hukuman sesuai dengan kesalahannya.3.3. wiku yang mengajarkan ilmu kepada orang lain dengan memikat hati masyarakat (amancing updesa).4. Wiku Cendana. kalau ia membunuh maka dia harus dibunuh. demi kemakmuran.3. memberikan penghargaan bagi rakyat yang berjasa.4. memberikan ajaran yang dimiliki. untuk mengangkat Reshi sebagai “Bhagawanta” dengan dua belas kreteria sebagai berikut: 4.5. Dengan cara demikian agar dapat guru yaga. wiku yang senantiasa berpegangan kepada sastra. Wiku Panjer. hingga memiliki ilmu yang tinggi. Hukumlah mereka yang bersalah dengan hukuman yang masih berlaku sesuai dengan Undang-Undang. dengan tekun melakukan kewajiban siang maupun malam untuk mendapat dana punia (guru yaga). Demikian saja pekerjaan-nya. Sang Hyang Baruna. Akhirnya musuh-musuh baginda Raja dengan mudah dapat dikalahkan. memiliki pikiran yang cerdik dan menghukum penjahat negara. 4.

berbakti kepada Dewa. 4.4. Begitulah ia laksanakan untuk mendapat guru yaga. Wiku mengawini wanita walaka.4.3. mengajar ilmu pengetahuannya kepada siapa yang memohonnya.8. rajin menghadiahkan buku (mendana pustaka). mempunyai pengetahuan yang baik dan tidak beristri dari sejak kecil hingga lanjut usia. Beliau tidak beristri. Pikirannya terasa terbang.4. Tidak mementingkan harta benda. memuja homa. wiku hidup berkeluarga. dunia ini dipandang rumahnya. Wiku tinggal menetap ditengahtengah hutan.4. dengan senang hati menolong orang yang menderita kesusahan.3. Wiku Bramacari.3.3. 4.9. melakukan yoga semadhi. selalu berbuat kebajikan. Wiku Sanyasi.4. Wiku yang mempunyai Nabe lebih dari satu orang. beristri dan berputra tinggal didesa atau dikota hidup dalam masyarakat. tidak tetap tinggal di masyarakat (ndatan ring negara krama). hidup sederhana. 4. meningkat-kan filsafat kebatinan (ambek niskala). mengembara di dunia.6. teguh melakukan yoga semadhi.4.3. 4. karena ia memerlukan mendapat mas perak. 4. tidak mempunyai keinginan mengumpulkan kekayaan. siang dan malam pandangannya sama. wiku yang disebut dari angka 1 sampai . Wiku Grahasti. tidak beristri. bebas dari suka duhka dalam pergaulan di masyarakat.4. Wiku Saba Ukir. telah sempurna tentang Tri Dharma (Dharma Tiga). wiku yang membuat kebaikan dengan memberi petunjuk jalan (ngentas) kepada rohnya orang yang meninggal dunia.3. Itulah agar Sri Aji (Baginda Raja) memaklumi ada 12 macam wiku. menyelesaikan (muput) upacara yadnya agar menerima guru yaga. menerima tamu. berbakti kepada Dewa di kahyangan.11. ahli dalam segala macam filsafat.12.3. 4.7. Wiku Wanaprasthi. Wiku senantiasa memperdalami kesusastraan. Wiku Grohita. Wiku Sangara. kepada Sang Hyang Widhi Wasa.10.4.

Manusa Yadnya Yang dimaksud dengan.5. Roras rahina.5. 12). Pawotanan. Dari sebab itu patutlah dipakai Sri Aji memperhatikan benar-benar keadaan Wiku yang akan dipakai pendeta untuk istana dan negeri. Sa no dewah sawita sarna yacchatwasme Ksayaya triwartitamamhasah Rg. 6). yang memberi kehidupan pada alam. 1994: 3-33) 4. 7). 4. Kelahiran Bayi. dengan kemampuan untuk menghindari kekuatan jahat). 3.2. 5). Ia yang mengatur baik yang bergerak dan yang tidak bergerak. Ngraja Singa. Tigang sasih. dipandang wiku yang ada cacatnya (wiku ceda). Wiku yang disebut dari angka 9 sampai 12 dinamai Wiku catur Asrama. tidak boleh tidak negeri ini akan goncang dan menderita.5. 2. Wawu hembas rare. 9). (Titib. dukun yang mengeluarkan kata-kata yang beraneka macam.1. Kalau wiku tersebut dipakai pendeta raja dan negeri.Pradhanamaya. 8).Suptamaya.Ragamaya. . Kepus udel. tidak bersandar Sastra. dan dipercaya oleh pendukungnya/masyarakat). dan menegakkannya. 3). Bulan pitung dina. dukun menurut kehendaknya sendiri. suci dan melakukan dharmanya wiku (dharmaning kawikon).dengan angka 8 itu. Pawiwahan. yaitu: 1. 10). Metatah. Ngastawa Sang Hyang Kumara. Weda IW. 1997:78) 4. Kalau ketiga ucapan dukun itu Sri Jaya percaya saja.53. manusia yadnya terdiri dari dua belas tahapan yaitu: 1). tidak bercacat. dukun yang percaya kepada mimpian. (Anandhakusuma. Mapodgala atau Mawinten/Madwijati (sesuai dengan tingkat kemampuan seseorang. 4). (Keselamatan Bayi dan Ibunya) Om Brhatstsumnah prasawita newisiano Jagatah sthaturubhayasya yo wasu. Nempugin. Ada tiga lagi yang patut mendapat perhatian agar pemerintah tetap stabil. Pagedong-gedongan. 11). Siki dwa jaya prati mayaloke Sad-kreti kanandakara ya nityam. maka pemerintahan (keprabon) bisa menjadi goyah.6 (Ya Tuhan Yang Maha Pengasih. semoga ia Sawitar memberi rahmat-Nya kepada kami untuk ketentraman hidup. Om namah Kumara sad-anama ya.

stu tasme dwajawara pujitram. Ong bang bane dewa ya namah. Ong bhatare Bayu angiberaken lare roga. molongin karna. Huwah prakase warado namo’ stute (Ringga Natha. Om Antiganing sawung pangawak Sang Hyang gale acndu. Brahmanya dewaya sikidwaja ya Senapratewa dahita ya nityam dewayam Namo’stu koncadala darana ya. Om Rudra-atma kaya prati mayoloke.4. stu hanganila ya nityam.5. lare wigene papae klesane si anu. sidhi pari purnya namah (netra kalih) . Ong seriya namu namah swaha. 2003: 64-65) 4. Ong sah osat namah. metatah. Potong rambut. Namo. Om sang Sadaya namah (ring arep) Om Bang Bamadewaya namah (ring tengen) Om Tang Tat Purusaya namah (ring kalong) Om Ang Aghoraya namah (ring kiwa) Om Ing Isanaya namah (ring tengah). Mabiye kawon (Usapin taluh ayam Brumbun). 1987:18) 4. Om Namah sada-agni ya wiyaka ya. Mala papa petakane sianu kabeh.3. (Gambar.sti kajrambha kayajaya nityam. Namo’stu widya warada ya loke Namo’stu rohika wapiya. Sasti-praya yam ala santriyate. Namah sadakurtkuta namo hana ya.Namao. Mesesarik. Om Sang Sadyaya namah (alis) Om bang Bamadewaya namah (bahu tengen) Om Tang Tat Purusaya namah (tungir) Om Ang Aghoraya namah (bau kiwa) Om Ing Isanaya namah (hredaya) Om Rang Kaje sarase namah (bahu kiwa tengen) Om bhur Bhuwah swah Jwalon namah (Ratna kencana = pada kalih) Om Hring Kawacaya namah (sarwa angga) Om Bang netra ya namah Om Bang netraya namah. Sagilingan pagilingan male. Om ya namo.5. Kalisakane lara roga.

Brahma Bayu lara roga Bhawantu sang malis-lis. cintyyayet Dewa Wisraman. sebaya wiyanta suci.saraswati mrtaya namah Sudha siddhiyem prayojenem. Om sdudha mala mari sidhi sasas dangku dirghayusa Om Ung Sapa panaya namah swaha Om Ang Pranama Siwaya namah Tetebusan Om Ang Maha Sidhiyam ya namah Kumur-Kumur Om Wakra sodhaya mam swaha Meraup Om gemana muktiya namah Mesesarik benang Om Purnatma. Om Ung Sarwa Dewa mrtaya namah. purnajiwa. Pengisep Peras/daksina . Pabersihan: Om Ang Bubu tirta harum Lis Om Nama Dewaya namah. Penganteban Peras. Ah Ah Ah.Tepung Tawar. sampurna ya surya Candra madya pada Om Ung Sri-sriya wenasah. sarwa karmagate piwat. Peras. Pengambiyan. Sudhaman swaha. Om Siddhi rastunya namah swaha Suci Om Suci rwa-suci rwapi. Om Ang Yang Om Ang Ung Mang. Purnahayi.

Om Ung Mang Mahadewa Sudhaya namah Pangisep salwiring Banten Om Hyang maha mrta Srayu Dewata , Ang-Ah. Penganteb Sesantun/Daksina Om Ang Yang Sukham amrta Sang Jiwanya namah Pebangkit/Gelar sanga Om Durgha bhucari namah swah. Om Khala bhucari namah swaha. Sang Bang Tang Ing Nang Mang Sang Wang Yang Ang Ung Mang namah. Pengaksama. Om Ksama swamam Mahadewa, sarwa prani hitang karah maoca sarwa papebyah, phalayaswa sama namah swaha. Om Samastha ta Mahadewi bharawi prete baksini Bhagawate twasya Durgha dewa bwatasya sakhalam, niskalam twam Rudra tam somya daryatesya wa Twaya Dhurgabhuta watyeya namo namah. Pabuktian Bebangkit/Gelar sanga Om Buktiantu durgha kentara. Bhuktiantu khala kewaca. Buktiantu nhuta nem. Bhuktiantu pisaca sagyem. Om Sendat-sendat robyo namah Om rich kecarik caru kero bhiyo namah swaha. (Atmanadhi, 1972: 88-90). 4.5.5. Smara Ratih (Menek Bajang) Om Pradana purusa sayoga ya, Windu dwa bhoktra ya namah. Dewa-dewi sayoga ya, paramasiwa ya namah swaha. Om Ananggah Kamani patni, Puspeso mandhani thata. Kamo Dhanawati patni, Mandani mandana tahta. Om manobhawa shobani ca, Sri mati makara dhwjah.

Kandarpa Somawatis ca, Sri Jayani ca manmatah. Om Kama Dewa Ratih Patri, Swetari smara ewa ca, Anatur nandini patni, Manasi jas ca tarini. Om kamadewa ca tarini Om Om Kamadewa ca Ratiye namah swaha. 4.5.6. Pakeling saha Seha. Om Pakulun Sang Hyang Pradana Purusa, Makad sira Sang Hyang kamajaya kamarath, mansan nra handa sih wranugraha ri sira, Amembah angadekaken yadnya pekalan-kalam nira sang bipraya wiwaha, ledang paduka Bhatara pada tumedun pada malinggih ring rwaning kukus arum Om Pranamya bkaskara dewam, Arswa klesa winasanam. Pranamya aditya siwartham, bhuktu mukti wara prdam. Om Hrang Hring Sah paramasiwa dewa lingga ya namah. Ringga Natha (2003:39-40) 4.5.7. Mawinten Sang jagi ngemargiyang indik upacara-upakara Pawintenan alit kawastanin Pawintenan Bunga/Saraswati. Orang yang bermaksud melaksanakan tatacara upacara-upakara Pawintenan kecil disebut Pawintenan Bunga/Saraswati. Om, Saraswati Namastubyah; Warada Ama Rupini, Sidhi-rastu Karaksami; Sidhi Bhawantu Me Shadam. Om Pranamya sarwa Dewa-Aksara; Paratma Atma Ewangga; Rupa Sidhi Karoksabet; Saraswati Namnyam. Mano

Om, Padma Patra Nama Laksmi; Padma aksara Warni Nityam; Pahalabaye Dewi Tubiyam. Selanjutnya diteruskan dengan Mangajapa Duh Sira sang Mawinten, Wus pwa sira binersihan, Mawintengama, Manke sira wuswruha ring kasucian, Aywa tan mituhu pawarah, Aji, tumuta kita susilan ira Sang Hyang Ayu, gelarana yoha lah, Semandinta, aywa tan rastiti ring agama, Yati-ka dalan Kita, Bhakti ring Bhatara Den langgeng pwa juga sira,

omastitikna, Maning sariranta, Kunag yan Sira umalaku, tan weang panganna angulahakna Sang Agma, Aggengakena Dharmanya, Anulis Sarwa Sastra, suksma tutur utama, muang gelarana puja mantra, Yan wus samangkana polah niya, weang ngungguhakena banten ring prahyangan, yan tan samangkana, Karya letuh ngaraniya, apan urung wruha ring kasucian agama, apan kasupatut den Panca Maha Bhuta Mala sariranta, wenang Winiten de Sang Sada Yogiswara, Yan tan samangkana tan sida hilang panca malanta mangkana, pratiyaksakna pawarahing sang hyang Aji Suksma, sih nirmala. (Pramadaksa, 1984). 4.6. Bhuta Yadnya 4.6.1. Susunan Bhuta Yadnya Pertama: 1). Segehan Alit & Agung, 2). Panca sata, 3). Panca sanak, 4). Manca kelud 5). Rsi gana, 6). Walik Sumpah, 7). Lebuh Gentuh, 8). Tawur Agung, 9). Panca wali Krama, dan 10). Eka Dasa Rudra. Mantram caru termasuk yadnya sesa, adalah sebagai berikut: 4.6.2. Yadnya Sesa. Om Ang Kang Kasolkaya kanaya osak namah swaha swasti-swasti sarwa butha sukha pradanya namah. 4.6.3. Pengelebaran caru-caru. Om Tang Ang Ing Sang Bang Ung Ca Tat Om Gunung Gangga dipataye. Om Hreng Rajastraya namah. Om Phat-phat, Om Ang-Sura bhalaya namh. Om Ung Cakra bhala ya namah. Om Sang Bang Tang Ang Ing Panca Maha bhuta bhiyo namah. Asep-Asep Om Ang Dipastra ya namah Cecepan Air Om Angga sukha mrtaya namah Penastan/Cuci tangan O namo namah swaha Pakakurah Om Ung Mang kama ya namh

Arda Nareswari linggam arcane ya namo namah. Mahadewi.Nerityem Rudra Moksalam. Adah sabda Ciwa Cakra Undah Prama Siwa Dwaja. Biyahyem Angkus Sangkara. Siwaditya. Om Iswara Bajrasta. Panca Mahabhuta (serana: Genta dan Sekar) Akasa Ong akasa nirmala sunyem Rudra dewa byomantarem Siwa nirbhanem wiryanem Teja Ong tejo murthi nawa rupem Surya candra masarirem Sarwa teja diptadnyanem Arcanem sarwa dewanem.Candra dewi Sunya Siwata pujinem. 1972:7880) 4. Daksine Brahma Dandastra. Akasa Guru Trisulam Danendra ya namo namah swaha. (Atmanadhi. Bayu Ong akasa bayu murthinem Sarwa marana wicitem Mertyu kslsmtsks rodrem Jagatem pretista lenggem Apah Ong Ung Wisnu trinayem. Utara Wisnu Cakrastra Ersanya Sambhu Trisula Madya pada Ciwa Padma. Ludra ni Santani dewi. wisnu Bhatari Sridewi.6. Pasupati Om sarwa wighna winasayantu Sarwa klesa-klesa winasayantu Sarwa duka winasaya Sarwa papa winacaya Sarwa papa winasaya namo namah swaha. . Dupa Gniya Mahesora. Pascima Mahadewa Pasca.Panglukatan Om Iswara Umadewi’ca Mahesora Laksmi Brahma Saraswati dewi.4.

Durgha Stawa Ong sema kasta maha dewi Bherawi pretha baksini Baghawati durgha tasye Durgha dewi namonamah. Sri pancamaha bhuta byomanah swaha. Ong krura raksasa rupanca Wyakta ya rakta locanem Prape noti santo rupatwam Twam wande tri purantarem Ong Ong kala bhucaibyo namah swaha Butha Raja Stawa Ong bhuta raja maha krurem Saharsa kirana pradham Sadwaktrem sayutascewam Sakala swahitang karem Ong maha raksasa dasa bhujah Hiranyem garbhode sembawah . Ong sekala niskalatmatwam Rodranta somya darayet Tasye durgha dewiywm tasye Durgha dewi namonamah Ong Ong sri durgha dewi dipate ya namah swaha Kala Stawa Ong byakta raksasa rupanca Webaksya twam capunah Somya rupa mawopnoti Twam wande waradham aum.Catur dewa maha sidhyem Wighna klesa winasanem Raga dosa winurcitem Pertiwi Ong pretiwi sarirem Catur dewa Maha dewi Catur asrama bhetari Siwa bhumi maha sidhyem Ong Ong Rang Ring sah wosat.

Ong sang bhuta aruna. anadah ta sira wisira amangananginum satetanjan. Siratin Caru (Sarana Tirta). ajaken wadwa kalanira limang atus limang puluh lima. (Bangli. Iti tadah sajinira penek puti ayam puti. Iti tadah sajinira penek bang. wusra manganannginum. atatanjan. Ong bhuta jangitan. ajaken wadwa kala nira pitung ngatus pitung puluh pat. ayam wiring winangurip. wisnu dewatania. mantuk sira maring kayangan nira sowang-sowang. iwak ayam isa. brahma dewatania. madya desanira. Ong Ang Namah Om pakulun sira sang bhuta tiga sakti. utara desanira. wusira anadah ta sira. purwa desanira. Iti tadah sajinira penek kuning ayam buwik rinancana nangun urip. anadah ta sira. pascima desanira. Ong Sang Namah. kliwon panca warnania. wusira anadah amangananginum satetanjan. rinancana winangun urip. wusira anadah amangananginum satetanjan. mahadewa dewatania.Bhuta preta simang rudhah Naga yadnya musubitah Ong Ong bhuta raja dipate ya namah. rinacaca winangun urip. mantuk pwa sira ring kaynagn nira sowang-sowang. Iti tadah sajina penek ireng ayam ireng rinacana winangun urip. Ong Tang Namah. mantuk pwa sira ring kayangan nira sowang-sowang. Iti tadah sajinira penek amanca warna. pon pancanira. umanis panca warnania. pahing pancawarnania. mantuk pwa sira ring kaynagn nira sowang-sowang. ajaken wadwa wadwa kala nira petangatus petang puluh pat. mantuk pwa sira ring kaynagn nira sowang-sowang. bhetara siwa dewatanira. anadah ta sira. Ong Bang Namah. Ong bhuta lembu kanya. ajakaken kala wadwanira wulungatus wulung puluh wolu. daksina desanir. ajaken wadwanira sangangatus sangang puluh sanga. Ong Ung rahpattastra ya namah Ong atma tatwatma sudhamam swaha . anadah ta sira wisira amangananginum satetanjan. 2005:76-78) Ngayab Upakara ke Bhuta (Caru Panca Sata) Ong sang bhuta baruna. Ong Ing Namah.

Ong Ung rahpattastra ya namah Ong atma tatwatma sudhamam swaha Ong sri pasupati ung pat Ong Sang Bang Tang Ang Ing. ra kaki bhetari gana. amukti sira sarwa enak. Ngayab Caru (Sarana Genta) Om pakulun kaki bhetara kala. Nang Mang Sang Wang Yang. sannhyang panca muka. waras. teka waras. apan sampun angaturaken caru kabaya kala. teka waras. Ang Ung Mang. sama suka. sama lolya. sekar) Ong mrana bhuta mararem . amukti sira sarwa enak. ra kaki bhetari gana. Aywa sira anyangkala swakarya punanu. paduka bhetari durgha. sama suka. Ngayab Caru (Sarana Genta) Om pakulun kaki bhetara kala. apan sampun angaturaken caru kabaya kala. Ong sidhi rastu tatastu swaha. kasadya rahayuan mwang kaubagan. sama lolya. Ong sidhi rastu tatastu swaha. Ong bhuktyantu dgurga katarah Byaktyantu kala mawaca Bhuktyantu sarwa bhutanem Bhuktyantu pisaca sangyem Matabuh Arak Berem Ong durgha baktya loka bhoktra ya namah Ong bhuta loka bhoktra ya namah Ong kala loka bhoktra ya namah Ong piasca loka bhoktra ya namah Pengerarem Bhuta (Serana: Genta. kasadya rahayuan mwang kaubagan. paduka bhetari durgha. Nang Mang Sang Wang Yang. waras. waras. lugraha sangadruwe caru kadhirghayusan. Ang Ung Mang. waras. lugraha sangadruwe caru kadhirghayusan. sannhyang panca muka. Aywa sira anyangkala swakarya punanu.Ong sri pasupati ung pat Ong Sang Bang Tang Ang Ing.

sumurup ring bhuta kalika. Ong sdhi rastu tatastu swaha . teka kita sakeng utara desa. Ong Bang Bamadewa ya namah Mahadewa. Ong sang bhuta pita. mur sah pwa kita kabeh dadi dewa dewi. Ong Bang Bamadewa ya namah swaha. Ong Ang Ahora ya namah. sumurup maring hati. Ong Sang Sadya janten ya namah swaha Ong sang bhuta bang. menadi sang bhetara Wisnu. Ong Tang tatpurusa ya namah Ong sang bhuta ireng. sumurup maring amprui. teka kita sakeng pascima desa. sumurup maring ungsilini. Tirta penglukatan) Ong lukatira bhuta dengen. teke kita saking madya desa. Ong sidhi rastu tatatstu swaha Ong ksma sampura ya namah swaha Ong Ong swasti swastisarwa bhuta suka pradhana ya namah swaha. pada alukat apupug denira bhatara siwa guru. teka kita sakeng daksina desa. Lukatira bhuta kalika sumurup ring bhatari dhurga Lukatira bhetari dhurga sumurup ring bhatari uma Lukatira bhetari uma sumurup ring bhatara guru Lukatira bhetara guru sumurup ring sang hyang tunggal Lukatira sang hyang tunggal sumurup ring hyang tan paran Sira juga sangkan paran prasida kalukat mala petaka kabeh. Parurupan Bhuta (Sarana: Genta Sekar) Ong sang bhuta sweta. Irika ta anglukat sakwehing bhuta kala kabeh. menadi sang hyang Brahma.Sri damba dara yanganem Sri mantra trigata swara Sri daradhi maha mantrem Ong agni madya rawicewa Rawi madya candrma Candra madya sukla bhawet Sukla madya stiwa-tiwa. teka kita saking purwa dea. Penglukatan Butha (Sarana: Genta. Ong indah kita sang bhuta manca warna. sumurup maring papusuhan mrnadi sang hyang Iswara. menadi sang hyang brahma. menadi bhatara siwa guru. sumurup masing sarandhuning sarira kabeh.

Sama kabeh ring Sang adruwe caru. Sang kala Dharma. sang Kala Biantara. Kasukanira Om dirga ayu rastu tadastu astu swaha. Sang kala Sadwara. Kepanca Maha Bhutan Ong pretiwi dewa sampurnem Apah teja jiwatmanem Bayu akasa premanem Durgha yusa jagatrayem Ong Rang Ring sah wasat. wangsulake bhuta nira riwusira mangananginum. Ong dukduk.6. Mengambil Genta atau Bajra. prama siwa Panca maha bhuta byonamah swaha. rung rung. Sang Kala Bhuta We-Uku. (Pramadaksa. sira guruning bhuta kabeh. Bija genahing ring sanggah cucuk) Ong sang buta purusangkara. Ong Ung Rah Pattsastra ya namah swaha Pengaksama Genta atau bajra .6. si wan a ma ya. Sang Kala Bhuta Nganten.5.6. Dora. Waya.Saluhuring Sang Kala Raja Merana. Iki iki tadah sajin iri sedaya. Sang Kala. Belajar Mantram Genta atau Bajra. mantuke sira ring kahyangan nira sowang-sowang. Ong Mang Ang Ung ya nama swaha Ong Ung Ung bhuana sudha suksma ya namah swaha Ong Ong suksma ya namah. Sang Kala Sri jaya Mandala. Ong bhuta sahira ya namah. Sang Kala Rumpuh. Mantram Caru dewasa ala Pakulun Bhuta wetala wisaya. Sang Kala Sapta Wara. Pralinan Bhuta (Sarana: sekar. Sang Kala Pancawara. dung dudung. 1976). Ong a ta sa ba I. Sangkala Gni Bwaka. Sang Kala Kudang Kastu. 4. Sang Kala Bhuta Mrtyu.Sang kala Dasasengker. Sang Kala Dwimba Pepet.Ong Ang ksama sampurna ya namah swaha Ong guru padeke byonamah swaha. Kang Kininda. Sang Kala Dumrana. Sankala Astawara. Ang Ung Ing Ing namah swaha. 4. Sang Kala Nawa Wara.

2006:66) Nyipen Genta Ong Ang namah.7. Genta sabda prakasyatah. Ong Ang Kang kosal kaya swari ya namah swaha. Ngayab Bebanten Sebelum upakara dan upacara tersebut dimulai kita harus membersihkan diri. (Bangli.Ong Ongkara sadha siwa stah. Pelaksanaan Upacara Sikap duduk tegak. 4.3. Om Santih Santih Santih Om. Ong Ung namah.2.7. 4. Jagatnatha hitangkaram Abiwada wadanyah. Purnam Bhawantu. Sukham Bhawantu.7. Spu lingga siwa tattwanca. (Swastika.1. ganti setiap habis Om Ang Brahma dipastra ya namah Om dupa amertha ya namah Om lingga purusa ya namah sawaha. 2006) 4. 2005:91) Ong Ang Kosal Kaya Ya Namah Swaha Ong Sriyam Bhawantu. Amusti Karana. tangan ditengadahkan diletakkan pada kedua belah lutut Omprasada stiti siwa nirmala ya namah Om padmasana ya namah Om lingga purusa ya namah swaha. Ong Mang namha (raris unyaken panjang) . Candrada windhu nadhantem.7. tangan cakupkan pada dada atur nafas masuk lewat hidung Om Ang namah Om Ung namah . Menyalakan dupa/Ambil Dupa nyalakan. (uniaken panjang/bunyikan panjang) (Swastika. membersihkan sarana upakara dan mengistanakan para dewa pada upakara tersebut. Abhawa-bhawa kamesu. Ong gentayur pujitem dewa. seperti pada upakara /bebanten: 4. Waradham labda sandeyah. Ongkara prakerthitem.

Om a ta sa ba ha I wa sin a ma ya. 4.9. sudha bumi sudha giri. dengan sarana bunga. Menjalankan Pabyakaunan. Om Mang Iswara ya namah swaha. 4. tanpa hirung. tanpa karna.8.6.7. apan sampun jangkep tengerin tri buana. Om Ang Brahma ya namah. Sucikan Tangan Om Sudhamam swaha Om Ati sudamam swaha 4.7. Sucikan Badan. Om Gangga pawitrani ya namah swaha. sesuai dengan kegunaannya Om tirtayam tirta pawitram.7. Ngastawa Tirta. 4.Om Ang namah 4. Om bumi ginawe. mangkin ngadeg ring lis pabbiakaon muah lis padma 4. sudha Brahman sudha sudha astu tad astu ya namah Om sa bat a ha i. (lalu cemplungkan bunga ke tirta) Om pakulun Bhatara Siwa Gni.7. sira angisuh . Sang hynag taya jati sukla nirmala. Om Sidhir astu nama siwa ya.7. lakukan disekitar pelaksanan upacara. Ngastawa Lis. tanpa cangkem. siwa rininggiting guru utusang sang hyang bhatara dewa kalabetaning sarwa dewa mangilangaken mala papa petaka geleh sarira.7. prayascita yan namah Om a ta sa ba ha I na ma ya.7. Ambil Lis lalu disucikan. Ngaturang Pabyokaunan dan Payascita. Om pakulun pangadegning janur kuning. (lalu siratkan kepada yang akan dibersihkan/dilukat). Om Ung Wisnu amerta gangga ya namah.4. Om Puspadhanta ya namah Om Ang Ung Mang Siwa Sadha Parama siwa sabda bayu Idep sidhanta nirwighna ya namah Om Sidhi swaha ya namah Om Shah wosat prayoga ya namah swaha.5. Om Sang Hyang taya tanpa netra. sarwa klesa dasa maha geleh pate leteh prayascita ya namah swaha.

ishin sarwa dewa. Kala Sepeten. Om Sidhi guru srom shah wosat. tritya sudha. Puniki ta bukti denira kabeh. indur doh kita sarwa bhuta. sarwa dusta winasa ya. Om am mam nama ya namah. caturtya sudha. reh ingsun sampun angugrahaken tadah saji ring bhatara Kala. sang bhuta preta. Ong Ang sarwa klesa kesama swamam ya namah swaha.7. pilih kabela nira kabeh. Ngelebar Segeh. Kala Ireng. kala ring sarwa ta kabeh.10. sang kala peraja muka. Kala Bang. akala sakti. Kali. angilangaken sarwa bhuta dengen. 4. 4. Om Hrim srim am tang sam bam im swarwa danda mala papa klesa wiansa ya namah um pahat.7.11. Manawi kirang ta aturan nira durus tuku ring pasar agung. (sama seperti di atas) Om Pratama sudha.12. dilaksanakan saat pabiyakaonan Pakulun sira sang kala purwa. sang kala ngeluleng. Om sarwa wighna winasa ya. sarwa rogha winasa ya. Aywa kita amgoda manusan lan apasanakanku. Kala Sakti Kala Petak. aywa ta sira masenetan ring manussa kabe. wus mangkana durus sira awali ring genag sowang-sowang. sedahan Kala kanibehan. sarwa satru winasa ya. ojo sira nyengkala nyengkali manusan nira nagstiti dewa ring kahyangan sakti. Pakulun Bhatara hyang kala. nyah ta kita ring janur jipang sabrang melayu. 4. kala dengen ring pada bhatara kabeh. Om Kala Kali byobakto ya namah. Om Hrim rim srim am tang sam bam im sarwa danda mala papa klese wanasa ya rah um phat. pomo pomo pomo. Ngaturang Prayascita. Kala Anggapati Kala Karogan Rogan. Om Hrim sram man swam yam sarwa roga wighna astu winasa ya rah ong phat. sarwa papa winasa ya. (lalu natab ke bawah dan lanjutkan ke Badan) . pancami sudha. Mekala Hyang. Iti tadah sajinira penek lan terasi bang. Aywa ta kita pati ulik Sali gawe. dwitya sudha. tad astu nama swaha. sarwa klesa winasa ya.7. Kala Jenar Kala Manca Warna. aywa ta sira pati reroganing. Om ksama sampurna ya namah. sudha sudha wari astu.

rowangire. sang bute perete. Ngaturang Parayascita. pangeresik tepung tawarin lis).7. ulun amuja ri paduka betare pakulun. . elemen Siwa Om. sarwe pape petake lara roge wigene parayascita ye namah. ha. Pukulun sire sangkale purwe. ring pilinggih sami. tuku sang sira ring pasar agung. Pasang Tri Tattwa Om Om Siwa Tattwaya namah Om Om Widya-tattwaya namah Om Om Atma-tattwaya namah Om. elemen Pengetahuan. Ong se ba. aje sire kari ring kene. Astawan Banten malinggih ring paruman Ong perenamie dewa sang linggan. sa. 1976:251). tan kelabetang tulah kelawan carik muang pamidi. te. i. wa. sujud kepada Om. indah nira lunga kirangan kabeh amarah desa. menawi kirang tadahan sire. na. ta. mogalupute ring lare roge. penek lan terasi bang. ajaken sanaknira. Ong A. sarwe kelese dase male Genah pate leteh parayascite ye namu namah suahe. Bebanten Suci. pilih saka balanire. sang kala paraje muka. anak putunira. I. den pade kadep sidi rastu pangastu dangguru isuare nire. aje sire pati reroganing aje sire ulik sili gawe iki tadah saji nira. Ong nama Siweya. 4.( 2006:4046). (Puja. sarwe male parayascite ye namah. kala sakti. si.16. ta. ba.lawe satukel.7. Om. sujud kepada Om.7. Swastika.15.14.7. iki jinah satak likur. 4.13.Om ang ung mang siwa sadha siwa parama siwa sabda bayu idep sudhanta nirwignhna ya namah. sang kala byobakte ya namah suaha. he. me. Ong I. anak rabinira. sujud kepada Om. se. (raris eteh-etehang. sih kerta nugrahe betare. elemen Atman. Om shah wosat prayoga ya namah swaha. sang kala nguleleng. be. Om sidhi swasha ya namah. 4. 1987:24) 4. ye. suang wigene hulun aminta sih lare toge. (Gambar.

pengeraratan ring pada betare pakulun. Ong Hyang Hyang Hyang.8. anangguhana ratna kencana. Penghormatan. Dewa yang Berstana di Gunung-Gunung . (Gambar. susur keramas.14). Ngastiti Tetebusan Ong purna candra.7. namasiweye. perenamian siwe Siwar tan sarwe jagat paramoditam.18.Sarwe kale bute sirnam. Ong sah odat ya namah swaha. (selanjutnya Ngastawa betare sami).7. Ong to ye gangge pawitre ye namah suahe. (Anom. maduluran wastre seperadeg maketigasan betare sinamian miwah toye pawitre pemasuhan tangan suku. sebatahei. 1994:16-20) 4. 4. winahan kundi manik makasudaning bwana kabeh maka uriping bwana agung bwana alit. Mangkana tetep pageha ring bayu pramanira si Anu ring raga walunanira anangaken pala boga. Sang Hyang Ayu Asihe pinakang ulun. ulun aminte sih nugraha ring paduka betare sakti. seganti-ati sabda rahayu. purna bayu den kadi langgenging surya candra. (selanjutnya ngaturan pasucian). Ong pakulun.17. 4. desti tiwang prakasa prasama kalebur denira Siwatirta-Murti sakti. (selanjutnya ngaturang tirta pakuluh). Ong Ang Ang namah suahe. sari pasucian sesarik. 1987:8 . Amuncar amukti sakti anibekaken tirta kamandalu. anglebur ujar ala ipun ala mala petaka tuju teluh terenggana. Ngaturin Betara Kukusarum Om Hyang Hyang sukla parisudha ya namah swaha. lenge wangi. Sire asung anugrahe ring pule pale mangilen-ilen padanira Sang Hyang samangkane puangulun inanugrahe denire Sang Hyang pasupati ide malinggih ring puncaking Gunung mahe meru ring jambu duwipe. Ong pakulun sredah Betara Siwa. (Siratan tirta) Ong sidrastu ya namah swaha. manusan betare angaturaken sari pemendak.

4.8.1. Penghormatan di Gunung Andakasa Ong Ing Indra taya namah swaha 4.8.2. Penghormatan di Gunung Mangu Om Ang Kling Cling Adhikalayang de bhawa 4.8.3. Penghormatan di Gunung Watukaru Om Tang Jayanatri namo namah swaha Puncak Gunung Watukaru Om Ung Hyang watukaru dewa Saktiya namah 4.8.4. Penghormatan di Gunung Kawi Om Ung Manik wisesa Sakti Dewa Purusa ya namah swaha 4.8.5. Penghormatan di Gunung Batur Om Ang Sri Dewi Danhu Jiwa mrta sabumi swaha ya namah 4.8.6. Penghormatan di Gunung Beratan/Dhanu Bratan Om Ung Wesphawa Hyang Manikya namah swaha 4.8.7. Penghormatan di Penataran Besakih/Gunung Agung Om Tang Maha Dewa Sarwa Dewa Sruti Basukihan nama swaha 4.8.8. Penghormatan di Gunung Agung Om Hrang Hring Sah Bhatari Giri Putri Siwa Bumi Maha Sakti ya namah. (Atmanadhi, 1972:45-49) 4.8.9. Nunas Tirta ke Gunung Agung. Ong asung seredah Betara Sakti, Pakulun Hyang ring Gunung Agung, Hyang ring gunung lebah, Paduka betara amijilaken tirte trebesan, Telaga waja, panglukatan mijil saking gunung Manik tegal siku, ring saganing, Paduka Betara anglukat anglebur Malaning aturan ikang manusanira samadaya, Kene kerarahan, kara ramian ring kahyangan sakti, Teke moksah ikang mampeh maring wetan, maring kidul, maring kulon, Maring lor maring madia, tumiba ring tengahing segara, mabayolan wastu sidi rastu ya namah swaha (ucapkan tiga kali) 4.8.10. Maturan Canang Prascita (Tebasan Durmanggala) Ong pakulun Sang Hynag Kala Lunggleng, Aja sire pati papanyi Iki tadah sajinira penek kelawan terasibang, iwak antiga, jinah satak lima likur, lawe satukel.

Manawa ta kirang tadahira aywa sira usil silih gawe, tukunenta ring pasar Agung, lawe satukel, weh sanak rabinira, muang putunira. Ndah ta sira lunga amarah desa, aja sira maring engkene den pada sidi rastu. Ong kala bie bekta ya namah swaha. (Anom, 1994:10) 4.8.11. Ngadegang Betara Nyatur ring Banten Ong ang Brahma rakta warna, saraswati dewi bionama swaha. Ong ung Wisnu Kresnawarna Sridewi bio namah swaha. Ong mang Iswara swetawarna Umadewi bio namah swaha. Ong tang Ludra Durga dewi bio namah swaha. Ong Ong Sri Guru Jagatpurusa bio namah swaha. (raris ngingkupan betara sami) Ong gang ung mang, Ong Siwa Mata warna, giri putrid dipatio namah swaha. 4.8.12. Ngastawa Betara dan Pengiringe maka sami Ong Iswara purwantudewa, Heneyanta mahesora Brahma Daksina Dewata, neretian Rudra Dewata, pacimanca Mahadewa, wayabian sangkara statan, wisnu Utara Dewatam, Aiswarya Sambu Dewata, Madia Sadaswa, Sarwa dewa muciate. Ong Hyang sri Dewa Dewi amreta pasupatiye nama namah swaha. (Anom, 1994:12) 4.8.13. Nedunang Betara ke Pengubengan Ong Iswara Umadewi ca, Mahesora Laksmedewi, Brahma Saraswatidewi, Ludra Nisantanidwi, Mahadewa Umadewi, Siwadetia, Cadra Dewi, Guru Giriputridewi, sunya siwa ta pujanem, Ardhanareswari lingam, daksina Brahma danfastra; Nairiti Rudra moksalam, Pascima mahadewa pas, wayabyan angkus sangkaran, Utara Wisnu Cakrastara, arisanya Sambhu Trisula, Madia Sadasiwa padma, andah siwas ca Calirastra, urdah Pramasiwa dwajan, Guru Trisula dranam. (Anom, 1994:14) 4.8.14. Nedungan Betara sami (dari Jawadwipa, dan Selam/Allah/Islam)

Iki sehene rawuh ke jaba (pejati). Pakulun Paduka Batara Hyang Baruna, Manusanira anguntap anuhur Padanira batara samodaya, Sredah tumurun mara maring mrecapada. Manusanira angaturaken pejati, banten suci maduluran banten jotan dampulan. Sredah paduka batara malingga ring kayangan Agung, Maka panguluning jana pada, Katuran puja wali, peparenga samojaya, Ong sidhi rastu ya namah swaha. Sira masehe, saha kleneng angonteng. Pakulun batara sinuhun Agung, malingga ring punaking giri jambudwipa, sira tumurun mara maring Bali, malingga ring gunung Agung, kalih ring gunung Batur, sredah paduka batara asung lugraha agung rene pengampura, manusanira Batara angaturaken sarinan canang muang sarining tahun, sredah paduka batara anodyani. Aturan manusanira Batara ring marcapada, mangke manusan Batara andaha tirta pawitra, mijil sakeng predana purusa batara, maka uriping buana kabeh, kalukat kabeh, dening paduka batara, Ong sidirastu ya namah Swaha ya. Ngaturan Pedatengan Batara sami Selam Kapir pada mabale, muang bebangkit asoroh, magenah ring jaba. Ong indah ta kita sang Asedahan Panyarikan, Ajeg-ajeg jejeneng, Anglurah Agung Alit, tekaning sawadwa kala balanira Hyang Sinuhun, daweg sananggraha, sira pada katuran pesaji, pangaci-aci, iki tadah buktinira padatengan soga linggih iwak kawisan kang ngaran Selam Kapir, katekaning tadah bebangkit, aedan pada enaka mangan anginuma, pada elingana tadahan ira soang-soang, den sama suka sama loba sira makabehan, amukta sari sira. 4.8.15. Pengadegang ring suci Ong nama siwa ya,

Sarwa karya prestisanem. Ong Durga Jingu. Pakulun paduka Betara. saerasa maka imbuhan. sarining Batara Surya Nirmala. jangan Batara Kersika. semaya sira siniwi pangungguhing janapada.16. 1994:18-20). Sanghyang ring para caru. sadana manika arta. Ong Buta Bucari ya namah swaha. Duk Batara Kala Sakti. Nguniweh jagat wisesa.18. Tirta Pemarisudha Ong tirtajam tirtapawitram. Suka Dewa masarirem. Durga Bucari ya namah. katulah carik. (Anom. apan sira maka kundi manik kencana sang kasuhunan. ulun angaturaken pangresikan. aminta sih kretenugraha Ri padanira batara Pukulun. aus-aus Batara Mahadewa. maka pasucen Betara soang-soang. sang Hyang wisesa sarwa resi. awala Betara Siwa. Nganteban Guling Bebangkit. banten sang Hyang suklapaksa. astu dening sang Hyang Saloka kapurna ya namah swaha. Ngabijiang (tempat mata air) Ida Betara sami Ong Ang Tabeya nama Siwa ya.8. pisang Sang Hyang Kumara. puja Batara Dharma. Umilangaken mala wigna namah swaha. . Pakundan Gana Sakti. Pramasiwa tirta ya namah (Anom. apuha Betara Brahma. Gangga ranu toja ganam. batara Sucinirmala. sang Sambhu ring burat.8. maka pulacek. Hyang Dewa mahapuspa. Sang Tunggal lawan puja. lalawuh Batara Mahesora. 4. susuruha Batara Wisnu. ulame Batara Sedana Baruna. akasa lawan pratiwi.17. angiceni maka sari.Ong tan kalibeteng tulah pamidi. (Anom. Ong. Sang Hyang pramana sarining jagat. 1994:15) 4. 1994:16) 4. Ong Betara Guru anepung tawarin sarwa dewata. ulacek padanira Hyang. Raditia lawan ulan. Luputing lara wigna. Ong.8. tasik Betara Sakti Gana. prajala-jala maha padma. Ong kusi anaka pulaket. langganira padanira Hyang. sdajenge Besawarna.

.1. den suke anadah. bene siap biying mapanggang. rarsi kaput antuk kasa.3. Ong sampurna ya namah swahe. Upakara Ngawit mekarya Wewangunan 5. 1994:23) 5. tatebasan sapuhan abesik. sang kala wisese. keraras. Pakulun sang kale amangkurat.4.1. satmaka manggen nyiluran jiwan sang nyapuh ring pretiwi. canang tubungan. mareruntutan jaje raka-raka magenepan. Dipuncakne. sampian tangge. canang pagerawos. Canang Pendeman. muah nasi kojongan abesik. misi pipis solas (11) keteng.Sang Drema moha amangana sira ring pajuden. mekadi sire rah nini betari durge. 5. 5. mabe bawang jae. Banten Pengeruak dan Mantra Canang wangi.1. Dasar Bambang. (Anom. banten parascita. Canang burat wangi. banten punika maaled kulit peras. 5.1. luwire: putih. katur ring pemali agung. kuning. kuangene merajah ongkara merta. sang kala bedawang jenar sang kala dumerane. Sang kala Kalung amanga sira ring pasar amukti ya sari-sari Wisura amuktya sari apupula sira kabeh. katur ring Sang Buta buana. dagingin kwangen.1. Mantuk ring dang Kahyangannira sowang-sowang I namah swaha. Tumpeng duang bungkul. kuangen misi padang lepas merurub kase. barak. daksina abesik. mewadah bungkak nyuh gading sane matulis antuk ongkara. segeh agung abesik. Sampian banten pendemane.1. Caru Pengeruak dan Mantra Ngaturang banten durmanggala. misi pipis telung dasa telu (33) keteng. Segeh agung ring Sang Buta dengen. tegul antuk benar catur warna. pasucian suang-suang atanding Kuangi. caru aturanne sami. sang kala taun. mali penek abesik. Sang Kala Ngadang amangana sira ring dalan Agung. maruntutan tetebasan jage satru abesik. Upakara 5.2. selem.

. sodayan. Ang Ang sidi bane ya namah suahe. tri aksara. Sang kala agung. Mang Ang Ung namah. pemastun ningulun. pangi HyangHyang ire Sang Hyang tari sandie. canang tubungan marerep. Batu bulitan hitam. Ong Ang Ung mang Brahme Wisnu perame saktiem raja pale loke nate murti saktiem. katipat kelanan. Upakara dan Mantra Mengukur (nyikut) Karang Daksina. asep menyan. karang.1. arca meru arcane. Ong Sang Bang Tang Ang Ing Nang Mang sang Wang Yang. tule manuk tiga kali ucap (3x) Nyikut. umah duk nyumunin Ong Ang Ung Mang dewa sikse. manusanire angadegaken. medaging tulisan dasaksare.5. peras penyeneng. Ong padme sane ya namah. 5. ring padanira pakulun. Gane teke parayo janem. lintang trenggana mekadi sang Hyang dewata. Bate megambar Bedawang nale.6.1. Raditie. Sarana dan mantra saranane dasare sane medaging bate. sang kala desa muka. 5. Mang. Karunganire Hyang Perama wisesa. Ang Ah Ah. wewangunan. Pangimpas Buta Ong Ang bute siksa ayu werdi sarwe mingmang gune wisic wine siniem Nunas Tirta Suci. maka pangulaning jane pade. ditundune medaging tulisan Angkare. Ong i be sat a he. Sang Hyang candra. ulun akerta nugraha. se be te a i na ma si we ye. Sang Hyang gune.Ong Sang Hyang pertiwi jati. wicet suahe. Kita sang kala bumi. dagingin tulisan merajah. Ong Ah rah patastreye yanamah. merajah padme. kewasa sire mangane ringulun. Ong ye na ma si we. Yan tan wenten bate paras wenang (sesuaikan dengan situasi dan kondisi). Ang Ung. tegal. makadi Sang Hyang akasa. Rungenen. Mantram pengurup pasupati. segaan takep api.

gangge dewi. utpetiwe sari wahinan. Ongkaresare buana pada mertha manahare. Muput Tirta Gede (Sapta Gangga) Ambil sekar.1.1.Ong Aum dewe paretiste ya namah. Ong utpatike sure sance utpetiwe garasce. Persiapan Muput Piodalan Alit. Ong gangge saressuati sindu. (Gambar. 6. Om bayu sabda idep sudhanta nirwiggnam ya namah Om sidhi ya namah (pentil sekere kepedewekan) Ambil dupa. Gangge terangge same yukti. Om om rahpaht astra ya namah (sekare pentil kearep) Ambil dupa. gangge sahe serame dini. Banten janganan mapiteges = pasuguh nyama catur. Ong gangga dewe maha punie. Om om wisnu alungguh haneng sesantun bhatara guru anugraha Ingsun sakeluwiring tinuja den insun tan amiruda ring sira (dupane celekang ring daksina) Ambil sekar. 6. Nganteb Piodalan Alit. 1987:41-48) 6. utpeti sarwe itance.7. tadu name merthamjiwani.1. 5. Piteges Sesajen Banten pengambean mapiteges = pemanggilan atas atma (urip) Banten sambutan mapiteges = mapekukuh sang hyang atma. Om ang dupa astra ya namah Ambil sekar. Ong name siwe ye. Ang Ung Mang namah. wipase kausiki nadi. Samune mahe saresta sarayu ca maha Nadi.1. O mom rahphat astray an namah Om mang iswara ya namah . Ong sa bat a he i.

.sancayam Om Mang Om Ang...4..... kemudian dipercikan: Om jum siwa sampurna ya namah Om ang namah..... Om Ang Om Mang.. om ung namah.3..... Ngastawa Tirta. arbawa bawa karmasu waradah labda sandeyah warasidhi nir. om mang namah Om ing namah Om rang ring sah prama siwa amerta sampalawya ya namah swaha Om rahpat astray a namah angilangaken sarwe mala petaka ya namah Om basme idam purnam gohya angilangaken sarwe mala petaka ya namah Om puspa danta ya namah 6. .... dan masukkan ke keren/sangku) 6. Setelah selesai muput tirta Gede. Genta sabda mahesratah.. jagatnata hitangkarah abiwada wadanyah. spulingga Siwatatwatca Om gentayur pujiate deah...Suara genta) Ambil cendana bija.2. genta sabda prakasyate........ Omkara parikirtitah candranadha Bindu nedatam. Om Ang Kang kasulkaya ya namah swaha (pentil kearep) 6.Om puspadanta ya amerta Sampalaya ya namah (sekere pulang ke rerean/sangku) Ambil dupa Om rum kewaca ya namah (sekere pentil kearep) Ambil sekar (pangastawa Sapta Gangga) Om sang Gangga ya namah Om sang Sindhu ya namah Om sang Saraswati ya namah Om sang Erawati ya namah Om sang Garoda ya namah Om sang Sandisuta ya namah Om sang Narmada ya namah (setiap mantra bait mantra mengambil sekar.....1..Om Om namah (.1... Ngawit Nanggen Genta Om omkara sadaciwa stah.1.

utpeti wiserti warinem. kurwantu mamanggalam. 6.1. saptawisudha. 6. Om dirgayu ayu werdi. Pengurip Tirta. Om awignam astu tatastu ya namah swaha Om Sudantu satu tatastu astu ya namah swaha Om purnamtu astu tatastu astu ya namah swaha Om sukantu astu tatastu astu ya namah swaha Om sriyantu astu tatastu astu ya namah swaha Om rang ringsah paramasiwa aditya ya namah swaha. Jaya-Jaya Tirtha.6. Om Om Om Om Om ekasudha. Om iyate menggalam mertyu stala satru winesanem kawi wesya rakta tiyem. Om utpeti surasca. 6. Muput Piodalan Alit di Merajan/Sanggah . Om sri gundi suci nirmala ya namah Om kung kumara bija ya namah Om puspa danta ya namah Om agni ragenir jotir jotir Dupa dipastra ya samara tayem ya namah swaha. Om Sarwa pertiwi Brahma. mahendra tenaya candrawati wemuka. sudha sudha wariwastu tatastu astu ya namah awignem astu tatastu astu ya namah sriyam bawantu tatastu astu yan namah suciantu ya namah.Om Gangga Sindhu sarswati suyamuna gondawari. sarwa bawa bawet bawat. Om mertyu jaya dewasya. sabrama wijaya bawet. yanamami karnu kartayet dirgayusan suwe peptu. sakti karanam mertyu jaya sarwata roga diksnam. Wisnu.1. Badra netrawati maha suranadhi kasya tascaya.5.2. Iswara Dewan Dewa putra Narmadha sarwada suda klesa suda petaka. utpeti nawa gorasca. kusta derestam kalasem parabha candra bhaswaram. punyaih purna jalih samudra saitaih. narmada kaweri serayu.

Siwa ringgiting guru Tumurun utusan yang dewa Betara Kalebataning sarwa dewata Angilangaken sarwa mala.2. lara roga wigna prayascita ya namah Om A Ta Sa Ba I sarwa klesa dasamala geleh pateleteh. 6. 6. Prayascita (Pangastawa) Om I Ba Sa Ta A sarwa mala prayascita ya namah Om Sa Ba Ta A I sarwa pape petaka. Sang Kala Preta.5.2. Ah Ah Om aksaram kertha buwana yadnya dirgayur Trigunaatmakm Dewa dewi bakti dewam Jagatnatha ya namah swaha 6. Lis (Pangastawa) Om pangadenganing janur kuning. Om kala byonamah swaha. Sang Kala Ngulaleng. Sang Kala Sakti. ayuwe kita siligawe iki tadah sajinira penek lawan terasi bang iwak: (bawang jahe/antiga Bekasem /Ayam Ireng) yan manawi kirang tetadahan nira iki amet sarining daksina tukuken ring pasar agung kuwehan anak putun roang sira kinabehan aja sira kari ring kene den kedepsidhirastu Dang Guru Iswara. Sang Kala Karogan-Rogan ayua kita pati rorogani. Byakaonan Om sadnya astra Mpu sarining wisesa tepung tawar amunahaken segau anglusuraken mala petaka cuntake kabeh.2. Om Ang Ung Mang.3. cuntaka prayascita ya namah Om sidhi guru srongsat osat sarwa wigna winesanem.2. om Pisaca byo namah swaha. Pengulapan (Pangastawa) Om Mang. papa petaka Geleh sarira Om sidhirastu nama ciwaya. Om Bhuta byo namah swaha Om Durga byo namah swha.2. 6.2. Ngosokan Lis (Pengastawa) Om mangadeg sira janur kuning Tumurun Dewa Siwa angadaken lis Busung mereka meringgit Winastu denira dea siwa . Durmanggala (Pangastawa) Om indahta kita sang Kala Purwa. 6. Ung Ang.1.2.4.6. Sang Kala Prajamuka.6.

2. Medatengan ring Sanggah Om pranamya Dewa Sang lingam.8.7. ayuwe ta kita ngarubede. miwah bala amangan Betara.10. Manusanira anguntap anuwur paduka betara Kapendak dening canang kawisan Maduluran segehan panca warna wigraha paduka Betara pada nodya serdah paduka Betara melinggih ring parhyangan sinarengan katurang pujawali ring Betara kinabehan 6. mawat emas tanpetune.2. pranamya Siwa sirwatam.2. iki atadah sehegan nira ring natas soang soang. . 6.9.Maeron sarwaning laluwes Maweh ratna kumala intan. Om sidhirastu ya namah. Yate enggonan hulun angilangaken leteh letuh Kasude denira Dewa Siwa Waspu paripurna ya namah swaha 6. Om Dewa nama maha Dewa mahat manem Guna suwarem sarwe lingga ranityam Tas malingga yainamah Om Brahma lingga ya namah Om Wisnu lingga ya namah Om Iswara linga ya namah Om nahadewa lingga ya namah Om sada Ludra lingga ya namah Om parama Siwa lingga ya namah Om Sarwa Dewa parastista ya namah Om sarwa dewa lingga sampurna ya namah. 6. Mendak Kepanggung di jaba (Baruna Astra) Om paduka batara Baruna. sarwa buha kala sirnam.2. Ngayat segehan ring Natah Umah Ih iki sang kala Bucari. Ngastawa linggihang dewa di Palinggih/Sanggah Om pranamya Dewa sang lingam Sarwa dewata dewati dewanam Tas malingga ya winamah.

Ngayab Banten Piodalan... Hyang Ratu.11. susur.. suku pangratan.12. Mapiuning Indik Piodalan. suwarga sida sidhica.... katur ring padanira Batara kabeh. Kaatur ring paduka Betara kinabehan.. amukti sari kita asungane manusanira dirghyusa paripurna Om Ang Ah amerta ya namah Ang Ung Mang Siwa amerta ya namah swaha. iwak kawisan..2.ngaturan piodalan dening peras.13.sarwa jagat pramaditam. pajrempenan udel kurenan... Om paduka Betara Hyang Sari.. malih paduka batara keatur Pejati pada prapta.. Om peramista peramisti paramarta namo namah Adi Dewa isanaya nakarya namah swha Om buktyantu sarwantu Dewa Butyantu sri lokanatha Segenah separa warha..2. pasucian. pada ena kita ngelingan unggahanta soang-soang pada anadah. manusanira angutaraken sarining pamendak. sinarengan keaturan segehe linggih..2. pada nodya miwah angayap sari amukti sari.. miwah bala waduan Betara kinabehan ajeg ajegta sira ajengan anglurah Agung Alit. sesarik. miwah betara sami.. Om hyang sari hyang Ratu. 6. Ngayab kawas pedatengan (angkat) Om indahta kita sedan penyarikan. maduluran tingasan sapradeg. daksina. Hyang Guru miwah paduka Betara kinabehan iki manusa nira I. guru iringan miwah saruntutannya. sodan. lengewangi. 6... toya pawitra pewasuhan tangan. wigraha paduka betara. Nganteb banten di pelinggih sami. anginum. 6. Om kara dyanta sang rudram Guryam sakti pradipanam Tarpana sarwa pujanam . keramas...

punagi ipun katawur mangkin marupa . Ngayab Penagi/Sesangi Om paduka Hyang Sari.. Om suda suda wariwastu tatastu astu ya namah. Panca wisudha.17. sambrama wijaya bawet. tritya sudha..2. 6.16. Ngayab Banten Pangemped lan Soda aturan Om pranamya baskara dewam Sarwa klesa winasanem Prenamya ditya sarwatem Bukit mukti sarwa paranem Om sarwa baktem sampurna ya namah Om ksma sampurna ya namah Om treptyem ya namah Om rang ringsah parama siwa aditya ya namah 6. Om eka sudha. dirgayusean suwe peptu.. kusta derestem kalesem. catur tya suda.2. sarwa bawa bawat bawet.. sad wisudha.15. 6. Ngayab banten Sambutan durung ketus Gigi Om kaki prajapati nini prajapati kemuandaningulun angilangaken mala petakaning wong rare sane durung kepus untu mangde tan nagletehin ring rat kabeh. miwah Betara kabeh. Kawiwesya rakte tayem.Prasidyantu astu sidhinam Sakaram nyan maha amerta Omkara candra nyante namah Namah nadha omkara amertha Boktayet Dewa Sampurna Om Hyang amuktiaken sari Om Hynag pretama Hyang Sama Hyang antinggala sari amerta Hyang Miwah sang butha Raksa Lan Nyoman Sakti Pengadangan Om Sidhi Hyang astu ya namah swaha. dwitya sudha.. 6. sapta wisudha. Om dirga ayu werdi sakti karanam mertyu jaya sarwata roga diksenem..2.14. Hyang Ratu . Om iyate manggalam mertyu setala satru winasanem. Tri Sandya . praba candra baswaram Om mertyum jaya dewesya.2. iki manusa nira I. Om sidirastu sampurna ya namah. yanamami karnu kertiyet.

ngawit: Om bhur bhuwah swah tat sawitur waremnyam bhargo dewasya dhimahi dhiyo yo nah pracodayat Om Narayana ewedam sawam yad bhutam yac ca bhawyam niskalanko niranjano nirwikalpo nirakyatah suddho dewa eko narayana na dwityo asti kascit Om Twam siwah twam mahadewah Iswarah parameswaarah Brahma wisnusca rudrasca Purusah parikertitah Om Papa ham papakarmaham papatma papasambhawah trahiman pundarikkaksa sabahyabyantarah sucih Om Ksamaswa mam mahadewa sarwaprani hitangkara mam moca sarwa papebhayh palayaswa sada siwa Om Ksantawyah kayiko dosah ksantawyo wacika mama ksantawyo manaso dosah tat pramadat ksmaswa mam Om Santih. Santih Om 6.18.Sebelum Tri Sandya di mulai bersihkan: Tangan kanan dengan Mantram: Om Suddhamam Swaha (Om bersihkanlah hamba) Tangan kiri dengan Mantram: Om ati Suddha mam Swaha (Om bersihkanlah hamba) Mantram Tri Sandya. Muspa (Ngaggem Panca Sembah). Santih.2. Sembah puyung .

Santih. Santih. sarwa papa winasana ya. di atas tangan) . Mantra bija. sarwa rogha winasana ya namah.Om atma tattwatma suddha mam swaha Pesaksi ring Surya Om Adityasya param jyotir Rakto tejo namo’stute Sweta pankaja madhyastha Bhaskaraya nano’stute Sembah Ketuju ring Istedewata Om namo nama dewa adhisthanmaya Sarwa wyapi wai siwaya Padmasana eka pratistaya Ardhanareswariya namo namah Sembah Nunas panugrahan Om anugraha manaoharam Dewa datta nugrahakam Arcanam sarwa pujanam Namo sarwa nugrahakam Dewa dewi mahasidhi Laksmi siddhisca dirghayuh Nirwighna sukha wrddisca Muspa ring Sanggar Tawang/Padmasana Om aksam nirmalam sunyam Guru dewa byomantaram Siwa nirmalawiryanam Rekto omnkara wijayam Sembah Puyung Om Dewa suksma parama cintyaya nama swaha Om Santih. Om. Tumuli masirat ring raga: Om Ang Brahma-amrta ya namah Om Ung Wisnu-amrta ya namah Om Mang Iswara-ammrta ya namah Akena bija. Ngremeki bija (mengaduk. sarwa kalusa winasa ya. Om Idham bhasman param guhyam.

Ksantawya manasa dosa.2. sada siwo namo stute. yat pujinam mahadewa. Ksantawya kayika dosah. hinamantram tatwaca. Apasang bija. Hinaksaram hinapadam. hina baktim hina werdhin. 6.2. . Nyimpen Bajra.2.19. 6. ring sirah : ring lelata : ring tangkah : ring bahu kanan ring bahu kiri : Om Ing Isana ya namah Om Tang tatpurusa ya namah Om Ang Aghora ya namah : Om bang bamadewa ya nama Om Sang Sadya ya namah 6. Pengaksama ring Dewa Betara Om ksama swmam mahadewa Sarwa prani hitangkarah Mam moca sarwa papebyah Palayaswa sadasiwa Papoham papa karmham Papatma papa sembawah.21. Den kadi langgengning surya candra Teteping pageh bayu premanannya Sang trimaggalaning yadnya Anganti-nganti sabad rahayu Ametuaken ratna kencana Om sah osat ya namah swaha. Tatpramadat ksama swamam. Mantrahinam kryahinam. Om Ang Ung mang. Ksantaowyo wacika mama.Om bang Bamadwa guhya ya namah Om Bhur Buwah Swah amrta ya namah. Margiang Benang Tebus Om purna candra purna bayu. kanacin mama raksatu.20. paripurnem tadastume. Trahiman sarwa papebyah. baktihinam maheswara.

Dengan nyanyian. Ia seperti pemuda yang tampan.Om Om namah. Dengan bebas ia mengalir. Tetes Soma yang memberi kekuatan besar agar jaya. Yang bijaksana mengalir membawakan lagu yang sangat dicintai. Laksana kuda yang dipacu oleh kusirnya air dituang demi kejayaan mengalir melalui kain saringan. kepada pawamana. Ketika lima bangsa itu. meninggalkan tempatnya. Ya.2. . 7. 7. kepada Pendeta yang dituang untuk menjamu Dewa-dewa. Dan kekuatan pahlawan. dan menginginkan susu. membuatnya yang Perkasa. Memandang cahaya. Diiringi kidung untuk menjamu Dewa-dewa. mengusir mereka yang tak beriman. Lalu semua dea menikmati dengan gembira minuman yang memberikan kekuatan besar. bawalah kekuatan yang megah Semoga air yang mengalir memberi kami kekayaan melimpah. Tetes soma turun dengan suara gemuruh lakbana sapi perah Memanggil anaknya: Ia mengalir dari tangan Sebagai pemberi kebahagiaan yang dicintai Indra. Persembahkanlah nyanyian. O Pawamana Dengan suara gemuruh. O Pawamana. giat melakukan kewajiban. Canda Gayatri (Sukta 14) Kesungai tempat peristirahatannya. bila telah bercampur susu. Canda Gayatri (Sukta 13) Melalui kain saringan Soma yang suci mengalir Ketempat khusus untuk Indra dan Wayu. ia melewati jalan berliku-liku. Membuat susu seakan menjadi bajunya. sambil mengalir bawalah sejumlah makanan agat kami Dapat menengankan harta: Indu. Resi Kasyapa. engkau yang memohon pertolongan. 2001:6-13) 7.1. dihias oleh putra-putri pendeta. Ragane ketisin/siratan tirta x3 lan inem. Melalui jari jari halus. Om apah teja bayu mulih sira ring bayu sabda idep. Tetes-tetes soma yang suci dicurahkan. dan mengeluarkan suara yang dimiliki.1. Dan bertemu dengan kawannya sendiri. (Wesesa. Dewata Pawamana Soma.1. Usirlah musuh-musuh kami. duduk dalam mibar upacara. Asita atau Dewala 7.1.

kuda yang berani mengeluarkan kekuatannya. Bersenjata lengkap. Banten Pasuwungan.Jari-jari yang cekatan mendekat. Ia yang memberikan makanan berlimpah. Manusia menghiasnya dalam tong. melalui jalan yang kasar. Pergi menuju tempat indra. pengelukatan. dihias dengan sinar-sinar emas yang indah berkilauan. Yang menguasai air. dan mengasahnya. Dengan kekuatan kami alirkan air melalui saringan Dia yang memberi kekuatan dan sapi.2. Canda Gayatri (Sukta 15) Melalui jari jari halus dengan nyanyian. Datanglah Soma. melalui jalan yang bersinar. penyeneng. nasi enem ceper masing-masing dengan ikan/daging yang berbeda. pengambeyan. daging babi dan kacang-kacangan. Airnya bercampur dengan susu. itik. (Sadia dan Gede Pudja. sebagai sahabat yang setia. adalah. ia yang patut dihias. memberikan harta kekayaannya Memasuki waduk-waduk. Banten ini berfungsi sebagai pembersihan terhadap jasmani anak. Kemudian dilengkapi dengan dua buah “kuakang” (sejenis jejahitan) yang berisi nasi lauk pauk dengan sesate. kuda yang kuat. 7. kemudian keduanya dialasi .1. telur siput. daksina. Pahlawan ini datang dengan kereta yang kencang. tempat yang abadi berada. Canda Gayatri (Sukta 16) Pemeras yang memeras Soma Mempersembahkan airmu yang memberi semangat dan kebahagiaan: getahmu mengalir laksana banjir. terdiri dari: peras. daging ayam. Ia bergerak. Dengan pikiran yang suci ia tekun memuja Dewa-dewa. Mereka memegang punggung Kuda yang aktif. kawasan sapi melakukan pekerjaan sebagai pahlawan.1. 7. yang sangat membahagiakan. Ia.2. banteng yang mengembalakan.3. 7. dihias oleh sepuluh jari dan tujuh lagu. suci sorohan alit. Laksana kuda yang baik ia dikendalikan.1. Upacara Bajang Colong 7. ajuman.4. Dia. 1984:14-17). menghias dewa kekuatan. Engkau merupakan seluruh harta yang ada dilangit dan dibumi. Ia mengacungkan tanduknya tinggi-tinggi.

Brahma Angi rakta warnaca. Banten Pengelukatan di Dapur Peras dengan tumpeng berwarna merah. Om Angre genir ujar alania ya namah. Puja Wisnu ring Sumur.2. dan sorohan air masing-masing sebuah serta sebuah periuk berisi air dan bunga harum untuk mohon pengelukatan. sirih tempel. penyeneng. Om indah ta kita sang Utasana. daksina. Mekadi Hyang Brahma. pengulapan. pengulapan. Anedha anugraha Sang Hyang widhi. 7. telur ayam mentah dan uang 25 kepeng. dilengkapi dengan ajuman. Atma raksa nabi stana.2. Ingsun minta pemunah papa Mala petka lara rogha paripurna. Om Gangga sapta jiwa ya namah Om Gangga mili ya namah . Wastu geseng dadi awu. Om Gangga meneng mijil saking pretiwi. dilengkapi dengan ajuman. Puja Pengelukatan Brahma. Mala papa petaka ning ipun Sang rare. Sira maserira sarwa baksa. ikannya ayam biying dipanggang. ikannya ayam hitam dipanggang. pengambeyan. Angeseng lara rogha Wigna. dan sorohan alit masing-masing sebuah serta sebuah periuk yang berisi air dan bunga harum untuk mohon penglukatan. Puja Brahma Ring Pawon Om Brahma namas catur Muka. 7. benang.dengan bokor yang berisi beras. Spatika warna Dewata Sarwa busana raktakham. Sarwa satru winasanam. Banten Ring Sumur Peras dengan tumpeng berwarna hitam. Om Danda astra mahatika.2. Om Sidirastu tat astu ya namah swaha. pengambeyan. Adya Agni surya spatika.3. penyeneng. Selanjutnya mohon penglukatan ke Batara Wisnu. daksina. Iki manusanira sang rare.

daksina. Om Dewa Dewi Tri Dewanam Tri Murti Tri Lingganam Tri Purusa Sudhatmakam Sarwa Jagat Pratistanam.2. Selanjutnya ke Leluhur. pengambeyan. Pengelukan ring Kamulan. pengulapan. dilengkapi dengan ajuman. Wisnu Iswara Mekadi Sang Hyang Surya lintang trenggana Hulun andha nugraha Sang Hyang Tri Purusa Anglikat Dasamala lara rogha Wighna Danda Upadrawa Sang rare Om Sidhitastu tat astu nama swaha. Peras dengan tumpeng berwarna putih. Suksma Sang Hyang Brahma.Pakulun Sang Hyang Widhiwas Mekadi Sang HyanWisnu Hulun aminta sih kertha wara nugraha Sang rare menawi aktepuk kategek olih Sarwa Bhuta Menawi kari ring Sumur Agung Naweg angantuk akena bayu premanan Ipun ring ragha sira Hyang BhatariGanggapati. Om Guru Dewa Guru Rupham Guru Madyam Guru Purwam Guru Phataram Guru Dewa Sudha Nityam Om Brahma Wisnu Iswara Dewam Jiwatmanam Tri Lokanam Sarwa jagat pratistanam Sudha klesa winasanem . ikannya ayam putih dipanggang. 7. Om Sryham Bhawantu purham bhawantu Sukham bhawantu Om Sidhirastu tat astu nama swaha. Om pakulun Sang Hyang Guru Reka Sang Hyang Kawiswara Sang Hyang Aji Saraswati.4. Banten di sanggah Kemulan. dan sorohan alit masing-masing sebuah periuk berisi air dan bunga harum untuk memohon pengelukatan. penyeneneng.

Om kresna ratna wisnu Dewa Kresna tirtha Maha Punyhyam Sarwa durga Winasanam Sarwa Bhuta Wimoksanam. Om Nawa Ratna Rupha Dewam Surya Koti Pre Prabha Swaram Siwatma Siwa Murthanam Swara Wighna Winasanam.Wighna Dosa Winasanem Om Guru paduka dipata ya namah swaha Om dirgayur amrta ning ragha langgeng Angapus aken lara jwitane kang tinebas tebas Sira Sang Hang Hyang Pramana Amuwuh tuwuh Tunggunen Om dirgayur amrtha urip sidharastu tat astu nama swaha. Om Siana rupham ratna pranam Sangkara Dewam Salnglinggam Gangga marupa pawitram Sarwa Dusta Winasanam. Penglukatan Matakep Guungan Om Brahma Wisnu Iswara Dewam Tri Purusa Sudhatmakham Tri dewanam Tri Murti Tri Lokanam Sarwa Wighna Winasanam Om Pitha warna maha dewam Mretha pita purna jiwam Wighnam Klesa winasanam Sarwa rogha wimoksanam. Om Sarwa papa sarwa kyasha Sarwa satru sarwa boyo winasanam Om prtatama sudha dwitya sudha tritya sudha . Om Ratna Birna Rupham Sambu Dewam Ngarcanam Mretha Sudha Mala Purnham Sarwa pataka nasanam. Om pratama sudha dwitya sudha tritya sudha caturtya sudha pancami sudha sudha sudha sudha wariastu ya namah swaha.

kemudian didalamnya dimasukkan sebuah pusuh biyu (jantung pisang serta dilengkapi juga dengan pelapah daun kelapa yang bolong. Puja Ngayab Banten Bajang Colong. Adapun bantennya adalah sebagai berikut: dua buah penek dihiasi dengan ceper.2. Banten Bajang Colong. Setelah selesai upacara. ceper keempat berisi guling ayam semulung (ayam kecil). Kemudian dilengkapi juga dengan tegen-tegenan. 7. semua banten ini diletakkan diperempatan jalan.5. Om Pakulun kaki semaya nini semaya Hulun aminta angliwat aken semayan ipun sang rare Luput akenan sakeng danda upadrawa lara rogha.Catur sudha pancami sudha sudha sudha Sudha astu tat astu nama swaha. Iki tadah sajin nira Aja sira anyengkalen Sang rare Apan sampun kajenenganne den kaki Citra gotra nini citra gotri. sesayut. Selanjutnya banten Bajang Colong adalah: peras. belayak yang tidak ada isinya dan gantung-gantungan dari janur. Sebuah buki/periuk tanah yang bagian bawahnya bolong/pecah diberi kalung tapis. buah-buahan. Selebihnya dihiasi juga dengan penjor dari pelapah daun enau. dilengkapi dengan jajan. ceper pertama berisi guling katak. buah-buahan dan canang burat wangi. pada lidinya diberi bunga pucuk merah seperlunya. Om pretiwi apah bayu teja akasa pretiwi Sangkaning ganda mulih sangkaning pretiwi Apah rasa Apah Bayu ambek Bayu Teja rupa Teja Akasa Sabda Akasa Jangkep ikang panca tan matra Sidhi panglukatan pangleburan sarwa Mala ring rat bhuana kabeh. ceper kedua berisi guling capung. Semua itu diberi hiasan dari kapur yang berupa tapak dara serta gambar muka manusia. Sedangkan ikannya adalah. canang burat wangi. . sampyan tangga kecil. Puja Penebusan rare. tulung. ceper ketiga berisi guling balang. Pusuh pisang tersebut disisipi uang tiga kepeng sedangkan papah bolong yang dihias yang diberi selimut popol bayi digantungi ketipat.

Menawi wenten kirangan ipun.Om Sang Hyang Korsika. denabecik. sang pretanjala. Bapa Toya. Bapa Semer. Sarwa sahananing bajang-bajang. I Malipa. Aturu ameng-ameng lupute ring lara roga. Om sang papah bajang. Mekadi Bapa Bajang Babu Bajang. aminta sira sari lan babekelan nira kabeh. Mangke ulun minta sih nigraha. Asunggana rare ring ulun. bapa Dodot. sahut bagia ring sang kala ipun. Riwusta amukti sari. Om sakwehning aran ira babu bajang kabeh. Seger waras emban sira sang rare Serahina utawi wengi. Sang garga. Apan ira ngawe ala ayu. Aja sira anyumet anyedot. enak amangan anginum. bapa Colong. Om Syah syah syah poma poma poma. Jangan satungkeban. sang Metri Sag Kurusya. Wastu pakulun sidha rahayu diegayusa. Natab Bajang Colong Om dirgayusa awetning angapus aken balung pila pilu Angapusaken letuhing atmane sang rare Tungunwn ring Ira Sang Hyang bayu premana Amangguhaken tuwuh ipun dirgayusa awet ning urip. Nyama bajang satus dwangdasa kutus Iki tadah sajinira. turunen atamne Sang rare ring walunaya manih. Om namanya samodaya Sama angadegana Angruata. Pamuliha sira ring desanta sowang-sowang. Asing kirang asing luput sampun ta geng sinampura. Sang bajang bolong. Iki jinah satak selawe lan lawe satukel. Mwah Sawehning Maharan Siea Sarwa Bajang Susila. Bapa Lengis. amukti sari sira. ala traja kang tinebas tebas Kaprayascita sakwehing lara rogha wighna . Kukuken ring pasar agung. I malipi. Bapa Papah.

yang didapatkannya. Mulih aken pranamya maka kutus dwangdasa kutus. Amerta urip waras dirgayusa. Bhatari wastu. mengelilingi lesung dan taman serta memakai seperangkat perhiasan. Om pakulun kaki citra gotra Nini citra gotra. Upacara Natab sambutan. Katur ring bhatari amamngkurat. Putun ira si karang jaran Sira anak anaking beligo Ingsun anak-anakan pusuh Ingsun anak-anakan batu Ingsun anak-anakan antiga Insun anak-anakan manusa Angantosaken lesung mesean Watu Kumalase Bentar piaruh pitu . Maring ragha walunanya Sang cabang bayi. 7. Iki aturan ipun sare hasta. (Sebagai upacara terakhir dimerajan adalah sembahyang bersama.Papa klesa ring sang rare. Diawali dengan proses upacara si anak turun tanah. Autot kawat. (tempat menumbuk padi) Om sang wawu pada Anak sira si Tunggul ametung. bhatari kadep. terutama bagi sang anak. tan keneng geget wewidinan. Dan dilanjutkan dengan natab banten tigang sasih di bale). Om Sang Bang tang Ang Ing. asungane urip teguh timbul abujangga kulit. hulun aminta nugraha. Nang Man Sang Wang yang Om Sri pasupat um phat. Awates awatu makocok. awalung wesi.2. Sarwa kencana sri sedana. Puja Ngelinderin Lesung. anganti atungked bumbungan.6. nurun aken sang rare ring lemah turun ayam ameng-ameng. Akulit tembaga. Puja rare Tuwun (turun) Tanah.

Puja ngemolihan Gelang Kaki.. Om pakulun kaki semaya. Pinayungan kala cakra. Om Pakulun Prajapati. Yang lunga mangetan. Pinangeran wesi. Om Pakulun kaki sambut. . Puja Penyambutan. Om Padmasana yan namah Mang Ung Ang Om Dewa Prastista Ang Ung Mang Om Pratama Sudha Dwitya Sudha Tritya Sudha Caturya Sudha Pancami Sudha Sudha Sudha Sudha Astu Tat astu ya namah swaha Gelang Tangan.. Mogha luput ring danda lupat lara rogha wighna sadamala.Mangkana tuwh Sang sinambutan. tan edanan sambut alit. Niki si cabang bayi tinuntun dening prewatek Dewata.. Mangidul. Om sidhirastu tat asttu nama swaha. Iki tadah sajin nira kajengana den ira kaki citra gotra nini gotri. Nini semaya. hulun aminta ngeliwat aken semaya Ne si rare .. Nini Sambut.. Om Karasana ya namah Mag Uang Ang Om dewa Pratista Ang Ung Mang Om pratama sudha Dwitya sudha tritya Sudha Caturya sudha Pancami Sudha Sudha Sudha Sudha Astu Tat Astu ya namah swaha. Puja Ngelinderin (mengelilingi) Taman. (selanjutnya adalah ritual natab). Mangalor Lan mangulon mwang maring madya. Sambut ulihana atma bayu premanan si cabang bayi maka satus duang dasa kutus mapeki ring ragha sariran ipun.

Om kama Dewa Pita Warna Guru Dwayam Stita Nastham Singaraja maha Tanam Sarwa papa harat sidhi Dewa Kumara Rasasca Sarwa rogha praharanam Sarwa satru winasanam. Om Dewa Dewi Tri Dewanam Tri Murti Tri Lingganam Tri Purusa Sudhatmakam Sarwa jagat pratisnamam. Kumara Stawa Puja. Om Hrang Hring Syah Parama Siwa ditya ya namah swaha. Santume sapta wredhi. Surya Stawa Puja. Daweg sambut ukapi atmane si Cabang Bayi. Dharma sentana Wredhica.Sang Citra Gotra. Om ayu wredhi yasa wredhi. Om aditya syo paran jyotir Rekto teja nama stute Swetha pangkaja masyaste Bhaskare ya namo stute. Wredhi pradnyan sukha wredhisca. Kawitan Stawa Puja. Om Surya jagatpathi Dewam Surya netram tri bhuh lokham Dewa Dewam Maha Saktyam Brahma Surya Jagatpati. Om Guru Dewa Guru Rupham Guru Madyam Guru Purwam Guru Pantaram Dewam Guru dewa Sudha Nityam Om Brahma Wisnu Iswara Dewam Jiwatmanam Tri Lokanam Sarwa jagat Pratsinam . Hulun anedahe sih negraha ring kita.

Puja pengaturan Toya pasucian. Om Toya gadem sathem samara payami Om toya gangga pawitrani ya namah Om Pang pradyarga Ca naman ya namah Om Cang Camanan sudha ya namah Om jang jihwa sudha ya namah Om Om pawitra ya namah Om Ang Ung Mang parama gangga ya namah Om sampurna ya namah swaha Puja Pamarisudha Banten.Sudha Klesa winasanam. Om guru Paduka Dipata Ya namah swaha. Om Hrang Hring Syah parama siwa ya namah swaha. Om Pretiwi Nama stute Basuki Candra Ditya Gana Kuwriya stawa Saraswati mahe Swaram Yama Indra Masangga ya Rawe Srewana Sangga Moha Dewa Bhakti ya nama swaha. Om Smadaya nama Siwa ya Daryastha Samyo Ganam Nmaste Bayu Akasa Sarwa Dewa Nugrahakam Sarwa Sarwam ya namah. Om Purwa Thitam ya namah Patni rudra Tapa sidhi Dewa jatham sudha swamam Sentana nugrahakham karanam Om gori uma natha swamam Rudra Deha tapa sidhi Yasa Swatham guna pati Bhakti nugrahakham karanam Om Hrang Hring Syah Uma Dewi ya Namah swaha Puja Ngayab banten Sambutan Om Kradyanta Sang Rudram Ghuyam sakti pradi pranam . Samdaya Stawa Puja.

. Om Pakulun bhatara brahma Wisnu Iswara. Om Hyang Amuktyam sari Om Hynag pratama hyang sama Hyang Asntinggala sari amrtha Hyang Om Sidhirastu tat astu ya nama swaha Om bhuktyantu sarwa dewa Bhuktyantu Sri lakananta Saganah sapariwarah Swargah sada siwasca Om Dewa Bhoktra laksana ya namah swaha Om dewa Trepti bhoktra laksana ya namah swaha.autama Sekadi tinuduh Sang Hyang Tri Purusa. Om widya dana ya namah Matanggana taya mahardya aran ira Duk hana ring pretiwi Akasa apah semara. Manusanira Si cabang Bayi anglepas Awon Ipun ring Bhatari Tiga. pakulun anyuda leyuh ipun teka sudha lepas malan ipun. Saguna kayanta .Tarpanam sarwa pujanam Prasidyantu astu sidhanam Saka ramyam maha amretha. Om kara candra nyamta Namah nama nada. Puja Panglepas Awon. Aran ira tinitisang tirtha khamandalu Siniratan maring swarga lokha Denya sang hyang jati nirmala Tumuwuh ta sira maring marcepada Manadi ta manusa lwih Tata rinambut sinambut ayu Sukertha ginawe. Om kara amrtha boktayed dewa sampurna. Hyang tryo taya. Puja Natab Linting Om agni murub angabar abar Saking madya sakalangan Urubira gni ira bhatara Siwa Anglukat Anglebur sakwehing sungsung bayu pati sang rare.

Om Dewa Byotayed peras Sidhirastu tat astu ya namah.Puja Sesayut Pageh Urip. Puja Natab Kerai. Urip waras dirgayusa Om apah bayu teja akasa pretiwi jiwatmanam pramanam. Om Sang Hyang malinglang Angeruwata mala Om Sang Bang Tang Ang Ing. Om Dirgayur jagat amretha Sarwa merana wimur citram Om sudha sudha sudha Om Ang Ah amretha sanjiwani ya namah swaha. . Puja Natab Peras. Ingsun aneda nugraha Sang Hyang Widhi. Om eka wara dwi wara tri wara catur wara Panca wara Mhoktayed peras sidharastu Astu nya namah swaha. Om Om Om Om Om Om Atma Paripurna ya namah jwita pari purna ya namah sarira pari purna sukha bagya pari purna ya namah Siwa amretha ya namah pranama Siwa amretha ya namah. Om Panca wara bawet Brhama Wisna Sapta Waranca Sad awara Iswara Dewanca Asta wara Siwa jneyah. Puja Matebasan Om Nadaya Samadaya Sama anggadegana sama lakwa Lulur aditya angeruwata dasa mala Mal trian ipun Sang binersihin Matebasan taman sudhamala Sakalwirin dasamala Lara rogha papa klesa petakan ipun sang tinebas tebas Sudhamala la laha ring sang Hyang Biksantri. Om Sang Hyang pramana mekadi Sang Hyang Urip.

manik. santa juanem sudhem nityem. sarwa dewa pranamaykem. 2006:99-134). Purusa sweta pawitrem. Om nama stute lingga rupaya stiti lingga ya namah lingga rupha wara nityam Tasmai lingga ya nama namah Om Siwa lingam Om Om Sadha siwa lingam Om Om parama siwa lingam ya namah Om hrang hring syah lingga Ya namah swaha. Meru rajata baswarem purwa desa pretistanem. Iswara dewa murtinem. Purwa Iswara arcanem. Busanem ratna swetanem. Surya sweta warnen. Wigena kelesa wina sanem. . Mantra watek dewata maider (Iswara astawa purwa sentanania) Ong giri murti sweta wrnan. (Swastika. Iswara dea salinggem. Om pranamya sira de sang lingam Dewa lingam maheswarah Sarwa dewata Dewati dewanam tasmai Lingga ya namah. Om Dewa rupha Mahadewa Mahatmanam dane Swara Lingga rupha wara nityam Tasmai lingga ya nama namah. surya Koti praba jualem. sarwa sweta sudha niytem. Sarwa buta winucatem. Puja Nyeneb. Om Ang Ah amretha sanjiwani ya namah swaha.Nang Mang sang Wang Yang Om Suksma hrah phat astray a namah Om Sang Hyang Guru reka tenaya Manusan ning sira angaturaken sarwa sesayut pageh urip Katur ring paduka bhatara Samadaya. Sarwa wiyadi niratarem. Om sudha sudha sudha ya namah sawha.

Sarwa pradnya sadasem. Labate sude sudanem. Suksma tatwem parajnyanem. Sarwa dewa pita narem. Sarwa karya prawitranem. maha wiryem. Suksma diyanem. Moksanem sarwa roganem. Mukti bukti wiya palem. Sarwa karya prawitranem. Biksukem satri labatem. Bajrakasara murti diyanem. Sarwa jagat pretistanem. Sarwa kriyem basmi citem. nana garagoyem swarem. Nugrahem sarwa lanem. Suda papa wigena sawatem. Iswara dewa mutinem. Brahmanem waksidyem mantrem. tatwa salinggem. Wigena kelesa wina sanem. Murdanem.Sweta warananta Iswara dewaem. Pradnya widyem sara swatem. Yadnya dewem krayem. Buh loka sarwa anayem. Satrunatwana sama saran. Macute wigena keranem. catur buyem murti swarem. Jaya wiya sakti sriyem. Praba sweta trinayem. Jagat wigena wanasanem. Satriya wibuh mukti buanem. Iswara linggem. Pancawikrama deahem. Sarwa kriyo dusta citem. Swakiyem wigrhakem. . Sarwa praja pradi panem. Sandi katuwem wigrahakeem Tatwa guyaksarem matem. Sarwa dusta wemoksanem.

Wenang sangkepi sesayut. (Made Gambar. Iswara dewa salinggem. Dapat disembuhkan) Banten. umertraya. Boga weredya pala buktem srinan sedana. Apancuran selaka. ila. Swarasirem praja binem. danda upoadrwa ikang rat kabeh.7. Kinepungi nawaratna inaranan Sang Hynh amerta Kamandalu. Ong gangga suci nirmala. Sira ta amburaknean sakwehing papa kelesa. muah panglukatania. tuju angin. mewasta sesayut durga yusa. Sang Hyang Guru Wisesa. Om gunung mas pucak manik. nawa ratna. ong nada windu ardha candra ya namah swaha. Ong Sang Hyang gangga suci.2. Sira sang hyang tirtha meretha. Uma tirtha. Akarikil nawa ratna. sakotamania. Klesaning rat kabe. Panglukatan Mala. resigana. maha sumber sang Hyang amerta. Anggara Kliwon. 7. Ong Ung Iswara dewa ya namah swaha. Mijil saking Brahma duaranira. (gering lara. papa klesening rat kabeh. Wirya pala jiwatmakem. Penglukatan Uma Tirta. Sire ageseng lara wiggena. Mijil sakeng amprunira Sang Hyang Sadesiwa. Sarwa buh bawinasanem. Ong Mang Iswara dewarcanem. 1986:23). winadahan kundi manik. muang gering tuju bayu. amerta Sanjiwa muah rikala nuju dina: budha Keliwon. Angenjutakna. Purnama. Ong saha sidhi proadnyanaya nama swala. . Sarwa jagat sudha niyem. Pape klesanaingrat kabeh. Tilem (Wetania). Om antinira Sang hyang Brahma.Sarwa durganem wikarem. Mijil sakeng papusuhan ira Sanga Hyang Prama Siwa Sira anirnakena lara roga wigena papa. ong kara mantra. Sahe seyayut.

mutyem. Lindu Gemana. lupa lesu lelep arip. Ong Yang Ung.2. ujar ala. Sarwa satru winasanem. Sarwa keli kalu sanca.8. Bhatari preiwi molah naga raja. Ageni kresna murti dewem. sarwa durna winasenem. muang manusa ring maya pada. Sarwa papa aro-aro. Ageni pita murti dewem. sarwa lara winasayem. Magendra suksmam adnyanem. ipenala ilang kang dosa mala. 7. 7. Gemanem pertiwi dewi. Om Awigne mastu lara sindihang. Brahma kunda geni murtyem. sakwehing lara wigena mala petaka upadrawaning bapa ibu kaki nini. Suka amaya namah. Iswara dewa prestitem. siwa sadha siwa. Ageni sweta murti dewem. Brahma prastitem sari rarem. Sarwa wigene sanem. asah molah tri lokanem. premanem sidhem ya namah swaha..9. Om Basudarem mahadewem. mertha gemanem pawitrem. Wisnu dewa masarirem Bayu nirmala tuju teluh tranjana.Maka uripning pawatek dewata nawa sanga maka partitanin Pandita ratu. sarwa wigera winasanem. Ageni rakta murti dewem. yuyut. . wenang ngawasakna ring ngagering. Penglukatan Panca Geni (untuk orang tilas) (Iki wenang anggen ngelukat wong telas/tilas) Om Brahma kunda jagat patyem. Madewa sudha salinggem.2. sarwa jagat dukartarem. Brahma murti sari rane. Sarwa drwimoksanem. Brahmanem loka seranem.

buta raksasa sa pisacan. ring desa tepening samudra wisyan Betara Baruna miraga muah kalan betara Segara ngawisyanin. Pakulun Sang Hyang Budha loka-loka. Tan pegat kageringan. kaduluran gering kecacar. Brahma dewak sidhiogem. maawanan pati (mati). . toyo mawisa. soring sanggar tutuan. saha bute saha pranem. Ong sidhi rastu ya namah swaha (Gambar. gering merana makuweh mati meweh ikang wang). asing pinangan dadi wisya.1986:14). kaken pati.2. kala tri bute tri dweyem. Sattrya winoyo labatem. Ung Sudha mala maring papa jati ening. Pecaru Gering Tempur. (sasab merana wang akweh gering ngebus. maka penyambleh malih jadma kabeh ngaturang daksina muang canang. gerubug. Uma dewi Saraswatyem. pageneyan. ngelempuyeng. wenang ngadegaken sanggah tutuan ring Dalem. Budha rupe kaliyugem. Santa rupem wibaksyanem. Sarwa jagat sudhatmakem. sarwa praja wesar janem. munggah suci laksana. Durga dewi namo-namah. 7. guling pebangkit. Sarwa wegena wina sanem. denagenep. Dirgayusan jagatriyem. Durga pati budha rupem. Om Budha murti webaksyanem. Paduka Bhatara maka lingganing timangke. prabhu wibuh suka wredyam. maha bara ikang baya. gana bute banas patyem. Yan arep rahayu ikang rat. Gangga gori perawak syanem. maduluran segean agung bawi butuan.Lebur awu jati amukri nirmala. kapati-pati. Jaga satru durga scityem. saha gelar sanga.10. Sri dewi sarira dewi. duang soroh.

Asing luput.Ndah wriping jagatraya. kauh genahnia. sata kanguru. muang siap putih siungan. ingolah ketengan (4) dadi akarang.2. Sarwa papa winesanem Klesa roga wimoksanem. Wenang bebek belang kalung angge. siyung wenang. bebek selem (wenang). dadai akarang.2. pateh ring kambing . Sarwa wigene winasanem. Penglukatan Siwa Geni. Yan tan mademang kambing. Om Siwa Rudrem brahma takem. paksi kokokan wenang. Sarwa petaka sampurnam. ingolah ketengan (7) dadi akarang. asing kirang. (dagingnya bisa diganti) (Asubang bungkem. (Gambar. sami ngajak suci. Pemadem bawi butuan. manusa paduka betara. wenang siap kelawu gerungsang angge. Sarwa lara winasanem. Caru manca rupa. 7. Ong Ang Ah Siwageni. Pemadem kebo. Ngaturaken tadah sajinira. angsa pada wenang. 1986:22-24). ingulah ketengan (66). geng rena sinampuranem. Yan caru panca sanak tan milu kambing. (Agar diperhatikan dengan baik dan dikaji secara mendalam untuk kepentingan dengan tujuan kebaikan). dadi akarang. kambing kaja kauh genahnia. sami ngeed. Sate siap selem kaja genahnia. Pemadem angsa sata buik bulu gadang wenang Yan tan wenang mademan banteng. asu kelod kauh genahnia. Siwa geni sudha ya namah Ah Ah. ingolah ketengan (11). 7. pateh ring asu. Pemadem kambing. Iki peretiyaksa kena/pedasang mekayun. Agneni jualem masarirem.11. bebek bulu sikep. Prod bute ya namah. wenang kukur anggen pateh ring banteng Yan tan wenang mademang ciciri (kuluk). Sira sangadruwe sajen nira. Pemadem kidang bebek putih jambul wenang.12. Roga dosa wimur citem. Sarwa roga basmi sitem.

tunggal panese. katumbak jalan. kadi ageni baya ngaran. yan langkung ring petang dase dina. panes yan ana samangkana. Muah yan ana ingon-ingon patik wenang-wenang (ubuan-ubuan) salah rupa. Yan ana pakubuan. 7. muang manusa salah pati ring pekarangan. wong baya ngaran. tan pegat amilara. patuh panese. Kapanjingan gelap. panes karang ika. katumbak labak. talining budur. pungkat muang punggel.(Gambar. apan manusane menyama ring taru muah mamuatan idihang nasi. Yan ana karang tumbak. malih jineng pungkat tanpa kerana. Muah yan ana karang namping pempatan. anadi kala deset. samian. kewandania tambek antuk duin blatung.13. maung menadi nur. tan wenang malih angge. palinggih Ida Sang Hyang Kala Maya. apan sampunang lakung ring petang dasa dina mangde puput mecaru.2. muah marga tiga. patuh panese karang ika. wetune. patuh panese. namping bale banjar. muah yan ana Nyuh mecarang. Muah yaning tabuan kulit. Sang Hyang Kala Durga agawe lara. panes ika: wenang rarung kesegara. jaka mecarang. ikang ageng nagih caru. Yanana sanggah pungkat muang paon. biyu mecarang. wenang ngadegang pelinggihpelinggih padma. katumbak pangkung. muang . muah katiban amuk kepanca baya. Muang ya ana taru salah pati. panes karang ika. tunggal panese. buangan ring paro nidi (ring segara ) raris gelarana panca tawur. panes karang ika. muah nyawan ring umah. yan tan magawe pungkate. katumbak jelinjingan. muah wetunia kembar. Yan ring lumbung sanggah kemulan ayu ika. 1986:26-28). tugel gulune. keni ketampig antuk aturupungkat punggel karipu baya ngaran. muah yan ana kayu rempak. Ngaran kewala pinika cacad. Muah yan ana asu (kuluk) muah bangkung amanak tunggal. andap. namping pura. wenang ngadekaken padma alit palinggih Ida Sang Hyang Durga Maya. ring salu (bale) ring pakubuan. sebarang kuburan. muang puun. ngaran panes karang ika. muah yan ana wong mentik ring bataran salu. Salwiring Pamanes Karang. rurung. dados caru ika alitan. wenang gentosin lakarnya.

Mapesengan I Gular Bumi. kapurna denira sang bute jira mangsa. tan mangga ya sania. sembarang linggih widhi. dadi limang tanding. Ta. eka dasa ruang ira. kasiratang rah. ika teka wenang gingsirang. Paramantrining pemali. Ma. Wa. kesandering gelap. kita agawa\e apanjingan yang lalah. kita ratuning bute kala dengen. Semuanya itu harus di buatkan tawur. I. Iki Mantra: Ih kita buta jigra (jigra maya) marupa amanca warna. Luwir carune (tawurnya).baktini. I nyundar andir. Ya Ong Ang Ong Mang. muang lumbung pebrahman. Ba. Perbekel ipemali ngaran : I Tunjakati Sedaan ipemali ngaran : I Sanriati. umah sane ngenahan tan maren miyegan wenang acinin karang ika. yan tan caruning ngimuh ikang kala buta kabeh. Ni pemali ingsun angundurang pemali agung. mati megantung. Penyarikan ipemal ngaran : I Tumbak api. Malih caru karang kageringan. kalebok amuk. tumpengnia pada medanan mecaru bilang bucuning karang. karang angker. sane atanding mesate lembat asem. saluwiring cuntaka kala baya. rahina wengi ketadah antuk kalan betari Durga. A. yadin anggen banten. ika ngadekaken gering tan paingan. Na. wanguduwe umah. Yan sampun tawurin enak sang kala bute kabeh matemahan ayu sang ngadruwe umah. Sa. mangaran I Guyangati. aktiban amuk. meanak i pemali pulung raksa. muang temahan dasania sanguduwe umah. Ong kesma sampurnaya namah. pada petang katih suwang. wakulange winangun urip. . sami taru ika ajak urip katekaning pati Muang yan ngingsirang padengenan. tekening kandang. Puja Pemali Pakulun kaki pemali. Si. Ayam putih meolah.

sampun sira malih anggeringin. nini pemali paingkup agung. amukta ya sari lawan sama kira kabeh. Bujangganing ipemali ngaran: I Muyang-Maying. wehana wado cara samodaya. amukti ta sari ring kahyangan sira suang-suang. Apan aku umawak sang Hyang Brahma Jati. . desti teluh. Pengasih Buta Muang Dewa. mausya sidya masya. Ingsun angadepana sang Hyang Tunggal. teke kita kabeh pada patuh lingkup. sawah. amgin. Rumasuk ring sariraning ingsun. wisnu.14. Juru candek ipemali ngaran : I pular-Palir Dewaning pemalai ngaran : Sang ratu Mejaya. suket. dewa mantaramasya. Ong sarwa pemala-pemali byoswaha. jengat. Panjak pemali ngaran: Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali bantang. brahma. Satus kutus ananing pemali. tukad. asung anugraha. buta wigraha masya. jalinjing. tunggek. seme. trinadi sama baktya. dirgayusa tekaning anak putu nira kabeh. paek.2. moro. pulung. sangadruwe caru punika ana ganjaran nira katur ring kaki pemali. asanak ring punanu. jadma manusa punanu wehana urip waras.Kasinoman ipemali ngaran : I Tuwek wesi. 7. tunggak.

siwa sada siwa meretem. . s Sarwa dewa pratistanem. Yoga sidyem murtinem. astawem dewa paragiyem. Baskarem siwangga layem. Brahma Wisnu Mahe Suarem. brahma siwa murti wiryem. Dwijendra purwa siwem. Brahma peraja dipem lokem. Sarwa wigene winasanem. Dwijendra baskara meretem. Dwijendra Astawa. Dewa mantarem sidhi wakyem dewa sandi sang yogatem. 1986:47-8). Nada grutyem dewa mantrem. Siwa puja yoga meretem. Ong Guru dewem.apan aku Sang Hyang Tunggal. Siwa sada siwa sirwatem. 1986:38). 7. Brahma putra pratistanem. Ong ganda pujiem Iswara nityem. Siwa loka pratistanem.2. (Gambar. Sarwawa dewamca. Sarwa dewa masarirem.15. Sarwa jagat pratistanem. siwa loka pratistanem. Tatwad nyanem siwem. ya sarwa wigena wina sanem. Ong brahmanem brahma murtinem. Brahma wangsabca. (Gambar. sing teke patuh ikup ingkup ingkup ingkup. Brahmo siwa murti wiryem. Sarwa roga wisnu cartem. Sadasiwa maha wirye. Ongkara mantra pujitem oma winayem maha wiryem. Surya merta pawiranem Yogi-yogi sarwa dewa. amatuha tri nadi. Ong Brahmanem brahma murtiem. Om Sriam bawantu swaha. Bramana purwa tististanem. Brahmanem purwanem siwem.

Sri danta beraraba matanem. Pusatkan pikiran pada Sang Hyang Candra. 1. pusatkan pikiran kepada dewa Surya dan Sang Hyang Candra. Ong bajra patni niti dewem. (Gambar. 1986:51-52) . wenang sekama-kama apan Sang Hyang Mantra luwih utama. Ratna pratista susuarsa. Basuhlah diri anda dengan jeruk. Sabda iki Sang Hyang Cumerini. papa klese maha datem. yan tasak ngerangsukin mantra iki. Rupa kadi purnama katon. gelarana siang ratri Idepaku anganggo Aji kotamah. suka kang peretiwi. Predanta puspa seranem. saksat mawinten ping telu. (Bila sakit tidak bisa disembuhkan dengan obat: Tidak boleh makan garam. Astawem maha seranem. puspadem sarwa nisithem. Merik siksa sarwa predana. Mantram sebelum Belajar Memantra (Sang Hyang Aji Panusangan). matirtha. teka bersih bersih-bersih-bersih. Surya candra nugrahakem.16. Ong gangga dewa nugrahakem. Setelah itu lanjutkan Masurya Sewana. Puspa seri suara. Surya Sewana (Bila sakit tidak ada obatnya). Ong amertha dewi maha niti.2. aku pawaking setra suka kang akasa. Amangsa-amangsung aku tan pabersihan. tan ana aku keneng sebelan. dan setelah itu mandi seperti biasa. Jaya-jaya nama mertha.17. mala petaka wisudha. Ong Ang Sang Hyang Candra ring netra kiwa. Pangleburan letuhan sarira.7. tan keni sebelen saluwuing magelah ring prajamandala.) Jayem suarem maha merethem. apan aku teke abersihin awak sariranku. dan segala macam daging binatang dan burung. Ong Yang Srise Yang Prastawa.2.

Yan sekepancina duara kayunta. Sekari perebawa Sang Hyang mantra. tanembah ring betara Dharma. na-ma-si-wa-ya. wa-si-ma-na-ya . Catur duara. Sekari prabwa sang Hyang mantra. Pawisik Dewi Maya Asih. Yan saka wetan duara kayunta. Yan sekidul duara keayanta. Kehanan Bhatare peremana. Sarwa sadia ya namah swaha.I. Utpeti Stiti Pralina. Sekari perebawa Sang Hyang Mantra. (Pinuja kene desang Sedaka ndiata). Iki pilih ikang babaan sekayunta. Sekari perebawa Sang Hyang mantra menge ikang babaan denika. Peresada mas manik. Undiakena ikang Mantra Ong Ang Aggora ya namah swaha. uniakenang mantra Ong Ing I senaya namah swaha.18. Ong tat purusa ya namah. i telas mangkana. Undiakenang mantra. Kepanggung de sang Hyang maha Meru. menge ikang babban denika. menge babaan denika tumata kita ijero. Asta dasa walu welas saginira. Yatika ngilangakena papa tiga luirnya: Ong Ong Ong Ong I-ta-sa-ba. apan acintya swabawanira. Kakemit dening dewata. Sekatri perebawa Sang Hyang Mantra. Menge iki kabaan denika manjing te kita. ya-na-ma-si-wa. unia kenaMantra Ong Ang Agora ya namah swaha. Sekari prebawa Sang Hyang Mantra. Upeti Stiti Prelina. Menge ikang baban denika.7. Yan sake lor duara kayunta. ijero sada. nda tan kapangging betara Dharma sire.2. pat lawangnia. Undiakenang mantra Ong bang tat purusa ya namah swaha. perelina ika.

Ong Ung Ang mang. solasan dualikur. rerakih tebusan. isuh-isuh bun rerakih muang tetebus. Madya. kukus anyar. Masuci (2) kewala mapula gembal. ika pinaka labaan banas patining taru mangkana kramania. genep sekramaning bebagkit. peletik. tetabuh tuak. muah dulurana tumpeng putih kuning dena ageng. peras. dena sangkep. 7. rantasan pasucian muang selanlanin panglukatan. tepung tawar. sesayut pengambeyan. maekar taman. sibuh peepek. Madya dan Nista. peras lis. sesantunia genep. tumpeng guru miawak bebek putih maguling. tepung capak. srantasan muah pasucia. sesayut pengambean. sibuh pepek. pengulapan. Ong Ang Ung Mang. gerang. gereng sesantun den agenep. kukus anyar.2. suci (2). daksina gede. pengulapan solasan dua likur. (1) prascita luwih. iwak ayam putih kuning (luh muani) pinanggang spelakan. iwaknia ayam putih kuning luh muani . . Ong teka pira menangis. Masuci abesik. daksina gede mesatun genep. raka-raka sekeweang. muah maduluran tumpeng putih kuning. iwaknia ayam putih kuning luh muani sapelaken pinanggang raka sate weang. sopekarania penglukatan. Mangerenga suara arum abangkit. Melapas Wewangunan Utama. kukusan anyar. arak berem. pangulapan. isuh-isuh bun. 1986: 60-62). lis. arak berem. Utama.Ong Mang Ung Ang. gelar sanga segaan manca warna. tatimpug. Nista.19. Ong teluh adhi senduh Hyang nini dewata kabeh. prayascita luwih. taekp api mangkana yan madya. Sang Hyang Meraja Hyang Betari Kunti ih wih ih nah jeng. rantasan pasucian peras lis. muang tempeng putih kuning. arta (1700). muang sepakramaning panglukatan. Maguling pebebangkit. kurenan. tepung tawar isuh-isuh. sbuh pekek. Pangredana Para dewa semua Ong peletak. segehan manca rupa metabuh luak. secarik tetebusan. (Gambar.

Nasin pengotok mabe paya. matemahan sang Hyang Ayu narawati asri apasang amereta. Siwa sada siwa Perama siwa. Peresidha namah swaha. pada kaurip denira Sang Hyang Perama Wisesa. ika pinaka tadahan banaspatining sarwa taru. Ong seri bagia namah swaha. Neher sarira tuuh. Nasin kandik mebe ancruk. nasin siku-siku mabe kelentong kelor. anguripana buana kabeh. 7. angadakaen bayu sabda idep. nasin penyerutan mebe pakis (pangi). Nista puniki dulurana. Siwa-Sadasiwa Peramawisesa. neruti. Ong Yang perama Wisesa. Pengurip Bangunan. Ong Ang Mang Brahma Wisnu Iswara. genian daksina. Cobenem sudha mala. anguripana sarwa tumuwuh. amurug.spelekan pinanggang. pewangunira Begawan Wiswakarma. pancima. Ih sang Hyang Indra angreka. ersania. sudha ayu. purwa. dewa metu ilang. jeng. bumiwana urip. anguripaken saluwiring sarwa ginawe. Pemelaspan Utama. nasin pengutik mebe kecai.20. masya. Sudha bumi. Ah Ah Ah. nasi liamng pujung mebe kawisan.2. nasin sepat mebe pelas. Ong bumi ginawe bumi. aywa papeka. dumanis cayane sarwa wijaya. Ibu paduka betari kapendem. Yudha nirmala. utara. Madya. Pesimpenan. Nasin paet mabe sibatah. Saluwiring ginawe rerajahan. Ong sarwa karya. Pemelaspas nasin Peralatan. mamupul dadi sawiji. raka-raka sakewenang. nasin timpas muang belakas mebe balang. sahe tuak arak berem. nasin undagi-undagi. sor luwe. wiyabya. .

Ayo sira nyangkala-nyangkali pekarangan punnanu. muang panca sata. Anak paduka betari.2. wusano denira kesingan kawuyuhan. Daweg nyeneng pakulun awewedaka. Arca meru arrcana. Ong-Sang-Bang-Tang-Ang-Ing-Nang-Mang-Sing-Wang-Yang. satenia lima ping siya (45) kelod kauh genahnia. Lawan kumereb.2. Paduka Betari Durga. Alenge wangi. jangkep saisin suci. Sang Hyang aditya Candra lintang trenggana. Pangiyang-ngiyangan nira Sang Huyang Trisandia. asubang bungkem.21. Pakulun kaki betara Kala. saba sanga genep caru madurga ngaran. Rah kaki betara Gama. daksina (9). sami winangun urip sami anut ring sesatenia. Nora ana karya sira. Ong sang Hyang Ibu pertiwi jati Mekadi Sang Syang Akasa. Amuktyasari atinggal sari.Wusamono denira kelangkahan kedekan. utara (4). Katiban Durmanggala. Uduh bapa anak ingsun. . Mauluning jana pada. Sang Hyang Panca muka.22. nanceb sanggah tutuan. Nugraha ripadanira pakulun. Apan sampun ngaturana caru kebeya kalan. Angaturan alinggih maring padmasana. 7. pebangkit asoroh jangpet abesik. ater dening dewa laya. 7. muang suci abesik. Wusano denira keenden kariyanan. Mantram Arca muang mapendem Pedagingan Meru. itik putih kalungabesik muah asu bang bungkem abesik. Ulun aneda kerta nugraha. Ah-Ih. Wusano demira kelambukan. purwa (5). Mangke ibu pakulun. Angewruhakena iringsun. madya (8) muang itik kalung ring madya genahnia. pascima (7). Iki pecarun karang katiben durmanggala. satenia kutus ping lima (40). Manusanira angadekakenne wewangunan. asinjang akampuh.

muah dirga yusa. Penenang Jiwa yang Menderita Agnestanurasi waco wisarja namdewawittaye twa grhnami wrhadgrawa’si wanasratyah sa idam dewebhyohawih samiwa susami samiswa. Teka-waras-teke-waras-teke-waras jurang luah wenang.25. undagi. Sucikanlah sesaji kami. Manusa Sang Hyang amit. amunis. Angaturana pawintenanne punanu. Dulura ayu werdi. Amuktya te sira. (dan) saya menyelenggarakannya untuk mendapatkan sifat-sifat mulia. Engkau adalah awan yang maha besar pemelihara atas tumbuh-tumbuhan obat. Tan ketamana upadrawa de betara yang mami. Ubaya siwa dam buyat. 7. Drwyamet siwatmakem. Nirmala ya namah. Ananggap Dana Ong Siwa data siwa bokta. sami sira anjenengana. Oh Yajna. engkau adalah badannya api. Katureng pada betara-betari. Kelawan sang mawitenang kejenenganga De Sang Hyang triya dasa sakti. Amangku widi. untuk memberi kebahagiaan kepada yang pandai dan mensucikannya.Amuktya te sira. Hawiskrdehi hawiskrdehi. Sakawisayan ipun.2. Engkau diselenggarakan dengan menguncarkan Weda Mantra. Mereka yang membaca dan mengajarkan . Adyo mesa palem butem. Adnyane sepalem juyanem. 7. Sang Citra Gopta. Amanca. Puja Mawinten Ong Siwa nugraha. penenang jiwa menderita. 7.2. sama suka ringsanga deruwe caru. Adnyana sepalem juyanem. Sama suka risanga deruwe caru kebaya kalan. jata bota setatan.2. Adya mesa palem tapem.23. Ong Ang kesama sampurna ya namah.24. Muah Kaki Begawan penyarikan.

O Tuhan. Untuk menghancur-kan musuh-musuh yang ada dalam diri. 7. terimalah pujian kami dipersembahkan melalui weda mantra dan kembangkanlah pengetahuan rokhani kami yang tidak habishabisnya. seperti udara dengan gerakan tangannya tertentu yang kuat pulang pergi yang menerima persembahan dan seperti halnya matahari yang cemerlang memancarkan cahayanya mengerahkan atom-atom menjadi api. Untuk menghancurkan musuh-musuh dalam diri.2. menunjang dan memaniskan ucapan.26. Semoga kami dengan bantuan pahlawan orang-orang pemberani menang perang berulang kali. 7. Wiswabhyastwawasbhya upadhamicita sthordhwacito bhrgunamangirasam tapasa tapyadhwam.2. semoga kami mengetahui engkau sebagai pengasil hujan. Engkau penyangga alam semesta. Ilmuwan Mengajarkan Ilmu untuk Kebaikan Manusia. memberi inspirasi kepada kami untuk melakukan yadnya. penolong orang-orang terpelajar. Persembahan Weda Mantra.Weda. kami berdoa kepadaMu untuk menambah pengetahuan kami. Kami harus berusaha menghapuskan perampok dan pemakai pikiranpikiran yang tidak suci. Semoga pelaksanaan yang seperti itu ditanamkan. menjadi mengetahui ceritera-ceritera dalam weda. dhartramasi diwam drduam ha brahmawani twa ksatrawani sajata wanyupadhami bharatrwyasya wadhaya. saya menyadari bahwa engkaulah yang ada dalam hati. (yajna) adalah berpahala untuk menghasilkan bahan makanan dan pemberi pengetahuan dan kekuatan. kami menghayati Mu dalam hati sebagai penolong orang- . Engkau adalah penyangga alam semesta. Pemimpin Politik/Negara dan pembimbing pada jalan kewajiban sebagai macam golongan yang berbeda-beda.27. Kukuto’si madujihwa isamurjamawada twaya wayaduamsamghataduam saghatam jesma warsa wrddhamasi prati twa warsawrddham wettuparaputtraduam aratayo pahatadduamrakso wayurwo wiwinaktu dewo wah sawita hiranyapanih pratigrbhnatwacchiddrena panina. Yadnya adalah alat untuk menghasilkan hujan. Yadnya menjauhkan pencuri. demikianlah juga Tuhan dan para ilmuwan mengajarkan ilmu untuk kebaikan kemanusiaan. Agne brahma grbhniswa dharunamasyantariksam drduam ha brahmawani twa ksatrawani sajata wanyu padhami bhratwyasya wadhaya.

ilmuwan dan yang terpelajar. untuk vitalitas. Makanan disucikan dengan Yadnya Dhanyamasi deam pranaya two danaya twa wyanaya twa. untuk umur panjang penuh kebahagiaan dan kesejahteraan.28. untuk aktivitas. Kami memuja Engkau didalam hati.swinor bahubhyam pusno hastabhyam. perwujudan dari ceritera Weda. Yadnya adalah pengangga matahari yang cemerlang. Arti penting Penguncaran Mantra. Penguncaran Weda Mantra yang benar-benar merupakan yadnya sendiri. tuntunlah kejalan kehidupan tapa dengan mengendalikan nafsumu dan menuruti orang-orang yang bijak.2. Yadnya Menseimbangkan dunia Dewasya twa sawituh prasawe. Dhisana ‘si parwati prati twa.2. Sarmasyawadhutaduam rakso.29. rahmatilah kami dengan pengetahuan yang luhur. 7. Yadnya adalah pemberi kebahagiaan. Pemberi kebahagiaan dari segala yang ada. melalui Kemahaadaannya. Pencipta yang Agung dan pembebas alam semesta.orang yang terjujur pemimpin Negara dan pembimbing atas kewajiban bagi golongan yang berbeda. . Dirgghamanu prasitimayuse dham dewo wah sawita hiranyapanih pratigr bhnattwacchidrena panina caksuse twa mahinam payo’si.2. Bahan makanan dan air disucikan dengan melaksanakan yadnya memperkuat tubuh dan indra perasa.si parwateyi prati twa parwati wettu. menjauhkan yang egois dan sifat-sifat kikir dan melindungi daerah tempat seperti kulit melindungi tubuh. ditastwag wettu diwaskambhanirasi dhisana. Semoga kami menyadari yadnya sebagai pembawa hujan dan pemberi pengetahuan spiritual. 7.30. wadhuta aratayo ‘ditwastwagasi twa ‘ditirwettu. Yadnya yang dilakukan pada hari tertentu juga memberi perlindungan seperti kulit melindungi tubuh. Semoga kami bertirah pada yadnya untuk kesehatan yang baik. Semoga yang melakukan yadnya menyadari arti pentingnya. 7. Yang Maha meliputi. Sam wapami samapa osadhibhih samosadhayo rasena Saduam rewatirjagatibhih prcyantaduam sam madhumafirmadhu matibhih prcyantam. O Engkau manusia.

setia dan bebas dari kelemahan. 7.33. O Tuhan.2. 7.2. semoga kami tidak menghancurkan tanam-tanamnan obat-obatan dibumi. demikian juga engkau. Semoga matahari mencurahkan hujan di bumi melalui sinarnya.2. Ma bherma samwiktha atamerur yajno ‘timeruryajamanasya prajabhuyat tritaya twa dwitya twaikataya twa. dengan nama para ilmuwan melakukan yadnya itu. Semoga engkau bersiap untuk keuntunganmu. Yang maha Kuasa. O para pahlawan terikat oleh berbagai macam ikatan dari orang-orang yang jahat didunia ini yang bertentangan kepada kami dan yang ditentang oleh kami dan jangan lepaskan. menyebarkan pengetahuan yadnya ini didunia yang diciptakan oleh Aku dan melakukannya melalui matahari yang cemerlang.31.32. Tuhan Pencipta Tata Surya Prtwi dewayajanyosadhayaste mulam ma hiduam sisam brajam gaccha gosthanam warsatu te dyaurbadhana dewa sawitah paramasyam prthiwyaduam satena pasairyo’smandwesti yam ca wayam dwismastamato ma mauk. Menyebarkan sistem pendidikan dalam Weda Apararum prthiwiwyai dewayajana dwadhyasam wrajam gaccha gosthanam warsatu te dyaurbadhana dewa sawitah paramasyam prthiwyaduam satena pasairyo smandwesti yam ca wayam dwismastedyam maskan wrajam gaccha gosthanam warastu te dyaurbadhana dewa sawitah paramsyamprthiwyaduam setena parisaryo smandwesti yam ca wayam dwismastamato ma mauk O Tuhan yang Maha esa mengetahui. Jangan takut dan jangan ragu untuk melaksanakan yadnya. Semoga keturunan orang yang melakukan yadnya itu baik. kami memohon kepadaMu melalui rakhmatMu. Pencipta tata surya dan wilayah yang cemerlang. untuk pensucian air dan udara dan untuk memperoleh rakhmat itu dari ibu. menghidupkan air dan bebagai macam nafas pada organisme manusia. Keturunan yang melakukan Yadnya (bertambah) baik.O Manusa. pemberi kebahagiaan semoga kami menundukkan orang-orang jahat di bumi ini . bapa dan guru. seperti halnya dengan Aku. Kami terirah sepenuh hati pada yadnya untuk mengenal Tuhan yang maha Esa. menseimbangkan dunia. mencampur berbagai macam obat-obatan dengan air dan dengan sari buah dan mencairkan yang sama dengan air suci. 7.

Saya melaksanakan yadnya dengan penguncaran mantra Weda dalam Gayatri. Yang kejam yang bertentangan pada keadilan dan bertentangan kepada cinta damai. dan yang tidak disetujui oleh orang-orang pandai karena bertentangan mereka kepada pengetahuan. yang harus dibawa diantara jalan kebajikan melalui beratus-ratus jalan yang ada hendaknya batasan-batasan pada mereka tidak dihilangkan sampai mereka mencapai penerangan. demikianlah Tuhan memenuhi keinginan kami. O Engkau yang patuh pada kewajiban semoga engkau mengikuti jalan kebajikan. supaya sekali-kali dibiarkan berkeliaran sampai mereka tertawa pada kesadaran mereka.34. Ibarat sinar matahari menerangi daerah tengah/antariksa. Pratyustaduam raksah pratyusta aratayo nistaptaduam rakso nistapta aratayah. Semoga kami bergaul dengan orang-orang terpelajar dan dengan demikian menyebar luaskan sistem pendidikan dengan bebas sebagaimana dijelaskan dalam mantra Weda seperti halnya Sinar pengetahuan saya dihargai oleh semua. Anisita’si sapatna ksidwa jinim twa wajedhyayai sammarjmi.dimana para Rsi melakukan yadnya. Yang jahat harus disingkirkan. Anisito’si sapatna ksidwajinam twa wajedhayayai sammarjmi. sumber kesejahteraan dan kebahagiaan. Gayatrena twa chandasa parigrhnami traistubhena twachandasa parigrhnami jagatena twa chandasa parigrhnami. Matahari menguasai bumi dengan kekuatan gravitasinya pada tempat yang tepat. musuh kebenaran harus dihukum. susu. Orang orang berdosa bergerak didalam kegelapan yang bertentangan dengan orang-orang terpelajar. air manis dan buah-buahan. demikian pula hendaknya milikku. tempat yang cocok untuk berdiam dengan senang. 7.2. mereka yang patut dibelenggu harus disisihkan dan .35. Tristiubh dan Chanda jagati.1 O Bumi engkau adalah indah. penuh dengan jagung. Yang jahat harus disingkirkan. Prastyustastaduam raksah pratyusta aratayo nistaptaduam rakso nistapta aratayah. Semoga orang-orang yang jahat tidak dirahmati dengan kesejahteraan dan kesenangan pada ilmu. 7. Yadnya dengan Mantra Weda dalam Gayatri.2. Suma casi siwa casi syona casi susuda casyurjaswati casi payaswati ca.

Agnerjihwai suhurdeebhyo dhamne me bhawa yajuse yajuse. Engkau adalah penta cairan manis ditanah. demi untuk membawa persembahan tinggi keangkasa. Engkau adalah sumber segala cahya. Krsno’syakharestho’gnyetwa justam proksami barhirasi wedirsi barbhise twa justam prosami srugbhyastwa justam proksami. Didunia ini. Mengenal Tuhan Melalui penglihatan Spiritual Adityai rasnasi wisnorwesposyurje twa’dabdhena twa caksusawapasyami. Sebagaimana air diangkasa . saya sucikan hati-hati dan jiwa-jiwa manusia dengan pengetahuan suci dan yang bercahaya. meresapi semuanya. 7. Oleh pembasmi musuh. sawiturwahprasawa utpunamyacchidrena pawitrena suryasya rasmibhih. sinar sucinya matahari. Mereka yang menyebabkan rugi pada orang lain harus dihina. O Yadnya. yang dicipta oleh Tuhan Yang Agung. Engkau adalah maha ada. yang menyucikan semua obyek dengan baik dengan yang tidak mengalir. Engkau patut dipuja oleh para Resi disemua tempat. Engkau adalah altar. Saya memerintah pasukan pada waktunya menjadi kuat untuk melemahkan lawan dan melakukan perang. Tejo’si sukramasyamrtamasi dhama namasipriyam dewanamanadhr stam dewayajamasi.2 saya mensucikan persembahan yang dapat diterima oleh ghee. suci. untuk kemajuan kami. Pemberi kebahagiaan orang yang bebas. Membersihkan Air Sumur dalam Weda. walaupun engkau dilakukan disumur yang digali. dan salahkan secara terbuka. Mensucikan Hati dan Jiwa Sawistustwa prasawa utpunamyacchidrena pawitrena suryasya rasmibhih.38. layak untuk dipuja oleh para pelajar. dicintai oleh yang jujur. melalui penguncaran weda mantra. O Tuhan.2. sya membangun engkau dan mensucikan dengan ghee. Saya sucikan yadnya. jalan untuknya. Semoga kami mengenal Engkau melalui penglihatan spiritual yang damai. 7. penganut yang tidak mengenal takut. O Tuhan. Demi Untuk Hawan.yang mereka yang menentang pengetahuan harus menderita sedih. laksana nyala api.36. Engkau tidak termusnahkan. Tak terkalahkan dan dipuja oleh para Resi. tumpuan akhir bagi alam semesta. engkau tidak.2.37.2. 7. Mereka yang tidak mentolerir kebaikan orang lain harus dihukum. engkau dimurnikan oleh api dan diserap oleh udara.

banyak kekayaan dalam gudang. O Yadnya.41. semoga saya mendapatkan perlindungan dari Mu. O Tuhan. pembuat perbuatanperbuatan mulia bagi yang akhli. demikian lindungilah kami. Sang surya melindungimu sejak jaman dahulu. Api ini adalah tempat yadnya. Dengan ini. Melalui (yadnya) matahari dan udara memperoleh kekuatan/tenaga. Agne werhotram werdutyamawatantwam dyawaprthiwi awa twam dyawaprthiwi swiatakrddehebya indra ajyena hawisa bhutswaha sam jyotisa jyotih. 7. Sawiturbahu stha urnammra dasamtwa strnamiswasatham dewebhya a twa wasaso rudra adityah sadantu.2. hari ini saya memperoleh kemudahan mendapatkannya melalui yadnya mentega dan benda-benda lain yang memberi kebahagiaan.menambah kesucian semua benda materiil. Ibarat seperti wasu. 7. melindungi surga dan bumi. Laksana seperti matahari menggabungkan sinar dengan sinar melalui persembahan diletakkan di dalam api. jagalah kami dengan sinar penerangan ilmu pengetahuan spiritual. Engkau dipancarkan melalui kekuatan dan potensi yang surya. Rudra dan Aditya yang memajukan yadnya. Yadnya sejak jaman dulu menurut Weda. Semoga saya tidak pernah Melanggar-Nya Askannamadya dewebya ajyamduam sambh bhhriyasamangghrana wisno ma twawaktramisam wasumatimagne techayamupasthesam wisno sthanamasita indro wiryamakrnodurhwara asthat. demikian pula O Tuhan.3 . pembuka segala bunda. Semoga. Engkau adalah indah laksana musim. Samidasi suryastwa purastat patu kasyascida bhisastyai. demikian juga saya bersihkan persembahan itu dengan hati-hati untuk diletakkan disendok api. Ibarat api yang memerlukan yadnya dan bertindak sebagai utusan. lindungi matahari dan bumi yang melindungi yadnya. Yadnya ini berada di angkasa dan diapi. melakukan yadnya itu. Jagalah kami dengan Sinar Pengetahuan Sipitual. Inilah demikian ditetapkan dalam Weda.2. O Tuhan. O Tuhan.39. demikian juga saya untuk memperoleh sifat utama. memberi perlidungan kepada matahari dan bumi.2. 7. semoga saya tidak pernah akan melanggarnya (yadnya).40. melengkapi ruang. pemberi kebahagiaan. O Tuhan.

7.1.42. Negara yang sejahtera, karena memanfaatkan Bumi dengan Baik. Mayidamidra indriyam dadhatwasman rayo maghawanah sacatam; Asmakaduam santwasisah satya nah santwasisa upahuta prthiwi matopa mam prthiwi mata hwayatamagniragnidhratswaha. Semoga Tuhan memberi kami kekuatan spiritual. Semoga kami memperoleh harta penuh dengan bermacam-macam jenis yang cemerlang dan kekuasaan dunia. Semoga keinginan kami terpenuhi, semoga mereka memperoleh pahala, manusiamanusia memakai bumi ini dan pengetahuan (dengan nama kebebasan itu tercapai) untuk kebahagiaan negara. Semoga bumi dan pengetahuan ini menasehati saya. Semoga Tuhan, sebagai pelindung kami yang terakhir dan tetirah memberi perintah kepada saya. Ini adalah demikian dinyatakan didalam Weda. 7.1.43. Susunan Pencernaan (Analisa) Ilmu Upahuto dyauspitopa mam dyauspita hwayatamagnir agnidhratswaha; Dewasya twa sawituh prasawe ‘swinorbahubhyam pusno hastabhyam; Pratigrhnamyanestwasyena prasnami. Saya telah berdoa kepada Yang Maha Cemerlang, Tuhan, penyangga semua, semoga Tuhan, Bapa menerima saya. Susunan pencernaan ilmu kami mencerna melalui getah perut makanan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah, saya mengambil itu melalui waktu penyerapan dan pemahaman, dengan menarik dan mengeluarkan nafas; dan kekuatan pensucian dan penyerapan udara yang bergerak melalui tubuh, menanak makanan saya melalui nyala api, saya memakannya dengan mulut. 7.1.44. Sebelum beryadnya, manusia lebih dulu dilindungi oleh Tuhan. Etam te dewa sawitaryajnam prahurbrhaspataye bramane; Tena yajnanawa tena yajna patim tena mamawa. O tuhan, Pencipta alam semesta, Weda dan orang terpelajar menyatakan sebelum yadnya untuk brhaspati dan brahma. Melalui Maha Yajna itu melindungi yadnya saya, melindungi yang melakukan yadnya, Engkau melindungi saya. 7.1.45. Aktif dalam Pengetahuan adalah Yadnya.

Mano jutirjusatamajyassya brhaspatir yajnamimam tanotwar ristam yajnaduam saminam dadhatu. Wiswe deasa iha madayantamo (3) mpratistha. Semoga pikiran aktif saya mengirim pahala yadnya-yadnya itu. Semoga Tuhan mengembang luaskan dan memelihara penuntun pengetahuan yang tidak dapat ditinggalkan ini merupakan seperti yadnya. Semoga semua orang terpelajar didunia ini bersenang. Semoga Om bersemayam di hati kami. 7.1.46. Semoga kami melenyapkan dosa-dosa Musuh (api dan Bulan) Anisoma yorujjitimanujjesam wajasya ma prasamwena prohami; agnisomau tamapanudatam yo’mandwesti yam ca wayam dwismo wajasyainam prasawenapohami; Indragnyyorrujjitimanujjesam wajasya ma prasawena prohami; Indragni tamapanudatam yo’samadresti yam ca wayam dwismo wajasyam prasawenapohami. Semoga saya memperoleh kemenangan seperti kemenangan Api dan Bulan. Semoga kami melenyap cepat dengan materi perang. Semoga api dan bulan mengusir mereka yang membenci kami, mengusir orang yang kami uji. Semoga kami melenyapkan dosa-dosa musuh dengan perang seperti itu, kepandaian meliter dan peralatan. Semoga saya mencapai kemenangan seperti menangnya Udara dan Petir. Semoga saya memperoleh kebahagiaan melalui dorongan pengetahuan, dipergunakan untuk memperoleh keunggulan. Semoga Udara dan Petir dipergunakan dengan tepat, mengusir jauh orang yang membenci kami, mengusir, orang yang tidak kami sukai, saya sucikan orang-orang yang bodoh dengan sinar pengetahuan. 7.1.47. Mengucapkan mantra gayatri tiap Hari, menurut Weda. Wasubhyastawa rudrebhyastawa, ’ditye bhyastawa samja natham dyawaprthiwi mitra waruna twawrstyawatam; Wyantu wayoktaduam rahina marutam prsatirgaccha wasa prsnirbhutwa diwam gaccha tato no wrsti nawaha; caksupa agne’si caksurme pahi. Kami menyelenggarakan yadnya untuk Wasu, Rudra, dan Aditya. Cahaya matahari dan bumi membawa engkau (yadnya) kepada sinar. Prana dan Udana, melindungi bersarang mereka demikian pula hendaknya kami setiap hari beryadnya mengucapkan mantra Gayatri Yadnya yang diinginkan (Ahuti)

mencapai angkasa, datang bersenyawa dengan udara dan sinar matahari. Dari itu membawa hujan turun ke bumi yang mengisi sungai batang tumbuh-tumbuhan dan bunga-bungaan. O Api, engkau melindungi mata dari kegelapan, semoga engkau melindungi mata jasmani dan rokhani. 7.1.48. Mencapai kebesaran melalui Tulisan Yam paridhim paryadhatta agne dewa panibhirguhya manah; Tam ta etamanu josam bharamyesa nettwada pacetayata agneh priyam patho’pitam Oh Tuhan Yang Maha Ada, dipuji melalui pujian orang terpelajar, Engkau mencapai kebesaranmu melalui tulisan penuh pujianpujian yang indah itu. Saya mengenal kebesaran Engkau itu dalam hati saya. Semoga saya tidak pernah membantahMu. Semoga makanan yang menyegarkan saya telah peroleh didalam ciptaanmu. 7.2.49. Biarlah kami tinggal di rumah yang Menyenangkan. Agne’dabhayo’sitamapahi ma didyoh pahi prasityai pahi duristyai pahi duradmanya awisam nah pituh krnu susada yonau swaha wadagnaye samwesapataye swaha saraswatyai yasobhaginyai swaha. O yang Abadi, Tuhan Yang Maha Ada, melindungi kami dari kesaktian yang amat sangat, melindungi kami dari ikatan dosa dan kebodohan, melindungi saya dari sahabat orang-orang yang berpikiran jahat, melindungi kami dari makanan-makanan yang melalui kesehatan. Jadilah Engkau, makan kami yang bebas dari racun. Biarlah kami tinggal dirumah yang menyenangkan, berdoa kepada engkau dan melakukan keperluan-keperluan mulai. Inilah doa kami kepada Tuhan atau alam semesta, semoga kami memperoleh pengetahuan suci melalui Wedda, pemberi kejayaan dan kesejahteraan. 7.2.50. Engkau ajarkan (Weda) kepada rakyat. Wedo’si yena twam dewa weda dewebhyo wedo’ bhawastena mahyam wedo bhuyah; dewa gatuwido gatum witta gatumita; Manasaspata imam dewa yajna duam swaha wate dhah. O tuhan, Engkau mengetahui ciptaan yang berjiwa dan tidak berjiwa. Engkau mengetahui segala-galanya di alam semesta. Sebagaimana Engkau mengajar pengetahuan yang terpelajar, demikain juga Engkau menjelaskan pengetahuan kepada saya. Engkau ajarkan pada rakyat, mereka yang tahu bagaimana

O Pitara. mengetahui Weda yang memberi petun juk jalan yang benar. Sembah (kami) kepadaMu. Pitara-pitara datang setiap hari kerumah kami dan memberikan kami perintah- . O Pitara. O Pitara. kesehatan dan kebahagiaan. mengetahui keinginan kami untuk memperoleh pengetahuan.4 tadasakam tanme Oh Tuhan. 7. O Pitara. Sembah (kami) kepadaMu. untuk menyudahi berbagai macam bencana. Yang meninggalkan yadnya ditinggalkan oleh Tuhan. sembah (kami) kepadaMu. Penguasa atau tapa brata. Persembahan kepada Pitara dalam Weda. Karmaphala dalam Weda. Oh Tuhan. untuk mendapat umur panjang. Bendabenda rendahan tidak dipakai dalam yadnya adalah diperuntukkan bagi raksasa/setan. Apakah setiap orang meninggalkan yadnya? Ia yang meninggalkannya. Pitara-pitara. Agne wratapate wratamacarisam ‘radhidamaham ya ya ewasmi so’smi.2. O Pitara untuk kemarahan yang pada tempatnya. Ia melakukannya untuk mendapatkan kekuatan.53. Posaya raksanam bhagosi. ditinggalkan oleh Tuhan.2. untuk kekuasaan dan memperlihatkan keadilan. Pitara-pitara mengetahui penghormatan kami kepada Engkau untuk kehormatan Mu. Sembah (kami) kepadaMu. Sembah (kami) kepadaMu. Namo wah pitaro rasaya namo wah pitarah sosaya namo wah pitaro jiwaya namo wah pitarah swadhayai namo wah pitaro ghoraye namo wah pitaro manyawe nmo wah pitarah pitaro namo wo grhannah pitaro datta sato wah pitaro desmaitadwah pitaro wasa adhatta. Untuk tujuan apa pemuja melakukan persembahan pada api? Ia melakukannya untuk kebahagiaan semua. dengan tepatnya menetapkan yajna ini seperti dunia di udara.2. untuk melenyapkan kemiskinan dan musuh. Kastwa wiuncati kasmai twa winuncati tasmai twa wimuncati. segala puji kepadaMu. rakhmatilah saya keberhasilan dalam melakukan tapa brata yang saya telah lakukan dan saya dapatkan diri saya yakin untuk melaksanakan. harus menguasai pengetahuan. 7. Saya memetiknya sebagaimana saya tanam. Penguasa pengetahuan. untuk memperoleh kebahagiaan dan pengetahuan. O Pitara.51. 7.52.menyanyi memuji Tuhan.

55.2. dalam garbha perlajaranmu.2. pemuda.2. Yatheha puruso’sat. kami selalu memberikan kepadamu apa saja yang kami punya. Antascarati rocanosya pranadapanati.57.56. Weda diucapkan untuk memperoleh pengetahuan Spiritual. Sinarnya api naik turun. Samidha gnim duwasyata ghrtair bodhyatatitthim: Asmin hawya juhotana.58.5 7. Pitara. Agneye Letakkan persembahan mentega (ghee) yang melenyapkan kelemahan jasmani. Sabda Dewata peraturan tertinggi diseluruh dunia. Triduam saddhama wirajati wak patanggaya dhiyate. dengan kepal bunga ditangan. Wahai engkau orang-orang yang terpelajar nyalakanlah api dengan batang kayu dengan mentega. .2. Weda diucapkan untuk memperoleh pengetahuan sipitual. Prati wastoraha dyubhih. Dengan pengetahuan untuk mencapai kedewasaan. Korban api sebagai yadnya.7 7. Kami harus bertepatan mengucapkan dan memahami Weda setiap hari bersama dengan ajarannya yang memberi penerangan. mencuat keatas dan turun kebawah diangkasa laksana keluar masuknya nafas dalam badan. Api yang agung itu itu memperlihatkan matahari. api pemusnah segala penyakit ini ada dalam segala benda. Ditempat api itu engkau letakkan yadnya itu. 7. Kami memberi pakaian.2. korbankan api itu yang patut dihormati sebagaimana seorang Sjamsajin. diwam. mohon terima kasih itu. Wyakhyan mahiso Sinarnya api itu.54.perintah. Menerima Engkau (sebagai) guru.6 7. Adhatta pitaro garbha kumaram puskarasrajam. ingin akan pengetahuan sehingga dengan demikian ia dapat mencapai kedewasaan yang penuh.8 7. Api Pemusnah Segala macam Penyakit. kedalam nyala api yang baik ini. Susamiddhaya socise ghrtam tiwram juhotana: jatawedase.

O suami yang berjaya. .62. Sebagaimana memperlihatkan kepada semua kemanusiaan juga api itu dalam bentuk petir diangkasa dan menjadi sumber hujan dan pengetahuan. yang orang itu harus kata-kata apa yang ia rasakan dihatinya. O Brahmacari.2.60. Kehidupan berumah tangga ini memberi kesejahteraan kepadamu. Brahmacari selama 48 tahun Upayamagrhito ’syadityebhyastwa. Pengetahuan Petir melalui Weda. api dan petir melalui Weda. Sebagaimana halnya Tuhan mengajarkan pengetahuan kepada semua jiwa. engkau bersahabat kepada orang-orang yang bersifat dermawan.2. Tuhan memancarkan sinarnya sendiri. Sebagaimana Tuhan memperlihatkan semua pengetahuan. Semoga panah asmara tidak menyebabkan engkau menderita.59. 7. Lindungilah kami. Agniwarco jyotirwarcah swaha suryo jyotirwarcah swaha Jyotih suryojyotih swaha. demikian pula halnya Matahari menumbuhkan kekuatan jasmani dan rokhani kita. Agnirjyotiryotiragnih swaha suryo jyotirjyotih suryah swaha. ia yang telah mengendalikan membujang selama 48 tahun. engkau memiliki sifat-sifat istimewa. Wisna urugayaisa te somastaduam raksaswa ma twa dabhan.2. Engkau bercahaya laksana matahari Kada cana pra yucchasyubhe ni pasi jasmani. 7. Semoga rakhmat pengetahuanmu harta kekayaan sampai kepada saya. Upopennu madhawan bhuya innu te danam dewasya prcyata adityebhyastwa. engkau tidak pernah merahasiakan segala sesuatu dari saya. Turiyaditya sawanam ta indriyamatasthawamrtam diwyadityebhastwa. saya yang telah membujang selama 24 tahun. Inilah penjelasan kebesarannya. O suami yang patut dihormati engkau adalah terpelajar. 7. Saya memilih engkau sebagai suami saya karena engkau selalu merupakan kemudahan bagi saya. akan memilih engkau sebagai suami saya.7. Matahari menyinari semua benda. demikian pula matahari membawa penerangan pada semua obyek benda-benda itu. Puja (1985:238).2. Sebagaimana Tuhan memberi sinar kebenaran pada kota-kota yang benar kepada semua mahluk demikian pula api jasmani memberi sinar menerangi semua benda. Engkau mengetahui segala sesuatu tentang cerita-cerita dalam agama. Suami yang berjaya Kada cana starirasi mendra sascasi dasuse.61.

saya memilih engkau sebagai suami saya untuk kebahagiaan yang terus-menerus. Perkawinan antara dua orang terpelahar merupakan sumber kebahagiaan. bepeganglah pada kebenaran. dilahirkan seorang putra. Engkau bercahaya laksana matahari dalam pengetahuan apa bila engkau mengendalikan organ pengadaan (yang) akan mengusir kebahagiaan yang abadi dalam affairmu. O orang yang mulia. Kebahagiaan hari ini esok dan setiap hari Wama. memperoleh kekayaan dan kesejahteraan.O suami. engkau telah disatukan dengan saya melalui ikatan perkawinan. hari ini. Semoga engkau memberi kesenangan kepada pengantin yang baru kawin melalui pengetahuan pengajaran yang engkau terima dari orang terpelajar. sumber dari kebahagiaan. dimana suami dan istri memenuhi kewajiban hidup dalam perkawinan dengan jujur. Dirumah. dan mengajarkanmu bagaimana cara mengerjakan sesuatu dengan benar dan menempuh pada jalan kebajikan. O yang memasuki kehidupan perkawinan. semoga intelekmu yang baik yang mengerti tentang makna hidup dalam perkawinan membuatmu akhli dalam pengetahuan setelah menyelesaikan hidup berguru.65. semoga hidup perkawinan ini dimana engkau minum memberi kebahagiaan kepadamu.2.2. Sradasmai naro wacase dadhatana yadasirda dampati wamamasnuta. 7.64. hormati sumpah yang engkau ambil pada waktu perkawinan. Engkau penguasa atas makanan- . engkau tidak pernah melupakan. Puman putro jayate windate waswadha wiswaharapa edhate grhe. Wamasya hi ksayasya dewa bhureraya dhiya wamabhajah syama.63. penuh keindahan dan aspirasi yang berlipat ganda. yang memenuhi keinginanmu. Wiwaswannandityaisa te somapithastasmin matswa. engkau menjaga dalam hidup sekarang ini dan kehidupan yang akan datang. giat yang mau berusaha.66. adalah tidak berdosa. Perkawinan Muda berpeganglah pada Kebenaran. kami dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan mulai didalam kehidupan perkawinan kami. Engkau bercahaya laksana matahari Yajno dewanam pratyeti sumnamadityaso bhawata mrdayantah. O suami. esok hari dan setiap hari yang dilewati. 7. Upayamaghrhito’si sawito’si canodhascanodha asi cano mayi dhehi. 7.adya sawitarwamamu swo diwe wamamasmabyaduam sawih. 7. O suami. guru dari berbagai macam ilmu pengetahuan. A wo’rrwaci sumatirwawrtyadduam hoscidya wariwowittarasada dityebhyastwa. O Tuhan. Lindungilah perkawinanmu. Jinwa yajnapatim bhagaya twa sawite. Engkau penyembah Tuhan Yang Maha Esa.2.2. O yang telah menyelesaikan asrama yang keempat.

Engkau diundang dan dihormati oleh orang-orang terpelajar. Ajarkan dengan kata-kata yang manis. Engkau sesungguhnya ahli dalam Yayur Weda. Twasta sudatro wi wadhatu rayo. Yaccaharmenio widwammscarkara yaccawidwamstasya sarwasyainaso’wayajanamasi. Saya diundang olehmu makan-makanan yang sedang disiapkan olehmu. engkau adalah pemberi ilmu pengetahuan. Sama Weda. memberi pengetahuan kepada kami melalui yang terpelajar dan ajaran-ajaran Weda.makanan. Dosa yang sadar dan Dosa yang tidak sadar Dewaktrasyaimaso’wayajananmasi manusyakrtasyainaso wayajanamasi pitrktasyainaso ’wayajanamasyatmakrtasyainaso wayajanama-syenasaenaso wayajanajamasi. ajarkanlah kami usaha itu dengan kata-kata mu yang manis dan menyenangkan. pembimbing dari segala macam perbuatan. engkau lenyapkan dosa-dosa para penyumbang. tunjukkan dihadapan kami contoh.67. engkau lenyapkan kekurangan fisik kami dan memberi kami harta kekayaan.70. penguasa atas kekayaan. Yaste aswasanirbhaksa yo gosanistasya stutastomasya sastokthasyo-pahutasyopahuto bhaksayami. 7. dengan niat yang mulia. perbuatan yang mulia yang dilakukan oleh .2. berilah semua itu kepada saya. Engkau lenyapkan segala macam dosa yang saya lakukan tanpa sadar. pola keindahan dan. ta istayajujusa O suami yang tersayang lagi pemberani.68. Sam brahmana dewakrtam yadasti sam dewanaduam samatau yajniyanaduam swaha. engkaulah pelenyap. O suami yang cinta sesama manusia. Saya menerima engkau sebagai pemelihara yajna dalam kehidupan rumah tangga kita. Engkau hilangkan dosa-dosa yang dilakukan oleh orang tua. air dan makanan. lahan dan bimbingan yang baik.9 7.numarstu tanwo yadwilistam O guru pemberi rakhmat. budi bahasa yang halus.69. Suami tersayang dan pemberani. O guru yang terhormat dan terpelajar dan pengkhotbah.11 7.2.2. Lindungilah perkawinanmu.10 7. karena engkau menuntun kami dijalan yang benar dengan pikiran yang mulia. Engkau hilangkan dosa manusia-manusia biasa. keluhuran dari keturunan.2. dari semua dosa itu. Guru pemberi rakhmat. Sam warcasa payasa sam tanubhiraganmahi manasa saduam siwena. Samindra no manasa nesi gobhih saduam suribhirmaghawantsaduam swastya. dan Reg Weda. Semoga kami memperkuat badan kami dengan brata brahmacari. Engkau hilangkan dosadosa yang dilakukan sendiri.

mengambil makanan bergizi. Kami mempersiapkan rumah ini untuk memudahkan engkau dan harta yang banyak-banyak untuk penggunaan bersama. Brahmana wahmana hawiduamsyasme dhata wasawo wasuni swaha. O guru yang berperilaku baik. Sam warcasa payasa tanubhiraganmahi manasa saduam siwena. Twasta sudatro wi dadhatum rayo. 7. yang menurunkan kesejahteraan. menghilangkan penyakit kebodohan.72. mempertahankan dengan usaha sendiri dan memeliharanya melalui bantuan orang lain. ia yang memberi kami pengetahuan yang baik. Suga wo dewah sadana akarma ya ajagmedaduam sawanam jusanah. O orang-orang yang terpelajar. yang telah mengumpulkan pengetahuan dari engkau.71.numastum tanwo yadwilistam.para Resi melalui kebijaksanaan dan kata-kata yang benar. pengendali kejahatan. selenggarakan yadnya dengan benar dan pertajam pikiranmu.2. kami telah memperoleh harta kekayaaan ini dengan tulus.73. memberikan pengetahuan kepada kami siang dan malam dari gudangnya yang amat luas dan menghilangkan penyakit dari tubuh kami 7.12 7. O Grihastin. Siapa yajamana itu? Dhata ratih sawitedam jusantam prajapatimidhipa dewo agnih. Yam yam a’waha usato dewa dewamstan preraya swe agne sadhaste. minum air bersih.2. memenuhi tugas kewajiban hidup dalam perkawinan dengan benar. berbuat menurut pendapatmu. yang memperbesar kesenangan. dan memberikan bergudang-gudang kekayaan kepada yajamana. semoga kami mendekati diantaramu. O orang terpelajar yang berpikiran mulia. Orang terpelajar yang berpikiran mulia. karena engkau patut mendapat penghormatan kami.74.2. penjaga atas harta ilmu pengetahuan. yang membesarkan anak-anak. O orang-orang yang kawin. 7. bujuklah mereka melalui orang yang berpikir agamis. Selenggarakan Yadnya dengan Benar. . Twasta wisnuh prajaya saduam rarana yajamanaya drawinam dadhata swaha. Memberi pengetahuan siang dan malam. pemusnah atas kegelapan dari kebodohan. Semoga engkau merakhmati dengan harta kekayaan yang banyak. Jaksiwaduamsah papiwaduamsasca wisswe’sum gharmaduamswaraswaratisthatanu swaha.2. engkau adalah sumber kebahagiaan bagi semua. yang melindungi segala sifat kedermawanan yang diperlihatkan kepada anak keturunanmu. bimbinglah engkau semua hidup kebahagiaan.

dua. empat dan delapan Purudasmo wisurupa indurantar mahi-manamananja dhirah: Ekapadim dwipadim tripadim catuspadimastapadim bhuwananu prathantaduam swaha. Mempelajari Weda dengan setulus hatimu.14 7. Samudre te hrdayamapswantah sam twa wisantwosadhirutapah. Mahi dyauh prthiwi ca na imam yajnammiksatam. Arwacinaduam su te mano grawa krnotu wagnuna. berkehendak untuk memenuhi kesenangan dan melakukan yadnya dalam rumah tangga.79. Yadnya mantra harus dilakukan oleh setiap kepala rumah tangga. Kerjakan Yadnya berumah tangga penuh dengan Weda Mantra Yajna yajnam gaccha yajnapatim gaccha swam yonim gaccha xwaha. berbuat dalam perbuatan mulia. pahami dengan sepenuh nalurimu. Yajnasya twa yajnapate suktoktau namo wake widhema yat swaha. A tistha wrtrahantratham yukta te brahmana hari. tampan dalam penampilan.77.2. Esa te yajno yajnapate sahasuktawakah sarwawitrastam jusaswa swaha. yang berkaki empat dan berkaki delapan.13 7. .75. Semoga engkau menikmati makanan. Upayamgrhito’ sindraya twa sodasina esa te yonidraya twa sodasine. Dalam tekenan kasih sayang.2. O suami yang patut dipuji dan yang sehat dan istri yang bersabar hati.7. buah-buahan dan air. dan pemberi kesegaran dan kemajuan spiritual keturunan. Ia harus mengajarkan kepada umat manusia tentang pengetahuan weda yang berkaki satu.78. O suami pengusir penderitaan. Layani rajamu. Piprtam no bharimabhih. O yajamana.2.2. penuh dengan weda mantra. kerjakan yadnya berumah tangga ini dengan benar dan adil. Orang berumah tangga yang mulia. yang berkaki dua. tiga. 7. yang penuh dengan sabda-sabda bimbingan mulia. yang berkaki tiga. penuh keagungan dan kuat dalam pikiran harus berharap untuk keberhasilan mengandung dalam hidup ini. O yang berumah tangga. Weda berkaki satu. dikendalikan oleh prana. Semoga engkau berdua menyediakan kami makanan dan pakaian. kerjakan kewajiban hidup dalam perkawinan dengan baik.2. Jinakkan pikiranmu yang murung dengan ucapan weda mantra. kami mendesak engkau melakukan kewajiban hidup dalam perkawinan dengan penuh keyakinan 7. hendaknya engkau mempelajari weda dengan setulus hatimu.76.

2. mengendalikan dan menaik. Engkau sesungguhnya dilengkapi dengan sifat-sifat yang diperlukan untuk hidup berumah tangga. Atha na indra somapa giramupasrutim cara.80.Orang yang telah kawin.2.15 7. Wahai manusia. Upayamagrhito ‘sindraya twa sodasina esa te yonirindraya twa sodaine O pelindung harta kekayaan dan pengusir musuh. memelihara tiga sinar cahaya yang cemerlang disemua ketiga zat-zat itu. kekar badannya dan cepat untuk membimbing engkau ketujuan. Prajapatih prajaya saduamrararanastrini jyotidumasi sacate sa sodasi. pusat penguasa yang kuat dan memberi perlindungan kepada engkau yang mulia.18 . ucapan yang benar dan ceritera ketuhanan dari weda. Ini adalah rumahmu.81. hiasilah kereta itu dengan kedua kuda pembiak itu. melayani memberi dan kemajuan. engkau adalah pengusir musuh dan yang memercikan kebahagiaan laksana mengusir awan. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup berumah tangga penuh kesejateraan dan enam belas ciriciri.17 7. Enam belas sifat dalam berumah tangga Yuswa hi kesina hari wrsna kaksyapra. Ceritera Ketuhanan dari Weda Idrasca samrada warunasca raja tau te bhasksm cakraturagra etam. Ini adalah rumahmu.16 7. Enam belas kala Yasmana jatah paro anyo asti ya awiweasa bhuwanani wiswa.82.2. Ia pemberi ke enam belas sifat-sifat itu. Kalau demikian. panjang umur. Ketahuilah permintaan kami disampaikan untuk permintaan kami. Dalam kereta kehidupanmu berumah tangga ini. pemberi rakhmat kepada seluruh dunia. Jinakan pikiranmu yang murung dengan ucapan weda mantra. mempunyai air dan kekayaan. Tayorahamanu bhaksam bhaksayami wagadewi jusana somsya trpyatu saha pranena swaha. semoga kami dipuaskan dengan kekuatan. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup berumah tangga penuh sejahtera dan enam belas sifat-sifat itu. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup berumah tangga penuh sejahtera dan enam belas sifat-sifat itu. Lakukan tapa brata untuk menjalankan hidup berumah tangga. adalah merupakan dua kuda yang dipelanai/dipasang plangka (diikat menjadi satu). yang telah memenuhi semua tempat. Sesungguhnya Tuhan. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup perkawinan penuh kesejahteraan dan enam belas ciri-ciri. kepada siapa tiada lain dilahirkan yang lebih kuasa. Engkau lengkapi dengan syarat-syarat yang diperlukan untuk hidup perkawinan.

Madhutamanam twa patmanna dhumoni. pemberi kesenangan. rendahkan orang yang menantang kami. O suami yang tidak beragama. Bhandanamtwa twa patmanna dhumoni. menggairahkan.2.19 7. Makna dan Fungsi Gayatri dalam Weda Upayamagrhito. terkenal karena berbuat baik. Weda Mengajarkan azas demokrasi Wi na indra mrdho jahi nica yaccha prtanyatah. Ajarkanlah saya pelajaran yang baik untuk memperoleh sifat-sifat mulia. Kukunananan twa patmanna dhunomi. tundukanlah musuh kami jauh-jauh. Ini semua adalah nama-namamu. O suami . untuk mengetahui sifat-sifat hakekat api dan pelistrikan.21 7. Sukram twa sukra a dhunobyayahnane rupe suryasya rasmisu. Chanda Anustup adalah gurumu. Eta te adhnye namani dewebhyo ma sukrtam brutat. Kami menerima engkau dilengkapi dengan kekuatan untuk memberi kebahagiaan dan mengusir musuh kami. Kami mendesak engkau untuk memberi kami kebahagiaan dan melenyapkan musuh-musuh kami.20 7.2. tidak dapat dilanggar. dapat dikasihi. demikianlah jatuhkan (musuh) kemartabat yang rendah. Untuk memperoleh sifat Mulia. tindakan-tindakan dan atribut-atribut. Suami yang Tidak Beragama. Yo asmam (2) abhidasatyadharam gamaya tamah. O suami yang berniat buruk.syagnaye twa gayatrachandasam grhnamindraya tristupshandasam grhnami Wiswebhyastwa dewebhyo jagacchandasam twa O raja mulia. o istri. madintamanam twa patmanna dhumoni. Bresinam twa patmanna dhunomo. Saya menerima engkau. Saya menerima engkau. saya menyalahkan engkau berkali-kali untuk mengejek istri orang lain yang sangat bersenang.85. O suami yang berpikir jahat. yang mengetahui Weda. dapat disanjung. O jenderal. yang menjelaskan chanda Jagati.2. Ide rante hawye kamye candre jyote’dite saraswati.83. ucapan engkau yang patut dipuji melenyapkan kebodohan kami. Sebagaimana matahari melenyapkan kegelapan. penuh pengetahuan.7. ia mencari-cari untuk melukai kami. Tindakan engkau ini adalah aturan permainan rahasiamu.86. saya memperingatkan engkau terhadap senggama dengan istri mulia orang lain. saya menjauhkan engkau dari mendekati istri-istri orang lain yang dermawan. yang mengetahui chanda Gayatri. untuk mendapatkan segala sifat-sifat baik. saya menghentikan engkau dari istri-istri orang lain yang lemah. terpuji. O suami yang tidak tetap pendirian.84. Upayamagrhito sindraya twa wimdha esa te yonindraya twa wimrdhe. Patut dipuji. patut untuk mendapat penghormatan.2. Kami telah menerima engkau untuk semua sifat-sifatmu itu.

putra Katya.89. Semoga yadnya ini dikendalikan oleh yang terpelajar. memuat enam macam pertanyaan yang isinya sebagai berikut: Sukses ca bharadwajah. Tesan chinaduam samwetaddahmi swaha dharmo apyetu dewan.2.87.2. bramanistha param brahmanwesamana esa ha wai tatsarwam waksyatiti te ha samitpanayo bhagawantam pipaladam upasannah.25 7. sukesa ca gargyah kasusalyascaswalayane bhargawe waidarbhih kalbandhi katyayanas te haite brahmapara. putra Bharadwaja. yang penuh kejantanan. saya memisahkan engkau dari istri-istri orang lain yang berbicara manis. O suami yang bodoh. keenam (putra dari enam Rsi) semuanya tan patuh penganut Tuhan (Yang Maha Esa). bermaksud hendak mencari ilmu Ketuhanan yaitu dengan cara menanyakannya kepada Resi Pilpalada pertanyaan tentang hal itu berharap bahwa beliau akan menjelaskannya. angin dan awan. Sama Weda samhita memiliki 16 kitab upanisad. O orang-orang yang terpelajar memahami. Sekesa. Tiga puluh empat Penyangga Yadnya. saibyas ca satyakamah. Tiga puluh empat dalam yadnya didunia ini. Indrasca maturrasca krayayopotthito’surah panyamano mitrah krito wisnah sipiwista urawasanno wisnurnarandhisah. bersahabat dan melingkupi semua benda-benda.2.2. saya melarang engkau melakukan senggama pada waktu subuh dan waktu matahari memancarkan sinarnya. 4). selalu bersinar cemerlang dihadapan kita dan mahir dalam fungsi tugas-Nya. Ketahui ia.22 7. Atharwa Weda samhita memiliki 31 kitab upanisad. Mereka menyangganya dengan memberi makanan. berjumlah 108 buah yang dibagi atas empat kelompok besar menurut jenis Sruti: 1).24 7. Ketahuilah Tuhan olehmu. Bhargawa dari daerah Waidharbhi Kabandhi. . Rg weda samhita memiliki 10 kitab upanisad. membawa kayu api untuk yadnya ditangan mereka. Penciptaan dan Penguasa. cucu Surya. Prasana Upanisad adalah Upanisad dalam kelompok Atharwa Weda. 3). 2). Satyakarma. pergi bersama kepada Resi Pilpalada. Catustriduamsattantawo ye wiatnire ye iman yajnaduam swadhaya dadante. Saya mempersatukannya dengan cekatan fungsi-fungsi dan kewajiban mereka yang berbeda.yang berhati batu.90. Seluruh kitab upanisad dan Aranyaka. untuk keberhasilan dalam transaksitransaksi dalam penggunaan listrik. Prasana Upanisad.88. Yayur Weda samhita memiliki 51 kitab Upanisad. Kausalya putra Aswala. Gargi. putra Sibi. Wayu Dananjaya yang patut dipuji.23 7. ada dalam jiwa kita. memberi makan dan memelihara Tubuh. Dhananjaya.

sa tapastatwa sa mithunamutpadayate Rayilmca pranam ca. Namun ada pula orang bijak yang lain mengatakan ia yang duduk diantara tujuh kereta yang mulia (karena ada tujuh macam sinar) yang ditopang oleh enam jerujinya (karena penyebab timbulnya enam macam musim). Penguasa atas segala makhluk yang ada. mereka yang sesungguhnya akan mencapai Suryaloka yaitu tempatnya sang cahaya atau Adityaloka yang berada di atas prana (kehidupan). sayur-sayuran. mengenal dirinya dengan cara pengetahuan yang benar pergi melalui utara yana. hujan. dimana jiwa bebas dari ikatan akhir dan mati. Sesungguhnya matahari disebut Pitara karena memelihara semua mahluk yang ada termasuk pohon-pohon. rerumputan dan seterusnya) dan disebut Pancapadam (berkaki lima) sebagai penyebab adanya empat musim dan disebut Dwadaksatri karena penyebab adanya dua belas bulan dan adanya bahkan jauh disebelah bulan dan bintang-bintang. Maso wei prajapatistaya krisna paksa ewa rayih. rayiwa atat sarwam yan murtacancamurttan ca Tasman murtirewe rayih. termasuk badan jasmani dan semua mahluk. berkeinginan lahir anak-anaknya. dimana Jiwa tidak akan kembali lagi melainkan mencapai moksa.Tasmai sa Howaca prajakamo wai prajapatih sa tapo’tapyata. Atheme anye u pare wicaksanam sapata cakre sadara ahurapitamiti. dengan memberi hidup kepada mereka sehingga mungkin kemudian mengembangkan dan memberi kelahiran pada makhluk-makhluk selanjutnya dari berbagai macam menurut jenisnya. yaitu zat baik yang tampak dan yang tidak tampak. lebih jauh dengan menjadikan kekuatannya dan melakukan karma yang benar dan dari padanya telah diciptakan dua pasangan badan yang berbeda. bebas dari rasa takut dan sebagai rakhmatnya yang tertinggi. Rayi sesungguhnya aspek matahari yang tampak. ity etan me bahudha prajah karisyata iti. Sesungguhnya matahari adalah sumber dari semua hidup (prana) dan bulan sesungguhnya adalah rayi. parayanam etasmanna punarawarttanta ityesa nirodhastadesa slokah. Athottarena tapasa brahmacary ena sraddhaya widyayatmanam awisyadityamabhijsysnte. buah. Musim semi. Mereka yang mencari Tuhan dengan cara tapa. . Etadwai pranamayatanametad amrta-mabhyametat. Tuhan. Aditya hawai prano rayirewa candramah. kekal abadi. Ini adalah nirodha atau tujuan dan sebagai petunjuk tentang ini ada sloka sebagai berikut: Pancapadam pitaramdwadaksaktrimdiwa ahuh pare arddhe purisinam. Ia (Pipalada) menjawab kepada penanya Kabadhi sesungguhnya. dan dingin. iman (dalam kebesaran dan kepada Tuhan). bramacari. panas. suklah pranas tasmadete rsyah sukla istam kurwanti itara itarasmin.

yayur Weda. Ia memasuki tubuh ini sesuai dengan pikirannya baik atau buruk perbuatan. Jiwa menetap dihati dimana didalamnya terdapat seratus syaraf. masing-masing lagi dibagi memiliki dua ribu sub cabang yang lebih kecil.Bulan disebut juga prajapati. dan Wayana. atraitadekasatam nadinam tasam satam satamaikasyam dwasaptatirdwasaptatih prati sakhanadisahasrani bawanyasu wynas’carati. demikian prana terikat pada atman. telinga dan pikiran semua senang dan mulai memuji prana (sebagai pemimpin dan menyangga yang sebenarnya dan pemulihan tubuh). manokrtena yatyasmin sarire. itu adalah Prana bergerak melalui kesemua itu. prana tampak bangkit dengan nagga (karena dipersilahkan) seakanakan pergi meninggalkan badan itu. rco yajudwamsi yajnah Ibarat jeruji dipasang pada porosnya roda sebuah kereta demikian pula halnya segala sesuatu ditetapkan dan digantungakan pada prana. Atmana esa prano jayate. tetapi ketika prana beristirahat. ibarat bayang-bayang mengiktui badan. karena dari lima belas hari raya (memberi hidup kapada materi) sedangkan lima belas dari yang terang adalah prana. mis Rg. telinga. mis lidah. Te’sraddadhana babhuwuh so’bhimanadurdhwamutkramata iwa tasmannukamatyathetare sarwa ewotktramate tasmanisca pratisthamane sarwa ewa pratisthante yadyattha maksika madhukarara janam utkramatam sarwa ewotkramante tasimin pratsithamane sarwa ewa pratisthanta ewam wad manascaksuh srotranca te pritah pranam sturwanti. demikian semua dewa-dewa yang disebut dalam badan itu tergantung dan mengikuti prana ini. Dapat memperlihatkan kebijaksanaannya yang bear atau sesorang tentara dapat memperlihatkan keberaniannya yang mengagumkan. Persis seperti semua kembang mengikuti permainannya dan berhenti dimana dia berhenti atau duduk. Yathaisa puruse chayaitasminnetadtatam Prana ini dilahirkan (karean alasan) dari atma (jiwa). Ara iwa rathanabhau prane sarwan ksatram brahmaca pratistham. Karena itu para resi melakukan ista yadnya pada masa sukla paksa. sedangkan yang lain-lainnya melakukannya pada waktu kresna paksa. Pada saat itu sang lidah. mata. yang lain juga beristirahat. dengan mana yang terakhir. Hady hyesa atma. mata. . Melalui prana dan pengendaliannya itu orang dapat belajar Weda sendiri. dalam hal ini. Yang dikatakan Dewa-dewa (dalam badan. pikiran dan sebagainya) tidak dipercaya kepada prana. Sama Weda (dan Atharwa Weda) dan dari itu orang dapat melkukan maha yadnya atauy orang-orang bijaksana dan terpelajar.Weada. melihat itu (prana) bergerak keluar.

surga. Sangat luaslah kekuasaanmu diantara Dewa-Dewa itu. Kedudukan tertinggi telah mereka capai. neraka atau kedunia manusia masing-masing menurut perbuatan mereka. Kemudian bumi menarik dan menambah apana seseorang. Syair : Gayatri Janiyanto nwagrawah putriyantah sudanawah. Brhntam garttamacate. Dhiyo yo nah pracodayat. Uta nah priya priayu saptaswasa sujusta. sedangkan Wayu menarik dan menambah nyawa seseorang. Rocanre rocana diwi. demikian mereka mencapai kekuasaan itu. satu disebut sumsumna melalui mana jiwa digerakkan keatas Udana dan dari situ keluar dari badan berbagai tempat yang berbeda. Tsbysntsrs yadakasah sa samano wayurwyanah. bertambah kuat. Papena Keluar dari banyak macam urat syaraf itu. yaitu penglihtan. Saraswati stomyabhut. . Karena itu tolonglah kami mencapai kerjayan itu kekayaan rakhani dan jasmani. Rtamrtena sapantesiram daksama cate. memberi hidup kesemua mahluk. Kami menjumpai Saraswan sebagai laki-laki yang tak beristri mengingini istri. Kedua Dewi. Semoga kami memperoleh kejayaan yang luar biasa dari sewa Sawitar. Adruha dewau warddhete. Saraswati telah memperoleh pujian kami. Sebagai orang-orang yang maha pemurah menginginkan putra. Prthiwiwyam ya dewata saita purusasya-panamawas.91.Athaikayordhwa udanah punyaina punyam papanubhabhabhyamewa mnusyalokom. Dengan hati-hati menundukkan hukum dengan hukum. Resi Wasistha. Yunjnti bradhnamarusam caratam pari tasthusah. Tatsawiturwarenyam bhargo dewasya dhimahi. Dewata: Saraswan. Matahari sesungguhnya terbit dalam bentuk prana luar. Ta nah caktam parthiwasya moharayo diwasya. Sesungguhnya ia tersayang ditengah-tengah alirannya air yang tersayang. saraswatam hawamahe. dengan mana mata dapat hidup. tujuh saudara perempuan rindu akan cinta mendalam. Semoga ia mengilhami doa kami.2. Dengan langit yang menhujani dan banjir yang melanda.26 Prana Alam semesta: Aditya ha wai bebyah wai bahyan prana odayatha hyenam caksusam pranamanugrhnanan. tidak penipu. Mahi wa ksatratam dewesu. Penguasa atas banjir itu turun dalam embun. Wrstidyawa rityapesaspati danumatyah.27 7. lokam nayati.

Dewata Agni-Dewa. Engkau buat sinar itu dimana cahya itu tiada dan membentuk wujud dimana wujud itu sendiri tidak ada. kuda yang kecoklat-coklatan dengan menggarakkan abah-abahnya yang kemilau. Wettha hi wedho adhwanah pathacca dewanjasa. dan Dewata. upacara yadnya yang mulia. Sa no mandrabhiradhwere jihwabhiryaja mahah. Resi Haryata Pragatha. A sute sincata criyam rodasyorabhi criyam. Mendorong para umatnya maju. Gayatri Twamagne yajnanam hota wicwesam hitah. Benih ciptaan yang ada telah saya peroleh. O agni. berani yang membawa Pahlawan seterusnya. Dhiya cakre warenyo bhutanam garbhama dadhe. Kuat. Wipro yajnasya sadhanah. dewata Agni-indra. susu yang dipanaskan yang mempercepat menuju kepada surga dan umi. Pada dua sisi kreta mereka pasang dua ekor kuda coklat yang ia sayangi. Daksasya pitaram tana. Tuangkan cairan itu. Luar biasa. Resi. Gayatri. Ia dibuat oleh pikiran. Kekal abadi. sebagai pengatur. Mitho nasanta jamibhih. O manusia diciptakan bersama dengan pajar. Widathani pracedayan. Agni Dewata. Ia yang Maha Tinggi adalah kekauatan yang aktif. Karena. sangat bijaksana dalam yadnya. Agne yajnesu sukrato. Coklat. dengan kekuatannya yang ajaib ia menuntun kejalan itu. Rasa dadhita criyam rodasyorabhi criyam. Ketum krnwannaketawe peco marya apecase Samusadbhirajayathah. Yunjantyasya kamya hari wipakasana rathe. Cona dhrsnu nrwahasa. Rasa dadhita wrsabham. Waji wajesu dhiyatedhwaresu pra niyate. Dengan demikian. membawa para Dewa dan memujinya. Barhaspatyo Bharadwaja. dengan suara merdu dilagukan untuk kami. engkau telah dijadikan Hotar itu pada setiap yadnya. Persembahkan cairan itu kepada banteng itu. Oleh para DewaDewa diantara suku-suku manusia.Mereka yang berdiri disekeliling Dia. engkau menegtahui langsung jalan-jalan itu dan cara-caranya. Ia dipimpin selanjutnya dalam upacara suci. Te janata swamokyam sam watsase na matrbhih. . Sesungguhnya. pendeta Hotar. A dewanwaksi yaksi ca. ia jalankan perbuatan yang sakti. Dewebhirmanuse jane. Hota dewo amatyah purastadeti mayaya. Pendeta yang menyempurnakan upacara.

sapi-sapi pada mengeluarkan susu bercampur madhu. Cunahcepa Ajigarti. Aham pratena cusmamiddadhe. saya memperindah nyanyian-nyanyian saya sebagai Kanwa. kerahim Engkau mengatakan keberuntungan kami yang baik kepada Dewa-dewa. Raja orang-orang pembrani. Wibhaktasi citrabhano sindherurma apaka a. Yatrabhi samnawamahe.Ini yang mengetahui tempat tinggal mereka. penjaga sapi. yang bersenjatakan guntur.as. Imamu su twa. Dan ini lagu kidung kami yang baru. Sunum satyasya satparim. Dari Bapak saya memperoleh pengetahuan yang dalam mengenai hukum yang abadi. Terpuji. Resi Watsa keluarga Kanwa. Ahamusya iwajani. Dewata Agni. laksana anak lembu disisi induknya. Ano bhaja parameswa wajesu madyamesu. Bagian harta yang ada diantara (kami). Saya dilahirkan seperti Matahari itu. Aha middi pituspari medhamtasya jagraha. Gayatri. Agni. Kuda-kuda yang coklat telah dikirim kemari. Yenedrah Dengan mengikuti kebiasan dahulu. mereka buat makanan pengganggu di surga. Untuk Indra. begitu ia dikenal. Dewata Surya-Indra. Bila mereka didapatkan ada dalam ruang bawah tanah? Resi. dewata indra. dekat. yang merah ada pada rumput suci. A harayah sasrjrirerusiradhi barhisi. janmana girahcumbhami kanwawat. hormat. dengan lagu. yang maha mulia. . sanim gayatram nawyamsam. Agne dewessu pra wecah. Dan Indra sendiri mendapatkan kekuasaannya dari padanya. Diama kami nyanyi bersama nyanyian-nyanyian kami. Melalapnya dengan taring-taringnya yang serakah. Sadyo dascusa ksarasi. Ye twamidra na tustuwur rsayo ye ca tustuwuh. gayatri. Resi Priyamedha Anggirasa. Abhi pra pra gopatim girendramarca yatha wide. Indra. O Agni. Untuk Indra . Putra kebenaran. cahaya. Berilah kami bagian harta kekayaan yang sangat tinggi. Indre agna namah swah. Mamedwardhaswa sustutah. seakan-akan gelombangnya sindhu Engkau mengalir cepat menuju pemuja. Engkau mengatur pahala-pahala itu.ala. Mereka datang bersama keluarga mereka. Indaya gawa aciram duduhse warjrine madhu. bagian harta yang sangat dekat kepada kami. Upa srakwesu bapsatah krnwate dharunam diwi. Gayatri. Ciksa waswo antamasya. Yatsimupahware widat.

Bawakan kami harta yang dikuasai terus. Gayatri Agnim hinwantu no dhiyah sapti macumiwajisu. Kirimkan itu kepada kami untuk mendapatkan harta. Dewa-Agni. A dewan waksi yaksi ca. Gayatri.Agni. Dewata-Agni. harta untuk menujang kami seterusnya. O Agni berilah kami harta yang pasti. harta yang banyak dalam bentuk kuda dan sapi. kekayaan. Agni yang patut jadi pilihan kami. . suci dan kudus. Dan kami akan menang tiap hadiah melalui dia. rakhmati kami dengan bantuan Engkau. Resi. Indra. Agne pawaka rocisa mandraya dewa jihwaya. penerima pesta atas persembahan. siapakah yang mengawasi matahari? Bawalah dewa-dewa itu pada upacara ini. Angdhi kham wartaya pawim. kami telah menghidupkan engkau. Gayatri. Kami mengharapkan engkau mandi dalam mentega. Resi Ketu Keluarga Agni. Minyaki lubang itu olehmu. A no agne sucetuna rayim wiswayu pasacam. pasukan yang banyak dimana kami akan mendapat Sapi untuk diri kami melalui pertolongan Engkau. dengan sinar cahyamu dan indahmu yang menyedapkan. Agung dalam yadnya.Agni. yang cemerlang. Wicwasu prtsu dustaram. atau telah memuji Engkau bertambah pula kekuasaan itu oleh pujian saya. Agni. Yaya ga akaramahai senayagne tawotya. Wicwasu dhisu wandya.Adapun juga yang Maha Resi tidak pujikan. Rakhmatmu menyebakan kami dapat hidup. Resi Atreya. Agni. Witihotram twa kanwa dyumantamsmami-dhimahi. O Agni. Tam no hinwa maghattaye. dipuji dalam semua doa kami. Agni. Bawalah olehmu Dewa-dewa dan memuji mereka. Semoga nyanyi-nyanyian kami mempercepat Agni maju laksana armada melaju dalam perlombaan. Limpahkan rajmat melalui kebajikanmu. Tam twa ghrtasnawimahe citrabhano Dewam a witaye waha. Awa no agna utibhirgayarasyaprabrahmani. Bila kidung dinyanyikan seterusnya! Ano agne rayim bhara sastrasaham wareyam. Dewa. O sinar yang cemerlang. O. Tak pernah terkalahkan dalam setiap pertarungan kami. putarkan roda itu. Agne sthuram rayim bhara prthum gomantamacwinam. Mardikam dhehi jiwase. Agne brhantama-dhwere. Resi Gotama keluarga Rahugana. Tena jesma dhanamdhanam.

Kaste jamirjananamagne ke dacwadhwarah. Engkau adalah sinar cahaya bagiu manusia. Apam retamsi jinwati. Sahabat yang sahabat dapat diharapkan. Resi Warupa Anggirasa.Agne naksatra. Resi Gotama keluarga Rahugana. Engkau telah membuat matahari. Ia percepat benih-benih air itu. Agni adalah kepala dan tinggi disurga. Tawajyatimsyarcayah. Resi wiswamitra Gathina. Agni? Siapa yang menghormati dengan yadnya? Kepada siapa tanggungjawabnya? Siapa Engkau itu? Twam jamijananmagne mitro asi priyah. bersemayam ditempatmu. Wrsnam twa wayam wirsan wirsanah samidhimahi. Yaja no mitrawaruna yaja dewam rtam brhat. Gayatri. indah dan mulai. Ko ha kasminnasi critah. . Bawalah mereka. Melihat penyanyi. bintang yang nanjak kelangit. Angi kuat dinyalakan baik. Udagne cucayastawa cukra bhra janta irrate. Idenyo namasyastirasmamsi darcatah. Agnirmyddha diwah kakutpatihprthiwya ayam. Menanjak keatas. tingkatkan sinarmu. Waruna. suci dan agung. penyanyimu. Bawalah mitra. bawalah Dewa-dewa itu. Agne didyatam brhat. Dewata-agni. Sinar cahayamu. Gayatri. pada upacara yadnya yang besar. Dadhajjyotirjanebbah. Stota ayam tawa carmani. Ircise waryasya hi datrasyagne swah patih. mendapatkan perlindungan dari pada engkau. Semoga saya. Agni. Agni. Jumpai untuk dihormati dan dimohon. Wrso agnih samidyate acwa na dewa wahanah. dinyatakan dengan baik.ajarama suryam rohayo diwi. pijar ditempat tinggi. Agneketurwisamasi presthah crestha upasthasat. bahkan laksana kuda yang membawa para Dewa. dewata Agni. Memberi rakhmat sinar kepada manusia. Siapakah keluargaan pada manusia. Agni. yang kuat. O Agni. Agne yaksi swam damam. Dewata Agni. memberikan dai hidup. menguasai hadiah-hadiah terpilih. Sakha sakhibhya Idah. terbaik. Keluargamu. pada rumah engkau. Sahabat yang engkau paling sayangi. gayatri. Twam hawismanta idato. pada manusia Agni. Ia juga adalah penguasa dunia. tersayang. Kemari. Bodha stotre wayo dadhat. Samagniridhyate wrsa. O Agni. Sesungguhnya Agni dewa cahaya. Manusia dengan persembahannya berharap kepadanya. memperlihatkan dalam indahan melalui kesusraman.

yang kuat. Yunjate mana uta yunjate dhiyo wipra wiprasya brhato wipasitah. Oleh Prajapati. . pikiran dan intleknya. dinyalakan dengan lembut. yang menempati sorga sebagai tempat tinggalnya. . dimana Angin yang kencang diredakan. kami pahlawan. semiga kita dengan melakukan konsentrasi pikiran. dapat memperoleh kekuatan untuk mencapai surga. Dengan pelaksanaan Yadnya. dapat didengar oleh Brahma.406) 7.Sang Api yang bersinar. Agnir yatrabhimathyate wayur yatradhirudhyate semo yatratiricyate tatra samjayate manah.berkenan memberikan sinar terangnya kepada bumi. untuk memperoleh kesunyataan. yang memperkuat kami. Yuktena manasa wayam deasya sawituh sawe suwargeyaya saktya. dimana Api. yang berjalan dijalan yang benar. dan intlek. kepada Brahman. pikiran. Wi hotra dadhe wayunawid eka in mahi dewasya sawituh paristutih.. Semoga doa dan puji kami. Engkau Agni. Puja dan puji kami persembahkan kepada Brahma yang paling kami muliakan. Yuje wam brahma purwyam nabhir wisloka etu pathyewa sureh srnwantu wiswe amrtasya putra a ye dhamani diwyani tastuh. Dengan mengkonsenkan indra-indra.92.setelah melihat Dewa Agni. Yuklwaya manasa dewan suwaryato dhiya diwam brhaj jyotih karisyatas sawita prasuwati tan. (Puja.Sang Surya yang sedang muncul dicakrawala itu. Dengan mengkonsentrasikan indra-indra pikiran dan intlek.2. seperti yang telah diucapkan oleh orng-orang suci yang bijaksana.1979:37. semoga Jiwa kami menjadi sempurna. Pemujaan Sawitri Yunjanah prathamam manas tattwaya sawita dhiyah agner iyotir nicayya prthiwya adhyabhacat. dan Air Soma dituangkan dengan tepat pada Piala Ritualnya. semoga Dewi Sawitri..Kami akan menyalakan Engka. yang bersinar-sinarnya tidak terbatas yang meliputi segala sesuatu. serta oleh Putera-Putera dari Yang maha Abadi. Dengan berkah dari Dewi Sawitri yang bersifatuniwersal. yang mengetahui gerak-gerik semua mahluk yang untelligen. bercahaya sangat agungnnya. semoga Dewi Sawitri berkenan memanifestasikan cahaya universal yang tidak terbatas itu untuk kesempurnaan kita. yang hanya secara sebdirian saja mampu mengatur yadnya yang diselenggarakan oleh para Brahmana (weda) yang telah mengkonsentrasikan indra-indra. Puja dan puji kami persembahkan kepada Dewi Sawitri yang maha bijaksana. .

Dengan persyaratan meditasi yang demikian itu. dengan indra-indra dan pikiran dikalahkan oleh Hati yang murni.Sawitra prasawena juseta brahma purwyam tatra yonim krnawase na hi te purtam aksipat. Dalam melakukan meditasi untuk dapat dengan Tuhan Yang Maha Esa. orang-orang yang bijaksana mampu mengendalikan pikiranya seperti seorang kusir kereta yang mahir mengendalikan kreta-kreta kudanya yang liar. Dustawa-yuktam iwa waham enam widwam mano dharayeta pramatah. dan kita dijauhkan dari terkena penderitaan. dan kepala. dan dengan mengatur pernafasannya. yang mula-mula tampak dengan mata batinnya adalah munculnya Brahman. serta kedudukannya tepat dengan bagian-bagian tubuh lainnya. yaitu ketiga tubuh bagian atas. yang bebas dari pandangan yang menyakitkan mata. Pranan prapidyeha samyukta cestah ksine prane nasikayo’ cchwasita. leher. apa bila telah berhasil. Dengan kemampuan menguasai indra-indranya. bebas dari api. orang-orang yang bijaksana dengan ber-Perahu-kan Brahman. . yang terlindung dari angin yang keras. marilah kita laksanakan Upacara Persembahyangan Brahman. dapat mengarungi samudra kehidupan yang dahsyat. Orang yang telah melaksanakan ajaran-ajaran Yoga. sesuai dengan ketentuan Ajaran Yoga. maka Jalan Kehidupan kita akan terbebas dari ikatan hasil Karma yang pernah kita lakukan. hendaklah dipilih tempat yag suasananya murni. yang teduh dengan pohon-pohon yang rindang. hendaklah telah diubah dan tepat untuk bertapa brata. Etani rupani purussarani brahmany abhiwyaktikarani yoge. jika dilakuakn dalam gua. Dengan membiasakan diri bersikap meditasi yang baik. orang-orang bijaksana dapat mencapai yang menjadi tujuan dengan hasil baik. Same sucau sarkawa sakara wahni waluka wiwarjite sabda jalasraya dibhih. bebas dari batu-btu krikil. yang telah dilakukan sebagai tradisi sejak jaman dahulu kala. Namo’nukule na tu cakcu pidane guhe niwatasrayane prayojayet. Dengan berkah dari Dewi Sawitri. yang gelombang-gelombangnya menakutkan itu. Nihara dhumarkanilanam khadyota-widyut-sphatika-saninam. berkeadaan tegak lurus. yang dekat dengan air. Apabila tingkah laku kita sehari-hari didasari dengan prinsip-prinsip persembahyangan tersebut. bebas dari debu. dan suara-suara yang terdengar hanya yang menyenangkan pikran. mengalahkan keinginan rendahnya. yang ciri utamanya Latihan Konsentrasi Pikiran. Tritunnatam sthapya samam sariram hrdindriyani manasa samniwesya. Brahmodupena pratareta widwam srotamsi sarwani bhayawahani. dada.

Keaktian-kesakstian tersebut dicapai. yang sifatnya abadi yang bebas dari ketidaktahuan. kristal dan bulan. yang semula ditutupi oleh awan ketidaktahuan yang gelap. Na tasya rogo na jara na mrtyuh praptasya yogagnimayam sariram. Apabila kesaktian Yogaguna dalam tubuh seorang Yogi. matahari. apabila orang telah dapat membakar badannya dengan api meditasi. pikiran tidak ternodai dengan keinginan-keinginan rendah. adalah berupa dicapainya keadaan-keadaan. masa tua. maka dia terbebas dari semua ikatan-ikatan. udara dan ether. air. yang penuh warna aneka ragam yang sangat indah. dalam orang mempraktekkan yoga. lalu dia dapat manunggal dengan Tuhan Yang Maha Esa (Brahman) serta bebas dari terkena penderitaan. telah membangunkan kesaktian-kesaktian Yogaprawtti penciuman surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada ujung hidung. halilintar. Tad watmatattwam prasamiksya dehi ekah krtartho bhawate wita-sokah. angin. rasa sakit dan kematian. perabaan surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada bagian tengah lidah. dan jarang buang air besar maupun air kecil. setelah dibersihkan menjadi mengkilat dan mengeluarkan sinar yang berkilaua-kilauan. Hasil pertama dari meditasi. Yadatma tatwena tu brahm-tattwam dipopamene’ha yktah prapasyet ajam dhruwam sarwa tattwair wisuddham jnatwa dewam mucyate sarwa pasaih. Yathaiwa bimbam mrdayo’paliptam tejomayam bhrarajate tat sudhantam. pengecapan surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada ujung lidah.yang berwujud sebagai kabut. dengan jalan memusatkan pikiran pada pangkal lidah. yang dari tertutup tanah. api. kunang-kunang. dan pendengaran surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada langit-langit di atas lidah. yaitu yang berhubungan dengan unsur: tanah. diprolehnya kemampuan dapat melihat berbagai warna yang indah dan bersinar-sinar. sehat. tetai yang manifest sebagai sebuah Cahaya yang amat terang benderang. bebas dari penyakitpenyakit. Lagutwam arogyam alolupatwam warna –prasadam swara-sau-sthawam ca. menjadi halus tutur bahasanya. yaitu keberadaan sifat-sifat Brahman yang tidak terlahirkan. berkepribadian yang mantap. memiliki wajah yang simpatik dan berwibawa. penglihatan surgawi. maka orangnya tidak lagi terkena sesuatu penyakit. Gandhas subho mutrg-purisam alpam yoga prawrttim prathamam wadanti. . cahaya. Prthwyapryatejo’nilakhe samutthite pancmake yo-gune prawrtte. Seperti segumpal emas atau segumpal perak. Setelah orang dalam melakukan meditasi telah mencapai titik dimana dia telah dapat menyadari dan menghayati tentang sifat Dirinya Ynag Sejati. setelah orangnya menyadari dan menghayati sifat Dirinya Yang Sejati. badan menjadi ringat. berkat latihan-latihan meditasi. mampu mencium bau-bau harum.

Ekaikam jalam bahudha wikurman. Yo dewa’gnau yo’psu wiswam bhuwanam awiwesa. ada didalam Air. widya/sidye nihite yatra gudhe ksaram tw awidya hy amrtam itu widya. sedang Ketidak-Tahuan bersifat tidak abadi. dan Brahman berperanan kembali sebagai Yang dipertuan Yang Maha Agung atas alam semesta. Dia terlahirkan yang pertama kalinya didalam rahim Hiranya Garbha. Untuk mencapai kesempurnaan. Beliaulah yang seakan-akan seorang Ibu. Pada Brahman Yang Maha Esa Abadi dan tidak terbatas itu. widyawidye isate yas tu so’nyah. yang ada didalam pohon-pohonan. yang ada didalam Api. mampu melihat makhluk di mana pun dia berada. hendaklah orang-orang mengontrol keduanya. itu seperti seorang Maha Dewa. seorang Maha Yogi yang telah mencapai Kesempurnaan. Dia diberi dibelakang semua mahluk. Hanya dia yang merupakan satu-satunya nyata. asmin ksatre samharaty esa dewah bhuyah srstwa patayas tathesas sarwadhipatyam kurute mahatma. yang menjadi Sang Maha Pengatur atas benih dan semua bentuk yang ada dialam semesta ini. karena Dia mampu mengambil wujud yang beraneka jenis. yang ada didalam Tanaman Obat-Obatan yang tumbuh setiap tahun. Dia mampu berada didalam diri semua mahluk.Esa ha dewah pradiso’nu sarwah purwo hi jatah sa u garbe antah. Pengetahuan Suci bersifat Abadi. Kemudian setelah datang saat penciptaan berikutnya. sampaikanlah penghormatanmu! Pujalah Dia!. Yo yonim adhitisthaty eko wiswami rupani. yang ada didaerahdaerah Hutan. yonis ca sarwah rsim prasutam kapilam yas tam arge jnair bibharti jayamanam ca pasyet. (Sudiarto. dan akan terlahirkan kembali. diciptakan kembai alam semesta dengan semua isinya. mencapai Pengetahuan Suci dan melenyapkan ketidaktahuan. terdapat Pengetahuan Suci dan Ketidak-Tahuan. yang telah memasuki Alam Semesta. Sesungguhnya Dia. serta berlaku sebagai Saksi atas keduanya. lalu setelah tiba saatnya menarik kembali Jala-Nya. yang dari dalam pikiranNya melahirkan Putera yang bijaksana. Sarwa disah udhwan ewam sa dewo bhagawan warenyo yoni-swabhawan adhitisthaty ekah. G Pudja. dan mengawasi kelahiran itu. Di arena Maya. . serta mampu melihat ke segala penjuru. yang belum manifest. Brahman setelah dengan berbagai cara melemparkan Jala Beliau. ya oshadisu yo wanaspatisu tasmat dewaya namo namah. yang Kesempurnaannya meliputi semua Alam. kepada Maha Yogi ini. Sa ewa jatah sa janisyamanah pratyam janamis tisthati sarwato-mukhah. Kepada seorang Maha Yogi yang seperti seorang Maha Dewa. 1992:20-27) Dwe aksare brahma pare tw nante. Dia telah dilahirkan.

serta diruang-ruang antara keduanya. Dan Beliau memasakkan benih-benih kehidupan yang ada di Alam Semesta ini. pacyam ca sarwam parinamayed yah sarwam etad wiswam adhisthaty eko gunan ca sarwam winiyojayed yah. Ya ca swabhawam pacati wiswayonih. sekecil dari tongkat pemacu hewan. serta dilengkapi dengan sifat-sifat kejiwaan lainnya. dapat menegluarkan sinar yang berkilau-kilauan. Sang Purusa yang diakruniai sifat-sifat tertentu. Sang Purusha menghayati kehidupannya secara berulang-ulang. Para Dewa dan para Resi yang hidup di zaman dahulu telah dapat menyadari dan menghayati keberadaan Beliau didalam dirinya. Atman itu yang dapat kita bayangkan sebagai sebesar ibu jari. Atman itu berkeadaan sebesar seperseratus ujung rambut dibagi seratus. demikian juaga Brahman yang menjdiYang DipertuanYang Maha Agung atau atas alam semesta. diatas. begitu pula dilengkapi dengan sifat-sifat atau kemampuankemampuan kejasmanian. Dengan ditempuhnya Ketiga Jalan. jika kita bandingkan dengan Brahman tmpak sangat kecil. Jalan Kebajikan. yang suci. sehingga mereka itu dapat memperoleh keabadian. kebesaran diri dan memiliki kemampuan dapat memutuskan sesuatu. tetapi memiliki kemampuan yang tidak terbatas. Tad weda-guhyopanisatu gudham. melakukan suatu kerja dengan mengharapan hasilnya. Walagra-sata-bhagasya satadha kalpitasya ca bhago jiwas sa wijne yas sa canantyaya kalpate. yaitu Jalan yang terwarnai Kejahatan. memerintah seluruh isi alam semesta dan menghidupkan benih-benih kehidupan. Dan Jalan Pengetahuan Suci. . serta menentukan sifat-sifat tertentu yang diperuntukkan bagi setiap jenis makhluk. Walaupun demikian. yang masing-masing memiliki kemiripan dengan Sang Maha Penciptanya. dan dibawah. tad brahma wedate brahma-yonim ye purwam dewa rsyas ca tad widuh te tanmaya amrta wai babhuwuh. Agustha-matro rawi-tulya-rupas samkala-hamkara-samanwito yah buddher gunenatma-gunena caiwa aragra-matro hy aparo ’pidrstah. yang wajib kita puja itu.Seperti Matahari yang memberikan sinar-sinarnya disudut-sudut alam. Brahman secara sendirian memerintah Alam Semesta dengan semua isinya. Pengetahuan Suci tentang sifat-sifat Brahman itu disimpan secara rahasia didalam kitab-kitab suci Weda dan Kitab-Kitab Suci Upanishad. Naiwa stri na puman esa na caiwayam napumsakah yad yac chariram adate tena sa raksyate. Gunanwayo yah phala-karma-karta krtasya tasyai wa sa copabhokta sa wiswarupas trigunas tri-wartma pranadhipas samcarati swa-karmabhih.

Atman dpat mengambil suatu wujud makhluk yang bagaiamana pun tubuhnya. Dia menjadi tampak keberadaan berbeda dari satu inkarnasi ke inkarnasi berikutnya. karean orangnya memakan makanan dan meminum minuman. sesuai dengan hasil karmanya. Wiswasyaikam pariwestitaram jnatwa dewam macyate sarwa-pasaih. Atman berinkarnasi secara berulang-ulang di dibeberapa tempat. pikiran. perabaan. memilih sebagai tubuh wujud yang kasar atau halus. Anady anantam kalilasya madhye wuswasya srastaram aneka-rupam. maka dia dapat bebas dari semua ikatan. Atman yang berinkarnasi sesuai dengan sifat dan karmanya. menganggap yang menjadi penyebab munculnya segala sesuatu yang ada itu adalah Alam atau waktu. tidak bersifat pria juga tidak bersifat banci. Bhawa-grahyam anidakhyam. yang wujud-wujudnya tak terhingga itu. Siapa yang telah dapat menyadari dan mengahayati kesunyataan Siwa yang berbahagia. rupani dehi swa-gunair wrnoti krya-gunair atmagunais ca tesamyoga hetur aparo ’pidrstah. kalam tathanye parimuhyamanah. dan mengalami kedewasaannya. maka dia akan dapat terbebas dari semua ikatan. prthwapya-tejo. sama seperti bahwa tubuh itu dapat mengalami pertumbuhan. . dengan mengambil berbagai tubuh. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan bahwa Brahman itu tidak berpermulaan dan tidak berakhir. penglihatan. Dengan menggunakan kemampua. jnah kalakaro guni sarwawid yah tenestitam karma wiwartate ha. yang menjadi sumber yang berjari-jarikan Enam Belas. maka dia akan mengetahui bahwa Brahman-lah yang menggerakkan Roda Alam Semesta itu. Beberapa orang bijaksana. ye widus te jahus tanum. Samkalpana-sparsana-drsti-mohair grasambhu-wrsty-atma wiwrddhi-janma karmanugany anukramena dehi sthanesu rupany abhi samprapadyate. Dewassyaisa mahima tu loke yedenam bhramyate brahma-cakram. yang masih diliputi oleh Maya. yang tidak bersifat material.Atman itu tidak bersifat wanita. Swabhawam eke kawayo wadanti. Yenawrtam nityam idam hi sarwam. Tetapi apabial dia sudah terbebas dari Maya dan sudah mencapai kesunyataan. bhawabhawa-karam siwam kala-srga-karam dewam. yang menjadi penyebab munculnya exsistensi dan non exsistensi.nila-khani cintyam. Sthulalani suksmani caiwa. dan dengan menhayati hawa-nafsu hawa nafsu. yang telah mencipta alam semesta dengan seluruh isinya. serta yang meliputi dan meresapi seluruh alam semesta.

Denagn berhentinya aktivitas kerjanya yang demikian itu. Penghancuran. bhawan ca sarwan winiyojayed yah team abhawe krta-karma-nasah karma-ksaye yari sa tattwato’nya. Siapa yang melaksnakan kerja sesuai dengan sifat-sifatnya. dan juga bahwa Brahman itu adalah Pencipta dan Pendukung Kebajikan serta Penghancur Dosa-dosa. Pinciptaan Kembali. Brahman setelah mencipta Alam Semsesta. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan bahwa Dia itu lebih besar dari pada Pohon Alam Semesta. Juga kegiatan penciptaan yang berhubungan dengan waktu intelek yang halus. maka dia akan dapat bebas dari ikatan-ikatan. Pemeliharaan. aklena caiwatmagunaisca ca suksmaih. yang terdiri dari: Tanah.Alam semesta dengan segala isinya. tattwasya tattwena sametya yogam ekana dwabhyam tribir asthabir wa. dan yang Maha Mengetahui. Adis sa samyoga-nimitta-hetuh paras trikalad akalo pidrstah tam wiswarupam bhawa-bhutam idyam dewam swa-citta-stham upasya-purwam. maka dia dapat manunggal dengan Brahman. serta kegiatan penciptaan kedelapan. dan keadaannya berbeda dari keduanya itu. yang keberadaanya ada dimana-mana. dan seterusnya. Brahman itu berada diatas tiga bagian dari waktu: masa yang telah lalu. yang menjadi Yang dipertuan atas waktu itu. Beliau adalah Sumber dari persebaban. yang menjadi Yang dipertuan yang . Tata karma krtwa winiwarya bhuyah. yaitu kegiatan ciptaan tunggal. dengan meletakkan hasilnya kepada Brahman. yang meliputi dan meresapi Alam semesta. Tetapi Beliau juga dapat manifest diluar waktu. kegiatan penciptaan yang kedua. Siapa yang memuja Brahman yang menjadi Sumber dari Alam Semesta itu. serta bahwa Brahman itu menjadi tumpuan dan bergerak Alam Semesta didalam mengalami Perputaran Roda: Penciptaan. bhagesam jnatwatmatwatmastham amrtam wiswa-dhama. Masa sekarang dan Masa yang akan datang. itu adalah Maha Pengatur seluruh isi alam semesta dan memekarkan semua Benih kehidupan. ayng secara berulang-ulang mengadakan penciptaan dan penghancuran. Beliau yang bersifat abadi.Air. Sa wrksa-kalakrtibhih paro’nyo yasmat prapancah pariwartate’yam. Dia adalah sumber munculnya segala sesuatu. maka hal itu berarti aktivitas kerjanya behenti. yang maha bijaksana. kegiatan penciptaan yang ketiga. sebagai yang ada didalam Hati Sanubarinya. Dharmawaham papanudam. dan lebih besar dari pada Sang Waktu. yang memiliki semua sifat-sifat. kemudian menggabungkan prinsip ROH dengan prinsip ZAT. Arabhya karmani gunawitani.Udara dan Ether itu dicipta dan dipeerintah oleh Brahman.

Brahman adalah Maha Penguasa yang menjadi Jagat-karana. Bahkan tidak ada sesuatu Lingga yang dapat menjadi Tanda Kehadiran Beliau di suatu tempat. Marilah kita puja Dia Maha Raja yang Maha Agung dari semua Raja Maha yang Maha Agung dari semua Dewa. Yang dipertuan yang Maha Agung dari semua penguasa. yang sanubarinya manusia merupakan tempat bersemayamNya. yang paling besar dari semua yang Besar. Brahman adalah menjadi penyebab munculnya segala sesuatu yang ada di alam Semesta ini. maka dia dapat menunggal dengan Brahman. yang keberadaannya ada pada diri setiap makhluk. dan yang ketiga sifat. Semoga Brahman. Aktivitas. widama dewam bhuwanesam idyam. Sumber Pengetahuan. na tat samas capy adhikas ca drsyate parasya saktir wiwidhaiwa sruyate swabhawiki jnana bala-kriya ca. Tidak ada yang menjadi Orang-Tua ataupun Raja bagi Brahman. yang mengeluarkan cahaya yang berkilau-kilauan.Maha Agung atas Alam Semesta. Tam iswaranam paramam maheswaram. Patim patinam parastat. Didalam Alam Semesta ini tidak ada seorang makhluk yang menjadi ahli yang kemampuannya melebihi Brahman. sa no dadhad brahmapyayam. sehingga saya dapat amnunggal dengan Beliau. yaitu: Kebaikan. yang meliputi dan meresapi seluruh bagian dari Alam Semesta. berkenan memberi berkah kepada saya. Eko dewas sarwa-bhutesu gudhas sarwa-wyapi sarwa-bhutan-tar-atma. yang keberadaannya di setiap diri maklhuk berlaku sebagi Sumber kekuatan. Na tasya karyam ca widyate. na karanam karanadhipadhipo na casya kasjjanita na sadhipah. Yas tantunabha iwa tantubhih pradanajaih swabhawatah dewa ekah swam awrnot. na cesita naiwa ca tasya lingam. Na tasya kascit patir asti loke. yang dalam memikir tanpa menggunakan pikiran. yang menjadi Yang dipertuan atas tingkah laku semua mahluk. dan bersifat abadi. . Tidak ada penguasa yang kuasanya melebihi Brahman. Karmadhyaksas sarwa-bhutadhiwasas saksi ceta kewalo nirgunas ca. dan Kegelapan diluar diri Beliau. yang merupakan inti batinya setiap mahluk. Pada diri Brahman itu tidak terdapat sebab-akibat. Tidak ada diseluruh alam Semesta ini tampak menyerupai Beliau atau yang mampu melebihi Beliau. dan sudah ada sejak makhluk itu dilahirkan. Kesaktian Beliau menapak dengan munculnya berbagai ragam wujud. yang dihasilkan oleh Pradhana-Nya. Sumber Penggerak. yang wajib dipuja sebagai Sang Maha Penguasa atas Alam Semesta. Marilah kita puja Brahman yang keberadaannya ada pada setiap makhluk. yang telah mencipta Alam Semesta ini. tam dewatanam paramam ca daiwatam. yang semisal labah-labah yang dengan benangnya yang keluar dari dalam dirinya.

Di Alam-Nya Brahman tidak perlu terdapat Matahari. Beliau memiliki sifatsifat yang sempurna. Bulan. sedang orang-orang lain belum dapat memperolehnya. Beliau adalah penguasa waktu. Eko hamso bhuwanasyasya madhye.Eko wasi niskriyanam bahunam ekam bijam bahudha yah karoti tam atmastham ye’nupasyanti dhiras tesam sukham saswatam netaresam. Beliau adalah maha mengetahui. Tam ewa bhatam anubhati sarwam. Nityo nityanam cestanas cetanam eko bahunam yo widadhati kaman tat karanam samkya-yogadhigamyam jnatwa dewam mucyate sarwa-pasaih. akan memperoleh Kebahagiaan Yang Sejati. serta adalah Penguasa atas Kesadaran yang terdapat pada diri setiap makhluk. Dia telah mencipta alam Semesta dengan seluruh isinya. sa ewagnis salile saniswitah tam ewa widitwatimrtyum eti. Sa wiswa-wid tma-yonir jnah kala-karo guni sarwawidyah pradhanaksetrajna-pati gunesah samsara-moksa-sthiti-bandha-hetuh. yang bagaikan seekor Hamsa yang berjalan di dunia ini. dapat terbebas dari kematian. dapat memberikan kepuasan atas keinginankeinginan yang diinginkan semua mahluk. tasya bhasa sarwam idam wibhati. Dia adalah Roh yang telah sempurna. nema widyuto bhanti kuto’yam agnih. selain melalui jalan yang telah ditempuh oleh Beliau yang berjalan di Jalan Suci itu. Karena Brahman itu berkeadaan di Alam Semesta pun menjadikan segala sesuatu di Alam Semesta ini menjadi mampu mengeluarkan sinar-sinarnya. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan ini. Beliau adalah yang dipertuan atas Pradhana. dan BintangBuntang untuk meneranginya. Orang-orang bijaksana yang telah dapat menyadari dan menghayati kehadiran Brahman di dalam diri sanubarinya. Dia adalah Maha Penguasa memerintah seluruh alam Semesta. Kiranya tidak ada jalan lain untuk mencapai Kebahagiaan Sejati. Adalah Maha Pemikir dari para Pemikir. karena Beliau hanya berlaku sebaga Maha Saksi. yang walaupun sendirian. Namun Beliau tidak perlu secara nyata-nyata aktif melakukan aktivitas Beliau itu. Beliau juga adalah Penguasa Triguna. dia akan terbebas dari semua ikatan. Na tatra suryo bhati na candra-tarakam. Juga disana tidak perlu Halilintar atau Api. Dia adalah semisal Matahari yang telah mampu membakar habis semua Ketidak-Tahuan. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Rahasia Agung yang tersimpan didalam Ajaran Samkya dan Yoga. Beliau telah menciptakan semua isi Alam Semesta dari satu benih. Beliau memahami seluk-beluk ciptanNya. Dia adalah paling abadi dari yang abadi. Beliau adalah Roh dari semua makhluk dan adalah Sumber dari segala sesuatu yang makhluk dan adalah sumber dari segala sesuatu yang ada di alam ini. Beliau adalah . nanyah pantha widyate yanaya.

sebab tidak ada seorang makhluk pun yang mampu melakukannya. Brahman itu tidak memiliki bagian-bagian. waktu yang selalu menjadi maha pengatur Alam semesta. brahma ha swetaswataro’tha widwan. Beliau adalah maha Pemelihara. tanpa memiliki kesalahan-kesalahan. Dia yang untuk sementara menifest sebagai eksistensi. tanpa terkena noda-noda. maka dia akan tidak akan berhsil. dan yang telah memberi kepadanya Kitab-Kitab Suci Weda. Melalui melakukan Tapa-Brata dan atas limpahan berkah dari Brahman. jika tanpa mempelajari ilmu Ketuhanan. Yada carmawad akasam westayisyanti manawah tada dewan awijnaya duhkhasyanto bhawisyati. Niskalam niskriyam santam nirawadyam niranjanam. tidak melakukan ssesuatu aktivitasaktivitas. bebas dari ikatan-ikatan dunia. dan maha Pelebur. . selalu menjadi Yang dipertuan atas Alam Semesta. Untuk dapat memperoleh kebebasan Spiritual. amrtasya param setum dagdhendhanam iwanalam. Kebahagiaan Yang sejati hanya dapat dicapai melalui mempelajari Ilmu Ketuhanan. dan sangat dihormati oleh Resi. Sa tanmayo hy amrta isa-samstho jnas sarwago bhuwana-syasya gopta ya ise asya jagato nityam ea-nanyo hetur widyate isanaya. Atyasramibhyah paramam pawitram. Sang maha Resi Swetaswatara dinyatakan sebagai yang telah dicapai tingkatan Spiritual Paramahamsa. yo waiwedams ca prahinoti tasmi tam ha dewam atma-buddhi-prakasam mumuksur wai saranam aham prapadye. prowaca samyagrsi-samgha-justam.Penganugerah Penyebab untuk dapat bebas dari penderitaan-penderitaan. saya berlindung kepada Brahman yang menjadi Penyebab dimanifesatsikanNya yang paling permulaan adalah Dewa Brahma. berkeadaan tetap diam. semisal memeras ether atau mengepres kulit. telah berusaha sekuat-kuatnya. bebas dari eksistensi. Yo brahmanam widadhati purwam. dn untuk mencpai kebahagiaan yang sejati. Beliau merupakan jembatan Emas menuju ke Pencapaian Keabadian bagi makhluk-makhluk. Walaupunorang untuk menghentikan penderitaan-penderitannya. bebas dari penderitaanpenderitaan. bersifat Maha Meengetahui. yaitu salah satu yang tertinggi dari kempat tingkatan Diksa. sebagai penjaga Alam Semesta selalu waspada menjaganya setiap waktu. Tapah-prabhawad dewa-prasadac ca. tetap bersifat abadi. Dalam melenyapkan dosa-dosa yang ada pada diri makhluk-makhluk berkeadaan sebagai Maha Api yang membakar kayu-kayu apinya.

akan berwajah yang berseri-seri. yang dengan tulus memuja Brahman dan menghormati Guru. Tuhan Yang Maha Esa adalah Abadi (tak terhancurkan) dan dia adalah pelindung yang ulung. Brahma dewam anu ksiyati brahma daiwajanir wisah. Misteri yang paling dalam dan paling agung dari Ajaran Wedanta. Brahman Menciptakan bumi ini. yang ada di alam semesta. Tuhan Yang Maha Esa. 7. Sweta Swatara Upanisad. Tak seorangpun mencapai kebahagiaan tanpa mengetahui Tuhan Yang Maha Esa yang bagaikan ayah. Brahman menempatkan langit di atasnya. (1982:53-63). ’Aku (Tuhan Yang Maha Esa) menciptakan langit dan bumi. prakasante mahatmanah. isanam Indra tasthusah. Brahma jajnanam prathamam purastat Hyang Widhi Wasa adalah pertama-tama. tasyaite kathita hy arthah. hendaknya jangan diberikan kepda orang-orang yang masih belum mampu menguasai hawa-nafsu hawa-nafsunya. . walaupun dia anak laki-laki kita atau siswa kita yang kita cintai. agar mereka dapat mengetahui dan dapat mengamalkan Ajaran Kitab Suci Upanisad ini. Tuhan Yang Maha Esa bersamayam didalam wujud sebagai para dewa. Aku menciptakan musim-musim dan tujuh buah sungai. aham rtun ajanayam sapta sindhun. Isanam asya jagatah swardrsam. bersemayam pada media-media yang suci. Brahmana bhumir wihita brahma dyaur uttara hita brahma-idam urdhawam tiryak cantariksam wyaco hitam. Atharwaweda. Kepada orang-orang yang berjiwa luhur. prakasante mahatmanah. Brahmedam anyatnaksatam brahma sat ksram ucyate. yang telah diberikan oleh Brahman kepada kita di zaman dahulu kala. Yasya dewa para bhaktir yatha dewe tatha gurau. Aham jajana prthiwim uta dyam. Satas ca yonim asatas ca wi wah Sang Hyang Widhi Wasa memperlihatkan keaslian segalanya apakah terwujudkan ataukah tidak terwujudkan’ Ya ime dyawa jajana Sang Hyang Widhi Wasa menciptakan langit dan bumi.Wedante paramam guhyam purakalpe pracoditam naprasantaya datawyam naputrayasisyaya wa punah. hendaknya kita berikan rahasia Ajaran Kitab Suci Upanisad ini.93.2. yang mempercayai sepenuhnya kepada Brahman. Brahman menempatkan eilayah tengah yang luas ini di atas dan dijarak lintas.

Orang Bijaksana yang suci membayangkan (memwisualisasikan) Tuhan Yang Maha esa yang berdiam dalam hati. Wenas tat pasyat paramam guha yat. dan binatang. hidup bahagia. Orang bijaksana mengetahui Tuhan Yang Maha esa/Sang Hyang Widhi Wasa dengan sarana penebusan dosa. . Tuhan Yang Maha Esa adalah Aryaman. manusia. Se ewa mrtyuh so-amrtam Tuhan Yang Maha Esa adalah (penguasa) kematian dan Tuhan Yang Maha Esa adalah kekekalan. (Tuhan Yang Maha Esa adalah Agni (api). sa rudrah sa mahadewah. yatredam brahma kriyate paridhir jiwanaya kam.Brahma-enad widyat tapasa wipascit. So agnih sa u suryah sa u ewa mahayamah. Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Agung disembah dengan teguh untuk kemakmuran semua. Na dwityo na trtiyas caturtho napi-ucyate. Twam Indras twam mahendrah (Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan Yang Maha Esa tidak dipanggil yang kedua. Setiap orang. Waruna. Yad ekam jyotir bahudha wibhati Ada satu Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung yang bercahaya. Rudra dan Mahadewa. Surya (Matahari) dan Maha Yama (Dewa kematian) So-aryama sa warunah. Upo te badwani yadi wasi nyarbudam Semua bentuk yang tak terkira banyaknya dihubungkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung. tidak yang ketiga maupun yang keempat Se esa eka ekawrd eka ewa Tuhan Yang Maha Esa adalah satu dan hanya tunggal (Esa) Sarwe asmin dewa kkrawrto bhawanti Semua para dewa menjadi satu di dalam Dia. kuda-kuda. Dia bersinar dalam bentuk yang berbeda-beda. Engkau adalah Indra dan Mahendra) Sarwo wai tatra jiwati gaur aswah purusah pasuh. termasuk sapi betina.

Tat sambhuya bhawati-ekam ewa Brahman adalah inti (permulaan) alam semesta dan segalanya. Skambha idam wiswam bhuwanam a wisesa. Dia juga menggenggam atmosfir (lapisan udara yang meliputi bumi) yang luas ini. baik dimasa lampau. menjadi seragam dengan dia. Brahman Skhamba meliputi seluruh alam-semesta. Sa widyat brahmanam mahat. Tuhan Yang Maha Esa ada dimana-mana. Samani yasya lomaniatharwangiraso mukham.Skambho dadhara dyawaprthiwi ubhe imk skambho dadhara-uru-antariksam Brahman yang menyokong dan menggenggam langit dan bumi kedua-duanya. Yah sramat tapaso jatah Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Agung disadari dengan ketekunan dan penebusan dosa. dimasa kini maupun dimasa datang. Alam semesta yang sempurna ini diberi makanan oleh Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Sempurna. ada didalam Sang Hyang Widhi Wasa. Asac ca yatra sac ca-antah Segalanya. Yo bhutam ca bhawyam ca sarwam yas cadhitidthati. Pumat purnam udacati purnam pumena sicyate Alam semesta yang sempurna berasal dari Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Sempurna. Sampasyan yati bhuwanani wiswa . Dia berbahagia sepenuhnya. Dia yang mengetahui benang yang saling hubungan dari alam-semesta. apakah ia dimanifestasikan (diwujudkan) ataukah tidak dimanifestasikan (tidak terwujudkan). yang dilarutkan. swar yasya ca kewalam tasmai iwesthaya brahmane namah. Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung. Sutram sutrasya yo widyat. Samaweda adalah rambut-Nya dan Atharwaweda adalah mulut-Nya. Regweda dan Yayurweda berasal dari Dia. Yasmad rco apataksan yayur yasmad apakasan. Kami menghaturkan persembahan (korban) ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung (Mahkluk Agung itu). Mengenal Sang Hyang Widhi Wasa Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung.

yac ca-anyad upadesyam. Balad ekam aniyaskam ute-ekam naiwa drsyate. dan membekali saya dengan kekuatan-kekuatan yang berasal dari diri beliau. bimbinglah saya. Yo marayati pranayat. semoga hari ini. yasmat prananti bhuwanani wiswa Sang Hyang Widhi Wasa menghidupkan dan menghancurkan. Segala macam zat memasuki tubuh manusia seperti misalnya kebijaksanaan. Tuhan yang Maha Esa Yang Maha Agung (Makhluk Teragung). tiga dan tujuh. Do’a agar ajaran-ajaran Suci yang dipelajari terpatri dalam sanubari Dengan pola Trisapta. Tetapi dari yang paling halus dan dewata yang meliputi semuanya (yaitu Iswara atau Jiwa Agung) adalah satu-satunya obyek (tujuan) dari cinta. tetap seperti ujung-ujung busur itu didekatkan dengan ditariknya tali sekuat-kuat. Sang Hyang Widhi Wasa memasuki tubuh manusia dan Dia menjadi raja tubuh itu. pengetahuan praktis. atau tiga kali tujuh. 1996: 169-182). Bentangkanlah perlindunganMu kepada saya. Rgweda. menjadi semua bentukbentuk kehidupan. membakar. Samawedda dan Yajurweda. Kekuatan kehidupan manifes. O yang dipertuan Atas kebaikan. semoga kekuatan- . Widyas ca wa awidyas ca. Yang satu (yaitu sang Mula Prakrti) adalah bahkan lebih halus dari pada rambut dan yang lain (yaitu jiwatman atau jiwa individu) adalah tidak dapat dilihat. dan dapat menyatu dengan sanubari saya. Iyam kalyani-ajara martyasya amrta grhe. (Titib. Yang dipertuan Atas Sabda-Sabda berkenan memberi tugas kepada saya. serta semoga saya senantiasa dapat ingat akan ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari.Sang Hyang Widhi Wasa-Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung bergerak mengamati seluruh alam smesta Sariram brahma prawis at sarire-adhi prajapatih. semoga kekuatan-kekuatan hubungan diri saya dengan diri beliau. datanglah kemari bersama-sama dengan Para Dewa. yang menjadi jumlah tak terhingga. Dewa yang kekal dan bertuah ini (yaitu Sang Jiwa Agung) bertempat tinggal di dalam tubuh manusia yang fana. dan setiap pengetahuan yang harus diajarkan.28 O yang dipertuan Atas Sabda-Sabda. tatah pariswajiyasi dewata sa mama priya. Dia adalah sumber penghidupan seluruh alam semesta. Semoga yang dipertuan Atas Sabda-Sabda yang menguatkan hubungan dari saya dengan diri Beliau. Sariram brahma prawisad rcah sama-atho-yajuh.

karena mengisap banyak air. yang berkekuatan seratus kali lipat. atau tombak. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. tariklah tali busur kehidupan kami! Kuatkanlah tarikanmu itu sekuat batu! Dengan kekuatanmu yang hebat itu. karena mengisap banyak air. Yang dipertuan atas Sabda-Sabda. anugrah dari Mitra. Obat dengan menggunakan batang rumput Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. Pada saat-saat Sang Lembu sedang membelai pohon-pohon. semoga di bumi. O Indra. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. yaitu bumi dengan banyak aspek-aspeknya. O. karena mengisap banyak air. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. Datanglah kemari.kekuatan itu dapat selalu berada didalam diri saya senantiasa dapat ingatkan Ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari. semoga di bumi. dengan kekuatan dari Beliau itu. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. anugrah dari Parjanya dengan kekuatan dari Beliau itu. yang menjadi Ibundanya. semoga saya dapat dipersatukan dengan ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari. anugrah dari Parjanya dan kami mengetahui dengan baik. Semoga saya tidak ditinggalkan oleh Ajaran-Ajaran Suci itu. Seperti bahwa diantara Surga dan Bumi itu terdapat pohon bambu. singkirkanlah jauh-jauh orang-orang yang berniat jahat kepada kami serta orang-orang yang membenci kami. nyanyikanlah lagu penyembuhan dengan terompet gelagah yang menggetarkan irama merdu. Kami mengetahui gelagah SangAyah. pancaranmu mengalir dengan deras. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. Do’a Penyakit Kencing menjadi Sembuh dengan rerumputan. anugrah dari Waruna. pancaranmu mengalir deras. pancaranmu mengalir deras. semoga saya-lah yang engkau pilih sebagai tempat persinggahanmu. yang berkekuatan seratus kali lipat. dengan kekuatan dari Beliau itu. yang berkekuatan seratus kali lipat. O Penarik tali busur kehidupan yang mahir. yang diatasnya mengisap banyak air. . Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. atau senjata-senjata lainnya. demikian juga smoga batang gelagah itu menjadi penghalang penyakit dan pengaruhpengaruh jahatnya. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. jauhkanlah kami dari serangan panah. semoga di bumi.

dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. yang mengalir dengan lancar itu.Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. . anugrah dari Sang Bulan. yang berkekuatan seratus kali lipat. semoga semua penghalangnya menjadi lenyap. dengan kekuatan dari Beliau itu. semoga di bumi. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. semoga semua penghalangnya menjadi lenyap. seperti itu semoga aliran kencingnya si sakit menjadi deras. seperti itu juga aliran kencingnya si sakit menjadi deras. anak-anak perempuannya menyelenggarakan upacara Yadnya. yang mengabung menjadi satu. pancaranmu mengalir deras. aliran kencingnya si sakit menjadi deras. seperti air itu tidak tahan lagi dihalang-halangi dalam gerakkannya menuju ke laut. saya menyelenggrakan persembahyangan dengan memercik-mercikan air suci yang saya ambil dari Sungai Sindu yang suci. Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. semoga dapat menjadi tauladan mengalir air kencingnya si sakit. semoga semua penghalang menjadi lenyap. karena mengisap banyak air. dengan kekuatan dari Beliau itu. semoga di bumi. semoga semua penghalang menjadi lenyap. Seperti panah yang terlepas dari busurnya. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. karena mengisap banyak air. Semoga penghalang aliran air kencing si sakit menjadi tidak kuat lagi. Saya pecahkan yang menjadi penghalang aliran air kencing si sakit. yang dapat menjadi minuman bagi sapi-sapi saya. dan yang menjadi sahabatnya Sang Surya. Kedua saluran air kencing-Mu. seperti kalau orang memecahkan bendungan air. sesuai dengan tugasnya masing-masing. Saya memohon turunnya Air Surga. untuk persembahan Para Ibu melaksanakan kewajibannya di bidang agama. Do’a mensucikan air. dengan kuatnya melesat meninggalkan busurnya. semoga seperti yang kepunyaan-Mu. yang berkekuatan seratus kali lipat. kita harapkan dapat meneruskan Yadnya kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. pancaranmu mengalir deras. anugrah dari Sang Matahari. dengan mencampur susu dengan madu. seperti itu semoga aliran kencingnya si sakit menjadi deras. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. Mahkluk-mahkluk yang menghuni sebelah sananya matahari. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit.

segar dan kuat. 1983:3-9). o Sang Air ada dalam periuk air. Pendeta pemberi cahaya. karena engkau sangat baik hati. Air Yang Suci. o Sang Air yang ada di rawa-rawa. agar engkau cepat memunculkan sifat-sifat sucimu. yang telah mampu mengendalikan diri dalam penguasaan terhadap benda-benda. dan hari-hari depan yang cerah-lah yang menjadikan kami melaksanakan upacara pensucian air ini. lindungilah badan saya. air suci ini dapat menjadikan kuda-kuda saya dan sapi-sapi saya berkeadaan senantiasa sehat.94. berilah kesejateraan. dengan jalan meminumnya. dengan semangat yang tinggi segairah dan sebahagia Ibu yang menimang-nimang anaknya. O. sehingga saya dapat melihat dalam banyak tahun. kuat dan terkenal Engkau. 7. harta dan kebajikan terpuji. o Sang Air yang datang dari udara. tentulah engkau mau menjadikan kami berkeadaan yang segar kembali dan tampak gembira dan bahagia. (Sugiarto. air kehidupan didalam air suci ini terdapat daya penyembuh terhadap penyakit-penyakit. terlindungi. semoga daya-daya kesembuhan dan kesehatan yang berasal dai Air Suci ini dapat memancar dan mengalir masuk kedalam diri kami. semoga air suci yang bersifat ke-Tuhanan ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit kami dapat mensejahterakan kami. . Soma berkata kepada saya bahwa Air Suci itu dapat menjadi sarana penyembuh bagi semua penyakit. dan panjangkanlah usia saya. saya memohon kesembuhan dari penyakit. Perasaan aman. O Sang AirYang Suci. Didalam Air Suci.2. Engkau adalah Dewe yang cemerlang. Air Yang Murni. melalui air suci ini. Sama Weda Agne tawa waye mahi bhrajante arcayo wibhawase. berlah kami kesejahteraan . o Sang Air yang ada di dalam sumur. Engkau beri pemuja itu dengan kekuatanmu itu. o Sang Air yang ada di lemah-lembah berilah kami kesejahteraan. berilah saya kekuatan penyembuh. dan didlam Api Suci. O Agni. nyalamu menjulang tinggi. bahkan juga yang telah mampu menguasai manusia. Dengan pertolongannya. berilah kami kesejahteraan. Brhadbhano cawarsa wajamukthyam dadhasi dacusa kawe. Atharwa Weda. dan taruhlah berkah keselamatan dari Tuhan Yang Maha esa melalui dirimu! Dari Sang Air Suci. Kami akan membuat engkau puas. Agni berkata kepada saya bahwa Api Suci itu dapat menjadi sarana penyembuh bagi semua penyakit. cepatlah engkau menjadi air suci. o.Didalam air suci ini terdapat Amerta. Berilah kami kesejahteraan.

O yang maha pemurah. dinyalakan pada waktunya. Dewata yang suci. banyak bentuk. O Jataweda. Orang-orang telah meletakkannya dihadapan mereka. putra perkasa. Iskartraranadhwarsaya pracetasam ksayantam radhasomahah. Yang merupakan hubungan persahabatanmu adalah menurut pilihanmu. sisnawa dade. O Dewa yang abadi. Agni menyebar meluas sebagai pengausa atas segala yang hidup: beri kekayaan kepada kami. agni. semua dilakukan. kuat. Irajyannagne prathayaswa jantubhirasme rayo amartya. Ratim Saya muliakan Pendeta itu. ramah. Twam Percikan adalah hitam dan gemercik. Sa darcatasya wapuso wi rajasi prnaksi darcatam kratum. turun-temurun manusia mengungkapkan-nya dengan lagu-lagu pujian. Yasya twam sakhyamawita. Agni. dengan telinga mendengar. pensuci yang kemilau. tampak kepada semua orang suci. engkau hubungkan rapat-rapat dunia dan surga. dalam kidung nyanyian-nyanyian kami yang benar. Engkau mengunjungi kedua Ibunda. Twe isah sam dadhurbhurriwarpama ccitrotayo wamajatah. dengan kemilauan yang sempurna itu Engkau mengangkat dirimu sendiri dalam sinar. Engkau bersinar dari keindahan wajahmu yang tmpak. Urjonapajjataweah sucastibhirmandaswa dithibhirhitah. bersenanglah Engkau sendiri. Crutkarnah saprathastamam twagira daiwyam manusa yuga. Taca drapso nilawandaca rtwuyaindhanah mahinamusamasi priyah ksapo wastusu rajasi. Engkau antar kami kepada kekuasaan yang maha indah. Engkau memberi rakhmat kebaikan dan banyak makanan. Engkau. Padamulah mereka tumpukan berbagai macam bali. wamasya subhagam mahimasam dadhasi sanasim rayim.Putro matara wicarannupanasi prnskdi radosi ubhe. yang sangat terkenal. penolong yang menakjubkan mereka itu. Engkau beri kekayaan yang mendatangkan keberhasilan. yang mempunyai harta berlimpah dibawah pengawasannya. Rtawanam mahisam wicwadarcatamagnim sumnaya dadhire putre janah. Ia melakukan dengan bantuanMU yang membawa dia banyak putra-putra pemberani dan mengerjakan perbuatan-perbuatan besar. . Dengan sinar yang cemerlang. Engkau bercahaya dalam kemilauan di waktu malam. keturunan mulia. memberi bantuan sebagai seorang anak. Engkau adalah teman tercinta bagi Fajar yang agung.Pawakawarcah cukrawarca anunawarca udiyarsi bhanuna. untuk memperoleh rakhmatnya. Pra so agne tawotibhih suwirabhista rati wajakarmabhih. yang mengatur jalannya yadnya.

Surya adalah Cahaya. Namah sakhibyah purwasadbhyowe namah saksamnisebhyah. Gayatram traistubham jagat. pujilah. kepada Dialah dikatakan Soma ini. Hymne yang kudus mencintai Ia yang bangun dan melihat. Hymne Jagati. Dewa oksami cakrite. Begitu waktunya tiba. dari sebagai benih mereka yang tumbuh-tumbuhan telah terima. bentuk yang sempurna dan bersatu. demikian pohon-pohon dalam hutan dan tumbuh-tumbuhan mengandungnya dalam diri mereka dan menghasilkannya terus-menerus. Indra adalah Cahaya. Agni inilah yang berinduk pada air membawa kehidupan. Suryo jyotirjyotih suryah. Agnirjagara tamrcah kamayantesgnirjagara tamu samani yanti. Agnirindraya pawate diwi cukrowirajati Mahisiwa wi jayate. Agni menjadi cemerlang untuk Indra. Telah menjadikan Dewa-dewa sahabat yang dikenal. Yo jagara tamayam soma aha tawa ham asmi sakhye nyokah. O Agni. Cahaya adalah Indra. Cahaya adalah Agni. Saya pergunakankalimat berkaki seratus. Kepada Dia yang jaga itu syair kudus ini datang. Jadi dalam hal seperti itu. Yune wacam catapadim. Gayatra. saya menyanyi apa yang Gayatra. . Gayatram traistubham jagadwiswa rupani sambhrta. Yo jagaraga tamrcah kamayante yojjagara ramu samani yanti. kembalilah lagi dengan kekuasaan. Saya mengasuh dan membuat tempat tinggal saya dalam persahabatanMu. saya mengasuh dan dijadikan tempat tinggal saya sebagai persahabatannya. Soma ini berkata kepada Dia yang bangun dan melihat. Panururja ni warttaswa punaragna isayusa. Yune wacam catapadim gaye sahaswawartani. Cahaya adalah Surya. Agni mengawasinya. Agni adalah penjaganya. Tristup.Tamosadhirdahire farbhamrtwayam tamapo agnim janayanta matarah. Saya pergunakan kalimat yang berkaki seratus. Tristup. kembaliah Engkau lagi. Agni adalah penjaga dan Richas mencintainya. lagu-lagu Saman mendekatinya. dan syair Jagati. Agni adalah Cahaya. Ia memancarkan cahaya lebih cemerlang di langit. Agnirjagara tamayam aha tawa hamsmi sakhye nyokah. Ia kirimkan keturunannya laksana seorang permaisuri. Tamit samanam wannacca sirudhoantarawaticca suwate ca wicwaha. Agnirjyotir agnirindro jyotirjyotirrindrah. Pujilah sahabat yang duduk dihadapan. Selamatkan kami dari penderitaan dan kesengsaraan. Punarnah pahyamhasah. kepada ia yang didudukkan bersama.

Mhe ranaya caksase. Yadindraham yatha twamiciya waswa eka it. Dengan dirimu sendiri. Wata a watu bhosajam cambhu mayobhu no hrde Pra na ayumsi tarisat. Yadaham gopatih syam. ya. Stota me gosakha syat. menggerahkan hati kami. Ucatiriwa matarah. Karenya tolong kami olehmu menuju kekuatan. . penyangga semua yang mengalir. Tasya no dhehi jiwase. kepada para pemuja yang memeras air soma. Abhi waji wicwarupajanitram hiranyayam bibhradatkam suparnah. O Watra. baliklah kembali membawa harta. Wata. Engkau Saudara kami dan sabahat kami. Semoga wata meniupkan paramnya kepada kami. meyehatkan. Gamacwam pipyusi duhe. Tasma aram gamamawo yasya ksayaya jinwatha. Pemuja saya harus kaya dengan sapi Sikseyamasmai disteyam cacipate manisine. Berilah kami sebagian dari embun yang amat suci. Uta wata pitasina uta bhratota nah sakha. Wiswapsnya wiswataspari. Ya dade wata te grhe amrtam nihitam guha. Suryasya bhanumrtutha wasanahpari swayam medhamrjro jayana. O Dewata yang Maha Kuasa. Berilah kami karenyanya agar kami dapat hidup. dariMu. O Indra. penguasa tunggal atas semua gart. Kebaikanmu adalah dalam melimpahkan banyak lembu dan sap. Yang se. Saya akan tiada pilihan untuk memoperkuat dan memperkaya pendeta itu. Apo janayatha ca nah. Seandainya saya ingin seperti Engkau. Dhanusta indra sunrta yajamanaya sunwate. peercikan olehMu kepada kami dari segala penjuru. Sebagai seorng ibu yang merindukan yang tercinta. Yo wh siwatamo rasastasya bhaja yateha nah. Karenya berilah kami kekuatan agar dapat kami hidup. Semoga Ia perpanjang hari-hari hidup kami. yang engkau miliki. So no jiwatawe krdhi. Seadainya saya penguasa ternak sapi. engkau pembawa kesehatan dan rakhmat. Berlimpah-limpah Amrita terdapat jauh disebrang sana. Sesungguhnya Apah. Indra. Karena Engkau kami senang hati pergi kepadanya. O Agni. Apo hi stha mayobhuwasta na urje dadhatana. yang tempat tinggalnya mempercepat kami dengan apah.Saha rayya ni warttasuagne pinwaswa dharaya. memberikan kami yang menjadi kekeuatan.oga kami peroleh dengan penuh kebahagiaan. Engkau Bapa kami.

benih dari pencari jalan yang giat. Dipakai pada saat waktunya disertai sinar Surya. Sahasradah catada bhuriwa dhartta diwo bhuwanasya wicaptih. meumbuhkan keagungannya. Sangkratndanenamnimisa ekawirah catam sona ajayat sakamudrah. menyerang dengan cepatnya. dengan mata yang tidak berkedip. telah memperoleh yadnya sendiri. Bhanuh cukrana cocisa stritrye cakre rajasi priyani Bila laksana percikan Ia datang mendekat ke samudra. menggerakan manusia. Pemberi banyak hadiah dalam ratusan. Urddhwe gandharwo adhi nake asthatpratyangcitradasyayudhani. . Hiranyapaksam warumasya dutam yamasya yonan cakumam bhuwanyum Mereka memandang Engkau dan lam meerindukan semangat mereka.Pasukan berkuda memakai bermacam bentuk. menyenangkan dalam dirinya yang cerlang cemerlang. sebagaimana seekor burung yang bersayar kuat yang naik menuju ke langit. burung Garuda memakai pakian keemasannya ditempat kelahirannya. Ayam sahasra pari yukta wasanah suryasya bhanum yajno dadhara. ribuan penunjang surga-surga. Tegak. Ia telah memakai ribuan jubah yang sesuai menurut dirinya. Drapsah samudramabhi yajjati pacyan grdhrasya widharman. Barbagai macam bentuk benih Ia letakkan dalam air. Ia menjerit keras. melihat dengan mata ruwah. memperlihatkan kepada kami berbagai macam senjata. Engkau yang bersayap keenam. sebagai yadnya penyangga sinar sang Surya. Diangkasa. sebagaimana undang-undang pemerintahan. Pahlawan tunggal. utusan Waruna. (demikian) Indra mengalahkan ratusan musuhnya dengan segera. cemerlang yang dikumpulkan dimukan bumi dan disitu berkembang. membuat kejayaan yang maha tinggi. menakutkan. Gandharwa telah mendaki ke surga. Nake suparnamupa yatpatantam hrdantam hrdawenanto abhya caksata twa. Kecemer-langannya. Wasano atkam surabhim draca kam awarna nama janata priyani. Berpakian manis dan indah dilihat. merah. burung yang mempercepat sampai ke tempat Yama. Cepat. Anatarakse swam mahimanam mimanah kanikranti wrsmo acwasyaretah. laksana banteng yang mengasah tanduknya. Acuh cacino wraabhe na bhimo ghanaghanah ksbhannaccasaninam. menguak. Apsu retahcicriye wiswarupm teyah prthiwyamadhi yat samabhuta. karena sebagai cahya melahirkan bentuk-bentuk menyenangkan kepada kami.

saudrasaudara. Ducyawanah prtanasadayudhyo asmakam sena awatupra yutsu. Ikutilah Dia. penakluk engkau pahlawan. Tinggalkan dirimu sebagai pahlawan dan laksana Indra ini. berjaya. Brahaspate pari diyai rathena rakse hamityam apabadhumanah. memberi laki-laki dan pahlawan. Indra yang kuat. pembangkit peperangan. semoga Ia melindungi pasukan kami dalam peperangan. terbang dengan keretamu kemari. Prabhanjantsenah pramrno yudha jayannasmawamedhyawita rathanam. pemenang sapi. dhrsna. sekarang. Dengan raungnya yang keras. abhisatwa sahajo jatwasahoja jaitramirdra rathama tistha gawit. tidak terkait. berlengan kuat. kuat dan garang. penakluk dalam pertarungan. putra penakluk. pemusnah. Abhigotrani sahasa gahamannodayowirah caramanyurindah. Sa isuhastaih sa nisanggibhirawaci sam srasta sa yudha indro ganena. selalu waspada. pemenang pembrani. somah. Indra. sukar untuk mengalahkan. Balawijnayah sthawirah sahaswanwaji sahamana urgrah. teguh. Abhawiro Sang (Yang) jelas oleh kekuatanMU. pemenang dalam peperangan. pahlawan tak mengenal belas kasihan dengan kemarahan. bersenjatakan petir. naiki kreta penaklukMu. Indra. Imam sajata anu wirayadhwamindram sakhayo anusam rabhadwam. Jadilah pelindung kereta kami. Gotraidan gawidam wajrabahum jayatamajma pramrnan prmartamojasa. pemenang sapi. pemecah belah pasukan. menembus kandang-kandang sapi dengan kekuatan yang tidak terkalahkan. memanahkan panahnya dengan baik. Indra asam nota brhaspatirdaksina yajnah pura etu Dewasennanamabhibhanjatinam jayntinam maruto yantwagram. Jaya dalam perang. Ia memerintah bersama Dia yang memagang senjata dan menaklukkan Indra yang bersama pasukannya membawa rombongan bersama penakluk musuh. perlihatkan kesungguhan dan keberanianmu. Brihaspati. yang menumpas satu pasukan dan dengan kekuasaannya memusnahkannya. tak tergoyahkan dan tak terlawan. Peminum Soma. pembunuh raksasa. pejuang terkemuka. . yang tangannya memegang panah. dengan busur panah yang kuat. sekarang. Golok bagi kedai-kedai.Sankrtandenamisena jisnuna yuktkarena duccyawanena Tadinddadrena jayata tatsahadhwam yudho nara isuhastana wrsa. penakluk segala. Sam srstajit somapa bahucardhyu gradhanwa pratihitabhirasta. usirlah musuh kami jauh-jauh.

raja Waruna. O pembunuh Writra. Ya Dewa-Dewa. Sembunyikan dan benamkan mereka kedlam kegelapan yang tak ada ajalannya sehingga tidak seorang dari mereka dapat mengenal satu dengan yang lain. Biar pasukan Maruta berjalan paling depan. Amisam cittam pratiolobhyayti grhanangganyapjwe parehi. mendekat O Maghawan. Mendesak kekuatan tenaga kuda. O Ogha. lindungi kami dalam pekik serangan. Asau ya sena marutah paresamabhyeti na ajosa sparddhamana. Engkau tangkap badn mereka dan berangkat. bakr hati mereka dengan panah. Semoga orang-orang pembrani kami dalam perang memang dalam serangan. pahala dari yadnya. Dewa-Dewa yang berpikiran mulia yang menyebabkan dunia gemetar. semoga Indra menjadi ahlawanMu yang pasti. Pasukan musuh yang berjuang dengan seluruh kekuatannya. Semoga Indra menolong kami bila bendera-bendera kami telah berkumpul. Pekik Dewa-dewa yang memang mengangkat tingitinggi. yang mendahului mereka. O Pahlawan. manamsi. wah carmayacchatu. pimpinlah merekaini. senajata kami merangsat semangat pahlawan perang. Mahamanasam bhuwanacyawanam ghoso dewanam jayatamudhasthat. . Jadilah kami sebagai Tuan rumah yang kuat bagi Indra yang Maha Kuasa. Indrasya wrsno warunasya rajna adityanam marutam cardha ugram. dan biar keriuhan kreta yang menag perang menanjak. Aswasrta para pata carawye brhahnasam cite. jayalah panah pasukakkan kami. demikian musuh kami menetap dalam kegelapan. Brihaspati dan Soma. Asmakam wira unttare bhawantwasmam udewa awata hawesu. Seranglah mereka. Urga wah santu Majula. Asmakamidrah samretstesu dhawahaswasmakam ya iswsta jayantu. Uddharsaya maghawannayudhanyut satwanam mamakanam Udwartahanwajinam warjinanyudrathanam yantu ghosah. Gacchamitran pra padyaswa mamisam kam ca nocchisah. Abhi prehi nordaha hrsu cokairandhenamitrastamasa sacatam Membingungkan perasan musuh kami. Preta jayata nara indro bahawejnadhrsya yathasatha. Tam guhata tamasapawratena yataitesamanyo anyam sa janat. Marut dan Aditya. Engkau menyebabkan bulu tegak. O Maghawan. Pasukan Dewata yang menaklukkan dan menghancurkan. Kuat dan menakutkan senajatmu. tak seorang dapat melukai dan mengenaiMu. menagkan hari itu.Indra.

Kirim kebawah ke daerah kegelapan ia yang mengusahakan untuk melukai kami. Wi manyumindra Usirlah Raksasa dan musuh itu jauh-jauh. Ubhau tamindra Pasukan musuh ini. tidak ada penghilang dosa di kemudian hari untuk mereka. . kenakan mereka di rumah dan biar tidak seorang pun yang timggal hidup. Yatra banah sampatanti kumarara wicikha iwa. rendah hatilah orang yang menentang kami. Amitra senam maghawannasmanchatru wrtrahannagnicca dahatam prati. Biar burung ruwah dan burung-burung yang kuat mengejar mereka. yatimabhi. patahkanlah olehMu taring Writra itu berkeping-keping. yang datang laksana pertunjukan dalam peperangan. Kangkah suparna anu yantwenam grdhranamannamasawastu sena. semoga Aditi melindungi kami dengan baik. Pergi menuju musuh itu. O Pembunuh Wrrtra. kalahkanlah mush kami jauh-jauh. yaccha prtanyatah. Tau yunjita prathamau yoga agate yabhyam jitamasuranam saho mahat. melindungi kami dengan abik sepanjang hari. O Indra pembunuh Writra. O Maghawan. hanu ruja. dipertajam oleh doa-doa kami.Lepas dari tali busur melayang naik anak panahmu. biar tidak satupun yang selamat. Kuat dan selalu muda senjata Indra. diamna Asura yang besar lagi kuat dilemparkan. Ya biar poasukan itu menjadi mangsa burung ruwah itu. dengan nyalamu.biar burung-burung yang mengkutinya dikumpulkan. Yang pertama ini biar ia gunakan bila peerlu harus datang kepada kami. Indra. Wi na indra mrdho jahi nica abhidasatyadharam gamaya tamah. brhanamaspatiraditih carmayacchat wicwaha carma yacchatu. tak pernah ditundukakkan. Marmani te warnane cchadayami soamstwa rajamrtenanu Urorowariyo warunaste krnotu jayantam twanu dewa madantu. Wi rakso mrdho jahi wi wrtrasya wrtahannamitrasyahbhidasatah. Engkau Indra dan Agni. wastam. menemuainya. Biarpun disana semoga Brahmanaspati. Indrasya bahu sthawirau yuwanawanadhrsyau supratikawasahyau. jujur tak terkalahkan. Yo asmam O indra. kalahkanlah amarah musuh yang mengancam kami. Maisam macyoghaharacca mendrawayamsyenananu samyantu sarwan. Tatra ne Disana di mana anak-anak panah berterbangan laksana anak kecil yang rambuntya belumm dicukur.

Brahmanaspati memberikan rakhmatnya Pudja (1979/1980:500521) 7. Srkam samcaya pawimindra tigmamwi catrun tadhi wi mrdhonudaswa. Brihaspati memberi kami rakhmatnya. semuga kami mencapai umur yang ditetapkan oleh Tuhan. Swasti na indre wrdracrawah swastinah pusa wicwawedah. Semoga Tarksya dengan windunya yang tak terlukakan merakhmati kami. Waruna memberi Engkau apa yang telah banyak dan dalam kemenanganMu biar para Dewa-dewa bersenang. Bhadram karnebhih crnuyamadewa bhadram pasyemaksa bhisyayatrah.2.Bagian Engkau yang terpenting telah aya tutupi dengan baju pelindungmu. Swasti nastarksyo aristanemih swasti no brhaspatirdadhatu Termasyuh jauh dan meluas. Mengasah wajraMu dan pisaumu yang tajam. Samkhya Darsana . Siap yang akan membunuh kami. Engkau telah mendekati kami datang dari tempat jauh. Semoga Indra membunuh yang paling baik dan yang itu bila menyalakan Agni telah menyerang engkau. Athirairanggasis-stuwamsastanubhirwyacenahi deahitam yadayuh. Andha amitra bhawatacirsannohaya iwa.95. bahkan laksana ular yang tak berkepala. Ya nah sworano yaccanisthyo jighamsati. Pusam merakhmati kami. senajata terdekat dan pertahanan terdekat. O musuh saya akan menjadi buta. Dewastam sarwe dhuwantu brahma warma mamantaram carma warna mamataram. apkah ia musuh ynag asingatau salah atu dari kami. kau tumpas musuh itu dan mengkocar-kacirkannya meerka yang membenci kami O Indra. semoga Indra merakhmati kami. penguasa atas semua kekayaan. Semoga Dewa-dewa membuatnya tidak tenang dai itu. semoga mata kami melihat apa yang baik. Perlindungan saya yang paling dekat adalah do’a. menjubahi Engkau dengan RajaSoma yang abadi. Yang Suci. semoga telinga kami mendengar apa yang suci. Mrgo na bhimah kucare giristhah parawata a jagantha parasyah. O Dewa-Dewa. Memujamu dengan tangan dan badan yang kuat. Tesam wp agninunnanamindo hantu waramwaram. Laksana binatang buas yang menakutkan menegmbara di hutan.

yang berkembang atau mengasilkan (prokaroti) sesuatu yang lain. Sistem Samkhya umumnya dipelajari setelah sistem Nyaya. Baik Purusa maupun Prakti adalah Sat (nyata). seperti keberadaan yang sesungguhnya. karerna secara pasti ia menekankan dualitas dan pluralitas. Prakrti dan Purusa adalah Anadi (tanpa awal) dan Ananta (tanpa akhir. namun terdapat suatu sistem tiruan yang diawali dari satu tattwa atau prinsip mula-mula yang disebut Prakrti. yang mendahului apa yang dibuat dan berasal dari kata “Pra” (sebelum). Prakrti merupakan si pelaku dan si penikmat. karena mengajarkan bahwa ada Purusa atau Roh yang banyak sekali. tak terbatas) Ketidak beradaan (Aviveka) antara keduanya merupakan penyebab adanya kelahiran dan kematian. Anumana (penyimpulan) dan Apta Vakya (penegasan yang benar). Rajas dan Tamas. Istilah Samkhya juga dipergunakan dalam pengertian “Vicara” atau “Perenungan filosofis”.Pendiri dari sistem filsafat ini adalah Sri Kapila Muni. karena semua . yaitu Sattvam. Samkhya menggunakan 3 sistem atau cara mencari pengetahuan kebenaran. yaitu: Pratyaksa (pengamatan langsung). Kata “Apta” artinya “pantas” atau “benar” yang ditujukan kepada wahyu-wahyu Veda atau guru-guru yang mendapatkan wahyu. yang dikatakan sebagai putra Brahma dan Avatara Visnu Kata “Samkhya” itu sendiri artinya “jumlah” dan sistem ini memberikan sejumlah prinsip-prinsip alam semesta yang sebanyak 25 buah. sehingga nama Samkhya tersebut sangatlah tepat. Perbedaan antara Purusa dan Prakrti memberikan Mukti (pembebasan). Purusa bersifat Asanga (tak terikat) dan merupakan kesadaran yang meresapi segalanya dan abadi. dimana para filsuf Barat juga sangat mengaguminya. dan “Kri” (membuat mirip dengan Maya dari Vedanta. Prakerti merupakan sumber dari alam semesta dan ia juga disebut sebagai Pradhana (pokok). Seperti telah disinggung didepan. karena ia merupakan sistem filsafat yang hebat. Prakrti artinya “yang mula-mula”. yang tersusun dari atas materi dan rohani yang memiliki atau terpengaruh orah 3 guna atau sifat. Pada sistem Samkhya tak ada penyelidikan secara analitik kedalam alam semesta. yang merupakan susunan menurut topik-topik atau katagori-katagori. Samkhya menyangkal bahwa suatu benda dapat dihasilkan dari ketiadaan.

di mana 5 Udara vital dihasilkan pikiran dan organ indra. Keeratan hubungan seperti nyala api. Ketiga guna tersebut tak pernah berpisah dan saling menunjang satu sama lain. karena dalam penghancuran. yaitu tidak mempercayai adanya Tuhan atau Isvara. Ia membentuk substansi Prakrti. para pengikut sistem filsafat Samkhya menyatakan bahwa tak perlu adanya pencipta yang cerdas atau bahkan satu kekuatan yang mengatasinya yang secara jelas bertentangan dengan sistem filsafat Vedanta. sedangkan Purusa merupakan subyek saksi. Akibat dari pertemuan antara Purusa dan Prakrti timbullah ketidak seimbangan dari tri guna tersebut yang menimbulkan evolusi atau perwujudan. Karena itu. yang menirukan data-data indra kedalam pengamatan dan dalam hal ini pikiran mengambil bagian. seperti seluruh keberadaan pepohonan yang dalam keadaan terpendam atau tertidur dalam . Dalam sistem ini tak ada sesuatu hal sebagai penghancuran total. yang merupakan prinsip yang menciptakan kepribadian. Sistem filsfat Samkhya disebut sebagai Nir-Isvara Samkhya atau Samkhya tanpa Tuhan. baik dalam pengamatan maupun kegiatan. Samkhya menerima teori pengembangan dan penyusutan. yang membawa perintah-perintah dari ke hendak melalui organ-organ kegiatan (Karma Indriya). dimana sebab dan akibat merupakan keadaan yang belum berkembang dan pengembangan dari satu substansi yang sama. Prakrti berkembang di bawah pengaruh Purusa awal dari evolusi Prakrti adalah Mahat atau Kecerdasan Utama.akibat ditemukan padanya dan ia juga merupakan sumber dari segala benda. jadi hanya itu saja masalahnya. yang merupakan penyebab alam semesta dan selanjutnya muncul Buddhi dan Ahamkara. Jadi gambaran sentral dari filsafat Samkhya adalah akibat benar-benar ada sebelumnya di dalam penyebabnya. akibat terbawa menjadi penyebab. Dari Ahamkara muncullah Manas atau pikiran. serta saling bercampur. sehingga sifatnya Atheis. Penciptaan berasal dari Prakrti yang ada dengan sendirinya dan tak ada sangkut pautnya dengan Purusa tertentu yang menjadikannya. Dalam sistem Samkhya tak ada Prana Tattwa yang terpisah. baik yang merupakan konsep ataupun yang merupkan (Sankalpa-Vikalpa). Badan (perwakilan) merupakan milik dari ahamkara. minyak dan sumbu pada sebuah lampu. Guna merupakan obyek-obyek.

(iii) Hasil (Vikrti). Samkya menguraikannya sebagai berikut: Dari pertemuan antara Purusa dan Prakrti. Ahamkara. karena penghentian terakhir dari 3 macam penderitaan tersebut merupakan akhir tujuan kehidupan. karena menjadi sumber dari 5 dasar halus atau tanmatra. yaitu: yang didalam (Adyatmika). Tujuh (7) prinsip berikutnya. Menurut filsafat Samkhya. Purusa atau Roh. misalnya demam dan penyakit lainlainnya. tetapi juga dihasilkan dari pengembangan Prakrti. demikian pula seluruh alam raya ini ada dalam keadaan tertidur dalam Prakrti yaitu Avyakta (tidak berkembang) ataupun Avyakrtta (takterbedakan). dan yang diluar diri manusia atau mahluk lain (Adhibhautika). Samkhya memberikan suatu uraian katagori-katagori yang didasarkan pada ketepatan produktif masing-masing. banjir. yang merupakan benih alam semesta. karena purusa tanpa atribut. yang memiliki sifat-sifat kebajikan pengetahuan. Jadi keseluruhan tattwa atau prinsip itu adalah: Purusa. sperti sengatan kalajengking. Penyelidikan terhadap sistem filsafat ini adalah untuk menemukan cara menghapuskan 3 macam penderitaan. Manas. akan mencapai kebesan. . disamping merupakan hasil. Ahamkara. 10 organ persepsi dan penggerak. Buddhi merupakan produktif. 5 unsur (bhuta). (ii) Produktif dan hasil (Prakrti-Vikrti). yaitu kecerdasan (buddhi). dan (iv) Bukan produktif maupun hasil (Anubhayarupa).benih (biji). Ke-16 prinsip berikutnya. ia juga produktif. hanya merupkan hasil yang tak dapat menghasilkan substansi pokok lain yang berbeda dengan dirinya. timbulah Mahat (yang agung). seperti: panas. diamna segi psikologinya disebut Buddhi. serta penyakit akibat kelahiran. mereka yang mengetahui ke 25 prinsip tersebut. gigitan ular dsb. yang bersifat surgawi atau diluar kekuasaan manusia (Adhidaivika). Prakrti atau Pradhana (pokok) merupakan produktif murni dan sumber dari semuanya. 5 tanmatra. yaitu: (i) Produktif (Prakrti). geledek dsb. pikiran dan 5 unsur (bhuta). Ke-4 klasifikasi ini termasuk 25 prinsip atau Tattwa. Prakrti. kekuatan (Ahamkara) dan 5 tanmatra (dasar halus) adalah hasil dan produktif. dingin. bukanlah hasil ataupun produk. karena kekuatan (ahamkara) berasal dari pengembangannya. Akibat atau hasil tidak berbeda dengan materi penyusunannya. Buddhi. yaitu 10 organ (persepsi dan gerak).

Tugas Manas adalah untuk mengkoordinir rangsanganrangsangan indra. pendegaran. yang menyebabkan segala sesuatunya memiliki latar belakang sendiri-sendiri (kepribadian). sedangkan segi kosmisnya merupakan subyek dan obyek yang masing-msing berdiri sendiri. dan mengaturnya sehingga menjadi petunjuk dan meneruskan kepada Ahamkara dan Buddhi. Kesepuluh indra ini tak dapat diamati tetapi berada di dalam alat-alatnya yang tampak dan harus dibedakan dengan alat-alat itu sendiri. penciuman. yaitu: Pada tahapan pertama berbentuk unsur halus (panca tan matra). Perkembangan kejiwaan pertama setelah Ahamkara adalah Manas yang merupakan pusat indra yang bekerja sama dengan indra-indra lain mengamati kenyataan diluar badan manusia. sari raba.tidak bernafsu. merupakan asas kosmis sedangkan Buddhi merupakan asas kejiwaan. yaitu zat halus dari segala proses kecakapan mental untuk mempertimbangkan serta memutuskan segala hal yang diajukan oleh peralatan yang lebih rendah. daya untuk memegang. yaitu: penglihatan. sari warna. daya untuk membuang kotoran dan daya untuk mengeluarkan benih. Ahamkara dan Manas secara bersama sama disebut sebagai peralatan bathin atau Antahkarana. yiatu: sari suara. yang merupakan sas individualisasi atau keakuan. yang disebut unsur dan perkembangannya melalui 2 tahapan. Selanjutnya perkembangan kejiwaan yang ketiga disebut sebagai Karmendriya atau lima organ penggerak yaitu: adya untuk berbicara. yaitu sperma dan ovum. Buddhi. Perkembangan kejiwaan yang kedua adalah Panca Indra persepsi (Buddhendriya atau Jnanendriya). Sebaliknya Manas juga bertugas untuk meneruskan putusan kehendak Buddhi kepada peralatan indra yang lebih rendah. sehingga Buddhi merupakan unsur ke-jiwaan yng tertinggi atau instansi terakhir bagi segala perbuatan moril dan intlektual. . yang merupakan segi jiwani ahamkara tersebut. Perkembangan fisik mengasilkan asas dunia luar. daya untuk berjalan. sari rasa dan sari bau. Perbedaan antara Mahat dan Buddhi adalah sebagai berikut: Mahat. Dari Buddhi timbulah Ahamkara. perasa dan peraba.

bumi dengan gununggunungnya. yang kesemuanya merupakan perubahan prakerti. bukan . Pada diri Purusa hanya berfungsi sebagai penonton atau saksi. Didepan telah dinyatakan bahwa Purusa keadaannya berlawanan dengan Prakrti. Semua ini bersifat khusus pada setiap orang dan menyertainya dalam seluruh kehidupan di dunai ini (Samsara). yaitu: Unsur suara Unsur suara Unsur suara Unsur suara Unsur suara (tanah) menimbulkan akasa (ether. sehingga akan selalu berubah pada setiap saat. Purusa tidak mengalami perubahan tempat maupun bentuk. maka segala sesuatu yang didominasi Sattwam ini membantu Purusa dalam menyatakan obyek-obyek diluar manusia. ruang) + raba menimbulkan vayu (udara) + raba + warna menimbulkan agni (teja. Badan kita yang tampak ini disebut sebagai badan kasar atau Sthula Sarira. yang tersusun atas ke 5 unur kasar atau panca mahabhuta. Dan seluruh peralatan yang terdiri dari alat-alat bathin (Antahkarana) dengan segala alat bantunya yang bermacam (sepuluh indriya dan 5 tanmatra) itu bersifat fisik dan menjadi syarat mutlak bagi purusa untuk memperoleh pengalaman. dimanaa Purusa tidak berganda akan tetapi keadaan prakrti sangatlah kompleks. pepohonan serta mahluk hidup lainnya. dan disebut tubuh halus (Lingga Sarira/Suksma Sarira). panas) + raba + warna + rasa menimbulkan (air) apah + raba + warna + rasa + bau menimbulkan prhiwi Akhirnya dari unsur kasar ini berkembanglah alam semesta raya ini dengan segala isinya (jagat).Pada tahap kedua terjadi kombinasi dari unsur-unsur halus yang menimbulkan unsur-unsur kasar yang disebut dengan panca mahabhuta. sungai-sungai. Purusa bersifat statis dan Prakti bersifat dinamis. sebab semua berasal dari Prakrti. karena kodratnya yang lebih halus. Segala sesuatu yang didominasi oleh tamas kebanyakan berupa alam material. Tubuh ini tidak akan terpisah setelah seseorang walaupun badan kasarnya mati dan hanya dapat dipisahkan setalah seseorang mendapat pembebasan atau Moksa. karena Purusa bersifat pasif. Sekalipun demikian. akan tetapi prakrti mengalami perubahan-perubahan. diantaranya sebagian yang termasuk bagian badan kita. tetapi yang didomiasi oleh fisik.

untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam skhema sebagai berikut: (Tim Penyusun. seperti seorang limpuh yang menaiki bahu seorang buta. disamping merupakan hasil. hanya merupkan hasil yang tak dapat menghasilkan substansi pokok lain yang berbeda dengan dirinya. Jadi keseluruhan tattwa atau prinsip itu adalah: Purusa. Maswinara (1998:41-48) Untuk lebih jelasnya mengenai ke 25 prinsip dalam samkya tersebut. Ke-16 prinsip berikutnya. yaitu kecerdasan (buddhi). dimana prakerti sendiri tidak dapat melihatnya. karena kekuatan (ahamkara) berasal dari pengembangannya. 10 organ persepsi dan penggerak. karena purusa tanpa atribut. Buddhi. menunjukkan bawa: Prakrti atau Pradhana (pokok) merupakan produktif murni dan sumber dari semuanya. Jadi singkatnya Purusa atau Sang Diri itu merupakan saksi si Pengamat (Drsta). tetapi juga dihasilkan dari pengembangan Prakrti. 5 tanmatra. Buddhi merupakan produktif. kekuatan (Ahamkara) dan 5 tanmatra (dasar halus) adalah hasil dan produktif. pikiran dan 5 unsur (bhuta). pada hakekatnya Asal mula alam semesta adalah sama dengan manusia. 5 unsur (bhuta). Ahamkara. karena menjadi sumber dari 5 dasar halus atau tanmatra. Purusa atau Roh. pasif dan netral (Udasina). yaitu 10 organ (persepsi dan gerak). Manas. ia juga produktif. satu-satunya (Kailivalya). berhenti berbuat dan sang Diri mencapai Kaivalya atau kebahagiaan terakhir. Hindup kejiwaan disebabkan hubungan dengan perkembangan rakerti yang menjadi alat-alat bathinnya. agar dapat memandang gejala penciptaan. penengah (Madyastha).sebagai si pelaku atau si penikmat. Purusa merupakan si pengamat yang menyatukan dirinya dengan Prakrti yang tanpa kecerdasan. Tujuh (7) prinsip berikutnya. 1993:120) Dari uraian di atas dapat dapat dijelaskan kembali bahwa. Prakrti. Yang lumpuh (Purusa) maupun yang buta (Prakrti) akan berpisah apabila mereka sampai ketempat yang dituju. Ahamkara. bukanlah hasil ataupun produk. sehingga disebut dengan istilah Buana Agung (Alam) dan Buana Alit (manusia). Pada Buana Agung Tuhan itu disebut (1) Purusa (Pencipta) dan (2). Prakrti disebut Alam nyata ini . Demikian Prakrti setelah dipengaruhi pembebasan sang Diri (Purusa).

Tetapi tidak semua brang cetakan atau buku dapat kitanamakan Weda. Sabda tanmatra-sari suara. Veda dan Mantra.daging dan segala yang padat sifanya terjadi dari Prtiwi. lemak. Dasendriya terdiri dari sepuluh bagian yaitu: Panca budindriya. dengan fungsinya: Budhi berfungsi untuk menetukan keputusan. 8. Rupa tanmatra-sari warna. sinar mata dan segala yang panas dan bercahya terjadi dari rupa atau teja. Sebagai kitab suci agama Hindu artinya bahwa buku itu diyakini dan dipedomani oleh umat Hindu sebagai satusatunya sumber bimbingan dan infoemasi yang diperlukan dalam kehidupan mereka sehari-hari ataupun untuk melakukanm pekerjaan . sedangkan unsur prakrti menjadi Badan. Rasa tanmatra-sari rasa. darah. otot. 4). Napas dan Udara dalam badan terjadi dari sparsa atau wayu. Panca Karmendriya. disusun rapi ada penulisnya. Rongga dada. tulang belulang. 2). Lidah. air badan dan segala yang cair terjadi dari rasa atau apah. Kelamin dan Anus. Kaki. Budhi. Apabila kita maksudkan kitab suci agama maka Weda adalah merupakan kitab suci atau buku. Panas badan. Telinga. 5). Panca Tanmatra. Suksma sarira terjadi dari : (3). pada diri manusia unsur Purusa itu menjadi Jiwatman. dan menyatu setelah meninggal moksah diakhirat. Veda atau Mantra Weda sebagai kitab suci. 2). maka kita akan sehat jasmani dan rohani. 5). (10-16): Mata.(hasil ciptaannya). Ahamkara/Ahangkara. 3). Hidung. 8. Panca Mahabhuta.1. Ahangkara fungsinya untuk merasakan dan bertindak. (4). Dengan memelihara dan memahmi kedua puluh lima unsur ini. 3). empedu. Sparsa tanmatra-sari rabaan. yang dapat dikatakan mencapai jiwan mukti moksah semasih hidup. (16-20): 1). (21-25): 1). Kerut. (5). kelenjar. ada pemikirnya dan ada pula isinya berupa ajaran-ajaran. (11-15): Tangan. Manas. Kita hanya membicarakan wujudnya. Kita tidak membicarakan isinya. Satu-satunya pemikiran yang secara tradisional yang kita miliki adalah yang mengatakan weda adalah kitab suci agama Hindu. (disebut Tri Antah Karana. ronga mulut dan segla rongga terjadi dari sabda dan akasa. Buku itu berisi tulisan-tulisan. Weda sebagai kitam suci. Gandha tanmatra-sari bau. Manas berfungsi untuk berpikir. Buku adalah benda atau barang cetakan. 4). Kulit.

Ilmu pengetahuan yang tergolong jenis ini adalah disebut prawrti marga. Pengetahuan semacam ini tergolong nwrtti jnana dan jalannya sendiri disebut nwrtti marga. yaitu pengetahuan yang akan menuntun manusia pada upaya peningkatan kesejahteraan dan hidup bahagia didunia ini.tertentu. Pengetahuan duniawi. yang akan menuntun manusia untuk mencapai kesempurnaan rokhani. Widya lebih bersifat duniawi sedangkan Weda lebih bersifat rokhani. maka setiap ilmu pengetahuan dapat dikatakan Weda. Apa bila kita artikan Weda itu sebagai pengetahuan. Kemudian lebih lanjut dalam perkembangan pengertian Weda dikembangkan bahwa baik Sruti maupun Smrti kedua-duanya adalah sama yang dimaksudkannya ialah bahwa baik sruti maupun Smrti kedua-duanya diterima sebagai Weda.Dan dinyatakan sebagai kitab suci karena sifat isinya dan yang menurunkannya pun adalah Tuhan yang dianggap Maha suci. Adapun yang menjadi sumber nwrtti jnana ini adalah Sruti. Nyanyain itu atau hymne didalam Weda itu disebut ‘Rca’ atau Chanda yang dibedakan menurut jumlah bait dan banyaknya kata atau suku kata dalam satu syair. Sruti sesungguhnya disebut Weda dan Dharmasatra itu adalah smrti. Ada pula penjelasan lain yang kita jumpai mengatakan bahwa kata Weda yang huruf akhirnya ditulis dalam huruf ã (panjang) mengandung pengertian kata-kata yang diucapkan dan dinyanyikan dengan aturan-aturan tertentu. Hanya beberapa saja yang kita jumpai didalam kitab Yajur Weda yang ditulis dalam bentuk prosa. Weda sebagai ilmu pengetahuan. Weda adalah pengetahuan dan diturunkan oleh Tuhan kepada umat manusia sebagai wahyunya. Sebaliknya kata “widya’ adalah segala macam pengetahuan yang dikembangkan oleh penemuan berbagai risetnya. Ini tidak benar pula. Kata Weda berasal dari urat kata Wid. yaitu: Pengetahuan Rokhani. . Rca ini juga dikenal dengan nama ‘mantra’ dank arena itu tidak heran hampir semua tulisan dalam kitab weda itu ditulis dalam bentuk mantra atau rca atau Chanda. Pengertian Weda sebagai wahyu Tuhan Yang Maha Esa adalah merupakan adalah pengertian yang sangat penting didalam memahami Weda itu sendiri. Pengertian weda sebagai wahyu Tuhan. yang artinya mengetahui. Dari pengertian yang telah dikemukakan maka apa yang diartikan Weda adalah mencakup pengertian yang amat luas. Adapun sumber utama dari pengetahuan ini adalah Dharmasatra. Weda didalam bahsa sanskerta berarti pengetahuan. baik didunia ini maupun didunia kelak sesudah mati. Pengetahuan itu dapat dibedakan menjadi dua bidang.

Apa yang dimaksud dengan alat dari pikiran? Sebenarnya semua kata-kata diucapkan oleh seseorang kecuali orang gila. 8. maka jelas pengertian mantra khusus mencakup catur weda saja. teks suci. Pengucapan mantra yang tepat memerlukan latihan. sebagai alat berkomunikasi khusus dengan Tuhan atau Dewa-Dewa yang merupakan manifestasi dari kekuasaan Beliau. yaitu tinggi rendahnya intonasi secara teratur sehingga menimbulkan suara yang harmonis. Mantra dapat digolongkan seni suara karena diucapkan sesuai dengan chanda.3. tetapi adalah hasil wahyu yang diterima oleh manusia.Weda adalah Mantra. Mantra. Kata mantra berasal dari kata man yang berarti pikiran dan tra berarti alat. Weda adalah dikenal sebagai mantra. Brahmana atau Karmakanda. . yaitu: Mantra. himne Weda. sehingga dinyatakan menjadi orang siddhi mantra (mantra siddhi) adalah dengan melalui latihan dan bimbingan (Pudja: 1979).2. Kata-kata adalah alat penyambung buah pikiran dari seseorang yang ditujukan pada orang lain atau obyek tertentu. 1985:1-4) 8. adalah merupakan alat dari pada pikiran. Mantra pengertiannya lebih sempit dari Weda itu sendiri. Selanjutnya Mantra adalah kata-kata yang diyakini bukan buatan manusia. Mantra Upasana dan Mantra Upadesa. yaitu penamaan semua macam buku Sruti yang terdiri atau 108 buah kitab Aranyaka dan Upanisad Isinya khusus membahas aspek pengetahuan yang besifat filasafti. Putra (Tt: halaman 41) Mantra berarti persembahyangan. agar intonasi dan tekanan-tekanan suara dapat diucapkan dengan tepat. yaitu untuk menamakan semua Janis buku yang merupakan suplemen kitab mantra. Upanisad dan Aranyaka atau dikenal dengan nama Jnanna kanda. (Puja. Cara untuk dapat menguasai suatu mantra. Aspek pengertian keempat. yaitu untuk menamakan semua kitab suci Hindu yang tergolong Catur Weda. Samaweda dan Athawaweda. Yayurweda. yaitu Rgweda. Oleh karena kitab brahmana maupun upanisad maupun Aranyaka tidak pernah disebut sebagai kitab mantra. Mantra yang diucapkan sesuai dengan aturan tersebut dapat menggerakkan kekuatan yang paling dasar dalam diri manusia dan disebutkan pula dapat mengundang segala kekuatan alam yang ada. yang pikirannya tidak waras lagi. Pengertian ini dapat kita angkat satu satu konsep penjelasan yang menguraikan bahwa Sruti itu sendiri atas tiga bagian. Jadi kata mantra berarti alat dari pikiran. yang isinya khusus membahas aspek karma atau yadnya.

Mantra-mantra ini dapat diucapkan tanpa dilagukan dan dapat diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah masing-masing.M dan Wyakrti dengan suara OM disebutkan bahwa itu adalah bentuk suara suci Brahman. mengeluarkan inti sari dari tiga weda (Rg. Mantra ini dapat dipakai untuk sembahyang Tri Sandhya. 2).2.Weda. yaitu: 1).Mantra Upasana. Denpasar bulan Januari 1986 yang lalu. 8. sebagai pengucapan awal dari mantrammantram untuk upacara Panca Yadnya adalah dapat mengantarkan persembahan kepada yang dipuja dan tercapainya tujuan upacara tersebut. Mantra-mantra yang ditetapkan ialah mantra-mantra untuk doa-doa sehari-hari. sehingga dapat mengucapkan mantra-mantra dengan penuh khidmat serta dilandasi dengan kesucian lahir dan batin. Sama Weda Yayur Veda) dan mantram-mantram Rg Weda yang suci bagi Sawitri (Dewi fajar).14. umat Hindu. suara A.3. Dalam kehidupan beragama. Dalam mengucapkan mantramantra ini hendaknya mengambil sikap sedemikian rupa. Mantra-mantra yang dimuat dalam bagian Mantra Upasana in I Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu yang diselenggarakan di Institut Hindu Dharma. Untuk Sadhaka. (seperti Tri sandya).U. . Nilai Magis Mantram.15) 8. Kekuatan magis dari mantram OM. bukan untuk melaksanakan Lokaparasraya. Sumbernya tidak saja dari Samhita (Catur Weda) dan Upanisad (tetapi juga buka lainnya.). Prajapati yang bersemayam disorga tertinggi.Untuk Walaka. 3). Mantra Upadesa. Mantra Upasana yang digunakan sehari-hari bertujuan: untuk memuliakan/memuja Sang Hyang Widhi dan memohon kerahayuan kepadaNya. Pada bagian ini memuat mantramantra atau sloka-sloka yang dapat memberikan tuntunan hidup. ada tiga kewenangan pemakaian mantra/syair pujaan. Fungsi Mantram. Matram yang memiliki kekuatan magis tertinggi adalah mantram suci OM/Ongkara. Upacara yadnya tidak akan berpahala jika tidak disertai dengan pengucapan mantram.Titib (1986: 6. Mantram memiliki fungsi yang utama dalam upacara yadnya maupun dalam kehidupan sehari-hari.Pada bagian ini dimuat doa mantra sehari-hari baik yang Nityakala (rutin) mapun Namitikakala (insendental) dipergunakan oleh umat Hindu.3.Untuk Pemangku/Pinandita.1. Mantram suci OM adalah Brahman dan dalam Weda Smerti disebutkan bahwa Prajapati memerasnya dari tiga Weda.

bergerak leluasa laksana udara mencapai bentuk yang kekal dan abadi. Pujian/Pemujaan tersebut dikenal dengan istilah Puja.Mengenai kekuatan magis mantram OM dalam mengamalkan ajaran agama sehari-hari adalah dapat tercapainya segala tujuan. Menurut sumber sastra. 2000).4. Pemujaan yang dilaksanakan setiap hari dengan mengucapkan Gayatri mantram juga dapat memberikan keselamatan ketenangan. Beberapa hal yang penting harus dilaksanakan adalah. Pernyataan tersebut dijelaskan dalam Bhagawadgita bahwa bagi orang yang selalu taat memuja Beliau dengan sujud bahti akan selalu dilindungi-Nya dan akan diberikan apa yang belum dimilikinya (Pudja.pada permulaan dan penutupan suatu pekerjaan. .pengucapan mantram Gayatri yang dikatakan sebagai tiang pengokoh Weda adalah gerbang menuju bersatunya Atman dengan Brahman. Pelajaran yang dimulai.4. Orang yang baru melakukan penyucian tingkat Ekajati tidak dibenarkan mengucapkan mantra tertentu yang hanya boleh diucapkan oleh Dwijati. kebahagiaan dan ketentraman. setelah meninggalnya akan mencapai Brahman. pertemuan penting dan lain-lain hendaknya dimulai dengan mengucapkan OM dan setelah berkahi juga mengucapkan OM. Mantra-mantra tersebut sangat sakral sebab hanya orang yang sudah disucikan melalui upacara Ekajati dan Dwijati saja yang boleh mengucapkannya. ada dijelaskan bahwa upacara yadnya yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan serta diantar .1. pelajaran akan tergelincir/tidak diserap dan kalau sudah berakhir tidak disertai dengan ucapan/mantram OM maka pelajaran itu akan hilang. . Orang yang taat mengucapkan Gayatri Mantram setiap hari secara terus menerus selama tiga tahun. Mereka yang berani melanggar ketentuan tersebut akan mendapat pahala yang tidak baik. Mantra yang dipergunakan dalam Puja Pangastawa sangat sangat banyak mencakup seluruh kekuatan alam yaitu semua manifestasi Sang Hyang Widhi. Puja Puja adalah pujian/pemujaan kepada Tuhan dan manifestasi-Nya yang diucapkan Sulinggih dan Pemangku dalam melaksanakan Panca Yadnya. 221). Pengastawa dengan mempergunakan mantra Puja mantra dinyatakan sebagai pucak dari pada Yadnya karena itu pelaksanaan yadnya tanpa disertai puja Pangastawa adalah siasia (Pidharta. 8. tidak didahului dengan mengucapkan OM. Pemujaan setiap hari. 1983:217. 8.

4.2. Selanjutnya dijelaskan bahwa doa persem-bahyangan/Kidung suci kekuatannya ada dalam mulut yang disebut Ayasya Anggirasa. . Putru Putru adalah suatu nasehat/tutur yang mengisahkan perjalanan ke sorga. Isi mantra majijiwan tersebut adalah penciptaan bumi dan isinya serta suksesnya upacara. Rg Weda Mandala X. prasasti Blantih dan lain-lainnya. orang yang menata pelaksanaan yadnya.4.3. 8. ada yang menata banten ada Pendeta/pemangku sebagai pemimpin upacara dan ada yang melagukan Kidung suci. saat Ida Bhatara turun Ka Peselang. Brahad Aryanaka Upanisad menyebutkan bahwa Kidung Suci yang dilagukan dalam persembahyangan/pelaksanaan yadnya dapat menumpas kejahatan. begitu pula dalam kitab Atharwa Weda dijelaskan bahwa Kidung Suci dilagukan untuk memohon kesempurnaan kehadapan Dewa Waruna. menyebutkan bahwa kidung suci itu berasal dari yang Abadi. Majijiwan Majijiwan dilaksnakan pada upacara yang besar. Yadnya memakai persembahan berupa banten. yang disebut sebagai nyanyian suci/Kidung Suci. Kitab yajur Weda menyerukan semoga para ilmuwan menyanyikan lagu pujian kepada Tuhan. Kidung dinyanyikan guna melengkapi upacara Panca Yadnya. Kitab suci Rg. banyak dijumpai beberapa prasati seperti prasati Bebetin. Mereka yang mengetahui rahasia itu dijauhkan dari kematian dan dapat nantinya menuju sorga. Kitab Sama Veda secara keseluruhan memuat nyanyian-nyanyian pujian. Weda menyebutkan bahwa dalam pelaksanaan yadnya harus ada persembahan. karena merupakan inti sari rasa dari tubuh.dengan Puja Pangastawa yang benar dan tepat maka yadnya tersebut dapat mencapai tujuan dari pelaksananya. Kidung Kidung adalah nyanyian pujian kehadapan Ida Sang Hyang widhi dan manifestasiNya. Berdasarkan penjelasan dari kitab-kitab suci tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan yadnya yang kita warisi sekarang ini sudah sesuai dengan ajaran Weda. prasasti Dawa.4. 8. Putru tersebut dilagukan pada waktu upacara Pitra Yadnya. 8. Senada dengan sumber sastra tersebut. pemimpin upacara dan nyanyiannyanyian pujian.4.

n. lr. p. n. llrr. Adapun pengucapan hruf-huruf yang dimaksud itu adalah huruf-huruf (aksara) dewanegari yang dipakai dalam bahasa Sannskerta atau mantra-mantra baik ditulis dalam huruf Dewanegari mapun tulisan Latin.u. Karena itu yang pertama-tama adalah menguasai huruf dengan baik sehingga seorang anak dapat dapat memodulisasi suara dengan baik dan dapat pula mendengar dengan jelas perbedaan suara yang dibaca orang lain.ai. dh. º (sn). d. Umur termuda empat tahun dan paling terlambat kalau telah mencapai umur 22 tahun. Sangat edialnya usaha belajar dimulai sejak usia masih muda. Salah satu faktor terpenting dalam belajar membaca dan mengajarkannya adalah pengenalan huruf dengan suaranya. merenungkannya kembali. au. merumuskan hasil-hasil pemikiran yang terkandung dalam Weda. menginterpretasikan. rr. Kita mulai dari belajar membaca. t. Mengajar dan belajar mantra Weda tidaklah sama dengan membaca biasa. Informasi yang sudah ada dipasaran dikumpulkan berdasarkan kebutuhan (sesuai dengan tujuan instruksional GBPP dan kontrak perkuliahan). th.e.9. Paulina Pannen dan Purwanto (2001:13).i. b. Ks (ksh). dh. Huruf hidup adalah: q. dan dapat dipergunakan oleh dosen dan mahasiswa dalam proses intruksional. Secara umum huruf itu dapat dibagi menjadi dua yaitu hurf hidup dan huruf mati. Ketentuan umur dalam sistem catur Asrama dapat dijadikan patokan pegangan kapan kita bisa mulai belajar Weda. jh. œ (c). t. menterjemahkannya. mendengar ucapan-ucapan yang benar. h#.i. th. dosen tidak menulis bahan ajar sendiri dari awal (from nothing atau from scratch). d. kesemuanya itu merupakan satu paket proses belajar weda. penulis ingin mengikuti jejak yang dilaksanakannya dalam usaha memahami . g.q. Mempelajari Weda (dan atau mantra) mencakup kegiatan yang amat luas. c. kh. Kemudian disusun kembali atau ditulis ulang dengan gaya gaya bahasa dan strategi yang sesuai untuk menjadi suatu bahan ajar (atau digubah). mengertikan arti kata. dan huruf mati: k. Pembelajaran Orang Dewasa. Bertitik tolak dari pernyataan Paulina Pannen dan Purwanto di atas. dh#. menjelaskan dengan melihat relevansinya dengan gejala-gejala alam.u. tra. 1985:112-113) Dalam pengemasan kembali informasi. r. m s. j. gh ng (n). ph. tetapi dosen memanfaatkan buku-buku teks yang sudah ada di pasaran untuk dikemas kembali sehingga berbentuk bahan ajar yang memenuhi karakteristik bahan ajar yang baik. (Puja. ch. n. o. Disamping itu masalah intonasi atau tekanan suara yang tepat akan ikut pula menentukan. jn.

Mantra dan Belajar Mantra. Gagelaran Pemangku (PHDI Kabupaten Karangasem). Nitya Karma Puja (IGK Adia Wiratmadja). Puja Stawa Penujang Pegangan Para Pemangku dan balian (Wayan Budha Gauitama).Pudja). Sipta Gama (Ida Pedanda Gede Pemaron).Suhardana). Rg Weda Mandala IX (Wayan sadia dan Pudja). Upacara Panca Yadnya (Sri Empu Nabe Pramadaksa Gria Agung Bungkasa). Puja Trisandhya (I Gede Sura). Diktat Pelajaran bahasa Kawi (PGA Hindu Negeri Denpasar). demikian seterusnya sampai menjadi Sulinggih. Parisada Hindu Dharma Indonesia Tentang Tri sandya (PHDI). Dengan demikian dikenal dengan dua perbedaan belajar yaitu . Fungsi Genta Bagi Para Sulinggih/ Pemangku di Bali (Toko Buku Ria). Penulis membeli buku. Untuk latihan membaca Mantra. Doa metirta. tertarik barulah dilanjutkan dengan melakukan Mawinten untuk diri sendiri. Apabila semakin harisemakin tertarik baru dilanjutkan untuk mawinten dikalangan keluarga. Mesekar dan Mebija (Pustaka Manikgeni). Pedoman kramananing Sembah (Foto Copy dari I Nyoman Nasa). Pada hakekatnya belajar merupakan proses dinamik yang seyogyanya dilakukan seumur hidup. kalau memang disepakati bahkan dibutuhkan oleh keluarga.Bangli). Sang Kulputi Kesmuda Dewa (Gambar I Made). Namun demikian. sebaiknya dilakukan setelah sembahyang barang satu jam atau dua jam.M. sering kali dibedakan hanya dalam konteks usia perkembangan yaitu antara anak-anak dan orang dewasa. dan diambil hal-hal yang mudah untuk diaplikasikan. Selanjutnya apabila sudah merasa. Agem-Ageman Kepemangkuan (Jero Gede Pasek Ringganatha). Persembahyangan bagi Warga Hindu (Jro Nyoman Kanca). sebagai bahan awal untuk memahami Mantra. Tri sandya (Kepala kantor agama Propinsi Bali). Tuntunan pengastawa (Ketut pasek Suastika). Himpunan Keputusan Seminar Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu I-IX (Parisada Hindu Dharma Pusat). Nganteb Piodalan Alit (Ida Pandita Empu Nabe Daksa Kertha Wisesa). Pengantar Menuju Pedoman Sembahyang Umat Hindu (K. Panca sembah (Kejayaan). Tuntunan Muspa Bagi Umat Hindu (I Gusti Ketut Jaker). Dharma Sastra. AUM Kitab Suci Kesuma Dewa (Sri Reshi Anandhakusuma). meminta dan meminjam diantaranya: Kusuma Dewa Utara anom). Catur Yadnya (Upada Sastra). Puja WalakaPinandhita (I. Puja Tri sandya dan Kramaning Sembah (I Made Bidja). Dasar Kepemangkuan (I Nyoman saruya Atmanadhi). Pedoman Sembahyang (Pemerintah propinsi Bali). Buku-buku tersebut penulis kumpulkan. Rancangan Keputuisan pesamuhan Agung. Widhi Sastra.B. Kidung panca Yadnya (Wayan Budha Gautama). agar dapat merafalkan mantram sesuai dengan iramanya. Tri Sandya Bersembahyang dan Berdoa (Titib). dalam kehidupan hari-hari dalam keluarga maupun masyarakat. Weda Parikrama (G.

sehingga ajakan relevansi berbeda.3. 2006:2-6).apa yang dipejarinya dibutuhkan untuk menanganni persoalan kesehariannya. 3.1. sehingga dapat memutuskan bagi dirinya sendiri (otonomi) 9. 9. orang dewasa dihargai kemandiriannya. . (Sutjipta dan Kendran. 15. 13. 10. tetapi juga dapat menghalanginya menerima hal-hal baru. dapat berurun sartan lagi pembelajaran orang lain. 4. 11. sehingga dapat menggali insight bagi dirinya.2. 12. asumsi dasar dalam belajar antara lain sebagai berikut: 9.Belajar adalah proses peningkatan kemampuan menanganni persoalan kehidupan. . orang dewasa memiliki banyak pengalaman. Setidanya dapat dibedakan dalam: dewasa muda (18-30) tahun dewasa (30 – 55) tahun lanjut usia (> 55) tahun orang dewasa mempunyai perspektif waktu “kekinian” yang cukup kuat: . Anak-Anak Ketergantungan Fasilitas Subyektifitas Ketidaktahuan Kemampuan terbatas Sedikit tanggungjawab Minat terbatas Mementingkan diri Penolakan diri Identitas diri tidak jelas Kepedulian sepintas Fokus pada hal khusus Imitasi Butuh kepastian Imfulsifness Dewasa Kemandirian Aktifitas Obyektifitas Kejernihan berpikir Banyak kemampuan Banyak tanggungjawab Minat luas Altruisme Berdamai diri Integrasi diri Kepedulian mendalam Fokus pada hal prinsipil Original Toleran kepada jelasan Rasional Berangkat dari perbedaan tersebut.Cendrung berorientasi pada penangan persolanan. 9. orang dewasa mempunyai kesediaan belajar hal-hal relevan baginya bagi kurun waktu tertentu. Rentang kedewasaan cukup lebar. 5.pendekatan paedagogy untuk anak-anak dan Anddragogy bagi orang dewasa. . 2. 14. 8. pada hakekatnya andragogy. 7. yang dapat dilihat dalam tabel berikut: No 1. 6.

Penghargaan (menerima nilai-nilai. Pengalaman (menjadikan nilkai-nilai sebagai bagian dari pola hidup). *). Taksonomi Bloon ini. Sintesis (menggabungkan bagian-bagian konsep menjadi konsep untuh). Pemahaman (menginteprestasikan). taksonomi ini telah banyak membantu praktisi pendidikan untuk memformulasikan tujuantujuan belajar dengan bahasa yang mudah dipahami.1. seperti yang telah kita ketahui berhasil memberi inspirasi kepada banyak pakar lain untuk mengembangkan teori-teori belajar dan pembelajaran. (Prasetsetya. *). *). Pengorganisasian (menghubung-hubungkan nilai-nilai yang dipercayai). Pada tingkatan yang lebih praktis. *). operasonal. yang terdiri dari lima tingkatan: *). T. 9. Ketepatan (melakukan gerak dengan benar).3. Afektif. serta dapat diukur. *). Merespon (aktif berpartisipasi) *). Naturalisasi (melakukan gerak secara wajar). sedangkan aksara adalah simbol (lambang) sebagai alat komunikasi. Filsafat secara umum dapat diartikan bahwa usaha manusia dengan menggunakan akal. *). Aplikasi (menggunakan konsep untuk memecah-kan suatu masalah). *). Kognitif terdiri dari enam tingkatan: *).3. *). yang terdiri dari lima tingkatan: *). *). Analsis (penjabaran suatu konsep). . Pengetahuan (mengingat menhafal). metode dan sebagainya). 9. Evaluasi (membandingkan nilai-nilai. *). Perangkaian (melakukan gerakan sekaligus dengan benar). setia kepada nilai-nilai tertentu). Pengenalan (ingin menerima. *). 9. ide. Peniruan (menirukan gerak). *). untuk memperoleh pemahaman Jagat Raya dalam memenuhi suatu kepuasan dalam kebijaksanaan. sadar akan adanya sesuatu).2.3.3. Psikimotor. Penggunaan (penggunaan kosep untul melakukan gerak).Menurut Bloon dan Kratwohl apa yang mungkin dikuasai (dipelajari) oleh siswa (orang dewasa). poto copy: 12-13).t.4. yang tercakup dalam tiga kawasan: 9. Sastra sebagai alat komunikasi.

Ang. tedong. i. w. Prabu Kresna sareng mayuda. perlambang (simbol) dalam keagaman. 2002:175. Prabhu Krésna. yaitu: h. Terakhir adalah aksara suci ini adalah aksara mati karena banyak dengan busana (taleng. Dalam buku ejaan bahasa Daerah bali yang . dalam komunikasi ilmiah sebenarnya proses komunikasi itu harus terbebas dari unsur emotif ini. c. menyebutkan. e. adalah aksara bagian kedyatmikan misalnya: Japa-mantra. pengeling-eling dan sejenisnya. Sawitottarattat Saidharattat Sawita Nah Suwatu. yaitu: a. y. do’a-do’a dan pengobatan. Lambang e taling tidak memakai corek atau tanda diakritik. s.Modre. Mang. surang. p. yang digunakan untuk menunulis Bahasa Bali lumrah. Contoh: “Rontal Ramayana becik pisan. ng. Nang. Untuk membacanya menggunakan Krakah/Griguh (Kaler. Tang. Konsonan 18 buah. Dewa dari arah Selatan. b. b). Umpamanya jika dalam sebuah komunikasi ilmiah kita mempergunakan akal seperti “epistemology” atau “oftimal” maka kita harus menjelaskan lebih lanjut apa yang kita maksudkan dengan katakata itu.Vokal 6 buah. “Sawita Pascatat Sawita Purastat. m. o. 2). misalnya urak.181).Weda X. mayudha dan Pañca Pãndawa”.Swalalita. pipil. sehingga untuk menggambarkan siwa sebagaimana halnya dengan Rudra dihubungkan dengan sebelas aksara sebagai bentuk lingga Atma. Dewa dari arah timur. ny. Perlu kami ingatkan bahwa dalam penulisan kalimat atau cerita bahasa Bali memakai tulisan latin jangan berpegang dengan tulisan Bali. k. (Jujun. l. upacara dan yang berhubungan dengan dunia kegaiban. aksara untuk menuliskan Bahasa Kawi dan lainnya lagi. Untuk jelasnya penulisan kini menguraikan kejadian aksara vokal (suara) dan konsonan (wyanjana) serta menggolongkan terbagi tiga jenis.1982: iii-iv). d. Tentu saja kata-kata (simbol) yang sudah jelas dan kecil kemungkinannya untuk disalah artikan dan tidak lagi membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Sarwatatim Sawita No Rasa Tam Dirgha Ayuh”. Hal ini harus kita lakukan untuk mencegah si penerima komunikasi memberi makna lain yang berbeda dengan makna yang dimaksudkan. menurut Jnana Sidharta: Sing.Komunikasi menggunakan bahasa akan mengandung unsur simbolik dan emotif. dan gempelan). Pesamuan Agung Bahasa Bali tahun 1957 (dengan hasilnya) sebagai berikut: a). melainkan ke Bahasa Indonesia. Nama Rudra sering diartikan sama dengan Siwa. agar pesan yang disampaikan bisa diterima secara reprodukdif.14. g. artinya identik dengan pesan yang dikirim. Tanda deakritik dapat dipakai hanya pada permulaan belajar membaca atau dalam perkamusan. yaitu: 1). Mang dan Ong Selanjutnya dalam Rg. 3). Ung. 1984:31-33).(Pudja. n. Artinya Dewa dari arah Barat. t. r. Semoga ia melimpahkan rahmatNya kepada kita dengan umur panjang. Bang. Dewa dari arah Utara. Ang. Kalau tulisan Balinya Rãmãyana. gantungan. e. Sang panca pandawa lunga ke alase”. Wang. u. Wreastra.36.

ung. misalnya: ong. 1978:16). 1993:3). Selain itu. windhu (matahari. i. Suara A. Akasara amsa terdiri atas Arddhacandra (bulan sabit). maka aksara yang digunakan adalah . na. U. kedamaian di dunia dan kedamaian di akhirat.disenpurnakan juga dicantumkan abjad Bahasa Indonesia dari a s/d z. u. Hal ini dimaksudkan untuk menyerap bahasa asing pada tahap permulaan sebelum beradaptasi dengan bahasa Bali. Karna. Bindu/Windu dan Pranawa/ongakra serta pisarga pada permulaan kata. ca ra ka dst). Aksara-aksara ini identik dengan Aksara Swalita dan Akasara Suci/Modre yang dipergunakan oleh para Pujangga atau Rohaniawan dalam Simbolis ritual. Untuk dapat meresapkan keamhakuasaan Sang Hyang Widhi agama Hindu memberikan Simbol pada kekuatannNya ini dalam aksara suci OM. aksara yang dipergunakan sehari-hari terdiri atas 18 aksara (ha. o. dan aksara suci. ang. bulatan) dan nadha (bindang. dan aksara swalalita atau aksara yang dipergunakan pada kesusastraan Kawi yang terdiri atas 47 aksara. Akasara Suci terbagi atas akasara wijaksara atau bijaksana (aksara swalalita + aksara amsa. huruf mati) yang terletak pada akhir kata yang melambangkan fonem konsonan (Ngurah Nala. e. misalnya: a. Wisnu Hyang Widhi dalam prabawanya memelihara disimbolkan dengan aksara U dan Siwa Hyang Widhi dalamp rabawanya pelebur disimbolkan dengan aksara M. ini ditunggalkan menjadi OM (Upadesa. (Tinggen. khususnya Trisakt. Tri Murti: Ang Ung Mang dan dalam wujud Dasaksara adalah: Sang Bang Tang Ang Ing dan Nang Mang Sing Wang Yang. dan dalam berbagai manifestanya terdapat berbagai macam. Dengan menggunakan media aksara/sastra keharmonisan mikrokosmos dengan makrokosmos. Aksara Bali terbagi atas aksara biasa. aksara wianjana (huruf konsonan. Kata Om adalah aksara suci untuk mewujudkan Sang Hyang Widhi dengan ketiga prabawanya yaitu: Brahma Hyang Widhi dalam prabawanya mahapencita disimbolkan dengan aksara A. Adri. Akasara biasa terdiri atas aksara wreastra. diharapkan dapat mencipkan kedmaian dihati. “Durga Puja”. 2005 Bali Post) Kemudian padangan dari persfektif Sastra. Dilaksanakan dengan Kata Dum dibentuk dengan menambahkan Maya. dalam aksara Bali ada yang disebut pengangge tengenan. segi tiga). Kalau di Bali aksara tersebut dapat diidentikan dengan Tuhan disimboliskan aksara Ongkara dalam wujud Tunggal. M.mang) dan modre atau aksara lukisan magis. Ketiganya melambangkan Dewa Tri Murti-Utpatti. Sthiti-pralina atau lahir hidup mati. Pengulangan Lalitasahasranama dan Trisat’i. Terkait dalam pembelajaran mantra.

Kesumadewa. artinya anak kecil atau anak muda bisa membahas Mantra apabila penerapakan dilakukan secara dewasa. Dari uraian di atas. Dasar Kepemangkuan (Ke Sulinggihan). 2005. Yadnya adalah pemberi kebahagiaan. Seperti bunyi bait Yayur Veda. Atmanadhi.5. Surabaya: Penerbit. CV. Satrya I Nyoman. Denpasar. (Watra. 2006:52-58) 9. dan ada keinginan untuk menjadi: Pemangku. IB. Yadnya adalah penyangga matahari yang cemerlang. Kayumas Agung. Yadnya yang dilakukan pada hari tertentu juga memberi perlindungan seperti kulit melindungi tubuh. Denpasar: Percetakan Offset & Toko Buku Ria. 1986 “Kamus Bahasa Bali Indonesia-Indonesia Bali” Penerbit. Semoga yang melakukan yadnya menyadari arti pentingnya. Semoga kami menyadari yadnya sebagai pembawa hujan dan pemberi pengetahuan spiritual. Aywa Were tan siddhi phalanya”. Suatu “Moto” di Bali. Proses Belajar. Dhisana ’si parwati prati twa. 1972.ditastwag wettu diwaskambhanirasi dhisana. kalau ilmu itu disembarangkan jelas dia tidak bermanfaat. menjauhkan yang egois dan sifat-sifat kikir dan melindungi daerah tempat seperti kulit melindungi tubuh. Dengan menggunakan aksara Modre/aksara suci. Utara 1994. perwujudan dari ceritera Weda. Cetakan Pertama: Paramita . Bangli.19 Sarmasyawadhutaduam rakso.si parwateyi prati twa parwati wettu. Sulinggih baru dilanjutkan dengan upakara dan upacara Mawinten atau Madwijati. Anda Kusuma Sri Rshi.Bagian I.aksara biasa Wreastra tanpa dilakukan upakara. tetapi kalau dipelajari dengan suatu sistem dengan tujuan baik “Ayu Were Siddhi phalanya” boleh dibicarakan akan sangat baik manfaatnya. secara teori ilmu apapun bisa dipelajari asal dimanfaatkan secara dewasa. DAFTAR BACAAN Anom. Puja Walaka-Pinandita.wadhuta aratayo’ditwastwagasi twa’ditirwettu. Sekaranglah saatnya kita tahu Mantra dan Belajar Memantra. Kemudian setelah ada pemaham lebih lanjut. Baik bagi diri sendiri keluarga maupun masyarakat dan negara. Penguncaran Weda Mantra yang benar-benar merupakan yandnya sendiri.

1982-1983. 1987.. Ringga Natha.t. 1983. I Gusti Ketut.. Lembaga Penyelenggara Penterjemah Kitab Suci Weda.1979.. Denpasar: Parisada Hindu Dharma. Sodasiwikerama. 1976.. Kaler.... Sebagai Staff Antar Universitas Terbuka. Mengajar di Perguruan Tinggi... Penulisan Bahan Ajar. Jero. Agem-Ageman Kepemangkuan. Denpasar: Penerbit Guna Agung.08. Tuntunan Muspa Bagi Umat Hindu. Jero gede Pasek 2003. Satu Himpunan Naskah Mantra dan Stotra teks asli bahasa Sanskerta dan Penjelasannya... (Buku Yang banyak Mengandung Inti-Inti Falsafah Hindu. Jakarta: Pesanan Proyek Pengadaan Kitab suci Hindu. Pusat antar Universitas Untuk peningkatan dan Pengembanngan Aktivitas Intruksional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.. Sang Kulputih Kusuma Dewa.. Sri Empu Nabe. Jakarta: Penerbit. . Pusat Propinsi Bali. Irawan T. Persembahyangan Bagi Warga Hindu. I Nyoman Tt. Paramita Paulina Panennen dan Purwanto. Parisada Hindu Dharma Pusat.. Denpasar: Terjemahan. Weda (Pengantar Agama Hindu). 2001. G. Swami Veda. Pedoman Sembahyang.. Pramadaksa.. Gambar.) . Kanca.. Himpunan Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu I-IX... I Wayan 2004. Gria Prasetya... Aplied Approach. 2000.... 1986.. Buleleng: Toko Buku Indra Jaya. Weda Parikrama. Mantra Inisiasi Meditasi & Yoga. Denpasar: Milik Pemerintah Propinsi Bali. Milik Departemen agama Republik Indonesia. Surabaya: Cetakan Pertama.Bharati.. Jakarta: Sampai saat ini ybs. Sama Weda “Sama Weda Samhita”... Penerbit. Paramita. Jakarta: Buku 2.. Badung: Agung Bungkasa Abiansemal. Pudja. Upacara Panca Yadnya. Pekerti. Surabaya: Penerbit Paramita. I Made... Denpasar: Stensilan. Surabaya: Penerbit. 2002.... . Jakarta: Cetakan ke 3 . 1984. 1985. Maswinara.. Gayatri Sadhana Maha Mantra Menurut Weda.

. PT. Penerbit... Watra. Bagian I. Tt. Titib I Made. ………. Sugiarto.... Dharma Nusantara Bahagia.... Jakarta: Terjemahan. Putra.1997. Denpasar: Penerbit. 2006. Milik Depatemen agama Republik Indonesia. Pengantar Menuju Pedoman Sembahyang Umat Hindu. Maya Sari... Nganteb Piodalan Alit. Denpasar: Edisi 159 MeiJuni/VII. Jakarta: cetakan Pertama. KM 2005. 2001. Cudami III. Penerbit. 1982.1986 Weda Walaka. . 1993. Jakarta: penerbit... Majalah Kebudayaan Bali Taksu.. Pembelajaran Orang Dewasa. Suhardana. Buku Pelajaran Agama Hindu di Perguruan Tinggi. Sagung Kendran.1985. Ida Pandita Umpu Nabe Daksa Kertha. Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Mutu Pendidikan Universitas Udayana.. Paramita Sutjipta... Jakarta: Copyright. Cinta Kasih dan Penyerahan Diri kepada Tuhan. 1985 Atharwa Wedha (Weda Sruti) Terjemahan. Sweta Swatara Upanisad. Denpasar: Gria Agung Giri Manik. . R dan Gede Pudja.. Surabaya: Penerbit. Dosen Institut Hindu Dharma. Paramita Wisesa.. 2006. Departemen Agama RI Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Hindu dan Budha. Jakarta: penerbit Hanuman sakti. Mitra Printing. Kumpulan Kuliah Agama Hindu Bhatkti Marga. Tim Penyusun. Yajur Weda (Weda Sruti).A.... Nyoman dan A. Surabaya: Penerbit.... Tri Sandya Sembahyang dan Berdoa.. Kios Muria. Proyek Pengadan Kitab suci Hindu.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->