KATA PENGANTAR

B

egitu

banyaknya

permintaan,

buku

tentang

pelaksanaan

Sembahyang dan mantram-mantram ringan yang bisa dipelajari untuk diri sendiri serta mengisi hari tua, yang dapat dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari dalam keluarga. Kenyataan inilah yang mendorong penulis untuk mengumpulkan beberapa buku yang dipakai sebagai dasar untuk merealisasikan maksud tersebut, sehingga penulis sebut dengan Mantra dan Belajar Memantra ini. Setelah dilakukan koreksi oleh Editor, maka judul tulisan tersebut berubah menjadi MANTRA DAN BELAJAR ANEKA MANTRA (Kumpulan Berjenisjenis Mantra). Karena Mantra pada dasarnya terdiri dari tiga konsep yaitu Mantra, Tantra dan Yantra. Mardiwasito menulis (1985:339,582,711) bahwa yang dimaksud dengan Mantra dari sudut kata berasal dari sanskerta dan berubah kedalam bahasa Indonesia menjadi Mantera yang artinya jampi (penahan/japa), doa atau mantrakratu pembaca mantera (hanya berwujud kata-kata), Tantra yang juga artinya mantra tetapi lebih menekankan ilmu sihir (gaib, mistik) dan yang dimaksud dengan Yantra adalah alat untuk merenungkan Dewa. Secara mudahnya dapat dipahami mantra adalah ucapan mengandung nilai-nilai magis, Yantra adalah upakara sebagai alat untuk memusatkan konsentrasi dan Tantra adalah gerakan tangan yang bersifat magis yang juga disebut dengan Mudra. Dalam tahap pembelajaran ini, aksara tidak diisi secara lengkap seperti, contoh: Mahì dyauá prthivì ca na ima÷ yajñammikûatàm; Piprtàm no bhaåìmabhiá. Tetapi akan ditulis “Mahi dyauh prthiwi ca na imam yajnamimiksatam; Piprtam no bharimabhih”. Maksudnya buku ini untuk, memudahkan belajar membaca dan mendengarkan suara sendiri. Sebab menurut pandangan penulis, kalau diisi lengkap, keinginan untuk membaca akan berkurang, karena harus belajar tanda baca terlebih dahulu. Karena dalam hal ini, sekali lagi masih taraf belajar. Nanti kalau sudah lancar membaca, maka akan ditingkatkan sesuai dengan tanda bacanya.

Mempelajari Weda (dan atau mantra) mencakup kegiatan yang amat luas. Kita mulai dari belajar membaca, mendengar ucapan-ucapan yang benar, menterjemahkannya, mengertikan arti kata, menginterpretasikan, merenungkannya kembali, merumuskan hasil-hasil pemikiran yang terkandung dalam Weda, menjelaskan dengan melihat relevansinya dengan gejala-gejala alam, kesemuanya itu merupakan satu paket proses belajar weda. Mengajar dan belajar mantra Weda tidaklah sama dengan membaca biasa. Sangat idealnya usaha belajar dimulai sejak usia masih muda. Ketentuan umur dalam sistem catur Asrama dapat dijadikan patokan pegangan kapan kita bisa mulai belajar Weda. Umur termuda empat tahun dan paling terlambat kalau telah mencapai umur 22 tahun. Salah satu faktor terpenting dalam belajar membaca dan mengajarkannya adalah pengenalan huruf dengan suaranya (ini yang ideal, tapi kalau baru belajar, silahkan bacabaca dan dengar-dengar suara sendiri dulu). Disamping itu masalah intonasi atau tekanan suara yang tepat akan ikut pula menentukan. Karena itu yang pertama-tama adalah menguasai huruf (secara umum dulu/latin nanti kalau sudah meningkat baru menginjak ke dewanegari) dengan baik sehingga seorang anak dapat dapat memodulisasi suara dengan baik dan dapat pula mendengar dengan jelas perbedaan suara yang dibaca orang lain. Adapun pengucapan huruf-huruf yang dimaksud itu adalah huruf-huruf (aksara) dewanegari yang dipakai dalam bahasa Sanskerta atau mantra-mantra baik ditulis dalam huruf Dewanegari maupun tulisan Latin. Secara umum huruf itu dapat dibagi menjadi dua yaitu huruf hidup dan huruf mati. Huruf hidup adalah: a, a, i, i, u, u, e, ai, o, au, r, rr, lr, llrr, dan huruf mati: k, kh, g, gh ng (n), c, ch, j, jh, n, t, th, d, dh, n, t, th, d, dá, n, p, ph, b, dh, m s, û (sn), ú (c), á. Ks (ksh), tra, jn. (Puja, 1985:112-113) Pada hakekatnya belajar merupakan proses dinamika yang seyogyanya dilakukan seumur hidup. Tetapi sebelum memantra, lakukanlah pembersihan diri dengan Mantra, seperti: Mantram sebelum Belajar Memantra (Sang Hyang Aji Panusangan). Sama nilainya kita telah mewinten tiga kali. Idepaku anganggo Aji kotamah, Amangsa-amangsung aku tan pabersihan, aku pawaking setra suka kang akasa,

suka kang peretiwi, tan ana aku keneng sebelan, apan aku teke abersihin awak sariranku, teka bersih bersih-bersih-bersih. (Gambar, 1986:51-52) Mempelajari Weda dengan setulus hatimu. Samudre te hrdayamapswantah sam twà wìantwoûadhìrutàpah; Yajñasya twà yajñapate suktoktau namo wàke widhema yat swàhà. O yang berumah tangga, hendaknya engkau mempelajari weda dengan setulus hatimu, yang penuh dengan sabda-sabda bimbingan mulia, dikendalikan oleh prana, berbuat dalam perbuatan mulia. Semoga engkau menikmati makanan, buah-buahan dan air, Dalam bimbingan kasih sayang, kami menuntun engkau melakukan kewajiban hidup dalam perkawinan dengan penuh keyakinan. Yadnya mantra harus dilakukan oleh setiap kepala rumah tangga. Mahì dyauá prthivì ca na ima÷ yajñammikûatàm; Piprtàm no bhaåìmabhiá. O suami yang patut dipuji dan yang sehat dan istri yang bersabar hati, berkehendak untuk memenuhi kesenangan dan melakukan yadnya dalam rumah tangga. Semoga engkau berdua menyediakan kami makanan dan pakaian.* Weda dan atau Mantra dapat dipelajari sendiri. Ara iwa rathanabhau prane sarwan pratistham, rco yajudwamsi yajnah ksatram brahmaca. Ibarat jeruji dipasang pada porosnya roda sebuah kereta demikian pula halnya segala sesuatu ditetapkan dan digantungkan pada prana. Melalui prana dan pengendaliannya itu orang dapat belajar Weda sendiri, mis Rg.Weda, Yayur Weda, Sama Weda (dan Atharwa Weda) dan dari itu orang dapat melakukan maha yadnya atau orang-orang bijaksana dan terpelajar. Dapat memperlihatkan kebijaksanaannya yang benar atau seseorang tentara dapat memperlihatkan keberaniannya yang mengagumkan. Prasana Upanisad (Puja, 1985/86:21-22). Yang masih mengumbar hawa-nafsu, sebaiknya jangan mempelajari Weda. Wedante paramam guhyam purakalpe pracoditam naprasantaya datawyam naputrayasisyaya wa punah. Misteri yang paling dalam dan paling agung dari Ajaran Wedanta, yang telah diberikan oleh Brahman kepada kita di zaman dahulu kala, hendaknya jangan diberikan kepada orang-orang yang masih belum mampu menguasai hawa nafsu - hawa nafsunya, walaupun dia anak laki-laki kita atau siswa kita yang kita cintai. Yasya dewa para bhaktir yatha dewe tatha gurau, tasyaite kathita hy arthah, prakasante mahatmanah, prakasante mahatmanah.

2...................................... 3... 4............. dengan harapan bahwa orang dewasa secara Pisik dan Psikologi (jiwa dan ilmu pengetahuan) sudah matang............................................... Namun demikian... Panca Sembah ..1...................... 3........................................... dalam konteks ini pembelajaran dilakukan untuk orang dewasa... Metabuh arak/ berem ............................ Belajar Mantram................................... Sebelum Mantram Tri Sandya .............. 4.Kepada orang-orang yang berjiwa luhur.......................................... Daftar Isi.... Ngutpeti Toya Ring Sangku .. Kata Pengantar...............................6.............. yang mempercayai sepenuhnya kepada Brahman..............4............. 4........ Mantram Tri Sandya ................ 1..........................2...............2...... 3.......................................................23).. 3... 2.......3.. negara dan bangsa.... Sikap Sembahyang dan Kramaning Sembah . akan berwajah yang berseri-seri...2......2.................. Adyaya ke VI:22. 4....... 4........... 4... Menghaturkan Dupa ...... Mantram dalam Yadnya......... untuk menciptakan kedamaian Denpasar......3...1...... 3.. agar mereka dapat mengetahui dan dapat mengamalkan Ajaran Kitab Suci Upanisad ini...... 4........... 4...........2............ Mersihin eteh-eteh upakara ....................2......1.... yang dengan tulus memuja Brahman dan menghormati Guru. Padmasana Ring Toya ....2.. 10 Juni 2006 Penulis DAFTAR ISI Judul................ Utpeti Kang Toya .8...........2..... Dewa Pratista .................................. Mantram Umum.............. i v xi 1 5 9 10 10 10 12 12 15 15 17 17 18 18 18 18 18 18 18 .. Dewa Yadnya..............2................................ hendaknya kita berikan rahasia Ajaran Kitab Suci Upanisad ini................................................ 4.. sehingga hasil pembelajarannya dapat berguna paling tidak bagi dirinya sendiri....... Dan tidak tertutup kemungkinan untuk keluarga.........5.. Sembah Kuta Mantra....... Pendahuluan................7....... Mantram Widhi Yadnya..2.............................. 4....... Pengertian Mantram.... 4......... (Sweta Swatara Upanisad....4..........................

.. 32 4.................... Wiku Palang Pasir .......... 32 4..... Tumuwut sang pitre adi nyasa ring catur desa (Ngentas) .......................1.10.......... Guru Pada Namas Karo ....3........4............4..3...21. Wiku Ambeng ..2.. Sembah Hyang di Pura Desa Mwang Bale Agung....24...6........3... Akena bija .....................................2.........3...............3......11... 33 4......3.2....... Sembah Hyang di Ring Merajan Sanggah Kemulan ....................2..... Tata Cara Persembahyangan dalam Piodalan 4.... 33 4.. 33 4.. Anglukat Banten .. 29 4.......1...2...................3........ Sembah Siwa Amerta .......7............ Wiku Grohita ........................2.........2............................. 20 4.. Wiku Cendana ..... 26 4...........3................ Pitra Yadnya .............. 34 4.17.4.......2.................22.. 20 4....3..3............9............... 21 4............... Wiku Bramacari ......................................... Sembah Hyang di Purnama /Tilem ..3......2.3.. Ngaskara Bajra ............... Wiku Sangara ...... 28 4.2.........2........... 19 4....... Sembah Hyang di Merajan Kemimitan/Paibon 4.. 32 4..............3.........................4. 28 4.... Nyiratin Tirta Sawa .. Manusa Yadnya .........................8... Wija 18 4..........12.4..... 28 4.5...... Sembah Hyang di Pura Puseh .... 27 4.2.... Rsi Yadnya .... 23 4................4......20............4.4..............4. Sembah Hyang di Pura Dalem .....2............ 24 4.............5..... 33 4....... 24 4..........................3 AUM Upacara Resi Yadnya . Aturi Kang Toya Puspa.... 26 4..... Sembah Hyang di Kawitan Ratu Pasek ......4. 30 4.... Kramaning Pamuspaning Pitra ........3.... 28 4... 21 4. 18 4. Menekan Tangan .....1...............11...18.......................4.. 33 4...........3.....23..16....... Sembah Hyang di Pura Prajapati ...... Gandaksata......4.................12..2. Ngarga Tirta ....................................19..........9.............10.4...3........4.................3... 34 4..................... 35 21 24 ..2................4.............. Wiku Grahasti .......... Dwijendra Astawa............. 33 4... 19 4. Wiku Pangkon ...13......... Tirta Puwa Pangentas Wong Preteka ................. Wiku Saba Ukir .............14....4.....3........ 23 4............... 32 4.2....... Wiku Wanaprasthi ........................................................ 22 4.............4.. 29 4...........................3........ 22 4........2....4....2..................3......................4.........5.. Wiku Sanyasi .. Wiku Panjer .... Mantra Pengulapan ............................2........15....

................. Ngastawa Sang Hyang Kumara .. 52 4......5..8......8.14..3..................7....................7.... Astawan Banten Malinggih ring Paruman............... Ngelebar Segeh....7...7........... Panyubyokaunan dan Prayascita......10...... Ngaturan Prayascita............................................. Penghormatan di Gunung Watukaru.......... 52 4.............. 57 4......................7...... Amusti Karana.6........7.....5......7.............. Ngaturang Prayascita..... 58 4........ 55 4....6......5..7.......... metatah ....... Bebanten Suci... Belajar Mantram Genta atau Bajra.....7..... Penghormatan di Gunung di Gung Kawi......... Pengelebaran caru-caru.............8.... Mawinten ...........8............. Mantram Caru dewasa ala......... Penghormatan di Penataran Beskih/Gunung Agung 58 58 ..7.......5................. .8.......................1.......................... Menjalankan Pabyakaunan....8.. Ngastawa Lis..... 54 4...... 35 4.... 41 4. 58 4.... Potong rambut..2.......... Mabiye kawon ...............5....16...... 52 4..... 56 4. 57 4....4.......4............... Pasang Tri tatwa............7.................. Nyucikan Badan. Smara Ratih (Menek Bajang) ...........7...... Ngayab Banten..............................5..................5.......7.. 55 4.12..............1.......................... 53 4............. 50 4. 54 4... 39 4........... 40 4......15.........7.................. 52 4.7.................. 41 4.......... 57 4.7...... Pengormatan di Gunung Mangu..6. Menyalakan Dupa..... Mekala Hyang............... 35 4........ 42 4...6... Yadnya Sesa.................17..........2..... 50 4....... Kelahiran Bayi ..........8................ Bhuta Yadnya .... Dewa yang Berstana di GunungGunung.......... Penghormatan..3.............8. Pakeling saha Seha ........... 52 4... .................1 Pelaksanaan Upacara.....7.6..... 36 4......5........... Penghormatan di Gunung Beratan/Dhanu Bratan 4... 53 4.6..7.. Ngaturan Tirta.....6.....................5................... 43 4.............................. 51 4..7.....18..6.............1....4... 40 4..7.................3.................6.......4. Penghormatan di Gunung Andakasa.3............. 55 4.......... 51 4.......11......... Susunan Bhuta Yadnya . Panca Mahabhuta.................... 53 4..............7..........9.............5...................8........... Penghormatan di Gunung Batur........ Sucikan Tangan..... 57 4.......... 58 4....2... 36 4.............. Ngaturin Betara Kukusarum............. molongin karna....4... 57 4.................13.6.......... 42 4... 52 4...7....... Ngastiti Tetebusan.....6....5.................2....

4.8.8. Penghormatan di Gunung Agung................. 58 4.8.9. Nunas Tirta ke Gunung Agung..................... 58 4.8.10. Maturan Canang Prascita (Tebasan Durmanggala) 4.8.11. Ngadegang Betara Nyatur ring Banten...... 59 4.8.12. Ngastawa Betara dan Pengiringe maka sami 4.8.13. Nedunang Betara ke Pengubengan........... 60 4.8.14. Nedungan Betara sami (dari Jawadwipa, dan Selam/Allah/Islam).................................... 60 4.8.15. Pengadegang ring suci.............................. 62 4.8.16. Ngabijiang (tempat mata air) Ida Betara sami 4.8.17. Tirta Pemarisudha...................................... 63 4.8.18. Nganteban Guling Bebangkit..................... 63 5 Upakara Ngawit Mekarya Wewangunan................ 63 5.1. Upakara.......................................................... 63 5.1.1. Dasar Bambang........................................... 63 5.1.2. Canang Pependem....................................... 63 5.1.3. Caru Pengeruak dan Mantra........................ 64 5.1.4. Banten Pengeruak dan Mantra.................... 64 5.1.5. Sarana dan Mantra...................................... 65 5.1.6. Upakara dan Mantra Mengukur (nyikut) Karang 5.1.7. Piteges Sesajen............................................ 66

59 59

62

65

6. Nganteb Piodalan Alit............................................ 67 6.1. Persiapan Muput Piodalan Alit......................... 67 6.1.1. Muput Tirta Gede (Sapta Gangga)............... 67 6.1.2. Setelah selesai muput tirta Gede, kemudian dipercikan................................................... 68 6.1.3. Ngawit Nanggen Genta................................ 68 6.1.4. Ngastawa Tirta............................................. 69 6.1.5. Pengurip Tirta.............................................. 69 6.1.6. Jaya-Jaya Tirtha............................................ 69 6.2. Muput Piodalan Alit di Merajan/Sanggah......... 70 6.2.1. Byakaonan................................................... 70 6.2.2. Durmanggala (Pangastawa)......................... 70 6.2.3. Pengulapan (Pangastawa)........................... 70 6.2.4. Prayascita (Pangastawa).............................. 71 6.2.5. Lis (Pangastawa).......................................... 71 6.2.6. Ngosokan Lis (Pengastawa)......................... 71 6.2.7. Ngastawa linggihang dewa di Palinggih/Sanggah 6.2.8. Mendak Kepanggung di jaba (Baruna Astra) 72 6.2.9. Ngayat segehan ring Natah Umah............... 72 6.2.10. Medatengan ring Sanggah......................... 72

71

6.2.11. 6.2.12. 6.2.13. 6.2.14. 6.2.15. 6.2.16. 6.2.17. 6.2.18. 6.2.19. 6.2.20. 6.2.21. 7

Mapiuning Indik Piodalan........................... 73 Nganteb banten di pelinggih sami............. 73 Ngayab Banten Piodalan............................ 74 Ngayab Banten Pangemped lan Soda aturan Ngayab Penagi/Sesangi............................. 74 Ngayab banten Sambutan durung ketus Gigi Tri Sandya.................................................. 75 Muspa (Ngaggem Panca Sembah)............. 77 Margiang Benang Tebus............................ 78 Pengaksama ring Dewa Betara.................. 78 Nyimpen Bajra........................................... 79

74 75

Dewata Pawamana Soma...................................... 79 7.1. Resi Kasyapa, asita Atau Dewala.................. 79 7.1.1. Canda Gayatri (Sukta 13).......................... 79 7.1.2. Canda Gayatri (Sukta 14).......................... 80 7.1.3. Canda Gayatri (Sukta 15)............................ 81 7.1.4. Canda Gayatri (Sukta 16)............................ 82 7.2. Upacara Bajang Colong................................... 82 7.2.1. Banten Pasuwungan.................................... 82 7.2.2. Banten Pengelukatan di Dapur.................... 82 7.2.3. Banten Ring Sumur...................................... 83 7.2.4. Banten Ring Sanggah Kemulan.................... 84 7.2.5. Banten Bajng Colong................................... 87 7.2.6. Upacara Natab Sambutan............................ 89 7.2.7. Panglukatan Mala........................................ 99 7.2.8. Lindu Gemana.............................................. 100 7.2.9. Penglukatan Panca Geni (Orang Tilas)......... 101 7.2.10. Pecaru Gering Tempur............................... 102 7.2.11. Penglukatan Siwa Geni.............................. 103 7.2.12. Caru Manca Rupa (dagingnya bisa diganti) 7.2.13. Salwiring Pemanes Karang........................ 104 7.2.14. Pengasih Buta Muang Dewa...................... 108 7.2.15. Dwijendra Astawa...................................... 108 7.2.16. Surya Sewana (Bila sakit tidak ada obatnya) 7.2.17. Mantram Sebelum belajar Memantra......... 110 7.2.18. Pawisik Dewi Maya Asih............................. 111 7.2.19. Melapas Wewangunan Utama, Madya dan Nista 7.2.20. Pesimpenan............................................... 115 7.2.21. Mantram Arca Muang Mapendem Pedagingan Meru......................................................... 115 7.2.22. Katiban Durmanggala................................ 116 7.2.23. Puja Mawinten............................................ 116

103

109

113

7.2.24. Ananggap Dana......................................... 117 7.2.25. Penenang Jiwa yang Menderita.................. 117 7.2.26. Ilmuwan Mengerjan Ilmu Untuk Kebaikan Manusia.................................................... 118 7.2.27. Persembahan Weda Mantra....................... 118 7.2.28. Arti Penting Penguncaran Mantra.............. 119 7.2.29. Makanan disucikandengan Yadnya............ 120 7.2.30. Yadnya Menseimbangkan Dunia................ 120 7.2.31. Keturunan yang Melakukan Yadnya (bertambah) Baik....................................... 121 7.2.32. Tuhan Pencipta Tata Surya........................ 121 7.2.33. Menyebarkan Sistem Pendidikan dalam Weda 7.2.34. Yadnya dengan Mantra Weda dalam Gayatri 7.2.35. Yang Jahat Harus Disingkirkan................... 123 7.2.36. Mengenal Tuhan Melalui Penglihtan Spiritual 7.2.37. Mensucikan Hati dan Jiwa.......................... 124 7.2.38. Membersihkan Air Sumur dalam Weda...... 125 7.2.39. Yadnya Sejak Jaman Dulu Menurut Weda. . 125 7.2.40. Semoga saya tida pernah melanggar-Nya. 125 7.2.41. Jagalah Kami dengan Sinar Pengetahuan Spiritual.................................................... 126 7.2.42. Negara yang Sejahtera.............................. 127 7.2.43. Susunan Pencernaan (Analisa) Ilmu........... 127 7.2.44. Sebelum Beryadnya Manusia Lebih Dulu dilindungi Tuhan........................................ 128 7.2.45. Aktif dalam Ilmu Pengetahuan adalah Yadnya 7.2.46. Semoga Kami melenyapkan dosa-dosa Musuh 7.2.47. Mengucapkan Mantra Gayatri tiap Hari, menurut Weda......................................................... 129 7.2.48. Mencapai kebesaran melalui Tulisan......... 130 7.2.49. Berilah kami tinggal dirumah yang menyenangkan 7.2.50. Engkau Ajarkan (Weda) kepada Rakyat..... 130 7.2.51. Yang meninggalkan Yadnya ditinggalkan oleh Tuhan 7.2.52. Karmaphala dalam Weda........................... 131 7.2.53. Persembahan dalam Pitara dalam Weda. . . 132 7.2.54. Dengan pengetahuan untuk mencapai Kedewasan 7.2.55. Korban Api sebagai Yadnya....................... 133 7.2.56. Api pemusnah segala macam Penyakit..... 133 7.2.57. Sinarnya api Naik Turun............................. 134 7.2.58. Weda diucapkan untuk memperoleh Pengetahuan Spiritual ................................................... 134 7.2.59. Pengetahuan Petir melalui Weda............... 134

121 123 124

128 128

130 131

132

..95........ 7.. 7............. 154 Pemujaan Sawitri..66.................2....2.... Yadnya Mantra harus di laksnakan oleh Rumah Tangga. 7.........2....... 139 Ajarkan dengan kata-kata yang manis................ 140 Orang terpelajar yang berpikiran Mulia..63..................... Dewata: Saraswan.... 137 Suami tersayang dan Pemberani...94...... 145 Ceritera Ketuhanan dari Weda. 7.92.80....82..70......61.....67......... 163 Atharwa Weda..91.2.......... 144 Enam Belas Kala....2...... 7...2..78.64........ 142 Mempelajari Weda dengan setulus hatimu 142 Weda Berkai satu..2.. 148 Prasana Upanisad.... esok dan setiap hari Lindungilah Perkawinanmu... 7..........90...........89........ 7... 7.2. 7..........2.....87................... Tiga..........83....2....84.... 146 Suami yang tidak Beragama.... 148 Penciptaan dan Penguasa....... 7...2..... Dua... Sayair: Gayatri.... 7..........2....... 7...2.......2....73.......2....2...............2........93. 149 Resi wasistha......... 145 Untuk memperoleh sifat Mulia.85......2...... Empat dan Delapan..72.......88... 206 137 138 142 143 Weda dan Mantra.....2....2.............. 7.........................................2.. 7.. 7. 7............2.........2..... 191 Samkya Darsana..........60....... 7. memberi makan dan memelihara Tubuh.. 140 Siapa Yajamana itu?......... 146 Makna dan Fungsi Gayatri dalam Weda..... 147 Dhananjaya...65................... 8 Brahmacari selama 48 Tahun. 135 Engkau Bercahaya laksana Matahari............86.....2... 7.69..... 7. 7..2...........2...................................2............. 138 Dosa yang sadar dan Dosa yang Tidak Sadar Guru Pemberi Rakhmat....... 7. 7......76................81................ 141 Selenggrakan Yadnya dengan Benar.....................................2.. 143 Jinakan Pikiranmu dengan ucapan Weda Mantra Enam belas sifat dalam Berumah Tangga...... 136 Perkawinan Muda berpegangganglah kepada Kebenaran.............2...... 7.7.2. 145 Weda mengajarkan Azas Demokrasi.2.2.... 181 Sama Weda...... 7........ 7......... 7..2. 7...... 7................. 141 Kerjakan Yadnya Rumah Tangga dengan Weda Mantra.... 216 ......... 136 Memberi Kesengan kepada Pengantin.......2....................2.......... 137 kebahagiaan hari nin........... 148 Tiga puluh empat penyangga Yadnya.....79....................75..68. 7.. 7...........62.. 7..77................... 7. 7...... 139 Memberi Pengetahuan Siang dan Malam...............71... 135 Suami yang bercahaya....74. 7.2....... 7.

2......... 8.....3.....4............ Pemujaan setiap hari.......1........4.1............... 8......... Kemudian lebih lanjut tutur-dituturkan oleh tetua kita di Bali......................... Majijiwan...... banyak orang takut belajar mantrà..................2. Sastra sebagai alat komunikasi....... 8..................................... Orang dewasa memiliki banyak pengalaman.............................8........................................... 8... 227 9...... 8.............. Dari mana sesungguhnya kalimat tersebut muncul.. dan dari buku mana dan apa tujuannya.. tutur tetua kita dan kalimat “Aywà Wérà tan sidhi phalanià”......................................................... 216 218 219 220 220 221 221 222 223 223 9............ Weda..3...... Proses Belajar... 8... kalimat ini harus ditelusuri lebih mendalam... dan Dà melajahin aksarà modré/aksarà suci nyanan buduh nasé.. 8. Orang dewasa dihargai kemandiriannya........................4.4.... 227 9. perilaku yang sembarangan itu sangat tidak baik manfaatnya.......5. 8...... Dua pernyataan seperti ini sudah cukup menakutkan bagi orang Bali yang lugu dan hormat kepada tutur............... .................................. 233 PENDAHULUAN D ilarang belajar mantra.........2.. Puja................. Maka kita tidak cukup menerima begitu saja............. Mantra..................... 227 9... 223 9.4.......... nanti bisa gila.. sering mendengar sebuah kalimat.................................... Putru.....3.. orang tua dan orang yang disucikan................. jangan disembarangkan............3. Orang dewasa mempunyai kesediaan belajar hal-hal relewan... Pungsi Mantram..... 229 9.. 8........... Mantra Upasana dan Mantra Upadesa.. karena belum mengerti apa itu sesungguhnya mantrà disamping itu.................4.. Pembelajaran Orang Dewasa.. 232 Bacaan Bacaan.....4.. Kidung..........1....... “Aywà Wérà tan sidhi phalanià”............. Jangan mempelajari aksarà Modré/aksarà suci..............2.... Dà melajahin aksarà modré/aksarà suci nyanan buduh nasé...1.... Nilai Magis Mantram..............3................................................

Apan lampahnya numpang laku. jika mempelajari Aksara Suci atau Modre harus: diupacarai.8.Kalimat tersebut muncul dari Purwa Adhi Gama Sesana. sapta cakra dan sapta Loka. 2003:3). (Athwaweda XI. dan setiap pengetahuan yang harus diajarkan.23). tidak memiliki guru. Kalau diperhatikan kalimat tersebut inti pokoknya terletak pada. hanya dengan mempelajari Sastra buku-buku tidak dilakukan upacara. apan embas/lekad tanpa guru. dihukumlah oleh pengikutnya Kingkara bala. mewastu mijil saking aksara. (Ringga Natha. berdosalah orang yang seperti itu. Bibijat wwang ika ngaranya. Tuhan yang Maha Esa Yang Maha Agung (Makhluk Teragung). pengetahuan praktis. amangguhaken kesengsaran. kalau dia lahir kembali. dia akan menjadi kotoran air yang mendidih dan akan menemukan kesengsaraan. diperkenankan juga kepada orang yang belum Adiksa Dwijati (dinobatkan sebagai pemangku atau sulinggih). yan manresti malih matemahan triyak yoni. Dibenarkan belajar Mantra. roh-nya akan mengendap didasar neraka Candra Ghomuka. atmanya menados entipning kawah Candra Ghomuka. kananda de para Kingkara Bala. asalnya disampaikan atau di buatkan upacara kecil (Canang sari) dihadap para Dewa. tidak anugrahi ketapak melalui nyanjan. Karena perjalanannya tidak menentu. yan benjangan padem wwang mangkana. Rgweda. amreyogakena Sang Hyang ri daleming sarira. tanpa guru. Segala macam zat memasuki tubuh manusia seperti misalnya kebijaksanaan. papa ikang wwang yan mangkana. Jika ada orang yang ingin mempelajari Sang Hyang Aji Aksara Sastra Suci. Widyas ca wa awidyas ca. Arti bebasnya. papinehnya bawak. Arti bebasnya. Samaweda dan Yajurweda. yac ca-anyad upadesyam. sebagai bukti ketulusan hati yang paling dalam untuk memahami dan mendalami apa yang disebut dengan Mantra. . tan pangupadyaya/maupacara mwah tan ketapak. kalau orang berkeinginan dengan sungguh-sungguh. bagaimana tulisan mantra yang benar. dan bagaimana rengreng mantra harus disuarakan agar mampu menyentuh sapta petala. karena kelahirannya tidak memiliki guru. ring arep anembah Dewa. kalimat yang menyatakan boleh belajar mantra menyatakan sebagai berikut: Kewala ikang amusti juga kawenangan wehania ri wwang durung Adiksa Dwijati. memiliki guru. kweh prabedanya. yang menyatakan: Yan han wwang kengin weruhing Sang Hyang Aji Aksara. Sariram brahma prawisad rcah sama-atho-yajuh. Tidak memiliki Bapak dan Ibu orang yang seperti itu. dan jika melanggar akan memperoleh hukuman.

Mona (mengendalikan kata-kata). yang disebut guru adalah: Guru Rupaka. Pada tingkatan nyama terdapat sepuluh mental yang harus dipenuhi. . Brata (mengendalikan panca indria). maka dari itu seseorang belajar mantra akan terhindar dari segala kutuk dan hukum. sehingga dapat dikatakan bahwa untuk belajar mantra cukup dengan matur piuning di Sanggah Kemulan. Guru Wisesa dan Guru Swadhiyaya. diantara tiga masing-masing dapat dibagi menjadi tiga.Konsep upacara ada tiga. dan yoga merupakan bagian dari enam aliran filsafat Hindu (niaya. Dengan menghaturkan satu sesaji canang sari kehadapan Tuhan Yang Maha Esa. Ijya (sembahyang). Samadhi (menyatunya subyek-subyek). sehingga menjadi sembilan konsep yang dapat dipakai sebagai pedoman Nistaning Nista. yang ditengah sebagai simbolis Tuhan dalam Rumah Tangga yang sering disebut dengan Siwa Pramesti Guru. Swadhiyaya maka konsep guru telah kita lalui. pranayama (pengaturan nafas). Tantra sangat meyakinkan kita akan kekuatan yoga sebagai bentuk sadhana “kubci” pengendalian zaman ini. namun keadaan sedemikian ini dalam praktek kehidupan sehari-hari sering dilupakan. Swadyaya (mempelajari weda-weda/mantra). dan inti dari yadnya adalah ketulusan hati. yang sebenarnya telah ada walaupun tidak disadari. Keadaan inilah yang dijadikan landasan bersama dan pertama. Dyana (pemusatan pikiran). Meskipun sejarah telah banyak memberi warnanya tetapi konsep astangga Yoga. waisasika. yoga. jadi dengan upakara yang kecil (cukup) Canang Sari satu tanding disertai kesucian hati. Snana (membersihkan badan). brata sebagaimana disebutkan di atas. sangkia. Asana (sikap duduk/tubuh). Nyama (penyucian lahir-bhatin). yaitu: Dana (sedekah). Dharana (perhatian memusat). Pratyahara (pengendalian pengindraan). Secara alamiah yoga dialami sewajarnya oleh semua mahluk. Yoga mempersatukan Jiwa (atma) dengan Tuhan (Paramatma). Belajar Mantra berarti sebuah yoga. maka konsep upakara dapat diatasi. Tidak ada pengikat yang lebih kuat dari maya. karena sebenarnya sekali hanya dengan persatuan itulah semua yang ada itu ada. Astangga Yoga memberi perincian luas dan mendalam tentang delapan tingkatan yoga: yama (pengendalian diri). Tattwajnana atau kesejatian adalah hadiah yang paling berharga dari semua bentuk laku shadnan yoga. Secara khusus dan teknis yoga adalah pengaktualisasikan identitas. tetap menjadi landasan pengertian tapa. Dyana (pemusatan pikiran). Harus memiliki guru. dan tidak ada kekuatan yang lain yang mampu menghancurkan ikatan itu selain Yoga. weddanta). Guru Pengajian. Upastanigraha (mengendalikan sex). Tapa (semadi). Upanasa (berpuasa). mimansa.

yaitu pengetahuan praktis yang langsung harus dipelajari dalam praktek. Kitab tersebut menuntut pemahaman hakekat yoga shadhana ritual. Pengetahuan suci mendekati seorang Sulinggih (su-berarti baik. demikian seseorang hendaknya tidak menjawab pertanyaan yang tidak wajar untuk dinyatakan. Pemahaman intensif memerlukan tingkat evolusi berpikir melalui praktek-prakteknya. ia memberikan pengetahuan. Kedua untuk keluarga. telah memiliki sifat-sifat baik) dengan berkata: Aku adalah kekayaan anda. yang menjelaskan sesuatu yang tidak wewenangnya dan yang menyatakan pertanyaan yang bukan wewenangnya salah satu dan keduanya. artinya hanya sebatas dikalangan rumah sendiri dan dilakukan upakara secara kecil-kecilan. aptah caktorthadah sadhu swodhyapya daca dharmatah. Sebagai bibit yang baik tidak boleh ditaburkan pada tanah yang gersang. otonan istri dan upacara odalan kecil di sanggah kemulan milik sendiri. Bali sudah memahami mantra. orang memiliki kemampuan rohani. yang sepenuh hatinya mentaati UU. Pembersihan Tangan. orang yang berhubungan karena perkawinan atau persaudaraan. Etika yang harus dipegang oleh orang yang mempelajari mendalami spiritual adalah: Kitrcah cisyo’dhyapya ityaha: Acarya putrah cusrusur njadado dharmikah cucuh. orang yang suci. orang yang jujur dan keluarga (mereka) dapat dipejalari Weda atau mantra. Menurut hukum suci. (Granoka. Pembersihan Dupa. hendaknya orang-orang supaya bertingkah laku bijaksana diantara orang-orang yang memiliki pengetahuan yang sederhana. linggih berarti tempat. Pembersihan Bunga dan Mantram Tri sandya. . Dari uraian di atas menunjukkan suatu larangan yang bersifat positif. 2000:15).Zaman kali telah menurunkan kitab suci tantra. agar didalam mempelajari Mantra mengikuti sistimatika dan etika bermantra. akan mengalami kekeliruan atau terkena bencana permusuhan oleh orang yang lain. seperti: Otonan anak. Selanjutnya dinyatakan. Diantara kedua jenis orang itu. agar dipergunakan sebagai jalan mensejahterakan kehidupan masyarakat untuk mencapai kedamaian bersama. seorang tidak boleh menceriterakan apapun kepada orang lain kecuali kalau ditanyai. orang yang menghadiahkan uang. demikian juga pengetahuan yang suci tidak seharusnya disebarkan kepada keluarga-keluarga dimana kemasyurannya dan kekayaannya yang tidak didapat dengan kesucian atau tanpa penghormatan kepada yang suci. kesepuluh orang-orang berikutnya adalah putra guru (yaitu) ia yang berniat melakukan pengabdiannya. maksudnya orang yang dipercaya dimasyarakat. Paling tidak mantram itu dipergunakan pertama untuk diri sendiri seperti mantram.

“metal”. yang berarti “untuk bermeditasi”. merupakan suatu doa. belajarlah Mantra dan Memantra berdasarkan kesucian hati. kemahakuasaan dan keagungan Tuhan yang Maha Esa. Tetapi serahkan saya kepada seorang Sulinggih yang anda ketahui pasti ia yang sudah suci. pemikiran yang intuitif. dengan demikian aku menjadi amat kuat. Disini sinar kesadaran mengalir dan dari spiritual menghasilkan getaran mental. Dalam keberadaan meditasi yang tertinggi. Mantra adalah suara yang berisikan perpaduan suku kata dari sebuah kata. yang berasal dari kata Yunani “menos” (mind). jangan aku diserahkan kepada mereka yang tak percaya. (Weda Smerti. diperkenankan juga memantra kepada orang yang belum Adiksa Dwijati. menyebutkan sabda Brahman. Jagat raya ini tersusun dari satu energi yang berasal dari dua hal. semua itu hanyalah manifestasi fisikal. Bahasa filsafat India. terutama dalam ruang spiritual. yang bisa mengendalikan panca indranya. Permukaan interior ini disebut dengan antah karana. Sumber mantra. 1. Uni suara yang disebut dengan mantra bukanlah mantra yang didengar dari telinga. dan ketika telah memilikinya. Dari sini kesadaran muncul dan menyentuh permukaan interior pikiran yang berhadapan dengan sang diri bukan merupakan indra-indra dan bagian dari dunia. Ia berkonsentrasi pada kata sebuah “mantra” untuk “meditasi”. dari seseorang telah menyatu dengan Tuhan. “Menos”. dan kata mantra diambil dari akar kata kerja Sanskerta “man”. “mens”. berupa kata atau rangkaian kata-kata yang bersifat magis religius yang ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa.peliharalah aku. yaitu dua sinar yaitu suara dan cahaya. Ia memiliki pikiran yang ia meditasikan. Pengertian Mantram Mantram atau “mantra” yang biasa juga disebut Pùjà. Kata “mantra” berhubungan dengan kata Bahasa Inggris “man”. berbudi baik dan tekun. Dimana yang satu tidak akan bisa berfungsi tanpa yang lainnya. dan kata Bahasa Inggris “mind” dan “metal”. yang merupakan sumber dari semua pengetahuan dan kata. dan dimana harus dipujakan. Silahkan. Pikiran bercampur dengan kesadaran yang bagaikan cahaya kilat. Mantram juga biasanya juga berisi permohonan dan atau puji-pujian atas kebesaran. yang sangat halus seperti keseluruhan buku weda atau semua ke 330 juta mantra mungkin akan muncul. Dan pada momen mikro. 1977/1978:109-115). “mind”. manfaatkanlah sesuai dengan tata dan etika dimana harus diucapkan. Kalau orang berkeinginan dengan sungguh-sungguh. Semua pengetahuan tersedia bagi orang yang spiritual untuk dipakai dan diketahui. kata-kata Tuhan. yang ada dimana-mana. yang diambil dari kata latin “ments” (mind). Saat .

rintangan maupun penyakit dan merupakan cara yang terbaik untuk mencapai tujuan. Stotra. Mantra yang diucapkan guna pencerahan. rajasika dan tamasika mantra. Sehingga apa yang disebut dengan pemunculan kata sebenarnya adalah kata-kata terselubung pada frekwensi Kata yang paling rendah. Para ahli agama bahkan menyatakan bahwa mantram dapat menghalau berbagai macam bencana.pengetahuan muncul dari kedalaman buddhi kepermukaan luar. 2004: 3. Mantra. Lalu setiap bagian ini selanjutnya dibagi mejadi sattwika. kebijaksanaan.29. Keterbukaan yang sebenarnya terdapat dalam meditasi yang paling tinggi yang merupakan dialog tanpa kata-kata atau pertukaran dengan Tuhan dan Jiwa. guna keperluan meditasi. Stotra umum guna kebaikan umum yang harus datang dari Tuhan sesuai dengan . yang berupa sebuah daya pemikiran yang diberikan dalam bentuk beberapa suku kata atau kata. Selanjutnya mantra juga dapat dibagi lagi menjadi tiga bagian yaitu: 1). yang secara garis besarnya dapat dipisahkan menjadi Vedik Mantra. yang dapat dibagi lagi menjadi.30). sebuah kata berbeda. adalah sattwika mantra. mereka dapat bersembahyang dengan bahasa yang paling dipahami. bersifat khusus. pikiran rasional menjadi pemikiran verbal. sinar. yang penuh dosa dan perbuatan demikian yang mendalam disebut warna-marga atau ilmu hitam. getaran dari frekwensi yang lebih rendah dari pada yang terlebih dahulu ada. disebut sebagai vaikhari oleh ahli tata bahasa dan ahli filsafat. 2). sedangkan mantra yang diucapkan guna mendamaikan roh-roh jahat atau menyerang orang lain ataupun perbuatan-perbuatan kejam lainnya adalah tamasika mantra. (Bharati. Umat Hindu disarankan memahami dan mampu paling tidak mengucapkan Mantram atau Puja Trisandya dan Kramaning Sembah. 2005:22-23) Ada bermacam-macam jenis mantra. Tantrika Mantra dan Puranik Mantra. Ini hanyalah tahap pertama dari vaikhari. cinta kasih dan perwujudan Tuhan. Mantram juga dikatakan sebagai ladang energi atau energi illahi (Tuhan) yang sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidup umat manusia. Kata-kata itu hanyalah proses manifestasi. merupakan rajasika mantra. bersifat umum dan (b). dan mantra yang diucapkan guna kemakmuran duniawi serta anak cucu. dua jenis mantram yang amat diperlukan pada waktu bersembahyang (Suhardana. Namun jika tidak memahami mantram yang dimaksudkan. Dengan mantram. (a). doa pada dewata. Ini diselubungi oleh lapisan pikiran yang individual. maka akan dihasilkan getaran energi Tuhan sesuai dengan matram yang diucapkan. Oleh karena itu setiap bersembahyang umat Hindu sebaiknya mengucapkan matram yang disesuaikan dengan tempat dan waktunya. dari seorang guru. kasih sayang Tuhan tertinggi. Pikiran verbal ini dalam pikiran.

jangan disembarangkan/dibicarakan. yaitu melaksanakan japa dalam hati secara teratur. tidak mengeluarkan suara sama sekali. semakin keras kita mengucapkan mantram maka nilainya semakin kecil dan sebaliknya semakin kecil kita mengucapkan mantram maka nilainya semakin besar. Dari kedua pernyataan tersebut menunjukkan. sangat baik untuk dibicarakan. sembahyang atau berdoa. tan sidha phalanià.1. maka pernyataan tersebut perlahan-lahan berubah menjadi Ayu Wérà. atau mantra yang dipergunakan sebagai benteng perlindungan. Upamasu Japa. yang akan dibahas melalui tahap-demi tahap. Yang berisi puji-pujian dan permohonan sesuatu. 1. maka dari itu karya tulis buku “Mantra dan Belajar Memantra” ini adalah sebagai Lakhita Japa. sidhi phalanià. Tetapi jaman semakin berkembang. Likhita Japa. mulut bergerak. berulang-ulang. Waikaram Japa. Manasika Japa. nanti kemujizatannya akan hilang. (3). apabila suatu hal dilaksanakan dengan tujuan baik. yaitu melaksanakan japa dengan mengucapkan mantram japa berulang-ulang. juga disebut Puja. 2004:7-8). Seperti halnya mengucapkan mantram dalam melaksanakan Tri Sandya. Belajar Mantram Secara umum mantram dari jaman dahulu sangat dilarang oleh tetua kita di Bali. dan juga disebut Japa. secara teratur.kehendakNya. teratur dan ucapan mantram itu terdengar oleh orang lain. yaitu melaksanakan japa dalam hati. yaitu melaksanakan japa dengan menulis berulang-ulang mantra japa di atas kertas atau kitab tulis. teratur. Dan para penulispun juga dikatakan melaksanakan japa. berulang-ulang. bagaimana dan mantram apa yang harus diucapkan. sedangkan do’a khusus adalah do’a-do’a dari seorang pribadi kepada Tuhan untuk memenuhi beberapa keinginan khususnya. berulangulang dan khusuk (Titib. merupakan suatu kata-kata yang diucapkan bersifat magis religius yang ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan segala manifestasinya. Hal ini disesuaikan dengan situasi dan tempat dimana. sesuai dengan keinginan. 1.4. (Maswinara. dengan istilah Aywa Wérà. Kawaca.2. maka dalam pengucapan mantram japa dibedakan atas empat macam sikap atau cara yakni: 1. 1997:92) Jadi dari uraian di atas menunjukkan bahwa Mantram. konsentrasi penuh. 1.3. maka . mulut tertutup rapat. dan utama manfaatnya. namun tidak terdengar oleh orang lain. hal seperti itu tidak baik. 2. Kemudian dalam pengucapan mantram tersebut dijelaskan.

sredaning manah. untuk mencapai kesempurnaan. Kemudian secara teori. mewastu mijil saking aksara. Tetapi kalau dilakukan dengan cara yang baik (sesuai situasi dan hati nurani yang belajar Mantra). Maka dari itu marilah kita memantra dan Belajar memantra dengan. papa ikang wwang yang mangkana. tanpa guru. memang ada unsur larangan untuk mengucapkan Mantram. tan pangupadyaya/maupacara muang tan ketapak. tetapi ada juga unsur yang memberikan kesempatan untuk belajar mengucapkan mantram kalau hal itu dilakukan dengan tujuan baik. Tetapi kalau pembicaraan untuk ke hal-hal yang negative. tidak dianugrahi (ketapak) berdosalah orang seperti itu. Larangan yang dimaksud untuk mengucapkan Mantram adalah: Yan hana wwang kengin weruhing Sang Hyang Aji Aksara.segala sesuatunya dapat dibicarakan atau di analisa. yang bertujuan untuk memuja manifestasi Tuhan. hal tersebut diperbolehkan. Sebelum Mantam Tri Sandya Sebelum Tri Sandya di mulai bersihkan: Tangan kanan dengan Mantram: Om Suddhamam Swaha Om bersihkanlah hamba Tangan kiri dengan Mantram: Om ati Suddha mam Swaha Om bersihkanlah hamba 3. Mantram Umum 3.2. Apabila ada orang yang ingin belajar Sastra. amreyogakena Sang Hyang ri daleming sarira. dengan hati yang tulus ihklas untuk mengabdi tanpa pamrih. 3. sebaiknya jangan dibicarakan karena akan mendatangkan malapetaka.1. Kewala ikang amusti juga kawenangan. Mantram Tri Sandya Om bhur bhuwah swah tat sawitur waremnyam bhargo dewasya dhimahi dhiyo yo nah pracodayat Om Narayana ewedam sarwam yad bhutam yac ca bhawyam niskalanko niranjano nirwikalpo nirakyatah suddho dewa eko narayana na dwityo asti kascit . walaupun belum memenuhi persyaratan tersebut di atas. dengan tidak memiliki guru.

semoga Ia memberikan semangat pikiran kita. diri hamba papa. Om Hamba ini papa. sucilah dewa Narayana. kelahiran hamba papa. Sikap Sembahyang dan Kramaning Sembah 3.Om Twam siwah twam mahadewah Iswarah parameswarah Brahma wisnusca rudrasca Purusah parikertitah Om Papa ham papakarmaham papatma papasambhawah trahiman pundarikkaksa sabahyabyantarah sucih Om Ksamaswa mam mahadewa sarwaprani hitangkara mam moca sarwa papebhyah palayaswa sada siwa Om Ksantawyah kayiko dosah ksantawyo wacika mama ksantawyo manaso dosah tat pramadat ksmaswa mam Om Santih. Iswara. ampunilah dosa pikiran hamba. 2000:42-44) 3.3.3.3. (Propinsi Bali.2. Santih. ampunilah dosa perkataan hamba. perbuatan hamba papa. yang memberikan keselamatan kepada semua mahluk.1. ujung jari-jari tangan di atas. Parameswara. bebas dari noda. cakupan tangan diletakkan di atas dahi hingga ujung jari ada di atas ubun-ubun. diantara kening. Om Engkau dipanggil Siwa. Ia hanya satu tidak ada yang kedua. lindungilah hamba. lindungilah oh Sang Hyang widhi Om Ampunilah dosa anggota badan hamba. 3. Mahadewa. bebaskanlah hamba dari segala dosa. Santih Om Artinya: Om adalah bhur bhuwah swah Kita memusatkan pikiran pada kecemerlangan dan kemuliaan sang Hyang Widhi. Brahma. dan Purusa. . ampunilah hamba dari kelalaian hamba. Rudra. Om Ampunilah hamba Sang Hyang widhi. bebas dari perubahan tak dapat digambarkan. Om Narayana adalah semua ini apa yang telah ada dan apa yang akan ada. Kehadapan para dewa (dewata). Kehadapan Sang Hyang Widhi. Wisnu. bebas dari kotoran.

3. dengan ujung jarijari tangan mengarah ke atas. 3.1. Om Anugraha manohara. kami memuja-Mu. hormat kepada-Mu pembuat sinar. seperti persembahyangan Purnama Tilem.3. sweta pangkaja madhyastha. .4. kepada Siwa yang sesungguhnyalah berada di mana-mana. kepada Ardhanareswari. Om kepada Dewa yang bersemayam pada tempat yang tinggi. Engkau bersinar merah. dewatdatanugrahaka. Engkau yang berstana ditengah-tengah teratai putih.5. 3. Yajnanga nirmalatmaka.3. Kepada sesama manusia. Menyembah sang Hyang Widhi sebagai Sang Hyang Raditya (Sarana Bunga) Om adityasya param jyoti. Tuhan Yang Maha Esa. sarwa wyapi wai Siwaya. Panca Sembah 3. Menyembah Tuhan sebagai Ista Dewata. arcanam sarwa pujanam nama sarwa nugrahaka.4. 3.2. (Titib. Sembah Puyung (cakupan tangan kosong) Om atma tattwatma suddha mam swaha Om atma. sinar Sang Hyang Surya yang maha hebat.4.3. padmasana ekapratisthaya.4. tangan dihulu hati. Menyembah Tuhan Sebagai Pemberi Anugrah. ujung jari-jari tangan berada di ujung hidung. bhaskaraya namo stute. bersihkanlah hamba 3. 3. 1997:92). ardhanareswaryiya namo namah.4. (Sarana Kawangen). Dewata yang di puja adalah Sang Hyang Siwa yang berada dimana-mana. tetapi ujung jari-jari tangan mengarah kebawah. Kepada para Bhuta. Om. hamba menghormat. 3. (Sarana Kawangen) Om nama dewa adhisthanaya. kepada Dewa yang bersemayam pada tempat duduk bunga teratai sebagai satu tempat. Kepada Pitara (roh) Leluhur. rakta teja namostute. atmanya kenyataan ini. tangan di hulu hati.4.3. Dewa dewi mahasiddhi.3.4.

2005:88) 3. berwujud yadnya. pribadi suci.4. 200:56-59). shanti.4. Ong Sadhasiwa ya namah. Genta) Ong Ong Prama Siwa sunyatmane ya namah Ong Ong sudha Siwa niskalatmane ya namah Ong Ong sudha Rudra atyatmane ya namah Ong Ong Mahadewa niratmane ya namah Ong Mang Iswara paratmana yan namah Ong Ung Wisnu antaratmane ya namah Ong Ang Brahmatmane yan namah Ong Siwa ya namah. (Bangli. Sembah Puyung (Jari-jari dicakupkan tanpa bunga) Om dewa suksma paramacintyaya nama swaha Om hormat pada Dewa yang tak terpikirkan yang maha tinggi dan gaib.7. Ong Pat Windhu dewa ya namah. shanti Om. 3. 3.Laksmi siddhisca dirgayuh. anugrah pemberian dewa.6. (Bangli. Ong Ang Ah Siwa sunya ya namah. Mantram dalam Yadnya . pemberi anugrah. hormat pada-Mu memberi semua anugrah.5. Ngewaliang Ida Bhetara (sarana Sekar. pujaan semua pujaan. Ong Pramasiwa ya namah. Ngaksama Jagadnatha (Sarana. kesempurnaan. panjang umur. Om Engkau menarik hati. Nirwighna sukha wrddhicsa. bebas dari rintangan. Kemahasidian Dewa dan Dewi. Genta) Ong ksama swamem jagadnatha Sarwa papa wiratarem Sarwa karya sidham dehi Prenamya sure swarem Ong twam surya twam siwa karen Twam rudra bahni laksanem Twahi sarwa gatokarah Mamo karyaprayojanm Ong ksama swamem maha saktyem Hyati ksma srayem gunatmakem Mascayet stata papa Sarwa loka darpanem Ong Ang Ksama sarwa purnem ya namah swaha. 2005:91) 4. kebahagiaan. (Prop Bali. Sekar. Om shanti. kegembiraan dan kemajuan.4.

cakupan jari tangan ditempelkan diujung hidung. Tetapi dalam prakteknya. Om Ayur Wrddhir Yaso Wrddhih Wrddhih Prajna Sukha Sriyam .4. Sang Hyang Widhi itu adalah Tunggal dan Div atau Dewa itu adalah banyak. b). maka terlebih dahulu perlu kita ketahui. (Suhardana. sedangkan Dewa adalah Div. yang berarti Sinar. 2005:10). merupakan sinar suci dari Tuhan. Ya Tuhan sucikanlah diri hamba Om Puspa Danta Ya Namah Ya Tuhan sucikanlah bunga ini Om Nama Dewa Adhi Sthana Ya Sarwa Wyapi Wai Siwa Ya Padmasana Eka Pratista Ya Ardhanaresawaryai Namo Namah. macam yadnya. Secara umum dijelaskan bahwa dalam agama Hindu terdapat lima Yadnya yang disebut dengan Panca Yadnya.Bersembahyang kehadapan Bhuta. seperti sikap tangan yang dinyatakan sebagai berikut: a). Jadi sembahyang kehadapan Sang Hyang Widhi. cakupan tangan diletakkan di hulu hati.1. dengan sebutan yang berbeda. Sang Hyang Widhi adalah simbolis Tuhan Yang Maha Esa. d). Karena Sang Hyang Widhi Yadnya diidentikkan dengan Dewa Yadnya. Sembahyang kehadapan Tuhan Yang Maha Esa (Sang Hyang Widhi). dengan kedua ujung ibu jari tangan menyentuh hidung. Mantram Widhi Yadnya Sebelum kita mulai menyebutkan mantram Sang Hyang Widhi Yadnya. Bersembahyang kehadapan Pitara.Bersembahyang kehadapan para Dewa (Dewata) cakupan jari tangan ditempatkan ditengah-tengah dahi dengan ujung kedua Ibu Jari tangan berada di antara kedua kening. yang terdapat dalam Sembah Puyung: Om Atma Tattwatma Suddha Mam Swaha. sehingga dalam memujanyapun juga berbeda. adalah sembahyang kehadapan Tuhan dalam wujud Tunggal yang sifat-sifatnya dipuja oleh semua umat agama di dunia. Ya Tuhan hamba memuja-Mu. c). sebagai Batara Siwa (Tuhan Yang Maha Agung) dan merasuk kesegenap mahluk. dan secara logika antara Sang Hyang Widhi dan Dewa tidak sama. kedua tangan dicakupkan di atas dahi. Ya Tuhan hamba memuja-Mu sebagai Yang Maha Tunggal. dengan ujung jari menghadap kebawah. sehingga ujung jari tangan berada di atas ubun-ubun.

Ya Tuhan hamba ibaratkan kebesaran-Mu sebagai Gunung Mahameru. Tumpek Bubuh. Banyu Pinaruh. 15). 19). 17). 25). Redite Umanis Ukir. Redite Wage Kuningan. damai di dunia dan damai selalu. terima kasih atas karuniamu. 2). Saniscara Umanis Watugung. Ya Tuhan semoga memberi panjang umur (nutuggang tuwuh) dan keselamatan dan tiada rintangan. 12). Om dewa Suksma Pramacintya Ya Namah Swaha. Wage Dunggulan. Klion. maka dilanjutkan dengan mantram-mantram sebagai berikut: . 3). Sukra Wage Kuningan. semoga damai di hati. 29). Soma Klion Kuningan. Semua itu ciptaan dan kebesaran Tuhan juga. Om Santih. Santih. Om Ya Tuhan. 11). Anggara Klion Julung wangi. 6). Sukra Wage Wayang. Soma Ribek. hamba ibaratkan keluhuran-Mu didunia sebagai sungai Gangga. Sukra Paing Dunggulan. ketentraman. 10). Anggara Klion Kulantir. Paing Dunggulan. 4). 24). 14). 16). Wrespati Wage Sungsang. Wrespati Manis Dunggulan. 5).Dharma Santana Wrddhih Ca Santuet Sapta Wrddayah Om Yawan Merau Sthito Dewah Yawad Gangga Mahitale Candrakau Gagane Yawat Tawad wa wijayi Bha wet Om Dirgahyur Astu Tathastu Om Awignam Astu Tathastu Om Subam Astu Tathastu Om Sukam Bhawantu Om Purnam Bhawantu Om Sreyo Bhawatu Sapta Wrddhir Astu.2. Dewa Yadnya Yang termasuk dewa yadnya adalah setiap: 1). Ya Tuhan semoga semuanya sejahtera. Sabuh Mas. Tilem.Wrespati Umanis Dunggulan. Ya Tuhan semoga semua karunia berupa kebahagiaan. kebijaksanaan dan kebahagiaan yang diberikan kepada hamba. 13). 21). Wage Dunggulan. 18). 9). 27). Sukra Manis Kelawu. menjadi suluh batin hamba. diangkasa sebagai matahari dan bulan. Budha Klion Paang. Buda Wage Kelawu. Setelah selesai melaksanakan puja matram di atas. 8). 26). Tumpek Landep. Pager Wesi. Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba selalu bahagia. Purnama. 23). (Pramadaksa. Mudah-mudahan hamba saling mengasihi sesamanya dan semoga semua kegelapan pikiran menjadi sirna. 1984). (Suhardana. Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba baik. 28). Kuningan. 20). Galungan. 7). Santih. 2005:40-49) 4. 22). Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba sempurna.

4. Om Ya Wa Si Ma Na Om Mang Ung 4. Sembah Kuta Mantra.1. Om I Ba Sa Ta I. Utpeti Kang Toya. Gangga terangga samyuktam.2.5. Metabuh arak/ berem. Sembah Siwa Amerta.6. Om Gangga Dewi naha punyam Gangga salaca medina. Om Sri Gangga Mahadewi. Ongkara aksara jiwatman.2. Ngutpeti Toya Ring Sangku.9.2.10. Wija. Aturi Kang Toya Puspa.2. Om Hrang Hring Sah Paramasiwa-amerta ya namah 4.2. Om Ang Kang Khasolkaya swasti-swasti. Om Hrang Hring sah paramasiwa Aditya ya namah 4. Gangga dewi namu namah. Tadd-amrta manoharam .2.4. Gandaksata. Padmasana Ring Toya. Dewa Pratista. Mersihin eteh-eteh upakara (mesarana sekar lan Bija): Om Grim Wausat ksama sampurna ya namah 4. Om Ang Brahma-amerta dipa ya namah Om Ung Wisnu-amerta dipa ya namah Om mang Iswara-amerta dipa ya namah 4. Ngarga Tirta.2. sarwa kala Bhuta bholta ya namah 4. Om Na Ma Si Wa Ya. Om Om Dewi-Dewi pratista ya namah 4.8.2.3.2. Om Sa Ba Ta A I.2. Menghaturkan dupa. Om puspa danta yan namah (sekar) Om Sri Gandheswarya ya namah (miyik-miyikan) Om Kung Kumara Wija yan namah (bija beras) Om Ang Dhupa dipastra ya namah (dupa) 4.11.2. Anuksma-amrta jiwani.7. Om Ang Ung Mang 4. Om Om Padmasana ya namah Om Om Anantasana ya namah 4.2.

Om Idham bhasman param guhyam. Utpeti ka tawa goras ca. sarwa kalusa winasa ya. Ngaskara Bajra. saha uleng ning kayun: Om Bhur Bhuwah Swah swaha Mahaganggayai tirtha pawitrani ya namah swaha. ring ring ring ring ring sirah : Om Ing Isana ya namah lelata : Om Tang tatpurusa ya namah tangkah : Om Ang Aghora ya namah bahu kanan: Om bang bamadewa ya nama bahu kiri : Om Sang Sadya ya namah 4. Utpeti sarwa hitan ca. Ongkara parikirtitah. Akena bija. Candra nadha bhandu drestham. . Om Ghantayur pujyate dewah. Utpeti sri wahinan ya namah swaha.Om Utpeti ka suram ca. Apasang bija.2. Om Kara Sadasiwa Stham. Om Ghanta sabda mahasrestah. Mantra bija. Abhawa-bawa karmesu Warada bIabdha sandenam.13. Ngremeki bija (mengaduk.12. sarwa rogha winasana ya namah. Jagat Nata hitangkarah. Raris ider kang toya ping tiga. Abhiwada wadanyam. Tumuli masirat ring raga: Om Ang Brahma-amrta ya namah Om Ung Wisnu-amrta ya namah Om Mang Iswara-ammrta ya namah 4.2. Spulingga Siwa twam ca. di atas tangan) Om bang Bamadwa guhya ya namah Om Bhur Buwah Swah amrta ya namah. Ghanta sabda prakasyate. sarwa papa winasana ya. Wara Siddhi nih samsayam.

4. Hyang ning sarwa tamuwuh.15. Sang Hyang Sapta dewata.2. sarwa jagat jiwatma takem. nanda tirta panglukatan. urip waras dirguyua sang inambean mwah sang unulapan. guru dewa sudha nityem. di Merajan .2. tri murti tri lingganam.16. ya ta kaprayascitta denira Sang Hyang Sucinirma. Sembah Hyang di Ring Merajan Sanggah Kemulan. jiwatmanem tri lokanem.2003:12-24). Sang Hyang Trinadipancakosika. Ong Ong guru paduka byonamah swaha 4. Om Pakulun Sang Hyang Sapta petala. Mantra Pengulapan. guru pantarem dewam.2. kaporod dening wek. kacekel dening wong camah.2. Jiwatman trilokanam. 4.Maklener apisan (Ngaskara) : Om Om Om Maklener ping kalih : Om Ang Ung Mang Maklener ngelantur : Om Ang Kang Iswara ya namah 4. Ong dewa-dewa tri dewanam. Sang Hyang Premana. Sang Hyang Wesrawana. Suddha klesa winasanam. Om Siddhirastu ya namah swaha. Om Pakulun Hyang ning prana-prani. wastu suddha paripurna. mekadi Sang Hyang Urip Sira amanggihaken ri stanan nira sowing-sowang pakenaniing hulun hangeweruhi ri sira. Om Brahma Wisnu Iswara dewan. ledang paduka bhatara anglukat angebur dasa malaning bebanten kabeh. guru madya guru purwem. Om Guru paduka dipata ya nama swaha. yang ana kalangkahing dening sona. Anglukat Banten. mekadi sang Hyang Lewihing bebanten.14. kaiberan dening ayam. tri purusah sudatmakem.17. Om Siddhirastu ya namah swaha. nandha raksanan den rahayu. Ong guru dewa guru rupem. pakulun manusa nira handa sih waranugrahanira. sarwa jagat pratistanem. (Natha. Sawrwa jata pratistanam. sudha klesa winasanem. Sembah Hyang Kemimitan/Paibon/Dadya/Pedharman Om Brahma Wisnu Iswara dewam.

semoga hamba terbebas dari segala bencana. Siwastu Sada Siwaya. dewa tri purusa maha suci.2. sumerus ca. nama candra namo namah. Lingga rsi mah lingam. Om Ang Gong Gnijya namah swaha. 2003:27-28) 4. (Ringga. Om Siwa dipata ya namah. Tri Purusa suddhatmakam. semoga seluruh jagat tersucikan. (Bangli. yang berkenan turun menjiwai isi tri loka. . candra dipa parem jotir. sweta manca kala runem. Wisnu Iswara. Sapta Rsi Catur Yogam. Ong candra mandala sampurnam.2. Om Siwa Rsi maha Tirtham. Panca rsi panca tirtham. Ong karma dhaksa jagat caksu. Iswara bhutanam. namo candra namo namah.2005:35) 4. Sa ghanasca De Kuturan Bharadah ca ya namu namah swaha. Ya tuhan selaku Bapak alam hamba memuja-Mu. 4. (Kaler. Sembah Hyang di Pura Desa Mwang Bale Agung. Sembah Hyang di Kawitan Ratu Pasek.20. dhara gopati madanem. Om Om Panca Rsi Sapta rsi paduka Guru byo namah swaha. Stuti Stava 157.2. Brahmano dhipati Brahman. Tri-dewa tri-murti lokam.1 dikutip oleh (Kanca.19. Wisnu Iswara. Tt:17). candra yanti prenamyakem. 1983:21) Ong Brahma Wisnu Iswara dewam. wicak satya arawiyem. Ong Ong candra dipate ya namah. bersih serta segala noda terhapuskan oleh-Mu. Sembah Hyang di Purnama /Tilem. sarwa brana busitah.Ya Tuhan selaku Brahma. Ong siddhi ragem namastute. Om Ang Gnijaya jagat patya namah. Om Hyang Widhi dalam wujud-Mu sebagai Brahma. IB.18. Om Ung Manik Jayas ca. nama candra namo namah. Tri dewa adalah Tri Murti. Om Isana sarwa widnyana.

Ya Tuhan selaku giripati yang Maha Agung. Om Giripati maha wiryam. selaku Siwa dan sada Siwa. Maha Suci. selaku Yang Maha Kuasa menguasai seluruh mahluk. Om Brahma Prajapatih Sresthah Swayambhur warado ruruh Padmayonis catur waktro Brahma salam ucyate (Stuti & Stawa 483. Hyang Tunggal yang maha sadar.2. Maha Kuasa. Ya Tuhan dalam wujud sebagai catur maha Dewi. Mahapratista. linggam Sarwa Dewa Pranayam. 1983:21-22) Om Pranamya Bhaskara Dewam Sarwa klesa Winasanam Pranamya Ditya Siwartam Bukti mukti wara pradam Om Rang Ring Sah Prama Siwa Ditya Ya nama nama Swaha. 4.2. (Suhardana 2005:68-69). Om Nam Dewa Adhistana Ya Sarwa wyapi wai Siwa Ya Padmasna Eka Pratistha Ya Ardhanaresswaryia nama namah. Maha Dewa dengan lingga yang mantap. pencipta semua mahluk.2.Ya Tuhan. (Suhardana 2005:68-69). yang menjadikan dirinya sendiri. 4. Om Giripati dipata ya namah.4) Om Hyang Widhi dalam wujud-Mu sebagai Brahma Prajapati. Ya Hyang Siwa hamba menyembah pada-Mu (Kaler.21. semua Dewa tunduk pada-Mu Om Giripati hamba memuja-Mu. (Suhardana 2005:62).22. hamba memuja-Mu sebagai Dewa Durga/Dewa Siwa. . Sembah Hyang di Pura Puseh. (Kaler. Mahaguru. Sembah Hyang di Pura Dalem. 1983:21-22) 4. pemberi anugrah. Om Catur Dibya Maha Sakti Catur asrame Bhatari Siwa Jafatpati Dewi Durga masarira Dewi. Sembah Hyang di Pura Prajapati. lahir dari bunga teratai. selaku Brahma raja dari pada semua Brahmana. Sarwa jagat pratistanam. Dewa dari semua Dewa. maha mulia.23.

sarwa karya. (Tri Bhuana Meru tumpang tiga) Om pranama Siwa Tang Ghayam. Bhatara Wisnu’sca purusa pari kirtitah.1997: 59) 4. sukham bhawantu. Ang Ung Mang namah. Nang Mang Cing Wang Yang. Om bhur bhuwah swah tat sawitur warenyam bhargo dewasya pranato dimahi.memiliki empat wajah dalam satu badan maha sempurna. Hyang Brahma maha agung. Jayatte-jaya mapungat ya carthi.24. Om Grim trepti laksanem. Tata Cara Persembahyangan dalam Piodalan Om Ciwa sutram pawi-yapnya pawitram prajjapatti yo ayuswam bhala maste tejo. Iswara-Parama swara. Siwasya pranoto nityam. Ciwa tattwa prajanah. . Setelah pangelebaran Caru. Sang Hyang Widhi Om sarwa Dewa. Om Ariwam surya koti pratam-candra koti redayem. Om Grim Ksama heranya.2. Newidyam Brahma Wisnu’ca baksamdewa sarwadya inala bhoti. jaca mapomesi. penuh rahasia. pujian terhadap Sang Hyang Widhi Om Twam Ciwa. dyoyo nah pracodayat. twam Mahadewa. Astra Mantra dan Sthuti Om Ung Rah Phat Astraya namah Om Atma Tatwatma Sudhamam swaha Om Om Ksama sampurnaya namah swaha Om Sri Pasupataye Ung Phat Om sriyem bhawantu. siddhi sekala mapuyat parama Siwaya labhate. stutte.ca siddhinti. sagenah sapari warah. parama gohyanam tri gunam-tri gunatma kem. (Titib. canddhi kesayanamo stute. purnam bhawantu namah Sthiti Mantram Om Sang Bang Tang Ang Ing. Maheswaram. Triloka sawangga sada-sidasah.

sarwa pujanem namah. Antaranta maye cubhem. sarwa papa winasanam. Twam Ing Rudra bhanilaksana. jale dewam rsi sangke.3. 1972:82-86) 4. sarwa tirthem siyemsawem.1. Siwa Murti suka wahem. tirtha jatah pawitrakah. brahma. sarwa halaka terpana ya namah. Maheswaram. dwam sarwa manggalanne sanem. Twam Suriya. nugrahanem bagawan dewi maye datem. Om Gangga mrtiya namah Om Candra mrtiya namah Om Siwa suddhamam swaha Om Atma tattwatmaya nam. laksmi sidhi’sca dhirga yur nirwighnam sukha kretam. Ong idam toyam wimalan dewam sarwa kali kalusa prasame namah swaha. Anugraha hano haram. twam Siwa karah. nasayet statem papem. ye toyem prameng srayem. Om Widya tattwaya namah. Sarwa roga pramanem. Tirta Puwa Pangentas Wong Preteka. sarwa klesa winasanem. Dewa-data anugrahaken yarcanam. twe meweh sapwe mi yadi ye na sakti bhawisiyate. ksama swman sakti. pawitram mangghalam. Ciwa angga Siwa samahen. Me Basme Ong Idam basma param guhyam. Pitra Yadnya 4.(Atmanadhi. Om Sri Samara wan amah. namah karya prajayate. swaroma yem.Ksama swamam jagat natha sarwa papani rantaram sarwa karya kidandiki. Om Siwa tattwatwaya namah. tat to sima murti dewam. Penuntun Metirtha Ong Rah Phat Astraya namah. Twam Ing Swara Gata karah. Sarwa nugrahakem Dewa-Dewi maha idem. Ye toyamciwon ce yah. Asta swarya gunatmakem. .3. wisnu.

Om Atma tattwatna sudhamam swaha.3. Pralina. Menekan Tangan. Ring tepengan punika waluya kapatutang/dharmaning bhakti. 4. Tumuwut sang pitre adi nyasa ring catur desa. deweye nameste ye namo namah. I para jadmane wenten utang mabudi ring Sang Sadaka. satunggil diangken I Para Jana mangda mapunya ring Sang Sadaka sane pageh ngamong berate lan . ste bhagawan Gangga nama ‘stuti nala muwapuh. Nama windu awaye swarem prabhu ibhuh samma kerttem maka patakwa sanem.Om ganerem maha tirthem. 4. kebawos Rsi Renam. nama siwa ya namah.4.5. Hung hur suma gangga idem toyem.2.4. Kramaning Pamuspaning Pitra. Utpatti. maha nadhi tre priyem tatha sarwa dewati. sami iti weta-wetanya. (Atmanadhi. mawit sakeng pelaksanaan swadharmaning Sang Sadaka ring para janane sami. Brahmangga. punika pisan sane ngawanang. 4. sarwa papa winasanem nama. Om Ang Sapta Rsi bhiyo namah. Siwa mrtha manggala ye Sri Dewi sawa mutate.3. Om Ksama sampurnaya namah. Gangga tirtha ye maha bhuta. dewanemlila nasanem. (tangan kanan tiga kali) Om Ang Sapta Pitra bhiyo namah (tangan kiri tiga kali) Om Ang Sarwa Dewa bhiyo namah (tangan kanan lagi sekali). Nyiratin Tirta Sawa Om jala siddhi maha sakti sarwa siddhi sarwa tirthem. 72:81-82) 4. Salilem winalem toyem-toyem tirtha swibbhawa wanem subiksa ye sama toye.3. pamulihan sanghyang Atma (Ngentas) : Om Ang sarwa dewa bhiyo namah swaha (purwa/angga bajra mudra) Om Ang Sapta Rsi bhiyo namah swaha (daksine/mukha dada mudra) Om Ang Pitre bhiyo namah swaha (Utara hradaya/cakra mudra) Om Ang Saraswatiye bhiyo namah swaha (pascima/jihwa/nagapasa mudra) 4. Siwangga: Triaksara. Sthiti. Om Sri Pasupatiye namah. Resi Yadnya Yang dimaksud dengan Rsi Yadnya.3.3.

Ong brahmanem brahma murtinem. 4. yang secara terus menerus menjalani hidup sebagai Sulinggih. Siwa sada siwa sirwatem. Waham wata . . Siwa puja yoga meretem. Aspek-Agama Hindu I-IX (1982-1982:14). Om Guru-paduka-byo namah. Brahma Wisnu Mahe Suarem. Baskarem siwangga layem. Dwijendra purwa siwem. (Pramadaksa. terhadap masyarakat pada umumnya. (arti bebasnya: berawal dari pelaksanaan kewajiban Sang Sadaka (Sulinggih). Dwijendra baskara meretem. disebut dengan Rsi Rnam. Dwijendra Astawa. Siwa loka pratistanem. Tatwad nyanem siwem. Bramana purwa tististanem. Sarwa dewa masarirem. demikian juga sebaliknya Beliau sang Sulinggih terhadap masyarakat). 1984). Selanjutnya mengenai peraturan Sulingih telah diatur pada Himpunan Kesatuan Tafsir Terhadap.desyami Guru-pada dasyat sada. Sarwa roga wisnu cartem. (Pramadaksa.4. sapunika taler panungkalikanya Ida Sang Hyang Sedaka ring Ida Para Jana. karya siddhis ca jayate. Pada kesempatan ini sepertinya telah dibenarkan sebagai wujud bhakti. 4. nama namah swaha. Sarwa wigene winasanem.4. Santi-pusti-wasat-karma. dewa-dewa stiti guruh. 1984). Guru Pada Namas Karo Om Guru-pada namas karaan.2. Sarwa jagat pratistanem. Brahmo siwa murti wiryem. Menyatakan bahwa: Tentang Kawikon/Sulinggih/Pendeta selaku Dwijati adalah suatu kedudukan khusus yang hanya bisa didapatkan dengan memenuhi syarat dan upacara menurut sesana serta sesuai dengan ketentuan-ketentuan Parisada. Brahmanem purwanem siwem. untuk berkorban dengan tulus ihklas ring Sang Sulinggih. itu yang menyebabkan.1. Brahma peraja dipem lokem.swadharmaning kasulinggihan. Dewa mantarem sidhi wakyem dewa sandi sang yogatem. Yoga sidyem murtinem.

dan penulis ringkas. Sang hyang Indra. brahma siwa murti wiryem. siwa loka pratistanem. 1986:47-8). AUM Upacara Resi Yadnya Selain pernyataan di atas.4. yaitu Resi yang dipercaya oleh Raja untuk menciptakan kesejahteraan dalam Suatu Negara.tiga macam syarat untuk mengalahkan musuhnya yaitu: Sang Hyang Astaka Widhi. yang biasanya dipegang oleh “Bhagawanta”. Ong ganda pujiem Iswara nityem. Reshi Purbhasomya memberi petunjuk kepada baginda Raja agar melaksanakan. Lontar yang disalin oleh Sri Rhesi Anandakusuma. Sarwawa dewamca. ya sarwa wigena wina sanem. (Gambar. s Sarwa dewa pratistanem. Om Sriam bawantu swaha. Brahma wangsabca. membakar musuh yang ada dalam diri manusia. memberikan penyuluhan dengan baik dan teratur. harus mengetahui gerak-gerik rakyat yang bermaksud buruk atau baik. Sang Hyang Astaka Widhi. Sadasiwa maha wirye. memberikan kemakmuran agar rakyat cinta kepada pemerintah. Sang Hyang Yama.3. . Ong Brahmanem brahma murtiem. dan tidak terluka oleh segala macam senjata. Kemudian datanglah seorang Raja yang bernama Bhanoraja. Brahma putra pratistanem. Nada grutyem dewa mantrem. yang disebut dengan Resi Yadnya adalah penghormatan kepada nilai-nilai kebenaran yang sejati. Beliau seorang wiku yang telah melaksanakan segala dharma dari sejak masih kanak-kanak.Surya merta pawiranem Yogi-yogi sarwa dewa. Ong Guru dewem. siwa sada siwa meretem. 4. adalah seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat utama yaitu: Sang Hyang Agni. Sang Hyang Surya. Sang Hyang Samirana. Ongkara mantra pujitem oma winayem maha wiryem. untuk memohon petunjuk agar mampu mengalahkan musuhnya yang memiliki kesaktian yang tidak terkalahkan. astawem dewa paragiyem. Sang Hyang Purana Yadnya dan Sang Hyang raja Kerta. dengan isinya sebagai berikut: Di Gunung Agrapati ada seorang Maha Reshi yang bernama Purbhasomya.

Pesan terakhir dari Reshi Purbhasomya. Sang Hyang Pertiwi. wiku yang mengajarkan ilmu kepada orang lain dengan memikat hati masyarakat (amancing updesa). kalau dia menggelapkan uang harus dikembalikan berupa uang. jangan sampai menghukum orang atas keinginan sendiri. Demikian saja pekerjaan-nya. memberikan ajaran yang dimiliki. banyak bekerja sehingga mempunyai istri lebih dari seorang. Wiku Palang Pasir. Pikirannya hanya berguru kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Sang Hyang Raja Kerte. menjual ilmu pengetahuannya.1. 4.3. memperlihatkan Candi Prasada.5. untuk mengangkat Reshi sebagai “Bhagawanta” dengan dua belas kreteria sebagai berikut: 4. 4.3. Wiku Panjer. dengan tekun melakukan kewajiban siang maupun malam untuk mendapat dana punia (guru yaga). Sang Hyang Baruna.4. 4. wiku yang tidak bersaksi. Sang Hyang Purana Yadnya. Akhirnya musuh-musuh baginda Raja dengan mudah dapat dikalahkan.4.2. Wiku Cendana. Hukumlah mereka yang bersalah dengan hukuman yang masih berlaku sesuai dengan Undang-Undang. Dengan cara demikian agar dapat guru yaga.4. Setelah mendapat petunjuk.3. Wiku Pangkon. demi kemakmuran.4. banyak mempunyai sisia.3.3.4.4. wiku yang senantiasa berpegangan kepada sastra. hingga memiliki ilmu yang tinggi. memberikan penghargaan bagi rakyat yang berjasa. memberikan hukuman sesuai dengan kesalahannya. Wiku Ambeng. 4. memiliki pikiran yang cerdik dan menghukum penjahat negara. dari Reshi Purbhasomya maka Baginda Raja melaksanakan petunjuk itu dengan baik. dengan maksud berguru kepada Dewa Parameswara dan berhasil memiliki ilmu yang utama. Sang Hyang Wesrama. kalau ia membunuh maka dia harus dibunuh. .menegakkan hukum tanpa pilih kasih. bersama-sama belajar keluar negeri bersama pedagang.3.

Itulah agar Sri Aji (Baginda Raja) memaklumi ada 12 macam wiku. Tidak mementingkan harta benda. mempunyai pengetahuan yang baik dan tidak beristri dari sejak kecil hingga lanjut usia. 4. dunia ini dipandang rumahnya. dengan senang hati menolong orang yang menderita kesusahan. bebas dari suka duhka dalam pergaulan di masyarakat. selalu berbuat kebajikan.11. tidak beristri. menyelesaikan (muput) upacara yadnya agar menerima guru yaga. tidak mempunyai keinginan mengumpulkan kekayaan.3. 4. 4.3. siang dan malam pandangannya sama. melakukan yoga semadhi. Pikirannya terasa terbang. Wiku Sangara. berbakti kepada Dewa.4. hidup sederhana.9. Begitulah ia laksanakan untuk mendapat guru yaga.4.6.4. beristri dan berputra tinggal didesa atau dikota hidup dalam masyarakat.3. Wiku Wanaprasthi. mengembara di dunia.10. berbakti kepada Dewa di kahyangan. Wiku Grohita. Beliau tidak beristri.8.4.3. menerima tamu. 4.3. memuja homa. wiku yang membuat kebaikan dengan memberi petunjuk jalan (ngentas) kepada rohnya orang yang meninggal dunia.4. Wiku mengawini wanita walaka.12.4. Wiku senantiasa memperdalami kesusastraan. karena ia memerlukan mendapat mas perak. mengajar ilmu pengetahuannya kepada siapa yang memohonnya. teguh melakukan yoga semadhi. meningkat-kan filsafat kebatinan (ambek niskala).3.3. wiku hidup berkeluarga. 4. Wiku Saba Ukir. ahli dalam segala macam filsafat.7. Wiku yang mempunyai Nabe lebih dari satu orang. telah sempurna tentang Tri Dharma (Dharma Tiga). wiku yang disebut dari angka 1 sampai . Wiku Sanyasi. 4. Wiku Grahasti.4. rajin menghadiahkan buku (mendana pustaka).4. Wiku tinggal menetap ditengahtengah hutan. Wiku Bramacari. tidak tetap tinggal di masyarakat (ndatan ring negara krama). kepada Sang Hyang Widhi Wasa.

. Sa no dewah sawita sarna yacchatwasme Ksayaya triwartitamamhasah Rg. dukun yang mengeluarkan kata-kata yang beraneka macam. Ngraja Singa. Pagedong-gedongan.Ragamaya. Metatah. tidak boleh tidak negeri ini akan goncang dan menderita. Bulan pitung dina. Kelahiran Bayi. yaitu: 1. Kepus udel.2. Pawiwahan. dengan kemampuan untuk menghindari kekuatan jahat). (Keselamatan Bayi dan Ibunya) Om Brhatstsumnah prasawita newisiano Jagatah sthaturubhayasya yo wasu. Kalau wiku tersebut dipakai pendeta raja dan negeri. (Anandhakusuma. dipandang wiku yang ada cacatnya (wiku ceda). dan dipercaya oleh pendukungnya/masyarakat). 12). Nempugin. Ia yang mengatur baik yang bergerak dan yang tidak bergerak.5.1. 4). Ada tiga lagi yang patut mendapat perhatian agar pemerintah tetap stabil. Dari sebab itu patutlah dipakai Sri Aji memperhatikan benar-benar keadaan Wiku yang akan dipakai pendeta untuk istana dan negeri. Pawotanan. Mapodgala atau Mawinten/Madwijati (sesuai dengan tingkat kemampuan seseorang. 8). 1994: 3-33) 4. Weda IW. Kalau ketiga ucapan dukun itu Sri Jaya percaya saja. tidak bercacat.Suptamaya. suci dan melakukan dharmanya wiku (dharmaning kawikon). Om namah Kumara sad-anama ya.5. Ngastawa Sang Hyang Kumara.Pradhanamaya. 10). Wawu hembas rare. dan menegakkannya. 7). 6). 3). Siki dwa jaya prati mayaloke Sad-kreti kanandakara ya nityam. dukun yang percaya kepada mimpian. 2. 3. Wiku yang disebut dari angka 9 sampai 12 dinamai Wiku catur Asrama. Manusa Yadnya Yang dimaksud dengan. Roras rahina.6 (Ya Tuhan Yang Maha Pengasih. dukun menurut kehendaknya sendiri. tidak bersandar Sastra. Tigang sasih. semoga ia Sawitar memberi rahmat-Nya kepada kami untuk ketentraman hidup. 5). 4.5.dengan angka 8 itu. yang memberi kehidupan pada alam. 9). maka pemerintahan (keprabon) bisa menjadi goyah. 1997:78) 4. 11).53. (Titib. manusia yadnya terdiri dari dua belas tahapan yaitu: 1).

4. Mabiye kawon (Usapin taluh ayam Brumbun). Namah sadakurtkuta namo hana ya. 2003: 64-65) 4. Sasti-praya yam ala santriyate. Om sang Sadaya namah (ring arep) Om Bang Bamadewaya namah (ring tengen) Om Tang Tat Purusaya namah (ring kalong) Om Ang Aghoraya namah (ring kiwa) Om Ing Isanaya namah (ring tengah). Mesesarik. Om Rudra-atma kaya prati mayoloke. Ong bang bane dewa ya namah. Mala papa petakane sianu kabeh. sidhi pari purnya namah (netra kalih) .5. (Gambar.5. metatah.sti kajrambha kayajaya nityam. Brahmanya dewaya sikidwaja ya Senapratewa dahita ya nityam dewayam Namo’stu koncadala darana ya.3. Om ya namo. Potong rambut. Om Namah sada-agni ya wiyaka ya. Ong sah osat namah.Namao. Namo’stu widya warada ya loke Namo’stu rohika wapiya. stu hanganila ya nityam. molongin karna. Sagilingan pagilingan male. Om Sang Sadyaya namah (alis) Om bang Bamadewaya namah (bahu tengen) Om Tang Tat Purusaya namah (tungir) Om Ang Aghoraya namah (bau kiwa) Om Ing Isanaya namah (hredaya) Om Rang Kaje sarase namah (bahu kiwa tengen) Om bhur Bhuwah swah Jwalon namah (Ratna kencana = pada kalih) Om Hring Kawacaya namah (sarwa angga) Om Bang netra ya namah Om Bang netraya namah. 1987:18) 4.stu tasme dwajawara pujitram. Om Antiganing sawung pangawak Sang Hyang gale acndu. Huwah prakase warado namo’ stute (Ringga Natha. lare wigene papae klesane si anu. Namo. Ong bhatare Bayu angiberaken lare roga. Ong seriya namu namah swaha. Kalisakane lara roga.

sebaya wiyanta suci. Pengisep Peras/daksina . Om Ang Yang Om Ang Ung Mang. sampurna ya surya Candra madya pada Om Ung Sri-sriya wenasah. Ah Ah Ah. Om sdudha mala mari sidhi sasas dangku dirghayusa Om Ung Sapa panaya namah swaha Om Ang Pranama Siwaya namah Tetebusan Om Ang Maha Sidhiyam ya namah Kumur-Kumur Om Wakra sodhaya mam swaha Meraup Om gemana muktiya namah Mesesarik benang Om Purnatma. Pabersihan: Om Ang Bubu tirta harum Lis Om Nama Dewaya namah. purnajiwa. Purnahayi. Pengambiyan. Penganteban Peras. Om Siddhi rastunya namah swaha Suci Om Suci rwa-suci rwapi. sarwa karmagate piwat.Tepung Tawar. Peras. Brahma Bayu lara roga Bhawantu sang malis-lis.saraswati mrtaya namah Sudha siddhiyem prayojenem. cintyyayet Dewa Wisraman. Om Ung Sarwa Dewa mrtaya namah. Sudhaman swaha.

Om Ung Mang Mahadewa Sudhaya namah Pangisep salwiring Banten Om Hyang maha mrta Srayu Dewata , Ang-Ah. Penganteb Sesantun/Daksina Om Ang Yang Sukham amrta Sang Jiwanya namah Pebangkit/Gelar sanga Om Durgha bhucari namah swah. Om Khala bhucari namah swaha. Sang Bang Tang Ing Nang Mang Sang Wang Yang Ang Ung Mang namah. Pengaksama. Om Ksama swamam Mahadewa, sarwa prani hitang karah maoca sarwa papebyah, phalayaswa sama namah swaha. Om Samastha ta Mahadewi bharawi prete baksini Bhagawate twasya Durgha dewa bwatasya sakhalam, niskalam twam Rudra tam somya daryatesya wa Twaya Dhurgabhuta watyeya namo namah. Pabuktian Bebangkit/Gelar sanga Om Buktiantu durgha kentara. Bhuktiantu khala kewaca. Buktiantu nhuta nem. Bhuktiantu pisaca sagyem. Om Sendat-sendat robyo namah Om rich kecarik caru kero bhiyo namah swaha. (Atmanadhi, 1972: 88-90). 4.5.5. Smara Ratih (Menek Bajang) Om Pradana purusa sayoga ya, Windu dwa bhoktra ya namah. Dewa-dewi sayoga ya, paramasiwa ya namah swaha. Om Ananggah Kamani patni, Puspeso mandhani thata. Kamo Dhanawati patni, Mandani mandana tahta. Om manobhawa shobani ca, Sri mati makara dhwjah.

Kandarpa Somawatis ca, Sri Jayani ca manmatah. Om Kama Dewa Ratih Patri, Swetari smara ewa ca, Anatur nandini patni, Manasi jas ca tarini. Om kamadewa ca tarini Om Om Kamadewa ca Ratiye namah swaha. 4.5.6. Pakeling saha Seha. Om Pakulun Sang Hyang Pradana Purusa, Makad sira Sang Hyang kamajaya kamarath, mansan nra handa sih wranugraha ri sira, Amembah angadekaken yadnya pekalan-kalam nira sang bipraya wiwaha, ledang paduka Bhatara pada tumedun pada malinggih ring rwaning kukus arum Om Pranamya bkaskara dewam, Arswa klesa winasanam. Pranamya aditya siwartham, bhuktu mukti wara prdam. Om Hrang Hring Sah paramasiwa dewa lingga ya namah. Ringga Natha (2003:39-40) 4.5.7. Mawinten Sang jagi ngemargiyang indik upacara-upakara Pawintenan alit kawastanin Pawintenan Bunga/Saraswati. Orang yang bermaksud melaksanakan tatacara upacara-upakara Pawintenan kecil disebut Pawintenan Bunga/Saraswati. Om, Saraswati Namastubyah; Warada Ama Rupini, Sidhi-rastu Karaksami; Sidhi Bhawantu Me Shadam. Om Pranamya sarwa Dewa-Aksara; Paratma Atma Ewangga; Rupa Sidhi Karoksabet; Saraswati Namnyam. Mano

Om, Padma Patra Nama Laksmi; Padma aksara Warni Nityam; Pahalabaye Dewi Tubiyam. Selanjutnya diteruskan dengan Mangajapa Duh Sira sang Mawinten, Wus pwa sira binersihan, Mawintengama, Manke sira wuswruha ring kasucian, Aywa tan mituhu pawarah, Aji, tumuta kita susilan ira Sang Hyang Ayu, gelarana yoha lah, Semandinta, aywa tan rastiti ring agama, Yati-ka dalan Kita, Bhakti ring Bhatara Den langgeng pwa juga sira,

omastitikna, Maning sariranta, Kunag yan Sira umalaku, tan weang panganna angulahakna Sang Agma, Aggengakena Dharmanya, Anulis Sarwa Sastra, suksma tutur utama, muang gelarana puja mantra, Yan wus samangkana polah niya, weang ngungguhakena banten ring prahyangan, yan tan samangkana, Karya letuh ngaraniya, apan urung wruha ring kasucian agama, apan kasupatut den Panca Maha Bhuta Mala sariranta, wenang Winiten de Sang Sada Yogiswara, Yan tan samangkana tan sida hilang panca malanta mangkana, pratiyaksakna pawarahing sang hyang Aji Suksma, sih nirmala. (Pramadaksa, 1984). 4.6. Bhuta Yadnya 4.6.1. Susunan Bhuta Yadnya Pertama: 1). Segehan Alit & Agung, 2). Panca sata, 3). Panca sanak, 4). Manca kelud 5). Rsi gana, 6). Walik Sumpah, 7). Lebuh Gentuh, 8). Tawur Agung, 9). Panca wali Krama, dan 10). Eka Dasa Rudra. Mantram caru termasuk yadnya sesa, adalah sebagai berikut: 4.6.2. Yadnya Sesa. Om Ang Kang Kasolkaya kanaya osak namah swaha swasti-swasti sarwa butha sukha pradanya namah. 4.6.3. Pengelebaran caru-caru. Om Tang Ang Ing Sang Bang Ung Ca Tat Om Gunung Gangga dipataye. Om Hreng Rajastraya namah. Om Phat-phat, Om Ang-Sura bhalaya namh. Om Ung Cakra bhala ya namah. Om Sang Bang Tang Ang Ing Panca Maha bhuta bhiyo namah. Asep-Asep Om Ang Dipastra ya namah Cecepan Air Om Angga sukha mrtaya namah Penastan/Cuci tangan O namo namah swaha Pakakurah Om Ung Mang kama ya namh

6. Pascima Mahadewa Pasca. Dupa Gniya Mahesora. Akasa Guru Trisulam Danendra ya namo namah swaha. Panca Mahabhuta (serana: Genta dan Sekar) Akasa Ong akasa nirmala sunyem Rudra dewa byomantarem Siwa nirbhanem wiryanem Teja Ong tejo murthi nawa rupem Surya candra masarirem Sarwa teja diptadnyanem Arcanem sarwa dewanem.Candra dewi Sunya Siwata pujinem. Daksine Brahma Dandastra. Utara Wisnu Cakrastra Ersanya Sambhu Trisula Madya pada Ciwa Padma. 1972:7880) 4. Bayu Ong akasa bayu murthinem Sarwa marana wicitem Mertyu kslsmtsks rodrem Jagatem pretista lenggem Apah Ong Ung Wisnu trinayem. Pasupati Om sarwa wighna winasayantu Sarwa klesa-klesa winasayantu Sarwa duka winasaya Sarwa papa winacaya Sarwa papa winasaya namo namah swaha. Ludra ni Santani dewi.4. wisnu Bhatari Sridewi.Panglukatan Om Iswara Umadewi’ca Mahesora Laksmi Brahma Saraswati dewi. Mahadewi.Nerityem Rudra Moksalam. (Atmanadhi. Arda Nareswari linggam arcane ya namo namah. Adah sabda Ciwa Cakra Undah Prama Siwa Dwaja. Om Iswara Bajrasta. Siwaditya. Biyahyem Angkus Sangkara. .

Catur dewa maha sidhyem Wighna klesa winasanem Raga dosa winurcitem Pertiwi Ong pretiwi sarirem Catur dewa Maha dewi Catur asrama bhetari Siwa bhumi maha sidhyem Ong Ong Rang Ring sah wosat. Durgha Stawa Ong sema kasta maha dewi Bherawi pretha baksini Baghawati durgha tasye Durgha dewi namonamah. Ong sekala niskalatmatwam Rodranta somya darayet Tasye durgha dewiywm tasye Durgha dewi namonamah Ong Ong sri durgha dewi dipate ya namah swaha Kala Stawa Ong byakta raksasa rupanca Webaksya twam capunah Somya rupa mawopnoti Twam wande waradham aum. Ong krura raksasa rupanca Wyakta ya rakta locanem Prape noti santo rupatwam Twam wande tri purantarem Ong Ong kala bhucaibyo namah swaha Butha Raja Stawa Ong bhuta raja maha krurem Saharsa kirana pradham Sadwaktrem sayutascewam Sakala swahitang karem Ong maha raksasa dasa bhujah Hiranyem garbhode sembawah . Sri pancamaha bhuta byomanah swaha.

Iti tadah sajinira penek amanca warna. mantuk pwa sira ring kayangan nira sowang-sowang. Ong Sang Namah. Iti tadah sajina penek ireng ayam ireng rinacana winangun urip. anadah ta sira wisira amangananginum satetanjan. ajaken wadwa kalanira limang atus limang puluh lima. anadah ta sira. wisnu dewatania. pascima desanira. Ong bhuta jangitan. ajakaken kala wadwanira wulungatus wulung puluh wolu. (Bangli. Ong Tang Namah. mantuk pwa sira ring kaynagn nira sowang-sowang. atatanjan. ayam wiring winangurip.Bhuta preta simang rudhah Naga yadnya musubitah Ong Ong bhuta raja dipate ya namah. anadah ta sira. mahadewa dewatania. ajaken wadwa kala nira pitung ngatus pitung puluh pat. Iti tadah sajinira penek puti ayam puti. wusra manganannginum. wusira anadah amangananginum satetanjan. Ong Ing Namah. Ong Ang Namah Om pakulun sira sang bhuta tiga sakti. 2005:76-78) Ngayab Upakara ke Bhuta (Caru Panca Sata) Ong sang bhuta baruna. wusira anadah amangananginum satetanjan. utara desanira. purwa desanira. mantuk sira maring kayangan nira sowang-sowang. brahma dewatania. Ong sang bhuta aruna. kliwon panca warnania. Ong Ung rahpattastra ya namah Ong atma tatwatma sudhamam swaha . iwak ayam isa. mantuk pwa sira ring kaynagn nira sowang-sowang. pon pancanira. anadah ta sira wisira amangananginum satetanjan. bhetara siwa dewatanira. Siratin Caru (Sarana Tirta). ajaken wadwa wadwa kala nira petangatus petang puluh pat. Ong Bang Namah. rinancana winangun urip. Ong bhuta lembu kanya. madya desanira. mantuk pwa sira ring kaynagn nira sowang-sowang. Iti tadah sajinira penek bang. wusira anadah ta sira. umanis panca warnania. Iti tadah sajinira penek kuning ayam buwik rinancana nangun urip. pahing pancawarnania. ajaken wadwanira sangangatus sangang puluh sanga. daksina desanir. rinacaca winangun urip.

Nang Mang Sang Wang Yang. waras. paduka bhetari durgha. paduka bhetari durgha. amukti sira sarwa enak. kasadya rahayuan mwang kaubagan. waras. sama suka. Aywa sira anyangkala swakarya punanu. Nang Mang Sang Wang Yang. kasadya rahayuan mwang kaubagan. lugraha sangadruwe caru kadhirghayusan. teka waras. Ang Ung Mang. Ong bhuktyantu dgurga katarah Byaktyantu kala mawaca Bhuktyantu sarwa bhutanem Bhuktyantu pisaca sangyem Matabuh Arak Berem Ong durgha baktya loka bhoktra ya namah Ong bhuta loka bhoktra ya namah Ong kala loka bhoktra ya namah Ong piasca loka bhoktra ya namah Pengerarem Bhuta (Serana: Genta. ra kaki bhetari gana. Ong sidhi rastu tatastu swaha. waras. sama lolya. ra kaki bhetari gana. apan sampun angaturaken caru kabaya kala. Ang Ung Mang. sama suka. Ong Ung rahpattastra ya namah Ong atma tatwatma sudhamam swaha Ong sri pasupati ung pat Ong Sang Bang Tang Ang Ing. Aywa sira anyangkala swakarya punanu. teka waras. Ong sidhi rastu tatastu swaha. Ngayab Caru (Sarana Genta) Om pakulun kaki bhetara kala. amukti sira sarwa enak. apan sampun angaturaken caru kabaya kala. waras. Ngayab Caru (Sarana Genta) Om pakulun kaki bhetara kala. sekar) Ong mrana bhuta mararem . sama lolya. sannhyang panca muka.Ong sri pasupati ung pat Ong Sang Bang Tang Ang Ing. lugraha sangadruwe caru kadhirghayusan. sannhyang panca muka.

Ong Bang Bamadewa ya namah swaha. mur sah pwa kita kabeh dadi dewa dewi. pada alukat apupug denira bhatara siwa guru. Parurupan Bhuta (Sarana: Genta Sekar) Ong sang bhuta sweta. sumurup ring bhuta kalika. teke kita saking madya desa. Ong indah kita sang bhuta manca warna. Ong Tang tatpurusa ya namah Ong sang bhuta ireng. Ong Sang Sadya janten ya namah swaha Ong sang bhuta bang. teka kita saking purwa dea. sumurup maring ungsilini. Ong Ang Ahora ya namah. Ong sdhi rastu tatastu swaha . menadi bhatara siwa guru. teka kita sakeng daksina desa. Lukatira bhuta kalika sumurup ring bhatari dhurga Lukatira bhetari dhurga sumurup ring bhatari uma Lukatira bhetari uma sumurup ring bhatara guru Lukatira bhetara guru sumurup ring sang hyang tunggal Lukatira sang hyang tunggal sumurup ring hyang tan paran Sira juga sangkan paran prasida kalukat mala petaka kabeh. teka kita sakeng utara desa. Tirta penglukatan) Ong lukatira bhuta dengen. teka kita sakeng pascima desa. menadi sang bhetara Wisnu. Ong Bang Bamadewa ya namah Mahadewa. sumurup maring papusuhan mrnadi sang hyang Iswara. Irika ta anglukat sakwehing bhuta kala kabeh. sumurup maring hati. sumurup masing sarandhuning sarira kabeh. menadi sang hyang Brahma.Sri damba dara yanganem Sri mantra trigata swara Sri daradhi maha mantrem Ong agni madya rawicewa Rawi madya candrma Candra madya sukla bhawet Sukla madya stiwa-tiwa. Ong sang bhuta pita. sumurup maring amprui. Penglukatan Butha (Sarana: Genta. Ong sidhi rastu tatatstu swaha Ong ksma sampura ya namah swaha Ong Ong swasti swastisarwa bhuta suka pradhana ya namah swaha. menadi sang hyang brahma.

Ong a ta sa ba I. Bija genahing ring sanggah cucuk) Ong sang buta purusangkara. 4. Sang Kala Kudang Kastu. Sang kala Dharma. Sang Kala Dumrana. Sang Kala Bhuta Mrtyu. Sang Kala. Sang Kala Sri jaya Mandala. Kepanca Maha Bhutan Ong pretiwi dewa sampurnem Apah teja jiwatmanem Bayu akasa premanem Durgha yusa jagatrayem Ong Rang Ring sah wasat. Mantram Caru dewasa ala Pakulun Bhuta wetala wisaya. sira guruning bhuta kabeh. prama siwa Panca maha bhuta byonamah swaha. Sang Kala Dwimba Pepet. Ong Mang Ang Ung ya nama swaha Ong Ung Ung bhuana sudha suksma ya namah swaha Ong Ong suksma ya namah. Dora.Sang kala Dasasengker.5. Sankala Astawara. rung rung. Sangkala Gni Bwaka. Sang Kala Rumpuh. Sang Kala Nawa Wara. (Pramadaksa. Sang Kala Bhuta Nganten. Belajar Mantram Genta atau Bajra. Sama kabeh ring Sang adruwe caru. Sang Kala Sapta Wara.Ong Ang ksama sampurna ya namah swaha Ong guru padeke byonamah swaha. 4. Ong dukduk. Ong Ung Rah Pattsastra ya namah swaha Pengaksama Genta atau bajra . Sang kala Sadwara. Ang Ung Ing Ing namah swaha.6. mantuke sira ring kahyangan nira sowang-sowang. Sang Kala Bhuta We-Uku. sang Kala Biantara.6. Waya. 1976). Sang Kala Pancawara. dung dudung. wangsulake bhuta nira riwusira mangananginum. Pralinan Bhuta (Sarana: sekar. Mengambil Genta atau Bajra.Saluhuring Sang Kala Raja Merana.6. si wan a ma ya. Kasukanira Om dirga ayu rastu tadastu astu swaha. Ong bhuta sahira ya namah. Iki iki tadah sajin iri sedaya. Kang Kininda.

Waradham labda sandeyah. Jagatnatha hitangkaram Abiwada wadanyah.3. ganti setiap habis Om Ang Brahma dipastra ya namah Om dupa amertha ya namah Om lingga purusa ya namah sawaha. Sukham Bhawantu. 4.7.7. Ngayab Bebanten Sebelum upakara dan upacara tersebut dimulai kita harus membersihkan diri. Genta sabda prakasyatah. 2005:91) Ong Ang Kosal Kaya Ya Namah Swaha Ong Sriyam Bhawantu. Menyalakan dupa/Ambil Dupa nyalakan. seperti pada upakara /bebanten: 4. tangan cakupkan pada dada atur nafas masuk lewat hidung Om Ang namah Om Ung namah . Candrada windhu nadhantem. Ong Mang namha (raris unyaken panjang) . (uniaken panjang/bunyikan panjang) (Swastika. (Swastika.Ong Ongkara sadha siwa stah. Spu lingga siwa tattwanca. (Bangli. Om Santih Santih Santih Om. Purnam Bhawantu. Ong Ang Kang kosal kaya swari ya namah swaha. Abhawa-bhawa kamesu. Amusti Karana. 4. Ong Ung namah. 2006) 4. Pelaksanaan Upacara Sikap duduk tegak. Ong gentayur pujitem dewa.2.7. Ongkara prakerthitem.7.1. tangan ditengadahkan diletakkan pada kedua belah lutut Omprasada stiti siwa nirmala ya namah Om padmasana ya namah Om lingga purusa ya namah swaha. membersihkan sarana upakara dan mengistanakan para dewa pada upakara tersebut. 2006:66) Nyipen Genta Ong Ang namah.

sudha bumi sudha giri. siwa rininggiting guru utusang sang hyang bhatara dewa kalabetaning sarwa dewa mangilangaken mala papa petaka geleh sarira. 4.7. apan sampun jangkep tengerin tri buana. Om bumi ginawe. 4.7. tanpa cangkem. Menjalankan Pabyakaunan.7.7. Om pakulun pangadegning janur kuning. mangkin ngadeg ring lis pabbiakaon muah lis padma 4. (lalu siratkan kepada yang akan dibersihkan/dilukat). Om Mang Iswara ya namah swaha. Om Gangga pawitrani ya namah swaha.5.7. sarwa klesa dasa maha geleh pate leteh prayascita ya namah swaha. Om Ung Wisnu amerta gangga ya namah.4. Om Sang Hyang taya tanpa netra. 4.6. Sucikan Badan. Ngastawa Tirta. sudha Brahman sudha sudha astu tad astu ya namah Om sa bat a ha i. prayascita yan namah Om a ta sa ba ha I na ma ya.9. Sucikan Tangan Om Sudhamam swaha Om Ati sudamam swaha 4.7. lakukan disekitar pelaksanan upacara. sira angisuh .8. Ngastawa Lis. Om Sidhir astu nama siwa ya. Om a ta sa ba ha I wa sin a ma ya. Om Ang Brahma ya namah. Sang hynag taya jati sukla nirmala. tanpa hirung. tanpa karna.Om Ang namah 4. Om Puspadhanta ya namah Om Ang Ung Mang Siwa Sadha Parama siwa sabda bayu Idep sidhanta nirwighna ya namah Om Sidhi swaha ya namah Om Shah wosat prayoga ya namah swaha. dengan sarana bunga. (lalu cemplungkan bunga ke tirta) Om pakulun Bhatara Siwa Gni. Ambil Lis lalu disucikan. sesuai dengan kegunaannya Om tirtayam tirta pawitram. Ngaturang Pabyokaunan dan Payascita.7.

4.7. Kala Jenar Kala Manca Warna. Manawi kirang ta aturan nira durus tuku ring pasar agung. Aywa ta kita pati ulik Sali gawe.7. Om sarwa wighna winasa ya. tad astu nama swaha. Kala Ireng. Ong Ang sarwa klesa kesama swamam ya namah swaha. tritya sudha.10.ishin sarwa dewa. ojo sira nyengkala nyengkali manusan nira nagstiti dewa ring kahyangan sakti. caturtya sudha. reh ingsun sampun angugrahaken tadah saji ring bhatara Kala. Om Hrim rim srim am tang sam bam im sarwa danda mala papa klese wanasa ya rah um phat. aywa ta sira masenetan ring manussa kabe. sarwa papa winasa ya. 4. Om Hrim srim am tang sam bam im swarwa danda mala papa klesa wiansa ya namah um pahat. Aywa kita amgoda manusan lan apasanakanku. nyah ta kita ring janur jipang sabrang melayu. sarwa satru winasa ya. sedahan Kala kanibehan. Iti tadah sajinira penek lan terasi bang. Om am mam nama ya namah. Om Kala Kali byobakto ya namah. kala ring sarwa ta kabeh. Om ksama sampurna ya namah. Ngaturang Prayascita. Kala Sepeten. dilaksanakan saat pabiyakaonan Pakulun sira sang kala purwa. Mekala Hyang. Om Sidhi guru srom shah wosat. sang kala peraja muka. sarwa klesa winasa ya. Kala Bang. Kala Anggapati Kala Karogan Rogan.12. sudha sudha wari astu.7. Kala Sakti Kala Petak. pilih kabela nira kabeh. aywa ta sira pati reroganing. indur doh kita sarwa bhuta. kala dengen ring pada bhatara kabeh. sarwa dusta winasa ya. sang kala ngeluleng. Ngelebar Segeh. (lalu natab ke bawah dan lanjutkan ke Badan) . pancami sudha. sarwa rogha winasa ya. pomo pomo pomo. angilangaken sarwa bhuta dengen. wus mangkana durus sira awali ring genag sowang-sowang. Pakulun Bhatara hyang kala. akala sakti. Om Hrim sram man swam yam sarwa roga wighna astu winasa ya rah ong phat.11. (sama seperti di atas) Om Pratama sudha. sang bhuta preta. 4. Puniki ta bukti denira kabeh. Kali. dwitya sudha.

7. elemen Pengetahuan. penek lan terasi bang. pangeresik tepung tawarin lis). aje sire pati reroganing aje sire ulik sili gawe iki tadah saji nira. Om shah wosat prayoga ya namah swaha. I. sujud kepada Om. sang kala byobakte ya namah suaha. sarwe pape petake lara roge wigene parayascita ye namah. tuku sang sira ring pasar agung. elemen Siwa Om. ta. menawi kirang tadahan sire. si. ta. den pade kadep sidi rastu pangastu dangguru isuare nire.13. ye. sarwe male parayascite ye namah. Pasang Tri Tattwa Om Om Siwa Tattwaya namah Om Om Widya-tattwaya namah Om Om Atma-tattwaya namah Om. . elemen Atman.16. ba. sa. sang bute perete. aje sire kari ring kene. anak rabinira. 4. suang wigene hulun aminta sih lare toge.14. Bebanten Suci. Astawan Banten malinggih ring paruman Ong perenamie dewa sang linggan. 4. te. be.7.( 2006:4046). Ong nama Siweya.lawe satukel.7. se. 1976:251). i. tan kelabetang tulah kelawan carik muang pamidi. indah nira lunga kirangan kabeh amarah desa. Ong se ba. iki jinah satak likur. sujud kepada Om. anak putunira. kala sakti. (Puja.7. rowangire.Om ang ung mang siwa sadha siwa parama siwa sabda bayu idep sudhanta nirwignhna ya namah. he. Ong A. Swastika. sih kerta nugrahe betare. Om sidhi swasha ya namah. sujud kepada Om. 4. (Gambar. sang kala nguleleng. wa. mogalupute ring lare roge. ulun amuja ri paduka betare pakulun. 1987:24) 4. Ong I. sang kala paraje muka. me.15. Ngaturang Parayascita. Pukulun sire sangkale purwe. ajaken sanaknira. na. (raris eteh-etehang. pilih saka balanire. ring pilinggih sami. ha. Om. sarwe kelese dase male Genah pate leteh parayascite ye namu namah suahe.

(selanjutnya ngaturan pasucian). (selanjutnya ngaturang tirta pakuluh). namasiweye. Sire asung anugrahe ring pule pale mangilen-ilen padanira Sang Hyang samangkane puangulun inanugrahe denire Sang Hyang pasupati ide malinggih ring puncaking Gunung mahe meru ring jambu duwipe. (selanjutnya Ngastawa betare sami). winahan kundi manik makasudaning bwana kabeh maka uriping bwana agung bwana alit. Ngaturin Betara Kukusarum Om Hyang Hyang sukla parisudha ya namah swaha. Ong Hyang Hyang Hyang. Penghormatan. Ong Ang Ang namah suahe. anangguhana ratna kencana.14). pengeraratan ring pada betare pakulun. 4. manusan betare angaturaken sari pemendak. desti tiwang prakasa prasama kalebur denira Siwatirta-Murti sakti. susur keramas. (Gambar. seganti-ati sabda rahayu. 1987:8 . Amuncar amukti sakti anibekaken tirta kamandalu. Ong pakulun. Mangkana tetep pageha ring bayu pramanira si Anu ring raga walunanira anangaken pala boga. Ngastiti Tetebusan Ong purna candra.7. Sang Hyang Ayu Asihe pinakang ulun. Ong to ye gangge pawitre ye namah suahe. anglebur ujar ala ipun ala mala petaka tuju teluh terenggana.Sarwe kale bute sirnam. Ong pakulun sredah Betara Siwa.8.17.7. (Siratan tirta) Ong sidrastu ya namah swaha. purna bayu den kadi langgenging surya candra. perenamian siwe Siwar tan sarwe jagat paramoditam. maduluran wastre seperadeg maketigasan betare sinamian miwah toye pawitre pemasuhan tangan suku. Dewa yang Berstana di Gunung-Gunung . Ong sah odat ya namah swaha. 1994:16-20) 4. (Anom. lenge wangi. sari pasucian sesarik. 4.18. sebatahei. ulun aminte sih nugraha ring paduka betare sakti.

4.8.1. Penghormatan di Gunung Andakasa Ong Ing Indra taya namah swaha 4.8.2. Penghormatan di Gunung Mangu Om Ang Kling Cling Adhikalayang de bhawa 4.8.3. Penghormatan di Gunung Watukaru Om Tang Jayanatri namo namah swaha Puncak Gunung Watukaru Om Ung Hyang watukaru dewa Saktiya namah 4.8.4. Penghormatan di Gunung Kawi Om Ung Manik wisesa Sakti Dewa Purusa ya namah swaha 4.8.5. Penghormatan di Gunung Batur Om Ang Sri Dewi Danhu Jiwa mrta sabumi swaha ya namah 4.8.6. Penghormatan di Gunung Beratan/Dhanu Bratan Om Ung Wesphawa Hyang Manikya namah swaha 4.8.7. Penghormatan di Penataran Besakih/Gunung Agung Om Tang Maha Dewa Sarwa Dewa Sruti Basukihan nama swaha 4.8.8. Penghormatan di Gunung Agung Om Hrang Hring Sah Bhatari Giri Putri Siwa Bumi Maha Sakti ya namah. (Atmanadhi, 1972:45-49) 4.8.9. Nunas Tirta ke Gunung Agung. Ong asung seredah Betara Sakti, Pakulun Hyang ring Gunung Agung, Hyang ring gunung lebah, Paduka betara amijilaken tirte trebesan, Telaga waja, panglukatan mijil saking gunung Manik tegal siku, ring saganing, Paduka Betara anglukat anglebur Malaning aturan ikang manusanira samadaya, Kene kerarahan, kara ramian ring kahyangan sakti, Teke moksah ikang mampeh maring wetan, maring kidul, maring kulon, Maring lor maring madia, tumiba ring tengahing segara, mabayolan wastu sidi rastu ya namah swaha (ucapkan tiga kali) 4.8.10. Maturan Canang Prascita (Tebasan Durmanggala) Ong pakulun Sang Hynag Kala Lunggleng, Aja sire pati papanyi Iki tadah sajinira penek kelawan terasibang, iwak antiga, jinah satak lima likur, lawe satukel.

Manawa ta kirang tadahira aywa sira usil silih gawe, tukunenta ring pasar Agung, lawe satukel, weh sanak rabinira, muang putunira. Ndah ta sira lunga amarah desa, aja sira maring engkene den pada sidi rastu. Ong kala bie bekta ya namah swaha. (Anom, 1994:10) 4.8.11. Ngadegang Betara Nyatur ring Banten Ong ang Brahma rakta warna, saraswati dewi bionama swaha. Ong ung Wisnu Kresnawarna Sridewi bio namah swaha. Ong mang Iswara swetawarna Umadewi bio namah swaha. Ong tang Ludra Durga dewi bio namah swaha. Ong Ong Sri Guru Jagatpurusa bio namah swaha. (raris ngingkupan betara sami) Ong gang ung mang, Ong Siwa Mata warna, giri putrid dipatio namah swaha. 4.8.12. Ngastawa Betara dan Pengiringe maka sami Ong Iswara purwantudewa, Heneyanta mahesora Brahma Daksina Dewata, neretian Rudra Dewata, pacimanca Mahadewa, wayabian sangkara statan, wisnu Utara Dewatam, Aiswarya Sambu Dewata, Madia Sadaswa, Sarwa dewa muciate. Ong Hyang sri Dewa Dewi amreta pasupatiye nama namah swaha. (Anom, 1994:12) 4.8.13. Nedunang Betara ke Pengubengan Ong Iswara Umadewi ca, Mahesora Laksmedewi, Brahma Saraswatidewi, Ludra Nisantanidwi, Mahadewa Umadewi, Siwadetia, Cadra Dewi, Guru Giriputridewi, sunya siwa ta pujanem, Ardhanareswari lingam, daksina Brahma danfastra; Nairiti Rudra moksalam, Pascima mahadewa pas, wayabyan angkus sangkaran, Utara Wisnu Cakrastara, arisanya Sambhu Trisula, Madia Sadasiwa padma, andah siwas ca Calirastra, urdah Pramasiwa dwajan, Guru Trisula dranam. (Anom, 1994:14) 4.8.14. Nedungan Betara sami (dari Jawadwipa, dan Selam/Allah/Islam)

Iki sehene rawuh ke jaba (pejati). Pakulun Paduka Batara Hyang Baruna, Manusanira anguntap anuhur Padanira batara samodaya, Sredah tumurun mara maring mrecapada. Manusanira angaturaken pejati, banten suci maduluran banten jotan dampulan. Sredah paduka batara malingga ring kayangan Agung, Maka panguluning jana pada, Katuran puja wali, peparenga samojaya, Ong sidhi rastu ya namah swaha. Sira masehe, saha kleneng angonteng. Pakulun batara sinuhun Agung, malingga ring punaking giri jambudwipa, sira tumurun mara maring Bali, malingga ring gunung Agung, kalih ring gunung Batur, sredah paduka batara asung lugraha agung rene pengampura, manusanira Batara angaturaken sarinan canang muang sarining tahun, sredah paduka batara anodyani. Aturan manusanira Batara ring marcapada, mangke manusan Batara andaha tirta pawitra, mijil sakeng predana purusa batara, maka uriping buana kabeh, kalukat kabeh, dening paduka batara, Ong sidirastu ya namah Swaha ya. Ngaturan Pedatengan Batara sami Selam Kapir pada mabale, muang bebangkit asoroh, magenah ring jaba. Ong indah ta kita sang Asedahan Panyarikan, Ajeg-ajeg jejeneng, Anglurah Agung Alit, tekaning sawadwa kala balanira Hyang Sinuhun, daweg sananggraha, sira pada katuran pesaji, pangaci-aci, iki tadah buktinira padatengan soga linggih iwak kawisan kang ngaran Selam Kapir, katekaning tadah bebangkit, aedan pada enaka mangan anginuma, pada elingana tadahan ira soang-soang, den sama suka sama loba sira makabehan, amukta sari sira. 4.8.15. Pengadegang ring suci Ong nama siwa ya,

Umilangaken mala wigna namah swaha. saerasa maka imbuhan. Ong. batara Sucinirmala. akasa lawan pratiwi. 1994:18-20). sang Hyang wisesa sarwa resi. apan sira maka kundi manik kencana sang kasuhunan. Pakulun paduka Betara. awala Betara Siwa. Suka Dewa masarirem. Ong. ulame Batara Sedana Baruna. sdajenge Besawarna. Ong kusi anaka pulaket. Gangga ranu toja ganam. 1994:16) 4. Sang Tunggal lawan puja.8. angiceni maka sari.Ong tan kalibeteng tulah pamidi. Ong Betara Guru anepung tawarin sarwa dewata. Sarwa karya prestisanem. astu dening sang Hyang Saloka kapurna ya namah swaha. Nguniweh jagat wisesa. 4. prajala-jala maha padma. Ngabijiang (tempat mata air) Ida Betara sami Ong Ang Tabeya nama Siwa ya. Duk Batara Kala Sakti. aminta sih kretenugraha Ri padanira batara Pukulun. sarining Batara Surya Nirmala. maka pulacek.8. (Anom. Luputing lara wigna. Ong Durga Jingu. langganira padanira Hyang.18. ulun angaturaken pangresikan. semaya sira siniwi pangungguhing janapada. 1994:15) 4. Durga Bucari ya namah. jangan Batara Kersika. .8. ulacek padanira Hyang. Pramasiwa tirta ya namah (Anom. katulah carik. sang Sambhu ring burat. (Anom. sadana manika arta. tasik Betara Sakti Gana. Pakundan Gana Sakti. Sang Hyang pramana sarining jagat.17. pisang Sang Hyang Kumara. Raditia lawan ulan. Ong Buta Bucari ya namah swaha.16. lalawuh Batara Mahesora. puja Batara Dharma. Hyang Dewa mahapuspa. susuruha Batara Wisnu. maka pasucen Betara soang-soang. Nganteban Guling Bebangkit. banten sang Hyang suklapaksa. Sanghyang ring para caru. aus-aus Batara Mahadewa. apuha Betara Brahma. Tirta Pemarisudha Ong tirtajam tirtapawitram.

muah nasi kojongan abesik. Canang Pendeman. Mantuk ring dang Kahyangannira sowang-sowang I namah swaha.1. (Anom. Segeh agung ring Sang Buta dengen. bene siap biying mapanggang. daksina abesik. segeh agung abesik. den suke anadah. . misi pipis telung dasa telu (33) keteng.1. tatebasan sapuhan abesik. Canang burat wangi. Dasar Bambang. Tumpeng duang bungkul. sampian tangge. mali penek abesik. 5. 1994:23) 5. Pakulun sang kale amangkurat. sang kala taun. tegul antuk benar catur warna. satmaka manggen nyiluran jiwan sang nyapuh ring pretiwi. Upakara Ngawit mekarya Wewangunan 5. mareruntutan jaje raka-raka magenepan.Sang Drema moha amangana sira ring pajuden. Sampian banten pendemane. kuangene merajah ongkara merta. mekadi sire rah nini betari durge. selem. 5. Sang kala Kalung amanga sira ring pasar amukti ya sari-sari Wisura amuktya sari apupula sira kabeh. Upakara 5. Dipuncakne. caru aturanne sami. katur ring pemali agung. luwire: putih. canang pagerawos. maruntutan tetebasan jage satru abesik. katur ring Sang Buta buana. sang kala wisese. Banten Pengeruak dan Mantra Canang wangi.2. mewadah bungkak nyuh gading sane matulis antuk ongkara. barak. kuning.1.1. misi pipis solas (11) keteng. canang tubungan.1. Ong sampurna ya namah swahe. mabe bawang jae. keraras. Sang Kala Ngadang amangana sira ring dalan Agung. pasucian suang-suang atanding Kuangi.3. banten punika maaled kulit peras. kuangen misi padang lepas merurub kase. Caru Pengeruak dan Mantra Ngaturang banten durmanggala. sang kala bedawang jenar sang kala dumerane.1. banten parascita. rarsi kaput antuk kasa.4. dagingin kwangen. 5.

peras penyeneng. Sarana dan mantra saranane dasare sane medaging bate. Ang Ung.6. Ong Sang Bang Tang Ang Ing Nang Mang sang Wang Yang. manusanire angadegaken. ulun akerta nugraha. Gane teke parayo janem.5. sodayan. Mang. karang. Bate megambar Bedawang nale. Mantram pengurup pasupati. Pangimpas Buta Ong Ang bute siksa ayu werdi sarwe mingmang gune wisic wine siniem Nunas Tirta Suci. se be te a i na ma si we ye. Batu bulitan hitam. umah duk nyumunin Ong Ang Ung Mang dewa sikse. Ong ye na ma si we. Upakara dan Mantra Mengukur (nyikut) Karang Daksina. 5. makadi Sang Hyang akasa. wicet suahe. merajah padme. Sang Hyang gune. Rungenen. canang tubungan marerep. . Ong padme sane ya namah. katipat kelanan. asep menyan. medaging tulisan dasaksare. tule manuk tiga kali ucap (3x) Nyikut. maka pangulaning jane pade. sang kala desa muka. Raditie. Yan tan wenten bate paras wenang (sesuaikan dengan situasi dan kondisi). Ang Ang sidi bane ya namah suahe. 5. Mang Ang Ung namah. lintang trenggana mekadi sang Hyang dewata. Ang Ah Ah. tegal. Ong i be sat a he. Karunganire Hyang Perama wisesa. arca meru arcane. pangi HyangHyang ire Sang Hyang tari sandie.1. ditundune medaging tulisan Angkare. dagingin tulisan merajah. Sang Hyang candra. tri aksara. Kita sang kala bumi. Ong Ang Ung mang Brahme Wisnu perame saktiem raja pale loke nate murti saktiem. kewasa sire mangane ringulun. pemastun ningulun.1. ring padanira pakulun. Ong Ah rah patastreye yanamah. Sang kala agung.Ong Sang Hyang pertiwi jati. wewangunan. segaan takep api.

Samune mahe saresta sarayu ca maha Nadi. gangge sahe serame dini.Ong Aum dewe paretiste ya namah. utpeti sarwe itance. Ongkaresare buana pada mertha manahare. Gangge terangge same yukti. Ong sa bat a he i. Om bayu sabda idep sudhanta nirwiggnam ya namah Om sidhi ya namah (pentil sekere kepedewekan) Ambil dupa. Muput Tirta Gede (Sapta Gangga) Ambil sekar. Om om rahpaht astra ya namah (sekare pentil kearep) Ambil dupa.7. Ong gangge saressuati sindu. 6. Ong name siwe ye. Nganteb Piodalan Alit. Ang Ung Mang namah. 5. Banten janganan mapiteges = pasuguh nyama catur.1. gangge dewi. Om ang dupa astra ya namah Ambil sekar. Ong gangga dewe maha punie.1. 1987:41-48) 6. Om om wisnu alungguh haneng sesantun bhatara guru anugraha Ingsun sakeluwiring tinuja den insun tan amiruda ring sira (dupane celekang ring daksina) Ambil sekar. Piteges Sesajen Banten pengambean mapiteges = pemanggilan atas atma (urip) Banten sambutan mapiteges = mapekukuh sang hyang atma.1. Persiapan Muput Piodalan Alit. wipase kausiki nadi. Ong utpatike sure sance utpetiwe garasce. O mom rahphat astray an namah Om mang iswara ya namah . utpetiwe sari wahinan. 6. tadu name merthamjiwani. (Gambar.1.

.. om mang namah Om ing namah Om rang ring sah prama siwa amerta sampalawya ya namah swaha Om rahpat astray a namah angilangaken sarwe mala petaka ya namah Om basme idam purnam gohya angilangaken sarwe mala petaka ya namah Om puspa danta ya namah 6.. arbawa bawa karmasu waradah labda sandeyah warasidhi nir..sancayam Om Mang Om Ang....1. ....... dan masukkan ke keren/sangku) 6... Omkara parikirtitah candranadha Bindu nedatam. Om Ang Kang kasulkaya ya namah swaha (pentil kearep) 6.Suara genta) Ambil cendana bija.Om Om namah (. kemudian dipercikan: Om jum siwa sampurna ya namah Om ang namah....1. jagatnata hitangkarah abiwada wadanyah.3. Genta sabda mahesratah.. Om Ang Om Mang..2...4....1.... genta sabda prakasyate. spulingga Siwatatwatca Om gentayur pujiate deah. Setelah selesai muput tirta Gede.... Ngawit Nanggen Genta Om omkara sadaciwa stah... Ngastawa Tirta. om ung namah..Om puspadanta ya amerta Sampalaya ya namah (sekere pulang ke rerean/sangku) Ambil dupa Om rum kewaca ya namah (sekere pentil kearep) Ambil sekar (pangastawa Sapta Gangga) Om sang Gangga ya namah Om sang Sindhu ya namah Om sang Saraswati ya namah Om sang Erawati ya namah Om sang Garoda ya namah Om sang Sandisuta ya namah Om sang Narmada ya namah (setiap mantra bait mantra mengambil sekar...

kusta derestam kalasem parabha candra bhaswaram.5. kurwantu mamanggalam. Om sri gundi suci nirmala ya namah Om kung kumara bija ya namah Om puspa danta ya namah Om agni ragenir jotir jotir Dupa dipastra ya samara tayem ya namah swaha. saptawisudha. sakti karanam mertyu jaya sarwata roga diksnam. 6. Om dirgayu ayu werdi. utpeti wiserti warinem.2. Om utpeti surasca.Om Gangga Sindhu sarswati suyamuna gondawari. mahendra tenaya candrawati wemuka. Om mertyu jaya dewasya. Badra netrawati maha suranadhi kasya tascaya.6. Wisnu. Om awignam astu tatastu ya namah swaha Om Sudantu satu tatastu astu ya namah swaha Om purnamtu astu tatastu astu ya namah swaha Om sukantu astu tatastu astu ya namah swaha Om sriyantu astu tatastu astu ya namah swaha Om rang ringsah paramasiwa aditya ya namah swaha. sarwa bawa bawet bawat. narmada kaweri serayu. utpeti nawa gorasca. Iswara Dewan Dewa putra Narmadha sarwada suda klesa suda petaka. yanamami karnu kartayet dirgayusan suwe peptu. Om iyate menggalam mertyu stala satru winesanem kawi wesya rakta tiyem. 6. 6. Muput Piodalan Alit di Merajan/Sanggah . Om Om Om Om Om ekasudha. sudha sudha wariwastu tatastu astu ya namah awignem astu tatastu astu ya namah sriyam bawantu tatastu astu yan namah suciantu ya namah. Jaya-Jaya Tirtha. sabrama wijaya bawet. punyaih purna jalih samudra saitaih. Pengurip Tirta.1.1. Om Sarwa pertiwi Brahma.

6. Lis (Pangastawa) Om pangadenganing janur kuning. Ung Ang. lara roga wigna prayascita ya namah Om A Ta Sa Ba I sarwa klesa dasamala geleh pateleteh. Sang Kala Preta. Om Bhuta byo namah swaha Om Durga byo namah swha. om Pisaca byo namah swaha. Sang Kala Ngulaleng. Ngosokan Lis (Pengastawa) Om mangadeg sira janur kuning Tumurun Dewa Siwa angadaken lis Busung mereka meringgit Winastu denira dea siwa . Sang Kala Sakti.4.2. Prayascita (Pangastawa) Om I Ba Sa Ta A sarwa mala prayascita ya namah Om Sa Ba Ta A I sarwa pape petaka. Om Ang Ung Mang. Durmanggala (Pangastawa) Om indahta kita sang Kala Purwa. Pengulapan (Pangastawa) Om Mang. Ah Ah Om aksaram kertha buwana yadnya dirgayur Trigunaatmakm Dewa dewi bakti dewam Jagatnatha ya namah swaha 6. Sang Kala Prajamuka. 6. Om kala byonamah swaha.2. Byakaonan Om sadnya astra Mpu sarining wisesa tepung tawar amunahaken segau anglusuraken mala petaka cuntake kabeh.5.2. Siwa ringgiting guru Tumurun utusan yang dewa Betara Kalebataning sarwa dewata Angilangaken sarwa mala.2.1. ayuwe kita siligawe iki tadah sajinira penek lawan terasi bang iwak: (bawang jahe/antiga Bekasem /Ayam Ireng) yan manawi kirang tetadahan nira iki amet sarining daksina tukuken ring pasar agung kuwehan anak putun roang sira kinabehan aja sira kari ring kene den kedepsidhirastu Dang Guru Iswara. cuntaka prayascita ya namah Om sidhi guru srongsat osat sarwa wigna winesanem. 6. 6.2.6. Sang Kala Karogan-Rogan ayua kita pati rorogani.3. 6.2. papa petaka Geleh sarira Om sidhirastu nama ciwaya.2.

Medatengan ring Sanggah Om pranamya Dewa Sang lingam. . Ngastawa linggihang dewa di Palinggih/Sanggah Om pranamya Dewa sang lingam Sarwa dewata dewati dewanam Tas malingga ya winamah. sarwa buha kala sirnam.2.2.Maeron sarwaning laluwes Maweh ratna kumala intan. miwah bala amangan Betara. ayuwe ta kita ngarubede.2. pranamya Siwa sirwatam. Mendak Kepanggung di jaba (Baruna Astra) Om paduka batara Baruna. iki atadah sehegan nira ring natas soang soang. Om Dewa nama maha Dewa mahat manem Guna suwarem sarwe lingga ranityam Tas malingga yainamah Om Brahma lingga ya namah Om Wisnu lingga ya namah Om Iswara linga ya namah Om nahadewa lingga ya namah Om sada Ludra lingga ya namah Om parama Siwa lingga ya namah Om Sarwa Dewa parastista ya namah Om sarwa dewa lingga sampurna ya namah. Om sidhirastu ya namah.10. Ngayat segehan ring Natah Umah Ih iki sang kala Bucari. Yate enggonan hulun angilangaken leteh letuh Kasude denira Dewa Siwa Waspu paripurna ya namah swaha 6.8. 6.2. 6. mawat emas tanpetune.7. Manusanira anguntap anuwur paduka betara Kapendak dening canang kawisan Maduluran segehan panca warna wigraha paduka Betara pada nodya serdah paduka Betara melinggih ring parhyangan sinarengan katurang pujawali ring Betara kinabehan 6.9.

.2. 6. Kaatur ring paduka Betara kinabehan. Hyang Guru miwah paduka Betara kinabehan iki manusa nira I. Om peramista peramisti paramarta namo namah Adi Dewa isanaya nakarya namah swha Om buktyantu sarwantu Dewa Butyantu sri lokanatha Segenah separa warha.. keramas.. Hyang Ratu. maduluran tingasan sapradeg..... suku pangratan.2.. sodan. miwah bala waduan Betara kinabehan ajeg ajegta sira ajengan anglurah Agung Alit. iwak kawisan. Ngayab Banten Piodalan. guru iringan miwah saruntutannya.ngaturan piodalan dening peras.. daksina. katur ring padanira Batara kabeh. Om kara dyanta sang rudram Guryam sakti pradipanam Tarpana sarwa pujanam . anginum. pada nodya miwah angayap sari amukti sari. toya pawitra pewasuhan tangan.12. sesarik.. Om paduka Betara Hyang Sari.. Ngayab kawas pedatengan (angkat) Om indahta kita sedan penyarikan. 6. sinarengan keaturan segehe linggih. wigraha paduka betara. susur. malih paduka batara keatur Pejati pada prapta.. Nganteb banten di pelinggih sami.. pasucian.2. suwarga sida sidhica.sarwa jagat pramaditam... manusanira angutaraken sarining pamendak. miwah betara sami. Mapiuning Indik Piodalan. lengewangi.. Om hyang sari hyang Ratu. pada ena kita ngelingan unggahanta soang-soang pada anadah. pajrempenan udel kurenan.11...13. 6. amukti sari kita asungane manusanira dirghyusa paripurna Om Ang Ah amerta ya namah Ang Ung Mang Siwa amerta ya namah swaha...

punagi ipun katawur mangkin marupa . yanamami karnu kertiyet. dwitya sudha.17.15. praba candra baswaram Om mertyum jaya dewesya. 6. sambrama wijaya bawet.2.. Hyang Ratu . Panca wisudha..2.2.Prasidyantu astu sidhinam Sakaram nyan maha amerta Omkara candra nyante namah Namah nadha omkara amertha Boktayet Dewa Sampurna Om Hyang amuktiaken sari Om Hynag pretama Hyang Sama Hyang antinggala sari amerta Hyang Miwah sang butha Raksa Lan Nyoman Sakti Pengadangan Om Sidhi Hyang astu ya namah swaha. 6. Tri Sandya . dirgayusean suwe peptu. catur tya suda.14. Ngayab Banten Pangemped lan Soda aturan Om pranamya baskara dewam Sarwa klesa winasanem Prenamya ditya sarwatem Bukit mukti sarwa paranem Om sarwa baktem sampurna ya namah Om ksma sampurna ya namah Om treptyem ya namah Om rang ringsah parama siwa aditya ya namah 6. sad wisudha.2. Om suda suda wariwastu tatastu astu ya namah. iki manusa nira I. Om dirga ayu werdi sakti karanam mertyu jaya sarwata roga diksenem. Om sidirastu sampurna ya namah.16.. Ngayab Penagi/Sesangi Om paduka Hyang Sari. Ngayab banten Sambutan durung ketus Gigi Om kaki prajapati nini prajapati kemuandaningulun angilangaken mala petakaning wong rare sane durung kepus untu mangde tan nagletehin ring rat kabeh. kusta derestem kalesem. Om eka sudha... Kawiwesya rakte tayem. Om iyate manggalam mertyu setala satru winasanem. miwah Betara kabeh. tritya sudha. 6. sarwa bawa bawat bawet. sapta wisudha..

Muspa (Ngaggem Panca Sembah).18. ngawit: Om bhur bhuwah swah tat sawitur waremnyam bhargo dewasya dhimahi dhiyo yo nah pracodayat Om Narayana ewedam sawam yad bhutam yac ca bhawyam niskalanko niranjano nirwikalpo nirakyatah suddho dewa eko narayana na dwityo asti kascit Om Twam siwah twam mahadewah Iswarah parameswaarah Brahma wisnusca rudrasca Purusah parikertitah Om Papa ham papakarmaham papatma papasambhawah trahiman pundarikkaksa sabahyabyantarah sucih Om Ksamaswa mam mahadewa sarwaprani hitangkara mam moca sarwa papebhayh palayaswa sada siwa Om Ksantawyah kayiko dosah ksantawyo wacika mama ksantawyo manaso dosah tat pramadat ksmaswa mam Om Santih. Santih.2. Santih Om 6. Sembah puyung .Sebelum Tri Sandya di mulai bersihkan: Tangan kanan dengan Mantram: Om Suddhamam Swaha (Om bersihkanlah hamba) Tangan kiri dengan Mantram: Om ati Suddha mam Swaha (Om bersihkanlah hamba) Mantram Tri Sandya.

di atas tangan) . Ngremeki bija (mengaduk. Om. Om Idham bhasman param guhyam. Santih. Tumuli masirat ring raga: Om Ang Brahma-amrta ya namah Om Ung Wisnu-amrta ya namah Om Mang Iswara-ammrta ya namah Akena bija.Om atma tattwatma suddha mam swaha Pesaksi ring Surya Om Adityasya param jyotir Rakto tejo namo’stute Sweta pankaja madhyastha Bhaskaraya nano’stute Sembah Ketuju ring Istedewata Om namo nama dewa adhisthanmaya Sarwa wyapi wai siwaya Padmasana eka pratistaya Ardhanareswariya namo namah Sembah Nunas panugrahan Om anugraha manaoharam Dewa datta nugrahakam Arcanam sarwa pujanam Namo sarwa nugrahakam Dewa dewi mahasidhi Laksmi siddhisca dirghayuh Nirwighna sukha wrddisca Muspa ring Sanggar Tawang/Padmasana Om aksam nirmalam sunyam Guru dewa byomantaram Siwa nirmalawiryanam Rekto omnkara wijayam Sembah Puyung Om Dewa suksma parama cintyaya nama swaha Om Santih. sarwa kalusa winasa ya. sarwa rogha winasana ya namah. Mantra bija. Santih. sarwa papa winasana ya.

baktihinam maheswara. Margiang Benang Tebus Om purna candra purna bayu. 6. Ksantaowyo wacika mama. Apasang bija. Nyimpen Bajra. Ksantawya manasa dosa. paripurnem tadastume.19. Trahiman sarwa papebyah. 6. hinamantram tatwaca. Mantrahinam kryahinam. sada siwo namo stute. Tatpramadat ksama swamam. Hinaksaram hinapadam. ring sirah : ring lelata : ring tangkah : ring bahu kanan ring bahu kiri : Om Ing Isana ya namah Om Tang tatpurusa ya namah Om Ang Aghora ya namah : Om bang bamadewa ya nama Om Sang Sadya ya namah 6.2.Om bang Bamadwa guhya ya namah Om Bhur Buwah Swah amrta ya namah. Om Ang Ung mang. . Ksantawya kayika dosah. yat pujinam mahadewa. Pengaksama ring Dewa Betara Om ksama swmam mahadewa Sarwa prani hitangkarah Mam moca sarwa papebyah Palayaswa sadasiwa Papoham papa karmham Papatma papa sembawah. hina baktim hina werdhin.20.21. kanacin mama raksatu. Den kadi langgengning surya candra Teteping pageh bayu premanannya Sang trimaggalaning yadnya Anganti-nganti sabad rahayu Ametuaken ratna kencana Om sah osat ya namah swaha.2.2.

1. kepada Pendeta yang dituang untuk menjamu Dewa-dewa. Tetes Soma yang memberi kekuatan besar agar jaya. 7. bila telah bercampur susu.1. Dan bertemu dengan kawannya sendiri. Membuat susu seakan menjadi bajunya. . (Wesesa.1. Tetes-tetes soma yang suci dicurahkan. Asita atau Dewala 7. giat melakukan kewajiban. Dewata Pawamana Soma. 7. Om apah teja bayu mulih sira ring bayu sabda idep. kepada pawamana. engkau yang memohon pertolongan. Laksana kuda yang dipacu oleh kusirnya air dituang demi kejayaan mengalir melalui kain saringan. 2001:6-13) 7. dihias oleh putra-putri pendeta. ia melewati jalan berliku-liku. Lalu semua dea menikmati dengan gembira minuman yang memberikan kekuatan besar. Diiringi kidung untuk menjamu Dewa-dewa. Ragane ketisin/siratan tirta x3 lan inem. Persembahkanlah nyanyian. Canda Gayatri (Sukta 14) Kesungai tempat peristirahatannya. duduk dalam mibar upacara. Ketika lima bangsa itu. bawalah kekuatan yang megah Semoga air yang mengalir memberi kami kekayaan melimpah. Usirlah musuh-musuh kami. Dengan nyanyian.1. Memandang cahaya.2. Yang bijaksana mengalir membawakan lagu yang sangat dicintai. Ya. Dan kekuatan pahlawan. O Pawamana. Melalui jari jari halus. dan menginginkan susu. membuatnya yang Perkasa. O Pawamana Dengan suara gemuruh.Om Om namah. meninggalkan tempatnya. sambil mengalir bawalah sejumlah makanan agat kami Dapat menengankan harta: Indu. mengusir mereka yang tak beriman. Tetes soma turun dengan suara gemuruh lakbana sapi perah Memanggil anaknya: Ia mengalir dari tangan Sebagai pemberi kebahagiaan yang dicintai Indra. dan mengeluarkan suara yang dimiliki. Resi Kasyapa. Canda Gayatri (Sukta 13) Melalui kain saringan Soma yang suci mengalir Ketempat khusus untuk Indra dan Wayu. Ia seperti pemuda yang tampan. Dengan bebas ia mengalir.

memberikan harta kekayaannya Memasuki waduk-waduk. melalui jalan yang kasar. nasi enem ceper masing-masing dengan ikan/daging yang berbeda. Pergi menuju tempat indra. daging ayam. sebagai sahabat yang setia. Mereka memegang punggung Kuda yang aktif. kemudian keduanya dialasi . Laksana kuda yang baik ia dikendalikan. Ia. Dengan pikiran yang suci ia tekun memuja Dewa-dewa. itik. kawasan sapi melakukan pekerjaan sebagai pahlawan. Banten Pasuwungan.3. Dia. Engkau merupakan seluruh harta yang ada dilangit dan dibumi. Kemudian dilengkapi dengan dua buah “kuakang” (sejenis jejahitan) yang berisi nasi lauk pauk dengan sesate. Datanglah Soma.2. dihias dengan sinar-sinar emas yang indah berkilauan. dan mengasahnya.1. telur siput. Ia bergerak.Jari-jari yang cekatan mendekat. Airnya bercampur dengan susu. ia yang patut dihias. kuda yang kuat. dihias oleh sepuluh jari dan tujuh lagu. melalui jalan yang bersinar. tempat yang abadi berada. (Sadia dan Gede Pudja. penyeneng. 7. 1984:14-17). Banten ini berfungsi sebagai pembersihan terhadap jasmani anak. daging babi dan kacang-kacangan.2. pengambeyan. suci sorohan alit. 7. Yang menguasai air. menghias dewa kekuatan. yang sangat membahagiakan. Canda Gayatri (Sukta 15) Melalui jari jari halus dengan nyanyian. Bersenjata lengkap.1. adalah. Upacara Bajang Colong 7. pengelukatan. Manusia menghiasnya dalam tong. terdiri dari: peras. Dengan kekuatan kami alirkan air melalui saringan Dia yang memberi kekuatan dan sapi. Canda Gayatri (Sukta 16) Pemeras yang memeras Soma Mempersembahkan airmu yang memberi semangat dan kebahagiaan: getahmu mengalir laksana banjir. Pahlawan ini datang dengan kereta yang kencang. 7. daksina. Ia yang memberikan makanan berlimpah.4. Ia mengacungkan tanduknya tinggi-tinggi. kuda yang berani mengeluarkan kekuatannya. ajuman.1. banteng yang mengembalakan.

Adya Agni surya spatika. penyeneng. Ingsun minta pemunah papa Mala petka lara rogha paripurna. Iki manusanira sang rare. pengambeyan. Wastu geseng dadi awu. Sira maserira sarwa baksa. Om Gangga sapta jiwa ya namah Om Gangga mili ya namah . sirih tempel. Mekadi Hyang Brahma. ikannya ayam biying dipanggang. Sarwa satru winasanam. penyeneng. Om Sidirastu tat astu ya namah swaha.2. Brahma Angi rakta warnaca. pengulapan. Puja Wisnu ring Sumur. Spatika warna Dewata Sarwa busana raktakham. benang. Atma raksa nabi stana. 7. dan sorohan alit masing-masing sebuah serta sebuah periuk yang berisi air dan bunga harum untuk mohon penglukatan.2. dilengkapi dengan ajuman. Selanjutnya mohon penglukatan ke Batara Wisnu. Mala papa petaka ning ipun Sang rare.3. Om Gangga meneng mijil saking pretiwi. dan sorohan air masing-masing sebuah serta sebuah periuk berisi air dan bunga harum untuk mohon pengelukatan. pengambeyan. Om Danda astra mahatika.2. Om indah ta kita sang Utasana. dilengkapi dengan ajuman. 7. Puja Brahma Ring Pawon Om Brahma namas catur Muka. daksina. Angeseng lara rogha Wigna. daksina. Banten Ring Sumur Peras dengan tumpeng berwarna hitam. Anedha anugraha Sang Hyang widhi. pengulapan.dengan bokor yang berisi beras. Om Angre genir ujar alania ya namah. Banten Pengelukatan di Dapur Peras dengan tumpeng berwarna merah. ikannya ayam hitam dipanggang. telur ayam mentah dan uang 25 kepeng. Puja Pengelukatan Brahma.

Om pakulun Sang Hyang Guru Reka Sang Hyang Kawiswara Sang Hyang Aji Saraswati. Suksma Sang Hyang Brahma. Om Sryham Bhawantu purham bhawantu Sukham bhawantu Om Sidhirastu tat astu nama swaha. Selanjutnya ke Leluhur. Pengelukan ring Kamulan.2. Om Guru Dewa Guru Rupham Guru Madyam Guru Purwam Guru Phataram Guru Dewa Sudha Nityam Om Brahma Wisnu Iswara Dewam Jiwatmanam Tri Lokanam Sarwa jagat pratistanam Sudha klesa winasanem . Wisnu Iswara Mekadi Sang Hyang Surya lintang trenggana Hulun andha nugraha Sang Hyang Tri Purusa Anglikat Dasamala lara rogha Wighna Danda Upadrawa Sang rare Om Sidhitastu tat astu nama swaha. pengambeyan. daksina. Om Dewa Dewi Tri Dewanam Tri Murti Tri Lingganam Tri Purusa Sudhatmakam Sarwa Jagat Pratistanam. Peras dengan tumpeng berwarna putih. penyeneneng. dan sorohan alit masing-masing sebuah periuk berisi air dan bunga harum untuk memohon pengelukatan. 7.4. dilengkapi dengan ajuman. Banten di sanggah Kemulan. pengulapan. ikannya ayam putih dipanggang.Pakulun Sang Hyang Widhiwas Mekadi Sang HyanWisnu Hulun aminta sih kertha wara nugraha Sang rare menawi aktepuk kategek olih Sarwa Bhuta Menawi kari ring Sumur Agung Naweg angantuk akena bayu premanan Ipun ring ragha sira Hyang BhatariGanggapati.

Om Sarwa papa sarwa kyasha Sarwa satru sarwa boyo winasanam Om prtatama sudha dwitya sudha tritya sudha . Om kresna ratna wisnu Dewa Kresna tirtha Maha Punyhyam Sarwa durga Winasanam Sarwa Bhuta Wimoksanam. Om Nawa Ratna Rupha Dewam Surya Koti Pre Prabha Swaram Siwatma Siwa Murthanam Swara Wighna Winasanam. Penglukatan Matakep Guungan Om Brahma Wisnu Iswara Dewam Tri Purusa Sudhatmakham Tri dewanam Tri Murti Tri Lokanam Sarwa Wighna Winasanam Om Pitha warna maha dewam Mretha pita purna jiwam Wighnam Klesa winasanam Sarwa rogha wimoksanam. Om Ratna Birna Rupham Sambu Dewam Ngarcanam Mretha Sudha Mala Purnham Sarwa pataka nasanam. Om Siana rupham ratna pranam Sangkara Dewam Salnglinggam Gangga marupa pawitram Sarwa Dusta Winasanam.Wighna Dosa Winasanem Om Guru paduka dipata ya namah swaha Om dirgayur amrta ning ragha langgeng Angapus aken lara jwitane kang tinebas tebas Sira Sang Hang Hyang Pramana Amuwuh tuwuh Tunggunen Om dirgayur amrtha urip sidharastu tat astu nama swaha. Om pratama sudha dwitya sudha tritya sudha caturtya sudha pancami sudha sudha sudha sudha wariastu ya namah swaha.

buah-buahan dan canang burat wangi.Catur sudha pancami sudha sudha sudha Sudha astu tat astu nama swaha. Banten Bajang Colong. Pusuh pisang tersebut disisipi uang tiga kepeng sedangkan papah bolong yang dihias yang diberi selimut popol bayi digantungi ketipat. tulung. Puja Penebusan rare. Selebihnya dihiasi juga dengan penjor dari pelapah daun enau. ceper keempat berisi guling ayam semulung (ayam kecil). Puja Ngayab Banten Bajang Colong. Iki tadah sajin nira Aja sira anyengkalen Sang rare Apan sampun kajenenganne den kaki Citra gotra nini citra gotri. ceper kedua berisi guling capung.5. ceper pertama berisi guling katak. canang burat wangi. . Selanjutnya banten Bajang Colong adalah: peras. Kemudian dilengkapi juga dengan tegen-tegenan. 7.2. Om pretiwi apah bayu teja akasa pretiwi Sangkaning ganda mulih sangkaning pretiwi Apah rasa Apah Bayu ambek Bayu Teja rupa Teja Akasa Sabda Akasa Jangkep ikang panca tan matra Sidhi panglukatan pangleburan sarwa Mala ring rat bhuana kabeh. Sedangkan ikannya adalah. ceper ketiga berisi guling balang. semua banten ini diletakkan diperempatan jalan. buah-buahan. sampyan tangga kecil. dilengkapi dengan jajan. sesayut. Sebuah buki/periuk tanah yang bagian bawahnya bolong/pecah diberi kalung tapis. Semua itu diberi hiasan dari kapur yang berupa tapak dara serta gambar muka manusia. Setelah selesai upacara. belayak yang tidak ada isinya dan gantung-gantungan dari janur. Om Pakulun kaki semaya nini semaya Hulun aminta angliwat aken semayan ipun sang rare Luput akenan sakeng danda upadrawa lara rogha. pada lidinya diberi bunga pucuk merah seperlunya. kemudian didalamnya dimasukkan sebuah pusuh biyu (jantung pisang serta dilengkapi juga dengan pelapah daun kelapa yang bolong. Adapun bantennya adalah sebagai berikut: dua buah penek dihiasi dengan ceper.

Menawi wenten kirangan ipun. Wastu pakulun sidha rahayu diegayusa. denabecik. Om namanya samodaya Sama angadegana Angruata. sang Metri Sag Kurusya. Riwusta amukti sari. ala traja kang tinebas tebas Kaprayascita sakwehing lara rogha wighna . Seger waras emban sira sang rare Serahina utawi wengi.Om Sang Hyang Korsika. Asunggana rare ring ulun. aminta sira sari lan babekelan nira kabeh. Aturu ameng-ameng lupute ring lara roga. enak amangan anginum. Mwah Sawehning Maharan Siea Sarwa Bajang Susila. bapa Colong. Pamuliha sira ring desanta sowang-sowang. Natab Bajang Colong Om dirgayusa awetning angapus aken balung pila pilu Angapusaken letuhing atmane sang rare Tungunwn ring Ira Sang Hyang bayu premana Amangguhaken tuwuh ipun dirgayusa awet ning urip. Mekadi Bapa Bajang Babu Bajang. Asing kirang asing luput sampun ta geng sinampura. amukti sari sira. Bapa Papah. Bapa Semer. Jangan satungkeban. Mangke ulun minta sih nigraha. Sang bajang bolong. sahut bagia ring sang kala ipun. Om sang papah bajang. turunen atamne Sang rare ring walunaya manih. Om Syah syah syah poma poma poma. Sarwa sahananing bajang-bajang. Bapa Lengis. bapa Dodot. Om sakwehning aran ira babu bajang kabeh. Bapa Toya. Iki jinah satak selawe lan lawe satukel. Kukuken ring pasar agung. sang pretanjala. Apan ira ngawe ala ayu. I malipi. I Malipa. Nyama bajang satus dwangdasa kutus Iki tadah sajinira. Aja sira anyumet anyedot. Sang garga.

Nang Man Sang Wang yang Om Sri pasupat um phat. Dan dilanjutkan dengan natab banten tigang sasih di bale). Sarwa kencana sri sedana. Puja rare Tuwun (turun) Tanah. Upacara Natab sambutan. (Sebagai upacara terakhir dimerajan adalah sembahyang bersama. Autot kawat. Awates awatu makocok. hulun aminta nugraha.2. mengelilingi lesung dan taman serta memakai seperangkat perhiasan. yang didapatkannya. anganti atungked bumbungan. Akulit tembaga. (tempat menumbuk padi) Om sang wawu pada Anak sira si Tunggul ametung. Om pakulun kaki citra gotra Nini citra gotra. Iki aturan ipun sare hasta. Diawali dengan proses upacara si anak turun tanah.6. Putun ira si karang jaran Sira anak anaking beligo Ingsun anak-anakan pusuh Ingsun anak-anakan batu Ingsun anak-anakan antiga Insun anak-anakan manusa Angantosaken lesung mesean Watu Kumalase Bentar piaruh pitu . nurun aken sang rare ring lemah turun ayam ameng-ameng. tan keneng geget wewidinan. Maring ragha walunanya Sang cabang bayi. Om Sang Bang tang Ang Ing.Papa klesa ring sang rare. awalung wesi. Katur ring bhatari amamngkurat. 7. asungane urip teguh timbul abujangga kulit. Amerta urip waras dirgayusa. bhatari kadep. Mulih aken pranamya maka kutus dwangdasa kutus. Bhatari wastu. terutama bagi sang anak. Puja Ngelinderin Lesung.

Pinayungan kala cakra.. Om Pakulun kaki sambut. .Mangkana tuwh Sang sinambutan... Puja Ngelinderin (mengelilingi) Taman. Om sidhirastu tat asttu nama swaha. Pinangeran wesi. Niki si cabang bayi tinuntun dening prewatek Dewata. Om Padmasana yan namah Mang Ung Ang Om Dewa Prastista Ang Ung Mang Om Pratama Sudha Dwitya Sudha Tritya Sudha Caturya Sudha Pancami Sudha Sudha Sudha Sudha Astu Tat astu ya namah swaha Gelang Tangan. Nini Sambut... Mangidul. Nini semaya. hulun aminta ngeliwat aken semaya Ne si rare . Sambut ulihana atma bayu premanan si cabang bayi maka satus duang dasa kutus mapeki ring ragha sariran ipun. Om pakulun kaki semaya. Yang lunga mangetan. Iki tadah sajin nira kajengana den ira kaki citra gotra nini gotri. Om Karasana ya namah Mag Uang Ang Om dewa Pratista Ang Ung Mang Om pratama sudha Dwitya sudha tritya Sudha Caturya sudha Pancami Sudha Sudha Sudha Sudha Astu Tat Astu ya namah swaha. Om Pakulun Prajapati. Puja ngemolihan Gelang Kaki. (selanjutnya adalah ritual natab). Puja Penyambutan. tan edanan sambut alit. Mangalor Lan mangulon mwang maring madya. Mogha luput ring danda lupat lara rogha wighna sadamala.

Hulun anedahe sih negraha ring kita. Santume sapta wredhi. Wredhi pradnyan sukha wredhisca.Sang Citra Gotra. Om Hrang Hring Syah Parama Siwa ditya ya namah swaha. Dharma sentana Wredhica. Surya Stawa Puja. Kumara Stawa Puja. Om Surya jagatpathi Dewam Surya netram tri bhuh lokham Dewa Dewam Maha Saktyam Brahma Surya Jagatpati. Om kama Dewa Pita Warna Guru Dwayam Stita Nastham Singaraja maha Tanam Sarwa papa harat sidhi Dewa Kumara Rasasca Sarwa rogha praharanam Sarwa satru winasanam. Om aditya syo paran jyotir Rekto teja nama stute Swetha pangkaja masyaste Bhaskare ya namo stute. Om Guru Dewa Guru Rupham Guru Madyam Guru Purwam Guru Pantaram Dewam Guru dewa Sudha Nityam Om Brahma Wisnu Iswara Dewam Jiwatmanam Tri Lokanam Sarwa jagat Pratsinam . Kawitan Stawa Puja. Om Dewa Dewi Tri Dewanam Tri Murti Tri Lingganam Tri Purusa Sudhatmakam Sarwa jagat pratisnamam. Om ayu wredhi yasa wredhi. Daweg sambut ukapi atmane si Cabang Bayi.

Om Toya gadem sathem samara payami Om toya gangga pawitrani ya namah Om Pang pradyarga Ca naman ya namah Om Cang Camanan sudha ya namah Om jang jihwa sudha ya namah Om Om pawitra ya namah Om Ang Ung Mang parama gangga ya namah Om sampurna ya namah swaha Puja Pamarisudha Banten. Om Pretiwi Nama stute Basuki Candra Ditya Gana Kuwriya stawa Saraswati mahe Swaram Yama Indra Masangga ya Rawe Srewana Sangga Moha Dewa Bhakti ya nama swaha. Puja pengaturan Toya pasucian.Sudha Klesa winasanam. Om Purwa Thitam ya namah Patni rudra Tapa sidhi Dewa jatham sudha swamam Sentana nugrahakham karanam Om gori uma natha swamam Rudra Deha tapa sidhi Yasa Swatham guna pati Bhakti nugrahakham karanam Om Hrang Hring Syah Uma Dewi ya Namah swaha Puja Ngayab banten Sambutan Om Kradyanta Sang Rudram Ghuyam sakti pradi pranam . Samdaya Stawa Puja. Om guru Paduka Dipata Ya namah swaha. Om Smadaya nama Siwa ya Daryastha Samyo Ganam Nmaste Bayu Akasa Sarwa Dewa Nugrahakam Sarwa Sarwam ya namah. Om Hrang Hring Syah parama siwa ya namah swaha.

. Om widya dana ya namah Matanggana taya mahardya aran ira Duk hana ring pretiwi Akasa apah semara. pakulun anyuda leyuh ipun teka sudha lepas malan ipun. Aran ira tinitisang tirtha khamandalu Siniratan maring swarga lokha Denya sang hyang jati nirmala Tumuwuh ta sira maring marcepada Manadi ta manusa lwih Tata rinambut sinambut ayu Sukertha ginawe. Puja Natab Linting Om agni murub angabar abar Saking madya sakalangan Urubira gni ira bhatara Siwa Anglukat Anglebur sakwehing sungsung bayu pati sang rare. Om kara candra nyamta Namah nama nada. Manusanira Si cabang Bayi anglepas Awon Ipun ring Bhatari Tiga. Puja Panglepas Awon.autama Sekadi tinuduh Sang Hyang Tri Purusa. Om Pakulun bhatara brahma Wisnu Iswara.Tarpanam sarwa pujanam Prasidyantu astu sidhanam Saka ramyam maha amretha. Saguna kayanta . Om kara amrtha boktayed dewa sampurna. Hyang tryo taya. Om Hyang Amuktyam sari Om Hynag pratama hyang sama Hyang Asntinggala sari amrtha Hyang Om Sidhirastu tat astu ya nama swaha Om bhuktyantu sarwa dewa Bhuktyantu Sri lakananta Saganah sapariwarah Swargah sada siwasca Om Dewa Bhoktra laksana ya namah swaha Om dewa Trepti bhoktra laksana ya namah swaha.

Om Om Om Om Om Om Atma Paripurna ya namah jwita pari purna ya namah sarira pari purna sukha bagya pari purna ya namah Siwa amretha ya namah pranama Siwa amretha ya namah.Puja Sesayut Pageh Urip. Puja Natab Kerai. Om eka wara dwi wara tri wara catur wara Panca wara Mhoktayed peras sidharastu Astu nya namah swaha. Om Sang Hyang pramana mekadi Sang Hyang Urip. Om Panca wara bawet Brhama Wisna Sapta Waranca Sad awara Iswara Dewanca Asta wara Siwa jneyah. Puja Matebasan Om Nadaya Samadaya Sama anggadegana sama lakwa Lulur aditya angeruwata dasa mala Mal trian ipun Sang binersihin Matebasan taman sudhamala Sakalwirin dasamala Lara rogha papa klesa petakan ipun sang tinebas tebas Sudhamala la laha ring sang Hyang Biksantri. Urip waras dirgayusa Om apah bayu teja akasa pretiwi jiwatmanam pramanam. Ingsun aneda nugraha Sang Hyang Widhi. Om Dewa Byotayed peras Sidhirastu tat astu ya namah. . Puja Natab Peras. Om Sang Hyang malinglang Angeruwata mala Om Sang Bang Tang Ang Ing. Om Dirgayur jagat amretha Sarwa merana wimur citram Om sudha sudha sudha Om Ang Ah amretha sanjiwani ya namah swaha.

Om Ang Ah amretha sanjiwani ya namah swaha. Iswara dea salinggem. Purwa Iswara arcanem. Sarwa wiyadi niratarem. Om sudha sudha sudha ya namah sawha. Om Dewa rupha Mahadewa Mahatmanam dane Swara Lingga rupha wara nityam Tasmai lingga ya nama namah. Mantra watek dewata maider (Iswara astawa purwa sentanania) Ong giri murti sweta wrnan. .Nang Mang sang Wang Yang Om Suksma hrah phat astray a namah Om Sang Hyang Guru reka tenaya Manusan ning sira angaturaken sarwa sesayut pageh urip Katur ring paduka bhatara Samadaya. Sarwa buta winucatem. santa juanem sudhem nityem. sarwa sweta sudha niytem. Om nama stute lingga rupaya stiti lingga ya namah lingga rupha wara nityam Tasmai lingga ya nama namah Om Siwa lingam Om Om Sadha siwa lingam Om Om parama siwa lingam ya namah Om hrang hring syah lingga Ya namah swaha. Wigena kelesa wina sanem. sarwa dewa pranamaykem. Meru rajata baswarem purwa desa pretistanem. Purusa sweta pawitrem. Puja Nyeneb. surya Koti praba jualem. manik. 2006:99-134). (Swastika. Om pranamya sira de sang lingam Dewa lingam maheswarah Sarwa dewata Dewati dewanam tasmai Lingga ya namah. Surya sweta warnen. Busanem ratna swetanem. Iswara dewa murtinem.

Satrunatwana sama saran. Sarwa jagat pretistanem. Swakiyem wigrhakem. maha wiryem. Macute wigena keranem.Sweta warananta Iswara dewaem. Jagat wigena wanasanem. Sarwa praja pradi panem. Sarwa karya prawitranem. Iswara dewa mutinem. nana garagoyem swarem. tatwa salinggem. Sarwa dusta wemoksanem. Moksanem sarwa roganem. Murdanem. Mukti bukti wiya palem. Sarwa dewa pita narem. Sarwa kriyem basmi citem. Nugrahem sarwa lanem. Wigena kelesa wina sanem. Labate sude sudanem. Satriya wibuh mukti buanem. Sarwa kriyo dusta citem. Suksma diyanem. Bajrakasara murti diyanem. Iswara linggem. catur buyem murti swarem. Sarwa pradnya sadasem. Sandi katuwem wigrahakeem Tatwa guyaksarem matem. Brahmanem waksidyem mantrem. Pancawikrama deahem. Jaya wiya sakti sriyem. Praba sweta trinayem. . Sarwa karya prawitranem. Suksma tatwem parajnyanem. Pradnya widyem sara swatem. Yadnya dewem krayem. Biksukem satri labatem. Suda papa wigena sawatem. Buh loka sarwa anayem.

Wenang sangkepi sesayut. Ong Ung Iswara dewa ya namah swaha. Sahe seyayut. 1986:23). 7. Sira sang hyang tirtha meretha. ila. ong nada windu ardha candra ya namah swaha. Tilem (Wetania). umertraya.Sarwa durganem wikarem. Angenjutakna. amerta Sanjiwa muah rikala nuju dina: budha Keliwon. Ong gangga suci nirmala.2. ong kara mantra. Boga weredya pala buktem srinan sedana. muah panglukatania. Akarikil nawa ratna. danda upoadrwa ikang rat kabeh. Purnama. papa klesening rat kabeh. Klesaning rat kabe. Mijil sakeng amprunira Sang Hyang Sadesiwa. Iswara dewa salinggem. muang gering tuju bayu. nawa ratna. resigana. Wirya pala jiwatmakem. Pape klesanaingrat kabeh. Swarasirem praja binem. Sarwa buh bawinasanem. Sira ta amburaknean sakwehing papa kelesa. maha sumber sang Hyang amerta. (Made Gambar. (gering lara. Sang Hyang Guru Wisesa. mewasta sesayut durga yusa. Anggara Kliwon. Sire ageseng lara wiggena. Panglukatan Mala. Sarwa jagat sudha niyem. Penglukatan Uma Tirta. Ong Mang Iswara dewarcanem. . Om gunung mas pucak manik. sakotamania. Ong saha sidhi proadnyanaya nama swala. Ong Sang Hyang gangga suci.7. Apancuran selaka. Uma tirtha. Kinepungi nawaratna inaranan Sang Hynh amerta Kamandalu. tuju angin. Om antinira Sang hyang Brahma. Mijil sakeng papusuhan ira Sanga Hyang Prama Siwa Sira anirnakena lara roga wigena papa. winadahan kundi manik. Mijil saking Brahma duaranira. Dapat disembuhkan) Banten.

siwa sadha siwa. asah molah tri lokanem. ipenala ilang kang dosa mala. wenang ngawasakna ring ngagering. Gemanem pertiwi dewi.2. Penglukatan Panca Geni (untuk orang tilas) (Iki wenang anggen ngelukat wong telas/tilas) Om Brahma kunda jagat patyem.. Sarwa satru winasanem. Brahma murti sari rane. Ageni kresna murti dewem.9. Ageni pita murti dewem. sarwa lara winasayem. ujar ala. Brahmanem loka seranem. Madewa sudha salinggem. mutyem. Iswara dewa prestitem. yuyut. Suka amaya namah. Lindu Gemana. Ong Yang Ung. Ageni rakta murti dewem. sarwa jagat dukartarem. sarwa wigera winasanem. . sakwehing lara wigena mala petaka upadrawaning bapa ibu kaki nini. Sarwa keli kalu sanca. Magendra suksmam adnyanem. premanem sidhem ya namah swaha.2.Maka uripning pawatek dewata nawa sanga maka partitanin Pandita ratu. Om Basudarem mahadewem. Bhatari preiwi molah naga raja. Sarwa papa aro-aro. Brahma kunda geni murtyem. Om Awigne mastu lara sindihang. lupa lesu lelep arip. 7. Sarwa drwimoksanem.8. Ageni sweta murti dewem. Brahma prastitem sari rarem. Sarwa wigene sanem. 7. Wisnu dewa masarirem Bayu nirmala tuju teluh tranjana. muang manusa ring maya pada. sarwa durna winasenem. mertha gemanem pawitrem.

kala tri bute tri dweyem. Santa rupem wibaksyanem. Sattrya winoyo labatem. toyo mawisa. Pecaru Gering Tempur.10.2. kaken pati. kapati-pati. Durga dewi namo-namah. Dirgayusan jagatriyem. Ong sidhi rastu ya namah swaha (Gambar. Uma dewi Saraswatyem. 7. ring desa tepening samudra wisyan Betara Baruna miraga muah kalan betara Segara ngawisyanin. Sarwa jagat sudhatmakem. prabhu wibuh suka wredyam. gana bute banas patyem. guling pebangkit. munggah suci laksana. Pakulun Sang Hyang Budha loka-loka. (sasab merana wang akweh gering ngebus. saha bute saha pranem. Om Budha murti webaksyanem. gering merana makuweh mati meweh ikang wang). duang soroh. Durga pati budha rupem. denagenep. soring sanggar tutuan. Gangga gori perawak syanem. wenang ngadegaken sanggah tutuan ring Dalem. Ung Sudha mala maring papa jati ening. maha bara ikang baya. Tan pegat kageringan. ngelempuyeng.1986:14). asing pinangan dadi wisya. sarwa praja wesar janem.Lebur awu jati amukri nirmala. Sri dewi sarira dewi. Budha rupe kaliyugem. Sarwa wegena wina sanem. maawanan pati (mati). maka penyambleh malih jadma kabeh ngaturang daksina muang canang. saha gelar sanga. Jaga satru durga scityem. . buta raksasa sa pisacan. Brahma dewak sidhiogem. Yan arep rahayu ikang rat. kaduluran gering kecacar. maduluran segean agung bawi butuan. pageneyan. gerubug. Paduka Bhatara maka lingganing timangke.

Pemadem kebo. Siwa geni sudha ya namah Ah Ah. sami ngajak suci. paksi kokokan wenang. sata kanguru. Sarwa lara winasanem. 7. bebek selem (wenang). Penglukatan Siwa Geni.2. Pemadem bawi butuan. ingulah ketengan (66).11. bebek bulu sikep. asing kirang. Sarwa wigene winasanem.Ndah wriping jagatraya. Prod bute ya namah. dadi akarang. pateh ring kambing . Sarwa papa winesanem Klesa roga wimoksanem. 7. sami ngeed. Roga dosa wimur citem. Sate siap selem kaja genahnia. Pemadem kambing. Agneni jualem masarirem. ingolah ketengan (11). wenang siap kelawu gerungsang angge.2. Caru manca rupa. (dagingnya bisa diganti) (Asubang bungkem. wenang kukur anggen pateh ring banteng Yan tan wenang mademang ciciri (kuluk). ingolah ketengan (4) dadi akarang. dadai akarang. pateh ring asu. siyung wenang. Sarwa petaka sampurnam. kambing kaja kauh genahnia. manusa paduka betara. Sarwa roga basmi sitem. angsa pada wenang. 1986:22-24). Om Siwa Rudrem brahma takem. (Agar diperhatikan dengan baik dan dikaji secara mendalam untuk kepentingan dengan tujuan kebaikan). Yan caru panca sanak tan milu kambing. Pemadem angsa sata buik bulu gadang wenang Yan tan wenang mademan banteng. geng rena sinampuranem. Asing luput. Wenang bebek belang kalung angge. Ong Ang Ah Siwageni. Pemadem kidang bebek putih jambul wenang. Ngaturaken tadah sajinira. Sira sangadruwe sajen nira. Iki peretiyaksa kena/pedasang mekayun. Yan tan mademang kambing. muang siap putih siungan.12. asu kelod kauh genahnia. (Gambar. kauh genahnia. ingolah ketengan (7) dadi akarang.

(Gambar. panes ika: wenang rarung kesegara. biyu mecarang. tugel gulune. tunggal panese. apan manusane menyama ring taru muah mamuatan idihang nasi. panes karang ika. katumbak jelinjingan. Kapanjingan gelap. malih jineng pungkat tanpa kerana. panes karang ika. talining budur. Sang Hyang Kala Durga agawe lara. ring salu (bale) ring pakubuan. namping bale banjar. wetune. tan pegat amilara. yan langkung ring petang dase dina. katumbak pangkung. 7. muah wetunia kembar. Yan ana pakubuan. keni ketampig antuk aturupungkat punggel karipu baya ngaran. ikang ageng nagih caru. patuh panese. patuh panese. Yan ring lumbung sanggah kemulan ayu ika. muah katiban amuk kepanca baya. 1986:26-28). Muah yaning tabuan kulit. tunggal panese. anadi kala deset. patuh panese karang ika. wenang ngadegang pelinggihpelinggih padma. jaka mecarang. wenang gentosin lakarnya. wenang ngadekaken padma alit palinggih Ida Sang Hyang Durga Maya. apan sampunang lakung ring petang dasa dina mangde puput mecaru. katumbak labak. muah yan ana kayu rempak. kewandania tambek antuk duin blatung. rurung. yan tan magawe pungkate. pungkat muang punggel.2. katumbak jalan. muah nyawan ring umah. wong baya ngaran. Ngaran kewala pinika cacad. maung menadi nur. muah yan ana Nyuh mecarang. kadi ageni baya ngaran. muang puun. Muah yan ana asu (kuluk) muah bangkung amanak tunggal. panes yan ana samangkana. sebarang kuburan. Salwiring Pamanes Karang. Yanana sanggah pungkat muang paon. Muang ya ana taru salah pati. ngaran panes karang ika. Yan ana karang tumbak. muang .13. Muah yan ana ingon-ingon patik wenang-wenang (ubuan-ubuan) salah rupa. tan wenang malih angge. palinggih Ida Sang Hyang Kala Maya. panes karang ika. buangan ring paro nidi (ring segara ) raris gelarana panca tawur. namping pura. Muah yan ana karang namping pempatan. dados caru ika alitan. muah marga tiga. muang manusa salah pati ring pekarangan. andap. muah yan ana wong mentik ring bataran salu. samian.

aktiban amuk. umah sane ngenahan tan maren miyegan wenang acinin karang ika. kita agawa\e apanjingan yang lalah. Iki Mantra: Ih kita buta jigra (jigra maya) marupa amanca warna. kita ratuning bute kala dengen. kasiratang rah. mangaran I Guyangati. . Ni pemali ingsun angundurang pemali agung. Perbekel ipemali ngaran : I Tunjakati Sedaan ipemali ngaran : I Sanriati. Ayam putih meolah. Luwir carune (tawurnya). eka dasa ruang ira. Puja Pemali Pakulun kaki pemali. sami taru ika ajak urip katekaning pati Muang yan ngingsirang padengenan. tan mangga ya sania. sane atanding mesate lembat asem. tumpengnia pada medanan mecaru bilang bucuning karang. Ma. Semuanya itu harus di buatkan tawur. kalebok amuk. pada petang katih suwang. Mapesengan I Gular Bumi. Yan sampun tawurin enak sang kala bute kabeh matemahan ayu sang ngadruwe umah.baktini. kapurna denira sang bute jira mangsa. dadi limang tanding. Ya Ong Ang Ong Mang. Sa. wakulange winangun urip. meanak i pemali pulung raksa. Penyarikan ipemal ngaran : I Tumbak api. muang temahan dasania sanguduwe umah. yadin anggen banten. saluwiring cuntaka kala baya. wanguduwe umah. kesandering gelap. I nyundar andir. karang angker. Si. A. Na. muang lumbung pebrahman. mati megantung. ika teka wenang gingsirang. sembarang linggih widhi. Paramantrining pemali. Ba. I. yan tan caruning ngimuh ikang kala buta kabeh. Malih caru karang kageringan. Wa. rahina wengi ketadah antuk kalan betari Durga. Ta. tekening kandang. Ong kesma sampurnaya namah. ika ngadekaken gering tan paingan.

amukti ta sari ring kahyangan sira suang-suang. jalinjing. brahma. seme. Ong sarwa pemala-pemali byoswaha.2. amgin. Pengasih Buta Muang Dewa. Satus kutus ananing pemali. Rumasuk ring sariraning ingsun. Panjak pemali ngaran: Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali bantang. teke kita kabeh pada patuh lingkup. nini pemali paingkup agung. Apan aku umawak sang Hyang Brahma Jati. tunggek. Juru candek ipemali ngaran : I pular-Palir Dewaning pemalai ngaran : Sang ratu Mejaya. jengat. . dirgayusa tekaning anak putu nira kabeh.Kasinoman ipemali ngaran : I Tuwek wesi. Ingsun angadepana sang Hyang Tunggal. 7. tunggak. jadma manusa punanu wehana urip waras. buta wigraha masya. trinadi sama baktya. sawah. asung anugraha. mausya sidya masya. moro. pulung. Bujangganing ipemali ngaran: I Muyang-Maying. sangadruwe caru punika ana ganjaran nira katur ring kaki pemali. dewa mantaramasya. asanak ring punanu. amukta ya sari lawan sama kira kabeh. paek. suket. wisnu. wehana wado cara samodaya.14. desti teluh. sampun sira malih anggeringin. tukad.

astawem dewa paragiyem. Sarwa roga wisnu cartem. 7. (Gambar. Om Sriam bawantu swaha. Brahmo siwa murti wiryem. Brahma putra pratistanem. Brahma peraja dipem lokem. Sarwa dewa masarirem.2. Brahma wangsabca. siwa loka pratistanem. Tatwad nyanem siwem. 1986:38). Siwa puja yoga meretem. 1986:47-8). ya sarwa wigena wina sanem. Ong Brahmanem brahma murtiem. Sarwa wigene winasanem. Bramana purwa tististanem.15. brahma siwa murti wiryem. siwa sada siwa meretem. (Gambar. Ong Guru dewem. Surya merta pawiranem Yogi-yogi sarwa dewa. Nada grutyem dewa mantrem. Siwa sada siwa sirwatem. Dewa mantarem sidhi wakyem dewa sandi sang yogatem. s Sarwa dewa pratistanem. Brahmanem purwanem siwem. . Sarwawa dewamca. sing teke patuh ikup ingkup ingkup ingkup. Sadasiwa maha wirye. Ongkara mantra pujitem oma winayem maha wiryem. Baskarem siwangga layem.apan aku Sang Hyang Tunggal. Ong brahmanem brahma murtinem. Yoga sidyem murtinem. amatuha tri nadi. Siwa loka pratistanem. Brahma Wisnu Mahe Suarem. Dwijendra purwa siwem. Dwijendra baskara meretem. Ong ganda pujiem Iswara nityem. Dwijendra Astawa. Sarwa jagat pratistanem.

dan segala macam daging binatang dan burung. papa klese maha datem. Basuhlah diri anda dengan jeruk. 1. Amangsa-amangsung aku tan pabersihan. apan aku teke abersihin awak sariranku. Predanta puspa seranem. Ratna pratista susuarsa. teka bersih bersih-bersih-bersih. mala petaka wisudha. Rupa kadi purnama katon.) Jayem suarem maha merethem. Sri danta beraraba matanem. puspadem sarwa nisithem. Surya Sewana (Bila sakit tidak ada obatnya). Merik siksa sarwa predana. Ong Ang Sang Hyang Candra ring netra kiwa. saksat mawinten ping telu. Surya candra nugrahakem. (Gambar. Pangleburan letuhan sarira. dan setelah itu mandi seperti biasa. wenang sekama-kama apan Sang Hyang Mantra luwih utama.7.17. (Bila sakit tidak bisa disembuhkan dengan obat: Tidak boleh makan garam.2.2. Sabda iki Sang Hyang Cumerini. suka kang peretiwi. tan ana aku keneng sebelan. Mantram sebelum Belajar Memantra (Sang Hyang Aji Panusangan). yan tasak ngerangsukin mantra iki.16. 1986:51-52) . Astawem maha seranem. Ong Yang Srise Yang Prastawa. Pusatkan pikiran pada Sang Hyang Candra. Ong amertha dewi maha niti. aku pawaking setra suka kang akasa. matirtha. tan keni sebelen saluwuing magelah ring prajamandala. gelarana siang ratri Idepaku anganggo Aji kotamah. pusatkan pikiran kepada dewa Surya dan Sang Hyang Candra. Ong gangga dewa nugrahakem. Jaya-jaya nama mertha. Puspa seri suara. Ong bajra patni niti dewem. Setelah itu lanjutkan Masurya Sewana.

Peresada mas manik. Upeti Stiti Prelina. i telas mangkana. Sekatri perebawa Sang Hyang Mantra. Undiakenang mantra Ong bang tat purusa ya namah swaha. Kepanggung de sang Hyang maha Meru. Menge iki kabaan denika manjing te kita. Undiakena ikang Mantra Ong Ang Aggora ya namah swaha. uniakenang mantra Ong Ing I senaya namah swaha. Menge ikang baban denika. Asta dasa walu welas saginira. pat lawangnia. na-ma-si-wa-ya. Yan sekepancina duara kayunta. Sekari perebawa Sang Hyang mantra. tanembah ring betara Dharma. Yatika ngilangakena papa tiga luirnya: Ong Ong Ong Ong I-ta-sa-ba. Ong tat purusa ya namah. perelina ika. apan acintya swabawanira. Catur duara. Kehanan Bhatare peremana.18. (Pinuja kene desang Sedaka ndiata). Yan sake lor duara kayunta. unia kenaMantra Ong Ang Agora ya namah swaha. Iki pilih ikang babaan sekayunta. Sekari prabwa sang Hyang mantra. ya-na-ma-si-wa. menge ikang babban denika. ijero sada.2. Sekari prebawa Sang Hyang Mantra. Sekari perebawa Sang Hyang Mantra. Yan sekidul duara keayanta. Kakemit dening dewata. Sekari perebawa Sang Hyang mantra menge ikang babaan denika. Yan saka wetan duara kayunta. Sarwa sadia ya namah swaha.7. nda tan kapangging betara Dharma sire. menge babaan denika tumata kita ijero.I. Pawisik Dewi Maya Asih. Undiakenang mantra. wa-si-ma-na-ya . Utpeti Stiti Pralina.

. iwaknia ayam putih kuning luh muani . gelar sanga segaan manca warna. ika pinaka labaan banas patining taru mangkana kramania.Ong Mang Ung Ang. Melapas Wewangunan Utama. lis. Ong Ung Ang mang. muang tempeng putih kuning. gerang. secarik tetebusan. isuh-isuh bun. maekar taman. kurenan. Mangerenga suara arum abangkit. muang sepakramaning panglukatan. sibuh peepek. dena sangkep. prayascita luwih. tatimpug. segehan manca rupa metabuh luak. pengulapan. tepung tawar. kukus anyar. arak berem. tumpeng guru miawak bebek putih maguling. sesantunia genep. peletik. pengulapan solasan dua likur. Madya. genep sekramaning bebagkit. sbuh pekek. Maguling pebebangkit. muah maduluran tumpeng putih kuning. Masuci (2) kewala mapula gembal. kukusan anyar. Pangredana Para dewa semua Ong peletak. sesayut pengambean. Nista. peras. kukus anyar. raka-raka sekeweang. tepung capak. Utama. sopekarania penglukatan. Ong Ang Ung Mang. muah dulurana tumpeng putih kuning dena ageng. Masuci abesik. 1986: 60-62). (Gambar. iwaknia ayam putih kuning luh muani sapelaken pinanggang raka sate weang. tetabuh tuak. arta (1700). suci (2). gereng sesantun den agenep. tepung tawar isuh-isuh. iwak ayam putih kuning (luh muani) pinanggang spelakan. (1) prascita luwih.2. daksina gede. arak berem. sibuh pepek. rerakih tebusan. pangulapan. sesayut pengambeyan. peras lis. srantasan muah pasucia. 7. isuh-isuh bun rerakih muang tetebus. Ong teluh adhi senduh Hyang nini dewata kabeh.19. rantasan pasucian peras lis. Madya dan Nista. rantasan pasucian muang selanlanin panglukatan. Ong teka pira menangis. solasan dualikur. daksina gede mesatun genep. taekp api mangkana yan madya. Sang Hyang Meraja Hyang Betari Kunti ih wih ih nah jeng.

jeng. sahe tuak arak berem. Neher sarira tuuh. Pengurip Bangunan. Ibu paduka betari kapendem. anguripaken saluwiring sarwa ginawe. Saluwiring ginawe rerajahan. dumanis cayane sarwa wijaya.20. Ih sang Hyang Indra angreka. pewangunira Begawan Wiswakarma. sor luwe. Pemelaspan Utama. amurug. bumiwana urip. nasin timpas muang belakas mebe balang. nasin undagi-undagi.spelekan pinanggang. angadakaen bayu sabda idep. genian daksina. Yudha nirmala. masya. Madya. dewa metu ilang. ersania. matemahan sang Hyang Ayu narawati asri apasang amereta. Nasin pengotok mabe paya. Nasin paet mabe sibatah.2. Ong Ang Mang Brahma Wisnu Iswara. nasin sepat mebe pelas. utara. ika pinaka tadahan banaspatining sarwa taru. Siwa-Sadasiwa Peramawisesa. mamupul dadi sawiji. pada kaurip denira Sang Hyang Perama Wisesa. nasin siku-siku mabe kelentong kelor. pancima. Ong bumi ginawe bumi. Pesimpenan. Cobenem sudha mala. Siwa sada siwa Perama siwa. purwa. raka-raka sakewenang. nasi liamng pujung mebe kawisan. Ong Yang perama Wisesa. Peresidha namah swaha. Sudha bumi. Pemelaspas nasin Peralatan. nasin penyerutan mebe pakis (pangi). neruti. aywa papeka. Nasin kandik mebe ancruk. Ah Ah Ah. wiyabya. sudha ayu. anguripana sarwa tumuwuh. . Ong seri bagia namah swaha. anguripana buana kabeh. Ong sarwa karya. nasin pengutik mebe kecai. 7. Nista puniki dulurana.

Nugraha ripadanira pakulun. sami winangun urip sami anut ring sesatenia. Mauluning jana pada. Ah-Ih. satenia lima ping siya (45) kelod kauh genahnia. daksina (9). Alenge wangi.22. muang panca sata. Arca meru arrcana.2. Ulun aneda kerta nugraha.2. purwa (5). Lawan kumereb. jangkep saisin suci. Uduh bapa anak ingsun. asinjang akampuh. Wusano demira kelambukan. . Daweg nyeneng pakulun awewedaka. pascima (7). Angewruhakena iringsun. Ong sang Hyang Ibu pertiwi jati Mekadi Sang Syang Akasa. pebangkit asoroh jangpet abesik. muang suci abesik. satenia kutus ping lima (40). 7. Anak paduka betari.21. Manusanira angadekakenne wewangunan. wusano denira kesingan kawuyuhan. Ayo sira nyangkala-nyangkali pekarangan punnanu. Katiban Durmanggala. Pangiyang-ngiyangan nira Sang Huyang Trisandia. Ong-Sang-Bang-Tang-Ang-Ing-Nang-Mang-Sing-Wang-Yang. Mangke ibu pakulun. Iki pecarun karang katiben durmanggala. Mantram Arca muang mapendem Pedagingan Meru. Pakulun kaki betara Kala. Apan sampun ngaturana caru kebeya kalan. Sang Hyang aditya Candra lintang trenggana. Rah kaki betara Gama. Paduka Betari Durga. madya (8) muang itik kalung ring madya genahnia. Wusano denira keenden kariyanan. nanceb sanggah tutuan. 7. Sang Hyang Panca muka. Nora ana karya sira. ater dening dewa laya. utara (4). Amuktyasari atinggal sari.Wusamono denira kelangkahan kedekan. itik putih kalungabesik muah asu bang bungkem abesik. saba sanga genep caru madurga ngaran. Angaturan alinggih maring padmasana. asubang bungkem.

Kelawan sang mawitenang kejenenganga De Sang Hyang triya dasa sakti. Ananggap Dana Ong Siwa data siwa bokta.23. Sang Citra Gopta.24. sama suka ringsanga deruwe caru. Hawiskrdehi hawiskrdehi. Dulura ayu werdi. undagi. Adnyane sepalem juyanem. Sama suka risanga deruwe caru kebaya kalan. 7. Drwyamet siwatmakem.2. Amanca. Oh Yajna. engkau adalah badannya api. Sucikanlah sesaji kami.25. Amangku widi. Puja Mawinten Ong Siwa nugraha. Engkau diselenggarakan dengan menguncarkan Weda Mantra. Muah Kaki Begawan penyarikan. Katureng pada betara-betari. amunis. Tan ketamana upadrawa de betara yang mami. Ubaya siwa dam buyat. Adyo mesa palem butem. 7.2.Amuktya te sira. jata bota setatan. Mereka yang membaca dan mengajarkan . Penenang Jiwa yang Menderita Agnestanurasi waco wisarja namdewawittaye twa grhnami wrhadgrawa’si wanasratyah sa idam dewebhyohawih samiwa susami samiswa. Ong Ang kesama sampurna ya namah. Adya mesa palem tapem.2. Amuktya te sira. Engkau adalah awan yang maha besar pemelihara atas tumbuh-tumbuhan obat. sami sira anjenengana. muah dirga yusa. 7. Adnyana sepalem juyanem. (dan) saya menyelenggarakannya untuk mendapatkan sifat-sifat mulia. Sakawisayan ipun. untuk memberi kebahagiaan kepada yang pandai dan mensucikannya. Angaturana pawintenanne punanu. Nirmala ya namah. penenang jiwa menderita. Manusa Sang Hyang amit. Teka-waras-teke-waras-teke-waras jurang luah wenang.

menjadi mengetahui ceritera-ceritera dalam weda.27. Untuk menghancur-kan musuh-musuh yang ada dalam diri. seperti udara dengan gerakan tangannya tertentu yang kuat pulang pergi yang menerima persembahan dan seperti halnya matahari yang cemerlang memancarkan cahayanya mengerahkan atom-atom menjadi api. 7. O Tuhan. Agne brahma grbhniswa dharunamasyantariksam drduam ha brahmawani twa ksatrawani sajata wanyu padhami bhratwyasya wadhaya. menunjang dan memaniskan ucapan. Persembahan Weda Mantra. Yadnya adalah alat untuk menghasilkan hujan. demikianlah juga Tuhan dan para ilmuwan mengajarkan ilmu untuk kebaikan kemanusiaan. Wiswabhyastwawasbhya upadhamicita sthordhwacito bhrgunamangirasam tapasa tapyadhwam.Weda. Engkau penyangga alam semesta.26. kami berdoa kepadaMu untuk menambah pengetahuan kami. saya menyadari bahwa engkaulah yang ada dalam hati. Untuk menghancurkan musuh-musuh dalam diri. penolong orang-orang terpelajar. semoga kami mengetahui engkau sebagai pengasil hujan. terimalah pujian kami dipersembahkan melalui weda mantra dan kembangkanlah pengetahuan rokhani kami yang tidak habishabisnya. Semoga kami dengan bantuan pahlawan orang-orang pemberani menang perang berulang kali. (yajna) adalah berpahala untuk menghasilkan bahan makanan dan pemberi pengetahuan dan kekuatan. Semoga pelaksanaan yang seperti itu ditanamkan. memberi inspirasi kepada kami untuk melakukan yadnya. Kami harus berusaha menghapuskan perampok dan pemakai pikiranpikiran yang tidak suci. Yadnya menjauhkan pencuri. Engkau adalah penyangga alam semesta. Ilmuwan Mengajarkan Ilmu untuk Kebaikan Manusia. Kukuto’si madujihwa isamurjamawada twaya wayaduamsamghataduam saghatam jesma warsa wrddhamasi prati twa warsawrddham wettuparaputtraduam aratayo pahatadduamrakso wayurwo wiwinaktu dewo wah sawita hiranyapanih pratigrbhnatwacchiddrena panina.2. kami menghayati Mu dalam hati sebagai penolong orang- . dhartramasi diwam drduam ha brahmawani twa ksatrawani sajata wanyupadhami bharatrwyasya wadhaya.2. 7. Pemimpin Politik/Negara dan pembimbing pada jalan kewajiban sebagai macam golongan yang berbeda-beda.

Bahan makanan dan air disucikan dengan melaksanakan yadnya memperkuat tubuh dan indra perasa.orang yang terjujur pemimpin Negara dan pembimbing atas kewajiban bagi golongan yang berbeda. untuk aktivitas. Sarmasyawadhutaduam rakso. rahmatilah kami dengan pengetahuan yang luhur. Arti penting Penguncaran Mantra.2.2. Makanan disucikan dengan Yadnya Dhanyamasi deam pranaya two danaya twa wyanaya twa. 7. Sam wapami samapa osadhibhih samosadhayo rasena Saduam rewatirjagatibhih prcyantaduam sam madhumafirmadhu matibhih prcyantam.29. Kami memuja Engkau didalam hati. Pencipta yang Agung dan pembebas alam semesta.si parwateyi prati twa parwati wettu. ditastwag wettu diwaskambhanirasi dhisana. Yadnya yang dilakukan pada hari tertentu juga memberi perlindungan seperti kulit melindungi tubuh. Penguncaran Weda Mantra yang benar-benar merupakan yadnya sendiri. Yadnya adalah pemberi kebahagiaan. Dirgghamanu prasitimayuse dham dewo wah sawita hiranyapanih pratigr bhnattwacchidrena panina caksuse twa mahinam payo’si. Yadnya Menseimbangkan dunia Dewasya twa sawituh prasawe. Yadnya adalah pengangga matahari yang cemerlang. untuk umur panjang penuh kebahagiaan dan kesejahteraan. melalui Kemahaadaannya.28. menjauhkan yang egois dan sifat-sifat kikir dan melindungi daerah tempat seperti kulit melindungi tubuh. 7. Semoga yang melakukan yadnya menyadari arti pentingnya. O Engkau manusia.30.2. tuntunlah kejalan kehidupan tapa dengan mengendalikan nafsumu dan menuruti orang-orang yang bijak. ilmuwan dan yang terpelajar. Yang Maha meliputi. Semoga kami menyadari yadnya sebagai pembawa hujan dan pemberi pengetahuan spiritual. 7. Pemberi kebahagiaan dari segala yang ada. wadhuta aratayo ‘ditwastwagasi twa ‘ditirwettu. perwujudan dari ceritera Weda. untuk vitalitas.swinor bahubhyam pusno hastabhyam. Dhisana ‘si parwati prati twa. . Semoga kami bertirah pada yadnya untuk kesehatan yang baik.

untuk pensucian air dan udara dan untuk memperoleh rakhmat itu dari ibu. demikian juga engkau. menseimbangkan dunia. 7. 7. pemberi kebahagiaan semoga kami menundukkan orang-orang jahat di bumi ini . Tuhan Pencipta Tata Surya Prtwi dewayajanyosadhayaste mulam ma hiduam sisam brajam gaccha gosthanam warsatu te dyaurbadhana dewa sawitah paramasyam prthiwyaduam satena pasairyo’smandwesti yam ca wayam dwismastamato ma mauk. kami memohon kepadaMu melalui rakhmatMu. mencampur berbagai macam obat-obatan dengan air dan dengan sari buah dan mencairkan yang sama dengan air suci. 7.2. semoga kami tidak menghancurkan tanam-tanamnan obat-obatan dibumi.O Manusa. bapa dan guru. menyebarkan pengetahuan yadnya ini didunia yang diciptakan oleh Aku dan melakukannya melalui matahari yang cemerlang.32. Semoga engkau bersiap untuk keuntunganmu. O para pahlawan terikat oleh berbagai macam ikatan dari orang-orang yang jahat didunia ini yang bertentangan kepada kami dan yang ditentang oleh kami dan jangan lepaskan. Kami terirah sepenuh hati pada yadnya untuk mengenal Tuhan yang maha Esa.33. Keturunan yang melakukan Yadnya (bertambah) baik. dengan nama para ilmuwan melakukan yadnya itu. Semoga keturunan orang yang melakukan yadnya itu baik. seperti halnya dengan Aku.31. Ma bherma samwiktha atamerur yajno ‘timeruryajamanasya prajabhuyat tritaya twa dwitya twaikataya twa. Menyebarkan sistem pendidikan dalam Weda Apararum prthiwiwyai dewayajana dwadhyasam wrajam gaccha gosthanam warsatu te dyaurbadhana dewa sawitah paramasyam prthiwyaduam satena pasairyo smandwesti yam ca wayam dwismastedyam maskan wrajam gaccha gosthanam warastu te dyaurbadhana dewa sawitah paramsyamprthiwyaduam setena parisaryo smandwesti yam ca wayam dwismastamato ma mauk O Tuhan yang Maha esa mengetahui.2. menghidupkan air dan bebagai macam nafas pada organisme manusia. Jangan takut dan jangan ragu untuk melaksanakan yadnya. Semoga matahari mencurahkan hujan di bumi melalui sinarnya. Yang maha Kuasa. O Tuhan. Pencipta tata surya dan wilayah yang cemerlang. setia dan bebas dari kelemahan.2.

musuh kebenaran harus dihukum. dan yang tidak disetujui oleh orang-orang pandai karena bertentangan mereka kepada pengetahuan.34. Semoga orang-orang yang jahat tidak dirahmati dengan kesejahteraan dan kesenangan pada ilmu.2. demikianlah Tuhan memenuhi keinginan kami.dimana para Rsi melakukan yadnya. Yang jahat harus disingkirkan. supaya sekali-kali dibiarkan berkeliaran sampai mereka tertawa pada kesadaran mereka. yang harus dibawa diantara jalan kebajikan melalui beratus-ratus jalan yang ada hendaknya batasan-batasan pada mereka tidak dihilangkan sampai mereka mencapai penerangan. Semoga kami bergaul dengan orang-orang terpelajar dan dengan demikian menyebar luaskan sistem pendidikan dengan bebas sebagaimana dijelaskan dalam mantra Weda seperti halnya Sinar pengetahuan saya dihargai oleh semua. Ibarat sinar matahari menerangi daerah tengah/antariksa. sumber kesejahteraan dan kebahagiaan. Anisito’si sapatna ksidwajinam twa wajedhayayai sammarjmi. O Engkau yang patuh pada kewajiban semoga engkau mengikuti jalan kebajikan. Gayatrena twa chandasa parigrhnami traistubhena twachandasa parigrhnami jagatena twa chandasa parigrhnami. mereka yang patut dibelenggu harus disisihkan dan . 7. penuh dengan jagung. Pratyustaduam raksah pratyusta aratayo nistaptaduam rakso nistapta aratayah.2. susu. tempat yang cocok untuk berdiam dengan senang. Yang jahat harus disingkirkan.1 O Bumi engkau adalah indah. air manis dan buah-buahan.35. Yadnya dengan Mantra Weda dalam Gayatri. Suma casi siwa casi syona casi susuda casyurjaswati casi payaswati ca. Saya melaksanakan yadnya dengan penguncaran mantra Weda dalam Gayatri. Anisita’si sapatna ksidwa jinim twa wajedhyayai sammarjmi. Matahari menguasai bumi dengan kekuatan gravitasinya pada tempat yang tepat. Orang orang berdosa bergerak didalam kegelapan yang bertentangan dengan orang-orang terpelajar. Yang kejam yang bertentangan pada keadilan dan bertentangan kepada cinta damai. demikian pula hendaknya milikku. 7. Prastyustastaduam raksah pratyusta aratayo nistaptaduam rakso nistapta aratayah. Tristiubh dan Chanda jagati.

Mensucikan Hati dan Jiwa Sawistustwa prasawa utpunamyacchidrena pawitrena suryasya rasmibhih. Engkau patut dipuja oleh para Resi disemua tempat. Tak terkalahkan dan dipuja oleh para Resi.38.2 saya mensucikan persembahan yang dapat diterima oleh ghee. 7. Engkau tidak termusnahkan. sawiturwahprasawa utpunamyacchidrena pawitrena suryasya rasmibhih. meresapi semuanya. Semoga kami mengenal Engkau melalui penglihatan spiritual yang damai. Tejo’si sukramasyamrtamasi dhama namasipriyam dewanamanadhr stam dewayajamasi. 7. melalui penguncaran weda mantra. Mereka yang tidak mentolerir kebaikan orang lain harus dihukum. engkau dimurnikan oleh api dan diserap oleh udara. 7. jalan untuknya. saya sucikan hati-hati dan jiwa-jiwa manusia dengan pengetahuan suci dan yang bercahaya. suci. engkau tidak.2. Engkau adalah sumber segala cahya.37. penganut yang tidak mengenal takut. layak untuk dipuja oleh para pelajar. Oleh pembasmi musuh. Saya sucikan yadnya. demi untuk membawa persembahan tinggi keangkasa.2. Sebagaimana air diangkasa . sinar sucinya matahari. Engkau adalah maha ada. laksana nyala api. tumpuan akhir bagi alam semesta. Agnerjihwai suhurdeebhyo dhamne me bhawa yajuse yajuse. O Yadnya. Engkau adalah penta cairan manis ditanah.yang mereka yang menentang pengetahuan harus menderita sedih. Krsno’syakharestho’gnyetwa justam proksami barhirasi wedirsi barbhise twa justam prosami srugbhyastwa justam proksami. yang menyucikan semua obyek dengan baik dengan yang tidak mengalir. untuk kemajuan kami. O Tuhan.36. yang dicipta oleh Tuhan Yang Agung. Mengenal Tuhan Melalui penglihatan Spiritual Adityai rasnasi wisnorwesposyurje twa’dabdhena twa caksusawapasyami. O Tuhan. Saya memerintah pasukan pada waktunya menjadi kuat untuk melemahkan lawan dan melakukan perang.2. Mereka yang menyebabkan rugi pada orang lain harus dihina. Demi Untuk Hawan. Membersihkan Air Sumur dalam Weda. Didunia ini. sya membangun engkau dan mensucikan dengan ghee. Engkau adalah altar. walaupun engkau dilakukan disumur yang digali. Pemberi kebahagiaan orang yang bebas. dan salahkan secara terbuka. dicintai oleh yang jujur.

3 . Semoga. O Tuhan. banyak kekayaan dalam gudang. Dengan ini. Samidasi suryastwa purastat patu kasyascida bhisastyai. lindungi matahari dan bumi yang melindungi yadnya. melengkapi ruang. melindungi surga dan bumi. memberi perlidungan kepada matahari dan bumi. Ibarat api yang memerlukan yadnya dan bertindak sebagai utusan. Engkau adalah indah laksana musim. Semoga saya tidak pernah Melanggar-Nya Askannamadya dewebya ajyamduam sambh bhhriyasamangghrana wisno ma twawaktramisam wasumatimagne techayamupasthesam wisno sthanamasita indro wiryamakrnodurhwara asthat. demikian pula O Tuhan. Api ini adalah tempat yadnya. Sang surya melindungimu sejak jaman dahulu. pembuka segala bunda. Yadnya sejak jaman dulu menurut Weda. semoga saya mendapatkan perlindungan dari Mu. O Tuhan. Yadnya ini berada di angkasa dan diapi. 7.2. Laksana seperti matahari menggabungkan sinar dengan sinar melalui persembahan diletakkan di dalam api. 7. demikian juga saya bersihkan persembahan itu dengan hati-hati untuk diletakkan disendok api.41.39. 7. O Tuhan. Inilah demikian ditetapkan dalam Weda. O Tuhan.menambah kesucian semua benda materiil. demikian juga saya untuk memperoleh sifat utama. Jagalah kami dengan Sinar Pengetahuan Sipitual.2. pembuat perbuatanperbuatan mulia bagi yang akhli. melakukan yadnya itu. Rudra dan Aditya yang memajukan yadnya. Agne werhotram werdutyamawatantwam dyawaprthiwi awa twam dyawaprthiwi swiatakrddehebya indra ajyena hawisa bhutswaha sam jyotisa jyotih.2. jagalah kami dengan sinar penerangan ilmu pengetahuan spiritual. demikian lindungilah kami.40. Engkau dipancarkan melalui kekuatan dan potensi yang surya. pemberi kebahagiaan. Sawiturbahu stha urnammra dasamtwa strnamiswasatham dewebhya a twa wasaso rudra adityah sadantu. Ibarat seperti wasu. hari ini saya memperoleh kemudahan mendapatkannya melalui yadnya mentega dan benda-benda lain yang memberi kebahagiaan. semoga saya tidak pernah akan melanggarnya (yadnya). O Yadnya. Melalui (yadnya) matahari dan udara memperoleh kekuatan/tenaga.

7.1.42. Negara yang sejahtera, karena memanfaatkan Bumi dengan Baik. Mayidamidra indriyam dadhatwasman rayo maghawanah sacatam; Asmakaduam santwasisah satya nah santwasisa upahuta prthiwi matopa mam prthiwi mata hwayatamagniragnidhratswaha. Semoga Tuhan memberi kami kekuatan spiritual. Semoga kami memperoleh harta penuh dengan bermacam-macam jenis yang cemerlang dan kekuasaan dunia. Semoga keinginan kami terpenuhi, semoga mereka memperoleh pahala, manusiamanusia memakai bumi ini dan pengetahuan (dengan nama kebebasan itu tercapai) untuk kebahagiaan negara. Semoga bumi dan pengetahuan ini menasehati saya. Semoga Tuhan, sebagai pelindung kami yang terakhir dan tetirah memberi perintah kepada saya. Ini adalah demikian dinyatakan didalam Weda. 7.1.43. Susunan Pencernaan (Analisa) Ilmu Upahuto dyauspitopa mam dyauspita hwayatamagnir agnidhratswaha; Dewasya twa sawituh prasawe ‘swinorbahubhyam pusno hastabhyam; Pratigrhnamyanestwasyena prasnami. Saya telah berdoa kepada Yang Maha Cemerlang, Tuhan, penyangga semua, semoga Tuhan, Bapa menerima saya. Susunan pencernaan ilmu kami mencerna melalui getah perut makanan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah, saya mengambil itu melalui waktu penyerapan dan pemahaman, dengan menarik dan mengeluarkan nafas; dan kekuatan pensucian dan penyerapan udara yang bergerak melalui tubuh, menanak makanan saya melalui nyala api, saya memakannya dengan mulut. 7.1.44. Sebelum beryadnya, manusia lebih dulu dilindungi oleh Tuhan. Etam te dewa sawitaryajnam prahurbrhaspataye bramane; Tena yajnanawa tena yajna patim tena mamawa. O tuhan, Pencipta alam semesta, Weda dan orang terpelajar menyatakan sebelum yadnya untuk brhaspati dan brahma. Melalui Maha Yajna itu melindungi yadnya saya, melindungi yang melakukan yadnya, Engkau melindungi saya. 7.1.45. Aktif dalam Pengetahuan adalah Yadnya.

Mano jutirjusatamajyassya brhaspatir yajnamimam tanotwar ristam yajnaduam saminam dadhatu. Wiswe deasa iha madayantamo (3) mpratistha. Semoga pikiran aktif saya mengirim pahala yadnya-yadnya itu. Semoga Tuhan mengembang luaskan dan memelihara penuntun pengetahuan yang tidak dapat ditinggalkan ini merupakan seperti yadnya. Semoga semua orang terpelajar didunia ini bersenang. Semoga Om bersemayam di hati kami. 7.1.46. Semoga kami melenyapkan dosa-dosa Musuh (api dan Bulan) Anisoma yorujjitimanujjesam wajasya ma prasamwena prohami; agnisomau tamapanudatam yo’mandwesti yam ca wayam dwismo wajasyainam prasawenapohami; Indragnyyorrujjitimanujjesam wajasya ma prasawena prohami; Indragni tamapanudatam yo’samadresti yam ca wayam dwismo wajasyam prasawenapohami. Semoga saya memperoleh kemenangan seperti kemenangan Api dan Bulan. Semoga kami melenyap cepat dengan materi perang. Semoga api dan bulan mengusir mereka yang membenci kami, mengusir orang yang kami uji. Semoga kami melenyapkan dosa-dosa musuh dengan perang seperti itu, kepandaian meliter dan peralatan. Semoga saya mencapai kemenangan seperti menangnya Udara dan Petir. Semoga saya memperoleh kebahagiaan melalui dorongan pengetahuan, dipergunakan untuk memperoleh keunggulan. Semoga Udara dan Petir dipergunakan dengan tepat, mengusir jauh orang yang membenci kami, mengusir, orang yang tidak kami sukai, saya sucikan orang-orang yang bodoh dengan sinar pengetahuan. 7.1.47. Mengucapkan mantra gayatri tiap Hari, menurut Weda. Wasubhyastawa rudrebhyastawa, ’ditye bhyastawa samja natham dyawaprthiwi mitra waruna twawrstyawatam; Wyantu wayoktaduam rahina marutam prsatirgaccha wasa prsnirbhutwa diwam gaccha tato no wrsti nawaha; caksupa agne’si caksurme pahi. Kami menyelenggarakan yadnya untuk Wasu, Rudra, dan Aditya. Cahaya matahari dan bumi membawa engkau (yadnya) kepada sinar. Prana dan Udana, melindungi bersarang mereka demikian pula hendaknya kami setiap hari beryadnya mengucapkan mantra Gayatri Yadnya yang diinginkan (Ahuti)

mencapai angkasa, datang bersenyawa dengan udara dan sinar matahari. Dari itu membawa hujan turun ke bumi yang mengisi sungai batang tumbuh-tumbuhan dan bunga-bungaan. O Api, engkau melindungi mata dari kegelapan, semoga engkau melindungi mata jasmani dan rokhani. 7.1.48. Mencapai kebesaran melalui Tulisan Yam paridhim paryadhatta agne dewa panibhirguhya manah; Tam ta etamanu josam bharamyesa nettwada pacetayata agneh priyam patho’pitam Oh Tuhan Yang Maha Ada, dipuji melalui pujian orang terpelajar, Engkau mencapai kebesaranmu melalui tulisan penuh pujianpujian yang indah itu. Saya mengenal kebesaran Engkau itu dalam hati saya. Semoga saya tidak pernah membantahMu. Semoga makanan yang menyegarkan saya telah peroleh didalam ciptaanmu. 7.2.49. Biarlah kami tinggal di rumah yang Menyenangkan. Agne’dabhayo’sitamapahi ma didyoh pahi prasityai pahi duristyai pahi duradmanya awisam nah pituh krnu susada yonau swaha wadagnaye samwesapataye swaha saraswatyai yasobhaginyai swaha. O yang Abadi, Tuhan Yang Maha Ada, melindungi kami dari kesaktian yang amat sangat, melindungi kami dari ikatan dosa dan kebodohan, melindungi saya dari sahabat orang-orang yang berpikiran jahat, melindungi kami dari makanan-makanan yang melalui kesehatan. Jadilah Engkau, makan kami yang bebas dari racun. Biarlah kami tinggal dirumah yang menyenangkan, berdoa kepada engkau dan melakukan keperluan-keperluan mulai. Inilah doa kami kepada Tuhan atau alam semesta, semoga kami memperoleh pengetahuan suci melalui Wedda, pemberi kejayaan dan kesejahteraan. 7.2.50. Engkau ajarkan (Weda) kepada rakyat. Wedo’si yena twam dewa weda dewebhyo wedo’ bhawastena mahyam wedo bhuyah; dewa gatuwido gatum witta gatumita; Manasaspata imam dewa yajna duam swaha wate dhah. O tuhan, Engkau mengetahui ciptaan yang berjiwa dan tidak berjiwa. Engkau mengetahui segala-galanya di alam semesta. Sebagaimana Engkau mengajar pengetahuan yang terpelajar, demikain juga Engkau menjelaskan pengetahuan kepada saya. Engkau ajarkan pada rakyat, mereka yang tahu bagaimana

untuk memperoleh kebahagiaan dan pengetahuan. O Pitara. Namo wah pitaro rasaya namo wah pitarah sosaya namo wah pitaro jiwaya namo wah pitarah swadhayai namo wah pitaro ghoraye namo wah pitaro manyawe nmo wah pitarah pitaro namo wo grhannah pitaro datta sato wah pitaro desmaitadwah pitaro wasa adhatta. Oh Tuhan. Penguasa atau tapa brata. Apakah setiap orang meninggalkan yadnya? Ia yang meninggalkannya. harus menguasai pengetahuan.52. kesehatan dan kebahagiaan.51. Ia melakukannya untuk mendapatkan kekuatan. Sembah (kami) kepadaMu. untuk kekuasaan dan memperlihatkan keadilan. Untuk tujuan apa pemuja melakukan persembahan pada api? Ia melakukannya untuk kebahagiaan semua. Sembah (kami) kepadaMu. O Pitara. Kastwa wiuncati kasmai twa winuncati tasmai twa wimuncati. untuk melenyapkan kemiskinan dan musuh. segala puji kepadaMu. 7.2. mengetahui keinginan kami untuk memperoleh pengetahuan. Pitara-pitara datang setiap hari kerumah kami dan memberikan kami perintah- .2. O Pitara.4 tadasakam tanme Oh Tuhan. Yang meninggalkan yadnya ditinggalkan oleh Tuhan. ditinggalkan oleh Tuhan. 7.menyanyi memuji Tuhan. Penguasa pengetahuan. O Pitara. Sembah (kami) kepadaMu. Posaya raksanam bhagosi. Agne wratapate wratamacarisam ‘radhidamaham ya ya ewasmi so’smi. mengetahui Weda yang memberi petun juk jalan yang benar. rakhmatilah saya keberhasilan dalam melakukan tapa brata yang saya telah lakukan dan saya dapatkan diri saya yakin untuk melaksanakan. Bendabenda rendahan tidak dipakai dalam yadnya adalah diperuntukkan bagi raksasa/setan. Karmaphala dalam Weda. Saya memetiknya sebagaimana saya tanam. Sembah (kami) kepadaMu. sembah (kami) kepadaMu. untuk mendapat umur panjang. O Pitara.53. untuk menyudahi berbagai macam bencana. Pitara-pitara mengetahui penghormatan kami kepada Engkau untuk kehormatan Mu. dengan tepatnya menetapkan yajna ini seperti dunia di udara. Persembahan kepada Pitara dalam Weda. 7. Pitara-pitara. O Pitara untuk kemarahan yang pada tempatnya.2.

Kami harus bertepatan mengucapkan dan memahami Weda setiap hari bersama dengan ajarannya yang memberi penerangan.57.7 7.56. Susamiddhaya socise ghrtam tiwram juhotana: jatawedase. Agneye Letakkan persembahan mentega (ghee) yang melenyapkan kelemahan jasmani. Adhatta pitaro garbha kumaram puskarasrajam.2. Antascarati rocanosya pranadapanati.54. Prati wastoraha dyubhih. Api yang agung itu itu memperlihatkan matahari. Weda diucapkan untuk memperoleh pengetahuan Spiritual.6 7. dengan kepal bunga ditangan. Wyakhyan mahiso Sinarnya api itu. Samidha gnim duwasyata ghrtair bodhyatatitthim: Asmin hawya juhotana. 7. mencuat keatas dan turun kebawah diangkasa laksana keluar masuknya nafas dalam badan.perintah. Pitara. mohon terima kasih itu. korbankan api itu yang patut dihormati sebagaimana seorang Sjamsajin. Yatheha puruso’sat. diwam. Sabda Dewata peraturan tertinggi diseluruh dunia.2. Kami memberi pakaian. Triduam saddhama wirajati wak patanggaya dhiyate. Korban api sebagai yadnya.2.58. Weda diucapkan untuk memperoleh pengetahuan sipitual. Wahai engkau orang-orang yang terpelajar nyalakanlah api dengan batang kayu dengan mentega. . Dengan pengetahuan untuk mencapai kedewasaan.8 7. Ditempat api itu engkau letakkan yadnya itu.5 7. api pemusnah segala penyakit ini ada dalam segala benda. Menerima Engkau (sebagai) guru. kedalam nyala api yang baik ini. dalam garbha perlajaranmu. kami selalu memberikan kepadamu apa saja yang kami punya.2. ingin akan pengetahuan sehingga dengan demikian ia dapat mencapai kedewasaan yang penuh. Sinarnya api naik turun. pemuda.55. Api Pemusnah Segala macam Penyakit.2.

2. .2. 7. Agniwarco jyotirwarcah swaha suryo jyotirwarcah swaha Jyotih suryojyotih swaha.7. akan memilih engkau sebagai suami saya. Turiyaditya sawanam ta indriyamatasthawamrtam diwyadityebhastwa.59. engkau memiliki sifat-sifat istimewa. Sebagaimana memperlihatkan kepada semua kemanusiaan juga api itu dalam bentuk petir diangkasa dan menjadi sumber hujan dan pengetahuan. Semoga rakhmat pengetahuanmu harta kekayaan sampai kepada saya. saya yang telah membujang selama 24 tahun. Puja (1985:238). engkau tidak pernah merahasiakan segala sesuatu dari saya. api dan petir melalui Weda. Inilah penjelasan kebesarannya. Suami yang berjaya Kada cana starirasi mendra sascasi dasuse. Matahari menyinari semua benda. Semoga panah asmara tidak menyebabkan engkau menderita. O suami yang berjaya. 7. O suami yang patut dihormati engkau adalah terpelajar.2. yang orang itu harus kata-kata apa yang ia rasakan dihatinya. Saya memilih engkau sebagai suami saya karena engkau selalu merupakan kemudahan bagi saya. engkau bersahabat kepada orang-orang yang bersifat dermawan. O Brahmacari. Brahmacari selama 48 tahun Upayamagrhito ’syadityebhyastwa. Sebagaimana Tuhan memberi sinar kebenaran pada kota-kota yang benar kepada semua mahluk demikian pula api jasmani memberi sinar menerangi semua benda. Pengetahuan Petir melalui Weda. 7.62. Sebagaimana Tuhan memperlihatkan semua pengetahuan.61. Kehidupan berumah tangga ini memberi kesejahteraan kepadamu. demikian pula halnya Matahari menumbuhkan kekuatan jasmani dan rokhani kita. Tuhan memancarkan sinarnya sendiri.2. Upopennu madhawan bhuya innu te danam dewasya prcyata adityebhyastwa. Engkau bercahaya laksana matahari Kada cana pra yucchasyubhe ni pasi jasmani.60. Lindungilah kami. Engkau mengetahui segala sesuatu tentang cerita-cerita dalam agama. ia yang telah mengendalikan membujang selama 48 tahun. Wisna urugayaisa te somastaduam raksaswa ma twa dabhan. Sebagaimana halnya Tuhan mengajarkan pengetahuan kepada semua jiwa. Agnirjyotiryotiragnih swaha suryo jyotirjyotih suryah swaha. demikian pula matahari membawa penerangan pada semua obyek benda-benda itu.

penuh keindahan dan aspirasi yang berlipat ganda. saya memilih engkau sebagai suami saya untuk kebahagiaan yang terus-menerus. Semoga engkau memberi kesenangan kepada pengantin yang baru kawin melalui pengetahuan pengajaran yang engkau terima dari orang terpelajar. Wamasya hi ksayasya dewa bhureraya dhiya wamabhajah syama.O suami. Engkau penguasa atas makanan- . Sradasmai naro wacase dadhatana yadasirda dampati wamamasnuta. Upayamaghrhito’si sawito’si canodhascanodha asi cano mayi dhehi. engkau menjaga dalam hidup sekarang ini dan kehidupan yang akan datang. semoga hidup perkawinan ini dimana engkau minum memberi kebahagiaan kepadamu. O yang telah menyelesaikan asrama yang keempat. Engkau bercahaya laksana matahari dalam pengetahuan apa bila engkau mengendalikan organ pengadaan (yang) akan mengusir kebahagiaan yang abadi dalam affairmu. guru dari berbagai macam ilmu pengetahuan. kami dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan mulai didalam kehidupan perkawinan kami.2. 7. giat yang mau berusaha. yang memenuhi keinginanmu. Dirumah. engkau tidak pernah melupakan. 7. dilahirkan seorang putra. Perkawinan Muda berpeganglah pada Kebenaran. O suami.adya sawitarwamamu swo diwe wamamasmabyaduam sawih. O orang yang mulia. Lindungilah perkawinanmu. sumber dari kebahagiaan. Wiwaswannandityaisa te somapithastasmin matswa. dan mengajarkanmu bagaimana cara mengerjakan sesuatu dengan benar dan menempuh pada jalan kebajikan. memperoleh kekayaan dan kesejahteraan. semoga intelekmu yang baik yang mengerti tentang makna hidup dalam perkawinan membuatmu akhli dalam pengetahuan setelah menyelesaikan hidup berguru.65. Perkawinan antara dua orang terpelahar merupakan sumber kebahagiaan. hormati sumpah yang engkau ambil pada waktu perkawinan. 7. dimana suami dan istri memenuhi kewajiban hidup dalam perkawinan dengan jujur.2. 7. Puman putro jayate windate waswadha wiswaharapa edhate grhe. Engkau penyembah Tuhan Yang Maha Esa. Jinwa yajnapatim bhagaya twa sawite.2. Kebahagiaan hari ini esok dan setiap hari Wama. O suami.66. O Tuhan. A wo’rrwaci sumatirwawrtyadduam hoscidya wariwowittarasada dityebhyastwa. O yang memasuki kehidupan perkawinan.63.2. hari ini. Engkau bercahaya laksana matahari Yajno dewanam pratyeti sumnamadityaso bhawata mrdayantah. esok hari dan setiap hari yang dilewati. bepeganglah pada kebenaran. adalah tidak berdosa. engkau telah disatukan dengan saya melalui ikatan perkawinan.64.

Samindra no manasa nesi gobhih saduam suribhirmaghawantsaduam swastya. Yaste aswasanirbhaksa yo gosanistasya stutastomasya sastokthasyo-pahutasyopahuto bhaksayami. karena engkau menuntun kami dijalan yang benar dengan pikiran yang mulia.10 7. Sam brahmana dewakrtam yadasti sam dewanaduam samatau yajniyanaduam swaha. pembimbing dari segala macam perbuatan.67. Engkau hilangkan dosadosa yang dilakukan sendiri. Suami tersayang dan pemberani. Sam warcasa payasa sam tanubhiraganmahi manasa saduam siwena. engkau lenyapkan dosa-dosa para penyumbang.2.2.makanan. Ajarkan dengan kata-kata yang manis. O guru yang terhormat dan terpelajar dan pengkhotbah. Dosa yang sadar dan Dosa yang tidak sadar Dewaktrasyaimaso’wayajananmasi manusyakrtasyainaso wayajanamasi pitrktasyainaso ’wayajanamasyatmakrtasyainaso wayajanama-syenasaenaso wayajanajamasi.numarstu tanwo yadwilistam O guru pemberi rakhmat. budi bahasa yang halus. engkaulah pelenyap. berilah semua itu kepada saya. perbuatan yang mulia yang dilakukan oleh . memberi pengetahuan kepada kami melalui yang terpelajar dan ajaran-ajaran Weda. Engkau diundang dan dihormati oleh orang-orang terpelajar. Saya diundang olehmu makan-makanan yang sedang disiapkan olehmu. pola keindahan dan. Engkau lenyapkan segala macam dosa yang saya lakukan tanpa sadar. Sama Weda.68. dengan niat yang mulia. Engkau hilangkan dosa manusia-manusia biasa. keluhuran dari keturunan. engkau lenyapkan kekurangan fisik kami dan memberi kami harta kekayaan.9 7. engkau adalah pemberi ilmu pengetahuan. air dan makanan. Engkau hilangkan dosa-dosa yang dilakukan oleh orang tua. tunjukkan dihadapan kami contoh. ajarkanlah kami usaha itu dengan kata-kata mu yang manis dan menyenangkan. Twasta sudatro wi wadhatu rayo.11 7. ta istayajujusa O suami yang tersayang lagi pemberani. dan Reg Weda. lahan dan bimbingan yang baik. dari semua dosa itu.2.2.70. Lindungilah perkawinanmu. Guru pemberi rakhmat. penguasa atas kekayaan. Semoga kami memperkuat badan kami dengan brata brahmacari. Engkau sesungguhnya ahli dalam Yayur Weda. O suami yang cinta sesama manusia. 7. Yaccaharmenio widwammscarkara yaccawidwamstasya sarwasyainaso’wayajanamasi.69. Saya menerima engkau sebagai pemelihara yajna dalam kehidupan rumah tangga kita.

2.12 7. memenuhi tugas kewajiban hidup dalam perkawinan dengan benar. yang melindungi segala sifat kedermawanan yang diperlihatkan kepada anak keturunanmu. Brahmana wahmana hawiduamsyasme dhata wasawo wasuni swaha. pengendali kejahatan. mengambil makanan bergizi. selenggarakan yadnya dengan benar dan pertajam pikiranmu. kami telah memperoleh harta kekayaaan ini dengan tulus.numastum tanwo yadwilistam.2.2. memberikan pengetahuan kepada kami siang dan malam dari gudangnya yang amat luas dan menghilangkan penyakit dari tubuh kami 7. 7. penjaga atas harta ilmu pengetahuan. berbuat menurut pendapatmu. Jaksiwaduamsah papiwaduamsasca wisswe’sum gharmaduamswaraswaratisthatanu swaha. menghilangkan penyakit kebodohan.74. Memberi pengetahuan siang dan malam. Semoga engkau merakhmati dengan harta kekayaan yang banyak. Sam warcasa payasa tanubhiraganmahi manasa saduam siwena.72. O guru yang berperilaku baik. . ia yang memberi kami pengetahuan yang baik. yang memperbesar kesenangan. semoga kami mendekati diantaramu. Selenggarakan Yadnya dengan Benar.para Resi melalui kebijaksanaan dan kata-kata yang benar. O orang terpelajar yang berpikiran mulia. yang menurunkan kesejahteraan.73. dan memberikan bergudang-gudang kekayaan kepada yajamana. Yam yam a’waha usato dewa dewamstan preraya swe agne sadhaste. 7. minum air bersih. Twasta sudatro wi dadhatum rayo. mempertahankan dengan usaha sendiri dan memeliharanya melalui bantuan orang lain. bimbinglah engkau semua hidup kebahagiaan. O Grihastin. yang telah mengumpulkan pengetahuan dari engkau. Orang terpelajar yang berpikiran mulia. Siapa yajamana itu? Dhata ratih sawitedam jusantam prajapatimidhipa dewo agnih. O orang-orang yang kawin. engkau adalah sumber kebahagiaan bagi semua.71. bujuklah mereka melalui orang yang berpikir agamis. pemusnah atas kegelapan dari kebodohan. Twasta wisnuh prajaya saduam rarana yajamanaya drawinam dadhata swaha. karena engkau patut mendapat penghormatan kami. yang membesarkan anak-anak. O orang-orang yang terpelajar. Suga wo dewah sadana akarma ya ajagmedaduam sawanam jusanah. Kami mempersiapkan rumah ini untuk memudahkan engkau dan harta yang banyak-banyak untuk penggunaan bersama.2.

79. empat dan delapan Purudasmo wisurupa indurantar mahi-manamananja dhirah: Ekapadim dwipadim tripadim catuspadimastapadim bhuwananu prathantaduam swaha. 7. hendaknya engkau mempelajari weda dengan setulus hatimu. Mahi dyauh prthiwi ca na imam yajnammiksatam.2. Semoga engkau berdua menyediakan kami makanan dan pakaian. Semoga engkau menikmati makanan. yang berkaki empat dan berkaki delapan. O yang berumah tangga. tiga. dikendalikan oleh prana. pahami dengan sepenuh nalurimu. A tistha wrtrahantratham yukta te brahmana hari. dan pemberi kesegaran dan kemajuan spiritual keturunan.2. Arwacinaduam su te mano grawa krnotu wagnuna. tampan dalam penampilan. berbuat dalam perbuatan mulia. Yadnya mantra harus dilakukan oleh setiap kepala rumah tangga.75.78. Mempelajari Weda dengan setulus hatimu. dua. Esa te yajno yajnapate sahasuktawakah sarwawitrastam jusaswa swaha. penuh keagungan dan kuat dalam pikiran harus berharap untuk keberhasilan mengandung dalam hidup ini. Orang berumah tangga yang mulia.14 7. . Jinakkan pikiranmu yang murung dengan ucapan weda mantra. buah-buahan dan air. Kerjakan Yadnya berumah tangga penuh dengan Weda Mantra Yajna yajnam gaccha yajnapatim gaccha swam yonim gaccha xwaha. O yajamana.76.77. Yajnasya twa yajnapate suktoktau namo wake widhema yat swaha. berkehendak untuk memenuhi kesenangan dan melakukan yadnya dalam rumah tangga. Ia harus mengajarkan kepada umat manusia tentang pengetahuan weda yang berkaki satu. Dalam tekenan kasih sayang. Piprtam no bharimabhih.2. kerjakan kewajiban hidup dalam perkawinan dengan baik. kami mendesak engkau melakukan kewajiban hidup dalam perkawinan dengan penuh keyakinan 7. O suami pengusir penderitaan. yang berkaki tiga. Upayamgrhito’ sindraya twa sodasina esa te yonidraya twa sodasine.2. Weda berkaki satu. penuh dengan weda mantra.2.13 7. Layani rajamu. kerjakan yadnya berumah tangga ini dengan benar dan adil. yang penuh dengan sabda-sabda bimbingan mulia. Samudre te hrdayamapswantah sam twa wisantwosadhirutapah. yang berkaki dua. O suami yang patut dipuji dan yang sehat dan istri yang bersabar hati.7.

Ini adalah rumahmu. melayani memberi dan kemajuan. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup berumah tangga penuh sejahtera dan enam belas sifat-sifat itu. mengendalikan dan menaik. Ia pemberi ke enam belas sifat-sifat itu. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup perkawinan penuh kesejahteraan dan enam belas ciri-ciri. Dalam kereta kehidupanmu berumah tangga ini. Ketahuilah permintaan kami disampaikan untuk permintaan kami. hiasilah kereta itu dengan kedua kuda pembiak itu. Upayamagrhito ‘sindraya twa sodasina esa te yonirindraya twa sodaine O pelindung harta kekayaan dan pengusir musuh. adalah merupakan dua kuda yang dipelanai/dipasang plangka (diikat menjadi satu). Sesungguhnya Tuhan.80. Ceritera Ketuhanan dari Weda Idrasca samrada warunasca raja tau te bhasksm cakraturagra etam. yang telah memenuhi semua tempat. ucapan yang benar dan ceritera ketuhanan dari weda. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup berumah tangga penuh kesejateraan dan enam belas ciriciri. Engkau sesungguhnya dilengkapi dengan sifat-sifat yang diperlukan untuk hidup berumah tangga. engkau adalah pengusir musuh dan yang memercikan kebahagiaan laksana mengusir awan. pusat penguasa yang kuat dan memberi perlindungan kepada engkau yang mulia. Enam belas sifat dalam berumah tangga Yuswa hi kesina hari wrsna kaksyapra.Orang yang telah kawin. Kalau demikian.82.81.15 7. Lakukan tapa brata untuk menjalankan hidup berumah tangga.16 7. semoga kami dipuaskan dengan kekuatan. Tayorahamanu bhaksam bhaksayami wagadewi jusana somsya trpyatu saha pranena swaha. Ini adalah rumahmu. kekar badannya dan cepat untuk membimbing engkau ketujuan. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup berumah tangga penuh sejahtera dan enam belas sifat-sifat itu.18 .2. pemberi rakhmat kepada seluruh dunia. mempunyai air dan kekayaan. memelihara tiga sinar cahaya yang cemerlang disemua ketiga zat-zat itu. kepada siapa tiada lain dilahirkan yang lebih kuasa.2.2. Enam belas kala Yasmana jatah paro anyo asti ya awiweasa bhuwanani wiswa. Atha na indra somapa giramupasrutim cara.17 7. Jinakan pikiranmu yang murung dengan ucapan weda mantra. Engkau lengkapi dengan syarat-syarat yang diperlukan untuk hidup perkawinan. panjang umur. Prajapatih prajaya saduamrararanastrini jyotidumasi sacate sa sodasi. Wahai manusia.

Bhandanamtwa twa patmanna dhumoni. ucapan engkau yang patut dipuji melenyapkan kebodohan kami.86. Patut dipuji. Kami mendesak engkau untuk memberi kami kebahagiaan dan melenyapkan musuh-musuh kami. yang menjelaskan chanda Jagati. terkenal karena berbuat baik. Kami menerima engkau dilengkapi dengan kekuatan untuk memberi kebahagiaan dan mengusir musuh kami.syagnaye twa gayatrachandasam grhnamindraya tristupshandasam grhnami Wiswebhyastwa dewebhyo jagacchandasam twa O raja mulia. untuk mengetahui sifat-sifat hakekat api dan pelistrikan. dapat dikasihi. untuk mendapatkan segala sifat-sifat baik.84. Weda Mengajarkan azas demokrasi Wi na indra mrdho jahi nica yaccha prtanyatah.85. Sebagaimana matahari melenyapkan kegelapan. rendahkan orang yang menantang kami. yang mengetahui Weda. Bresinam twa patmanna dhunomo. tundukanlah musuh kami jauh-jauh. saya menyalahkan engkau berkali-kali untuk mengejek istri orang lain yang sangat bersenang. pemberi kesenangan. O suami yang berpikir jahat. Suami yang Tidak Beragama. Untuk memperoleh sifat Mulia. Madhutamanam twa patmanna dhumoni.7. patut untuk mendapat penghormatan. Tindakan engkau ini adalah aturan permainan rahasiamu.21 7.2. O suami . demikianlah jatuhkan (musuh) kemartabat yang rendah. madintamanam twa patmanna dhumoni.83.2. ia mencari-cari untuk melukai kami.2. Yo asmam (2) abhidasatyadharam gamaya tamah.19 7. Ide rante hawye kamye candre jyote’dite saraswati. saya memperingatkan engkau terhadap senggama dengan istri mulia orang lain.20 7.2. Kami telah menerima engkau untuk semua sifat-sifatmu itu. o istri. Sukram twa sukra a dhunobyayahnane rupe suryasya rasmisu. Saya menerima engkau. Ajarkanlah saya pelajaran yang baik untuk memperoleh sifat-sifat mulia. Chanda Anustup adalah gurumu. penuh pengetahuan. tidak dapat dilanggar. O suami yang berniat buruk. saya menjauhkan engkau dari mendekati istri-istri orang lain yang dermawan. Upayamagrhito sindraya twa wimdha esa te yonindraya twa wimrdhe. saya menghentikan engkau dari istri-istri orang lain yang lemah. Eta te adhnye namani dewebhyo ma sukrtam brutat. Saya menerima engkau. Ini semua adalah nama-namamu. O jenderal. tindakan-tindakan dan atribut-atribut. dapat disanjung. terpuji. Kukunananan twa patmanna dhunomi. yang mengetahui chanda Gayatri. menggairahkan. O suami yang tidak beragama. Makna dan Fungsi Gayatri dalam Weda Upayamagrhito. O suami yang tidak tetap pendirian.

23 7.88. saya melarang engkau melakukan senggama pada waktu subuh dan waktu matahari memancarkan sinarnya. Sama Weda samhita memiliki 16 kitab upanisad. berjumlah 108 buah yang dibagi atas empat kelompok besar menurut jenis Sruti: 1). putra Sibi. Satyakarma.87. memuat enam macam pertanyaan yang isinya sebagai berikut: Sukses ca bharadwajah.yang berhati batu. Seluruh kitab upanisad dan Aranyaka. O orang-orang yang terpelajar memahami. Sekesa. bramanistha param brahmanwesamana esa ha wai tatsarwam waksyatiti te ha samitpanayo bhagawantam pipaladam upasannah. Ketahuilah Tuhan olehmu. putra Katya. Dhananjaya.2. Tiga puluh empat Penyangga Yadnya. saibyas ca satyakamah. untuk keberhasilan dalam transaksitransaksi dalam penggunaan listrik. saya memisahkan engkau dari istri-istri orang lain yang berbicara manis. angin dan awan. 3). Ketahui ia. Wayu Dananjaya yang patut dipuji. Catustriduamsattantawo ye wiatnire ye iman yajnaduam swadhaya dadante. pergi bersama kepada Resi Pilpalada. O suami yang bodoh. Mereka menyangganya dengan memberi makanan.24 7.22 7. Atharwa Weda samhita memiliki 31 kitab upanisad. keenam (putra dari enam Rsi) semuanya tan patuh penganut Tuhan (Yang Maha Esa). . yang penuh kejantanan. ada dalam jiwa kita. Prasana Upanisad adalah Upanisad dalam kelompok Atharwa Weda. Saya mempersatukannya dengan cekatan fungsi-fungsi dan kewajiban mereka yang berbeda. 2). selalu bersinar cemerlang dihadapan kita dan mahir dalam fungsi tugas-Nya.2. Prasana Upanisad. Tesan chinaduam samwetaddahmi swaha dharmo apyetu dewan. Penciptaan dan Penguasa.2. putra Bharadwaja. membawa kayu api untuk yadnya ditangan mereka.89. sukesa ca gargyah kasusalyascaswalayane bhargawe waidarbhih kalbandhi katyayanas te haite brahmapara. Indrasca maturrasca krayayopotthito’surah panyamano mitrah krito wisnah sipiwista urawasanno wisnurnarandhisah.90. Yayur Weda samhita memiliki 51 kitab Upanisad.25 7. bermaksud hendak mencari ilmu Ketuhanan yaitu dengan cara menanyakannya kepada Resi Pilpalada pertanyaan tentang hal itu berharap bahwa beliau akan menjelaskannya. cucu Surya. Semoga yadnya ini dikendalikan oleh yang terpelajar. Bhargawa dari daerah Waidharbhi Kabandhi. Tiga puluh empat dalam yadnya didunia ini. Kausalya putra Aswala. Gargi. memberi makan dan memelihara Tubuh.2. Rg weda samhita memiliki 10 kitab upanisad. 4). bersahabat dan melingkupi semua benda-benda.

Penguasa atas segala makhluk yang ada. lebih jauh dengan menjadikan kekuatannya dan melakukan karma yang benar dan dari padanya telah diciptakan dua pasangan badan yang berbeda.Tasmai sa Howaca prajakamo wai prajapatih sa tapo’tapyata. iman (dalam kebesaran dan kepada Tuhan). Athottarena tapasa brahmacary ena sraddhaya widyayatmanam awisyadityamabhijsysnte. Tuhan. Maso wei prajapatistaya krisna paksa ewa rayih. ity etan me bahudha prajah karisyata iti. Musim semi. Mereka yang mencari Tuhan dengan cara tapa. suklah pranas tasmadete rsyah sukla istam kurwanti itara itarasmin. buah. bebas dari rasa takut dan sebagai rakhmatnya yang tertinggi. Sesungguhnya matahari adalah sumber dari semua hidup (prana) dan bulan sesungguhnya adalah rayi. mengenal dirinya dengan cara pengetahuan yang benar pergi melalui utara yana. bramacari. . berkeinginan lahir anak-anaknya. panas. sa tapastatwa sa mithunamutpadayate Rayilmca pranam ca. mereka yang sesungguhnya akan mencapai Suryaloka yaitu tempatnya sang cahaya atau Adityaloka yang berada di atas prana (kehidupan). Ini adalah nirodha atau tujuan dan sebagai petunjuk tentang ini ada sloka sebagai berikut: Pancapadam pitaramdwadaksaktrimdiwa ahuh pare arddhe purisinam. termasuk badan jasmani dan semua mahluk. kekal abadi. dengan memberi hidup kepada mereka sehingga mungkin kemudian mengembangkan dan memberi kelahiran pada makhluk-makhluk selanjutnya dari berbagai macam menurut jenisnya. parayanam etasmanna punarawarttanta ityesa nirodhastadesa slokah. dimana Jiwa tidak akan kembali lagi melainkan mencapai moksa. rerumputan dan seterusnya) dan disebut Pancapadam (berkaki lima) sebagai penyebab adanya empat musim dan disebut Dwadaksatri karena penyebab adanya dua belas bulan dan adanya bahkan jauh disebelah bulan dan bintang-bintang. Atheme anye u pare wicaksanam sapata cakre sadara ahurapitamiti. hujan. rayiwa atat sarwam yan murtacancamurttan ca Tasman murtirewe rayih. dan dingin. Rayi sesungguhnya aspek matahari yang tampak. sayur-sayuran. Sesungguhnya matahari disebut Pitara karena memelihara semua mahluk yang ada termasuk pohon-pohon. Namun ada pula orang bijak yang lain mengatakan ia yang duduk diantara tujuh kereta yang mulia (karena ada tujuh macam sinar) yang ditopang oleh enam jerujinya (karena penyebab timbulnya enam macam musim). dimana jiwa bebas dari ikatan akhir dan mati. yaitu zat baik yang tampak dan yang tidak tampak. Aditya hawai prano rayirewa candramah. Ia (Pipalada) menjawab kepada penanya Kabadhi sesungguhnya. Etadwai pranamayatanametad amrta-mabhyametat.

telinga dan pikiran semua senang dan mulai memuji prana (sebagai pemimpin dan menyangga yang sebenarnya dan pemulihan tubuh). ibarat bayang-bayang mengiktui badan. Dapat memperlihatkan kebijaksanaannya yang bear atau sesorang tentara dapat memperlihatkan keberaniannya yang mengagumkan. atraitadekasatam nadinam tasam satam satamaikasyam dwasaptatirdwasaptatih prati sakhanadisahasrani bawanyasu wynas’carati. mis Rg. melihat itu (prana) bergerak keluar. Persis seperti semua kembang mengikuti permainannya dan berhenti dimana dia berhenti atau duduk. Sama Weda (dan Atharwa Weda) dan dari itu orang dapat melkukan maha yadnya atauy orang-orang bijaksana dan terpelajar. yang lain juga beristirahat. yayur Weda. Yang dikatakan Dewa-dewa (dalam badan. Hady hyesa atma. dengan mana yang terakhir. Karena itu para resi melakukan ista yadnya pada masa sukla paksa. Ia memasuki tubuh ini sesuai dengan pikirannya baik atau buruk perbuatan. mis lidah. telinga. Ara iwa rathanabhau prane sarwan ksatram brahmaca pratistham.Bulan disebut juga prajapati. demikian semua dewa-dewa yang disebut dalam badan itu tergantung dan mengikuti prana ini. mata. Atmana esa prano jayate. pikiran dan sebagainya) tidak dipercaya kepada prana.Weada. Yathaisa puruse chayaitasminnetadtatam Prana ini dilahirkan (karean alasan) dari atma (jiwa). demikian prana terikat pada atman. dalam hal ini. dan Wayana. Te’sraddadhana babhuwuh so’bhimanadurdhwamutkramata iwa tasmannukamatyathetare sarwa ewotktramate tasmanisca pratisthamane sarwa ewa pratisthante yadyattha maksika madhukarara janam utkramatam sarwa ewotkramante tasimin pratsithamane sarwa ewa pratisthanta ewam wad manascaksuh srotranca te pritah pranam sturwanti. Pada saat itu sang lidah. Jiwa menetap dihati dimana didalamnya terdapat seratus syaraf. mata. tetapi ketika prana beristirahat. manokrtena yatyasmin sarire. prana tampak bangkit dengan nagga (karena dipersilahkan) seakanakan pergi meninggalkan badan itu. masing-masing lagi dibagi memiliki dua ribu sub cabang yang lebih kecil. rco yajudwamsi yajnah Ibarat jeruji dipasang pada porosnya roda sebuah kereta demikian pula halnya segala sesuatu ditetapkan dan digantungakan pada prana. . Melalui prana dan pengendaliannya itu orang dapat belajar Weda sendiri. itu adalah Prana bergerak melalui kesemua itu. karena dari lima belas hari raya (memberi hidup kapada materi) sedangkan lima belas dari yang terang adalah prana. sedangkan yang lain-lainnya melakukannya pada waktu kresna paksa.

surga. Matahari sesungguhnya terbit dalam bentuk prana luar. Dengan langit yang menhujani dan banjir yang melanda. Kedudukan tertinggi telah mereka capai. Kedua Dewi. Resi Wasistha. bertambah kuat. Rtamrtena sapantesiram daksama cate. Mahi wa ksatratam dewesu. Tatsawiturwarenyam bhargo dewasya dhimahi. Penguasa atas banjir itu turun dalam embun. tujuh saudara perempuan rindu akan cinta mendalam. sedangkan Wayu menarik dan menambah nyawa seseorang. Ta nah caktam parthiwasya moharayo diwasya. tidak penipu. Saraswati stomyabhut. satu disebut sumsumna melalui mana jiwa digerakkan keatas Udana dan dari situ keluar dari badan berbagai tempat yang berbeda. Adruha dewau warddhete. Kami menjumpai Saraswan sebagai laki-laki yang tak beristri mengingini istri. Uta nah priya priayu saptaswasa sujusta. Semoga ia mengilhami doa kami. memberi hidup kesemua mahluk. Brhntam garttamacate. Papena Keluar dari banyak macam urat syaraf itu. Prthiwiwyam ya dewata saita purusasya-panamawas.2. Tsbysntsrs yadakasah sa samano wayurwyanah. Semoga kami memperoleh kejayaan yang luar biasa dari sewa Sawitar. lokam nayati. Saraswati telah memperoleh pujian kami. Wrstidyawa rityapesaspati danumatyah.26 Prana Alam semesta: Aditya ha wai bebyah wai bahyan prana odayatha hyenam caksusam pranamanugrhnanan. demikian mereka mencapai kekuasaan itu. . Rocanre rocana diwi. Sangat luaslah kekuasaanmu diantara Dewa-Dewa itu.91. Dhiyo yo nah pracodayat. Dengan hati-hati menundukkan hukum dengan hukum.Athaikayordhwa udanah punyaina punyam papanubhabhabhyamewa mnusyalokom. saraswatam hawamahe. Kemudian bumi menarik dan menambah apana seseorang. Sebagai orang-orang yang maha pemurah menginginkan putra.27 7. neraka atau kedunia manusia masing-masing menurut perbuatan mereka. Sesungguhnya ia tersayang ditengah-tengah alirannya air yang tersayang. Dewata: Saraswan. dengan mana mata dapat hidup. yaitu penglihtan. Karena itu tolonglah kami mencapai kerjayan itu kekayaan rakhani dan jasmani. Yunjnti bradhnamarusam caratam pari tasthusah. Syair : Gayatri Janiyanto nwagrawah putriyantah sudanawah.

kuda yang kecoklat-coklatan dengan menggarakkan abah-abahnya yang kemilau. Coklat. . Persembahkan cairan itu kepada banteng itu. Rasa dadhita criyam rodasyorabhi criyam. Karena. Kuat. dewata Agni-indra. sangat bijaksana dalam yadnya. Benih ciptaan yang ada telah saya peroleh. dengan kekuatannya yang ajaib ia menuntun kejalan itu. O manusia diciptakan bersama dengan pajar. Wettha hi wedho adhwanah pathacca dewanjasa. Pada dua sisi kreta mereka pasang dua ekor kuda coklat yang ia sayangi. Agne yajnesu sukrato. Dengan demikian. Hota dewo amatyah purastadeti mayaya. Mendorong para umatnya maju. Dewata Agni-Dewa. berani yang membawa Pahlawan seterusnya. Barhaspatyo Bharadwaja. susu yang dipanaskan yang mempercepat menuju kepada surga dan umi. dan Dewata. Resi. ia jalankan perbuatan yang sakti. Waji wajesu dhiyatedhwaresu pra niyate. Wipro yajnasya sadhanah. Resi Haryata Pragatha. pendeta Hotar. Sesungguhnya. Gayatri Twamagne yajnanam hota wicwesam hitah. Agni Dewata. Widathani pracedayan. Rasa dadhita wrsabham. Sa no mandrabhiradhwere jihwabhiryaja mahah. Dhiya cakre warenyo bhutanam garbhama dadhe. Kekal abadi. Mitho nasanta jamibhih. Cona dhrsnu nrwahasa. Yunjantyasya kamya hari wipakasana rathe. Ia yang Maha Tinggi adalah kekauatan yang aktif. Engkau buat sinar itu dimana cahya itu tiada dan membentuk wujud dimana wujud itu sendiri tidak ada. Pendeta yang menyempurnakan upacara. Oleh para DewaDewa diantara suku-suku manusia. Te janata swamokyam sam watsase na matrbhih. upacara yadnya yang mulia. engkau menegtahui langsung jalan-jalan itu dan cara-caranya. sebagai pengatur. A dewanwaksi yaksi ca. membawa para Dewa dan memujinya. Ketum krnwannaketawe peco marya apecase Samusadbhirajayathah. Daksasya pitaram tana. dengan suara merdu dilagukan untuk kami. Ia dipimpin selanjutnya dalam upacara suci. O agni. engkau telah dijadikan Hotar itu pada setiap yadnya. Luar biasa. Ia dibuat oleh pikiran.Mereka yang berdiri disekeliling Dia. Tuangkan cairan itu. A sute sincata criyam rodasyorabhi criyam. Dewebhirmanuse jane. Gayatri.

Yenedrah Dengan mengikuti kebiasan dahulu. bagian harta yang sangat dekat kepada kami. Dan Indra sendiri mendapatkan kekuasaannya dari padanya. yang bersenjatakan guntur. Indaya gawa aciram duduhse warjrine madhu. Resi Watsa keluarga Kanwa. begitu ia dikenal. laksana anak lembu disisi induknya. Gayatri. Indra. A harayah sasrjrirerusiradhi barhisi. Imamu su twa. Saya dilahirkan seperti Matahari itu. gayatri. Upa srakwesu bapsatah krnwate dharunam diwi. Yatrabhi samnawamahe. Yatsimupahware widat. Raja orang-orang pembrani. Wibhaktasi citrabhano sindherurma apaka a. seakan-akan gelombangnya sindhu Engkau mengalir cepat menuju pemuja.Ini yang mengetahui tempat tinggal mereka. Kuda-kuda yang coklat telah dikirim kemari. Ano bhaja parameswa wajesu madyamesu. dekat. Resi Priyamedha Anggirasa. Engkau mengatur pahala-pahala itu. Ahamusya iwajani. Cunahcepa Ajigarti. Diama kami nyanyi bersama nyanyian-nyanyian kami. Agni. mereka buat makanan pengganggu di surga. hormat. Mereka datang bersama keluarga mereka. Dewata Surya-Indra. O Agni. sapi-sapi pada mengeluarkan susu bercampur madhu. dengan lagu. Ye twamidra na tustuwur rsayo ye ca tustuwuh. yang merah ada pada rumput suci. Agne dewessu pra wecah.ala. kerahim Engkau mengatakan keberuntungan kami yang baik kepada Dewa-dewa. dewata indra. sanim gayatram nawyamsam. Melalapnya dengan taring-taringnya yang serakah. Bila mereka didapatkan ada dalam ruang bawah tanah? Resi. Berilah kami bagian harta kekayaan yang sangat tinggi.as. Untuk Indra . Dari Bapak saya memperoleh pengetahuan yang dalam mengenai hukum yang abadi. Gayatri. yang maha mulia. Dan ini lagu kidung kami yang baru. Terpuji. janmana girahcumbhami kanwawat. Indre agna namah swah. Sadyo dascusa ksarasi. Mamedwardhaswa sustutah. saya memperindah nyanyian-nyanyian saya sebagai Kanwa. Putra kebenaran. Sunum satyasya satparim. Untuk Indra. Dewata Agni. penjaga sapi. cahaya. Aha middi pituspari medhamtasya jagraha. . Abhi pra pra gopatim girendramarca yatha wide. Bagian harta yang ada diantara (kami). Aham pratena cusmamiddadhe. Ciksa waswo antamasya.

harta untuk menujang kami seterusnya. Agne pawaka rocisa mandraya dewa jihwaya. Resi Ketu Keluarga Agni. Bawalah olehmu Dewa-dewa dan memuji mereka. atau telah memuji Engkau bertambah pula kekuasaan itu oleh pujian saya. Limpahkan rajmat melalui kebajikanmu.Adapun juga yang Maha Resi tidak pujikan. Gayatri. Mardikam dhehi jiwase. rakhmati kami dengan bantuan Engkau. Dewa-Agni. Agung dalam yadnya. penerima pesta atas persembahan. Awa no agna utibhirgayarasyaprabrahmani. Tak pernah terkalahkan dalam setiap pertarungan kami. dengan sinar cahyamu dan indahmu yang menyedapkan. Tam no hinwa maghattaye. Rakhmatmu menyebakan kami dapat hidup. Indra. Witihotram twa kanwa dyumantamsmami-dhimahi. O sinar yang cemerlang. Agni yang patut jadi pilihan kami. Wicwasu dhisu wandya. Dan kami akan menang tiap hadiah melalui dia. Agni. Kirimkan itu kepada kami untuk mendapatkan harta. A dewan waksi yaksi ca. . kekayaan. Semoga nyanyi-nyanyian kami mempercepat Agni maju laksana armada melaju dalam perlombaan. Gayatri Agnim hinwantu no dhiyah sapti macumiwajisu. putarkan roda itu. dipuji dalam semua doa kami. Wicwasu prtsu dustaram. Agni. Angdhi kham wartaya pawim. O. siapakah yang mengawasi matahari? Bawalah dewa-dewa itu pada upacara ini. Bawakan kami harta yang dikuasai terus. Dewata-Agni. O Agni berilah kami harta yang pasti. yang cemerlang. kami telah menghidupkan engkau. Resi Atreya. harta yang banyak dalam bentuk kuda dan sapi. Gayatri. Resi Gotama keluarga Rahugana. O Agni. Kami mengharapkan engkau mandi dalam mentega. Resi.Agni. Minyaki lubang itu olehmu. suci dan kudus. Agne brhantama-dhwere. Dewa. Agne sthuram rayim bhara prthum gomantamacwinam. A no agne sucetuna rayim wiswayu pasacam. Agni. Yaya ga akaramahai senayagne tawotya. pasukan yang banyak dimana kami akan mendapat Sapi untuk diri kami melalui pertolongan Engkau. Tam twa ghrtasnawimahe citrabhano Dewam a witaye waha. Tena jesma dhanamdhanam. Bila kidung dinyanyikan seterusnya! Ano agne rayim bhara sastrasaham wareyam.Agni.

Udagne cucayastawa cukra bhra janta irrate. Menanjak keatas. Manusia dengan persembahannya berharap kepadanya. O Agni. bintang yang nanjak kelangit. tingkatkan sinarmu. O Agni. Apam retamsi jinwati. Agneketurwisamasi presthah crestha upasthasat. Ia juga adalah penguasa dunia. Ia percepat benih-benih air itu. Sahabat yang engkau paling sayangi. pada manusia Agni. dinyatakan dengan baik. memberikan dai hidup. Angi kuat dinyalakan baik. Kaste jamirjananamagne ke dacwadhwarah. Memberi rakhmat sinar kepada manusia. mendapatkan perlindungan dari pada engkau. Semoga saya. dewata Agni. Agni.Agne naksatra. pada rumah engkau. Engkau telah membuat matahari. suci dan agung. Agne yaksi swam damam. Dewata-agni. Bodha stotre wayo dadhat. indah dan mulai. bersemayam ditempatmu. pijar ditempat tinggi. Resi Warupa Anggirasa. memperlihatkan dalam indahan melalui kesusraman. Engkau adalah sinar cahaya bagiu manusia. pada upacara yadnya yang besar. Melihat penyanyi. penyanyimu. Siapakah keluargaan pada manusia. Agne didyatam brhat. Gayatri. Kemari. Agni? Siapa yang menghormati dengan yadnya? Kepada siapa tanggungjawabnya? Siapa Engkau itu? Twam jamijananmagne mitro asi priyah. Sesungguhnya Agni dewa cahaya. Tawajyatimsyarcayah. Waruna. Bawalah mereka. Yaja no mitrawaruna yaja dewam rtam brhat. Keluargamu. Sakha sakhibhya Idah. Agni. Ircise waryasya hi datrasyagne swah patih. Samagniridhyate wrsa. Resi Gotama keluarga Rahugana. tersayang. Agni. menguasai hadiah-hadiah terpilih. yang kuat. Agni adalah kepala dan tinggi disurga. . Sahabat yang sahabat dapat diharapkan.ajarama suryam rohayo diwi. Dadhajjyotirjanebbah. Gayatri. bahkan laksana kuda yang membawa para Dewa. Ko ha kasminnasi critah. terbaik. bawalah Dewa-dewa itu. Wrso agnih samidyate acwa na dewa wahanah. Sinar cahayamu. Resi wiswamitra Gathina. Twam hawismanta idato. gayatri. Jumpai untuk dihormati dan dimohon. Idenyo namasyastirasmamsi darcatah. Agnirmyddha diwah kakutpatihprthiwya ayam. Stota ayam tawa carmani. Bawalah mitra. Wrsnam twa wayam wirsan wirsanah samidhimahi. Dewata Agni.

yang mengetahui gerak-gerik semua mahluk yang untelligen. . semoga Jiwa kami menjadi sempurna. Wi hotra dadhe wayunawid eka in mahi dewasya sawituh paristutih. Puja dan puji kami persembahkan kepada Brahma yang paling kami muliakan. yang bersinar-sinarnya tidak terbatas yang meliputi segala sesuatu. kepada Brahman.Sang Surya yang sedang muncul dicakrawala itu. Pemujaan Sawitri Yunjanah prathamam manas tattwaya sawita dhiyah agner iyotir nicayya prthiwya adhyabhacat. dimana Api. dapat didengar oleh Brahma. Yuktena manasa wayam deasya sawituh sawe suwargeyaya saktya. yang menempati sorga sebagai tempat tinggalnya. semiga kita dengan melakukan konsentrasi pikiran. kami pahlawan.. serta oleh Putera-Putera dari Yang maha Abadi. Puja dan puji kami persembahkan kepada Dewi Sawitri yang maha bijaksana. dinyalakan dengan lembut.2..berkenan memberikan sinar terangnya kepada bumi. Semoga doa dan puji kami. Dengan berkah dari Dewi Sawitri yang bersifatuniwersal.setelah melihat Dewa Agni. . pikiran dan intleknya. Dengan pelaksanaan Yadnya. bercahaya sangat agungnnya. Agnir yatrabhimathyate wayur yatradhirudhyate semo yatratiricyate tatra samjayate manah. Yunjate mana uta yunjate dhiyo wipra wiprasya brhato wipasitah.406) 7. . (Puja. Yuklwaya manasa dewan suwaryato dhiya diwam brhaj jyotih karisyatas sawita prasuwati tan. dapat memperoleh kekuatan untuk mencapai surga. Dengan mengkonsentrasikan indra-indra pikiran dan intlek.92.1979:37. dimana Angin yang kencang diredakan. Oleh Prajapati. yang kuat. semoga Dewi Sawitri berkenan memanifestasikan cahaya universal yang tidak terbatas itu untuk kesempurnaan kita.Kami akan menyalakan Engka. Yuje wam brahma purwyam nabhir wisloka etu pathyewa sureh srnwantu wiswe amrtasya putra a ye dhamani diwyani tastuh. dan Air Soma dituangkan dengan tepat pada Piala Ritualnya. yang berjalan dijalan yang benar. Dengan mengkonsenkan indra-indra. semoga Dewi Sawitri. seperti yang telah diucapkan oleh orng-orang suci yang bijaksana. pikiran. dan intlek. untuk memperoleh kesunyataan. yang memperkuat kami. Engkau Agni.Sang Api yang bersinar. yang hanya secara sebdirian saja mampu mengatur yadnya yang diselenggarakan oleh para Brahmana (weda) yang telah mengkonsentrasikan indra-indra.

Brahmodupena pratareta widwam srotamsi sarwani bhayawahani. Tritunnatam sthapya samam sariram hrdindriyani manasa samniwesya. leher. dan kepala. jika dilakuakn dalam gua. dan suara-suara yang terdengar hanya yang menyenangkan pikran. yaitu ketiga tubuh bagian atas. apa bila telah berhasil. yang gelombang-gelombangnya menakutkan itu. yang telah dilakukan sebagai tradisi sejak jaman dahulu kala. maka Jalan Kehidupan kita akan terbebas dari ikatan hasil Karma yang pernah kita lakukan. Dengan persyaratan meditasi yang demikian itu. dengan indra-indra dan pikiran dikalahkan oleh Hati yang murni. serta kedudukannya tepat dengan bagian-bagian tubuh lainnya. orang-orang yang bijaksana mampu mengendalikan pikiranya seperti seorang kusir kereta yang mahir mengendalikan kreta-kreta kudanya yang liar. Orang yang telah melaksanakan ajaran-ajaran Yoga. berkeadaan tegak lurus. yang bebas dari pandangan yang menyakitkan mata. . Dengan membiasakan diri bersikap meditasi yang baik. Apabila tingkah laku kita sehari-hari didasari dengan prinsip-prinsip persembahyangan tersebut. hendaklah dipilih tempat yag suasananya murni. Dengan kemampuan menguasai indra-indranya. yang terlindung dari angin yang keras. orang-orang yang bijaksana dengan ber-Perahu-kan Brahman. Same sucau sarkawa sakara wahni waluka wiwarjite sabda jalasraya dibhih. bebas dari api.Sawitra prasawena juseta brahma purwyam tatra yonim krnawase na hi te purtam aksipat. Dalam melakukan meditasi untuk dapat dengan Tuhan Yang Maha Esa. hendaklah telah diubah dan tepat untuk bertapa brata. yang mula-mula tampak dengan mata batinnya adalah munculnya Brahman. yang dekat dengan air. Nihara dhumarkanilanam khadyota-widyut-sphatika-saninam. yang teduh dengan pohon-pohon yang rindang. Namo’nukule na tu cakcu pidane guhe niwatasrayane prayojayet. Etani rupani purussarani brahmany abhiwyaktikarani yoge. marilah kita laksanakan Upacara Persembahyangan Brahman. bebas dari debu. Dengan berkah dari Dewi Sawitri. dada. dan kita dijauhkan dari terkena penderitaan. mengalahkan keinginan rendahnya. Pranan prapidyeha samyukta cestah ksine prane nasikayo’ cchwasita. dan dengan mengatur pernafasannya. dapat mengarungi samudra kehidupan yang dahsyat. yang ciri utamanya Latihan Konsentrasi Pikiran. Dustawa-yuktam iwa waham enam widwam mano dharayeta pramatah. bebas dari batu-btu krikil. orang-orang bijaksana dapat mencapai yang menjadi tujuan dengan hasil baik. sesuai dengan ketentuan Ajaran Yoga.

kunang-kunang. udara dan ether. Apabila kesaktian Yogaguna dalam tubuh seorang Yogi. memiliki wajah yang simpatik dan berwibawa. sehat. yang dari tertutup tanah. Yathaiwa bimbam mrdayo’paliptam tejomayam bhrarajate tat sudhantam. Setelah orang dalam melakukan meditasi telah mencapai titik dimana dia telah dapat menyadari dan menghayati tentang sifat Dirinya Ynag Sejati. maka orangnya tidak lagi terkena sesuatu penyakit. halilintar. air. badan menjadi ringat. cahaya. tetai yang manifest sebagai sebuah Cahaya yang amat terang benderang. pikiran tidak ternodai dengan keinginan-keinginan rendah. yaitu keberadaan sifat-sifat Brahman yang tidak terlahirkan. pengecapan surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada ujung lidah. yaitu yang berhubungan dengan unsur: tanah. Lagutwam arogyam alolupatwam warna –prasadam swara-sau-sthawam ca. Seperti segumpal emas atau segumpal perak. lalu dia dapat manunggal dengan Tuhan Yang Maha Esa (Brahman) serta bebas dari terkena penderitaan.yang berwujud sebagai kabut. api. berkepribadian yang mantap. penglihatan surgawi. Tad watmatattwam prasamiksya dehi ekah krtartho bhawate wita-sokah. adalah berupa dicapainya keadaan-keadaan. apabila orang telah dapat membakar badannya dengan api meditasi. menjadi halus tutur bahasanya. Yadatma tatwena tu brahm-tattwam dipopamene’ha yktah prapasyet ajam dhruwam sarwa tattwair wisuddham jnatwa dewam mucyate sarwa pasaih. diprolehnya kemampuan dapat melihat berbagai warna yang indah dan bersinar-sinar. dengan jalan memusatkan pikiran pada pangkal lidah. masa tua. matahari. angin. mampu mencium bau-bau harum. yang penuh warna aneka ragam yang sangat indah. Prthwyapryatejo’nilakhe samutthite pancmake yo-gune prawrtte. bebas dari penyakitpenyakit. rasa sakit dan kematian. yang sifatnya abadi yang bebas dari ketidaktahuan. Keaktian-kesakstian tersebut dicapai. berkat latihan-latihan meditasi. dalam orang mempraktekkan yoga. . perabaan surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada bagian tengah lidah. Na tasya rogo na jara na mrtyuh praptasya yogagnimayam sariram. maka dia terbebas dari semua ikatan-ikatan. dan pendengaran surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada langit-langit di atas lidah. kristal dan bulan. setelah dibersihkan menjadi mengkilat dan mengeluarkan sinar yang berkilaua-kilauan. telah membangunkan kesaktian-kesaktian Yogaprawtti penciuman surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada ujung hidung. Hasil pertama dari meditasi. yang semula ditutupi oleh awan ketidaktahuan yang gelap. setelah orangnya menyadari dan menghayati sifat Dirinya Yang Sejati. dan jarang buang air besar maupun air kecil. Gandhas subho mutrg-purisam alpam yoga prawrttim prathamam wadanti.

Pada Brahman Yang Maha Esa Abadi dan tidak terbatas itu. Kepada seorang Maha Yogi yang seperti seorang Maha Dewa. Untuk mencapai kesempurnaan. Dia telah dilahirkan. yang ada didaerahdaerah Hutan.Esa ha dewah pradiso’nu sarwah purwo hi jatah sa u garbe antah. yang ada didalam Api. Dia diberi dibelakang semua mahluk. Di arena Maya. . seorang Maha Yogi yang telah mencapai Kesempurnaan. Sa ewa jatah sa janisyamanah pratyam janamis tisthati sarwato-mukhah. Ekaikam jalam bahudha wikurman. widyawidye isate yas tu so’nyah. karena Dia mampu mengambil wujud yang beraneka jenis. dan mengawasi kelahiran itu. terdapat Pengetahuan Suci dan Ketidak-Tahuan. Kemudian setelah datang saat penciptaan berikutnya. dan akan terlahirkan kembali. Dia mampu berada didalam diri semua mahluk. Sesungguhnya Dia. Dia terlahirkan yang pertama kalinya didalam rahim Hiranya Garbha. yang ada didalam Tanaman Obat-Obatan yang tumbuh setiap tahun. lalu setelah tiba saatnya menarik kembali Jala-Nya. yang Kesempurnaannya meliputi semua Alam. yang belum manifest. 1992:20-27) Dwe aksare brahma pare tw nante. serta berlaku sebagai Saksi atas keduanya. ya oshadisu yo wanaspatisu tasmat dewaya namo namah. kepada Maha Yogi ini. Pengetahuan Suci bersifat Abadi. asmin ksatre samharaty esa dewah bhuyah srstwa patayas tathesas sarwadhipatyam kurute mahatma. sampaikanlah penghormatanmu! Pujalah Dia!. serta mampu melihat ke segala penjuru. widya/sidye nihite yatra gudhe ksaram tw awidya hy amrtam itu widya. yang ada didalam pohon-pohonan. yang telah memasuki Alam Semesta. mencapai Pengetahuan Suci dan melenyapkan ketidaktahuan. ada didalam Air. Hanya dia yang merupakan satu-satunya nyata. dan Brahman berperanan kembali sebagai Yang dipertuan Yang Maha Agung atas alam semesta. Yo yonim adhitisthaty eko wiswami rupani. hendaklah orang-orang mengontrol keduanya. itu seperti seorang Maha Dewa. G Pudja. mampu melihat makhluk di mana pun dia berada. yang dari dalam pikiranNya melahirkan Putera yang bijaksana. Beliaulah yang seakan-akan seorang Ibu. yonis ca sarwah rsim prasutam kapilam yas tam arge jnair bibharti jayamanam ca pasyet. yang menjadi Sang Maha Pengatur atas benih dan semua bentuk yang ada dialam semesta ini. (Sudiarto. sedang Ketidak-Tahuan bersifat tidak abadi. Sarwa disah udhwan ewam sa dewo bhagawan warenyo yoni-swabhawan adhitisthaty ekah. Brahman setelah dengan berbagai cara melemparkan Jala Beliau. Yo dewa’gnau yo’psu wiswam bhuwanam awiwesa. diciptakan kembai alam semesta dengan semua isinya.

Tad weda-guhyopanisatu gudham. memerintah seluruh isi alam semesta dan menghidupkan benih-benih kehidupan. yang suci. serta diruang-ruang antara keduanya. Dengan ditempuhnya Ketiga Jalan. Walagra-sata-bhagasya satadha kalpitasya ca bhago jiwas sa wijne yas sa canantyaya kalpate. yang masing-masing memiliki kemiripan dengan Sang Maha Penciptanya. Brahman secara sendirian memerintah Alam Semesta dengan semua isinya. Jalan Kebajikan. tad brahma wedate brahma-yonim ye purwam dewa rsyas ca tad widuh te tanmaya amrta wai babhuwuh. Dan Beliau memasakkan benih-benih kehidupan yang ada di Alam Semesta ini. Agustha-matro rawi-tulya-rupas samkala-hamkara-samanwito yah buddher gunenatma-gunena caiwa aragra-matro hy aparo ’pidrstah. yang wajib kita puja itu. jika kita bandingkan dengan Brahman tmpak sangat kecil. Pengetahuan Suci tentang sifat-sifat Brahman itu disimpan secara rahasia didalam kitab-kitab suci Weda dan Kitab-Kitab Suci Upanishad. Gunanwayo yah phala-karma-karta krtasya tasyai wa sa copabhokta sa wiswarupas trigunas tri-wartma pranadhipas samcarati swa-karmabhih. diatas.Seperti Matahari yang memberikan sinar-sinarnya disudut-sudut alam. sehingga mereka itu dapat memperoleh keabadian. Sang Purusa yang diakruniai sifat-sifat tertentu. tetapi memiliki kemampuan yang tidak terbatas. melakukan suatu kerja dengan mengharapan hasilnya. Ya ca swabhawam pacati wiswayonih. kebesaran diri dan memiliki kemampuan dapat memutuskan sesuatu. Sang Purusha menghayati kehidupannya secara berulang-ulang. Walaupun demikian. pacyam ca sarwam parinamayed yah sarwam etad wiswam adhisthaty eko gunan ca sarwam winiyojayed yah. serta menentukan sifat-sifat tertentu yang diperuntukkan bagi setiap jenis makhluk. Dan Jalan Pengetahuan Suci. begitu pula dilengkapi dengan sifat-sifat atau kemampuankemampuan kejasmanian. demikian juaga Brahman yang menjdiYang DipertuanYang Maha Agung atau atas alam semesta. . yaitu Jalan yang terwarnai Kejahatan. Naiwa stri na puman esa na caiwayam napumsakah yad yac chariram adate tena sa raksyate. dapat menegluarkan sinar yang berkilau-kilauan. Para Dewa dan para Resi yang hidup di zaman dahulu telah dapat menyadari dan menghayati keberadaan Beliau didalam dirinya. serta dilengkapi dengan sifat-sifat kejiwaan lainnya. sekecil dari tongkat pemacu hewan. Atman itu berkeadaan sebesar seperseratus ujung rambut dibagi seratus. dan dibawah. Atman itu yang dapat kita bayangkan sebagai sebesar ibu jari.

tidak bersifat pria juga tidak bersifat banci. Wiswasyaikam pariwestitaram jnatwa dewam macyate sarwa-pasaih. . memilih sebagai tubuh wujud yang kasar atau halus. Sthulalani suksmani caiwa. yang masih diliputi oleh Maya. ye widus te jahus tanum. bhawabhawa-karam siwam kala-srga-karam dewam. kalam tathanye parimuhyamanah. Atman yang berinkarnasi sesuai dengan sifat dan karmanya. sama seperti bahwa tubuh itu dapat mengalami pertumbuhan. yang menjadi penyebab munculnya exsistensi dan non exsistensi. jnah kalakaro guni sarwawid yah tenestitam karma wiwartate ha. menganggap yang menjadi penyebab munculnya segala sesuatu yang ada itu adalah Alam atau waktu. karean orangnya memakan makanan dan meminum minuman. Swabhawam eke kawayo wadanti.Atman itu tidak bersifat wanita. Dia menjadi tampak keberadaan berbeda dari satu inkarnasi ke inkarnasi berikutnya. pikiran. Atman dpat mengambil suatu wujud makhluk yang bagaiamana pun tubuhnya. yang menjadi sumber yang berjari-jarikan Enam Belas. prthwapya-tejo. Anady anantam kalilasya madhye wuswasya srastaram aneka-rupam. Beberapa orang bijaksana. perabaan. Dewassyaisa mahima tu loke yedenam bhramyate brahma-cakram. Samkalpana-sparsana-drsti-mohair grasambhu-wrsty-atma wiwrddhi-janma karmanugany anukramena dehi sthanesu rupany abhi samprapadyate. yang telah mencipta alam semesta dengan seluruh isinya. dengan mengambil berbagai tubuh. dan mengalami kedewasaannya.nila-khani cintyam. maka dia akan mengetahui bahwa Brahman-lah yang menggerakkan Roda Alam Semesta itu. dan dengan menhayati hawa-nafsu hawa nafsu. yang wujud-wujudnya tak terhingga itu. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan bahwa Brahman itu tidak berpermulaan dan tidak berakhir. yang tidak bersifat material. maka dia dapat bebas dari semua ikatan. sesuai dengan hasil karmanya. Atman berinkarnasi secara berulang-ulang di dibeberapa tempat. Siapa yang telah dapat menyadari dan mengahayati kesunyataan Siwa yang berbahagia. Bhawa-grahyam anidakhyam. penglihatan. Yenawrtam nityam idam hi sarwam. Dengan menggunakan kemampua. maka dia akan dapat terbebas dari semua ikatan. Tetapi apabial dia sudah terbebas dari Maya dan sudah mencapai kesunyataan. rupani dehi swa-gunair wrnoti krya-gunair atmagunais ca tesamyoga hetur aparo ’pidrstah. serta yang meliputi dan meresapi seluruh alam semesta.

Tetapi Beliau juga dapat manifest diluar waktu. yang memiliki semua sifat-sifat. Tata karma krtwa winiwarya bhuyah. dan seterusnya. serta kegiatan penciptaan kedelapan. maka dia akan dapat bebas dari ikatan-ikatan. Dharmawaham papanudam. Penghancuran. Brahman itu berada diatas tiga bagian dari waktu: masa yang telah lalu. dan keadaannya berbeda dari keduanya itu. Pemeliharaan. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan bahwa Dia itu lebih besar dari pada Pohon Alam Semesta. yang menjadi Yang dipertuan yang . Arabhya karmani gunawitani. dan lebih besar dari pada Sang Waktu. Sa wrksa-kalakrtibhih paro’nyo yasmat prapancah pariwartate’yam. yang keberadaanya ada dimana-mana. ayng secara berulang-ulang mengadakan penciptaan dan penghancuran. Brahman setelah mencipta Alam Semsesta. maka dia dapat manunggal dengan Brahman. Beliau adalah Sumber dari persebaban. yang menjadi Yang dipertuan atas waktu itu.Udara dan Ether itu dicipta dan dipeerintah oleh Brahman. maka hal itu berarti aktivitas kerjanya behenti. Siapa yang melaksnakan kerja sesuai dengan sifat-sifatnya. yang terdiri dari: Tanah. tattwasya tattwena sametya yogam ekana dwabhyam tribir asthabir wa. serta bahwa Brahman itu menjadi tumpuan dan bergerak Alam Semesta didalam mengalami Perputaran Roda: Penciptaan. dan juga bahwa Brahman itu adalah Pencipta dan Pendukung Kebajikan serta Penghancur Dosa-dosa. kemudian menggabungkan prinsip ROH dengan prinsip ZAT. itu adalah Maha Pengatur seluruh isi alam semesta dan memekarkan semua Benih kehidupan. Pinciptaan Kembali. yang maha bijaksana. yaitu kegiatan ciptaan tunggal. Siapa yang memuja Brahman yang menjadi Sumber dari Alam Semesta itu. yang meliputi dan meresapi Alam semesta. dengan meletakkan hasilnya kepada Brahman. Dia adalah sumber munculnya segala sesuatu.Alam semesta dengan segala isinya. Denagn berhentinya aktivitas kerjanya yang demikian itu.Air. Beliau yang bersifat abadi. aklena caiwatmagunaisca ca suksmaih. bhagesam jnatwatmatwatmastham amrtam wiswa-dhama. bhawan ca sarwan winiyojayed yah team abhawe krta-karma-nasah karma-ksaye yari sa tattwato’nya. kegiatan penciptaan yang ketiga. Juga kegiatan penciptaan yang berhubungan dengan waktu intelek yang halus. Masa sekarang dan Masa yang akan datang. kegiatan penciptaan yang kedua. sebagai yang ada didalam Hati Sanubarinya. Adis sa samyoga-nimitta-hetuh paras trikalad akalo pidrstah tam wiswarupam bhawa-bhutam idyam dewam swa-citta-stham upasya-purwam. dan yang Maha Mengetahui.

tam dewatanam paramam ca daiwatam. Pada diri Brahman itu tidak terdapat sebab-akibat. Tam iswaranam paramam maheswaram. yang wajib dipuja sebagai Sang Maha Penguasa atas Alam Semesta. Tidak ada penguasa yang kuasanya melebihi Brahman. Tidak ada yang menjadi Orang-Tua ataupun Raja bagi Brahman. . yang semisal labah-labah yang dengan benangnya yang keluar dari dalam dirinya. yang mengeluarkan cahaya yang berkilau-kilauan. widama dewam bhuwanesam idyam. Yas tantunabha iwa tantubhih pradanajaih swabhawatah dewa ekah swam awrnot. Tidak ada diseluruh alam Semesta ini tampak menyerupai Beliau atau yang mampu melebihi Beliau. Na tasya karyam ca widyate. Brahman adalah Maha Penguasa yang menjadi Jagat-karana. yang menjadi Yang dipertuan atas tingkah laku semua mahluk. sa no dadhad brahmapyayam. Patim patinam parastat. Eko dewas sarwa-bhutesu gudhas sarwa-wyapi sarwa-bhutan-tar-atma. yang dalam memikir tanpa menggunakan pikiran. yang sanubarinya manusia merupakan tempat bersemayamNya. dan yang ketiga sifat. berkenan memberi berkah kepada saya. na karanam karanadhipadhipo na casya kasjjanita na sadhipah. Marilah kita puja Brahman yang keberadaannya ada pada setiap makhluk. Aktivitas. yang telah mencipta Alam Semesta ini. Sumber Pengetahuan. Kesaktian Beliau menapak dengan munculnya berbagai ragam wujud. Karmadhyaksas sarwa-bhutadhiwasas saksi ceta kewalo nirgunas ca. Brahman adalah menjadi penyebab munculnya segala sesuatu yang ada di alam Semesta ini.Maha Agung atas Alam Semesta. Bahkan tidak ada sesuatu Lingga yang dapat menjadi Tanda Kehadiran Beliau di suatu tempat. maka dia dapat menunggal dengan Brahman. yang dihasilkan oleh Pradhana-Nya. yang keberadaannya ada pada diri setiap makhluk. Didalam Alam Semesta ini tidak ada seorang makhluk yang menjadi ahli yang kemampuannya melebihi Brahman. Marilah kita puja Dia Maha Raja yang Maha Agung dari semua Raja Maha yang Maha Agung dari semua Dewa. na cesita naiwa ca tasya lingam. yang keberadaannya di setiap diri maklhuk berlaku sebagi Sumber kekuatan. na tat samas capy adhikas ca drsyate parasya saktir wiwidhaiwa sruyate swabhawiki jnana bala-kriya ca. dan Kegelapan diluar diri Beliau. dan bersifat abadi. Semoga Brahman. Na tasya kascit patir asti loke. dan sudah ada sejak makhluk itu dilahirkan. sehingga saya dapat amnunggal dengan Beliau. yang paling besar dari semua yang Besar. yaitu: Kebaikan. yang merupakan inti batinya setiap mahluk. Sumber Penggerak. Yang dipertuan yang Maha Agung dari semua penguasa. yang meliputi dan meresapi seluruh bagian dari Alam Semesta.

Beliau adalah penguasa waktu. sedang orang-orang lain belum dapat memperolehnya. Na tatra suryo bhati na candra-tarakam. nanyah pantha widyate yanaya. Beliau adalah Roh dari semua makhluk dan adalah Sumber dari segala sesuatu yang makhluk dan adalah sumber dari segala sesuatu yang ada di alam ini. sa ewagnis salile saniswitah tam ewa widitwatimrtyum eti. dan BintangBuntang untuk meneranginya. Dia adalah semisal Matahari yang telah mampu membakar habis semua Ketidak-Tahuan. Karena Brahman itu berkeadaan di Alam Semesta pun menjadikan segala sesuatu di Alam Semesta ini menjadi mampu mengeluarkan sinar-sinarnya. dia akan terbebas dari semua ikatan. nema widyuto bhanti kuto’yam agnih. Eko hamso bhuwanasyasya madhye. Beliau memahami seluk-beluk ciptanNya. dapat memberikan kepuasan atas keinginankeinginan yang diinginkan semua mahluk. yang walaupun sendirian. Bulan. Beliau memiliki sifatsifat yang sempurna. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan ini. Beliau adalah maha mengetahui. tasya bhasa sarwam idam wibhati. Juga disana tidak perlu Halilintar atau Api. Sa wiswa-wid tma-yonir jnah kala-karo guni sarwawidyah pradhanaksetrajna-pati gunesah samsara-moksa-sthiti-bandha-hetuh. akan memperoleh Kebahagiaan Yang Sejati. Beliau adalah . Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Rahasia Agung yang tersimpan didalam Ajaran Samkya dan Yoga. dapat terbebas dari kematian. yang bagaikan seekor Hamsa yang berjalan di dunia ini. Dia adalah Roh yang telah sempurna. Nityo nityanam cestanas cetanam eko bahunam yo widadhati kaman tat karanam samkya-yogadhigamyam jnatwa dewam mucyate sarwa-pasaih. Kiranya tidak ada jalan lain untuk mencapai Kebahagiaan Sejati. Dia adalah Maha Penguasa memerintah seluruh alam Semesta. Beliau adalah yang dipertuan atas Pradhana. Tam ewa bhatam anubhati sarwam. Dia adalah paling abadi dari yang abadi. Dia telah mencipta alam Semesta dengan seluruh isinya.Eko wasi niskriyanam bahunam ekam bijam bahudha yah karoti tam atmastham ye’nupasyanti dhiras tesam sukham saswatam netaresam. serta adalah Penguasa atas Kesadaran yang terdapat pada diri setiap makhluk. Beliau telah menciptakan semua isi Alam Semesta dari satu benih. selain melalui jalan yang telah ditempuh oleh Beliau yang berjalan di Jalan Suci itu. Di Alam-Nya Brahman tidak perlu terdapat Matahari. Orang-orang bijaksana yang telah dapat menyadari dan menghayati kehadiran Brahman di dalam diri sanubarinya. Adalah Maha Pemikir dari para Pemikir. Namun Beliau tidak perlu secara nyata-nyata aktif melakukan aktivitas Beliau itu. Beliau juga adalah Penguasa Triguna. karena Beliau hanya berlaku sebaga Maha Saksi.

tidak melakukan ssesuatu aktivitasaktivitas. Brahman itu tidak memiliki bagian-bagian. Dalam melenyapkan dosa-dosa yang ada pada diri makhluk-makhluk berkeadaan sebagai Maha Api yang membakar kayu-kayu apinya. Yo brahmanam widadhati purwam. Dia yang untuk sementara menifest sebagai eksistensi. . Atyasramibhyah paramam pawitram. Untuk dapat memperoleh kebebasan Spiritual. amrtasya param setum dagdhendhanam iwanalam. bebas dari ikatan-ikatan dunia. selalu menjadi Yang dipertuan atas Alam Semesta.Penganugerah Penyebab untuk dapat bebas dari penderitaan-penderitaan. bebas dari penderitaanpenderitaan. Yada carmawad akasam westayisyanti manawah tada dewan awijnaya duhkhasyanto bhawisyati. bebas dari eksistensi. tanpa memiliki kesalahan-kesalahan. bersifat Maha Meengetahui. saya berlindung kepada Brahman yang menjadi Penyebab dimanifesatsikanNya yang paling permulaan adalah Dewa Brahma. berkeadaan tetap diam. sebagai penjaga Alam Semesta selalu waspada menjaganya setiap waktu. Kebahagiaan Yang sejati hanya dapat dicapai melalui mempelajari Ilmu Ketuhanan. tanpa terkena noda-noda. Sa tanmayo hy amrta isa-samstho jnas sarwago bhuwana-syasya gopta ya ise asya jagato nityam ea-nanyo hetur widyate isanaya. brahma ha swetaswataro’tha widwan. Melalui melakukan Tapa-Brata dan atas limpahan berkah dari Brahman. waktu yang selalu menjadi maha pengatur Alam semesta. sebab tidak ada seorang makhluk pun yang mampu melakukannya. dan sangat dihormati oleh Resi. Sang maha Resi Swetaswatara dinyatakan sebagai yang telah dicapai tingkatan Spiritual Paramahamsa. yo waiwedams ca prahinoti tasmi tam ha dewam atma-buddhi-prakasam mumuksur wai saranam aham prapadye. prowaca samyagrsi-samgha-justam. Beliau merupakan jembatan Emas menuju ke Pencapaian Keabadian bagi makhluk-makhluk. dan maha Pelebur. maka dia akan tidak akan berhsil. Tapah-prabhawad dewa-prasadac ca. Niskalam niskriyam santam nirawadyam niranjanam. jika tanpa mempelajari ilmu Ketuhanan. yaitu salah satu yang tertinggi dari kempat tingkatan Diksa. semisal memeras ether atau mengepres kulit. Beliau adalah maha Pemelihara. tetap bersifat abadi. dn untuk mencpai kebahagiaan yang sejati. dan yang telah memberi kepadanya Kitab-Kitab Suci Weda. telah berusaha sekuat-kuatnya. Walaupunorang untuk menghentikan penderitaan-penderitannya.

Tuhan Yang Maha Esa. Brahman Menciptakan bumi ini. Aham jajana prthiwim uta dyam. Misteri yang paling dalam dan paling agung dari Ajaran Wedanta. Brahma dewam anu ksiyati brahma daiwajanir wisah. hendaknya jangan diberikan kepda orang-orang yang masih belum mampu menguasai hawa-nafsu hawa-nafsunya. ’Aku (Tuhan Yang Maha Esa) menciptakan langit dan bumi. . Brahman menempatkan langit di atasnya. Sweta Swatara Upanisad. walaupun dia anak laki-laki kita atau siswa kita yang kita cintai. prakasante mahatmanah. bersemayam pada media-media yang suci.Wedante paramam guhyam purakalpe pracoditam naprasantaya datawyam naputrayasisyaya wa punah. Kepada orang-orang yang berjiwa luhur. Brahma jajnanam prathamam purastat Hyang Widhi Wasa adalah pertama-tama. yang ada di alam semesta. Tuhan Yang Maha Esa adalah Abadi (tak terhancurkan) dan dia adalah pelindung yang ulung. Aku menciptakan musim-musim dan tujuh buah sungai. Tuhan Yang Maha Esa bersamayam didalam wujud sebagai para dewa. agar mereka dapat mengetahui dan dapat mengamalkan Ajaran Kitab Suci Upanisad ini. Brahmana bhumir wihita brahma dyaur uttara hita brahma-idam urdhawam tiryak cantariksam wyaco hitam.2. Brahman menempatkan eilayah tengah yang luas ini di atas dan dijarak lintas. Satas ca yonim asatas ca wi wah Sang Hyang Widhi Wasa memperlihatkan keaslian segalanya apakah terwujudkan ataukah tidak terwujudkan’ Ya ime dyawa jajana Sang Hyang Widhi Wasa menciptakan langit dan bumi.93. Atharwaweda. akan berwajah yang berseri-seri. Isanam asya jagatah swardrsam. yang telah diberikan oleh Brahman kepada kita di zaman dahulu kala. 7. tasyaite kathita hy arthah. yang dengan tulus memuja Brahman dan menghormati Guru. yang mempercayai sepenuhnya kepada Brahman. Tak seorangpun mencapai kebahagiaan tanpa mengetahui Tuhan Yang Maha Esa yang bagaikan ayah. Brahmedam anyatnaksatam brahma sat ksram ucyate. (1982:53-63). isanam Indra tasthusah. aham rtun ajanayam sapta sindhun. Yasya dewa para bhaktir yatha dewe tatha gurau. hendaknya kita berikan rahasia Ajaran Kitab Suci Upanisad ini. prakasante mahatmanah.

Brahma-enad widyat tapasa wipascit. Orang bijaksana mengetahui Tuhan Yang Maha esa/Sang Hyang Widhi Wasa dengan sarana penebusan dosa. tidak yang ketiga maupun yang keempat Se esa eka ekawrd eka ewa Tuhan Yang Maha Esa adalah satu dan hanya tunggal (Esa) Sarwe asmin dewa kkrawrto bhawanti Semua para dewa menjadi satu di dalam Dia. Twam Indras twam mahendrah (Tuhan Yang Maha Esa. kuda-kuda. Rudra dan Mahadewa. sa rudrah sa mahadewah. Surya (Matahari) dan Maha Yama (Dewa kematian) So-aryama sa warunah. termasuk sapi betina. Tuhan Yang Maha Esa adalah Aryaman. Upo te badwani yadi wasi nyarbudam Semua bentuk yang tak terkira banyaknya dihubungkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung. Na dwityo na trtiyas caturtho napi-ucyate. Dia bersinar dalam bentuk yang berbeda-beda. Tuhan Yang Maha Esa tidak dipanggil yang kedua. hidup bahagia. (Tuhan Yang Maha Esa adalah Agni (api). dan binatang. Orang Bijaksana yang suci membayangkan (memwisualisasikan) Tuhan Yang Maha esa yang berdiam dalam hati. . Se ewa mrtyuh so-amrtam Tuhan Yang Maha Esa adalah (penguasa) kematian dan Tuhan Yang Maha Esa adalah kekekalan. manusia. Waruna. Setiap orang. Yad ekam jyotir bahudha wibhati Ada satu Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung yang bercahaya. So agnih sa u suryah sa u ewa mahayamah. Engkau adalah Indra dan Mahendra) Sarwo wai tatra jiwati gaur aswah purusah pasuh. Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Agung disembah dengan teguh untuk kemakmuran semua. Wenas tat pasyat paramam guha yat. yatredam brahma kriyate paridhir jiwanaya kam.

Tat sambhuya bhawati-ekam ewa Brahman adalah inti (permulaan) alam semesta dan segalanya. dimasa kini maupun dimasa datang. baik dimasa lampau. Samaweda adalah rambut-Nya dan Atharwaweda adalah mulut-Nya. Dia juga menggenggam atmosfir (lapisan udara yang meliputi bumi) yang luas ini. Skambha idam wiswam bhuwanam a wisesa. Asac ca yatra sac ca-antah Segalanya. Dia yang mengetahui benang yang saling hubungan dari alam-semesta. Yo bhutam ca bhawyam ca sarwam yas cadhitidthati. Samani yasya lomaniatharwangiraso mukham. Kami menghaturkan persembahan (korban) ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung (Mahkluk Agung itu). menjadi seragam dengan dia. Alam semesta yang sempurna ini diberi makanan oleh Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Sempurna. Mengenal Sang Hyang Widhi Wasa Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung. yang dilarutkan.Skambho dadhara dyawaprthiwi ubhe imk skambho dadhara-uru-antariksam Brahman yang menyokong dan menggenggam langit dan bumi kedua-duanya. Dia berbahagia sepenuhnya. Sutram sutrasya yo widyat. Tuhan Yang Maha Esa ada dimana-mana. Yah sramat tapaso jatah Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Agung disadari dengan ketekunan dan penebusan dosa. Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung. ada didalam Sang Hyang Widhi Wasa. Sa widyat brahmanam mahat. Brahman Skhamba meliputi seluruh alam-semesta. Sampasyan yati bhuwanani wiswa . apakah ia dimanifestasikan (diwujudkan) ataukah tidak dimanifestasikan (tidak terwujudkan). Pumat purnam udacati purnam pumena sicyate Alam semesta yang sempurna berasal dari Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Sempurna. Yasmad rco apataksan yayur yasmad apakasan. Regweda dan Yayurweda berasal dari Dia. swar yasya ca kewalam tasmai iwesthaya brahmane namah.

Rgweda. Yang dipertuan Atas Sabda-Sabda berkenan memberi tugas kepada saya. yang menjadi jumlah tak terhingga. Tuhan yang Maha Esa Yang Maha Agung (Makhluk Teragung). semoga kekuatan- . 1996: 169-182). Yang satu (yaitu sang Mula Prakrti) adalah bahkan lebih halus dari pada rambut dan yang lain (yaitu jiwatman atau jiwa individu) adalah tidak dapat dilihat. atau tiga kali tujuh. Samawedda dan Yajurweda. membakar. yasmat prananti bhuwanani wiswa Sang Hyang Widhi Wasa menghidupkan dan menghancurkan. O yang dipertuan Atas kebaikan. tiga dan tujuh. Iyam kalyani-ajara martyasya amrta grhe. Sang Hyang Widhi Wasa memasuki tubuh manusia dan Dia menjadi raja tubuh itu. Dia adalah sumber penghidupan seluruh alam semesta. serta semoga saya senantiasa dapat ingat akan ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari. semoga kekuatan-kekuatan hubungan diri saya dengan diri beliau. Bentangkanlah perlindunganMu kepada saya. semoga hari ini. tatah pariswajiyasi dewata sa mama priya. datanglah kemari bersama-sama dengan Para Dewa. Yo marayati pranayat. Segala macam zat memasuki tubuh manusia seperti misalnya kebijaksanaan. Balad ekam aniyaskam ute-ekam naiwa drsyate. dan membekali saya dengan kekuatan-kekuatan yang berasal dari diri beliau.Sang Hyang Widhi Wasa-Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung bergerak mengamati seluruh alam smesta Sariram brahma prawis at sarire-adhi prajapatih.28 O yang dipertuan Atas Sabda-Sabda. menjadi semua bentukbentuk kehidupan. Do’a agar ajaran-ajaran Suci yang dipelajari terpatri dalam sanubari Dengan pola Trisapta. Sariram brahma prawisad rcah sama-atho-yajuh. (Titib. Widyas ca wa awidyas ca. dan setiap pengetahuan yang harus diajarkan. Tetapi dari yang paling halus dan dewata yang meliputi semuanya (yaitu Iswara atau Jiwa Agung) adalah satu-satunya obyek (tujuan) dari cinta. Kekuatan kehidupan manifes. yac ca-anyad upadesyam. Semoga yang dipertuan Atas Sabda-Sabda yang menguatkan hubungan dari saya dengan diri Beliau. tetap seperti ujung-ujung busur itu didekatkan dengan ditariknya tali sekuat-kuat. pengetahuan praktis. bimbinglah saya. Dewa yang kekal dan bertuah ini (yaitu Sang Jiwa Agung) bertempat tinggal di dalam tubuh manusia yang fana. dan dapat menyatu dengan sanubari saya.

pancaranmu mengalir deras. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. semoga saya-lah yang engkau pilih sebagai tempat persinggahanmu. tariklah tali busur kehidupan kami! Kuatkanlah tarikanmu itu sekuat batu! Dengan kekuatanmu yang hebat itu. semoga di bumi.kekuatan itu dapat selalu berada didalam diri saya senantiasa dapat ingatkan Ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari. O Penarik tali busur kehidupan yang mahir. dengan kekuatan dari Beliau itu. atau tombak. karena mengisap banyak air. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. yaitu bumi dengan banyak aspek-aspeknya. Semoga saya tidak ditinggalkan oleh Ajaran-Ajaran Suci itu. yang berkekuatan seratus kali lipat. Kami mengetahui gelagah SangAyah. anugrah dari Mitra. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. yang berkekuatan seratus kali lipat. Obat dengan menggunakan batang rumput Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. Do’a Penyakit Kencing menjadi Sembuh dengan rerumputan. karena mengisap banyak air. jauhkanlah kami dari serangan panah. semoga di bumi. Datanglah kemari. Pada saat-saat Sang Lembu sedang membelai pohon-pohon. demikian juga smoga batang gelagah itu menjadi penghalang penyakit dan pengaruhpengaruh jahatnya. . dengan kekuatan dari Beliau itu. yang diatasnya mengisap banyak air. pancaranmu mengalir deras. semoga di bumi. anugrah dari Waruna. O Indra. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. pancaranmu mengalir dengan deras. singkirkanlah jauh-jauh orang-orang yang berniat jahat kepada kami serta orang-orang yang membenci kami. anugrah dari Parjanya dengan kekuatan dari Beliau itu. yang menjadi Ibundanya. anugrah dari Parjanya dan kami mengetahui dengan baik. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. Yang dipertuan atas Sabda-Sabda. atau senjata-senjata lainnya. yang berkekuatan seratus kali lipat. O. Seperti bahwa diantara Surga dan Bumi itu terdapat pohon bambu. Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. karena mengisap banyak air. nyanyikanlah lagu penyembuhan dengan terompet gelagah yang menggetarkan irama merdu. semoga saya dapat dipersatukan dengan ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari.

saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. yang dapat menjadi minuman bagi sapi-sapi saya. Saya memohon turunnya Air Surga. Semoga penghalang aliran air kencing si sakit menjadi tidak kuat lagi. semoga dapat menjadi tauladan mengalir air kencingnya si sakit. dan yang menjadi sahabatnya Sang Surya. seperti air itu tidak tahan lagi dihalang-halangi dalam gerakkannya menuju ke laut. yang berkekuatan seratus kali lipat. kita harapkan dapat meneruskan Yadnya kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. semoga di bumi. semoga di bumi. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. anugrah dari Sang Matahari. semoga semua penghalangnya menjadi lenyap. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. semoga semua penghalangnya menjadi lenyap. semoga semua penghalang menjadi lenyap. dengan kuatnya melesat meninggalkan busurnya. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. karena mengisap banyak air. yang mengalir dengan lancar itu. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya.Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. pancaranmu mengalir deras. Do’a mensucikan air. karena mengisap banyak air. untuk persembahan Para Ibu melaksanakan kewajibannya di bidang agama. yang berkekuatan seratus kali lipat. semoga semua penghalang menjadi lenyap. . Kedua saluran air kencing-Mu. dengan kekuatan dari Beliau itu. seperti itu semoga aliran kencingnya si sakit menjadi deras. dengan kekuatan dari Beliau itu. anugrah dari Sang Bulan. seperti kalau orang memecahkan bendungan air. anak-anak perempuannya menyelenggarakan upacara Yadnya. Seperti panah yang terlepas dari busurnya. yang mengabung menjadi satu. seperti itu juga aliran kencingnya si sakit menjadi deras. semoga seperti yang kepunyaan-Mu. dengan mencampur susu dengan madu. sesuai dengan tugasnya masing-masing. seperti itu semoga aliran kencingnya si sakit menjadi deras. Mahkluk-mahkluk yang menghuni sebelah sananya matahari. saya menyelenggrakan persembahyangan dengan memercik-mercikan air suci yang saya ambil dari Sungai Sindu yang suci. Saya pecahkan yang menjadi penghalang aliran air kencing si sakit. Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. aliran kencingnya si sakit menjadi deras. pancaranmu mengalir deras.

Didalam Air Suci. Atharwa Weda. harta dan kebajikan terpuji.2. O Sang AirYang Suci. Brhadbhano cawarsa wajamukthyam dadhasi dacusa kawe.94. Engkau adalah Dewe yang cemerlang. kuat dan terkenal Engkau. Air Yang Murni. nyalamu menjulang tinggi. O Agni. berilah kami kesejahteraan. Kami akan membuat engkau puas. o Sang Air yang ada di rawa-rawa. air suci ini dapat menjadikan kuda-kuda saya dan sapi-sapi saya berkeadaan senantiasa sehat. O. bahkan juga yang telah mampu menguasai manusia. berlah kami kesejahteraan . o Sang Air yang datang dari udara. segar dan kuat. sehingga saya dapat melihat dalam banyak tahun. 1983:3-9). Berilah kami kesejahteraan. semoga air suci yang bersifat ke-Tuhanan ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit kami dapat mensejahterakan kami. cepatlah engkau menjadi air suci. semoga daya-daya kesembuhan dan kesehatan yang berasal dai Air Suci ini dapat memancar dan mengalir masuk kedalam diri kami. Air Yang Suci. tentulah engkau mau menjadikan kami berkeadaan yang segar kembali dan tampak gembira dan bahagia.Didalam air suci ini terdapat Amerta. yang telah mampu mengendalikan diri dalam penguasaan terhadap benda-benda. o Sang Air yang ada di dalam sumur. Dengan pertolongannya. dan didlam Api Suci. dan hari-hari depan yang cerah-lah yang menjadikan kami melaksanakan upacara pensucian air ini. Pendeta pemberi cahaya. lindungilah badan saya. melalui air suci ini. Engkau beri pemuja itu dengan kekuatanmu itu. Sama Weda Agne tawa waye mahi bhrajante arcayo wibhawase. air kehidupan didalam air suci ini terdapat daya penyembuh terhadap penyakit-penyakit. (Sugiarto. terlindungi. dengan semangat yang tinggi segairah dan sebahagia Ibu yang menimang-nimang anaknya. dan taruhlah berkah keselamatan dari Tuhan Yang Maha esa melalui dirimu! Dari Sang Air Suci. o. Agni berkata kepada saya bahwa Api Suci itu dapat menjadi sarana penyembuh bagi semua penyakit. dengan jalan meminumnya. o Sang Air ada dalam periuk air. o Sang Air yang ada di lemah-lembah berilah kami kesejahteraan. berilah kesejateraan. Soma berkata kepada saya bahwa Air Suci itu dapat menjadi sarana penyembuh bagi semua penyakit. . dan panjangkanlah usia saya. karena engkau sangat baik hati. berilah saya kekuatan penyembuh. agar engkau cepat memunculkan sifat-sifat sucimu. 7. saya memohon kesembuhan dari penyakit. Perasaan aman.

putra perkasa. Yasya twam sakhyamawita. Engkau mengunjungi kedua Ibunda. ramah. Dewata yang suci. penolong yang menakjubkan mereka itu. memberi bantuan sebagai seorang anak. Engkau adalah teman tercinta bagi Fajar yang agung.Pawakawarcah cukrawarca anunawarca udiyarsi bhanuna. Ia melakukan dengan bantuanMU yang membawa dia banyak putra-putra pemberani dan mengerjakan perbuatan-perbuatan besar. wamasya subhagam mahimasam dadhasi sanasim rayim. Engkau antar kami kepada kekuasaan yang maha indah. dengan telinga mendengar. Crutkarnah saprathastamam twagira daiwyam manusa yuga. Engkau beri kekayaan yang mendatangkan keberhasilan. yang sangat terkenal. Engkau memberi rakhmat kebaikan dan banyak makanan. . Iskartraranadhwarsaya pracetasam ksayantam radhasomahah. Urjonapajjataweah sucastibhirmandaswa dithibhirhitah. dalam kidung nyanyian-nyanyian kami yang benar. Taca drapso nilawandaca rtwuyaindhanah mahinamusamasi priyah ksapo wastusu rajasi. Orang-orang telah meletakkannya dihadapan mereka. Engkau. Agni. Pra so agne tawotibhih suwirabhista rati wajakarmabhih. Dengan sinar yang cemerlang. Yang merupakan hubungan persahabatanmu adalah menurut pilihanmu. Twe isah sam dadhurbhurriwarpama ccitrotayo wamajatah. untuk memperoleh rakhmatnya. kuat. O Dewa yang abadi. yang mempunyai harta berlimpah dibawah pengawasannya. yang mengatur jalannya yadnya. Padamulah mereka tumpukan berbagai macam bali. Twam Percikan adalah hitam dan gemercik. O yang maha pemurah. Ratim Saya muliakan Pendeta itu. engkau hubungkan rapat-rapat dunia dan surga. turun-temurun manusia mengungkapkan-nya dengan lagu-lagu pujian. dengan kemilauan yang sempurna itu Engkau mengangkat dirimu sendiri dalam sinar. Rtawanam mahisam wicwadarcatamagnim sumnaya dadhire putre janah.Putro matara wicarannupanasi prnskdi radosi ubhe. banyak bentuk. Agni menyebar meluas sebagai pengausa atas segala yang hidup: beri kekayaan kepada kami. keturunan mulia. tampak kepada semua orang suci. Engkau bersinar dari keindahan wajahmu yang tmpak. bersenanglah Engkau sendiri. sisnawa dade. agni. semua dilakukan. Engkau bercahaya dalam kemilauan di waktu malam. Sa darcatasya wapuso wi rajasi prnaksi darcatam kratum. dinyalakan pada waktunya. O Jataweda. Irajyannagne prathayaswa jantubhirasme rayo amartya. pensuci yang kemilau.

Tristup. O Agni. Yo jagaraga tamrcah kamayante yojjagara ramu samani yanti. Agnirjyotir agnirindro jyotirjyotirrindrah. Selamatkan kami dari penderitaan dan kesengsaraan. Indra adalah Cahaya. Jadi dalam hal seperti itu. Punarnah pahyamhasah. Yune wacam catapadim gaye sahaswawartani. . Gayatra. saya mengasuh dan dijadikan tempat tinggal saya sebagai persahabatannya. Begitu waktunya tiba. Agnirjagara tamayam aha tawa hamsmi sakhye nyokah. Dewa oksami cakrite. Panururja ni warttaswa punaragna isayusa. kepada ia yang didudukkan bersama. Saya mengasuh dan membuat tempat tinggal saya dalam persahabatanMu. Cahaya adalah Agni. saya menyanyi apa yang Gayatra. Agni adalah Cahaya. Gayatram traistubham jagadwiswa rupani sambhrta. Agni mengawasinya. Tristup. Saya pergunakan kalimat yang berkaki seratus. Agni inilah yang berinduk pada air membawa kehidupan. Agni adalah penjaga dan Richas mencintainya. Soma ini berkata kepada Dia yang bangun dan melihat. Agnirindraya pawate diwi cukrowirajati Mahisiwa wi jayate. kepada Dialah dikatakan Soma ini. Gayatram traistubham jagat. Agni menjadi cemerlang untuk Indra. Ia kirimkan keturunannya laksana seorang permaisuri. Tamit samanam wannacca sirudhoantarawaticca suwate ca wicwaha. Namah sakhibyah purwasadbhyowe namah saksamnisebhyah. dan syair Jagati. Hymne yang kudus mencintai Ia yang bangun dan melihat. Hymne Jagati. dari sebagai benih mereka yang tumbuh-tumbuhan telah terima. Cahaya adalah Surya. Agnirjagara tamrcah kamayantesgnirjagara tamu samani yanti. Suryo jyotirjyotih suryah. pujilah. Surya adalah Cahaya. Saya pergunakankalimat berkaki seratus. Kepada Dia yang jaga itu syair kudus ini datang. kembaliah Engkau lagi. Yo jagara tamayam soma aha tawa ham asmi sakhye nyokah. Yune wacam catapadim. Pujilah sahabat yang duduk dihadapan. lagu-lagu Saman mendekatinya. Telah menjadikan Dewa-dewa sahabat yang dikenal. kembalilah lagi dengan kekuasaan. demikian pohon-pohon dalam hutan dan tumbuh-tumbuhan mengandungnya dalam diri mereka dan menghasilkannya terus-menerus. Ia memancarkan cahaya lebih cemerlang di langit. Agni adalah penjaganya. Cahaya adalah Indra.Tamosadhirdahire farbhamrtwayam tamapo agnim janayanta matarah. bentuk yang sempurna dan bersatu.

Apo janayatha ca nah. yang tempat tinggalnya mempercepat kami dengan apah. Indra. Berilah kami karenyanya agar kami dapat hidup. Apo hi stha mayobhuwasta na urje dadhatana. yang engkau miliki. kepada para pemuja yang memeras air soma. Seadainya saya penguasa ternak sapi. Yadindraham yatha twamiciya waswa eka it. Karena Engkau kami senang hati pergi kepadanya. Wiswapsnya wiswataspari.Saha rayya ni warttasuagne pinwaswa dharaya. Karenya berilah kami kekuatan agar dapat kami hidup. meyehatkan. Dengan dirimu sendiri. Semoga wata meniupkan paramnya kepada kami. penguasa tunggal atas semua gart. menggerahkan hati kami. O Watra. penyangga semua yang mengalir. Berilah kami sebagian dari embun yang amat suci. Berlimpah-limpah Amrita terdapat jauh disebrang sana. baliklah kembali membawa harta. Tasma aram gamamawo yasya ksayaya jinwatha. Yang se. ya. Suryasya bhanumrtutha wasanahpari swayam medhamrjro jayana. engkau pembawa kesehatan dan rakhmat. Gamacwam pipyusi duhe. . Yadaham gopatih syam. Wata. Abhi waji wicwarupajanitram hiranyayam bibhradatkam suparnah. dariMu. peercikan olehMu kepada kami dari segala penjuru. O Dewata yang Maha Kuasa. Seandainya saya ingin seperti Engkau.oga kami peroleh dengan penuh kebahagiaan. Mhe ranaya caksase. memberikan kami yang menjadi kekeuatan. Uta wata pitasina uta bhratota nah sakha. So no jiwatawe krdhi. Semoga Ia perpanjang hari-hari hidup kami. Yo wh siwatamo rasastasya bhaja yateha nah. O Indra. Ya dade wata te grhe amrtam nihitam guha. O Agni. Tasya no dhehi jiwase. Karenya tolong kami olehmu menuju kekuatan. Ucatiriwa matarah. Stota me gosakha syat. Kebaikanmu adalah dalam melimpahkan banyak lembu dan sap. Pemuja saya harus kaya dengan sapi Sikseyamasmai disteyam cacipate manisine. Sebagai seorng ibu yang merindukan yang tercinta. Dhanusta indra sunrta yajamanaya sunwate. Sesungguhnya Apah. Engkau Bapa kami. Engkau Saudara kami dan sabahat kami. Wata a watu bhosajam cambhu mayobhu no hrde Pra na ayumsi tarisat. Saya akan tiada pilihan untuk memoperkuat dan memperkaya pendeta itu.

Pahlawan tunggal. Cepat. Acuh cacino wraabhe na bhimo ghanaghanah ksbhannaccasaninam. membuat kejayaan yang maha tinggi. Ia menjerit keras. laksana banteng yang mengasah tanduknya. Anatarakse swam mahimanam mimanah kanikranti wrsmo acwasyaretah. melihat dengan mata ruwah. merah. karena sebagai cahya melahirkan bentuk-bentuk menyenangkan kepada kami.Pasukan berkuda memakai bermacam bentuk. Ayam sahasra pari yukta wasanah suryasya bhanum yajno dadhara. Drapsah samudramabhi yajjati pacyan grdhrasya widharman. Dipakai pada saat waktunya disertai sinar Surya. memperlihatkan kepada kami berbagai macam senjata. utusan Waruna. ribuan penunjang surga-surga. menyenangkan dalam dirinya yang cerlang cemerlang. menguak. (demikian) Indra mengalahkan ratusan musuhnya dengan segera. meumbuhkan keagungannya. Urddhwe gandharwo adhi nake asthatpratyangcitradasyayudhani. . Hiranyapaksam warumasya dutam yamasya yonan cakumam bhuwanyum Mereka memandang Engkau dan lam meerindukan semangat mereka. Gandharwa telah mendaki ke surga. menakutkan. Pemberi banyak hadiah dalam ratusan. benih dari pencari jalan yang giat. Berpakian manis dan indah dilihat. Bhanuh cukrana cocisa stritrye cakre rajasi priyani Bila laksana percikan Ia datang mendekat ke samudra. Wasano atkam surabhim draca kam awarna nama janata priyani. cemerlang yang dikumpulkan dimukan bumi dan disitu berkembang. Nake suparnamupa yatpatantam hrdantam hrdawenanto abhya caksata twa. sebagaimana undang-undang pemerintahan. Tegak. Barbagai macam bentuk benih Ia letakkan dalam air. Sahasradah catada bhuriwa dhartta diwo bhuwanasya wicaptih. Ia telah memakai ribuan jubah yang sesuai menurut dirinya. sebagai yadnya penyangga sinar sang Surya. Sangkratndanenamnimisa ekawirah catam sona ajayat sakamudrah. menggerakan manusia. burung yang mempercepat sampai ke tempat Yama. dengan mata yang tidak berkedip. burung Garuda memakai pakian keemasannya ditempat kelahirannya. menyerang dengan cepatnya. telah memperoleh yadnya sendiri. Diangkasa. Kecemer-langannya. sebagaimana seekor burung yang bersayar kuat yang naik menuju ke langit. Apsu retahcicriye wiswarupm teyah prthiwyamadhi yat samabhuta. Engkau yang bersayap keenam.

usirlah musuh kami jauh-jauh. sekarang. memberi laki-laki dan pahlawan. pemenang sapi.Sankrtandenamisena jisnuna yuktkarena duccyawanena Tadinddadrena jayata tatsahadhwam yudho nara isuhastana wrsa. dengan busur panah yang kuat. pemenang sapi. kuat dan garang. Abhawiro Sang (Yang) jelas oleh kekuatanMU. naiki kreta penaklukMu. pemenang dalam peperangan. Prabhanjantsenah pramrno yudha jayannasmawamedhyawita rathanam. sekarang. selalu waspada. sukar untuk mengalahkan. berjaya. penakluk engkau pahlawan. Indra yang kuat. Jadilah pelindung kereta kami. Tinggalkan dirimu sebagai pahlawan dan laksana Indra ini. abhisatwa sahajo jatwasahoja jaitramirdra rathama tistha gawit. Gotraidan gawidam wajrabahum jayatamajma pramrnan prmartamojasa. yang tangannya memegang panah. Ducyawanah prtanasadayudhyo asmakam sena awatupra yutsu. dhrsna. penakluk dalam pertarungan. putra penakluk. pembunuh raksasa. menembus kandang-kandang sapi dengan kekuatan yang tidak terkalahkan. Sa isuhastaih sa nisanggibhirawaci sam srasta sa yudha indro ganena. Indra asam nota brhaspatirdaksina yajnah pura etu Dewasennanamabhibhanjatinam jayntinam maruto yantwagram. tidak terkait. Brahaspate pari diyai rathena rakse hamityam apabadhumanah. pembangkit peperangan. Brihaspati. Sam srstajit somapa bahucardhyu gradhanwa pratihitabhirasta. Peminum Soma. Indra. berlengan kuat. Abhigotrani sahasa gahamannodayowirah caramanyurindah. penakluk segala. pejuang terkemuka. semoga Ia melindungi pasukan kami dalam peperangan. Golok bagi kedai-kedai. pemecah belah pasukan. pemenang pembrani. terbang dengan keretamu kemari. saudrasaudara. Imam sajata anu wirayadhwamindram sakhayo anusam rabhadwam. pemusnah. . somah. Ikutilah Dia. Dengan raungnya yang keras. pahlawan tak mengenal belas kasihan dengan kemarahan. Indra. Ia memerintah bersama Dia yang memagang senjata dan menaklukkan Indra yang bersama pasukannya membawa rombongan bersama penakluk musuh. tak tergoyahkan dan tak terlawan. yang menumpas satu pasukan dan dengan kekuasaannya memusnahkannya. bersenjatakan petir. teguh. perlihatkan kesungguhan dan keberanianmu. Jaya dalam perang. memanahkan panahnya dengan baik. Balawijnayah sthawirah sahaswanwaji sahamana urgrah.

pahala dari yadnya. Gacchamitran pra padyaswa mamisam kam ca nocchisah. yang mendahului mereka. bakr hati mereka dengan panah. Semoga Indra menolong kami bila bendera-bendera kami telah berkumpul. Semoga orang-orang pembrani kami dalam perang memang dalam serangan. Ya Dewa-Dewa. tak seorang dapat melukai dan mengenaiMu. Aswasrta para pata carawye brhahnasam cite. Pekik Dewa-dewa yang memang mengangkat tingitinggi. Brihaspati dan Soma. Asau ya sena marutah paresamabhyeti na ajosa sparddhamana. O pembunuh Writra. Mendesak kekuatan tenaga kuda. Preta jayata nara indro bahawejnadhrsya yathasatha. Marut dan Aditya. manamsi. Asmakam wira unttare bhawantwasmam udewa awata hawesu. Asmakamidrah samretstesu dhawahaswasmakam ya iswsta jayantu. Mahamanasam bhuwanacyawanam ghoso dewanam jayatamudhasthat. Engkau menyebabkan bulu tegak. pimpinlah merekaini. menagkan hari itu. Pasukan Dewata yang menaklukkan dan menghancurkan. semoga Indra menjadi ahlawanMu yang pasti. Seranglah mereka. . Urga wah santu Majula. O Maghawan. Uddharsaya maghawannayudhanyut satwanam mamakanam Udwartahanwajinam warjinanyudrathanam yantu ghosah. O Pahlawan. Dewa-Dewa yang berpikiran mulia yang menyebabkan dunia gemetar. Tam guhata tamasapawratena yataitesamanyo anyam sa janat.Indra. Pasukan musuh yang berjuang dengan seluruh kekuatannya. Sembunyikan dan benamkan mereka kedlam kegelapan yang tak ada ajalannya sehingga tidak seorang dari mereka dapat mengenal satu dengan yang lain. Abhi prehi nordaha hrsu cokairandhenamitrastamasa sacatam Membingungkan perasan musuh kami. senajata kami merangsat semangat pahlawan perang. wah carmayacchatu. mendekat O Maghawan. Jadilah kami sebagai Tuan rumah yang kuat bagi Indra yang Maha Kuasa. Kuat dan menakutkan senajatmu. dan biar keriuhan kreta yang menag perang menanjak. Biar pasukan Maruta berjalan paling depan. raja Waruna. jayalah panah pasukakkan kami. Engkau tangkap badn mereka dan berangkat. lindungi kami dalam pekik serangan. O Ogha. demikian musuh kami menetap dalam kegelapan. Indrasya wrsno warunasya rajna adityanam marutam cardha ugram. Amisam cittam pratiolobhyayti grhanangganyapjwe parehi.

Marmani te warnane cchadayami soamstwa rajamrtenanu Urorowariyo warunaste krnotu jayantam twanu dewa madantu. Wi manyumindra Usirlah Raksasa dan musuh itu jauh-jauh. menemuainya. melindungi kami dengan abik sepanjang hari. O Pembunuh Wrrtra. Yo asmam O indra. Tau yunjita prathamau yoga agate yabhyam jitamasuranam saho mahat. Amitra senam maghawannasmanchatru wrtrahannagnicca dahatam prati. tak pernah ditundukakkan. . Yang pertama ini biar ia gunakan bila peerlu harus datang kepada kami. Biar burung ruwah dan burung-burung yang kuat mengejar mereka. tidak ada penghilang dosa di kemudian hari untuk mereka.Lepas dari tali busur melayang naik anak panahmu. Wi na indra mrdho jahi nica abhidasatyadharam gamaya tamah. patahkanlah olehMu taring Writra itu berkeping-keping. Engkau Indra dan Agni. hanu ruja. kalahkanlah mush kami jauh-jauh. biar tidak satupun yang selamat. kenakan mereka di rumah dan biar tidak seorang pun yang timggal hidup. wastam.biar burung-burung yang mengkutinya dikumpulkan. Kangkah suparna anu yantwenam grdhranamannamasawastu sena. Biarpun disana semoga Brahmanaspati. jujur tak terkalahkan. Kirim kebawah ke daerah kegelapan ia yang mengusahakan untuk melukai kami. Ya biar poasukan itu menjadi mangsa burung ruwah itu. dengan nyalamu. yang datang laksana pertunjukan dalam peperangan. O Maghawan. O Indra pembunuh Writra. yaccha prtanyatah. kalahkanlah amarah musuh yang mengancam kami. rendah hatilah orang yang menentang kami. yatimabhi. Maisam macyoghaharacca mendrawayamsyenananu samyantu sarwan. Yatra banah sampatanti kumarara wicikha iwa. brhanamaspatiraditih carmayacchat wicwaha carma yacchatu. Indra. dipertajam oleh doa-doa kami. Ubhau tamindra Pasukan musuh ini. Pergi menuju musuh itu. Tatra ne Disana di mana anak-anak panah berterbangan laksana anak kecil yang rambuntya belumm dicukur. semoga Aditi melindungi kami dengan baik. Kuat dan selalu muda senjata Indra. Indrasya bahu sthawirau yuwanawanadhrsyau supratikawasahyau. diamna Asura yang besar lagi kuat dilemparkan. Wi rakso mrdho jahi wi wrtrasya wrtahannamitrasyahbhidasatah.

Engkau telah mendekati kami datang dari tempat jauh. Ya nah sworano yaccanisthyo jighamsati. Pusam merakhmati kami. Dewastam sarwe dhuwantu brahma warma mamantaram carma warna mamataram. Semoga Indra membunuh yang paling baik dan yang itu bila menyalakan Agni telah menyerang engkau. Semoga Dewa-dewa membuatnya tidak tenang dai itu. Mengasah wajraMu dan pisaumu yang tajam. Laksana binatang buas yang menakutkan menegmbara di hutan. Semoga Tarksya dengan windunya yang tak terlukakan merakhmati kami. Swasti nastarksyo aristanemih swasti no brhaspatirdadhatu Termasyuh jauh dan meluas. semuga kami mencapai umur yang ditetapkan oleh Tuhan. bahkan laksana ular yang tak berkepala. Srkam samcaya pawimindra tigmamwi catrun tadhi wi mrdhonudaswa. Tesam wp agninunnanamindo hantu waramwaram. Memujamu dengan tangan dan badan yang kuat. O Dewa-Dewa. Samkhya Darsana . Yang Suci. Mrgo na bhimah kucare giristhah parawata a jagantha parasyah. Brihaspati memberi kami rakhmatnya. Bhadram karnebhih crnuyamadewa bhadram pasyemaksa bhisyayatrah. semoga mata kami melihat apa yang baik.95.Bagian Engkau yang terpenting telah aya tutupi dengan baju pelindungmu. semoga telinga kami mendengar apa yang suci. Brahmanaspati memberikan rakhmatnya Pudja (1979/1980:500521) 7. Andha amitra bhawatacirsannohaya iwa. menjubahi Engkau dengan RajaSoma yang abadi. Waruna memberi Engkau apa yang telah banyak dan dalam kemenanganMu biar para Dewa-dewa bersenang. Swasti na indre wrdracrawah swastinah pusa wicwawedah. kau tumpas musuh itu dan mengkocar-kacirkannya meerka yang membenci kami O Indra. Perlindungan saya yang paling dekat adalah do’a. Siap yang akan membunuh kami.2. Athirairanggasis-stuwamsastanubhirwyacenahi deahitam yadayuh. O musuh saya akan menjadi buta. penguasa atas semua kekayaan. apkah ia musuh ynag asingatau salah atu dari kami. senajata terdekat dan pertahanan terdekat. semoga Indra merakhmati kami.

yang dikatakan sebagai putra Brahma dan Avatara Visnu Kata “Samkhya” itu sendiri artinya “jumlah” dan sistem ini memberikan sejumlah prinsip-prinsip alam semesta yang sebanyak 25 buah. seperti keberadaan yang sesungguhnya. Istilah Samkhya juga dipergunakan dalam pengertian “Vicara” atau “Perenungan filosofis”. Perbedaan antara Purusa dan Prakrti memberikan Mukti (pembebasan). yang mendahului apa yang dibuat dan berasal dari kata “Pra” (sebelum). Seperti telah disinggung didepan. Prakrti artinya “yang mula-mula”. Sistem Samkhya umumnya dipelajari setelah sistem Nyaya. karena semua . Samkhya menyangkal bahwa suatu benda dapat dihasilkan dari ketiadaan. karena mengajarkan bahwa ada Purusa atau Roh yang banyak sekali. Baik Purusa maupun Prakti adalah Sat (nyata). karerna secara pasti ia menekankan dualitas dan pluralitas. dan “Kri” (membuat mirip dengan Maya dari Vedanta. Purusa bersifat Asanga (tak terikat) dan merupakan kesadaran yang meresapi segalanya dan abadi. Rajas dan Tamas. Prakrti dan Purusa adalah Anadi (tanpa awal) dan Ananta (tanpa akhir. namun terdapat suatu sistem tiruan yang diawali dari satu tattwa atau prinsip mula-mula yang disebut Prakrti.Pendiri dari sistem filsafat ini adalah Sri Kapila Muni. yang merupakan susunan menurut topik-topik atau katagori-katagori. yaitu Sattvam. Samkhya menggunakan 3 sistem atau cara mencari pengetahuan kebenaran. Pada sistem Samkhya tak ada penyelidikan secara analitik kedalam alam semesta. yang berkembang atau mengasilkan (prokaroti) sesuatu yang lain. Prakrti merupakan si pelaku dan si penikmat. tak terbatas) Ketidak beradaan (Aviveka) antara keduanya merupakan penyebab adanya kelahiran dan kematian. yaitu: Pratyaksa (pengamatan langsung). Kata “Apta” artinya “pantas” atau “benar” yang ditujukan kepada wahyu-wahyu Veda atau guru-guru yang mendapatkan wahyu. karena ia merupakan sistem filsafat yang hebat. Anumana (penyimpulan) dan Apta Vakya (penegasan yang benar). dimana para filsuf Barat juga sangat mengaguminya. sehingga nama Samkhya tersebut sangatlah tepat. Prakerti merupakan sumber dari alam semesta dan ia juga disebut sebagai Pradhana (pokok). yang tersusun dari atas materi dan rohani yang memiliki atau terpengaruh orah 3 guna atau sifat.

Ia membentuk substansi Prakrti. Keeratan hubungan seperti nyala api. yang merupakan prinsip yang menciptakan kepribadian. baik yang merupakan konsep ataupun yang merupkan (Sankalpa-Vikalpa). sehingga sifatnya Atheis. yaitu tidak mempercayai adanya Tuhan atau Isvara. Karena itu. Ketiga guna tersebut tak pernah berpisah dan saling menunjang satu sama lain. yang membawa perintah-perintah dari ke hendak melalui organ-organ kegiatan (Karma Indriya). minyak dan sumbu pada sebuah lampu. Jadi gambaran sentral dari filsafat Samkhya adalah akibat benar-benar ada sebelumnya di dalam penyebabnya. yang merupakan penyebab alam semesta dan selanjutnya muncul Buddhi dan Ahamkara. di mana 5 Udara vital dihasilkan pikiran dan organ indra. baik dalam pengamatan maupun kegiatan. akibat terbawa menjadi penyebab. dimana sebab dan akibat merupakan keadaan yang belum berkembang dan pengembangan dari satu substansi yang sama. seperti seluruh keberadaan pepohonan yang dalam keadaan terpendam atau tertidur dalam . Dalam sistem Samkhya tak ada Prana Tattwa yang terpisah. Akibat dari pertemuan antara Purusa dan Prakrti timbullah ketidak seimbangan dari tri guna tersebut yang menimbulkan evolusi atau perwujudan. Penciptaan berasal dari Prakrti yang ada dengan sendirinya dan tak ada sangkut pautnya dengan Purusa tertentu yang menjadikannya. Badan (perwakilan) merupakan milik dari ahamkara. Dari Ahamkara muncullah Manas atau pikiran. Prakrti berkembang di bawah pengaruh Purusa awal dari evolusi Prakrti adalah Mahat atau Kecerdasan Utama. Sistem filsfat Samkhya disebut sebagai Nir-Isvara Samkhya atau Samkhya tanpa Tuhan. jadi hanya itu saja masalahnya. serta saling bercampur. sedangkan Purusa merupakan subyek saksi. yang menirukan data-data indra kedalam pengamatan dan dalam hal ini pikiran mengambil bagian. Samkhya menerima teori pengembangan dan penyusutan. para pengikut sistem filsafat Samkhya menyatakan bahwa tak perlu adanya pencipta yang cerdas atau bahkan satu kekuatan yang mengatasinya yang secara jelas bertentangan dengan sistem filsafat Vedanta. Guna merupakan obyek-obyek. Dalam sistem ini tak ada sesuatu hal sebagai penghancuran total.akibat ditemukan padanya dan ia juga merupakan sumber dari segala benda. karena dalam penghancuran.

gigitan ular dsb. timbulah Mahat (yang agung). 10 organ persepsi dan penggerak. mereka yang mengetahui ke 25 prinsip tersebut. Samkhya memberikan suatu uraian katagori-katagori yang didasarkan pada ketepatan produktif masing-masing. karena purusa tanpa atribut. ia juga produktif. diamna segi psikologinya disebut Buddhi. Buddhi. 5 unsur (bhuta). Tujuh (7) prinsip berikutnya. bukanlah hasil ataupun produk. hanya merupkan hasil yang tak dapat menghasilkan substansi pokok lain yang berbeda dengan dirinya. sperti sengatan kalajengking. misalnya demam dan penyakit lainlainnya. 5 tanmatra. yaitu 10 organ (persepsi dan gerak). Ahamkara. (ii) Produktif dan hasil (Prakrti-Vikrti). disamping merupakan hasil. dan (iv) Bukan produktif maupun hasil (Anubhayarupa). yang merupakan benih alam semesta. dan yang diluar diri manusia atau mahluk lain (Adhibhautika). Buddhi merupakan produktif. yaitu: (i) Produktif (Prakrti). pikiran dan 5 unsur (bhuta). . Menurut filsafat Samkhya. demikian pula seluruh alam raya ini ada dalam keadaan tertidur dalam Prakrti yaitu Avyakta (tidak berkembang) ataupun Avyakrtta (takterbedakan).benih (biji). Ke-4 klasifikasi ini termasuk 25 prinsip atau Tattwa. (iii) Hasil (Vikrti). Penyelidikan terhadap sistem filsafat ini adalah untuk menemukan cara menghapuskan 3 macam penderitaan. yang bersifat surgawi atau diluar kekuasaan manusia (Adhidaivika). Prakrti. yaitu kecerdasan (buddhi). akan mencapai kebesan. kekuatan (Ahamkara) dan 5 tanmatra (dasar halus) adalah hasil dan produktif. dingin. yaitu: yang didalam (Adyatmika). Ahamkara. karena kekuatan (ahamkara) berasal dari pengembangannya. karena penghentian terakhir dari 3 macam penderitaan tersebut merupakan akhir tujuan kehidupan. Samkya menguraikannya sebagai berikut: Dari pertemuan antara Purusa dan Prakrti. serta penyakit akibat kelahiran. seperti: panas. Prakrti atau Pradhana (pokok) merupakan produktif murni dan sumber dari semuanya. Akibat atau hasil tidak berbeda dengan materi penyusunannya. tetapi juga dihasilkan dari pengembangan Prakrti. Purusa atau Roh. geledek dsb. Manas. Jadi keseluruhan tattwa atau prinsip itu adalah: Purusa. karena menjadi sumber dari 5 dasar halus atau tanmatra. yang memiliki sifat-sifat kebajikan pengetahuan. banjir. Ke-16 prinsip berikutnya.

dan mengaturnya sehingga menjadi petunjuk dan meneruskan kepada Ahamkara dan Buddhi. yang menyebabkan segala sesuatunya memiliki latar belakang sendiri-sendiri (kepribadian). Perbedaan antara Mahat dan Buddhi adalah sebagai berikut: Mahat. Kesepuluh indra ini tak dapat diamati tetapi berada di dalam alat-alatnya yang tampak dan harus dibedakan dengan alat-alat itu sendiri. Perkembangan kejiwaan pertama setelah Ahamkara adalah Manas yang merupakan pusat indra yang bekerja sama dengan indra-indra lain mengamati kenyataan diluar badan manusia. Dari Buddhi timbulah Ahamkara. yaitu sperma dan ovum. Sebaliknya Manas juga bertugas untuk meneruskan putusan kehendak Buddhi kepada peralatan indra yang lebih rendah. sari raba. daya untuk berjalan. yaitu: Pada tahapan pertama berbentuk unsur halus (panca tan matra). yaitu zat halus dari segala proses kecakapan mental untuk mempertimbangkan serta memutuskan segala hal yang diajukan oleh peralatan yang lebih rendah. sedangkan segi kosmisnya merupakan subyek dan obyek yang masing-msing berdiri sendiri. Perkembangan kejiwaan yang kedua adalah Panca Indra persepsi (Buddhendriya atau Jnanendriya). Ahamkara dan Manas secara bersama sama disebut sebagai peralatan bathin atau Antahkarana. yaitu: penglihatan. Selanjutnya perkembangan kejiwaan yang ketiga disebut sebagai Karmendriya atau lima organ penggerak yaitu: adya untuk berbicara.tidak bernafsu. pendegaran. sari rasa dan sari bau. yiatu: sari suara. yang merupakan sas individualisasi atau keakuan. perasa dan peraba. sehingga Buddhi merupakan unsur ke-jiwaan yng tertinggi atau instansi terakhir bagi segala perbuatan moril dan intlektual. merupakan asas kosmis sedangkan Buddhi merupakan asas kejiwaan. penciuman. Tugas Manas adalah untuk mengkoordinir rangsanganrangsangan indra. Buddhi. daya untuk membuang kotoran dan daya untuk mengeluarkan benih. . daya untuk memegang. yang disebut unsur dan perkembangannya melalui 2 tahapan. Perkembangan fisik mengasilkan asas dunia luar. yang merupakan segi jiwani ahamkara tersebut. sari warna.

Sekalipun demikian. karena Purusa bersifat pasif. yang tersusun atas ke 5 unur kasar atau panca mahabhuta. dimanaa Purusa tidak berganda akan tetapi keadaan prakrti sangatlah kompleks. dan disebut tubuh halus (Lingga Sarira/Suksma Sarira). yang kesemuanya merupakan perubahan prakerti. bukan . Pada diri Purusa hanya berfungsi sebagai penonton atau saksi. diantaranya sebagian yang termasuk bagian badan kita. Semua ini bersifat khusus pada setiap orang dan menyertainya dalam seluruh kehidupan di dunai ini (Samsara).Pada tahap kedua terjadi kombinasi dari unsur-unsur halus yang menimbulkan unsur-unsur kasar yang disebut dengan panca mahabhuta. Dan seluruh peralatan yang terdiri dari alat-alat bathin (Antahkarana) dengan segala alat bantunya yang bermacam (sepuluh indriya dan 5 tanmatra) itu bersifat fisik dan menjadi syarat mutlak bagi purusa untuk memperoleh pengalaman. Badan kita yang tampak ini disebut sebagai badan kasar atau Sthula Sarira. karena kodratnya yang lebih halus. bumi dengan gununggunungnya. Purusa tidak mengalami perubahan tempat maupun bentuk. sungai-sungai. sebab semua berasal dari Prakrti. akan tetapi prakrti mengalami perubahan-perubahan. Segala sesuatu yang didominasi oleh tamas kebanyakan berupa alam material. tetapi yang didomiasi oleh fisik. Tubuh ini tidak akan terpisah setelah seseorang walaupun badan kasarnya mati dan hanya dapat dipisahkan setalah seseorang mendapat pembebasan atau Moksa. Purusa bersifat statis dan Prakti bersifat dinamis. sehingga akan selalu berubah pada setiap saat. panas) + raba + warna + rasa menimbulkan (air) apah + raba + warna + rasa + bau menimbulkan prhiwi Akhirnya dari unsur kasar ini berkembanglah alam semesta raya ini dengan segala isinya (jagat). pepohonan serta mahluk hidup lainnya. maka segala sesuatu yang didominasi Sattwam ini membantu Purusa dalam menyatakan obyek-obyek diluar manusia. yaitu: Unsur suara Unsur suara Unsur suara Unsur suara Unsur suara (tanah) menimbulkan akasa (ether. Didepan telah dinyatakan bahwa Purusa keadaannya berlawanan dengan Prakrti. ruang) + raba menimbulkan vayu (udara) + raba + warna menimbulkan agni (teja.

dimana prakerti sendiri tidak dapat melihatnya. Tujuh (7) prinsip berikutnya. tetapi juga dihasilkan dari pengembangan Prakrti. Hindup kejiwaan disebabkan hubungan dengan perkembangan rakerti yang menjadi alat-alat bathinnya. pikiran dan 5 unsur (bhuta). Manas. karena kekuatan (ahamkara) berasal dari pengembangannya. 10 organ persepsi dan penggerak. satu-satunya (Kailivalya). yaitu kecerdasan (buddhi). hanya merupkan hasil yang tak dapat menghasilkan substansi pokok lain yang berbeda dengan dirinya. Ahamkara. Purusa atau Roh. 5 unsur (bhuta). berhenti berbuat dan sang Diri mencapai Kaivalya atau kebahagiaan terakhir. karena purusa tanpa atribut. Ke-16 prinsip berikutnya. disamping merupakan hasil. sehingga disebut dengan istilah Buana Agung (Alam) dan Buana Alit (manusia). Jadi keseluruhan tattwa atau prinsip itu adalah: Purusa. seperti seorang limpuh yang menaiki bahu seorang buta. bukanlah hasil ataupun produk. kekuatan (Ahamkara) dan 5 tanmatra (dasar halus) adalah hasil dan produktif. Demikian Prakrti setelah dipengaruhi pembebasan sang Diri (Purusa). Buddhi merupakan produktif. untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam skhema sebagai berikut: (Tim Penyusun. Prakrti. Purusa merupakan si pengamat yang menyatukan dirinya dengan Prakrti yang tanpa kecerdasan. Prakrti disebut Alam nyata ini . ia juga produktif. Ahamkara. pasif dan netral (Udasina). 5 tanmatra. penengah (Madyastha). agar dapat memandang gejala penciptaan.sebagai si pelaku atau si penikmat. Jadi singkatnya Purusa atau Sang Diri itu merupakan saksi si Pengamat (Drsta). Pada Buana Agung Tuhan itu disebut (1) Purusa (Pencipta) dan (2). karena menjadi sumber dari 5 dasar halus atau tanmatra. pada hakekatnya Asal mula alam semesta adalah sama dengan manusia. menunjukkan bawa: Prakrti atau Pradhana (pokok) merupakan produktif murni dan sumber dari semuanya. 1993:120) Dari uraian di atas dapat dapat dijelaskan kembali bahwa. Yang lumpuh (Purusa) maupun yang buta (Prakrti) akan berpisah apabila mereka sampai ketempat yang dituju. yaitu 10 organ (persepsi dan gerak). Buddhi. Maswinara (1998:41-48) Untuk lebih jelasnya mengenai ke 25 prinsip dalam samkya tersebut.

disusun rapi ada penulisnya. maka kita akan sehat jasmani dan rohani. Telinga. sedangkan unsur prakrti menjadi Badan. (10-16): Mata.daging dan segala yang padat sifanya terjadi dari Prtiwi. Apabila kita maksudkan kitab suci agama maka Weda adalah merupakan kitab suci atau buku. Dengan memelihara dan memahmi kedua puluh lima unsur ini.1. ada pemikirnya dan ada pula isinya berupa ajaran-ajaran. (4). Kerut. Lidah. (16-20): 1). 5). Manas.(hasil ciptaannya). Budhi. (21-25): 1). Sparsa tanmatra-sari rabaan. Rongga dada. empedu. dan menyatu setelah meninggal moksah diakhirat. kelenjar. Tetapi tidak semua brang cetakan atau buku dapat kitanamakan Weda. Rupa tanmatra-sari warna. Dasendriya terdiri dari sepuluh bagian yaitu: Panca budindriya. Satu-satunya pemikiran yang secara tradisional yang kita miliki adalah yang mengatakan weda adalah kitab suci agama Hindu. ronga mulut dan segla rongga terjadi dari sabda dan akasa. 4). Veda atau Mantra Weda sebagai kitab suci. 2). Napas dan Udara dalam badan terjadi dari sparsa atau wayu. Veda dan Mantra. 4). Ahamkara/Ahangkara. Manas berfungsi untuk berpikir. Panca Karmendriya. 2). Kulit. 8. Rasa tanmatra-sari rasa. darah. Panca Tanmatra. dengan fungsinya: Budhi berfungsi untuk menetukan keputusan. yang dapat dikatakan mencapai jiwan mukti moksah semasih hidup. Panca Mahabhuta. lemak. tulang belulang. otot. Kita tidak membicarakan isinya. (disebut Tri Antah Karana. Sebagai kitab suci agama Hindu artinya bahwa buku itu diyakini dan dipedomani oleh umat Hindu sebagai satusatunya sumber bimbingan dan infoemasi yang diperlukan dalam kehidupan mereka sehari-hari ataupun untuk melakukanm pekerjaan . Kelamin dan Anus. Buku adalah benda atau barang cetakan. Panas badan. Buku itu berisi tulisan-tulisan. Kaki. (5). Gandha tanmatra-sari bau. 3). Kita hanya membicarakan wujudnya. Ahangkara fungsinya untuk merasakan dan bertindak. (11-15): Tangan. pada diri manusia unsur Purusa itu menjadi Jiwatman. 3). Hidung. Weda sebagai kitam suci. sinar mata dan segala yang panas dan bercahya terjadi dari rupa atau teja. air badan dan segala yang cair terjadi dari rasa atau apah. Sabda tanmatra-sari suara. Suksma sarira terjadi dari : (3). 5). 8.

Weda sebagai ilmu pengetahuan. Widya lebih bersifat duniawi sedangkan Weda lebih bersifat rokhani. Kata Weda berasal dari urat kata Wid. Pengetahuan duniawi.Dan dinyatakan sebagai kitab suci karena sifat isinya dan yang menurunkannya pun adalah Tuhan yang dianggap Maha suci. Kemudian lebih lanjut dalam perkembangan pengertian Weda dikembangkan bahwa baik Sruti maupun Smrti kedua-duanya adalah sama yang dimaksudkannya ialah bahwa baik sruti maupun Smrti kedua-duanya diterima sebagai Weda. yang akan menuntun manusia untuk mencapai kesempurnaan rokhani. Dari pengertian yang telah dikemukakan maka apa yang diartikan Weda adalah mencakup pengertian yang amat luas.tertentu. Rca ini juga dikenal dengan nama ‘mantra’ dank arena itu tidak heran hampir semua tulisan dalam kitab weda itu ditulis dalam bentuk mantra atau rca atau Chanda. Apa bila kita artikan Weda itu sebagai pengetahuan. Ini tidak benar pula. yang artinya mengetahui. Pengetahuan itu dapat dibedakan menjadi dua bidang. Adapun yang menjadi sumber nwrtti jnana ini adalah Sruti. Pengertian weda sebagai wahyu Tuhan. baik didunia ini maupun didunia kelak sesudah mati. Sruti sesungguhnya disebut Weda dan Dharmasatra itu adalah smrti. yaitu: Pengetahuan Rokhani. Pengertian Weda sebagai wahyu Tuhan Yang Maha Esa adalah merupakan adalah pengertian yang sangat penting didalam memahami Weda itu sendiri. maka setiap ilmu pengetahuan dapat dikatakan Weda. Hanya beberapa saja yang kita jumpai didalam kitab Yajur Weda yang ditulis dalam bentuk prosa. Weda adalah pengetahuan dan diturunkan oleh Tuhan kepada umat manusia sebagai wahyunya. Sebaliknya kata “widya’ adalah segala macam pengetahuan yang dikembangkan oleh penemuan berbagai risetnya. Adapun sumber utama dari pengetahuan ini adalah Dharmasatra. Nyanyain itu atau hymne didalam Weda itu disebut ‘Rca’ atau Chanda yang dibedakan menurut jumlah bait dan banyaknya kata atau suku kata dalam satu syair. Ada pula penjelasan lain yang kita jumpai mengatakan bahwa kata Weda yang huruf akhirnya ditulis dalam huruf ã (panjang) mengandung pengertian kata-kata yang diucapkan dan dinyanyikan dengan aturan-aturan tertentu. Weda didalam bahsa sanskerta berarti pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang tergolong jenis ini adalah disebut prawrti marga. . yaitu pengetahuan yang akan menuntun manusia pada upaya peningkatan kesejahteraan dan hidup bahagia didunia ini. Pengetahuan semacam ini tergolong nwrtti jnana dan jalannya sendiri disebut nwrtti marga.

Weda adalah dikenal sebagai mantra. 1985:1-4) 8. Oleh karena kitab brahmana maupun upanisad maupun Aranyaka tidak pernah disebut sebagai kitab mantra. maka jelas pengertian mantra khusus mencakup catur weda saja. Mantra Upasana dan Mantra Upadesa. Jadi kata mantra berarti alat dari pikiran. sehingga dinyatakan menjadi orang siddhi mantra (mantra siddhi) adalah dengan melalui latihan dan bimbingan (Pudja: 1979). (Puja. tetapi adalah hasil wahyu yang diterima oleh manusia. Brahmana atau Karmakanda. teks suci. Mantra. Upanisad dan Aranyaka atau dikenal dengan nama Jnanna kanda. sebagai alat berkomunikasi khusus dengan Tuhan atau Dewa-Dewa yang merupakan manifestasi dari kekuasaan Beliau. 8. yang isinya khusus membahas aspek karma atau yadnya. Cara untuk dapat menguasai suatu mantra. Samaweda dan Athawaweda. yaitu untuk menamakan semua kitab suci Hindu yang tergolong Catur Weda. Selanjutnya Mantra adalah kata-kata yang diyakini bukan buatan manusia. Pengertian ini dapat kita angkat satu satu konsep penjelasan yang menguraikan bahwa Sruti itu sendiri atas tiga bagian. Yayurweda. yaitu Rgweda. Kata-kata adalah alat penyambung buah pikiran dari seseorang yang ditujukan pada orang lain atau obyek tertentu. Mantra pengertiannya lebih sempit dari Weda itu sendiri. himne Weda. . Apa yang dimaksud dengan alat dari pikiran? Sebenarnya semua kata-kata diucapkan oleh seseorang kecuali orang gila. yaitu penamaan semua macam buku Sruti yang terdiri atau 108 buah kitab Aranyaka dan Upanisad Isinya khusus membahas aspek pengetahuan yang besifat filasafti.3.Weda adalah Mantra. adalah merupakan alat dari pada pikiran. yaitu: Mantra. Pengucapan mantra yang tepat memerlukan latihan. Aspek pengertian keempat. Kata mantra berasal dari kata man yang berarti pikiran dan tra berarti alat. Mantra dapat digolongkan seni suara karena diucapkan sesuai dengan chanda. agar intonasi dan tekanan-tekanan suara dapat diucapkan dengan tepat. Putra (Tt: halaman 41) Mantra berarti persembahyangan. Mantra yang diucapkan sesuai dengan aturan tersebut dapat menggerakkan kekuatan yang paling dasar dalam diri manusia dan disebutkan pula dapat mengundang segala kekuatan alam yang ada. yaitu tinggi rendahnya intonasi secara teratur sehingga menimbulkan suara yang harmonis. yang pikirannya tidak waras lagi. yaitu untuk menamakan semua Janis buku yang merupakan suplemen kitab mantra.2.

sehingga dapat mengucapkan mantra-mantra dengan penuh khidmat serta dilandasi dengan kesucian lahir dan batin. .Titib (1986: 6. Dalam kehidupan beragama. Fungsi Mantram. Untuk Sadhaka. Nilai Magis Mantram.U. Kekuatan magis dari mantram OM. Mantra Upadesa. Mantra ini dapat dipakai untuk sembahyang Tri Sandhya. suara A. 8. Matram yang memiliki kekuatan magis tertinggi adalah mantram suci OM/Ongkara.15) 8. Mantra Upasana yang digunakan sehari-hari bertujuan: untuk memuliakan/memuja Sang Hyang Widhi dan memohon kerahayuan kepadaNya. Mantram suci OM adalah Brahman dan dalam Weda Smerti disebutkan bahwa Prajapati memerasnya dari tiga Weda. (seperti Tri sandya).Untuk Walaka.M dan Wyakrti dengan suara OM disebutkan bahwa itu adalah bentuk suara suci Brahman. sebagai pengucapan awal dari mantrammantram untuk upacara Panca Yadnya adalah dapat mengantarkan persembahan kepada yang dipuja dan tercapainya tujuan upacara tersebut. Mantra-mantra yang dimuat dalam bagian Mantra Upasana in I Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu yang diselenggarakan di Institut Hindu Dharma.Mantra Upasana. Sumbernya tidak saja dari Samhita (Catur Weda) dan Upanisad (tetapi juga buka lainnya. yaitu: 1). mengeluarkan inti sari dari tiga weda (Rg. 3).Untuk Pemangku/Pinandita. umat Hindu. Upacara yadnya tidak akan berpahala jika tidak disertai dengan pengucapan mantram.Weda. Pada bagian ini memuat mantramantra atau sloka-sloka yang dapat memberikan tuntunan hidup.14. ada tiga kewenangan pemakaian mantra/syair pujaan. 2).Pada bagian ini dimuat doa mantra sehari-hari baik yang Nityakala (rutin) mapun Namitikakala (insendental) dipergunakan oleh umat Hindu.2.1. Mantra-mantra ini dapat diucapkan tanpa dilagukan dan dapat diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah masing-masing. bukan untuk melaksanakan Lokaparasraya.). Denpasar bulan Januari 1986 yang lalu. Prajapati yang bersemayam disorga tertinggi. Sama Weda Yayur Veda) dan mantram-mantram Rg Weda yang suci bagi Sawitri (Dewi fajar). Dalam mengucapkan mantramantra ini hendaknya mengambil sikap sedemikian rupa. Mantra-mantra yang ditetapkan ialah mantra-mantra untuk doa-doa sehari-hari.3.3. Mantram memiliki fungsi yang utama dalam upacara yadnya maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut sumber sastra. 221).pengucapan mantram Gayatri yang dikatakan sebagai tiang pengokoh Weda adalah gerbang menuju bersatunya Atman dengan Brahman. Mereka yang berani melanggar ketentuan tersebut akan mendapat pahala yang tidak baik. Beberapa hal yang penting harus dilaksanakan adalah. Pelajaran yang dimulai. Pernyataan tersebut dijelaskan dalam Bhagawadgita bahwa bagi orang yang selalu taat memuja Beliau dengan sujud bahti akan selalu dilindungi-Nya dan akan diberikan apa yang belum dimilikinya (Pudja. 8. Orang yang taat mengucapkan Gayatri Mantram setiap hari secara terus menerus selama tiga tahun. tidak didahului dengan mengucapkan OM.4. .pada permulaan dan penutupan suatu pekerjaan. setelah meninggalnya akan mencapai Brahman. Pujian/Pemujaan tersebut dikenal dengan istilah Puja. Orang yang baru melakukan penyucian tingkat Ekajati tidak dibenarkan mengucapkan mantra tertentu yang hanya boleh diucapkan oleh Dwijati.4. . pertemuan penting dan lain-lain hendaknya dimulai dengan mengucapkan OM dan setelah berkahi juga mengucapkan OM.Mengenai kekuatan magis mantram OM dalam mengamalkan ajaran agama sehari-hari adalah dapat tercapainya segala tujuan. 1983:217. ada dijelaskan bahwa upacara yadnya yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan serta diantar . Pemujaan yang dilaksanakan setiap hari dengan mengucapkan Gayatri mantram juga dapat memberikan keselamatan ketenangan. kebahagiaan dan ketentraman. 2000).1. Puja Puja adalah pujian/pemujaan kepada Tuhan dan manifestasi-Nya yang diucapkan Sulinggih dan Pemangku dalam melaksanakan Panca Yadnya. bergerak leluasa laksana udara mencapai bentuk yang kekal dan abadi. Mantra yang dipergunakan dalam Puja Pangastawa sangat sangat banyak mencakup seluruh kekuatan alam yaitu semua manifestasi Sang Hyang Widhi. Mantra-mantra tersebut sangat sakral sebab hanya orang yang sudah disucikan melalui upacara Ekajati dan Dwijati saja yang boleh mengucapkannya. pelajaran akan tergelincir/tidak diserap dan kalau sudah berakhir tidak disertai dengan ucapan/mantram OM maka pelajaran itu akan hilang. 8. Pengastawa dengan mempergunakan mantra Puja mantra dinyatakan sebagai pucak dari pada Yadnya karena itu pelaksanaan yadnya tanpa disertai puja Pangastawa adalah siasia (Pidharta. Pemujaan setiap hari.

4. Yadnya memakai persembahan berupa banten. Kitab yajur Weda menyerukan semoga para ilmuwan menyanyikan lagu pujian kepada Tuhan. Putru tersebut dilagukan pada waktu upacara Pitra Yadnya. . saat Ida Bhatara turun Ka Peselang. prasasti Dawa. menyebutkan bahwa kidung suci itu berasal dari yang Abadi. banyak dijumpai beberapa prasati seperti prasati Bebetin.4. orang yang menata pelaksanaan yadnya. Kidung Kidung adalah nyanyian pujian kehadapan Ida Sang Hyang widhi dan manifestasiNya. Berdasarkan penjelasan dari kitab-kitab suci tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan yadnya yang kita warisi sekarang ini sudah sesuai dengan ajaran Weda. Rg Weda Mandala X.4. 8. yang disebut sebagai nyanyian suci/Kidung Suci. Weda menyebutkan bahwa dalam pelaksanaan yadnya harus ada persembahan.2. karena merupakan inti sari rasa dari tubuh. begitu pula dalam kitab Atharwa Weda dijelaskan bahwa Kidung Suci dilagukan untuk memohon kesempurnaan kehadapan Dewa Waruna. Kitab suci Rg. ada yang menata banten ada Pendeta/pemangku sebagai pemimpin upacara dan ada yang melagukan Kidung suci. prasasti Blantih dan lain-lainnya. 8. Isi mantra majijiwan tersebut adalah penciptaan bumi dan isinya serta suksesnya upacara.3. 8. Selanjutnya dijelaskan bahwa doa persem-bahyangan/Kidung suci kekuatannya ada dalam mulut yang disebut Ayasya Anggirasa.4. Putru Putru adalah suatu nasehat/tutur yang mengisahkan perjalanan ke sorga. Kidung dinyanyikan guna melengkapi upacara Panca Yadnya.dengan Puja Pangastawa yang benar dan tepat maka yadnya tersebut dapat mencapai tujuan dari pelaksananya. Kitab Sama Veda secara keseluruhan memuat nyanyian-nyanyian pujian. Mereka yang mengetahui rahasia itu dijauhkan dari kematian dan dapat nantinya menuju sorga. pemimpin upacara dan nyanyiannyanyian pujian. Majijiwan Majijiwan dilaksnakan pada upacara yang besar. Brahad Aryanaka Upanisad menyebutkan bahwa Kidung Suci yang dilagukan dalam persembahyangan/pelaksanaan yadnya dapat menumpas kejahatan. Senada dengan sumber sastra tersebut.

dan dapat dipergunakan oleh dosen dan mahasiswa dalam proses intruksional. Secara umum huruf itu dapat dibagi menjadi dua yaitu hurf hidup dan huruf mati. lr. menginterpretasikan.9. (Puja. dan huruf mati: k. ph. Huruf hidup adalah: q. t. kesemuanya itu merupakan satu paket proses belajar weda. 1985:112-113) Dalam pengemasan kembali informasi. gh ng (n). r. Pembelajaran Orang Dewasa. llrr. m s.q. Adapun pengucapan hruf-huruf yang dimaksud itu adalah huruf-huruf (aksara) dewanegari yang dipakai dalam bahasa Sannskerta atau mantra-mantra baik ditulis dalam huruf Dewanegari mapun tulisan Latin. n. au. Informasi yang sudah ada dipasaran dikumpulkan berdasarkan kebutuhan (sesuai dengan tujuan instruksional GBPP dan kontrak perkuliahan). p. Mengajar dan belajar mantra Weda tidaklah sama dengan membaca biasa. mengertikan arti kata. th. h#.ai. Salah satu faktor terpenting dalam belajar membaca dan mengajarkannya adalah pengenalan huruf dengan suaranya. menterjemahkannya. penulis ingin mengikuti jejak yang dilaksanakannya dalam usaha memahami . o. rr.u. ch. kh. tetapi dosen memanfaatkan buku-buku teks yang sudah ada di pasaran untuk dikemas kembali sehingga berbentuk bahan ajar yang memenuhi karakteristik bahan ajar yang baik. mendengar ucapan-ucapan yang benar. Kemudian disusun kembali atau ditulis ulang dengan gaya gaya bahasa dan strategi yang sesuai untuk menjadi suatu bahan ajar (atau digubah). Ks (ksh). tra. menjelaskan dengan melihat relevansinya dengan gejala-gejala alam. j. Disamping itu masalah intonasi atau tekanan suara yang tepat akan ikut pula menentukan. merumuskan hasil-hasil pemikiran yang terkandung dalam Weda. g. b. jn.i. Umur termuda empat tahun dan paling terlambat kalau telah mencapai umur 22 tahun. Mempelajari Weda (dan atau mantra) mencakup kegiatan yang amat luas. merenungkannya kembali. dh. º (sn). œ (c).e. Paulina Pannen dan Purwanto (2001:13). Kita mulai dari belajar membaca. d. dh#.u. t. dosen tidak menulis bahan ajar sendiri dari awal (from nothing atau from scratch). jh. n. Bertitik tolak dari pernyataan Paulina Pannen dan Purwanto di atas. n. c. Karena itu yang pertama-tama adalah menguasai huruf dengan baik sehingga seorang anak dapat dapat memodulisasi suara dengan baik dan dapat pula mendengar dengan jelas perbedaan suara yang dibaca orang lain. Sangat edialnya usaha belajar dimulai sejak usia masih muda. Ketentuan umur dalam sistem catur Asrama dapat dijadikan patokan pegangan kapan kita bisa mulai belajar Weda.i. th. d. dh.

Puja Stawa Penujang Pegangan Para Pemangku dan balian (Wayan Budha Gauitama). dan diambil hal-hal yang mudah untuk diaplikasikan. Pedoman Sembahyang (Pemerintah propinsi Bali). Catur Yadnya (Upada Sastra). Tuntunan pengastawa (Ketut pasek Suastika). Puja Tri sandya dan Kramaning Sembah (I Made Bidja). Puja Trisandhya (I Gede Sura). tertarik barulah dilanjutkan dengan melakukan Mawinten untuk diri sendiri. Penulis membeli buku. Apabila semakin harisemakin tertarik baru dilanjutkan untuk mawinten dikalangan keluarga. Nganteb Piodalan Alit (Ida Pandita Empu Nabe Daksa Kertha Wisesa). meminta dan meminjam diantaranya: Kusuma Dewa Utara anom). Rancangan Keputuisan pesamuhan Agung. Pengantar Menuju Pedoman Sembahyang Umat Hindu (K. Himpunan Keputusan Seminar Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu I-IX (Parisada Hindu Dharma Pusat). kalau memang disepakati bahkan dibutuhkan oleh keluarga. sebaiknya dilakukan setelah sembahyang barang satu jam atau dua jam. Selanjutnya apabila sudah merasa.Bangli). Dharma Sastra. Pada hakekatnya belajar merupakan proses dinamik yang seyogyanya dilakukan seumur hidup. Widhi Sastra. Nitya Karma Puja (IGK Adia Wiratmadja). Fungsi Genta Bagi Para Sulinggih/ Pemangku di Bali (Toko Buku Ria).B. Sang Kulputi Kesmuda Dewa (Gambar I Made). Rg Weda Mandala IX (Wayan sadia dan Pudja). Tri sandya (Kepala kantor agama Propinsi Bali). Dengan demikian dikenal dengan dua perbedaan belajar yaitu . Puja WalakaPinandhita (I.Mantra dan Belajar Mantra. Upacara Panca Yadnya (Sri Empu Nabe Pramadaksa Gria Agung Bungkasa). Kidung panca Yadnya (Wayan Budha Gautama). Parisada Hindu Dharma Indonesia Tentang Tri sandya (PHDI). sebagai bahan awal untuk memahami Mantra. Untuk latihan membaca Mantra. sering kali dibedakan hanya dalam konteks usia perkembangan yaitu antara anak-anak dan orang dewasa. Gagelaran Pemangku (PHDI Kabupaten Karangasem). demikian seterusnya sampai menjadi Sulinggih. Namun demikian. AUM Kitab Suci Kesuma Dewa (Sri Reshi Anandhakusuma). Diktat Pelajaran bahasa Kawi (PGA Hindu Negeri Denpasar). Dasar Kepemangkuan (I Nyoman saruya Atmanadhi). Tuntunan Muspa Bagi Umat Hindu (I Gusti Ketut Jaker).Pudja). Panca sembah (Kejayaan). Tri Sandya Bersembahyang dan Berdoa (Titib).M. Buku-buku tersebut penulis kumpulkan. Weda Parikrama (G. Pedoman kramananing Sembah (Foto Copy dari I Nyoman Nasa). agar dapat merafalkan mantram sesuai dengan iramanya.Suhardana). Persembahyangan bagi Warga Hindu (Jro Nyoman Kanca). Mesekar dan Mebija (Pustaka Manikgeni). Agem-Ageman Kepemangkuan (Jero Gede Pasek Ringganatha). Doa metirta. Sipta Gama (Ida Pedanda Gede Pemaron). dalam kehidupan hari-hari dalam keluarga maupun masyarakat.

9. 5.3.Belajar adalah proses peningkatan kemampuan menanganni persoalan kehidupan. asumsi dasar dalam belajar antara lain sebagai berikut: 9. tetapi juga dapat menghalanginya menerima hal-hal baru. 4. 2. pada hakekatnya andragogy. dapat berurun sartan lagi pembelajaran orang lain. Anak-Anak Ketergantungan Fasilitas Subyektifitas Ketidaktahuan Kemampuan terbatas Sedikit tanggungjawab Minat terbatas Mementingkan diri Penolakan diri Identitas diri tidak jelas Kepedulian sepintas Fokus pada hal khusus Imitasi Butuh kepastian Imfulsifness Dewasa Kemandirian Aktifitas Obyektifitas Kejernihan berpikir Banyak kemampuan Banyak tanggungjawab Minat luas Altruisme Berdamai diri Integrasi diri Kepedulian mendalam Fokus pada hal prinsipil Original Toleran kepada jelasan Rasional Berangkat dari perbedaan tersebut. orang dewasa dihargai kemandiriannya. sehingga ajakan relevansi berbeda. 9.1. (Sutjipta dan Kendran. orang dewasa mempunyai kesediaan belajar hal-hal relevan baginya bagi kurun waktu tertentu. 2006:2-6). 14. yang dapat dilihat dalam tabel berikut: No 1. 3. Setidanya dapat dibedakan dalam: dewasa muda (18-30) tahun dewasa (30 – 55) tahun lanjut usia (> 55) tahun orang dewasa mempunyai perspektif waktu “kekinian” yang cukup kuat: . 7. 13. 6. 11. sehingga dapat menggali insight bagi dirinya. 8. . 10. .2. 15.pendekatan paedagogy untuk anak-anak dan Anddragogy bagi orang dewasa. orang dewasa memiliki banyak pengalaman.apa yang dipejarinya dibutuhkan untuk menanganni persoalan kesehariannya. . sehingga dapat memutuskan bagi dirinya sendiri (otonomi) 9. Rentang kedewasaan cukup lebar.Cendrung berorientasi pada penangan persolanan. 12.

3. Penghargaan (menerima nilai-nilai.3. poto copy: 12-13). Kognitif terdiri dari enam tingkatan: *). Peniruan (menirukan gerak). . metode dan sebagainya). sadar akan adanya sesuatu). yang terdiri dari lima tingkatan: *). *). Pemahaman (menginteprestasikan).3. seperti yang telah kita ketahui berhasil memberi inspirasi kepada banyak pakar lain untuk mengembangkan teori-teori belajar dan pembelajaran. yang tercakup dalam tiga kawasan: 9. Pengenalan (ingin menerima. Taksonomi Bloon ini. taksonomi ini telah banyak membantu praktisi pendidikan untuk memformulasikan tujuantujuan belajar dengan bahasa yang mudah dipahami. *). Aplikasi (menggunakan konsep untuk memecah-kan suatu masalah). setia kepada nilai-nilai tertentu). sedangkan aksara adalah simbol (lambang) sebagai alat komunikasi. Pengalaman (menjadikan nilkai-nilai sebagai bagian dari pola hidup). *).t. T. 9. Filsafat secara umum dapat diartikan bahwa usaha manusia dengan menggunakan akal. 9. Naturalisasi (melakukan gerak secara wajar). Psikimotor. ide. (Prasetsetya. *). untuk memperoleh pemahaman Jagat Raya dalam memenuhi suatu kepuasan dalam kebijaksanaan. Merespon (aktif berpartisipasi) *). serta dapat diukur. Afektif. Sastra sebagai alat komunikasi.Menurut Bloon dan Kratwohl apa yang mungkin dikuasai (dipelajari) oleh siswa (orang dewasa). Pengetahuan (mengingat menhafal).4. Perangkaian (melakukan gerakan sekaligus dengan benar). *). Penggunaan (penggunaan kosep untul melakukan gerak). 9.3. Pengorganisasian (menghubung-hubungkan nilai-nilai yang dipercayai). Ketepatan (melakukan gerak dengan benar). *).2. Analsis (penjabaran suatu konsep). *). *). yang terdiri dari lima tingkatan: *). Evaluasi (membandingkan nilai-nilai. *). *). Sintesis (menggabungkan bagian-bagian konsep menjadi konsep untuh). *). Pada tingkatan yang lebih praktis.1. *). operasonal.

pengeling-eling dan sejenisnya. n. Pesamuan Agung Bahasa Bali tahun 1957 (dengan hasilnya) sebagai berikut: a). Ung.Modre. Kalau tulisan Balinya Rãmãyana. tedong. Lambang e taling tidak memakai corek atau tanda diakritik. Umpamanya jika dalam sebuah komunikasi ilmiah kita mempergunakan akal seperti “epistemology” atau “oftimal” maka kita harus menjelaskan lebih lanjut apa yang kita maksudkan dengan katakata itu. Wreastra. mayudha dan Pañca Pãndawa”.14. Tang. e. gantungan. ny. yang digunakan untuk menunulis Bahasa Bali lumrah. menyebutkan. 3). y. Tentu saja kata-kata (simbol) yang sudah jelas dan kecil kemungkinannya untuk disalah artikan dan tidak lagi membutuhkan penjelasan lebih lanjut. adalah aksara bagian kedyatmikan misalnya: Japa-mantra. dalam komunikasi ilmiah sebenarnya proses komunikasi itu harus terbebas dari unsur emotif ini. yaitu: a. b). p. artinya identik dengan pesan yang dikirim. Konsonan 18 buah.(Pudja. agar pesan yang disampaikan bisa diterima secara reprodukdif. Prabhu Krésna. ng. Dalam buku ejaan bahasa Daerah bali yang . Tanda deakritik dapat dipakai hanya pada permulaan belajar membaca atau dalam perkamusan. Artinya Dewa dari arah Barat. upacara dan yang berhubungan dengan dunia kegaiban. g. s. do’a-do’a dan pengobatan. menurut Jnana Sidharta: Sing. melainkan ke Bahasa Indonesia. Sawitottarattat Saidharattat Sawita Nah Suwatu. Nang. surang. misalnya urak. e. l.Swalalita. perlambang (simbol) dalam keagaman. Dewa dari arah Utara. Sarwatatim Sawita No Rasa Tam Dirgha Ayuh”. r. 1984:31-33).Weda X. yaitu: h. t. u. b. k. 2002:175. Mang dan Ong Selanjutnya dalam Rg. yaitu: 1).36. Untuk jelasnya penulisan kini menguraikan kejadian aksara vokal (suara) dan konsonan (wyanjana) serta menggolongkan terbagi tiga jenis. aksara untuk menuliskan Bahasa Kawi dan lainnya lagi. 2). Dewa dari arah Selatan.Komunikasi menggunakan bahasa akan mengandung unsur simbolik dan emotif. sehingga untuk menggambarkan siwa sebagaimana halnya dengan Rudra dihubungkan dengan sebelas aksara sebagai bentuk lingga Atma. Prabu Kresna sareng mayuda.Vokal 6 buah. (Jujun. o. Bang. w. i. Ang. pipil. Untuk membacanya menggunakan Krakah/Griguh (Kaler. dan gempelan). Perlu kami ingatkan bahwa dalam penulisan kalimat atau cerita bahasa Bali memakai tulisan latin jangan berpegang dengan tulisan Bali. Wang.181). d. Semoga ia melimpahkan rahmatNya kepada kita dengan umur panjang. Terakhir adalah aksara suci ini adalah aksara mati karena banyak dengan busana (taleng.1982: iii-iv). Ang. Dewa dari arah timur. Mang. c. Hal ini harus kita lakukan untuk mencegah si penerima komunikasi memberi makna lain yang berbeda dengan makna yang dimaksudkan. Nama Rudra sering diartikan sama dengan Siwa. Sang panca pandawa lunga ke alase”. “Sawita Pascatat Sawita Purastat. Contoh: “Rontal Ramayana becik pisan. m.

Aksara Bali terbagi atas aksara biasa. 1993:3). khususnya Trisakt. Ketiganya melambangkan Dewa Tri Murti-Utpatti. ini ditunggalkan menjadi OM (Upadesa. maka aksara yang digunakan adalah . Kalau di Bali aksara tersebut dapat diidentikan dengan Tuhan disimboliskan aksara Ongkara dalam wujud Tunggal. Hal ini dimaksudkan untuk menyerap bahasa asing pada tahap permulaan sebelum beradaptasi dengan bahasa Bali. segi tiga). Aksara-aksara ini identik dengan Aksara Swalita dan Akasara Suci/Modre yang dipergunakan oleh para Pujangga atau Rohaniawan dalam Simbolis ritual. kedamaian di dunia dan kedamaian di akhirat. Suara A. Pengulangan Lalitasahasranama dan Trisat’i. bulatan) dan nadha (bindang. aksara wianjana (huruf konsonan. (Tinggen. Sthiti-pralina atau lahir hidup mati. Dilaksanakan dengan Kata Dum dibentuk dengan menambahkan Maya. dan aksara suci. Wisnu Hyang Widhi dalam prabawanya memelihara disimbolkan dengan aksara U dan Siwa Hyang Widhi dalamp rabawanya pelebur disimbolkan dengan aksara M. Tri Murti: Ang Ung Mang dan dalam wujud Dasaksara adalah: Sang Bang Tang Ang Ing dan Nang Mang Sing Wang Yang. dan dalam berbagai manifestanya terdapat berbagai macam.ung. na. aksara yang dipergunakan sehari-hari terdiri atas 18 aksara (ha. 2005 Bali Post) Kemudian padangan dari persfektif Sastra. windhu (matahari. Terkait dalam pembelajaran mantra. 1978:16). Akasara biasa terdiri atas aksara wreastra. i. e. ang. U. misalnya: ong. diharapkan dapat mencipkan kedmaian dihati. Dengan menggunakan media aksara/sastra keharmonisan mikrokosmos dengan makrokosmos. Bindu/Windu dan Pranawa/ongakra serta pisarga pada permulaan kata. huruf mati) yang terletak pada akhir kata yang melambangkan fonem konsonan (Ngurah Nala. ca ra ka dst). Selain itu. Untuk dapat meresapkan keamhakuasaan Sang Hyang Widhi agama Hindu memberikan Simbol pada kekuatannNya ini dalam aksara suci OM. Akasara amsa terdiri atas Arddhacandra (bulan sabit). Karna.mang) dan modre atau aksara lukisan magis. Akasara Suci terbagi atas akasara wijaksara atau bijaksana (aksara swalalita + aksara amsa. dan aksara swalalita atau aksara yang dipergunakan pada kesusastraan Kawi yang terdiri atas 47 aksara. o. “Durga Puja”.disenpurnakan juga dicantumkan abjad Bahasa Indonesia dari a s/d z. u. Adri. Kata Om adalah aksara suci untuk mewujudkan Sang Hyang Widhi dengan ketiga prabawanya yaitu: Brahma Hyang Widhi dalam prabawanya mahapencita disimbolkan dengan aksara A. misalnya: a. M. dalam aksara Bali ada yang disebut pengangge tengenan.

Bangli. Dhisana ’si parwati prati twa.5.aksara biasa Wreastra tanpa dilakukan upakara. 2006:52-58) 9. dan ada keinginan untuk menjadi: Pemangku. DAFTAR BACAAN Anom. Kayumas Agung.wadhuta aratayo’ditwastwagasi twa’ditirwettu. Baik bagi diri sendiri keluarga maupun masyarakat dan negara. artinya anak kecil atau anak muda bisa membahas Mantra apabila penerapakan dilakukan secara dewasa. menjauhkan yang egois dan sifat-sifat kikir dan melindungi daerah tempat seperti kulit melindungi tubuh. Semoga yang melakukan yadnya menyadari arti pentingnya. Semoga kami menyadari yadnya sebagai pembawa hujan dan pemberi pengetahuan spiritual. Suatu “Moto” di Bali. IB. tetapi kalau dipelajari dengan suatu sistem dengan tujuan baik “Ayu Were Siddhi phalanya” boleh dibicarakan akan sangat baik manfaatnya. 1986 “Kamus Bahasa Bali Indonesia-Indonesia Bali” Penerbit. Yadnya adalah penyangga matahari yang cemerlang. Aywa Were tan siddhi phalanya”. Kesumadewa. 1972. Denpasar: Percetakan Offset & Toko Buku Ria. CV. 2005. Dengan menggunakan aksara Modre/aksara suci. Kemudian setelah ada pemaham lebih lanjut. Cetakan Pertama: Paramita . kalau ilmu itu disembarangkan jelas dia tidak bermanfaat. Yadnya adalah pemberi kebahagiaan.ditastwag wettu diwaskambhanirasi dhisana. Yadnya yang dilakukan pada hari tertentu juga memberi perlindungan seperti kulit melindungi tubuh. Proses Belajar. Sekaranglah saatnya kita tahu Mantra dan Belajar Memantra. Anda Kusuma Sri Rshi.19 Sarmasyawadhutaduam rakso. (Watra. Satrya I Nyoman. Dasar Kepemangkuan (Ke Sulinggihan). Dari uraian di atas. Utara 1994. Surabaya: Penerbit. Puja Walaka-Pinandita. Denpasar. Sulinggih baru dilanjutkan dengan upakara dan upacara Mawinten atau Madwijati.Bagian I.si parwateyi prati twa parwati wettu. Seperti bunyi bait Yayur Veda. perwujudan dari ceritera Weda. Atmanadhi. Penguncaran Weda Mantra yang benar-benar merupakan yandnya sendiri. secara teori ilmu apapun bisa dipelajari asal dimanfaatkan secara dewasa.

Pusat Propinsi Bali. Sama Weda “Sama Weda Samhita”. 2000. Denpasar: Milik Pemerintah Propinsi Bali... Pusat antar Universitas Untuk peningkatan dan Pengembanngan Aktivitas Intruksional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Agem-Ageman Kepemangkuan... Ringga Natha.. Mantra Inisiasi Meditasi & Yoga. Buleleng: Toko Buku Indra Jaya.. Penerbit.... Sebagai Staff Antar Universitas Terbuka. Pekerti. Pudja. Surabaya: Penerbit Paramita.. Irawan T. Surabaya: Penerbit. Persembahyangan Bagi Warga Hindu.. G. Denpasar: Stensilan. Tuntunan Muspa Bagi Umat Hindu. Jakarta: Penerbit.. 1976.. Jakarta: Cetakan ke 3 ... Weda Parikrama.. 1983. 1987. Penulisan Bahan Ajar. Badung: Agung Bungkasa Abiansemal.. Paramita Paulina Panennen dan Purwanto. Parisada Hindu Dharma Pusat. Mengajar di Perguruan Tinggi.Bharati. Gayatri Sadhana Maha Mantra Menurut Weda. Denpasar: Parisada Hindu Dharma. Paramita.. I Made. . Himpunan Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu I-IX. I Wayan 2004. Denpasar: Terjemahan....1979. Jakarta: Pesanan Proyek Pengadaan Kitab suci Hindu. Jero gede Pasek 2003. Gambar.. Maswinara. Pramadaksa. Jakarta: Sampai saat ini ybs.... Sodasiwikerama.. Lembaga Penyelenggara Penterjemah Kitab Suci Weda. . Jakarta: Buku 2. I Nyoman Tt. (Buku Yang banyak Mengandung Inti-Inti Falsafah Hindu. Gria Prasetya. 2002. Swami Veda. 1986. Surabaya: Cetakan Pertama.. Weda (Pengantar Agama Hindu). Upacara Panca Yadnya. Pedoman Sembahyang. Kaler. 2001. I Gusti Ketut.. Kanca. Jero.. Sri Empu Nabe.. Aplied Approach..08. 1984.t. Satu Himpunan Naskah Mantra dan Stotra teks asli bahasa Sanskerta dan Penjelasannya. Denpasar: Penerbit Guna Agung. Milik Departemen agama Republik Indonesia. 1982-1983.) . Sang Kulputih Kusuma Dewa.... 1985..

2006.. 1982. Jakarta: penerbit Hanuman sakti. 1993... Buku Pelajaran Agama Hindu di Perguruan Tinggi... 2001.1997. PT. 2006.. Tri Sandya Sembahyang dan Berdoa. Bagian I. Penerbit. ………. Pengantar Menuju Pedoman Sembahyang Umat Hindu. Majalah Kebudayaan Bali Taksu.1985. Cinta Kasih dan Penyerahan Diri kepada Tuhan. Dharma Nusantara Bahagia.. Nyoman dan A. Maya Sari... Paramita Wisesa. Tt.1986 Weda Walaka. Titib I Made. Dosen Institut Hindu Dharma. Penerbit. Suhardana. Yajur Weda (Weda Sruti).. Cudami III... .. Proyek Pengadan Kitab suci Hindu. R dan Gede Pudja.. Kumpulan Kuliah Agama Hindu Bhatkti Marga...A. KM 2005. Watra... 1985 Atharwa Wedha (Weda Sruti) Terjemahan. Kios Muria. Jakarta: cetakan Pertama. Jakarta: penerbit. Putra. Jakarta: Terjemahan. Nganteb Piodalan Alit. Paramita Sutjipta. Surabaya: Penerbit. Sugiarto. Ida Pandita Umpu Nabe Daksa Kertha.. Milik Depatemen agama Republik Indonesia.. ... Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Mutu Pendidikan Universitas Udayana.. Sagung Kendran. Denpasar: Edisi 159 MeiJuni/VII. Tim Penyusun. Surabaya: Penerbit.. Sweta Swatara Upanisad. Departemen Agama RI Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Hindu dan Budha. Jakarta: Copyright.. Pembelajaran Orang Dewasa. Denpasar: Penerbit.. Denpasar: Gria Agung Giri Manik. Mitra Printing.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful