KATA PENGANTAR

B

egitu

banyaknya

permintaan,

buku

tentang

pelaksanaan

Sembahyang dan mantram-mantram ringan yang bisa dipelajari untuk diri sendiri serta mengisi hari tua, yang dapat dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari dalam keluarga. Kenyataan inilah yang mendorong penulis untuk mengumpulkan beberapa buku yang dipakai sebagai dasar untuk merealisasikan maksud tersebut, sehingga penulis sebut dengan Mantra dan Belajar Memantra ini. Setelah dilakukan koreksi oleh Editor, maka judul tulisan tersebut berubah menjadi MANTRA DAN BELAJAR ANEKA MANTRA (Kumpulan Berjenisjenis Mantra). Karena Mantra pada dasarnya terdiri dari tiga konsep yaitu Mantra, Tantra dan Yantra. Mardiwasito menulis (1985:339,582,711) bahwa yang dimaksud dengan Mantra dari sudut kata berasal dari sanskerta dan berubah kedalam bahasa Indonesia menjadi Mantera yang artinya jampi (penahan/japa), doa atau mantrakratu pembaca mantera (hanya berwujud kata-kata), Tantra yang juga artinya mantra tetapi lebih menekankan ilmu sihir (gaib, mistik) dan yang dimaksud dengan Yantra adalah alat untuk merenungkan Dewa. Secara mudahnya dapat dipahami mantra adalah ucapan mengandung nilai-nilai magis, Yantra adalah upakara sebagai alat untuk memusatkan konsentrasi dan Tantra adalah gerakan tangan yang bersifat magis yang juga disebut dengan Mudra. Dalam tahap pembelajaran ini, aksara tidak diisi secara lengkap seperti, contoh: Mahì dyauá prthivì ca na ima÷ yajñammikûatàm; Piprtàm no bhaåìmabhiá. Tetapi akan ditulis “Mahi dyauh prthiwi ca na imam yajnamimiksatam; Piprtam no bharimabhih”. Maksudnya buku ini untuk, memudahkan belajar membaca dan mendengarkan suara sendiri. Sebab menurut pandangan penulis, kalau diisi lengkap, keinginan untuk membaca akan berkurang, karena harus belajar tanda baca terlebih dahulu. Karena dalam hal ini, sekali lagi masih taraf belajar. Nanti kalau sudah lancar membaca, maka akan ditingkatkan sesuai dengan tanda bacanya.

Mempelajari Weda (dan atau mantra) mencakup kegiatan yang amat luas. Kita mulai dari belajar membaca, mendengar ucapan-ucapan yang benar, menterjemahkannya, mengertikan arti kata, menginterpretasikan, merenungkannya kembali, merumuskan hasil-hasil pemikiran yang terkandung dalam Weda, menjelaskan dengan melihat relevansinya dengan gejala-gejala alam, kesemuanya itu merupakan satu paket proses belajar weda. Mengajar dan belajar mantra Weda tidaklah sama dengan membaca biasa. Sangat idealnya usaha belajar dimulai sejak usia masih muda. Ketentuan umur dalam sistem catur Asrama dapat dijadikan patokan pegangan kapan kita bisa mulai belajar Weda. Umur termuda empat tahun dan paling terlambat kalau telah mencapai umur 22 tahun. Salah satu faktor terpenting dalam belajar membaca dan mengajarkannya adalah pengenalan huruf dengan suaranya (ini yang ideal, tapi kalau baru belajar, silahkan bacabaca dan dengar-dengar suara sendiri dulu). Disamping itu masalah intonasi atau tekanan suara yang tepat akan ikut pula menentukan. Karena itu yang pertama-tama adalah menguasai huruf (secara umum dulu/latin nanti kalau sudah meningkat baru menginjak ke dewanegari) dengan baik sehingga seorang anak dapat dapat memodulisasi suara dengan baik dan dapat pula mendengar dengan jelas perbedaan suara yang dibaca orang lain. Adapun pengucapan huruf-huruf yang dimaksud itu adalah huruf-huruf (aksara) dewanegari yang dipakai dalam bahasa Sanskerta atau mantra-mantra baik ditulis dalam huruf Dewanegari maupun tulisan Latin. Secara umum huruf itu dapat dibagi menjadi dua yaitu huruf hidup dan huruf mati. Huruf hidup adalah: a, a, i, i, u, u, e, ai, o, au, r, rr, lr, llrr, dan huruf mati: k, kh, g, gh ng (n), c, ch, j, jh, n, t, th, d, dh, n, t, th, d, dá, n, p, ph, b, dh, m s, û (sn), ú (c), á. Ks (ksh), tra, jn. (Puja, 1985:112-113) Pada hakekatnya belajar merupakan proses dinamika yang seyogyanya dilakukan seumur hidup. Tetapi sebelum memantra, lakukanlah pembersihan diri dengan Mantra, seperti: Mantram sebelum Belajar Memantra (Sang Hyang Aji Panusangan). Sama nilainya kita telah mewinten tiga kali. Idepaku anganggo Aji kotamah, Amangsa-amangsung aku tan pabersihan, aku pawaking setra suka kang akasa,

suka kang peretiwi, tan ana aku keneng sebelan, apan aku teke abersihin awak sariranku, teka bersih bersih-bersih-bersih. (Gambar, 1986:51-52) Mempelajari Weda dengan setulus hatimu. Samudre te hrdayamapswantah sam twà wìantwoûadhìrutàpah; Yajñasya twà yajñapate suktoktau namo wàke widhema yat swàhà. O yang berumah tangga, hendaknya engkau mempelajari weda dengan setulus hatimu, yang penuh dengan sabda-sabda bimbingan mulia, dikendalikan oleh prana, berbuat dalam perbuatan mulia. Semoga engkau menikmati makanan, buah-buahan dan air, Dalam bimbingan kasih sayang, kami menuntun engkau melakukan kewajiban hidup dalam perkawinan dengan penuh keyakinan. Yadnya mantra harus dilakukan oleh setiap kepala rumah tangga. Mahì dyauá prthivì ca na ima÷ yajñammikûatàm; Piprtàm no bhaåìmabhiá. O suami yang patut dipuji dan yang sehat dan istri yang bersabar hati, berkehendak untuk memenuhi kesenangan dan melakukan yadnya dalam rumah tangga. Semoga engkau berdua menyediakan kami makanan dan pakaian.* Weda dan atau Mantra dapat dipelajari sendiri. Ara iwa rathanabhau prane sarwan pratistham, rco yajudwamsi yajnah ksatram brahmaca. Ibarat jeruji dipasang pada porosnya roda sebuah kereta demikian pula halnya segala sesuatu ditetapkan dan digantungkan pada prana. Melalui prana dan pengendaliannya itu orang dapat belajar Weda sendiri, mis Rg.Weda, Yayur Weda, Sama Weda (dan Atharwa Weda) dan dari itu orang dapat melakukan maha yadnya atau orang-orang bijaksana dan terpelajar. Dapat memperlihatkan kebijaksanaannya yang benar atau seseorang tentara dapat memperlihatkan keberaniannya yang mengagumkan. Prasana Upanisad (Puja, 1985/86:21-22). Yang masih mengumbar hawa-nafsu, sebaiknya jangan mempelajari Weda. Wedante paramam guhyam purakalpe pracoditam naprasantaya datawyam naputrayasisyaya wa punah. Misteri yang paling dalam dan paling agung dari Ajaran Wedanta, yang telah diberikan oleh Brahman kepada kita di zaman dahulu kala, hendaknya jangan diberikan kepada orang-orang yang masih belum mampu menguasai hawa nafsu - hawa nafsunya, walaupun dia anak laki-laki kita atau siswa kita yang kita cintai. Yasya dewa para bhaktir yatha dewe tatha gurau, tasyaite kathita hy arthah, prakasante mahatmanah, prakasante mahatmanah.

........................... yang mempercayai sepenuhnya kepada Brahman.......................3...................... 3....... dalam konteks ini pembelajaran dilakukan untuk orang dewasa......... 3. untuk menciptakan kedamaian Denpasar. Ngutpeti Toya Ring Sangku ................. Daftar Isi.................Kepada orang-orang yang berjiwa luhur....2............... Mantram Umum.8....... i v xi 1 5 9 10 10 10 12 12 15 15 17 17 18 18 18 18 18 18 18 .......................................... Belajar Mantram.......................... Kata Pengantar..... 4....... (Sweta Swatara Upanisad..2...................... Padmasana Ring Toya ..................................... 3... hendaknya kita berikan rahasia Ajaran Kitab Suci Upanisad ini.......23).......... 4.2.......... Namun demikian...... sehingga hasil pembelajarannya dapat berguna paling tidak bagi dirinya sendiri.................... Mantram Widhi Yadnya......2.... Pendahuluan.... 4............... Metabuh arak/ berem ......................... 2....... Dan tidak tertutup kemungkinan untuk keluarga.....5....... agar mereka dapat mengetahui dan dapat mengamalkan Ajaran Kitab Suci Upanisad ini.. 4.............. 4...................... Dewa Yadnya........ 4.2................... 4...................................1..... Sikap Sembahyang dan Kramaning Sembah ............4.......... 3..................................... Sembah Kuta Mantra.2..............2..........1.....................2..... yang dengan tulus memuja Brahman dan menghormati Guru.... Dewa Pratista .........6...........1.....................4.......... 10 Juni 2006 Penulis DAFTAR ISI Judul..3............... 4............................ 4.... 4....... negara dan bangsa...........................................................................2...................... akan berwajah yang berseri-seri.............2....................... 4.. Mantram Tri Sandya . dengan harapan bahwa orang dewasa secara Pisik dan Psikologi (jiwa dan ilmu pengetahuan) sudah matang.......7... Menghaturkan Dupa ...2.. Utpeti Kang Toya ........ Panca Sembah .... Sebelum Mantram Tri Sandya ............... 3..... Pengertian Mantram.... Mantram dalam Yadnya.............. Adyaya ke VI:22.... 1....... Mersihin eteh-eteh upakara .......................

.. Wiku Cendana . Tumuwut sang pitre adi nyasa ring catur desa (Ngentas) .... Kramaning Pamuspaning Pitra ...............4....4... 30 4.. Rsi Yadnya ... Sembah Hyang di Pura Dalem ....... 26 4...18..................... Sembah Hyang di Merajan Kemimitan/Paibon 4..5. 24 4.............. 22 4.......3.....4..2......... Wiku Wanaprasthi ..11...... Ngarga Tirta .......... 33 4..2...... Sembah Hyang di Purnama /Tilem ........ Akena bija ........19....21............................................. Wiku Ambeng .3 AUM Upacara Resi Yadnya ........2.3.16.....................10....23................. 33 4.....................10...........................11...............3.4..............13...... 23 4...........4............. 29 4.......... Sembah Hyang di Pura Desa Mwang Bale Agung..... 32 4.................. Wiku Panjer . 21 4..........9........... 32 4..................4. 24 4.. 28 4............. Wiku Pangkon ......3......................24..1.3.... Sembah Hyang di Pura Puseh ............3........4..................3.. Mantra Pengulapan ... Tata Cara Persembahyangan dalam Piodalan 4.......... Guru Pada Namas Karo .. 28 4............. Sembah Siwa Amerta ................................4...... Wiku Palang Pasir . Manusa Yadnya ..3................... Ngaskara Bajra ........ Anglukat Banten .... 34 4.........2.4....... 22 4.................. Wiku Sanyasi ........20.2. Tirta Puwa Pangentas Wong Preteka .................2.17.3.4. 26 4..... 34 4. Sembah Hyang di Ring Merajan Sanggah Kemulan .......................5.............4...............2......... 32 4..2...............................1........3..........4........ 20 4.........2...........3.... Sembah Hyang di Kawitan Ratu Pasek . Aturi Kang Toya Puspa..................2....2.......8.......... Menekan Tangan ................. 20 4.. Wiku Bramacari .3....2................. Wija 18 4.. 19 4... 32 4............................... Wiku Saba Ukir ...........................2............3.. 21 4...3..14........................3.3.....4........ 23 4........ 19 4........... 18 4..........4.12.................9.. Nyiratin Tirta Sawa .2...............4......... 29 4......15.............2.......3......3... Pitra Yadnya ...............4..12............. Gandaksata.6.....2... 33 4...... Wiku Grahasti ....................... 27 4.3........5.............................. Wiku Grohita ........... 35 21 24 .............4................ Sembah Hyang di Pura Prajapati ....22..................... 33 4...2..... Dwijendra Astawa.4...2.......... 28 4............. Wiku Sangara ........... 33 4..........1.............4..3......... 28 4..............7. 33 4..............2...

.......11... 42 4........7. 58 4.......8...5.....................7....15.. ........ Potong rambut..1 Pelaksanaan Upacara. 52 4......... 51 4.............. 57 4.......... Belajar Mantram Genta atau Bajra...7...................4....... Menjalankan Pabyakaunan....2........... Pakeling saha Seha .......2.... 56 4...... Dewa yang Berstana di GunungGunung....1...................6.................. Pengormatan di Gunung Mangu.....8................ Bebanten Suci..............8. Penghormatan di Gunung Watukaru.................. Ngayab Banten...5... 35 4... 52 4. Smara Ratih (Menek Bajang) ......6...... molongin karna.. 39 4....7......16...6.6... 40 4...........7...... Ngastawa Lis..............7............4.......... 57 4....................6..... Yadnya Sesa........ Penghormatan.......................7..7.........2..........7........................... Penghormatan di Gunung di Gung Kawi.....7.... Bhuta Yadnya ............... 53 4....... Ngaturan Prayascita..1..7.. 55 4...... Menyalakan Dupa...................... 53 4. Penghormatan di Penataran Beskih/Gunung Agung 58 58 ............. Ngaturang Prayascita. 55 4.......18...4.............7............... 52 4....... Ngastiti Tetebusan............. 52 4.7.... Panca Mahabhuta.... Pasang Tri tatwa... Penghormatan di Gunung Beratan/Dhanu Bratan 4.... Nyucikan Badan....5..10........7.. 43 4....5........... Sucikan Tangan.............................. 57 4..... Mantram Caru dewasa ala..........7....6........5.................. 57 4.......................8.... 57 4.... 52 4......... 35 4. 54 4.. Mawinten ....9....7........8... 58 4.......5......8... 41 4...... Amusti Karana......... 51 4.......8............................6......................3..6..7........ Mabiye kawon .6. Ngastawa Sang Hyang Kumara .... 54 4.....3...........12............... 41 4.......6................ 58 4.................. Ngaturan Tirta...................8.........7...... Pengelebaran caru-caru............. Kelahiran Bayi ...... Susunan Bhuta Yadnya ...... 40 4. 55 4........ metatah ............ 36 4...........................3.................... 53 4.......................................7.... Ngaturin Betara Kukusarum..........7.........3......4..........5.......... ......14...5........................2.7.....8. 42 4............ 50 4......5........ Ngelebar Segeh.............5............ Mekala Hyang............................ Astawan Banten Malinggih ring Paruman.......5.....4.1................ 36 4.....17........... Penghormatan di Gunung Batur...13... 50 4.6............ 52 4........ Panyubyokaunan dan Prayascita.... Penghormatan di Gunung Andakasa........................7....

4.8.8. Penghormatan di Gunung Agung................. 58 4.8.9. Nunas Tirta ke Gunung Agung..................... 58 4.8.10. Maturan Canang Prascita (Tebasan Durmanggala) 4.8.11. Ngadegang Betara Nyatur ring Banten...... 59 4.8.12. Ngastawa Betara dan Pengiringe maka sami 4.8.13. Nedunang Betara ke Pengubengan........... 60 4.8.14. Nedungan Betara sami (dari Jawadwipa, dan Selam/Allah/Islam).................................... 60 4.8.15. Pengadegang ring suci.............................. 62 4.8.16. Ngabijiang (tempat mata air) Ida Betara sami 4.8.17. Tirta Pemarisudha...................................... 63 4.8.18. Nganteban Guling Bebangkit..................... 63 5 Upakara Ngawit Mekarya Wewangunan................ 63 5.1. Upakara.......................................................... 63 5.1.1. Dasar Bambang........................................... 63 5.1.2. Canang Pependem....................................... 63 5.1.3. Caru Pengeruak dan Mantra........................ 64 5.1.4. Banten Pengeruak dan Mantra.................... 64 5.1.5. Sarana dan Mantra...................................... 65 5.1.6. Upakara dan Mantra Mengukur (nyikut) Karang 5.1.7. Piteges Sesajen............................................ 66

59 59

62

65

6. Nganteb Piodalan Alit............................................ 67 6.1. Persiapan Muput Piodalan Alit......................... 67 6.1.1. Muput Tirta Gede (Sapta Gangga)............... 67 6.1.2. Setelah selesai muput tirta Gede, kemudian dipercikan................................................... 68 6.1.3. Ngawit Nanggen Genta................................ 68 6.1.4. Ngastawa Tirta............................................. 69 6.1.5. Pengurip Tirta.............................................. 69 6.1.6. Jaya-Jaya Tirtha............................................ 69 6.2. Muput Piodalan Alit di Merajan/Sanggah......... 70 6.2.1. Byakaonan................................................... 70 6.2.2. Durmanggala (Pangastawa)......................... 70 6.2.3. Pengulapan (Pangastawa)........................... 70 6.2.4. Prayascita (Pangastawa).............................. 71 6.2.5. Lis (Pangastawa).......................................... 71 6.2.6. Ngosokan Lis (Pengastawa)......................... 71 6.2.7. Ngastawa linggihang dewa di Palinggih/Sanggah 6.2.8. Mendak Kepanggung di jaba (Baruna Astra) 72 6.2.9. Ngayat segehan ring Natah Umah............... 72 6.2.10. Medatengan ring Sanggah......................... 72

71

6.2.11. 6.2.12. 6.2.13. 6.2.14. 6.2.15. 6.2.16. 6.2.17. 6.2.18. 6.2.19. 6.2.20. 6.2.21. 7

Mapiuning Indik Piodalan........................... 73 Nganteb banten di pelinggih sami............. 73 Ngayab Banten Piodalan............................ 74 Ngayab Banten Pangemped lan Soda aturan Ngayab Penagi/Sesangi............................. 74 Ngayab banten Sambutan durung ketus Gigi Tri Sandya.................................................. 75 Muspa (Ngaggem Panca Sembah)............. 77 Margiang Benang Tebus............................ 78 Pengaksama ring Dewa Betara.................. 78 Nyimpen Bajra........................................... 79

74 75

Dewata Pawamana Soma...................................... 79 7.1. Resi Kasyapa, asita Atau Dewala.................. 79 7.1.1. Canda Gayatri (Sukta 13).......................... 79 7.1.2. Canda Gayatri (Sukta 14).......................... 80 7.1.3. Canda Gayatri (Sukta 15)............................ 81 7.1.4. Canda Gayatri (Sukta 16)............................ 82 7.2. Upacara Bajang Colong................................... 82 7.2.1. Banten Pasuwungan.................................... 82 7.2.2. Banten Pengelukatan di Dapur.................... 82 7.2.3. Banten Ring Sumur...................................... 83 7.2.4. Banten Ring Sanggah Kemulan.................... 84 7.2.5. Banten Bajng Colong................................... 87 7.2.6. Upacara Natab Sambutan............................ 89 7.2.7. Panglukatan Mala........................................ 99 7.2.8. Lindu Gemana.............................................. 100 7.2.9. Penglukatan Panca Geni (Orang Tilas)......... 101 7.2.10. Pecaru Gering Tempur............................... 102 7.2.11. Penglukatan Siwa Geni.............................. 103 7.2.12. Caru Manca Rupa (dagingnya bisa diganti) 7.2.13. Salwiring Pemanes Karang........................ 104 7.2.14. Pengasih Buta Muang Dewa...................... 108 7.2.15. Dwijendra Astawa...................................... 108 7.2.16. Surya Sewana (Bila sakit tidak ada obatnya) 7.2.17. Mantram Sebelum belajar Memantra......... 110 7.2.18. Pawisik Dewi Maya Asih............................. 111 7.2.19. Melapas Wewangunan Utama, Madya dan Nista 7.2.20. Pesimpenan............................................... 115 7.2.21. Mantram Arca Muang Mapendem Pedagingan Meru......................................................... 115 7.2.22. Katiban Durmanggala................................ 116 7.2.23. Puja Mawinten............................................ 116

103

109

113

7.2.24. Ananggap Dana......................................... 117 7.2.25. Penenang Jiwa yang Menderita.................. 117 7.2.26. Ilmuwan Mengerjan Ilmu Untuk Kebaikan Manusia.................................................... 118 7.2.27. Persembahan Weda Mantra....................... 118 7.2.28. Arti Penting Penguncaran Mantra.............. 119 7.2.29. Makanan disucikandengan Yadnya............ 120 7.2.30. Yadnya Menseimbangkan Dunia................ 120 7.2.31. Keturunan yang Melakukan Yadnya (bertambah) Baik....................................... 121 7.2.32. Tuhan Pencipta Tata Surya........................ 121 7.2.33. Menyebarkan Sistem Pendidikan dalam Weda 7.2.34. Yadnya dengan Mantra Weda dalam Gayatri 7.2.35. Yang Jahat Harus Disingkirkan................... 123 7.2.36. Mengenal Tuhan Melalui Penglihtan Spiritual 7.2.37. Mensucikan Hati dan Jiwa.......................... 124 7.2.38. Membersihkan Air Sumur dalam Weda...... 125 7.2.39. Yadnya Sejak Jaman Dulu Menurut Weda. . 125 7.2.40. Semoga saya tida pernah melanggar-Nya. 125 7.2.41. Jagalah Kami dengan Sinar Pengetahuan Spiritual.................................................... 126 7.2.42. Negara yang Sejahtera.............................. 127 7.2.43. Susunan Pencernaan (Analisa) Ilmu........... 127 7.2.44. Sebelum Beryadnya Manusia Lebih Dulu dilindungi Tuhan........................................ 128 7.2.45. Aktif dalam Ilmu Pengetahuan adalah Yadnya 7.2.46. Semoga Kami melenyapkan dosa-dosa Musuh 7.2.47. Mengucapkan Mantra Gayatri tiap Hari, menurut Weda......................................................... 129 7.2.48. Mencapai kebesaran melalui Tulisan......... 130 7.2.49. Berilah kami tinggal dirumah yang menyenangkan 7.2.50. Engkau Ajarkan (Weda) kepada Rakyat..... 130 7.2.51. Yang meninggalkan Yadnya ditinggalkan oleh Tuhan 7.2.52. Karmaphala dalam Weda........................... 131 7.2.53. Persembahan dalam Pitara dalam Weda. . . 132 7.2.54. Dengan pengetahuan untuk mencapai Kedewasan 7.2.55. Korban Api sebagai Yadnya....................... 133 7.2.56. Api pemusnah segala macam Penyakit..... 133 7.2.57. Sinarnya api Naik Turun............................. 134 7.2.58. Weda diucapkan untuk memperoleh Pengetahuan Spiritual ................................................... 134 7.2.59. Pengetahuan Petir melalui Weda............... 134

121 123 124

128 128

130 131

132

... 7.. 148 Tiga puluh empat penyangga Yadnya.......62..2.....2.. 8 Brahmacari selama 48 Tahun........ 145 Untuk memperoleh sifat Mulia............. 136 Memberi Kesengan kepada Pengantin..... 145 Weda mengajarkan Azas Demokrasi...... 139 Memberi Pengetahuan Siang dan Malam...................... 7. 7..2.. 154 Pemujaan Sawitri...........89.2.....61... 7.2. 7.................................... 7....... 144 Enam Belas Kala......... 148 Prasana Upanisad...... 7............2......................... 136 Perkawinan Muda berpegangganglah kepada Kebenaran..2.....76.. 7...........60.. Empat dan Delapan....2........ 7.. 137 Suami tersayang dan Pemberani. memberi makan dan memelihara Tubuh...2.78.2............. 7..... 216 ........... 7. 142 Mempelajari Weda dengan setulus hatimu 142 Weda Berkai satu.............95. 7. 141 Kerjakan Yadnya Rumah Tangga dengan Weda Mantra.......2................. 7. 7.. 7.............. 7.......2.. 7... 7......2..............2.... 7..... 145 Ceritera Ketuhanan dari Weda.....2...2......... 7..92................ 181 Sama Weda...2..........2............ 146 Suami yang tidak Beragama. Yadnya Mantra harus di laksnakan oleh Rumah Tangga..67......7........68.............. 140 Orang terpelajar yang berpikiran Mulia.2...........70............ 147 Dhananjaya.......................63............... 7..........81............... Dua.....2...... 7.77..2....71..94....... 7................2. 7................66....90.2... 206 137 138 142 143 Weda dan Mantra...74........ 140 Siapa Yajamana itu?...........................80..91.. 146 Makna dan Fungsi Gayatri dalam Weda...65........... Sayair: Gayatri.75. 7.............2.......2. 135 Engkau Bercahaya laksana Matahari.........2.. 137 kebahagiaan hari nin...2......84.....85.....................2. 138 Dosa yang sadar dan Dosa yang Tidak Sadar Guru Pemberi Rakhmat............ 7....88....... 148 Penciptaan dan Penguasa......83......... 135 Suami yang bercahaya........... 149 Resi wasistha....... 7.93..87... 7................ 139 Ajarkan dengan kata-kata yang manis.... 7.........72....2.. 7..... 163 Atharwa Weda........2..73........2............. 143 Jinakan Pikiranmu dengan ucapan Weda Mantra Enam belas sifat dalam Berumah Tangga....... 7... 141 Selenggrakan Yadnya dengan Benar............2...................82... 7.......79.2...2.......2. 7... 7... Tiga.... 191 Samkya Darsana.... 7..........64..69.......86... Dewata: Saraswan..2..... esok dan setiap hari Lindungilah Perkawinanmu.........

. Putru....... Maka kita tidak cukup menerima begitu saja... Dua pernyataan seperti ini sudah cukup menakutkan bagi orang Bali yang lugu dan hormat kepada tutur........4............... 8....... 8...................1.. Majijiwan............................ Orang dewasa memiliki banyak pengalaman.................. 223 9.......... 227 9................ Jangan mempelajari aksarà Modré/aksarà suci... dan Dà melajahin aksarà modré/aksarà suci nyanan buduh nasé.......2.. 8......5.......................................................4... Kemudian lebih lanjut tutur-dituturkan oleh tetua kita di Bali. Puja....... 8...................4...........2.......... jangan disembarangkan...... Kidung....... 8...... 227 9......3.................. Nilai Magis Mantram..........4........1...... Orang dewasa dihargai kemandiriannya....4............ Pemujaan setiap hari.. Dari mana sesungguhnya kalimat tersebut muncul. orang tua dan orang yang disucikan..... Pungsi Mantram... 216 218 219 220 220 221 221 222 223 223 9.............. Weda...................... 229 9..........4........................................ Mantra Upasana dan Mantra Upadesa....................1..... Proses Belajar.......... 8...........................2...... sering mendengar sebuah kalimat. Pembelajaran Orang Dewasa... banyak orang takut belajar mantrà.... Dà melajahin aksarà modré/aksarà suci nyanan buduh nasé... 227 9.. Mantra.. 232 Bacaan Bacaan......4................ nanti bisa gila. Orang dewasa mempunyai kesediaan belajar hal-hal relewan. ..............3................. tutur tetua kita dan kalimat “Aywà Wérà tan sidhi phalanià”.... dan dari buku mana dan apa tujuannya....... 8......1.........3.......... karena belum mengerti apa itu sesungguhnya mantrà disamping itu..................3.2... “Aywà Wérà tan sidhi phalanià”......................3..................................... kalimat ini harus ditelusuri lebih mendalam...... 8....... Sastra sebagai alat komunikasi............. 233 PENDAHULUAN D ilarang belajar mantra........ 8................ perilaku yang sembarangan itu sangat tidak baik manfaatnya................8......

23). yan benjangan padem wwang mangkana. berdosalah orang yang seperti itu. sapta cakra dan sapta Loka.8. amreyogakena Sang Hyang ri daleming sarira. ring arep anembah Dewa. Kalau diperhatikan kalimat tersebut inti pokoknya terletak pada.Kalimat tersebut muncul dari Purwa Adhi Gama Sesana. bagaimana tulisan mantra yang benar. pengetahuan praktis. apan embas/lekad tanpa guru. Dibenarkan belajar Mantra. tanpa guru. kalimat yang menyatakan boleh belajar mantra menyatakan sebagai berikut: Kewala ikang amusti juga kawenangan wehania ri wwang durung Adiksa Dwijati. Tuhan yang Maha Esa Yang Maha Agung (Makhluk Teragung). papa ikang wwang yan mangkana. dan jika melanggar akan memperoleh hukuman. Arti bebasnya. hanya dengan mempelajari Sastra buku-buku tidak dilakukan upacara. dihukumlah oleh pengikutnya Kingkara bala. (Ringga Natha. mewastu mijil saking aksara. diperkenankan juga kepada orang yang belum Adiksa Dwijati (dinobatkan sebagai pemangku atau sulinggih). asalnya disampaikan atau di buatkan upacara kecil (Canang sari) dihadap para Dewa. dan bagaimana rengreng mantra harus disuarakan agar mampu menyentuh sapta petala. Rgweda. yang menyatakan: Yan han wwang kengin weruhing Sang Hyang Aji Aksara. kalau dia lahir kembali. Tidak memiliki Bapak dan Ibu orang yang seperti itu. memiliki guru. atmanya menados entipning kawah Candra Ghomuka. kananda de para Kingkara Bala. Apan lampahnya numpang laku. . Bibijat wwang ika ngaranya. papinehnya bawak. (Athwaweda XI. karena kelahirannya tidak memiliki guru. Samaweda dan Yajurweda. Sariram brahma prawisad rcah sama-atho-yajuh. Jika ada orang yang ingin mempelajari Sang Hyang Aji Aksara Sastra Suci. 2003:3). Widyas ca wa awidyas ca. Arti bebasnya. yac ca-anyad upadesyam. sebagai bukti ketulusan hati yang paling dalam untuk memahami dan mendalami apa yang disebut dengan Mantra. amangguhaken kesengsaran. tidak memiliki guru. tan pangupadyaya/maupacara mwah tan ketapak. kweh prabedanya. Karena perjalanannya tidak menentu. dan setiap pengetahuan yang harus diajarkan. tidak anugrahi ketapak melalui nyanjan. yan manresti malih matemahan triyak yoni. roh-nya akan mengendap didasar neraka Candra Ghomuka. jika mempelajari Aksara Suci atau Modre harus: diupacarai. kalau orang berkeinginan dengan sungguh-sungguh. Segala macam zat memasuki tubuh manusia seperti misalnya kebijaksanaan. dia akan menjadi kotoran air yang mendidih dan akan menemukan kesengsaraan.

yaitu: Dana (sedekah). Swadhiyaya maka konsep guru telah kita lalui. maka konsep upakara dapat diatasi. Upastanigraha (mengendalikan sex). yoga. sehingga dapat dikatakan bahwa untuk belajar mantra cukup dengan matur piuning di Sanggah Kemulan. Tattwajnana atau kesejatian adalah hadiah yang paling berharga dari semua bentuk laku shadnan yoga. Swadyaya (mempelajari weda-weda/mantra). Meskipun sejarah telah banyak memberi warnanya tetapi konsep astangga Yoga. yang disebut guru adalah: Guru Rupaka. Dharana (perhatian memusat). Nyama (penyucian lahir-bhatin). Guru Pengajian. yang ditengah sebagai simbolis Tuhan dalam Rumah Tangga yang sering disebut dengan Siwa Pramesti Guru. Tantra sangat meyakinkan kita akan kekuatan yoga sebagai bentuk sadhana “kubci” pengendalian zaman ini. Secara khusus dan teknis yoga adalah pengaktualisasikan identitas. Samadhi (menyatunya subyek-subyek). dan yoga merupakan bagian dari enam aliran filsafat Hindu (niaya. namun keadaan sedemikian ini dalam praktek kehidupan sehari-hari sering dilupakan. sehingga menjadi sembilan konsep yang dapat dipakai sebagai pedoman Nistaning Nista. Pratyahara (pengendalian pengindraan). Keadaan inilah yang dijadikan landasan bersama dan pertama. Asana (sikap duduk/tubuh). Yoga mempersatukan Jiwa (atma) dengan Tuhan (Paramatma). . Dyana (pemusatan pikiran). pranayama (pengaturan nafas). Snana (membersihkan badan). Tapa (semadi). jadi dengan upakara yang kecil (cukup) Canang Sari satu tanding disertai kesucian hati. Brata (mengendalikan panca indria). Dengan menghaturkan satu sesaji canang sari kehadapan Tuhan Yang Maha Esa. maka dari itu seseorang belajar mantra akan terhindar dari segala kutuk dan hukum.Konsep upacara ada tiga. Pada tingkatan nyama terdapat sepuluh mental yang harus dipenuhi. Mona (mengendalikan kata-kata). brata sebagaimana disebutkan di atas. Belajar Mantra berarti sebuah yoga. Dyana (pemusatan pikiran). waisasika. Guru Wisesa dan Guru Swadhiyaya. weddanta). Upanasa (berpuasa). dan tidak ada kekuatan yang lain yang mampu menghancurkan ikatan itu selain Yoga. Astangga Yoga memberi perincian luas dan mendalam tentang delapan tingkatan yoga: yama (pengendalian diri). Secara alamiah yoga dialami sewajarnya oleh semua mahluk. Harus memiliki guru. dan inti dari yadnya adalah ketulusan hati. karena sebenarnya sekali hanya dengan persatuan itulah semua yang ada itu ada. sangkia. Ijya (sembahyang). mimansa. tetap menjadi landasan pengertian tapa. diantara tiga masing-masing dapat dibagi menjadi tiga. yang sebenarnya telah ada walaupun tidak disadari. Tidak ada pengikat yang lebih kuat dari maya.

yang menjelaskan sesuatu yang tidak wewenangnya dan yang menyatakan pertanyaan yang bukan wewenangnya salah satu dan keduanya. aptah caktorthadah sadhu swodhyapya daca dharmatah. kesepuluh orang-orang berikutnya adalah putra guru (yaitu) ia yang berniat melakukan pengabdiannya. yaitu pengetahuan praktis yang langsung harus dipelajari dalam praktek. Pembersihan Tangan. hendaknya orang-orang supaya bertingkah laku bijaksana diantara orang-orang yang memiliki pengetahuan yang sederhana. (Granoka. Kedua untuk keluarga. orang yang berhubungan karena perkawinan atau persaudaraan. otonan istri dan upacara odalan kecil di sanggah kemulan milik sendiri. Sebagai bibit yang baik tidak boleh ditaburkan pada tanah yang gersang. Menurut hukum suci. telah memiliki sifat-sifat baik) dengan berkata: Aku adalah kekayaan anda. Selanjutnya dinyatakan. Etika yang harus dipegang oleh orang yang mempelajari mendalami spiritual adalah: Kitrcah cisyo’dhyapya ityaha: Acarya putrah cusrusur njadado dharmikah cucuh.Zaman kali telah menurunkan kitab suci tantra. yang sepenuh hatinya mentaati UU. orang yang menghadiahkan uang. linggih berarti tempat. artinya hanya sebatas dikalangan rumah sendiri dan dilakukan upakara secara kecil-kecilan. 2000:15). . Pembersihan Dupa. Kitab tersebut menuntut pemahaman hakekat yoga shadhana ritual. orang memiliki kemampuan rohani. akan mengalami kekeliruan atau terkena bencana permusuhan oleh orang yang lain. seorang tidak boleh menceriterakan apapun kepada orang lain kecuali kalau ditanyai. Pengetahuan suci mendekati seorang Sulinggih (su-berarti baik. Pembersihan Bunga dan Mantram Tri sandya. Bali sudah memahami mantra. demikian seseorang hendaknya tidak menjawab pertanyaan yang tidak wajar untuk dinyatakan. Diantara kedua jenis orang itu. agar dipergunakan sebagai jalan mensejahterakan kehidupan masyarakat untuk mencapai kedamaian bersama. seperti: Otonan anak. orang yang suci. demikian juga pengetahuan yang suci tidak seharusnya disebarkan kepada keluarga-keluarga dimana kemasyurannya dan kekayaannya yang tidak didapat dengan kesucian atau tanpa penghormatan kepada yang suci. ia memberikan pengetahuan. Paling tidak mantram itu dipergunakan pertama untuk diri sendiri seperti mantram. Dari uraian di atas menunjukkan suatu larangan yang bersifat positif. Pemahaman intensif memerlukan tingkat evolusi berpikir melalui praktek-prakteknya. maksudnya orang yang dipercaya dimasyarakat. orang yang jujur dan keluarga (mereka) dapat dipejalari Weda atau mantra. agar didalam mempelajari Mantra mengikuti sistimatika dan etika bermantra.

Bahasa filsafat India. dan ketika telah memilikinya. 1. yang ada dimana-mana. “Menos”. menyebutkan sabda Brahman. Uni suara yang disebut dengan mantra bukanlah mantra yang didengar dari telinga. diperkenankan juga memantra kepada orang yang belum Adiksa Dwijati. semua itu hanyalah manifestasi fisikal. pemikiran yang intuitif. Dimana yang satu tidak akan bisa berfungsi tanpa yang lainnya. yang sangat halus seperti keseluruhan buku weda atau semua ke 330 juta mantra mungkin akan muncul. dan dimana harus dipujakan. Ia berkonsentrasi pada kata sebuah “mantra” untuk “meditasi”. Dalam keberadaan meditasi yang tertinggi. 1977/1978:109-115). Pengertian Mantram Mantram atau “mantra” yang biasa juga disebut Pùjà. Silahkan.peliharalah aku. Dari sini kesadaran muncul dan menyentuh permukaan interior pikiran yang berhadapan dengan sang diri bukan merupakan indra-indra dan bagian dari dunia. dari seseorang telah menyatu dengan Tuhan. “metal”. manfaatkanlah sesuai dengan tata dan etika dimana harus diucapkan. Sumber mantra. yang berasal dari kata Yunani “menos” (mind). Disini sinar kesadaran mengalir dan dari spiritual menghasilkan getaran mental. “mind”. Jagat raya ini tersusun dari satu energi yang berasal dari dua hal. Kata “mantra” berhubungan dengan kata Bahasa Inggris “man”. yang berarti “untuk bermeditasi”. belajarlah Mantra dan Memantra berdasarkan kesucian hati. Saat . Mantram juga biasanya juga berisi permohonan dan atau puji-pujian atas kebesaran. merupakan suatu doa. yang merupakan sumber dari semua pengetahuan dan kata. yang diambil dari kata latin “ments” (mind). yang bisa mengendalikan panca indranya. jangan aku diserahkan kepada mereka yang tak percaya. Tetapi serahkan saya kepada seorang Sulinggih yang anda ketahui pasti ia yang sudah suci. Permukaan interior ini disebut dengan antah karana. dengan demikian aku menjadi amat kuat. dan kata mantra diambil dari akar kata kerja Sanskerta “man”. (Weda Smerti. Mantra adalah suara yang berisikan perpaduan suku kata dari sebuah kata. “mens”. Kalau orang berkeinginan dengan sungguh-sungguh. dan kata Bahasa Inggris “mind” dan “metal”. berupa kata atau rangkaian kata-kata yang bersifat magis religius yang ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. terutama dalam ruang spiritual. Pikiran bercampur dengan kesadaran yang bagaikan cahaya kilat. Semua pengetahuan tersedia bagi orang yang spiritual untuk dipakai dan diketahui. berbudi baik dan tekun. kemahakuasaan dan keagungan Tuhan yang Maha Esa. kata-kata Tuhan. yaitu dua sinar yaitu suara dan cahaya. Ia memiliki pikiran yang ia meditasikan. Dan pada momen mikro.

sebuah kata berbeda. yang secara garis besarnya dapat dipisahkan menjadi Vedik Mantra. Stotra. Pikiran verbal ini dalam pikiran. disebut sebagai vaikhari oleh ahli tata bahasa dan ahli filsafat. yang penuh dosa dan perbuatan demikian yang mendalam disebut warna-marga atau ilmu hitam.30). Umat Hindu disarankan memahami dan mampu paling tidak mengucapkan Mantram atau Puja Trisandya dan Kramaning Sembah. adalah sattwika mantra. kasih sayang Tuhan tertinggi. 2004: 3. Oleh karena itu setiap bersembahyang umat Hindu sebaiknya mengucapkan matram yang disesuaikan dengan tempat dan waktunya. pikiran rasional menjadi pemikiran verbal. yang dapat dibagi lagi menjadi.29. (Bharati. Selanjutnya mantra juga dapat dibagi lagi menjadi tiga bagian yaitu: 1). sinar. bersifat khusus. Ini diselubungi oleh lapisan pikiran yang individual. Tantrika Mantra dan Puranik Mantra. Namun jika tidak memahami mantram yang dimaksudkan. bersifat umum dan (b). dari seorang guru. (a). 2005:22-23) Ada bermacam-macam jenis mantra. doa pada dewata. Lalu setiap bagian ini selanjutnya dibagi mejadi sattwika. dan mantra yang diucapkan guna kemakmuran duniawi serta anak cucu. Mantra yang diucapkan guna pencerahan. mereka dapat bersembahyang dengan bahasa yang paling dipahami.pengetahuan muncul dari kedalaman buddhi kepermukaan luar. yang berupa sebuah daya pemikiran yang diberikan dalam bentuk beberapa suku kata atau kata. Dengan mantram. Stotra umum guna kebaikan umum yang harus datang dari Tuhan sesuai dengan . Para ahli agama bahkan menyatakan bahwa mantram dapat menghalau berbagai macam bencana. merupakan rajasika mantra. cinta kasih dan perwujudan Tuhan. Sehingga apa yang disebut dengan pemunculan kata sebenarnya adalah kata-kata terselubung pada frekwensi Kata yang paling rendah. dua jenis mantram yang amat diperlukan pada waktu bersembahyang (Suhardana. getaran dari frekwensi yang lebih rendah dari pada yang terlebih dahulu ada. sedangkan mantra yang diucapkan guna mendamaikan roh-roh jahat atau menyerang orang lain ataupun perbuatan-perbuatan kejam lainnya adalah tamasika mantra. Keterbukaan yang sebenarnya terdapat dalam meditasi yang paling tinggi yang merupakan dialog tanpa kata-kata atau pertukaran dengan Tuhan dan Jiwa. maka akan dihasilkan getaran energi Tuhan sesuai dengan matram yang diucapkan. Kata-kata itu hanyalah proses manifestasi. Mantra. rintangan maupun penyakit dan merupakan cara yang terbaik untuk mencapai tujuan. guna keperluan meditasi. Mantram juga dikatakan sebagai ladang energi atau energi illahi (Tuhan) yang sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidup umat manusia. rajasika dan tamasika mantra. 2). Ini hanyalah tahap pertama dari vaikhari. kebijaksanaan.

yaitu melaksanakan japa dengan mengucapkan mantram japa berulang-ulang. yaitu melaksanakan japa dalam hati secara teratur. yang akan dibahas melalui tahap-demi tahap. dan juga disebut Japa. berulang-ulang.kehendakNya. Hal ini disesuaikan dengan situasi dan tempat dimana. berulangulang dan khusuk (Titib. Manasika Japa. tan sidha phalanià. apabila suatu hal dilaksanakan dengan tujuan baik. konsentrasi penuh. Upamasu Japa.2. Likhita Japa. Kawaca. 1. 1.3. maka pernyataan tersebut perlahan-lahan berubah menjadi Ayu Wérà. 2004:7-8). (Maswinara. yaitu melaksanakan japa dengan menulis berulang-ulang mantra japa di atas kertas atau kitab tulis. sangat baik untuk dibicarakan.4. atau mantra yang dipergunakan sebagai benteng perlindungan. Dari kedua pernyataan tersebut menunjukkan. sedangkan do’a khusus adalah do’a-do’a dari seorang pribadi kepada Tuhan untuk memenuhi beberapa keinginan khususnya. 1. 2. jangan disembarangkan/dibicarakan. Tetapi jaman semakin berkembang. maka dalam pengucapan mantram japa dibedakan atas empat macam sikap atau cara yakni: 1. secara teratur. sembahyang atau berdoa. Yang berisi puji-pujian dan permohonan sesuatu. mulut tertutup rapat. bagaimana dan mantram apa yang harus diucapkan. teratur dan ucapan mantram itu terdengar oleh orang lain. tidak mengeluarkan suara sama sekali. (3). juga disebut Puja. berulang-ulang. teratur. dan utama manfaatnya. maka dari itu karya tulis buku “Mantra dan Belajar Memantra” ini adalah sebagai Lakhita Japa. Kemudian dalam pengucapan mantram tersebut dijelaskan. namun tidak terdengar oleh orang lain. 1997:92) Jadi dari uraian di atas menunjukkan bahwa Mantram. Waikaram Japa. sesuai dengan keinginan. mulut bergerak.1. merupakan suatu kata-kata yang diucapkan bersifat magis religius yang ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan segala manifestasinya. yaitu melaksanakan japa dalam hati. semakin keras kita mengucapkan mantram maka nilainya semakin kecil dan sebaliknya semakin kecil kita mengucapkan mantram maka nilainya semakin besar. Belajar Mantram Secara umum mantram dari jaman dahulu sangat dilarang oleh tetua kita di Bali. sidhi phalanià. dengan istilah Aywa Wérà. Seperti halnya mengucapkan mantram dalam melaksanakan Tri Sandya. nanti kemujizatannya akan hilang. Dan para penulispun juga dikatakan melaksanakan japa. maka . hal seperti itu tidak baik.

segala sesuatunya dapat dibicarakan atau di analisa. tidak dianugrahi (ketapak) berdosalah orang seperti itu. Larangan yang dimaksud untuk mengucapkan Mantram adalah: Yan hana wwang kengin weruhing Sang Hyang Aji Aksara. amreyogakena Sang Hyang ri daleming sarira. 3. Tetapi kalau dilakukan dengan cara yang baik (sesuai situasi dan hati nurani yang belajar Mantra).1. Mantram Tri Sandya Om bhur bhuwah swah tat sawitur waremnyam bhargo dewasya dhimahi dhiyo yo nah pracodayat Om Narayana ewedam sarwam yad bhutam yac ca bhawyam niskalanko niranjano nirwikalpo nirakyatah suddho dewa eko narayana na dwityo asti kascit . Apabila ada orang yang ingin belajar Sastra. sebaiknya jangan dibicarakan karena akan mendatangkan malapetaka. papa ikang wwang yang mangkana. untuk mencapai kesempurnaan. walaupun belum memenuhi persyaratan tersebut di atas. Maka dari itu marilah kita memantra dan Belajar memantra dengan. mewastu mijil saking aksara.2. Kewala ikang amusti juga kawenangan. memang ada unsur larangan untuk mengucapkan Mantram. tetapi ada juga unsur yang memberikan kesempatan untuk belajar mengucapkan mantram kalau hal itu dilakukan dengan tujuan baik. Kemudian secara teori. Mantram Umum 3. yang bertujuan untuk memuja manifestasi Tuhan. Sebelum Mantam Tri Sandya Sebelum Tri Sandya di mulai bersihkan: Tangan kanan dengan Mantram: Om Suddhamam Swaha Om bersihkanlah hamba Tangan kiri dengan Mantram: Om ati Suddha mam Swaha Om bersihkanlah hamba 3. tanpa guru. hal tersebut diperbolehkan. Tetapi kalau pembicaraan untuk ke hal-hal yang negative. tan pangupadyaya/maupacara muang tan ketapak. dengan tidak memiliki guru. sredaning manah. dengan hati yang tulus ihklas untuk mengabdi tanpa pamrih.

. lindungilah oh Sang Hyang widhi Om Ampunilah dosa anggota badan hamba. Santih. ampunilah dosa pikiran hamba.3. ampunilah dosa perkataan hamba. ampunilah hamba dari kelalaian hamba. Parameswara. Om Hamba ini papa. ujung jari-jari tangan di atas. yang memberikan keselamatan kepada semua mahluk. Om Engkau dipanggil Siwa. Ia hanya satu tidak ada yang kedua. 2000:42-44) 3. Kehadapan para dewa (dewata). Brahma.3. Om Ampunilah hamba Sang Hyang widhi. Santih Om Artinya: Om adalah bhur bhuwah swah Kita memusatkan pikiran pada kecemerlangan dan kemuliaan sang Hyang Widhi.3.2. (Propinsi Bali. Iswara. sucilah dewa Narayana.Om Twam siwah twam mahadewah Iswarah parameswarah Brahma wisnusca rudrasca Purusah parikertitah Om Papa ham papakarmaham papatma papasambhawah trahiman pundarikkaksa sabahyabyantarah sucih Om Ksamaswa mam mahadewa sarwaprani hitangkara mam moca sarwa papebhyah palayaswa sada siwa Om Ksantawyah kayiko dosah ksantawyo wacika mama ksantawyo manaso dosah tat pramadat ksmaswa mam Om Santih. kelahiran hamba papa. bebas dari perubahan tak dapat digambarkan.1. 3. bebaskanlah hamba dari segala dosa. dan Purusa. Rudra. perbuatan hamba papa. diantara kening. cakupan tangan diletakkan di atas dahi hingga ujung jari ada di atas ubun-ubun. bebas dari kotoran. bebas dari noda. Wisnu. Om Narayana adalah semua ini apa yang telah ada dan apa yang akan ada. lindungilah hamba. diri hamba papa. semoga Ia memberikan semangat pikiran kita. Kehadapan Sang Hyang Widhi. Mahadewa. Sikap Sembahyang dan Kramaning Sembah 3.

dewatdatanugrahaka.3.3. tangan dihulu hati. (Titib. kami memuja-Mu. 1997:92).3. Tuhan Yang Maha Esa. Panca Sembah 3. Kepada sesama manusia. Engkau bersinar merah. 3. 3. kepada Ardhanareswari. sarwa wyapi wai Siwaya. sweta pangkaja madhyastha. Dewa dewi mahasiddhi. dengan ujung jarijari tangan mengarah ke atas.4. arcanam sarwa pujanam nama sarwa nugrahaka.3. ardhanareswaryiya namo namah.3. sinar Sang Hyang Surya yang maha hebat.4. seperti persembahyangan Purnama Tilem.4. Om kepada Dewa yang bersemayam pada tempat yang tinggi. Om Anugraha manohara. . atmanya kenyataan ini. hamba menghormat. Menyembah Tuhan sebagai Ista Dewata. Menyembah Tuhan Sebagai Pemberi Anugrah. Kepada Pitara (roh) Leluhur. Menyembah sang Hyang Widhi sebagai Sang Hyang Raditya (Sarana Bunga) Om adityasya param jyoti. bhaskaraya namo stute. tetapi ujung jari-jari tangan mengarah kebawah. Kepada para Bhuta. tangan di hulu hati.2. kepada Siwa yang sesungguhnyalah berada di mana-mana. bersihkanlah hamba 3.1. Engkau yang berstana ditengah-tengah teratai putih. padmasana ekapratisthaya.4. kepada Dewa yang bersemayam pada tempat duduk bunga teratai sebagai satu tempat.4. (Sarana Kawangen).4. 3. hormat kepada-Mu pembuat sinar. 3.4. Om.5. (Sarana Kawangen) Om nama dewa adhisthanaya. 3. Yajnanga nirmalatmaka. Dewata yang di puja adalah Sang Hyang Siwa yang berada dimana-mana. Sembah Puyung (cakupan tangan kosong) Om atma tattwatma suddha mam swaha Om atma. rakta teja namostute.3. ujung jari-jari tangan berada di ujung hidung.

anugrah pemberian dewa. Sekar. pribadi suci.4. Ong Pat Windhu dewa ya namah.4. shanti. Sembah Puyung (Jari-jari dicakupkan tanpa bunga) Om dewa suksma paramacintyaya nama swaha Om hormat pada Dewa yang tak terpikirkan yang maha tinggi dan gaib. berwujud yadnya. 2005:88) 3. pujaan semua pujaan. hormat pada-Mu memberi semua anugrah. Ong Pramasiwa ya namah. (Prop Bali. Ong Sadhasiwa ya namah. kegembiraan dan kemajuan. panjang umur. Om shanti. Genta) Ong ksama swamem jagadnatha Sarwa papa wiratarem Sarwa karya sidham dehi Prenamya sure swarem Ong twam surya twam siwa karen Twam rudra bahni laksanem Twahi sarwa gatokarah Mamo karyaprayojanm Ong ksama swamem maha saktyem Hyati ksma srayem gunatmakem Mascayet stata papa Sarwa loka darpanem Ong Ang Ksama sarwa purnem ya namah swaha.7. 3. Mantram dalam Yadnya . 200:56-59). bebas dari rintangan.6. 3. Ong Ang Ah Siwa sunya ya namah. kebahagiaan. 2005:91) 4. Ngewaliang Ida Bhetara (sarana Sekar.5. pemberi anugrah. Nirwighna sukha wrddhicsa.4. Om Engkau menarik hati. (Bangli. (Bangli. Ngaksama Jagadnatha (Sarana. shanti Om.Laksmi siddhisca dirgayuh. kesempurnaan. Kemahasidian Dewa dan Dewi. Genta) Ong Ong Prama Siwa sunyatmane ya namah Ong Ong sudha Siwa niskalatmane ya namah Ong Ong sudha Rudra atyatmane ya namah Ong Ong Mahadewa niratmane ya namah Ong Mang Iswara paratmana yan namah Ong Ung Wisnu antaratmane ya namah Ong Ang Brahmatmane yan namah Ong Siwa ya namah.

cakupan jari tangan ditempelkan diujung hidung. Ya Tuhan sucikanlah diri hamba Om Puspa Danta Ya Namah Ya Tuhan sucikanlah bunga ini Om Nama Dewa Adhi Sthana Ya Sarwa Wyapi Wai Siwa Ya Padmasana Eka Pratista Ya Ardhanaresawaryai Namo Namah. yang terdapat dalam Sembah Puyung: Om Atma Tattwatma Suddha Mam Swaha. maka terlebih dahulu perlu kita ketahui. Secara umum dijelaskan bahwa dalam agama Hindu terdapat lima Yadnya yang disebut dengan Panca Yadnya. Jadi sembahyang kehadapan Sang Hyang Widhi. sedangkan Dewa adalah Div. dengan ujung jari menghadap kebawah. c). Bersembahyang kehadapan Pitara. sebagai Batara Siwa (Tuhan Yang Maha Agung) dan merasuk kesegenap mahluk. Ya Tuhan hamba memuja-Mu sebagai Yang Maha Tunggal. Om Ayur Wrddhir Yaso Wrddhih Wrddhih Prajna Sukha Sriyam . Sembahyang kehadapan Tuhan Yang Maha Esa (Sang Hyang Widhi). dengan kedua ujung ibu jari tangan menyentuh hidung. merupakan sinar suci dari Tuhan. dengan sebutan yang berbeda. Sang Hyang Widhi adalah simbolis Tuhan Yang Maha Esa. Mantram Widhi Yadnya Sebelum kita mulai menyebutkan mantram Sang Hyang Widhi Yadnya. Sang Hyang Widhi itu adalah Tunggal dan Div atau Dewa itu adalah banyak. Tetapi dalam prakteknya. kedua tangan dicakupkan di atas dahi. seperti sikap tangan yang dinyatakan sebagai berikut: a). (Suhardana. yang berarti Sinar. 2005:10). sehingga dalam memujanyapun juga berbeda. Ya Tuhan hamba memuja-Mu. adalah sembahyang kehadapan Tuhan dalam wujud Tunggal yang sifat-sifatnya dipuja oleh semua umat agama di dunia.4. macam yadnya. cakupan tangan diletakkan di hulu hati.1. b). d).Bersembahyang kehadapan para Dewa (Dewata) cakupan jari tangan ditempatkan ditengah-tengah dahi dengan ujung kedua Ibu Jari tangan berada di antara kedua kening.Bersembahyang kehadapan Bhuta. dan secara logika antara Sang Hyang Widhi dan Dewa tidak sama. sehingga ujung jari tangan berada di atas ubun-ubun. Karena Sang Hyang Widhi Yadnya diidentikkan dengan Dewa Yadnya.

25). hamba ibaratkan keluhuran-Mu didunia sebagai sungai Gangga. Ya Tuhan semoga semua karunia berupa kebahagiaan. Sukra Manis Kelawu. damai di dunia dan damai selalu. Ya Tuhan semoga semuanya sejahtera. 2). Pager Wesi. 19). 13).Wrespati Umanis Dunggulan. Soma Ribek. Paing Dunggulan. Galungan. Ya Tuhan hamba ibaratkan kebesaran-Mu sebagai Gunung Mahameru. Santih. Wage Dunggulan. 28). Redite Umanis Ukir. terima kasih atas karuniamu. 6). 8). diangkasa sebagai matahari dan bulan. (Suhardana. Setelah selesai melaksanakan puja matram di atas. 11). Om Santih. 23). 22). 4). Semua itu ciptaan dan kebesaran Tuhan juga. Tilem. maka dilanjutkan dengan mantram-mantram sebagai berikut: . Ya Tuhan semoga memberi panjang umur (nutuggang tuwuh) dan keselamatan dan tiada rintangan. Sukra Wage Kuningan. Kuningan. 12). Soma Klion Kuningan. semoga damai di hati. Mudah-mudahan hamba saling mengasihi sesamanya dan semoga semua kegelapan pikiran menjadi sirna. Saniscara Umanis Watugung.Dharma Santana Wrddhih Ca Santuet Sapta Wrddayah Om Yawan Merau Sthito Dewah Yawad Gangga Mahitale Candrakau Gagane Yawat Tawad wa wijayi Bha wet Om Dirgahyur Astu Tathastu Om Awignam Astu Tathastu Om Subam Astu Tathastu Om Sukam Bhawantu Om Purnam Bhawantu Om Sreyo Bhawatu Sapta Wrddhir Astu. 20). Santih. 3). Budha Klion Paang. 15). 24). Om Ya Tuhan. 17). 16). (Pramadaksa. Sukra Paing Dunggulan. Wrespati Wage Sungsang. 10). Buda Wage Kelawu. 2005:40-49) 4. Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba baik. menjadi suluh batin hamba. Om dewa Suksma Pramacintya Ya Namah Swaha. Klion. 9). Redite Wage Kuningan. 14). 26). 5). 7). Dewa Yadnya Yang termasuk dewa yadnya adalah setiap: 1). Wrespati Manis Dunggulan. 21). Sabuh Mas. 29). Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba sempurna. Wage Dunggulan. kebijaksanaan dan kebahagiaan yang diberikan kepada hamba. Tumpek Landep. Sukra Wage Wayang. Purnama. 18). 1984).2. Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba selalu bahagia. Anggara Klion Julung wangi. Anggara Klion Kulantir. 27). Tumpek Bubuh. Banyu Pinaruh. ketentraman.

8. Sembah Kuta Mantra.2.11.4. Tadd-amrta manoharam .7.2. Gandaksata.9. Om Ang Kang Khasolkaya swasti-swasti. sarwa kala Bhuta bholta ya namah 4. Mersihin eteh-eteh upakara (mesarana sekar lan Bija): Om Grim Wausat ksama sampurna ya namah 4. Padmasana Ring Toya. Om Sa Ba Ta A I.2.5.2. Om Sri Gangga Mahadewi. Sembah Siwa Amerta. Wija.4. Om Om Padmasana ya namah Om Om Anantasana ya namah 4.2.2.2.2.2. Om Hrang Hring Sah Paramasiwa-amerta ya namah 4. Ngutpeti Toya Ring Sangku. Om Gangga Dewi naha punyam Gangga salaca medina. Aturi Kang Toya Puspa. Metabuh arak/ berem. Om puspa danta yan namah (sekar) Om Sri Gandheswarya ya namah (miyik-miyikan) Om Kung Kumara Wija yan namah (bija beras) Om Ang Dhupa dipastra ya namah (dupa) 4.2. Anuksma-amrta jiwani. Om Ya Wa Si Ma Na Om Mang Ung 4. Ongkara aksara jiwatman. Gangga dewi namu namah. Ngarga Tirta. Om Ang Ung Mang 4. Om I Ba Sa Ta I. Utpeti Kang Toya.10. Menghaturkan dupa. Om Ang Brahma-amerta dipa ya namah Om Ung Wisnu-amerta dipa ya namah Om mang Iswara-amerta dipa ya namah 4. Dewa Pratista.3.6.1.2.2. Om Na Ma Si Wa Ya. Om Hrang Hring sah paramasiwa Aditya ya namah 4. Gangga terangga samyuktam. Om Om Dewi-Dewi pratista ya namah 4.

Utpeti sarwa hitan ca.12. sarwa kalusa winasa ya. Abhawa-bawa karmesu Warada bIabdha sandenam. Ngremeki bija (mengaduk. Tumuli masirat ring raga: Om Ang Brahma-amrta ya namah Om Ung Wisnu-amrta ya namah Om Mang Iswara-ammrta ya namah 4. Wara Siddhi nih samsayam. Om Ghanta sabda mahasrestah. saha uleng ning kayun: Om Bhur Bhuwah Swah swaha Mahaganggayai tirtha pawitrani ya namah swaha. Om Ghantayur pujyate dewah. Ongkara parikirtitah. sarwa papa winasana ya.13. Akena bija. Utpeti sri wahinan ya namah swaha.2. Om Idham bhasman param guhyam. ring ring ring ring ring sirah : Om Ing Isana ya namah lelata : Om Tang tatpurusa ya namah tangkah : Om Ang Aghora ya namah bahu kanan: Om bang bamadewa ya nama bahu kiri : Om Sang Sadya ya namah 4. Om Kara Sadasiwa Stham. Abhiwada wadanyam. di atas tangan) Om bang Bamadwa guhya ya namah Om Bhur Buwah Swah amrta ya namah.Om Utpeti ka suram ca. Jagat Nata hitangkarah. Apasang bija.2. sarwa rogha winasana ya namah. . Ngaskara Bajra. Ghanta sabda prakasyate. Mantra bija. Utpeti ka tawa goras ca. Raris ider kang toya ping tiga. Candra nadha bhandu drestham. Spulingga Siwa twam ca.

urip waras dirguyua sang inambean mwah sang unulapan.2. di Merajan . kaporod dening wek. 4. ya ta kaprayascitta denira Sang Hyang Sucinirma. kaiberan dening ayam. guru madya guru purwem. nanda tirta panglukatan. Sawrwa jata pratistanam. Sang Hyang Sapta dewata. Mantra Pengulapan.17. Sembah Hyang Kemimitan/Paibon/Dadya/Pedharman Om Brahma Wisnu Iswara dewam. mekadi sang Hyang Lewihing bebanten. tri murti tri lingganam. Suddha klesa winasanam.15. Jiwatman trilokanam. pakulun manusa nira handa sih waranugrahanira. Om Brahma Wisnu Iswara dewan. Anglukat Banten. Om Pakulun Hyang ning prana-prani. Om Guru paduka dipata ya nama swaha. mekadi Sang Hyang Urip Sira amanggihaken ri stanan nira sowing-sowang pakenaniing hulun hangeweruhi ri sira. sarwa jagat pratistanem.2003:12-24). Ong dewa-dewa tri dewanam. kacekel dening wong camah. sarwa jagat jiwatma takem. ledang paduka bhatara anglukat angebur dasa malaning bebanten kabeh. Om Siddhirastu ya namah swaha. nandha raksanan den rahayu. tri purusah sudatmakem.2.Maklener apisan (Ngaskara) : Om Om Om Maklener ping kalih : Om Ang Ung Mang Maklener ngelantur : Om Ang Kang Iswara ya namah 4. guru dewa sudha nityem. jiwatmanem tri lokanem. Ong guru dewa guru rupem. Om Siddhirastu ya namah swaha. Hyang ning sarwa tamuwuh. guru pantarem dewam. 4.14.16. Om Pakulun Sang Hyang Sapta petala. Sang Hyang Wesrawana. Sang Hyang Trinadipancakosika. yang ana kalangkahing dening sona. (Natha. Sang Hyang Premana.2. Ong Ong guru paduka byonamah swaha 4.2. wastu suddha paripurna. sudha klesa winasanem. Sembah Hyang di Ring Merajan Sanggah Kemulan.

2. semoga hamba terbebas dari segala bencana. Tri Purusa suddhatmakam.2. Ong candra mandala sampurnam. 1983:21) Ong Brahma Wisnu Iswara dewam. nama candra namo namah. Ya tuhan selaku Bapak alam hamba memuja-Mu. (Kaler. Om Ang Gnijaya jagat patya namah. sweta manca kala runem. Brahmano dhipati Brahman. Stuti Stava 157. IB. Om Ung Manik Jayas ca.1 dikutip oleh (Kanca. candra dipa parem jotir. 2003:27-28) 4. Ong Ong candra dipate ya namah. Tri dewa adalah Tri Murti. Om Isana sarwa widnyana. dewa tri purusa maha suci. Iswara bhutanam. namo candra namo namah. Wisnu Iswara. Om Hyang Widhi dalam wujud-Mu sebagai Brahma. Om Siwa dipata ya namah. Wisnu Iswara. Sembah Hyang di Kawitan Ratu Pasek. Sa ghanasca De Kuturan Bharadah ca ya namu namah swaha. Sembah Hyang di Purnama /Tilem. Sembah Hyang di Pura Desa Mwang Bale Agung. Tri-dewa tri-murti lokam. wicak satya arawiyem. Ong siddhi ragem namastute. 4. . candra yanti prenamyakem. (Bangli.2005:35) 4. yang berkenan turun menjiwai isi tri loka. Tt:17). Ong karma dhaksa jagat caksu.2.20. dhara gopati madanem. Lingga rsi mah lingam. sumerus ca. sarwa brana busitah. Om Om Panca Rsi Sapta rsi paduka Guru byo namah swaha. bersih serta segala noda terhapuskan oleh-Mu.18. Panca rsi panca tirtham. (Ringga. nama candra namo namah. Om Ang Gong Gnijya namah swaha. Om Siwa Rsi maha Tirtham. semoga seluruh jagat tersucikan.Ya Tuhan selaku Brahma. Siwastu Sada Siwaya.19. Sapta Rsi Catur Yogam.

selaku Yang Maha Kuasa menguasai seluruh mahluk. Om Giripati dipata ya namah. Ya Tuhan dalam wujud sebagai catur maha Dewi. Ya Hyang Siwa hamba menyembah pada-Mu (Kaler.2. lahir dari bunga teratai.4) Om Hyang Widhi dalam wujud-Mu sebagai Brahma Prajapati.23. Ya Tuhan selaku giripati yang Maha Agung. hamba memuja-Mu sebagai Dewa Durga/Dewa Siwa.2. 4. 1983:21-22) 4.21.Ya Tuhan. Sembah Hyang di Pura Dalem.2. 4. pemberi anugrah. Dewa dari semua Dewa. Om Nam Dewa Adhistana Ya Sarwa wyapi wai Siwa Ya Padmasna Eka Pratistha Ya Ardhanaresswaryia nama namah. semua Dewa tunduk pada-Mu Om Giripati hamba memuja-Mu. (Suhardana 2005:68-69). Sarwa jagat pratistanam. yang menjadikan dirinya sendiri. Maha Suci. Hyang Tunggal yang maha sadar.22. (Kaler. . (Suhardana 2005:68-69). linggam Sarwa Dewa Pranayam. Mahapratista. Mahaguru. Om Giripati maha wiryam. selaku Brahma raja dari pada semua Brahmana. Sembah Hyang di Pura Prajapati. Maha Kuasa. Om Brahma Prajapatih Sresthah Swayambhur warado ruruh Padmayonis catur waktro Brahma salam ucyate (Stuti & Stawa 483. pencipta semua mahluk. maha mulia. (Suhardana 2005:62). Maha Dewa dengan lingga yang mantap. 1983:21-22) Om Pranamya Bhaskara Dewam Sarwa klesa Winasanam Pranamya Ditya Siwartam Bukti mukti wara pradam Om Rang Ring Sah Prama Siwa Ditya Ya nama nama Swaha. selaku Siwa dan sada Siwa. Om Catur Dibya Maha Sakti Catur asrame Bhatari Siwa Jafatpati Dewi Durga masarira Dewi. Sembah Hyang di Pura Puseh.

Ciwa tattwa prajanah. (Titib. sarwa karya. Om bhur bhuwah swah tat sawitur warenyam bhargo dewasya pranato dimahi.24. stutte. Om Grim Ksama heranya. jaca mapomesi. Ang Ung Mang namah.memiliki empat wajah dalam satu badan maha sempurna. penuh rahasia. Sang Hyang Widhi Om sarwa Dewa. . sukham bhawantu. sagenah sapari warah. Om Grim trepti laksanem. Nang Mang Cing Wang Yang. siddhi sekala mapuyat parama Siwaya labhate. Hyang Brahma maha agung.1997: 59) 4. Triloka sawangga sada-sidasah. parama gohyanam tri gunam-tri gunatma kem.ca siddhinti. Jayatte-jaya mapungat ya carthi. Om Ariwam surya koti pratam-candra koti redayem. twam Mahadewa. pujian terhadap Sang Hyang Widhi Om Twam Ciwa. Newidyam Brahma Wisnu’ca baksamdewa sarwadya inala bhoti. Siwasya pranoto nityam. Astra Mantra dan Sthuti Om Ung Rah Phat Astraya namah Om Atma Tatwatma Sudhamam swaha Om Om Ksama sampurnaya namah swaha Om Sri Pasupataye Ung Phat Om sriyem bhawantu.2. purnam bhawantu namah Sthiti Mantram Om Sang Bang Tang Ang Ing. Iswara-Parama swara. Setelah pangelebaran Caru. canddhi kesayanamo stute. Bhatara Wisnu’sca purusa pari kirtitah. dyoyo nah pracodayat. Maheswaram. Tata Cara Persembahyangan dalam Piodalan Om Ciwa sutram pawi-yapnya pawitram prajjapatti yo ayuswam bhala maste tejo. (Tri Bhuana Meru tumpang tiga) Om pranama Siwa Tang Ghayam.

Twam Ing Rudra bhanilaksana. ksama swman sakti. Pitra Yadnya 4. ye toyem prameng srayem.3. namah karya prajayate. Antaranta maye cubhem. Sarwa roga pramanem. tat to sima murti dewam. twam Siwa karah. brahma. Om Gangga mrtiya namah Om Candra mrtiya namah Om Siwa suddhamam swaha Om Atma tattwatmaya nam. Ciwa angga Siwa samahen. Sarwa nugrahakem Dewa-Dewi maha idem. Om Sri Samara wan amah. Anugraha hano haram. 1972:82-86) 4. twe meweh sapwe mi yadi ye na sakti bhawisiyate. sarwa klesa winasanem. dwam sarwa manggalanne sanem. Twam Suriya. nasayet statem papem.(Atmanadhi. Dewa-data anugrahaken yarcanam.3. pawitram mangghalam. Me Basme Ong Idam basma param guhyam. sarwa halaka terpana ya namah. Ye toyamciwon ce yah. Penuntun Metirtha Ong Rah Phat Astraya namah. Siwa Murti suka wahem. sarwa pujanem namah. Ong idam toyam wimalan dewam sarwa kali kalusa prasame namah swaha.1. Om Siwa tattwatwaya namah. Twam Ing Swara Gata karah. nugrahanem bagawan dewi maye datem. Om Widya tattwaya namah. sarwa tirthem siyemsawem. sarwa papa winasanam. Tirta Puwa Pangentas Wong Preteka. wisnu. Maheswaram. jale dewam rsi sangke. tirtha jatah pawitrakah. laksmi sidhi’sca dhirga yur nirwighnam sukha kretam. . Asta swarya gunatmakem. swaroma yem.Ksama swamam jagat natha sarwa papani rantaram sarwa karya kidandiki.

3. Brahmangga. Hung hur suma gangga idem toyem.3.4. Kramaning Pamuspaning Pitra. Resi Yadnya Yang dimaksud dengan Rsi Yadnya. 4. Sthiti.3.5. Siwangga: Triaksara. (Atmanadhi.2. sarwa papa winasanem nama. 4. Menekan Tangan. sami iti weta-wetanya. Salilem winalem toyem-toyem tirtha swibbhawa wanem subiksa ye sama toye. kebawos Rsi Renam. punika pisan sane ngawanang. Om Atma tattwatna sudhamam swaha. I para jadmane wenten utang mabudi ring Sang Sadaka. mawit sakeng pelaksanaan swadharmaning Sang Sadaka ring para janane sami. Gangga tirtha ye maha bhuta.3. 4. maha nadhi tre priyem tatha sarwa dewati. Om Ang Sapta Rsi bhiyo namah. (tangan kanan tiga kali) Om Ang Sapta Pitra bhiyo namah (tangan kiri tiga kali) Om Ang Sarwa Dewa bhiyo namah (tangan kanan lagi sekali). Ring tepengan punika waluya kapatutang/dharmaning bhakti. ste bhagawan Gangga nama ‘stuti nala muwapuh. Siwa mrtha manggala ye Sri Dewi sawa mutate. Tumuwut sang pitre adi nyasa ring catur desa. dewanemlila nasanem. deweye nameste ye namo namah. satunggil diangken I Para Jana mangda mapunya ring Sang Sadaka sane pageh ngamong berate lan . pamulihan sanghyang Atma (Ngentas) : Om Ang sarwa dewa bhiyo namah swaha (purwa/angga bajra mudra) Om Ang Sapta Rsi bhiyo namah swaha (daksine/mukha dada mudra) Om Ang Pitre bhiyo namah swaha (Utara hradaya/cakra mudra) Om Ang Saraswatiye bhiyo namah swaha (pascima/jihwa/nagapasa mudra) 4. Pralina. 72:81-82) 4.Om ganerem maha tirthem. Nama windu awaye swarem prabhu ibhuh samma kerttem maka patakwa sanem.4. nama siwa ya namah. Om Ksama sampurnaya namah. Om Sri Pasupatiye namah. Nyiratin Tirta Sawa Om jala siddhi maha sakti sarwa siddhi sarwa tirthem. Utpatti.3.

terhadap masyarakat pada umumnya. sapunika taler panungkalikanya Ida Sang Hyang Sedaka ring Ida Para Jana. Bramana purwa tististanem. Dwijendra Astawa. Sarwa roga wisnu cartem. Siwa loka pratistanem. Baskarem siwangga layem. 1984). (Pramadaksa. Guru Pada Namas Karo Om Guru-pada namas karaan.4.swadharmaning kasulinggihan.4. demikian juga sebaliknya Beliau sang Sulinggih terhadap masyarakat). dewa-dewa stiti guruh. Brahma peraja dipem lokem. 1984). Pada kesempatan ini sepertinya telah dibenarkan sebagai wujud bhakti. nama namah swaha. (arti bebasnya: berawal dari pelaksanaan kewajiban Sang Sadaka (Sulinggih). Aspek-Agama Hindu I-IX (1982-1982:14).1. Brahmanem purwanem siwem. Yoga sidyem murtinem. Dwijendra purwa siwem. Selanjutnya mengenai peraturan Sulingih telah diatur pada Himpunan Kesatuan Tafsir Terhadap. Siwa puja yoga meretem. disebut dengan Rsi Rnam. Brahma Wisnu Mahe Suarem. Tatwad nyanem siwem. Sarwa jagat pratistanem. (Pramadaksa.desyami Guru-pada dasyat sada. Sarwa wigene winasanem. Dewa mantarem sidhi wakyem dewa sandi sang yogatem. Santi-pusti-wasat-karma. Dwijendra baskara meretem. yang secara terus menerus menjalani hidup sebagai Sulinggih. karya siddhis ca jayate. 4. Siwa sada siwa sirwatem. 4. Waham wata . Brahmo siwa murti wiryem. Sarwa dewa masarirem. . Menyatakan bahwa: Tentang Kawikon/Sulinggih/Pendeta selaku Dwijati adalah suatu kedudukan khusus yang hanya bisa didapatkan dengan memenuhi syarat dan upacara menurut sesana serta sesuai dengan ketentuan-ketentuan Parisada. itu yang menyebabkan.2. Om Guru-paduka-byo namah. Ong brahmanem brahma murtinem. untuk berkorban dengan tulus ihklas ring Sang Sulinggih.

tiga macam syarat untuk mengalahkan musuhnya yaitu: Sang Hyang Astaka Widhi. Sang Hyang Yama.Surya merta pawiranem Yogi-yogi sarwa dewa. ya sarwa wigena wina sanem. Sang hyang Indra. harus mengetahui gerak-gerik rakyat yang bermaksud buruk atau baik. membakar musuh yang ada dalam diri manusia. 1986:47-8). s Sarwa dewa pratistanem. Sang Hyang Samirana. adalah seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat utama yaitu: Sang Hyang Agni. . untuk memohon petunjuk agar mampu mengalahkan musuhnya yang memiliki kesaktian yang tidak terkalahkan. 4. Ong Brahmanem brahma murtiem. siwa sada siwa meretem.3. Kemudian datanglah seorang Raja yang bernama Bhanoraja. Brahma putra pratistanem. Nada grutyem dewa mantrem.4. Ongkara mantra pujitem oma winayem maha wiryem. dan penulis ringkas. brahma siwa murti wiryem. Sang Hyang Astaka Widhi. Ong Guru dewem. Sang Hyang Surya. astawem dewa paragiyem. yang biasanya dipegang oleh “Bhagawanta”. memberikan penyuluhan dengan baik dan teratur. dengan isinya sebagai berikut: Di Gunung Agrapati ada seorang Maha Reshi yang bernama Purbhasomya. Sang Hyang Purana Yadnya dan Sang Hyang raja Kerta. Beliau seorang wiku yang telah melaksanakan segala dharma dari sejak masih kanak-kanak. Ong ganda pujiem Iswara nityem. (Gambar. Brahma wangsabca. Sadasiwa maha wirye. memberikan kemakmuran agar rakyat cinta kepada pemerintah. Reshi Purbhasomya memberi petunjuk kepada baginda Raja agar melaksanakan. Om Sriam bawantu swaha. siwa loka pratistanem. Lontar yang disalin oleh Sri Rhesi Anandakusuma. Sarwawa dewamca. AUM Upacara Resi Yadnya Selain pernyataan di atas. yang disebut dengan Resi Yadnya adalah penghormatan kepada nilai-nilai kebenaran yang sejati. yaitu Resi yang dipercaya oleh Raja untuk menciptakan kesejahteraan dalam Suatu Negara. dan tidak terluka oleh segala macam senjata.

4.3. 4.2. memberikan penghargaan bagi rakyat yang berjasa. Sang Hyang Purana Yadnya. untuk mengangkat Reshi sebagai “Bhagawanta” dengan dua belas kreteria sebagai berikut: 4. Setelah mendapat petunjuk.5. banyak bekerja sehingga mempunyai istri lebih dari seorang. Wiku Cendana. 4. Pikirannya hanya berguru kepada Sang Hyang Widhi Wasa. wiku yang senantiasa berpegangan kepada sastra. jangan sampai menghukum orang atas keinginan sendiri.4. Sang Hyang Pertiwi. Pesan terakhir dari Reshi Purbhasomya. memberikan ajaran yang dimiliki. Wiku Palang Pasir. wiku yang tidak bersaksi. Sang Hyang Wesrama. Dengan cara demikian agar dapat guru yaga.4.4.1. memperlihatkan Candi Prasada. dari Reshi Purbhasomya maka Baginda Raja melaksanakan petunjuk itu dengan baik. demi kemakmuran. bersama-sama belajar keluar negeri bersama pedagang.4.menegakkan hukum tanpa pilih kasih. . memiliki pikiran yang cerdik dan menghukum penjahat negara. Wiku Ambeng. dengan maksud berguru kepada Dewa Parameswara dan berhasil memiliki ilmu yang utama.3.4. Sang Hyang Raja Kerte. 4. kalau ia membunuh maka dia harus dibunuh. dengan tekun melakukan kewajiban siang maupun malam untuk mendapat dana punia (guru yaga). kalau dia menggelapkan uang harus dikembalikan berupa uang.3. memberikan hukuman sesuai dengan kesalahannya. 4. hingga memiliki ilmu yang tinggi.3. Hukumlah mereka yang bersalah dengan hukuman yang masih berlaku sesuai dengan Undang-Undang. wiku yang mengajarkan ilmu kepada orang lain dengan memikat hati masyarakat (amancing updesa). Wiku Pangkon. Wiku Panjer. Demikian saja pekerjaan-nya. Sang Hyang Baruna. banyak mempunyai sisia.3. Akhirnya musuh-musuh baginda Raja dengan mudah dapat dikalahkan.3. menjual ilmu pengetahuannya.

ahli dalam segala macam filsafat. memuja homa. 4. tidak mempunyai keinginan mengumpulkan kekayaan.4. bebas dari suka duhka dalam pergaulan di masyarakat. Pikirannya terasa terbang.10.3. Beliau tidak beristri.12. menyelesaikan (muput) upacara yadnya agar menerima guru yaga. Itulah agar Sri Aji (Baginda Raja) memaklumi ada 12 macam wiku. Wiku Grohita. Wiku tinggal menetap ditengahtengah hutan. karena ia memerlukan mendapat mas perak. telah sempurna tentang Tri Dharma (Dharma Tiga).4.4. mempunyai pengetahuan yang baik dan tidak beristri dari sejak kecil hingga lanjut usia. teguh melakukan yoga semadhi. berbakti kepada Dewa. mengembara di dunia. berbakti kepada Dewa di kahyangan.4. Wiku Sangara. hidup sederhana.9. 4. Wiku senantiasa memperdalami kesusastraan. rajin menghadiahkan buku (mendana pustaka). siang dan malam pandangannya sama.6. Wiku Bramacari.8.7. Wiku Grahasti. tidak beristri. Wiku Wanaprasthi. kepada Sang Hyang Widhi Wasa. wiku hidup berkeluarga.3.4.3. mengajar ilmu pengetahuannya kepada siapa yang memohonnya. melakukan yoga semadhi.4.3. Wiku yang mempunyai Nabe lebih dari satu orang. Begitulah ia laksanakan untuk mendapat guru yaga. Wiku Sanyasi. Tidak mementingkan harta benda. 4. 4. dunia ini dipandang rumahnya.11.3.3. dengan senang hati menolong orang yang menderita kesusahan. 4. beristri dan berputra tinggal didesa atau dikota hidup dalam masyarakat. wiku yang membuat kebaikan dengan memberi petunjuk jalan (ngentas) kepada rohnya orang yang meninggal dunia. selalu berbuat kebajikan. Wiku Saba Ukir.4. menerima tamu.3. tidak tetap tinggal di masyarakat (ndatan ring negara krama). wiku yang disebut dari angka 1 sampai . meningkat-kan filsafat kebatinan (ambek niskala). 4.4. Wiku mengawini wanita walaka.

Suptamaya. Pawiwahan. Pagedong-gedongan. Kelahiran Bayi. dukun yang percaya kepada mimpian. 2. 1994: 3-33) 4.5.6 (Ya Tuhan Yang Maha Pengasih. semoga ia Sawitar memberi rahmat-Nya kepada kami untuk ketentraman hidup. suci dan melakukan dharmanya wiku (dharmaning kawikon). . Ngastawa Sang Hyang Kumara. Om namah Kumara sad-anama ya. dengan kemampuan untuk menghindari kekuatan jahat).2. (Titib. 9). 12). 7). (Keselamatan Bayi dan Ibunya) Om Brhatstsumnah prasawita newisiano Jagatah sthaturubhayasya yo wasu. tidak bercacat. 10). Dari sebab itu patutlah dipakai Sri Aji memperhatikan benar-benar keadaan Wiku yang akan dipakai pendeta untuk istana dan negeri. dan menegakkannya.53. Siki dwa jaya prati mayaloke Sad-kreti kanandakara ya nityam.5. Ada tiga lagi yang patut mendapat perhatian agar pemerintah tetap stabil. Kalau wiku tersebut dipakai pendeta raja dan negeri. Metatah. Tigang sasih. (Anandhakusuma.Pradhanamaya. 3. dukun menurut kehendaknya sendiri. tidak boleh tidak negeri ini akan goncang dan menderita. tidak bersandar Sastra. yang memberi kehidupan pada alam. manusia yadnya terdiri dari dua belas tahapan yaitu: 1). Pawotanan. maka pemerintahan (keprabon) bisa menjadi goyah.Ragamaya. 8). dukun yang mengeluarkan kata-kata yang beraneka macam. Kalau ketiga ucapan dukun itu Sri Jaya percaya saja. Nempugin. Mapodgala atau Mawinten/Madwijati (sesuai dengan tingkat kemampuan seseorang. Ia yang mengatur baik yang bergerak dan yang tidak bergerak.1.5. Kepus udel. Weda IW. 4). Roras rahina. Bulan pitung dina. dan dipercaya oleh pendukungnya/masyarakat). dipandang wiku yang ada cacatnya (wiku ceda). 5). 11). Ngraja Singa. 1997:78) 4. Wawu hembas rare. Sa no dewah sawita sarna yacchatwasme Ksayaya triwartitamamhasah Rg. 6). Wiku yang disebut dari angka 9 sampai 12 dinamai Wiku catur Asrama. yaitu: 1.dengan angka 8 itu. 3). Manusa Yadnya Yang dimaksud dengan. 4.

Huwah prakase warado namo’ stute (Ringga Natha. lare wigene papae klesane si anu.sti kajrambha kayajaya nityam. Mala papa petakane sianu kabeh. Ong seriya namu namah swaha. Om Rudra-atma kaya prati mayoloke. Om ya namo. 1987:18) 4. Ong bhatare Bayu angiberaken lare roga. metatah. Potong rambut.3.Namao. Namah sadakurtkuta namo hana ya. Kalisakane lara roga. 2003: 64-65) 4. Mesesarik.5. Om Antiganing sawung pangawak Sang Hyang gale acndu. Sasti-praya yam ala santriyate. Om Namah sada-agni ya wiyaka ya.4. Namo. Om Sang Sadyaya namah (alis) Om bang Bamadewaya namah (bahu tengen) Om Tang Tat Purusaya namah (tungir) Om Ang Aghoraya namah (bau kiwa) Om Ing Isanaya namah (hredaya) Om Rang Kaje sarase namah (bahu kiwa tengen) Om bhur Bhuwah swah Jwalon namah (Ratna kencana = pada kalih) Om Hring Kawacaya namah (sarwa angga) Om Bang netra ya namah Om Bang netraya namah. Om sang Sadaya namah (ring arep) Om Bang Bamadewaya namah (ring tengen) Om Tang Tat Purusaya namah (ring kalong) Om Ang Aghoraya namah (ring kiwa) Om Ing Isanaya namah (ring tengah). Sagilingan pagilingan male. Brahmanya dewaya sikidwaja ya Senapratewa dahita ya nityam dewayam Namo’stu koncadala darana ya. Ong sah osat namah. stu hanganila ya nityam.stu tasme dwajawara pujitram.5. Ong bang bane dewa ya namah. Mabiye kawon (Usapin taluh ayam Brumbun). Namo’stu widya warada ya loke Namo’stu rohika wapiya. sidhi pari purnya namah (netra kalih) . (Gambar. molongin karna.

Brahma Bayu lara roga Bhawantu sang malis-lis. Purnahayi. sarwa karmagate piwat. Ah Ah Ah. Pengambiyan. purnajiwa. Pabersihan: Om Ang Bubu tirta harum Lis Om Nama Dewaya namah. Peras. Sudhaman swaha. Penganteban Peras.Tepung Tawar. Om Ang Yang Om Ang Ung Mang. Pengisep Peras/daksina . Om Siddhi rastunya namah swaha Suci Om Suci rwa-suci rwapi. sampurna ya surya Candra madya pada Om Ung Sri-sriya wenasah. cintyyayet Dewa Wisraman. sebaya wiyanta suci. Om Ung Sarwa Dewa mrtaya namah. Om sdudha mala mari sidhi sasas dangku dirghayusa Om Ung Sapa panaya namah swaha Om Ang Pranama Siwaya namah Tetebusan Om Ang Maha Sidhiyam ya namah Kumur-Kumur Om Wakra sodhaya mam swaha Meraup Om gemana muktiya namah Mesesarik benang Om Purnatma.saraswati mrtaya namah Sudha siddhiyem prayojenem.

Om Ung Mang Mahadewa Sudhaya namah Pangisep salwiring Banten Om Hyang maha mrta Srayu Dewata , Ang-Ah. Penganteb Sesantun/Daksina Om Ang Yang Sukham amrta Sang Jiwanya namah Pebangkit/Gelar sanga Om Durgha bhucari namah swah. Om Khala bhucari namah swaha. Sang Bang Tang Ing Nang Mang Sang Wang Yang Ang Ung Mang namah. Pengaksama. Om Ksama swamam Mahadewa, sarwa prani hitang karah maoca sarwa papebyah, phalayaswa sama namah swaha. Om Samastha ta Mahadewi bharawi prete baksini Bhagawate twasya Durgha dewa bwatasya sakhalam, niskalam twam Rudra tam somya daryatesya wa Twaya Dhurgabhuta watyeya namo namah. Pabuktian Bebangkit/Gelar sanga Om Buktiantu durgha kentara. Bhuktiantu khala kewaca. Buktiantu nhuta nem. Bhuktiantu pisaca sagyem. Om Sendat-sendat robyo namah Om rich kecarik caru kero bhiyo namah swaha. (Atmanadhi, 1972: 88-90). 4.5.5. Smara Ratih (Menek Bajang) Om Pradana purusa sayoga ya, Windu dwa bhoktra ya namah. Dewa-dewi sayoga ya, paramasiwa ya namah swaha. Om Ananggah Kamani patni, Puspeso mandhani thata. Kamo Dhanawati patni, Mandani mandana tahta. Om manobhawa shobani ca, Sri mati makara dhwjah.

Kandarpa Somawatis ca, Sri Jayani ca manmatah. Om Kama Dewa Ratih Patri, Swetari smara ewa ca, Anatur nandini patni, Manasi jas ca tarini. Om kamadewa ca tarini Om Om Kamadewa ca Ratiye namah swaha. 4.5.6. Pakeling saha Seha. Om Pakulun Sang Hyang Pradana Purusa, Makad sira Sang Hyang kamajaya kamarath, mansan nra handa sih wranugraha ri sira, Amembah angadekaken yadnya pekalan-kalam nira sang bipraya wiwaha, ledang paduka Bhatara pada tumedun pada malinggih ring rwaning kukus arum Om Pranamya bkaskara dewam, Arswa klesa winasanam. Pranamya aditya siwartham, bhuktu mukti wara prdam. Om Hrang Hring Sah paramasiwa dewa lingga ya namah. Ringga Natha (2003:39-40) 4.5.7. Mawinten Sang jagi ngemargiyang indik upacara-upakara Pawintenan alit kawastanin Pawintenan Bunga/Saraswati. Orang yang bermaksud melaksanakan tatacara upacara-upakara Pawintenan kecil disebut Pawintenan Bunga/Saraswati. Om, Saraswati Namastubyah; Warada Ama Rupini, Sidhi-rastu Karaksami; Sidhi Bhawantu Me Shadam. Om Pranamya sarwa Dewa-Aksara; Paratma Atma Ewangga; Rupa Sidhi Karoksabet; Saraswati Namnyam. Mano

Om, Padma Patra Nama Laksmi; Padma aksara Warni Nityam; Pahalabaye Dewi Tubiyam. Selanjutnya diteruskan dengan Mangajapa Duh Sira sang Mawinten, Wus pwa sira binersihan, Mawintengama, Manke sira wuswruha ring kasucian, Aywa tan mituhu pawarah, Aji, tumuta kita susilan ira Sang Hyang Ayu, gelarana yoha lah, Semandinta, aywa tan rastiti ring agama, Yati-ka dalan Kita, Bhakti ring Bhatara Den langgeng pwa juga sira,

omastitikna, Maning sariranta, Kunag yan Sira umalaku, tan weang panganna angulahakna Sang Agma, Aggengakena Dharmanya, Anulis Sarwa Sastra, suksma tutur utama, muang gelarana puja mantra, Yan wus samangkana polah niya, weang ngungguhakena banten ring prahyangan, yan tan samangkana, Karya letuh ngaraniya, apan urung wruha ring kasucian agama, apan kasupatut den Panca Maha Bhuta Mala sariranta, wenang Winiten de Sang Sada Yogiswara, Yan tan samangkana tan sida hilang panca malanta mangkana, pratiyaksakna pawarahing sang hyang Aji Suksma, sih nirmala. (Pramadaksa, 1984). 4.6. Bhuta Yadnya 4.6.1. Susunan Bhuta Yadnya Pertama: 1). Segehan Alit & Agung, 2). Panca sata, 3). Panca sanak, 4). Manca kelud 5). Rsi gana, 6). Walik Sumpah, 7). Lebuh Gentuh, 8). Tawur Agung, 9). Panca wali Krama, dan 10). Eka Dasa Rudra. Mantram caru termasuk yadnya sesa, adalah sebagai berikut: 4.6.2. Yadnya Sesa. Om Ang Kang Kasolkaya kanaya osak namah swaha swasti-swasti sarwa butha sukha pradanya namah. 4.6.3. Pengelebaran caru-caru. Om Tang Ang Ing Sang Bang Ung Ca Tat Om Gunung Gangga dipataye. Om Hreng Rajastraya namah. Om Phat-phat, Om Ang-Sura bhalaya namh. Om Ung Cakra bhala ya namah. Om Sang Bang Tang Ang Ing Panca Maha bhuta bhiyo namah. Asep-Asep Om Ang Dipastra ya namah Cecepan Air Om Angga sukha mrtaya namah Penastan/Cuci tangan O namo namah swaha Pakakurah Om Ung Mang kama ya namh

Mahadewi. Pasupati Om sarwa wighna winasayantu Sarwa klesa-klesa winasayantu Sarwa duka winasaya Sarwa papa winacaya Sarwa papa winasaya namo namah swaha. Pascima Mahadewa Pasca. Adah sabda Ciwa Cakra Undah Prama Siwa Dwaja.4.Panglukatan Om Iswara Umadewi’ca Mahesora Laksmi Brahma Saraswati dewi. Siwaditya.6. Dupa Gniya Mahesora. Bayu Ong akasa bayu murthinem Sarwa marana wicitem Mertyu kslsmtsks rodrem Jagatem pretista lenggem Apah Ong Ung Wisnu trinayem. Daksine Brahma Dandastra. Utara Wisnu Cakrastra Ersanya Sambhu Trisula Madya pada Ciwa Padma. Arda Nareswari linggam arcane ya namo namah. Ludra ni Santani dewi. Akasa Guru Trisulam Danendra ya namo namah swaha. . 1972:7880) 4. Om Iswara Bajrasta.Candra dewi Sunya Siwata pujinem. Biyahyem Angkus Sangkara. wisnu Bhatari Sridewi.Nerityem Rudra Moksalam. (Atmanadhi. Panca Mahabhuta (serana: Genta dan Sekar) Akasa Ong akasa nirmala sunyem Rudra dewa byomantarem Siwa nirbhanem wiryanem Teja Ong tejo murthi nawa rupem Surya candra masarirem Sarwa teja diptadnyanem Arcanem sarwa dewanem.

Catur dewa maha sidhyem Wighna klesa winasanem Raga dosa winurcitem Pertiwi Ong pretiwi sarirem Catur dewa Maha dewi Catur asrama bhetari Siwa bhumi maha sidhyem Ong Ong Rang Ring sah wosat. Ong krura raksasa rupanca Wyakta ya rakta locanem Prape noti santo rupatwam Twam wande tri purantarem Ong Ong kala bhucaibyo namah swaha Butha Raja Stawa Ong bhuta raja maha krurem Saharsa kirana pradham Sadwaktrem sayutascewam Sakala swahitang karem Ong maha raksasa dasa bhujah Hiranyem garbhode sembawah . Durgha Stawa Ong sema kasta maha dewi Bherawi pretha baksini Baghawati durgha tasye Durgha dewi namonamah. Ong sekala niskalatmatwam Rodranta somya darayet Tasye durgha dewiywm tasye Durgha dewi namonamah Ong Ong sri durgha dewi dipate ya namah swaha Kala Stawa Ong byakta raksasa rupanca Webaksya twam capunah Somya rupa mawopnoti Twam wande waradham aum. Sri pancamaha bhuta byomanah swaha.

purwa desanira. pon pancanira. rinancana winangun urip. utara desanira. Ong Sang Namah. Iti tadah sajinira penek bang. Iti tadah sajina penek ireng ayam ireng rinacana winangun urip. Ong Tang Namah. wisnu dewatania. ajaken wadwa kalanira limang atus limang puluh lima. brahma dewatania. wusira anadah amangananginum satetanjan. anadah ta sira wisira amangananginum satetanjan. Ong bhuta lembu kanya. mantuk sira maring kayangan nira sowang-sowang. atatanjan. Ong Ang Namah Om pakulun sira sang bhuta tiga sakti. mantuk pwa sira ring kaynagn nira sowang-sowang. iwak ayam isa. wusira anadah ta sira. Iti tadah sajinira penek kuning ayam buwik rinancana nangun urip. mahadewa dewatania. Ong Bang Namah. ajakaken kala wadwanira wulungatus wulung puluh wolu. anadah ta sira. rinacaca winangun urip. bhetara siwa dewatanira. Ong sang bhuta aruna. mantuk pwa sira ring kaynagn nira sowang-sowang. daksina desanir. anadah ta sira wisira amangananginum satetanjan. wusira anadah amangananginum satetanjan. Iti tadah sajinira penek amanca warna. 2005:76-78) Ngayab Upakara ke Bhuta (Caru Panca Sata) Ong sang bhuta baruna. madya desanira. Siratin Caru (Sarana Tirta). Iti tadah sajinira penek puti ayam puti. ayam wiring winangurip. mantuk pwa sira ring kayangan nira sowang-sowang. pahing pancawarnania. ajaken wadwanira sangangatus sangang puluh sanga. ajaken wadwa kala nira pitung ngatus pitung puluh pat. umanis panca warnania. wusra manganannginum. pascima desanira. ajaken wadwa wadwa kala nira petangatus petang puluh pat.Bhuta preta simang rudhah Naga yadnya musubitah Ong Ong bhuta raja dipate ya namah. kliwon panca warnania. mantuk pwa sira ring kaynagn nira sowang-sowang. (Bangli. anadah ta sira. Ong bhuta jangitan. Ong Ing Namah. Ong Ung rahpattastra ya namah Ong atma tatwatma sudhamam swaha .

sekar) Ong mrana bhuta mararem . waras. Ang Ung Mang. paduka bhetari durgha. waras. ra kaki bhetari gana. waras. paduka bhetari durgha. lugraha sangadruwe caru kadhirghayusan. amukti sira sarwa enak. teka waras. Ang Ung Mang. Ong sidhi rastu tatastu swaha. sama lolya. waras. Ong sidhi rastu tatastu swaha. sannhyang panca muka. Nang Mang Sang Wang Yang. apan sampun angaturaken caru kabaya kala. ra kaki bhetari gana. Nang Mang Sang Wang Yang. lugraha sangadruwe caru kadhirghayusan. sama lolya. sama suka. Ngayab Caru (Sarana Genta) Om pakulun kaki bhetara kala. Aywa sira anyangkala swakarya punanu. sama suka. Aywa sira anyangkala swakarya punanu. teka waras. Ong Ung rahpattastra ya namah Ong atma tatwatma sudhamam swaha Ong sri pasupati ung pat Ong Sang Bang Tang Ang Ing. amukti sira sarwa enak. Ngayab Caru (Sarana Genta) Om pakulun kaki bhetara kala. apan sampun angaturaken caru kabaya kala.Ong sri pasupati ung pat Ong Sang Bang Tang Ang Ing. kasadya rahayuan mwang kaubagan. Ong bhuktyantu dgurga katarah Byaktyantu kala mawaca Bhuktyantu sarwa bhutanem Bhuktyantu pisaca sangyem Matabuh Arak Berem Ong durgha baktya loka bhoktra ya namah Ong bhuta loka bhoktra ya namah Ong kala loka bhoktra ya namah Ong piasca loka bhoktra ya namah Pengerarem Bhuta (Serana: Genta. sannhyang panca muka. kasadya rahayuan mwang kaubagan.

sumurup masing sarandhuning sarira kabeh. menadi bhatara siwa guru. Ong Tang tatpurusa ya namah Ong sang bhuta ireng. sumurup maring ungsilini. Irika ta anglukat sakwehing bhuta kala kabeh. Ong sidhi rastu tatatstu swaha Ong ksma sampura ya namah swaha Ong Ong swasti swastisarwa bhuta suka pradhana ya namah swaha. menadi sang hyang Brahma. pada alukat apupug denira bhatara siwa guru. Ong sang bhuta pita. Ong Bang Bamadewa ya namah Mahadewa. Parurupan Bhuta (Sarana: Genta Sekar) Ong sang bhuta sweta.Sri damba dara yanganem Sri mantra trigata swara Sri daradhi maha mantrem Ong agni madya rawicewa Rawi madya candrma Candra madya sukla bhawet Sukla madya stiwa-tiwa. teke kita saking madya desa. teka kita sakeng daksina desa. Ong Bang Bamadewa ya namah swaha. sumurup maring amprui. Ong Ang Ahora ya namah. sumurup ring bhuta kalika. teka kita sakeng utara desa. teka kita sakeng pascima desa. teka kita saking purwa dea. Ong Sang Sadya janten ya namah swaha Ong sang bhuta bang. sumurup maring papusuhan mrnadi sang hyang Iswara. Tirta penglukatan) Ong lukatira bhuta dengen. Ong indah kita sang bhuta manca warna. Ong sdhi rastu tatastu swaha . menadi sang bhetara Wisnu. Penglukatan Butha (Sarana: Genta. menadi sang hyang brahma. sumurup maring hati. Lukatira bhuta kalika sumurup ring bhatari dhurga Lukatira bhetari dhurga sumurup ring bhatari uma Lukatira bhetari uma sumurup ring bhatara guru Lukatira bhetara guru sumurup ring sang hyang tunggal Lukatira sang hyang tunggal sumurup ring hyang tan paran Sira juga sangkan paran prasida kalukat mala petaka kabeh. mur sah pwa kita kabeh dadi dewa dewi.

Dora. si wan a ma ya. 4. Kepanca Maha Bhutan Ong pretiwi dewa sampurnem Apah teja jiwatmanem Bayu akasa premanem Durgha yusa jagatrayem Ong Rang Ring sah wasat. prama siwa Panca maha bhuta byonamah swaha. Kang Kininda. sang Kala Biantara.Saluhuring Sang Kala Raja Merana. Sang Kala Kudang Kastu. sira guruning bhuta kabeh. Sankala Astawara. Sang Kala Pancawara. Belajar Mantram Genta atau Bajra. Sang Kala Bhuta Mrtyu. Waya. Sang kala Dharma. Sang Kala Dumrana. Sang Kala Dwimba Pepet. Bija genahing ring sanggah cucuk) Ong sang buta purusangkara. Sang Kala Nawa Wara.5. Sang Kala Bhuta Nganten. Ong dukduk. Ang Ung Ing Ing namah swaha. Ong Ung Rah Pattsastra ya namah swaha Pengaksama Genta atau bajra .6.Sang kala Dasasengker. mantuke sira ring kahyangan nira sowang-sowang. wangsulake bhuta nira riwusira mangananginum. Mengambil Genta atau Bajra. rung rung. Ong Mang Ang Ung ya nama swaha Ong Ung Ung bhuana sudha suksma ya namah swaha Ong Ong suksma ya namah. Ong a ta sa ba I. Sang Kala Bhuta We-Uku. (Pramadaksa. Sang Kala Rumpuh. Sang Kala Sapta Wara. Sang Kala. Sangkala Gni Bwaka. Mantram Caru dewasa ala Pakulun Bhuta wetala wisaya.6. Sang Kala Sri jaya Mandala.Ong Ang ksama sampurna ya namah swaha Ong guru padeke byonamah swaha. 4. Ong bhuta sahira ya namah. Iki iki tadah sajin iri sedaya.6. Kasukanira Om dirga ayu rastu tadastu astu swaha. Sang kala Sadwara. Sama kabeh ring Sang adruwe caru. 1976). Pralinan Bhuta (Sarana: sekar. dung dudung.

Ong gentayur pujitem dewa. 2006:66) Nyipen Genta Ong Ang namah. (Swastika.7. tangan cakupkan pada dada atur nafas masuk lewat hidung Om Ang namah Om Ung namah . seperti pada upakara /bebanten: 4. Candrada windhu nadhantem.7. Amusti Karana. Menyalakan dupa/Ambil Dupa nyalakan. ganti setiap habis Om Ang Brahma dipastra ya namah Om dupa amertha ya namah Om lingga purusa ya namah sawaha. tangan ditengadahkan diletakkan pada kedua belah lutut Omprasada stiti siwa nirmala ya namah Om padmasana ya namah Om lingga purusa ya namah swaha.1. Sukham Bhawantu. Om Santih Santih Santih Om. Ong Ang Kang kosal kaya swari ya namah swaha.7. Ong Mang namha (raris unyaken panjang) . Ngayab Bebanten Sebelum upakara dan upacara tersebut dimulai kita harus membersihkan diri. 4. 2005:91) Ong Ang Kosal Kaya Ya Namah Swaha Ong Sriyam Bhawantu. Pelaksanaan Upacara Sikap duduk tegak. Abhawa-bhawa kamesu. Ong Ung namah. Waradham labda sandeyah. Jagatnatha hitangkaram Abiwada wadanyah. Purnam Bhawantu.3. (Bangli. (uniaken panjang/bunyikan panjang) (Swastika. membersihkan sarana upakara dan mengistanakan para dewa pada upakara tersebut.2. Spu lingga siwa tattwanca. 2006) 4.7. 4. Genta sabda prakasyatah.Ong Ongkara sadha siwa stah. Ongkara prakerthitem.

sudha Brahman sudha sudha astu tad astu ya namah Om sa bat a ha i. apan sampun jangkep tengerin tri buana.4. (lalu cemplungkan bunga ke tirta) Om pakulun Bhatara Siwa Gni. Om Sang Hyang taya tanpa netra.7. Menjalankan Pabyakaunan.7. Sucikan Tangan Om Sudhamam swaha Om Ati sudamam swaha 4. Om bumi ginawe. Om a ta sa ba ha I wa sin a ma ya. Ngastawa Lis. tanpa cangkem. Om Sidhir astu nama siwa ya. Ngastawa Tirta. prayascita yan namah Om a ta sa ba ha I na ma ya. sesuai dengan kegunaannya Om tirtayam tirta pawitram.Om Ang namah 4.9. Sucikan Badan. Om Gangga pawitrani ya namah swaha.7. Om Ung Wisnu amerta gangga ya namah. (lalu siratkan kepada yang akan dibersihkan/dilukat). lakukan disekitar pelaksanan upacara. Om Mang Iswara ya namah swaha. sarwa klesa dasa maha geleh pate leteh prayascita ya namah swaha. sira angisuh .7. Om Puspadhanta ya namah Om Ang Ung Mang Siwa Sadha Parama siwa sabda bayu Idep sidhanta nirwighna ya namah Om Sidhi swaha ya namah Om Shah wosat prayoga ya namah swaha. tanpa hirung. mangkin ngadeg ring lis pabbiakaon muah lis padma 4. dengan sarana bunga. 4. Ngaturang Pabyokaunan dan Payascita.7.8.6. 4. Ambil Lis lalu disucikan. sudha bumi sudha giri. tanpa karna.5.7. siwa rininggiting guru utusang sang hyang bhatara dewa kalabetaning sarwa dewa mangilangaken mala papa petaka geleh sarira. Sang hynag taya jati sukla nirmala. Om Ang Brahma ya namah. 4.7. Om pakulun pangadegning janur kuning.

Om Hrim sram man swam yam sarwa roga wighna astu winasa ya rah ong phat. tad astu nama swaha.ishin sarwa dewa. Kala Sepeten. Ngelebar Segeh. Ngaturang Prayascita. indur doh kita sarwa bhuta. sarwa satru winasa ya. sarwa papa winasa ya.11. nyah ta kita ring janur jipang sabrang melayu. 4. angilangaken sarwa bhuta dengen. Mekala Hyang. caturtya sudha. Manawi kirang ta aturan nira durus tuku ring pasar agung.7. sang kala peraja muka. dilaksanakan saat pabiyakaonan Pakulun sira sang kala purwa.12. sarwa rogha winasa ya. Kala Jenar Kala Manca Warna. (sama seperti di atas) Om Pratama sudha. kala dengen ring pada bhatara kabeh. pilih kabela nira kabeh. sudha sudha wari astu. aywa ta sira pati reroganing. Aywa kita amgoda manusan lan apasanakanku. Pakulun Bhatara hyang kala. Om Hrim rim srim am tang sam bam im sarwa danda mala papa klese wanasa ya rah um phat. Om Sidhi guru srom shah wosat.10. sang bhuta preta. Om am mam nama ya namah. Kala Ireng. pomo pomo pomo. tritya sudha. sarwa dusta winasa ya. aywa ta sira masenetan ring manussa kabe. 4. Om Hrim srim am tang sam bam im swarwa danda mala papa klesa wiansa ya namah um pahat. wus mangkana durus sira awali ring genag sowang-sowang. Kala Sakti Kala Petak. kala ring sarwa ta kabeh. Om sarwa wighna winasa ya.7. 4. Iti tadah sajinira penek lan terasi bang. akala sakti. (lalu natab ke bawah dan lanjutkan ke Badan) . sang kala ngeluleng. dwitya sudha. Om ksama sampurna ya namah. ojo sira nyengkala nyengkali manusan nira nagstiti dewa ring kahyangan sakti.7. Puniki ta bukti denira kabeh. Kali. Kala Anggapati Kala Karogan Rogan. pancami sudha. reh ingsun sampun angugrahaken tadah saji ring bhatara Kala. sarwa klesa winasa ya. Kala Bang. sedahan Kala kanibehan. Aywa ta kita pati ulik Sali gawe. Ong Ang sarwa klesa kesama swamam ya namah swaha. Om Kala Kali byobakto ya namah.

elemen Atman. sih kerta nugrahe betare. Ong nama Siweya. ha. Pukulun sire sangkale purwe. i. den pade kadep sidi rastu pangastu dangguru isuare nire. se. si. sujud kepada Om. aje sire kari ring kene. tuku sang sira ring pasar agung. tan kelabetang tulah kelawan carik muang pamidi. na. elemen Siwa Om. anak rabinira. Om. sang kala nguleleng.16. (raris eteh-etehang. (Gambar. pangeresik tepung tawarin lis). sarwe pape petake lara roge wigene parayascita ye namah. Ngaturang Parayascita. sang bute perete. Astawan Banten malinggih ring paruman Ong perenamie dewa sang linggan. Ong I. . he. Pasang Tri Tattwa Om Om Siwa Tattwaya namah Om Om Widya-tattwaya namah Om Om Atma-tattwaya namah Om. Ong A. Om shah wosat prayoga ya namah swaha. 1987:24) 4. I. aje sire pati reroganing aje sire ulik sili gawe iki tadah saji nira. suang wigene hulun aminta sih lare toge. ta. sang kala byobakte ya namah suaha.13. wa.15. Ong se ba. sang kala paraje muka. pilih saka balanire. ajaken sanaknira. te. Bebanten Suci. sujud kepada Om. ta. rowangire.( 2006:4046). 4. mogalupute ring lare roge. 1976:251). ba. sa. me. sarwe male parayascite ye namah. ring pilinggih sami. 4.7. iki jinah satak likur.7. (Puja. sujud kepada Om. kala sakti.lawe satukel. Swastika. ye. ulun amuja ri paduka betare pakulun. anak putunira.7. Om sidhi swasha ya namah. indah nira lunga kirangan kabeh amarah desa. sarwe kelese dase male Genah pate leteh parayascite ye namu namah suahe. menawi kirang tadahan sire.14. be.Om ang ung mang siwa sadha siwa parama siwa sabda bayu idep sudhanta nirwignhna ya namah. penek lan terasi bang.7. 4. elemen Pengetahuan.

susur keramas. winahan kundi manik makasudaning bwana kabeh maka uriping bwana agung bwana alit.8. 1987:8 . anangguhana ratna kencana. ulun aminte sih nugraha ring paduka betare sakti. Penghormatan. (Siratan tirta) Ong sidrastu ya namah swaha.7. Ong pakulun. Ong to ye gangge pawitre ye namah suahe. namasiweye. (Gambar.18. (selanjutnya ngaturan pasucian). Ong Hyang Hyang Hyang. sebatahei. Ngastiti Tetebusan Ong purna candra. purna bayu den kadi langgenging surya candra. 1994:16-20) 4. (selanjutnya Ngastawa betare sami). sari pasucian sesarik. seganti-ati sabda rahayu. 4. pengeraratan ring pada betare pakulun. Sang Hyang Ayu Asihe pinakang ulun.7. Sire asung anugrahe ring pule pale mangilen-ilen padanira Sang Hyang samangkane puangulun inanugrahe denire Sang Hyang pasupati ide malinggih ring puncaking Gunung mahe meru ring jambu duwipe. Ong sah odat ya namah swaha. (selanjutnya ngaturang tirta pakuluh). Mangkana tetep pageha ring bayu pramanira si Anu ring raga walunanira anangaken pala boga. lenge wangi.17. anglebur ujar ala ipun ala mala petaka tuju teluh terenggana. desti tiwang prakasa prasama kalebur denira Siwatirta-Murti sakti. 4. (Anom. Amuncar amukti sakti anibekaken tirta kamandalu. Ong Ang Ang namah suahe. Ong pakulun sredah Betara Siwa. maduluran wastre seperadeg maketigasan betare sinamian miwah toye pawitre pemasuhan tangan suku. perenamian siwe Siwar tan sarwe jagat paramoditam. Dewa yang Berstana di Gunung-Gunung . manusan betare angaturaken sari pemendak. Ngaturin Betara Kukusarum Om Hyang Hyang sukla parisudha ya namah swaha.Sarwe kale bute sirnam.14).

4.8.1. Penghormatan di Gunung Andakasa Ong Ing Indra taya namah swaha 4.8.2. Penghormatan di Gunung Mangu Om Ang Kling Cling Adhikalayang de bhawa 4.8.3. Penghormatan di Gunung Watukaru Om Tang Jayanatri namo namah swaha Puncak Gunung Watukaru Om Ung Hyang watukaru dewa Saktiya namah 4.8.4. Penghormatan di Gunung Kawi Om Ung Manik wisesa Sakti Dewa Purusa ya namah swaha 4.8.5. Penghormatan di Gunung Batur Om Ang Sri Dewi Danhu Jiwa mrta sabumi swaha ya namah 4.8.6. Penghormatan di Gunung Beratan/Dhanu Bratan Om Ung Wesphawa Hyang Manikya namah swaha 4.8.7. Penghormatan di Penataran Besakih/Gunung Agung Om Tang Maha Dewa Sarwa Dewa Sruti Basukihan nama swaha 4.8.8. Penghormatan di Gunung Agung Om Hrang Hring Sah Bhatari Giri Putri Siwa Bumi Maha Sakti ya namah. (Atmanadhi, 1972:45-49) 4.8.9. Nunas Tirta ke Gunung Agung. Ong asung seredah Betara Sakti, Pakulun Hyang ring Gunung Agung, Hyang ring gunung lebah, Paduka betara amijilaken tirte trebesan, Telaga waja, panglukatan mijil saking gunung Manik tegal siku, ring saganing, Paduka Betara anglukat anglebur Malaning aturan ikang manusanira samadaya, Kene kerarahan, kara ramian ring kahyangan sakti, Teke moksah ikang mampeh maring wetan, maring kidul, maring kulon, Maring lor maring madia, tumiba ring tengahing segara, mabayolan wastu sidi rastu ya namah swaha (ucapkan tiga kali) 4.8.10. Maturan Canang Prascita (Tebasan Durmanggala) Ong pakulun Sang Hynag Kala Lunggleng, Aja sire pati papanyi Iki tadah sajinira penek kelawan terasibang, iwak antiga, jinah satak lima likur, lawe satukel.

Manawa ta kirang tadahira aywa sira usil silih gawe, tukunenta ring pasar Agung, lawe satukel, weh sanak rabinira, muang putunira. Ndah ta sira lunga amarah desa, aja sira maring engkene den pada sidi rastu. Ong kala bie bekta ya namah swaha. (Anom, 1994:10) 4.8.11. Ngadegang Betara Nyatur ring Banten Ong ang Brahma rakta warna, saraswati dewi bionama swaha. Ong ung Wisnu Kresnawarna Sridewi bio namah swaha. Ong mang Iswara swetawarna Umadewi bio namah swaha. Ong tang Ludra Durga dewi bio namah swaha. Ong Ong Sri Guru Jagatpurusa bio namah swaha. (raris ngingkupan betara sami) Ong gang ung mang, Ong Siwa Mata warna, giri putrid dipatio namah swaha. 4.8.12. Ngastawa Betara dan Pengiringe maka sami Ong Iswara purwantudewa, Heneyanta mahesora Brahma Daksina Dewata, neretian Rudra Dewata, pacimanca Mahadewa, wayabian sangkara statan, wisnu Utara Dewatam, Aiswarya Sambu Dewata, Madia Sadaswa, Sarwa dewa muciate. Ong Hyang sri Dewa Dewi amreta pasupatiye nama namah swaha. (Anom, 1994:12) 4.8.13. Nedunang Betara ke Pengubengan Ong Iswara Umadewi ca, Mahesora Laksmedewi, Brahma Saraswatidewi, Ludra Nisantanidwi, Mahadewa Umadewi, Siwadetia, Cadra Dewi, Guru Giriputridewi, sunya siwa ta pujanem, Ardhanareswari lingam, daksina Brahma danfastra; Nairiti Rudra moksalam, Pascima mahadewa pas, wayabyan angkus sangkaran, Utara Wisnu Cakrastara, arisanya Sambhu Trisula, Madia Sadasiwa padma, andah siwas ca Calirastra, urdah Pramasiwa dwajan, Guru Trisula dranam. (Anom, 1994:14) 4.8.14. Nedungan Betara sami (dari Jawadwipa, dan Selam/Allah/Islam)

Iki sehene rawuh ke jaba (pejati). Pakulun Paduka Batara Hyang Baruna, Manusanira anguntap anuhur Padanira batara samodaya, Sredah tumurun mara maring mrecapada. Manusanira angaturaken pejati, banten suci maduluran banten jotan dampulan. Sredah paduka batara malingga ring kayangan Agung, Maka panguluning jana pada, Katuran puja wali, peparenga samojaya, Ong sidhi rastu ya namah swaha. Sira masehe, saha kleneng angonteng. Pakulun batara sinuhun Agung, malingga ring punaking giri jambudwipa, sira tumurun mara maring Bali, malingga ring gunung Agung, kalih ring gunung Batur, sredah paduka batara asung lugraha agung rene pengampura, manusanira Batara angaturaken sarinan canang muang sarining tahun, sredah paduka batara anodyani. Aturan manusanira Batara ring marcapada, mangke manusan Batara andaha tirta pawitra, mijil sakeng predana purusa batara, maka uriping buana kabeh, kalukat kabeh, dening paduka batara, Ong sidirastu ya namah Swaha ya. Ngaturan Pedatengan Batara sami Selam Kapir pada mabale, muang bebangkit asoroh, magenah ring jaba. Ong indah ta kita sang Asedahan Panyarikan, Ajeg-ajeg jejeneng, Anglurah Agung Alit, tekaning sawadwa kala balanira Hyang Sinuhun, daweg sananggraha, sira pada katuran pesaji, pangaci-aci, iki tadah buktinira padatengan soga linggih iwak kawisan kang ngaran Selam Kapir, katekaning tadah bebangkit, aedan pada enaka mangan anginuma, pada elingana tadahan ira soang-soang, den sama suka sama loba sira makabehan, amukta sari sira. 4.8.15. Pengadegang ring suci Ong nama siwa ya,

(Anom. pisang Sang Hyang Kumara. angiceni maka sari. Ngabijiang (tempat mata air) Ida Betara sami Ong Ang Tabeya nama Siwa ya.8. prajala-jala maha padma.16. aminta sih kretenugraha Ri padanira batara Pukulun. Sang Hyang pramana sarining jagat. Pakulun paduka Betara. langganira padanira Hyang. Umilangaken mala wigna namah swaha. Sanghyang ring para caru. Suka Dewa masarirem. Tirta Pemarisudha Ong tirtajam tirtapawitram. lalawuh Batara Mahesora. tasik Betara Sakti Gana. katulah carik. Sang Tunggal lawan puja. banten sang Hyang suklapaksa. Duk Batara Kala Sakti. ulun angaturaken pangresikan.18. Ong. Pakundan Gana Sakti. 1994:15) 4.8. sang Hyang wisesa sarwa resi. Ong Durga Jingu. ulacek padanira Hyang. Nganteban Guling Bebangkit. saerasa maka imbuhan. Ong kusi anaka pulaket. sang Sambhu ring burat. . puja Batara Dharma. (Anom. Nguniweh jagat wisesa. astu dening sang Hyang Saloka kapurna ya namah swaha. Ong Buta Bucari ya namah swaha. maka pulacek. susuruha Batara Wisnu. ulame Batara Sedana Baruna. Durga Bucari ya namah. apan sira maka kundi manik kencana sang kasuhunan. sarining Batara Surya Nirmala.17. 1994:16) 4. jangan Batara Kersika. aus-aus Batara Mahadewa. apuha Betara Brahma. 1994:18-20).8. Ong Betara Guru anepung tawarin sarwa dewata. Pramasiwa tirta ya namah (Anom. batara Sucinirmala. Sarwa karya prestisanem. semaya sira siniwi pangungguhing janapada. awala Betara Siwa. Luputing lara wigna. sadana manika arta. Hyang Dewa mahapuspa. Gangga ranu toja ganam. Raditia lawan ulan. 4. akasa lawan pratiwi.Ong tan kalibeteng tulah pamidi. Ong. maka pasucen Betara soang-soang. sdajenge Besawarna.

luwire: putih. Sampian banten pendemane. muah nasi kojongan abesik.4. Banten Pengeruak dan Mantra Canang wangi. mali penek abesik. Dipuncakne. kuning.Sang Drema moha amangana sira ring pajuden. mewadah bungkak nyuh gading sane matulis antuk ongkara.1. Tumpeng duang bungkul. Dasar Bambang.1. . maruntutan tetebasan jage satru abesik. 5. canang pagerawos. banten punika maaled kulit peras. keraras. misi pipis solas (11) keteng. 5. Mantuk ring dang Kahyangannira sowang-sowang I namah swaha. kuangen misi padang lepas merurub kase. Upakara 5. katur ring Sang Buta buana. segeh agung abesik. Pakulun sang kale amangkurat. banten parascita.3. mareruntutan jaje raka-raka magenepan. 1994:23) 5. mekadi sire rah nini betari durge. Caru Pengeruak dan Mantra Ngaturang banten durmanggala. dagingin kwangen.2. bene siap biying mapanggang. tegul antuk benar catur warna. selem. caru aturanne sami. sampian tangge.1. canang tubungan.1. satmaka manggen nyiluran jiwan sang nyapuh ring pretiwi. (Anom. Sang Kala Ngadang amangana sira ring dalan Agung. sang kala taun. tatebasan sapuhan abesik. kuangene merajah ongkara merta. sang kala wisese. Canang Pendeman. Ong sampurna ya namah swahe. mabe bawang jae. pasucian suang-suang atanding Kuangi. 5. katur ring pemali agung. Sang kala Kalung amanga sira ring pasar amukti ya sari-sari Wisura amuktya sari apupula sira kabeh. Upakara Ngawit mekarya Wewangunan 5.1. barak. rarsi kaput antuk kasa. daksina abesik. Segeh agung ring Sang Buta dengen.1. sang kala bedawang jenar sang kala dumerane. Canang burat wangi. misi pipis telung dasa telu (33) keteng. den suke anadah.

. maka pangulaning jane pade. Ang Ung. ring padanira pakulun. tegal. Karunganire Hyang Perama wisesa.1. Upakara dan Mantra Mengukur (nyikut) Karang Daksina. Ong Ang Ung mang Brahme Wisnu perame saktiem raja pale loke nate murti saktiem. Ong padme sane ya namah. umah duk nyumunin Ong Ang Ung Mang dewa sikse. Mang. asep menyan. sang kala desa muka. ditundune medaging tulisan Angkare. dagingin tulisan merajah. Sang Hyang candra. arca meru arcane. Ang Ah Ah. 5. 5. wicet suahe. Mantram pengurup pasupati. lintang trenggana mekadi sang Hyang dewata.1. pangi HyangHyang ire Sang Hyang tari sandie. Sarana dan mantra saranane dasare sane medaging bate. manusanire angadegaken. Sang kala agung. Ong ye na ma si we. pemastun ningulun. Gane teke parayo janem. Batu bulitan hitam. Pangimpas Buta Ong Ang bute siksa ayu werdi sarwe mingmang gune wisic wine siniem Nunas Tirta Suci. medaging tulisan dasaksare. Raditie. Ong i be sat a he. Sang Hyang gune. sodayan. peras penyeneng. Rungenen. ulun akerta nugraha.5. katipat kelanan. Mang Ang Ung namah. karang. canang tubungan marerep. merajah padme. tule manuk tiga kali ucap (3x) Nyikut. Bate megambar Bedawang nale. se be te a i na ma si we ye. Ong Ah rah patastreye yanamah. wewangunan. tri aksara. Kita sang kala bumi.6. kewasa sire mangane ringulun. Ong Sang Bang Tang Ang Ing Nang Mang sang Wang Yang. segaan takep api.Ong Sang Hyang pertiwi jati. Yan tan wenten bate paras wenang (sesuaikan dengan situasi dan kondisi). Ang Ang sidi bane ya namah suahe. makadi Sang Hyang akasa.

Nganteb Piodalan Alit.Ong Aum dewe paretiste ya namah. O mom rahphat astray an namah Om mang iswara ya namah . 6. Om bayu sabda idep sudhanta nirwiggnam ya namah Om sidhi ya namah (pentil sekere kepedewekan) Ambil dupa. utpetiwe sari wahinan. Ang Ung Mang namah. Persiapan Muput Piodalan Alit. Ongkaresare buana pada mertha manahare. 1987:41-48) 6. wipase kausiki nadi.1. Banten janganan mapiteges = pasuguh nyama catur. Ong sa bat a he i.1. utpeti sarwe itance. 6.7. Ong name siwe ye.1. Gangge terangge same yukti.1. Om om rahpaht astra ya namah (sekare pentil kearep) Ambil dupa. Ong gangga dewe maha punie. 5. Ong utpatike sure sance utpetiwe garasce. (Gambar. Samune mahe saresta sarayu ca maha Nadi. Om ang dupa astra ya namah Ambil sekar. Ong gangge saressuati sindu. gangge dewi. Muput Tirta Gede (Sapta Gangga) Ambil sekar. Om om wisnu alungguh haneng sesantun bhatara guru anugraha Ingsun sakeluwiring tinuja den insun tan amiruda ring sira (dupane celekang ring daksina) Ambil sekar. Piteges Sesajen Banten pengambean mapiteges = pemanggilan atas atma (urip) Banten sambutan mapiteges = mapekukuh sang hyang atma. gangge sahe serame dini. tadu name merthamjiwani.

1. .Suara genta) Ambil cendana bija. om ung namah.... Om Ang Kang kasulkaya ya namah swaha (pentil kearep) 6.1.3.... Setelah selesai muput tirta Gede.... Omkara parikirtitah candranadha Bindu nedatam. kemudian dipercikan: Om jum siwa sampurna ya namah Om ang namah... Ngastawa Tirta..... genta sabda prakasyate.. Ngawit Nanggen Genta Om omkara sadaciwa stah.Om puspadanta ya amerta Sampalaya ya namah (sekere pulang ke rerean/sangku) Ambil dupa Om rum kewaca ya namah (sekere pentil kearep) Ambil sekar (pangastawa Sapta Gangga) Om sang Gangga ya namah Om sang Sindhu ya namah Om sang Saraswati ya namah Om sang Erawati ya namah Om sang Garoda ya namah Om sang Sandisuta ya namah Om sang Narmada ya namah (setiap mantra bait mantra mengambil sekar....Om Om namah (..... Genta sabda mahesratah..4.. om mang namah Om ing namah Om rang ring sah prama siwa amerta sampalawya ya namah swaha Om rahpat astray a namah angilangaken sarwe mala petaka ya namah Om basme idam purnam gohya angilangaken sarwe mala petaka ya namah Om puspa danta ya namah 6.2. Om Ang Om Mang.1... arbawa bawa karmasu waradah labda sandeyah warasidhi nir..sancayam Om Mang Om Ang.. jagatnata hitangkarah abiwada wadanyah. dan masukkan ke keren/sangku) 6.... spulingga Siwatatwatca Om gentayur pujiate deah.....

Jaya-Jaya Tirtha. Om iyate menggalam mertyu stala satru winesanem kawi wesya rakta tiyem. saptawisudha.1. 6. utpeti wiserti warinem. narmada kaweri serayu. Om awignam astu tatastu ya namah swaha Om Sudantu satu tatastu astu ya namah swaha Om purnamtu astu tatastu astu ya namah swaha Om sukantu astu tatastu astu ya namah swaha Om sriyantu astu tatastu astu ya namah swaha Om rang ringsah paramasiwa aditya ya namah swaha. Om mertyu jaya dewasya.2.Om Gangga Sindhu sarswati suyamuna gondawari. mahendra tenaya candrawati wemuka. yanamami karnu kartayet dirgayusan suwe peptu. Om Sarwa pertiwi Brahma. 6.1. punyaih purna jalih samudra saitaih. Om sri gundi suci nirmala ya namah Om kung kumara bija ya namah Om puspa danta ya namah Om agni ragenir jotir jotir Dupa dipastra ya samara tayem ya namah swaha.6. Muput Piodalan Alit di Merajan/Sanggah . sarwa bawa bawet bawat. kurwantu mamanggalam. sakti karanam mertyu jaya sarwata roga diksnam. Badra netrawati maha suranadhi kasya tascaya. kusta derestam kalasem parabha candra bhaswaram. 6. Pengurip Tirta. Om Om Om Om Om ekasudha.5. Wisnu. Om utpeti surasca. sabrama wijaya bawet. sudha sudha wariwastu tatastu astu ya namah awignem astu tatastu astu ya namah sriyam bawantu tatastu astu yan namah suciantu ya namah. utpeti nawa gorasca. Iswara Dewan Dewa putra Narmadha sarwada suda klesa suda petaka. Om dirgayu ayu werdi.

6.6. 6. Sang Kala Karogan-Rogan ayua kita pati rorogani. Durmanggala (Pangastawa) Om indahta kita sang Kala Purwa. Sang Kala Ngulaleng.3. Ngosokan Lis (Pengastawa) Om mangadeg sira janur kuning Tumurun Dewa Siwa angadaken lis Busung mereka meringgit Winastu denira dea siwa .2.6.2. cuntaka prayascita ya namah Om sidhi guru srongsat osat sarwa wigna winesanem. Sang Kala Preta. Byakaonan Om sadnya astra Mpu sarining wisesa tepung tawar amunahaken segau anglusuraken mala petaka cuntake kabeh. Om Ang Ung Mang. Ung Ang. Om kala byonamah swaha.5. lara roga wigna prayascita ya namah Om A Ta Sa Ba I sarwa klesa dasamala geleh pateleteh.2. Pengulapan (Pangastawa) Om Mang. ayuwe kita siligawe iki tadah sajinira penek lawan terasi bang iwak: (bawang jahe/antiga Bekasem /Ayam Ireng) yan manawi kirang tetadahan nira iki amet sarining daksina tukuken ring pasar agung kuwehan anak putun roang sira kinabehan aja sira kari ring kene den kedepsidhirastu Dang Guru Iswara.1. Prayascita (Pangastawa) Om I Ba Sa Ta A sarwa mala prayascita ya namah Om Sa Ba Ta A I sarwa pape petaka. Om Bhuta byo namah swaha Om Durga byo namah swha. Ah Ah Om aksaram kertha buwana yadnya dirgayur Trigunaatmakm Dewa dewi bakti dewam Jagatnatha ya namah swaha 6. 6.4. Siwa ringgiting guru Tumurun utusan yang dewa Betara Kalebataning sarwa dewata Angilangaken sarwa mala.2.2.2. Lis (Pangastawa) Om pangadenganing janur kuning. papa petaka Geleh sarira Om sidhirastu nama ciwaya. om Pisaca byo namah swaha. Sang Kala Prajamuka. Sang Kala Sakti.2. 6.

ayuwe ta kita ngarubede.2.Maeron sarwaning laluwes Maweh ratna kumala intan. pranamya Siwa sirwatam. iki atadah sehegan nira ring natas soang soang. Medatengan ring Sanggah Om pranamya Dewa Sang lingam.2. Manusanira anguntap anuwur paduka betara Kapendak dening canang kawisan Maduluran segehan panca warna wigraha paduka Betara pada nodya serdah paduka Betara melinggih ring parhyangan sinarengan katurang pujawali ring Betara kinabehan 6. 6. . Ngastawa linggihang dewa di Palinggih/Sanggah Om pranamya Dewa sang lingam Sarwa dewata dewati dewanam Tas malingga ya winamah. Om sidhirastu ya namah. Om Dewa nama maha Dewa mahat manem Guna suwarem sarwe lingga ranityam Tas malingga yainamah Om Brahma lingga ya namah Om Wisnu lingga ya namah Om Iswara linga ya namah Om nahadewa lingga ya namah Om sada Ludra lingga ya namah Om parama Siwa lingga ya namah Om Sarwa Dewa parastista ya namah Om sarwa dewa lingga sampurna ya namah.2.7. Ngayat segehan ring Natah Umah Ih iki sang kala Bucari.2. 6. Yate enggonan hulun angilangaken leteh letuh Kasude denira Dewa Siwa Waspu paripurna ya namah swaha 6. mawat emas tanpetune. miwah bala amangan Betara.8. Mendak Kepanggung di jaba (Baruna Astra) Om paduka batara Baruna.9.10. sarwa buha kala sirnam.

Hyang Guru miwah paduka Betara kinabehan iki manusa nira I.. daksina. guru iringan miwah saruntutannya. 6. Ngayab kawas pedatengan (angkat) Om indahta kita sedan penyarikan..2. manusanira angutaraken sarining pamendak. Ngayab Banten Piodalan. amukti sari kita asungane manusanira dirghyusa paripurna Om Ang Ah amerta ya namah Ang Ung Mang Siwa amerta ya namah swaha. katur ring padanira Batara kabeh.. iwak kawisan... Mapiuning Indik Piodalan. Om peramista peramisti paramarta namo namah Adi Dewa isanaya nakarya namah swha Om buktyantu sarwantu Dewa Butyantu sri lokanatha Segenah separa warha.sarwa jagat pramaditam.. sinarengan keaturan segehe linggih.. 6. wigraha paduka betara. Hyang Ratu. keramas.. pada ena kita ngelingan unggahanta soang-soang pada anadah. 6.. pajrempenan udel kurenan.. sesarik.13... susur. Nganteb banten di pelinggih sami. Om paduka Betara Hyang Sari.. lengewangi. miwah betara sami.. Om hyang sari hyang Ratu. pasucian. malih paduka batara keatur Pejati pada prapta. toya pawitra pewasuhan tangan. suku pangratan. Om kara dyanta sang rudram Guryam sakti pradipanam Tarpana sarwa pujanam .. suwarga sida sidhica.11...2. pada nodya miwah angayap sari amukti sari. maduluran tingasan sapradeg. miwah bala waduan Betara kinabehan ajeg ajegta sira ajengan anglurah Agung Alit. Kaatur ring paduka Betara kinabehan...12. anginum.. sodan.ngaturan piodalan dening peras.2.

sapta wisudha. Om iyate manggalam mertyu setala satru winasanem. Om dirga ayu werdi sakti karanam mertyu jaya sarwata roga diksenem.2. sarwa bawa bawat bawet.. kusta derestem kalesem.Prasidyantu astu sidhinam Sakaram nyan maha amerta Omkara candra nyante namah Namah nadha omkara amertha Boktayet Dewa Sampurna Om Hyang amuktiaken sari Om Hynag pretama Hyang Sama Hyang antinggala sari amerta Hyang Miwah sang butha Raksa Lan Nyoman Sakti Pengadangan Om Sidhi Hyang astu ya namah swaha. punagi ipun katawur mangkin marupa . 6.17.. Om suda suda wariwastu tatastu astu ya namah. Tri Sandya .2.2.15. Om eka sudha. catur tya suda.. Kawiwesya rakte tayem. tritya sudha. praba candra baswaram Om mertyum jaya dewesya.16. iki manusa nira I.. dirgayusean suwe peptu.14.. sambrama wijaya bawet. yanamami karnu kertiyet. dwitya sudha. Ngayab Penagi/Sesangi Om paduka Hyang Sari. Ngayab banten Sambutan durung ketus Gigi Om kaki prajapati nini prajapati kemuandaningulun angilangaken mala petakaning wong rare sane durung kepus untu mangde tan nagletehin ring rat kabeh.. Ngayab Banten Pangemped lan Soda aturan Om pranamya baskara dewam Sarwa klesa winasanem Prenamya ditya sarwatem Bukit mukti sarwa paranem Om sarwa baktem sampurna ya namah Om ksma sampurna ya namah Om treptyem ya namah Om rang ringsah parama siwa aditya ya namah 6. 6. Hyang Ratu .2. miwah Betara kabeh. Om sidirastu sampurna ya namah. 6. sad wisudha. Panca wisudha.

Santih. Muspa (Ngaggem Panca Sembah).2. ngawit: Om bhur bhuwah swah tat sawitur waremnyam bhargo dewasya dhimahi dhiyo yo nah pracodayat Om Narayana ewedam sawam yad bhutam yac ca bhawyam niskalanko niranjano nirwikalpo nirakyatah suddho dewa eko narayana na dwityo asti kascit Om Twam siwah twam mahadewah Iswarah parameswaarah Brahma wisnusca rudrasca Purusah parikertitah Om Papa ham papakarmaham papatma papasambhawah trahiman pundarikkaksa sabahyabyantarah sucih Om Ksamaswa mam mahadewa sarwaprani hitangkara mam moca sarwa papebhayh palayaswa sada siwa Om Ksantawyah kayiko dosah ksantawyo wacika mama ksantawyo manaso dosah tat pramadat ksmaswa mam Om Santih.Sebelum Tri Sandya di mulai bersihkan: Tangan kanan dengan Mantram: Om Suddhamam Swaha (Om bersihkanlah hamba) Tangan kiri dengan Mantram: Om ati Suddha mam Swaha (Om bersihkanlah hamba) Mantram Tri Sandya. Santih Om 6.18. Sembah puyung .

sarwa papa winasana ya. Tumuli masirat ring raga: Om Ang Brahma-amrta ya namah Om Ung Wisnu-amrta ya namah Om Mang Iswara-ammrta ya namah Akena bija. Mantra bija. Santih. sarwa rogha winasana ya namah. Ngremeki bija (mengaduk.Om atma tattwatma suddha mam swaha Pesaksi ring Surya Om Adityasya param jyotir Rakto tejo namo’stute Sweta pankaja madhyastha Bhaskaraya nano’stute Sembah Ketuju ring Istedewata Om namo nama dewa adhisthanmaya Sarwa wyapi wai siwaya Padmasana eka pratistaya Ardhanareswariya namo namah Sembah Nunas panugrahan Om anugraha manaoharam Dewa datta nugrahakam Arcanam sarwa pujanam Namo sarwa nugrahakam Dewa dewi mahasidhi Laksmi siddhisca dirghayuh Nirwighna sukha wrddisca Muspa ring Sanggar Tawang/Padmasana Om aksam nirmalam sunyam Guru dewa byomantaram Siwa nirmalawiryanam Rekto omnkara wijayam Sembah Puyung Om Dewa suksma parama cintyaya nama swaha Om Santih. Om Idham bhasman param guhyam. Santih. di atas tangan) . Om. sarwa kalusa winasa ya.

kanacin mama raksatu.2. 6. Den kadi langgengning surya candra Teteping pageh bayu premanannya Sang trimaggalaning yadnya Anganti-nganti sabad rahayu Ametuaken ratna kencana Om sah osat ya namah swaha.2. Mantrahinam kryahinam. Hinaksaram hinapadam. Nyimpen Bajra. hinamantram tatwaca. Ksantaowyo wacika mama.Om bang Bamadwa guhya ya namah Om Bhur Buwah Swah amrta ya namah. Margiang Benang Tebus Om purna candra purna bayu. Trahiman sarwa papebyah. . Apasang bija. Om Ang Ung mang. Pengaksama ring Dewa Betara Om ksama swmam mahadewa Sarwa prani hitangkarah Mam moca sarwa papebyah Palayaswa sadasiwa Papoham papa karmham Papatma papa sembawah. Ksantawya kayika dosah. hina baktim hina werdhin.2. yat pujinam mahadewa.21. Ksantawya manasa dosa.20. ring sirah : ring lelata : ring tangkah : ring bahu kanan ring bahu kiri : Om Ing Isana ya namah Om Tang tatpurusa ya namah Om Ang Aghora ya namah : Om bang bamadewa ya nama Om Sang Sadya ya namah 6. Tatpramadat ksama swamam. sada siwo namo stute. paripurnem tadastume. baktihinam maheswara.19. 6.

Tetes soma turun dengan suara gemuruh lakbana sapi perah Memanggil anaknya: Ia mengalir dari tangan Sebagai pemberi kebahagiaan yang dicintai Indra. Dewata Pawamana Soma. ia melewati jalan berliku-liku. Dengan nyanyian. Tetes-tetes soma yang suci dicurahkan. O Pawamana. Ketika lima bangsa itu. Lalu semua dea menikmati dengan gembira minuman yang memberikan kekuatan besar. Persembahkanlah nyanyian. Ia seperti pemuda yang tampan. Tetes Soma yang memberi kekuatan besar agar jaya. Usirlah musuh-musuh kami. bila telah bercampur susu. sambil mengalir bawalah sejumlah makanan agat kami Dapat menengankan harta: Indu. Melalui jari jari halus. kepada Pendeta yang dituang untuk menjamu Dewa-dewa. . duduk dalam mibar upacara. bawalah kekuatan yang megah Semoga air yang mengalir memberi kami kekayaan melimpah. Yang bijaksana mengalir membawakan lagu yang sangat dicintai. meninggalkan tempatnya.2.1. Memandang cahaya. Dan bertemu dengan kawannya sendiri. Ragane ketisin/siratan tirta x3 lan inem. dan mengeluarkan suara yang dimiliki. 7. dihias oleh putra-putri pendeta. 7. engkau yang memohon pertolongan. O Pawamana Dengan suara gemuruh. Membuat susu seakan menjadi bajunya. Diiringi kidung untuk menjamu Dewa-dewa. Laksana kuda yang dipacu oleh kusirnya air dituang demi kejayaan mengalir melalui kain saringan. mengusir mereka yang tak beriman.Om Om namah.1. Ya. Dengan bebas ia mengalir. Canda Gayatri (Sukta 13) Melalui kain saringan Soma yang suci mengalir Ketempat khusus untuk Indra dan Wayu. Om apah teja bayu mulih sira ring bayu sabda idep. dan menginginkan susu.1. Resi Kasyapa. membuatnya yang Perkasa. Dan kekuatan pahlawan. kepada pawamana. giat melakukan kewajiban. Canda Gayatri (Sukta 14) Kesungai tempat peristirahatannya.1. (Wesesa. Asita atau Dewala 7. 2001:6-13) 7.

Upacara Bajang Colong 7. Dengan kekuatan kami alirkan air melalui saringan Dia yang memberi kekuatan dan sapi. 1984:14-17). suci sorohan alit.Jari-jari yang cekatan mendekat. ia yang patut dihias. telur siput.1. itik. Pergi menuju tempat indra. yang sangat membahagiakan. 7. pengambeyan. Ia mengacungkan tanduknya tinggi-tinggi.3. Yang menguasai air. daging ayam. banteng yang mengembalakan. menghias dewa kekuatan. Manusia menghiasnya dalam tong.1. Datanglah Soma.1. nasi enem ceper masing-masing dengan ikan/daging yang berbeda. ajuman. Canda Gayatri (Sukta 16) Pemeras yang memeras Soma Mempersembahkan airmu yang memberi semangat dan kebahagiaan: getahmu mengalir laksana banjir. daksina. penyeneng. daging babi dan kacang-kacangan. Banten Pasuwungan. Laksana kuda yang baik ia dikendalikan. memberikan harta kekayaannya Memasuki waduk-waduk.2. Mereka memegang punggung Kuda yang aktif. melalui jalan yang kasar. dihias oleh sepuluh jari dan tujuh lagu.2. tempat yang abadi berada. terdiri dari: peras. dan mengasahnya. Engkau merupakan seluruh harta yang ada dilangit dan dibumi.4. Dia. Ia yang memberikan makanan berlimpah. 7. Airnya bercampur dengan susu. Dengan pikiran yang suci ia tekun memuja Dewa-dewa. Pahlawan ini datang dengan kereta yang kencang. Ia. 7. Ia bergerak. kuda yang kuat. (Sadia dan Gede Pudja. Bersenjata lengkap. melalui jalan yang bersinar. dihias dengan sinar-sinar emas yang indah berkilauan. Kemudian dilengkapi dengan dua buah “kuakang” (sejenis jejahitan) yang berisi nasi lauk pauk dengan sesate. kemudian keduanya dialasi . kuda yang berani mengeluarkan kekuatannya. Canda Gayatri (Sukta 15) Melalui jari jari halus dengan nyanyian. sebagai sahabat yang setia. adalah. kawasan sapi melakukan pekerjaan sebagai pahlawan. pengelukatan. Banten ini berfungsi sebagai pembersihan terhadap jasmani anak.

Sira maserira sarwa baksa. Om Gangga meneng mijil saking pretiwi. Banten Pengelukatan di Dapur Peras dengan tumpeng berwarna merah. penyeneng. Spatika warna Dewata Sarwa busana raktakham. Om indah ta kita sang Utasana. Adya Agni surya spatika. Atma raksa nabi stana. Om Angre genir ujar alania ya namah.3.2. Om Danda astra mahatika. pengambeyan. Sarwa satru winasanam. sirih tempel. Mekadi Hyang Brahma. benang. Anedha anugraha Sang Hyang widhi. Ingsun minta pemunah papa Mala petka lara rogha paripurna. Brahma Angi rakta warnaca. Selanjutnya mohon penglukatan ke Batara Wisnu. Iki manusanira sang rare. telur ayam mentah dan uang 25 kepeng. 7. dilengkapi dengan ajuman. Banten Ring Sumur Peras dengan tumpeng berwarna hitam.2. ikannya ayam biying dipanggang.dengan bokor yang berisi beras. dilengkapi dengan ajuman. daksina. Puja Wisnu ring Sumur. Om Sidirastu tat astu ya namah swaha. pengambeyan. Puja Brahma Ring Pawon Om Brahma namas catur Muka.2. pengulapan. Mala papa petaka ning ipun Sang rare. pengulapan. Puja Pengelukatan Brahma. 7. daksina. ikannya ayam hitam dipanggang. Angeseng lara rogha Wigna. penyeneng. dan sorohan alit masing-masing sebuah serta sebuah periuk yang berisi air dan bunga harum untuk mohon penglukatan. Wastu geseng dadi awu. dan sorohan air masing-masing sebuah serta sebuah periuk berisi air dan bunga harum untuk mohon pengelukatan. Om Gangga sapta jiwa ya namah Om Gangga mili ya namah .

Suksma Sang Hyang Brahma. Banten di sanggah Kemulan.4. Om Guru Dewa Guru Rupham Guru Madyam Guru Purwam Guru Phataram Guru Dewa Sudha Nityam Om Brahma Wisnu Iswara Dewam Jiwatmanam Tri Lokanam Sarwa jagat pratistanam Sudha klesa winasanem . Om Dewa Dewi Tri Dewanam Tri Murti Tri Lingganam Tri Purusa Sudhatmakam Sarwa Jagat Pratistanam. dan sorohan alit masing-masing sebuah periuk berisi air dan bunga harum untuk memohon pengelukatan.Pakulun Sang Hyang Widhiwas Mekadi Sang HyanWisnu Hulun aminta sih kertha wara nugraha Sang rare menawi aktepuk kategek olih Sarwa Bhuta Menawi kari ring Sumur Agung Naweg angantuk akena bayu premanan Ipun ring ragha sira Hyang BhatariGanggapati. Pengelukan ring Kamulan. pengambeyan. daksina. Selanjutnya ke Leluhur. Om pakulun Sang Hyang Guru Reka Sang Hyang Kawiswara Sang Hyang Aji Saraswati. Wisnu Iswara Mekadi Sang Hyang Surya lintang trenggana Hulun andha nugraha Sang Hyang Tri Purusa Anglikat Dasamala lara rogha Wighna Danda Upadrawa Sang rare Om Sidhitastu tat astu nama swaha.2. pengulapan. ikannya ayam putih dipanggang. Peras dengan tumpeng berwarna putih. 7. penyeneneng. Om Sryham Bhawantu purham bhawantu Sukham bhawantu Om Sidhirastu tat astu nama swaha. dilengkapi dengan ajuman.

Penglukatan Matakep Guungan Om Brahma Wisnu Iswara Dewam Tri Purusa Sudhatmakham Tri dewanam Tri Murti Tri Lokanam Sarwa Wighna Winasanam Om Pitha warna maha dewam Mretha pita purna jiwam Wighnam Klesa winasanam Sarwa rogha wimoksanam. Om Ratna Birna Rupham Sambu Dewam Ngarcanam Mretha Sudha Mala Purnham Sarwa pataka nasanam. Om Sarwa papa sarwa kyasha Sarwa satru sarwa boyo winasanam Om prtatama sudha dwitya sudha tritya sudha . Om pratama sudha dwitya sudha tritya sudha caturtya sudha pancami sudha sudha sudha sudha wariastu ya namah swaha. Om kresna ratna wisnu Dewa Kresna tirtha Maha Punyhyam Sarwa durga Winasanam Sarwa Bhuta Wimoksanam. Om Nawa Ratna Rupha Dewam Surya Koti Pre Prabha Swaram Siwatma Siwa Murthanam Swara Wighna Winasanam. Om Siana rupham ratna pranam Sangkara Dewam Salnglinggam Gangga marupa pawitram Sarwa Dusta Winasanam.Wighna Dosa Winasanem Om Guru paduka dipata ya namah swaha Om dirgayur amrta ning ragha langgeng Angapus aken lara jwitane kang tinebas tebas Sira Sang Hang Hyang Pramana Amuwuh tuwuh Tunggunen Om dirgayur amrtha urip sidharastu tat astu nama swaha.

Kemudian dilengkapi juga dengan tegen-tegenan.5. buah-buahan dan canang burat wangi. Om pretiwi apah bayu teja akasa pretiwi Sangkaning ganda mulih sangkaning pretiwi Apah rasa Apah Bayu ambek Bayu Teja rupa Teja Akasa Sabda Akasa Jangkep ikang panca tan matra Sidhi panglukatan pangleburan sarwa Mala ring rat bhuana kabeh. . pada lidinya diberi bunga pucuk merah seperlunya. sampyan tangga kecil. tulung. Puja Ngayab Banten Bajang Colong. Puja Penebusan rare.Catur sudha pancami sudha sudha sudha Sudha astu tat astu nama swaha. Adapun bantennya adalah sebagai berikut: dua buah penek dihiasi dengan ceper. belayak yang tidak ada isinya dan gantung-gantungan dari janur. buah-buahan. sesayut. ceper kedua berisi guling capung. 7. ceper pertama berisi guling katak. ceper ketiga berisi guling balang. kemudian didalamnya dimasukkan sebuah pusuh biyu (jantung pisang serta dilengkapi juga dengan pelapah daun kelapa yang bolong. Banten Bajang Colong. Iki tadah sajin nira Aja sira anyengkalen Sang rare Apan sampun kajenenganne den kaki Citra gotra nini citra gotri. Semua itu diberi hiasan dari kapur yang berupa tapak dara serta gambar muka manusia. dilengkapi dengan jajan. semua banten ini diletakkan diperempatan jalan. Selebihnya dihiasi juga dengan penjor dari pelapah daun enau. Sebuah buki/periuk tanah yang bagian bawahnya bolong/pecah diberi kalung tapis. canang burat wangi. Setelah selesai upacara.2. Selanjutnya banten Bajang Colong adalah: peras. ceper keempat berisi guling ayam semulung (ayam kecil). Sedangkan ikannya adalah. Om Pakulun kaki semaya nini semaya Hulun aminta angliwat aken semayan ipun sang rare Luput akenan sakeng danda upadrawa lara rogha. Pusuh pisang tersebut disisipi uang tiga kepeng sedangkan papah bolong yang dihias yang diberi selimut popol bayi digantungi ketipat.

I Malipa. amukti sari sira. Nyama bajang satus dwangdasa kutus Iki tadah sajinira. Mwah Sawehning Maharan Siea Sarwa Bajang Susila. Seger waras emban sira sang rare Serahina utawi wengi. aminta sira sari lan babekelan nira kabeh. Jangan satungkeban. sang Metri Sag Kurusya. Natab Bajang Colong Om dirgayusa awetning angapus aken balung pila pilu Angapusaken letuhing atmane sang rare Tungunwn ring Ira Sang Hyang bayu premana Amangguhaken tuwuh ipun dirgayusa awet ning urip. Aja sira anyumet anyedot. Om Syah syah syah poma poma poma. sang pretanjala. Iki jinah satak selawe lan lawe satukel. Om sang papah bajang.Om Sang Hyang Korsika. Aturu ameng-ameng lupute ring lara roga. Pamuliha sira ring desanta sowang-sowang. bapa Dodot. I malipi. Sarwa sahananing bajang-bajang. Riwusta amukti sari. turunen atamne Sang rare ring walunaya manih. Om sakwehning aran ira babu bajang kabeh. Asing kirang asing luput sampun ta geng sinampura. Mangke ulun minta sih nigraha. Kukuken ring pasar agung. Bapa Papah. bapa Colong. ala traja kang tinebas tebas Kaprayascita sakwehing lara rogha wighna . denabecik. enak amangan anginum. Menawi wenten kirangan ipun. Bapa Toya. Asunggana rare ring ulun. Bapa Semer. Sang garga. Apan ira ngawe ala ayu. Wastu pakulun sidha rahayu diegayusa. sahut bagia ring sang kala ipun. Om namanya samodaya Sama angadegana Angruata. Mekadi Bapa Bajang Babu Bajang. Bapa Lengis. Sang bajang bolong.

Papa klesa ring sang rare. 7. Mulih aken pranamya maka kutus dwangdasa kutus. (Sebagai upacara terakhir dimerajan adalah sembahyang bersama. Puja rare Tuwun (turun) Tanah.6. Katur ring bhatari amamngkurat.2. asungane urip teguh timbul abujangga kulit. anganti atungked bumbungan. Sarwa kencana sri sedana. Putun ira si karang jaran Sira anak anaking beligo Ingsun anak-anakan pusuh Ingsun anak-anakan batu Ingsun anak-anakan antiga Insun anak-anakan manusa Angantosaken lesung mesean Watu Kumalase Bentar piaruh pitu . nurun aken sang rare ring lemah turun ayam ameng-ameng. bhatari kadep. Akulit tembaga. terutama bagi sang anak. Amerta urip waras dirgayusa. tan keneng geget wewidinan. Om pakulun kaki citra gotra Nini citra gotra. (tempat menumbuk padi) Om sang wawu pada Anak sira si Tunggul ametung. Nang Man Sang Wang yang Om Sri pasupat um phat. Om Sang Bang tang Ang Ing. Diawali dengan proses upacara si anak turun tanah. hulun aminta nugraha. Awates awatu makocok. yang didapatkannya. Dan dilanjutkan dengan natab banten tigang sasih di bale). Autot kawat. Iki aturan ipun sare hasta. Maring ragha walunanya Sang cabang bayi. Puja Ngelinderin Lesung. awalung wesi. Upacara Natab sambutan. mengelilingi lesung dan taman serta memakai seperangkat perhiasan. Bhatari wastu.

. Nini Sambut. Om Karasana ya namah Mag Uang Ang Om dewa Pratista Ang Ung Mang Om pratama sudha Dwitya sudha tritya Sudha Caturya sudha Pancami Sudha Sudha Sudha Sudha Astu Tat Astu ya namah swaha. . Mangidul. Yang lunga mangetan. Om Pakulun kaki sambut... Pinayungan kala cakra. Sambut ulihana atma bayu premanan si cabang bayi maka satus duang dasa kutus mapeki ring ragha sariran ipun. Pinangeran wesi. Om sidhirastu tat asttu nama swaha. Puja Penyambutan. Nini semaya. Om Padmasana yan namah Mang Ung Ang Om Dewa Prastista Ang Ung Mang Om Pratama Sudha Dwitya Sudha Tritya Sudha Caturya Sudha Pancami Sudha Sudha Sudha Sudha Astu Tat astu ya namah swaha Gelang Tangan. Om pakulun kaki semaya. Mogha luput ring danda lupat lara rogha wighna sadamala.. tan edanan sambut alit.. Puja ngemolihan Gelang Kaki.Mangkana tuwh Sang sinambutan. hulun aminta ngeliwat aken semaya Ne si rare . (selanjutnya adalah ritual natab). Om Pakulun Prajapati. Puja Ngelinderin (mengelilingi) Taman. Iki tadah sajin nira kajengana den ira kaki citra gotra nini gotri. Niki si cabang bayi tinuntun dening prewatek Dewata. Mangalor Lan mangulon mwang maring madya.

Santume sapta wredhi. Hulun anedahe sih negraha ring kita. Dharma sentana Wredhica. Kawitan Stawa Puja. Kumara Stawa Puja. Wredhi pradnyan sukha wredhisca. Daweg sambut ukapi atmane si Cabang Bayi.Sang Citra Gotra. Om ayu wredhi yasa wredhi. Om Dewa Dewi Tri Dewanam Tri Murti Tri Lingganam Tri Purusa Sudhatmakam Sarwa jagat pratisnamam. Surya Stawa Puja. Om Hrang Hring Syah Parama Siwa ditya ya namah swaha. Om Surya jagatpathi Dewam Surya netram tri bhuh lokham Dewa Dewam Maha Saktyam Brahma Surya Jagatpati. Om aditya syo paran jyotir Rekto teja nama stute Swetha pangkaja masyaste Bhaskare ya namo stute. Om kama Dewa Pita Warna Guru Dwayam Stita Nastham Singaraja maha Tanam Sarwa papa harat sidhi Dewa Kumara Rasasca Sarwa rogha praharanam Sarwa satru winasanam. Om Guru Dewa Guru Rupham Guru Madyam Guru Purwam Guru Pantaram Dewam Guru dewa Sudha Nityam Om Brahma Wisnu Iswara Dewam Jiwatmanam Tri Lokanam Sarwa jagat Pratsinam .

Sudha Klesa winasanam. Om Purwa Thitam ya namah Patni rudra Tapa sidhi Dewa jatham sudha swamam Sentana nugrahakham karanam Om gori uma natha swamam Rudra Deha tapa sidhi Yasa Swatham guna pati Bhakti nugrahakham karanam Om Hrang Hring Syah Uma Dewi ya Namah swaha Puja Ngayab banten Sambutan Om Kradyanta Sang Rudram Ghuyam sakti pradi pranam . Samdaya Stawa Puja. Om Hrang Hring Syah parama siwa ya namah swaha. Puja pengaturan Toya pasucian. Om Smadaya nama Siwa ya Daryastha Samyo Ganam Nmaste Bayu Akasa Sarwa Dewa Nugrahakam Sarwa Sarwam ya namah. Om guru Paduka Dipata Ya namah swaha. Om Toya gadem sathem samara payami Om toya gangga pawitrani ya namah Om Pang pradyarga Ca naman ya namah Om Cang Camanan sudha ya namah Om jang jihwa sudha ya namah Om Om pawitra ya namah Om Ang Ung Mang parama gangga ya namah Om sampurna ya namah swaha Puja Pamarisudha Banten. Om Pretiwi Nama stute Basuki Candra Ditya Gana Kuwriya stawa Saraswati mahe Swaram Yama Indra Masangga ya Rawe Srewana Sangga Moha Dewa Bhakti ya nama swaha.

Hyang tryo taya. Aran ira tinitisang tirtha khamandalu Siniratan maring swarga lokha Denya sang hyang jati nirmala Tumuwuh ta sira maring marcepada Manadi ta manusa lwih Tata rinambut sinambut ayu Sukertha ginawe. . Saguna kayanta . Puja Panglepas Awon. Om Hyang Amuktyam sari Om Hynag pratama hyang sama Hyang Asntinggala sari amrtha Hyang Om Sidhirastu tat astu ya nama swaha Om bhuktyantu sarwa dewa Bhuktyantu Sri lakananta Saganah sapariwarah Swargah sada siwasca Om Dewa Bhoktra laksana ya namah swaha Om dewa Trepti bhoktra laksana ya namah swaha. pakulun anyuda leyuh ipun teka sudha lepas malan ipun.Tarpanam sarwa pujanam Prasidyantu astu sidhanam Saka ramyam maha amretha. Om Pakulun bhatara brahma Wisnu Iswara. Puja Natab Linting Om agni murub angabar abar Saking madya sakalangan Urubira gni ira bhatara Siwa Anglukat Anglebur sakwehing sungsung bayu pati sang rare.autama Sekadi tinuduh Sang Hyang Tri Purusa. Om kara candra nyamta Namah nama nada. Manusanira Si cabang Bayi anglepas Awon Ipun ring Bhatari Tiga. Om kara amrtha boktayed dewa sampurna. Om widya dana ya namah Matanggana taya mahardya aran ira Duk hana ring pretiwi Akasa apah semara.

Puja Matebasan Om Nadaya Samadaya Sama anggadegana sama lakwa Lulur aditya angeruwata dasa mala Mal trian ipun Sang binersihin Matebasan taman sudhamala Sakalwirin dasamala Lara rogha papa klesa petakan ipun sang tinebas tebas Sudhamala la laha ring sang Hyang Biksantri. Urip waras dirgayusa Om apah bayu teja akasa pretiwi jiwatmanam pramanam. Om Panca wara bawet Brhama Wisna Sapta Waranca Sad awara Iswara Dewanca Asta wara Siwa jneyah. Om eka wara dwi wara tri wara catur wara Panca wara Mhoktayed peras sidharastu Astu nya namah swaha. . Om Om Om Om Om Om Atma Paripurna ya namah jwita pari purna ya namah sarira pari purna sukha bagya pari purna ya namah Siwa amretha ya namah pranama Siwa amretha ya namah. Puja Natab Peras. Ingsun aneda nugraha Sang Hyang Widhi. Om Dirgayur jagat amretha Sarwa merana wimur citram Om sudha sudha sudha Om Ang Ah amretha sanjiwani ya namah swaha. Puja Natab Kerai. Om Sang Hyang malinglang Angeruwata mala Om Sang Bang Tang Ang Ing.Puja Sesayut Pageh Urip. Om Dewa Byotayed peras Sidhirastu tat astu ya namah. Om Sang Hyang pramana mekadi Sang Hyang Urip.

Wigena kelesa wina sanem. Meru rajata baswarem purwa desa pretistanem. Om pranamya sira de sang lingam Dewa lingam maheswarah Sarwa dewata Dewati dewanam tasmai Lingga ya namah. sarwa sweta sudha niytem. . Om sudha sudha sudha ya namah sawha. Om Dewa rupha Mahadewa Mahatmanam dane Swara Lingga rupha wara nityam Tasmai lingga ya nama namah. Mantra watek dewata maider (Iswara astawa purwa sentanania) Ong giri murti sweta wrnan. (Swastika. surya Koti praba jualem. manik. Iswara dewa murtinem. Iswara dea salinggem. Sarwa wiyadi niratarem. Surya sweta warnen. Puja Nyeneb. sarwa dewa pranamaykem. Purusa sweta pawitrem. Purwa Iswara arcanem. 2006:99-134). Busanem ratna swetanem. Sarwa buta winucatem.Nang Mang sang Wang Yang Om Suksma hrah phat astray a namah Om Sang Hyang Guru reka tenaya Manusan ning sira angaturaken sarwa sesayut pageh urip Katur ring paduka bhatara Samadaya. Om Ang Ah amretha sanjiwani ya namah swaha. santa juanem sudhem nityem. Om nama stute lingga rupaya stiti lingga ya namah lingga rupha wara nityam Tasmai lingga ya nama namah Om Siwa lingam Om Om Sadha siwa lingam Om Om parama siwa lingam ya namah Om hrang hring syah lingga Ya namah swaha.

Sarwa pradnya sadasem. Sandi katuwem wigrahakeem Tatwa guyaksarem matem. Jaya wiya sakti sriyem. Buh loka sarwa anayem. Sarwa karya prawitranem. Bajrakasara murti diyanem. tatwa salinggem. Biksukem satri labatem. Nugrahem sarwa lanem. Iswara linggem. Sarwa kriyo dusta citem. nana garagoyem swarem.Sweta warananta Iswara dewaem. Wigena kelesa wina sanem. Pancawikrama deahem. Jagat wigena wanasanem. Moksanem sarwa roganem. Mukti bukti wiya palem. Macute wigena keranem. Suksma tatwem parajnyanem. Sarwa kriyem basmi citem. Pradnya widyem sara swatem. catur buyem murti swarem. Satrunatwana sama saran. Yadnya dewem krayem. Praba sweta trinayem. maha wiryem. Sarwa karya prawitranem. Murdanem. Sarwa jagat pretistanem. Suksma diyanem. Sarwa praja pradi panem. Satriya wibuh mukti buanem. . Iswara dewa mutinem. Sarwa dewa pita narem. Suda papa wigena sawatem. Labate sude sudanem. Brahmanem waksidyem mantrem. Sarwa dusta wemoksanem. Swakiyem wigrhakem.

Dapat disembuhkan) Banten. Swarasirem praja binem. Sahe seyayut.7. muah panglukatania. amerta Sanjiwa muah rikala nuju dina: budha Keliwon. . papa klesening rat kabeh. Sira sang hyang tirtha meretha.Sarwa durganem wikarem. Anggara Kliwon. maha sumber sang Hyang amerta. Iswara dewa salinggem. Akarikil nawa ratna. ila. mewasta sesayut durga yusa. Om gunung mas pucak manik. Ong Mang Iswara dewarcanem. Mijil sakeng amprunira Sang Hyang Sadesiwa. Sarwa buh bawinasanem. Apancuran selaka. Mijil saking Brahma duaranira. Uma tirtha. Purnama. Wenang sangkepi sesayut. Om antinira Sang hyang Brahma. Panglukatan Mala. Tilem (Wetania). umertraya. Wirya pala jiwatmakem. muang gering tuju bayu. ong nada windu ardha candra ya namah swaha.2. danda upoadrwa ikang rat kabeh. Klesaning rat kabe. (Made Gambar. Pape klesanaingrat kabeh. Sire ageseng lara wiggena. ong kara mantra. Ong Sang Hyang gangga suci. Boga weredya pala buktem srinan sedana. tuju angin. winadahan kundi manik. Sang Hyang Guru Wisesa. 1986:23). (gering lara. sakotamania. Ong Ung Iswara dewa ya namah swaha. nawa ratna. Angenjutakna. resigana. Kinepungi nawaratna inaranan Sang Hynh amerta Kamandalu. Ong saha sidhi proadnyanaya nama swala. 7. Sarwa jagat sudha niyem. Ong gangga suci nirmala. Penglukatan Uma Tirta. Mijil sakeng papusuhan ira Sanga Hyang Prama Siwa Sira anirnakena lara roga wigena papa. Sira ta amburaknean sakwehing papa kelesa.

wenang ngawasakna ring ngagering. Brahma prastitem sari rarem. mutyem. 7. Madewa sudha salinggem. Brahma kunda geni murtyem. Bhatari preiwi molah naga raja. asah molah tri lokanem. Om Basudarem mahadewem. . Brahma murti sari rane. Wisnu dewa masarirem Bayu nirmala tuju teluh tranjana. siwa sadha siwa. Brahmanem loka seranem. ujar ala. lupa lesu lelep arip. mertha gemanem pawitrem. muang manusa ring maya pada. Sarwa papa aro-aro. sarwa durna winasenem. Om Awigne mastu lara sindihang. yuyut. Ageni sweta murti dewem.. Ong Yang Ung. Gemanem pertiwi dewi. sarwa wigera winasanem.2. sarwa jagat dukartarem. Iswara dewa prestitem. Lindu Gemana. ipenala ilang kang dosa mala.2. premanem sidhem ya namah swaha. Sarwa keli kalu sanca. Ageni kresna murti dewem. Penglukatan Panca Geni (untuk orang tilas) (Iki wenang anggen ngelukat wong telas/tilas) Om Brahma kunda jagat patyem. Suka amaya namah. Sarwa wigene sanem. Sarwa drwimoksanem.8. Ageni rakta murti dewem. sakwehing lara wigena mala petaka upadrawaning bapa ibu kaki nini. Ageni pita murti dewem.Maka uripning pawatek dewata nawa sanga maka partitanin Pandita ratu. Sarwa satru winasanem. Magendra suksmam adnyanem. sarwa lara winasayem. 7.9.

denagenep. wenang ngadegaken sanggah tutuan ring Dalem. Om Budha murti webaksyanem. kapati-pati. kaduluran gering kecacar. munggah suci laksana. Paduka Bhatara maka lingganing timangke. Jaga satru durga scityem. Gangga gori perawak syanem. soring sanggar tutuan. Yan arep rahayu ikang rat. gerubug. duang soroh. maha bara ikang baya.1986:14).Lebur awu jati amukri nirmala. pageneyan. Santa rupem wibaksyanem. Pecaru Gering Tempur. Durga pati budha rupem. Tan pegat kageringan. Brahma dewak sidhiogem. gana bute banas patyem. sarwa praja wesar janem. maawanan pati (mati). Budha rupe kaliyugem. maduluran segean agung bawi butuan.2. . saha bute saha pranem.10. buta raksasa sa pisacan. ngelempuyeng. Sattrya winoyo labatem. guling pebangkit. Sri dewi sarira dewi. prabhu wibuh suka wredyam. kala tri bute tri dweyem. Pakulun Sang Hyang Budha loka-loka. Sarwa wegena wina sanem. kaken pati. (sasab merana wang akweh gering ngebus. toyo mawisa. Ung Sudha mala maring papa jati ening. saha gelar sanga. maka penyambleh malih jadma kabeh ngaturang daksina muang canang. Dirgayusan jagatriyem. Sarwa jagat sudhatmakem. Uma dewi Saraswatyem. Durga dewi namo-namah. 7. Ong sidhi rastu ya namah swaha (Gambar. gering merana makuweh mati meweh ikang wang). asing pinangan dadi wisya. ring desa tepening samudra wisyan Betara Baruna miraga muah kalan betara Segara ngawisyanin.

Sarwa papa winesanem Klesa roga wimoksanem. Asing luput. Ong Ang Ah Siwageni. Sira sangadruwe sajen nira. Wenang bebek belang kalung angge. sami ngajak suci. Pemadem bawi butuan. muang siap putih siungan. siyung wenang. Pemadem kambing. asu kelod kauh genahnia. Sarwa roga basmi sitem. Roga dosa wimur citem. wenang kukur anggen pateh ring banteng Yan tan wenang mademang ciciri (kuluk). Iki peretiyaksa kena/pedasang mekayun. kambing kaja kauh genahnia. Ngaturaken tadah sajinira. (Agar diperhatikan dengan baik dan dikaji secara mendalam untuk kepentingan dengan tujuan kebaikan). Sarwa wigene winasanem. Pemadem kebo.2. pateh ring asu. Prod bute ya namah. Pemadem kidang bebek putih jambul wenang. bebek bulu sikep. 1986:22-24). Yan caru panca sanak tan milu kambing. bebek selem (wenang). asing kirang.11. Sarwa petaka sampurnam. Yan tan mademang kambing. (dagingnya bisa diganti) (Asubang bungkem.Ndah wriping jagatraya. paksi kokokan wenang. Sate siap selem kaja genahnia. sami ngeed. sata kanguru. 7. dadi akarang.12. 7. Caru manca rupa. manusa paduka betara. Agneni jualem masarirem. Siwa geni sudha ya namah Ah Ah. wenang siap kelawu gerungsang angge. ingulah ketengan (66). dadai akarang. ingolah ketengan (4) dadi akarang. Sarwa lara winasanem. pateh ring kambing . (Gambar. Pemadem angsa sata buik bulu gadang wenang Yan tan wenang mademan banteng. Om Siwa Rudrem brahma takem. ingolah ketengan (7) dadi akarang. kauh genahnia. geng rena sinampuranem. ingolah ketengan (11).2. angsa pada wenang. Penglukatan Siwa Geni.

katumbak jalan. patuh panese. ngaran panes karang ika. tugel gulune.2. patuh panese. muang . ring salu (bale) ring pakubuan. katumbak pangkung. apan manusane menyama ring taru muah mamuatan idihang nasi. jaka mecarang. panes yan ana samangkana. wenang ngadegang pelinggihpelinggih padma. apan sampunang lakung ring petang dasa dina mangde puput mecaru.(Gambar. panes karang ika. katumbak jelinjingan. muah yan ana Nyuh mecarang. 7. ikang ageng nagih caru. muah marga tiga. wenang gentosin lakarnya. muah nyawan ring umah. katumbak labak. namping bale banjar. kadi ageni baya ngaran. tunggal panese. muang manusa salah pati ring pekarangan. buangan ring paro nidi (ring segara ) raris gelarana panca tawur. sebarang kuburan. maung menadi nur. wetune. muah yan ana kayu rempak. Sang Hyang Kala Durga agawe lara. Yan ring lumbung sanggah kemulan ayu ika. Ngaran kewala pinika cacad. tan wenang malih angge. Salwiring Pamanes Karang. keni ketampig antuk aturupungkat punggel karipu baya ngaran. tan pegat amilara. dados caru ika alitan. rurung. muang puun. Yan ana pakubuan. malih jineng pungkat tanpa kerana. pungkat muang punggel. panes ika: wenang rarung kesegara. muah wetunia kembar. yan langkung ring petang dase dina. yan tan magawe pungkate. Muah yaning tabuan kulit. patuh panese karang ika. Yanana sanggah pungkat muang paon. wenang ngadekaken padma alit palinggih Ida Sang Hyang Durga Maya. anadi kala deset. Muah yan ana asu (kuluk) muah bangkung amanak tunggal. wong baya ngaran. Muah yan ana karang namping pempatan. andap. panes karang ika. samian. biyu mecarang. tunggal panese. Muang ya ana taru salah pati. talining budur. Muah yan ana ingon-ingon patik wenang-wenang (ubuan-ubuan) salah rupa. namping pura.13. kewandania tambek antuk duin blatung. muah katiban amuk kepanca baya. Kapanjingan gelap. palinggih Ida Sang Hyang Kala Maya. 1986:26-28). panes karang ika. Yan ana karang tumbak. muah yan ana wong mentik ring bataran salu.

eka dasa ruang ira. kasiratang rah. Luwir carune (tawurnya). Mapesengan I Gular Bumi. Si. rahina wengi ketadah antuk kalan betari Durga. yan tan caruning ngimuh ikang kala buta kabeh. tan mangga ya sania. tumpengnia pada medanan mecaru bilang bucuning karang. Sa. meanak i pemali pulung raksa. . pada petang katih suwang. Yan sampun tawurin enak sang kala bute kabeh matemahan ayu sang ngadruwe umah. I nyundar andir. Puja Pemali Pakulun kaki pemali. kita ratuning bute kala dengen. kalebok amuk. Ni pemali ingsun angundurang pemali agung. wanguduwe umah. saluwiring cuntaka kala baya. muang temahan dasania sanguduwe umah. muang lumbung pebrahman. kapurna denira sang bute jira mangsa. sami taru ika ajak urip katekaning pati Muang yan ngingsirang padengenan. Na. Ba. Paramantrining pemali. Ma. mati megantung. Ya Ong Ang Ong Mang. Perbekel ipemali ngaran : I Tunjakati Sedaan ipemali ngaran : I Sanriati. wakulange winangun urip.baktini. Ta. ika ngadekaken gering tan paingan. Semuanya itu harus di buatkan tawur. Wa. Ayam putih meolah. kita agawa\e apanjingan yang lalah. kesandering gelap. I. tekening kandang. karang angker. sane atanding mesate lembat asem. Penyarikan ipemal ngaran : I Tumbak api. yadin anggen banten. umah sane ngenahan tan maren miyegan wenang acinin karang ika. dadi limang tanding. ika teka wenang gingsirang. A. mangaran I Guyangati. Iki Mantra: Ih kita buta jigra (jigra maya) marupa amanca warna. Ong kesma sampurnaya namah. Malih caru karang kageringan. aktiban amuk. sembarang linggih widhi.

nini pemali paingkup agung. tukad. paek. trinadi sama baktya. amgin. buta wigraha masya. jalinjing.2. tunggak. wehana wado cara samodaya. Ingsun angadepana sang Hyang Tunggal. asung anugraha. Panjak pemali ngaran: Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali bantang. moro. amukta ya sari lawan sama kira kabeh. dewa mantaramasya. 7. asanak ring punanu. Apan aku umawak sang Hyang Brahma Jati.Kasinoman ipemali ngaran : I Tuwek wesi. Juru candek ipemali ngaran : I pular-Palir Dewaning pemalai ngaran : Sang ratu Mejaya. teke kita kabeh pada patuh lingkup. Rumasuk ring sariraning ingsun. amukti ta sari ring kahyangan sira suang-suang. tunggek. Pengasih Buta Muang Dewa. wisnu. pulung.14. sampun sira malih anggeringin. . dirgayusa tekaning anak putu nira kabeh. seme. Bujangganing ipemali ngaran: I Muyang-Maying. Ong sarwa pemala-pemali byoswaha. suket. sangadruwe caru punika ana ganjaran nira katur ring kaki pemali. sawah. mausya sidya masya. jengat. desti teluh. brahma. Satus kutus ananing pemali. jadma manusa punanu wehana urip waras.

ya sarwa wigena wina sanem. Sarwa jagat pratistanem. Siwa puja yoga meretem. Siwa loka pratistanem. . Siwa sada siwa sirwatem. Surya merta pawiranem Yogi-yogi sarwa dewa. Sarwa dewa masarirem. Yoga sidyem murtinem. Brahmanem purwanem siwem. Dwijendra Astawa. Sarwawa dewamca. Nada grutyem dewa mantrem. astawem dewa paragiyem. Tatwad nyanem siwem. (Gambar. amatuha tri nadi. Om Sriam bawantu swaha. Bramana purwa tististanem. s Sarwa dewa pratistanem. Brahma wangsabca. Ong ganda pujiem Iswara nityem. siwa loka pratistanem. 1986:47-8). Sarwa roga wisnu cartem.apan aku Sang Hyang Tunggal. Baskarem siwangga layem. Dewa mantarem sidhi wakyem dewa sandi sang yogatem. (Gambar. Brahma putra pratistanem. Dwijendra baskara meretem. Brahma peraja dipem lokem. Brahmo siwa murti wiryem. sing teke patuh ikup ingkup ingkup ingkup.15. brahma siwa murti wiryem. 7. 1986:38). Ong Guru dewem. siwa sada siwa meretem. Ong Brahmanem brahma murtiem. Sadasiwa maha wirye. Ongkara mantra pujitem oma winayem maha wiryem. Dwijendra purwa siwem.2. Sarwa wigene winasanem. Ong brahmanem brahma murtinem. Brahma Wisnu Mahe Suarem.

) Jayem suarem maha merethem. Surya Sewana (Bila sakit tidak ada obatnya). gelarana siang ratri Idepaku anganggo Aji kotamah.16. Ong gangga dewa nugrahakem. (Gambar. matirtha. saksat mawinten ping telu.7. suka kang peretiwi.2. 1986:51-52) . mala petaka wisudha. wenang sekama-kama apan Sang Hyang Mantra luwih utama. aku pawaking setra suka kang akasa. yan tasak ngerangsukin mantra iki. dan segala macam daging binatang dan burung. teka bersih bersih-bersih-bersih. tan keni sebelen saluwuing magelah ring prajamandala. Pusatkan pikiran pada Sang Hyang Candra. Rupa kadi purnama katon. Amangsa-amangsung aku tan pabersihan. Sri danta beraraba matanem. tan ana aku keneng sebelan. dan setelah itu mandi seperti biasa. puspadem sarwa nisithem. Puspa seri suara.2. (Bila sakit tidak bisa disembuhkan dengan obat: Tidak boleh makan garam. papa klese maha datem. Setelah itu lanjutkan Masurya Sewana. Ong bajra patni niti dewem. Mantram sebelum Belajar Memantra (Sang Hyang Aji Panusangan). Merik siksa sarwa predana. 1. Jaya-jaya nama mertha. Basuhlah diri anda dengan jeruk. Ong Ang Sang Hyang Candra ring netra kiwa. Ong amertha dewi maha niti. Ong Yang Srise Yang Prastawa. Astawem maha seranem. Pangleburan letuhan sarira. pusatkan pikiran kepada dewa Surya dan Sang Hyang Candra. Sabda iki Sang Hyang Cumerini. Surya candra nugrahakem. Ratna pratista susuarsa. apan aku teke abersihin awak sariranku.17. Predanta puspa seranem.

Sekari prabwa sang Hyang mantra. Menge iki kabaan denika manjing te kita. Sekari perebawa Sang Hyang mantra menge ikang babaan denika. ijero sada. Asta dasa walu welas saginira. i telas mangkana. Undiakenang mantra. apan acintya swabawanira. Sarwa sadia ya namah swaha. Catur duara. Undiakenang mantra Ong bang tat purusa ya namah swaha. menge babaan denika tumata kita ijero. ya-na-ma-si-wa.18. Yan sekepancina duara kayunta. Yan sake lor duara kayunta. perelina ika. nda tan kapangging betara Dharma sire. Sekari prebawa Sang Hyang Mantra. Iki pilih ikang babaan sekayunta. wa-si-ma-na-ya . Sekari perebawa Sang Hyang Mantra. Menge ikang baban denika. pat lawangnia.2.7. tanembah ring betara Dharma. Yan saka wetan duara kayunta. unia kenaMantra Ong Ang Agora ya namah swaha. Sekatri perebawa Sang Hyang Mantra. Kakemit dening dewata. Upeti Stiti Prelina. Kepanggung de sang Hyang maha Meru.I. uniakenang mantra Ong Ing I senaya namah swaha. Peresada mas manik. Yatika ngilangakena papa tiga luirnya: Ong Ong Ong Ong I-ta-sa-ba. Kehanan Bhatare peremana. Utpeti Stiti Pralina. (Pinuja kene desang Sedaka ndiata). Yan sekidul duara keayanta. Ong tat purusa ya namah. na-ma-si-wa-ya. Undiakena ikang Mantra Ong Ang Aggora ya namah swaha. Sekari perebawa Sang Hyang mantra. Pawisik Dewi Maya Asih. menge ikang babban denika.

genep sekramaning bebagkit. tepung capak. kukus anyar. rantasan pasucian peras lis. muah maduluran tumpeng putih kuning. tepung tawar. ika pinaka labaan banas patining taru mangkana kramania. 7. pangulapan. tatimpug. solasan dualikur. Masuci abesik. Ong teka pira menangis. segehan manca rupa metabuh luak. tetabuh tuak. Ong teluh adhi senduh Hyang nini dewata kabeh. sibuh pepek. rerakih tebusan. Sang Hyang Meraja Hyang Betari Kunti ih wih ih nah jeng. Ong Ang Ung Mang.19. sesayut pengambeyan. peletik. sbuh pekek. Mangerenga suara arum abangkit. taekp api mangkana yan madya. tepung tawar isuh-isuh. arak berem. isuh-isuh bun. Madya. raka-raka sekeweang. dena sangkep. lis. Melapas Wewangunan Utama. rantasan pasucian muang selanlanin panglukatan. sesayut pengambean. Ong Ung Ang mang. daksina gede. isuh-isuh bun rerakih muang tetebus. sibuh peepek. gereng sesantun den agenep. (1) prascita luwih. daksina gede mesatun genep. iwak ayam putih kuning (luh muani) pinanggang spelakan. peras lis. kurenan. . Maguling pebebangkit. suci (2). iwaknia ayam putih kuning luh muani sapelaken pinanggang raka sate weang. prayascita luwih.Ong Mang Ung Ang. arta (1700). Utama. Madya dan Nista. Pangredana Para dewa semua Ong peletak. pengulapan solasan dua likur. gelar sanga segaan manca warna. kukus anyar. (Gambar. arak berem. gerang. peras. maekar taman. pengulapan. tumpeng guru miawak bebek putih maguling. muang tempeng putih kuning. sesantunia genep. muah dulurana tumpeng putih kuning dena ageng. kukusan anyar. muang sepakramaning panglukatan. srantasan muah pasucia. sopekarania penglukatan.2. Nista. 1986: 60-62). Masuci (2) kewala mapula gembal. secarik tetebusan. iwaknia ayam putih kuning luh muani .

Siwa-Sadasiwa Peramawisesa. angadakaen bayu sabda idep.2. nasin sepat mebe pelas. sahe tuak arak berem. Peresidha namah swaha. nasin penyerutan mebe pakis (pangi). dewa metu ilang. Saluwiring ginawe rerajahan. Ah Ah Ah. nasin timpas muang belakas mebe balang. raka-raka sakewenang. Pesimpenan. 7. nasin pengutik mebe kecai. aywa papeka. jeng. anguripana sarwa tumuwuh. Ong Ang Mang Brahma Wisnu Iswara. pewangunira Begawan Wiswakarma. nasin siku-siku mabe kelentong kelor. ersania. Neher sarira tuuh. Ong bumi ginawe bumi. Nista puniki dulurana. Ibu paduka betari kapendem. Pemelaspas nasin Peralatan. purwa. Ih sang Hyang Indra angreka. bumiwana urip. nasi liamng pujung mebe kawisan. masya. Siwa sada siwa Perama siwa. neruti. sor luwe. Pengurip Bangunan.spelekan pinanggang. utara. pada kaurip denira Sang Hyang Perama Wisesa. matemahan sang Hyang Ayu narawati asri apasang amereta. wiyabya. nasin undagi-undagi. genian daksina. Nasin pengotok mabe paya. Ong sarwa karya. Sudha bumi. Yudha nirmala. Nasin kandik mebe ancruk. amurug. ika pinaka tadahan banaspatining sarwa taru. Madya. dumanis cayane sarwa wijaya. anguripaken saluwiring sarwa ginawe.20. Nasin paet mabe sibatah. sudha ayu. Pemelaspan Utama. . Ong seri bagia namah swaha. Cobenem sudha mala. Ong Yang perama Wisesa. mamupul dadi sawiji. anguripana buana kabeh. pancima.

Nugraha ripadanira pakulun. Ong sang Hyang Ibu pertiwi jati Mekadi Sang Syang Akasa. Ulun aneda kerta nugraha. pebangkit asoroh jangpet abesik. Sang Hyang Panca muka. muang panca sata. Alenge wangi. satenia lima ping siya (45) kelod kauh genahnia. asubang bungkem. Manusanira angadekakenne wewangunan. Paduka Betari Durga. Angewruhakena iringsun. 7. sami winangun urip sami anut ring sesatenia. Ong-Sang-Bang-Tang-Ang-Ing-Nang-Mang-Sing-Wang-Yang. Daweg nyeneng pakulun awewedaka. Angaturan alinggih maring padmasana.2. Anak paduka betari. jangkep saisin suci. wusano denira kesingan kawuyuhan. nanceb sanggah tutuan. Nora ana karya sira. daksina (9). Lawan kumereb. 7. Wusano denira keenden kariyanan. Uduh bapa anak ingsun. Mauluning jana pada. Katiban Durmanggala. Ah-Ih. Iki pecarun karang katiben durmanggala. purwa (5). satenia kutus ping lima (40). Rah kaki betara Gama. muang suci abesik. . Arca meru arrcana. Pangiyang-ngiyangan nira Sang Huyang Trisandia. utara (4).2. Sang Hyang aditya Candra lintang trenggana. ater dening dewa laya. Ayo sira nyangkala-nyangkali pekarangan punnanu. pascima (7). itik putih kalungabesik muah asu bang bungkem abesik.21. madya (8) muang itik kalung ring madya genahnia. Mangke ibu pakulun. Amuktyasari atinggal sari.22. Pakulun kaki betara Kala. asinjang akampuh. saba sanga genep caru madurga ngaran. Wusano demira kelambukan.Wusamono denira kelangkahan kedekan. Mantram Arca muang mapendem Pedagingan Meru. Apan sampun ngaturana caru kebeya kalan.

Amanca. Engkau diselenggarakan dengan menguncarkan Weda Mantra. engkau adalah badannya api. Muah Kaki Begawan penyarikan. Ong Ang kesama sampurna ya namah. 7. Puja Mawinten Ong Siwa nugraha. Amuktya te sira. Oh Yajna. Katureng pada betara-betari. Drwyamet siwatmakem. Ubaya siwa dam buyat. Adnyana sepalem juyanem. Adyo mesa palem butem.Amuktya te sira. Angaturana pawintenanne punanu. Sang Citra Gopta. sami sira anjenengana. Dulura ayu werdi. amunis. untuk memberi kebahagiaan kepada yang pandai dan mensucikannya.2. Sama suka risanga deruwe caru kebaya kalan.2. Amangku widi. Mereka yang membaca dan mengajarkan .2. muah dirga yusa. penenang jiwa menderita. Teka-waras-teke-waras-teke-waras jurang luah wenang.25. Kelawan sang mawitenang kejenenganga De Sang Hyang triya dasa sakti. (dan) saya menyelenggarakannya untuk mendapatkan sifat-sifat mulia. Adya mesa palem tapem. 7. Engkau adalah awan yang maha besar pemelihara atas tumbuh-tumbuhan obat. Manusa Sang Hyang amit. Sucikanlah sesaji kami. undagi. Hawiskrdehi hawiskrdehi. jata bota setatan. Penenang Jiwa yang Menderita Agnestanurasi waco wisarja namdewawittaye twa grhnami wrhadgrawa’si wanasratyah sa idam dewebhyohawih samiwa susami samiswa. Nirmala ya namah. 7.24.23. Tan ketamana upadrawa de betara yang mami. sama suka ringsanga deruwe caru. Sakawisayan ipun. Ananggap Dana Ong Siwa data siwa bokta. Adnyane sepalem juyanem.

Pemimpin Politik/Negara dan pembimbing pada jalan kewajiban sebagai macam golongan yang berbeda-beda. Kami harus berusaha menghapuskan perampok dan pemakai pikiranpikiran yang tidak suci. 7. dhartramasi diwam drduam ha brahmawani twa ksatrawani sajata wanyupadhami bharatrwyasya wadhaya. Wiswabhyastwawasbhya upadhamicita sthordhwacito bhrgunamangirasam tapasa tapyadhwam. Untuk menghancurkan musuh-musuh dalam diri. Semoga kami dengan bantuan pahlawan orang-orang pemberani menang perang berulang kali. Persembahan Weda Mantra. kami menghayati Mu dalam hati sebagai penolong orang- . Ilmuwan Mengajarkan Ilmu untuk Kebaikan Manusia. memberi inspirasi kepada kami untuk melakukan yadnya. Engkau penyangga alam semesta.2. kami berdoa kepadaMu untuk menambah pengetahuan kami. menunjang dan memaniskan ucapan.2. demikianlah juga Tuhan dan para ilmuwan mengajarkan ilmu untuk kebaikan kemanusiaan. terimalah pujian kami dipersembahkan melalui weda mantra dan kembangkanlah pengetahuan rokhani kami yang tidak habishabisnya. seperti udara dengan gerakan tangannya tertentu yang kuat pulang pergi yang menerima persembahan dan seperti halnya matahari yang cemerlang memancarkan cahayanya mengerahkan atom-atom menjadi api. Semoga pelaksanaan yang seperti itu ditanamkan. Yadnya menjauhkan pencuri. semoga kami mengetahui engkau sebagai pengasil hujan. Engkau adalah penyangga alam semesta. saya menyadari bahwa engkaulah yang ada dalam hati.Weda.27. penolong orang-orang terpelajar. Agne brahma grbhniswa dharunamasyantariksam drduam ha brahmawani twa ksatrawani sajata wanyu padhami bhratwyasya wadhaya. Yadnya adalah alat untuk menghasilkan hujan. Kukuto’si madujihwa isamurjamawada twaya wayaduamsamghataduam saghatam jesma warsa wrddhamasi prati twa warsawrddham wettuparaputtraduam aratayo pahatadduamrakso wayurwo wiwinaktu dewo wah sawita hiranyapanih pratigrbhnatwacchiddrena panina. (yajna) adalah berpahala untuk menghasilkan bahan makanan dan pemberi pengetahuan dan kekuatan. menjadi mengetahui ceritera-ceritera dalam weda. O Tuhan.26. 7. Untuk menghancur-kan musuh-musuh yang ada dalam diri.

Pemberi kebahagiaan dari segala yang ada. untuk vitalitas. Yadnya yang dilakukan pada hari tertentu juga memberi perlindungan seperti kulit melindungi tubuh. Makanan disucikan dengan Yadnya Dhanyamasi deam pranaya two danaya twa wyanaya twa. untuk umur panjang penuh kebahagiaan dan kesejahteraan. Pencipta yang Agung dan pembebas alam semesta. Semoga kami bertirah pada yadnya untuk kesehatan yang baik.2. 7.orang yang terjujur pemimpin Negara dan pembimbing atas kewajiban bagi golongan yang berbeda. menjauhkan yang egois dan sifat-sifat kikir dan melindungi daerah tempat seperti kulit melindungi tubuh.si parwateyi prati twa parwati wettu. Yadnya adalah pemberi kebahagiaan. Semoga yang melakukan yadnya menyadari arti pentingnya. perwujudan dari ceritera Weda.30. . Dirgghamanu prasitimayuse dham dewo wah sawita hiranyapanih pratigr bhnattwacchidrena panina caksuse twa mahinam payo’si. Penguncaran Weda Mantra yang benar-benar merupakan yadnya sendiri.28.2. ilmuwan dan yang terpelajar. Yadnya Menseimbangkan dunia Dewasya twa sawituh prasawe. Sam wapami samapa osadhibhih samosadhayo rasena Saduam rewatirjagatibhih prcyantaduam sam madhumafirmadhu matibhih prcyantam.2. rahmatilah kami dengan pengetahuan yang luhur. tuntunlah kejalan kehidupan tapa dengan mengendalikan nafsumu dan menuruti orang-orang yang bijak. Sarmasyawadhutaduam rakso.29. Yadnya adalah pengangga matahari yang cemerlang. Kami memuja Engkau didalam hati. 7. Semoga kami menyadari yadnya sebagai pembawa hujan dan pemberi pengetahuan spiritual. 7. Bahan makanan dan air disucikan dengan melaksanakan yadnya memperkuat tubuh dan indra perasa. melalui Kemahaadaannya. Dhisana ‘si parwati prati twa. untuk aktivitas. ditastwag wettu diwaskambhanirasi dhisana. Arti penting Penguncaran Mantra. O Engkau manusia.swinor bahubhyam pusno hastabhyam. wadhuta aratayo ‘ditwastwagasi twa ‘ditirwettu. Yang Maha meliputi.

32. Semoga keturunan orang yang melakukan yadnya itu baik. untuk pensucian air dan udara dan untuk memperoleh rakhmat itu dari ibu. menyebarkan pengetahuan yadnya ini didunia yang diciptakan oleh Aku dan melakukannya melalui matahari yang cemerlang. Semoga engkau bersiap untuk keuntunganmu. O para pahlawan terikat oleh berbagai macam ikatan dari orang-orang yang jahat didunia ini yang bertentangan kepada kami dan yang ditentang oleh kami dan jangan lepaskan.O Manusa. Semoga matahari mencurahkan hujan di bumi melalui sinarnya. menseimbangkan dunia. setia dan bebas dari kelemahan. dengan nama para ilmuwan melakukan yadnya itu. O Tuhan. bapa dan guru.2. semoga kami tidak menghancurkan tanam-tanamnan obat-obatan dibumi. pemberi kebahagiaan semoga kami menundukkan orang-orang jahat di bumi ini . Menyebarkan sistem pendidikan dalam Weda Apararum prthiwiwyai dewayajana dwadhyasam wrajam gaccha gosthanam warsatu te dyaurbadhana dewa sawitah paramasyam prthiwyaduam satena pasairyo smandwesti yam ca wayam dwismastedyam maskan wrajam gaccha gosthanam warastu te dyaurbadhana dewa sawitah paramsyamprthiwyaduam setena parisaryo smandwesti yam ca wayam dwismastamato ma mauk O Tuhan yang Maha esa mengetahui. Ma bherma samwiktha atamerur yajno ‘timeruryajamanasya prajabhuyat tritaya twa dwitya twaikataya twa. Kami terirah sepenuh hati pada yadnya untuk mengenal Tuhan yang maha Esa. Pencipta tata surya dan wilayah yang cemerlang. kami memohon kepadaMu melalui rakhmatMu.31. Keturunan yang melakukan Yadnya (bertambah) baik. menghidupkan air dan bebagai macam nafas pada organisme manusia. 7. demikian juga engkau. seperti halnya dengan Aku. 7.33.2. Tuhan Pencipta Tata Surya Prtwi dewayajanyosadhayaste mulam ma hiduam sisam brajam gaccha gosthanam warsatu te dyaurbadhana dewa sawitah paramasyam prthiwyaduam satena pasairyo’smandwesti yam ca wayam dwismastamato ma mauk. mencampur berbagai macam obat-obatan dengan air dan dengan sari buah dan mencairkan yang sama dengan air suci.2. Jangan takut dan jangan ragu untuk melaksanakan yadnya. 7. Yang maha Kuasa.

mereka yang patut dibelenggu harus disisihkan dan . Yang kejam yang bertentangan pada keadilan dan bertentangan kepada cinta damai. 7. Orang orang berdosa bergerak didalam kegelapan yang bertentangan dengan orang-orang terpelajar. tempat yang cocok untuk berdiam dengan senang. Semoga orang-orang yang jahat tidak dirahmati dengan kesejahteraan dan kesenangan pada ilmu. Saya melaksanakan yadnya dengan penguncaran mantra Weda dalam Gayatri. Ibarat sinar matahari menerangi daerah tengah/antariksa. Pratyustaduam raksah pratyusta aratayo nistaptaduam rakso nistapta aratayah. supaya sekali-kali dibiarkan berkeliaran sampai mereka tertawa pada kesadaran mereka.35. Matahari menguasai bumi dengan kekuatan gravitasinya pada tempat yang tepat. Anisito’si sapatna ksidwajinam twa wajedhayayai sammarjmi. musuh kebenaran harus dihukum. demikianlah Tuhan memenuhi keinginan kami. susu.2. Anisita’si sapatna ksidwa jinim twa wajedhyayai sammarjmi. Semoga kami bergaul dengan orang-orang terpelajar dan dengan demikian menyebar luaskan sistem pendidikan dengan bebas sebagaimana dijelaskan dalam mantra Weda seperti halnya Sinar pengetahuan saya dihargai oleh semua. sumber kesejahteraan dan kebahagiaan.2. air manis dan buah-buahan. Prastyustastaduam raksah pratyusta aratayo nistaptaduam rakso nistapta aratayah. dan yang tidak disetujui oleh orang-orang pandai karena bertentangan mereka kepada pengetahuan. Yang jahat harus disingkirkan.dimana para Rsi melakukan yadnya. 7. penuh dengan jagung. demikian pula hendaknya milikku. Yadnya dengan Mantra Weda dalam Gayatri.1 O Bumi engkau adalah indah. Tristiubh dan Chanda jagati. Suma casi siwa casi syona casi susuda casyurjaswati casi payaswati ca. Yang jahat harus disingkirkan. yang harus dibawa diantara jalan kebajikan melalui beratus-ratus jalan yang ada hendaknya batasan-batasan pada mereka tidak dihilangkan sampai mereka mencapai penerangan. Gayatrena twa chandasa parigrhnami traistubhena twachandasa parigrhnami jagatena twa chandasa parigrhnami.34. O Engkau yang patuh pada kewajiban semoga engkau mengikuti jalan kebajikan.

Mengenal Tuhan Melalui penglihatan Spiritual Adityai rasnasi wisnorwesposyurje twa’dabdhena twa caksusawapasyami. 7. layak untuk dipuja oleh para pelajar.38. Semoga kami mengenal Engkau melalui penglihatan spiritual yang damai. saya sucikan hati-hati dan jiwa-jiwa manusia dengan pengetahuan suci dan yang bercahaya. Mereka yang menyebabkan rugi pada orang lain harus dihina. yang menyucikan semua obyek dengan baik dengan yang tidak mengalir.2.yang mereka yang menentang pengetahuan harus menderita sedih. dicintai oleh yang jujur. Engkau adalah sumber segala cahya. 7. Sebagaimana air diangkasa . yang dicipta oleh Tuhan Yang Agung. Engkau patut dipuja oleh para Resi disemua tempat. Mensucikan Hati dan Jiwa Sawistustwa prasawa utpunamyacchidrena pawitrena suryasya rasmibhih.2. penganut yang tidak mengenal takut. tumpuan akhir bagi alam semesta. Engkau adalah penta cairan manis ditanah.37. Agnerjihwai suhurdeebhyo dhamne me bhawa yajuse yajuse. dan salahkan secara terbuka. untuk kemajuan kami. O Yadnya. O Tuhan. suci.2 saya mensucikan persembahan yang dapat diterima oleh ghee. sawiturwahprasawa utpunamyacchidrena pawitrena suryasya rasmibhih. Engkau adalah maha ada. laksana nyala api. Saya sucikan yadnya. Engkau tidak termusnahkan. melalui penguncaran weda mantra. meresapi semuanya. sinar sucinya matahari. sya membangun engkau dan mensucikan dengan ghee. 7. Krsno’syakharestho’gnyetwa justam proksami barhirasi wedirsi barbhise twa justam prosami srugbhyastwa justam proksami. Mereka yang tidak mentolerir kebaikan orang lain harus dihukum.36. engkau dimurnikan oleh api dan diserap oleh udara. Membersihkan Air Sumur dalam Weda. walaupun engkau dilakukan disumur yang digali. Demi Untuk Hawan. jalan untuknya. Tejo’si sukramasyamrtamasi dhama namasipriyam dewanamanadhr stam dewayajamasi. Tak terkalahkan dan dipuja oleh para Resi. demi untuk membawa persembahan tinggi keangkasa. engkau tidak. Pemberi kebahagiaan orang yang bebas. Engkau adalah altar. Didunia ini. O Tuhan.2. Oleh pembasmi musuh. Saya memerintah pasukan pada waktunya menjadi kuat untuk melemahkan lawan dan melakukan perang.

Semoga saya tidak pernah Melanggar-Nya Askannamadya dewebya ajyamduam sambh bhhriyasamangghrana wisno ma twawaktramisam wasumatimagne techayamupasthesam wisno sthanamasita indro wiryamakrnodurhwara asthat. Agne werhotram werdutyamawatantwam dyawaprthiwi awa twam dyawaprthiwi swiatakrddehebya indra ajyena hawisa bhutswaha sam jyotisa jyotih. demikian lindungilah kami. Yadnya sejak jaman dulu menurut Weda. demikian juga saya untuk memperoleh sifat utama. Dengan ini. O Tuhan. hari ini saya memperoleh kemudahan mendapatkannya melalui yadnya mentega dan benda-benda lain yang memberi kebahagiaan. Api ini adalah tempat yadnya. Yadnya ini berada di angkasa dan diapi. Laksana seperti matahari menggabungkan sinar dengan sinar melalui persembahan diletakkan di dalam api. melengkapi ruang. Inilah demikian ditetapkan dalam Weda. jagalah kami dengan sinar penerangan ilmu pengetahuan spiritual. Semoga. lindungi matahari dan bumi yang melindungi yadnya. demikian pula O Tuhan. 7. semoga saya tidak pernah akan melanggarnya (yadnya). 7. O Tuhan. demikian juga saya bersihkan persembahan itu dengan hati-hati untuk diletakkan disendok api. Sawiturbahu stha urnammra dasamtwa strnamiswasatham dewebhya a twa wasaso rudra adityah sadantu. 7. Jagalah kami dengan Sinar Pengetahuan Sipitual.39. Melalui (yadnya) matahari dan udara memperoleh kekuatan/tenaga.2.menambah kesucian semua benda materiil. Ibarat seperti wasu. melakukan yadnya itu. pembuat perbuatanperbuatan mulia bagi yang akhli. Rudra dan Aditya yang memajukan yadnya. Sang surya melindungimu sejak jaman dahulu. banyak kekayaan dalam gudang.2. O Tuhan. pembuka segala bunda. melindungi surga dan bumi. Engkau adalah indah laksana musim.41.2.40. Engkau dipancarkan melalui kekuatan dan potensi yang surya. semoga saya mendapatkan perlindungan dari Mu. O Tuhan. memberi perlidungan kepada matahari dan bumi. Ibarat api yang memerlukan yadnya dan bertindak sebagai utusan. pemberi kebahagiaan.3 . O Yadnya. Samidasi suryastwa purastat patu kasyascida bhisastyai.

7.1.42. Negara yang sejahtera, karena memanfaatkan Bumi dengan Baik. Mayidamidra indriyam dadhatwasman rayo maghawanah sacatam; Asmakaduam santwasisah satya nah santwasisa upahuta prthiwi matopa mam prthiwi mata hwayatamagniragnidhratswaha. Semoga Tuhan memberi kami kekuatan spiritual. Semoga kami memperoleh harta penuh dengan bermacam-macam jenis yang cemerlang dan kekuasaan dunia. Semoga keinginan kami terpenuhi, semoga mereka memperoleh pahala, manusiamanusia memakai bumi ini dan pengetahuan (dengan nama kebebasan itu tercapai) untuk kebahagiaan negara. Semoga bumi dan pengetahuan ini menasehati saya. Semoga Tuhan, sebagai pelindung kami yang terakhir dan tetirah memberi perintah kepada saya. Ini adalah demikian dinyatakan didalam Weda. 7.1.43. Susunan Pencernaan (Analisa) Ilmu Upahuto dyauspitopa mam dyauspita hwayatamagnir agnidhratswaha; Dewasya twa sawituh prasawe ‘swinorbahubhyam pusno hastabhyam; Pratigrhnamyanestwasyena prasnami. Saya telah berdoa kepada Yang Maha Cemerlang, Tuhan, penyangga semua, semoga Tuhan, Bapa menerima saya. Susunan pencernaan ilmu kami mencerna melalui getah perut makanan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah, saya mengambil itu melalui waktu penyerapan dan pemahaman, dengan menarik dan mengeluarkan nafas; dan kekuatan pensucian dan penyerapan udara yang bergerak melalui tubuh, menanak makanan saya melalui nyala api, saya memakannya dengan mulut. 7.1.44. Sebelum beryadnya, manusia lebih dulu dilindungi oleh Tuhan. Etam te dewa sawitaryajnam prahurbrhaspataye bramane; Tena yajnanawa tena yajna patim tena mamawa. O tuhan, Pencipta alam semesta, Weda dan orang terpelajar menyatakan sebelum yadnya untuk brhaspati dan brahma. Melalui Maha Yajna itu melindungi yadnya saya, melindungi yang melakukan yadnya, Engkau melindungi saya. 7.1.45. Aktif dalam Pengetahuan adalah Yadnya.

Mano jutirjusatamajyassya brhaspatir yajnamimam tanotwar ristam yajnaduam saminam dadhatu. Wiswe deasa iha madayantamo (3) mpratistha. Semoga pikiran aktif saya mengirim pahala yadnya-yadnya itu. Semoga Tuhan mengembang luaskan dan memelihara penuntun pengetahuan yang tidak dapat ditinggalkan ini merupakan seperti yadnya. Semoga semua orang terpelajar didunia ini bersenang. Semoga Om bersemayam di hati kami. 7.1.46. Semoga kami melenyapkan dosa-dosa Musuh (api dan Bulan) Anisoma yorujjitimanujjesam wajasya ma prasamwena prohami; agnisomau tamapanudatam yo’mandwesti yam ca wayam dwismo wajasyainam prasawenapohami; Indragnyyorrujjitimanujjesam wajasya ma prasawena prohami; Indragni tamapanudatam yo’samadresti yam ca wayam dwismo wajasyam prasawenapohami. Semoga saya memperoleh kemenangan seperti kemenangan Api dan Bulan. Semoga kami melenyap cepat dengan materi perang. Semoga api dan bulan mengusir mereka yang membenci kami, mengusir orang yang kami uji. Semoga kami melenyapkan dosa-dosa musuh dengan perang seperti itu, kepandaian meliter dan peralatan. Semoga saya mencapai kemenangan seperti menangnya Udara dan Petir. Semoga saya memperoleh kebahagiaan melalui dorongan pengetahuan, dipergunakan untuk memperoleh keunggulan. Semoga Udara dan Petir dipergunakan dengan tepat, mengusir jauh orang yang membenci kami, mengusir, orang yang tidak kami sukai, saya sucikan orang-orang yang bodoh dengan sinar pengetahuan. 7.1.47. Mengucapkan mantra gayatri tiap Hari, menurut Weda. Wasubhyastawa rudrebhyastawa, ’ditye bhyastawa samja natham dyawaprthiwi mitra waruna twawrstyawatam; Wyantu wayoktaduam rahina marutam prsatirgaccha wasa prsnirbhutwa diwam gaccha tato no wrsti nawaha; caksupa agne’si caksurme pahi. Kami menyelenggarakan yadnya untuk Wasu, Rudra, dan Aditya. Cahaya matahari dan bumi membawa engkau (yadnya) kepada sinar. Prana dan Udana, melindungi bersarang mereka demikian pula hendaknya kami setiap hari beryadnya mengucapkan mantra Gayatri Yadnya yang diinginkan (Ahuti)

mencapai angkasa, datang bersenyawa dengan udara dan sinar matahari. Dari itu membawa hujan turun ke bumi yang mengisi sungai batang tumbuh-tumbuhan dan bunga-bungaan. O Api, engkau melindungi mata dari kegelapan, semoga engkau melindungi mata jasmani dan rokhani. 7.1.48. Mencapai kebesaran melalui Tulisan Yam paridhim paryadhatta agne dewa panibhirguhya manah; Tam ta etamanu josam bharamyesa nettwada pacetayata agneh priyam patho’pitam Oh Tuhan Yang Maha Ada, dipuji melalui pujian orang terpelajar, Engkau mencapai kebesaranmu melalui tulisan penuh pujianpujian yang indah itu. Saya mengenal kebesaran Engkau itu dalam hati saya. Semoga saya tidak pernah membantahMu. Semoga makanan yang menyegarkan saya telah peroleh didalam ciptaanmu. 7.2.49. Biarlah kami tinggal di rumah yang Menyenangkan. Agne’dabhayo’sitamapahi ma didyoh pahi prasityai pahi duristyai pahi duradmanya awisam nah pituh krnu susada yonau swaha wadagnaye samwesapataye swaha saraswatyai yasobhaginyai swaha. O yang Abadi, Tuhan Yang Maha Ada, melindungi kami dari kesaktian yang amat sangat, melindungi kami dari ikatan dosa dan kebodohan, melindungi saya dari sahabat orang-orang yang berpikiran jahat, melindungi kami dari makanan-makanan yang melalui kesehatan. Jadilah Engkau, makan kami yang bebas dari racun. Biarlah kami tinggal dirumah yang menyenangkan, berdoa kepada engkau dan melakukan keperluan-keperluan mulai. Inilah doa kami kepada Tuhan atau alam semesta, semoga kami memperoleh pengetahuan suci melalui Wedda, pemberi kejayaan dan kesejahteraan. 7.2.50. Engkau ajarkan (Weda) kepada rakyat. Wedo’si yena twam dewa weda dewebhyo wedo’ bhawastena mahyam wedo bhuyah; dewa gatuwido gatum witta gatumita; Manasaspata imam dewa yajna duam swaha wate dhah. O tuhan, Engkau mengetahui ciptaan yang berjiwa dan tidak berjiwa. Engkau mengetahui segala-galanya di alam semesta. Sebagaimana Engkau mengajar pengetahuan yang terpelajar, demikain juga Engkau menjelaskan pengetahuan kepada saya. Engkau ajarkan pada rakyat, mereka yang tahu bagaimana

O Pitara. Karmaphala dalam Weda. Pitara-pitara. Untuk tujuan apa pemuja melakukan persembahan pada api? Ia melakukannya untuk kebahagiaan semua.52. Kastwa wiuncati kasmai twa winuncati tasmai twa wimuncati. O Pitara untuk kemarahan yang pada tempatnya. Yang meninggalkan yadnya ditinggalkan oleh Tuhan. Sembah (kami) kepadaMu. ditinggalkan oleh Tuhan. O Pitara. untuk memperoleh kebahagiaan dan pengetahuan. Pitara-pitara mengetahui penghormatan kami kepada Engkau untuk kehormatan Mu.2. Pitara-pitara datang setiap hari kerumah kami dan memberikan kami perintah- . segala puji kepadaMu. Agne wratapate wratamacarisam ‘radhidamaham ya ya ewasmi so’smi. mengetahui Weda yang memberi petun juk jalan yang benar. Sembah (kami) kepadaMu. O Pitara.2. kesehatan dan kebahagiaan. O Pitara.53. Oh Tuhan. rakhmatilah saya keberhasilan dalam melakukan tapa brata yang saya telah lakukan dan saya dapatkan diri saya yakin untuk melaksanakan. Penguasa pengetahuan. O Pitara. mengetahui keinginan kami untuk memperoleh pengetahuan. 7. untuk kekuasaan dan memperlihatkan keadilan.51. Bendabenda rendahan tidak dipakai dalam yadnya adalah diperuntukkan bagi raksasa/setan. Sembah (kami) kepadaMu. 7. Sembah (kami) kepadaMu. Posaya raksanam bhagosi. Namo wah pitaro rasaya namo wah pitarah sosaya namo wah pitaro jiwaya namo wah pitarah swadhayai namo wah pitaro ghoraye namo wah pitaro manyawe nmo wah pitarah pitaro namo wo grhannah pitaro datta sato wah pitaro desmaitadwah pitaro wasa adhatta.4 tadasakam tanme Oh Tuhan. dengan tepatnya menetapkan yajna ini seperti dunia di udara. 7.menyanyi memuji Tuhan. untuk melenyapkan kemiskinan dan musuh.2. Persembahan kepada Pitara dalam Weda. Penguasa atau tapa brata. untuk mendapat umur panjang. Saya memetiknya sebagaimana saya tanam. Ia melakukannya untuk mendapatkan kekuatan. Apakah setiap orang meninggalkan yadnya? Ia yang meninggalkannya. untuk menyudahi berbagai macam bencana. harus menguasai pengetahuan. sembah (kami) kepadaMu.

57. Samidha gnim duwasyata ghrtair bodhyatatitthim: Asmin hawya juhotana. Weda diucapkan untuk memperoleh pengetahuan Spiritual. korbankan api itu yang patut dihormati sebagaimana seorang Sjamsajin.54. kami selalu memberikan kepadamu apa saja yang kami punya.56. Kami harus bertepatan mengucapkan dan memahami Weda setiap hari bersama dengan ajarannya yang memberi penerangan. Kami memberi pakaian.7 7. Weda diucapkan untuk memperoleh pengetahuan sipitual. Yatheha puruso’sat. Antascarati rocanosya pranadapanati.2. Pitara. Sabda Dewata peraturan tertinggi diseluruh dunia. api pemusnah segala penyakit ini ada dalam segala benda.58.2. Wyakhyan mahiso Sinarnya api itu. Susamiddhaya socise ghrtam tiwram juhotana: jatawedase. Ditempat api itu engkau letakkan yadnya itu. Menerima Engkau (sebagai) guru.2.8 7. Dengan pengetahuan untuk mencapai kedewasaan. dalam garbha perlajaranmu. Triduam saddhama wirajati wak patanggaya dhiyate. ingin akan pengetahuan sehingga dengan demikian ia dapat mencapai kedewasaan yang penuh.5 7.2.55.perintah. diwam. Korban api sebagai yadnya. mohon terima kasih itu. kedalam nyala api yang baik ini. 7.2. . Sinarnya api naik turun. dengan kepal bunga ditangan. mencuat keatas dan turun kebawah diangkasa laksana keluar masuknya nafas dalam badan. Adhatta pitaro garbha kumaram puskarasrajam. Api yang agung itu itu memperlihatkan matahari. Api Pemusnah Segala macam Penyakit. Wahai engkau orang-orang yang terpelajar nyalakanlah api dengan batang kayu dengan mentega. Agneye Letakkan persembahan mentega (ghee) yang melenyapkan kelemahan jasmani. pemuda. Prati wastoraha dyubhih.6 7.

7. Engkau mengetahui segala sesuatu tentang cerita-cerita dalam agama.2.2. Semoga panah asmara tidak menyebabkan engkau menderita. Inilah penjelasan kebesarannya. Kehidupan berumah tangga ini memberi kesejahteraan kepadamu. 7.60. Tuhan memancarkan sinarnya sendiri. Engkau bercahaya laksana matahari Kada cana pra yucchasyubhe ni pasi jasmani. akan memilih engkau sebagai suami saya. Sebagaimana Tuhan memberi sinar kebenaran pada kota-kota yang benar kepada semua mahluk demikian pula api jasmani memberi sinar menerangi semua benda. O suami yang berjaya. Upopennu madhawan bhuya innu te danam dewasya prcyata adityebhyastwa. Brahmacari selama 48 tahun Upayamagrhito ’syadityebhyastwa. ia yang telah mengendalikan membujang selama 48 tahun. saya yang telah membujang selama 24 tahun.61. . Sebagaimana memperlihatkan kepada semua kemanusiaan juga api itu dalam bentuk petir diangkasa dan menjadi sumber hujan dan pengetahuan. Wisna urugayaisa te somastaduam raksaswa ma twa dabhan. Puja (1985:238).2.7. 7. engkau tidak pernah merahasiakan segala sesuatu dari saya. api dan petir melalui Weda. Agnirjyotiryotiragnih swaha suryo jyotirjyotih suryah swaha.59. Turiyaditya sawanam ta indriyamatasthawamrtam diwyadityebhastwa. Semoga rakhmat pengetahuanmu harta kekayaan sampai kepada saya.2. Agniwarco jyotirwarcah swaha suryo jyotirwarcah swaha Jyotih suryojyotih swaha. Pengetahuan Petir melalui Weda. engkau bersahabat kepada orang-orang yang bersifat dermawan.62. Matahari menyinari semua benda. yang orang itu harus kata-kata apa yang ia rasakan dihatinya. demikian pula matahari membawa penerangan pada semua obyek benda-benda itu. O suami yang patut dihormati engkau adalah terpelajar. Sebagaimana Tuhan memperlihatkan semua pengetahuan. Sebagaimana halnya Tuhan mengajarkan pengetahuan kepada semua jiwa. O Brahmacari. Lindungilah kami. Suami yang berjaya Kada cana starirasi mendra sascasi dasuse. Saya memilih engkau sebagai suami saya karena engkau selalu merupakan kemudahan bagi saya. engkau memiliki sifat-sifat istimewa. demikian pula halnya Matahari menumbuhkan kekuatan jasmani dan rokhani kita.

saya memilih engkau sebagai suami saya untuk kebahagiaan yang terus-menerus.66. adalah tidak berdosa. penuh keindahan dan aspirasi yang berlipat ganda. Wiwaswannandityaisa te somapithastasmin matswa. guru dari berbagai macam ilmu pengetahuan. A wo’rrwaci sumatirwawrtyadduam hoscidya wariwowittarasada dityebhyastwa. 7.2. Lindungilah perkawinanmu. engkau tidak pernah melupakan. semoga hidup perkawinan ini dimana engkau minum memberi kebahagiaan kepadamu. giat yang mau berusaha. engkau menjaga dalam hidup sekarang ini dan kehidupan yang akan datang. O suami.2. Upayamaghrhito’si sawito’si canodhascanodha asi cano mayi dhehi. Perkawinan Muda berpeganglah pada Kebenaran. memperoleh kekayaan dan kesejahteraan. Wamasya hi ksayasya dewa bhureraya dhiya wamabhajah syama. Jinwa yajnapatim bhagaya twa sawite. 7. hormati sumpah yang engkau ambil pada waktu perkawinan. 7.2. yang memenuhi keinginanmu. semoga intelekmu yang baik yang mengerti tentang makna hidup dalam perkawinan membuatmu akhli dalam pengetahuan setelah menyelesaikan hidup berguru. Perkawinan antara dua orang terpelahar merupakan sumber kebahagiaan.64. Sradasmai naro wacase dadhatana yadasirda dampati wamamasnuta. sumber dari kebahagiaan. O Tuhan. Engkau bercahaya laksana matahari Yajno dewanam pratyeti sumnamadityaso bhawata mrdayantah. Puman putro jayate windate waswadha wiswaharapa edhate grhe. Semoga engkau memberi kesenangan kepada pengantin yang baru kawin melalui pengetahuan pengajaran yang engkau terima dari orang terpelajar.O suami.2. kami dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan mulai didalam kehidupan perkawinan kami. O yang memasuki kehidupan perkawinan. bepeganglah pada kebenaran. dimana suami dan istri memenuhi kewajiban hidup dalam perkawinan dengan jujur. engkau telah disatukan dengan saya melalui ikatan perkawinan. Engkau penyembah Tuhan Yang Maha Esa.63. O yang telah menyelesaikan asrama yang keempat. esok hari dan setiap hari yang dilewati.adya sawitarwamamu swo diwe wamamasmabyaduam sawih. hari ini. O orang yang mulia. O suami. Kebahagiaan hari ini esok dan setiap hari Wama. dan mengajarkanmu bagaimana cara mengerjakan sesuatu dengan benar dan menempuh pada jalan kebajikan. Engkau bercahaya laksana matahari dalam pengetahuan apa bila engkau mengendalikan organ pengadaan (yang) akan mengusir kebahagiaan yang abadi dalam affairmu. Engkau penguasa atas makanan- .65. 7. dilahirkan seorang putra. Dirumah.

67. pembimbing dari segala macam perbuatan. dengan niat yang mulia. pola keindahan dan. engkau adalah pemberi ilmu pengetahuan. lahan dan bimbingan yang baik. penguasa atas kekayaan. Ajarkan dengan kata-kata yang manis. engkau lenyapkan dosa-dosa para penyumbang.makanan. ta istayajujusa O suami yang tersayang lagi pemberani. Engkau diundang dan dihormati oleh orang-orang terpelajar. Saya menerima engkau sebagai pemelihara yajna dalam kehidupan rumah tangga kita. keluhuran dari keturunan. dari semua dosa itu. Sam brahmana dewakrtam yadasti sam dewanaduam samatau yajniyanaduam swaha. Semoga kami memperkuat badan kami dengan brata brahmacari. engkaulah pelenyap. Sam warcasa payasa sam tanubhiraganmahi manasa saduam siwena. Engkau hilangkan dosa manusia-manusia biasa. engkau lenyapkan kekurangan fisik kami dan memberi kami harta kekayaan. Engkau sesungguhnya ahli dalam Yayur Weda.2. Engkau hilangkan dosa-dosa yang dilakukan oleh orang tua. tunjukkan dihadapan kami contoh. Engkau hilangkan dosadosa yang dilakukan sendiri. ajarkanlah kami usaha itu dengan kata-kata mu yang manis dan menyenangkan. Guru pemberi rakhmat. Sama Weda.68. perbuatan yang mulia yang dilakukan oleh .11 7. berilah semua itu kepada saya. Engkau lenyapkan segala macam dosa yang saya lakukan tanpa sadar. O suami yang cinta sesama manusia. Saya diundang olehmu makan-makanan yang sedang disiapkan olehmu.10 7. Yaste aswasanirbhaksa yo gosanistasya stutastomasya sastokthasyo-pahutasyopahuto bhaksayami.70. Yaccaharmenio widwammscarkara yaccawidwamstasya sarwasyainaso’wayajanamasi. budi bahasa yang halus.69. Dosa yang sadar dan Dosa yang tidak sadar Dewaktrasyaimaso’wayajananmasi manusyakrtasyainaso wayajanamasi pitrktasyainaso ’wayajanamasyatmakrtasyainaso wayajanama-syenasaenaso wayajanajamasi. Twasta sudatro wi wadhatu rayo. dan Reg Weda. memberi pengetahuan kepada kami melalui yang terpelajar dan ajaran-ajaran Weda. Suami tersayang dan pemberani.9 7. Lindungilah perkawinanmu. air dan makanan.2.2.2. 7. Samindra no manasa nesi gobhih saduam suribhirmaghawantsaduam swastya. O guru yang terhormat dan terpelajar dan pengkhotbah. karena engkau menuntun kami dijalan yang benar dengan pikiran yang mulia.numarstu tanwo yadwilistam O guru pemberi rakhmat.

7. Sam warcasa payasa tanubhiraganmahi manasa saduam siwena. memberikan pengetahuan kepada kami siang dan malam dari gudangnya yang amat luas dan menghilangkan penyakit dari tubuh kami 7.2. yang membesarkan anak-anak. bujuklah mereka melalui orang yang berpikir agamis. selenggarakan yadnya dengan benar dan pertajam pikiranmu. karena engkau patut mendapat penghormatan kami. memenuhi tugas kewajiban hidup dalam perkawinan dengan benar. Twasta sudatro wi dadhatum rayo. menghilangkan penyakit kebodohan.74. Brahmana wahmana hawiduamsyasme dhata wasawo wasuni swaha. Jaksiwaduamsah papiwaduamsasca wisswe’sum gharmaduamswaraswaratisthatanu swaha. pemusnah atas kegelapan dari kebodohan.numastum tanwo yadwilistam. O guru yang berperilaku baik. Semoga engkau merakhmati dengan harta kekayaan yang banyak. minum air bersih. yang memperbesar kesenangan. O orang-orang yang terpelajar. pengendali kejahatan. O Grihastin.71.2. engkau adalah sumber kebahagiaan bagi semua.2. O orang terpelajar yang berpikiran mulia. mengambil makanan bergizi. Selenggarakan Yadnya dengan Benar. yang menurunkan kesejahteraan. Suga wo dewah sadana akarma ya ajagmedaduam sawanam jusanah. O orang-orang yang kawin. . Twasta wisnuh prajaya saduam rarana yajamanaya drawinam dadhata swaha. penjaga atas harta ilmu pengetahuan. berbuat menurut pendapatmu. semoga kami mendekati diantaramu. Yam yam a’waha usato dewa dewamstan preraya swe agne sadhaste. ia yang memberi kami pengetahuan yang baik. dan memberikan bergudang-gudang kekayaan kepada yajamana. mempertahankan dengan usaha sendiri dan memeliharanya melalui bantuan orang lain. Memberi pengetahuan siang dan malam.72.73. kami telah memperoleh harta kekayaaan ini dengan tulus. Siapa yajamana itu? Dhata ratih sawitedam jusantam prajapatimidhipa dewo agnih. Kami mempersiapkan rumah ini untuk memudahkan engkau dan harta yang banyak-banyak untuk penggunaan bersama.para Resi melalui kebijaksanaan dan kata-kata yang benar. Orang terpelajar yang berpikiran mulia. yang melindungi segala sifat kedermawanan yang diperlihatkan kepada anak keturunanmu. yang telah mengumpulkan pengetahuan dari engkau. 7. bimbinglah engkau semua hidup kebahagiaan.2.12 7.

hendaknya engkau mempelajari weda dengan setulus hatimu. Yadnya mantra harus dilakukan oleh setiap kepala rumah tangga. O yang berumah tangga. Orang berumah tangga yang mulia. kerjakan yadnya berumah tangga ini dengan benar dan adil. berbuat dalam perbuatan mulia.13 7. yang berkaki empat dan berkaki delapan. Upayamgrhito’ sindraya twa sodasina esa te yonidraya twa sodasine.2. yang penuh dengan sabda-sabda bimbingan mulia. Jinakkan pikiranmu yang murung dengan ucapan weda mantra.2. Dalam tekenan kasih sayang.78. O suami yang patut dipuji dan yang sehat dan istri yang bersabar hati. buah-buahan dan air. penuh dengan weda mantra. yang berkaki dua. Samudre te hrdayamapswantah sam twa wisantwosadhirutapah. Esa te yajno yajnapate sahasuktawakah sarwawitrastam jusaswa swaha. tiga.2. kami mendesak engkau melakukan kewajiban hidup dalam perkawinan dengan penuh keyakinan 7. Yajnasya twa yajnapate suktoktau namo wake widhema yat swaha. dua. Weda berkaki satu. Semoga engkau menikmati makanan. Semoga engkau berdua menyediakan kami makanan dan pakaian. A tistha wrtrahantratham yukta te brahmana hari. Kerjakan Yadnya berumah tangga penuh dengan Weda Mantra Yajna yajnam gaccha yajnapatim gaccha swam yonim gaccha xwaha.77. Mahi dyauh prthiwi ca na imam yajnammiksatam. pahami dengan sepenuh nalurimu. O suami pengusir penderitaan.75.14 7. Layani rajamu. Arwacinaduam su te mano grawa krnotu wagnuna.2. empat dan delapan Purudasmo wisurupa indurantar mahi-manamananja dhirah: Ekapadim dwipadim tripadim catuspadimastapadim bhuwananu prathantaduam swaha.76.79. tampan dalam penampilan. penuh keagungan dan kuat dalam pikiran harus berharap untuk keberhasilan mengandung dalam hidup ini. Ia harus mengajarkan kepada umat manusia tentang pengetahuan weda yang berkaki satu.2.7. O yajamana. Mempelajari Weda dengan setulus hatimu. berkehendak untuk memenuhi kesenangan dan melakukan yadnya dalam rumah tangga. kerjakan kewajiban hidup dalam perkawinan dengan baik. dikendalikan oleh prana. . Piprtam no bharimabhih. dan pemberi kesegaran dan kemajuan spiritual keturunan. yang berkaki tiga. 7.

Lakukan tapa brata untuk menjalankan hidup berumah tangga. kekar badannya dan cepat untuk membimbing engkau ketujuan. Upayamagrhito ‘sindraya twa sodasina esa te yonirindraya twa sodaine O pelindung harta kekayaan dan pengusir musuh.82. Tayorahamanu bhaksam bhaksayami wagadewi jusana somsya trpyatu saha pranena swaha. Engkau sesungguhnya dilengkapi dengan sifat-sifat yang diperlukan untuk hidup berumah tangga. melayani memberi dan kemajuan.15 7. hiasilah kereta itu dengan kedua kuda pembiak itu. Atha na indra somapa giramupasrutim cara. yang telah memenuhi semua tempat. Sesungguhnya Tuhan. Dalam kereta kehidupanmu berumah tangga ini. Ini adalah rumahmu. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup perkawinan penuh kesejahteraan dan enam belas ciri-ciri. Kalau demikian. pemberi rakhmat kepada seluruh dunia.2. engkau adalah pengusir musuh dan yang memercikan kebahagiaan laksana mengusir awan. mengendalikan dan menaik.18 . Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup berumah tangga penuh sejahtera dan enam belas sifat-sifat itu. semoga kami dipuaskan dengan kekuatan.81. Prajapatih prajaya saduamrararanastrini jyotidumasi sacate sa sodasi. Ia pemberi ke enam belas sifat-sifat itu.16 7.17 7. mempunyai air dan kekayaan. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup berumah tangga penuh sejahtera dan enam belas sifat-sifat itu. Engkau lengkapi dengan syarat-syarat yang diperlukan untuk hidup perkawinan. Wahai manusia. Enam belas sifat dalam berumah tangga Yuswa hi kesina hari wrsna kaksyapra.80.2. memelihara tiga sinar cahaya yang cemerlang disemua ketiga zat-zat itu. ucapan yang benar dan ceritera ketuhanan dari weda. kepada siapa tiada lain dilahirkan yang lebih kuasa.Orang yang telah kawin. Ketahuilah permintaan kami disampaikan untuk permintaan kami. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup berumah tangga penuh kesejateraan dan enam belas ciriciri. adalah merupakan dua kuda yang dipelanai/dipasang plangka (diikat menjadi satu). Enam belas kala Yasmana jatah paro anyo asti ya awiweasa bhuwanani wiswa.2. Ini adalah rumahmu. Ceritera Ketuhanan dari Weda Idrasca samrada warunasca raja tau te bhasksm cakraturagra etam. pusat penguasa yang kuat dan memberi perlindungan kepada engkau yang mulia. panjang umur. Jinakan pikiranmu yang murung dengan ucapan weda mantra.

tundukanlah musuh kami jauh-jauh.83.syagnaye twa gayatrachandasam grhnamindraya tristupshandasam grhnami Wiswebhyastwa dewebhyo jagacchandasam twa O raja mulia. O suami yang tidak tetap pendirian. Kami telah menerima engkau untuk semua sifat-sifatmu itu.2. yang mengetahui Weda. ucapan engkau yang patut dipuji melenyapkan kebodohan kami. O suami yang berniat buruk.19 7. Saya menerima engkau. Upayamagrhito sindraya twa wimdha esa te yonindraya twa wimrdhe. Untuk memperoleh sifat Mulia.2. Ini semua adalah nama-namamu. saya menjauhkan engkau dari mendekati istri-istri orang lain yang dermawan. Ajarkanlah saya pelajaran yang baik untuk memperoleh sifat-sifat mulia. rendahkan orang yang menantang kami. saya menghentikan engkau dari istri-istri orang lain yang lemah. yang mengetahui chanda Gayatri. tindakan-tindakan dan atribut-atribut. saya menyalahkan engkau berkali-kali untuk mengejek istri orang lain yang sangat bersenang.86.21 7. Kami menerima engkau dilengkapi dengan kekuatan untuk memberi kebahagiaan dan mengusir musuh kami.2. Yo asmam (2) abhidasatyadharam gamaya tamah. Weda Mengajarkan azas demokrasi Wi na indra mrdho jahi nica yaccha prtanyatah.20 7. Eta te adhnye namani dewebhyo ma sukrtam brutat. Sukram twa sukra a dhunobyayahnane rupe suryasya rasmisu. menggairahkan. Ide rante hawye kamye candre jyote’dite saraswati. ia mencari-cari untuk melukai kami. penuh pengetahuan. dapat disanjung. Sebagaimana matahari melenyapkan kegelapan. untuk mengetahui sifat-sifat hakekat api dan pelistrikan. madintamanam twa patmanna dhumoni.2. O suami yang berpikir jahat.7. pemberi kesenangan.84. terkenal karena berbuat baik. O jenderal. yang menjelaskan chanda Jagati. untuk mendapatkan segala sifat-sifat baik. tidak dapat dilanggar. Kukunananan twa patmanna dhunomi. dapat dikasihi. terpuji. Chanda Anustup adalah gurumu. Suami yang Tidak Beragama. Makna dan Fungsi Gayatri dalam Weda Upayamagrhito. demikianlah jatuhkan (musuh) kemartabat yang rendah. saya memperingatkan engkau terhadap senggama dengan istri mulia orang lain. Kami mendesak engkau untuk memberi kami kebahagiaan dan melenyapkan musuh-musuh kami. O suami . Bhandanamtwa twa patmanna dhumoni. Saya menerima engkau.85. o istri. Madhutamanam twa patmanna dhumoni. Bresinam twa patmanna dhunomo. Tindakan engkau ini adalah aturan permainan rahasiamu. patut untuk mendapat penghormatan. O suami yang tidak beragama. Patut dipuji.

Ketahui ia. untuk keberhasilan dalam transaksitransaksi dalam penggunaan listrik. bermaksud hendak mencari ilmu Ketuhanan yaitu dengan cara menanyakannya kepada Resi Pilpalada pertanyaan tentang hal itu berharap bahwa beliau akan menjelaskannya. cucu Surya. Wayu Dananjaya yang patut dipuji.25 7. Ketahuilah Tuhan olehmu. Yayur Weda samhita memiliki 51 kitab Upanisad. saibyas ca satyakamah.88. Tiga puluh empat Penyangga Yadnya. memberi makan dan memelihara Tubuh. ada dalam jiwa kita. Sekesa. 4). O suami yang bodoh. Penciptaan dan Penguasa.89. Semoga yadnya ini dikendalikan oleh yang terpelajar. Saya mempersatukannya dengan cekatan fungsi-fungsi dan kewajiban mereka yang berbeda.23 7. Tesan chinaduam samwetaddahmi swaha dharmo apyetu dewan.22 7.90. Dhananjaya. Bhargawa dari daerah Waidharbhi Kabandhi. saya memisahkan engkau dari istri-istri orang lain yang berbicara manis. Prasana Upanisad. Gargi. Rg weda samhita memiliki 10 kitab upanisad. 2). memuat enam macam pertanyaan yang isinya sebagai berikut: Sukses ca bharadwajah.2. putra Bharadwaja. putra Sibi. Kausalya putra Aswala. Atharwa Weda samhita memiliki 31 kitab upanisad. . membawa kayu api untuk yadnya ditangan mereka. Tiga puluh empat dalam yadnya didunia ini. O orang-orang yang terpelajar memahami.2. Prasana Upanisad adalah Upanisad dalam kelompok Atharwa Weda.87.2. Sama Weda samhita memiliki 16 kitab upanisad. yang penuh kejantanan.yang berhati batu. pergi bersama kepada Resi Pilpalada. keenam (putra dari enam Rsi) semuanya tan patuh penganut Tuhan (Yang Maha Esa). Seluruh kitab upanisad dan Aranyaka. putra Katya. 3). berjumlah 108 buah yang dibagi atas empat kelompok besar menurut jenis Sruti: 1). selalu bersinar cemerlang dihadapan kita dan mahir dalam fungsi tugas-Nya. sukesa ca gargyah kasusalyascaswalayane bhargawe waidarbhih kalbandhi katyayanas te haite brahmapara.24 7. bramanistha param brahmanwesamana esa ha wai tatsarwam waksyatiti te ha samitpanayo bhagawantam pipaladam upasannah.2. Mereka menyangganya dengan memberi makanan. Catustriduamsattantawo ye wiatnire ye iman yajnaduam swadhaya dadante. angin dan awan. bersahabat dan melingkupi semua benda-benda. saya melarang engkau melakukan senggama pada waktu subuh dan waktu matahari memancarkan sinarnya. Satyakarma. Indrasca maturrasca krayayopotthito’surah panyamano mitrah krito wisnah sipiwista urawasanno wisnurnarandhisah.

dimana Jiwa tidak akan kembali lagi melainkan mencapai moksa. Tuhan. bramacari. kekal abadi. sa tapastatwa sa mithunamutpadayate Rayilmca pranam ca. Penguasa atas segala makhluk yang ada. mereka yang sesungguhnya akan mencapai Suryaloka yaitu tempatnya sang cahaya atau Adityaloka yang berada di atas prana (kehidupan). Rayi sesungguhnya aspek matahari yang tampak. bebas dari rasa takut dan sebagai rakhmatnya yang tertinggi. . hujan. Mereka yang mencari Tuhan dengan cara tapa. yaitu zat baik yang tampak dan yang tidak tampak. ity etan me bahudha prajah karisyata iti. mengenal dirinya dengan cara pengetahuan yang benar pergi melalui utara yana. rayiwa atat sarwam yan murtacancamurttan ca Tasman murtirewe rayih. Atheme anye u pare wicaksanam sapata cakre sadara ahurapitamiti. Sesungguhnya matahari adalah sumber dari semua hidup (prana) dan bulan sesungguhnya adalah rayi. rerumputan dan seterusnya) dan disebut Pancapadam (berkaki lima) sebagai penyebab adanya empat musim dan disebut Dwadaksatri karena penyebab adanya dua belas bulan dan adanya bahkan jauh disebelah bulan dan bintang-bintang. suklah pranas tasmadete rsyah sukla istam kurwanti itara itarasmin. Aditya hawai prano rayirewa candramah. Etadwai pranamayatanametad amrta-mabhyametat. sayur-sayuran. dengan memberi hidup kepada mereka sehingga mungkin kemudian mengembangkan dan memberi kelahiran pada makhluk-makhluk selanjutnya dari berbagai macam menurut jenisnya. Sesungguhnya matahari disebut Pitara karena memelihara semua mahluk yang ada termasuk pohon-pohon. Namun ada pula orang bijak yang lain mengatakan ia yang duduk diantara tujuh kereta yang mulia (karena ada tujuh macam sinar) yang ditopang oleh enam jerujinya (karena penyebab timbulnya enam macam musim). buah. Ia (Pipalada) menjawab kepada penanya Kabadhi sesungguhnya. panas. Maso wei prajapatistaya krisna paksa ewa rayih. lebih jauh dengan menjadikan kekuatannya dan melakukan karma yang benar dan dari padanya telah diciptakan dua pasangan badan yang berbeda. dimana jiwa bebas dari ikatan akhir dan mati. dan dingin. iman (dalam kebesaran dan kepada Tuhan).Tasmai sa Howaca prajakamo wai prajapatih sa tapo’tapyata. parayanam etasmanna punarawarttanta ityesa nirodhastadesa slokah. berkeinginan lahir anak-anaknya. Athottarena tapasa brahmacary ena sraddhaya widyayatmanam awisyadityamabhijsysnte. Ini adalah nirodha atau tujuan dan sebagai petunjuk tentang ini ada sloka sebagai berikut: Pancapadam pitaramdwadaksaktrimdiwa ahuh pare arddhe purisinam. termasuk badan jasmani dan semua mahluk. Musim semi.

mata. itu adalah Prana bergerak melalui kesemua itu. Sama Weda (dan Atharwa Weda) dan dari itu orang dapat melkukan maha yadnya atauy orang-orang bijaksana dan terpelajar. mata. tetapi ketika prana beristirahat. demikian semua dewa-dewa yang disebut dalam badan itu tergantung dan mengikuti prana ini. . dalam hal ini. Hady hyesa atma. dengan mana yang terakhir. karena dari lima belas hari raya (memberi hidup kapada materi) sedangkan lima belas dari yang terang adalah prana. sedangkan yang lain-lainnya melakukannya pada waktu kresna paksa. masing-masing lagi dibagi memiliki dua ribu sub cabang yang lebih kecil. Pada saat itu sang lidah. Melalui prana dan pengendaliannya itu orang dapat belajar Weda sendiri. mis lidah. ibarat bayang-bayang mengiktui badan. mis Rg. demikian prana terikat pada atman. Ia memasuki tubuh ini sesuai dengan pikirannya baik atau buruk perbuatan. Karena itu para resi melakukan ista yadnya pada masa sukla paksa. manokrtena yatyasmin sarire. telinga. Ara iwa rathanabhau prane sarwan ksatram brahmaca pratistham. telinga dan pikiran semua senang dan mulai memuji prana (sebagai pemimpin dan menyangga yang sebenarnya dan pemulihan tubuh). Persis seperti semua kembang mengikuti permainannya dan berhenti dimana dia berhenti atau duduk.Bulan disebut juga prajapati. melihat itu (prana) bergerak keluar. Dapat memperlihatkan kebijaksanaannya yang bear atau sesorang tentara dapat memperlihatkan keberaniannya yang mengagumkan. atraitadekasatam nadinam tasam satam satamaikasyam dwasaptatirdwasaptatih prati sakhanadisahasrani bawanyasu wynas’carati. yang lain juga beristirahat. pikiran dan sebagainya) tidak dipercaya kepada prana. prana tampak bangkit dengan nagga (karena dipersilahkan) seakanakan pergi meninggalkan badan itu. yayur Weda. dan Wayana. Jiwa menetap dihati dimana didalamnya terdapat seratus syaraf. Te’sraddadhana babhuwuh so’bhimanadurdhwamutkramata iwa tasmannukamatyathetare sarwa ewotktramate tasmanisca pratisthamane sarwa ewa pratisthante yadyattha maksika madhukarara janam utkramatam sarwa ewotkramante tasimin pratsithamane sarwa ewa pratisthanta ewam wad manascaksuh srotranca te pritah pranam sturwanti.Weada. rco yajudwamsi yajnah Ibarat jeruji dipasang pada porosnya roda sebuah kereta demikian pula halnya segala sesuatu ditetapkan dan digantungakan pada prana. Atmana esa prano jayate. Yathaisa puruse chayaitasminnetadtatam Prana ini dilahirkan (karean alasan) dari atma (jiwa). Yang dikatakan Dewa-dewa (dalam badan.

Athaikayordhwa udanah punyaina punyam papanubhabhabhyamewa mnusyalokom. Tsbysntsrs yadakasah sa samano wayurwyanah. Dengan langit yang menhujani dan banjir yang melanda. dengan mana mata dapat hidup. Adruha dewau warddhete. Semoga ia mengilhami doa kami. Papena Keluar dari banyak macam urat syaraf itu.91. Semoga kami memperoleh kejayaan yang luar biasa dari sewa Sawitar.27 7. Kedua Dewi. bertambah kuat. saraswatam hawamahe. Wrstidyawa rityapesaspati danumatyah. Sangat luaslah kekuasaanmu diantara Dewa-Dewa itu. Mahi wa ksatratam dewesu. Dhiyo yo nah pracodayat. sedangkan Wayu menarik dan menambah nyawa seseorang. surga. satu disebut sumsumna melalui mana jiwa digerakkan keatas Udana dan dari situ keluar dari badan berbagai tempat yang berbeda. Matahari sesungguhnya terbit dalam bentuk prana luar. Syair : Gayatri Janiyanto nwagrawah putriyantah sudanawah. memberi hidup kesemua mahluk. Sesungguhnya ia tersayang ditengah-tengah alirannya air yang tersayang. Penguasa atas banjir itu turun dalam embun. demikian mereka mencapai kekuasaan itu. Uta nah priya priayu saptaswasa sujusta. Saraswati stomyabhut. Yunjnti bradhnamarusam caratam pari tasthusah. tidak penipu. . lokam nayati. Dewata: Saraswan. Dengan hati-hati menundukkan hukum dengan hukum. Brhntam garttamacate. Karena itu tolonglah kami mencapai kerjayan itu kekayaan rakhani dan jasmani. Resi Wasistha. Kedudukan tertinggi telah mereka capai.2. yaitu penglihtan. Rtamrtena sapantesiram daksama cate. Tatsawiturwarenyam bhargo dewasya dhimahi. Prthiwiwyam ya dewata saita purusasya-panamawas. Sebagai orang-orang yang maha pemurah menginginkan putra. Ta nah caktam parthiwasya moharayo diwasya. Rocanre rocana diwi. Saraswati telah memperoleh pujian kami. neraka atau kedunia manusia masing-masing menurut perbuatan mereka. tujuh saudara perempuan rindu akan cinta mendalam. Kemudian bumi menarik dan menambah apana seseorang. Kami menjumpai Saraswan sebagai laki-laki yang tak beristri mengingini istri.26 Prana Alam semesta: Aditya ha wai bebyah wai bahyan prana odayatha hyenam caksusam pranamanugrhnanan.

Rasa dadhita criyam rodasyorabhi criyam. membawa para Dewa dan memujinya. Rasa dadhita wrsabham. A sute sincata criyam rodasyorabhi criyam. Agne yajnesu sukrato. Coklat. Agni Dewata. Daksasya pitaram tana. Barhaspatyo Bharadwaja. Widathani pracedayan. Hota dewo amatyah purastadeti mayaya. Ia dipimpin selanjutnya dalam upacara suci. Sa no mandrabhiradhwere jihwabhiryaja mahah. Waji wajesu dhiyatedhwaresu pra niyate. engkau telah dijadikan Hotar itu pada setiap yadnya. Dewata Agni-Dewa. Kuat. Cona dhrsnu nrwahasa. upacara yadnya yang mulia. Dengan demikian.Mereka yang berdiri disekeliling Dia. A dewanwaksi yaksi ca. Te janata swamokyam sam watsase na matrbhih. Gayatri Twamagne yajnanam hota wicwesam hitah. Pada dua sisi kreta mereka pasang dua ekor kuda coklat yang ia sayangi. Wipro yajnasya sadhanah. susu yang dipanaskan yang mempercepat menuju kepada surga dan umi. engkau menegtahui langsung jalan-jalan itu dan cara-caranya. sangat bijaksana dalam yadnya. Ia yang Maha Tinggi adalah kekauatan yang aktif. O agni. Kekal abadi. Ketum krnwannaketawe peco marya apecase Samusadbhirajayathah. Ia dibuat oleh pikiran. dan Dewata. Persembahkan cairan itu kepada banteng itu. Resi. Mitho nasanta jamibhih. pendeta Hotar. dewata Agni-indra. Oleh para DewaDewa diantara suku-suku manusia. Benih ciptaan yang ada telah saya peroleh. ia jalankan perbuatan yang sakti. dengan suara merdu dilagukan untuk kami. kuda yang kecoklat-coklatan dengan menggarakkan abah-abahnya yang kemilau. berani yang membawa Pahlawan seterusnya. dengan kekuatannya yang ajaib ia menuntun kejalan itu. Engkau buat sinar itu dimana cahya itu tiada dan membentuk wujud dimana wujud itu sendiri tidak ada. Gayatri. . Dewebhirmanuse jane. Wettha hi wedho adhwanah pathacca dewanjasa. Mendorong para umatnya maju. Yunjantyasya kamya hari wipakasana rathe. Sesungguhnya. Karena. Pendeta yang menyempurnakan upacara. Tuangkan cairan itu. Dhiya cakre warenyo bhutanam garbhama dadhe. Resi Haryata Pragatha. Luar biasa. O manusia diciptakan bersama dengan pajar. sebagai pengatur.

hormat. Bila mereka didapatkan ada dalam ruang bawah tanah? Resi. dengan lagu. Raja orang-orang pembrani. Indra. Sunum satyasya satparim. dewata indra. Ahamusya iwajani. Dan ini lagu kidung kami yang baru. Bagian harta yang ada diantara (kami). Resi Watsa keluarga Kanwa. Dewata Surya-Indra. Imamu su twa. Indre agna namah swah. Melalapnya dengan taring-taringnya yang serakah. Mereka datang bersama keluarga mereka. janmana girahcumbhami kanwawat. sapi-sapi pada mengeluarkan susu bercampur madhu. Ye twamidra na tustuwur rsayo ye ca tustuwuh. Agni. Engkau mengatur pahala-pahala itu. laksana anak lembu disisi induknya. Gayatri. penjaga sapi. kerahim Engkau mengatakan keberuntungan kami yang baik kepada Dewa-dewa. Untuk Indra . Cunahcepa Ajigarti. Resi Priyamedha Anggirasa. Yatrabhi samnawamahe. Agne dewessu pra wecah. Ciksa waswo antamasya. gayatri. yang bersenjatakan guntur. Dari Bapak saya memperoleh pengetahuan yang dalam mengenai hukum yang abadi. Berilah kami bagian harta kekayaan yang sangat tinggi. Aha middi pituspari medhamtasya jagraha. Yatsimupahware widat. Terpuji. cahaya. Untuk Indra. Dewata Agni. Abhi pra pra gopatim girendramarca yatha wide. . dekat. sanim gayatram nawyamsam. yang merah ada pada rumput suci. seakan-akan gelombangnya sindhu Engkau mengalir cepat menuju pemuja. O Agni. Kuda-kuda yang coklat telah dikirim kemari. Indaya gawa aciram duduhse warjrine madhu. bagian harta yang sangat dekat kepada kami. mereka buat makanan pengganggu di surga. begitu ia dikenal. A harayah sasrjrirerusiradhi barhisi. Yenedrah Dengan mengikuti kebiasan dahulu. Wibhaktasi citrabhano sindherurma apaka a. Putra kebenaran. Saya dilahirkan seperti Matahari itu. Sadyo dascusa ksarasi.Ini yang mengetahui tempat tinggal mereka. Diama kami nyanyi bersama nyanyian-nyanyian kami. Gayatri. Mamedwardhaswa sustutah. Aham pratena cusmamiddadhe. saya memperindah nyanyian-nyanyian saya sebagai Kanwa.ala. yang maha mulia. Dan Indra sendiri mendapatkan kekuasaannya dari padanya. Ano bhaja parameswa wajesu madyamesu. Upa srakwesu bapsatah krnwate dharunam diwi.as.

O. dengan sinar cahyamu dan indahmu yang menyedapkan. O Agni berilah kami harta yang pasti. Witihotram twa kanwa dyumantamsmami-dhimahi. Gayatri. putarkan roda itu. O sinar yang cemerlang. Tena jesma dhanamdhanam. A dewan waksi yaksi ca. Agni. Gayatri. Wicwasu dhisu wandya. kami telah menghidupkan engkau.Adapun juga yang Maha Resi tidak pujikan. Bawakan kami harta yang dikuasai terus. Agni. O Agni. Wicwasu prtsu dustaram. siapakah yang mengawasi matahari? Bawalah dewa-dewa itu pada upacara ini. Minyaki lubang itu olehmu. Gayatri Agnim hinwantu no dhiyah sapti macumiwajisu. Resi. Bawalah olehmu Dewa-dewa dan memuji mereka. Bila kidung dinyanyikan seterusnya! Ano agne rayim bhara sastrasaham wareyam. Semoga nyanyi-nyanyian kami mempercepat Agni maju laksana armada melaju dalam perlombaan. Agni yang patut jadi pilihan kami. Tam no hinwa maghattaye. kekayaan. dipuji dalam semua doa kami. suci dan kudus. atau telah memuji Engkau bertambah pula kekuasaan itu oleh pujian saya. pasukan yang banyak dimana kami akan mendapat Sapi untuk diri kami melalui pertolongan Engkau. Dewa-Agni. A no agne sucetuna rayim wiswayu pasacam. Kami mengharapkan engkau mandi dalam mentega. Agne brhantama-dhwere. Agni. Agne pawaka rocisa mandraya dewa jihwaya. . Resi Ketu Keluarga Agni. yang cemerlang. Yaya ga akaramahai senayagne tawotya. Rakhmatmu menyebakan kami dapat hidup. Limpahkan rajmat melalui kebajikanmu. Dewa. harta untuk menujang kami seterusnya. Agung dalam yadnya. Dan kami akan menang tiap hadiah melalui dia. Dewata-Agni. harta yang banyak dalam bentuk kuda dan sapi. Agne sthuram rayim bhara prthum gomantamacwinam. Resi Atreya. rakhmati kami dengan bantuan Engkau.Agni. penerima pesta atas persembahan.Agni. Tam twa ghrtasnawimahe citrabhano Dewam a witaye waha. Mardikam dhehi jiwase. Angdhi kham wartaya pawim. Kirimkan itu kepada kami untuk mendapatkan harta. Indra. Tak pernah terkalahkan dalam setiap pertarungan kami. Resi Gotama keluarga Rahugana. Awa no agna utibhirgayarasyaprabrahmani.

O Agni. Sinar cahayamu. pijar ditempat tinggi. Sahabat yang sahabat dapat diharapkan. pada rumah engkau. Agne yaksi swam damam. Angi kuat dinyalakan baik. tingkatkan sinarmu. Menanjak keatas. Bawalah mitra. Ia juga adalah penguasa dunia. Sahabat yang engkau paling sayangi. Jumpai untuk dihormati dan dimohon. O Agni. Agneketurwisamasi presthah crestha upasthasat. Kemari. Stota ayam tawa carmani. suci dan agung. penyanyimu. memberikan dai hidup. Resi wiswamitra Gathina. Agni. Resi Gotama keluarga Rahugana. Keluargamu. Yaja no mitrawaruna yaja dewam rtam brhat. Dewata Agni. Twam hawismanta idato. Sesungguhnya Agni dewa cahaya. Gayatri. gayatri. pada manusia Agni. . Engkau telah membuat matahari. Agni? Siapa yang menghormati dengan yadnya? Kepada siapa tanggungjawabnya? Siapa Engkau itu? Twam jamijananmagne mitro asi priyah. Bodha stotre wayo dadhat. Samagniridhyate wrsa. Agnirmyddha diwah kakutpatihprthiwya ayam. Wrso agnih samidyate acwa na dewa wahanah. memperlihatkan dalam indahan melalui kesusraman. Agni adalah kepala dan tinggi disurga. Resi Warupa Anggirasa. indah dan mulai. Kaste jamirjananamagne ke dacwadhwarah. Idenyo namasyastirasmamsi darcatah. pada upacara yadnya yang besar. bersemayam ditempatmu. terbaik. Gayatri. menguasai hadiah-hadiah terpilih.ajarama suryam rohayo diwi. Dewata-agni. Ko ha kasminnasi critah. Dadhajjyotirjanebbah. mendapatkan perlindungan dari pada engkau. bahkan laksana kuda yang membawa para Dewa. Agni. Sakha sakhibhya Idah. Semoga saya. Apam retamsi jinwati. Bawalah mereka. Udagne cucayastawa cukra bhra janta irrate. Ia percepat benih-benih air itu. Tawajyatimsyarcayah. Siapakah keluargaan pada manusia. Engkau adalah sinar cahaya bagiu manusia. Ircise waryasya hi datrasyagne swah patih. Memberi rakhmat sinar kepada manusia. Manusia dengan persembahannya berharap kepadanya. bawalah Dewa-dewa itu. bintang yang nanjak kelangit. tersayang. dewata Agni. Waruna. Agni.Agne naksatra. dinyatakan dengan baik. Melihat penyanyi. Agne didyatam brhat. yang kuat. Wrsnam twa wayam wirsan wirsanah samidhimahi.

Engkau Agni.1979:37. . semoga Dewi Sawitri berkenan memanifestasikan cahaya universal yang tidak terbatas itu untuk kesempurnaan kita.Kami akan menyalakan Engka.Sang Surya yang sedang muncul dicakrawala itu.2. Yuklwaya manasa dewan suwaryato dhiya diwam brhaj jyotih karisyatas sawita prasuwati tan. . bercahaya sangat agungnnya. dimana Api. Semoga doa dan puji kami. Yuje wam brahma purwyam nabhir wisloka etu pathyewa sureh srnwantu wiswe amrtasya putra a ye dhamani diwyani tastuh. pikiran. yang memperkuat kami. Agnir yatrabhimathyate wayur yatradhirudhyate semo yatratiricyate tatra samjayate manah. Pemujaan Sawitri Yunjanah prathamam manas tattwaya sawita dhiyah agner iyotir nicayya prthiwya adhyabhacat. semoga Jiwa kami menjadi sempurna. semiga kita dengan melakukan konsentrasi pikiran. pikiran dan intleknya. Dengan berkah dari Dewi Sawitri yang bersifatuniwersal. yang hanya secara sebdirian saja mampu mengatur yadnya yang diselenggarakan oleh para Brahmana (weda) yang telah mengkonsentrasikan indra-indra. dan Air Soma dituangkan dengan tepat pada Piala Ritualnya. yang mengetahui gerak-gerik semua mahluk yang untelligen. .406) 7. semoga Dewi Sawitri. Puja dan puji kami persembahkan kepada Dewi Sawitri yang maha bijaksana. untuk memperoleh kesunyataan. dapat didengar oleh Brahma.Sang Api yang bersinar. Dengan mengkonsenkan indra-indra. Yunjate mana uta yunjate dhiyo wipra wiprasya brhato wipasitah. Dengan pelaksanaan Yadnya. (Puja. seperti yang telah diucapkan oleh orng-orang suci yang bijaksana. yang menempati sorga sebagai tempat tinggalnya. dimana Angin yang kencang diredakan. Yuktena manasa wayam deasya sawituh sawe suwargeyaya saktya. kepada Brahman.berkenan memberikan sinar terangnya kepada bumi. Wi hotra dadhe wayunawid eka in mahi dewasya sawituh paristutih. Dengan mengkonsentrasikan indra-indra pikiran dan intlek. yang kuat. kami pahlawan. Oleh Prajapati. dapat memperoleh kekuatan untuk mencapai surga.. serta oleh Putera-Putera dari Yang maha Abadi. Puja dan puji kami persembahkan kepada Brahma yang paling kami muliakan. yang bersinar-sinarnya tidak terbatas yang meliputi segala sesuatu. dinyalakan dengan lembut.. yang berjalan dijalan yang benar. dan intlek.setelah melihat Dewa Agni.92.

Brahmodupena pratareta widwam srotamsi sarwani bhayawahani. Nihara dhumarkanilanam khadyota-widyut-sphatika-saninam. bebas dari debu. Etani rupani purussarani brahmany abhiwyaktikarani yoge. orang-orang yang bijaksana mampu mengendalikan pikiranya seperti seorang kusir kereta yang mahir mengendalikan kreta-kreta kudanya yang liar. yang dekat dengan air. dan dengan mengatur pernafasannya. berkeadaan tegak lurus. orang-orang bijaksana dapat mencapai yang menjadi tujuan dengan hasil baik. dan kita dijauhkan dari terkena penderitaan. dapat mengarungi samudra kehidupan yang dahsyat. . marilah kita laksanakan Upacara Persembahyangan Brahman. dan suara-suara yang terdengar hanya yang menyenangkan pikran. yang telah dilakukan sebagai tradisi sejak jaman dahulu kala. yang bebas dari pandangan yang menyakitkan mata. yang gelombang-gelombangnya menakutkan itu. hendaklah dipilih tempat yag suasananya murni. hendaklah telah diubah dan tepat untuk bertapa brata. Dengan membiasakan diri bersikap meditasi yang baik. Pranan prapidyeha samyukta cestah ksine prane nasikayo’ cchwasita. serta kedudukannya tepat dengan bagian-bagian tubuh lainnya.Sawitra prasawena juseta brahma purwyam tatra yonim krnawase na hi te purtam aksipat. jika dilakuakn dalam gua. yang mula-mula tampak dengan mata batinnya adalah munculnya Brahman. dengan indra-indra dan pikiran dikalahkan oleh Hati yang murni. Apabila tingkah laku kita sehari-hari didasari dengan prinsip-prinsip persembahyangan tersebut. Orang yang telah melaksanakan ajaran-ajaran Yoga. Same sucau sarkawa sakara wahni waluka wiwarjite sabda jalasraya dibhih. yang ciri utamanya Latihan Konsentrasi Pikiran. Dalam melakukan meditasi untuk dapat dengan Tuhan Yang Maha Esa. Tritunnatam sthapya samam sariram hrdindriyani manasa samniwesya. dan kepala. maka Jalan Kehidupan kita akan terbebas dari ikatan hasil Karma yang pernah kita lakukan. Dustawa-yuktam iwa waham enam widwam mano dharayeta pramatah. Dengan kemampuan menguasai indra-indranya. orang-orang yang bijaksana dengan ber-Perahu-kan Brahman. apa bila telah berhasil. sesuai dengan ketentuan Ajaran Yoga. Namo’nukule na tu cakcu pidane guhe niwatasrayane prayojayet. mengalahkan keinginan rendahnya. Dengan berkah dari Dewi Sawitri. Dengan persyaratan meditasi yang demikian itu. yang teduh dengan pohon-pohon yang rindang. leher. bebas dari api. bebas dari batu-btu krikil. yaitu ketiga tubuh bagian atas. yang terlindung dari angin yang keras. dada.

Seperti segumpal emas atau segumpal perak. matahari. Setelah orang dalam melakukan meditasi telah mencapai titik dimana dia telah dapat menyadari dan menghayati tentang sifat Dirinya Ynag Sejati. yaitu yang berhubungan dengan unsur: tanah. Keaktian-kesakstian tersebut dicapai. perabaan surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada bagian tengah lidah. air. dengan jalan memusatkan pikiran pada pangkal lidah. mampu mencium bau-bau harum. udara dan ether. sehat. diprolehnya kemampuan dapat melihat berbagai warna yang indah dan bersinar-sinar. adalah berupa dicapainya keadaan-keadaan. angin. Lagutwam arogyam alolupatwam warna –prasadam swara-sau-sthawam ca. berkat latihan-latihan meditasi. Tad watmatattwam prasamiksya dehi ekah krtartho bhawate wita-sokah. halilintar. dalam orang mempraktekkan yoga. maka dia terbebas dari semua ikatan-ikatan. lalu dia dapat manunggal dengan Tuhan Yang Maha Esa (Brahman) serta bebas dari terkena penderitaan. maka orangnya tidak lagi terkena sesuatu penyakit. tetai yang manifest sebagai sebuah Cahaya yang amat terang benderang. masa tua.yang berwujud sebagai kabut. bebas dari penyakitpenyakit. yang penuh warna aneka ragam yang sangat indah. yang semula ditutupi oleh awan ketidaktahuan yang gelap. Gandhas subho mutrg-purisam alpam yoga prawrttim prathamam wadanti. Yadatma tatwena tu brahm-tattwam dipopamene’ha yktah prapasyet ajam dhruwam sarwa tattwair wisuddham jnatwa dewam mucyate sarwa pasaih. Na tasya rogo na jara na mrtyuh praptasya yogagnimayam sariram. . kristal dan bulan. rasa sakit dan kematian. dan pendengaran surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada langit-langit di atas lidah. kunang-kunang. badan menjadi ringat. cahaya. pengecapan surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada ujung lidah. setelah dibersihkan menjadi mengkilat dan mengeluarkan sinar yang berkilaua-kilauan. yaitu keberadaan sifat-sifat Brahman yang tidak terlahirkan. telah membangunkan kesaktian-kesaktian Yogaprawtti penciuman surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada ujung hidung. yang dari tertutup tanah. api. Yathaiwa bimbam mrdayo’paliptam tejomayam bhrarajate tat sudhantam. Prthwyapryatejo’nilakhe samutthite pancmake yo-gune prawrtte. berkepribadian yang mantap. memiliki wajah yang simpatik dan berwibawa. menjadi halus tutur bahasanya. apabila orang telah dapat membakar badannya dengan api meditasi. dan jarang buang air besar maupun air kecil. Apabila kesaktian Yogaguna dalam tubuh seorang Yogi. setelah orangnya menyadari dan menghayati sifat Dirinya Yang Sejati. Hasil pertama dari meditasi. penglihatan surgawi. yang sifatnya abadi yang bebas dari ketidaktahuan. pikiran tidak ternodai dengan keinginan-keinginan rendah.

lalu setelah tiba saatnya menarik kembali Jala-Nya. Ekaikam jalam bahudha wikurman. yang telah memasuki Alam Semesta. yang Kesempurnaannya meliputi semua Alam. ada didalam Air. hendaklah orang-orang mengontrol keduanya. yang ada didaerahdaerah Hutan. sedang Ketidak-Tahuan bersifat tidak abadi. Beliaulah yang seakan-akan seorang Ibu. mencapai Pengetahuan Suci dan melenyapkan ketidaktahuan. Untuk mencapai kesempurnaan. yang menjadi Sang Maha Pengatur atas benih dan semua bentuk yang ada dialam semesta ini. Dia mampu berada didalam diri semua mahluk. Pada Brahman Yang Maha Esa Abadi dan tidak terbatas itu. itu seperti seorang Maha Dewa. yang ada didalam Tanaman Obat-Obatan yang tumbuh setiap tahun. kepada Maha Yogi ini. diciptakan kembai alam semesta dengan semua isinya. yang belum manifest. serta berlaku sebagai Saksi atas keduanya. . yang ada didalam Api. Sarwa disah udhwan ewam sa dewo bhagawan warenyo yoni-swabhawan adhitisthaty ekah. Brahman setelah dengan berbagai cara melemparkan Jala Beliau. G Pudja. Pengetahuan Suci bersifat Abadi. dan Brahman berperanan kembali sebagai Yang dipertuan Yang Maha Agung atas alam semesta. (Sudiarto. Hanya dia yang merupakan satu-satunya nyata. dan mengawasi kelahiran itu. widyawidye isate yas tu so’nyah. karena Dia mampu mengambil wujud yang beraneka jenis.Esa ha dewah pradiso’nu sarwah purwo hi jatah sa u garbe antah. yang ada didalam pohon-pohonan. seorang Maha Yogi yang telah mencapai Kesempurnaan. serta mampu melihat ke segala penjuru. Dia telah dilahirkan. asmin ksatre samharaty esa dewah bhuyah srstwa patayas tathesas sarwadhipatyam kurute mahatma. widya/sidye nihite yatra gudhe ksaram tw awidya hy amrtam itu widya. Kepada seorang Maha Yogi yang seperti seorang Maha Dewa. Sa ewa jatah sa janisyamanah pratyam janamis tisthati sarwato-mukhah. dan akan terlahirkan kembali. Sesungguhnya Dia. terdapat Pengetahuan Suci dan Ketidak-Tahuan. Yo yonim adhitisthaty eko wiswami rupani. Dia diberi dibelakang semua mahluk. yonis ca sarwah rsim prasutam kapilam yas tam arge jnair bibharti jayamanam ca pasyet. Yo dewa’gnau yo’psu wiswam bhuwanam awiwesa. Kemudian setelah datang saat penciptaan berikutnya. 1992:20-27) Dwe aksare brahma pare tw nante. mampu melihat makhluk di mana pun dia berada. yang dari dalam pikiranNya melahirkan Putera yang bijaksana. Di arena Maya. Dia terlahirkan yang pertama kalinya didalam rahim Hiranya Garbha. sampaikanlah penghormatanmu! Pujalah Dia!. ya oshadisu yo wanaspatisu tasmat dewaya namo namah.

Tad weda-guhyopanisatu gudham. jika kita bandingkan dengan Brahman tmpak sangat kecil. serta dilengkapi dengan sifat-sifat kejiwaan lainnya. demikian juaga Brahman yang menjdiYang DipertuanYang Maha Agung atau atas alam semesta. Sang Purusa yang diakruniai sifat-sifat tertentu. Walaupun demikian. Dengan ditempuhnya Ketiga Jalan. sehingga mereka itu dapat memperoleh keabadian. tad brahma wedate brahma-yonim ye purwam dewa rsyas ca tad widuh te tanmaya amrta wai babhuwuh.Seperti Matahari yang memberikan sinar-sinarnya disudut-sudut alam. yang masing-masing memiliki kemiripan dengan Sang Maha Penciptanya. yang suci. yaitu Jalan yang terwarnai Kejahatan. Agustha-matro rawi-tulya-rupas samkala-hamkara-samanwito yah buddher gunenatma-gunena caiwa aragra-matro hy aparo ’pidrstah. Naiwa stri na puman esa na caiwayam napumsakah yad yac chariram adate tena sa raksyate. dapat menegluarkan sinar yang berkilau-kilauan. diatas. kebesaran diri dan memiliki kemampuan dapat memutuskan sesuatu. Sang Purusha menghayati kehidupannya secara berulang-ulang. begitu pula dilengkapi dengan sifat-sifat atau kemampuankemampuan kejasmanian. memerintah seluruh isi alam semesta dan menghidupkan benih-benih kehidupan. Atman itu yang dapat kita bayangkan sebagai sebesar ibu jari. Dan Beliau memasakkan benih-benih kehidupan yang ada di Alam Semesta ini. serta menentukan sifat-sifat tertentu yang diperuntukkan bagi setiap jenis makhluk. Ya ca swabhawam pacati wiswayonih. sekecil dari tongkat pemacu hewan. . yang wajib kita puja itu. pacyam ca sarwam parinamayed yah sarwam etad wiswam adhisthaty eko gunan ca sarwam winiyojayed yah. tetapi memiliki kemampuan yang tidak terbatas. serta diruang-ruang antara keduanya. Pengetahuan Suci tentang sifat-sifat Brahman itu disimpan secara rahasia didalam kitab-kitab suci Weda dan Kitab-Kitab Suci Upanishad. Gunanwayo yah phala-karma-karta krtasya tasyai wa sa copabhokta sa wiswarupas trigunas tri-wartma pranadhipas samcarati swa-karmabhih. Walagra-sata-bhagasya satadha kalpitasya ca bhago jiwas sa wijne yas sa canantyaya kalpate. Jalan Kebajikan. Brahman secara sendirian memerintah Alam Semesta dengan semua isinya. Dan Jalan Pengetahuan Suci. Atman itu berkeadaan sebesar seperseratus ujung rambut dibagi seratus. Para Dewa dan para Resi yang hidup di zaman dahulu telah dapat menyadari dan menghayati keberadaan Beliau didalam dirinya. melakukan suatu kerja dengan mengharapan hasilnya. dan dibawah.

yang menjadi sumber yang berjari-jarikan Enam Belas. perabaan. maka dia akan mengetahui bahwa Brahman-lah yang menggerakkan Roda Alam Semesta itu. maka dia akan dapat terbebas dari semua ikatan. Atman dpat mengambil suatu wujud makhluk yang bagaiamana pun tubuhnya. kalam tathanye parimuhyamanah. sesuai dengan hasil karmanya. jnah kalakaro guni sarwawid yah tenestitam karma wiwartate ha. . Atman yang berinkarnasi sesuai dengan sifat dan karmanya. Dengan menggunakan kemampua. Samkalpana-sparsana-drsti-mohair grasambhu-wrsty-atma wiwrddhi-janma karmanugany anukramena dehi sthanesu rupany abhi samprapadyate. tidak bersifat pria juga tidak bersifat banci. Yenawrtam nityam idam hi sarwam. prthwapya-tejo. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan bahwa Brahman itu tidak berpermulaan dan tidak berakhir. Swabhawam eke kawayo wadanti. yang menjadi penyebab munculnya exsistensi dan non exsistensi. Beberapa orang bijaksana. Siapa yang telah dapat menyadari dan mengahayati kesunyataan Siwa yang berbahagia. Sthulalani suksmani caiwa. Atman berinkarnasi secara berulang-ulang di dibeberapa tempat. dan mengalami kedewasaannya. pikiran.Atman itu tidak bersifat wanita. Wiswasyaikam pariwestitaram jnatwa dewam macyate sarwa-pasaih. Dia menjadi tampak keberadaan berbeda dari satu inkarnasi ke inkarnasi berikutnya. menganggap yang menjadi penyebab munculnya segala sesuatu yang ada itu adalah Alam atau waktu. penglihatan. yang wujud-wujudnya tak terhingga itu. yang telah mencipta alam semesta dengan seluruh isinya. Dewassyaisa mahima tu loke yedenam bhramyate brahma-cakram. yang tidak bersifat material. bhawabhawa-karam siwam kala-srga-karam dewam. rupani dehi swa-gunair wrnoti krya-gunair atmagunais ca tesamyoga hetur aparo ’pidrstah. memilih sebagai tubuh wujud yang kasar atau halus. maka dia dapat bebas dari semua ikatan.nila-khani cintyam. sama seperti bahwa tubuh itu dapat mengalami pertumbuhan. serta yang meliputi dan meresapi seluruh alam semesta. Bhawa-grahyam anidakhyam. yang masih diliputi oleh Maya. Anady anantam kalilasya madhye wuswasya srastaram aneka-rupam. ye widus te jahus tanum. dengan mengambil berbagai tubuh. Tetapi apabial dia sudah terbebas dari Maya dan sudah mencapai kesunyataan. dan dengan menhayati hawa-nafsu hawa nafsu. karean orangnya memakan makanan dan meminum minuman.

serta bahwa Brahman itu menjadi tumpuan dan bergerak Alam Semesta didalam mengalami Perputaran Roda: Penciptaan. yang menjadi Yang dipertuan atas waktu itu. Arabhya karmani gunawitani. bhagesam jnatwatmatwatmastham amrtam wiswa-dhama. yang menjadi Yang dipertuan yang . bhawan ca sarwan winiyojayed yah team abhawe krta-karma-nasah karma-ksaye yari sa tattwato’nya. yang terdiri dari: Tanah.Udara dan Ether itu dicipta dan dipeerintah oleh Brahman. maka dia akan dapat bebas dari ikatan-ikatan. Masa sekarang dan Masa yang akan datang. Beliau adalah Sumber dari persebaban. dan yang Maha Mengetahui. yang memiliki semua sifat-sifat. dan juga bahwa Brahman itu adalah Pencipta dan Pendukung Kebajikan serta Penghancur Dosa-dosa. itu adalah Maha Pengatur seluruh isi alam semesta dan memekarkan semua Benih kehidupan.Air. Dharmawaham papanudam. Juga kegiatan penciptaan yang berhubungan dengan waktu intelek yang halus. maka hal itu berarti aktivitas kerjanya behenti. maka dia dapat manunggal dengan Brahman. Beliau yang bersifat abadi. Tata karma krtwa winiwarya bhuyah. Tetapi Beliau juga dapat manifest diluar waktu. ayng secara berulang-ulang mengadakan penciptaan dan penghancuran. Sa wrksa-kalakrtibhih paro’nyo yasmat prapancah pariwartate’yam. dan lebih besar dari pada Sang Waktu. Penghancuran. kegiatan penciptaan yang ketiga. Adis sa samyoga-nimitta-hetuh paras trikalad akalo pidrstah tam wiswarupam bhawa-bhutam idyam dewam swa-citta-stham upasya-purwam. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan bahwa Dia itu lebih besar dari pada Pohon Alam Semesta. dan keadaannya berbeda dari keduanya itu. yang keberadaanya ada dimana-mana. Siapa yang memuja Brahman yang menjadi Sumber dari Alam Semesta itu. Pemeliharaan. yang maha bijaksana. serta kegiatan penciptaan kedelapan. yang meliputi dan meresapi Alam semesta.Alam semesta dengan segala isinya. Brahman itu berada diatas tiga bagian dari waktu: masa yang telah lalu. Brahman setelah mencipta Alam Semsesta. kegiatan penciptaan yang kedua. aklena caiwatmagunaisca ca suksmaih. Denagn berhentinya aktivitas kerjanya yang demikian itu. tattwasya tattwena sametya yogam ekana dwabhyam tribir asthabir wa. sebagai yang ada didalam Hati Sanubarinya. kemudian menggabungkan prinsip ROH dengan prinsip ZAT. dengan meletakkan hasilnya kepada Brahman. yaitu kegiatan ciptaan tunggal. Pinciptaan Kembali. dan seterusnya. Dia adalah sumber munculnya segala sesuatu. Siapa yang melaksnakan kerja sesuai dengan sifat-sifatnya.

Tidak ada yang menjadi Orang-Tua ataupun Raja bagi Brahman. yang keberadaannya ada pada diri setiap makhluk. Tidak ada diseluruh alam Semesta ini tampak menyerupai Beliau atau yang mampu melebihi Beliau. sehingga saya dapat amnunggal dengan Beliau. yang mengeluarkan cahaya yang berkilau-kilauan. Tidak ada penguasa yang kuasanya melebihi Brahman.Maha Agung atas Alam Semesta. dan Kegelapan diluar diri Beliau. dan sudah ada sejak makhluk itu dilahirkan. . Brahman adalah menjadi penyebab munculnya segala sesuatu yang ada di alam Semesta ini. yang sanubarinya manusia merupakan tempat bersemayamNya. na tat samas capy adhikas ca drsyate parasya saktir wiwidhaiwa sruyate swabhawiki jnana bala-kriya ca. Na tasya karyam ca widyate. yaitu: Kebaikan. yang wajib dipuja sebagai Sang Maha Penguasa atas Alam Semesta. na cesita naiwa ca tasya lingam. Bahkan tidak ada sesuatu Lingga yang dapat menjadi Tanda Kehadiran Beliau di suatu tempat. yang meliputi dan meresapi seluruh bagian dari Alam Semesta. Patim patinam parastat. sa no dadhad brahmapyayam. yang merupakan inti batinya setiap mahluk. berkenan memberi berkah kepada saya. Sumber Penggerak. maka dia dapat menunggal dengan Brahman. Yang dipertuan yang Maha Agung dari semua penguasa. yang dihasilkan oleh Pradhana-Nya. Yas tantunabha iwa tantubhih pradanajaih swabhawatah dewa ekah swam awrnot. Sumber Pengetahuan. Brahman adalah Maha Penguasa yang menjadi Jagat-karana. Semoga Brahman. Tam iswaranam paramam maheswaram. dan bersifat abadi. yang paling besar dari semua yang Besar. Aktivitas. yang keberadaannya di setiap diri maklhuk berlaku sebagi Sumber kekuatan. Marilah kita puja Dia Maha Raja yang Maha Agung dari semua Raja Maha yang Maha Agung dari semua Dewa. Didalam Alam Semesta ini tidak ada seorang makhluk yang menjadi ahli yang kemampuannya melebihi Brahman. Na tasya kascit patir asti loke. yang menjadi Yang dipertuan atas tingkah laku semua mahluk. widama dewam bhuwanesam idyam. na karanam karanadhipadhipo na casya kasjjanita na sadhipah. Marilah kita puja Brahman yang keberadaannya ada pada setiap makhluk. yang semisal labah-labah yang dengan benangnya yang keluar dari dalam dirinya. Kesaktian Beliau menapak dengan munculnya berbagai ragam wujud. yang telah mencipta Alam Semesta ini. Karmadhyaksas sarwa-bhutadhiwasas saksi ceta kewalo nirgunas ca. Eko dewas sarwa-bhutesu gudhas sarwa-wyapi sarwa-bhutan-tar-atma. dan yang ketiga sifat. yang dalam memikir tanpa menggunakan pikiran. Pada diri Brahman itu tidak terdapat sebab-akibat. tam dewatanam paramam ca daiwatam.

dan BintangBuntang untuk meneranginya. Namun Beliau tidak perlu secara nyata-nyata aktif melakukan aktivitas Beliau itu. Karena Brahman itu berkeadaan di Alam Semesta pun menjadikan segala sesuatu di Alam Semesta ini menjadi mampu mengeluarkan sinar-sinarnya. sa ewagnis salile saniswitah tam ewa widitwatimrtyum eti. nema widyuto bhanti kuto’yam agnih. Beliau telah menciptakan semua isi Alam Semesta dari satu benih. Nityo nityanam cestanas cetanam eko bahunam yo widadhati kaman tat karanam samkya-yogadhigamyam jnatwa dewam mucyate sarwa-pasaih. Beliau adalah maha mengetahui. Adalah Maha Pemikir dari para Pemikir. Bulan. Beliau adalah yang dipertuan atas Pradhana. yang walaupun sendirian. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Rahasia Agung yang tersimpan didalam Ajaran Samkya dan Yoga. dia akan terbebas dari semua ikatan. Eko hamso bhuwanasyasya madhye. Beliau memahami seluk-beluk ciptanNya. Na tatra suryo bhati na candra-tarakam. Beliau adalah Roh dari semua makhluk dan adalah Sumber dari segala sesuatu yang makhluk dan adalah sumber dari segala sesuatu yang ada di alam ini. Orang-orang bijaksana yang telah dapat menyadari dan menghayati kehadiran Brahman di dalam diri sanubarinya. dapat terbebas dari kematian. Kiranya tidak ada jalan lain untuk mencapai Kebahagiaan Sejati. dapat memberikan kepuasan atas keinginankeinginan yang diinginkan semua mahluk. tasya bhasa sarwam idam wibhati. Dia adalah paling abadi dari yang abadi. Dia telah mencipta alam Semesta dengan seluruh isinya. nanyah pantha widyate yanaya. sedang orang-orang lain belum dapat memperolehnya. Beliau juga adalah Penguasa Triguna. Beliau memiliki sifatsifat yang sempurna. Juga disana tidak perlu Halilintar atau Api. karena Beliau hanya berlaku sebaga Maha Saksi.Eko wasi niskriyanam bahunam ekam bijam bahudha yah karoti tam atmastham ye’nupasyanti dhiras tesam sukham saswatam netaresam. Dia adalah semisal Matahari yang telah mampu membakar habis semua Ketidak-Tahuan. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan ini. serta adalah Penguasa atas Kesadaran yang terdapat pada diri setiap makhluk. Dia adalah Maha Penguasa memerintah seluruh alam Semesta. Beliau adalah . Di Alam-Nya Brahman tidak perlu terdapat Matahari. yang bagaikan seekor Hamsa yang berjalan di dunia ini. Sa wiswa-wid tma-yonir jnah kala-karo guni sarwawidyah pradhanaksetrajna-pati gunesah samsara-moksa-sthiti-bandha-hetuh. Dia adalah Roh yang telah sempurna. selain melalui jalan yang telah ditempuh oleh Beliau yang berjalan di Jalan Suci itu. akan memperoleh Kebahagiaan Yang Sejati. Beliau adalah penguasa waktu. Tam ewa bhatam anubhati sarwam.

Kebahagiaan Yang sejati hanya dapat dicapai melalui mempelajari Ilmu Ketuhanan. Dia yang untuk sementara menifest sebagai eksistensi. berkeadaan tetap diam. tetap bersifat abadi. maka dia akan tidak akan berhsil. bebas dari eksistensi. amrtasya param setum dagdhendhanam iwanalam. selalu menjadi Yang dipertuan atas Alam Semesta. dan maha Pelebur. Yada carmawad akasam westayisyanti manawah tada dewan awijnaya duhkhasyanto bhawisyati. sebab tidak ada seorang makhluk pun yang mampu melakukannya. saya berlindung kepada Brahman yang menjadi Penyebab dimanifesatsikanNya yang paling permulaan adalah Dewa Brahma.Penganugerah Penyebab untuk dapat bebas dari penderitaan-penderitaan. Yo brahmanam widadhati purwam. Sang maha Resi Swetaswatara dinyatakan sebagai yang telah dicapai tingkatan Spiritual Paramahamsa. Brahman itu tidak memiliki bagian-bagian. tanpa memiliki kesalahan-kesalahan. semisal memeras ether atau mengepres kulit. telah berusaha sekuat-kuatnya. Untuk dapat memperoleh kebebasan Spiritual. jika tanpa mempelajari ilmu Ketuhanan. Atyasramibhyah paramam pawitram. dan yang telah memberi kepadanya Kitab-Kitab Suci Weda. . tidak melakukan ssesuatu aktivitasaktivitas. dan sangat dihormati oleh Resi. Melalui melakukan Tapa-Brata dan atas limpahan berkah dari Brahman. waktu yang selalu menjadi maha pengatur Alam semesta. Beliau merupakan jembatan Emas menuju ke Pencapaian Keabadian bagi makhluk-makhluk. Tapah-prabhawad dewa-prasadac ca. yo waiwedams ca prahinoti tasmi tam ha dewam atma-buddhi-prakasam mumuksur wai saranam aham prapadye. bebas dari ikatan-ikatan dunia. yaitu salah satu yang tertinggi dari kempat tingkatan Diksa. sebagai penjaga Alam Semesta selalu waspada menjaganya setiap waktu. dn untuk mencpai kebahagiaan yang sejati. Niskalam niskriyam santam nirawadyam niranjanam. tanpa terkena noda-noda. brahma ha swetaswataro’tha widwan. prowaca samyagrsi-samgha-justam. bersifat Maha Meengetahui. Dalam melenyapkan dosa-dosa yang ada pada diri makhluk-makhluk berkeadaan sebagai Maha Api yang membakar kayu-kayu apinya. Walaupunorang untuk menghentikan penderitaan-penderitannya. bebas dari penderitaanpenderitaan. Beliau adalah maha Pemelihara. Sa tanmayo hy amrta isa-samstho jnas sarwago bhuwana-syasya gopta ya ise asya jagato nityam ea-nanyo hetur widyate isanaya.

Tuhan Yang Maha Esa adalah Abadi (tak terhancurkan) dan dia adalah pelindung yang ulung. yang telah diberikan oleh Brahman kepada kita di zaman dahulu kala.93. Isanam asya jagatah swardrsam. Satas ca yonim asatas ca wi wah Sang Hyang Widhi Wasa memperlihatkan keaslian segalanya apakah terwujudkan ataukah tidak terwujudkan’ Ya ime dyawa jajana Sang Hyang Widhi Wasa menciptakan langit dan bumi. isanam Indra tasthusah. . aham rtun ajanayam sapta sindhun.Wedante paramam guhyam purakalpe pracoditam naprasantaya datawyam naputrayasisyaya wa punah. Kepada orang-orang yang berjiwa luhur. Yasya dewa para bhaktir yatha dewe tatha gurau. Aku menciptakan musim-musim dan tujuh buah sungai. yang mempercayai sepenuhnya kepada Brahman. bersemayam pada media-media yang suci. Brahma dewam anu ksiyati brahma daiwajanir wisah. akan berwajah yang berseri-seri. tasyaite kathita hy arthah. Aham jajana prthiwim uta dyam. Tuhan Yang Maha Esa bersamayam didalam wujud sebagai para dewa. walaupun dia anak laki-laki kita atau siswa kita yang kita cintai. hendaknya kita berikan rahasia Ajaran Kitab Suci Upanisad ini. Brahma jajnanam prathamam purastat Hyang Widhi Wasa adalah pertama-tama. Atharwaweda. Brahmedam anyatnaksatam brahma sat ksram ucyate. prakasante mahatmanah. (1982:53-63). Misteri yang paling dalam dan paling agung dari Ajaran Wedanta. Brahman menempatkan langit di atasnya. 7. yang dengan tulus memuja Brahman dan menghormati Guru. yang ada di alam semesta. prakasante mahatmanah. Brahman Menciptakan bumi ini. ’Aku (Tuhan Yang Maha Esa) menciptakan langit dan bumi. hendaknya jangan diberikan kepda orang-orang yang masih belum mampu menguasai hawa-nafsu hawa-nafsunya. Tak seorangpun mencapai kebahagiaan tanpa mengetahui Tuhan Yang Maha Esa yang bagaikan ayah. Brahman menempatkan eilayah tengah yang luas ini di atas dan dijarak lintas. Tuhan Yang Maha Esa. Brahmana bhumir wihita brahma dyaur uttara hita brahma-idam urdhawam tiryak cantariksam wyaco hitam. agar mereka dapat mengetahui dan dapat mengamalkan Ajaran Kitab Suci Upanisad ini. Sweta Swatara Upanisad.2.

Orang Bijaksana yang suci membayangkan (memwisualisasikan) Tuhan Yang Maha esa yang berdiam dalam hati. Se ewa mrtyuh so-amrtam Tuhan Yang Maha Esa adalah (penguasa) kematian dan Tuhan Yang Maha Esa adalah kekekalan. Upo te badwani yadi wasi nyarbudam Semua bentuk yang tak terkira banyaknya dihubungkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung. termasuk sapi betina. yatredam brahma kriyate paridhir jiwanaya kam. manusia. Surya (Matahari) dan Maha Yama (Dewa kematian) So-aryama sa warunah. So agnih sa u suryah sa u ewa mahayamah. sa rudrah sa mahadewah. Orang bijaksana mengetahui Tuhan Yang Maha esa/Sang Hyang Widhi Wasa dengan sarana penebusan dosa. Setiap orang. tidak yang ketiga maupun yang keempat Se esa eka ekawrd eka ewa Tuhan Yang Maha Esa adalah satu dan hanya tunggal (Esa) Sarwe asmin dewa kkrawrto bhawanti Semua para dewa menjadi satu di dalam Dia. Yad ekam jyotir bahudha wibhati Ada satu Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung yang bercahaya. Dia bersinar dalam bentuk yang berbeda-beda. Tuhan Yang Maha Esa tidak dipanggil yang kedua. . (Tuhan Yang Maha Esa adalah Agni (api). Tuhan Yang Maha Esa adalah Aryaman. Waruna. Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Agung disembah dengan teguh untuk kemakmuran semua. dan binatang. kuda-kuda. Engkau adalah Indra dan Mahendra) Sarwo wai tatra jiwati gaur aswah purusah pasuh. Wenas tat pasyat paramam guha yat. hidup bahagia. Twam Indras twam mahendrah (Tuhan Yang Maha Esa. Rudra dan Mahadewa.Brahma-enad widyat tapasa wipascit. Na dwityo na trtiyas caturtho napi-ucyate.

menjadi seragam dengan dia. Tat sambhuya bhawati-ekam ewa Brahman adalah inti (permulaan) alam semesta dan segalanya. Asac ca yatra sac ca-antah Segalanya. Samaweda adalah rambut-Nya dan Atharwaweda adalah mulut-Nya. Sampasyan yati bhuwanani wiswa . yang dilarutkan. Dia berbahagia sepenuhnya. Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung. Sutram sutrasya yo widyat.Skambho dadhara dyawaprthiwi ubhe imk skambho dadhara-uru-antariksam Brahman yang menyokong dan menggenggam langit dan bumi kedua-duanya. dimasa kini maupun dimasa datang. Samani yasya lomaniatharwangiraso mukham. baik dimasa lampau. Skambha idam wiswam bhuwanam a wisesa. Tuhan Yang Maha Esa ada dimana-mana. Sa widyat brahmanam mahat. Brahman Skhamba meliputi seluruh alam-semesta. Alam semesta yang sempurna ini diberi makanan oleh Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Sempurna. Yah sramat tapaso jatah Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Agung disadari dengan ketekunan dan penebusan dosa. Dia yang mengetahui benang yang saling hubungan dari alam-semesta. Pumat purnam udacati purnam pumena sicyate Alam semesta yang sempurna berasal dari Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Sempurna. apakah ia dimanifestasikan (diwujudkan) ataukah tidak dimanifestasikan (tidak terwujudkan). Yo bhutam ca bhawyam ca sarwam yas cadhitidthati. Yasmad rco apataksan yayur yasmad apakasan. Dia juga menggenggam atmosfir (lapisan udara yang meliputi bumi) yang luas ini. Kami menghaturkan persembahan (korban) ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung (Mahkluk Agung itu). ada didalam Sang Hyang Widhi Wasa. Mengenal Sang Hyang Widhi Wasa Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung. swar yasya ca kewalam tasmai iwesthaya brahmane namah. Regweda dan Yayurweda berasal dari Dia.

Iyam kalyani-ajara martyasya amrta grhe. dan setiap pengetahuan yang harus diajarkan. yang menjadi jumlah tak terhingga. Samawedda dan Yajurweda. bimbinglah saya. (Titib. dan membekali saya dengan kekuatan-kekuatan yang berasal dari diri beliau. serta semoga saya senantiasa dapat ingat akan ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari. Widyas ca wa awidyas ca. tetap seperti ujung-ujung busur itu didekatkan dengan ditariknya tali sekuat-kuat. dan dapat menyatu dengan sanubari saya. semoga kekuatan- . Tetapi dari yang paling halus dan dewata yang meliputi semuanya (yaitu Iswara atau Jiwa Agung) adalah satu-satunya obyek (tujuan) dari cinta. atau tiga kali tujuh. yac ca-anyad upadesyam. membakar. 1996: 169-182). semoga hari ini. yasmat prananti bhuwanani wiswa Sang Hyang Widhi Wasa menghidupkan dan menghancurkan. Yo marayati pranayat. Segala macam zat memasuki tubuh manusia seperti misalnya kebijaksanaan. Sariram brahma prawisad rcah sama-atho-yajuh. Kekuatan kehidupan manifes. menjadi semua bentukbentuk kehidupan. Dewa yang kekal dan bertuah ini (yaitu Sang Jiwa Agung) bertempat tinggal di dalam tubuh manusia yang fana. tatah pariswajiyasi dewata sa mama priya. pengetahuan praktis. Balad ekam aniyaskam ute-ekam naiwa drsyate. Bentangkanlah perlindunganMu kepada saya. datanglah kemari bersama-sama dengan Para Dewa. O yang dipertuan Atas kebaikan. Dia adalah sumber penghidupan seluruh alam semesta. Rgweda. Tuhan yang Maha Esa Yang Maha Agung (Makhluk Teragung). Sang Hyang Widhi Wasa memasuki tubuh manusia dan Dia menjadi raja tubuh itu.28 O yang dipertuan Atas Sabda-Sabda. Do’a agar ajaran-ajaran Suci yang dipelajari terpatri dalam sanubari Dengan pola Trisapta. semoga kekuatan-kekuatan hubungan diri saya dengan diri beliau.Sang Hyang Widhi Wasa-Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung bergerak mengamati seluruh alam smesta Sariram brahma prawis at sarire-adhi prajapatih. Yang dipertuan Atas Sabda-Sabda berkenan memberi tugas kepada saya. tiga dan tujuh. Semoga yang dipertuan Atas Sabda-Sabda yang menguatkan hubungan dari saya dengan diri Beliau. Yang satu (yaitu sang Mula Prakrti) adalah bahkan lebih halus dari pada rambut dan yang lain (yaitu jiwatman atau jiwa individu) adalah tidak dapat dilihat.

dengan kekuatan dari Beliau itu. O Indra. semoga di bumi. Yang dipertuan atas Sabda-Sabda. O Penarik tali busur kehidupan yang mahir. atau tombak. O. yang menjadi Ibundanya. semoga di bumi. karena mengisap banyak air. pancaranmu mengalir dengan deras. Datanglah kemari. karena mengisap banyak air. pancaranmu mengalir deras. Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. pancaranmu mengalir deras.kekuatan itu dapat selalu berada didalam diri saya senantiasa dapat ingatkan Ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari. semoga saya dapat dipersatukan dengan ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari. . dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. yang berkekuatan seratus kali lipat. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. yang diatasnya mengisap banyak air. Do’a Penyakit Kencing menjadi Sembuh dengan rerumputan. dengan kekuatan dari Beliau itu. Semoga saya tidak ditinggalkan oleh Ajaran-Ajaran Suci itu. demikian juga smoga batang gelagah itu menjadi penghalang penyakit dan pengaruhpengaruh jahatnya. Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. atau senjata-senjata lainnya. tariklah tali busur kehidupan kami! Kuatkanlah tarikanmu itu sekuat batu! Dengan kekuatanmu yang hebat itu. nyanyikanlah lagu penyembuhan dengan terompet gelagah yang menggetarkan irama merdu. yang berkekuatan seratus kali lipat. karena mengisap banyak air. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. Kami mengetahui gelagah SangAyah. yaitu bumi dengan banyak aspek-aspeknya. anugrah dari Parjanya dan kami mengetahui dengan baik. Seperti bahwa diantara Surga dan Bumi itu terdapat pohon bambu. anugrah dari Parjanya dengan kekuatan dari Beliau itu. Obat dengan menggunakan batang rumput Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. jauhkanlah kami dari serangan panah. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. Pada saat-saat Sang Lembu sedang membelai pohon-pohon. semoga saya-lah yang engkau pilih sebagai tempat persinggahanmu. semoga di bumi. anugrah dari Waruna. yang berkekuatan seratus kali lipat. singkirkanlah jauh-jauh orang-orang yang berniat jahat kepada kami serta orang-orang yang membenci kami. anugrah dari Mitra. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit.

Kedua saluran air kencing-Mu. dan yang menjadi sahabatnya Sang Surya. anugrah dari Sang Bulan. Mahkluk-mahkluk yang menghuni sebelah sananya matahari. anugrah dari Sang Matahari. semoga di bumi. Saya memohon turunnya Air Surga. dengan kekuatan dari Beliau itu. karena mengisap banyak air. semoga dapat menjadi tauladan mengalir air kencingnya si sakit. pancaranmu mengalir deras. Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. . dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. anak-anak perempuannya menyelenggarakan upacara Yadnya. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. yang mengabung menjadi satu. yang dapat menjadi minuman bagi sapi-sapi saya. seperti itu semoga aliran kencingnya si sakit menjadi deras. sesuai dengan tugasnya masing-masing. semoga seperti yang kepunyaan-Mu. Do’a mensucikan air. aliran kencingnya si sakit menjadi deras. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. Seperti panah yang terlepas dari busurnya. yang mengalir dengan lancar itu. dengan kekuatan dari Beliau itu. semoga semua penghalangnya menjadi lenyap. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. pancaranmu mengalir deras. seperti itu juga aliran kencingnya si sakit menjadi deras. yang berkekuatan seratus kali lipat. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. kita harapkan dapat meneruskan Yadnya kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. dengan mencampur susu dengan madu. seperti air itu tidak tahan lagi dihalang-halangi dalam gerakkannya menuju ke laut. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. seperti itu semoga aliran kencingnya si sakit menjadi deras. Saya pecahkan yang menjadi penghalang aliran air kencing si sakit. dengan kuatnya melesat meninggalkan busurnya. semoga semua penghalang menjadi lenyap. semoga semua penghalang menjadi lenyap. seperti kalau orang memecahkan bendungan air. Semoga penghalang aliran air kencing si sakit menjadi tidak kuat lagi. saya menyelenggrakan persembahyangan dengan memercik-mercikan air suci yang saya ambil dari Sungai Sindu yang suci. semoga di bumi. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. untuk persembahan Para Ibu melaksanakan kewajibannya di bidang agama. semoga semua penghalangnya menjadi lenyap. karena mengisap banyak air. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya.Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. yang berkekuatan seratus kali lipat.

Brhadbhano cawarsa wajamukthyam dadhasi dacusa kawe. O Agni.94. dengan semangat yang tinggi segairah dan sebahagia Ibu yang menimang-nimang anaknya. Perasaan aman. Berilah kami kesejahteraan. air suci ini dapat menjadikan kuda-kuda saya dan sapi-sapi saya berkeadaan senantiasa sehat. O. cepatlah engkau menjadi air suci.Didalam air suci ini terdapat Amerta. berlah kami kesejahteraan . kuat dan terkenal Engkau. dan hari-hari depan yang cerah-lah yang menjadikan kami melaksanakan upacara pensucian air ini. (Sugiarto. Air Yang Murni. Sama Weda Agne tawa waye mahi bhrajante arcayo wibhawase. Dengan pertolongannya. . bahkan juga yang telah mampu menguasai manusia. saya memohon kesembuhan dari penyakit. 7. 1983:3-9). terlindungi. tentulah engkau mau menjadikan kami berkeadaan yang segar kembali dan tampak gembira dan bahagia. Pendeta pemberi cahaya. Soma berkata kepada saya bahwa Air Suci itu dapat menjadi sarana penyembuh bagi semua penyakit. berilah kesejateraan. harta dan kebajikan terpuji. Didalam Air Suci. o Sang Air yang datang dari udara. berilah kami kesejahteraan. agar engkau cepat memunculkan sifat-sifat sucimu. semoga air suci yang bersifat ke-Tuhanan ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit kami dapat mensejahterakan kami. air kehidupan didalam air suci ini terdapat daya penyembuh terhadap penyakit-penyakit. melalui air suci ini. o Sang Air ada dalam periuk air. yang telah mampu mengendalikan diri dalam penguasaan terhadap benda-benda. Atharwa Weda. nyalamu menjulang tinggi.2. Agni berkata kepada saya bahwa Api Suci itu dapat menjadi sarana penyembuh bagi semua penyakit. Kami akan membuat engkau puas. o Sang Air yang ada di dalam sumur. Air Yang Suci. O Sang AirYang Suci. o. lindungilah badan saya. karena engkau sangat baik hati. semoga daya-daya kesembuhan dan kesehatan yang berasal dai Air Suci ini dapat memancar dan mengalir masuk kedalam diri kami. Engkau adalah Dewe yang cemerlang. Engkau beri pemuja itu dengan kekuatanmu itu. o Sang Air yang ada di lemah-lembah berilah kami kesejahteraan. dan didlam Api Suci. sehingga saya dapat melihat dalam banyak tahun. o Sang Air yang ada di rawa-rawa. berilah saya kekuatan penyembuh. dengan jalan meminumnya. dan taruhlah berkah keselamatan dari Tuhan Yang Maha esa melalui dirimu! Dari Sang Air Suci. segar dan kuat. dan panjangkanlah usia saya.

Sa darcatasya wapuso wi rajasi prnaksi darcatam kratum. putra perkasa. Engkau. untuk memperoleh rakhmatnya. Urjonapajjataweah sucastibhirmandaswa dithibhirhitah. kuat. O Jataweda.Putro matara wicarannupanasi prnskdi radosi ubhe. engkau hubungkan rapat-rapat dunia dan surga. Engkau bercahaya dalam kemilauan di waktu malam. Iskartraranadhwarsaya pracetasam ksayantam radhasomahah. ramah. O yang maha pemurah. pensuci yang kemilau. yang mempunyai harta berlimpah dibawah pengawasannya. Taca drapso nilawandaca rtwuyaindhanah mahinamusamasi priyah ksapo wastusu rajasi. O Dewa yang abadi. Engkau mengunjungi kedua Ibunda. agni. Padamulah mereka tumpukan berbagai macam bali. Engkau memberi rakhmat kebaikan dan banyak makanan. dengan telinga mendengar. Engkau bersinar dari keindahan wajahmu yang tmpak. tampak kepada semua orang suci. Rtawanam mahisam wicwadarcatamagnim sumnaya dadhire putre janah.Pawakawarcah cukrawarca anunawarca udiyarsi bhanuna. penolong yang menakjubkan mereka itu. Agni. keturunan mulia. Engkau antar kami kepada kekuasaan yang maha indah. turun-temurun manusia mengungkapkan-nya dengan lagu-lagu pujian. Dengan sinar yang cemerlang. sisnawa dade. banyak bentuk. Crutkarnah saprathastamam twagira daiwyam manusa yuga. . Pra so agne tawotibhih suwirabhista rati wajakarmabhih. yang sangat terkenal. Dewata yang suci. Irajyannagne prathayaswa jantubhirasme rayo amartya. dinyalakan pada waktunya. dengan kemilauan yang sempurna itu Engkau mengangkat dirimu sendiri dalam sinar. bersenanglah Engkau sendiri. Ia melakukan dengan bantuanMU yang membawa dia banyak putra-putra pemberani dan mengerjakan perbuatan-perbuatan besar. Agni menyebar meluas sebagai pengausa atas segala yang hidup: beri kekayaan kepada kami. Orang-orang telah meletakkannya dihadapan mereka. Yang merupakan hubungan persahabatanmu adalah menurut pilihanmu. semua dilakukan. Engkau adalah teman tercinta bagi Fajar yang agung. wamasya subhagam mahimasam dadhasi sanasim rayim. Ratim Saya muliakan Pendeta itu. Yasya twam sakhyamawita. memberi bantuan sebagai seorang anak. Twam Percikan adalah hitam dan gemercik. Engkau beri kekayaan yang mendatangkan keberhasilan. Twe isah sam dadhurbhurriwarpama ccitrotayo wamajatah. dalam kidung nyanyian-nyanyian kami yang benar. yang mengatur jalannya yadnya.

Agni inilah yang berinduk pada air membawa kehidupan. bentuk yang sempurna dan bersatu. kembaliah Engkau lagi. Agni adalah penjaga dan Richas mencintainya. Agni adalah penjaganya. Gayatra. Ia kirimkan keturunannya laksana seorang permaisuri. pujilah. saya menyanyi apa yang Gayatra. dan syair Jagati. Selamatkan kami dari penderitaan dan kesengsaraan. O Agni. Agnirindraya pawate diwi cukrowirajati Mahisiwa wi jayate. Agni mengawasinya. Surya adalah Cahaya. demikian pohon-pohon dalam hutan dan tumbuh-tumbuhan mengandungnya dalam diri mereka dan menghasilkannya terus-menerus. Hymne yang kudus mencintai Ia yang bangun dan melihat. Pujilah sahabat yang duduk dihadapan. . Namah sakhibyah purwasadbhyowe namah saksamnisebhyah. Gayatram traistubham jagadwiswa rupani sambhrta. Tristup. Kepada Dia yang jaga itu syair kudus ini datang. Hymne Jagati. Panururja ni warttaswa punaragna isayusa. Gayatram traistubham jagat. Yo jagaraga tamrcah kamayante yojjagara ramu samani yanti. Begitu waktunya tiba. Yune wacam catapadim gaye sahaswawartani. Tristup. lagu-lagu Saman mendekatinya. Agni adalah Cahaya. Soma ini berkata kepada Dia yang bangun dan melihat. Jadi dalam hal seperti itu. kepada ia yang didudukkan bersama. Agni menjadi cemerlang untuk Indra. Telah menjadikan Dewa-dewa sahabat yang dikenal. Agnirjagara tamayam aha tawa hamsmi sakhye nyokah. Indra adalah Cahaya. Punarnah pahyamhasah. Tamit samanam wannacca sirudhoantarawaticca suwate ca wicwaha.Tamosadhirdahire farbhamrtwayam tamapo agnim janayanta matarah. kepada Dialah dikatakan Soma ini. dari sebagai benih mereka yang tumbuh-tumbuhan telah terima. Cahaya adalah Agni. Agnirjagara tamrcah kamayantesgnirjagara tamu samani yanti. Cahaya adalah Indra. Ia memancarkan cahaya lebih cemerlang di langit. saya mengasuh dan dijadikan tempat tinggal saya sebagai persahabatannya. Suryo jyotirjyotih suryah. Agnirjyotir agnirindro jyotirjyotirrindrah. Yune wacam catapadim. Saya mengasuh dan membuat tempat tinggal saya dalam persahabatanMu. Saya pergunakankalimat berkaki seratus. Dewa oksami cakrite. Cahaya adalah Surya. Saya pergunakan kalimat yang berkaki seratus. Yo jagara tamayam soma aha tawa ham asmi sakhye nyokah. kembalilah lagi dengan kekuasaan.

Berilah kami karenyanya agar kami dapat hidup. . Semoga wata meniupkan paramnya kepada kami. Ucatiriwa matarah. Kebaikanmu adalah dalam melimpahkan banyak lembu dan sap. Sesungguhnya Apah. menggerahkan hati kami. Karenya tolong kami olehmu menuju kekuatan. Dhanusta indra sunrta yajamanaya sunwate. Yadaham gopatih syam. Suryasya bhanumrtutha wasanahpari swayam medhamrjro jayana. O Watra. penguasa tunggal atas semua gart. Tasma aram gamamawo yasya ksayaya jinwatha. O Indra. Pemuja saya harus kaya dengan sapi Sikseyamasmai disteyam cacipate manisine. Karena Engkau kami senang hati pergi kepadanya. Wata. engkau pembawa kesehatan dan rakhmat. memberikan kami yang menjadi kekeuatan. kepada para pemuja yang memeras air soma. Ya dade wata te grhe amrtam nihitam guha. Yang se. O Agni. dariMu. Berlimpah-limpah Amrita terdapat jauh disebrang sana. peercikan olehMu kepada kami dari segala penjuru. Yadindraham yatha twamiciya waswa eka it. Dengan dirimu sendiri. Berilah kami sebagian dari embun yang amat suci. Tasya no dhehi jiwase. Semoga Ia perpanjang hari-hari hidup kami. Seandainya saya ingin seperti Engkau. ya. Uta wata pitasina uta bhratota nah sakha. Seadainya saya penguasa ternak sapi. Apo hi stha mayobhuwasta na urje dadhatana. Mhe ranaya caksase. Wiswapsnya wiswataspari. yang engkau miliki. yang tempat tinggalnya mempercepat kami dengan apah. Abhi waji wicwarupajanitram hiranyayam bibhradatkam suparnah. O Dewata yang Maha Kuasa.oga kami peroleh dengan penuh kebahagiaan. Karenya berilah kami kekuatan agar dapat kami hidup. Sebagai seorng ibu yang merindukan yang tercinta. Engkau Bapa kami. meyehatkan. baliklah kembali membawa harta. So no jiwatawe krdhi. penyangga semua yang mengalir. Wata a watu bhosajam cambhu mayobhu no hrde Pra na ayumsi tarisat. Gamacwam pipyusi duhe. Apo janayatha ca nah. Saya akan tiada pilihan untuk memoperkuat dan memperkaya pendeta itu. Indra.Saha rayya ni warttasuagne pinwaswa dharaya. Stota me gosakha syat. Engkau Saudara kami dan sabahat kami. Yo wh siwatamo rasastasya bhaja yateha nah.

cemerlang yang dikumpulkan dimukan bumi dan disitu berkembang. menguak. Bhanuh cukrana cocisa stritrye cakre rajasi priyani Bila laksana percikan Ia datang mendekat ke samudra. Barbagai macam bentuk benih Ia letakkan dalam air. memperlihatkan kepada kami berbagai macam senjata. melihat dengan mata ruwah. Drapsah samudramabhi yajjati pacyan grdhrasya widharman. Kecemer-langannya. membuat kejayaan yang maha tinggi. sebagai yadnya penyangga sinar sang Surya. laksana banteng yang mengasah tanduknya. Dipakai pada saat waktunya disertai sinar Surya. sebagaimana seekor burung yang bersayar kuat yang naik menuju ke langit. karena sebagai cahya melahirkan bentuk-bentuk menyenangkan kepada kami. Wasano atkam surabhim draca kam awarna nama janata priyani. telah memperoleh yadnya sendiri. benih dari pencari jalan yang giat. dengan mata yang tidak berkedip. . burung yang mempercepat sampai ke tempat Yama. menggerakan manusia. Pahlawan tunggal. (demikian) Indra mengalahkan ratusan musuhnya dengan segera.Pasukan berkuda memakai bermacam bentuk. Berpakian manis dan indah dilihat. Urddhwe gandharwo adhi nake asthatpratyangcitradasyayudhani. Apsu retahcicriye wiswarupm teyah prthiwyamadhi yat samabhuta. burung Garuda memakai pakian keemasannya ditempat kelahirannya. Nake suparnamupa yatpatantam hrdantam hrdawenanto abhya caksata twa. Pemberi banyak hadiah dalam ratusan. menyerang dengan cepatnya. Ia menjerit keras. Cepat. Ia telah memakai ribuan jubah yang sesuai menurut dirinya. menyenangkan dalam dirinya yang cerlang cemerlang. Diangkasa. Anatarakse swam mahimanam mimanah kanikranti wrsmo acwasyaretah. Engkau yang bersayap keenam. Gandharwa telah mendaki ke surga. Sangkratndanenamnimisa ekawirah catam sona ajayat sakamudrah. merah. Sahasradah catada bhuriwa dhartta diwo bhuwanasya wicaptih. ribuan penunjang surga-surga. meumbuhkan keagungannya. utusan Waruna. sebagaimana undang-undang pemerintahan. Ayam sahasra pari yukta wasanah suryasya bhanum yajno dadhara. Tegak. menakutkan. Acuh cacino wraabhe na bhimo ghanaghanah ksbhannaccasaninam. Hiranyapaksam warumasya dutam yamasya yonan cakumam bhuwanyum Mereka memandang Engkau dan lam meerindukan semangat mereka.

menembus kandang-kandang sapi dengan kekuatan yang tidak terkalahkan. dengan busur panah yang kuat. Dengan raungnya yang keras. Ia memerintah bersama Dia yang memagang senjata dan menaklukkan Indra yang bersama pasukannya membawa rombongan bersama penakluk musuh. Brihaspati. Abhigotrani sahasa gahamannodayowirah caramanyurindah. Jaya dalam perang. pembunuh raksasa. pemusnah. sukar untuk mengalahkan. selalu waspada. berjaya. semoga Ia melindungi pasukan kami dalam peperangan. Indra. Tinggalkan dirimu sebagai pahlawan dan laksana Indra ini. Brahaspate pari diyai rathena rakse hamityam apabadhumanah. . pembangkit peperangan. memberi laki-laki dan pahlawan. dhrsna. somah. usirlah musuh kami jauh-jauh. yang tangannya memegang panah. perlihatkan kesungguhan dan keberanianmu. pahlawan tak mengenal belas kasihan dengan kemarahan. terbang dengan keretamu kemari. Sa isuhastaih sa nisanggibhirawaci sam srasta sa yudha indro ganena. penakluk dalam pertarungan. pemecah belah pasukan. kuat dan garang. yang menumpas satu pasukan dan dengan kekuasaannya memusnahkannya. memanahkan panahnya dengan baik. Balawijnayah sthawirah sahaswanwaji sahamana urgrah. Jadilah pelindung kereta kami. teguh. sekarang. Ikutilah Dia. pemenang dalam peperangan. Ducyawanah prtanasadayudhyo asmakam sena awatupra yutsu.Sankrtandenamisena jisnuna yuktkarena duccyawanena Tadinddadrena jayata tatsahadhwam yudho nara isuhastana wrsa. Indra asam nota brhaspatirdaksina yajnah pura etu Dewasennanamabhibhanjatinam jayntinam maruto yantwagram. naiki kreta penaklukMu. pejuang terkemuka. Indra. Prabhanjantsenah pramrno yudha jayannasmawamedhyawita rathanam. Abhawiro Sang (Yang) jelas oleh kekuatanMU. bersenjatakan petir. Imam sajata anu wirayadhwamindram sakhayo anusam rabhadwam. Golok bagi kedai-kedai. pemenang sapi. berlengan kuat. pemenang pembrani. sekarang. Sam srstajit somapa bahucardhyu gradhanwa pratihitabhirasta. penakluk segala. tidak terkait. penakluk engkau pahlawan. saudrasaudara. Peminum Soma. putra penakluk. abhisatwa sahajo jatwasahoja jaitramirdra rathama tistha gawit. Indra yang kuat. tak tergoyahkan dan tak terlawan. Gotraidan gawidam wajrabahum jayatamajma pramrnan prmartamojasa. pemenang sapi.

Indrasya wrsno warunasya rajna adityanam marutam cardha ugram. Engkau tangkap badn mereka dan berangkat. Mahamanasam bhuwanacyawanam ghoso dewanam jayatamudhasthat. raja Waruna. Pasukan Dewata yang menaklukkan dan menghancurkan. Kuat dan menakutkan senajatmu. . Amisam cittam pratiolobhyayti grhanangganyapjwe parehi. semoga Indra menjadi ahlawanMu yang pasti. Mendesak kekuatan tenaga kuda. pimpinlah merekaini. Ya Dewa-Dewa.Indra. Semoga orang-orang pembrani kami dalam perang memang dalam serangan. Asmakamidrah samretstesu dhawahaswasmakam ya iswsta jayantu. tak seorang dapat melukai dan mengenaiMu. O Maghawan. Pekik Dewa-dewa yang memang mengangkat tingitinggi. Engkau menyebabkan bulu tegak. mendekat O Maghawan. Aswasrta para pata carawye brhahnasam cite. manamsi. Sembunyikan dan benamkan mereka kedlam kegelapan yang tak ada ajalannya sehingga tidak seorang dari mereka dapat mengenal satu dengan yang lain. menagkan hari itu. Seranglah mereka. O Ogha. demikian musuh kami menetap dalam kegelapan. Pasukan musuh yang berjuang dengan seluruh kekuatannya. O Pahlawan. Biar pasukan Maruta berjalan paling depan. Marut dan Aditya. bakr hati mereka dengan panah. lindungi kami dalam pekik serangan. Brihaspati dan Soma. Dewa-Dewa yang berpikiran mulia yang menyebabkan dunia gemetar. yang mendahului mereka. Abhi prehi nordaha hrsu cokairandhenamitrastamasa sacatam Membingungkan perasan musuh kami. Tam guhata tamasapawratena yataitesamanyo anyam sa janat. Gacchamitran pra padyaswa mamisam kam ca nocchisah. Asmakam wira unttare bhawantwasmam udewa awata hawesu. dan biar keriuhan kreta yang menag perang menanjak. senajata kami merangsat semangat pahlawan perang. Uddharsaya maghawannayudhanyut satwanam mamakanam Udwartahanwajinam warjinanyudrathanam yantu ghosah. O pembunuh Writra. Jadilah kami sebagai Tuan rumah yang kuat bagi Indra yang Maha Kuasa. pahala dari yadnya. wah carmayacchatu. Semoga Indra menolong kami bila bendera-bendera kami telah berkumpul. Asau ya sena marutah paresamabhyeti na ajosa sparddhamana. Urga wah santu Majula. jayalah panah pasukakkan kami. Preta jayata nara indro bahawejnadhrsya yathasatha.

yaccha prtanyatah. Amitra senam maghawannasmanchatru wrtrahannagnicca dahatam prati. Kuat dan selalu muda senjata Indra. yatimabhi. Wi manyumindra Usirlah Raksasa dan musuh itu jauh-jauh. Biar burung ruwah dan burung-burung yang kuat mengejar mereka. biar tidak satupun yang selamat. menemuainya. Kangkah suparna anu yantwenam grdhranamannamasawastu sena. Biarpun disana semoga Brahmanaspati. Yang pertama ini biar ia gunakan bila peerlu harus datang kepada kami. kenakan mereka di rumah dan biar tidak seorang pun yang timggal hidup. patahkanlah olehMu taring Writra itu berkeping-keping. O Pembunuh Wrrtra. Wi na indra mrdho jahi nica abhidasatyadharam gamaya tamah. O Indra pembunuh Writra. Wi rakso mrdho jahi wi wrtrasya wrtahannamitrasyahbhidasatah. Kirim kebawah ke daerah kegelapan ia yang mengusahakan untuk melukai kami. . Tatra ne Disana di mana anak-anak panah berterbangan laksana anak kecil yang rambuntya belumm dicukur. jujur tak terkalahkan. Indra. tak pernah ditundukakkan. yang datang laksana pertunjukan dalam peperangan.biar burung-burung yang mengkutinya dikumpulkan. dipertajam oleh doa-doa kami. Yatra banah sampatanti kumarara wicikha iwa. Ya biar poasukan itu menjadi mangsa burung ruwah itu. kalahkanlah amarah musuh yang mengancam kami.Lepas dari tali busur melayang naik anak panahmu. kalahkanlah mush kami jauh-jauh. hanu ruja. diamna Asura yang besar lagi kuat dilemparkan. brhanamaspatiraditih carmayacchat wicwaha carma yacchatu. semoga Aditi melindungi kami dengan baik. Tau yunjita prathamau yoga agate yabhyam jitamasuranam saho mahat. melindungi kami dengan abik sepanjang hari. Marmani te warnane cchadayami soamstwa rajamrtenanu Urorowariyo warunaste krnotu jayantam twanu dewa madantu. O Maghawan. wastam. rendah hatilah orang yang menentang kami. Indrasya bahu sthawirau yuwanawanadhrsyau supratikawasahyau. Maisam macyoghaharacca mendrawayamsyenananu samyantu sarwan. Pergi menuju musuh itu. Ubhau tamindra Pasukan musuh ini. tidak ada penghilang dosa di kemudian hari untuk mereka. Engkau Indra dan Agni. dengan nyalamu. Yo asmam O indra.

Bagian Engkau yang terpenting telah aya tutupi dengan baju pelindungmu. Semoga Dewa-dewa membuatnya tidak tenang dai itu. Dewastam sarwe dhuwantu brahma warma mamantaram carma warna mamataram. bahkan laksana ular yang tak berkepala. Swasti na indre wrdracrawah swastinah pusa wicwawedah. semoga Indra merakhmati kami. menjubahi Engkau dengan RajaSoma yang abadi. Pusam merakhmati kami. Memujamu dengan tangan dan badan yang kuat. Mengasah wajraMu dan pisaumu yang tajam. O musuh saya akan menjadi buta. Swasti nastarksyo aristanemih swasti no brhaspatirdadhatu Termasyuh jauh dan meluas. kau tumpas musuh itu dan mengkocar-kacirkannya meerka yang membenci kami O Indra. semoga telinga kami mendengar apa yang suci. Laksana binatang buas yang menakutkan menegmbara di hutan.2. semuga kami mencapai umur yang ditetapkan oleh Tuhan. Srkam samcaya pawimindra tigmamwi catrun tadhi wi mrdhonudaswa. Brihaspati memberi kami rakhmatnya. senajata terdekat dan pertahanan terdekat.95. Semoga Indra membunuh yang paling baik dan yang itu bila menyalakan Agni telah menyerang engkau. O Dewa-Dewa. Tesam wp agninunnanamindo hantu waramwaram. Engkau telah mendekati kami datang dari tempat jauh. Samkhya Darsana . Andha amitra bhawatacirsannohaya iwa. Semoga Tarksya dengan windunya yang tak terlukakan merakhmati kami. apkah ia musuh ynag asingatau salah atu dari kami. Athirairanggasis-stuwamsastanubhirwyacenahi deahitam yadayuh. Ya nah sworano yaccanisthyo jighamsati. penguasa atas semua kekayaan. Yang Suci. Brahmanaspati memberikan rakhmatnya Pudja (1979/1980:500521) 7. semoga mata kami melihat apa yang baik. Waruna memberi Engkau apa yang telah banyak dan dalam kemenanganMu biar para Dewa-dewa bersenang. Mrgo na bhimah kucare giristhah parawata a jagantha parasyah. Perlindungan saya yang paling dekat adalah do’a. Siap yang akan membunuh kami. Bhadram karnebhih crnuyamadewa bhadram pasyemaksa bhisyayatrah.

tak terbatas) Ketidak beradaan (Aviveka) antara keduanya merupakan penyebab adanya kelahiran dan kematian. karena semua . Sistem Samkhya umumnya dipelajari setelah sistem Nyaya. Seperti telah disinggung didepan. Prakrti merupakan si pelaku dan si penikmat. Kata “Apta” artinya “pantas” atau “benar” yang ditujukan kepada wahyu-wahyu Veda atau guru-guru yang mendapatkan wahyu. Prakerti merupakan sumber dari alam semesta dan ia juga disebut sebagai Pradhana (pokok). Baik Purusa maupun Prakti adalah Sat (nyata). Samkhya menyangkal bahwa suatu benda dapat dihasilkan dari ketiadaan. yang dikatakan sebagai putra Brahma dan Avatara Visnu Kata “Samkhya” itu sendiri artinya “jumlah” dan sistem ini memberikan sejumlah prinsip-prinsip alam semesta yang sebanyak 25 buah. namun terdapat suatu sistem tiruan yang diawali dari satu tattwa atau prinsip mula-mula yang disebut Prakrti. Istilah Samkhya juga dipergunakan dalam pengertian “Vicara” atau “Perenungan filosofis”. yaitu: Pratyaksa (pengamatan langsung). seperti keberadaan yang sesungguhnya. sehingga nama Samkhya tersebut sangatlah tepat. yang merupakan susunan menurut topik-topik atau katagori-katagori. Purusa bersifat Asanga (tak terikat) dan merupakan kesadaran yang meresapi segalanya dan abadi. yang mendahului apa yang dibuat dan berasal dari kata “Pra” (sebelum). dan “Kri” (membuat mirip dengan Maya dari Vedanta. dimana para filsuf Barat juga sangat mengaguminya. karerna secara pasti ia menekankan dualitas dan pluralitas. Prakrti dan Purusa adalah Anadi (tanpa awal) dan Ananta (tanpa akhir. Anumana (penyimpulan) dan Apta Vakya (penegasan yang benar). Pada sistem Samkhya tak ada penyelidikan secara analitik kedalam alam semesta. karena ia merupakan sistem filsafat yang hebat. Samkhya menggunakan 3 sistem atau cara mencari pengetahuan kebenaran. yaitu Sattvam.Pendiri dari sistem filsafat ini adalah Sri Kapila Muni. yang tersusun dari atas materi dan rohani yang memiliki atau terpengaruh orah 3 guna atau sifat. yang berkembang atau mengasilkan (prokaroti) sesuatu yang lain. Rajas dan Tamas. Prakrti artinya “yang mula-mula”. Perbedaan antara Purusa dan Prakrti memberikan Mukti (pembebasan). karena mengajarkan bahwa ada Purusa atau Roh yang banyak sekali.

para pengikut sistem filsafat Samkhya menyatakan bahwa tak perlu adanya pencipta yang cerdas atau bahkan satu kekuatan yang mengatasinya yang secara jelas bertentangan dengan sistem filsafat Vedanta. Sistem filsfat Samkhya disebut sebagai Nir-Isvara Samkhya atau Samkhya tanpa Tuhan. Karena itu. Dalam sistem Samkhya tak ada Prana Tattwa yang terpisah. seperti seluruh keberadaan pepohonan yang dalam keadaan terpendam atau tertidur dalam . minyak dan sumbu pada sebuah lampu. Ketiga guna tersebut tak pernah berpisah dan saling menunjang satu sama lain. baik yang merupakan konsep ataupun yang merupkan (Sankalpa-Vikalpa). Dari Ahamkara muncullah Manas atau pikiran. sehingga sifatnya Atheis. yang merupakan prinsip yang menciptakan kepribadian. Prakrti berkembang di bawah pengaruh Purusa awal dari evolusi Prakrti adalah Mahat atau Kecerdasan Utama. Jadi gambaran sentral dari filsafat Samkhya adalah akibat benar-benar ada sebelumnya di dalam penyebabnya. Keeratan hubungan seperti nyala api. Badan (perwakilan) merupakan milik dari ahamkara. Ia membentuk substansi Prakrti. dimana sebab dan akibat merupakan keadaan yang belum berkembang dan pengembangan dari satu substansi yang sama. yang merupakan penyebab alam semesta dan selanjutnya muncul Buddhi dan Ahamkara. Akibat dari pertemuan antara Purusa dan Prakrti timbullah ketidak seimbangan dari tri guna tersebut yang menimbulkan evolusi atau perwujudan. sedangkan Purusa merupakan subyek saksi. yaitu tidak mempercayai adanya Tuhan atau Isvara. Penciptaan berasal dari Prakrti yang ada dengan sendirinya dan tak ada sangkut pautnya dengan Purusa tertentu yang menjadikannya. yang membawa perintah-perintah dari ke hendak melalui organ-organ kegiatan (Karma Indriya). baik dalam pengamatan maupun kegiatan. akibat terbawa menjadi penyebab. jadi hanya itu saja masalahnya. di mana 5 Udara vital dihasilkan pikiran dan organ indra. Dalam sistem ini tak ada sesuatu hal sebagai penghancuran total. serta saling bercampur. karena dalam penghancuran.akibat ditemukan padanya dan ia juga merupakan sumber dari segala benda. Samkhya menerima teori pengembangan dan penyusutan. yang menirukan data-data indra kedalam pengamatan dan dalam hal ini pikiran mengambil bagian. Guna merupakan obyek-obyek.

Prakrti atau Pradhana (pokok) merupakan produktif murni dan sumber dari semuanya. hanya merupkan hasil yang tak dapat menghasilkan substansi pokok lain yang berbeda dengan dirinya. bukanlah hasil ataupun produk. dan yang diluar diri manusia atau mahluk lain (Adhibhautika). Purusa atau Roh. seperti: panas. geledek dsb. 5 tanmatra. Menurut filsafat Samkhya. Akibat atau hasil tidak berbeda dengan materi penyusunannya. (ii) Produktif dan hasil (Prakrti-Vikrti). serta penyakit akibat kelahiran. 5 unsur (bhuta). Jadi keseluruhan tattwa atau prinsip itu adalah: Purusa. Ahamkara. karena kekuatan (ahamkara) berasal dari pengembangannya. yang memiliki sifat-sifat kebajikan pengetahuan. Prakrti. diamna segi psikologinya disebut Buddhi. timbulah Mahat (yang agung). karena purusa tanpa atribut. (iii) Hasil (Vikrti). ia juga produktif. sperti sengatan kalajengking. disamping merupakan hasil. yang bersifat surgawi atau diluar kekuasaan manusia (Adhidaivika). tetapi juga dihasilkan dari pengembangan Prakrti. Buddhi merupakan produktif. karena penghentian terakhir dari 3 macam penderitaan tersebut merupakan akhir tujuan kehidupan. demikian pula seluruh alam raya ini ada dalam keadaan tertidur dalam Prakrti yaitu Avyakta (tidak berkembang) ataupun Avyakrtta (takterbedakan). gigitan ular dsb. dingin. Ke-16 prinsip berikutnya. misalnya demam dan penyakit lainlainnya. Manas. Penyelidikan terhadap sistem filsafat ini adalah untuk menemukan cara menghapuskan 3 macam penderitaan. yaitu: yang didalam (Adyatmika). banjir. Ke-4 klasifikasi ini termasuk 25 prinsip atau Tattwa. Ahamkara. Samkya menguraikannya sebagai berikut: Dari pertemuan antara Purusa dan Prakrti. Samkhya memberikan suatu uraian katagori-katagori yang didasarkan pada ketepatan produktif masing-masing. pikiran dan 5 unsur (bhuta). yaitu kecerdasan (buddhi). Buddhi. mereka yang mengetahui ke 25 prinsip tersebut. karena menjadi sumber dari 5 dasar halus atau tanmatra. dan (iv) Bukan produktif maupun hasil (Anubhayarupa). yang merupakan benih alam semesta.benih (biji). . akan mencapai kebesan. yaitu: (i) Produktif (Prakrti). yaitu 10 organ (persepsi dan gerak). 10 organ persepsi dan penggerak. Tujuh (7) prinsip berikutnya. kekuatan (Ahamkara) dan 5 tanmatra (dasar halus) adalah hasil dan produktif.

yaitu: Pada tahapan pertama berbentuk unsur halus (panca tan matra). Buddhi.tidak bernafsu. dan mengaturnya sehingga menjadi petunjuk dan meneruskan kepada Ahamkara dan Buddhi. Perkembangan kejiwaan pertama setelah Ahamkara adalah Manas yang merupakan pusat indra yang bekerja sama dengan indra-indra lain mengamati kenyataan diluar badan manusia. perasa dan peraba. Tugas Manas adalah untuk mengkoordinir rangsanganrangsangan indra. yang merupakan segi jiwani ahamkara tersebut. sari raba. pendegaran. . Dari Buddhi timbulah Ahamkara. Perbedaan antara Mahat dan Buddhi adalah sebagai berikut: Mahat. Sebaliknya Manas juga bertugas untuk meneruskan putusan kehendak Buddhi kepada peralatan indra yang lebih rendah. Kesepuluh indra ini tak dapat diamati tetapi berada di dalam alat-alatnya yang tampak dan harus dibedakan dengan alat-alat itu sendiri. Selanjutnya perkembangan kejiwaan yang ketiga disebut sebagai Karmendriya atau lima organ penggerak yaitu: adya untuk berbicara. yiatu: sari suara. yang menyebabkan segala sesuatunya memiliki latar belakang sendiri-sendiri (kepribadian). sari warna. Perkembangan kejiwaan yang kedua adalah Panca Indra persepsi (Buddhendriya atau Jnanendriya). Ahamkara dan Manas secara bersama sama disebut sebagai peralatan bathin atau Antahkarana. yaitu zat halus dari segala proses kecakapan mental untuk mempertimbangkan serta memutuskan segala hal yang diajukan oleh peralatan yang lebih rendah. daya untuk berjalan. yaitu: penglihatan. sehingga Buddhi merupakan unsur ke-jiwaan yng tertinggi atau instansi terakhir bagi segala perbuatan moril dan intlektual. daya untuk membuang kotoran dan daya untuk mengeluarkan benih. daya untuk memegang. Perkembangan fisik mengasilkan asas dunia luar. penciuman. sedangkan segi kosmisnya merupakan subyek dan obyek yang masing-msing berdiri sendiri. yang disebut unsur dan perkembangannya melalui 2 tahapan. merupakan asas kosmis sedangkan Buddhi merupakan asas kejiwaan. sari rasa dan sari bau. yang merupakan sas individualisasi atau keakuan. yaitu sperma dan ovum.

bumi dengan gununggunungnya. Semua ini bersifat khusus pada setiap orang dan menyertainya dalam seluruh kehidupan di dunai ini (Samsara). diantaranya sebagian yang termasuk bagian badan kita. karena Purusa bersifat pasif. yang kesemuanya merupakan perubahan prakerti. panas) + raba + warna + rasa menimbulkan (air) apah + raba + warna + rasa + bau menimbulkan prhiwi Akhirnya dari unsur kasar ini berkembanglah alam semesta raya ini dengan segala isinya (jagat). pepohonan serta mahluk hidup lainnya. dan disebut tubuh halus (Lingga Sarira/Suksma Sarira). Pada diri Purusa hanya berfungsi sebagai penonton atau saksi. dimanaa Purusa tidak berganda akan tetapi keadaan prakrti sangatlah kompleks. Didepan telah dinyatakan bahwa Purusa keadaannya berlawanan dengan Prakrti. karena kodratnya yang lebih halus. Purusa bersifat statis dan Prakti bersifat dinamis. maka segala sesuatu yang didominasi Sattwam ini membantu Purusa dalam menyatakan obyek-obyek diluar manusia. Badan kita yang tampak ini disebut sebagai badan kasar atau Sthula Sarira. Purusa tidak mengalami perubahan tempat maupun bentuk. bukan . yang tersusun atas ke 5 unur kasar atau panca mahabhuta. akan tetapi prakrti mengalami perubahan-perubahan. ruang) + raba menimbulkan vayu (udara) + raba + warna menimbulkan agni (teja. yaitu: Unsur suara Unsur suara Unsur suara Unsur suara Unsur suara (tanah) menimbulkan akasa (ether. Segala sesuatu yang didominasi oleh tamas kebanyakan berupa alam material. sungai-sungai. tetapi yang didomiasi oleh fisik. Dan seluruh peralatan yang terdiri dari alat-alat bathin (Antahkarana) dengan segala alat bantunya yang bermacam (sepuluh indriya dan 5 tanmatra) itu bersifat fisik dan menjadi syarat mutlak bagi purusa untuk memperoleh pengalaman. Sekalipun demikian. sebab semua berasal dari Prakrti. Tubuh ini tidak akan terpisah setelah seseorang walaupun badan kasarnya mati dan hanya dapat dipisahkan setalah seseorang mendapat pembebasan atau Moksa.Pada tahap kedua terjadi kombinasi dari unsur-unsur halus yang menimbulkan unsur-unsur kasar yang disebut dengan panca mahabhuta. sehingga akan selalu berubah pada setiap saat.

karena kekuatan (ahamkara) berasal dari pengembangannya. tetapi juga dihasilkan dari pengembangan Prakrti. pasif dan netral (Udasina). Purusa merupakan si pengamat yang menyatukan dirinya dengan Prakrti yang tanpa kecerdasan. karena purusa tanpa atribut. Ke-16 prinsip berikutnya. Hindup kejiwaan disebabkan hubungan dengan perkembangan rakerti yang menjadi alat-alat bathinnya. 10 organ persepsi dan penggerak. Buddhi. disamping merupakan hasil. yaitu 10 organ (persepsi dan gerak). penengah (Madyastha). dimana prakerti sendiri tidak dapat melihatnya. Jadi keseluruhan tattwa atau prinsip itu adalah: Purusa. bukanlah hasil ataupun produk. Ahamkara. Yang lumpuh (Purusa) maupun yang buta (Prakrti) akan berpisah apabila mereka sampai ketempat yang dituju. Jadi singkatnya Purusa atau Sang Diri itu merupakan saksi si Pengamat (Drsta). Maswinara (1998:41-48) Untuk lebih jelasnya mengenai ke 25 prinsip dalam samkya tersebut. hanya merupkan hasil yang tak dapat menghasilkan substansi pokok lain yang berbeda dengan dirinya. Pada Buana Agung Tuhan itu disebut (1) Purusa (Pencipta) dan (2). Ahamkara. satu-satunya (Kailivalya). sehingga disebut dengan istilah Buana Agung (Alam) dan Buana Alit (manusia). Manas. menunjukkan bawa: Prakrti atau Pradhana (pokok) merupakan produktif murni dan sumber dari semuanya. ia juga produktif. yaitu kecerdasan (buddhi).sebagai si pelaku atau si penikmat. 1993:120) Dari uraian di atas dapat dapat dijelaskan kembali bahwa. berhenti berbuat dan sang Diri mencapai Kaivalya atau kebahagiaan terakhir. Prakrti disebut Alam nyata ini . Buddhi merupakan produktif. seperti seorang limpuh yang menaiki bahu seorang buta. pikiran dan 5 unsur (bhuta). Tujuh (7) prinsip berikutnya. Prakrti. karena menjadi sumber dari 5 dasar halus atau tanmatra. agar dapat memandang gejala penciptaan. kekuatan (Ahamkara) dan 5 tanmatra (dasar halus) adalah hasil dan produktif. Purusa atau Roh. pada hakekatnya Asal mula alam semesta adalah sama dengan manusia. 5 tanmatra. untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam skhema sebagai berikut: (Tim Penyusun. Demikian Prakrti setelah dipengaruhi pembebasan sang Diri (Purusa). 5 unsur (bhuta).

Kita hanya membicarakan wujudnya. air badan dan segala yang cair terjadi dari rasa atau apah. Apabila kita maksudkan kitab suci agama maka Weda adalah merupakan kitab suci atau buku. Sparsa tanmatra-sari rabaan.daging dan segala yang padat sifanya terjadi dari Prtiwi. Gandha tanmatra-sari bau. Veda atau Mantra Weda sebagai kitab suci. (10-16): Mata. disusun rapi ada penulisnya. 2). Suksma sarira terjadi dari : (3). Rasa tanmatra-sari rasa. Weda sebagai kitam suci. 2). 3). Veda dan Mantra. otot. maka kita akan sehat jasmani dan rohani. Dasendriya terdiri dari sepuluh bagian yaitu: Panca budindriya. 5). Ahamkara/Ahangkara. Kita tidak membicarakan isinya. Lidah. kelenjar. (21-25): 1). dengan fungsinya: Budhi berfungsi untuk menetukan keputusan. Buku itu berisi tulisan-tulisan. Dengan memelihara dan memahmi kedua puluh lima unsur ini. (disebut Tri Antah Karana. Telinga. darah. 8. Sabda tanmatra-sari suara. ronga mulut dan segla rongga terjadi dari sabda dan akasa. (16-20): 1). Napas dan Udara dalam badan terjadi dari sparsa atau wayu. ada pemikirnya dan ada pula isinya berupa ajaran-ajaran. sinar mata dan segala yang panas dan bercahya terjadi dari rupa atau teja. Sebagai kitab suci agama Hindu artinya bahwa buku itu diyakini dan dipedomani oleh umat Hindu sebagai satusatunya sumber bimbingan dan infoemasi yang diperlukan dalam kehidupan mereka sehari-hari ataupun untuk melakukanm pekerjaan . Ahangkara fungsinya untuk merasakan dan bertindak. Hidung. (11-15): Tangan. 3). (5). sedangkan unsur prakrti menjadi Badan. Panca Karmendriya. yang dapat dikatakan mencapai jiwan mukti moksah semasih hidup. Kaki. 4). 5). 4). Kelamin dan Anus. Kulit.1. 8. lemak. tulang belulang. Manas. Manas berfungsi untuk berpikir. Panca Tanmatra. Budhi. Kerut. Tetapi tidak semua brang cetakan atau buku dapat kitanamakan Weda. dan menyatu setelah meninggal moksah diakhirat. empedu.(hasil ciptaannya). Buku adalah benda atau barang cetakan. (4). Panas badan. Panca Mahabhuta. Satu-satunya pemikiran yang secara tradisional yang kita miliki adalah yang mengatakan weda adalah kitab suci agama Hindu. Rupa tanmatra-sari warna. pada diri manusia unsur Purusa itu menjadi Jiwatman. Rongga dada.

yaitu pengetahuan yang akan menuntun manusia pada upaya peningkatan kesejahteraan dan hidup bahagia didunia ini. baik didunia ini maupun didunia kelak sesudah mati. Rca ini juga dikenal dengan nama ‘mantra’ dank arena itu tidak heran hampir semua tulisan dalam kitab weda itu ditulis dalam bentuk mantra atau rca atau Chanda. Kata Weda berasal dari urat kata Wid. Pengertian Weda sebagai wahyu Tuhan Yang Maha Esa adalah merupakan adalah pengertian yang sangat penting didalam memahami Weda itu sendiri. yang artinya mengetahui. Pengetahuan duniawi. Sebaliknya kata “widya’ adalah segala macam pengetahuan yang dikembangkan oleh penemuan berbagai risetnya. Pengetahuan itu dapat dibedakan menjadi dua bidang. Apa bila kita artikan Weda itu sebagai pengetahuan. Pengetahuan semacam ini tergolong nwrtti jnana dan jalannya sendiri disebut nwrtti marga. Kemudian lebih lanjut dalam perkembangan pengertian Weda dikembangkan bahwa baik Sruti maupun Smrti kedua-duanya adalah sama yang dimaksudkannya ialah bahwa baik sruti maupun Smrti kedua-duanya diterima sebagai Weda. maka setiap ilmu pengetahuan dapat dikatakan Weda. Weda sebagai ilmu pengetahuan. Adapun yang menjadi sumber nwrtti jnana ini adalah Sruti. Nyanyain itu atau hymne didalam Weda itu disebut ‘Rca’ atau Chanda yang dibedakan menurut jumlah bait dan banyaknya kata atau suku kata dalam satu syair. . Ilmu pengetahuan yang tergolong jenis ini adalah disebut prawrti marga.Dan dinyatakan sebagai kitab suci karena sifat isinya dan yang menurunkannya pun adalah Tuhan yang dianggap Maha suci. Hanya beberapa saja yang kita jumpai didalam kitab Yajur Weda yang ditulis dalam bentuk prosa. Sruti sesungguhnya disebut Weda dan Dharmasatra itu adalah smrti. Ini tidak benar pula. Dari pengertian yang telah dikemukakan maka apa yang diartikan Weda adalah mencakup pengertian yang amat luas. Pengertian weda sebagai wahyu Tuhan. Ada pula penjelasan lain yang kita jumpai mengatakan bahwa kata Weda yang huruf akhirnya ditulis dalam huruf ã (panjang) mengandung pengertian kata-kata yang diucapkan dan dinyanyikan dengan aturan-aturan tertentu. Weda didalam bahsa sanskerta berarti pengetahuan. Widya lebih bersifat duniawi sedangkan Weda lebih bersifat rokhani. yang akan menuntun manusia untuk mencapai kesempurnaan rokhani. Weda adalah pengetahuan dan diturunkan oleh Tuhan kepada umat manusia sebagai wahyunya. yaitu: Pengetahuan Rokhani.tertentu. Adapun sumber utama dari pengetahuan ini adalah Dharmasatra.

tetapi adalah hasil wahyu yang diterima oleh manusia. 1985:1-4) 8. . Mantra yang diucapkan sesuai dengan aturan tersebut dapat menggerakkan kekuatan yang paling dasar dalam diri manusia dan disebutkan pula dapat mengundang segala kekuatan alam yang ada. Kata mantra berasal dari kata man yang berarti pikiran dan tra berarti alat. Samaweda dan Athawaweda. yaitu untuk menamakan semua Janis buku yang merupakan suplemen kitab mantra. Apa yang dimaksud dengan alat dari pikiran? Sebenarnya semua kata-kata diucapkan oleh seseorang kecuali orang gila. yaitu: Mantra. Oleh karena kitab brahmana maupun upanisad maupun Aranyaka tidak pernah disebut sebagai kitab mantra. teks suci. 8. yang isinya khusus membahas aspek karma atau yadnya. Aspek pengertian keempat. Jadi kata mantra berarti alat dari pikiran. Pengucapan mantra yang tepat memerlukan latihan. himne Weda. yang pikirannya tidak waras lagi.Weda adalah Mantra. Cara untuk dapat menguasai suatu mantra. Upanisad dan Aranyaka atau dikenal dengan nama Jnanna kanda. yaitu untuk menamakan semua kitab suci Hindu yang tergolong Catur Weda. sebagai alat berkomunikasi khusus dengan Tuhan atau Dewa-Dewa yang merupakan manifestasi dari kekuasaan Beliau. Selanjutnya Mantra adalah kata-kata yang diyakini bukan buatan manusia. Mantra pengertiannya lebih sempit dari Weda itu sendiri. (Puja. Brahmana atau Karmakanda. Mantra dapat digolongkan seni suara karena diucapkan sesuai dengan chanda. yaitu penamaan semua macam buku Sruti yang terdiri atau 108 buah kitab Aranyaka dan Upanisad Isinya khusus membahas aspek pengetahuan yang besifat filasafti. Mantra. Pengertian ini dapat kita angkat satu satu konsep penjelasan yang menguraikan bahwa Sruti itu sendiri atas tiga bagian. yaitu Rgweda. agar intonasi dan tekanan-tekanan suara dapat diucapkan dengan tepat.3. maka jelas pengertian mantra khusus mencakup catur weda saja. Mantra Upasana dan Mantra Upadesa.2. Yayurweda. sehingga dinyatakan menjadi orang siddhi mantra (mantra siddhi) adalah dengan melalui latihan dan bimbingan (Pudja: 1979). Kata-kata adalah alat penyambung buah pikiran dari seseorang yang ditujukan pada orang lain atau obyek tertentu. Putra (Tt: halaman 41) Mantra berarti persembahyangan. Weda adalah dikenal sebagai mantra. yaitu tinggi rendahnya intonasi secara teratur sehingga menimbulkan suara yang harmonis. adalah merupakan alat dari pada pikiran.

3). 2). ada tiga kewenangan pemakaian mantra/syair pujaan. Mantra Upadesa.). Nilai Magis Mantram.1. Pada bagian ini memuat mantramantra atau sloka-sloka yang dapat memberikan tuntunan hidup. umat Hindu. Mantram suci OM adalah Brahman dan dalam Weda Smerti disebutkan bahwa Prajapati memerasnya dari tiga Weda.15) 8. Matram yang memiliki kekuatan magis tertinggi adalah mantram suci OM/Ongkara. yaitu: 1). sehingga dapat mengucapkan mantra-mantra dengan penuh khidmat serta dilandasi dengan kesucian lahir dan batin.Titib (1986: 6. .3. Upacara yadnya tidak akan berpahala jika tidak disertai dengan pengucapan mantram. Mantra-mantra yang ditetapkan ialah mantra-mantra untuk doa-doa sehari-hari. Untuk Sadhaka. (seperti Tri sandya). Fungsi Mantram. Mantra Upasana yang digunakan sehari-hari bertujuan: untuk memuliakan/memuja Sang Hyang Widhi dan memohon kerahayuan kepadaNya.U.14. sebagai pengucapan awal dari mantrammantram untuk upacara Panca Yadnya adalah dapat mengantarkan persembahan kepada yang dipuja dan tercapainya tujuan upacara tersebut. Dalam kehidupan beragama. 8. Mantram memiliki fungsi yang utama dalam upacara yadnya maupun dalam kehidupan sehari-hari.Weda. Mantra-mantra ini dapat diucapkan tanpa dilagukan dan dapat diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah masing-masing.Untuk Pemangku/Pinandita.3. Denpasar bulan Januari 1986 yang lalu.2. bukan untuk melaksanakan Lokaparasraya. Prajapati yang bersemayam disorga tertinggi. Sama Weda Yayur Veda) dan mantram-mantram Rg Weda yang suci bagi Sawitri (Dewi fajar).Mantra Upasana.Untuk Walaka. Dalam mengucapkan mantramantra ini hendaknya mengambil sikap sedemikian rupa. Sumbernya tidak saja dari Samhita (Catur Weda) dan Upanisad (tetapi juga buka lainnya. Kekuatan magis dari mantram OM. suara A.M dan Wyakrti dengan suara OM disebutkan bahwa itu adalah bentuk suara suci Brahman.Pada bagian ini dimuat doa mantra sehari-hari baik yang Nityakala (rutin) mapun Namitikakala (insendental) dipergunakan oleh umat Hindu. Mantra-mantra yang dimuat dalam bagian Mantra Upasana in I Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu yang diselenggarakan di Institut Hindu Dharma. mengeluarkan inti sari dari tiga weda (Rg. Mantra ini dapat dipakai untuk sembahyang Tri Sandhya.

Pernyataan tersebut dijelaskan dalam Bhagawadgita bahwa bagi orang yang selalu taat memuja Beliau dengan sujud bahti akan selalu dilindungi-Nya dan akan diberikan apa yang belum dimilikinya (Pudja. ada dijelaskan bahwa upacara yadnya yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan serta diantar . 221). setelah meninggalnya akan mencapai Brahman. Pengastawa dengan mempergunakan mantra Puja mantra dinyatakan sebagai pucak dari pada Yadnya karena itu pelaksanaan yadnya tanpa disertai puja Pangastawa adalah siasia (Pidharta. Orang yang taat mengucapkan Gayatri Mantram setiap hari secara terus menerus selama tiga tahun. Mantra yang dipergunakan dalam Puja Pangastawa sangat sangat banyak mencakup seluruh kekuatan alam yaitu semua manifestasi Sang Hyang Widhi. . . Menurut sumber sastra.1. kebahagiaan dan ketentraman. 8. 8. Pemujaan setiap hari. Pujian/Pemujaan tersebut dikenal dengan istilah Puja. Mereka yang berani melanggar ketentuan tersebut akan mendapat pahala yang tidak baik. 2000). pertemuan penting dan lain-lain hendaknya dimulai dengan mengucapkan OM dan setelah berkahi juga mengucapkan OM. Puja Puja adalah pujian/pemujaan kepada Tuhan dan manifestasi-Nya yang diucapkan Sulinggih dan Pemangku dalam melaksanakan Panca Yadnya. 1983:217. pelajaran akan tergelincir/tidak diserap dan kalau sudah berakhir tidak disertai dengan ucapan/mantram OM maka pelajaran itu akan hilang. Mantra-mantra tersebut sangat sakral sebab hanya orang yang sudah disucikan melalui upacara Ekajati dan Dwijati saja yang boleh mengucapkannya.4.4. bergerak leluasa laksana udara mencapai bentuk yang kekal dan abadi.pengucapan mantram Gayatri yang dikatakan sebagai tiang pengokoh Weda adalah gerbang menuju bersatunya Atman dengan Brahman.Mengenai kekuatan magis mantram OM dalam mengamalkan ajaran agama sehari-hari adalah dapat tercapainya segala tujuan. Orang yang baru melakukan penyucian tingkat Ekajati tidak dibenarkan mengucapkan mantra tertentu yang hanya boleh diucapkan oleh Dwijati. Pemujaan yang dilaksanakan setiap hari dengan mengucapkan Gayatri mantram juga dapat memberikan keselamatan ketenangan. Pelajaran yang dimulai. Beberapa hal yang penting harus dilaksanakan adalah.pada permulaan dan penutupan suatu pekerjaan. tidak didahului dengan mengucapkan OM.

menyebutkan bahwa kidung suci itu berasal dari yang Abadi. Majijiwan Majijiwan dilaksnakan pada upacara yang besar. . Isi mantra majijiwan tersebut adalah penciptaan bumi dan isinya serta suksesnya upacara. 8. Kitab Sama Veda secara keseluruhan memuat nyanyian-nyanyian pujian.3. Kitab yajur Weda menyerukan semoga para ilmuwan menyanyikan lagu pujian kepada Tuhan.dengan Puja Pangastawa yang benar dan tepat maka yadnya tersebut dapat mencapai tujuan dari pelaksananya. prasasti Blantih dan lain-lainnya. Kidung dinyanyikan guna melengkapi upacara Panca Yadnya.4. saat Ida Bhatara turun Ka Peselang. yang disebut sebagai nyanyian suci/Kidung Suci. Berdasarkan penjelasan dari kitab-kitab suci tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan yadnya yang kita warisi sekarang ini sudah sesuai dengan ajaran Weda. Weda menyebutkan bahwa dalam pelaksanaan yadnya harus ada persembahan.4. pemimpin upacara dan nyanyiannyanyian pujian. Selanjutnya dijelaskan bahwa doa persem-bahyangan/Kidung suci kekuatannya ada dalam mulut yang disebut Ayasya Anggirasa.4.4. Putru Putru adalah suatu nasehat/tutur yang mengisahkan perjalanan ke sorga. orang yang menata pelaksanaan yadnya. prasasti Dawa. Rg Weda Mandala X. Kidung Kidung adalah nyanyian pujian kehadapan Ida Sang Hyang widhi dan manifestasiNya. Brahad Aryanaka Upanisad menyebutkan bahwa Kidung Suci yang dilagukan dalam persembahyangan/pelaksanaan yadnya dapat menumpas kejahatan.2. 8. begitu pula dalam kitab Atharwa Weda dijelaskan bahwa Kidung Suci dilagukan untuk memohon kesempurnaan kehadapan Dewa Waruna. 8. banyak dijumpai beberapa prasati seperti prasati Bebetin. Kitab suci Rg. ada yang menata banten ada Pendeta/pemangku sebagai pemimpin upacara dan ada yang melagukan Kidung suci. karena merupakan inti sari rasa dari tubuh. Putru tersebut dilagukan pada waktu upacara Pitra Yadnya. Mereka yang mengetahui rahasia itu dijauhkan dari kematian dan dapat nantinya menuju sorga. Senada dengan sumber sastra tersebut. Yadnya memakai persembahan berupa banten.

Ketentuan umur dalam sistem catur Asrama dapat dijadikan patokan pegangan kapan kita bisa mulai belajar Weda. j.u. lr. g. º (sn). t.9. ch. Salah satu faktor terpenting dalam belajar membaca dan mengajarkannya adalah pengenalan huruf dengan suaranya. m s. merenungkannya kembali. Paulina Pannen dan Purwanto (2001:13). Kemudian disusun kembali atau ditulis ulang dengan gaya gaya bahasa dan strategi yang sesuai untuk menjadi suatu bahan ajar (atau digubah). Pembelajaran Orang Dewasa. menterjemahkannya. dh.q. Ks (ksh). p. n. Kita mulai dari belajar membaca. th. tra. Bertitik tolak dari pernyataan Paulina Pannen dan Purwanto di atas.u. jn. ph.i. œ (c). dosen tidak menulis bahan ajar sendiri dari awal (from nothing atau from scratch). Secara umum huruf itu dapat dibagi menjadi dua yaitu hurf hidup dan huruf mati. kesemuanya itu merupakan satu paket proses belajar weda. kh. merumuskan hasil-hasil pemikiran yang terkandung dalam Weda. gh ng (n). rr.ai. mengertikan arti kata. tetapi dosen memanfaatkan buku-buku teks yang sudah ada di pasaran untuk dikemas kembali sehingga berbentuk bahan ajar yang memenuhi karakteristik bahan ajar yang baik. mendengar ucapan-ucapan yang benar.i. dan dapat dipergunakan oleh dosen dan mahasiswa dalam proses intruksional. o. Mengajar dan belajar mantra Weda tidaklah sama dengan membaca biasa. th. 1985:112-113) Dalam pengemasan kembali informasi. Adapun pengucapan hruf-huruf yang dimaksud itu adalah huruf-huruf (aksara) dewanegari yang dipakai dalam bahasa Sannskerta atau mantra-mantra baik ditulis dalam huruf Dewanegari mapun tulisan Latin. n. Disamping itu masalah intonasi atau tekanan suara yang tepat akan ikut pula menentukan. c. menginterpretasikan. au. dh#. Sangat edialnya usaha belajar dimulai sejak usia masih muda.e. dh. menjelaskan dengan melihat relevansinya dengan gejala-gejala alam. t. h#. d. Karena itu yang pertama-tama adalah menguasai huruf dengan baik sehingga seorang anak dapat dapat memodulisasi suara dengan baik dan dapat pula mendengar dengan jelas perbedaan suara yang dibaca orang lain. Umur termuda empat tahun dan paling terlambat kalau telah mencapai umur 22 tahun. Huruf hidup adalah: q. b. dan huruf mati: k. (Puja. penulis ingin mengikuti jejak yang dilaksanakannya dalam usaha memahami . llrr. d. Informasi yang sudah ada dipasaran dikumpulkan berdasarkan kebutuhan (sesuai dengan tujuan instruksional GBPP dan kontrak perkuliahan). Mempelajari Weda (dan atau mantra) mencakup kegiatan yang amat luas. r. jh. n.

Buku-buku tersebut penulis kumpulkan. Nganteb Piodalan Alit (Ida Pandita Empu Nabe Daksa Kertha Wisesa). Parisada Hindu Dharma Indonesia Tentang Tri sandya (PHDI). Dasar Kepemangkuan (I Nyoman saruya Atmanadhi). Dengan demikian dikenal dengan dua perbedaan belajar yaitu . Pedoman Sembahyang (Pemerintah propinsi Bali). Pedoman kramananing Sembah (Foto Copy dari I Nyoman Nasa). tertarik barulah dilanjutkan dengan melakukan Mawinten untuk diri sendiri. Pengantar Menuju Pedoman Sembahyang Umat Hindu (K. sebaiknya dilakukan setelah sembahyang barang satu jam atau dua jam. agar dapat merafalkan mantram sesuai dengan iramanya. Namun demikian. Tuntunan Muspa Bagi Umat Hindu (I Gusti Ketut Jaker). Penulis membeli buku. Rg Weda Mandala IX (Wayan sadia dan Pudja). Tri sandya (Kepala kantor agama Propinsi Bali). Puja Trisandhya (I Gede Sura). meminta dan meminjam diantaranya: Kusuma Dewa Utara anom). Agem-Ageman Kepemangkuan (Jero Gede Pasek Ringganatha). kalau memang disepakati bahkan dibutuhkan oleh keluarga. Kidung panca Yadnya (Wayan Budha Gautama). Diktat Pelajaran bahasa Kawi (PGA Hindu Negeri Denpasar). Untuk latihan membaca Mantra. Persembahyangan bagi Warga Hindu (Jro Nyoman Kanca). Puja Tri sandya dan Kramaning Sembah (I Made Bidja). Doa metirta. Mesekar dan Mebija (Pustaka Manikgeni). Sipta Gama (Ida Pedanda Gede Pemaron). Sang Kulputi Kesmuda Dewa (Gambar I Made). Himpunan Keputusan Seminar Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu I-IX (Parisada Hindu Dharma Pusat).B. Catur Yadnya (Upada Sastra). Selanjutnya apabila sudah merasa.Mantra dan Belajar Mantra. Puja Stawa Penujang Pegangan Para Pemangku dan balian (Wayan Budha Gauitama).Suhardana). dan diambil hal-hal yang mudah untuk diaplikasikan. demikian seterusnya sampai menjadi Sulinggih. Puja WalakaPinandhita (I. Fungsi Genta Bagi Para Sulinggih/ Pemangku di Bali (Toko Buku Ria). Panca sembah (Kejayaan). Tuntunan pengastawa (Ketut pasek Suastika).Bangli). Tri Sandya Bersembahyang dan Berdoa (Titib).Pudja). sebagai bahan awal untuk memahami Mantra. AUM Kitab Suci Kesuma Dewa (Sri Reshi Anandhakusuma). Dharma Sastra. Widhi Sastra. Rancangan Keputuisan pesamuhan Agung. Upacara Panca Yadnya (Sri Empu Nabe Pramadaksa Gria Agung Bungkasa). Weda Parikrama (G. sering kali dibedakan hanya dalam konteks usia perkembangan yaitu antara anak-anak dan orang dewasa. Gagelaran Pemangku (PHDI Kabupaten Karangasem). Nitya Karma Puja (IGK Adia Wiratmadja). dalam kehidupan hari-hari dalam keluarga maupun masyarakat. Apabila semakin harisemakin tertarik baru dilanjutkan untuk mawinten dikalangan keluarga.M. Pada hakekatnya belajar merupakan proses dinamik yang seyogyanya dilakukan seumur hidup.

15. (Sutjipta dan Kendran. 2006:2-6).Cendrung berorientasi pada penangan persolanan. 3. yang dapat dilihat dalam tabel berikut: No 1.1. pada hakekatnya andragogy. . dapat berurun sartan lagi pembelajaran orang lain.3. sehingga dapat memutuskan bagi dirinya sendiri (otonomi) 9.Belajar adalah proses peningkatan kemampuan menanganni persoalan kehidupan. . . 13. 4. Rentang kedewasaan cukup lebar. 5. sehingga ajakan relevansi berbeda.2.apa yang dipejarinya dibutuhkan untuk menanganni persoalan kesehariannya. 7. 9. 12. orang dewasa memiliki banyak pengalaman. tetapi juga dapat menghalanginya menerima hal-hal baru. 10. 9.pendekatan paedagogy untuk anak-anak dan Anddragogy bagi orang dewasa. asumsi dasar dalam belajar antara lain sebagai berikut: 9. orang dewasa mempunyai kesediaan belajar hal-hal relevan baginya bagi kurun waktu tertentu. 2. Setidanya dapat dibedakan dalam: dewasa muda (18-30) tahun dewasa (30 – 55) tahun lanjut usia (> 55) tahun orang dewasa mempunyai perspektif waktu “kekinian” yang cukup kuat: . Anak-Anak Ketergantungan Fasilitas Subyektifitas Ketidaktahuan Kemampuan terbatas Sedikit tanggungjawab Minat terbatas Mementingkan diri Penolakan diri Identitas diri tidak jelas Kepedulian sepintas Fokus pada hal khusus Imitasi Butuh kepastian Imfulsifness Dewasa Kemandirian Aktifitas Obyektifitas Kejernihan berpikir Banyak kemampuan Banyak tanggungjawab Minat luas Altruisme Berdamai diri Integrasi diri Kepedulian mendalam Fokus pada hal prinsipil Original Toleran kepada jelasan Rasional Berangkat dari perbedaan tersebut. 6. 14. orang dewasa dihargai kemandiriannya. 8. sehingga dapat menggali insight bagi dirinya. 11.

Menurut Bloon dan Kratwohl apa yang mungkin dikuasai (dipelajari) oleh siswa (orang dewasa). 9. untuk memperoleh pemahaman Jagat Raya dalam memenuhi suatu kepuasan dalam kebijaksanaan. Aplikasi (menggunakan konsep untuk memecah-kan suatu masalah). metode dan sebagainya). *).3. Merespon (aktif berpartisipasi) *).1. Evaluasi (membandingkan nilai-nilai. *).t. operasonal. *). *). Sintesis (menggabungkan bagian-bagian konsep menjadi konsep untuh). Ketepatan (melakukan gerak dengan benar). *). Pengorganisasian (menghubung-hubungkan nilai-nilai yang dipercayai). poto copy: 12-13). *). serta dapat diukur.4. *). Taksonomi Bloon ini. Afektif. Peniruan (menirukan gerak). Penggunaan (penggunaan kosep untul melakukan gerak). Pada tingkatan yang lebih praktis. 9. *). Pengalaman (menjadikan nilkai-nilai sebagai bagian dari pola hidup). taksonomi ini telah banyak membantu praktisi pendidikan untuk memformulasikan tujuantujuan belajar dengan bahasa yang mudah dipahami. seperti yang telah kita ketahui berhasil memberi inspirasi kepada banyak pakar lain untuk mengembangkan teori-teori belajar dan pembelajaran. *). Naturalisasi (melakukan gerak secara wajar). Filsafat secara umum dapat diartikan bahwa usaha manusia dengan menggunakan akal.3. yang terdiri dari lima tingkatan: *). Psikimotor. sadar akan adanya sesuatu). *).3. *). Pengetahuan (mengingat menhafal). (Prasetsetya.3. 9. Penghargaan (menerima nilai-nilai. Pemahaman (menginteprestasikan). *). setia kepada nilai-nilai tertentu). Sastra sebagai alat komunikasi. Perangkaian (melakukan gerakan sekaligus dengan benar). . Kognitif terdiri dari enam tingkatan: *). ide. yang tercakup dalam tiga kawasan: 9.2. sedangkan aksara adalah simbol (lambang) sebagai alat komunikasi. Analsis (penjabaran suatu konsep). T. yang terdiri dari lima tingkatan: *). Pengenalan (ingin menerima.

s. Ang. 2002:175. yang digunakan untuk menunulis Bahasa Bali lumrah. menurut Jnana Sidharta: Sing. pengeling-eling dan sejenisnya.Swalalita. y. Dewa dari arah Selatan. w. menyebutkan. Sarwatatim Sawita No Rasa Tam Dirgha Ayuh”. Tanda deakritik dapat dipakai hanya pada permulaan belajar membaca atau dalam perkamusan. artinya identik dengan pesan yang dikirim. Sawitottarattat Saidharattat Sawita Nah Suwatu. “Sawita Pascatat Sawita Purastat. upacara dan yang berhubungan dengan dunia kegaiban. b). surang. Sang panca pandawa lunga ke alase”. i. k. dalam komunikasi ilmiah sebenarnya proses komunikasi itu harus terbebas dari unsur emotif ini. tedong.181). ny. Tentu saja kata-kata (simbol) yang sudah jelas dan kecil kemungkinannya untuk disalah artikan dan tidak lagi membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Perlu kami ingatkan bahwa dalam penulisan kalimat atau cerita bahasa Bali memakai tulisan latin jangan berpegang dengan tulisan Bali. l. perlambang (simbol) dalam keagaman. Lambang e taling tidak memakai corek atau tanda diakritik. yaitu: 1). Wang. Mang. Terakhir adalah aksara suci ini adalah aksara mati karena banyak dengan busana (taleng. do’a-do’a dan pengobatan. t. (Jujun. Nang. Hal ini harus kita lakukan untuk mencegah si penerima komunikasi memberi makna lain yang berbeda dengan makna yang dimaksudkan. Ang. Bang. o. yaitu: h. n.Komunikasi menggunakan bahasa akan mengandung unsur simbolik dan emotif. melainkan ke Bahasa Indonesia. pipil. Untuk membacanya menggunakan Krakah/Griguh (Kaler. e. adalah aksara bagian kedyatmikan misalnya: Japa-mantra. e. Semoga ia melimpahkan rahmatNya kepada kita dengan umur panjang. c.14. yaitu: a. Contoh: “Rontal Ramayana becik pisan. r. 1984:31-33). Ung. b. Umpamanya jika dalam sebuah komunikasi ilmiah kita mempergunakan akal seperti “epistemology” atau “oftimal” maka kita harus menjelaskan lebih lanjut apa yang kita maksudkan dengan katakata itu. m. Kalau tulisan Balinya Rãmãyana. misalnya urak. sehingga untuk menggambarkan siwa sebagaimana halnya dengan Rudra dihubungkan dengan sebelas aksara sebagai bentuk lingga Atma. Dewa dari arah timur.Weda X. u.(Pudja. Konsonan 18 buah. Untuk jelasnya penulisan kini menguraikan kejadian aksara vokal (suara) dan konsonan (wyanjana) serta menggolongkan terbagi tiga jenis. Pesamuan Agung Bahasa Bali tahun 1957 (dengan hasilnya) sebagai berikut: a). p. d. Nama Rudra sering diartikan sama dengan Siwa. dan gempelan). Tang. Mang dan Ong Selanjutnya dalam Rg.Vokal 6 buah. Prabu Kresna sareng mayuda. Dalam buku ejaan bahasa Daerah bali yang . agar pesan yang disampaikan bisa diterima secara reprodukdif.36.1982: iii-iv). Wreastra. 3). gantungan. g. mayudha dan Pañca Pãndawa”. Dewa dari arah Utara. Prabhu Krésna. 2).Modre. ng. Artinya Dewa dari arah Barat. aksara untuk menuliskan Bahasa Kawi dan lainnya lagi.

bulatan) dan nadha (bindang. Terkait dalam pembelajaran mantra. misalnya: ong. aksara yang dipergunakan sehari-hari terdiri atas 18 aksara (ha.disenpurnakan juga dicantumkan abjad Bahasa Indonesia dari a s/d z. segi tiga). na.mang) dan modre atau aksara lukisan magis. Pengulangan Lalitasahasranama dan Trisat’i. Tri Murti: Ang Ung Mang dan dalam wujud Dasaksara adalah: Sang Bang Tang Ang Ing dan Nang Mang Sing Wang Yang. Akasara biasa terdiri atas aksara wreastra. 1993:3). ca ra ka dst). Akasara amsa terdiri atas Arddhacandra (bulan sabit). 2005 Bali Post) Kemudian padangan dari persfektif Sastra. Untuk dapat meresapkan keamhakuasaan Sang Hyang Widhi agama Hindu memberikan Simbol pada kekuatannNya ini dalam aksara suci OM. Bindu/Windu dan Pranawa/ongakra serta pisarga pada permulaan kata. diharapkan dapat mencipkan kedmaian dihati. Kata Om adalah aksara suci untuk mewujudkan Sang Hyang Widhi dengan ketiga prabawanya yaitu: Brahma Hyang Widhi dalam prabawanya mahapencita disimbolkan dengan aksara A.ung. windhu (matahari. Akasara Suci terbagi atas akasara wijaksara atau bijaksana (aksara swalalita + aksara amsa. aksara wianjana (huruf konsonan. huruf mati) yang terletak pada akhir kata yang melambangkan fonem konsonan (Ngurah Nala. kedamaian di dunia dan kedamaian di akhirat. dan aksara swalalita atau aksara yang dipergunakan pada kesusastraan Kawi yang terdiri atas 47 aksara. Kalau di Bali aksara tersebut dapat diidentikan dengan Tuhan disimboliskan aksara Ongkara dalam wujud Tunggal. Selain itu. i. misalnya: a. Adri. Sthiti-pralina atau lahir hidup mati. Wisnu Hyang Widhi dalam prabawanya memelihara disimbolkan dengan aksara U dan Siwa Hyang Widhi dalamp rabawanya pelebur disimbolkan dengan aksara M. maka aksara yang digunakan adalah . U. Aksara Bali terbagi atas aksara biasa. M. Dengan menggunakan media aksara/sastra keharmonisan mikrokosmos dengan makrokosmos. ini ditunggalkan menjadi OM (Upadesa. khususnya Trisakt. Dilaksanakan dengan Kata Dum dibentuk dengan menambahkan Maya. Suara A. dan aksara suci. (Tinggen. Hal ini dimaksudkan untuk menyerap bahasa asing pada tahap permulaan sebelum beradaptasi dengan bahasa Bali. ang. e. dalam aksara Bali ada yang disebut pengangge tengenan. Karna. u. 1978:16). o. dan dalam berbagai manifestanya terdapat berbagai macam. “Durga Puja”. Aksara-aksara ini identik dengan Aksara Swalita dan Akasara Suci/Modre yang dipergunakan oleh para Pujangga atau Rohaniawan dalam Simbolis ritual. Ketiganya melambangkan Dewa Tri Murti-Utpatti.

Puja Walaka-Pinandita. Kemudian setelah ada pemaham lebih lanjut. Baik bagi diri sendiri keluarga maupun masyarakat dan negara. Penguncaran Weda Mantra yang benar-benar merupakan yandnya sendiri.Bagian I. dan ada keinginan untuk menjadi: Pemangku. Bangli. DAFTAR BACAAN Anom. Aywa Were tan siddhi phalanya”. secara teori ilmu apapun bisa dipelajari asal dimanfaatkan secara dewasa. Denpasar. Cetakan Pertama: Paramita . 2005. Kayumas Agung. Surabaya: Penerbit.5.wadhuta aratayo’ditwastwagasi twa’ditirwettu. CV. (Watra. Yadnya adalah penyangga matahari yang cemerlang.ditastwag wettu diwaskambhanirasi dhisana. 2006:52-58) 9.19 Sarmasyawadhutaduam rakso. perwujudan dari ceritera Weda. Atmanadhi. Sulinggih baru dilanjutkan dengan upakara dan upacara Mawinten atau Madwijati. Dengan menggunakan aksara Modre/aksara suci. kalau ilmu itu disembarangkan jelas dia tidak bermanfaat. tetapi kalau dipelajari dengan suatu sistem dengan tujuan baik “Ayu Were Siddhi phalanya” boleh dibicarakan akan sangat baik manfaatnya.si parwateyi prati twa parwati wettu. Utara 1994. Dasar Kepemangkuan (Ke Sulinggihan). Anda Kusuma Sri Rshi. Satrya I Nyoman. Dhisana ’si parwati prati twa. IB.aksara biasa Wreastra tanpa dilakukan upakara. artinya anak kecil atau anak muda bisa membahas Mantra apabila penerapakan dilakukan secara dewasa. Semoga yang melakukan yadnya menyadari arti pentingnya. Yadnya adalah pemberi kebahagiaan. Seperti bunyi bait Yayur Veda. Kesumadewa. Semoga kami menyadari yadnya sebagai pembawa hujan dan pemberi pengetahuan spiritual. Yadnya yang dilakukan pada hari tertentu juga memberi perlindungan seperti kulit melindungi tubuh. Dari uraian di atas. Suatu “Moto” di Bali. menjauhkan yang egois dan sifat-sifat kikir dan melindungi daerah tempat seperti kulit melindungi tubuh. Denpasar: Percetakan Offset & Toko Buku Ria. 1986 “Kamus Bahasa Bali Indonesia-Indonesia Bali” Penerbit. 1972. Proses Belajar. Sekaranglah saatnya kita tahu Mantra dan Belajar Memantra.

Upacara Panca Yadnya... Satu Himpunan Naskah Mantra dan Stotra teks asli bahasa Sanskerta dan Penjelasannya... Denpasar: Terjemahan. Aplied Approach. Pusat antar Universitas Untuk peningkatan dan Pengembanngan Aktivitas Intruksional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. I Made.. Kanca. 1987.. Surabaya: Penerbit.t. Pramadaksa.. Jero gede Pasek 2003. Jakarta: Cetakan ke 3 . Jero. Paramita.Bharati. . I Gusti Ketut. Tuntunan Muspa Bagi Umat Hindu.) . Mantra Inisiasi Meditasi & Yoga. I Wayan 2004. I Nyoman Tt. Ringga Natha. G. Surabaya: Penerbit Paramita.... 1985. Buleleng: Toko Buku Indra Jaya. Himpunan Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu I-IX. Denpasar: Parisada Hindu Dharma. Sang Kulputih Kusuma Dewa. (Buku Yang banyak Mengandung Inti-Inti Falsafah Hindu. Parisada Hindu Dharma Pusat. Milik Departemen agama Republik Indonesia. Gria Prasetya. . Gayatri Sadhana Maha Mantra Menurut Weda. Jakarta: Buku 2. Weda Parikrama. 1976. 1983... Sri Empu Nabe. Denpasar: Milik Pemerintah Propinsi Bali. Surabaya: Cetakan Pertama. Badung: Agung Bungkasa Abiansemal. Sama Weda “Sama Weda Samhita”. Gambar....08. 1986. 1984.. Pusat Propinsi Bali. Denpasar: Stensilan. Paramita Paulina Panennen dan Purwanto. 2000.. Penerbit. Maswinara... Lembaga Penyelenggara Penterjemah Kitab Suci Weda.. Pudja. Mengajar di Perguruan Tinggi. Pekerti.. Penulisan Bahan Ajar.. Weda (Pengantar Agama Hindu). Swami Veda.. Irawan T.. 1982-1983. Jakarta: Pesanan Proyek Pengadaan Kitab suci Hindu. 2001..... Persembahyangan Bagi Warga Hindu. Jakarta: Sampai saat ini ybs. Sodasiwikerama. Pedoman Sembahyang.. Kaler..1979. Sebagai Staff Antar Universitas Terbuka. Agem-Ageman Kepemangkuan.. 2002... Jakarta: Penerbit. Denpasar: Penerbit Guna Agung...

Paramita Sutjipta. Kios Muria..1997. 1985 Atharwa Wedha (Weda Sruti) Terjemahan... Buku Pelajaran Agama Hindu di Perguruan Tinggi.. Milik Depatemen agama Republik Indonesia.. Titib I Made.. KM 2005. Tt. Sagung Kendran. Dosen Institut Hindu Dharma. Penerbit. Cinta Kasih dan Penyerahan Diri kepada Tuhan..1986 Weda Walaka. Dharma Nusantara Bahagia. Cudami III. Jakarta: Copyright.. Jakarta: penerbit Hanuman sakti.. Penerbit. Sweta Swatara Upanisad. Proyek Pengadan Kitab suci Hindu.... Denpasar: Edisi 159 MeiJuni/VII. Putra. Surabaya: Penerbit. Majalah Kebudayaan Bali Taksu. Jakarta: Terjemahan.. Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Mutu Pendidikan Universitas Udayana. Suhardana. Denpasar: Penerbit. Jakarta: cetakan Pertama.A. Pengantar Menuju Pedoman Sembahyang Umat Hindu. Ida Pandita Umpu Nabe Daksa Kertha. R dan Gede Pudja. PT.. Surabaya: Penerbit. 2006... Mitra Printing. Kumpulan Kuliah Agama Hindu Bhatkti Marga. . Tim Penyusun. Nganteb Piodalan Alit. Paramita Wisesa. Yajur Weda (Weda Sruti).. Sugiarto. Jakarta: penerbit... Tri Sandya Sembahyang dan Berdoa. 1993. 2001. 1982. Departemen Agama RI Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Hindu dan Budha. Watra. Bagian I. Pembelajaran Orang Dewasa. 2006.. Denpasar: Gria Agung Giri Manik. .1985.... Nyoman dan A. ………... Maya Sari..