KATA PENGANTAR

B

egitu

banyaknya

permintaan,

buku

tentang

pelaksanaan

Sembahyang dan mantram-mantram ringan yang bisa dipelajari untuk diri sendiri serta mengisi hari tua, yang dapat dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari dalam keluarga. Kenyataan inilah yang mendorong penulis untuk mengumpulkan beberapa buku yang dipakai sebagai dasar untuk merealisasikan maksud tersebut, sehingga penulis sebut dengan Mantra dan Belajar Memantra ini. Setelah dilakukan koreksi oleh Editor, maka judul tulisan tersebut berubah menjadi MANTRA DAN BELAJAR ANEKA MANTRA (Kumpulan Berjenisjenis Mantra). Karena Mantra pada dasarnya terdiri dari tiga konsep yaitu Mantra, Tantra dan Yantra. Mardiwasito menulis (1985:339,582,711) bahwa yang dimaksud dengan Mantra dari sudut kata berasal dari sanskerta dan berubah kedalam bahasa Indonesia menjadi Mantera yang artinya jampi (penahan/japa), doa atau mantrakratu pembaca mantera (hanya berwujud kata-kata), Tantra yang juga artinya mantra tetapi lebih menekankan ilmu sihir (gaib, mistik) dan yang dimaksud dengan Yantra adalah alat untuk merenungkan Dewa. Secara mudahnya dapat dipahami mantra adalah ucapan mengandung nilai-nilai magis, Yantra adalah upakara sebagai alat untuk memusatkan konsentrasi dan Tantra adalah gerakan tangan yang bersifat magis yang juga disebut dengan Mudra. Dalam tahap pembelajaran ini, aksara tidak diisi secara lengkap seperti, contoh: Mahì dyauá prthivì ca na ima÷ yajñammikûatàm; Piprtàm no bhaåìmabhiá. Tetapi akan ditulis “Mahi dyauh prthiwi ca na imam yajnamimiksatam; Piprtam no bharimabhih”. Maksudnya buku ini untuk, memudahkan belajar membaca dan mendengarkan suara sendiri. Sebab menurut pandangan penulis, kalau diisi lengkap, keinginan untuk membaca akan berkurang, karena harus belajar tanda baca terlebih dahulu. Karena dalam hal ini, sekali lagi masih taraf belajar. Nanti kalau sudah lancar membaca, maka akan ditingkatkan sesuai dengan tanda bacanya.

Mempelajari Weda (dan atau mantra) mencakup kegiatan yang amat luas. Kita mulai dari belajar membaca, mendengar ucapan-ucapan yang benar, menterjemahkannya, mengertikan arti kata, menginterpretasikan, merenungkannya kembali, merumuskan hasil-hasil pemikiran yang terkandung dalam Weda, menjelaskan dengan melihat relevansinya dengan gejala-gejala alam, kesemuanya itu merupakan satu paket proses belajar weda. Mengajar dan belajar mantra Weda tidaklah sama dengan membaca biasa. Sangat idealnya usaha belajar dimulai sejak usia masih muda. Ketentuan umur dalam sistem catur Asrama dapat dijadikan patokan pegangan kapan kita bisa mulai belajar Weda. Umur termuda empat tahun dan paling terlambat kalau telah mencapai umur 22 tahun. Salah satu faktor terpenting dalam belajar membaca dan mengajarkannya adalah pengenalan huruf dengan suaranya (ini yang ideal, tapi kalau baru belajar, silahkan bacabaca dan dengar-dengar suara sendiri dulu). Disamping itu masalah intonasi atau tekanan suara yang tepat akan ikut pula menentukan. Karena itu yang pertama-tama adalah menguasai huruf (secara umum dulu/latin nanti kalau sudah meningkat baru menginjak ke dewanegari) dengan baik sehingga seorang anak dapat dapat memodulisasi suara dengan baik dan dapat pula mendengar dengan jelas perbedaan suara yang dibaca orang lain. Adapun pengucapan huruf-huruf yang dimaksud itu adalah huruf-huruf (aksara) dewanegari yang dipakai dalam bahasa Sanskerta atau mantra-mantra baik ditulis dalam huruf Dewanegari maupun tulisan Latin. Secara umum huruf itu dapat dibagi menjadi dua yaitu huruf hidup dan huruf mati. Huruf hidup adalah: a, a, i, i, u, u, e, ai, o, au, r, rr, lr, llrr, dan huruf mati: k, kh, g, gh ng (n), c, ch, j, jh, n, t, th, d, dh, n, t, th, d, dá, n, p, ph, b, dh, m s, û (sn), ú (c), á. Ks (ksh), tra, jn. (Puja, 1985:112-113) Pada hakekatnya belajar merupakan proses dinamika yang seyogyanya dilakukan seumur hidup. Tetapi sebelum memantra, lakukanlah pembersihan diri dengan Mantra, seperti: Mantram sebelum Belajar Memantra (Sang Hyang Aji Panusangan). Sama nilainya kita telah mewinten tiga kali. Idepaku anganggo Aji kotamah, Amangsa-amangsung aku tan pabersihan, aku pawaking setra suka kang akasa,

suka kang peretiwi, tan ana aku keneng sebelan, apan aku teke abersihin awak sariranku, teka bersih bersih-bersih-bersih. (Gambar, 1986:51-52) Mempelajari Weda dengan setulus hatimu. Samudre te hrdayamapswantah sam twà wìantwoûadhìrutàpah; Yajñasya twà yajñapate suktoktau namo wàke widhema yat swàhà. O yang berumah tangga, hendaknya engkau mempelajari weda dengan setulus hatimu, yang penuh dengan sabda-sabda bimbingan mulia, dikendalikan oleh prana, berbuat dalam perbuatan mulia. Semoga engkau menikmati makanan, buah-buahan dan air, Dalam bimbingan kasih sayang, kami menuntun engkau melakukan kewajiban hidup dalam perkawinan dengan penuh keyakinan. Yadnya mantra harus dilakukan oleh setiap kepala rumah tangga. Mahì dyauá prthivì ca na ima÷ yajñammikûatàm; Piprtàm no bhaåìmabhiá. O suami yang patut dipuji dan yang sehat dan istri yang bersabar hati, berkehendak untuk memenuhi kesenangan dan melakukan yadnya dalam rumah tangga. Semoga engkau berdua menyediakan kami makanan dan pakaian.* Weda dan atau Mantra dapat dipelajari sendiri. Ara iwa rathanabhau prane sarwan pratistham, rco yajudwamsi yajnah ksatram brahmaca. Ibarat jeruji dipasang pada porosnya roda sebuah kereta demikian pula halnya segala sesuatu ditetapkan dan digantungkan pada prana. Melalui prana dan pengendaliannya itu orang dapat belajar Weda sendiri, mis Rg.Weda, Yayur Weda, Sama Weda (dan Atharwa Weda) dan dari itu orang dapat melakukan maha yadnya atau orang-orang bijaksana dan terpelajar. Dapat memperlihatkan kebijaksanaannya yang benar atau seseorang tentara dapat memperlihatkan keberaniannya yang mengagumkan. Prasana Upanisad (Puja, 1985/86:21-22). Yang masih mengumbar hawa-nafsu, sebaiknya jangan mempelajari Weda. Wedante paramam guhyam purakalpe pracoditam naprasantaya datawyam naputrayasisyaya wa punah. Misteri yang paling dalam dan paling agung dari Ajaran Wedanta, yang telah diberikan oleh Brahman kepada kita di zaman dahulu kala, hendaknya jangan diberikan kepada orang-orang yang masih belum mampu menguasai hawa nafsu - hawa nafsunya, walaupun dia anak laki-laki kita atau siswa kita yang kita cintai. Yasya dewa para bhaktir yatha dewe tatha gurau, tasyaite kathita hy arthah, prakasante mahatmanah, prakasante mahatmanah.

.......................6.......... Utpeti Kang Toya ................... Mantram Tri Sandya ...2...............................2.. Pendahuluan....Kepada orang-orang yang berjiwa luhur............ 3............................................ sehingga hasil pembelajarannya dapat berguna paling tidak bagi dirinya sendiri.....2....1.. Mantram Widhi Yadnya......... Menghaturkan Dupa ... akan berwajah yang berseri-seri..... yang mempercayai sepenuhnya kepada Brahman............................. 2......... Mantram dalam Yadnya...............................2.............. 4....4................ hendaknya kita berikan rahasia Ajaran Kitab Suci Upanisad ini............ Adyaya ke VI:22...... agar mereka dapat mengetahui dan dapat mengamalkan Ajaran Kitab Suci Upanisad ini......... 1........ 4........................ Metabuh arak/ berem ..............2....... Kata Pengantar........................... 3.....................2...................... negara dan bangsa....... Sembah Kuta Mantra....... 4............ 4.....1................................ Ngutpeti Toya Ring Sangku ............... 4. Panca Sembah ....................................... 4...... dalam konteks ini pembelajaran dilakukan untuk orang dewasa........................ Sebelum Mantram Tri Sandya .. Namun demikian..........7.................................. (Sweta Swatara Upanisad..... Daftar Isi... Belajar Mantram.......................... 10 Juni 2006 Penulis DAFTAR ISI Judul..... Mantram Umum........ 4............. untuk menciptakan kedamaian Denpasar........ yang dengan tulus memuja Brahman dan menghormati Guru..........3.................. 3............... Dan tidak tertutup kemungkinan untuk keluarga....... 4....................... 4.......... dengan harapan bahwa orang dewasa secara Pisik dan Psikologi (jiwa dan ilmu pengetahuan) sudah matang......... Dewa Pratista .......... 3......5..........2....2...2.............. 3...................8... Padmasana Ring Toya .........2............................2....... Pengertian Mantram.4... 4........23). 4........... Sikap Sembahyang dan Kramaning Sembah .....3................. i v xi 1 5 9 10 10 10 12 12 15 15 17 17 18 18 18 18 18 18 18 ..... Mersihin eteh-eteh upakara .................. Dewa Yadnya....1...............

.... 23 4....1. Wija 18 4......2............4.................. Menekan Tangan .4................ 19 4.......2......2......... Anglukat Banten ..............18. 21 4....5..4............. 24 4...10......3.. Ngaskara Bajra ........... Ngarga Tirta ....... 20 4..12.............. 28 4..................3....5........3..................4............21..13............2........11............3........ Wiku Ambeng .................. Sembah Siwa Amerta ..............3.......4... Sembah Hyang di Pura Dalem ...............3.......4.......2....... 20 4......4.......... 26 4....... Wiku Pangkon .......... Nyiratin Tirta Sawa .2............... 33 4........... Wiku Palang Pasir ...................2................ 32 4...4... 28 4............3...........2....4...... Wiku Wanaprasthi ........ 27 4.... Wiku Panjer .3..... 33 4.............................. 32 4.3.....2..... 35 21 24 ..... 19 4... Sembah Hyang di Purnama /Tilem ..3 AUM Upacara Resi Yadnya . Sembah Hyang di Pura Desa Mwang Bale Agung.....12......3................10............................ 24 4..4......................... 33 4.3................. Wiku Sanyasi ................16.....2. Pitra Yadnya ......4... 33 4... Wiku Cendana .................. 33 4.............. Wiku Bramacari ...... Wiku Grahasti ................. 18 4......3............ Gandaksata......... 34 4.. Akena bija ..........17..............2......... Aturi Kang Toya Puspa..3...2..... 29 4...............7......5.... Rsi Yadnya ..... Sembah Hyang di Merajan Kemimitan/Paibon 4..........14...19.................3. Wiku Grohita ..........4......................3.................. 28 4..... 30 4................9...... 22 4........................8..........22...4.....15. Guru Pada Namas Karo ...........3......................... 32 4........6.......... Kramaning Pamuspaning Pitra .. 28 4......9...................3................2...3.1. Tumuwut sang pitre adi nyasa ring catur desa (Ngentas) .................... Manusa Yadnya ..... 34 4.................4... 33 4......4.. Tata Cara Persembahyangan dalam Piodalan 4............. Wiku Saba Ukir .. Wiku Sangara .................... Sembah Hyang di Kawitan Ratu Pasek .2.20.............. Mantra Pengulapan ......11............................ Sembah Hyang di Pura Puseh ...2....................3... 32 4... 23 4.23.. 29 4............. Tirta Puwa Pangentas Wong Preteka .....2.......2..... 26 4.........3...4............ 21 4....2.......24...........4............ Dwijendra Astawa.......... Sembah Hyang di Pura Prajapati ...... 22 4.......................................2..... Sembah Hyang di Ring Merajan Sanggah Kemulan .4..1................4..

. 57 4............. Ngayab Banten.............................. Ngaturan Prayascita....... 58 4. Smara Ratih (Menek Bajang) ... Susunan Bhuta Yadnya ........................... Pengelebaran caru-caru..... Pakeling saha Seha ........7....3...................................17.2............ 52 4...13......... Penghormatan..........6........2....... Potong rambut........7..... 36 4.3....6.................. 53 4....6..............................7..18...6............. Bebanten Suci...8...............6....7....5.............................. 50 4.1....7....... 36 4........8........15.5.. 53 4.7.............5.6....... 52 4................................. 41 4....9.4......... 52 4................. 54 4................. Ngastiti Tetebusan.......1...7......................3....... Panyubyokaunan dan Prayascita....... Amusti Karana............. Penghormatan di Penataran Beskih/Gunung Agung 58 58 ........7.......... Ngaturan Tirta..... Nyucikan Badan.................6. 40 4........7... 35 4........ .5... Ngaturang Prayascita...7................ 52 4...8...... 57 4.............. Penghormatan di Gunung Batur......... Yadnya Sesa...... Panca Mahabhuta.............5.. Belajar Mantram Genta atau Bajra.. Penghormatan di Gunung Beratan/Dhanu Bratan 4.............2.............4.10........ 57 4..... Penghormatan di Gunung Watukaru.........5.. Ngaturin Betara Kukusarum..7... Ngastawa Lis.. Penghormatan di Gunung di Gung Kawi. 58 4..4...7...........8.. Kelahiran Bayi ...8....... ..... Pengormatan di Gunung Mangu.. 52 4...... Menjalankan Pabyakaunan........ 58 4.6........ Penghormatan di Gunung Andakasa. 41 4.. Sucikan Tangan................5.... 57 4..5... molongin karna...2..................... Mekala Hyang..........5..... Astawan Banten Malinggih ring Paruman.....5................................7..... 39 4.8........ 43 4.............14.6..... Bhuta Yadnya .......... Dewa yang Berstana di GunungGunung..6..................... 52 4..................... 55 4.......... 42 4........4......7..... 40 4........ Ngastawa Sang Hyang Kumara ....... 51 4..........7................. 42 4..7........6........................11.....12..... Menyalakan Dupa.. Mabiye kawon .5......4.. 55 4.7..................................... Ngelebar Segeh......................1 Pelaksanaan Upacara.. Mantram Caru dewasa ala............1........... 50 4..... 56 4..7....... Pasang Tri tatwa.....................................3.........7.......8............. 54 4...............8...........7........ metatah ...........8... 51 4...... 57 4....... Mawinten . 35 4...............7....16............... 55 4..............7.... 53 4....................

4.8.8. Penghormatan di Gunung Agung................. 58 4.8.9. Nunas Tirta ke Gunung Agung..................... 58 4.8.10. Maturan Canang Prascita (Tebasan Durmanggala) 4.8.11. Ngadegang Betara Nyatur ring Banten...... 59 4.8.12. Ngastawa Betara dan Pengiringe maka sami 4.8.13. Nedunang Betara ke Pengubengan........... 60 4.8.14. Nedungan Betara sami (dari Jawadwipa, dan Selam/Allah/Islam).................................... 60 4.8.15. Pengadegang ring suci.............................. 62 4.8.16. Ngabijiang (tempat mata air) Ida Betara sami 4.8.17. Tirta Pemarisudha...................................... 63 4.8.18. Nganteban Guling Bebangkit..................... 63 5 Upakara Ngawit Mekarya Wewangunan................ 63 5.1. Upakara.......................................................... 63 5.1.1. Dasar Bambang........................................... 63 5.1.2. Canang Pependem....................................... 63 5.1.3. Caru Pengeruak dan Mantra........................ 64 5.1.4. Banten Pengeruak dan Mantra.................... 64 5.1.5. Sarana dan Mantra...................................... 65 5.1.6. Upakara dan Mantra Mengukur (nyikut) Karang 5.1.7. Piteges Sesajen............................................ 66

59 59

62

65

6. Nganteb Piodalan Alit............................................ 67 6.1. Persiapan Muput Piodalan Alit......................... 67 6.1.1. Muput Tirta Gede (Sapta Gangga)............... 67 6.1.2. Setelah selesai muput tirta Gede, kemudian dipercikan................................................... 68 6.1.3. Ngawit Nanggen Genta................................ 68 6.1.4. Ngastawa Tirta............................................. 69 6.1.5. Pengurip Tirta.............................................. 69 6.1.6. Jaya-Jaya Tirtha............................................ 69 6.2. Muput Piodalan Alit di Merajan/Sanggah......... 70 6.2.1. Byakaonan................................................... 70 6.2.2. Durmanggala (Pangastawa)......................... 70 6.2.3. Pengulapan (Pangastawa)........................... 70 6.2.4. Prayascita (Pangastawa).............................. 71 6.2.5. Lis (Pangastawa).......................................... 71 6.2.6. Ngosokan Lis (Pengastawa)......................... 71 6.2.7. Ngastawa linggihang dewa di Palinggih/Sanggah 6.2.8. Mendak Kepanggung di jaba (Baruna Astra) 72 6.2.9. Ngayat segehan ring Natah Umah............... 72 6.2.10. Medatengan ring Sanggah......................... 72

71

6.2.11. 6.2.12. 6.2.13. 6.2.14. 6.2.15. 6.2.16. 6.2.17. 6.2.18. 6.2.19. 6.2.20. 6.2.21. 7

Mapiuning Indik Piodalan........................... 73 Nganteb banten di pelinggih sami............. 73 Ngayab Banten Piodalan............................ 74 Ngayab Banten Pangemped lan Soda aturan Ngayab Penagi/Sesangi............................. 74 Ngayab banten Sambutan durung ketus Gigi Tri Sandya.................................................. 75 Muspa (Ngaggem Panca Sembah)............. 77 Margiang Benang Tebus............................ 78 Pengaksama ring Dewa Betara.................. 78 Nyimpen Bajra........................................... 79

74 75

Dewata Pawamana Soma...................................... 79 7.1. Resi Kasyapa, asita Atau Dewala.................. 79 7.1.1. Canda Gayatri (Sukta 13).......................... 79 7.1.2. Canda Gayatri (Sukta 14).......................... 80 7.1.3. Canda Gayatri (Sukta 15)............................ 81 7.1.4. Canda Gayatri (Sukta 16)............................ 82 7.2. Upacara Bajang Colong................................... 82 7.2.1. Banten Pasuwungan.................................... 82 7.2.2. Banten Pengelukatan di Dapur.................... 82 7.2.3. Banten Ring Sumur...................................... 83 7.2.4. Banten Ring Sanggah Kemulan.................... 84 7.2.5. Banten Bajng Colong................................... 87 7.2.6. Upacara Natab Sambutan............................ 89 7.2.7. Panglukatan Mala........................................ 99 7.2.8. Lindu Gemana.............................................. 100 7.2.9. Penglukatan Panca Geni (Orang Tilas)......... 101 7.2.10. Pecaru Gering Tempur............................... 102 7.2.11. Penglukatan Siwa Geni.............................. 103 7.2.12. Caru Manca Rupa (dagingnya bisa diganti) 7.2.13. Salwiring Pemanes Karang........................ 104 7.2.14. Pengasih Buta Muang Dewa...................... 108 7.2.15. Dwijendra Astawa...................................... 108 7.2.16. Surya Sewana (Bila sakit tidak ada obatnya) 7.2.17. Mantram Sebelum belajar Memantra......... 110 7.2.18. Pawisik Dewi Maya Asih............................. 111 7.2.19. Melapas Wewangunan Utama, Madya dan Nista 7.2.20. Pesimpenan............................................... 115 7.2.21. Mantram Arca Muang Mapendem Pedagingan Meru......................................................... 115 7.2.22. Katiban Durmanggala................................ 116 7.2.23. Puja Mawinten............................................ 116

103

109

113

7.2.24. Ananggap Dana......................................... 117 7.2.25. Penenang Jiwa yang Menderita.................. 117 7.2.26. Ilmuwan Mengerjan Ilmu Untuk Kebaikan Manusia.................................................... 118 7.2.27. Persembahan Weda Mantra....................... 118 7.2.28. Arti Penting Penguncaran Mantra.............. 119 7.2.29. Makanan disucikandengan Yadnya............ 120 7.2.30. Yadnya Menseimbangkan Dunia................ 120 7.2.31. Keturunan yang Melakukan Yadnya (bertambah) Baik....................................... 121 7.2.32. Tuhan Pencipta Tata Surya........................ 121 7.2.33. Menyebarkan Sistem Pendidikan dalam Weda 7.2.34. Yadnya dengan Mantra Weda dalam Gayatri 7.2.35. Yang Jahat Harus Disingkirkan................... 123 7.2.36. Mengenal Tuhan Melalui Penglihtan Spiritual 7.2.37. Mensucikan Hati dan Jiwa.......................... 124 7.2.38. Membersihkan Air Sumur dalam Weda...... 125 7.2.39. Yadnya Sejak Jaman Dulu Menurut Weda. . 125 7.2.40. Semoga saya tida pernah melanggar-Nya. 125 7.2.41. Jagalah Kami dengan Sinar Pengetahuan Spiritual.................................................... 126 7.2.42. Negara yang Sejahtera.............................. 127 7.2.43. Susunan Pencernaan (Analisa) Ilmu........... 127 7.2.44. Sebelum Beryadnya Manusia Lebih Dulu dilindungi Tuhan........................................ 128 7.2.45. Aktif dalam Ilmu Pengetahuan adalah Yadnya 7.2.46. Semoga Kami melenyapkan dosa-dosa Musuh 7.2.47. Mengucapkan Mantra Gayatri tiap Hari, menurut Weda......................................................... 129 7.2.48. Mencapai kebesaran melalui Tulisan......... 130 7.2.49. Berilah kami tinggal dirumah yang menyenangkan 7.2.50. Engkau Ajarkan (Weda) kepada Rakyat..... 130 7.2.51. Yang meninggalkan Yadnya ditinggalkan oleh Tuhan 7.2.52. Karmaphala dalam Weda........................... 131 7.2.53. Persembahan dalam Pitara dalam Weda. . . 132 7.2.54. Dengan pengetahuan untuk mencapai Kedewasan 7.2.55. Korban Api sebagai Yadnya....................... 133 7.2.56. Api pemusnah segala macam Penyakit..... 133 7.2.57. Sinarnya api Naik Turun............................. 134 7.2.58. Weda diucapkan untuk memperoleh Pengetahuan Spiritual ................................................... 134 7.2.59. Pengetahuan Petir melalui Weda............... 134

121 123 124

128 128

130 131

132

..81.93............. Yadnya Mantra harus di laksnakan oleh Rumah Tangga................. 7........2.... 148 Penciptaan dan Penguasa..... 7...... 146 Makna dan Fungsi Gayatri dalam Weda................. 7..... 7...... 181 Sama Weda....63................ 8 Brahmacari selama 48 Tahun.. Tiga..........92... 7.......... 147 Dhananjaya..... 145 Untuk memperoleh sifat Mulia. 7.. 7.2......60.. 7....69.....2......2....2........ 7. 145 Ceritera Ketuhanan dari Weda. memberi makan dan memelihara Tubuh............ 7... 163 Atharwa Weda................. esok dan setiap hari Lindungilah Perkawinanmu...............2..73........71.....2... 146 Suami yang tidak Beragama........... 7.... 191 Samkya Darsana.....95........ 7...89...........2.2....88. 7.....2.....2......78......7.......... 145 Weda mengajarkan Azas Demokrasi...75............... Dewata: Saraswan............ 139 Memberi Pengetahuan Siang dan Malam..... 7..... 7.......................... Empat dan Delapan...... 7........2........2. 7... 7..... 7...........2... 136 Memberi Kesengan kepada Pengantin... 7...... 216 .......................... Dua.2................2.. 140 Orang terpelajar yang berpikiran Mulia..2...... 7.64.........2....... 7......90.........80............ 141 Selenggrakan Yadnya dengan Benar. 7........... 142 Mempelajari Weda dengan setulus hatimu 142 Weda Berkai satu.....2......... 137 kebahagiaan hari nin.83.... 139 Ajarkan dengan kata-kata yang manis..........86............ 7.... 144 Enam Belas Kala...91.84. 7......2.. 7..... 140 Siapa Yajamana itu?.....61.........85..87. 148 Prasana Upanisad............................ 138 Dosa yang sadar dan Dosa yang Tidak Sadar Guru Pemberi Rakhmat........82......67.......2.....2....2..2....................2.68..79......................70............. 154 Pemujaan Sawitri........ 135 Engkau Bercahaya laksana Matahari..... 148 Tiga puluh empat penyangga Yadnya...2.. 7...76... 7............ 7......2....2..... 7........65.........2.. 7.. 135 Suami yang bercahaya...... 149 Resi wasistha.............2. 7.. 136 Perkawinan Muda berpegangganglah kepada Kebenaran......................... Sayair: Gayatri.77............ 206 137 138 142 143 Weda dan Mantra.. 7....2.....66......62.................2.....2.2....94.... 7....2........ 137 Suami tersayang dan Pemberani.............74.. 141 Kerjakan Yadnya Rumah Tangga dengan Weda Mantra.... 143 Jinakan Pikiranmu dengan ucapan Weda Mantra Enam belas sifat dalam Berumah Tangga..............2. 7....72.........

.................3..... Pungsi Mantram.................... sering mendengar sebuah kalimat..... Puja..... jangan disembarangkan. Nilai Magis Mantram........... 227 9................1.................... Dari mana sesungguhnya kalimat tersebut muncul...........4. Mantra Upasana dan Mantra Upadesa...... Jangan mempelajari aksarà Modré/aksarà suci... Sastra sebagai alat komunikasi............. perilaku yang sembarangan itu sangat tidak baik manfaatnya................. ... Kemudian lebih lanjut tutur-dituturkan oleh tetua kita di Bali....................... dan dari buku mana dan apa tujuannya........ kalimat ini harus ditelusuri lebih mendalam..... Orang dewasa memiliki banyak pengalaman...........1............................. 8....8...... 8. 223 9. banyak orang takut belajar mantrà.. 227 9...........................................................1......... karena belum mengerti apa itu sesungguhnya mantrà disamping itu..........3.. Orang dewasa dihargai kemandiriannya....... 8.... Dà melajahin aksarà modré/aksarà suci nyanan buduh nasé.. orang tua dan orang yang disucikan..................4..................... “Aywà Wérà tan sidhi phalanià”..........4........ Weda.............. Putru. nanti bisa gila..........................................2..... 8.......... Maka kita tidak cukup menerima begitu saja....4..1...3.4... Mantra...............................3......................... 8.... 227 9.. 216 218 219 220 220 221 221 222 223 223 9............4.... 8.............. Dua pernyataan seperti ini sudah cukup menakutkan bagi orang Bali yang lugu dan hormat kepada tutur...... 232 Bacaan Bacaan.. tutur tetua kita dan kalimat “Aywà Wérà tan sidhi phalanià”.....3...... Majijiwan......... 8..............................2.................... Kidung.. Orang dewasa mempunyai kesediaan belajar hal-hal relewan....... 229 9...................2...... 8.................. Pembelajaran Orang Dewasa... dan Dà melajahin aksarà modré/aksarà suci nyanan buduh nasé.........5......4.. Proses Belajar............ Pemujaan setiap hari...........2.............. 233 PENDAHULUAN D ilarang belajar mantra..... 8..

dan setiap pengetahuan yang harus diajarkan. apan embas/lekad tanpa guru. bagaimana tulisan mantra yang benar.8. tidak anugrahi ketapak melalui nyanjan. Bibijat wwang ika ngaranya. roh-nya akan mengendap didasar neraka Candra Ghomuka. Sariram brahma prawisad rcah sama-atho-yajuh. yac ca-anyad upadesyam. memiliki guru. karena kelahirannya tidak memiliki guru. kananda de para Kingkara Bala. papa ikang wwang yan mangkana. atmanya menados entipning kawah Candra Ghomuka. Segala macam zat memasuki tubuh manusia seperti misalnya kebijaksanaan. mewastu mijil saking aksara. Apan lampahnya numpang laku. Rgweda. Arti bebasnya. sebagai bukti ketulusan hati yang paling dalam untuk memahami dan mendalami apa yang disebut dengan Mantra. asalnya disampaikan atau di buatkan upacara kecil (Canang sari) dihadap para Dewa. (Athwaweda XI. yan benjangan padem wwang mangkana. kalau dia lahir kembali. Arti bebasnya. kweh prabedanya. dihukumlah oleh pengikutnya Kingkara bala. dan bagaimana rengreng mantra harus disuarakan agar mampu menyentuh sapta petala. papinehnya bawak. jika mempelajari Aksara Suci atau Modre harus: diupacarai. sapta cakra dan sapta Loka. yang menyatakan: Yan han wwang kengin weruhing Sang Hyang Aji Aksara. ring arep anembah Dewa. yan manresti malih matemahan triyak yoni. dan jika melanggar akan memperoleh hukuman. pengetahuan praktis. dia akan menjadi kotoran air yang mendidih dan akan menemukan kesengsaraan. amangguhaken kesengsaran. Kalau diperhatikan kalimat tersebut inti pokoknya terletak pada. berdosalah orang yang seperti itu. Tuhan yang Maha Esa Yang Maha Agung (Makhluk Teragung). Jika ada orang yang ingin mempelajari Sang Hyang Aji Aksara Sastra Suci. tanpa guru. Samaweda dan Yajurweda.Kalimat tersebut muncul dari Purwa Adhi Gama Sesana. diperkenankan juga kepada orang yang belum Adiksa Dwijati (dinobatkan sebagai pemangku atau sulinggih). tan pangupadyaya/maupacara mwah tan ketapak. kalau orang berkeinginan dengan sungguh-sungguh. Karena perjalanannya tidak menentu. tidak memiliki guru. Widyas ca wa awidyas ca. 2003:3). (Ringga Natha. Dibenarkan belajar Mantra. amreyogakena Sang Hyang ri daleming sarira. hanya dengan mempelajari Sastra buku-buku tidak dilakukan upacara.23). kalimat yang menyatakan boleh belajar mantra menyatakan sebagai berikut: Kewala ikang amusti juga kawenangan wehania ri wwang durung Adiksa Dwijati. Tidak memiliki Bapak dan Ibu orang yang seperti itu. .

dan tidak ada kekuatan yang lain yang mampu menghancurkan ikatan itu selain Yoga. Belajar Mantra berarti sebuah yoga. waisasika. Upastanigraha (mengendalikan sex). . Tattwajnana atau kesejatian adalah hadiah yang paling berharga dari semua bentuk laku shadnan yoga. yang sebenarnya telah ada walaupun tidak disadari. Snana (membersihkan badan). Nyama (penyucian lahir-bhatin). yang ditengah sebagai simbolis Tuhan dalam Rumah Tangga yang sering disebut dengan Siwa Pramesti Guru. Asana (sikap duduk/tubuh). Secara alamiah yoga dialami sewajarnya oleh semua mahluk. dan inti dari yadnya adalah ketulusan hati. diantara tiga masing-masing dapat dibagi menjadi tiga. Yoga mempersatukan Jiwa (atma) dengan Tuhan (Paramatma). tetap menjadi landasan pengertian tapa. pranayama (pengaturan nafas). Guru Wisesa dan Guru Swadhiyaya. yaitu: Dana (sedekah). yoga. Astangga Yoga memberi perincian luas dan mendalam tentang delapan tingkatan yoga: yama (pengendalian diri). sangkia. Mona (mengendalikan kata-kata). Dyana (pemusatan pikiran). maka dari itu seseorang belajar mantra akan terhindar dari segala kutuk dan hukum. Dharana (perhatian memusat). brata sebagaimana disebutkan di atas. yang disebut guru adalah: Guru Rupaka. maka konsep upakara dapat diatasi. Samadhi (menyatunya subyek-subyek). Tapa (semadi). Meskipun sejarah telah banyak memberi warnanya tetapi konsep astangga Yoga.Konsep upacara ada tiga. weddanta). Brata (mengendalikan panca indria). Dyana (pemusatan pikiran). Pada tingkatan nyama terdapat sepuluh mental yang harus dipenuhi. namun keadaan sedemikian ini dalam praktek kehidupan sehari-hari sering dilupakan. sehingga menjadi sembilan konsep yang dapat dipakai sebagai pedoman Nistaning Nista. Tidak ada pengikat yang lebih kuat dari maya. jadi dengan upakara yang kecil (cukup) Canang Sari satu tanding disertai kesucian hati. Keadaan inilah yang dijadikan landasan bersama dan pertama. mimansa. Tantra sangat meyakinkan kita akan kekuatan yoga sebagai bentuk sadhana “kubci” pengendalian zaman ini. Dengan menghaturkan satu sesaji canang sari kehadapan Tuhan Yang Maha Esa. Upanasa (berpuasa). Harus memiliki guru. Guru Pengajian. karena sebenarnya sekali hanya dengan persatuan itulah semua yang ada itu ada. Swadhiyaya maka konsep guru telah kita lalui. Ijya (sembahyang). Secara khusus dan teknis yoga adalah pengaktualisasikan identitas. sehingga dapat dikatakan bahwa untuk belajar mantra cukup dengan matur piuning di Sanggah Kemulan. Swadyaya (mempelajari weda-weda/mantra). dan yoga merupakan bagian dari enam aliran filsafat Hindu (niaya. Pratyahara (pengendalian pengindraan).

Etika yang harus dipegang oleh orang yang mempelajari mendalami spiritual adalah: Kitrcah cisyo’dhyapya ityaha: Acarya putrah cusrusur njadado dharmikah cucuh. artinya hanya sebatas dikalangan rumah sendiri dan dilakukan upakara secara kecil-kecilan. orang yang suci. ia memberikan pengetahuan. Diantara kedua jenis orang itu. agar dipergunakan sebagai jalan mensejahterakan kehidupan masyarakat untuk mencapai kedamaian bersama.Zaman kali telah menurunkan kitab suci tantra. aptah caktorthadah sadhu swodhyapya daca dharmatah. agar didalam mempelajari Mantra mengikuti sistimatika dan etika bermantra. orang memiliki kemampuan rohani. demikian seseorang hendaknya tidak menjawab pertanyaan yang tidak wajar untuk dinyatakan. Paling tidak mantram itu dipergunakan pertama untuk diri sendiri seperti mantram. telah memiliki sifat-sifat baik) dengan berkata: Aku adalah kekayaan anda. kesepuluh orang-orang berikutnya adalah putra guru (yaitu) ia yang berniat melakukan pengabdiannya. maksudnya orang yang dipercaya dimasyarakat. 2000:15). Pembersihan Dupa. Pembersihan Bunga dan Mantram Tri sandya. orang yang berhubungan karena perkawinan atau persaudaraan. orang yang menghadiahkan uang. . linggih berarti tempat. (Granoka. Kitab tersebut menuntut pemahaman hakekat yoga shadhana ritual. Kedua untuk keluarga. yaitu pengetahuan praktis yang langsung harus dipelajari dalam praktek. akan mengalami kekeliruan atau terkena bencana permusuhan oleh orang yang lain. Selanjutnya dinyatakan. Pengetahuan suci mendekati seorang Sulinggih (su-berarti baik. otonan istri dan upacara odalan kecil di sanggah kemulan milik sendiri. Bali sudah memahami mantra. Sebagai bibit yang baik tidak boleh ditaburkan pada tanah yang gersang. orang yang jujur dan keluarga (mereka) dapat dipejalari Weda atau mantra. seperti: Otonan anak. hendaknya orang-orang supaya bertingkah laku bijaksana diantara orang-orang yang memiliki pengetahuan yang sederhana. demikian juga pengetahuan yang suci tidak seharusnya disebarkan kepada keluarga-keluarga dimana kemasyurannya dan kekayaannya yang tidak didapat dengan kesucian atau tanpa penghormatan kepada yang suci. Pembersihan Tangan. Pemahaman intensif memerlukan tingkat evolusi berpikir melalui praktek-prakteknya. yang sepenuh hatinya mentaati UU. yang menjelaskan sesuatu yang tidak wewenangnya dan yang menyatakan pertanyaan yang bukan wewenangnya salah satu dan keduanya. Dari uraian di atas menunjukkan suatu larangan yang bersifat positif. Menurut hukum suci. seorang tidak boleh menceriterakan apapun kepada orang lain kecuali kalau ditanyai.

Dimana yang satu tidak akan bisa berfungsi tanpa yang lainnya. Tetapi serahkan saya kepada seorang Sulinggih yang anda ketahui pasti ia yang sudah suci. yang diambil dari kata latin “ments” (mind). kata-kata Tuhan. Dari sini kesadaran muncul dan menyentuh permukaan interior pikiran yang berhadapan dengan sang diri bukan merupakan indra-indra dan bagian dari dunia. 1977/1978:109-115). Jagat raya ini tersusun dari satu energi yang berasal dari dua hal. merupakan suatu doa. manfaatkanlah sesuai dengan tata dan etika dimana harus diucapkan. berbudi baik dan tekun. Kalau orang berkeinginan dengan sungguh-sungguh. Sumber mantra. Disini sinar kesadaran mengalir dan dari spiritual menghasilkan getaran mental. menyebutkan sabda Brahman. Uni suara yang disebut dengan mantra bukanlah mantra yang didengar dari telinga. terutama dalam ruang spiritual. yang merupakan sumber dari semua pengetahuan dan kata. Dan pada momen mikro. jangan aku diserahkan kepada mereka yang tak percaya. Dalam keberadaan meditasi yang tertinggi. Bahasa filsafat India. kemahakuasaan dan keagungan Tuhan yang Maha Esa. Permukaan interior ini disebut dengan antah karana. berupa kata atau rangkaian kata-kata yang bersifat magis religius yang ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. dan kata mantra diambil dari akar kata kerja Sanskerta “man”. Mantra adalah suara yang berisikan perpaduan suku kata dari sebuah kata. Pikiran bercampur dengan kesadaran yang bagaikan cahaya kilat. Ia berkonsentrasi pada kata sebuah “mantra” untuk “meditasi”.peliharalah aku. (Weda Smerti. pemikiran yang intuitif. yang berasal dari kata Yunani “menos” (mind). Ia memiliki pikiran yang ia meditasikan. dan kata Bahasa Inggris “mind” dan “metal”. dari seseorang telah menyatu dengan Tuhan. Mantram juga biasanya juga berisi permohonan dan atau puji-pujian atas kebesaran. yang ada dimana-mana. “mind”. “mens”. Pengertian Mantram Mantram atau “mantra” yang biasa juga disebut Pùjà. diperkenankan juga memantra kepada orang yang belum Adiksa Dwijati. yang bisa mengendalikan panca indranya. Saat . semua itu hanyalah manifestasi fisikal. “Menos”. belajarlah Mantra dan Memantra berdasarkan kesucian hati. yang sangat halus seperti keseluruhan buku weda atau semua ke 330 juta mantra mungkin akan muncul. Silahkan. dan dimana harus dipujakan. dan ketika telah memilikinya. Kata “mantra” berhubungan dengan kata Bahasa Inggris “man”. “metal”. 1. yaitu dua sinar yaitu suara dan cahaya. Semua pengetahuan tersedia bagi orang yang spiritual untuk dipakai dan diketahui. yang berarti “untuk bermeditasi”. dengan demikian aku menjadi amat kuat.

dari seorang guru. adalah sattwika mantra. Selanjutnya mantra juga dapat dibagi lagi menjadi tiga bagian yaitu: 1). (a). Mantra yang diucapkan guna pencerahan. getaran dari frekwensi yang lebih rendah dari pada yang terlebih dahulu ada.30). Kata-kata itu hanyalah proses manifestasi. sinar. doa pada dewata. 2). bersifat khusus. Stotra. yang berupa sebuah daya pemikiran yang diberikan dalam bentuk beberapa suku kata atau kata. Namun jika tidak memahami mantram yang dimaksudkan. dan mantra yang diucapkan guna kemakmuran duniawi serta anak cucu. (Bharati. Tantrika Mantra dan Puranik Mantra. 2005:22-23) Ada bermacam-macam jenis mantra. mereka dapat bersembahyang dengan bahasa yang paling dipahami. Pikiran verbal ini dalam pikiran. bersifat umum dan (b). Umat Hindu disarankan memahami dan mampu paling tidak mengucapkan Mantram atau Puja Trisandya dan Kramaning Sembah. Sehingga apa yang disebut dengan pemunculan kata sebenarnya adalah kata-kata terselubung pada frekwensi Kata yang paling rendah. Ini diselubungi oleh lapisan pikiran yang individual. sebuah kata berbeda. dua jenis mantram yang amat diperlukan pada waktu bersembahyang (Suhardana. kasih sayang Tuhan tertinggi. cinta kasih dan perwujudan Tuhan. sedangkan mantra yang diucapkan guna mendamaikan roh-roh jahat atau menyerang orang lain ataupun perbuatan-perbuatan kejam lainnya adalah tamasika mantra. maka akan dihasilkan getaran energi Tuhan sesuai dengan matram yang diucapkan. yang penuh dosa dan perbuatan demikian yang mendalam disebut warna-marga atau ilmu hitam. Mantram juga dikatakan sebagai ladang energi atau energi illahi (Tuhan) yang sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidup umat manusia. yang dapat dibagi lagi menjadi. Oleh karena itu setiap bersembahyang umat Hindu sebaiknya mengucapkan matram yang disesuaikan dengan tempat dan waktunya. Keterbukaan yang sebenarnya terdapat dalam meditasi yang paling tinggi yang merupakan dialog tanpa kata-kata atau pertukaran dengan Tuhan dan Jiwa. Lalu setiap bagian ini selanjutnya dibagi mejadi sattwika. Dengan mantram. Ini hanyalah tahap pertama dari vaikhari.pengetahuan muncul dari kedalaman buddhi kepermukaan luar. rajasika dan tamasika mantra. pikiran rasional menjadi pemikiran verbal. 2004: 3. yang secara garis besarnya dapat dipisahkan menjadi Vedik Mantra.29. Para ahli agama bahkan menyatakan bahwa mantram dapat menghalau berbagai macam bencana. merupakan rajasika mantra. Mantra. guna keperluan meditasi. Stotra umum guna kebaikan umum yang harus datang dari Tuhan sesuai dengan . disebut sebagai vaikhari oleh ahli tata bahasa dan ahli filsafat. kebijaksanaan. rintangan maupun penyakit dan merupakan cara yang terbaik untuk mencapai tujuan.

4. hal seperti itu tidak baik. Belajar Mantram Secara umum mantram dari jaman dahulu sangat dilarang oleh tetua kita di Bali. semakin keras kita mengucapkan mantram maka nilainya semakin kecil dan sebaliknya semakin kecil kita mengucapkan mantram maka nilainya semakin besar. dengan istilah Aywa Wérà. 1. Seperti halnya mengucapkan mantram dalam melaksanakan Tri Sandya. 2. 1997:92) Jadi dari uraian di atas menunjukkan bahwa Mantram. Dan para penulispun juga dikatakan melaksanakan japa. yaitu melaksanakan japa dengan mengucapkan mantram japa berulang-ulang. berulang-ulang. Likhita Japa. sedangkan do’a khusus adalah do’a-do’a dari seorang pribadi kepada Tuhan untuk memenuhi beberapa keinginan khususnya. Dari kedua pernyataan tersebut menunjukkan. secara teratur. mulut bergerak. yaitu melaksanakan japa dalam hati. teratur. dan juga disebut Japa. bagaimana dan mantram apa yang harus diucapkan. dan utama manfaatnya. juga disebut Puja. tan sidha phalanià. tidak mengeluarkan suara sama sekali. yaitu melaksanakan japa dalam hati secara teratur. Kemudian dalam pengucapan mantram tersebut dijelaskan. 2004:7-8). merupakan suatu kata-kata yang diucapkan bersifat magis religius yang ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan segala manifestasinya. Waikaram Japa. berulang-ulang. 1. maka pernyataan tersebut perlahan-lahan berubah menjadi Ayu Wérà. maka . yang akan dibahas melalui tahap-demi tahap. sesuai dengan keinginan.3. Yang berisi puji-pujian dan permohonan sesuatu. sidhi phalanià. sembahyang atau berdoa. sangat baik untuk dibicarakan. teratur dan ucapan mantram itu terdengar oleh orang lain. (3). berulangulang dan khusuk (Titib. maka dalam pengucapan mantram japa dibedakan atas empat macam sikap atau cara yakni: 1. jangan disembarangkan/dibicarakan. konsentrasi penuh. Upamasu Japa.1. namun tidak terdengar oleh orang lain. apabila suatu hal dilaksanakan dengan tujuan baik. Tetapi jaman semakin berkembang. yaitu melaksanakan japa dengan menulis berulang-ulang mantra japa di atas kertas atau kitab tulis. 1. maka dari itu karya tulis buku “Mantra dan Belajar Memantra” ini adalah sebagai Lakhita Japa. Hal ini disesuaikan dengan situasi dan tempat dimana. (Maswinara. Manasika Japa. atau mantra yang dipergunakan sebagai benteng perlindungan. mulut tertutup rapat.kehendakNya. Kawaca. nanti kemujizatannya akan hilang.2.

Larangan yang dimaksud untuk mengucapkan Mantram adalah: Yan hana wwang kengin weruhing Sang Hyang Aji Aksara. sredaning manah. walaupun belum memenuhi persyaratan tersebut di atas. Mantram Umum 3. papa ikang wwang yang mangkana. tidak dianugrahi (ketapak) berdosalah orang seperti itu.segala sesuatunya dapat dibicarakan atau di analisa. amreyogakena Sang Hyang ri daleming sarira. tan pangupadyaya/maupacara muang tan ketapak. Kemudian secara teori. hal tersebut diperbolehkan. yang bertujuan untuk memuja manifestasi Tuhan.2. tetapi ada juga unsur yang memberikan kesempatan untuk belajar mengucapkan mantram kalau hal itu dilakukan dengan tujuan baik. mewastu mijil saking aksara. Sebelum Mantam Tri Sandya Sebelum Tri Sandya di mulai bersihkan: Tangan kanan dengan Mantram: Om Suddhamam Swaha Om bersihkanlah hamba Tangan kiri dengan Mantram: Om ati Suddha mam Swaha Om bersihkanlah hamba 3. Maka dari itu marilah kita memantra dan Belajar memantra dengan. Kewala ikang amusti juga kawenangan. untuk mencapai kesempurnaan. Apabila ada orang yang ingin belajar Sastra. dengan tidak memiliki guru. 3. Tetapi kalau dilakukan dengan cara yang baik (sesuai situasi dan hati nurani yang belajar Mantra). sebaiknya jangan dibicarakan karena akan mendatangkan malapetaka. Mantram Tri Sandya Om bhur bhuwah swah tat sawitur waremnyam bhargo dewasya dhimahi dhiyo yo nah pracodayat Om Narayana ewedam sarwam yad bhutam yac ca bhawyam niskalanko niranjano nirwikalpo nirakyatah suddho dewa eko narayana na dwityo asti kascit . dengan hati yang tulus ihklas untuk mengabdi tanpa pamrih. tanpa guru. memang ada unsur larangan untuk mengucapkan Mantram.1. Tetapi kalau pembicaraan untuk ke hal-hal yang negative.

Mahadewa. Rudra. Kehadapan para dewa (dewata). ujung jari-jari tangan di atas. yang memberikan keselamatan kepada semua mahluk. diri hamba papa. Kehadapan Sang Hyang Widhi. Wisnu. lindungilah oh Sang Hyang widhi Om Ampunilah dosa anggota badan hamba. cakupan tangan diletakkan di atas dahi hingga ujung jari ada di atas ubun-ubun. Santih.3. ampunilah dosa perkataan hamba. Om Engkau dipanggil Siwa. 3. . Santih Om Artinya: Om adalah bhur bhuwah swah Kita memusatkan pikiran pada kecemerlangan dan kemuliaan sang Hyang Widhi. bebas dari perubahan tak dapat digambarkan.3. Om Hamba ini papa. lindungilah hamba. Iswara. sucilah dewa Narayana.Om Twam siwah twam mahadewah Iswarah parameswarah Brahma wisnusca rudrasca Purusah parikertitah Om Papa ham papakarmaham papatma papasambhawah trahiman pundarikkaksa sabahyabyantarah sucih Om Ksamaswa mam mahadewa sarwaprani hitangkara mam moca sarwa papebhyah palayaswa sada siwa Om Ksantawyah kayiko dosah ksantawyo wacika mama ksantawyo manaso dosah tat pramadat ksmaswa mam Om Santih. Om Narayana adalah semua ini apa yang telah ada dan apa yang akan ada. ampunilah dosa pikiran hamba. bebas dari noda.2. perbuatan hamba papa. Sikap Sembahyang dan Kramaning Sembah 3.3. ampunilah hamba dari kelalaian hamba.1. (Propinsi Bali. bebas dari kotoran. Parameswara. Om Ampunilah hamba Sang Hyang widhi. bebaskanlah hamba dari segala dosa. dan Purusa. Ia hanya satu tidak ada yang kedua. semoga Ia memberikan semangat pikiran kita. 2000:42-44) 3. Brahma. diantara kening. kelahiran hamba papa.

2. Kepada Pitara (roh) Leluhur. Engkau yang berstana ditengah-tengah teratai putih.3.4. bersihkanlah hamba 3. Kepada para Bhuta. Engkau bersinar merah. Om kepada Dewa yang bersemayam pada tempat yang tinggi. Dewata yang di puja adalah Sang Hyang Siwa yang berada dimana-mana. arcanam sarwa pujanam nama sarwa nugrahaka. atmanya kenyataan ini. ujung jari-jari tangan berada di ujung hidung. Menyembah Tuhan Sebagai Pemberi Anugrah. 3. 1997:92). rakta teja namostute. Yajnanga nirmalatmaka.4.3.3. 3.4.4.3. (Sarana Kawangen). dewatdatanugrahaka. sarwa wyapi wai Siwaya. hormat kepada-Mu pembuat sinar. tetapi ujung jari-jari tangan mengarah kebawah. ardhanareswaryiya namo namah. 3. sweta pangkaja madhyastha. Tuhan Yang Maha Esa. 3. padmasana ekapratisthaya. hamba menghormat.5.3. (Titib. seperti persembahyangan Purnama Tilem.4. kepada Siwa yang sesungguhnyalah berada di mana-mana. Om. Menyembah Tuhan sebagai Ista Dewata. Sembah Puyung (cakupan tangan kosong) Om atma tattwatma suddha mam swaha Om atma. Dewa dewi mahasiddhi. Kepada sesama manusia. . Menyembah sang Hyang Widhi sebagai Sang Hyang Raditya (Sarana Bunga) Om adityasya param jyoti. (Sarana Kawangen) Om nama dewa adhisthanaya. bhaskaraya namo stute. Om Anugraha manohara. tangan di hulu hati.1. kepada Dewa yang bersemayam pada tempat duduk bunga teratai sebagai satu tempat. dengan ujung jarijari tangan mengarah ke atas.4. kami memuja-Mu.3. Panca Sembah 3. kepada Ardhanareswari. sinar Sang Hyang Surya yang maha hebat. 3. tangan dihulu hati.4.

Ngewaliang Ida Bhetara (sarana Sekar.4. Sekar. pujaan semua pujaan.4. Sembah Puyung (Jari-jari dicakupkan tanpa bunga) Om dewa suksma paramacintyaya nama swaha Om hormat pada Dewa yang tak terpikirkan yang maha tinggi dan gaib. Om Engkau menarik hati. hormat pada-Mu memberi semua anugrah. kesempurnaan. Mantram dalam Yadnya . berwujud yadnya.6. anugrah pemberian dewa. pribadi suci. 2005:91) 4. Ong Pramasiwa ya namah. pemberi anugrah.5. kebahagiaan. bebas dari rintangan. panjang umur. Om shanti. 200:56-59). Ong Pat Windhu dewa ya namah. (Prop Bali. (Bangli. shanti Om. Nirwighna sukha wrddhicsa. Ong Ang Ah Siwa sunya ya namah.Laksmi siddhisca dirgayuh. Ngaksama Jagadnatha (Sarana. (Bangli. 3.7. 2005:88) 3.4. Kemahasidian Dewa dan Dewi. shanti. kegembiraan dan kemajuan. Ong Sadhasiwa ya namah. Genta) Ong Ong Prama Siwa sunyatmane ya namah Ong Ong sudha Siwa niskalatmane ya namah Ong Ong sudha Rudra atyatmane ya namah Ong Ong Mahadewa niratmane ya namah Ong Mang Iswara paratmana yan namah Ong Ung Wisnu antaratmane ya namah Ong Ang Brahmatmane yan namah Ong Siwa ya namah. Genta) Ong ksama swamem jagadnatha Sarwa papa wiratarem Sarwa karya sidham dehi Prenamya sure swarem Ong twam surya twam siwa karen Twam rudra bahni laksanem Twahi sarwa gatokarah Mamo karyaprayojanm Ong ksama swamem maha saktyem Hyati ksma srayem gunatmakem Mascayet stata papa Sarwa loka darpanem Ong Ang Ksama sarwa purnem ya namah swaha. 3.

adalah sembahyang kehadapan Tuhan dalam wujud Tunggal yang sifat-sifatnya dipuja oleh semua umat agama di dunia. Tetapi dalam prakteknya. Mantram Widhi Yadnya Sebelum kita mulai menyebutkan mantram Sang Hyang Widhi Yadnya. dengan sebutan yang berbeda. c). (Suhardana. Secara umum dijelaskan bahwa dalam agama Hindu terdapat lima Yadnya yang disebut dengan Panca Yadnya. sehingga ujung jari tangan berada di atas ubun-ubun. Ya Tuhan sucikanlah diri hamba Om Puspa Danta Ya Namah Ya Tuhan sucikanlah bunga ini Om Nama Dewa Adhi Sthana Ya Sarwa Wyapi Wai Siwa Ya Padmasana Eka Pratista Ya Ardhanaresawaryai Namo Namah. kedua tangan dicakupkan di atas dahi.1.Bersembahyang kehadapan Bhuta. dengan ujung jari menghadap kebawah. Om Ayur Wrddhir Yaso Wrddhih Wrddhih Prajna Sukha Sriyam . dengan kedua ujung ibu jari tangan menyentuh hidung. Bersembahyang kehadapan Pitara. merupakan sinar suci dari Tuhan. yang terdapat dalam Sembah Puyung: Om Atma Tattwatma Suddha Mam Swaha. Karena Sang Hyang Widhi Yadnya diidentikkan dengan Dewa Yadnya. cakupan jari tangan ditempelkan diujung hidung. dan secara logika antara Sang Hyang Widhi dan Dewa tidak sama. maka terlebih dahulu perlu kita ketahui. Jadi sembahyang kehadapan Sang Hyang Widhi. Ya Tuhan hamba memuja-Mu sebagai Yang Maha Tunggal. cakupan tangan diletakkan di hulu hati. Sembahyang kehadapan Tuhan Yang Maha Esa (Sang Hyang Widhi). yang berarti Sinar. Ya Tuhan hamba memuja-Mu. macam yadnya. Sang Hyang Widhi adalah simbolis Tuhan Yang Maha Esa. d). Sang Hyang Widhi itu adalah Tunggal dan Div atau Dewa itu adalah banyak.4. sehingga dalam memujanyapun juga berbeda.Bersembahyang kehadapan para Dewa (Dewata) cakupan jari tangan ditempatkan ditengah-tengah dahi dengan ujung kedua Ibu Jari tangan berada di antara kedua kening. sedangkan Dewa adalah Div. seperti sikap tangan yang dinyatakan sebagai berikut: a). sebagai Batara Siwa (Tuhan Yang Maha Agung) dan merasuk kesegenap mahluk. 2005:10). b).

Wrespati Umanis Dunggulan. damai di dunia dan damai selalu. (Suhardana. 23). terima kasih atas karuniamu.Dharma Santana Wrddhih Ca Santuet Sapta Wrddayah Om Yawan Merau Sthito Dewah Yawad Gangga Mahitale Candrakau Gagane Yawat Tawad wa wijayi Bha wet Om Dirgahyur Astu Tathastu Om Awignam Astu Tathastu Om Subam Astu Tathastu Om Sukam Bhawantu Om Purnam Bhawantu Om Sreyo Bhawatu Sapta Wrddhir Astu. Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba sempurna. Tumpek Landep. Om Ya Tuhan. 25). ketentraman. Sukra Wage Wayang. 4). 2). 15). Santih. 28). 26). Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba baik. 7). Ya Tuhan semoga semuanya sejahtera. 19). Ya Tuhan semoga penjelmaan hamba selalu bahagia. 9). Wage Dunggulan. Buda Wage Kelawu. Kuningan. 3). semoga damai di hati. Om dewa Suksma Pramacintya Ya Namah Swaha. 5). Wrespati Manis Dunggulan. 10). maka dilanjutkan dengan mantram-mantram sebagai berikut: . Sukra Manis Kelawu. 17). 27). 14). Paing Dunggulan. Mudah-mudahan hamba saling mengasihi sesamanya dan semoga semua kegelapan pikiran menjadi sirna. menjadi suluh batin hamba. 24). 20). Pager Wesi. Banyu Pinaruh. (Pramadaksa. Klion. Ya Tuhan semoga memberi panjang umur (nutuggang tuwuh) dan keselamatan dan tiada rintangan. Semua itu ciptaan dan kebesaran Tuhan juga. hamba ibaratkan keluhuran-Mu didunia sebagai sungai Gangga. Saniscara Umanis Watugung. 1984). Tilem. Redite Umanis Ukir. 16). Anggara Klion Julung wangi. 13).2. Tumpek Bubuh. Soma Klion Kuningan. Anggara Klion Kulantir. 22). Budha Klion Paang. Santih. Sukra Wage Kuningan. Setelah selesai melaksanakan puja matram di atas. 6). Galungan. Wrespati Wage Sungsang. 21). Dewa Yadnya Yang termasuk dewa yadnya adalah setiap: 1). Ya Tuhan hamba ibaratkan kebesaran-Mu sebagai Gunung Mahameru. Sukra Paing Dunggulan. Purnama. 12). Wage Dunggulan. kebijaksanaan dan kebahagiaan yang diberikan kepada hamba. 2005:40-49) 4. 18). 11). Sabuh Mas. Soma Ribek. Redite Wage Kuningan. 8). Ya Tuhan semoga semua karunia berupa kebahagiaan. diangkasa sebagai matahari dan bulan. Om Santih. 29).

Ngutpeti Toya Ring Sangku. Mersihin eteh-eteh upakara (mesarana sekar lan Bija): Om Grim Wausat ksama sampurna ya namah 4.9. Om Hrang Hring sah paramasiwa Aditya ya namah 4. Menghaturkan dupa. Gangga terangga samyuktam. Anuksma-amrta jiwani.2. Gandaksata. Om Ang Ung Mang 4. Metabuh arak/ berem.1.2.2.11. Om Sa Ba Ta A I.2.3. Om puspa danta yan namah (sekar) Om Sri Gandheswarya ya namah (miyik-miyikan) Om Kung Kumara Wija yan namah (bija beras) Om Ang Dhupa dipastra ya namah (dupa) 4.4. Om Sri Gangga Mahadewi.2. Padmasana Ring Toya. Om Ya Wa Si Ma Na Om Mang Ung 4.2. Sembah Kuta Mantra.8. Om Hrang Hring Sah Paramasiwa-amerta ya namah 4. Om I Ba Sa Ta I.5. Dewa Pratista. Ngarga Tirta. Om Ang Brahma-amerta dipa ya namah Om Ung Wisnu-amerta dipa ya namah Om mang Iswara-amerta dipa ya namah 4.4.2. Om Om Padmasana ya namah Om Om Anantasana ya namah 4. Sembah Siwa Amerta.10. Om Om Dewi-Dewi pratista ya namah 4.2.6. Tadd-amrta manoharam . Aturi Kang Toya Puspa.2. Om Ang Kang Khasolkaya swasti-swasti.2. sarwa kala Bhuta bholta ya namah 4. Gangga dewi namu namah.2. Om Na Ma Si Wa Ya. Om Gangga Dewi naha punyam Gangga salaca medina.7. Utpeti Kang Toya. Wija. Ongkara aksara jiwatman.2.

sarwa kalusa winasa ya. Abhawa-bawa karmesu Warada bIabdha sandenam. Mantra bija. Utpeti sarwa hitan ca. ring ring ring ring ring sirah : Om Ing Isana ya namah lelata : Om Tang tatpurusa ya namah tangkah : Om Ang Aghora ya namah bahu kanan: Om bang bamadewa ya nama bahu kiri : Om Sang Sadya ya namah 4. Om Idham bhasman param guhyam. Akena bija. Candra nadha bhandu drestham. sarwa papa winasana ya. Abhiwada wadanyam. .13. Ngaskara Bajra. Spulingga Siwa twam ca.12. di atas tangan) Om bang Bamadwa guhya ya namah Om Bhur Buwah Swah amrta ya namah. Ongkara parikirtitah. Om Ghanta sabda mahasrestah. Tumuli masirat ring raga: Om Ang Brahma-amrta ya namah Om Ung Wisnu-amrta ya namah Om Mang Iswara-ammrta ya namah 4. Om Kara Sadasiwa Stham.2. Ghanta sabda prakasyate. Utpeti sri wahinan ya namah swaha. Wara Siddhi nih samsayam. saha uleng ning kayun: Om Bhur Bhuwah Swah swaha Mahaganggayai tirtha pawitrani ya namah swaha. sarwa rogha winasana ya namah. Apasang bija. Jagat Nata hitangkarah.2. Utpeti ka tawa goras ca.Om Utpeti ka suram ca. Ngremeki bija (mengaduk. Raris ider kang toya ping tiga. Om Ghantayur pujyate dewah.

guru pantarem dewam.2. mekadi Sang Hyang Urip Sira amanggihaken ri stanan nira sowing-sowang pakenaniing hulun hangeweruhi ri sira. guru dewa sudha nityem. Sawrwa jata pratistanam. tri purusah sudatmakem.14. jiwatmanem tri lokanem. Mantra Pengulapan. nanda tirta panglukatan. Sang Hyang Wesrawana. Suddha klesa winasanam. Om Pakulun Sang Hyang Sapta petala. pakulun manusa nira handa sih waranugrahanira. Jiwatman trilokanam. ya ta kaprayascitta denira Sang Hyang Sucinirma. Ong dewa-dewa tri dewanam. sarwa jagat jiwatma takem. nandha raksanan den rahayu. Om Siddhirastu ya namah swaha.2.2003:12-24). wastu suddha paripurna. Sang Hyang Trinadipancakosika. kaiberan dening ayam. Om Guru paduka dipata ya nama swaha. di Merajan .2. Om Pakulun Hyang ning prana-prani. ledang paduka bhatara anglukat angebur dasa malaning bebanten kabeh. Om Brahma Wisnu Iswara dewan. 4. Ong guru dewa guru rupem.15. urip waras dirguyua sang inambean mwah sang unulapan. Sang Hyang Sapta dewata. Ong Ong guru paduka byonamah swaha 4. sudha klesa winasanem. (Natha. guru madya guru purwem. Om Siddhirastu ya namah swaha. kacekel dening wong camah. 4.Maklener apisan (Ngaskara) : Om Om Om Maklener ping kalih : Om Ang Ung Mang Maklener ngelantur : Om Ang Kang Iswara ya namah 4.17. tri murti tri lingganam. Hyang ning sarwa tamuwuh. sarwa jagat pratistanem. kaporod dening wek. Sang Hyang Premana.16. mekadi sang Hyang Lewihing bebanten. Sembah Hyang Kemimitan/Paibon/Dadya/Pedharman Om Brahma Wisnu Iswara dewam.2. yang ana kalangkahing dening sona. Sembah Hyang di Ring Merajan Sanggah Kemulan. Anglukat Banten.

4. Tt:17). 1983:21) Ong Brahma Wisnu Iswara dewam. Ong karma dhaksa jagat caksu. Om Isana sarwa widnyana. Sapta Rsi Catur Yogam. Lingga rsi mah lingam. (Bangli. .18. Stuti Stava 157. Om Ang Gong Gnijya namah swaha.Ya Tuhan selaku Brahma. Om Ung Manik Jayas ca. Ong candra mandala sampurnam. Brahmano dhipati Brahman. Wisnu Iswara. yang berkenan turun menjiwai isi tri loka. nama candra namo namah. Sembah Hyang di Purnama /Tilem. Tri Purusa suddhatmakam. wicak satya arawiyem. Panca rsi panca tirtham. Om Hyang Widhi dalam wujud-Mu sebagai Brahma. sarwa brana busitah. Sembah Hyang di Pura Desa Mwang Bale Agung. (Ringga. (Kaler. 2003:27-28) 4.2.20. candra dipa parem jotir. Ya tuhan selaku Bapak alam hamba memuja-Mu. Tri dewa adalah Tri Murti. Sa ghanasca De Kuturan Bharadah ca ya namu namah swaha.2. Om Siwa Rsi maha Tirtham. Iswara bhutanam.1 dikutip oleh (Kanca. dewa tri purusa maha suci. Sembah Hyang di Kawitan Ratu Pasek. bersih serta segala noda terhapuskan oleh-Mu. Ong Ong candra dipate ya namah. dhara gopati madanem. Wisnu Iswara. semoga hamba terbebas dari segala bencana. Om Siwa dipata ya namah. Siwastu Sada Siwaya.19. IB.2005:35) 4.2. semoga seluruh jagat tersucikan. sweta manca kala runem. Om Om Panca Rsi Sapta rsi paduka Guru byo namah swaha. namo candra namo namah. Tri-dewa tri-murti lokam. nama candra namo namah. sumerus ca. Ong siddhi ragem namastute. Om Ang Gnijaya jagat patya namah. candra yanti prenamyakem.

hamba memuja-Mu sebagai Dewa Durga/Dewa Siwa.4) Om Hyang Widhi dalam wujud-Mu sebagai Brahma Prajapati. Hyang Tunggal yang maha sadar. lahir dari bunga teratai. Ya Tuhan selaku giripati yang Maha Agung.22. Sarwa jagat pratistanam. Mahaguru.Ya Tuhan. Om Catur Dibya Maha Sakti Catur asrame Bhatari Siwa Jafatpati Dewi Durga masarira Dewi. Maha Suci. Om Nam Dewa Adhistana Ya Sarwa wyapi wai Siwa Ya Padmasna Eka Pratistha Ya Ardhanaresswaryia nama namah. semua Dewa tunduk pada-Mu Om Giripati hamba memuja-Mu. (Suhardana 2005:68-69). Mahapratista. yang menjadikan dirinya sendiri. Ya Tuhan dalam wujud sebagai catur maha Dewi. pemberi anugrah. (Suhardana 2005:68-69). selaku Yang Maha Kuasa menguasai seluruh mahluk. Om Brahma Prajapatih Sresthah Swayambhur warado ruruh Padmayonis catur waktro Brahma salam ucyate (Stuti & Stawa 483. Dewa dari semua Dewa. (Suhardana 2005:62).2. selaku Brahma raja dari pada semua Brahmana. Ya Hyang Siwa hamba menyembah pada-Mu (Kaler. Sembah Hyang di Pura Dalem. 4.23. linggam Sarwa Dewa Pranayam. maha mulia. 1983:21-22) 4. Maha Dewa dengan lingga yang mantap. pencipta semua mahluk.2. (Kaler. selaku Siwa dan sada Siwa. . Om Giripati maha wiryam. Sembah Hyang di Pura Puseh. Om Giripati dipata ya namah. Sembah Hyang di Pura Prajapati. 4. 1983:21-22) Om Pranamya Bhaskara Dewam Sarwa klesa Winasanam Pranamya Ditya Siwartam Bukti mukti wara pradam Om Rang Ring Sah Prama Siwa Ditya Ya nama nama Swaha.2. Maha Kuasa.21.

Iswara-Parama swara. penuh rahasia. dyoyo nah pracodayat. Siwasya pranoto nityam. Sang Hyang Widhi Om sarwa Dewa. purnam bhawantu namah Sthiti Mantram Om Sang Bang Tang Ang Ing. siddhi sekala mapuyat parama Siwaya labhate. Maheswaram. canddhi kesayanamo stute. Om bhur bhuwah swah tat sawitur warenyam bhargo dewasya pranato dimahi.ca siddhinti. parama gohyanam tri gunam-tri gunatma kem. Hyang Brahma maha agung. sukham bhawantu. Newidyam Brahma Wisnu’ca baksamdewa sarwadya inala bhoti. Jayatte-jaya mapungat ya carthi. Tata Cara Persembahyangan dalam Piodalan Om Ciwa sutram pawi-yapnya pawitram prajjapatti yo ayuswam bhala maste tejo.2. (Tri Bhuana Meru tumpang tiga) Om pranama Siwa Tang Ghayam. Om Ariwam surya koti pratam-candra koti redayem. sarwa karya. Nang Mang Cing Wang Yang. pujian terhadap Sang Hyang Widhi Om Twam Ciwa. Om Grim trepti laksanem. sagenah sapari warah. jaca mapomesi. Ciwa tattwa prajanah.24. (Titib. Om Grim Ksama heranya. .1997: 59) 4. Bhatara Wisnu’sca purusa pari kirtitah. Astra Mantra dan Sthuti Om Ung Rah Phat Astraya namah Om Atma Tatwatma Sudhamam swaha Om Om Ksama sampurnaya namah swaha Om Sri Pasupataye Ung Phat Om sriyem bhawantu. stutte. Ang Ung Mang namah. Triloka sawangga sada-sidasah. twam Mahadewa.memiliki empat wajah dalam satu badan maha sempurna. Setelah pangelebaran Caru.

ksama swman sakti. laksmi sidhi’sca dhirga yur nirwighnam sukha kretam. namah karya prajayate.3. ye toyem prameng srayem. pawitram mangghalam. Twam Suriya. sarwa tirthem siyemsawem. Om Sri Samara wan amah. Penuntun Metirtha Ong Rah Phat Astraya namah.1. Siwa Murti suka wahem. 1972:82-86) 4. Maheswaram. Dewa-data anugrahaken yarcanam. Om Widya tattwaya namah. Twam Ing Swara Gata karah. Sarwa roga pramanem. Ong idam toyam wimalan dewam sarwa kali kalusa prasame namah swaha. swaroma yem.3. sarwa pujanem namah.(Atmanadhi. dwam sarwa manggalanne sanem. tirtha jatah pawitrakah. Om Gangga mrtiya namah Om Candra mrtiya namah Om Siwa suddhamam swaha Om Atma tattwatmaya nam. wisnu. Twam Ing Rudra bhanilaksana. Pitra Yadnya 4. Tirta Puwa Pangentas Wong Preteka. brahma. tat to sima murti dewam. Om Siwa tattwatwaya namah. Sarwa nugrahakem Dewa-Dewi maha idem. nugrahanem bagawan dewi maye datem. twe meweh sapwe mi yadi ye na sakti bhawisiyate. sarwa klesa winasanem. Ciwa angga Siwa samahen. .Ksama swamam jagat natha sarwa papani rantaram sarwa karya kidandiki. Antaranta maye cubhem. twam Siwa karah. Ye toyamciwon ce yah. nasayet statem papem. Anugraha hano haram. sarwa papa winasanam. sarwa halaka terpana ya namah. Asta swarya gunatmakem. Me Basme Ong Idam basma param guhyam. jale dewam rsi sangke.

Resi Yadnya Yang dimaksud dengan Rsi Yadnya.4. I para jadmane wenten utang mabudi ring Sang Sadaka. (tangan kanan tiga kali) Om Ang Sapta Pitra bhiyo namah (tangan kiri tiga kali) Om Ang Sarwa Dewa bhiyo namah (tangan kanan lagi sekali). 4.3.3. Siwangga: Triaksara. deweye nameste ye namo namah. punika pisan sane ngawanang. Gangga tirtha ye maha bhuta.2. Pralina.5. satunggil diangken I Para Jana mangda mapunya ring Sang Sadaka sane pageh ngamong berate lan . Nyiratin Tirta Sawa Om jala siddhi maha sakti sarwa siddhi sarwa tirthem. Kramaning Pamuspaning Pitra. Hung hur suma gangga idem toyem. Menekan Tangan. Ring tepengan punika waluya kapatutang/dharmaning bhakti. dewanemlila nasanem. Om Ang Sapta Rsi bhiyo namah. Siwa mrtha manggala ye Sri Dewi sawa mutate. 4.3. pamulihan sanghyang Atma (Ngentas) : Om Ang sarwa dewa bhiyo namah swaha (purwa/angga bajra mudra) Om Ang Sapta Rsi bhiyo namah swaha (daksine/mukha dada mudra) Om Ang Pitre bhiyo namah swaha (Utara hradaya/cakra mudra) Om Ang Saraswatiye bhiyo namah swaha (pascima/jihwa/nagapasa mudra) 4.4.3. 72:81-82) 4. Salilem winalem toyem-toyem tirtha swibbhawa wanem subiksa ye sama toye. Om Ksama sampurnaya namah.Om ganerem maha tirthem. Om Atma tattwatna sudhamam swaha. kebawos Rsi Renam.3. sarwa papa winasanem nama. nama siwa ya namah. Nama windu awaye swarem prabhu ibhuh samma kerttem maka patakwa sanem. mawit sakeng pelaksanaan swadharmaning Sang Sadaka ring para janane sami. Tumuwut sang pitre adi nyasa ring catur desa. ste bhagawan Gangga nama ‘stuti nala muwapuh. maha nadhi tre priyem tatha sarwa dewati. Utpatti. Brahmangga. (Atmanadhi. sami iti weta-wetanya. Sthiti. 4. Om Sri Pasupatiye namah.

sapunika taler panungkalikanya Ida Sang Hyang Sedaka ring Ida Para Jana. Santi-pusti-wasat-karma. Sarwa wigene winasanem. Dwijendra baskara meretem. Dewa mantarem sidhi wakyem dewa sandi sang yogatem. Bramana purwa tististanem. Waham wata . Sarwa jagat pratistanem.2. 4. Sarwa dewa masarirem. Brahmanem purwanem siwem. . yang secara terus menerus menjalani hidup sebagai Sulinggih. 1984). demikian juga sebaliknya Beliau sang Sulinggih terhadap masyarakat). Menyatakan bahwa: Tentang Kawikon/Sulinggih/Pendeta selaku Dwijati adalah suatu kedudukan khusus yang hanya bisa didapatkan dengan memenuhi syarat dan upacara menurut sesana serta sesuai dengan ketentuan-ketentuan Parisada. (arti bebasnya: berawal dari pelaksanaan kewajiban Sang Sadaka (Sulinggih). Om Guru-paduka-byo namah. Yoga sidyem murtinem. Siwa sada siwa sirwatem. 4. nama namah swaha.4. Aspek-Agama Hindu I-IX (1982-1982:14). Brahma peraja dipem lokem. disebut dengan Rsi Rnam. dewa-dewa stiti guruh. 1984). itu yang menyebabkan. terhadap masyarakat pada umumnya. Tatwad nyanem siwem. Siwa puja yoga meretem. Guru Pada Namas Karo Om Guru-pada namas karaan. Selanjutnya mengenai peraturan Sulingih telah diatur pada Himpunan Kesatuan Tafsir Terhadap. Pada kesempatan ini sepertinya telah dibenarkan sebagai wujud bhakti. Brahmo siwa murti wiryem. Ong brahmanem brahma murtinem. karya siddhis ca jayate. Baskarem siwangga layem.1. (Pramadaksa. Dwijendra Astawa. Dwijendra purwa siwem. Brahma Wisnu Mahe Suarem. (Pramadaksa.desyami Guru-pada dasyat sada. Siwa loka pratistanem.4. untuk berkorban dengan tulus ihklas ring Sang Sulinggih. Sarwa roga wisnu cartem.swadharmaning kasulinggihan.

Sang Hyang Astaka Widhi. astawem dewa paragiyem. ya sarwa wigena wina sanem. yang biasanya dipegang oleh “Bhagawanta”. Brahma wangsabca. Nada grutyem dewa mantrem. Sang Hyang Purana Yadnya dan Sang Hyang raja Kerta. Ong ganda pujiem Iswara nityem. Sang Hyang Surya. Ongkara mantra pujitem oma winayem maha wiryem. Sang Hyang Yama. Lontar yang disalin oleh Sri Rhesi Anandakusuma. Reshi Purbhasomya memberi petunjuk kepada baginda Raja agar melaksanakan. siwa loka pratistanem. yang disebut dengan Resi Yadnya adalah penghormatan kepada nilai-nilai kebenaran yang sejati. memberikan kemakmuran agar rakyat cinta kepada pemerintah. untuk memohon petunjuk agar mampu mengalahkan musuhnya yang memiliki kesaktian yang tidak terkalahkan.4. s Sarwa dewa pratistanem.tiga macam syarat untuk mengalahkan musuhnya yaitu: Sang Hyang Astaka Widhi. Ong Guru dewem.Surya merta pawiranem Yogi-yogi sarwa dewa. memberikan penyuluhan dengan baik dan teratur. membakar musuh yang ada dalam diri manusia. Brahma putra pratistanem. Sang Hyang Samirana. Beliau seorang wiku yang telah melaksanakan segala dharma dari sejak masih kanak-kanak. Sang hyang Indra. .3. Om Sriam bawantu swaha. AUM Upacara Resi Yadnya Selain pernyataan di atas. (Gambar. 1986:47-8). dengan isinya sebagai berikut: Di Gunung Agrapati ada seorang Maha Reshi yang bernama Purbhasomya. dan penulis ringkas. Sarwawa dewamca. siwa sada siwa meretem. 4. adalah seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat utama yaitu: Sang Hyang Agni. Kemudian datanglah seorang Raja yang bernama Bhanoraja. Ong Brahmanem brahma murtiem. Sadasiwa maha wirye. brahma siwa murti wiryem. dan tidak terluka oleh segala macam senjata. harus mengetahui gerak-gerik rakyat yang bermaksud buruk atau baik. yaitu Resi yang dipercaya oleh Raja untuk menciptakan kesejahteraan dalam Suatu Negara.

1. wiku yang mengajarkan ilmu kepada orang lain dengan memikat hati masyarakat (amancing updesa). wiku yang senantiasa berpegangan kepada sastra. memberikan penghargaan bagi rakyat yang berjasa. bersama-sama belajar keluar negeri bersama pedagang.4.menegakkan hukum tanpa pilih kasih. Pesan terakhir dari Reshi Purbhasomya. memberikan ajaran yang dimiliki. 4. kalau dia menggelapkan uang harus dikembalikan berupa uang. wiku yang tidak bersaksi. memiliki pikiran yang cerdik dan menghukum penjahat negara.3. Sang Hyang Wesrama. memberikan hukuman sesuai dengan kesalahannya.3.4. Sang Hyang Pertiwi. menjual ilmu pengetahuannya. 4. banyak mempunyai sisia.3. jangan sampai menghukum orang atas keinginan sendiri. Dengan cara demikian agar dapat guru yaga.3. dari Reshi Purbhasomya maka Baginda Raja melaksanakan petunjuk itu dengan baik.3. Sang Hyang Raja Kerte. memperlihatkan Candi Prasada. banyak bekerja sehingga mempunyai istri lebih dari seorang. Pikirannya hanya berguru kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Wiku Cendana. Sang Hyang Purana Yadnya. 4.5. demi kemakmuran. Setelah mendapat petunjuk.3. Akhirnya musuh-musuh baginda Raja dengan mudah dapat dikalahkan.2. hingga memiliki ilmu yang tinggi. Demikian saja pekerjaan-nya. dengan maksud berguru kepada Dewa Parameswara dan berhasil memiliki ilmu yang utama. dengan tekun melakukan kewajiban siang maupun malam untuk mendapat dana punia (guru yaga). 4. Hukumlah mereka yang bersalah dengan hukuman yang masih berlaku sesuai dengan Undang-Undang. Wiku Ambeng. Wiku Panjer. kalau ia membunuh maka dia harus dibunuh. . Wiku Pangkon.4.4. Sang Hyang Baruna.4. Wiku Palang Pasir.4. untuk mengangkat Reshi sebagai “Bhagawanta” dengan dua belas kreteria sebagai berikut: 4.

wiku yang membuat kebaikan dengan memberi petunjuk jalan (ngentas) kepada rohnya orang yang meninggal dunia.4. Begitulah ia laksanakan untuk mendapat guru yaga.12.3. menerima tamu. Wiku senantiasa memperdalami kesusastraan.4.3. Wiku Grohita. bebas dari suka duhka dalam pergaulan di masyarakat. siang dan malam pandangannya sama.6. meningkat-kan filsafat kebatinan (ambek niskala).3. Wiku Sangara.4. 4.3. Wiku tinggal menetap ditengahtengah hutan. karena ia memerlukan mendapat mas perak. tidak mempunyai keinginan mengumpulkan kekayaan. berbakti kepada Dewa. Tidak mementingkan harta benda. Beliau tidak beristri.3.10.4. 4. rajin menghadiahkan buku (mendana pustaka). selalu berbuat kebajikan. melakukan yoga semadhi. mengajar ilmu pengetahuannya kepada siapa yang memohonnya. Itulah agar Sri Aji (Baginda Raja) memaklumi ada 12 macam wiku. wiku yang disebut dari angka 1 sampai . Wiku mengawini wanita walaka. Wiku Saba Ukir. Wiku Grahasti. menyelesaikan (muput) upacara yadnya agar menerima guru yaga. mempunyai pengetahuan yang baik dan tidak beristri dari sejak kecil hingga lanjut usia. ahli dalam segala macam filsafat.9.4.4. Wiku Wanaprasthi.3. berbakti kepada Dewa di kahyangan. Wiku Bramacari.4. kepada Sang Hyang Widhi Wasa. tidak tetap tinggal di masyarakat (ndatan ring negara krama).3. hidup sederhana. tidak beristri. Pikirannya terasa terbang. 4. Wiku Sanyasi. beristri dan berputra tinggal didesa atau dikota hidup dalam masyarakat. 4. mengembara di dunia. 4.8. dengan senang hati menolong orang yang menderita kesusahan.11. 4. telah sempurna tentang Tri Dharma (Dharma Tiga).4. teguh melakukan yoga semadhi. memuja homa.7. wiku hidup berkeluarga. Wiku yang mempunyai Nabe lebih dari satu orang. dunia ini dipandang rumahnya.

Ngastawa Sang Hyang Kumara. (Keselamatan Bayi dan Ibunya) Om Brhatstsumnah prasawita newisiano Jagatah sthaturubhayasya yo wasu. 2.Ragamaya. 5). 3). Wiku yang disebut dari angka 9 sampai 12 dinamai Wiku catur Asrama. Pawotanan. Ada tiga lagi yang patut mendapat perhatian agar pemerintah tetap stabil.6 (Ya Tuhan Yang Maha Pengasih. 12).5. 6). Tigang sasih. Kalau wiku tersebut dipakai pendeta raja dan negeri. Metatah. 4). Bulan pitung dina. dipandang wiku yang ada cacatnya (wiku ceda). maka pemerintahan (keprabon) bisa menjadi goyah. dan menegakkannya. dukun yang mengeluarkan kata-kata yang beraneka macam. 1997:78) 4. Manusa Yadnya Yang dimaksud dengan. suci dan melakukan dharmanya wiku (dharmaning kawikon). Kelahiran Bayi. Ia yang mengatur baik yang bergerak dan yang tidak bergerak. yaitu: 1. 3. tidak bercacat.Suptamaya. Weda IW. 4. Kalau ketiga ucapan dukun itu Sri Jaya percaya saja. Pawiwahan. 10). 11). 9). 1994: 3-33) 4. dukun menurut kehendaknya sendiri. 8). Ngraja Singa. semoga ia Sawitar memberi rahmat-Nya kepada kami untuk ketentraman hidup. dan dipercaya oleh pendukungnya/masyarakat). Sa no dewah sawita sarna yacchatwasme Ksayaya triwartitamamhasah Rg. (Titib. (Anandhakusuma. Pagedong-gedongan.53. manusia yadnya terdiri dari dua belas tahapan yaitu: 1). Dari sebab itu patutlah dipakai Sri Aji memperhatikan benar-benar keadaan Wiku yang akan dipakai pendeta untuk istana dan negeri. yang memberi kehidupan pada alam.5. Mapodgala atau Mawinten/Madwijati (sesuai dengan tingkat kemampuan seseorang. dengan kemampuan untuk menghindari kekuatan jahat). Nempugin. 7). Wawu hembas rare. Siki dwa jaya prati mayaloke Sad-kreti kanandakara ya nityam. .5. tidak bersandar Sastra.2. Roras rahina.dengan angka 8 itu. Om namah Kumara sad-anama ya.Pradhanamaya. dukun yang percaya kepada mimpian.1. Kepus udel. tidak boleh tidak negeri ini akan goncang dan menderita.

4.5. lare wigene papae klesane si anu. Namah sadakurtkuta namo hana ya. Om Rudra-atma kaya prati mayoloke. Ong sah osat namah. 2003: 64-65) 4. Sagilingan pagilingan male. Sasti-praya yam ala santriyate. stu hanganila ya nityam. Huwah prakase warado namo’ stute (Ringga Natha. Ong bhatare Bayu angiberaken lare roga. Namo’stu widya warada ya loke Namo’stu rohika wapiya.5. 1987:18) 4. Om Sang Sadyaya namah (alis) Om bang Bamadewaya namah (bahu tengen) Om Tang Tat Purusaya namah (tungir) Om Ang Aghoraya namah (bau kiwa) Om Ing Isanaya namah (hredaya) Om Rang Kaje sarase namah (bahu kiwa tengen) Om bhur Bhuwah swah Jwalon namah (Ratna kencana = pada kalih) Om Hring Kawacaya namah (sarwa angga) Om Bang netra ya namah Om Bang netraya namah.3. Om Antiganing sawung pangawak Sang Hyang gale acndu.stu tasme dwajawara pujitram. Mabiye kawon (Usapin taluh ayam Brumbun). Potong rambut. sidhi pari purnya namah (netra kalih) . metatah. molongin karna. Ong seriya namu namah swaha. Om ya namo. Brahmanya dewaya sikidwaja ya Senapratewa dahita ya nityam dewayam Namo’stu koncadala darana ya. Mesesarik. Ong bang bane dewa ya namah. Namo. Om Namah sada-agni ya wiyaka ya. Om sang Sadaya namah (ring arep) Om Bang Bamadewaya namah (ring tengen) Om Tang Tat Purusaya namah (ring kalong) Om Ang Aghoraya namah (ring kiwa) Om Ing Isanaya namah (ring tengah).Namao.sti kajrambha kayajaya nityam. Mala papa petakane sianu kabeh. (Gambar. Kalisakane lara roga.

sampurna ya surya Candra madya pada Om Ung Sri-sriya wenasah. Brahma Bayu lara roga Bhawantu sang malis-lis. Om Ung Sarwa Dewa mrtaya namah. purnajiwa.saraswati mrtaya namah Sudha siddhiyem prayojenem. Om Siddhi rastunya namah swaha Suci Om Suci rwa-suci rwapi. sarwa karmagate piwat. Om sdudha mala mari sidhi sasas dangku dirghayusa Om Ung Sapa panaya namah swaha Om Ang Pranama Siwaya namah Tetebusan Om Ang Maha Sidhiyam ya namah Kumur-Kumur Om Wakra sodhaya mam swaha Meraup Om gemana muktiya namah Mesesarik benang Om Purnatma. Sudhaman swaha. cintyyayet Dewa Wisraman. Peras. Purnahayi. Pengambiyan. Penganteban Peras. sebaya wiyanta suci. Pabersihan: Om Ang Bubu tirta harum Lis Om Nama Dewaya namah. Ah Ah Ah. Pengisep Peras/daksina .Tepung Tawar. Om Ang Yang Om Ang Ung Mang.

Om Ung Mang Mahadewa Sudhaya namah Pangisep salwiring Banten Om Hyang maha mrta Srayu Dewata , Ang-Ah. Penganteb Sesantun/Daksina Om Ang Yang Sukham amrta Sang Jiwanya namah Pebangkit/Gelar sanga Om Durgha bhucari namah swah. Om Khala bhucari namah swaha. Sang Bang Tang Ing Nang Mang Sang Wang Yang Ang Ung Mang namah. Pengaksama. Om Ksama swamam Mahadewa, sarwa prani hitang karah maoca sarwa papebyah, phalayaswa sama namah swaha. Om Samastha ta Mahadewi bharawi prete baksini Bhagawate twasya Durgha dewa bwatasya sakhalam, niskalam twam Rudra tam somya daryatesya wa Twaya Dhurgabhuta watyeya namo namah. Pabuktian Bebangkit/Gelar sanga Om Buktiantu durgha kentara. Bhuktiantu khala kewaca. Buktiantu nhuta nem. Bhuktiantu pisaca sagyem. Om Sendat-sendat robyo namah Om rich kecarik caru kero bhiyo namah swaha. (Atmanadhi, 1972: 88-90). 4.5.5. Smara Ratih (Menek Bajang) Om Pradana purusa sayoga ya, Windu dwa bhoktra ya namah. Dewa-dewi sayoga ya, paramasiwa ya namah swaha. Om Ananggah Kamani patni, Puspeso mandhani thata. Kamo Dhanawati patni, Mandani mandana tahta. Om manobhawa shobani ca, Sri mati makara dhwjah.

Kandarpa Somawatis ca, Sri Jayani ca manmatah. Om Kama Dewa Ratih Patri, Swetari smara ewa ca, Anatur nandini patni, Manasi jas ca tarini. Om kamadewa ca tarini Om Om Kamadewa ca Ratiye namah swaha. 4.5.6. Pakeling saha Seha. Om Pakulun Sang Hyang Pradana Purusa, Makad sira Sang Hyang kamajaya kamarath, mansan nra handa sih wranugraha ri sira, Amembah angadekaken yadnya pekalan-kalam nira sang bipraya wiwaha, ledang paduka Bhatara pada tumedun pada malinggih ring rwaning kukus arum Om Pranamya bkaskara dewam, Arswa klesa winasanam. Pranamya aditya siwartham, bhuktu mukti wara prdam. Om Hrang Hring Sah paramasiwa dewa lingga ya namah. Ringga Natha (2003:39-40) 4.5.7. Mawinten Sang jagi ngemargiyang indik upacara-upakara Pawintenan alit kawastanin Pawintenan Bunga/Saraswati. Orang yang bermaksud melaksanakan tatacara upacara-upakara Pawintenan kecil disebut Pawintenan Bunga/Saraswati. Om, Saraswati Namastubyah; Warada Ama Rupini, Sidhi-rastu Karaksami; Sidhi Bhawantu Me Shadam. Om Pranamya sarwa Dewa-Aksara; Paratma Atma Ewangga; Rupa Sidhi Karoksabet; Saraswati Namnyam. Mano

Om, Padma Patra Nama Laksmi; Padma aksara Warni Nityam; Pahalabaye Dewi Tubiyam. Selanjutnya diteruskan dengan Mangajapa Duh Sira sang Mawinten, Wus pwa sira binersihan, Mawintengama, Manke sira wuswruha ring kasucian, Aywa tan mituhu pawarah, Aji, tumuta kita susilan ira Sang Hyang Ayu, gelarana yoha lah, Semandinta, aywa tan rastiti ring agama, Yati-ka dalan Kita, Bhakti ring Bhatara Den langgeng pwa juga sira,

omastitikna, Maning sariranta, Kunag yan Sira umalaku, tan weang panganna angulahakna Sang Agma, Aggengakena Dharmanya, Anulis Sarwa Sastra, suksma tutur utama, muang gelarana puja mantra, Yan wus samangkana polah niya, weang ngungguhakena banten ring prahyangan, yan tan samangkana, Karya letuh ngaraniya, apan urung wruha ring kasucian agama, apan kasupatut den Panca Maha Bhuta Mala sariranta, wenang Winiten de Sang Sada Yogiswara, Yan tan samangkana tan sida hilang panca malanta mangkana, pratiyaksakna pawarahing sang hyang Aji Suksma, sih nirmala. (Pramadaksa, 1984). 4.6. Bhuta Yadnya 4.6.1. Susunan Bhuta Yadnya Pertama: 1). Segehan Alit & Agung, 2). Panca sata, 3). Panca sanak, 4). Manca kelud 5). Rsi gana, 6). Walik Sumpah, 7). Lebuh Gentuh, 8). Tawur Agung, 9). Panca wali Krama, dan 10). Eka Dasa Rudra. Mantram caru termasuk yadnya sesa, adalah sebagai berikut: 4.6.2. Yadnya Sesa. Om Ang Kang Kasolkaya kanaya osak namah swaha swasti-swasti sarwa butha sukha pradanya namah. 4.6.3. Pengelebaran caru-caru. Om Tang Ang Ing Sang Bang Ung Ca Tat Om Gunung Gangga dipataye. Om Hreng Rajastraya namah. Om Phat-phat, Om Ang-Sura bhalaya namh. Om Ung Cakra bhala ya namah. Om Sang Bang Tang Ang Ing Panca Maha bhuta bhiyo namah. Asep-Asep Om Ang Dipastra ya namah Cecepan Air Om Angga sukha mrtaya namah Penastan/Cuci tangan O namo namah swaha Pakakurah Om Ung Mang kama ya namh

. Daksine Brahma Dandastra. Siwaditya. Panca Mahabhuta (serana: Genta dan Sekar) Akasa Ong akasa nirmala sunyem Rudra dewa byomantarem Siwa nirbhanem wiryanem Teja Ong tejo murthi nawa rupem Surya candra masarirem Sarwa teja diptadnyanem Arcanem sarwa dewanem. Pasupati Om sarwa wighna winasayantu Sarwa klesa-klesa winasayantu Sarwa duka winasaya Sarwa papa winacaya Sarwa papa winasaya namo namah swaha. Biyahyem Angkus Sangkara. Bayu Ong akasa bayu murthinem Sarwa marana wicitem Mertyu kslsmtsks rodrem Jagatem pretista lenggem Apah Ong Ung Wisnu trinayem. Akasa Guru Trisulam Danendra ya namo namah swaha. Mahadewi. Ludra ni Santani dewi. Dupa Gniya Mahesora.Nerityem Rudra Moksalam. 1972:7880) 4.Candra dewi Sunya Siwata pujinem. (Atmanadhi. Adah sabda Ciwa Cakra Undah Prama Siwa Dwaja. Utara Wisnu Cakrastra Ersanya Sambhu Trisula Madya pada Ciwa Padma.Panglukatan Om Iswara Umadewi’ca Mahesora Laksmi Brahma Saraswati dewi. Arda Nareswari linggam arcane ya namo namah.6. Om Iswara Bajrasta. Pascima Mahadewa Pasca. wisnu Bhatari Sridewi.4.

Sri pancamaha bhuta byomanah swaha.Catur dewa maha sidhyem Wighna klesa winasanem Raga dosa winurcitem Pertiwi Ong pretiwi sarirem Catur dewa Maha dewi Catur asrama bhetari Siwa bhumi maha sidhyem Ong Ong Rang Ring sah wosat. Ong sekala niskalatmatwam Rodranta somya darayet Tasye durgha dewiywm tasye Durgha dewi namonamah Ong Ong sri durgha dewi dipate ya namah swaha Kala Stawa Ong byakta raksasa rupanca Webaksya twam capunah Somya rupa mawopnoti Twam wande waradham aum. Ong krura raksasa rupanca Wyakta ya rakta locanem Prape noti santo rupatwam Twam wande tri purantarem Ong Ong kala bhucaibyo namah swaha Butha Raja Stawa Ong bhuta raja maha krurem Saharsa kirana pradham Sadwaktrem sayutascewam Sakala swahitang karem Ong maha raksasa dasa bhujah Hiranyem garbhode sembawah . Durgha Stawa Ong sema kasta maha dewi Bherawi pretha baksini Baghawati durgha tasye Durgha dewi namonamah.

daksina desanir. mantuk sira maring kayangan nira sowang-sowang. umanis panca warnania. mantuk pwa sira ring kayangan nira sowang-sowang. Ong bhuta lembu kanya. anadah ta sira. Ong Ing Namah. wusra manganannginum. atatanjan. 2005:76-78) Ngayab Upakara ke Bhuta (Caru Panca Sata) Ong sang bhuta baruna. mantuk pwa sira ring kaynagn nira sowang-sowang. ajaken wadwanira sangangatus sangang puluh sanga. pascima desanira. Ong Bang Namah. wisnu dewatania. ajaken wadwa kala nira pitung ngatus pitung puluh pat. mantuk pwa sira ring kaynagn nira sowang-sowang. bhetara siwa dewatanira. ajaken wadwa kalanira limang atus limang puluh lima. iwak ayam isa. Iti tadah sajinira penek puti ayam puti. (Bangli. pahing pancawarnania. utara desanira. ayam wiring winangurip. purwa desanira. rinancana winangun urip. Ong bhuta jangitan. kliwon panca warnania. Ong sang bhuta aruna. ajaken wadwa wadwa kala nira petangatus petang puluh pat.Bhuta preta simang rudhah Naga yadnya musubitah Ong Ong bhuta raja dipate ya namah. brahma dewatania. mahadewa dewatania. pon pancanira. Iti tadah sajina penek ireng ayam ireng rinacana winangun urip. wusira anadah amangananginum satetanjan. Iti tadah sajinira penek amanca warna. Siratin Caru (Sarana Tirta). anadah ta sira wisira amangananginum satetanjan. Iti tadah sajinira penek bang. mantuk pwa sira ring kaynagn nira sowang-sowang. Ong Ung rahpattastra ya namah Ong atma tatwatma sudhamam swaha . ajakaken kala wadwanira wulungatus wulung puluh wolu. anadah ta sira. Ong Ang Namah Om pakulun sira sang bhuta tiga sakti. Ong Sang Namah. rinacaca winangun urip. wusira anadah amangananginum satetanjan. Iti tadah sajinira penek kuning ayam buwik rinancana nangun urip. wusira anadah ta sira. Ong Tang Namah. madya desanira. anadah ta sira wisira amangananginum satetanjan.

sekar) Ong mrana bhuta mararem . paduka bhetari durgha. apan sampun angaturaken caru kabaya kala. amukti sira sarwa enak. Ang Ung Mang. ra kaki bhetari gana. Nang Mang Sang Wang Yang. Aywa sira anyangkala swakarya punanu. waras. sama lolya. sama suka.Ong sri pasupati ung pat Ong Sang Bang Tang Ang Ing. Ong sidhi rastu tatastu swaha. teka waras. waras. sama lolya. teka waras. Nang Mang Sang Wang Yang. Ngayab Caru (Sarana Genta) Om pakulun kaki bhetara kala. sannhyang panca muka. Ong Ung rahpattastra ya namah Ong atma tatwatma sudhamam swaha Ong sri pasupati ung pat Ong Sang Bang Tang Ang Ing. kasadya rahayuan mwang kaubagan. ra kaki bhetari gana. Ngayab Caru (Sarana Genta) Om pakulun kaki bhetara kala. lugraha sangadruwe caru kadhirghayusan. Ong sidhi rastu tatastu swaha. sama suka. Ong bhuktyantu dgurga katarah Byaktyantu kala mawaca Bhuktyantu sarwa bhutanem Bhuktyantu pisaca sangyem Matabuh Arak Berem Ong durgha baktya loka bhoktra ya namah Ong bhuta loka bhoktra ya namah Ong kala loka bhoktra ya namah Ong piasca loka bhoktra ya namah Pengerarem Bhuta (Serana: Genta. lugraha sangadruwe caru kadhirghayusan. kasadya rahayuan mwang kaubagan. Ang Ung Mang. waras. Aywa sira anyangkala swakarya punanu. paduka bhetari durgha. apan sampun angaturaken caru kabaya kala. waras. amukti sira sarwa enak. sannhyang panca muka.

Tirta penglukatan) Ong lukatira bhuta dengen. Lukatira bhuta kalika sumurup ring bhatari dhurga Lukatira bhetari dhurga sumurup ring bhatari uma Lukatira bhetari uma sumurup ring bhatara guru Lukatira bhetara guru sumurup ring sang hyang tunggal Lukatira sang hyang tunggal sumurup ring hyang tan paran Sira juga sangkan paran prasida kalukat mala petaka kabeh. sumurup ring bhuta kalika. sumurup maring papusuhan mrnadi sang hyang Iswara. teke kita saking madya desa.Sri damba dara yanganem Sri mantra trigata swara Sri daradhi maha mantrem Ong agni madya rawicewa Rawi madya candrma Candra madya sukla bhawet Sukla madya stiwa-tiwa. Ong Sang Sadya janten ya namah swaha Ong sang bhuta bang. sumurup maring amprui. Ong Bang Bamadewa ya namah Mahadewa. Penglukatan Butha (Sarana: Genta. Ong Ang Ahora ya namah. Parurupan Bhuta (Sarana: Genta Sekar) Ong sang bhuta sweta. sumurup masing sarandhuning sarira kabeh. Ong indah kita sang bhuta manca warna. pada alukat apupug denira bhatara siwa guru. menadi sang hyang Brahma. Irika ta anglukat sakwehing bhuta kala kabeh. teka kita sakeng pascima desa. sumurup maring hati. menadi sang bhetara Wisnu. Ong Bang Bamadewa ya namah swaha. Ong Tang tatpurusa ya namah Ong sang bhuta ireng. Ong sidhi rastu tatatstu swaha Ong ksma sampura ya namah swaha Ong Ong swasti swastisarwa bhuta suka pradhana ya namah swaha. teka kita saking purwa dea. teka kita sakeng daksina desa. mur sah pwa kita kabeh dadi dewa dewi. menadi sang hyang brahma. menadi bhatara siwa guru. Ong sang bhuta pita. sumurup maring ungsilini. Ong sdhi rastu tatastu swaha . teka kita sakeng utara desa.

Sang Kala Dwimba Pepet. 1976). Sang Kala. Kasukanira Om dirga ayu rastu tadastu astu swaha. Sang Kala Dumrana. Sangkala Gni Bwaka. Ong dukduk. Sang Kala Pancawara. Sang Kala Bhuta We-Uku. Mengambil Genta atau Bajra. Dora. mantuke sira ring kahyangan nira sowang-sowang. Pralinan Bhuta (Sarana: sekar. dung dudung. Sang Kala Nawa Wara. Sama kabeh ring Sang adruwe caru. Kepanca Maha Bhutan Ong pretiwi dewa sampurnem Apah teja jiwatmanem Bayu akasa premanem Durgha yusa jagatrayem Ong Rang Ring sah wasat.5. Ong Ung Rah Pattsastra ya namah swaha Pengaksama Genta atau bajra . Ong bhuta sahira ya namah. 4. sang Kala Biantara. Sang Kala Rumpuh. Sang kala Sadwara. Sang Kala Kudang Kastu.6.6.6. Waya. Mantram Caru dewasa ala Pakulun Bhuta wetala wisaya. Ang Ung Ing Ing namah swaha. Iki iki tadah sajin iri sedaya. prama siwa Panca maha bhuta byonamah swaha. Ong a ta sa ba I. rung rung. 4. Sang Kala Bhuta Mrtyu. Ong Mang Ang Ung ya nama swaha Ong Ung Ung bhuana sudha suksma ya namah swaha Ong Ong suksma ya namah. Bija genahing ring sanggah cucuk) Ong sang buta purusangkara. Sang Kala Sapta Wara.Ong Ang ksama sampurna ya namah swaha Ong guru padeke byonamah swaha. Sang Kala Bhuta Nganten. (Pramadaksa. Belajar Mantram Genta atau Bajra. Sang Kala Sri jaya Mandala. Sankala Astawara. wangsulake bhuta nira riwusira mangananginum. sira guruning bhuta kabeh.Sang kala Dasasengker. Kang Kininda. si wan a ma ya.Saluhuring Sang Kala Raja Merana. Sang kala Dharma.

7. (uniaken panjang/bunyikan panjang) (Swastika. ganti setiap habis Om Ang Brahma dipastra ya namah Om dupa amertha ya namah Om lingga purusa ya namah sawaha. 4. Abhawa-bhawa kamesu. tangan ditengadahkan diletakkan pada kedua belah lutut Omprasada stiti siwa nirmala ya namah Om padmasana ya namah Om lingga purusa ya namah swaha. Amusti Karana.7.7. Pelaksanaan Upacara Sikap duduk tegak. Spu lingga siwa tattwanca. tangan cakupkan pada dada atur nafas masuk lewat hidung Om Ang namah Om Ung namah . (Bangli. 4. Jagatnatha hitangkaram Abiwada wadanyah. Ong Ung namah. 2006) 4. Menyalakan dupa/Ambil Dupa nyalakan. 2005:91) Ong Ang Kosal Kaya Ya Namah Swaha Ong Sriyam Bhawantu. Ong Ang Kang kosal kaya swari ya namah swaha. (Swastika. Candrada windhu nadhantem.2. seperti pada upakara /bebanten: 4. 2006:66) Nyipen Genta Ong Ang namah. Purnam Bhawantu. Ongkara prakerthitem.7. Genta sabda prakasyatah. Ngayab Bebanten Sebelum upakara dan upacara tersebut dimulai kita harus membersihkan diri.1.3. Ong gentayur pujitem dewa.Ong Ongkara sadha siwa stah. Om Santih Santih Santih Om. membersihkan sarana upakara dan mengistanakan para dewa pada upakara tersebut. Waradham labda sandeyah. Sukham Bhawantu. Ong Mang namha (raris unyaken panjang) .

sira angisuh . tanpa hirung. (lalu cemplungkan bunga ke tirta) Om pakulun Bhatara Siwa Gni. apan sampun jangkep tengerin tri buana. sudha Brahman sudha sudha astu tad astu ya namah Om sa bat a ha i. Sang hynag taya jati sukla nirmala.7. 4. (lalu siratkan kepada yang akan dibersihkan/dilukat). Om Ung Wisnu amerta gangga ya namah. sudha bumi sudha giri. siwa rininggiting guru utusang sang hyang bhatara dewa kalabetaning sarwa dewa mangilangaken mala papa petaka geleh sarira.8. tanpa cangkem.4. Om Sidhir astu nama siwa ya. Om bumi ginawe. 4.7. lakukan disekitar pelaksanan upacara.7. sarwa klesa dasa maha geleh pate leteh prayascita ya namah swaha. Sucikan Badan.Om Ang namah 4. Om Puspadhanta ya namah Om Ang Ung Mang Siwa Sadha Parama siwa sabda bayu Idep sidhanta nirwighna ya namah Om Sidhi swaha ya namah Om Shah wosat prayoga ya namah swaha. Om Gangga pawitrani ya namah swaha. Om Mang Iswara ya namah swaha. sesuai dengan kegunaannya Om tirtayam tirta pawitram. mangkin ngadeg ring lis pabbiakaon muah lis padma 4. 4.7. dengan sarana bunga.6. Ambil Lis lalu disucikan. Menjalankan Pabyakaunan. tanpa karna. Om Sang Hyang taya tanpa netra.5.9. Ngastawa Tirta. prayascita yan namah Om a ta sa ba ha I na ma ya.7. Sucikan Tangan Om Sudhamam swaha Om Ati sudamam swaha 4. Om pakulun pangadegning janur kuning.7. Ngastawa Lis. Ngaturang Pabyokaunan dan Payascita. Om a ta sa ba ha I wa sin a ma ya.7. Om Ang Brahma ya namah.

Pakulun Bhatara hyang kala. Kala Sepeten.7. 4. Om am mam nama ya namah. sudha sudha wari astu. tad astu nama swaha. Om ksama sampurna ya namah. nyah ta kita ring janur jipang sabrang melayu. pancami sudha. wus mangkana durus sira awali ring genag sowang-sowang. aywa ta sira masenetan ring manussa kabe. Manawi kirang ta aturan nira durus tuku ring pasar agung. Ngelebar Segeh. Kali. sang bhuta preta. kala ring sarwa ta kabeh. Om Hrim rim srim am tang sam bam im sarwa danda mala papa klese wanasa ya rah um phat.10. Kala Sakti Kala Petak.ishin sarwa dewa. Kala Jenar Kala Manca Warna.7. Iti tadah sajinira penek lan terasi bang. sarwa dusta winasa ya. aywa ta sira pati reroganing. Kala Anggapati Kala Karogan Rogan. Aywa kita amgoda manusan lan apasanakanku. akala sakti. angilangaken sarwa bhuta dengen. sedahan Kala kanibehan. Om Sidhi guru srom shah wosat. Puniki ta bukti denira kabeh. Om Hrim srim am tang sam bam im swarwa danda mala papa klesa wiansa ya namah um pahat. kala dengen ring pada bhatara kabeh. indur doh kita sarwa bhuta. caturtya sudha. (sama seperti di atas) Om Pratama sudha. Om Hrim sram man swam yam sarwa roga wighna astu winasa ya rah ong phat. Om Kala Kali byobakto ya namah. dwitya sudha. Kala Ireng.12. Ngaturang Prayascita. pilih kabela nira kabeh. sarwa rogha winasa ya. Aywa ta kita pati ulik Sali gawe. ojo sira nyengkala nyengkali manusan nira nagstiti dewa ring kahyangan sakti. sarwa papa winasa ya. sarwa klesa winasa ya. 4. pomo pomo pomo. Om sarwa wighna winasa ya. reh ingsun sampun angugrahaken tadah saji ring bhatara Kala. Ong Ang sarwa klesa kesama swamam ya namah swaha.7. dilaksanakan saat pabiyakaonan Pakulun sira sang kala purwa.11. Kala Bang. Mekala Hyang. sang kala ngeluleng. sang kala peraja muka. sarwa satru winasa ya. tritya sudha. 4. (lalu natab ke bawah dan lanjutkan ke Badan) .

elemen Atman. (Puja.( 2006:4046). te. Ong nama Siweya. Om shah wosat prayoga ya namah swaha. rowangire. Ong se ba. si. ajaken sanaknira. Swastika. aje sire kari ring kene. mogalupute ring lare roge. sang kala paraje muka. I. sujud kepada Om. Astawan Banten malinggih ring paruman Ong perenamie dewa sang linggan. sarwe kelese dase male Genah pate leteh parayascite ye namu namah suahe. den pade kadep sidi rastu pangastu dangguru isuare nire. anak putunira. sujud kepada Om. na.16. se. wa. he. i. Om. ha.lawe satukel. ta. Ong A. sih kerta nugrahe betare. 4. me. Ong I. Pasang Tri Tattwa Om Om Siwa Tattwaya namah Om Om Widya-tattwaya namah Om Om Atma-tattwaya namah Om. Ngaturang Parayascita. ba. sujud kepada Om. ring pilinggih sami. ta. (Gambar.7. 4. 1987:24) 4. Pukulun sire sangkale purwe.15. ulun amuja ri paduka betare pakulun. sang bute perete. elemen Siwa Om. elemen Pengetahuan. 4.14. sang kala byobakte ya namah suaha. pilih saka balanire.Om ang ung mang siwa sadha siwa parama siwa sabda bayu idep sudhanta nirwignhna ya namah. iki jinah satak likur. pangeresik tepung tawarin lis). aje sire pati reroganing aje sire ulik sili gawe iki tadah saji nira. Om sidhi swasha ya namah.7.7. (raris eteh-etehang. tan kelabetang tulah kelawan carik muang pamidi. Bebanten Suci. sarwe pape petake lara roge wigene parayascita ye namah. suang wigene hulun aminta sih lare toge. ye. sarwe male parayascite ye namah. penek lan terasi bang. tuku sang sira ring pasar agung. 1976:251). anak rabinira.7. kala sakti. sa. menawi kirang tadahan sire. indah nira lunga kirangan kabeh amarah desa.13. . sang kala nguleleng. be.

14). Ong pakulun sredah Betara Siwa. perenamian siwe Siwar tan sarwe jagat paramoditam. winahan kundi manik makasudaning bwana kabeh maka uriping bwana agung bwana alit. purna bayu den kadi langgenging surya candra. (selanjutnya Ngastawa betare sami). Ong to ye gangge pawitre ye namah suahe. susur keramas. Amuncar amukti sakti anibekaken tirta kamandalu. seganti-ati sabda rahayu. (selanjutnya ngaturang tirta pakuluh). Ngastiti Tetebusan Ong purna candra. (Siratan tirta) Ong sidrastu ya namah swaha. 1987:8 . Penghormatan. 1994:16-20) 4. Dewa yang Berstana di Gunung-Gunung . (Anom.7.17. Sire asung anugrahe ring pule pale mangilen-ilen padanira Sang Hyang samangkane puangulun inanugrahe denire Sang Hyang pasupati ide malinggih ring puncaking Gunung mahe meru ring jambu duwipe. sari pasucian sesarik. lenge wangi. 4.Sarwe kale bute sirnam. ulun aminte sih nugraha ring paduka betare sakti. Ong Hyang Hyang Hyang. manusan betare angaturaken sari pemendak. (selanjutnya ngaturan pasucian). Mangkana tetep pageha ring bayu pramanira si Anu ring raga walunanira anangaken pala boga. Ong sah odat ya namah swaha. namasiweye. anangguhana ratna kencana. Ong pakulun. Sang Hyang Ayu Asihe pinakang ulun. desti tiwang prakasa prasama kalebur denira Siwatirta-Murti sakti. sebatahei. Ngaturin Betara Kukusarum Om Hyang Hyang sukla parisudha ya namah swaha.18. anglebur ujar ala ipun ala mala petaka tuju teluh terenggana. pengeraratan ring pada betare pakulun. (Gambar. 4. maduluran wastre seperadeg maketigasan betare sinamian miwah toye pawitre pemasuhan tangan suku.8. Ong Ang Ang namah suahe.7.

4.8.1. Penghormatan di Gunung Andakasa Ong Ing Indra taya namah swaha 4.8.2. Penghormatan di Gunung Mangu Om Ang Kling Cling Adhikalayang de bhawa 4.8.3. Penghormatan di Gunung Watukaru Om Tang Jayanatri namo namah swaha Puncak Gunung Watukaru Om Ung Hyang watukaru dewa Saktiya namah 4.8.4. Penghormatan di Gunung Kawi Om Ung Manik wisesa Sakti Dewa Purusa ya namah swaha 4.8.5. Penghormatan di Gunung Batur Om Ang Sri Dewi Danhu Jiwa mrta sabumi swaha ya namah 4.8.6. Penghormatan di Gunung Beratan/Dhanu Bratan Om Ung Wesphawa Hyang Manikya namah swaha 4.8.7. Penghormatan di Penataran Besakih/Gunung Agung Om Tang Maha Dewa Sarwa Dewa Sruti Basukihan nama swaha 4.8.8. Penghormatan di Gunung Agung Om Hrang Hring Sah Bhatari Giri Putri Siwa Bumi Maha Sakti ya namah. (Atmanadhi, 1972:45-49) 4.8.9. Nunas Tirta ke Gunung Agung. Ong asung seredah Betara Sakti, Pakulun Hyang ring Gunung Agung, Hyang ring gunung lebah, Paduka betara amijilaken tirte trebesan, Telaga waja, panglukatan mijil saking gunung Manik tegal siku, ring saganing, Paduka Betara anglukat anglebur Malaning aturan ikang manusanira samadaya, Kene kerarahan, kara ramian ring kahyangan sakti, Teke moksah ikang mampeh maring wetan, maring kidul, maring kulon, Maring lor maring madia, tumiba ring tengahing segara, mabayolan wastu sidi rastu ya namah swaha (ucapkan tiga kali) 4.8.10. Maturan Canang Prascita (Tebasan Durmanggala) Ong pakulun Sang Hynag Kala Lunggleng, Aja sire pati papanyi Iki tadah sajinira penek kelawan terasibang, iwak antiga, jinah satak lima likur, lawe satukel.

Manawa ta kirang tadahira aywa sira usil silih gawe, tukunenta ring pasar Agung, lawe satukel, weh sanak rabinira, muang putunira. Ndah ta sira lunga amarah desa, aja sira maring engkene den pada sidi rastu. Ong kala bie bekta ya namah swaha. (Anom, 1994:10) 4.8.11. Ngadegang Betara Nyatur ring Banten Ong ang Brahma rakta warna, saraswati dewi bionama swaha. Ong ung Wisnu Kresnawarna Sridewi bio namah swaha. Ong mang Iswara swetawarna Umadewi bio namah swaha. Ong tang Ludra Durga dewi bio namah swaha. Ong Ong Sri Guru Jagatpurusa bio namah swaha. (raris ngingkupan betara sami) Ong gang ung mang, Ong Siwa Mata warna, giri putrid dipatio namah swaha. 4.8.12. Ngastawa Betara dan Pengiringe maka sami Ong Iswara purwantudewa, Heneyanta mahesora Brahma Daksina Dewata, neretian Rudra Dewata, pacimanca Mahadewa, wayabian sangkara statan, wisnu Utara Dewatam, Aiswarya Sambu Dewata, Madia Sadaswa, Sarwa dewa muciate. Ong Hyang sri Dewa Dewi amreta pasupatiye nama namah swaha. (Anom, 1994:12) 4.8.13. Nedunang Betara ke Pengubengan Ong Iswara Umadewi ca, Mahesora Laksmedewi, Brahma Saraswatidewi, Ludra Nisantanidwi, Mahadewa Umadewi, Siwadetia, Cadra Dewi, Guru Giriputridewi, sunya siwa ta pujanem, Ardhanareswari lingam, daksina Brahma danfastra; Nairiti Rudra moksalam, Pascima mahadewa pas, wayabyan angkus sangkaran, Utara Wisnu Cakrastara, arisanya Sambhu Trisula, Madia Sadasiwa padma, andah siwas ca Calirastra, urdah Pramasiwa dwajan, Guru Trisula dranam. (Anom, 1994:14) 4.8.14. Nedungan Betara sami (dari Jawadwipa, dan Selam/Allah/Islam)

Iki sehene rawuh ke jaba (pejati). Pakulun Paduka Batara Hyang Baruna, Manusanira anguntap anuhur Padanira batara samodaya, Sredah tumurun mara maring mrecapada. Manusanira angaturaken pejati, banten suci maduluran banten jotan dampulan. Sredah paduka batara malingga ring kayangan Agung, Maka panguluning jana pada, Katuran puja wali, peparenga samojaya, Ong sidhi rastu ya namah swaha. Sira masehe, saha kleneng angonteng. Pakulun batara sinuhun Agung, malingga ring punaking giri jambudwipa, sira tumurun mara maring Bali, malingga ring gunung Agung, kalih ring gunung Batur, sredah paduka batara asung lugraha agung rene pengampura, manusanira Batara angaturaken sarinan canang muang sarining tahun, sredah paduka batara anodyani. Aturan manusanira Batara ring marcapada, mangke manusan Batara andaha tirta pawitra, mijil sakeng predana purusa batara, maka uriping buana kabeh, kalukat kabeh, dening paduka batara, Ong sidirastu ya namah Swaha ya. Ngaturan Pedatengan Batara sami Selam Kapir pada mabale, muang bebangkit asoroh, magenah ring jaba. Ong indah ta kita sang Asedahan Panyarikan, Ajeg-ajeg jejeneng, Anglurah Agung Alit, tekaning sawadwa kala balanira Hyang Sinuhun, daweg sananggraha, sira pada katuran pesaji, pangaci-aci, iki tadah buktinira padatengan soga linggih iwak kawisan kang ngaran Selam Kapir, katekaning tadah bebangkit, aedan pada enaka mangan anginuma, pada elingana tadahan ira soang-soang, den sama suka sama loba sira makabehan, amukta sari sira. 4.8.15. Pengadegang ring suci Ong nama siwa ya,

langganira padanira Hyang. 1994:15) 4. Tirta Pemarisudha Ong tirtajam tirtapawitram. Ong. ulun angaturaken pangresikan. Sang Hyang pramana sarining jagat. ulacek padanira Hyang. . Umilangaken mala wigna namah swaha. tasik Betara Sakti Gana.8. Sarwa karya prestisanem. Pramasiwa tirta ya namah (Anom. Hyang Dewa mahapuspa. 1994:18-20). awala Betara Siwa. sang Hyang wisesa sarwa resi. sdajenge Besawarna. Pakulun paduka Betara. apuha Betara Brahma. Ong Betara Guru anepung tawarin sarwa dewata. jangan Batara Kersika.16. Sanghyang ring para caru. batara Sucinirmala. 1994:16) 4. Pakundan Gana Sakti. katulah carik. banten sang Hyang suklapaksa. puja Batara Dharma. susuruha Batara Wisnu. Ong Durga Jingu. sang Sambhu ring burat. Sang Tunggal lawan puja. astu dening sang Hyang Saloka kapurna ya namah swaha. Ong kusi anaka pulaket. saerasa maka imbuhan. Gangga ranu toja ganam. aminta sih kretenugraha Ri padanira batara Pukulun. aus-aus Batara Mahadewa. Ong Buta Bucari ya namah swaha. Raditia lawan ulan. 4. prajala-jala maha padma. sadana manika arta.8. Durga Bucari ya namah. apan sira maka kundi manik kencana sang kasuhunan. akasa lawan pratiwi. Ngabijiang (tempat mata air) Ida Betara sami Ong Ang Tabeya nama Siwa ya. Luputing lara wigna. pisang Sang Hyang Kumara. Suka Dewa masarirem. angiceni maka sari. Ong.8. (Anom. lalawuh Batara Mahesora. maka pulacek. Nguniweh jagat wisesa. maka pasucen Betara soang-soang. semaya sira siniwi pangungguhing janapada. Duk Batara Kala Sakti. ulame Batara Sedana Baruna.Ong tan kalibeteng tulah pamidi. sarining Batara Surya Nirmala.18.17. (Anom. Nganteban Guling Bebangkit.

Sang Kala Ngadang amangana sira ring dalan Agung. banten parascita. Ong sampurna ya namah swahe. barak. selem. mali penek abesik. Mantuk ring dang Kahyangannira sowang-sowang I namah swaha. dagingin kwangen. misi pipis telung dasa telu (33) keteng.1.3. (Anom.1. bene siap biying mapanggang. canang pagerawos. sang kala taun. 1994:23) 5. Sampian banten pendemane. Dipuncakne. Sang kala Kalung amanga sira ring pasar amukti ya sari-sari Wisura amuktya sari apupula sira kabeh. maruntutan tetebasan jage satru abesik. den suke anadah. segeh agung abesik.2. muah nasi kojongan abesik. mekadi sire rah nini betari durge. satmaka manggen nyiluran jiwan sang nyapuh ring pretiwi. katur ring Sang Buta buana. kuning. Canang burat wangi. keraras. Segeh agung ring Sang Buta dengen.1. daksina abesik. mabe bawang jae.Sang Drema moha amangana sira ring pajuden. . canang tubungan. luwire: putih. tatebasan sapuhan abesik.1. rarsi kaput antuk kasa. 5. mewadah bungkak nyuh gading sane matulis antuk ongkara. caru aturanne sami.1. tegul antuk benar catur warna.1. Caru Pengeruak dan Mantra Ngaturang banten durmanggala. banten punika maaled kulit peras. Pakulun sang kale amangkurat. kuangene merajah ongkara merta. katur ring pemali agung. mareruntutan jaje raka-raka magenepan. sang kala wisese.4. misi pipis solas (11) keteng. pasucian suang-suang atanding Kuangi. kuangen misi padang lepas merurub kase. Dasar Bambang. Upakara Ngawit mekarya Wewangunan 5. Canang Pendeman. Upakara 5. sang kala bedawang jenar sang kala dumerane. sampian tangge. 5. Tumpeng duang bungkul. Banten Pengeruak dan Mantra Canang wangi. 5.

5. Sang Hyang gune. manusanire angadegaken. ring padanira pakulun. medaging tulisan dasaksare. Ong Sang Bang Tang Ang Ing Nang Mang sang Wang Yang. Sang kala agung.1. makadi Sang Hyang akasa. Batu bulitan hitam. sang kala desa muka. asep menyan. Ang Ah Ah. . dagingin tulisan merajah. Sang Hyang candra. tegal. Karunganire Hyang Perama wisesa. pemastun ningulun. Ong Ah rah patastreye yanamah. Ang Ang sidi bane ya namah suahe. Ong ye na ma si we. ditundune medaging tulisan Angkare. Mang. ulun akerta nugraha. segaan takep api. lintang trenggana mekadi sang Hyang dewata. Gane teke parayo janem. Ong padme sane ya namah. Ong i be sat a he. Ong Ang Ung mang Brahme Wisnu perame saktiem raja pale loke nate murti saktiem. sodayan. Ang Ung. Raditie. katipat kelanan.Ong Sang Hyang pertiwi jati. arca meru arcane. umah duk nyumunin Ong Ang Ung Mang dewa sikse. Sarana dan mantra saranane dasare sane medaging bate. wicet suahe.6. Bate megambar Bedawang nale. Rungenen. 5. Pangimpas Buta Ong Ang bute siksa ayu werdi sarwe mingmang gune wisic wine siniem Nunas Tirta Suci. Mang Ang Ung namah. karang. 5. Yan tan wenten bate paras wenang (sesuaikan dengan situasi dan kondisi). pangi HyangHyang ire Sang Hyang tari sandie. tri aksara. maka pangulaning jane pade. wewangunan. se be te a i na ma si we ye. peras penyeneng. merajah padme. kewasa sire mangane ringulun. Kita sang kala bumi. tule manuk tiga kali ucap (3x) Nyikut. canang tubungan marerep.1. Mantram pengurup pasupati. Upakara dan Mantra Mengukur (nyikut) Karang Daksina.

Piteges Sesajen Banten pengambean mapiteges = pemanggilan atas atma (urip) Banten sambutan mapiteges = mapekukuh sang hyang atma. Ong name siwe ye. 6. 6. gangge dewi. Ongkaresare buana pada mertha manahare. Muput Tirta Gede (Sapta Gangga) Ambil sekar. Ong utpatike sure sance utpetiwe garasce. tadu name merthamjiwani. 1987:41-48) 6. Banten janganan mapiteges = pasuguh nyama catur. utpeti sarwe itance. (Gambar.1. Om bayu sabda idep sudhanta nirwiggnam ya namah Om sidhi ya namah (pentil sekere kepedewekan) Ambil dupa. Ang Ung Mang namah. Gangge terangge same yukti.1. O mom rahphat astray an namah Om mang iswara ya namah . Om om wisnu alungguh haneng sesantun bhatara guru anugraha Ingsun sakeluwiring tinuja den insun tan amiruda ring sira (dupane celekang ring daksina) Ambil sekar.Ong Aum dewe paretiste ya namah. Om om rahpaht astra ya namah (sekare pentil kearep) Ambil dupa. Samune mahe saresta sarayu ca maha Nadi. 5. Persiapan Muput Piodalan Alit. Ong sa bat a he i. wipase kausiki nadi. gangge sahe serame dini. Ong gangge saressuati sindu. utpetiwe sari wahinan.7.1. Om ang dupa astra ya namah Ambil sekar.1. Nganteb Piodalan Alit. Ong gangga dewe maha punie.

4.... .Om puspadanta ya amerta Sampalaya ya namah (sekere pulang ke rerean/sangku) Ambil dupa Om rum kewaca ya namah (sekere pentil kearep) Ambil sekar (pangastawa Sapta Gangga) Om sang Gangga ya namah Om sang Sindhu ya namah Om sang Saraswati ya namah Om sang Erawati ya namah Om sang Garoda ya namah Om sang Sandisuta ya namah Om sang Narmada ya namah (setiap mantra bait mantra mengambil sekar.1.. Om Ang Kang kasulkaya ya namah swaha (pentil kearep) 6......2. Ngawit Nanggen Genta Om omkara sadaciwa stah. Ngastawa Tirta.Om Om namah (.sancayam Om Mang Om Ang... spulingga Siwatatwatca Om gentayur pujiate deah... genta sabda prakasyate......3. kemudian dipercikan: Om jum siwa sampurna ya namah Om ang namah. arbawa bawa karmasu waradah labda sandeyah warasidhi nir.. jagatnata hitangkarah abiwada wadanyah...Suara genta) Ambil cendana bija. om ung namah. om mang namah Om ing namah Om rang ring sah prama siwa amerta sampalawya ya namah swaha Om rahpat astray a namah angilangaken sarwe mala petaka ya namah Om basme idam purnam gohya angilangaken sarwe mala petaka ya namah Om puspa danta ya namah 6. Om Ang Om Mang. Omkara parikirtitah candranadha Bindu nedatam...1. Genta sabda mahesratah.. Setelah selesai muput tirta Gede....... dan masukkan ke keren/sangku) 6...1.....

Om awignam astu tatastu ya namah swaha Om Sudantu satu tatastu astu ya namah swaha Om purnamtu astu tatastu astu ya namah swaha Om sukantu astu tatastu astu ya namah swaha Om sriyantu astu tatastu astu ya namah swaha Om rang ringsah paramasiwa aditya ya namah swaha. punyaih purna jalih samudra saitaih. Om Om Om Om Om ekasudha.6. Jaya-Jaya Tirtha.1. sabrama wijaya bawet.1. Muput Piodalan Alit di Merajan/Sanggah . utpeti wiserti warinem. kurwantu mamanggalam. Om iyate menggalam mertyu stala satru winesanem kawi wesya rakta tiyem.Om Gangga Sindhu sarswati suyamuna gondawari. narmada kaweri serayu. 6. 6.2.5. utpeti nawa gorasca. mahendra tenaya candrawati wemuka. kusta derestam kalasem parabha candra bhaswaram. yanamami karnu kartayet dirgayusan suwe peptu. Badra netrawati maha suranadhi kasya tascaya. Om mertyu jaya dewasya. sarwa bawa bawet bawat. Om utpeti surasca. Iswara Dewan Dewa putra Narmadha sarwada suda klesa suda petaka. Om dirgayu ayu werdi. saptawisudha. Om sri gundi suci nirmala ya namah Om kung kumara bija ya namah Om puspa danta ya namah Om agni ragenir jotir jotir Dupa dipastra ya samara tayem ya namah swaha. Om Sarwa pertiwi Brahma. sakti karanam mertyu jaya sarwata roga diksnam. 6. sudha sudha wariwastu tatastu astu ya namah awignem astu tatastu astu ya namah sriyam bawantu tatastu astu yan namah suciantu ya namah. Pengurip Tirta. Wisnu.

3. Lis (Pangastawa) Om pangadenganing janur kuning.2. Prayascita (Pangastawa) Om I Ba Sa Ta A sarwa mala prayascita ya namah Om Sa Ba Ta A I sarwa pape petaka.5.2. Om kala byonamah swaha. 6. Om Bhuta byo namah swaha Om Durga byo namah swha.2. papa petaka Geleh sarira Om sidhirastu nama ciwaya. 6.2.2. lara roga wigna prayascita ya namah Om A Ta Sa Ba I sarwa klesa dasamala geleh pateleteh. Ung Ang. Siwa ringgiting guru Tumurun utusan yang dewa Betara Kalebataning sarwa dewata Angilangaken sarwa mala. Sang Kala Ngulaleng. Ah Ah Om aksaram kertha buwana yadnya dirgayur Trigunaatmakm Dewa dewi bakti dewam Jagatnatha ya namah swaha 6. Sang Kala Preta. Sang Kala Prajamuka. Sang Kala Karogan-Rogan ayua kita pati rorogani. 6.4. Sang Kala Sakti. Pengulapan (Pangastawa) Om Mang. om Pisaca byo namah swaha. 6. Durmanggala (Pangastawa) Om indahta kita sang Kala Purwa. cuntaka prayascita ya namah Om sidhi guru srongsat osat sarwa wigna winesanem. Ngosokan Lis (Pengastawa) Om mangadeg sira janur kuning Tumurun Dewa Siwa angadaken lis Busung mereka meringgit Winastu denira dea siwa .2.6. Om Ang Ung Mang.1.2. ayuwe kita siligawe iki tadah sajinira penek lawan terasi bang iwak: (bawang jahe/antiga Bekasem /Ayam Ireng) yan manawi kirang tetadahan nira iki amet sarining daksina tukuken ring pasar agung kuwehan anak putun roang sira kinabehan aja sira kari ring kene den kedepsidhirastu Dang Guru Iswara.6. Byakaonan Om sadnya astra Mpu sarining wisesa tepung tawar amunahaken segau anglusuraken mala petaka cuntake kabeh.

. Mendak Kepanggung di jaba (Baruna Astra) Om paduka batara Baruna.7. sarwa buha kala sirnam.2.2. Medatengan ring Sanggah Om pranamya Dewa Sang lingam. 6.9.8. miwah bala amangan Betara. Manusanira anguntap anuwur paduka betara Kapendak dening canang kawisan Maduluran segehan panca warna wigraha paduka Betara pada nodya serdah paduka Betara melinggih ring parhyangan sinarengan katurang pujawali ring Betara kinabehan 6. pranamya Siwa sirwatam. 6.Maeron sarwaning laluwes Maweh ratna kumala intan. Ngastawa linggihang dewa di Palinggih/Sanggah Om pranamya Dewa sang lingam Sarwa dewata dewati dewanam Tas malingga ya winamah. ayuwe ta kita ngarubede.2.10. Ngayat segehan ring Natah Umah Ih iki sang kala Bucari. iki atadah sehegan nira ring natas soang soang. mawat emas tanpetune. Om Dewa nama maha Dewa mahat manem Guna suwarem sarwe lingga ranityam Tas malingga yainamah Om Brahma lingga ya namah Om Wisnu lingga ya namah Om Iswara linga ya namah Om nahadewa lingga ya namah Om sada Ludra lingga ya namah Om parama Siwa lingga ya namah Om Sarwa Dewa parastista ya namah Om sarwa dewa lingga sampurna ya namah. Yate enggonan hulun angilangaken leteh letuh Kasude denira Dewa Siwa Waspu paripurna ya namah swaha 6.2. Om sidhirastu ya namah.

. susur. Hyang Guru miwah paduka Betara kinabehan iki manusa nira I. toya pawitra pewasuhan tangan. pasucian. suwarga sida sidhica.sarwa jagat pramaditam. Mapiuning Indik Piodalan.. keramas. Kaatur ring paduka Betara kinabehan. guru iringan miwah saruntutannya. Om kara dyanta sang rudram Guryam sakti pradipanam Tarpana sarwa pujanam .2.. Om peramista peramisti paramarta namo namah Adi Dewa isanaya nakarya namah swha Om buktyantu sarwantu Dewa Butyantu sri lokanatha Segenah separa warha.. Hyang Ratu.2. iwak kawisan. maduluran tingasan sapradeg... Ngayab kawas pedatengan (angkat) Om indahta kita sedan penyarikan. wigraha paduka betara..12. pada nodya miwah angayap sari amukti sari. amukti sari kita asungane manusanira dirghyusa paripurna Om Ang Ah amerta ya namah Ang Ung Mang Siwa amerta ya namah swaha. pada ena kita ngelingan unggahanta soang-soang pada anadah. sinarengan keaturan segehe linggih. Om hyang sari hyang Ratu... daksina. malih paduka batara keatur Pejati pada prapta. Nganteb banten di pelinggih sami.2.. anginum.. pajrempenan udel kurenan. Om paduka Betara Hyang Sari. katur ring padanira Batara kabeh.. 6. sodan. 6. suku pangratan. 6.11. miwah bala waduan Betara kinabehan ajeg ajegta sira ajengan anglurah Agung Alit.. miwah betara sami..... manusanira angutaraken sarining pamendak..ngaturan piodalan dening peras.. Ngayab Banten Piodalan.13. lengewangi. sesarik..

. miwah Betara kabeh..15. dirgayusean suwe peptu.. Hyang Ratu . sambrama wijaya bawet. iki manusa nira I. dwitya sudha. Ngayab Penagi/Sesangi Om paduka Hyang Sari. Panca wisudha.2.2.. Om eka sudha. Ngayab banten Sambutan durung ketus Gigi Om kaki prajapati nini prajapati kemuandaningulun angilangaken mala petakaning wong rare sane durung kepus untu mangde tan nagletehin ring rat kabeh. yanamami karnu kertiyet. sapta wisudha. praba candra baswaram Om mertyum jaya dewesya. kusta derestem kalesem. sad wisudha. Ngayab Banten Pangemped lan Soda aturan Om pranamya baskara dewam Sarwa klesa winasanem Prenamya ditya sarwatem Bukit mukti sarwa paranem Om sarwa baktem sampurna ya namah Om ksma sampurna ya namah Om treptyem ya namah Om rang ringsah parama siwa aditya ya namah 6.Prasidyantu astu sidhinam Sakaram nyan maha amerta Omkara candra nyante namah Namah nadha omkara amertha Boktayet Dewa Sampurna Om Hyang amuktiaken sari Om Hynag pretama Hyang Sama Hyang antinggala sari amerta Hyang Miwah sang butha Raksa Lan Nyoman Sakti Pengadangan Om Sidhi Hyang astu ya namah swaha.14. 6. 6.16. Kawiwesya rakte tayem. Om dirga ayu werdi sakti karanam mertyu jaya sarwata roga diksenem.17.2. Om sidirastu sampurna ya namah.2.. 6. Om iyate manggalam mertyu setala satru winasanem. catur tya suda. Tri Sandya . tritya sudha. sarwa bawa bawat bawet.. punagi ipun katawur mangkin marupa . Om suda suda wariwastu tatastu astu ya namah.

Santih.2.18. Muspa (Ngaggem Panca Sembah). ngawit: Om bhur bhuwah swah tat sawitur waremnyam bhargo dewasya dhimahi dhiyo yo nah pracodayat Om Narayana ewedam sawam yad bhutam yac ca bhawyam niskalanko niranjano nirwikalpo nirakyatah suddho dewa eko narayana na dwityo asti kascit Om Twam siwah twam mahadewah Iswarah parameswaarah Brahma wisnusca rudrasca Purusah parikertitah Om Papa ham papakarmaham papatma papasambhawah trahiman pundarikkaksa sabahyabyantarah sucih Om Ksamaswa mam mahadewa sarwaprani hitangkara mam moca sarwa papebhayh palayaswa sada siwa Om Ksantawyah kayiko dosah ksantawyo wacika mama ksantawyo manaso dosah tat pramadat ksmaswa mam Om Santih. Sembah puyung . Santih Om 6.Sebelum Tri Sandya di mulai bersihkan: Tangan kanan dengan Mantram: Om Suddhamam Swaha (Om bersihkanlah hamba) Tangan kiri dengan Mantram: Om ati Suddha mam Swaha (Om bersihkanlah hamba) Mantram Tri Sandya.

Om. Santih. Santih. Tumuli masirat ring raga: Om Ang Brahma-amrta ya namah Om Ung Wisnu-amrta ya namah Om Mang Iswara-ammrta ya namah Akena bija. sarwa rogha winasana ya namah. sarwa kalusa winasa ya. Mantra bija. Ngremeki bija (mengaduk. sarwa papa winasana ya. di atas tangan) .Om atma tattwatma suddha mam swaha Pesaksi ring Surya Om Adityasya param jyotir Rakto tejo namo’stute Sweta pankaja madhyastha Bhaskaraya nano’stute Sembah Ketuju ring Istedewata Om namo nama dewa adhisthanmaya Sarwa wyapi wai siwaya Padmasana eka pratistaya Ardhanareswariya namo namah Sembah Nunas panugrahan Om anugraha manaoharam Dewa datta nugrahakam Arcanam sarwa pujanam Namo sarwa nugrahakam Dewa dewi mahasidhi Laksmi siddhisca dirghayuh Nirwighna sukha wrddisca Muspa ring Sanggar Tawang/Padmasana Om aksam nirmalam sunyam Guru dewa byomantaram Siwa nirmalawiryanam Rekto omnkara wijayam Sembah Puyung Om Dewa suksma parama cintyaya nama swaha Om Santih. Om Idham bhasman param guhyam.

kanacin mama raksatu. Ksantawya kayika dosah.20. Ksantaowyo wacika mama.2. Den kadi langgengning surya candra Teteping pageh bayu premanannya Sang trimaggalaning yadnya Anganti-nganti sabad rahayu Ametuaken ratna kencana Om sah osat ya namah swaha. Nyimpen Bajra. hinamantram tatwaca.2. Hinaksaram hinapadam. baktihinam maheswara. Tatpramadat ksama swamam. ring sirah : ring lelata : ring tangkah : ring bahu kanan ring bahu kiri : Om Ing Isana ya namah Om Tang tatpurusa ya namah Om Ang Aghora ya namah : Om bang bamadewa ya nama Om Sang Sadya ya namah 6. . Pengaksama ring Dewa Betara Om ksama swmam mahadewa Sarwa prani hitangkarah Mam moca sarwa papebyah Palayaswa sadasiwa Papoham papa karmham Papatma papa sembawah. 6. sada siwo namo stute. Ksantawya manasa dosa.19. Trahiman sarwa papebyah. Mantrahinam kryahinam. hina baktim hina werdhin.2.Om bang Bamadwa guhya ya namah Om Bhur Buwah Swah amrta ya namah. paripurnem tadastume.21. Margiang Benang Tebus Om purna candra purna bayu. yat pujinam mahadewa. Om Ang Ung mang. 6. Apasang bija.

1. O Pawamana Dengan suara gemuruh. mengusir mereka yang tak beriman. Canda Gayatri (Sukta 13) Melalui kain saringan Soma yang suci mengalir Ketempat khusus untuk Indra dan Wayu. Dengan bebas ia mengalir.1. duduk dalam mibar upacara.1. kepada pawamana.2. sambil mengalir bawalah sejumlah makanan agat kami Dapat menengankan harta: Indu. Diiringi kidung untuk menjamu Dewa-dewa. Tetes-tetes soma yang suci dicurahkan. Tetes Soma yang memberi kekuatan besar agar jaya. Canda Gayatri (Sukta 14) Kesungai tempat peristirahatannya. Dewata Pawamana Soma. bila telah bercampur susu. dihias oleh putra-putri pendeta. Resi Kasyapa. Membuat susu seakan menjadi bajunya. 2001:6-13) 7. Om apah teja bayu mulih sira ring bayu sabda idep. .Om Om namah. Dan kekuatan pahlawan. dan mengeluarkan suara yang dimiliki. Memandang cahaya. meninggalkan tempatnya. (Wesesa. giat melakukan kewajiban. Asita atau Dewala 7. engkau yang memohon pertolongan. Dengan nyanyian. Dan bertemu dengan kawannya sendiri. Ketika lima bangsa itu. membuatnya yang Perkasa. 7. kepada Pendeta yang dituang untuk menjamu Dewa-dewa. Persembahkanlah nyanyian. bawalah kekuatan yang megah Semoga air yang mengalir memberi kami kekayaan melimpah. O Pawamana. Ragane ketisin/siratan tirta x3 lan inem. Yang bijaksana mengalir membawakan lagu yang sangat dicintai. ia melewati jalan berliku-liku. Usirlah musuh-musuh kami. Laksana kuda yang dipacu oleh kusirnya air dituang demi kejayaan mengalir melalui kain saringan. 7. Tetes soma turun dengan suara gemuruh lakbana sapi perah Memanggil anaknya: Ia mengalir dari tangan Sebagai pemberi kebahagiaan yang dicintai Indra.1. Melalui jari jari halus. Ya. Lalu semua dea menikmati dengan gembira minuman yang memberikan kekuatan besar. Ia seperti pemuda yang tampan. dan menginginkan susu.

kawasan sapi melakukan pekerjaan sebagai pahlawan. daksina. penyeneng. daging ayam. Canda Gayatri (Sukta 16) Pemeras yang memeras Soma Mempersembahkan airmu yang memberi semangat dan kebahagiaan: getahmu mengalir laksana banjir. Dengan kekuatan kami alirkan air melalui saringan Dia yang memberi kekuatan dan sapi. adalah. Airnya bercampur dengan susu. Manusia menghiasnya dalam tong. itik. ia yang patut dihias. Canda Gayatri (Sukta 15) Melalui jari jari halus dengan nyanyian. nasi enem ceper masing-masing dengan ikan/daging yang berbeda. melalui jalan yang bersinar. yang sangat membahagiakan. ajuman. kuda yang berani mengeluarkan kekuatannya.Jari-jari yang cekatan mendekat.2. Ia.3. Datanglah Soma. memberikan harta kekayaannya Memasuki waduk-waduk. Mereka memegang punggung Kuda yang aktif. 7.4. kuda yang kuat. Dengan pikiran yang suci ia tekun memuja Dewa-dewa. 7. Upacara Bajang Colong 7. Pergi menuju tempat indra. sebagai sahabat yang setia. Ia yang memberikan makanan berlimpah. Laksana kuda yang baik ia dikendalikan. kemudian keduanya dialasi . tempat yang abadi berada. Kemudian dilengkapi dengan dua buah “kuakang” (sejenis jejahitan) yang berisi nasi lauk pauk dengan sesate. suci sorohan alit. banteng yang mengembalakan. dihias oleh sepuluh jari dan tujuh lagu. dihias dengan sinar-sinar emas yang indah berkilauan. 7.1. pengambeyan.2. Bersenjata lengkap.1. dan mengasahnya.1. Yang menguasai air. (Sadia dan Gede Pudja. menghias dewa kekuatan. terdiri dari: peras. Ia mengacungkan tanduknya tinggi-tinggi. daging babi dan kacang-kacangan. Banten ini berfungsi sebagai pembersihan terhadap jasmani anak. Ia bergerak. melalui jalan yang kasar. 1984:14-17). Engkau merupakan seluruh harta yang ada dilangit dan dibumi. Banten Pasuwungan. telur siput. Pahlawan ini datang dengan kereta yang kencang. pengelukatan. Dia.

daksina. Anedha anugraha Sang Hyang widhi. Om Gangga sapta jiwa ya namah Om Gangga mili ya namah . Wastu geseng dadi awu. Spatika warna Dewata Sarwa busana raktakham. Iki manusanira sang rare. Om indah ta kita sang Utasana. Puja Pengelukatan Brahma. Puja Brahma Ring Pawon Om Brahma namas catur Muka.2. dilengkapi dengan ajuman. Selanjutnya mohon penglukatan ke Batara Wisnu. Adya Agni surya spatika. Mala papa petaka ning ipun Sang rare. telur ayam mentah dan uang 25 kepeng. pengulapan.dengan bokor yang berisi beras. penyeneng. benang.2. 7. 7. pengambeyan. pengulapan. Om Danda astra mahatika. sirih tempel. daksina. Puja Wisnu ring Sumur. Banten Pengelukatan di Dapur Peras dengan tumpeng berwarna merah. Mekadi Hyang Brahma.2. dan sorohan alit masing-masing sebuah serta sebuah periuk yang berisi air dan bunga harum untuk mohon penglukatan. dan sorohan air masing-masing sebuah serta sebuah periuk berisi air dan bunga harum untuk mohon pengelukatan. Sarwa satru winasanam. Atma raksa nabi stana.3. Brahma Angi rakta warnaca. Om Angre genir ujar alania ya namah. penyeneng. Banten Ring Sumur Peras dengan tumpeng berwarna hitam. Sira maserira sarwa baksa. Ingsun minta pemunah papa Mala petka lara rogha paripurna. Angeseng lara rogha Wigna. Om Sidirastu tat astu ya namah swaha. ikannya ayam hitam dipanggang. pengambeyan. ikannya ayam biying dipanggang. Om Gangga meneng mijil saking pretiwi. dilengkapi dengan ajuman.

Om Sryham Bhawantu purham bhawantu Sukham bhawantu Om Sidhirastu tat astu nama swaha. Peras dengan tumpeng berwarna putih. Om pakulun Sang Hyang Guru Reka Sang Hyang Kawiswara Sang Hyang Aji Saraswati. Pengelukan ring Kamulan. Wisnu Iswara Mekadi Sang Hyang Surya lintang trenggana Hulun andha nugraha Sang Hyang Tri Purusa Anglikat Dasamala lara rogha Wighna Danda Upadrawa Sang rare Om Sidhitastu tat astu nama swaha. Banten di sanggah Kemulan. 7.Pakulun Sang Hyang Widhiwas Mekadi Sang HyanWisnu Hulun aminta sih kertha wara nugraha Sang rare menawi aktepuk kategek olih Sarwa Bhuta Menawi kari ring Sumur Agung Naweg angantuk akena bayu premanan Ipun ring ragha sira Hyang BhatariGanggapati. Om Guru Dewa Guru Rupham Guru Madyam Guru Purwam Guru Phataram Guru Dewa Sudha Nityam Om Brahma Wisnu Iswara Dewam Jiwatmanam Tri Lokanam Sarwa jagat pratistanam Sudha klesa winasanem . pengulapan. Suksma Sang Hyang Brahma.2. dilengkapi dengan ajuman. pengambeyan. daksina. ikannya ayam putih dipanggang.4. penyeneneng. Selanjutnya ke Leluhur. dan sorohan alit masing-masing sebuah periuk berisi air dan bunga harum untuk memohon pengelukatan. Om Dewa Dewi Tri Dewanam Tri Murti Tri Lingganam Tri Purusa Sudhatmakam Sarwa Jagat Pratistanam.

Om Ratna Birna Rupham Sambu Dewam Ngarcanam Mretha Sudha Mala Purnham Sarwa pataka nasanam. Penglukatan Matakep Guungan Om Brahma Wisnu Iswara Dewam Tri Purusa Sudhatmakham Tri dewanam Tri Murti Tri Lokanam Sarwa Wighna Winasanam Om Pitha warna maha dewam Mretha pita purna jiwam Wighnam Klesa winasanam Sarwa rogha wimoksanam.Wighna Dosa Winasanem Om Guru paduka dipata ya namah swaha Om dirgayur amrta ning ragha langgeng Angapus aken lara jwitane kang tinebas tebas Sira Sang Hang Hyang Pramana Amuwuh tuwuh Tunggunen Om dirgayur amrtha urip sidharastu tat astu nama swaha. Om Siana rupham ratna pranam Sangkara Dewam Salnglinggam Gangga marupa pawitram Sarwa Dusta Winasanam. Om pratama sudha dwitya sudha tritya sudha caturtya sudha pancami sudha sudha sudha sudha wariastu ya namah swaha. Om Nawa Ratna Rupha Dewam Surya Koti Pre Prabha Swaram Siwatma Siwa Murthanam Swara Wighna Winasanam. Om Sarwa papa sarwa kyasha Sarwa satru sarwa boyo winasanam Om prtatama sudha dwitya sudha tritya sudha . Om kresna ratna wisnu Dewa Kresna tirtha Maha Punyhyam Sarwa durga Winasanam Sarwa Bhuta Wimoksanam.

dilengkapi dengan jajan. Puja Ngayab Banten Bajang Colong. tulung. Om Pakulun kaki semaya nini semaya Hulun aminta angliwat aken semayan ipun sang rare Luput akenan sakeng danda upadrawa lara rogha. ceper pertama berisi guling katak. Semua itu diberi hiasan dari kapur yang berupa tapak dara serta gambar muka manusia.5. Sedangkan ikannya adalah. buah-buahan dan canang burat wangi. sesayut. Puja Penebusan rare. Selebihnya dihiasi juga dengan penjor dari pelapah daun enau.Catur sudha pancami sudha sudha sudha Sudha astu tat astu nama swaha. sampyan tangga kecil. canang burat wangi. kemudian didalamnya dimasukkan sebuah pusuh biyu (jantung pisang serta dilengkapi juga dengan pelapah daun kelapa yang bolong. pada lidinya diberi bunga pucuk merah seperlunya. Iki tadah sajin nira Aja sira anyengkalen Sang rare Apan sampun kajenenganne den kaki Citra gotra nini citra gotri. Om pretiwi apah bayu teja akasa pretiwi Sangkaning ganda mulih sangkaning pretiwi Apah rasa Apah Bayu ambek Bayu Teja rupa Teja Akasa Sabda Akasa Jangkep ikang panca tan matra Sidhi panglukatan pangleburan sarwa Mala ring rat bhuana kabeh. Adapun bantennya adalah sebagai berikut: dua buah penek dihiasi dengan ceper. ceper keempat berisi guling ayam semulung (ayam kecil). Selanjutnya banten Bajang Colong adalah: peras. . belayak yang tidak ada isinya dan gantung-gantungan dari janur. Kemudian dilengkapi juga dengan tegen-tegenan.2. Banten Bajang Colong. semua banten ini diletakkan diperempatan jalan. Setelah selesai upacara. 7. Pusuh pisang tersebut disisipi uang tiga kepeng sedangkan papah bolong yang dihias yang diberi selimut popol bayi digantungi ketipat. ceper ketiga berisi guling balang. buah-buahan. ceper kedua berisi guling capung. Sebuah buki/periuk tanah yang bagian bawahnya bolong/pecah diberi kalung tapis.

Mangke ulun minta sih nigraha. Om namanya samodaya Sama angadegana Angruata. denabecik. Bapa Lengis. sahut bagia ring sang kala ipun. Sang bajang bolong. Om sang papah bajang. bapa Colong. Aja sira anyumet anyedot. sang pretanjala. sang Metri Sag Kurusya. Sarwa sahananing bajang-bajang. Jangan satungkeban. enak amangan anginum. Natab Bajang Colong Om dirgayusa awetning angapus aken balung pila pilu Angapusaken letuhing atmane sang rare Tungunwn ring Ira Sang Hyang bayu premana Amangguhaken tuwuh ipun dirgayusa awet ning urip. Seger waras emban sira sang rare Serahina utawi wengi. Wastu pakulun sidha rahayu diegayusa. Aturu ameng-ameng lupute ring lara roga. Riwusta amukti sari. Mwah Sawehning Maharan Siea Sarwa Bajang Susila. Menawi wenten kirangan ipun. Bapa Semer. Mekadi Bapa Bajang Babu Bajang. Om Syah syah syah poma poma poma. Sang garga. Nyama bajang satus dwangdasa kutus Iki tadah sajinira.Om Sang Hyang Korsika. I Malipa. I malipi. Kukuken ring pasar agung. Asunggana rare ring ulun. Bapa Toya. Asing kirang asing luput sampun ta geng sinampura. Pamuliha sira ring desanta sowang-sowang. Iki jinah satak selawe lan lawe satukel. Bapa Papah. Om sakwehning aran ira babu bajang kabeh. Apan ira ngawe ala ayu. aminta sira sari lan babekelan nira kabeh. ala traja kang tinebas tebas Kaprayascita sakwehing lara rogha wighna . turunen atamne Sang rare ring walunaya manih. bapa Dodot. amukti sari sira.

(Sebagai upacara terakhir dimerajan adalah sembahyang bersama. Putun ira si karang jaran Sira anak anaking beligo Ingsun anak-anakan pusuh Ingsun anak-anakan batu Ingsun anak-anakan antiga Insun anak-anakan manusa Angantosaken lesung mesean Watu Kumalase Bentar piaruh pitu . Mulih aken pranamya maka kutus dwangdasa kutus. tan keneng geget wewidinan. nurun aken sang rare ring lemah turun ayam ameng-ameng.6. asungane urip teguh timbul abujangga kulit. Om pakulun kaki citra gotra Nini citra gotra. Awates awatu makocok. terutama bagi sang anak. awalung wesi. hulun aminta nugraha. Amerta urip waras dirgayusa. 7.2. Puja Ngelinderin Lesung.Papa klesa ring sang rare. (tempat menumbuk padi) Om sang wawu pada Anak sira si Tunggul ametung. Sarwa kencana sri sedana. Om Sang Bang tang Ang Ing. Bhatari wastu. Upacara Natab sambutan. Maring ragha walunanya Sang cabang bayi. Autot kawat. Katur ring bhatari amamngkurat. bhatari kadep. Nang Man Sang Wang yang Om Sri pasupat um phat. Puja rare Tuwun (turun) Tanah. Iki aturan ipun sare hasta. Akulit tembaga. anganti atungked bumbungan. mengelilingi lesung dan taman serta memakai seperangkat perhiasan. Diawali dengan proses upacara si anak turun tanah. Dan dilanjutkan dengan natab banten tigang sasih di bale). yang didapatkannya.

Mangkana tuwh Sang sinambutan.. Om pakulun kaki semaya.. Pinayungan kala cakra.. Sambut ulihana atma bayu premanan si cabang bayi maka satus duang dasa kutus mapeki ring ragha sariran ipun. Puja ngemolihan Gelang Kaki. Om Pakulun Prajapati. Niki si cabang bayi tinuntun dening prewatek Dewata. (selanjutnya adalah ritual natab). Mangidul. Om sidhirastu tat asttu nama swaha. Om Padmasana yan namah Mang Ung Ang Om Dewa Prastista Ang Ung Mang Om Pratama Sudha Dwitya Sudha Tritya Sudha Caturya Sudha Pancami Sudha Sudha Sudha Sudha Astu Tat astu ya namah swaha Gelang Tangan.. Nini semaya. hulun aminta ngeliwat aken semaya Ne si rare .. Om Pakulun kaki sambut. . tan edanan sambut alit. Puja Penyambutan. Iki tadah sajin nira kajengana den ira kaki citra gotra nini gotri. Yang lunga mangetan. Om Karasana ya namah Mag Uang Ang Om dewa Pratista Ang Ung Mang Om pratama sudha Dwitya sudha tritya Sudha Caturya sudha Pancami Sudha Sudha Sudha Sudha Astu Tat Astu ya namah swaha. Mogha luput ring danda lupat lara rogha wighna sadamala. Pinangeran wesi. Nini Sambut. Puja Ngelinderin (mengelilingi) Taman. Mangalor Lan mangulon mwang maring madya.

Hulun anedahe sih negraha ring kita.Sang Citra Gotra. Santume sapta wredhi. Wredhi pradnyan sukha wredhisca. Kumara Stawa Puja. Om Hrang Hring Syah Parama Siwa ditya ya namah swaha. Kawitan Stawa Puja. Om aditya syo paran jyotir Rekto teja nama stute Swetha pangkaja masyaste Bhaskare ya namo stute. Surya Stawa Puja. Om Guru Dewa Guru Rupham Guru Madyam Guru Purwam Guru Pantaram Dewam Guru dewa Sudha Nityam Om Brahma Wisnu Iswara Dewam Jiwatmanam Tri Lokanam Sarwa jagat Pratsinam . Om ayu wredhi yasa wredhi. Om kama Dewa Pita Warna Guru Dwayam Stita Nastham Singaraja maha Tanam Sarwa papa harat sidhi Dewa Kumara Rasasca Sarwa rogha praharanam Sarwa satru winasanam. Daweg sambut ukapi atmane si Cabang Bayi. Om Dewa Dewi Tri Dewanam Tri Murti Tri Lingganam Tri Purusa Sudhatmakam Sarwa jagat pratisnamam. Om Surya jagatpathi Dewam Surya netram tri bhuh lokham Dewa Dewam Maha Saktyam Brahma Surya Jagatpati. Dharma sentana Wredhica.

Samdaya Stawa Puja. Om guru Paduka Dipata Ya namah swaha. Om Toya gadem sathem samara payami Om toya gangga pawitrani ya namah Om Pang pradyarga Ca naman ya namah Om Cang Camanan sudha ya namah Om jang jihwa sudha ya namah Om Om pawitra ya namah Om Ang Ung Mang parama gangga ya namah Om sampurna ya namah swaha Puja Pamarisudha Banten. Om Hrang Hring Syah parama siwa ya namah swaha.Sudha Klesa winasanam. Puja pengaturan Toya pasucian. Om Purwa Thitam ya namah Patni rudra Tapa sidhi Dewa jatham sudha swamam Sentana nugrahakham karanam Om gori uma natha swamam Rudra Deha tapa sidhi Yasa Swatham guna pati Bhakti nugrahakham karanam Om Hrang Hring Syah Uma Dewi ya Namah swaha Puja Ngayab banten Sambutan Om Kradyanta Sang Rudram Ghuyam sakti pradi pranam . Om Smadaya nama Siwa ya Daryastha Samyo Ganam Nmaste Bayu Akasa Sarwa Dewa Nugrahakam Sarwa Sarwam ya namah. Om Pretiwi Nama stute Basuki Candra Ditya Gana Kuwriya stawa Saraswati mahe Swaram Yama Indra Masangga ya Rawe Srewana Sangga Moha Dewa Bhakti ya nama swaha.

Tarpanam sarwa pujanam Prasidyantu astu sidhanam Saka ramyam maha amretha. Om widya dana ya namah Matanggana taya mahardya aran ira Duk hana ring pretiwi Akasa apah semara. pakulun anyuda leyuh ipun teka sudha lepas malan ipun. Puja Natab Linting Om agni murub angabar abar Saking madya sakalangan Urubira gni ira bhatara Siwa Anglukat Anglebur sakwehing sungsung bayu pati sang rare.autama Sekadi tinuduh Sang Hyang Tri Purusa. Puja Panglepas Awon. Om Hyang Amuktyam sari Om Hynag pratama hyang sama Hyang Asntinggala sari amrtha Hyang Om Sidhirastu tat astu ya nama swaha Om bhuktyantu sarwa dewa Bhuktyantu Sri lakananta Saganah sapariwarah Swargah sada siwasca Om Dewa Bhoktra laksana ya namah swaha Om dewa Trepti bhoktra laksana ya namah swaha. Saguna kayanta . Om kara amrtha boktayed dewa sampurna. Om Pakulun bhatara brahma Wisnu Iswara. . Aran ira tinitisang tirtha khamandalu Siniratan maring swarga lokha Denya sang hyang jati nirmala Tumuwuh ta sira maring marcepada Manadi ta manusa lwih Tata rinambut sinambut ayu Sukertha ginawe. Om kara candra nyamta Namah nama nada. Hyang tryo taya. Manusanira Si cabang Bayi anglepas Awon Ipun ring Bhatari Tiga.

Om Sang Hyang malinglang Angeruwata mala Om Sang Bang Tang Ang Ing. Om eka wara dwi wara tri wara catur wara Panca wara Mhoktayed peras sidharastu Astu nya namah swaha. Om Om Om Om Om Om Atma Paripurna ya namah jwita pari purna ya namah sarira pari purna sukha bagya pari purna ya namah Siwa amretha ya namah pranama Siwa amretha ya namah. Puja Matebasan Om Nadaya Samadaya Sama anggadegana sama lakwa Lulur aditya angeruwata dasa mala Mal trian ipun Sang binersihin Matebasan taman sudhamala Sakalwirin dasamala Lara rogha papa klesa petakan ipun sang tinebas tebas Sudhamala la laha ring sang Hyang Biksantri. Om Sang Hyang pramana mekadi Sang Hyang Urip. . Om Dirgayur jagat amretha Sarwa merana wimur citram Om sudha sudha sudha Om Ang Ah amretha sanjiwani ya namah swaha. Om Dewa Byotayed peras Sidhirastu tat astu ya namah. Om Panca wara bawet Brhama Wisna Sapta Waranca Sad awara Iswara Dewanca Asta wara Siwa jneyah. Puja Natab Kerai. Urip waras dirgayusa Om apah bayu teja akasa pretiwi jiwatmanam pramanam. Puja Natab Peras.Puja Sesayut Pageh Urip. Ingsun aneda nugraha Sang Hyang Widhi.

Surya sweta warnen. (Swastika.Nang Mang sang Wang Yang Om Suksma hrah phat astray a namah Om Sang Hyang Guru reka tenaya Manusan ning sira angaturaken sarwa sesayut pageh urip Katur ring paduka bhatara Samadaya. Om pranamya sira de sang lingam Dewa lingam maheswarah Sarwa dewata Dewati dewanam tasmai Lingga ya namah. Busanem ratna swetanem. Sarwa buta winucatem. Om Ang Ah amretha sanjiwani ya namah swaha. sarwa sweta sudha niytem. Purusa sweta pawitrem. 2006:99-134). Sarwa wiyadi niratarem. . Mantra watek dewata maider (Iswara astawa purwa sentanania) Ong giri murti sweta wrnan. Iswara dewa murtinem. Om Dewa rupha Mahadewa Mahatmanam dane Swara Lingga rupha wara nityam Tasmai lingga ya nama namah. surya Koti praba jualem. sarwa dewa pranamaykem. Om nama stute lingga rupaya stiti lingga ya namah lingga rupha wara nityam Tasmai lingga ya nama namah Om Siwa lingam Om Om Sadha siwa lingam Om Om parama siwa lingam ya namah Om hrang hring syah lingga Ya namah swaha. Iswara dea salinggem. Meru rajata baswarem purwa desa pretistanem. Purwa Iswara arcanem. santa juanem sudhem nityem. Puja Nyeneb. Wigena kelesa wina sanem. Om sudha sudha sudha ya namah sawha. manik.

Nugrahem sarwa lanem. Sandi katuwem wigrahakeem Tatwa guyaksarem matem. Wigena kelesa wina sanem. Suda papa wigena sawatem. Jagat wigena wanasanem. Biksukem satri labatem. Pancawikrama deahem. catur buyem murti swarem. Sarwa dewa pita narem. Buh loka sarwa anayem. Suksma diyanem. Swakiyem wigrhakem. Sarwa dusta wemoksanem. Labate sude sudanem. nana garagoyem swarem. Sarwa praja pradi panem. Sarwa kriyo dusta citem. Sarwa karya prawitranem. tatwa salinggem. Sarwa pradnya sadasem. . Sarwa karya prawitranem. Suksma tatwem parajnyanem. maha wiryem. Moksanem sarwa roganem. Sarwa jagat pretistanem. Mukti bukti wiya palem. Yadnya dewem krayem. Iswara dewa mutinem. Satriya wibuh mukti buanem. Macute wigena keranem.Sweta warananta Iswara dewaem. Iswara linggem. Praba sweta trinayem. Bajrakasara murti diyanem. Brahmanem waksidyem mantrem. Pradnya widyem sara swatem. Jaya wiya sakti sriyem. Murdanem. Satrunatwana sama saran. Sarwa kriyem basmi citem.

Sarwa buh bawinasanem. papa klesening rat kabeh. Kinepungi nawaratna inaranan Sang Hynh amerta Kamandalu. Panglukatan Mala. mewasta sesayut durga yusa. Angenjutakna. Ong Sang Hyang gangga suci. Pape klesanaingrat kabeh. muah panglukatania. ila.Sarwa durganem wikarem. Mijil sakeng amprunira Sang Hyang Sadesiwa. Sira ta amburaknean sakwehing papa kelesa. (gering lara. danda upoadrwa ikang rat kabeh. Sang Hyang Guru Wisesa. muang gering tuju bayu. 1986:23). Sira sang hyang tirtha meretha. Penglukatan Uma Tirta. Uma tirtha. Mijil sakeng papusuhan ira Sanga Hyang Prama Siwa Sira anirnakena lara roga wigena papa. winadahan kundi manik. Ong saha sidhi proadnyanaya nama swala. umertraya. resigana. 7. Ong Mang Iswara dewarcanem. Wirya pala jiwatmakem. nawa ratna. ong kara mantra. Swarasirem praja binem. Boga weredya pala buktem srinan sedana. maha sumber sang Hyang amerta. Mijil saking Brahma duaranira. Ong gangga suci nirmala. Akarikil nawa ratna. amerta Sanjiwa muah rikala nuju dina: budha Keliwon. . Dapat disembuhkan) Banten. Sarwa jagat sudha niyem. Ong Ung Iswara dewa ya namah swaha. sakotamania. (Made Gambar. Om gunung mas pucak manik. Purnama. Klesaning rat kabe. Wenang sangkepi sesayut. tuju angin. Apancuran selaka. Om antinira Sang hyang Brahma. Anggara Kliwon. Sire ageseng lara wiggena. Iswara dewa salinggem.7.2. Tilem (Wetania). ong nada windu ardha candra ya namah swaha. Sahe seyayut.

Sarwa wigene sanem. asah molah tri lokanem. sarwa lara winasayem. sakwehing lara wigena mala petaka upadrawaning bapa ibu kaki nini. sarwa wigera winasanem. Iswara dewa prestitem. Penglukatan Panca Geni (untuk orang tilas) (Iki wenang anggen ngelukat wong telas/tilas) Om Brahma kunda jagat patyem. Bhatari preiwi molah naga raja. . Madewa sudha salinggem. Ong Yang Ung. Ageni rakta murti dewem. Om Basudarem mahadewem. Sarwa keli kalu sanca. wenang ngawasakna ring ngagering. Sarwa papa aro-aro. Ageni sweta murti dewem. Sarwa satru winasanem. siwa sadha siwa. Magendra suksmam adnyanem. Lindu Gemana. Suka amaya namah. Sarwa drwimoksanem.8. 7. Brahma prastitem sari rarem.. sarwa jagat dukartarem.Maka uripning pawatek dewata nawa sanga maka partitanin Pandita ratu. Brahmanem loka seranem. mutyem. sarwa durna winasenem.9. Wisnu dewa masarirem Bayu nirmala tuju teluh tranjana. premanem sidhem ya namah swaha. Ageni kresna murti dewem. yuyut. 7. lupa lesu lelep arip. Gemanem pertiwi dewi.2. mertha gemanem pawitrem. Brahma kunda geni murtyem. Ageni pita murti dewem. Brahma murti sari rane. Om Awigne mastu lara sindihang. ipenala ilang kang dosa mala.2. muang manusa ring maya pada. ujar ala.

pageneyan. Ong sidhi rastu ya namah swaha (Gambar. maha bara ikang baya. Sri dewi sarira dewi. Durga dewi namo-namah. buta raksasa sa pisacan. soring sanggar tutuan. kapati-pati. Gangga gori perawak syanem. Yan arep rahayu ikang rat. gana bute banas patyem. Durga pati budha rupem. Dirgayusan jagatriyem. maduluran segean agung bawi butuan. ngelempuyeng. kaduluran gering kecacar. Sarwa wegena wina sanem. Brahma dewak sidhiogem. munggah suci laksana. prabhu wibuh suka wredyam.Lebur awu jati amukri nirmala. Santa rupem wibaksyanem. saha bute saha pranem. Om Budha murti webaksyanem. Pakulun Sang Hyang Budha loka-loka. Pecaru Gering Tempur. (sasab merana wang akweh gering ngebus. denagenep.1986:14). saha gelar sanga. Sattrya winoyo labatem. guling pebangkit. Sarwa jagat sudhatmakem.2. ring desa tepening samudra wisyan Betara Baruna miraga muah kalan betara Segara ngawisyanin. kala tri bute tri dweyem. toyo mawisa. maawanan pati (mati). sarwa praja wesar janem.10. Paduka Bhatara maka lingganing timangke. maka penyambleh malih jadma kabeh ngaturang daksina muang canang. 7. kaken pati. . Uma dewi Saraswatyem. wenang ngadegaken sanggah tutuan ring Dalem. Budha rupe kaliyugem. Tan pegat kageringan. gerubug. Ung Sudha mala maring papa jati ening. duang soroh. gering merana makuweh mati meweh ikang wang). Jaga satru durga scityem. asing pinangan dadi wisya.

Ngaturaken tadah sajinira. asing kirang. Sarwa papa winesanem Klesa roga wimoksanem.2. dadi akarang. 7. Pemadem bawi butuan. 7. Pemadem kidang bebek putih jambul wenang.11. 1986:22-24). kauh genahnia. geng rena sinampuranem. Sarwa wigene winasanem. (Agar diperhatikan dengan baik dan dikaji secara mendalam untuk kepentingan dengan tujuan kebaikan). sata kanguru. (Gambar. ingolah ketengan (11). Asing luput. muang siap putih siungan. Yan caru panca sanak tan milu kambing. Om Siwa Rudrem brahma takem. asu kelod kauh genahnia.2.Ndah wriping jagatraya. Pemadem kambing. paksi kokokan wenang. ingolah ketengan (4) dadi akarang. Agneni jualem masarirem. Sarwa lara winasanem. ingulah ketengan (66). Sate siap selem kaja genahnia. kambing kaja kauh genahnia. Yan tan mademang kambing. wenang kukur anggen pateh ring banteng Yan tan wenang mademang ciciri (kuluk). bebek bulu sikep. pateh ring asu. angsa pada wenang. Sarwa roga basmi sitem. Penglukatan Siwa Geni. (dagingnya bisa diganti) (Asubang bungkem. Ong Ang Ah Siwageni. dadai akarang. wenang siap kelawu gerungsang angge. Pemadem kebo. manusa paduka betara.12. Iki peretiyaksa kena/pedasang mekayun. Caru manca rupa. siyung wenang. Wenang bebek belang kalung angge. Siwa geni sudha ya namah Ah Ah. Sarwa petaka sampurnam. Roga dosa wimur citem. sami ngeed. Pemadem angsa sata buik bulu gadang wenang Yan tan wenang mademan banteng. bebek selem (wenang). pateh ring kambing . Prod bute ya namah. Sira sangadruwe sajen nira. ingolah ketengan (7) dadi akarang. sami ngajak suci.

namping pura.13. biyu mecarang. sebarang kuburan. Sang Hyang Kala Durga agawe lara. jaka mecarang. panes karang ika. ikang ageng nagih caru. tan pegat amilara. katumbak pangkung. Muah yaning tabuan kulit. malih jineng pungkat tanpa kerana. apan sampunang lakung ring petang dasa dina mangde puput mecaru. Ngaran kewala pinika cacad. muah wetunia kembar. panes karang ika. keni ketampig antuk aturupungkat punggel karipu baya ngaran. Muah yan ana ingon-ingon patik wenang-wenang (ubuan-ubuan) salah rupa. dados caru ika alitan. katumbak jelinjingan. muang puun. ngaran panes karang ika. tan wenang malih angge. wenang ngadekaken padma alit palinggih Ida Sang Hyang Durga Maya. pungkat muang punggel. Salwiring Pamanes Karang. talining budur. kewandania tambek antuk duin blatung. 1986:26-28). maung menadi nur. muah yan ana wong mentik ring bataran salu. yan langkung ring petang dase dina. muah katiban amuk kepanca baya. ring salu (bale) ring pakubuan. patuh panese. apan manusane menyama ring taru muah mamuatan idihang nasi. patuh panese. muang manusa salah pati ring pekarangan.(Gambar. Yan ring lumbung sanggah kemulan ayu ika. Yan ana pakubuan. palinggih Ida Sang Hyang Kala Maya. Yan ana karang tumbak. wong baya ngaran. muah yan ana kayu rempak. katumbak jalan.2. katumbak labak. namping bale banjar. muah nyawan ring umah. patuh panese karang ika. muah marga tiga. tunggal panese. panes ika: wenang rarung kesegara. Muah yan ana karang namping pempatan. samian. muah yan ana Nyuh mecarang. Muang ya ana taru salah pati. panes yan ana samangkana. kadi ageni baya ngaran. buangan ring paro nidi (ring segara ) raris gelarana panca tawur. wetune. wenang gentosin lakarnya. Yanana sanggah pungkat muang paon. muang . Kapanjingan gelap. anadi kala deset. tunggal panese. 7. wenang ngadegang pelinggihpelinggih padma. tugel gulune. Muah yan ana asu (kuluk) muah bangkung amanak tunggal. yan tan magawe pungkate. rurung. panes karang ika. andap.

sami taru ika ajak urip katekaning pati Muang yan ngingsirang padengenan. wakulange winangun urip. tekening kandang. Mapesengan I Gular Bumi. aktiban amuk. tan mangga ya sania. meanak i pemali pulung raksa. umah sane ngenahan tan maren miyegan wenang acinin karang ika. kita agawa\e apanjingan yang lalah. Ong kesma sampurnaya namah. mangaran I Guyangati. pada petang katih suwang. Ni pemali ingsun angundurang pemali agung. Iki Mantra: Ih kita buta jigra (jigra maya) marupa amanca warna. Ba.baktini. . sane atanding mesate lembat asem. dadi limang tanding. tumpengnia pada medanan mecaru bilang bucuning karang. Paramantrining pemali. Na. sembarang linggih widhi. kapurna denira sang bute jira mangsa. Wa. kasiratang rah. Perbekel ipemali ngaran : I Tunjakati Sedaan ipemali ngaran : I Sanriati. Ayam putih meolah. yan tan caruning ngimuh ikang kala buta kabeh. Ta. Sa. A. Si. Ma. saluwiring cuntaka kala baya. eka dasa ruang ira. Penyarikan ipemal ngaran : I Tumbak api. mati megantung. kesandering gelap. kalebok amuk. muang lumbung pebrahman. wanguduwe umah. ika teka wenang gingsirang. Malih caru karang kageringan. muang temahan dasania sanguduwe umah. I nyundar andir. Luwir carune (tawurnya). rahina wengi ketadah antuk kalan betari Durga. kita ratuning bute kala dengen. I. Semuanya itu harus di buatkan tawur. Puja Pemali Pakulun kaki pemali. karang angker. Ya Ong Ang Ong Mang. ika ngadekaken gering tan paingan. yadin anggen banten. Yan sampun tawurin enak sang kala bute kabeh matemahan ayu sang ngadruwe umah.

Pengasih Buta Muang Dewa. amukta ya sari lawan sama kira kabeh. wehana wado cara samodaya. sawah. suket. pulung. Satus kutus ananing pemali. Ingsun angadepana sang Hyang Tunggal. nini pemali paingkup agung.2. Ong sarwa pemala-pemali byoswaha. moro. tukad. desti teluh. paek. jengat. amgin. dewa mantaramasya. mausya sidya masya. . seme. 7. Juru candek ipemali ngaran : I pular-Palir Dewaning pemalai ngaran : Sang ratu Mejaya. Bujangganing ipemali ngaran: I Muyang-Maying. Panjak pemali ngaran: Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali Pemali bantang. teke kita kabeh pada patuh lingkup. tunggak. Rumasuk ring sariraning ingsun. trinadi sama baktya.Kasinoman ipemali ngaran : I Tuwek wesi. buta wigraha masya. wisnu. tunggek.14. brahma. amukti ta sari ring kahyangan sira suang-suang. asung anugraha. dirgayusa tekaning anak putu nira kabeh. jadma manusa punanu wehana urip waras. sangadruwe caru punika ana ganjaran nira katur ring kaki pemali. asanak ring punanu. sampun sira malih anggeringin. jalinjing. Apan aku umawak sang Hyang Brahma Jati.

Surya merta pawiranem Yogi-yogi sarwa dewa. Dwijendra baskara meretem. Brahma putra pratistanem. Siwa sada siwa sirwatem. (Gambar. Brahma peraja dipem lokem. (Gambar. Dwijendra purwa siwem. Om Sriam bawantu swaha.15.apan aku Sang Hyang Tunggal. siwa loka pratistanem. Brahma wangsabca. amatuha tri nadi. 1986:47-8). Siwa puja yoga meretem. siwa sada siwa meretem. Brahmo siwa murti wiryem. 1986:38). Tatwad nyanem siwem. Baskarem siwangga layem.2. ya sarwa wigena wina sanem. Bramana purwa tististanem. Sarwa jagat pratistanem. Sarwa roga wisnu cartem. Yoga sidyem murtinem. Ongkara mantra pujitem oma winayem maha wiryem. Sadasiwa maha wirye. Sarwawa dewamca. . 7. Dwijendra Astawa. Ong Brahmanem brahma murtiem. Siwa loka pratistanem. Dewa mantarem sidhi wakyem dewa sandi sang yogatem. astawem dewa paragiyem. Sarwa dewa masarirem. Brahmanem purwanem siwem. Brahma Wisnu Mahe Suarem. Ong brahmanem brahma murtinem. brahma siwa murti wiryem. Ong ganda pujiem Iswara nityem. Sarwa wigene winasanem. sing teke patuh ikup ingkup ingkup ingkup. Ong Guru dewem. s Sarwa dewa pratistanem. Nada grutyem dewa mantrem.

(Gambar.17. Merik siksa sarwa predana. Ong bajra patni niti dewem. Astawem maha seranem. dan setelah itu mandi seperti biasa.2.2. Pusatkan pikiran pada Sang Hyang Candra. Ong Ang Sang Hyang Candra ring netra kiwa. saksat mawinten ping telu. Surya candra nugrahakem. Sri danta beraraba matanem. (Bila sakit tidak bisa disembuhkan dengan obat: Tidak boleh makan garam. Ong Yang Srise Yang Prastawa. Mantram sebelum Belajar Memantra (Sang Hyang Aji Panusangan). Pangleburan letuhan sarira. 1. matirtha. Rupa kadi purnama katon.) Jayem suarem maha merethem. Amangsa-amangsung aku tan pabersihan. apan aku teke abersihin awak sariranku. tan keni sebelen saluwuing magelah ring prajamandala. Surya Sewana (Bila sakit tidak ada obatnya). mala petaka wisudha. yan tasak ngerangsukin mantra iki. teka bersih bersih-bersih-bersih. aku pawaking setra suka kang akasa. tan ana aku keneng sebelan. gelarana siang ratri Idepaku anganggo Aji kotamah.7. Setelah itu lanjutkan Masurya Sewana. Sabda iki Sang Hyang Cumerini. dan segala macam daging binatang dan burung. Ratna pratista susuarsa. Basuhlah diri anda dengan jeruk. pusatkan pikiran kepada dewa Surya dan Sang Hyang Candra. puspadem sarwa nisithem. Predanta puspa seranem. Jaya-jaya nama mertha. Ong amertha dewi maha niti. wenang sekama-kama apan Sang Hyang Mantra luwih utama.16. Ong gangga dewa nugrahakem. Puspa seri suara. suka kang peretiwi. 1986:51-52) . papa klese maha datem.

Sarwa sadia ya namah swaha. na-ma-si-wa-ya. Undiakenang mantra. Yan sake lor duara kayunta. Sekatri perebawa Sang Hyang Mantra. ijero sada. Peresada mas manik. perelina ika. Sekari prebawa Sang Hyang Mantra. ya-na-ma-si-wa. pat lawangnia. Upeti Stiti Prelina.I. Utpeti Stiti Pralina. Yatika ngilangakena papa tiga luirnya: Ong Ong Ong Ong I-ta-sa-ba. Menge ikang baban denika. Sekari prabwa sang Hyang mantra.18. menge ikang babban denika. Sekari perebawa Sang Hyang Mantra. apan acintya swabawanira. Sekari perebawa Sang Hyang mantra menge ikang babaan denika. wa-si-ma-na-ya . Kehanan Bhatare peremana. unia kenaMantra Ong Ang Agora ya namah swaha. Kakemit dening dewata. tanembah ring betara Dharma.2. menge babaan denika tumata kita ijero. nda tan kapangging betara Dharma sire. (Pinuja kene desang Sedaka ndiata). Yan sekepancina duara kayunta. Sekari perebawa Sang Hyang mantra. Catur duara. Yan saka wetan duara kayunta. Menge iki kabaan denika manjing te kita. Undiakenang mantra Ong bang tat purusa ya namah swaha. Iki pilih ikang babaan sekayunta. Asta dasa walu welas saginira. Undiakena ikang Mantra Ong Ang Aggora ya namah swaha. i telas mangkana. Ong tat purusa ya namah. Yan sekidul duara keayanta. uniakenang mantra Ong Ing I senaya namah swaha. Pawisik Dewi Maya Asih.7. Kepanggung de sang Hyang maha Meru.

Masuci (2) kewala mapula gembal. pengulapan solasan dua likur. arak berem. lis.Ong Mang Ung Ang. kukusan anyar. isuh-isuh bun. rantasan pasucian muang selanlanin panglukatan. iwak ayam putih kuning (luh muani) pinanggang spelakan. daksina gede. Ong Ung Ang mang. tepung tawar. suci (2). rantasan pasucian peras lis. sesayut pengambeyan. Utama. maekar taman. gelar sanga segaan manca warna. gerang. pangulapan. arta (1700). 7. 1986: 60-62). tumpeng guru miawak bebek putih maguling. kukus anyar. Ong teka pira menangis. Ong Ang Ung Mang. sesantunia genep. tetabuh tuak. Madya dan Nista. . sesayut pengambean. sopekarania penglukatan. iwaknia ayam putih kuning luh muani sapelaken pinanggang raka sate weang. Mangerenga suara arum abangkit. tatimpug. (Gambar. Melapas Wewangunan Utama. srantasan muah pasucia. daksina gede mesatun genep. tepung capak. prayascita luwih. Masuci abesik. isuh-isuh bun rerakih muang tetebus. peras lis. sbuh pekek. taekp api mangkana yan madya. raka-raka sekeweang. arak berem. tepung tawar isuh-isuh. ika pinaka labaan banas patining taru mangkana kramania. secarik tetebusan. Sang Hyang Meraja Hyang Betari Kunti ih wih ih nah jeng. solasan dualikur. iwaknia ayam putih kuning luh muani . sibuh pepek. Ong teluh adhi senduh Hyang nini dewata kabeh. pengulapan. sibuh peepek. muah maduluran tumpeng putih kuning. Madya. gereng sesantun den agenep. Pangredana Para dewa semua Ong peletak. kukus anyar. muah dulurana tumpeng putih kuning dena ageng. Maguling pebebangkit. kurenan. (1) prascita luwih. muang tempeng putih kuning. dena sangkep. rerakih tebusan.2. muang sepakramaning panglukatan. Nista. peletik. segehan manca rupa metabuh luak. peras.19. genep sekramaning bebagkit.

Ih sang Hyang Indra angreka. . Nista puniki dulurana. nasin pengutik mebe kecai. Nasin paet mabe sibatah. masya. Siwa sada siwa Perama siwa. sahe tuak arak berem. Yudha nirmala. Pemelaspan Utama. Sudha bumi. sor luwe. Nasin kandik mebe ancruk. Ah Ah Ah. aywa papeka. dumanis cayane sarwa wijaya.20. dewa metu ilang. angadakaen bayu sabda idep. pancima. ika pinaka tadahan banaspatining sarwa taru. Ong Ang Mang Brahma Wisnu Iswara. purwa. mamupul dadi sawiji. neruti. nasin penyerutan mebe pakis (pangi).spelekan pinanggang. nasin siku-siku mabe kelentong kelor. pewangunira Begawan Wiswakarma. Pesimpenan. Neher sarira tuuh. Madya. anguripaken saluwiring sarwa ginawe. raka-raka sakewenang. Cobenem sudha mala. Pengurip Bangunan. Pemelaspas nasin Peralatan. wiyabya. nasi liamng pujung mebe kawisan. nasin sepat mebe pelas. bumiwana urip. jeng. nasin undagi-undagi. Ibu paduka betari kapendem. pada kaurip denira Sang Hyang Perama Wisesa.2. anguripana buana kabeh. Saluwiring ginawe rerajahan. sudha ayu. ersania. utara. genian daksina. nasin timpas muang belakas mebe balang. Peresidha namah swaha. amurug. 7. matemahan sang Hyang Ayu narawati asri apasang amereta. Ong sarwa karya. Ong bumi ginawe bumi. anguripana sarwa tumuwuh. Siwa-Sadasiwa Peramawisesa. Ong seri bagia namah swaha. Ong Yang perama Wisesa. Nasin pengotok mabe paya.

Ong-Sang-Bang-Tang-Ang-Ing-Nang-Mang-Sing-Wang-Yang. Arca meru arrcana. muang panca sata. Pakulun kaki betara Kala. satenia kutus ping lima (40). Mangke ibu pakulun. Amuktyasari atinggal sari. nanceb sanggah tutuan.21. Ayo sira nyangkala-nyangkali pekarangan punnanu.22. Manusanira angadekakenne wewangunan. 7.2. daksina (9). Ong sang Hyang Ibu pertiwi jati Mekadi Sang Syang Akasa. Anak paduka betari. satenia lima ping siya (45) kelod kauh genahnia. Daweg nyeneng pakulun awewedaka. asinjang akampuh. Mauluning jana pada. purwa (5). itik putih kalungabesik muah asu bang bungkem abesik. Ah-Ih. Angewruhakena iringsun. jangkep saisin suci. Katiban Durmanggala. muang suci abesik. Sang Hyang Panca muka. utara (4). Uduh bapa anak ingsun. Lawan kumereb. Rah kaki betara Gama. sami winangun urip sami anut ring sesatenia. Sang Hyang aditya Candra lintang trenggana. saba sanga genep caru madurga ngaran. pascima (7). Mantram Arca muang mapendem Pedagingan Meru. Wusano demira kelambukan. wusano denira kesingan kawuyuhan.2. Apan sampun ngaturana caru kebeya kalan. Alenge wangi. asubang bungkem. 7. madya (8) muang itik kalung ring madya genahnia. Wusano denira keenden kariyanan. Iki pecarun karang katiben durmanggala. Angaturan alinggih maring padmasana. Pangiyang-ngiyangan nira Sang Huyang Trisandia. . Nugraha ripadanira pakulun. Nora ana karya sira.Wusamono denira kelangkahan kedekan. ater dening dewa laya. pebangkit asoroh jangpet abesik. Ulun aneda kerta nugraha. Paduka Betari Durga.

penenang jiwa menderita. sama suka ringsanga deruwe caru. Kelawan sang mawitenang kejenenganga De Sang Hyang triya dasa sakti. Amuktya te sira.23.2. Sama suka risanga deruwe caru kebaya kalan. Adya mesa palem tapem. Amangku widi. 7. Sakawisayan ipun. Katureng pada betara-betari. amunis. untuk memberi kebahagiaan kepada yang pandai dan mensucikannya. muah dirga yusa.Amuktya te sira. Engkau adalah awan yang maha besar pemelihara atas tumbuh-tumbuhan obat.2. Ananggap Dana Ong Siwa data siwa bokta. Tan ketamana upadrawa de betara yang mami.25. Muah Kaki Begawan penyarikan. 7. (dan) saya menyelenggarakannya untuk mendapatkan sifat-sifat mulia. Amanca. 7.2. Oh Yajna. Nirmala ya namah.24. Adyo mesa palem butem. Sang Citra Gopta. Sucikanlah sesaji kami. Engkau diselenggarakan dengan menguncarkan Weda Mantra. engkau adalah badannya api. Ong Ang kesama sampurna ya namah. Mereka yang membaca dan mengajarkan . Adnyane sepalem juyanem. sami sira anjenengana. Penenang Jiwa yang Menderita Agnestanurasi waco wisarja namdewawittaye twa grhnami wrhadgrawa’si wanasratyah sa idam dewebhyohawih samiwa susami samiswa. Adnyana sepalem juyanem. Drwyamet siwatmakem. Manusa Sang Hyang amit. Ubaya siwa dam buyat. Puja Mawinten Ong Siwa nugraha. Dulura ayu werdi. Hawiskrdehi hawiskrdehi. undagi. jata bota setatan. Angaturana pawintenanne punanu. Teka-waras-teke-waras-teke-waras jurang luah wenang.

Engkau adalah penyangga alam semesta. Ilmuwan Mengajarkan Ilmu untuk Kebaikan Manusia. semoga kami mengetahui engkau sebagai pengasil hujan. Agne brahma grbhniswa dharunamasyantariksam drduam ha brahmawani twa ksatrawani sajata wanyu padhami bhratwyasya wadhaya. Persembahan Weda Mantra. memberi inspirasi kepada kami untuk melakukan yadnya. O Tuhan.Weda.26. Semoga pelaksanaan yang seperti itu ditanamkan. dhartramasi diwam drduam ha brahmawani twa ksatrawani sajata wanyupadhami bharatrwyasya wadhaya. saya menyadari bahwa engkaulah yang ada dalam hati. Untuk menghancurkan musuh-musuh dalam diri. penolong orang-orang terpelajar. seperti udara dengan gerakan tangannya tertentu yang kuat pulang pergi yang menerima persembahan dan seperti halnya matahari yang cemerlang memancarkan cahayanya mengerahkan atom-atom menjadi api. Engkau penyangga alam semesta. menunjang dan memaniskan ucapan. demikianlah juga Tuhan dan para ilmuwan mengajarkan ilmu untuk kebaikan kemanusiaan. Kami harus berusaha menghapuskan perampok dan pemakai pikiranpikiran yang tidak suci. kami berdoa kepadaMu untuk menambah pengetahuan kami.2.27. (yajna) adalah berpahala untuk menghasilkan bahan makanan dan pemberi pengetahuan dan kekuatan. Yadnya menjauhkan pencuri. 7. Semoga kami dengan bantuan pahlawan orang-orang pemberani menang perang berulang kali. Yadnya adalah alat untuk menghasilkan hujan. kami menghayati Mu dalam hati sebagai penolong orang- .2. terimalah pujian kami dipersembahkan melalui weda mantra dan kembangkanlah pengetahuan rokhani kami yang tidak habishabisnya. Untuk menghancur-kan musuh-musuh yang ada dalam diri. Wiswabhyastwawasbhya upadhamicita sthordhwacito bhrgunamangirasam tapasa tapyadhwam. 7. menjadi mengetahui ceritera-ceritera dalam weda. Kukuto’si madujihwa isamurjamawada twaya wayaduamsamghataduam saghatam jesma warsa wrddhamasi prati twa warsawrddham wettuparaputtraduam aratayo pahatadduamrakso wayurwo wiwinaktu dewo wah sawita hiranyapanih pratigrbhnatwacchiddrena panina. Pemimpin Politik/Negara dan pembimbing pada jalan kewajiban sebagai macam golongan yang berbeda-beda.

Yadnya adalah pemberi kebahagiaan. Yadnya adalah pengangga matahari yang cemerlang. Penguncaran Weda Mantra yang benar-benar merupakan yadnya sendiri.30. Pencipta yang Agung dan pembebas alam semesta.si parwateyi prati twa parwati wettu. 7. tuntunlah kejalan kehidupan tapa dengan mengendalikan nafsumu dan menuruti orang-orang yang bijak. Yadnya yang dilakukan pada hari tertentu juga memberi perlindungan seperti kulit melindungi tubuh.2.orang yang terjujur pemimpin Negara dan pembimbing atas kewajiban bagi golongan yang berbeda. Sam wapami samapa osadhibhih samosadhayo rasena Saduam rewatirjagatibhih prcyantaduam sam madhumafirmadhu matibhih prcyantam. ditastwag wettu diwaskambhanirasi dhisana. untuk vitalitas. rahmatilah kami dengan pengetahuan yang luhur. Kami memuja Engkau didalam hati. perwujudan dari ceritera Weda. Makanan disucikan dengan Yadnya Dhanyamasi deam pranaya two danaya twa wyanaya twa. 7.2. Semoga yang melakukan yadnya menyadari arti pentingnya. 7.swinor bahubhyam pusno hastabhyam. Dirgghamanu prasitimayuse dham dewo wah sawita hiranyapanih pratigr bhnattwacchidrena panina caksuse twa mahinam payo’si. . Sarmasyawadhutaduam rakso. Yang Maha meliputi. untuk umur panjang penuh kebahagiaan dan kesejahteraan.2. melalui Kemahaadaannya. ilmuwan dan yang terpelajar. Yadnya Menseimbangkan dunia Dewasya twa sawituh prasawe. wadhuta aratayo ‘ditwastwagasi twa ‘ditirwettu. untuk aktivitas. Semoga kami menyadari yadnya sebagai pembawa hujan dan pemberi pengetahuan spiritual. Bahan makanan dan air disucikan dengan melaksanakan yadnya memperkuat tubuh dan indra perasa. Arti penting Penguncaran Mantra. Semoga kami bertirah pada yadnya untuk kesehatan yang baik.29. menjauhkan yang egois dan sifat-sifat kikir dan melindungi daerah tempat seperti kulit melindungi tubuh. Dhisana ‘si parwati prati twa. Pemberi kebahagiaan dari segala yang ada. O Engkau manusia.28.

untuk pensucian air dan udara dan untuk memperoleh rakhmat itu dari ibu. menseimbangkan dunia. Semoga matahari mencurahkan hujan di bumi melalui sinarnya. Yang maha Kuasa.2. Tuhan Pencipta Tata Surya Prtwi dewayajanyosadhayaste mulam ma hiduam sisam brajam gaccha gosthanam warsatu te dyaurbadhana dewa sawitah paramasyam prthiwyaduam satena pasairyo’smandwesti yam ca wayam dwismastamato ma mauk. Keturunan yang melakukan Yadnya (bertambah) baik. bapa dan guru. Semoga engkau bersiap untuk keuntunganmu. semoga kami tidak menghancurkan tanam-tanamnan obat-obatan dibumi. setia dan bebas dari kelemahan. 7. dengan nama para ilmuwan melakukan yadnya itu. O para pahlawan terikat oleh berbagai macam ikatan dari orang-orang yang jahat didunia ini yang bertentangan kepada kami dan yang ditentang oleh kami dan jangan lepaskan.33.O Manusa. menyebarkan pengetahuan yadnya ini didunia yang diciptakan oleh Aku dan melakukannya melalui matahari yang cemerlang.2. Jangan takut dan jangan ragu untuk melaksanakan yadnya. seperti halnya dengan Aku. demikian juga engkau.32. kami memohon kepadaMu melalui rakhmatMu. Kami terirah sepenuh hati pada yadnya untuk mengenal Tuhan yang maha Esa. menghidupkan air dan bebagai macam nafas pada organisme manusia. mencampur berbagai macam obat-obatan dengan air dan dengan sari buah dan mencairkan yang sama dengan air suci.2. 7. Semoga keturunan orang yang melakukan yadnya itu baik. Ma bherma samwiktha atamerur yajno ‘timeruryajamanasya prajabhuyat tritaya twa dwitya twaikataya twa. O Tuhan. 7.31. pemberi kebahagiaan semoga kami menundukkan orang-orang jahat di bumi ini . Menyebarkan sistem pendidikan dalam Weda Apararum prthiwiwyai dewayajana dwadhyasam wrajam gaccha gosthanam warsatu te dyaurbadhana dewa sawitah paramasyam prthiwyaduam satena pasairyo smandwesti yam ca wayam dwismastedyam maskan wrajam gaccha gosthanam warastu te dyaurbadhana dewa sawitah paramsyamprthiwyaduam setena parisaryo smandwesti yam ca wayam dwismastamato ma mauk O Tuhan yang Maha esa mengetahui. Pencipta tata surya dan wilayah yang cemerlang.

Yadnya dengan Mantra Weda dalam Gayatri. Tristiubh dan Chanda jagati.35.1 O Bumi engkau adalah indah. yang harus dibawa diantara jalan kebajikan melalui beratus-ratus jalan yang ada hendaknya batasan-batasan pada mereka tidak dihilangkan sampai mereka mencapai penerangan.2. Orang orang berdosa bergerak didalam kegelapan yang bertentangan dengan orang-orang terpelajar. Yang jahat harus disingkirkan. tempat yang cocok untuk berdiam dengan senang. sumber kesejahteraan dan kebahagiaan. Semoga orang-orang yang jahat tidak dirahmati dengan kesejahteraan dan kesenangan pada ilmu. mereka yang patut dibelenggu harus disisihkan dan . O Engkau yang patuh pada kewajiban semoga engkau mengikuti jalan kebajikan. musuh kebenaran harus dihukum. Prastyustastaduam raksah pratyusta aratayo nistaptaduam rakso nistapta aratayah. susu. Yang jahat harus disingkirkan. 7. Ibarat sinar matahari menerangi daerah tengah/antariksa.dimana para Rsi melakukan yadnya. demikianlah Tuhan memenuhi keinginan kami. penuh dengan jagung. Anisito’si sapatna ksidwajinam twa wajedhayayai sammarjmi. Suma casi siwa casi syona casi susuda casyurjaswati casi payaswati ca. 7. Pratyustaduam raksah pratyusta aratayo nistaptaduam rakso nistapta aratayah. Saya melaksanakan yadnya dengan penguncaran mantra Weda dalam Gayatri. air manis dan buah-buahan.34. Anisita’si sapatna ksidwa jinim twa wajedhyayai sammarjmi. dan yang tidak disetujui oleh orang-orang pandai karena bertentangan mereka kepada pengetahuan. supaya sekali-kali dibiarkan berkeliaran sampai mereka tertawa pada kesadaran mereka. Gayatrena twa chandasa parigrhnami traistubhena twachandasa parigrhnami jagatena twa chandasa parigrhnami. demikian pula hendaknya milikku.2. Matahari menguasai bumi dengan kekuatan gravitasinya pada tempat yang tepat. Yang kejam yang bertentangan pada keadilan dan bertentangan kepada cinta damai. Semoga kami bergaul dengan orang-orang terpelajar dan dengan demikian menyebar luaskan sistem pendidikan dengan bebas sebagaimana dijelaskan dalam mantra Weda seperti halnya Sinar pengetahuan saya dihargai oleh semua.

dan salahkan secara terbuka. suci. layak untuk dipuja oleh para pelajar. O Tuhan. engkau dimurnikan oleh api dan diserap oleh udara. Mereka yang menyebabkan rugi pada orang lain harus dihina. Engkau adalah altar.2. 7.yang mereka yang menentang pengetahuan harus menderita sedih. Tejo’si sukramasyamrtamasi dhama namasipriyam dewanamanadhr stam dewayajamasi. laksana nyala api. yang dicipta oleh Tuhan Yang Agung. melalui penguncaran weda mantra. Krsno’syakharestho’gnyetwa justam proksami barhirasi wedirsi barbhise twa justam prosami srugbhyastwa justam proksami. sawiturwahprasawa utpunamyacchidrena pawitrena suryasya rasmibhih. Mensucikan Hati dan Jiwa Sawistustwa prasawa utpunamyacchidrena pawitrena suryasya rasmibhih.2. Saya memerintah pasukan pada waktunya menjadi kuat untuk melemahkan lawan dan melakukan perang. jalan untuknya. sinar sucinya matahari. 7. O Yadnya.36. Mengenal Tuhan Melalui penglihatan Spiritual Adityai rasnasi wisnorwesposyurje twa’dabdhena twa caksusawapasyami. Semoga kami mengenal Engkau melalui penglihatan spiritual yang damai. yang menyucikan semua obyek dengan baik dengan yang tidak mengalir.38. Pemberi kebahagiaan orang yang bebas. Mereka yang tidak mentolerir kebaikan orang lain harus dihukum. meresapi semuanya.37. 7. dicintai oleh yang jujur. saya sucikan hati-hati dan jiwa-jiwa manusia dengan pengetahuan suci dan yang bercahaya. Engkau tidak termusnahkan. Engkau adalah maha ada. Oleh pembasmi musuh. Tak terkalahkan dan dipuja oleh para Resi. Engkau adalah penta cairan manis ditanah. untuk kemajuan kami. demi untuk membawa persembahan tinggi keangkasa. walaupun engkau dilakukan disumur yang digali. Demi Untuk Hawan. Membersihkan Air Sumur dalam Weda. Engkau patut dipuja oleh para Resi disemua tempat. Saya sucikan yadnya. tumpuan akhir bagi alam semesta. Didunia ini. penganut yang tidak mengenal takut. sya membangun engkau dan mensucikan dengan ghee.2.2 saya mensucikan persembahan yang dapat diterima oleh ghee. Sebagaimana air diangkasa . Agnerjihwai suhurdeebhyo dhamne me bhawa yajuse yajuse. engkau tidak. Engkau adalah sumber segala cahya. O Tuhan.

pembuat perbuatanperbuatan mulia bagi yang akhli. 7.2. demikian juga saya untuk memperoleh sifat utama. 7. Engkau dipancarkan melalui kekuatan dan potensi yang surya. pembuka segala bunda. O Tuhan. O Tuhan. memberi perlidungan kepada matahari dan bumi. Jagalah kami dengan Sinar Pengetahuan Sipitual. Sawiturbahu stha urnammra dasamtwa strnamiswasatham dewebhya a twa wasaso rudra adityah sadantu.2. Inilah demikian ditetapkan dalam Weda. Melalui (yadnya) matahari dan udara memperoleh kekuatan/tenaga.40. Yadnya ini berada di angkasa dan diapi. Engkau adalah indah laksana musim. Semoga saya tidak pernah Melanggar-Nya Askannamadya dewebya ajyamduam sambh bhhriyasamangghrana wisno ma twawaktramisam wasumatimagne techayamupasthesam wisno sthanamasita indro wiryamakrnodurhwara asthat. demikian pula O Tuhan. hari ini saya memperoleh kemudahan mendapatkannya melalui yadnya mentega dan benda-benda lain yang memberi kebahagiaan. melindungi surga dan bumi. O Yadnya.3 .2. demikian lindungilah kami. semoga saya mendapatkan perlindungan dari Mu. O Tuhan.41. Agne werhotram werdutyamawatantwam dyawaprthiwi awa twam dyawaprthiwi swiatakrddehebya indra ajyena hawisa bhutswaha sam jyotisa jyotih. 7. Semoga. jagalah kami dengan sinar penerangan ilmu pengetahuan spiritual.39. Rudra dan Aditya yang memajukan yadnya. Laksana seperti matahari menggabungkan sinar dengan sinar melalui persembahan diletakkan di dalam api. banyak kekayaan dalam gudang. Ibarat api yang memerlukan yadnya dan bertindak sebagai utusan. demikian juga saya bersihkan persembahan itu dengan hati-hati untuk diletakkan disendok api.menambah kesucian semua benda materiil. Sang surya melindungimu sejak jaman dahulu. pemberi kebahagiaan. semoga saya tidak pernah akan melanggarnya (yadnya). Samidasi suryastwa purastat patu kasyascida bhisastyai. O Tuhan. lindungi matahari dan bumi yang melindungi yadnya. Api ini adalah tempat yadnya. melengkapi ruang. Ibarat seperti wasu. Yadnya sejak jaman dulu menurut Weda. melakukan yadnya itu. Dengan ini.

7.1.42. Negara yang sejahtera, karena memanfaatkan Bumi dengan Baik. Mayidamidra indriyam dadhatwasman rayo maghawanah sacatam; Asmakaduam santwasisah satya nah santwasisa upahuta prthiwi matopa mam prthiwi mata hwayatamagniragnidhratswaha. Semoga Tuhan memberi kami kekuatan spiritual. Semoga kami memperoleh harta penuh dengan bermacam-macam jenis yang cemerlang dan kekuasaan dunia. Semoga keinginan kami terpenuhi, semoga mereka memperoleh pahala, manusiamanusia memakai bumi ini dan pengetahuan (dengan nama kebebasan itu tercapai) untuk kebahagiaan negara. Semoga bumi dan pengetahuan ini menasehati saya. Semoga Tuhan, sebagai pelindung kami yang terakhir dan tetirah memberi perintah kepada saya. Ini adalah demikian dinyatakan didalam Weda. 7.1.43. Susunan Pencernaan (Analisa) Ilmu Upahuto dyauspitopa mam dyauspita hwayatamagnir agnidhratswaha; Dewasya twa sawituh prasawe ‘swinorbahubhyam pusno hastabhyam; Pratigrhnamyanestwasyena prasnami. Saya telah berdoa kepada Yang Maha Cemerlang, Tuhan, penyangga semua, semoga Tuhan, Bapa menerima saya. Susunan pencernaan ilmu kami mencerna melalui getah perut makanan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah, saya mengambil itu melalui waktu penyerapan dan pemahaman, dengan menarik dan mengeluarkan nafas; dan kekuatan pensucian dan penyerapan udara yang bergerak melalui tubuh, menanak makanan saya melalui nyala api, saya memakannya dengan mulut. 7.1.44. Sebelum beryadnya, manusia lebih dulu dilindungi oleh Tuhan. Etam te dewa sawitaryajnam prahurbrhaspataye bramane; Tena yajnanawa tena yajna patim tena mamawa. O tuhan, Pencipta alam semesta, Weda dan orang terpelajar menyatakan sebelum yadnya untuk brhaspati dan brahma. Melalui Maha Yajna itu melindungi yadnya saya, melindungi yang melakukan yadnya, Engkau melindungi saya. 7.1.45. Aktif dalam Pengetahuan adalah Yadnya.

Mano jutirjusatamajyassya brhaspatir yajnamimam tanotwar ristam yajnaduam saminam dadhatu. Wiswe deasa iha madayantamo (3) mpratistha. Semoga pikiran aktif saya mengirim pahala yadnya-yadnya itu. Semoga Tuhan mengembang luaskan dan memelihara penuntun pengetahuan yang tidak dapat ditinggalkan ini merupakan seperti yadnya. Semoga semua orang terpelajar didunia ini bersenang. Semoga Om bersemayam di hati kami. 7.1.46. Semoga kami melenyapkan dosa-dosa Musuh (api dan Bulan) Anisoma yorujjitimanujjesam wajasya ma prasamwena prohami; agnisomau tamapanudatam yo’mandwesti yam ca wayam dwismo wajasyainam prasawenapohami; Indragnyyorrujjitimanujjesam wajasya ma prasawena prohami; Indragni tamapanudatam yo’samadresti yam ca wayam dwismo wajasyam prasawenapohami. Semoga saya memperoleh kemenangan seperti kemenangan Api dan Bulan. Semoga kami melenyap cepat dengan materi perang. Semoga api dan bulan mengusir mereka yang membenci kami, mengusir orang yang kami uji. Semoga kami melenyapkan dosa-dosa musuh dengan perang seperti itu, kepandaian meliter dan peralatan. Semoga saya mencapai kemenangan seperti menangnya Udara dan Petir. Semoga saya memperoleh kebahagiaan melalui dorongan pengetahuan, dipergunakan untuk memperoleh keunggulan. Semoga Udara dan Petir dipergunakan dengan tepat, mengusir jauh orang yang membenci kami, mengusir, orang yang tidak kami sukai, saya sucikan orang-orang yang bodoh dengan sinar pengetahuan. 7.1.47. Mengucapkan mantra gayatri tiap Hari, menurut Weda. Wasubhyastawa rudrebhyastawa, ’ditye bhyastawa samja natham dyawaprthiwi mitra waruna twawrstyawatam; Wyantu wayoktaduam rahina marutam prsatirgaccha wasa prsnirbhutwa diwam gaccha tato no wrsti nawaha; caksupa agne’si caksurme pahi. Kami menyelenggarakan yadnya untuk Wasu, Rudra, dan Aditya. Cahaya matahari dan bumi membawa engkau (yadnya) kepada sinar. Prana dan Udana, melindungi bersarang mereka demikian pula hendaknya kami setiap hari beryadnya mengucapkan mantra Gayatri Yadnya yang diinginkan (Ahuti)

mencapai angkasa, datang bersenyawa dengan udara dan sinar matahari. Dari itu membawa hujan turun ke bumi yang mengisi sungai batang tumbuh-tumbuhan dan bunga-bungaan. O Api, engkau melindungi mata dari kegelapan, semoga engkau melindungi mata jasmani dan rokhani. 7.1.48. Mencapai kebesaran melalui Tulisan Yam paridhim paryadhatta agne dewa panibhirguhya manah; Tam ta etamanu josam bharamyesa nettwada pacetayata agneh priyam patho’pitam Oh Tuhan Yang Maha Ada, dipuji melalui pujian orang terpelajar, Engkau mencapai kebesaranmu melalui tulisan penuh pujianpujian yang indah itu. Saya mengenal kebesaran Engkau itu dalam hati saya. Semoga saya tidak pernah membantahMu. Semoga makanan yang menyegarkan saya telah peroleh didalam ciptaanmu. 7.2.49. Biarlah kami tinggal di rumah yang Menyenangkan. Agne’dabhayo’sitamapahi ma didyoh pahi prasityai pahi duristyai pahi duradmanya awisam nah pituh krnu susada yonau swaha wadagnaye samwesapataye swaha saraswatyai yasobhaginyai swaha. O yang Abadi, Tuhan Yang Maha Ada, melindungi kami dari kesaktian yang amat sangat, melindungi kami dari ikatan dosa dan kebodohan, melindungi saya dari sahabat orang-orang yang berpikiran jahat, melindungi kami dari makanan-makanan yang melalui kesehatan. Jadilah Engkau, makan kami yang bebas dari racun. Biarlah kami tinggal dirumah yang menyenangkan, berdoa kepada engkau dan melakukan keperluan-keperluan mulai. Inilah doa kami kepada Tuhan atau alam semesta, semoga kami memperoleh pengetahuan suci melalui Wedda, pemberi kejayaan dan kesejahteraan. 7.2.50. Engkau ajarkan (Weda) kepada rakyat. Wedo’si yena twam dewa weda dewebhyo wedo’ bhawastena mahyam wedo bhuyah; dewa gatuwido gatum witta gatumita; Manasaspata imam dewa yajna duam swaha wate dhah. O tuhan, Engkau mengetahui ciptaan yang berjiwa dan tidak berjiwa. Engkau mengetahui segala-galanya di alam semesta. Sebagaimana Engkau mengajar pengetahuan yang terpelajar, demikain juga Engkau menjelaskan pengetahuan kepada saya. Engkau ajarkan pada rakyat, mereka yang tahu bagaimana

Namo wah pitaro rasaya namo wah pitarah sosaya namo wah pitaro jiwaya namo wah pitarah swadhayai namo wah pitaro ghoraye namo wah pitaro manyawe nmo wah pitarah pitaro namo wo grhannah pitaro datta sato wah pitaro desmaitadwah pitaro wasa adhatta. O Pitara. O Pitara.menyanyi memuji Tuhan. Saya memetiknya sebagaimana saya tanam.2. segala puji kepadaMu. untuk menyudahi berbagai macam bencana. sembah (kami) kepadaMu. Apakah setiap orang meninggalkan yadnya? Ia yang meninggalkannya. dengan tepatnya menetapkan yajna ini seperti dunia di udara. Penguasa pengetahuan.2. Penguasa atau tapa brata.53. Yang meninggalkan yadnya ditinggalkan oleh Tuhan.4 tadasakam tanme Oh Tuhan. harus menguasai pengetahuan. Sembah (kami) kepadaMu. untuk kekuasaan dan memperlihatkan keadilan. Kastwa wiuncati kasmai twa winuncati tasmai twa wimuncati. O Pitara.51. ditinggalkan oleh Tuhan. Bendabenda rendahan tidak dipakai dalam yadnya adalah diperuntukkan bagi raksasa/setan. 7. untuk melenyapkan kemiskinan dan musuh. kesehatan dan kebahagiaan. Karmaphala dalam Weda. Pitara-pitara. O Pitara.52. Agne wratapate wratamacarisam ‘radhidamaham ya ya ewasmi so’smi. Sembah (kami) kepadaMu. Persembahan kepada Pitara dalam Weda. Untuk tujuan apa pemuja melakukan persembahan pada api? Ia melakukannya untuk kebahagiaan semua. Sembah (kami) kepadaMu. Pitara-pitara datang setiap hari kerumah kami dan memberikan kami perintah- . Sembah (kami) kepadaMu. 7. 7. Oh Tuhan. Pitara-pitara mengetahui penghormatan kami kepada Engkau untuk kehormatan Mu. untuk memperoleh kebahagiaan dan pengetahuan. rakhmatilah saya keberhasilan dalam melakukan tapa brata yang saya telah lakukan dan saya dapatkan diri saya yakin untuk melaksanakan. Ia melakukannya untuk mendapatkan kekuatan.2. mengetahui Weda yang memberi petun juk jalan yang benar. untuk mendapat umur panjang. O Pitara. Posaya raksanam bhagosi. mengetahui keinginan kami untuk memperoleh pengetahuan. O Pitara untuk kemarahan yang pada tempatnya.

mencuat keatas dan turun kebawah diangkasa laksana keluar masuknya nafas dalam badan. ingin akan pengetahuan sehingga dengan demikian ia dapat mencapai kedewasaan yang penuh. Antascarati rocanosya pranadapanati.58.56.perintah.2. Pitara.2. kedalam nyala api yang baik ini.5 7. kami selalu memberikan kepadamu apa saja yang kami punya. Triduam saddhama wirajati wak patanggaya dhiyate. Yatheha puruso’sat. Kami harus bertepatan mengucapkan dan memahami Weda setiap hari bersama dengan ajarannya yang memberi penerangan. dalam garbha perlajaranmu. pemuda. Wyakhyan mahiso Sinarnya api itu. mohon terima kasih itu.2.7 7. dengan kepal bunga ditangan. Wahai engkau orang-orang yang terpelajar nyalakanlah api dengan batang kayu dengan mentega.2. Prati wastoraha dyubhih. api pemusnah segala penyakit ini ada dalam segala benda. Korban api sebagai yadnya.57. Weda diucapkan untuk memperoleh pengetahuan Spiritual. Susamiddhaya socise ghrtam tiwram juhotana: jatawedase. Ditempat api itu engkau letakkan yadnya itu. Sinarnya api naik turun.54.55.6 7. korbankan api itu yang patut dihormati sebagaimana seorang Sjamsajin. Agneye Letakkan persembahan mentega (ghee) yang melenyapkan kelemahan jasmani. Api yang agung itu itu memperlihatkan matahari. Kami memberi pakaian. 7. Adhatta pitaro garbha kumaram puskarasrajam.8 7. Api Pemusnah Segala macam Penyakit. Menerima Engkau (sebagai) guru. Weda diucapkan untuk memperoleh pengetahuan sipitual. Samidha gnim duwasyata ghrtair bodhyatatitthim: Asmin hawya juhotana. Dengan pengetahuan untuk mencapai kedewasaan. diwam. .2. Sabda Dewata peraturan tertinggi diseluruh dunia.

Sebagaimana Tuhan memperlihatkan semua pengetahuan. Turiyaditya sawanam ta indriyamatasthawamrtam diwyadityebhastwa.2. akan memilih engkau sebagai suami saya. demikian pula halnya Matahari menumbuhkan kekuatan jasmani dan rokhani kita.2. Engkau mengetahui segala sesuatu tentang cerita-cerita dalam agama. Semoga panah asmara tidak menyebabkan engkau menderita. . 7.2. Agniwarco jyotirwarcah swaha suryo jyotirwarcah swaha Jyotih suryojyotih swaha. 7. Agnirjyotiryotiragnih swaha suryo jyotirjyotih suryah swaha. Kehidupan berumah tangga ini memberi kesejahteraan kepadamu. engkau tidak pernah merahasiakan segala sesuatu dari saya. Wisna urugayaisa te somastaduam raksaswa ma twa dabhan. Engkau bercahaya laksana matahari Kada cana pra yucchasyubhe ni pasi jasmani. Inilah penjelasan kebesarannya. Puja (1985:238). demikian pula matahari membawa penerangan pada semua obyek benda-benda itu. ia yang telah mengendalikan membujang selama 48 tahun.2. Sebagaimana halnya Tuhan mengajarkan pengetahuan kepada semua jiwa. Suami yang berjaya Kada cana starirasi mendra sascasi dasuse. engkau bersahabat kepada orang-orang yang bersifat dermawan.7. Saya memilih engkau sebagai suami saya karena engkau selalu merupakan kemudahan bagi saya. saya yang telah membujang selama 24 tahun. O suami yang patut dihormati engkau adalah terpelajar. Sebagaimana Tuhan memberi sinar kebenaran pada kota-kota yang benar kepada semua mahluk demikian pula api jasmani memberi sinar menerangi semua benda. Tuhan memancarkan sinarnya sendiri. Sebagaimana memperlihatkan kepada semua kemanusiaan juga api itu dalam bentuk petir diangkasa dan menjadi sumber hujan dan pengetahuan. O suami yang berjaya. Semoga rakhmat pengetahuanmu harta kekayaan sampai kepada saya. yang orang itu harus kata-kata apa yang ia rasakan dihatinya. O Brahmacari. Upopennu madhawan bhuya innu te danam dewasya prcyata adityebhyastwa. Matahari menyinari semua benda. Lindungilah kami. Brahmacari selama 48 tahun Upayamagrhito ’syadityebhyastwa. engkau memiliki sifat-sifat istimewa. 7.59. Pengetahuan Petir melalui Weda.61.60. api dan petir melalui Weda.62.

engkau telah disatukan dengan saya melalui ikatan perkawinan. dan mengajarkanmu bagaimana cara mengerjakan sesuatu dengan benar dan menempuh pada jalan kebajikan. adalah tidak berdosa. hari ini. A wo’rrwaci sumatirwawrtyadduam hoscidya wariwowittarasada dityebhyastwa.66. Engkau bercahaya laksana matahari Yajno dewanam pratyeti sumnamadityaso bhawata mrdayantah. esok hari dan setiap hari yang dilewati. Semoga engkau memberi kesenangan kepada pengantin yang baru kawin melalui pengetahuan pengajaran yang engkau terima dari orang terpelajar. Lindungilah perkawinanmu. hormati sumpah yang engkau ambil pada waktu perkawinan. Sradasmai naro wacase dadhatana yadasirda dampati wamamasnuta. O yang memasuki kehidupan perkawinan. 7. engkau tidak pernah melupakan. Perkawinan Muda berpeganglah pada Kebenaran.O suami. yang memenuhi keinginanmu. dimana suami dan istri memenuhi kewajiban hidup dalam perkawinan dengan jujur. dilahirkan seorang putra.2. Upayamaghrhito’si sawito’si canodhascanodha asi cano mayi dhehi. bepeganglah pada kebenaran.64. 7. Wiwaswannandityaisa te somapithastasmin matswa. O Tuhan. O orang yang mulia. guru dari berbagai macam ilmu pengetahuan. Engkau penguasa atas makanan- .2.63. memperoleh kekayaan dan kesejahteraan. 7. O suami.adya sawitarwamamu swo diwe wamamasmabyaduam sawih.65. semoga intelekmu yang baik yang mengerti tentang makna hidup dalam perkawinan membuatmu akhli dalam pengetahuan setelah menyelesaikan hidup berguru. Engkau penyembah Tuhan Yang Maha Esa. O suami. Kebahagiaan hari ini esok dan setiap hari Wama. Puman putro jayate windate waswadha wiswaharapa edhate grhe. penuh keindahan dan aspirasi yang berlipat ganda. Dirumah. Wamasya hi ksayasya dewa bhureraya dhiya wamabhajah syama.2. semoga hidup perkawinan ini dimana engkau minum memberi kebahagiaan kepadamu. giat yang mau berusaha. sumber dari kebahagiaan. saya memilih engkau sebagai suami saya untuk kebahagiaan yang terus-menerus. Jinwa yajnapatim bhagaya twa sawite. kami dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan mulai didalam kehidupan perkawinan kami.2. 7. Perkawinan antara dua orang terpelahar merupakan sumber kebahagiaan. O yang telah menyelesaikan asrama yang keempat. engkau menjaga dalam hidup sekarang ini dan kehidupan yang akan datang. Engkau bercahaya laksana matahari dalam pengetahuan apa bila engkau mengendalikan organ pengadaan (yang) akan mengusir kebahagiaan yang abadi dalam affairmu.

2.9 7. O guru yang terhormat dan terpelajar dan pengkhotbah. ajarkanlah kami usaha itu dengan kata-kata mu yang manis dan menyenangkan. tunjukkan dihadapan kami contoh. memberi pengetahuan kepada kami melalui yang terpelajar dan ajaran-ajaran Weda. Sam warcasa payasa sam tanubhiraganmahi manasa saduam siwena.2. keluhuran dari keturunan.67. Engkau diundang dan dihormati oleh orang-orang terpelajar. O suami yang cinta sesama manusia. ta istayajujusa O suami yang tersayang lagi pemberani. perbuatan yang mulia yang dilakukan oleh .68. Twasta sudatro wi wadhatu rayo. Ajarkan dengan kata-kata yang manis. Dosa yang sadar dan Dosa yang tidak sadar Dewaktrasyaimaso’wayajananmasi manusyakrtasyainaso wayajanamasi pitrktasyainaso ’wayajanamasyatmakrtasyainaso wayajanama-syenasaenaso wayajanajamasi. air dan makanan. Guru pemberi rakhmat. Engkau hilangkan dosa manusia-manusia biasa. dari semua dosa itu.2.11 7. Yaccaharmenio widwammscarkara yaccawidwamstasya sarwasyainaso’wayajanamasi. dan Reg Weda. Yaste aswasanirbhaksa yo gosanistasya stutastomasya sastokthasyo-pahutasyopahuto bhaksayami. berilah semua itu kepada saya.numarstu tanwo yadwilistam O guru pemberi rakhmat. engkaulah pelenyap. Semoga kami memperkuat badan kami dengan brata brahmacari. pola keindahan dan. Suami tersayang dan pemberani. Samindra no manasa nesi gobhih saduam suribhirmaghawantsaduam swastya.makanan. Engkau hilangkan dosadosa yang dilakukan sendiri. engkau lenyapkan dosa-dosa para penyumbang. lahan dan bimbingan yang baik. pembimbing dari segala macam perbuatan. Sam brahmana dewakrtam yadasti sam dewanaduam samatau yajniyanaduam swaha. 7. dengan niat yang mulia. engkau adalah pemberi ilmu pengetahuan. Saya diundang olehmu makan-makanan yang sedang disiapkan olehmu.10 7. Engkau sesungguhnya ahli dalam Yayur Weda.2. karena engkau menuntun kami dijalan yang benar dengan pikiran yang mulia. engkau lenyapkan kekurangan fisik kami dan memberi kami harta kekayaan. Saya menerima engkau sebagai pemelihara yajna dalam kehidupan rumah tangga kita. Lindungilah perkawinanmu. budi bahasa yang halus.69. Engkau lenyapkan segala macam dosa yang saya lakukan tanpa sadar. Sama Weda. Engkau hilangkan dosa-dosa yang dilakukan oleh orang tua. penguasa atas kekayaan.70.

memenuhi tugas kewajiban hidup dalam perkawinan dengan benar. penjaga atas harta ilmu pengetahuan. pengendali kejahatan. selenggarakan yadnya dengan benar dan pertajam pikiranmu. O orang-orang yang terpelajar. Sam warcasa payasa tanubhiraganmahi manasa saduam siwena.72. yang membesarkan anak-anak.12 7. O guru yang berperilaku baik.73. yang telah mengumpulkan pengetahuan dari engkau. minum air bersih. bujuklah mereka melalui orang yang berpikir agamis. ia yang memberi kami pengetahuan yang baik. Semoga engkau merakhmati dengan harta kekayaan yang banyak. Suga wo dewah sadana akarma ya ajagmedaduam sawanam jusanah. karena engkau patut mendapat penghormatan kami. bimbinglah engkau semua hidup kebahagiaan. Jaksiwaduamsah papiwaduamsasca wisswe’sum gharmaduamswaraswaratisthatanu swaha. O orang-orang yang kawin.2. .numastum tanwo yadwilistam.2. berbuat menurut pendapatmu.71. menghilangkan penyakit kebodohan. O Grihastin. semoga kami mendekati diantaramu.2. Selenggarakan Yadnya dengan Benar. yang menurunkan kesejahteraan. yang melindungi segala sifat kedermawanan yang diperlihatkan kepada anak keturunanmu. Siapa yajamana itu? Dhata ratih sawitedam jusantam prajapatimidhipa dewo agnih. Twasta wisnuh prajaya saduam rarana yajamanaya drawinam dadhata swaha. 7. Orang terpelajar yang berpikiran mulia. Yam yam a’waha usato dewa dewamstan preraya swe agne sadhaste. Kami mempersiapkan rumah ini untuk memudahkan engkau dan harta yang banyak-banyak untuk penggunaan bersama. dan memberikan bergudang-gudang kekayaan kepada yajamana. mengambil makanan bergizi. Memberi pengetahuan siang dan malam. Twasta sudatro wi dadhatum rayo. pemusnah atas kegelapan dari kebodohan. yang memperbesar kesenangan. mempertahankan dengan usaha sendiri dan memeliharanya melalui bantuan orang lain. engkau adalah sumber kebahagiaan bagi semua. memberikan pengetahuan kepada kami siang dan malam dari gudangnya yang amat luas dan menghilangkan penyakit dari tubuh kami 7. 7.para Resi melalui kebijaksanaan dan kata-kata yang benar. O orang terpelajar yang berpikiran mulia.74. Brahmana wahmana hawiduamsyasme dhata wasawo wasuni swaha. kami telah memperoleh harta kekayaaan ini dengan tulus.2.

Esa te yajno yajnapate sahasuktawakah sarwawitrastam jusaswa swaha. hendaknya engkau mempelajari weda dengan setulus hatimu. Ia harus mengajarkan kepada umat manusia tentang pengetahuan weda yang berkaki satu. . yang berkaki tiga. Semoga engkau menikmati makanan. empat dan delapan Purudasmo wisurupa indurantar mahi-manamananja dhirah: Ekapadim dwipadim tripadim catuspadimastapadim bhuwananu prathantaduam swaha. 7. tiga.2. Upayamgrhito’ sindraya twa sodasina esa te yonidraya twa sodasine. pahami dengan sepenuh nalurimu. A tistha wrtrahantratham yukta te brahmana hari.2. tampan dalam penampilan. dua.78. O yajamana.75. Jinakkan pikiranmu yang murung dengan ucapan weda mantra.76. Mempelajari Weda dengan setulus hatimu. dikendalikan oleh prana. Weda berkaki satu. Semoga engkau berdua menyediakan kami makanan dan pakaian.7. Yajnasya twa yajnapate suktoktau namo wake widhema yat swaha. yang berkaki dua. berkehendak untuk memenuhi kesenangan dan melakukan yadnya dalam rumah tangga. penuh keagungan dan kuat dalam pikiran harus berharap untuk keberhasilan mengandung dalam hidup ini. penuh dengan weda mantra. O suami yang patut dipuji dan yang sehat dan istri yang bersabar hati. Orang berumah tangga yang mulia. kami mendesak engkau melakukan kewajiban hidup dalam perkawinan dengan penuh keyakinan 7. Mahi dyauh prthiwi ca na imam yajnammiksatam.13 7. Arwacinaduam su te mano grawa krnotu wagnuna. buah-buahan dan air. kerjakan yadnya berumah tangga ini dengan benar dan adil. Kerjakan Yadnya berumah tangga penuh dengan Weda Mantra Yajna yajnam gaccha yajnapatim gaccha swam yonim gaccha xwaha. yang penuh dengan sabda-sabda bimbingan mulia.14 7. O suami pengusir penderitaan.79. Dalam tekenan kasih sayang. yang berkaki empat dan berkaki delapan. kerjakan kewajiban hidup dalam perkawinan dengan baik.77.2. Yadnya mantra harus dilakukan oleh setiap kepala rumah tangga. berbuat dalam perbuatan mulia. O yang berumah tangga.2. Samudre te hrdayamapswantah sam twa wisantwosadhirutapah. Layani rajamu. dan pemberi kesegaran dan kemajuan spiritual keturunan. Piprtam no bharimabhih.2.

pemberi rakhmat kepada seluruh dunia. kepada siapa tiada lain dilahirkan yang lebih kuasa.2. Kalau demikian. Atha na indra somapa giramupasrutim cara. melayani memberi dan kemajuan. Ceritera Ketuhanan dari Weda Idrasca samrada warunasca raja tau te bhasksm cakraturagra etam. Jinakan pikiranmu yang murung dengan ucapan weda mantra.80.16 7. panjang umur. Sesungguhnya Tuhan. Ia pemberi ke enam belas sifat-sifat itu. hiasilah kereta itu dengan kedua kuda pembiak itu. mempunyai air dan kekayaan. adalah merupakan dua kuda yang dipelanai/dipasang plangka (diikat menjadi satu). Wahai manusia. Enam belas sifat dalam berumah tangga Yuswa hi kesina hari wrsna kaksyapra. ucapan yang benar dan ceritera ketuhanan dari weda. memelihara tiga sinar cahaya yang cemerlang disemua ketiga zat-zat itu.2.15 7.18 .2. mengendalikan dan menaik. Ini adalah rumahmu. Tayorahamanu bhaksam bhaksayami wagadewi jusana somsya trpyatu saha pranena swaha. Engkau sesungguhnya dilengkapi dengan sifat-sifat yang diperlukan untuk hidup berumah tangga. yang telah memenuhi semua tempat. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup berumah tangga penuh kesejateraan dan enam belas ciriciri.17 7.Orang yang telah kawin. semoga kami dipuaskan dengan kekuatan. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup berumah tangga penuh sejahtera dan enam belas sifat-sifat itu. Dalam kereta kehidupanmu berumah tangga ini. Enam belas kala Yasmana jatah paro anyo asti ya awiweasa bhuwanani wiswa.82. Ketahuilah permintaan kami disampaikan untuk permintaan kami. Prajapatih prajaya saduamrararanastrini jyotidumasi sacate sa sodasi. engkau adalah pengusir musuh dan yang memercikan kebahagiaan laksana mengusir awan. Ini adalah rumahmu. kekar badannya dan cepat untuk membimbing engkau ketujuan. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup perkawinan penuh kesejahteraan dan enam belas ciri-ciri. Upayamagrhito ‘sindraya twa sodasina esa te yonirindraya twa sodaine O pelindung harta kekayaan dan pengusir musuh.81. Saya perintahkan engkau untuk menjalankan hidup berumah tangga penuh sejahtera dan enam belas sifat-sifat itu. Lakukan tapa brata untuk menjalankan hidup berumah tangga. pusat penguasa yang kuat dan memberi perlindungan kepada engkau yang mulia. Engkau lengkapi dengan syarat-syarat yang diperlukan untuk hidup perkawinan.

yang mengetahui Weda.2. O jenderal. Kukunananan twa patmanna dhunomi. terkenal karena berbuat baik. Kami menerima engkau dilengkapi dengan kekuatan untuk memberi kebahagiaan dan mengusir musuh kami. Makna dan Fungsi Gayatri dalam Weda Upayamagrhito. tundukanlah musuh kami jauh-jauh. yang menjelaskan chanda Jagati. Chanda Anustup adalah gurumu. Bresinam twa patmanna dhunomo.7.2. patut untuk mendapat penghormatan. terpuji. demikianlah jatuhkan (musuh) kemartabat yang rendah. ia mencari-cari untuk melukai kami.19 7.2.20 7. Upayamagrhito sindraya twa wimdha esa te yonindraya twa wimrdhe. Patut dipuji. O suami yang tidak beragama. Suami yang Tidak Beragama. Ajarkanlah saya pelajaran yang baik untuk memperoleh sifat-sifat mulia. yang mengetahui chanda Gayatri. tindakan-tindakan dan atribut-atribut. tidak dapat dilanggar. madintamanam twa patmanna dhumoni. Bhandanamtwa twa patmanna dhumoni. O suami yang tidak tetap pendirian. Kami mendesak engkau untuk memberi kami kebahagiaan dan melenyapkan musuh-musuh kami. Madhutamanam twa patmanna dhumoni. Ini semua adalah nama-namamu. Saya menerima engkau. saya memperingatkan engkau terhadap senggama dengan istri mulia orang lain.86. rendahkan orang yang menantang kami.21 7. pemberi kesenangan. Ide rante hawye kamye candre jyote’dite saraswati.2. O suami yang berpikir jahat.84. saya menjauhkan engkau dari mendekati istri-istri orang lain yang dermawan. untuk mendapatkan segala sifat-sifat baik. o istri. Weda Mengajarkan azas demokrasi Wi na indra mrdho jahi nica yaccha prtanyatah. Sebagaimana matahari melenyapkan kegelapan. Eta te adhnye namani dewebhyo ma sukrtam brutat.85. untuk mengetahui sifat-sifat hakekat api dan pelistrikan.syagnaye twa gayatrachandasam grhnamindraya tristupshandasam grhnami Wiswebhyastwa dewebhyo jagacchandasam twa O raja mulia. Tindakan engkau ini adalah aturan permainan rahasiamu. penuh pengetahuan. Kami telah menerima engkau untuk semua sifat-sifatmu itu. saya menghentikan engkau dari istri-istri orang lain yang lemah. Untuk memperoleh sifat Mulia. Saya menerima engkau.83. dapat disanjung. saya menyalahkan engkau berkali-kali untuk mengejek istri orang lain yang sangat bersenang. menggairahkan. dapat dikasihi. ucapan engkau yang patut dipuji melenyapkan kebodohan kami. Yo asmam (2) abhidasatyadharam gamaya tamah. Sukram twa sukra a dhunobyayahnane rupe suryasya rasmisu. O suami . O suami yang berniat buruk.

Sekesa. Prasana Upanisad adalah Upanisad dalam kelompok Atharwa Weda. Mereka menyangganya dengan memberi makanan. memberi makan dan memelihara Tubuh. Gargi.2. Indrasca maturrasca krayayopotthito’surah panyamano mitrah krito wisnah sipiwista urawasanno wisnurnarandhisah. yang penuh kejantanan. Penciptaan dan Penguasa. Tiga puluh empat dalam yadnya didunia ini. bramanistha param brahmanwesamana esa ha wai tatsarwam waksyatiti te ha samitpanayo bhagawantam pipaladam upasannah. 2). Tesan chinaduam samwetaddahmi swaha dharmo apyetu dewan. untuk keberhasilan dalam transaksitransaksi dalam penggunaan listrik. Kausalya putra Aswala. ada dalam jiwa kita. memuat enam macam pertanyaan yang isinya sebagai berikut: Sukses ca bharadwajah.24 7. putra Katya. Yayur Weda samhita memiliki 51 kitab Upanisad. Prasana Upanisad. . Satyakarma. bermaksud hendak mencari ilmu Ketuhanan yaitu dengan cara menanyakannya kepada Resi Pilpalada pertanyaan tentang hal itu berharap bahwa beliau akan menjelaskannya. sukesa ca gargyah kasusalyascaswalayane bhargawe waidarbhih kalbandhi katyayanas te haite brahmapara.88. angin dan awan.23 7. berjumlah 108 buah yang dibagi atas empat kelompok besar menurut jenis Sruti: 1). Saya mempersatukannya dengan cekatan fungsi-fungsi dan kewajiban mereka yang berbeda. Ketahuilah Tuhan olehmu.87.2. Rg weda samhita memiliki 10 kitab upanisad. O suami yang bodoh. 4). saya memisahkan engkau dari istri-istri orang lain yang berbicara manis. saibyas ca satyakamah. Seluruh kitab upanisad dan Aranyaka.89. keenam (putra dari enam Rsi) semuanya tan patuh penganut Tuhan (Yang Maha Esa).yang berhati batu.2.25 7.22 7. Ketahui ia. saya melarang engkau melakukan senggama pada waktu subuh dan waktu matahari memancarkan sinarnya. Dhananjaya.2.90. Semoga yadnya ini dikendalikan oleh yang terpelajar. O orang-orang yang terpelajar memahami. Sama Weda samhita memiliki 16 kitab upanisad. Catustriduamsattantawo ye wiatnire ye iman yajnaduam swadhaya dadante. membawa kayu api untuk yadnya ditangan mereka. Tiga puluh empat Penyangga Yadnya. Atharwa Weda samhita memiliki 31 kitab upanisad. Bhargawa dari daerah Waidharbhi Kabandhi. 3). cucu Surya. putra Sibi. putra Bharadwaja. bersahabat dan melingkupi semua benda-benda. Wayu Dananjaya yang patut dipuji. selalu bersinar cemerlang dihadapan kita dan mahir dalam fungsi tugas-Nya. pergi bersama kepada Resi Pilpalada.

parayanam etasmanna punarawarttanta ityesa nirodhastadesa slokah. dimana Jiwa tidak akan kembali lagi melainkan mencapai moksa. Tuhan. dengan memberi hidup kepada mereka sehingga mungkin kemudian mengembangkan dan memberi kelahiran pada makhluk-makhluk selanjutnya dari berbagai macam menurut jenisnya. mereka yang sesungguhnya akan mencapai Suryaloka yaitu tempatnya sang cahaya atau Adityaloka yang berada di atas prana (kehidupan). rerumputan dan seterusnya) dan disebut Pancapadam (berkaki lima) sebagai penyebab adanya empat musim dan disebut Dwadaksatri karena penyebab adanya dua belas bulan dan adanya bahkan jauh disebelah bulan dan bintang-bintang. dimana jiwa bebas dari ikatan akhir dan mati. Aditya hawai prano rayirewa candramah. Sesungguhnya matahari disebut Pitara karena memelihara semua mahluk yang ada termasuk pohon-pohon. Athottarena tapasa brahmacary ena sraddhaya widyayatmanam awisyadityamabhijsysnte. termasuk badan jasmani dan semua mahluk. sa tapastatwa sa mithunamutpadayate Rayilmca pranam ca. yaitu zat baik yang tampak dan yang tidak tampak.Tasmai sa Howaca prajakamo wai prajapatih sa tapo’tapyata. suklah pranas tasmadete rsyah sukla istam kurwanti itara itarasmin. ity etan me bahudha prajah karisyata iti. Namun ada pula orang bijak yang lain mengatakan ia yang duduk diantara tujuh kereta yang mulia (karena ada tujuh macam sinar) yang ditopang oleh enam jerujinya (karena penyebab timbulnya enam macam musim). berkeinginan lahir anak-anaknya. panas. rayiwa atat sarwam yan murtacancamurttan ca Tasman murtirewe rayih. dan dingin. Sesungguhnya matahari adalah sumber dari semua hidup (prana) dan bulan sesungguhnya adalah rayi. Atheme anye u pare wicaksanam sapata cakre sadara ahurapitamiti. . Rayi sesungguhnya aspek matahari yang tampak. sayur-sayuran. buah. bramacari. Mereka yang mencari Tuhan dengan cara tapa. bebas dari rasa takut dan sebagai rakhmatnya yang tertinggi. Ia (Pipalada) menjawab kepada penanya Kabadhi sesungguhnya. iman (dalam kebesaran dan kepada Tuhan). hujan. Etadwai pranamayatanametad amrta-mabhyametat. Ini adalah nirodha atau tujuan dan sebagai petunjuk tentang ini ada sloka sebagai berikut: Pancapadam pitaramdwadaksaktrimdiwa ahuh pare arddhe purisinam. kekal abadi. Maso wei prajapatistaya krisna paksa ewa rayih. lebih jauh dengan menjadikan kekuatannya dan melakukan karma yang benar dan dari padanya telah diciptakan dua pasangan badan yang berbeda. Musim semi. mengenal dirinya dengan cara pengetahuan yang benar pergi melalui utara yana. Penguasa atas segala makhluk yang ada.

telinga dan pikiran semua senang dan mulai memuji prana (sebagai pemimpin dan menyangga yang sebenarnya dan pemulihan tubuh). yayur Weda. Hady hyesa atma. Ara iwa rathanabhau prane sarwan ksatram brahmaca pratistham. Dapat memperlihatkan kebijaksanaannya yang bear atau sesorang tentara dapat memperlihatkan keberaniannya yang mengagumkan. dan Wayana. Yathaisa puruse chayaitasminnetadtatam Prana ini dilahirkan (karean alasan) dari atma (jiwa). mis Rg. itu adalah Prana bergerak melalui kesemua itu. Yang dikatakan Dewa-dewa (dalam badan. demikian prana terikat pada atman. Atmana esa prano jayate. ibarat bayang-bayang mengiktui badan. dalam hal ini. Karena itu para resi melakukan ista yadnya pada masa sukla paksa. masing-masing lagi dibagi memiliki dua ribu sub cabang yang lebih kecil. mis lidah. Te’sraddadhana babhuwuh so’bhimanadurdhwamutkramata iwa tasmannukamatyathetare sarwa ewotktramate tasmanisca pratisthamane sarwa ewa pratisthante yadyattha maksika madhukarara janam utkramatam sarwa ewotkramante tasimin pratsithamane sarwa ewa pratisthanta ewam wad manascaksuh srotranca te pritah pranam sturwanti.Weada. demikian semua dewa-dewa yang disebut dalam badan itu tergantung dan mengikuti prana ini. atraitadekasatam nadinam tasam satam satamaikasyam dwasaptatirdwasaptatih prati sakhanadisahasrani bawanyasu wynas’carati. Sama Weda (dan Atharwa Weda) dan dari itu orang dapat melkukan maha yadnya atauy orang-orang bijaksana dan terpelajar. mata. Pada saat itu sang lidah. tetapi ketika prana beristirahat. prana tampak bangkit dengan nagga (karena dipersilahkan) seakanakan pergi meninggalkan badan itu. sedangkan yang lain-lainnya melakukannya pada waktu kresna paksa. karena dari lima belas hari raya (memberi hidup kapada materi) sedangkan lima belas dari yang terang adalah prana.Bulan disebut juga prajapati. dengan mana yang terakhir. Persis seperti semua kembang mengikuti permainannya dan berhenti dimana dia berhenti atau duduk. manokrtena yatyasmin sarire. Jiwa menetap dihati dimana didalamnya terdapat seratus syaraf. pikiran dan sebagainya) tidak dipercaya kepada prana. yang lain juga beristirahat. Ia memasuki tubuh ini sesuai dengan pikirannya baik atau buruk perbuatan. mata. Melalui prana dan pengendaliannya itu orang dapat belajar Weda sendiri. . telinga. melihat itu (prana) bergerak keluar. rco yajudwamsi yajnah Ibarat jeruji dipasang pada porosnya roda sebuah kereta demikian pula halnya segala sesuatu ditetapkan dan digantungakan pada prana.

Adruha dewau warddhete. Tsbysntsrs yadakasah sa samano wayurwyanah. Uta nah priya priayu saptaswasa sujusta. Yunjnti bradhnamarusam caratam pari tasthusah. Kemudian bumi menarik dan menambah apana seseorang. tidak penipu. Kami menjumpai Saraswan sebagai laki-laki yang tak beristri mengingini istri. Dengan langit yang menhujani dan banjir yang melanda.Athaikayordhwa udanah punyaina punyam papanubhabhabhyamewa mnusyalokom. Semoga kami memperoleh kejayaan yang luar biasa dari sewa Sawitar. tujuh saudara perempuan rindu akan cinta mendalam. neraka atau kedunia manusia masing-masing menurut perbuatan mereka.91. Kedudukan tertinggi telah mereka capai. Matahari sesungguhnya terbit dalam bentuk prana luar. surga. Tatsawiturwarenyam bhargo dewasya dhimahi. Sangat luaslah kekuasaanmu diantara Dewa-Dewa itu. sedangkan Wayu menarik dan menambah nyawa seseorang. .27 7. Syair : Gayatri Janiyanto nwagrawah putriyantah sudanawah. dengan mana mata dapat hidup. Sebagai orang-orang yang maha pemurah menginginkan putra. satu disebut sumsumna melalui mana jiwa digerakkan keatas Udana dan dari situ keluar dari badan berbagai tempat yang berbeda. Penguasa atas banjir itu turun dalam embun. Kedua Dewi. Rocanre rocana diwi. yaitu penglihtan. Semoga ia mengilhami doa kami. Dewata: Saraswan. Saraswati stomyabhut. demikian mereka mencapai kekuasaan itu. Prthiwiwyam ya dewata saita purusasya-panamawas.26 Prana Alam semesta: Aditya ha wai bebyah wai bahyan prana odayatha hyenam caksusam pranamanugrhnanan. Dhiyo yo nah pracodayat. Dengan hati-hati menundukkan hukum dengan hukum. Brhntam garttamacate. Papena Keluar dari banyak macam urat syaraf itu. Mahi wa ksatratam dewesu. Resi Wasistha. Wrstidyawa rityapesaspati danumatyah.2. saraswatam hawamahe. lokam nayati. bertambah kuat. Sesungguhnya ia tersayang ditengah-tengah alirannya air yang tersayang. Rtamrtena sapantesiram daksama cate. memberi hidup kesemua mahluk. Karena itu tolonglah kami mencapai kerjayan itu kekayaan rakhani dan jasmani. Saraswati telah memperoleh pujian kami. Ta nah caktam parthiwasya moharayo diwasya.

Wipro yajnasya sadhanah. Karena. O agni. ia jalankan perbuatan yang sakti. Ketum krnwannaketawe peco marya apecase Samusadbhirajayathah. Resi Haryata Pragatha. Benih ciptaan yang ada telah saya peroleh. pendeta Hotar. dan Dewata. Pendeta yang menyempurnakan upacara. dengan suara merdu dilagukan untuk kami.Mereka yang berdiri disekeliling Dia. Waji wajesu dhiyatedhwaresu pra niyate. . Rasa dadhita wrsabham. Ia dipimpin selanjutnya dalam upacara suci. Sa no mandrabhiradhwere jihwabhiryaja mahah. Sesungguhnya. Barhaspatyo Bharadwaja. dengan kekuatannya yang ajaib ia menuntun kejalan itu. Yunjantyasya kamya hari wipakasana rathe. Dewebhirmanuse jane. Cona dhrsnu nrwahasa. sebagai pengatur. susu yang dipanaskan yang mempercepat menuju kepada surga dan umi. Daksasya pitaram tana. Gayatri. Ia yang Maha Tinggi adalah kekauatan yang aktif. membawa para Dewa dan memujinya. Tuangkan cairan itu. Kuat. upacara yadnya yang mulia. berani yang membawa Pahlawan seterusnya. Dhiya cakre warenyo bhutanam garbhama dadhe. Agne yajnesu sukrato. Te janata swamokyam sam watsase na matrbhih. Pada dua sisi kreta mereka pasang dua ekor kuda coklat yang ia sayangi. Mitho nasanta jamibhih. Kekal abadi. Persembahkan cairan itu kepada banteng itu. Dewata Agni-Dewa. Hota dewo amatyah purastadeti mayaya. Agni Dewata. Coklat. Widathani pracedayan. A sute sincata criyam rodasyorabhi criyam. Gayatri Twamagne yajnanam hota wicwesam hitah. engkau menegtahui langsung jalan-jalan itu dan cara-caranya. Resi. Engkau buat sinar itu dimana cahya itu tiada dan membentuk wujud dimana wujud itu sendiri tidak ada. Mendorong para umatnya maju. Oleh para DewaDewa diantara suku-suku manusia. O manusia diciptakan bersama dengan pajar. Ia dibuat oleh pikiran. kuda yang kecoklat-coklatan dengan menggarakkan abah-abahnya yang kemilau. A dewanwaksi yaksi ca. Dengan demikian. Rasa dadhita criyam rodasyorabhi criyam. Luar biasa. Wettha hi wedho adhwanah pathacca dewanjasa. engkau telah dijadikan Hotar itu pada setiap yadnya. sangat bijaksana dalam yadnya. dewata Agni-indra.

Yatsimupahware widat. begitu ia dikenal. Kuda-kuda yang coklat telah dikirim kemari. Mereka datang bersama keluarga mereka. Berilah kami bagian harta kekayaan yang sangat tinggi. Dewata Agni. mereka buat makanan pengganggu di surga. janmana girahcumbhami kanwawat. sanim gayatram nawyamsam.ala. Untuk Indra. Untuk Indra . Ahamusya iwajani. Agni. Raja orang-orang pembrani. saya memperindah nyanyian-nyanyian saya sebagai Kanwa. A harayah sasrjrirerusiradhi barhisi. Ciksa waswo antamasya. Dan Indra sendiri mendapatkan kekuasaannya dari padanya. Wibhaktasi citrabhano sindherurma apaka a. Ano bhaja parameswa wajesu madyamesu. dewata indra. Abhi pra pra gopatim girendramarca yatha wide. Dari Bapak saya memperoleh pengetahuan yang dalam mengenai hukum yang abadi. Engkau mengatur pahala-pahala itu. Mamedwardhaswa sustutah. O Agni. Gayatri. kerahim Engkau mengatakan keberuntungan kami yang baik kepada Dewa-dewa. Aha middi pituspari medhamtasya jagraha. dekat. hormat. sapi-sapi pada mengeluarkan susu bercampur madhu. Bila mereka didapatkan ada dalam ruang bawah tanah? Resi. Resi Priyamedha Anggirasa. yang bersenjatakan guntur. Upa srakwesu bapsatah krnwate dharunam diwi. Sadyo dascusa ksarasi. yang maha mulia. cahaya. Indra. Indaya gawa aciram duduhse warjrine madhu. Dewata Surya-Indra. Putra kebenaran. gayatri. Gayatri. . penjaga sapi. Indre agna namah swah. yang merah ada pada rumput suci. Terpuji. seakan-akan gelombangnya sindhu Engkau mengalir cepat menuju pemuja. Sunum satyasya satparim. Aham pratena cusmamiddadhe. Bagian harta yang ada diantara (kami). laksana anak lembu disisi induknya. Yatrabhi samnawamahe. Dan ini lagu kidung kami yang baru. Imamu su twa. Ye twamidra na tustuwur rsayo ye ca tustuwuh. Resi Watsa keluarga Kanwa. Cunahcepa Ajigarti.Ini yang mengetahui tempat tinggal mereka. Saya dilahirkan seperti Matahari itu. Melalapnya dengan taring-taringnya yang serakah. dengan lagu. Yenedrah Dengan mengikuti kebiasan dahulu. bagian harta yang sangat dekat kepada kami.as. Diama kami nyanyi bersama nyanyian-nyanyian kami. Agne dewessu pra wecah.

Agni. pasukan yang banyak dimana kami akan mendapat Sapi untuk diri kami melalui pertolongan Engkau. dipuji dalam semua doa kami. Semoga nyanyi-nyanyian kami mempercepat Agni maju laksana armada melaju dalam perlombaan. kami telah menghidupkan engkau. harta yang banyak dalam bentuk kuda dan sapi. Dan kami akan menang tiap hadiah melalui dia. Bawalah olehmu Dewa-dewa dan memuji mereka. Witihotram twa kanwa dyumantamsmami-dhimahi.Agni. Angdhi kham wartaya pawim. Mardikam dhehi jiwase. Awa no agna utibhirgayarasyaprabrahmani. Kami mengharapkan engkau mandi dalam mentega. Limpahkan rajmat melalui kebajikanmu. Agne sthuram rayim bhara prthum gomantamacwinam. Resi. Minyaki lubang itu olehmu. harta untuk menujang kami seterusnya. Tena jesma dhanamdhanam. Gayatri. Agung dalam yadnya. Wicwasu dhisu wandya. Dewata-Agni.Agni. siapakah yang mengawasi matahari? Bawalah dewa-dewa itu pada upacara ini. Agni. Tak pernah terkalahkan dalam setiap pertarungan kami. A dewan waksi yaksi ca. Dewa-Agni. Resi Gotama keluarga Rahugana. suci dan kudus. O Agni. kekayaan. Resi Ketu Keluarga Agni. A no agne sucetuna rayim wiswayu pasacam. Resi Atreya. atau telah memuji Engkau bertambah pula kekuasaan itu oleh pujian saya. Yaya ga akaramahai senayagne tawotya. . Indra. O. Bila kidung dinyanyikan seterusnya! Ano agne rayim bhara sastrasaham wareyam. Agne pawaka rocisa mandraya dewa jihwaya. rakhmati kami dengan bantuan Engkau. Rakhmatmu menyebakan kami dapat hidup. yang cemerlang. O sinar yang cemerlang.Adapun juga yang Maha Resi tidak pujikan. Gayatri. Agne brhantama-dhwere. Agni yang patut jadi pilihan kami. Kirimkan itu kepada kami untuk mendapatkan harta. Gayatri Agnim hinwantu no dhiyah sapti macumiwajisu. Tam twa ghrtasnawimahe citrabhano Dewam a witaye waha. Wicwasu prtsu dustaram. O Agni berilah kami harta yang pasti. putarkan roda itu. Bawakan kami harta yang dikuasai terus. Tam no hinwa maghattaye. dengan sinar cahyamu dan indahmu yang menyedapkan. penerima pesta atas persembahan. Agni. Dewa.

Angi kuat dinyalakan baik. Twam hawismanta idato. Samagniridhyate wrsa. Sahabat yang engkau paling sayangi. pada upacara yadnya yang besar. menguasai hadiah-hadiah terpilih. penyanyimu. Manusia dengan persembahannya berharap kepadanya. Tawajyatimsyarcayah. Wrsnam twa wayam wirsan wirsanah samidhimahi. Gayatri. Sinar cahayamu. mendapatkan perlindungan dari pada engkau. pijar ditempat tinggi. Ia juga adalah penguasa dunia. indah dan mulai. Dewata-agni. Dadhajjyotirjanebbah. dewata Agni. tingkatkan sinarmu. Agnirmyddha diwah kakutpatihprthiwya ayam. Agne didyatam brhat. Bawalah mitra. Kaste jamirjananamagne ke dacwadhwarah.Agne naksatra. Wrso agnih samidyate acwa na dewa wahanah. Jumpai untuk dihormati dan dimohon. yang kuat. bahkan laksana kuda yang membawa para Dewa. Menanjak keatas. Agne yaksi swam damam. bawalah Dewa-dewa itu. Agneketurwisamasi presthah crestha upasthasat. Agni adalah kepala dan tinggi disurga. Idenyo namasyastirasmamsi darcatah. Resi Warupa Anggirasa. Apam retamsi jinwati. Sakha sakhibhya Idah. tersayang. dinyatakan dengan baik. Kemari. Waruna. . Ko ha kasminnasi critah. memberikan dai hidup. Engkau adalah sinar cahaya bagiu manusia. Agni. Bawalah mereka. memperlihatkan dalam indahan melalui kesusraman. Agni. Gayatri. O Agni. pada rumah engkau.ajarama suryam rohayo diwi. suci dan agung. Siapakah keluargaan pada manusia. Ircise waryasya hi datrasyagne swah patih. pada manusia Agni. Stota ayam tawa carmani. Udagne cucayastawa cukra bhra janta irrate. gayatri. Dewata Agni. Sesungguhnya Agni dewa cahaya. bintang yang nanjak kelangit. Memberi rakhmat sinar kepada manusia. Agni? Siapa yang menghormati dengan yadnya? Kepada siapa tanggungjawabnya? Siapa Engkau itu? Twam jamijananmagne mitro asi priyah. Melihat penyanyi. Sahabat yang sahabat dapat diharapkan. terbaik. Yaja no mitrawaruna yaja dewam rtam brhat. Resi wiswamitra Gathina. Keluargamu. Resi Gotama keluarga Rahugana. Bodha stotre wayo dadhat. bersemayam ditempatmu. Ia percepat benih-benih air itu. O Agni. Semoga saya. Agni. Engkau telah membuat matahari.

semoga Dewi Sawitri berkenan memanifestasikan cahaya universal yang tidak terbatas itu untuk kesempurnaan kita. (Puja. yang hanya secara sebdirian saja mampu mengatur yadnya yang diselenggarakan oleh para Brahmana (weda) yang telah mengkonsentrasikan indra-indra. Oleh Prajapati. dinyalakan dengan lembut. seperti yang telah diucapkan oleh orng-orang suci yang bijaksana.berkenan memberikan sinar terangnya kepada bumi. dan Air Soma dituangkan dengan tepat pada Piala Ritualnya. dapat didengar oleh Brahma. Pemujaan Sawitri Yunjanah prathamam manas tattwaya sawita dhiyah agner iyotir nicayya prthiwya adhyabhacat. yang bersinar-sinarnya tidak terbatas yang meliputi segala sesuatu.1979:37. Yuktena manasa wayam deasya sawituh sawe suwargeyaya saktya. semiga kita dengan melakukan konsentrasi pikiran. dimana Angin yang kencang diredakan. yang berjalan dijalan yang benar. . untuk memperoleh kesunyataan. Yuje wam brahma purwyam nabhir wisloka etu pathyewa sureh srnwantu wiswe amrtasya putra a ye dhamani diwyani tastuh. dapat memperoleh kekuatan untuk mencapai surga.2.406) 7.setelah melihat Dewa Agni. .Sang Api yang bersinar. Puja dan puji kami persembahkan kepada Dewi Sawitri yang maha bijaksana. Dengan pelaksanaan Yadnya. yang kuat. yang mengetahui gerak-gerik semua mahluk yang untelligen. Yunjate mana uta yunjate dhiyo wipra wiprasya brhato wipasitah. pikiran dan intleknya. yang memperkuat kami. semoga Dewi Sawitri..Sang Surya yang sedang muncul dicakrawala itu. Yuklwaya manasa dewan suwaryato dhiya diwam brhaj jyotih karisyatas sawita prasuwati tan.92. yang menempati sorga sebagai tempat tinggalnya. pikiran. kami pahlawan. Agnir yatrabhimathyate wayur yatradhirudhyate semo yatratiricyate tatra samjayate manah.Kami akan menyalakan Engka. Engkau Agni.. Wi hotra dadhe wayunawid eka in mahi dewasya sawituh paristutih. serta oleh Putera-Putera dari Yang maha Abadi. Dengan mengkonsenkan indra-indra. Dengan berkah dari Dewi Sawitri yang bersifatuniwersal. bercahaya sangat agungnnya. . dimana Api. kepada Brahman. dan intlek. Puja dan puji kami persembahkan kepada Brahma yang paling kami muliakan. Semoga doa dan puji kami. semoga Jiwa kami menjadi sempurna. Dengan mengkonsentrasikan indra-indra pikiran dan intlek.

orang-orang yang bijaksana mampu mengendalikan pikiranya seperti seorang kusir kereta yang mahir mengendalikan kreta-kreta kudanya yang liar. dan kita dijauhkan dari terkena penderitaan. Apabila tingkah laku kita sehari-hari didasari dengan prinsip-prinsip persembahyangan tersebut. Nihara dhumarkanilanam khadyota-widyut-sphatika-saninam. yang bebas dari pandangan yang menyakitkan mata. Pranan prapidyeha samyukta cestah ksine prane nasikayo’ cchwasita. Orang yang telah melaksanakan ajaran-ajaran Yoga. orang-orang bijaksana dapat mencapai yang menjadi tujuan dengan hasil baik. Same sucau sarkawa sakara wahni waluka wiwarjite sabda jalasraya dibhih. Dalam melakukan meditasi untuk dapat dengan Tuhan Yang Maha Esa. Dustawa-yuktam iwa waham enam widwam mano dharayeta pramatah. leher. serta kedudukannya tepat dengan bagian-bagian tubuh lainnya.Sawitra prasawena juseta brahma purwyam tatra yonim krnawase na hi te purtam aksipat. dengan indra-indra dan pikiran dikalahkan oleh Hati yang murni. yang terlindung dari angin yang keras. yang ciri utamanya Latihan Konsentrasi Pikiran. bebas dari debu. bebas dari batu-btu krikil. apa bila telah berhasil. dan kepala. orang-orang yang bijaksana dengan ber-Perahu-kan Brahman. maka Jalan Kehidupan kita akan terbebas dari ikatan hasil Karma yang pernah kita lakukan. Dengan persyaratan meditasi yang demikian itu. hendaklah dipilih tempat yag suasananya murni. Etani rupani purussarani brahmany abhiwyaktikarani yoge. sesuai dengan ketentuan Ajaran Yoga. dapat mengarungi samudra kehidupan yang dahsyat. . jika dilakuakn dalam gua. yang mula-mula tampak dengan mata batinnya adalah munculnya Brahman. Dengan membiasakan diri bersikap meditasi yang baik. Dengan berkah dari Dewi Sawitri. dan dengan mengatur pernafasannya. yang teduh dengan pohon-pohon yang rindang. bebas dari api. yang telah dilakukan sebagai tradisi sejak jaman dahulu kala. dan suara-suara yang terdengar hanya yang menyenangkan pikran. yaitu ketiga tubuh bagian atas. marilah kita laksanakan Upacara Persembahyangan Brahman. Tritunnatam sthapya samam sariram hrdindriyani manasa samniwesya. Brahmodupena pratareta widwam srotamsi sarwani bhayawahani. mengalahkan keinginan rendahnya. berkeadaan tegak lurus. yang gelombang-gelombangnya menakutkan itu. yang dekat dengan air. dada. hendaklah telah diubah dan tepat untuk bertapa brata. Namo’nukule na tu cakcu pidane guhe niwatasrayane prayojayet. Dengan kemampuan menguasai indra-indranya.

kunang-kunang. bebas dari penyakitpenyakit. pengecapan surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada ujung lidah. apabila orang telah dapat membakar badannya dengan api meditasi. tetai yang manifest sebagai sebuah Cahaya yang amat terang benderang. dengan jalan memusatkan pikiran pada pangkal lidah. lalu dia dapat manunggal dengan Tuhan Yang Maha Esa (Brahman) serta bebas dari terkena penderitaan. Setelah orang dalam melakukan meditasi telah mencapai titik dimana dia telah dapat menyadari dan menghayati tentang sifat Dirinya Ynag Sejati.yang berwujud sebagai kabut. halilintar. berkepribadian yang mantap. berkat latihan-latihan meditasi. cahaya. memiliki wajah yang simpatik dan berwibawa. mampu mencium bau-bau harum. air. setelah dibersihkan menjadi mengkilat dan mengeluarkan sinar yang berkilaua-kilauan. maka dia terbebas dari semua ikatan-ikatan. rasa sakit dan kematian. kristal dan bulan. Keaktian-kesakstian tersebut dicapai. telah membangunkan kesaktian-kesaktian Yogaprawtti penciuman surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada ujung hidung. masa tua. . yang dari tertutup tanah. menjadi halus tutur bahasanya. badan menjadi ringat. matahari. Hasil pertama dari meditasi. setelah orangnya menyadari dan menghayati sifat Dirinya Yang Sejati. Lagutwam arogyam alolupatwam warna –prasadam swara-sau-sthawam ca. diprolehnya kemampuan dapat melihat berbagai warna yang indah dan bersinar-sinar. Gandhas subho mutrg-purisam alpam yoga prawrttim prathamam wadanti. angin. sehat. Tad watmatattwam prasamiksya dehi ekah krtartho bhawate wita-sokah. yaitu keberadaan sifat-sifat Brahman yang tidak terlahirkan. Yadatma tatwena tu brahm-tattwam dipopamene’ha yktah prapasyet ajam dhruwam sarwa tattwair wisuddham jnatwa dewam mucyate sarwa pasaih. penglihatan surgawi. maka orangnya tidak lagi terkena sesuatu penyakit. yang sifatnya abadi yang bebas dari ketidaktahuan. Na tasya rogo na jara na mrtyuh praptasya yogagnimayam sariram. pikiran tidak ternodai dengan keinginan-keinginan rendah. Apabila kesaktian Yogaguna dalam tubuh seorang Yogi. yang penuh warna aneka ragam yang sangat indah. udara dan ether. yang semula ditutupi oleh awan ketidaktahuan yang gelap. dan pendengaran surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada langit-langit di atas lidah. api. dan jarang buang air besar maupun air kecil. yaitu yang berhubungan dengan unsur: tanah. dalam orang mempraktekkan yoga. adalah berupa dicapainya keadaan-keadaan. Seperti segumpal emas atau segumpal perak. Yathaiwa bimbam mrdayo’paliptam tejomayam bhrarajate tat sudhantam. Prthwyapryatejo’nilakhe samutthite pancmake yo-gune prawrtte. perabaan surgawi dengan jalan memusatkan pikiran pada bagian tengah lidah.

. serta mampu melihat ke segala penjuru. asmin ksatre samharaty esa dewah bhuyah srstwa patayas tathesas sarwadhipatyam kurute mahatma. ya oshadisu yo wanaspatisu tasmat dewaya namo namah. yang ada didalam pohon-pohonan. Dia terlahirkan yang pertama kalinya didalam rahim Hiranya Garbha. kepada Maha Yogi ini. yang telah memasuki Alam Semesta. Sarwa disah udhwan ewam sa dewo bhagawan warenyo yoni-swabhawan adhitisthaty ekah. dan mengawasi kelahiran itu. mampu melihat makhluk di mana pun dia berada. itu seperti seorang Maha Dewa. Yo dewa’gnau yo’psu wiswam bhuwanam awiwesa. Beliaulah yang seakan-akan seorang Ibu. Yo yonim adhitisthaty eko wiswami rupani. yang dari dalam pikiranNya melahirkan Putera yang bijaksana. yang belum manifest. terdapat Pengetahuan Suci dan Ketidak-Tahuan. seorang Maha Yogi yang telah mencapai Kesempurnaan. Hanya dia yang merupakan satu-satunya nyata. Pada Brahman Yang Maha Esa Abadi dan tidak terbatas itu. Di arena Maya. Brahman setelah dengan berbagai cara melemparkan Jala Beliau. yang menjadi Sang Maha Pengatur atas benih dan semua bentuk yang ada dialam semesta ini. Sesungguhnya Dia. widya/sidye nihite yatra gudhe ksaram tw awidya hy amrtam itu widya. karena Dia mampu mengambil wujud yang beraneka jenis. Pengetahuan Suci bersifat Abadi. dan akan terlahirkan kembali. lalu setelah tiba saatnya menarik kembali Jala-Nya. ada didalam Air.Esa ha dewah pradiso’nu sarwah purwo hi jatah sa u garbe antah. serta berlaku sebagai Saksi atas keduanya. Ekaikam jalam bahudha wikurman. Dia diberi dibelakang semua mahluk. yang Kesempurnaannya meliputi semua Alam. Dia mampu berada didalam diri semua mahluk. yang ada didalam Tanaman Obat-Obatan yang tumbuh setiap tahun. dan Brahman berperanan kembali sebagai Yang dipertuan Yang Maha Agung atas alam semesta. diciptakan kembai alam semesta dengan semua isinya. Untuk mencapai kesempurnaan. Dia telah dilahirkan. mencapai Pengetahuan Suci dan melenyapkan ketidaktahuan. Kepada seorang Maha Yogi yang seperti seorang Maha Dewa. G Pudja. widyawidye isate yas tu so’nyah. 1992:20-27) Dwe aksare brahma pare tw nante. Kemudian setelah datang saat penciptaan berikutnya. (Sudiarto. yang ada didaerahdaerah Hutan. Sa ewa jatah sa janisyamanah pratyam janamis tisthati sarwato-mukhah. hendaklah orang-orang mengontrol keduanya. yonis ca sarwah rsim prasutam kapilam yas tam arge jnair bibharti jayamanam ca pasyet. yang ada didalam Api. sampaikanlah penghormatanmu! Pujalah Dia!. sedang Ketidak-Tahuan bersifat tidak abadi.

serta dilengkapi dengan sifat-sifat kejiwaan lainnya. melakukan suatu kerja dengan mengharapan hasilnya. kebesaran diri dan memiliki kemampuan dapat memutuskan sesuatu. memerintah seluruh isi alam semesta dan menghidupkan benih-benih kehidupan. dan dibawah. Atman itu yang dapat kita bayangkan sebagai sebesar ibu jari. Dan Beliau memasakkan benih-benih kehidupan yang ada di Alam Semesta ini. Brahman secara sendirian memerintah Alam Semesta dengan semua isinya. Dan Jalan Pengetahuan Suci. yang suci. yang masing-masing memiliki kemiripan dengan Sang Maha Penciptanya. Jalan Kebajikan. begitu pula dilengkapi dengan sifat-sifat atau kemampuankemampuan kejasmanian. tad brahma wedate brahma-yonim ye purwam dewa rsyas ca tad widuh te tanmaya amrta wai babhuwuh. jika kita bandingkan dengan Brahman tmpak sangat kecil. . Gunanwayo yah phala-karma-karta krtasya tasyai wa sa copabhokta sa wiswarupas trigunas tri-wartma pranadhipas samcarati swa-karmabhih. Agustha-matro rawi-tulya-rupas samkala-hamkara-samanwito yah buddher gunenatma-gunena caiwa aragra-matro hy aparo ’pidrstah. Para Dewa dan para Resi yang hidup di zaman dahulu telah dapat menyadari dan menghayati keberadaan Beliau didalam dirinya. Tad weda-guhyopanisatu gudham. Pengetahuan Suci tentang sifat-sifat Brahman itu disimpan secara rahasia didalam kitab-kitab suci Weda dan Kitab-Kitab Suci Upanishad. Sang Purusa yang diakruniai sifat-sifat tertentu. Atman itu berkeadaan sebesar seperseratus ujung rambut dibagi seratus. Naiwa stri na puman esa na caiwayam napumsakah yad yac chariram adate tena sa raksyate. Walagra-sata-bhagasya satadha kalpitasya ca bhago jiwas sa wijne yas sa canantyaya kalpate. serta diruang-ruang antara keduanya. serta menentukan sifat-sifat tertentu yang diperuntukkan bagi setiap jenis makhluk. demikian juaga Brahman yang menjdiYang DipertuanYang Maha Agung atau atas alam semesta. dapat menegluarkan sinar yang berkilau-kilauan. diatas. pacyam ca sarwam parinamayed yah sarwam etad wiswam adhisthaty eko gunan ca sarwam winiyojayed yah. yaitu Jalan yang terwarnai Kejahatan. Walaupun demikian. Sang Purusha menghayati kehidupannya secara berulang-ulang. yang wajib kita puja itu. Ya ca swabhawam pacati wiswayonih.Seperti Matahari yang memberikan sinar-sinarnya disudut-sudut alam. sekecil dari tongkat pemacu hewan. sehingga mereka itu dapat memperoleh keabadian. tetapi memiliki kemampuan yang tidak terbatas. Dengan ditempuhnya Ketiga Jalan.

Atman berinkarnasi secara berulang-ulang di dibeberapa tempat.Atman itu tidak bersifat wanita. yang wujud-wujudnya tak terhingga itu. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan bahwa Brahman itu tidak berpermulaan dan tidak berakhir. yang telah mencipta alam semesta dengan seluruh isinya. Swabhawam eke kawayo wadanti. yang menjadi penyebab munculnya exsistensi dan non exsistensi. Tetapi apabial dia sudah terbebas dari Maya dan sudah mencapai kesunyataan. serta yang meliputi dan meresapi seluruh alam semesta. Atman dpat mengambil suatu wujud makhluk yang bagaiamana pun tubuhnya. Sthulalani suksmani caiwa. memilih sebagai tubuh wujud yang kasar atau halus. yang masih diliputi oleh Maya. tidak bersifat pria juga tidak bersifat banci. Siapa yang telah dapat menyadari dan mengahayati kesunyataan Siwa yang berbahagia. Bhawa-grahyam anidakhyam. pikiran. Dewassyaisa mahima tu loke yedenam bhramyate brahma-cakram. karean orangnya memakan makanan dan meminum minuman. dan mengalami kedewasaannya. rupani dehi swa-gunair wrnoti krya-gunair atmagunais ca tesamyoga hetur aparo ’pidrstah. sama seperti bahwa tubuh itu dapat mengalami pertumbuhan. sesuai dengan hasil karmanya. maka dia dapat bebas dari semua ikatan. Beberapa orang bijaksana. bhawabhawa-karam siwam kala-srga-karam dewam. Dia menjadi tampak keberadaan berbeda dari satu inkarnasi ke inkarnasi berikutnya. penglihatan. Samkalpana-sparsana-drsti-mohair grasambhu-wrsty-atma wiwrddhi-janma karmanugany anukramena dehi sthanesu rupany abhi samprapadyate. dan dengan menhayati hawa-nafsu hawa nafsu. . Dengan menggunakan kemampua. menganggap yang menjadi penyebab munculnya segala sesuatu yang ada itu adalah Alam atau waktu. kalam tathanye parimuhyamanah. Yenawrtam nityam idam hi sarwam. Atman yang berinkarnasi sesuai dengan sifat dan karmanya. Anady anantam kalilasya madhye wuswasya srastaram aneka-rupam. perabaan. Wiswasyaikam pariwestitaram jnatwa dewam macyate sarwa-pasaih. jnah kalakaro guni sarwawid yah tenestitam karma wiwartate ha. yang tidak bersifat material. dengan mengambil berbagai tubuh.nila-khani cintyam. yang menjadi sumber yang berjari-jarikan Enam Belas. maka dia akan mengetahui bahwa Brahman-lah yang menggerakkan Roda Alam Semesta itu. maka dia akan dapat terbebas dari semua ikatan. ye widus te jahus tanum. prthwapya-tejo.

Sa wrksa-kalakrtibhih paro’nyo yasmat prapancah pariwartate’yam. Pinciptaan Kembali. Dia adalah sumber munculnya segala sesuatu. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan bahwa Dia itu lebih besar dari pada Pohon Alam Semesta. Tata karma krtwa winiwarya bhuyah. yang memiliki semua sifat-sifat. Beliau adalah Sumber dari persebaban. yang keberadaanya ada dimana-mana. yang menjadi Yang dipertuan atas waktu itu. dan lebih besar dari pada Sang Waktu. maka dia dapat manunggal dengan Brahman. Siapa yang memuja Brahman yang menjadi Sumber dari Alam Semesta itu. sebagai yang ada didalam Hati Sanubarinya. Juga kegiatan penciptaan yang berhubungan dengan waktu intelek yang halus. Penghancuran. dan keadaannya berbeda dari keduanya itu. serta kegiatan penciptaan kedelapan. dan seterusnya.Alam semesta dengan segala isinya.Air. Adis sa samyoga-nimitta-hetuh paras trikalad akalo pidrstah tam wiswarupam bhawa-bhutam idyam dewam swa-citta-stham upasya-purwam. yaitu kegiatan ciptaan tunggal. yang maha bijaksana. bhagesam jnatwatmatwatmastham amrtam wiswa-dhama. Siapa yang melaksnakan kerja sesuai dengan sifat-sifatnya. dengan meletakkan hasilnya kepada Brahman. yang meliputi dan meresapi Alam semesta. kemudian menggabungkan prinsip ROH dengan prinsip ZAT. itu adalah Maha Pengatur seluruh isi alam semesta dan memekarkan semua Benih kehidupan. yang menjadi Yang dipertuan yang . Brahman itu berada diatas tiga bagian dari waktu: masa yang telah lalu. Brahman setelah mencipta Alam Semsesta. ayng secara berulang-ulang mengadakan penciptaan dan penghancuran. Denagn berhentinya aktivitas kerjanya yang demikian itu. Tetapi Beliau juga dapat manifest diluar waktu. dan yang Maha Mengetahui. tattwasya tattwena sametya yogam ekana dwabhyam tribir asthabir wa. Beliau yang bersifat abadi. maka dia akan dapat bebas dari ikatan-ikatan. aklena caiwatmagunaisca ca suksmaih. Masa sekarang dan Masa yang akan datang. Pemeliharaan. maka hal itu berarti aktivitas kerjanya behenti. yang terdiri dari: Tanah.Udara dan Ether itu dicipta dan dipeerintah oleh Brahman. serta bahwa Brahman itu menjadi tumpuan dan bergerak Alam Semesta didalam mengalami Perputaran Roda: Penciptaan. Dharmawaham papanudam. bhawan ca sarwan winiyojayed yah team abhawe krta-karma-nasah karma-ksaye yari sa tattwato’nya. dan juga bahwa Brahman itu adalah Pencipta dan Pendukung Kebajikan serta Penghancur Dosa-dosa. kegiatan penciptaan yang kedua. kegiatan penciptaan yang ketiga. Arabhya karmani gunawitani.

Didalam Alam Semesta ini tidak ada seorang makhluk yang menjadi ahli yang kemampuannya melebihi Brahman. dan yang ketiga sifat. Sumber Pengetahuan. Marilah kita puja Brahman yang keberadaannya ada pada setiap makhluk. yang wajib dipuja sebagai Sang Maha Penguasa atas Alam Semesta. dan bersifat abadi. Na tasya karyam ca widyate. Tidak ada penguasa yang kuasanya melebihi Brahman. Aktivitas. Na tasya kascit patir asti loke. sa no dadhad brahmapyayam. Marilah kita puja Dia Maha Raja yang Maha Agung dari semua Raja Maha yang Maha Agung dari semua Dewa. yang menjadi Yang dipertuan atas tingkah laku semua mahluk. na cesita naiwa ca tasya lingam. yang dalam memikir tanpa menggunakan pikiran. yang keberadaannya ada pada diri setiap makhluk. Eko dewas sarwa-bhutesu gudhas sarwa-wyapi sarwa-bhutan-tar-atma. Kesaktian Beliau menapak dengan munculnya berbagai ragam wujud. Tidak ada yang menjadi Orang-Tua ataupun Raja bagi Brahman. na tat samas capy adhikas ca drsyate parasya saktir wiwidhaiwa sruyate swabhawiki jnana bala-kriya ca. yang semisal labah-labah yang dengan benangnya yang keluar dari dalam dirinya. sehingga saya dapat amnunggal dengan Beliau. dan Kegelapan diluar diri Beliau. yaitu: Kebaikan. yang meliputi dan meresapi seluruh bagian dari Alam Semesta. yang keberadaannya di setiap diri maklhuk berlaku sebagi Sumber kekuatan. yang paling besar dari semua yang Besar. Patim patinam parastat. Tam iswaranam paramam maheswaram. Bahkan tidak ada sesuatu Lingga yang dapat menjadi Tanda Kehadiran Beliau di suatu tempat. Tidak ada diseluruh alam Semesta ini tampak menyerupai Beliau atau yang mampu melebihi Beliau. berkenan memberi berkah kepada saya. dan sudah ada sejak makhluk itu dilahirkan. Brahman adalah menjadi penyebab munculnya segala sesuatu yang ada di alam Semesta ini. Pada diri Brahman itu tidak terdapat sebab-akibat. yang dihasilkan oleh Pradhana-Nya. na karanam karanadhipadhipo na casya kasjjanita na sadhipah. maka dia dapat menunggal dengan Brahman. tam dewatanam paramam ca daiwatam. Brahman adalah Maha Penguasa yang menjadi Jagat-karana. widama dewam bhuwanesam idyam. Sumber Penggerak. Karmadhyaksas sarwa-bhutadhiwasas saksi ceta kewalo nirgunas ca. . Yas tantunabha iwa tantubhih pradanajaih swabhawatah dewa ekah swam awrnot. Yang dipertuan yang Maha Agung dari semua penguasa. yang sanubarinya manusia merupakan tempat bersemayamNya. yang telah mencipta Alam Semesta ini. yang merupakan inti batinya setiap mahluk. Semoga Brahman.Maha Agung atas Alam Semesta. yang mengeluarkan cahaya yang berkilau-kilauan.

nema widyuto bhanti kuto’yam agnih. Beliau juga adalah Penguasa Triguna. Beliau memiliki sifatsifat yang sempurna. Di Alam-Nya Brahman tidak perlu terdapat Matahari. akan memperoleh Kebahagiaan Yang Sejati. sa ewagnis salile saniswitah tam ewa widitwatimrtyum eti. Karena Brahman itu berkeadaan di Alam Semesta pun menjadikan segala sesuatu di Alam Semesta ini menjadi mampu mengeluarkan sinar-sinarnya. Beliau telah menciptakan semua isi Alam Semesta dari satu benih. Bulan. Dia adalah Maha Penguasa memerintah seluruh alam Semesta. sedang orang-orang lain belum dapat memperolehnya. Kiranya tidak ada jalan lain untuk mencapai Kebahagiaan Sejati. yang walaupun sendirian. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Kasunyataan ini. Namun Beliau tidak perlu secara nyata-nyata aktif melakukan aktivitas Beliau itu. Dia adalah semisal Matahari yang telah mampu membakar habis semua Ketidak-Tahuan.Eko wasi niskriyanam bahunam ekam bijam bahudha yah karoti tam atmastham ye’nupasyanti dhiras tesam sukham saswatam netaresam. Juga disana tidak perlu Halilintar atau Api. selain melalui jalan yang telah ditempuh oleh Beliau yang berjalan di Jalan Suci itu. dapat terbebas dari kematian. Beliau adalah . Beliau memahami seluk-beluk ciptanNya. serta adalah Penguasa atas Kesadaran yang terdapat pada diri setiap makhluk. nanyah pantha widyate yanaya. dan BintangBuntang untuk meneranginya. tasya bhasa sarwam idam wibhati. dapat memberikan kepuasan atas keinginankeinginan yang diinginkan semua mahluk. Beliau adalah maha mengetahui. Dia adalah Roh yang telah sempurna. Adalah Maha Pemikir dari para Pemikir. dia akan terbebas dari semua ikatan. karena Beliau hanya berlaku sebaga Maha Saksi. Beliau adalah penguasa waktu. Siapa yang telah dapat menyadari dan menghayati Rahasia Agung yang tersimpan didalam Ajaran Samkya dan Yoga. yang bagaikan seekor Hamsa yang berjalan di dunia ini. Tam ewa bhatam anubhati sarwam. Sa wiswa-wid tma-yonir jnah kala-karo guni sarwawidyah pradhanaksetrajna-pati gunesah samsara-moksa-sthiti-bandha-hetuh. Beliau adalah yang dipertuan atas Pradhana. Dia adalah paling abadi dari yang abadi. Eko hamso bhuwanasyasya madhye. Beliau adalah Roh dari semua makhluk dan adalah Sumber dari segala sesuatu yang makhluk dan adalah sumber dari segala sesuatu yang ada di alam ini. Orang-orang bijaksana yang telah dapat menyadari dan menghayati kehadiran Brahman di dalam diri sanubarinya. Dia telah mencipta alam Semesta dengan seluruh isinya. Na tatra suryo bhati na candra-tarakam. Nityo nityanam cestanas cetanam eko bahunam yo widadhati kaman tat karanam samkya-yogadhigamyam jnatwa dewam mucyate sarwa-pasaih.

dan sangat dihormati oleh Resi. Kebahagiaan Yang sejati hanya dapat dicapai melalui mempelajari Ilmu Ketuhanan. Sang maha Resi Swetaswatara dinyatakan sebagai yang telah dicapai tingkatan Spiritual Paramahamsa. saya berlindung kepada Brahman yang menjadi Penyebab dimanifesatsikanNya yang paling permulaan adalah Dewa Brahma. bersifat Maha Meengetahui. yaitu salah satu yang tertinggi dari kempat tingkatan Diksa. dan yang telah memberi kepadanya Kitab-Kitab Suci Weda. Beliau merupakan jembatan Emas menuju ke Pencapaian Keabadian bagi makhluk-makhluk. amrtasya param setum dagdhendhanam iwanalam. tanpa terkena noda-noda. yo waiwedams ca prahinoti tasmi tam ha dewam atma-buddhi-prakasam mumuksur wai saranam aham prapadye. Dia yang untuk sementara menifest sebagai eksistensi. bebas dari penderitaanpenderitaan. sebab tidak ada seorang makhluk pun yang mampu melakukannya. Dalam melenyapkan dosa-dosa yang ada pada diri makhluk-makhluk berkeadaan sebagai Maha Api yang membakar kayu-kayu apinya. tidak melakukan ssesuatu aktivitasaktivitas. semisal memeras ether atau mengepres kulit. Tapah-prabhawad dewa-prasadac ca. bebas dari ikatan-ikatan dunia. dan maha Pelebur. sebagai penjaga Alam Semesta selalu waspada menjaganya setiap waktu. selalu menjadi Yang dipertuan atas Alam Semesta. jika tanpa mempelajari ilmu Ketuhanan. Atyasramibhyah paramam pawitram. prowaca samyagrsi-samgha-justam. Yada carmawad akasam westayisyanti manawah tada dewan awijnaya duhkhasyanto bhawisyati. brahma ha swetaswataro’tha widwan. Walaupunorang untuk menghentikan penderitaan-penderitannya. telah berusaha sekuat-kuatnya. Sa tanmayo hy amrta isa-samstho jnas sarwago bhuwana-syasya gopta ya ise asya jagato nityam ea-nanyo hetur widyate isanaya. Melalui melakukan Tapa-Brata dan atas limpahan berkah dari Brahman. bebas dari eksistensi. tetap bersifat abadi. Niskalam niskriyam santam nirawadyam niranjanam. dn untuk mencpai kebahagiaan yang sejati. Brahman itu tidak memiliki bagian-bagian. tanpa memiliki kesalahan-kesalahan. .Penganugerah Penyebab untuk dapat bebas dari penderitaan-penderitaan. Untuk dapat memperoleh kebebasan Spiritual. waktu yang selalu menjadi maha pengatur Alam semesta. Beliau adalah maha Pemelihara. berkeadaan tetap diam. maka dia akan tidak akan berhsil. Yo brahmanam widadhati purwam.

Tuhan Yang Maha Esa. bersemayam pada media-media yang suci. Sweta Swatara Upanisad. Aham jajana prthiwim uta dyam. Brahma jajnanam prathamam purastat Hyang Widhi Wasa adalah pertama-tama. Brahma dewam anu ksiyati brahma daiwajanir wisah. (1982:53-63). Brahmedam anyatnaksatam brahma sat ksram ucyate.2. Satas ca yonim asatas ca wi wah Sang Hyang Widhi Wasa memperlihatkan keaslian segalanya apakah terwujudkan ataukah tidak terwujudkan’ Ya ime dyawa jajana Sang Hyang Widhi Wasa menciptakan langit dan bumi. agar mereka dapat mengetahui dan dapat mengamalkan Ajaran Kitab Suci Upanisad ini. Atharwaweda. Brahmana bhumir wihita brahma dyaur uttara hita brahma-idam urdhawam tiryak cantariksam wyaco hitam. Brahman menempatkan eilayah tengah yang luas ini di atas dan dijarak lintas. Misteri yang paling dalam dan paling agung dari Ajaran Wedanta. aham rtun ajanayam sapta sindhun. ’Aku (Tuhan Yang Maha Esa) menciptakan langit dan bumi. Yasya dewa para bhaktir yatha dewe tatha gurau. akan berwajah yang berseri-seri. yang dengan tulus memuja Brahman dan menghormati Guru. hendaknya jangan diberikan kepda orang-orang yang masih belum mampu menguasai hawa-nafsu hawa-nafsunya. Brahman menempatkan langit di atasnya. Tak seorangpun mencapai kebahagiaan tanpa mengetahui Tuhan Yang Maha Esa yang bagaikan ayah. Aku menciptakan musim-musim dan tujuh buah sungai.93. Kepada orang-orang yang berjiwa luhur. tasyaite kathita hy arthah. yang ada di alam semesta. Isanam asya jagatah swardrsam. Brahman Menciptakan bumi ini. yang telah diberikan oleh Brahman kepada kita di zaman dahulu kala. Tuhan Yang Maha Esa bersamayam didalam wujud sebagai para dewa. hendaknya kita berikan rahasia Ajaran Kitab Suci Upanisad ini. . prakasante mahatmanah. isanam Indra tasthusah. walaupun dia anak laki-laki kita atau siswa kita yang kita cintai.Wedante paramam guhyam purakalpe pracoditam naprasantaya datawyam naputrayasisyaya wa punah. yang mempercayai sepenuhnya kepada Brahman. 7. prakasante mahatmanah. Tuhan Yang Maha Esa adalah Abadi (tak terhancurkan) dan dia adalah pelindung yang ulung.

Yad ekam jyotir bahudha wibhati Ada satu Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung yang bercahaya. Dia bersinar dalam bentuk yang berbeda-beda. Tuhan Yang Maha Esa adalah Aryaman. kuda-kuda. . Wenas tat pasyat paramam guha yat. yatredam brahma kriyate paridhir jiwanaya kam. Tuhan Yang Maha Esa tidak dipanggil yang kedua. termasuk sapi betina. Twam Indras twam mahendrah (Tuhan Yang Maha Esa. So agnih sa u suryah sa u ewa mahayamah. Engkau adalah Indra dan Mahendra) Sarwo wai tatra jiwati gaur aswah purusah pasuh. Orang bijaksana mengetahui Tuhan Yang Maha esa/Sang Hyang Widhi Wasa dengan sarana penebusan dosa. Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Agung disembah dengan teguh untuk kemakmuran semua. Upo te badwani yadi wasi nyarbudam Semua bentuk yang tak terkira banyaknya dihubungkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung. manusia. Rudra dan Mahadewa. Surya (Matahari) dan Maha Yama (Dewa kematian) So-aryama sa warunah. dan binatang. Se ewa mrtyuh so-amrtam Tuhan Yang Maha Esa adalah (penguasa) kematian dan Tuhan Yang Maha Esa adalah kekekalan. hidup bahagia. Na dwityo na trtiyas caturtho napi-ucyate. Setiap orang.Brahma-enad widyat tapasa wipascit. tidak yang ketiga maupun yang keempat Se esa eka ekawrd eka ewa Tuhan Yang Maha Esa adalah satu dan hanya tunggal (Esa) Sarwe asmin dewa kkrawrto bhawanti Semua para dewa menjadi satu di dalam Dia. sa rudrah sa mahadewah. (Tuhan Yang Maha Esa adalah Agni (api). Orang Bijaksana yang suci membayangkan (memwisualisasikan) Tuhan Yang Maha esa yang berdiam dalam hati. Waruna.

baik dimasa lampau. Brahman Skhamba meliputi seluruh alam-semesta. Sutram sutrasya yo widyat. apakah ia dimanifestasikan (diwujudkan) ataukah tidak dimanifestasikan (tidak terwujudkan). Regweda dan Yayurweda berasal dari Dia. Dia juga menggenggam atmosfir (lapisan udara yang meliputi bumi) yang luas ini. Asac ca yatra sac ca-antah Segalanya. Mengenal Sang Hyang Widhi Wasa Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung. yang dilarutkan. Yo bhutam ca bhawyam ca sarwam yas cadhitidthati. Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung. ada didalam Sang Hyang Widhi Wasa. dimasa kini maupun dimasa datang.Skambho dadhara dyawaprthiwi ubhe imk skambho dadhara-uru-antariksam Brahman yang menyokong dan menggenggam langit dan bumi kedua-duanya. Yasmad rco apataksan yayur yasmad apakasan. Dia yang mengetahui benang yang saling hubungan dari alam-semesta. menjadi seragam dengan dia. Samaweda adalah rambut-Nya dan Atharwaweda adalah mulut-Nya. Pumat purnam udacati purnam pumena sicyate Alam semesta yang sempurna berasal dari Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Sempurna. Alam semesta yang sempurna ini diberi makanan oleh Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Sempurna. Sa widyat brahmanam mahat. Samani yasya lomaniatharwangiraso mukham. Kami menghaturkan persembahan (korban) ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung (Mahkluk Agung itu). Dia berbahagia sepenuhnya. Tuhan Yang Maha Esa ada dimana-mana. Sampasyan yati bhuwanani wiswa . Yah sramat tapaso jatah Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Agung disadari dengan ketekunan dan penebusan dosa. Tat sambhuya bhawati-ekam ewa Brahman adalah inti (permulaan) alam semesta dan segalanya. Skambha idam wiswam bhuwanam a wisesa. swar yasya ca kewalam tasmai iwesthaya brahmane namah.

Yang satu (yaitu sang Mula Prakrti) adalah bahkan lebih halus dari pada rambut dan yang lain (yaitu jiwatman atau jiwa individu) adalah tidak dapat dilihat. Segala macam zat memasuki tubuh manusia seperti misalnya kebijaksanaan. Tetapi dari yang paling halus dan dewata yang meliputi semuanya (yaitu Iswara atau Jiwa Agung) adalah satu-satunya obyek (tujuan) dari cinta. semoga kekuatan-kekuatan hubungan diri saya dengan diri beliau. O yang dipertuan Atas kebaikan. Dia adalah sumber penghidupan seluruh alam semesta. Balad ekam aniyaskam ute-ekam naiwa drsyate. Widyas ca wa awidyas ca. pengetahuan praktis. Kekuatan kehidupan manifes. yac ca-anyad upadesyam. Rgweda. membakar. Yang dipertuan Atas Sabda-Sabda berkenan memberi tugas kepada saya. Bentangkanlah perlindunganMu kepada saya. dan membekali saya dengan kekuatan-kekuatan yang berasal dari diri beliau. 1996: 169-182).Sang Hyang Widhi Wasa-Tuhan Yang Maha Esa yang Maha Agung bergerak mengamati seluruh alam smesta Sariram brahma prawis at sarire-adhi prajapatih. semoga kekuatan- . datanglah kemari bersama-sama dengan Para Dewa. Yo marayati pranayat. Tuhan yang Maha Esa Yang Maha Agung (Makhluk Teragung). dan setiap pengetahuan yang harus diajarkan. menjadi semua bentukbentuk kehidupan. tatah pariswajiyasi dewata sa mama priya. (Titib. Do’a agar ajaran-ajaran Suci yang dipelajari terpatri dalam sanubari Dengan pola Trisapta. tetap seperti ujung-ujung busur itu didekatkan dengan ditariknya tali sekuat-kuat. semoga hari ini. Sang Hyang Widhi Wasa memasuki tubuh manusia dan Dia menjadi raja tubuh itu. tiga dan tujuh. yasmat prananti bhuwanani wiswa Sang Hyang Widhi Wasa menghidupkan dan menghancurkan. Semoga yang dipertuan Atas Sabda-Sabda yang menguatkan hubungan dari saya dengan diri Beliau.28 O yang dipertuan Atas Sabda-Sabda. Iyam kalyani-ajara martyasya amrta grhe. bimbinglah saya. Samawedda dan Yajurweda. Sariram brahma prawisad rcah sama-atho-yajuh. yang menjadi jumlah tak terhingga. atau tiga kali tujuh. serta semoga saya senantiasa dapat ingat akan ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari. Dewa yang kekal dan bertuah ini (yaitu Sang Jiwa Agung) bertempat tinggal di dalam tubuh manusia yang fana. dan dapat menyatu dengan sanubari saya.

karena mengisap banyak air. semoga saya dapat dipersatukan dengan ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari. O. yaitu bumi dengan banyak aspek-aspeknya. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. semoga saya-lah yang engkau pilih sebagai tempat persinggahanmu. yang menjadi Ibundanya. dengan kekuatan dari Beliau itu. yang berkekuatan seratus kali lipat. anugrah dari Mitra. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. atau tombak.kekuatan itu dapat selalu berada didalam diri saya senantiasa dapat ingatkan Ajaran-ajaran Suci yang telah saya pelajari. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. Kami mengetahui gelagah SangAyah. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. jauhkanlah kami dari serangan panah. semoga di bumi. pancaranmu mengalir deras. O Penarik tali busur kehidupan yang mahir. karena mengisap banyak air. atau senjata-senjata lainnya. singkirkanlah jauh-jauh orang-orang yang berniat jahat kepada kami serta orang-orang yang membenci kami. Semoga saya tidak ditinggalkan oleh Ajaran-Ajaran Suci itu. demikian juga smoga batang gelagah itu menjadi penghalang penyakit dan pengaruhpengaruh jahatnya. O Indra. karena mengisap banyak air. semoga di bumi. . anugrah dari Waruna. dengan kekuatan dari Beliau itu. yang diatasnya mengisap banyak air. anugrah dari Parjanya dan kami mengetahui dengan baik. Yang dipertuan atas Sabda-Sabda. pancaranmu mengalir dengan deras. Seperti bahwa diantara Surga dan Bumi itu terdapat pohon bambu. yang berkekuatan seratus kali lipat. tariklah tali busur kehidupan kami! Kuatkanlah tarikanmu itu sekuat batu! Dengan kekuatanmu yang hebat itu. yang berkekuatan seratus kali lipat. Pada saat-saat Sang Lembu sedang membelai pohon-pohon. Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. Obat dengan menggunakan batang rumput Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. Datanglah kemari. nyanyikanlah lagu penyembuhan dengan terompet gelagah yang menggetarkan irama merdu. pancaranmu mengalir deras. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. anugrah dari Parjanya dengan kekuatan dari Beliau itu. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. Do’a Penyakit Kencing menjadi Sembuh dengan rerumputan. semoga di bumi.

kita harapkan dapat meneruskan Yadnya kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya. pancaranmu mengalir deras. seperti itu juga aliran kencingnya si sakit menjadi deras. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. . seperti itu semoga aliran kencingnya si sakit menjadi deras. semoga semua penghalangnya menjadi lenyap. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. yang mengalir dengan lancar itu. semoga dapat menjadi tauladan mengalir air kencingnya si sakit. seperti itu semoga aliran kencingnya si sakit menjadi deras. yang berkekuatan seratus kali lipat. saya menyelenggrakan persembahyangan dengan memercik-mercikan air suci yang saya ambil dari Sungai Sindu yang suci. Mahkluk-mahkluk yang menghuni sebelah sananya matahari. yang mengabung menjadi satu. Saya memohon turunnya Air Surga. Seperti panah yang terlepas dari busurnya. aliran kencingnya si sakit menjadi deras. Kedua saluran air kencing-Mu. pancaranmu mengalir deras. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. dengan kekuatan dari Beliau itu. Semoga penghalang aliran air kencing si sakit menjadi tidak kuat lagi. semoga semua penghalang menjadi lenyap. yang berkekuatan seratus kali lipat. anugrah dari Sang Bulan. anugrah dari Sang Matahari. saya menyembuhkan dan menyehatkan tubuh yang sakit. Kami mengetahui gelagah Sang Ayah. karena mengisap banyak air. semoga seperti yang kepunyaan-Mu. yang dapat menjadi minuman bagi sapi-sapi saya. dan yang menjadi sahabatnya Sang Surya. semoga di bumi. seperti kalau orang memecahkan bendungan air. dengan mencampur susu dengan madu. dengan kuatnya melesat meninggalkan busurnya. untuk persembahan Para Ibu melaksanakan kewajibannya di bidang agama. Saya pecahkan yang menjadi penghalang aliran air kencing si sakit. anak-anak perempuannya menyelenggarakan upacara Yadnya. seperti air itu tidak tahan lagi dihalang-halangi dalam gerakkannya menuju ke laut. semoga semua penghalang menjadi lenyap. Do’a mensucikan air. sesuai dengan tugasnya masing-masing. karena mengisap banyak air. dan mampu mendobrak penghalang-penghalangnya. semoga semua penghalangnya menjadi lenyap. dengan kekuatan dari Beliau itu. semoga di bumi. dan mampu mendobrak penghalangpenghalangnya.Kami mengetahui gelagah Sang Ayah.

O Agni. Brhadbhano cawarsa wajamukthyam dadhasi dacusa kawe. sehingga saya dapat melihat dalam banyak tahun. dan didlam Api Suci. dengan semangat yang tinggi segairah dan sebahagia Ibu yang menimang-nimang anaknya. Perasaan aman. Didalam Air Suci. air suci ini dapat menjadikan kuda-kuda saya dan sapi-sapi saya berkeadaan senantiasa sehat. nyalamu menjulang tinggi. segar dan kuat. dengan jalan meminumnya. . berilah saya kekuatan penyembuh. kuat dan terkenal Engkau. o Sang Air yang datang dari udara. semoga daya-daya kesembuhan dan kesehatan yang berasal dai Air Suci ini dapat memancar dan mengalir masuk kedalam diri kami. O Sang AirYang Suci. Sama Weda Agne tawa waye mahi bhrajante arcayo wibhawase. o Sang Air yang ada di lemah-lembah berilah kami kesejahteraan. berilah kami kesejahteraan. yang telah mampu mengendalikan diri dalam penguasaan terhadap benda-benda. Agni berkata kepada saya bahwa Api Suci itu dapat menjadi sarana penyembuh bagi semua penyakit. bahkan juga yang telah mampu menguasai manusia. harta dan kebajikan terpuji. (Sugiarto. semoga air suci yang bersifat ke-Tuhanan ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit kami dapat mensejahterakan kami.94. o Sang Air yang ada di dalam sumur. Kami akan membuat engkau puas. air kehidupan didalam air suci ini terdapat daya penyembuh terhadap penyakit-penyakit. dan hari-hari depan yang cerah-lah yang menjadikan kami melaksanakan upacara pensucian air ini. o Sang Air ada dalam periuk air. dan panjangkanlah usia saya. berilah kesejateraan. Air Yang Suci. lindungilah badan saya.2. Berilah kami kesejahteraan. Engkau adalah Dewe yang cemerlang. 1983:3-9). tentulah engkau mau menjadikan kami berkeadaan yang segar kembali dan tampak gembira dan bahagia. Pendeta pemberi cahaya. karena engkau sangat baik hati. Soma berkata kepada saya bahwa Air Suci itu dapat menjadi sarana penyembuh bagi semua penyakit. O. Atharwa Weda. terlindungi. agar engkau cepat memunculkan sifat-sifat sucimu. Dengan pertolongannya. Engkau beri pemuja itu dengan kekuatanmu itu. Air Yang Murni. 7. o. o Sang Air yang ada di rawa-rawa. dan taruhlah berkah keselamatan dari Tuhan Yang Maha esa melalui dirimu! Dari Sang Air Suci. berlah kami kesejahteraan .Didalam air suci ini terdapat Amerta. cepatlah engkau menjadi air suci. melalui air suci ini. saya memohon kesembuhan dari penyakit.

Engkau adalah teman tercinta bagi Fajar yang agung. Agni. Padamulah mereka tumpukan berbagai macam bali. . engkau hubungkan rapat-rapat dunia dan surga. Taca drapso nilawandaca rtwuyaindhanah mahinamusamasi priyah ksapo wastusu rajasi. memberi bantuan sebagai seorang anak. Engkau. Twe isah sam dadhurbhurriwarpama ccitrotayo wamajatah.Putro matara wicarannupanasi prnskdi radosi ubhe. untuk memperoleh rakhmatnya. bersenanglah Engkau sendiri. Crutkarnah saprathastamam twagira daiwyam manusa yuga. penolong yang menakjubkan mereka itu. yang mempunyai harta berlimpah dibawah pengawasannya. Dengan sinar yang cemerlang. Iskartraranadhwarsaya pracetasam ksayantam radhasomahah. Engkau bersinar dari keindahan wajahmu yang tmpak. Agni menyebar meluas sebagai pengausa atas segala yang hidup: beri kekayaan kepada kami. keturunan mulia. Engkau memberi rakhmat kebaikan dan banyak makanan. putra perkasa. turun-temurun manusia mengungkapkan-nya dengan lagu-lagu pujian. Engkau antar kami kepada kekuasaan yang maha indah. semua dilakukan. dengan telinga mendengar. dalam kidung nyanyian-nyanyian kami yang benar. banyak bentuk.Pawakawarcah cukrawarca anunawarca udiyarsi bhanuna. tampak kepada semua orang suci. O Jataweda. Engkau beri kekayaan yang mendatangkan keberhasilan. Engkau mengunjungi kedua Ibunda. O Dewa yang abadi. Pra so agne tawotibhih suwirabhista rati wajakarmabhih. O yang maha pemurah. Irajyannagne prathayaswa jantubhirasme rayo amartya. yang sangat terkenal. Twam Percikan adalah hitam dan gemercik. Ia melakukan dengan bantuanMU yang membawa dia banyak putra-putra pemberani dan mengerjakan perbuatan-perbuatan besar. agni. Dewata yang suci. ramah. Yasya twam sakhyamawita. Orang-orang telah meletakkannya dihadapan mereka. pensuci yang kemilau. Urjonapajjataweah sucastibhirmandaswa dithibhirhitah. yang mengatur jalannya yadnya. wamasya subhagam mahimasam dadhasi sanasim rayim. dinyalakan pada waktunya. Sa darcatasya wapuso wi rajasi prnaksi darcatam kratum. sisnawa dade. kuat. Ratim Saya muliakan Pendeta itu. dengan kemilauan yang sempurna itu Engkau mengangkat dirimu sendiri dalam sinar. Engkau bercahaya dalam kemilauan di waktu malam. Yang merupakan hubungan persahabatanmu adalah menurut pilihanmu. Rtawanam mahisam wicwadarcatamagnim sumnaya dadhire putre janah.

Ia memancarkan cahaya lebih cemerlang di langit. Ia kirimkan keturunannya laksana seorang permaisuri. kepada Dialah dikatakan Soma ini. Agni inilah yang berinduk pada air membawa kehidupan. kembaliah Engkau lagi. Agnirjyotir agnirindro jyotirjyotirrindrah. Cahaya adalah Agni. Agni adalah penjaganya. Telah menjadikan Dewa-dewa sahabat yang dikenal. . Tamit samanam wannacca sirudhoantarawaticca suwate ca wicwaha. saya menyanyi apa yang Gayatra. Agnirindraya pawate diwi cukrowirajati Mahisiwa wi jayate. O Agni. Namah sakhibyah purwasadbhyowe namah saksamnisebhyah. Jadi dalam hal seperti itu. Gayatram traistubham jagadwiswa rupani sambhrta. Agnirjagara tamrcah kamayantesgnirjagara tamu samani yanti. Gayatram traistubham jagat. Panururja ni warttaswa punaragna isayusa. Hymne Jagati.Tamosadhirdahire farbhamrtwayam tamapo agnim janayanta matarah. Suryo jyotirjyotih suryah. Selamatkan kami dari penderitaan dan kesengsaraan. lagu-lagu Saman mendekatinya. Surya adalah Cahaya. Cahaya adalah Surya. Agni adalah Cahaya. Saya pergunakan kalimat yang berkaki seratus. Dewa oksami cakrite. Tristup. Begitu waktunya tiba. Soma ini berkata kepada Dia yang bangun dan melihat. Saya mengasuh dan membuat tempat tinggal saya dalam persahabatanMu. kembalilah lagi dengan kekuasaan. Indra adalah Cahaya. bentuk yang sempurna dan bersatu. Agni mengawasinya. Hymne yang kudus mencintai Ia yang bangun dan melihat. demikian pohon-pohon dalam hutan dan tumbuh-tumbuhan mengandungnya dalam diri mereka dan menghasilkannya terus-menerus. Yune wacam catapadim. Agni adalah penjaga dan Richas mencintainya. Pujilah sahabat yang duduk dihadapan. dan syair Jagati. dari sebagai benih mereka yang tumbuh-tumbuhan telah terima. Yo jagara tamayam soma aha tawa ham asmi sakhye nyokah. Agnirjagara tamayam aha tawa hamsmi sakhye nyokah. Saya pergunakankalimat berkaki seratus. Cahaya adalah Indra. Yune wacam catapadim gaye sahaswawartani. pujilah. Yo jagaraga tamrcah kamayante yojjagara ramu samani yanti. Agni menjadi cemerlang untuk Indra. Tristup. saya mengasuh dan dijadikan tempat tinggal saya sebagai persahabatannya. kepada ia yang didudukkan bersama. Gayatra. Punarnah pahyamhasah. Kepada Dia yang jaga itu syair kudus ini datang.

Ya dade wata te grhe amrtam nihitam guha. Seandainya saya ingin seperti Engkau. Mhe ranaya caksase. Abhi waji wicwarupajanitram hiranyayam bibhradatkam suparnah. Wiswapsnya wiswataspari. Apo janayatha ca nah. Dhanusta indra sunrta yajamanaya sunwate. ya. O Dewata yang Maha Kuasa. Gamacwam pipyusi duhe. memberikan kami yang menjadi kekeuatan. Berlimpah-limpah Amrita terdapat jauh disebrang sana. Apo hi stha mayobhuwasta na urje dadhatana. Uta wata pitasina uta bhratota nah sakha. Dengan dirimu sendiri. Tasya no dhehi jiwase. Semoga wata meniupkan paramnya kepada kami. Wata. Tasma aram gamamawo yasya ksayaya jinwatha. Berilah kami karenyanya agar kami dapat hidup. Semoga Ia perpanjang hari-hari hidup kami. menggerahkan hati kami. kepada para pemuja yang memeras air soma. O Watra. meyehatkan. Yo wh siwatamo rasastasya bhaja yateha nah. peercikan olehMu kepada kami dari segala penjuru. Yadaham gopatih syam. Indra. . Berilah kami sebagian dari embun yang amat suci. Sebagai seorng ibu yang merindukan yang tercinta. O Indra. Ucatiriwa matarah. Karena Engkau kami senang hati pergi kepadanya. Pemuja saya harus kaya dengan sapi Sikseyamasmai disteyam cacipate manisine.Saha rayya ni warttasuagne pinwaswa dharaya. yang engkau miliki. Yadindraham yatha twamiciya waswa eka it. So no jiwatawe krdhi. dariMu. Kebaikanmu adalah dalam melimpahkan banyak lembu dan sap. Saya akan tiada pilihan untuk memoperkuat dan memperkaya pendeta itu. Yang se. engkau pembawa kesehatan dan rakhmat. O Agni. Stota me gosakha syat. Suryasya bhanumrtutha wasanahpari swayam medhamrjro jayana. Sesungguhnya Apah. Engkau Bapa kami. yang tempat tinggalnya mempercepat kami dengan apah. Engkau Saudara kami dan sabahat kami. penguasa tunggal atas semua gart. baliklah kembali membawa harta. Karenya tolong kami olehmu menuju kekuatan.oga kami peroleh dengan penuh kebahagiaan. penyangga semua yang mengalir. Wata a watu bhosajam cambhu mayobhu no hrde Pra na ayumsi tarisat. Seadainya saya penguasa ternak sapi. Karenya berilah kami kekuatan agar dapat kami hidup.

burung yang mempercepat sampai ke tempat Yama. menyerang dengan cepatnya. Hiranyapaksam warumasya dutam yamasya yonan cakumam bhuwanyum Mereka memandang Engkau dan lam meerindukan semangat mereka. Wasano atkam surabhim draca kam awarna nama janata priyani. Ia telah memakai ribuan jubah yang sesuai menurut dirinya. Sahasradah catada bhuriwa dhartta diwo bhuwanasya wicaptih. Engkau yang bersayap keenam. menakutkan. Nake suparnamupa yatpatantam hrdantam hrdawenanto abhya caksata twa. burung Garuda memakai pakian keemasannya ditempat kelahirannya. laksana banteng yang mengasah tanduknya. Tegak. sebagaimana undang-undang pemerintahan. (demikian) Indra mengalahkan ratusan musuhnya dengan segera. Kecemer-langannya. Urddhwe gandharwo adhi nake asthatpratyangcitradasyayudhani. Drapsah samudramabhi yajjati pacyan grdhrasya widharman. karena sebagai cahya melahirkan bentuk-bentuk menyenangkan kepada kami. Barbagai macam bentuk benih Ia letakkan dalam air. cemerlang yang dikumpulkan dimukan bumi dan disitu berkembang. menguak. meumbuhkan keagungannya. dengan mata yang tidak berkedip. Apsu retahcicriye wiswarupm teyah prthiwyamadhi yat samabhuta. utusan Waruna. Acuh cacino wraabhe na bhimo ghanaghanah ksbhannaccasaninam. melihat dengan mata ruwah. Pahlawan tunggal. ribuan penunjang surga-surga. menggerakan manusia. Gandharwa telah mendaki ke surga. Bhanuh cukrana cocisa stritrye cakre rajasi priyani Bila laksana percikan Ia datang mendekat ke samudra. Cepat. Berpakian manis dan indah dilihat. . membuat kejayaan yang maha tinggi. merah. sebagaimana seekor burung yang bersayar kuat yang naik menuju ke langit. Diangkasa. benih dari pencari jalan yang giat. telah memperoleh yadnya sendiri. Sangkratndanenamnimisa ekawirah catam sona ajayat sakamudrah. Pemberi banyak hadiah dalam ratusan. Dipakai pada saat waktunya disertai sinar Surya. menyenangkan dalam dirinya yang cerlang cemerlang. Anatarakse swam mahimanam mimanah kanikranti wrsmo acwasyaretah. sebagai yadnya penyangga sinar sang Surya. memperlihatkan kepada kami berbagai macam senjata. Ayam sahasra pari yukta wasanah suryasya bhanum yajno dadhara. Ia menjerit keras.Pasukan berkuda memakai bermacam bentuk.

penakluk dalam pertarungan. Sam srstajit somapa bahucardhyu gradhanwa pratihitabhirasta. abhisatwa sahajo jatwasahoja jaitramirdra rathama tistha gawit. Indra. Jadilah pelindung kereta kami. kuat dan garang. Ia memerintah bersama Dia yang memagang senjata dan menaklukkan Indra yang bersama pasukannya membawa rombongan bersama penakluk musuh. dhrsna. Abhawiro Sang (Yang) jelas oleh kekuatanMU. yang tangannya memegang panah. putra penakluk. Indra yang kuat. Abhigotrani sahasa gahamannodayowirah caramanyurindah. tak tergoyahkan dan tak terlawan. sekarang. Ducyawanah prtanasadayudhyo asmakam sena awatupra yutsu. Dengan raungnya yang keras. sukar untuk mengalahkan. penakluk segala. Balawijnayah sthawirah sahaswanwaji sahamana urgrah. yang menumpas satu pasukan dan dengan kekuasaannya memusnahkannya. Gotraidan gawidam wajrabahum jayatamajma pramrnan prmartamojasa. pembangkit peperangan. menembus kandang-kandang sapi dengan kekuatan yang tidak terkalahkan. pemecah belah pasukan. Jaya dalam perang. pahlawan tak mengenal belas kasihan dengan kemarahan. perlihatkan kesungguhan dan keberanianmu. pemenang sapi. usirlah musuh kami jauh-jauh.Sankrtandenamisena jisnuna yuktkarena duccyawanena Tadinddadrena jayata tatsahadhwam yudho nara isuhastana wrsa. Indra. pemenang sapi. teguh. bersenjatakan petir. Brihaspati. tidak terkait. Peminum Soma. Imam sajata anu wirayadhwamindram sakhayo anusam rabhadwam. . semoga Ia melindungi pasukan kami dalam peperangan. berjaya. memanahkan panahnya dengan baik. berlengan kuat. memberi laki-laki dan pahlawan. terbang dengan keretamu kemari. selalu waspada. Brahaspate pari diyai rathena rakse hamityam apabadhumanah. pemenang pembrani. pemenang dalam peperangan. dengan busur panah yang kuat. naiki kreta penaklukMu. Golok bagi kedai-kedai. Tinggalkan dirimu sebagai pahlawan dan laksana Indra ini. saudrasaudara. Sa isuhastaih sa nisanggibhirawaci sam srasta sa yudha indro ganena. sekarang. penakluk engkau pahlawan. Prabhanjantsenah pramrno yudha jayannasmawamedhyawita rathanam. pembunuh raksasa. Indra asam nota brhaspatirdaksina yajnah pura etu Dewasennanamabhibhanjatinam jayntinam maruto yantwagram. pemusnah. somah. Ikutilah Dia. pejuang terkemuka.

wah carmayacchatu.Indra. Uddharsaya maghawannayudhanyut satwanam mamakanam Udwartahanwajinam warjinanyudrathanam yantu ghosah. Pasukan musuh yang berjuang dengan seluruh kekuatannya. Mendesak kekuatan tenaga kuda. O pembunuh Writra. Asau ya sena marutah paresamabhyeti na ajosa sparddhamana. Mahamanasam bhuwanacyawanam ghoso dewanam jayatamudhasthat. Engkau tangkap badn mereka dan berangkat. Ya Dewa-Dewa. . pahala dari yadnya. raja Waruna. Indrasya wrsno warunasya rajna adityanam marutam cardha ugram. Tam guhata tamasapawratena yataitesamanyo anyam sa janat. jayalah panah pasukakkan kami. Engkau menyebabkan bulu tegak. Marut dan Aditya. tak seorang dapat melukai dan mengenaiMu. demikian musuh kami menetap dalam kegelapan. Biar pasukan Maruta berjalan paling depan. Seranglah mereka. Preta jayata nara indro bahawejnadhrsya yathasatha. Pasukan Dewata yang menaklukkan dan menghancurkan. Sembunyikan dan benamkan mereka kedlam kegelapan yang tak ada ajalannya sehingga tidak seorang dari mereka dapat mengenal satu dengan yang lain. Jadilah kami sebagai Tuan rumah yang kuat bagi Indra yang Maha Kuasa. Amisam cittam pratiolobhyayti grhanangganyapjwe parehi. semoga Indra menjadi ahlawanMu yang pasti. O Maghawan. Asmakamidrah samretstesu dhawahaswasmakam ya iswsta jayantu. Urga wah santu Majula. Asmakam wira unttare bhawantwasmam udewa awata hawesu. manamsi. Kuat dan menakutkan senajatmu. Abhi prehi nordaha hrsu cokairandhenamitrastamasa sacatam Membingungkan perasan musuh kami. bakr hati mereka dengan panah. Pekik Dewa-dewa yang memang mengangkat tingitinggi. Gacchamitran pra padyaswa mamisam kam ca nocchisah. pimpinlah merekaini. mendekat O Maghawan. menagkan hari itu. Dewa-Dewa yang berpikiran mulia yang menyebabkan dunia gemetar. Brihaspati dan Soma. yang mendahului mereka. O Ogha. lindungi kami dalam pekik serangan. Semoga orang-orang pembrani kami dalam perang memang dalam serangan. Semoga Indra menolong kami bila bendera-bendera kami telah berkumpul. dan biar keriuhan kreta yang menag perang menanjak. senajata kami merangsat semangat pahlawan perang. O Pahlawan. Aswasrta para pata carawye brhahnasam cite.

. dipertajam oleh doa-doa kami. Pergi menuju musuh itu. Biar burung ruwah dan burung-burung yang kuat mengejar mereka. Tatra ne Disana di mana anak-anak panah berterbangan laksana anak kecil yang rambuntya belumm dicukur. Tau yunjita prathamau yoga agate yabhyam jitamasuranam saho mahat. menemuainya. biar tidak satupun yang selamat. Amitra senam maghawannasmanchatru wrtrahannagnicca dahatam prati. dengan nyalamu. yang datang laksana pertunjukan dalam peperangan. patahkanlah olehMu taring Writra itu berkeping-keping. O Indra pembunuh Writra. diamna Asura yang besar lagi kuat dilemparkan. Marmani te warnane cchadayami soamstwa rajamrtenanu Urorowariyo warunaste krnotu jayantam twanu dewa madantu. O Pembunuh Wrrtra. tak pernah ditundukakkan.Lepas dari tali busur melayang naik anak panahmu. semoga Aditi melindungi kami dengan baik. Biarpun disana semoga Brahmanaspati. O Maghawan. melindungi kami dengan abik sepanjang hari. Yatra banah sampatanti kumarara wicikha iwa. Indrasya bahu sthawirau yuwanawanadhrsyau supratikawasahyau.biar burung-burung yang mengkutinya dikumpulkan. kalahkanlah mush kami jauh-jauh. Ya biar poasukan itu menjadi mangsa burung ruwah itu. tidak ada penghilang dosa di kemudian hari untuk mereka. Indra. rendah hatilah orang yang menentang kami. Kangkah suparna anu yantwenam grdhranamannamasawastu sena. Engkau Indra dan Agni. Ubhau tamindra Pasukan musuh ini. Yo asmam O indra. kalahkanlah amarah musuh yang mengancam kami. brhanamaspatiraditih carmayacchat wicwaha carma yacchatu. Maisam macyoghaharacca mendrawayamsyenananu samyantu sarwan. wastam. hanu ruja. Kuat dan selalu muda senjata Indra. Wi rakso mrdho jahi wi wrtrasya wrtahannamitrasyahbhidasatah. Yang pertama ini biar ia gunakan bila peerlu harus datang kepada kami. Wi manyumindra Usirlah Raksasa dan musuh itu jauh-jauh. yaccha prtanyatah. Wi na indra mrdho jahi nica abhidasatyadharam gamaya tamah. jujur tak terkalahkan. Kirim kebawah ke daerah kegelapan ia yang mengusahakan untuk melukai kami. yatimabhi. kenakan mereka di rumah dan biar tidak seorang pun yang timggal hidup.

Swasti nastarksyo aristanemih swasti no brhaspatirdadhatu Termasyuh jauh dan meluas. Tesam wp agninunnanamindo hantu waramwaram. Srkam samcaya pawimindra tigmamwi catrun tadhi wi mrdhonudaswa. Ya nah sworano yaccanisthyo jighamsati. kau tumpas musuh itu dan mengkocar-kacirkannya meerka yang membenci kami O Indra. apkah ia musuh ynag asingatau salah atu dari kami. Brihaspati memberi kami rakhmatnya. semoga mata kami melihat apa yang baik.95. Swasti na indre wrdracrawah swastinah pusa wicwawedah. Siap yang akan membunuh kami. Pusam merakhmati kami. Dewastam sarwe dhuwantu brahma warma mamantaram carma warna mamataram. Memujamu dengan tangan dan badan yang kuat. Semoga Tarksya dengan windunya yang tak terlukakan merakhmati kami. semuga kami mencapai umur yang ditetapkan oleh Tuhan. Semoga Indra membunuh yang paling baik dan yang itu bila menyalakan Agni telah menyerang engkau. semoga Indra merakhmati kami. Bhadram karnebhih crnuyamadewa bhadram pasyemaksa bhisyayatrah. Andha amitra bhawatacirsannohaya iwa. penguasa atas semua kekayaan. senajata terdekat dan pertahanan terdekat. Engkau telah mendekati kami datang dari tempat jauh. Mengasah wajraMu dan pisaumu yang tajam. O Dewa-Dewa. Laksana binatang buas yang menakutkan menegmbara di hutan. Samkhya Darsana . semoga telinga kami mendengar apa yang suci. Brahmanaspati memberikan rakhmatnya Pudja (1979/1980:500521) 7. menjubahi Engkau dengan RajaSoma yang abadi. Athirairanggasis-stuwamsastanubhirwyacenahi deahitam yadayuh.Bagian Engkau yang terpenting telah aya tutupi dengan baju pelindungmu. Mrgo na bhimah kucare giristhah parawata a jagantha parasyah. Perlindungan saya yang paling dekat adalah do’a. Yang Suci. Semoga Dewa-dewa membuatnya tidak tenang dai itu. O musuh saya akan menjadi buta. bahkan laksana ular yang tak berkepala. Waruna memberi Engkau apa yang telah banyak dan dalam kemenanganMu biar para Dewa-dewa bersenang.2.

Prakerti merupakan sumber dari alam semesta dan ia juga disebut sebagai Pradhana (pokok). karerna secara pasti ia menekankan dualitas dan pluralitas. Baik Purusa maupun Prakti adalah Sat (nyata). seperti keberadaan yang sesungguhnya. Seperti telah disinggung didepan. Samkhya menggunakan 3 sistem atau cara mencari pengetahuan kebenaran. karena ia merupakan sistem filsafat yang hebat. tak terbatas) Ketidak beradaan (Aviveka) antara keduanya merupakan penyebab adanya kelahiran dan kematian. dan “Kri” (membuat mirip dengan Maya dari Vedanta. yang mendahului apa yang dibuat dan berasal dari kata “Pra” (sebelum). dimana para filsuf Barat juga sangat mengaguminya. yaitu: Pratyaksa (pengamatan langsung). karena semua . karena mengajarkan bahwa ada Purusa atau Roh yang banyak sekali. Anumana (penyimpulan) dan Apta Vakya (penegasan yang benar). Istilah Samkhya juga dipergunakan dalam pengertian “Vicara” atau “Perenungan filosofis”. namun terdapat suatu sistem tiruan yang diawali dari satu tattwa atau prinsip mula-mula yang disebut Prakrti. Sistem Samkhya umumnya dipelajari setelah sistem Nyaya. yaitu Sattvam. yang berkembang atau mengasilkan (prokaroti) sesuatu yang lain. yang dikatakan sebagai putra Brahma dan Avatara Visnu Kata “Samkhya” itu sendiri artinya “jumlah” dan sistem ini memberikan sejumlah prinsip-prinsip alam semesta yang sebanyak 25 buah. yang merupakan susunan menurut topik-topik atau katagori-katagori. sehingga nama Samkhya tersebut sangatlah tepat. Prakrti merupakan si pelaku dan si penikmat. Perbedaan antara Purusa dan Prakrti memberikan Mukti (pembebasan). Kata “Apta” artinya “pantas” atau “benar” yang ditujukan kepada wahyu-wahyu Veda atau guru-guru yang mendapatkan wahyu. yang tersusun dari atas materi dan rohani yang memiliki atau terpengaruh orah 3 guna atau sifat.Pendiri dari sistem filsafat ini adalah Sri Kapila Muni. Prakrti dan Purusa adalah Anadi (tanpa awal) dan Ananta (tanpa akhir. Samkhya menyangkal bahwa suatu benda dapat dihasilkan dari ketiadaan. Rajas dan Tamas. Pada sistem Samkhya tak ada penyelidikan secara analitik kedalam alam semesta. Purusa bersifat Asanga (tak terikat) dan merupakan kesadaran yang meresapi segalanya dan abadi. Prakrti artinya “yang mula-mula”.

yang membawa perintah-perintah dari ke hendak melalui organ-organ kegiatan (Karma Indriya). serta saling bercampur. Jadi gambaran sentral dari filsafat Samkhya adalah akibat benar-benar ada sebelumnya di dalam penyebabnya. Guna merupakan obyek-obyek. baik dalam pengamatan maupun kegiatan. jadi hanya itu saja masalahnya. di mana 5 Udara vital dihasilkan pikiran dan organ indra. seperti seluruh keberadaan pepohonan yang dalam keadaan terpendam atau tertidur dalam . Ia membentuk substansi Prakrti. yaitu tidak mempercayai adanya Tuhan atau Isvara. Ketiga guna tersebut tak pernah berpisah dan saling menunjang satu sama lain. Dari Ahamkara muncullah Manas atau pikiran. Dalam sistem Samkhya tak ada Prana Tattwa yang terpisah. yang merupakan penyebab alam semesta dan selanjutnya muncul Buddhi dan Ahamkara. karena dalam penghancuran. para pengikut sistem filsafat Samkhya menyatakan bahwa tak perlu adanya pencipta yang cerdas atau bahkan satu kekuatan yang mengatasinya yang secara jelas bertentangan dengan sistem filsafat Vedanta. Penciptaan berasal dari Prakrti yang ada dengan sendirinya dan tak ada sangkut pautnya dengan Purusa tertentu yang menjadikannya. Akibat dari pertemuan antara Purusa dan Prakrti timbullah ketidak seimbangan dari tri guna tersebut yang menimbulkan evolusi atau perwujudan. dimana sebab dan akibat merupakan keadaan yang belum berkembang dan pengembangan dari satu substansi yang sama. Dalam sistem ini tak ada sesuatu hal sebagai penghancuran total. yang menirukan data-data indra kedalam pengamatan dan dalam hal ini pikiran mengambil bagian. Samkhya menerima teori pengembangan dan penyusutan. akibat terbawa menjadi penyebab. Keeratan hubungan seperti nyala api. sedangkan Purusa merupakan subyek saksi. minyak dan sumbu pada sebuah lampu. Badan (perwakilan) merupakan milik dari ahamkara. Karena itu.akibat ditemukan padanya dan ia juga merupakan sumber dari segala benda. sehingga sifatnya Atheis. Prakrti berkembang di bawah pengaruh Purusa awal dari evolusi Prakrti adalah Mahat atau Kecerdasan Utama. Sistem filsfat Samkhya disebut sebagai Nir-Isvara Samkhya atau Samkhya tanpa Tuhan. yang merupakan prinsip yang menciptakan kepribadian. baik yang merupakan konsep ataupun yang merupkan (Sankalpa-Vikalpa).

Ke-4 klasifikasi ini termasuk 25 prinsip atau Tattwa. Prakrti. Jadi keseluruhan tattwa atau prinsip itu adalah: Purusa. demikian pula seluruh alam raya ini ada dalam keadaan tertidur dalam Prakrti yaitu Avyakta (tidak berkembang) ataupun Avyakrtta (takterbedakan). karena penghentian terakhir dari 3 macam penderitaan tersebut merupakan akhir tujuan kehidupan. dingin. Prakrti atau Pradhana (pokok) merupakan produktif murni dan sumber dari semuanya. yang memiliki sifat-sifat kebajikan pengetahuan. Samkya menguraikannya sebagai berikut: Dari pertemuan antara Purusa dan Prakrti. seperti: panas. . Tujuh (7) prinsip berikutnya. karena menjadi sumber dari 5 dasar halus atau tanmatra. yaitu 10 organ (persepsi dan gerak). (iii) Hasil (Vikrti). tetapi juga dihasilkan dari pengembangan Prakrti. mereka yang mengetahui ke 25 prinsip tersebut. serta penyakit akibat kelahiran. Ahamkara. Buddhi merupakan produktif. dan (iv) Bukan produktif maupun hasil (Anubhayarupa). karena purusa tanpa atribut. Akibat atau hasil tidak berbeda dengan materi penyusunannya. dan yang diluar diri manusia atau mahluk lain (Adhibhautika). ia juga produktif. banjir. Penyelidikan terhadap sistem filsafat ini adalah untuk menemukan cara menghapuskan 3 macam penderitaan. Ahamkara. Manas. pikiran dan 5 unsur (bhuta). Buddhi. 5 tanmatra. yang bersifat surgawi atau diluar kekuasaan manusia (Adhidaivika). 5 unsur (bhuta). yaitu kecerdasan (buddhi). hanya merupkan hasil yang tak dapat menghasilkan substansi pokok lain yang berbeda dengan dirinya. 10 organ persepsi dan penggerak. yaitu: yang didalam (Adyatmika). misalnya demam dan penyakit lainlainnya. kekuatan (Ahamkara) dan 5 tanmatra (dasar halus) adalah hasil dan produktif. karena kekuatan (ahamkara) berasal dari pengembangannya. timbulah Mahat (yang agung). Samkhya memberikan suatu uraian katagori-katagori yang didasarkan pada ketepatan produktif masing-masing. yang merupakan benih alam semesta. Menurut filsafat Samkhya. geledek dsb. bukanlah hasil ataupun produk. akan mencapai kebesan. sperti sengatan kalajengking. Purusa atau Roh. disamping merupakan hasil.benih (biji). diamna segi psikologinya disebut Buddhi. gigitan ular dsb. (ii) Produktif dan hasil (Prakrti-Vikrti). Ke-16 prinsip berikutnya. yaitu: (i) Produktif (Prakrti).

yaitu: Pada tahapan pertama berbentuk unsur halus (panca tan matra). Perkembangan kejiwaan yang kedua adalah Panca Indra persepsi (Buddhendriya atau Jnanendriya). sari rasa dan sari bau. Sebaliknya Manas juga bertugas untuk meneruskan putusan kehendak Buddhi kepada peralatan indra yang lebih rendah. Selanjutnya perkembangan kejiwaan yang ketiga disebut sebagai Karmendriya atau lima organ penggerak yaitu: adya untuk berbicara. Ahamkara dan Manas secara bersama sama disebut sebagai peralatan bathin atau Antahkarana. Perkembangan fisik mengasilkan asas dunia luar. sari warna. Kesepuluh indra ini tak dapat diamati tetapi berada di dalam alat-alatnya yang tampak dan harus dibedakan dengan alat-alat itu sendiri. dan mengaturnya sehingga menjadi petunjuk dan meneruskan kepada Ahamkara dan Buddhi. perasa dan peraba. yang disebut unsur dan perkembangannya melalui 2 tahapan. sari raba. Perkembangan kejiwaan pertama setelah Ahamkara adalah Manas yang merupakan pusat indra yang bekerja sama dengan indra-indra lain mengamati kenyataan diluar badan manusia. yang merupakan segi jiwani ahamkara tersebut. Buddhi. pendegaran. daya untuk memegang. daya untuk membuang kotoran dan daya untuk mengeluarkan benih. yaitu zat halus dari segala proses kecakapan mental untuk mempertimbangkan serta memutuskan segala hal yang diajukan oleh peralatan yang lebih rendah. Tugas Manas adalah untuk mengkoordinir rangsanganrangsangan indra.tidak bernafsu. yang merupakan sas individualisasi atau keakuan. sedangkan segi kosmisnya merupakan subyek dan obyek yang masing-msing berdiri sendiri. Perbedaan antara Mahat dan Buddhi adalah sebagai berikut: Mahat. penciuman. yang menyebabkan segala sesuatunya memiliki latar belakang sendiri-sendiri (kepribadian). merupakan asas kosmis sedangkan Buddhi merupakan asas kejiwaan. yaitu: penglihatan. yiatu: sari suara. daya untuk berjalan. sehingga Buddhi merupakan unsur ke-jiwaan yng tertinggi atau instansi terakhir bagi segala perbuatan moril dan intlektual. yaitu sperma dan ovum. . Dari Buddhi timbulah Ahamkara.

karena Purusa bersifat pasif. bumi dengan gununggunungnya. Tubuh ini tidak akan terpisah setelah seseorang walaupun badan kasarnya mati dan hanya dapat dipisahkan setalah seseorang mendapat pembebasan atau Moksa. Sekalipun demikian. Semua ini bersifat khusus pada setiap orang dan menyertainya dalam seluruh kehidupan di dunai ini (Samsara).Pada tahap kedua terjadi kombinasi dari unsur-unsur halus yang menimbulkan unsur-unsur kasar yang disebut dengan panca mahabhuta. akan tetapi prakrti mengalami perubahan-perubahan. sungai-sungai. Badan kita yang tampak ini disebut sebagai badan kasar atau Sthula Sarira. Segala sesuatu yang didominasi oleh tamas kebanyakan berupa alam material. Didepan telah dinyatakan bahwa Purusa keadaannya berlawanan dengan Prakrti. sebab semua berasal dari Prakrti. sehingga akan selalu berubah pada setiap saat. Purusa tidak mengalami perubahan tempat maupun bentuk. Pada diri Purusa hanya berfungsi sebagai penonton atau saksi. maka segala sesuatu yang didominasi Sattwam ini membantu Purusa dalam menyatakan obyek-obyek diluar manusia. bukan . diantaranya sebagian yang termasuk bagian badan kita. Dan seluruh peralatan yang terdiri dari alat-alat bathin (Antahkarana) dengan segala alat bantunya yang bermacam (sepuluh indriya dan 5 tanmatra) itu bersifat fisik dan menjadi syarat mutlak bagi purusa untuk memperoleh pengalaman. yang kesemuanya merupakan perubahan prakerti. dan disebut tubuh halus (Lingga Sarira/Suksma Sarira). panas) + raba + warna + rasa menimbulkan (air) apah + raba + warna + rasa + bau menimbulkan prhiwi Akhirnya dari unsur kasar ini berkembanglah alam semesta raya ini dengan segala isinya (jagat). pepohonan serta mahluk hidup lainnya. yaitu: Unsur suara Unsur suara Unsur suara Unsur suara Unsur suara (tanah) menimbulkan akasa (ether. yang tersusun atas ke 5 unur kasar atau panca mahabhuta. dimanaa Purusa tidak berganda akan tetapi keadaan prakrti sangatlah kompleks. ruang) + raba menimbulkan vayu (udara) + raba + warna menimbulkan agni (teja. tetapi yang didomiasi oleh fisik. karena kodratnya yang lebih halus. Purusa bersifat statis dan Prakti bersifat dinamis.

1993:120) Dari uraian di atas dapat dapat dijelaskan kembali bahwa. pasif dan netral (Udasina). 5 tanmatra. bukanlah hasil ataupun produk. pikiran dan 5 unsur (bhuta). Prakrti disebut Alam nyata ini . sehingga disebut dengan istilah Buana Agung (Alam) dan Buana Alit (manusia). karena menjadi sumber dari 5 dasar halus atau tanmatra. Pada Buana Agung Tuhan itu disebut (1) Purusa (Pencipta) dan (2). kekuatan (Ahamkara) dan 5 tanmatra (dasar halus) adalah hasil dan produktif. dimana prakerti sendiri tidak dapat melihatnya. untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam skhema sebagai berikut: (Tim Penyusun. Tujuh (7) prinsip berikutnya. tetapi juga dihasilkan dari pengembangan Prakrti. Jadi keseluruhan tattwa atau prinsip itu adalah: Purusa. yaitu kecerdasan (buddhi). Buddhi merupakan produktif. Buddhi. penengah (Madyastha). 5 unsur (bhuta). pada hakekatnya Asal mula alam semesta adalah sama dengan manusia. Purusa merupakan si pengamat yang menyatukan dirinya dengan Prakrti yang tanpa kecerdasan. Ahamkara. ia juga produktif. Manas. berhenti berbuat dan sang Diri mencapai Kaivalya atau kebahagiaan terakhir. Prakrti. yaitu 10 organ (persepsi dan gerak). seperti seorang limpuh yang menaiki bahu seorang buta. agar dapat memandang gejala penciptaan. Demikian Prakrti setelah dipengaruhi pembebasan sang Diri (Purusa). Hindup kejiwaan disebabkan hubungan dengan perkembangan rakerti yang menjadi alat-alat bathinnya. Purusa atau Roh. hanya merupkan hasil yang tak dapat menghasilkan substansi pokok lain yang berbeda dengan dirinya. Jadi singkatnya Purusa atau Sang Diri itu merupakan saksi si Pengamat (Drsta). Ahamkara. Yang lumpuh (Purusa) maupun yang buta (Prakrti) akan berpisah apabila mereka sampai ketempat yang dituju. disamping merupakan hasil. Maswinara (1998:41-48) Untuk lebih jelasnya mengenai ke 25 prinsip dalam samkya tersebut. menunjukkan bawa: Prakrti atau Pradhana (pokok) merupakan produktif murni dan sumber dari semuanya. Ke-16 prinsip berikutnya. karena purusa tanpa atribut. karena kekuatan (ahamkara) berasal dari pengembangannya. satu-satunya (Kailivalya). 10 organ persepsi dan penggerak.sebagai si pelaku atau si penikmat.

(disebut Tri Antah Karana. 8. kelenjar. Kaki. Sabda tanmatra-sari suara. (10-16): Mata. Dasendriya terdiri dari sepuluh bagian yaitu: Panca budindriya. 5). Buku itu berisi tulisan-tulisan. Weda sebagai kitam suci. 3). Kelamin dan Anus. sinar mata dan segala yang panas dan bercahya terjadi dari rupa atau teja. Sebagai kitab suci agama Hindu artinya bahwa buku itu diyakini dan dipedomani oleh umat Hindu sebagai satusatunya sumber bimbingan dan infoemasi yang diperlukan dalam kehidupan mereka sehari-hari ataupun untuk melakukanm pekerjaan . Kita hanya membicarakan wujudnya. sedangkan unsur prakrti menjadi Badan. Panca Tanmatra. Rasa tanmatra-sari rasa. Tetapi tidak semua brang cetakan atau buku dapat kitanamakan Weda. yang dapat dikatakan mencapai jiwan mukti moksah semasih hidup. (21-25): 1). maka kita akan sehat jasmani dan rohani. pada diri manusia unsur Purusa itu menjadi Jiwatman. Kerut. Veda atau Mantra Weda sebagai kitab suci. 4). Satu-satunya pemikiran yang secara tradisional yang kita miliki adalah yang mengatakan weda adalah kitab suci agama Hindu. 2). Dengan memelihara dan memahmi kedua puluh lima unsur ini. Buku adalah benda atau barang cetakan. dan menyatu setelah meninggal moksah diakhirat. darah.(hasil ciptaannya). otot. Ahangkara fungsinya untuk merasakan dan bertindak. (16-20): 1). ronga mulut dan segla rongga terjadi dari sabda dan akasa. Veda dan Mantra. tulang belulang. Panca Karmendriya. Hidung. Sparsa tanmatra-sari rabaan. Suksma sarira terjadi dari : (3). disusun rapi ada penulisnya. Budhi. 3). (4). Lidah. Kita tidak membicarakan isinya.daging dan segala yang padat sifanya terjadi dari Prtiwi. Apabila kita maksudkan kitab suci agama maka Weda adalah merupakan kitab suci atau buku. Gandha tanmatra-sari bau. 4). Telinga. Panas badan. empedu. (5). Napas dan Udara dalam badan terjadi dari sparsa atau wayu. dengan fungsinya: Budhi berfungsi untuk menetukan keputusan. 2). (11-15): Tangan. ada pemikirnya dan ada pula isinya berupa ajaran-ajaran.1. Kulit. 5). air badan dan segala yang cair terjadi dari rasa atau apah. 8. Manas. Ahamkara/Ahangkara. Panca Mahabhuta. lemak. Manas berfungsi untuk berpikir. Rongga dada. Rupa tanmatra-sari warna.

Weda didalam bahsa sanskerta berarti pengetahuan. Adapun yang menjadi sumber nwrtti jnana ini adalah Sruti. Ada pula penjelasan lain yang kita jumpai mengatakan bahwa kata Weda yang huruf akhirnya ditulis dalam huruf ã (panjang) mengandung pengertian kata-kata yang diucapkan dan dinyanyikan dengan aturan-aturan tertentu. maka setiap ilmu pengetahuan dapat dikatakan Weda. Apa bila kita artikan Weda itu sebagai pengetahuan. Kata Weda berasal dari urat kata Wid. Weda sebagai ilmu pengetahuan. Sruti sesungguhnya disebut Weda dan Dharmasatra itu adalah smrti. Pengetahuan duniawi. Pengertian weda sebagai wahyu Tuhan. Rca ini juga dikenal dengan nama ‘mantra’ dank arena itu tidak heran hampir semua tulisan dalam kitab weda itu ditulis dalam bentuk mantra atau rca atau Chanda. . Weda adalah pengetahuan dan diturunkan oleh Tuhan kepada umat manusia sebagai wahyunya. Pengertian Weda sebagai wahyu Tuhan Yang Maha Esa adalah merupakan adalah pengertian yang sangat penting didalam memahami Weda itu sendiri.tertentu. Nyanyain itu atau hymne didalam Weda itu disebut ‘Rca’ atau Chanda yang dibedakan menurut jumlah bait dan banyaknya kata atau suku kata dalam satu syair. Kemudian lebih lanjut dalam perkembangan pengertian Weda dikembangkan bahwa baik Sruti maupun Smrti kedua-duanya adalah sama yang dimaksudkannya ialah bahwa baik sruti maupun Smrti kedua-duanya diterima sebagai Weda. Hanya beberapa saja yang kita jumpai didalam kitab Yajur Weda yang ditulis dalam bentuk prosa. baik didunia ini maupun didunia kelak sesudah mati.Dan dinyatakan sebagai kitab suci karena sifat isinya dan yang menurunkannya pun adalah Tuhan yang dianggap Maha suci. yaitu pengetahuan yang akan menuntun manusia pada upaya peningkatan kesejahteraan dan hidup bahagia didunia ini. Dari pengertian yang telah dikemukakan maka apa yang diartikan Weda adalah mencakup pengertian yang amat luas. yang artinya mengetahui. Ilmu pengetahuan yang tergolong jenis ini adalah disebut prawrti marga. Ini tidak benar pula. yang akan menuntun manusia untuk mencapai kesempurnaan rokhani. Pengetahuan semacam ini tergolong nwrtti jnana dan jalannya sendiri disebut nwrtti marga. Pengetahuan itu dapat dibedakan menjadi dua bidang. Adapun sumber utama dari pengetahuan ini adalah Dharmasatra. yaitu: Pengetahuan Rokhani. Sebaliknya kata “widya’ adalah segala macam pengetahuan yang dikembangkan oleh penemuan berbagai risetnya. Widya lebih bersifat duniawi sedangkan Weda lebih bersifat rokhani.

Putra (Tt: halaman 41) Mantra berarti persembahyangan. yaitu: Mantra.3. Aspek pengertian keempat. Pengertian ini dapat kita angkat satu satu konsep penjelasan yang menguraikan bahwa Sruti itu sendiri atas tiga bagian. . Cara untuk dapat menguasai suatu mantra. Brahmana atau Karmakanda. yaitu untuk menamakan semua kitab suci Hindu yang tergolong Catur Weda. sebagai alat berkomunikasi khusus dengan Tuhan atau Dewa-Dewa yang merupakan manifestasi dari kekuasaan Beliau. sehingga dinyatakan menjadi orang siddhi mantra (mantra siddhi) adalah dengan melalui latihan dan bimbingan (Pudja: 1979). Apa yang dimaksud dengan alat dari pikiran? Sebenarnya semua kata-kata diucapkan oleh seseorang kecuali orang gila. Yayurweda. Mantra yang diucapkan sesuai dengan aturan tersebut dapat menggerakkan kekuatan yang paling dasar dalam diri manusia dan disebutkan pula dapat mengundang segala kekuatan alam yang ada. yaitu Rgweda. maka jelas pengertian mantra khusus mencakup catur weda saja. yang pikirannya tidak waras lagi. tetapi adalah hasil wahyu yang diterima oleh manusia. 1985:1-4) 8. yaitu untuk menamakan semua Janis buku yang merupakan suplemen kitab mantra. adalah merupakan alat dari pada pikiran. Upanisad dan Aranyaka atau dikenal dengan nama Jnanna kanda. yang isinya khusus membahas aspek karma atau yadnya. (Puja. Selanjutnya Mantra adalah kata-kata yang diyakini bukan buatan manusia. himne Weda. yaitu tinggi rendahnya intonasi secara teratur sehingga menimbulkan suara yang harmonis. Mantra dapat digolongkan seni suara karena diucapkan sesuai dengan chanda. Mantra. Kata-kata adalah alat penyambung buah pikiran dari seseorang yang ditujukan pada orang lain atau obyek tertentu. Weda adalah dikenal sebagai mantra. Pengucapan mantra yang tepat memerlukan latihan. Jadi kata mantra berarti alat dari pikiran. teks suci. agar intonasi dan tekanan-tekanan suara dapat diucapkan dengan tepat. 8. Mantra Upasana dan Mantra Upadesa. Oleh karena kitab brahmana maupun upanisad maupun Aranyaka tidak pernah disebut sebagai kitab mantra.2. Mantra pengertiannya lebih sempit dari Weda itu sendiri. Samaweda dan Athawaweda. Kata mantra berasal dari kata man yang berarti pikiran dan tra berarti alat.Weda adalah Mantra. yaitu penamaan semua macam buku Sruti yang terdiri atau 108 buah kitab Aranyaka dan Upanisad Isinya khusus membahas aspek pengetahuan yang besifat filasafti.

Mantra Upadesa. Mantra-mantra yang ditetapkan ialah mantra-mantra untuk doa-doa sehari-hari.1. Mantra Upasana yang digunakan sehari-hari bertujuan: untuk memuliakan/memuja Sang Hyang Widhi dan memohon kerahayuan kepadaNya.14. Denpasar bulan Januari 1986 yang lalu.Weda.Pada bagian ini dimuat doa mantra sehari-hari baik yang Nityakala (rutin) mapun Namitikakala (insendental) dipergunakan oleh umat Hindu. mengeluarkan inti sari dari tiga weda (Rg. Mantra-mantra ini dapat diucapkan tanpa dilagukan dan dapat diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah masing-masing.2.Untuk Walaka. 2). suara A. Dalam kehidupan beragama. Kekuatan magis dari mantram OM. Untuk Sadhaka. Matram yang memiliki kekuatan magis tertinggi adalah mantram suci OM/Ongkara.Mantra Upasana. bukan untuk melaksanakan Lokaparasraya. Pada bagian ini memuat mantramantra atau sloka-sloka yang dapat memberikan tuntunan hidup.3. Mantra-mantra yang dimuat dalam bagian Mantra Upasana in I Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu yang diselenggarakan di Institut Hindu Dharma. Prajapati yang bersemayam disorga tertinggi. 8. Mantra ini dapat dipakai untuk sembahyang Tri Sandhya.M dan Wyakrti dengan suara OM disebutkan bahwa itu adalah bentuk suara suci Brahman. Nilai Magis Mantram. sebagai pengucapan awal dari mantrammantram untuk upacara Panca Yadnya adalah dapat mengantarkan persembahan kepada yang dipuja dan tercapainya tujuan upacara tersebut. ada tiga kewenangan pemakaian mantra/syair pujaan. . Fungsi Mantram. yaitu: 1).Untuk Pemangku/Pinandita.15) 8.). (seperti Tri sandya). Sumbernya tidak saja dari Samhita (Catur Weda) dan Upanisad (tetapi juga buka lainnya.Titib (1986: 6. Sama Weda Yayur Veda) dan mantram-mantram Rg Weda yang suci bagi Sawitri (Dewi fajar). Dalam mengucapkan mantramantra ini hendaknya mengambil sikap sedemikian rupa. Mantram memiliki fungsi yang utama dalam upacara yadnya maupun dalam kehidupan sehari-hari.U. Mantram suci OM adalah Brahman dan dalam Weda Smerti disebutkan bahwa Prajapati memerasnya dari tiga Weda.3. umat Hindu. sehingga dapat mengucapkan mantra-mantra dengan penuh khidmat serta dilandasi dengan kesucian lahir dan batin. Upacara yadnya tidak akan berpahala jika tidak disertai dengan pengucapan mantram. 3).

Orang yang baru melakukan penyucian tingkat Ekajati tidak dibenarkan mengucapkan mantra tertentu yang hanya boleh diucapkan oleh Dwijati. 2000).Mengenai kekuatan magis mantram OM dalam mengamalkan ajaran agama sehari-hari adalah dapat tercapainya segala tujuan. Pemujaan setiap hari. kebahagiaan dan ketentraman.4. Mereka yang berani melanggar ketentuan tersebut akan mendapat pahala yang tidak baik. Mantra-mantra tersebut sangat sakral sebab hanya orang yang sudah disucikan melalui upacara Ekajati dan Dwijati saja yang boleh mengucapkannya. pertemuan penting dan lain-lain hendaknya dimulai dengan mengucapkan OM dan setelah berkahi juga mengucapkan OM. Pernyataan tersebut dijelaskan dalam Bhagawadgita bahwa bagi orang yang selalu taat memuja Beliau dengan sujud bahti akan selalu dilindungi-Nya dan akan diberikan apa yang belum dimilikinya (Pudja. tidak didahului dengan mengucapkan OM. ada dijelaskan bahwa upacara yadnya yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan serta diantar . .pada permulaan dan penutupan suatu pekerjaan. Beberapa hal yang penting harus dilaksanakan adalah.pengucapan mantram Gayatri yang dikatakan sebagai tiang pengokoh Weda adalah gerbang menuju bersatunya Atman dengan Brahman. 1983:217. Menurut sumber sastra. setelah meninggalnya akan mencapai Brahman. Puja Puja adalah pujian/pemujaan kepada Tuhan dan manifestasi-Nya yang diucapkan Sulinggih dan Pemangku dalam melaksanakan Panca Yadnya. Pengastawa dengan mempergunakan mantra Puja mantra dinyatakan sebagai pucak dari pada Yadnya karena itu pelaksanaan yadnya tanpa disertai puja Pangastawa adalah siasia (Pidharta. 8. 221).1. . Pujian/Pemujaan tersebut dikenal dengan istilah Puja. Pemujaan yang dilaksanakan setiap hari dengan mengucapkan Gayatri mantram juga dapat memberikan keselamatan ketenangan. pelajaran akan tergelincir/tidak diserap dan kalau sudah berakhir tidak disertai dengan ucapan/mantram OM maka pelajaran itu akan hilang. bergerak leluasa laksana udara mencapai bentuk yang kekal dan abadi. Pelajaran yang dimulai.4. Mantra yang dipergunakan dalam Puja Pangastawa sangat sangat banyak mencakup seluruh kekuatan alam yaitu semua manifestasi Sang Hyang Widhi. Orang yang taat mengucapkan Gayatri Mantram setiap hari secara terus menerus selama tiga tahun. 8.

begitu pula dalam kitab Atharwa Weda dijelaskan bahwa Kidung Suci dilagukan untuk memohon kesempurnaan kehadapan Dewa Waruna. saat Ida Bhatara turun Ka Peselang.4. Kidung Kidung adalah nyanyian pujian kehadapan Ida Sang Hyang widhi dan manifestasiNya. prasasti Blantih dan lain-lainnya.4.4. Mereka yang mengetahui rahasia itu dijauhkan dari kematian dan dapat nantinya menuju sorga. 8. Kitab Sama Veda secara keseluruhan memuat nyanyian-nyanyian pujian. Putru Putru adalah suatu nasehat/tutur yang mengisahkan perjalanan ke sorga.4. ada yang menata banten ada Pendeta/pemangku sebagai pemimpin upacara dan ada yang melagukan Kidung suci. yang disebut sebagai nyanyian suci/Kidung Suci.3. karena merupakan inti sari rasa dari tubuh. Kitab suci Rg. pemimpin upacara dan nyanyiannyanyian pujian.2. Isi mantra majijiwan tersebut adalah penciptaan bumi dan isinya serta suksesnya upacara. Berdasarkan penjelasan dari kitab-kitab suci tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan yadnya yang kita warisi sekarang ini sudah sesuai dengan ajaran Weda. Kidung dinyanyikan guna melengkapi upacara Panca Yadnya. Majijiwan Majijiwan dilaksnakan pada upacara yang besar.dengan Puja Pangastawa yang benar dan tepat maka yadnya tersebut dapat mencapai tujuan dari pelaksananya. Putru tersebut dilagukan pada waktu upacara Pitra Yadnya. . Rg Weda Mandala X. menyebutkan bahwa kidung suci itu berasal dari yang Abadi. Yadnya memakai persembahan berupa banten. Brahad Aryanaka Upanisad menyebutkan bahwa Kidung Suci yang dilagukan dalam persembahyangan/pelaksanaan yadnya dapat menumpas kejahatan. 8. prasasti Dawa. orang yang menata pelaksanaan yadnya. Selanjutnya dijelaskan bahwa doa persem-bahyangan/Kidung suci kekuatannya ada dalam mulut yang disebut Ayasya Anggirasa. Kitab yajur Weda menyerukan semoga para ilmuwan menyanyikan lagu pujian kepada Tuhan. 8. banyak dijumpai beberapa prasati seperti prasati Bebetin. Weda menyebutkan bahwa dalam pelaksanaan yadnya harus ada persembahan. Senada dengan sumber sastra tersebut.

j. tetapi dosen memanfaatkan buku-buku teks yang sudah ada di pasaran untuk dikemas kembali sehingga berbentuk bahan ajar yang memenuhi karakteristik bahan ajar yang baik. dan huruf mati: k. œ (c). Salah satu faktor terpenting dalam belajar membaca dan mengajarkannya adalah pengenalan huruf dengan suaranya. Kita mulai dari belajar membaca. Secara umum huruf itu dapat dibagi menjadi dua yaitu hurf hidup dan huruf mati. merenungkannya kembali. au. o. ph. Mempelajari Weda (dan atau mantra) mencakup kegiatan yang amat luas. n. Mengajar dan belajar mantra Weda tidaklah sama dengan membaca biasa. gh ng (n). lr. p. Adapun pengucapan hruf-huruf yang dimaksud itu adalah huruf-huruf (aksara) dewanegari yang dipakai dalam bahasa Sannskerta atau mantra-mantra baik ditulis dalam huruf Dewanegari mapun tulisan Latin.u. d.i. g. th. dh.i. menjelaskan dengan melihat relevansinya dengan gejala-gejala alam. kh. Pembelajaran Orang Dewasa. dh#. menginterpretasikan. kesemuanya itu merupakan satu paket proses belajar weda. th. h#. Umur termuda empat tahun dan paling terlambat kalau telah mencapai umur 22 tahun. t. ch. m s. Paulina Pannen dan Purwanto (2001:13). mengertikan arti kata.9. 1985:112-113) Dalam pengemasan kembali informasi. mendengar ucapan-ucapan yang benar. b.e. menterjemahkannya. n. t. Sangat edialnya usaha belajar dimulai sejak usia masih muda. r. llrr. Ketentuan umur dalam sistem catur Asrama dapat dijadikan patokan pegangan kapan kita bisa mulai belajar Weda. Huruf hidup adalah: q. jh. (Puja. jn. Informasi yang sudah ada dipasaran dikumpulkan berdasarkan kebutuhan (sesuai dengan tujuan instruksional GBPP dan kontrak perkuliahan). º (sn). n. dan dapat dipergunakan oleh dosen dan mahasiswa dalam proses intruksional. dh. Ks (ksh). Disamping itu masalah intonasi atau tekanan suara yang tepat akan ikut pula menentukan. rr. penulis ingin mengikuti jejak yang dilaksanakannya dalam usaha memahami .q. d. tra.u. Kemudian disusun kembali atau ditulis ulang dengan gaya gaya bahasa dan strategi yang sesuai untuk menjadi suatu bahan ajar (atau digubah). Bertitik tolak dari pernyataan Paulina Pannen dan Purwanto di atas. c. merumuskan hasil-hasil pemikiran yang terkandung dalam Weda.ai. dosen tidak menulis bahan ajar sendiri dari awal (from nothing atau from scratch). Karena itu yang pertama-tama adalah menguasai huruf dengan baik sehingga seorang anak dapat dapat memodulisasi suara dengan baik dan dapat pula mendengar dengan jelas perbedaan suara yang dibaca orang lain.

Nganteb Piodalan Alit (Ida Pandita Empu Nabe Daksa Kertha Wisesa).M. Nitya Karma Puja (IGK Adia Wiratmadja). agar dapat merafalkan mantram sesuai dengan iramanya.Bangli). Pada hakekatnya belajar merupakan proses dinamik yang seyogyanya dilakukan seumur hidup. Sipta Gama (Ida Pedanda Gede Pemaron). Puja WalakaPinandhita (I. meminta dan meminjam diantaranya: Kusuma Dewa Utara anom). Pedoman kramananing Sembah (Foto Copy dari I Nyoman Nasa). Selanjutnya apabila sudah merasa.Suhardana). Tri Sandya Bersembahyang dan Berdoa (Titib). Catur Yadnya (Upada Sastra). Pengantar Menuju Pedoman Sembahyang Umat Hindu (K. dan diambil hal-hal yang mudah untuk diaplikasikan. Untuk latihan membaca Mantra. Fungsi Genta Bagi Para Sulinggih/ Pemangku di Bali (Toko Buku Ria). sebaiknya dilakukan setelah sembahyang barang satu jam atau dua jam. Weda Parikrama (G. Doa metirta. Tuntunan pengastawa (Ketut pasek Suastika).B. Namun demikian. kalau memang disepakati bahkan dibutuhkan oleh keluarga. AUM Kitab Suci Kesuma Dewa (Sri Reshi Anandhakusuma). Upacara Panca Yadnya (Sri Empu Nabe Pramadaksa Gria Agung Bungkasa). Persembahyangan bagi Warga Hindu (Jro Nyoman Kanca). Puja Tri sandya dan Kramaning Sembah (I Made Bidja). Penulis membeli buku. Panca sembah (Kejayaan). Kidung panca Yadnya (Wayan Budha Gautama). Apabila semakin harisemakin tertarik baru dilanjutkan untuk mawinten dikalangan keluarga. dalam kehidupan hari-hari dalam keluarga maupun masyarakat. Dengan demikian dikenal dengan dua perbedaan belajar yaitu . Diktat Pelajaran bahasa Kawi (PGA Hindu Negeri Denpasar). Rg Weda Mandala IX (Wayan sadia dan Pudja). Widhi Sastra. Tuntunan Muspa Bagi Umat Hindu (I Gusti Ketut Jaker).Pudja). sebagai bahan awal untuk memahami Mantra. sering kali dibedakan hanya dalam konteks usia perkembangan yaitu antara anak-anak dan orang dewasa.Mantra dan Belajar Mantra. Mesekar dan Mebija (Pustaka Manikgeni). Buku-buku tersebut penulis kumpulkan. Gagelaran Pemangku (PHDI Kabupaten Karangasem). tertarik barulah dilanjutkan dengan melakukan Mawinten untuk diri sendiri. Puja Stawa Penujang Pegangan Para Pemangku dan balian (Wayan Budha Gauitama). Agem-Ageman Kepemangkuan (Jero Gede Pasek Ringganatha). Sang Kulputi Kesmuda Dewa (Gambar I Made). Parisada Hindu Dharma Indonesia Tentang Tri sandya (PHDI). Tri sandya (Kepala kantor agama Propinsi Bali). Dharma Sastra. Puja Trisandhya (I Gede Sura). Rancangan Keputuisan pesamuhan Agung. Himpunan Keputusan Seminar Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu I-IX (Parisada Hindu Dharma Pusat). demikian seterusnya sampai menjadi Sulinggih. Dasar Kepemangkuan (I Nyoman saruya Atmanadhi). Pedoman Sembahyang (Pemerintah propinsi Bali).

8. orang dewasa dihargai kemandiriannya. 2. 14. Setidanya dapat dibedakan dalam: dewasa muda (18-30) tahun dewasa (30 – 55) tahun lanjut usia (> 55) tahun orang dewasa mempunyai perspektif waktu “kekinian” yang cukup kuat: . 6. 12. Rentang kedewasaan cukup lebar. asumsi dasar dalam belajar antara lain sebagai berikut: 9.apa yang dipejarinya dibutuhkan untuk menanganni persoalan kesehariannya. 9.Belajar adalah proses peningkatan kemampuan menanganni persoalan kehidupan. sehingga ajakan relevansi berbeda. 13. Anak-Anak Ketergantungan Fasilitas Subyektifitas Ketidaktahuan Kemampuan terbatas Sedikit tanggungjawab Minat terbatas Mementingkan diri Penolakan diri Identitas diri tidak jelas Kepedulian sepintas Fokus pada hal khusus Imitasi Butuh kepastian Imfulsifness Dewasa Kemandirian Aktifitas Obyektifitas Kejernihan berpikir Banyak kemampuan Banyak tanggungjawab Minat luas Altruisme Berdamai diri Integrasi diri Kepedulian mendalam Fokus pada hal prinsipil Original Toleran kepada jelasan Rasional Berangkat dari perbedaan tersebut. yang dapat dilihat dalam tabel berikut: No 1.3. tetapi juga dapat menghalanginya menerima hal-hal baru. . (Sutjipta dan Kendran.2. 4.Cendrung berorientasi pada penangan persolanan. sehingga dapat menggali insight bagi dirinya. dapat berurun sartan lagi pembelajaran orang lain. 10. pada hakekatnya andragogy. . 9. sehingga dapat memutuskan bagi dirinya sendiri (otonomi) 9. 7.1.pendekatan paedagogy untuk anak-anak dan Anddragogy bagi orang dewasa. 2006:2-6). 11. orang dewasa memiliki banyak pengalaman. orang dewasa mempunyai kesediaan belajar hal-hal relevan baginya bagi kurun waktu tertentu. . 5. 3. 15.

Penghargaan (menerima nilai-nilai. Peniruan (menirukan gerak). *). ide. *). Pengetahuan (mengingat menhafal).3. sedangkan aksara adalah simbol (lambang) sebagai alat komunikasi. *). 9. Afektif. *).Menurut Bloon dan Kratwohl apa yang mungkin dikuasai (dipelajari) oleh siswa (orang dewasa). Sintesis (menggabungkan bagian-bagian konsep menjadi konsep untuh).3. T. Pengenalan (ingin menerima. 9. seperti yang telah kita ketahui berhasil memberi inspirasi kepada banyak pakar lain untuk mengembangkan teori-teori belajar dan pembelajaran. Naturalisasi (melakukan gerak secara wajar). *). (Prasetsetya. *). Aplikasi (menggunakan konsep untuk memecah-kan suatu masalah). *). poto copy: 12-13). setia kepada nilai-nilai tertentu). *). Taksonomi Bloon ini. . yang tercakup dalam tiga kawasan: 9.3. Sastra sebagai alat komunikasi. Filsafat secara umum dapat diartikan bahwa usaha manusia dengan menggunakan akal. Perangkaian (melakukan gerakan sekaligus dengan benar). serta dapat diukur. Psikimotor. 9. Pengalaman (menjadikan nilkai-nilai sebagai bagian dari pola hidup). Penggunaan (penggunaan kosep untul melakukan gerak). Evaluasi (membandingkan nilai-nilai. sadar akan adanya sesuatu). metode dan sebagainya). operasonal. *). taksonomi ini telah banyak membantu praktisi pendidikan untuk memformulasikan tujuantujuan belajar dengan bahasa yang mudah dipahami. untuk memperoleh pemahaman Jagat Raya dalam memenuhi suatu kepuasan dalam kebijaksanaan. Merespon (aktif berpartisipasi) *). *). Pengorganisasian (menghubung-hubungkan nilai-nilai yang dipercayai). *).4. *).2. Ketepatan (melakukan gerak dengan benar). Kognitif terdiri dari enam tingkatan: *). Pemahaman (menginteprestasikan).t. Analsis (penjabaran suatu konsep). Pada tingkatan yang lebih praktis.1. yang terdiri dari lima tingkatan: *).3. yang terdiri dari lima tingkatan: *).

misalnya urak. melainkan ke Bahasa Indonesia. gantungan. Umpamanya jika dalam sebuah komunikasi ilmiah kita mempergunakan akal seperti “epistemology” atau “oftimal” maka kita harus menjelaskan lebih lanjut apa yang kita maksudkan dengan katakata itu. Hal ini harus kita lakukan untuk mencegah si penerima komunikasi memberi makna lain yang berbeda dengan makna yang dimaksudkan. sehingga untuk menggambarkan siwa sebagaimana halnya dengan Rudra dihubungkan dengan sebelas aksara sebagai bentuk lingga Atma. Mang. perlambang (simbol) dalam keagaman.Weda X. 1984:31-33). y. Terakhir adalah aksara suci ini adalah aksara mati karena banyak dengan busana (taleng. Sarwatatim Sawita No Rasa Tam Dirgha Ayuh”.36. (Jujun. Tang. Untuk membacanya menggunakan Krakah/Griguh (Kaler. b. Mang dan Ong Selanjutnya dalam Rg. Dewa dari arah timur. Perlu kami ingatkan bahwa dalam penulisan kalimat atau cerita bahasa Bali memakai tulisan latin jangan berpegang dengan tulisan Bali. Dewa dari arah Utara. Wreastra. Nama Rudra sering diartikan sama dengan Siwa. o. p. Konsonan 18 buah. Semoga ia melimpahkan rahmatNya kepada kita dengan umur panjang. menyebutkan. Ung. Sawitottarattat Saidharattat Sawita Nah Suwatu. upacara dan yang berhubungan dengan dunia kegaiban. Bang. l. ng. “Sawita Pascatat Sawita Purastat.Swalalita. adalah aksara bagian kedyatmikan misalnya: Japa-mantra.Modre. b). yaitu: h. agar pesan yang disampaikan bisa diterima secara reprodukdif. pipil. artinya identik dengan pesan yang dikirim. m. Tentu saja kata-kata (simbol) yang sudah jelas dan kecil kemungkinannya untuk disalah artikan dan tidak lagi membutuhkan penjelasan lebih lanjut. g. surang. yaitu: a. dan gempelan). Prabu Kresna sareng mayuda. i. 2002:175. Kalau tulisan Balinya Rãmãyana. e. d. 2). pengeling-eling dan sejenisnya. ny. Prabhu Krésna. Lambang e taling tidak memakai corek atau tanda diakritik. Tanda deakritik dapat dipakai hanya pada permulaan belajar membaca atau dalam perkamusan. mayudha dan Pañca Pãndawa”. Untuk jelasnya penulisan kini menguraikan kejadian aksara vokal (suara) dan konsonan (wyanjana) serta menggolongkan terbagi tiga jenis. Sang panca pandawa lunga ke alase”. Dalam buku ejaan bahasa Daerah bali yang . Nang. Pesamuan Agung Bahasa Bali tahun 1957 (dengan hasilnya) sebagai berikut: a). 3). aksara untuk menuliskan Bahasa Kawi dan lainnya lagi.(Pudja.Komunikasi menggunakan bahasa akan mengandung unsur simbolik dan emotif. yang digunakan untuk menunulis Bahasa Bali lumrah. dalam komunikasi ilmiah sebenarnya proses komunikasi itu harus terbebas dari unsur emotif ini. Wang.1982: iii-iv). Artinya Dewa dari arah Barat. n. k.Vokal 6 buah. tedong. s. c. menurut Jnana Sidharta: Sing. do’a-do’a dan pengobatan. e. Ang. u.14. w. Ang. r. Contoh: “Rontal Ramayana becik pisan. Dewa dari arah Selatan.181). yaitu: 1). t.

khususnya Trisakt. huruf mati) yang terletak pada akhir kata yang melambangkan fonem konsonan (Ngurah Nala. Adri. Aksara-aksara ini identik dengan Aksara Swalita dan Akasara Suci/Modre yang dipergunakan oleh para Pujangga atau Rohaniawan dalam Simbolis ritual. kedamaian di dunia dan kedamaian di akhirat. u. Akasara biasa terdiri atas aksara wreastra. e. Dilaksanakan dengan Kata Dum dibentuk dengan menambahkan Maya. Sthiti-pralina atau lahir hidup mati. Selain itu. Akasara Suci terbagi atas akasara wijaksara atau bijaksana (aksara swalalita + aksara amsa. aksara yang dipergunakan sehari-hari terdiri atas 18 aksara (ha. Wisnu Hyang Widhi dalam prabawanya memelihara disimbolkan dengan aksara U dan Siwa Hyang Widhi dalamp rabawanya pelebur disimbolkan dengan aksara M. U.mang) dan modre atau aksara lukisan magis. Aksara Bali terbagi atas aksara biasa. na. Bindu/Windu dan Pranawa/ongakra serta pisarga pada permulaan kata. bulatan) dan nadha (bindang. Pengulangan Lalitasahasranama dan Trisat’i. dan dalam berbagai manifestanya terdapat berbagai macam. windhu (matahari. Kalau di Bali aksara tersebut dapat diidentikan dengan Tuhan disimboliskan aksara Ongkara dalam wujud Tunggal. aksara wianjana (huruf konsonan. Dengan menggunakan media aksara/sastra keharmonisan mikrokosmos dengan makrokosmos. o. ca ra ka dst). Karna. maka aksara yang digunakan adalah . segi tiga). misalnya: a. dan aksara swalalita atau aksara yang dipergunakan pada kesusastraan Kawi yang terdiri atas 47 aksara.disenpurnakan juga dicantumkan abjad Bahasa Indonesia dari a s/d z. (Tinggen. diharapkan dapat mencipkan kedmaian dihati. misalnya: ong. Hal ini dimaksudkan untuk menyerap bahasa asing pada tahap permulaan sebelum beradaptasi dengan bahasa Bali. ang. Suara A.ung. Ketiganya melambangkan Dewa Tri Murti-Utpatti. Untuk dapat meresapkan keamhakuasaan Sang Hyang Widhi agama Hindu memberikan Simbol pada kekuatannNya ini dalam aksara suci OM. ini ditunggalkan menjadi OM (Upadesa. “Durga Puja”. Terkait dalam pembelajaran mantra. 1993:3). Akasara amsa terdiri atas Arddhacandra (bulan sabit). dalam aksara Bali ada yang disebut pengangge tengenan. 1978:16). Kata Om adalah aksara suci untuk mewujudkan Sang Hyang Widhi dengan ketiga prabawanya yaitu: Brahma Hyang Widhi dalam prabawanya mahapencita disimbolkan dengan aksara A. dan aksara suci. M. i. 2005 Bali Post) Kemudian padangan dari persfektif Sastra. Tri Murti: Ang Ung Mang dan dalam wujud Dasaksara adalah: Sang Bang Tang Ang Ing dan Nang Mang Sing Wang Yang.

Kesumadewa.19 Sarmasyawadhutaduam rakso.Bagian I. Semoga kami menyadari yadnya sebagai pembawa hujan dan pemberi pengetahuan spiritual. Dari uraian di atas. 2005. Utara 1994. Sulinggih baru dilanjutkan dengan upakara dan upacara Mawinten atau Madwijati. Seperti bunyi bait Yayur Veda.ditastwag wettu diwaskambhanirasi dhisana. Anda Kusuma Sri Rshi. Bangli. artinya anak kecil atau anak muda bisa membahas Mantra apabila penerapakan dilakukan secara dewasa. 1972. Suatu “Moto” di Bali. (Watra. Aywa Were tan siddhi phalanya”. Denpasar.si parwateyi prati twa parwati wettu. Proses Belajar. menjauhkan yang egois dan sifat-sifat kikir dan melindungi daerah tempat seperti kulit melindungi tubuh. kalau ilmu itu disembarangkan jelas dia tidak bermanfaat. Surabaya: Penerbit. Yadnya yang dilakukan pada hari tertentu juga memberi perlindungan seperti kulit melindungi tubuh. Semoga yang melakukan yadnya menyadari arti pentingnya. dan ada keinginan untuk menjadi: Pemangku.wadhuta aratayo’ditwastwagasi twa’ditirwettu. Sekaranglah saatnya kita tahu Mantra dan Belajar Memantra. Yadnya adalah penyangga matahari yang cemerlang. secara teori ilmu apapun bisa dipelajari asal dimanfaatkan secara dewasa. Atmanadhi. Yadnya adalah pemberi kebahagiaan. DAFTAR BACAAN Anom. Dhisana ’si parwati prati twa. Penguncaran Weda Mantra yang benar-benar merupakan yandnya sendiri. 1986 “Kamus Bahasa Bali Indonesia-Indonesia Bali” Penerbit. perwujudan dari ceritera Weda.5. CV. Puja Walaka-Pinandita. tetapi kalau dipelajari dengan suatu sistem dengan tujuan baik “Ayu Were Siddhi phalanya” boleh dibicarakan akan sangat baik manfaatnya. Dengan menggunakan aksara Modre/aksara suci. Dasar Kepemangkuan (Ke Sulinggihan). Kayumas Agung. Satrya I Nyoman.aksara biasa Wreastra tanpa dilakukan upakara. Denpasar: Percetakan Offset & Toko Buku Ria. Cetakan Pertama: Paramita . IB. Baik bagi diri sendiri keluarga maupun masyarakat dan negara. 2006:52-58) 9. Kemudian setelah ada pemaham lebih lanjut.

Sri Empu Nabe. Sama Weda “Sama Weda Samhita”. Parisada Hindu Dharma Pusat... Denpasar: Terjemahan.... 2001. Kaler. Paramita. Surabaya: Penerbit. Gria Prasetya. Gambar. Jakarta: Sampai saat ini ybs. Persembahyangan Bagi Warga Hindu. Paramita Paulina Panennen dan Purwanto. Aplied Approach. 1985. (Buku Yang banyak Mengandung Inti-Inti Falsafah Hindu. Buleleng: Toko Buku Indra Jaya. .... Maswinara. Badung: Agung Bungkasa Abiansemal. Pusat Propinsi Bali. Denpasar: Penerbit Guna Agung. . I Wayan 2004.. Upacara Panca Yadnya.08...1979. Denpasar: Milik Pemerintah Propinsi Bali.. Agem-Ageman Kepemangkuan. Surabaya: Cetakan Pertama.. Jakarta: Cetakan ke 3 .. Pudja... 1986. Weda (Pengantar Agama Hindu).. Himpunan Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu I-IX. Milik Departemen agama Republik Indonesia. 1976...) . Penulisan Bahan Ajar. Denpasar: Stensilan. Irawan T.. 1984. Pekerti. 1983.t. 1987. Swami Veda. Pedoman Sembahyang. G. Denpasar: Parisada Hindu Dharma... Sebagai Staff Antar Universitas Terbuka.. Satu Himpunan Naskah Mantra dan Stotra teks asli bahasa Sanskerta dan Penjelasannya. 2000. Kanca. Mantra Inisiasi Meditasi & Yoga. Jakarta: Penerbit. Jakarta: Pesanan Proyek Pengadaan Kitab suci Hindu. Mengajar di Perguruan Tinggi.. Pramadaksa... I Made. I Nyoman Tt. Lembaga Penyelenggara Penterjemah Kitab Suci Weda. Penerbit.. Pusat antar Universitas Untuk peningkatan dan Pengembanngan Aktivitas Intruksional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.Bharati. Sang Kulputih Kusuma Dewa... 2002.. I Gusti Ketut... Jero gede Pasek 2003. Jero. Jakarta: Buku 2. Surabaya: Penerbit Paramita. 1982-1983. Weda Parikrama. Gayatri Sadhana Maha Mantra Menurut Weda.. Sodasiwikerama. Ringga Natha... Tuntunan Muspa Bagi Umat Hindu.

.A. 2006. Jakarta: Copyright. Paramita Wisesa. Watra. Buku Pelajaran Agama Hindu di Perguruan Tinggi. Departemen Agama RI Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Hindu dan Budha. Cinta Kasih dan Penyerahan Diri kepada Tuhan. Mitra Printing.. 1993. Surabaya: Penerbit. Jakarta: cetakan Pertama. Pengantar Menuju Pedoman Sembahyang Umat Hindu. ………. Jakarta: Terjemahan.. Tt.1986 Weda Walaka. 2001. Putra... Bagian I. Dharma Nusantara Bahagia. 1982.. PT. Denpasar: Penerbit..... Titib I Made..1985. Jakarta: penerbit. Maya Sari. Cudami III... Majalah Kebudayaan Bali Taksu. Milik Depatemen agama Republik Indonesia. Surabaya: Penerbit.. Yajur Weda (Weda Sruti). Paramita Sutjipta.. Kumpulan Kuliah Agama Hindu Bhatkti Marga. Suhardana. Penerbit... Sugiarto. Nganteb Piodalan Alit.. Penerbit.1997. Dosen Institut Hindu Dharma... 1985 Atharwa Wedha (Weda Sruti) Terjemahan. .. Proyek Pengadan Kitab suci Hindu. Ida Pandita Umpu Nabe Daksa Kertha. Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Mutu Pendidikan Universitas Udayana. R dan Gede Pudja.. Jakarta: penerbit Hanuman sakti.. Denpasar: Gria Agung Giri Manik.. Tim Penyusun. Tri Sandya Sembahyang dan Berdoa. 2006. Pembelajaran Orang Dewasa. Denpasar: Edisi 159 MeiJuni/VII. . KM 2005.. Nyoman dan A. Kios Muria. Sagung Kendran. Sweta Swatara Upanisad..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful