Anda di halaman 1dari 4

Perubahan yang umumnya terjadi pada wanita pada waktu hamil : 1.

Cenderung lebih tergantung dan membutuhkan perhatian yang lebih baik untuk dapat berperan sebagai calon ibu dan mampu memperhatikan perkembangan janinnya. 2. Membutuhkan sosialisasi

Tahap Psikososial (Psikososial Stage) 1. Anticipatory Stage


Tahap ini ibu-ibu melakukan latihan peran dan memerlukan interaksi dengan anak lain. Serta tahapan antisipasi merupakan tahap sosialisasi atau latihan untuk penampilan peran yang diasumsikan pasangan (suami/istri) berkaitan dengan fantasi. Wanita akan mengawali peran barunya dengan merubah peran sosialnya melalui latihan informal dan informasi melalui model peran. Meningkatnya frekuensi interaksi dengan yang lainnya akan mempercepat proses adaptasi dalam penerimaan peran barunya sebagai ibu.

2.

Honeymoon Stage atau honeymoon stage


Ibu mulai memahami sepenuhnya peran dasarnya, pada tahap ini ibu memerlukan bantuan anggota keluarga yang lain. Ibu akan mencoba dengan sepenuhnya apakah ia telah mampu menjadi ibu. Tahap ini membutuhkan waktu beberapa minggu dan ibu akan melanjutkan sendiri. Tahap honeymoon merupakan tahap dimana wanita mengasumsikan peran yang harus ditampilkan, melakukan pendekatan dan eksplorasi terhadap sikap yang dibutuhkan untuk penampilan peran, mulai melakukan latihan peran. Pada tahap ini, wanita sudah dapat menerima peran barunya dengan cara menyesuaikan diri dan muncul kebutuhan akan kasih sayang baik ibu-bayi, ibu-suami. Hal lain yang mempengaruhi tahapan honeymoon adalah kesiapan menghadapi kelahiran bayinya serta dukungan dari orang-orang terdekat.

3. Tahap stabil atau plautau stage


Tahap honeymoon merupakan tahap dimana wanita mengasumsikan peran yang harus ditampilkan, melakukan pendekatan dan eksplorasi terhadap sikap yang dibutuhkan untuk penampilan peran, mulai melakukan latihan peran. Pada tahap ini, wanita sudah dapat menerima peran barunya dengan cara menyesuaikan diri dan muncul kebutuhan akan kasih sayang baik

ibu-bayi, ibu-suami. Hal lain yang mempengaruhi tahapan honeymoon adalah kesiapan menghadapi kelahiran bayinya serta dukungan dari orang-orang terdekat.

4.

Disangagement atau disengagement/termination stage

Merupakan tahap penyelesaian dimana latihan peran dihentikan. Pada tahap ini peran sebagai orang tua belum jelas . Tahap ini merupakan tahap terminasi/pengakhiran peran. Peran pasangan pada kehamilan berakhir setelah proses persalinan selanjutnya pasangan memasuki tahap peran lainnya. Tahap ini disebut juga sebagai tahap perjanjian. Perjanjian ini dilakukan agar wanita hamil sedapat mungkin menepati janjinya yang berkaitan dengan peran barunya kelak.

Teori Ramona Marcer


Teori ini lebih menekankan pada stress antepartum (sebelum melahirkan) dalam pencapaian peran ibu, Marcer membagi teorinya menjadi dua pokok bahasan: 1. Efek stress antepartum 2. Pencapaian peran ibu

1. Efek stress anterpartum


Stress anterpartum adalah komplikasi dari resiko kehamilan dan pengalaman negatif dari hidup seorang wanita. Sehingga dukungan selama kehamilan sangat diperlukan untuk mengurangi rasa ketidak percayaan seorang calon ibu.Penelitian Marcer menunjukkan ada enam faktor yang berhubungan dengan status kesehatan ibu, yaitu:

Hubungan interpersonal Peran keluarga Stress anterpartum Dukungan sosial Rasa percaya diri Penguasaan rasa takut, ragu dan depresi

Empat tahapan dalam melaksanakan peran ibu menuru Mercer: a. Anticipatory Saat sebelum wanita menjadi ibu, di mana wanita mulai melakukan penyesuaian social dan psikologis dengan mempelajri segala sesuatuyang di butuhkan untuk menjadi seorang ibu. b. Formal

Wanita memasuki peran ibu yang sebenarnya, bimbingan peran di butuhkan sesuai dengan kondisi system social c. Informal Di mana wanita telam mampu menemukan jalan yang unik dalam melaksanakan perannya d. Personal merupakan peran terakhir, di mana wanita telah mahir melakukan perannya sebagai ibu. Sebagai bahan perbandingan, Reva Rubin menyebutkan peran ibu telah di mulai sejak ibu menginjak kehamilan pada masa 6 bulan setelah melahirkan, tetapi menurut Mercer mulainya peran ibu adalah setelah bayi bayi lahir 3-7 bulan setelah dilahirkan.

2. Pencapaian peran ibu


Wanita dalam menjalankan peran ibu di pengaruhi oleh faktor faktor sebagai berikut: Faktor ibu Umur ibu pada saat melahirkan Persepsi ibu pada saat melahirkan pertama kali Stress social Memisahkan ibu pada anaknya secepatnya Dukungan social Konsep diri Sifat pribadi Sikap terhadap membesarkan anak Status kesehatan ibu. Faktor bayi Temperament Kesehatan bayi Faktor-faktor lainnya Latar belakang etnik Status pekawinan Status ekonomi Dari faktor social support, mercer mengidentifikasikan adanya empat factor pendukung: a. Emotional support Yaitu perasaan mencintai, penuh perhatian, percaya dan mengerti. b. Informational support Memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan ibu sehingga dapat membantu ibu untuk menolong dirinya sendiri c. Physical support Misalnya dengan membantu merwat bayi dan memberikan tambahan dana d. Appraisal support Ini memungkinkan indifidu mampu mengevaluasi dirinya sendiri dan pencapaiaan peran ibu Mercer menegaskan bahwa umur, tingkat pendidikan, ras, status perkawinan, status ekonomi dan konsep diri adalah faktor-faktor yang sangat berpengaruh dalam pencapaiaan peran ibu. Peran bidan yang di harapkanoleh mercer dalam teorinya adalah membantu wanita dalam melaksanakan tugas dan adaptsi peran dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaiaan peran ini dan kontribusi dari stress antepartum. a. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. b. 1. 2. c. 1. 2. 3.

3. Teori Jean ball Teori kursi goyang , keseimbangan emosional ibu. Tujuan asuhan maternitus agar ibu mampu melaksanakan tugasnya sebagai ibu bauk fisik maupun psikologis. Ada dua teori Jean ball yaitu: a. Teori stress b. Teori dasar Hipotesa Ball, respon emotional wanita terhadap perubahan yang terjadi bersamaan dengan kelahiran anak yang mempengaruhi personality seseorang dan dengan dukungan yang berarti mereka mendapatkan sistem keluarga dan sosial. Persipan yang telah di lakukan bidan pada masa postnatal akan mempengaruhi respon emotional wanita terhadap perubahan akibatproses kelahiran tersebut. Kesejahteraan wanita setelah melahirkan tergantung pada personality dan kepribadian, sistem dukungan pribadi dan dukungan dari pelayanan maternitas. Ball menemukan teori kursi goyang terdiri dari tiga elemen, yaitu: 1. Pelayanan maternitas 2. Pandangan masyarakat terhadap keluarga 3. Sisi penyangga atau support terhadap kepribadian keluarga 4. Teori Ernestine Wiedenbach