Anda di halaman 1dari 2

Jadi dua hal itu vulnerable dan high risk itu kanVulnerable itu kan lebih ke arah kelompok

atau keluarga rawan kalau high-risk itu risiko tinggi.Definisi rawan disini dimaksudkan pada kelompok atau keluarga-keluarga yang belum tersentuh oleh pelayanan kesehatan itu bisa dikatakan keluarga rawan.Jadi kondisi saat ini dia tidak memiliki masalah sebetulnya,dia itu pertama dia tidak tersentuh pelayanan kesehatan,kedua kemiskinan.Dengan kemiskinan, jauh dari pelayanan kesehatan maka kemungkinan dia bisa mengalami masalah kesehatan walaupun sekarang belum terjadi. Kalau high-risk itu keluarga yang memiliki risiko tinggi untuk mengalami suatu penyakit tertentu.Contoh, risiko tinggi pada ibu hamil,jadi keluarga dengan ibu hamil berarti kan dia risiko tinggi untuk mengalami perdarahan,anemia dan lain sebagainya.Kemudian kalau keluarga dengan status gizi rendah,itu keluarga risiko tinggi itu karena kan.Jadi vulnerable sama high risk itu sebetulnya seuatu hal yang berbeda,akan tetapi keluarga yang rawan ini akan justru berisiko kalau dia ..pada saat,. kemungkinan bisa menjadi high risk..Jelas ndak?...Iya..iya..pak Manda : Pak,saya mau nanya..Untuk orang-orang dengan keturunan penyakit DM itu,Pak.. apa bisa dikategorikan dengan orang-orang yang berisiko tinggi? Pak Heru : Selama dia hanya genetik saja..hanya keturunan saja..kita tidak bisa mengatakan high risk.Kita tidak bisa mengatakan high risk,mungkin andai kata..ada beberapa faktor yang memang ada pada orang tersebut,yang memang semakin besar untuk berisiko menjadi keluarga risiko tapi sebenarnya keluarga risiko tinggi itu kanuntuk gizinya sendiri itu..tidak semua orang tidak bisa dikatakan high risk ya..artinya lebih ke arah penyakit-penyakit yang memang secara .secara.dampak yang besar ..kematian yang besar itu ya..contoh,mungkin ibu hamil atau balita itu ibu balita itu termasuk keluarga high risk..keluarga dengan balitakeluarga dengan ibu hamil ..itu berisiko tinggi.Tapi kalau orang dengan DM,saya kira kita tidak bisa masukkan sebagai orang dengan risiko tinggi kecuali kalau memang..dia ituselain dia itu ada riwayat DM,atau keluarga DM ditambah dengan faktor-faktor yang lain..itu risiko tinggi ..tapi pada orang itu lho..bukan pada keluarga itu lho maksud saya.Jadi karena keluarga dengan risiko tinggi itu.. definisi dari Depkes sendiri itu untuk penyakit-penyakit tertentu kita tidak bisa menyebutkan semua keluarga kalau yang hipertensi apakah itu high risk atau tidak..itu tidak ..jadi ada penyakitpenyakit tertentu yang memang ditetapkan oleh Depkes..apa-apa saja yang dikategorikan sebagai keluarga risiko tinggi dan keluarga rawan..mungkin kamu bisa cari web dari Depkes terkait dengan keluarga risiko tinggi,jadi penetapan kategori risiko tinggi di Indonesia tu apa aja..jadi tidak semua keluarga yang sakit dikatakan high risk, itu tidak..jadi yang berisiko untuk meningkatkan kematian ibu dan anak ,sebenarnya lebih ke arah sanaitu yang high risk.. Adis : (Faktor predisposisi.). ..kalau yang high risk punya faktor presipitasi gituada kaitan ga Pak? Pak Heru : Ya kan..tidak semua keluarga HR itu vulnerable..tidak semua yg HR itu miskin..tidak semua orang yang HR itu jauh dari pelayanan kesehatan,bisa saja dia deket dengan pelayanan kesehatan..bisa saja dia kaya.Tapi dia HR.. karena memang pada saat itu dia sedang pada kondisi hamil,ini kan risiko tinggi inikeluarga dgn risiko tinggi ini..jadi kalau rawan ituorang yang kalau dia itu,dia miskin .dia dekat pelayanan kesehatan ,dia miskin tapi deket dengan pelayanan kesehatan bisa kita kategorikan keluarga rawan,bisa kaya tapi jauh dari pelayanan kesehatan bisa kita kategorikan dia rawan(oooo) jadi tidak harus miskin,harus jauh..itu tidak..tapi intinya..rawan itu namanya rawan itu kan kemungkinan gitu lho ya..jadi masih faktor probability ,kemungkinan untuk jadi sakit tu besar..kalau untuk keluarga rawan..kalau risk itu bukan karena dia miskin atau dia jauh dari

pelayanan tapi memang kondisi pasien itu memang memungkinkan untuk dia sakit karena ada paparan..gitu lho ya..(o..iya..iya..) paham ya? Contoh,ibu dengan anak balita..brarti kan anaknya ini risiko tinggi karena terkait dengan ...mungkin penyakit-penyakit imunity yang masih bisa diatasi dengan imunisasi,ibu hamil walaupun dia kaya kan..tetep berisiko juga untuk mengalami anemi,berisiko juga untuk mengalami perdarahan,berisiko juga untuk mengalami hal-hal yang lain..jadi tidak memandang dia itu miskin tidak memandang dia itu kaya tidak memandang dia jauh dari pelayanan,dekat dengan pelayanan,kalau high risk itu terkait dengan risiko untuk terkena penyakit karena saat ini dia sedang.. memang terpapar,dia terpapar dengan suatu kejadian yang menyebabkan dia menjadi risiko,paham..? Isna : Pak,mau tanya lagi Pak,kan kita tadi kita nyimpulin.tentang intervensi perawatnya.Kalau misalnya vulnerable itu intervensinya kepada keluarganya,sedangkan high risk itu pada individunya,seperti itu tu bener apa ga Pak? Pak Heru : ya mestinya dua-duanya..baik itu vulnerable maupun high risk intevensi itu bisa pada dua-duanya.contoh,keluarga miskin itu juga..bukan hanya pada keluarganya saja,tapi pada individunya bagaimana untuk berperilaku..yang..artinya yang baik,untuk bisa memenuhi kebutuhan makan..mungkin dengan menggunakan..sumber-sumber yang ada ..di lingkungan..masyarakat itu,high risk pun juga orang-orang anemia ,pada ibu hamil bukan hanya faktor risiko yang kena ibu nya saja tapi mungkin keluarga juga kita berikan motivasi untuk selalu mendukung kepada ibu hamilnya ya..kepada balita itu juga keluarganya juga kita arahkan..jadi sasaran untuk intervensi itu..tidak hanya pada keluarga atau tidak hanya pada individu jadi dua-duanya harus diberikan suatu intervensi tapi mungkin kalau ibu hamil kan intevensi kepada ibunya bagaimana meningkatkan suplai makanan,bagaimana olahraga..jadi ada dua hal yang harus kita lakukan..jadi dua-duanya jalan.. Isna : Brarti dapat disimpulkan itu,antara kedua-dua itumempunyai dampak atau tidak pak? Pak Heru :Ya kalau vulnerable itu belum terjadi.. belum ada risikoya kan..orang miskin kan,belum terjadi penyakit,belum terjadi kondisi sakit..tetapi kan berpeluang dia,ya dampaknya tentunya pada masalah penyakit,untuk mengalami sakit..kedua-duanya sebenarnya..dua-duanya bisa saja tidak ..,belum terjadi tetapi dua kelompok ini memerlukan perhatian khusus,kesehatan atau perawatan agar mereka itu tidak mengalami masalah kesehatanbingung atau ndak ini?? Jadi vulnerable itu bisa dikatakan sebagai orang itu,kalau orang itu miskin ya kemungkinan untuk sakit itu ada ta?kemungkinan untuk tidak sakit juga bisa ta?high risk juga demikian..untuk sakit bisa untuk tidak sakit bisa,cuman high risk itu kan sudah ada paparan..paparannya itu nyata dan kuat..tapi untuk yang vulnerable itu kan..keluargakeluarga lawan itu belum tentu ada faktor risiko yang kuat tetapi dia memang berpeluang untuk sakit karena suatu hal,alat pelayanan kesehatan tidak ada,ekonominya juga tidak memenuhi atau tidak baik,faktor-faktor itu yang menyebabkan dia itu rawan