Anda di halaman 1dari 7

1. Jelaskan pengendalian kebisingan dalam lingkungan kerja! a.

Engineering Control - Pengendalian terhadap sumber kebisingan, dengan cara pemilihan bahan yang tidak menimbulkan suara yang keras, pemberian cover pada sumber bunyi, mengurangi getaran. - Pengendalian terhadap lintasan suara, pemberian bahan yang dapat meredam suara di sepanjang lintasan. - Pengendalian terhadap penerima, pemakaian earmuff atau earplug. b. Administrative Control, berupa kebijakan manajemen dalam mengatur pekerja agar tidak terlalu lama dalam lingkungan yang bising. 2. Jelaskan pengaruh kebisingan terhadap kesehatan pekerja! a. Gangguan Fisiologis Gangguan dapat berupa peningkatan tekanan darah, peningkatan nadi, basal metabolisme, konstruksi pembuluh darah kecil terutama pada bagian kaki, dapat menyebabkan pucat dan gangguan sensoris. b. Gangguan Psikologis Gangguan psikologis dapat berupa rasa tidak nyaman, kurang konsentrasi, susah tidur, emosi, dan lain-lain. Pemaparan jangka waktu lama dapat menimbulkan penyakit, psikosomatrik seperti gastristis, penyakit jantung koroner dan lain-lain. c. Gangguan Komunikasi Gangguan komunikasi ini menyebabkan terjadinya kesalahan, terutama bagi pekerja baru yang belum berpengalaman. Gangguan komunikasi ini secara tidak langsung akan menyebabkan bahaya terhadap kesehatan dan keselamatan kerja, karena tidak mendengar teriakan atau isyarat tanda bahaya dan tentunya akan dapat menurunkan mutu pekerja dan produktivitas kerja. d. Gangguan Keseimbangan Gangguan keseimbangan ini mengakibatkan gangguan fisiologis seperti sakit kepala, pusing, dan mual. e. Gangguan terhadap Pendengaran (Ketulian) Gangguan ini sangat serius karena menyebabkan hilangnya pendengaran atau ketulian. Ketulian ini dapat bersifat progresif atau awalnya bersifat sementara tapi bila bekerja terus menerus di tempat bising tersebut maka daya dengar akan menghilang secara menetap atau tuli. 3. Hal-hal apa saja yang mempengaruhi kualitas pencahayaan? Intensitas adalah besarnya kekuatan atas energi menurut satuan permukaan,muatan, massa dan sebagainya seperti intensitas medan listrik, intensitas penyinaran.Menurut Depdikbud intensitas yaitu keadaan, tingkat dan ukuran. Intensitas cahayaadalah jumlah arus cahaya yang dipancarkan dari sumber cahaya tiap satuan sudutruang. Intensitas penerangan merupakan suatu aspek lingkungan fisik yang pentinguntuk keselamatan kerja. Di tempat kerja memerlukan intensitas penerangan yang baik ditentukan oleh sifat dan jenis pekerjaan dimana pekerjaan yang telitimemerlukan intensitas yang lebih besar. Spektrum cahaya dapat dilihat oleh mata manusia (Visible Spektrum) sangat bergantung dari panjang gelombangnya yang berkisar antara 400 nm sampai dengan800 nm (nanometer dahulu disebut sama dengan milimikron, suatu unit panjanggelombang sama dengan 10-9). Mata manusia dapat melihat warna apabila tingkat penerangan sekitarnya (Ambient Minance) berada pada sekitar 3 candle/squre meter.Menurut Siswanto (1993:43) menyebutkan bahwa cahaya datang dari sumber cahayayang kekuatannya disebut kadar cahaya dan diukur dengan satuan lux atau lumen/m2 ,dimana 1 lux = 1 lumen/m2, 10 lux = 1 foot candle, 1 foot candle = 1 lumen/ft2. Kesilauan adalah setiap brightness (perbedaan derajat terang) yang berada dalam lapangan penglihatan yangmenyebabkan rasa ketidak nyamanan, gangguan kelelahan mata dan penglihatan.(Siswanto, 1993:9)Ada beberapa penyebab kesilauan yaitu : 1) Disability Glare Penyebab dari kesilauan ini adalah terlalu banyaknya cahaya yang secara langsungmasuk kedalam mata dari sumber kesilauan, sehingga menyebabkan kehilangan sebagian dari penglihatan 2) Discomfort Glare Hal ini dialami oleh mereka yang bekerja pada siang hari menghadap jendela atau pada saat seseorang menatap lampu secara langsung pada malam hari. Efek padamata tergantung dari lamanya seseorang terpapar oleh kesilauan. 3) Reflected Glare Kesilauan ini disebabkan oleh pantulan cahaya yang terang mengenai mata dari pantulan cahaya ini berasal dari permukaan benda yang mengkilap yang beradadalam lapangan penglihatan seperti langit-langit, dinding, meja kerja, mesin pelengkap kerja dan lain-lain. 4) Bayangan Bayangan-bayangan pada umumnya tidak dikehendaki oleh seseorang yang sedangmelakukan pekerjaan namun beberapa jenis pekerjaan memerlukan bayangan agar obyek dapat diamati atau dilihat dengan mudah.

4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan lingkungan kerja fisik! Lingkungan kerja fisik adalah semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat di sekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi pekerja baik secara langsung maupun secara tidak langsung. 5. Jelaskan hubungan antara lingkungan kerja fisik dan human error! Lingkuan kerja fisik dalam pendekatan dari Human Error (Ergonomi) merupakan aplikasi sistematis dari sejumlah informasi yang relevan dari kemampuan, keterbatasan karakteristik, tingkah laku dan motivasi manusia untuk merancang peralatan dan prosedur yang digunakan serta lingkungan kerja yang dipakai. Kondisi lingkungan kerja fisik yang tidak nyaman akan membuat seorang pekerja mengeluarkan tenaga lebih untuk beradaptasi, sehingga konsentrasinya akan terbelah antara pekerjaan dan beradaptasi dengan lingkungannya. 6. Berikan penjelasan dan sebutkan mengenai faktor eksternal pada praktikum human error! 7. Jelaskan mengenai komponen sistem kerja! 8. Jelaskan ANOVA dan sebutkan macam-macamnya! Analisis ragam atau analysis of variance (ANOVA) adalah suatu metode untuk menguraikan keragaman total data menjadi komponen-komponen yang mengukur berbagai sumber keragaman. Secara aplikatif, ANOVA digunakan untuk menguji rata-rata lebih dari dua sampel berbeda secara signifikan atau tidak. Umumnya dikenal 4 macam ANOVA, yaitu: a. Simple ANOVA / One Way ANOVA, ANOVA yang hanya memiliki satu variabel bebas dan bersifat between subject. b. Factorial ANOVA, ANOVA dengan dua atau lebih variabel bebas dan bersifat between subject. c. Repeated ANOVA, ANOVA yang dilakukan terhadap penelitian yang bersifat within subject. d. Mixed ANOVA, ANOVA dengan minimal dua variabel bebas. Minimal satu variabel bebas bersifat between subject dan minimal satu bersifat within subject. 9. Jelaskan pengaruh kebisingan terhadap performa operator!

10. Jelaskan definisi human error! Human error secara umum dapat didefinisikan sebagai kumpulan kegiatan atau tindakan manusia yang melampaui batas penerimaan manusia yang ditentukan oleh suatu sistem. 11. Sebutkan klasifikasi dan kategori human error! Klasifikasi Human Error a. Sistem Induced Human Error, dimana mekanisme suatu sistem memungkinkan manusia melakukan kesalahan, misalnya manajemen yang tidak menerapkan disiplin secara baik dan ketat. b. Desain Induced Human Error, terjadinya kesalahan diakibatkan karena perancangan atas desain sistem kerja kurang baik. c. Pure Human Error, suatu kesalahan yang terjadi murni berasal dari dalam manusia itu sendiri, misalnya karena skill, pengalaman, dan psikologis. Kategori Human Error Human Error diklasifikasikan menjadi 7 kategori, yaitu sebagai berikut: a. Knowledge Based Error Kesalahan karena tidak adanya pengetahuan tentang persyaratan, ekspetasi, dan kebutuhan b. Cognition Based Error Kesalahan yang timbul akibat ketidakmampuan dalam memproses informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan, ekspetasi, dan kebutuhan. c. Value Based Error Kesalahan yang timbul karena adanya kemauan untuk menerima persyaratan, ekspetasi, maupun kebutuhan. d. Reflexive Based Error Kesalahan karena ketidakmampuan merespon suatu stimulus dengan cepat. e. Error Induding Condition Based Kesalahan karena ketidakmampuan dalam mengatasi kondisi yang mengakibatkan error. f. Skill Based Error Kesalahan karena tidak adanya skill tertentu. g. Lapse Based Error Kesalahan karena tidak adanya perhatian terhadap sesuatu.

12. Jelaskan apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi performansi operator!

13. Jelaskan pengaruh pencahayaan terhadap performa operator! Tingkat Pencahayaan Jenis Kegiatan Minimal (lux) Pekerjaan kasar dan tidak terus-menerus Pekerjaan kasar dan terus-menerus Pekerjaan rutin Pekerjaan agak halus 100 200 300 500

Keterangan Ruang penyimpanan dan peralatan atau instalasi yang memerlukan pekerjaan kontinyu Pekerjaan dengan mesin dan perakitan kasar Ruang administrasi, ruang kontrol, pekerjaan mesin dan perakitan Pembuatan gambar atau bekerja dengan mesin kantor, pemeriksaan atau pekerjaan dengan mesin Pemilihan warna, pemrosesan tekstil, pekerjaan mesin halus dan perakitan halus Mengukir dengan tangan, pemeriksaan pekerjaan mesin, dan perakitan yang sangat halus

Pekerjaan halus

1000 1500

Pekerjaan sangat halus

Pekerjaan terinci

tidak menimbulkan bayangan 3000 tidakmenimbulkan Pemeriksaan pekerjaan, perakitan sangat bayangan halus

14. Jelaskan pengaruh temperatur terhadap performa operator! Ruangan kerja para operator harus dibuat senyaman mungkin agar para operator juga dapat menyelesaikan tugasnya dengan maksimal. Untuk menentukan suhu ruangan yang pas, memang tidaklah mudah karena semua itu juga bergantung pada kondisi tubuh masing-masing operator yang akan bekerja. Tetapi paling tidak, pihak perusahaan dapat melakukan beberapa percobaan untuk mengetahui suhu ruangan yang paling pas agar operator di ruangan tersebut dapat bekerja secara maksimal. Sebuah studi NASA yang dilakukan terhadap kinerja para operator telegraph key yang menunjukkan beberapa hasil yaitu: Pada suhu 26 C, para operator membuat kesalahan 5 kali dalam satu jam dan 19 kali kesalahan setelah 3 jam. Pada suhu 32 C, para operator membuat 9 kesalahan per jam dan 27 kesalahan setelah 3 jam. Pada suhu 35 C, para operator membuat 60 kesalahan per jam dan 138 kesalahan setelah 3 jam. 15. Apa yang dimaksud dengan visual display dan control, jelaskan dan beri contoh! Visual Display Proses dinamis penyampaian informasi dari presentasi visual indera penglihatan. Display berfungsi sebagai suatu sistem komunikasi yang menghubungkan antara fasilitas kerja maupun mesin kepada manusia. Yang bertindak sebagai mesin merupakan stasiun kerja degan perantara alat peraga. Sedangkan, manusia berfungsi sebagai operator yang dapat diharapkan untuk melakukan suatu respon yang diinginkan. Contoh: spidometer pada motor yang menunjukkan kecepatan pengendara motor. Control Merupakan suatu sistem yang membahas tindakan manusia utuk merubah keadaan mesin dalam hal mengatur kinerja sistem mesin. Dalam hal ini, manusia sebagai fungsi kontrol dalam suatu stasiun kerja. Contoh: pedal gas pada mobil, manusia harus menginjak pedal agar mobil bias berjalan dan berfungsi.

16. Sebut dan jelaskan tentang gangguan kesehatan akibat pemaparan suhu yang berlebihan! Heat Rash merupakan gejala awal dari yang berpotensi menimbulkan penyakit akibat tekanan panas. Penyakit ini berkaitan dengan panas, kondisi lembab dimana keringat tidak mampu menguap dari kulit dan pakaian. Penyakit ini mungkin terjadi pada sebgaian kecil area kulit atau bagian tubuh. Meskipun telah diobati pada area yang sakit produksi keringat tidak akan kembali normal untuk 4 sampai 6 minggu. Heat Syncope adalah ganggunan induksi panas yang lebih serius. Ciri dari gangguan ini adalah pening dan pingsan akibat berada dalam lingkungan panas pada waktu yang cukup lama. Heat Cramp merupakan penyakit yang menimbulkan gejala seperti rasa nyeri dan kejang pada kakai, tangan dan abdomen banyak mengeluarkan keringat. Hal ini disebabkan karena ketidak seimbangan cairan dan garam selama melakukan kerja fisik yang berat di lingkungan yang panas. Heat Exhaustion merupakan penyakit yang diakibatkan oleh berkurangnya cairan tubuh atau volume darah. Kondisi ini terjadi jika jumlah air yang dikeluarkan seperti keringat melebihi dari air yang diminum selama terkena panas. Gejalanya adalah keringat sangat banyak, kulit pucat, lemah, pening, mual, pernapasan pendek dan cepat, pusing dan pingsan. Suhu tubuh antara (37C 40C). Heat Stroke merupakan penyakit gangguan panas yang mengancam nyawa yang terkait dengan pekerjaan pada kondisi sangat panas dan lembab. Penyakit ini dapat menyebabkan koma dan kematian. Gejala dari penyakit ini adalah detak jantung cepat, suhu tubuh tinggi 40o C atau lebih, panas, kulit kering dan tampak kebiruan atau kemerahan, tidak ada keringat di tubuh korban, pening, menggigil, mual, pusing, kebingungan mental dan pingsan. Multiorgan-dysfunction Syndrome Continuum merupakan rangkaian sindrom/gangguan yang terjadi pada lebih dari satu/ sebagian anggota tubuh akibat heat stroke, trauma dan lainnya. 17. Sebut dan jelaskan tentang klasifikasi iklim! 1. LETAK LINTANG GEOGRAFIS Iklim Tropis : iklim yang terletak di antara 23,50 LU-23,50 LS. Cirinya udara selalu tinggi dan curah hujan juga tinggi Iklim subTropis : iklim yang terletak di antara 23,50-350 di belahan bumi utara dan selatan. Cirinya tekanan udara tinggi dan kering. Iklim sedang : iklim yang terletak di antara 350-66,50 di belahan bumi utara dan selatan. Cirinya memiliki 4 musim. Iklim dingin : iklim yang terletak di antara 66,50-900 di belahan bumi utara dan selatan. Cirinya udara sangat dingin. 2. KOPEN (CURAH HUJAN DAN TEMPERATUR) Iklim A (hujan tropis)curah hujan tinggi Iklim B (kering/gurun)curah hujanlebih kecil dari penguapan Iklim C (sedang basah)suhu terdingin -30 sampai -180 Iklim D (dingin)suhu terdingin < -30 dan terpanas > 100 Iklim E (kutub)temperatur < 100 Iklim A dibagi menjadi f, w, dan m Af : curah hujan bulanan >60mm Aw : musim kering panjang Am : peralihan Af dan Aw 3. SCHMIDT-FERGUSON (Q MODEL) Q=((Rata-rata bulan kering):(Rata-rata bulan basah)) x 100% Iklim Asangat basahQ=0-14,3% Iklim BbasahQ=14,3-33,3% Iklim Cagak basah33,3-60% Iklim DsedangQ=60-100% Iklim Eagak keringQ=100-167% Iklim FkeringQ=167-300% Iklim Gsangat keringQ=300-700% Iklim Hluar biasa kering>700% 4. OLDEMAN (DERETAN BULAN BASAH) Bulan basah jika curah hujan > 200 mm Bulan lembab jika curah hujan 100-200 mm Bulan kering jika curah hujan < 100 mm Iklim tersebut dibagi dalam 5 tipe : Iklim Amemiliki bulan basah > 9 kali berturut-turut Iklim Bmemiliki bulan basah 7-9 kali berturut-turut Iklim Cmemiliki bulan basah 5-6 kali berturut-turut Iklim Dmemiliki bulan basah 3-4 kali berturut-turut Iklim Ememiliki bulan basah <3 kali

5. JHUNGHUN (KETINGGIAN TEMPAT) 0-700 m, zona panas, CONTOH- karet, kopi, tebu, jagung, kelapa 700-1500 m, zona sedang, CONTOH- teh, kina 1500-2500 m, zona sejuk, CONTOH- pinus > 2500 m, zona dingin, CONTOH- lumut 18. Sebut dan jelaskan mengenai sistem pencahayaan di ruangan! Untuk mendapatkan pencahayaan yang sesuai dalam suatu ruang, maka diperlukan sistem pencahayaan yang tepat sesuai dengan kebutuhannya. Sistem pencahayaan di ruangan, termasuk di tempat kerja dapat dibedakan menjadi 5 macam yaitu: A. Sistem Pencahayaan Langsung (direct lighting) Pada sistem ini 90-100% cahaya diarahkan secara langsung ke benda yang perlu diterangi. Sistm ini dinilai paling efektif dalam mengatur pencahayaan, tetapi ada kelemahannya karena dapat menimbulkan bahaya serta kesilauan yang mengganggu, baik karena penyinaran langsung maupun karena pantulan cahaya. Untuk efek yang optimal, disarankan langi-langit, dinding serta benda yang ada didalam ruangan perlu diberi warna cerah agar tampak menyegarkan B. Pencahayaan Semi Langsung (semi direct lighting) Pada sistem ini 60-90% cahaya diarahkan langsung pada benda yang perlu diterangi, sedangkan sisanya dipantulkan ke langit-langit dan dinding. Dengan sistem ini kelemahan sistem pencahayaan langsung dapat dikurangi. Diketahui bahwa langit-langit dan dinding yang diplester putih memiliki effiesiean pemantulan 90%, sedangkan apabila dicat putih effisien pemantulan antara 5-90% C. Sistem Pencahayaan Difus (general diffus lighting) Pada sistem ini setengah cahaya 40-60% diarahkan pada benda yang perlu disinari, sedangka sisanya dipantulka ke langit-langit dan dindng. Dalam pencahayaan sistem ini termasuk sistem direct-indirect yakni memancarkan setengah cahaya ke bawah dan sisanya keatas. Pada sistem ini masalah bayangan dan kesilauan masih ditemui. D. Sistem Pencahayaan Semi Tidak Langsung (semi indirect lighting) Pada sistem ini 60-90% cahaya diarahkan ke langit-langit dan dinding bagian atas, sedangkan sisanya diarahkan ke bagian bawah. Untuk hasil yang optimal disarankan langit-langit perlu diberikan perhatian serta dirawat dengan baik. Pada sistem ini masalah bayangan praktis tidak ada serta kesilauan dapat dikurangi. E. Sistem Pencahayaan Tidak Langsung (indirect lighting) Pada sistem ini 90-100% cahaya diarahkan ke langit-langit dan dinding bagian atas kemudian dipantulkan untuk menerangi seluruh ruangan. Agar seluruh langit-langit dapat menjadi sumber cahaya, perlu diberikan perhatian dan pemeliharaan yang baik. Keuntungan sistem ini adalah tidak menimbulkan bayangan dan kesilauan sedangkan kerugiannya mengurangi effisien cahaya total yang jatuh pada permukaan kerja. 19. Sebut dan jelaskan jenis-jenis kebisingan! Jenis-jenis kebisingan berdasarkan sifat dan spektrum bunyi dapat dibagi sabagai berikut: a. Bising yang Kontinyu Bising dimana fluktuasi dari intensitasnya tidak lebih dari 6 dB dan tidak putus-putus. Bising kontinyu dibagi menjadi 2 (dua) yaitu: - Wide Spectrum adalah bising dengan spektrum frekuensi yang luas. Bising ini relatif tetap dalam batas kurang dari 5 dB untuk periode 0,5 detik berturut-turut, seperti suara kipas angin, suara mesin tenun. - Norrow Spectrum adalah bising ini juga relatif tetap, akan tetapi harus mempunyai frekuensi tertentu saja (frekuensi 500, 1000, 4000) misalnya gergaji sirkuler, katup gas. b. Bising terputus-putus Bising jenis ini sering disebut juga intermittent noise, yaitu bising yang berlangsung secara tidak terus menerus, melainkan ada periode relatif tenang, misalnya lalu lintas, kendaraan, kapal terbang, kereta api. c. Bising Implusif Bising jenis ini memiliki perubahan intensitas suara melebihi 40 dB dalam waktu sangat cepat dan biasanya mengejutkan pendengarnya seperti suara tembakan, suara ledakan mercon, meriam. d. Bising Implusif berulang Sama dengan bising implusif, hanya bising ini terjadi berulang-ylang, misalnya mesin tempa. Berdasarkan pengaruhnya pada manusia, bising dapat dibagi atas: a. Bising yang Menganggu (irritating noise) Merupakan bising yang mempunyai intensitas tidak terlalu keras, misalnya mendengkur. b. Bising yang Menutupi (masking noise)

Merupakan bunyi yang menutupi pendengaran yang jelas, secara tidak langsung bunyi ini akan membahayakan kesehatan dan keselamatan tenaga kerja, karena teriakan atau isyarat tanda bahaya tenggelam dalam bising dari sumber lain. c. Bising yang Merusak (damaging/injurious noise) Merupakan bunyi yang intensitasnya melampaui Nilai Ambang Batas. Bunyi jenis ini akan merusak atau menurunkan fungsi pendengaran. 20. Jelaskan mengenai desain eksperimen! Desain eksperimen merupakan semua kegiatan yang perlu dilakukan secara kritis dan teliti jauh sebelum percobaan dilakukan, agar data yang seharusnya dibutuhkan dapat diperoleh sehingga akan menghasilkan analisis yang objektif dengan penarikan kesimpulan yang sesuai dengan masalah yang ada. Desain yang baik adalah yang efektif, efisien, terkelola dengan baik dan dapat dikendalikan serta dievaluasi. Desain eksperimen mengandung arti merumuskan, menetapkan, menyusun, atau melaksanakan segala sesuatu yang berkenaan dengan masalah teknis dari suatu eksperimen. Desain eksperimen harus direncanakan sebelumnya dengan sebaik-baiknya agar menghasilkan analisis yang objektif, inferensi yang dibuat adalah sah dan data yang diperoleh nanti bukup baik.

Anda mungkin juga menyukai