Sosialisasi EPSBED Semester 2008/2

1 September 2009

Perpanjangan Ijin
 P.T. dapat mulai mengajukan perpanjangan ijin 6 (enam) bulan sebelum tanggal berakhirnya S.K.  P.T. mengajukan surat permohonan ke Kopertis dengan melampirkan:
 Fotokopi S.K. terakhir  Profil program studi yang dicetak dari tampilan di website http://evaluasi.or.id
2

Perpanjangan Ijin
 Mulai tahun 2009, proses perpanjangan ijin PTS dilaksanakan oleh Kopertis dengan menggunakan program yang telah disiapkan Dikti dan berlaku (sama) secara nasional  Evaluasi atas persyaratan perpanjangan ijin didasarkan pada Laporan EPSBED dengan mengikuti ketentuan yang ada (SK-234)
 Syarat utama Laporan Epsbed 100%

3

Perpanjangan Ijin  P. P.T. akan mendapat pemberitahuan dari Kopertis (PTS) atau Dikti (PTN)  Perbaikan dilakukan melalui Laporan EPSBED 4 . yang pernah mengajukan perpanjangan ijin dan belum ada hasilnya.T. sebaiknya mengulangi lagi permohonan perpanjangan ijin untuk segera diproses dengan sistem baru di Kopertis  Apabila ada persyaratan yang belum terpenuhi.

13 Maret 2011 yang berlaku s.d.T. terlambat mengajukan perpanjangan ijin dan baru mendapat S. 15 Juli 2015 5 . 20 Oktober 2008 yang berlaku s.Masa Berlaku Ijin Program Studi ex Terdaftar/Diakui/Disamakan (RIN) Re-Status Perpanjangan Ulang Perpanjangan Ulang 4 tahun 15 Juli 2003 Ijin Re-Status diterbitkan 15 Juli 2003 dan berlaku s.K. 15 Juli 2007 15 Juli 2007 4 tahun 15 Juli 2011 4 tahun 15 Juli 2015 20 Okt 2008 P.T.K. mengajukan perpanjangan sebelum berakhir dan mendapat S.d.d. 15 Juli 2011 13 Maret 2011 P.

dapat mengajukan Perpanjangan setelah 3 (tiga) semester Baru.Masa Berlaku Ijin Program Studi Baru ijin 2 (dua) tahun. mengajukan perpanjangan sebelum berakhir dan mendapat S.K. Ijin terbit 5 Mei 2007 berlaku s. 5 Mei 2011 28 Desember 2010 P.d.d. 5 Mei 2015 6 . Sk-108 Perpanjangan Perpanjangan Ulang 4 tahun 10 Maret 2005 5 Mei 2007 5 Mei 2011 4 tahun 5 Mei 2015 Awal semester 2005/1. perpanjangan diajukan setelah melaporkan EPSBED 2006/1 (3 Sem). 28 Desember 2010 yang berlaku s.T.

ijin sudah tidak berlaku sedangkan ijin baru belum ada.Masa Berlaku Ijin  Untuk menghindari masa “vakum”.T. sangat dianjurkan mengajukan perpanjangan 6 (enam) bulan sebelum berakhir  Masa “vakum” dapat berakibat pada status legalitas program studi yang bersangkutan 7 . P.

Nomor Induk Dosen Nasional  Setiap dosen. adalah dosen yang (seharusnya) telah memiliki NIDN. walaupun bisa tidak mengajar. harus memiliki NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional)  Pimpinan P. TETAP maupun HONORER.T. karena NIDN diperlukan untuk mengisi TRPIM  Kalau ada dosen yang belum memiliki NIDN akan ditugaskan sebagai Pimpinan maka harus dibuatkan NIDN sesuai dengan ketentuan yang berlaku 8 .

Permohonan NIDN  Diajukan ke Kopertis (PTS) atau Dikti (PTN) dengan melampirkan hardcopy dan scan file:  Fotokopi KTP dan Ijazah mulai S-1/D-4 ke atas. pengangkatan sebagai dosen tetap dari Yayasan (hanya untuk dosen tetap)  Surat pernyataan (asli). dari dosen ybs sebagai dosen tetap di P. tersebut  Fotokopi S.T. pangkat/golongan PNS-DPK. kecuali memang ada dosen yang masih D-3  Fotokopi S.K. khusus untuk PNS-DPK 9 . Jafa (jabatan fungsional akademik). di atas meterai.K. kalau ada  Fotokopi S.K.

K. Pensiun  Fotokopi S. tersebut  Asumsi (tentunya) sudah punya NIDN karena dosen PNS PTN/DPK yang pensiun  Bila belum.K. dari dosen ybs sebagai dosen tetap di P. pengangkatan sebagai dosen tetap dari Yayasan (PTS) atau Rektor (PTN)  Surat pernyataan (asli).Dosen Tetap ex PNS PTN/DPK  Dosen PNS yang pensiun dari PTN/DPK bisa menjadi dosen tetap di PTN/PTS dengan syarat:  Fotokopi S. di atas meterai.T. dilengkapi dengan dokumen seperti permohonan NIDN baru 10 .

K. tersebut  Bila belum punya NIDN.T.K. dari dosen ybs sebagai dosen tetap di P. syaratnya:  Fotokopi S. di atas meterai. Pensiun  Fotokopi S. dilengkapi dengan dokumen seperti untuk permohonan NIDN baru 11 .Dosen Tetap ex PNS Non-PTN  PNS non-Depdiknas setelah pensiun akan menjadi dosen tetap di PTS. pengangkatan sebagai dosen tetap dari Yayasan  Surat pernyataan (asli).

T.Dosen pindah dari PT lain  Persyaratannya:  Fotokopi Surat Keluar dari P.T.T. dari dosen ybs sebagai dosen tetap di P.K. asal  Fotokopi S. pengangkatan sebagai dosen tetap dari Yayasan  Surat pernyataan (asli). tersebut  Dalam hal tertentu. asal. asal  Kopertis akan melakukan klarifikasi 12 . bila tidak ada Surat Keluar dari P. di atas meterai.T. sebagai penggantinya dapat digunakan Surat Pernyataan dari dosen yang bersangkutan yang menyatakan sudah tidak lagi sebagai dosen tetap di P.

sendiri atau P.T.Staf Administrasi Sebagai Dosen  Staf administrasi dapat menjadi dosen HONORER di P.T. lain  Dia TIDAK BISA “diakui/dianggap” sebagai dosen tetap karena status tetapnya karyawan administrasi  Permohohan NIDN mengikuti ketentuan yang ada 13 .

PNS Aktif dan Dosen Tetap  PNS non PTN/DPK tidak dapat menjadi dosen tetap di P.  Hanya bisa sebagai dosen honorer  Menjelang pensiun bisa alih status sebagai dosen dengan syarat minimal S-2 dan memiliki Jafa minimal Lektor  Dalam hal ini statusnya berubah menjadi PNS DPK hingga usia pensiun (dosen) 14 .T.

Dosen Tetap “diakui” P. dari dosen ybs sebagai dosen tetap di P. lain. yang “diakui” atau tercatat sebagai dosen tetap di P.T. tersebut 15 .K.T. di atas meterai.T.T. pengangkatan sebagai dosen tetap dari Yayasan  Surat pernyataan (asli). dapat dilakukan koreksi dengan melampirkan dokumen:  Fotokopi S. Lain  Bila ada dosen tetap P.

“Kelebihan” dosen tetap  P.T. yang mendapati ada dosen yang sebenarnya bukan dosen tetap P.nya dapat mengajukan koreksi ke Kopertis  Koreksi dilakukan melalui fasilitas Koreksi NIDN yang telah disediakan di program  Ubah Ikatan Kerja dari (A) Dosen Tetap menjadi (D) Dosen Honorer 16 .T.

yang dinyatakan dalam Lampiran #2 yaitu Daftar Dosen Tetap  P.Homebase Dosen Tetap  Homebase dosen ditetapkan oleh pimpinan P.T.T. sejogyanya “menata” homebase dosen tetap sesuai dengan program studi yang ada dan bidang ilmu dosen yang sesuai dengan program studi 17 .

 Ratio dosen di program studi yang ditinggalkan tidak boleh kurang dari ketentuan (Sk-234)  Data ini dicatat di sistem komputer Dikti/ Kopertis untuk monitoring “pergerakan/ perpindahan” dosen tetap dan motivasinya 18 .Pindah Homebase Dosen Tetap  Perpindahan homebase antar program studi di P.T. dimungkinkan dengan ketentuan:  Ada pembukaan program studi baru atau jenjang program studi baru (S2/S3)  Disertai Surat Keputusan dari Pimpinan P.T.

sertifikasi dosen. semua dosen yang tidak ada file Scan Ijazah akan dianggap S-1.  Sedangkan dosen tetap yang tidak ada SK Dosen Tetap dari Yayasan akan dianggap sebagai dosen honorer  Scan ijazah merupakan dokumen yang akan digunakan untuk berbagai kebutuhan.Dosen Tidak Ada Scan Ijazah  Pada laporan 2008/1. pemetaan bidang ilmu. dll. April 2009. pemetaan pendidikan dosen untuk beasiswa studi lanjut. 19 . akreditasi.l. a.

Tidak ada Riwayat Pendidikan 20 .

T. atau  Scan dari Ijazah yang sudah dilegalisir 21 . boleh berupa:  Scan dari Ijazah Asli (tidak ada legalisir). atau  Fotokopi dari Ijazah yang sudah dilegalisir  Scan file Ijazah yang dikirimkan oleh P.Fotokopi dan Scan Ijazah  Fotokopi Ijazah boleh berupa:  Fotokopi dari Ijazah Asli (tidak ada legalisir).

Surat Pernyataan Dosen  Surat Pernyataan Dosen (Tetap) yang diserahkan ke Kopertis HARUS yang ASLI  Harus asli karena:  Surat pernyataan ini dibuat untuk kepentingan khusus yang menyatakan homebase dosen ybs  Dengan adanya dokumen asli akan memudahkan pemeriksaan apabila suatu ketika timbul dispute tentang status dosen tetap tersebut  Melalui dokumen asli memudahkan untuk memeriksa tanda tangan dari dosen ybs 22 .

karena:  Program akan mengubah NIDN “lama” pada SEMUA tabel dan SEMUA semester sehingga kita tidak perlu mengubah satu-per-satu  Namun syaratnya: data HARUS kumulatif semua prodi dan semua semester pada satu folder (c:\dikti) 23 .Kehilangan NIDN  NIDN “hilang” biasanya terjadi karena:  NIDN dobel. satu dosen memiliki 2 buah NIDN. dll  Untuk memperbaiki NIDN “lama” menjadi “baru” HARUS dilakukan melalui fasilitas program yang telah tersedia.  Seharusnya dosen PNS tetapi NIDN dibuatkan untuk non-PNS.  Salah tanggal lahir.

Update NIDN dengan Yang Baru 24 .[1] C.

Update NIDN Lama  Baru 25 .

d. TRLSD.Update NIDN Dengan Yang Baru  Pada proses ini. TBKMK. MSMHS. NIDN yang lama akan digantikan dengan NIDN baru pada seluruh file/tabel yang ada NIDN. TRPIM. TRAKD. TRTES  Harap data di c:\dikti tersimpan secara kumulatif sehingga perubahan akan dilakukan terhadap semua data sejak semester awal s. seperti:  MSPST. terakhir 26 . TRPUD.

Cetak Daftar NIDN “Hilang” dari Sinkronisasi & Cetak NIDN 27 .

F10 untuk Mencetak 28 .

Pilih 4-NIDN Ganti Baru 29 .

Hasil Cetak ke Screen 30 .

Bisa Cetak ke File 31 .

T. Baru  Semester awal program studi di P.T. berawal pada Tahun Akademik baru berikutnya 32 . Lama akan menjadi mahasiswa pindahan di P. yang berasal dari P.T.S.S. lama langsung berlaku pada semester terbitnya S.T. alih bentuk. Baru:  P.T.T.  Mahasiswa yang berasal dari P. dan alih pembinaan (P. kesehatan dari Depkes ke Diknas) berlaku ketentuan sbb. merger.T.T.  Untuk P. Alih Kelola/Bentuk/Merger  P. baru di P.K. baru yang berasal dari alih kelola.P. baru.

Contoh di Univ Bale Bandung  Univ Bale Bandung mendapat S.T. karena S.K.K. dengan 2 program studi  STKIP Bale Bandung. merger dari 2 P. dengan 3 program studi  Mendapat tambahan 8 program studi baru  Semester awal yang berlaku adalah:  5 program studi lama: Semester Awal 2007/2.  STIPER Bale Bandung. merger tanggal 22 Mei 2008. pada bulan Mei 2008 (Genap 2007/2008)  8 program studi baru: Semester Awal 2008/1 33 .

Contoh di Univ Bale Bandung  Ketika melapor 5 program studi Lama di 2007/2:  Semua mahasiswa ex STIPER dan STKIP menjadi mahasiswa status pindahan di Universitas Bale Bandung dengan:  PT Asal dari STIPER/STKIP  Jenjang Asal dari STIPER/STKIP  Prodi Asal dari STIPER/STKIP  Nim Asal dari STIPER/STKIP  Sks diakui adalah sks yang telah diselesaikan dari STIPER/STKIP 34 .

S. yang ditawarkan harus ada dosennya  Untuk Skripsi. 35 .K.K. pada TRAKD diisi dengan Koordinator Skripsi atau Ketua P.TRAKM vs TRNLM vs TRAKD  KHS digunakan untuk mengisi TRAKM dan TRNLM  Jadwal kuliah digunakan untuk mengisi TRAKD  Kode M. yang ada di TRNLM harus ada di TRAKD karena setiap M.

NIM diisikan di TRAKM dan di TRNLM diisi matakuliah Skripsi 36 .TRAKM vs TRNLM vs TRAKD  Setiap NIM yang ada di TRAKM harus ada di TRNLM  Mahasiswa tinggal Skripsi saja.

TRAKM NIM SKs Sem IPS SKS total IPK 001 10 2. 001 MK01 001 MK02 001 MK03 001 MK04 KHS SKS Nilai Bobot 3 A 4 3 B 3 2 C 2 2 C 2 TRAKD DOSEN D023 D101 D034 D034 IPS = 29/10 = 2.67 TRNLM NIM M. KELAS RENC MK01 01 16 MK02 01 16 MK03 01 16 MK04 01 16 REAL 15 16 12 14 37 .90 Jadwal Kuliah 10 M.90 46 2.K.K.

TRNLM vs TRKRS  TRNLM berisi nilai pada semester pelaporan (mis. karena pada 2008/1 ada tambahan mahasiswa baru 38 .) pada semester pelaporan + 1 (mis 2008/1)  Dalam keadaan normal jumlah record pada TRKRS > TRNLM.k. 2007/2)  TRKRS berisi KRS (kontrak m.

karena :  Mahasiswa baru < lulus  Ada praktek lapangan untuk satu angkatan yang hanya berupa satu matakuliah. misalnya “Praktek Penangkapan Ikan” di mana mahasiswa melakukan praktek penangkapan ikan selama 4 bulan berada di kapal mengarungi lautan  Dll. 39 . namun pada umumnya mahasiswa baru > lulus  Pada kondisi tertentu bisa terjadi sebaliknya. KRS < Nilai.TRNLM vs TRKRS  Walaupun pada 2007/2 ada mahasiswa yang lulus.

dll 40 .T..TRNLM vs TRKRS  Dalam kondisi yang tidak “normal” laporan masih dapat diterima setelah diperiksa datanya dengan disertai penjelasan dari P. misalnya  Tidak ada mahasiswa baru  Mahasiswa baru < Lulusan  Ada praktek lapangan.

A]  Lakukan Create dan kemudian cetak melalui F10  Pada cetakan tersebut dapat diperiksa berapa mahasiswa yang “seharusnya” ikut KRS dan berapa yang “sudah ada” di KRS 41 .TRNLM vs TRKRS  Untuk melihat lebih detil data TRNLM dan TRKRS dapat dilakukan melalui Create Data Analisis [5.

TRKRS < TRNLM. karena ada mahasiswa baru yang (umumnya) > lulusan  Pada laporan Ganjil. karena hanya ada lulusan. kecuali untuk jenjang S2/S3 yang bisa menerima mahasiswa baru setiap semester 42 .TRNLM vs TRKRS  Data TRNLM dan TRKRS tergantung pada kondisi semester pelaporan:  Pada laporan Genap. TRKRS > TRNLM.

non-aktif.TRNLM vs TRKRS  Untuk memeriksa data KRS sudah didatakan semua atau belum sebenarnya harus dilihat beberapa item. dan D. 2007/2) dan mahasiswa yang cuti. keluar. 2008/1) 43 . di semester pelaporan+1 (mis.O. yaitu:  Jumlah record  Jumlah mahasiswa di TRNLM dan TRKRS  Rata-2 sks diambil mahasiswa di TRNLM dan TRKRS  Mahasiswa yang lulus di semester pelaporan (mis.

lebih mudah melacak mahasiswa yang belum ada data KRS-nya  Dengan demikian data kita akan lebih akuntabel 44 .TRKRS vs TRNLM  Untuk pelaporan 2007/2 ini pemeriksaan hanya melalui jumlah record dengan memperhatikan kondisi yang ada  Pada laporan 2008/1 akan disediakan fasilitas informasi yang lebih rinci tentang NLM dan KRS sehingga P.T.

mengisi TRLSM Semester Pelaporan + 1 (2008/2) seperti halnya dengan KRS 2008/2  Yang didatakan hanya mahasiswa yang berstatus C/N/K/D saja  Yang lulus di 2008/2 (kalau sudah ada) TIDAK didatakan saat ini tetapi nanti pada Laporan 2008/2. karena harus mengisi TRAKM2008/2 dan TRNLM2008/2 45 .T. P.Verifikasi AKM-NLM-KRS-LSM  Mulai laporan 2008/1.

Verifikasi AKM-NLM-KRS-LSM  Pada verifikasi ini akan terbaca:  Jumlah mahasiswa di TRAKM2008/1 = TRNLM2008/1  Karena mahasiswa yang ada di TRAKM pasti ada nilainya di TRNLM. TRNLM. dan sebaliknya  Setiap mahasiswa harus ada statusnya dari satu semester ke semester berikutnya  Pada 2008/1 ada mahasiswa yang:  Kuliah/skripsi (ada di TRAKM dan TRNLM)  Lulus (ada di TRAKM. TRLSM)  C/N/K/D (ada di TRLSM) 46 .

harus berstatus di 2008/2  Mahasiswa dari 2008/1 yang Cuti dan Non-aktif.Verifikasi AKM-NLM-KRS-LSM  Semua mahasiswa dari 2008/1.O.. pada 2008/2 bisa :  Kuliah/skripsi  C/N/K/D 47  Kuliah/skripsi (ada di TRKRS2008/2 )  C/N/K/D (ada di TRLSM2008/2) . kecuali yang Lulus/Keluar/D.

??” jumlahnya NOL 48 .Pindahan2008/2 + C/N/K/D2008/2  Bila data benar maka tanda “.Baru2008/1 + C/N/K/D2008/1 TRAKM2008/1 + C/N2008/1 .Lulus2007/2 = TRKRS2008/1 .Lulus2008/1 = TRKRS2008/2 .Verifikasi AKM-NLM-KRS-LSM  Verifikasinya dapat dihitung dari persamaan: TRAKM2007/2 + C/N2007/2 ..

Verifikasi AKM-NLM-KRS-LSM 2008/1 2008/2 TRAKM   Kuliah TRKRS Lulus Cuti Non-aktif Keluar Drop-Out X X   Kuliah Baru Pindahan Cuti Non-aktif Keluar Drop-Out TRLSM TRLSM 49 .

Matriks Kemungkinan Mutasi
Dari 2008/1 Kuliah Lulus Cuti Non-aktif Keluar D.O. Baru/ Pindahan

Status pada 2008/2 Kuliah  Lulus
Belum

Cuti 

Non-aktif 

Keluar 

D.O. 

X
 

X X X X X X

X
 

X
 

X
 

X
 

X X

X X X

X X X

X X X

X X X 50

Mengapa Kita Perlu Data KRS ?
 ketika P.T. melaporkan 2007/2 pada 15 Oktober akan diperoleh data mahasiswa terdaftar semester 2007/2  Data mahasiswa ini adalah data riil mahasiswa pada Maret 2008, sudah 6 (enam) bulan yang lalu  Lalu . . . Bagaimana kita mengetahui berapa mahasiswa yang riil aktif saat ini  Oktober 2008 ?
51

Mengapa Kita Perlu Data KRS ?
 Data dari TRKRS-lah yang dapat memberikan informasi tentang Jumlah riil Mahasiswa Aktif saat ini  Tanpa KRS data riil mahasiswa aktif tidak akan pernah diperoleh dan data kita selalu ketinggalan 6 bulan  Oleh karena itu betapa pentingnya peran TRKRS sehingga pengisian datanya harus dapat dipertanggung jawabkan akurasinya
52

yang “diambil” dari TBDOS  Untuk transaksi dosen keluar. tidak perlu lagi mengisi MSDOS  MSDOS sekarang berupa Inquiry. pensiun dan almarhum dilakukan melalui Koreksi NIDN 53 . yaitu menampilkan data dosen tetap P.Master Dosen (MSDOS)  Data dosen termasuk homebase-nya saat ini sudah ada di TBDOS sehingga P.T.T.

Verifikasi 2008/1 Yang BENAR
Nama Ali Budi Chicha Didu Sem.Awal 2004/1 2005/1 2005/1 2006/1 AKM 20081 4,00 6,00 0,00 0,00 NLM 20081 4,00 6,00 0,00 0,00 KRS 20082 0,00 0,00 4,00 18,00 Status L-20081 N-082 N-20081 C-20081

   

Ali Kuliah di 2008/1 dan Lulus di 2008/1 Budi Kuliah di 2008/1 dan Non-aktif di 2008/2 Chicha Non-aktif di 2008/1 dan KRS di 2008/2 Didu Cuti di 2008/1 dan KRS di 2008/2 54

Verifikasi 2008/1 Yang BENAR
Nama Endang Fina Gugun Hendra Sem.Awal 2004/1 2005/1 2005/1 2006/1 AKM 20081 14,00 0,00 0,00 0,00 NLM 20081 14,00 0,00 0,00 0,00 KRS 20082 16,00 0,00 0,00 0,00 C-081/C-082 C-081/K-082 K-20081 Status

   

Endang Kuliah di 2008/1 dan KRS di 2008/2 Fina Cuti di 2008/1 dan Cuti di 2008/2 Gugun Cuti di 2008/1 dan Keluar di 2008/2 Hendra Keluar di 2008/1 55

Verifikasi 2008/1 Yang SALAH
Nama Indah Joy Keny Lina Sem.Awal 2004/1 2005/1 2005/1 2006/1 AKM 20081 14,00 16,00 0,00 12,00 NLM 20081 14,00 21,00 0,00 12,00 KRS 20082 6,00 6,00 6,00 0,00 Status L-20081 ..?? ..?? K-081 ..?? C-081 ..??

   

Indah Kuliah di 2008/1 dan KRS di 2008/2, Lulus 20081 Joy Kuliah di 2008/1 dan KRS di 2008/2, AKM # NLM Keny Keluar di 2008/1 dan KRS di 2008/2, K-081 ..?? Lina Kuliah di 2008/1 dan Cuti di 2008/1, C-081 ..?? 56

untuk status :  Dosen Keluar  Dosen Pensiun  BUKAN Dosen Tetap 57 .Koreksi Dosen di TBDOS  Dosen meninggal  Aktif Mengajar (A) diubah menjadi M (Almarhum)  Status Dosen Tetap (A) diubah menjadi D (Dosen Honorer).

Dosen Meninggal 58 .

Dosen PNS Pensiun 59 .

Dosen Tetap Keluar 60 .

T. men-download MSPDS dari website seperti halnya download TBDOS  Apabila ada perubahan data dosen. mengirimkan fotokopi Ijazah ke Kopertis (PTS) atau Dikti (PTN)  Updating data akan dilakukan oleh Kopertis/ Dikti 61 . P.Riwayat Pendidikan Dosen  Data Riwayat Pendidikan Dosen saat ini telah terkumpul secara nasional sehingga tidak perlu didatakan lagi  P.T. seperti dosen selesai studi lanjut.

dan almarhum didatakan melalui Koreksi NIDN dan dicatat di TBDOS 62 . pensiun.Studi Lanjut Dosen Tetap  TRLSD sekarang hanya mencatat aktivitas dosen tetap yang sedang studi lanjut  Data studi lanjut ini diperlukan Dikti untuk membuat perencanaan dalam rangka meningkatkan kualitas dosen  Dosen yang keluar.

Datakan Studi Lanjut Dosen  Datakan semua dosen yang saat ini SEDANG studi lanjut dan BELUM SELESAI  Dia mulai studi pada semester pelaporan atau pun sejak semester-2 yang lalu dan hingga kini masih belum selesai  Pendataan CUKUP satu kali saja untuk setiap jenjang studi dosen 63 .

T.Mahasiswa Pindahan  Yang dimaksud mahasiswa pindahan adalah:  Mahasiswa yang pindah ke P. atau  Mahasiswa yang pindah dari satu program studi ke program studi lainnya baik di P.T.T. lain pada program studi yang sama. atau  Mahasiswa yang beralih dari program vokasi ke program akademik (dalam hal ini sering digunakan istilah “mahasiswa alih jenjang”) 64 . lain. sendiri atau ke P.

Nilai Pindahan  Nilai pindahan didatakan pada fasilitas yang telah disediakan  Yang didatakan adalah matakuliah yang diakui di program studi penerima  Sks dan nilai mengikuti ketentuan yang ada di program studi penerima 65 .

Diposting ke komputer Kopertis/Dikti Proses Analisis Disampaikan ke P.Business Process Data dari P. Melalui media Website http://evaluasi.T.or.id Hasil Evaluasi 66 .T.

Validasi dan Verifikasi 67 .

Cetak Validasi Data”  Program ini harus dijalankan terlebih dahulu karena akan mengupdate data di TRAKM  Bila ada data yang tidak valid anda bisa melakukan pemeriksaan satu per satu melalui “[4] A. per Tabel sehingga proses pekerjaan anda lebih mudah dan praktis 68 . Validasi per Tabel”  Selesaikan masalahnya secara bertahap.Validasi dan Verifikasi  Jalankan “[4] A.

Validasi dan Verifikasi  Setelah itu barulah menjalankan program:  [4] C. Cetak Rekapitulasi Validasi  Apabila hasil dari Rekapitulasi Validasi masih ada yang belum valid anda bisa:  Melihat datanya di Inquiry Rekap Validasi  Mencetak Validasi per Tabel 69 . Verifikasi AKM-NLM-KRS-LSM  [4] B.

Inquiry Rekap Validasi 70 .

Inquiry Rekapitulasi Validasi  Inquiry ini dimaksudkan sebagai tampilan dari Rekapitulasi Validasi  Beberapa hal yang perlu diperhatikan  Rata-2 sks TRNLM dan TRKRS harus seimbang.Lapor+1  HARUS SAMA 71 . perbedaannya tidak mencolok (sekitar 2 ~ 3 sks)  Verifikasi Mhs Aktif pada Sem.Lapor dan Sem.

7 sks 72 .Rata-2 sks bedanya 4.

3 sks 73 .Rata-2 sks bedanya 10.

tinggal 8 Rata-2 sks bedanya 10.2 sks 74 .Lulus 175.

Rata-2 sks bedanya 14.8 sks 75 .

sudah valid namun menjadi tidak valid ketika Validasi di Kopertis  Program validasi untuk P. tidak ada perbedaan (program) sama sekali  Bedanya pada pembacaan file TBDOS:  Di Kopertis akan membaca TBDOS yang mutakhir  Di P. dan Kopertis adalah SAMA.Perbedaan Validasi (?)  Sering kali timbul keluhan bahwa Validasi di P.T.T.T. membaca TBDOS yang sering tidak mutakhir 76 .

:  Perbaikan tanggal lahir oleh P. Yayasan  Perubahan seperti di atas sudah pasti akan mempengaruhi validasi sehingga menjadi tidak valid di Kopertis 77 .T.T.Perbedaan Validasi (?)  Masalah akan timbul bila ada NIDN di P.T. yang berubah karena. lain dan sudah dibuktikan dengan dokumen S. a.K.l. lain  Ditemui adanya data dobel  Dosen yang diakui sebagai dosen tetap ternyata “MILIK” P.

S./Jenjang/P.Sebagian Masalah Sudah Teratasi  Sebagian besar masalah sudah dapat diatasi dan diminimalisir dengan :  Homebase dosen tetap sudah berada di TBDOS sehingga satu dosen hanya satu homebase di P.T. bahwa pencantuman dosen tetap yang tidak pada tempatnya akan menyusahkan diri sendiri 78 . tertentu  Penyempurnaan program validasi untuk mengatasi berbagai variasi kondisi yang dapat menimbulkan masalah  Kesadaran pihak P.T.

Tips Untuk Menghindari Masalah  Data EPSBED secara kumulatif harus berada di satu folder dan TIDAK dipisahpisahkan per semester atau program studi  Bila anda perlu menggunakan program database untuk melihat isinya. gunakan program cdbf yang dapat di-download dari website evaluasi  Lakukan BACKUP folder EPSBED setiap kali anda selesai mengerjakan laporan 79 .

copy-kan file database ke folder lain dan buka file di folder tersebut dengan Excel 80 . field karakter yang isinya “angka”. seperti kode PT. NIDN. diubah menjadi field numerik  Bila anda ingin memeriksa isi database melalui program Excel.Tips Untuk Menghindari Masalah  JANGAN membuka file database dengan program Excel karena :  Sering terjadi Excel merubah field tanggal menjadi karakter/numerik. PS.

or. dan TBDOS terbaru yang dapat di-download dari website http://evaluasi. tabel.id  Program baru tidak akan “merusak” data yang sudah ada  Program baru merupakan penyempurnaan dari program terdahulu dan khususnya memperbaiki program bilamana masih terdapat bugs atau error 81 .Tips Untuk Menghindari Masalah  Gunakan program.

paling lama sebulan  Setiap hari banyak virus baru yang masuk dalam peredaran melalui Internet maupun pertukaran flash disk antar komputer  Update Anti Virus berarti menambah variasi “amunisi” untuk menghadapi berbagai macam varian Virus (baru) 82 .Tips Untuk Menghindari Masalah  Lengkapi komputer PC dengan UPS (batterai) sehingga file database tidak rusak ketika tiba-tiba listrik mati  Pasang program Anti Virus di komputer dan lakukan Update secara berkala.

Tips Untuk Menghindari Masalah  Hal-hal yang harus disampaikan ke Kopertis/Dikti:  Perubahan NIM atau kode MK karena keduanya merupakan key yang unique. atau Yayasan karena data tersebut dikelola secara khusus dan digunakan untuk berbagai keperluan 83 .T. bila tidak. maka datanya akan menjadi dobel  Perubahan alamat dan telepon P.

Pd M.Sn S. DR(HC) Ph. Dra.Hum M.Ag S.Pd S.H.Contoh Penulisan Gelar A. S.K. S.Ag M.G.D.Md Ir.Ked S.Pi S.Eng M. M. drg.Pt S. M.T.Hut S.Kom S. S.Sn 84 .P.M. drh. S.A.Sos M.P. S.E.S.T.Sos M.Si M.Kom M.A.Kes M.T. dr.B. S. M. Prof. S.I. S. M. M. M. M.S.Si Drs. S.P. S.A.Sc Dr.Kep S.

kecuali jumlah huruf melebihi 30  Bila lebih dari 30 karakter maka penyingkatan diusahakan jangan pada nama depan dan/atau belakang  Contoh:  Ahmad Mudakir Subagyo Brotosiswoyo  Ahmad Mudakir S Brotosiswoyo  Ahmad M Subagyo Brotosiswoyo 85 .Nama Dosen Jangan Disingkat  Nama dosen jangan disingkat.

antara lain :      Semester pendek/padat Menghitung IPS dan IPK Perubahan kurikulum Menentukan batas studi mhs pindahan Menghitung lama studi. dan lain-lain 86 .FAQ – download dari website  Baca FAQ untuk mendapat penjelasan tentang.

Nomor Induk Mahasiswa Nasional (NIMAN) 999999 9 99999 99999 x x 999 9999 Jenjang Kode PT Prodi Semes Awal SKS Nomor Diakui Urut Baru Pindahan Jenis Mhs 87 .

T.Keterangan Notasi  Kode P.. dan Kode Program Studi  Semester Awal: semester awal mahasiswa masuk  Jenis Mhs: R-reguler. 042 yang diakui 42 sks  Nomor urut: mulai dari 1 untuk setiap jenjang program studi per P. P-Pindahan  SKS diakui: 000 untuk baru. pada satu angkatan 88 . Jenjang. N-Non reguler  Status masuk: B-baru.T.

UGM (001001). Manajemen (20102). Baru      001001 001001 001001 001001 001001 C C C C C 20102 20102 20102 20102 20102 20061 20061 20061 20061 20061 R R R R R B 000 0001 B 000 0002 B 000 0003 P 062 0004 P 073 0005 89 . S-1 (C). Reguler.Contoh  Mahasiswa Tahun 2006.

Nomor Induk Lulusan Nasional (NILUN) 999999 9 99999 99999 9999 Jenjang Kode PT Prodi Semes Lulus Nomor Urut 90 .

akan mendapat NIMAN baru kalau NIM-nya ganti 91 . lain akan mendapat NIMAN baru sedangkan NIMAN lama diberi flag “keluar”  Mahasiswa yang aktif kembali pada suatu P.Transaksi NIMAN  Mahasiswa yang keluar dilaporkan di TRLSM dan akan diberi flag “keluar” di NIMAN  Mahasiswa yang pindah ke P.T.S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful