Anda di halaman 1dari 2

PERANCANGAN PENERIMA SISTEM PENGONTROLAN PERANGKAT ELEKTRONIK MENGGUNAKAN INFRA MERAH TEORI DASAR 2.

1 JK Flip Flop IC 7473 JK Flip Flop 7473 sebuah gerbang logika termasuk salah satu jenis IC TTL yang banyak dipakai pada rangkaian pengontrolan. IC 7473 adalah dua buah flip flop yang memiliki beberapa jalan masuk input diantaranya J dan K serta clock dan clear, dimana flip flop dengan input high maka outputnya tergantung dengan clock . Penggunaan IC7473 pada rangkaian percobaan ini hanyalah sebagai penyangga dan memanfaatkan input clock (PIN1 ) sebagai satu jalan masukan. Output (PIN13) yang dihasilkannya dimanfaatkan untuk menyangga waktu pulse denyut masukan untuk transistor CS9013 sebagai sirkit sakelar untuk menyulut kerja relai. 2.2 Phototransistor Phototransistor sering dipakai pada rangkaian penerima kendali jarak jauh menggunakan infra merah yang mana fungsi dari phototrasistor menangkap denyut cahaya infra merah yang dipancarkan oleh remote control. Phototransistor dan transistor lainnya pada dasarnya sama jika ditinjau dari asas kerjanya yaitu: * Akan ada arus di antara terminal-terminal kolektor emitor (arus IC), hanya apabila; ada arus yang mengalir di antara terminal-terminal basis emitor (arus IB). * Perbandingan antara kuat arus IC dan kuat arus IB disebut bandingan hantaran arus maju (forward current transfer ratio), disingkat : hFE . * Pada phototransistor perubahan arus di antara terminal kolektor emitor (arus IC) dan basis emitor (arus IB) dipengaruhi oleh cahaya dari infra merah. 2.3 Transistor Sebagai Sakelar Transistor yang dipergunakan pada rangkaian pengontrolan ini adalah CS9014 dan CS9013 yaitu jenis transistor sakelar daya rendah sekaligus sebagai penguat sinyal. Untuk menyulut sinyal masukan yang diterimanya dimana dalam hal ini berlaku hitungan : * Kalau beban kolektor berupa R, maka : saat ke-ON adalah lebih cepat dari saat ke-OFF, sebab : * Pada saat ON: kapasitas liar lebih cepat membuang muatan lewat transistor yang sedang menghantar. * Pada saat OFF: kapasitas liar perlu diisi muatan terlebih dulu lewat RC . * Transistor Q2 ditambahkan, guna memperoleh penguatan arus yang lebih besar. * Ayunan arus menjadi lebih besar; ayunan tegangan lebih kecil. * Kalau transistor jenuh, VCE = 0 dan menghubungkan-singkat LED; LED padam. * Kalau transistor menyumbat, arus pada LED ada : * Selama LED padam, ada disipasi daya di transistor sebesar : * Untuk mempercepat saat OFF : transistor jangan sampai jenuh selama periode ON. * Saat-saat switsing akan paling cepat, kalau transistor tak pernah jenuh dan tak pernah tersumbat . * Bentuk gelombang keluaran tidak perlu sama dengan bentuk gelombang masukan. * Perubahan tegangan (atau arus) di sirkit keluaran harus terjadi tanpa tundaan, setelah ada perubahan di sirkit -masukan. (tundaan boleh 1mikro detik atau kurang).

2.3 Transistor Sebagai Penyulut Relai Pada asas kerja transistor yang dijelaskan diatas, kita bisa mengganti beban LED dengan beban yang bersifat induktansi berupa sebuah relai. Transistor berfungsi untuk mengemudikan aktif dan tidaknya relai sesuai dengan hitungan seperti di bawah ini . * Dioda diperlukan, guna menghubung singkat tegangan induksi yang terbit pada saat sakelar beruling ke OFF .

PERANCANGAN RANGKAIAN 3.1 Sistem Kerja Rangkaian Sebuah pemancar tentu memerlukan rangkaian penerima. Rangkaian penerima pada percobaan ini adalah rangkaian penerima infra merah, dimana denyut-denyut cahaya infra merah diterima oleh phototransistor. Denyut cahaya ini kemudian diperkuat T1 yang menghasilkan isyarat negatif. Keluaran dari T1 kemudian diberikan ke penguat operasi T2 yang menyulut denyut isyarat ke peralihan positif dan mengaktifkan pasangan Darlington T3/T4 yang menyulut masukan lonceng clock flip flop IC 7473, keadaan keluaran tidak akan berubah sampai akhir priode denyut lonceng. Keluaran denyut lonceng flip flop mempengaruhi arus tegangan T5 dan mengaktifkan relai. Pada satu sisi terminal lampu terhubung langsung dengan sumber tegangan listrik AC 220V sementara satu sisi terhubung ke relai yang berfungsi sebagai sakelar otomatis. Dengan panjang denyut yang diberikan oleh flip flop akan mempengaruhi lama kunci sakelar, sementara untuk menghubung singkat tegangan induksi yang terbit pada saat sakelar berguling ke OFF dipasang sebuah Dioda D1 1N4148. Untuk memenuhi kebutuhan tegangan kerja pada rangkaian terintegrasi langsung dengan rangkaian power supply atau catu daya. Tegangan input AC 220V diturunkan oleh sebuah trafo stepdown sebesar 9V lalu diserahkan pada jembatan dioda dan rangkaian kondensator tapis untuk diratakan guna memenuhi kebutuhan tegangan kerja pada rangkaian. 3.2 Skema Rangkaian dan Bahan Daftar bahan komponen yang diperlukan untuk pembuatan rangkaian penerima infra merah, yaitu : * R1 = 220 K . * PT = PhotoTransistor PT-500 atau sejenis. * R2 = 470 K. * T1-T4 = CS9014. * R3 = 33 K. * T5 = CS9013. * R4,7 = 180 K . * D1-D4 = 1N4001. * R5,9 = 47 K . * D6 = 1N4148. * R6 = 22 K. * D5 = 1N4002. * R8 = 470 ohm. * IC = 7473. * R10 = 560 ohm. * Relay = 9V DC . * R11 = 6,8 K. * Trafo StepDown = 500 mA. * C1 = 4,7 KpF. * Lampu AC = 220V/ 25W atau sesuaikan. * C2 = 10 KpF. * Remote Control = Universal. * C3 = 33 KpF. * C4 = 10 mikro/ 16V. * C5 = 1 mikro/ 16V. * C6 = 100 mikro/ 16V.