Jadi pandu ibuku

Dari sudut bahasa, kalimat di sanalah aku berdiri jadi pandu ibuku, yang menjadi bagian dari lagu kebangsaan bangsa Indonesia, yakni lagu Indonesia Raya: menerangkan eksistensi atau keberadaan tempat yang menjadi rumah dan sandaran bangsa Indonesia (NKRI) untuk membangun peradabannya. Sedang esensi atau intinya, mengandung makna kecintaan atau rasa patriotisme bangsa Indonesia terhadap tanah airnya (NKRI), yang direalisasikan atau diwujudkan dengan cara mengabdi atau berbakti, yang didasari oleh keikhlasan. dan bentuk pengabdian tersebut diapreasiasikan dalam berbagai bidang, baik di bidang seni dan budaya, olah raga, ilmu pengetahuan, pertanian, perdagangan ataupun yang lainnya, dengan tujuan untuk memajukan peradaban dan mengharumkan bangsanya. Baik dipandang dari sudut bahasa, ataupun esensi dari kalimat tersebut: kemurnian, keluhuran, ketegasan, serta kekuatan maknanya, bisa menjadi hambar atau tidak efektif, dan hanya menjadi sebuah manifestasi atau pernyataan yang samar, jika kata di sanalah, yang menjadi kata penghubung untuk kalimat aku berdiri jadi pandu ibuku, tidak disesuaikan atau ditempatkan pada tempat semestinya. Kata di sanalah, merupakan subjek atau pokok kalimat yang berperan penting dalam penegasan makna atau penjelas dari keutuhan kalimat aku berdiri, yang dihubungkan dengan kalimat jadi pandu ibuku. Bila dipahami secara cermat, keberadaan kata di sanalah, pada kalimat di sanalah aku berdiri jadi pandu ibuku, sebenarnya tidak bersifat statis, atau kata yang harus tetap dipakai sebagai penghubung untuk kalimat aku berdiri jadi pandu ibuku. Tetapi, kata tersebut memiliki sifat dinamis atau berubah-ubah, tergantung di mana lagu Indonesia Raya dinyanyikan. Merujuk pada kata di sanalah yang bersifat dinamis atau berubah-ubah, penggunaan kata tersebut tentu tidak tepat dipakai sebagai kata penghubung untuk kalimat aku berdiri jadi pandu ibuku, jika lagu Indonesia Raya dinyanyikan di wilayah atau teritorial bangsa Indonesia itu sendiri (dalam negeri). Karena secara bahasa, kata disanalah hakekatnya adalah untuk menunjukkan tempat yang jauh. Kata di sanalah, akan lebih tepat dihubungkan dengan kalimat aku berdiri jadi pandu ibuku, bila lagu Indonesia Raya dinyanyikan di luar wilayah Indonesia (luar negeri). Di wilayah Indonesia atau dalam negeri sendiri, kata penghubung untuk kalimat aku berdiri jadi pandu ibuku, seharusnya menggunakan kata di sinilah bukan di sanalah, dan keutuhan kalimat tersebut menjadi di sinilah aku berdiri jadi pandu ibuku. kedudukan kata di sinilah, berfungsi sebagai penjelas, untuk menegaskan atau menguatkan bahwa tempat yang ditunjuk bangsa Indonesia sebagai tanah air tempat berdiri untuk menata hidup serta kehidupan bersama dalam satu lingkup peradaban yang menjunjung nilai-nilai patriotisme serta nasionalisme demi kehormatan bangsanya, tidak lain adalah tanah yang dipijaknya, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang eksistensi atau keberadaanya bukanlah sesuatu yang abstrak. Tujuan dari penggunaan atau pemakaian kata yang tepat sebagai kata penghubung untuk kalimat aku berdiri jadi pandu ibuku dalam lagu Indonesia Raya, yang harus disesuaikan atau ditempatkan pada tempat semestinya, yaitu antara kata di sanalah dan kata di sinilah, selain untuk menegaskan atau menguatkan makna dalam kalimat tersebut, baik dari sudut bahasa ataupun esensinya, juga untuk memupuk rasa patriotisme serta rasa nasionalisme bangsa Indonesia terhadap kelangsungan hidup bangsanya, sekarang dan masa depan. seperti yang diucapkan Khahlil Gibran, bahwa kemajuan tidak hanya sekedar memperbaiki masa lalu, tetapi bergerak untuk masa depan

Tanah Tumpah Darahku…Disanalah aku berdiri.Di ruang maya yang ada ini. Bangunlah badannya.!” Setiap warga negara Indonesia. Rakyatku semuanya. Indonesia bersatu . Bangun jiwa diletakkan lebih dahulu dengan maksud warga negara Indonesia haruslah lebih mengutamakan membangun jiwa kebangsaan. Tanah Air Indonesia adalah tempat untuk berkarya dan berdarma bakti warga negara Indonesia dengan kerja keras membanting tulang. seluruh wilayah Indonesia harus benar-benar merdeka. ruh nasionalisme.. mental spiritual dengan sangat prima. Hiduplah negeriku.” Seruan yang mengingatkan setiap warga negara Indonesia untuk senantiasa mendoakan negeri ini agar tidak berhenti memberikan kehidupan turun temurun kepada anak negerinya.!” Setiap warga negara Indonesia. berusaha sedapat mungkin menjauhkan semua hal yang dapat memecah belah Indonesia dan sebagai seruan untuk mengingat persatuan adalah kunci untuk keabadian NKRI. Sikap setiap warga terhadap ibu pertiwi atau tanah air Indonesia selayaknya sikapnya terhadap ibu kandung. Indonesia bersatu . penyerobotan dari pihak asing. Tanah Air Indonesia adalah tempat untuk berkarya dan berdarma bakti warga negara Indonesia dengan kerja keras membanting tulang. “Hiduplah tanahku. Sikap setiap warga terhadap ibu pertiwi atau tanah air Indonesia selayaknya sikapnya terhadap ibu kandung. Hiduplah negeriku. baru membangun fisik berupa teknologi. Bangun jiwa diletakkan lebih dahulu dengan maksud warga negara Indonesia haruslah lebih . Harapan agar generasi penerus kelak akan melanjutkan kedaulatan negeri ini dengan Jiwa dan Raga yang telah terbangun.. Bangunlah badannya. Bangsaku. tidak ada lagi penjajahan. menguras keringat dan air mata. berusaha sedapat mungkin menjauhkan semua hal yang dapat memecah belah Indonesia dan sebagai seruan untuk mengingat persatuan adalah kunci untuk keabadian NKRI. dan menjadi prioritas utama. sampai menumpahkan darah. menguras keringat dan air mata. jadi pandu ibuku” Menanamkan rasa memiliki negeri. Bangunlah jiwanya. Untuk Indonesia Raya.” Seruan yang mengingatkan setiap warga negara Indonesia untuk senantiasa mendoakan negeri ini agar tidak berhenti memberikan kehidupan turun temurun kepada anak negerinya.. Harapan agar generasi penerus kelak akan melanjutkan kedaulatan negeri ini dengan Jiwa dan Raga yang telah terbangun. sampai menumpahkan darah. Untuk Indonesia Raya. Bangsaku.. Bangsa dan tanah airku. ” Indonesia kebangsaanku. ” Indonesia kebangsaanku. semangat berbangsa dan bernegara. “Hiduplah tanahku. Bangunlah jiwanya.“Indonesia Tanah Airku. infrastruktur. kemapanan hidup masyarakatnya. Marilah kita berseru. Tanahku negeriku yang kucinta (2x)” Berupa doa dan harapan dari bangsa indonesia yang mencintai negerinya agar senantiasa merdeka dari berbagai bentuk penindasan kemanusiaan. “Indonesia Raya merdeka merdeka. jadi pandu ibuku” Menanamkan rasa memiliki negeri. Bangsa dan tanah airku. . Marilah kita berseru. tidak ada penguasaan daerah oleh pihak asing. kami berupaya memaknai kembali makna lagu Indonesia raya dan menggali kesakralan kata-katanya… “Indonesia Tanah Airku. Tanah Tumpah Darahku…Disanalah aku berdiri. Rakyatku semuanya.

Dengan Membangun jiwa para generasi bangsa Indonesia yang suci dan bersih akan menghasilkan generasi Indonesia yang arif dan bermoral. dan menjadi prioritas utama.R. Tidak akan ada lagi rakyat yang mengalami kelaparan dan kemiskinan karena pemimpinnya cinta kepada rakyatnya dan negaranya. Raga yang sehat dan kuat akan sangat membantunya dalam melaksanakan tugastugasnya sebagai pemimpin atau wakil rakyat.mengutamakan membangun jiwa kebangsaan. Terlebih dahulu dengan membangun jiwanya. dan kokoh sangat dibutuhkan untuk membentuk para pemimpin yang adil dan beradab terutama untuk generasi selanjutnya. yaitu “Bangunlah Jiwanya Bangunlah Badannya Untuk Indonesia Raya” mengandung makna yang sangat mendalam bagi bangsa Indonesia. Hal ini sudah tentu mengotori jiwanya sehingga niat suci dan baik untuk membangun negara tidak ada lagi karena perbuatannya itu yang lebih mementingkan dirinya sendiri atau golongan. Setelah membangun jiwanya. Oleh sebab itu jiwa dan raga yang sehat. yaitu dengan memaknai apa fungsi dirinya baik secara hubungan dengan Sang Penciptanya dan hubungan dengan masyarakatnya atau sosial yaitu dengan seimbang. “Indonesia Raya merdeka merdeka. Raga yang sehat dan kuat akan diperoleh dengan cara menjaga kesehatannya yaitu dengan cara berolahraga dan makan-makanan yang bergizi. terutama di tanah Indonesia ini. langkah selanjutnya adalah dengan membangun badannya atau raganya. yaitu dengan membangun atau mendidik terlebih dahulu jiwa dan raganya. baru membangun fisik berupa teknologi. infrastruktur. yang menjalankan amanah yang telah diberikan kepadanya. maka rakyatnya pun akan mencintai dan menyayangi pemimpin tersebut. tentunya tidak akan ada perilaku-perilaku yang menyimpang seperti korupsi atau memakan harta yang bukan haknya yang belakangan ini muncul di antara wakil-wakil rakyat. Tanahku negeriku yang kucinta (2x)” Berupa doa dan harapan dari bangsa indonesia yang mencintai negerinya agar senantiasa merdeka dari berbagai bentuk penindasan kemanusiaan. tidak ada lagi penjajahan. tidak ada penguasaan daerah oleh pihak asing. kemapanan hidup masyarakatnya. seluruh wilayah Indonesia harus benar-benar merdeka. Indonesia akan menjadi negara yang dikagumi dunia jika dipimpin oleh pemimpin yang dikagumi oleh rakyatnya. ruh nasionalisme. . penyerobotan dari pihak asing. Jiwa mereka itu telah dikendalikan oleh hawa nafsu mereka. semangat berbangsa dan bernegara. sekarang berbanding terbalik sekali mereka malah berlomba-lomba untuk menjadi pemimpin agar bisa menimbun harta dan berbuat sesukanya. Supratman. kuat. Pemimpin itu harus sehat. mental spiritual dengan sangat prima. Lirik ini menyiratkan bahwa untuk membangun masyarakat Indonesia yang kuat dan kokoh terutama para generasi bangsa sehingga mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi serta memiliki kecintaan terhadap negaranya. Para wakil-wakil rakyat atau pemimpin yang seperti itu adalah orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi. orang-orang terdahulu menjadi pemimpin adalah suatu amanah dan tanggung jawab yang besar untuk dirinya. Salah satu petikan lirik yang terdapat dalam lagu kebangsaan kita Indonesia Raya yang diciptakan oleh W. Bagaimana pemimpin tersebut dapat mengurus rakyat dan negaranya jika dari segi fisik saja dia lemah? Betul tidak?.

mereka hanya ikutikutan. atau dianggap tidak perlu lagi. Padahal pendidikan di Indonesia. ketika menyanyikan atau mendengarkan lagu Indonesia Raya. (Adapun mereka yang tidak bisa menyanyikannya bukan berarti kurang perhatiannya. ada orang yang harus berlatih lama sekali. dan juga pada setiap acara di luar negeri yang membawa nama negara. tapi itu adalah masalah latihan dan bakat seseorang. tapi rakyat mengabaikannya. Hal ini ditandai dengan : 1. Keadaan akan sangat buruk bagi lemahnya jiwa kebangsaan dan rendahnya rasa berbangsa dan bernegara pada sebagian besar warga negara. dan menurunnya rasa berbangsa dan bernegara. banyak warga dan banyak para siswa/pelajar yang tidak memperlihatkan sikap hormat secara fisik. Sekarang. 5. rasa kebangsaan. karena lagu kebangsaan adalah ekspresi kejiwaan dari suatu bangsa. (kalau hanya menghormati dalam hati tentu tidak nyata dan tidak terlihat). Lagu kebangsaan selalu dinyanyikan atau diperdengarkan pada setiap acara resmi kenegaraan. sehingga lagu kebangsaan menjadi semakin kurang diperhatikan dan kurang diminati. Pada jaman penjajahan. sejak awal kemerdekaan menganut paham ajaran Ki Hajardewantara yang sarat dengan nilai-nilai perjuangan dan nilai-nilai nasionalisme. tapi merasakannya sama seperti lagu lainnya. tidak ada dua negara yang memiliki lagu kebangsaan yang sama. kurang melatih membiasakan diri untuk bersikap menghormati lambang-lambang negara. (Ini adalah anggapan yang keliru. Kenyataan ini menunjukkan bahwa pendidikan kurang memberikan bobot tentang materi nasionalisme. (Padahal lagu lainnya sedikit yang berjiwa kebangsaan) 2. Ketika lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Lagu kebangsaaan menempati kedudukan yang khusus dan dihormati oleh seluruh rakyatnya. atau ada rasa keterpaksaan. pembangkit semangat kebangsaan. sehingga mereka kurang bangga memiliki bangsa yang merdeka dan kurang bangga memiliki lagu kebangsaan. Mereka lebih berminat dan lebih tertarik dengan lagu-lagu populer lainnya. seharusnya keinginan menyanyikannya timbul dari dorongan kemauan yang kuat dari hati sendiri. mereka tidak lagi merasakannya sebagai suatu lagu yang khusus sifatnya. Ketika mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya pada suatu acara. (Apalagi jika yang memimpin lagu adalah orang/kelompok yang kurang simpatik. serta semakin memperkokoh persatuan dalam melawan penjajahan. sehingga bertambah jiwa nasionalisme. pihak penjajah melarang rakyat menyanyikan lagu ini. rasa senasib sepenanggungan. merupakan lagu kebangsaan bagi seluruh rakyat Indonesia. jika ada anggapan bahwa menyanyikan lagu kebangsaan hanya membuang waktu. jika pada semua acara/kegiatan yang bersifat kebangsaan dan kenegaraan. karena keadaan kita sekarang sudah merdeka. tidak dikumandangkan lagu Indonesia Raya. termasuk mengidolakan para artis terkenalnya. karena mereka tidak mengerti tentang isi dan makna dari lagu kebangsaan itu sendiri). Supratman. dan tetap menyanyikannya. bisa berakibat memperlemah jiwa kebangsaan. sebagai sebuah lagu yang dihormati dan dibanggakan. dan terasa ada kesyahduan yang luar biasa dalam penjiwaannya. dan rasa seperjuangan. menjadi semakin kurang menarik) 4. Lagu “Indonesia Raya” ciptaan W.R. baru mampu menyanyikannya) 3. Walaupun . Keadaan akan semakin buruk. Kehilangan arti dan makna dari lagu kebangsaan pada sebagian besar warga negara dalam waktu yang lama. kurang menanamkan jiwa kebangsaan.Makna Lagu Indonesia Raya Setiap negara mempunyai lagu kebangsaan masing-masing.

kata ibuku maksudnya adalah ibu pertiwi atau pemerintahan yang sah. baik di dalam negeri maupun di luar negeri. pura-pura pilon atau pura-pura “bersih” dan tidak pernah melanggar HAM sekecil apapun. a. a. Indonesia Tanah Airku. sebab kalau menjaga kewibawaan negara melalui kekuasaan dan kekuatan akan berdampak munculnya “tudingan” bahwa negara melanggar HAM. Bahwa setiap warga bersikap tegas dalam pengakuannya berkebangsaan Indonesia dan bertanah air Indonesia. Bahwa setiap warga memiliki tanah air yaitu Indonesia. 5. 2. kalimat ini menanamkan kesadaran. Bahwa setiap warga telah berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan bangsa lainnya. 3. Indonesia kebangsaanku. dan berdarma bakti dengan kerja keras membanting tulang. 6. 4. Jangan dikira bahwa dampak ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan rendahnya kinerja. b. Bahwa setiap warga memiliki kebangsaan yaitu berbangsa Indonesia. a. Jadi pandu ibuku. apalagi tingkat departemen/instansi pemerintah. mempunyai arti dan makna. Kalimat ini menanamkan kesadaran. Disanalah aku berdiri. b. Bahwa setiap warga telah memiliki wadah/ruang/tempat. b. kedua kalimat ini menanamkan kesadaran. Tanah tumpah darahku. kalimat ini menanamkan kesadaran. a. kata. tentu dengan menguatkan nasionalisme dan meningkatkan prestasi di semua bidang. bersikap dan berusaha membina persatuan dan kesatuan Indonesia agar Indonesia benar-benar bersatu. Marilah kita berseru. .kegiatan itu hanya setingkat RT/RW. Indonesia bersatu. baik melalui sikap. tingkahlaku dan perbuatan sehari-hari. sampai menumpahkan darah. (Apakah dirasakan sudah sangat cukup. Bahwa Tanah Air Indonesia adalah tempat untuk berusaha. kalimat ini menanamkan kesadaran. berkewarganegaraan Indonesia. Bahwa setiap warga mengaktualisasikan dirinya dalam upaya merealisasikan makna sumpah pemuda. menguras keringat dan air mata. Bahwa setiap warga memilik hak dan kewajiban terhadap tanah airnya. jika hanya setahun sekali menyanyikannya? Dan itupun hanya sekedar jadi tontonan yang berulang-ulang setiap tahun?) Lemahnya nasionalisme pada sebagian bersar warga negara. c. Bangsa dan tanah airku. yaitu di tanah yang termasuk wilayah Indonesia. sebagai berikut : 1. Setiap kalimat dan bait pada lagu Indonesia Raya. Upaya untuk menaikkan kewibawaan negara di dalam dan di luar negeri. a. tapi mereka pura-pura tidak tahu. b. a. berjuang. mempunyai tanggung jawab yang sangat besar dalam berperan menjadi pandu/penuntun/pembimbing bagi semua warga negaranya untuk meningkatkan kesejahteraan semua warganya. kedua kalimat ini menanamkan kesadaran. Bahwa pemerintahan yang sah. terdapat 12 item. Padahal negara lain ada yang sudah/pernah melanggar HAM. b. pelayanan yang tidak maksimal pada semua departemen/instansi/ badan-badan dan lain-lain. Bahwa di tanah air Indonesia kita semua memiliki derajat yang sama dengan bangsa lainnya di dunia ini. akan berdampak pada kewibawaan negara yang semakin jatuh. Bahwa sikap setiap warga terhadap ibu pertiwi harus bersikap sama seperti sikapnya terhadap ibu kandung/orang tua. Bahwa setiap warga berseru.

maka akan menghadirkan gemuruh dalam diri. mental spiritual dengan sangat prima. Hiduplah Indonesia Raya. berproduksi. kedua kalimat ini menanamkan kesadaran. Hiduplah negeriku. b. karya W. 9. menanamkan kesadaran. 12. setiap rakyat . Cobanya nyanyikan agak sejenak dengan penghayatan yang dalam. . bait ini terdiri dari empat kalimat menanamkan kesadaran. Bahwa setiap warga. angunlah jiwanya/ bangunlah badannya… Untuk Indonesia Raya… Penggalan lagu itu. tidak ada lagi penjajahan. tidak ada penguasaan daerah oleh pihak asing. benar-benar dinami dan kreatif untuk merubah keadaan. Bahwa setiap warga dalam berusaha disemua bidang. 10. Bangunlah jiwanya. Bahwa semua warga dalam melaksanakan usahanya dalam bidang apapun harus maju bersama. agar keadaan selalu berubah menjadi lebih baik c. sangat popular. Semuanya. melaksanakan pembangunan fisik dengan sangat maksimal untuk kesejahteraan lahir batin. semua warga berusaha agar jangan sampai rakyat mati dan berusaha agar Indonesia jangan sampai mati. dan harus diupayakan tidak boleh ada yang saling menghambat. harus menjadi penduduk yang benar-benar hidup. 8. 7. Untuk Indonesia Raya. a. b. kalimat ini menanamkan kesadaran. kalimat ini menanamkan kesadaran. Bahwa setiap warga dalam semua usahanya untuk berprestasi. Bahwa setiap warga harus berusaha untuk tidak ada lagi penjajahan di seluruh wilayah Indonesia dalam bentuk apapun. Hiduplah tanahku. 11. dalam bidang apapun. a.b. kalimat ini menanamkan kesadaran Bahwa cita-cita tertinggi dari setiap warga adalah Indonesia mampu berjuang hidup untuk waktu yang tidak terbatas. semangat berbangsa dan bernegara. harus saling bersinergi. Bahwa seluruh wilayah Indonesia harus benar-benar merdeka. b. semuanya. a. a. ruh nasionalisme. Tanahku negeriku yang kucinta. punah atau bubar. Bahwa setiap warga selalu berusaha agar Indonesia menjadi tanah air yang hidup untuk waktu yang tidak terbatas. Indonesia Raya merdeka merdeka. berinovasi berdasarkan atas cintanya kepada negerinya dan tanah airnya. Bahwa setiap warga juga membangun badannya. dalam kalimat ini kata merdeka diucapkan dua kali. b. Bahwa setiap warga lebih mengutamakan dalam berusaha membangun jiwa kebangsaan. Bangsaku rakyatku. berjalan seiring menuju Indonesia Raya. Bahwa semua rakyat. mestinya wajib hafal dan memahami untaian makna yang terkandung pada lagu Indonesia Raya. mampu bersaing dalam globalisasi internasional di semua bidang. Dan Indonesia hidup terus menjadi negara yang besar dan menjadi negara yang disenangi dunia internasional. Semua warga negeri ini. dan menjadi prioritas utama.R Supratman. Bahwa setiap warga berusaha sedapat mungkin menjauhkan semua hal yang dapat memecah belah Indonesia. Bangunlah badannya. penyerobotan dari pihak asing. harus merupakan bagian kegiatan yang integral dalam suatu strategi besar untuk pembangunan Indonesia seutuhnya. berkreasi.

ternyata tidak mendapatkan perlakuan terbaik. setali dua uang. Seorang kawan menyebutkan. Malaysia sudah sering mempermalukan Timnas Indonesia. Pada era 1960-an hingga 1980-an. jika saja pelaku olahraga di negeri ini menghayati.Suasananya semakin lain ketika dinyanyikan sesaat sebelum laga Timnas Indonesia U-22 melawan Timor Leste. dalam hitung-hitungannya. Perlakuan ini sama untuk kunjungan kenegaraan bagi kepala negara. lagu kebangsaan dinyanyikan saat penghormatan pemenang yang memperoleh gelar juara atau medali emas. sudahkah dibangun raganya. Setiap akan memulai ivent antar negara. tadi malam. Sudahkah dibangun jiwanya. Negara kecil. jiwanya belum terbangun. Inilah spesialnya sepakbola. Rasa itu pasti lebih dahsyat dirasakan oleh pemain. Bagaimana bisa membangun jiwa. memaknai dan memainkan perannya secara sungguh-sungguh. nyaris tak banyak yang bisa diharapkan. di Stadion Utama Riau. pada cabang sepakbola. itu pun masih serampangan. mereka dibiayai dan dipelihara oleh negara secara utuh. Cabang lain juga tak jauh berbeda. tak jarang pula mempecundangi Indonesia. misalnya. saya pernah berkunjung ke PPLP Padang. dipastikan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan. Yang sudah? Baru dibangun fasilitas pisik. tak ubahnya barak buruk yang memprihatinkan. Gelegarnya terasa menyusuk relungrelung hati. Kamp para atlet tersebut sangat memiriskan. Sang kawan menyebutkan. Indonesia hanya bersaing dengan Thailand untuk Asia Tenggara. suatu ketika. Padahal. sesuai pesan bijak pada lagu kebangsaan? Inilah yang menjadi persoalan selama ini. Pada multi-event. Bidang lain juga begitu. . Juga nyaris menembus Piala Dunia 1986. Tempat yang seharusnya menjadi “kawah candradimuka” untuk mempersiapkan atlet berprestasi terbaik di Sumbar. Singapura. diyakini kejayaan olahraga negeri ini tak akan tertandingi negara lain. sesuai pesan dalam lagu tersebut. Setelah itu. jika jiwa orang-orang yang seharusnya membangun jiwa anak-anak muda tersebut tidak memiliki jiwa pula? Terhadap hal ini. raganya belum terisi utuh.

stadion. pernah menjadi catatan tersendiri bagi Syahrial Bakhtiar. dll— bernilai proyek. (*) . sesaat setelah dilantik menjadi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar. Belum lagi dikaji soal apakah mereka yang masuk ke sana benar-benar berprestasi dan lolos seleksi sesuai standar? Apakah fasilitas yang didapatkan mereka sesuai dengan apa yang dianggarkan? Perihal keprihatinan terhadap kondisi ini. Bagaimana bisa membangun badannya.Itu baru dari sisi tempat mereka beristirahat dan tinggal selama dalam pendidikan. Berbeda jika dibandingkan dengan membangun fisik —gedung. beberapa bulan lalu. sementara jiwanya menghadapi masalah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful