Anda di halaman 1dari 51

LAPORAN PRAKTIKUM PENDUKUNG PROSES

Aliran Fluida
Laporan ini disusun untuk diajukan sebagai tugas mata kuliah Pendukung Proses

Oleh
Kelompok III
3 - Teknik Kimia Produksi Bersih
Dosen Pembimbing : Ir. Unung Leoanggraeni, M.T

Dhiniah Nur Ilhami

(091424008)

Ghea Choerunnisa

(091424011)

Gustin M Krista

(091424012)

Ima Rismalawati

(091424015)

Tanggal Praktikum

: 27 Oktober 2011

Tanggal Penyerahan Laporan

: 28 Maret 2011

TEKNIK KIMIA PRODUKSI BERSIH


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Aliran Fluida
2011
I.

TUJUAN

Dapat menghitung harga koefisien orificemeter, venturimeter, elbowmeter dan


membandingkannya dengan literatur.

Dapat menghitung fanning friction factor pada pipa lurus.

Dapat membuat kurva antara koefisien venturimeter, koefisien orificemeter,


koefisien elbowmeter, dan fanning friction factor terhadap bilangan Reynold.

Membuktikan apakah presure drop harganya tetap untuk laju aliran fluida yang
berbeda.

II.

DASAR TEORI
Fluida adalah zat yang tidak dapat menahan perubahan bentuk secara permanen. Bila

kita mencoba mengubah bentuk suatu massa fluida, maka di dalam fluida itu akan terbentuk
lapisan, dimana lapisan yang satu meluncur di atas yang lain, sehingga mencapai suatu
bentuk baru.
Fluida terdiri dari 2 jenis yaitu fluida cair dan fluida gas.
Ciri-ciri fluida cair,diantaranya:
-

Tidak kompresibel, yaitu volume fluida akan tetap walaupun dikenai tekanan tertentu.

Mengisi volume tertentu.

Mempunyai permukaan bebas.

Daya kohesi besar, jarak antar molekul rapat.

Ciri-ciri fluida gas,diantaranya:


-

Kompresibel

Mengisi seluruh bagian wadah.

Jarak antar molekul besar, daya kohesi dapat diabaikan.

Sifat dasar dari setiap fluida statik ialah tekanan. Tekanan dikenal sebagai gaya
permukaan yang diberikan oleh fluida terhadap dinding bejana. Tekanan terdapat pada setiap
titik di dalam volume fluida. Pada ketinggian yang sama, tekanan pada fluida adalah sama.
Ada beberapa jenis alat yang untuk mengukur laju aliran suatu fluida Beberapa alat
yang biasa digunakan diantaranya:
1. Venturimeter

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida
Meteran ini terbuat dari bagian masuk yang mempunyai flens, yang terdiri dari bagian
pendek berbentuk silinder dan kerucut terpotong. Bagian leher berflens dan bagian keluar
juga berflens yang terdiri dari kerucut terpotong yang panjang.
Dalam venturimeter, kecepatan fluida bertambah dan tekanannya berkurang di dalam
kerucut sebelah hulu. Penurunan tekanan di dalam kerucut hulu itu lalu dimanfaatkan,
untuk mengukur laju aliran melalui instrument itu. Kecepatan fluida kemudian berkurang
lagi dan sebagian besar tekanan awalnya kembali pulih didalam kerucut sebelah hilir.
Agar pemulihan lapisan batas dapat dicegah dan gesekan minimum. Oleh karena itu pada
bagian yang penampungannya mengecil tidak ada pemisahan, maka kerucut hulu dapat
dibuat lebih pendek dari pada kerucut hilir. Gesekannya pun di sini kecil juga. Dengan
demikian ruang dan bahan pun dapat dihemat. Walaupun meteran venturi dapat
digunakan untuk mengukur gas, namun alat ini biasanya digunakan juga untuk mengukur
zat cair terutama air.
Persamaan yang digunakan dalam venturimeter adalah
2 P

Vv Cv

1
4

2. Orificemeter
Venturimeter memiliki beberapa kekurangan pada kenyataanya. Untuk meteran tertentu
dengan sistem manometer tertentu pula, laju alir maksimum yang dapat diukur terbatas,
sehingga apabila laju alir berubah, diameter leher menjadi terlalu besar untuk
memberikan bacaan yang teliti, atau terlalu kecil untuk dapat menampung laju aliran
maksimum yang baru. Meteran orifice dapat mengatasi kekurangan-kekurangan
venturimeter, tetapi konsumsi dayanya cukup tinggi.
Prinsip meteran orifice identik dengan meteran venturi. Penurunan penampang arus aliran
melalui orifice menyebabkan tinggi tekan kecepatan menjadi meningkat tetapi tinggi
tekan akan menurun, dan penurunan antara kedua titik sadap diukur dengan manometer.
Persamaan bernoulli memberikan dasar untuk mengkolerasikan peningkatan tinggi tekan
kecepatan dengan penurunan tinggi tekanan
Persamaan yang berlaku untuk persamaan orificemeter adalah:
Vo Co

2 P
1 4

Prinsip kerja alat ukur fluida adalah mengganggu aliran dengan penambahan alat tertentu
sehingga menyebabkan terjadinya pressure drop yang dapat diukur. Nilai pressure drop ini

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida
berhubungan dengan debit dari aliran tersebut. Adanya pressure drop bias disebabkan Karena
adanya perubahan energi kinetik (karena laju alir berubah), skin friction, dan form friction.

Dalam aliran kondisi steady state dikenal 2 rejim aliran atau pola aliran yang tergantung
kepada kecepatan rata-rata aliran (v), densitas (), viskositas fluida () dan diameter pipa (D).

secara keseluruhan.
Rejim aliran Laminer
Rejim aliran laminer mempunyai ciri-ciri:
-

Terjadi pada kecepatan rendah.

Fluida cenderung mengalir tanpa adanya pencampuran lateral.

Berlapis-lapis seperti kartu.

Tidak ada arus tegak lurus arah aliran.

Tidak ada pusaran (arus eddy).

Rejim aliran Turbulen


Rejim aliran turbulen mempunyai ciri-ciri:
-

Terbentuk arus eddy.

Terjadi lateral mixing.

Secara keseluruhan arah aliran tetap sama.

Distribusi kecepatan lebih uniform atau seragam.

Rejim aliran Transisi


Rejim aliran transisi adalah rejim yang terjadi antara rejim aliran laminer dan rejim aliran
turbulen.
Penentuan rejim aliran dilakukan dengan menentukan bilangan tak berdimensi yaitu
bilangan Reynolds (Reynolds Number/NRe). Bilangan Reynolds merupakan perbandingan
antara gaya dinamis dari aliran massa terhadap tegangan geser yang disebabkan oleh
viskositas cairan.

NRe =

vD

Keterangan:

: massa jenis fluida.


v : kecepatan fluida.

: viskositas fluida.
D : diameter pipa dalam.
Untuk pipa circular lurus;
Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida
NRe < 2100

:rejim laminar.

NRe > 4000

:rejim turbulen.

2100 < NRe > 4000

: rejim transisi.

Kecepatan kritis:
Kecepatan pada saat NRe = 2000

Gambar Pipa

Pipa Venturi

P1

P2

P3

P4

Pipa Orifice

P1

P2

P3

P4

III. ALAT dan BAHAN


Peralatan yang digunakan
1. Seperangkat alat aliran fluida
2. Orificemeter
3. Venturimeter
4. Elbowmeter
5. Pipa lurus
6. Stopwatch

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida
IV. SKEMA KERJA

Tekanan awal aliran diukur


terlebih dahulu

Semua valve untuk


mengukur tekanan ditutup
saat pompa dinyalakan dan
air mengalir

Valve ke pompa dan by-pass


dibuka penuh

Perhitungan dimulai setelah


semua permukaan pipa
tertutup oleh air (tanpa ada
gelembung)

Untuk pengukuran tekanan


aliran turbulen digunakan
maometer air-raksa ,
transien dan laminer
menggunakan manometer
terbalik air-minyak

Untuk pengukuran laju aliran


turbulen dilakukan
perhitungan waktu per 10
liter, aliran transien waktu
per 5 liter, aliran laminer
volume per 15 detik

Perubahan tekanan pada


manometer dicatat dan
diamati

Semua percobaan dilakukan


duplo

Semua percobaan dilakukan


sama untuk
venturimeter,orificemeter,
elbow, dan pipa lurus

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida
V. DATA PENGAMATAN
a. Orificemeter
H (mmHg)

Turbulen

No.

Jenis

H1

H2

Po

270

270

240

V1

V2

301

240

300

249

291

255

260

aliran

Laminer

Transien

Debit (L/s)

(detik)

Q1

Q2

4,43 4,46

1,129

1,121

4,80 4,76

1,042

1,05

5,54 5,48

0,903

0,912

286

6,88 6,74

0,727

0,742

282

8,34 8,71

0,6

0,574

H (mmHg)

No.

Waktu

Volume (Liter)

t1

Volume (L)

Po

715

554

675

580

710

550

690

710

553

715

718

t2

Waktu

Debit (L/s)

(s)

V1

V2

t1

t2

Q1

Q2

596

0,19

0,21

0,032

0,035

689

594

0,34

0,345

0,057

0,058

554

687

592

0,67

0,66

0,112

0,11

558

685

590

0,94

0,92

0,157

0,153

b. Venturimeter
H (mmHg)

Volume (L)

Waktu (s)

H1

H2

V1

V2

t1

t2

Q1

Q2

Po

270

270

261

280

5,20

5,47

0,962

0,914

263

277

6,09

5,60

0,821

0,893

269

272

6,83

7,03

0,732

0,711

273

268

8,95

8,42

0,559

0,594

275

267

9,97

9,43

0,502

0,53

Turbulen

No.

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Debit (L/s)

Aliran Fluida
Jenis
aliran

Laminer

Transien

H (mmHg)

No.

Volume (L)

Waktu (s)

Debit (L/s)

V1

V2

t1

t2

Q1

Q2

Po

709

547

695

603

706

546

697

604

0,24

0,25

0,04

0,042

707

546

697

604

0,33

0,32

0,055

0,053

707

545

696

605

0,43

0,48

0,072

0,08

705

544

698

608

0,71

0,69

0,118

0,115

c. Pipa lurus
H (mmHg)

Volume (L)

Waktu (s)

H1

H2

V1

V2

t1

t2

Q1

Q2

Po

270

270

276

266

4,43

4,53

1,129

1,104

274

267

5,84

5,16

0,856

0,969

273

269

6,89

5,93

0,726

0,843

272

269

7,01

7,24

0,713

0,691

270

269

7,68

8,17

0,651

0,612

Turbulen

No.

Jenis
aliran

Laminer

Transien

No.

H (mmHg)

Volume (L)

Po

711

551

672

580

713

551

692

712

551

706

707

Debit (L/s)

Waktu (s)

Debit (L/s)

V1

V2

t1

t2

Q1

Q2

601

0,10

0,11

0,017

0,018

691

598

0,15

0,19

0,025

0,032

546

698

605

0,43

0,44

0,072

0,073

547

699

606

0,56

0,56

0,093

0,093

d. Elbow 90o
H (mmHg)

Volume (L)

Waktu (s)

H1

H2

V1

V2

t1

t2

Q1

Q2

Po

270

270

263

276

3,3

3,89

1,515

1,285

265

274

5,3

4,34

0,943

1,152

266

274

5,53

5,59

0,904

0,894

263

276

3,90

3,68

1,282

1,359

Turbulen

No.

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Debit (L/s)

Aliran Fluida
Jenis
aliran

Laminer

Transien

No.

H (mmHg)

Volume (L)

Waktu (s)

Debit (L/s)

V1

V2

t1

t2

Q1

Q2

Po

644

483

747

654

678

519

732

637

0,20

0,22

0,033

0,037

677

520

731

637

0,18

0,114

0,03

0,019

678

517

732

639

0,56

0,56

0,093

0,093

677

517

731

638

0,46

0,51

0,077

0,085

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida
VI. PENGOLAHAN DATA
Perhitungan
a.

Orificemeter
Menghitung P
P aliran turbulen pengukuran menggunakan manometer air raksa
= 13600 kg/m3

raksa

= 9,8 m/s2

g
Contoh

P = (13600 kg/m3) x (9,8 m/s2) x (61 mmHg)


= (133280 kg/m2s2) x (61 mHg)
= 8130080 kg/ms2 = 8130,08 Pa

Tabel hasil perhitungan


No

H(mHg)

raksa (kg/m3)

g (m/s2)

P (Pa)

0,061

13600

9,8

8130,08

0,06

13600

9,8

7996,8

0,042

13600

9,8

5597,76

0,031

13600

9,8

4131,68

0,022

13600

9,8

2932,16

P aliran laminer pengukuran menggunakan manometer minyak


(
=
minyak

minyak

. g . [(c-d) (a-b)] +

)
air

. g (b-d)

= 805,55 kg/m3
= 998,8 kg/m3

air

= 9,8 m/s2

g
Contoh

P = (805,55 kg/m3) (9,8 m/s2) [(710-596)-(690-550)mmHg] + (998.8 kg/m3) (9,8 m/s2)


(596-550) mmHg
= (7894,39 kg/m2s2)(0,066 mHg) + (9788,24 kg/m2s2)(0,046 mHg)
= 971,288 kg/ms2

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida
= 971,288 Pa
Tabel hasil perhitungan
H1

H2

H1

H2

Hair

(mHg)

(mHg)

(mHg)

(Pa)

550

0,094

0,16

0,046

971,288

553

0,095

0,157

0,041

890,77

(mmHg)

(mmHg)

690

596

710

689

594

710

No

P aliran transisi pengukuran menggunakan manometer minyak


(
=

minyak

. g . [(c-d) (a-b)] +

minyak

= 805,55 kg/m3

air

= 998,8 kg/m3

air

. g (b-d)

= 9,8 m/s2

g
Contoh

P = (805,55 kg/m3) (9,8 m/s2) [(715-554)-(687-592) mmHg] + (998,8 kg/m3) (9,8 m/s2)
(592-554) mmHg
= (7894,39 kg/m2s2)(0,066 mHg)+(9788.24 kg/m2s2)(0,038 mHg)
= 892,982 kg/ms2
= 892,982 Pa

Tabel hasil perhitungan


H1

H2

(mmHg)

(mmHg)

687

592

715

685

590

718

No

H1

H2

Hair

(mHg)

(mHg)

(mHg)

(Pa)

554

0,095

0,161

0,038

892,982

558

0,095

0,16

0,032

826,359

Menghitung Vo
Vo = Q/A
A = 0,00037994 m2

Aliran Turbulen
Contoh

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida
Vo = Q/A
= (0,001125 m3/s)/(0,001194 m2)
= 2,671474 m/s
Tabel hasil perhitungan

0,001121

Q rata-rata
(m3/s)
0,001125

0,942211

0,001042

0,00105

0,001046

0,876047

0,000903

0,000912

0,000908

0,76005

0,000727

0,000742

0,000735

0,615159

0,0006

0,000574

0,000587

0,491625

No

Q1 (m3/s)

Q2 (m3/s)

0,001129

Vo (m/s)

Aliran Laminer
Contoh
Vo = Q/A
= (3,35E-05 m3/s)/(0,001194 m2)
= 0,028057 m/s
Tabel hasil perhitungan

0,000035

Q rata-rata
(m3/s)
3,35E-05

0,028057

0,000058

5,75E-05

0,048157

No

Q1 (m3/s)

Q2 (m3/s)

0,000032

0,000057

Vo (m/s)

Aliran Transisi
Contoh
Vo = Q/A
= (0,000111 m3/s)/(0,001194 m2)
= 0,092965 m/s
Tabel hasil perhitungan

0,00011

Q rata-rata
(m3/s)
0,000111

0,092965

0,000153

0,000155

0,129816

No

Q1 (m3/s)

Q2 (m3/s)

0,000112

0,000157

Vo (m/s)

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida

Menghitung koefisien orificemeter (Co)

4 = (Do/D1)4 = (0,022/0,039)4 = 0,101 m


= 998,8 kg/m3

Aliran Turbulen
Contoh

= Co
Co = 0,221414
Tabel hasil perhitungan

Vo (m/s)
0,942211

P (Pa)
8130,08

Co
0,221414

0,876047

7996,8

0,207574

0,76005

5597,76

0,215248

0,615159

4131,68

0,202781

0,491625

2932,16

0,192373

No

Aliran Laminer
Contoh :

Co = 0,019075
Tabel hasil perhitungan
No
1

Vo (m/s)
0,028057

0,048157

P (Pa)
Co
971,2888 0,019075
890,77

0,034189

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida

Aliran Transisi
Contoh

Co = 0,065918
Tabel hasil perhitungan

Vo (m/s)
0,092965

P (Pa)
Co
892,9829 0,065918

0,129816

826,359

No

0,095686

Menghitung Bilangan Reynold (Nre

= 998.8 kg/m3
= 0.0009 kg/m.s

Aliran Turbulen
Contoh :
Nre = (998,8 kg/m3)(0,022 m)( 0,942211 m/s)
(0,0009 kg/m.s)
Nre = 23004,19
Tabel hasil perhitungan
No

Vo (m/s)

0,942211

Nre
23004,19

0,876047

21388,78

0,76005

18556,71

0,615159

15019,18

0,491625

12003,07

Aliran Laminer
Contoh :
Nre = (998,8 kg/m3)(0,022 m)( 0,028057 m/s)
(0,0009 kg/m.s)
Nre = 685,0136
Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida

Tabel hasil perhitungan


No

Vo (m/s)

0,028057

Nre
685,0136

0,048157

1175,77

Aliran Transisi
Contoh :
Nre = (998,8 kg/m3)(0,022 m)( 0,092965 m/s)
(0,0009 kg/m.s)
Nre = 2269,747
Tabel hasil perhitungan
No

Vo (m/s)

0,092965

Nre
2269,747

0,129816

3169,466

Tabel Data Hasil Perhitungan untuk Pipa Orifice


P (Pa)

Vo (m/s)

Co

Nre

2932,16

0,491625

0,192373

12003,07

4131,68

0,615159

0,202781

15019,18

5597,76

0,76005

0,215248

18556,71

7996,8

0,876047

0,207574

21388,78

8130,08

0,942211

0,221414

23004,19

890,77

0,048157

0,034189

1175,77

971,2888

0,028057

0,019075

685,0136

826,359

0,129816

0,095686

3169,466

892,9829

0,092965

0,065918

2269,747

No

1
2
1
2

b.

Jenis Aliran

Turbulen

Laminer

Transisi

Venturimeter
Menghitung P
P aliran turbulen, pengukuran menggunakan manometer air raksa
P =
Hg

Hg

. g . H

= 13600 kg/m3
= 9.8 m/s2
Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida

Contoh :
= (13600 kg/m3).(9.8 m/s2).(19 mmHg)

= (133280 kg/m2s2) (0.019 mHg)


= 2532.32 kg/ms2 = 2532.32 Pa
Tabel hasil perhitungan
No

H(mHg)

raksa (kg/m3)

g (m/s2)

P (Pa)

0,019

13600

9,8

2532,32

0,014

13600

9,8

1865,92

0,003

13600

9,8

399,84

0,005

13600

9,8

666,4

0,008

13600

9,8

1066,24

P aliran laminer pengukuran menggunakan manometer minyak


(
=

minyak

. g . [(c-d) (a-b)] +

minyak

= 805,55 kg/m3

air

= 998,8 kg/m3

air

. g (d-b)

= 9,8 m/s2

g
Contoh :

P =(805.55kg/m3)(9.8m/s2)[(672-580)-(713-551)]mmHg+ (998.8kg/m3)
(9.8m/s2)(580-551)mmHg
=836,4663 kg/ms2
=836,4663 Pa
Tabel hasil perhitungan
No

H1 (mmHg)

H2 (mmHg)

H1

H2

H air

(mHg)

(mHg)

(mHg)

(Pa)

713

551

672

580

0,162

0,092

0,029

836,4663

712

551

692

601

0,161

0,091

0,05

1042,019

P aliran transisi (dengan manometer minyak/parafin)


(
=

minyak

. g . [(c-d) (a-b)] +

)
air

. g (d-b)

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida
minyak

= 805,55 kg/m3

air

= 998,8 kg/m3
= 9,8 m/s2

Contoh :
P =(805.55kg/m3)(9.8m/s2)[(706-546)-(698-605)]mmHg+ (998.8kg/m3)(9.8m/s2)
(605-546)mmHg
= 1106,43 kg/ms2
= 1106,43 Pa
Tabel hasil perhitungan
H1 (mmHg)

No

H2 (mmHg)

H1

H2

H air

(mHg)

(mHg)

(mHg)

(Pa)

706

546

698

605

0,16

0,093

0,059

1106,43

707

547

699

606

0,16

0,093

0,059

1106,43

Menghitung Vo
Vo = Q/A
A = 0,001194 m2

Aliran Turbulen
Contoh :
Vo = Q/A
= (0,000938 m3/s)/( 0,001194 m2)
= 0,785595 m/s

Tabel hasil perhitungan

0,000914

Q rata-rata
(m3/s)
0,000938

0,785595

0,000821

0,000893

0,000857

0,717755

0,000732

0,000711

0,000722

0,604271

0,000559

0,000594

0,000577

0,482831

0,000502

0,00053

0,000516

0,432161

No

Q1 (m3/s)

Q2 (m3/s)

0,000962

Vo (m/s)

Aliran Laminer
Contoh
Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida
Vo = Q/A
= (0,000041m3/s)/( 0,001194 m2)
= 0,034338 m/s
Tabel hasil perhitungan
Q rata-rata

No

Q1 (m3/s)

Q2 (m3/s)

0,00004

0,000042

0,000041

0,034338

0,000055

0,000053

0,000054

0,045226

(m3/s)

Vo (m/s)

Aliran Transisi
Contoh :
Vo = Q/A
= (0,000076m3/s)/(0,001194 m2)
= 0,063652m/s
Tabel hasil perhitungan
Q1

No

(m3/s)

Q2 (m3/s)

Q rata-rata
(m3/s)

Vo (m/s)

0,000072

0,00008

0,000076

0,063652

0,000188

0,000115

0,000152

0,126884

Menghitung koefisien venturimeter (Cv)

4 = (Do/D1)4 = (0.022/0.039)4 = 0.101 m


= 998.8 kg/m3

Aliran Turbulen
Contoh :

0,785595 = Cv
0,785595 = 2.37 Cv
Cv = 0,330

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida

Tabel hasil perhitungan


No V0 (m/s) P (Pa) Cv (koef. venturi)
0,330783047
1 0,785595 2532,32
0,352073665
2 0,717755 1865,92
3

0,604271

399,84

0,640313204

0,482831

666,4

0,396306756

0,432161 1066,24

0,280428346

Aliran Laminer

Contoh :

Cv = 0,025156754
Tabel hasil perhitungan
No V (m/s)
1 0,034338
2 0,045226

P (Pa) Co (koef. orifice)


836,4663
0,025156754
1042,019

0,029686171

Aliran Transisi

Contoh :

Cv = 0,04054655
Tabel hasil perhitungan
No
1

V (m/s)
0,063652

P (Pa) Cv (koef. orifice)


1106,43
0,04054655

0,126884

1106,43

0,080825559

Menghitung Bilangan Reynold (Nre)

= 998.8 kg/m3
= 0.0009 kg/m.s

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida

Aliran Turbulen
Contoh :
Nre =

Nre = 34001,6
Tabel hasil perhitungan
No

Vo (m/s)

Bilangan reynold

0,785595

34001,6

0,717755

31065,39

0,604271

26153,65

0,482831

20897,57

0,432161

18704,5

Aliran Laminer
Contoh :
Nre =

Nre = 1486,194

Tabel hasil perhitungan


No

Vo (m/s)

Bilangan reynold

0,034338

1486,194

0,045226

1957,442

Aliran Transisi
Contoh :
Nre =

Nre = 2754,943
Tabel hasil perhitungan
No

Vo (m/s)

0,063652

Bilangan
reynold
2754,943

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida
2

0,126884

5491,709

Tabel Hasil Perhitungan untuk Venturimeter


P (Pa)

Vo (m/s)

Cv

Nre

2532,32

0,785595

0,330783047

34001,6

1865,92

0,717755

0,352073665

31065,39

399,84

0,604271

0,640313204

26153,65

666,4

0,482831

0,396306756

20897,57

1066,24

0,432161

0,280428346

18704,5

No

Jenis Aliran

Turbulen

Laminer

2
1

0,034338 0,025156754

1486,194

1042,019

0,045226 0,029686171

1957,442

Transisi

c.

836,4663

1106,43

0,063652

0,04054655

2754,943

1106,43

0,126884 0,080825559

5491,709

Pipa lurus
Menghitung P
P aliran turbulen pengukuran menggunakan manometer air raksa
P =
Hg

Hg

. g . H

= 13600 kg/m3
= 9.8 m/s2

Contoh :
= (13600 kg/m3).(9.8 m/s2).(0,01 mHg)

= 1332,8 kg/ms2 = 1332,8 Pa


Tabel hasil perhitungan
No
1

H(mHg)
0,01

hg (kg/m3)
13600

g (m/s2)
9,8

P (Pa)
133,28

0,007

13600

9,8

932,96

0,004

13600

9,8

533,12

0,003

13600

9,8

399,84

0,001

13600

9,8

133,28

P aliran laminer pengukuran menggunakan manometer minyak


P =

parafin

. g . (H2parafin- H1parafin) +

parafin

. g . ((c-d) (a-b)) +

air

air

. g H2air

. g (d-b)

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida
parafin

= 805,55 kg/m3

air

= 998,8 kg/m3
= 9,8 m/s2

g
Contoh :

P = (805,55 kg/m3) (9,8 m/s2) [(702-601)-(713-551)mmHg] + (998,8 kg/m3) (9,8 m/s2)


(601-551) mmHg
= 7,85 kg/ms2
= 7,85 Pa

Tabel hasil perhitungan


No

H1 (mmHg)

H2 (mmHg)

H1

H2

H air

(mHg)

(mHg)

(mHg)

(Pa)

713

551

702

601

0,162

0,101

0,05

7,85421

712

551

702

598

0,161

0,104

0,047

10,06705

P aliran transisi (dengan manometer minyak/parafin)


P =

parafin

. g . (H2parafin- H1parafin) +

parafin

. g . [(c-d) (a-b)] +

parafin

= 805,55 kg/m3

air

= 998,8 kg/m3

air

air

. g H2air

. g (d-b)

= 9,8 m/s2

Contoh :
P = (805.55 kg/m3) (9.8 m/s2) [(698-605)-(706-546)mmHg] + (998.8 kg/m3) (9.8 m/s2)
(605-546) mmHg
= 48,58 kg/ms2
= 48,58 Pa
Tabel hasil perhitungan
No

H1 (mmHg)

H2 (mmHg)

H1

H2

H air

(mmHg)

(mmHg)

(mmHg)

(Pa)

706

546

698

605

0,16

0,093

0,059

48,58203

707

547

699

606

0,16

0,093

0,059

48,58203

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida
Menghitung Vo
Vo = Q/A
A = 0,001194 m2

Aliran Turbulen
Contoh :
Vo = Q/A
= (0,0011165 m3/s)/(0.001194 m2)
= 935,09 m/s
Tabel hasil perhitungan

0,0011

Q rata-rata
(m3/s)
0,0011165

0,93509213

0,00086

0,00097

0,0009125

0,76423786

0,00073

0,00084

0,0007845

0,65703518

0,00071

0,00069

0,000702

0,5879397

0,00065

0,00061

0,0006315

0,52889447

No

Q1 (m3/s)

Q2 (m3/s)

0,00113

v (m/s)

Aliran Laminer
Contoh :
Vo = Q/A
= (1,7E-05 m3/s)/(0.001194 m2)
= 0,0147 m/s
Table hasil perhitungan

1,8E-05

Q rata-rata
(m3/s)
0,0000175

0,01465662

3,2E-05

0,0000285

0,02386935

No

Q1 (m3/s)

Q2 (m3/s)

1,7E-05

2,5E-05

v (m/s)

Aliran Transisi
Contoh :
Vo = Q/A
= (7,2E-05 m3/s)/(0.001194 m2)
= 0,0607 m/s
s

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida

Tabel hasil perhitungan

7,3E-05

Q rata-rata
(m3/s)
0,0000725

0,06072027

9,3E-05

0,000093

0,07788945

No

Q1 (m3/s)

Q2 (m3/s)

7,2E-05

9,3E-05

v (m/s)

Menghitung fanning friction factor pipa lurus

D = 0,039 m
L = 0,9 m
= 998,8 kg/m3
Aliran turbulen
Contoh :

f = 0,033065
Tabel hasil perhitungan
No
1

P
1332,8

v
0,93509213

friction
0,033065

932,96

0,76423786

0,034651

533,12

0,65703518

0,026789

399,84

0,5879397

0,025092

133,28

0,52889447

0,010336

Aliran Laminer
Contoh :

f = 0,793138

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida

Tabel hasil perhitungan


No
1
2

P
7,85421

v
friction
0,01465662 0,793138

10,06705 0,02386935 0,383296

Aliran Transisi
Contoh :

f = 0,28583925
Tabel hasil perhitungan
No
P
v
friction
48,58203
0,06072027
0,28583925
1
2 48,58203 0,07788945 0,17371286

Menghitung Bilangan Reynold (Nre)

= 998,8 kg/m3
= 0,0009 kg/m.s

Aliran Turbulen
Contoh :
Nre = (998,8 kg/m3)(0,039m)( 0,93509 m/s)
(0,0009 kg/m.s)
Nre = 40472,03
Tabel hasil perhitungan
No

V (m/s)

0,93509

Bilangan reynold
40472,03

0,76424

33077,23

0,65704

28437,36

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida
4

0,58794

25446,81

0,52889

22891,26

Aliran Laminer
Contoh :
Nre = (998,8 kg/m3)(0,039m)( 0,01466 m/s)
(0,0009 kg/m.s)
Nre = 634,3579
Tabel hasil perhitungan
No

V (m/s)

0,01466

Bilangan reynold
634,3579

0,02387

1033,097

Aliran Transisi
Contoh :
Nre = (998,8 kg/m3)(0,039m)( 0,06072 m/s)
(0,0009 kg/m.s)
Nre = 2628,054
Tabel hasil perhitungan
No

V (m/s)

0,06072

Bilangan reynold
2628,054

0,07789

3371,159

Tabel Hasil Perhitungan untuk Pipa Lurus


P (Pa)

Vo (m/s)

friction

Nre

1332,8

0,93509

0,03306509

40472,03

932,96

0,76424

0,0346513

33077,23

533,12

0,65704

0,0267893

28437,36

399,84

0,58794

0,02509194

25446,81

133,28

0,52889

0,01033571

22891,26

7,85421

0,01466

0,79313777

634,3579

10,06705

0,02387

0,38329639

1033,097

48,58203

0,06072

0,28583925

2628,054

48,58203

0,07789

0,17371286

3371,159

No

1
2
1
2

Jenis Aliran

Turbulen

Laminer

transisi

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida

d.

Elbow 90o
Menghitung P
P aliran turbulen pengukuran menggunakan manometer air raksa
= 13600 kg/m3

raksa

= 9,8 m/s2

Contoh :
= (13600 kg/m3).(9,8 m/s2).(13 mmHg)

= (133280 kg/m2s2) (0,013 mHg)


= 1732,64 kg/ms2 = 1732,64 Pa
Tabel hasil perhitungan
No

H(mHg)

raksa (kg/m3)

g (m/s2)

P (Pa)

0,013

13600

9,8

1732,64

0,009

13600

9,8

1199,52

0,008

13600

9,8

1066,24

0,013

13600

9,8

1732,64

P aliran laminer pengukuran menggunakan manometer minyak


(
=

minyak

. g . [(c-d) (a-b)] +

minyak

= 805,55 kg/m3

air

= 998,8 kg/m3

air

. g (d-b)

= 9,8 m/s2

Contoh :
P = (805,55 kg/m3) (9,8 m/s2) [(732-637)- (678-519) mmHg] + (998.8 kg/m3)
(9,8 m/s2) (637-519) mmHg
= (7894,39 kg/m2s2)(-0,064 mHg) + (9788,24 kg/m2s2)( 0,118 mHg)
= 649,7714 kg/ms2
= 649,7714 Pa
Tabel hasil perhitungan
No

H1 (mmHg)
a

H2 (mmHg)
c

H1

H2

H air

(mHg)

(mHg)

(mHg)

(Pa)

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida
1

678

519

732

637

0,159

0,095

0,118

649,7714

677

520

731

637

0,157

0,094

0,117

647,8775

P aliran transisi (dengan manometer minyak/parafin)


(
=

minyak

. g . [(c-d) (a-b)] +

minyak

= 805,55 kg/m3

air

= 998,8 kg/m3

air

. g (d-b)

= 9,8 m/s2

Contoh :
P = (805,55 kg/m3) (9,8 m/s2) [(732-639)- (678-517) mmHg] + (998.8 kg/m3)
(9,8 m/s2) (639-517) mmHg
= (7894,39 kg/m2s2)(-0,068 mHg) + (9788,24 kg/m2s2)( 0,122 mHg)
= 657,3468kg/ms2
= 657,3468Pa
Tabel hasil perhitungan
H1 (mmHg)

No

H2 (mmHg)

H1

H2

H air

(mHg)

(mHg)

(mHg)

(pa)

678

517

732

639

0,161

0,093

0,122

657,3468

677

517

731

638

0,16

0,093

0,121

655,4529

Menghitung Vo
Vo = Q/A
A = 0,001194 m2
Aliran Turbulen
Contoh :
Vo = Q/A
= (0,0014 m3/s)/(0,001194 m2)
= 1,17252931 m/s
Tabel hasil perhitungan

0,001285

Q rata-rata
(m3/s)
0,0014

1,17252931

0,001152

0,0010475

0,87730318

No

Q1 (m3/s)

Q2 (m3/s)

0,001515

0,000943

Vo (m/s)

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida
3

0,000904

0,000894

0,000899

0,75293132

0,001282

0,001359

0,0013205

1,1059464

Aliran Laminer
Contoh :
Vo = Q/A
= (0,000035 m3/s)/(0,001194 m2)
= 0,02931323 m/s
Tabel hasil perhitungan
Q rata-rata

No

Q1 (m3/s)

Q2 (m3/s)

0,000033

0,000037

0,000035

0,02931323

0,00003

0,000019

0,0000245

0,02051926

(m3/s)

Vo (m/s)

Aliran Transisi
Contoh :
Vo = Q/A
= (0,000093 m3/s)/(0,001194 m2)
= 0,07788945 m/s
Tabel hasil perhitungan
No

Q1
(m3/s)

Q2 (m3/s)

Q rata-rata
(m3/s)

Vo (m/s)

0,000093

0,000093

0,000093

0,07788945

0,000077

0,000085

0,000081

0,0678392

Menghitung konstanta elbow

Untuk aliran turbulen, = 1


= 998.8 kg/m3
Contoh :

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida
Kelbow

= 2,52355273

Tabel hasil perhitungan

P
Vo
Ke
1732,64 1,17252931 2,52355273

1199,52 0,87730318 3,12044167

1066,24 0,75293132 3,76877478

1732,64

No

1,1059464

2,83851875

Untuk aliran laminer, = 1


= 998.8 kg/m3
Contoh :

Kelbow

= 1514,20509

Tabel hasil perhitungan


No
P
Vo
Ke
1 649,7714 0,02931323 1514,20509
2 647,8775 0,02051926 3080,89921
Untuk aliran transisi, = 1
= 998.8 kg/m3
Contoh :

Kelbow

= 216,96453

Tabel hasil perhitungan


No
P
Vo
Ke
1 657,3468 0,07788945 216,96453
2 655,4529 0,0678392 285,159626
Menghitung Bilangan Reynold (Nre)

= 998.8 kg/m3
Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida
= 0.0009 kg/m.s

Aliran Turbulen
Contoh :
Nre =

Nre = 50748,63191
Tabel hasil perhitungan
No

Vo (m/s)

Bilangan reynold

1,17252931

50748,63191

0,87730318

37970,85137

0,75293132

32587,87144

1,1059464

47866,83479

Aliran Laminer
Contoh :
Nre =

Nre = 1268,715679
Tabel hasil perhitungan
No

Vo (m/s)

Bilangan reynold

0,02931323

1268,715679

0,02051926

888,1009318

Aliran Transisi
Contoh :
Nre =

Nre = 35922,78
Table hasil perhitungan
No

Vo (m/s)

Bilangan reynold

0,07788945

3371,159249

0,0678392

2936,171028

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida

Tabel Hasil Perhitungan untuk Elbow 900


No

Jenis Aliran

1
2
3

Turbulen

4
1
2
1
2

Laminer

Transisi

P (Pa)

Vo (m/s)

Ke

Nre

1732,64

1,17252931 2,52355273 50748,63191

1199,52

0,87730318 3,12044167 37970,85137

1066,24

0,75293132 3,76877478 32587,87144

1732,64

1,1059464

649,7714

0,02931323 1514,20509 1268,715679

647,8775

0,02051926 3080,89921 888,1009318

657,3468

0,07788945

216,96453 3371,159249

655,4529

0,0678392

285,159626 2936,171028

2,83851875 47866,83479

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida
Kurva
Orificemeter

Kurva Co terhadap Nre - aliran turbulen


pada orificemeter
0.225
0.22

Co

0.215
0.21
0.205
0.2
0.195
0.19
10000

12000

14000

16000

18000

20000

22000

24000

Nre

Kurva tekanan terhadap kecepatan - aliran


turbulen
9000
8000
7000
tekanan (Pa)

a.

6000
5000
4000
3000
2000
1000
0
0.45

0.55

0.65

0.75

0.85

kecepatan (m/s)

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

0.95

1.05

Aliran Fluida

Kurva Co terhadap Nre - aliran laminer pada


orificemeter
0.04
0.035
0.03
Co

0.025
0.02
0.015
0.01
0.005
0
600

700

800

900

1000

1100

1200

1300

Nre

Kurva tekanan terhadap kecepatan - aliran


laminer pada orificemeter
980

tekanan (Pa)

960
940
920
900
880
0

0.01

0.02

0.03

0.04

Kecepatan (m/s)

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

0.05

0.06

Aliran Fluida

Kurva Co terhadap Nre - aliran transisi pada


orificemeter
0.12
0.1

Co

0.08
0.06
0.04
0.02
0
2000

2200

2400

2600

2800

3000

3200

3400

Nre

Kurva tekanan terhadap kecepatan - aliran


transisi pada orificemeter
900

tekanan (Pa)

890
880
870
860
850
840
830
820
2000

2200

2400

2600

2800

3000

Kecepatan (m/s)

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

3200

3400

Aliran Fluida
Venturimeter

Kurva Cv terhadap Nre - aliran turbulen pada


orificemeter
0.7
0.6

Cv

0.5
0.4
0.3
0.2
0.1
0
17000

19000

21000

23000

25000

27000

29000

31000

33000

35000

Nre

Kurva tekanan terhadap kecepatan - aliran


turbulen
3000
2500
tekanan (Pa)

b.

2000
1500
1000
500
0
0.4

0.45

0.5

0.55

0.6

0.65

0.7

tkecepatan (m/s)

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

0.75

0.8

0.85

Aliran Fluida

Kurva Cv terhadap Nre - aliran laminer pada


orificemeter
0.03
0.029

Cv

0.028
0.027
0.026
0.025
0.024
1400

1500

1600

1700

1800

1900

2000

Nre

Kurva tekanan terhadap kecepatan - aliran


laminer pada orificemeter
1200

tekanan (Pa)

1000
800
600
400
200
0
0.03

0.032

0.034

0.036

0.038

0.04

kecepatan (m/s)

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

0.042

0.044

0.046

Aliran Fluida

Cv

Kurva Cv terhadap Nre - aliran transisi pada


orificemeter
0.09
0.08
0.07
0.06
0.05
0.04
0.03
0.02
0.01
0
2500

3000

3500

4000

4500

5000

5500

6000

Nre

Kurva tekanan terhadap kecepatan - aliran


transisi pada orificemeter
1200
1000

Co

800
600
400
200
0
0.06

0.07

0.08

0.09

0.1

0.11

Nre

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

0.12

0.13

0.14

Aliran Fluida
Pipa Lurus

Kurva friction terhadap Nre - aliran turbulen


pada orificemeter
0.04
0.035
0.03
0.025
f

0.02
0.015
0.01
0.005
0
20000

25000

30000

35000

40000

45000

Nre

Kurva tekanan terhadap kecepatan - aliran


turbulen pada orificemeter
1400
1200
tekanan (Pa)

c.

1000
800
600
400
200
0
0.5

0.55

0.6

0.65

0.7

0.75

0.8

0.85

kecepatan (m/s)

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

0.9

0.95

Aliran Fluida

Kurva friction terhadap Nre - aliran laminer


pada orificemeter
0.9
0.8
0.7
0.6
0.5
f
0.4
0.3
0.2
0.1
0
600

650

700

750

800

850

900

950

1000

1050

1100

Nre

Kurva tekanan terhadap kecepatan - aliran


laminer pada orificemeter
12

tekanan (Pa)

10
8
6
4
2
0
0.012

0.014

0.016

0.018

0.02

0.022

kecepatan (m/s)

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

0.024

0.026

Aliran Fluida

Kurva friction terhadap Nre - aliran transisi


pada orificemeter
0.35
0.3
0.25
0.2
f

0.15
0.1
0.05
0
2500

2600

2700

2800

2900

3000

3100

3200

3300

3400

3500

Nre

Kurva tekanan terhadap kecepatan - aliran


transisi pada orificemeter
60

Axis Title

50
40
30
20
10
0
0.05

0.055

0.06

0.065

0.07

Axis Title

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

0.075

0.08

Aliran Fluida
Elbow 90o

Kurva Ke terhadap Nre - aliran turbulen pada


elbow 90
4
3.5
3

Ke

2.5
2
1.5
1
0.5
0
30000

40000

50000
Nre

Kurva tekanan terhadap kecepatan - aliran


turbulen pada elbow 90

tekanan (Pa)

d.

2000
1800
1600
1400
1200
1000
800
600
400
200
0
0

kecepatan (m/s)

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida

Kurva Ke terhadap Nre - aliran laminer pada


elbow 90
3500
3000

Ke

2500
2000
1500
1000
500
0
800

850

900

950

1000

1050

1100

1150

1200

1250

1300

Nre

Kurva tekanan terhadap kecepatan - aliran


laminer pada elbow 90
650

tekanan (Pa)

649.5
649
648.5
648
647.5
0.02

0.021

0.022

0.023

0.024

0.025

0.026

0.027

kecepatan (m/s)

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

0.028

0.029

0.03

Aliran Fluida

Kurva Ke terhadap Nre - aliran transisi pada


elbow 90
300
250

Ke

200
150
100
50
0
2900

2950

3000

3050

3100

3150

3200

3250

3300

3350

3400

Nre

Kurva tekanan terhadap kecepatan - aliran


transisi pada elbow 90
657.5

tekanan (Pa)

657
656.5
656
655.5
655
0.066

0.068

0.07

0.072

0.074

0.076

kecepatan (m/s)

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

0.078

0.08

Aliran Fluida

VII.

PEMBAHASAN
A. Dhiniah Nur Ilhami (091424008)

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida
B. Ghea Choerunnisa (091424011)

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida
C. Gustin M Krista (091424012)

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida
D. Ima Rismalawati (091424015)
Pada praktikum aliran fluida bertujuan untuk menghitung koefisien orifice (Co),
koefisien venturi (Cv), fanning friction pada pipa lurus dan konstanta elbow (Ke). Untuk
masing masing alat orifice, venturi, pipa lurus dan elbow 90o dilakukan pengamatan beda
tekanan pada aliran turbulen, laminar dan transisi. Pembacaan beda tekanan menggunakan
manometer. Pada aliran turbulen, pembacaan beda tekanan menggunakan manometer raksa.
Sedangkan pada aliran laminar dan transisi menggunakan manometer minyak karena jika
menggunakan manometer raksa beda tekanannya tidak akan terbaca dikarenakan beda
tekanan yang dihasilkan pada aliran laminar dan transisi sangat kecil.
Perlu diperhatikan supaya tidak ada gelembung di pipa pada kondisi awal karena
gelembung tersebut akan menyebabkan kenaikan beda tekanan yang menyebabkan tidak
terjadi perubahan tekanan pada kondisi awal. Untuk menghilangkan gelembung pada saluran
perpipaan adalah dengan memperbesar laju alir.
Pada penentuan besar debit aliran turbulen variabel volume dibuat konstan sedangkan
pada aliran laminar dan transisi variabel yang dibuat konstan adalah variabel waktu dimana
airnya ditampung di gelas ukur. Variabel waktu aliran turbulen tidak dibuat konstan dan
volume airnya tidak ditampung di gelas ukur dikarenakan debitnya terlalu tinggi sehingga
tidak dapat ditampung di gelas ukur. Hubungan debit dengan beda tekanan adalah linier
dimana pada debit yang besar, beda tekanan yang terbaca pada manometer juga besar, begitu
juga sebaliknya jika debitnya kecil, maka beda tekanannya yang terbaca juga kecil. Hal ini
terjadi karena penggunaan energi kinetik yang diperlukan untuk menurukan tekanan semakin
besar.
Kurva pada orificemeter dan venturimeter meliputi kurva Nre vs Co/Cv dan Vo vs P
pada masing masing aliran. Kurva Nre vs Co/Cv pada aliran turbulen, laminar dan transisi
menunjukkan bahwa Nre dan Co/Cv berbanding lurus. Semakin besar nilai Nre semakin
besar pula nilai Co/Cv nya. Kurva Vo vs P aliran turbulen, hubungan Vo dan P nya
berbanding lurus sedangkan pada aliran laminar dan transisi berbanding terbalik. Nilai Co
terbesar dari semua aliran adalah 23004,19 sedangkan nilai Cv terbesar pada semua aliran
adalah 0,640313204
Kurva pada pipa lurus dan elbow meliputi kurva Nre vs f/Ke dan Vo vs P pada
masing masing aliran. Kurva Vo vs P pada aliran turbulen, laminar dan transisi
menunjukkan bahwa Nre dan f/Ke berbanding lurus. Semakin besar nilai Vo semakin besar
pula nilai P nya. Kurva Nre vs f/Ke aliran turbulen, hubungan Vo dan P nya berbanding
lurus sedangkan pada aliran laminar dan transisi berbanding terbalik. Nilai f terbesar dari
semua aliran adalah 0,79313777 sedangkan nilai koefisien elbow terbesar adalah 3080,89921.
Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida
VIII.

SIMPULAN

1. Nilai konstanta orifice (Co) terbesar adalah


Aliran turbulent

: 23004,19

Aliran laminar

: 0,034189

Aliran transien

: 0,095686

2. Nilai konstanta venturi (Cv) terbesar adalah


Aliran turbulent

: 0,640313204

Aliran laminar

: 0,029686171

Aliran transien

: 0,080825559

3. Nilai friction pipa lurus terbesar adalah


Aliran turbulent

: 0,0346513

Aliran laminar

: 0,79313777

Aliran transien

: 0,28583925

4. Nilai konstanta elbow (Ke) terbesar adalah


Aliran turbulent

: 3,76877478

Aliran laminar

: 3080,89921

Aliran transien

: 285,159626

5. Pressure drop berbanding lurus dengan laju alir. Semakin besar pressure drop
semakin besar pula laju alirnya, begitu sebaliknya.

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih

Aliran Fluida
DAFTAR PUSTAKA

Kelompok III-Teknik Kimia Produksi Bersih