Anda di halaman 1dari 8

28

BAB II. RANGKAIAN RESONANSI




2.1 Pendahuluan
Respons frekuensi sebuah jaringan adalah penampilan jaringan tersebut
sekitar suatu rentang prekuensi penggerak. Resonansi secara khusus didefinisikan
untuk sebuah jaringan yang mengandung elemen-elemen R, L dan C. Untuk materi
dalam bab ini akan membahas resonansi seri, resonansi paralel, faktor kualitas dan
diagram fasor resonansi seri / paralel.
Materi pada bab ini merupakan kelanjutan dari Rangkaian Listrik Dasar
dan berkaitan dengan beberapa matakuliah di teknik listrik antara lain Sistem
Pengaturan, Elektronika Daya dan Mikroprosessor.
Tujuan instruksional khusus materi ini adalah, mahasiswa dapat
menjelaskan dan menganalisis fenomena resonansi seri dan paralel.

2.2 Penyajian
Dalam suatu rangkaian yang mengandung unsur induktif dan kapasitif,
terdapat suatu harga frekuensi yang menyebabkan reaktansi induktif dan reaktansi
kapasitif saling menghilangkan, sehingga didapat karakteristik rangkaian sebagai
resistor murni. Frekuensi ini disebut dengan frekuensi resonansi. Karena
merupakan resistor murni, maka tegangan dan arus rangkaian menjadi sefase.

2.2.1 Resonansi Seri
Untuk rangkaian RLC seri (resistor, induktor dan kapasitor dihubungkan
secara seri), besarnya impedansi adalah
C j
L j R Z
e
e
1
+ + =
|
.
|

\
|
+ + =
C
L j R Z
e
e
1
....................................... (1)
Persamaan di atas bisa dinyatakan dalam bentuk polar sebagai :
29
R
C L
C
L R Z
e e
e
e
/ 1
tan
1
1
2
2

|
.
|

\
|
+ =

................ (2)
Harga impedansi |Z| akan tepat sama dengan R, jika dua suku terakhir dalam akar
|Z| sama dengan nol atau
0
1
=
C
L
e
e .................................................. (3)
Hal ini menunjukkan besarnya frekuensi resonansi e pada saaat Z = R atau biasa
diberi notasi
0
e , yaitu
LC
1
0
= e rad per detik .............................. (4)
atau
LC
f
t 2
1
0
= Hz ...................................... (5)
Berdasarkan persamaan (1) dapat diketahui bahwa naiknya frekuensi
e menunjukkan dominasi unsur induktif sehingga beda fase tegangan dan arus
menuju +90
0
, jadi untuk e >
0
e , semakin besar e , maka teganga semakin
mendahului arus. Sebaliknya turunnya frekuensi e menunjukkan dominasi unsur
kapasitif sehingga beda fase tegangan dan arus menuju -90
0
, jadi untuk e <
0
e ,
sehingga makin kecil e , maka tegangan semakin tertinggal dibandingkan dengan
arusnya.
A. Diagram Fasor Resonansi Seri
Pada rangkaian RLC seri arus sefase dengan tegangannya dalam unsur
resistif, mendahului dalam unsur kapasitif dan tertinggal dalam unsur induktif,
maka dapat dibuat diagram fasor untuk rangkaian RLC seri seperti diperlihatkan
gambar 2.1.
30

Gambar 2.1 Diagram Fasor untuk Rangkaian
RLC Seri
B. Faktor Kualitas
Pada saat resonansi
C
L
0
0
1
e
e = dan I = I
0
= V
0
/ R, maka tegangan
reaktansinya adalah
R
V
L LI V
L
0
0 0 0
e e = = ....................................... (6)
dan
CR
V
C
I
V
C
0
0
0
0
e e
= = ........................................... (7)
Jika persamaan (4) untuk
0
e diselesaiakn untuk C dan dimasukkan ke
dalam persamaan (7), Maka akan menghasilkan harga V
C
yang sama dengan V
L
.
Dengan kata lain pada saat resonansi harga tegangan reaktansi kapasitif sama
dengan harga tegangan reaktansi induktif.
Perbandingan harga tegangan reaktansi dengan harga tegangan sumber V
disebut dengan faktor kualitas, berdasarkan persamaan (6) dan (7) besarnya faktor
kualitas ini adalah :
CR R
L
Q
0
0
0
1
e
e
= = ........................................... (8)

2.2.2 Resonansi Paralel
Untuk rangkaian GLC paralel (resistor, induktor dan kapasitor
dihubungkan secara paralel), besarnya admitansi adalah
31
L j
C j G Y
e
e
1
+ + =
|
.
|

\
|
+ =
L
C j G Y
e
e
1
....................................... (9)
Persamaan di atas bisa dinyatakan dalam bentuk polar sebagai :
G
L C
L
C G Y
e e
e
e
/ 1
tan
1
1
2
2

|
.
|

\
|
+ =

................ (10)
Harga admitansi |Y| akan tepat sama dengan konduktansi G, jika dua suku terakhir
dalam akar |Y| sama dengan nol atau
0
1
=
L
C
e
e .................................................. (11)
Hal ini menunjukkan besarnya frekuensi resonansi e pada saaat Y = G atau biasa
diberi notasi
0
e , yaitu
LC
1
0
= e rad per detik .............................. (12)
atau
LC
f
t 2
1
0
= Hz ...................................... (13)
Berdasarkan persamaan (9) dapat diketahui bahwa naiknya frekuensi
e menunjukkan dominasi unsur kapasitif sehingga beda fase tegangan dan arus
menuju +90
0
, jadi untuk e >
0
e , semakin besar e , maka arus semakin
mendahului tegangan. Sebaliknya turunnya frekuensi e menunjukkan dominasi
unsur induktif sehingga beda fase tegangan dan arus menuju -90
0
, jadi untuk
e <
0
e , sehingga makin kecil e , maka arus semakin tertinggal dibandingkan
dengan tegangannya.
A. Diagram Fasor Resonansi Paralel
Pada rangkaian GLC paralel tegangan sefase dengan arusnya dalam unsur
resistif, mendahului dalam unsur induktif dan tertinggal dalam unsur kapasitif,
maka dapat dibuat interpretasi diagram fasor untuk rangkaian GLC paralel seperti
diperlihatkan gambar 2.2.

32

Gambar 2.2 Diagram Fasor untuk Rangkaian
GLC Paralel
B. Faktor Kualitas
Pada saat resonansi
L
C
0
0
1
e
e = dan V = V
0
= I
0
/ G, maka arus
suseptansinya adalah
G
I
C CV I
C
0
0 0 0
e e = = ....................................... (14)
dan
LG
I
L
V
I
L
0
0
0
0
e e
= = ........................................... (15)
Jika persamaan (12) untuk
0
e diselesaiakn untuk L dan dimasukkan ke
dalam persamaan (15), Maka akan menghasilkan harga I
L
yang sama dengan I
C
.
Dengan kata lain pada saat resonansi harga arus suseptansi induktif akan sama
dengan besarnya arus suseptansi kapasitif.
Perbandingan harga arus suseptansi dengan harga arus sumber I disebut
dengan faktor kualitas, berdasarkan persamaan (14) dan (15) besarnya faktor
kualitas ini adalah :
LG G
C
Q
0
0
0
1
e
e
= = ........................................... (16)

2.3 Penutup
Rangkaian RLC disebut dalam keadaan resonansi seri ataupun resonansi
paralel jika frekuensinya adalah :
LC
1
0
= e atau
LC
f
t 2
1
0
= .
33
Untuk rangkaian RLC seri faktor kualitasnya merupakan perbandingan
harga tegangan reaktansi dengan harga tegangan sumber, sedangakan untuk
rangkaian RLC paralel faktor kualitasnya merupakan perbandingan harga arus
suseptansinya dengan arus sumbernya.

1. Suatu generator mencatu tegangan dengan frekuensi berubah-ubah, amplitudo
tetap sebesar 20 Volt(rms) pada rangkaian RLC seri. Tentukan besarnya
frekuensi hingga didapat arus maksimum serta tentukan pula besarnya
tegangan kapasitor dan induktor jika R = 2 ; L = 0,25 mH dan C = 0,4 F.
Penyelesaian :
Tegangan antar saluran adalah :
10
2
20
0
= = = =
R
V
Z
V
I Ampere
5
7 3
0
10
) 10 . 4 . 10 . 25 , 0 (
1 1
= = =

LC
e rad perdetik
Maka tegangan pada induktor dan kapasotor (besarnya pada saat terjadi
resonansi sama) adalah :
250 10 . 10 . 25 , 0 . 10
3 5
0
= = = =

LI V V
C L
e Volt
2. Rangkaian LC paralel diterapkan dalam rangkaian penala radio penerima (pada
saat resonansi frekuensi rangkaian LC akan sama dengan frekuensi radio
pemancar, sehingga frekuensi pemancar bisa diterima). Jika pada frekuensi
1602 kHz, kapasitor variabel berharga 1 nF, Tentukan harga induktansi
kumparan dalam rangkaian penala tersebut.
Penyelesaian :
Dalam rangkaian LC paralel pada saat resonansi berlaku persamaan :
C
L
0
0
1
e
e =
C f C
L
2 2
0
) 2 (
1 1
t e
= =
CONTOH
34
9 2 3
10 ) 10 . 1602 . 2 (
1

=
t

87 , 9 = H
3. Suatu penerima radio mempunyai rangkaian resonansi paralel untuk memilih
gelombang pemancar yang diinginkan, dengan C = 1 nF dan L = 9,87 H.
Frekunesi resonansi adalah 1602 kHz. Jika model GLC linear mempunyai Q =
20, tentukan besarnya G. Jika dua isyarat beramplitudo sama (100 A) tetapi
berfrekuensi berbeda, frekuensi pertama f
1
= 1602 kHz dan frekuensi kedua f
2

= 900 kHz masuk ke antena, tentukan besarnya tegangan kedua isyarat tersebut
dalam rangkaian penala.
Penyelesaian :
Untuk Q = 20 berarti :
5 , 0
20
10 . 10 . 1602 . 2
9 3
0
= = =

t e
Q
C
G mMho
atau
2
1
= =
G
R k
Sehingga untuk isyarat pertama akan terukur tegangan sebesar :
2 , 0 10 . 2 . 10 . 100
3 6
1 1
= = =

R I V Volt
Sedangkan untuk isyarat kedua, karena
2
2
2
1
|
.
|

\
|
+ =
L
C G Y
e
e
2
2
2
2
1
2
|
|
.
|

\
|
+ =
fL
fC G Y
t
t
( )
2
6 3
9 3
2
3
2
10 . 87 , 9 . 10 . 900 . 2
1
10 . 10 . 900 . 2 10 . 5 , 0 |
.
|

\
|
+ =


t
t Y
012 , 0
2
= Y mMho
Maka untuk isyarat kedua akan terukur tegangan sebesar
33 , 8
10 . 012 , 0
10 . 100
3
6
2
2
2
= = =

Y
I
V mV
35


1. Pada frekuensi 800 kHz kapasitor variabel pada rangkaian penala radio AM
memberikan nilai kapasitansi sebesar 2,2 nF. Hitung induktansi kumparan
yang dipakai.
2. Hitung faktor kualitas dari sebuah rangkaian seri RLC dengan R = 20 , L =
50 mH dan C = 1 F.
3. Suatu rangkaian penerima radio menggunakan rangkaian resonansi LC paralel
untuk memilih pemancar yang diinginkan dengan L = 39,6 H dan C = 1nF.
Frekuensi resonansi adalah sebesar 850 kHz. Jika model GLC linier
mempunyai Q = 100, hitung besarnya G. Jika dua isyarat beramplitudo sama
sebesar 100 A, namun berfrekuensi berbeda berturut-turut sebesar 850 kHz
dan 900 kHz masuk ke antena, hitung besarnya tegangan yang muncul pada
rangkaian penala tersebut.
TUGAS

Beri Nilai