TUGAS WAWANCARA PERAN GURU BIDANG STUDY DALAM PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Disusun Oleh
Nama NIM Prodi : Eny Atminiati : 4301410007 : Pendidikan Kimia

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2011

S. Gabus. 2 Juni 2011 Jam Tempat : 13. Pd : Desa Sunggingwarno. Pati : Pati. Kab. RW 01. 26 Juli 1976 Pihak 1 telah mewawancarai pihak 2 dengan bahasan “ Peran Guru Bidang Study Dalam Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling”.00 : Ruang Guru MA Abadiyah : Eny Atminiati : Desa Tambahmulyo. 26 Februari 1993 Mengetahui Pihak 1 Pihak 2 Eny Atminiati Muntafi’ah. S. pada: Hari. Pd . RT 04.SURAT PERNYATAAN Dengan surat ini menyatakan bahwa: Pihak 1 Nama Alamat TTL Pihak 2 Nama Alamat TTL : Muntafi’ah. RT 05/RW02. Pati : Pati. Gabus. Kec. Kec. Kab. Tanggal : Kamis.

Guru IPA MTs. Kec.Kurikulum Vitae Narasumber Nama TTL Alamat Pendidikan terakhir Pengalaman : Muntafi’ah. Universitas Negeri Semarang : 1. Guru Biologi MA Abadiyah tahun 2002-sekarang 3. 26 Juli 1976 : desa Sunggingwarno. Pd : Pati.2006 2. S1. Kab. RT 04. RW 01. Waka kurikulum MA Abadiyah tahun 2008-sekarang . Pati : Pendidikan Biologi. Abadiyah tahun 2000. Gabus. S.

Bagaimana pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah bu Muntafi’ah? Pelaksanaan bimbingan dan konseling di MA Abadiyah menurut saya sudah berjalan namun belum sepenuhnya. Entah itu permasalahn secara external maupun internal. merokok. Pd MA Abadiyah Gabus Pati Pewawancara : Eny Atminiati mahasiswi kimia UNNES Hasil Wawancara 1. S. Kesadaran guru Bimbingan dan Konseling untuk pelayanan biasanya mereka menangani siswa-siswi yang “bermasalah”. 2 Juni 2011 : 13. Tanggal Jam Tempat Bentuk Kegiatan : Kamis. Permasalah external seperti kenakalan siswa-siswi dalam sekolah dan di luar sekolah seperti terlambat masuk sekolah ataupun masuk kelas. Pelayanan bimbingan dan konseling di MA Abadiyah hanya berjalan ketika tumbuh suatu kesadaran dari siswa-siswi khususnya kelas 12 yang membutuhkan konseling untuk kelanjutan pendidikannya ataupun bagi mereka yang melanjutkan ke bangku kuliah. karena banyak siswa yang belum begitu mempercayai BK sebagai sarana untuk menyelesaikan masalahnya. tidak disiplin dalam .LAPORAN WAWANCARA Hari. ataupun membutuhkan saran tentang langkah yang harus diambil setelah lulus.00 : Ruang Guru MA Abadiyah : wawancara guru bidang study tentang pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Sasaran : Guru bidang study Biologi. Sedangkan guru BK sendiri kurang memperhatikan siswa-siswa. Bu Muntafi’ah.

Sesekali bimbingan dan konseling di MA Abadiyah melaksanakan sosialisasi ke setiap kelas terutama siswa baru. 4. Yang satu berlatar belakang Bimbingan dan Konseling. 2. guru bidang study apa yang beralih ke guru Bimbingan dan konseling ? Ada dua guru BK di MA Abadiyah.berpakaian dan lain-lain. 3. 5. Apakah guru Bimbingan dan Konseling di sekolah ibu berlatar belakang Bimbingan dan konseling itu sendiri ? Jika tidak. Apakah guru bimbingan dan konseling di sekolah hanya mengampu Bimbingan dan konseling atau mengampu mata pelajaran lain ? Di MA Abadiyah. Apa alasan kepala sekolah menempatkan guru sosiologi sebagai guru Bimbingan dan Konseling? Alasan kepala sekolah menempatkan guru sosiologi sebagai patner guru Bimbingan dan Konseling adalah karena dalam sosiologi mempelajari masalah social dan pasti permasalahan siswa semua ada analisisnya di pelajaran sosiologi. Sedangkan yang satu berlatar belakang Sosiologi. Karena diharapkan akan focus terhadap terciptanya cita-cita dan tujuan adanya bimbingan dan konseling di sekolah tersebut. guru bimbingan dan konseling yang berlatarbelakang Bimbingan dan Konseling hanya mengampu bimbingan dan konseling namun yang berlatar belakang pendidikan sosisologi mengampu pelajaran sosiologi juga. Kalau begitu mengapa malahan guru Bimbingan dan Konseling mengajar pelajaran lain? Tujuan dari guru Bimbingan dan Konseling yang mengajar sosiologi yaitu agar bias lebih dekat dengan siswa sehingga bisa mengetahui kondisi siswa. yang bertujuan mengurangi dan mencegah kenakalan siswa-siswi kami. Sehingga .

6. 7. dari beberapa nilai akan direkap dan dipertanyakan serta diusut jika terdapat penurunan prestasi belajar seorang siwa/siswi kemudian dilaporkan ke guru Bimbingan dan konseling agar mendapat penanganan dari yang lebih ahli. .siswapun lebih dekat guru tersebut karena sering bertemu. Guru bidang study biasanya menelaah dari nilai mata pelajaran siswa-siswi mereka. Bagaimana peranan guru bidang study terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah ibu ? Peranan guru bidang study di SMA Islam ini saya kira relatif. Sedangkan guru Bimbingan dan Konseling yang mengajar sosiologi bisa memanfaatkan sebagian waktunya untuk mensosialisasikan Bimbingan dan Konseling kepada siswa diselesela pelajarannya. Karena semua itu kembali ke pribadi masing-masing. juga mencoba lebih dekat dan memahami siswa\siswi kelasnya. Jadi guru ini selain menggunakan metode rekap nilai seperti guru bidang study lain. Tapi banyak guru bidang study yang berkontribusi terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah tersebut terlebih guru bidang study tersebut juga mengampu sebagai wali kelas. Bahkan kadang ada beberapa siswa yang dekat sekali dengan seorang guru walaupun bukan guru Bimbingan dan Konseling ataupun wali kelas. Mengapa mereka bisa lebih dekat ataupun terbuka terhadap wali kelas ataupun guru mata pelajaran? Adapun yang juga menjabat sebagai wali kelas mereka terasa lebih dekat dengan siswa-siswi kelas yang diampunya karena lebih banyak kesempatan untuk berkomunikasi. Bahkan ada beberapa siswa\siswi yang lebih nyaman jika kasusnya ditangani oleh wali kelas mereka sendiri dibanding harus diserahkan pada guru bimbingan dan konseling. Serta lebih peka terhadap suatu kejanggalan yang terjadi di kelas.

Bahkan sebagian siswa ada yang lebih suka masalahnya ditangani oleh guru mata pelajaran yang tidak ada hubungannya dengan Bimbingan dan Konseling. Jadi mereka bukan hanya membantu dalam urusan akademik namun juga dalam permasalahan diluar akademik siswa. Namun sebagian dari guru sudah sadar akan Bimbingan dan Konseling. Bagaimana ia mempertanggungjawabkan tugas yang telah diamanahkan. 8. . Karena menurut mereka guru tersebut dapat mengerti dirinya. Apakah semua guru sadar akan adanya Bimbingan dan konseling? Apakah semua dari mereka ikut serta dalam melaksanakan Bimbingan dan Konseling? Semua itu kembali kepada guru masing-masing. Karena karakter setiap orang berbeda-beda jadi mereka mempunyai kecocokan yang berbeda-beda. Sehingga ketika siswa ada maslah dan ingin minta penyelesaian mereka siap membantu walaupun bukan guru Bimbingan dan Konseling.

juga mencoba lebih dekat dan memahami siswa\siswi kelasnya. Bahkan ada beberapa siswa\siswi yang lebih nyaman jika kasusnya ditangani oleh wali kelas mereka sendiri dibanding harus diserahkan pada guru bimbingan dan konseling. Peran guru bidang study di MA Abadiyah berperan aktif dalam Bimbingan dan Konseling. Ada dua guru BK di MA Abadiyah. Karena sebagian siswa ada yang lebih suka masalahnya ditangani . Karena semua itu kembali ke kesadaran pribadi masing-masing. Jadi guru kelas ini selain menggunakan metode rekap nilai seperti guru bidang study lain. Sedangkan guru Bimbingan dan Konseling yang mengajar sosiologi bisa memanfaatkan sebagian waktunya untuk mensosialisasikan Bimbingan dan Konseling kepada siswa disele-sela pelajarannya. Serta lebih peka terhadap suatu kejanggalan yang terjadi di kelas. Di MA Abadiyah guru bidang study banyak berkontribusi terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah tersebut. Peranan guru bidang study di SMA Islam ini saya kira relatif. Adapun yang juga menjabat sebagai wali kelas mereka terasa lebih dekat dengan siswa-siswi kelas yang diampunya karena lebih banyak kesempatan untuk berkomunikasi.Kesimpulan Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di MA Abadiyah sudah berjalan namun kurang maksimal karena banyak siswa yang belum begitu mempercayai BK sebagai sarana untuk menyelesaikan masalahnya. Tujuan dari guru Bimbingan dan Konseling yang mengajar sosiologi yaitu agar bias lebih dekat dengan siswa sehingga bisa mengetahui kondisi siswa. Yang satu berlatar belakang Bimbingan dan Konseling. Sedangkan yang satu berlatar belakang Sosiologi. Guru sosiologi sebagai patner guru Bimbingan dan Konseling adalah karena dalam sosiologi mempelajari masalah social dan pasti permasalahan siswa semua ada analisisnya di pelajaran sosiologi.

Karena karakter setiap orang berbeda-beda jadi mereka mempunyai kecocokan yang berbeda-beda. Jadi mereka bukan hanya membantu dalam urusan akademik namun juga dalam permasalahan diluar akademik siswa.oleh guru mata pelajaran yang tidak ada hubungannya dengan Bimbingan dan Konseling. Karena menurut mereka guru tersebut dapat mengerti dirinya. Mereka bisa curhat disaat istirahat ataupun setelah selesai pelajaran. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful