P. 1
Surat Terbuka Kelompok Masyarakat Sipil

Surat Terbuka Kelompok Masyarakat Sipil

|Views: 73|Likes:
Dipublikasikan oleh setarajambi
Surat Terbuka Kelompok Masyarakat Sipil
Surat Terbuka Kelompok Masyarakat Sipil

More info:

Published by: setarajambi on Nov 14, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2012

pdf

text

original

Pernyataan sikap bersama

Menolak izin lokasi perkebunan kelapa sawit PT Inti Citra Agung di wilayah dan areal pangan produktif di 9 desa di kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari propinsi Jambi.
Setelah sekian lama kelapa sawit menjadi momok mengerikan bagi keberlansungan hutan, kini kelapa sawit menjadi momok bagi keberlansungan lahan-lahan pertanian pangan milik petanipetani kecil. Terbukti, ketika hutan telah habis dibabat untuk membangun kebun sawit, ketika hutan yang tersisa hanya tinggal kawasan-kawasan yang tak bisa lagi dijelajahi, kini wilayah-wilayah tempat tanaman pangan, seperti sawah, ladang, umo menjadi incaran selanjutnya. Jika mencermati secara dalam, mungkin kini ada perubahan penterjemahan, dimana seolah-olah tanaman kelapa sawit menjadi bagian dari pangan yang penting, sehingga tak ada yang aneh ketika kelapa sawit ditanam dikawasan pertanian pangan, meskipun faktanya ditolak secara keras oleh petani dan masyarakat. PT ICA misalnya, yang mendapat izin lokasi seluas 7.800 Ha yang dikeluarkan oleh Bupati Batanghari yang lokasinya berada tepat diwilayah-wilayah pertanian pangan produktif petani-petani dan wilayah-wilayah resapan air di 9 desa di kecamatan Mersam, secara sistematis akan menghancurkan ekosistem pangan diwilayah ini, yang sejak lama telah menjadi sumber dan penghasil pangan bagi masyarakat di Batanghari. Kehadiran PT ICA yang mendapat restu dari pemerintah Kabupaten Batanghari, tentu menjadi fakta paling buruk, dimana kabupaten yang baru saja melantik Bupati diakhir tahun 2011 lalu yang sangat mengagungkan Ketahanan dan kemandirian pangan diwilayah ini , justru mengeluarkan izin PT ICA yang lokasi peruntukan kebunnya berada diatas lahan-lahan pertanian produktif dan bahkan berada diwilayah yang menjadi penghasil terbesar pangan masyarakat kabupaten Batanghari. PT ICA praktis akan membentangkan kebun kelapa sawitnya di 9 desa di Kecamatan Mersam yaitu Desa Sungai Puar, Desa Sengkati Kecil, Desa Sengkati Gedang, Desa Teluk Melintang, Desa Kembang Tanjung, Desa Mersam, Desa Rambutan Masam, Desa Sungai Lais dan Desa Benteng Rendah . Tak berhenti hanya PT ICA di Kecamatan Mersam, PT Damasraya di kecamatan Batin 24 Kabupaten Batanghari kini juga sedang menunggu giiran untuk turut menginvasi kawasan-kawasan pertanian pangan produktif milik petani pangan. PT ICA, tidak hanya akan berdampak pada hilangnya lahan-lahan pangan masyarakat, tapi juga berpotensi untuk turut menghancurkan ekosistem pangan. seperti rawa “Pucat Kaki” dan “Rimbo Mengkuang” yang menjadi lahan cadangan untuk sawah pasti akan turut diratakan untuk disulap menjadi kebun kelapa sawit. dan saat ini berbagai usaha dilakukan oleh perusahaan PT ICA agar rencna besarnya untuk menyulap sawah-sawah dan rimbo menjadi hamparan kebun kelapa sawit bisa terlaksana, dari melakukan sosialisasi secara intensip kepada petani-petani di 9 desa, menawarkan model kemitraan hingga membeli lahan-lahan sawah dan kebun petani dengan harga yang berkisar 3-5 juta/hektar.

“Kami nolak izin lokasi kebun sawit PT ICA di Desa kami, karena mengancam sawah kami dan payo rimbo yang diwariskan nenek moyang kami sebagai daerah serapan air dan cadangan lahan pertanian padi, karno pasti idak akan ado untungnya bagi kami. Tengok be PT. Gatra, sejak ado perusahaan, sawah rasau di Desa Paseban jadi kering, belum lagi konflik antar masyarakat karena koperasi dak jelas. PT TLS samo bae, sampai sekarang masalah bae yang dihasilkannyo, dan sudah cukuplah, itu menjadi pelajaran bagi kami. Kami dak mau lagi dibohongi dengan perusahaanperusahaan sawit. Berunding perusahaan tu runding tebu, pangkalnyo be yang manis, makin ke ujung makin hambar. Kami dak mau kami dan anak cucu kami mati kelaparan ditengah kebun sawit”. Demikian pak Suhaimi (Ketua Kelompok Tani Sungai Lais Desa mersam), menyatakan alasan penolakan pembangunan kebun PT ICA di Desa mereka. Kehadiran PT ICA tidak saja memberikan dampak bagi masyarakat dan petani di 9 desa di kecamatan Mersam, tapi akan memberikan dampak secara luas, dan jika PT ICA tetap diberikan ruang untuk beroperasi diatas lahan-lahan pertanian pangan milik petani, maka kedepan akan lebih banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit yang akan menyerbu masuk keareal pertanian pangan yang produktif, dan ini akan menjadi preseden untuk dimasa yang akan datang. Artinya jargonjargon tentang ketahanan, kemandirian, swadaya dan bahkan kedaulatan pangan tak akan ada artinya lagi. Dan peringatan Hari pangan Sedunia yang selalu diperingati secara meriah diseluruh dunia tak akan lagi bermakna, karena terbukti bahwa disaat dunia sedang gencar menyatakan perang terhadap kelaparang global dan ditengah dunia sedang mempersiapkan memperingati Hari Pangan Sedunia yang akan jatuh tanggal 16 Oktober 2012 , pada saat itu pula lahan-lahan pangan di Kabupaten batanghari propinsi Jambi, dan mungkin juga dipropinsi lainnya sedang mengalami ancaman yang sangat serius invasi kelapa sawit skala besar. Untuk itu, melalui pernyataan sikap bersama ini, kami dari seluruh elemen LSM di berbagai wilayah di Indonesia, menyatakan : 1. Mendukung sikap dan perjuangan petani dan masyarakat untuk tetap mempertahankan lahan-lahan pangan mereka demi keberlanjutan kehidupan mereka dimasa yang akan datang, dan 2. Menolak invasi PT ICA dilahan-lahan pangan di 9 desa di kecamatan Mersam kabupaten Batanghari, propinsi Jambi. 3. Menuntut kepada Bupati Batanghari Bapak H. Abdul Fattah, untuk segera mencabut izin lokasi PT ICA, karena sangat jelas, bahwa memberikan izin PT ICA sama halnya dengan menggadaikan keberlansungan hidup petani-petani di 9 desa di kecamatan Mersam kepada perusahaan. 4. Hentikan ekspansi perkebunan kelapa sawit skala besar di Propinsi Jambi yang mengancam wilayah kelola masyarakat, mengancam kedaulatan dan kemandirian pangan masyarakat serta mengancam keseimbangan ekosistem pangan. Melalui surat ini pula kami menyampaikan pesan solidaritas dan dukungan bagi perjuangan kaum tani melawan perampasan tanah dan menjadi bagian dari perjuangan internasional memperingati Hari Pangan Internasional (16 Oktober 2012) melawan kelaparan global/dunia.

Kami yang menyatakan sikap Rukaiyah Rofiq/yayasan SETARA Jambi uki@setarajambi.org Edi Zuhdi/Yayasan CAPPA edi@cappa.or.id Adhe Ahmad/AGRA Jambi deipang@gmail.com Sarwadi/SPI Jambi ssukiman@gmail.com Feri Irawan/Perkumpulan Hijau bablasferi@gmail.com Andri Setiawan/Mapala Gitasada 087896600226 Zubaidah/Beranda Perempuan zubaidah_id@yahoo.com Bara/FMN Jambi kkjambi_fmn@yahoo.com Aditya/AMPHAL Batanghari amphal_eksekutif@yahoo.com Agus Teguh Prihantono/Wahana Liar Sumatera Barat a2006teg@yahoo.com Anwar Sadat/Wahana Lingkungan Hidup Sumatera Selatan sadat_sumsel@yahoo.com Riko Kurniawan/Perkumpulan Elang Riau rikokurniawan@gmail.com AW Surambo/Sawit Watch rambo@sawitwatch.or.id Norman Jiwan/Sawit Watch norman@sawitwatch.or.id Koesnadi Wirasaputra/Serikat Hijau Indonesia Basap.indo@gmail.com

Nurbaya Zulhakim baya@setarajambi.org Tejo wahyu Jatmiko/Aliansi untuk Desa Sejahtera tejowj@gmail.com Setro Witoro/Koalisi Rakyat Untuk Kedaulatan Pangan witzorro@yahoo.com

Juga didukung oleh Jaringan Petani Pangan Sumatera/JPPS Khaidir / petani dari Kabupaten Agam Sumatera Barat 08238736777 Syafriul / Petani dari Kabupaten Agam Sumatera Barat 081374763134 Erianto / Petani dari Kabupaten Agam Sumatera Barat 081275460030 Maswardi / Petani dari kabupaten Agam Sumatera Barat

Asmardi / Petani Sumbar 085278674345 B. Eksati / Petani Sumbar R. DT Yang Basa / Sumbar 081267462967 Syafriajal Koto / Sumbar 0852434396 Janes / Perkumpulan Elang Riau 081276230279 B. Azmi/ Petani Nagari Palembayan 081363494749 Dedy Tarsedi / Petani Siak Riau 085363259581 Refnida / Petani Nagari Silungkang Kabupaten Agam Sumbar 081267685813

Nurudin / Petani Siak Riau 08126810618 Havizi / Petani Kabupaten Batanghari Jambi 081274268523 M. Basit / Petani Kabupaten Batanghari Jambi 085377179268 M. Yunus / Petani kebupaten Batanghari 081274804853 Anton. B / Petani Siak Propinsi Jambi 085265506005 Sugianto / Petani Riau Suhaimi / Petani Mersam Kabupaten Batanghari 085366502459 Sukirman / Petani Sumatera Sumatera Selatan. 081272273027 Masadi Yanto / Petani Palembang Yandri / Petani Sumatera Selatan 085384919969 Arif Budiman / Wahana Liar 085375717266 Rafik / Petani pangan Kabupaten Batanghari 085279119091 Rian s / Mahasiswa Hijau Indonesia Sumatera Selatan 081958061226 Bejo Dewangga/Walhi Sumatera Selatan 081933565047

Surat ini ditembuskan kepada : 1. DPR RI 2. Presiden RI 3. Menteri pertanian RI

4. Dirjen perkebunan RI 5. DPRD Propinsi Jambi 6. Gubernur Propinsi Jambi 7. Dinas Pertanian dan ketahanan pangan Propinsi Jambi 8. Kepala Badan ketahanan Pangan propinsi Jambi 9. DPRD Kabupaten Batanghari 10. Dinas Pertanian dan tanaman Pangan Kabupaten Batanghari 11. Dinas Perkebunan Kabupaten Batanghari 12. Media cetak dan elektronik propinsi Jambi 13. LSM local dan LSM nasional

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->