Anda di halaman 1dari 4

Non Farmakologi 1.

Pendidikan pada Pasien Agar pengobatan diabetes mellitus dapat optimum pasien perlu diberikanpengetahuan tentang segala hal yang berkaitan dengan diabetes mellitus. Tetapi tidak hanya untuk pasien juga untuk keluarganya harus mendapat pengetahuan yang cukupmendalam mengenai peyebab dan strategi terapi diabetes mellitus. Pengobatan akandiperudah bia pasien mampu membuat keputusan-keputusan yang tepat dalamperawatan penyakitnya seharihari.Pemberian pengetahuan secara dini hendaklah menekankan pentingnya segi-segipraktis pengobatan penyakit, yang meliputi perencanaan diet dan tekhnik pemantauanglukosa dan keton-keton. Perlu disampaikan kepada pasien kaitan-kaitan yang adaantara diet, aktivitas fisik dan obat-obatan yang digunakan.dukungan dari dokter(pemberi diagnosis/sebagai pemberi instruksi), apoteker (pemberi obat daninformasi), dan ahli gizi serta perawat (untuk membantu perawatan) merupakan halpenting dalam mencapai sasaran pemberian pengetahuan. Pemberian pengetahuandan pengobatan akan paling efektif bila semua unsur profesional tersebut salingberkomunikasi mengenai pasiennya secara perorangan.

2.DietDiet merupakan hal penting pada semua jenis diabetes mellitus dan juga bermanfaatbagi pasien yang menderita gangguan toleransi glukosa. Tujuan terapi diet hendaknyadiberitahukan kepada pasien dan ahli gizi yang merawat dan sasaran pemberian dietsupaya ditelaah ulang secara teratur. Rencana makanan harus dibuat denganmempertimbangkan kesukaan, penghasilan dan kebutuhan masing-masing pasien 3.Olah Raga Berolah raga secara teratur dapat menurunkan dan menjaga kadar glukosa darah tetapnormal. Prinsipnya, tidak perlu olah raga berat tetapi olah raga ringan asal dilakukansecara teratur akan sangat bagus pengaruhnya bagi kesehatan. Olah raga yangdisarankan adalah yang bersifat CRIPE (Continuous, Rhytmical, Interval,Progressive, Endurance Training). Sedapat mungkin mencapai zona sasaran 75-85%denyut nadi maksimal (220-umur). Disesuaikan dengan kemampuan dan kondisipenderita. Ctoh olah raga yang disarankan seperti jalan atau lari pagi, bersepeda,berenang dll. Farmakologi Diabex Metf ormin HC1 Obat anti diabetik oral

KOMPOSISI : Diabex Filcotab : Tiap tablet salut selaput mengandung Metformin HCI 500 mg Diabex Forte Filcotab : Tiap tablet salut selaput mengandung Metformin HCI 850 mg

MEKAN1SME KERJA : Diabex merupakan obat antidiabetik oral yang berbeda dari golongan sulfonilurea baik secara kimiawi maupun dalam cara bekerjanya. Obat ini merupakan suatu biguanida yang tersubstitusi rangkap yaitu Metformin (dimethylbiguanide) Hydrochloride B.P.

Farmakologi : Cara kerja metformin HCI masih belum jelas.Metformin tidak merangsang pelepasan insulin tapi adanya insulin mempercepat efek hipoglikemik dari metformin. Kemungkinan mekanisme kerja termasuk inhibisi glikoneogenesis pada hati, penundaan absorpsi glukosa dari saluran cerna dan peningkatan sensitivitas insulin.

Farmakokinetik : Pada penggunaan Diabex oral, metformin hidrokiorida diabsorpsi pada saiuran cerna. Metformin hidrokiorida tidak mengalami penimbunan di hati dan.tidak mengalami proses metaboiisme pada hati. Waktu paruh plasma sekitar 3 jam dan tidak terikat pada protein plasma. Kadar metformin dalam darah biasanya kurang dari 10 mg/L. Sekresi metformin dalam urin tidak mengalami perubahan.

INDIKASI : Pengobatan diabetes pada orang dewasa yang tidak terkontrol dengan memuaskan oleh diet dan obat lain, dimana resiko asidosis laktat diminimalkan dengan menyingkirkan faktor-faktor pencetus, terutama gangguan fungsi ginjal, hati dan kardiovaskular. Diabex dapat dipergunakan untuk pengobatan utama dan pengobatan tambahan, juga pengobatan tunggal atau kombinasi dengan insulin atau sulfonilurea.

TAKARAN DAN CARA PEMAKAIAN : Tablet Diabex harus diberikan bersamaan dengan makanan dalam dosis yang terbagi : Diabex : 1 tablet 3 kali sehari Diabex Forte : 1 tablet 2 kali sehari N.B.: Pada pengobatan kombinasi dengan sulfonilurea atau insulin, kadar gula darah harus diperiksa, mengingat kemungkinan timbulnya hipogiikemia. 1. Dosis harus diperbesar secara perlahan-lahan. Satu tablet Diabex tiga kali sehari ataul tablet Diabex Forte 2 kali sehari sering kali cukup untuk mengendalikan penyakit diabetes.

Hal ini dapat dicapai dalam beberapa hari, tetapi tidak jarang pula efek ini terlambat dicapai sampai dua minggu. Apabila hasil yang diinginkan tidak tercapai, dosis dapat dinaikkan secara berhati-hati sampai maksimum 3 g sehari. Bila gejala diabetes telah dapat dikontrol, dosis dapat diturunkan. 2. Apabila dikombinasi dengan pemakaian sulfonilurea yang hasilnya kurang memadai, mulamula diberikan satu tablet Diabex atau 1/2-1 tablet Diabex Forte, kemudian dosis Diabex dinaikkan perlahan-lahan sampai diperoleh kontrol optimal. Sering kali dosis sulfonilurea dapat dikurangi dan pada beberapa pasien bahkan tidak perlu diberikan lagi. Pengobatan dapat dilanjutkan dengan Diabex sebagai obat tunggal. 3. Apabila diberikan bersamaan dengan insulin, dapat diikuti petunjuk ini: a. Bila dosis insulin kurang dari 60 unit sehari, permulaan diberikan satu tablet Diabex atau 1/21 tablet Diabex Forte, kemudian dosis insulin dikurangi secara berangsur-angsur (4 unit setiap 2-4 hari). Pemakaian tablet dapat ditambah setiap interval mingguan. b. Bila dosis insulin lebih dari 60 unit sehari, pemberian Diabex adakalanya menyebabkan penurunan kadar gula darah dengan cepat. Pasien demikian harus diobservasi dengan hati-hati selama 24 jam pertama setelah pemberian Diabex. Sesudah itu dapat diikuti petunjuk yang diberikan pada (a) di atas.

EFEK SAMPING : Diabex dapat diterima baik oleh pasien dengan hanya sedikit gangguan gastrointestinal yang biasanya bersifat sementara. Hal ini umumnya dapat dihindari apabila Diabex diberikan bersama makanan, atau adakalanya dengan jalan mengurangi dosis secara temporer. Hanya pada 3 persen dari jumlah pasien, pemakaian Diabex harus dihentikan ; dengan demikian pemberian Diabex tidak perlu langsung dihentikan begitu tampak gejala-gejala intoleransi. Biasanya efek samping demikian telah lenyap pada saat diabetes terkontrol dan tidak kembali lagi. Beberapa kasus asidosis laktat yang dilaporkan terjadi karena pemakaian metformin pada kasus yang merupakan kontraindikasi. Telah dilaporkan dengan biguanida terjadi asidosis laktat. Asidosis laktat adalah komplikasi metabolik serius dan kadang-kadang fatal dapat terjadi sehubungan dengan sejumlah kondisi pathophysiologis, termasuk diabetes mellitus.

KONTRA INDIKASI : * Koma diabetik dan ketoasidosis. * Gangguan fungsi ginjal yang serius, karena semua obat-obatan terutama diekskresi meialui ginjal. * Penyakit hati kronis, kegagalan jantung, miokardial infark, alkoholisme, keadaan penyakit kronik atau akut yang berkaitan dengan hipoksia jaringan. Keadaan yang berhubungan dengan

laktat asidosis seperti syok, insufisiensi pulmonari, riwayat laktat asidosis, dan keadaan yang ditandai dengan hipoksemia. * Juvenile diabetes mellitus tidak mengalami komplikasi dan diatur dengan baik dengan pengobatan insulin, diabetes mellitus diatur dengan diet saja, hipersensitifitas terhadap biguanida, komplikasi akut dari diabetes mellitus seperti metabolik asidosis, koma, infeksi, gangrene, atau seiama atau segera setelah pembedahan dimana insulin tidak dapat diberikan, riwayat asidosis.

Interaksi Dengan Obat Lain : Alkohol: dapat menambah efek hipoglikemik, risiko asidosis laktat Antagonis kalsium: misalnya nifedipin kadang-kadang mengganggu toleransi glukosa Antagonis Hormon: aminoglutetimid dapat mempercepat metabolisme OHO; oktreotid dapat menurunkan kebutuhan insulin dan OHO Antihipertensi diazoksid: melawan efek hipoglikemik Antidepresan (inhibitor MAO): meningkatkan efek hipoglikemik Antihistamin: pada pemakaian bersama biguanida akan menurunkan jumlah trombosit Anti ulkus: simetidin menghambat ekskresi renal metformin, sehingga menaikkan kadar plasma metformin Hormon steroid: estrogen dan progesterone (kontrasepsi oral) antagonis efek hipoglikemia Klofibrat: dapat memperbaiki toleransi glukosa dan mempunyai efek aditif terhadap OHO Penyekat adrenoreseptor beta : meningkatkan efek hipoglikemik dan menutupi gejala peringatan, misalnya tremor Penghambat ACE: dapat menambah efek hipoglikemik

http://dinkes.tasikmalayakota.go.id/index.php/informasi-obat/312-metformin.html http://www.farmasiku.com/index.php?target=products&product_id=29975