Anda di halaman 1dari 3

Sumber: Human Physiology Lauralee Sherwood Mekanisme Kontraksi dan Relaksasi Otot Istilah-istilah:

Cross Bridge:Area di mana filamen tebal dan tipis saling tumpang tindih. Aktin berikatan dengan miosin membentuk cross bridge (jembatan silang), sehingga dapat melakukan kontraksi Power stroke: Cross Bridge melipat, menarik myofilament ke arah dalam, akibatnya terjadi pemendekan zona I dan H dan sarkomer. Sarkomer: Area di antara 2 simpul Z.

Relaksasi otot: Relaksasi otot terjadi ketika troponin (salah satu protein penyusun thin filaments) tidak terikat dengan ion Ca2+ . Protein ini menstabilkan tropomyosin pada posisi memblok binding site pada aktin. Dengan begitu, terbentuklah kompleks troponin-tropomyosin yang menutupi binding site pada aktin. Karena binding site aktin tertutup, maka miosin dan aktin tidak dapat melakukan crossbridge binding dan serat otot mengalami relaksasi. Kontraksi otot: Kontraksi otot terjadi ketika ion Ca2+ berikatan dengan troponin. Susunan protein menjadi berubah ,di mana tropomiosin bergerak dari posisi blockingnya. Akibatnya, aktin dan miosin dapat berinteraksi pada Cross Bridge, menghasilkan kontraksi otot. Ketika terjadi kontak antara aktin dan miosin pada cross bridge, maka jembatan tersebut berubah bentuk, yaitu melipat kira-kira 45 derajat ke arah tengah sarkomer. Akibat lipatan ini, terjadi Power Stroke yang menarik thin filament. Siklus ini terjadi berkali-kali untuk menyelesaikan proses pemendekan. Pada akhir 1 siklus cross-bridge, sambungan aktin dan miosin terpecah, lalu kembali ke bentuk sebelumnya dan mengikat molekul aktin berikutnya .

Peran ATP ATP berperan dalam siklus Cross-Bridge,yaitu dalam pembentukan energi untuk terjadinya pembengkokan Cross-Bridge. Pada Miosin,terdapat 2 situs pengikat, yaitu pengikat aktin dan yang kedua adalah ATPase. Pada ATPase inilah terjadi pengikatan ATP yang kemudian akan dipecah menjadi ADP+P yang menghasilkan energi.

Pertama-tama, terjadi pemisahan ATP sebelum Miosin berikatan dengan Aktin. ADP+P terikat pada miosin, dan energi disimpan dalam crossbridge. Cross-bridge dianalogikan sebagai pistol yang dikokang, siap ditembak ketika picunya ditarik. Kemudian, ketika troponin-tropomiosin berikatan dengan Ca2+ ,miosin berikatan dengan Aktin. Kontak ini menarik picu ,menyebabkan cross bridge membengkok membentuk POWER STROKE. Ketika Ca2+ tidak berikatan dengan troponin, maka tidak terjadi power stroke. Setelah terjadi power stroke, ADP+P dari miosin dilepas dari situs ATPase untuk menerima molekul ATP yang baru. Pengikatan ATP ini menyebabkan pelepasan cross bridge dan pengembalian bentuk crossbridge, sehingga siap untuk melakukan siklus berikutnya. Kemudian, ATP yang baru dipecah lagi oleh miosin ATPase, lalu mengulangi siklus kembali.