Anda di halaman 1dari 6

Artikel Penelitian

Perbandingan Metode Fencl-Stewart yang Disederhanakan dan Figge-Stewart dengan Metode Henderson-Hasselbalch untuk Diagnosis Asidosis Metabolik
Reza Kurnia, Enny Harliany Alwi, Dany Hilmanto
Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/ Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung

Abstrak: Penilaian status keseimbangan asam basa dan diagnosis asidosis metabolik dapat dilakukan dengan metode Henderson-Hasselbalch. Metode lainnya adalah metode Stewart. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan metode Fencl-Stewart yang disederhanakan dan Figge-Stewart dengan metode Henderson-Hasselbalch dalam mendiagnosis asidosis metabolik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai dengan Mei 2010 di Unit Gawat Darurat Anak, Ruang Perawatan Intensif Anak, Ruang Rawat Inap Anak, Ruang Perawatan Intensif Bedah Saraf, dan anak yang dikonsulkan dari bagian lain ke Bagian Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Penelitian dilakukan pada anak usia 1 bulan-14 tahun yang membutuhkan analisis gas darah dan berada pada keadaan asidosis metabolik berdasarkan metode Henderson-Hasselbalch. Gas darah juga dianalisis dengan metode FenclStewart yang disederhanakan dan Figge-Stewart. Didapatkan 60 subjek dengan asidosis metabolik. Dari 35 subjek pada metode Henderson-Hasselbalch terdapat peningkatan kesenjangan anion menjadi 37 subjek setelah dilakukan koreksi base excess caused by unmeasured anions (BEua) berdasarkan metode Fencl-Stewart yang disederhanakan, dan peningkatan menjadi 41 subjek setelah dikoreksi terhadap faktor albumin berdasarkan metode Figge-Stewart. Nilai Cohens coefficient of agreement Kappa mencapai 73,3% dan 69,6% (p<0,001), dinyatakan bahwa kesenjangan anion berdasarkan metode Henderson-Hasselbalch memiliki kesetaraan yang baik dibandingkan dengan metode Fencl-Stewart yang disederhanakan dan Figge-Stewart untuk mengidentifikasi anion yang tidak terukur. Penelitian ini menyimpulkan metode Henderson-Hasselbalch, Fencl-Stewart yang disederhanakan, dan Figge-Stewart dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi anion tidak terukur pada asidosis metabolik. Kata kunci: Asidosis metabolik, Henderson-Hasselbalch, Fencl-Stewart yang disederhanakan, Figge-Stewart

506

Maj Kedokt Indon, Volum: 60, Nomor: 11, November 2010

Perbandingan Metode Fencl-Stewart yang Disederhanakan untuk Diagnosis Asidosis Metabolik

Comparison Between Simplified Fencl-Stewart and Figge-Stewart Methods with Henderson-Hasselbach Method in Diagnosis of Metabolic Acidosis Reza Kurnia, Enny Harliany Alwi, Dany Hilmanto
Child Health Department, Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran/ Dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung

Abstract: Assessment of acid-base balance status and diagnosis of metabolic acidosis can be done using the Henderson-Hasselbalch method. The other method is the method of Stewart. The purpose of this study was to compare the methods of a simplified Fencl-Stewart and Figge-Stewart with the Henderson-Hasselbalch method in the diagnosis of metabolic acidosis. This research was conducted in February to May 2010 at the Children Emergency Unit, Pediatric Intensive Care Unit, Pediatric Inpatient Unit, Neurosurgery Intensive Care Unit, and children who consulted from other departments to Child Health Department, Hasan Sadikin Hospital, Bandung . The study was conducted in children aged 1 month-14 years old who required blood gas analysis and in a state of metabolic acidosis based on the Henderson-Hasselbalch method. Blood gases were also analyzed by simplified Fencl-Stewart method and Figge-Stewart method. It was obtained 60 subjects with metabolic acidosis. Of 35 subjects in the Henderson-Hasselbalch method, there is an increasing anion gap to 37 subjects after correction of excess base the caused by unmeasured anions (BEua) based on simplified Fencl-Stewart method, and increased to 41 subjects when corrected for albumin factor based on Stewart-Figge method. Analysis using Cohens Kappa coefficient of agreement reached 73.3% and 69.6% (p<0.001), stated that the anion gap based on the Henderson-Hasselbalch method equal favorably with a simplified Fencl-Stewart and FiggeStewart to identify anion that are not measurable. This study concluded the Henderson-Hasselbalch method, a simplified Fencl-Stewart, and Figge-Stewart can be used to identify unmeasured anions in metabolic acidosis. Key words: Metabolic acidosis, Henderson-Hasselbalch, simplified Fencl-Stewart, Figge-Stewart

Pendahuluan Penilaian status keseimbangan asam-basa dengan metode Henderson-Hasselbach terfokus pada korelasi pH, pCO2, dan konsentrasi ion bikarbonat (HCO3), serta dipergunakan sebagai baku emas evaluasi keseimbangan asam basa selama beberapa dekade.1-3 Meskipun demikian metode Henderson-Hasselbach memiliki beberapa kelemahan, antara lain tidak dapat mendeteksi gangguan keseimbangan asambasa terutama pada kasus dengan gangguan metabolik yang kompleks, misalnya pada penderita hipoalbuminemia.4,5 Pendekatan keseimbangan asam-basa yang saat ini dikembangkan dikenal dengan metode fisikokimia Stewart. Pendekatan fisikokimia Stewart dapat menggambarkan dan akurat menentukan adanya asidosis metabolik. Namun, pendekatan ini sangat sulit karena banyaknya parameter laboratorium yang harus diukur, sehingga menjadi penyebab terhambatnya aplikasi di tempat dengan sumber daya yang terbatas.1,6 Karena alasan itulah dikembangkan modifikasi pendekatan fisikokimia Stewart. Saat ini, ada dua modifikasi yang dilakukan oleh Fencl dan Leith7 dan Figge et al.8 masing-

masing dikenal sebagai metode Fencl-Stewart dan FiggeStewart. Metode Fencl-Stewart melakukan koreksi base excess (BE) terhadap faktor air bebas (free water), natrium, klorida dan albumin.9 Metode ini kemudian disederhanakan lagi dan dikenal sebagai metode Fencl-Stewart yang disederhanakan.10 Sedangkan metode Figge-Stewart melakukan penyesuaian kesenjangan anion dengan koreksi albumin.8 Metode Fencl-Stewart telah diaplikasikan pada pasien anak,9 demikian juga metode Figge-Stewart.11-13 Penelitian oleh Sinaga et al.13 didapatkan kesetaraan yang sangat baik antara metode Fencl-Stewart yang disederhanakan dan FiggeStewart untuk diagnosis asidosis metabolik pada anak sakit kritis. Sementara penelitian lain mengungkapkan bahwa pendekatan fisikokimia Stewart yang belum dimodifikasi lebih tepat digunakan pada penderita dengan kelainan elektrolit dan albumin, tetapi aplikasi metode ini memakan banyak waktu sehingga tidak praktis.14 Meskipun metode FenclStewart yang disederhanakan dan Figge-Stewart pada penelitian sudah menyatakan hasil yang baik untuk mendiag-

Maj Kedokt Indon, Volum: 60, Nomor: 11, November 2010

507

Perbandingan Metode Fencl-Stewart yang Disederhanakan untuk Diagnosis Asidosis Metabolik nosis asidosis metabolik, namun pada kenyataannya sampai saat ini metode Henderson-Hasselbalch masih tetap dipergunakan di sarana kesehatan. Penelitian bertujuan membandingkan metode Henderson-Hasselbalch dengan metode Fencl-Stewart yang disederhanakan dan metode Figge-Stewart dalam mendiagnosis asidosis metabolik. Metode Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional yang melibatkan anak usia satu bulan sampai dengan 14 tahun, memerlukan analisis gas darah, dan dirawat di Unit Gawat Darurat Anak, Ruang Perawatan Intensif Anak, Ruang Rawat Inap Anak, Ruang Perawatan Intensif Bedah Saraf, serta anak yang dikonsulkan dari bagian lain ke Bagian Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung pada bulan FebruariMei 2010. Pasien dimasukkan sebagai subjek penelitian apabila pada analisis gas darah didapatkan asidosis metabolik berdasarkan metode Henderson-Hasselbalch. Izin orangtua/ wali untuk ikut penelitian diperlukan untuk setiap subjek dengan menandatangani lembar informed consent. Penelitian ini telah mendapat persetujuan dari Komite Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/ RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pengambilan sampel darah dilakukan oleh tenaga yang terlatih dengan pungsi arteri di arteri radialis atau arteri femoralis.15 Bila pungsi arteri dilakukan di arteri radialis maka dilakukan tes Allen yang dimodifikasi untuk memastikan adanya aliran darah kolateral yang adekuat.16 Sampel darah kemudian segera dibawa ke laboratorium Patologi Klinik RSHS untuk dianalisis.16 Sampel darah dengan gelembung udara di dalamnya, mengandung bekuan darah, lisis, atau pengambilannya tidak bersamaan, tidak dimasukkan ke dalam penelitian. Analisis gas darah menggunakan Radiometer ABL 855 (Copenhagen). Pemeriksaan elektrolit menggunakan metode ion selective electrode (ISE) dengan AVL 9181 Analyzer. Pemeriksaan albumin dilakukan dengan metode biuret menggunakan Hitachi 912 Automatic Analyzer, Roche (Ibarachi-Jepang). Data umum subjek seperti nama, umur, jenis kelamin, diagnosis penyakit, dan hasil pemeriksaan laboratorium dicatat. Interpretasi analisis gas darah dilakukan dengan menggunakan metode Henderson-Hasselbalch, kemudian nilai BE dikoreksi sesuai metode Fencl-Stewart yang disederhanakan untuk mendapat nilai base excess caused by unmeasured anions (BEua). Selanjutnya, nilai kesenjangan anion, kesenjangan anion terkoreksi, dan estimasi anion yang tidak terukur dihitung berdasarkan metode Figge-Stewart. Perbandingan antara metode FenclStewart yang disederhanakan, Figge-Stewart, dan Henderson-Hasselbalch diuji dengan uji statistik Cohens coefficient of agreement Kappa. Kemaknaan hasilnya ditentukan berdasarkan nilai p<0,05.
508

Hasil Selama periode penelitian, terdapat 60 anak yang memenuhi kriteria inklusi. Pada karakteristik umum subjek penelitian didapatkan sebagian besar anak dengan jenis kelamin laki-laki, subjek termuda berusia 1 bulan dan tertua 13 tahun (156 bulan), dengan median 12 bulan. Sebagian besar subjek (70%) adalah anak berusia kurang dari 5 tahun (tabel 1).
Tabel 1. Karakteristik Umum Subjek Penelitian (n=60) Karakteristik Subjek Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Usia (tahun) <1 1-<5 5-<10 10-14 n %

34 26 22 20 10 8

57% 43% 37% 33% 17% 13%

Sistem organ yang terbanyak terkena adalah traktus respiratorius (27 kasus) dan sistemik (12 kasus). Pneumonia merupakan penyakit traktus respiratorius yang paling banyak ditemukan, yaitu 26 kasus (96%), sedangkan penyakit sistemik terbanyak adalah sepsis, yaitu delapan kasus. (Tabel 2)
Tabel 2. Jenis Penyakit Berdasarkan Organ Sistem Organ Traktus Respiratorius Pneumonia Asma Sistem Saraf Infeksi susunan saraf pusat Guillain Barre syndrome Perdarahan intrakranial Space occupying lesion Tetanus Traktus Gastrointestinal Diare dehidrasi berat Sirosis hepatis Perforasi tifoid Traktus Urinarius Gagal ginjal Sistemik Sepsis Sindrom syok dengue Diabetik ketoasidosis Kardiovaskular Syok kardiogenik Congenital heart disease Jumlah

26 1 5 1 2 2 1 1 1 1 5 8 1 3 1 1

Dari penelitian ini tampak bahwa nilai pH terendah adalah 6,801; BE tertinggi -51,1 mEq/L dan terendah 1,6 mEq/L. Semua variabel elektrolit yang diperiksa mengalami gangguan. Nilai albumin terendah adalah 1,0 g/dL (10 g/L).

Maj Kedokt Indon, Volum: 60, Nomor: 11, November 2010

Perbandingan Metode Fencl-Stewart yang Disederhanakan untuk Diagnosis Asidosis Metabolik


Tabel 3. Variabel Keseimbangan Asam-basa Pemeriksaan Rentang (n=60) Mini- Maksimal mal Ratarata Standar Deviasi Satuan Tabel 4. Perbandingan Metode Henderson-Hasselbalch dengan Metode Fencl-Stewart yang Disederhanakan untuk Identifikasi Anion Tidak Terukur Metode Fencl-Stewart yang disederhanakan (mEq/L) 7,20 0,147 32,7 14,4 -15,31 9,75 132,77 7,574 4,61 1,34 101,77 9,622 31,55 9,28 12,92 5,95 35,47 7,96 -7,02 7,86 2,61 2,31 -9,32 12,41 22,61 8,23 25,32 8,65 10,32 8,65 Metode Henderson-Hasselbalch Kesenjangan Anion Meningkat Normal (n=35) (n=25) 33 2 4 21

Variabel yang diukur pH 6,80 7,39 PCO2 7,6 88,3 BE 1,6 -51,1 Na+ 116 161 K+ 1,9 8,2 Cl84 139 Albumin 10 50 Variabel yang dihitung HCO3 1,6 30,5 SID 16,5 55,4 BENa-Cl -27 12 BEAlb -2 8 BEua -47,15 30,35 AG 8,8 42,4 CAG 10,80 44,80 UA -4,2 29,8

mmHg mEq/L mEq/L mEq/L mEq/L g/L mmol/L mEq/L mEq/L mEq/L mEq/L mEq/L mEq/L mmol/L

BEua <-5 BE ua >-5 Keterangan:

Perbandingan AG dan Metode Fencl-Stewart yang disederhanakan Sensitivitas: 94,3% Spesifisitas : 84% Akurasi : 90% Cohens coefficient of agreement Kappa : 73,3% Nilai p : <0,001

Keterangan: HCO3- dihitung dengan menggunakan persamaan van Slyke oleh mesin analisis gas darah17 SID (strong ion difference), nilai normal 40-42 mEq/L5 BENa-Cl, BEAlb, dan BEua dihitung dengan persamaan Fencl-Stewart yang disederhanakan AG (anion gap) nilai normal < 20 mEq/L11 CAG (corrected anion gap): dihitung dengan persamaan FiggeStewart11 UA (unmeasured anions), nilai UA >5 mmol/L menunjukkan adanya peningkatan anion yang tidak terukur yang bermakna8

Perbandingan antara BEua dan kesenjangan anion didapatkan BEua lebih baik dari kesenjangan anion yang secara statistik bermakna dengan nilai Cohens coefficient of agreement Kappa 73,3% (p<0,001), sensitivitas 94,3%, spesifisitas 84%, dan akurasi 90%.
Tabel 5. Perbandingan Metode Henderson-Hasselbalch dengan Metode Figge-Stewart untuk Identifikasi Anion tidak Terukur Metode Figge-Stewart (mEq/L) Metode Henderson-Hasselbalch Kesenjangan Anion Meningkat Normal (n=35) (n=25) 35 0 6 19

Gangguan elektrolit ditemukan pada 46 anak, setiap anak mengalami satu sampai dua jenis gangguan elektrolit. Gangguan elektrolit yang paling sering ditemukan adalah hiponatremia (20 kasus), diikuti dengan hipokalemia (14 kasus), hiperkalemia dan hipokloremia (masing-masing 13 kasus), hiperkloremia (12 kasus), dan hipernatremia (5 kasus). Hipoalbuminemia ditemukan pada 35 anak dengan nilai terendah 1,0 g/dL (10 g/L). Pada penelitian ini penurunan strong ion difference (SID) <40 mEq/L ditemukan pada 45 anak (75%) dan peningkatan kesenjangan anion (>20 mEq/L) ditemukan pada 35 anak (58%) yaitu 10 anak di antaranya mempunyai kesenjangan anion >30 mEq/L. Setelah dikoreksi terhadap faktor albumin, peningkatan kesenjangan anion ditemukan pada 41 (68%) anak. Berdasarkan metode Henderson-Hasselbalch didapatkan semua subjek mengalami peningkatan BE, tetapi berdasarkan metode Fencl-Stewart yang disederhanakan hanya ditemukan 37 subjek yang mengalami peningkatan BEua (<-5 mEq/L). Pada tabel 4 dapat dilihat bahwa dari ke37 subjek dengan peningkatan BEua setelah dilakukan koreksi BE, ternyata didapatkan empat subjek yang mengalami kesenjangan anion normal berdasarkan metode Henderson-Hasselbalch.

UA >5 UA <5 Keterangan:

Perbandingan AG dan Metode Figge-Stewart Sensitivitas: 100% Spesifisitas: 76% Akurasi: 90% Cohens coefficient of agreement Kappa: 69,6% Nilai p: <0,001

Terdapat 41 subjek yang mengalami peningkatan anion tidak terukur (UA >5 mEq/L) berdasarkan metode FiggeStewart dari 60 subjek dengan peningkatan BE berdasarkan metode Henderson-Hasselbalch. Pada tabel 5 dapat dilihat bahwa dari 41 subjek tersebut dengan peningkatan UA setelah dikoreksi terhadap albumin, ternyata didapatkan enam subjek yang mempunyai kesenjangan anion normal berdasarkan metode Henderson-Hasselbalch. Perbandingan antara UA dan kesenjangan anion didapatkan UA lebih baik dari kesenjangan anion dan secara statistik bermakna dengan nilai Cohens coefficient of agreement Kappa 69,6% (p<0,001), sensitivitas 100%, spesifisitas 76%, dan akurasi 90%. Diskusi Gangguan elektrolit yang tersering ditemukan pada penderita sakit kritis antara lain gangguan natrium, kalium, klorida, kalsium, magnesium, dan fosfat.18 Pada penelitian ini
509

Maj Kedokt Indon, Volum: 60, Nomor: 11, November 2010

Perbandingan Metode Fencl-Stewart yang Disederhanakan untuk Diagnosis Asidosis Metabolik gangguan elektrolit yang paling sering ditemukan adalah hiponatremia (20 kasus), diikuti dengan hipokalemia (14 kasus), hiperkalemia dan hipokloremia (masing-masing 13 kasus), hiperkloremia (12 kasus), dan hipernatremia (lima kasus). Setiap subjek mengalami satu sampai dua jenis gangguan keseimbangan elektrolit. Hasil tersebut berbeda sedikit dengan penelitian oleh Sinaga et al.13 yang mendapatkan gangguan elektrolit yang paling sering ditemukan adalah hiperkloremia, diikuti dengan hiponatremia dan hipokalemia. Gangguan elektrolit ini biasanya terjadi karena gangguan asupan makanan atau karena gangguan regulasi yang terjadi pada saat penderita mengalami sakit kritis.19 Penyebab hiponatremia yang paling sering di antaranya hilangnya natrium dari saluran cerna, peningkatan retensi air, hiperplasia korteks adrenal, serta depresi natrium serum akibat hiperglikemia.18 Hiperglikemia akan menyebabkan perpindahan air dari intraselular ke intravaskular, sehingga kadar natrium akan menurun sebesar 1,5 mEq/L setiap peningkatan kadar glukosa 100 mg/dL.20 Hipokalemia dapat ditimbulkan oleh dilusi, intake yang kurang, atau peningkatan perpindahan ion kalium ke intraselular akibat alkalosis. Sebaliknya, hiperkalemia disebabkan berkurangnya ekskresi oleh ginjal, hemolisis, atau karena peningkatan perpindahan ion kalium dari intraselular akibat asidosis. Hipokloremia lebih sering ditemukan akibat muntah atau mendapat terapi diuretika.20 Peningkatan kadar klorida secara fisiologis merupakan kompensasi tubuh terhadap penurunan kadar albumin serum, sedangkan hipernatremia biasanya disebabkan oleh karena dehidrasi.18,21 Keadaan hipoalbuminemia ditemukan pada 35 anak dari 60 subjek penelitian. Hipoalbuminemia ini hampir sama dengan penelitian oleh Dunward et al.12 Mekanisme timbulnya hipoalbuminemia pada anak sakit kritis antara lain adalah ketidakseimbangan antara sintesis dan degradasi albumin, peningkatan kebocoran di pembuluh darah, serta perubahan distribusi albumin di jaringan dan intravaskular. Dari 60 subjek yang mengalami peningkatan BE berdasarkan metode Henderson-Hasselbalch didapatkan 37 subjek yang mengalami peningkatan BEua berdasarkan metode Fencl-Stewart yang disederhanakan. Ditemukan pula peningkatan kesenjangan anion dari 35 subjek berdasarkan metode Henderson-Hasselbalch menjadi 37 subjek setelah dilakukan koreksi BEua berdasarkan metode Fencl-Stewart yang disederhanakan. Hasil yang sama juga diperoleh dari penelitian Balasubramanyan et al. 9 yang menemukan peningkatan BEua pada 45 dari 157 subjek dengan BE normal dan 18 dari 115 subjek dengan kesenjangan anion yang normal. Penelitian Sinaga et al. 13 juga mendapatkan peningkatan kesenjangan anion setelah dilakukan koreksi BE berdasarkan metode Fencl-Stewart yang disederhanakan. Peningkatan anion tidak terukur ditemukan pada 41 subjek berdasarkan metode Figge-Stewart dari 60 subjek dengan peningkatan BE berdasarkan metode HendersonHasselbalch. Ditemukan pula peningkatan kesenjangan an510

ion dari 35 subjek berdasarkan metode HendersonHasselbalch menjadi 41 subjek setelah dilakukan koreksi terhadap faktor albumin berdasarkan metode Figge-Stewart. Hasil yang sama juga terlihat pada penelitian Dunward et al.12 yang menemukan peningkatan kesenjangan anion dari 28,1% menjadi 44,4% setelah dilakukan koreksi terhadap faktor albumin dan penelitian Sinaga et al.13 yang mendapatkan peningkatan kesenjangan anion setelah dilakukan koreksi terhadap faktor albumin dengan metode Figge-Stewart. Perbandingan kesenjangan anion dengan kedua modifikasi tersebut baik (nilai Cohens coefficient of agreement Kappa 73,3% dan 69,6%).22 Hasil yang baik antara kesenjangan anion dan modifikasi pendekatan Stewart sesuai dengan sejarah perkembangan analisis keseimbangan asambasa. Meskipun demikian, kedua metode ini memiliki keterbatasan, yaitu tidak dapat melakukan pemeriksaan laboratorium yang banyak seperti metode fisikokimia Stewart (Na+, K+, Ca2+, Mg2+, Cl-, asam laktat, asam sulfat, keton, OH butirat, asetoasetat, albumin, dan fosfat) sebagai metode yang ideal untuk mendeteksi gangguan keseimbangan asambasa. Kesimpulan Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode Henderson-Hasselbach, Fencl-Stewart yang disederhanakan, dan Figge-Stewart dapat dipergunakan dalam identifikasi anion tidak terukur pada asidosis metabolik. Metode yang akan dipergunakan tergantung pada kemampuan pemeriksaan laboratorium masing-masing senter kesehatan. Daftar Pustaka
Constable PD. Clinical assessment of acid-base status: comparison of the Henderson-Hasselbalch and strong ion approaches. Vet Clin Pathol. 2000;29:115-28. 2. Rossing TH, Maffeo N, Fencl V. Acid-base effects of altering plasma protein concentration in human blood in vitro. J Appl Physiol. 1986;61:2260-5. 3. Rajah J. Acid-base balance finding common ground. 2001 [sitasi 25 Agustus 2009]. Diunduh dari: http://www/anaesthetist.com/ icu/elec/ionz. 4. Fencl V, Jabor A, Kazda A, Figge J. Diagnosis of metabolic acidbase disturbances in critically ill patients. Am J Respir Crit Care Med. 2000;162:2246-51. 5. Kellum JA. Metabolic acidosis in the critically ill: lessons from physical chemistry. Kidney Int. 1998;56(Suppl. 66):S81-6. 6. Schlichtig R, Grogono AW, Severinghaus JW. Human PaCO2 and standard base excess compensation for acid-base imbalance. Crit Care Med. 1998;26:113-9. 7. Fencl V, Leith DE. Stewarts quantitative acid-base chemistry: application in biology and medicine (review). Respir Physiol. 1993;91:1-16. 8. Figge J, Jabor A, Kazda A, Fencl V. Anion gap and hypoalbuminemia. Crit Care Med. 1998;26:1807-10. 9. Balasubramanyan N, Havens PL, Hoffman GM. Unmeasured anions identified by the Fencl-Stewart method predict mortality better than base excess, anion gap, and lactate in patients in the pediatric intensive care unit. Crit Care Med. 1999;27:1577-81. 10. Story DA, Morimatsu H, Bellomo R. Strong ions, weak acids and base excess: a simplified Fencl-Stewart approach to clinical acidbase disorders. Brit J Anesth. 2004;92:54-60. 1.

Maj Kedokt Indon, Volum: 60, Nomor: 11, November 2010

Perbandingan Metode Fencl-Stewart yang Disederhanakan untuk Diagnosis Asidosis Metabolik


11. Hatherill M, Wagie Z, Purves L, Reynolds L, Argent A. Correction of the anion gap for albumin in order to detect occult tissue anion in shock. Arch Dis Child. 2002;87:526-9. 12. Durward A, Mayer A, Skellett S, Taylor D, Hanna S, Tibby AM, et al. Hypoalbuminemia in critically ill children: incidence, prognosis, and influence on the anion gap. Arch Dis Child. 2003;88:41922. 13. Sinaga R, Sukadi A, Somasetia DH. Agreement of simplified FenclStewart with Figge-Stewart method in diagnosing metabolic acidosis in critically ill children. Paediatr Indones. 2007;47:144-9. 14. Kushartono H. Analisis gangguan asam basa pada pasien ICU anak: Perbandingan cara tradisional dan Stewart [tesis]. Jakarta: Universitas Indonesia; 2005. 15. Carpenter TC, Dobyns EL, Lane J, Mourani P, Robinson A, Ferguson M, et al. Critical care. Dalam: Hay WW, Hayward AR, Levin MJ, Sondheimer JM, penyunting. Current pediatric diagnosis and treatment. Edisi ke-16. Boston: McGraw-Hill; 2003.h. 362-99. 16. Williams AJ. ABC of oxygen: assessing and interpreting arterial blood gases and acid-base balance. Br Med J. 1998;317:1213-6. 17. Neligan PJ, Deutschman CS. Acid base balance in critical care medicine. 2005 [sitasi 22 Agustus 2009]. Diunduh dari: http:// www.ccmtutorials.com/renal/AcidBaseBalanceinCritical CareMedicine-NELIGAN.pdf. 18. Hazinski MF. Manual of pediatric critical care. St. Louis: Mosby; 1999. 19. Stern RH. Fluid, electrolyte, and acid-base disturbance. J Am Society Nephrol. 2003;2:1-33. Diunduh dari: www.mdconsult. com. 20. Oh MS, Uribarri J. Electrolytes, water, and acid-base balance. Dalam: Shils ME, Shike M, Ross AC, Caballero B, Cousins RJ, penyunting. Modern nutrition in health and disease. Edisi ke-10. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2006. h. 149-93. 21. Wilkes P. Hypoproteinemia, strong-ion difference, and acidbase status in critically ill patients. J Appl Physiol. 1998;84:17408. 22. Dawson B, Trapp RG. Basic and clinical biostatistics. Edisi ke-3. Boston: McGraw-Hill; 2001. MS/KN

Maj Kedokt Indon, Volum: 60, Nomor: 11, November 2010

511