Anda di halaman 1dari 36

Skenario 3 RETARDASI MENTAL Seorang anak perempuan usia 8 tahun, dibawa konsultasi ke seorang psikolog dengan keluhan kesulitan

belajar, terutama belajar membaca dan menulis, dalam berbicara sehari-hari tak mengalami banyak kesulitan. Klien mampu merawat diri seperti amndi, berpakaian, dan bab/bak, tetapi dalam ketrampilan akademis ia banyak mendapatkan masalah sehingga ia terpaksa tinggal kelas, karena nilai rapotnya jauh dibawah rerata kelas. Dari hasil tes psikologik diperoleh nilai Intellegence Quotien (IQ) 65, yang menunjukkan klien menyandang Retardasi Mental Ringan. Oleh psikolog klien disarankan untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB), dengan pertimbangan bila di sekolah umum klien akan banyak mengalami kesulitan dalam proses belajar. Dari riwayat kehidupan sosial, klien berasal dari keluarga dengan tingkat sosial ekonomi rendah, menempati rumah kontrakan yang sempit, ditempati oleh tujuh anggota keluarga. Sebagai anak bungsu dari lima bersaudara, klien lebih banyak diasuh oleh kakak perempuan yang paling tua; kedua orang tua bekerja ayah buruh kasar dan ibu nuruh cuci, sehingga pemberian makan pada usia balita tidak sesuai dengan kebutuhan nutris, padahal di usia tersebut adalah periode paling paling penting bagi pertumbuhan terutama sel otak. Orang tua klien sebetulnya tikdak mampu memasukkan anaknya ke SLB berhubung biayanya yang tidak terjangkau untuk ukuran keluarga klien yang tergolong kaum duafa, tetapi dengan tekat yang kuat akhirnya keluarga ini mendapatkan bantuan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak mengelola Zakat-Infak-Shodaqoh (ZIS), akhirnya orang tua klien memasukkan anaknya ini ke SLB sebagai tanggung jawab dan wujud dari kewajiban orang tua kepada anak untuk mendapatkan pendidikan khusus yang dilanjutkan dengan pendidikan ketrampilan, agar klien dapat hidup mandiri, tidak tergantung dengan orang lain.

Sasaran belajar 1) Memahami dan menjelaskan retardasi mental 1.1. definisi retardasi mental 1.2. etiologi retardasi mental 1.3. klasifikasi retardasi mental 1.4. manifestasi klinis retardasi mental 1.5. diagnosis retardasi mental 1.6. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang retardasi mental 1.7. diagnosis banding retadasi mental 1.8. penatalaksanaan retardasi mental 1.9. prognosis retardasi mental 2) Memahami dan menjelaskan peran gizi pada pertumbuhan anak dan remaja 3) Memahami dan menjelaskan kewajiban orang tua dalam mendidik anak

1. Memahami dan menjelaskan retardasi mental

1.1 definisi retardasi mental Menurut Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa edisi ke-III(PPDGJ III) retardasi mental adalah suatu keadaan perkembangan mental yangterhenti atau tidak lengkap, yang terutama ditandai oleh hendaya keterampilan selamamasa perkembangan, sehingga berpengaruh pada semua tingkat intelegensia yaitukemampuan kognitif, bahasa, motorik, dan sosial. Sedangkan menurut Melly Budhiman, seseorang dikatakan retardasi mental bila memenuhi criteria sebagai berikut : Fungsi intelektual umum dibawah normal Terdapat kendala dalam perilaku adaptif social Gejalanya timbul dalam masa perkembangan yaitu dibawah usia 18 tahun Yang dimaksud fungsi intelektual dibawah normal, yaitu apabila IQ dibawah 70. anak ini tidak dapat mengikuti pendidikan sekolah biasa karena cara berpikirnya yang terlalu sederhana,daya tangkap dan daya ingatnya lemah, demikian pula dengan pengertian bahasa dan berhitungnya juga sangat lemah.Sedangkan yang dimaksud dengan perilaku adaptif social adalah kemampuan seseorang untuk mandiri, menyesuaikan diri dan mempunyai tanggung jawab social yang sesuai dengan kelompok umur dan budayanya. Pada penderita retardasi mental gangguan perilaku adaptif yang paling menonjol adalah kesulitan menyesuaikan dirir dengan masyarakat sekitarnya. Biasanya tingkah lakunya kekanak-kanakan tidak sesuai dengan umurnya. Gejala tersebut harus timbul pada masa perkembangan, yaitu dibawah umur 18 tahun. Karena kalau gejala tersebut timbul setelah berumur 18 tahun bukan lagi disebut retardasi mental tetapi penyakit lain sesuai dengan gejala klinisnya

1.2 etiologi retardasi mental a. Kelainan Kromosom Sindrom Down


3

Sindrom down adalah kondisi yang disebabkan oleh adanyakelebihan kromosom pada pasangan ke-21 dan ditandai denganretardasi mental serta anomali fisik yang beragam. Untuk seorang ibu usia pertengahan (> 32 tahun), resiko memiliki anak dengan sindromaDown adalah kira-kira 1 dalam 100 kelahiran. Retardasi mental adalahciri yang menumpang pada sindrom Down. Sebagian besar pasien berada dalam kelompok retardasi sedang sampai berat., hanya sebagiankecil yang memiliki IQ di atas 50. Diagnosis sindrom Down relativemudah pada anak yang lebih besar tetapi seringkali sukar padaneonates. Tanda yang paling penting pada neonates adalah hipotoniaumum, fisura palpebra yang oblik, kulit leher yang berlebihan,tengkorak yang kecil dan datar, tulang pipi yang tinggi, dan lidah yangmenonjol. Dapat dilihat juga tangan tebal dan lebar, dengan garistransversal tunggal pada telapak tangan, dan jari kelingking pendek dan melengkung ke dalam.

Gambar 1. Karakteristik Sindroma Downii.

Sindrom Fragile X Sindrom fragile X merupakan bentuk retardasi mental yangdiwariskan dan disebabkan oleh mutasi gen pada kromosom X. Diyakini terjadi pada kira-kira 1 tiap 1000 kelahiran laki-laki dan 2000 kelahiran perempuan. Derajat retardasi mental terentang dari ringansampai berat. Ciri perilakunya adalah tingginya angka gangguan defisitatensi/hiperaktivitas, ganguan belajar, dan gangguan perkembangan pervasive seperti gangguan akuisitik. Defisit dalam fungsi bahasa adalah pembicaraan yang cepat dan perseveratif dengan kelainandalam mengkombinasikan kata-kata membentuk frasa dan kalimat.

Sindrom Prader-Willi Kelianan ini akibat dari penghilangan kecil pada kromosom 15, biasanya terjadi secara sporadic. Prevalensinya kurang dari 1 dalam10000. Orang dengan sindrom ini menunjukkan perilaku makan yangkompulsif dan sering kali obesitas, retardasi mental, hipogonadisme, perawakan pendek, hipotonia, dan tangan dan kaki yang kecil. Anak anak dengan sindrom ini seringkali memiliki perilaku oposisional yang menyimpang.

Gambar 2. Karakteristik Sindrom Prader-Williiv.

Sindrom tangisan kucing (cat-cry [cri-du-chat] syndrome) Anak-anak dengan sindrom tangisa kucing kehilangan bagiandari kromosom 5. Mereka mengalami retardasi mental berat danmenunjukkan banyak stigmata yang seringkali disertai dengan penyimpangan kromosom, seperti mikrosefali, telinga yang letaknyarendah, fisura palpebra oblik, hipertelorisme, dan mikrognatia.Tangisan seperti kucing yang khas (disebabkan oleh kelainan laring) yang memberikan nama sindrom secara bertahap berubah dan menghilang dengan bertambahnya usia.

b. Faktor Genetik Lain Phenylketonuria (PKU) merupakan gangguan yang menghambatmetabolisme asam phenylpyruvic, menyebabkan retardasi mental kecuali bila pola makan amat dikontrol. PKU ditransmisikan dengan trait Mendelautosomal resesif yang sederhana dan terjadi pada kirakira yang di institusiadalah kira-kira 1 persen dalam setiap 10.000 sampai 15.000 kelahiran hidup.Bagi orang tua yang telah memiliki anak dengan PKU, kemungkinan memilikianak lain
5

dengan PKU adalah satu dalam setiap empat sampai lima kehamilanselanjutnya. Defek metabolisme dasar pada PKU adalah ketidakmampuanuntuk mengubah fenilalanin, suatu asam amino esensial, menjadi paratirosinkarena tidak adanya atau tidak aktifnya enzim fenilalanin hidroksilase, yangmengkatalisis perubahan tersebut.Sebagian besar pasien dengan PKU mengalami retardasi yang berat,tetapi beberapa dilaporkan memiliki kecerdasan yang ambang atau normal.Walaupun gambaran klinis bervariasi, anak PKU tipikal adalah hiperaktif dan menunjukkan perilaku yang aneh dan tidak dapat diramalkan, yang menyebabkan sulit ditangani. Mereka seringkali memiliki temper tantrum dan seringkali menunjukkan gerakan aneh pada tubuhnya dan anggota gerak atasdan manerisme memutir tangan, dan perilaku mereka kadang-kadang meyerupai anak autistic atau skizofrenik. Komunikasi verbal dan nonverbal biasanya sangat terganggu atau tidak ditemukan. Koordiansi anak adalah buruk, dan mereka memiliki banyak kesulitan perceptual.

Gambar 4. Phenylketouriac.

c. Faktor Prenatal Beberapa kasus retardasi mental disebabkan oleh infeksi dan penyalahgunaan obat selama ibu mengandung. Infeksi yang biasanya terjadiadalah Rubella, yang dapat menyebabkan kerusakan otak. Penyakit ibu jugadapat menyebabkan retardasi mental, seperti sifilis, cytomegalovirus, dan herpes genital. Obat-obatan yang digunakan ibu selama kehamilan dapatmempengaruhi bayi melalui plasenta. Sebagian dapat menyebabkan cacat fisik dan
6

retardasi mental yang parah. Anak-anak yang ibunya minum alkoholselama kehamilan sering lahir dengan sindrom fetal dan merupakan kasus paling nyata sebagai penyebab retardasi mental. Komplikasi kelahiran, sepertikekurangan oksigen atau cedera kepala, infeksi otak, seperti encephalitis danmeningitis, terkena racun, seperti cat yang mengandung timah sangat berpotensi menyebabkan retardasi mental.

d. Faktor Perinatal Beberapa bukti menunjukkan bahwa bayi premature dan bayi dengan berat badan lahir rendah berada dalam resiko tinggi mengalami gangguan neurologis dan intelektual yang bermanifestasi selama tahun-tahun sekolahnya. Bayi yang menderita pendarahan intrakranial atau tanda-tanda iskemia serebral terutama rentan terhadap kelainan kognitif. Derajat gangguan perkembangan saraf biasanya berhubungan dengan beratnya perdarahan intrakranial.

e. Gangguan Didapat Pada Masa Anak-anak Kadang-kadang status perkembangan seorang anak dapat berubahsecara dramatik akibat penyakit atau trauma fisik tertentu. Secara retrospektif,kadang-kadang sulit untuk memastikan gambaran kemajuan perkembangananak secara lengkap sebelum terjadinya gangguan, tetapi efek merugikan pada perkembangan atau keterampilan anak tampak setelah gangguan. Beberapa penyebab yang didapat pada masa anak-anak antara lain : Infeksi Infeksi yang paling serius mempengaruhi interitas serebral adalahensefalitis dan meningitis. Trauma kepala Penyebab cedera kepala yang terkenal pada anak-anak yang menyebabkan kecacatan mental, termasuk kejang, adalah kecelakaan kendaraan bermotor. Tetapi, lebih banyak cedera kepala yang disebabkan oleh kecelakaan di rumah tangga, seperti terjatuh dari tangga. Penyiksaan anak juga suatu penyebab cedera kepala. Masalah lain Cedera otak dari henti jantung selama anesthesia jarang terjadi. Satu penyebab cedera otak lengkap atau parsial adalah afiksia yang berhubugan dengan nyaris tenggelam. Pemaparan jangka panjang dengan timbal adalah penyebab gangguan kecerdasan
7

danketerampilan belajar. Tumor intracranial dengan berbagai jenis danasal, pembedahan, dan kemoterapi juga dapat merugikan fungsi otak.

f. Faktor Lingkungan dan Sosiokultural Suatu bentuk retardasi mental dipengaruhi oleh lingkungan dengansosioekonomi rendah. Faktor-faktor psikososial, seperti lingkungan rumahatau sosial yang miskin, yaitu yang memberi stimulasi intelektual, penelantaran atau kekerasan dari orang tua, dapat menjadi penyebab atau memberi kontribusi dalam perkembangan retardasi mental pada anak-anak. Tidak ada penyebab biologis yang telah dikenali pada kasus tersebut.Anak-anak dalam keluarga yag miskin dan kekurangan secarasosiokultural adalah sasaran dari kondisi merugikan perkembangan dan secara potensial patogenik. Lingkungan prenatal diganggu oleh perawatan medisyang buruk dan gizi maternal yang buruk. Kehamilan remaja sering disertaidengan penyulit obstetric, prematuritas, dan berat badan lahir rendah. Perawatan medis setelah kelahiran buruk, malnutrisi, pemaparan dengan zattoksin tertentu seperti timbale dan trauma fisik adalah serig terjadi. Ketidakstabilan keluarga, sering pindah, dan pengasuh yang berganti-gantitetapi tidak adekuat sering terjadi. Selain itu, ibu dalam keluarga tersebutsering berpendidikan rendah dan tidak siap memberikan stimulasi yang sesuai bagi anak-anaknya. Masalah lain yang tidak terpecahkan adalah pengaruh ganguan mental parental yang parah. Gangguan tersebut dapat menganggu pengasuhan danstimulasi anak dan aspek lain dari lingkungan mereka, dengan demikian menempatkan anak pada resiko perkembangan. Anak-anak dari orang tua dengan gagguan mood dan skizofrenia diketahui berada dalam resikomengalami gangguan tersebut dan gangguan yang berhubungan. Penelitianterakhrir menunjukkan tingginya prevalensi gangguan keterampialan motorik dan gangguan perkembangan lainnya tetapi tidak selalu disertai retardasi mental. 1.3 klasifikasi retardasi mental

Retardasi mental ringan, IQ 50 - 70 Retardasi mental sedang, IQ 35 - 49 Retardasi mental berat, IQ 20 - 34 Retardasi mental sangat berat, IQ dibawah 20

Menurut nilai IQnya, maka intelegensia seseorang dapat digolongkan sebagai berikut : No Kalsifikasi 1. Sangat superior 2. Superior Nilai IQ 130 atau lebih 120-129
8

3. Di atas rata rata 4. Rata-rata 5. Di bawah rata-rata 6. Retardasi mental borderline 7. Retardasi mental ringan (mampu didik) 8. Retardasi mental sedang (mampu latih) 9. Retardasi mental berat 10. Retardasi mental berat

110-119 90-110 80-89 70-79 52-69 36-51 20-35 Di bawah 20

Bila ditinjau dari gejalanya, maka Melly Budhiman membagi : Tipe Klinik Pada retardasi mental tipe klinik ini mudah dideteksi sejak dini karena kelainan fisis maupun mentalnya cukup berat. Penyebabnya sering kelainan organik. Kebanyakan anak ini perlu perawatan yang terus menerus dan kelainan ini dapat terjadi pada kelas sosial tinggi ataupun yang rendah. Orang tua dari anak yang menderita retardasi mental tipe klinik ini cepat mencari pertolongan oleh karena mereka melihat tipe klinik ini cepat mencari pertolongan oleh karena mereka melihat sendiri kelainan pada anaknya. Tipe Sosio Budaya Biasanya baru diketahui setelah anak masuk sekolah dan ternyata tidak dapat mengikuti pelajaran. Penampilannya seperti anak normal sehingga disebut juga retardasi enam jam. Karena begitu mereka keluar sekolah, mereka bermain seperti anak-anak yang normal lainnya. Tipe ini kebanyakan berasal dari golongan social ekonomi rendah. Pada orang tua dari anak tipe ini tidak melihat adanya kelainan pada anaknya, mereka mengetahui kalau anaknya retardasi dari gurunya atau psikolog karena anaknya gagal beberapa kali tidak naik kelas. Pada umumnya anak tipe ini mempunyai taraf IQ golongan borderline dan retardasi mental ringan.

1.4 manifestasi klinis retardasi mental Dibawah ini beberapa kelaianan fisik dan gejala yang sering disertai retardasi mental, yaitu : 1. Kelainan pada mata : a. Katarak Sindrom Cockayne Sindrom Lowe Galactosemia Sindrom Down Kretin Rubella Pranatal, dll. b. Bintik cherry-merah pada daerah macula Mukolipidosis Penyakit Niemann-Pick
9

Penyakit Tay-Sachs c. Korioretinitis Lues congenital Penyakit Sitomegalovirus Rubella Pranatal d. Kornea keruh Lues Congenital Sindrom Hunter Sindrom Hurler Sindrom Lowe 2. Kejang a. Kejang umum tonik klonik Defisiensi glikogen sinthesa Hipersilinemia Hipoglikemia, terutama yang disertai glikogen storage disease I, III, IV, dan VI Phenyl ketonuria Sindrom malabsobrsi methionin, dll. b. Kejang pada masa neonatal Arginosuccinic asiduria Hiperammonemia I dan II Laktik asidosis, dll. 3. Kelainan kulit a. Bintik caf-au-lait Atakasia-telengiektasia Sindrom bloom Neurofibromatosis Tuberous selerosis 4. Kelainan rambut a. Rambut rontok Familial laktik asidosis dengan Necrotizing ensefalopati b. Rambut cepat memutih Atrofi progresif serebral hemisfer Ataksia telangiektasia Sindrom malabsorbsi methionin c. Rambut halus Hipotiroid Malnutrisi 5. Kepala a. Mikrosefali
10

b.

Makrosefali Hidrosefalus Neuropolisakaridase Efusi subdural

6. Perawakan pendek a. Kretin b. Sindrom Prader-Willi 7. Distonia a. Sindrom Hallervorden-Spaz Sedangkan gejala dari retardasi mental tergantung dari tipenya, adalah sebagai berikut: 1. Retardasi mental ringan Kelompok ini merupakan bagian terbesar dari retardasi mental. Kebanyakan dari mereka ini termasuk dari tipe social-budaya dan diagnosis dibuat setelah anak beberapa kali tidak naik kelas. Golongan ini termasuk mampu didik, artinya selain dapat diajar baca tulis bahkan bias bisa sampai kelas 4-6 SD, juga bisa dilatih keterampilan tertentu sebagai bekal hidupnya kelak dan mampu mandiri seperti orang dewasa yang normal. Tetapi pada umumnya mereka ini kurang mampu menghadapi stress sehingga tetap membutuhkan bimbingan dari keluarganya. 2. Retardasi mental sedang Kelompok ini kira-kira 12% dari seluruh penderita retardasi mental, mereka ini mampu latih tetapi tidak mampu didik. Taraf kemampuan intelektualnya hanya dapat sampai kelas dua SD saja, tetapi dapat dilatih menguasai suatu keterampilan tertentu, misalnya pertukangan, pertanian, dll. Apabila bekerja nanti mereka ini perlu pengawasan. Mereka juga perlu dilatih bagaimana mengurus diri sendiri. Kelompok ini juga kurang kurang mampu menghadapi stress dan kurang mandiri sehingga perlu bimbingan dan pengawasan. 3. Retardasi mental berat Sekitar 7% dari seluruh penderita retardasi mental masuk kelompok ini. Diagnosis mudah ditegakkan secara dini karena selain adanya gejala fisik yang menyertai juga berdasarkan keluhan dari orang tua dimana anak sejak awal sudah terdapat keterlambatan perkembangan motorik dan bahasa. Kelompok ini termasuk tipe klinik. Mereka dapat dilatih hygiene dasar saja dan kemampuan berbicara yang sederhana, tidak dapat dilatih keterampilan kerja, dan memerlukan pengawasan dan bimbingan sepanjang hidupnya. 4. Retardasi mental sangat berat Kelompok ini sekitar 1% dan termasuk dalam tipe klinik. Diagnosis dini mudah dibuat karena gejala baik mental dan fisik sangat jelas. Kemampuan berbahasanya sangat minimal. Mereka ini seluruh hidupnya tergantung orang disekitarnya.

11

1.5 diagnosis retardasi mental Untuk mendiagnosa retardasi mental dengan tepat, perlu diambil anamnesa dari orang tua dengan teliti mengenai kehamilan, persalinan dan perkembangan anak. Bila mungkin dilakukan juga pemeriksaan psikologik, bila perlu diperiksa juga di laboratorium, diadakan evaluasi pendengaran dan bicara. Observasi psikiatrik dikerjakan untuk mengetahui adanya gangguan psikiatrik disamping retardasi mental. Tingkat kecerdasan intelegensia bukan satu-satunya karakteristik, melainkan harus dinilai berdasarkan sejumlah besar keterampilan spesifik yang berbeda. Penilaian tingkat kecerdasan harus berdasarkan semua informasi yang tersedia, termasuk temuan klinis, prilaku adaptif dan hasil tes psikometrik. Untuk diagnosis yang pasti harus ada penurunan tingkat kecerdasan yang mengakibatkan berkurangnya kemampuan adaptasi terhadap tuntutan dari lingkungan sosial biasa sehari-hari. Pada pemeriksaan fisik pasien dengan retardasi mental dapat ditemukan berbagai macam perubahan bentuk fisik, misalnya perubahan bentuk kepala: mikrosefali, hidrosefali, dan sindrom down. Wajah pasien dengan retardasi mental sangat mudah dikenali seperti hipertelorisme, lidah yang menjulur keluar, gangguan pertumbuhan gigi dan ekspresi wajah tampak tumpul. Kriteria diagnostik retardasi mental menurut DSM-IV-TR yaitu : Fungsi intelektual yang secara signifikan dibawah rata-rata. IQ kira-kira 70 atau dibawahnya pada individu yang dilakukan test IQ. Gangguan terhadap fungsi adaptif paling sedikit 2 misalnya komunikasi, kemampuan menolong diri sendiri, berumah tangga, sosial, pekerjaan, kesehatan dan keamanan. Onsetnya sebelum berusia 18 tahun Ciri-ciri Perkembangan penderita retardasi mental

1.6 pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang retardasi mental Diagnosis retardasi mental dapat dibuat setelah riwayat penyakit, pemeriksaanintelektual yang baku, dan pengukuran fungsi adaptif menyatakan bahwa perilakuanak sekarang adalah secara bermakna di bawah tingkat yang diharapakan. Diagnosis sendiri tidak menyebutkan penyebab ataupun prognosisnya. Suatu riwayat psikiatrik adalah berguna untuk mendapatkan gambaran longitudinal perkembangan fungsi anak, dan pemeriksaan stigma fisik, kelainan neurologis, dan tes laboratorium dapatdigunakan untuk memastikan penyebab dan prognosis.
12

a. Riwayat Penyakit Riwayat penyakit paling sering didapatkan dari orang tua atau pengasuh, dengan perhatian khusus pada kehamilan ibu, persalinan, dankelahiran. Terdapat riwayat keluarga retardasi mental, hubungan darah padaorangtua, dan gangguan herediter. Juga dapat menilai latar belakangsosiokultural pasien, iklim emosional di rumah, dan fungsi intelektual pasien.

b. Wawancara Psikiatrik Dua faktor yang sangat penting saat jika mewawancarai pasien adalahsikap pewawancara dan cara berkomunikasi dengan pasien. Kemampuan verbal pasien, termasuk bahasa reseptif dan ekspresif, harus dinilai sesegera mungkin dengan mengobservasi komunikasi verbal dan nonverbal antara pengasuh dan pasien dan dari riwayat penyakit. Sangat membantu jikamemeriksa pasien dan pengasuhnya bersama-sama. Jika pasien menggunakan bahasa isyarat, pengasuh dapat sebagai penerjemah. Orang terertardasi mengalami kegagalan seumur hidup dalam berbagai bidang, dan mereka mungkin mengalami kecemasan sebelum menjumpai pewawancara. Pewawancara dan pengasuh harus berusaha untuk memberikan pasien suatu penjelasan yang jelas, suportif, dan konkret tentang prosesdiagnostik, terutama pasein dengan bahasa reseptif yang memadai. Dukungandan pujian harus diberikan dalam bahasa yang sesuai dengan usia dan pengertian pasien. Pengendalian pasien terhadap pola motilitas harus dipastikan, dan bukti klinis adanya distraktibilitas dan distorsi dalam persepsi dan daya ingatharus diperiksa. Pemakaian bahasa, tes realitas, dan kemampuan menggali dan pengalaman penting untuk dicatat. Sifat dan maturitas pertahanan pasien(menundukkan diri sendiri menggunakan penghindaran, represi, penyangkalan, introyeksi, da isolasi) harus diamati. Potensi sublimasi,toleransi frustasi, dan pengendalian impuls (terutama terhadap doronganmotorik, agresif, dan seksual) harus dinilai. Juga penting adalah citra diri dan peranannya dalam perkembangan keyakinan diri, dan juga penilaian keuletan,ketetapan hati, keingintahuan, dan kemauan menggali hal yang tidak diketahui. Pada umumnya pemeriksaan psikiatrik pasien yang teretardasi harusmengungkapkan bagaimana pasien mengalami stadium perkembangan. Dalamhal kegagalan atau regresi, juga dapat mengembangkan sifat kepribadian yangmemungkinkan perencanaan logis dari penatalaksanaan dan pendekatan pengobatan.

c. Pemeriksaan Fisik

13

Berbagai bagian tubuh memiliki karakteristik tertentu yang seringditemukan pada orang retardasi mental dan memiliki penyebab prenatal.Sebagai contoh, konfigurasi dan ukuran kepala memberikan petunjuk terhadap berbagai kondisi seperti mikrosefali, hidrosefalus, dan sindroma Down. Wajah pasien mungkin memiliki beberapa stigmata retardasi mental yang sangat mempermudah diagnosis. Tanda fasial tersebut adalah hipertelorisme, tulanghidung yang datar, alis mata yang menonjol, lipatan epikantus, opasitaskornea, perubahan retina yag letaknya rendah atau bentuknya aneh, lidah yangmenonjol, dan gangguan gigi geligi. Lingkaran kepala harus diukur sebagai bagian dari pemeriksaan klinis. Warna dan tekstur kulit dan rambut, palatumdengan lengkung yang tinggi, ukuran kelenjar tiroid, dan ukuran anak dan batang tubuh dan ekstremitasnya adalah bidang lain yang digali.

d. Pemeriksaan Neurologis Gangguan sensorik sering terjadi pada orang retardasi mental, sebagaicontoh sampai 10 persen orang retardasi mental mengalami gangguan pendengaran empat kali lebih tinggi dibandingkan orang normal. Gangguansensorik dapat berupa gangguan pendengaran dan gangguan visual. Gangguan pendengaran terentang dari ketulian kortikal sampai deficit pendengaran yangringan. Gangguan visual dapat terentang dari kebutaan sampai gangguankonsep ruang, pengenalan rancangan, dan konsep citra tubuh.Gangguan dalam bidang motorik dimanifestasikan oleh kelainan padatonus otot (spastisitas atau hipotonia), refleks (hiperefleksia), dan gerakaninvolunter (koreoatetosis). Derajat kecacatan lebih kecil ditemukan dalamkelambanan dan koordinasi yang buruk.

e. Tes Laboratorium Tes laboratorium yang digunakan pada kasus retardasi mental adalah pemeriksaan urin dan darah untuk mencari gangguan metabolik. Penentuankariotipe dalam laboratorium genetic diindikasikan bila dicurigai adanyagangguan kromosom. Amniosintesis, di mana sejumlah kecil cairan amniotic diambil dariruang amnion secara transabdominal antara usia kehamilan 14 dan 16 minggu,telah berguna dalam diagnosis berbagai kelainan kromosom bayi, terutamaSindroma Down. Amniosintesis dianjukan untuk semua wanita hamil berusiadi atas 35 tahun. Pengambilan sampel vili korionik (CVS; chorionic villi sampling) adalah teknik skrining yang baru untuk menentukan kelainan janin. Cara inidilakukan pada usia kehamilan 8 dan 10 minggu. Hasilnya tersedia dalamwaktu singkat (beberapa jam atau hari), dan jika kehamilan adalah abnormal,keputusan untuk mengakhiri kehamilan dapat dilakukan dalam trimester pertama. Prosedur memiliki resiko keguguran antara 2 dan 5 persen.
14

f. Pemeriksaan Psikologis Tes psikologis, dilakukan oleh ahli psikologis yang berpengalaman,adalah bagian standar dari pemeriksaan untuk retardasi mental. Pemeriksaan psikologis dilakukan untuk menilai kemampuan perceptual, motorik,linguistik, dan kognititf. Informasi tentang factor motivasional, emosional, daninterpersonal juga penting.

1.7 diagnosis banding retadasi mental Anak-anak dari keluarga yang sangat melarat dengan deprivasi rangsangan yang berat ( retardasi mental ini reversible bila diberi rangsangan baik secara dini). Kadang anak dengan gangguan pendengaran atau penglihatan dikira menderita retardasi mental. MUngkin juga gangguan bicara dan cerebral palsy membuat anak kelihatan terbelakang, biarpun intelegensinya normal. Gangguan emosi dapat menghambat kemampuan belajar sehingga dikira anak itu bodoh. Early infantile autism dan skizofrenia anak juga sering menunjukkan gejala yang mirip retardasi mental. 1.8 penatalaksanaan retardasi mental Retardasi mental berhubungan dengan beberapa gangguan heterogen dan berbagai faktor psikososial. Terapi yang terbaik untuk retardasi mental adalah pencegahan primer, sekunder, dan tersier. A. Pencegahan Primer Pencegahan primer merupakan tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan atau menurunkan kondisi yang menyebabkan perkembangangangguan yang disertai dengan retardasi mental. Tindakan tersebut termasuk : Pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat umum tentang retardasi mental. Usaha terus-menerus dari professional bidang kesehatan memperbaharui kebijaksanaan kesehatan masyarakat. untuk menjaga dan

Aturan untuk memberikan pelayanan kesehatan maternal dan anak yang optimal. Eradikasi gangguan yang diketahui disertai dengan kerusakan systemsaraf pusat.

15

Konseling keluarga dan genetik membantu menurunkan insidensiretardasi mental dalam keluarga dengan riwayat gangguan genetic yang berhubungan dengan retardasi mental. Untuk anak-anak dan ibu dengansosioekonomi rendah, pelayanan medis prenatal dan perinatal yang sesuai dan berbagai program pelengakap dan bantuan pelayanan social dapat menolongmenekan komplikasi medis dan psikososial.

B. Pencegahan Sekunder dan Tersier Jika suatu gangguan yang disertai dengan retardasi mental telahdikenali, gangguan harus diobati untuk mempersingkat perjalanan penyakit(pencegahan sekunder) dan untuk menekan sekuele atau kecacatan yangterjadi setelahnya (pencegahan tersier).

Gangguan metabolik dan endokrin herediter, seperti PKU dan hipotiroidisme, dapat diobati dalam stadium awal dengan control diet atau dengan terapi penggantian hormone. Anak retardasi mental seringkali memiliki kesulitan emosional dan perilaku yang memerlukan terapi psikiatrik. Kemampuan kognitif dan social yang terbatas yang dimiliki anak tersebut memerlukan modalitas terapi psikiatrik yang dimodifikasi berdasarkan tingkat kecerdasan anak. a. Pendidikan untuk anak Lingkungan pendidikan untuk anak-anak dengan retardasimental harus termasuk program yang lengkap yang menjawab latihanketerampilan adaptif, latihan keterampilan sosial, dan latihankejujuran. Perhatian khusus harus dipusatkan pada komunikasi danusaha untuk meningkatkan kualitas hidup. Terapi kelompok seringkali merupakan format yang berhasil dimana anak-anak dengan retardasimental dapat belajar dan mempraktekkan situasi hidup nyata danmendapatkan umpan balik yang mendukung.

b. Terapi perilaku, kognitif, dan psikodinamika Kesulitan dalam beradaptasi di antara orang retardasi mentaladalah luas dan sangat bervariasi sehingga sejumlah intervensi sendiriatau dalam kombinasi mungkin berguna.Terapi perilaku telah digunakan selama bertahun-tahun untuk membentuk dan meningkatkan perilaku sosial dan untuk mengendalikan dan menekan perilaku agresif dan destruksi pasien.Dorongan positif untuk perilaku yang diharapkan dan memulai hukuman (seperti mencabut hak istimewa) untuk perilaku yang tidak diinginkan telah banyak menolong.Terapi kognitif seperti menghilangkan keyakinan palsu danlatihan

16

relaksasi dengan instruksi dari diri sendiri, juga telahdianjurkan untuk pasien retardasi mental yang mampu mengikuti instruksi pasien.

Terapi psikodinamika telah digunakan pada pasien retardasimental dan keluarganya untuk menurunkan konflik tentang harapanyang menyebabkan kecemasan, kekerasan, dan depresi yang menetap.

c. Pendidikan keluarga Satu bidang yang penting dalam pendidikan keluarga dari pasien dengan retardasi mental adalah tentang cara meningkatkankompetensi dan harga diri sambil mempertahnkan harapan yangrealistic untuk pasien. Keluarga seringkali merasa sulit untuk menyeimbangkan antara mendorong kemandirian dan memberikanlingkungan yang mengasuh dan suportif bagi anak retardasi mental,yang kemungkinan mengalami suatu tingkat penolakan dan kegagalan di luar konteks keluarga. Orang tua mungkin mendapatkan manfaat dari konseling yangterus-menerus datau terpai keluarga. Orang tua harus diberikan kesempatan untuk mengekspresikan perasaan bersalah, putus asa,kesedihan, penyangkalan yang terus-menerus timbul, dan kemarahantentang gangguan dan masa depan anak. Dokter psikiatrik harus siapuntuk memberikan semua informasi medis dasar dan terakhir tentang penyebab, terapi, dan bidang lain yang berhubungan (seperti latihankhusus dan perbaikna defek sensorik).

d. Intervensi farmakologis Pendekatan farmakologis dalam terpai gangguan mental komorbid pada pasien retardasi mental adalah banyak kesamaannya seperti untuk pasien yang tidak mengalami retardasi mental. Semakin banyak datayang mendukung pemakaian berbagai medikasi untuk pasien dengangangguan mental yang tidak retardasi mental. Beberapa penelitiantelah memusatkan perhatian pada pemakaian medikasi untuk sindrom perilaku berikut ini yang sering terjadi di antara retardasi mental Agresi dan perilaku melukai diri sendiri O Beberapa bukti dari penelitian telah menyatakan bahwalithium (Eskalith) berguna dalam menurunkan agresidan perilaku melukai diri sendiri. O Antagonis narkotik seperti naltrexone (Trexan) telahdilaporkan menurunkan perilaku melukai diri sendiri pada pasien retardasi mental yang juga
17

memenuhikriteria diagnostik untuk gangguan austik infantile.Satu hipotesis yang diajukan sebagai mekanisme kerjaterapi naltrexone adalah bahwa obat mempengaruhi pelepasan opioid endogen yang dianggap berhubungandengan melukai diri sendiri. O Carbamazepine (Tegretol) dan valproic acid(Depakene) adalah medikasi yang juga bermanfaat pada beberapa kasus perilaku melukai diri sendiri.

Gerakan motorik stereotipik Medikasi antipsikotik, seperti haloperidol (Haldol) dan chlorpromazine (Thorazine), menurunkan perilaku stimulasidiri yang berulang pada pasien retardasi mental, terapimedikasi tersebut tidak meningkatkan perilaku adaptif. Beberapa anak dan orang dewasa (sampai sepertiga) denganretardasi mental menghadapi resiko tinggi mengalami tardivedyskinesia dengan pemakaian kontinu medikasi antipsikotik.

Perilaku kemarahan eksplosif Penghambat-, seperti propranolol dan buspirone (BuSpar),telah dilaporkan menyebabkan penurunan kemarahanekspolasif di antara pasien dengan retardasi mental dangangguan autistik. Penelitian sistematik diperlukan sebelum obat dapat ditetapkan sebagai manjur.

Gangguan defisit atensi/hiperaktivitas Penelitian terapi methylphenidate pada pasien retardasi mentalringan dengan gangguan defisit atensi/hiperaktivitas telahmenunjukkan perbaikan bermakna dalam kemampuanmempertahankan perhatian dan menyelesaikan tugas. Penelitian terapi metylphenidate tida menunjukkan buktiadanya perbaikan jangka panjang dalam keterampilan social atau belajar.

1.9 prognosis retardasi mental Retardasi mental yang diketahuipenyakit dasarnya, biasanya prognosisnya lebih baik. Tetapi pada umumnya sukar untuk menemukan penyakit dasarnya. Anak dengan dengan retardasi mental ringan dengan kesehatan yang baik tanpa penyakit kardiorespirasi, pada umumnya umur

18

harapan hidupnya sama dengan orang yang normal. Tetapi sebaliknya pada retardasi mental yangberat dengan masalah kesehatan dan gizi, sering meninggal pada usia muda.

2. Memahami dan menjelaskan peran gizi pada pertumbuhan anak dan remaja Dalam buku Brain Food for Kids, Nicole Graimes menyebutkan jenis-jenis zat gizi penujang perkembangan otak dan kecerdasan anak adalah: Karbohidrat, dalam bentuk gula sederhana dan gula kompleks, dibuthkan sebagai sumber energi untuk membentu sel-sel otak baru. Protein, baik hewani maupun nabati, terdiri daru 25 jenis asam amino yang berperan penting bagi terbentuknya neutrotransmitter, yaitu senyawa pengantar pesan dari sel otak satu ke sel otak yang lain. Lemak, terutama dalam bentuk asam lemak, sebagai bahan baku pembentuk sel-sel otak baru. Sebanyak 60% dari otak terbentuk dari lemak. Jenis asam lemak yang paling utama adalah asam lemak tidak jenuh rantai panjang, contohnya omega-3, EPA, dan DHA. Asam lemak omega-3 ini paling banyak ditemukan dalam ikan laut, seperti ikan kod. Vitamin dan mineral, sangat dibutuhkan untuk membantu fungsi kerj aotak, menunjang kerja sistem imun dan sistem saraf pusat. Vitamin A. Meningkatkan daya tahan tubuh. Vitamin D. Menjaga kesehatan tulang dan gigi. DHA 224 mg/5 ml. Membantu perkembangan sel-sel otak. Zat Gizi Untuk Kecerdasan Balita

Kecerdasan, keterampilan, dan perkembangan mental balita tidak lepas dari pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak. Agar otak anak berkembang optimal, tentu saja bunda harus memenuhi aneka zat gizi yang diperlukan. Apalagi, ilmu pengetahuan mengajarkan bahwa otak terus tumbuh hingga anak berusia dua tahun. Artinya, pada masa emas itulah, balita selayaknya mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang, terutama untuk perkembangan otaknya. Di dunia banyak sekali aneka zat gizi yang berperan penting bagi perkembangan otak, namun ada beberapa yang paling penting. Di antaranya adalah kelompok asam lemak tak jenuh, kalori dan protein, zat besi, kelompok vitamin B, dan seng (Zn).

19

Asam lemak tak jenuh Asam lemak tak jenuh sangat dominan dalam susunan sel-sel saraf di otak anak. Bahkan diketahui bahwa 60% otak manusia terdiri dari aneka jenis lemak itu. Yang termasuk asam lemak tak jenuh itu adalah: DHA (asam dokosaheksaenoat) atau yang kita kenal sebagai omega-3 Asam lemak omega-3 berperan besar dalam perkembangan sel saraf, otak, dan penglihatan. Kekurangan omega-3 bisa mengganggu perkembangan sistem saraf. Akibatnya, mungkin saja terjadi gangguan pada sistem daya tahan tubuh, daya ingat, mental, dan penglihatan. AA (asam arakidonat) atau omega-6

Asam lemak ini berfungsi membantu pembentukan senyawa yang bersifat seperti hormon, yaitu bertugas sebagai pengantar perintah dari satu sel saraf ke sel saraf lainnya dalam tubuh, termasuk ke otak. Kedua asam lemak ini terdapat dalam ASI. Setelah mendapat asupan makanan, asam lemak ini bisa diperoleh dari ikan tenggiri atau tuna, bayam, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari.

Kalori dan protein

Kekurangan kalori dan protein dapat menyebabkan otak anak tidak tumbuh optimal dan akan mengakibatkan gangguan motorik dan kecerdasan. Kalori dibutuhkan dalam proses metabolisme otak, sementara protein berperan dalam pembentukan sel-sel saraf baru, termasuk otak. Sumber-sumber kedua zat gizi ini adalah daging sapi, ayam, ikan, telur, serta susu dan produk olahannya. Juga minyak ikan, tempe, tahu, dan kedelai.

Zat besi

Zat besi berperan besar dalam pembentukan sel-sel baru, termasuk otak, di mana ia mengangkut dan membagikan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Ia juga berperan dalam pembentukan sel darah merah di dalam sumsum tulang belakang. Sistem imun yang berfungsi dengan baik adalah tanda cukupnya zat besi dalam tubuh. Sumber-sumbernya adalah hati, daging merah, ikan, telur, serealia, dan sayuran berwarna hijau tua.

Kelompok vitamin B
20

Berbagai jenis vitamin B sangat besar peranannya dalam perkembangan otak anak, yaitu B1, B3, B6, dan B12. Vitamin B1 melindungi sel-sel saraf dalam jaringan sel pusat, B3 menjaga keseimbangan kerja sel-sel saraf, B6 berperan dalam proses pembentukan sel darah merah, serta membantu tubuh dalam proses penyerapan karbohidrat, protein, dan lemak; B12 berperan dalam membentuk senyawa kimia yang mendukung pertumbuhan dan fungsi sel saraf dan pertumbuhan tulang belakang, serta mencegah kerusakan saraf dan meningkatkan daya ingat. Bersama zat besi, vitamin B12 jga membantu pembentukan sel darah merah. Sumber vitamin B adalah serealia, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, ayam, daging tanpa lemak, produk olahan susu, dan sayuran berwarna hijau.

Seng (Zn)

Seng berfungsi membantu otak dalam mengantar informasi genetik dalam sel. Selain itu, seng juga bertugas membantu proses pembentukan sel-sel tubuh, termasuk otak. Kekurangan seng dapat berpengaruh terhadap perkembangan kecedasan anak dan gangguan fungsi otak. Seng banyak terdapat dalam daging, hati, ayam, seafood, susu, biji-bijian, dan kacangkacangan.

Makanan yang Mempengaruhi Kecerdasan Mempunyai anak dengan tingkat kecerdasan yang tinggi merupakan dambaan setiap orang tua, karena itulah banyak orang tua yang mengeluarkan biaya besar demi mendapatkan anaknya menjadi cerdas dan pintar serta sehat. Karena kecerdasan dan kondisi anak terletak pada kandungan gizi pada makanan yang ia makan selama ini. Nah untuk mendapatkan kecerdasan anak yang optimal sebaiknya orangtua memperhatikan beberapa hal, yang pertama yaitu pemberian Asi eksklusif, kemudian kecukupan zat gizi, lingkungan yang sehat dan nyaman dan yang pasti suasana keluarga yang harmonis. Tidah hanya itu saja, memberikan stimulasi seimbang dapat mengasah kecerdasan anak, misalnya bermain dengan alat permainan yang dapat merangsang daya pikir sesuai usia mereka. Berikut ini adalah 7 makanan yang baik untuk kecerdasan anak : 1.Ikan salmon yaitu sumber asam lemak omega-3 -DHA and EPA- yang keduanya penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak anak anda. 2.Telur, kuning telur ternyata padat kandungan kolin yaitu zat yang membantu perkembangan daya ingat.

21

3.Kacang tanah atau dalam bahasa inggrisnya peanut, ini merupakan sumber vitamin E. Vitamin ini membantu otak dan sistem saraf dalam penggunaan glukosa untuk kebutuhan energi. 4.Susu dan yoghurt, protein dan vitamin B tinggi yang terkandung di dalamnya sangat penting untuk pertumbuhan jaringan otak, neurotransmitter dan enzim. 5.Daging sapi tanpa lemak, Selain Mengandung zat besi daging sapi juga dapat memelihara daya ingat dan kecerdasan anak. 6.Gandum murni, Serat pada gandum, dapat membantu mengatur pelepasam glukosa dalam tubuh, selain itu juga mengandung vitamin B yang berfungsi memelihara kesehatan sistem saraf. selain itu gandum juga mempunyai kemampuan untuk mendukung kebutuhan sediaan glukosa dari tubuh yang sifatnya konstan. 7.Strawberry, cherry, blueberry, dan blackberry. Buah-buahan ini kaya antioksidan kadar tinggi, khususnya vitamin C. Biji dari buah berry kaya asam lemak omega-3 yang sangat penting untuk kecerdasan otak. Secara umum, semakin kuat warnanya, semakin banyak nutrisinya

Peranan dan Pengaruh Gizi dalam Perkembangan Inteligensi Anak cerdas membuat Anda bangga dan bahagia. Tetapi mereka tidak lahir begitu saja. Anda harus menciptakannya. Caranya, dengan membantu proses tumbuh-kembang otaknya agar optimal, dengan memenuhi kebutuhan zat gizi untuk perkembangan otak secara tepat. Apabila ditambah dengan stimulasi kecerdasan lewat kegiatan sehari-hari, memiliki anak yang cerdas bukan lagi impian. Periode emas. Proses perkembangan otak anak terdiri dari serangkaian tahapan yang telah dimulai sejak di dalam kandungan. Tepatnya, ketika kehamilan memasuki trimester ke-3. Tahapan itu berlanjut setelah anak lahir dan perkembangan yang berlangsung hingga usia 2 tahun merupakan periode emas atau periode pacu tumbuh otak. * Pada usia 6 bulan, perkembangan otak anak mencapai 50%. * Pada umur 2 tahun melonjak hingga 75%. * Pada umur 5 tahun perkembangan otak mencapai 90%. * Pada umur 10 mencapai 99%. Faktor genetik hanya memiliki andil 30-40% dalam menentukan perkembangan otak dan tingkat kecerdasan anak. Selebihnya, yang berperan adalah faktor lingkungan, antara lain
22

pemenuhan kebutuhan berbagai zat gizi yang diperlukan untuk menunjang proses perkembangan otak anak Tepat memilih. Apa saja zat gizi untuk perkembangan otak anak? Yang sudah terbukti secara ilmiah adalah DHA (docosahexaenoic acid), bermanfaat untuk membantu mengoptimalkan proses perkembangan otak. DHA merupakan bahan baku pembentuk 60% asam lemak esensial otak, yang memiliki fungsi penting, yaitu membentuk sel-sel saraf otak, melindungi serabut saraf otak, dan memelihara fungsi otak serta indera penglihatan (terutama retina). Dari berbagai kajian ilmiah menunjukkan bahwa kekurangan zat besi dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan serta sel otak. Kekurangan kadar Hb dalam darah dapat menimbulkan gejala lesu, lemah, letih, lalai dan cepat capai. Akibatnya dapat menurunkan prestasi belajar, olahraga dan produktifitas kerja serta menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi. Dalam rangka Hari Anak Nasional 2005, penanggulangan masalah anemia merupakan masalah yang harus ditanggulangi bersama baik Lintas Program maupun Lintas Sektor serta melibatkan pihak swasta, LSM, media cetak dan media elektronik. Atas dasar inilah diadakan seminar bertajuk Dampak Anemia Gizi Besi Pada Kecerdasan Anak di Departemen Kesehatan, hari Kamis, 4 Agustus 2005. Seminar ini diharapkan dapat meningkatkan kerjasama dan kemitraan berbagai pihak terkait dalam rangka Penanggulangan Anemia di Indonesia, sehingga anak-anak kita menjadi penerus bangsa yang berkualitas. Terjadinya kekurangan zat besi tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti: kemiskinan, tingkat pendidikan rendah, ketersediaan pangan di masyarakat menurun, dan sempitnya lapangan kerja. Hal-hal diatas membawa pengaruh pada persediaan pangan rumah tangga, pola asuh gizi keluarga, sanitasi lingkungan, dan air bersih. Masalah anemia harus ditemukan solusinya, karena anemia termasuk masalah kesehatan yang cukup serius bila dilihat dari dampak yang ditimbulkannya yang meliputi setiap lapisan masayarakat. Angka kecukupan energi (AKE) Fungsi energi di dalam tubuh sebagai energi basal, untuk melakukan kegiatan, membantu sistem pencernaan, pertumbuhan, dan adaptasi serta pengatur suhu tubuh. Anak yang kekurangan energi akan mudah lelah, pencernaannya terganggu, pertumbuhannya terlambat dan sebagainya. Sumber pangan yang nantinya diolah menjadi energi, antara lain serelia, umbi-umbian, bijibijian, kacang-kacangan, lemak dan minyak, serta buah yang kaya akan karbohidrat. Usia 0-6 bulan, BB (berat badan) 6 kg dan tinggi 60 cm membutuhkan energi (AKE) sebanyak 547 kkal/hr. Usia 7-11 bulan, BB 8,5 kg dan tinggi 71 cm, butuh AKE 550 kkal/hr. - Usia 1-3 tahun, BB 12 kg dan tinggi 90 cm, butuh AKE 1.000 kkal/hr. - Usia 4-6 tahun, BB 17 kg dan
23

tinggi 110 cm, butuh AKE 1,550 kkal/hr. - Usia 7-9 tahun, BB 25 kg dan tinggi 120 cm, butuh AKE 1.800 kkal/hr Usia 10-12 (pria), BB 35 kg, tinggi 138 cm, butuh AKE 2.000 kkal/hr. Usia 13-15 tahun, BB 46 kg, tinggi 150 cm, AKE-nya 2.400 kkal/hr. - - Usia 16-18 tahun, BB 55 kg, tinggi 160 cm, AKE-nya 2.600 kkal/hr. Usia 10-12 (putri), BB 37 kg, tinggi 145 cm, AKE-nya 2.000 kkal/hr. - Usia 13-15, tinggi 153, AKE-nya 2.300 kkal/hr. Usia 16-18, dengan BB 48 kg, tinggi 153 cm AKE-nya 2.300 kkal/hr.

Angka kecukupan protein (AKP): Fungsi protein selama ini membantu pertumbuhan, pemeliharaan, dan membangun enzim, hormon, dan imunitas. Oleh sebab itu, protein sering kali disebut sebagai zat pembangun. Protein dibagi dua, yakni berasal dari hewani dan nabati. Kebutuhan protein pada setiap individu berbeda. Sumber pangan yang mengandung protein antara lain ikan, telur, daging, susu, dan kacang-kacangan. Usia 0-6 bulan, BB 6 kg, AKP-nya 9 gram. Pada usia 7-11 bulan dengan BB 8,5 kg AKP yang dibutuhkan 15 g. Usia 1-3 tahun dengan BB 12 kg AKP-nya 19 g. Usia 4-6 tahun dengan BB 18 kg, AKP-nya 22 g. Usia 7-9 tahun, BB 25 kg, AKP-nya 29 g. Usia 10-12 tahun (pria), BB 35 kg, AKP-nya 40 g. Usia 13-15 tahun, BB 46 kg AKP-nya 47 g. Dan, usia 16-18 tahun, BB 55 kg butuh AKP 56 g. Usia 10-12 tahun (putri), BB 31 kg, AKP 38 g. Usia 13-15 tahun, BB 48 kg, AKP 49 g. Sedangkan usia 16-18 tahun, BB 50 kg, AKP 51 g.

Angka kecukupan vitamin (AKV): Vitamin terbagi menjadi dua yakni vitamin larut lemak dan vitamin larut air. Dari berbagai jenis vitamin yang dikenal, empat di antaranya larut lemak, antara lain vitamin A, D, E, dan K. Sedangkan vitamin lainnya bersifat larut dalam air. Vitamin larut air antara lain vitamin B1 (Tiamin), B2 (Riboflavin), Niasin, Folat, B6 (Piridoksin), B12 dan vitamin C. Setiap vitamin memiliki manfaat yang berbeda-beda di dalam tubuh dan jumlah yang dibutuhkan pun tidaklah sama. Beberapa vitamin larut air:

24

Vitamin B1 (Tiamin) berfungsi sebagai ko-enzim pada metabolisme energi. Apabila kekurangan menyebabkan sakit beri-beri. Vitamin B2 (Riboflavin) berfungsi untuk koenzim pada reaksi oksidasi dan reduksi. Defisiensi B2 menyebabkan cheilosis, angular stomatitis, dan lain-lain. Niacin merupakan sumber vitamin untuk metabolisme. Kebanyakan sumber Niacin pada daging dan bahan hewan lainnya. Defisiensi Niacin menyebabkan pelagra. Folat merupakan sumber vitamin yang bermanfaat sebagai ko-enzim pada transfer singel karbon pada metabolisme asam amino dan asam nukleat. Defisiensi folat bisa menyebabkan anemia makrositik dan penyakit vaskular. Vitamin C bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuhkan luka, dan sebagai antioksidan.

Vitamin larut lemak: Vitamin A memiliki fungsi untuk membangun imun tubuh, mempertajam penglihatan, pertumbuhan tulang, fertilitas, dan lain-lain. Kekurangan vitamin A bisa menyebabkan pertumbuhan anak menjadi terhambat bahkan mengakibatkan kematian. Vitamin D merupakan vitamin yang tubuh dapat menyintesanya dengan bantuan sinar matahari. Fungsi utama vitamin D untuk mempertahankan konsentrasi kalsium dan fosfor serum, membantu pembentukan tulang dan gigi. Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan dan mencegah terjadinya peroksidasi dari lipida. Defisiensi vitamin E bisa sebabkan kekurangan produksi lipoprotein. Vitamin K merupakan ko-enzim yang berperan untuk enzim dan berperan menyintesa sejumlah protein yang berperan dalam koagulasi darah dan metabolisme tulang.

3. Memahami dan menjelaskan kewajiban orang tua dalam mendidik anak Bukan saja sang anak, orang tua pun mempunyai kewajiban terhadap anak yang harus ditunaikan. Kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah sebuah wujud aktualitas hak-hak anak yang harus dipenuhi oleh orang tua. 1. Anak mempunyai hak untuk hidup
25

Allah berfirman: Janganlah kamu membunuh anak anakmu karena takut miskin. Kami akan memberikan rizqi kepadamu dan kepada mereka. ( QS. Al-Anam: 151)

Dari ayat tersebut sangat jelas bahwa orang tua mempunyai kewajiban agar anak tetap bisa hidup betapapun susahnya kondisi ekonomi orang tua. Ayat itu juga memberi jaminan kepada kita bahwa Allah pasti akan memberikan rizqi baik kepada orang tua maupun sang anak, asalkan tentu saja berusaha.

2. Menyusui Wajib atas seorang ibu menyusui anaknya yang masih kecil, sebagaimana firman Allah yang artinya: Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. (QS AI Baqarah: 233) Allah berfirman, yang artinya: Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya. lbunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkanya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan. (QS Al Ahqaf 15). Al Allamah Siddiq Hasan Khan berkata, Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan. Maksudnya, adalah jumlah waktu selama itu dihitung dari mulai hamil sampai disapih.

Allah taala berfirman; Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah tambah, dan menyapihnya dalamdua tahundst . ( QS: 31; 14 ).

Air susu dalam beberapa hari kelahiran mempunyai beberapa kelebihan, antara lain mengandung zat antibody yang sangat diperlukan oleh bayi. Bayi yang memperoleh air susu jenis ini akan mempunyai daya kekebalan tubuh yang lebih baik. Seorang ibu diwajibkan untuk menyusui anaknya sampai 2 tahun penuh, kecuali ada alas an yang dapat diterima oleh hokum Islam. Menyusui anak sampai dua tahun ini akan menumbuhkan pengaruh positif terhadap sang anak baik secara fisik maupun secara jiwani.
26

3. Memberi Nama yang Baik

Dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda, Sesungguhnya kewajiban orang tua dalam memenuhi hak anak itu ada tiga, yakni: pertama, memberi nama yang baik ketika lahir. Kedua, mendidiknya dengan al-Quran dan ketiga, mengawinkan ketika menginjak dewasa. Rasulullah saw diketahui telah memberi perhatian yang sangat besar terhadap masalah nama. Kapan saja beliau menjumpai nama yang tidak menarik (patut) dan tak berarti, beliau mengubahnya dan memilih beberapa nama yang pantas. Beliau mengubah macam-macam nama laki-laki dan perempuan. Seperti dalam hadits yang disampaikan oleh Aisyah ra, bahwa Rasulullah saw biasa merubah nama-nama yang tidak baik. (HR. Tirmidzi).

Beliau sangat menyukai nama yang bagus. Bila memasuki kota yang baru, beliau menanyakan namanya. Bila nama kota itu buruk, digantinya dengan yang lebih baik. Beliau tidak membiarkan nama yang tak pantas dari sesuatu, seseorang, sebuah kota atau suatu daerah. Seseorang yang semula bernama Ashiyah (yang suka bermaksiat) diganti dengan Jamilah (cantik), Harb diganti dengan Salman (damai), Syibul Dhalalah (kelompok sesat) diganti dengan Syibul Huda (kelompok yang benar) dan Banu Mughawiyah (keturunan yang menipu) diganti dengan Banu Rusydi (keturunan yang mendapat petunjuk) dan sebagainya (HR. Abu Dawud dan ahli hadits lainAn-Nawawi, Al Azkar: 258)

Berkenaan dengan nama-nama yang bagus untuk anak, Rasulullah saw bersabda, Sesungguhnya kamu sekalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kamu sekalian, maka perbaguslah nama kalian. (HR.Abu Dawud)

Pemberian nama yang baik bagi anak adalah awal dari sebuah upaya pendidikan terhadap anak anak. Ada yang mengatakan; apa arti sebuah nama. Ungkapan ini tidak selamanya benar. Islam mengajarkan bahwa nama bagi seorang anak adalah sebuah doa. Dengan memberi nama yang baik, diharapkan anak kita berperilaku baik sesuai dengan namanya. Adapun setelah kita berusaha memberi nama yang baik, dan telah mendidiknya
27

dengan baik pula, namun anak kita tetap tidak sesuai dengan yang kita inginkan, maka kita kembalikan kepada Allah s.w.t. Nama yang baik dengan akhlaq yang baik, itulah yang kita harapkan. Nama yang baik dengan akhlaq yang buruk, tidak kita harapkan. Apalagi nama yang buruk dengan akhlaq yang buruk pula. Celaka berlipat ganda.

4. Mengaqiqahkan Anak Menurut keterangan A. Hasaan aqiqah adalah; menyembelih kambing untuk (bayi) yang baru lahir, dicukur dan diberi nama anak itu, pada hari ketujuhnya. Rasulullah s.a.w. bersabda; Tiap tiap seorang anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelih (aqiqah) itu buat dia pada hari yang ketujuhnya dan di cukur serta diberi nama dia. (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Imam yang empat dan dishahihkan oleh At Tirmidzy, hadits dari Samurah).

5. Mendidik anak Pada suatu kesempatan, Amirul Mukminin Umar bin Khaththab kehadiran seorang tamu lelaki yang mengadukan kenakalan anaknya, Anakku ini sangat bandel. tuturnya kesal. Amirul Mukminin berkata, Hai Fulan, apakah kamu tidak takut kepada Allah karena berani melawan ayahmu dan tidak memenuhi hak ayahmu? Anak yang pintar ini menyela. Hai Amirul Mukminin, apakah orang tua tidak punya kewajiban memenuhi hak anak?

Umar ra menjawab, Ada tiga, yakni: pertama, memilihkan ibu yang baik, jangan sampai kelak terhina akibat ibunya. Kedua, memilihkan nama yang baik. Ketiga, mendidik mereka dengan al-Quran.

Mendengar uraian dari Khalifah Umar ra anak tersebut menjawab, Demi Allah, ayahku tidak memilihkan ibu yang baik bagiku, akupun diberi nama Kelelawar Jantan, sedang dia juga mengabaikan pendidikan Islam padaku. Bahkan walau satu ayatpun aku tidak pernah diajari olehnya. Lalu Umar menoleh kepada ayahnya seraya berkata, Kau telah berbuat durhaka kepada anakmu, sebelum ia berani kepadamu.

Mendidik anak dengan baik merupakan salah satu sifat seorang ibu muslimah. Dia senantiasa mendidik anak-anaknya dengan akhlak yang baik, yaitu akhlak Muhammad dan para
28

sahabatnya yang mulia. Mendidik anak bukanlah (sekedar) kemurahan hati seorang ibu kepada anak-anaknya, akan tetapi merupakan kewajiban dan fitrah yang diberikan Allah kepada seorang ibu. Mendidik anak pun tidak terbatas dalam satu perkara saja tanpa perkara lainnya, sepertI (misalnya) mencucikan pakaiannya atau membersihkan badannya saja. Bahkan mendidik anak itu mencakup perkara yang luas, mengingat anak merupakan generasi penerus yang akan menggantikan kita yang diharapkan menjadi generasi tangguh yang akan memenuhi bumi ini dengan kekuatan, hikmah, ilmu, kemuliaan dan kejayaan.

Berikut beberapa perkara yang wajib diperhatikan oleh ibu dalam mendidik anak-anaknya: Menanamkan aqidah yang bersih, yang bersumber dari Kitab dan Sunnah yang shahih.

Allah berfirman yang artinya: Maka ketahuilah bahwa sesugguhnya tidak ada sesembahan yang haq melainkan Allah. (QS Muhammad: 19)

Rasulullah bersabda, yang artinya: Dari Abul Abbas Abdullah bln Abbas, dia berkata: Pada suatu hari aku membonceng di belakang Nabi, kemudian beliau berkata, Wahai anak, Sesungguhnya aku mengajarimu beberapa kalimat, yaitu: jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau mendapatiNya di hadpanmu. Apablla engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. Dan apabila engkau mohon pertotongan, maka mohonlah pertotongan kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberimu satu manfaat, niscaya mereka tidak akan dapat memberimu manfaat, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan jika mereka berkumpul untuk memberimu satu bahaya, niscaya mereka tidak akan bisa membahayakanmu, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena-pena telah diangkat dan tinta telah kering. 3

Dan dalam riwayat lain (Beliau berkata), Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapatiNya di hadapanmu. Perkenalkanlah dirimu kepada Allah ketika kamu senang, niscaya Dia akan mengenalimu saat kesulitan. Ketahuilah, apa apa yang (ditakdirkan) luput darimu, (maka) tidak akan menimpamu. Dan apa-apa yang (ditakdirkan) menimpamu, ia tidak akan luput darimu. Ketahuilah, bahwa pertolongan ada
29

bersama kesabaran, kelapangan ada bersama kesempitan, dan bersama kesusahan ada kemudahan. 4

Seorang anak terlahir di atas fitrah, sebagaimana sabda Rasulullah maka sesuatu yang sedikit saja akan berpengaruh padanya. Dan wanita muslimah adalah orang yang bersegera menanamkan agama yang mudah ini, serta menanamkan kecintaan tehadap agama ini kepada anak-anaknya.

6. Memberi makan dan keperluan lainnya Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara maruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warisanpun berkewajiban demikian. Rasulullah s.a.w. bersabda;

Cukup berdosa orang yang menyia nyiakan ( tanggung jawab) memberi makan keluarganya. ( HR Abu Daud )./1100;247/33.

7. Memberi rizqi yang thayyib.

Rasulullah s.a.w. bersabda;

Dari Abu Rafi r.a., telah berkata; Telah bersabda Rasulullah s.a.w. Kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah mengajarinya tulis baca, mengajarinya berenang dan memanah, tidak memberinya rizqi kecuali rizqi yang baik. HR Al Hakim/Depag;51.

8. Mendidik anak tentang agama.

Rasulullah s.a.w. bersabda; Tiap bayi dilahirkan dalam kadaan suci ( fithrah Islamy ) . Ayah dan Ibunyalah kelak yang menjadikannya Yahudi, Nashrany, atau Majusyi. HR Bukhary.;1100;243/15. Mendidik anak pada umunya baik laki laki maupun perempuan adalah kewajiban bagi kedua orang tuanya. Dan mendidik anak perempuan mempunyai nilai tersendiri dari pada mendidik
30

anak laki laki. Boleh jadi karena mereka adalah calon Ibu rumah tangga yang bakal menjadi Madrasah pertama bagi anak anaknya. Boleh jadi juga karena kaum wanita mempunyai beberapa keitimewaan atau ke khassan tersendiri., sehingga di dalam Al Qur aan pun terdapat surat An Nisa, tetapi tidak ada surat Ar Rijal. Wallaahu alam. Rasulullah s.a.w. bersabda;

Barang siapa mempunyai dua anak perempuan dan dia asuh dengan baik maka mereka akan menyebabkannya masuk sorga. ( HR Al Bukhary )/ 1100; 244/20. Mengenai kekhassan kaum wanita, antara lain Rasulullah s.a.w. bersabda; Wanita itu bagaikan tulang rusuk. Apabila anda biarkan begitu saja, dia akan tetap bengkok. Namun apabila anda luruskan sekaligus, dia akan patah.

9. Mendidik anak untuk sholat

10. menyediakan tempat tidur terpisah antara laki laki dan perempuan. Islam mengejarkan hijab sejak dini. Meskipun terhadap sesama Muhrim , Bila telah berusia tujuh tahun tempat tidur mereka harus dipisahkan. Rasulullah s.a.w. bersabda; Suruhlah anak anakmu sholat bila berumur tujuh tahun dan gunakan pukulan jika mereka sudah berumur sepuluh tahun dan pisahlah tempat tidur mereka ( putra putri ). Maksudnya, kewajiban mendidik anak untuk mengerjakan sholat dimulai setelah anak berumur tujuh tahun. Bila telah berusia sepuluh tahun anak belum juga mau mengerjakan sholat, boleh dipukul dengan pukulan ringan, yang mendidik, bukan pukulan yang membekas atau menyakitkan.

11. Mendidi anak tentang adab yang baik.

Banyak anak terpelajar, namun sedikit anak yang terdidik. Banyak orang pandai, namun sedikit orang yang taqwa. Islam mengutamakan pendidikan mental. Taqwa itu ada disini, kata Rasulullah seraya menunjukkan kearah dadanya. Artinya hati manusia adalah sumber yang menentukan baik
31

buruknya perilaku seseorang. Nabi tidak menunjukkan kearah kepalanya , tapi kerah dadanya.

12. Memberi pengajaran dengan pelajaran yang baik

Berkata shahabat Aly r.a.;

Ajarilah anak anakmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zaman yang berbeda dengan zamanmu. (Depag;19).

13. Memberi pengajaran Al Quraan.

Rasulullah s.a.w. bersabda;Sebaik baik kalian adalah barang siapa yang belajar Al Qur aan dan mengajarkannya. Pengetahuan tentang Al Quraan harus lebih diutaman dari Ilmu ilmu yang lainnya. Nabi s.a.w. bersabda; Ilmu itu ada tiga macam. Selainnya adalah sekedar tambahan. Adapun yang tiga macam itu ialah; Ilmu tentang ayat ayat ( Al Qur aan) yang muhkamat, ilmu tentang Sunnah Nabi, dan ilmu tentang pembagian warits. ( HR Ibnu Majah ).

14. Memberikan pendidikan dan pengajaran baca tulis . Rasulullah s.a.w. bersabda;

Dari Abu Rafi r.a., telah berkata; Telah bersabda Rasulullah s.a.w. Kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah mengajarinya tulis baca, mengajarinya berenang dan memanah, tidak memberinya rizqi kecuali rizqi yang baik. HR Al Hakim/Depag;51.

15. Memberikan perawatan dan pendidikan kesehatan. Rasulullah s.a.w. bersabda; Jagalah kebersihan* dengan segala usaha yang mampu kamu lakukan. Sesungguhnya Allah Taala menegakkan Islam diatas prinsip kebersihan. Dan tak

32

akan masuk sorga kecuali orang yang memelihara kebersihan. ( HR At Thabarany )/Depag; 57. *Kebersihan adalah pangkal kesehatan. Mengajarkan kebersihan berarti secara tidak langsung mengajarkan kesehatan.

16. Memberikan pengajaran ketrampilan. Islam memberantas pengangguran. Salah satu penyebab adanya panganguran adalah apabila seseorang tidak mempunyai ketrapilan tertentu. Bila dia punya ketrampilan tertentu, paling tidak bisa melakukan sesuatu yang berguna buat dirinya ataupun orang lain. Rasulullah s.a.w. bersabda; Sebaik baik makanan adalah hasil usaha tangannya sendiri. Dalam sabdanya yang lain beliau mengatakan;

Mengapa tidak kau ajarkan padanya ( anak itu ) menenun sebagaimana dia telah diajarkan tulis baca? ( HR An- Nasai ) /Depag; 52. Kalimat menenun sebagai mewakili jenis jenis ketrampilan yang lain. Artinya tidak terbatas pada menenun saja. Kerajinan tangan apapun selama bermanfaat dan tidak dilarang Agama adalah suatu hal yang maruf.

17. Memberikan kepada anak tempat yang yang baik dalam hati orang tua. Hilangkanlah rasa benci pada anak apa pun yang mereka lakukan, doakan dia selalu, agar menjadi anak yang sholeh, santunilah dengan lemah lembut, shobarlah menghadapi perilakunya yang tidak baik, hadapi segalanya dengan penuh kearifan, jangan mudah membentak apalagi memukul tanpa alasan, tempatkan dia dengan ikhlash pada hati anda, belailah dengan penuh kasih sayang nasehati dengan santun. Satukan hati kita dengan anak anak. Semoga Allah menjadikan mereka waladun shoolihun yaduu lahu. Itulah harapan orang tua yang baik. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa ;

33

Seorang datang kepada Nabi s.a.w. dan bertanya; Ya Rasulullah, apakah hak anakku ini? Nabi s.a.w. menjawab; Kau memberinya nama yang baik, memberi adab yang baik dan memberinya kedudukan yang baik ( dalam hatimu ) . ( HR At Tuusy )./1100;243/16.

18. Memberi kasih sayang. Kecintaan orang tua kepada anak tidak cukup dengan hanya memberinya materi baik berupa pakaian, makanan atau mainan dan sebagainya. Tapi yang lebih dari pada itu adalah adanya perhatian dan rasa kasih sayang yang tulus dari kedua orang tua. Rasulullah s.a.w. bersabda;

Bukanlah dari golongan kami yang tidak menyayangi yang lebih muda dan ( bukan dari golongan kami ) orang yang tidak menghormati yang lebih tua. ( HR At Tirmidzy ). Depag; 42

19. Menikahkannya

Bila sang buah hati telah memasuki usia siap nikah, maka nikahkanlah. Jangan biarkan mereka terus tersesat dalam belantara kemaksiatan. Doakan dan dorong mereka untuk hidup berkeluarga, tak perlu menunggu memasuki usia senja. Bila muncul rasa khawatir tidak mendapat rezeki dan menanggung beban berat kelurga, Allah berjanji akan menutupinya seiring dengan usaha dan kerja keras yang dilakukannya, sebagaimana firman-Nya, Kawinkanlah anak-anak kamu (yang belum kawin) dan orang-orang yang sudah waktunya kawin dari hamba-hambamu yang laki-laki ataupun yang perempuan. Jika mereka itu orangorang yang tidak mampu, maka Allah akan memberikan kekayaan kepada mereka dari anugerah-Nya. (QS. An-Nur:32)

Keselamatan iman jauh lebih layak diutamakan daripada kekhawatiran-kekhawatiran yang sering menghantui kita. Rasulullah dalam hal ini bersabda, Ada tiga perkara yang tidak boleh dilambatkan, yaitu: shalat, apabila tiba waktunya, jenazah apabila sudah datang dan ketiga, seorang perempuan apabila sudah memperoleh (jodohnya) yang cocok. (HR. Tirmidzi)
34

20. Mengarahkan anak

Orang tua wajib mengarahkan anak-anak, serta menekankan mereka untuk memilih kawan, teman duduk maupun teman dekat yang baik. Hendaknya orang tua menjelaskan kepada anak tentang manfaat di dunia dan di akhirat apabila duduk dan bergaul dengan orang-orang shalih, dan bahaya duduk dengan orang-orang yang suka melakukan kejelekan ataupun teman yang jelek. (Fiqh Tarbiyatil Abna`, hal. 154)

Sudah menjadi kewajiban orang tua untuk mencari tahu setiap keadaan anak, menanyakan tentang teman-temannya. Betapa banyak terjadi seorang anak yang jelek mengajak temantemannya untuk berbuat kemungkaran dan kerusakan, serta menghiasi perbuatan jelek dan dosa di hadapan teman-temannya. Padahal anak kecil seringkali meniru, suka menuruti keinginannya serta suka mencari pengalaman baru. Oleh karena itu, orang tua hendaknya berupaya agar anak berteman dengan teman-teman yang baik dan shalih, serta berasal dari keluarga yang baik. Di samping itu juga berupaya untuk memuliakan teman-teman si anak agar mudah memberi bimbingan dan arahan pada mereka dan mereka pun akan bersikap lembut di hadapan orang tua. (Fiqh Tarbiyatil Abna`, hal. 155)

Bila suatu ketika orang tua mendapati anaknya berbuat kejelekan dan kerusakan, tidak mengapa orang tua berusaha mencari tahu tentang keadaan anaknya. Walaupun dengan hal itu mereka terpaksa melakukan salah satu bentuk perbuatan tajassus (mata-mata). Ini tentu saja dengan tujuan mencegah kejelekan dan kerusakan yang terjadi, karena sesungguhnya Allah k tidak menyukai kerusakan. (Fiqh Tarbiyatil Abna`, hal. 156)

Inilah kiranya sebuah kewajiban yang tak boleh dilupakan oleh setiap orang tua. Hendaknya orang tua mengingat sebuah ucapan yang dituturkan oleh Amr bin Qais Al-Mala`I v:

Sesungguhnya pemuda itu sedang tumbuh. Maka apabila dia lebih mengutamakan untuk duduk bersama orang-orang yang berilmu, hampir-hampir bisa dikata dia akan selamat. Namun bila dia cenderung pada selain mereka, hampir-hampir dia rusak binasa. (Dinukil dari Lammud Durril Mantsur minal Qaulil Ma`tsur, bab Hukmus Salaf alal Mar`i bi Qarinihi wa Mamsyahu no.517).
35

Daftar Pustaka

Nelson WE, ed. Ilmu kesehatan anak. 15th ed. Alih bahasa. Samik Wahab.Jakarta: EGC, 2000
http://uripsantoso.wordpress.com/2009/04/26/kewajiban-orang-tua-terhadapanak/ http://www.bayisehat.com

Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa edisi ke-III(PPDGJ III)

36