Anda di halaman 1dari 12

Jenis Kalimat Menurut Fungsi Isinya

Di dalam buku Tatabahasa Baku Bahasa Indonesia (1988 :284 ) berdasarkan fungsi isi atau makna komunikatifnya kalimat dapat dibedakan atas empat macam yaitu :

1. 2. 3. 4.

Kalimat berita (Declaratif) Kalimat tanya (Interogatif) Kalimat perintah (Imperatif) Kalimat seru (Eksklamatif) Pada bahasa lisan kalimat-kalimat itu dicirikan oleh intonasi masing-masing yang khas. Pada bahasa tulis kalimat itu dicirikan oleh tanda baca akhir.

Kalimat Berita
Kalimat berita (declaratif) adalah kalimat yang dipakai oleh penutur untuk menyatakan suatu berita kepada mitra komunikasinya. Bentuk kalimat berita bersifat bebas, boleh inversi atau biasa, aktif atau pasif, tunggal atau majemuk, dan sebagainya. Yang terpenting isinya merupakan pemberitaan. Pada bahasa lisan kalimat ini berintonasi menurun dan pada bahasa tulis kalimatnya bertanda baca akhir titik.

Pembagian beras gratis dikampungku dilakukan kemarin pagi. Perayaan HUT RI 57 berlangsung meriah. Tadi siang terjadi tabrakan mobil dijalan layang tol cawang. Terjadi perdebatan seru dalam diskusi ilmiah kemarin dikampus. Mahasiswa fakultas hukum akan melakukan penyuluhan hukum.

Contoh :

Kalimat Tanya
Kalimat tanya (Interogatif) adalah kalimat yang dipakai oleh penutur untuk memperoleh informasi atau reaksi berupa jawaban yang diharapkan dari mitra komunikasinya. Pada bahasa lisan kalimat ini berintonasi akhir naik dan pada bahasa tulis kalimatnya diakhiri dengan tanda tanya. Selain hadirnya tanda tanya,dalam kalimat tanya sering pula hadir kata tanya bagaimana, kapan, bilamana, dimana, yang mana, siapa, apa (kah).

Contoh :
Apakah barang ini milik saudara ? Kapan kakakmu berangkat ke Australia ? Siapa tokoh pendiri Perguruan Taman Siswa?

Kalimat tanya yang diakhiri dengan kata belum, bukan, dan tidak, disebut kalimat embelan (Alwi 1998 : 360). Contoh : Kakakmu sudah wisuda, bukan? Kamu sudah makan, atau belum ? PR-mu dapat kau kerjakan, atau tidak ?

Kalimat Perintah
Kalimat perintah (imperaktif) dipakai jika penutur ingin menyuruh atau melarang orang berbuat sesuatu. Pada bahasa lisan kalimat ini berintonasi akhir menurun dan pada bahasa tulisan kalimat itu diakhiri dengan tanda seru atau tanda titik. Kalimat perintah dapat dipilah lagi menjadi kalimat perintah suruhan, kalimat perintah halus, kalimat perintah permohonan, kalimat perintah ajakan dan harapan, kalimat perintah larangan, dan kalimat pembiaran.

Contoh :
Kalimat perintah halus : -Tolonglah bawa sepeda motor ini
ke bengkel. -Silahkan kamu pergi ke belakang sekarang. -Keputusan itu kiranya dapat kamu perhatikan.

Kalimat perintah langsung :

-Pergilah kamu sekarang ! -Ayo, cari buku itu sampai dapat ! -Mari kita bernyanyi bersama-sama !

Kalimat perintah larangan langsung :


-Janganlah kamu pergi sekarang !

Kalimat perintah larangan halus : -Terima kasih karena anda tidak merokok ! Kalimat perintah permintaan :
-Minta perhatian, anak-anak !

Kalimat perintah permintaan :


-Mohon hadiah ini adik terima.

Kalimat perintah ajakan dan harapan :


-Ayolah, kita belajar !

Kalimat perintah pembiaran :


-Biarkan (lah) dia disini sebentar. -Biarlah dia menemani orang tuanya.

Kalimat Seru
Kalimat seru (eksklamatif) dipakai oleh penutur untuk mengungkapkan perasaan emosi yang kuat, termasuk kejadian yang tiba-tiba dan memerlukan reaksi spontan. Pada bahasa lisan, kalimat ini berintonasi naik dan pada bahasa tulis ditandai dengan tanda seru pada akhir kalimatnya.

Contoh:
Aduh, saya terpeleset ! Hai, ini dia yang kita cari ! Wah, pintar benar anak ini ! Alangkah besarnya pesawat terbang itu. Bukan main lihainya petinju itu.