Anda di halaman 1dari 13

Dampak Perubahan Guna Lahan yang Disebabkan Adanya Aktivitas Penambangan Pasir (Studi Kasus:Daerah Sabuk Hijau Gunung

Sumbing Kabupaten Temanggung)

Chandra Firmansyah 10610013

Pendahuluan Latar Belakang Tujuan Tinjauan Pustaka Gambaran Umum Lokasi Wilayah dan Kondisi Pembahasan Faktor Penyebab Kegiatan Penambangan Pasir Dampak Kegiatan Penambangan pasir Prinsip-prinsip dalam model pengelolaan lingkungan penambangan pasir Penutup

Latar Belakang
Kerusakan sumber daya alam terus mengalami peningkatan, baik dalam jumlah maupun sebaran wilayahnya. Secara fisik kerusakan tersebut disebabkan oleh tingginya eksploitasi yang dilakukan, bukan hanya dalam kawasan produksiyang dibatasi oleh daya dukung sumber daya alam, melainkan juga terjadi didalam kawasan lindung dan konservasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Kerusakan lingkungan karena eksploitasi tanah/lahan juga terjadi di Kabupaten Temanggung. Jumlah penduduk yang terus meningkat dalam kondisi ekonomi yang lesu mengakibatkan merebaknya petani lapar yang mengubah lahan pertanian menjadi pertambangan bahan galian C (pasir) tanpa memperhatikan konservasi lahan. Desa Kwadungan Gunung merupakan salah satu desa di Kabupaten Temanggung yang berada di daerah sabuk hijau Gunung Sumbing dan merupakankawasan lindung dan daerah resapan air.

Tujuan
Tujuan dalam penulisan paper ini untuk mengidentifikasi dampak perubahan guna lahan akibat adanya kegiatan penambangan pasir yang mengakibatkan kerusakan lingkungan karena eksploitasi tanah/lahan tanpa memperhatikan konservasi lahan di Desa kwadungan gunung kecamatan kledung.

Tinjauan Pustaka
Lahan
Lahan dalam pengertian yang lebih luas termasuk yang telah dipengaruhi oleh berbagai aktivitas fauna dan manusia baik di masa lalu maupun saat sekarang, seperti tindakan konservasi tanah dan reklamasi pada suatu lahan tertentu. Perubahan penggunaan lahan sebagai suatu proses perubahan dari penggunaan lahan sebelumnya ke penggunaan lahan lainnya yang dapat bersifat permanen maupun sementara, dan merupakan bentuk konsekuensi logis adanya pertumbuhan dan transformasi perubahan struktur sosialekonomi masyarakat yang sedang berkembang. Usaha penambangan merupakan usaha melakukan kegiatan eksplorasi, eksploitasi, produksi, dan penjualan. Kegiatan pertambangan mengakibatkan berbagai perubahan lingkungan, antara lain perubahan bentang alam, perubahan habitat flora dan fauna, perubahan struktur tanah, perubahan pola aliran air permukaan dan air tanah dan sebagainya.

Perubahan Lahan

Kegiatan penambangan

Sumber:eprints.undip.ac.id/17783/1/inarni_nur_dyahwanti.pdf

Kondisi Sebelum adanya Aktivitas Penambangan

Kondisi Eksisting adanya aktivitas Penambangan

Sumber:eprints.undip.ac.id/17783/1/inarni_nur_dyahwanti.pdf

Gambaran Umum Kabupaten Temanggung

Lokasi/Wilayah Kabupaten Temanggung terletak di tengah-tengah Propinsi Jawa Tengah dengan bentangan Utara ke Selatan 46,8 Km dan Timur ke Barat 43 Km.kabupaten Temanggung secara astronomis terletak diantara 110o23-110o4630 bujur Timur dan 7o14-7o3235 Selatan dengan luas wilayah 870,65 km2 (87.065 Ha).Batas-batas administrative Kabupaten Temanggung adalah sebagai berikut: - Disebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Kendal dan Kabupaten Semarang - Disebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang -Disebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Magelang -Disebelah Barat berbatsan dengan Kabupaten Wonosobo.
Sumber:http://www.temanggungkab.go.id/profil.php?mnid=111

Kondisi
Iklim Kabupaten Temanggung memiliki sifat iklim tropis dengan dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau dengan suhu rata-rata 22o Celcius sampai dengan 23,6o Celcius. Curah hujan di wilayah Kabupaten Temanggung relatif tidak merata. Topografi Permukaan wilayah Kabupaten Temanggung termasuk dataran tinggi. Pola topografi wilayah secara umum mirip sebuah cekungan raksasa yang terbuka dibagian Tenggara, dibagian Selatan dan Barat dibatasi oleh 2 buah gunung yaitu Gunung Sumbung (3.340 m dpl) dan Gunung Sindoro (3.115 m dpl). Di bagian Utara dibatasi oleh sebuah pegunungan kecil yang membujur dari Timur Laut kearah Tenggara. Geologi Secara geomorfologi, Temanggung termasuk kompleks, mulai dari dataran, perbukitan, pegunungan, lembah dan gunung dengan sudut lereng antara 0%-70% (landai sampai dengan sangat curam). Kabupaten Temanggung memiliki dua buah gunung, yaitu Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, yaitu stadium erupisnya mulai muda sampai tua Demografi Penduduk Kabupaten Temanggung pada tahun 2006 (703.346 orang), 2007 (709.343 orang) dan 2008 (716.295 orang yang terdiri dari 357.299 laki-laki dan 358.996 perempuan dengan kepadatan 823 orang per km2).

Faktor Penyebab Kegiatan Penambangan Pasir


Faktor dari dalam Faktor penyebab adanya kegiatan penambangan pasir yang berasal dari dalam diri masyarakat salah satunya adalah karena faktor ekonomi. Masyarakat Desa Kwadungan Gunung yang dulu mengandalkan pendapatan dari penjualan panen tembakau mengalami penurunan pendapatan secara drastis sehingga sebagian dari masyarakat berusaha untuk bekerja di luar sektor pertanian, yaitu menjadi tenaga kerja di penambangan pasir. Faktor pendidikan masyarakat juga berpengaruh.Sebagian besar masyarakat Desa Kwadungan Gunung adalah lulusan SD atau tidak lulus SD sehingga pemahaman mereka tentang lingkungan hidup sedikit sekali. Yang ada dalam pemikiran mereka hanyalah bagaimana caranya memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari dengan mendapatkan uang melalui pekerjaan yang dapat diharapkan hasilnya secara nyata. Faktor dari luar Faktor dari luar yang menyebabkan adanya kegiatan penambangan pasir adalah ditutupnya beberapa kegiatan penambangan pasir di Kabupaten Magelangsehingga ada beberapa orang penanam modal yang beralih ke KabupatenTemanggung. Para pemilik modal tertarik dengan tanah yang ada di DesaKwadungan Gunung karena tekstur tanahnya jelas kelihatan berpasir sehinggaberpotensi untuk dibeli/disewa tanahnya dan diambil pasirnya. Faktor ekonomi, di mana para pemilik/penyewa sebagian adalah orang kaya dan sebagian bukan penduduk asli. Mereka berani Sumber:eprints.undip.ac.id/17783/1/inarni_nur_dyahwanti.pdf membeli atau menyewa tanah dengan harga tinggi sehingga menimbulkan keinginan bagi sebagian masyarakat untuk

Dampak Kegiatan Penambangan Pasir

Sumber:eprints.undip.ac.id/17783/1/inarni_nur_dyahwanti.pdf

Prinsip-prinsip dalam model pengelolaan lingkungan penambangan pasir Mewujudkan pemberdayaan masyarakat Melakukan pembangunan berkelanjutan Memperhatikan aspek sosial,ekonomi dan lingkungan

Sekian dan Terima kasih