Anda di halaman 1dari 11

Rangkuman Ekonomi Mirko Diambil dari buku Prof. N.

Gregory Mankiw, Principles of Economics “Pengantar


Ekonomi Mikro” Edisi 3, Penerbit Salemba Empat, 2006  

PENGANTAR
Rangkuman Bab 1 Pengantar Ekonomi Mikro
Sepuluh Prinsip Ekonomi
• Hal-hal mendasar mengenai pengambilan keputusan secara individu adalah orang-orang
menghadapi tradeoff antara berbagai pilihan tujuan, bahwa biaya untuk setiap tindakan diukur dalam
kesempatan-kesempatan yang terlewatkan, bahwa orang-orang yang rasional mengambil keputusan
dengan membandingkan biaya marginal dengan keuntungan marginal, dan bahwa orang-orang mengubah
perilaku mereka sebagai respons atas perubahan insentif yang mereka hadapi.
• Hal –hal yang mendasar mengenai interaksi di masyarakat adalah bahwa perdagangan (pertukaran) dapat
menguntungkan kedua belah pihak yang melakukannya, bahwa pasar adalah tempat baik
mengoordinasikan perdagangan dalam masyarakat, dan bahwa pemerintah dapat meningkatkan kinerja
pasar seandainya terjadi kegagalan pasar atau hasil dari pasar merata.
• Hal-hal mendasar mengenai perekonomian secara keseluruhan adalah bahwa produktivitas merupakan
sumber yang utama dari standar hidup, bahwa pertumbuhan jumlah uang adalah penyebab utama inflasi,
dan bahwa masyarakat selalu berhadapan dengan tradeoff jangka pendek antara inflasi dan
pengangugaran.
Rangkuman Bab 2 Pengantar Ekonomi Mikro
Berpikir Seperti Seorang Ekonom
• Para ekonom mencoba mengkelaskan subjek mereka dengan objektivitas seorang ilmuwan. Seperti semua
ilmuwan, mereka membuat asumsi-asumsi yang tepat dan membangun model-model yang disederhanakan
dalam rangka memahami dunia sekeliling mereka. Dua model sederhana perekonomian adalah diagram
aliran sirkuler dan batas kemungkinan-kemungkinan produksi.
• Bidang ekonomi dibagi menjadi dua sub bidang, yaitu ekonomi mikro dan makro. Ekonomi mikro
mempelajari pembuatan keputusan oleh rumah tangga dan perusahaan dan interaksi antara keduanya di
pasar. Ekonomi makro mempelajari kekuatan –kekuatan dan kecenderungan-kecenderungan yang
memengaruhi perekonomian secara keseluruhan.
• Pernyataan positif merupakan pernyataan mengenai bagaimana dunia sebenarnya. Pernyataan normatif
merupakan pernyataan mengenai bagaimana dunia seharusnya. Ketika para ekonom membuat pernyataan
normatif, mereka sedang bertindak lebih sebagai penasihat kebijakan dibanding sebagai ilmuwan.
• Para ekonom sebagai penasihat bagi para pembuat kebijakan memberikan saran-saran yang saling
bertentangan, mungkin karena perbedaan-perbedaan nilai. Pada saat saat yang lain, para ekonom bisa
sepaham dalam saran yang mereka kemukakan. Namun para pembuat kebijakan mungkin memilih untuk
mengabaikannya
Rangkuman Bab 3 Pengantar Ekonomi Mikro
Saling Ketergantungan dan Keuntungan-keuntungan dari Perdagangan.
• Setiap orang mengkonsumsi barang dan jasa yang dihasilkan oleh banyak orang di negara sendiri dan juga
di seluruh dunia. Saling ketergantungan dan perdagangan dibutuhkan karena keduanya memberi
kesempatan kepada semua orang untuk menikmati barang dan jasa dengan jumlah dan keragaman yang
lebih besar.
• Ada dua cara untuk membandingkan kemampuan dua orang dalam menghasilkan suatu barang. Orang
yang dapat menghasilkan suatu barang dengan jumlah input yang lebih kecil di katakan memiliki
keunggulan absolute dalam memproduksi barang tersebut. Orang yang memiliki biaya kesempatan lebih
rendah dalam memproduksi barang tersebut dikatakan memiliki keunggulan komparatif. Keuntungan-
keuntungan dari perdagangan didasarkan pada keunggulan komparatif, bukan keunggulan absolute.
• Perdagangan membuat semua orang mencapai kondisi yang lebih baik karena memberi mereka
kesempatan untuk mengkhususkan diri melakukan kegiatan yang keunggulan komparatifnya mereka
memiliki.
• Prinsip keunggulan komparatif berlaku untuk suatu negara sama seperti untuk seseorang. Para ekonom
menggunakan prinsip keunggulan komparatif tersebut untuk mendukung berlangsungnya perdagangan
bebas antar negara.
MEKANISME PASAR
Rangkuman Bab 4 Pengantar Ekonomi Mikro
Kekuatan Penawaran dan Permintaan
• Para ekonom menggunakan model penawaran dan permintaan untuk menganalisis pasar-pasar yang
kompititif, terdapat banyak penjual dan pembeli, masing-masing hanya berpengaruh kecil terhadap harga
pasar.
• Kurva permintaan menunjukan bagaimana jumlah suatu barang yang diminta bergantung pada harganya.
Menurut hukum permintaan, jika harga barang turun, maka jumlah permintaannya naik. Oleh karena itu,
kurva permintaaan semakin ke kanan semakin turun.
• Sebagai tambahan, diluar harga terdapat hal-hal yang menentukan seberapa banyak barang yang ingin
di beli konsumen, anta lain pendapatan, harga barang barang subsitusi dan komplementer, selera,
harapan, dan jumlah pembeli. Jika salah satu dari factor-faktor tersebut berubah, maka kurva
permintaanya akan bergeser.
• Kurva penawaran menunjukan bagaimana jumlah suatu barang yang ditawarkan bergantung pada
harganya. Menurut hukum penawaran. Jika harga barang naik, maka jumlah permintaanya juga naik (ed?).
Oleh karena itu, kurva permintaanya (ed?) semakin kekanan semakin naik.
• Sebagai tambahan, di luar harga, terdapat pula hal-hal lain yang menentukan seberapa banyak barang
yang produsen ingin jual, antara lain harga barang barang input, teknologi, harapan, dan jumlah
penjual. Jika salah satu dari factor-faktor tersebut berubah, maka kurva penawarannya akan bergeser.
• Perpotongan kurva penawaran dan kurva permintan di sebut titik keseimbangan. Jumlah yang
diingikan sama dengan jumlah yang di tawarkan.
• Perilaku pembeli dan penjual secara alamiah akan membawa pasar berada pada titik
keseimbangannya. Ketika harga pasar di atas harga keseimbangan, terdapat surplus barang, sehingga
harga akan turun. Ketika harga pasar berada di bawah harga keseimbangan, terdapat kekurangan barang,
sehinggaa harga akan naik.
• Untuk menganalisis bagaimana suatu peristiwa memengaruhi pasar, kita menggunakan diagram
penawaran-permintaan untuk menelaah bagaimana pengaruh peristiwa tesebut terhadap harga
keseimbangan dan jumlah keseimbangan. untuk mengetahuinya, kita harus melakukan metode tiga
langkah. Pertama kita tentukan apakah peristiwa tersebut menggeser kurva penawaran atau kurva
permintaan. Kedua, kita tentukan arah mana kurva yang bersangkutan itu bergeser. Ketiga, kita bandingkan
titik keseimbangan yang baru dengan yang lama.
• Dalam perekonomian pasar, harga adalah tanda dan dengan demikian mengalokasikan sumber
dalam perekonomian, harga barang itu memastikan penawaran dan permintaan berada pada kondisi
seimbang. Harga keseimbangan akan menentukan seberapa banyak barang yang dibeli dan seberapa
banyak yang dijual.
Rangkuman Bab 5 Pengantar Ekonomi Mikro
Elastisitas dan Aplikasinya
• Elastisitas harga permintaan mengukur seberapa besar jumlah yang diminta merespons perubahan
harga. Permintaan cenderung menjadi lebih elastis jika tersedia barang-barang substitusi terdekatnya, jika
barangnya adalah suatu kemewahan dan bukan kebutuhan, jika pasarnya didefinisikan secara sempit, atau
jika para pembeli membutuhkan waktu yang lama untuk bereaksi terhadap perubahan.
• Elastisitas harga permintaan didefinisikan sebagai perubahan persentase jumlah permintaan dibagi
perubahan persentase harga. Apabila elastisitas kurang dari 1, maka pergerakan jumlah permintan lebih
kecil dibandingkan pergerakan harga, dan pemintaan dikatakan elastis.
• Pendapat total jumlah, jumlah yang harus dibayar untuk sebuah barang, sama dengan barang dikalikan
jumlah yang terjual. Untuk kurva permintaan inelastis, pendapatan total meningkat jika harga naik, untuk
kurva permintaan elastis, pendapatan total menurun jika harga naik.
• Elastisitas pendapatan dari permintaan mengukur seberapa besar jumlah permintaan merespon
perubahan pendapatan konsumen. Elastisitas harga silang dari permintaan mengukur seberapa besar
jumlah permintaan suatu barang merespons perubahan harga barang lainnya.
• Elastisitas harga penawaran mengukur seberapa besar jumlah penawaran merespons perubahan harga.
Elastisitas ini sering kali bergantung pada jangka waktu yang digunakan. Dalam kebanyakan pasar,
penawaran lebih elastis untuk janga panjang dari pada untuk jangka pendek.
• Elastisitas harga penawaran didefinisikan sebagai perubahan persentase jumlah penawaran dibagi
kurang dari 1, maka pergerakan jumlah penawaran lebih kecil dibandingkan pergerakan harga, dan
penawaran dikatakan inelastis. Apabila elastisitas kurang lebih dari 1, maka pergerakan jumlah penawaran
lebih besar dibandingkan pergerakan harga dan penawaran dikatakan elastis.
• Perangkat penawaran dan permintaan dapat diaplikasikan dalam berbagai macam pasar yang
berbeda, bab ini menggunakan perangkat-perangkat tersebut untuk menganalisis pasar gandum, pasar
minyak, dan pasar obat-obatan terlarang.
Rangkuman Bab 6 Pengantar Ekonomi Mikro
Penawaran, Permintaan, dan Kebijakan Pemerintah
• Batas harga tertinggi adalah harga maksimum sesuai hukum dari suatu barang atau jasa. Contohnya adalah
pengendalian sewa. Jika batas harga tertinggi berada di bawah harga keseimbangan, jumlah pemintaan
melebihi jumlah penawaran, karena mengakibatkan kekurangan, penjual harus menjatahkan barang atau
jasa diantara pembeli pembelinya, dengan berbagai cara.
• Harga dasar adalah harga minimum sesuai hukum dari suatu barang atau jasa. Contohnya adalah upah
minimum. Jika harga dasar berada di atasa harga keseimbangan, jumlah penawaran melebihi jumlah
permintaan. Karena mengakibatkan surplus, permintaan pembeli harus dijatahkan di antara banyak
penjualnya.
• Ketika pemerntah menerapkan pajak atas suatu barang, jumlah keseimbangan suatu barang tersebut akan
turun. Artinya, pajak mengurangi besarnya pasar dimana ia berada.
• Pajak atas suatu barang menghasilkan suatu irisan antara harga yang harus dibayar pembeli dengan harga
yang diterima penjual. Ketika pasar bergerak menuju keseimbangan baru, pembeli membayar lebih mahal
untuk mendapatkan barang dan penjual menerima lebih sedikit dari penjualan barang tersebut. Dalam hal
ini, baik pembeli maupun penjual sama –sama mengaggung beban pajak. Pembagian beban pajak tidaklah
bergantung pada pihak yang dikenai pajak, apakah pembeli atau penjual.
• Pembagian beban pajak bergantung pada elastisitas harga penawaran dan permintaan. Beban pajak
cenderung jatuh lebih banyak dari pada sisi pasar kurang elastis karena sisi pasar tersebut tidak mudah
menanggapi pajak dengan cara menyesuaikan jumlah barang yang dibeli atau dijual.
PASAR DAN KESEJAHTERAAN
Rangkuman Bab 7 Pengantar Ekonomi Mikro
Konsumen, Produsen, dan Efisiensi Pasar
• Surplus konsumen adalah nilai kerelaan pembeli untuk membayar suatu barang dikurangi harga barang
tersebut yang sebenarnya. Surplus konsumen mengukur manfaat yang diterima pembeli dari partisipasinya
di suatu pasar. Surplus konsumen dapat dihitung dengan mencari luas daerah di bawah kurva permintaan
dan di atas harga.
• Surplus produsen adalah harga jual suatu barang dikurangi biaya produksinya. Surplus konsumen
mengukur manfaat yang harus diterima penjual dari partisipasinya di suatu pasar. Surplus produsen dapat
dihitung dengan mencari luas daerah dibawah harga dan di atas kurva penawaran..
• Suatu alokasi sumber-sumber daya yang memaksimalkan nilai surplus produsen dan surplus konsumen
adalah alokasi yang efisien. Para pembuat kebijakan sering kali sangat memerhatikan efisiensi dan juga
pemerataan dari hasil-hasil ekonomi.
• Titik keseimbangan permintaan dan penawaran memaksimalkan jumlah surplus proodusen dan surplus
konsumen. Artinya, tangan tak tampak di pasar menggiring pembeli dan penjual untuk mengalokasikan
sumber sumber daya dengan efisien.
• Pasar tidak dapat mengalokasikan sumber-sumber daya secara efisien ketika terjadi kegagalan pasar
seperti adanya kekuasaan pasar atau eksternalitas.
Rangkuman Bab 8 Pengantar Ekonomi Mikro
Aplikasi: Biaya-biaya Pajak
• Pajak yang dikenakan pada barang mengurangi kesejahteraan para pembeli dan para penjual barang, dan
penurunan surplus konsumen dan produsen biasanya lebih besar dari pada pendapatan yang diperoleh
pemerintah, penurunan surplus total jumlah surplus konsumen, surplus produsen, dan pendapatan
pemerintah dari pajak disebut kerugian beban baku akibat pajak.
• Pajak menimbulkan kerugian beban baku karena pajak menyebabkan konsumsi pembeli lebih sedikit dan
prosuksi penjual juga lebih sedikit, dan perubahan pada perilaku ini menyusutkan ukuran pasar di bawah
tingkat yang memaksimumkan surplus total. Karena elastisitas penawaran dan permintaan mengukur
seberapa banyak para peserta pasar menanggapi kondisi-kondisi pasar, maka semakin besar elastisitas
berarti kerugian beban bakunya juga semakin besar.
• Ketika tarif pajak menigkat, gangguan pada insentif akan lebih terasa, dan kerugian beban bakunya
semakin besar, pendapatan pemerintah dari pajak pada awalnya meningkat dengan meningkatnya tarik
pajak. Akan tetapi, semakin besar mengurangi pendapatan pemerintah karena pajak memperkecil ukuran
pasar.
Rangkuman Bab 9 Pengantar Ekonomi Mikro
Aplikasi: Perdagangan Internasional
• Dampak-dampak perdagangan internasional dapat dihentikan dengan membandingkan harga domestik
suatu barang dengan harga yang berlaku dipasar dunia. Jika harga domestik rendah, artinya negara yang
bersangkutan memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi barang tesebut, sehingga negara ini
akan menjadi pengekspor. Sedangkan jika harga didalam negeri tinggi, artinya negara lain memiliki
keunggulan komparatif dalam memproduksi barang tersebut sehingga negara ini akan mengekspor barang
tersebut.
• Ketika sebuah Negara membuka hubungan perdagangan internasional dan menjadi pengekspor suatu
barang, maka keuntungan produsen domestik barang tersebut meningkat, sedangkan konsumen domestik
akan mengalami kerugian (karena harga barangnya naik). Sebaliknya, jika negara tersebut membuka
hubungan perdagangan internasional dan menjadi pengimpor suatu barang, maka para produsen domestik
barang tersebut mengalami kerugian, sedangkan konsumen domestik memperoleh keuntungan (karena
harga barangnya turun). Dalam kedua kasus tersebut, keuntungan yang diperoleh dari perdaganan
inernasional jumlahnya melampui besar kerugiannya.
• Pemberlakuan tarif-pajak barang impor akan menggerakan pasar di negara yang bersangkutan menuju
keseimbangan sebelum adanya perdagangan internasional, yang berarti mengurang keuntungan akibat
perdagangan, meskipun produsen domestik diuntungkan dan pemerintah naik pendapatannya. Kerugian
konsumen melampui keuntungan keuntungan tersebut.
• Pemberlakuan kuota impor menimbukan dampak yang mirip dengan pemberlakuan tarif. Hanya saja jika
kuota impor diberlakukan , keuntungan yang harusnya diterima pemerintah (dalam kasus tarif) pindah ke
tangan para pemilik lisensi impor.
• Terdapat berbagai macam argumen yang mendukung dibatasinya perdagangan intenasional; bahwa
lapangan kerja domestik perlu dilindungi, keamanan nasional harus dijaga, industri kecil harus dibantu.
EKONOMI SEKTOR PUBLIK
Rangkuman Bab 10 Pengantar Ekonomi Mikro
Eksternalitas
• Ketika suatu transaksi antara pembeli dan penjual secara langsung memengaruhi pihak ketiga, efek ini
disebut suatu eksternalitas. Eksternalitas negatif seperti polusi, menyebabkan jumlah optimal secara sosial
dalam pasar kurang dari jumlah keseimbangannya. Eksternalitas positif, seperti imbas teknologi,
menyebabkan jumlah optimal secara sosial lebih dari jumlah keseimbanganya.
• Pihak-pihak yang terkena efek dari eksternalitas dapat menyelesaikan masalah mereka sendiri. Sebagai
contoh ketika suatu bisnis menghasilkan eksternalitas bagi bisnis lain keduanya dapat menginternalisasikan
eksternalitas itu dengan cara merger. Alternatifnya pihak pihak yang berkepentingan dapat mengatasi
masalah itu dengan mengalokasikan kontrak. Menurut teori macoase, jika orang-orang dapat melakukan
tawar menawar tanpa memakan biaya, maka mereka selau dapat mencapai kesepakatan yang dapat
mengalokasikan sumber daya dengan efisien. Akan tetapi pada banyak kasus, mencapai sesuatu
kesempatan antara banyak pihak berkepentingan sulit terjadi, sehingga trorema coase tidak berlaku.
• Ketika pihak-pihak swasta tidak mampu menangani efek-efek eksternal, seperti polusi, pemerintahan
membantu dengan ikut campur. Kadang-kadang pemerintah menghindari dilakukannya kegiatan –kegiatan
yang tidak efisien dari segi sosial dengan melarang perilaku-perilaku tertentu. Pada kesempatan yang lain,
pemerintah menginternalisasikan eksternalitas dengan menerapkan pajak Pigovian suatu kebijakan public
yang lain adalah mengeluarkan izin. Sebagai contoh, pemerintah dapat melindungi lingkungan dengan
mengeluarkan sejumlah terbatas izin berpolusi. Hasil akhir dari kebijakan ini hampir sama dengan
penerapan pajak Pigovian terhdap para polusi.
Rangkuman Bab 11 Pengantar Ekonomi Mikro
Barang Publik dan Sumber Daya Milik Bersama
• Barang-barang dapat dibedakan berdasarkan sifat ekskludabilitas dan rivalnya. Sebuah barang dikatakan
ekskludable jika seseorang dapat dilarang menggunakannya. Sebuah barang dapat rival jika pemanfaatan
barang itu oleh seseorang mengurangi kesempatan orang lain untuk melakukan hal yang sama. Pasar
bekerja dengan baik jika yang dijual adalah barang barang pribadi, yang sifatnya ekskludabel sekaligus
rival. Pasar tidak bekerja dengan baik jika barang yang dijual adalah barang barang dalam kategori yang
lain.
• Barang-barang publik tidak ekskludabel dan tidak rival. Contoh barang publik antara lainaadalah jasa
pemadaman kebakaran, pertunjukan kembang api. Pertahanan nasional, dan pengetahuan umum. Karena
orang-orang tidak harus membayar untuk menikmati manfaat barang-barang publik, ada insentif bagi
mereka untuk menjadi penumpang gratis pada saat barang publik itu dijadikan barang pribadi. Karena itu
pemerintahlah yang harus menyediakan barang-barang publik, dan berapa jumlah yang disediakan harus
didasarkan atas analisis biaya manfaat.
• Sumber-sumber daya milik bersama adalah barang barang yang rival namun tidak ekskludabel. Contohnya
adalah padang rumput milik bersama udara yang bersih, dan jalan raya. Karena orang juga tidak membayar
untuk menikmati manfaatnya, mereka cenderung mamakainya secara berlebihan . karena itu, pemerintah
berusaha membatasi penggunaan sumber-sumber daya milik bersama.
Rangkuman Bab 12 Pengantar Ekonomi Mikro
• Pemerintah USA memperoleh pendapatan dari berbagai macam pajak. Pajak yang terpenting bagi
pemerintah federal adalah pajak pengasilan pribadi dan pajak upah untuk jaminan sosial. Pajak terpenting
bagi pemerintah negara bagian dan lokal adalah pajak penjualan serta pajak bumi bangunan dan
kepemilikan barang.
• Efisiensi suatu sistem perpajakan merujuk pada biaya-biaya yang dibebankan kepada para pembayar diluar
transfer sumber sumber daya dari pembayaran pajak ke pemerintah. Yang pertama adalah gangguan dalam
alokasi sumber-sumber daya yang muncul saat pajak mengubah insentif dan berlaku ekonomi. Yang kedua
adalah beban administratif yang muncul saat mematuhi undang undang perpajakan.
• Pemerataan dari suatu system perpajakan mempersoalkan apakah beban pajak didistribusikan secara adil
antara populasi yang ada. Menurut prinsip manfaat, adalah adil bagi masyarakat untuk membayar pajak
yang didasarkkan atas manfaat yang mereka terima dari pemerinah. Menurut prinsip kemampuan
membayar, adalah adil bagi masyarkat untuk membayar pajak yang didasarkan atas kemampuan mereka
mengatasi beban finansialnya ketika mengevaluasi pemerintahan dari suatu sistem perpajakan, penting
bagi kita untuk mengingat satu pelajaran dari ilmu mengenai pembagian beban pajak, distribusi pajak tidak
sama dengan distribusi tagihan pajak.
• Ketika mempertimbangkan untuk mengubah undang-undang perpajakan, para pembuat kebijakan seringkali
menghadapi tradeoff antar efisien dari pemerataaan. Sebagian besar perdebatan mengenai kebijakan pajak
ini karena orang menaruh bobot kepentingan yang berbeda pada kedua tujuan ini.
PRILAKU EKONOMI PERUSAHAAN DAN ORGANISASI
Rangkuman Bab 13 Pengantar Ekonomi Mikro
Biaya Produksi
• Tujuan dari sutau perusahaan adalah untuk memaksimalkan keuntungan, yang sama dengan pendapatan
total dikurangi biaya total.
• Ketika menganalisis perilaku suatu perusahaan adalah penting untuk menghitung semua biaya kesempatan
dari proses produksi sebagai dari biaya eksplisit. Yang lain, seperti hilangnya pendapatan apabila ia memilih
menjalankan usahanya dan meninggalkan pekerjaannya yang lain disebut implisist.
• Biaya suatu perusahaan mencerminkan proses produksinya. Kurva fungsi produksi akan semakin mendatar
seiring meningkatnyajumlah input menunjukan perilaku penurunan produk marginal. Sebaliknya, kurva biaya
total semakin curam seiring meningkatnya jumlah produk.
• Biaya total suatu perusahaan dapat dibedakan menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap adalah
biaya yang tidak berubah terhadap perubahan output yang diproduksi. Biaya variable adalah biaya yang
berubah-ubah terhadap perubahan jumlah output yang diproduksi.
• Dan biaya total dapat diturunkan dua ukuran biaya. Biaya total rata-rata merupakan biaya total dibagi jumlah
output. Biaya marginal merupakan kenaikan biaya total apabila terjadi kenaikan output sebanyak 1 unit.
• Ketika menganalisis perilaku perusahaan kita lebih baik mengetahui grafik biaya total rata-rata dan biaya
marginal. Biaya marginal akan meningkat dengan meningkatnya jumlah output. Biaya total rata-rata pada
awalnya turun dengan meningkatnya jumlah output dan kemudian naik seiring meningkatnya jumlah output.
Kurva biaya marginal selalu memotong kurva biaya total rata-rata pada titik minimum biaya total rata-rata.
• Biaya perusahaan sering kali bergantung pada rentang waktu. Lebih spesifik lagi, kebanyakan biaya
sifatnya tetap pada jangka pendek, tetapi menjadi variable pada jangka panjang. Pada kenyataannya, ketika
perusahaan merubah tingkat produksinya biaya total rata-rata meningkat lebih tinggi pada jangka pendek
dibandingkan pada jangka panjang.
Rangkuman Bab 14 Pengantar Ekonomi Mikro
Perusahaan Dalam Pasar Kompetitif
Karena suatu perusahaan kompetitif menerima harga begitu saja, pendapatannya sebanding dengan jumlah
barang yang diproduksinya. Harga barang sama dengan pendapatan rata-ratanya dan pendapatan
marginalnya.
• Untuk memaksimalkan keuntungan, suatu perusahaan akan memilih jumlah barang yang menyeimbangkan
pendapatan marginal dengan biaya marginalnya. Karena pendapatan marginalnya bagi suatu perusahaan
kompetitif sama besarnya dengan harga, maka perusahaan tersebut memilih jumlah tertentu di mana harga
sama dengan biaya marginal. Maka kurva biaya marginal itu adalah kurva penawaranya.
• Dalam jangka pendek, ketika suatu perusahaan tidak mampu menghemat biaya tetapnya, perusahaan akan
memilih untuk tutup sementara jika harga barang kurang dari biaya variable rata-rata dalam jangka panjang.
Ketika perusahaan tersebut dapat menghemat biaya tetap dan biaya variablenya, perusahaan itu akan
memilih untuk keluar dari pasar jika harga kurang dari biaya total rata-rata
• Dalam suatu pasar yang memperbolehkan perusahaan-perusahaan untuk masuk dan keluar dengan bebas,
keuntungan akan menjadi nol dalam waktu panjang. Pada keseimbangan jangka panjang ini, semua
perusahaan memproduksi barang pada skala efisiennya, harga sama dengan biaya total rata-rata yang
paling rendah, dan jumlah perusahaan akan selalu berubah hingga jumlah permintaan pada tingkat harga ini
terpenuhi semuanya.
• Perubahan dalam permintaan memiliki dampak yang berbeda jika terjadi pada jangka waktu yang berbeda
pula. Pada jangka pendek, suatu peningkatan permintaan meningkatkan harga dan membawa keuntungan,
sementara turunya permintaan akan menurunkan harga dan membawa kerugian. Tetapi jika perusahan
dapat masuk atau keluar pasar dengan mudah, maka dalam jangka panjang, jumlah perusahaan akan
selalu berubah hingga tercapai keseimbangan utama ada keuntungan di pasar tersebut.
Rangkuman Bab 15 Pengantar Ekonomi Mikro
Monopoli
• Monopoli adalah suatu perusahaan yang menjadi penjual tunggal dipasarnya. Monopoli muncul ketika suatu
perusahaan memiliki satu sumber daya yang utama, ketika pemerintah memberikan hak eksklusif produksi
suatu barang kepada satu perusahaan dapat menyediakan seluruh kebutuhan pasar dengan biaya yang
lebih kecil daripada banyak perusahaan.
• Karena monopoli adalah produsen utama di pasarnya, monopolo menghadapi kurva permintaan yang
menurun untuk barang-barangnya. Saat monopoli meningkatkan produksinya 1 unit, harga barangnya.
• Seperti juga perusahaan kompetitif, suatu perusahaan monopoli memaksimalkan keuntungan dengan cara
memproduksi barang dengan jumlah yang menyeimbangkan pendapatan marginal. Monopoli ini kemudian
memilih harga jumlah barang yang diminta. tidak seperti perusahaan kompetitif, harga suatu barang dari
perusahaan melebihi pendapatan marginalnya. Sehingga harga melebihi biaya marginalnya.
• Tingkat produksi yang memaksimalkan keuntungan si pemonopoli berada dibawah tingkat produksi yang
memaksimakan jumlah surplus konsumen dan surplus produsen. Artinya ketika monopoli memberlakukan
harga diatas biaya marginal. Sebagai konsumen yang menghargai barang diatas biaya produksinya tidak
akan membelinya. Hasilnya, timbulah kerugian beban baku yang sama dengan kerugian beban baku akibat
pajak.
• Para pembuat kebijakan dapat menangapi ketidakefisienan perilaku monopoli dengan empat cara. Mereka
dapat menggunanakan undangan-undangan anti trust untuk membuat industri lebih kompetitif. Mereka
dapat mengatur harga-harga yang diberlakukan oleh monopoli. Mereka dapat merubah perusahaan
monopoli menjadi badan yang dikelola pemerintah. Atau, jika kegagalan pasar yang muncul dipandang kecil
dibandingkan ketidaksempurnaan yang tidak terhindarkan dari pembuatan kebijakan-kebijakan, maka
mereka tidak perlu melakukan apa-apa.
• Pemonopoli dapat menigkatkan keuntungan mereka dengan cara memberlakukan harga yang berbeda atas
barang yang sama berdasarkan kerelaan konsumen untuk membayar. Parktik diskriminasi harga ini dapat
meningkatkan kesejahteraan dengan cara menjual barang pada mereka yang tadinya tidak membelinya.
Pada kasus ekstrim dari diskriminasi harga yang sempurna, kerugian beban baku yang disebabkan
monopolli dapat dihilangkan seluruhnya. Lebih umumnya, saat diskriminasi harga yang diberlakukan tidak
sempurna, kesejahteraan dapat meningkatkam atau menurun, dibandingkan dengan hasil dari satu harga
monopoli saja.
Rangkuman Bab 16 Pengantar Ekonomi Mikro
Oligopoli
• Perusahaan-perusahaan oligopli memaksimalkan keuntungan mereka dengan membentuk kartel dan
bertindak seperti layaknya monopoli. Tetapi, jika oligopli membuat keputusan mengenai tingkat produksi
secara individu, maka hasilnya adalah jumlah yang lebih besar dan harga yang lebih rendah dibandingkan
dengan hasil monopoli. Semakin dekat jumlah dan harga barangnya dengan kondisinya dalam pasar
kompetitif.
• Dilema para tahanan menunjukan bahwa pribadi dapat menghalangi orang memelihara kerja sama mereka,
bahkan mesipun kerja sama tersebut memberikan hasil yang terbaik bagi kepentingan mereka bersama.
Logika dari dilema para tahanan berlaku dalam berbagai situasi lainnya, termasuk perlombaan senjata,
periklanan, persoalan-persoalan mengenai sumber daya milik bersama, dan oligopli.
• Para pembuat kebijakan menggunakan undang-undang antitrust untuk menghalangi perusahaan
perusahaan oligopoli melakukan perilaku-perilaku bisnis yang mengurangi kompetisi. Aplikasi undang-
undang ini dapat menimbukan kontroversi, karena beberapa perilaku bisnis yang kelihatannya mengurangi
kompetisi pada kenyataannya memiliki tujuan bisnis yang sah.
Rangkuman Bab 17 Pengantar Ekonomi Mikro
Kopetisi Monopolistik
• Para kompetitif monopolistik dicirikan tiga hal berikut: banyak perusahaan, produk yang terdiferensiasi, dan
kebebasan untuk kepasar.
• Keseimbangan dalam pasar kompetitf monopolisik berbeda dengan keseimbangan dalam pasar kompetitif
sempurna, karena dua hal yang berkaitan. Pertama, setiap perusahaan didalam pasar kompetitif
monopolitik memiliki kapasitas berlebih. Artinya, perusahaan bekerja pada bagian dari kurva biaya total rata-
rata yang mengarah kebawah. Kedua, setiap perusahaan menjual barang pada harga diatas biaya marginal.
• Kompetisi monopolistik tidak memiliki semua sifat yang diinginkan dari kompetisi sempurna. Terdapat
kerugian beban baku yang normal dari monopoli akibat mark up harga dari biaya marginal. Selain itu jumlah
perushaan (dan variasi produk) dapat menjadi terlalu besar atau terlalu kecil. Pada praktiknya, kemampuan
pembuat kebijakan untuk memperbaiki ketidak efisienan ini sangat terbatas.
• Diferensiasi produk yang merupakan ciri dari kompetisi monopolistik mengarah pada pemanfatan iklan dan
merek dagang. Para kritikus iklan dan merek dagang berpendapat bahwa perusahan menggunakannya
untuk memanfaatkan irasionalitas konsumen dan mengurangi kompetisi. Para pendukung iklan dan merek
dagang berpendapat bahwa perusahahn menggunakanya untuk menginformasikan konsumen dan
memperketat persaingan dalam harga dan kualitas barang.
EKONOMI PASAR TENAGA KERJA
Rangkuman Bab 18 Pengantar Ekonomi Mikro
Pasar Faktor-faktor Produksi
• Pendapatan ekonomi didistribusikan pasar faktor-faktor produksi, tiga faktor yang terpenting adalah tenaga
kerja dan modal tanah.
• Permintaan untuk faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja merupakan permintaan turunan yang datang
dari perusahaan-perusahaan yang menggunakan faktor-faktor produksi untuk memproduksi barang dan
jasa. Perusahaan yang kompetitif dan memaksimalkan keuntungan menyewa tiap faktor produksi tersebut
hingga pada titik tertentu ketika nilai produk marginal faktor produksi sama dengan harganya.
• Penawaran tenaga kerja muncul dari tradeoff antara waktu kerja dan waktu luang yang dimliki seseorang,
kurva penawaran tenaga kerja yang kemiringannya positif menandakan bahwa masyarakat merespons
peningkatan upah dengan cara menikmati waktu luang yang lebih sedikit dan jam kerja yang lebih banyak
• Harga yang haus dibayar untuk setiap faktor produksi menyesuaikan diri sedemikian hingga
mengembangkan penawaran dengan permintaan faktor tersebut. Karena permintaan faktor produksi
mencerminkan nilai produk marginal faktor produksi tersebut, pada kondisi keseimbangan tiap faktor
dikompensasikan menurut kontribusi marginalnya bagi produksi barang dan jasa.
• Karena faktor-faktor produksi digunakan bersama-sama, produksi marginal dari setiap faktor bergantung
pada jumlah ketersediaan faktor-faktor produksi lainnya, sebagai hasilnya, perubahan penawaran sebuah
faktor akan merubah keseimbangan pendapatan bagi semua faktor produksi.
Rangkuman Bab 19 Pengantar Ekonomi Mikro
Pendapatan dan Diskriminasi
• Para pekerja mendapatkan upah yang berbeda-beda karena berbagai alasan. Sampai batas tertentu,
perbedaan upah terjadi karena adanya kompensasi kepada para pekerja akibat situasi pekerjaan mereka.
Jika semua hal lain dianggap sama, mereka memiliki pekerjaan berat dan menyenangkan dibayar lebih
banyak dibandingkan mereka yang pekerjaannya lebih ringan dan menyenangkan.
• Para pekerja yang memiliki modal manusia yang lebih banyak akan dibayar lebih tinggi dari pada mereka
yang modal manusianya lebih sedikit. Tingkat pengembalian dari terakumulasinya modal manusia itu
sangatlah tinggi, dan meningkat selama dua dekade terakhir.
• Meskipun lamanya masa sekolah, pengalaman, dan karekteristik pekerjaan memengaruhi pendapatan
seperti yang diramalkan oleh teori, terdapat banyak sekali variasi dalam pendapatan yang tidak dapat
dijelaskan oleh hal-hal yang dapat diukur para ekonom. Variasi-variasi yang tidak dapat dijelaskan ini dapat
dihubungkan dengan kemampuan alamiah, upaya, dan kesempatan.
• Sebagian ekonom mengemukakan bahwa para pekerja yang lebih berpendidikan mendapatkan upah yang
lebih tinggi bukan karena pendidikan meningkatkan produktivitas mereka, tetapi karena para pekerja yang
kemampuan alamiyahnya tinggi menggunakan pendidikan sebagai cara untuk memberikan sinyal kepada
para pemberi pekerjaan. Jika teori pemberian sinyal ini benar adanya, maka menaikan tingkat pendidikan
seluruh pekerja tidak akan meningkatkan upah secara keseluruhan.
• Upah terkadang dipaksa untuk melebihi tingkat keseimbangan penawaran dan permintaannya. Tiga
alasanya adalah peraturan upah minimum, serikat kerja, dan upah efisiensi.
• Sebagai perbedaan dalam hal pendapatan dapat dihubungkan dengan diskriminasi atas dasar ras, jenis
kelamin, atau faktor lain. Namun, mengukur besarnya diskriminasi sangat sulit dilakukan, karena kita harus
mengeoreksi perbedaan-perbedaan dalam modal manusia dalam karakteristik pekerjaan.
• Pasar kompetitif cenderung membatasi dampak diskriminasi terhadap upah, jika upah sekelompok pekerja
lebih rendah dari pada kelompok lain, dengan alasan yang tidak berhubungan dengan produktivitas
marginal, maka perusahaan-perusahaan yang tidak melakukan praktik diskriminasi akan mendapatkan
keuntungan yang lebih besar dibandingkan perusahaan-perusahaan yang malah melakukan praktik
diskriminasi. Perilaku yang memaksimalkan keuntungan, oleh sebab itu, dapat mengurangi perbedan upah
yang diskriminatif ini. Diskriminasi terus berlangssung dalam pasar kompetitif karena ada konsumen yang
rela membayar, lebih kepada perusahaan perusahaan diskriminatif, atau ketika pemerintah mewajibkan
perusahaan perusahaan itu melakukan praktik diskriminasi.
Rangkuman Bab 20 Pengantar Ekonomi Mikro
Kesenjangan Pendapatan dan Kemiskinan
• Data pada distribusi pendapan menentukan kesenjangan besar dalam masyarakat AS. Seperlima terkaya
menghasilkan pendapatan sekitaar sepuluh kali lipat pendapatan seperlima termiskin.
• Karena transfer rupa-rupa, siklus hidup, pendapatan sementara, dan mobilitas ekonomi begitu penting untuk
memahami perubahan-perubahan yang terjadi dalam pendapatan, sulit bagi kita untuk mengukur tingkat
kesenjangan dalam masyarkat dengan menggunakan data distribusi pendapatan untuk satu tahun saja. Ketika
factor-faktor lainnya diperhatikan, mereka cenderung menyampaikan bahwa kesejahteraan ekonomi terdistribusi
lebih seimbang dari pada pendapatn setahun yang dilaporkan.
• Para filsup politik berbeda dalam pandangan mereka mengenai peran pemerintah dalam mengubah distribusi
pendapatan. Kaum utilitarian (seperti John Stuart Mill) akan memilih distribusi pendapan untuk memaksimalkan
jumlah ultilitas setiap orang dalam masyarakat. Kaum liberal (seperti Jhon Rawis) akan menentukan distribusi
pendapatan dengan cara seolah-seolah berada dibelakan sebagai "layar ketidaktahuan" yang mencegah kita
mengetahui posisi-posisi kita dalam hidup. Kaum libertarian (seperti Robeth Nozick) akan meminta pemerintah
menegakan hak-hak perorangan untuk menjamin proses yang adil tetapi selanjutnya tidak mempermasalahkan
kesenjangan pendapatan yang tercipta karenanya.
• Terdapat berbagai kebijakan yang ditunjukan untuk kaum miskin peraturan upah minimum, tunjangan sosial, pajak
pendapatan negatif, dan transfer rupa rupa. Meskipun masing-masing kebijakan ini menolong beberapa keluarga
keluar dari kemiskinan, namun setiap kebijakan tersebut juga memiliki pengaruh lain yang tidak diinginkan. Karena
bantuan keuangan menurun seiring meningkatnya pendapatan, maka kaum miskin sering kali menghadapi tingkat
pajak marginal efektif yang sangat tinggi. Tingkat pajak efektif yang tinggi seperti itu justru mematahkan semangat
keluarga miskin untuk keluar dengan kemampuan mereka sendiri dari kemiskinan yang mereka alami.
TOPIK-TOPIK PEMBAHASAN LEBIH LANJUT
Rangkuman Bab 21 Pengantar Ekonomi Mikro
Teori Pemilihan Konsumen
• Batasan anggaran seseorang konsumen menunjukan kombinasi berbagai barang yang mungkin dibelinya
dengan melihat pendapatannya dan harga barang-barang tersebut. Kemiringan garis batasan anggaran
sama dengan harga relativ dari barang-barang itu.
• Kurva-kurva indiferen dari konsumen menggambarkan preferensi preferensinya. Suatu kurva indeveren
menunjukan berbagai kombinasi barang yang membuat konsumen sama senangnya. Titik-titik yang terletak
pada kurva indiferen yang lebih tinggi lebih dipilih titik-titik pada kurva indeferen yang lebih rendah.
Kemiringan suatu kurva indiferen pada titik apapun adalah tingkat substitusi marginal konsumen tersebut
tingkat kerelaan konsumen untuk menukar barang yang satu dengan barang lainnya.
• Konsumen melakukan optimisasi dengan memilih titik pada garis batas anggaran yang terletak pada kurva
indiferen yang tinggi. Di titik ini, kemiringan kurva indiferennya (tingkat substitusi marginal antara barang-
barang) sama dengan kemiringan batasan anggarannya (harga barang-barang).
• Ketika harga suatu barang turun, dampaknya terhdap pilihan konsumen dapat dibagi menjadi dua jenis,
yaitu efek pendapatan dan efek substitusi. Efek pendapatan adalah perubahan konsumsi yang muncul
karena harga yang rendah membuat konsumen lebih sejahtera. Efek substitusi adalah perubahan komsumsi
yang muncul karena harga yang rendah semakin mendorong konsumen untuk mengosumsi barang itu lebih
banyak. Efek pendapatan dicerminkan dalam pergerakan dari kurva indiferen yang lebih rendah ke yang
lebih tinggi, sedangkan efek substitusi dicerminkan dalam pergerakan sepanjang kurva indiferen tertentu
menuju suara titik yang kemiringanya berbeda.
• Teori pilihan kosumen dapat diterapkan dalam berbagai situasi. Teori ini dapat menjelaskan mengapa kurva
permintaan dapat miring keatas, mengapa upah yang lebih tinggi dapat meningkatkan atau menurunkan
jumlah penawaran tenaga kerja, atau menurunkan jumlah penawaran kerja, dan mengapa suku bunga yang
lebih tinggi dapat meningkatkan atau menurunkan jumlah uang yang ditabung.
Rangkuman Bab 22 Pengantar Ekonomi Mikro
Batas-batas Ilmu Ekonomi Mikro
• Batasan anggaran seseorang konsumen menunjukan kombinasi berbagai barang yang mungkin dibelinya
dengan melihat pendapatannya dan harga barang-barang tersebut. Kemiringan garis batasan anggaran
sama dengan harga relativ dari barang-barang itu.
• Kurva-kurva indiferen dari konsumen menggambarkan preferensi preferensinya. Suatu kurva indeveren
menunjukan berbagai kombinasi barang yang membuat konsumen sama senangnya. Titik-titik yang terletak
pada kurva indiferen yang lebih tinggi lebih dipilih titik-titik pada kurva indeferen yang lebih rendah.
Kemiringan suatu kurva indiferen pada titik apapun adalah tingkat substitusi marginal konsumen tersebut
tingkat kerelaan konsumen untuk menukar barang yang satu dengan barang lainnya.
• Konsumen melakukan optimisasi dengan memilih titik pada garis batas anggaran yang terletak pada kurva
indiferen yang tinggi. Di titik ini, kemiringan kurva indiferennya (tingkat substitusi marginal antara barang-
barang) sama dengan kemiringan batasan anggarannya (harga barang-barang).
• Ketika harga suatu barang turun, dampaknya terhdap pilihan konsumen dapat dibagi menjadi dua jenis,
yaitu efek pendapatan dan efek substitusi. Efek pendapatan adalah perubahan konsumsi yang muncul
karena harga yang rendah membuat konsumen lebih sejahtera. Efek substitusi adalah perubahan komsumsi
yang muncul karena harga yang rendah semakin mendorong konsumen untuk mengosumsi barang itu lebih
banyak. Efek pendapatan dicerminkan dalam pergerakan dari kurva indiferen yang lebih rendah ke yang
lebih tinggi, sedangkan efek substitusi dicerminkan dalam pergerakan sepanjang kurva indiferen tertentu
menuju suara titik yang kemiringanya berbeda.
• Teori pilihan kosumen dapat diterapkan dalam berbagai situasi. Teori ini dapat menjelaskan mengapa kurva
permintaan dapat miring keatas, mengapa upah yang lebih tinggi dapat meningkatkan atau menurunkan
jumlah penawaran tenaga kerja, atau menurunkan jumlah penawaran kerja, dan mengapa suku bunga yang
lebih tinggi dapat meningkatkan atau menurunkan jumlah uang yang ditabung.