Survey dan Disain Jembatan

BAB IV DAYA DUKUNG PONDASI DANGKAL
4.1 IDENTIFIKASI PROGRAM
Program ini menggunakan satuan kN-meter dalam melakukan analisa daya dukung pondasi dangkal. Pendekatan yang digunakan dalam menghitung daya dukung pondasi dangkal didasarkan atas teori yang dikembangkan oleh Meyerhoff. Termasuk klasifikasi pondasi dangkal adalah pondasi sumuran dengan panjang pondasi lebih kecil dari 4 kali diameter pondasi sumuran tersebut. Keluaran dari program ini adalah daya dukung ultimate dan juga daya dukung ijin pondasi dangkal pada kedalaman yang diinginkan yang didasarkan atas angka keamanan yang diberikan. Perlu ditegaskan bahwa program ini dibuat untuk tujuan pendidikan dan pelatihan SRRP (Sumatera Region Road Project) IBRD Loan No. 4307-IND. Tanggung jawab terhadap pengunaan hasil keluaran program ini 100 % ada di pengguna. Pengguna wajib melakukan pengecekan terhadap kesahihan hasil keluaran program ini. Karena program ini tidak mencakup semua aspek disain, sebaiknya penggunaannya dibatasi untuk proses pra disain.

4.2 TEORI DASAR
4.2.1 PERSAMAAN UMUM

Persamaan umum daya dukung pondasi dangkal yang diusulkan oleh Meyerhoff (1963) 1 qu = cN c Fcs Fcd Fci + qN q N qs N qd N qi + γBN γ Fγs Fγd Fγi 2 dimana c q γ B Fcs,Fqs,Fγs Fcd,Fqd,Fγd Fci,Fqi,Fγi Nc,Nq,Nγ 4.2.2 = = = = = = = = Cohesi tanah Tegangan efektif di dasar pondasi Berat jenis tanah Dimensi terkecil dari panjang dan lebar lebar pondasi (diameter pondasi lingkaran) Faktor bentuk Faktor kedalaman Faktor inklinasi beban Faktor daya dukung (4.1)

FAKTOR DAYA DUKUNG

Faktor daya dukung dihitung dengan rumus dibawah ini.

φ  N q = tan 2  45 + e πtahφ 2 
Lampiran : Pedoman Penggunaan Software Komputer

(4.2)
IV - 1

4 FAKTOR KEDALAMAN (4.4 tan −1   B  (4. Untuk Kasus Df/B ≤ 1 Df Fcd = 1 + 0. Lampiran : Pedoman Penggunaan Software Komputer IV .4 B Fqd = 1 + ( 2 tan φ )(1 − sin φ ) Fγd = 1 (4.6) (4.3 FAKTOR BENTUK (4.8) Df B (4.3) (4.2.5) (4.2 2 (4.11)  Df 2 Fqd = 1 + ( 2 tan φ )(1 − sin φ ) tan −1   B  (4.Survey dan Disain Jembatan N c = ( N q − 1) cot φ N γ = 2( N q + 1) tan φ 4. 4.4) Faktor bentuk dihitung dengan rumus berikut (De Beer 1970) B Nq L Nc B Fqs = 1 + tan φ L B Fγs = 1 − 0.10) b. Untuk Kasus Df/B > 1  Df Fcd = 1 + 0.4 L Fcs = 1 + B adalah dimensi terkecil dari panjang atau lebar pondasi dangkal tersebut.9)         .12) Fγd = 1 (4.7) Faktor kedalaman dihitung dengan rumus berikut (Hansen 1970) a.13) B adalah dimensi terkecil dari panjang atau lebar pondasi dangkal tersebut.2.

1 Sudut Inklinasi Beban β 4. df Muka air tanah (kasus 2) d B Muka air tanah (kasus 1) Lampiran : Pedoman Penggunaan Software Komputer D1 D2 IV .Survey dan Disain Jembatan 4.14)  β Fγi = 1 −  φ  (4. β Gambar 4.2. Mayerhof & Hanna 1981) β   Fci = Fqi = 1 −   90  (4.6 PENGARUH MUKA AIR TANAH Persamaan daya dukung pondasi dangkal diatas didasarkan atas asumsi bahwa muka air tanah terletak jauh dibawah dasar pondasi.2.5 FAKTOR INKLINASI Faktor Inklinasi Beban dihitung dengan rumus (Mayerhof 1963.15)     2 2 dimana β adalah inklinasi dari beban ke pondasi terhadap vertical seperti ditunjukkan pada Gambar 4. perlu dilakukan modifikasi untuk menentukan daya dukung pondasi dangkal tersebut. Jika muka air tanah terletak di dekat dasar pondasi.1.3 .

faktor kedalaman dan pengaruh muka air tanah. . maka air tanah tidak akan mempengaruhi daya dukung pondasi dangkal. gunakan angka yang besar untuk kedalaman muka air tanah. Kedalaman Muka Air tanah (m) Adanya muka air tanah akan mempengaruhi faktor q pada persamaan (4. Lampiran : Pedoman Penggunaan Software Komputer IV . Jika muka air tanah tidak berperan. Kedalaman muka air tanah akan berperan jika muka air tanah maksimum tidak terlalu dalam. + (4.2 Pengaruh Muka Air Tanah a. Untuk pondasi yang berbentuk lingkaran.18) d (γ − γ . Elevasi tersebut sangat bergantung kepada kondisi tanah dan juga tipe pondasi yang digunakan. Kasus 1 Jika muka air tanah terletak pada sedemikian sehingga 0≤ D1≤ Df maka parameter q dan γ pada persamaan daya dukung harus dihitung sebagai berikut q = D1γ + D2 ( γ sat − γ w ) (4. 4.1).3 INPUT DATA a. Kasus 3 Jika air tanah terletak sedemikian sehingga d≥ B.16) γ ' = γ sat − γ w (4. ) B γ =γ.19) c. Kedalaman Dasar Pondasi (m) Kedalaman Pondasi berkaitan dengan elevasi dimana dasar pondasi diletakkan. panjang dan lebar pondasi didapat dengan mengekivalensikan luas lingkaran menjadi empat persegi. Panjang dan Lebar Pondasi (meter) Panjang dan Lebar Pondasi diperlukan untuk menentukan faktor bentuk.4 b.17) b. Kasus 2 Jika muka air tanah terletak sedemikian sehingga 0≤ d≤ B maka parameter q dan γ pada persamaan daya dukung harus dihitung sebagai berikut q = D1γ (4. c.Survey dan Disain Jembatan Gambar 4.

jika ingin memodifikasi data input. maka nilainya sama dengan 0. gunakan tombol BUKA FILE Pada Form Input Data jika ingin menyimpan data kasus yang sedang dianalisa. Pada layar monitor akan muncul Form Input Data. Sehingga akan berada pada Lembar Analisis dan Output. Pada Lembar Analisisi dan Output.5 INTERPRETASI HASIL KELUARAN. Jika ingin menganalisa data yang sudah pernah disimpan. e. Pada Form Input Data melakukan analisis perhitungan daya dukung pondasi dangkal dilakukan dengan meng-klik tombol HITUNG. Pada Lembar Analisis dan Output ini ditampilkan semua parameter yang digunakan dalam perhitungan daya dukung pondasi dangkal serta besarnya daya dukung pondasi dangkal ultimate dan elastis/ijin. disain pondasi dilakukan dengan cara elastis. dan kohesi c (kN/m2).5. Pada Lembar Analisis dan Output Jika ingin menyimpan file laporan perhitungan gunakan tombol LAPORAN dan masukkan nama file yang akan digunakan untuk menyimpan data laporan yang berbentuk file dengan extension TXT. Angka Keamanan Daya dukung yang di dapat dari rumus umum diatas adalah daya dukung ultimate. f. Data Lapisan-Lapisan tanah Data lapisan tanah yang diperlukan adalah tebal lapisan (m). g. Untuk lapisan paling bawah sebaiknya ketebalan lapisan diambil suatu angka yang relatif besar. klik tombol SIMPAN FILE dan tuliskan nama file yang akan digunakan. 4.1 NOTASI YANG DIGUNAKAN Lampiran : Pedoman Penggunaan Software Komputer IV . Besarnya angka keamanan yang umum digunakan adalah • Untuk pembebanan sementara = 2 • Untuk pembebanan tetap = 3 4. c.15). berat jenis γ (kN/m3). gunakan tombol KEMBALI untuk kembali berada di Form Input.Survey dan Disain Jembatan d. Pada Form Input Data masukkan parameter-parameter Input Data. Untuk mendapatkan daya dukung ijin/elastis. e. Secara umum. b. daya dukung tersebut perlu dibagi dengan suatu angka keamanan.5 . d.EXE. Langkah pertama adalah mengaktifkan program/software dengan meng-klik file program yaitu SHALW.4 CARA PEMAKAIAN PROGRAM a. f. sudut geser dalam φ (derajat) . 4. Jika beban tegak lurus dengan bidang horizontal.14) dan (4. sehingga yang dingin dicari adalah daya dukung ijin pada elevasi tertentu. Sudut Beban Terhadap Bidang Vertikal (derajat) Kemiringan beban terhadap bidang vertikal akan digunakan untuk menghitung Faktor inklinasi sesuai persamaan (1.

2 meter dari permukaan tanah. lapisan 2 : c=1.6 CONTOH KASUS Suatu pondasi pelat setempat dengan dimensi 1.1 FAKTOR DAYA DUKUNG Faktor daya dukung dihitung dengan rumus dibawah ini. maka untuk hasil yang lebih akurat sebaiknya prosedur perhitungan diulang sekali lagi. γ=1. e.3 Notasi Yang Digunakan 4.5 m x 1. Beban yang bekerja mempunyai sudut 0° terhadap sumbu vertikal. Tidak ada pengaruh muka air tanah pada lokasi tersebut. Jika dari hasil perhitungan ternyata dimensi pondasi yang didapat dari perhitungan berbeda dengan dimensi yang digunakan untuk menentukan daya dukung.φ 1 β Muka tanah Kedalaman Kedalaman pondasi muka air tanah Muka air tanah Batas lapisan 1 Lapisan 2 : γ 2.0 t/m2 = 10 kN/m2. maka nilai tersebut bisa digunakan untuk menghitung dimensi pondasi yang diperlukan. φ =30°.5 meter diletakkan pada kedalaman 1.6. Untuk pondasi yang berbentuk lingkaran. d. Tentukan daya dukung ijin pada dasar pondasi tersebut jika data lapisan tanah adalah a.401 Lampiran : Pedoman Penggunaan Software Komputer IV .c2. lapisan 1 : tebal 1 meter c=1. 4.5 t/m2 = 15 kN/m2. 4.6 . bisa dilakukan dengan cara ekivalensi luasan untuk mendapatkan dimensi dari empat persegi panjang. Setelah didapat hasil keluaran berupa daya dukung ijin untuk dimensi pondasi tertentu.φ 2 dimensi (panjang x lebar) pondasi Gambar 4.8 t/m3 = 18 kN/m3 c. Angka keamanan diambil = 3.Survey dan Disain Jembatan Lapisan 1 : γ 1.5.c1.6 t/m3 = 16 kN/m3 b. φ  N q = tan 2  45 + e πtahφ 2  = 18. φ =20°. γ=1.2 OPTIMASI DARI PENGGUNAAN PROGRAM.

4 Df B 2 = 1.3 FAKTOR KEDALAMAN Untuk kasus Df/B ≤ 1.6. 4. γ pada lapisan 2 dimana dasar pondasi diletakkan = 18 kN/m3 b.6.402 Faktor bentuk dihitung dengan rumus berikut (De Beer 1970) B Nq L Nc B Fqs = 1 + tan φ L B Fγs = 1 − 0. factor kedalaman dihitung dengan rumus Fcd = 1 + 0.140 = 22.231 = 1.2 FAKTOR BENTUK = 30.000  β = 1.320 Df B = 1.6.6.7 Lampiran : Pedoman Penggunaan Software Komputer .600 4.000 Fqd = 1 + ( 2 tan φ )(1 − sin φ ) Fγd = 1 4.000 Fγi = 1 −   φ   dimana β adalah inklinasi dari beban ke pondasi terhadap vertical.4 FAKTOR INKLINASI Faktor inklinasi beban dihitung dengan rumus β   Fci = Fqi = 1 −   90  2 2 = 1.4 L Fcs = 1 + = 1.Survey dan Disain Jembatan N c = ( N q − 1) cot φ N γ = 2( N q + 1) tan φ 4.6 DAYA DUKUNG ULTIMATE IV .6 kN/m2 4.577 = 0. q pada dasar pondasi = Σγh = 19.6.5 γ DAN q a.611 = 1.

8 .Survey dan Disain Jembatan Daya dukung ultimate dihitung dngan rumus berikut 1 qu = cN c Fcs Fcd Fci + qN q N qs N qd N qi + γBN γ Fγs Fγd Fγi = 1522.47 = = 507.6.47 kN/m2 2 4.49 kN/m2 SF 3 Lampiran : Pedoman Penggunaan Software Komputer IV .7 DAYA DUKUNG IJIN Daya dukung ijin dengan Angka Keamanan 3 dihitung sebagai berikut q all = qu 1522.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful