P. 1
Blighted Ovum

Blighted Ovum

|Views: 73|Likes:
Dipublikasikan oleh Riska Arini Rusdi

More info:

Published by: Riska Arini Rusdi on Nov 18, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2013

pdf

text

original

BLIGHTED OVUM (KEHAMILAN KOSONG

)
http://yandrifauzan.blogspot.com/

BLIGHTED OVUM (KEHAMILAN KOSONG)
1. Definisi Blighted Ovum (BO) adalah kehamilan tanpa janin (anembryonic pregancy), jadi cuma ada kantong gestasi (kantong kehamilan) dan air ketuban saja. 2. Etiologi  Kelainan kromosom pada saat proses pembuahan sel telur dan sel sperma (kualitas sel telur yang tidak bagus.)  Infeksi dari torch, kelainan imunologi dan penyakit diabetes dapat ikut menyebabkan terjadinya blighted ovum  Faktor usia Semakain tinggi usia suami atau istri, semakin tinggi pula peluang terjadinya blighted ovum. 3. Patogenesis Pada saat pembuahan, sel telur yang matang dan siap dibuahi bertemu sperma. Namun dengan berbagai penyebab (diantaranya kualitas telur/sperma yang buruk atau terdapat infeksi torch), maka unsur janin tidak berkembang sama sekali. Hasil konsepsi ini akan tetap tertanam didalam rahim lalu rahim yang berisi hasil konsepsi tersebut akan mengirimkan sinyal pada indung telur dan otak sebagai pemberitahuan bahawa sudah terdapat hasil konsepsi didalam rahim. Hormon yang dikirimkan oleh hasil konsepsi tersebut akan menimbulkan gejala-gejala kehamilan seperti mual, muntah dan lainya yang lazim dialami ibu hamil pada umumnya. 4. Manifestasi Klinis  Pada awal kehamilan berjalan baik dan normal tanpa ada tanda-tanda kelainan  Kantung kehamilan terlihat jalas, tes kehamilan urin positif  Blighted ovum terdeteksi saat ibu melakukan USG pada usia kehamilan memasuki 6-7 minggu.

5. Pencegahan  Menghindari masuknya virus rubella ke dalam tubuh. Selain imunisasi, ibu hamil pun harus selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggalnya.

agama. cari sumber perdarahan. Sebab biasanya kehamilan kosong jarang terdekteksi saat usia kandungan masih di bawah delapan bulan. Setelah itu pastikan bahwa calon ibu benar-benar sehat saat akan merencanakan kehamilan. uumr. berat badan. Risiko terjadi infeksi berhubungan dengan tindakan kuretase . Intoleran aktivitas berhubungan dengan kelemahan 2. TTV. Diagnosa Keperawatan 1. obatobatan. d. pendidikan.  Periksakan kehamilan secara rutin. Asuhan Keperawatan a. pekerjaan. 6. Pengkajian  Identitas klien meliputi : nama. Pemeriksaan vaginal touche: bimanual tentukan besat dan letak uterus. Sembuhkan dahulu penyakit yang diderita oleh calon ibu. Pemeriksaan Penunjang  Tes kehamilan: Positif  Pemeriksaan DJJ  Pemeriksaan USG abdominal atau transvaginal akan mengungkapkan ada tidaknya janin yang berkembang dalam rahim 7. tantukan juga apakah satu jari pemeriksa dapat dimasukkan kedalam ostium dengan mudah atau tidak. alamat. status perkawinan  Data umum kesehatan meliputi: tinggi badab.  Melakukan pemeriksaan kromosom  Tak hanya pada calon ibu. Pemeriksaan fisik umum Keadaan umum. Jika diperlukan ambil darah untuk pemeriksaan penunjang e. haid terakhir dan pola siklus haid b. c. Pemeriksaan genikologi Ada tidaknya tanda akut abdomen jika memungkinkan. jika keadaan umum buruk lakukan resusitasi dan stabilisasi segera. Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan 3. 8. apakan dari dinding vagina atau dari jaringan servik. masalah kesehatan khusus. calon ayah pun disarankan untuk menghentikan kebiasaan merokok dan memulai hidup sehat saat prakonsepsi.  Perdarahan.

Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Ilmu Kebidanan. E. (2005). Jakarta:EGC . Jakarta: EGC. Hanifa W. Rencana Perawatan Maternal/Bayi. Ed 2.DAFTAR PUSTAKA Doenges M. (2001). Jakarta: EGC Bobak. Sinopsis Obstetri Fisiologi dan Patologi. (2006). Mochtar R. (1998). Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->