Anda di halaman 1dari 19

Peneliti Jerman : Terapi Seni Efektif Dikembangkan di Indonesia

Terapi seni efektif dikembangkan di Indonesia. Dengan terapi seni, emosi dan perasaan yang tersakiti bisa diungkapkan dengan bebas

Martin Puddy/Corbis Peneliti sekaligus psikolog dari Institute for Psychology Universitas Leipzig, Jerman, Evelin Witruk, mengatakan bahwa terapi seni efektif dikembangkan di Indonesia. Terapi ini juga berdampak besar karena mampu memberikan pelayanan psikologi bagi mereka yang tengah mengalami problem dan tekanan hidup.

Demikian disampaikan oleh Witruk dalam workshop Art Therapy bersama Evelin Witruk, di Yogyakarta, Senin (26/3). Terapi seni yang dikembangkan oleh Witruk sebelumnya telah dilakukan terhadap anak-anak korban tsunami di Aceh. Pengembangan terapi seni untuk anak lebih menekankan kepada melukis dan menggambar. Terapi ini cukup berhasil untuk memulihkan kembali (recovery) kondisi psikis mereka pasca Tsunami. Menurut Ketua Program Studi Magister Psikologi Profesi Fakultas Psikologi UGM Adiyanti, terapi seni cukup terbuka untuk dikembangkan di Indonesia mengingat sifatnya yang bebas budaya (free culture). Ia memberi contoh untuk dapat menilai dan memberi solusi kepada seseorang yang tengah menghadapi persoalan psikologi bisa dilihat dari kemampuannya menggambar. Bisa terhadap anak-anak, remaja hingga orang tua. Misalnya mereka yang bisa menggambar dan tidak bisa menggambar akan terlihat persoalan psikologi yang tengah dihadapi sehingga segera dicari pemecahannya, tegas Adiyanti. Terapi seni bisa menjadi sarana untuk menggambarkan emosi dan perasaan tersakiti yang terlalu menyakitkan jika diungkapkan dengan kata-kata. Berikut beberapa manfaat positif dari terapi seni, penyembuhan pribadi, pencapaian pribadi, menguatkan, relaksasi, serta meredakan sakit dan stres. Manfaat terapi ini sendiri telah dibuktikan secara ilmiah. Sebuah studi dari University of Granada di Spanyol membuktikan jika terapi ini bisa membantu mengatasi gangguan mental. Elizaberta Perez, salah seorang peneliti, mengikuti perkembangan 20 pasien penderita gangguan mental akut dari Therapeutic Community of the Northern Area of the Virgen de las Nieves Hospital of Granada selama lebih dari setahun. Pasien mengadaptasi lukisan karya pelukis seperti Amedeo Modigliani, Edvard Munch, dan Vincent Van Gogh. Lukisan ini digunakan para pasien untuk menggambarkan keinginan terpendam, perasaan, serta emosi dari hati dan pikiran mereka. Selama proses ini, menurut Perez, para pasien bisa mengungkapkan perasaan dan emosi-emosi mereka. (Olivia Lewi Pramesti, berbagai sumber)
http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/03/peneliti-jerman-terapi-seni-efektifdikembangkan-di-indonesia

YOGYAKARTA-Terapi psikologi dari waktu ke waktu terus berkembang. Jika sebelumnya kita mengenal adanya terapi humanistik, konseling, kognitif, serta perilaku, maka saat ini telah dikembangkan terapi seni (art therapy). Terapi seni ini dinilai mampu untuk memberikan pelayanan psikologi bagi mereka yang tengah mengalami problem dan tekanan hidup seperti halnya terapi psikologi lainnya terutama bagi mereka yang sulit berkomunikasi secara verbal. Salah satu pakar yang telah menekuni terapi seni ini adalah Prof.Dr.Evelin Witruk. Dia adalah peneliti, dan psikolog di Institute for Psychology, bagian Pendidikan dan Psikologi Rehabilitasi, Faculty of Biosciences, Pharmacy, and Psychology di Universitas Leipzig,

Jerman. Kali ini Evelin Witruk hadir membagikan pengetahuan dan pengalamannya tersebut kepada mahasiswa dan para psikolog bertempat di Fakultas Psikologi UGM. Menurut Ketua Program Studi Magister Psikologi Profesi, Fakultas Psikologi UGM, Dr.M.G.Adiyanti kehadiran Witruk ini diharapkan bisa menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa dan para psikolog di Yogyakarta dan sekitarnya tentang terapi seni. Kebetulan Witruk ini dalam pengembangan art therapy lebih menekankan kepada painting dan drawing,papar Adiyanti, di sela-sela workshop Art Therapy bersama Evelin Witruk, Senin (26/3). Dijelaskan Adiyanti selama ini mahasiswa maupun profesi psikolog lebih banyak dikenalkan pada pendidikan dan latihan terapi psikologi di tingkat individu, kelompok maupun komunitas dengan terapi yang masih bersifat konvensional. Ia menambahkan bahwa terapi seni yang dikembangkan oleh Witruk sebelumnya telah dilakukan terhadap anak-anak korban tsunami di Aceh. Terapi seni yang dilakukan kepada anak-anak korban tsunami Aceh ini, imbuh Adiyanti, cukup berhasil untuk memulihkan kembali (recovery) kondisi psikis mereka pasca Tsunami. Terapi seni tersebut menurut Adiyanti cukup terbuka untuk dikembangkan di Indonesia mengingat sifatnya yang bebas budaya (free culture). Ia memberi contoh untuk dapat menilai dan memberi solusi kepada seseorang yang tengah menghadapi persoalan psikologi bisa dilihat dari kemampuannya menggambar. Bisa terhadap anak-anak, remaja hingga orang tua. Misalnya mereka yang bisa menggambar dan tidak bisa menggambar akan terlihat persoalan psikologi yang tengah dihadapi sehingga segera dicari pemecahannya,tegas Adiyanti. Workshop yang digelar kerjasama Program Studi Magister Psikologi Profesi dan Bidang Kerjasama Internasional Psikologi UGM ini menurutnya masih tahap awal. Ke depan masih akan dilakukan pelatihan yang lebih intensif kepada para mahasiswa dan psikolog tentang teknik terapi seni ini (Humas UGM/Satria AN)
http://ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=4538

Terapi Seni Bantu Redakan Asma Anak


Redaksi Go4HealthyLife.com 29 Februari 2012 Astma Belum ada Rating

Go4HealthyLife.com, Jakarta Anak yang menderita asma kronis biasanya dalam kesehariannya kurang ceria karena mereka selalu merasa gelisah dengan kondisi yang dialaminya. Bagaimana cara menghilangkan kegelisahan itu? Berdasarkan hasil studi terbaru, terapi seni ternyata cukup efektif dalam mengurangi perasaan gelisah pada anak-anak yang menderita penyakit kronis seperti asma. Hasil studi ini tentunya menjadi pendukung terhadap data sebelumnya yang menyebutkan bahwa terapi seni dapat meningkatkan kesehatan emosional dari anak-anak yang mengalami sakit kronis, kata tim peneliti dalam paparan mereka yang terangkum dalam Journal of Allergy & Clinical Immunology. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, tercatat sekitar 7 juta anakanak Amerika, atau hampir satu dari 10 anak, menderita asma. Gangguan pernapasan ini kerap menjadi penyebab utama mereka absen dari sekolah. Bagi anak-anak, memikirkan gangguan yang pernah dialaminya akibat asma dapat membuat mereka gelisah dan cemas. Padahal perasaan cemas ini bisa menjadi pemicu asma yang tadinya ringan menjadi lebih parah, kata tim peneliti. Dalam terapi seni ini, anak-anak diberi kesempatan untuk menggambar dengan menggunakan krayon, cat dan bahan-bahan lainnya, yang dipandu oleh ahli terapi. Hal ini untuk mendorong anak mengungkapkan perasaannya yang kemungkinan sulit disampaikan melalui kata-kata. "Ini bukan tentang menggambar yang indah. Tapi lebih untuk mendorong anak menyampaikan apa yang dirasakannya, dan seni adalah alat untuk mengekspresikan dan mengeluarkan perasaan itu," ujar Anya Beebe, ahli terapi seni di National Jewish Health di Denver yang memimpin studi ini. Terapi seni juga biasa diterapkan di sejumlah rumah sakit untuk membantu anak-anak mengatasi rasa stres mereka akibat penyakit dan perawatan di rumah sakit.

Dalam studi itu, Beebe bersama koleganya mengamati 22 anak-anak berusia antara 7 dan 14 tahun yang menderita asma kronis. Mereka adalah siswa di sebuah sekolah di kampus National Jewish Health di Denver. Tim ahli menugaskan 11 anak secara acak untuk menjalani terapi seni bersamaan dengan terapi asma yang biasa mereka lakukan selama 7 pekan, sementara anak-anak lainnya hanya menjalani terapi asma, tidak dibarengi dengan terapi seni. Anak-anak itu kemudian dites dengan menggunakan beberapa ukuran standar untuk melihat kemampuan, perasaan gelisah, kecemasan, konsep mandiri, dan kualitas hidup sebelum sesi pertama terapi seni, pada akhir sesi terakhir dan enam bulan kemudian. Pada akhir periode studi selama 7 pekan itu, kelompok terapi seni berhasil mengurangi rasa gelisah dan mendapat skor lebih tinggi untuk kualitas hidup dan konsep mandiri dibandingkan dengan kelompok yang tidak menjalani terapi seni. Peningkatan itu mampu bertahan meskipun sudah enam bulan setelah terapi seni. Melihat hasil yang mengagumkan itu, Beebe dan kawan-kawan mengatakan bahwa pengunaan terapi seni bagi anak-anak yang menderita asma kronis benar-benar bermanfaat. Namun dalam studi itu, para peneliti tidak menyelidiki apakah rasa gelisah yang sudah berkurang itu dapat menurunkan jumlah serangan asma, juga apakah dapat mengurangi jumlah pengobatan yang dibutuhkan anak-anak itu. Tapi kesehatan fisik dan kesehatan psikologis seringkali berkaitan, dan hal ini juga berlaku bagi anak-anak yang menderita asma. http://www.go4healthylife.com/articles/1485/1/Terapi-Seni-Bantu-Redakan-AsmaAnak/Page1.html

Sehat dengan Terapi Seni Penulis : Ikarowina Tarigan

CETAK KIRIM DIGG FACEBOOK

2theadvocate.com
SENI tidak harus selalu dikaitkan dengan seniman seperti penari, pelukis, atau penyanyi. Seni bersifat universal dan bisa digunakan oleh siapa saja termasuk Anda. Tidak hanya untuk memuaskan mata dan menyenangkan telinga, seni juga bisa menjadi obat. Terapi seni atau yang dikenal dengan art therapy, bisa membantu Anda mengatasi trauma serta masalah tekanan mental lainnya. Seni merupakan hal yang menyenangkan dan menenangkan dan merupakan pereda stres yang hebat. Jika Anda menderita trauma mental atau gangguan emosi, terapi seni ini bisa menjadi pilihan Anda. Terapi ini didasarkan pada keyakinan bahwa proses kreatif seperti menggambar, melukis, atau membuat kerajian lainnya bersifat menyembuhkan dan menguatkan kehidupan. Bagi beberapa orang, trauma psikologis bisa sangat sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Karena itu, terapi seni bisa menjadi sarana untuk menggambarkan emosi dan perasaan tersakiti yang terlalu menyakitkan jika diungkapkan dengan kata-kata. Dengan mengikuti terapi ini, Anda akan diminta menggambarkan dan mengeluarkan pikiran-pikiran dan emosi Anda melalui karya seni. Gambaran ini bisa dalam bentuk lukisan, gambar, seni pahat atau kreasi karya seni dari tanah liat. Selanjutnya, terapis akan mengajak Anda untuk mendiskusikan karya ciptaan Anda. Melalui proses ini, Anda akan diajak terbuka mengenai segala emosi dan perasaan-perasaan terpendam Anda. Melalui analisis ini, Anda bisa menggali perasaan dan menyelesaikan masalah tersebut dengan cara yang membangun dan tidak menakutkan bagi Anda. Manfaat terapi ini sendiri telah dibuktikan secara ilmiah. Sebuah studi dari University of Granada di Spanyol membuktikan kalau terapi ini bisa membantu mengatasi gangguan mental. Elizaberta Perez, salah seorang peneliti, mengikuti perkembangan 20 pasien penderita gangguan mental akut dari Therapeutic Community of the Northern Area of the Virgen de las Nieves Hospital of Granada selama lebih dari 1 tahun. Pasien tersebut secara sukarela mengikuti terapi seni selama 2 hari dalam seminggu. Selama mengikuti terapi, mereka mengadaptasi lukisan karya pelukis seperti Amedeo Modigliani, Edvard Munch, Vincent Van Gogh, serta menambah pandangan mereka juga.

Para pasien menggunakan lukisan untuk menggambarkan keinginan terpendam, perasaan, serta emosi dari hati dan pikiran mereka. Selama proses ini, menurut Perez, para pasien bisa mengungkapkan perasaan dan emosi-emosi mereka. Dengan begitu, mereka bisa menghilangkan perasaan yang tidak mereka inginkan dan menyesuaikan dengan apa yang sebenarnya mereka inginkan. Bagaimana terapi seni bisa menyembuhkan? Berikut beberapa manfaat positif dari terapi seni: Penyembuhan pribadi. Terapi seni bisa membantu Anda memahami perasaan pribadi Anda dengan mengenali dan mengatasi kemarahan, kekesalan dan emosi-emosi lainnya. Ini khususnya akan sangat membantu selama atau setelah mengalami insiden atau penyakit yang meninggalkan trauma. Terapi ini bisa membantu Anda menyegarkan kembali semangat Anda. Pencapaian pribadi. Menciptakan sebuah karya seni bisa membangun rasa percaya diri dan memelihara rasa cinta dan menghargai diri sendiri. Menguatkan. Terapi seni bisa membantu Anda menggambarkan emosi dan ketakutan yang tidak bisa Anda ungkapkan dengan kata-kata. Dengan cara ini, Anda lebih bisa mengontrol perasaan-perasaan Anda. Relaksasi dan meredakan stres. Stres kronis bisa membahayakan baik tubuh maupun pikiran. Terapi seni bisa digunakan sebagai penanganan tunggal atau dipadukan dengan teknik relaksasi lainnya untuk meredakan stres dan kecemasan. Meredakan sakit. Terapi seni juga bisa membantu Anda mengatasi rasa sakit. Terapi ini bisa digunakan sebagai terapi pelengkap untuk mengobati pasien yang sakit. Terapi seni untuk anak Tidak hanya membantu masalah mental orang dewasa, terapi ini juga bisa membantu anak-anak yang kekurangan kata untuk mengekspresikan diri mereka sepenuhnya. Anak-anak pada dasarnya sangat kreatif dan artistik. Mereka bisa dengan mudah menggambarkan perasaan dan emosi mereka melalui kreasi karya seni. Dalam hal ini, terapi seni bisa digunakan sebagai alat komunikasi, lebih dari sekedar berbicara verbal. Anak-anak juga lebih mudah mengekspresikan kejadian-kejadian yang meninggalkan trauma melalui kreasi seni daripada menggunakan kata-kata. Melalui seni, kejadian traumatik yang sudah tersimpan di alam bawah sadar juga bisa kembali terangkat ke permukaan. Jika emosi

sudah dilepaskan, maka proses pemulihan akan lebih cepat.

http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/06/16/12 90/13/Sehat-dengan-Terapi-Seni

Anak Muda TERAPI SENI UNTUK PENYEMBUHAN Berita Lainnya MENGINAP DI KAMAR JAMES BOND, MAU? MAKE UP GOTHIC PRIA DAN WANITA Anak Muda BELAJAR MEMOTRET DI KOMUNITAS.. MERESPEK PACAR inSha re BOSTON (Klik HL) Tinggal di rumah sakit untuk jangka waktu lama, menjalani pengobatan yang kadang menyakitkan, tentu saja membuat stres pasien. Untuk membantu pasien, rumah sakit dan museum membuat terapi seni untuk penyembuhan. Jason Springer, pengajar dari Museum of Fine Arts, Boston, mendatangi rumah sakit anak Boston untuk mengajar sekelompok pasien dan pengunjung membuat lampion China. Springer rutin mengunjungi rumah sakit itu dua bulan sekali, sejak 2007, bersama program Artful Healing Museum Boston. Program itu memberikan lokakarya kepada pasien muda, bersama hasil karya dari koleksi museum. Salah satu pasien yang mengikuti program itu adalah Riley Roman. Bocah berusia 8 tahun itu menderita tumor otak. Seni adalah favorit saya. Kemudian video game, kata Riley, yang sedang membuat lampion bersama dua pasien anak-anak lain.

Pada musim gugur lalu, bagian tubuh sebelah kanan Riley lumpuh. Ibu Riley, Andrea, mengatakan seni rupa telah membantu tangan Riley hampir kembali berfungsi normal. Saya merasa semua ini membantunya dalam aspek penyembuhan, kata Andrea. Di samping Riley, Lauren Mantz, sudah berada di rumah sakit anak Boston selama dua bulan. Lauren menderita penyakit kekebalan tubuh langka yang disebut sindrom Opsoclonus-myoclonus, serta penyakit pankreatitis yang disebabkan pengangkatan tumor. Itu membantunya melupakan masalah. Dia lupa tentang penyakitnya untuk sementara dan rasa sakitnya, kata Alicia Mantz, ibu Lauren. Bagi beberapa pasien, program seni merupakan pengalihan, kesempatan untuk berinteraksi dengan orang dewasa yang bukan dokter. Mereka juga bisa berkreasi dengan bakat dan imajinasi masing-masing. Saya pikir itu kesempatan untuk mendapat kesempatan berinteraksi dengan orang dewasa yang bukan dokter. Itu mengeluarkan kemampuan mereka untuk menjadi seorang anak, kata Springer. Seni adalah media yang bagus untuk menjadi pusat pembicaraan, katanya. Jessica Finch, manajer program seni di rumah sakit anak Boston, memiliki pendapat yang sama dengan Springer bahwa program seni merupakan pengalih perhatian positif. Bagaimana Seni Menyembuhkan? Society for the Arts in Health Care, dalam laporan terbaru, menyebutkan, lebih dari 45 persen institusi layanan kesehatan di Amerika menggunakan seni dalam programnya. Program-program yang dilakukan adalah lokakarya, pertunjukan seni, dan penampilan karya-karya seni. Laporan itu dipublikasikan tahun 2009, seperti dikutip New York Times. Para peneliti menemukan, program-program itu mengurangi stres dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Selain itu, ada bukti yang menunjukkan program seni sebenarnya bisa menghemat biaya layanan kesehatan. Dalam situs resmi rumah sakit anak Boston, disebutkan, program terapi seni ini mendorong penyembuhan, mengubah pengalaman di rumah sakit, dan membawa kebahagiaan kepada pengunjung. Program seni yang ditawarkan adalah karya seni dengan media patung, kaca, dan cahaya. Menciptakan karya seni bisa memberikan rasa pengendalian diri pada anakanak. Berkumpul dengan sesama pasien dan mengunjungi seniman bisa

menghilangkan rasa keterasingan anak. Mereka bisa keluar dari kamar dan merasakan suasana yang berbeda di luar kamar. Sementara dalam dunia medis, karya seni digunakan oleh para staf rumah sakit untuk membantu pasien lebih santai dan mengalihkan perhatian pasien, sehingga prosedur perawatan lebih mudah dilakukan. Contohnya, suasana serius dan menyeramkan di ruang radiologi dan CT scan dihilangkan dengan tampilan warna-warni di tembok. Kamar-kamar pasien juga dirancang dengan tampilan menarik. Program terapi seni untuk penyembuhan sudah meluas ke rumah sakit umum Massachusetts dan bulan lalu melakukan kunjungan perdana ke Dana-Farber Cancer Institute. Namun, satu masalah muncul, yaitu menentukan seni yang tepat untuk pasien yang berusia muda. Jujur, banyak karya dalam sejarah seni Barat yang serius dan banyak yang menyeramkan, kata Rob Worstell, kepala studio dan komunitas seni di museum yang membantu mengembangkan program Artful Healing. Masalah yang dialami Worstell segera teratasi saat diadakan pameran seni dengan media kaca di museum pada musim panas ini. Akhir tahun ini, pasien akan diajari cara memahat mangkuk. Worstell pun tidak perlu khawatir dengan karya-karya seni yang tidak pantas untuk ditunjukkan kepada anak-anak. (Nen/KlikHeadline) Sumber & Foto: nytimes.com http://www.klikheadline.com/in/berita/berita.asp? id=news3202012235920cgl7ztwcr8sn4nb136305633

Apa itu Terapi Seni


Terapi Seni tidak tampak seperti tipe tradisional terapi orang akan melihat pada sebuah acara televisi atau film, apakah itu? Terapi hampir tidak stereotip usia tua bahwa orang yang tidak memiliki pengalaman pribadi yang melalui terapi mungkin gambar dalam pikiran mereka. Metode baru dan ide-ide yang dianggap dan dimasukkan ke dalam praktek sepanjang waktu dalam upaya untuk membantu lebih banyak orang daripada sebelumnya. Dengan lebih banyak pilihan tersedia bagi individu yang menderita depresi fobia, atau kondisi lain, lebih banyak kesempatan mereka harus bekerja melalui kondisi mereka dan memiliki kehidupan yang lebih baik sebagai hasilnya. Seni terapi adalah salah satu metode yang telah terbukti

banyak digunakan untuk membantu menangani orang dengan masalah yang mereka mungkin memiliki yang membuat hidup mereka lebih sulit daripada mereka perlu.

Terapi Seni pada dasarnya apa jenis terapi adalah semua tentang. Ini adalah di mana seseorang akan menggunakan seni, apakah itu adalah tanah liat, cat, atau pensil, untuk mengekspresikan diri. Ini adalah terapi yang dapat membantu seseorang mengeksplorasi perasaan batin mereka, impian mereka atau kenangan dengan cara yang sering kali bisa lebih mudah daripada menggunakan kata-kata. Melalui metode ini bahwa seorang terapis dapat mempelajari lebih lanjut tentang apa yang mengganggu yang pasien. Belajar lebih banyak tentang pasien dapat membantu terapis memutuskan apa pengobatan yang terbaik atau terapi pasien mungkin perlu untuk melanjutkan proses penyembuhan, atau mengatasi depresi mereka. Sebuah kesalahpahaman umum tentang terapi seni adalah bahwa hal itu digunakan lebih untuk anak-anak yang tampaknya akan menderita sebagai akibat dari suatu kejadian atau kondisi, tetapi sebenarnya itu untuk hanya tentang siapa saja yang akan bekerja. Terlepas dari apa usia pasien s adalah terapi seni dapat membantu orang yang menderita depresi, penyalahgunaan, atau fobia tertentu. Seni mendorong seseorang untuk menjadi lebih kreatif dan melalui jenis terapi dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik dari diri mereka sendiri dan masalah mereka. Ini juga akan membantu konselor, atau terapis, mendapatkan jendela ke dalam s pasien bawah sadar di mana mereka dapat menemukan jawaban yang mereka butuhkan untuk membantu pasien mereka. Seringkali, menjadi kreatif bahkan dapat membawa pikiran-pikiran yang paling bawah sadar seseorang tanpa mereka menyadarinya. Setelah semua, banyak masalah seseorang mungkin sudah sering dapat ditemukan oleh terapis membantu mereka untuk melihat lebih dalam ke alam bawah sadar mereka untuk mengambil isu-isu yang berada di akar masalah mereka. Ini adalah melalui mendapatkan pemahaman yang tepat tentang apa masalah yang sebenarnya pasien adalah bahwa terapis dengan benar dapat mengobati pasien, baik melalui terapi obat atau non-obat. Terapi seni mungkin adalah cara terbaik bagi seorang terapis untuk membantu pasien membawa keluar apa yang merisaukan mereka dan menciptakan depresi atau kondisi. Terkadang kata-kata tidak cukup dan t dapat sepenuhnya menjelaskan apa pasien adalah perasaan atau pergi sekalipun. Seni memiliki cara yang memungkinkan seseorang untuk mengekspresikan perasaan mereka sepenuhnya. Kata-kata kadang-kadang bisa membatasi, dimana seni tidak benar-benar memiliki batas dan ini adalah apa yang membuat jenis terapi pilihan bagi tua dan muda. Source: http://id.hicow.com/terapi-seni/psikoterapi/kesehatan-1216519.html

Terapi Seni

inShare 0digg

ART TERAPI

Seni? selalu digunakan dalam bentuk kesenangan, ekspresi dan komunikasi. Selalu bermain dengan psikologi manusia dalam rangka untuk berkomunikasi, menghibur, mengekspresikan dan memuaskan. Seni adalah sebagai berguna untuk orang untuk umum sebagai seorang seniman dalam Kreativitas. Terapi Seni adalah istilah terkait Psikologis yang menggunakan media seni sebagai modus utama komunikasi. Menurut

American Seni Therapy Association, seni terapi didasarkan pada keyakinan bahwa Proses kreatif seni adalah baik penyembuhan dan peningkatan kualitas kehidupan .. Hal ini berguna untuk setiap orang usia yang mungkin menemukan dirinya di-whelmed oleh intensitas emosinya yang sulit untuk menghadapi baik untuk dirinya sendiri atau dengan lainnya. Ini memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi pikiran-pikiran yang menyakitkan atau intensif dan perasaan dalam lingkungan yang mendukung. Terapi seni dapat kegiatan individu tetapi sering kali digunakan sangat berhasil dalam situasi kelompok seperti dalam seni studio dan lokakarya yang berfokus pada pengembangan kreativitas. seni terapis bekerja dengan anak-anak, remaja, dan orang dewasa dan memberikan pelayanan untuk individu, pasangan, keluarga, kelompok, dan masyarakat. Ini melibatkan berbagai bahan seni seperti cat, tanah liat, kapur, spidol, batik dan banyak lagi. Terapi seni ini sangat berguna untuk anak-anak hiper aktif, menekankan dan lebih bekerja orang-orang untuk memberikan kepercayaan, relaksasi dan meningkatkan

Kemampuan kognitif. Dalam terapi orang ini telah menggunakan materi seni untuk mengekspresikan dirinya. Tidak ada keahlian seni khusus memerlukan untuk orang hanya reaksinya adalah penting untuk ekspresi. Dengan menerapkan minyak dan cat akrilik dengan jari seseorang dengan mudah dapat melepaskan ketegangan nya. Dengan menggunakan tanah liat, spidol, kapur dan media lainnya dari kepribadian seseorang itu seni biasanya dinilai oleh terapis seni.
Your Ad Here

Terapi ini tidak hanya berguna untuk orang dewasa dan orang tua dalam rangka meningkatkan kemampuan kognitif, hubungan yang lebih baik dengan keluarga dan temanteman, mampu menikmati kehidupan-menegaskan kesenangan dari pengalaman kreatif tetapi terutama bagi anak-anak yang agresif bagi perkembangan mereka lebih baik. Sehrish chauhdary Artis dan seorang guru seni. Source: http://id.hicow.com/terapi-seni/amerika-asosiasi-terapi-seni/psikologi-893558.html

Seni Terapi Inovatif


0digg

Terapi Seni melibatkan membantu orang-orang dengan emosional kesulitan dan Psikologis untuk menangani masalah mereka melalui proses penemuan kooperatif. Klien didorong untuk datang ke pemahaman mereka sendiri tentang apa seni mereka mengungkapkan, difasilitasi oleh terapis, yang membantu untuk bernegosiasi interpretasi gambar klien, yang dibuat melalui proses pembuatan seni terapi berorientasi. Seni terapi adalah bentuk terapi ekspresif yang menggunakan bahan-bahan seni, seperti cat, kapur dan spidol. Terapi Seni menggabungkan teori dan teknik Psikoterapi tradisional dengan pemahaman aspek psikologis dari proses kreatif, terutama sifat-sifat afektif dari bahan seni yang berbeda.

Terapi Tari Tari Terapi ditawarkan sebagai layanan promosi Kesehatan bagi orang sehat, dan sebagai metode pelengkap untuk mengurangi stres pengasuh dan orang-orang dengan kanker dan penyakit kronis lainnya. Secara fisik, terapi dansa dapat memberikan latihan, meningkatkan mobilitas dan koordinasi otot, dan mengurangi ketegangan otot. emosional, tari terapi dilaporkan untuk meningkatkan kesadaran diri, self-c terapi Tari didirikan pada premis bahwa tubuh dan pikiran adalah kontinum saling terkait bahwa keadaan tubuh dapat mempengaruhi kesejahteraan mental dan emosional dengan cara bermacam-macam. Berbeda dengan tarian

artistik, yang biasanya berkaitan dengan penampilan estetika gerakan, terapi dansa mengeksplorasi sifat semua gerakan. Melalui mengamati dan mengubah gerakan kinestetik dari klien, terapis gerakan tari mendiagnosa dan membantu memecahkan masalah psikologis. Keyakinan, dan interaksi interpersonal, dan merupakan outlet untuk berkomunikasi perasaan.

Terapi Musik Terapi Musik adalah profesi kesehatan sekutu di mana musik yang digunakan dalam hubungan terapeutik untuk mengatasi kebutuhan fisik, psikologis, kognitif, dan sosial individu. Setelah menilai kekuatan dan kebutuhan setiap klien, terapis musik berkualitas menyediakan pengobatan diindikasikan termasuk menciptakan, menyanyi, pindah ke, dan / atau mendengarkan musik. Melalui keterlibatan musik dalam konteks terapi, kemampuan klien diperkuat dan ditransfer ke area lain dari hidupnya. Terapi Musik adalah profesi kesehatan menetapkan bahwa menggunakan musik ke alamat fisik, emosional, kebutuhan kognitif, dan sosial individu dari segala usia. Musik adalah suasana hati changer-signifikan dan penghilang stres, bekerja pada berbagai tingkatan sekaligus. Terapi Musik adalah aplikasi unik dari musik untuk meningkatkan kehidupan pribadi dengan menciptakan perubahan positif dalam perilaku manusia. Ini adalah profesi kesehatan sekutu menggunakan musik sebagai alat untuk mendorong pembangunan di bidang sosial / emosional, kognitif / pembelajaran, dan perseptual-motor. Terapi musik memiliki berbagai macam fungsi dengan anak yang luar biasa, remaja dan dewasa dalam pengaturan medis, kelembagaan dan pendidikan.
Your Ad Here

Terapi Drama Terapi Drama mengeksplorasi pendekatan baru untuk masalah lama, mengintegrasikan metode drama dan teater untuk membantu klien dalam mencapai tujuan yang mungkin termasuk pertumbuhan pribadi dan emosional sehingga meningkatkan kualitas hidup Eksplorasi hubungan kehidupan nyata dan situasi sosial melalui mode drama / kreatif Untuk mendorong perkembangan seni komunikasi yang positif, berbagi koperasi dan sosial terapi Drama berkembang dari pengalaman dan penelitian psikoterapis, guru, dan profesional teater yang mengakui bahwa kadang-kadang terapi lisan tradisional terlalu kaku untuk memungkinkan klien untuk menghadapi dan bekerja melalui gangguan individu. Komponen verbal dan non-verbal seimbang terapi drama dengan bahasa mereka tentang metafora memungkinkan klien untuk bekerja secara produktif dalam aliansi terapeutik. Source: http://id.hicow.com/terapi-seni/psikologi/terapi-musik-1216239.html

Terapi Seni sebagai Pengobatan Alternatif


Tweet

inShare 0digg

Terapi Seni adalah sebuah metode pengobatan alternatif yang psikolog semakin mengambil catatan dalam praktik mereka. Dasar dari terapi seni adalah penggunaan seni dan Proses kreatif untuk memfasilitasi penyembuhan dan rasa Kesehatan di mereka yang mencari penyembuhan mental dan pengobatan. Jenis terapi yang digunakan sebagai terapi tambahan dengan spektrum yang luas dari populasi. Anak-anak, remaja, dewasa dan tua-tua semua bisa mendapatkan keuntungan dari ekspresi diri artistik prinsip-prinsip yang terlibat dalam disiplin ini.

Seni terapi telah terbukti efektif dalam pengobatan array yang luas dari gangguan mental seperti kecemasan, depresi, kekerasan dalam rumah tangga, trauma, kecanduan, kesedihan dan masalah psikososial berkaitan dengan kondisi medis. Berbagai macam pengaturan memfasilitasi penggunaan terapi seni termasuk pusat kesehatan, praktek swasta, rumah sakit, tempat penampungan dan sekolah. Medium lukisan, kolase patung, dan menggambar adalah alat visual yang umum digunakan dalam proses terapi seni. Beberapa terapis telah memperluas praktek mereka terapi seni untuk memasukkan ekspresi seni lain seperti tari, menulis, musik fotografi, dan film. Bentuk-bentuk alternatif kreativitas menawarkan kesempatan untuk pertumbuhan dan transformasi mirip dengan seni campuran yang lebih tradisional digunakan dalam praktek terapi kreatif.

Para American Seni Therapy Association adalah organisasi nirlaba yang mempromosikan standar kompetensi profesional? dan juga bekerja untuk berbagi informasi dengan publik dan profesional umum lainnya tentang terapi kreatif. Persyaratan pendidikan yang AATA s untuk masuk ke dalam profesi terapi seni menentukan bahwa gelar master dalam konseling s dengan utama dalam terapi seni diperlukan. Terapi Seni Kredensial Dewan (ATCB)
Your Ad Here

menawarkan pendaftaran dan dewan sertifikasi untuk terapis tertarik pada spesialisasi ini. Sebuah Therapist Seni Terdaftar (ATR), di samping pasca-sarjana, harus menyelesaikan diawasi pasca-sarjana jam klinis. Setelah seseorang menjadi ATR, mereka dapat mengambil ujian tertulis yang memenuhi syarat mereka untuk menjadi papan bersertifikat (ATR-SM).

Beberapa alat Diagnostik telah dikembangkan untuk membantu terapis seni dalam pengaturan klinis dan penelitian. Mereka yang mengelola tes ini dilatih dalam penggunaan dan aplikasi. Seri Menggambar Diagnostik dan Penilaian Levick Emosional dan Kognitif Terapi Seni adalah contoh. Dalam sebuah artikel yang menguraikan sejarah dan filosofi terapi seni oleh Pusat Continuum ini untuk Kesehatan dan Penyembuhan, itu s dicatat bahwa kreativitas dan psikoterapi adalah proses yang merangkul perubahan dan transformasi. Hal ini dapat menjelaskan pada satu tingkat mengapa dua terapi melengkapi satu sama lain dengan sangat baik. Source: http://id.hicow.com/terapi-seni/amerika-asosiasi-terapi-seni/psikoterapi-315717.html

Seni & Pencitraan menggunakan Terapi Seni Ekspresif: Oleh Dr Maria C. Saleeby Ph.D

inShare 0digg

Seni & Citra menggunakan Ekspresif Terapi Seni, Oleh Dr Maria Saleeby

Terapi Seni ekspresif adalah alat kreatif yang indah terapi, yang membantu dalam penyembuhan psikologis. Proses terapi seni ekspresif adalah jauh lebih penting daripada hasil akhir karena secara bertahap membuka alam bawah sadar yang memungkinkan pelepasan masalah kesehatan mental terlepas dari besarnya. Seni dan dunia s karya yang begitu jauh lebih signifikan bagi kami daripada kebanyakan orang sadari. Seni tidak hanya terbatas pada lukisan, teater, puisi atau musik mereka memperpanjang diri mereka dalam cara yang kebanyakan orang meninggalkan untuk mewujudkan. Mereka dapat digunakan sebagai alat untuk manajemen Kesehatan dan perkembangan psikologis atau mereka dapat digunakan dalam teknik meditasi. Terapi Seni Ekspresif secara historis ditolak aliansi dengan ilmu pengetahuan dan telah memilih posisi yang lebih berbasis seni dalam filsafat dan praktek. Temuan ilmiah terbaru tentang bagaimana gambar mengendalikan emosi, pikiran dan kesejahteraan dan bagaimana otak bereaksi terhadap pengalaman menggambar, melukis dan kegiatan lain yang memperjelas mengapa terapi seni mungkin efektif dalam berbagai masyarakat. Namun ada terapis yang merasa bahwa seni Ekspresif tidak digunakan sebagai alat diagnostik karena ia berpikir bahwa hanya orang yang terdiri potongan tahu penafsiran yang benar.

Seperti kita ketahui, pikiran merupakan organ kompleks dan yang ajaib pada saat itu. Sebuah proses yang disebut psikoneuroimunologi (PIN) mempelajari efek dari pikiran atau jiwa pada sistem saraf dan kekebalan tubuh pusat. Oleh karena stres fisiologis dapat mengubah dan menyebabkan disfungsi kekebalan tubuh. Aliansi antara stres, emosi dan kesehatan telah menjadi situasi yang sedang berjalan sejak dasar penelitian medis dan intervensi perilaku. Peningkatan stres bervariasi untuk berbagai penyakit fisik dan gangguan Kesehatan Mental secara luas diyakini akan lebih signifikan, dan penelitian telah ditangani stres sebagai kontributor penyakit jantung, stroke hipertensi, kanker dan penyakit lainnya. Hal ini juga diduga memiliki mempengaruhi pada perubahan hormonal respon hemodinamik dan koneksi lainnya antara stres dan kekebalan. Apakah perubahan yang telah diamati dan bermakna, kita masih tahu sedikit tentang bagaimana stres kontrol fungsi kekebalan dan mengapa seperti mempengaruhi terjadi jika perubahan memiliki substansi klinis nyata. Sebagai ilmu belajar lebih banyak tentang bagaimana hubungan antara emosi, kesehatan, stres, penyakit otak dan sistem kekebalan tubuh bekerja, terapi seni adalah menemukan ideide baru untuk penggunaan citra dan ekspresi seni dalam pengobatan. Kesimpulan indah untuk ini adalah bahwa basis Seni terapi berkisar keyakinan di sekitar fakta bahwa semua orang memiliki kemampuan untuk mengekspresikan diri kreativitas dan produktif.
Your Ad Here

Karena citra adalah bahasa tubuh-pikiran dalam beberapa hal terjadi. Sisi kiri otak adalah bahasa verbal dan sisi kanan otak adalah bahasa citra. Untuk dapat menciptakan proses penyembuhan kedua sisi otak harus datang bersama-sama. Hal ini karena tubuh merespon terlebih dahulu gambar, pikiran atau ide sebelum menanggapi kata-kata yang menggambarkan bahwa pikiran atau gambar. Sementara emosi kita tidak sepenuhnya menyebabkan penyakit mereka memainkan peran dalam tubuh disfungsi. Melalui seni dan terapi seni ekspresif satu mungkin dapat melepaskan setan-setan dalam jiwa sehingga seseorang dapat menemukan sehat, eksistensi damai dan mulai untuk menyembuhkan fisik dan spiritual. Copyright: 2009 Maria Saleeby Ph.D. Source: http://id.hicow.com/terapi-seni/kesehatan/kesehatan-mental-2532267.html

Penyembuhan Seni

inShare 0digg

Terapi Seni atau kadang-kadang dikenal sebagai terapi kreatif adalah salah satu rasa tersebut. Hal ini didasarkan pada assuption bahwa karena simbol-simbol visual dan gambar adalah bentuk paling mudah dan alami komunikasi dengan pengalaman manusia, oleh karena itu mendorong orang untuk memahami dan mengekspresikan emosi {melalui [ekspresi artistik]} gambar menggunakan, lukisan dan patung.

Meskipun psikolog mencatat seperti Freudand Jung dan psikiater terkemuka seperti Ambrosius dan Max Simon selalu memandang pentingnya simbolisme dan terapi Seni sebagai alat diagnostik yang efektif untuk mengidentifikasi jenis tertentu gangguan mental; secara resmi mendapatkan popularitas sebagai teknik penyembuhan tidak sebelum dimulainya gerakan terapi kreatif di tahun 1960. Menurut Asosiasi Hongkong Of Art [HKAAT], "adalah terapi Seni tentang menggunakan seni sebagai alat untuk komunikasi dan melalui hubungan terapeutik, emosional, kebutuhan psikologis dan perkembangan yang adressed dengan maksud mempengaruhi perubahan yang langgeng".

Pasien / Klien didorong untuk memvisualisasikan, membuat dan catharcize pikiran dan emosi melalui medium seni yang kemudian ditafsirkan dan analysed.However, penafsiran ini

dilakukan dengan tidak lain dari klien himself.This membantu klien untuk mendapatkan beberapa wawasan ke dalam nya perasaan mengarah ke penemuan diri lengkap dengan peran yang minimal dimainkan oleh terapis-bahwa seorang fasilitator belaka. Seni Terapi sedang populer digunakan oleh psikolog klinis, psikiater dan Personil Medis lainnya dalam menangani dan mengobati beragam pengalaman dan gangguan mental mulai fromphysical kekerasan dan pelecehan, kesedihan, kecanduan, trauma, kecemasan, depresi, kesulitan bahasa, serangan jantung etc.at tingkat individu, kelompok dan masyarakat.
Your Ad Here

LIMA FOLD MANFAAT ART TERAPI: 1) Seni terapi membantu dalam awarness penemuan diri sendiri, karena memicu katarsis emosional melalui ekspresi diri. 2) Ia membantu dalam nuturing rasa percaya diri, harga diri dan harga diri yang mengarah ke pemenuhan pribadi. 3) Seni terapi bila digunakan dengan techgniques relaksasi lain seperti Inokulasi Stres Terapi dan Dipandu Terapi Exposure, ia bertindak sebagai pereda stres yang ampuh. 4) Karena ini menyediakan penyembuhan fisiologis dan psikologis oleh karena itu membantu dalam meringankan gejala sementara. 5) Terakhir, melalui media ekspresi visual yang memfasilitasi dalam mengurangi konflik dan masalah seseorang yang berguna dalam mengembangkan keterampilan interpersonal yang dibutuhkan dan kompetensi untuk mengelola perilaku. Dalam skenario ini, Terapi Seni adalah mendapatkan popularitas yang cukup besar sebagai profesi Kesehatan Mental karena menggunakan kemampuan estetika sebagai individu untuk meningkatkan kesejahteraan fisik, mental dan emosional dari semua kelompok umur. Source: http://id.hicow.com/art-terapi/seni/max-simon-579137.html