Anda di halaman 1dari 23

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt,Tuhan yang maha esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya,sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini, yang berjudul mengumpulkan informasi dan memperkirakan permintaan.Yang ditujukan sebagai syarat dalam pembelajaran tugas mata kuliah Manajemen Pemasaran. Penulisan ini ditujukan sebagai bahan pembelajaran mata kuliah Manajemen Pemasaran,yang mana juga sebagai tugas bagi kami kelompok 1. Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan bagi kami selaku kelompok 1 ,dan bagi kita semua. Penulis menyadari sepenuhnya makalah ini belumlah sempurna .Seperti kata pepatah Tiada gading yang tak retak , oleh sebab itu ,kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat bagi kita semua.

Padang, 29 oktober 2012

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan suatu perusahaan menuntut kebutuhan akan adanya informasi yang akurat semakin tinggi, ini mengakibatkan kecepatan akses informasi harus cepat. Dalam menghadapi persaingan dagang yang sangat ketat, setiap perusahaan perlu mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya tentang kebutuhan dan kepuasan pelanggannya. Beberapa perusahaan telah

mengembangkan sistem informasi pemasaran yang

dapat menyediakan informasi

yang cepat dan rinci bagi manajemen perusahaan mengenai keinginan, preferensi, (kelebihan, kesukaan),dan perilaku pelangan

Setiap perusahaan harus mengorganisasi dan menyebarkan arus informasi pemasaran yang berkesinambungan kepada para manager

pemasarannya.Perusahaan mempelajari kebutuhan informasi para manajernya dan merancang sistem informasi pemasaran (Marketing Information Systems, MIS )

untuk memenuhi kebutuhan itu. Sistem informasi pemasaran ( SIP ) terdiri dari orang, peralatan, dan prosedur untuk mengumpulkan, menyortir, menganalisis, mengevaluasi, dan, mendistribusikan informasi yang sesuai kebutuhan, tepat waktu, dan akurat kepada para pembuat keputusan pemasaran.Sistem informasi pemasaran harus merupakan titik persilangan antara apa yang dianggap perlu oleh para manager, apa yang

manajer, apa yang sesunguhnya diperlukan oleh para

sesunguhnya diperlukan manajer tersebut, dan apa yang dianggap layak secara ekonomis. Sehingga para pihak pemasar dapat mengetahui pada aspek pasar mana produk mereka akan dipasarkan. 1.2. Perumusan Masalah Dengan berdasarkan pemikiran diatas, permasalahan di dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
1. Apa yang saja dari component of MIS ? 2. Apa peran MIS dalam pmasaran produk ?

3. Bagaimana analisis pasar makro ? 1.3. Manfaat pembahasan 1. Mengetahui komponen dan arti dari MIS
2. Mengetahui peran MIS dalam pmasaran produk

3. Memperjelas apa peran lingkungan pasar makro

BAB II PEMBAHASAN

2.1.

Pengertian pemasaran

Pada dasarnya pasar adalah tempat pertemuan antara penjual dengan pembeli, ada juga pasar adalah daerah atau tempat (area) yang didalamnya terdapat kekuatan

kekuatan permintaan dan penawaran yang saling bertemu untuk membentuk suatu harga. Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. Definisi ini berdasarkan pada konsep inti, yaitu : kebutuhan, keinginan dan permintaan; produk, nilai, biaya dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan; pasar, pemasaran dan pemasar. Adapun tujuan pemasaran adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya. Idealnya pemasaran menyebabkan pelanggan siap membeli sehingga yang tinggal hanyalah bagaimana membuat produknya tersedia. Sedangkan proses pemasaran terdiri dari analisa peluang pasar, meneliti dan memilih pasar sasaran, merancang strategi pemasaran, merancang program pemasaran, dan mengorganisir, melaksanakan serta mengawasi usaha pemasaran. Menurut American Marketing Association Phillip Kotler adalah Marketing Management is the process of planning and executing the conception, pricing, promotion, and distribution of ideas, goods, and services to create exchange that satisfy individuals and organizations goals . Definisi ini mengatakan bahwa manajemen pemasaran adalah suatu proses merencanakan dan melaksanakan konsep, penentuan harga, promosi dan distribusi dari gagasan, barang dan jasa untuk membuat suatu pertukaran yang memuaskan individu atau tujuan organisasi. Menurut ahli pemasar lain, Kotler mengatakan bahwa:

Marketing management as the art and science of choosing target markets and getting, keeping, and growing customers through creating, delivering, and communicating superior customer value Definisi ini mengatakan bahwa manajemen pemasaran adalah suatu gabungan antara seni dengan ilmu mengenai pemilihan target pasar, memperoleh, menjaga dan menumbuhkan pelanggan, melalui proses penciptaan, penyampaian, dan

mengkomunikasikan nilai lebih yang diterima pelanggan. Dalam usahanya untuk mencapai tujuan, perusahaan harus

mempertimbangkan berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal dari perusahaan. Hal ini perlu diperhatikan karena faktor-faktor tersebut dapat menghambat atau mendukung usaha-usaha yang dilakukan oleh perusahaan. Banyak orang mengira bahwa pemasaran hanya terbatas, pada memasarkan dan mengiklankan suatu produk. Hal ini tidak sepenuhnya benar. Marketing atau pemasaran tidak terbatas pada menjual serta mengiklankan barang atau jasa sehingga dapat dijual saja akan tetapi sesungguhnya pemasaran lebih luas dan lebih kompleks. Menurut Kotler, yang dimaksud dengan marketing ialah A social and managerial process by which individuals and groups obtain with they need and want through creating and exchanging product and value with other. Yang dapat diterjemahkan secara bebas sebagai : Suatu proses sosial dan manajerial tentang bagaimana suatu individu dan kelompok memperoleh apa yang

mereka butuhkan dan inginkan dengan membuat dan mempertukarkan produk dan nilai dengan yang lain (orang lain). Pada intinya konsep pemasaran merupakan perwujudan dari keinginan, kebutuhan dan permintaan manusia yang dijabarkan dalam bentuk produk dengan tujuan memuaskan keinginan manusia sehingga marketing dapat terjadi apabila seseorang memutuskan untuk mempertukarkan suatu barang demi memuaskan keinginan dan kebutuhannya. 2.2. Colecting information and forecasting demand

Mengumpulkan informasi dan meramalkan permintaan dalam pemasaran adalah suatu hal yang sangat penting, dimana pihak pemasar harus memprediksi seberapa kemungkinan pelanggan berminat dan butuh pada produk yang dipasarkan, selain itu mengetahui dimana produk akan dipasarkan, selera konsumen, tigkat daya beli konsumen, dan jenis konsumen yang akan membeli dari produk yang akan di pasarkan. Marketing Information System : orang dan alat yang digunakan untuk mengumpulkan, memilih, menganalisis, mengevaluasi dan mendistribusikan informasi yang dibutuhkan dengan tepat waktu dan akurat bagi pengambil keputusan pemasaran. Guna sistem informasi pemasaran : memberikan informasi secara terperinci pada manajemen terkait keinginan, preferensi dan perilaku konsumen sehingga perusahaan dapat memanfaatkan keunggulan kompetitifnya dengan memilih pasar dengan lebih baik, melakukan penawaran dengan lebih baik dan merencanakan pemasaran dengan lebih baik.Sistem informasi pemasaran tergantung pada : catatan internal perusahaan, kegiatan intelijen pemasaran dan riset pemasaran.

2.3. a.

Komponen dari sistem informasi manajemen Catatan Internal

Para manajer pemasaran mengandalkan laporan internal mengenai pesanan, penjualan, harga, biaya, level persediaan, piutang, utang, dan sebagainya. Dengan menganalisis informasi itu, para manajer pemasaran dapat menemukan peluang dan masalah yang penting. Inti Siklus Pesanan sampai dengan Pembayaran sistem pencatatan internal penjualan, adalah siklus pesanan perantara, sampai dan dengan

pembayaran. Perwakilan

perdagangan

pelanggan

mengirimkan surat pesanan ke perusahaan. Departemen penjualan mempersiapkan faktur penjualan dan memberikan beberapa salinannya ke berbagai departemen. Jenis barang yang persediaannya habis dipesan kembali. Jenis barang yang dikirim harus disertai dengan dokumen penagihan yang juga dibuat rangkap dan diberikan ke bebagai departemen. Sistem informasi penjualan

Para manager pemasaran membutuhkan laporan yang akurat dan tepat waktu mengenai penjualan terkini atau penjualan terakhir. Dengan teknologi yang semakin canggih pada saat ini, kini para staf penjualan mempunyai akses langsung keinformasi mengenai prospek dan penlanggan mereka serta dapat memberikan umpan balik dan laporan penjualan dengan cepat. Basis data, gudang data, dan penggalian data

Perusahaan dewasa ini mengorganisasi informasi mereka ke basis data - basis data pelanggan, basis data produk, basis data tenaga penjual, dan lain - lain, kemudian menggabungkan data dari basis data yang berbeda - beda. Sebagai contoh : basis data pelanggan akan berisi nama setiap pelanggan, alamat, transaksi masa lalu, dan bahkan

demografik dan psikografiknya ( kegiatan, minat, dan opini ) dan itu hanya sebagian contoh. Perusahaan - perusahaan menyimpan data itu ke gudang data diakses oleh para pengambil keputusan. Lebih

sehingga data itu mudah

dari itu, dengan mempekerjakan analis yang terampil di bidang metode statistik yang canggih, perusahaan tersebut dapat menggali data itu dan mengumpulkan wawasan yang segar tentang sejumlah segmen pelanggan yang disia - siakan, tren pelanggan terkini, dan informasi bermanfaat lainnya. Informasi pelanggan tersebut dapat dirujuk - silang dengan informasi produk dan tenaga penjual sehingga dapat menghasilkan wawasan yang lebih dalam. Marketing inteligent system

Sistem intelijen pemasaran,pencarian informasi yang ada baik secara langsung dan tidak langsung kepada konsumen,sehingga dapat di ukur dari permintaan dan keinginan konsumen dari produk yang kita sediakan. b. Intelijen Pemasaran

Sistem intelijen pemasaran adalah seperangkat prosedur dan sumber yang digunakan oleh para manajer untuk memperoleh informasi harian mengenai

perkembangan di lingkungan pemasaran. Para manajer pemasaran mendapatkan intelijen pemasaran ( marketing intelligence ) dari membaca buku, surat kabar, dan publikasi perdagangan; berbicara dengan para pelanggan, pemasok, dan distributor; serta bertemu dengan para manajer perusahaan lain. Perusahaan dapat melakukan beberapa langkah untuk memperbaiki mutu intelijen pemasaran, salah satu nya adalah memilih dan memotivasi tenaga penjualan untukmenemukan dan melaporkan perkembangan baru c. Langkah Perusahaan Untuk Meningkatkan Kualitas Intelijen Pemasaran

1. Memilih dan memotivasi tenaga penjualan untuk menemukan dan melapork anperkembangan baru 2. Memotivasi agen untuk menyampaikan intelijen yang penting 3. Membentuk jaringan eksternal yaitu dengan mengumpulkan intelejen kompetitif contohnya dengan membeli produk pesaing, membaca laporan pesaing, mengumpulkan informasi tentang pesaing dari iklan atau media sosial. 4. Membentuk panel penasihat pelanggan untuk memberikan umpan balik. Anggotanya bisa dari perwakilan pelanggan/ pelanggan terbesar perusahaan/ pelanggan yang jujur dan canggih. 5. Memanfaatkan sumber data pemerintah contohnya data kelompok demografi, populasi dan migrasi. Dengan

memanfaatkan data ini, dapat memudahkan perusahaan dalam memilih target pasar. 6. Membeli informasi dari pemasok luar contohnya dari perusahaan riset karena terkadang jika yang mengumpulkan data adalah pemasok luar, biayanya jauh lebih rendah daripada data dikumpulkan oleh perusahaan itu sendiri. a. Menggunakan sistem umpan balik pelanggan secara online untuk mengumpulkan intelijen kompetitif. Forum diskusi, blog dan ruang chatting online bermanfaat untuk mendapatkan umpan balik dari pelanggan dan juga menarik pembeli potensial.

d. Menganalisis Lingkungan Makro

Menganalisis kebutuhan dan tren

Perusahaan selalu berusaha menciptakan solusi baru untuk kebutuhan yang belum terpenuhi. Selain itu, perusahaan juga harus membedakan fad (sesuatu yang tidak dapat diperkirakan dan berumur pendek), tren (arah kejadian yang lebih mudah diperkirakan dan berlangsung lebih lama daripada fad) dan megatren (perubahan besar dalam segi sosial/ ekonomi/ politik/ teknologi yang terbentuk dengan lambat dan mempengaruhi untuk waktu yang cukup lama contohnya 7-10 tahun) Mengidentifikasi kekuatan utama

Diperlukan karena kekuatan menunjukkan hal-hal yang tidak dapat dikendalikan sehingga harus diamati dan direspon oleh perusahaan. Enam Kekuatan Utama Terkait dengan lingkungan makro 1. Demografi. Mengamati populasi karena masyarakat adalah pembentuk pasar.

Beberapa contoh faktor yang diamati yaitu : Pertumbuhan populasi dunia Bauran/ kelompok usia populasi yang biasanya dibagi menjadi enam

kelompok usia yaitu anak-anak pra sekolah, anak anak usia sekolah, remaja, dewasa usia 20-40 tahun, dewasa 40-65 tahun dewasa lanjut usia yang umurnya >65 tahun. Bagian pemasaran fokus pada kohort/ kelompok yang lahir pada periode yang sama dan menjalani hidup di masa yang sama sehingga kejadian penting akan mempengaruhi perilaku, preferensi dan nilainya. Pasar etnik dan pasar lainnya. Banyak negara yang terdiri dari

beragam etnis dan ras. Perusahaan bergerak cepat untuk menyesuaikan produknya dengan kelompok konsumen yang paling berpengaruh di negara tsb dan tidak melakukan generalisasi promosinya secara berlebihan.

Kelompok terdidik. Populasi masyarakat dibedakan menjadi lima

kelompok menurut pendidikannya yaitu kelompok tidak terdidik, tidak lulus SMA, lulus SMA, lulus kuliah dan tingkat profesional. Dengan meningkatnya kelompok terdidik, akan menyebabkan permintaan terhadap produk tertentu meningkat contohnya buku dan majalah. Pola rumah tangga yaitu bagaimana kecenderungan struktur keluarga

yang terdiri dari suami, istri dan anak. Dengan memperhatikan pola rumah tangga, perusahaan akan dapat menganalisa kebutuhan rumah tangga. Perubahan geografis dalam populasi yaitu perubahan dimana populasi

cenderung berkumpul contohnya banyak orang yang bermigrasi ke kota sehingga menyebabkan perubahan geografis dari yang dulu populasi terpusat di desa menjadi terpusat di kota. 2. Ekonomi

Pemasar harus memperhatikan tren yang mempengaruhi daya beli konsumen yang akan memberikan pengaruh besar pada perusahaan. Terutama, untuk perusahaan yang produknya berfokus pada konsumen yang sensitive terhadap harga. Daya beli konsumen tergantung pada penghasilan, kredit, tabungan, dan utang. Distribusi pendapatan. Perusahaan mengklasifikasikan konsumen dalam

beberapa pola distribusi pendapatan. Pembeli yang potensial akan menjadi prioritas utama perusahaan. Ada lima pola distribusi pendapatan : 1. Pendapatan sangat rendah; 2. Hampir semuanya berpendapatn rendah; 3. Pendapatan sangat rendah, sangat tinggi: 4. Pendaptan rendah, menengah, dan tinggi; 5. Hampir semuanya berpendapatan menengah.

Tabungan, Utang, dan Kredit. Ketersediaan tabungan, utang , dan kredit

akan mempengaruhi pengeluaran konsumen. Pemasar harus memperhatikan hal hal ynag berhubungan dengan tabungan, utang, dan kredit seperti tingkat bunga. 3. Sosial budaya

Kepercayaan, nilai, dan norma dalam masyarakat menggambarkan preferensi dan selera masyarakat. Keyakinan dan nilai inti dalam masyarakat diajarkan oleh orang tua dan akan diperkuat oleh sekolah atau institusi non formal lainnya. Selain nilai inti, ada juga nilai sekunder yang lebih terbuka terhadap perubahan. Pemasar mempunyai peluang untuk mengubah nilai sekunder. 4. Lingkungan Alam

Kerusakan lingkungan secara global telah menjadi isu utama di dunia internasional. Peraturan-peraturan baru tentang perusahaan lebih fokus pada pelestarian lingkungan oleh perusahaan. Pemasar yang dapat menciptakan kemakmuran dengan

perlindungan lingkungan akan menjadi nilai lebih bagi perusahaan. Pemasar yang memahami environtalisme korporat harus menyadari berbagai ancaman dan peluang yang berhubungan dengan empat tren utama tentang lingkungan. Empat tren utama tersebut yaitu kelangkaan bahan mentah, peningkatan biaya energy, peningkatan biaya polusi, dan perubahan peran pemerintah. 5. Lingkungan Teknologi

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran teknologi telah membuat kehidupan manusia menjadi lebih praktis, efektif, dan efisien. Pemasar harus memperhatikan empat tren teknologi: kecepatan perubahan yang semakin tinggi, peluang inovasi yang tak terbatas, anggaran R&D yang semakin tinggi, dan semakin banyaknya peraturan mengenai perubahan teknologi. 6. Lingkungan Politik dan Hukum

Di era globalisasi seperti saat ini ada juga kegiatan ekonomi tidak bisa lepas dari pengaruh politik dan hukum. Berbagai peraturan tentang perusahaan ada yang menguntungkan dan ada juga yang merugikan. Sebagai contoh, dengan adanya hukum tentang daur ulang akan menciptakan peluang bisnis jika dikelola dengan baik. Dua tren utama dalam lingkungan politik dan hukum yaitu peningkatan aturan bisnis dan pertumbuhan kelompok kepentingan khusus. Dalam hal ini seorang pemasar harus bekerja sama dalam banyak hukum yang mangatur praktik bisnis dan bekerja sama dengan berbgai kelompok berkepentingan khusus.

2.4.

MEMPERKIRAKAN DAN MENGUKUR PERMINTAAN

Menurut Kotler, bapak Pemasaran Dunia, permintaan adalah keinginan terhadap produk tertentu, yang didukung oleh daya beli. Jadi, jelas bahwa keinginan yang tidak didukung oleh daya beli bukanlah permintaan (demand). Sementara itu pengertian permintaan pasar atau suatu produk/jasa adalah jumlah keseluruhan yang akan dibeli oleh sekelompok konsumen tertentu di dalam suatu daerah tertentu, dalam waktu tertentu dalam lingkungan pemasaran tertentu dan dalam suatu program pemasaran tertentu. Permintaan: jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan membeli pada berbagai tingkat harga Permintaan efektif: permintaan yang didukung oleh daya beli. Permintaan potensial: permintaan yang didasarkan pada kebutuhan saja. Permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan menentukan jumlah barang dan jasa yang harus dihasilkan. Permintaan perseorangan tidak akan mempengaruhi harga, namun apabila bersama-sama akan membentuk permintaan dalam pasar. Untuk dapat dipakai dalam pengambilan keputusan manajemen, dalam

analisis antara jumlah barang yang diminta dengan semua jumlah variabel yang mempengaruhinya. Sedangkan permintaan pasar untuk suatu produk adalah: Jumlah volume total yang akan dibeli oleh kelompok pelanggan tertentu dalam wilayah geografis tertentu dalam jangka waktu tertentu dan dalam lingkungan pemasaran tertentu dibawah program pemasaran tertentu.

Permintaan pasar bukanlah angka yang tetap, melainkan fungsi dari sejumlah kondisi tertentu. Karena alasan itu, permintaan pasar dapat disebut fungsi permintaan pasar.

A. Ukuran Permintaan Pasar Perusahaan dapat memperkirakan permintaan regional untuk lini produk utama guna memutuskan distribusi regional. Pasar dapat dipecah secara produktif sebagai berikut : Pasar Potensial Kumpulan konsumen yang memiliki tingkat minat cukup besar terhadap penawaran pasar. Meskipun demikian, minat konsumen tidak cukup untuk mendefinisikan pasar bagi pemasar kecuali mereka juga mempunyai panghasilan dan akses yang cukup besar terhadap produk. Pasar yang Tersedia Kumpulan konsumen yang mempunyai minat, penghasilan, da akses terhadap penawaran tertentu. Bagi beberapa penawaran pasar, perusahaan atau pemerintah mungkin mambatasi penjualan untuk kelompok tertentu.

Pasar Sasaran bagian dari pasar tersedia yang memenuhi syarat dan telah diputuskan oleh perusahaan untuk dimasuki.

Pasar Terpenetrasi Defenisi ini alah perangkat yang berguna bagi perencanaan pasar. Jika perusahaan tidak puas dengan penjualannya saat ini, perusahaan dapat mengambil sejumlah tindakan.

B. Pengukuran Permintaan Pasar Pengukuran permintaan pasar adalah usaha untuk mengetahui permintaan atas suatu produk atau sekelompok produk di masa yang lalu dan di masa yng sekarang dalam kendala satu asset kondisi tertentu. Peramalan permintaan merupakan usaha untuk mengetahui jumlah produk atau sekelompok produk di masa yang akan datang dalam kendala satu asat kondisi tertentu. Hasil maksimal dari suatu kegiatan peramalan adalah melakukan minimisasi ketidakpastian yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Apabila perusahaan menemukan suatu pasar yang menarik, maka perlu pengestimasi besarnya pasar pada masa sekarang dan masa yang akan datang dengan cepat. Di dalam permintaan pasar dan permintaan perusahaan, kita membedakan fungsi permintaan, ramalan penjualan dan potensi pasar.

1.

Permintaan pasar. Permintaan pasar suatu porduk adalah volume total yang akan dibeli oleh kelompok pelanggan tertentu di wilayah geografis tertentu, pada periode waktu tertentu, di lingkungan pemasaran tertentu, dan dengan program pemasaran tertentu. Permintaan pasar bukanlah angka yang tetap, melainkan fungsi dari sejumlah kondisi tertentu.

2.

Ramalan/perkiraan pasar. Hanya satu level pengeluaran pemasaran industri yang benar-benar akan terjadi. Permintaan pasar pada level itu disebut ramalan pasar.

3.

Potensi pasar. Potensi pasar adalah batas yang didekati oleh permintaan pasar ketika pengeluaran pemasaran industri mendekati tak terhingga, untuk lingkungan pemasaran yang sudah tertentu.

4.

Permintaan perusahaan. Adalah estimasi pangsa permintaan pasar perusahaan tersebut pada sejumlah level alternatif usaha pemasaran perusahaan pada periode waktu yang sudah tertentu. Hal ini bergantung pada bagaimana produk, pelayanan, harga, komunikasi dan aspek lain di pesaingnya.

5.

Ramalan/perkiraan penjualan perusahaan. Adalah level penjualan perusahaan yang diharapkan, yakni yang dihitung berdasarkan rencana pemasaran yang dipilih dan lingkungan pemasaran yang diasumsikan.

6.

Potensi penjualan perusahaan. Adalah batas penjualan yang didekati oleh permintaan perusahaan ketika usaha pemasaran perusahaan itu meningkat jika dibandingkan dengan para pesaingnya.

a.

Mengestimasi Permintaan Terkini Dalam mengkaji sejumlah metode praktis untuk mengestimasi permintaan

pasar terkini. Para eksekutif pemasaran ingin mengestimasi potensi pasar total, potensi pasar wilayah, dan penjualan industri total serta pangsa pasar. 1) Mengestimasi Potensi Pasar Total Potensi pasar total adalah jumlah penjualan maksimum yang mungkin tersedia bagi seluruh perusahaan pada industri tertentu selama periode yang sudah tertentu, bila sudah diketahui level usaha pemasaran industri dan kondisi lingkungannya.
2) Mengestimasi Potensi Pasar Wilayah

Perusahaan-perusahaan menghadapi masalah dalam memilih wilayah terbaik dan mengalokasikan anggaran pemasaran mereka secara optimal ke berbagai wilayah tersebut. Ada dua metode yang digunakan untuk menilai potensi pasar wilayah: metode pembentukan pasar (the market-buildup method) yang digunakan khususnya oleh para pemasar bisnis/perusahaan dan metode indeks berbagai faktor (the multiple-factor index method) yang digunakan khususnya oleh para pemasar konsumen/barang konsumsi.
1. Metode Pembentukan Pasar (Market-Buildup Method) yaitu: metode yang

memerlukan identifikasi seluruh pembeli potensial dalam masing-masing pasar dan estimasi potensi pembelian mereka. Ia dapat langsung diterapkan apabila kita mempunyai daftar pembeli potensial dan perkiraan yang tepat mengenai apa yang akan mereka beli. Sayangnya, biasanya salah satu atau keduanya tidak ada. Di Amerika Serikat, Biro Sensus mereka mengembangkan SIC (Standard Industrial Classification) untuk mengestimasi potensi wilayah pasar secara efisien. SIC menggolongkan semua manufaktur menjadi 20 kelompok industri utama, masing-masing mempunyai : kode 2 digit.
2. Metode Indeks Banyak Faktor (Multiple-Factor Index Method) Karena

pelanggan sangat banyak, suatu perusahaan tidak dapat membuat daftar mereka. Model yang paling umum digunakan dalam metode ini adalah model indeks langsung (straight forward index method). Contoh: perusahaan farmasi, mengasumsikan potensi pasar obat-obatan berhubungan dengan ukuran organisasi. Jika negara bagian Virginia merupakan 2,28% dari populasi Amerika Serikat, perusahaan dapat mengasumsikan bahwa virginia akan merupakan pasar bagi 2,28% penjualan total obat-obatan. Namun, faktor tunggal jarang menjadi indikator yang lengkap bagi kesempatan penjualan.

Penjualan obat-obatan regional juga dipengaruhi oleh pendapatan per kapita dan jumlah dokter per 1000 penduduk. Hal ini mengharuskan pengembangan indeks banyak-faktor, di mana masing-masing faktor diberikan bobot tertentu. b. Mengestimasi penjualan aktual dan pangsa pasar Selain mengestimasi potensi total dan potensi wilayah, perusahaan perlum engetahui penjualan aktual industri yang terjadi di pasar. Hal ini berarti mengidentifikasi pesaing-pesaing perusahaan dan mengestimasi penjualan mereka. Asosiasi perdagangan, yang dimiliki industri, sering mengumpulkan dan

menerbitkan penjualan industri total, meskipun tidak merinci penjualan individual perusahaan. Dengan cara ini, masing-masing perusahaan dapat mengevaluasi kinerjanya terhadap industri secara keseluruhan. Cara lain untuk mengestimasi penjualan adalah dengan membeli laporan dari perusahaan riset pemasaran yang mengaudit penjualan total dan penjualan merek. c. Mengestimasi Permintaan di Masa Mendatang Perusahaan umumnya menggunakan prosedur tida tingkat untuk

mempersiapkan ramalan penjualan. Mereka mempersiapkan ramalan ekonomi makro, diikuti oleh ramalan industri, diikuti oleh ramalan penjualan perusahaan. Semua ramalan dibangun atas satu dari tiga dasar informasi: apa yang dikatakan orang, apa yang dilakukan orang, atau apa yang telah dilakukan orang. a) Survei Minat Pembeli Meramal adalah seni mengantisipasi apa yang mungkin dilakukan pembeli dalam kondisi-kondisi tertentu. Ini menunjukkan bahwa pembeli harus disurvei. Survei akan berharga terutama bila pembeli mempunyai minat yang telah dirumuskan dengan jelas, melaksanakannya, dan akan menggambarkannya pada

pewawancara dengan Menanyakan kepada pembeli secara langsung untuk mendapatkan jawaban yang objektif b) Gabungan Pendapat Tenaga Penjual Jika wawancara pembeli tidak praktis, perusahaan akan meminta

Pramuniaganya (tenaga penjual) mengestimasi penjualan produk untuk daerah masing-masing, kemudian estimasi individu dijumlahkan untuk ramalan penjualan keseluruhan. c) Pendapat Ahli Perusahaan juga dapat memperoleh ramalan dari para ahli. Para ahli tersebut meliputi dealer, distributor, pemasok, konsultan pemasaran, dan asosiasi

perdagangan. Pendapat yang dihasilkan berdasar data dan analisis yang lengkap dan ilmiah baik dari para akademisi maupun para praktisi. d) Metode Uji Pasar Saat pembeli tidak merencanakan pembelian mereka dengan hati-hati atau para ahli tidak ada atau tidak dapat diandalkan, pengujian pasar secara langsung harus dilakukan. Pengujian pasar langsung terutama diperlukan dalam meramal penjualan produk baru.

BAB III PENUTUP KESIMPULAN

Dari pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa mengumpulkan informasi dan meramalkan permintaan diperlukan nyan suatu manajemen informasi, catatan internal dan bagaimana proses intelijen pemasaran dalam lingkungan pasar, sehingga dengan adanya hal tersebut pihak pemasar dapat mengetahui kondisi pasar, aspek pasar dari produk yang akan dipasarkan . Pada dasarnya proses pengumpulan informasi ini harus diketahui apa pasar yang akan digunakan,lingkungan dan seluk beluk dari konsumen,baik faktor budaya, ekonomi, geografis, teknologi maupun dari minat dan keinginan konsumen. Pengukuran permintaan adalah usaha untuk mengetahui permintaan atas suatu produk atau sekelompok produk di masa yang lalu dan di masa yng sekarang dalm kendala satu asset kondisi tertentu. Peramalan permintaan merupakan usaha untuk mengetahui jumlah produk atau sekelompok produk di masa yang akan datang dalam kendala satu asat kondisi tertentu. Hasil maksimal dari suatu kegiatan

peramalan adalah adalah melakukan minimisasi ketidakpastian yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Terdapat dua tipe permintaan: permintaan pasar dan permintaan perusahaan. Untuk mengestimasi permintaan terkini, perusahaan berusaha menentukan potensi pasar total, potensi pasar wilayah, penjualan industri, dan pangsa pasar. Untuk mengestimasi permintaan dimasa depan perusahaan dapat melakukan survei atas maksud pembeli, meminta masukan dari tenaga penjualnya, mengumpulkan pendapat para pakar, dan melakukan uji pasar. Model matematis, teknik stastistik lanjutan, dan prosedur pengumpulan data yang terkomputerisasi menjadi hal yang sangat penting bagi semua tipe peramalan dan penjualan. SARAN Inilah yang diwacanakan pada penulisan kelompok kami meskipun penulisan ini jauh dari sempurna minimal kita mengimplementasikan tulisan ini dalam kegiatan

perekonomian sehari-hari. Untuk pengetahuan yang lebih tentang materi Mengukur dan memperkirakan Permintaan, pembaca disarankan untuk mempelajari literaturliteratur lainya yang terkait dengan materi.