Anda di halaman 1dari 2

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK 1. 2. TOPIK : TAK Stimulasi Persepsi : mencegah perilaku kekerasan melalui kegiatan fisik.

TUJUAN : TUM : Klien dapat melanjutkan peran sesuai tanggungjawabnya TUK : Klien dapat menyebutkan kegiatan fisik yang biasa dilakukan. Klien dapat menyebutkan kegiatan fisik yang dapat mencegah perilaku kekerasan maladaptive. Klien dapat mendemonstrasikan 2 kegiatan fisik yang dapat mencegah perilaku kekerasan. LEADER : Puri subekti. CO LEADER : Sigit Cristianto. FASILITATOR : Priatmojo Waluyo. Sutomo OBSERVER : Susi Yuliana. Anggota : Sumiati Sisca Usdaeni Siti Inarotun Umaroh 3. LANDASAN TEORI Terapi aktivitas kelompok (TAK) stimulasi persepsi adalah terapi yang menggunakan aktivitas mempersepsikan berbagai stimulus yang terkait dengan pengalaman dan atau kehidupan untuk didiskusikan dalam kelompok, yang menghasilkan kesepakatan persepsi atau alternatif penyelesaian masalah. Sedangkan TAK Stimulasi persepsi : mencegah perilaku kekerasan melalui kegiatan fisik adalah salah satu sesi yang digunakann untuk mengatasi atau mencegah perilaku kekerasan melalui kegiatan fisik yang konstruktif dan tidak mengakibatkan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain yang diujudkan melalui aktifitas mempersepsikan stimulus dan respon yang dialami dalam kehidupan (Budi Ana Keliat,.). KRITERIA ANGGOTA KELOMPOK : Kllien di bangsal Sakura RSUD Banyumas. PROSAS SELEKSI : Klien dengan perilaku kekerasan yang kooperatif dan dapat bersosialisasi.

4. 5.

6.

URAIAN STRUKTUR PERTEMUAN a b c d e Tempat pertemuan : AULA RSUD Banyumas Waktu : pkl. 10.00 wib Lama pertemuan : 45 menit Jumlah anggota :15 orang Alat bantu/media : Bantal/kanyong tinju Papan tulis/white board dan kapur/spidol Buku catatan dan pulpen Jadwal kegiatan harian klien Perilaku yang diharapkan dari anggota : Masalah perilaku kekerasan dapat diatasi klien dengan jalan melakukan kegiatan fisik yang konstruktif ketika timbul marah/perilaku kekerasan. Metode terapi aktivitas kelompok Dinamika kelompok Diskusi dan tanya jawab Bermain peran/simulasi. Pengorganisasian Kegiatan dan alokasi waktu : Dalam waktu 45 menit, klien dapat berdiskusi, tanya jawab dengan petugas, dan mendemonsrasikan cara kegiatan fisik konstruktif yang telah didiskusikan.