Anda di halaman 1dari 11

modul 13

Genap 2008/2009

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Mercu Buana PROGRAM KULIAH KARYAWAN MODUL KULIAH KE 13 Mata Kuliah Dosen : Proses Produksi : Mahfudz Al Huda PROSES PENGECORAN KHUSUS (SPECIAL FOUNDRY PROCESSES) I. Jenis Pengecoran Khusus

Pemilihan proses pengecoran tergantung pada jumlah benda cor yg akan dibuat, logam yg digunakan, dan bentuk benda. Secara umum semua logam dapat dicor dg cetakan pasir dari yg berbentuk kecil hingga besar. Tetapi cetakan pasir hanya sekali pakai. Karenanya penggunaan cetakan permanen dapat menghemat biaya terutama utk produksi jumlah besar. Dikenal berbagai cara pengecoran khusus:

I.

Pengecoran menggunakan cetakan logam. 1. 2. 3. Cetak tekan (die casting) Tekanan rendah (low pressure) Gravitasi atau cetakan permanen (gravity or permanent mold) 4. 5. Cor tuang (slush) Bertekanan atau corthias (pressed or corthias)

2. 3. 4. 5.

Cetakan kulit keramik (ceramic shell process) Cetakan plaster (plaster molds) Cetakan kulit (shell molding) Proses pengerasan cetakan dg CO2 (CO2 mold hardening process)

6.

Cetakan dari kayu, pasir, dan karet (molds of wood, paper, and rubber)

II.

Pengecoran sentrifugal. 1. Sentrifugal sejati (true centrifugal) IV. 1.

Pengecoran kontinu. Cetakan resiprokal

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Mahfud Al-Huda

PROSES PRODUKSI

modul 13

Genap 2008/2009

2. 3. III. 1.

Semicentrifugal Centrifuging Pola dari lilin (lost wax method) 4. 2. 3.

(reciprocating molds) Pengecoran tarik (draw casting) Pola stasioner (stationary molds) Pengecoran pelat langsung (direct sheet casting)

Pengecoran presisi.

II. Pengecoran Cetak-tekan (die-casting)

Cetakan logam hanya digunakan utk mengecor benda berukuran kecil dan
sedang dlm juml banyak. Kurang menguntungkan utk benda cor besar, dan logam dg titik lebur tinggi.

Die-Casting adl logam cair ditekan masuk ke dlm cetakan logam, dan memadat
dibwh tekanan antara 0.6 275 MPa, shg seluruh rongga cetakan dpt terisi dan permukaan benda cor sesuai dg permukaan rongga cetakan. Tekanan yg biasa digunakan adl 10.3 14 MPa.

Ada 2 cara pengecoran: ruang panas (hold chamber) dan ruang dingin (cold
chamber). Perbedaan pokok antara kedua cara tsb terletak pada penempatan tungku peleburan. Pada mesin cetak ruang panas, tungku peleburan terdapat pada mesin dan silinder injeksi terendam dalam logam cair. Silinder injeksi digerakkan secara pneumatic atau hidrolic. Mesin cetak ruang dingin mempunyai tungku peleburan terpisah, silinder injeksi diisi logam cair dg tangan atau scr mekanik. Kmdn logam cair ditekan kedalam cetakan secara hidrolic.

Kelebihan proses cetak-tekan adalah:


1. Proses cepat karena cetakan maupun inti bersifat permanen. 2. Permukaan mulus meningkatkan mutu penampilan dan tdk perlu proses penyelesaian. 3. Tebal dinding rata. Cocok utk pengecoran dinding tipis. 4. Logam diperlukan jauh lebih sedikit dibanding cetakan pasir.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Mahfud Al-Huda

PROSES PRODUKSI

modul 13

Genap 2008/2009

5. Ukuran benda cor sangat tepat, umumnya tidak diperlukan pemesinan. 6. Kehilangan bahan berbentuk skrap rendah, krn saluran turun, pengalir, & saluran masuk dpt dilebur kembali. 7. Untuk benda kecil toleransi berkisar antara 0.03 0.25 mm. (akurasi 0.02 mm utk 100 mm)

Kekurangan proses cetak tekan adalah:


1. Harga mesin dan cetakan cukup mahal. 2. Umur cetakan berkurang dg naiknya suhu logam. Hanya digunakan utk penecoran dg suhu dibwh 1000C 3. Kadang terjadi efek cil (chilling, pendinginan parsial) yg tak diinginkan, perlu digunakan suhu pengecoran tinggi. 4. Logam dg koefisien susut tinggi harus dikeluarkan dari cetakan secepatnya.

Cetakan (die). Baik untuk ruang panas maupun dingin, pada dasarnya sama
strukturnya. Biasanya cetakan terdiri dari dua bagian untuk memudahkan pengeluaran benda cor, selain itu dilengkapi dg pena pasak (dowel pins) agar kedua bagian sebaris. Umur cetakan tergantung pada jenis logam yg dicor, utk kuningan 10,000 kali pengisian dan untuk seng sampai beberapa juta.

Mesin cetak-tekan ruang panas. Logam dg titik lebur yg rendah spt paduan
seng (Zinc), timah (Tin), dan timbal (Lead) digunakan pd mesin cetak-tekan ruang panas. Bahan lainnya mpy titik lebur terlalu tinggi, mudah bereaksi dg besi, atau dpt menimbulkan masalah yg mengurangi ketahanan mesin. Logam cair ditekan ke dlm cetakan, dan tekanan tetap dipertahankan selama solidifikasi. Mesin jenis plunger (piston) dikendalikan scr hidrolik, baik untuk menjalankan plunger penekan maupun utk membuka atau menutup cetakan. Tekanan dapat melebihi 35 MPa sehingga dihasilkan benda cor yg padat.

Mesin cetak-tekan ruang dingin. Proses cetak-tekan kuningan (brass),


aluminium, & magnesium memerlukan tekanan dan suhu pencairan yg lebih tinggi, shg perlu penyesuaian. Logam dipanaskan dlm tanur tersendiri. Setelah cair sejumlah tertentu dituangkan ke dalam ruang plunger yg berdekatan dg cetakan. Logam cair kemudian ditekan ke dalam cetakan secara hidrolik. Mesin jenis ini hrs kokoh dan kuat karena tekanan cukup besar. Dikenal dua jenis mesin, yaitu yg mempunyai plunger horizontal dan vertical. Mesin dg plunger horizontal, tekanan operasi berkisar 40 150 MPa. Mesin ini dikendalikan secara
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dr. Mahfud Al-Huda

PROSES PRODUKSI

modul 13

Genap 2008/2009

hidrolik dan bersifat semiotomatik. Kuningan biasanya diproses dg mesin berplunger vertical. Karena suhu lebur tinggi, suhu logam dikendalikan dg ketat dan logam dituangkan ke dalam ruang kompresi. Tekanan yg digunakan sektiar 68 MPa. Pada pengecoran kuningan dikenal dua jenis mesin: ruang kompresi menyatu dengan cetakan dan yg terpisah. Pd mesin dg ruang kompersi terpisah, plunger ditekan (ke bawah) shg logam tertekan ke dlm cetakan melalui saluran masuk. Ketika plunger bergerak keatas, cetakan terbuka, dan benda jadi ditekan keluar oleh pin ejektor.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Mahfud Al-Huda

PROSES PRODUKSI

modul 13

Genap 2008/2009

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Mahfud Al-Huda

PROSES PRODUKSI

modul 13

Genap 2008/2009

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Mahfud Al-Huda

PROSES PRODUKSI

modul 13

Genap 2008/2009

III. Pengecoran dg Cetakan Logam Pengecoran bertekanan rendah (Low Pressure Casting)

Pada pengecoran ini, cetakan diletakkan di atas dapur induksi. Dapur ditutup
rapat dan gas mulia bertekanan dialirkan ke dalam dapur shg logam cair tertekan ke atas melalui saluran batu tahan api, masuk ke dlm rongga cetakan. Kadang benda cor divakum utk mendapatkan benda cor yg padat & mempercepat proses pengisian. Benda cor yg dihasilkan: padat, bebas inklusi, tepat ukurannya, dan jumlah skrap kurang dari 10% bahkan dapat mencapai 2%. Pengecoran dg cetakan permanent atau pengecoran gravitasi (Gravity or Permanent Casting)

Proses ini utk pengecoran logam besi dan non besi. Digunakan cetakan logam
atau grafit. Permukaan cetakan dilapisi dg bahan tahan api dan karbon, yg mengurangi efek cil pd logam serta memudahkan pengeluaran benda cor. Tdk digunakan tekanan sama sekali, logam mengalir mengisi rongga cetakan krn gaya gravitasi saja. Proses terdiri dr: penuangan, pendinginan, pengeluaran coran, pendinginan cetakan, pelapisan permukaan cetakan, dan pemasangan inti (bila perlu). Proses ini baik utk membuat benda cor kecil dan sedang spt piston aluminium, alat dapur, suku cadang lemari es, setrikaan listrik dan roda gigi kecil. Toleransi antara 0.064-0.25 mm. Diantara kerugiannya adl: biaya peralatan & pemeliharaan cetakan cukup tinggi. Pengecoran tuang (Slush Casting) Digunakan utk membuat benda cor berlubang dg menggunakan cetakan logam tanpa inti. Logam cair dituangkan ke dalam cetakan yg segera dibalik sehingga logam yg masih cair dapat mengalir keluar. Benda cor yg dihasilkan tipis, dan ketebalan logam tergantung pada efek pendinginan cetakan dan waktu. Cara ini hanya diterapkan utk membuat barang kerajinan, patung, mainan, dan hiasan. Logam yg digunakan meliputi timbal, seng, dan logam lain bertitik lebur rendah. Pengecoran dg tekanan atau pengecoran corthias (Pressed or Corthias Casting) Cara pengecoran corthias mirip dg proses gravitasi dan proses tuang. Logam dituangkan ke dalam cetakan terbuka, dan inti yg pas ditekan masuk, sehingga logam cair terdesak masuk ke dalam rongga cetakan. Inti dikeluarkan secepatnya setelah logam mulai membeku, sehingga dihasilkan benda cor

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Mahfud Al-Huda

PROSES PRODUKSI

modul 13

Genap 2008/2009

berongga tipis. Proses ini dikembangkan oleh Corthias (Prancis), terbatas utk benda-2 kerajinan.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Mahfud Al-Huda

PROSES PRODUKSI

modul 13

Genap 2008/2009

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Mahfud Al-Huda

PROSES PRODUKSI

modul 13

Genap 2008/2009

IV. Centrifugal Casting

Pengecoran Sentrifugal dilakukan dg menuangkan logam cair ke dlm cetakan


yg berputar. Di bwh pengaruh gaya sentrifugal benda coran akan padat, permukaan halus, dan struktur logam yg dihasilkan mempunyai sifat fisik yg unggul. Umumnya cocok utk benda coran yg berbentuk simetris. Lebih ekonomis krna inti, saluran turun, dan saluran masuk tidak diperlukan. Kotoran akan terkumpul di permukaan dlm krn memiliki berat jenis lebih rendah, shg bisa dihilangkan melalui pemesinan. Dpt utk mengecor produk yg lebih tipis. Pengecoran sentrifugal sejati

Digunakan utk membuat pipa, liner mesin, dan objek simetris lainnya. Cetakan
diputar mengitari sumbu horizontal atau vertical, dan logam cair dituangkan pd salah satu ujungnya. Akibat gaya sentrifugal, logam cair terlempar keluar & tertekan pd permukaan cetakan shg terbentuk rongga silindris. Untuk membuat pipa besi cor digunakan dua jenis cetakan: 1. Cetakan logam dilapisi bahan tahan api yg tipis. Memungkinkan solidifikasi dg cepat. Cetakan berputar dg cepat dan terus berlangsung sampai solidifikasi selesai. Ketebalan pipa diatur dg pengendali jumlah logam cair. 2. Digunakan lapisan pemisah tebal yg mempunyai daya isolasi panas tinggi. Waktu logam cair dituangkan, lapisan pemisah menghambat solidifikasi terarah, karenanya logam mulai membeku pada tepi lapisan dan permukaan dlm sekaligus. Ini menyebabkan terjadinya lapisan tengah yg kurang padat dan inklusi yg terperangkap. Pengecoran semisentrifugal Pd proses ini cetakan diisi penuh dg logam cair dan diputar pd sumbu vertical. Bila diperlukan dapat digunakan penambah atau inti. Bagian tengah dr coran biasanya padat, ttp krn tekanan ditengah kurang, strukturnya kurang rapat dan mungkin mengandung inklusi atau gelembung udara. Proses ini digunakan utk membuat benda coran yg bagian tengahnya akan dihilangkan dg pemesinan. Centrifuging Logam cair dituangkan di bagian tengah cetakan. Di sekelilingnya terdapat beberapa rongga cetakan yg dihubungkan secara radial pd bagian tengah. Gaya sentrifugal yg bekerja pada logam cair ketika cetakan berputar menghasilkan benda cor yg padat. Metode centrifuging dapat digunakan baik untuk bentuk

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Mahfud Al-Huda

PROSES PRODUKSI

10

modul 13

Genap 2008/2009

simetris maupun bentuk tidak tertentu. Cara ini banyak digunakan dalam bidang kedokteran gigi utk membuat rahang emas.

Referensi.

1. Fundamentals of Modern Manufacturing, Materials, Processes, and


Systems; Second Edition, Mikell P. Groover; John Wiley & Sons, Inc.

2. Teknologi Mekanik, Sriati Djaprie, Penerbit Erlangga. Terjemahan dari:


Manufacturing Process, B.H. Amstead, Philip F. Ostwald, Myron L. Begeman John Wiley & Sons

3. Manufacturing Process I, Kenji Asakura, Fumio Hasimoto, Kyouritsu Syuppan,


2002.

4. Teknologi Mekanik Jilid 2, Bambang Priambodo, Penerbit Erlangga.


Terjemahan dari: Manufacturing Process, B.H. Amstead, Philip F. Ostwald, Myron L. Begeman John Wiley & Sons

5. Manufacturing Process II, Kenji Asakura, Fumio Hasimoto, Kyouritsu Syuppan,


2002

6. Manufacturing Processes for Engineering Materials, Fourth Edition, Serope


Kalpakjian and Steven R. Schmid, Prentice Hall, New Jersey, 2003.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dr. Mahfud Al-Huda

PROSES PRODUKSI

11