Anda di halaman 1dari 15

EKOLOGI ARSITEKTUR

FITRI KURNIA DEWI I0210019

PENGERTIAN EKOLOGI ARSITEKTUR


Karya arsitektur yang holistik melibatkan perencanaan, perancangan, dan pengelolaan secara

terpadu, tidak hanya pada bangunan fisik tetapi juga


kesinambungan terhadap lingkungan sekitarnya.

KONSEP DESAIN DALAM EKOLOGI ARSITEKTUR


Arsitektur Mengupayakan penyesuaian dengan budaya lingkungan, pola dan life style untuk mendukung keberlanjutan lingkungan Pembentukan sikap yang baru dari interaksi manusia terhadap lingkungan hidup Perwujudan tata bangunan dan lingkungan yang Minim mengkonsumsi sumber daya alam (energi, air dan material), Minim memberikan dampak negatif terhadap alam (minim menghasilkan limbah padat, cair dan gas, tidak menimbulkan pemanasan lingkungan heat island dan tidak memicu pemanasan bumi).

CONTOH BANGUNAN
WANASAKA

URBAN OASIS

WANASAKA : Mist The Forest


Wanasaka adalah bangunan di Filiphina yang memiliki konsep

arsitektur dan desain interior dari Bali yang berdiri di lahan seluas kurang lebih 12.000 m2. Alasan dibuatnya Wanasaka ini karena Bali pada jaman dahulu terkenal dengan lahan hutan hijau yang jauh dari kebisingan

perkotaan.

Yang menjadi alasan Wanasaka ini termasuk bangunan ekologi yaitu dilihat dari penggunaan bahan-bahan lokal yang digunakan pada hampir setiap bagian rumah. Misalnya atap jerami terbuat dari pohon nipah dan kolom struktur yang terbuat dari penggunaan ulang kayu tiang listrik. Penggunaan bahan lokal pada fasad eksterior dan interior dalam hal arsitektur dapat menjadikan kesinambungan dengan lingkungan sekitarnya. Salah satu poin penting dalam proyek desain ini adalah penggunaan kembali kayu tua, kayu tiang listrik lama, mangrove yang diikat oleh tali abaca, menggunakan oli motor untuk menghindari rayap terhadap elemen kayu, batu sungai lokal dipotong menjadi setengahnya digunakan sebagai pengganti pelat beton bertulang untuk jalan masuk sehingga rumput yang dapat tumbuh di antara dan bahan lantai dari pemakaian kembali ubin Vigan.

Struktur atap dirancang agar kebutuhan cahaya alami dari sinar matahari terpenuhi dengan baik sehingga menghemat listrik di siang hari. Bahan atap adalah daun cogon alami jerami dengan langit-langit bambu tenunan yang merupakan isolator alami. Dindingnya yang tidak masif berfungsi untuk ventilasi, aliran udara, pencahayaan alami, dan dirancang dengan bukaan agar mendapat view ke kolam di sekitarnya.

Kolam di sekitar rumah juga membantu mendinginkan rumah. Bahan batu alam : piedra pinoy, diletakkan sekeliling kolam karena menjaga kesejukan ketika basah. Atap dirancang tanpa downspout atau selokan sehingga air hujan akan jatuh langsung ke kolam. Ketika air kolam akan diisi ulang, air kolam sebelumnya akan ditampung dalam tangki untuk digunakan kembali sebagai penyiram tanaman.

Gambar Tampak Dan Denah Wanasaka

URBAN OASIS
Vila Urban Oasis terletak di Seminyak, Kuta, Bali, Indonesia dengan luas lahan 850 m2. Poin penting dalam desain vila ini yaitu Air digunakan secara ekstensif untuk sirkulasi udara di seluruh vila. Vila ini berada di daerah yang sehingga privasi padat isolasi sangat

penduduk, suara penting. dan

Bangunan Urban Oasis, air digunakan secara luas untuk mendorong sirkulasi udara di seluruh vila. Arsitek perancang bangunan ini sedemikian rupa untuk menghadapi cuaca ekstrim yang ada di Indonesia dengan cara memberikan overhang atap yang mendalam untuk memberikan keteduhan dan perlindungan terhadap hujan.

Dengan memanfaatkan kolam renang, kolam atap dan kolam teratai untuk mendorong aliran udara akan membantu dalam memberikan efek dingin pada properti secara alami. Pohon ficus juga ditanam sehingga akan menaungi atap kamar tidur sepenuhnya.

Suasana alam dan pemakaian bahan lokal seperti tanaman, kayu, dan batu alam diterapkan dalam vila bertujuan untuk memberikan kesejukan dan ketenangan terhadap lingkungan sekitar yang merupakan daerah padat penduduk. Vila ini dirancang dengan bukaan-bukaan lebar agar sirkulasi udara yang sejuk dari arah kolam dapat dengan mudah masuk ke dalam ruangan. Dengan desain tersebut, maka tidak perlu menggunakan AC sehingga dapat menghemat penggunaan listrik. Penanam tumbuhan dan penggunaan tralis pada bukaan jendela bertujuan untuk memasukkan cahaya matahari namun tidak menyilaukan mata.

Gambar Ground floor Urban Oasis

DAFTAR PUSTAKA
Frick, Heinz, Suskiyatno, FX. Bambang. 1998. Dasar-dasar Eko-Arsitektur. Yogyakarta : Kanisius. Futurarc Magazine, 2011. Materi Kuliah Ekologi Arsitektur Universitas Sebelas Maret Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur. 2012. Wines, James. 2000. Green Architecture. Hongkong, Koln, London, Los Angeles, Madrid, Paris, Tokyo : Taschen.

Terimakasih