Anda di halaman 1dari 15

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL

PENYUSUN KELOMPOK 1
CHAIRUL UMAM FADILA RAHMI NISA ISTIQOMAH H NUNUNG NURJANAH NURHASNAH SARA EVA KHALIFAH WILIANUS BONCEL WISNU KRISTIAWAN

SILABUS
Hakikat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Fungsi dan peran manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Dinamika interaksi sosial Dilema antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat

LETS STUDY WITH US


JANGAN BERISIK

Manusia Sebagai Makhluk Individu


Individu berasal dari kata individium yang artinya tidak terbagi. Kata individu bukan berarti manusia sebagai suatu kesluruhan yang tidak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan. Dalam pandangan psikologi sosial, manusia itu disebut individu bila pola tingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku umum.

Ciri fisik atau karakter seorang individu dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu, faktor genotip dan faktor fenotip. Faktor genotip adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan faktor keturunan. Faktor fenotip adalah faktor dari lingkungan. Ciri khas dan karakter dari seorang individu dapat kita sebut dengan kepribadian. Kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil dari interaksi antara potensi potensi fisik dan psikis yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan, yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya.

Manusia Sebagai Makhluk Sosial


Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Esensi manusia sebagai makhluk sosial pada dasarnya adalah kesadaran manusia tentang status dalam kehiduan bersama, serta bagaimana tanggungjawab dan kewajibannya di dalam kebersamaan.

Berikut adalah beberapa alasan , mengapa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, yaitu : 1. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial. 2. Perilaku manusia yang mengharapkan penilaian dari orang lain. 3. Manusia memilliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain. 4. Potensi manusia akan berkembang bila ia berada di tengah-tengah manusia

Fungsi dan Peran Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Makhluk Sosial
Manusia sebagai suatu individu dan sosial memiliki fungsinya masing-masing didalam menjalankan peranannya di masyarakat. Peran manusia sebagai makhluk individu dan sosial tersebut sangat menentukan komunikasi/interaksi yang terjadi di dalam masyarakat. Peran diartikan sebagai konsep fungsional yang menjelaskan fungsi atau tugas seseorang. Ada beberapa jenis peran sosial dalam masyarakat : 1. Peran yang diharapkan dan peran yang terlaksana dalam kenyataan 2. Peran yang terberi dan peran yang diperjuangkan 3. Peran kunci dan peran tambahan 4. Peran tinggi, menengah, dan rendah

Dinamika Interaksi Sosial


Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi yang terjadi antara individu atau kelompok individu di dalam masyarakat. Ciri-ciri interaksi sosial antara lain : 1. Jumlah pelakunya lebih dari satu orang 2. Terjadinya komunikasi diantara pelaku melalui kontak sosial 3. Mempunyai maksud atau tujuan yang jelas 4. Dilaksanakan melalui suatu pola sistem sosial tertentu

Syarat-syarat terjadinya interaksi sosial, yaitu : 1. Kontak sosial, hubungan antara satu pihak dengan pihak lain yang merupakan awal terjadinya interaksi sosial. 2. Komunikasi, berhubungan atau bergaul dengan orang lain, dimana proses interaksi sosial tengah berlangsung Faktor-faktor interaksi sosial 1. Imitasi (meniru) 2. Sugesti (mempengaruhi) 3. Identifikasi (mencontoh) 4. Simpati (tertarik)

Dinamika sosial ada yang terjadi secara cepat ataupun lambat, cepat atau lambatnya dinamika sosial dipengaruhi oleh unsur-unsur dinamika dan unsur-unsur statika Unsur dinamika adalah unsur unsur yang menghendaki terjadinya perubahan. Unsur statika adalah unsur-unsur yang menghambat terjadinya perubahan. Faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika sosial adalah : 1. Faktor internal (penemuan ide baru, konflik antar kelompok, munculnya pemberontak, perubahan aspek demografik) 2. Faktor eksternal (Perubahan lingkungan alam, peperangan, dan pengaruh kebudayaan lain)

Berikut adalah konsep-konsep penting dari dinamika sosial 1. Interaksi sosial (Hubungan timbal balik) 2. Inovasi (Penemuan ide-ide baru) 3. Difusi (Penyebaran ide-ide) 4. Mobilitas (Perubahan kedudukan) 5. Akulturasi (Kontak antar kebudayaan yang berbeda) 6. Akomodasi (Meredakan konflik) 7. Asimilasi (Perubahan kebudayaan) 8. Sosialisasi (Nilai-nilai sosial) 9. Internalisasi

Dilema Antara Kepentingan Individu dan Kepentingan Masyarakat


Dilema anatara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat adalah pada pertanyaan mana yang harus saya utamakan, kepentingan saya selaku individu atau kepentingan masyarakat tempat saya hidup bersama? Uraian diatas memunculkan dua pandangan yang berkembang menjadi paham bahkan ideologi, yaitu : 1. Pandangan Individualisme 2. Paham sosialisme

1. Pandangan Individualisme Paham ini memandang manusia sebagai makhluk pribadi yang utuh dan lengkap terlepas dari manusia yang lain. Paham Individualisme Ideologi Liberalisme

Ideologi individualisme leberalis

2. Pandangan Sosialisme Pandangan ini menyatakan bahwa kepentingan masyarakatlah yang diutamakan. Hak-hak individu timbul karena keanggotannya dalam suatu komunitas atau kelompoknya. Dalam sosialisme yang radikal/ekstrem (marxisme/komunisme) cara untuk meraih hal itu adalah dengan menghilangkan hak pemilikan dan penguasaan alat-alat produksi oleh perorangan.