Anda di halaman 1dari 45

ASUHAN KEPERAWATAN

DENGAN ABORTUS

MARFUAH
AKPER LUMAJANG
2008
DEFINISI ABORTUS
• Any interuption of a pregnancy before the
fetus is viable (a stage of development that
will enable the fetus to survive outside the
uterus if born at that time (Pilleteri, 1995)

• lahirnya fetus pd usia kehamilan 20 - 24


mgg atau BB fetus 500 gr (Piliteri, 1995)
Lanjutan definisi …….
• EASTMAN
– “Kead terputusnya suatu kehamilan dimana
fetus belum sanggup hidup sendiri di luar
fetus. Belum sanggup diartikan bila fetus
beratnya antara 400 - 1000gr, atau usia
kehamilan kurang dari 28 minggu
• JEFFCOAT :
– Pengeluaran dari hasil konsepsi sebelum usia
kahamilan 28 mgg, yaitu fetus blm VIABLE
BY LAW
• HOLMER :
– terputusnya kehamilan sblm minggu ke 16
dimana proses plasenta blm selesai
ETIOLOGI
• Abnormal fetal formation yg disebabkan oleh
faktor teratogenic atau chromosomal aberation
• abnormalitas implantasi
• faktor imunologi
• corpus luteum gagal menghasilkan progesteron
utk mempertahankan desidua basalis
• infeksi pd wanita : rubella, poliomielitis,
toxoplasmosis, ISK
• ingestion of teratogenic drug. Exp : Isotretnoin
(Accutane) dapt aborsi dan fetal abnormalitas
(Karch, 1997)
Faktor-faktor yg menyebabkan
kematian fetus adalah :
• 1. KELAINAN OVUM
– Ovum abnormal krn tdpt degenari hidatid villi
– terjadi pd UK < 1 bln --> 50-80% pd abortus spontan
• 2. KELAINAN GENETALIA IBU
– Ibu menderita :
• anomali kongenital (hipoplasia uteri, uterus
bikornism dll)
• kelainan letak dari uterus spt retrofleksi uteri
fiksata
Lanjutan kelainan genetalia pd ibu
– Tidak sempurnanya persiapan uterus dlm menanti
nidasi dari ovum yg sudah dibuahi, spt berkurangnya
progesteron dan estrogen, endometriosis, mioma
submukosa
– uterus terlalu cepat meregang (kehamilan ganda,
mola)
– distorsia uterus, mis : krn terdorong oleh tumor
pelvis
• 3. KELAINAN SIRKULASI PLASENTA
– Pd ibu yg menderita penyakit nefritis, hipertensi,
toksemia gravidarum, anomali plasenta
Lanjutan faktor …..
• 4. PENYAKIT2 PD IBU
– Peny infeksi yg menyebabkan demam tinggi :
pneumoni, thypoid, rubella--> kematian fetus tjd
akibat toksin dr ibu atau invasi kuman atau virus pd
fetus
– keracunan Pb. Nikotin, gas racun, alkohol dll
– ibu yg asfiksia spt decompensasi cordis, peny paru
berat, anemia gravis
– malnutrisi, avitaminosis, gangguan metabolisme,
hipotiroid, DM
Lanjutan faktor …….
• 5. ANTAGONIS RHESUS
– pd antagonis rhesus, darah ibu yg mell plasenta
merusak darah fetus, sehg tjd anemia pd fetus yg
berakibat meninggalnya fetus
• 6. Terlalu cepatnya korpus luteum menjadi
atropi
– Krn faktor serviks, yaitu inkompetens serviks,
servikitis
• 7. Perangsangan pd ibu yg menyebabkan
uterus berkontraksi :
– terkejut, obat uterotonika, ketakutan, dll
– trauma lgs pd fetus, selaput janin rusak lgs krn
instrumen, benda dan obat-obatan
Dalam ilmu kedokteran, istilah-
istilah ini digunakan untuk
membedakan aborsi:
• Spontaneous abortion: gugur kandungan yang
disebabkan oleh trauma kecelakaan atau sebab-sebab
alami.
• Induced abortion atau procured abortion: pengguguran
kandungan yang disengaja. Termasuk di dalamnya
adalah:
– Therapeutic abortion: pengguguran yang dilakukan karena
kehamilan tersebut mengancam kesehatan jasmani atau rohani
sang ibu, terkadang dilakukan sesudah pemerkosaan.
– Eugenic abortion: pengguguran yang dilakukan terhadap
janin yang cacat.
– Elective abortion: pengguguran yang dilakukan untuk alasan-
alasan lain.
Dalam bahasa sehari-hari :
• istilah "keguguran" biasanya digunakan
untuk spontaneous abortion,
• sementara "aborsi" digunakan untuk
induced abortion.
KLASIFIKASI ABORTUS
• ABORTUS SPONTAN
– abortus yg tjd dg tidak didahului faktor-faktor
mekanis atau medisinalis, semata-mata
disebabkan oleh faktor-faktor alamiah
• ABORTUS PROVOKATUS
– Abortus yg disengaja, baik dgn memakai
obat-obatan maupun alat-alat
– ada 2 yaitu : abortus medisinalis/terapeutica
dan abortus kriminalis
KLINIS ABORTUS SPONTAN
• ABORTUS SPONTAN
– disebut jg MISCARRIAGE
– Abortus dini (early abortion) : sblm usia
kehamilan 16 mgg
– late abortion : abortus pd usia kehamilan 16
- 24 mgg
• THREATENED ABORTION / Abortus
yg mengancam/imminent
– perdarahan vaginal sedikit / scant
bleeding, warna merah cerah / bright red
Lanjutan abortus yg mengancam
– Slight cramping / kram rahim ringan
– jaringan yg keluar tidak ada
– tidak ada dilatasi serviks pd vagina
• INEVITABLE ABORTION / Abortus tdk dpat
dihindarkan/abortus insipiens
– abortus threatened ,menjadi inevitable jika kontraksi
uterus dan dilatasi servik
– jumlah perdarahan sedang
– kram rahim sedang
– ada dilatasi serviks
– kehilangan hasil konsepsi tdk dpt dipertahankan
Lanjutan klinis abortus
• COMPLETE ABORTION
– Hasil konsepsi (fetus, membran dan plasenta) keluar
secara spontan tanpa dibantu, sehingga rongga rahim
kosong
– Perdarahan biasanya pelan-pelan selama 2 jam kmd
berhenti dg beberapa hari stlh hasil konsepsi keluar
– tanda : vaginal spotting, cramping, cervical dilatation,
complete expulsion of uterine contents
• INCOMPLETE ABORTION
– bagian konsepsi, biasanya fetus keluar, tapi membran
atau plasenta masih terdapat dlm uterus
Lanjutan klinis abortus ….
• MISSED ABORTION
– Fetus sudah meninggal, tapi tidak keluar/tetap berada
dlm uterus dan tidak dikeluarkan selama 2 bulan / >
– biasanya embrio meninggal usia 4 - 6 minggu sblm
gejala abortus
– dpt diketahui saat prenatal /ANC, misalnya TFU
tidak ada peningkatan, DJJ tidak terdengar (doptone)
– USG dapat diketahui fetus meninggal
– Fetus yg meninggal : bisa keluar dg sendiri dlm 2 - 3
bln sesudah fetus mati, bisa direabsorbsi kembali shg
hilang, bisa mengering dan menipis (fetus
papryraceus), atau bisa jdi mola karnosa (fetus sdh
mati 1 mgg akan tjd degenerasi dan amnion
diabsorbsi
RECURRENT ABORTUS
• Dikenal dg abortus habitualis
• abortus 3 / > dengan abortus spontan
• biasanya ada yg salah dg hormon
• penyebab :
– kelainan ovum atau spermatozoa, bila tjd
pembuahan hasilnya pembuahan yg patologis
– faktor endokrin
ABORTUS INFEKSIUS dan
SEPTIK
• Abortus infeksius adalah Keguguran yg
disertai infeksi genital
• abortus septik : adl abortus disertai infeksi
berat dgn penyebaran kuman atau toksinnya
ke dlm peredaran darah atau peritoneum
• sering ditemukan pd inkomplete, abortus
buatan terutama abortus kriminalis tanpa
memperhatikan syarat2 aseptik dan asepsis
MACAM ABORTUS PROVOKATUS
/INDUCED ABORTION
• ABORTUS MEDISINALIS / ABORTUS
THERAPEUTICA
– Abortus krn tindakan kita sendiri, dg alasan bila
kehamilan dilanjutkan, dpt membahayakan jiwa
ibu (berdasarkan indikasi medis). Biasanya
diperlukan persetujuan 2 - 3 tim dokter ahli
• ABORTUS KRIMINALIS
– Abortus yg tjd ok tindakan2 yg tidak legal atau
tidak berdasarkan indikasi medis
KOMPLIKASI ABORTUS
• Perdarahan / hemorrhage
• infeksi
• septic abortion
• isoimunisation
• perforasi : sering tjd sewaktu dilatasi dan
kuretase yg dilakukan oleh tenaga tdk ahli
• syok hipovolemik
PENATALAKSANAAN
UMUM
• THREATENED ABORTION
– Tirah baring
– sedasi
– menghindari stress dan orgasme
– tindakan selanjutnya tergantung dari respon
wanita thd pengobatan
Lanjutan penatalaksanaan ..
• ABORTUS KOMPLETE
– Hanya dgn uterotonika
• ABORTUS INKOMPLET/INSIPIENT
– Bila ada tanda syok, atasi dulu dg pemberian
cairan dan transfusi darah
– kmd keluarkan jaringan secepat mungkin
dengan metode digital atau kuretase
– beri obat-obtan uterotonika dan antibiotik
Lanjutan penatalaksanaan ...
• ABORTUS IMMINENT
– keluarnya Fetus dpt dicegah dengan
pengobatan hormonal, antispasmodik seta
istirahat
– bila perdarahan setelah bbrp minggu masih
ada, lakukan test kehamilan, bila 2 kali
berturut2 negatif, maka sebaiknya uterus
dikosongkan atau kuretase
• MISSED ABORTION
– Beri obat agar tjd his shg fetus dan desidua hrs
dikeluarkan, beri obat tonika dan antibiotika
– bila tidak berhasil, lakukan D & C (Dilatasi dan
Curetage)
– Dpt jg hiterotomia anterior
DIAGNOSA KEPERAWATAN
• Nyeri akut b.d kontraksi uterus, efek obat
• resti cidera pd ibu b.d. profil darah yg abn
• intoleransi aktifitas b.d. hipersensitifitas
otot
• kurang penget b.d. kesalahan interpretasi
• ansietas b.d krisis situasi /maturasi
• berduka antisipasi b.d. kehilangan janin
INTERVENSI NYERI .
• Jelaskan pd klien sifat ketidaknyamanan yg
diperkirrakan
• tentukan luas dan lokasi nyeri
• pantau vital sign ibu
• percepat proses penerimaan dan tirah baring pd
klien dg menggunakan posisi miring kiri
• tinjau ulang teknik relaksasi
• ganti linen, atur posisi, lakukan massage
punggung dan sentuhan terapeutik
• kolab : analgetik, sedatif, antiemetik sesuai
indikasi
INTERVENSI RESTI CIDERA IBU
• Kaji vital sign dan output urine. Perhatikan
warna/suhu kulit, perkirakan kehilangan darah,
lakukan perhitungan jml/berat pembalut
• kaji/tinjau ulang tanda DIC
• Kolab : siapkan klien di MRS,
• Berikan cairan IV/oral , transfusi drh
• bantu melakukan tindakan D & C
INTERVENSI INTOLERASI
AKTIFITAS
• Jelaskan alasan tirah baring, penggunaan
rekumen lateral kiri/miring dan penurunan
aktifitas
• berikan tindakan kenyamanan spt gosokan
punggung, perubahan posisi
• berikan periode tanpa interupsi untuk
istirahat/tidur
• berikan aktifitas pengalihan spt membaca,
mendengarkan radio, kunjungan klg yg
dipilih
Pohon masalah
K E H A M IL A N > 2 0 M G G

FA K TO R PE N YE B AB
K E L A IN A N K R O M O S O M . F A K T O R M A T E R N A L (IN F E K S I)
O B A T 2 , E N D O K R IN , T R A U M A D L L

K E H A M IL A N < 8 M G G K E H A M IL A N 8 - 1 4 M G G K E H A M IL A N > 1 4 M G G

V IL L I K O R IA L IS B L M P E N E M B U S A N L E B IH
M E N E M B U S D E S ID U A DALAM PADA
SCR DALAM D E S ID U A

PERDARAHAN
D E S ID U A

N E K R O S IS J A R IN G A N S E K IT A R P E R D A R A H A N P E R V A G IN A

H A S IL K O N S E P S I T E R L E P A S Hb MENURUN
D A N D IA N G G A P B E N D A A S IN G
DLM UTER US

UTERU S BERKO NTRAKSI UTK R E S T I C ID E R A P D IB U


M E N G E L U A R K A N B E N D A A S IN G

H IP E R S E N S IT IV IT A S O T O T / D IS E R T A I D IL A T A S I S E R V IK T ID A K D IS E R T A I NYERI E K S P U L S I H A S IL K O N S E P S I
SELULER D IL A T A S I S E R V IK S

IN T O L E R A N S I A K T IF IT A S
Lanjut pohon masalh
D IS E R T A I D IL A T A S I S E R V IK

PECAH NYA M EM BRAN KETUBAN J A N IN D IK E L U A R K A N D U L U -B A R U J A N IN

C A IR A N K E T U B A N H IL A N G P L A S E N T A S E L U R U H N Y A /.S E B A G IA N
DALAM UTERU S

H A S IL K O N S E P S I D L M U T E R U S PEM B DARAH SEG M EN BEKAS


PLASEN TA PECAH

PERDARAHAN PERDARAHAN BER>>

A B O R T U S IN S I@ IE N S H IP O V O L E M IA B E R A T

A B O R T U S IN K O M P L E T
LANJUT POHON MASALAH
T ID A K D IS E R T A I D IL A T A S I S E R V IK

J A N IN D L M U T E R U S J A N IN K E L U A R D L M U T E R U S

L E S I S E R V IK S T ID A K K E L U A R S E L A M A A B O R T U S IN K O M P L E T
4 -8 M G G

PERDARAHAN,NYERIPUNGGUNG H A S IL K O N S E P S I M E N J A D I
KANTO NG YG M ENG KERUT

A B O R T U S IM M IN E N T E M B R IO M A S E R A S I

K E L A IL N A N P E M B E K U A N D R H

PERDARAHAN

M IS S E D A B O R T IO N
LANJUTAN ...

E K S P U LS I H A S I L K O N S E P S I

K U R A N G P E N G E TA H U A N M E N Y A LA H K A N K E H I L A N G A N K R I S I S M A TU R A S I / S I T U A S I IN F E K S I

R E S TI D I S TR E S S A N S I E TA S BERDUKA
S P IR IT U A L
aborsi dilakukan dengan cara menggunakan alat penghisap (suction).
Sang anak yang masih sangat lembut langsung terhisap dan hancur
berantakan. Saat dikeluarkan, dapat dilihat cairan merah berupa
gumpalan-gumpalan darah dari janin yang baru dibunuh tersebut
Aborsi dilakukan dengan cara menusuk anak
tersebut kemudian bagian tubuhnya dipotong-potong
dengan menggunakan peralatan khas untuk aborsi
(cunam abortus
Aborsi dengan obat/jamu dan
usia kehamilan besar (6 bulan)
SEKIAN

WASSALAM