Anda di halaman 1dari 4

Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Kritik Pidato Menkes Pada Hari Kesehatan Nasional (HKN)

11

19

2012

Last update 06:16:41 PM GMT

> Pengamat: Terpilihnya Al Khotib Adalah Upaya Barat Aborsi Pe...

CARI

DEPAN

AKHBAR

TSAQAFAH
IBU DAN ANAK

ARTIKEL

KHILAFAH

PENDIDIKAN

KELUARGA

ANAK M UDA

M EDIA

RUMAHKU SURGAKU

TOPIK UTAM A

Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Kritik Pidato Menkes Pada Hari Kesehatan Nasional (HKN)
JUMAT, 16 NOVEMBER 2012 01:16 REDAKSI

AD VER T ISEM EN T

BP Migas Bubar, Benarkah Kedaulatan Negara atas Migas Pulih?

Tari Telanjang Salihara, Kemesuman Berkedok Seni

AD VER T ISEM EN T

Syabab.Com - Pidato Menteri Kesehatan pada peringatan Hari


1/6

11/19/12 Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Kritik Pidato Menkes Pada Hari Kesehatan Nasional (HKN)

Harits Abu Ulya: Penggerebekan Darul Akhfiya kriminalisasi terhadap Pesantren dan Jihad

Kesehatan Nasional tanggal 12 November 2012 kemarin patut dicermati semua pihak. Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-48 tersebut memfokuskan pada pelayanan kesehatan ibu sebagai salah satu target MDGs yang belum tercapai. Tema yang diangkat adalah Indonesia Cinta Sehat dengan sub tema Ibu Selamat Anak Sehat, yang merupakan sasaran prioritas pembangunan kesehatan. Ada 2 poin penting dalam pidato Nafsiah Mboi tersebut: 1. Adanya kemajuan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, yang disebutnya telah meningkat secara bermakna dari 61,4 persen pada 2007 menjadi 87,4 persen pada 2011. 2. Adanya tantangan baru dunia kesehatan menghadapi penyakit-penyakit tidak menular dan penyakit akibat perubahan gaya hidup seperti stroke, diabetes, gagal ginjal, jantung dan AIDS. Data Riskesdas 2010 menyebut penyakitpenyakit ini menjadi penyabab 59% kematian di Indonesia. 3. Penegasan komitmen pemerintah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang bermutu, diantaranya melalui perluasan jangkauan program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Persalinan (Jampersal). Menarik untuk menggaris bawahi pernyataan Mboi tentang bagaimana pemerintah merealisasikan komitmen menyediakan layanan kesehatan yang bermutu tersebut. Saat ini pemerintah sedang serius menyiapkan pelaksanaan UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). SJSN di bidang kesehatan akan mulai diberlakukan tahun 2014, dan inilah yang dianggap sebagai jalan mewujudkan Jaminan Kesehatan Semesta. Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia memberikan catatan kritis atas pidato Menkes di atas: Kesehatan ibu dan anak juga masyarakat pada umumnya memang sudah selayaknya menjadi prioritas. Ibu dan anak adalah aset bangsa. Ibulah yang akan menjadi pendidik anak agar menjadi generasi berkualitas. Anak adalah generasi penerus yang masa
AD VER T ISEM EN T

Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Kritik Pidato Menkes Pada Hari Kesehatan Nasional (HKN)

AD VER T ISEM EN T

ADVERTISEM ENT

syabab.com/keluarga//3018-muslimah-hizbut-tahrir-indonesia-kritik-pidato-menkes-pada-hari-kesehatan-nasional-hkn.html

2/6

11/19/12 Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Kritik Pidato Menkes Pada Hari Kesehatan Nasional (HKN)

TERBARU DI SINI
BP Migas Bubar, Benarkah Kedaulatan Negara atas Migas Pulih? Tari Telanjang Salihara, Kemesuman Berkedok Seni Harits Abu Ulya: Penggerebekan Darul Akhfiya kriminalisasi terhadap Pesantren dan Jihad Refleksi Hijrah: Menyongsong Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah Jubir HTI: BP Migas Dibubarkan, Liberalisasi Migas Tetap Jalan

depannya sangat dipengaruhi oleh bagaimana derajat kesehatannya, khususnya saat usia dini. Karenanya merupakan tanggung jawab penuh pemerintah untuk menyediakan layanan kesehatan bermutu dan gratis. Namun kondisi saat ini, akses terhadap layanan kesehatan makin tak terjangkau dengan biaya yang mahal akibat kapitalisasi di bidang kesehatan. Pada banyak aspek kesehatan, pemerintah memerankan diri sebagai operator layanan kesehatan. Pihak swasta bukan hanya melengkapi layanan kesehatan yang sudah disediakan oleh pemerintah. Perlahan tapi pasti swasta memiliki keterlibatan sangat signifikan bahkan dominan dalam layanan kesehatan. Inilah yang menjadi faktor penyebab kapitalisasi di bidang kesehatan. Layanan kesehatan bermutu hanya bisa dinikmati oleh kalangan berduit, sementara mayoritas masyarakat hidup dalam kemiskinan. Semestinya pemerintah menetapkan kebijakan yang memudahkan dan memurahkan akses layanan kesehatan tanpa pandang bulu. Pemberlakuan SJSN hanya akan lebih membebani rakyat. Pasalnya, isinya bukanlah jaminan sosial yang akan diterima rakyat, melainkan kewajiban rakyat memiliki asuransi sosial. UU SJSN dan BPJS adalah bukti Pemerintah berlepas tangan terhadap kewajibannya mengurus rakyat. UU ini hanya akan menguntungkan investor /swasta dan semakin menyengsarakan rakyat. Kesehatan merupakan salah satu subsistem dalam mencapai derajat kesejahteraan. Kesehatan hanya bisa diperoleh secara ideal jika masyarakat sejahtera. Karena itu mutlak harus disadari bahwa perbaikan sektor kesehatan, membutuhkan sistem komprehensif yang mendukung ke arah terwujudnya masyarakat sehat, yakni dengan penerapan sistem ekonomi, sistem pendidikan dan penanaman gaya hidup yang berkesesuaian. Tentu bukan dengan mempertahankan sistem kapitalisme, yang justru menjauhkan masyarakat dari kesehatan dan kesejahteraan, melainkan sistem Islam- khilafah Islamiyah. Dalam Islam, jaminan kebutuhan dasar yaitu jaminan pemenuhan kebutuhan pokok individu seperti sandang, pangan dan papan

TERBARU

POPULER

TOP BULAN INI

BP Migas Bubar, Benarkah Kedaulatan Negara atas Migas Pulih?


Post: 16.11.12

Tari Telanjang Salihara, Kemesuman Berkedok Seni


Post: 16.11.12

TERHANGAT DI SINI
Kebanggaan Seorang Ibu di Dalam Sistem Kapitalisme Dunia Barat dan Penguasa Muslim Harus Malu terkait Kasus Dr. Aafia Siddiqui Akibat Liberalisme: Anak Negeri ini Terancam Media Pornografi

Harits Abu Ulya: Penggerebekan Darul Akhfiya kriminalisasi terhadap Pesantren dan Jihad
Post: 16.11.12

Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Kritik Pidato Menkes Pada Hari Kesehatan Nasional (HKN)
Post: 16.11.12

Refleksi Hijrah: Menyongsong Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah


Post: 16.11.12

TEXT ADVERTISEM ENT


Mitra Dakwah
3/6

syabab.com/keluarga//3018-muslimah-hizbut-tahrir-indonesia-kritik-pidato-menkes-pada-hari-kesehatan-nasional-hkn.html

11/19/12 Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Kritik Pidato Menkes Pada Hari Kesehatan Nasional (HKN)

Ibu Pencetak Generasi Unggul Kontes-Kontes Kecantikan, Penistaan Martabat dan Kehormatan Perempuan

maupun kebutuhan pokok berupa kesehatan, pendidikan dan juga keamanan menjadi tanggung jawab Negara. Secara praktis, hal ini telah dilaksanakan oleh Nabi Muhammad SAW dan para khalifah sesudahnya. Bukan hanya ketika masih hidup, setelah seseorang meninggalpun jaminan itu masih berlaku. Nabi SAW bersabda : Barang siapa yang mati dan meninggalkan harta maka harta tersebut untuk ahli warisnya akan tetapi barang siapa yang mati dan dia meninggalkan utang atau orang-orang lemah maka datanglah kepadaku karena akulah yang bertanggungjawab untuk mengurus. [mhti/htipress/syabab.com] Email ini Bagikan

Promosikan produk Anda kepada umat, dapatkan nilai lebih. Segera hubungi bagian iklan kami! http://media.syabab.com Promosi Anda Di Sini! Anda dapat mempromosikan produk Anda melalui jasa iklan teks di website kesayangan Anda ini. http://media.syabab.com Syabab Media Jasa pembuatan website untuk personal atau perusahaaan Anda. Hubunga segera! http://media.syabab.com Sebarkan Pesan Dakwah Iklan produk Anda di sini. Mari bangun kesadaran umat dan opini publik untuk Islam dan kebangkitan. http://media.syabab.com Powered by syababmedia

Komentar (0)
Subscribe to this comment's feed

Tulis komentar
judul komentar

Syabab.Com di Facebook
Suka 6,731 orang menyukai Syabab.Com.

S y amila

Je

A jang

A lv in

Ziy anida

persempit | perluas nama email


syabab.com/keluarga//3018-muslimah-hizbut-tahrir-indonesia-kritik-pidato-menkes-pada-hari-kesehatan-nasional-hkn.html

Kus

M a'ruf

Ridw an

A bu

P lugin sosial F acebook

4/6