Anda di halaman 1dari 6

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang memerlukan usaha dan dana yang cukup besar. Bangsa Indonesia perlahan-lahan mulai menyadari pentingnya investasi masa depan terutama pada bidang pendidikan, tidak hanya terfokus pada pembangunan fisik semata. Pembenahan di dunia pendidikan mulai dilakukan. Sayangnya, tujuan mulia ini terbentuk masalah klasik. Yaitu rendahnya mutu pendidikan di Indonesia. Dalam dunia pendidikan , sekolah merupakan lembaga sentral yang berperan dalam mengembangkan dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik sebelum terjun ke masyarakat. Sebagai pendidik, sudah seharusnya kita turut berperan seta dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Pendidik dapat mengawalinya dari hal yang terkecil, diantaranya dengan meningkatkan prestasi belajar siswa. Banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar mencakup metode belajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah (Slameto, 2003:64-69). Metode mengajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar anak. Penggunaan metode mengajar yang menarik dan menyenangkan akan sangat berpengaruh pada iklim belajar di kelas.

Berdasarkan hasil observasi awal di SMP Negeri 3 Sumbawa, guru dalam mengajar mata pelajaran IPA Fisika masih menggunakan metode konvensional, sehingga siswa merasa kesulitan dalam hal belajar. Karena tidak semua siswa tertarik dan memiliki cara belajar terbaik dengan hanya mendengarkan saja, dan siswapun masih beranggapan bahwa mata pelajaran IPA Fisika itu sangat sulit karena memiliki banyak perhitungan dan rumit, sehingga siswa masih banyak yang mendapatkan nilai dibawah KKM. Berdasarkan arsip guru mata pelajaran Fisika SMP Negeri 3 sumbawa, nilai rata-rata siswa pada ujian semester II tahun pelajaran 2011/2012, hampir 42 % siswa mendapat nilai 6,5. Apabila bahan pelajaran yang diajarkan 60%-70% nya dapat dikuasai siswa, maka presentasi keberhasilan siswa pada mata pelajaran tersebut tergolong baik (Djarmah dan sain, 2006:106). Sejalan dengan pemikiran di atas serta melihat prestasi belajar yang belum optimal, maka diperlukan perubahan dalam proses pembelajaran yang kondusif sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Metode pembelajaran yang aktif dan menyenangkan untuk siswa sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk pembelajan fisika adalah permainan puzzle berbasis PAKEM. Menurut Adenan (1989:9) dinyatakan bahwa puzzle dan games adalah materi untuk memotivasi diri secara nyata dan merupakan daya penarik yang kuat. Tarigan (1986:234) menyatakan bahwa pada umumnya para siswa menyukai permainan dan mereka dapat memahami dan melatih cara penggunaan kata-kata, crosswords puzzle, anagram dan

polindron. Sedangkan PAKEM adalah (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) yaitu pendekatan pembelajaran yang bertujuan untuk menciptakan suatu lingkungan belajar yang lebih melengkapi peserta didik dengan keterampilan-keterampilan, pengetahuan dan sikap bagi

kehidupannya kelak (Depdiknas, 2009:17). Pembelajaran berbasis PAKEM (pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) merupakan satu pembaharuan dalam dunia pendidikan. Pembelajaran besbasis PAKEM dapat menciptakan suaana belajar yang menyenangkan dan dapat membangun kerjasama antar individu dalam kelompoknya diharapkan dengan metode ini dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran fisika , sehingga berdampak positif pada prestasi belajar siswa. Berkenaan dengan hal di atas, maka peneliti bermaksud untuk mengadakan penelitian dengan mengambil judul : Pengaruh Penerapan Permainan Puzzle Berbasis PAKEM Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Sumbawa Tahun Pelajaran 2011/2012.

B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat diidentifikasi beberapa masalah : 1. Prestasi belajar fisika masih tergolong rendah, hal ini terlihat dari

tidak tercapainya kriteria ketuntasan belajar minimum.

2.

Guru

masih

menggunakan

metode

pembelajaran

yang

konvensional. 3. Partisipasi siswa secara aktif dalam proses pembelajaran masih

sangat rendah. C. Keterbatasan Masalah Untuk menghindari meluasnya penelitian ini, maka peneliti

memberikan lingkup pnelitian sebagai berikut: 1. Tempat penelitian terbatas pada SMP Negeri 3 Sumbawa Tahun Pelajaran 2011/2012;
2. Subyek penelitian terbatas pada siswa kelas VIIA dan VIIB SMP Negeri 3

Sumbawa Tahun Pelajaran 2011/2012;


3. Waktu pelaksanaan terbatas pada semester I Tahun Pelajaran 2011/2012; 4. Obyek penelitian terbatas pada Penerapan permainan puzzle berbasis

PAKEM dalam pembelajaran Fisika pada materi Suhu dan Pengukuran; D. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Apakah ada pengaruh Penerapan Permainan Puzzle dalam Pembelajaran Fisika Berbasis PAKEM Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Sumbawa Tahun Pelajaran 2011/2012. E. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui : pengaruh Penerapan Permainan Puzzle dalam Pembelajaran Fisika Berbasis

PAKEM untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Sumbawa Tahun Pelajaran 2011/2012. F. Manfaat Penelitian
1. Secara Teoretis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendorong dilakukannya penelitian lebih lanjut mengenai hal-hal yang belum terungkap dalam penelitian ini. 2. Secara Praktis a. Bagi siswa : Pembelajaran Fisika terasa lebih menarik, bermakna dan tidak membosankan sehingga siswa lebih Aktif, Kreatif, Efektif dan merasa senang. Pada akhirnya siswa lebih kritis dan prestasinya meningkat. b. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberi konstribusi positif bagi guru dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya pada mata pelajaran Fisika. c. Hasil penelitian ini dapat menjadi informasi tambahan bagi sekolah mengenai strategi mengajar untuk meningkatkan kualitas

pembelajaran.

G. Hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap suatu masalah yang masih perlu dikaji kebenarannya (Moh. Pabundu Tika, 2005:121). Sedangkan Suharsimi Arikunto (2010:110) mengatakan bahwa hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan

penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Pendapat lain menyatakan bahwa hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin atau paling tinggi tingkat kebenarannya (Margono, 2000:67). Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoretis dianggap paling tinggi tingkat kebenarannya dan masih perlu diuji kebenarannya. Hipotesis dalam penelitian ini adalah: Bahwa ada pengaruh Penerapan Permainan Puzzle Berbasis PAKEM terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Sumbawa Tahun Pelajaran 2011/2012. H. Pendekatan Pendekatan penelitian adalah metode atau cara mengadakan penelitian. Pendekatan penelitian dapat dibedakan menjadi dua yaitu pendekatan empiris dan pendekatan eksperimen. Pendekatan empiris adalah suatu pendekatan dimana gejala yang diselidiki telah ada secara wajar, sedangkan pendekatan eksperimen adalah suatu cara pendekatan di mana gejala-gejala yang akan diteliti belum ada secara wajar, sehingga harus ditimbulkan gejala-gejala tersebut dengan sengaja (I.B. Netra, 1974:551). Berdasarkan penjelasan di atas, maka dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan eksperimen. Hal ini disebabkan karena gejala yang diteliti dengan sengaja diadakan.