Anda di halaman 1dari 10

Asma serangan berat

Dr. Nurjannah, spa

Definisi Operasional
mengi berulang dan/atau batuk persisten dengan karakteristik sebagai berikut: timbul secara episodik, cenderung pada malam/dini hari (nokturnal), musiman, setelah aktivitas fisik, dan bersifat reversibel baik secara spontan maupun dengan pengobatan, serta adanya riwayat asma atau atopi lain pada pasien/keluarganya.

Definisi lengkap
Asma didefinisikan sebagai penyakit inflamasi kronik saluran napas dengan banyak sel yang berperan, khususnya sel mast, eosinofil, dan limfosit T. Pada orang yang rentan inflamasi ini menyebabkan episode mengi berulang, sesak napas, rasa dada tertekan, dan batuk, khususnya pada malam atau dini hari. Gejala ini biasanya berhubungan dengan penyempitan jalan napas yang menyeluruh namun bervariasi, yang paling tidak sebagian bersifat reversibel baik secara spontan maupun dengan pengobatan. Inflamasi ini juga berhubungan dengan hiperreaktivitas jalan napas terhadap berbagai rangsangan.

Keluhan utama
Ketika datang : Klasik yaitu : wheezing, sesak, batuk Non klasik : batuk, berulang, dan/atau kronik BKB dapat merupakan manifestasi awal dari perjalanan asma anak.

Factor affecting cough in asthma


Uncontrolled asthma Irritant triggers
Acutely (developing exacerbation) Chronic undertreatment Smoking Occupational exposure Pollution Rhinosinusitis (Particularly postnasal drip) GER Extrathoracic airway hyperresponsiveness

Associated conditions

Iatrogenic factors
Psychological factors

MDIs (Inhaled steroid > b2-agonist) Non steroid antiinflammatory drugs ACE inhibitors

Algoritma diagnosis asma anak


BKB dan/atau mengi Pemeriksaan fisis Uji tuberkulin

Patut diduga asma: Episodik nokturnal / morning dip Musiman pasca aktivitas fisik riwayat atopi pasien/keluarga

Tidak jelas asma: timbul masa neonatus gagal tumbuh infeksi kronik muntah / tersedak kelainan fokal paru keln. sistem kardiovaskuler
Pertimbangkan pemeriksaan: foto R toraks & sinus uji faal paru respons terhadap bronkodilator dan steroid uji provokasi bronkus

Bila tidak ada fasilitas berikan bronkodilator dan lihat reaksinya

Bila ada fasilitas

1. reversibilitas (> 20%) 2. variabilitas (> 20%) 3. hiperreaktivitas (FEV1 > 20%)

Bila responsif

Tidak responsif

Bila tidak ada fasilitas berikan bronkodilator dan lihat reaksinya

Bila ada fasilitas


1. reversibilitas (> 20%) 2. variabilitas (> 20%) 3. hiperreaktivitas (FEV1 > 20%

Bila responsif I

Tidak responsif

.. pemeriksaan (lanjutan): respons terhadap bronkodilator dan steroid uji keringat uji imunologis pemeriksaan motilitas silia pemeriksaan refluks GE

Asma
II

tidak mendukung diagnosis lain

mendukung diagnosis lain

tentukan derajat & pencetusnya bila asma sedang/berat: foto R sinus paranasalis & Thorak

Asma dgn penyakit lain

III

bukan asma

Pengobatan kombinasi

berikan obat anti asma: tidak berhasil nilai ulang D/, ketaatan & ketepatan terapi

diagnosis & pengobatan penyakit lain

Klasifikasi derajat penyakit asma


Parameter klinis, kebutuhan obat, dan faal paru Frekuensi serangan
Asma episodik jarang 75% Asma episodik sering 20% Asma persisten 5%

3-4 x /tahun
sebentar atau beberapa hari biasanya ringan Tanpa gejala
Tidak terganggu

1x / bulan
beberapa hari s/d 1 minggu biasanya sedang Sering ada gejala
Sering terganggu

Sering, > 1 x /bulan


hampir sepanjang tahun Atau tidak ada remisi

Lama serangan
Intensitas serangan Diantara serangan
Tidur dan aktivitas

biasanya berat
Gejala siang dan malam

Sangat terganggu

Pemeriksaan fisis di luar serangan


Obat pengendali Anti inflamasi Uji Faal paru (di luar serangan) Variabilitas faal paru (bila ada serangan)

Normal (tidak Mungkin terganggu Tidak pernah normal Ditemukan kelainan) (ditemukan kelainan)

Tidak perlu
PEF/FEV1 >80%

Perlu, non steroid Perlu, steroid Inhalasi Atau steroid inhalasi dosis > 400 mg/1hari dosis 100-200 mg

PEF/FEV1 60-80%

PEF/FEV1 < 60% Variabilitas 20-30%

> 20%

> 30%

> 50%