Anda di halaman 1dari 9

Lap. Akhir Pemantauan Uji Komp.

Awal

2012

BAB I PENDAHULUAN A. Rasional Mulai tahun 2012 penyempurnaan proses sertifikasi guru dilakukan dengan menempatkan uji kompetensi awal sebagai persyaratan mengikuti PLPG. Uji kompetensi awal dilakukan sebelum guru mengikuti PLPG, tidak dimaksudkan sebagai pre-test untuk PLPG, melainkan sebagai pre-filtering untuk menentukan standar minimal kompetensi peserta sertifikasi. Materi uji kompetensi awal meliputi kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional. Uji kompetensi awal tersebut berupa uji tulis berbentuk pilihan ganda yang mengukur standar minimal kompetensi guru yang layak sebagai peserta PLPG. Keberadaan uji kompetensi awal tidak menghilangkan pelaksanaan uji kompetensi pada akhir PLPG yang selama ini sudah dibakukan. Pelaksanaan sertifikasi guru 2912 diperketat seiring keluarnya kebijakan pemerintah memberlakukan uji kompetensi sebagai salah satu syarat proses sertifikasi. Diberlakukannya uji kompetensi, agar kualitas para guru yang luluis seleksi nantinya lebih terjamin. Selama ini guru untuk mendapatkan sertifikasi tidak melalui ujian kompetensi, yang berhak mengikuti bisa mendaftar dan langsung ikut ujian. Dalam menyukseskan serangkaian kegiatan uji kompetensi awal, sejak penyerahan master soal uji kompetensi awal kepada Kepala LPMP provinsi NTT kabupaten/kota, pengamanan, penyimpanan, dan di Jakarta, penggandaan Soal, distribusi kepada sekretariat penyortiran lembar soal, pengepakan berdasarkan ruang Uji Kompetensi Awal di kabupaten/kota, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan provinsi Nusa Tenggara Timur

dengan merujuk pada POS Uji Kompetensi Awal tahun 2012, melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan uji kompetensi awal di 21 kabupaten/kota se Nusa Tenggara Timur. Pada akhirnya tanggal 25 Pebruari 2012 yang lalu, Uji Kompetensi Awal dilakukan serentak di seluruh kabupaten/kota mengikuti jadwal yang ditetapkan secara nasional dengan melibatkan sekretariat dari 21 kabupaten/kota, LPTK dari Undana sebagai Pemantau Uji Kompetensi Awal di 21 kabupaten/kota. Sebagai akhir dari serangkaian kegiatan tersebut maka LPMP Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai penanggungjawab tingkat provinsi menyusun laporan sebagai pertanggungjawaban akhir atas pelaksanaan kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Uji Kompetensi Awal tahun 2012.

Wrq LPMP NTT

Lap. Akhir Pemantauan Uji Komp. Awal

2012

B. Dasar Dasar hukum dari pelaksanaan kegiatan Koordinasi Laporan Uji Kompetensi Awal tahun 2012 adalah : Surat Keputusan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) provinsi

NusaTenggara Timur 193b/J35/KEP/2012 tanggal 20 Pebruari 2012, tentang pengangkatan Penanggungjawab dan Petugas Pemantauan Uji Kompetensi Awal tahun 2012.

C. Sasaran Sasaran kegiatan pemantauan dan evaluasi uji kompetensi awal adalah : Seluruh peserta sertifikasi guru tahun 2012 yang berjumlah : 2.742 orang.

D. Tujuan Penyusunan Tujuan penyusunan Laporan pemantauan dan evaluasi Uji Kompetensi Awal bagi guru peserta sertifikasi guru dalam jabatan tahun 2012 adalah : 1) 2) Menyajikan data dan informasi tentang pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Uji Kompetensi Awal di provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2012; Menyampaikan Rekomendasi sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Uji Kompetensi Awal di 21 kabupaten/kota pada tahun-tahun yang akan datang; E. Hasil Yang Diharapkan Hasil yang diharapkan dari dari kegiatan pemantauan ini adalah pengendalian mutu, proses uji kompetensi awal tahun 2012 oleh LPTK undana.

Wrq LPMP NTT

Lap. Akhir Pemantauan Uji Komp. Awal

2012

BAB II PEMANTAUAN DAN EVALUASI UJI KOMPETENSI AWAL A. Persiapan 1) Persiapan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi uji kompetensi awal berupa instrumen pemantauan yang dibuat oleh LPMP Provinsi Nusa Tenggara Timur. Persiapan lokasi uji kompetensi awal di 21 kabupaten/kota dilaksanakan oleh panitia pelaksana kabupaten/kota dibawah koordinator lokasi, yaitu kepala sekolah yang sekolahnya dipakai untuk pelaksanaan uji kompetensi awal dan kepala Dinas PPO kab/kota. Hal-hal yang disiapkan berupa ruang sekretariat dengan perabot ruangan, ruang ujian sesuai daya tampung masing-masing 20 peserta, kecuali ruang terakhir yang dilengkapi dengan denah ruang dan album peserta. Ruang ujian kondusif, memil;iki ventilasi dan cahaya yang baik. 2) Semua petugas termasuk panitia provinsi sudah berada di lokasi kabupaten pada tanggal 24 Pebruari 2012. 3) Perangkat uji kompetensi awal sudah berada di kabupaten/kota pada tanggal 24 Pebruari 2012. 4) Penjagaan keamanan dipercayakan pada petugas keamanan/satpam sekolah tempat pelaksanaan ujian. 5) Para peserta uji kompetensi awal berada di ibu kota kabupaten sehari sebelum pelaksanaan ujian. 6) Lima belas menit sebelum uji kompetensi awal dimulai, peserta ujian memasuki ruang ujian.

B. Pelaksanaan (waktu dan Tempat) Ujian dilaksanakan serempak di 21 Kabupaten/Kota se Nusa Tenggara Timur pada tanggal 25 Februari 2012 dimulai dari pkl. 09.00 sampai dengan pkl. 11.oo WITA. 1) Tiga puluh menit sebelum ujian dimulai, para pengawas yang berasal dari pengawas sekolah, pegawai Dinas PPO kabupaten, dan guru senior atau guru yang sudah disertifikasi sudah hadir di ruang sekretariat uji kompetensi awal; 2) Penyerahan Naskah Ujian dari Koordinator kabupaten/kota ke Koordinator Lokasi disertai dengan berita acara penyerahan Soal dan LJK; 3) Koordinator Lokasi menyerahkan perangkat Soal ke Pengawas Ruang, disertai berita acara penyerahan. Amplop Soal, LJK masih tersegel dengan rapi.
Wrq LPMP NTT

Lap. Akhir Pemantauan Uji Komp. Awal

2012

4) Lima belas menit sebelum ujian kompetensi awal dimulai, para peserta dipersilahkan memasuki ruang ujian; 5) Amplop LJK yang masih tersegel dibuka oleh pengawas ruang dan disaksikan oleh peserta dan dibagikan kepada peserta sesuai mekanisme dalam POS uji kompetensi awal; 6) Peserta Ujian kompetensi mulai mengerjakan soal tepat jam 09.00 WITA dan berakhir jam 11.00; 7) Peserta mengerjakan soal dengan tenang, tertib, dan berlangsung aman di bawah pengawasan Pengawas ruang yang tetap berada dalam ruang ujian selama ujian berlangsung; 8) Tepat jam 11.00 WITA, peserta ujian berhenti dan selesai mengerjakan soal, Pengawas Ruang mengumpulkan naskah ujian, LJK hasil ujian dan memasukkan LJK hasil ujian ke dalam amplop ; 9) Setelah mengecek kelengkapan LJK sesuai jumlah peserta, kelengkapan data peserta dalam LJK dan jumlah naskah soal bersama-sama Pengawas Ruang dan Koordinator Lokasi, Amplop LJK hasil ujian dilem dan disegel disaksikan oleh Koordinator Kabupaten, koordinator provinsi dan pemantau; 10) Pengawas ruang menyerahkan hasil ujian ke Koordinator Lokasi disertai Berita Acara penyerahan LJK dan Naskah Soal ujian. 11) Koordinator Lokasi menyerahkan hasil ujian dalam keadaan sudah tersegel ke Koordinator Kabupaten/kota disertai Berita Acara penyerahan LJK hasil ujian dan Naskah soal. C. Hasil yang dicapai 1) Lembar soal uji kompetensi awal dan LJK cadangan dimusnahkan/dibakar, disaksikan oleh Koordinator Lokasi, Koordinator Kab/kota, petugas pemantau, pejabat Dinas PPO kabupaten/kota, petugas LPMP, dan pengawas ruangan. 2) Lembar Jawab Komputer (LJK) diserahkan oleh Koordinator lokasi ke Koordinator Kabupaten/kota disertai berita acara penyerahan, dan dibawa ke provinsi oleh petugas LPMP. D. Kendala Secara umum, proses pemantauan Uji Kompetensi Awal sejak persiapan sampai penyelesaian di kabupaten/kota berjalan dengan baik. Walaupun demikian sebagai bahan evaluasi program ke depan maka ada hal-hal yang perlu disikapi dan menjadi acuan pada pelaksanaan Uji Kompetensi Awal mendatang dapat diperincikan sebagai berikut :

Wrq LPMP NTT

Lap. Akhir Pemantauan Uji Komp. Awal

2012

Waktu yang tersedia terlalu kurang sehingga ada peserta yang belum sempat membulatkan bulatan pada LJK; Peserta yang berusia di atas 50 tahun mengalami kesulitan karena faktor penglihatan yang terganggu; Ada soal yang option jawaban tidak ada, ada juga jawaban yang tidak ada soal; Target keseluruhan peserta untuk provinsi Nusa Tenggara Timur yang harus mengikuti Uji Kompetensi Awal sebanyak : 2.742 orang. Pada tanggal 25 Pebruari 2012 peserta yang mengikuti Uji Kompetensi Awal sebanyak : 2696 orang. Ada 46 peserta yang tidak ikut dengan berbagai alasan seperti : meninggal dunia, sakit, mengundurkan diri, kendala transportasi, dan hari keagamaan ( Adven).

E.

Solusi Untuk 46 peserta yang tidak ikut pada tanggal 25 Pebruari 2012 dibuka kesempatan untuk diikutkan pada Uji Kompetensi Awal susulan tanggal 29 Pebruari 2012 di LPMP provinsi Nusa Tenggara Timur.

Wrq LPMP NTT

Lap. Akhir Pemantauan Uji Komp. Awal

2012

BAB III SIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Simpulan Kegiatan pemantauan uji kompetensi awal sertifikasi guru tahun 2012 dari tahap persiapan, pelaksanaan sampai penyelesaian di 21 kabupaten/kota se Nusa Tenggara Timur berjalan tertib, lancar, dan aman sesuai dengan Prosedur Operasional standar (POS) Uji Kompetensi Awal tahun 2012.

B. Rekomendasi Hal-hal yang direkomendasikan untuk perbaikan Pemantauan Uji kompetensi Awal ke depan adalah : 1. Diharapkan sosialisasi yang berhubungan dengan teknis kegiatan dilakukan lebih awal, minimal 2 minggu sebelum kegiatan dilaksanakan; 2. Deskripsi tugas bagi pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan uji kompetensi awal (tim dinas kab/kota, LPMP, dan LPTK) dirumuskan secara jelas, untuk memperlancar tugas di lapangan; 3. Untuk tahun berikut, pengawas ruangan tidak cukup 1 orang, sebaiknya 2 orang untuk melayani 20 peserta tiap ruang. Kupang, 27 Maret 2012 Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur,

Minhajul Ngabidin, S.Pd., M.Si NIP. 19690510 199201 1 002

Wrq LPMP NTT

Lap. Akhir Pemantauan Uji Komp. Awal

2012

Wrq LPMP NTT

Lap. Akhir Pemantauan Uji Komp. Awal

2012

KATA PENGANTAR Sertifikasi guru merupakan salah satu pengejawantahan dari Undang-undang Nomor 14 tahun 2005. Tahun 2012 merupakan tahun keenam pelaksanaan sertifikasi guru yang telah dilaksanakan sejak tahun 2007. Perbaikan penyelenggaraan setifikasi guru terus dilakukan dari tahun ke tahun untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Penyelenggaraan sertifikasi guru tahun 2012 mengakomodasi beberapa perubahan, baik substansi akademik maupun proses penetapan peserta. Pada substansi akademik perubahan dilakukan dengan dilaksanakannya uji kompetensi awal sebelum melakukan PLPG. Pelaksanaan uji kompetensi awal sebelum mengikuti PLPG merupakan salah satu bentuk upaya penjaminan penjaminan mutu proses pelaksanaan sertifikasi guru. Uji kompetensi awal ini berfungsi sebagai alat pemetaan kompetensi guru peserta PLPG 2012. Uji kompetensi awal i provinsi Nusa Tenggara Timur dilaksanakan pada tanggal 25 Pebruari 2012 yang melibatkan berbagai instansi antara lain BPSDMP dan PMP, LPMP provinsi Nusa tenggara Timur, LPTK Undana, dan 21 Dinas Kabupaten/kota se Nusa Tenggara Timur. Dari Pelaksanaan uji kompetensi awal tersebut, dibuatlah laporan pemantauan di 21

kabupaten/kota se Nusa Tenggara Timur yang dilaksanakan oleh LPTK Undana.

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur,

Minhajul Ngabidin, S.Pd., M.Si NIP. 19690510 199201 1 002

Wrq LPMP NTT

Lap. Akhir Pemantauan Uji Komp. Awal

2012

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................................. A. Rasional................................................................................................................................... B. Dasar....................................................................................................................................... C. Sasaran ................................................................................................................................... D. Tujuan Penyusunan ........................................................................................................... E. Hasil Yang Diharapkan ................................................................................................... BAB II. UJI KOMPETENSI AWAL ................................................................................................. A. Persiapan (Waktu dan Tempat)..................................................................................... B. Pelaksanaan ......................................................................................................................... C. Hasil yang dicapai ........................................................................................................... D. Kendala .................................................................................................................................. E. Solusi ........................................................................................................................................ BAB III. SIMPULAN DAN REKOMENDASI ............................................................................ A. Simpulan ............................................................................................................................... B. Rekomendasi ........................................................................................................................ Lampiran

1 1 2 2 2 4 3 3 3 4 4 5 6 6 6

Wrq LPMP NTT