Translokasi Pada Tumbuhan Translokasi Translokasi adalah perpindahan bahan terlarut yang dapat terjadi di seluruh bagian tumbuhan

. Translokasi ini membahas yang terjadi pada Floem. Maka translokasi ini adalah pengangkutan hasil fotosintesis keseluruh bagian tumbuhan melalui floem& merupakan transportasi simplas karena floem merupakan sel hidup.

Translokasi meliputi gerakan berbagai materi dalam sistem tumbuhan termasuk gas-gas, air, mineral,karbohidrat terlarut dan hormon. Seperti halnya pembuluh tapis atau floem yang merupakan jaringan pengangkut pada tumbuhanberpem buluh (Tracheophyta) yang berfungsi dalam transportasi hasil fotosintesis, terutama gula sukrosa,dan berbagai metabolit lainn ya dari daun menuju bagianbagian tumbuhan lainnya, seperti batang, akar,bunga, buah, biji, dan umbi. Proses transpor ini disebut s ebagai translokasi. Contoh proses pengangkutan bahan makanan dalam tumbuhan (translokasi) melalui pengangkutan hasil fotosintesis :

Struktur floem : a.Unsur tapis (sieve elements) b.Sel penyerta / transfer c.Sel-sel antara ( intermediary cells)

a). Unsur tapis (sieve elements) - Bergabung bersama membentuk tabung (pembuluh tapis) - Banyak terdapat plasmodesmata antara unsur tapis dan sel penyerta - Tabung tapis yang pecah / retak akan di tambal oleh protein dan kalosa. b). Sel penyerta / transfer Melakukan dasar fungsi sel bagi anggota tabung tapis, seperti sintesis protein, banyak mitokondriauntu k sintesis ATP.

Plasmodesmata hanya terdapat pada sisi yang melekat dengan unsur tapis saja (tidak/jarang terdapatpl asmodesmata pada sisi yang berlawanan). c). Sel-sel antara ( intermediary cells ) - Beberapa tanaman memiliki selsel antara dengan banyak plasmodesmata yang berhubungan dengan selsel parenkim selain dengan unsur tapis.

Arah translokasi dan translokasi fotosintat : Senyawa karbon hasil fotosintesis di daun di distribusikan keseluruh bagian tanaman melalui jaringanpe mbuluh khusus yang disebut floem. Proses ini disebut translokasi fotosintat. Jika pergerakan air dan hara via pembuluh xilem dipicu oleh tekanan negatif (tegangan) sepanjanglintasa n, translokasi via floem dipicu oleh tekanan hidrostatik positif. Senyawa organik sepertigula, asam amino , beberapa hormon dan bahkan mRNA di transport dalam floem melalui tabungtapis. Senyawa utama ya ng di translokasikan dalam floem adalah sukrosa.

Perbedaan transport via floem & transport via xilem: Floem : } Berlangsung melalui sel-sel hidup } Untuk transport senyawa organik } Pergerakan dua arah } Lambat/laju aliran maksimum 1 m/jam Xilem : } Berlangsung melalui sel-sel mati } Untuk transport air dan hara (anorganik) } Pergerakannya searah } Cepat/laju aliran maksimum 15 m/jam.

Faktor-faktor yang mempengaruhi translokasi : 1.Adanya plasmodesmata memungkinkan pengangkutan hasil fotosintesis sec ara difusi dari satu selke sel lain.Translokasi fotosintat : Transport air dan hara terutama berlangsung via xilem. Aplikasi 14CO2 atau 14Csukrosa. 1930 Translokasi terjadi karena adanya perbedaan tekanan osmosis yang terjadi didalam pembuluh floem antarorgan yaitu daun. sedangkan transportfotosintat ter jadi dalam pembuluh floem. Cahaya 3. kemudian visualisasi radioaktif menunjukkan bahwa fotosintatbergerak melalui pembuluh floe m. Mekanisme pengangkutan hasil fotosintesis (translokasi) pada floem antara lain sebagai berikut : §Teori aliran sitoplasma Translokasi dapat terjadi karena adanya aliran sitoplasma di dalam selsel melalui plasmodesmata. dari akar ke daun (tajuk). Gradien konsentrasi 4. Hormon . sedangkan jaringan di baw ah sayatan akan mati.Temperatur 2. sehingga larutan (hasil fotosintesis) akan mengalir dari daun menuju ke akar. batang dan akar. buktinya yaitu : 1. Peningkatan kadar gula di dalam floem daun akan meningkatkantekanan osmosis daun. namun gula akanterakumulasi di atas sayatan dan jaringan membengkak. Pergerakan kulit batang tidak berpengaruh langsung terhadap transport air. § Teori aliran massa (tekanan ) oleh Erns Munch. 2.

Kemudian. serta mio-inositol. Konsepnya yaitu model aliran – tekanan. bahan terlarut yang telah terangkut segera ditambahkan kembali dari hasil fotosintesis (phloem loading). yang setara dengan 20% sampai 30% larutan sukrosa (Sukrosa merupakan bahan terlarut yang dominan pada larutan . Osmometer pertama dialokasikan dengan daun (sebagai sumber). Dengan demikian velositas sesungguhnya adalah lebih cepat. Osmometer pertama berisi larutan yang lebih pekat daripada larutan sekitar. galaktitol. stakiosa.film tersebut dikembangkan dan ditemui letak radioaktivitasnya pada tanaman tersebut.5 g. Dimanfaatkan untuk pertumbuhan atau ditimbun di organ penampung. Osmometer yang dilakukan di laboratorium direndam dalam larutan. yakni dinding sel dan pembuluh xylem. belerang. kalsium. osmometer kedua berisi larutan kurang pekat dari osmometer pertama dan harus lebih pekat dari medium sekelilingnya. Gula lain seperti gula rafinosa : glukosa. Model E. Mula – mula menggunakan zat warna : fluoresein bergerak dengan mudah dalam sel floem dan masih digunakan sebagai perunut yang efektif.cm-3. Virus dan herbisida juga pernah digunakan. misal buah. namun hingga saat ini nuklida radioaktif yang paling penting.Nilai ini jika dibagi dengan laju transfer massa akan diperoleh velositas sebesar 110 mm. Metode lainnya adalah autoradiografi. Potensi osmotik larutan floem yang umum terukur adalah antara -2 Mpa sampai -3 Mpa. dan fruktosa juga ada pada gula alcohol: manitol. sedangkan osmometer kedua dialokasikan dengan organ-organ penerima (sebagai limbung. bahan yang diangkut dalam pembuluh floem tidak dalam bentuk kering. Perbedaan antara model osmometer dengan pengangkutan floem yang sesungguhnya terletak pada sumber dan lingbungnya. hydrogen dalam kajian ini. dan akar). Larutan perendam pada osmometer setara dengan bagian apoplas tanaman. Translokasi ini membahas yang terjadi pada Floem. rafinosa. Diantara gula ini. Sebenarnya gula yang menjadi linarut terbesar yang ditranslokasikan dalam cairan floem. Tumbuhan diletakkan bersinggungan dengan sehelai film sinar – X selama beberapa hari hingga bulan.Translokasi adalah perpindahan bahan terlarut yang dapat terjadi di seluruh bagian tumbuhan. Dikemukakan oleh Alden S. rubidium. dan bahan terlarut yang telah sampai ke limbung akan dikeluarkan dari pembuluh floem (phloem unloading). misalnya dalam bentuk pati atau lemak. Penggunakan fosfor. Munch di Jerman pada tahun 1926 adalah model pengangkutan floem yang dianut sampai sekarang. tetapi terlarut didalam air. jaringan meristem. Tentu saja. kalium. sorbitol.Lorenz (dari University of California di Davis) berasumsi bahwa bahan kering yang diangkut melalui floem mempunyai gravitas spesifik (atau kepadatan) sebesar 1.jam-1. Mekanisme dan Pola Translokasi Sejak lama para ahli fisiologi tumbuhan bermaksud mengukur langsung translokasi dalam system pengangkutan dengan cara mengikuti pergerakan bahan bertanda. Menggunakan dua osmometer. sukrosa yang paling banyak jumlahnya. Crafts dan O. Material Translokasi Fungsi floem adalah sebagai jaringan translokasi bahan organik yang terutama berisi karbohidrat. Laju perpindahan masa merupakan jumlah bahan yang melintasi suatu irisan melintang tabung taapis per satuan waktu. Kemudian diukur luas penampang melintang dari pembuluh floem. Berdasarkan data tersebut dapat dihitung laju transfer massa (mass transfer rate). klorin. Perunut radioaktif bisa dilacak perjalannya dengan pelacak radiasi yang disentuhkan pada batang atau bagian lain dari tumbuhan. Tingkat Pergerakan Diestimasi dengan cara menghitung penambahan berat organ tersebut selama kurun waktu tertentu untuk mengetahui laju pengangkutan melalui pembuluh floem ke suatu organ. Crafts dan Lorenz (1994) mendapatkan persentase nitrogen (dalam bentuk protein) sebesar 45%. stronsium. Pada daun.

Pada 2 atau lebih posisi pada batang ditempatkan pendeteksi radiasi dengan jarak yang telah ditetapkan. Dengan teknik yang lebih maju. Sifat selektif ini berkaitan dengan peranan senyawa pembawa pada membran. yang kemudian menjadi faktor pendorong dari aliran larutan floem. Menyebabkan potensi osmotic sitoplasma sel ini menjadi turun (lebih negatif) dan ini akan merangsang air untuk masuksecara osmosis kedalam sel ini dari sel-sel mesofil disekitarnya. maka potensi air sel – sel limbung tersebut turun. Salisbury.0 MPa).0 MPa sampai -3. Isotop ini akan terkandung dalam fotosintat yang akan diangkut melalui pembuluh floem. Hal ini akan lebih memacu laju pengangkutan dari sumber ke limbung karena perbedaan tekanan internal yang lebih besar antara kedua ujung pembuluh floem tersebut. maka volaritas pengangkutan pada pembuluh floem adalah antara 363 sampai 550 mm. rafinosa. Benyamin. Demikian juga dengan asam amino dan mineral. Karena bahan terlarut (sukrosa) pada pembuluh floem lebih tinggi dibanding pada sel-sel mesofil. serta mio-inositol. Fisiologi Tumbuhan Jilid 1. Fruktosa jarang diangkut kedalam pembuluh floem. Proses pengisian floem ini bersifat selektif. pengukuran velositas dapat dilakukan dengan isotop11C dalam bentuk CO2 yang diberikan pada daun. terlihat bahwa potensi osmotik sel-sel mesofil (sekitar -0. Limbung yang dapat memanfaatkan hasil terlarut (sukrosa) dari pembuluh floem dan akan berpeluang besar untuk memperoleh lebih banyak lagi bahan terlarut dari organ sumber. Kompetisi antara organ atau jaringan limbung ditentukan oleh laju pengeluaran bahan dari pembuluh floem (phloem unloading). berarti pengangkutan senyawa-senyawa yang terlarut didalamnya. 1995. ITB. Mengakibatkan air akan bergerak keluar dari pembuluh floem dan tekanan internal pembuluh floem pada organ atau jaringan limbung akan turun. Sebagai akibatnya tekanan internal pada sel peneman akan meningkat dan mengakibatkan sukrosa bergerak masuk ke pembuluh floem secara simplastik melalui plasmodesmata. galaktitol.jam-1.8 MPa) lebih tinggi dibanding pada pembuluh floem (antara -2. Masuknya larutan yang mengandung sukrosa ke pembuluh floem dari sel-sel peneman ini yang mengakibatkan tekanan internal pada pembuluh floem pada daun lebih tinggi. Dasar – Dasar Fisiologi Tumbuhan. sorbitol. dan stakiosa juga ada pada gula alcohol: manitol. Sumber : Lakitan. Jenis material yang di translokasi seperti gula rafinosa : glukosa.sifat selektif ini memperkuat argumentasi bahwa senyawa – senyawa yang akan dimuat kedalam pembuluh floem diserap dari apoplas oleh sel – sel peneman floem. PT RajaGrafindo Persada. Hal ini disebabkan sukrosa diserap sel – sel organ limbung dari pembuluh floem.1993.8 MPa sampai -1. Berdasarkan pengukuran pada berbagai spesies. Berdasarkan nilai ini. yang menyangkut pada senyawa – senyawa tertentu. Bandung . Frank B. Phloem Loading dan Unloading Proses peningkatan konsentrasi gula pada sel-sel floem yang berada dekat dengan sel-sel fotosintetik pada daun disebut proses pengisian floem (phloem loading). Jakarta.floem. Serapan sukrosa oleh sel peneman floem ini yang dikarenakan oleh sel peneman ini lebih besar dan lebih aktif dibandingkan sel-sel lain pada jaringan floem dan juga adanya penumbuhan ke dalam (ingrowth) yang menyebabkan luas permukaan membran sel ini menjadi 3 kali lebih luas. dan Cleon W Ross.

7 g .Deskripsi beberapa varietas padi di indonesia DESKRIPSI PADI SAWAH VARIETAS PANDANWANGI Asal Metode seleksi golongan umur tanaman Bentuk tanaman Tinggi tanamn Anakan produktif Warna kaki Warna batang Warna telinga daun Warna lidah daun Warna helai daun Muka daun Posisi daun Daun bendera Bentuk gabah Warna gabah kerontokan kerebahan tekstur nasi Bobot seribu butir : Populasi varietas lokal pandanwangi cianjur 1596 : Balitpa 1644 : berbulu : 105 : kompak :85 cm : 15-18 batang : Hijau : Hijau : tidak berwarna : tidak berwarna : hijau : kasar : tegak : Tegak : Bulat : kuning mas : tahan : kurang tahan : pulen : 29.

Handedi. Balai Penelitian Tanaman Padi Lampiran 21. MS Tim Peneliti : Aan A. M. rentan Keterangan Penelitian Pemulia : Baik ditanam di Kabupaten Cianjur : 1.Potensi hasil Rata-rata hasil Ketahanan terhadap Hama Penyakit terhadap penyakit tungro : 7.7 ton GKG/ha : Rentan terhadap hama Wereng Coklat biotipe 2 dan 3 : rentan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain 4. Mansyur Penyusul : 1. Tansyah. Machpudin dan H. Ir. Aan A. Daradjat. Dr. Mamat R. Pemerintah Kabupaten Cianjur 2. Daradjat 2. iyus R.Junaidi. Suwito. Suwito.4 ton GKG/ha : 5. Deskripsi Padi Varietas Bundo Yudo Nomor Seleksi Asal Umur Tanaman Bentuk Tanaman Tinggi Tanaman Anakan Produktif : B10384-MR-1-8-3 : IR66160/Memberamo : Padi Sawah : 110 Hari : Tegak . Tuteng DJ. Hamzah B. Dinas Pertanian Cianjur 3. UPTD BPSB TPH Provinsi Jawa Barat 4. Supandi. Mariani P.

Deskripsi Padi Varietas IR 64 Golongan Umur Tanaman : Cere : 85-115 Hari .4 ton/ha : Tahan Terhadap Wereng Coklat dan Tungro : Sesuai untuk sawah irigasi dataran rendah sampai ketinggian 50 : Adijono Pa. soewito T dan Z. Harahap :2000 Lampiran 22. B Suprihatno.Warna Kaki Warna Batang Warna Daun Telinga Warna Lidah Daun Muka Daun Posisi Daun Daun Bendera Bentuk Gabah Warna Gabah Kerontokan Kerebahan Tekstur Nasi Berat 1000 Butir Kadar Amilosa Potensi Hasil Ketahanan Hama Dan Penyakit Keterangan m dpl Pemulia Tahun : 110 cm : 15 – 22 Baytang : Hijau : Tidak Berwarna : Kasar : Tegak : Tegak : Ramping : Kuning Bersih : Sedang : Agak Tahan : Pulen : 25 Gram : 19 % : 8.

07 ton/ha : Tahan Terhadap Wereng Coklat biotipe 2 dan 3 serta Wereng Coklat : Agak Tahan Hawar daun Bakteri Strain 4 : Dapat di tanam pada penghujan Lampiran 23. Deskripsi Padi Varietas Ciherang .1 % : 5.Bentuk Tanaman Tinggi Tanaman Anakan Produktif Warna Kaki Warna Batang Warna Daun Telinga Warna Lidah Daun Warna Daun Muka Daun Posisi Daun Daun Bendera Bentuk Gabah Warna Gabah Kerontokan Kerebahan Tekstur Nasi Berat 1000 butir Gabah Kadar Amilaso Potensi Hasil Ketahanan Hama Ketahanan Terhadap Penyakit Anjuran Tanaman : Tegak : 95-100 cm : Banyak : Hijau : Hijau : Hijau Pucat : Hijau Pucat : Hijau Muda : Kasar : Tegak : Tegak : Panjang Ramping : Kuning Bersih : Tahan : Tahan : Pera : 27 Gram : 24.

Id-pn-41-3-1 : Persilanan IR 18349-53-1-3-1-3/IR 196 61131-3-1//IR 19661-131-3-1- : Cere : 115 hari : Tegak : 107-115 Cm : 14-17 Batang : Hijau : Hijau : Putih : Putih : Kasar Sebelah bawah daun : Tegak : Tegak : Panjang Ramping : Kuning Bersih : Sedang : Sedang : Pulen : 27 – 28 Gram : 23% : 5 – 7 ton/ha : Tahan Terhadap Wereng Coklat Biotipe 2 dan 3 : Tahan Terhadap Hawar Daun Bakteri Strain 3 dan 4 .NO.Pedigree Asal 3///IR 64////IR 64 Golongan Umur Tanaman Bentuk Tanaman Tinggi Tanaman Anakan Produktif Warna Kaki Warna Batang Warna Daun Telinga Warna Lidah Daun Muka Daun Posisi Daun Daun Bendera Bentuk Gabah Warna Gabah Kerontokan Kerebahan Tekstur Nasi Berat 1000 butir Gabah Kadar Amilaso Potensi Hasil Ketahanan Hama Ketahanan Terhadap Penyakit : S3383.

Pedigree Asal Golongan Umur Tanaman Bentuk Tanaman Tinggi Tanaman Anakan Produktif Warna Kaki Warna Batang Warna Daun Telinga Warna Lidah Daun Warna Daun Muka Daun Posisi Daun Daun Bendera Bentuk Gabah Warna Gabah Kerontokan Kerebahan Tekstur Nasi Berat 1000 butir Gabah : IR 68305-8-1 : IR 64+Balimau Putih : Cere : 110 Hari : Tegak : 104 cm : 20 Batang : Hijau : Hijau : Tidak Berwarna : Tidak Berwarna : Hijau : Kasar : Tegak : Tegak : Ramping : Kuning Jerami : Mudah Rontok : Toleran : Pulen : 23.Anjuran Tanaman : Cocok di tanam pada penghujan dan kemarau dilokasi dengan ketinggian tidak melebihi 550 ml dpl Pemulia : Adijono Pa.9 Gram . Harahap Lampiran 24. Suprihatno. Deskripsi padi Varietas Tukat Unda No. Soewito T dan Z. B.

N. I Ng Astika.0 ton/ha : Agak tahan terhadap Wereng Coklat Biotipe 3 : Agak Tahan terhadap hawar Daun bakteri Strain VIII. Putu Oka Darmawan. Suprapto. I Gst. Widiarta.0 – 7. Tahan Tungro : Baik ditanam didaerah endemik penyakit tungro.1//IR19661-131-3- :Cere :116-125 hari :tegak :107-115 cm : 14-17 batang : hijau : hijau : putik :: hijau . Ngr. Daratjad. I.Kadar Amilaso Potensi Hasil Ketahanan Hama Ketahanan Terhadap Penyakit Anjuran Tanaman dan NTB : 24. Abdul Rohim. K. Gede Tahun : 2000 Deskripsi varietas. Nama varietas kelompok nomor seleksi asal persilangan 1///IR64////IR64 golongan umur tanaman bentuk tanaman tinggi tanaman Anakan Produktif Warna Kaki Warna Batang Warna Daun Telinga Warna Lidah Daun Warna Daun :Ciherang :padi sawah :S3383-1d-Pn-41-3-1 :IR18349-53-1-3-1-3/IR19661-131-3. Trini S.9 % : 4. kusus daerah Bali Pemulia : Aan A.

Daradjat :2000 Deskripsi Varietas . A. Simanulang. Sumadi dan Aan A.5 ton/ha :: tahan terhadap wereng cokelat biotipe 2 dan 3 : tahan terhadap bakteri hawar daun(HDB) strain 3 dan 4 :cocok ditanam pada musim hujan dan kemarau dengan ketinggian di :::tarjat T.Warna Muka Daun Posisi Daun Daun Bendera Bentuk Gabah Warna Gabah Kerontokan Kerebahan Tekstur Nasi Kadar Amilosa Berat 1000 butir Gabah Rata-rata produksi Potensi Hasil Ketahanan Terhadap Hama Ketahanan Terhadap Penyakit Anjuran Tanam bawah 500 m dpl Pemulia Peneliti Teknisi Dilepas Tahun : kasar pada sebelah bawah : tagak : tagak : panjang ramping : kuning bersih : sedang : sedang : pulen :23% :27-28g :5-8. E.. Z..

Nama varietas Kelompok nomor seleksi asal persilangan golongan umur tanaman bentuk tanaman tinggi tanaman Anakan Produktif Warna Kaki Warna Batang Warna Daun Telinga Warna Lidah Daun Warna Daun Warna Muka Daun Posisi Daun Daun Bendera Bentuk Gabah Warna Gabah Kerontokan Kerebahan Tekstur Nasi Kadar Amilosa Berat 1000 butir Gabah : Diah Suci :padi sawah :OBS-1659/PSJ :seleksi pedigri dari radiasi benih F1 : cere :115-120 hari :tegak :110-115 cm : banyak (15-20) : hijau : hijau : tidak berwarna ::: kasar : tagak : tagak : ramping : kuning jerami : sedang : tahan : sangat pulen :19-20% :26-27 g .

Rata-rata produksi Potensi Hasil Ketahanan Terhadap Hama Ketahanan Terhadap Penyakit Anjuran Tanam Pemulia Peneliti Teknisi Dilepas Tahun :9.40 ton/ha gabah kering giling : tahan hama wereng cokelat biotipe1. 2 agak tahan biotipe 3 : tahan penyakit hawar daun strain 3 dan agak tahan strain 4 :cocok ditanam pada lahan dengan ketinggian o-650 m dpl ::::2003 Deskripsi varietas Nama varietas Kelompok nomor seleksi asal persilangan golongan umur tanaman : :padi sawah : : : cere :115-120 hari .40 ton/ha gabah kering giling :9.

40 ton/ha gabah kering giling : tahan hama wereng cokelat biotipe1.40 ton/ha gabah kering giling :9.bentuk tanaman tinggi tanaman Anakan Produktif Warna Kaki Warna Batang Warna Daun Telinga Warna Lidah Daun Warna Daun Warna Muka Daun Posisi Daun Daun Bendera Bentuk Gabah Warna Gabah Kerontokan Kerebahan Tekstur Nasi Kadar Amilosa Berat 1000 butir Gabah Rata-rata produksi Potensi Hasil Ketahanan Terhadap Hama Ketahanan Terhadap Penyakit Anjuran Tanam Pemulia Peneliti :tegak :110-115 cm : banyak (15-20) : hijau : hijau : tidak berwarna ::: kasar : tagak : tagak : ramping : kuning jerami : sedang : tahan : sangat pulen :19-20% :26-27 g :9. 2 agak tahan biotipe 3 : tahan penyakit hawar daun strain 3 dan agak tahan strain 4 :cocok ditanam pada lahan dengan ketinggian o-650 m dpl ::- .

120 hari Bentuk tanaman : Tegak Tinggi tanaman : 70 .Teknisi Dilepas Tahun ::2003 PADI SAWAH IR36 Nomor seleksi : IR2071-625-1-252 Asal persilangan : IR1561-228// 4 *IR24/O. kadang-kadang berbulu Umur tanaman : 110 .80 cm Anakan produktif : 14 . nivara///CR94-13 Golongan : Cere. ujung gabah sewarna .19 batang Warna kaki : Hijau Warna batang : Hijau muda Warna telinga daun : Tidak berwarna Warna lidah daun : Tidak berwarna Warna daun : Hijau Muka daun : Kasar Posisi daun : Tegak Daun bendera : Tegak Bentuk gabah : Agak panjang-ramping Warna gabah : Kuning bersih.

2 Tahan wereng hijau Tahan terhadap virus kerdil rumput dan hawar daun bakteri • • Cukup tahan terhadap blas Agak rentan terhadap hawar pelepah daun dan bakteri daun bergaris Pemulia : Introduksi dari IRRI Dilepas tahun : 1978Deskripsi Varietas Padi 2 Padi Sawah CISADANE Nomor seleksi : B2484B-PN-28-3-MR-1 Asal persilangan : Pelita I-1/B2388 Golongan : Cere.Kerontokan : Mudah rontok Kerebahan : Tahan Tekstur nasi : Pera Kadar amilosa : 25% Indeks Glikemik : 45 Bobot 1000 butir : 24 g Rata-rata hasil : 4.140 hari Bentuk tanaman : Tegak .8 t/ha Ketahanan terhadap Hama Penyakit : • • • Tahan wereng coklat biotipe 1. kadang-kadang berbulu Umur tanaman : 135 .5 t/ha Potensi hasil : 5.

ujung gabah sewarna Kerontokan : Sedang Kerebahan : Agak tahan Tekstur nasi : Pulen Kadar amilosa : 20% Indeks glikemik : 68 Bobot 1000 butir : 29 g Rata-rata hasil : 5.0 t/ha Ketahanan terhadap Hama Penyakit : • • • • Tahan wereng coklat biotipe 1 dan 2 Rentan terhadap wereng coklat biotipe 3 Tahan terhadap hawar daun bakteri Rentan terhadap blas dan hawar pelepah .0 t/ha Potensi hasil : 7.120 cm Anakan produktif : 15 .Tinggi tanaman : 105 .20 batang Warna kaki : Hijau Warna batang : Hijau Warna telinga daun : Tidak berwarna Warna lidah daun : Tidak berwarna Warna daun : Hijau Muka daun : Kasar Posisi daun : Tegak Daun bendera : Miring sampai mendatar Bentuk gabah : Gemuk Warna gabah : Kuning bersih.

105 cm Anakan produktif : 20 – 25 batang Warna kaki : Hijau Warna batang : Hijau Warna telinga daun : Tidak berwarna Warna lidah daun : Tidak berwarna Warna daun : Hijau tua Muka daun : Kasar Posisi daun : Tegak Daun bendera : Tegak Bentuk gabah : Ramping Warna gabah : Kuning bersih. ujung gabah sewarna Kerontokan : Sedang Kerebahan : Tahan Deskripsi Varietas Padi . Dilepas tahun : 1980 Padi Sawah 3 IR42 Nomor seleksi : IR2071-586-5-6-3-4 Asal persilangan : IR2042/CR94-13 Golongan : Cere Umur tanaman : 135-145 hari Bentuk tanaman : Tegak Tinggi tanaman : 90 . Harahap dan Adiyono P.Rentan terhadap virus kerdil hampa dan virus kerdil rumput Pemulia : Z.

virus tungro dan kerdil rumput • • Rentan terhadap hawar pelepah daun Toleran terhadap tanah masam Anjuran tanam : Baik ditanam di lahan sawah irigasi.0 t/ha Ketahanan terhadap Hama Penyakit : • • • Tahan wereng coklat biotipe 1 dan 2 Rentan wereng coklat biotipe 3 Tahan terhadap hawar daun bakteri.Tekstur nasi : Pera Kadar amilosa : 27% Indeks Glikemik : 58 Bobot 1000 butir : 23 g Rata-rata hasil : 5.0 t/ha Potensi hasil : 7. kadang-kadang berbulu Umur tanaman : 110 .120 hari Bentuk tanaman : Tegak Tinggi tanaman : 90 – 100 cm . pasang surut dan rawa Pemulia : Introduksi dari IRRI Dilepas tahun : 1980Deskripsi Varietas Padi 4 Padi Sawah CISOKAN Nomor seleksi : B4070D-PN-199-43 Asal persilangan : PB36/Pelita I-1 Golongan : Cere.

sedang Warna gabah : Kuning bersih Kerontokan : Sedang Kerebahan : Sedang Tekstur nasi : Pera Kadar amilosa : 26% Indeks Glikemik : 34 Bobot 1000 butir : 22 g Rata-rata hasil : 4.25 batang Warna kaki : Hijau Warna batang : Hijau muda Warna telinga daun : Tidak berwarna Warna lidah daun : Tidak berwarna Warna daun : Hijau Muka daun : Kasar Posisi daun : Tegak Daun bendera : Miring mendatar Bentuk gabah : Lonjong .0 t/ha Ketahanan terhadap Hama Penyakit : • Tahan wereng coklat biotipe 1.5 t/ha Potensi hasil : 6. . 2 dan rentan wereng coklat biotipe 3 • Agak tahan hawar daun bakteri Anjuran tanam : Cukup baik sebagai padi sawah di dataran rendah sampai ketinggian sampai 500 m dpl.Anakan produktif : 20 .

.35 batang Warna kaki : Hijau Warna batang : Hijau Warna telinga daun : Tidak berwarna Warna lidah daun : Tidak berwarna Warna daun : Hijau Muka daun : Kasar Posisi daun : Tegak Daun bendera : Tegak Bentuk gabah : Ramping. panjang Warna gabah : Kuning bersih Kerontokan : Tahan Kerebahan : Tahan Tekstur nasi : Pulen Deskripsi Varietas Padi . Adijono P..Pemulia : Soewito T.120 hari Bentuk tanaman : Tegak Tinggi tanaman : 115 – 126 cm Anakan produktif : 20 . dan Z. Harahap Dilepas tahun : 1985 Padi Sawah 5 IR64 Nomor seleksi : IR18348-36-3-3 Asal persilangan : IR5657/IR2061 Golongan : Cere Umur tanaman : 110 . Susanto T.W.

124 cm Anakan produktif : 18 .1 g Rata-rata hasil : 5. 2 dan agak tahan wereng coklat biotipe 3 • • Agak tahan hawar daun bakteri strain IV Tahan virus kerdil rumput Anjuran tanam : Baik ditanam di lahan sawah irigasi dataran rendah sampai sedang Pemulia : Introduksi dari IRRI Dilepas tahun : 1986Deskripsi Varietas Padi 6 Padi Sawah CILIWUNG Nomor seleksi : B4183B-PN-33-6-1-2 Asal persilangan : IR38// 2 *Pelita I-1/IR4744-128-4-1-2 Golongan : Cere Umur tanaman : 117 .0 t/ha Ketahanan terhadap Hama Penyakit : • Tahan wereng coklat biotipe 1.0 t/ha Potensi hasil : 6.125 hari Bentuk tanaman : Tegak Tinggi tanaman : 114 .Kadar amilosa : 23% Indeks Glikemik : 70 Bobot 1000 butir : 24.25 batang .

Warna kaki : Hijau Warna batang : Hijau Warna telinga daun : Tidak berwarna Warna lidah daun : Tidak berwarna Warna daun : Hijau tua Muka daun : Kasar Posisi daun : Tegak Daun bendera : Miring sampai tegak Bentuk gabah : Sedang sampai ramping Warna gabah : Kuning bersih Kerontokan : Sedang Kerebahan : Tahan Tekstur nasi : Pulen Kadar amilosa : 22% Indeks Glikemik : 86 Bobot 1000 butir : 23 g Rata-rata hasil : 4.5 t/ha Ketahanan terhadap Hama Penyakit : • Tahan wereng coklat biotipe 1.8 t/ha Potensi hasil : 6. 2 dan rentan wereng coklat biotipe 3 • strain IV Anjuran tanam : Baik ditanam di lahan irigasi berelevasi rendah sampai 550 m dpl Agak tahan terhadap hawar daun bakteri .

dan H. Maknun Dilepas tahun : 1988 ..Pemulia : I. Sahi. Taryat T.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful