Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR RLAB

NAMA/NPM FAKULTAS PROGRAM STUDI NO DAN NAMA PERCOBAAN MINGGU PERCOBAAN TANGGAL PERCOBAAN GROUP ASISTEN

: SRI RAMAYANTI/1106001454 : TEKNIK : METALURGI DAN MATERIAL : KR01 DISIPASI KALOR : II : 10 MARET 2012 : B-10 :

KR01 - Disipasi Kalor Hot Wire


Tujuan Menggunakan hotwire sebagai sensor kecepatan aliran udara.

Alat yang digunakan 1. 2. 3. 4. 5. 6. Teori Single normal probe adalah suatu tipe hotwire yang paling banyak digunakan sebagai sensor untuk memberikan informasi kecepatan aliran dalam arah axial saja. Probe seperti ini terdiri dari sebuah kawat logam pendek yang halus yang disatukan pada dua kawat baja. Masing masing ujung probe dihubungkan ke sebuah sumber tegangan. Energi listrik yang mengalir pada probe tersebut akan didispasi oleh kawat menjadi energi kalor. Besarnya energi listrik yang kawat pijar (hotwire) Fan Voltmeter dan Ampmeter Adjustable power supply Camcorder Unit PC beserta DAQ dan perangkat pengendali otomatis

terdisipasi sebanding dengan tegangan , arus listrik yang mengalir di probe tersebut dan lamanya waktu arus listrik mengalir. P = v i t .........( 1 )

Bila probe dihembuskan udara maka akan merubah nilai resistansi kawat sehingga merubah besarnya arus listrik yang mengalir. Semakin cepat udara yang mengalir maka perubahan nilai resistansi juga semakin besar dan arus listrik yang mengalir juga berubah. Jumlah perpindahan panas yang diterima probe dinyatakan oleh overheat ratio yang dirumuskan sebagai : Overheat ratio =

Rw = resistansi kawat pada temperatur pengoperasian (dihembuskan udara). Ra = resistansi kawat pada temperatur ambient (ruangan).

Hot wire probe harus dikalibrasi untuk menentukan persamaan yang menyatakan hubungan antara tegangan kawat (wire voltage , E) dengan kecepatan referensi (reference velocity , U) setelah persamaan diperoleh, kemudian informasi kecepatan dalam setiap percobaan dapat dievaluasi menggunakan persamaan tersebut. Persamaan yang didapat berbentuk persamaan linear atau persamaan polinomial.

Pada percobaan yang akan dilakukan yaitu mengukur tegangan kawat pada temperatur ambient dan mengukur tegangan kawat bila dialiri arus udara dengan kecepatan yang hasilkan oleh fan. Kecepatan aliran udara oleh fan akan divariasikan melalui daya yang diberikan ke fan yaitu 70 , 110 , 150 dan 190 dari daya maksimal 230 m/s.

Cara Kerja 1. Mengaktifkan Web cam dengan mengklik icon video pada halaman web r-Lab. 2. Memberikan aliran udara dengan kecepatan 0 m/s , dengan mengklik pilihan drop down pada icon atur kecepatan aliran. 3. Menghidupkan motor pengerak kipas dengan mengklik radio button pada icon menghidupkan power supply kipas. 4. Mengukur tegangan dan arus listrik di kawat hot wire dengan cara mengklik icon ukur. 5. Mengulangi langkah 2 hingga 4 untuk kecepatan 70 , 110 , 150 , 190 dan 230 m/s. Tugas & Evaluasi 1. Berdasarkan data yang didapat , buatlah grafik yang menggambarkan hubungan Tegangan Hotwire dengan Waktu untuk tiap kecepatan aliran udara. 2. Berdasarkan pengolahan data di atas, buatlah grafik yang menggambarkan hubungan Tegangan Hotwire dengan Kecepatan aliran angin. 3. Buatlah persamaan kecepatan angin sebagai fungsi dari tegangan hotwire. 4. Berdasarkan percobaan dan data yang didapat, apakah kita dapat menggunakan kawat Hotwire sebagai pengukur kecepatan angin? 5. Berilah analisis dari hasil percobaan ini.

DATA YANG DIPEROLEH

DATA PENGUKURAN KECEPATAN ANGIN PADA 0 m/s


Waktu 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Kec Angin 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 V-HW 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 I-HW 54.2 54.6 54.9 55.1 54.9 54.6 54.2 54.0 53.9 53.9 55.4 55.1 55.0 54.9 54.8 54.7 54.6 54.4 54.2 54.1

DATA PENGUKURAN KECEPATAN ANGIN PADA 70 m/s


Waktu 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Kec Angin 70 70 70 70 70 70 70 70 70 70 V-HW 2.063 2.064 2.064 2.065 2.063 2.065 2.064 2.065 2.064 2.064 I-HW 54.6 55.2 55.8 56.4 56.4 55.8 55.0 54.4 54.1 54.0

DATA PENGUKURAN KECEPATAN ANGIN PADA 110 m/s


Waktu 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Kec Angin 110 110 110 110 110 110 110 110 110 110 V-HW 2.047 2.048 2.047 2.047 2.048 2.048 2.049 2.049 2.048 2.049 I-HW 55.7 55.6 55.6 55.6 55.5 55.5 55.3 55.1 54.9 54.7

DATA PENGUKURAN KECEPATAN ANGIN PADA 150 m/s


Waktu 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Kec Angin 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 V-HW 2.041 2.043 2.042 2.042 2.041 2.041 2.041 2.042 2.041 2.042 I-HW 56.7 56.4 56.4 56.4 56.3 56.2 56.0 55.9 55.8 55.6

DATA PENGUKURAN KECEPATAN ANGIN PADA 190 m/s


Waktu 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Kec Angin 190 190 190 190 190 190 190 190 190 110 V-HW 2.036 2.036 2.036 2.036 2.036 2.035 2.036 2.036 2.035 2.049 I-HW 56.5 56.8 57.2 57.6 57.8 57.6 57.3 57.0 56.7 54.7

DATA PENGUKURAN KECEPATAN ANGIN PADA 230 m/s


Waktu 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Kec Angin 230 230 230 230 230 230 230 230 230 230 V-HW 2.031 2.031 2.031 2.031 2.031 2.031 2.030 2.031 2.031 2.031 I-HW 55.3 55.2 55.2 55.2 55.2 55.2 55.2 55.2 55.3 55.4

1.

Berdasarkan data yang didapat , buatlah grafik yang menggambarkan hubungan Tegangan Hotwire dengan Waktu untuk tiap kecepatan aliran udara. A. Kecepatan angin 0 m/s

hubungan t dengan V-HW dengan kecepatan angin 0 m/s


2.5 2 1.5 1 0.5 0 1 2 3 4 5 6 7 8 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 V-HW

B.

Kecepatan angin 70 m/s

hubungan t dengan V-HW dengan kecepatan angin 70 m/s


2.0655 2.065 2.0645 2.064 2.0635 2.063 2.0625 2.062 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 V-HW

C.

Kecepatan angin 110 m/s

hubungan t dengan V-HW pada kecepatan angin 110 m/s


2.0495 2.049 2.0485 2.048 2.0475 2.047 2.0465 2.046 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 V-HW

D.

Kecepatan angin 150 m/s

hubungan t dengan H-VW pada kecepatan angin 150 m/s


2.0435 2.043 2.0425 2.042 2.0415 2.041 E. 2.0405 2.04 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 V-HW

Kecepatan angin 190 m/s

F.

Kecepatan angin 230 m/s

hubungan t dengan H-VW pada kecepatan angin 230 m/s


2.0312 2.031 2.0308 2.0306 2.0304 2.0302 2.03 2.0298 2.0296 2.0294 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 V-HW

2.

Berdasarkan pengolahan data di atas, buatlah grafik yang menggambarkan hubungan Tegangan Hotwire dengan Kecepatan aliran angin. Grafik Hubungan V-HW dengan V Tabel data kecepatan aliran angin dengan rata-rata tegangan Hot Wire: Kecepatan angin 0 70 110 150 190 230 V-HW rata rata 2.112 2.0641 2.048 2.0416 2.0371 2.0416

V-HW rata-rata
2.12 2.1 2.08 2.06 2.04 2.02 2 1.98 0 70 110 150 190 230 V-HW rata-rata

Grafik data kecepatan angin, V-HW dan I-HW

3.

Persamaan kecepatan angin sebagai fungsi dari tegangan hotwire Menggunakan metode least square (kuadrat terkecil) : Dimana y = mx+b Dan v = kecepatan angin (x), V = tegangan hotwire (y) Percobaan 1 2 3 4 5 6 JUMLAH x 0 70 110 150 190 230 750 Y x2 2.112 0 2.0641 4900 2.048 12100 2.0416 22500 2.0371 36100 2.0416 52900 12.3444 128500 y2 4.460544 4.26050881 4.194304 4.16813056 4.14977641 4.16813056 25.4013943 xy 0 144.487 225.28 306.24 387.049 469.568 1532.62

Dari rumus diatas didapat bahwa m = -0.0003 b = 40.13 Jadi, persamaan kecepatan angin sebagai fungsi dari tegangan, y = -0.0003x + 40.13

4.

Berdasarkan percobaan dan data yang didapat, apakah kita dapat menggunakan kawat Hot Wire sebagai pengukur kecepatan angin?

Hot wire adalah kawat yang berukuran sangat kecil, data yang diperoleh dari percobaan menunjukkan bahwa semakin besar arah kecepatan angin, maka besar tegangannya semakin kecil tetapi arusnya semakin besar. Sesuai dengan rumus P = v i t, kecepatan angin yang dihembuskan berbanding terbalik dengan tegangan dan berbanding lurus dengan arus yang dihasilkan. Namun, berdasarkan data, diperoleh suatu persamaan y= -0.0003x + 40.13, persamaan ini tidak mutlak benar, karena jika variabel x dan y disubtitusikan dengan tegangan yang diperoleh di atas. Maka kecepatan yang dihasilkan tidak sesuai dengan kecepatan yang diberikan kipas angin. Kesalahan yang terjadi relative besar. Jadi kawat Hot Wire tidak dapat digunakan untuk mengukur besar kecepatan angina , tetapi hanya dapat digunakan sebagai perkiraan besarnya saja.
5.

ANALISIS DATA DARI PERCOBAAN Analisis Percobaan Pada percobaan kode KR01 tentang Disipasi Kalor Hot Wire melalui rlab bertujuan untuk mengetahui hot wire sebagai sensor kecepatan aliran udara. Percobaan ini tidak dilakukan di laboratorium, melainkan secara online. Sumber udara atau angin berupa kipas. Pada pecobaan KR01 kecepatan udaranya divariasikan yaitu 0 m/s, 70 m/s, 110 m/s, 150 m/s, 190 m/s dan 230 m/s.Pada saat kecepatan awal angin 0 m/s, belum terjadi perubahan terhadap besar arus dan tegangan yang dihasilkan. Kemudian kipas angin dinyalakan dan kecepatannya disesuaikan dan diatur menjadi 70 m/s, 110 m/s, 150 m/s, 190 m/s dan 230 m/s. Terjadi perubahan besar arus dan tegangan yang dihasilkan. Semakin besar kecepatan anginnya, maka tegangannya semakin kecil, namun besar arusnya semakin besar. Udara yang dihasilkan dari kipas angin memberi pengaruh pada resistensi kawat, sehingga tegangan kawat juga berubah. Ketika angin dialirkan pada probe, maka angin tersebut akan menerpa kawat pijar tersebut dengan kecepatan v dan gaya F. Hal ini akan menyebabkan perubahan resistensi pada kawat dan mengubah jumlah arus yang mengalir pada kawat.

Analisis Hasil Percobaan ini dilakukan sampai 6 kali dengan kecepatan yang berbeda-beda, sehingga menghasilkan perbandingan data yang berbeda-beda juga. Dalam kecepatan yang sama juga dilakukan sebanyak 10 kali, yang menghasilkan variasi

hasil. Kecepatan angin yang dipakai untuk percobaan ini antara lain 0 m/s, 70 m/s, 110 m/s, 150 m/s, 190 m/s, dan 230 m/s. Pada percobaan dengan kecepatan angin 0 m/s diamati dari detik ke-1 hingga detik ke-20, tidak mengalami perubahan nilai tegangan hotwire. Sedangkan dari kecepatan angin 70 m/s hingga 230 m/s terdapat perubahan nilai tegangan Hot Wire hampir di tiap detik dan perubahannya tidak terlalu jauh berbeda dengan hasil nilai tegangan yang lain.

Analisis Grafik Berdasarkan data, bisa dilihat bahwa pada grafik hubungan waktu dan kecepatan alir angin pada kecepatan 0 m/s tidak terjadi perubahan besar tegangan sampai detik ke 20. Dari data juga diperoleh bahwa saat kecepatan angin yang diberikan sekitar 70 m/s hingga 230 m/s , terjadi perubahan besar tegangan yang tidak terlalu sigifikan. Grafik yang dihasilkan juga menagalami fluktuasi (naik-turun) yang disebabkan oleh probe yang kurang stabil saat udara diberikan. Grafik yang dihasilkan juga menunjukkan adanya kesinambungan dari setiap percobaan.

6.

KESIMPULAN Kecepatan angin berbanding terbalik dengan tegangan dan berbanding lurus dengan arus yang dihasilkan. Kawat Hot Wire tidak dapat digunakan untuk mengukur besarnya kecepatan, tetapi hanya dapat digunakan sebagai alat perkiraan saja.

Referensi 1. Giancoli, D.C.; Physics for Scientists & Engeeners, Third Edition, Prentice Hall, NJ, 2000. 2. Halliday, Resnick, Walker; Fundamentals of Physics, 7th Edition, Extended Edition, John Wiley & Sons, Inc., NJ, 2005.

Link RLab http://sitrampil4.ui.ac.id/kr01