Anda di halaman 1dari 43

PELATIHAN MGMP SMA/MA PASIR PENGARAIAN MASHADI FMIPA UNRI

Dimensi Tiga
(Proyeksi

& Sudut)

Setelah menyaksikan tayangan ini anda dapat Menentukan proyeksi dan besar sudut dalam ruang dimensi tiga

Proyeksi Pada Bangun Ruang:


proyeksi titik pada garis proyeksi titik pada bidang proyeksi garis pada bidang

Proyeksi titik pada garis


P
m

Dari titik P ditarik garis m garis k garis m memotong k di Q, titik Q adalah k hasil proyeksi Q titik P pada k
5

Contoh
H G

D
A

T
B

Diketahui kubus ABCD.EFGH Tentukan proyeksi titik A pada garis a. BC b.BD c. ET (T perpotongan AC dan BD).
6

Pembahasan
H G

E
A

Proyeksi titik A pada a. BC adalah titik B


(AB BC)

D
A

T
B

C b.

(AC BD)

BD adalah titik T

c. ET adalah titik A
(AC ET)

Proyeksi Titik pada Bidang


P
g

Dari titik P di luar bidang H ditarik garis g H. Garis g menembus bidang H di titik P. Titik P adalah proyeksi titik P di bidang H
8

Contoh
H E G

D
A B

Diketahui kubus ABCD.EFGH a. Proyeksi titik E C pada bidang ABCD adalah. b. Proyeksi titik C pada bidang BDG adalah.
9

Pembahasan
H E F

G a.

P
D A B C b.

Proyeksi titik E pada bidang ABCD adalah A


(EA ABCD)

Proyeksi titik C pada bidang BDG adalah P CE BDG


10

Proyeksi garis pada bidang


A

Proyeksi sebuah garis


B
g

B Jadi proyeksi garis g pada bidang H


adalah g

ke sebuah bidang dapat diperoleh dengan memproyeksikan titik-titik yang terletak pada garis itu ke bidang.

11

Fakta-fakta
1. Proyeksi garis pada bidang umumnya berupa garis 2. Jika garis h maka proyeksi garis h pada bidang berupa titik. 3. Jika garis g // bidang maka g yaitu proyeksi garis g pada dan sejajar garis g
12

Contoh 1
Diketahui kubus E F ABCD.EFGH a. Proyeksi garis EF D C pada bidang ABCD adalah. A B b. Jika panjang rusuk kubus 6 cm, Panjang proyeksi garis CG pada bidang BDG adalah.
13

Pembahasan
Proyeksi garis EF E F pada bidang ABCD berarti menentukan D C proyeksi titik E dan F A pada bidang ABCD, B yaitu titik A dan B Jadi proyeksi EF pada ABCD adalah garis AB
14

Ga.

Pembahasan
b. Proyeksi garis CG H G pada bidang BDG E F berarti menentukan P proyeksi titik C D C dan titik G pada bidang BDG, A B 6 cm yaitu titik P dan G Jadi proyeksi CG pada BDG adalah garis PG dan panjangnya?
15

H E F

G Panjang proyeksi CG

pada BDG adalah panjang garis PG.


C

PG = .GR A B 6 cm = .a6 = a6 = .66 Jadi panjang proyeksi garis CG pada bidang BDG adalah 26 cm
R
16

Contoh 2
Diketahui limas T beraturanT.ABCD dengan panjang AB = 16 cm, TA = 18 cm D C Panjang proyeksi TA pada bidang ABCD A 16 cm B adalah.

17

Pembahasan
Proyeksi TA T pada bidang ABCD adalah AT. Panjang AT= AC D C = .162 T A 16 cm B = 82 Jadi panjang proyeksi TA pada bidang ABCD adalah 82 cm
18

Sudut Pada Bangun Ruang:


Sudut antara dua garis Sudut antara garis dan bidang Sudut antara bidang dan bidang

19

Sudut antara Dua Garis


m

Yang dimaksud dengan besar sudut antara dua garis adalah k besar sudut terkecil yang dibentuk oleh kedua garis tersebut
20

Contoh
H E F G

D A B

Diketahui kubus ABCD.EFGH Besar sudut antara garis-garis: a. AB dengan BG b. AH dengan AF c. BE dengan DF
21

Pembahasan
H E F

D A B

Besar sudut antara garis-garis: G a. AB dengan BG = 900 b. AH dengan AF C = 600 ( AFH smss) c. BE dengan DF = 900 (BE DF)
22

Sudut antara Garis dan Bidang


Sudut antara garis a dan bidang
dilambangkan (a,) Q

adalah sudut antara garis a dan P proyeksinya pada . Sudut antara garis PQ dengan V = sudut antara PQ dengan PQ = PQP
23

Contoh 1
Diketahui E F kubus ABCD.EFGH panjang rusuk 6 cm. D C Gambarlah sudut A 6 cm B antara garis BG dengan ACGE, Kemudian hitunglah besar sudutnya!
24

Pembahasan
H G

Proyeksi garis BG pada bidang ACGE adalah garis KG


(K = titik potong AC dan BD)

D
A

C B

Jadi (BG,ACGE) = (BG,KG) = BGK


25

6 cm

D
A

6 cm

BG = 62 cm BK = BD = .62 = 32 cm C BKG siku-siku di K

Pembahasan

BK 3 2 1 sinBGK = BG 6 2 2 Jadi, besar BGK = 300

26

Contoh 2
H G

D
A
8 cm

Diketahui kubus ABCD.EFGH panjang rusuk 8 cm.

C B

Nilai tangens sudut antara garis CG dan bidang AFH adalah.


27

Pembahasan
H P G

tan(CG,AFH) = tan (PQ,AP) = tan APQ

D
A
8 cm

C B

1 AC AQ 2 GC PQ
1 2

= Nilai tangens sudut antara garis CG dan bidang AFH adalah 2


28

.8 2 4 2 8 8

Contoh 3
Pada limas a cm segiempat beraturan C T.ABCD yang semua B rusuknya sama panjang,

a cm

sudut antara TA dan bidang ABCD adalah.


29

Pembahasan
T
a cm

TA = TB = a cm AC = a2 (diagonal
C

a cm

TAC = siku-siku samakaki

persegi)

sudut antara TA dan bidang ABCD adalah sudut antara TA dan AC yang besarnya 450
30

Sudut antara Bidang dan Bidang

(,) g h

Sudut antara bidang dan bidang adalah sudut antara garis g dan h, dimana g (,) dan h (,).
(,) garis potong bidang dan
31

Contoh 1
H E G

D
A B

Diketahui kubus ABCD.EFGH a. Gambarlah sudut antara bidang BDG C dengan ABCD b. Tentukan nilai sinus sudut antara BDG dan ABCD!
32

a. (BDG,ABCD) H G garis potong BDG E F dan ABCD BD garis pada ABCD yang BD AC D C garis pada BDG A P B yang BD GP Jadi (BDG,ABCD) = (GP,PC) =GPC
33

Pembahasan

Pembahasan
H
E F

D A P B

b. sin(BDG,ABCD) G = sin GPC GC = GP a 6 6 x = .6 a 6 6 C = 6


1 2

1 2

Jadi, sin(BDG,ABCD) = 6
34

Contoh 2
T

A B

Limas beraturan T.ABC, panjang rusuk alas 6 cm dan C panjang rusuk tegak 9 cm. Nilai sinus sudut antara bidang TAB dengan bidang ABC adalah.
35

Pembahasan
T

sin(TAB,ABC) = sin(TP,PC) = sinTPC C TC = 9 cm, BP = 3 cm PC = 6 2 3 2 = 27 3 3 cm PT = 9 2 3 2 = 72 6 3 cm


36

Lihat TPC PT = 62, PC = 33


Aturan cosinus
TC2 = TP2 + PC2 2TP.TC.cosTPC 81 = 72 + 27 2.62.33.cosTPC

366.cosTPC = 99 81 C 2 1 366.cosTPC = 18 6 1 x cosTPC = 2 6 6 =


6 12
37

Lihat TPC
cosP =
6 12

144 - 6 138

12 6

Maka diperoleh Sin P = 138


P
12

Jadi sinus (TAB,ABC)

138 12

38

Contoh 3
Diketahui kubus H G ABCD.EFGH, panE F jang rusuk 4 cm Titik P dan Q berturut-turut D C Q di tengah-tengah A B P AB dan AD. Sudut antara bidang FHQP dan bidang AFH adalah . Nilai cos =
4 cm
39

H E

4 cm

D Q A L

M B P

(FHQP,AFH) G = (KL,KA) = AKL = AK = a6 = 26 AL = LM = AC C = a2 = 2 KL = KM 2 ML2 = 4 2 2 18 =32


40

Pembahasan

AK = 26 , AL = 2 KL = 32

Pembahasan

Aturan Cosinus: AL2 = AK2 + KL2 2AK.KLcos 2 = 24 + 18 2.26.32.cos 243.cos = 42 2 243.cos = 40 M 5 L cos = 3
5 3 9

Jadi nilai cos =

41

AWAS APABILA KITA SALAH MENILAI SISWA


AKAN MEMBUNUH MASA DEPAN SISWA

MENGAJAR DENGAN SERIUS DENGAN INOVASI DAN MENGAJAR ASAL-ASALAN CAPEKNYA SAMA

SALAM BELAJAR DARI


DR. MASHADI. M.Si JURUSAN MATEMATIKA FMIPA UNRI

Terima Kasih

42

SELAMAT BELAJAR

43