Anda di halaman 1dari 6

MODUL TUGAS INDIVIDU Kesehatan Lansia DM NEUROPATHY

Oleh : Nur Puspita Sari Siregar 0710710091

Pembimbing : Dr. A. ChusnulchuluqAr, MPH

Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya 2012


1

TUGAS INDIVIDU PUSKESMAS

I.

IDENTITAS

Nama Umur Sex Alamat Status Kawin Pekerjaan

: Ny. Y : 67 tahun : Perempuan : RT 04/RW 01, Dusun Semanding, Ds. Sumbersekar, Dau Malang : Janda : Wiraswasta

Jenis Keg. Pekerjaan : Membuka toko sembako Genogram

GENOGRAM

pasien

II. ANAMNESA Keluhan Utama : jari-jari kaki dan tangan terasa kesemutan Riwayat Keluhan : Pasien Pasien sudah tidak mensrtuasi lagi sejak 15 tahun yang lalu. Riwayat penyakit dahulu : Hipertensi (+) tidak rutin control dan minum obat, Diabetes mellitus disangkal , Kolesterol & asam urat disangkal Keluhan Lain : Riwayat Pengobatan : Pasien sering datang k poli untuk memriksakan linu linunya. Linu linu berkurang setelah minum obat yang diberikan dari poli, pasien tidak tau nama obatnya. Apa yang dikhawatirkan : pasien takut penyakitnya bertambah parah dan menyebar ke seluruh badan. Motivasi saat ini : Keluhan dirasakan makain memberaat, pasien segera ingin menghilangkan nyeri yang dirasakannnya. Persepsi saat ini : Dengan memeriksakan diri, pasien mengetahui penyebab dan mengurangi nyeri yang dirasakannya. III. Pemeriksaan A. Pemeriksaan Fisik KU : tampak sakit ringan, GCS 456, nafas spontan, kesan gizi cukup BB : 46 kg, TB : 155 cm T : 150/90 HR : 92x/mnt RR : 18x/mnt K/L Tho : an -/-, ict -/: c/ S1, S2 single, m(-) p/ rh -/-, wh -/Abd Ext : flat, soefl, BU(+), met (-), H/L unpalpable : warm, ed -/Krepitasi pada lutut kanan dan kiri Pemeriksaan Neurologis : Sensorik : dbn

Tes Provokasi : Tes Lhermitte (-) Tes Valsava (-) Tes Naffziger (-) Tes Lasique (-) Tes Bragard sicard (-) Tes Patrick contrapatrick (-)

B. Sosial : Pasien tinggal di rumah anak perempuannya yang pertama. Satu rumah berisi 5 orang, anak pasien, suami dari anak pasien, dan 2 cucu pasien. C. Ekonomi : pasien dapat penghidupan dari anaknya. D. Budaya : Pasien menganggap penyakit karena usia pasien sudah tua. E. Psikologi : adanya berbagai trigger baik fisik maupun psikologis, yang akhirnya memperberat stress dan memicu berbagai penyakit.

IV. Pemeriksaan Penunjang Lab/RO V. Diagnosis Holistik Sementara

A. 1. Diagnosa Biomedis 1 : Osteoporosis 2. Diagnosa Biomedis 2 : Hipertensi stage 1 3. Diagnosa biomedis 3 : Osteoarthritis B. Diagnosis Faktor Resiko : VI. Analisis Dari anamnesa didapatkan nyeri linu linu di kaki terutama di lutut tidak menjalar, munculnya hilang timbul dan berlangsung lebih dari 1 jam. Nyeri bertambah jika pasien melakukan aktivitas dan berkurang jika pasien beristirahat. Tidak terdapat riwayat trauma sebelumnya. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tensi 150/90, dan terdapat krepitasi pada kedua lutut pasien. Pasien dulunya jarang berolah raga dan sedikit mengkonsumsi susu Usia lanjut Post menopause Kurang berolah raga Kurangnya intake kalsium

C. Diagnosis Upaya : Memeriksakan diri ke poli umum puskesmas

berkalsium. Dari anemnesa dan pemeriksaan fisik yang didapatkan diagnosis pasien mengarah kepada penyakit Osteoporosis yang merupakan penyakit pada usia lanjut, dan untuk menegakan diagnosis perlu dilakukan pemeriksaan penunjang berupa foto RO pada pasien VII. Diagnosis Kerja dan Rencana Manajemen Medikamentosa, prosedur Tx STATUS BIOMEDIS Osteoporosis FAKTOR RESIKO Paracetamol 4 x 1 Kalk 2 x 1 Nifedipin 10 mg 2 x 1 HCT 1 0 0 Vit B complex 3 x 1 Menjaga aktivitas fisik Usia lanjut Post menopause Kurang berolah raga Kurangnya intake kalsium

Memeriksakan diri secara rutin agar tekanan darah STATUS UPAYA menjadi terkontrol. Mengurangi aktivitas fisik yang berlebihan Melakukan olah raga secukupnya Prinsip olah raga : Edukasi : Memberikan pengetahuan kepada pasien untuk Pemanasan 5 10 menit Bertahap Rutin Cooling down Minum yang cukup

beristirahat yang cukup aktivitas fisik yang tidak terlalu

banyak, meminum obat secra teratur sesuai anjuran, dan rajin mengontrolkan tekanan darah ke poli

VIII.

Efek Pada Komunitas Penyakit pada pasien ini tidak mempengaruhi keadaan komunitas.