Anda di halaman 1dari 1

INTISARI

UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL SARANG SEMUT (Myrmecodia tuberosa Jack.) TERHADAP Candida albicans, Escherichia coli, DAN Staphylococcus aureus SERTA PROFIL BIOAUTOGRAFINYA

Yuli Nurullaili Efendi 06/ 197480/ FA/ 07662

Sarang semut (Myrmecodia tuberosa Jack.) merupakan salah satu alternatif yang dapat ditempuh untuk menangani masalah mikroba yang resisten antibiotik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak etanol M. tuberosa terhadap Candida albicans, Escherichia coli, dan Staphyllococcus aureus dan untuk mengetahui golongan senyawa dari ekstrak etanol M. tuberosa tersebut yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antimikroba. Penelitian ini dimulai dengan maserasi serbuk kering M. tuberosa dengan etanol 70% teknik. Ekstrak kental yang didapatkan digunakan untuk pengujian aktivitas antimikroba terhadap C. albicans, bakteri E. coli, dan S. aureus dengan metode difusi padat dan mikrodilusi untuk mengetahui KHM serta metode pengukuran nilai KBM. Untuk mengetahui golongan senyawa dari ekstrak etanol M. tuberosa yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antimikroba digunakan metode uji bioautografi kontak. Ekstrak etanol M. tuberosa memiliki aktivitas antimikroba terhadap C. albicans, E. coli, dan S. aureus dengan nilai KHM masing-masing secara berurutan 0,8% b/v; 0,8% b/v; dan 1,6% b/v. Nilai KBM untuk C. albicans >6,4% b/v, E. coli 6,4% b/v, dan S. aureus 1,6% b/v. Bercak aktif hasil uji bioautografi yang menunjukkan aktivitas antimikroba pada KLT dengan fase diam silika gel 60 F dan fase gerak toluen: aseton: metanol: asam formiat (26:8:5:1) v/v ditunjukkan dengan bercak hRf 0 aktif terhadap E. coli dan S. aureus serta bercak dengan hRf 50 yang merupakan senyawa fenolik aktif terhadap C. albicans dan S. aureus. Kata kunci : ekstrak etanol M. tuberosa, C. albicans, E. coli, S. aureus, antimikroba
xv