Anda di halaman 1dari 25

PROJECT AKHIR LEVEL 2

Teknik Merakit PC Dengan Prossesor AMD Athlon X2

Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan

Oleh FIRDAUSA NIS:3848/498.071.TKJ

SMK NEGERI 5 MALANG JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN 2010 LEMBAR PENGESAHAN

Nama Sekolah Program keahlian

:SMK NEGERI 5 MALANG :Teknik Komputer Dan Jaringan

Nomor Induk Siswa Nama Judul Proyek

:3848/498.071.TKJ :Firdausa :Teknik Merakit PC Dengan Prosessor AMD Athlon X2 Malang ,15 Desember 2010 Siswa,

Firdausa NIS:3848/498.071.TKJ

Mengetahui

Ketua Jurusan,

Pembimbing,

AbdulBasyith.S.Pd

Soepardi.S.Pd

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil alamin kata yang pantas diucapkan sebagai bukti rasa syukur kita kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah serta inayah sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul Teknik Merakit PC Dengan Prosessor AMD Athlon X2. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW, keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang tetap istiqomah di jalan Alloh. Selanjutnya, ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu terselesainya makalah ini Penulis sangat berharap atas kritik dan saran demi kesempurnaan dan kemajuan di masa yang akan datang. Sebagai akhir kata mudah-mudahan makalah ini bermanfaat bagi kita semua, Amin.

Malang,

15 February 2010

Firdausa

DAFTAR ISI Halaman judul.........................................................................1 Lembar Pengesahan...............................................................2 Kata pengantar........................................................................3 Daftar isi..................................................................................4

BAB I PENDAHULUAN.........................................................5 1.1. Latar Belakang................................................................5 1.2 Pengumpulan data...........................................................7 1.3 Sketsa kerja.....................................................................7 BAB II PEMBAHASAN.........................................................8 2.1. Persiapan Perakitan Komputer.......................................8 2.1.1.Persiapan Alat...................................................8 2.1.2.Persiapan Bahan...............................................9 2.2.Perakitan CPU................................................................11 2.2.1.Langkah-Langkah Perakitan.............................12 2.2.2.Troubleshooting Komputer .............................21 BAB III PENUTUP................................................................24 3.1.Kesimpulan.....................................................................24 3.2.Saran..............................................................................24 DAFTAR PUSTAKA............................................................25

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penguasaan IPTEK merupakan kunci penting dalam abad 21 ini. Oleh karena itu, Siswa perlu dipersiapkan untuk mengenal, memahami, dan menguasai IPTEK terutama dalam bidang teknologi informasi (TI) dalam rangka meningkatkan kualitas SDM. Upaya

untuk mempersiapkan hal itu memang sudah dilakukan melalui pendidikan formal melalui pelajaran KKPI, serta pada Pendidikan menengah kejuruan di jurusan teknologi informasi (TI), sesuai dengan Undang-undang No. 2 tahun 1989, serta pendidikan non formal seperti pelatihan pelatihan, atau kursus-kursus. Persiapan sedini mungkin sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan di masa depan yang secara kualitatif cenderung meningkat. peningkatan Berbagai tantangan muncul, antara lain menyangkut kualitas SDM, pemerataan hasil pembangunan,

partisipasi masyarakat, dan kemampuan untuk mengembangkan sumber daya manusia. Dalam bidang teknologi informasi (TI)

sebagai bagian dari pendidikan yang umumnya memiliki peran penting dalam peningkatan mutu pendidikan, khususnya di dalam menghasilkan peserta didik yang berkualitas, yaitu manusia yang mampu berfikir kritis, kreatif, logis dan berinisiatif dalam menanggapi isu di masyarakat yang diakibatkan oleh dampak perkembangan teknologi informasi (TI). Dewasa ini, pembelajaran dalam bidang TI didominasi oleh penggunaan metode ceramah dan kegiatannya lebih berpusat pada guru. Aktivitas peserta didik dapat dikatakan hanya mendengarkan

penjelasan guru dan mencatat hal-hal yang dianggap penting. Guru


5

menjelaskan tentang teknologi informasi hanya sebatas produk dan sedikit proses. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya media dan sarana untuk kegiatan peraktek seperti personal komputer (PC), serta masih mahalnya produk teknologi dimasyarakat. Padahal

dalam membahas tentang teknologi informasi tidak cukup hanya menekankan pada produk, tetapi yang lebih penting adalah proses untuk mencoba memperaktekkan. Oleh karena itu, media praktikum sebagai alat pembelajaran untuk menjelaskan pengetahuan tentang teknologi informasi sangat diperlukan. Pembelajaran dengan

menggunakan alat media praktikum seperti komputer sangat efektif untuk menanamkan dan mengembangkan pengetahuan, Tujuan

keterampilan, sikap dan nilai limiah pada peserta didik.

teknologi informasi secara umum adalah agar peserta didik memahami konsep kemudahan dalam mengakses suatu informasi secara mudah dalam keterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari,. Salah satu cara untuk dapat menciptakan sumber daya manusia berkualitas, guru dalam mengajar dapat menggunakan beberapa metode dan pendekatan. Dalam hal ini,pendekatan yang paling

sesuai dengan perkembangan IPTEK adalah pendekatan Sains Teknologi Masyarakat, karena pendekatan ini memungkinkan peserta didik berperan aktif dalam pembelajaran dan dapat menampilkan peranan Sains dan Teknologi terutama dibidang teknologi informasi di dalam kehidupan masyarakat. Dengan

menggunakan pendekatan teknologi informasi sehingga diharapkan, guru dan peserta didik dapat menyerap informasi dengan mudah dan cepat. Dengan menggunakan pendekatan teknologi informasi (TI) dalam pembelajaran, diharapkan penerimanaan informasi menjadi cepat.

1.2 Pengumpulan Data Kami mengambil data melalui browsing di internet dan mengutip dari berbagai modul yang kita punya. Data yang dapat kami peroleh yaitu gambar terbaru tentang komponen terbaru komputer seperti gmbar mouse terbaru, VGA card terbaru, monitor LCD, dll.

1.3 Sketsa Kerja


Mencari informasi melalui internet, dan modul yang ada Mengumpulkan data yang telah tersedia

Praktek perakitan

Menyiapkan alat dan bahan

Menyususn laporan perakitan

Membuat kesimpulan dan saran

BAB II
7

PEMBAHASAN 2.1 Persiapan Perakitan Komputer Dalam perakitan sebuah komputer, diperlukan persiapan yang cukup, utamanya peralatan yang digunakan serta software yang hendak diinstall. Di bawah ini adalah beberapa peralatan dan bahan yang harus disiapkan dalam merakit sebuah PC.

2.1.1 Persiapan Alat Tidak terlalu banyak alat yang dibutuhkan dalam perakitan sebuah PC. Diantara adalah :
NO 1 2 3 4 Nama Alat Obeng plus (+) Obeng minus (-) Tang lancip (capit buaya) Multimeter/Multitester (untuk pengukur tegangan) 5 Pinset untuk mencabut jumper Gelang anti statik 1 Jumlah Alat 1 1 1 1 Keterangan

2.1.2 Persiapan Bahan Bahan yang diperlukan adalah : No Nama Barang Gambar Ju ml ah Ba ran g 1 Monitor 1 Keterangan

Chasing

Motherboard

VGA card ATI Rodeon 3200 Graphics

Prosessor AMD AthlonX2

Memory DDR2

Harddisk

DVD RW

Mouse USB

10

10

Keyboard USB

2. Peralatan Tambahan CD Instalasi yang terdiri dari : - CD Driver Motherboard - CD Driver VGA Card ATI Rodeon 3200 Graphics - CD Master Operating System - CD Master Aplikasi

2.2 Perakitan CPU Sebelum Merakit sebuah PC, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan,diantaranya adalah : 1. Hindari merakit dalam keadaan berkeringat, karena kemungkinan keringat akan jatuh keperalatan yang sedang kita rakit tanpa kita ketahui, lalu saat kita menyalakan power supply maka terjadilah hubungan pendek(short contact)dan rusaklah hasil rakitan kita. 2. Hindari memegang atau menyentuh langsung kaki pin prosesor yang ada termasuk chipset. Karena dikhawatirkan adanya listrik statis yang dimiliki tubuh kita akan merusak komponen tersebut. Untuk mencegah hal ini kita harus meng-ground-kan tubuh kita dengan cara memegang casing saat power telah dihidupkan, atau dengan memakai gelang anti statis.

11

3. Pada setiap tahap perakitan sebelum menambahkan komponen yang baru power supply harus dimatikan. Memasang komponen pada saat power supply hidup akan merusak komponen yang akan dipasang dan juga hasil rakitan kita. 4. Jangan lupa untuk menyiapkan peralatan yang dibutuhkan sebelum memulai perakitan, agar seluruh kegiatan tidak terhambat pada kemungkinan kurangnya peralatan yang ada.

2.2.1 Langkah-langkah perakitan. 1. Letakkan motherboard pada tempat yang datar atau diatas casing pada tempat yang aman.

Meletakkan motherboard pada tempat yang tidak rata akan mengakibatkan kerusakan pada motherboard apabila dilakukan pemasangan komponen. 2. Pasang processor pada Motherboard. Pemasangan di luar casing dimaksudkan untuk memudahkan anda dalam pemasangan tersebut. Pasang pengait processor terlabih dahulu pada

motherboard sebelum memasang processor. Perhatikan gambar di bawah.


12

Perhatikan lubang yang terdapat pada motherboard (dekat processor), yang digunakan untuk memasukkan pengait. Perhatikan gambar di bawah ini.

Selanjutnya

pasang

baut

untuk

mengunci

pengait

processor diatas. Perhatikan gambar di bawah ini.

Pasang processor pada slot 1

Pemasangan processor disesuaikan dengan jenis processor dan motherboard yang akan digunakan. Pada gambar di atas, processor yang digunakan adalah AMD Athlon X2 . Pasang DDRAM pada tempat yang tersedia pada motherboard.

13

Pemasangan DDRRAM pada slotnya harus mengikuti aturan yang telah ditentukan, yaitu : - Aturan praktis yaitu aturan yang menjelaskan bagaimana tata cara memasangkan SIMM ketempatnya. Kesalahan ini dapat membuat kerusakan pada motherboard. - Aturan teknis yaitu aturan yang menjelaskan susunan tata letak SIMM dalam hubungannya dengan pendeteksian terhadap keberadaan dan kapasitas SIMM. Pada slot memori, terdapat dua buah pengunci yang berfungsi untuk mengunci posisi memori. Untuk memasang memori, masukkan memori ke dalam slot memori dan tekan sehingga kedua pengunci mengunci memori tersebut

4. Siapkan casing untuk pemasangan motherboard. Lepaskan penutup samping casing (sebelah kanan) untuk memasang komponen yang lain.

14

5. Pasang Harddisk pada casing, sesuaikan dengan model casing .

6. Pasang baut untuk harddisk (empat buah baut)

7. Pada casing, terdapat beberapa titik yang berfungsi untuk pemasangan baut dan sekrup. Pasanglah baut dan sekrup tersebut pada tempatnya, sesuaikan dengan jenis motherboard yang digunakan.

15

8. Masukkan motherboard pada casing secara perlahan (Pada sebagian casing, alas casing dapat dilepas sehingga pemasangan motherboard dapat dilakukan secara lebih mudah

Pada saat pemasangan Motherboard, perhatikan bagian belakang motherboard yang berisi konektor mouse, keyboard, serial dan paralel port, agar terpasang dengan tepat pada dudukan casing yang ada. 9. Kemudian pasanglah baut yang disediakan pada Motherboard pada beberapa titik yang sesuai dengan dudukan motherboard.

10. Pasang dan kencangkan seluruh baut pada motherboard 11. Pasang konektor Power Supply pada tempatnya di Motherboard (Perhatikan : Untuk power Supply Type AT, Pasang konektor power supply dengan kabel berwarna hitam berada di posisi tengah, kesalahan pemasangan akan mengakibatkan kerusakan berat pada Motherboard)
16

12. Pasanglah VGA Card type ATI Radeon 3200 graphics pada Slot Expansi yang sesuai.

13. Pasang baut dari VGA Card tersebut.

14. Pasang kabel serial port pada port yang tersedia pada motherboard

17

Selanjutnya letakkan port serial pada bagian belakang motherboard

15. Pasang kabel LPT Port (Line Printer Port) pada motherboard

Selanjutnya letakkan port serial pada bagian belakang motherboard

16. Setelah selesai memasang VGA Card, Serial Port, LPT Port, selanjutnya anda memasang baut pada bagian belakang casing untuk mengeratkan VGA Card, Serial Port, LPT Port yang telah dipasang

18

17. Pasang kabel data Harddisk (HDD) pada port IDE, Floppy Disk Drive(FDD) Pada port FDD pada motherboard

Perhatikan pemasangan pin 1 pada motherboard. Ikuti petunjuk pada Motherboard atau buku manual masing-masing.

18. Pasanglah kabel power untuk Harddisk dan Floppy

19. Pasang kabel switch, speaker, hdd LED dan power LED pada Motherboard. Ikuti petunjuk yang ada pada buku manual masing-masing Motherboard.

19

20. Atur kabel-kabel data dan power. Setelah selesai tutup kembali casing anda

21. Pasanglah Keyboard, Mouse, Data Monitor. Power Monitor dan Kabel Power pada bagian belakang casing sesuai dengan konektor masing-masing.

Usahakan memasang kabel Power setelah seluruh peripheral dan konektor lain terpasang dengan baik untuk mencegah terjadinya kerusakan pada komponen apabila terjadi kesalahan pemasangan. 22. Setelah seluruh komponen telah terpasang dengan baik, lakukan uji tampil dengan menghidupkan komputer ,kemudian install operating systemnya .Install juga driver VGA card ATI Rodeon 3200 Graphics

20

2.2.2 Troubleshooting Komputer Kesalahan atau ketidakberhasilan dalam merakit komputer umumnya disebabkan antara lain : 1. Pemasangan Memori yang tidak benar, Motherboard yang baik akan memberi sinyal suara peringatan bahwa pemasangan memori tidak benar. Check dan pasang dengan benar. 2. Pemasangan Card AGP atau VGA yang kurang kencang atau pas, Motherboard yang baik akan memberikan sinyal suara peringatan. Check dan pasang dengan benar. 3. Pemasangan Kabel data untuk HardDisk yang tidak pas atau terbalik. Atau pengaturan posisi Master atau Slavepada HardDisk yang tidak tepat. Betulkan serta check pada jumperHardDisk untuk posisi Master/Slave dan check dengan autodetect HardDisk pada BIOS. 4. Pemasangan Kabel Data Disk Drive yang tidak pas atau terbalik. Betulkan 5. Pemasangan panel connector yang tidak tepat sehingga lampu ndicator untuk HardDisk dan Power On tidak aktif. Betulkan. 6. Bila komputer dinyalakan tetapi ada tanda bunyi 1, 2 sampai 5 kali, maka yang perlu diperiksa adalah : Chip memory atau Chip DMA kurang bagus atau Chip memory addressing kurang baik pada mainboardnya. Jika ini terjadi salah satu cara untuk mengatasi adalah matikan komputer lalu betulkan posisi SDRAM/DDRAM. Kemudian nyalakan kembali, bila kondisi tetap demikian kerusakan mungkin
21

terjadi pada DMA. Untuk DMA posisinya telah menyatu atau tersolder dengan mainboardnya maka salah satu cara adalah menggantinya dengan yang lain. 7. Bila tanda bunyi 6 kali, maka yang perlu diperiksa adalah : Keyboard controller yang rusak, ganti keyboard yang baru 8. Bila tanda bunyi 7 kali, maka yang perlu diperiksa adalah: Chip CPU tidak berfungsi dengan baik atau adakalanya mati, langkah selanjutnya adalah mengganti dengan yang baru, ini tidak bisa diperbaiki selain oleh pabrik pembuatnya. 9. Bila tanda bunyi 8 kali, maka yang perlu diperiksa adalah : Video card kurang baik, pastikan posisinya cabut dan pasang kembali dengan tepat, jika masih tetap berbunyi ganti dengan yang baru. 10. Bila tanda bunyi 9 kali, maka yang perlu diperiksa adalah : Kerusakan pada ROM BIOSnya, ini dapat diganti dengan ROM BIOS yang baru atau dapat diganti seluruh mainboardnya. 11.Bila tanda bunyi 10 kali, maka yang perlu diperiksa adalah : Kegagalan dalam pencatatan CMOS RAM, dimana system tidak dapat melakkan pencatatan dengan benar, dan system tidak dapat memperbaiki kesalahan tersebut, sehingga komputer akan mati/shutdown. Langkah selanjutnya adalah mengganti dengan yang baru mainboardnya.
22

12.Bila tanda bunyi 11 kali, maka yang perlu diperiksa adalah : Chache Memory rusak, kegagalan dalam melakukan Tes chace memory.langkah selanjutnya adalah mengganti chache memory tersebut. Semua pesan ini disampaikan oleh mainboard yang dirancang/dibuat oleh American Megatrends, Inc. Sedang untuk mainboard dari jenis lain biasanya memiliki kode bunyi yang berbeda-beda.

23

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Pendekatan teknologi informasi dalam belajar dan mengajarkan sains dan teknologi dalam konteks pengalaman manusia. Pendekatan dengan teknologi informasi cocok untuk mengintegrasikan domain konsep, keterampilan proses, kreativitas, sikap, nilai-nilai, penerapan, dan keterkaitan antar bidang studi (kurikulum) dalam pembelajaran dan penilaian pendidikan sains Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan teknologi informasi dapat meningkatkan sikap peserta didik yang semula kurang dalam menyerap informasi menjadi lebih gampang, cepat dan mudah dalam memperoleh informasi. dan dapat meningkatkan kepedulian siswa terhadap kegiatan masyarakat sehari-hari.

3.2 Saran Pendekatan teknologi informasi dalam pembelajaran perlu mendapat perhatian dan tanggapan yang serius dari semua kalangan baik lembaga pendidikan maupun masyarakat itu sendiri karena melalui pendekatan ini peserta ddik dapat memperluas dan memperdalam pemahaman tentang dunia teknologi informasi dalam konteks yang lebih luas, tidak hanya sekedar pemahaman konsepnya. Dengan demikian, upaya meningkatkan pengembangan literasi sains dan teknologi bagi peserta didik dapat dicapai dengan mudah

24

DAFTAR PUSTAKA

www.google.com/images www.wikipedia.com/Teknik Meraki PC www.cari-pdf.com/cara merakit komputer Ghalib, Maronta. Pendekatan Sains-Teknologi-Masyarakat dalam Pembelajaran Sains di Sekolah. Artikel. FKIP Universitas Haluoleo: Kendari.

25