Anda di halaman 1dari 25

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT. bahwa penulis telah menyelesaikan tugas mata kuliah ETIKA PROFESI dengan membahas laporan wawanacara kewirausahaan dalam bentuk laporan.

Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :

Dosen kami dibidang ETIKA PROFESI yang telah memberikan tugas, petunjuk, kepada penulis sehingga penulis termotivasi dan menyelesaikan tugas ini. Orang tua yang telah turut membantu, membimbing, dan mengatasi berbagai kesulitan sehingga tugas ini selesai.

Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai,Amiin.

PENDAHULUAN

Pengangguran di Indonesia yang semakin meningkat per hari demi harinya, kesempatan dan lowongan kerja yang minim, serta pendidikan yang rendah menjadi pemicu setiap orang untuk mendirikan suatu usaha kecil dan menengah. Berwirausaha kini menjadi trend di kalangan masyarakat Indonesia. Dengan hanya bermodalkan skill dan kemampuan dalam mengelolanya mereka bisa mendapatkan profit yang cukup menjanjikan. Salah satu usaha pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran ialah menciptakan lapangan kerja yang bersifat padat karya. Namun kalangan orang yang berpendidikan cenderung tidak tertarik dengan pekerjaan ini (berwirausaha), minat mereka bekerja di kantoran lebih tinggi. Semakin tinggi pendidikan mereka semakin besar keinginan mereka untuk menduduki kursi kantoran dengan jabatan yang tinggi. Mereka tidak berani mengambil risisko besar seperti berwirausaha. Dalam hal ini berarti mereka bekerja dengan orang lain hanya mengandalkan upah atau gaji. Namun, apa pendapat mereka para wirausahawan sukses yang menembus pasar nasional dan internasional? Mereka bekerja meniti kariernya sendiri dengan hasil yang menjanjikan dan hanya bermodalkan skill dan kemampuan. Ya, mereka berani mengambil risiko dalam dunia persaingan pasar. Bahkan mereka menggaji bukan memberi gaji jika dibandingkan dengan mereka yang bekerja di perusahaan milik orang lain. Semua alasan itulah yang mendorong seseorang untuk melakukan terobosan baru dengan memilih berwirausaha. Namun pada prakteknya tidaklah mudah untuk memulai suatu usaha. Rasa takut akan kegagalan dan kerugian pastinya selalu menghantui para wirausahawan ketika akan memulai usahanya.

Untuk itu, dalam makalah ini saya akan membahas bagaimana sifat dan karakteristik yang harus dimiliki seseorang agar menjadi seorang wirausahawan yang sukses.

Analis dan Manajemen

A. Latar belakang Sumber Daya Manusia (SDM) dalam konteks bisnis, adalah orang yang bekerja dalam suatu organisasi yang sering pula disebut karyawan. Sumber Daya Manusia merupakan aset yang paling berharga dalam perusahaan, tanpa manusia maka sumber daya perusahaan tidak akan dapat mengahasilkan laba atau menambah nilainya sendiri. Manajemen Sumber Daya Manusia didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia, bukan mesin, dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis. Manajemen Sumber Daya Manusia berkaitan dengan kebijakan dan praktek-praktek yang perlu dilaksanakan oleh manajer, mengenai aspek-aspek sumber Daya Manusia dari Manajemen Kerja. Begitu banyak cerita kisah sukses wirausaha-wirausaha yang memulai kariernya dari nol. Mereka berjuang selama bertahun-tahun untuk membangunkan usahanya. Mereka berusaha keras dan tahap demi tahap membuat usahanya menjadi semakin maju. Untuk mempertahankan usahanya dalam dunia persaingan dibutuhkan kecerdasan dan keinginan yang kuat untuk tetap bertahan di dunia usaha itu sendiri. Keuletan dan tekad merupakan modal utama dalam menjalankan usaha yang ingin dikembangkan. Kisah-kisah mereka inilah yang bisa kita jadikan panutan dan inspirasi bagi masyarakat agar terdorong rasa keinginan untuk membuka usaha yang bisa menguntungkan banyak orang.

Tujuan Kegiatan wawancara ini ditujukan agar masiswa dapat : 1. Memberi wawasan kepada mahasiswa pada saat ini agar dapat memanfaatkan peluang disekitar dengan baik. 2. Agar dapat membangun jiwa pantang menyerah dalam melakukan apapun karena membangun karir itu sendiri dari nol dan dapat berusaha keras membangun usahanya menjadi semakin maju serta harus bisa

mempertahankan 3. Belajar menjadi wirausaha yang baik. Sebagaimana kita sebagai umat muslim, panutan kita adalah Nabi Muhamad SAW, dimana beliau adalah seseorang pengusaha. Dan beliau belajar berdagang dari sejak kecil. 4. Mebangun nilai social dengan mendirikan usaha, karena bisa membantu lebih banyak orang dan pengangguran dinegara itu sendiri akan sedikit berkurang. 5. Menumbuh kembangkan etika mahasiswa dalam berbicara

6. meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi dengan sopan santun, 7. dapat melaporkan hasil suatu wawancara dengan narasumber dan dapat memberikan nilai positif.

BAB I JIKA AKU MENJADI

A. Jika Aku Menjadi Seorang Wirausahawan Menjadi seorang wirausaha merupakan salah cara untuk mencari nafkah. Pada awalnya untuk menjadi seorang wirausahawan itu dimulai dari mimpi atau imajinasi. Tidak ada yang melarang kita bermimpi atau berimajinasi untuk menjadi seorang wirausahawan. Tidak ada salahnya kita untuk bermimpi menjadi seorang wirausahawan. Namun jika kita bermimpi terus, kita tidak akan bisa menjadi seorang wirausahan. Kita juga harus bekerja keras untuk mewujudkan impian kita untuk menjadi seorang wirausahawan. Kita harus yakin bahwa kita pasti bisa melakukannya. Kita juga harus rela berkorban waktu dan tenaga kita dan juga tidak mudah putus asa. Selain bekerja keras, kita juga harus gigih dalam berwirausaha. Kita harus semangat dalam menjalankan usaha kita. Motivasi diri kita untuk selalu giat dalam bekerja. Kalau kita giat, maka usaha kita tidak akan sia-sia. Namun apabila kita sudah semangat namun tidak dibarengi oleh pendidikan tentang bagaimana caranya untuk berwirausaha, sama saja dengan bohong. Kita harus mengetahui apa-apa saja yang diperlukan dalam berwirausaha, sifat-sifat apa yang harus ada dalam diri kita agar nantinya kita dapat sukses dalam berwirausaha. Dalam menjadi wirausahawan kita dituntut untuk berani mengambil resiko, mempertimbangkan segala kemungkinan dalam pengambilan keputusan. Apakah itu baik untuk usaha kita ataukah malah akan makin memperburuk usaha kita. Jangan takut gagal. Karena pepatah mengatakan bahwa kegagalan adalah awal dari kesuksesan.

Seorang wirausahawan yang baik adalah mau belajar dari pengalaman orang lain. Apapun pengalaman seseorang itu baik kesuksesan atau kegagalan harus dijadikan suatu pelajaran yang berharga sebagai panduan dia dalam memulai usaha atau mengembangkan usahanya. Selain itu juga, kita harus menerima kritikan dari orang lain, tidak langsung marah apabila mendapatkan kritikan. Pada dasarnya kritik itu bersifat membangun. Kalau kita mendapatkan kritik dan saran, kita harus menyaringnya dan menjadikannya sebuah ide baru yang dapat meningkatkan usaha kita. Mau bekerja sama dengan orang lain juga salah satu sifat yang harus ada pada diri seorang wirausahan karena pada dasarnya kita manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa orang lain. Kita harus percaya dengan orang lain, agar orang lain juga dapat percaya pada diri kita. Kita juga harus bekerja sama dengan orang tersebut agar nantinya dapat menghasilkan sesuatu yang baik bagi usaha kita. Seorang wirausahawan juga dituntut untuk tidak selalu menunda pekerjaan. Apa yang bisa dilakukan hari ini lakukanlah, jangan ditunda besok hari. Karena dengan begitu kita menumpuk pekerjaan yang nantinya malah akan membuat kita menyesal.

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Kewirausaahan Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah peluang, penciptaan dan pengelolaan usaha. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Richard Cantillon (1755) dan dipopulerkan oleh J.B. Say (1803) untuk menggambarkan para pengusaha yang mampu memindahkan sumber-sumber daya ekonomis dari tingkat produktivitas rendah ketingkat produktivitas yang lebih tinggi dan menghasilkan lebih banyak lagi. Menurut Joseph C. Shumpeter (pakar ekonomi modern) bahwa wirausaha adalah pelaku utama dalam pembangunan ekonomi, dan fungsinya adalah untuk melakukan inovasi atau menciptakan kombinasi-kombinasi baru. Wiraswasta berarti orang yang memiliki sifat-sifat keberanian, keutamaan, keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. Seorang wirausaha adalah orang yang kreatif dan inovatif serta mampu mewujudkan untuk peningkatan kesejahteraan diri, masyarakat dan lingkungannya. Kreatif bila ia mampu menciptakan sesuatu yang baru atau mengadakan sesuatu yang belum ada. Inovatif bila ciptaannya itu memiliki cirri-ciri khusus yang tidak dimiliki oleh ciptaan orang lain. Wirausaha adalah seseorang yang bebas dan memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya atau hidupnya. Ia bebas merancang, menentukan mengelola, mengendalikan semua usahanya. Sedangkan kewirausahaan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. Kewirausahaan meruapakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarsa dan bersaahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegaitan usahanya atau kiprahnya. Seorang yang

memiliki jiwa dan sikap wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Dari waktu-ke waktu, hari demi hari, minggu demi minggi selalu mencari peluang untuk meningkatkan usaha dan kehidupannya. Ia selalu berkreasi dan berinovasi tanpa berhenti, karena dengan berkreasi dan berinovasilah semua peluang dapat diperolehnya. Wirausaha adalah orang yang terampil memanfaatkan peluang dalam mengembangkan usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupannya.

B. Sifat-Sifat Yang Perlu Dimiliki Untuk Menjadi Seorang Wirausahawan

Sifat sifat yang harus dimiliki dalam berwirausaha pada prinsipnya adalah sifat atau dasar atau watak manusia sesuai dengan Fitrah manusia sendiri, yakni : 1. Percaya Diri Karakteristik kematangan seseorang adalah ia tidak tergantung pada orang lain, dia memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi, obyektif dan kritis.Dia tidak begitu saja menyerap pendapat atau opini orang lain, tetapi ia mempertimbangkan secara kritis. Emosionalnya boleh dikatakan sudah stabil, tidak gampang tersinggung dan naik pitam. Juga tingkat sosialnya tinggi, mau menolong orng lain, dan yang paling tinggi ialah kedekatannya dengan khaliq sang pencipta, Allah SWT. Diharapkan wirausahawan seperti ini betul-betul dapat menjalankan usahanya secara mandiri, jujur, dan disenangi oleh semua relasinya. 2. Berorientasi pada Tugas dan Hasil Orang ini tidak mengutamakan prestise dulu, prestaasi kemudian. Akan tetapi, ia gandrung pad prestasi baru kemudian setelah berhasil prestisenya akan naik. Anak muda yang selalu memikirkan prestise lebih dulu dan prestasi kemudian, tidak akan mengalami kemajuan. Berbagai motivasi akan muncul dalam bisnis jika kita berusaha

menyingkirkan prestise. Kita akan mampu bekerja keras, enerjik, tanpa malu dilihat teman, asal yang kita kerjakan itu pekerjaan halal. 3. Pengambilan resiko Dalam wirausaha penuh dengan tantangan dan resiko, seperti persaingan, harga turun naik, barang tidak laku dan sebagainya. Namun semua tantangan ini harus dihadapi dengan penuh perhitungan. Jika perhitungan sudah matang, membuat pertimbangan dari segala macam segi, maka berjalanlah terus dengan tidak lupa berlindung kepada-Nya. 4. Kepemimpinan Kepemimpinan memang ada dalm diri masing-masing individu. Namun sekarang ini, sifat kepemimipinan sudah banyak dipelajari dan dilatih. Ini tergantung kepada masing-masing individu dalam menyesuaikan diri dengan organisasi atau orang yang ia pimpin. Pemimpin yang baik harus mau menerima kritik dari bawahan, ia harus bersifat responsif. 5. Keorisinilan Orisinil ini tentu tidak selalu ada pada diri seseorang. Yang dimaksud orisinil disini ialah ia tidak hanya mengekor pada orang lain, tetapi memiliki pendapat sendiri, ada ide yang orisinil, ada kemampuan untuk melaksanakan sesuatu. Bobot kreativitas orisinil suatu produk akan tampak sejauh manakah ia berbeda dari apa yang sudah ada sebelumnya. Keorisinilan seorang wirausaha menuntut adanya kreativitas dalam pelaksanaan tugasnya. kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasikombinasi baru. Bagi kalangan wirausaha, tingkat kreativitas ini akan sanngat menunjang kemajuan bisnisnya

6.

Berorientasi ke masa Depan Seorang wirausaha haruslah perspektif, mempunyai visi ke depan, apa yang

hendak ia lakukan, apa yang ingin ia capai? Sebab sebuah usaha bukan didirikan untuk sementara, tetapi untuk selamanya. Oleh sebab itu factor kuntinuitas harus dijaga dan pandangan harus ditujukan jauh ke depan, seorang wirausaha akan menyusun perencanaan dan strategi yang matang, agar jelas langkah-langkah yang akan dilaksanakan. Fadel Muhammad (1992: 138) menyatakan bahwa ada tujuh ciri yang merupakan identitas yang melekat pada diri seorang wirausaha : a. Kepemimpinan b. Inovasi c. Cara pengambilan keputusan d. Sikap tanggap terhadap perubahan e. bekerja ekonomis dan efisien f. Visi masa depan g. Sikap terhadap resiko 7. Kreativitas Sifat keorisinilan seorang wirausaha menuntut adanya kreativitas dalam pelaksanaan tugasnya. Jadi kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru atau melihat hubungan-hubungan baru antara unsur, data, variable yang sudah ada sebelumnya. 8. Sifat Jujur Sifat jujur akan membawa kepercayaan kepada rekan usaha dan masyarakat sehingga proses dalam berwirausaha akan mudah mendapat dukungan dari berbagi pihak.sifat jujur juga akan membawa berkah bagi usaha berwirausaha karena sifat yang tidak jujur atau curang akan membawa kecelakaan ( Kecelakaan besarlah bagi

orang-orang yang curang QS Al Muthaffifin ayat 1) 9. Sifat Amanah dan adil Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hokum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil ..... (QS.An Nisa 58). 10. Sifat Cerdas Cerdas atau pintar atau tajam pemikiran. sifat ini sudah dimiliki pada semua orang walaupun kapasitasnya berbeda-beda dan sifat ini dapat dikembangkan atau ditingkatkan. Kecerdasan yang dikenal saat ini ada tiga (kamus Bahasa Indonesia Online http://pusatbahasa.diknas.go.id) yaitu: Cerdas emosional yaitu kecerdasan yang berkenaan dengan hati dan kepedulian antar sesame manusia, makhluk lain dan alam sekitar. Intelektual yaitu kecerdasan yang menuntut pemberdayaan otak, hati jasmani,dan pengaktifan manusia intuk berinteraksi secara fungsional dengan orang lain. Spiritual yaitu kecerdasan berkenaan dengan hati dan kepedulian antar sesame manusia makhluk lain dan alam sekitar berdasar keyakinan akan adanya Tuhan Yang Maha Esa.

C. 8 Anak Tangga Menuju Wirausaha Yang Sukses Berikut ini akan disebutkan 8 hal untuk menjadi wirausaha sukses. Disebutkan oleh Murphy and Peck (1980:8) delapan anak tangga untuk mencapai puncak karier. Delapan anak tangga ini dapat pula digunakan oleh seorang wirausaha dalam mengembangkan profesinya, adapun delapan anak tangga ini yaitu :

1.

Mau Kerja keras ( Capacity for hard work )

Kerja keras merupakan modal dasar untuk keberhasilan seseorang. Sikap kerja keras harus dimiliki oleh seorang wirausahawan dalam hal ini unsur disiplin memainkan peranan penting, sebab bagaimana orang mau bekerja keras jika disiplin tidak ada.

2. Bekerja dengan orang lain (Gettting Things Done WIth and through People) Perbanyaklah teman dengan orang - orang di bawah ataupun di atas kita. Murah hati banyak senyum kepada bawahan dan patuh serta displin kepada menghadapi atasan dan hindarkan permusuhan.

3. Penampilan yang baik (good Appearance) Ini bukan berarti penampilan body face / muka yang elok atau paras yang cantik. akan tetapi lebih ditekankan kepada penampilan perilaku jujur, disiplin.

4. Yakin (Self Confidence) Kita harus memiliki keyakinan diri bahwa kita akan sukses melakukan suatu usaha. jangan ragu dan bimbang. niatlah bekerja dengan baik.

5. Pandai membuat keputusan (making sound Decision) Jika anda dihadapkan pada alternatif, harus memilih, maka buatlah pertimbangan yang matang

6. Mau Menambah ilmu pengetahuan (CollegeEducation) Pendidikan college dalam bentuk diploma akan sangat membantu seseorang menemukan dan mengembangkan jiwa serta operasional wirausaha akan tetapi hal

yang penting di sini ialah adanya tambahan pengetahuan

7. Ambisi untuk maju ( Ambition Drive) Kita jangan Loyo, pasrah menyerah tak mau berjuang. kita harus mempunyai semangat yang tinggi, mau berjuang untuk maju.

8.

Pandai Berkomunikasi ( Ability to communicate)

Pandai berkomunikasi berarti pandai mengorganisasi buah pikiran kedalam bentuk ucapan-usapan yang jelas menggunakan tutur kata yang enak didengar.

BAB III PROFIL WAWANCARA

A. hasil wawancara dengan bapak AGUNG RADESKA 1. Pengertian Wirausaha Wawancara adalah sebuah aktifitas dialog antara dua pihak atau lebih untuk membahas sebuah tema. Proses wawancara ini bisa berlangsung dalam dua cara. Cara pertama adalah wawancara langsung antara pihak pewawancara dana narasumber. Dalam proses ini, proses dialog berlangsung secara verbal dan terjadi secara langsung. Cara kedua adalah wawancara tertulis. Pengertian wawancara tertulis hampir sama dengan wawancara langsung. Hanya proses dialog ada dalam wawancara tertulis mengggunakan media tulisan. Pihak pewawancara mengajukan pertanyaan dalam bentuk draft tulisan. Dan narasumber pun memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut dalam bentuk tulisan juga.

Langkah-langkah wawancara: 1. Menentukan topik wawancara. 2.Menentukan narasumber/ responden. 3. Menyusun daftar pertanyaan (dengan memperhatikan kelengkapan isi (5W + 1H). 4.Melakukan wawancara dengan bahasa yang santun, baik, dan benar. 5.Mencatat pokok-pokok informasi berdasarkan jawaban narasumber. (Dapat menggunakan alat perekam sebagai alat bantu). 6.Menulis laporan hasil wawancara.

Biodata Narasumber Nama Tempat, Tanggal, Lahir Alamat Kantor : Agung Radeska : baturaja, 12 November 1987 : mancasan, condong catur, depok sleman DIY, tepat depan kampus Universitas Islam Indonesia Ekonomi Alamat Rumah : Kost pondok Dheta, Jl. Kaliurang Km.14, Tegal Sari Ngemplak Umbulmartani Rt.04 Rw.06 Yogyakarta Status : Lajang Pendidikan terakhir : Sarjana Tekhnik Industri Universitas Islam Indonesia

Jasa layanan apa yang diberikan kepada konsumen ? a. Suasana/lingkungan caf yang dikelilingi tanaman hijau, rumput dan bamboo untuk memberikan kesan kenyamanan yang alami kepada konsumen. b. Lokasi yang strategis dekat dengan kampus, kost-kostn dan kota sehingga mudah untuk dijangkau c. Menyajikan layanan delivery order d. Kebersihan dan kenyamanan e. Keramahan berkomunikasi dalam melayani konsumen f. Berpenampilan menarik, rapi dan sopan g. Memberikan pelayanan yang cepat h. Harga yang tidak mahal dengan rasa yang mewah i. Menu minuman yang berkreasi yang belum ada sebelumnya j. Rasaminuman yang enak dan nyaman, tidak terlalu melekat di tenggorokan

Bagaimana system rekruitmen pegawai ? Untuk sementara ini kami belum merekrut karyawan untuk awal ini, kami sebagai owner sekaligus karyawan yang melayani konsumen

Bagaimana system kerjanya ? Shift kerja 2X7 jam dalam sehari 2 orang membuat pesanan minuman dan makanan, 2 orang lagi melayani konsumen

Job DESC ? investor : sebagai pemberi modal, mengetahui tingkat keuntungan dari investasi owner : pelaksana yang menjalankan usaha

Bagaimana mengatasi kesulitan persaingan ? dengan cara menjadikan pesaing sebagai motivasi nikmati saja. Dengan menikmati insyallah dapat berfikir mengenai ide-ide baru kreatif dan inovatif untuk menghadapi persaingan. Dengan adanya pesaing, kami dapat mengevaluasi sejauh mana kualitas produk minuman coklat yang kami berikan kepada konsumen dan dapat besaing dengan yang lain

Motivasi apa yang mebuat anda mendirikan usaha ini ? Minuman dan makanan adalah urusan nomor satu Ingin menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain

Ingin menjual dengan harga mahasiswa dan dapat bersaing serta memberikan rasa yang istimewa

Modal yang sudah keluarkan dalam usaha ini ? Modal yang kami keluarkan dalam usaha yang kami rintis ini lebih kurang 20 juta pada saat ini yang kami sudah keluarkan

Modal pertama kali yang anda keluarkan pada usaha anda ini ? Modal pertama yang kami keluarkan pada saat itu 3,5 juta

Kiat-kiat yang anada lakukan agar usaha ini tetap berkembang ? Adalah dengan tetap menjaga rasa dan meningkatkan rasa serta inovasi baru dari jenis-jenis varian rasa minuman dan kami juga meningkatkan pelayanan kami dengan sebaik mungkin

Siapa yang mnginspirasikan anda terhadap usaha ini ? Awalnya tidak ada terlintas membuka usaha minuman coklat , namun karena pada waktu itu saya dan teman saya sedang berbincang-bincang tentang coklat tiba-tiba terlintas dipikiran saya untuk membuka usaha coklat yang dapat diminum oleh kalangan masyarakat dan kebetulan juga saya adalah seseorang penggemar coklat.

Dimana pertama kali anda memasarkan produk ini ? Pertama kali kami memasarkan produk kami tepatnya di GOR kampus UII karena kami memanfaatkan peluang yang ada sebagai alumni UII yang pada saat itu kebetulan sedang diadakan turnamen futsal kemudian kami membuka stand minuman

coklat

disana

dan

menjualnya

kekonsumen

Pertama kali tanggapan masyarakat terhadap produk anda ? Tanggapan yang pertama kali dikeluarkan oleh konsumen adalah masalah pelayanan yang agak lama karena peralatan dan perlengkapan yang belum memadai dan masih seadanya. Untuk masalah rasa Alhamdulillah tidak mengecewakan dan para konsumen mengatakan kepada kami bahwa rasanya enak.

Apakah anda berniat untuk membuka cabang di luar kota ? Kami sangat berniat untuk membuka usaha kami di kota lain dan itu merupakan usaha yang sedang kami lakukan

Target sekarang karena semua sudah dimiliki ? Target kedepan membuat minuman coklat dengan berbagai macam varian yang sederhana tetapi belum ada ditempat-tempat lain dan meningkatkan citra rasa minuman coklat dari usaha kami.

Analisa perancangan bisnis berndasarkan pemasaran dan perliaku konsumen .

Kebutuha n

Keingin an Permint aan

Pasar

Hubung an

KONSEP-KONSEP INTI PEMASARAN Produk Nilai dan kepuas an

Transak si

Pertuka ran

Konsep paling pokok yang melandasi pemasaran adalah kebutuhan manusia. Dengan adanya perkembangan jaman, kebutuhan berkembang menjadi suatu keinginan mengkonsumsi suatu produk dengan ciri khas tertentu

Tujuan sistem pemasaran : Secara umum, tujuan sistem pemasaran adalah sebagai berikut : Memaksimumkan konsumsi Memaksimumkan utilitas (kepuasan) konsumsi Memaksimumkan pilihan Memaksimumkan mutu hidup Kualitas, kuantitas, ketersediaan, harga, lingkungan

Strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan serta aturan yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran dari waktu ke waktu pada masing-masing tingkatan serta lokasinya. Strategi pemasaran modern secara umum terdiri dari tiga tahap yaitu: segmentasi pasar (segmenting), penetapan pasar sasaran (targeting), dan penetapan posisi pasar (positioning)

Setelah mengetahui segmen pasar, target pasar, dan posisi pasar maka dapat disusun strategi bauran pemasaran (marketing mix) yang terdiri dari strategi produk, harga, penyaluran/ distribusi dan promosi (Assauri, 1999).

Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar meyakini bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk

membentuk segmen pasar. a. Kesempatan Segmentasi kesempatan membagi pasar menjadi kelompok berdasarkan kesempatan ketika pembeli mendapat ide untuk membeli atau menggunakan barang yang dibeli. Pembeli dapat dikelompokkan menurut kesempatan ketika mereka mendapat ide untuk membeli, benar-benar membeli, atau menggunakan barang yang dibeli. Segmentasi kesempatan dapat membantu perusahaan meningkatkan pemakaian produknya. Sebagai misal, Kodak menggunakan segmentasi kesempatan untuk merancang dan memasarkan kamera sekali pakai. Konsumen hanya perlu memotrek dan mengembalikan film, kamera, dan semuanya, untuk diproses. Dengan menggabungkan lensa, kecepatan film, dan peralatan tambahan yang lain. Kodak mengembangkan kamera versi khusus untuk hampir segala macam kesempatan, dari fotografi bawah air sampai memotret bayi. b. Manfaat yang Dicari Salah satu bentuk segmentasi yang ampuh adalah mengelompokkan pembeli menurut manfaat yang mereka cari dari produk. Segmentasi manfaat membagi pasar menjadi kelompok menurut beragam manfaat berbeda yang dicari konsumen dari produk. Segmentasi manfaat menuntut ditemukannya manfaat utama yang dicari orang dalam produk, jenis orang yang mencari setiap manfaat, dan merek utama yang mempunyai manfaat. Perusahaan dapat menggunakan segmentasi manfaat untuk memperjelas segmen manfaat yang mereka inginkan, karakteristiknya, serta merek utama yang bersaing. Mereka juga dapat mencari manfaat baru dan meluncurkan merek yang memberikan manfaat itu.

BAB IV

BAB I JIKA AKU MENJADI 1.1 Jika aku menjadi kewirausahaan pada bagian ini berisi tentang keterengan-keterangan bagaimana menjadi seorang yang ingin berwirausaha yang menyebabkan munculnya masalah dan penjelasan tentang pentingnya masalah tersebut. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Kewirausahaan membahas bagaimana maksud dan tujuan kewirausahaan itu sendiri, dan juga bagaimana sejarah terbentuknya wirausaha itu sendiri dari zaman ke zaman. Serta menyertakan tentang pelaku ekonominya. 2.2 Sifat-sifat kewirausahaan pada bagian ini membahas tentang sifat-sifat yang haru dimiliki oleh para pelaku yang menjadikan wirausaha yang cukup baik, baik dalam bentuk sifat maupun mental. 2.3 Tips 8 anak tangga menjadi wirausaha pada bagian ini dijelaskan bahwa bagaiamana diajarkan tips menjadikan wirausaha yang sukses dalam mengembangkan profesinya terutama dalam bidang wirausaha agar menemukan jiwa oprasional wirausaha. BAB III PROFIL WAWANCARA 3.1 langkah-langkah wawancara langkah-langkah wawancara merupakan penjelasan bagaimana aturan ketika melakukan wawancara yang baik dan benar.

3.2 Biodata narasumber keterangan informasi utama yang didapatkan untuk dibahas pada laporan ini serta hasil topic wawancara yang telah didapatkan dari narasumber. 3.3 analisis perancangan analisi perancangan merupakan kegiatan membuat desain teknis berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan pada kegiatan analisis kegiatan membuat desain teknis berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan pada kegiatan analisis. BAB IV 4.1 Hasil Memuat uraian tentang hasil dan bagaimana hasil tersebut dapat dicapai dari setiap aktivitas yang dilakukan wawancara selama melakukan kegiatan dan langkah-langkah bagaimana untuk dapat melakukan wawancara dengan attitude yang baik dan sopan. 4.2 Pembahasan memuat tentang implementasi serta pembahasan hasil aktivitas yang diperoleh selama melakukan wawancara. BAB V 5.1 Kesimpulan memuat kesimpulan-kesimpulan yang merupakan rangkuman dari analisis kinerja pada bagian sebelumnya. 5.2 Saran berisi saran-saran yang perlu diperhatikan berdasarkan keterbatasan yang ditemukan dan asumi-asumsi yang dibuat selama pengembangan system.

BAB V PENUTUP

Kesimpulan Untuk membangun suatu usaha dibutuhkan sifat pantang menyerah dan giat serta berani mencoba menciptakan suatu hal yang baru karena pada saat ini, dunia persaingan yang semakin ketat sehingga kita harus ditutut untuk lebih berusaha untuk menciptakan inovasi yang unik dan jangan pernah untuk takut mencoba ide yang sudah didapatkan. dan strategi pemasaran yang baik merupakan sarana yang sangat dibutuhkan dalam melakukan usaha sehingga usaha yang didirikan akan cepat berkembang pesat yang dimana usaha makanan dan minuman sangat mengutamakan kepuasan para konsumennya untuk itu para owner harus mencari cara untuk

meminimalisirkan kekurangan yang dimiliki perusahaan serta menjaga hubungan baik dengan para karyawan yang sudah dimiliki. Untuk membuat usaha selain adanya dana, dibuthkan ketekunan, keberanian, rasa pantang menyerah dan menciptakan ide-ide baru yang kreatif serta melakukan observasi terlebih dahulu sebelum membuka usaha yang akan dijalankan. Pesan dan Kesan Setelah lebih mengenal usaha ini, kami berharap agar usaha ini dapat lebih berkembang dengan melakukan kegiatan promosi kepada para konsumen terutam pada mahasiswa yang mendominasi pemasukan keuangan perusahaan. serta memberikan pelayanan terbaiknya kepada para konsumen yang telah ada tanpa melupakan etitut yang menjadi sarana utama dalam penjualan suatu produk.