Anda di halaman 1dari 5

tLANDASAN TEORI Laruat adalah suatu campuran homogen dari dau zat atau lebih.

Biasanya, gas atau zat padat larut dalam zat cair. Zat cair tempat senyawa larut adalah pelarut (solvent). Zat yang terlarut dalam zat cair adalah solute. Anggaplah suat larutan dibuat dengan melarutkan garam dan air. Garam adalah solute dan air adalah solventt. Molaritaas didefinisikan sebagai banyaknya mol solute yang dilarutkan dalam satu kilogram solvent. Jika dua mol, solute dilarutkan dalam satu kilogram solvent (air), molalitasnya addalah 2 molal. Molaritas merupakan suatu konsentrasi yang penting untuk menentukan sifat-sifat yang tergantung dari jumlah partikel dalam larutan. Larutan yang saling melarut adalah dua larutan nonpolar. Misal, karbon tetraklorida dan benzena yang membentuk larutan satu fase homogen (Brensnick, 2002: 57). Satuan konsentrasi molaritas (M) sangat penting digunakan untuk menyatakan banyaknya zat yang terlarut. Molaritas (M) adalah banyaknya mol terlaruta yang terdapat daalm satu liter larutan. 1M NaOH artinya 1 mol NaOH atau 140 gram NaOH yang dilarutkan dalam 1 liter air. Di laboratorium tidak selamanya kita memerlukan 1 liter larutan, tetapi mungkin lebih kecil dari 1 liter, misalnya 100 ml, 50 ml, 10 ml, 5 ml (Suhendra, 2007:7). Bedararkan fase zat setelah bercampur, maka campuran ada yang homogen dan ada yang heterogen. Campuran homogen adalah campuran yang membentuk satu fase, yaitu mempunyai sifat dan komposisi yang sama antara satu bagian dengan bagian lain di dekatnya. Campuran homogen lebih umum disebut larutan. Contohnya air dan gula dan alkohol dalam air. Kebanyakan larutan mempunyai salah satu komponen yang besar itu disebut pelarut (solventt) dan yang lain disebut zat terlarut (solute) (Syukri, 2000: 351). Sebagian reaksi kimia dan banyaknya sifat zat dikerjakan dalam suatu pelarut. Sifat pelarut yang sangat menentukan keberhasilan dan kegagalan suatu studi. Bagi para ahli kimia organik, air merupakan pelarut yang paling penting, bnnamun banyak pelrut lain yang telah dicoba dan ternyata berguna (Cotton, 2007: 187).

Unsur merupakan zat-zat yang tidak dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana oleh reaksi kimia biasa. Unsur berfungsi sebagai zat pembangun untuk semua zat-zat kompleks yang akan dijumpai. Senyawa merupakan zat yang terdiri dari dua atau lebih unsur dan untuk masing-masing senyawa individu selalu ada dalam proporsi massa yang sama. Unsur dan senyawa yang dianggap sebagai zat murni karena komposisinya selalu tetap. Sebaliknya, campuran komposisinya dapat berubah-ubah Reaksi kimia biasanya berlangsung antara dua campuran zat, bukannya antara zat murni. Satu tipe campuran yang paling sering dijumpai adalah larutan. Lautan didefinisikan sebagai campuran homogen antara dua atau lebih zat yang bervariasi. Larutan dapat berupa gas, cairan atau padatan. Larutan encer adalah larutan yang

mengandung sejumlah kecil solute, relatif terhadap sejumlah pelarut. Sedangkan larutan pekat adalah larutan yang mengandung sebagian besar solute. Solute adalah zat terlarut, sedangkan solven adalah medium dalam mana solven terlarut. Di alam, umumnya zat yang digunakan sebagai pelarut adalah air, selain air yang berfungsi sebagai pelarut adalah alkohol, amoniak, kloroform, benzena, minyak, asam asetat. Untuk menyatakan komposisi larutan secara kuantitatif digunakan konsentrasi. Konsentrasi adalah perbandingan jumlah zat terlarut dan jumlah zat pelarut dinyatakan dalam satuan volume (berat, mol) zat terlarut dalam sejumlah volume tertentu dari pelarut.

Umumnya larutan terdiri dari zat terlarut (silut) dan zat pelarut (solven). Kuantitas relatif suatu zat tertentu dalam suatu larutan disebut konsentrasi. Satuan konsentrasi dari larutan dapat berupa: % w/w = persen berat/berat = gram zat terlarut 100 gram larutan = gram zat terlarut 100 ml larutan ml zat terlarut 100 ml larutan mol zat terlarut Liter larutan

%w/v

= persen berat/voume

%v/v

= persen volume/voloume =

= molaritas

= Liter larutan

normalitas

= ekivalen zat terlarut

M Kg pelarut

= molalitas

= mol zat terlarut

Pembuatan larutan dengan berbagai konsentrasi dan pengenceran, Larutan adalah campuran serba sama antara komponen zat terlarut dan komponen pelarut. Hubungan kuantitatif antara zat terlarut dengan pelarut dalam suatu larutan disebut konsentrasi

atau kepekaan. Kita kenal beberapa satuan konsentrasi yang umum antara lain : a. Persen Persen adalah hubungan yang menyatakan banyaknya bagian zat terlarut dalam setiap seratus bagian larutan. Satuan persen terdiri atas beberapa macam yaitu : Persen berat per volume (V/V)

b. Molar Molar atau molaritas adalah sistem konsentrasi yang menyatakan banyaknya mol zat yang terkandung dalam satu liter larutan.

M = Mol/liter M = mmol/ml M = gr/Mr x 1000/ml

c. Normal (N) Normal atau normalitas adalah banyaknya eqivalen zat terlarut yang terkandung dalam setiap liter larutan.

N = grek/liter BE = BM/ev grek = gr/BE x 1/ltr

N = gr x ev/BM x vol

d. Molal (m) Molal atau molalitas adalah perbandingan antara jumlah zat terlarut dalam setiap kilogram pelarutnya.

m = mol zat terlarut/kg pelarut m = gr/BM x 1000/p

e. Fraksi mol (X) Fraksi mol merupakan perbandingan mol zat terlarut terhadap jumlah mol larutan.

X = mol zat terlarut/mol larutan X = n1/n1 + n2

f. Part per million (ppm) Parts per million (ppm) merupakan satuan konsentrasi yang sangat encer atau disebut juga bagian persejuta.

ppm = mol zat terlarut/106 mg air atau ppm = mol zat terlarut/liter larutan

Faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan suatu zat antara lain adalah tekanan dan suhu. Kelarutan zat padat dan cairan tidak terpengaruh oleh tekanan, sedangkan kelarutan gas-gas akan bertambah, apabila tekanan diperbesar.

Zat-zat kimia yang dipakai untuk membuat larutan harus memenuhi syarat, antara lain : Zat yang digunakan harus murni dan mempunyai rumus molekul yang pasti. Zat yang digunakan harus mempunyai berat ekuivalen yang pasti. Zat yang digunakan mudah di keringkan. Stabil dimana larutan baku primer dapat dipakai untuk menentukan kadar larutan yang tidak diketahui.

Larutan dapat dibuat dari zat asalnya yaitu : a. Padatan Jumlah zat terlarut (solut) yang dibutuhksn = M x V x BM M= molaritas larutan, mol/liter V= volume larutan, liter BM= berat molekul zat, gr/mol

b. Cairan

Jika

larutan

yang

dibuat

dari

zat

asalnya

cairan,umumnya

senyawa

asam,

basa,organic,maka volume zat yang dibutuhkan ditentukan dari persamaan: V1 . M1 = V2 . M2 atau V1 . N1 = V2 . N2 Di mana : V1 = volume awal M1 = molaritas awal N1 = normalitas awal V2 = volume akhir M2 = molaritas akhir N2 = normalitas akhir Molaritas awal didapat dari: Untuk % v/v : M = %x x 1000 BM Untuk %w/v : M = % x 1000 BM