Anda di halaman 1dari 17

Tujuan Percobaan

Mencari hubungan antara komposisi uap, komposisi larutan (residu) dengan suhu pada kondisi kesetimbangan cair-uap pada tekanan atmosfer.

DASAR TEORI
Fase adalah bagian dari sistem yang komposisi kimia dan sifat-sifat fisiknya seragam, yang terpisah dari bagian sistem lainnya oleh adanya bidang batas.

Pada umumnya kondisi suatu kesetimbangan diekspresikan dalam suatu bentuk grafik diagram fase . Hukum yang berlaku pada kesetimbangan ini adalah HUKUM FASE : F = C P + 2 dimana : C = jumlah komponen P = jumlah fase F = derajat kebebasan

Diagram fase binair uap-cair ideal

T
UAP(V) T1

TBo

TAo

T2 A XBV2 XBV1
LIQUID

B XBL1

XBL2

Penerapan dari digram fase binary uapliquid di industri kebanyakkan adalah penggunaan proses destilasi, yaitu suatu proses pemisahan material yang lebih volatile dari material lain yang kurang volatile yang menjadi satu dalam fase cair dengan penguapan dan kondensasi.

HUKUM RAOULT (1830-1901)


Tekanan uap larutan ideal dipengaruhi oleh tekanan uap pelarut dan fraksi mol zat terlarut yang terkandung dalam larutan tersebut. Secara matematis ditulis sebagai : Plarutan= Xterlarut . Ppelarut

Deviasi (penyimpangan) Hukum Raoult


1. Penyimpangan positif terjadi apabila interaksi dalam masingmasing zat lebih kuat daripada interaksi dalam campuran zat ( A A, B B > A B). Penyimpangan ini menghasilkan entalpi campuran (Hmix) positif (endotermik) dan mengakibatkan terjadinya penambahan volume campuran (Vmix > 0). Contoh penyimpangan positif terjadi pada campuran etanol dan nhekasana.

2. Penyimpangan Negatif Penyimpangan negatif hukum Raoult terjadi apabila interaksi dalam campuran zat lebih kuat daripada interaksi dalam masing masing zat ( A B > A A, B B). Penyimpangan ini menghasilkan entalpi campuran (Hmix) negatif (eksotermik) dan mengakibatkan terjadinya pengurangan volume campuran (Vmix < 0). Contoh penyimpangan negatif terjadi pada campuran aseton dan air.

Campuran liquid yang miscible dapat diklasifikasikan menjadi tiga tipe, yaitu :
1. Tipe I : Sistem dimana tekanan uap total terletak intermediate di antara komponenkomponen murninya. Contoh : benzene toluene. Tipe II : Sistem yang menunjukkan suatu nilai maksimum dalam kurva tekanan uap total. Contoh : benzene siklohexan. Tipe III : Sistem yang menunjukkan suatu nilai minimum dalam kurva tekanan uap total. Contoh : air HCl atau HBr.

REFRAKTOMETER

Keterangan
1. Prisma penerang 2. Jendela untuk penerangan skala 3. Prisma pengukur 4. Kaca 5. Cahaya masuk apeture 6. penguncian menyesuaikan sekrup 7. kompensator knob 8. tombol untuk menyesuaikan garis batas 9. lensa mata 10. koneksi untuk penyediaan air tempering 11. koneksi untuk sirkyulasi air tempering 12. koneksi untuk penyediaan air tempering 13. koneksi untuk melepaskan air tempering

Alat yang digunakan untuk mengukur indeks bias. Keuntungan dari refraktometer : 1. Indeks bias yang dapat diamati berada pada kisaran 1,3 sampai dengan 1,7 dengan keakuratan sekitar sekitar 0,0002. Sumber sinar yang digunakan tidak terlalu istimewa, dalam artian cahaya tersebut tidak mempengaruhi hasil pengukuran. Sampel yang digunakan tidak memerlukan perlakuan yang istimewa.

PRINSIP KERJA REFRAKTOMETER


Prinsip kerja dari alat ini, menggunakan sudut kritis untuk pemantulan antara kaca dengan indeks bias tinggi (misalnya : flint glass dengan indeks bias 1,75 ). Kaca ini dibentuk atau tersusun atas prisma sudut-kanan (right-angled prism ) dengan bidang hipotesa AB yang dilapisi oleh film yang tipis (0,15 mm) dan ditutupi oleh prisma yang sejenis. Permukaan prisma AC sangat memegang peranan dari sinar yang digunakan, dan sudutnya ()dari permukaan tersebut dapat dihitung, sehingga indeks bias dari larutan sampel dapat ditentukan.

ALAT-ALAT PERCOBAAN

Alat-alat yang digunakan dalam percobaan III ini adalah sebagai berikut: Tabung reaksi kecil = 10 buah. Pipet ukur 25 ml = 1 buah. Karet penghisap = 1 buah. Corong kaca = 1 buah. Pipet tetes = 1 buah Refraktometer. Peralatan destilasi lengkap, yang terdiri dari : - round bottom flusk. - termometer - klem holder dan statif. - gabus isolasi. - electric mantle. aluminium foil. - supporting ring. - kondeser Liebig. - adaptor.

BAHAN PERCOBAAN
Benzene murni . Toluene murni .

LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN
1. Menyiapkan peralatan destilasi lengkap dan mencatat suhu ruangan. 2. Menyiapkan tabung reaksi 10 buah , diberi tanda 1L , 1V , 2L , 2V , dst, dimana L untuk tempat residu sedangkan V untuk tempat destilat. 3. Memasukkan campuran benzene dan toluene yang telah disediakan kedalam labu . Mendidihkan dan mencatat titik didihnya. 4. Menampung destilat pada suhu yang ditentukan didalam tabung reaksi sebagai 1V . Mendinginkan residu kemudian menagambil lagi sebagai 1 L . 5. Melanjutkan destilasi sesuai suhu yang diminta , mengambil contoh seperti pada langkah no . 4 , sebagai 2V dan 2 L . 6. Meneruskan lagi destilasi , mengambil contoh (3V ,3L) dst, sesuai dengan suhu yang ditentukan. 7. Menganalisa indeks bias sample dengan refraktometer . 8. Menabelkan data hasil percobaan dalam laporan sementara .