Anda di halaman 1dari 2

Yang Berperan dalam Psikoneuroimunologi

Psikoneuroimunologi merupakan suatu ilmu yang berkaitan ataupun adanya suatu interaksi antara perilaku, kerja saraf, fungsi endokrin dan proses kekebalan tubuh (Ader dan Cohen, 1993). Mekanisme peningkatan ketahanan tubuh secara psikoneuroimunologi dapat dilihat dengan menghubungkan perubahan yang terjadi pada hormone dan neopeptida yang melibatkan factor kondisi kejiwaan (stress) dalam mekanisme perubahan ketahanan tubuh. Menurut Ader dan Cohen (1993) pada mulanya tidak diketahui adanya kaitan antara otak dan sistem kekebalan tubuh. Akan tetapi terlihat bahwa: 1. manipulasi saraf dan fungsi endokrin mengubah respons kekebalan, dan stimulasi antigenik yang menimbulkan respons kekebalan menghasilkan perubahan dalam saraf dan fungsi endokrin; 2. proses perilakuan mampu mempengaruhi reaksi kekebalan, dan sebaliknya status kekebalan suatu organisme mempunyai konsekuensi perilaku. Penelitian psikoneuroimunologi ini menunjukkan bahwa sistem saraf dan kekebalan tubuh, yang merupakan sistem sangat kompleks untuk pemeliharaan homeostatis, mewakili suatu mekanisme terpadu yang menyumbang pada adaptasi individual dan spesies serta proses fisiologis berupa perilaku, sehingga pengubahan melalui pengkondisian klasik seperti itu dapat meningkatkan pengendalian terhadap adanya penyakit tertentu (Ader dan Cohen, 1993). Sumber: Ader. R. & Cohen, N. 199?. Psychoneuroimmunology: Condi.ioning and stress. Annual

Psikoneuroimunologi berkaitan dengan terjadinya penyakit Cancer Ada hubungan yang sangat erat antara psikologis, sistem persarafan dan imunitas seseorang. Psikologis seseorang ternyata mampu mempengaruhi bagaimana sistem persyarafan bekerja yang jika tidak terkontrol dengan baik justru bisa menyebabkan sakit. Psikoneuroimunologi mempelajari tentang kaitan antara pikiran, syaraf dengan ketahanan tubuh, harapannya adalah peningkatan sel natural killer sebagai salah satu bagian dari sistem kekebalan akan mampu memusnahkan sel kanker dengan lebih efektif, jika selama ini penanganan kanker dengan kemoterapi maupun dengan terapi radiasi, maka diharapkan jika diketemukan pengaruh psikologis terhadap imunitas maka akan dikembangkan penanganan alternatif kanker dengan bantuan terapi psikologi. Sistem syaraf memiliki neurotransmitter yang memegang peranan penting sebagai operator seluler bagi otak dan sistem persyarafan, ketika operator seluler dilepaskan atau direlease pada saat yang salah yang terjadi adalah tubuh mengalami penyakit. tubuh merelease neurotransmitter dengan memperhatikan keadaan maupun menunggu sinyal yang dikirimkan oleh syaraf perifer. psikoneuroimunologi menjadi dasar pembelajaran bahwa suasana hati (cemas, takut, stres) justru menurunkan imunitas seseorang. kondisi psikologis yang tenang, yang relaksasi justru menyebabkan sistem syaraf merelease endhorpin, delyoson dan berbagai neurotransmitter yang lain yang membawa manfaat pada peningkatan imunitas, peningkatan aktifitas interferon dan makrofag.

Sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/1803214-psikoneuroimunologi/#ixzz2CUS0GASX